Berita Terbaru
Alumni 94–95 Jaton Gandeng BAZNAS Minahasa, Salurkan Bantuan ke Warga Muslim Atep Oki
Minahasa – Aksi kepedulian ditunjukkan Alumni Angkatan 1994–1995 Kampung Jawa Tondano (Jaton) dengan menggandeng Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Minahasa. Melalui kegiatan silaturahmi ke Jamaah Masjid Al-Ikhlas Atep Oki, Lembean Timur Minahasa Sabtu (2/5/2026), rombongan menyalurkan bantuan berupa pakaian bekas layak pakai dan beras, gula pasir dan Minyak kelapa untuk fakir miskin serta masyarakat muslim setempat.
Rombongan yang terdiri dari Ketua MUI Kabupaten Minahasa, Lurah Kampung Jawa Tondano, serta sebagian anggota Alumni 94–95 itu berangkat menggunakan empat kendaraan. Seluruh bantuan dikumpulkan lebih dulu di Sekretariat Kantor BAZNAS Minahasa sebelum diberangkatkan ke lokasi.
Ketua MUI Kabupaten Minahasa Hi. Sjaogil Ahmad, S.HI, MH dalam sambutannya menegaskan pentingnya bersegera dalam melakukan kebaikan. Ia mengutip pesan Al-Qur’an agar umat tidak menunda untuk meraih ampunan Allah dengan cara berbagi kepada sesama.
“Orang-orang yang bertakwa itu adalah mereka yang gemar bersedekah, baik dalam keadaan lapang maupun sempit. Apa yang dilakukan hari ini adalah bentuk nyata dari nilai tersebut,” ujarnya.
Sementara itu, Lurah Kampung Jawa Tondano Hidayat Nurhamidin yang mewakili alumni menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ajang berkumpul, melainkan wujud nyata kepedulian sosial.
“Jangan dilihat dari besar kecilnya bantuan yang diberikan, tetapi dari ketulusan hati dan kebersamaan yang terbangun. Apa yang dibawa hari ini adalah bentuk kasih dan kepedulian kami untuk masyarakat,” katanya.
Ucapan terima kasih juga datang dari Imam Masjid Al-Ikhlas Atep Oki Hamid Husein mengaku terharu atas kehadiran dan perhatian yang diberikan oleh para alumni.
“Kehadiran ini bukan hanya membawa bantuan, tetapi juga kebahagiaan bagi masyarakat. Silaturahmi seperti ini sangat berarti dan semoga terus terjaga,” ungkapnya.
Pimpinan BAZNAS Minahasa melalui Waka IV Baznas Minahasa yang turut hadir dalam kegiatan tersebut memberikan apresiasi tinggi terhadap gerakan Alumni 94–95 Jaton. Menurutnya, kolaborasi ini menjadi contoh nyata sinergi dalam kebaikan yang patut diteladani.
“Kami sangat mengapresiasi langkah para alumni yang tidak hanya berkumpul, tetapi juga tergerak untuk melakukan aksi nyata. Ini adalah bentuk kolaborasi kebaikan yang memberi dampak langsung bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, gerakan seperti ini memiliki nilai edukasi dan inspirasi yang kuat bagi masyarakat luas.
“Ini bukan sekadar kegiatan sosial, tetapi juga pesan moral bahwa setiap komunitas memiliki peran dalam membangun kepedulian. Semangat berbagi ini diharapkan bisa menginspirasi banyak pihak untuk ikut bergerak bersama dalam kebaikan,” tambahnya.
BERITA03/05/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Minahasa Ucapkan Selamat, Prof Jamaluddin Jompa Kembali Jadi Rektor Unhas
Minahasa – Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Minahasa menyampaikan ucapan selamat atas pelantikan kembali Jamaluddin Jompa sebagai Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas) periode 2026–2030.
Prof Jamaluddin Jompa resmi dilantik pada 27 April 2026 oleh Majelis Wali Amanat (MWA) Unhas. Pelantikan ini menandai masa jabatan keduanya dalam memimpin salah satu perguruan tinggi terkemuka di Indonesia.
BAZNAS Minahasa mengapresiasi peran aktif Universitas Hasanuddin yang selama ini telah berkontribusi dalam pemberdayaan masyarakat, khususnya melalui bantuan bibit jagung kepada petani binaan.
“Selamat dan sukses atas amanah yang kembali dipercayakan. Semoga membawa kemajuan bagi dunia pendidikan serta kebermanfaatan luas bagi masyarakat,” ujar Pimpinan BAZNAS Minahasa dalam keterangannya.
Menurut BAZNAS Minahasa, kolaborasi yang telah terjalin diharapkan dapat terus ditingkatkan, tidak hanya dalam bentuk bantuan, tetapi juga melalui pendampingan, inovasi teknologi, serta penguatan kapasitas petani ke depan.
Pada periode keduanya, Prof Jamaluddin Jompa akan berfokus pada penguatan rencana strategis universitas, adaptasi terhadap perkembangan zaman, serta pengembangan teknologi masa depan seperti Artificial Intelligence (AI) dan robotika.
BAZNAS Minahasa berharap kepemimpinan berkelanjutan ini mampu membawa Universitas Hasanuddin semakin maju dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas.
BERITA28/04/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Rumah Sehat BAZNAS Bantu Evakuasi Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, 7 Orang Meninggal
Minahasa – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI melalui tim Rumah Sehat BAZNAS bergerak cepat merespons kecelakaan tabrakan kereta api antara KRL Commuter Line dan kereta jarak jauh di Stasiun Bekasi Timur, Senin malam (27/4/2026).
Tim diterjunkan untuk membantu proses evakuasi korban sekaligus memberikan layanan kesehatan darurat di lokasi kejadian. Pada tahap awal, BAZNAS mengirimkan tim medis yang terdiri dari satu dokter serta didukung dua unit ambulans.
Ketua BAZNAS RI, Sodik Mudjahid, mengatakan langkah tersebut merupakan bentuk respons cepat dalam situasi darurat.
“Kami menurunkan tim Rumah Sehat BAZNAS lengkap dengan ambulans untuk membantu evakuasi korban dan memastikan mereka segera mendapatkan penanganan medis,” ujarnya.
Menurut Sodik, tim BAZNAS bersama petugas gabungan turut mengevakuasi korban dari rangkaian kereta, sekaligus memberikan pertolongan pertama sebelum korban dirujuk ke rumah sakit terdekat.
Ia juga menyampaikan duka cita mendalam atas jatuhnya korban jiwa dalam peristiwa tersebut. “Semoga para korban yang wafat mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan,” tambahnya.
BAZNAS, lanjutnya, akan terus berkoordinasi dengan otoritas setempat guna memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan optimal.
Berdasarkan data terbaru per Selasa (28/4/2026) pagi, tercatat sebanyak 7 orang meninggal dunia dalam kecelakaan yang melibatkan KRL Commuter Line dan kereta api jarak jauh Argo Bromo Anggrek. Selain itu, 81 orang mengalami luka-luka dan saat ini masih menjalani perawatan di rumah sakit.
Data korban sebelumnya sempat berubah, dari tiga orang, kemudian meningkat menjadi empat, lima, hingga akhirnya dikonfirmasi menjadi tujuh korban meninggal dunia.
