WhatsApp Icon
BAZNAS Minahasa Tuntaskan Penyaluran 100 Mushaf Al-Quran, Sentuh Santri TPQ hingga Majelis Taklim Mualaf

MINAHASA – Komitmen Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Minahasa dalam memperluas syiar Al-Quran terus diwujudkan melalui penyaluran 100 mushaf Al-Quran kepada pondok pesantren, rumah tahfiz, TPQ/TPA, masjid, hingga majelis taklim mualaf di berbagai wilayah Kabupaten Minahasa, Jumat 17/7/2026.

Program tersebut merupakan amanah dari BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara yang mempercayakan BAZNAS Kabupaten Minahasa sebagai mitra pendistribusian mushaf kepada lembaga-lembaga pendidikan Al-Qur'an dan masyarakat yang membutuhkan.

Penyaluran mushaf ini juga menjadi bagian dari manfaat zakat, infak, dan sedekah para muzaki yang disalurkan melalui BAZNAS RI, termasuk dukungan dari para donatur melalui Kitabisa.com dan Gramedia, sehingga manfaatnya dapat dirasakan hingga pelosok daerah.

Titik terakhir penyaluran dilakukan di TPA Al Muhajirin, Desa Kamenti, yang berada di bawah pembinaan Masjid Al Muhajirin.

Sebanyak 10 mushaf Al-Qur'an diserahkan secara langsung kepada Imam Masjid Al Muhajirin, Edy Purwanto, didampingi Wakil Imam Hendy Yusuf.

TPA tersebut saat ini dibimbing oleh satu orang ustaz dengan jumlah 10 santri yang rutin belajar membaca dan memahami Al-Qur'an. yang rutin dilaksanakan tiga kali dalam sepekan di serambi masjid.

Edy Purwanto menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas perhatian BAZNAS kepada anak-anak penghafal dan pembelajar Al-Qur'an.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Minahasa, BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara, serta seluruh muzaki yang telah mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya melalui BAZNAS sehingga kami menerima bantuan mushaf Al-Qur'an ini. Insya Allah mushaf-mushaf ini akan dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh anak-anak TPA dalam belajar Al-Qur'an."

Ia juga turut mendoakan seluruh pihak yang telah berkontribusi.

"Semoga Allah SWT membalas setiap kebaikan para muzaki dengan pahala yang berlipat ganda, melimpahkan rezeki yang halal dan berkah, memudahkan segala urusan, serta menjadikan setiap huruf Al-Qur'an yang dibaca oleh para santri sebagai amal jariyah yang terus mengalir kepada para donatur dan semua pihak yang terlibat. Aamiin."

Usai dari Desa Kamenti, tim BAZNAS Minahasa melanjutkan penyaluran ke Masjid Al Ikhlash, Desa Atep Oki, Kecamatan Lembean Timur.

Di lokasi tersebut, sebanyak 5 mushaf Al-Qur'an diserahkan kepada Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Masjid Al Ikhlash untuk mendukung kegiatan pengajian masyarakat .

Diharapkan bantuan mushaf tersebut semakin meningkatkan semangat jamaah dalam mempelajari, membaca, dan mengamalkan isi kandungan Al-Qur'an.

Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Minahasa, Muhammad Sahlan Kokalo, menyampaikan apresiasi kepada BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara atas kepercayaan yang diberikan kepada BAZNAS Minahasa dalam mendistribusikan 100 mushaf Al-Qur'an di wilayah Kabupaten Minahasa.

"Kami menyampaikan terima kasih kepada BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara atas kepercayaan yang diberikan kepada BAZNAS Kabupaten Minahasa untuk menyalurkan 100 mushaf Al-Qur'an kepada pondok pesantren, rumah tahfiz, TPQ, TPA, masjid, dan majelis taklim mualaf. Amanah ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus menghadirkan manfaat yang nyata bagi umat."

Menurutnya, penyaluran mushaf bukan sekadar menyerahkan kitab suci, tetapi menjadi investasi peradaban yang akan melahirkan generasi Qurani.

"Setiap mushaf yang dibaca, dipelajari, dan diamalkan akan menjadi sumber pahala yang terus mengalir bagi para muzaki dan seluruh pihak yang terlibat. Karena itu, kami berharap ke depan BAZNAS Minahasa dapat menyalurkan lebih banyak lagi mushaf Al-Qur'an serta memperluas program-program kemaslahatan lainnya."

Ia juga berharap semakin banyak masyarakat yang mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya melalui lembaga resmi.

"Kepercayaan masyarakat adalah amanah yang harus dijaga. Kami terus berkomitmen mengelola dana zakat, infak, dan sedekah secara profesional, transparan, dan akuntabel agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh mustahik. Kami mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Minahasa untuk menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS sebagai lembaga resmi yang diamanahkan negara, sehingga semakin banyak saudara-saudara kita yang dapat dibantu melalui program pendidikan, dakwah, kesehatan, kemanusiaan, dan pemberdayaan ekonomi."

Program distribusi mushaf Al-Qur'an menjadi salah satu bentuk nyata hadirnya BAZNAS dalam memperkuat syiar Islam dan meningkatkan kualitas pendidikan Al-Qur'an di tengah masyarakat.

Dengan dukungan para muzaki yang mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya melalui BAZNAS, setiap bantuan yang disalurkan diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan saat ini, tetapi juga menjadi amal jariyah yang terus mengalir, melahirkan generasi yang mencintai Al-Qur'an, serta memperkuat semangat gotong royong dan kepedulian sosial di Kabupaten Minahasa.

Mari tunaikan Zakat, Infak, dan Sedekah melalui BAZNAS Kabupaten Minahasa. Bersama, kita hadirkan lebih banyak manfaat, memperluas keberkahan, dan menebarkan cahaya Al-Qur'an hingga ke pelosok daerah.

17/07/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa
Waka IV BAZNAS Minahasa Ikuti Pra Rakornas BAZNAS 2026, Perkuat Sinergi dan Arah Pengelolaan Dana Umat

Tondano – Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Minahasa, Muhamad Sahlan Kokalo, mengikuti Pra Rapat Koordinasi Nasional (Pra Rakornas) BAZNAS RI Tahun 2026 yang diselenggarakan secara hybrid pada Kamis (16/7/2026). Kegiatan ini menjadi forum strategis dalam menyatukan visi serta memperkuat kelembagaan BAZNAS di seluruh Indonesia.

Pra Rakornas BAZNAS RI 2026 diikuti oleh jajaran Pimpinan BAZNAS RI, BAZNAS Provinsi, hingga BAZNAS Kabupaten/Kota se-Indonesia, baik secara luring di Jakarta maupun melalui platform daring.

Ketua BAZNAS RI, Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., dalam arahannya menegaskan pentingnya kesamaan visi sebagai fondasi membangun lembaga yang solid, profesional, dan mampu menjawab tantangan pengelolaan dana umat di masa depan.

Menurutnya, BAZNAS harus memiliki arah yang jelas agar setiap program dapat berjalan secara terukur, terkoordinasi, dan memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat.

"Kalau kita bekerja tanpa kompas, tentu kerja kita tidak ada arahnya. Kalau kita bekerja tidak dalam lembaga, maka kita tidak solid," tegas Sodik Mudjahid.

Dalam forum tersebut, Ketua BAZNAS RI kembali menegaskan visi besar BAZNAS, yaitu "Menjadi Model Pengelola Dana Umat untuk Kemajuan dan Kesejahteraan." Visi tersebut diharapkan menjadi pedoman seluruh jajaran BAZNAS, mulai dari tingkat pusat hingga kabupaten/kota, untuk menjadi teladan (uswatun hasanah) dalam tata kelola dana umat yang profesional, amanah, transparan, dan akuntabel.

Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Minahasa, Muhamad Sahlan Kokalo, mengatakan keikutsertaan BAZNAS Minahasa dalam Pra Rakornas merupakan bagian dari komitmen memperkuat sinergi dengan BAZNAS RI sekaligus menyelaraskan arah kebijakan kelembagaan.

"Pra Rakornas ini menjadi momentum penting bagi BAZNAS Minahasa untuk menyamakan visi dengan BAZNAS RI, sekaligus memperkuat komitmen dalam meningkatkan kualitas tata kelola zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya agar semakin profesional, akuntabel, serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Kabupaten Minahasa," ujar Sahlan.

Ia menambahkan, berbagai arahan yang disampaikan dalam Pra Rakornas akan menjadi acuan dalam memperkuat program-program BAZNAS Minahasa, baik pada aspek pengumpulan, pendistribusian, pendayagunaan, transformasi digital, maupun penguatan kelembagaan.

Dengan semangat "Zakat Menguatkan Indonesia", BAZNAS Minahasa berkomitmen terus mendukung transformasi pengelolaan zakat yang modern, adaptif, dan berdampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat serta pengentasan kemiskinan di Kabupaten Minahasa.

Pra Rakornas BAZNAS RI 2026 turut dihadiri Wakil Ketua BAZNAS RI Dr. KH. Zainut Tauhid Sa'adi, M.Si., beserta seluruh Pimpinan BAZNAS RI dan ratusan peserta dari BAZNAS Provinsi serta BAZNAS Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia.

17/07/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Minahasa Perkuat Syiar Al-Quran, Salurkan Mushaf ke Pondok Pesantren Al-Khairaat Tahfizul Quran Kampung Jawa Tondano

MINAHASA — Komitmen Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Minahasa dalam mendukung lahirnya generasi Qur'ani terus diwujudkan melalui aksi nyata. Kali ini, BAZNAS Kabupaten Minahasa melaksanakan silaturahmi sekaligus menyerahkan 10 mushaf Al-Quran kepada Pondok Pesantren Al-Khairaat Tahfizul Quran yang berlokasi di Kampung Jawa Tondano, Kabupaten Minahasa, Rabu 15/07/2026.

Penyerahan mushaf dilakukan langsung oleh Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Minahasa, Joko Winjaya, dan diterima oleh pengasuh pondok pesantren bersama para santri yang setiap hari mengisi waktu mereka dengan membaca, menghafal, dan mempelajari Al-Qur'an.

