WhatsApp Icon
Kemdiktisaintek dan BAZNAS Siapkan Kolaborasi Besar! Beasiswa Mahasiswa Indonesia hingga Palestina Jadi Fokus Utama

Jakarta – Komitmen memperluas akses pendidikan tinggi bagi generasi muda Indonesia terus diperkuat. Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) mulai menjajaki kerja sama strategis yang diyakini dapat membuka peluang pendidikan lebih luas, sekaligus memperkuat pemberdayaan masyarakat berbasis zakat.

Langkah besar tersebut dibahas dalam pertemuan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto dengan Ketua Badan Amil Zakat Nasional, Sodik Mudjahid, di Kantor Kemdiktisaintek, Jakarta, Kamis (18/6/2026).

Pertemuan tersebut menjadi sinyal kuat hadirnya sinergi antara pemerintah dan lembaga pengelola zakat nasional dalam membangun sumber daya manusia unggul melalui jalur pendidikan tinggi.

Menteri Brian Yuliarto menegaskan bahwa peningkatan Angka Partisipasi Kasar Perguruan Tinggi (APK PT) menjadi salah satu agenda penting pemerintah sebagaimana arahan Presiden Prabowo Subianto.

Menurutnya, masih banyak lulusan SMA dan sederajat yang memiliki potensi besar, namun terkendala faktor ekonomi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.

"Kami berharap terdapat kolaborasi yang bisa berjalan sinergis dengan arahan Bapak Presiden untuk meningkatkan angka partisipasi mahasiswa Indonesia, serta memajukan pendidikan tinggi Indonesia," ujar Brian.

Ia menilai dukungan pembiayaan pendidikan menjadi salah satu instrumen paling efektif untuk memastikan tidak ada generasi muda yang kehilangan kesempatan mengenyam pendidikan tinggi hanya karena keterbatasan biaya.

Di sisi lain, Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid menegaskan bahwa sektor pendidikan merupakan salah satu prioritas utama pendayagunaan zakat nasional.

Menurutnya, paradigma pengelolaan zakat saat ini terus diarahkan menuju program-program yang bersifat produktif dan berkelanjutan. Karena itu, pendidikan dipandang sebagai investasi jangka panjang yang mampu memutus rantai kemiskinan dan melahirkan generasi unggul.

"Tahun ini, BAZNAS mengarahkan program pendistribusian zakat tidak hanya bersifat bantuan konsumtif, tetapi juga lebih menitikberatkan pada pemberdayaan masyarakat," jelas Sodik.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai program beasiswa, penguatan kapasitas masyarakat, hingga dukungan terhadap riset dan inovasi yang melibatkan perguruan tinggi di Indonesia.

Menariknya, pembahasan kerja sama ini tidak hanya menyasar mahasiswa Indonesia. Kemdiktisaintek dan BAZNAS juga menjajaki peluang pemberian beasiswa magister bagi mahasiswa Palestina untuk melanjutkan studi di Indonesia.

Program ini dipandang sebagai bagian dari kontribusi Indonesia dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia Palestina di tengah berbagai tantangan yang mereka hadapi.

Pimpinan BAZNAS Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, Idy Muzayyad, menjelaskan bahwa program tersebut juga akan memberikan dampak positif bagi perguruan tinggi Indonesia.

"Kami ingin mendorong mahasiswa luar negeri juga untuk berkuliah di Indonesia. Hal ini juga dapat meningkatkan indeks perguruan tinggi di Indonesia. Dengan fokus ke jenjang magister, SDM Palestina juga akan siap untuk membangun kembali," kata Idy.

Kolaborasi Kemdiktisaintek dan BAZNAS menjadi bukti bahwa zakat tidak hanya berperan sebagai instrumen sosial keagamaan, tetapi juga dapat menjadi motor penggerak pembangunan sumber daya manusia yang berkelanjutan.

Jika kerja sama ini terealisasi, ribuan mahasiswa berpotensi memperoleh akses pendidikan yang lebih luas, sementara perguruan tinggi Indonesia akan semakin terbuka sebagai pusat pembelajaran bagi mahasiswa internasional.

Di tengah upaya mewujudkan Indonesia Emas 2045, sinergi antara dunia pendidikan dan pengelolaan zakat nasional diharapkan menjadi langkah konkret dalam mencetak generasi yang cerdas, berdaya saing, dan siap menghadapi tantangan global.

18/06/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa
Prof. Azrai Dorong Petani Binaan BAZNAS Minahasa Naik Kelas Jadi Penangkar Benih Nasional

MINAHASA – Harapan baru bagi kemandirian petani di Kabupaten Minahasa kembali menguat. Rabu (17/6/2026), pakar pemulia jagung nasional dari Universitas Hasanuddin (UNHAS) Makassar, Prof. Dr. Muhammad Azrai, SP., MP, kembali mengunjungi lahan binaan kolaborasi BAZNAS Kabupaten Minahasa bersama mantan Ketua Pengadilan Agama Tondano, Al Gazali Mus, yang kini menjabat sebagai Wakil Ketua Pengadilan Agama Sidrap.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari pendampingan berkelanjutan yang telah dilakukan selama beberapa tahun terakhir kepada Kelompok Tani Paguyuban Matuari Jaton, sebuah kelompok tani yang kini dipersiapkan untuk naik kelas dari petani budidaya jagung konsumsi menjadi penangkar benih jagung sumber (parent seed) grade A.

Dalam arahannya kepada petani, Prof. Azrai menjelaskan bahwa program yang dijalankan saat ini merupakan bagian dari kegiatan Unit Produksi Benih Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin yang bertujuan menghasilkan benih penjenis atau benih sumber berkualitas tinggi.

"Kita ingin kelompok tani ini naik kelas. Kalau sebelumnya petani hanya menjual tongkol atau jagung konsumsi, sekarang kita melatih mereka menghasilkan benih. Nilai ekonominya jauh lebih tinggi. Benih yang lolos seleksi dapat memiliki harga hingga empat kali lipat dibanding harga jagung konsumsi," ujar Prof. Azrai.

Menurutnya, Kelompok Tani Paguyuban Matuari Jaton dipilih secara khusus untuk mendapatkan pendampingan intensif agar mampu menghasilkan benih penjenis berkualitas tinggi yang nantinya dapat didistribusikan kepada perusahaan-perusahaan benih mitra Universitas Hasanuddin.

"Kami tidak langsung memperluas ke kelompok lain. Fokus kami saat ini adalah memastikan kelompok ini benar-benar mampu menghasilkan benih penjenis grade A. Jika berhasil, maka ke depan petani dapat berkembang menjadi produsen benih komersial dan memiliki kontrak produksi dengan mitra-mitra kami," jelasnya.

Prof. Azrai juga menegaskan bahwa tim Universitas Hasanuddin akan terus melakukan pendampingan teknis, pengawasan mutu genetik, serta pengujian berbagai varietas unggul baru di lahan tersebut.

Tidak hanya memberikan arahan teknis, pada kesempatan itu Prof. Azrai juga menyerahkan bantuan alat pemipil jagung kepada kelompok tani. Bantuan tersebut disaksikan langsung oleh jajaran BAZNAS Minahasa dan para petani binaan sebagai bentuk dukungan nyata terhadap peningkatan produktivitas pascapanen.

Dalam kesempatan yang sama, Prof. Azrai memberikan apresiasi terhadap keterlibatan BAZNAS Minahasa yang secara konsisten mendampingi kelompok tani sejak awal program berjalan.

"Kami senang karena ada BAZNAS yang mendampingi kelompok tani. Ini adalah bentuk nyata pemberdayaan umat agar masyarakat mampu memperoleh keuntungan yang lebih baik dan meningkatkan kesejahteraan petani. Dari yang kami lihat, pertumbuhan jagung yang didampingi BAZNAS sangat baik dan memiliki prospek yang menjanjikan untuk produksi benih," ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Minahasa, Sahlan Kokalo, yang turut mendampingi Prof. Azrai selama kunjungan lapangan, menyampaikan apresiasi atas komitmen dan perhatian yang terus diberikan oleh Universitas Hasanuddin kepada petani binaan BAZNAS.

"Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas kunjungan serta pendampingan berkelanjutan yang diberikan Prof. Azrai dan tim Universitas Hasanuddin. Ini bukan sekadar kunjungan, tetapi investasi ilmu pengetahuan yang luar biasa bagi petani kami. Melalui pendampingan ini, petani tidak lagi hanya menjadi produsen jagung konsumsi, tetapi dipersiapkan menjadi penangkar benih yang memiliki nilai ekonomi jauh lebih tinggi," ujar Sahlan.

Menurutnya, program tersebut sejalan dengan misi BAZNAS dalam mengubah pola bantuan konsumtif menjadi pemberdayaan produktif yang berkelanjutan.

"BAZNAS ingin menghadirkan program yang benar-benar mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ketika petani mampu menghasilkan benih berkualitas dan mendapatkan nilai jual yang lebih tinggi, maka mereka tidak hanya bertahan secara ekonomi, tetapi juga berkembang dan menjadi lebih mandiri. Inilah makna pemberdayaan yang sesungguhnya," tambahnya.

Sahlan menegaskan bahwa keberhasilan program tersebut merupakan hasil kolaborasi banyak pihak, mulai dari akademisi, pemerintah, tokoh masyarakat, hingga para petani yang memiliki semangat belajar dan berinovasi.

"Kami percaya kolaborasi adalah kunci. Apa yang dimulai dari lahan sederhana di Minahasa hari ini berpotensi menjadi model pemberdayaan petani berbasis zakat yang dapat direplikasi di daerah lain. Petani kita harus naik kelas, memiliki daya saing, dan menjadi bagian penting dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional," katanya.

Mantan Ketua Pengadilan Agama Tondano yang turut menggagas kolaborasi ini, Al Gazali Mus, mengaku bahagia melihat perkembangan yang dicapai kelompok tani binaan tersebut meskipun kini dirinya telah bertugas di Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan.