BERITA28/04/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS RI Santuni 15 Keluarga Korban Kecelakaan Kereta Bekasi, Hadir Sejak Evakuasi hingga Pemakaman
Jakarta – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bergerak cepat merespons tragedi kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi. Tak hanya menerjunkan tim sejak awal kejadian, BAZNAS juga memberikan santunan kepada 15 keluarga korban meninggal dunia sebagai bentuk kepedulian nyata bagi mereka yang ditinggalkan.
Ketua BAZNAS RI, Sodik Mudjahid, menyampaikan duka cita mendalam atas peristiwa tersebut. Ia menegaskan bahwa kehadiran BAZNAS merupakan bagian dari mandat untuk selalu berada di garis depan dalam setiap kondisi darurat.
“Untuk para korban yang wafat berjumlah 15 orang, kami memberikan santunan masing-masing sebesar Rp3 juta kepada keluarga,” ujar Sodik saat menghadiri prosesi pemakaman di TPU Karet Bivak, Selasa (28/4/2026).
Sejak kabar kecelakaan mencuat, tim BAZNAS melalui BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) dan Rumah Sehat BAZNAS (RSB) langsung diterjunkan ke lokasi. Mereka terlibat dalam proses evakuasi korban, memberikan pertolongan medis awal, hingga memastikan korban mendapatkan rujukan ke rumah sakit terdekat.
Tak hanya itu, layanan ambulans, dukungan tenaga medis, hingga distribusi logistik seperti makanan ringan dan air minum turut diberikan kepada para korban terdampak.
Langkah cepat ini menjadi gambaran kesiapsiagaan BAZNAS dalam merespons situasi darurat. Bahkan, menurut Sodik, saat ini BAZNAS telah memperkuat struktur tanggap daruratnya dengan menghadirkan unit baru.
“Selain tim tanggap bencana, kini kami juga memiliki tim tanggap duafa. Begitu peristiwa terjadi, kami secara otomatis mengirimkan berbagai bentuk dukungan,” jelasnya.
BAZNAS menegaskan bahwa bantuan tidak berhenti pada tahap awal. Pendampingan akan terus dilakukan, terutama bagi keluarga korban yang masuk kategori rentan.
Salah satu fokus utama adalah anak-anak yatim yang ditinggalkan korban. BAZNAS membuka peluang bantuan lanjutan, mulai dari pendidikan hingga pemenuhan kebutuhan dasar.
“Jika terdapat korban yang meninggalkan anak yatim atau kondisi rumah tidak layak, maka kami akan berikan bantuan secara menyeluruh,” kata Sodik.
Program-program yang disiapkan meliputi bantuan kesehatan, perbaikan rumah tidak layak huni (rutilahu), bantuan perumahan, pendidikan, hingga pemberdayaan ekonomi keluarga.
Dalam penanganan dampak kecelakaan ini, berbagai pihak turut terlibat. Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menyampaikan bahwa koordinasi lintas instansi dilakukan secara cepat sejak malam kejadian.
“Langsung malam itu saya perintahkan jajaran di Jakarta untuk membantu Bekasi. Termasuk BAZNAS, Damkar, BNPB, hingga PMI. Bantuan yang diberikan juga mencakup hingga proses pemakaman,” ujarnya.
Kolaborasi ini menjadi bukti bahwa penanganan bencana membutuhkan sinergi berbagai elemen untuk memastikan korban dan keluarga mendapatkan penanganan terbaik.
Di balik angka korban, tersimpan kisah pilu yang menyentuh hati. Salah satu korban, Nuryati (65), diketahui meninggalkan delapan anak dan enam cucu.
Perwakilan keluarga korban, Halimah, menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian yang diberikan BAZNAS.
“Kami sangat berterima kasih, mulai dari bantuan ambulans, santunan, hingga kunjungan dan perhatian kepada keluarga kami,” ujarnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya keselamatan transportasi sekaligus menunjukkan bahwa solidaritas dan kepedulian sosial masih menjadi kekuatan utama bangsa. Kehadiran BAZNAS di tengah duka menjadi bukti nyata bahwa zakat tidak hanya berdampak dalam kondisi normal, tetapi juga menjadi harapan di saat krisis.
BERITA28/04/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
MPU Aceh Salurkan Infak Rp1 Miliar ke BAZNAS RI untuk Palestina, Bukti Kepedulian Tak Pernah Padam
Jakarta – Kepedulian terhadap rakyat Palestina kembali ditunjukkan masyarakat Aceh. Melalui Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh, infak kemanusiaan sebesar Rp1 miliar disalurkan kepada Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI untuk membantu warga Palestina yang masih dilanda krisis kemanusiaan.
Penyerahan bantuan tahap kedua ini dilakukan langsung oleh Ketua MPU Aceh, Faisal M. Ali, kepada Ketua BAZNAS RI, Sodik Mudjahid, di kantor BAZNAS RI, Jakarta, Selasa (28/4/2026).
Ketua BAZNAS RI, Sodik Mudjahid, menyampaikan apresiasi tinggi atas konsistensi masyarakat Aceh dalam membantu sesama, khususnya rakyat Palestina.
“Dimotivasi oleh semangat agama, kita meyakini bahwa dalam kondisi sesulit apa pun, Allah akan memberikan pertolongan-Nya ketika kita juga peduli kepada saudara-saudara kita,” ujar Sodik.
Ia menegaskan, dana infak kemanusiaan ini akan disalurkan secara aman dan tepat sasaran dengan prinsip 3A: Aman Syar’i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI.
BAZNAS memastikan bantuan tidak hanya bersifat simbolis, tetapi akan diwujudkan dalam bentuk nyata sesuai kebutuhan di lapangan. Penyaluran tahap awal direncanakan dalam bentuk makanan, peralatan, dan kebutuhan dasar lainnya.
Menariknya, BAZNAS juga telah merancang pengiriman bantuan lanjutan yang dijadwalkan pada 17 Agustus 2026, bertepatan dengan momentum kemerdekaan Indonesia.
Selain itu, tahap berikutnya akan difokuskan pada pembangunan fasilitas umum dengan menggandeng pasukan perdamaian internasional.
“Kami ingin bantuan ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Palestina,” tegas Sodik.
Aceh: Pernah Terluka, Kini Menguatkan Dunia
Sementara itu, Ketua MPU Aceh, Faisal M. Ali, menegaskan bahwa bantuan ini berasal dari masyarakat Aceh yang terus menunjukkan solidaritas global, meski daerah mereka sendiri pernah dilanda berbagai bencana.
“Kami di Aceh pernah mengalami ujian besar, mulai dari tsunami hingga banjir. Namun itu tidak menghalangi kami untuk tetap peduli terhadap saudara-saudara di Palestina,” ujarnya.
Menurutnya, kepedulian ini justru menjadi cerminan kekuatan spiritual dan sosial masyarakat Aceh yang tidak pernah surut.
Dalam kesempatan tersebut, MPU Aceh juga mendorong adanya penguatan kerja sama dengan BAZNAS dalam berbagai program kemanusiaan ke depan.
Salah satu usulan yang disampaikan adalah kolaborasi simbolis melalui pencantuman identitas MPU Aceh dalam program-program BAZNAS, sebagai bentuk mempererat ukhuwah dan kebersamaan umat.