Suasana penuh kehangatan menyelimuti kegiatan tersebut. Bagi para santri, mushaf yang diterima bukan sekadar buku untuk dibaca, melainkan teman setia dalam perjalanan menghafal firman Allah SWT hingga tuntas 30 juz.

Dalam kesempatan itu, Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Minahasa Joko Winjaya menegaskan bahwa perhatian terhadap pesantren merupakan bagian dari komitmen BAZNAS dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia yang berlandaskan nilai-nilai keislaman.

"BAZNAS hadir bukan hanya untuk membantu masyarakat dari aspek ekonomi, tetapi juga mendukung penguatan pendidikan dan dakwah. Pesantren merupakan lembaga yang memiliki peran strategis dalam melahirkan generasi yang berakhlak, berilmu, dan mencintai Al-Qur'an. Karena itu, penyaluran mushaf Al-Qur'an menjadi salah satu bentuk ikhtiar kami dalam memperkuat syiar Islam di Kabupaten Minahasa."

Menurutnya, setiap mushaf yang dibaca, setiap ayat yang dihafalkan, dan setiap ilmu yang diamalkan oleh para santri akan menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir bagi para muzaki yang telah mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya melalui BAZNAS.

"Kami berharap bantuan ini mampu menambah semangat para santri dalam menghafal Al-Qur'an. Semoga dari pesantren ini lahir para hafiz dan hafizah yang kelak menjadi pemimpin umat, pendidik, dai, serta teladan di tengah masyarakat. Inilah investasi terbaik yang manfaatnya tidak hanya dirasakan hari ini, tetapi juga menjadi bekal bagi masa depan umat."

Joko Winjaya juga mengajak masyarakat untuk semakin mempercayakan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS karena dana yang dihimpun tidak hanya disalurkan untuk memenuhi kebutuhan sosial dan kemanusiaan, tetapi juga mendukung keberlangsungan pendidikan Islam, dakwah, serta pembinaan generasi penerus bangsa.

Sementara itu, pengasuh Pondok Pesantren Al-Khairaat Tahfizul Qur'an menyampaikan apresiasi atas kepedulian BAZNAS Kabupaten Minahasa terhadap lembaga pendidikan Al-Qur'an.

"Alhamdulillah hari ini kami menerima kunjungan dari BAZNAS Kabupaten Minahasa sekaligus menerima bantuan 10 mushaf Al-Qur'an. Bantuan ini sangat berarti bagi para santri kami yang setiap hari belajar dan menghafal Al-Qur'an. Semoga dengan mushaf yang diberikan ini mereka semakin mudah dalam menghafal hingga menyelesaikan hafalan 30 juz."

Ia juga mendoakan seluruh pihak yang telah menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Minahasa beserta seluruh muzaki. Semoga Allah SWT membalas setiap kebaikan dengan pahala yang berlipat ganda, melimpahkan keberkahan dalam rezeki dan kehidupan, serta menjadikan bantuan ini sebagai amal jariyah yang terus mengalir hingga akhirat nanti. Insya Allah."

Kebahagiaan juga terpancar dari wajah para santri. Salah seorang santri mengaku semakin termotivasi untuk memperbanyak hafalan Al-Qur'an setelah menerima mushaf baru.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Minahasa atas bantuan mushaf Al-Qur'an ini. Insya Allah kami akan memanfaatkannya sebaik mungkin untuk belajar dan menghafal Al-Qur'an. Semoga Allah membalas semua kebaikan para donatur dan keluarga besar BAZNAS."

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa zakat tidak hanya berfungsi sebagai instrumen pengentasan kemiskinan, tetapi juga menjadi kekuatan dalam membangun peradaban melalui pendidikan. Di balik setiap mushaf yang disalurkan, tersimpan harapan lahirnya generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kokoh dalam iman, mulia dalam akhlak, dan mampu menghadirkan nilai-nilai Al-Qur'an di tengah kehidupan masyarakat.

Melalui program pendistribusian mushaf Al-Qur'an, BAZNAS Kabupaten Minahasa terus memperluas manfaat dana zakat, infak, dan sedekah agar dapat menjangkau lebih banyak lembaga pendidikan keagamaan. Langkah ini menjadi bagian dari ikhtiar menghadirkan zakat yang produktif, berdampak, dan berkelanjutan, sejalan dengan misi BAZNAS dalam meningkatkan kesejahteraan umat sekaligus memperkuat pembangunan sumber daya manusia yang religius, berkarakter, dan berdaya saing.

Sebab, setiap lembar Al-Qur'an yang dibaca akan melahirkan ilmu. Setiap ilmu yang diamalkan akan melahirkan keberkahan. Dan setiap keberkahan yang tumbuh dari zakat akan menjadi jejak kebaikan yang terus mengalir dari para muzaki kepada generasi penerus bangsa.

16/07/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Minahasa Salurkan Mushaf Al-Qur'an ke TPQ Miftahul Jannah, Perkuat Semangat Belajar Al-Quran Anak-anak

MINAHASA – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Minahasa terus menguatkan syiar Islam melalui program pendistribusian mushaf Al-Quran. Kali ini, Wakil Ketua III BAZNAS Kabupaten Minahasa, Astuti Suratinoyo, melaksanakan silaturahmi sekaligus menyerahkan bantuan mushaf Al-Quran kepada Taman Pengajian Al-Quran (TPQ) Miftahul Jannah pada Kamis (16/7/2026).

Penyerahan mushaf Al-Qur'an disambut hangat oleh pengurus TPQ dan para santri yang mengikuti kegiatan belajar mengaji. Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung proses pembelajaran Al-Qur'an sekaligus menumbuhkan kecintaan anak-anak terhadap kitab suci sejak usia dini.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua III BAZNAS Kabupaten Minahasa, Astuti Suratinoyo, mengatakan bahwa pendidikan Al-Qur'an merupakan fondasi penting dalam membentuk karakter generasi muda.

"BAZNAS Kabupaten Minahasa berkomitmen untuk terus mendukung pendidikan keagamaan melalui pendistribusian mushaf Al-Qur'an. Kami berharap bantuan ini dapat menjadi penyemangat bagi anak-anak untuk semakin rajin membaca, mempelajari, dan mengamalkan isi Al-Qur'an. Semoga dari TPQ Miftahul Jannah lahir generasi Qur'ani yang berakhlak mulia, cerdas, dan membawa manfaat bagi agama, bangsa, dan masyarakat."

Ia menambahkan bahwa setiap mushaf yang dibaca oleh para santri akan menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir bagi para muzaki yang telah mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya melalui BAZNAS.

Sementara itu, pimpinan TPQ Miftahul Jannah menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas perhatian yang diberikan BAZNAS Kabupaten Minahasa.

"Alhamdulillah, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada BAZNAS Kabupaten Minahasa atas bantuan mushaf Al-Qur'an ini. Bantuan ini sangat bermanfaat bagi anak-anak kami dalam belajar mengaji setiap hari. Semoga Allah SWT membalas seluruh kebaikan para muzaki dan keluarga besar BAZNAS dengan pahala yang berlipat ganda serta senantiasa memberikan keberkahan dalam setiap langkahnya."

Melalui program pendistribusian mushaf Al-Qur'an, BAZNAS Kabupaten Minahasa terus menghadirkan manfaat zakat, infak, dan sedekah dalam mendukung pendidikan Islam. Program ini menjadi bagian dari upaya membangun generasi Qur'ani yang tidak hanya mahir membaca Al-Qur'an, tetapi juga menjadikan nilai-nilai Al-Qur'an sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

16/07/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Minahasa Gandeng Sahabat Mualaf Inspiratif, Perkuat Syiar Al-Quran hingga Wilayah Pembinaan Mualaf

MINAHASA – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Minahasa terus memperluas jangkauan syiar Islam melalui pendistribusian mushaf Al-Quran dan penguatan jejaring dakwah. Langkah itu diwujudkan melalui silaturahmi ke Sahabat Mualaf Inspiratif, komunitas binaan Lembaga Dakwah Kampus (LDK) yang berkolaborasi dengan MCN Kawanua, Kamis (16/7/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Minahasa, Joko Kurnia Winjaya, didampingi Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Minahasa, Sahlan Kokalo, menyerahkan 10 mushaf Al-Qur'an kepada Ketua Sahabat Mualaf Inspiratif, Hairunisa Nova Rorora.

Penyerahan mushaf bukan sekadar simbol bantuan, melainkan langkah awal membangun sinergi dalam menghadirkan manfaat zakat bagi para mualaf dan masyarakat yang membutuhkan pembinaan keislaman di berbagai wilayah di Minahasa.

Dalam suasana penuh keakraban, pertemuan tersebut menjadi ruang dialog untuk memperkuat komunikasi dan membuka peluang kolaborasi antara BAZNAS Minahasa dan Sahabat Mualaf Inspiratif.

Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Minahasa, Joko Kurnia Winjaya, menegaskan bahwa zakat memiliki peran strategis dalam mendukung dakwah, pendidikan, dan pemberdayaan umat.

"Kami bersyukur dapat bersilaturahmi dengan Sahabat Mualaf Inspiratif. Semoga penyaluran mushaf Al-Qur'an ini menjadi penyemangat bagi saudara-saudara kita yang sedang memperdalam ajaran Islam. BAZNAS ingin membangun kolaborasi yang berkelanjutan, tidak hanya dalam pendistribusian mushaf, tetapi juga pada berbagai kegiatan sosial, pembinaan keagamaan, dan pemberdayaan masyarakat demi kemaslahatan umat."

Menurutnya, kolaborasi antarlembaga merupakan kunci untuk memperluas manfaat zakat sehingga dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan secara lebih efektif.

"Kami berharap ke depan akan lahir lebih banyak program bersama yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, mulai dari pembinaan mualaf, pendidikan Al-Qur'an, bantuan sosial, hingga pemberdayaan ekonomi umat. Ketika lembaga-lembaga Islam saling menguatkan, manfaatnya akan semakin luas dirasakan masyarakat."

Ketua Sahabat Mualaf Inspiratif, Hairunisa Nova Rorora, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan BAZNAS Kabupaten Minahasa.

