WhatsApp Icon
Kemdiktisaintek dan BAZNAS Siapkan Kolaborasi Besar! Beasiswa Mahasiswa Indonesia hingga Palestina Jadi Fokus Utama

Jakarta – Komitmen memperluas akses pendidikan tinggi bagi generasi muda Indonesia terus diperkuat. Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) mulai menjajaki kerja sama strategis yang diyakini dapat membuka peluang pendidikan lebih luas, sekaligus memperkuat pemberdayaan masyarakat berbasis zakat.

Langkah besar tersebut dibahas dalam pertemuan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto dengan Ketua Badan Amil Zakat Nasional, Sodik Mudjahid, di Kantor Kemdiktisaintek, Jakarta, Kamis (18/6/2026).

Pertemuan tersebut menjadi sinyal kuat hadirnya sinergi antara pemerintah dan lembaga pengelola zakat nasional dalam membangun sumber daya manusia unggul melalui jalur pendidikan tinggi.

Menteri Brian Yuliarto menegaskan bahwa peningkatan Angka Partisipasi Kasar Perguruan Tinggi (APK PT) menjadi salah satu agenda penting pemerintah sebagaimana arahan Presiden Prabowo Subianto.

Menurutnya, masih banyak lulusan SMA dan sederajat yang memiliki potensi besar, namun terkendala faktor ekonomi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.

"Kami berharap terdapat kolaborasi yang bisa berjalan sinergis dengan arahan Bapak Presiden untuk meningkatkan angka partisipasi mahasiswa Indonesia, serta memajukan pendidikan tinggi Indonesia," ujar Brian.

Ia menilai dukungan pembiayaan pendidikan menjadi salah satu instrumen paling efektif untuk memastikan tidak ada generasi muda yang kehilangan kesempatan mengenyam pendidikan tinggi hanya karena keterbatasan biaya.

Di sisi lain, Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid menegaskan bahwa sektor pendidikan merupakan salah satu prioritas utama pendayagunaan zakat nasional.

Menurutnya, paradigma pengelolaan zakat saat ini terus diarahkan menuju program-program yang bersifat produktif dan berkelanjutan. Karena itu, pendidikan dipandang sebagai investasi jangka panjang yang mampu memutus rantai kemiskinan dan melahirkan generasi unggul.

"Tahun ini, BAZNAS mengarahkan program pendistribusian zakat tidak hanya bersifat bantuan konsumtif, tetapi juga lebih menitikberatkan pada pemberdayaan masyarakat," jelas Sodik.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai program beasiswa, penguatan kapasitas masyarakat, hingga dukungan terhadap riset dan inovasi yang melibatkan perguruan tinggi di Indonesia.

Menariknya, pembahasan kerja sama ini tidak hanya menyasar mahasiswa Indonesia. Kemdiktisaintek dan BAZNAS juga menjajaki peluang pemberian beasiswa magister bagi mahasiswa Palestina untuk melanjutkan studi di Indonesia.

Program ini dipandang sebagai bagian dari kontribusi Indonesia dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia Palestina di tengah berbagai tantangan yang mereka hadapi.

Pimpinan BAZNAS Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, Idy Muzayyad, menjelaskan bahwa program tersebut juga akan memberikan dampak positif bagi perguruan tinggi Indonesia.

"Kami ingin mendorong mahasiswa luar negeri juga untuk berkuliah di Indonesia. Hal ini juga dapat meningkatkan indeks perguruan tinggi di Indonesia. Dengan fokus ke jenjang magister, SDM Palestina juga akan siap untuk membangun kembali," kata Idy.

Kolaborasi Kemdiktisaintek dan BAZNAS menjadi bukti bahwa zakat tidak hanya berperan sebagai instrumen sosial keagamaan, tetapi juga dapat menjadi motor penggerak pembangunan sumber daya manusia yang berkelanjutan.

Jika kerja sama ini terealisasi, ribuan mahasiswa berpotensi memperoleh akses pendidikan yang lebih luas, sementara perguruan tinggi Indonesia akan semakin terbuka sebagai pusat pembelajaran bagi mahasiswa internasional.

Di tengah upaya mewujudkan Indonesia Emas 2045, sinergi antara dunia pendidikan dan pengelolaan zakat nasional diharapkan menjadi langkah konkret dalam mencetak generasi yang cerdas, berdaya saing, dan siap menghadapi tantangan global.

18/06/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa
Prof. Azrai Dorong Petani Binaan BAZNAS Minahasa Naik Kelas Jadi Penangkar Benih Nasional

MINAHASA – Harapan baru bagi kemandirian petani di Kabupaten Minahasa kembali menguat. Rabu (17/6/2026), pakar pemulia jagung nasional dari Universitas Hasanuddin (UNHAS) Makassar, Prof. Dr. Muhammad Azrai, SP., MP, kembali mengunjungi lahan binaan kolaborasi BAZNAS Kabupaten Minahasa bersama mantan Ketua Pengadilan Agama Tondano, Al Gazali Mus, yang kini menjabat sebagai Wakil Ketua Pengadilan Agama Sidrap.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari pendampingan berkelanjutan yang telah dilakukan selama beberapa tahun terakhir kepada Kelompok Tani Paguyuban Matuari Jaton, sebuah kelompok tani yang kini dipersiapkan untuk naik kelas dari petani budidaya jagung konsumsi menjadi penangkar benih jagung sumber (parent seed) grade A.

Dalam arahannya kepada petani, Prof. Azrai menjelaskan bahwa program yang dijalankan saat ini merupakan bagian dari kegiatan Unit Produksi Benih Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin yang bertujuan menghasilkan benih penjenis atau benih sumber berkualitas tinggi.

"Kita ingin kelompok tani ini naik kelas. Kalau sebelumnya petani hanya menjual tongkol atau jagung konsumsi, sekarang kita melatih mereka menghasilkan benih. Nilai ekonominya jauh lebih tinggi. Benih yang lolos seleksi dapat memiliki harga hingga empat kali lipat dibanding harga jagung konsumsi," ujar Prof. Azrai.

Menurutnya, Kelompok Tani Paguyuban Matuari Jaton dipilih secara khusus untuk mendapatkan pendampingan intensif agar mampu menghasilkan benih penjenis berkualitas tinggi yang nantinya dapat didistribusikan kepada perusahaan-perusahaan benih mitra Universitas Hasanuddin.

"Kami tidak langsung memperluas ke kelompok lain. Fokus kami saat ini adalah memastikan kelompok ini benar-benar mampu menghasilkan benih penjenis grade A. Jika berhasil, maka ke depan petani dapat berkembang menjadi produsen benih komersial dan memiliki kontrak produksi dengan mitra-mitra kami," jelasnya.

Prof. Azrai juga menegaskan bahwa tim Universitas Hasanuddin akan terus melakukan pendampingan teknis, pengawasan mutu genetik, serta pengujian berbagai varietas unggul baru di lahan tersebut.

Tidak hanya memberikan arahan teknis, pada kesempatan itu Prof. Azrai juga menyerahkan bantuan alat pemipil jagung kepada kelompok tani. Bantuan tersebut disaksikan langsung oleh jajaran BAZNAS Minahasa dan para petani binaan sebagai bentuk dukungan nyata terhadap peningkatan produktivitas pascapanen.

Dalam kesempatan yang sama, Prof. Azrai memberikan apresiasi terhadap keterlibatan BAZNAS Minahasa yang secara konsisten mendampingi kelompok tani sejak awal program berjalan.

"Kami senang karena ada BAZNAS yang mendampingi kelompok tani. Ini adalah bentuk nyata pemberdayaan umat agar masyarakat mampu memperoleh keuntungan yang lebih baik dan meningkatkan kesejahteraan petani. Dari yang kami lihat, pertumbuhan jagung yang didampingi BAZNAS sangat baik dan memiliki prospek yang menjanjikan untuk produksi benih," ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Minahasa, Sahlan Kokalo, yang turut mendampingi Prof. Azrai selama kunjungan lapangan, menyampaikan apresiasi atas komitmen dan perhatian yang terus diberikan oleh Universitas Hasanuddin kepada petani binaan BAZNAS.

"Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas kunjungan serta pendampingan berkelanjutan yang diberikan Prof. Azrai dan tim Universitas Hasanuddin. Ini bukan sekadar kunjungan, tetapi investasi ilmu pengetahuan yang luar biasa bagi petani kami. Melalui pendampingan ini, petani tidak lagi hanya menjadi produsen jagung konsumsi, tetapi dipersiapkan menjadi penangkar benih yang memiliki nilai ekonomi jauh lebih tinggi," ujar Sahlan.

Menurutnya, program tersebut sejalan dengan misi BAZNAS dalam mengubah pola bantuan konsumtif menjadi pemberdayaan produktif yang berkelanjutan.

"BAZNAS ingin menghadirkan program yang benar-benar mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ketika petani mampu menghasilkan benih berkualitas dan mendapatkan nilai jual yang lebih tinggi, maka mereka tidak hanya bertahan secara ekonomi, tetapi juga berkembang dan menjadi lebih mandiri. Inilah makna pemberdayaan yang sesungguhnya," tambahnya.

Sahlan menegaskan bahwa keberhasilan program tersebut merupakan hasil kolaborasi banyak pihak, mulai dari akademisi, pemerintah, tokoh masyarakat, hingga para petani yang memiliki semangat belajar dan berinovasi.

"Kami percaya kolaborasi adalah kunci. Apa yang dimulai dari lahan sederhana di Minahasa hari ini berpotensi menjadi model pemberdayaan petani berbasis zakat yang dapat direplikasi di daerah lain. Petani kita harus naik kelas, memiliki daya saing, dan menjadi bagian penting dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional," katanya.

Mantan Ketua Pengadilan Agama Tondano yang turut menggagas kolaborasi ini, Al Gazali Mus, mengaku bahagia melihat perkembangan yang dicapai kelompok tani binaan tersebut meskipun kini dirinya telah bertugas di Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan.

"Alhamdulillah, saya merasa sangat senang melihat program ini terus berkembang. Apa yang dulu kita mulai bersama kini menunjukkan hasil yang nyata. Semoga program ini semakin bermanfaat bagi petani dan masyarakat sekitar," ujarnya.

Ia juga menyampaikan dukungan moril kepada para petani agar terus menjaga semangat dan komitmen dalam mengembangkan usaha pertanian mereka.