“Kami berharap sinergi ini terus terjalin demi menjaga semangat kepedulian masyarakat Aceh dan umat Islam secara luas,” kata Faisal.
BERITA28/04/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS RI Dorong Generasi Muda Tembus Masa Depan: Beasiswa Cendekia Jadi Jalan Menuju Indonesia Emas 2045
Yogyakarta — Semangat membangun generasi unggul kembali digaungkan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI. Dalam momentum Halal Bihalal IPNU-IPPNU Daerah Istimewa Yogyakarta, ajakan kuat disampaikan kepada kaum muda untuk tidak menyia-nyiakan peluang besar melalui program Beasiswa Cendekia BAZNAS (BCB).
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Distribusi dan Pemberdayaan, Idy Muzayyad, menegaskan bahwa pendidikan bukan sekadar kebutuhan, tetapi kunci strategis dalam membentuk masa depan bangsa.
“Beasiswa Cendekia BAZNAS adalah investasi besar untuk melahirkan sumber daya manusia unggul yang akan membawa Indonesia menuju puncak kejayaan di tahun 2045,” tegasnya dalam pemaparan bertajuk Peran BAZNAS dalam Penguatan Pendidikan untuk Menciptakan Generasi Unggul Masa Depan, Sabtu (18/4/2026).
Program BCB hadir bukan hanya sebagai bantuan pendidikan, melainkan sebagai gerakan transformasi sosial berbasis zakat. Fokus utamanya adalah membuka akses seluas-luasnya bagi generasi muda dari keluarga prasejahtera agar mampu menembus batas dan meraih pendidikan tinggi berkualitas.
Hingga saat ini, jangkauan program ini telah berkembang pesat. BAZNAS mencatat kerja sama dengan 223 institusi pendidikan, terdiri dari 171 perguruan tinggi dan 52 Ma’had Aly di seluruh Indonesia. Dampaknya nyata—pada tahun 2025 saja, sebanyak 2.904 mahasiswa telah merasakan manfaat program ini.
Dukungan kuat juga datang dari dunia akademik. Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Noorhaidi, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap konsistensi BAZNAS dalam memperkuat sektor pendidikan nasional.
“Ini bukan sekadar beasiswa. Ini adalah pintu menuju masa depan global. Para kader muda harus berani mengambil peluang—bahkan hingga ke luar negeri,” ujarnya penuh optimisme.
Langkah BAZNAS ini sejalan dengan arah pembangunan nasional dalam RPJMN dan visi besar Asta Cita, yang menempatkan pembangunan SDM unggul sebagai fondasi utama menuju Indonesia Emas 2045.
Di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, pesan ini menjadi jelas: kesempatan sudah dibuka, jalan sudah disiapkan—tinggal keberanian generasi muda untuk melangkah dan menaklukkan masa depan.
BERITA19/04/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS RI Siapkan Kurban Hingga Palestina dan Wilayah Bencana, 10 Persen Dialokasikan Khusus Sumatra
Jakarta - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI kembali menghadirkan terobosan dalam program kurban tahun 2026. Melalui Program Kurban Berkah Berdayakan Desa, BAZNAS memastikan distribusi hewan kurban tak hanya menjangkau pelosok negeri, tetapi juga wilayah bencana hingga Palestina.
Ketua BAZNAS RI, Sodik Mudjahid, mengatakan strategi distribusi tahun ini dirancang lebih merata dan berdampak luas, tidak sekadar memenuhi ibadah spiritual, tetapi juga sebagai instrumen keadilan sosial.
“Kami sudah menetapkan persentase pendistribusian, terutama untuk daerah miskin, terpinggirkan, dan wilayah bencana,” ujar Sodik dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (17/4/2026).
BAZNAS mengalokasikan 10 persen khusus untuk wilayah bencana, dengan rincian:
3 persen untuk Aceh
5 persen untuk Sumatra Utara
2 persen untuk Sumatra Barat
Selain itu, BAZNAS juga membuka peluang bagi masyarakat Indonesia untuk menyalurkan kurban ke Palestina, sebagai bentuk solidaritas kemanusiaan bagi wilayah terdampak konflik dan rawan pangan.
“Untuk Palestina, kami bekerja sama dengan mitra luar negeri. Distribusi dilakukan dalam bentuk daging segar maupun olahan, menyesuaikan kondisi wilayah,” jelasnya.
Sementara itu, Deputi II BAZNAS RI, Imdadun Rahmat, memastikan skema kurban tahun ini juga dirancang untuk memberdayakan ekonomi peternak lokal.
Menurutnya, hewan kurban yang disalurkan diprioritaskan berasal dari peternak binaan BAZNAS dan mitra di berbagai daerah.
“Kita ingin kurban ini tidak hanya sampai ke penerima manfaat, tapi juga menggerakkan ekonomi peternak kecil,” ujarnya.
Saat ini, BAZNAS memiliki 42 Balai Ternak yang tersebar di seluruh Indonesia, lengkap dengan jaringan peternak rumahan yang menjadi mitra pemberdayaan.
Dengan skema ini, program kurban BAZNAS tidak hanya menjangkau masyarakat di daerah terpencil, wilayah minoritas muslim, dan keluarga prasejahtera, tetapi juga menciptakan efek berganda—ibadah tersalurkan, ekonomi rakyat pun ikut tumbuh.
Langkah ini mempertegas peran BAZNAS dalam menjadikan kurban sebagai gerakan sosial yang berdampak luas—dari desa terpencil di Indonesia hingga wilayah konflik di dunia.
BERITA17/04/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Buka Beasiswa Cendekia AIU 2026, Kesempatan Emas Mustahik Kuliah ke Luar Negeri!
Jakarta – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI resmi membuka Program Beasiswa Cendekia BAZNAS (BCB) Al-Bukhari International University (AIU) Batch 6 Tahun 2026. Program ini menjadi peluang besar bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera (mustahik) untuk melanjutkan pendidikan tinggi di kampus internasional.
Peluncuran beasiswa ini dihadiri jajaran pimpinan BAZNAS RI, perwakilan AIU, hingga unsur diplomatik Indonesia–Malaysia. Program ini menjadi bagian dari strategi BAZNAS dalam mendorong transformasi sosial melalui pendidikan global.
Mewakili Ketua BAZNAS RI, Pimpinan BAZNAS RI Idy Muzayyad menegaskan bahwa kerja sama ini bukan sekadar program pendidikan biasa.
“Ini bukan hanya beasiswa, tetapi juga bentuk persahabatan antara Indonesia dan Malaysia. Kami berharap program ini melahirkan generasi unggul yang membawa keberkahan,” ujar Idy dalam peluncuran yang disiarkan di BAZNAS TV, Rabu (15/4/2026).
Idy juga mengingatkan para penerima beasiswa untuk memanfaatkan kesempatan ini dengan maksimal.
“Kalian adalah duta bangsa. Jaga sikap, patuhi aturan, dan gunakan kesempatan ini untuk mengubah masa depan,” tegasnya.
Sementara itu, Deputi II BAZNAS RI Imdadun Rahmat menyebut program ini sebagai langkah konkret dalam pengentasan kemiskinan melalui akses pendidikan tinggi.