Ia mengatakan, mushaf Al-Qur'an yang diterima akan segera disalurkan kepada para mualaf serta masyarakat di wilayah pembinaan yang membutuhkan.

"Alhamdulillah, kami mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Minahasa atas amanah dan kepercayaan yang diberikan kepada Sahabat Mualaf Inspiratif. Mushaf Al-Qur'an ini akan kami salurkan kepada para mualaf dan titik-titik pembinaan yang selama ini kami dampingi, sehingga dapat dimanfaatkan untuk belajar membaca, memahami, dan menghafal Al-Qur'an."

Hairunisa berharap sinergi tersebut terus berkembang menjadi gerakan bersama dalam memperkuat pembinaan umat.

"Insya Allah kami siap berkolaborasi dengan BAZNAS Kabupaten Minahasa dalam berbagai kegiatan sosial, dakwah, dan pembinaan masyarakat. Semoga kerja sama ini menjadi jalan hadirnya lebih banyak manfaat bagi umat, khususnya bagi para mualaf yang sedang menguatkan keislamannya."

Usai bersilaturahmi dengan Sahabat Mualaf Inspiratif, rombongan pimpinan BAZNAS Kabupaten Minahasa melanjutkan kegiatan ke Masjid Al-Hijrah Rinegetan, Tondano.

Di masjid tersebut, BAZNAS Kabupaten Minahasa kembali menyalurkan lima mushaf Al-Qur'an yang diterima langsung oleh jamaah masjid untuk mendukung kegiatan ibadah, tadarus, dan pembelajaran Al-Qur'an.

Penyaluran mushaf ini diharapkan dapat menambah ketersediaan Al-Qur'an di lingkungan masjid sehingga semakin banyak jamaah, terutama anak-anak dan remaja, yang terdorong untuk membaca dan mempelajari kitab suci.

Program pendistribusian mushaf Al-Qur'an merupakan bagian dari komitmen BAZNAS Sulawesi Utara dalam mendukung bidang dakwah dan pendidikan melalui pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah.

Setiap mushaf yang disalurkan diyakini bukan sekadar bantuan fisik, tetapi menjadi investasi peradaban. Dari lembaran-lembaran Al-Qur'an yang dibaca akan lahir ilmu, dari ilmu akan tumbuh akhlak, dan dari akhlak akan lahir masyarakat yang lebih kuat, berdaya, dan penuh kepedulian.

Melalui sinergi bersama komunitas dakwah, lembaga pembinaan mualaf, dan pengurus masjid, BAZNAS Kabupaten Minahasa terus memperluas jangkauan manfaat zakat agar tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan masyarakat, tetapi juga memperkokoh nilai-nilai keislaman dan membangun generasi Qur'ani di Kabupaten Minahasa.

"Zakat yang ditunaikan hari ini bukan hanya menguatkan kehidupan, tetapi juga menghidupkan cahaya Al-Qur'an di tengah masyarakat. Ketika mushaf sampai ke tangan para pembelajar Al-Qur'an, sesungguhnya zakat sedang menanam amal jariyah yang pahalanya terus mengalir tanpa putus."