"Alhamdulillah, saya merasa sangat senang melihat program ini terus berkembang. Apa yang dulu kita mulai bersama kini menunjukkan hasil yang nyata. Semoga program ini semakin bermanfaat bagi petani dan masyarakat sekitar," ujarnya.

Ia juga menyampaikan dukungan moril kepada para petani agar terus menjaga semangat dan komitmen dalam mengembangkan usaha pertanian mereka.

"Semangat terus untuk para petani. Jangan pernah berhenti belajar dan berusaha. Insyaallah saat panen jagung tetua nanti, saya akan berusaha ikut bergabung kembali untuk melihat hasil perjuangan bersama ini," ungkap Al Gazali.

Kunjungan Prof. Azrai kali ini menjadi penanda penting bahwa Kelompok Tani Paguyuban Matuari Jaton sedang memasuki fase baru dalam pengembangan usaha tani berbasis teknologi dan inovasi.

Dengan dukungan Universitas Hasanuddin, BAZNAS Minahasa, serta para mitra strategis lainnya, kelompok tani tersebut diharapkan tidak hanya menjadi produsen jagung konsumsi, tetapi berkembang menjadi sentra produksi benih unggul yang mampu memasok kebutuhan perusahaan-perusahaan benih nasional.

17/06/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS RI dan Ponpes Al Fath Lepas 18 Dai ke Pulau Buru, Perkuat Pembinaan Mualaf di Wilayah 3T

Sukabumi – Komitmen memperkuat pembinaan umat hingga ke pelosok negeri kembali ditunjukkan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI. Bersama Pondok Pesantren Modern Dzikir Al Fath Sukabumi, BAZNAS RI resmi melepas 18 dai yang akan bertugas di Pulau Buru, Maluku, melalui Program Ustad Garis Depan (UGD) VIII.

Para dai tersebut akan menjalankan misi dakwah, pendidikan, dan pendampingan bagi masyarakat mualaf yang berada di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T), sekaligus menjadi sahabat dan pembimbing bagi masyarakat yang membutuhkan penguatan pemahaman keislaman.

Prosesi pelepasan berlangsung di Pondok Pesantren Modern Al Fath, Sukabumi, Rabu (17/6/2026), dan dihadiri Wakil Ketua BAZNAS RI Dr. H. Zainut Tauhid Sa'adi, M.Si., Pimpinan Ponpes Al Fath Prof. Dr. KH. M. Fajar Laksana, S.E., CQM., MM., Ph.D., Direktur Penerangan Agama Islam Kementerian Agama RI Dr. Muchlis M. Hanafi, Lc., M.A., serta sejumlah tokoh agama dan pejabat daerah.

Dalam sambutannya, Wakil Ketua BAZNAS RI Zainut Tauhid Sa'adi menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS dalam menghadirkan manfaat zakat yang lebih luas, khususnya bagi kelompok mualaf dan fisabilillah yang membutuhkan pendampingan berkelanjutan.

"BAZNAS berperan sebagai jembatan yang menghubungkan para muzaki dengan mustahik. Salah satu kelompok yang menjadi perhatian kami adalah mualaf dan fisabilillah. Karena itu, program kemitraan dakwah ini menjadi bagian penting dalam menghadirkan manfaat zakat bagi masyarakat yang membutuhkan pendampingan keagamaan," ujar Zainut.

Menurutnya, kolaborasi antara BAZNAS RI dan Ponpes Al Fath menjadi contoh sinergi yang produktif dalam memperluas jangkauan dakwah Islam di Indonesia. Ia menggambarkan kerja sama tersebut sebagai "gayung bersambut", di mana pesantren menyiapkan sumber daya dai yang kompeten, sementara BAZNAS memberikan dukungan program dan pendanaan agar misi dakwah dapat berjalan optimal.

Lebih lanjut, Zainut mengingatkan para dai yang akan bertugas agar mengedepankan dakwah bil hikmah, yaitu menyampaikan ajaran Islam dengan penuh kebijaksanaan, keteladanan, dan pendekatan yang menyejukkan.

"Dakwah tidak dilakukan dengan cara menghakimi atau menyalahkan. Tugas dai adalah merangkul, membimbing, dan mendampingi masyarakat dengan penuh kearifan agar mereka semakin memahami dan mencintai ajaran Islam," katanya.

Ia menekankan bahwa keberhasilan dakwah tidak hanya diukur dari banyaknya ceramah yang disampaikan, tetapi juga dari kemampuan seorang dai membangun kedekatan dan kepercayaan masyarakat.

Menurutnya, para mualaf dan masyarakat yang masih minim pemahaman keagamaan membutuhkan sentuhan dakwah yang humanis dan penuh empati.

"Jika menghadapi masyarakat yang belum banyak mengenal ajaran Islam, maka yang harus dikedepankan adalah pendekatan yang humanis dan membangun kedekatan. Dai hadir untuk membimbing, bukan menghakimi," tambahnya.

Program Ustad Garis Depan selama ini menjadi salah satu program unggulan dalam memperkuat dakwah di wilayah-wilayah yang masih membutuhkan pembinaan intensif. Selain memberikan penguatan akidah, para dai juga akan terlibat dalam berbagai kegiatan pendidikan, pembinaan keluarga, pelatihan keagamaan, hingga pemberdayaan masyarakat.

Melalui pengiriman 18 dai ke Pulau Buru, BAZNAS RI dan Ponpes Al Fath berharap kualitas pembinaan mualaf dapat semakin meningkat serta melahirkan komunitas muslim yang lebih mandiri, berdaya, dan memiliki pemahaman keislaman yang kuat.

Di tengah tantangan dakwah di daerah terpencil, program ini menjadi bukti nyata bahwa zakat tidak hanya menghadirkan bantuan materi, tetapi juga menjadi instrumen strategis dalam membangun akidah, memperkuat ukhuwah Islamiyah, serta menghadirkan cahaya pendidikan dan pembinaan hingga ke pelosok Nusantara.

17/06/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa
Bantu Palestina, BAZNAS Jabar Salurkan Kurban dan Sedekah Daging Melalui BAZNAS RI

JAKARTA – Solidaritas masyarakat Indonesia untuk rakyat Palestina terus mengalir tanpa henti. Di tengah situasi kemanusiaan yang masih memprihatinkan akibat konflik berkepanjangan, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Barat menyalurkan amanah kurban dan sedekah daging bagi masyarakat Palestina melalui BAZNAS RI.

Penyerahan bantuan tersebut dilakukan secara simbolis di Jakarta, Senin (8/6/2026), sebagai bentuk kepedulian dan dukungan nyata masyarakat Jawa Barat terhadap saudara-saudara di Palestina yang hingga kini masih menghadapi berbagai keterbatasan akibat krisis kemanusiaan.

Total bantuan yang disalurkan meliputi Program Kurban Palestina senilai Rp147.500.000, Program Sedekah Daging Palestina sebesar Rp82.600.000, serta Program Sedekah Daging Kemasan senilai Rp21.000.000.

Wakil Ketua BAZNAS RI, Dr. H. Zainut Tauhid Sa'adi, M.Si., menyampaikan apresiasi atas tingginya kepedulian masyarakat Jawa Barat yang terus menunjukkan empati dan solidaritas terhadap rakyat Palestina.

Menurutnya, bantuan yang dihimpun melalui BAZNAS Jawa Barat menjadi bukti bahwa nilai kemanusiaan dan ukhuwah Islamiyah masih tumbuh kuat di tengah masyarakat Indonesia.

"Kami sangat mengapresiasi kepedulian masyarakat Jawa Barat yang disalurkan melalui BAZNAS Jabar untuk membantu meringankan beban saudara-saudara kita di Palestina yang sedang berjuang di tengah kondisi konflik," ujar Zainut.

Ia menjelaskan, program kurban dan sedekah daging tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan dan gizi masyarakat Palestina yang saat ini menghadapi berbagai tantangan kehidupan akibat dampak konflik yang berkepanjangan.

Lebih dari sekadar bantuan makanan, kata Zainut, program ini juga menjadi simbol harapan dan kasih sayang dari masyarakat Indonesia kepada rakyat Palestina agar mereka tetap merasakan perhatian dan dukungan dari dunia internasional.

"BAZNAS RI berkomitmen penuh untuk memastikan seluruh amanah kurban dan sedekah daging ini disalurkan secara amanah, transparan, dan tepat sasaran agar keberkahan hari raya dapat dirasakan di Palestina," tegasnya.

Komitmen tersebut menjadi bagian dari upaya BAZNAS RI dalam menjaga kepercayaan para muzaki sekaligus memastikan setiap bantuan yang dihimpun dapat memberikan manfaat optimal bagi penerima manfaat di wilayah terdampak konflik.

Bagi masyarakat Palestina, bantuan pangan memiliki arti yang sangat penting. Di tengah keterbatasan akses terhadap kebutuhan pokok, distribusi daging kurban dan sedekah menjadi sumber nutrisi sekaligus penguat semangat bagi keluarga-keluarga yang sedang menghadapi masa sulit.

Momentum Iduladha juga menjadi pengingat bahwa nilai pengorbanan, kepedulian, dan berbagi tidak mengenal batas wilayah maupun kebangsaan. Semangat tersebut tercermin dari partisipasi masyarakat Jawa Barat yang mempercayakan amanah kemanusiaannya melalui BAZNAS.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Deputi I BAZNAS RI Bidang Pengumpulan H. M. Arifin Purwakananta, S.I.Kom., M.I.Kom., CWC, CFRM., Direktur Penguatan Pengumpulan Nasional H. Fitriansyah Agus Setiawan, S.Sos., M.I.Kom., CFRM., Kepala Divisi Penguatan Pengumpulan BAZNAS Adhi Kelvianto Septa Pradana, S.H., S.Hum., serta jajaran BAZNAS Provinsi Jawa Barat yang dipimpin Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan Dr. H. Ijang Faisal, S.Ag., M.Si.

