WhatsApp Icon
10 Mahasiswa Pergunu Sulut Melanjutkan Studi ke UAC, Tiba di Surabaya Disambut Ketua FMS Mojokerto

MOJOKERTO — Semangat meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan tinggi terus tumbuh di Sulawesi Utara. Sebanyak 10 mahasiswa penerima Beasiswa Pergunu Sulawesi Utara Tahun 2026 kini bersiap melanjutkan pendidikan jenjang S1 dan S2 di Universitas KH Abdul Chalim (UAC), Mojokerto, Jawa Timur.

Kesepuluh mahasiswa tersebut diberangkatkan setelah secara resmi dilepas oleh Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sulawesi Utara), Dr. Drs. KH. Ulyas Taha, M.Pd., di Kantor PWNU Sulawesi Utara, Manado, Selasa (6/10/2026).

Prosesi pelepasan turut dihadiri jajaran PWNU Sulut, pengurus PW Pergunu Sulut, serta para Ketua PC Pergunu Kabupaten/Kota.

Ketua PW Pergunu Sulawesi Utara, Ahmad Sholeh, mengatakan jumlah penerima beasiswa tahun ini mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

"Jumlahnya tahun ini ada 10 orang. Kalau tahun lalu hanya 4 orang, sekarang naik menjadi 10 orang, artinya ada lonjakan lebih dari 100 persen," ujar Ahmad Sholeh.

Dari 10 penerima beasiswa tersebut, 8 mahasiswa menempuh jenjang S1 dan 2 mahasiswa jenjang S2.

Setelah menempuh perjalanan dari Manado, rombongan mahasiswa tersebut tiba di Surabaya, Jawa Timur, pada hari yang sama.

Kedatangan mereka mendapat sambutan dari Forum Mahasiswa Sulawesi Utara (FMS) Mojokerto. Ketua FMS Mojokerto, Jihan Nabillah Kokalo, turut menjemput langsung para mahasiswa penerima beasiswa tersebut untuk selanjutnya mendampingi perjalanan mereka menuju Mojokerto.

Jihan mengatakan kehadiran mahasiswa asal Sulawesi Utara di Jawa Timur bukan sekadar perjalanan untuk menempuh pendidikan, tetapi juga menjadi bagian dari proses membangun generasi muda yang nantinya diharapkan dapat memberikan manfaat bagi daerah.

"Kami tentu senang bisa menyambut teman-teman dari Sulawesi Utara. Mereka datang membawa harapan besar untuk melanjutkan pendidikan. Kami dari FMS Mojokerto siap membantu mereka beradaptasi dengan lingkungan baru, baik dalam kehidupan kampus maupun selama berada di Mojokerto," ujar Jihan.

Menurutnya, keberadaan mahasiswa Sulawesi Utara di Jawa Timur juga menjadi kesempatan untuk memperkuat silaturahmi antarmahasiswa asal daerah tersebut.

Program beasiswa tersebut juga disertai tanggung jawab akademik. Pergunu Sulut menargetkan mahasiswa penerima beasiswa dapat menyelesaikan pendidikan sesuai masa studi yang telah ditetapkan.

Untuk jenjang S1, mahasiswa ditargetkan menyelesaikan studi dalam waktu empat tahun, sedangkan jenjang S2 ditargetkan selesai dalam dua tahun.

Ahmad Sholeh menegaskan adanya konsekuensi bagi penerima beasiswa yang tidak mampu menyelesaikan studi sesuai target.

"Semoga mereka bisa menyelesaikan studi tepat waktu, 4 tahun untuk S1 dan 2 tahun untuk S2. Tidak boleh lewat. Kalau sampai lewat dari target tersebut, konsekuensinya harus membayar biaya sendiri," tegasnya.

Keberangkatan 10 mahasiswa tersebut menjadi gambaran bahwa akses terhadap pendidikan tinggi terus menjadi salah satu jalan penting dalam menyiapkan generasi muda yang berkualitas.

Bagi Sulawesi Utara, keberadaan mahasiswa yang menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi di luar daerah juga diharapkan dapat memperluas wawasan, pengalaman, jaringan, serta kapasitas mereka sebelum kembali memberikan kontribusi di tengah masyarakat.

BAZNAS Kabupaten Minahasa memandang ikhtiar peningkatan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia sebagai bagian penting dari pembangunan masyarakat. Pendidikan bukan hanya tentang memperoleh gelar akademik, tetapi juga tentang mempersiapkan generasi yang memiliki kompetensi, karakter, kepedulian sosial, dan kemauan untuk kembali memberi manfaat bagi lingkungan.

07/10/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa
Tiga Putranya Gugur di Gaza, Ulama Palestina Datangi BAZNAS: “Saya Tetap Mengucapkan Alhamdulillahi Rabbil ‘Alamin”

JAKARTA, — Suasana haru terasa saat Prof. Dr. Maher Hamed Mohamed Al-Houli, ulama sekaligus akademisi asal Gaza, Palestina, berbicara di hadapan jajaran Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI di Jakarta, Rabu (30/9/2026).

Maher datang bersama pengurus Yayasan Persahabatan dan Studi Peradaban (YPSP). Kedatangannya menjadi kesempatan untuk menyampaikan secara langsung kondisi masyarakat Gaza yang hingga kini masih menghadapi situasi kemanusiaan yang berat, meski telah ada gencatan senjata.

Namun, yang disampaikan Maher bukan hanya cerita tentang kondisi masyarakat Gaza. Ia juga membawa kisah kehilangan dari keluarganya sendiri.

Tiga putranya, cucu, dua saudara laki-laki, serta puluhan kerabatnya disebut telah gugur akibat serangan bom di Gaza.

“Saya hadir di hadapan Anda sekalian sebagai gambaran kecil dari penderitaan rakyat Gaza, di mana tiga putra saya, cucu saya, dua saudara laki-laki, beserta puluhan kerabat telah gugur syahid akibat serangan bom,” kata Maher.

Kehilangan tiga anak tentu menjadi duka yang tidak mudah bagi seorang ayah. Terlebih, Maher menyebut ketiga putranya merupakan pahlawan penghafal Al-Qur'an.

Namun di tengah kesedihan tersebut, Maher berusaha tetap menunjukkan keteguhan hati. Ia mengatakan bahwa dirinya tetap mengucapkan syukur kepada Allah SWT.

“Tiga putra saya, saudara-saudara saya, dan kerabat saya telah syahid, namun demikian di hadapan kondisi ini saya tetap mengucapkan Alhamdulillahi rabbil 'alamin,” ujarnya.

Bagi Maher, kehilangan anggota keluarga merupakan penderitaan yang sangat berat. Tetapi ketika berbicara mengenai kondisi masyarakat Gaza secara keseluruhan, ia mengaku masih sulit menahan air mata.

Menurutnya, persoalan yang dihadapi masyarakat Palestina saat ini sudah berada pada kondisi yang sangat krisis. Tidak hanya persoalan keamanan di Al-Quds dan Masjid Al-Aqsa, warga Gaza juga masih berhadapan dengan kebutuhan dasar yang mendesak.

Salah satunya adalah kebutuhan untuk menangani dan memakamkan jenazah para korban yang terus ditemukan dan dievakuasi.

Maher menyebut masyarakat Gaza bahkan membutuhkan bantuan biaya dan material untuk dapat memakamkan jasad puluhan hingga ratusan syuhada yang dievakuasi setiap harinya.

Kondisi tersebut menjadi salah satu gambaran nyata bahwa persoalan kemanusiaan di Gaza belum selesai meskipun telah ada gencatan senjata.

Ancaman musim dingin juga menjadi perhatian. Masyarakat yang kehilangan rumah dan berbagai fasilitas kehidupan membutuhkan bantuan untuk menghadapi kondisi yang semakin berat.

Karena itu, kedatangan Maher ke BAZNAS RI menjadi kesempatan untuk menyampaikan secara langsung apa yang terjadi di Gaza sekaligus kebutuhan masyarakat di sana.

Ia tidak datang membawa cerita dari jauh. Ia datang sebagai seseorang yang keluarganya sendiri ikut menjadi korban.

Dalam pertemuan itu, Maher juga menyampaikan pesan mengenai keluarga para syuhada di Gaza.

“Sebagaimana disebutkan bahwa ini adalah pertemuan dengan keluarga para syuhada, maka saya juga akan menyampaikan perkataan ini kepada keluarga para syuhada di Gaza, insya Allah Rabbil 'Alamin, bahwa para syuhada selalu hadir di dalam hati Dr. Sodik Mudjahid, hadir di pikirannya, hadir di tengah rekan-rekannya, dan hadir di BAZNAS, insya Allah Rabbil 'Alamin,” tuturnya.

BAZNAS Terima Kesaksian Langsung dari Gaza

Sementara itu, Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc. mengatakan, pihaknya menyambut kedatangan Prof. Dr. Maher Hamed Mohamed Al-Houli untuk mendengarkan secara langsung kondisi masyarakat Gaza.

Menurut Sodik, kesaksian Maher penting untuk memberikan gambaran mengenai keadaan rakyat Gaza saat ini, termasuk kebutuhan yang harus dipersiapkan untuk menghadapi musim dingin dan Ramadan.

“Hari ini kami kedatangan akademisi langsung dari Gaza, Prof. Dr. Maher Hamed Mohamed Al-Houli yang tiga putranya serta kerabatnya telah wafat syahid akibat bom, untuk menceritakan secara langsung keadaan rakyat Gaza saat ini beserta kebutuhan mereka menghadapi masa depan,” kata Sodik.

Pertemuan tersebut sekaligus menjadi ruang bagi BAZNAS untuk mendengarkan langsung kebutuhan masyarakat Palestina dari seseorang yang mengalami sendiri dampak konflik tersebut.

Bagi masyarakat Gaza, persoalan yang dihadapi bukan hanya tentang kehilangan tempat tinggal atau kerusakan fasilitas. Ada keluarga yang kehilangan anak, orang tua yang kehilangan anaknya, dan saudara yang tidak lagi dapat berkumpul seperti sebelumnya.

Kesaksian Prof. Maher menjadi pengingat bahwa di balik berbagai angka mengenai korban dan kerusakan akibat konflik, terdapat manusia dan keluarga yang harus menjalani kehidupan dengan kehilangan yang sangat besar.

Dari Gaza, Maher membawa cerita tentang keluarganya dan masyarakat yang masih bertahan di tengah krisis.

Di Jakarta, cerita itu disampaikan kepada BAZNAS sebagai bagian dari upaya menjaga perhatian dan kepedulian terhadap penderitaan masyarakat Palestina.

Di tengah situasi yang belum sepenuhnya pulih, pesan yang dibawa Maher sederhana tetapi kuat: masyarakat Gaza masih membutuhkan perhatian, bantuan dan solidaritas kemanusiaan.

01/10/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS RI Bahas Kerja Sama Bantuan Kemanusiaan Palestina dengan YPSP

JAKARTA, — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Yayasan Persahabatan dan Studi Peradaban (YPSP) membahas rencana kerja sama untuk memperkuat penyaluran bantuan kemanusiaan bagi masyarakat Palestina, khususnya warga di Gaza.

Pembahasan tersebut berlangsung dalam agenda audiensi di Kantor BAZNAS RI, Jakarta, Rabu (30/9/2026).

Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc. menyambut baik rencana kerja sama tersebut. Menurutnya, YPSP diharapkan dapat menjadi salah satu mitra tambahan BAZNAS dalam memperluas jangkauan penyaluran bantuan ke Palestina.

"Insyaallah kita akan bekerja sama dengan yayasan sebagai tambahan mitra BAZNAS dalam penyaluran bantuan ke Palestina, wabilkhusus untuk Gaza," jelas Sodik Mudjahid.

