WhatsApp Icon
10 Mahasiswa Pergunu Sulut Melanjutkan Studi ke UAC, Tiba di Surabaya Disambut Ketua FMS Mojokerto

MOJOKERTO — Semangat meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan tinggi terus tumbuh di Sulawesi Utara. Sebanyak 10 mahasiswa penerima Beasiswa Pergunu Sulawesi Utara Tahun 2026 kini bersiap melanjutkan pendidikan jenjang S1 dan S2 di Universitas KH Abdul Chalim (UAC), Mojokerto, Jawa Timur.

Kesepuluh mahasiswa tersebut diberangkatkan setelah secara resmi dilepas oleh Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sulawesi Utara), Dr. Drs. KH. Ulyas Taha, M.Pd., di Kantor PWNU Sulawesi Utara, Manado, Selasa (6/10/2026).

Prosesi pelepasan turut dihadiri jajaran PWNU Sulut, pengurus PW Pergunu Sulut, serta para Ketua PC Pergunu Kabupaten/Kota.

Ketua PW Pergunu Sulawesi Utara, Ahmad Sholeh, mengatakan jumlah penerima beasiswa tahun ini mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

"Jumlahnya tahun ini ada 10 orang. Kalau tahun lalu hanya 4 orang, sekarang naik menjadi 10 orang, artinya ada lonjakan lebih dari 100 persen," ujar Ahmad Sholeh.

Dari 10 penerima beasiswa tersebut, 8 mahasiswa menempuh jenjang S1 dan 2 mahasiswa jenjang S2.

Setelah menempuh perjalanan dari Manado, rombongan mahasiswa tersebut tiba di Surabaya, Jawa Timur, pada hari yang sama.

Kedatangan mereka mendapat sambutan dari Forum Mahasiswa Sulawesi Utara (FMS) Mojokerto. Ketua FMS Mojokerto, Jihan Nabillah Kokalo, turut menjemput langsung para mahasiswa penerima beasiswa tersebut untuk selanjutnya mendampingi perjalanan mereka menuju Mojokerto.

Jihan mengatakan kehadiran mahasiswa asal Sulawesi Utara di Jawa Timur bukan sekadar perjalanan untuk menempuh pendidikan, tetapi juga menjadi bagian dari proses membangun generasi muda yang nantinya diharapkan dapat memberikan manfaat bagi daerah.

"Kami tentu senang bisa menyambut teman-teman dari Sulawesi Utara. Mereka datang membawa harapan besar untuk melanjutkan pendidikan. Kami dari FMS Mojokerto siap membantu mereka beradaptasi dengan lingkungan baru, baik dalam kehidupan kampus maupun selama berada di Mojokerto," ujar Jihan.

Menurutnya, keberadaan mahasiswa Sulawesi Utara di Jawa Timur juga menjadi kesempatan untuk memperkuat silaturahmi antarmahasiswa asal daerah tersebut.

Program beasiswa tersebut juga disertai tanggung jawab akademik. Pergunu Sulut menargetkan mahasiswa penerima beasiswa dapat menyelesaikan pendidikan sesuai masa studi yang telah ditetapkan.

Untuk jenjang S1, mahasiswa ditargetkan menyelesaikan studi dalam waktu empat tahun, sedangkan jenjang S2 ditargetkan selesai dalam dua tahun.

Ahmad Sholeh menegaskan adanya konsekuensi bagi penerima beasiswa yang tidak mampu menyelesaikan studi sesuai target.

"Semoga mereka bisa menyelesaikan studi tepat waktu, 4 tahun untuk S1 dan 2 tahun untuk S2. Tidak boleh lewat. Kalau sampai lewat dari target tersebut, konsekuensinya harus membayar biaya sendiri," tegasnya.

Keberangkatan 10 mahasiswa tersebut menjadi gambaran bahwa akses terhadap pendidikan tinggi terus menjadi salah satu jalan penting dalam menyiapkan generasi muda yang berkualitas.

Bagi Sulawesi Utara, keberadaan mahasiswa yang menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi di luar daerah juga diharapkan dapat memperluas wawasan, pengalaman, jaringan, serta kapasitas mereka sebelum kembali memberikan kontribusi di tengah masyarakat.

BAZNAS Kabupaten Minahasa memandang ikhtiar peningkatan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia sebagai bagian penting dari pembangunan masyarakat. Pendidikan bukan hanya tentang memperoleh gelar akademik, tetapi juga tentang mempersiapkan generasi yang memiliki kompetensi, karakter, kepedulian sosial, dan kemauan untuk kembali memberi manfaat bagi lingkungan.

07/10/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa
Tiga Putranya Gugur di Gaza, Ulama Palestina Datangi BAZNAS: “Saya Tetap Mengucapkan Alhamdulillahi Rabbil ‘Alamin”

JAKARTA, — Suasana haru terasa saat Prof. Dr. Maher Hamed Mohamed Al-Houli, ulama sekaligus akademisi asal Gaza, Palestina, berbicara di hadapan jajaran Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI di Jakarta, Rabu (30/9/2026).

Maher datang bersama pengurus Yayasan Persahabatan dan Studi Peradaban (YPSP). Kedatangannya menjadi kesempatan untuk menyampaikan secara langsung kondisi masyarakat Gaza yang hingga kini masih menghadapi situasi kemanusiaan yang berat, meski telah ada gencatan senjata.

Namun, yang disampaikan Maher bukan hanya cerita tentang kondisi masyarakat Gaza. Ia juga membawa kisah kehilangan dari keluarganya sendiri.

Tiga putranya, cucu, dua saudara laki-laki, serta puluhan kerabatnya disebut telah gugur akibat serangan bom di Gaza.

“Saya hadir di hadapan Anda sekalian sebagai gambaran kecil dari penderitaan rakyat Gaza, di mana tiga putra saya, cucu saya, dua saudara laki-laki, beserta puluhan kerabat telah gugur syahid akibat serangan bom,” kata Maher.

Kehilangan tiga anak tentu menjadi duka yang tidak mudah bagi seorang ayah. Terlebih, Maher menyebut ketiga putranya merupakan pahlawan penghafal Al-Qur'an.

Namun di tengah kesedihan tersebut, Maher berusaha tetap menunjukkan keteguhan hati. Ia mengatakan bahwa dirinya tetap mengucapkan syukur kepada Allah SWT.

“Tiga putra saya, saudara-saudara saya, dan kerabat saya telah syahid, namun demikian di hadapan kondisi ini saya tetap mengucapkan Alhamdulillahi rabbil 'alamin,” ujarnya.

Bagi Maher, kehilangan anggota keluarga merupakan penderitaan yang sangat berat. Tetapi ketika berbicara mengenai kondisi masyarakat Gaza secara keseluruhan, ia mengaku masih sulit menahan air mata.

Menurutnya, persoalan yang dihadapi masyarakat Palestina saat ini sudah berada pada kondisi yang sangat krisis. Tidak hanya persoalan keamanan di Al-Quds dan Masjid Al-Aqsa, warga Gaza juga masih berhadapan dengan kebutuhan dasar yang mendesak.

Salah satunya adalah kebutuhan untuk menangani dan memakamkan jenazah para korban yang terus ditemukan dan dievakuasi.

Maher menyebut masyarakat Gaza bahkan membutuhkan bantuan biaya dan material untuk dapat memakamkan jasad puluhan hingga ratusan syuhada yang dievakuasi setiap harinya.

Kondisi tersebut menjadi salah satu gambaran nyata bahwa persoalan kemanusiaan di Gaza belum selesai meskipun telah ada gencatan senjata.

Ancaman musim dingin juga menjadi perhatian. Masyarakat yang kehilangan rumah dan berbagai fasilitas kehidupan membutuhkan bantuan untuk menghadapi kondisi yang semakin berat.

Karena itu, kedatangan Maher ke BAZNAS RI menjadi kesempatan untuk menyampaikan secara langsung apa yang terjadi di Gaza sekaligus kebutuhan masyarakat di sana.

Ia tidak datang membawa cerita dari jauh. Ia datang sebagai seseorang yang keluarganya sendiri ikut menjadi korban.

Dalam pertemuan itu, Maher juga menyampaikan pesan mengenai keluarga para syuhada di Gaza.

“Sebagaimana disebutkan bahwa ini adalah pertemuan dengan keluarga para syuhada, maka saya juga akan menyampaikan perkataan ini kepada keluarga para syuhada di Gaza, insya Allah Rabbil 'Alamin, bahwa para syuhada selalu hadir di dalam hati Dr. Sodik Mudjahid, hadir di pikirannya, hadir di tengah rekan-rekannya, dan hadir di BAZNAS, insya Allah Rabbil 'Alamin,” tuturnya.

BAZNAS Terima Kesaksian Langsung dari Gaza

Sementara itu, Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc. mengatakan, pihaknya menyambut kedatangan Prof. Dr. Maher Hamed Mohamed Al-Houli untuk mendengarkan secara langsung kondisi masyarakat Gaza.

Menurut Sodik, kesaksian Maher penting untuk memberikan gambaran mengenai keadaan rakyat Gaza saat ini, termasuk kebutuhan yang harus dipersiapkan untuk menghadapi musim dingin dan Ramadan.

“Hari ini kami kedatangan akademisi langsung dari Gaza, Prof. Dr. Maher Hamed Mohamed Al-Houli yang tiga putranya serta kerabatnya telah wafat syahid akibat bom, untuk menceritakan secara langsung keadaan rakyat Gaza saat ini beserta kebutuhan mereka menghadapi masa depan,” kata Sodik.

Pertemuan tersebut sekaligus menjadi ruang bagi BAZNAS untuk mendengarkan langsung kebutuhan masyarakat Palestina dari seseorang yang mengalami sendiri dampak konflik tersebut.

Bagi masyarakat Gaza, persoalan yang dihadapi bukan hanya tentang kehilangan tempat tinggal atau kerusakan fasilitas. Ada keluarga yang kehilangan anak, orang tua yang kehilangan anaknya, dan saudara yang tidak lagi dapat berkumpul seperti sebelumnya.

Kesaksian Prof. Maher menjadi pengingat bahwa di balik berbagai angka mengenai korban dan kerusakan akibat konflik, terdapat manusia dan keluarga yang harus menjalani kehidupan dengan kehilangan yang sangat besar.

Dari Gaza, Maher membawa cerita tentang keluarganya dan masyarakat yang masih bertahan di tengah krisis.

Di Jakarta, cerita itu disampaikan kepada BAZNAS sebagai bagian dari upaya menjaga perhatian dan kepedulian terhadap penderitaan masyarakat Palestina.

Di tengah situasi yang belum sepenuhnya pulih, pesan yang dibawa Maher sederhana tetapi kuat: masyarakat Gaza masih membutuhkan perhatian, bantuan dan solidaritas kemanusiaan.

01/10/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS RI Bahas Kerja Sama Bantuan Kemanusiaan Palestina dengan YPSP

JAKARTA, — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Yayasan Persahabatan dan Studi Peradaban (YPSP) membahas rencana kerja sama untuk memperkuat penyaluran bantuan kemanusiaan bagi masyarakat Palestina, khususnya warga di Gaza.

Pembahasan tersebut berlangsung dalam agenda audiensi di Kantor BAZNAS RI, Jakarta, Rabu (30/9/2026).

Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc. menyambut baik rencana kerja sama tersebut. Menurutnya, YPSP diharapkan dapat menjadi salah satu mitra tambahan BAZNAS dalam memperluas jangkauan penyaluran bantuan ke Palestina.

"Insyaallah kita akan bekerja sama dengan yayasan sebagai tambahan mitra BAZNAS dalam penyaluran bantuan ke Palestina, wabilkhusus untuk Gaza," jelas Sodik Mudjahid.

Kerja sama yang sedang disiapkan itu mencakup beberapa bentuk bantuan, mulai dari pangan, fasilitas air bersih hingga kebutuhan masyarakat untuk menghadapi musim dingin. Selain itu, turut dibahas rencana pengiriman imam-imam asal Palestina ke sejumlah daerah di Indonesia.

Sodik mengatakan, perhatian dan dukungan terhadap masyarakat Palestina tetap diperlukan karena kondisi di Gaza belum sepenuhnya pulih. Ia juga menyoroti adanya penurunan aliran bantuan kemanusiaan belakangan ini.