Melalui kolaborasi dan sinergi yang terus diperkuat, BAZNAS berharap semakin banyak masyarakat yang tergerak untuk menyalurkan zakat, infak, sedekah, maupun kurban sebagai wujud kepedulian terhadap sesama, khususnya bagi saudara-saudara yang tengah menghadapi krisis kemanusiaan.

Bantuan yang diberikan hari ini bukan hanya tentang daging kurban yang sampai ke tangan penerima manfaat, melainkan juga tentang pesan persaudaraan, harapan, dan kepedulian yang menembus batas negara. Dari Indonesia untuk Palestina, semangat kemanusiaan terus hidup dan menguatkan mereka yang sedang berjuang untuk bertahan.

08/06/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS RI dan BI Libatkan Kreator Konten, Zakat Siap Menembus Jutaan Layar Digita

PALEMBANG – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Bank Indonesia (BI) terus memperkuat gerakan literasi zakat dan ekonomi syariah melalui pendekatan yang semakin relevan dengan perkembangan zaman. Salah satunya dengan menggandeng para kreator konten sebagai agen edukasi digital yang mampu menjangkau jutaan masyarakat, khususnya generasi muda.

Komitmen tersebut mengemuka dalam kegiatan Training of Trainer (ToT) Kreator Konten yang menjadi bagian dari rangkaian Festival Syariah (FESYar) Regional Sumatera 2026 di Hotel Santika Palembang, Sumatera Selatan.

Kepala Biro Komunikasi Publik dan Publikasi (BKPU) BAZNAS RI, Ndari Rumi Widyawati, menegaskan keterlibatan kreator konten menjadi langkah strategis dalam memperluas pemahaman masyarakat tentang zakat sebagai instrumen penting pembangunan ekonomi umat.

"Kami mengapresiasi inisiatif Bank Indonesia yang melibatkan para kreator konten dalam penguatan literasi zakat. Di era digital saat ini, konten yang edukatif dan inspiratif memiliki daya jangkau yang sangat luas sehingga mampu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya zakat sebagai kekuatan keuangan sosial Islam," ujar Ndari.

FESYar Sumatera 2026 mengusung tema "Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah Regional Berkelanjutan melalui Sinergi dan Transformasi Digital". Kegiatan ini menghadirkan berbagai program penguatan kapasitas, mulai dari ToT Kreator Konten, ToT Dai dan Daiyah, hingga Sertifikasi Nazhir Wakaf yang diikuti sekitar 150 peserta dari berbagai daerah di Pulau Sumatera.

Dalam sesi ToT Kreator Konten, Kabag Humas sekaligus Pemimpin Redaksi Kantor Digital BAZNAS RI, Yudhiarma MK, bersama Koordinator Komunikasi Lembaga (Corcom) Rayhanul Iman (Roy) membagikan strategi publikasi digital melalui konsep Zakat News Network (ZNN).

Yudhiarma menjelaskan, BAZNAS RI telah membangun ekosistem media konvergensi yang mengintegrasikan media konvensional dan digital untuk memperluas dakwah zakat secara masif.

Menurutnya, transformasi digital yang dilakukan BAZNAS dalam lima tahun terakhir menunjukkan hasil signifikan. Saat ini jaringan Kantor Digital BAZNAS telah mengelola sekitar 420 website dengan total pembaca mencapai lebih dari enam juta orang.

Tak hanya itu, jangkauan kanal digital BAZNAS juga mengalami lonjakan drastis. Reach YouTube meningkat dari sekitar 1,1 juta pada 2021 menjadi 24,6 juta pada 2025, sementara platform X (Twitter) tumbuh dari 309 ribu menjadi 1,8 juta jangkauan pada periode yang sama.

"Media digital telah menjadi sarana dakwah yang sangat efektif. Karena itu, para kreator konten memiliki peran penting dalam menyampaikan pesan-pesan zakat dan ekonomi syariah kepada masyarakat secara kreatif, menarik, dan mudah dipahami," kata Yudhiarma.

Menariknya, peserta juga diajak memahami pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI) seperti Gemini, DeepSeek, dan ChatGPT dalam proses produksi konten digital dan karya jurnalistik.

Menurut Yudhiarma, kehadiran AI mampu membantu kreator konten maupun jurnalis bekerja lebih cepat dan efisien dalam menghasilkan berbagai bentuk konten.

"Saat ini AI sangat membantu dalam pembuatan berita, artikel, maupun konten digital lainnya. Namun teknologi ini tetap harus digunakan secara bijak dan bertanggung jawab," ujarnya.

Ia mengingatkan bahwa penggunaan AI dalam dunia jurnalistik tetap harus berpedoman pada Kode Etik Jurnalistik (KEJ) dan regulasi yang telah ditetapkan Dewan Pers.

"Secanggih apa pun AI, tetap saja ia adalah alat bantu. Akurasi, verifikasi, dan tanggung jawab jurnalistik tetap berada di tangan manusia," tegasnya.

Sebagai bentuk adaptasi terhadap perkembangan teknologi, Dewan Pers telah menerbitkan Peraturan Dewan Pers Nomor 1 Tahun 2025 tentang Pedoman Penggunaan Kecerdasan Buatan dalam Karya Jurnalistik, yang menjadi rujukan bagi perusahaan media dalam memanfaatkan AI secara profesional dan bertanggung jawab.

Sementara itu, ToT Kreator Konten mengusung tema "From Scroll to Impact: Mengubah Konten Digital Menjadi Gerakan Ekonomi Syariah". Tema tersebut merefleksikan semangat untuk mengubah aktivitas digital sehari-hari menjadi gerakan edukasi yang berdampak nyata bagi penguatan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia.

Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh pembekalan mengenai ekonomi syariah, pengelolaan zakat dan wakaf, keuangan komersial syariah, hingga teknik produksi konten digital yang kreatif dan efektif.

Di waktu yang sama, Bank Indonesia juga menyelenggarakan ToT Dai dan Daiyah guna memperkuat kapasitas para pendakwah dalam menyampaikan materi ekonomi syariah secara komprehensif kepada masyarakat. Selain itu, Sertifikasi Nazhir Wakaf digelar untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme pengelola wakaf dalam mengoptimalkan pemanfaatan aset wakaf secara produktif dan berkelanjutan.

Dengan melibatkan regulator, akademisi, praktisi, lembaga zakat dan wakaf, serta kreator konten nasional, FESYar Sumatera 2026 diharapkan menjadi katalisator lahirnya generasi penggerak ekonomi syariah yang mampu memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana dakwah, edukasi, dan pemberdayaan umat.

