WhatsApp Icon
BAZNAS RI Bersama Kemendiktisaintek Buka Beasiswa Cendekia 2026 di 246 Perguruan Tinggi

Jakarta – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) RI resmi membuka program Beasiswa Cendekia BAZNAS 2026 bagi mahasiswa aktif program D4/S1 di 246 perguruan tinggi yang tersebar di 35 provinsi.

Peluncuran Beasiswa Cendekia Dalam Negeri 2026 tersebut berlangsung di Gedung Kemendiktisaintek RI, Jakarta, Rabu (9/9/2026). Kegiatan diresmikan langsung oleh Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., bersama Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI Prof. Brian Yuliarto, S.T., M.Eng., Ph.D.

Dari 246 perguruan tinggi yang menjadi sasaran program, sebanyak 112 kampus berada di bawah Kemendiktisaintek. Sementara 134 perguruan tinggi lainnya berada di bawah Kementerian Agama, termasuk Ma’had Aly.

Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid mengatakan, kolaborasi dengan Kemendiktisaintek menjadi langkah strategis untuk memperluas akses pendidikan tinggi, khususnya bagi mahasiswa berprestasi yang berasal dari keluarga kurang mampu.

"Ini adalah momentum untuk mempertemukan kekuatan zakat dengan pendidikan tinggi dalam membangun masa depan bangsa. Hal tersebut sejalan dengan Asta Cita Presiden nomor 4 untuk memperkuat Sumber Daya Manusia menuju Indonesia Emas 2045," kata Sodik.

Menurut Sodik, pendidikan menjadi salah satu sektor penting dalam upaya pengentasan kemiskinan. Karena itu, BAZNAS memberikan perhatian besar terhadap sektor pendidikan dengan alokasi sekitar 27 persen.

"Untuk pendidikan kami (BAZNAS) alokasi sebesar 27 persen," ujarnya.

Sodik menambahkan, Beasiswa Cendekia BAZNAS tidak hanya berfokus pada pemberian bantuan biaya pendidikan. Program tersebut juga diarahkan untuk memperluas akses pendidikan, meningkatkan kualitas dan kapasitas mahasiswa, serta mendorong keberlanjutan kontribusi para alumni.

"Kami ingin memperkuat tiga hal, yakni memperluas akses, meningkatkan kualitas dan kapasitas mahasiswa, serta memastikan keberlanjutan kontribusi alumni. Karena itu, hari ini kita tidak hanya meluncurkan sebuah program beasiswa. Mari kita meluncurkan sebuah gerakan bersama, gerakan menjadikan zakat sebagai kekuatan pembangunan sumber daya manusia Indonesia," katanya.

Apresiasi Kemendiktisaintek

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI Brian Yuliarto mengapresiasi komitmen BAZNAS dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia Indonesia melalui sektor pendidikan.

Brian menyebut pendidikan merupakan salah satu bentuk investasi terbaik bagi masa depan bangsa. Ia berharap kolaborasi antara pemerintah, BAZNAS, perguruan tinggi, dan lembaga filantropi dapat terus diperkuat.

"Tentu ini adalah sesuatu yang sangat luar biasa. Investasi terbaik sebuah bangsa adalah pada pendidikan. Tidak ada yang lebih baik lagi. Karenanya, kami sangat senang dan sangat mengapresiasi BAZNAS yang berdiri di barisan paling depan," ujar Brian.

Ia juga berharap langkah BAZNAS tersebut dapat mendorong semakin banyak lembaga filantropi untuk berkontribusi dalam memperluas akses pendidikan tinggi.

Menurutnya, dukungan terhadap pendidikan dapat membuka kesempatan bagi anak bangsa untuk memperbaiki kondisi sosial, masa depan, dan kesejahteraan keluarganya.

Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan H. Idy Muzayyad mengatakan, perluasan akses pendidikan merupakan salah satu fokus BAZNAS melalui program beasiswa dan pembinaan mahasiswa.

Idy menyebut, sepanjang 2025, penyaluran zakat, infak, dan sedekah (ZIS) nasional untuk bidang pendidikan mencapai Rp1,56 triliun dengan jumlah penerima manfaat sebanyak 2.870.976 orang.

BAZNAS juga memproyeksikan potensi zakat dari ekosistem perguruan tinggi mencapai sekitar Rp220 miliar per tahun.

Program Beasiswa Cendekia BAZNAS sendiri terus berkembang. Saat ini tercatat sebanyak 8.672 peserta Beasiswa Cendekia BAZNAS Dalam Negeri dan 2.529 peserta Beasiswa Cendekia BAZNAS Ma’had Aly.

"Alhamdulillah, dari program ini kita telah melihat dampak yang nyata. Para alumni Beasiswa Cendekia BAZNAS telah berkiprah di berbagai sektor, baik sektor publik, swasta, maupun sosial. Bahkan, sebagian dari mereka telah bertransformasi menjadi muzaki," ujar Idy.

Beasiswa Cendekia BAZNAS 2026 diperuntukkan bagi mahasiswa aktif mulai semester 5. Program ini memprioritaskan mahasiswa dari bidang Sains, Teknologi, Rekayasa, dan Matematika (STEM) serta Social, Humanities, Arts for People, Religious Studies, dan Education (SHARE).

Selain mahasiswa berprestasi, program ini juga menyasar mahasiswa yang aktif sebagai aktivis serta mahasiswa penyandang disabilitas.

Mahasiswa yang terpilih akan mendapatkan sejumlah dukungan pendidikan. Salah satunya berupa subsidi Uang Kuliah Tunggal (UKT) hingga Rp7 juta per semester untuk perguruan tinggi prioritas dan hingga Rp4 juta per semester untuk perguruan tinggi reguler.

Bantuan UKT tersebut diberikan selama empat semester.

Tak hanya UKT, penerima Beasiswa Cendekia BAZNAS juga berkesempatan mendapatkan bantuan riset tugas akhir sebesar Rp3 juta per mahasiswa, pembinaan dan pengembangan diri, serta bantuan prestasi bagi mahasiswa yang mewakili kampus dalam kompetisi tingkat nasional maupun internasional.

Pendaftaran Dibuka 9-27 September 2026

Bagi mahasiswa yang memenuhi persyaratan, pendaftaran Beasiswa Cendekia BAZNAS Dalam Negeri 2026 dilakukan secara daring melalui laman beasiswa.baznas.go.id.

Berikut jadwal lengkap seleksi Beasiswa Cendekia BAZNAS Dalam Negeri 2026:

  • Pendaftaran: 9–27 September 2026
  • Seleksi administrasi kampus: 28 September–4 Oktober 2026
  • Pengumuman lulus administrasi: 4 Oktober 2026
  • Wawancara tim seleksi kampus: 5–18 Oktober 2026
  • Masa sanggah: 19–25 Oktober 2026
  • Pengumuman akhir: 28 Oktober 2026

Melalui Beasiswa Cendekia BAZNAS 2026, BAZNAS bersama pemerintah terus mendorong agar keterbatasan ekonomi tidak menjadi penghalang bagi mahasiswa berprestasi untuk mengakses pendidikan tinggi.

Program ini sekaligus menjadi bagian dari upaya menjadikan zakat sebagai kekuatan dalam membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.

10/09/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa
Hadiri Pra-Rakornas 2026, BAZNAS Kabupaten Minahasa Siap Perkuat Pengelolaan Muzaki secara Profesional

MINAHASA — BAZNAS Kabupaten Minahasa turut hadir dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan Pra-Rapat Koordinasi Nasional (Pra-RAKORNAS) BAZNAS 2026 yang digelar secara daring pada Selasa (8/9/2026). Kegiatan bertajuk “Target dan Strategi Pengumpulan pada BAZNAS Provinsi dan BAZNAS Kab/Kota” ini dipimpin langsung oleh Ketua BAZNAS RI, Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc.

Melalui kegiatan ini, BAZNAS RI menekankan pentingnya memperkuat pengelolaan muzaki yang profesional sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kepercayaan masyarakat, serta mengoptimalkan penghimpunan Zakat, Infak, Sedekah, dan Dana Sosial Keagamaan Lainnya (ZIS-DSKL).

Pimpinan BAZNAS RI Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan, Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM., menegaskan bahwa muzaki perlu ditempatkan sebagai mitra strategis dalam ekosistem filantropi Islam. Hubungan dengan muzaki harus dibangun secara berkelanjutan.

“Muzaki saat ini tidak hanya membutuhkan kemudahan dalam menunaikan zakat, tetapi juga ingin mengetahui manfaat dari zakat yang mereka salurkan. Mereka ingin dilibatkan dan merasakan dampak nyata program zakat,” ujar Rizaludin.

Dalam kesempatan tersebut, BAZNAS RI juga mendorong penerapan strategi value-driven fundraising yang bertumpu pada empat pilar utama:

  1. Transparansi dan laporan dampak nyata.

  2. Pembinaan relasi yang personal dan inklusif.

  3. Penguatan branding serta reputasi lembaga yang profesional dan taat audit.

  4. Pelibatan aktif muzaki dalam berbagai program kemanusiaan.

Langkah tersebut disempurnakan dengan konsep 5D BAZNAS, yaitu Diingat, Dipercaya, Dijangkau, Dicintai, dan Dibanggakan.

Kehadiran BAZNAS Kabupaten Minahasa dalam Pra-Rakornas ini menjadi bentuk komitmen penuh untuk menyelaraskan target dan strategi pengumpulan di daerah dengan visi BAZNAS Pusat.

Melalui keikutsertaan ini, BAZNAS Minahasa siap melakukan reorientasi pengelolaan muzaki di tingkat daerah. Fokus utama yang akan terus ditingkatkan meliputi peningkatan kualitas pelayanan, penyampaian laporan dampak zakat secara terbuka, serta penyusunan program-program penyaluran yang dampaknya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat yang membutuhkan di Kabupaten Minahasa.

BAZNAS Minahasa juga mengimbau seluruh masyarakat dan para muzaki di Kabupaten Minahasa untuk terus mempercayakan penyaluran zakat, infak, dan sedekahnya melalui lembaga resmi BAZNAS. Pengelolaan yang aman syar'i, aman regulasi, dan aman NKRI akan memastikan setiap zakat yang ditunaikan dapat dirasakan manfaatnya secara berkelanjutan.

08/09/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Tegaskan Dana Zakat Sama Sekali Tak Dipakai untuk Buku 'Islam Ala Prabowo'

Minahasa - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) memberikan klarifikasi tegas merespons isu penggunaan dana umat dalam proyek literasi. BAZNAS memastikan tidak ada sepeser pun dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) yang dialokasikan untuk pembuatan maupun penerbitan buku berjudul Islam Ala Prabowo.

Ketua BAZNAS RI, Sodik Mudjahid, menegaskan bahwa keterlibatan BAZNAS dalam peluncuran buku tersebut pada tahun 2025 lalu murni dalam konteks hubungan kelembagaan serta penguatan literasi dakwah keagamaan. Ia menyebut bahwa menjaga transparansi dan kepercayaan muzaki adalah prioritas utama lembaga.

"Saudara-saudaraku, Bapak dan Ibu para muzaki dan donatur BAZNAS yang kami hormati. Kepercayaan Bapak dan Ibu untuk mempercayakan ZIS melalui BAZNAS adalah kehormatan sekaligus tanggung jawab besar yang senantiasa kami jaga," kata Sodik dalam keterangan resminya, Senin (7/9/2026).

Untuk menghindari kesalahpahaman di tengah masyarakat mengenai posisi lembaga, Sodik merinci tiga poin penting terkait penerbitan buku tersebut:

  1. Bukan Dana Umat: Pembuatan dan penerbitan buku sama sekali tidak menyentuh maupun menggunakan dana ZIS yang dipercayakan masyarakat.

  2. Bukan Produk Internal: Buku tersebut tidak ditulis maupun diterbitkan oleh tim internal BAZNAS.

  3. Sinergi Kelembagaan: Kehadiran BAZNAS dalam peluncuran di Rakornas BAZNAS 2025 merupakan bentuk sinergi bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI), Kementerian Agama, dan MPR RI dalam rangka literasi dakwah, bukan bentuk politik praktis.

Sodik juga mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto memiliki perhatian besar terhadap fungsi BAZNAS, baik sebagai Kepala Negara maupun secara pribadi. Selama ini, Presiden secara rutin mengamanahkan zakat, infak, dan sedekah pribadinya melalui BAZNAS.

"Bersama tim BAZNAS, saat ini kami sedang memilih beberapa program unggulan untuk disampaikan kepada rakyat Indonesia, yang bersumber dari dana infak dan sedekah pribadi Presiden Prabowo Subianto," jelas Sodik.

Ia menambahkan, BAZNAS sangat menghormati kritik dan masukan dari publik. Hal tersebut dipandang sebagai bentuk kepedulian masyarakat agar BAZNAS tetap konsisten menjaga prinsip pengelolaan zakat yang aman syar'i, aman regulasi, dan aman NKRI.

Menanggapi arahan dan klarifikasi BAZNAS RI, BAZNAS Kabupaten Minahasa melalui Waka IV BAZNAS Minahasa Sahlan Kokalo turut mengimbau masyarakat dan seluruh muzaki di Kabupaten Minahasa untuk senantiasa kritis dan bijak dalam menerima setiap informasi.

BAZNAS Kabupaten Minahasa berkomitmen penuh menjaga akuntabilitas dan transparansi penyaluran ZIS di tingkat daerah. Setiap rupiah dana zakat, infak, dan sedekah yang ditunaikan melalui BAZNAS Minahasa disalurkan secara tepat sasaran khusus untuk program-program kemanusiaan, pendidikan, kesehatan, serta pemberdayaan ekonomi mustahik di Minahasa.

08/09/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Hadir di Muktamar NU ke-35, Salurkan 15 Ribu ZChicken hingga Siagakan Layanan Kesehatan

JOMBANG – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI turut mendukung pelaksanaan Muktamar NU ke-35 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Jombang, Jawa Timur. Tak hanya memberikan dukungan konsumsi, BAZNAS juga menghadirkan layanan kesehatan serta pengelolaan sampah di tengah perhelatan yang dihadiri ribuan peserta tersebut.

Bersama BAZNAS Provinsi Jawa Timur dan BAZNAS Kabupaten Jombang, BAZNAS RI menghadirkan berbagai layanan yang menyasar kebutuhan peserta Muktamar sekaligus masyarakat di sekitar lokasi kegiatan.

Salah satu layanan yang mendapat perhatian adalah penyediaan makanan melalui Program Bank Makanan. BAZNAS menyiapkan sebanyak 15.000 paket ZChicken yang didistribusikan selama lima hari pelaksanaan Muktamar.

Menariknya, penyediaan makanan tersebut tidak hanya berorientasi pada pemenuhan konsumsi. Proses produksi hingga distribusi turut melibatkan mustahik binaan BAZNAS.

Keterlibatan tersebut menjadi bagian dari upaya BAZNAS menjadikan zakat sebagai instrumen pemberdayaan. Mustahik tidak hanya diposisikan sebagai penerima manfaat, tetapi juga dilibatkan dalam aktivitas produktif yang membuka peluang untuk berkembang dan meningkatkan kemandirian.

Ketua BAZNAS RI, Sodik Mudjahid, mengatakan dukungan BAZNAS dalam Muktamar NU ke-35 merupakan salah satu bentuk kontribusi lembaga dalam menghadirkan kemaslahatan bagi umat.

“Dalam berbagai kegiatan ada kesehatan, ada bantuan ZChicken. Ada 10 titik penyaluran dan totalnya 15 ribu selama lima hari. Ini bagian dari beberapa kontribusi dan dukungan BAZNAS untuk Muktamar, karena ini merupakan amanah syariah, antara lain pos fi sabilillah,” ujar Sodik.