Menurutnya, salah satu penyebabnya adalah anggapan sebagian masyarakat bahwa kondisi Gaza sudah aman setelah adanya perkembangan terkait gencatan senjata. Padahal, kebutuhan masyarakat di wilayah tersebut masih cukup besar.

Dalam kesempatan itu, Sodik juga menjelaskan bahwa dukungan Indonesia terhadap Palestina memiliki landasan yang kuat, baik dari sisi kebangsaan maupun keagamaan.

"Jadi ada dua motivasi, satu motivasi kebangsaan Indonesia sesuai dengan konstitusi dan kebijakan Presiden, dan motivasi kedua adalah amanah Al-Qur'an dan Sunnah dari Allah dan Rasul," tegas Sodik.

Sementara itu, Ketua YPSP Dr. Ahed Abul Atha menyampaikan kesiapan pihaknya untuk mendukung penyaluran bantuan yang nantinya dipercayakan kepada YPSP.

Menurut Ahed, YPSP memiliki tim yang bekerja langsung di sejumlah permukiman di Gaza. Keberadaan tim tersebut diharapkan dapat membantu proses distribusi bantuan agar dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan.

"Alhamdulillah YPSP siap untuk menyalurkan bantuan-bantuan kemanusiaan langsung di Gaza, karena kami memiliki tim yang memang bekerja langsung di permukiman Gaza," katanya.

Kerja sama yang dibahas BAZNAS RI dan YPSP ini menjadi bagian dari upaya memperluas jaringan kemitraan dalam penyaluran bantuan kemanusiaan Palestina. Dengan adanya mitra yang memiliki tim di lapangan, penyaluran bantuan diharapkan dapat dilakukan secara lebih terarah sesuai kebutuhan masyarakat.

Audiensi tersebut turut dihadiri Ketua Bidang Fatwa Asosiasi Ulama Palestina Prof. Dr. Maher Hamed Mohamed Al-Houli, Sekretaris Utama BAZNAS RI Dr. H. Subhan Cholid, Lc., M.A., Deputi II Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS RI Dr. K.H. M. Imdadun Rahmat, M.Si., serta Kepala Divisi Kebencanaan BAZNAS RI Dian Aditya Mandana Putri.

Pembahasan antara BAZNAS RI dan YPSP diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat kolaborasi kemanusiaan, sehingga bantuan dari masyarakat Indonesia dapat terus disalurkan kepada warga Palestina yang masih membutuhkan dukungan.

01/10/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS RI dan ICMI Jajaki Kolaborasi Inovasi Lingkungan hingga Riset Zakat

JAKARTA, BAZNAS MINAHASA — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI dan Ikatan Cendekiawan Muslim Se-Indonesia (ICMI) menjajaki kerja sama strategis dalam berbagai bidang, mulai dari inovasi lingkungan, pemberdayaan ekonomi umat, hingga riset pengelolaan zakat.

Penjajakan kerja sama tersebut dibahas dalam agenda audiensi antara BAZNAS RI dan jajaran pengurus ICMI yang berlangsung di Kantor BAZNAS RI, Jakarta, Selasa (29/9/2026).

Dalam pertemuan tersebut, kedua lembaga membahas sedikitnya 13 program prioritas yang berpotensi dikolaborasikan. Program tersebut mencakup pemanfaatan teknologi penyediaan air bersih dan pengolahan sampah hasil pengembangan para ilmuwan ICMI, pemberdayaan ekonomi umat, riset bersama di bidang zakat, serta berbagai program pemberdayaan masyarakat.

Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc. mengatakan, BAZNAS RI terbuka terhadap berbagai bentuk sinergi yang dapat memberikan dampak langsung bagi masyarakat, khususnya para mustahik.

"Ada 13 program prioritas, mulai dari BAZNAS Siaga Kemiskinan, BAZNAS Tanggap Bencana, Beasiswa Cendikia BAZNAS, Lumbung Pangan BAZNAS, Balai Ternak BAZNAS, hingga Rumah Terang BAZNAS untuk tempat yang belum berlistrik," jelas Sodik.

Menurutnya, berbagai program tersebut memiliki ruang kolaborasi dengan kapasitas keilmuan dan jaringan yang dimiliki ICMI. Sinergi tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat pelaksanaan program, tetapi juga menghadirkan pendekatan berbasis inovasi dan teknologi dalam pemberdayaan masyarakat.

Salah satu peluang kerja sama yang dibahas adalah penerapan teknologi dalam penyediaan air bersih dan pengelolaan sampah. BAZNAS juga membuka peluang kolaborasi dalam memberikan dukungan kepada masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas pengumpulan sampah.

"Kami juga membuka peluang sinergi dalam penggunaan teknologi pengolahan sampah maupun bantuan langsung kepada para pemulung sampah bersama ICMI," ujar Sodik Mudjahid.

Selain bidang lingkungan, pembahasan juga mencakup penguatan ekonomi umat melalui dukungan modal usaha berbasis masjid dan pengembangan program bagi mualaf melalui Mualaf Center yang berada dalam pembinaan ICMI.

Kolaborasi riset mengenai pengelolaan zakat turut menjadi salah satu agenda yang mendapat perhatian. Kerja sama di bidang penelitian diharapkan dapat menghasilkan kajian dan rekomendasi yang mendukung pengembangan tata kelola serta program zakat yang semakin berbasis data dan kebutuhan masyarakat.

Wakil Ketua Umum ICMI Bidang IPTEK, Agromaritim, dan Lingkungan Hidup Mohammad Jafar Hafsah menyambut baik rencana kolaborasi antara ICMI dan BAZNAS RI.

Ia mengatakan, berbagai bidang yang dibahas dalam audiensi tersebut pada dasarnya memiliki keterkaitan dengan program dan kapasitas yang dimiliki ICMI sehingga dapat dikembangkan melalui sinergi antarlembaga.

"Alhamdulillah dengan rencana MoU ini juga berarti hubungan kita dengan BAZNAS dalam bentuk program-program itu akan lebih baik. Dan program-program semuanya yang dikemukakan itu semua ada di ICMI, jadi tinggal kita sinergikan," tuturnya.

Rencana kerja sama tersebut juga diarahkan pada penyusunan nota kesepahaman (MoU) antara BAZNAS RI dan ICMI sebagai landasan pengembangan berbagai program kolaboratif ke depan.

Melalui sinergi tersebut, BAZNAS RI dan ICMI memiliki ruang untuk menghubungkan kekuatan pengelolaan zakat dengan kapasitas keilmuan, teknologi, riset, serta jaringan pemberdayaan masyarakat.

Kerja sama ini sekaligus memperluas peluang agar dana zakat tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan dasar mustahik, tetapi juga dapat diarahkan pada program pemberdayaan yang mendukung kemandirian masyarakat secara berkelanjutan.

Turut hadir dalam agenda tersebut dari BAZNAS RI, Pimpinan Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan BAZNAS RI H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., serta Deputi I Pengumpulan BAZNAS RI H. M. Arifin Purwakananta, S.IKom., M.I.Kom., CWC., CFRM.

Sementara dari jajaran pengurus ICMI hadir Wakil Ketua Umum Bidang Pengembangan Organisasi dan Kerja Sama Antar Lembaga Priyo Budi Santoso, Wakil Ketua Umum Bidang Ekonomi dan Kesejahteraan Umat Teuku Abdullah Sanny, Bendahara Umum Andi Irman, Ketua Panitia Muktamar Ismail Rumadhan, Sekretaris Panitia Muktamar Ina Marlina, serta Bendahara Panitia Muktamar Andi Ida Nursanti.

Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat jejaring kolaborasi antara lembaga zakat nasional dan organisasi cendekiawan Muslim dalam menghadirkan program yang berbasis inovasi, ilmu pengetahuan, pemberdayaan, dan kebutuhan nyata masyarakat.

01/10/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa
Empat Kali Berturut-turut! BAZNAS RI Kembali Raih IHYA 2026

TANGERANG — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional dengan meraih penghargaan Indonesia Halal Industry Awards (IHYA) 2026 kategori Lembaga Pemerintahan yang Memberikan Dukungan Program Halal Terbaik.

Penghargaan yang diberikan oleh Kementerian Perindustrian (Kemenperin) RI tersebut diterima dalam ajang IHYA 2026 yang berlangsung di ICE BSD City, Tangerang, Banten, Kamis (24/9/2026).

Capaian ini sekaligus memperpanjang konsistensi BAZNAS RI dalam ajang IHYA. Sejak 2022, BAZNAS RI tercatat telah empat kali memperoleh penghargaan dalam ajang yang memberikan apresiasi terhadap kontribusi berbagai pihak dalam pengembangan industri halal nasional.

Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., mengatakan penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap komitmen BAZNAS dalam mendukung perkembangan industri halal, khususnya bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

“Alhamdulillah hari ini BAZNAS kembali mendapatkan award untuk lembaga pemerintah yang peduli terhadap industri halal. Berturut-turut bahkan sudah empat kali,” ujar Sodik Mudjahid.

Di balik penghargaan tersebut terdapat program pemberdayaan yang menyasar langsung pelaku UMKM di berbagai daerah.

Sepanjang periode 2022 hingga 2026, BAZNAS RI menyebut telah memfasilitasi lebih dari 7.000 sertifikat halal bagi UMKM melalui kolaborasi dengan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), 10 Lembaga Pemeriksa Halal (LPH), serta 24 Lembaga Pendamping Proses Produk Halal (LP3H).

Dukungan BAZNAS juga diarahkan pada penguatan sumber daya manusia dalam ekosistem halal. Dalam periode tersebut, BAZNAS turut mencetak 750 pendamping halal, 166 juru sembelih halal, dan 89 penyelia halal.

Langkah ini memperlihatkan bahwa penguatan industri halal tidak hanya dilakukan melalui sertifikasi produk, tetapi juga melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia yang mendampingi pelaku usaha.

Rekam Jejak Penghargaan IHYA

Penghargaan IHYA 2026 melanjutkan sejumlah capaian BAZNAS RI pada tahun-tahun sebelumnya.

Pada 2022, BAZNAS RI meraih Best Financial Support. Kemudian pada 2024, BAZNAS kembali memperoleh penghargaan Best Halal Financial Support, disusul penghargaan Instansi Pemerintah Terbaik pada 2025.

Tahun ini, BAZNAS RI kembali mendapatkan penghargaan dalam kategori Lembaga Pemerintahan yang Memberikan Dukungan Program Halal Terbaik.

Menurut Sodik, capaian tersebut tidak terlepas dari kerja para amil dan relawan BAZNAS yang terlibat dalam pembinaan UMKM di berbagai daerah.

“Terima kasih kepada para amil dan relawan yang selalu membina UMKM BAZNAS. Maju terus UMKM halal di bawah binaan BAZNAS,” katanya.

Penguatan UMKM halal menjadi salah satu bagian dari upaya BAZNAS dalam mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat. Melalui pendampingan dan fasilitasi usaha, mustahik tidak hanya mendapatkan bantuan, tetapi juga didorong untuk memiliki usaha yang lebih kuat dan berkelanjutan.

Bagi BAZNAS Kabupaten Minahasa, capaian tersebut menjadi inspirasi bahwa pengelolaan zakat dapat dikembangkan tidak hanya dalam bentuk bantuan konsumtif, tetapi juga melalui pemberdayaan ekonomi, peningkatan kapasitas usaha, dan penguatan kemandirian masyarakat.

Penghargaan IHYA 2026 sekaligus memperkuat pesan bahwa kolaborasi antara lembaga zakat, pemerintah, pelaku usaha, dan ekosistem halal dapat membuka semakin banyak peluang bagi UMKM untuk tumbuh dan naik kelas.

Empat kali meraih penghargaan IHYA bukan sekadar catatan prestasi, tetapi menjadi bagian dari perjalanan BAZNAS RI dalam memperluas manfaat zakat melalui pemberdayaan ekonomi dan penguatan ekosistem halal nasional.