07/06/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa

Berita Terbaru

Gladi Bersih ANBK di Minahasa, Kemenag: Tingkatkan Mutu Pendidikan
Gladi Bersih ANBK di Minahasa, Kemenag: Tingkatkan Mutu Pendidikan
Tondano – Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) bukan sekadar ujian, melainkan instrumen untuk memetakan mutu pendidikan di madrasah. Hal itu disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Minahasa, Dolie Tangian S.Th, M.Pd , saat memonitoring gladi bersih ANBK tingkat MTs di MTs Tarbiyah Plus, Selasa (19/8). Dolie Tangian, didampingi Kepala Seksi Pendidikan Islam Fadhilah Djojosuroto, M.Pd dan pengawas madrasah Isna Gonibala, M.Pd serta Rahima Hulalata, M.Pd, meninjau kesiapan sarana dan prasarana. Mereka memastikan pelaksanaan ANBK dapat berjalan lancar sesuai jadwal yang telah ditetapkan secara nasional. "ANBK ini bagian dari upaya pemerintah meningkatkan mutu pendidikan melalui pemetaan kompetensi peserta didik dan lingkungan belajar," ujar Dolie. Ia menekankan pentingnya kesiapan seluruh madrasah agar pelaksanaan ANBK sukses. Fadhilah Djojosuroto menambahkan, koordinasi antar madrasah dan pihak terkait sangat penting untuk kelancaran ANBK. Sementara itu, Isna Gonibala dan Rahima Hulalata terus memberikan pendampingan teknis kepada guru dan siswa. Gladi bersih ini menjadi momen krusial untuk mengantisipasi berbagai kendala teknis sebelum pelaksanaan ANBK resmi. Dengan persiapan yang matang, diharapkan hasil asesmen dapat mencerminkan kualitas pendidikan yang sesungguhnya di madrasah.
BERITA20/08/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
Pembinaan Da'i dan Da'iyah di Tondano, Kemenag Minahasa Gali Potensi Inteligensi Da'i
Pembinaan Da'i dan Da'iyah di Tondano, Kemenag Minahasa Gali Potensi Inteligensi Da'i
Tondano - Kementerian Agama Kabupaten Minahasa menggelar Pembinaan Da'i dan Da'iyah tingkat kabupaten, Rabu (20/08/2025). Bertempat di Hotel Yama Resort Tondano, acara ini diikuti oleh 50 da'i dan da'iyah se-Kabupaten Minahasa. Ketua MUI Kabupaten Minahasa, H. Sjaogil Ahmad, S.HI., MH., tampil sebagai salah satu pemateri utama. Ia menekankan pentingnya peningkatan inteligensi da'i dalam mengimplementasikan nilai-nilai agama. Menurutnya, inteligensi adalah kemampuan menerapkan pengetahuan untuk memecahkan masalah. Ia juga menjelaskan, tingkat inteligensi seseorang dapat diukur dari kecepatan berpikir, analisis, serta keputusan yang diambil. H. Sjaogil juga memaparkan kedudukan da'i di masyarakat. Da'i merupakan sosok terkemuka yang berperan besar dalam pengembangan ajaran Islam. Mereka juga harus menjadi teladan dalam pembinaan akhlak.Lebih lanjut, ia menyebutkan beberapa hal yang harus dimiliki seorang da'i, yaitu inteligensi, kepercayaan diri, determinasi, integritas, dan sosiabilitas. Ia juga mengulas peran da'i dalam kehidupan beragama, berbangsa, dan bernegara. Dikutip dari Al-Qur'an, da'i bertugas menyeru kepada kebajikan, menyuruh berbuat makruf, dan mencegah kemungkaran. Sementara Itu Kepala Kemenag Kabupaten Minahasa Dolie Tangian, S.Th, M.Pd, dalam Sambutannya menyampaikan apreasi kepada para Dai dan Daiyah yang selama ini menjadi mitra strategis kemenag dalam menyampaikan Pesan Dakwah, membina umat, sekaligus memperkuat Moderasi beragama di tengah masyarakat. "Dai dan Daiyah adalah ujung tombak dalam menjaga kerukunan, membangun kesadaran umat, dan memperkuat ketahanan bangsa melalui dakwah yang menyejukkan," ujarnya.
BERITA20/08/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Luncurkan Beasiswa Riset 2025, Dukung Lahirnya Ilmuwan Bangsa
BAZNAS Luncurkan Beasiswa Riset 2025, Dukung Lahirnya Ilmuwan Bangsa
Jakarta - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI meluncurkan Beasiswa Riset 2025 sebagai langkah strategis mendukung inovasi anak bangsa. Program ini dirancang untuk memfasilitasi mahasiswa dan peneliti dalam merampungkan studinya, sekaligus meningkatkan literasi dan inovasi di Indonesia. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menekankan potensi besar zakat untuk membiayai riset. Menurutnya, pemanfaatan zakat secara optimal dapat menciptakan kekuatan besar yang mampu melahirkan ilmuwan-ilmuwan andal. "Jika ada kekuatan dana yang besar untuk membiayai riset, insyaallah akan lahir ilmuwan-ilmuwan yang besar," ujar Kiai Noor saat peluncuran program di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Selasa (19/08/2025). Ia menambahkan, meskipun permintaan bantuan UKT (Uang Kuliah Tunggal) mencapai ratusan ribu, BAZNAS baru bisa membantu 36 ribu mahasiswa. Hal ini menunjukkan masih besarnya celah pembiayaan pendidikan yang perlu ditutup. Senada dengan Kiai Noor, Kepala BRIN, Dr. Laksana Tri Handoko, M.Sc., menyambut baik program ini. Menurutnya, inisiatif BAZNAS sejalan dengan program "Degree by Research" yang digagas BRIN. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, MA., menjelaskan, Beasiswa Riset 2025 difokuskan untuk memperkuat peran peneliti muda dan menjadi bagian dari upaya pencapaian Asta Cita. "Sejak 2019, total alumni Beasiswa Riset mencapai 1.104," kata Saidah. Untuk tahun 2025, BAZNAS menargetkan 230 penerima sarjana, 70 magister, 70 doktoral, serta 15 kelompok riset. Bidang kajian yang didukung mencakup Zakat dan Filantropi Islam, STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics), Kesehatan, serta disiplin ilmu lain yang krusial untuk menciptakan kesejahteraan umat.
BERITA20/08/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
Zakat Indonesia Tembus Langit Gaza, Wujud Kemerdekaan Berbagi BAZNAS
Zakat Indonesia Tembus Langit Gaza, Wujud Kemerdekaan Berbagi BAZNAS
JAKARTA, – Di tengah peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-80, semangat kemerdekaan tak hanya dirayakan di Tanah Air. Melalui tangan dingin Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI, solidaritas rakyat Indonesia menembus langit Gaza, Palestina. Pada Minggu (17/8), bertepatan dengan momen bersejarah kemerdekaan, bantuan kemanusiaan seberat 80 ton berhasil diterjunkan melalui mekanisme airdrop. Bantuan yang disiapkan BAZNAS RI ini merupakan tahap awal dari total 800 ton logistik yang dihimpun dari zakat, infak, dan sedekah masyarakat Indonesia. Bantuan tersebut dikirim untuk meringankan krisis kemanusiaan yang mendera Gaza. Aksi ini menjadi bukti nyata bahwa kepercayaan masyarakat dalam menyalurkan dana melalui BAZNAS diterjemahkan menjadi aksi nyata dengan dampak global. Amanah Zakat, Kepercayaan Publik Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., mengungkapkan rasa syukurnya atas keberhasilan misi perdana ini. Menurutnya, keberhasilan penerjunan ini adalah buah dari amanah yang dititipkan masyarakat Indonesia kepada BAZNAS. "Alhamdulillah, pada 17 Agustus 2025, bantuan dari masyarakat Indonesia untuk saudara-saudara kita di Palestina telah berhasil diterjunkan di Jalur Gaza," ujar Kiai Noor. Ia menjelaskan bahwa setiap paket bantuan, yang mayoritas berupa bahan makanan, dipersiapkan dengan sistem pengamanan khusus. Mulai dari pengepakan hingga penggunaan parasut, semuanya diatur agar bantuan sampai dengan selamat di tangan penerima. Ini menunjukkan profesionalisme pengelolaan dana umat yang dijaga BAZNAS, memastikan setiap rupiah ZIS (Zakat, Infak, Sedekah) disalurkan dengan tepat. "Bantuan berupa bahan makanan seberat 80 ton ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat Gaza. Ini adalah bukti bahwa Zakat, Infak, dan Sedekah bukan hanya ibadah personal, tapi juga kekuatan kolektif yang bisa menembus batas negara," tegasnya. Simbol Persaudaraan Tanpa Batas Lebih lanjut, Kiai Noor menyampaikan bahwa pelaksanaan misi kemanusiaan ini, berkat kerja sama dengan TNI, menjadi simbol persaudaraan tanpa batas. Saat Indonesia merayakan 80 tahun kemerdekaan, BAZNAS menunjukkan bahwa kemerdekaan sejati adalah ketika kita mampu membebaskan orang lain dari penderitaan.
BERITA19/08/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
Zakat Umat Bantu Mustahik Sukses Raup Rp30 Juta/Bulan
Zakat Umat Bantu Mustahik Sukses Raup Rp30 Juta/Bulan
JAKARTA, - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI kembali menunjukkan keberhasilan programnya. Melalui BAZNAS Microfinance Desa (BMD), seorang mustahik bernama Neneng berhasil mengembangkan usaha pastry hingga meraup omzet Rp30 juta per bulan. Pimpinan BAZNAS RI, Saidah Sakwan, M.A., menyatakan keberhasilan ini membuktikan bahwa zakat dapat mengubah mustahik menjadi mandiri dan "merdeka" secara ekonomi. "Ini adalah wujud zakat yang mensejahterakan. Dari zakat muzaki, lahirlah kemandirian baru bagi mustahik," ujar Saidah. Neneng, penerima manfaat program BMD, mengaku bersyukur atas dukungan BAZNAS. Ia memulai usahanya dari modal yang diberikan BAZNAS, dan kini omzet hariannya mencapai Rp750 ribu hingga Rp1 juta. Ia berharap usahanya terus berkembang dan bisa membuka mini kafe.
BERITA19/08/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Buka ZCorner di Rest Area KM 72, Mudahkan Muzaki Berzakat
BAZNAS Buka ZCorner di Rest Area KM 72, Mudahkan Muzaki Berzakat