Selain bantuan pangan, BAZNAS juga memperkuat pelayanan kesehatan selama Muktamar berlangsung.

Melalui Rumah Sehat BAZNAS (RSB), disiapkan enam titik layanan kesehatan yang didukung tenaga medis, empat ambulans, serta satu mobil klinik.

Kehadiran layanan kesehatan tersebut menjadi langkah antisipatif mengingat tingginya mobilitas dan jumlah peserta selama kegiatan berlangsung. Peserta yang membutuhkan pemeriksaan maupun pertolongan kesehatan dapat memperoleh layanan secara lebih cepat di sekitar arena Muktamar.

Dukungan BAZNAS terhadap layanan kesehatan juga mendapat apresiasi dari unsur kesehatan NU.

Perwakilan Himpunan Perawat NU Pusat, Rasjisman Ahmad, menyampaikan bahwa kehadiran BAZNAS ikut memperkuat pelayanan kesehatan di arena Muktamar, termasuk dari sisi sarana dan prasarana.

“Kita tahu bahwa BAZNAS juga sudah ikut dalam pelayanan kesehatan tim kesehatan di arena Muktamar. Alhamdulillah BAZNAS sudah ikut bersama-sama, bahkan dari sisi sarana dan prasarananya BAZNAS cukup besar,” katanya.

Tak berhenti pada pangan dan kesehatan, BAZNAS juga memberikan perhatian terhadap kebersihan lingkungan selama Muktamar.

Sebanyak 200 relawan dari unsur masyarakat dan mustahik dilibatkan dalam kegiatan pengelolaan sampah di area Muktamar. Para relawan bertugas memberikan edukasi, memilah, hingga mengumpulkan sampah yang dihasilkan selama kegiatan.

Langkah ini dilakukan untuk menjaga kawasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum tetap bersih, sehat, dan nyaman di tengah aktivitas Muktamar yang berlangsung padat.

Kehadiran BAZNAS di Muktamar NU ke-35 menunjukkan bahwa pengelolaan zakat tidak berhenti pada penyaluran bantuan langsung. Zakat dapat dikembangkan menjadi program yang menyentuh berbagai sektor, mulai dari pangan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, hingga kepedulian terhadap lingkungan.

Melalui dukungan tersebut, BAZNAS berupaya memastikan dana zakat yang dihimpun dari masyarakat dapat memberikan manfaat yang semakin luas.

Zakat bukan sekadar kewajiban yang ditunaikan, tetapi amanah yang ketika dikelola secara tepat dapat menghadirkan manfaat nyata bagi umat dan masyarakat.

BAZNAS hadir, bergerak bersama umat, dan menghadirkan kemaslahatan di tengah masyarakat.

03/09/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa
Dari Dapur Umum BAZNAS, Penyintas Gempa NTT Bangkit dan Menguatkan Sesama

MANGGARAI — Gempa memang meruntuhkan rumah Mashita. Namun, bencana itu tak mampu meruntuhkan semangatnya untuk membantu sesama.

Di tengah duka karena rumah keluarganya terdampak dan sebagian runtuh akibat gempa, Mashita justru memilih berdiri di antara para relawan Dapur Umum Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS).

Setiap pagi, selepas menunaikan salat Subuh, guru di Pondok Pesantren Pancasila Reok itu ikut menyiapkan makanan bagi warga yang terdampak gempa.

Bagi Mashita, membantu sesama menjadi cara untuk tetap kuat.

Mashita merupakan warga Desa Salama, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Gempa yang mengguncang wilayah tersebut meninggalkan luka mendalam bagi keluarganya. Rumah tempat tinggalnya bersama keluarga mengalami kerusakan parah.

Kedua orang tuanya hingga kini masih bertahan di posko pengungsian karena kondisi rumah belum memungkinkan untuk ditempati kembali.

Saat gempa terjadi, Mashita sedang berada di Pondok Pesantren Pancasila Reok, tempat ia mengabdikan diri sebagai guru.

Ketika tanah berguncang hebat, suasana panik pun terjadi. Bersama para santri, Mashita segera berhamburan menuju tempat yang lebih aman.

Namun, di tengah kepanikan itu, ia memilih memastikan para santri terlebih dahulu berada dalam kondisi selamat.

Setelah seluruh santri berkumpul di tempat terbuka, barulah pikirannya tertuju kepada kedua orang tuanya di rumah.

Ia segera menghubungi mereka.

Syukur, kedua orang tuanya selamat.

Bagi Mashita, rumah yang rusak mungkin masih bisa dibangun kembali. Namun keselamatan orang-orang tercinta adalah hal yang jauh lebih berharga.

Ketika BAZNAS membuka dapur umum di Pondok Pesantren Pancasila Reok, ia justru ikut bergabung menjadi relawan.

Bersama relawan lainnya, Mashita membantu menyiapkan sekitar 250 porsi makanan setiap hari.

Makanan tersebut kemudian didistribusikan ke sejumlah kampung dan posko mandiri, khususnya bagi warga yang belum mendapatkan bantuan atau wilayah yang logistiknya belum sepenuhnya masuk.

Bagi Mashita, seporsi makanan yang disiapkan dari dapur umum bukan sekadar bantuan pangan.

Lebih dari itu, makanan tersebut menjadi simbol bahwa para penyintas tidak sedang menghadapi bencana sendirian.

"Alhamdulillah, saya berterima kasih kepada BAZNAS yang sudah menyediakan dapur umum. Ini sangat membantu, baik bagi warga sekitar maupun bagi saya pribadi," ujar Mashita.

Sebagai seseorang yang turut merasakan dampak gempa, Mashita memahami betul bagaimana rasanya kehilangan rasa aman.

Namun pengalaman tersebut justru menguatkan keinginannya untuk membantu warga lain yang mengalami nasib serupa.

"Walaupun rumah saya terdampak dan sebagian runtuh, semangat saya tidak akan pernah runtuh untuk membantu teman-teman yang juga terdampak. Karena sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain," katanya.

Dapur Umum BAZNAS kini bukan hanya menjadi tempat memasak dan menyalurkan makanan.

Di tempat itu, tumbuh semangat saling menguatkan.

Mashita yang datang sebagai penyintas, kini ikut mengambil peran membantu penyintas lainnya.

Ia tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga ikut menyiapkan dan menyalurkan bantuan bagi warga yang membutuhkan.

Rumahnya mungkin belum kembali seperti semula.

Kedua orang tuanya pun masih bertahan di posko pengungsian.

Namun, di tengah keterbatasan, Mashita memilih untuk tetap bergerak.

Dari dapur umum BAZNAS, ia belajar bahwa bangkit tidak selalu berarti telah kembali memiliki rumah yang utuh.

Terkadang, bangkit berarti tetap mampu mengulurkan tangan kepada orang lain, meski diri sendiri sedang berada dalam keterbatasan.

Mashita pun berharap kepedulian para dermawan terus mengalir untuk membantu para penyintas gempa di NTT.

"Harapan saya ke depan ada uluran tangan dari para dermawan yang ikhlas membantu para penyintas gempa. Bantuan tersebut tidak harus sekaligus, tetapi bisa diberikan secara perlahan, bukan hanya untuk saya, tetapi juga untuk teman-teman lain yang rumah dan kehidupannya terdampak gempa," ucapnya.

Kisah Mashita menjadi pengingat bahwa di tengah bencana, harapan dapat lahir dari mana saja.

Bahkan dari mereka yang sedang kehilangan.

Dari sebuah dapur umum, Mashita membuktikan satu hal: gempa boleh meruntuhkan bangunan, tetapi kepedulian dan semangat kemanusiaan tidak boleh ikut runtuh.

BAZNAS melalui berbagai program tanggap bencana terus berupaya hadir untuk membantu masyarakat yang terdampak, mulai dari pemenuhan kebutuhan pangan hingga pendampingan bagi para penyintas. Sebab, zakat bukan sekadar tentang memberi bantuan, tetapi juga tentang menguatkan harapan dan membangkitkan sesama.