25/09/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa

Berita Terbaru

Alhamdulillah! Muhammad Robab Ubaidillah Melaju ke Final Lomba Tahfidz Gernas CintaQu Nasional 2026
Alhamdulillah! Muhammad Robab Ubaidillah Melaju ke Final Lomba Tahfidz Gernas CintaQu Nasional 2026
Alhamdulillah! Muhammad Robab Ubaidillah Melaju ke Final Lomba Tahfidz Gernas CintaQu Nasional 2026 Prestasi gemilang datang dari putra terbaik keluarga Ustad Baroqah Zaenul Alam, Muhammad Robab Ubaidillah — putra kedua yang akrab dipanggil Kaka Ubab — yang berhasil menjadi finalis Lomba Tahfidz dalam ajang Gerakan Nasional Cinta Al Qur’an (Gernas CintaQu) Tingkat Nasional Tahun 2026. Kabar bahagia ini diungkapkan sendiri oleh keluarga melalui unggahan penuh rasa syukur di media sosial, seraya memohon doa dan dukungan agar Ananda dilancarkan serta diberi keberkahan dalam semua tahap kompetisi. Ajang Gernas CintaQu merupakan bagian dari Gerakan Nasional Cinta Al Qur’an, sebuah kegiatan besar yang digelar oleh para pegiat pendidikan Islam dan komunitas Qur’ani di Indonesia untuk meningkatkan kecintaan umat terhadap Al Qur’an melalui beragam lomba seperti Tahfidz, Da’i Cilik, dan kegiatan lain yang bersifat dakwah kreatif. Kompetisi ini dimaksudkan untuk memperkuat interaksi generasi muda dengan Al?Qur’an dan menanamkan rasa cinta pada wahyu Allah SWT sebagai pedoman hidup. Dalam lomba Tahfidz, para peserta diuji kemampuan hafalan serta penghayatan mereka terhadap ayat?ayat Al?Qur’an. Mereka tidak hanya dinilai dari kelancaran hafalan, tetapi juga ketepatan tajwid, adab serta kecintaan mereka kepada Kalamullah sebagai sumber pencerahan dan pedoman hidup. Keluarga “Ustad Baroqah Zaenul Alam S.Q”, yang juga dikenal sebagai tokoh pembina generasi Qur’ani di lingkungan masyarakat, menyampaikan rasa bangga dan harapan besar atas pencapaian ini. Dalam unggahan media sosial, mereka menulis “Alhamdulillah anak Kedua Kami Kaka Ubab (Muhammad Robab Ubaidillah) masuk finalis Lomba Tahfidz Gernas CintaQu Tingkat Nasional 2026… Mohon doanya semoga ananda dilancarkan…” Moment ini bukan hanya kebanggaan keluarga, tetapi juga inspirasi bagi dunia pendidikan Islam di Indonesia. Keberhasilan Kaka Ubab mencerminkan buah dari dedikasi para pendidik dan orang tua yang membimbing generasi muda untuk cinta Al Qur’an, tafahum (pemahaman), dan tarbiyah (pendidikan) yang seimbang. Semoga Muhammad Robab Ubaidillah sukses hingga puncak kompetisi, menjadi contoh nyata bahwa menghafal dan mencintai Al Qur’an adalah amal ibadah yang mulia serta sumber kebahagiaan dunia akhirat.
BERITA07/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS RI Bersama PBPI Hadirkan Padel Charity Tournament 2026, Olahraga untuk Pulihkan Negeri
BAZNAS RI Bersama PBPI Hadirkan Padel Charity Tournament 2026, Olahraga untuk Pulihkan Negeri
Jakarta – Olahraga bertemu kepedulian sosial. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS RI) berkolaborasi dengan Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PBPI), All in One Indonesia, dan Smash Padel menyelenggarakan Padel Charity Tournament 2026, yang akan digelar di lapangan Smash Padel, TB Simatupang, Jakarta, Sabtu, 11 April 2026. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan, Dr. H. Rizaludin Kurniawan, M.Si., CFRM, menegaskan bahwa turnamen ini bukan sekadar kompetisi olahraga. “Kami ingin menekankan bahwa turnamen ini bukan hanya kompetisi olahraga yang sehat, tapi juga memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat yang membutuhkan, khususnya korban bencana di Aceh dan Sumatra,” ujarnya saat konferensi pers di kantor BAZNAS, Jumat (6/3/2026). Rizaludin menyampaikan apresiasi khusus kepada All in One Indonesia, penyedia konsep turnamen; Smash Padel, mitra venue; serta PBPI, yang terus mengembangkan komunitas padel di Indonesia. Ia juga menegaskan bahwa turnamen terbuka bagi pelaku industri, influencer, dan sponsor yang ingin ikut mendukung aksi sosial ini. Menurut Alit Dwinanda dari Management All in One Indonesia, olahraga bukan hanya tentang kompetisi, tetapi juga tentang solidaritas dan kepedulian. “Event ini menghadirkan ruang di mana komunitas olahraga, dunia usaha, dan amal masyarakat dapat bertemu: berolahraga sekaligus berbagi untuk sesama,” kata Alit. Sementara itu, Arsyie dari Management Smash Padel menekankan dampak positif dari kolaborasi ini. “Besar harapan kami, aksi ini tidak hanya memberi manfaat bagi peserta, tetapi juga dirasakan seluruh masyarakat melalui donasi yang disalurkan BAZNAS RI,” ujarnya. Ketua Umum PBPI, Gino Korompis, menyambut inisiatif ini dengan antusias. Ia berharap masyarakat ikut berpartisipasi dan mendukung gerakan charity sport ini. “Di tengah euforia pertumbuhan olahraga, momentum ini menunjukkan bahwa olahraga bisa menjadi medium kontribusi sosial,” ujarnya. Turnamen akan menggunakan sistem grouping stage round diikuti knockout round, dengan dua kategori: Men Bronze dan Mix Bronze. Biaya pendaftaran Rp2,5 juta per tim, sementara masyarakat dapat menyaksikan pertandingan secara langsung tanpa dipungut biaya masuk, mulai pukul 08.00 hingga 17.00 WIB. Padel Charity Tournament 2026 menjadi bukti nyata bahwa olahraga bisa menjadi medium aksi sosial. Setiap pukulan bola, setiap rally di lapangan, bukan hanya untuk kemenangan, tapi juga untuk membantu pulihkan negeri dan meringankan beban saudara-saudara di wilayah bencana.
BERITA07/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Ramadan Sehat! BAZNAS RI Gelar Pengobatan Gratis untuk 120 Mustahik di Bekasi
Ramadan Sehat! BAZNAS RI Gelar Pengobatan Gratis untuk 120 Mustahik di Bekasi
BEKASI — Semangat berbagi di bulan suci Ramadan kembali diwujudkan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI. Melalui program Rumah Sehat BAZNAS (RSB), lembaga pengelola zakat nasional ini menghadirkan layanan pengobatan gratis bagi para mustahik di sekitar Masjid Raya Al Azhar Jababeka, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Kegiatan sosial bertajuk “Ramadan Sehat” ini diikuti oleh 120 penerima manfaat, yang mendapatkan berbagai layanan kesehatan mulai dari pemeriksaan medis, konsultasi dokter, hingga tindakan pengobatan lengkap dengan obat-obatan sesuai hasil diagnosis. Kehadiran program ini juga mendapat dukungan langsung dari Asep Surya Atmaja, Pelaksana Tugas Bupati Bekasi yang juga berprofesi sebagai dokter. Dalam kesempatan tersebut, ia bahkan turut terlibat langsung membantu pemeriksaan kesehatan masyarakat. Program ini menjadi upaya nyata BAZNAS untuk memastikan masyarakat prasejahtera tetap memiliki akses terhadap layanan kesehatan yang layak, terutama di bulan Ramadan yang penuh berkah. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, menegaskan bahwa layanan kesehatan gratis ini merupakan bagian dari pemanfaatan dana zakat agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat yang membutuhkan. “Zakat yang disalurkan oleh para muzaki kami jaga amanahnya dan kami salurkan kepada delapan golongan penerima zakat yang benar-benar membutuhkan,” ujar Saidah dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (6/3/2026). Menurutnya, BAZNAS ingin memastikan masyarakat, khususnya para mustahik, dapat memperoleh layanan kesehatan yang mudah dijangkau tanpa harus terbebani biaya pengobatan. “Kami ingin memastikan masyarakat bisa mengakses layanan kesehatan yang layak. Melalui program ini, manfaat zakat diharapkan dapat dirasakan langsung oleh mereka yang membutuhkan,” katanya. Saidah menjelaskan, kesehatan merupakan faktor penting dalam menentukan kesejahteraan keluarga. Ketika kesehatan menurun, sering kali beban ekonomi rumah tangga ikut meningkat. “Banyak kasus kemiskinan justru bermula dari masalah kesehatan. Ketika seseorang sakit, biaya pengobatan meningkat sementara penghasilan bisa menurun. Karena itu BAZNAS hadir untuk mencegah hal tersebut,” jelasnya. Melalui program seperti Rumah Sehat BAZNAS, zakat tidak hanya berfungsi sebagai bantuan sosial, tetapi juga menjadi instrumen pemberdayaan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. BAZNAS, kata Saidah, akan terus memperluas berbagai program sosial dan kemanusiaan, termasuk layanan kesehatan, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi. Ia menegaskan bahwa zakat memiliki peran strategis dalam memperkuat pembangunan nasional, baik dari sisi sumber daya alam maupun sumber daya manusia. “Zakat harus mampu menguatkan Indonesia, baik dari sisi sumber daya alam maupun sumber daya manusia. Layanan kesehatan seperti ini sangat relevan untuk mewujudkan hal tersebut,” ujarnya. Melalui program Ramadan Sehat, BAZNAS berharap masyarakat tidak hanya mendapatkan pengobatan, tetapi juga semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan.
BERITA06/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Belanja Sambil Bersedekah, BAZNAS RI dan Amanda Brownies Hadirkan Program Sedekah Al-Qur’an
Belanja Sambil Bersedekah, BAZNAS RI dan Amanda Brownies Hadirkan Program Sedekah Al-Qur’an
Jakarta – Berbelanja kini bisa sekaligus berbagi. BAZNAS RI bekerja sama dengan Amanda Brownies meluncurkan program inovatif “Sedekah Pelanggan” dan “Sedekah Penjualan Produk”, yang memungkinkan masyarakat berbelanja sambil bersedekah untuk penyebaran Al-Qur’an ke seluruh Indonesia. Program ini menghadirkan mekanisme sederhana namun berdampak: setiap pembelian Amanda Brownies Pink Marble, sebesar Rp1.000 per kotak disalurkan melalui BAZNAS untuk program Al-Qur’an. Inisiatif ini digelar di 140 outlet Amanda Brownies di seluruh Indonesia, dan berlangsung sepanjang tahun untuk Sedekah Pelanggan, serta khusus selama Ramadan untuk Sedekah Penjualan Produk. Peluncuran resmi program dilakukan di AEON Mall JGC, Jakarta, Jumat (6/3/2026), oleh Deputi I Bidang Pengumpulan BAZNAS RI, H.M. Arifin Purwakananta, S.I.Kom., M.I.Kom., CWC., CFRM, bersama General Manager Amanda Brownies Endi Yunarso, dan turut dihadiri oleh Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama Prof. Dr. H. Waryono Abdul Ghofur, M.Ag. Menurut Arifin, program ini menjadi contoh konkret bagaimana dunia usaha dapat mengajak masyarakat berbagi secara mudah. “Di satu sisi perusahaan menjalankan bisnisnya, namun di sisi lain turut mengajak masyarakat berbagi melalui mekanisme yang sederhana,” ujarnya. Ia menambahkan, kolaborasi seperti ini diharapkan menjadi teladan bagi brand lain di Indonesia. Melalui program ini, Al-Qur’an yang terkumpul akan disalurkan ke pesantren, masjid, musala, hingga daerah terpencil, termasuk kepada mualaf yang membutuhkan. “Dengan demikian, dakwah Al-Qur’an dapat menjangkau lebih banyak masyarakat,” tegas Arifin. BAZNAS memastikan bahwa seluruh dana yang dihimpun dikelola secara amanah melalui pengawasan berlapis, mulai dari internal, syariah Kementerian Agama, audit Kantor Akuntan Publik, hingga audit ISO. “Apa yang kami lakukan aman secara syar’i, aman secara regulasi, dan aman bagi NKRI,” tambahnya. Prof. Waryono Abdul Ghofur mengapresiasi kolaborasi ini sebagai langkah strategis memperluas dampak sosial bagi masyarakat. “Aktivitas belanja biasanya bersifat konsumtif, tapi melalui program ini terdapat unsur ibadah di dalamnya. Ini juga mendorong pemanfaatan zakat dan sedekah secara produktif,” katanya. Sementara itu, Endi Yunarso menegaskan bahwa program ini mendapat respons positif dari konsumen sejak mulai dijalankan 21 Februari. “Dalam dua hari pertama, nominal donasi sudah cukup signifikan secara nasional. Konsumen tidak sungkan ikut berdonasi,” ujarnya. Endi mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dengan membeli Amanda Brownies Pink Marble di seluruh gerai atau berdonasi melalui QRIS yang tersedia. Ia juga berharap kolaborasi ini berlanjut, mendukung berbagai program kemanusiaan bersama BAZNAS. Program ini membuktikan bahwa aktivitas sehari-hari seperti belanja bisa menjadi sarana berbagi kebaikan, menggabungkan keuntungan bisnis dengan kepedulian sosial yang nyata.