16/07/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa

Berita Terbaru

Ivan Gunawan Guncang Panggung BAZNAS Awards 2025: Donasi Rp2 Miliar untuk Palestina
Ivan Gunawan Guncang Panggung BAZNAS Awards 2025: Donasi Rp2 Miliar untuk Palestina
Jakarta — Malam penghargaan BAZNAS Awards 2025 mendadak menjadi panggung penuh kejutan. Sorotan bukan hanya pada deretan tokoh penerima penghargaan, melainkan juga pada satu aksi yang mengguncang ruangan: Ivan Gunawan menyerahkan donasi Rp2 miliar untuk Palestina. Desainer sekaligus selebritas yang akrab disapa Igun itu bukan sekadar datang untuk menerima gelar Tokoh Publik Gerakan Cinta Zakat. Ia melengkapinya dengan langkah nyata: menyumbangkan seluruh keuntungan penjualan busana dari acara “Love Go For Humanity” untuk masyarakat Palestina, melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS). “Alhamdulillah, hari ini saya menerima penghargaan dari BAZNAS Awards 2025. Tapi penghargaan ini bukan soal saya. Yang lebih penting adalah bagaimana kebaikan bisa disalurkan lewat jalur yang tepat dan bermanfaat untuk sesama,” ujar Ivan, Kamis (28/8). Donasi Rp2 miliar itu bukan angka kecil. Bagi Ivan, ini adalah simbol bahwa karya seni dan industri mode bisa menjadi jalan kepedulian. Roadshow “Love Go For Humanity” yang ia gelar di Margo City Depok dan sejumlah kota lain memang sejak awal diniatkan sebagai ruang solidaritas. “Insyaallah bersama BAZNAS, dana ini segera sampai untuk sahabat-sahabat kita di Palestina,” katanya. BAZNAS menegaskan, langkah Ivan memberi teladan: bahwa publik figur bukan hanya sumber inspirasi gaya hidup, tapi juga motor gerakan kemanusiaan. Penghargaan yang diterima Igun disebut sebagai pengakuan atas konsistensinya mendorong zakat lifestyle di kalangan masyarakat luas. Langkah Ivan tak berhenti di panggung penghargaan. Ia menyulut percakapan penting: di era gemerlap popularitas, seberapa jauh pengaruh bisa diubah menjadi manfaat nyata? “Ini bukan soal selebritas. Ini tentang keberanian menyalurkan kebaikan melalui lembaga yang amanah,” tambahnya. BAZNAS berharap momentum ini menjadi titik balik, mengajak lebih banyak tokoh publik menyalurkan zakat, infak, dan sedekah lewat lembaga resmi. Sebab di balik apresiasi dan donasi, ada pesan strategis: membumikan zakat bukan hanya sebagai kewajiban agama, tapi juga gerakan kebudayaan, solidaritas, dan peradaban. Dengan Rp2 miliar yang kini diamanahkan untuk Palestina, Ivan Gunawan tak hanya pulang membawa piala. Ia pulang membawa gema: bahwa kemewahan sejati bukan terletak pada busana megah, melainkan pada keberanian berbagi di saat dunia membutuhkan cahaya kemanusiaan.
BERITA28/08/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
Menko PMK: BAZNAS Jadi Mitra Penting Pemerintah Atasi Kemiskinan, Target Nol Miskin Ekstrem 2026
Menko PMK: BAZNAS Jadi Mitra Penting Pemerintah Atasi Kemiskinan, Target Nol Miskin Ekstrem 2026
Jakarta 28/8/2025- Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PMK) Dr. (H.C.) Drs. H.A. Muhaimin Iskandar, M.Si, menegaskan bahwa Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) merupakan mitra strategis pemerintah dalam upaya pengentasan kemiskinan di Indonesia. Hal ini disampaikan dalam pidatonya di Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS 2025, yang digelar di Jakarta. Menko PMK menekankan bahwa pemerintahan baru di bawah Presiden Prabowo Subianto membawa paradigma baru dalam pembangunan nasional. Jika sebelumnya penanggulangan kemiskinan lebih banyak bertumpu pada bantuan sosial bersifat karitatif, kini pemerintah menggeser fokus ke arah pemberdayaan sosial. “Sejak pemerintahan baru, negara tidak lagi meletakkan bantuan sosial sebagai ketergantungan, tetapi mendorong masyarakat miskin untuk bertransformasi menuju pemberdayaan dan kemandirian,” ujarnya. Ia menyebut masih ada sekitar 3 juta masyarakat miskin ekstrem dan 25 juta warga miskin relatif yang harus segera ditangani. Dengan kerja sama erat antara pemerintah, BAZNAS, dan elemen masyarakat, target pengentasan kemiskinan ekstrem ditetapkan pada 2026 harus nol persen. “Kita bahu-membahu bersama BAZNAS agar 3 juta warga miskin ekstrem betul-betul turun ke nol pada 2026. Pemerintah bertekad menggelontorkan berbagai program yang membutuhkan sinergi,” jelasnya. Selain itu, pemerintah juga menargetkan angka kemiskinan nasional bisa ditekan hingga 4 persen pada 2029. Menko PMK menilai peran BAZNAS sangat vital karena selama ini telah lebih dulu mengembangkan program berbasis pemberdayaan masyarakat. Ia menutup pidatonya dengan apresiasi kepada seluruh pejuang zakat di tanah air. “Indonesia adalah bangsa dengan semangat gotong royong tinggi. Dengan kebersamaan, insyaallah kita bisa wujudkan Indonesia yang berdaya, sejahtera, adil, dan makmur,” tutupnya.
BERITA28/08/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Awards 2025 Apresiasi 906 Penggerak Zakat, Jadi Inspirasi Daerah
BAZNAS Awards 2025 Apresiasi 906 Penggerak Zakat, Jadi Inspirasi Daerah
Jakarta – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI memberikan penghargaan kepada 906 penggerak zakat dari berbagai daerah, lembaga, hingga tokoh perorangan. Penghargaan ini menjadi bagian dari rangkaian Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS RI 2025 yang digelar di Jakarta, Kamis (28/8/2025). Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., mengatakan, penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas kontribusi nyata para pejuang zakat di lapangan. “Kontribusi BAZNAS daerah, para mitra, hingga tokoh-tokoh yang menggerakkan zakat ini luar biasa. Inilah bagian penting dari dakwah zakat yang manfaatnya dirasakan luas oleh umat,” ujar Kiai Noor. Ia menegaskan, penghargaan diberikan berdasarkan seleksi ketat. Dari ribuan usulan, hanya 906 yang lolos penilaian berdasarkan dedikasi, kiprah, dan dampak yang diberikan. “Apakah BAZNAS memberikan penghargaan dengan mudah? Sama sekali tidak. Ini wujud penghargaan atas perjuangan yang nyata, bukan simbol semata,” tegasnya. Tak hanya BAZNAS daerah, penghargaan juga diberikan kepada kementerian, lembaga, pemerintah daerah, hingga tokoh perorangan yang konsisten mendukung gerakan zakat. Bahkan, beberapa lembaga amil zakat internasional dari Mesir dan Yordania ikut menerima penghargaan. Bupati Mojokerto, Dr. H. Muhammad Al Barra, Lc., M.Hum yang menjadi salah satu penerima. Ia menyebut penghargaan ini bukanlah capaian pribadi, melainkan hasil kerja bersama. “Alhamdulillah, ini amanah besar. Bukan hanya untuk saya, tapi untuk seluruh masyarakat Mojokerto yang terus menghidupkan semangat zakat. Zakat adalah kekuatan sosial yang nyata jika kita kelola dengan baik,” ujarnya melalui akun resminya sahabat Gus Barra. Kiai Noor menambahkan, peran media juga mendapat perhatian. Sejumlah media massa menerima penghargaan karena dianggap berperan penting menyebarkan dakwah zakat ke masyarakat luas. Kategori penghargaan yang diberikan cukup beragam, mulai dari program terbaik BAZNAS daerah, program LAZ terbaik, media terbaik, special awards, kepala daerah pendukung gerakan zakat, life time achievement zakat Indonesia, hingga mitra terbaik. Penghargaan skala besar ini menjadi dorongan agar semangat zakat makin tumbuh di seluruh daerah. Harapannya, semakin banyak kabupaten/kota yang menjadikan zakat sebagai motor penggerak kesejahteraan masyarakat.
BERITA28/08/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
Kejari Karo & BAZNAS Gelar Khitanan Massal Gratis, 55 Anak Kurang Mampu Terbantu
Kejari Karo & BAZNAS Gelar Khitanan Massal Gratis, 55 Anak Kurang Mampu Terbantu
Kabanjahe – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-80 Kejaksaan Republik Indonesia, Kejaksaan Negeri (Kejari) Karo bekerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Karo menggelar kegiatan khitanan massal gratis bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Acara yang digelar pada Kamis (28/8/2025) di Kantor Kejaksaan Karo itu diikuti oleh 55 anak. Selain layanan khitan, para peserta juga mendapatkan bingkisan berupa beras, kain sarung, perlengkapan sekolah, serta uang saku. Kepala Kejari Karo, Darwis Burhansyah SH MH, menyebut kegiatan ini menjadi bentuk kepedulian nyata dari lembaganya. “Harapannya, kegiatan ini bisa membantu meringankan beban keluarga yang membutuhkan, sekaligus menjaga kesehatan anak-anak,” kata Darwis. Ketua BAZNAS Kabupaten Karo, Amin Gia Bangun, menilai kegiatan sosial ini sebagai bentuk sinergi baik antara lembaga pemerintah dan keagamaan. “BAZNAS sangat mengapresiasi inisiatif Kejari Karo. Kami berharap kerja sama ini terus berlanjut, sehingga manfaatnya bisa dirasakan lebih banyak masyarakat,” ujar Amin. Sejumlah pejabat turut hadir, di antaranya Plt Kepala Dinas Kesehatan Karo dr Jasura Pinem, Plh Direktur RSU Kabanjahe Imanuel Sinuhaji, serta pimpinan BAZNAS Karo: Muhammad Khudri, Jono S.Sos, dan Jiwa Tarigan SH. Masyarakat pun menyambut positif kegiatan ini. Safrizal, salah seorang orang tua peserta, mengaku terbantu dengan adanya khitan gratis ini. “Alhamdulillah, ini sangat meringankan kami. Semoga Allah SWT membalas kebaikan Kejari Karo dan BAZNAS,” ungkapnya. Program sosial ini tidak hanya menghadirkan manfaat kesehatan, tapi juga menjadi pengingat pentingnya kolaborasi lintas lembaga dalam memberi pelayanan kepada masyarakat.
BERITA28/08/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
Biro Kesra Sulut Kunjungi Masjid Al Hijrah Rinegetan, Tinjau Rencana Dana Hibah
Biro Kesra Sulut Kunjungi Masjid Al Hijrah Rinegetan, Tinjau Rencana Dana Hibah
Minahasa - Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Provinsi Sulawesi Utara melakukan kunjungan ke Masjid Al Hijrah, Rinegetan. Kunjungan ini dilakukan dalam rangka rencana pemberian Dana Hibah Rumah Ibadah dari Pemerintah Provinsi Sulut. Pihak Keimaman dan Badan Takmir Masjid (BTM) Al Hijrah menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah terhadap pengembangan rumah ibadah. “Atas nama Keimaman dan BTM Al Hijrah – Rinegetan, kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn.) Yulius Selvanus, SE, atas dukungan dan perhatiannya,” demikian pernyataan resmi pihak masjid, Senin (26/8/2025) Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada tim Biro Kesra Provinsi Sulut yang hadir langsung melakukan pengecekan dan verifikasi di lokasi. Kehadiran Biro Kesra diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat peran masjid sebagai pusat ibadah sekaligus pemberdayaan umat di Rinegetan dan sekitarnya.