“Program ini sejalan dengan visi BAZNAS untuk meningkatkan kesejahteraan umat dan mengurangi kesenjangan sosial,” jelasnya.
Ia mengungkapkan, hingga kini program Beasiswa Cendekia BAZNAS AIU telah menjangkau 153 mahasiswa dari 22 provinsi. Sebanyak 132 alumni bahkan telah sukses berkarier di luar negeri, seperti Malaysia, Thailand, Australia, hingga Taiwan.
“Mayoritas alumni kini sudah memiliki penghasilan di atas nisab zakat. Ini bukti nyata zakat bisa mengubah kehidupan,” tambahnya.
Di sisi teknis, Kepala Divisi Pendidikan dan Dakwah BAZNAS RI Farid Septian memastikan proses seleksi dilakukan secara transparan dan terbuka. Sosialisasi juga akan diperluas agar lebih banyak masyarakat dapat mengakses program ini.
Program ini sekaligus menjadi kontribusi BAZNAS dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia, terutama bagi masyarakat kurang mampu.
Dengan dibukanya Beasiswa Cendekia BAZNAS AIU 2026, peluang kuliah ke luar negeri kini semakin terbuka lebar bagi generasi muda Indonesia dari keluarga prasejahtera.
BERITA16/04/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Terima Keppres! Kepengurusan Baru 2026–2031 Siap Gaspol Perkuat Zakat Nasional
Jakarta – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI resmi menerima Surat Keputusan Presiden (Keppres) tentang pengangkatan pimpinan untuk periode 2026–2031. Momen ini menjadi titik awal penguatan peran strategis zakat dalam pembangunan nasional.
Keppres tersebut diserahkan langsung oleh Dirjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri sekaligus Ex Officio BAZNAS RI A. Fatoni kepada Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid bersama jajaran pimpinan baru di Gedung Kementerian Agama Republik Indonesia, Jakarta, Rabu (15/4/2026).
Dalam susunan kepengurusan terbaru, sejumlah nama mengisi posisi strategis, di antaranya Rizaludin Kurniawan, Saidah Sakwan, Ending Syarifuddin, Idy Muzayyad, Mokhamad Mahdum, serta Neyla Saida Anwar.
Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid menilai komposisi kepengurusan kali ini merupakan kombinasi solid dari berbagai latar belakang keahlian.
“Kami bersyukur memiliki tim yang kuat, dengan kompetensi dari sisi pemerintahan, keuangan hingga digitalisasi. Ini menjadi modal penting untuk meningkatkan kinerja BAZNAS ke depan,” ujar Sodik.
Ia menegaskan, kepengurusan baru akan fokus memperkuat peran zakat sebagai instrumen pembangunan ekonomi umat sekaligus mendorong keadilan sosial.
“Zakat harus menjadi kekuatan nyata dalam mengurangi kesenjangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Tak hanya itu, BAZNAS juga akan menggenjot kolaborasi lintas sektor, baik dengan kementerian, lembaga, hingga swasta untuk mengoptimalkan penghimpunan dan pendayagunaan zakat.
“Kami membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya. Dukungan semua pihak sangat dibutuhkan agar zakat benar-benar berdampak,” tambahnya.
Sementara itu, A. Fatoni memberikan apresiasi atas kontribusi BAZNAS dalam membantu pemerintah mengatasi persoalan sosial di berbagai daerah.
“BAZNAS telah menunjukkan peran nyata. Ke depan, kami berharap lahir terobosan strategis agar program pemberdayaan semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” kata Fatoni.
Dengan kepengurusan baru ini, BAZNAS diharapkan semakin agresif, adaptif, dan berdampak dalam mengelola zakat sebagai solusi pembangunan dan kesejahteraan umat di Indonesia
BERITA16/04/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Kolaborasi dengan YouTubers, Pengadilan Agama Tondano Raih Juara 2 di PTA Cup
Minahasa 15//04/2026 – Pengadilan Agama Tondano menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih Juara 2 Lomba Pembuatan Video dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-42 PTA Manado (PTA Cup). Prestasi ini diraih melalui karya video bertajuk “Di Atas Amanah” yang mengangkat nilai integritas dan tanggung jawab aparatur peradilan.
Video tersebut merupakan hasil kolaborasi antara tim kreatif Pengadilan Agama Tondano dengan para YouTubers muda. Karya ini dinilai mampu menyampaikan pesan moral tentang pentingnya menjaga amanah dalam menjalankan tugas, sekaligus dikemas secara visual menarik dan relevan dengan generasi masa kini.
Sebagai satuan kerja di bawah pembinaan PTA Manado, capaian ini menjadi bagian dari komitmen Pengadilan Agama Tondano dalam mendukung reformasi birokrasi serta pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK). Upaya ini terus dilakukan untuk menghadirkan pelayanan hukum yang profesional, transparan, dan berorientasi pada kepercayaan publik.
Ketua Pengadilan Agama Tondano Al Gazali Mus, S.H.I, MH mengatakan, penghargaan ini bukan sekadar prestasi, tetapi juga pengingat akan tanggung jawab besar yang melekat dalam setiap tugas.
“Setiap pekerjaan adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan, tidak hanya kepada masyarakat, tetapi juga kepada Allah SWT. Melalui karya ini, kami ingin menegaskan bahwa integritas adalah fondasi utama dalam menegakkan keadilan,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi keterlibatan para konten kreator muda yang dinilai mampu menghadirkan perspektif baru dalam menyampaikan pesan kelembagaan secara lebih kreatif dan inspiratif.
Sebagai bentuk apresiasi, Pengadilan Agama Tondano menyerahkan total hadiah sebesar Rp1.800.000 kepada tim konten kreator. Penyerahan dilakukan oleh salah satu hakim dan disaksikan langsung oleh Ketua serta Wakil Ketua Pengadilan Agama Tondano Husnul Ma'arif, S.H.I, M.H.
Perwakilan YouTubers yang terlibat dalam produksi video tersebut menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan.
“Kami bersyukur bisa terlibat dalam proyek ini. Ini bukan hanya tentang berkarya, tetapi juga belajar memahami nilai amanah dan tanggung jawab. Terima kasih kepada seluruh jajaran Pengadilan Agama Tondano yang telah mendukung proses produksi,” ungkap Jihan Nabillah Sebagai Video Editingnya.
Keberhasilan ini menunjukkan bahwa sinergi antara lembaga dan generasi muda mampu menghasilkan karya yang tidak hanya kreatif, tetapi juga sarat nilai edukasi dan inspirasi bagi masyarakat.
Nilai amanah yang diangkat dalam karya ini juga sejalan dengan semangat BAZNAS dalam menjaga kepercayaan umat melalui pengelolaan zakat yang transparan, profesional, dan berdampak bagi kesejahteraan masyarakat. Kolaborasi seperti ini diharapkan dapat terus mendorong lahirnya generasi muda yang kreatif, berintegritas, serta berkontribusi positif dalam pembangunan sosial.
BERITA15/04/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Gerak Cepat! 800 Porsi Makanan Disalurkan untuk Penyintas Gempa Flores Timur
Flores Timur – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bergerak cepat merespons bencana gempa bumi yang mengguncang Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Sebanyak 800 porsi makanan siap saji langsung didistribusikan kepada para penyintas di masa tanggap darurat.