Kerja sama yang sedang disiapkan itu mencakup beberapa bentuk bantuan, mulai dari pangan, fasilitas air bersih hingga kebutuhan masyarakat untuk menghadapi musim dingin. Selain itu, turut dibahas rencana pengiriman imam-imam asal Palestina ke sejumlah daerah di Indonesia.

Sodik mengatakan, perhatian dan dukungan terhadap masyarakat Palestina tetap diperlukan karena kondisi di Gaza belum sepenuhnya pulih. Ia juga menyoroti adanya penurunan aliran bantuan kemanusiaan belakangan ini.

Menurutnya, salah satu penyebabnya adalah anggapan sebagian masyarakat bahwa kondisi Gaza sudah aman setelah adanya perkembangan terkait gencatan senjata. Padahal, kebutuhan masyarakat di wilayah tersebut masih cukup besar.

Dalam kesempatan itu, Sodik juga menjelaskan bahwa dukungan Indonesia terhadap Palestina memiliki landasan yang kuat, baik dari sisi kebangsaan maupun keagamaan.

"Jadi ada dua motivasi, satu motivasi kebangsaan Indonesia sesuai dengan konstitusi dan kebijakan Presiden, dan motivasi kedua adalah amanah Al-Qur'an dan Sunnah dari Allah dan Rasul," tegas Sodik.

Sementara itu, Ketua YPSP Dr. Ahed Abul Atha menyampaikan kesiapan pihaknya untuk mendukung penyaluran bantuan yang nantinya dipercayakan kepada YPSP.

Menurut Ahed, YPSP memiliki tim yang bekerja langsung di sejumlah permukiman di Gaza. Keberadaan tim tersebut diharapkan dapat membantu proses distribusi bantuan agar dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan.

"Alhamdulillah YPSP siap untuk menyalurkan bantuan-bantuan kemanusiaan langsung di Gaza, karena kami memiliki tim yang memang bekerja langsung di permukiman Gaza," katanya.

Kerja sama yang dibahas BAZNAS RI dan YPSP ini menjadi bagian dari upaya memperluas jaringan kemitraan dalam penyaluran bantuan kemanusiaan Palestina. Dengan adanya mitra yang memiliki tim di lapangan, penyaluran bantuan diharapkan dapat dilakukan secara lebih terarah sesuai kebutuhan masyarakat.

Audiensi tersebut turut dihadiri Ketua Bidang Fatwa Asosiasi Ulama Palestina Prof. Dr. Maher Hamed Mohamed Al-Houli, Sekretaris Utama BAZNAS RI Dr. H. Subhan Cholid, Lc., M.A., Deputi II Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS RI Dr. K.H. M. Imdadun Rahmat, M.Si., serta Kepala Divisi Kebencanaan BAZNAS RI Dian Aditya Mandana Putri.

Pembahasan antara BAZNAS RI dan YPSP diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat kolaborasi kemanusiaan, sehingga bantuan dari masyarakat Indonesia dapat terus disalurkan kepada warga Palestina yang masih membutuhkan dukungan.

01/10/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS RI dan ICMI Jajaki Kolaborasi Inovasi Lingkungan hingga Riset Zakat

JAKARTA, BAZNAS MINAHASA — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI dan Ikatan Cendekiawan Muslim Se-Indonesia (ICMI) menjajaki kerja sama strategis dalam berbagai bidang, mulai dari inovasi lingkungan, pemberdayaan ekonomi umat, hingga riset pengelolaan zakat.

Penjajakan kerja sama tersebut dibahas dalam agenda audiensi antara BAZNAS RI dan jajaran pengurus ICMI yang berlangsung di Kantor BAZNAS RI, Jakarta, Selasa (29/9/2026).

Dalam pertemuan tersebut, kedua lembaga membahas sedikitnya 13 program prioritas yang berpotensi dikolaborasikan. Program tersebut mencakup pemanfaatan teknologi penyediaan air bersih dan pengolahan sampah hasil pengembangan para ilmuwan ICMI, pemberdayaan ekonomi umat, riset bersama di bidang zakat, serta berbagai program pemberdayaan masyarakat.

Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc. mengatakan, BAZNAS RI terbuka terhadap berbagai bentuk sinergi yang dapat memberikan dampak langsung bagi masyarakat, khususnya para mustahik.

"Ada 13 program prioritas, mulai dari BAZNAS Siaga Kemiskinan, BAZNAS Tanggap Bencana, Beasiswa Cendikia BAZNAS, Lumbung Pangan BAZNAS, Balai Ternak BAZNAS, hingga Rumah Terang BAZNAS untuk tempat yang belum berlistrik," jelas Sodik.

Menurutnya, berbagai program tersebut memiliki ruang kolaborasi dengan kapasitas keilmuan dan jaringan yang dimiliki ICMI. Sinergi tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat pelaksanaan program, tetapi juga menghadirkan pendekatan berbasis inovasi dan teknologi dalam pemberdayaan masyarakat.

Salah satu peluang kerja sama yang dibahas adalah penerapan teknologi dalam penyediaan air bersih dan pengelolaan sampah. BAZNAS juga membuka peluang kolaborasi dalam memberikan dukungan kepada masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas pengumpulan sampah.

"Kami juga membuka peluang sinergi dalam penggunaan teknologi pengolahan sampah maupun bantuan langsung kepada para pemulung sampah bersama ICMI," ujar Sodik Mudjahid.

Selain bidang lingkungan, pembahasan juga mencakup penguatan ekonomi umat melalui dukungan modal usaha berbasis masjid dan pengembangan program bagi mualaf melalui Mualaf Center yang berada dalam pembinaan ICMI.

Kolaborasi riset mengenai pengelolaan zakat turut menjadi salah satu agenda yang mendapat perhatian. Kerja sama di bidang penelitian diharapkan dapat menghasilkan kajian dan rekomendasi yang mendukung pengembangan tata kelola serta program zakat yang semakin berbasis data dan kebutuhan masyarakat.

Wakil Ketua Umum ICMI Bidang IPTEK, Agromaritim, dan Lingkungan Hidup Mohammad Jafar Hafsah menyambut baik rencana kolaborasi antara ICMI dan BAZNAS RI.

Ia mengatakan, berbagai bidang yang dibahas dalam audiensi tersebut pada dasarnya memiliki keterkaitan dengan program dan kapasitas yang dimiliki ICMI sehingga dapat dikembangkan melalui sinergi antarlembaga.

"Alhamdulillah dengan rencana MoU ini juga berarti hubungan kita dengan BAZNAS dalam bentuk program-program itu akan lebih baik. Dan program-program semuanya yang dikemukakan itu semua ada di ICMI, jadi tinggal kita sinergikan," tuturnya.

Rencana kerja sama tersebut juga diarahkan pada penyusunan nota kesepahaman (MoU) antara BAZNAS RI dan ICMI sebagai landasan pengembangan berbagai program kolaboratif ke depan.

Melalui sinergi tersebut, BAZNAS RI dan ICMI memiliki ruang untuk menghubungkan kekuatan pengelolaan zakat dengan kapasitas keilmuan, teknologi, riset, serta jaringan pemberdayaan masyarakat.

Kerja sama ini sekaligus memperluas peluang agar dana zakat tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan dasar mustahik, tetapi juga dapat diarahkan pada program pemberdayaan yang mendukung kemandirian masyarakat secara berkelanjutan.

Turut hadir dalam agenda tersebut dari BAZNAS RI, Pimpinan Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan BAZNAS RI H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., serta Deputi I Pengumpulan BAZNAS RI H. M. Arifin Purwakananta, S.IKom., M.I.Kom., CWC., CFRM.

Sementara dari jajaran pengurus ICMI hadir Wakil Ketua Umum Bidang Pengembangan Organisasi dan Kerja Sama Antar Lembaga Priyo Budi Santoso, Wakil Ketua Umum Bidang Ekonomi dan Kesejahteraan Umat Teuku Abdullah Sanny, Bendahara Umum Andi Irman, Ketua Panitia Muktamar Ismail Rumadhan, Sekretaris Panitia Muktamar Ina Marlina, serta Bendahara Panitia Muktamar Andi Ida Nursanti.

Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat jejaring kolaborasi antara lembaga zakat nasional dan organisasi cendekiawan Muslim dalam menghadirkan program yang berbasis inovasi, ilmu pengetahuan, pemberdayaan, dan kebutuhan nyata masyarakat.

01/10/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa
Empat Kali Berturut-turut! BAZNAS RI Kembali Raih IHYA 2026

TANGERANG — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional dengan meraih penghargaan Indonesia Halal Industry Awards (IHYA) 2026 kategori Lembaga Pemerintahan yang Memberikan Dukungan Program Halal Terbaik.

Penghargaan yang diberikan oleh Kementerian Perindustrian (Kemenperin) RI tersebut diterima dalam ajang IHYA 2026 yang berlangsung di ICE BSD City, Tangerang, Banten, Kamis (24/9/2026).

Capaian ini sekaligus memperpanjang konsistensi BAZNAS RI dalam ajang IHYA. Sejak 2022, BAZNAS RI tercatat telah empat kali memperoleh penghargaan dalam ajang yang memberikan apresiasi terhadap kontribusi berbagai pihak dalam pengembangan industri halal nasional.

Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., mengatakan penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap komitmen BAZNAS dalam mendukung perkembangan industri halal, khususnya bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

“Alhamdulillah hari ini BAZNAS kembali mendapatkan award untuk lembaga pemerintah yang peduli terhadap industri halal. Berturut-turut bahkan sudah empat kali,” ujar Sodik Mudjahid.

Di balik penghargaan tersebut terdapat program pemberdayaan yang menyasar langsung pelaku UMKM di berbagai daerah.

Sepanjang periode 2022 hingga 2026, BAZNAS RI menyebut telah memfasilitasi lebih dari 7.000 sertifikat halal bagi UMKM melalui kolaborasi dengan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), 10 Lembaga Pemeriksa Halal (LPH), serta 24 Lembaga Pendamping Proses Produk Halal (LP3H).

Dukungan BAZNAS juga diarahkan pada penguatan sumber daya manusia dalam ekosistem halal. Dalam periode tersebut, BAZNAS turut mencetak 750 pendamping halal, 166 juru sembelih halal, dan 89 penyelia halal.

Langkah ini memperlihatkan bahwa penguatan industri halal tidak hanya dilakukan melalui sertifikasi produk, tetapi juga melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia yang mendampingi pelaku usaha.

Rekam Jejak Penghargaan IHYA

Penghargaan IHYA 2026 melanjutkan sejumlah capaian BAZNAS RI pada tahun-tahun sebelumnya.

Pada 2022, BAZNAS RI meraih Best Financial Support. Kemudian pada 2024, BAZNAS kembali memperoleh penghargaan Best Halal Financial Support, disusul penghargaan Instansi Pemerintah Terbaik pada 2025.

Tahun ini, BAZNAS RI kembali mendapatkan penghargaan dalam kategori Lembaga Pemerintahan yang Memberikan Dukungan Program Halal Terbaik.

Menurut Sodik, capaian tersebut tidak terlepas dari kerja para amil dan relawan BAZNAS yang terlibat dalam pembinaan UMKM di berbagai daerah.

“Terima kasih kepada para amil dan relawan yang selalu membina UMKM BAZNAS. Maju terus UMKM halal di bawah binaan BAZNAS,” katanya.

Penguatan UMKM halal menjadi salah satu bagian dari upaya BAZNAS dalam mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat. Melalui pendampingan dan fasilitasi usaha, mustahik tidak hanya mendapatkan bantuan, tetapi juga didorong untuk memiliki usaha yang lebih kuat dan berkelanjutan.