BERITA28/08/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
Rakornas 2025, BPS: BAZNAS Berperan Strategis Turunkan Angka Kemiskinan
Rakornas 2025, BPS: BAZNAS Berperan Strategis Turunkan Angka Kemiskinan
Jakarta, 27 Agustus 2025 – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) RI, Amalia Adininggar Widyasanti, menegaskan pentingnya peran Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dalam upaya menurunkan angka kemiskinan di Indonesia. Menurutnya, kolaborasi antara BPS dan BAZNAS akan memastikan bantuan benar-benar sampai kepada para mustahik yang berhak menerima. “Penduduk Indonesia per 8 Agustus 2025 tercatat sebanyak 286,8 juta jiwa, dengan jumlah masyarakat miskin 23,85 juta orang. Dari jumlah itu, 55 persen atau 13,13 juta orang berada di 5 provinsi, yaitu Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatera Utara, dan Nusa Tenggara Timur,” ujar Amalia saat menjadi pemateri pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS RI, Rabu (27/8/2025). Amalia menjelaskan, mayoritas masyarakat miskin berasal dari keluarga dengan kepala rumah tangga lulusan SD atau putus sekolah. Sebagian besar bekerja di sektor pertanian (45,67 persen) dan sektor informal tanpa jaminan kesehatan. “Pendidikan itu penting untuk menjamin kesejahteraan keluarga. Karena itu Presiden Prabowo mendirikan sekolah rakyat agar anak-anak dari keluarga miskin tidak putus sekolah. Pendidikan diharapkan mampu memutus rantai kemiskinan lintas generasi,” jelasnya. Dalam kesempatan itu, Amalia juga menegaskan komitmen BPS untuk berkolaborasi dengan BAZNAS melalui Data Tunggal Kesejahteraan (DTSEN). Melalui kerja sama ini, data masyarakat miskin dapat dipadukan dengan program zakat, infak, dan sedekah (ZIS) BAZNAS agar penyaluran bantuan semakin tepat sasaran. “Kalau kolaborasi ini terjadi, pemutakhiran DTSEN bisa kita lakukan bersama. BAZNAS bisa memetakan siapa orang miskin itu, di mana mereka berada, dan apakah sudah mendapat bantuan atau belum,” tegas Amalia. Berdasarkan survei BPS, empat komoditas utama yang paling memengaruhi garis kemiskinan adalah beras, telur ayam, daging ayam, dan mie instan. “Kalau mau intervensi untuk meringankan beban orang miskin, berdasarkan survei kami, empat komoditas ini yang paling berkontribusi,” tambahnya. BAZNAS Kabupaten Minahasa menyambut baik arahan ini sebagai peluang untuk memperkuat program zakat yang sedang dijalankan di daerah. Dengan sinergi data BPS dan sistem pendataan mustahik di Minahasa, BAZNAS dapat memastikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) tersalurkan secara lebih tepat sasaran, transparan, dan efektif. Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah program “Marijo ba Kobong”, yaitu gerakan bersama petani dalam mengolah lahan tidur untuk ditanami jagung. Program ini diharapkan tidak hanya meningkatkan produktivitas pertanian, tetapi juga membuka jalan keluar bagi keluarga miskin di sektor pertanian agar lebih mandiri. Selain itu, BAZNAS Minahasa juga terus mendorong penguatan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Desa agar potensi zakat dari masyarakat bisa lebih terhimpun dan dirasakan manfaatnya langsung di tingkat desa. “Informasi dari BPS ini sangat bermanfaat untuk BAZNAS Minahasa dalam memperkuat basis data mustahik. Dengan demikian, zakat yang dihimpun dari masyarakat bisa benar-benar menyentuh mereka yang paling membutuhkan, terutama di sektor pertanian dan keluarga prasejahtera,” ungkap pimpinan BAZNAS Minahasa. Dengan dukungan data nasional, sinergi program zakat, dan pemberdayaan lokal, BAZNAS Minahasa optimistis dapat mengambil bagian penting dalam mengurangi angka kemiskinan, sejalan dengan visi BAZNAS RI sebagai lembaga zakat yang amanah, profesional, dan berdampak nyata bagi umat.
BERITA28/08/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
Integrasi Zakat dalam RPJMN 2025–2029, Bappenas Tegaskan Peran Strategis BAZNAS dalam Pengentasan Kemiskinan
Integrasi Zakat dalam RPJMN 2025–2029, Bappenas Tegaskan Peran Strategis BAZNAS dalam Pengentasan Kemiskinan
Jakarta – Pemerintah melalui Kementerian PPN/Bappenas menegaskan pentingnya integrasi zakat dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029 untuk mempercepat pengentasan kemiskinan dan mengurangi kesenjangan sosial. Plt. Deputi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Bappenas, Pungkas Bahjuri Ali, Ph.D, dalam Rakornas BAZNAS 2025 menyampaikan bahwa angka kemiskinan per Maret 2024 masih berada di level 9,03 persen. Pemerintah menargetkan penurunan signifikan menjadi 4,5–5 persen pada 2029, dan 0,5–0,8 persen pada 2045. “Zakat memiliki peran penting sebagai instrumen filantropi umat yang mampu mendukung perlindungan sosial, sekaligus mempercepat pencapaian target pengentasan kemiskinan,” ujar Pungkas. Indonesia sendiri memiliki potensi zakat yang sangat besar, mencapai Rp327,6 triliun. Realisasi penghimpunan zakat pada 2023 telah mencapai Rp33 triliun, atau sekitar 7 persen dari total anggaran perlindungan sosial. Pencapaian ini terbukti memberikan dampak luas, di mana jumlah mustahik penerima manfaat program zakat meningkat dari 27,7 juta orang pada 2023 menjadi 37,4 juta orang pada 2024. Bappenas bersama BAZNAS menyiapkan berbagai strategi untuk memperkuat peran zakat dalam pembangunan, antara lain integrasi data zakat dengan basis data kemiskinan nasional, digitalisasi layanan, serta peningkatan profesionalisme amil. Melalui Sekretariat Bersama Ziswaf Indonesia Emas 2045, sinergi antara pemerintah, BAZNAS, BWI, lembaga amil zakat, dan mitra pembangunan diharapkan semakin optimal. Peran BAZNAS sebagai lembaga resmi pengelola zakat nasional ditegaskan sangat sentral dalam mendukung pencapaian visi Indonesia Emas 2045. Dengan jaringan BAZNAS di seluruh provinsi dan kabupaten/kota, potensi zakat dapat didayagunakan lebih produktif dan berdampak nyata dalam meningkatkan kesejahteraan umat. “Zakat bukan hanya ibadah, tetapi juga solusi strategis bagi pembangunan bangsa. Kolaborasi pemerintah dan BAZNAS akan menjadi kunci dalam mewujudkan masyarakat yang inklusif, adil, dan sejahtera,” tegas Pungkas.
BERITA27/08/2025 | HUMAS BAZNAS MINAHASA
Sinergi BAZNAS dan Pemda, Kunci Zakat Jadi Instrumen Pembangunan
Sinergi BAZNAS dan Pemda, Kunci Zakat Jadi Instrumen Pembangunan
Wakil Kepala Otorita Pantura menegaskan, tanpa koordinasi, zakat berisiko terjebak dalam tumpang tindih program dan gagal menjawab kebutuhan umat. Jakarta — Dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS 2025, suara lantang Wakil Kepala Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa, Dr. H. Suhajar Diantoro, M.Si, menggema: zakat hanya akan efektif jika dikelola dengan sinergi kuat antara Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dan pemerintah daerah. Mewakili Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Suhajar menekankan bahwa zakat bukan sekadar dana keagamaan, melainkan alat kebijakan sosial-ekonomi yang membutuhkan manajemen modern dan koordinasi lintas sektor. “Kalau BAZNAS sudah berkolaborasi dengan pemerintah daerah, pengelolaannya akan lebih baik dan pemanfaatannya lebih tepat sasaran,” ujarnya di Jakarta, Selasa (26/8). Menghindari Tumpang Tindih, Menjamin Keadilan Selama ini, zakat kerap menghadapi masalah klasik: distribusi yang tidak merata, program yang saling tumpang tindih, hingga data muzaki dan mustahik yang tidak sinkron. Dengan melibatkan pemerintah daerah, kata Suhajar, setiap rupiah zakat dapat diarahkan sesuai kebutuhan lokal. “Pemerintah daerah punya pemahaman mendalam tentang kondisi sosial-ekonomi dan budaya masyarakat setempat. Hal ini memungkinkan pendekatan zakat yang lebih tepat sasaran,” tegasnya. Pendataan muzaki dan mustahik yang akurat, menurut Suhajar, akan menjadi modal penting dalam optimalisasi zakat. Tanpa basis data yang jelas, zakat berisiko jatuh pada pola lama: bantuan seremonial tanpa transformasi nyata. Legitimasi dan Kepercayaan Publik Suhajar juga mengingatkan, pemerintah daerah memiliki legitimasi hukum dan politik untuk mengoordinasikan zakat dengan berbagai pihak—mulai dari lembaga keagamaan, tokoh masyarakat, hingga sektor swasta. “Keterlibatan pemda akan meningkatkan kepercayaan publik terhadap pengelolaan zakat. Kepercayaan itu pada akhirnya mendorong partisipasi muzakki,” ujarnya. Dalam konteks otonomi daerah, peluang lebih terbuka. Setiap daerah bisa merancang kebijakan zakat sesuai karakteristik wilayahnya: daerah pesisir dengan fokus nelayan, pedalaman dengan petani, atau kawasan industri dengan pekerja migran. Zakat sebagai Pilar Pembangunan Daerah Namun Suhajar mengingatkan, penguatan peran pemerintah daerah dalam zakat harus didukung dengan regulasi yang jelas dan kapasitas kelembagaan yang memadai. Tanpa itu, sinergi hanya akan berhenti pada jargon. “Jika regulasi kuat dan kelembagaan solid, zakat akan memberi dampak signifikan bagi pembangunan daerah,” katanya. Rakornas BAZNAS 2025 dengan tema “Menguatkan BAZNAS, Mendukung ASTACITA” seakan menegaskan hal itu: zakat bukan hanya kewajiban syariat, tetapi instrumen keadilan sosial dan pilar pembangunan menuju Indonesia Emas 2045.
BERITA27/08/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Luncurkan UPZ Desa: Menggerakkan Zakat dari Akar Rumput
BAZNAS Luncurkan UPZ Desa: Menggerakkan Zakat dari Akar Rumput
