WhatsApp Icon
10 Mahasiswa Pergunu Sulut Melanjutkan Studi ke UAC, Tiba di Surabaya Disambut Ketua FMS Mojokerto

MOJOKERTO — Semangat meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan tinggi terus tumbuh di Sulawesi Utara. Sebanyak 10 mahasiswa penerima Beasiswa Pergunu Sulawesi Utara Tahun 2026 kini bersiap melanjutkan pendidikan jenjang S1 dan S2 di Universitas KH Abdul Chalim (UAC), Mojokerto, Jawa Timur.

Kesepuluh mahasiswa tersebut diberangkatkan setelah secara resmi dilepas oleh Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sulawesi Utara), Dr. Drs. KH. Ulyas Taha, M.Pd., di Kantor PWNU Sulawesi Utara, Manado, Selasa (6/10/2026).

Prosesi pelepasan turut dihadiri jajaran PWNU Sulut, pengurus PW Pergunu Sulut, serta para Ketua PC Pergunu Kabupaten/Kota.

Ketua PW Pergunu Sulawesi Utara, Ahmad Sholeh, mengatakan jumlah penerima beasiswa tahun ini mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

"Jumlahnya tahun ini ada 10 orang. Kalau tahun lalu hanya 4 orang, sekarang naik menjadi 10 orang, artinya ada lonjakan lebih dari 100 persen," ujar Ahmad Sholeh.

Dari 10 penerima beasiswa tersebut, 8 mahasiswa menempuh jenjang S1 dan 2 mahasiswa jenjang S2.

Setelah menempuh perjalanan dari Manado, rombongan mahasiswa tersebut tiba di Surabaya, Jawa Timur, pada hari yang sama.

Kedatangan mereka mendapat sambutan dari Forum Mahasiswa Sulawesi Utara (FMS) Mojokerto. Ketua FMS Mojokerto, Jihan Nabillah Kokalo, turut menjemput langsung para mahasiswa penerima beasiswa tersebut untuk selanjutnya mendampingi perjalanan mereka menuju Mojokerto.

Jihan mengatakan kehadiran mahasiswa asal Sulawesi Utara di Jawa Timur bukan sekadar perjalanan untuk menempuh pendidikan, tetapi juga menjadi bagian dari proses membangun generasi muda yang nantinya diharapkan dapat memberikan manfaat bagi daerah.

"Kami tentu senang bisa menyambut teman-teman dari Sulawesi Utara. Mereka datang membawa harapan besar untuk melanjutkan pendidikan. Kami dari FMS Mojokerto siap membantu mereka beradaptasi dengan lingkungan baru, baik dalam kehidupan kampus maupun selama berada di Mojokerto," ujar Jihan.

Menurutnya, keberadaan mahasiswa Sulawesi Utara di Jawa Timur juga menjadi kesempatan untuk memperkuat silaturahmi antarmahasiswa asal daerah tersebut.

Program beasiswa tersebut juga disertai tanggung jawab akademik. Pergunu Sulut menargetkan mahasiswa penerima beasiswa dapat menyelesaikan pendidikan sesuai masa studi yang telah ditetapkan.

Untuk jenjang S1, mahasiswa ditargetkan menyelesaikan studi dalam waktu empat tahun, sedangkan jenjang S2 ditargetkan selesai dalam dua tahun.

Ahmad Sholeh menegaskan adanya konsekuensi bagi penerima beasiswa yang tidak mampu menyelesaikan studi sesuai target.

"Semoga mereka bisa menyelesaikan studi tepat waktu, 4 tahun untuk S1 dan 2 tahun untuk S2. Tidak boleh lewat. Kalau sampai lewat dari target tersebut, konsekuensinya harus membayar biaya sendiri," tegasnya.

Keberangkatan 10 mahasiswa tersebut menjadi gambaran bahwa akses terhadap pendidikan tinggi terus menjadi salah satu jalan penting dalam menyiapkan generasi muda yang berkualitas.

Bagi Sulawesi Utara, keberadaan mahasiswa yang menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi di luar daerah juga diharapkan dapat memperluas wawasan, pengalaman, jaringan, serta kapasitas mereka sebelum kembali memberikan kontribusi di tengah masyarakat.

BAZNAS Kabupaten Minahasa memandang ikhtiar peningkatan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia sebagai bagian penting dari pembangunan masyarakat. Pendidikan bukan hanya tentang memperoleh gelar akademik, tetapi juga tentang mempersiapkan generasi yang memiliki kompetensi, karakter, kepedulian sosial, dan kemauan untuk kembali memberi manfaat bagi lingkungan.

07/10/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa
Tiga Putranya Gugur di Gaza, Ulama Palestina Datangi BAZNAS: “Saya Tetap Mengucapkan Alhamdulillahi Rabbil ‘Alamin”

JAKARTA, — Suasana haru terasa saat Prof. Dr. Maher Hamed Mohamed Al-Houli, ulama sekaligus akademisi asal Gaza, Palestina, berbicara di hadapan jajaran Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI di Jakarta, Rabu (30/9/2026).

Maher datang bersama pengurus Yayasan Persahabatan dan Studi Peradaban (YPSP). Kedatangannya menjadi kesempatan untuk menyampaikan secara langsung kondisi masyarakat Gaza yang hingga kini masih menghadapi situasi kemanusiaan yang berat, meski telah ada gencatan senjata.

Namun, yang disampaikan Maher bukan hanya cerita tentang kondisi masyarakat Gaza. Ia juga membawa kisah kehilangan dari keluarganya sendiri.

Tiga putranya, cucu, dua saudara laki-laki, serta puluhan kerabatnya disebut telah gugur akibat serangan bom di Gaza.

“Saya hadir di hadapan Anda sekalian sebagai gambaran kecil dari penderitaan rakyat Gaza, di mana tiga putra saya, cucu saya, dua saudara laki-laki, beserta puluhan kerabat telah gugur syahid akibat serangan bom,” kata Maher.

Kehilangan tiga anak tentu menjadi duka yang tidak mudah bagi seorang ayah. Terlebih, Maher menyebut ketiga putranya merupakan pahlawan penghafal Al-Qur'an.

Namun di tengah kesedihan tersebut, Maher berusaha tetap menunjukkan keteguhan hati. Ia mengatakan bahwa dirinya tetap mengucapkan syukur kepada Allah SWT.

“Tiga putra saya, saudara-saudara saya, dan kerabat saya telah syahid, namun demikian di hadapan kondisi ini saya tetap mengucapkan Alhamdulillahi rabbil 'alamin,” ujarnya.

Bagi Maher, kehilangan anggota keluarga merupakan penderitaan yang sangat berat. Tetapi ketika berbicara mengenai kondisi masyarakat Gaza secara keseluruhan, ia mengaku masih sulit menahan air mata.

Menurutnya, persoalan yang dihadapi masyarakat Palestina saat ini sudah berada pada kondisi yang sangat krisis. Tidak hanya persoalan keamanan di Al-Quds dan Masjid Al-Aqsa, warga Gaza juga masih berhadapan dengan kebutuhan dasar yang mendesak.

Salah satunya adalah kebutuhan untuk menangani dan memakamkan jenazah para korban yang terus ditemukan dan dievakuasi.

Maher menyebut masyarakat Gaza bahkan membutuhkan bantuan biaya dan material untuk dapat memakamkan jasad puluhan hingga ratusan syuhada yang dievakuasi setiap harinya.

Kondisi tersebut menjadi salah satu gambaran nyata bahwa persoalan kemanusiaan di Gaza belum selesai meskipun telah ada gencatan senjata.

Ancaman musim dingin juga menjadi perhatian. Masyarakat yang kehilangan rumah dan berbagai fasilitas kehidupan membutuhkan bantuan untuk menghadapi kondisi yang semakin berat.

Karena itu, kedatangan Maher ke BAZNAS RI menjadi kesempatan untuk menyampaikan secara langsung apa yang terjadi di Gaza sekaligus kebutuhan masyarakat di sana.

Ia tidak datang membawa cerita dari jauh. Ia datang sebagai seseorang yang keluarganya sendiri ikut menjadi korban.

Dalam pertemuan itu, Maher juga menyampaikan pesan mengenai keluarga para syuhada di Gaza.

“Sebagaimana disebutkan bahwa ini adalah pertemuan dengan keluarga para syuhada, maka saya juga akan menyampaikan perkataan ini kepada keluarga para syuhada di Gaza, insya Allah Rabbil 'Alamin, bahwa para syuhada selalu hadir di dalam hati Dr. Sodik Mudjahid, hadir di pikirannya, hadir di tengah rekan-rekannya, dan hadir di BAZNAS, insya Allah Rabbil 'Alamin,” tuturnya.

BAZNAS Terima Kesaksian Langsung dari Gaza

Sementara itu, Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc. mengatakan, pihaknya menyambut kedatangan Prof. Dr. Maher Hamed Mohamed Al-Houli untuk mendengarkan secara langsung kondisi masyarakat Gaza.

Menurut Sodik, kesaksian Maher penting untuk memberikan gambaran mengenai keadaan rakyat Gaza saat ini, termasuk kebutuhan yang harus dipersiapkan untuk menghadapi musim dingin dan Ramadan.

“Hari ini kami kedatangan akademisi langsung dari Gaza, Prof. Dr. Maher Hamed Mohamed Al-Houli yang tiga putranya serta kerabatnya telah wafat syahid akibat bom, untuk menceritakan secara langsung keadaan rakyat Gaza saat ini beserta kebutuhan mereka menghadapi masa depan,” kata Sodik.

Pertemuan tersebut sekaligus menjadi ruang bagi BAZNAS untuk mendengarkan langsung kebutuhan masyarakat Palestina dari seseorang yang mengalami sendiri dampak konflik tersebut.

Bagi masyarakat Gaza, persoalan yang dihadapi bukan hanya tentang kehilangan tempat tinggal atau kerusakan fasilitas. Ada keluarga yang kehilangan anak, orang tua yang kehilangan anaknya, dan saudara yang tidak lagi dapat berkumpul seperti sebelumnya.

Kesaksian Prof. Maher menjadi pengingat bahwa di balik berbagai angka mengenai korban dan kerusakan akibat konflik, terdapat manusia dan keluarga yang harus menjalani kehidupan dengan kehilangan yang sangat besar.