27/08/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa

Berita Terbaru

BAZNAS RI Bersama Kemendiktisaintek Buka Beasiswa Cendekia 2026 di 246 Perguruan Tinggi
BAZNAS RI Bersama Kemendiktisaintek Buka Beasiswa Cendekia 2026 di 246 Perguruan Tinggi
Jakarta – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) RI resmi membuka program Beasiswa Cendekia BAZNAS 2026 bagi mahasiswa aktif program D4/S1 di 246 perguruan tinggi yang tersebar di 35 provinsi. Peluncuran Beasiswa Cendekia Dalam Negeri 2026 tersebut berlangsung di Gedung Kemendiktisaintek RI, Jakarta, Rabu (9/9/2026). Kegiatan diresmikan langsung oleh Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., bersama Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI Prof. Brian Yuliarto, S.T., M.Eng., Ph.D. Dari 246 perguruan tinggi yang menjadi sasaran program, sebanyak 112 kampus berada di bawah Kemendiktisaintek. Sementara 134 perguruan tinggi lainnya berada di bawah Kementerian Agama, termasuk Ma’had Aly. Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid mengatakan, kolaborasi dengan Kemendiktisaintek menjadi langkah strategis untuk memperluas akses pendidikan tinggi, khususnya bagi mahasiswa berprestasi yang berasal dari keluarga kurang mampu. "Ini adalah momentum untuk mempertemukan kekuatan zakat dengan pendidikan tinggi dalam membangun masa depan bangsa. Hal tersebut sejalan dengan Asta Cita Presiden nomor 4 untuk memperkuat Sumber Daya Manusia menuju Indonesia Emas 2045," kata Sodik. Menurut Sodik, pendidikan menjadi salah satu sektor penting dalam upaya pengentasan kemiskinan. Karena itu, BAZNAS memberikan perhatian besar terhadap sektor pendidikan dengan alokasi sekitar 27 persen. "Untuk pendidikan kami (BAZNAS) alokasi sebesar 27 persen," ujarnya. Sodik menambahkan, Beasiswa Cendekia BAZNAS tidak hanya berfokus pada pemberian bantuan biaya pendidikan. Program tersebut juga diarahkan untuk memperluas akses pendidikan, meningkatkan kualitas dan kapasitas mahasiswa, serta mendorong keberlanjutan kontribusi para alumni. "Kami ingin memperkuat tiga hal, yakni memperluas akses, meningkatkan kualitas dan kapasitas mahasiswa, serta memastikan keberlanjutan kontribusi alumni. Karena itu, hari ini kita tidak hanya meluncurkan sebuah program beasiswa. Mari kita meluncurkan sebuah gerakan bersama, gerakan menjadikan zakat sebagai kekuatan pembangunan sumber daya manusia Indonesia," katanya. Apresiasi Kemendiktisaintek Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI Brian Yuliarto mengapresiasi komitmen BAZNAS dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia Indonesia melalui sektor pendidikan. Brian menyebut pendidikan merupakan salah satu bentuk investasi terbaik bagi masa depan bangsa. Ia berharap kolaborasi antara pemerintah, BAZNAS, perguruan tinggi, dan lembaga filantropi dapat terus diperkuat. "Tentu ini adalah sesuatu yang sangat luar biasa. Investasi terbaik sebuah bangsa adalah pada pendidikan. Tidak ada yang lebih baik lagi. Karenanya, kami sangat senang dan sangat mengapresiasi BAZNAS yang berdiri di barisan paling depan," ujar Brian. Ia juga berharap langkah BAZNAS tersebut dapat mendorong semakin banyak lembaga filantropi untuk berkontribusi dalam memperluas akses pendidikan tinggi. Menurutnya, dukungan terhadap pendidikan dapat membuka kesempatan bagi anak bangsa untuk memperbaiki kondisi sosial, masa depan, dan kesejahteraan keluarganya. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan H. Idy Muzayyad mengatakan, perluasan akses pendidikan merupakan salah satu fokus BAZNAS melalui program beasiswa dan pembinaan mahasiswa. Idy menyebut, sepanjang 2025, penyaluran zakat, infak, dan sedekah (ZIS) nasional untuk bidang pendidikan mencapai Rp1,56 triliun dengan jumlah penerima manfaat sebanyak 2.870.976 orang. BAZNAS juga memproyeksikan potensi zakat dari ekosistem perguruan tinggi mencapai sekitar Rp220 miliar per tahun. Program Beasiswa Cendekia BAZNAS sendiri terus berkembang. Saat ini tercatat sebanyak 8.672 peserta Beasiswa Cendekia BAZNAS Dalam Negeri dan 2.529 peserta Beasiswa Cendekia BAZNAS Ma’had Aly. "Alhamdulillah, dari program ini kita telah melihat dampak yang nyata. Para alumni Beasiswa Cendekia BAZNAS telah berkiprah di berbagai sektor, baik sektor publik, swasta, maupun sosial. Bahkan, sebagian dari mereka telah bertransformasi menjadi muzaki," ujar Idy. Beasiswa Cendekia BAZNAS 2026 diperuntukkan bagi mahasiswa aktif mulai semester 5. Program ini memprioritaskan mahasiswa dari bidang Sains, Teknologi, Rekayasa, dan Matematika (STEM) serta Social, Humanities, Arts for People, Religious Studies, dan Education (SHARE). Selain mahasiswa berprestasi, program ini juga menyasar mahasiswa yang aktif sebagai aktivis serta mahasiswa penyandang disabilitas. Mahasiswa yang terpilih akan mendapatkan sejumlah dukungan pendidikan. Salah satunya berupa subsidi Uang Kuliah Tunggal (UKT) hingga Rp7 juta per semester untuk perguruan tinggi prioritas dan hingga Rp4 juta per semester untuk perguruan tinggi reguler. Bantuan UKT tersebut diberikan selama empat semester. Tak hanya UKT, penerima Beasiswa Cendekia BAZNAS juga berkesempatan mendapatkan bantuan riset tugas akhir sebesar Rp3 juta per mahasiswa, pembinaan dan pengembangan diri, serta bantuan prestasi bagi mahasiswa yang mewakili kampus dalam kompetisi tingkat nasional maupun internasional. Pendaftaran Dibuka 9-27 September 2026 Bagi mahasiswa yang memenuhi persyaratan, pendaftaran Beasiswa Cendekia BAZNAS Dalam Negeri 2026 dilakukan secara daring melalui laman beasiswa.baznas.go.id. Berikut jadwal lengkap seleksi Beasiswa Cendekia BAZNAS Dalam Negeri 2026: Pendaftaran: 9–27 September 2026 Seleksi administrasi kampus: 28 September–4 Oktober 2026 Pengumuman lulus administrasi: 4 Oktober 2026 Wawancara tim seleksi kampus: 5–18 Oktober 2026 Masa sanggah: 19–25 Oktober 2026 Pengumuman akhir: 28 Oktober 2026 Melalui Beasiswa Cendekia BAZNAS 2026, BAZNAS bersama pemerintah terus mendorong agar keterbatasan ekonomi tidak menjadi penghalang bagi mahasiswa berprestasi untuk mengakses pendidikan tinggi. Program ini sekaligus menjadi bagian dari upaya menjadikan zakat sebagai kekuatan dalam membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.
BERITA10/09/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Hadiri Pra-Rakornas 2026, BAZNAS Kabupaten Minahasa Siap Perkuat Pengelolaan Muzaki secara Profesional
Hadiri Pra-Rakornas 2026, BAZNAS Kabupaten Minahasa Siap Perkuat Pengelolaan Muzaki secara Profesional
MINAHASA — BAZNAS Kabupaten Minahasa turut hadir dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan Pra-Rapat Koordinasi Nasional (Pra-RAKORNAS) BAZNAS 2026 yang digelar secara daring pada Selasa (8/9/2026). Kegiatan bertajuk “Target dan Strategi Pengumpulan pada BAZNAS Provinsi dan BAZNAS Kab/Kota” ini dipimpin langsung oleh Ketua BAZNAS RI, Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc. Melalui kegiatan ini, BAZNAS RI menekankan pentingnya memperkuat pengelolaan muzaki yang profesional sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kepercayaan masyarakat, serta mengoptimalkan penghimpunan Zakat, Infak, Sedekah, dan Dana Sosial Keagamaan Lainnya (ZIS-DSKL). Pimpinan BAZNAS RI Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan, Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM., menegaskan bahwa muzaki perlu ditempatkan sebagai mitra strategis dalam ekosistem filantropi Islam. Hubungan dengan muzaki harus dibangun secara berkelanjutan. “Muzaki saat ini tidak hanya membutuhkan kemudahan dalam menunaikan zakat, tetapi juga ingin mengetahui manfaat dari zakat yang mereka salurkan. Mereka ingin dilibatkan dan merasakan dampak nyata program zakat,” ujar Rizaludin. Dalam kesempatan tersebut, BAZNAS RI juga mendorong penerapan strategi value-driven fundraising yang bertumpu pada empat pilar utama: Transparansi dan laporan dampak nyata. Pembinaan relasi yang personal dan inklusif. Penguatan branding serta reputasi lembaga yang profesional dan taat audit. Pelibatan aktif muzaki dalam berbagai program kemanusiaan. Langkah tersebut disempurnakan dengan konsep 5D BAZNAS, yaitu Diingat, Dipercaya, Dijangkau, Dicintai, dan Dibanggakan. Kehadiran BAZNAS Kabupaten Minahasa dalam Pra-Rakornas ini menjadi bentuk komitmen penuh untuk menyelaraskan target dan strategi pengumpulan di daerah dengan visi BAZNAS Pusat. Melalui keikutsertaan ini, BAZNAS Minahasa siap melakukan reorientasi pengelolaan muzaki di tingkat daerah. Fokus utama yang akan terus ditingkatkan meliputi peningkatan kualitas pelayanan, penyampaian laporan dampak zakat secara terbuka, serta penyusunan program-program penyaluran yang dampaknya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat yang membutuhkan di Kabupaten Minahasa. BAZNAS Minahasa juga mengimbau seluruh masyarakat dan para muzaki di Kabupaten Minahasa untuk terus mempercayakan penyaluran zakat, infak, dan sedekahnya melalui lembaga resmi BAZNAS. Pengelolaan yang aman syar'i, aman regulasi, dan aman NKRI akan memastikan setiap zakat yang ditunaikan dapat dirasakan manfaatnya secara berkelanjutan.
BERITA08/09/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Tegaskan Dana Zakat Sama Sekali Tak Dipakai untuk Buku 'Islam Ala Prabowo'
BAZNAS Tegaskan Dana Zakat Sama Sekali Tak Dipakai untuk Buku 'Islam Ala Prabowo'
Minahasa - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) memberikan klarifikasi tegas merespons isu penggunaan dana umat dalam proyek literasi. BAZNAS memastikan tidak ada sepeser pun dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) yang dialokasikan untuk pembuatan maupun penerbitan buku berjudul Islam Ala Prabowo. Ketua BAZNAS RI, Sodik Mudjahid, menegaskan bahwa keterlibatan BAZNAS dalam peluncuran buku tersebut pada tahun 2025 lalu murni dalam konteks hubungan kelembagaan serta penguatan literasi dakwah keagamaan. Ia menyebut bahwa menjaga transparansi dan kepercayaan muzaki adalah prioritas utama lembaga. "Saudara-saudaraku, Bapak dan Ibu para muzaki dan donatur BAZNAS yang kami hormati. Kepercayaan Bapak dan Ibu untuk mempercayakan ZIS melalui BAZNAS adalah kehormatan sekaligus tanggung jawab besar yang senantiasa kami jaga," kata Sodik dalam keterangan resminya, Senin (7/9/2026). Untuk menghindari kesalahpahaman di tengah masyarakat mengenai posisi lembaga, Sodik merinci tiga poin penting terkait penerbitan buku tersebut: Bukan Dana Umat: Pembuatan dan penerbitan buku sama sekali tidak menyentuh maupun menggunakan dana ZIS yang dipercayakan masyarakat. Bukan Produk Internal: Buku tersebut tidak ditulis maupun diterbitkan oleh tim internal BAZNAS. Sinergi Kelembagaan: Kehadiran BAZNAS dalam peluncuran di Rakornas BAZNAS 2025 merupakan bentuk sinergi bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI), Kementerian Agama, dan MPR RI dalam rangka literasi dakwah, bukan bentuk politik praktis. Sodik juga mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto memiliki perhatian besar terhadap fungsi BAZNAS, baik sebagai Kepala Negara maupun secara pribadi. Selama ini, Presiden secara rutin mengamanahkan zakat, infak, dan sedekah pribadinya melalui BAZNAS. "Bersama tim BAZNAS, saat ini kami sedang memilih beberapa program unggulan untuk disampaikan kepada rakyat Indonesia, yang bersumber dari dana infak dan sedekah pribadi Presiden Prabowo Subianto," jelas Sodik. Ia menambahkan, BAZNAS sangat menghormati kritik dan masukan dari publik. Hal tersebut dipandang sebagai bentuk kepedulian masyarakat agar BAZNAS tetap konsisten menjaga prinsip pengelolaan zakat yang aman syar'i, aman regulasi, dan aman NKRI. Menanggapi arahan dan klarifikasi BAZNAS RI, BAZNAS Kabupaten Minahasa melalui Waka IV BAZNAS Minahasa Sahlan Kokalo turut mengimbau masyarakat dan seluruh muzaki di Kabupaten Minahasa untuk senantiasa kritis dan bijak dalam menerima setiap informasi. BAZNAS Kabupaten Minahasa berkomitmen penuh menjaga akuntabilitas dan transparansi penyaluran ZIS di tingkat daerah. Setiap rupiah dana zakat, infak, dan sedekah yang ditunaikan melalui BAZNAS Minahasa disalurkan secara tepat sasaran khusus untuk program-program kemanusiaan, pendidikan, kesehatan, serta pemberdayaan ekonomi mustahik di Minahasa.
BERITA08/09/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Hadir di Muktamar NU ke-35, Salurkan 15 Ribu ZChicken hingga Siagakan Layanan Kesehatan
BAZNAS Hadir di Muktamar NU ke-35, Salurkan 15 Ribu ZChicken hingga Siagakan Layanan Kesehatan
JOMBANG – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI turut mendukung pelaksanaan Muktamar NU ke-35 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Jombang, Jawa Timur. Tak hanya memberikan dukungan konsumsi, BAZNAS juga menghadirkan layanan kesehatan serta pengelolaan sampah di tengah perhelatan yang dihadiri ribuan peserta tersebut. Bersama BAZNAS Provinsi Jawa Timur dan BAZNAS Kabupaten Jombang, BAZNAS RI menghadirkan berbagai layanan yang menyasar kebutuhan peserta Muktamar sekaligus masyarakat di sekitar lokasi kegiatan. Salah satu layanan yang mendapat perhatian adalah penyediaan makanan melalui Program Bank Makanan. BAZNAS menyiapkan sebanyak 15.000 paket ZChicken yang didistribusikan selama lima hari pelaksanaan Muktamar. Menariknya, penyediaan makanan tersebut tidak hanya berorientasi pada pemenuhan konsumsi. Proses produksi hingga distribusi turut melibatkan mustahik binaan BAZNAS. Keterlibatan tersebut menjadi bagian dari upaya BAZNAS menjadikan zakat sebagai instrumen pemberdayaan. Mustahik tidak hanya diposisikan sebagai penerima manfaat, tetapi juga dilibatkan dalam aktivitas produktif yang membuka peluang untuk berkembang dan meningkatkan kemandirian. Ketua BAZNAS RI, Sodik Mudjahid, mengatakan dukungan BAZNAS dalam Muktamar NU ke-35 merupakan salah satu bentuk kontribusi lembaga dalam menghadirkan kemaslahatan bagi umat. “Dalam berbagai kegiatan ada kesehatan, ada bantuan ZChicken. Ada 10 titik penyaluran dan totalnya 15 ribu selama lima hari. Ini bagian dari beberapa kontribusi dan dukungan BAZNAS untuk Muktamar, karena ini merupakan amanah syariah, antara lain pos fi sabilillah,” ujar Sodik. Selain bantuan pangan, BAZNAS juga memperkuat pelayanan kesehatan selama Muktamar berlangsung. Melalui Rumah Sehat BAZNAS (RSB), disiapkan enam titik layanan kesehatan yang didukung tenaga medis, empat ambulans, serta satu mobil klinik. Kehadiran layanan kesehatan tersebut menjadi langkah antisipatif mengingat tingginya mobilitas dan jumlah peserta selama kegiatan berlangsung. Peserta yang membutuhkan pemeriksaan maupun pertolongan kesehatan dapat memperoleh layanan secara lebih cepat di sekitar arena Muktamar. Dukungan BAZNAS terhadap layanan kesehatan juga mendapat apresiasi dari unsur kesehatan NU. Perwakilan Himpunan Perawat NU Pusat, Rasjisman Ahmad, menyampaikan bahwa kehadiran BAZNAS ikut memperkuat pelayanan kesehatan di arena Muktamar, termasuk dari sisi sarana dan prasarana. “Kita tahu bahwa BAZNAS juga sudah ikut dalam pelayanan kesehatan tim kesehatan di arena Muktamar. Alhamdulillah BAZNAS sudah ikut bersama-sama, bahkan dari sisi sarana dan prasarananya BAZNAS cukup besar,” katanya. Tak berhenti pada pangan dan kesehatan, BAZNAS juga memberikan perhatian terhadap kebersihan lingkungan selama Muktamar. Sebanyak 200 relawan dari unsur masyarakat dan mustahik dilibatkan dalam kegiatan pengelolaan sampah di area Muktamar. Para relawan bertugas memberikan edukasi, memilah, hingga mengumpulkan sampah yang dihasilkan selama kegiatan. Langkah ini dilakukan untuk menjaga kawasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum tetap bersih, sehat, dan nyaman di tengah aktivitas Muktamar yang berlangsung padat. Kehadiran BAZNAS di Muktamar NU ke-35 menunjukkan bahwa pengelolaan zakat tidak berhenti pada penyaluran bantuan langsung. Zakat dapat dikembangkan menjadi program yang menyentuh berbagai sektor, mulai dari pangan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, hingga kepedulian terhadap lingkungan. Melalui dukungan tersebut, BAZNAS berupaya memastikan dana zakat yang dihimpun dari masyarakat dapat memberikan manfaat yang semakin luas. Zakat bukan sekadar kewajiban yang ditunaikan, tetapi amanah yang ketika dikelola secara tepat dapat menghadirkan manfaat nyata bagi umat dan masyarakat. BAZNAS hadir, bergerak bersama umat, dan menghadirkan kemaslahatan di tengah masyarakat.