Melalui tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB), dapur umum didirikan di titik pengungsian terdampak, tepatnya di Desa Terong dan Desa Hamahala, Kecamatan Adonara Timur. Dari dapur umum ini, bantuan makanan terus diproduksi dan disalurkan setiap hari kepada warga terdampak.
Sekretaris Utama BAZNAS RI Subhan Cholid menegaskan, pemenuhan kebutuhan pangan menjadi prioritas utama dalam kondisi darurat seperti saat ini.
“Tim BTB terjun langsung ke lokasi untuk memastikan para penyintas aman dan mendapatkan makanan yang layak,” ujar Subhan dalam keterangannya, Selasa (14/4/2026).
Tak hanya menyalurkan bantuan makanan, BAZNAS juga melakukan asesmen lapangan untuk memetakan kebutuhan mendesak lainnya. Langkah ini dilakukan agar bantuan yang diberikan tepat sasaran dan benar-benar dibutuhkan oleh para penyintas.
Selain itu, tim BTB turut membantu proses evakuasi serta pembersihan puing-puing bangunan yang roboh akibat gempa yang terjadi pada Kamis (9/4/2026).
Data sementara mencatat, gempa tersebut menyebabkan 3 fasilitas umum dan 224 rumah warga mengalami kerusakan, mulai dari ringan hingga berat. Sejumlah desa terdampak antara lain Desa Terong, Lamahala Jaya, Motonwutun, Dawataah, dan Karing Lamalouk.
Akibat bencana ini, sekitar 1.100 warga terpaksa mengungsi. Sebagian memilih tinggal bersama keluarga yang aman, sementara lainnya bertahan di posko pengungsian.
“Semoga bantuan ini bisa meringankan beban para penyintas dan mempercepat proses pemulihan. Kami juga mengajak masyarakat untuk turut mendoakan agar mereka diberi kekuatan,” tambah Subhan.
Dalam penanganan bencana ini, BAZNAS juga terus berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Flores Timur serta para relawan di lapangan guna memastikan seluruh penyintas mendapatkan bantuan yang optimal.
Respons cepat BAZNAS ini menjadi bukti nyata bahwa zakat tidak hanya berdampak sosial, tetapi juga hadir sebagai solusi tanggap darurat saat bencana melanda.
BERITA15/04/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Kemenhaj Dukung Tata Kelola Dam oleh BAZNAS, Jemaah Haji Bisa Bayar di Tanah Air
Jakarta – Dukungan terhadap penguatan tata kelola dam haji di dalam negeri kian menguat. Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menyatakan dukungannya kepada Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI dalam memfasilitasi pembayaran dan penyaluran dam bagi jemaah haji Indonesia langsung dari Tanah Air.
Kebijakan ini dinilai bukan hanya mempermudah jemaah, tetapi juga berpotensi besar menggerakkan roda ekonomi umat di berbagai daerah.
Dukungan tersebut mencuat dalam audiensi antara BAZNAS RI dan Kemenhaj di Gedung Kemenhaj, Jakarta, Kamis (9/4/2026). Pertemuan ini dihadiri Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid, Wakil Menteri Haji dan Umrah RI Dahnil Anzar Simanjuntak, Wakil Ketua BAZNAS RI Zainut Tauhid Sa’adi, serta Pimpinan BAZNAS RI Neyla Saida Anwar.
Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid menegaskan, pengelolaan dam oleh BAZNAS bukan hal baru. Selama ini, BAZNAS telah memiliki sistem dan standar operasional yang tertib, mulai dari pembayaran hingga distribusi.
“Tata kelola dam oleh BAZNAS sudah berjalan dengan prosedur yang jelas. Kami pastikan seluruh proses transparan, mulai dari konfirmasi pembayaran, bukti pemotongan hewan, hingga laporan penyaluran yang bisa diakses jemaah,” ujarnya.
Tak hanya itu, BAZNAS juga menerbitkan sertifikat bagi para mudhohi sebagai bentuk akuntabilitas.
Lebih jauh, Sodik menekankan bahwa pelaksanaan dam memiliki dimensi sosial ekonomi yang kuat. Hewan dam disuplai dari peternak lokal dan UMKM binaan BAZNAS di berbagai daerah.
“Ini bukan sekadar ibadah, tapi juga memberdayakan ekonomi masyarakat. Dampaknya bisa dirasakan hingga pelosok negeri,” jelasnya.
Di sisi lain, Kemenhaj memberikan fleksibilitas bagi jemaah untuk menunaikan dam, baik di Tanah Suci maupun di Indonesia. Kebijakan ini membuka ruang kolaborasi yang luas.
Selain BAZNAS, lembaga lain seperti LAZ dan KBIH juga diberi kesempatan untuk berkontribusi dalam layanan dam, sehingga pengelolaannya berjalan secara inklusif.
Langkah ini dinilai sebagai pendekatan kolaboratif dalam pengelolaan ibadah sosial keagamaan yang semakin modern dan adaptif.
Sodik pun mengajak jemaah haji Indonesia untuk mempercayakan pembayaran dam kepada lembaga resmi negara.
“Jika ibadah haji dikelola oleh pemerintah, maka pengelolaan dam juga sebaiknya melalui lembaga resmi pemerintah, yakni BAZNAS,” tegasnya.
Ia juga membuka peluang kerja sama ke depan yang lebih luas, tidak hanya pada dam, tetapi juga pada pengelolaan zakat, infak, dan sedekah dari para jemaah haji, tentu dengan tetap berpegang pada prinsip syariat dan asas kemanfaatan.
Kolaborasi antara Kemenhaj dan BAZNAS ini menjadi sinyal kuat bahwa pengelolaan ibadah tidak lagi sekadar ritual, tetapi juga diarahkan pada dampak nyata bagi masyarakat.
Dengan tata kelola yang transparan dan berbasis pemberdayaan, dam haji berpotensi menjadi instrumen strategis dalam meningkatkan kesejahteraan umat—dari jemaah hingga peternak di daerah.
BERITA14/04/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Minahasa Sampaikan Ucapan Selamat Ulang Tahun ke-42 kepada Rektor IAIN Manado
Minahasa — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Minahasa menyampaikan ucapan selamat ulang tahun ke-42 kepada Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado, Prof. Dr. Ahmad Rajafi, M.H.I, yang diperingati pada 14 April 2026.
Ucapan ini merupakan bentuk penghormatan serta apresiasi atas dedikasi dan pengabdian beliau dalam memimpin institusi pendidikan tinggi keagamaan, khususnya dalam upaya pengembangan sumber daya manusia yang berilmu, berakhlak, dan memiliki kepedulian sosial.
Dalam kesempatan tersebut, BAZNAS Minahasa turut menyampaikan doa agar senantiasa diberikan kesehatan, umur yang penuh keberkahan, serta kekuatan dalam menjalankan amanah kepemimpinan.
“Barakallahu fii umrik. Semoga setiap pertambahan usia membawa keberkahan dan memperkuat pengabdian dalam memajukan pendidikan serta memberikan manfaat yang luas bagi umat.”
