WhatsApp Icon

Hadirkan Layanan Kesehatan Mobile, BAZNAS Jangkau Penyintas Gempa NTT hingga Pelosok

25/08/2026  |  Penulis: Humas BAZNAS Minahasa

Bagikan:URL telah tercopy
Hadirkan Layanan Kesehatan Mobile, BAZNAS Jangkau Penyintas Gempa NTT hingga Pelosok

Dokumentasi Baznas RI

MANGGARAI – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI terus memperluas layanan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Melalui layanan kesehatan mobile Rumah Sehat BAZNAS (RSB), tim medis menyisir sejumlah posko pengungsian hingga wilayah pelosok di Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai.

Layanan kesehatan bergerak tersebut dilakukan untuk memastikan para penyintas, khususnya kelompok rentan seperti lansia dan anak-anak, tetap memperoleh pemeriksaan kesehatan dan pengobatan meskipun berada di wilayah dengan keterbatasan akses transportasi.

Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., mengatakan layanan kesehatan mobile menjadi salah satu bentuk respons cepat BAZNAS dalam menghadapi kondisi darurat pascabencana.

Tim medis RSB tidak hanya memberikan pelayanan di posko utama, tetapi juga mendatangi posko-posko pengungsian mandiri dan permukiman warga yang sulit dijangkau kendaraan roda empat, termasuk wilayah Pantai Utara, Kecamatan Reok Barat.

“Layanan kesehatan mobile RSB ini kami hadirkan secara proaktif untuk memastikan seluruh penyintas gempa, khususnya para lansia dan anak-anak, mendapatkan penanganan medis yang cepat tanpa terhalang kendala jarak,” ujar Idy Muzayyad di NTT, Senin (24/8/2026).

Menurut Idy, kondisi bencana sering kali menimbulkan persoalan kesehatan baru bagi masyarakat terdampak. Keterbatasan fasilitas kesehatan, kondisi pengungsian, perubahan lingkungan, serta sulitnya akses transportasi dapat menjadi hambatan bagi penyintas untuk memperoleh pelayanan medis.

Karena itu, BAZNAS menerapkan pendekatan layanan kesehatan dengan sistem jemput bola, yakni tenaga medis secara aktif mendatangi masyarakat yang membutuhkan pemeriksaan dan pengobatan.

Langkah tersebut sekaligus memastikan penyintas yang tinggal di wilayah terpencil tidak tertinggal dalam mendapatkan pelayanan kesehatan.

“Kami mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mengulurkan tangan dan menyalurkan sedekah terbaik melalui BAZNAS guna meringankan beban serta memulihkan kehidupan saudara-saudara kita di NTT,” kata Idy.

Kehadiran layanan mobile juga menjadi bagian dari upaya menjaga kondisi kesehatan masyarakat selama berada dalam situasi darurat.

Tim medis Rumah Sehat BAZNAS terus melakukan pelayanan secara bergilir di sejumlah titik terdampak gempa.

Dokter tim medis RSB BAZNAS, dr. Moch Raedy Noor Rizki, mengatakan sejak tiba di lokasi bencana, tim langsung bergerak memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat di Kecamatan Reok.

Pelayanan difokuskan pada posko-posko pengungsian, terutama wilayah yang memiliki keterbatasan akses kendaraan.

“Sejak awal tiba, kami langsung bergerak mobile dan terfokus memberikan pelayanan kesehatan di Kecamatan Reok, terutama mendatangi posko-posko warga yang tidak terjangkau akses kendaraan roda empat,” ujarnya.

Melalui pelayanan tersebut, tim kesehatan RSB BAZNAS telah menangani ratusan pasien terdampak yang membutuhkan pemeriksaan dan pengobatan setiap harinya.

Pelayanan yang diberikan meliputi pemeriksaan kondisi kesehatan, konsultasi medis, pemberian resep, hingga penyediaan obat-obatan secara gratis sesuai kebutuhan pasien.

Pengasuh Pondok Pesantren Pancasila Reo yang juga menjadi fasilitator posko medis BAZNAS, Ustaz Jiyanto, mengatakan kehadiran tim medis BAZNAS memberikan manfaat besar bagi masyarakat terdampak.

Menurut dia, setelah memberikan pelayanan di posko utama, tim kesehatan secara rutin melanjutkan pelayanan dengan mendatangi sejumlah posko pengungsian mandiri.

Jangkauan pelayanan bahkan mencapai wilayah terluar di Pantai Utara, Kecamatan Reok Barat.

“Pelayanan kesehatan dimulai pukul 08.00 WITA di posko utama, lalu dilanjutkan dengan layanan mobile ke posko-posko pengungsian mandiri. Laporan dari tim dokter menyebutkan jangkauannya bahkan sampai ke Pantai Utara di Kecamatan Reok Barat,” tuturnya.

Ia menambahkan, masyarakat menyambut baik kehadiran layanan kesehatan tersebut karena pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh.

“Masyarakat sangat gembira karena pemeriksaannya dilakukan secara menyeluruh mulai dari penanganan medis, pemberian resep, hingga obat-obatan gratis,” katanya.

Selain layanan kesehatan, BAZNAS RI melalui Tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) juga terus mendistribusikan bantuan kebutuhan pangan dan logistik bagi masyarakat terdampak.

Sejumlah layanan kemanusiaan turut dihadirkan, antara lain bantuan sembako, dukungan dapur umum, penyediaan masjid darurat, serta sarana sanitasi untuk membantu memenuhi kebutuhan kebersihan dan ibadah para pengungsi.

Respons terpadu tersebut menunjukkan bahwa penanganan bencana tidak hanya berfokus pada bantuan makanan dan logistik, tetapi juga mencakup kebutuhan kesehatan, sanitasi, dan dukungan spiritual masyarakat.

Dalam situasi bencana, akses terhadap layanan kesehatan menjadi kebutuhan mendasar yang tidak boleh terputus. Karena itu, layanan kesehatan mobile menjadi salah satu solusi untuk menjangkau masyarakat yang berada jauh dari fasilitas pelayanan kesehatan.

Melalui dana zakat, infak, dan sedekah yang dipercayakan masyarakat, BAZNAS terus menghadirkan berbagai program kemanusiaan bagi masyarakat yang membutuhkan.

Zakat tidak hanya membersihkan harta, tetapi juga menghadirkan harapan. Ketika dikelola secara amanah dan disalurkan secara tepat sasaran, zakat, infak, dan sedekah dapat menjadi kekuatan nyata untuk membantu masyarakat bangkit dari situasi bencana.

Bagikan:URL telah tercopy

Berita Lainnya

Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Minahasa.

Lihat Daftar Rekening →