"Semangat terus untuk para petani. Jangan pernah berhenti belajar dan berusaha. Insyaallah saat panen jagung tetua nanti, saya akan berusaha ikut bergabung kembali untuk melihat hasil perjuangan bersama ini," ungkap Al Gazali.

Kunjungan Prof. Azrai kali ini menjadi penanda penting bahwa Kelompok Tani Paguyuban Matuari Jaton sedang memasuki fase baru dalam pengembangan usaha tani berbasis teknologi dan inovasi.

Dengan dukungan Universitas Hasanuddin, BAZNAS Minahasa, serta para mitra strategis lainnya, kelompok tani tersebut diharapkan tidak hanya menjadi produsen jagung konsumsi, tetapi berkembang menjadi sentra produksi benih unggul yang mampu memasok kebutuhan perusahaan-perusahaan benih nasional.

17/06/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS RI dan Ponpes Al Fath Lepas 18 Dai ke Pulau Buru, Perkuat Pembinaan Mualaf di Wilayah 3T

Sukabumi – Komitmen memperkuat pembinaan umat hingga ke pelosok negeri kembali ditunjukkan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI. Bersama Pondok Pesantren Modern Dzikir Al Fath Sukabumi, BAZNAS RI resmi melepas 18 dai yang akan bertugas di Pulau Buru, Maluku, melalui Program Ustad Garis Depan (UGD) VIII.

Para dai tersebut akan menjalankan misi dakwah, pendidikan, dan pendampingan bagi masyarakat mualaf yang berada di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T), sekaligus menjadi sahabat dan pembimbing bagi masyarakat yang membutuhkan penguatan pemahaman keislaman.

Prosesi pelepasan berlangsung di Pondok Pesantren Modern Al Fath, Sukabumi, Rabu (17/6/2026), dan dihadiri Wakil Ketua BAZNAS RI Dr. H. Zainut Tauhid Sa'adi, M.Si., Pimpinan Ponpes Al Fath Prof. Dr. KH. M. Fajar Laksana, S.E., CQM., MM., Ph.D., Direktur Penerangan Agama Islam Kementerian Agama RI Dr. Muchlis M. Hanafi, Lc., M.A., serta sejumlah tokoh agama dan pejabat daerah.

Dalam sambutannya, Wakil Ketua BAZNAS RI Zainut Tauhid Sa'adi menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS dalam menghadirkan manfaat zakat yang lebih luas, khususnya bagi kelompok mualaf dan fisabilillah yang membutuhkan pendampingan berkelanjutan.

"BAZNAS berperan sebagai jembatan yang menghubungkan para muzaki dengan mustahik. Salah satu kelompok yang menjadi perhatian kami adalah mualaf dan fisabilillah. Karena itu, program kemitraan dakwah ini menjadi bagian penting dalam menghadirkan manfaat zakat bagi masyarakat yang membutuhkan pendampingan keagamaan," ujar Zainut.

Menurutnya, kolaborasi antara BAZNAS RI dan Ponpes Al Fath menjadi contoh sinergi yang produktif dalam memperluas jangkauan dakwah Islam di Indonesia. Ia menggambarkan kerja sama tersebut sebagai "gayung bersambut", di mana pesantren menyiapkan sumber daya dai yang kompeten, sementara BAZNAS memberikan dukungan program dan pendanaan agar misi dakwah dapat berjalan optimal.

Lebih lanjut, Zainut mengingatkan para dai yang akan bertugas agar mengedepankan dakwah bil hikmah, yaitu menyampaikan ajaran Islam dengan penuh kebijaksanaan, keteladanan, dan pendekatan yang menyejukkan.

"Dakwah tidak dilakukan dengan cara menghakimi atau menyalahkan. Tugas dai adalah merangkul, membimbing, dan mendampingi masyarakat dengan penuh kearifan agar mereka semakin memahami dan mencintai ajaran Islam," katanya.

Ia menekankan bahwa keberhasilan dakwah tidak hanya diukur dari banyaknya ceramah yang disampaikan, tetapi juga dari kemampuan seorang dai membangun kedekatan dan kepercayaan masyarakat.

Menurutnya, para mualaf dan masyarakat yang masih minim pemahaman keagamaan membutuhkan sentuhan dakwah yang humanis dan penuh empati.

"Jika menghadapi masyarakat yang belum banyak mengenal ajaran Islam, maka yang harus dikedepankan adalah pendekatan yang humanis dan membangun kedekatan. Dai hadir untuk membimbing, bukan menghakimi," tambahnya.

Program Ustad Garis Depan selama ini menjadi salah satu program unggulan dalam memperkuat dakwah di wilayah-wilayah yang masih membutuhkan pembinaan intensif. Selain memberikan penguatan akidah, para dai juga akan terlibat dalam berbagai kegiatan pendidikan, pembinaan keluarga, pelatihan keagamaan, hingga pemberdayaan masyarakat.

Melalui pengiriman 18 dai ke Pulau Buru, BAZNAS RI dan Ponpes Al Fath berharap kualitas pembinaan mualaf dapat semakin meningkat serta melahirkan komunitas muslim yang lebih mandiri, berdaya, dan memiliki pemahaman keislaman yang kuat.

Di tengah tantangan dakwah di daerah terpencil, program ini menjadi bukti nyata bahwa zakat tidak hanya menghadirkan bantuan materi, tetapi juga menjadi instrumen strategis dalam membangun akidah, memperkuat ukhuwah Islamiyah, serta menghadirkan cahaya pendidikan dan pembinaan hingga ke pelosok Nusantara.

17/06/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa
Bantu Palestina, BAZNAS Jabar Salurkan Kurban dan Sedekah Daging Melalui BAZNAS RI

JAKARTA – Solidaritas masyarakat Indonesia untuk rakyat Palestina terus mengalir tanpa henti. Di tengah situasi kemanusiaan yang masih memprihatinkan akibat konflik berkepanjangan, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Barat menyalurkan amanah kurban dan sedekah daging bagi masyarakat Palestina melalui BAZNAS RI.

Penyerahan bantuan tersebut dilakukan secara simbolis di Jakarta, Senin (8/6/2026), sebagai bentuk kepedulian dan dukungan nyata masyarakat Jawa Barat terhadap saudara-saudara di Palestina yang hingga kini masih menghadapi berbagai keterbatasan akibat krisis kemanusiaan.

Total bantuan yang disalurkan meliputi Program Kurban Palestina senilai Rp147.500.000, Program Sedekah Daging Palestina sebesar Rp82.600.000, serta Program Sedekah Daging Kemasan senilai Rp21.000.000.

Wakil Ketua BAZNAS RI, Dr. H. Zainut Tauhid Sa'adi, M.Si., menyampaikan apresiasi atas tingginya kepedulian masyarakat Jawa Barat yang terus menunjukkan empati dan solidaritas terhadap rakyat Palestina.

Menurutnya, bantuan yang dihimpun melalui BAZNAS Jawa Barat menjadi bukti bahwa nilai kemanusiaan dan ukhuwah Islamiyah masih tumbuh kuat di tengah masyarakat Indonesia.

"Kami sangat mengapresiasi kepedulian masyarakat Jawa Barat yang disalurkan melalui BAZNAS Jabar untuk membantu meringankan beban saudara-saudara kita di Palestina yang sedang berjuang di tengah kondisi konflik," ujar Zainut.

Ia menjelaskan, program kurban dan sedekah daging tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan dan gizi masyarakat Palestina yang saat ini menghadapi berbagai tantangan kehidupan akibat dampak konflik yang berkepanjangan.

Lebih dari sekadar bantuan makanan, kata Zainut, program ini juga menjadi simbol harapan dan kasih sayang dari masyarakat Indonesia kepada rakyat Palestina agar mereka tetap merasakan perhatian dan dukungan dari dunia internasional.

"BAZNAS RI berkomitmen penuh untuk memastikan seluruh amanah kurban dan sedekah daging ini disalurkan secara amanah, transparan, dan tepat sasaran agar keberkahan hari raya dapat dirasakan di Palestina," tegasnya.

Komitmen tersebut menjadi bagian dari upaya BAZNAS RI dalam menjaga kepercayaan para muzaki sekaligus memastikan setiap bantuan yang dihimpun dapat memberikan manfaat optimal bagi penerima manfaat di wilayah terdampak konflik.

Bagi masyarakat Palestina, bantuan pangan memiliki arti yang sangat penting. Di tengah keterbatasan akses terhadap kebutuhan pokok, distribusi daging kurban dan sedekah menjadi sumber nutrisi sekaligus penguat semangat bagi keluarga-keluarga yang sedang menghadapi masa sulit.

Momentum Iduladha juga menjadi pengingat bahwa nilai pengorbanan, kepedulian, dan berbagi tidak mengenal batas wilayah maupun kebangsaan. Semangat tersebut tercermin dari partisipasi masyarakat Jawa Barat yang mempercayakan amanah kemanusiaannya melalui BAZNAS.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Deputi I BAZNAS RI Bidang Pengumpulan H. M. Arifin Purwakananta, S.I.Kom., M.I.Kom., CWC, CFRM., Direktur Penguatan Pengumpulan Nasional H. Fitriansyah Agus Setiawan, S.Sos., M.I.Kom., CFRM., Kepala Divisi Penguatan Pengumpulan BAZNAS Adhi Kelvianto Septa Pradana, S.H., S.Hum., serta jajaran BAZNAS Provinsi Jawa Barat yang dipimpin Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan Dr. H. Ijang Faisal, S.Ag., M.Si.

Melalui kolaborasi dan sinergi yang terus diperkuat, BAZNAS berharap semakin banyak masyarakat yang tergerak untuk menyalurkan zakat, infak, sedekah, maupun kurban sebagai wujud kepedulian terhadap sesama, khususnya bagi saudara-saudara yang tengah menghadapi krisis kemanusiaan.

Bantuan yang diberikan hari ini bukan hanya tentang daging kurban yang sampai ke tangan penerima manfaat, melainkan juga tentang pesan persaudaraan, harapan, dan kepedulian yang menembus batas negara. Dari Indonesia untuk Palestina, semangat kemanusiaan terus hidup dan menguatkan mereka yang sedang berjuang untuk bertahan.

08/06/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS RI dan BI Libatkan Kreator Konten, Zakat Siap Menembus Jutaan Layar Digita

PALEMBANG – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Bank Indonesia (BI) terus memperkuat gerakan literasi zakat dan ekonomi syariah melalui pendekatan yang semakin relevan dengan perkembangan zaman. Salah satunya dengan menggandeng para kreator konten sebagai agen edukasi digital yang mampu menjangkau jutaan masyarakat, khususnya generasi muda.