Sebagai lembaga yang memiliki tugas dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah, BAZNAS Minahasa memandang bahwa peran dunia pendidikan memiliki keterkaitan erat dalam membangun kesadaran sosial serta menumbuhkan nilai-nilai kepedulian di tengah masyarakat.
Oleh karena itu, sinergi antara lembaga zakat dan institusi pendidikan menjadi bagian penting dalam mendukung upaya pemberdayaan umat, peningkatan kesejahteraan, serta pembangunan sosial yang berkelanjutan.
Momentum ini diharapkan dapat semakin memperkuat semangat kolaborasi dalam menghadirkan manfaat yang lebih luas, serta mendorong lahirnya generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian dan tanggung jawab sosial.
BERITA14/04/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Dibina BAZNAS, Usaha Pastry di Jaktim Melejit! Omzet Tembus Rp16 Juta per Bulan
Jakarta – Kisah inspiratif datang dari Jakarta Timur. Neneng, pelaku UMKM binaan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI, sukses mengembangkan usaha pastry miliknya hingga meraih omzet belasan juta rupiah per bulan.
Lewat brand “Dapoer Keitha Aneka Pastry”, usaha rumahan yang berlokasi di kawasan Utan Kayu, Matraman ini kini semakin dikenal dan diminati masyarakat. Berkat bantuan permodalan dan pendampingan melalui program BAZNAS Microfinance Desa (BMD), bisnis Neneng terus berkembang pesat.
Sekretaris Utama BAZNAS RI Subhan Cholid menegaskan, program BMD memang dirancang untuk membantu pelaku usaha mikro agar bisa naik kelas.
“Melalui BMD, kami ingin memastikan pelaku usaha kecil seperti Neneng mendapatkan akses permodalan sekaligus pendampingan yang tepat,” ujar Subhan, Selasa (14/4/2026).
Produk yang ditawarkan Dapoer Keitha pun beragam dan menggugah selera. Mulai dari croissant, smoked beef, cromboloni, hingga double cheese menjadi menu favorit pelanggan. Selain itu, terdapat belasan varian lain yang diproduksi langsung dari dapur rumah Neneng dengan standar kebersihan yang terjaga.
Kesuksesan ini bukan datang tiba-tiba. Neneng memulai usahanya dari keterampilan memasak yang ia miliki, dengan tujuan sederhana: membantu perekonomian keluarga. Namun, dengan ketekunan dan dukungan BAZNAS, usahanya kini mampu mencatat omzet sekitar Rp16 juta per bulan.
Subhan menilai, capaian tersebut menjadi bukti nyata bahwa pengelolaan zakat produktif mampu memberikan dampak signifikan.
“Ini contoh konkret bagaimana zakat tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga produktif dan mampu meningkatkan kesejahteraan mustahik,” jelasnya.
Neneng pun mengaku sangat terbantu dengan program BAZNAS, terutama dalam hal pengelolaan usaha.
“Saya sangat bersyukur, tidak hanya dibantu modal tapi juga diajarkan cara mengelola usaha dengan lebih baik,” ungkapnya.
Kisah Neneng menjadi bukti bahwa dengan dukungan yang tepat, usaha kecil bisa tumbuh besar—bahkan menembus pasar dan menghasilkan omzet yang menjanjikan. Zakat pun terbukti mampu menjadi motor penggerak ekonomi umat.
BERITA14/04/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Pulihkan Sumatra! BAZNAS RI Gandeng Komunitas Padel Gelar Charity Tournament, Olahraga Jadi Aksi Nyata Kemanusiaan
Jakarta – Aksi kolaboratif yang memadukan semangat olahraga dan kepedulian sosial ditunjukkan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI. Bersama komunitas padel, BAZNAS menggelar Charity Padel Tournament bertajuk “Pulihkan Negeri Dengan Aksi”, sebagai upaya nyata membantu pemulihan wilayah terdampak bencana di Sumatra dan Aceh.
Turnamen yang berlangsung di Smash Padel Jakarta, Sabtu (11/4/2026), ini menjadi magnet bagi berbagai komunitas padel. Kolaborasi ini melibatkan All in One Indonesia, Asosiasi Padel, serta komunitas Smash Padel, menciptakan energi positif yang tidak hanya kompetitif, tetapi juga penuh makna kemanusiaan.
Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Ketua BAZNAS RI Zainut Tauhid Sa’adi dan Pimpinan BAZNAS RI Neyla Saida Anwar, yang memberikan dukungan langsung terhadap gerakan ini.
Dalam sambutannya, Zainut menegaskan bahwa padel bukan sekadar olahraga, tetapi sarat nilai kebersamaan.
“Padel mengajarkan kerja sama tim, komunikasi, dan kegembiraan. Nilai-nilai ini yang kita bawa dalam aksi sosial hari ini. Setiap langkah di lapangan adalah langkah nyata membantu saudara kita,” ujarnya.
Ia menekankan, seluruh dana yang terkumpul dari turnamen ini akan disalurkan melalui BAZNAS untuk program kemanusiaan, khususnya bagi korban banjir dan longsor di Sumatra dan Aceh.
“Di papan skor mungkin ada yang kalah, tapi dalam kemanusiaan kita semua pemenang,” tegasnya.
Turnamen ini menyediakan hadiah Rp5 juta untuk juara pertama dan Rp2,5 juta untuk juara kedua. Namun yang menarik, seluruh hadiah tersebut didonasikan kembali melalui BAZNAS untuk mendukung program sosial.
Langkah ini menjadikan kompetisi bukan sekadar ajang adu kemampuan, tetapi juga sarana berbagi yang berdampak langsung.
Zainut berharap kegiatan ini bisa menjadi pemicu gerakan serupa di berbagai daerah.
“Kami ingin ini menjadi virus kebaikan. Tidak hanya padel, tapi berbagai aktivitas masyarakat bisa menjadi medium berbagi,” katanya.
Sementara itu, Neyla Saida Anwar menegaskan komitmen BAZNAS untuk memastikan bantuan tersalurkan secara tepat dan berkelanjutan.
“Kami ingin energi olahraga ini bertransformasi menjadi energi sosial. Tidak berhenti di sini, tapi benar-benar berdampak bagi recovery Sumatra,” ungkapnya.
Antusiasme juga datang dari peserta. Salah satunya Joe Arifianto dari komunitas EJ-Sporteam yang mengaku yakin berpartisipasi karena reputasi BAZNAS.
“BAZNAS itu terpercaya dan tepat sasaran. Jadi kami tidak ragu untuk ikut dan berkontribusi,” katanya.
Tak hanya pertandingan, acara ini juga diramaikan oleh kehadiran UMKM binaan BAZNAS yang menampilkan berbagai produk unggulan. Selain itu, tersedia Gerai Zakat yang memudahkan pengunjung menunaikan zakat, infak, dan sedekah secara langsung di lokasi.
BERITA12/04/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Transparan dan Akuntabel, UPZ Masjid Imam Bonjol Lotta Salurkan 528,5 Kg Zakat Fitrah
Minahasa – Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Masjid Imam Bonjol Desa Lotta kembali menunjukkan komitmennya dalam pengelolaan zakat yang transparan dan akuntabel pada Ramadan 1447 H/2026.
