WhatsApp Icon

Spektakuler! Pendeta GPIB Paulus Menteng Buka Puasa di Serambi Masjid Jaton, Toleransi Ramadhan Menggema dari Tondano

01/03/2026  |  Penulis: Humas BAZNAS Minahasa

Bagikan:URL telah tercopy
Spektakuler! Pendeta GPIB Paulus Menteng Buka Puasa di Serambi Masjid Jaton, Toleransi Ramadhan Menggema dari Tondano

Silaturahmi Lintas Iman di Serambi Masjid: Ketua Majelis Jemaat GPIB Paulus Menteng Hadir di TPQ Rad

Tondano – Ramadhan di Kampung Jawa Tondano, Minahasa, tahun ini menghadirkan pemandangan yang tak biasa. Di serambi masjid TPQ Radhatul Jannah, anak-anak santri duduk bersarung, jamaah memenuhi sisi ruangan. Lalu hadir seorang tamu istimewa: Pdt. Johny Alexander Lontoh, M.Min, M.Th Ketua Majelis Jemaat GPIB Paulus Menteng-Jakarta Pusat, Sabtu, 28/2/2026.

Ia datang bukan sendiri. Rombongan gereja menyertainya. Turut hadir tiga Komisioner KPU Minahasa, Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Minahasa, Lurah Kampung Jawa, serta Sekretaris BTM Masjid Agung Al-Falah, . Silaturahmi ini disaksikan jamaah masjid dan para santri yang kemudian berbuka puasa bersama.

Momen itu bukan sekadar kunjungan. Ia menjelma menjadi panggung toleransi yang hidup.

Di hadapan jamaah dan santri, Pdt. Johny berbicara lugas. Ia menyebut Indonesia sebagai rumah besar keberagaman yang harus dirawat bersama.

“Kami hidup di Indonesia dengan berbagai macam keberagaman. Kita harus saling menghargai dan menghormati keyakinan masing-masing. Titik temu kita adalah silaturahmi dan membangun kerukunan,” ujarnya.

Rombongan gereja ini memang tengah menjalankan program lintas komunitas. Di Sulawesi Utara, mereka telah mengunjungi sinagoge dan akan melanjutkan ke klenteng. Pesannya jelas: perbedaan bukan alasan untuk berjarak.

Yang membuatnya terkesan justru identitas Kampung Jawa Tondano.

“Saya datang berpikir Jawa Tondano itu berbahasa Jawa. Ternyata berbahasa Minahasa, bahkan Tondano. Saya sendiri Lontoh, opakundu dari Tataran II, tapi tidak bisa bahasa Tondano sama sekali. Ini luar biasa,” katanya disambut senyum hadirin.

Ia menyoroti sejarah komunitas Jaton—para lelaki yang datang dan berladang, sementara para ibu asli daerah setempat, sehingga generasi tumbuh dengan bahasa ibu Minahasa.

“Ini kekayaan budaya yang indah. Biarlah menjadi kekhasan yang terus dipertahankan. Kiranya umat di Kampung Jawa hidup makmur dan damai,” tuturnya.

Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Minahasa Sahlan Kokalo menyebut peristiwa ini sebagai edukasi sosial yang nyata.

“BAZNAS hadir bukan hanya mengelola zakat, tapi membangun jembatan kemanusiaan. Ketika tokoh lintas iman duduk bersama di bulan Ramadhan, itu pesan kuat bagi generasi muda bahwa persatuan adalah fondasi daerah ini,” ujarnya.

Menurutnya, silaturahmi seperti ini memperkuat harmoni sosial sekaligus menjadi teladan kepemimpinan yang merangkul.

Pimpinan TPQ Radhatul Jannah Jawa Tondano H. Abdul Qadir Pulukadang, SE tak menyembunyikan rasa bangganya.

“Kami berterima kasih atas kehadiran Pdt. Johny dan rombongan. Anak-anak kami belajar langsung arti toleransi. Ini bukan teori, ini praktik,” katanya.

Menjelang Maghrib, suasana makin hangat. Adzan berkumandang. Semua yang hadir—pendeta, pengurus masjid, komisioner KPU, tokoh BAZNAS, jamaah, hingga santri—menyatu dalam satu hamparan sajian berbuka di serambi masjid.

Acara ditutup dengan penyerahan cenderamata dari Pdt. Johny kepada pimpinan TPQ sebagai simbol persahabatan lintas iman.

Dari serambi kecil di Kampung Jawa Tondano, pesan besar itu menggema: toleransi bukan sekadar slogan. Ia hidup dalam perjumpaan, tumbuh dalam dialog, dan menguat dalam kebersamaan.

Bagikan:URL telah tercopy

Berita Lainnya

Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Minahasa.

Lihat Daftar Rekening →