Komitmen tersebut mengemuka dalam kegiatan Training of Trainer (ToT) Kreator Konten yang menjadi bagian dari rangkaian Festival Syariah (FESYar) Regional Sumatera 2026 di Hotel Santika Palembang, Sumatera Selatan.

Kepala Biro Komunikasi Publik dan Publikasi (BKPU) BAZNAS RI, Ndari Rumi Widyawati, menegaskan keterlibatan kreator konten menjadi langkah strategis dalam memperluas pemahaman masyarakat tentang zakat sebagai instrumen penting pembangunan ekonomi umat.

"Kami mengapresiasi inisiatif Bank Indonesia yang melibatkan para kreator konten dalam penguatan literasi zakat. Di era digital saat ini, konten yang edukatif dan inspiratif memiliki daya jangkau yang sangat luas sehingga mampu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya zakat sebagai kekuatan keuangan sosial Islam," ujar Ndari.

FESYar Sumatera 2026 mengusung tema "Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah Regional Berkelanjutan melalui Sinergi dan Transformasi Digital". Kegiatan ini menghadirkan berbagai program penguatan kapasitas, mulai dari ToT Kreator Konten, ToT Dai dan Daiyah, hingga Sertifikasi Nazhir Wakaf yang diikuti sekitar 150 peserta dari berbagai daerah di Pulau Sumatera.

Dalam sesi ToT Kreator Konten, Kabag Humas sekaligus Pemimpin Redaksi Kantor Digital BAZNAS RI, Yudhiarma MK, bersama Koordinator Komunikasi Lembaga (Corcom) Rayhanul Iman (Roy) membagikan strategi publikasi digital melalui konsep Zakat News Network (ZNN).

Yudhiarma menjelaskan, BAZNAS RI telah membangun ekosistem media konvergensi yang mengintegrasikan media konvensional dan digital untuk memperluas dakwah zakat secara masif.

Menurutnya, transformasi digital yang dilakukan BAZNAS dalam lima tahun terakhir menunjukkan hasil signifikan. Saat ini jaringan Kantor Digital BAZNAS telah mengelola sekitar 420 website dengan total pembaca mencapai lebih dari enam juta orang.

Tak hanya itu, jangkauan kanal digital BAZNAS juga mengalami lonjakan drastis. Reach YouTube meningkat dari sekitar 1,1 juta pada 2021 menjadi 24,6 juta pada 2025, sementara platform X (Twitter) tumbuh dari 309 ribu menjadi 1,8 juta jangkauan pada periode yang sama.

"Media digital telah menjadi sarana dakwah yang sangat efektif. Karena itu, para kreator konten memiliki peran penting dalam menyampaikan pesan-pesan zakat dan ekonomi syariah kepada masyarakat secara kreatif, menarik, dan mudah dipahami," kata Yudhiarma.

Menariknya, peserta juga diajak memahami pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI) seperti Gemini, DeepSeek, dan ChatGPT dalam proses produksi konten digital dan karya jurnalistik.

Menurut Yudhiarma, kehadiran AI mampu membantu kreator konten maupun jurnalis bekerja lebih cepat dan efisien dalam menghasilkan berbagai bentuk konten.

"Saat ini AI sangat membantu dalam pembuatan berita, artikel, maupun konten digital lainnya. Namun teknologi ini tetap harus digunakan secara bijak dan bertanggung jawab," ujarnya.

Ia mengingatkan bahwa penggunaan AI dalam dunia jurnalistik tetap harus berpedoman pada Kode Etik Jurnalistik (KEJ) dan regulasi yang telah ditetapkan Dewan Pers.

"Secanggih apa pun AI, tetap saja ia adalah alat bantu. Akurasi, verifikasi, dan tanggung jawab jurnalistik tetap berada di tangan manusia," tegasnya.

Sebagai bentuk adaptasi terhadap perkembangan teknologi, Dewan Pers telah menerbitkan Peraturan Dewan Pers Nomor 1 Tahun 2025 tentang Pedoman Penggunaan Kecerdasan Buatan dalam Karya Jurnalistik, yang menjadi rujukan bagi perusahaan media dalam memanfaatkan AI secara profesional dan bertanggung jawab.

Sementara itu, ToT Kreator Konten mengusung tema "From Scroll to Impact: Mengubah Konten Digital Menjadi Gerakan Ekonomi Syariah". Tema tersebut merefleksikan semangat untuk mengubah aktivitas digital sehari-hari menjadi gerakan edukasi yang berdampak nyata bagi penguatan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia.

Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh pembekalan mengenai ekonomi syariah, pengelolaan zakat dan wakaf, keuangan komersial syariah, hingga teknik produksi konten digital yang kreatif dan efektif.

Di waktu yang sama, Bank Indonesia juga menyelenggarakan ToT Dai dan Daiyah guna memperkuat kapasitas para pendakwah dalam menyampaikan materi ekonomi syariah secara komprehensif kepada masyarakat. Selain itu, Sertifikasi Nazhir Wakaf digelar untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme pengelola wakaf dalam mengoptimalkan pemanfaatan aset wakaf secara produktif dan berkelanjutan.

Dengan melibatkan regulator, akademisi, praktisi, lembaga zakat dan wakaf, serta kreator konten nasional, FESYar Sumatera 2026 diharapkan menjadi katalisator lahirnya generasi penggerak ekonomi syariah yang mampu memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana dakwah, edukasi, dan pemberdayaan umat.