Sebanyak 179 muzakki tercatat menunaikan zakat fitrah, dengan total penerima manfaat (mustahik) mencapai 65 jiwa. Dari penghimpunan tersebut, total zakat fitrah yang berhasil dikumpulkan mencapai 528,5 kilogram beras.
Jumlah tersebut berasal dari zakat beras sebesar 242,5 kg serta zakat dalam bentuk uang senilai Rp3.670.000 yang telah dikonversikan menjadi 286 kg beras.
Ketua UPZ Masjid Imam Bonjol, Fadl K. Afilien, menyampaikan bahwa seluruh proses pengumpulan hingga penyaluran zakat dilakukan secara amanah dan sesuai syariat.
“Alhamdulillah, pengelolaan zakat tahun ini berjalan dengan baik dan lancar. Ini adalah bukti kesadaran masyarakat yang tinggi dalam menunaikan zakat serta kepercayaan kepada UPZ,” ujarnya.
Selain zakat fitrah, UPZ juga menghimpun infak dan sedekah sebesar Rp340.000, dengan penggunaan operasional Rp240.000 dan sisa Rp100.000 yang akan dikelola untuk kebutuhan kemaslahatan selanjutnya.
Sementara itu, Wakil Ketua IV BAZNAS Minahasa menegaskan bahwa pengelolaan zakat di tingkat UPZ harus terus didorong agar semakin profesional dan berdampak luas.
“Ini adalah contoh baik pengelolaan zakat di tingkat masjid. Transparansi seperti ini penting untuk membangun kepercayaan publik dan memastikan zakat benar-benar memberi manfaat bagi mustahik,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa BAZNAS terus mendorong seluruh UPZ untuk menerapkan prinsip pengelolaan zakat berbasis 3A, yaitu aman syar’i, aman regulasi, dan aman bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Ke depan, diharapkan pengelolaan zakat di tingkat desa semakin optimal, sehingga zakat tidak hanya menjadi kewajiban ibadah, tetapi juga instrumen strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
BERITA09/04/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Dari Gerobak ke Omzet Rp500 Ribu/Hari, ZChicken BAZNAS Bikin Mustahik Naik Kelas di Jambi
Jambi – Program pemberdayaan ekonomi kembali membuahkan hasil. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI melalui program ZChicken sukses mengangkat usaha kuliner milik mustahik di Kota Jambi hingga meraih omzet ratusan ribu rupiah per hari.
Adalah Jubaidah, penerima manfaat program ZChicken, yang kini mampu menghasilkan sekitar Rp500 ribu per hari dari usaha ayam krispi yang ia jalankan.
Tak hanya itu, berkat pendampingan berkelanjutan dari BAZNAS, usahanya kini berkembang pesat. Jubaidah tak lagi hanya menjual ayam krispi, tetapi juga menambah menu seperti bakso, bubur ayam, hingga aneka minuman untuk menarik lebih banyak pelanggan.
Sekretaris Utama BAZNAS RI, Subhan Cholid, mengapresiasi capaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan Jubaidah menjadi bukti nyata bahwa zakat yang dikelola secara produktif mampu mengubah kehidupan mustahik.
“Ini adalah buah dari kerja keras mustahik, dukungan muzaki, dan pembinaan yang berkelanjutan. Kami sangat bangga,” ujar Subhan dalam keterangannya, Selasa (7/4/2026).
Ia menegaskan, program seperti ZChicken bukan sekadar bantuan jangka pendek, tetapi dirancang untuk mendorong kemandirian ekonomi mustahik agar bisa naik kelas, bahkan berpotensi menjadi muzaki di masa depan.
“Zakat harus berdampak. Tidak hanya membantu, tetapi memberdayakan hingga mustahik bisa mandiri secara ekonomi,” tegasnya.
BAZNAS pun berkomitmen untuk terus memperluas program pemberdayaan UMKM, termasuk ZChicken, agar semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaat dari dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS).
Di sisi lain, Jubaidah mengaku bersyukur atas dukungan yang ia terima. Baginya, omzet Rp500 ribu per hari bukan sekadar angka, melainkan harapan baru bagi keluarganya.
“Walaupun masih suasana Lebaran, pembeli tetap ramai. Alhamdulillah, usaha ini bisa terus berjalan dan berkembang,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada BAZNAS dan para muzaki yang telah membantu mengembangkan usahanya hingga seperti sekarang.
“Bantuan ini sangat berarti. Saya berharap semakin banyak pelaku usaha kecil yang bisa merasakan manfaat seperti saya,” ujarnya.
Kisah Jubaidah menjadi bukti bahwa dengan sentuhan program yang tepat, zakat mampu menjadi mesin penggerak ekonomi umat—mengubah usaha kecil menjadi sumber penghidupan yang berkelanjutan.
BERITA09/04/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Dari Mustahik ke CEO: Alumni Beasiswa BAZNAS Ini Sukses Bangun Bisnis Interior
Jakarta – Kabar membanggakan datang dari program pendidikan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS). Salah satu alumninya, Dio Khoirul Azhar, sukses menembus dunia bisnis dan kini menjabat sebagai CEO perusahaan interior yang ia rintis sendiri.
Dio merupakan penerima Beasiswa Cendekia BAZNAS (BCB) saat menempuh pendidikan di Universitas Brawijaya. Berkat dukungan beasiswa tersebut, ia tak hanya berhasil menyelesaikan studi tepat waktu, tetapi juga mengasah kemampuan hingga akhirnya terjun ke dunia usaha.
Kini, Dio dikenal sebagai founder sekaligus CEO Interiola Project, sebuah studio desain interior yang berdiri sejak 2021. Perusahaan ini melayani kebutuhan desain dan pembangunan interior rumah, kantor, hingga apartemen, dengan konsep yang mengutamakan kenyamanan dan fungsi ruang.
Sekretaris Utama BAZNAS RI, Subhan Cholid, menyampaikan apresiasinya atas capaian tersebut. Ia menilai keberhasilan Dio menjadi bukti nyata bahwa zakat yang dikelola secara profesional mampu mengubah masa depan penerimanya.
“Kami sangat bangga. Ini bukti bahwa zakat tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga produktif dan berdampak jangka panjang,” ujar Subhan dalam keterangan tertulis, Rabu (8/4/2026).
Menurutnya, program BCB tidak sekadar memberikan bantuan biaya pendidikan. Lebih dari itu, para penerima manfaat juga dibekali pelatihan pengembangan diri dan keterampilan yang berkelanjutan.
“Tujuan kami jelas, bagaimana mustahik bisa bangkit, mandiri, bahkan bertransformasi menjadi muzaki. Dan kisah Dio adalah salah satu bukti nyatanya,” tegasnya.
BAZNAS pun berkomitmen memperluas jangkauan program ini agar semakin banyak generasi muda Indonesia mendapatkan akses pendidikan yang layak sekaligus peluang untuk berkembang.
Sementara itu, Dio mengaku perjalanan yang ia lalui tidak lepas dari peran besar BAZNAS dalam hidupnya. Ia menyebut beasiswa tersebut menjadi titik balik yang membuka jalan menuju kesuksesan.