Bagi BAZNAS Kabupaten Minahasa, capaian tersebut menjadi inspirasi bahwa pengelolaan zakat dapat dikembangkan tidak hanya dalam bentuk bantuan konsumtif, tetapi juga melalui pemberdayaan ekonomi, peningkatan kapasitas usaha, dan penguatan kemandirian masyarakat.

Penghargaan IHYA 2026 sekaligus memperkuat pesan bahwa kolaborasi antara lembaga zakat, pemerintah, pelaku usaha, dan ekosistem halal dapat membuka semakin banyak peluang bagi UMKM untuk tumbuh dan naik kelas.

Empat kali meraih penghargaan IHYA bukan sekadar catatan prestasi, tetapi menjadi bagian dari perjalanan BAZNAS RI dalam memperluas manfaat zakat melalui pemberdayaan ekonomi dan penguatan ekosistem halal nasional.

25/09/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa

Berita Terbaru

Apresiasi Kemenperin, BAZNAS Terbaik di IHYA Award 2025
Apresiasi Kemenperin, BAZNAS Terbaik di IHYA Award 2025
Jakarta, –Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) kembali menorehkan sejarah. Lembaga zakat yang selama ini identik dengan program pemberdayaan umat itu kini meraih Indonesia Halal Industry Award (IHYA) 2025 dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin). BAZNAS dinobatkan sebagai Instansi Pemerintah Terbaik (Lembaga/Kementerian) dalam ajang bergengsi yang digelar di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Kamis, 25 September 2025. Gelar ini meneguhkan kiprah BAZNAS sebagai salah satu motor penggerak industri halal nasional. Capaian tahun ini bukan yang pertama. BAZNAS sudah dua kali mencatatkan namanya dalam panggung IHYA, yakni pada 2022 dan 2024, dengan kategori berbeda. Konsistensi itu memperlihatkan bahwa peran BAZNAS bukan sekadar mengelola dana zakat, tetapi juga membangun fondasi ekonomi halal dari akar rumput. Deputi I BAZNAS RI Bidang Pengumpulan, Mohamad Arifin Purwakananta, hadir menerima langsung penghargaan. “Ini bukti nyata keseriusan BAZNAS dalam mendorong mustahik pelaku UMKM berbasis industri halal agar bisa naik kelas, dari penerima zakat menjadi pemberi zakat atau muzaki,” ujar Arifin. BAZNAS tercatat telah memfasilitasi lebih dari 5.000 sertifikat halal bagi UMKM di berbagai daerah. Angka itu bukan sekadar statistik, melainkan wujud transformasi. Di balik setiap sertifikat, ada harapan pelaku usaha mikro untuk menembus pasar yang lebih luas dan kompetitif. “Ke depan, kami ingin semakin banyak mustahik yang tumbuh menjadi juragan-juragan halal. Mereka akan menjadi bagian penting dalam menguatkan ekonomi Indonesia,” kata Arifin. IHYA Award 2025 tidak diberikan secara serampangan. Proses penjurian menimbang aspek perencanaan, pelaksanaan, pelaporan, hingga evaluasi program. Kampanye publikasi juga menjadi salah satu indikator penting. Dalam semua aspek itu, BAZNAS dianggap menonjol dengan pola kerja yang terukur dan dampak nyata di lapangan. Arifin menegaskan, capaian ini tidak mungkin terjadi tanpa kepercayaan para muzaki. Dana zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya yang dititipkan kepada BAZNAS menjadi bahan bakar utama program pemberdayaan. “Kepercayaan muzaki adalah modal besar kami. Dari dana yang mereka amanahkan, kami bisa membiayai UMKM halal yang kini tumbuh di berbagai pelosok Indonesia,” kata dia. BAZNAS kini mematok agenda yang lebih luas: memperkuat UMKM halal bukan hanya dari sisi sertifikasi, tetapi juga lewat pelatihan, pendampingan, hingga akses permodalan. Semua diarahkan untuk mempercepat transformasi mustahik menjadi muzaki, dan mendorong kemandirian ekonomi nasional. Dengan capaian IHYA Award 2025, BAZNAS tak hanya berdiri sebagai lembaga zakat. Ia tampil sebagai salah satu poros penting industri halal nasional, sejalan dengan ambisi pemerintah menjadikan Indonesia pusat industri halal dunia.
BERITA25/09/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
Mengawal Konstitusi yang Menjaga Dana Umat ”Aman Syar’i-Regulasi-NKRI”
Mengawal Konstitusi yang Menjaga Dana Umat ”Aman Syar’i-Regulasi-NKRI”
Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Dr. Ade Sofyan Mulazid, S.Ag., M.H 24/9/2025 Mahkamah Konstitusi (MK) menolak seluruh permohonan uji materiil terhadap Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat. MK menilai permohonan para pemohon tidak beralasan menurut hukum. Putusan yang dibacakan pada Kamis (28/8/2025) di Ruang Sidang Pleno Gedung I MK itu, menegaskan kedudukan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) sebagai lembaga utama pengelola zakat di Indonesia. Ini menjadi bagian dari upaya mengawal konstitusi yang menjaga dana umat agar ”aman syar’i, aman regulasi, dan aman NKRI”. Pengelolaan dana publik yang etis merupakan salah satu landasan utama dalam tata kelola yang baik, hal ini menjadi sangat penting dalam kerangka ekonomi Islam (Mooneeram-Chadee, 2020; Shalhoob, 2025). Di sini, tanggung jawab tersebut tidak hanya terbatas pada pengelolaan keuangan yang benar, tetapi juga terkait dengan ajaran ilahi yang menekankan keadilan (‘adl), kesejahteraan publik (maslahah), dan perlindungan kekayaan yang suci (hifz al-mal). Sebagai respons terhadap kewajiban ini, mekanisme seperti audit syariah dan transparansi telah muncul sebagai pilar yang sangat penting, yang bertujuan untuk memastikan sistem keuangan beroperasi dalam batasan hukum Islam dan prinsip etika (Khalid & Sarea, 2020). Peranannya bersifat ganda untuk menjamin akurasi keuangan sekaligus memastikan kepatuhan yang ketat terhadap syariah, dengan tujuan melindungi sumber daya dari penyalahgunaan seperti bunga (riba) dan ketidakpastian berlebihan (gharar). Sejumlah penelitian sebelumnya mencoba mengungkap kompleksitas audit syariah, dengan perhatian besar pada standar teknisnya, integrasinya dalam struktur tata kelola perusahaan, serta dasar filosofisnya dalam Maqasid al-Shariah (Algabry, Alhabshi, Soualhi, & Othman, 2020; Aslam & Haron, 2020). Transparansi juga selalu didorong sebagai prasyarat yang tak bisa ditawar untuk membangun kepercayaan dan memastikan akuntabilitas. Namun, meskipun banyak penelitian yang ada, sintesis kritis yang menyeluruh masih sangat kurang. Literatur yang ada cenderung terpecah-pecah, terutama dalam hal membahas lembaga eksternal yang menegakkan prinsip-prinsip ini. Sementara komite audit internal dan regulator nasional sering dianalisis, peran kuat badan pengadilan puncak, khususnya Mahkamah Konstitusi sebagai penjaga utama keuangan publik, masih jarang dibahas (Masud et al., 2023). Kelalaian ini bukanlah hal sepele. Janji teoretis dari audit syariah dan transparansi berisiko hanya menjadi aspirasi semata tanpa ada lembaga yang kuat dan independen yang mampu menegakkan akuntabilitas terhadap aktor negara yang kuat. Mahkamah Konstitusi, yang memiliki kewenangan besar untuk membatalkan peraturan perundang-undangan dan tindakan eksekutif, berada dalam posisi yang unik untuk bertindak sebagai perwujudan modern dari konsep klasik Islam tentang hisbah (akuntabilitas publik). Namun, interaksi dinamis antara proses audit, yang mengungkap bukti kepatuhan atau penyalahgunaan, dan proses pengadilan, yang memberikan keputusan yang mengikat, belum dianalisis secara sistematis dan kritis. Sebagian besar tinjauan literatur sebelumnya telah membahas audit syariah atau transparansi secara terpisah, sering kali dengan fokus yang sempit pada penerapannya dalam sektor perbankan (Almutairi & Quttainah, 2020; Ullah et al., 2016). Adapun yang menarik, tidak ada satupun yang mengintegrasikan dimensi penting pengawasan yudisial konstitusional dalam kerangka analitis yang kohesif. Selain itu, sintesis yang ada belum mampu mengikuti perkembangan pesat di bidang ini, gagal menangkap kekurangan metodologisnya, bias geografis yang nyata, atau potensi gangguan dari teknologi keuangan (FinTech), yang berpotensi mendefinisikan ulang proses audit melalui inovasi seperti blockchain dan kecerdasan buatan (Avci & Erzurumlu, 2023; Bamhdi, 2024). Keunikan tinjauan ini terletak pada pendekatannya yang terintegrasi. Ia melampaui diskusi terpisah untuk mensintesis berbagai aliran literatur melalui lensa baru pengawasan yudisial konstitusional, menyatukan prinsip etika (Maqasid al-Shariah), mekanisme tata kelola (Agency Theory), dan dinamika institusional (Institutional Theory) dalam sebuah kerangka yang kohesif. Penelitian ini memberikan kontribusi: pertama, memberikan peta sistematis yang komprehensif tentang lanskap ilmiah saat ini; kedua, merumuskan Mahkamah Konstitusi sebagai aktor penting namun terabaikan dalam ekosistem tata kelola; dan ketiga, memberikan kajian kritis yang mendalam tentang janji dan potensi masalah dari gangguan teknologi dalam audit syariah. Keutamaan Audit Syariah sebagai Mekanisme Tata Kelola Literatur meninggalkan sedikit keraguan bahwa audit syariah telah melampaui fungsi akuntansi teknisnya untuk menjadi landasan tata kelola etis. Hal ini, secara konsisten dibingkai bukan sebagai latihan daftar periksa pasif, tetapi sebagai sistem proaktif yang digerakkan oleh nilai yang dirancang untuk mencegah penyalahgunaan dana publik dengan menanamkan kepatuhan agama dan etika ke dalam DNA pengawasan keuangan (Saad et al., 2021). Studi empiris, khususnya dari Malaysia dan Indonesia, semakin menunjukkan korelasi yang kuat antara praktik audit syariah yang diterapkan dengan baik dan hasil yang diinginkan seperti berkurangnya kesalahan pelaporan keuangan dan peningkatan kepercayaan investor terhadap lembaga Islam (Kamaruddin & Hanefah, 2022; Sani & Abubakar, 2021). Terpenting adalah lingkup audit bersifat dualistik harus memverifikasi akurasi keuangan sekaligus memastikan semua transaksi dan kontrak yang mendasarinya ('uqud) tidak terlarang (haram) seperti ketidakpastian yang berlebihan (gharar) dan bunga (riba). Perpaduan ketelitian keuangan dan pengawasan etis inilah yang membedakannya dari audit konvensional dan menetapkan nilai uniknya dalam menjaga kepentingan publik (maslahah). Mahkamah Konstitusi sebagai Penjaga Kepentingan Umum Peran Mahkamah Konstitusi tidak lagi dipandang sebagai penengah pasif sengketa hukum, tetapi semakin dikonseptualisasikan sebagai penjaga yang