07/06/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa

Berita Terbaru

Menko PMK: BAZNAS Jadi Mitra Penting Pemerintah Atasi Kemiskinan, Target Nol Miskin Ekstrem 2026
Menko PMK: BAZNAS Jadi Mitra Penting Pemerintah Atasi Kemiskinan, Target Nol Miskin Ekstrem 2026
Jakarta 28/8/2025- Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PMK) Dr. (H.C.) Drs. H.A. Muhaimin Iskandar, M.Si, menegaskan bahwa Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) merupakan mitra strategis pemerintah dalam upaya pengentasan kemiskinan di Indonesia. Hal ini disampaikan dalam pidatonya di Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS 2025, yang digelar di Jakarta. Menko PMK menekankan bahwa pemerintahan baru di bawah Presiden Prabowo Subianto membawa paradigma baru dalam pembangunan nasional. Jika sebelumnya penanggulangan kemiskinan lebih banyak bertumpu pada bantuan sosial bersifat karitatif, kini pemerintah menggeser fokus ke arah pemberdayaan sosial. “Sejak pemerintahan baru, negara tidak lagi meletakkan bantuan sosial sebagai ketergantungan, tetapi mendorong masyarakat miskin untuk bertransformasi menuju pemberdayaan dan kemandirian,” ujarnya. Ia menyebut masih ada sekitar 3 juta masyarakat miskin ekstrem dan 25 juta warga miskin relatif yang harus segera ditangani. Dengan kerja sama erat antara pemerintah, BAZNAS, dan elemen masyarakat, target pengentasan kemiskinan ekstrem ditetapkan pada 2026 harus nol persen. “Kita bahu-membahu bersama BAZNAS agar 3 juta warga miskin ekstrem betul-betul turun ke nol pada 2026. Pemerintah bertekad menggelontorkan berbagai program yang membutuhkan sinergi,” jelasnya. Selain itu, pemerintah juga menargetkan angka kemiskinan nasional bisa ditekan hingga 4 persen pada 2029. Menko PMK menilai peran BAZNAS sangat vital karena selama ini telah lebih dulu mengembangkan program berbasis pemberdayaan masyarakat. Ia menutup pidatonya dengan apresiasi kepada seluruh pejuang zakat di tanah air. “Indonesia adalah bangsa dengan semangat gotong royong tinggi. Dengan kebersamaan, insyaallah kita bisa wujudkan Indonesia yang berdaya, sejahtera, adil, dan makmur,” tutupnya.
BERITA28/08/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Awards 2025 Apresiasi 906 Penggerak Zakat, Jadi Inspirasi Daerah
BAZNAS Awards 2025 Apresiasi 906 Penggerak Zakat, Jadi Inspirasi Daerah
Jakarta – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI memberikan penghargaan kepada 906 penggerak zakat dari berbagai daerah, lembaga, hingga tokoh perorangan. Penghargaan ini menjadi bagian dari rangkaian Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS RI 2025 yang digelar di Jakarta, Kamis (28/8/2025). Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., mengatakan, penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas kontribusi nyata para pejuang zakat di lapangan. “Kontribusi BAZNAS daerah, para mitra, hingga tokoh-tokoh yang menggerakkan zakat ini luar biasa. Inilah bagian penting dari dakwah zakat yang manfaatnya dirasakan luas oleh umat,” ujar Kiai Noor. Ia menegaskan, penghargaan diberikan berdasarkan seleksi ketat. Dari ribuan usulan, hanya 906 yang lolos penilaian berdasarkan dedikasi, kiprah, dan dampak yang diberikan. “Apakah BAZNAS memberikan penghargaan dengan mudah? Sama sekali tidak. Ini wujud penghargaan atas perjuangan yang nyata, bukan simbol semata,” tegasnya. Tak hanya BAZNAS daerah, penghargaan juga diberikan kepada kementerian, lembaga, pemerintah daerah, hingga tokoh perorangan yang konsisten mendukung gerakan zakat. Bahkan, beberapa lembaga amil zakat internasional dari Mesir dan Yordania ikut menerima penghargaan. Bupati Mojokerto, Dr. H. Muhammad Al Barra, Lc., M.Hum yang menjadi salah satu penerima. Ia menyebut penghargaan ini bukanlah capaian pribadi, melainkan hasil kerja bersama. “Alhamdulillah, ini amanah besar. Bukan hanya untuk saya, tapi untuk seluruh masyarakat Mojokerto yang terus menghidupkan semangat zakat. Zakat adalah kekuatan sosial yang nyata jika kita kelola dengan baik,” ujarnya melalui akun resminya sahabat Gus Barra. Kiai Noor menambahkan, peran media juga mendapat perhatian. Sejumlah media massa menerima penghargaan karena dianggap berperan penting menyebarkan dakwah zakat ke masyarakat luas. Kategori penghargaan yang diberikan cukup beragam, mulai dari program terbaik BAZNAS daerah, program LAZ terbaik, media terbaik, special awards, kepala daerah pendukung gerakan zakat, life time achievement zakat Indonesia, hingga mitra terbaik. Penghargaan skala besar ini menjadi dorongan agar semangat zakat makin tumbuh di seluruh daerah. Harapannya, semakin banyak kabupaten/kota yang menjadikan zakat sebagai motor penggerak kesejahteraan masyarakat.
BERITA28/08/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
Kejari Karo & BAZNAS Gelar Khitanan Massal Gratis, 55 Anak Kurang Mampu Terbantu
Kejari Karo & BAZNAS Gelar Khitanan Massal Gratis, 55 Anak Kurang Mampu Terbantu
Kabanjahe – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-80 Kejaksaan Republik Indonesia, Kejaksaan Negeri (Kejari) Karo bekerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Karo menggelar kegiatan khitanan massal gratis bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Acara yang digelar pada Kamis (28/8/2025) di Kantor Kejaksaan Karo itu diikuti oleh 55 anak. Selain layanan khitan, para peserta juga mendapatkan bingkisan berupa beras, kain sarung, perlengkapan sekolah, serta uang saku. Kepala Kejari Karo, Darwis Burhansyah SH MH, menyebut kegiatan ini menjadi bentuk kepedulian nyata dari lembaganya. “Harapannya, kegiatan ini bisa membantu meringankan beban keluarga yang membutuhkan, sekaligus menjaga kesehatan anak-anak,” kata Darwis. Ketua BAZNAS Kabupaten Karo, Amin Gia Bangun, menilai kegiatan sosial ini sebagai bentuk sinergi baik antara lembaga pemerintah dan keagamaan. “BAZNAS sangat mengapresiasi inisiatif Kejari Karo. Kami berharap kerja sama ini terus berlanjut, sehingga manfaatnya bisa dirasakan lebih banyak masyarakat,” ujar Amin. Sejumlah pejabat turut hadir, di antaranya Plt Kepala Dinas Kesehatan Karo dr Jasura Pinem, Plh Direktur RSU Kabanjahe Imanuel Sinuhaji, serta pimpinan BAZNAS Karo: Muhammad Khudri, Jono S.Sos, dan Jiwa Tarigan SH. Masyarakat pun menyambut positif kegiatan ini. Safrizal, salah seorang orang tua peserta, mengaku terbantu dengan adanya khitan gratis ini. “Alhamdulillah, ini sangat meringankan kami. Semoga Allah SWT membalas kebaikan Kejari Karo dan BAZNAS,” ungkapnya. Program sosial ini tidak hanya menghadirkan manfaat kesehatan, tapi juga menjadi pengingat pentingnya kolaborasi lintas lembaga dalam memberi pelayanan kepada masyarakat.
BERITA28/08/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
Biro Kesra Sulut Kunjungi Masjid Al Hijrah Rinegetan, Tinjau Rencana Dana Hibah
Biro Kesra Sulut Kunjungi Masjid Al Hijrah Rinegetan, Tinjau Rencana Dana Hibah
Minahasa - Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Provinsi Sulawesi Utara melakukan kunjungan ke Masjid Al Hijrah, Rinegetan. Kunjungan ini dilakukan dalam rangka rencana pemberian Dana Hibah Rumah Ibadah dari Pemerintah Provinsi Sulut. Pihak Keimaman dan Badan Takmir Masjid (BTM) Al Hijrah menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah terhadap pengembangan rumah ibadah. “Atas nama Keimaman dan BTM Al Hijrah – Rinegetan, kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn.) Yulius Selvanus, SE, atas dukungan dan perhatiannya,” demikian pernyataan resmi pihak masjid, Senin (26/8/2025) Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada tim Biro Kesra Provinsi Sulut yang hadir langsung melakukan pengecekan dan verifikasi di lokasi. Kehadiran Biro Kesra diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat peran masjid sebagai pusat ibadah sekaligus pemberdayaan umat di Rinegetan dan sekitarnya.
BERITA28/08/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
Rakornas 2025, BPS: BAZNAS Berperan Strategis Turunkan Angka Kemiskinan
Rakornas 2025, BPS: BAZNAS Berperan Strategis Turunkan Angka Kemiskinan
Jakarta, 27 Agustus 2025 – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) RI, Amalia Adininggar Widyasanti, menegaskan pentingnya peran Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dalam upaya menurunkan angka kemiskinan di Indonesia. Menurutnya, kolaborasi antara BPS dan BAZNAS akan memastikan bantuan benar-benar sampai kepada para mustahik yang berhak menerima. “Penduduk Indonesia per 8 Agustus 2025 tercatat sebanyak 286,8 juta jiwa, dengan jumlah masyarakat miskin 23,85 juta orang. Dari jumlah itu, 55 persen atau 13,13 juta orang berada di 5 provinsi, yaitu Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatera Utara, dan Nusa Tenggara Timur,” ujar Amalia saat menjadi pemateri pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS RI, Rabu (27/8/2025). Amalia menjelaskan, mayoritas masyarakat miskin berasal dari keluarga dengan kepala rumah tangga lulusan SD atau putus sekolah. Sebagian besar bekerja di sektor pertanian (45,67 persen) dan sektor informal tanpa jaminan kesehatan. “Pendidikan itu penting untuk menjamin kesejahteraan keluarga. Karena itu Presiden Prabowo mendirikan sekolah rakyat agar anak-anak dari keluarga miskin tidak putus sekolah. Pendidikan diharapkan mampu memutus rantai kemiskinan lintas generasi,” jelasnya. Dalam kesempatan itu, Amalia juga menegaskan komitmen BPS untuk berkolaborasi dengan BAZNAS melalui Data Tunggal Kesejahteraan (DTSEN). Melalui kerja sama ini, data masyarakat miskin dapat dipadukan dengan program zakat, infak, dan sedekah (ZIS) BAZNAS agar penyaluran bantuan semakin tepat sasaran. “Kalau kolaborasi ini terjadi, pemutakhiran DTSEN bisa kita lakukan bersama. BAZNAS bisa memetakan siapa orang miskin itu, di mana mereka berada, dan apakah sudah mendapat bantuan atau belum,” tegas Amalia. Berdasarkan survei BPS, empat komoditas utama yang paling memengaruhi garis kemiskinan adalah beras, telur ayam, daging ayam, dan mie instan. “Kalau mau intervensi untuk meringankan beban orang miskin, berdasarkan survei kami, empat komoditas ini yang paling berkontribusi,” tambahnya. BAZNAS Kabupaten Minahasa menyambut baik arahan ini sebagai peluang untuk memperkuat program zakat yang sedang dijalankan di daerah. Dengan sinergi data BPS dan sistem pendataan mustahik di Minahasa, BAZNAS dapat memastikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) tersalurkan secara lebih tepat sasaran, transparan, dan efektif. Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah program “Marijo ba Kobong”, yaitu gerakan bersama petani dalam mengolah lahan tidur untuk ditanami jagung. Program ini diharapkan tidak hanya meningkatkan produktivitas pertanian, tetapi juga membuka jalan keluar bagi keluarga miskin di sektor pertanian agar lebih mandiri. Selain itu, BAZNAS Minahasa juga terus mendorong penguatan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Desa agar potensi zakat dari masyarakat bisa lebih terhimpun dan dirasakan manfaatnya langsung di tingkat desa. “Informasi dari BPS ini sangat bermanfaat untuk BAZNAS Minahasa dalam memperkuat basis data mustahik. Dengan demikian, zakat yang dihimpun dari masyarakat bisa benar-benar menyentuh mereka yang paling membutuhkan, terutama di sektor pertanian dan keluarga prasejahtera,” ungkap pimpinan BAZNAS Minahasa. Dengan dukungan data nasional, sinergi program zakat, dan pemberdayaan lokal, BAZNAS Minahasa optimistis dapat mengambil bagian penting dalam mengurangi angka kemiskinan, sejalan dengan visi BAZNAS RI sebagai lembaga zakat yang amanah, profesional, dan berdampak nyata bagi umat.
BERITA28/08/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
Integrasi Zakat dalam RPJMN 2025–2029, Bappenas Tegaskan Peran Strategis BAZNAS dalam Pengentasan Kemiskinan
Integrasi Zakat dalam RPJMN 2025–2029, Bappenas Tegaskan Peran Strategis BAZNAS dalam Pengentasan Kemiskinan
Jakarta – Pemerintah melalui Kementerian PPN/Bappenas menegaskan pentingnya integrasi zakat dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029 untuk mempercepat pengentasan kemiskinan dan mengurangi kesenjangan sosial. Plt. Deputi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Bappenas, Pungkas Bahjuri Ali, Ph.D, dalam Rakornas BAZNAS 2025 menyampaikan bahwa angka kemiskinan per Maret 2024 masih berada di level 9,03 persen. Pemerintah menargetkan penurunan signifikan menjadi 4,5–5 persen pada 2029, dan 0,5–0,8 persen pada 2045. “Zakat memiliki peran penting sebagai instrumen filantropi umat yang mampu mendukung perlindungan sosial, sekaligus mempercepat pencapaian target pengentasan kemiskinan,” ujar Pungkas. Indonesia sendiri memiliki potensi zakat yang sangat besar, mencapai Rp327,6 triliun. Realisasi penghimpunan zakat pada 2023 telah mencapai Rp33 triliun, atau sekitar 7 persen dari total anggaran perlindungan sosial. Pencapaian ini terbukti memberikan dampak luas, di mana jumlah mustahik penerima manfaat program zakat meningkat dari 27,7 juta orang pada 2023 menjadi 37,4 juta orang pada 2024. Bappenas bersama BAZNAS menyiapkan berbagai strategi untuk memperkuat peran zakat dalam pembangunan, antara lain integrasi data zakat dengan basis data kemiskinan nasional, digitalisasi layanan, serta peningkatan profesionalisme amil. Melalui Sekretariat Bersama Ziswaf Indonesia Emas 2045, sinergi antara pemerintah, BAZNAS, BWI, lembaga amil zakat, dan mitra pembangunan diharapkan semakin optimal. Peran BAZNAS sebagai lembaga resmi pengelola zakat nasional ditegaskan sangat sentral dalam mendukung pencapaian visi Indonesia Emas 2045. Dengan jaringan BAZNAS di seluruh provinsi dan kabupaten/kota, potensi zakat dapat didayagunakan lebih produktif dan berdampak nyata dalam meningkatkan kesejahteraan umat. “Zakat bukan hanya ibadah, tetapi juga solusi strategis bagi pembangunan bangsa. Kolaborasi pemerintah dan BAZNAS akan menjadi kunci dalam mewujudkan masyarakat yang inklusif, adil, dan sejahtera,” tegas Pungkas.
BERITA27/08/2025 | HUMAS BAZNAS MINAHASA
Sinergi BAZNAS dan Pemda, Kunci Zakat Jadi Instrumen Pembangunan
Sinergi BAZNAS dan Pemda, Kunci Zakat Jadi Instrumen Pembangunan
Wakil Kepala Otorita Pantura menegaskan, tanpa koordinasi, zakat berisiko terjebak dalam tumpang tindih program dan gagal menjawab kebutuhan umat. Jakarta — Dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS 2025, suara lantang Wakil Kepala Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa, Dr. H. Suhajar Diantoro, M.Si, menggema: zakat hanya akan efektif jika dikelola dengan sinergi kuat antara Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dan pemerintah daerah. Mewakili Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Suhajar menekankan bahwa zakat bukan sekadar dana keagamaan, melainkan alat kebijakan sosial-ekonomi yang membutuhkan manajemen modern dan koordinasi lintas sektor. “Kalau BAZNAS sudah berkolaborasi dengan pemerintah daerah, pengelolaannya akan lebih baik dan pemanfaatannya lebih tepat sasaran,” ujarnya di Jakarta, Selasa (26/8). Menghindari Tumpang Tindih, Menjamin Keadilan Selama ini, zakat kerap menghadapi masalah klasik: distribusi yang tidak merata, program yang saling tumpang tindih, hingga data muzaki dan mustahik yang tidak sinkron. Dengan melibatkan pemerintah daerah, kata Suhajar, setiap rupiah zakat dapat diarahkan sesuai kebutuhan lokal. “Pemerintah daerah punya pemahaman mendalam tentang kondisi sosial-ekonomi dan budaya masyarakat setempat. Hal ini memungkinkan pendekatan zakat yang lebih tepat sasaran,” tegasnya. Pendataan muzaki dan mustahik yang akurat, menurut Suhajar, akan menjadi modal penting dalam optimalisasi zakat. Tanpa basis data yang jelas, zakat berisiko jatuh pada pola lama: bantuan seremonial tanpa transformasi nyata. Legitimasi dan Kepercayaan Publik Suhajar juga mengingatkan, pemerintah daerah memiliki legitimasi hukum dan politik untuk mengoordinasikan zakat dengan berbagai pihak—mulai dari lembaga keagamaan, tokoh masyarakat, hingga sektor swasta. “Keterlibatan pemda akan meningkatkan kepercayaan publik terhadap pengelolaan zakat. Kepercayaan itu pada akhirnya mendorong partisipasi muzakki,” ujarnya. Dalam konteks otonomi daerah, peluang lebih terbuka. Setiap daerah bisa merancang kebijakan zakat sesuai karakteristik wilayahnya: daerah pesisir dengan fokus nelayan, pedalaman dengan petani, atau kawasan industri dengan pekerja migran. Zakat sebagai Pilar Pembangunan Daerah Namun Suhajar mengingatkan, penguatan peran pemerintah daerah dalam zakat harus didukung dengan regulasi yang jelas dan kapasitas kelembagaan yang memadai. Tanpa itu, sinergi hanya akan berhenti pada jargon. “Jika regulasi kuat dan kelembagaan solid, zakat akan memberi dampak signifikan bagi pembangunan daerah,” katanya. Rakornas BAZNAS 2025 dengan tema “Menguatkan BAZNAS, Mendukung ASTACITA” seakan menegaskan hal itu: zakat bukan hanya kewajiban syariat, tetapi instrumen keadilan sosial dan pilar pembangunan menuju Indonesia Emas 2045.
BERITA27/08/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Luncurkan UPZ Desa: Menggerakkan Zakat dari Akar Rumput
BAZNAS Luncurkan UPZ Desa: Menggerakkan Zakat dari Akar Rumput
Dari kota ke desa, dari masjid ke masyarakat. Ribuan Unit Pengumpul Zakat siap mengubah zakat menjadi energi peradaban. Jakarta — Di panggung Rakornas dan BAZNAS Award 2025, suasana riuh tepuk tangan terdengar ketika Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH Noor Achmad, MA, mengumumkan langkah baru: peluncuran Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Desa se-Indonesia. Bagi Noor, ini bukan sekadar program. Ini adalah strategi mengubah wajah pengelolaan zakat di negeri mayoritas muslim terbesar di dunia. “UPZ Desa kita hadirkan agar dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) benar-benar dikelola sesuai prinsip Aman Syari, Aman Regulasi, dan Aman NKRI,” kata Noor dengan suara mantap, Selasa (26/8). Zakat Menyapa Desa Selama ini, zakat kerap identik dengan aktivitas perkotaan. Mall, kantor, dan institusi modern menjadi basis utama penghimpunan. Padahal, denyut kehidupan umat tersebar hingga pelosok desa. Dengan lebih dari 83 ribu desa dan kelurahan di Indonesia, zakat sejatinya bisa menjadi motor pembangunan paling dekat dengan rakyat. Data BAZNAS mencatat, hingga kini sudah ada 2.536 UPZ kecamatan, 12.728 UPZ desa/kelurahan, dan 41.504 UPZ masjid. Angka itu tampak besar, namun dibandingkan dengan potensi desa di Indonesia, ini baru langkah awal. “Bayangkan, jika setiap desa punya UPZ aktif, potensi zakat bisa melonjak drastis. Mustahik bisa lebih cepat terlayani, umat lebih mudah menunaikan kewajiban,” kata Noor. Dari Kewajiban Pribadi ke Gerakan Sosial Peluncuran UPZ Desa bukan hanya soal angka dan struktur. Ia menandai pergeseran paradigma. Zakat bukan lagi sekadar kewajiban personal antara muzakki dan Tuhan, tetapi instrumen sosial yang berfungsi nyata: menutup jurang ketimpangan. Selama ini, riset-riset menunjukkan potensi zakat Indonesia mencapai ratusan triliun rupiah per tahun. Namun realisasi masih jauh dari itu. Salah satu sebabnya adalah keterbatasan akses: masyarakat desa sering tak terhubung dengan lembaga resmi pengelola zakat. UPZ Desa hadir untuk menjembatani. Membawa Amanah hingga ke Akar Rumput Dalam forum Rakornas, Noor mengingatkan tiga prinsip yang menjadi ruh gerakan BAZNAS: Aman Syari, Aman Regulasi, dan Aman NKRI. Prinsip ini menegaskan bahwa zakat tak boleh sekadar terkumpul, tetapi harus terkelola dengan akuntabel, sah secara agama, taat hukum, dan berpihak pada persatuan bangsa. “UPZ bukan hanya wadah menghimpun dana. Ia adalah wajah keadilan sosial yang hadir di desa-desa,” ujar Noor. Energi Peradaban dari Desa Tema Rakornas tahun ini, “Menguatkan BAZNAS, Mendukung ASTACITA”, menggarisbawahi ambisi besar: menjadikan zakat sebagai instrumen pembangunan manusia Indonesia. UPZ Desa, dengan jejaringnya yang luas, dipandang sebagai fondasi baru. Bagi umat Islam, zakat sejak lama diakui bukan sekadar ibadah, melainkan instrumen ekonomi. Di era modern, fungsi itu semakin relevan: dari pengentasan kemiskinan, beasiswa pendidikan, hingga pemberdayaan ekonomi umat. Dengan lahirnya UPZ Desa, BAZNAS berharap zakat bisa menjelma energi peradaban. Sebuah gerakan dari bawah, yang berawal dari desa, lalu membentuk aliran besar menuju perubahan sosial nasional. “Zakat harus hadir sebagai cahaya. Ia bukan hanya mengalirkan dana, tapi menyalakan harapan,” pungkas Noor.