BERITA06/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Peduli Kemanusiaan, BAZNAS RI Gandeng PT Abdi Herba Alami Lewat Program “Sedekah Produk”
Peduli Kemanusiaan, BAZNAS RI Gandeng PT Abdi Herba Alami Lewat Program “Sedekah Produk”
Jakarta – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS RI) resmi menjalin kerja sama dengan PT Abdi Herba Alami dalam program inovatif bertajuk “Sedekah Produk”, Jumat (6/3/2026). Program ini menghadirkan mekanisme unik: setiap penjualan madu AHA Walafiat, sebesar Rp2.500 disisihkan untuk disalurkan melalui BAZNAS, memperkuat pendanaan operasional kegiatan kemanusiaan nasional. Direktur PT Abdi Herba Alami, Abdi Rizal, M.Ag, menyebut kolaborasi ini sebagai wujud nyata tanggung jawab sosial perusahaan. “Alokasi dana dari setiap botol madu diharapkan memperkuat dukungan operasional BAZNAS secara berkelanjutan, demi efektivitas program bantuan nasional,” ujarnya. Sementara itu, Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan, menekankan bahwa inisiatif ini bukan sekadar donasi, tetapi model kolaborasi strategis yang bisa mendorong peradaban zakat di Indonesia. “Dukungan ini luar biasa. Ini bentuk kolaborasi yang perlu kita perkuat untuk kemajuan zakat di tanah air,” kata Rizaludin dalam keterangan resmi. Kolaborasi ini juga dipandang sebagai langkah penting untuk membangun kepercayaan publik terhadap gerakan zakat. H. Fitriansyah Agus Setiawan, S.Sos., M.I.Kom., CFRM, Direktur Pengumpulan Perorangan BAZNAS RI, menekankan bahwa sinergi sektor swasta dan lembaga zakat membentuk fondasi ekosistem sosial yang lebih kuat. “Semoga inisiatif ini menjadi inspirasi kebaikan. Semakin banyak pihak yang terlibat, insyaAllah akan memudahkan BAZNAS meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap zakat,” ujarnya. Direktur PT Abdi Herba Alami, I Gusti Made Ardikabudi, SE, menegaskan prinsip perusahaan: usaha bukan hanya soal keuntungan, tetapi juga kebermanfaatan. “Setiap produk yang terdistribusi insyaAllah tidak hanya membawa manfaat kesehatan, tetapi juga mengandung nilai sedekah yang mengalir kepada saudara-saudara kita yang membutuhkan,” ungkapnya. Program “Sedekah Produk” menjadi bukti bahwa kolaborasi strategis antara lembaga zakat dan dunia usaha bisa menghadirkan manfaat ganda: mendukung kesehatan masyarakat sekaligus memperkuat aksi sosial yang nyata. Dengan model ini, setiap botol madu bukan sekadar minuman kesehatan, tapi juga medium sedekah yang mengalir bagi mereka yang membutuhkan.
BERITA06/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Tangis Haru Presiden Prabowo Apresiasi Baznas, Bantuan Indonesia Tersalurkan ke Palestina
Tangis Haru Presiden Prabowo Apresiasi Baznas, Bantuan Indonesia Tersalurkan ke Palestina
Jakarta – Air mata Presiden Prabowo Subianto mengalir di Istana Merdeka, Kamis (5/3/2026) malam, saat menyampaikan apresiasi mendalam kepada Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) atas keberhasilan menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi rakyat Palestina. Suasana haru menyelimuti pertemuan Presiden dengan 121 kiai dan tokoh ormas Islam dari berbagai daerah. Dalam momen yang terekam di video resmi Badan Komunikasi Kepresidenan, Prabowo tampak tergetar saat menyaksikan dokumentasi bantuan Indonesia yang diterima warga Palestina. “Luar biasa, terima kasih Baznas. Anda mewakili bangsa Indonesia, Anda mewakili umat Islam di Indonesia,” ujarnya sambil menahan emosinya. Presiden menegaskan bahwa bantuan yang dihimpun dan disalurkan Baznas benar-benar dirasakan masyarakat Palestina yang tengah menghadapi krisis kemanusiaan. “Bantuan Anda sangat dirasakan. Saya berterima kasih atas nama pemerintah dan bangsa Indonesia atas bantuan saudara Baznas yang mengorganisirnya. Luar biasa, terima kasih,” kata Prabowo. Tak hanya apresiasi, Prabowo juga menegaskan dukungan pemerintah dalam distribusi bantuan. “Kita siapkan Hercules, kita siapkan payung. Banyak bahan-bahan yang diterjunkan adalah melalui Baznas. Terima kasih,” ujarnya, sebelum mengusap air mata yang mengalir di pipinya dengan handuk kecil di depan podium. Acara silaturahmi ini bukan sekadar pertemuan simbolik. Hadirnya ratusan tokoh Islam dari berbagai daerah menjadikannya momentum refleksi, sekaligus penguatan komitmen kemanusiaan Indonesia terhadap Palestina. Solidaritas yang nyata ini menegaskan bahwa bantuan Indonesia bukan hanya bentuk empati, tetapi juga aksi nyata yang dirasakan langsung oleh mereka yang membutuhkan. Dengan kepedulian yang menyentuh hati, Baznas menjadi simbol nyata kolaborasi antara pemerintah, umat Islam, dan masyarakat dalam menyalurkan bantuan kemanusiaan yang profesional, transparan, dan penuh empati.
BERITA06/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Subang Perkuat Sinergi dengan PGRI, Dorong Optimalisasi Zakat di Kalangan Pendidik
BAZNAS Subang Perkuat Sinergi dengan PGRI, Dorong Optimalisasi Zakat di Kalangan Pendidik
SUBANG – Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Subang melakukan kunjungan silaturahmi sekaligus sosialisasi program kepada Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Subang, Jumat (6/3/2026). Pertemuan tersebut bertujuan memperkuat sinergi kelembagaan serta menjajaki kerja sama dalam optimalisasi penghimpunan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di lingkungan tenaga pendidik. Rombongan BAZNAS Subang dipimpin langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Subang A. Sukandar dan didampingi Wakil Ketua I Bidang Penghimpunan Heru Sugiharto, Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan T. Munandar Hilmi, Wakil Ketua III Bidang Perencanaan, Keuangan dan Pelaporan Wahyudin, serta staf administrasi Ujang Juanda. Kedatangan rombongan BAZNAS diterima langsung oleh Ketua PGRI Kabupaten Subang Aep Saepudin. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat ukhuwah, sekaligus menjadi ruang dialog mengenai penguatan gerakan zakat di kalangan tenaga pendidik. Dalam kesempatan tersebut, Ketua BAZNAS Subang A. Sukandar memaparkan berbagai program pengelolaan zakat yang tengah dijalankan, sekaligus mengajak para guru untuk mengambil peran aktif dalam memperkuat budaya berbagi melalui zakat, infak, dan sedekah. Menurutnya, para pendidik memiliki posisi strategis dalam menumbuhkan kesadaran sosial di tengah masyarakat. Melalui keteladanan para guru, gerakan zakat diharapkan dapat berkembang lebih luas dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan. Pertemuan tersebut juga menjadi momentum awal untuk menjajaki berbagai bentuk kerja sama antara BAZNAS dan PGRI, khususnya dalam mendorong optimalisasi penghimpunan ZIS di lingkungan tenaga pendidik di Kabupaten Subang. Ketua PGRI Kabupaten Subang Aep Saepudin menyambut baik inisiatif tersebut dan berharap kolaborasi antara kedua lembaga dapat terus diperkuat guna mendukung program-program sosial kemasyarakatan. Kedua pihak sepakat bahwa sinergi antara BAZNAS dan PGRI memiliki potensi besar dalam memperluas manfaat zakat bagi masyarakat, sekaligus memperkuat nilai kepedulian sosial di lingkungan pendidikan. Melalui silaturahmi ini, diharapkan penghimpunan zakat, infak, dan sedekah di Kabupaten Subang dapat semakin optimal, sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat yang membutuhkan.
BERITA06/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Kabupaten Bogor Perkuat Tata Kelola Zakat di Kawasan Wisata Taman Safari
BAZNAS Kabupaten Bogor Perkuat Tata Kelola Zakat di Kawasan Wisata Taman Safari
CIBINONG – Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Bogor memperkuat tata kelola zakat di kawasan pariwisata melalui kunjungan sosialisasi ke Masjid Jami Al-Amin yang berada di area Taman Safari Indonesia, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor. Kunjungan tersebut dipimpin Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Bogor Irfan Maulana sebagai bagian dari upaya memperluas jangkauan manfaat zakat sekaligus mengoptimalkan potensi zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di lingkungan destinasi wisata nasional. Dalam kegiatan tersebut, BAZNAS Kabupaten Bogor mensosialisasikan pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di Masjid Jami Al-Amin. Pembentukan UPZ dinilai sebagai langkah strategis untuk memastikan pengelolaan dana umat berjalan secara profesional, transparan, dan akuntabel. Irfan Maulana menjelaskan bahwa keberadaan UPZ di kawasan wisata memiliki potensi besar dalam menghimpun dana zakat dari masyarakat maupun pekerja di sekitar lokasi tersebut. “Kami berharap kehadiran UPZ di Masjid Al-Amin di bawah naungan BAZNAS Kabupaten Bogor tidak hanya mempermudah para muzaki dalam menunaikan kewajiban zakatnya, tetapi juga menjadi motor penggerak kesejahteraan umat serta solusi pengentasan kemiskinan di sekitar kawasan wisata,” ujarnya. Selain sosialisasi legalitas UPZ, Irfan juga memaparkan rencana kerja sama sejumlah program unggulan BAZNAS Kabupaten Bogor yang akan diarahkan untuk masyarakat di wilayah penyangga atau buffer zone Taman Safari Indonesia. Program tersebut meliputi berbagai inisiatif sosial kemanusiaan serta pemberdayaan ekonomi masyarakat, dengan tujuan memperkuat kesejahteraan warga yang tinggal di sekitar kawasan wisata. Menurutnya, sinergi antara lembaga zakat dan pengelola kawasan wisata menjadi langkah penting dalam memperluas manfaat zakat sekaligus mendukung pembangunan sosial di daerah. BAZNAS Kabupaten Bogor berharap kolaborasi ini dapat menjadi model percontohan pengelolaan zakat di sektor pariwisata, sehingga potensi zakat di berbagai destinasi wisata lainnya dapat dioptimalkan secara berkelanjutan. Melalui langkah tersebut, pengelolaan dana umat diharapkan tetap berpegang pada prinsip 3 Aman, yakni Aman Syar’i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI, sehingga mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