aktif dan kuat dari kepentingan umum. Kekuasaannya untuk membatalkan undang-undang atau tindakan eksekutif yang memungkinkan penyalahgunaan sumber daya publik menciptakan efek jera yang kuat, membentuk perilaku organ negara lainnya (Masud et al., 2023). Dari perspektif ekonomi Islam, fungsi peradilan ini secara elegan ditafsirkan sebagai inkarnasi modern dari konsep Islam klasik hisbah (akuntabilitas) dan siyasah syar'iyyah (kebijakan berorientasi syariah), di mana negara memikul kewajiban agama untuk mencegah penindasan (zulm)) dan ketidakadilan ekonomi. Namun, literatur dengan bijak memperingatkan bahwa efektivitas Pengadilan tidak diberikan, hal itu bergantung pada independensi operasionalnya, kapasitasnya untuk memahami instrumen keuangan yang kompleks, dan keberanian yurisprudensialnya untuk menerapkan prinsip-prinsip Maqasid al-Syariah dalam putusannya (Ibrahim & Amin, 2021). Hal ini, mengungkapkan hubungan simbiosis: proses audit syariah menghasilkan bukti kepatuhan atau kesalahan, sementara Mahkamah Konstitusi memberikan otoritas tertinggi yang dapat ditegakkan. Interaksi Konteks Regional dan Evolusi Regulasi Salah satu wawasan paling penting dari analisis ini adalah bahwa implementasi dan kemanjuran audit syariah sangat dibentuk oleh konteks lokal. Literatur menggambarkan spektrum kematangan peraturan. Kerangka kerja yang canggih dan komprehensif di Malaysia dan GCG sering digambarkan sebagai model tolok ukur, yang ditandai dengan standar yang tepat, sertifikasi auditor profesional, dan struktur pengawasan terintegrasi (Algabry, Alhabshi, Soualhi, & Alaeddin, 2020). Sebaliknya, penelitian tentang Indonesia dan Bangladesh sering berfokus pada proses pengembangan peraturan yang dinamis, terkadang kontroversial, dan tugas kompleks untuk menyelaraskan hukum nasional yang ada dengan prinsip-prinsip syariah yang muncul (Alam et al., 2023; Darmawan & Wandirah, 2025). Kesenjangan regional ini menggarisbawahi tantangan terpentin, tidak adanya kerangka kerja standar global untuk audit syariah menyebabkan inkonsistensi yang signifikan dalam praktik. Kurangnya harmonisasi ini menghadirkan rintangan yang tangguh bagi pertumbuhan keuangan Islam lintas batas dan menghambat perbandingan lembaga. Literatur dengan benar mengidentifikasi fragmentasi ini sebagai hambatan kritis untuk pematangan global industri dan area utama untuk penelitian berorientasi kebijakan di masa depan (Almutairi & Quttainah, 2020). Disrupsi Teknologi dan Masa Depan Audit Tema yang sangat menarik adalah pemeriksaan kritis terhadap potensi teknologi untuk merevolusi audit syariah. Teknologi blockchain disambut dengan optimisme yang cukup besar atas kapasitasnya untuk membuat buku besar yang terdesentralisasi, transparan, dan hampir anti gangguan untuk transaksi keuangan publik. Ini menjanjikan pergeseran paradigma menuju ketertelusuran dana secara real-time, yang berpotensi secara drastis mengurangi peluang korupsi dan penyalahgunaan (Avci & Erzurumlu, 2023). Potensi kontrak pintar untuk mengotomatiskan kepatuhan yang mengeksekusi transaksi hanya setelah memenuhi kondisi syariah yang telah dikodekan sebelumnya adalah bidang lain yang sangat menarik. Selain itu, AI dan analitik big data dipandang sebagai alat yang ampuh untuk meningkatkan manajemen risiko dengan secara proaktif mengidentifikasi pola kompleks yang mengindikasikan aktivitas penipuan atau perilaku yang tidak patuh. Namun, literatur tidak naif tekno-utopis. Hal ini, dengan cermat memperingatkan terhadap determinisme teknologi, menyoroti tantangan signifikan seperti kebutuhan akan kotak pasir peraturan, pengembangan aset digital yang sesuai dengan syariah, dan kebutuhan mendesak untuk menjembatani kesenjangan keterampilan digital dalam profesi audit itu sendiri (Bamhdi, 2024; Hancur, 2025). Tema ini mewakili batas penelitian yang paling dinamis dan berwawasan ke depan, secara langsung menghadapi masalah peningkatan transparansi dalam ekonomi global yang semakin kompleks dan digital. Peran Sentral Audit Syariah dan Sinergi Teoritis Fokus utama pada audit syariah sebagai landasan untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas sejalan dengan prinsip-prinsip inti ekonomi Islam, yang menekankan keadilan (‘adl), kesejahteraan umum (maslahah), dan perlindungan kekayaan (hifz al-mal) (Khalid et al., 2018). Analisis kami menegaskan bahwa audit syariah bukan hanya tugas prosedural atau kepatuhan, tetapi alat komprehensif yang mengawinkan prinsip-prinsip etika dengan praktik audit modern. Tinjauan ini, menambah kedalaman pemahaman ini dengan menunjukkan bagaimana kerangka teoritis yang dominan saling melengkapi. Maqasid al-Syariah memberikan kerangka moral menyeluruh, Teori Agensi menjelaskan bagaimana audit mengurangi asimetri informasi dan mengurangi konflik kepentingan antar pemangku kepentingan (Aslam & Haron, 2020). Secara bersamaan, Teori Kelembagaan menekankan tekanan eksternal baik regulasi, normatif, atau budaya yang membentuk cara audit Syariah diadopsi dan diimplementasikan dalam pengaturan yang berbeda (Algabry, Alhabshi, Soualhi, & Alaeddin, 2020; Hancur, 2025). Menariknya, alih-alih memperlakukan teori-teori ini secara terpisah, sintesis ini menunjukkan bahwa menggunakannya secara bersamaan menawarkan pendekatan analitis yang lebih komprehensif. Efektivitas audit (Teori Agensi) sering bergantung pada kekuatan lembaga pengatur (Teori Kelembagaan) dan keselarasannya dengan tujuan etika yang lebih luas (Maqasid al-Syariah). Interketerkaitan ini mengatasi kesenjangan penting dalam literatur yang ada, di mana kerangka kerja ini sering dipandang terpisah daripada saling memperkuat. Peran MK yang Kritis tetapi Kurang Dieksplorasi Salah satu temuan utama dari tinjauan ini adalah munculnya Mahkamah Konstitusi sebagai perlindungan eksternal yang penting untuk transparansi. Peran badan-badan peradilan ini dalam memantau kepatuhan dan melindungi dana publik melalui putusan penting adalah perpanjangan dari studi sebelumnya yang sebagian besar berfokus pada mekanisme audit internal dan badan pengatur (Masud et al., 2023). Hal ini, menyoroti hubungan penting antara audit dan penegakan peradilan, menunjukkan bahwa kerangka kerja tata kelola syariah yang kuat membutuhkan hubungan yang harmonis antara auditor independen dan peradilan yang kuat dan berpengetahuan syariah Mahkamah Konstitusi, bertindak sebagai mekanisme kelembagaan utama, meminta pertanggungjawaban entitas lain, memastikan bahwa prinsip-prinsip Maqasid al-Syariah secara efektif dioperasionalkan dalam tata kelola publik. Tinjauan ini menawarkan perspektif unik dengan mengintegrasikan dimensi yudisial ke dalam wacana audit syariah. Tidak seperti penelitian sebelumnya yang umumnya menyebutkan badan pengatur, sintesis ini menyelidiki peran Mahkamah Konstitusi yang berbeda, dengan alasan bahwa wewenangnya untuk membatalkan undang-undang yang memfasilitasi penyalahgunaan dana publik merupakan intervensi yang kuat, namun sebagian besar kurang dieksplorasi, dalam tata kelola keuangan Islam. Kesimpulan Tinjauan sistematis ini, menggambarkan bahwa audit syariah dan transparansi adalah bidang yang berkembang, semakin fokus pada pengintegrasian prinsip-prinsip etika, pengawasan yudisial, dan teknologi inovatif. Namun, tantangan tetap ada dalam hal miopia geografis, keterbatasan metodologis, dan keterputusan antara potensi teknologi dan aplikasi praktis. Dengan mensintesis temuan ini dan menekankan peran penting Mahkamah Konstitusi, tinjauan ini memberikan peta jalan yang komprehensif bagi para sarjana dan praktisi. Hal ini, menyerukan penelitian yang lebih ketat secara empiris, beragam secara geografis, dan integratif untuk memastikan pengelolaan dana publik yang transparan, akuntabel, dan etis sesuai dengan prinsip-prinsip ekonomi Islam.
BERITA25/09/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
Jangkau Pedalaman, BAZNAS Buktikan Zakat Bukan Sekadar Retorika
Jangkau Pedalaman, BAZNAS Buktikan Zakat Bukan Sekadar Retorika
Brebes – Di tengah gegap-gempita pembangunan, masih ada wilayah-wilayah yang sunyi dari sentuhan kesejahteraan. Desa-desa di pelosok Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, menjadi saksi betapa kemiskinan ekstrem dan keterbatasan hidup masih menjerat ribuan keluarga. Namun, BAZNAS RI menunjukkan komitmennya: zakat tidak boleh berhenti di kota, ia harus menembus desa, menembus jalan terjal, dan hadir nyata di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar). Rabu (24/9/2025), BAZNAS RI menyalurkan bantuan biaya hidup tunai dan paket logistik kepada keluarga miskin ekstrem, keluarga dengan anak stunting, serta lansia yang hidup serba kekurangan di empat desa: Limbangan Wetan, Limbangan Kulon, Gandasuli, dan Pasar Batang. Bantuan ini cukup untuk menopang kebutuhan pokok selama 1–3 bulan ke depan. “BAZNAS berkomitmen memastikan zakat, infak, dan sedekah benar-benar sampai kepada mereka yang membutuhkan. Di desa-desa pedalaman seperti Brebes inilah zakat menemukan makna sejatinya: menghadirkan keadilan sosial,” tegas Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, MA. Saidah menambahkan, bantuan yang disalurkan tidak semata untuk mengisi perut atau melunakkan penderitaan sementara. Lebih dari itu, zakat hadir sebagai pesan moral bahwa umat Islam tidak boleh membiarkan sesamanya hidup tanpa kepastian pangan. “Bantuan ini adalah kepedulian sekaligus harapan. Zakat bukan hanya kewajiban, tapi instrumen perubahan, sarana membangun solidaritas, dan jalan pemerataan kesejahteraan,” imbuhnya. Bagi keluarga penerima manfaat, bantuan ini ibarat cahaya di lorong gelap. Mereka mengaku sangat terbantu karena bisa bertahan hidup dengan lebih tenang dalam beberapa bulan mendatang. BAZNAS menegaskan, keberhasilan program ini hanya mungkin terwujud karena kepercayaan masyarakat yang menyalurkan ZIS melalui lembaga resmi. Setiap rupiah yang dititipkan dikelola dengan amanah dan transparan, hingga benar-benar menjangkau mereka yang sering luput dari perhatian negara. “Zakat yang Anda salurkan ke BAZNAS bukan hanya angka di kertas, tapi napas kehidupan bagi saudara-saudara kita di pedalaman. Inilah bukti nyata, zakat mampu menembus batas, dari menara masjid hingga dapur keluarga miskin di pelosok desa,” tutup Saidah. Dengan semangat ini, BAZNAS mengajak seluruh umat Islam untuk tidak ragu menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS, agar semakin banyak keluarga rentan yang bisa dibangkitkan dari lingkaran kemiskinan ekstrem.