BERITA27/08/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS dan Negara: Menjembatani Kekakuan Birokrasi
BAZNAS dan Negara: Menjembatani Kekakuan Birokrasi
Rakornas BAZNAS RI 2025 – Jakarta, 26 Agustus 2025 Dalam ruang Rakornas BAZNAS RI, Selasa siang itu, Menko PMK Pratikno menyinggung satu hal yang kerap jadi batu sandungan pembangunan manusia di negeri ini: birokrasi yang lamban merespons kebutuhan rakyat. "Pemda atau birokrasi pada umumnya tidak fleksibel untuk merespons suatu hal," ujarnya. Kalimat itu seperti tamparan yang halus namun tegas. Pratikno lalu mengaitkannya dengan BAZNAS. Menurutnya, lembaga zakat negara ini memiliki satu keunggulan mendasar: fleksibilitas. Di saat mesin birokrasi harus menunggu dokumen, perencanaan, dan alokasi anggaran, BAZNAS bisa langsung hadir, menjangkau ruang-ruang yang luput tersentuh pemerintah. "Mungkin fleksibilitas bisa dilakukan di BAZNAS, sehingga bisa menutup kelemahan pemerintah yang tidak fleksibel," tegasnya. Pernyataan itu menggeser cara pandang: BAZNAS bukan sekadar penyalur zakat, melainkan mitra strategis negara dalam pembangunan manusia. Sebuah entitas yang melengkapi kerja pemerintah, terutama di sektor-sektor vital seperti kesehatan, pendidikan, dan penanganan bencana. "Kalau kesehatan dan bencana itu prioritas utama, karena risiko kerugian publik terlalu besar. Peran BAZNAS di sini sangat fundamental," kata Pratikno. Gagasan ini bukan semata soal kolaborasi, melainkan ajakan membangun koalisi. Tidak berhenti di Jakarta, tapi bergerak sampai ke daerah. Pratikno menginginkan BAZNAS daerah menjadi motor penggerak yang mempertemukan pemerintah lokal, masyarakat, dan lembaga zakat dalam satu meja kerja. "Kami mengharapkan kerja sama ini bisa mendorong munculnya koalisi di daerah dalam mengatasi persoalan pembangunan manusia," ujarnya. Di titik inilah, BAZNAS menemukan posisi strategisnya. Menjadi jembatan antara birokrasi yang kaku dan kebutuhan rakyat yang mendesak. Menjadi penopang ketika negara terlambat hadir. Dan menjadi penanda, bahwa pembangunan manusia tak bisa disandarkan pada satu instrumen saja, melainkan perlu sinergi—antara kekuatan negara dan energi umat.
BERITA27/08/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
Telah Dibuka! BAZNAS Luncurkan Beasiswa Santri 2025, Siapkan Jalan ke PTN Favorit
Telah Dibuka! BAZNAS Luncurkan Beasiswa Santri 2025, Siapkan Jalan ke PTN Favorit
Jakarta - Kabar gembira bagi para santri kelas 12 Madrasah Aliyah/sederajat. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) resmi membuka pendaftaran Beasiswa Santri BAZNAS (BSB) Tahun 2025. Program ini dirancang khusus untuk membantu santri berprestasi, terutama dari keluarga dhuafa, agar bisa melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maupun kampus favorit. Setiap penerima akan mendapat dana beasiswa senilai Rp4 juta plus program pembinaan. Dukungan ini diharapkan menjadi bekal penting bagi santri yang sedang mempersiapkan diri menghadapi seleksi masuk perguruan tinggi. ???? Cara Daftar: Pesantren terlebih dahulu mempelajari buku panduan di laman: bazn.as/panduanBSB2025 Selanjutnya, pendaftaran dilakukan secara online melalui laman: bazn.as/daftarBSB2025 ? Periode pendaftaran: 27 Agustus – 9 September 2025. BAZNAS mengajak pesantren dan masyarakat untuk berkolaborasi mendukung santri berprestasi menuju kampus impian.
BERITA26/08/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
Rakornas BAZNAS 2025: Menjadikan Zakat Motor Perubahan Bangsa
Rakornas BAZNAS 2025: Menjadikan Zakat Motor Perubahan Bangsa
Jakarta – Menteri Agama RI Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA, membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS 2025 di Jakarta, Selasa (26/8). Rakornas tahun ini mengusung tema “Menguatkan BAZNAS, Menyukseskan Asta Cita” sebagai dukungan terhadap agenda pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, menyebut Rakornas menjadi momentum penting untuk menyinergikan program zakat dengan Asta Cita. “Zakat harus menjadi instrumen transformasi sosial yang mempercepat kesejahteraan umat,” kata Noor. Penghimpunan Zakat Naik Signifikan Dalam lima tahun terakhir, penghimpunan zakat nasional melonjak tajam. Dari Rp12,43 triliun pada 2020 menjadi Rp40,53 triliun pada 2024. Di tingkat pusat, pengumpulan zakat juga meningkat dari Rp517 miliar pada 2021 menjadi Rp1,12 triliun pada 2024. Tahun ini, BAZNAS menargetkan Rp1,35 triliun. Jumlah muzaki ikut bertambah. Hingga 2024, tercatat 28,46 juta jiwa menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS. Transformasi dan Kiprah Internasional Noor menyebut, BAZNAS memperkuat tata kelola zakat lewat transformasi digital, peningkatan kualitas SDM amil, dan koordinasi nasional. Bahkan, Indeks Zakat Nasional kini sudah diakui Bappenas sebagai indikator pembangunan daerah. Di kancah internasional, BAZNAS aktif menyalurkan bantuan kemanusiaan. Hingga Juli 2025, BAZNAS telah menghimpun Rp375 miliar untuk Palestina, dengan Rp120 miliar disalurkan kepada lebih dari 670 ribu penerima manfaat di Gaza. “Logo BAZNAS kini dikenal di dunia internasional sebagai simbol kepedulian bangsa Indonesia,” ujar Noor. Apresiasi dan Estafet Kepemimpinan Rakornas juga dirangkaikan dengan BAZNAS Awards yang memberikan hampir 1.000 penghargaan bagi BAZNAS daerah, LAZ, tokoh publik, hingga mitra perusahaan. Rakornas 2025 sekaligus menjadi penanda berakhirnya kepemimpinan BAZNAS periode 2020–2025. Noor berharap estafet kepemimpinan berikutnya bisa melanjutkan inovasi dan memperluas dampak zakat bagi masyarakat. “Kami berharap BAZNAS semakin kokoh, berdaya, dan benar-benar menjadi motor perubahan bangsa,” pungkasnya.
BERITA26/08/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
Rakornas & BAZNAS Awards 2025, Momentum Meneguhkan Peran Zakat untuk Negeri
Rakornas & BAZNAS Awards 2025, Momentum Meneguhkan Peran Zakat untuk Negeri
Jakarta – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI akan menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) dan BAZNAS Awards 2025 pada 26–29 Agustus 2025 di Jakarta. Kegiatan ini tidak sekadar forum tahunan, melainkan momentum penting untuk menyatukan langkah zakat nasional dengan arah pembangunan pemerintah, sekaligus memperkuat peran zakat dalam pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan umat. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad MA, menegaskan bahwa BAZNAS siap mendukung Asta Cita Presiden Prabowo melalui strategi zakat yang terarah dan terukur. “Rakornas dan BAZNAS Awards 2025 akan menjadi tonggak baru kontribusi zakat dalam membangun masyarakat yang adil, makmur, dan sejahtera,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (25/8/2025). Rakornas kali ini akan diikuti sekitar 1.200 peserta dari seluruh Indonesia, dan membahas isu-isu penting seperti penguatan kelembagaan, transformasi digital, integrasi data zakat nasional, serta strategi memperluas partisipasi muzaki. BAZNAS juga akan menghadirkan agenda khusus bertajuk Membasuh Luka Palestina, yang memberikan laporan langsung terkait jalur distribusi bantuan kemanusiaan melalui Mesir. Dalam pembukaan, BAZNAS akan meluncurkan Asosiasi Amil Zakat Republik Indonesia (AAZRI) sebagai wadah sinergi amil zakat, serta peluncuran buku Islam Ala Prabowo Subianto yang diinisiasi Ketua MPR RI Ahmad Muzani dan Ketua MUI KH Anwar Iskandar. Melalui BAZNAS Awards 2025, apresiasi akan diberikan kepada kementerian, kepala daerah, mitra strategis, serta lembaga zakat yang berprestasi. Harapannya, penghargaan ini mampu memacu semangat kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam memaksimalkan potensi zakat. “Sinergi ini sangat penting. Zakat bukan hanya ibadah, tetapi instrumen sosial-ekonomi yang bisa mengurangi kesenjangan dan meningkatkan kesejahteraan umat,” tambah Noor. Dengan Rakornas dan BAZNAS Awards 2025, masyarakat diharapkan semakin memahami bahwa zakat bukan sekadar kewajiban personal, melainkan energi bersama yang bila dikelola dengan baik, mampu memberi dampak nyata bagi bangsa dan kemanusiaan global.
BERITA25/08/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
Ribuan Masjid Online, Minahasa Baru 7 Masjid
Ribuan Masjid Online, Minahasa Baru 7 Masjid
Minahasa – Di tengah derasnya arus digitalisasi, dari 34 masjid yang ada di Kabupaten Minahasa, baru tujuh yang sudah memiliki web resmi dan terhubung dengan Menara Masjid BAZNAS. Padahal, secara nasional, BAZNAS RI mencatat sudah ada 11.248 rumah ibadah—terdiri atas 9.591 masjid dan 1.657 musholla—yang masuk dalam sistem digital tersebut. Program Menara Masjid adalah terobosan BAZNAS untuk mengembalikan masjid ke fungsi sejatinya: pusat dakwah, pendidikan, sosial, hingga pemberdayaan ekonomi umat. Menara yang dulu hanya berfungsi sebagai corong adzan, kini ditransformasi menjadi “corong digital”—menggaungkan seruan zakat, infak, sedekah, dan informasi kegiatan umat yang bisa diakses siapa saja, kapan saja. Namun kenyataan di Minahasa berbicara lain. Mayoritas masjid masih gagap digital. Informasi kegiatan tak tercatat, laporan zakat tidak terdokumentasi, dan peran masjid sebagai pusat peradaban hanya berjalan setengah hati. Wakil Ketua BAZNAS Minahasa Muhamad Sahlan Kokalo mengatakan, “Masjid adalah pusat peradaban umat. Dengan program Menara Masjid, kita ingin menyalakan kembali fungsi masjid agar tidak hanya berdiri sebagai bangunan, tetapi hidup di ruang digital. Dari menara inilah seruan kebaikan harus bergema, mengajak masyarakat menunaikan zakat dan saling membantu.” Salah satu yang sudah merasakan manfaat program ini adalah Masjid Al-Hijrah, Rinegetan Tondano. Ketua BTM Masjid, Ibrahim Hamid, menyampaikan rasa syukur atas fasilitas yang diberikan. “Kami bersyukur dan berterima kasih, saat ini masjid kami sudah mempunyai web yang difasilitasi oleh BAZNAS Minahasa. Dengan memasukkan data yang diminta, kami bisa menggunakan Menara Masjid ini untuk menyampaikan informasi, dakwah, sekaligus laporan kegiatan kami kepada jamaah dan masyarakat,” ungkapnya. Pernyataan ini menunjukkan, digitalisasi masjid bukan mimpi. Dengan komitmen dan kesediaan pengurus, fasilitas ini bisa langsung dirasakan manfaatnya—membuka ruang komunikasi yang lebih luas, transparan, dan akuntabel. BAZNAS Minahasa berharap ke depan, tidak ada lagi masjid yang hanya berdiri megah namun “bisu” di dunia digital. Web resmi bukan sekadar etalase, tapi instrumen dakwah, laporan zakat, hingga kanal pemberdayaan sosial. Kini, bola ada di tangan para pengurus masjid. Apakah akan terus berjalan di tempat, atau mengambil langkah maju dengan memanfaatkan fasilitas Menara Masjid BAZNAS? Jangan biarkan masjid hanya menjadi bangunan fisik yang sepi makna. Saatnya para takmir dan UPZ segera menginput data masjidnya, mengaktifkan web resmi, dan menjadikan menara masjid bukan hanya menara adzan, tetapi menara peradaban digital umat.