BERITA06/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS RI dan LKSA Budi Mulya Gelar Pesantren Marjinal untuk 100 Anak Yatim di Banyuwangi
BAZNAS RI dan LKSA Budi Mulya Gelar Pesantren Marjinal untuk 100 Anak Yatim di Banyuwangi
BANYUWANGI – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama LKSA Budi Mulya menyelenggarakan program Pesantren Marjinal Cahaya Ramadan 1447 H bagi 100 anak yatim di Kabupaten Banyuwangi. Kegiatan ini berlangsung pada 28 Februari hingga 1 Maret 2026 sebagai bagian dari upaya memberikan pembinaan spiritual serta penguatan karakter bagi anak-anak dari kalangan marjinal. Acara pembukaan program dilaksanakan di Aula Panti Asuhan Budi Mulya dan dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Banyuwangi Guntur Priambodo, Ketua BAZNAS Kabupaten Banyuwangi Dwi Yanto, serta jajaran pengurus panti asuhan. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, menyampaikan bahwa program tersebut menjadi salah satu wujud pengelolaan zakat, infak, dan sedekah yang inklusif serta menyentuh kelompok masyarakat yang membutuhkan dukungan. Menurutnya, melalui program Pesantren Marjinal Cahaya Ramadan, BAZNAS ingin memastikan anak-anak yatim tidak hanya memperoleh bantuan material, tetapi juga pembinaan spiritual dan motivasi untuk menatap masa depan. “Pesantren Marjinal Cahaya Ramadan adalah jembatan kasih sayang dari para muzaki kepada anak-anak yang berada di garis marjinal. Kami ingin memastikan bahwa mereka tidak hanya mendapatkan bantuan materi, tetapi juga asupan rohani dan motivasi agar memiliki mentalitas yang kuat dalam menghadapi masa depan,” ujar Saidah dalam keterangannya. Ia menambahkan, melalui tema ‘Jalan Cahaya’, program tersebut diharapkan dapat menjadi sarana pembinaan yang melahirkan generasi muda yang berakhlakul karimah serta memiliki semangat meraih masa depan yang lebih baik. “BAZNAS berkomitmen untuk terus hadir memastikan setiap anak bangsa, apa pun latar belakangnya, memiliki kesempatan yang sama untuk merasakan kemuliaan dan keberkahan bulan suci Ramadan,” tambahnya. Sementara itu, Sekretaris Daerah Banyuwangi Guntur Priambodo menyampaikan apresiasi atas inisiatif yang dilakukan BAZNAS RI bersama LKSA Budi Mulya. Ia menilai program tersebut menjadi bentuk nyata sinergi antara lembaga zakat dan pemerintah daerah dalam memperkuat nilai-nilai keagamaan di masyarakat. “Kami memberikan apresiasi atas inisiatif ini. Sinergi antara BAZNAS RI dan pemerintah daerah sangat penting untuk memperkuat nilai keagamaan sekaligus membangun semangat kebersamaan di tengah masyarakat,” ujarnya. Selama rangkaian kegiatan berlangsung, para peserta mengikuti berbagai aktivitas pembinaan, antara lain kajian keislaman, pembinaan akhlak, motivasi diri, serta pendampingan ibadah Ramadan yang dikemas secara interaktif dan edukatif. Program tersebut ditutup oleh perwakilan BAZNAS RI Bidang Pendidikan dan Dakwah, Muhammad Reno Fathur Rahman. Ia menyampaikan bahwa selama Ramadan tahun ini BAZNAS RI menggulirkan sekitar 30 program di berbagai wilayah Indonesia sebagai bagian dari upaya menyemarakkan bulan suci. “Harapannya, dari pesantren bertema Jalan Cahaya ini akan lahir cahaya-cahaya baru,” ujarnya. Sebagai bentuk dukungan terhadap kesehatan peserta, BAZNAS juga menyalurkan 100 kemasan susu ukuran 1 liter kepada seluruh anak yatim yang mengikuti kegiatan tersebut. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu menjaga kesehatan para peserta selama menjalani kegiatan pembinaan di bulan Ramadan.
BERITA06/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Ramadan Sejuk! BAZNAS–Astra Bersihkan 5.000 AC di 601 Masjid, Ribuan Teknisi Diberdayakan
Ramadan Sejuk! BAZNAS–Astra Bersihkan 5.000 AC di 601 Masjid, Ribuan Teknisi Diberdayakan
JAKARTA – Suasana Ramadan tahun ini dipastikan lebih sejuk dan nyaman bagi para jemaah. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Yayasan Amaliah Astra resmi meluncurkan program “Ramadan Sejuk, Sehat, dan Bersih AC” yang menargetkan pembersihan 5.000 unit AC di 601 masjid dan musala di seluruh Indonesia. Program yang memasuki tahun kelima ini diluncurkan di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Jumat (6/3/2026), sebagai bagian dari upaya menghadirkan kenyamanan ibadah bagi umat Islam selama bulan suci. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, menyampaikan apresiasi tinggi atas konsistensi kolaborasi dengan Yayasan Amaliah Astra dalam memberdayakan masyarakat sekaligus melayani umat. “Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang luar biasa kepada Pak Gama dan seluruh keluarga besar Yayasan Amaliah Astra. Kolaborasi ini menunjukkan bahwa semangat gotong royong antara lembaga filantropi Islam dan korporasi dapat memberikan dampak yang sangat luas, baik secara spiritual bagi jemaah maupun secara ekonomi bagi para teknisi binaan,” ujar Saidah. Menurut Saidah, program yang dikenal sebagai Master AC ini tidak sekadar membersihkan pendingin ruangan masjid. Program tersebut juga membawa misi pemberdayaan mustahik agar mampu meningkatkan taraf hidupnya. Ia menjelaskan, program ini memiliki dua dimensi besar: horizontal dan vertikal. Secara horizontal, program ini mendorong para teknisi binaan untuk berkembang menjadi pengusaha mandiri, bahkan diharapkan suatu saat dapat naik kelas dari mustahik menjadi muzaki. Sementara secara vertikal, upaya para teknisi menjaga udara masjid tetap sejuk dan bersih menjadi amal jariah yang membantu jemaah beribadah dengan lebih khusyuk. “Salah satu esensi zakat adalah bertumbuh. Kami memiliki harapan besar agar para Master AC ini bisa meningkatkan kualitas keluarganya. Kami titipkan mimpi besar: satu Master AC harus bisa melahirkan satu sarjana di keluarganya. Mensejahterakan Bapak-Ibu semua adalah tujuan utama kami di BAZNAS,” tegas Saidah. Lebih jauh, Saidah juga membuka peluang kolaborasi lanjutan dengan Yayasan Amaliah Astra, khususnya untuk program rekonstruksi pascabencana di wilayah Sumatera, mulai dari Aceh, Tapanuli hingga Sumatera Barat. Sementara itu, Kepala Bidang Layanan Amal Yayasan Amaliah Astra, Gama Yogotomo, menyambut positif sinergi bersama BAZNAS yang dinilai mampu memperluas jangkauan program secara signifikan. Sejak masa pandemi, Astra telah melatih 1.865 teknisi AC yang berasal dari kalangan pemuda putus sekolah dan pengangguran produktif. “Kami sangat berterima kasih kepada BAZNAS RI karena kolaborasi ini menambah jumlah masjid dan penerima manfaat secara signifikan. Jika tahun sebelumnya kami hanya membersihkan 3.000 AC, tahun ini berkat dukungan BAZNAS kami menargetkan 5.000 unit AC. Kami ingin mengubah para peserta dari pencari kerja menjadi pelaku usaha yang berdaya,” jelas Gama. Hingga hari peluncuran program, 370 masjid dengan 2.486 unit AC telah berhasil dibersihkan oleh 377 teknisi yang terlibat dalam program tersebut. Program ini telah menjangkau 15 provinsi dan 53 kabupaten/kota, memberikan dampak nyata baik bagi para teknisi maupun masyarakat luas. Setiap teknisi berpotensi memperoleh tambahan pendapatan sekitar Rp928.381, sementara kenyamanan ibadah dirasakan oleh sedikitnya 131.050 jemaah. Melalui sinergi filantropi dan dunia usaha ini, BAZNAS dan Astra berharap Ramadan tidak hanya menjadi momentum spiritual, tetapi juga ruang pemberdayaan ekonomi umat yang berkelanjutan.
BERITA06/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS RI dan Blibli Ajak Publik Berbagi di Ramadan, Sedekah Rp190 Ribu Jadi Paket Pangan untuk Mustahik
BAZNAS RI dan Blibli Ajak Publik Berbagi di Ramadan, Sedekah Rp190 Ribu Jadi Paket Pangan untuk Mustahik
Jakarta - Momentum Ramadan dimanfaatkan untuk memperkuat semangat berbagi. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Blibli meluncurkan program Berbagi Bersama melalui penyaluran Paket Ramadan Bahagia bagi masyarakat kurang mampu. Program ini digelar selama satu bulan penuh, mulai 19 Februari hingga 19 Maret 2026, dengan tujuan menghadirkan kebahagiaan sekaligus membantu meringankan beban fakir miskin di bulan suci Ramadan. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan Rizaludin Kurniawan mengatakan Ramadan merupakan waktu terbaik untuk meningkatkan kepedulian sosial, terutama di tengah kondisi ekonomi yang membuat sebagian masyarakat masih berjuang memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari. “Ramadan adalah momentum untuk memperbanyak amal dan memperkuat kepedulian terhadap sesama. Kami menyampaikan terima kasih kepada Blibli atas kepercayaannya berkolaborasi bersama BAZNAS untuk menyalurkan Paket Ramadan Bahagia bagi masyarakat yang membutuhkan,” ujar Rizaludin, Kamis (5/3/2026). Menurutnya, melalui program ini setiap sedekah yang disalurkan masyarakat akan dikonversikan menjadi Paket Ramadan Bahagia senilai Rp190.000 yang berisi kebutuhan pokok rumah tangga. “Paket tersebut berisi beras, minyak goreng, gula, wafer, sirup, dan susu. Bantuan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan harian sekaligus menghadirkan rasa tenang bagi keluarga penerima manfaat selama menjalani Ramadan,” jelasnya. Sementara itu, Group Head Digital Product Blibli Lay Ridwan Gautama mengatakan teknologi dapat menjadi jembatan untuk memperluas dampak kebaikan di masyarakat. “Melalui kolaborasi dengan BAZNAS dalam program Berbagi Bersama, kami menghadirkan kemudahan bagi pelanggan untuk berdonasi secara aman, transparan, dan praktis melalui aplikasi Blibli,” ujarnya. Ia berharap inisiatif tersebut dapat mendorong lebih banyak masyarakat untuk ikut berbagi di bulan Ramadan. “Kami berharap semakin banyak orang yang tergerak untuk berdonasi, sehingga mereka yang membutuhkan dapat merasakan dukungan dan kebahagiaan dari semangat saling peduli,” tambahnya. Cara Donasi Paket Ramadan Bahagia Masyarakat yang ingin berdonasi dapat melakukannya langsung melalui aplikasi Blibli dengan langkah berikut: Login ke akun Blibli lalu pilih menu Isi Ulang dan Tagihan dan klik Donasi Pilih program Berbagi Bersama Blibli – Paket Ramadan Bahagia Masukkan jumlah donasi (Rp190.000 setara dengan 1 paket bantuan) Pilih metode pembayaran lalu klik Bayar Sekarang Proses donasi yang praktis ini memungkinkan siapa saja untuk ikut berbagi tanpa hambatan sekaligus memastikan penyaluran bantuan berlangsung secara transparan. Melalui kolaborasi ini, BAZNAS dan Blibli berharap semakin banyak masyarakat yang tergerak untuk menyalurkan sedekah terbaiknya, sehingga kebahagiaan Ramadan dapat dirasakan oleh lebih banyak keluarga yang membutuhkan.
BERITA06/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Gerakan Siak Berzakat Menguat, Bupati dan Wakil Bupati Salurkan Zakat melalui BAZNAS
Gerakan Siak Berzakat Menguat, Bupati dan Wakil Bupati Salurkan Zakat melalui BAZNAS