BERITA24/09/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
Gus Barra Dorong Masjid Jadi Pusat Ekonomi Umat, Salurkan Bantuan BAZNAS Microfinance Masjid di Jetis
Gus Barra Dorong Masjid Jadi Pusat Ekonomi Umat, Salurkan Bantuan BAZNAS Microfinance Masjid di Jetis
Mojokerto – Masjid tidak lagi sekadar tempat sujud, tetapi kini menjelma menjadi pusat pemberdayaan umat. Hal itu ditegaskan oleh Bupati Mojokerto, Dr. Gus Barra, Lc. M.Hum, saat menyerahkan secara simbolis bantuan BAZNAS Microfinance Masjid di Masjid Nurul Huda, Desa Ngabar, Kecamatan Jetis, Rabu (24/9/2025) sore. Dalam kesempatan tersebut, Gus Barra menyalurkan Rp150 juta kepada 53 jamaah masjid. Dana ini akan dikelola secara bergulir oleh takmir masjid, sehingga manfaatnya bisa dirasakan berulang kali dan menyentuh lebih banyak masyarakat. “Masjid bukan hanya pusat ibadah, tetapi juga pusat kebangkitan ekonomi umat. Melalui program Microfinance Masjid, jamaah memiliki akses modal sehat yang bisa menumbuhkan kemandirian. Kami ingin jamaah bukan sekadar penerima bantuan, tapi menjadi pelaku ekonomi yang berdaya,” tegas Gus Barra disambut tepuk tangan jamaah. Dilansir dari Web Baznas Kabupaten Mojokerto, Program ini bukan yang pertama. Sebelumnya, Wakil Bupati Mojokerto, dr. Rizal Oktavian, juga telah meluncurkan program serupa di Masjid Desa Kedungmaling, Kecamatan Sooko, dengan nilai yang sama. Hingga kini, total bantuan yang sudah disalurkan mencapai Rp300 juta untuk 106 jamaah di dua kecamatan. Langkah ini menjadi bukti nyata bagaimana sinergi pemerintah daerah, BAZNAS, dan takmir masjid bisa mengubah wajah pemberdayaan ekonomi umat di tingkat akar rumput. Ketua BAZNAS Kabupaten Mojokerto, Zamroni Ahmad, menegaskan bahwa Microfinance Masjid dirancang sebagai alternatif pembiayaan tanpa bunga agar jamaah tidak terjerat praktik pinjaman berbunga tinggi. “Pinjaman ini ringan, tanpa bunga, dan dikelola langsung oleh takmir yang paling tahu kondisi jamaahnya. Dengan kolaborasi ini, insyaAllah program bisa berjalan berkelanjutan dan semakin banyak keluarga yang merasakan manfaatnya,” jelas Gus Zamroni. Hadir pula dalam acara ini Pimpinan BAZNAS Kabupaten Mojokerto, Kabag Kesra Setda, Brand Manager BSI Mojokerto, Camat Jetis, serta Kepala Desa Ngabar. Namun sorotan utama tertuju pada sosok Gus Barra yang tampil bukan hanya sebagai kepala daerah, melainkan juga pemimpin umat. Kehadiran Gus Barra meneguhkan keyakinan bahwa pemerintah daerah bersama BAZNAS mampu menghadirkan solusi ekonomi yang adil, amanah, dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. “Bantuan ini bukan sekadar angka rupiah, tetapi simbol semangat baru. Dengan masjid sebagai pusat ekonomi umat, Mojokerto siap melahirkan generasi jamaah yang mandiri, produktif, dan sejahtera,” pungkas Gus Barra seperti dikutip dari Web resmi Baznas Kabupaten Mojokerto. sumber : https://kabmojokerto.baznas.go.id/
BERITA24/09/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
Sinergi Kuat: BAZNAS Barru Perpanjang Kerjasama Strategis dengan BPJSTK dan Pemkab untuk Perlindungan Tenaga Kerja
Sinergi Kuat: BAZNAS Barru Perpanjang Kerjasama Strategis dengan BPJSTK dan Pemkab untuk Perlindungan Tenaga Kerja
Barru – BAZNAS Kabupaten Barru kembali meneguhkan langkah strategis dengan memperpanjang kerjasama bersama BPJSTK (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Tenaga Kerja) dan Pemerintah Kabupaten Barru, Selasa (23/9/2025), di ruang data Pemkab Barru. Kolaborasi ini merupakan perpanjangan kedua yang bertujuan memperkuat perlindungan sosial bagi tenaga kerja di Kabupaten Barru, khususnya pekerja rentan. Hingga saat ini, BAZNAS Barru telah memberikan perlindungan kepada 2.901 tenaga kerja melalui 41 akun aktif, dan berkomitmen memperluas cakupan agar semakin banyak pekerja mendapatkan jaminan sosial. Kerjasama strategis ini bukan hanya agenda lokal, melainkan bagian dari visi besar Presiden RI: Indonesia Maju menuju Indonesia Emas 2045. Visi itu diwujudkan melalui 8 misi utama (Asta Cita), salah satunya menekankan pentingnya pembangunan manusia, peningkatan kesejahteraan, serta perlindungan tenaga kerja. Ketua BAZNAS Barru, Drs. H. La Minu Kalibu, M.Si, menegaskan perlunya sinergi lintas sektor untuk mencapai tujuan tersebut. “Perlindungan pekerja adalah investasi jangka panjang. Kami berharap Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Barru dapat mengurai segmen tenaga kerja, baik formal maupun informal, agar bisa dimasukkan dalam program ini. Dengan begitu, cakupan perlindungan sosial semakin luas, dan visi Indonesia Emas 2045 bisa kita wujudkan bersama,” jelasnya. Dalam pembahasan draft kerjasama, hadir berbagai pihak seperti Dinas Tenaga Kerja, analis hukum, analis kebijakan, hingga bagian pemerintahan. Keterlibatan lintas dinas ini menunjukkan bahwa perlindungan tenaga kerja bukan hanya tugas satu lembaga, melainkan agenda bersama bangsa. BAZNAS Barru melihat zakat bukan semata kewajiban umat Islam, tetapi juga instrumen keadilan sosial yang dapat bersinergi dengan program pemerintah. Dengan integrasi ini, zakat menjadi bagian dari upaya kolektif membangun masyarakat yang lebih adil, sejahtera, dan berdaya saing. “Kerjasama ini adalah bukti bahwa zakat bisa berjalan seiring dengan program jaminan sosial negara. BAZNAS ingin menjadi mitra terpercaya pemerintah dan masyarakat dalam menghadirkan perlindungan tenaga kerja yang adil, transparan, dan berkelanjutan,” pungkas La Minu Kalibu. Sumber : https://kabbarru.baznas.go.id/
BERITA23/09/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
Sulut 61 Tahun: Amanah Baru, Semangat Bersinergi untuk Daerah yang Maju dan Bermartabat
Sulut 61 Tahun: Amanah Baru, Semangat Bersinergi untuk Daerah yang Maju dan Bermartabat
MANADO – Gerimis yang turun di halaman Kantor Gubernur Sulawesi Utara, Selasa (23/9), tak mampu memadamkan semangat ribuan pasang mata yang menyaksikan peringatan Hari Ulang Tahun ke-61 Provinsi Sulawesi Utara. Upacara berlangsung khidmat, dipimpin langsung oleh Gubernur Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus dengan didampingi Wakil Gubernur Victor Mailangkay. Momen kali ini terasa istimewa. Untuk pertama kalinya, peringatan HUT Provinsi Sulawesi Utara digelar di bawah kepemimpinan pasangan Gubernur Yulius dan Wagub Victor. “Saya merasa HUT ke-61 Provinsi Sulawesi Utara sangat spesial. Ini ulang tahun pertama di bawah kepemimpinan kami, sebuah amanah besar yang akan kami jalankan dengan penuh tanggung jawab,” tegas Gubernur Yulius, disambut tepuk tangan hadirin. Ia menegaskan visi pembangunan daerah: Sulawesi Utara Maju, Sejahtera, dan Berkelanjutan. Visi ini diperkuat dengan delapan misi Asta Cita, 17 program unggulan, dan 45 program strategis yang disiapkan dengan arah kebijakan spesifik serta target terukur. “Inilah kompas pembangunan Sulawesi Utara, agar seluruh energi masyarakat bersatu menuju masa depan yang lebih baik,” katanya penuh keyakinan. Tak hanya dari pemerintah, semangat peringatan ini juga mendapat resonansi dari berbagai elemen masyarakat. Pimpinan BAZNAS Kabupaten Minahasa menyampaikan harapan besar agar HUT ke-61 Sulut menjadi momentum mempererat sinergi dan menebar manfaat nyata bagi rakyat. “Atas nama keluarga besar BAZNAS Kabupaten Minahasa, kami mengucapkan selamat Hari Ulang Tahun ke-61 Provinsi Sulawesi Utara. Semoga Sulawesi Utara terus menjadi tanah yang diberkahi, maju dalam pembangunan, sejahtera bagi masyarakatnya, dan tetap menjadi rumah penuh toleransi, kerukunan, serta kedamaian. Kami siap berkontribusi melalui penguatan zakat, infak, dan sedekah untuk pemberdayaan umat serta mendukung terwujudnya Sulawesi Utara yang hebat dan bermartabat,” ungkap pimpinan BAZNAS Minahasa. HUT ke-61 ini bukan sekadar selebrasi seremonial. Ia adalah momentum refleksi dan komitmen: bagaimana seluruh komponen masyarakat—pemerintah, lembaga, organisasi, hingga warga biasa—bersatu menunaikan perannya. Visi besar “Sulut Maju, Sejahtera, dan Berkelanjutan” hanya bisa terwujud jika semua tangan bergandengan dan semua hati bergerak dalam harmoni. Sulut kini memasuki usia matang. Dan pada usia inilah, Sulut ditantang untuk melahirkan karya yang lebih besar, langkah yang lebih kokoh, dan warisan yang lebih berharga bagi generasi mendatang.
BERITA23/09/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
Banyuwangi Jadi Laboratorium Zakat: BAZNAS Luncurkan Balai Ternak, Zmart, dan Ambulance Madani
Banyuwangi Jadi Laboratorium Zakat: BAZNAS Luncurkan Balai Ternak, Zmart, dan Ambulance Madani