Dari Gaza, Maher membawa cerita tentang keluarganya dan masyarakat yang masih bertahan di tengah krisis.

Di Jakarta, cerita itu disampaikan kepada BAZNAS sebagai bagian dari upaya menjaga perhatian dan kepedulian terhadap penderitaan masyarakat Palestina.

Di tengah situasi yang belum sepenuhnya pulih, pesan yang dibawa Maher sederhana tetapi kuat: masyarakat Gaza masih membutuhkan perhatian, bantuan dan solidaritas kemanusiaan.

01/10/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS RI Bahas Kerja Sama Bantuan Kemanusiaan Palestina dengan YPSP

JAKARTA, — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Yayasan Persahabatan dan Studi Peradaban (YPSP) membahas rencana kerja sama untuk memperkuat penyaluran bantuan kemanusiaan bagi masyarakat Palestina, khususnya warga di Gaza.

Pembahasan tersebut berlangsung dalam agenda audiensi di Kantor BAZNAS RI, Jakarta, Rabu (30/9/2026).

Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc. menyambut baik rencana kerja sama tersebut. Menurutnya, YPSP diharapkan dapat menjadi salah satu mitra tambahan BAZNAS dalam memperluas jangkauan penyaluran bantuan ke Palestina.

"Insyaallah kita akan bekerja sama dengan yayasan sebagai tambahan mitra BAZNAS dalam penyaluran bantuan ke Palestina, wabilkhusus untuk Gaza," jelas Sodik Mudjahid.

Kerja sama yang sedang disiapkan itu mencakup beberapa bentuk bantuan, mulai dari pangan, fasilitas air bersih hingga kebutuhan masyarakat untuk menghadapi musim dingin. Selain itu, turut dibahas rencana pengiriman imam-imam asal Palestina ke sejumlah daerah di Indonesia.

Sodik mengatakan, perhatian dan dukungan terhadap masyarakat Palestina tetap diperlukan karena kondisi di Gaza belum sepenuhnya pulih. Ia juga menyoroti adanya penurunan aliran bantuan kemanusiaan belakangan ini.

Menurutnya, salah satu penyebabnya adalah anggapan sebagian masyarakat bahwa kondisi Gaza sudah aman setelah adanya perkembangan terkait gencatan senjata. Padahal, kebutuhan masyarakat di wilayah tersebut masih cukup besar.

Dalam kesempatan itu, Sodik juga menjelaskan bahwa dukungan Indonesia terhadap Palestina memiliki landasan yang kuat, baik dari sisi kebangsaan maupun keagamaan.

"Jadi ada dua motivasi, satu motivasi kebangsaan Indonesia sesuai dengan konstitusi dan kebijakan Presiden, dan motivasi kedua adalah amanah Al-Qur'an dan Sunnah dari Allah dan Rasul," tegas Sodik.

Sementara itu, Ketua YPSP Dr. Ahed Abul Atha menyampaikan kesiapan pihaknya untuk mendukung penyaluran bantuan yang nantinya dipercayakan kepada YPSP.

Menurut Ahed, YPSP memiliki tim yang bekerja langsung di sejumlah permukiman di Gaza. Keberadaan tim tersebut diharapkan dapat membantu proses distribusi bantuan agar dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan.

"Alhamdulillah YPSP siap untuk menyalurkan bantuan-bantuan kemanusiaan langsung di Gaza, karena kami memiliki tim yang memang bekerja langsung di permukiman Gaza," katanya.

Kerja sama yang dibahas BAZNAS RI dan YPSP ini menjadi bagian dari upaya memperluas jaringan kemitraan dalam penyaluran bantuan kemanusiaan Palestina. Dengan adanya mitra yang memiliki tim di lapangan, penyaluran bantuan diharapkan dapat dilakukan secara lebih terarah sesuai kebutuhan masyarakat.

Audiensi tersebut turut dihadiri Ketua Bidang Fatwa Asosiasi Ulama Palestina Prof. Dr. Maher Hamed Mohamed Al-Houli, Sekretaris Utama BAZNAS RI Dr. H. Subhan Cholid, Lc., M.A., Deputi II Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS RI Dr. K.H. M. Imdadun Rahmat, M.Si., serta Kepala Divisi Kebencanaan BAZNAS RI Dian Aditya Mandana Putri.

Pembahasan antara BAZNAS RI dan YPSP diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat kolaborasi kemanusiaan, sehingga bantuan dari masyarakat Indonesia dapat terus disalurkan kepada warga Palestina yang masih membutuhkan dukungan.

01/10/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS RI dan ICMI Jajaki Kolaborasi Inovasi Lingkungan hingga Riset Zakat

JAKARTA, BAZNAS MINAHASA — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI dan Ikatan Cendekiawan Muslim Se-Indonesia (ICMI) menjajaki kerja sama strategis dalam berbagai bidang, mulai dari inovasi lingkungan, pemberdayaan ekonomi umat, hingga riset pengelolaan zakat.

Penjajakan kerja sama tersebut dibahas dalam agenda audiensi antara BAZNAS RI dan jajaran pengurus ICMI yang berlangsung di Kantor BAZNAS RI, Jakarta, Selasa (29/9/2026).

Dalam pertemuan tersebut, kedua lembaga membahas sedikitnya 13 program prioritas yang berpotensi dikolaborasikan. Program tersebut mencakup pemanfaatan teknologi penyediaan air bersih dan pengolahan sampah hasil pengembangan para ilmuwan ICMI, pemberdayaan ekonomi umat, riset bersama di bidang zakat, serta berbagai program pemberdayaan masyarakat.

Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc. mengatakan, BAZNAS RI terbuka terhadap berbagai bentuk sinergi yang dapat memberikan dampak langsung bagi masyarakat, khususnya para mustahik.

"Ada 13 program prioritas, mulai dari BAZNAS Siaga Kemiskinan, BAZNAS Tanggap Bencana, Beasiswa Cendikia BAZNAS, Lumbung Pangan BAZNAS, Balai Ternak BAZNAS, hingga Rumah Terang BAZNAS untuk tempat yang belum berlistrik," jelas Sodik.

Menurutnya, berbagai program tersebut memiliki ruang kolaborasi dengan kapasitas keilmuan dan jaringan yang dimiliki ICMI. Sinergi tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat pelaksanaan program, tetapi juga menghadirkan pendekatan berbasis inovasi dan teknologi dalam pemberdayaan masyarakat.

Salah satu peluang kerja sama yang dibahas adalah penerapan teknologi dalam penyediaan air bersih dan pengelolaan sampah. BAZNAS juga membuka peluang kolaborasi dalam memberikan dukungan kepada masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas pengumpulan sampah.

"Kami juga membuka peluang sinergi dalam penggunaan teknologi pengolahan sampah maupun bantuan langsung kepada para pemulung sampah bersama ICMI," ujar Sodik Mudjahid.

Selain bidang lingkungan, pembahasan juga mencakup penguatan ekonomi umat melalui dukungan modal usaha berbasis masjid dan pengembangan program bagi mualaf melalui Mualaf Center yang berada dalam pembinaan ICMI.

Kolaborasi riset mengenai pengelolaan zakat turut menjadi salah satu agenda yang mendapat perhatian. Kerja sama di bidang penelitian diharapkan dapat menghasilkan kajian dan rekomendasi yang mendukung pengembangan tata kelola serta program zakat yang semakin berbasis data dan kebutuhan masyarakat.

Wakil Ketua Umum ICMI Bidang IPTEK, Agromaritim, dan Lingkungan Hidup Mohammad Jafar Hafsah menyambut baik rencana kolaborasi antara ICMI dan BAZNAS RI.

Ia mengatakan, berbagai bidang yang dibahas dalam audiensi tersebut pada dasarnya memiliki keterkaitan dengan program dan kapasitas yang dimiliki ICMI sehingga dapat dikembangkan melalui sinergi antarlembaga.

"Alhamdulillah dengan rencana MoU ini juga berarti hubungan kita dengan BAZNAS dalam bentuk program-program itu akan lebih baik. Dan program-program semuanya yang dikemukakan itu semua ada di ICMI, jadi tinggal kita sinergikan," tuturnya.

Rencana kerja sama tersebut juga diarahkan pada penyusunan nota kesepahaman (MoU) antara BAZNAS RI dan ICMI sebagai landasan pengembangan berbagai program kolaboratif ke depan.

Melalui sinergi tersebut, BAZNAS RI dan ICMI memiliki ruang untuk menghubungkan kekuatan pengelolaan zakat dengan kapasitas keilmuan, teknologi, riset, serta jaringan pemberdayaan masyarakat.

Kerja sama ini sekaligus memperluas peluang agar dana zakat tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan dasar mustahik, tetapi juga dapat diarahkan pada program pemberdayaan yang mendukung kemandirian masyarakat secara berkelanjutan.

Turut hadir dalam agenda tersebut dari BAZNAS RI, Pimpinan Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan BAZNAS RI H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., serta Deputi I Pengumpulan BAZNAS RI H. M. Arifin Purwakananta, S.IKom., M.I.Kom., CWC., CFRM.

Sementara dari jajaran pengurus ICMI hadir Wakil Ketua Umum Bidang Pengembangan Organisasi dan Kerja Sama Antar Lembaga Priyo Budi Santoso, Wakil Ketua Umum Bidang Ekonomi dan Kesejahteraan Umat Teuku Abdullah Sanny, Bendahara Umum Andi Irman, Ketua Panitia Muktamar Ismail Rumadhan, Sekretaris Panitia Muktamar Ina Marlina, serta Bendahara Panitia Muktamar Andi Ida Nursanti.

Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat jejaring kolaborasi antara lembaga zakat nasional dan organisasi cendekiawan Muslim dalam menghadirkan program yang berbasis inovasi, ilmu pengetahuan, pemberdayaan, dan kebutuhan nyata masyarakat.

01/10/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa
Empat Kali Berturut-turut! BAZNAS RI Kembali Raih IHYA 2026

TANGERANG — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional dengan meraih penghargaan Indonesia Halal Industry Awards (IHYA) 2026 kategori Lembaga Pemerintahan yang Memberikan Dukungan Program Halal Terbaik.