BERITA23/08/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS dan LAZISNU PBNU Satukan Arah, Digitalisasi Zakat Jadi Taruhan
BAZNAS dan LAZISNU PBNU Satukan Arah, Digitalisasi Zakat Jadi Taruhan
Jakarta – Pertemuan antara Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI dengan Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) PBNU di Jakarta, Jumat, 22 Agustus 2025, bukan sekadar agenda silaturahmi. Audiensi yang berlangsung di Ruang Rapat LAZISNU, Lantai 2, itu menjadi panggung penting untuk membicarakan arah baru pengelolaan zakat nasional. BAZNAS RI diwakili oleh Pimpinan Bidang Transformasi Digital, Prof. Ir. KH. Muhammad Nadratuzzaman Hosen, MS., MEc., PhD, didampingi Kepala Divisi Penguatan Pengumpulan LAZ H. M. Abdul Kahfi, serta Kepala Divisi Penguatan Pendistribusian dan Pendayagunaan LAZ, Tatiek. Dari LAZISNU PBNU hadir Ketua Habib Ali Hasan Al Bahar, Lc, MA, Direktur Eksekutif Riri Khariroh, dan Sekretaris Moesafa. Dalam forum itu, Prof. Nadratuzzaman menegaskan bahwa taruhan besar zakat ke depan adalah digitalisasi. Menurutnya, tanpa pemanfaatan teknologi, mustahil zakat bisa dikelola secara transparan, akuntabel, dan terintegrasi dalam skala nasional. “Digitalisasi bukan hanya soal aplikasi, tapi ekosistem. Zakat harus dikelola dengan sistem yang bisa dipercaya publik, sehingga muzakki yakin, mustahik terlindungi, dan lembaga semakin kuat,” kata Nadratuzzaman. Isu digitalisasi zakat memang menjadi pekerjaan rumah bersama. Publik kerap menyoroti tumpang tindih program antar-lembaga, minimnya keterhubungan data, dan keraguan atas transparansi distribusi dana. Di sinilah sinergi antara BAZNAS dan LAZISNU PBNU diuji: apakah mampu menjawab kegelisahan umat, atau sekadar menambah panjang daftar nota kesepahaman. Pertemuan ditutup dengan komitmen memperkuat koordinasi, meningkatkan integrasi data, serta membuka ruang kolaborasi lebih luas di bidang pengumpulan dan pendayagunaan zakat. Semua pihak sepakat, transformasi digital bukan lagi pilihan, melainkan keharusan.
BERITA23/08/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
Audiensi dengan Mendagri, BAZNAS RI Ingatkan: Potensi Zakat Bisa Jadi Solusi Kemiskinan Daerah
Audiensi dengan Mendagri, BAZNAS RI Ingatkan: Potensi Zakat Bisa Jadi Solusi Kemiskinan Daerah
Audiensi BAZNAS RI dengan Mendagri: Alarm Serius untuk Pemda yang Masih Abai Jakarta - Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, melakukan audiensi dengan Menteri Dalam Negeri, Jenderal Polisi (Purn) Prof. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian, MA, Ph.D. Pertemuan berlangsung di Ruang Kerja Menteri A lantai 2, Jakarta, Jumat (22/8/2025). Pertemuan itu dihadiri jajaran pimpinan BAZNAS RI. Hadir antara lain Pimpinan Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Hj. Saidah Sakwan, MA; Pimpinan Bidang Transformasi Digital Prof. Ir. KH. Muhammad Nadratuzzaman Hosen, MS., MEc., Ph.D; Pimpinan Bidang SDM Keuangan dan Umum Kolonel CAJ (Purn) Drs. Nur Chamdani; Deputi II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Dr. KH. M. Imdadun Rahmat, M.Si; Direktur Pendayagunaan dan Layanan CSR Eka Budhi Sulistyo; serta Kepala Divisi Kesehatan Siti Masturoh. Dari Kemendagri, tampak hadir Dirjen Administrasi Kewilayahan Dr. Syafrizal ZA; Sekretaris BNPP Komjen Pol Makhruzi Rahman, SIK, MH; Kelompok Ahli BNPP Dr. Nurcholis; dan Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setjen Kemendagri Dr. Drs. Andi Ony Prihartono, M.Si. Kritik Halus untuk Pemda Audiensi ini bukan hanya membahas penguatan sinergi pusat dan daerah, tapi juga menjadi sinyal kritik bagi pemerintah kabupaten/kota. Masih banyak BAZNAS di daerah yang berjalan sendiri dengan minim dukungan dari pemerintah setempat. “Zakat adalah instrumen sosial-ekonomi yang bisa langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Tanpa dukungan kepala daerah, peran ini tidak akan maksimal,” tegas Noor Achmad. Ironinya, di saat pemerintah pusat menargetkan penghapusan kemiskinan ekstrem, sejumlah pemerintah daerah justru belum menjadikan BAZNAS sebagai mitra strategis. Potensi zakat yang besar sering terhambat karena kurangnya dukungan regulasi, kolaborasi, hingga fasilitasi. Pesan Mendagri Tito Menteri Tito menegaskan pentingnya sinergi pemda dengan BAZNAS. Menurutnya, zakat yang dikelola dengan baik bisa langsung menyasar kebutuhan masyarakat miskin. “Kepala daerah harus bersinergi dengan BAZNAS dalam penanggulangan kemiskinan,” kata Tito. Audiensi ini menjadi alarm serius. Jika pemerintah daerah terus abai, kesempatan besar untuk menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat miskin bisa hilang. Saatnya kepala daerah turun tangan, bukan hanya memberi dukungan formal, tapi benar-benar melibatkan BAZNAS sebagai mitra pembangunan sosial di wilayah masing-masing.
BERITA23/08/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS RI Dorong Kepemimpinan Adaptif, Jawab Tantangan Zakat di Era Modern
BAZNAS RI Dorong Kepemimpinan Adaptif, Jawab Tantangan Zakat di Era Modern
Jakarta - Mengelola zakat di era modern bukan hanya soal menghimpun dan menyalurkan dana, tapi juga tentang bagaimana sebuah lembaga mampu menyesuaikan diri dengan perubahan zaman. Inilah pesan utama yang ditegaskan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI dalam forum Management Upgrade bertema "Penerapan Gaya Kepemimpinan" di Jakarta, Kamis (21/8/2025). Acara yang digelar Pusdiklat BAZNAS RI dan disiarkan melalui YouTube BAZNAS TV ini menghadirkan Prof. Ir. Nadratuzzaman Hosen, MS., M.Ec., Ph.D., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Transformasi Digital Nasional, sebagai narasumber. Menurut Nadratuzzaman, kepemimpinan adaptif adalah kunci untuk memperkuat tata kelola zakat. “Dalam mengelola zakat, infak, dan sedekah, pemimpin harus bisa menyesuaikan diri dengan situasi. Kadang harus tegas, kadang inspiratif, kadang memberi ruang partisipasi. Keseimbangan inilah yang akan membuat BAZNAS mampu menjalankan mandat negara dan menjaga amanah umat,” ujarnya. Ia menjelaskan, terdapat enam model kepemimpinan yang bisa diterapkan sesuai konteks: Transformasional – mendorong inovasi, termasuk digitalisasi zakat, sekaligus memotivasi amil untuk bekerja dengan visi besar. Delegatif – memberi ruang bagi setiap individu untuk bekerja sesuai kapasitasnya, sehingga potensi tim bisa lebih optimal. Transaksional – menekankan penghargaan dan sanksi berdasarkan kinerja agar target penghimpunan dan penyaluran zakat tercapai. Demokratis – membuka ruang diskusi dan kolaborasi dalam pengambilan keputusan strategis. Otokratis – dibutuhkan saat kondisi darurat, misalnya saat menyalurkan bantuan bencana yang memerlukan keputusan cepat. Karismatik – mengandalkan keteladanan, integritas, dan kepribadian pemimpin untuk membangun kepercayaan publik. Lebih jauh, ia menekankan bahwa kepemimpinan bukan hanya soal gaya, tapi juga tentang komunikasi yang meyakinkan. “Seorang pemimpin harus bisa menggerakkan tim internal sekaligus menjalin kepercayaan dengan mitra eksternal,” kata Nadratuzzaman.
BERITA22/08/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Minahasa Jalin Silaturahmi ke Masjid Al-Hijrah Rinegetan Tondano
BAZNAS Minahasa Jalin Silaturahmi ke Masjid Al-Hijrah Rinegetan Tondano
Minahasa – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Minahasa menggelar silaturahmi ke Masjid Al-Hijrah, Kelurahan Rinegetan, Tondano, Kamis 21/8/2025. Kunjungan ini diwakili oleh Wakil Ketua I BAZNAS Minahasa, Joko Winjaya, bersama Wakil Ketua IV, Muhamad Sahlan Kokalo. Agenda silaturahmi ini tidak sekadar menjalin kedekatan dengan pengurus masjid, melainkan juga menjadi ruang sosialisasi penggunaan Web Masjid (https://menara.baznas.go.id/), fasilitas digital yang akan difasilitasi BAZNAS. Web Masjid ini dirancang untuk mendukung transparansi, kemandirian, dan akuntabilitas pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di Unit Pengumpul Zakat (UPZ). “BAZNAS ingin memastikan bahwa pengelolaan zakat di masjid-masjid semakin kuat, transparan, dan dipercaya umat. Dengan adanya Web Masjid, laporan keuangan dan distribusi zakat bisa lebih mudah diakses jamaah, sekaligus menjadi sarana dakwah dan pelayanan umat,” ujar Wakil Ketua IV BAZNAS Minahasa dalam sambutannya. Pengurus Masjid Al-Hijrah menyambut baik inisiatif ini. Ketua Badan Takmir Masjid (BTM) Ibrahim menyampaikan apresiasi dan berharap semakin banyak jamaah yang menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui UPZ Masjid Al-hijrah . “Semoga makin banyak jamaah yang sadar bahwa zakat dan infak yang dititipkan di UPZ akan disalurkan dengan amanah dan penuh tanggung jawab,” ucapnya. Silaturahmi ditutup dengan penyerahan bantuan UPZ Masjid kepada tiga orang mustahik, masing-masing menerima satu karung beras. Lebih jauh, BAZNAS Minahasa menegaskan bahwa amanah sebagai amil bukanlah sekadar tugas, melainkan sebuah kebanggaan. Ada lima rasa yang senantiasa hidup dalam diri pengurus UPZ: Rasa bangga, karena dipercaya jamaah untuk mengelola zakat—sebuah amanah yang tidak semua orang bisa pegang. Rasa bahagia, sebab menjadi jalan pahala ketika zakat, infak, dan sedekah sampai kepada yang berhak. Rasa syukur, karena bisa menyaksikan langsung manfaat zakat yang membantu fakir miskin, anak yatim, orang sakit, hingga pelaku usaha kecil. Rasa senang, karena menjadi pelayan umat, bukan sekadar pengelola dana, tapi sahabat bagi jamaah. Rasa bangga kedua, sebab UPZ adalah ujung tombak perjuangan besar BAZNAS dalam menghadirkan kesejahteraan umat di Minahasa. BAZNAS Minahasa berharap semangat ini akan terus tumbuh di setiap UPZ, sehingga zakat benar-benar hadir sebagai solusi sosial yang membawa berkah bagi seluruh lapisan masyarakat.