Senin (22/09/2025), Kabupaten Banyuwangi menjadi saksi lahirnya tiga inovasi pemberdayaan umat. BAZNAS RI meluncurkan Balai Ternak, Zmart, dan Ambulance Madani—sebuah rangkaian program yang membuktikan bahwa zakat, bila dikelola dengan profesional, dapat menjelma menjadi mesin penggerak ekonomi rakyat sekaligus jaring pengaman sosial. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, menyampaikan pernyataan yang menggema: “Alhamdulillah, hari ini zakat benar-benar hadir untuk negeri. Balai Ternak, Zmart, dan Ambulance Madani bukan sekadar bantuan, tapi ikhtiar besar menjadikan mustahik berdaya, hingga suatu saat mereka berubah menjadi muzaki.” Ucapan itu bukan retorika kosong. Balai Ternak memberi harapan bagi 20 peternak kecil untuk lepas dari jerat kemiskinan melalui pembibitan dan pendampingan intensif. Zmart, yang menyasar 50 warung mikro, melampaui sekadar modal; ia menghadirkan branding, renovasi, hingga digitalisasi rantai pasok—mendorong warung tradisional menjadi pemain baru di era modern. Sementara itu, Ambulance Madani Gratis (AMBUMANIS) menghadirkan napas segar bagi warga pelosok: akses kesehatan darurat tanpa biaya. Bupati Banyuwangi, Hj. Ipuk Fiestiandani Azwar Anas, mengakui tantangan di kabupaten terluas di Jawa Timur ini. “Pelayanan publik di wilayah luas dan kompleks seperti Banyuwangi memang berat. Karena itu, kehadiran program BAZNAS adalah bukti nyata kolaborasi yang mempercepat pengentasan kemiskinan dan mendorong ekonomi kerakyatan,” katanya. Nada optimisme yang sama juga datang dari Kepala Unit Usaha Syariah PT PNM, Tunas Haryanto. “Ini bukan sekadar bantuan, melainkan kolaborasi strategis. Ambulance Madani memperluas akses layanan kesehatan, sementara Zmart menguatkan daya saing warung rakyat di era digital,” ujarnya. Namun, inti dari seluruh gebrakan ini sesungguhnya satu: kepercayaan publik. Banyuwangi menjadi panggung demonstrasi bahwa zakat yang dihimpun masyarakat tidak menguap di meja birokrasi, melainkan turun menjadi sapi, warung, dan ambulans yang benar-benar dirasakan manfaatnya. Di balik seremoni itu, BAZNAS mengirim pesan tegas: zakat bukan hanya ritual individual, melainkan instrumen transformasi sosial. Jika publik menaruh kepercayaan penuh, zakat bisa menjelma menjadi kekuatan besar yang menyentuh akar persoalan kemiskinan. Peluncuran di Banyuwangi ini bukan akhir, melainkan awal. Sebuah laboratorium zakat yang kelak bisa menjadi model nasional: bagaimana dana umat yang dikelola amanah mampu menghadirkan kesejahteraan nyata.
BERITA22/09/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
Tingkatkan Kualitas Pendidikan, BAZNAS Luncurkan Beasiswa Cendekia Rusia 2025
Tingkatkan Kualitas Pendidikan, BAZNAS Luncurkan Beasiswa Cendekia Rusia 2025
Dari Mustahik Menjadi Muzaki, dari Nusantara Menembus Dunia Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI kembali membuat gebrakan. Senin, 22 September 2025, melalui sebuah acara daring yang menghubungkan Jakarta–Moskow, BAZNAS meluncurkan Program Beasiswa Cendekia BAZNAS (BCB) Rusia Tahun 2025. Program ini bukan sekadar distribusi dana pendidikan, melainkan strategi besar: mempersiapkan generasi emas Indonesia yang berdaya saing global, selaras dengan Asta Cita Presiden dan visi Indonesia Emas 2045. Acara yang dihadiri Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Moskow, Prof. Dr. Khoirul Rosyadi, Ph.D., Deputi II BAZNAS, Dr. H.M. Imdadun Rahmat, M.Si., serta Dubes Rusia untuk Indonesia, H.E. Sergei Gennadievich Tolchenov ini sekaligus menjadi panggung inspirasi: zakat kini tidak lagi dipandang semata-mata ritual ibadah, tetapi motor penggerak peradaban. “Apa yang kita lakukan adalah meningkatkan kualitas masyarakat Indonesia yang bertujuan memajukan umat ke depan.” Pernyataan Ketua BAZNAS RI, Kiai Noor, menohok kesadaran publik. Bahwa dana zakat, infak, dan sedekah tak hanya mampu menyelamatkan masyarakat miskin hari ini, tetapi juga bisa mencetak doktor, insinyur, ilmuwan, dan pemimpin dunia esok hari. Kiai Noor menegaskan, BAZNAS tak ingin program ini sekadar seremonial. “Artinya ada keberlanjutan. Anak-anak kita di Rusia ini hebat-hebat semua. Program ini tidak boleh berhenti,” tegasnya. Bahkan, ia mendorong terbentuknya Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di Rusia, agar mahasiswa dan alumninya kelak tidak hanya menerima, tetapi juga memberi. Data Atase Pendidikan KBRI Moskow, Prof. Khoirul Rosyadi, mengungkap fakta yang sering terabaikan. Saat ini ada 500–700 mahasiswa Indonesia di Rusia, dengan 299 mahasiswa baru yang berangkat tahun ini. Sebagian besar memang ditopang beasiswa dari Pusat Kebudayaan Rusia, namun tunjangan itu tak cukup untuk menutup kebutuhan harian di negeri beriklim ekstrem itu. Di titik inilah, Beasiswa BAZNAS tampil sebagai napas segar. “Beasiswa ini betul-betul memberi optimisme. Membantu mahasiswa kita untuk fokus pada studi, bukan hanya bertahan hidup,” ujar Khoirul. Deputi II BAZNAS, Dr. Imdadun Rahmat, menambahkan dimensi strategis yang lebih dalam. Program ini dirancang bukan sekadar memberi, tetapi mengubah status sosial. “Beasiswa ini bertujuan mengeluarkan mustahik dari kemiskinan dan menjadikannya muzaki. Para penerima kami yakini adalah orang istimewa yang akan memiliki high social impact. Setelah lulus, mereka akan membawa kemanfaatan bagi publik,” jelasnya. Dengan kata lain, beasiswa ini adalah investasi sosial jangka panjang. Dari zakat lahir ilmuwan. Dari zakat lahir pemimpin. Dari zakat lahir peradaban. Peluncuran BCB Rusia 2025 membuktikan satu hal penting: zakat adalah energi peradaban. Ia tidak berhenti pada amplop santunan, melainkan bertransformasi menjadi tiket pendidikan, peluang global, dan jembatan menuju kemajuan umat. Jika mahasiswa Indonesia di Rusia saja bisa merasakan manfaat zakat, maka publik di tanah air seharusnya tersadar: setiap rupiah zakat, infak, dan sedekah yang disalurkan melalui BAZNAS bukan hanya meringankan beban, tapi juga mengguncang batas mimpi generasi bangsa. BAZNAS menunjukkan, mustahik bisa berubah menjadi muzaki. Dan bangsa Indonesia bisa melangkah tegap menuju 2045—bukan sekadar berharap, tapi berprestasi di panggung dunia.
BERITA22/09/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
Zawa Funwalk 2025: Dari Jalan Raya ke Pemberdayaan, Zakat BAZNAS Tunjukkan Bukti Nyata
Zawa Funwalk 2025: Dari Jalan Raya ke Pemberdayaan, Zakat BAZNAS Tunjukkan Bukti Nyata
Di tengah riuh langkah ribuan peserta Zawa Funwalk 2025 di kawasan Car Free Day Jakarta, Minggu (21/9/2025), BAZNAS RI tampil bukan sekadar penggembira. Di bawah tema “Berkah Maulid Berdayakan Umat”, lembaga zakat nasional ini menggelar bukti nyata: zakat yang dikelola dengan amanah dapat berubah menjadi kekuatan ekonomi yang menghidupi. Melalui booth ZCoffee, 350 cangkir kopi hangat dibagikan kepada masyarakat, hasil panen petani binaan yang dulu hanya bermimpi masuk pasar kota besar. Sementara itu, 150 paket ZChicken ludes dalam hitungan menit, bukan sekadar santapan gratis, melainkan simbol program pemberdayaan ekonomi mustahik. Bahkan, 100 Paket Logistik Keluarga yang berisi bahan pokok dibagikan kepada mereka yang berhak, menegaskan misi zakat sebagai pengaman sosial. Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA, yang hadir langsung, menohok dengan pernyataan lugas: “Kalau zakat dan wakaf dikelola secara berdaya, tak ada lagi orang miskin di Indonesia.” Bagi beliau, zakat bukan sekadar kewajiban ritual, tetapi strategi ekonomi umat yang bisa meruntuhkan tembok kemiskinan struktural. Senada, Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, menegaskan partisipasi BAZNAS dalam Zawa Funwalk bukan basa-basi. “Kami ingin membuktikan, zakat itu bukan hanya ibadah personal. Ia adalah instrumen sosial-ekonomi yang menggerakkan. Produk yang kami hadirkan di CFD ini adalah hasil panjang pembinaan mustahik.” Pernyataan itu menyiratkan pesan penting: publik bisa percaya, dana zakat yang dititipkan ke BAZNAS tidak berhenti di angka dan laporan, melainkan menjelma menjadi kopi, ayam, dan sembako yang nyata dirasakan masyarakat. Zawa Funwalk 2025 pun bukan hanya parade langkah sehat, melainkan panggung syiar zakat produktif—mengedukasi publik, menumbuhkan kesadaran, sekaligus memperkuat keyakinan bahwa zakat, bila dikelola dengan benar, adalah energi perubahan sosial. Dengan 1.400 peserta yang ikut larut, acara yang diinisiasi Kementerian Agama RI ini menjadi lebih dari sekadar peringatan Maulid Nabi 1447 H/2026 M. Ia adalah laboratorium kepercayaan: semakin kuat publik menitipkan zakat pada lembaga resmi, semakin besar dampaknya pada keadilan sosial.
BERITA21/09/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
Menyelamatkan Pekerja Rentan: BAZNAS dan BPJS Ketenagakerjaan Bongkar Formalitas, Perluasan Perlindungan Jadi Keharusan
Menyelamatkan Pekerja Rentan: BAZNAS dan BPJS Ketenagakerjaan Bongkar Formalitas, Perluasan Perlindungan Jadi Keharusan
JAKARTA – Apa artinya pembangunan ekonomi yang digembar-gemborkan, bila jutaan pekerja di jalanan, di pasar, hingga di ladang, tetap hidup tanpa perlindungan? Pertanyaan ini kembali menggema ketika BAZNAS RI bersama BPJS Ketenagakerjaan meluncurkan kembali program perlindungan pekerja rentan, Jumat (19/9), di Aula Achmad Subianto, Gedung BAZNAS RI, Jakarta. Target mereka tak main-main: 2 juta pekerja rentan bakal dijangkau. Angka ini baru 10 persen dari 27 juta pekerja rentan yang selama ini berjalan di pinggir jurang, tanpa jaminan sosial ketika sakit, cedera, atau kehilangan penghasilan. Deputi 1 BAZNAS RI, M. Arifin Purwakananta, mengingatkan betapa getirnya kenyataan. “Kami ingat sejak 2018, program ini lahir dari keprihatinan. Para pekerja yang kalau musim hujan tidak ada penghasilan, atau kalau sakit tidak terlindungi. Alhamdulillah, kerja sama ini berjalan dan memberi manfaat nyata,” katanya. Pandemi Covid-19 seakan menjadi alarm keras. Kelompok pekerja rentanlah yang paling dulu tumbang: kehilangan pekerjaan, jatuh sakit, dan tak punya sandaran. “Saat itu kita bersama Satgas Covid-19 membantu pekerja yang berjibaku siang malam. Kini kita kembali pada masalah utama: jutaan pekerja rentan yang harus dilindungi,” tegas Arifin. Pesan ini tajam: zakat, infak, dan sedekah tak boleh berhenti di masjid atau kotak amal. Ia harus mengalir menjadi jaring perlindungan sosial. Senada, Direktur Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, Eko Nugriyanto, menguak fakta telanjang: dari 144 juta angkatan kerja Indonesia, 60 juta adalah pekerja informal. Mereka inilah yang paling rentan. “Penghasilannya kecil, tak cukup untuk membayar iuran mandiri. Padahal mereka yang paling butuh perlindungan,” jelasnya. Program perlindungan ini bukan jargon kosong. Hingga kini, dari 9,9 juta peserta pekerja bukan penerima upah, manfaat yang telah dicairkan mencapai lebih dari Rp1,3 triliun. Bahkan 1.800 anak pekerja rentan sudah menerima beasiswa agar tetap bisa bersekolah. Tetapi jalan masih panjang. Eko mengingatkan, sinergi BAZNAS-BPJS Ketenagakerjaan hanyalah pintu awal. “Kami berharap semakin banyak pemerintah daerah, lembaga zakat, dan mitra filantropi ikut berkontribusi. Dengan kebersamaan, kita bisa melindungi lebih banyak pekerja rentan di seluruh Indonesia,” katanya.