PURWAKARTA, - BAZNAS RI meresmikan Co-Creation ZCorner dan Laman Silaturahim di Rest Area KM 72. Langkah ini bertujuan untuk mempermudah masyarakat dalam menunaikan zakat, infak, dan sedekah, sekaligus memperkuat ekosistem zakat. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menjelaskan bahwa kehadiran ZCorner di lokasi strategis seperti rest area akan mendekatkan layanan zakat kepada para musafir dan pengguna jalan tol. "Di sini kita ingin menunjukkan bahwa zakat bukan hanya ibadah, tetapi juga sarana membangun persaudaraan," ujar Kiai Noor. Acara peresmian ini juga ditandai dengan penyerahan SK Unit Pengumpul Zakat (UPZ) untuk Rest Area KM 72A.
BERITA19/08/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
HUT ke-80 RI, BAZNAS dan PNM Salurkan 6 Unit Ambulans untuk Berbagai Daerah
HUT ke-80 RI, BAZNAS dan PNM Salurkan 6 Unit Ambulans untuk Berbagai Daerah
Jakarta - Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama PT Permodalan Nasional Madani (PNM) menyalurkan enam unit mobil ambulans. Penyerahan bantuan ini dilakukan di Jakarta, pada Minggu (17/8/2025). Enam unit ambulans tersebut akan didistribusikan ke sejumlah wilayah di Indonesia, yaitu Aceh, Serang, Mataram, Garut, Banyuwangi, dan Makassar. Penyerahan bantuan ini dihadiri oleh jajaran petinggi dari kedua lembaga, termasuk Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, dan Direktur Utama PT PNM, Arief Mulyadi. Dalam sambutannya, Kiai Noor menyampaikan apresiasi kepada PNM atas konsistensinya menyalurkan dana kebajikan melalui BAZNAS. Menurutnya, kerja sama ini memberikan dampak nyata bagi masyarakat, terutama dalam memenuhi layanan dasar kesehatan. “Alhamdulillah, hari ini kita baru saja menerima bantuan enam unit ambulans dari PNM untuk membantu masyarakat. Ini bukan kali pertama, melainkan sudah beberapa kali PNM menyalurkan zakat dan DSKL (Dana Sosial Keagamaan Lainnya) melalui BAZNAS RI,” ujar Kiai Noor. Kiai Noor menambahkan, momentum penyerahan ini terasa istimewa karena bertepatan dengan peringatan kemerdekaan Indonesia. "Penyerahan ini punya makna tersendiri karena dilakukan bersamaan dengan upacara kemerdekaan Republik Indonesia. Artinya, insya Allah bersama PNM kita akan terus bersemangat membantu negeri ini, mendukung Program Astacita yang menjadi cita-cita Bapak Presiden Prabowo dalam menyejahterakan masyarakat,” ucapnya. Ia juga berharap sinergi antara BAZNAS dan PNM dapat terus berkembang. "Harapannya tentu saja PNM akan terus maju dan menjadi yang terbesar dalam pembiayaan, sementara BAZNAS dapat terus bekerja sama dalam memberikan bantuan kepada masyarakat mustahik,” tambahnya. Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama PT PNM, Arief Mulyadi, menegaskan bahwa penyaluran bantuan ini adalah bagian dari komitmen perusahaan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Ini merupakan bagian dari reaktualisasi. Semakin banyak ZIS (Zakat, Infak, Sedekah) dan DSKL yang disalurkan, insya Allah berkahnya semakin besar,” kata Arief. Ia juga menjelaskan bahwa kontribusi sosial PNM melalui BAZNAS bukan hal baru. “Sejak awal, PNM melalui Baitul Mal Madani sebagai Unit Pengumpul Zakat (UPZ) yang dibentuk BAZNAS, telah aktif menyalurkan dana sosial keagamaan. Kami memandang kemitraan ini penting karena langsung menyentuh kebutuhan masyarakat, salah satunya melalui penyediaan ambulans,” ujarnya. Menurut Arief, penyerahan bantuan ini membuktikan komitmen PNM tidak hanya dalam pemberdayaan usaha mikro melalui pembiayaan, tetapi juga dalam mendukung sektor kesehatan. "Kami percaya layanan kesehatan adalah fondasi penting bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat, sehingga kami berharap program ini memberikan manfaat luas bagi masyarakat,” pungkasnya.
BERITA18/08/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Peringati HUT ke-80 RI, Tegaskan Komitmen untuk Persatuan Bangsa
BAZNAS Peringati HUT ke-80 RI, Tegaskan Komitmen untuk Persatuan Bangsa
Jakarta - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI memperkuat komitmennya untuk menjaga persatuan dan kedaulatan bangsa. Hal ini diungkapkan dalam Upacara Peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI yang digelar di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, pada Minggu (17/8/2025). Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, yang bertindak sebagai inspektur upacara, menekankan bahwa BAZNAS memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga persatuan dan kedaulatan bangsa bersama pemerintah dalam rangka menyejahterakan umat. "Mari kita maknai peringatan ini sebagai kekuatan bersama dengan mengambil tema yang dicanangkan pemerintah, yaitu Bersatu, Berdaulat, Rakyat Sejahtera Indonesia Maju," kata Kiai Noor. Ia menjelaskan, melalui tema tersebut, BAZNAS berkomitmen untuk menjadi perekat bangsa lewat program-program yang dijalankan. "Mari kita jadikan tema ini sebagai kekuatan untuk memperkuat BAZNAS dan seluruh keluarga BAZNAS di seluruh Indonesia. Sekaligus, menjadikan BAZNAS sebagai lembaga pemerintahan non-struktural yang berdaulat, kuat, dan memiliki kekuatan untuk berkiprah di negeri ini," ujarnya. Lebih lanjut, Kiai Noor berharap peran BAZNAS dapat berkontribusi signifikan dalam menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara maju di dunia. Kiai Noor juga berpesan kepada seluruh jajaran BAZNAS agar tidak terpengaruh oleh pihak-pihak yang mencoba melemahkan institusi tersebut. "Selalu saya tegaskan, jangan sampai kita terpengaruh oleh orang-orang yang ingin melemahkan BAZNAS," jelasnya. "Kita harus menjaga persatuan dan kedaulatan BAZNAS, maka kita harus terus berkarya dalam rangka untuk menyejahterakan masyarakat Indonesia," imbuhnya.
BERITA17/08/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
Ketua BAZNAS Sulut Ungkap Strategi Optimalisasi ZISWAF untuk Berdayakan Masjid
Ketua BAZNAS Sulut Ungkap Strategi Optimalisasi ZISWAF untuk Berdayakan Masjid
Minahasa Utara – Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sulawesi Utara, Hj. Lutvia Alwi, hadir di Hotel Sentra Manado pada Jumat (15/8/2025) untuk memberikan materi tentang optimalisasi zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF) dalam pemberdayaan masjid. Acara yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Utara ini bertujuan membekali pengurus masjid agar bisa memaksimalkan potensi dana umat. Dalam paparannya, Hj. Lutvia Alwi menekankan bahwa ZISWAF bukan sekadar donasi, melainkan instrumen strategis untuk membangun kemandirian umat. Ia mengajak para pengelola masjid mengubah paradigma, menjadikan masjid bukan hanya sebagai tempat ibadah ritual, melainkan juga pusat peradaban, ekonomi, dan sosial masyarakat. “Masjid memiliki peran vital sebagai sentra kegiatan umat. Dengan mengelola ZISWAF secara profesional, masjid bisa menjadi motor penggerak ekonomi mikro, pusat pendidikan, dan sumber bantuan sosial yang terpercaya,” kata Hj. Lutvia Alwi di hadapan perwakilan pengurus masjid dari seluruh Sulawesi Utara. Menurutnya, optimalisasi ZISWAF memerlukan strategi yang transparan, akuntabel, dan berkelanjutan. Ketua BAZNAS Sulut tersebut memaparkan model pengelolaan yang efektif, mulai dari sistem pengumpulan, pencatatan, hingga penyaluran dana yang tepat sasaran. Contoh-contoh praktik baik dari berbagai daerah juga dipaparkan untuk menginspirasi peserta. Para peserta, yang terdiri dari pengurus masjid se-Sulawesi Utara, menyambut baik materi ini. Mereka antusias mengajukan pertanyaan, menunjukkan tingginya minat untuk menerapkan pengelolaan ZISWAF yang lebih profesional di masjid masing-masing. Melalui kehadiran Ketua BAZNAS Sulut sebagai narasumber, kegiatan ini tak hanya memberikan edukasi, tetapi juga memperkuat sinergi antara BAZNAS dan pengelola masjid. Diharapkan, ilmu dan wawasan yang dibagikan dapat diimplementasikan secara nyata, sehingga fungsi masjid sebagai agen pemberdayaan umat semakin kuat dan memberikan dampak yang signifikan bagi kesejahteraan masyarakat Sulawesi Utara.
BERITA15/08/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS dan TNI Kirim 800 Ton Bantuan Kemanusiaan untuk Palestina Melalui Airdrop
BAZNAS dan TNI Kirim 800 Ton Bantuan Kemanusiaan untuk Palestina Melalui Airdrop