BERITA03/09/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Dari Dapur Umum BAZNAS, Penyintas Gempa NTT Bangkit dan Menguatkan Sesama
Dari Dapur Umum BAZNAS, Penyintas Gempa NTT Bangkit dan Menguatkan Sesama
MANGGARAI — Gempa memang meruntuhkan rumah Mashita. Namun, bencana itu tak mampu meruntuhkan semangatnya untuk membantu sesama. Di tengah duka karena rumah keluarganya terdampak dan sebagian runtuh akibat gempa, Mashita justru memilih berdiri di antara para relawan Dapur Umum Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS). Setiap pagi, selepas menunaikan salat Subuh, guru di Pondok Pesantren Pancasila Reok itu ikut menyiapkan makanan bagi warga yang terdampak gempa. Bagi Mashita, membantu sesama menjadi cara untuk tetap kuat. Mashita merupakan warga Desa Salama, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT). Gempa yang mengguncang wilayah tersebut meninggalkan luka mendalam bagi keluarganya. Rumah tempat tinggalnya bersama keluarga mengalami kerusakan parah. Kedua orang tuanya hingga kini masih bertahan di posko pengungsian karena kondisi rumah belum memungkinkan untuk ditempati kembali. Saat gempa terjadi, Mashita sedang berada di Pondok Pesantren Pancasila Reok, tempat ia mengabdikan diri sebagai guru. Ketika tanah berguncang hebat, suasana panik pun terjadi. Bersama para santri, Mashita segera berhamburan menuju tempat yang lebih aman. Namun, di tengah kepanikan itu, ia memilih memastikan para santri terlebih dahulu berada dalam kondisi selamat. Setelah seluruh santri berkumpul di tempat terbuka, barulah pikirannya tertuju kepada kedua orang tuanya di rumah. Ia segera menghubungi mereka. Syukur, kedua orang tuanya selamat. Bagi Mashita, rumah yang rusak mungkin masih bisa dibangun kembali. Namun keselamatan orang-orang tercinta adalah hal yang jauh lebih berharga. Ketika BAZNAS membuka dapur umum di Pondok Pesantren Pancasila Reok, ia justru ikut bergabung menjadi relawan. Bersama relawan lainnya, Mashita membantu menyiapkan sekitar 250 porsi makanan setiap hari. Makanan tersebut kemudian didistribusikan ke sejumlah kampung dan posko mandiri, khususnya bagi warga yang belum mendapatkan bantuan atau wilayah yang logistiknya belum sepenuhnya masuk. Bagi Mashita, seporsi makanan yang disiapkan dari dapur umum bukan sekadar bantuan pangan. Lebih dari itu, makanan tersebut menjadi simbol bahwa para penyintas tidak sedang menghadapi bencana sendirian. "Alhamdulillah, saya berterima kasih kepada BAZNAS yang sudah menyediakan dapur umum. Ini sangat membantu, baik bagi warga sekitar maupun bagi saya pribadi," ujar Mashita. Sebagai seseorang yang turut merasakan dampak gempa, Mashita memahami betul bagaimana rasanya kehilangan rasa aman. Namun pengalaman tersebut justru menguatkan keinginannya untuk membantu warga lain yang mengalami nasib serupa. "Walaupun rumah saya terdampak dan sebagian runtuh, semangat saya tidak akan pernah runtuh untuk membantu teman-teman yang juga terdampak. Karena sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain," katanya. Dapur Umum BAZNAS kini bukan hanya menjadi tempat memasak dan menyalurkan makanan. Di tempat itu, tumbuh semangat saling menguatkan. Mashita yang datang sebagai penyintas, kini ikut mengambil peran membantu penyintas lainnya. Ia tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga ikut menyiapkan dan menyalurkan bantuan bagi warga yang membutuhkan. Rumahnya mungkin belum kembali seperti semula. Kedua orang tuanya pun masih bertahan di posko pengungsian. Namun, di tengah keterbatasan, Mashita memilih untuk tetap bergerak. Dari dapur umum BAZNAS, ia belajar bahwa bangkit tidak selalu berarti telah kembali memiliki rumah yang utuh. Terkadang, bangkit berarti tetap mampu mengulurkan tangan kepada orang lain, meski diri sendiri sedang berada dalam keterbatasan. Mashita pun berharap kepedulian para dermawan terus mengalir untuk membantu para penyintas gempa di NTT. "Harapan saya ke depan ada uluran tangan dari para dermawan yang ikhlas membantu para penyintas gempa. Bantuan tersebut tidak harus sekaligus, tetapi bisa diberikan secara perlahan, bukan hanya untuk saya, tetapi juga untuk teman-teman lain yang rumah dan kehidupannya terdampak gempa," ucapnya. Kisah Mashita menjadi pengingat bahwa di tengah bencana, harapan dapat lahir dari mana saja. Bahkan dari mereka yang sedang kehilangan. Dari sebuah dapur umum, Mashita membuktikan satu hal: gempa boleh meruntuhkan bangunan, tetapi kepedulian dan semangat kemanusiaan tidak boleh ikut runtuh. BAZNAS melalui berbagai program tanggap bencana terus berupaya hadir untuk membantu masyarakat yang terdampak, mulai dari pemenuhan kebutuhan pangan hingga pendampingan bagi para penyintas. Sebab, zakat bukan sekadar tentang memberi bantuan, tetapi juga tentang menguatkan harapan dan membangkitkan sesama.
BERITA27/08/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS RI Salurkan 500 Paket Logistik untuk Penyintas Gempa NTT
BAZNAS RI Salurkan 500 Paket Logistik untuk Penyintas Gempa NTT
MANGGARAI — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI terus memperkuat dukungan bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Sebanyak 500 Paket Logistik Keluarga (PLK) disalurkan kepada para penyintas di Posko Golo Conggo, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Senin (24/8/2026). Bantuan tersebut berisi berbagai kebutuhan pangan pokok, seperti beras, minyak goreng, gula, biskuit, dan mi instan. Kehadiran bantuan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat yang masih bertahan di pengungsian selama masa tanggap darurat. Penyaluran bantuan dilakukan langsung oleh Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si. Kegiatan tersebut turut disaksikan Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang serta Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M. yang meninjau kondisi masyarakat terdampak gempa. Idy mengatakan, pemenuhan kebutuhan dasar menjadi perhatian utama dalam penanganan masyarakat terdampak bencana. "Akibat bencana ini semua serba terbatas. Meskipun demikian, kebutuhan makan, air, tempat pengungsian, dan kebutuhan dasar lainnya harus kita upayakan tersedia. Jangan sampai ada korban berjatuhan akibat kurangnya kebutuhan dasar bagi penyintas gempa, terutama warga yang berada di tenda pengungsian," ujar Idy. BAZNAS RI menargetkan penyaluran bantuan logistik hingga 1.000 paket bagi para penyintas gempa di NTT. Penyaluran dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan kebutuhan serta kondisi masyarakat di lapangan. Menurut Idy, bantuan BAZNAS tidak hanya berupa paket pangan. Sejumlah layanan kemanusiaan juga terus dikerahkan untuk membantu masyarakat melewati masa darurat. "Sejumlah bantuan terus dikerahkan BAZNAS untuk membantu masyarakat terdampak gempa. Bantuan tersebut meliputi makanan, dapur umum, dapur air, masjid darurat, hingga layanan kesehatan. Dan semua bantuan tersebut masih terus berlangsung," jelasnya. Langkah ini menjadi bagian dari upaya BAZNAS dalam memastikan penanganan bencana dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pemenuhan kebutuhan pangan, air bersih, layanan kesehatan hingga dukungan fasilitas ibadah bagi masyarakat terdampak. Idy menegaskan, BAZNAS akan terus memantau perkembangan kondisi para penyintas di sejumlah wilayah NTT. Hal itu dilakukan agar bantuan yang disalurkan dapat tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Dalam penanganan bencana, zakat, infak, dan sedekah yang ditunaikan masyarakat melalui BAZNAS menjadi salah satu sumber kekuatan untuk menghadirkan bantuan bagi saudara-saudara yang sedang tertimpa musibah. Idy menyampaikan apresiasi kepada seluruh muzaki yang telah mempercayakan penyaluran zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS. "BAZNAS mengucapkan terima kasih kepada para muzaki yang telah mempercayakan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS. Mari kita terus menguatkan saudara-saudara kita yang tertimpa musibah," ujarnya. Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa zakat tidak hanya memiliki nilai ibadah, tetapi juga memiliki kekuatan sosial yang nyata. Ketika dikelola secara amanah dan disalurkan secara tepat, dana ZIS dapat hadir menjadi bantuan darurat bagi masyarakat yang kehilangan akses terhadap kebutuhan dasar akibat bencana. Salah seorang penerima manfaat sekaligus penyintas gempa, Kamaruddin Abdullah, mengaku bersyukur atas bantuan yang diberikan BAZNAS. Kamaruddin yang berprofesi sebagai Kepala Madrasah Diniyah di Pondok Pesantren Pancasila Reok mengatakan bantuan tersebut sangat membantu keluarganya dan masyarakat yang berada di pengungsian. "Terima kasih kepada BAZNAS yang sudah membantu kami, terutama para muzaki yang telah membantu melalui BAZNAS. Alhamdulillah, dengan adanya bantuan ini, kami sangat terbantu. BAZNAS menyediakan makanan dan logistik untuk kebutuhan kami. Selama beberapa hari, kami disediakan makanan," kata Kamaruddin. Ia juga menyampaikan apresiasinya atas layanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat terdampak. "Ada juga Rumah Sehat BAZNAS dari tim yang berasal dari Sulawesi, termasuk tim dokter. Alhamdulillah, kami diberikan obat-obatan yang membantu memberikan sedikit kesembuhan kepada kami," ujarnya. BAZNAS RI memastikan bantuan kemanusiaan bagi penyintas gempa NTT akan terus dilakukan sesuai dengan perkembangan kebutuhan di lapangan. Melalui zakat, infak, dan sedekah, kepedulian masyarakat dapat menjelma menjadi kekuatan nyata untuk membantu sesama. Di tengah bencana, solidaritas bukan sekadar kata, melainkan hadir dalam bentuk makanan, air, layanan kesehatan, dan harapan bagi mereka yang sedang berjuang untuk bangkit.
BERITA25/08/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Hadirkan Layanan Kesehatan Mobile, BAZNAS Jangkau Penyintas Gempa NTT hingga Pelosok
Hadirkan Layanan Kesehatan Mobile, BAZNAS Jangkau Penyintas Gempa NTT hingga Pelosok
MANGGARAI – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI terus memperluas layanan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Melalui layanan kesehatan mobile Rumah Sehat BAZNAS (RSB), tim medis menyisir sejumlah posko pengungsian hingga wilayah pelosok di Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai. Layanan kesehatan bergerak tersebut dilakukan untuk memastikan para penyintas, khususnya kelompok rentan seperti lansia dan anak-anak, tetap memperoleh pemeriksaan kesehatan dan pengobatan meskipun berada di wilayah dengan keterbatasan akses transportasi. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., mengatakan layanan kesehatan mobile menjadi salah satu bentuk respons cepat BAZNAS dalam menghadapi kondisi darurat pascabencana. Tim medis RSB tidak hanya memberikan pelayanan di posko utama, tetapi juga mendatangi posko-posko pengungsian mandiri dan permukiman warga yang sulit dijangkau kendaraan roda empat, termasuk wilayah Pantai Utara, Kecamatan Reok Barat. “Layanan kesehatan mobile RSB ini kami hadirkan secara proaktif untuk memastikan seluruh penyintas gempa, khususnya para lansia dan anak-anak, mendapatkan penanganan medis yang cepat tanpa terhalang kendala jarak,” ujar Idy Muzayyad di NTT, Senin (24/8/2026). Menurut Idy, kondisi bencana sering kali menimbulkan persoalan kesehatan baru bagi masyarakat terdampak. Keterbatasan fasilitas kesehatan, kondisi pengungsian, perubahan lingkungan, serta sulitnya akses transportasi dapat menjadi hambatan bagi penyintas untuk memperoleh pelayanan medis. Karena itu, BAZNAS menerapkan pendekatan layanan kesehatan dengan sistem jemput bola, yakni tenaga medis secara aktif mendatangi masyarakat yang membutuhkan pemeriksaan dan pengobatan. Langkah tersebut sekaligus memastikan penyintas yang tinggal di wilayah terpencil tidak tertinggal dalam mendapatkan pelayanan kesehatan. “Kami mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mengulurkan tangan dan menyalurkan sedekah terbaik melalui BAZNAS guna meringankan beban serta memulihkan kehidupan saudara-saudara kita di NTT,” kata Idy. Kehadiran layanan mobile juga menjadi bagian dari upaya menjaga kondisi kesehatan masyarakat selama berada dalam situasi darurat. Tim medis Rumah Sehat BAZNAS terus melakukan pelayanan secara bergilir di sejumlah titik terdampak gempa. Dokter tim medis RSB BAZNAS, dr. Moch Raedy Noor Rizki, mengatakan sejak tiba di lokasi bencana, tim langsung bergerak memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat di Kecamatan Reok. Pelayanan difokuskan pada posko-posko pengungsian, terutama wilayah yang memiliki keterbatasan akses kendaraan. “Sejak awal tiba, kami langsung bergerak mobile dan terfokus memberikan pelayanan kesehatan di Kecamatan Reok, terutama mendatangi posko-posko warga yang tidak terjangkau akses kendaraan roda empat,” ujarnya. Melalui pelayanan tersebut, tim kesehatan RSB BAZNAS telah menangani ratusan pasien terdampak yang membutuhkan pemeriksaan dan pengobatan setiap harinya. Pelayanan yang diberikan meliputi pemeriksaan kondisi kesehatan, konsultasi medis, pemberian resep, hingga penyediaan obat-obatan secara gratis sesuai kebutuhan pasien. Pengasuh Pondok Pesantren Pancasila Reo yang juga menjadi fasilitator posko medis BAZNAS, Ustaz Jiyanto, mengatakan kehadiran tim medis BAZNAS memberikan manfaat besar bagi masyarakat terdampak. Menurut dia, setelah memberikan pelayanan di posko utama, tim kesehatan secara rutin melanjutkan pelayanan dengan mendatangi sejumlah posko pengungsian mandiri. Jangkauan pelayanan bahkan mencapai wilayah terluar di Pantai Utara, Kecamatan Reok Barat. “Pelayanan kesehatan dimulai pukul 08.00 WITA di posko utama, lalu dilanjutkan dengan layanan mobile ke posko-posko pengungsian mandiri. Laporan dari tim dokter menyebutkan jangkauannya bahkan sampai ke Pantai Utara di Kecamatan Reok Barat,” tuturnya. Ia menambahkan, masyarakat menyambut baik kehadiran layanan kesehatan tersebut karena pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh. “Masyarakat sangat gembira karena pemeriksaannya dilakukan secara menyeluruh mulai dari penanganan medis, pemberian resep, hingga obat-obatan gratis,” katanya. Selain layanan kesehatan, BAZNAS RI melalui Tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) juga terus mendistribusikan bantuan kebutuhan pangan dan logistik bagi masyarakat terdampak. Sejumlah layanan kemanusiaan turut dihadirkan, antara lain bantuan sembako, dukungan dapur umum, penyediaan masjid darurat, serta sarana sanitasi untuk membantu memenuhi kebutuhan kebersihan dan ibadah para pengungsi. Respons terpadu tersebut menunjukkan bahwa penanganan bencana tidak hanya berfokus pada bantuan makanan dan logistik, tetapi juga mencakup kebutuhan kesehatan, sanitasi, dan dukungan spiritual masyarakat. Dalam situasi bencana, akses terhadap layanan kesehatan menjadi kebutuhan mendasar yang tidak boleh terputus. Karena itu, layanan kesehatan mobile menjadi salah satu solusi untuk menjangkau masyarakat yang berada jauh dari fasilitas pelayanan kesehatan. Melalui dana zakat, infak, dan sedekah yang dipercayakan masyarakat, BAZNAS terus menghadirkan berbagai program kemanusiaan bagi masyarakat yang membutuhkan. Zakat tidak hanya membersihkan harta, tetapi juga menghadirkan harapan. Ketika dikelola secara amanah dan disalurkan secara tepat sasaran, zakat, infak, dan sedekah dapat menjadi kekuatan nyata untuk membantu masyarakat bangkit dari situasi bencana.