BERITA19/09/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Gandeng IDEF, Zakat Jadi Mesin Baru Penggerak Ekonomi Syariah
BAZNAS Gandeng IDEF, Zakat Jadi Mesin Baru Penggerak Ekonomi Syariah
Jakarta – Zakat tak lagi hanya sebatas kewajiban ibadah. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI ingin menjadikannya sebagai instrumen ekonomi yang mampu menggerakkan kesejahteraan umat. Langkah ini semakin kokoh lewat kerja sama strategis dengan Yayasan Lembaga Pengembangan Ekonomi dan Keuangan (IDEF). Kesepakatan itu ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pada acara Tasyakuran Milad Satu Tahun Center for Sharia Economic Development (CSED) di Universitas Paramadina, Jakarta Timur, Kamis (18/9/2025). Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA menegaskan kolaborasi ini jadi tonggak baru. “BAZNAS berkomitmen menjadikan zakat bukan hanya sebagai kewajiban ibadah, tetapi juga instrumen ekonomi. Bersama IDEF, langkah strategis ini bisa semakin luas,” kata Kiai Noor. Ia menekankan bahwa penguatan ekonomi syariah tak bisa berjalan sendiri. Sinergi dengan universitas, lembaga keuangan, hingga riset akademik menjadi kunci. “Keterlibatan banyak pihak adalah modal penting menghadapi dinamika global,” tambahnya. Rektor Universitas Paramadina Prof. Didik J. Rachbini menyoroti pentingnya peran kampus sebagai pusat riset. “Universitas bisa mendorong literasi dan inovasi kebijakan. Sinergi dengan BAZNAS dan IDEF akan membuat riset ekonomi syariah lebih berdampak langsung bagi masyarakat,” jelasnya. Hal senada disampaikan Pendiri IDEF, Fadhil Hasan. Ia menekankan agar kerja sama ini tidak berhenti di atas kertas. “Kami ingin memastikan MoU ini memberi manfaat nyata. Fokus kami menghadirkan solusi ekonomi syariah yang benar-benar dirasakan umat,” tegasnya. Data menunjukkan potensi zakat di Indonesia mencapai ratusan triliun rupiah per tahun, namun yang baru tergali masih sebagian kecil. Jika dikelola dengan strategi modern, zakat bisa menjadi mesin baru penggerak ekonomi syariah, mulai dari pemberdayaan UMKM, beasiswa, hingga perlindungan sosial. Kolaborasi BAZNAS–IDEF ini diharapkan memperkuat ekosistem tersebut, dengan melibatkan riset akademik, lembaga keuangan syariah, serta program konkret yang langsung menyentuh masyarakat.
BERITA18/09/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Sulut Cek Kapal Layanan Kesehatan di Dermaga Suzuki, Siap Layani Warga Sangihe-Talaud
BAZNAS Sulut Cek Kapal Layanan Kesehatan di Dermaga Suzuki, Siap Layani Warga Sangihe-Talaud
Manado, Dua unit Kapal Layanan Kesehatan Rumah Sehat BAZNAS resmi diperiksa langsung oleh pimpinan BAZNAS Sulawesi Utara bersama Pelaksana BAZNAS RI dari Divisi Kesehatan dan Divisi Pengendalian & Evaluasi. Pengecekan berlangsung di Dermaga Suzuki, Tombariri, Kabupaten Minahasa, Rabu (16/9/2025). Kapal khusus ini bukan kapal biasa. Didesain sebagai “rumah sakit mini terapung”, kapal layanan kesehatan BAZNAS dilengkapi dengan ruang perawatan dan fasilitas medis dasar. Kehadirannya ditujukan untuk menjangkau masyarakat di Kabupaten Kepulauan Sangihe dan Talaud—dua wilayah perbatasan yang kerap terkendala akses layanan medis. “Ini adalah bentuk nyata ikhtiar BAZNAS untuk memastikan bahwa hak masyarakat atas kesehatan tidak boleh terhalang jarak dan medan,” ungkap salah satu perwakilan dari Divisi Kesehatan BAZNAS RI usai pengecekan. Pengecekan menyasar aspek teknis kapal, mulai dari mesin, ruang perawatan, hingga kesiapan kru medis yang akan mengoperasikan layanan. Hasilnya, kapal dinyatakan siap menjalankan misi kemanusiaan untuk masyarakat pesisir dan pulau-pulau terluar. Langkah ini pun disambut positif. Kapal layanan kesehatan ini diharapkan menjadi jawaban atas persoalan klasik: masyarakat di wilayah kepulauan yang sakit sering harus menempuh perjalanan berjam-jam, bahkan berhari-hari, untuk mencapai layanan medis. Dengan adanya “Rumah Sehat Terapung” ini, pelayanan medis bisa langsung mendatangi warga—bukan sebaliknya. Inilah wujud nyata kontribusi BAZNAS dalam menghadirkan pelayanan kesehatan inklusif, merata, dan berkeadilan, terutama bagi mereka yang tinggal di garis depan NKRI.
BERITA17/09/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
Menanti Kepastian Penyerahan Kapal Sehat BAZNAS: Antara Dermaga Megamas dan Suzuki
Menanti Kepastian Penyerahan Kapal Sehat BAZNAS: Antara Dermaga Megamas dan Suzuki
Manado, 16 September 2025 – BAZNAS Sulawesi Utara bersama Pelaksana BAZNAS RI dari Bidang Kesehatan serta Bidang Pengendalian & Evaluasi menggelar survei lapangan di dua titik strategis: Dermaga Megamas Manado dan Dermaga Suzuki, Tombariri, Minahasa. Survei ini menjadi bagian dari persiapan penyerahan dua unit Kapal Layanan Kesehatan Rumah Sehat BAZNAS untuk Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe dan Talaud. Kapal layanan ini bukan sekadar armada transportasi laut. Di dalamnya tersedia ruang perawatan dan fasilitas medis dasar yang dirancang untuk menjangkau masyarakat di kepulauan dan perbatasan—wilayah yang selama ini kerap tertinggal dalam akses kesehatan. Namun, prosesi penyerahan resmi kapal ini masih menunggu koordinasi lebih lanjut dengan pimpinan BAZNAS RI. “Hari ini kami meninjau lokasi survei. Ada dua titik yang dipertimbangkan. Semuanya strategis, hanya tinggal menunggu keputusan pusat. BAZNAS RI is the best, luar biasa,” ujar Ketua BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara, Hj. Lutfia Alwi, SH., MH, saat meninjau langsung kawasan Megamas. Langkah ini memperlihatkan satu hal penting: BAZNAS tidak sekadar menyalurkan bantuan, tetapi merancang strategi agar setiap program menyentuh kebutuhan riil masyarakat. Dermaga Megamas, dengan letaknya yang representatif di pusat kota Manado, dinilai mampu memberikan sorotan publik yang lebih luas. Sementara Dermaga Suzuki di Minahasa dianggap lebih dekat dengan akses teknis operasional kapal.
BERITA16/09/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
Maulid Mburi di Masjid Agung Kyai Modjo: Ambeng Jaton, Tradisi Makan Bersama yang Meruntuhkan Sekat
Maulid Mburi di Masjid Agung Kyai Modjo: Ambeng Jaton, Tradisi Makan Bersama yang Meruntuhkan Sekat
Tondano – Ratusan jamaah memadati ruang utama dan serambi Masjid Agung Al-Falah Kyai Modjo, Sabtu (13/9/2025). Mereka datang membawa ambeng—nampan besar berisi nasi, ayam kampung, ikan, telur, urap sayur, dan lauk khas Jawa Tondano. Seusai doa dan shalawat, seluruh ambeng diturunkan, lalu disantap bersama dalam suasana hangat. Inilah Maulid Mburi, tradisi penutup peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Jaton. Lebih dari sekadar ritual, ia adalah panggung kebersamaan. Di ruang masjid, jamaah duduk bersila mengitari ambeng. Kaya-miskin, pejabat-rakyat, tua-muda—semua mengambil dari nampan yang sama. Tidak ada sekat, hanya persaudaraan. “Ambeng itu lambang berbagi. Tradisi ini mengingatkan kita bahwa kebahagiaan justru tumbuh ketika kita duduk bersama dan saling berbagi,” ujar salah satu Pengurus Masjid Masjid Agung Al-Falah. Tradisi ini bukan hanya bagian dari syiar agama, tapi juga warisan budaya Jaton. Ambeng yang tersaji adalah simbol zakat sosial dalam bentuk paling sederhana: makanan yang dikumpulkan, dibagi, dan dinikmati bersama. Dari ambeng ke perut, dari perut ke hati—pesan Islam rahmatan lil ‘alamin terwujud nyata. BAZNAS melihat, apa yang diwariskan Jaton lewat Maulid Mburi selaras dengan misi zakat: mengikis ego, memperkuat ukhuwah, dan meneguhkan solidaritas. Di sinilah nilai keislaman bertemu dengan nilai kemanusiaan.
BERITA13/09/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Apresiasi Satgas Bannusia Lugri Garuda Merah Putih II, Tegaskan Komitmen Bantu Palestina
BAZNAS Apresiasi Satgas Bannusia Lugri Garuda Merah Putih II, Tegaskan Komitmen Bantu Palestina
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menyambut kepulangan Satgas Bannusia Lugri Garuda Merah Putih II di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu (13/9/2025). Misi penyaluran bantuan kemanusiaan ke Palestina melalui airdrop resmi selesai dilaksanakan. Acara penyambutan dipimpin langsung Kasau Marsekal TNI M. Tonny Harjono, turut hadir Pimpinan BAZNAS RI Kol. Caj (Purn.) Drs. Nur Chamdani dan KH. Achmad Sudrajat, Lc, MA., CFRM., Dubes Palestina untuk Indonesia Dr. Zuhair S.M. Al-Shun, perwakilan Kedubes Mesir dan Yordania, serta pejabat terkait. “Alhamdulillah, Satgas Garuda Merah Putih II yang juga melibatkan personel BAZNAS sukses menyalurkan bantuan di Gaza. Ini adalah amanah dari masyarakat Indonesia yang dititipkan kepada BAZNAS. InsyaAllah kami akan terus membuka jalan kebaikan bagi saudara-saudara kita di Palestina,” ujar Nur Chamdani. Sebagai apresiasi, BAZNAS menyerahkan piagam penghargaan kepada sejumlah personel Satgas dan mitra, termasuk Kolonel Pnb Puguh Yulianto, Letkol Cba Supriyanto, S.I.P., M.Si., Letkol Pnb Chandra Danang Jaya, serta media TVOne. Kasau menegaskan total bantuan yang didrop mencapai 91,4 ton atau 520 bakal, hasil kerja sama lintas lembaga: Kemenhan, Kemenlu, BAZNAS, dan TNI. “Ini bukti konsistensi bangsa Indonesia dalam solidaritas kemanusiaan untuk Gaza,” tegasnya. BAZNAS memastikan komitmen tetap berlanjut. Meski airdrop rampung, donasi masyarakat Indonesia akan terus disalurkan melalui jalur darat maupun cara lain yang memungkinkan.
BERITA13/09/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
Meludan Mburi Jaton 2025: Buket Snack Jadi Simbol Syukur, Silaturahmi, dan Sedekah
Meludan Mburi Jaton 2025: Buket Snack Jadi Simbol Syukur, Silaturahmi, dan Sedekah