SIAK — Pemerintah Kabupaten Siak menunjukkan komitmen kuat dalam menggerakkan kesadaran zakat di tengah masyarakat. Melalui program Gerakan Masyarakat (GEMAR) Siak Berzakat 2026, Bupati dan Wakil Bupati Siak secara langsung menunaikan zakat melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Siak sebagai bentuk keteladanan bagi masyarakat. Bupati Siak Afni Z menyerahkan zakat yang diterima oleh amilat BAZNAS Kabupaten Siak didampingi Ketua BAZNAS Kabupaten Siak Samparis bin Tatan. Sementara itu, Wakil Bupati Siak Syamsurizal juga menyerahkan zakat melalui BAZNAS yang diterima langsung oleh Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Siak Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Sukijo. Penyerahan zakat oleh pimpinan daerah ini menjadi simbol dukungan nyata Pemerintah Kabupaten Siak terhadap penguatan gerakan zakat melalui lembaga resmi, sekaligus mengajak masyarakat untuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah secara terorganisasi dan akuntabel. Dalam keterangannya, Bupati Siak Afni Z menegaskan bahwa zakat tidak hanya merupakan kewajiban ibadah bagi umat Islam, tetapi juga memiliki fungsi sosial yang penting dalam membantu masyarakat yang membutuhkan serta mendukung upaya pengentasan kemiskinan. “Melalui Gerakan Masyarakat Siak Berzakat ini, kami mengajak seluruh masyarakat, aparatur pemerintah, maupun pelaku usaha untuk menunaikan zakat melalui BAZNAS Kabupaten Siak agar dapat dikelola secara optimal dan memberikan manfaat yang lebih luas,” ujarnya. Hal senada disampaikan Wakil Bupati Siak Syamsurizal. Ia menilai zakat memiliki peran strategis sebagai instrumen sosial untuk mengurangi kesenjangan ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan umat. “Melalui gerakan ini, kita berharap semakin banyak masyarakat yang menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh para mustahik di berbagai wilayah Kabupaten Siak,” kata Syamsurizal. Ketua BAZNAS Kabupaten Siak Samparis bin Tatan menyampaikan apresiasi atas keteladanan pimpinan daerah yang menunaikan zakat melalui BAZNAS. Menurut dia, langkah tersebut memiliki dampak besar dalam membangun kepercayaan publik sekaligus mendorong partisipasi masyarakat. “Ketika pimpinan daerah memberi contoh, masyarakat akan semakin percaya dan terdorong untuk menyalurkan zakatnya melalui lembaga resmi,” ujarnya. Sementara itu, Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Siak Sukijo menambahkan bahwa dukungan pemerintah daerah sangat penting dalam memperkuat gerakan zakat yang berkelanjutan. Ia menjelaskan, melalui program GEMAR Siak Berzakat, BAZNAS Kabupaten Siak berupaya meningkatkan penghimpunan zakat yang kemudian didistribusikan kepada para mustahik melalui berbagai program sosial dan pemberdayaan ekonomi. Program GEMAR Siak Berzakat sendiri telah menjadi salah satu agenda tahunan yang terus digalakkan, khususnya pada bulan suci Ramadan. Gerakan ini tidak hanya bertujuan meningkatkan penghimpunan zakat, tetapi juga menumbuhkan kesadaran sosial masyarakat untuk saling membantu. Dengan dukungan pemerintah daerah serta partisipasi masyarakat, BAZNAS Kabupaten Siak berharap gerakan zakat di daerah tersebut semakin kuat dan mampu memberikan dampak nyata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mendukung upaya pengentasan kemiskinan.
BERITA06/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Tegas! BAZNAS Minahasa Larang Pengumpulan Zakat Ilegal, Pelanggar Terancam Pidana
Tegas! BAZNAS Minahasa Larang Pengumpulan Zakat Ilegal, Pelanggar Terancam Pidana
Tondano – Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Minahasa menegaskan larangan keras terhadap praktik penghimpunan zakat tanpa izin resmi. Penegasan ini disampaikan sebagai langkah menjaga dana umat tetap amanah, transparan, dan sesuai ketentuan hukum. Peringatan tersebut disampaikan di Tondano, Kamis (5/3/2026), menyusul meningkatnya aktivitas pengumpulan zakat menjelang dan selama Ramadan 1447 Hijriah. Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan ZIS BAZNAS Minahasa, Joko Kurnia Winjaya, mengimbau masyarakat agar tidak ragu melaporkan jika menemukan praktik penghimpunan zakat oleh perorangan maupun kelompok yang tidak memiliki legalitas resmi. “Kami menghimbau kepada masyarakat agar melaporkan jika ada praktik penghimpunan zakat tanpa izin. Zakat bukan sekadar aktivitas sosial, tetapi juga memiliki dimensi hukum. Pengelolaannya wajib memiliki izin resmi, sistem akuntabilitas, serta mekanisme pengawasan yang jelas,” tegas Joko. Menurutnya, praktik ilegal berpotensi merugikan dua pihak sekaligus: muzakki sebagai pemberi zakat dan mustahik sebagai penerima manfaat. Larangan tersebut merujuk pada Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat. Dalam regulasi itu ditegaskan bahwa hanya lembaga resmi seperti Badan Amil Zakat Nasional dan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) yang telah disahkan pejabat berwenang yang memiliki kewenangan menghimpun dan mengelola dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Artinya, setiap kegiatan pengumpulan, pendistribusian, maupun pendayagunaan zakat wajib berada dalam sistem resmi dan pengawasan yang sah. Dalam sosialisasi kepada masyarakat, BAZNAS Minahasa menyoroti tiga bentuk pelanggaran utama: Pertama, penghimpunan zakat tanpa izin resmi. Pasal 38 UU Nomor 23 Tahun 2011 melarang setiap pihak bertindak sebagai amil zakat tanpa izin dari pejabat berwenang. Kedua, penyalahgunaan dana zakat. Dana ZIS tidak boleh digunakan untuk kepentingan pribadi atau kelompok, tidak boleh dipindahtangankan, digadaikan, maupun diperjualbelikan. Penyalurannya wajib sesuai ketentuan syariah kepada delapan golongan (asnaf). Ketiga, penggunaan nama dan identitas BAZNAS atau UPZ tanpa hak. Tindakan mengatasnamakan lembaga resmi tanpa izin dinilai sebagai pelanggaran hukum dan berpotensi merusak kepercayaan publik terhadap lembaga zakat. Ancaman Pidana Bukan Sekadar Peringatan BAZNAS Minahasa juga mengingatkan bahwa pelanggaran aturan pengelolaan zakat dapat berujung pada sanksi pidana. Berdasarkan Pasal 39 dan 40 UU Nomor 23 Tahun 2011, pelaku dapat dikenakan pidana penjara maksimal satu tahun dan/atau denda hingga ratusan juta rupiah. “Ketentuan ini bukan untuk menakut-nakuti, melainkan bentuk perlindungan negara terhadap dana umat agar dikelola secara profesional dan bertanggung jawab,” ujar Joko. BAZNAS Minahasa mengimbau para muzakki agar memastikan zakat, infak, dan sedekah disalurkan melalui lembaga resmi yang memiliki izin serta dapat dipertanggungjawabkan secara hukum dan syariah. Terlebih di bulan suci Ramadan, ketika potensi zakat meningkat signifikan, pengelolaan yang tertib dan sesuai regulasi menjadi kunci agar manfaat benar-benar tepat sasaran. BAZNAS juga terus menggencarkan edukasi dan sosialisasi kepada masjid, lembaga, dan instansi agar pembentukan UPZ dilakukan sesuai prosedur resmi. Dengan tata kelola yang kuat dan transparan, zakat diharapkan tidak hanya menjadi kewajiban ibadah, tetapi juga instrumen strategis dalam pengentasan kemiskinan dan pembangunan kesejahteraan umat secara berkelanjutan. “Kepercayaan publik adalah modal utama. Jika zakat dikelola sesuai aturan, potensi zakat daerah dapat dimaksimalkan untuk kemaslahatan bersama,” pungkasnya.
BERITA05/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Lintas Iman Berbuka Bersama di Pineleng Dua Indah, Pastor dan Imam Serukan Persaudaraan dalam Kasih
Lintas Iman Berbuka Bersama di Pineleng Dua Indah, Pastor dan Imam Serukan Persaudaraan dalam Kasih
PINELENG DUA Kamis, 5/3/2026– Suasana sore di Masjid Almustaqim Pineleng Dua Indah, Kamis (5/3/2025) pukul 17.15 WITA, terasa berbeda. Derap langkah para ibu dari Wanita Katolik RI Cabang St. Fransiskus Xaverius Pineleng memasuki area masjid disambut hangat jamaah. Tak ada sekat. Tak ada jarak. Senyum dan sapaan persaudaraan menjadi bahasa yang paling fasih sore itu. Kegiatan silaturahmi dan buka puasa bersama ini mempertemukan tokoh-tokoh lintas iman dan masyarakat. Hadir Pastor Paroki St. Fransiskus Xaverius Pineleng, Ketua Wanita Katolik RI Cabang St. Fransiskus Xaverius Pineleng Leyly Makarawung, SE, Imam Masjid Almustaqim Sidiq Hamadi, Ketua BTM Al Mustaqim Yudha Benhard, Imam Masjid Ar-Rahma Pineleng Dua, Ketua Majelis Taklim sekaligus Ketua KWI (Kerukunan Wanita Islam) Minahasa Dr. Sjerly Lumi, M.Pd, serta para jamaah dan ibu-ibu lintas komunitas. Dalam sambutannya, Pastor menegaskan bahwa kehadiran umat Katolik di masjid bukan sekadar memenuhi undangan, melainkan merawat persaudaraan. “Perbedaan iman bukan alasan untuk berjauhan. Justru di situlah kita belajar saling menghargai dan saling menguatkan sebagai sesama anak bangsa,” ujarnya. Ia juga mengajak seluruh yang hadir untuk bersaudara dalam kasih. Menurutnya, momentum ini selaras dengan program gereja yang mendorong kebersamaan dalam keberagaman antarumat. “Kita diajak menepis perbedaan yang memisahkan dan menguatkan tali persaudaraan dalam kasih. Semoga kebersamaan ini menjadi kesaksian bahwa Pineleng Dua adalah rumah bagi semua, tempat toleransi hidup dan bertumbuh,” tambahnya. Sejumlah jamaah terlihat mengangguk, suasana terasa hangat dan penuh penghormatan. Menjelang azan Magrib, Imam Masjid Almustaqim, Sidiq Hamadi, menyampaikan kultum yang singkat namun menggugah. Ia menekankan bahwa Ramadan tidak hanya mengajarkan umat Islam menahan lapar dan haus. “Ramadan mengajarkan kita menahan diri, bukan hanya dari lapar dan haus, tetapi juga dari prasangka dan kebencian,” katanya. Ia menegaskan, Islam adalah rahmatan lil ‘alamin—rahmat bagi seluruh alam. Karena itu, silaturahmi lintas iman merupakan bagian dari akhlak mulia yang dicontohkan Rasulullah SAW. “Jika hari ini kita bisa duduk bersama, berbagi senyum, dan saling menghormati, itulah esensi dari ibadah sosial. Kita membuktikan bahwa keberagaman adalah kekuatan, bukan ancaman,” tegasnya. Kultum tersebut disambut hening penuh perhatian. Ketua KWI Minahasa, Dr. Sjerly Lumi, M.Pd, menilai kegiatan ini memiliki nilai edukatif yang kuat, terutama bagi generasi muda. “Kebersamaan hari ini mengajarkan kita bahwa dalam keberagaman, kita tetap dapat berjalan berdampingan dengan saling menghargai dan penuh kasih,” ujarnya. Menurutnya, perempuan memiliki peran strategis dalam menjaga harmoni, dimulai dari keluarga hingga ruang-ruang sosial yang lebih luas. Sementara itu, Ketua Wanita Katolik RI Cabang St. Fransiskus Xaverius Pineleng, Leyly Makarawung, menegaskan bahwa toleransi harus diwujudkan dalam tindakan nyata. “Kami ingin menunjukkan bahwa cinta kasih itu nyata. Hari ini kita tidak hanya berbuka puasa, tapi juga membuka hati,” katanya. Saat azan Magrib berkumandang, seluruh hadirin hening. Umat Muslim membatalkan puasa, sementara para tamu lintas iman tetap membersamai, menikmati hidangan sederhana dengan suasana akrab. Momen itu bukan sekadar berbagi makanan, tetapi berbagi rasa saling percaya. Di tengah berbagai isu perpecahan yang kerap mencuat di ruang publik, masyarakat Pineleng Dua menunjukkan wajah Indonesia yang teduh. Harmoni tidak lahir dari slogan, melainkan dari perjumpaan, dialog, dan kemauan untuk saling memahami. Silaturahmi sore itu menjadi pelajaran penting: keberagaman bukan untuk dipertentangkan, melainkan dirawat sebagai kekuatan bersama dalam kasih dan persaudaraan.