BERITA25/08/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS RI dan Kemendukbangga/BKKBN Perkuat Program ZCD, BAZNAS Minahasa Ikuti Agenda Secara Daring
BAZNAS RI dan Kemendukbangga/BKKBN Perkuat Program ZCD, BAZNAS Minahasa Ikuti Agenda Secara Daring
JAKARTA — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN memperkuat sinergi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui Program Zakat Community Development (ZCD). Penguatan kolaborasi tersebut dilakukan dalam agenda peresmian Program ZCD yang digelar di Jakarta, Rabu (19/8/2026). Kegiatan ini juga diikuti secara daring oleh jajaran BAZNAS provinsi serta kabupaten/kota di Indonesia, termasuk Pimpinan BAZNAS Kabupaten Minahasa Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Pelaporan (Waka IV) Muhammad Sahlan Kokalo, melalui Zoom Meeting. Program ZCD merupakan salah satu bentuk pendayagunaan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan mustahik secara berkelanjutan. Program ini mengintegrasikan aspek ekonomi, kesehatan, pendidikan, sosial, keagamaan, dan penguatan ketahanan keluarga berbasis komunitas. Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., mengatakan program tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kualitas keluarga, mengentaskan kemiskinan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Hari ini kami memperkuat kerja sama yang sudah terjalin selama ini dengan program-program unggulan kami yang semuanya intinya adalah untuk peningkatan kualitas keluarga, untuk mengentaskan kemiskinan, dan peningkatan kesejahteraan keluarga,” ujar Sodik Mudjahid. Sodik menjelaskan, pelaksanaan pilot project ZCD di lima provinsi selama periode 2024–2026 menunjukkan bahwa pendampingan usaha mikro berbasis kelompok mampu menggerakkan potensi ekonomi keluarga penerima manfaat. Sementara itu, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., menyampaikan bahwa Program ZCD merupakan pengembangan komunitas yang mengintegrasikan aspek dakwah, ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan kemanusiaan. Program tersebut telah menyalurkan bantuan sekitar Rp1,391 miliar kepada 23 kelompok di berbagai wilayah dan ditargetkan berkembang hingga 11 kabupaten/kota di 8 provinsi. Mengikuti agenda tersebut secara daring, Waka IV BAZNAS Kabupaten Minahasa Muhammad Sahlan Kokalo menilai penguatan Program ZCD menjadi momentum penting untuk terus mengedukasi masyarakat bahwa zakat tidak berhenti pada pemberian bantuan, tetapi harus diarahkan menjadi instrumen pemberdayaan. Menurutnya, zakat memiliki dimensi sosial dan ekonomi yang sangat besar apabila dikelola secara amanah, tepat sasaran, dan disertai pendampingan yang berkelanjutan. “Zakat bukan sekadar membantu mustahik melewati kesulitan hari ini, tetapi bagaimana zakat dapat menjadi jalan bagi mereka untuk bangkit, mandiri, dan memiliki kehidupan yang lebih baik. Karena itu, pendayagunaan zakat harus diarahkan dari sekadar memberi menjadi memberdayakan,” ujar Muhammad Sahlan Kokalo. Ia menambahkan, masyarakat perlu mendapatkan pemahaman bahwa menunaikan zakat merupakan bagian dari tanggung jawab sosial sekaligus bentuk kepedulian terhadap sesama. “Ketika seorang muzaki menunaikan zakatnya melalui lembaga yang amanah, sesungguhnya ia sedang mengambil bagian dalam menguatkan kehidupan saudara-saudaranya yang membutuhkan. Di situlah zakat menghadirkan keberkahan, bukan hanya bagi penerima, tetapi juga bagi kehidupan sosial masyarakat secara keseluruhan,” jelasnya. Muhammad Sahlan juga menekankan pentingnya kolaborasi antara BAZNAS, pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat dalam membangun program pemberdayaan yang berkelanjutan. Menurutnya, persoalan kemiskinan tidak cukup diselesaikan hanya dengan bantuan konsumtif. Mustahik perlu diberikan akses terhadap modal usaha, keterampilan, pendampingan, pendidikan, kesehatan, serta kesempatan untuk mengembangkan potensi ekonomi keluarga. “Kita ingin zakat menjadi energi perubahan. Mustahik hari ini kita bantu agar mampu berdiri, kemudian berkembang menjadi mandiri, dan pada waktunya diharapkan dapat menjadi muzaki. Inilah salah satu makna besar dari zakat sebagai instrumen pemberdayaan umat,” ungkapnya. Sinergi BAZNAS dan BKKBN Perkuat Ekonomi Keluarga Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Dr. H. Wihaji, S.Ag., M.Pd., mengatakan pihaknya terus memperkuat sinergi dengan BAZNAS untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui optimalisasi Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA). Saat ini, UPPKA telah menjangkau sekitar 37.000 kelompok peserta KB di seluruh Indonesia. Dukungan permodalan dan pendampingan melalui Program ZCD BAZNAS telah memberikan dampak nyata bagi sejumlah kelompok penerima manfaat. Kelompok UPPKA di Sumatera Selatan dan Jawa Tengah, misalnya, mampu mengembangkan usaha dengan omzet lebih dari Rp100 juta. Ketua UPPKA Jaya Bersama Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, Mislaini, menyampaikan bantuan permodalan sebesar Rp87 juta dan pendampingan ZCD BAZNAS telah membantu kelompoknya mengembangkan usaha budi daya lele dan produk olahannya. Sementara itu, Ketua UPPKA Bina Warga Semarang, Jawa Tengah, Utami, mengatakan bantuan peralatan dan rumah produksi dari BAZNAS membantu kelompoknya meningkatkan kapasitas usaha hingga mencapai omzet sekitar Rp150 juta dengan keuntungan sekitar Rp8 juta. Bagi BAZNAS Minahasa, penguatan Program ZCD menjadi pembelajaran penting bahwa pengelolaan zakat harus terus dikembangkan agar memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat. Muhammad Sahlan Kokalo berharap semangat pemberdayaan tersebut dapat terus diterapkan di berbagai daerah, termasuk Kabupaten Minahasa, sesuai dengan kebutuhan dan potensi masyarakat setempat. “Zakat adalah amanah umat. Karena itu, setiap rupiah yang ditunaikan harus diupayakan memberikan manfaat yang sebesar-besarnya. Mari kita bangun kesadaran bahwa zakat bukan hanya kewajiban yang harus ditunaikan, tetapi juga kekuatan untuk mengangkat martabat, mengurangi kemiskinan, dan membangun kemandirian umat,” pungkasnya. Agenda tersebut turut dihadiri jajaran pimpinan BAZNAS RI dan Kemendukbangga/BKKBN. Sejumlah Ketua dan Wakil Ketua BAZNAS provinsi serta kabupaten/kota di Indonesia mengikuti kegiatan secara daring melalui Zoom Meeting. BAZNAS Kabupaten Minahasa berkomitmen untuk terus memperkuat edukasi, penghimpunan, pendistribusian, dan pendayagunaan zakat sehingga semakin banyak mustahik yang mendapatkan manfaat dan memiliki kesempatan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarganya.
BERITA20/08/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Berangkatkan Tim Tanggap Bencana Tangani Gempa di NTT
BAZNAS Berangkatkan Tim Tanggap Bencana Tangani Gempa di NTT
JAKARTA — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) bergerak cepat merespons bencana gempa bumi yang mengguncang wilayah Mbay, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT). BAZNAS memberangkatkan Tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) dari Jakarta untuk membantu proses evakuasi dan penanganan masyarakat terdampak. Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., mengatakan Tim BTB akan memprioritaskan pencarian dan pertolongan terhadap warga yang diduga masih terjebak maupun tertimbun reruntuhan bangunan akibat gempa. "Setelah dilakukan koordinasi dengan berbagai pihak, prioritas yang harus dilakukan saat ini yakni melakukan pencarian terhadap warga yang masih tertimbun reruntuhan dan disinyalir masih ada warga yang terjebak di beberapa bangunan," kata Sodik dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (16/8/2026). Sodik menjelaskan, Tim BTB dari Jakarta telah diberangkatkan pada Minggu (16/8/2026) untuk bergabung dengan Tim BTB Daerah dan unsur penanganan bencana lainnya di NTT. Selain membantu proses pencarian dan evakuasi, Tim BTB akan mendukung kebutuhan dasar masyarakat terdampak. Bantuan tersebut antara lain pendirian tenda pengungsian, dapur umum, serta pendistribusian berbagai kebutuhan seperti terpal, alas tidur, dan hygiene kit. "Hari ini Minggu (16/8/2026) Tim BTB dari Jakarta sudah diberangkatkan untuk bergabung dengan Tim BTB Daerah dan satuan petugas lainnya. Selain membantu melakukan proses evakuasi, Tim BTB juga akan mendirikan tenda pengungsian, dapur umum, dan melakukan pendistribusian kebutuhan pengungsian seperti terpal, alas tidur, dan hygiene kit," ujar Sodik. BAZNAS Siapkan Layanan Kesehatan Tidak hanya evakuasi dan bantuan logistik, BAZNAS juga menyiapkan layanan kesehatan bagi masyarakat yang terdampak gempa. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemenuhan kebutuhan dasar penyintas selama masa tanggap darurat. BAZNAS RI juga terus berkoordinasi dengan BAZNAS tingkat provinsi maupun kabupaten/kota di wilayah terdampak serta berbagai pemangku kepentingan untuk memperoleh informasi terbaru mengenai kondisi masyarakat dan kebutuhan mendesak di lapangan. Respons kebencanaan tersebut akan dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan perkembangan situasi. Tim BTB bersama jejaring BAZNAS dan para pemangku kepentingan akan terus melakukan pemantauan agar bantuan yang diberikan tepat sasaran dan menjangkau masyarakat yang paling membutuhkan. Sodik menegaskan BAZNAS siap memberikan bantuan lanjutan sesuai perkembangan kondisi dan kebutuhan masyarakat terdampak. "BAZNAS sangat berduka atas bencana gempa yang telah menimpa saudara-saudara kita di NTT. Kami mendoakan masyarakat yang terdampak diberikan kekuatan melalui masa sulit ini. BAZNAS berkomitmen untuk terus membersamai masyarakat NTT melewati musibah ini hingga bisa kembali pulih," ucapnya. Kondisi jaringan komunikasi yang belum stabil menjadi salah satu tantangan dalam proses koordinasi di lapangan. Meski demikian, BAZNAS memastikan komunikasi dan pemetaan kebutuhan akan terus dilakukan bersama berbagai pihak. "Meskipun kondisi sinyal yang belum stabil, koordinasi lanjutan juga akan terus dilakukan untuk memetakan kebutuhan yang diperlukan agar tidak terjadi tumpang tindih," ujarnya. Berdasarkan pemutakhiran data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Minggu (16/8/2026) pukul 00.00 WIB, gempa tersebut dilaporkan menyebabkan lebih dari 5.000 jiwa mengungsi. Bencana tersebut juga dilaporkan menelan 47 korban jiwa serta mengakibatkan kerusakan bangunan dalam skala luas. Melalui Tim BAZNAS Tanggap Bencana, BAZNAS berkomitmen hadir bersama masyarakat terdampak sejak masa tanggap darurat hingga proses pemulihan, dengan mengedepankan koordinasi, kecepatan respons, dan pemenuhan kebutuhan dasar para penyintas.
BERITA16/08/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Minahasa Tuntaskan Penyaluran 100 Mushaf Al-Quran, Sentuh Santri TPQ hingga Majelis Taklim Mualaf
BAZNAS Minahasa Tuntaskan Penyaluran 100 Mushaf Al-Quran, Sentuh Santri TPQ hingga Majelis Taklim Mualaf
MINAHASA – Komitmen Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Minahasa dalam memperluas syiar Al-Quran terus diwujudkan melalui penyaluran 100 mushaf Al-Quran kepada pondok pesantren, rumah tahfiz, TPQ/TPA, masjid, hingga majelis taklim mualaf di berbagai wilayah Kabupaten Minahasa, Jumat 17/7/2026. Program tersebut merupakan amanah dari BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara yang mempercayakan BAZNAS Kabupaten Minahasa sebagai mitra pendistribusian mushaf kepada lembaga-lembaga pendidikan Al-Qur'an dan masyarakat yang membutuhkan. Penyaluran mushaf ini juga menjadi bagian dari manfaat zakat, infak, dan sedekah para muzaki yang disalurkan melalui BAZNAS RI, termasuk dukungan dari para donatur melalui Kitabisa.com dan Gramedia, sehingga manfaatnya dapat dirasakan hingga pelosok daerah. Titik terakhir penyaluran dilakukan di TPA Al Muhajirin, Desa Kamenti, yang berada di bawah pembinaan Masjid Al Muhajirin. Sebanyak 10 mushaf Al-Qur'an diserahkan secara langsung kepada Imam Masjid Al Muhajirin, Edy Purwanto, didampingi Wakil Imam Hendy Yusuf. TPA tersebut saat ini dibimbing oleh satu orang ustaz dengan jumlah 10 santri yang rutin belajar membaca dan memahami Al-Qur'an. yang rutin dilaksanakan tiga kali dalam sepekan di serambi masjid. Edy Purwanto menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas perhatian BAZNAS kepada anak-anak penghafal dan pembelajar Al-Qur'an. "Kami mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Minahasa, BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara, serta seluruh muzaki yang telah mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya melalui BAZNAS sehingga kami menerima bantuan mushaf Al-Qur'an ini. Insya Allah mushaf-mushaf ini akan dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh anak-anak TPA dalam belajar Al-Qur'an." Ia juga turut mendoakan seluruh pihak yang telah berkontribusi. "Semoga Allah SWT membalas setiap kebaikan para muzaki dengan pahala yang berlipat ganda, melimpahkan rezeki yang halal dan berkah, memudahkan segala urusan, serta menjadikan setiap huruf Al-Qur'an yang dibaca oleh para santri sebagai amal jariyah yang terus mengalir kepada para donatur dan semua pihak yang terlibat. Aamiin." Usai dari Desa Kamenti, tim BAZNAS Minahasa melanjutkan penyaluran ke Masjid Al Ikhlash, Desa Atep Oki, Kecamatan Lembean Timur. Di lokasi tersebut, sebanyak 5 mushaf Al-Qur'an diserahkan kepada Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Masjid Al Ikhlash untuk mendukung kegiatan pengajian masyarakat . Diharapkan bantuan mushaf tersebut semakin meningkatkan semangat jamaah dalam mempelajari, membaca, dan mengamalkan isi kandungan Al-Qur'an. Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Minahasa, Muhammad Sahlan Kokalo, menyampaikan apresiasi kepada BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara atas kepercayaan yang diberikan kepada BAZNAS Minahasa dalam mendistribusikan 100 mushaf Al-Qur'an di wilayah Kabupaten Minahasa. "Kami menyampaikan terima kasih kepada BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara atas kepercayaan yang diberikan kepada BAZNAS Kabupaten Minahasa untuk menyalurkan 100 mushaf Al-Qur'an kepada pondok pesantren, rumah tahfiz, TPQ, TPA, masjid, dan majelis taklim mualaf. Amanah ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus menghadirkan manfaat yang nyata bagi umat." Menurutnya, penyaluran mushaf bukan sekadar menyerahkan kitab suci, tetapi menjadi investasi peradaban yang akan melahirkan generasi Qurani. "Setiap mushaf yang dibaca, dipelajari, dan diamalkan akan menjadi sumber pahala yang terus mengalir bagi para muzaki dan seluruh pihak yang terlibat. Karena itu, kami berharap ke depan BAZNAS Minahasa dapat menyalurkan lebih banyak lagi mushaf Al-Qur'an serta memperluas program-program kemaslahatan lainnya." Ia juga berharap semakin banyak masyarakat yang mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya melalui lembaga resmi. "Kepercayaan masyarakat adalah amanah yang harus dijaga. Kami terus berkomitmen mengelola dana zakat, infak, dan sedekah secara profesional, transparan, dan akuntabel agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh mustahik. Kami mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Minahasa untuk menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS sebagai lembaga resmi yang diamanahkan negara, sehingga semakin banyak saudara-saudara kita yang dapat dibantu melalui program pendidikan, dakwah, kesehatan, kemanusiaan, dan pemberdayaan ekonomi." Program distribusi mushaf Al-Qur'an menjadi salah satu bentuk nyata hadirnya BAZNAS dalam memperkuat syiar Islam dan meningkatkan kualitas pendidikan Al-Qur'an di tengah masyarakat. Dengan dukungan para muzaki yang mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya melalui BAZNAS, setiap bantuan yang disalurkan diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan saat ini, tetapi juga menjadi amal jariyah yang terus mengalir, melahirkan generasi yang mencintai Al-Qur'an, serta memperkuat semangat gotong royong dan kepedulian sosial di Kabupaten Minahasa. Mari tunaikan Zakat, Infak, dan Sedekah melalui BAZNAS Kabupaten Minahasa. Bersama, kita hadirkan lebih banyak manfaat, memperluas keberkahan, dan menebarkan cahaya Al-Qur'an hingga ke pelosok daerah.