Tondano – Perayaan Meludan Mburi Jaton 2025 di Masjid Agung Al-Falah Kyai Modjo, Sabtu (3/2/2025), kembali menghadirkan suasana kebersamaan yang penuh makna. Tradisi tahunan ini menjadi wadah masyarakat untuk bersyukur, bersedekah, sekaligus mempererat silaturahmi. Salah satu yang menarik perhatian adalah partisipasi Angkatan 94/95, kumpulan ibu-bapak dengan sekitar 20 anggota. Mereka secara khusus merancang buket snack berbentuk kapal pinisi, dihiasi dengan berbagai macam jajanan, untuk dibawa ke Masjid Agung Al-Falah. Persiapan dilakukan dengan penuh semangat di salah satu rumah anggota. Kebersamaan terasa hangat ketika mereka berkumpul, merangkai, hingga menghias buket dengan penuh kreativitas. Dana untuk membuat buket terkumpul dari sumbangan sukarela anggota, sebagai bentuk sedekah yang diniatkan untuk memuliakan perayaan Meludan Mburi. Saleh Salamung menyampaikan rasa syukurnya, “Kami sangat senang bisa berbagi lewat tradisi ini. Selain itu, kegiatan ini membuat kami bisa bertemu teman seangkatan, mempererat silaturahmi, dan berkumpul sambil merancang buket. Suasananya sangat menyenangkan.” Tidak hanya Angkatan 94/95, berbagai kelompok ibu-ibu lain, pemuda, remaja, hingga taman pengajian juga ikut memeriahkan dengan membawa buket kreasi masing-masing. Ribuan snack yang dirangkai menjadi buket beraneka bentuk dipastikan akan membuat perayaan Meludan Mburi tahun ini lebih semarak dibanding tahun-tahun sebelumnya. Tradisi Meludan Mburi bukan sekadar ajang perayaan, tetapi juga bentuk dakwah sosial yang mengajarkan nilai kepedulian. Ia menumbuhkan kesadaran bahwa kebersamaan harus diiringi dengan semangat berbagi. Sedekah yang terkandung dalam setiap buket menjadi simbol kepedulian terhadap sesama, sekaligus wujud syukur kepada Allah SWT.
BERITA13/09/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
Ivan Gunawan, Hijab, dan Rp2 Miliar untuk Palestina: Dari Catwalk ke Medan Kemanusiaan
Ivan Gunawan, Hijab, dan Rp2 Miliar untuk Palestina: Dari Catwalk ke Medan Kemanusiaan
Kairo – Desainer sekaligus figur publik Ivan Gunawan meninjau langsung bantuan kemanusiaan untuk masyarakat Palestina di Kairo, Mesir, bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI. Ivan menyampaikan rasa syukur bisa ikut serta dan menyaksikan proses distribusi bantuan bagi warga Palestina. “Saya berdiri di sini atas nama kemanusiaan. Gerakan Love, Hope for Humanity lahir dari brand saya, Mandjha Ivan Gunawan. Event ini pertama kali digelar pada akhir Juni lalu dan Alhamdulillah mendapat sambutan luar biasa. Hingga akhir Juli, terkumpul donasi Rp2 miliar yang kemudian disalurkan melalui BAZNAS untuk membantu Palestina,” kata Ivan saat kunjungan di Kairo, Rabu (10/9/2025). Dana tersebut terhimpun berkat partisipasi para wanita Mandjha yang ikut berdonasi, baik secara langsung maupun lewat pembelian koleksi hijab bertema Palestina. Sebagian keuntungan penjualan disumbangkan untuk Palestina. “Saya berterima kasih kepada seluruh wanita Mandjha yang sudah berdonasi untuk Palestina. Ketika saya datang ke Mesir dan melihat kondisi para korban, hati saya benar-benar terenyuh. Lewat karya, saya ingin berbagi dengan saudara-saudara kita di Palestina, semoga bantuan ini sedikit meringankan penderitaan mereka,” ucap Ivan. Dalam kesempatan itu, Ivan juga mengunjungi rumah sakit untuk bertemu pengungsi Palestina, serta melihat gudang penyimpanan bantuan pangan yang akan dikirim ke Gaza. Ia bahkan ikut membantu proses pengemasan paket bantuan. “Ini pengalaman luar biasa. Saya ikut membantu packing dan sangat terharu melihat betapa banyak isi satu kotak bantuan untuk satu keluarga. Saya berharap keluarga di Gaza bisa sedikit terbantu,” ujar Ivan. Ivan juga menyampaikan apresiasi kepada BAZNAS yang memfasilitasi penyaluran bantuan. Ia berencana melanjutkan gerakan kemanusiaan lewat berbagai kegiatan bersama brand Mandjha. “Terima kasih untuk BAZNAS, dan insya Allah dari brand Mandjha akan ada event-event selanjutnya. Event yang lebih seru sehingga customer Mandjha semakin banyak yang bisa ikut berpartisipasi,” kata Ivan. Sementara itu, Direktur Pengumpulan BAZNAS RI, Faisal Qosim, menegaskan kegiatan ini merupakan wujud tanggung jawab BAZNAS menyampaikan amanah masyarakat Indonesia untuk Palestina. “BAZNAS bekerja sama dengan brand Mandjha dari Ivan Gunawan untuk membantu masyarakat Palestina. Hari ini kita bersama-sama hadir langsung di Mesir, di titik-titik pendistribusian, sebagai amanah dari masyarakat Indonesia,” ujar Faisal. Faisal menambahkan, peninjauan lapangan penting agar distribusi bantuan berjalan efektif dan tepat sasaran. Selain gudang logistik, tim juga mengunjungi beberapa titik pengungsian warga Palestina di Mesir. “Kami mohon doanya, semoga semua amanah ini sampai ke saudara-saudara kita di Palestina dengan baik, tepat sasaran, dan membawa keberkahan dari Allah SWT bagi mereka dan kita semua,” pungkas Faisal.
BERITA12/09/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
Setelah Meludan Wengi, Warga Jaton Bersiap Gelar Meludan Mburi
Setelah Meludan Wengi, Warga Jaton Bersiap Gelar Meludan Mburi
Tondano – Usai perayaan Mauludan Wengi yang berlangsung penuh khidmat, masyarakat Jawa Tondano (Jaton) kembali akan melanjutkan rangkaian tradisi Maulid Nabi Muhammad SAW dengan pelaksanaan Meludan Mburi. Informasi resmi disampaikan melalui akun media sosial Masjid Agung Al-Falah Tondano. Lurah Kampung Jawa, Hidayat Nurhamidin, yang didampingi Ketua Badan Takmir Masjid (BTM) dan Imam Besar Masjid Agung Al-Falah, menegaskan bahwa Meludan Mburi akan digelar pada Sabtu, 13 September 2025. “Kami berharap seluruh masyarakat dapat hadir dan berpartisipasi dengan membawa ambeng atau buket sebagai bagian dari tradisi kebersamaan ini. Seperti pada meludan awal, mari kita jaga semangat partisipasi agar syiar Maulid ini tetap hidup dan penuh keberkahan, insyaAllah,” ujar Nurhamidn. Berbeda dengan Mauludan Wengi yang diisi dengan sholawat Djowo, doa, dan kenduren malam hari, Meludan Mburi dilaksanakan setelahnya sebagai wujud puncak syukur dan sedekah bersama. Ambeng atau buket—tumpeng dengan lauk pauk khas Jaton—menjadi simbol kegotongroyongan sekaligus pengikat persaudaraan antarwarga. Lebih dari sekadar tradisi, Meludan Mburi adalah ruang sosial-keagamaan yang menyatukan seluruh lapisan masyarakat. Dari anak-anak hingga orang tua, semua dilibatkan agar nilai-nilai keislaman dan budaya leluhur tetap terjaga. Tradisi ini mengajarkan bahwa Maulid Nabi bukan sekadar peringatan seremonial, melainkan momentum memperkuat akhlak, silaturahmi, dan kepedulian. Dengan melestarikan Meludan Mburi, masyarakat Jaton menjaga warisan spiritual sekaligus mempertegas identitas Islam yang ramah, inklusif, dan penuh makna.
BERITA11/09/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
Tiga Siswa MTs Plus Tarbiyah Tondano Ikuti Olimpiade Madrasah Indonesia Tingkat Kabupaten Minahasa
Tiga Siswa MTs Plus Tarbiyah Tondano Ikuti Olimpiade Madrasah Indonesia Tingkat Kabupaten Minahasa
Minahasa – Siswa MTsS Plus Tarbiyah Tondano ambil bagian dalam Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) tingkat Kabupaten Minahasa yang digelar di MIN 1 Minahasa, Kamis (11/9/2025). Dalam ajang kompetisi mata pelajaran IPA tersebut, tiga siswa MTs Plus Tarbiyah Tondano turut berkompetisi, yakni Syafa Shalsabila Kiaydemak, Almighdad Buchari, dan Diandra. Ketiganya hadir bersama Kepala Madrasah, guru pembimbing, dan bendahara sekolah. Kepala Sekolah MTS Fitriawati Lababa, M.Pd melaui Guru pembimbing IPA, Farida Basia, mengatakan bahwa partisipasi siswa dalam OMI merupakan kesempatan berharga untuk mengasah kemampuan sekaligus mengukur kualitas pembelajaran madrasah. “Kami berharap anak-anak bisa mengikuti kegiatan ini dengan lancar dan meraih hasil terbaik. Yang terpenting, mereka berani tampil dan berkompetisi dengan penuh percaya diri,” kata Farida. Ajang OMI sendiri menjadi salah satu program penting Kementerian Agama untuk memacu prestasi akademik siswa madrasah di seluruh Indonesia.
BERITA11/09/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
Pimpinan BAZNAS RI: UPZ Punya Peran Strategis Dukung Visi Indonesia 2045
Pimpinan BAZNAS RI: UPZ Punya Peran Strategis Dukung Visi Indonesia 2045
Bogor - Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, M.A., menegaskan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) memiliki posisi penting dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Zakat kini masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) 2045 dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029 sebagai bagian dari keuangan sosial syariah. “Ini capaian besar. Dulu zakat belum masuk dalam narasi kebijakan nasional, padahal nilainya triliunan rupiah. Sekarang negara mengakuinya,” kata Saidah dalam Rakernas UPZ BAZNAS di Bogor, Selasa (9/9/2025). Menurutnya, pengakuan tersebut menjadi tonggak penting karena dana zakat tetap aman secara syariah, namun memiliki peran strategis dalam pembangunan nasional. BAZNAS pun berkomitmen menyelaraskan program dengan prioritas pemerintah, termasuk ketahanan pangan, program makan bergizi gratis (MBG), pendidikan, kesehatan, serta penguatan desa, koperasi, dan UMKM. Saidah menyebutkan sejumlah contoh praktik baik UPZ di lapangan, seperti UPZ Telkom yang mengelola lumbung pangan dan balai ternak di Mojokerto, serta UPZ BRIN yang mengembangkan ekosistem pangan berbasis riset. Di bidang pendidikan, UPZ juga banyak menyalurkan beasiswa, salah satunya BSI Scholarship yang menjangkau ribuan penerima. “UPZ bisa menjadi penyedia bahan pokok untuk program MBG, misalnya telur, susu, ikan, beras, atau sayuran dari UMKM binaan. Jadi zakat bukan hanya soal gizi anak sekolah, tapi juga membuka pasar bagi mustahik,” jelasnya. Di bidang kesehatan, kontribusi UPZ sudah terlihat melalui layanan ambulans, penanganan stunting, hingga pembangunan fasilitas kesehatan. Bahkan BAZNAS menyiapkan Kapal Klinik untuk melayani masyarakat perbatasan di Sangihe dan Talaud. Saidah juga menekankan peran zakat dalam RPJMN 2025–2029. Zakat ditempatkan sebagai instrumen pengentasan kemiskinan, pengurangan kesenjangan, pembiayaan nonpublik yang inklusif, hingga blended financing untuk mendukung pembangunan berkelanjutan. “Zakat bukan sekadar ibadah personal, tapi instrumen pembangunan sosial-ekonomi bangsa. Kerja keras UPZ adalah harapan para mustahik sekaligus kontribusi nyata bagi Indonesia yang mandiri dan sejahtera,” pungkasnya.
BERITA10/09/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Minahasa.

Lihat Daftar Rekening →