Dari kota ke desa, dari masjid ke masyarakat. Ribuan Unit Pengumpul Zakat siap mengubah zakat menjadi energi peradaban. Jakarta — Di panggung Rakornas dan BAZNAS Award 2025, suasana riuh tepuk tangan terdengar ketika Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH Noor Achmad, MA, mengumumkan langkah baru: peluncuran Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Desa se-Indonesia. Bagi Noor, ini bukan sekadar program. Ini adalah strategi mengubah wajah pengelolaan zakat di negeri mayoritas muslim terbesar di dunia. “UPZ Desa kita hadirkan agar dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) benar-benar dikelola sesuai prinsip Aman Syari, Aman Regulasi, dan Aman NKRI,” kata Noor dengan suara mantap, Selasa (26/8). Zakat Menyapa Desa Selama ini, zakat kerap identik dengan aktivitas perkotaan. Mall, kantor, dan institusi modern menjadi basis utama penghimpunan. Padahal, denyut kehidupan umat tersebar hingga pelosok desa. Dengan lebih dari 83 ribu desa dan kelurahan di Indonesia, zakat sejatinya bisa menjadi motor pembangunan paling dekat dengan rakyat. Data BAZNAS mencatat, hingga kini sudah ada 2.536 UPZ kecamatan, 12.728 UPZ desa/kelurahan, dan 41.504 UPZ masjid. Angka itu tampak besar, namun dibandingkan dengan potensi desa di Indonesia, ini baru langkah awal. “Bayangkan, jika setiap desa punya UPZ aktif, potensi zakat bisa melonjak drastis. Mustahik bisa lebih cepat terlayani, umat lebih mudah menunaikan kewajiban,” kata Noor. Dari Kewajiban Pribadi ke Gerakan Sosial Peluncuran UPZ Desa bukan hanya soal angka dan struktur. Ia menandai pergeseran paradigma. Zakat bukan lagi sekadar kewajiban personal antara muzakki dan Tuhan, tetapi instrumen sosial yang berfungsi nyata: menutup jurang ketimpangan. Selama ini, riset-riset menunjukkan potensi zakat Indonesia mencapai ratusan triliun rupiah per tahun. Namun realisasi masih jauh dari itu. Salah satu sebabnya adalah keterbatasan akses: masyarakat desa sering tak terhubung dengan lembaga resmi pengelola zakat. UPZ Desa hadir untuk menjembatani. Membawa Amanah hingga ke Akar Rumput Dalam forum Rakornas, Noor mengingatkan tiga prinsip yang menjadi ruh gerakan BAZNAS: Aman Syari, Aman Regulasi, dan Aman NKRI. Prinsip ini menegaskan bahwa zakat tak boleh sekadar terkumpul, tetapi harus terkelola dengan akuntabel, sah secara agama, taat hukum, dan berpihak pada persatuan bangsa. “UPZ bukan hanya wadah menghimpun dana. Ia adalah wajah keadilan sosial yang hadir di desa-desa,” ujar Noor. Energi Peradaban dari Desa Tema Rakornas tahun ini, “Menguatkan BAZNAS, Mendukung ASTACITA”, menggarisbawahi ambisi besar: menjadikan zakat sebagai instrumen pembangunan manusia Indonesia. UPZ Desa, dengan jejaringnya yang luas, dipandang sebagai fondasi baru. Bagi umat Islam, zakat sejak lama diakui bukan sekadar ibadah, melainkan instrumen ekonomi. Di era modern, fungsi itu semakin relevan: dari pengentasan kemiskinan, beasiswa pendidikan, hingga pemberdayaan ekonomi umat. Dengan lahirnya UPZ Desa, BAZNAS berharap zakat bisa menjelma energi peradaban. Sebuah gerakan dari bawah, yang berawal dari desa, lalu membentuk aliran besar menuju perubahan sosial nasional. “Zakat harus hadir sebagai cahaya. Ia bukan hanya mengalirkan dana, tapi menyalakan harapan,” pungkas Noor.
BERITA27/08/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS dan Negara: Menjembatani Kekakuan Birokrasi
BAZNAS dan Negara: Menjembatani Kekakuan Birokrasi
Rakornas BAZNAS RI 2025 – Jakarta, 26 Agustus 2025 Dalam ruang Rakornas BAZNAS RI, Selasa siang itu, Menko PMK Pratikno menyinggung satu hal yang kerap jadi batu sandungan pembangunan manusia di negeri ini: birokrasi yang lamban merespons kebutuhan rakyat. "Pemda atau birokrasi pada umumnya tidak fleksibel untuk merespons suatu hal," ujarnya. Kalimat itu seperti tamparan yang halus namun tegas. Pratikno lalu mengaitkannya dengan BAZNAS. Menurutnya, lembaga zakat negara ini memiliki satu keunggulan mendasar: fleksibilitas. Di saat mesin birokrasi harus menunggu dokumen, perencanaan, dan alokasi anggaran, BAZNAS bisa langsung hadir, menjangkau ruang-ruang yang luput tersentuh pemerintah. "Mungkin fleksibilitas bisa dilakukan di BAZNAS, sehingga bisa menutup kelemahan pemerintah yang tidak fleksibel," tegasnya. Pernyataan itu menggeser cara pandang: BAZNAS bukan sekadar penyalur zakat, melainkan mitra strategis negara dalam pembangunan manusia. Sebuah entitas yang melengkapi kerja pemerintah, terutama di sektor-sektor vital seperti kesehatan, pendidikan, dan penanganan bencana. "Kalau kesehatan dan bencana itu prioritas utama, karena risiko kerugian publik terlalu besar. Peran BAZNAS di sini sangat fundamental," kata Pratikno. Gagasan ini bukan semata soal kolaborasi, melainkan ajakan membangun koalisi. Tidak berhenti di Jakarta, tapi bergerak sampai ke daerah. Pratikno menginginkan BAZNAS daerah menjadi motor penggerak yang mempertemukan pemerintah lokal, masyarakat, dan lembaga zakat dalam satu meja kerja. "Kami mengharapkan kerja sama ini bisa mendorong munculnya koalisi di daerah dalam mengatasi persoalan pembangunan manusia," ujarnya. Di titik inilah, BAZNAS menemukan posisi strategisnya. Menjadi jembatan antara birokrasi yang kaku dan kebutuhan rakyat yang mendesak. Menjadi penopang ketika negara terlambat hadir. Dan menjadi penanda, bahwa pembangunan manusia tak bisa disandarkan pada satu instrumen saja, melainkan perlu sinergi—antara kekuatan negara dan energi umat.
BERITA27/08/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
Telah Dibuka! BAZNAS Luncurkan Beasiswa Santri 2025, Siapkan Jalan ke PTN Favorit
Telah Dibuka! BAZNAS Luncurkan Beasiswa Santri 2025, Siapkan Jalan ke PTN Favorit
Jakarta - Kabar gembira bagi para santri kelas 12 Madrasah Aliyah/sederajat. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) resmi membuka pendaftaran Beasiswa Santri BAZNAS (BSB) Tahun 2025. Program ini dirancang khusus untuk membantu santri berprestasi, terutama dari keluarga dhuafa, agar bisa melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maupun kampus favorit. Setiap penerima akan mendapat dana beasiswa senilai Rp4 juta plus program pembinaan. Dukungan ini diharapkan menjadi bekal penting bagi santri yang sedang mempersiapkan diri menghadapi seleksi masuk perguruan tinggi. ???? Cara Daftar: Pesantren terlebih dahulu mempelajari buku panduan di laman: bazn.as/panduanBSB2025 Selanjutnya, pendaftaran dilakukan secara online melalui laman: bazn.as/daftarBSB2025 ? Periode pendaftaran: 27 Agustus – 9 September 2025. BAZNAS mengajak pesantren dan masyarakat untuk berkolaborasi mendukung santri berprestasi menuju kampus impian.
BERITA26/08/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
Rakornas BAZNAS 2025: Menjadikan Zakat Motor Perubahan Bangsa
Rakornas BAZNAS 2025: Menjadikan Zakat Motor Perubahan Bangsa
Jakarta – Menteri Agama RI Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA, membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS 2025 di Jakarta, Selasa (26/8). Rakornas tahun ini mengusung tema “Menguatkan BAZNAS, Menyukseskan Asta Cita” sebagai dukungan terhadap agenda pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, menyebut Rakornas menjadi momentum penting untuk menyinergikan program zakat dengan Asta Cita. “Zakat harus menjadi instrumen transformasi sosial yang mempercepat kesejahteraan umat,” kata Noor. Penghimpunan Zakat Naik Signifikan Dalam lima tahun terakhir, penghimpunan zakat nasional melonjak tajam. Dari Rp12,43 triliun pada 2020 menjadi Rp40,53 triliun pada 2024. Di tingkat pusat, pengumpulan zakat juga meningkat dari Rp517 miliar pada 2021 menjadi Rp1,12 triliun pada 2024. Tahun ini, BAZNAS menargetkan Rp1,35 triliun. Jumlah muzaki ikut bertambah. Hingga 2024, tercatat 28,46 juta jiwa menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS. Transformasi dan Kiprah Internasional Noor menyebut, BAZNAS memperkuat tata kelola zakat lewat transformasi digital, peningkatan kualitas SDM amil, dan koordinasi nasional. Bahkan, Indeks Zakat Nasional kini sudah diakui Bappenas sebagai indikator pembangunan daerah. Di kancah internasional, BAZNAS aktif menyalurkan bantuan kemanusiaan. Hingga Juli 2025, BAZNAS telah menghimpun Rp375 miliar untuk Palestina, dengan Rp120 miliar disalurkan kepada lebih dari 670 ribu penerima manfaat di Gaza. “Logo BAZNAS kini dikenal di dunia internasional sebagai simbol kepedulian bangsa Indonesia,” ujar Noor. Apresiasi dan Estafet Kepemimpinan Rakornas juga dirangkaikan dengan BAZNAS Awards yang memberikan hampir 1.000 penghargaan bagi BAZNAS daerah, LAZ, tokoh publik, hingga mitra perusahaan. Rakornas 2025 sekaligus menjadi penanda berakhirnya kepemimpinan BAZNAS periode 2020–2025. Noor berharap estafet kepemimpinan berikutnya bisa melanjutkan inovasi dan memperluas dampak zakat bagi masyarakat. “Kami berharap BAZNAS semakin kokoh, berdaya, dan benar-benar menjadi motor perubahan bangsa,” pungkasnya.
BERITA26/08/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
Rakornas & BAZNAS Awards 2025, Momentum Meneguhkan Peran Zakat untuk Negeri
Rakornas & BAZNAS Awards 2025, Momentum Meneguhkan Peran Zakat untuk Negeri
Jakarta – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI akan menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) dan BAZNAS Awards 2025 pada 26–29 Agustus 2025 di Jakarta. Kegiatan ini tidak sekadar forum tahunan, melainkan momentum penting untuk menyatukan langkah zakat nasional dengan arah pembangunan pemerintah, sekaligus memperkuat peran zakat dalam pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan umat. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad MA, menegaskan bahwa BAZNAS siap mendukung Asta Cita Presiden Prabowo melalui strategi zakat yang terarah dan terukur. “Rakornas dan BAZNAS Awards 2025 akan menjadi tonggak baru kontribusi zakat dalam membangun masyarakat yang adil, makmur, dan sejahtera,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (25/8/2025). Rakornas kali ini akan diikuti sekitar 1.200 peserta dari seluruh Indonesia, dan membahas isu-isu penting seperti penguatan kelembagaan, transformasi digital, integrasi data zakat nasional, serta strategi memperluas partisipasi muzaki. BAZNAS juga akan menghadirkan agenda khusus bertajuk Membasuh Luka Palestina, yang memberikan laporan langsung terkait jalur distribusi bantuan kemanusiaan melalui Mesir. Dalam pembukaan, BAZNAS akan meluncurkan Asosiasi Amil Zakat Republik Indonesia (AAZRI) sebagai wadah sinergi amil zakat, serta peluncuran buku Islam Ala Prabowo Subianto yang diinisiasi Ketua MPR RI Ahmad Muzani dan Ketua MUI KH Anwar Iskandar. Melalui BAZNAS Awards 2025, apresiasi akan diberikan kepada kementerian, kepala daerah, mitra strategis, serta lembaga zakat yang berprestasi. Harapannya, penghargaan ini mampu memacu semangat kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam memaksimalkan potensi zakat. “Sinergi ini sangat penting. Zakat bukan hanya ibadah, tetapi instrumen sosial-ekonomi yang bisa mengurangi kesenjangan dan meningkatkan kesejahteraan umat,” tambah Noor. Dengan Rakornas dan BAZNAS Awards 2025, masyarakat diharapkan semakin memahami bahwa zakat bukan sekadar kewajiban personal, melainkan energi bersama yang bila dikelola dengan baik, mampu memberi dampak nyata bagi bangsa dan kemanusiaan global.