BERITA05/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
H-15 Ramadhan, Suara Remaja Menggema di Masjid: Kultum Azkia Balqis Menggetarkan Jamaah
H-15 Ramadhan, Suara Remaja Menggema di Masjid: Kultum Azkia Balqis Menggetarkan Jamaah
Tondano – Memasuki H-15 Ramadhan, semangat ibadah di berbagai masjid semakin terasa. Tak hanya diisi ceramah para ustaz, sejumlah masjid di Tondano juga memberi ruang kepada generasi muda untuk tampil menyampaikan kultum. Di Masjid Agung Al-Falah Kyai Modjo, suasana khusyuk menyelimuti jamaah ketika Azkia Balqis Rasfillah Lagapo, siswi kelas VII dari MTs Plus Tarbiyah Tondano, berdiri di mimbar membawakan kultum bertajuk “Jika Ini Ramadhan Terakhir Kita.” Dengan suara yang tenang namun penuh penghayatan, Azkia membuka renungannya: “Teman-teman dan jamaah sekalian, kita tidak pernah tahu apakah Ramadhan tahun depan masih menjadi milik kita. Karena itu, jangan tunggu nanti untuk berubah. Bisa jadi Ramadhan ini adalah kesempatan terakhir kita untuk memperbaiki diri.” Ia melanjutkan dengan pesan yang menyentuh: “Kalau ini Ramadhan terakhir kita, apakah kita sudah meminta maaf kepada orang tua? Sudahkah kita bersungguh-sungguh dalam salat dan membaca Al-Qur’an? Jangan sampai kita menyesal ketika waktu itu benar-benar habis.” Kata-kata sederhana itu membuat jamaah terdiam. Sebagian menunduk, merenungi makna waktu yang sering terabaikan. Kultum tersebut bukan hanya menyentuh secara emosional, tetapi juga edukatif. Azkia mengingatkan pentingnya disiplin ibadah, menjaga lisan, serta memanfaatkan usia muda untuk kebaikan. “Selagi kita masih muda, mari gunakan waktu untuk belajar dan berbuat baik. Jangan sampai masa muda kita habis untuk hal yang sia-sia,” ujarnya. Pesan itu menjadi refleksi kuat, terutama bagi para remaja yang hadir. Usai kultum, Azkia mengaku pengalaman tersebut menjadi penyemangat baginya. “Saya merasa sangat bangga bisa diberi kesempatan menyampaikan kultum di Masjid Agung Al-Falah Kyai Modjo. Ini membuat saya semakin termotivasi untuk terus belajar dan belajar lagi supaya bisa menjadi pribadi yang lebih baik dan bermanfaat,” katanya. Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada guru-guru dan pengurus masjid yang telah membimbingnya. Di barisan jamaah, orang tua Azkia tampak terharu menyaksikan putrinya tampil percaya diri. “Kami sangat bersyukur menyekolahkan anak kami di MTs Plus Tarbiyah Tondano. Pendidikan di sini bukan hanya soal pelajaran, tetapi juga membentuk keberanian dan akhlak. Terima kasih kepada pengurus Masjid Agung Al-Falah Kyai Modjo yang telah memberikan kesempatan kepada anak kami,” ujar sang ibu. Memasuki H-15 Ramadhan, kegiatan kultum siswa ini menjadi bukti bahwa masjid dan madrasah mampu bersinergi membangun generasi yang berani, santun, dan penuh kesadaran spiritual.
BERITA05/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Gulirkan 29 Program Ramadan 1447 H, Saidah Sakwan: Zakat Bukan Sekadar Bantuan, Tapi Energi Kebangkitan!
BAZNAS Gulirkan 29 Program Ramadan 1447 H, Saidah Sakwan: Zakat Bukan Sekadar Bantuan, Tapi Energi Kebangkitan!
Jakarta – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI kembali tancap gas di Ramadan 1447 H. Lewat 29 Program Unggulan bertajuk “Zakat Menguatkan Indonesia”, BAZNAS menegaskan peran zakat bukan hanya sebagai bantuan sosial, melainkan motor penggerak kebangkitan bangsa dari mudik hingga recovery pascabencana. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, menegaskan komitmen itu dalam wawancara bersama Radio Elshinta, Rabu (4/3/2026). “Tahun ini kami dedikasikan secara khusus untuk recovery pascabencana di Sumatera. Zakat harus menjadi energi kebangkitan, bukan hanya bantuan sesaat,” tegas Saidah. Ramadan tahun ini dibuka dengan langkah besar: pemulihan wilayah terdampak bencana di Tapanuli Selatan, Aceh Tamiang, hingga Agam. BAZNAS membangun hunian tetap, memperbaiki masjid dan musala, sekaligus menggerakkan kembali roda ekonomi warga. Sebanyak 500 masjid dan musala direcovery agar masyarakat bisa kembali beribadah dengan nyaman, termasuk pelaksanaan salat tarawih. Tak berhenti di infrastruktur, BAZNAS juga menggulirkan program Kitajaga Usaha (KJU) untuk pelaku UMKM yang kehilangan modal akibat bencana. Bukan sekadar suntikan dana, tapi juga pendampingan intensif agar usaha benar-benar bangkit dan berkelanjutan. “Dampak bencana itu panjang. Kita tidak bisa hadir sekali lalu selesai. Harus dipastikan mereka benar-benar bangkit,” ujar Saidah. Di luar program recovery, hampir 140 ribu Paket Ramadan Bahagia telah didistribusikan ke kelompok rentan seperti lansia, penyandang disabilitas, dan keluarga prasejahtera. Paket sembako tersebut menjadi penopang kebutuhan sahur dan berbuka, disalurkan secara masif di 34 provinsi. Ramadan bukan lagi tentang bertahan hidup, tapi tentang menghadirkan rasa aman dan tenang bagi mustahik. Salah satu program yang paling menyedot perhatian publik adalah Mudik Bahagia. BAZNAS menyiapkan: 5.000 servis motor dan ganti oli gratis 48 titik bengkel binaan Z-Auto di 43 kabupaten Posko mudik di jalur Pantura dan lintas utama Layanan kesehatan dari Rumah Sehat BAZNAS Takjil, minuman hangat, charger station, hingga layanan pijat Program ini menyasar mustahik dan pengemudi ojek online yang hendak mudik. Dengan servis gratis, mereka bisa menghemat hingga Rp200 ribu. “Pemudik dalam perspektif syariat termasuk ibnu sabil, golongan yang berhak menerima zakat. Kita ingin memastikan perjalanan mereka aman dan selamat,” jelas Saidah. Menurutnya, menjaga keselamatan jiwa adalah bagian dari maqashid syariah—tujuan utama syariat Islam. Di sektor ekonomi, BAZNAS menghadirkan Z-IFTOR dan Z-Corner sebagai ruang pemasaran gratis bagi UMKM binaan. Terdapat 33 titik Z-IFTOR dan 20 titik Z-Corner—total hampir 52 lokasi di berbagai daerah. Pelaku usaha kecil mendapat akses pasar tanpa sewa, tanpa pungutan, lengkap dengan dukungan promosi. “Kontainer kami sediakan, promosi kami bantu, mereka tidak membayar apa pun. Ini zakat yang menggerakkan ekonomi,” kata Saidah. Komitmen inklusivitas juga diperkuat lewat program Zakat Inklusif. BAZNAS bekerja sama dengan Kementerian Ketenagakerjaan menargetkan 1.000 penyandang disabilitas mengikuti pelatihan dan sertifikasi kerja. Mereka diarahkan masuk ke perusahaan yang memiliki kewajiban mempekerjakan minimal 2 persen tenaga kerja disabilitas. “Bukan hanya diberi bantuan. Mereka dilatih, disertifikasi, dan dipastikan ada offtaker. Itu prinsip pendayagunaan zakat,” tegas Saidah. Kelompok disabilitas juga bisa mengajukan pelatihan usaha secara kolektif melalui BAZNAS pusat maupun daerah. Saidah menegaskan, zakat bukan sekadar bantuan tunai, tetapi sistem gotong royong nasional yang terstruktur dan sesuai syariat. Jika penerima non-Muslim membutuhkan bantuan, BAZNAS dapat mengalokasikan melalui dana infak atau CSR. “Zakat menguatkan Indonesia bukan slogan. Ini kerja nyata—kolaborasi dari muzakki untuk mustahik, dari mustahik untuk mustahik lainnya,” pungkasnya. Melalui 29 Program Unggulan Ramadan 1447 H, BAZNAS membuktikan zakat bukan hanya tentang memberi, tetapi tentang membangun. Dari recovery pascabencana, penguatan UMKM, hingga menjaga keselamatan pemudik—zakat hadir sebagai energi kebangkitan Indonesia.
BERITA05/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Kabupaten Bulukumba Gaspol! Service & Ganti Oli Gratis untuk Ojol, Kurir, dan Pemudik, 100 Kuota Ludes
BAZNAS Kabupaten Bulukumba Gaspol! Service & Ganti Oli Gratis untuk Ojol, Kurir, dan Pemudik, 100 Kuota Ludes
Bulukumba – Di tengah padatnya aktivitas jelang arus mudik, kabar segar datang untuk para pekerja roda dua. BAZNAS Kabupaten Bulukumba menggelar program Service dan Ganti Oli Gratis bagi ojek online (ojol), kurir, dan pemudik. Total 100 kuota disiapkan dan langsung diserbu peserta. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 4–5 Maret 2026, ini digelar di halaman Kantor BAZNAS Kabupaten Bulukumba. Program tersebut merupakan hasil kolaborasi bersama BAZNAS RI dan sepenuhnya didukung melalui anggaran program pusat. Bukan sekadar kegiatan teknis, program ini menjadi bentuk nyata kepedulian terhadap para pekerja sektor informal yang menggantungkan penghasilan harian dari kendaraan roda dua. Pimpinan BAZNAS Kabupaten Bulukumba, Muh Yusuf Shandy, menegaskan bahwa kegiatan ini adalah wujud pendayagunaan zakat yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat produktif. “Program ini bukan hanya tentang mengganti oli atau melakukan service kendaraan, tetapi tentang menjaga keberlangsungan penghasilan saudara-saudara kita para ojol dan kurir. Motor adalah alat kerja mereka. Jika kendaraannya prima, maka insyaAllah rezekinya juga lancar,” ujarnya. Menurutnya, zakat tidak boleh berhenti pada bantuan konsumtif semata. Ia harus hadir sebagai solusi yang menjaga roda ekonomi tetap berputar, khususnya bagi masyarakat kecil. Menariknya, proses service juga melibatkan mustahik binaan program Z Auto BAZNAS Bulukumba. Salah satunya adalah Efin yang mengaku bangga bisa ikut ambil bagian. “Alhamdulillah, kami sebagai mustahik binaan diberi kepercayaan untuk terlibat. Ini bukan hanya membantu peserta, tapi juga menjadi ruang bagi kami untuk terus berkembang dan meningkatkan keterampilan,” ungkapnya. Skema ini memperlihatkan model pemberdayaan berkelanjutan. Mustahik tak hanya menerima manfaat, tetapi juga dilibatkan sebagai pelaku layanan—sebuah transformasi dari penerima menjadi pemberi manfaat. Salah seorang kurir penerima manfaat mengaku sangat terbantu, terutama menjelang meningkatnya aktivitas pengantaran dan mobilitas masyarakat. “Biasanya biaya service dan ganti oli cukup terasa bagi kami. Dengan adanya program gratis ini, kami sangat bersyukur. Motor jadi lebih enak dipakai, dan kami bisa bekerja dengan lebih tenang,” tuturnya. Selama dua hari pelaksanaan, antusiasme peserta terlihat tinggi. Sejak pagi, deretan motor sudah mengantre rapi menunggu giliran. Senyum lega tampak dari para pengemudi yang kembali mengaspal dengan kendaraan lebih prima. Program ini menjadi bukti bahwa zakat bukan sekadar angka di laporan keuangan. Di Bulukumba, zakat hadir dalam bentuk oli baru, mesin yang kembali halus, dan harapan yang kembali menyala. Lewat langkah konkret seperti ini, BAZNAS Kabupaten Bulukumba menegaskan komitmennya: menjadikan zakat sebagai instrumen produktif yang menjaga denyut ekonomi masyarakat kecil tetap hidup dan bergerak.