Penghargaan yang diberikan oleh Kementerian Perindustrian (Kemenperin) RI tersebut diterima dalam ajang IHYA 2026 yang berlangsung di ICE BSD City, Tangerang, Banten, Kamis (24/9/2026).

Capaian ini sekaligus memperpanjang konsistensi BAZNAS RI dalam ajang IHYA. Sejak 2022, BAZNAS RI tercatat telah empat kali memperoleh penghargaan dalam ajang yang memberikan apresiasi terhadap kontribusi berbagai pihak dalam pengembangan industri halal nasional.

Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., mengatakan penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap komitmen BAZNAS dalam mendukung perkembangan industri halal, khususnya bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

“Alhamdulillah hari ini BAZNAS kembali mendapatkan award untuk lembaga pemerintah yang peduli terhadap industri halal. Berturut-turut bahkan sudah empat kali,” ujar Sodik Mudjahid.

Di balik penghargaan tersebut terdapat program pemberdayaan yang menyasar langsung pelaku UMKM di berbagai daerah.

Sepanjang periode 2022 hingga 2026, BAZNAS RI menyebut telah memfasilitasi lebih dari 7.000 sertifikat halal bagi UMKM melalui kolaborasi dengan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), 10 Lembaga Pemeriksa Halal (LPH), serta 24 Lembaga Pendamping Proses Produk Halal (LP3H).

Dukungan BAZNAS juga diarahkan pada penguatan sumber daya manusia dalam ekosistem halal. Dalam periode tersebut, BAZNAS turut mencetak 750 pendamping halal, 166 juru sembelih halal, dan 89 penyelia halal.

Langkah ini memperlihatkan bahwa penguatan industri halal tidak hanya dilakukan melalui sertifikasi produk, tetapi juga melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia yang mendampingi pelaku usaha.

Rekam Jejak Penghargaan IHYA

Penghargaan IHYA 2026 melanjutkan sejumlah capaian BAZNAS RI pada tahun-tahun sebelumnya.

Pada 2022, BAZNAS RI meraih Best Financial Support. Kemudian pada 2024, BAZNAS kembali memperoleh penghargaan Best Halal Financial Support, disusul penghargaan Instansi Pemerintah Terbaik pada 2025.

Tahun ini, BAZNAS RI kembali mendapatkan penghargaan dalam kategori Lembaga Pemerintahan yang Memberikan Dukungan Program Halal Terbaik.

Menurut Sodik, capaian tersebut tidak terlepas dari kerja para amil dan relawan BAZNAS yang terlibat dalam pembinaan UMKM di berbagai daerah.

“Terima kasih kepada para amil dan relawan yang selalu membina UMKM BAZNAS. Maju terus UMKM halal di bawah binaan BAZNAS,” katanya.

Penguatan UMKM halal menjadi salah satu bagian dari upaya BAZNAS dalam mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat. Melalui pendampingan dan fasilitasi usaha, mustahik tidak hanya mendapatkan bantuan, tetapi juga didorong untuk memiliki usaha yang lebih kuat dan berkelanjutan.

Bagi BAZNAS Kabupaten Minahasa, capaian tersebut menjadi inspirasi bahwa pengelolaan zakat dapat dikembangkan tidak hanya dalam bentuk bantuan konsumtif, tetapi juga melalui pemberdayaan ekonomi, peningkatan kapasitas usaha, dan penguatan kemandirian masyarakat.

Penghargaan IHYA 2026 sekaligus memperkuat pesan bahwa kolaborasi antara lembaga zakat, pemerintah, pelaku usaha, dan ekosistem halal dapat membuka semakin banyak peluang bagi UMKM untuk tumbuh dan naik kelas.

Empat kali meraih penghargaan IHYA bukan sekadar catatan prestasi, tetapi menjadi bagian dari perjalanan BAZNAS RI dalam memperluas manfaat zakat melalui pemberdayaan ekonomi dan penguatan ekosistem halal nasional.