BERITA25/08/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
Ribuan Masjid Online, Minahasa Baru 7 Masjid
Ribuan Masjid Online, Minahasa Baru 7 Masjid
Minahasa – Di tengah derasnya arus digitalisasi, dari 34 masjid yang ada di Kabupaten Minahasa, baru tujuh yang sudah memiliki web resmi dan terhubung dengan Menara Masjid BAZNAS. Padahal, secara nasional, BAZNAS RI mencatat sudah ada 11.248 rumah ibadah—terdiri atas 9.591 masjid dan 1.657 musholla—yang masuk dalam sistem digital tersebut. Program Menara Masjid adalah terobosan BAZNAS untuk mengembalikan masjid ke fungsi sejatinya: pusat dakwah, pendidikan, sosial, hingga pemberdayaan ekonomi umat. Menara yang dulu hanya berfungsi sebagai corong adzan, kini ditransformasi menjadi “corong digital”—menggaungkan seruan zakat, infak, sedekah, dan informasi kegiatan umat yang bisa diakses siapa saja, kapan saja. Namun kenyataan di Minahasa berbicara lain. Mayoritas masjid masih gagap digital. Informasi kegiatan tak tercatat, laporan zakat tidak terdokumentasi, dan peran masjid sebagai pusat peradaban hanya berjalan setengah hati. Wakil Ketua BAZNAS Minahasa Muhamad Sahlan Kokalo mengatakan, “Masjid adalah pusat peradaban umat. Dengan program Menara Masjid, kita ingin menyalakan kembali fungsi masjid agar tidak hanya berdiri sebagai bangunan, tetapi hidup di ruang digital. Dari menara inilah seruan kebaikan harus bergema, mengajak masyarakat menunaikan zakat dan saling membantu.” Salah satu yang sudah merasakan manfaat program ini adalah Masjid Al-Hijrah, Rinegetan Tondano. Ketua BTM Masjid, Ibrahim Hamid, menyampaikan rasa syukur atas fasilitas yang diberikan. “Kami bersyukur dan berterima kasih, saat ini masjid kami sudah mempunyai web yang difasilitasi oleh BAZNAS Minahasa. Dengan memasukkan data yang diminta, kami bisa menggunakan Menara Masjid ini untuk menyampaikan informasi, dakwah, sekaligus laporan kegiatan kami kepada jamaah dan masyarakat,” ungkapnya. Pernyataan ini menunjukkan, digitalisasi masjid bukan mimpi. Dengan komitmen dan kesediaan pengurus, fasilitas ini bisa langsung dirasakan manfaatnya—membuka ruang komunikasi yang lebih luas, transparan, dan akuntabel. BAZNAS Minahasa berharap ke depan, tidak ada lagi masjid yang hanya berdiri megah namun “bisu” di dunia digital. Web resmi bukan sekadar etalase, tapi instrumen dakwah, laporan zakat, hingga kanal pemberdayaan sosial. Kini, bola ada di tangan para pengurus masjid. Apakah akan terus berjalan di tempat, atau mengambil langkah maju dengan memanfaatkan fasilitas Menara Masjid BAZNAS? Jangan biarkan masjid hanya menjadi bangunan fisik yang sepi makna. Saatnya para takmir dan UPZ segera menginput data masjidnya, mengaktifkan web resmi, dan menjadikan menara masjid bukan hanya menara adzan, tetapi menara peradaban digital umat.
BERITA23/08/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS dan LAZISNU PBNU Satukan Arah, Digitalisasi Zakat Jadi Taruhan
BAZNAS dan LAZISNU PBNU Satukan Arah, Digitalisasi Zakat Jadi Taruhan
Jakarta – Pertemuan antara Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI dengan Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) PBNU di Jakarta, Jumat, 22 Agustus 2025, bukan sekadar agenda silaturahmi. Audiensi yang berlangsung di Ruang Rapat LAZISNU, Lantai 2, itu menjadi panggung penting untuk membicarakan arah baru pengelolaan zakat nasional. BAZNAS RI diwakili oleh Pimpinan Bidang Transformasi Digital, Prof. Ir. KH. Muhammad Nadratuzzaman Hosen, MS., MEc., PhD, didampingi Kepala Divisi Penguatan Pengumpulan LAZ H. M. Abdul Kahfi, serta Kepala Divisi Penguatan Pendistribusian dan Pendayagunaan LAZ, Tatiek. Dari LAZISNU PBNU hadir Ketua Habib Ali Hasan Al Bahar, Lc, MA, Direktur Eksekutif Riri Khariroh, dan Sekretaris Moesafa. Dalam forum itu, Prof. Nadratuzzaman menegaskan bahwa taruhan besar zakat ke depan adalah digitalisasi. Menurutnya, tanpa pemanfaatan teknologi, mustahil zakat bisa dikelola secara transparan, akuntabel, dan terintegrasi dalam skala nasional. “Digitalisasi bukan hanya soal aplikasi, tapi ekosistem. Zakat harus dikelola dengan sistem yang bisa dipercaya publik, sehingga muzakki yakin, mustahik terlindungi, dan lembaga semakin kuat,” kata Nadratuzzaman. Isu digitalisasi zakat memang menjadi pekerjaan rumah bersama. Publik kerap menyoroti tumpang tindih program antar-lembaga, minimnya keterhubungan data, dan keraguan atas transparansi distribusi dana. Di sinilah sinergi antara BAZNAS dan LAZISNU PBNU diuji: apakah mampu menjawab kegelisahan umat, atau sekadar menambah panjang daftar nota kesepahaman. Pertemuan ditutup dengan komitmen memperkuat koordinasi, meningkatkan integrasi data, serta membuka ruang kolaborasi lebih luas di bidang pengumpulan dan pendayagunaan zakat. Semua pihak sepakat, transformasi digital bukan lagi pilihan, melainkan keharusan.
BERITA23/08/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
Audiensi dengan Mendagri, BAZNAS RI Ingatkan: Potensi Zakat Bisa Jadi Solusi Kemiskinan Daerah
Audiensi dengan Mendagri, BAZNAS RI Ingatkan: Potensi Zakat Bisa Jadi Solusi Kemiskinan Daerah
Audiensi BAZNAS RI dengan Mendagri: Alarm Serius untuk Pemda yang Masih Abai Jakarta - Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, melakukan audiensi dengan Menteri Dalam Negeri, Jenderal Polisi (Purn) Prof. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian, MA, Ph.D. Pertemuan berlangsung di Ruang Kerja Menteri A lantai 2, Jakarta, Jumat (22/8/2025). Pertemuan itu dihadiri jajaran pimpinan BAZNAS RI. Hadir antara lain Pimpinan Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Hj. Saidah Sakwan, MA; Pimpinan Bidang Transformasi Digital Prof. Ir. KH. Muhammad Nadratuzzaman Hosen, MS., MEc., Ph.D; Pimpinan Bidang SDM Keuangan dan Umum Kolonel CAJ (Purn) Drs. Nur Chamdani; Deputi II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Dr. KH. M. Imdadun Rahmat, M.Si; Direktur Pendayagunaan dan Layanan CSR Eka Budhi Sulistyo; serta Kepala Divisi Kesehatan Siti Masturoh. Dari Kemendagri, tampak hadir Dirjen Administrasi Kewilayahan Dr. Syafrizal ZA; Sekretaris BNPP Komjen Pol Makhruzi Rahman, SIK, MH; Kelompok Ahli BNPP Dr. Nurcholis; dan Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setjen Kemendagri Dr. Drs. Andi Ony Prihartono, M.Si. Kritik Halus untuk Pemda Audiensi ini bukan hanya membahas penguatan sinergi pusat dan daerah, tapi juga menjadi sinyal kritik bagi pemerintah kabupaten/kota. Masih banyak BAZNAS di daerah yang berjalan sendiri dengan minim dukungan dari pemerintah setempat. “Zakat adalah instrumen sosial-ekonomi yang bisa langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Tanpa dukungan kepala daerah, peran ini tidak akan maksimal,” tegas Noor Achmad. Ironinya, di saat pemerintah pusat menargetkan penghapusan kemiskinan ekstrem, sejumlah pemerintah daerah justru belum menjadikan BAZNAS sebagai mitra strategis. Potensi zakat yang besar sering terhambat karena kurangnya dukungan regulasi, kolaborasi, hingga fasilitasi. Pesan Mendagri Tito Menteri Tito menegaskan pentingnya sinergi pemda dengan BAZNAS. Menurutnya, zakat yang dikelola dengan baik bisa langsung menyasar kebutuhan masyarakat miskin. “Kepala daerah harus bersinergi dengan BAZNAS dalam penanggulangan kemiskinan,” kata Tito. Audiensi ini menjadi alarm serius. Jika pemerintah daerah terus abai, kesempatan besar untuk menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat miskin bisa hilang. Saatnya kepala daerah turun tangan, bukan hanya memberi dukungan formal, tapi benar-benar melibatkan BAZNAS sebagai mitra pembangunan sosial di wilayah masing-masing.
BERITA23/08/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS RI Dorong Kepemimpinan Adaptif, Jawab Tantangan Zakat di Era Modern
BAZNAS RI Dorong Kepemimpinan Adaptif, Jawab Tantangan Zakat di Era Modern
Jakarta - Mengelola zakat di era modern bukan hanya soal menghimpun dan menyalurkan dana, tapi juga tentang bagaimana sebuah lembaga mampu menyesuaikan diri dengan perubahan zaman. Inilah pesan utama yang ditegaskan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI dalam forum Management Upgrade bertema "Penerapan Gaya Kepemimpinan" di Jakarta, Kamis (21/8/2025). Acara yang digelar Pusdiklat BAZNAS RI dan disiarkan melalui YouTube BAZNAS TV ini menghadirkan Prof. Ir. Nadratuzzaman Hosen, MS., M.Ec., Ph.D., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Transformasi Digital Nasional, sebagai narasumber. Menurut Nadratuzzaman, kepemimpinan adaptif adalah kunci untuk memperkuat tata kelola zakat. “Dalam mengelola zakat, infak, dan sedekah, pemimpin harus bisa menyesuaikan diri dengan situasi. Kadang harus tegas, kadang inspiratif, kadang memberi ruang partisipasi. Keseimbangan inilah yang akan membuat BAZNAS mampu menjalankan mandat negara dan menjaga amanah umat,” ujarnya. Ia menjelaskan, terdapat enam model kepemimpinan yang bisa diterapkan sesuai konteks: Transformasional – mendorong inovasi, termasuk digitalisasi zakat, sekaligus memotivasi amil untuk bekerja dengan visi besar. Delegatif – memberi ruang bagi setiap individu untuk bekerja sesuai kapasitasnya, sehingga potensi tim bisa lebih optimal. Transaksional – menekankan penghargaan dan sanksi berdasarkan kinerja agar target penghimpunan dan penyaluran zakat tercapai. Demokratis – membuka ruang diskusi dan kolaborasi dalam pengambilan keputusan strategis. Otokratis – dibutuhkan saat kondisi darurat, misalnya saat menyalurkan bantuan bencana yang memerlukan keputusan cepat. Karismatik – mengandalkan keteladanan, integritas, dan kepribadian pemimpin untuk membangun kepercayaan publik. Lebih jauh, ia menekankan bahwa kepemimpinan bukan hanya soal gaya, tapi juga tentang komunikasi yang meyakinkan. “Seorang pemimpin harus bisa menggerakkan tim internal sekaligus menjalin kepercayaan dengan mitra eksternal,” kata Nadratuzzaman.