BERITA17/07/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Waka IV BAZNAS Minahasa Ikuti Pra Rakornas BAZNAS 2026, Perkuat Sinergi dan Arah Pengelolaan Dana Umat
Waka IV BAZNAS Minahasa Ikuti Pra Rakornas BAZNAS 2026, Perkuat Sinergi dan Arah Pengelolaan Dana Umat
Tondano – Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Minahasa, Muhamad Sahlan Kokalo, mengikuti Pra Rapat Koordinasi Nasional (Pra Rakornas) BAZNAS RI Tahun 2026 yang diselenggarakan secara hybrid pada Kamis (16/7/2026). Kegiatan ini menjadi forum strategis dalam menyatukan visi serta memperkuat kelembagaan BAZNAS di seluruh Indonesia. Pra Rakornas BAZNAS RI 2026 diikuti oleh jajaran Pimpinan BAZNAS RI, BAZNAS Provinsi, hingga BAZNAS Kabupaten/Kota se-Indonesia, baik secara luring di Jakarta maupun melalui platform daring. Ketua BAZNAS RI, Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., dalam arahannya menegaskan pentingnya kesamaan visi sebagai fondasi membangun lembaga yang solid, profesional, dan mampu menjawab tantangan pengelolaan dana umat di masa depan. Menurutnya, BAZNAS harus memiliki arah yang jelas agar setiap program dapat berjalan secara terukur, terkoordinasi, dan memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat. "Kalau kita bekerja tanpa kompas, tentu kerja kita tidak ada arahnya. Kalau kita bekerja tidak dalam lembaga, maka kita tidak solid," tegas Sodik Mudjahid. Dalam forum tersebut, Ketua BAZNAS RI kembali menegaskan visi besar BAZNAS, yaitu "Menjadi Model Pengelola Dana Umat untuk Kemajuan dan Kesejahteraan." Visi tersebut diharapkan menjadi pedoman seluruh jajaran BAZNAS, mulai dari tingkat pusat hingga kabupaten/kota, untuk menjadi teladan (uswatun hasanah) dalam tata kelola dana umat yang profesional, amanah, transparan, dan akuntabel. Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Minahasa, Muhamad Sahlan Kokalo, mengatakan keikutsertaan BAZNAS Minahasa dalam Pra Rakornas merupakan bagian dari komitmen memperkuat sinergi dengan BAZNAS RI sekaligus menyelaraskan arah kebijakan kelembagaan. "Pra Rakornas ini menjadi momentum penting bagi BAZNAS Minahasa untuk menyamakan visi dengan BAZNAS RI, sekaligus memperkuat komitmen dalam meningkatkan kualitas tata kelola zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya agar semakin profesional, akuntabel, serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Kabupaten Minahasa," ujar Sahlan. Ia menambahkan, berbagai arahan yang disampaikan dalam Pra Rakornas akan menjadi acuan dalam memperkuat program-program BAZNAS Minahasa, baik pada aspek pengumpulan, pendistribusian, pendayagunaan, transformasi digital, maupun penguatan kelembagaan. Dengan semangat "Zakat Menguatkan Indonesia", BAZNAS Minahasa berkomitmen terus mendukung transformasi pengelolaan zakat yang modern, adaptif, dan berdampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat serta pengentasan kemiskinan di Kabupaten Minahasa. Pra Rakornas BAZNAS RI 2026 turut dihadiri Wakil Ketua BAZNAS RI Dr. KH. Zainut Tauhid Sa'adi, M.Si., beserta seluruh Pimpinan BAZNAS RI dan ratusan peserta dari BAZNAS Provinsi serta BAZNAS Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia.
BERITA17/07/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Minahasa Perkuat Syiar Al-Quran, Salurkan Mushaf ke Pondok Pesantren Al-Khairaat Tahfizul Quran Kampung Jawa Tondano
BAZNAS Minahasa Perkuat Syiar Al-Quran, Salurkan Mushaf ke Pondok Pesantren Al-Khairaat Tahfizul Quran Kampung Jawa Tondano
MINAHASA — Komitmen Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Minahasa dalam mendukung lahirnya generasi Qur'ani terus diwujudkan melalui aksi nyata. Kali ini, BAZNAS Kabupaten Minahasa melaksanakan silaturahmi sekaligus menyerahkan 10 mushaf Al-Quran kepada Pondok Pesantren Al-Khairaat Tahfizul Quran yang berlokasi di Kampung Jawa Tondano, Kabupaten Minahasa, Rabu 15/07/2026. Penyerahan mushaf dilakukan langsung oleh Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Minahasa, Joko Winjaya, dan diterima oleh pengasuh pondok pesantren bersama para santri yang setiap hari mengisi waktu mereka dengan membaca, menghafal, dan mempelajari Al-Qur'an. Suasana penuh kehangatan menyelimuti kegiatan tersebut. Bagi para santri, mushaf yang diterima bukan sekadar buku untuk dibaca, melainkan teman setia dalam perjalanan menghafal firman Allah SWT hingga tuntas 30 juz. Dalam kesempatan itu, Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Minahasa Joko Winjaya menegaskan bahwa perhatian terhadap pesantren merupakan bagian dari komitmen BAZNAS dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia yang berlandaskan nilai-nilai keislaman. "BAZNAS hadir bukan hanya untuk membantu masyarakat dari aspek ekonomi, tetapi juga mendukung penguatan pendidikan dan dakwah. Pesantren merupakan lembaga yang memiliki peran strategis dalam melahirkan generasi yang berakhlak, berilmu, dan mencintai Al-Qur'an. Karena itu, penyaluran mushaf Al-Qur'an menjadi salah satu bentuk ikhtiar kami dalam memperkuat syiar Islam di Kabupaten Minahasa." Menurutnya, setiap mushaf yang dibaca, setiap ayat yang dihafalkan, dan setiap ilmu yang diamalkan oleh para santri akan menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir bagi para muzaki yang telah mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya melalui BAZNAS. "Kami berharap bantuan ini mampu menambah semangat para santri dalam menghafal Al-Qur'an. Semoga dari pesantren ini lahir para hafiz dan hafizah yang kelak menjadi pemimpin umat, pendidik, dai, serta teladan di tengah masyarakat. Inilah investasi terbaik yang manfaatnya tidak hanya dirasakan hari ini, tetapi juga menjadi bekal bagi masa depan umat." Joko Winjaya juga mengajak masyarakat untuk semakin mempercayakan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS karena dana yang dihimpun tidak hanya disalurkan untuk memenuhi kebutuhan sosial dan kemanusiaan, tetapi juga mendukung keberlangsungan pendidikan Islam, dakwah, serta pembinaan generasi penerus bangsa. Sementara itu, pengasuh Pondok Pesantren Al-Khairaat Tahfizul Qur'an menyampaikan apresiasi atas kepedulian BAZNAS Kabupaten Minahasa terhadap lembaga pendidikan Al-Qur'an. "Alhamdulillah hari ini kami menerima kunjungan dari BAZNAS Kabupaten Minahasa sekaligus menerima bantuan 10 mushaf Al-Qur'an. Bantuan ini sangat berarti bagi para santri kami yang setiap hari belajar dan menghafal Al-Qur'an. Semoga dengan mushaf yang diberikan ini mereka semakin mudah dalam menghafal hingga menyelesaikan hafalan 30 juz." Ia juga mendoakan seluruh pihak yang telah menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS. "Kami mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Minahasa beserta seluruh muzaki. Semoga Allah SWT membalas setiap kebaikan dengan pahala yang berlipat ganda, melimpahkan keberkahan dalam rezeki dan kehidupan, serta menjadikan bantuan ini sebagai amal jariyah yang terus mengalir hingga akhirat nanti. Insya Allah." Kebahagiaan juga terpancar dari wajah para santri. Salah seorang santri mengaku semakin termotivasi untuk memperbanyak hafalan Al-Qur'an setelah menerima mushaf baru. "Kami mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Minahasa atas bantuan mushaf Al-Qur'an ini. Insya Allah kami akan memanfaatkannya sebaik mungkin untuk belajar dan menghafal Al-Qur'an. Semoga Allah membalas semua kebaikan para donatur dan keluarga besar BAZNAS." Kegiatan ini menjadi bukti bahwa zakat tidak hanya berfungsi sebagai instrumen pengentasan kemiskinan, tetapi juga menjadi kekuatan dalam membangun peradaban melalui pendidikan. Di balik setiap mushaf yang disalurkan, tersimpan harapan lahirnya generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kokoh dalam iman, mulia dalam akhlak, dan mampu menghadirkan nilai-nilai Al-Qur'an di tengah kehidupan masyarakat. Melalui program pendistribusian mushaf Al-Qur'an, BAZNAS Kabupaten Minahasa terus memperluas manfaat dana zakat, infak, dan sedekah agar dapat menjangkau lebih banyak lembaga pendidikan keagamaan. Langkah ini menjadi bagian dari ikhtiar menghadirkan zakat yang produktif, berdampak, dan berkelanjutan, sejalan dengan misi BAZNAS dalam meningkatkan kesejahteraan umat sekaligus memperkuat pembangunan sumber daya manusia yang religius, berkarakter, dan berdaya saing. Sebab, setiap lembar Al-Qur'an yang dibaca akan melahirkan ilmu. Setiap ilmu yang diamalkan akan melahirkan keberkahan. Dan setiap keberkahan yang tumbuh dari zakat akan menjadi jejak kebaikan yang terus mengalir dari para muzaki kepada generasi penerus bangsa.
BERITA16/07/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Minahasa Salurkan Mushaf Al-Qur'an ke TPQ Miftahul Jannah, Perkuat Semangat Belajar Al-Quran Anak-anak
BAZNAS Minahasa Salurkan Mushaf Al-Qur'an ke TPQ Miftahul Jannah, Perkuat Semangat Belajar Al-Quran Anak-anak
MINAHASA – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Minahasa terus menguatkan syiar Islam melalui program pendistribusian mushaf Al-Quran. Kali ini, Wakil Ketua III BAZNAS Kabupaten Minahasa, Astuti Suratinoyo, melaksanakan silaturahmi sekaligus menyerahkan bantuan mushaf Al-Quran kepada Taman Pengajian Al-Quran (TPQ) Miftahul Jannah pada Kamis (16/7/2026). Penyerahan mushaf Al-Qur'an disambut hangat oleh pengurus TPQ dan para santri yang mengikuti kegiatan belajar mengaji. Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung proses pembelajaran Al-Qur'an sekaligus menumbuhkan kecintaan anak-anak terhadap kitab suci sejak usia dini. Dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua III BAZNAS Kabupaten Minahasa, Astuti Suratinoyo, mengatakan bahwa pendidikan Al-Qur'an merupakan fondasi penting dalam membentuk karakter generasi muda. "BAZNAS Kabupaten Minahasa berkomitmen untuk terus mendukung pendidikan keagamaan melalui pendistribusian mushaf Al-Qur'an. Kami berharap bantuan ini dapat menjadi penyemangat bagi anak-anak untuk semakin rajin membaca, mempelajari, dan mengamalkan isi Al-Qur'an. Semoga dari TPQ Miftahul Jannah lahir generasi Qur'ani yang berakhlak mulia, cerdas, dan membawa manfaat bagi agama, bangsa, dan masyarakat." Ia menambahkan bahwa setiap mushaf yang dibaca oleh para santri akan menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir bagi para muzaki yang telah mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya melalui BAZNAS. Sementara itu, pimpinan TPQ Miftahul Jannah menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas perhatian yang diberikan BAZNAS Kabupaten Minahasa. "Alhamdulillah, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada BAZNAS Kabupaten Minahasa atas bantuan mushaf Al-Qur'an ini. Bantuan ini sangat bermanfaat bagi anak-anak kami dalam belajar mengaji setiap hari. Semoga Allah SWT membalas seluruh kebaikan para muzaki dan keluarga besar BAZNAS dengan pahala yang berlipat ganda serta senantiasa memberikan keberkahan dalam setiap langkahnya." Melalui program pendistribusian mushaf Al-Qur'an, BAZNAS Kabupaten Minahasa terus menghadirkan manfaat zakat, infak, dan sedekah dalam mendukung pendidikan Islam. Program ini menjadi bagian dari upaya membangun generasi Qur'ani yang tidak hanya mahir membaca Al-Qur'an, tetapi juga menjadikan nilai-nilai Al-Qur'an sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.
BERITA16/07/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Minahasa Gandeng Sahabat Mualaf Inspiratif, Perkuat Syiar Al-Quran hingga Wilayah Pembinaan Mualaf
BAZNAS Minahasa Gandeng Sahabat Mualaf Inspiratif, Perkuat Syiar Al-Quran hingga Wilayah Pembinaan Mualaf
MINAHASA – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Minahasa terus memperluas jangkauan syiar Islam melalui pendistribusian mushaf Al-Quran dan penguatan jejaring dakwah. Langkah itu diwujudkan melalui silaturahmi ke Sahabat Mualaf Inspiratif, komunitas binaan Lembaga Dakwah Kampus (LDK) yang berkolaborasi dengan MCN Kawanua, Kamis (16/7/2026). Dalam kunjungan tersebut, Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Minahasa, Joko Kurnia Winjaya, didampingi Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Minahasa, Sahlan Kokalo, menyerahkan 10 mushaf Al-Qur'an kepada Ketua Sahabat Mualaf Inspiratif, Hairunisa Nova Rorora. Penyerahan mushaf bukan sekadar simbol bantuan, melainkan langkah awal membangun sinergi dalam menghadirkan manfaat zakat bagi para mualaf dan masyarakat yang membutuhkan pembinaan keislaman di berbagai wilayah di Minahasa. Dalam suasana penuh keakraban, pertemuan tersebut menjadi ruang dialog untuk memperkuat komunikasi dan membuka peluang kolaborasi antara BAZNAS Minahasa dan Sahabat Mualaf Inspiratif. Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Minahasa, Joko Kurnia Winjaya, menegaskan bahwa zakat memiliki peran strategis dalam mendukung dakwah, pendidikan, dan pemberdayaan umat. "Kami bersyukur dapat bersilaturahmi dengan Sahabat Mualaf Inspiratif. Semoga penyaluran mushaf Al-Qur'an ini menjadi penyemangat bagi saudara-saudara kita yang sedang memperdalam ajaran Islam. BAZNAS ingin membangun kolaborasi yang berkelanjutan, tidak hanya dalam pendistribusian mushaf, tetapi juga pada berbagai kegiatan sosial, pembinaan keagamaan, dan pemberdayaan masyarakat demi kemaslahatan umat." Menurutnya, kolaborasi antarlembaga merupakan kunci untuk memperluas manfaat zakat sehingga dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan secara lebih efektif. "Kami berharap ke depan akan lahir lebih banyak program bersama yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, mulai dari pembinaan mualaf, pendidikan Al-Qur'an, bantuan sosial, hingga pemberdayaan ekonomi umat. Ketika lembaga-lembaga Islam saling menguatkan, manfaatnya akan semakin luas dirasakan masyarakat." Ketua Sahabat Mualaf Inspiratif, Hairunisa Nova Rorora, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan BAZNAS Kabupaten Minahasa. Ia mengatakan, mushaf Al-Qur'an yang diterima akan segera disalurkan kepada para mualaf serta masyarakat di wilayah pembinaan yang membutuhkan. "Alhamdulillah, kami mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Minahasa atas amanah dan kepercayaan yang diberikan kepada Sahabat Mualaf Inspiratif. Mushaf Al-Qur'an ini akan kami salurkan kepada para mualaf dan titik-titik pembinaan yang selama ini kami dampingi, sehingga dapat dimanfaatkan untuk belajar membaca, memahami, dan menghafal Al-Qur'an." Hairunisa berharap sinergi tersebut terus berkembang menjadi gerakan bersama dalam memperkuat pembinaan umat. "Insya Allah kami siap berkolaborasi dengan BAZNAS Kabupaten Minahasa dalam berbagai kegiatan sosial, dakwah, dan pembinaan masyarakat. Semoga kerja sama ini menjadi jalan hadirnya lebih banyak manfaat bagi umat, khususnya bagi para mualaf yang sedang menguatkan keislamannya." Usai bersilaturahmi dengan Sahabat Mualaf Inspiratif, rombongan pimpinan BAZNAS Kabupaten Minahasa melanjutkan kegiatan ke Masjid Al-Hijrah Rinegetan, Tondano. Di masjid tersebut, BAZNAS Kabupaten Minahasa kembali menyalurkan lima mushaf Al-Qur'an yang diterima langsung oleh jamaah masjid untuk mendukung kegiatan ibadah, tadarus, dan pembelajaran Al-Qur'an. Penyaluran mushaf ini diharapkan dapat menambah ketersediaan Al-Qur'an di lingkungan masjid sehingga semakin banyak jamaah, terutama anak-anak dan remaja, yang terdorong untuk membaca dan mempelajari kitab suci. Program pendistribusian mushaf Al-Qur'an merupakan bagian dari komitmen BAZNAS Sulawesi Utara dalam mendukung bidang dakwah dan pendidikan melalui pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah. Setiap mushaf yang disalurkan diyakini bukan sekadar bantuan fisik, tetapi menjadi investasi peradaban. Dari lembaran-lembaran Al-Qur'an yang dibaca akan lahir ilmu, dari ilmu akan tumbuh akhlak, dan dari akhlak akan lahir masyarakat yang lebih kuat, berdaya, dan penuh kepedulian. Melalui sinergi bersama komunitas dakwah, lembaga pembinaan mualaf, dan pengurus masjid, BAZNAS Kabupaten Minahasa terus memperluas jangkauan manfaat zakat agar tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan masyarakat, tetapi juga memperkokoh nilai-nilai keislaman dan membangun generasi Qur'ani di Kabupaten Minahasa. "Zakat yang ditunaikan hari ini bukan hanya menguatkan kehidupan, tetapi juga menghidupkan cahaya Al-Qur'an di tengah masyarakat. Ketika mushaf sampai ke tangan para pembelajar Al-Qur'an, sesungguhnya zakat sedang menanam amal jariyah yang pahalanya terus mengalir tanpa putus."
BERITA16/07/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Minahasa Apresiasi Amanah Baru Dr. Feiby Ismail, Tegaskan Pentingnya Sinergi Pendidikan dan Filantropi Islam
BAZNAS Minahasa Apresiasi Amanah Baru Dr. Feiby Ismail, Tegaskan Pentingnya Sinergi Pendidikan dan Filantropi Islam
MINAHASA – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Minahasa menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi dengan perguruan tinggi dalam membangun sumber daya manusia (SDM) yang unggul, berintegritas, dan berdaya saing. Komitmen tersebut disampaikan bersamaan dengan ucapan selamat kepada Dr. Feiby Ismail, M.Pd. yang dipercaya mengemban amanah sebagai Rektor Institut Agama Islam Muhammadiyah (IAIM) Kotamobagu Periode 2026–2030. Bagi BAZNAS Kabupaten Minahasa, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial, semangat pengabdian, dan jiwa kepemimpinan yang mampu menjawab berbagai tantangan umat di masa depan. Dr. Feiby Ismail dikenal sebagai akademisi yang memiliki pengalaman panjang di dunia pendidikan tinggi Islam. Sebelum menerima amanah sebagai Rektor IAIM Kotamobagu, beliau pernah mengemban sejumlah jabatan strategis di lingkungan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado, di antaranya Ketua Program Studi Manajemen Pendidikan Islam, Wakil Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, hingga Pelaksana Tugas Wakil Rektor III. Kiprahnya dalam pengembangan manajemen pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat menjadi bagian dari dedikasinya dalam memajukan pendidikan Islam. Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Minahasa, Muhamad Sahlan Kokalo, mengatakan bahwa pendidikan merupakan salah satu instrumen penting dalam mewujudkan kesejahteraan umat. Karena itu, BAZNAS memandang perguruan tinggi sebagai mitra strategis dalam membangun peradaban melalui pendidikan, riset, inovasi, dan pemberdayaan masyarakat. "Atas nama Pimpinan dan seluruh Amil BAZNAS Kabupaten Minahasa, kami mengucapkan selamat dan sukses kepada Ibu Dr. Feiby Ismail, M.Pd. atas amanah sebagai Rektor IAIM Kotamobagu Periode 2026–2030. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan kesehatan, kekuatan, kebijaksanaan, serta keberkahan dalam menjalankan amanah ini. Kami berharap kepemimpinan beliau membawa IAIM Kotamobagu semakin maju, unggul, inovatif, dan mampu melahirkan generasi intelektual muslim yang berakhlakul karimah serta memiliki kepedulian terhadap pembangunan masyarakat," ujar Sahlan. Menurutnya, kolaborasi antara BAZNAS dan perguruan tinggi memiliki ruang yang sangat luas untuk dikembangkan. Tidak hanya dalam penguatan literasi zakat, tetapi juga melalui penelitian, pengabdian kepada masyarakat, pemberdayaan ekonomi umat, pengembangan kewirausahaan, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia. "Kami meyakini bahwa pengelolaan zakat yang profesional memerlukan dukungan dunia akademik melalui riset, inovasi, dan edukasi kepada masyarakat. Sebaliknya, perguruan tinggi juga dapat memanfaatkan program-program pemberdayaan BAZNAS sebagai bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Sinergi inilah yang akan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," tambahnya. Sebagai lembaga pemerintah nonstruktural yang bertugas mengelola zakat secara nasional, BAZNAS terus mendorong kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk perguruan tinggi, dalam rangka memperkuat ekosistem filantropi Islam dan mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat. BAZNAS Kabupaten Minahasa meyakini bahwa pendidikan berkualitas dan pengelolaan zakat yang profesional merupakan dua pilar penting dalam membangun masyarakat yang mandiri, produktif, dan sejahtera. Oleh karena itu, sinergi antara lembaga pendidikan dan lembaga filantropi Islam perlu terus diperkuat melalui berbagai program yang memberikan manfaat nyata bagi umat. Di akhir penyampaiannya, Pimpinan BAZNAS Kabupaten Minahasa turut memanjatkan doa bagi kepemimpinan Dr. Feiby Ismail. "Semoga Allah SWT senantiasa memberikan taufik, hidayah, kesehatan, kekuatan, kemudahan, serta keberkahan kepada Dr. Feiby Ismail, M.Pd. dalam mengemban amanah sebagai Rektor IAIM Kotamobagu. Semoga kepemimpinan beliau membawa kemajuan bagi institusi, melahirkan lulusan yang unggul, berintegritas, dan berakhlak mulia, serta memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan umat, bangsa, dan negara. Aamiin Ya Rabbal 'Alamin."
BERITA12/07/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Minahasa Ukir Sejarah di MTQ XXXI Sulawesi Utara, Raih Empat Medali Emas dan Satu Perak
Minahasa Ukir Sejarah di MTQ XXXI Sulawesi Utara, Raih Empat Medali Emas dan Satu Perak
MINAHASA – Kafilah Kabupaten Minahasa kembali menorehkan prestasi membanggakan pada ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXXI Tingkat Provinsi Sulawesi Utara. Untuk pertama kalinya dalam sejarah keikutsertaannya, Kabupaten Minahasa berhasil meraih empat gelar Juara I (medali emas) dan satu gelar Juara II (medali perak), menjadikan capaian ini sebagai salah satu prestasi terbaik yang pernah diraih di tingkat provinsi. Prestasi tersebut menjadi bukti nyata bahwa pembinaan Al-Qur'an di Kabupaten Minahasa terus menunjukkan perkembangan yang positif. Di balik keberhasilan itu terdapat proses panjang berupa pembinaan yang berkesinambungan, dedikasi para pelatih, dukungan orang tua, serta semangat para peserta dalam menghafal, membaca, dan memahami Al-Qur'an. Empat medali emas berhasil dipersembahkan oleh: Ghadiza Khumaira Abu Bakar, Juara I Cabang Tilawah Anak Putri Juz 1; Abid Fadhil Mudzakirillah, Juara I Cabang Tartil Qur'an Golongan Anak Putra; Indah Lifana Masloman, Juara I Cabang Tartil Qur'an Golongan Anak Putri; Muhammad Hilmanu Yasir, Juara I Cabang Hifzhil Qur'an 30 Juz. Sementara itu, Cabang Syarhil Qur'an Putri berhasil meraih Juara II, yang dipersembahkan oleh Adelia Shafira Putri, Putri Lestari, dan Farzah Kamilah Tekol. Keberhasilan tersebut menjadi momentum penting bagi kebangkitan pembinaan generasi Qur'ani di Kabupaten Minahasa. Prestasi besar ini menunjukkan bahwa keberhasilan tidak semata ditentukan oleh kelengkapan fasilitas, tetapi juga lahir dari pembinaan yang konsisten, kerja keras, kedisiplinan, serta kolaborasi berbagai pihak yang dilandasi keikhlasan. Lebih dari sekadar meraih medali, capaian ini mencerminkan lahirnya generasi muda yang mencintai Al-Qur'an, berakhlak mulia, serta siap menjadi teladan di tengah masyarakat. Mereka tidak hanya berkompetisi di atas panggung MTQ, tetapi juga membawa nilai-nilai Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Minahasa, Pdt. Dolie Tangian, S.Th., M.Pd., menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, pelatih, official, dan semua pihak yang telah berjuang mengharumkan nama Kabupaten Minahasa. "Prestasi ini merupakan buah dari kerja keras, disiplin, doa, dan pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan. Kami berharap capaian ini menjadi motivasi bagi generasi muda untuk semakin mencintai Al-Qur'an dan terus mempersiapkan diri menghadapi ajang yang lebih tinggi," ujarnya. Sementara itu, Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Kabupaten Minahasa, Abshori Abdillah Saleh, melalui media sosialnya mengungkapkan rasa syukur atas keberhasilan tersebut sekaligus menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung perjalanan Kafilah Minahasa selama mengikuti MTQ XXXI. Ia menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Minahasa, Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Minahasa dan Kabupaten Minahasa Utara, LPTQ, panitia penyelenggara, para peserta, pelatih, official, guru, orang tua, imam, Badan Takmir Masjid (BTM), serta jamaah Masjid Besar Istiqlal Airmadidi yang telah menerima dan mendampingi kafilah selama pelaksanaan MTQ. Prestasi bersejarah ini diharapkan menjadi motivasi untuk terus memperkuat ekosistem pembinaan Al-Qur'an melalui sinergi antara pemerintah daerah, Kementerian Agama, LPTQ, lembaga pendidikan, pengurus masjid, para pelatih, tokoh agama, dan masyarakat. Dengan pembinaan yang berkesinambungan, Kabupaten Minahasa diyakini memiliki potensi untuk melahirkan lebih banyak qari, qariah, hafiz, dan hafizah yang mampu mengharumkan nama Sulawesi Utara bahkan Indonesia di tingkat nasional maupun internasional. Bagi BAZNAS Kabupaten Minahasa, keberhasilan ini juga menjadi pengingat bahwa pembangunan umat tidak hanya diwujudkan melalui pemberdayaan ekonomi dan layanan sosial, tetapi juga melalui penguatan pendidikan dan pembinaan keagamaan. Lahirnya generasi Qur'ani yang berprestasi merupakan investasi penting dalam membangun masyarakat yang beriman, berakhlak mulia, dan berdaya saing. Empat medali emas dan satu medali perak bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari langkah yang lebih besar. Dari Minahasa, semangat mencintai Al-Qur'an terus tumbuh, menginspirasi, dan membawa harapan lahirnya generasi penerus yang siap mengharumkan nama daerah, bangsa, dan agama di masa depan.
BERITA11/07/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Kabupaten Minahasa Turut Berduka Cita atas Wafatnya H. Rachmat Gobel
BAZNAS Kabupaten Minahasa Turut Berduka Cita atas Wafatnya H. Rachmat Gobel
Tondano, 10 Juli 2026 – Keluarga Besar Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Minahasa menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya H. Rachmat Gobel, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, mantan Menteri Perdagangan Republik Indonesia, pengusaha nasional, sekaligus tokoh pembangunan yang telah memberikan pengabdian besar bagi bangsa dan negara. Berdasarkan informasi yang telah dikonfirmasi melalui keluarga dan sejumlah media nasional, H. Rachmat Gobel wafat pada Jumat, 10 Juli 2026 pukul 03.20 WIB di RS Brawijaya Tebet, Jakarta, dalam usia 63 tahun. Jenazah disemayamkan di rumah duka di Jalan Prof. Dr. Soepomo No. 55A, Jakarta Selatan. Keluarga almarhum rachmat Gobel memutuskan prosesi pemakaman anggota DPR RI Asal Gorontali tersebut akan dilaksanakan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Nasional Utama Kalibata, Jakarta Selatan, setelah pelaksanaan Sholat Jumat. Atas nama Pimpinan, Pelaksana, dan seluruh Amil BAZNAS Kabupaten Minahasa, kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga besar almarhum. "Inna lillahi wa inna ilaihi rajiiun. Semoga Allah SWT mengampuni segala dosa dan khilaf almarhum, menerima seluruh amal ibadahnya, melapangkan kuburnya, serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran, ketabahan, kekuatan iman, dan keikhlasan dalam menghadapi musibah ini." Profil Singkat H. Rachmat Gobel H. Rachmat Gobel lahir pada 3 September 1962. Beliau merupakan putra dari H. Thayeb Mohammad Gobel, pendiri Gobel Group, perusahaan nasional yang menjadi pelopor industri elektronik Indonesia melalui kemitraan strategis dengan Panasonic Corporation Jepang. Beliau menempuh pendidikan tinggi di Chuo University, Tokyo, Jepang, dan kemudian melanjutkan estafet kepemimpinan Gobel Group. Di bawah kepemimpinannya, perusahaan berkembang menjadi salah satu kelompok usaha nasional yang bergerak di berbagai sektor strategis, khususnya manufaktur elektronik, perdagangan, energi, pertanian, properti, dan pengembangan industri nasional. Pengabdian H. Rachmat Gobel tidak hanya di dunia usaha. Pada tahun 2014, beliau dipercaya oleh Presiden Joko Widodo untuk mengemban amanah sebagai Menteri Perdagangan Republik Indonesia. Setelah itu, beliau kembali memperoleh kepercayaan sebagai Utusan Khusus Presiden Republik Indonesia untuk Jepang, dengan tugas memperkuat hubungan ekonomi, perdagangan, investasi, serta kerja sama strategis antara Indonesia dan Jepang. Pada Pemilihan Umum Tahun 2019, beliau terpilih sebagai Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Provinsi Gorontalo. Atas dedikasi dan kapasitas kepemimpinannya, beliau dipercaya menjabat sebagai Wakil Ketua DPR RI Periode 2019–2024, sebelum kembali melanjutkan pengabdiannya sebagai Anggota DPR RI pada periode berikutnya dari Fraksi Partai NasDem. Selain aktif di dunia usaha dan pemerintahan, H. Rachmat Gobel juga dikenal sebagai tokoh organisasi yang memiliki perhatian besar terhadap penguatan hubungan bilateral Indonesia–Jepang. Beliau pernah dipercaya sebagai Ketua Umum Perhimpunan Persahabatan Indonesia–Jepang (PPIJ) serta aktif di berbagai organisasi dunia usaha nasional, termasuk Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia. Sepanjang perjalanan hidupnya, H. Rachmat Gobel dikenal sebagai sosok yang memiliki komitmen tinggi dalam memperjuangkan pembangunan nasional, khususnya kawasan timur Indonesia. Sebagai putra daerah Gorontalo, beliau banyak mendorong peningkatan investasi, pengembangan industri berbasis sumber daya lokal, hilirisasi hasil pertanian dan perikanan, pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), peningkatan kualitas pendidikan, serta penciptaan lapangan kerja bagi masyarakat. Dedikasi dan kepemimpinan beliau telah memberikan inspirasi bagi banyak kalangan, baik di dunia usaha, pemerintahan, legislatif, maupun masyarakat luas. Atas pengabdiannya, H. Rachmat Gobel dikenal sebagai salah satu tokoh nasional yang konsisten memperjuangkan kemajuan industri Indonesia serta pembangunan ekonomi yang berkeadilan. Kepergian H. Rachmat Gobel merupakan kehilangan besar bagi bangsa Indonesia. Warisan pemikiran, kepemimpinan, dan pengabdian beliau akan senantiasa dikenang sebagai inspirasi dalam membangun Indonesia yang lebih maju dan sejahtera. Keluarga Besar BAZNAS Kabupaten Minahasa mendoakan semoga Allah SWT mengampuni segala dosa dan khilaf almarhum, menerima seluruh amal ibadahnya, melapangkan kuburnya, serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran, ketabahan, kekuatan, dan keikhlasan dalam menghadapi musibah ini.
