Kisah Rojali Bangkit dari Banjir Aceh Tamiang: Dari Korban Jadi Relawan Dapur Umum BAZNAS
21/03/2026 | Penulis: Humas BAZNAS Minahasa
Dokumentasi Baznas RI
Aceh Tamiang – Banjir bandang yang menerjang Kabupaten Aceh Tamiang pada November lalu menyisakan luka mendalam. Rumah hanyut, harta benda lenyap, dan kehidupan berubah seketika.
Namun di balik duka itu, muncul kisah keteguhan dari seorang penyintas bernama Muhammad Rojali (44).
Melalui program Dapur Umum Hidangan Berkah Ramadan yang diinisiasi Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI, Rojali tak hanya menjadi penerima bantuan. Ia memilih bangkit—menjadi relawan, memasak untuk sesama korban.
“Awalnya saya hanya menerima bantuan makanan, tapi saya tergerak hati untuk ikut membantu memasak. Saya merasa tidak enak kalau hanya menerima saja,” ujar Rojali saat ditemui di tenda pengungsian Desa Lubuk Sidup.
Rumah Rojali hanyut tanpa sisa. Kini, ia tinggal di tenda darurat bersama istri dan tiga anaknya. Di tengah keterbatasan itu, dapur umum menjadi tumpuan utama kebutuhan pangan warga.
Setiap hari, dapur tersebut mengolah sekitar 50 kilogram beras untuk menyediakan hingga 700 porsi makanan bagi para penyintas.
Menariknya, dapur ini tidak dijalankan oleh pihak luar semata, melainkan oleh warga sendiri secara gotong royong—memasak sayur, ikan, hingga menyiapkan takjil berbuka puasa.
“Kalau tidak ada program ini, kami kesulitan. Untuk masak daging saja kami belum mampu. Tapi melalui bantuan BAZNAS, kami bisa makan dengan layak dan bergizi,” tutur Rojali.
Sekretaris Utama BAZNAS RI, Subhan Cholid, menegaskan bahwa dapur umum ini dirancang bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan konsumsi, tetapi juga sebagai bagian dari pemulihan mental masyarakat.
“Filosofi zakat adalah memberdayakan. Lewat dapur umum ini, BAZNAS tidak hanya menyalurkan makanan, tetapi juga menciptakan ekosistem gotong royong,” jelas Subhan.
Menurutnya, pelibatan langsung para penyintas menjadi kunci untuk membangun kembali rasa percaya diri dan kemandirian kolektif di tengah masa sulit.
Bagi Rojali, dapur umum ini bukan sekadar tempat memasak, tetapi ruang untuk bangkit dan menemukan kembali makna kebersamaan.
“Kami sangat berterima kasih kepada BAZNAS dan para donatur. Bantuan ini memberi semangat bagi kami untuk terus kuat,” ucapnya.
BAZNAS sendiri menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi para penyintas hingga tahap rehabilitasi pascabencana.
Kisah Rojali menjadi bukti—bahwa di tengah kehilangan, zakat mampu menggerakkan hati, menumbuhkan solidaritas, dan menghidupkan kembali harapan.
Di antara tenda-tenda pengungsian, api dapur umum itu tak hanya memasak makanan—tetapi juga menyalakan semangat untuk bangkit bersama.
Berita Lainnya
Jihan Nabillah Kokalo, Putri Minahasa yang Tembus Kementerian Pariwisata dengan Nilai Evaluasi 97
ZaWIN 2026 di Bandung: BAZNAS Dorong Kolaborasi agar Zakat Berdampak Lebih Luas
Dari Dapur Umum BAZNAS, Penyintas Gempa NTT Bangkit dan Menguatkan Sesama
Pimpinan BAZNAS Minahasa Doakan Keberkahan Usia dan Pengabdian Al Gazali Mus
BAZNAS RI Salurkan 500 Paket Logistik untuk Penyintas Gempa NTT
Hadiri Pra-Rakornas 2026, BAZNAS Kabupaten Minahasa Siap Perkuat Pengelolaan Muzaki secara Profesional
10 Mahasiswa Pergunu Sulut Melanjutkan Studi ke UAC, Tiba di Surabaya Disambut Ketua FMS Mojokerto
RSB BAZNAS Hadir untuk Mualaf di Batam, Cek Kesehatan Gratis hingga Bantuan Pangan
BAZNAS RI dan Kemendukbangga/BKKBN Perkuat Program ZCD, BAZNAS Minahasa Ikuti Agenda Secara Daring
BAZNAS RI–Urais Kemenag Perkuat UPZ Masjid, Dorong Digitalisasi Pengelolaan ZIS
BAZNAS Hadir di Muktamar NU ke-35, Salurkan 15 Ribu ZChicken hingga Siagakan Layanan Kesehatan
BAZNAS RI Bersama Kemendiktisaintek Buka Beasiswa Cendekia 2026 di 246 Perguruan Tinggi
BAZNAS RI dan KemenPANRB Bahas Penguatan Tata Kelola Zakat Nasional
Tiga Putranya Gugur di Gaza, Ulama Palestina Datangi BAZNAS: “Saya Tetap Mengucapkan Alhamdulillahi Rabbil ‘Alamin”
Hadirkan Layanan Kesehatan Mobile, BAZNAS Jangkau Penyintas Gempa NTT hingga Pelosok

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Minahasa.
Lihat Daftar Rekening →