WhatsApp Icon

Zakat Istana 2026 Pecahkan Rekor: Keteladanan Pemimpin Menguatkan Gerakan Zakat Nasional

14/03/2026  |  Penulis: Humas BAZNAS Minahasa

Bagikan:URL telah tercopy
Zakat Istana 2026 Pecahkan Rekor: Keteladanan Pemimpin Menguatkan Gerakan Zakat Nasional

DOKUMENTASI BAZNAS RI

Jakarta — Semangat berbagi di bulan suci Ramadhan kembali menghadirkan catatan bersejarah bagi pengelolaan zakat di Indonesia. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mencatat rekor pengumpulan zakat tertinggi sepanjang sejarah pelaksanaan Zakat Istana dalam kegiatan bertajuk “Zakat Menguatkan Indonesia” yang digelar di Istana Negara pada Jumat (13/3/2026).

Melalui layanan Konter Zakat Istana, dana zakat yang berhasil dihimpun tahun ini mencapai lebih dari Rp4,3 miliar dari 111 muzaki, yang terdiri dari pejabat negara, menteri kabinet, hingga unsur pimpinan TNI. Capaian ini menjadi rekor tertinggi dalam 11 kali penyelenggaraan Zakat Istana, sekaligus menunjukkan meningkatnya kesadaran para pemimpin bangsa dalam menunaikan kewajiban zakat melalui lembaga resmi.

Dalam kegiatan tersebut, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka turut menunaikan zakat melalui Badan Amil Zakat Nasional bersama sejumlah menteri kabinet.

Beberapa tokoh yang hadir di antaranya Agus Harimurti Yudhoyono, Yusril Ihza Mahendra, Pratikno, serta utusan khusus presiden Raffi Ahmad. Hadir pula sejumlah pejabat penting lainnya seperti Erick Thohir, Muhaimin Iskandar, Bahlil Lahadalia, Tito Karnavian, serta Panglima TNI Agus Subianto.

Capaian tahun 2026 menunjukkan lonjakan signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Dalam lima tahun terakhir, tren penghimpunan zakat dari jajaran pejabat negara melalui BAZNAS terus mengalami peningkatan:

  • 2022: Rp636.250.000

  • 2023: Rp753.500.000

  • 2024: Rp1.088.500.000

  • 2025: Rp2.040.338.000

  • 2026: Rp4.345.197.056

Peningkatan yang sangat tajam ini menunjukkan bahwa gerakan zakat nasional semakin mendapatkan kepercayaan dan dukungan dari para pemimpin negara.

Ketua Badan Amil Zakat Nasional, Dikdik Sodik Mujahid, menyampaikan apresiasi atas komitmen para pemimpin bangsa yang secara konsisten menunaikan zakat melalui BAZNAS.

Menurutnya, dukungan dari Presiden, Wakil Presiden, dan para menteri bukan hanya berdampak pada peningkatan penghimpunan zakat, tetapi juga memberikan nilai moral yang sangat kuat bagi masyarakat.

“Keteladanan para pemimpin ini sangat efektif dalam menggerakkan masyarakat untuk menunaikan zakat melalui lembaga yang terpercaya dan akuntabel. Bahkan pengaruhnya bisa lebih kuat dibandingkan dengan kampanye yang kami lakukan,” ujarnya.

Zakat Sebagai Kekuatan Sosial

Capaian tertinggi dalam sejarah Zakat Istana ini juga menjadi momentum penting bagi kepengurusan BAZNAS periode 2026–2031 untuk terus memperkuat tata kelola zakat yang profesional, transparan, dan akuntabel.

Potensi zakat nasional di Indonesia sendiri diperkirakan sangat besar dan dapat menjadi instrumen strategis dalam mengentaskan kemiskinan, mengurangi kesenjangan sosial, serta meningkatkan kesejahteraan umat.

Partisipasi para pejabat negara dalam Zakat Istana juga menunjukkan bahwa negara hadir mendukung gerakan zakat nasional sebagai bagian dari pembangunan sosial dan ekonomi masyarakat.

Lebih dari sekadar angka, peristiwa ini membawa pesan kuat bahwa zakat bukan hanya kewajiban individual, tetapi juga gerakan kolektif yang dapat memperkuat solidaritas bangsa.

Di tengah berbagai tantangan ekonomi dan sosial, zakat hadir sebagai energi spiritual sekaligus solusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

Ketika para pemimpin memberi teladan, masyarakat pun terdorong untuk mengikuti. Dari Istana Negara hingga pelosok desa, semangat berbagi melalui zakat diharapkan terus tumbuh—mewujudkan Indonesia yang lebih kuat, lebih peduli, dan lebih sejahtera.

Bagikan:URL telah tercopy

Berita Lainnya

Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Minahasa.

Lihat Daftar Rekening →