BERITA10/07/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS RI Perkuat Ekonomi Mustahik Lewat Kampung Zakat, Model Pemberdayaan yang Layak Direplikasi Daerah
BAZNAS RI Perkuat Ekonomi Mustahik Lewat Kampung Zakat, Model Pemberdayaan yang Layak Direplikasi Daerah
SUMBAR – Pengelolaan zakat tidak lagi hanya berorientasi pada bantuan konsumtif, tetapi terus berkembang menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan. Hal itu kembali ditegaskan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI melalui peluncuran Program Kampung Zakat berbasis Zakat Community Development (ZCD) di Nagari Ampalu, Kecamatan Lareh Sago Halaban, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat. Program yang diresmikan pada Kamis (9/7/2026) tersebut menjadi salah satu contoh nyata bagaimana dana zakat dikelola secara produktif untuk meningkatkan kesejahteraan mustahik melalui pengembangan usaha berbasis potensi lokal, yakni industri tenun masyarakat. Peresmian dilakukan oleh Pimpinan BAZNAS RI Bidang Digitalisasi, Keuangan, dan Operasional, Dr. H. Mokhamad Mahdum, MIDEc., Ak., CPA., bersama Gubernur Sumatera Barat Dr. H. Mahyeldi Ansharullah, S.P., M.M., serta dihadiri unsur pemerintah daerah, Kementerian Agama, BAZNAS Provinsi Sumatera Barat, BAZNAS Kabupaten Lima Puluh Kota, dan kelompok penerima manfaat binaan BAZNAS. Menurut Dr. Mokhamad Mahdum, Program Kampung Zakat merupakan bentuk sinergi antara BAZNAS RI, Kementerian Agama RI, pemerintah daerah, serta BAZNAS Kabupaten/Kota dalam mengoptimalkan dana zakat sebagai motor penggerak ekonomi umat. "Zakat tidak hanya berfungsi memenuhi kebutuhan dasar mustahik, tetapi juga menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi yang mampu menciptakan usaha produktif, meningkatkan pendapatan, hingga mendorong mustahik menjadi pribadi yang mandiri," ujarnya. Di Nagari Ampalu, program ZCD difokuskan pada penguatan kelompok usaha tenun yang telah lama menjadi mata pencaharian masyarakat setempat. Sebanyak 45 penerima manfaat memperoleh pendampingan usaha dengan total anggaran mencapai Rp638,27 juta, hasil kolaborasi BAZNAS RI dan BAZNAS Kabupaten Lima Puluh Kota. Bantuan yang diberikan tidak hanya berupa modal usaha, tetapi juga mencakup penyediaan alat tenun bukan mesin (ATBM), alat produksi, bahan baku, pembangunan rumah produksi, hingga pelatihan manajemen usaha dan pendampingan selama tiga tahun. Pendekatan tersebut diharapkan mampu menciptakan ekosistem usaha yang sehat, berkelanjutan, dan mampu meningkatkan daya saing produk tenun lokal. Melalui program tersebut, pendapatan tambahan mustahik diproyeksikan meningkat secara signifikan. Pada tahun pertama, tambahan pendapatan diperkirakan mencapai sekitar Rp576 ribu per bulan, kemudian meningkat menjadi lebih dari Rp1,2 juta per bulan pada tahun kedua. Dengan demikian, rata-rata pendapatan mustahik yang sebelumnya berkisar Rp1,5 juta per bulan diperkirakan meningkat menjadi sekitar Rp2,1 juta pada tahun pertama dan mencapai sekitar Rp2,7 juta per bulan pada tahun kedua. Selain peningkatan pendapatan, kapasitas produksi kelompok tenun juga ditargetkan meningkat hingga dua kali lipat, baik untuk produksi kain songket maupun kain tenun pakaian. Berdasarkan hasil kajian kelayakan usaha, program tersebut memiliki Benefit Cost Ratio (BCR) sebesar 2,25 dengan tingkat Return on Investment (ROI) mencapai 322 persen per tahun, menunjukkan bahwa program pemberdayaan tersebut layak secara ekonomi dan memiliki prospek keberlanjutan yang baik. Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, mengapresiasi langkah BAZNAS RI dalam menghadirkan Program Kampung Zakat yang dinilai sejalan dengan kebijakan pemerintah daerah dalam mengembangkan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan BAZNAS menjadi kunci agar manfaat zakat dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat, terutama dalam menciptakan lapangan usaha dan meningkatkan kesejahteraan keluarga mustahik. Program Kampung Zakat berbasis ZCD menjadi salah satu contoh praktik baik (best practice) pengelolaan zakat produktif yang dapat menjadi referensi bagi BAZNAS di berbagai daerah, termasuk Kabupaten Minahasa. Melalui pendekatan pemberdayaan ekonomi berbasis potensi lokal, dana zakat tidak hanya memberikan manfaat jangka pendek, tetapi juga mampu menciptakan kemandirian ekonomi masyarakat secara berkelanjutan. Model seperti ini sejalan dengan semangat transformasi zakat dari bantuan konsumtif menuju pemberdayaan produktif, sehingga mustahik memiliki peluang untuk meningkatkan taraf hidup, mengembangkan usaha, bahkan bertransformasi menjadi muzaki di masa mendatang.
BERITA09/07/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Penerima Beasiswa BAZNAS Raih Juara Internasional Lewat Inovasi Briket Ramah Lingkungan dari Limbah Ketapang
Penerima Beasiswa BAZNAS Raih Juara Internasional Lewat Inovasi Briket Ramah Lingkungan dari Limbah Ketapang
Jakarta – Program Beasiswa Cendekia Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI kembali melahirkan prestasi membanggakan di tingkat internasional. Mahasiswa Universitas Islam Indonesia (UII), Ulinnuha Aqwa, berhasil meraih Juara II dalam ajang The 15th International Invention, Innovation & Design Competition (INDES) 2026 di Malaysia melalui inovasi briket ramah lingkungan berbahan limbah buah ketapang. Prestasi tersebut diraih pada kategori Business Plan berkat inovasi Keta-Briq, yaitu briket biochar yang memanfaatkan limbah buah ketapang sebagai bahan baku utama dan dipadukan dengan aroma daun kemangi yang berfungsi sebagai pengusir serangga alami. Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa zakat yang dikelola secara produktif tidak hanya membantu mahasiswa menyelesaikan pendidikan, tetapi juga mampu melahirkan inovasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., menyampaikan apresiasinya atas capaian tersebut. Menurutnya, prestasi Ulinnuha menunjukkan bahwa generasi muda binaan BAZNAS memiliki daya saing di tingkat global. "Kami sangat bangga atas pencapaian internasional yang diraih Ulinnuha sebagai bukti nyata bahwa para penerima manfaat Beasiswa Cendekia BAZNAS mampu bersaing dan mengharumkan nama Indonesia di level dunia," ujar Idy dalam keterangan tertulis, Selasa (7/7/2026). Idy menilai inovasi yang dikembangkan Ulinnuha selaras dengan visi BAZNAS dalam mencetak generasi muda yang kreatif, inovatif, dan mampu menghadirkan solusi terhadap berbagai persoalan masyarakat, termasuk isu lingkungan dan energi berkelanjutan. Menurutnya, kompetisi yang diselenggarakan oleh Universiti Teknologi MARA (UiTM) Cawangan Perak, Malaysia, menjadi ajang pembuktian bahwa limbah yang selama ini dianggap tidak bernilai dapat diolah menjadi produk inovatif dengan nilai ekonomi dan manfaat yang tinggi. "Keberhasilan ini membuktikan bahwa dana zakat yang disalurkan melalui program Beasiswa Cendekia BAZNAS mampu melahirkan inovator muda yang mandiri, solutif, dan siap menjadi motor penggerak ekonomi berkelanjutan di masa depan," katanya. Limbah Menjadi Energi Alternatif Inovasi Keta-Briq lahir dari pemanfaatan limbah buah ketapang yang diolah menjadi biochar atau arang hayati sebagai bahan bakar alternatif yang lebih ramah lingkungan. Produk ini juga diperkaya dengan aroma daun kemangi sehingga memiliki fungsi tambahan sebagai pengusir serangga alami. Konsep tersebut tidak hanya menawarkan solusi energi alternatif, tetapi juga mendukung pengurangan limbah organik sekaligus memberikan nilai tambah terhadap sumber daya lokal yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Inovasi seperti ini dinilai sejalan dengan upaya mendorong ekonomi hijau (green economy) dan pembangunan berkelanjutan yang kini menjadi perhatian dunia. Perjalanan yang Tidak Mudah Di balik keberhasilan tersebut, Ulinnuha mengaku sempat mengalami masa-masa sulit selama mengikuti kompetisi. Rasa lelah dan kehilangan semangat sempat muncul di tengah proses penyusunan inovasi dan persiapan presentasi. Namun, dukungan keluarga serta tekad untuk terus belajar menjadi sumber motivasi yang membuatnya mampu bangkit hingga akhirnya meraih prestasi di tingkat internasional. "Pengalaman ini mengajarkan saya untuk tidak takut mencoba langkah pertama. Saya berharap ke depan bisa terus belajar dan menginspirasi lebih banyak anak muda agar berani mewujudkan ide-ide mereka," tutur Ulinnuha. Prestasi yang diraih Ulinnuha menjadi gambaran nyata bahwa zakat tidak hanya berperan sebagai instrumen bantuan sosial, tetapi juga menjadi investasi dalam pembangunan sumber daya manusia. Melalui Program Beasiswa Cendekia, BAZNAS berupaya mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial, jiwa kepemimpinan, dan kemampuan menghadirkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat. Keberhasilan ini diharapkan dapat menginspirasi para penerima manfaat beasiswa lainnya untuk terus berkarya, berinovasi, dan membawa nama Indonesia ke tingkat internasional, sekaligus membuktikan bahwa zakat mampu melahirkan generasi unggul yang menjadi solusi bagi masa depan bangsa.
BERITA07/07/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS dan DSN-MUI Anugerahi 56 Perusahaan Syariah Taat Zakat, Dorong Kepatuhan yang Berdampak bagi Umat
BAZNAS dan DSN-MUI Anugerahi 56 Perusahaan Syariah Taat Zakat, Dorong Kepatuhan yang Berdampak bagi Umat
Jakarta – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) memberikan Anugerah Kepatuhan Zakat 2026 kepada 56 perusahaan syariah serta 9 Dewan Pengawas Syariah (DPS) sebagai bentuk apresiasi atas komitmen mereka dalam menunaikan zakat melalui BAZNAS. Penghargaan tersebut diserahkan dalam rangkaian Silaturahmi Nasional BAZNAS RI dan DSN-MUI Awards 2026 yang berlangsung di Jakarta, Selasa (7/7/2026). Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara BAZNAS, DSN-MUI, dan pelaku industri keuangan syariah dalam mengoptimalkan potensi zakat perusahaan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ketua BAZNAS RI, Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., menegaskan, kepatuhan syariah tidak boleh berhenti pada aspek administratif semata, tetapi harus mampu memberikan manfaat nyata bagi umat melalui pengelolaan zakat yang produktif. "Kepatuhan syariah yang sejati harus berdampak. Berdampak pada turunnya angka kemiskinan, terbukanya lapangan pekerjaan, pemberdayaan mustahik menjadi muzaki, hingga terwujudnya keadilan sosial ekonomi sebagaimana tujuan maqashid syariah," ujar Sodik. Menurutnya, BAZNAS dan industri keuangan syariah merupakan dua pilar penting dalam membangun ekosistem ekonomi syariah nasional. Zakat perusahaan yang disalurkan melalui BAZNAS akan dikonversi menjadi berbagai program pemberdayaan yang langsung dirasakan masyarakat. "Ketika sebuah perusahaan maupun bank syariah membayarkan zakat perusahaannya melalui BAZNAS, dana tersebut langsung dikonversi menjadi ribuan beasiswa pendidikan, modal usaha UMKM, pembangunan klinik sehat, hingga program penuntasan stunting. Inilah yang kami sebut sebagai kepatuhan syariah yang berdampak," katanya. Sodik berharap penghargaan tersebut mampu memotivasi semakin banyak perusahaan untuk menunaikan zakat melalui amil resmi sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat. Sementara itu, Ketua DSN-MUI, K.H. M. Cholil Nafis, Lc., Ph.D., menegaskan bahwa zakat memiliki kedudukan berbeda dengan program Corporate Social Responsibility (CSR). "Zakat itu berbeda dengan CSR. Kalau CSR merupakan tanggung jawab korporasi, sedangkan zakat adalah kewajiban kita semua kepada Allah SWT. Karena itu, saya berharap Dewan Pengawas Syariah tidak hanya memastikan kesesuaian akad, tetapi juga memastikan kepatuhan zakat sebagai bagian dari syariah compliance," ujar Cholil. Ia menambahkan, zakat harus menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi yang mampu mengubah mustahik menjadi muzaki, sekaligus memperkuat pemerataan kesejahteraan masyarakat. "Ke depan, zakat tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga harus mampu memberdayakan mustahik hingga kelak menjadi muzaki," katanya. Cholil juga mengajak seluruh perusahaan maupun individu yang telah memenuhi nisab untuk tidak menunda kewajiban berzakat dan tidak hanya menunggu datangnya bulan Ramadan. "Semoga ekonomi syariah terus tumbuh dan maju bersama zakat yang kita tunaikan," tuturnya. Selain penyerahan penghargaan, Silaturahmi Nasional BAZNAS RI dan DSN-MUI juga diisi dengan diskusi mengenai penguatan kepatuhan zakat perusahaan, sosialisasi fatwa terbaru DSN-MUI, serta pembahasan strategi optimalisasi pengelolaan zakat nasional. Melalui forum tersebut, BAZNAS berharap kolaborasi yang semakin erat dengan DSN-MUI, industri keuangan syariah, serta para muzaki badan dapat memperkuat tata kelola zakat nasional sekaligus meningkatkan kontribusinya terhadap pembangunan ekonomi umat. 56 Perusahaan dan 9 Dewan Pengawas Syariah Raih Penghargaan Dalam kesempatan tersebut, BAZNAS RI dan DSN-MUI memberikan penghargaan kepada 56 perusahaan syariah dari berbagai sektor, mulai dari perbankan syariah, asuransi, pembiayaan, manajer investasi, fintech, dana pensiun, hingga lembaga penjaminan. Sejumlah penghargaan khusus juga diberikan kepada perusahaan dengan kontribusi terbaik dalam berbagai bidang, di antaranya: PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk sebagai Anugerah Komitmen Unggul. PT Bank BCA Syariah sebagai Anugerah Penggerak Literasi Terbaik. PT Asuransi Jiwa Syariah Al Amin sebagai Anugerah Mitra Berkelanjutan Terbaik. PT Capital Life Syariah sebagai Anugerah Pelopor Label Taat Zakat Terbaik. PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk sebagai Anugerah Program Vokasi Terbaik. PT Mitra Bisnis Keluarga Ventura sebagai Anugerah Program Pemberdayaan UMKM Terbaik. PT Fintek Karya Nusantara sebagai Anugerah Kolaborasi Digital Terbaik. Selain perusahaan, penghargaan juga diberikan kepada 9 Dewan Pengawas Syariah yang dinilai memiliki komitmen tinggi dalam memperkuat pengawasan kepatuhan penyaluran dana dan implementasi prinsip syariah di sektor keuangan. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Pimpinan BAZNAS RI Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM., Pimpinan Bidang Pengawasan dan Pengendalian Hj. Neyla Saida Anwar, M.H., M.Hum., Wakil Ketua DSN-MUI Prof. Dr. K.H. M. Asrorun Ni'am Sholeh, M.A., perwakilan Direktorat Jenderal Pajak, pimpinan industri keuangan syariah, kementerian/lembaga, mitra strategis, serta para muzaki badan. Dengan pemberian Anugerah Kepatuhan Zakat 2026, BAZNAS berharap semakin banyak perusahaan menjadikan zakat sebagai bagian dari tata kelola perusahaan yang berlandaskan nilai-nilai syariah, sehingga manfaatnya semakin luas dalam mengurangi kemiskinan, memberdayakan masyarakat, dan mewujudkan kesejahteraan umat.
BERITA07/07/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Minahasa.

Lihat Daftar Rekening →