25/09/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa

Berita Terbaru

MK Tolak Gugatan UU Pengelolaan Zakat, BAZNAS Siap Jalankan Arahan
MK Tolak Gugatan UU Pengelolaan Zakat, BAZNAS Siap Jalankan Arahan
Jakarta - Mahkamah Konstitusi (MK) menolak gugatan uji materi terhadap Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat. Gugatan ini diajukan oleh Yayasan Dompet Dhuafa Republika, Forum Zakat, Arif Rahmadi Haryono, serta Muhammad Jazir bersama Indonesia Zakat Watch. Dalam sidang pembacaan putusan perkara No. 97/PUU-XXII/2024 dan No. 54/PUU-XXIII/2025 pada Rabu (28/8/2025), MK menilai permohonan para pemohon tidak beralasan menurut hukum. Artinya, aturan dalam UU Pengelolaan Zakat tetap berlaku. MK juga menegaskan bahwa BAZNAS bukan lembaga superbody seperti yang didalilkan para pemohon, melainkan bagian dari sistem pengelolaan zakat nasional yang terintegrasi dengan Lembaga Amil Zakat (LAZ) dan pemerintah. Namun, MK memberi catatan penting: DPR bersama pemerintah diminta untuk merevisi UU Pengelolaan Zakat dalam waktu paling lambat dua tahun. Tujuannya agar tata kelola zakat di Indonesia semakin kuat, transparan, dan sesuai kebutuhan zaman. Menanggapi putusan ini, Ketua BAZNAS RI Noor Achmad menyampaikan apresiasi. “BAZNAS menghormati dan menyambut baik keputusan MK. Putusan ini menegaskan kembali kedudukan UU 23/2011 sebagai landasan hukum yang sah bagi pengelolaan zakat di Indonesia, sekaligus memberi arah untuk perbaikan melalui revisi undang-undang agar lebih adaptif, akuntabel, dan berkeadilan,” ujarnya. Noor menambahkan, arahan MK mengenai unified system dalam pengelolaan zakat akan menjadi acuan penting. Sistem ini memastikan koordinasi nasional yang lebih rapi antara BAZNAS, LAZ, dan pemerintah, sehingga penyaluran zakat bisa lebih transparan, efisien, dan tepat sasaran. Selain itu, MK juga menekankan pentingnya penerapan prinsip good amil governance sebagai pedoman tata kelola zakat, agar seluruh lembaga pengelola zakat tetap profesional, kredibel, dan berorientasi pada kemaslahatan umat. BAZNAS menyebut putusan ini sekaligus momentum memperkuat sinergi antar-lembaga. “Kami siap berkontribusi aktif dalam proses revisi undang-undang dengan tetap berlandaskan prinsip good zakat governance dan semangat kolaborasi demi kesejahteraan masyarakat,” tambah Noor. Lewat putusan ini, BAZNAS juga mengajak masyarakat, muzaki, mustahik, serta seluruh pengelola zakat untuk bersama-sama menjaga kepercayaan publik. “Zakat bukan hanya kewajiban agama, tapi instrumen penting pemberdayaan umat dan pengentasan kemiskinan,” tegasnya.
BERITA28/08/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
Ivan Gunawan Guncang Panggung BAZNAS Awards 2025: Donasi Rp2 Miliar untuk Palestina
Ivan Gunawan Guncang Panggung BAZNAS Awards 2025: Donasi Rp2 Miliar untuk Palestina
Jakarta — Malam penghargaan BAZNAS Awards 2025 mendadak menjadi panggung penuh kejutan. Sorotan bukan hanya pada deretan tokoh penerima penghargaan, melainkan juga pada satu aksi yang mengguncang ruangan: Ivan Gunawan menyerahkan donasi Rp2 miliar untuk Palestina. Desainer sekaligus selebritas yang akrab disapa Igun itu bukan sekadar datang untuk menerima gelar Tokoh Publik Gerakan Cinta Zakat. Ia melengkapinya dengan langkah nyata: menyumbangkan seluruh keuntungan penjualan busana dari acara “Love Go For Humanity” untuk masyarakat Palestina, melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS). “Alhamdulillah, hari ini saya menerima penghargaan dari BAZNAS Awards 2025. Tapi penghargaan ini bukan soal saya. Yang lebih penting adalah bagaimana kebaikan bisa disalurkan lewat jalur yang tepat dan bermanfaat untuk sesama,” ujar Ivan, Kamis (28/8). Donasi Rp2 miliar itu bukan angka kecil. Bagi Ivan, ini adalah simbol bahwa karya seni dan industri mode bisa menjadi jalan kepedulian. Roadshow “Love Go For Humanity” yang ia gelar di Margo City Depok dan sejumlah kota lain memang sejak awal diniatkan sebagai ruang solidaritas. “Insyaallah bersama BAZNAS, dana ini segera sampai untuk sahabat-sahabat kita di Palestina,” katanya. BAZNAS menegaskan, langkah Ivan memberi teladan: bahwa publik figur bukan hanya sumber inspirasi gaya hidup, tapi juga motor gerakan kemanusiaan. Penghargaan yang diterima Igun disebut sebagai pengakuan atas konsistensinya mendorong zakat lifestyle di kalangan masyarakat luas. Langkah Ivan tak berhenti di panggung penghargaan. Ia menyulut percakapan penting: di era gemerlap popularitas, seberapa jauh pengaruh bisa diubah menjadi manfaat nyata? “Ini bukan soal selebritas. Ini tentang keberanian menyalurkan kebaikan melalui lembaga yang amanah,” tambahnya. BAZNAS berharap momentum ini menjadi titik balik, mengajak lebih banyak tokoh publik menyalurkan zakat, infak, dan sedekah lewat lembaga resmi. Sebab di balik apresiasi dan donasi, ada pesan strategis: membumikan zakat bukan hanya sebagai kewajiban agama, tapi juga gerakan kebudayaan, solidaritas, dan peradaban. Dengan Rp2 miliar yang kini diamanahkan untuk Palestina, Ivan Gunawan tak hanya pulang membawa piala. Ia pulang membawa gema: bahwa kemewahan sejati bukan terletak pada busana megah, melainkan pada keberanian berbagi di saat dunia membutuhkan cahaya kemanusiaan.
BERITA28/08/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
Menko PMK: BAZNAS Jadi Mitra Penting Pemerintah Atasi Kemiskinan, Target Nol Miskin Ekstrem 2026
Menko PMK: BAZNAS Jadi Mitra Penting Pemerintah Atasi Kemiskinan, Target Nol Miskin Ekstrem 2026
Jakarta 28/8/2025- Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PMK) Dr. (H.C.) Drs. H.A. Muhaimin Iskandar, M.Si, menegaskan bahwa Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) merupakan mitra strategis pemerintah dalam upaya pengentasan kemiskinan di Indonesia. Hal ini disampaikan dalam pidatonya di Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS 2025, yang digelar di Jakarta. Menko PMK menekankan bahwa pemerintahan baru di bawah Presiden Prabowo Subianto membawa paradigma baru dalam pembangunan nasional. Jika sebelumnya penanggulangan kemiskinan lebih banyak bertumpu pada bantuan sosial bersifat karitatif, kini pemerintah menggeser fokus ke arah pemberdayaan sosial. “Sejak pemerintahan baru, negara tidak lagi meletakkan bantuan sosial sebagai ketergantungan, tetapi mendorong masyarakat miskin untuk bertransformasi menuju pemberdayaan dan kemandirian,” ujarnya. Ia menyebut masih ada sekitar 3 juta masyarakat miskin ekstrem dan 25 juta warga miskin relatif yang harus segera ditangani. Dengan kerja sama erat antara pemerintah, BAZNAS, dan elemen masyarakat, target pengentasan kemiskinan ekstrem ditetapkan pada 2026 harus nol persen. “Kita bahu-membahu bersama BAZNAS agar 3 juta warga miskin ekstrem betul-betul turun ke nol pada 2026. Pemerintah bertekad menggelontorkan berbagai program yang membutuhkan sinergi,” jelasnya. Selain itu, pemerintah juga menargetkan angka kemiskinan nasional bisa ditekan hingga 4 persen pada 2029. Menko PMK menilai peran BAZNAS sangat vital karena selama ini telah lebih dulu mengembangkan program berbasis pemberdayaan masyarakat. Ia menutup pidatonya dengan apresiasi kepada seluruh pejuang zakat di tanah air. “Indonesia adalah bangsa dengan semangat gotong royong tinggi. Dengan kebersamaan, insyaallah kita bisa wujudkan Indonesia yang berdaya, sejahtera, adil, dan makmur,” tutupnya.
BERITA28/08/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Awards 2025 Apresiasi 906 Penggerak Zakat, Jadi Inspirasi Daerah
BAZNAS Awards 2025 Apresiasi 906 Penggerak Zakat, Jadi Inspirasi Daerah
Jakarta – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI memberikan penghargaan kepada 906 penggerak zakat dari berbagai daerah, lembaga, hingga tokoh perorangan. Penghargaan ini menjadi bagian dari rangkaian Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS RI 2025 yang digelar di Jakarta, Kamis (28/8/2025). Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., mengatakan, penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas kontribusi nyata para pejuang zakat di lapangan. “Kontribusi BAZNAS daerah, para mitra, hingga tokoh-tokoh yang menggerakkan zakat ini luar biasa. Inilah bagian penting dari dakwah zakat yang manfaatnya dirasakan luas oleh umat,” ujar Kiai Noor. Ia menegaskan, penghargaan diberikan berdasarkan seleksi ketat. Dari ribuan usulan, hanya 906 yang lolos penilaian berdasarkan dedikasi, kiprah, dan dampak yang diberikan. “Apakah BAZNAS memberikan penghargaan dengan mudah? Sama sekali tidak. Ini wujud penghargaan atas perjuangan yang nyata, bukan simbol semata,” tegasnya. Tak hanya BAZNAS daerah, penghargaan juga diberikan kepada kementerian, lembaga, pemerintah daerah, hingga tokoh perorangan yang konsisten mendukung gerakan zakat. Bahkan, beberapa lembaga amil zakat internasional dari Mesir dan Yordania ikut menerima penghargaan. Bupati Mojokerto, Dr. H. Muhammad Al Barra, Lc., M.Hum yang menjadi salah satu penerima. Ia menyebut penghargaan ini bukanlah capaian pribadi, melainkan hasil kerja bersama. “Alhamdulillah, ini amanah besar. Bukan hanya untuk saya, tapi untuk seluruh masyarakat Mojokerto yang terus menghidupkan semangat zakat. Zakat adalah kekuatan sosial yang nyata jika kita kelola dengan baik,” ujarnya melalui akun resminya sahabat Gus Barra. Kiai Noor menambahkan, peran media juga mendapat perhatian. Sejumlah media massa menerima penghargaan karena dianggap berperan penting menyebarkan dakwah zakat ke masyarakat luas. Kategori penghargaan yang diberikan cukup beragam, mulai dari program terbaik BAZNAS daerah, program LAZ terbaik, media terbaik, special awards, kepala daerah pendukung gerakan zakat, life time achievement zakat Indonesia, hingga mitra terbaik. Penghargaan skala besar ini menjadi dorongan agar semangat zakat makin tumbuh di seluruh daerah. Harapannya, semakin banyak kabupaten/kota yang menjadikan zakat sebagai motor penggerak kesejahteraan masyarakat.