BERITA22/08/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
BTM Masjid Alhijrah Evaluasi Program UPZ, Salurkan Bantuan kepada Mustahik
BTM Masjid Alhijrah Evaluasi Program UPZ, Salurkan Bantuan kepada Mustahik
Minahasa – Badan Takmir Masjid (BTM) Alhijrah Renegetan, Tondano Barat, Kabupaten Minahasa, menggelar evaluasi kinerja Unit Pengumpul Zakat (UPZ) pada Jumat (21/8) malam. Evaluasi ini dilakukan sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas terhadap berbagai program sosial yang telah dijalankan dalam beberapa bulan terakhir. Ketua BTM Masjid Alhijrah, Ibrahim Hamid, dalam sambutannya menyampaikan bahwa UPZ Alhijrah telah menjalankan sejumlah program berbasis zakat produktif yang menyasar para mustahik (penerima zakat) yang membutuhkan. “Alhamdulillah, melalui SK yang telah dikeluarkan oleh Baznas Kabupaten Minahasa, UPZ Alhijrah telah melaksanakan beberapa program selama beberapa bulan terakhir. Di antaranya adalah zakat produktif yang membantu para tukang ojek yang tidak memiliki kendaraan, pedagang kecil yang kekurangan modal, hingga bantuan kesehatan bagi mustahik yang sakit,” ungkap Ibrahim. Salah satu bentuk nyata dari program ini adalah pemberian bantuan kendaraan bagi tukang ojek agar bisa kembali mencari nafkah, serta bantuan bahan pokok untuk pedagang kecil yang kesulitan berjualan di pasar. Tak hanya itu, para mustahik yang sedang mengalami sakit atau kesulitan ekonomi juga menerima bantuan sembako berupa beras dan kebutuhan pokok lainnya. “Pada malam ini, kami kembali menyalurkan bantuan kepada tiga mustahik. Salah satunya adalah seorang bapak yang biasa berdagang namun kini sedang sakit. Kami bantu dengan sembako untuk kebutuhan harian. Dua mustahik lainnya juga menerima bantuan serupa,” tambah Ibrahim. Ia pun mengajak seluruh jamaah Masjid Alhijrah untuk terus berpartisipasi dalam kegiatan UPZ melalui infak dan sedekah. “Insya Allah, ke depan kami berharap seluruh jamaah dapat menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui UPZ ini. Semoga kami juga bisa menjalin sinergi lebih kuat lagi dengan Baznas Minahasa dalam membantu umat,” harapnya. Baznas Minahasa Apresiasi Kinerja UPZ Alhijrah Dalam kegiatan evaluasi tersebut, turut hadir jajaran pengurus BTM, Ketua Majelis Taklim Alhijrah Hj. Linda Samiun, S.Pd, Imam Masjid Alhijrah Kiki Palamani, Sekretaris UPZ Samsul Arif, Bendahara UPZ Alhijrah Junaidi Mato, serta Jamaah Masjid Al Hijrah Rinegetan. Baznas Minahasa yang diwakili oleh Ketua I Joko Winjaya dan Wakil Ketua IV memberikan apresiasi atas kinerja UPZ Alhijrah. Wakil Ketua IV Baznas Minahasa Muhamad Sahlan Kokalo dalam sambutannya mewakili Ketua Baznas Minahasa menyampaikan penghargaan atas kesungguhan BTM dan perangkat UPZ dalam menyalurkan zakat secara tepat sasaran dan penuh tanggung jawab. Sementara itu, Wakil Ketua I Baznas Minahasa, Joko Winjaya, menyampaikan harapannya agar sinergi yang telah terjalin dapat terus diperkuat. “Kami berharap, ke depan program-program seperti ini dapat diperluas dan dikembangkan, serta semakin banyak mustahik yang terbantu. Kami siap memberikan bimbingan dan arahan teknis agar pengelolaan zakat di lingkungan masjid semakin optimal,” tuturnya. Kegiatan ini menjadi cerminan bagaimana lembaga zakat di tingkat masjid mampu menjadi penggerak pemberdayaan ekonomi umat dan memberikan solusi nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.
BERITA21/08/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Perkuat Sinergi CSR untuk Pengentasan Kemiskinan
BAZNAS Perkuat Sinergi CSR untuk Pengentasan Kemiskinan
JAKARTA – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menegaskan pentingnya potensi besar Corporate Social Responsibility (CSR) di Indonesia yang diperkirakan mencapai Rp80 triliun. Potensi ini dinilai bisa menjadi kekuatan tambahan untuk memperkuat dana sosial keagamaan (ZIS-DSKL) dalam mendukung program pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat. Hal ini mengemuka dalam BAZNAS Development Forum yang digelar di Gedung BAZNAS Institute, Jakarta, Selasa (19/8/2025). Forum tersebut dihadiri Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan, H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM., Deputi I Bidang Pengumpulan, H. M. Arifin Purwakananta, Direktur Pengumpulan Badan, H. Faisal Qosim, serta Direktur Pengumpulan Perorangan, H. Fitriansyah Agus Setiawan. Dalam sambutannya, Rizaludin Kurniawan menegaskan bahwa BAZNAS hadir bukan semata-mata untuk meminta bantuan kepada perusahaan, tetapi membangun kemitraan strategis. “Semangat kita adalah bagaimana BAZNAS bisa menjadi mitra terbaik perusahaan dalam menjalankan CSR. Kita bukan meminta-minta, melainkan hadir sebagai mitra bisnis yang memberikan pelayanan, pengalaman, dan perubahan nyata. Orientasi kita adalah membantu perusahaan mencapai target sosialnya sekaligus memberi dampak nyata bagi mustahik,” ujarnya.Rizaludin menambahkan, perusahaan memiliki banyak alasan untuk mempercayakan pengelolaan CSR maupun zakat perusahaannya melalui BAZNAS. Selain reputasi dan jaringan luas di masyarakat, BAZNAS juga mampu menghadirkan nilai tambah melalui program yang relevan. “BAZNAS bisa membantu penetrasi ke konsumen muslim, memfasilitasi promosi, hingga meng-customize program sesuai kebutuhan perusahaan. Bahkan, logo Taat Zakat yang melekat pada produk bisa menjadi nilai tambah bagi brand mereka, sejajar dengan logo halal,” jelasnya. Sementara itu, Deputi I Bidang Pengumpulan, H. M. Arifin Purwakananta, menilai CSR merupakan peluang besar yang harus dijemput secara serius oleh BAZNAS. “CSR di perusahaan bisa kita pandang sebagai infak atau sedekah perusahaan. Karena itu, BAZNAS siap menjadi mitra terpercaya. Kita tidak hanya menyalurkan dana, tapi juga memiliki kekuatan program, jaringan, dan kemampuan sinergi dengan pemerintah serta masyarakat,” tutur Arifin. Lebih lanjut, Arifin mengungkapkan bahwa BAZNAS tengah menyiapkan paradigma baru yang disebut GRID (Green, Resilient, Inclusive, and Durable), yang akan diluncurkan pada Rakernas mendatang. “Paradigma GRID akan memperkuat positioning BAZNAS dalam kemitraan CSR. Dengan pendekatan ini, setiap program tidak hanya memberi manfaat sosial, tetapi juga menjaga keberlanjutan lingkungan dan mendukung pencapaian SDGs,” tegasnya. Melalui sinergi dengan dunia usaha, BAZNAS berharap potensi besar dana sosial yang ada di Indonesia dapat dikelola secara profesional, transparan, dan memberi dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
BERITA20/08/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
Kemenag Terbitkan Aturan Baru, Seleksi Anggota Baznas Kini Lebih Ketat
Kemenag Terbitkan Aturan Baru, Seleksi Anggota Baznas Kini Lebih Ketat
Jakarta - Kementerian Agama (Kemenag) menerbitkan Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 10 Tahun 2025 yang mengatur tata cara seleksi anggota Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) di semua tingkatan, mulai dari pusat hingga daerah. Aturan ini bertujuan memastikan proses rekrutmen berjalan transparan, akuntabel, dan profesional. Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Abu Rokhmad, menjelaskan, calon anggota Baznas dari unsur ulama bisa diusulkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) atau ormas Islam. Sementara tenaga profesional bisa diusulkan asosiasi profesi atau perguruan tinggi keagamaan Islam. Baznas pusat akan diisi oleh 11 anggota, dengan delapan dari unsur masyarakat dan tiga dari unsur pemerintah, yakni Kemenag, Kementerian Dalam Negeri, dan Kementerian Keuangan. Untuk Baznas provinsi dan kabupaten/kota, masing-masing akan diisi lima pimpinan. Syarat menjadi calon anggota Baznas cukup ketat. Calon harus berusia minimal 40 tahun dan berpendidikan sarjana (kecuali tingkat kabupaten/kota, minimal SMA). Mereka juga harus memiliki kompetensi di bidang pengelolaan zakat, bersedia bekerja penuh waktu, dan tidak menjadi anggota partai politik. "Pendaftar juga harus bersedia melepaskan jabatan di pemerintahan atau BUMN/BUMD jika terpilih, dan memiliki visi, misi, serta program kerja yang jelas," tegas Abu Rokhmad. Untuk seleksi tingkat pusat, tim seleksi akan berjumlah sembilan orang, terdiri dari lima orang Kemenag, satu orang dari Kementerian PANRB, dan tiga dari unsur tokoh agama, tokoh masyarakat, atau tenaga profesional. Sementara itu, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Waryono Abdul Ghafur, mengatakan mekanisme seleksi di daerah mengacu pada prosedur Baznas pusat. Gubernur dan bupati/wali kota akan membentuk tim seleksi sendiri. Tahapan seleksi mencakup pendaftaran, seleksi administrasi, seleksi kompetensi (tes pengetahuan dasar, penulisan makalah, dan wawancara), serta penyampaian hasil kepada Menteri Agama atau kepala daerah. "PMA 10/2025 menjadi panduan teknis seragam di seluruh Indonesia. Dengan demikian, proses seleksi Baznas di semua tingkatan dapat berjalan efektif, terukur, dan mendukung optimalisasi pengelolaan zakat nasional," pungkas Waryono.
BERITA20/08/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Minahasa.

Lihat Daftar Rekening →