“Alhamdulillah, saya bisa menyelesaikan studi tanpa beban finansial. Lebih dari itu, pembinaan yang diberikan benar-benar membentuk mindset dan kesiapan saya dalam membangun usaha,” ungkapnya.
Kini, melalui Interiola Project, Dio tak hanya membangun bisnis, tetapi juga membuka peluang kerja dan memberi dampak bagi lingkungan sekitarnya.
Kisah Dio menjadi bukti bahwa pendidikan, jika didukung dengan sistem yang tepat, mampu melahirkan generasi unggul. Dari penerima zakat, kini ia berdiri sebagai pemberi manfaat.
Sebuah transformasi yang tak sekadar inspiratif, tetapi juga nyata.
BERITA09/04/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Keren! 9 Santri Sekolah Cendekia BAZNAS Lolos PTN Lewat SNBP 2026, Tembus UI hingga IPB
Jakarta – Kabar membanggakan datang dari dunia pendidikan berbasis zakat. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI kembali menorehkan prestasi melalui Sekolah Cendekia BAZNAS (SCB).
Sebanyak sembilan santri SCB berhasil lolos ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN) melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026. Mereka diterima di sejumlah kampus ternama seperti IPB University, Universitas Indonesia, Universitas Cendrawasih, hingga Universitas Pendidikan Indonesia.
Sekretaris Utama BAZNAS RI, Subhan Cholid, mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya atas capaian tersebut.
“Alhamdulillah, ini menjadi awal yang baik bagi angkatan keempat. Kami berharap di jalur seleksi lainnya akan semakin banyak santri SCB yang menyusul lolos ke PTN,” ujarnya, Selasa (7/4/2026).
Menurut Subhan, keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa zakat tidak hanya membantu secara sosial, tetapi juga mampu membuka akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dhuafa.
“Inilah yang kami perjuangkan, bagaimana zakat bisa menjadi jalan bagi mereka untuk bersaing di tingkat nasional,” tegasnya.
Ia menambahkan, SCB dirancang sebagai “kawah candradimuka” untuk mencetak generasi unggul—tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga berakhlak dan berjiwa kepemimpinan.
Capaian ini juga melanjutkan tren positif tahun sebelumnya. Pada 2025, sekitar 80 persen santri SCB berhasil lolos ke PTN melalui berbagai jalur seleksi.
Adapun sembilan santri yang lolos SNBP 2026 yakni:
Hersyathia Safara Zahra (Biologi – IPB University)
Cahaya Dewi Bahriati (Teknik dan Manajemen Lingkungan – IPB University)
Keyla Bilqis Ashilah (Ilmu Keluarga dan Konsumen – IPB University)
Novita Sari (Teknologi Produksi Pengembangan Masyarakat – IPB University)
Zaskia Faras (Administrasi Perkantoran – Universitas Indonesia)
Nur Azijah (Manajemen – Universitas Cendrawasih)
Firda Sari (Akuntansi – Universitas Cendrawasih)
Muhammad Fachri Yurisman (Fisika – IPB University)
Ghazi Ahmad Rifai (Ilmu Ekonomi dan Keuangan Islam – Universitas Pendidikan Indonesia)
Sebagai informasi, Sekolah Cendekia BAZNAS merupakan lembaga pendidikan berbasis beasiswa yang mengintegrasikan pendidikan akademik, adab islami, kewirausahaan, hingga kepemimpinan bagi anak yatim dan dhuafa.
Tak hanya itu, SCB juga memiliki program tahfidz serta pendidikan jenjang SMP hingga SMA yang dirancang untuk mencetak generasi mandiri dan berdaya.
Prestasi ini menjadi bukti bahwa zakat, jika dikelola dengan tepat, mampu menjadi jembatan emas bagi masa depan anak bangsa—dari keterbatasan menuju kampus impian.
BERITA08/04/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Mahasiswa Ditantang Naik Kelas: Dari Mustahik Jadi Muzaki, Ini Pesan Keras Pimpinan BAZNAS
Kudus – Generasi muda didorong untuk mengambil peran lebih besar dalam ekosistem zakat nasional. Mokhamad Mahdum, Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI, menegaskan mahasiswa tidak boleh hanya menjadi penerima manfaat, tetapi harus bertransformasi menjadi pemberi zakat (muzaki).
Pesan itu disampaikan dalam Seminar Nasional Zakat bertajuk “Peran Generasi Muda dalam Membangun Ekosistem Zakat Berkelanjutan” di UIN Sunan Kudus, Selasa (7/4/2026).
“Peran mahasiswa itu cuma dua: mau jadi mustahik atau muzaki? Masa mau jadi mustahik? Hidup itu pilihan,” tegas Mahdum di hadapan peserta seminar.
Menurutnya, masa depan ekonomi syariah sangat ditentukan oleh keberanian generasi muda dalam mengambil peran sebagai subjek perubahan, bukan sekadar objek bantuan.
Mahdum juga membagikan refleksi spiritual yang menggugah. Ia mengaku mengubah orientasi doanya, dari sekadar target nominal menjadi visi kebermanfaatan yang lebih luas.
“Dulu saya berdoa ingin bayar zakat Rp1 miliar. Sekarang saya berdoa jadi pembayar zakat terbesar di Indonesia. Karena ‘kantong Allah’ tidak terbatas,” ujarnya.
Tak berhenti di situ, Mahdum menyoroti pentingnya literasi zakat di tengah masyarakat. Ia menilai masih banyak orang yang sebenarnya sudah wajib zakat, namun belum menunaikannya karena kurangnya pemahaman.
“Ini tanggung jawab kita bersama. Mahasiswa harus jadi penyambung lidah, menjelaskan apa itu zakat, beda dengan infak dan sedekah,” tegasnya.
Ia juga mengungkap tren positif di kalangan anak muda, di mana infak digital kini mencapai Rp9 hingga Rp10 miliar per bulan. Meski motivasinya beragam, mulai dari urusan akademik hingga pekerjaan, Mahdum melihat ini sebagai modal sosial besar untuk membangun ekosistem zakat ke depan.
Sementara itu, akademisi dari LAZISNU Jawa Tengah, Aan Zainul Anwar, menekankan pentingnya profesionalisme dalam pengelolaan zakat.
Ia mencontohkan keberhasilan Desa Jatisono, Demak, yang menjadi role model nasional dalam pengelolaan zakat pertanian. Di desa tersebut, potensi zakat bisa mencapai Rp300 juta per tahun dari satu entitas, berkat kesadaran kolektif dan sistem yang terorganisir.
“Ada kesadaran, kekompakan, dan profesionalisme. Ekosistemnya sudah terbentuk,” jelas Aan.
Dampaknya pun nyata. Para guru ngaji di desa tersebut kini mendapatkan insentif rutin dan tunjangan pangan, tidak lagi bergantung pada bantuan musiman seperti saat Ramadan.
Pesan besar dari forum ini jelas: mahasiswa bukan sekadar generasi penerus, tetapi motor penggerak. Jika literasi meningkat dan kesadaran tumbuh, maka zakat bukan hanya ibadah—melainkan kekuatan ekonomi yang mampu mengubah wajah kesejahteraan umat.
BERITA08/04/2026 | Humas BAZNAS Minahasa

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Minahasa.
Lihat Daftar Rekening →