BERITA28/08/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
Kejari Karo & BAZNAS Gelar Khitanan Massal Gratis, 55 Anak Kurang Mampu Terbantu
Kejari Karo & BAZNAS Gelar Khitanan Massal Gratis, 55 Anak Kurang Mampu Terbantu
Kabanjahe – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-80 Kejaksaan Republik Indonesia, Kejaksaan Negeri (Kejari) Karo bekerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Karo menggelar kegiatan khitanan massal gratis bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Acara yang digelar pada Kamis (28/8/2025) di Kantor Kejaksaan Karo itu diikuti oleh 55 anak. Selain layanan khitan, para peserta juga mendapatkan bingkisan berupa beras, kain sarung, perlengkapan sekolah, serta uang saku. Kepala Kejari Karo, Darwis Burhansyah SH MH, menyebut kegiatan ini menjadi bentuk kepedulian nyata dari lembaganya. “Harapannya, kegiatan ini bisa membantu meringankan beban keluarga yang membutuhkan, sekaligus menjaga kesehatan anak-anak,” kata Darwis. Ketua BAZNAS Kabupaten Karo, Amin Gia Bangun, menilai kegiatan sosial ini sebagai bentuk sinergi baik antara lembaga pemerintah dan keagamaan. “BAZNAS sangat mengapresiasi inisiatif Kejari Karo. Kami berharap kerja sama ini terus berlanjut, sehingga manfaatnya bisa dirasakan lebih banyak masyarakat,” ujar Amin. Sejumlah pejabat turut hadir, di antaranya Plt Kepala Dinas Kesehatan Karo dr Jasura Pinem, Plh Direktur RSU Kabanjahe Imanuel Sinuhaji, serta pimpinan BAZNAS Karo: Muhammad Khudri, Jono S.Sos, dan Jiwa Tarigan SH. Masyarakat pun menyambut positif kegiatan ini. Safrizal, salah seorang orang tua peserta, mengaku terbantu dengan adanya khitan gratis ini. “Alhamdulillah, ini sangat meringankan kami. Semoga Allah SWT membalas kebaikan Kejari Karo dan BAZNAS,” ungkapnya. Program sosial ini tidak hanya menghadirkan manfaat kesehatan, tapi juga menjadi pengingat pentingnya kolaborasi lintas lembaga dalam memberi pelayanan kepada masyarakat.
BERITA28/08/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
Biro Kesra Sulut Kunjungi Masjid Al Hijrah Rinegetan, Tinjau Rencana Dana Hibah
Biro Kesra Sulut Kunjungi Masjid Al Hijrah Rinegetan, Tinjau Rencana Dana Hibah
Minahasa - Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Provinsi Sulawesi Utara melakukan kunjungan ke Masjid Al Hijrah, Rinegetan. Kunjungan ini dilakukan dalam rangka rencana pemberian Dana Hibah Rumah Ibadah dari Pemerintah Provinsi Sulut. Pihak Keimaman dan Badan Takmir Masjid (BTM) Al Hijrah menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah terhadap pengembangan rumah ibadah. “Atas nama Keimaman dan BTM Al Hijrah – Rinegetan, kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn.) Yulius Selvanus, SE, atas dukungan dan perhatiannya,” demikian pernyataan resmi pihak masjid, Senin (26/8/2025) Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada tim Biro Kesra Provinsi Sulut yang hadir langsung melakukan pengecekan dan verifikasi di lokasi. Kehadiran Biro Kesra diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat peran masjid sebagai pusat ibadah sekaligus pemberdayaan umat di Rinegetan dan sekitarnya.
BERITA28/08/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
Rakornas 2025, BPS: BAZNAS Berperan Strategis Turunkan Angka Kemiskinan
Rakornas 2025, BPS: BAZNAS Berperan Strategis Turunkan Angka Kemiskinan
Jakarta, 27 Agustus 2025 – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) RI, Amalia Adininggar Widyasanti, menegaskan pentingnya peran Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dalam upaya menurunkan angka kemiskinan di Indonesia. Menurutnya, kolaborasi antara BPS dan BAZNAS akan memastikan bantuan benar-benar sampai kepada para mustahik yang berhak menerima. “Penduduk Indonesia per 8 Agustus 2025 tercatat sebanyak 286,8 juta jiwa, dengan jumlah masyarakat miskin 23,85 juta orang. Dari jumlah itu, 55 persen atau 13,13 juta orang berada di 5 provinsi, yaitu Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatera Utara, dan Nusa Tenggara Timur,” ujar Amalia saat menjadi pemateri pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS RI, Rabu (27/8/2025). Amalia menjelaskan, mayoritas masyarakat miskin berasal dari keluarga dengan kepala rumah tangga lulusan SD atau putus sekolah. Sebagian besar bekerja di sektor pertanian (45,67 persen) dan sektor informal tanpa jaminan kesehatan. “Pendidikan itu penting untuk menjamin kesejahteraan keluarga. Karena itu Presiden Prabowo mendirikan sekolah rakyat agar anak-anak dari keluarga miskin tidak putus sekolah. Pendidikan diharapkan mampu memutus rantai kemiskinan lintas generasi,” jelasnya. Dalam kesempatan itu, Amalia juga menegaskan komitmen BPS untuk berkolaborasi dengan BAZNAS melalui Data Tunggal Kesejahteraan (DTSEN). Melalui kerja sama ini, data masyarakat miskin dapat dipadukan dengan program zakat, infak, dan sedekah (ZIS) BAZNAS agar penyaluran bantuan semakin tepat sasaran. “Kalau kolaborasi ini terjadi, pemutakhiran DTSEN bisa kita lakukan bersama. BAZNAS bisa memetakan siapa orang miskin itu, di mana mereka berada, dan apakah sudah mendapat bantuan atau belum,” tegas Amalia. Berdasarkan survei BPS, empat komoditas utama yang paling memengaruhi garis kemiskinan adalah beras, telur ayam, daging ayam, dan mie instan. “Kalau mau intervensi untuk meringankan beban orang miskin, berdasarkan survei kami, empat komoditas ini yang paling berkontribusi,” tambahnya. BAZNAS Kabupaten Minahasa menyambut baik arahan ini sebagai peluang untuk memperkuat program zakat yang sedang dijalankan di daerah. Dengan sinergi data BPS dan sistem pendataan mustahik di Minahasa, BAZNAS dapat memastikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) tersalurkan secara lebih tepat sasaran, transparan, dan efektif. Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah program “Marijo ba Kobong”, yaitu gerakan bersama petani dalam mengolah lahan tidur untuk ditanami jagung. Program ini diharapkan tidak hanya meningkatkan produktivitas pertanian, tetapi juga membuka jalan keluar bagi keluarga miskin di sektor pertanian agar lebih mandiri. Selain itu, BAZNAS Minahasa juga terus mendorong penguatan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Desa agar potensi zakat dari masyarakat bisa lebih terhimpun dan dirasakan manfaatnya langsung di tingkat desa. “Informasi dari BPS ini sangat bermanfaat untuk BAZNAS Minahasa dalam memperkuat basis data mustahik. Dengan demikian, zakat yang dihimpun dari masyarakat bisa benar-benar menyentuh mereka yang paling membutuhkan, terutama di sektor pertanian dan keluarga prasejahtera,” ungkap pimpinan BAZNAS Minahasa. Dengan dukungan data nasional, sinergi program zakat, dan pemberdayaan lokal, BAZNAS Minahasa optimistis dapat mengambil bagian penting dalam mengurangi angka kemiskinan, sejalan dengan visi BAZNAS RI sebagai lembaga zakat yang amanah, profesional, dan berdampak nyata bagi umat.
BERITA28/08/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
Integrasi Zakat dalam RPJMN 2025–2029, Bappenas Tegaskan Peran Strategis BAZNAS dalam Pengentasan Kemiskinan
Integrasi Zakat dalam RPJMN 2025–2029, Bappenas Tegaskan Peran Strategis BAZNAS dalam Pengentasan Kemiskinan
Jakarta – Pemerintah melalui Kementerian PPN/Bappenas menegaskan pentingnya integrasi zakat dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029 untuk mempercepat pengentasan kemiskinan dan mengurangi kesenjangan sosial. Plt. Deputi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Bappenas, Pungkas Bahjuri Ali, Ph.D, dalam Rakornas BAZNAS 2025 menyampaikan bahwa angka kemiskinan per Maret 2024 masih berada di level 9,03 persen. Pemerintah menargetkan penurunan signifikan menjadi 4,5–5 persen pada 2029, dan 0,5–0,8 persen pada 2045. “Zakat memiliki peran penting sebagai instrumen filantropi umat yang mampu mendukung perlindungan sosial, sekaligus mempercepat pencapaian target pengentasan kemiskinan,” ujar Pungkas. Indonesia sendiri memiliki potensi zakat yang sangat besar, mencapai Rp327,6 triliun. Realisasi penghimpunan zakat pada 2023 telah mencapai Rp33 triliun, atau sekitar 7 persen dari total anggaran perlindungan sosial. Pencapaian ini terbukti memberikan dampak luas, di mana jumlah mustahik penerima manfaat program zakat meningkat dari 27,7 juta orang pada 2023 menjadi 37,4 juta orang pada 2024. Bappenas bersama BAZNAS menyiapkan berbagai strategi untuk memperkuat peran zakat dalam pembangunan, antara lain integrasi data zakat dengan basis data kemiskinan nasional, digitalisasi layanan, serta peningkatan profesionalisme amil. Melalui Sekretariat Bersama Ziswaf Indonesia Emas 2045, sinergi antara pemerintah, BAZNAS, BWI, lembaga amil zakat, dan mitra pembangunan diharapkan semakin optimal. Peran BAZNAS sebagai lembaga resmi pengelola zakat nasional ditegaskan sangat sentral dalam mendukung pencapaian visi Indonesia Emas 2045. Dengan jaringan BAZNAS di seluruh provinsi dan kabupaten/kota, potensi zakat dapat didayagunakan lebih produktif dan berdampak nyata dalam meningkatkan kesejahteraan umat. “Zakat bukan hanya ibadah, tetapi juga solusi strategis bagi pembangunan bangsa. Kolaborasi pemerintah dan BAZNAS akan menjadi kunci dalam mewujudkan masyarakat yang inklusif, adil, dan sejahtera,” tegas Pungkas.
BERITA27/08/2025 | HUMAS BAZNAS MINAHASA
Sinergi BAZNAS dan Pemda, Kunci Zakat Jadi Instrumen Pembangunan
Sinergi BAZNAS dan Pemda, Kunci Zakat Jadi Instrumen Pembangunan