Jakarta - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Tentara Nasional Indonesia (TNI) secara simbolis melepas 80 ton bantuan pangan untuk Palestina melalui jalur udara atau airdrop. Pelepasan ini menandai dimulainya pengiriman total 800 ton bantuan yang akan disalurkan melalui berbagai jalur. Acara pelepasan berlangsung di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Rabu (13/08/2025). Hadir dalam acara tersebut Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, dan Panglima TNI, Jenderal TNI Agus Subiyanto. Dalam sambutannya, Kiai Noor menyampaikan terima kasih atas dukungan berbagai pihak dalam misi kemanusiaan ini. BAZNAS menyatakan kesiapannya untuk mendistribusikan bantuan dalam jumlah besar untuk Gaza, baik melalui jalur darat maupun udara. "Kami siap. Tadi disampaikan 800 ton, bahkan jika 1.000 ton pun kami siap, baik itu dari Mesir maupun dari Yordania," ujar Kiai Noor. Pengiriman bantuan ini memanfaatkan kesempatan yang dibuka dari tanggal 1 hingga 24 Agustus 2025. Bantuan di Yordania akan dikirim menggunakan metode airdrop, sementara dari Mesir BAZNAS berupaya memasukkan 50 truk kontainer melalui perbatasan Rafah, bekerja sama dengan Bayt Zakat. "Mari kita doakan bersama, mudah-mudahan apa yang kita upayakan bersama untuk saudara-saudara di Palestina dapat berjalan dengan sukses dan lancar," tambahnya. Dua Hercules TNI AU Dikerahkan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menjelaskan bahwa misi kemanusiaan ini menggunakan dua pesawat Hercules 130J TNI AU dari Skadron Udara 31. Bantuan ini merupakan bagian dari misi Satgas Garuda Merah Putih II. Sebanyak 66 personel gabungan, terdiri dari unsur TNI, kementerian/lembaga, dan media nasional, akan bertugas dalam misi ini. Mereka akan mendistribusikan total 800 ton bantuan, yang mencakup bantuan dari BAZNAS dan dukungan bahan makanan dari Kementerian Pertahanan. "Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung persiapan misi ini, termasuk Kemenhan, Kemlu, BAZNAS, perwakilan diplomatik Yordania, awak media nasional yang ikut dalam satgas, serta semua unsur TNI yang terlibat," kata Jenderal Agus. Pengiriman bantuan melalui airdrop dari Yordania akan dimulai pada 17 Agustus 2025, bertepatan dengan HUT ke-80 Republik Indonesia. Misi ini merupakan bagian dari operasi kemanusiaan internasional yang diikuti oleh 10 negara dan berlangsung sepanjang 1–24 Agustus 2025. Selain Ketua BAZNAS RI dan Panglima TNI, turut hadir dalam acara pelepasan tersebut Pimpinan Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Hj Saidah Sakwan MA, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Perencanaan, Kajian dan Pengembangan Prof. (HC) Dr. H. Zainulbahar Noor, SE, M.Ec, Pimpinan BAZNAS RI Bidang SDM, Keuangan dan Umum Kol. Caj. (Purn) Nur Chamdani, Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita, Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan Letnan Jenderal TNI Tri Budi Utomo, S.E., Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, dan Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI M. Tonny Harjono, S.E., M.M.
BERITA14/08/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
Tingkatkan Pelayanan dan Transparansi, Baznas Minahasa Diperkuat dengan Bantuan Laptop dan Printer dari Kemenag RI
Tingkatkan Pelayanan dan Transparansi, Baznas Minahasa Diperkuat dengan Bantuan Laptop dan Printer dari Kemenag RI
Layanan Zakat di Era Digital, Dorong Transparansi dan Akuntabilitas Tondano 14/8/2028 - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Minahasa makin gesit melayani masyarakat. Upaya modernisasi ini diperkuat dengan bantuan operasional berupa laptop dan printer dari Kementerian Agama (Kemenag) RI. Bantuan senilai Rp 30 juta ini diharapkan jadi pemicu semangat baru bagi Baznas Minahasa untuk mengelola dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) secara lebih transparan dan akuntabel. Ketua Baznas Minahasa, Ikbal Durand, menyambut baik bantuan dari Kemenag. Menurutnya, di era digital seperti sekarang, peralatan teknologi adalah kunci. "Ini keniscayaan. Kami harus didukung sarana yang memadai. Laptop dan printer ini akan jadi tulang punggung bagi amil kami dalam menjalankan tugasnya," ujar Ikbal. Bantuan ini akan menopang program Kantor Digital yang digagas Baznas. Tujuannya, agar masyarakat lebih mudah menunaikan zakat dan memantau penyalurannya. "Dengan sistem pendataan yang lebih baik, proses pencatatan, pelaporan, dan pendistribusian dana ZIS diharapkan bisa lebih cepat, akurat, dan bisa dipertanggungjawabkan," tambah Iqbal. Wakil Ketua IV Baznas Minahasa Sahlan Kokalo di bidang SDM dan Administrasi juga mengungkapkan rasa syukurnya. "Kami sangat bersyukur. Semoga bantuan ini bisa dipergunakan dengan sebaik-baiknya dan bisa menambah semangat kami, di tengah keterbatasan yang ada," ungkapnya. Bantuan ini tak hanya sekadar perangkat keras, tapi juga semangat baru. Baznas Minahasa optimistis bisa meningkatkan pelayanan dan menjangkau lebih banyak muzaki serta mustahik dengan teknologi yang ada.
BERITA13/08/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Sabet Top Brand, Tepis Keraguan dengan Profesionalisme
BAZNAS Sabet Top Brand, Tepis Keraguan dengan Profesionalisme
Jakarta - Badan Amil Zakat Nasional Republik Indonesia (BAZNAS RI) kembali membuktikan diri sebagai lembaga terpercaya. BAZNAS baru saja menerima penghargaan Top Brand sebagai Lembaga Zakat dan Amal, hasil riset konsultan Frontier bekerja sama dengan Majalah Marketing. Penghargaan ini menjadi bukti bahwa pengelolaan zakat di era modern tidak bisa lagi dilakukan dengan cara tradisional. Masyarakat Indonesia yang terkenal dermawan membutuhkan lembaga profesional untuk memastikan niat baik mereka tersalurkan dengan optimal. BAZNAS menjawab tantangan itu dengan pendekatan berbasis ilmu dan profesionalisme. Mereka mengandalkan SDM yang kompeten dan tersertifikasi untuk mengelola dana umat. "Niat baik masyarakat dalam beramal bisa dilipatgandakan karena dikelola dengan baik," ujar salah satu pihak BAZNAS. Sebagai bagian dari industri kreatif syariah, BAZNAS terus berinovasi. Layanan digital dan offline disiapkan untuk menjangkau muzaki dan donatur. Mereka fokus memberikan pengalaman terbaik, mulai dari proses penghimpunan hingga penyaluran yang transparan, efisien, dan berdampak langsung. Dengan strategi ini, BAZNAS berhasil memposisikan diri sebagai lembaga yang profesional, inovatif, dan berdampak. Penghargaan Top Brand ini menjadi pemacu bagi BAZNAS untuk terus memberikan layanan terbaik dan menjaga kepercayaan masyarakat.
BERITA12/08/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Minahasa Gandeng Kantor Digital, Ajak Muzaki dan Mustahik Berkontribusi untuk Zakat yang Transparan dan Berdampak
BAZNAS Minahasa Gandeng Kantor Digital, Ajak Muzaki dan Mustahik Berkontribusi untuk Zakat yang Transparan dan Berdampak
MINAHASA, 12 Agustus 2025 – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Minahasa kini semakin memperkuat perannya sebagai pengelola zakat yang profesional dan terpercaya melalui pemanfaatan kantor digital. Langkah ini tidak hanya bertujuan untuk memudahkan para muzaki (pemberi zakat) dalam menunaikan kewajiban, tetapi juga mengedukasi masyarakat luas tentang pentingnya zakat sebagai instrumen pengentasan kemiskinan yang berdampak nyata bagi para mustahik (penerima zakat). Hal ini selaras dengan keikutsertaan Waka IV BAZNAS Minahasa, Sahlan Kokalo, dalam acara 'Pengajian Selasa Pagi: Peran Kantor Digital sebagai Media Humas di BAZNAS Daerah' yang berlangsung hari ini. Dalam sesi edukasi tersebut, ditekankan bahwa zakat adalah kewajiban yang harus disyiarkan, bukan sekadar kedermawanan yang disembunyikan. Untuk membangun kepercayaan publik, BAZNAS mengandalkan "trisula tata kelola zakat" yang meliputi pengelolaan yang profesional, reputasi terbaik, dan program yang berdampak. Melalui kantor digital, BAZNAS Minahasa berupaya mewujudkan transparansi dan akuntabilitas agar masyarakat, khususnya para muzaki, dapat melihat langsung bagaimana dana yang disalurkan dikelola dan disalurkan. Kantor digital BAZNAS Minahasa berfungsi sebagai media informasi resmi yang menjembatani komunikasi dua arah. Melalui platform ini, BAZNAS dapat menyosialisasikan program-program unggulan, melaporkan pertanggungjawaban dana, dan membangun interaksi yang lebih dekat dengan para muzaki. Para muzaki dapat dengan mudah mengakses informasi mengenai program BAZNAS, sehingga mereka bisa yakin bahwa zakat mereka disalurkan kepada pihak yang berhak dengan tepat sasaran. Selain itu, kantor digital juga berperan penting dalam kampanye kesadaran (awareness campaign) yang mendorong masyarakat untuk peduli dan berzakat. Dengan adanya jurnalisme filantropi yang menjadi salah satu pilar komunikasi BAZNAS, laporan-laporan kegiatan dan dampak positif zakat dapat disajikan secara faktual dan edukatif. Hal ini bertujuan untuk menginspirasi lebih banyak muzaki dan mustahik agar terlibat dalam gerakan kebaikan. Jurnalisme ini tidak hanya melaporkan kegiatan, tetapi juga mengawasi dan menganalisis dampak sosial yang dihasilkan, memastikan bahwa setiap rupiah zakat benar-benar membawa perubahan. Bagi para mustahik, BAZNAS Minahasa memanfaatkan teknologi digital untuk pendataan dan penyaluran yang lebih efisien. Dengan demikian, BAZNAS bisa menjangkau lebih banyak mustahik dan memastikan bantuan diterima secara adil. Program-program yang dikembangkan pun akan lebih terfokus dan sesuai dengan kebutuhan riil masyarakat. Dengan hadirnya kantor digital, BAZNAS Minahasa mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama berkontribusi. Para muzaki dapat menunaikan zakatnya dengan mudah melalui berbagai platform digital yang tersedia, sementara para mustahik dapat memanfaatkan program-program yang disiapkan untuk meningkatkan taraf hidup. Dengan kolaborasi ini, BAZNAS Minahasa optimis dapat menjadikan zakat sebagai kekuatan ekonomi umat yang mampu mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat Minahasa.
BERITA12/08/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
OJK Sahkan Djafar Alkatiri sebagai Komisaris Bank SulutGo, Raih Predikat Terbaik
OJK Sahkan Djafar Alkatiri sebagai Komisaris Bank SulutGo, Raih Predikat Terbaik