BERITA04/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Tegaskan Komitmen Pengelolaan Zakat yang Amanah dan Profesional
BAZNAS Tegaskan Komitmen Pengelolaan Zakat yang Amanah dan Profesional
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menegaskan komitmennya dalam mengelola zakat secara amanah, profesional, guna memperkuat kepercayaan publik. Hal tersebut mengemuka pada Pengajian Berbagi Ilmu Berbagi Pengalaman yang diselenggarakan Pusdiklat BAZNAS RI secara daring melalui kanal Youtube BAZNAS TV, Selasa (3/3/2026). Kegiatan ini menjadi ruang penguatan internal sekaligus refleksi strategis dalam memastikan tata kelola zakat nasional berjalan transparan, akuntabel, dan memberikan dampak nyata bagi muzaki maupun mustahik. Membuka acara tersebut, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Transformasi Digital Nasional, Prof. Ir. M. Nadratuzzaman Hosen, M.S., M.Sc., Ph.D., membenarkan bahwa saat ini muncul berbagai isu negatif yang berpotensi menghambat gerakan zakat. Ia menekankan pentingnya meluruskan informasi yang kurang tepat demi menjaga gerakan zakat nasional. "Kita berharap adanya kesejukan dan kedamaian di antara umat Islam dan kita ingin meluruskan hal-hal yang kurang tepat dan kurang lurus,” jelas Nadratuzzaman. Materi pengajian disampaikan oleh Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan, Dr. H. Rizaludin Kurniawan, M.Si., CFRM. Dalam kesempatan tersebut, beliau membedah topik bertajuk “Diving The Wave: Mengubah Tantangan Persepsi Menjadi Kepercayaan Publik”. Rizaludin mengatakan, strategi "Diving The Wafe" ini dikatakannya berfokus untuk mengubah tantangan persepsi menjadi kepercayaan publik melalui tiga pilar utama, yaitu pengelolaan muzaki, pengelolaan mustahik, dan operasional lembaga. Rizaludin mengatakan, strategi pengelolaan muzaki adalah upaya yang dilakukan BAZNAS agar Muzaki merasa percaya, aman dan punya pengalaman yang baik yang ia sebut merasa sakinah. Upaya ini yang selalu dilakukan BAZNAS kepada donatur. Pengelolaan muzaki yang berfokus pada kenyamanan ini relevan dengan cara BAZNAS menangkal isu negatif seperti narasi untuk 'Tinggalkan Zakat’ dan Narasi 'Stop Zakat Lewat Pemerintah’. Dengan upaya yang dilakukan, Muzaki menjadi percaya bahwa membayar zakat di BAZNAS lebih mudah, aman, dan tercatat. “Pengelolaan muzaki itu bicara trust. Dia punya pengalaman yang baik, dia merasakan pelayanan yang baik, dia mendapatkan pengalaman yang baik dan dia juga merasakan perubahan yang baik. Bukan hanya merasa senang tapi harus senang sekali. Bukan hanya senang sekali tapi dia harus mendapatkan pencerahan dari apa yang sudah dia lakukan dalam upaya zakat ini, sampai jiwanya merasa bertransformasi menjadi orang yang lebih baik,” katanya. Sementara pengelolaan mustahik dikatakan berfokus pada dampak dan perubahan langsung yang dirasakan mustahik. Seperti bukti transformasi para mustahik dari gaya hidup konsumtif menjadi produktif dengan berbagai program BAZNAS melalui program Zmart hingga Zchicken. Langkah ini relevan dengan upaya BAZNAS untuk menangkal isu zakat untuk MBG hingga politisasi. Adapun strategi pengelolaan lembaga adalah untuk menjaga integritas dan menepis isu negatif terkait lembaga. Upaya BAZNAS yang telah dilakukan adalah seperti pemisahan dana secara sistemik yang memisahkan dana Zakat, Infak, Sedekah (ZIS) untuk disalurkan ke 8 golongan yang berhak dengan dana non halal atau non zakat untuk disalurkan ke fasilitas umum. Hal ini penting untuk menampik isu dana syubhat. Pengelolaan lembaga yang baik juga relevan untuk menepis isu bahwa pengelola atau Amil mengambil keuntungan berlebih. Faktanya, kata Rizal, BAZNAS memiliki batasan hak Amil yang dibatasi maksimal 12,5 persen sesuai aturan Fiqh dan regulasi. “Alokasi terbesar sebesar 87,5 persen dana dipastikan langsung sampai ke tangan 7 asnaf lainnya, seperti fakir, miskin dan lainnya. Adapun 12,5 persen dana Amil itu juga digunakan untuk menjamin operasional, sistem audit, dan teknologi agar penyaluran tepat sasaran,” jelasnya.
BERITA04/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Gebrakan Ramadan! Pemkab Kampar–BAZNAS Resmi Luncurkan Gerakan ZIS, Terkumpul Rp100 Juta di Hari Pertama
Gebrakan Ramadan! Pemkab Kampar–BAZNAS Resmi Luncurkan Gerakan ZIS, Terkumpul Rp100 Juta di Hari Pertama
Bangkinang Kota – Momentum suci Ramadan 1447 H dimanfaatkan maksimal oleh Pemerintah Kabupaten Kampar. Bersama Baznas Kabupaten Kampar, Pemkab Kampar resmi meluncurkan Gerakan Zakat, Infak dan Shodaqoh (ZIS) di Aula Rumah Dinas Bupati Kampar, Rabu (4/3/2026). Acara launching dibuka langsung oleh Bupati Kampar Ahmad Yuzar, didampingi Wakil Bupati Misharti, serta Pj Sekda Kampar Ardi Mardiansyah. Turut hadir unsur Forkopimda, Kepala OPD, BUMD, para Camat, hingga jajaran pimpinan Baznas Kampar. Yang mengejutkan, di hari pertama launching, donasi yang terkumpul langsung menembus angka Rp100 juta. Dalam arahannya, Bupati Ahmad Yuzar memberikan apresiasi kepada Baznas Kampar atas inisiatif gerakan yang dinilai strategis dalam mengoptimalkan potensi zakat di daerah. “Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Baznas Kabupaten Kampar yang telah melakukan Gerakan Zakat, Infak dan Shodaqoh ini. Dalam rezeki yang kita peroleh, ada hak orang lain yang harus kita serahkan kepada yang berhak,” tegasnya. Ia menilai, potensi ZIS di Kampar sangat besar. Namun, pengelolaan yang optimal dan sistematis menjadi kunci. Karena itu, Bupati mendorong optimalisasi pembayaran ZIS, termasuk melalui sistem digital. “Pembayaran ZIS secara online diyakini mampu meningkatkan raihan zakat, tentu dengan sosialisasi maksimal kepada masyarakat,” tambahnya. Tak hanya itu, ia juga mengimbau seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Kampar untuk menunaikan zakat melalui Baznas maupun Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di tingkat kecamatan dan desa. “Mari kita tunaikan kewajiban zakat melalui Baznas. Semoga apa yang kita lakukan menjadi berkah karena Allah SWT,” tutupnya. Ketua Baznas Kabupaten Kampar, Purwadi, menyebut bahwa gerakan ini merupakan inisiatif langsung dari Bupati Kampar sebagai langkah konkret memaksimalkan potensi ZIS di wilayah tersebut. “Alhamdulillah, dalam launching ini sudah terkumpul Rp100 juta. Ini menjadi awal yang sangat baik,” ujarnya. Menurut Purwadi, gerakan ini tidak sekadar seremonial, tetapi bagian dari strategi memperkuat peran zakat dalam menanggulangi kemiskinan dan membantu masyarakat yang terdampak musibah maupun bencana. “Program Baznas sejalan dengan program pemerintah yang memiliki tugas besar dalam menangani kemiskinan dan persoalan sosial lainnya,” jelasnya. Ia berharap, setelah launching ini, seluruh pengurus UPZ di desa dan kecamatan dapat menjadi motor penggerak sosialisasi di tengah masyarakat. Gerakan ZIS ini bukan hanya soal angka, tetapi tentang membangun sistem distribusi yang tepat sasaran, aman, dan profesional. Baznas sebagai lembaga resmi negara diharapkan menjadi jembatan antara muzakki dan mustahik secara transparan dan terukur. Ramadan menjadi momentum yang tepat. Di bulan penuh keberkahan ini, kesadaran spiritual berpadu dengan kepedulian sosial.
BERITA04/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Sedekah Receh Jadi Ambulans! BAZNAS RI–Alfamart Salurkan 5 Unit dan 13.751 PRB ke 36 Provinsi
Sedekah Receh Jadi Ambulans! BAZNAS RI–Alfamart Salurkan 5 Unit dan 13.751 PRB ke 36 Provinsi
Jakarta – Dari kembalian belanja kurang dari Rp500, lahir gerakan kebaikan berskala nasional. Bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Alfamart) menyalurkan lima unit ambulans dan 13.751 Paket Ramadan Bahagia (PRB) dengan total nilai mencapai Rp10.232.245.768 untuk masyarakat prasejahtera di 36 provinsi. Penyerahan simbolis dilakukan Corporate Affairs Director Alfamart Solihin kepada Ketua BAZNAS RI Noor Achmad di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Selasa (3/3/2026). Hadir pula jajaran pimpinan BAZNAS RI, termasuk Mokhamad Mahdum, Saidah Sakwan, dan Zainulbahar Noor. Bantuan ini merupakan hasil pengumpulan Sedekah Konsumen Alfamart selama empat bulan (Juni–Juli dan November–Desember). Donasi dihimpun dari kembalian belanja di ribuan gerai Alfamart di seluruh Indonesia. Ketua BAZNAS RI, Kiai Noor, menyebut tren sedekah konsumen terus meningkat dari tahun ke tahun. “Alhamdulillah, Alfamart sudah bekerja sama dengan kami beberapa tahun ini dan konsisten. Dari tahun pertama hingga saat ini meningkat terus. Ini menunjukkan konsumen percaya menitipkan sedekahnya melalui Alfamart untuk disalurkan oleh BAZNAS,” ujar Kiai Noor. Menurutnya, kepercayaan publik adalah modal sosial terbesar. Bahkan, donasi receh di bawah Rp500 pun menjadi bukti bahwa masyarakat yakin dana tersebut dikelola amanah dan profesional. “Artinya kolaborasi antara Alfamart dan BAZNAS dipercaya oleh masyarakat,” tegasnya. Sasar 85.398 Jiwa, Ambulans Disebar ke Berbagai Daerah Sebanyak 13.751 PRB diprioritaskan untuk pekerja rentan dan pelaku UMKM, penyandang disabilitas, masyarakat miskin ekstrem dan terlantar, panti asuhan serta yayasan dhuafa, hingga tenaga pendidik dan dai. Sementara itu, lima unit ambulans akan memperkuat layanan kesehatan di sejumlah wilayah, termasuk Rumah Sehat BAZNAS Jawa Barat, Jakarta Timur, serta daerah seperti Bulukumba, Jepara, Pelalawan, Karanganyar, dan Palu. Total target penerima manfaat mencapai 85.398 jiwa. “Kolaborasi ini kami harapkan terus berlanjut dan memberi dampak sosial lebih besar, tidak hanya di Ramadan, tetapi sepanjang tahun,” tambah Kiai Noor. Corporate Affairs Director Alfamart, Solihin, menegaskan program ini adalah wujud nyata amanah konsumen. “Ini kehormatan bagi kami. Dana yang terkumpul kami pastikan disalurkan kepada penerima yang berhak melalui BAZNAS. Hari ini kita menyaksikan bagaimana amanah itu dikelola profesional dan tepat sasaran,” ujarnya. Ia menyebut, keberhasilan program ini bertumpu pada partisipasi konsumen. “Orang Indonesia luar biasa. Ketika berdonasi untuk hal bermakna dan diyakini tepat sasaran, mereka dengan ikhlas memberikan. Terima kasih konsumen setia Alfamart,” katanya. Acara tersebut juga dihadiri jajaran pimpinan BAZNAS RI lainnya seperti Achmad Sudrajat, Rizaludin Kurniawan, Subhan Cholid, serta Imdadun Rahmat bersama para pimpinan BAZNAS daerah. Kolaborasi BAZNAS–Alfamart ini bukan sekadar seremonial Ramadan. Di balik angka miliaran rupiah dan ribuan paket bantuan, tersimpan pesan kuat: sedekah kecil jika dikelola bersama bisa menjadi gerakan besar. Dari receh di kasir, lahir ambulans yang menyelamatkan nyawa. Dari donasi spontan, hadir ribuan paket kebahagiaan. Ramadan kali ini, kebaikan benar-benar bergerak dari gerai ke negeri.
BERITA04/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Minahasa.

Lihat Daftar Rekening →