Wakil Kepala Otorita Pantura menegaskan, tanpa koordinasi, zakat berisiko terjebak dalam tumpang tindih program dan gagal menjawab kebutuhan umat. Jakarta — Dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS 2025, suara lantang Wakil Kepala Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa, Dr. H. Suhajar Diantoro, M.Si, menggema: zakat hanya akan efektif jika dikelola dengan sinergi kuat antara Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dan pemerintah daerah. Mewakili Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Suhajar menekankan bahwa zakat bukan sekadar dana keagamaan, melainkan alat kebijakan sosial-ekonomi yang membutuhkan manajemen modern dan koordinasi lintas sektor. “Kalau BAZNAS sudah berkolaborasi dengan pemerintah daerah, pengelolaannya akan lebih baik dan pemanfaatannya lebih tepat sasaran,” ujarnya di Jakarta, Selasa (26/8). Menghindari Tumpang Tindih, Menjamin Keadilan Selama ini, zakat kerap menghadapi masalah klasik: distribusi yang tidak merata, program yang saling tumpang tindih, hingga data muzaki dan mustahik yang tidak sinkron. Dengan melibatkan pemerintah daerah, kata Suhajar, setiap rupiah zakat dapat diarahkan sesuai kebutuhan lokal. “Pemerintah daerah punya pemahaman mendalam tentang kondisi sosial-ekonomi dan budaya masyarakat setempat. Hal ini memungkinkan pendekatan zakat yang lebih tepat sasaran,” tegasnya. Pendataan muzaki dan mustahik yang akurat, menurut Suhajar, akan menjadi modal penting dalam optimalisasi zakat. Tanpa basis data yang jelas, zakat berisiko jatuh pada pola lama: bantuan seremonial tanpa transformasi nyata. Legitimasi dan Kepercayaan Publik Suhajar juga mengingatkan, pemerintah daerah memiliki legitimasi hukum dan politik untuk mengoordinasikan zakat dengan berbagai pihak—mulai dari lembaga keagamaan, tokoh masyarakat, hingga sektor swasta. “Keterlibatan pemda akan meningkatkan kepercayaan publik terhadap pengelolaan zakat. Kepercayaan itu pada akhirnya mendorong partisipasi muzakki,” ujarnya. Dalam konteks otonomi daerah, peluang lebih terbuka. Setiap daerah bisa merancang kebijakan zakat sesuai karakteristik wilayahnya: daerah pesisir dengan fokus nelayan, pedalaman dengan petani, atau kawasan industri dengan pekerja migran. Zakat sebagai Pilar Pembangunan Daerah Namun Suhajar mengingatkan, penguatan peran pemerintah daerah dalam zakat harus didukung dengan regulasi yang jelas dan kapasitas kelembagaan yang memadai. Tanpa itu, sinergi hanya akan berhenti pada jargon. “Jika regulasi kuat dan kelembagaan solid, zakat akan memberi dampak signifikan bagi pembangunan daerah,” katanya. Rakornas BAZNAS 2025 dengan tema “Menguatkan BAZNAS, Mendukung ASTACITA” seakan menegaskan hal itu: zakat bukan hanya kewajiban syariat, tetapi instrumen keadilan sosial dan pilar pembangunan menuju Indonesia Emas 2045.
BERITA27/08/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Luncurkan UPZ Desa: Menggerakkan Zakat dari Akar Rumput
BAZNAS Luncurkan UPZ Desa: Menggerakkan Zakat dari Akar Rumput
Dari kota ke desa, dari masjid ke masyarakat. Ribuan Unit Pengumpul Zakat siap mengubah zakat menjadi energi peradaban. Jakarta — Di panggung Rakornas dan BAZNAS Award 2025, suasana riuh tepuk tangan terdengar ketika Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH Noor Achmad, MA, mengumumkan langkah baru: peluncuran Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Desa se-Indonesia. Bagi Noor, ini bukan sekadar program. Ini adalah strategi mengubah wajah pengelolaan zakat di negeri mayoritas muslim terbesar di dunia. “UPZ Desa kita hadirkan agar dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) benar-benar dikelola sesuai prinsip Aman Syari, Aman Regulasi, dan Aman NKRI,” kata Noor dengan suara mantap, Selasa (26/8). Zakat Menyapa Desa Selama ini, zakat kerap identik dengan aktivitas perkotaan. Mall, kantor, dan institusi modern menjadi basis utama penghimpunan. Padahal, denyut kehidupan umat tersebar hingga pelosok desa. Dengan lebih dari 83 ribu desa dan kelurahan di Indonesia, zakat sejatinya bisa menjadi motor pembangunan paling dekat dengan rakyat. Data BAZNAS mencatat, hingga kini sudah ada 2.536 UPZ kecamatan, 12.728 UPZ desa/kelurahan, dan 41.504 UPZ masjid. Angka itu tampak besar, namun dibandingkan dengan potensi desa di Indonesia, ini baru langkah awal. “Bayangkan, jika setiap desa punya UPZ aktif, potensi zakat bisa melonjak drastis. Mustahik bisa lebih cepat terlayani, umat lebih mudah menunaikan kewajiban,” kata Noor. Dari Kewajiban Pribadi ke Gerakan Sosial Peluncuran UPZ Desa bukan hanya soal angka dan struktur. Ia menandai pergeseran paradigma. Zakat bukan lagi sekadar kewajiban personal antara muzakki dan Tuhan, tetapi instrumen sosial yang berfungsi nyata: menutup jurang ketimpangan. Selama ini, riset-riset menunjukkan potensi zakat Indonesia mencapai ratusan triliun rupiah per tahun. Namun realisasi masih jauh dari itu. Salah satu sebabnya adalah keterbatasan akses: masyarakat desa sering tak terhubung dengan lembaga resmi pengelola zakat. UPZ Desa hadir untuk menjembatani. Membawa Amanah hingga ke Akar Rumput Dalam forum Rakornas, Noor mengingatkan tiga prinsip yang menjadi ruh gerakan BAZNAS: Aman Syari, Aman Regulasi, dan Aman NKRI. Prinsip ini menegaskan bahwa zakat tak boleh sekadar terkumpul, tetapi harus terkelola dengan akuntabel, sah secara agama, taat hukum, dan berpihak pada persatuan bangsa. “UPZ bukan hanya wadah menghimpun dana. Ia adalah wajah keadilan sosial yang hadir di desa-desa,” ujar Noor. Energi Peradaban dari Desa Tema Rakornas tahun ini, “Menguatkan BAZNAS, Mendukung ASTACITA”, menggarisbawahi ambisi besar: menjadikan zakat sebagai instrumen pembangunan manusia Indonesia. UPZ Desa, dengan jejaringnya yang luas, dipandang sebagai fondasi baru. Bagi umat Islam, zakat sejak lama diakui bukan sekadar ibadah, melainkan instrumen ekonomi. Di era modern, fungsi itu semakin relevan: dari pengentasan kemiskinan, beasiswa pendidikan, hingga pemberdayaan ekonomi umat. Dengan lahirnya UPZ Desa, BAZNAS berharap zakat bisa menjelma energi peradaban. Sebuah gerakan dari bawah, yang berawal dari desa, lalu membentuk aliran besar menuju perubahan sosial nasional. “Zakat harus hadir sebagai cahaya. Ia bukan hanya mengalirkan dana, tapi menyalakan harapan,” pungkas Noor.
BERITA27/08/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS dan Negara: Menjembatani Kekakuan Birokrasi
BAZNAS dan Negara: Menjembatani Kekakuan Birokrasi
Rakornas BAZNAS RI 2025 – Jakarta, 26 Agustus 2025 Dalam ruang Rakornas BAZNAS RI, Selasa siang itu, Menko PMK Pratikno menyinggung satu hal yang kerap jadi batu sandungan pembangunan manusia di negeri ini: birokrasi yang lamban merespons kebutuhan rakyat. "Pemda atau birokrasi pada umumnya tidak fleksibel untuk merespons suatu hal," ujarnya. Kalimat itu seperti tamparan yang halus namun tegas. Pratikno lalu mengaitkannya dengan BAZNAS. Menurutnya, lembaga zakat negara ini memiliki satu keunggulan mendasar: fleksibilitas. Di saat mesin birokrasi harus menunggu dokumen, perencanaan, dan alokasi anggaran, BAZNAS bisa langsung hadir, menjangkau ruang-ruang yang luput tersentuh pemerintah. "Mungkin fleksibilitas bisa dilakukan di BAZNAS, sehingga bisa menutup kelemahan pemerintah yang tidak fleksibel," tegasnya. Pernyataan itu menggeser cara pandang: BAZNAS bukan sekadar penyalur zakat, melainkan mitra strategis negara dalam pembangunan manusia. Sebuah entitas yang melengkapi kerja pemerintah, terutama di sektor-sektor vital seperti kesehatan, pendidikan, dan penanganan bencana. "Kalau kesehatan dan bencana itu prioritas utama, karena risiko kerugian publik terlalu besar. Peran BAZNAS di sini sangat fundamental," kata Pratikno. Gagasan ini bukan semata soal kolaborasi, melainkan ajakan membangun koalisi. Tidak berhenti di Jakarta, tapi bergerak sampai ke daerah. Pratikno menginginkan BAZNAS daerah menjadi motor penggerak yang mempertemukan pemerintah lokal, masyarakat, dan lembaga zakat dalam satu meja kerja. "Kami mengharapkan kerja sama ini bisa mendorong munculnya koalisi di daerah dalam mengatasi persoalan pembangunan manusia," ujarnya. Di titik inilah, BAZNAS menemukan posisi strategisnya. Menjadi jembatan antara birokrasi yang kaku dan kebutuhan rakyat yang mendesak. Menjadi penopang ketika negara terlambat hadir. Dan menjadi penanda, bahwa pembangunan manusia tak bisa disandarkan pada satu instrumen saja, melainkan perlu sinergi—antara kekuatan negara dan energi umat.
BERITA27/08/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
Telah Dibuka! BAZNAS Luncurkan Beasiswa Santri 2025, Siapkan Jalan ke PTN Favorit
Telah Dibuka! BAZNAS Luncurkan Beasiswa Santri 2025, Siapkan Jalan ke PTN Favorit
Jakarta - Kabar gembira bagi para santri kelas 12 Madrasah Aliyah/sederajat. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) resmi membuka pendaftaran Beasiswa Santri BAZNAS (BSB) Tahun 2025. Program ini dirancang khusus untuk membantu santri berprestasi, terutama dari keluarga dhuafa, agar bisa melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maupun kampus favorit. Setiap penerima akan mendapat dana beasiswa senilai Rp4 juta plus program pembinaan. Dukungan ini diharapkan menjadi bekal penting bagi santri yang sedang mempersiapkan diri menghadapi seleksi masuk perguruan tinggi. ???? Cara Daftar: Pesantren terlebih dahulu mempelajari buku panduan di laman: bazn.as/panduanBSB2025 Selanjutnya, pendaftaran dilakukan secara online melalui laman: bazn.as/daftarBSB2025 ? Periode pendaftaran: 27 Agustus – 9 September 2025. BAZNAS mengajak pesantren dan masyarakat untuk berkolaborasi mendukung santri berprestasi menuju kampus impian.
BERITA26/08/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
Rakornas BAZNAS 2025: Menjadikan Zakat Motor Perubahan Bangsa
Rakornas BAZNAS 2025: Menjadikan Zakat Motor Perubahan Bangsa