MANADO, – Komisaris Bank SulutGo (BSG), Ir. H. Djafar Alkatiri, M.M., M.Pd.I, secara resmi dinyatakan lulus dalam Penilaian Kemampuan dan Kepatutan (Fit and Proper Test/FPT) oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Kelulusan ini dikukuhkan melalui Surat Keputusan (SK) yang diserahkan langsung oleh Kepala OJK Sulawesi Utara, Gorontalo, dan Maluku, Robert H.P. Sianipar. Yang membanggakan, Djafar Alkatiri berhasil meraih predikat terbaik dalam proses penilaian tersebut, sebuah pencapaian yang menunjukkan kompetensi dan dedikasi tinggi di sektor perbankan. Kelulusan ini mengukuhkan posisi Djafar Alkatiri sebagai salah satu pimpinan yang kredibel dan cakap, sesuai dengan standar tata kelola perbankan yang ketat. Proses FPT merupakan instrumen OJK untuk memastikan bahwa para direksi dan komisaris lembaga jasa keuangan memiliki integritas, kapabilitas, dan rekam jejak yang mumpuni. Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Minahasa turut memberikan apresiasi atas pencapaian ini. "Kami mengucapkan selamat yang sebesar-besarnya kepada Bapak Djafar Alkatiri. Predikat terbaik yang beliau raih adalah bukti profesionalisme dan komitmen yang patut dicontoh," ujar salah satu pimpinan Baznas Minahasa. "Kami berharap, dengan dikukuhkannya beliau sebagai Komisaris BSG, Bank SulutGo dapat terus berkembang dan memberikan dampak positif yang lebih besar bagi kemajuan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di Sulawesi Utara," lanjutnya.
BERITA10/08/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
Innalillahi wa Inna Ilaihi Rojiun: Ibunda Prof. Dr. Muhammad Azrai Wafat
Innalillahi wa Inna Ilaihi Rojiun: Ibunda Prof. Dr. Muhammad Azrai Wafat
Makassar, 4/8/2025 – Kabar duka menyelimuti dunia pertanian Indonesia. Ibunda dari Prof. Dr. Muhammad Azrai, seorang pemulia bibit jagung kenamaan, telah berpulang ke Rahmatullah. Nurkaya Binti Hasibi meninggal dunia pada pukul 12.10 WITA hari ini di Rumah Sakit PCC Wahidin Sudirohusodo, Makassar. Kepergian almarhumah menyisakan duka mendalam, khususnya bagi komunitas petani yang selama ini merasakan kiprah Prof. Dr. Muhammad Azrai. Kelompok Tani Paguyuban Matuari Jaton menyampaikan belasungkawa, mengenang peran Prof. Dr. Muhammad Azrai yang tak pernah lelah membantu mereka dalam pembibitan. Rasa duka juga datang dari berbagai pihak. Waka IV Baznas Minahasa Sahlan Kokalo mengungkapkan kesedihan atas wafatnya Ibunda Nurkaya. Ia menuturkan, Prof. Dr. Muhammad Azrai adalah sosok yang terus mendampingi dan berkontribusi besar dalam membantu kelompok tani di Minahasa. Menurut Ketua Pengadilan Agama Tondano Al Gazali M,us, S.H.I, MH yang juga salah satu keluarga dekat almarhumah, jenazah Ibunda Nurkaya Binti Hasibi akan dimakamkan besok Selasa, 5 Agustus 2025. Semoga almarhumah husnul khatimah dan keluarga yang ditinggalkan, khususnya Prof. Dr. Muhammad Azrai, diberikan ketabahan serta keikhlasan.
BERITA04/08/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS dan BCA Matangkan Integrasi Sistem Digital lewat SNAP
BAZNAS dan BCA Matangkan Integrasi Sistem Digital lewat SNAP
Jakarta, 15 Juli 2025 – Badan Amil Zakat Nasional Republik Indonesia (BAZNAS RI) semakin serius menggarap integrasi sistem digitalnya. Hari ini, pimpinan BAZNAS RI menggelar rapat koordinasi dengan Bank Central Asia (BCA) untuk membahas skema integrasi melalui Standar Nasional Open API Pembayaran (SNAP). Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah maju dalam optimalisasi penghimpunan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) secara digital. Rapat yang berlangsung di Ruang Rapat Pleno, Selasa (15/07), dihadiri langsung oleh Pimpinan BAZNAS RI Bidang Teknologi dan Informasi, Prof. Ir. H. M. Nadratuzzaman Hosen, M.S, M.Ec, Ph.D. Turut mendampingi dari BAZNAS antara lain Pimpinan Bidang Pengumpulan H. Rizaludin Kurniawan, Direktur Keamanan Informasi, Data dan Layanan Digital Andrian, Direktur Inovasi dan Teknologi Achmad Setio Adinugroho, Direktur Pengumpulan Perorangan H. Fitriansyah Agus Setiawan, serta Direktur Layanan, Promosi dan Laporan Nasional Rulli Kurniawan, beserta jajaran terkait. Dari pihak BCA, hadir Direktur Santoso, Executive Vice President Jan Hendra, Vice President Lenny Kartikasari, Assistant Vice President Indra Kurnia Adita, dan Vice President Endang Sri Kuncorowati. Kehadiran perwakilan top manajemen dari kedua belah pihak menunjukkan keseriusan dalam menjalin kolaborasi strategis ini. Dalam diskusi tersebut, fokus utama adalah pematangan skema integrasi sistem. Penggunaan SNAP, sebuah standar yang digagas Bank Indonesia, menjadi kunci untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, dan akurasi dalam proses penghimpunan dana ZIS digital. Integrasi ini juga selaras dengan visi BAZNAS untuk memperluas akses layanan digital kepada masyarakat, sekaligus mendukung percepatan transformasi digital nasional yang dicanangkan pemerintah. BAZNAS RI menyambut positif sinergi dengan BCA ini. Langkah ini disebut sebagai bagian dari komitmen BAZNAS dalam menjaga tata kelola dan pelayanan berbasis teknologi yang modern, inklusif, dan terpercaya. Diharapkan, kolaborasi ini akan semakin mempermudah masyarakat dalam menunaikan kewajiban ZIS mereka, serta meningkatkan akuntabilitas pengelolaan dana oleh BAZNAS.
BERITA15/07/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Minahasa Hadiri Pra-Rakornas Penguatan Pengelolaan Zakat Nasional 2026
BAZNAS Minahasa Hadiri Pra-Rakornas Penguatan Pengelolaan Zakat Nasional 2026
Tondano, 15/07/2025– Wakil Ketua I Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Minahasa, Joko Kurnia Winjaya, turut serta dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pra-BAZNAS #1 yang berfokus pada "Penetapan Target Pengumpulan Zakat Nasional 2026." Pertemuan penting ini digelar secara daring hari ini, Selasa, 15 Juli 2025, sebagai bagian dari persiapan Rakornas BAZNAS yang akan berlangsung pada 22-23 Juli 2025. Joko Kurnia Winjaya mengikuti zoom meeting tersebut dari Kantor BAZNAS Minahasa, Jl. Walanda Maramis Lingkungan IV. Diskusi utama dalam pertemuan ini adalah pembahasan target pengumpulan zakat secara nasional untuk tahun 2026. Zoom meeting ini diikuti oleh seluruh Ketua, Wakil Ketua, dan Amil Pelaksana Bidang Pengumpulan BAZNAS Provinsi serta BAZNAS Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia. Tercatat, lebih dari 700 peserta berpartisipasi aktif dalam sesi virtual yang dimulai pukul 10.00 WITA dan berakhir sekitar pukul 13.00 WITA. Kehadiran Joko Kurnia Winjaya dalam Pra-Rakornas ini menunjukkan komitmen BAZNAS Minahasa dalam menyukseskan program-program pengelolaan zakat nasional dan mencapai target pengumpulan zakat yang telah ditetapkan. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai rangkaian persiapan menjelang Rapat Koordinasi Nasional BAZNAS yang akan dilaksanakan pada 22-23 Juli 2025, bertujuan untuk memperkuat pengelolaan zakat nasional di tahun 2026.
BERITA15/07/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
Operasional Haji 2025 Sukses, Menag Ungkap Formula "5BPH" untuk Peningkatan Layanan Mendatang
Operasional Haji 2025 Sukses, Menag Ungkap Formula "5BPH" untuk Peningkatan Layanan Mendatang
Jakarta, 14 Juli 2025 – Operasional penyelenggaraan ibadah haji 1446 H/2025 M telah resmi berakhir pada 11 Juli 2025 dengan tibanya kloter terakhir jemaah haji Indonesia di Tanah Air. Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menyampaikan rasa syukurnya atas kelancaran dan kesuksesan seluruh rangkaian operasional haji tahun ini. Menag juga memperkenalkan formula 5BPH yang merangkum inovasi, progresivitas, dan harapan untuk peningkatan kualitas haji di masa depan. Operasional haji 2025 berlangsung selama 72 hari, dimulai sejak 1 Mei 2025. Sebanyak 203.149 jemaah Indonesia tiba di Arab Saudi dalam 525 kelompok terbang (kloter), terbagi dalam dua gelombang keberangkatan. "Alhamdulillah seluruh tahapan operasional haji 1446 H/2025 M sudah berjalan. Secara umum, penyelenggaraan haji tahun ini berjalan sukses. Kita bersyukur, semua tantangan dan dinamika yang terjadi, bisa diatasi dengan baik oleh PPIH Arab Saudi," tegas Menag di Jakarta, Senin (14/7/2025). Menurut Menag, sebanyak 99,29% jemaah haji reguler Indonesia melaksanakan haji tamattu', 0,66% haji ifrad, dan 0,04% haji qiran. Layanan khusus seperti safari wukuf (34 jemaah oleh KKHI, 495 jemaah lansia/disabilitas) dan badal haji (334 jemaah) juga telah dilaksanakan. Hingga akhir masa operasional, tercatat 447 jemaah haji Indonesia wafat, terdiri dari 435 jemaah reguler dan 12 jemaah khusus. Angka ini menurun dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 461 jemaah. Sebanyak 40 jemaah masih menjalani perawatan di Arab Saudi dan akan tetap didampingi Kantor Urusan Haji (KUH) pada KJRI di Jeddah. Pencarian terhadap tiga jemaah yang belum ditemukan juga terus dilakukan. Layanan Haji 2025: Komitmen Optimal dalam Pelayanan Selama operasional haji, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi telah menyiapkan berbagai layanan prima bagi jemaah. Sebanyak 312 hotel disediakan (212 di Makkah, 100 di Madinah), dengan jarak hotel terjauh di Makkah 4,5 km dari Masjidil Haram, sementara seluruh hotel di Madinah berada di wilayah Markaziyah. Layanan konsumsi juga optimal dengan distribusi 15.537.589 boks katering untuk jemaah dan petugas. Khusus di fase puncak haji (7 – 13 Zulhijjah 1446 H atau 3 – 9 Juni 2025), sekitar 3,7 juta boks makanan siap saji didistribusikan. Transportasi jemaah dilayani oleh ribuan bus, meliputi bus antar kota perhajian, bus shalawat, dan bus Masyair. Tercatat 2.574 armada untuk pergerakan gelombang I dan 2.534 bus untuk gelombang II. Bus shalawat juga beroperasi 24 jam mengantar jemaah