BERITA22/08/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Minahasa Jalin Silaturahmi ke Masjid Al-Hijrah Rinegetan Tondano
BAZNAS Minahasa Jalin Silaturahmi ke Masjid Al-Hijrah Rinegetan Tondano
Minahasa – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Minahasa menggelar silaturahmi ke Masjid Al-Hijrah, Kelurahan Rinegetan, Tondano, Kamis 21/8/2025. Kunjungan ini diwakili oleh Wakil Ketua I BAZNAS Minahasa, Joko Winjaya, bersama Wakil Ketua IV, Muhamad Sahlan Kokalo. Agenda silaturahmi ini tidak sekadar menjalin kedekatan dengan pengurus masjid, melainkan juga menjadi ruang sosialisasi penggunaan Web Masjid (https://menara.baznas.go.id/), fasilitas digital yang akan difasilitasi BAZNAS. Web Masjid ini dirancang untuk mendukung transparansi, kemandirian, dan akuntabilitas pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di Unit Pengumpul Zakat (UPZ). “BAZNAS ingin memastikan bahwa pengelolaan zakat di masjid-masjid semakin kuat, transparan, dan dipercaya umat. Dengan adanya Web Masjid, laporan keuangan dan distribusi zakat bisa lebih mudah diakses jamaah, sekaligus menjadi sarana dakwah dan pelayanan umat,” ujar Wakil Ketua IV BAZNAS Minahasa dalam sambutannya. Pengurus Masjid Al-Hijrah menyambut baik inisiatif ini. Ketua Badan Takmir Masjid (BTM) Ibrahim menyampaikan apresiasi dan berharap semakin banyak jamaah yang menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui UPZ Masjid Al-hijrah . “Semoga makin banyak jamaah yang sadar bahwa zakat dan infak yang dititipkan di UPZ akan disalurkan dengan amanah dan penuh tanggung jawab,” ucapnya. Silaturahmi ditutup dengan penyerahan bantuan UPZ Masjid kepada tiga orang mustahik, masing-masing menerima satu karung beras. Lebih jauh, BAZNAS Minahasa menegaskan bahwa amanah sebagai amil bukanlah sekadar tugas, melainkan sebuah kebanggaan. Ada lima rasa yang senantiasa hidup dalam diri pengurus UPZ: Rasa bangga, karena dipercaya jamaah untuk mengelola zakat—sebuah amanah yang tidak semua orang bisa pegang. Rasa bahagia, sebab menjadi jalan pahala ketika zakat, infak, dan sedekah sampai kepada yang berhak. Rasa syukur, karena bisa menyaksikan langsung manfaat zakat yang membantu fakir miskin, anak yatim, orang sakit, hingga pelaku usaha kecil. Rasa senang, karena menjadi pelayan umat, bukan sekadar pengelola dana, tapi sahabat bagi jamaah. Rasa bangga kedua, sebab UPZ adalah ujung tombak perjuangan besar BAZNAS dalam menghadirkan kesejahteraan umat di Minahasa. BAZNAS Minahasa berharap semangat ini akan terus tumbuh di setiap UPZ, sehingga zakat benar-benar hadir sebagai solusi sosial yang membawa berkah bagi seluruh lapisan masyarakat.
BERITA22/08/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
BTM Masjid Alhijrah Evaluasi Program UPZ, Salurkan Bantuan kepada Mustahik
BTM Masjid Alhijrah Evaluasi Program UPZ, Salurkan Bantuan kepada Mustahik
Minahasa – Badan Takmir Masjid (BTM) Alhijrah Renegetan, Tondano Barat, Kabupaten Minahasa, menggelar evaluasi kinerja Unit Pengumpul Zakat (UPZ) pada Jumat (21/8) malam. Evaluasi ini dilakukan sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas terhadap berbagai program sosial yang telah dijalankan dalam beberapa bulan terakhir. Ketua BTM Masjid Alhijrah, Ibrahim Hamid, dalam sambutannya menyampaikan bahwa UPZ Alhijrah telah menjalankan sejumlah program berbasis zakat produktif yang menyasar para mustahik (penerima zakat) yang membutuhkan. “Alhamdulillah, melalui SK yang telah dikeluarkan oleh Baznas Kabupaten Minahasa, UPZ Alhijrah telah melaksanakan beberapa program selama beberapa bulan terakhir. Di antaranya adalah zakat produktif yang membantu para tukang ojek yang tidak memiliki kendaraan, pedagang kecil yang kekurangan modal, hingga bantuan kesehatan bagi mustahik yang sakit,” ungkap Ibrahim. Salah satu bentuk nyata dari program ini adalah pemberian bantuan kendaraan bagi tukang ojek agar bisa kembali mencari nafkah, serta bantuan bahan pokok untuk pedagang kecil yang kesulitan berjualan di pasar. Tak hanya itu, para mustahik yang sedang mengalami sakit atau kesulitan ekonomi juga menerima bantuan sembako berupa beras dan kebutuhan pokok lainnya. “Pada malam ini, kami kembali menyalurkan bantuan kepada tiga mustahik. Salah satunya adalah seorang bapak yang biasa berdagang namun kini sedang sakit. Kami bantu dengan sembako untuk kebutuhan harian. Dua mustahik lainnya juga menerima bantuan serupa,” tambah Ibrahim. Ia pun mengajak seluruh jamaah Masjid Alhijrah untuk terus berpartisipasi dalam kegiatan UPZ melalui infak dan sedekah. “Insya Allah, ke depan kami berharap seluruh jamaah dapat menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui UPZ ini. Semoga kami juga bisa menjalin sinergi lebih kuat lagi dengan Baznas Minahasa dalam membantu umat,” harapnya. Baznas Minahasa Apresiasi Kinerja UPZ Alhijrah Dalam kegiatan evaluasi tersebut, turut hadir jajaran pengurus BTM, Ketua Majelis Taklim Alhijrah Hj. Linda Samiun, S.Pd, Imam Masjid Alhijrah Kiki Palamani, Sekretaris UPZ Samsul Arif, Bendahara UPZ Alhijrah Junaidi Mato, serta Jamaah Masjid Al Hijrah Rinegetan. Baznas Minahasa yang diwakili oleh Ketua I Joko Winjaya dan Wakil Ketua IV memberikan apresiasi atas kinerja UPZ Alhijrah. Wakil Ketua IV Baznas Minahasa Muhamad Sahlan Kokalo dalam sambutannya mewakili Ketua Baznas Minahasa menyampaikan penghargaan atas kesungguhan BTM dan perangkat UPZ dalam menyalurkan zakat secara tepat sasaran dan penuh tanggung jawab. Sementara itu, Wakil Ketua I Baznas Minahasa, Joko Winjaya, menyampaikan harapannya agar sinergi yang telah terjalin dapat terus diperkuat. “Kami berharap, ke depan program-program seperti ini dapat diperluas dan dikembangkan, serta semakin banyak mustahik yang terbantu. Kami siap memberikan bimbingan dan arahan teknis agar pengelolaan zakat di lingkungan masjid semakin optimal,” tuturnya. Kegiatan ini menjadi cerminan bagaimana lembaga zakat di tingkat masjid mampu menjadi penggerak pemberdayaan ekonomi umat dan memberikan solusi nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.
BERITA21/08/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Perkuat Sinergi CSR untuk Pengentasan Kemiskinan
BAZNAS Perkuat Sinergi CSR untuk Pengentasan Kemiskinan
JAKARTA – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menegaskan pentingnya potensi besar Corporate Social Responsibility (CSR) di Indonesia yang diperkirakan mencapai Rp80 triliun. Potensi ini dinilai bisa menjadi kekuatan tambahan untuk memperkuat dana sosial keagamaan (ZIS-DSKL) dalam mendukung program pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat. Hal ini mengemuka dalam BAZNAS Development Forum yang digelar di Gedung BAZNAS Institute, Jakarta, Selasa (19/8/2025). Forum tersebut dihadiri Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan, H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM., Deputi I Bidang Pengumpulan, H. M. Arifin Purwakananta, Direktur Pengumpulan Badan, H. Faisal Qosim, serta Direktur Pengumpulan Perorangan, H. Fitriansyah Agus Setiawan. Dalam sambutannya, Rizaludin Kurniawan menegaskan bahwa BAZNAS hadir bukan semata-mata untuk meminta bantuan kepada perusahaan, tetapi membangun kemitraan strategis. “Semangat kita adalah bagaimana BAZNAS bisa menjadi mitra terbaik perusahaan dalam menjalankan CSR. Kita bukan meminta-minta, melainkan hadir sebagai mitra bisnis yang memberikan pelayanan, pengalaman, dan perubahan nyata. Orientasi kita adalah membantu perusahaan mencapai target sosialnya sekaligus memberi dampak nyata bagi mustahik,” ujarnya.Rizaludin menambahkan, perusahaan memiliki banyak alasan untuk mempercayakan pengelolaan CSR maupun zakat perusahaannya melalui BAZNAS. Selain reputasi dan jaringan luas di masyarakat, BAZNAS juga mampu menghadirkan nilai tambah melalui program yang relevan. “BAZNAS bisa membantu penetrasi ke konsumen muslim, memfasilitasi promosi, hingga meng-customize program sesuai kebutuhan perusahaan. Bahkan, logo Taat Zakat yang melekat pada produk bisa menjadi nilai tambah bagi brand mereka, sejajar dengan logo halal,” jelasnya. Sementara itu, Deputi I Bidang Pengumpulan, H. M. Arifin Purwakananta, menilai CSR merupakan peluang besar yang harus dijemput secara serius oleh BAZNAS. “CSR di perusahaan bisa kita pandang sebagai infak atau sedekah perusahaan. Karena itu, BAZNAS siap menjadi mitra terpercaya. Kita tidak hanya menyalurkan dana, tapi juga memiliki kekuatan program, jaringan, dan kemampuan sinergi dengan pemerintah serta masyarakat,” tutur Arifin. Lebih lanjut, Arifin mengungkapkan bahwa BAZNAS tengah menyiapkan paradigma baru yang disebut GRID (Green, Resilient, Inclusive, and Durable), yang akan diluncurkan pada Rakernas mendatang. “Paradigma GRID akan memperkuat positioning BAZNAS dalam kemitraan CSR. Dengan pendekatan ini, setiap program tidak hanya memberi manfaat sosial, tetapi juga menjaga keberlanjutan lingkungan dan mendukung pencapaian SDGs,” tegasnya. Melalui sinergi dengan dunia usaha, BAZNAS berharap potensi besar dana sosial yang ada di Indonesia dapat dikelola secara profesional, transparan, dan memberi dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
BERITA20/08/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Minahasa.

Lihat Daftar Rekening →