Jakarta – Menteri Agama RI Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA, membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS 2025 di Jakarta, Selasa (26/8). Rakornas tahun ini mengusung tema “Menguatkan BAZNAS, Menyukseskan Asta Cita” sebagai dukungan terhadap agenda pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, menyebut Rakornas menjadi momentum penting untuk menyinergikan program zakat dengan Asta Cita. “Zakat harus menjadi instrumen transformasi sosial yang mempercepat kesejahteraan umat,” kata Noor. Penghimpunan Zakat Naik Signifikan Dalam lima tahun terakhir, penghimpunan zakat nasional melonjak tajam. Dari Rp12,43 triliun pada 2020 menjadi Rp40,53 triliun pada 2024. Di tingkat pusat, pengumpulan zakat juga meningkat dari Rp517 miliar pada 2021 menjadi Rp1,12 triliun pada 2024. Tahun ini, BAZNAS menargetkan Rp1,35 triliun. Jumlah muzaki ikut bertambah. Hingga 2024, tercatat 28,46 juta jiwa menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS. Transformasi dan Kiprah Internasional Noor menyebut, BAZNAS memperkuat tata kelola zakat lewat transformasi digital, peningkatan kualitas SDM amil, dan koordinasi nasional. Bahkan, Indeks Zakat Nasional kini sudah diakui Bappenas sebagai indikator pembangunan daerah. Di kancah internasional, BAZNAS aktif menyalurkan bantuan kemanusiaan. Hingga Juli 2025, BAZNAS telah menghimpun Rp375 miliar untuk Palestina, dengan Rp120 miliar disalurkan kepada lebih dari 670 ribu penerima manfaat di Gaza. “Logo BAZNAS kini dikenal di dunia internasional sebagai simbol kepedulian bangsa Indonesia,” ujar Noor. Apresiasi dan Estafet Kepemimpinan Rakornas juga dirangkaikan dengan BAZNAS Awards yang memberikan hampir 1.000 penghargaan bagi BAZNAS daerah, LAZ, tokoh publik, hingga mitra perusahaan. Rakornas 2025 sekaligus menjadi penanda berakhirnya kepemimpinan BAZNAS periode 2020–2025. Noor berharap estafet kepemimpinan berikutnya bisa melanjutkan inovasi dan memperluas dampak zakat bagi masyarakat. “Kami berharap BAZNAS semakin kokoh, berdaya, dan benar-benar menjadi motor perubahan bangsa,” pungkasnya.
BERITA26/08/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
Rakornas & BAZNAS Awards 2025, Momentum Meneguhkan Peran Zakat untuk Negeri
Rakornas & BAZNAS Awards 2025, Momentum Meneguhkan Peran Zakat untuk Negeri
Jakarta – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI akan menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) dan BAZNAS Awards 2025 pada 26–29 Agustus 2025 di Jakarta. Kegiatan ini tidak sekadar forum tahunan, melainkan momentum penting untuk menyatukan langkah zakat nasional dengan arah pembangunan pemerintah, sekaligus memperkuat peran zakat dalam pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan umat. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad MA, menegaskan bahwa BAZNAS siap mendukung Asta Cita Presiden Prabowo melalui strategi zakat yang terarah dan terukur. “Rakornas dan BAZNAS Awards 2025 akan menjadi tonggak baru kontribusi zakat dalam membangun masyarakat yang adil, makmur, dan sejahtera,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (25/8/2025). Rakornas kali ini akan diikuti sekitar 1.200 peserta dari seluruh Indonesia, dan membahas isu-isu penting seperti penguatan kelembagaan, transformasi digital, integrasi data zakat nasional, serta strategi memperluas partisipasi muzaki. BAZNAS juga akan menghadirkan agenda khusus bertajuk Membasuh Luka Palestina, yang memberikan laporan langsung terkait jalur distribusi bantuan kemanusiaan melalui Mesir. Dalam pembukaan, BAZNAS akan meluncurkan Asosiasi Amil Zakat Republik Indonesia (AAZRI) sebagai wadah sinergi amil zakat, serta peluncuran buku Islam Ala Prabowo Subianto yang diinisiasi Ketua MPR RI Ahmad Muzani dan Ketua MUI KH Anwar Iskandar. Melalui BAZNAS Awards 2025, apresiasi akan diberikan kepada kementerian, kepala daerah, mitra strategis, serta lembaga zakat yang berprestasi. Harapannya, penghargaan ini mampu memacu semangat kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam memaksimalkan potensi zakat. “Sinergi ini sangat penting. Zakat bukan hanya ibadah, tetapi instrumen sosial-ekonomi yang bisa mengurangi kesenjangan dan meningkatkan kesejahteraan umat,” tambah Noor. Dengan Rakornas dan BAZNAS Awards 2025, masyarakat diharapkan semakin memahami bahwa zakat bukan sekadar kewajiban personal, melainkan energi bersama yang bila dikelola dengan baik, mampu memberi dampak nyata bagi bangsa dan kemanusiaan global.
BERITA25/08/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
Ribuan Masjid Online, Minahasa Baru 7 Masjid
Ribuan Masjid Online, Minahasa Baru 7 Masjid
Minahasa – Di tengah derasnya arus digitalisasi, dari 34 masjid yang ada di Kabupaten Minahasa, baru tujuh yang sudah memiliki web resmi dan terhubung dengan Menara Masjid BAZNAS. Padahal, secara nasional, BAZNAS RI mencatat sudah ada 11.248 rumah ibadah—terdiri atas 9.591 masjid dan 1.657 musholla—yang masuk dalam sistem digital tersebut. Program Menara Masjid adalah terobosan BAZNAS untuk mengembalikan masjid ke fungsi sejatinya: pusat dakwah, pendidikan, sosial, hingga pemberdayaan ekonomi umat. Menara yang dulu hanya berfungsi sebagai corong adzan, kini ditransformasi menjadi “corong digital”—menggaungkan seruan zakat, infak, sedekah, dan informasi kegiatan umat yang bisa diakses siapa saja, kapan saja. Namun kenyataan di Minahasa berbicara lain. Mayoritas masjid masih gagap digital. Informasi kegiatan tak tercatat, laporan zakat tidak terdokumentasi, dan peran masjid sebagai pusat peradaban hanya berjalan setengah hati. Wakil Ketua BAZNAS Minahasa Muhamad Sahlan Kokalo mengatakan, “Masjid adalah pusat peradaban umat. Dengan program Menara Masjid, kita ingin menyalakan kembali fungsi masjid agar tidak hanya berdiri sebagai bangunan, tetapi hidup di ruang digital. Dari menara inilah seruan kebaikan harus bergema, mengajak masyarakat menunaikan zakat dan saling membantu.” Salah satu yang sudah merasakan manfaat program ini adalah Masjid Al-Hijrah, Rinegetan Tondano. Ketua BTM Masjid, Ibrahim Hamid, menyampaikan rasa syukur atas fasilitas yang diberikan. “Kami bersyukur dan berterima kasih, saat ini masjid kami sudah mempunyai web yang difasilitasi oleh BAZNAS Minahasa. Dengan memasukkan data yang diminta, kami bisa menggunakan Menara Masjid ini untuk menyampaikan informasi, dakwah, sekaligus laporan kegiatan kami kepada jamaah dan masyarakat,” ungkapnya. Pernyataan ini menunjukkan, digitalisasi masjid bukan mimpi. Dengan komitmen dan kesediaan pengurus, fasilitas ini bisa langsung dirasakan manfaatnya—membuka ruang komunikasi yang lebih luas, transparan, dan akuntabel. BAZNAS Minahasa berharap ke depan, tidak ada lagi masjid yang hanya berdiri megah namun “bisu” di dunia digital. Web resmi bukan sekadar etalase, tapi instrumen dakwah, laporan zakat, hingga kanal pemberdayaan sosial. Kini, bola ada di tangan para pengurus masjid. Apakah akan terus berjalan di tempat, atau mengambil langkah maju dengan memanfaatkan fasilitas Menara Masjid BAZNAS? Jangan biarkan masjid hanya menjadi bangunan fisik yang sepi makna. Saatnya para takmir dan UPZ segera menginput data masjidnya, mengaktifkan web resmi, dan menjadikan menara masjid bukan hanya menara adzan, tetapi menara peradaban digital umat.
BERITA23/08/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS dan LAZISNU PBNU Satukan Arah, Digitalisasi Zakat Jadi Taruhan
BAZNAS dan LAZISNU PBNU Satukan Arah, Digitalisasi Zakat Jadi Taruhan
Jakarta – Pertemuan antara Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI dengan Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) PBNU di Jakarta, Jumat, 22 Agustus 2025, bukan sekadar agenda silaturahmi. Audiensi yang berlangsung di Ruang Rapat LAZISNU, Lantai 2, itu menjadi panggung penting untuk membicarakan arah baru pengelolaan zakat nasional. BAZNAS RI diwakili oleh Pimpinan Bidang Transformasi Digital, Prof. Ir. KH. Muhammad Nadratuzzaman Hosen, MS., MEc., PhD, didampingi Kepala Divisi Penguatan Pengumpulan LAZ H. M. Abdul Kahfi, serta Kepala Divisi Penguatan Pendistribusian dan Pendayagunaan LAZ, Tatiek. Dari LAZISNU PBNU hadir Ketua Habib Ali Hasan Al Bahar, Lc, MA, Direktur Eksekutif Riri Khariroh, dan Sekretaris Moesafa. Dalam forum itu, Prof. Nadratuzzaman menegaskan bahwa taruhan besar zakat ke depan adalah digitalisasi. Menurutnya, tanpa pemanfaatan teknologi, mustahil zakat bisa dikelola secara transparan, akuntabel, dan terintegrasi dalam skala nasional. “Digitalisasi bukan hanya soal aplikasi, tapi ekosistem. Zakat harus dikelola dengan sistem yang bisa dipercaya publik, sehingga muzakki yakin, mustahik terlindungi, dan lembaga semakin kuat,” kata Nadratuzzaman. Isu digitalisasi zakat memang menjadi pekerjaan rumah bersama. Publik kerap menyoroti tumpang tindih program antar-lembaga, minimnya keterhubungan data, dan keraguan atas transparansi distribusi dana. Di sinilah sinergi antara BAZNAS dan LAZISNU PBNU diuji: apakah mampu menjawab kegelisahan umat, atau sekadar menambah panjang daftar nota kesepahaman. Pertemuan ditutup dengan komitmen memperkuat koordinasi, meningkatkan integrasi data, serta membuka ruang kolaborasi lebih luas di bidang pengumpulan dan pendayagunaan zakat. Semua pihak sepakat, transformasi digital bukan lagi pilihan, melainkan keharusan.
BERITA23/08/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
Audiensi dengan Mendagri, BAZNAS RI Ingatkan: Potensi Zakat Bisa Jadi Solusi Kemiskinan Daerah
Audiensi dengan Mendagri, BAZNAS RI Ingatkan: Potensi Zakat Bisa Jadi Solusi Kemiskinan Daerah