dari hotel ke Masjidil Haram. Formula 5BPH: Inovasi dan Harapan untuk Haji Berkelanjutan Menag menjelaskan bahwa suksesnya haji 2025 tidak lepas dari formula 5BPH, yaitu lima terobosan baru (5B), lima pengembangan/progresivitas (5P), dan lima harapan (5H) untuk peningkatan kualitas haji di masa mendatang. Lima Inovasi Baru (5B): Penurunan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH): BPIH tahun ini turun dari rata-rata Rp93,4 juta (2024) menjadi Rp89,4 juta, sesuai arahan Presiden Prabowo Subiyanto. Pencegahan Praktik Monopoli: Dilakukan melalui skema multi syarikah yang melibatkan delapan perusahaan penyedia layanan haji, sebagai fondasi penyesuaian dengan transformasi penyelenggaraan haji di Saudi. Publikasi Awal Daftar Jemaah Haji Khusus yang Berhak Melunasi: Untuk pertama kalinya, daftar nama jemaah haji khusus diumumkan secara terbuka pada 23 Januari 2025, meningkatkan transparansi dan pengawasan publik. Pembayaran Dam melalui Adahi dan BAZNAS: PPIH Arab Saudi menetapkan dua jalur pembayaran Dam/Hadyu: melalui Program Adahi di Tanah Suci atau melalui BAZNAS di Tanah Air bagi jemaah yang membolehkan penyembelihan di Indonesia. Hingga saat ini, terkumpul Rp21.290.432.707 untuk 8.451 Dam melalui BAZNAS. Pelibatan Tiga Maskapai Penerbangan: Kolaborasi dengan Garuda Indonesia (245 kloter), Lion Air (28 kloter), dan Saudi Airlines (250 kloter) terbukti meningkatkan efisiensi dan kapasitas angkut, dengan rata-rata On Time Performance (OTP) di atas 95%. Lima Hal Progresif (5P): Peningkatan Ekosistem Ekonomi Haji: Ekspor bumbu nusantara meningkat drastis dari 16 ton (2023) menjadi 475 ton (2025), dan distribusi makanan siap saji dari Indonesia mencapai 3,7 juta boks tahun ini. Pengembangan Skema Murur: Skema pergerakan jemaah dari Arafah melintasi Muzdalifah (tanpa turun bus) langsung ke Mina telah menjangkau lebih dari 59 ribu jemaah tahun ini, meminimalkan kepadatan dan memudahkan jemaah risiko tinggi serta lansia. Kawal Haji sebagai Sistem Pelaporan Respons Cepat: Aplikasi ini, dilengkapi dengan WA Center Haji dan Call Center Haji, terbukti efektif untuk jemaah, keluarga, dan masyarakat dalam menyampaikan saran dan masalah. Fast Track pada Tiga Embarkasi: Layanan fast track di Embarkasi Jakarta – Pondok Gede (JKG), Surabaya (SUB), dan Solo (SOC) dipertahankan karena memudahkan jemaah. Pengembangan Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat): Aplikasi ini telah meraih sertifikat SMKI ISO 27001 dan terintegrasi dengan International Patient Summary (IPS) Kementerian Kesehatan, memastikan keamanan data dan kemudahan akses riwayat kesehatan jemaah. Lima Harapan (5H): Percepatan Penyiapan Regulasi Haji: Menag berharap perubahan UU No. 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dapat segera selesai sebagai panduan pokok haji 1447 H/2026 M. Percepatan Proses Transisi: Diharapkan percepatan regulasi akan mempercepat transisi dari Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag ke Badan Penyelenggara Haji yang baru dibentuk. Transformasi Layanan Haji yang Responsif dan Adaptif di Arab Saudi: Indonesia diharapkan menjadi pelopor dalam mendukung transformasi dan digitalisasi penyelenggaraan haji yang digalakkan Saudi. Penguatan Komitmen Istitha’ah Kesehatan: Meskipun angka wafat menurun, perhatian terhadap syarat kesehatan jemaah perlu lebih diperkuat karena haji membutuhkan kondisi fisik prima. Mewujudkan Haji yang Berdampak: Penyelenggaraan haji diharapkan berdampak spiritual (meningkatkan kualitas beragama), sosial (menguatkan kebijaksanaan dalam merespons keragaman), dan ekonomi (penguatan ekosistem ekonomi haji). Apresiasi dan Terima Kasih Menag Nasaruddin Umar menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Presiden dan Wakil Presiden RI, Pemerintah Arab Saudi, DPR RI (khususnya Komisi VIII dan Timwas Haji), DPD RI, serta seluruh kementerian dan lembaga mitra. Apresiasi tinggi juga disampaikan kepada seluruh petugas haji Indonesia dan seluruh jemaah haji Indonesia atas kebersamaan, kesabaran, dan doa. Menutup pernyataannya, Menag menegaskan bahwa Kementerian Agama telah mengemban mandat sebagai penyelenggara ibadah haji selama sekitar 75 tahun. "Tahun ini mungkin terakhir Kemenag menjadi penyelenggara haji. Yang jelas, kami tidak mewariskan masalah. Kami mewariskan segudang catatan pengalaman yang bisa dijadikan pelajaran dan fondasi kuat dalam upaya memperbaiki penyelenggaraan haji di masa mendatang," pesan Menag. "Penyelenggaraan haji bukan hanya soal pelayanan teknis. Ini soal pengabdian, perubahan, kolaborasi, dan keberlanjutan. Mari terus jaga semangat agar penyelenggaraan ibadah haji Indonesia semakin berdampak dan bermaslahat," pungkasnya.
BERITA14/07/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Kabupaten Minahasa Ucapkan Selamat Ulang Tahun Kakan Kemenag Kabupaten Minahasa
BAZNAS Kabupaten Minahasa Ucapkan Selamat Ulang Tahun Kakan Kemenag Kabupaten Minahasa
MINAHASA,11/07/2025 - Segenap Pimpinan dan Pelaksana Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Minahasa menyampaikan ucapan selamat ulang tahun yang penuh kehangatan kepada Kepala Kantor Kementeriaan Agama Kabupaten Minahasa, Ibu Pdt. Dolie Tangian, S.Pd, M.Pd. Ucapan selamat ini secara khusus ditujukan sebagai bentuk penghormatan dan apresiasi atas sosok ibunda yang mendukung kiprah BAZNAS di Kabupaten Minahasa. "Kami dari keluarga besar BAZNAS Kabupaten Minahasa turut berbahagia dan mengucapkan selamat ulang tahun kepada ibunda Kepala Kantor Kemenag Minahasa, Pdt. Dolie Tangian,S.Th, M.Pd" ujar Ketua Baznas Kabupaten Minahasa. "Semoga di hari yang istimewa ini, ibunda senantiasa dilimpahi kesehatan yang prima, kebahagiaan yang berlimpah, serta keberkahan dari Allah SWT." Lebih lanjut, pihak BAZNAS Kabupaten Minahasa menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan dan sinergi yang selama ini terjalin baik di bawah kepemimpinan Pdt. Dolie Tangian. Kemitraan yang solid ini dinilai sangat membantu BAZNAS dalam menjalankan tugas dan fungsinya untuk mensejahterakan masyarakat yang membutuhkan di wilayah Kabupaten Minahasa. "Kami berharap, limpahan rahmat dan karunia Allah SWT senantiasa menyertai ibunda dan seluruh keluarga. Semoga keberkahan usia ini semakin menambah kebahagiaan dan kedamaian dalam keluarga," Ungkap Iqbal .
BERITA11/07/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Minahasa Genjot Transparansi, Iqbal Durand: Kunci Entaskan Kemiskinan
BAZNAS Minahasa Genjot Transparansi, Iqbal Durand: Kunci Entaskan Kemiskinan
Minahasa, 2 Juli 2025 – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Minahasa menegaskan komitmen kuatnya terhadap transparansi total dalam pengelolaan dan penyaluran dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Langkah strategis ini dinilai krusial untuk mengikis kemiskinan dan mengangkat harkat fakir miskin di Bumi Nyiur Melambai. Ketua BAZNAS Minahasa, Iqbal Durand, menyatakan bahwa kepercayaan publik adalah modal utama lembaganya. 'Kami sangat menyadari bahwa setiap rupiah yang disalurkan oleh muzaki adalah amanah besar. Oleh karena itu, akuntabilitas dan transparansi menjadi pilar utama operasional kami,' ujar Iqbal dalam sebuah wawancara eksklusif pada Rabu (2/7). Menurut Iqbal, transparansi yang digaungkan BAZNAS Minahasa mencakup seluruh siklus pengelolaan ZIS. Ini dimulai dari proses penghimpunan, pendataan mustahik, hingga distribusi program. "Setiap laporan keuangan dan rincian penyaluran dana akan dapat diakses publik, memungkinkan pengawasan dari masyarakat," tegasnya. Iqbal menambahkan, "Kami ingin muzaki tidak ragu. Mereka berhak tahu ke mana dan bagaimana dana mereka dimanfaatkan. Dengan sistem yang terbuka, kami berharap dapat terus meningkatkan jumlah muzaki dan pada akhirnya, mempercepat upaya pengentasan kemiskinan di Minahasa." Dampak Nyata dari Transparansi Praktik transparansi ini diyakini akan membawa sejumlah dampak positif signifikan: Peningkatan Kepercayaan Publik: Keterbukaan data dan laporan akan menumbuhkan kepercayaan muzaki, berpotensi mendorong peningkatan partisipasi masyarakat dalam berzakat dan berinfak. Efisiensi Penyaluran Dana: Dengan data yang akurat dan terbuka, BAZNAS dapat menyalurkan bantuan secara lebih tepat sasaran, memastikan mustahik yang benar-benar membutuhkan menerima haknya. Pencegahan Penyelewengan: Keterbukaan informasi secara otomatis menjadi benteng terhadap potensi penyalahgunaan dana, menjamin setiap donasi tersalurkan sesuai peruntukannya. Pemberdayaan Mustahik: Program-program seperti Minahasa Makmur, yang berfokus pada pemberdayaan ekonomi, akan lebih efektif karena proses seleksi dan pendampingan dapat diawasi, memastikan mustahik benar-benar berdaya. Beberapa program BAZNAS Minahasa yang akan dijalankan di bawah payung transparansi termasuk Minahasa Sehat untuk bantuan kesehatan, Minahasa Cerdas untuk pendidikan, dan Minahasa Peduli untuk respons cepat bencana serta santunan sosial. 'Kami mengajak seluruh elemen masyarakat Minahasa untuk bersama-sama menjadi bagian dari gerakan kebaikan ini. Dengan kepedulian dan kebersamaan yang transparan, kita wujudkan Minahasa yang lebih sejahtera, bermartabat, dan bebas dari jerat kemiskinan,' pungkas Iqbal.
BERITA02/07/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Minahasa.

Lihat Daftar Rekening →