Audiensi BAZNAS RI dengan Mendagri: Alarm Serius untuk Pemda yang Masih Abai Jakarta - Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, melakukan audiensi dengan Menteri Dalam Negeri, Jenderal Polisi (Purn) Prof. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian, MA, Ph.D. Pertemuan berlangsung di Ruang Kerja Menteri A lantai 2, Jakarta, Jumat (22/8/2025). Pertemuan itu dihadiri jajaran pimpinan BAZNAS RI. Hadir antara lain Pimpinan Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Hj. Saidah Sakwan, MA; Pimpinan Bidang Transformasi Digital Prof. Ir. KH. Muhammad Nadratuzzaman Hosen, MS., MEc., Ph.D; Pimpinan Bidang SDM Keuangan dan Umum Kolonel CAJ (Purn) Drs. Nur Chamdani; Deputi II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Dr. KH. M. Imdadun Rahmat, M.Si; Direktur Pendayagunaan dan Layanan CSR Eka Budhi Sulistyo; serta Kepala Divisi Kesehatan Siti Masturoh. Dari Kemendagri, tampak hadir Dirjen Administrasi Kewilayahan Dr. Syafrizal ZA; Sekretaris BNPP Komjen Pol Makhruzi Rahman, SIK, MH; Kelompok Ahli BNPP Dr. Nurcholis; dan Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setjen Kemendagri Dr. Drs. Andi Ony Prihartono, M.Si. Kritik Halus untuk Pemda Audiensi ini bukan hanya membahas penguatan sinergi pusat dan daerah, tapi juga menjadi sinyal kritik bagi pemerintah kabupaten/kota. Masih banyak BAZNAS di daerah yang berjalan sendiri dengan minim dukungan dari pemerintah setempat. “Zakat adalah instrumen sosial-ekonomi yang bisa langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Tanpa dukungan kepala daerah, peran ini tidak akan maksimal,” tegas Noor Achmad. Ironinya, di saat pemerintah pusat menargetkan penghapusan kemiskinan ekstrem, sejumlah pemerintah daerah justru belum menjadikan BAZNAS sebagai mitra strategis. Potensi zakat yang besar sering terhambat karena kurangnya dukungan regulasi, kolaborasi, hingga fasilitasi. Pesan Mendagri Tito Menteri Tito menegaskan pentingnya sinergi pemda dengan BAZNAS. Menurutnya, zakat yang dikelola dengan baik bisa langsung menyasar kebutuhan masyarakat miskin. “Kepala daerah harus bersinergi dengan BAZNAS dalam penanggulangan kemiskinan,” kata Tito. Audiensi ini menjadi alarm serius. Jika pemerintah daerah terus abai, kesempatan besar untuk menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat miskin bisa hilang. Saatnya kepala daerah turun tangan, bukan hanya memberi dukungan formal, tapi benar-benar melibatkan BAZNAS sebagai mitra pembangunan sosial di wilayah masing-masing.
BERITA23/08/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS RI Dorong Kepemimpinan Adaptif, Jawab Tantangan Zakat di Era Modern
BAZNAS RI Dorong Kepemimpinan Adaptif, Jawab Tantangan Zakat di Era Modern
Jakarta - Mengelola zakat di era modern bukan hanya soal menghimpun dan menyalurkan dana, tapi juga tentang bagaimana sebuah lembaga mampu menyesuaikan diri dengan perubahan zaman. Inilah pesan utama yang ditegaskan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI dalam forum Management Upgrade bertema "Penerapan Gaya Kepemimpinan" di Jakarta, Kamis (21/8/2025). Acara yang digelar Pusdiklat BAZNAS RI dan disiarkan melalui YouTube BAZNAS TV ini menghadirkan Prof. Ir. Nadratuzzaman Hosen, MS., M.Ec., Ph.D., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Transformasi Digital Nasional, sebagai narasumber. Menurut Nadratuzzaman, kepemimpinan adaptif adalah kunci untuk memperkuat tata kelola zakat. “Dalam mengelola zakat, infak, dan sedekah, pemimpin harus bisa menyesuaikan diri dengan situasi. Kadang harus tegas, kadang inspiratif, kadang memberi ruang partisipasi. Keseimbangan inilah yang akan membuat BAZNAS mampu menjalankan mandat negara dan menjaga amanah umat,” ujarnya. Ia menjelaskan, terdapat enam model kepemimpinan yang bisa diterapkan sesuai konteks: Transformasional – mendorong inovasi, termasuk digitalisasi zakat, sekaligus memotivasi amil untuk bekerja dengan visi besar. Delegatif – memberi ruang bagi setiap individu untuk bekerja sesuai kapasitasnya, sehingga potensi tim bisa lebih optimal. Transaksional – menekankan penghargaan dan sanksi berdasarkan kinerja agar target penghimpunan dan penyaluran zakat tercapai. Demokratis – membuka ruang diskusi dan kolaborasi dalam pengambilan keputusan strategis. Otokratis – dibutuhkan saat kondisi darurat, misalnya saat menyalurkan bantuan bencana yang memerlukan keputusan cepat. Karismatik – mengandalkan keteladanan, integritas, dan kepribadian pemimpin untuk membangun kepercayaan publik. Lebih jauh, ia menekankan bahwa kepemimpinan bukan hanya soal gaya, tapi juga tentang komunikasi yang meyakinkan. “Seorang pemimpin harus bisa menggerakkan tim internal sekaligus menjalin kepercayaan dengan mitra eksternal,” kata Nadratuzzaman.
BERITA22/08/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Minahasa Jalin Silaturahmi ke Masjid Al-Hijrah Rinegetan Tondano
BAZNAS Minahasa Jalin Silaturahmi ke Masjid Al-Hijrah Rinegetan Tondano
Minahasa – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Minahasa menggelar silaturahmi ke Masjid Al-Hijrah, Kelurahan Rinegetan, Tondano, Kamis 21/8/2025. Kunjungan ini diwakili oleh Wakil Ketua I BAZNAS Minahasa, Joko Winjaya, bersama Wakil Ketua IV, Muhamad Sahlan Kokalo. Agenda silaturahmi ini tidak sekadar menjalin kedekatan dengan pengurus masjid, melainkan juga menjadi ruang sosialisasi penggunaan Web Masjid (https://menara.baznas.go.id/), fasilitas digital yang akan difasilitasi BAZNAS. Web Masjid ini dirancang untuk mendukung transparansi, kemandirian, dan akuntabilitas pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di Unit Pengumpul Zakat (UPZ). “BAZNAS ingin memastikan bahwa pengelolaan zakat di masjid-masjid semakin kuat, transparan, dan dipercaya umat. Dengan adanya Web Masjid, laporan keuangan dan distribusi zakat bisa lebih mudah diakses jamaah, sekaligus menjadi sarana dakwah dan pelayanan umat,” ujar Wakil Ketua IV BAZNAS Minahasa dalam sambutannya. Pengurus Masjid Al-Hijrah menyambut baik inisiatif ini. Ketua Badan Takmir Masjid (BTM) Ibrahim menyampaikan apresiasi dan berharap semakin banyak jamaah yang menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui UPZ Masjid Al-hijrah . “Semoga makin banyak jamaah yang sadar bahwa zakat dan infak yang dititipkan di UPZ akan disalurkan dengan amanah dan penuh tanggung jawab,” ucapnya. Silaturahmi ditutup dengan penyerahan bantuan UPZ Masjid kepada tiga orang mustahik, masing-masing menerima satu karung beras. Lebih jauh, BAZNAS Minahasa menegaskan bahwa amanah sebagai amil bukanlah sekadar tugas, melainkan sebuah kebanggaan. Ada lima rasa yang senantiasa hidup dalam diri pengurus UPZ: Rasa bangga, karena dipercaya jamaah untuk mengelola zakat—sebuah amanah yang tidak semua orang bisa pegang. Rasa bahagia, sebab menjadi jalan pahala ketika zakat, infak, dan sedekah sampai kepada yang berhak. Rasa syukur, karena bisa menyaksikan langsung manfaat zakat yang membantu fakir miskin, anak yatim, orang sakit, hingga pelaku usaha kecil. Rasa senang, karena menjadi pelayan umat, bukan sekadar pengelola dana, tapi sahabat bagi jamaah. Rasa bangga kedua, sebab UPZ adalah ujung tombak perjuangan besar BAZNAS dalam menghadirkan kesejahteraan umat di Minahasa. BAZNAS Minahasa berharap semangat ini akan terus tumbuh di setiap UPZ, sehingga zakat benar-benar hadir sebagai solusi sosial yang membawa berkah bagi seluruh lapisan masyarakat.
BERITA22/08/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
BTM Masjid Alhijrah Evaluasi Program UPZ, Salurkan Bantuan kepada Mustahik
BTM Masjid Alhijrah Evaluasi Program UPZ, Salurkan Bantuan kepada Mustahik
Minahasa – Badan Takmir Masjid (BTM) Alhijrah Renegetan, Tondano Barat, Kabupaten Minahasa, menggelar evaluasi kinerja Unit Pengumpul Zakat (UPZ) pada Jumat (21/8) malam. Evaluasi ini dilakukan sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas terhadap berbagai program sosial yang telah dijalankan dalam beberapa bulan terakhir. Ketua BTM Masjid Alhijrah, Ibrahim Hamid, dalam sambutannya menyampaikan bahwa UPZ Alhijrah telah menjalankan sejumlah program berbasis zakat produktif yang menyasar para mustahik (penerima zakat) yang membutuhkan. “Alhamdulillah, melalui SK yang telah dikeluarkan oleh Baznas Kabupaten Minahasa, UPZ Alhijrah telah melaksanakan beberapa program selama beberapa bulan terakhir. Di antaranya adalah zakat produktif yang membantu para tukang ojek yang tidak memiliki kendaraan, pedagang kecil yang kekurangan modal, hingga bantuan kesehatan bagi mustahik yang sakit,” ungkap Ibrahim. Salah satu bentuk nyata dari program ini adalah pemberian bantuan kendaraan bagi tukang ojek agar bisa kembali mencari nafkah, serta bantuan bahan pokok untuk pedagang kecil yang kesulitan berjualan di pasar. Tak hanya itu, para mustahik yang sedang mengalami sakit atau kesulitan ekonomi juga menerima bantuan sembako berupa beras dan kebutuhan pokok lainnya. “Pada malam ini, kami kembali menyalurkan bantuan kepada tiga mustahik. Salah satunya adalah seorang bapak yang biasa berdagang namun kini sedang sakit. Kami bantu dengan sembako untuk kebutuhan harian. Dua mustahik lainnya juga menerima bantuan serupa,” tambah Ibrahim. Ia pun mengajak seluruh jamaah Masjid Alhijrah untuk terus berpartisipasi dalam kegiatan UPZ melalui infak dan sedekah. “Insya Allah, ke depan kami berharap seluruh jamaah dapat menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui UPZ ini. Semoga kami juga bisa menjalin sinergi lebih kuat lagi dengan Baznas Minahasa dalam membantu umat,” harapnya. Baznas Minahasa Apresiasi Kinerja UPZ Alhijrah Dalam kegiatan evaluasi tersebut, turut hadir jajaran pengurus BTM, Ketua Majelis Taklim Alhijrah Hj. Linda Samiun, S.Pd, Imam Masjid Alhijrah Kiki Palamani, Sekretaris UPZ Samsul Arif, Bendahara UPZ Alhijrah Junaidi Mato, serta Jamaah Masjid Al Hijrah Rinegetan. Baznas Minahasa yang diwakili oleh Ketua I Joko Winjaya dan Wakil Ketua IV memberikan apresiasi atas kinerja UPZ Alhijrah. Wakil Ketua IV Baznas Minahasa Muhamad Sahlan Kokalo dalam sambutannya mewakili Ketua Baznas Minahasa menyampaikan penghargaan atas kesungguhan BTM dan perangkat UPZ dalam menyalurkan zakat secara tepat sasaran dan penuh tanggung jawab. Sementara itu, Wakil Ketua I Baznas Minahasa, Joko Winjaya, menyampaikan harapannya agar sinergi yang telah terjalin dapat terus diperkuat. “Kami berharap, ke depan program-program seperti ini dapat diperluas dan dikembangkan, serta semakin banyak mustahik yang terbantu. Kami siap memberikan bimbingan dan arahan teknis agar pengelolaan zakat di lingkungan masjid semakin optimal,” tuturnya. Kegiatan ini menjadi cerminan bagaimana lembaga zakat di tingkat masjid mampu menjadi penggerak pemberdayaan ekonomi umat dan memberikan solusi nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.
BERITA21/08/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Minahasa.

Lihat Daftar Rekening →