WhatsApp Icon
BAZNAS RI Bersama Kemendiktisaintek Buka Beasiswa Cendekia 2026 di 246 Perguruan Tinggi

Jakarta – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) RI resmi membuka program Beasiswa Cendekia BAZNAS 2026 bagi mahasiswa aktif program D4/S1 di 246 perguruan tinggi yang tersebar di 35 provinsi.

Peluncuran Beasiswa Cendekia Dalam Negeri 2026 tersebut berlangsung di Gedung Kemendiktisaintek RI, Jakarta, Rabu (9/9/2026). Kegiatan diresmikan langsung oleh Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., bersama Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI Prof. Brian Yuliarto, S.T., M.Eng., Ph.D.

Dari 246 perguruan tinggi yang menjadi sasaran program, sebanyak 112 kampus berada di bawah Kemendiktisaintek. Sementara 134 perguruan tinggi lainnya berada di bawah Kementerian Agama, termasuk Ma’had Aly.

Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid mengatakan, kolaborasi dengan Kemendiktisaintek menjadi langkah strategis untuk memperluas akses pendidikan tinggi, khususnya bagi mahasiswa berprestasi yang berasal dari keluarga kurang mampu.

"Ini adalah momentum untuk mempertemukan kekuatan zakat dengan pendidikan tinggi dalam membangun masa depan bangsa. Hal tersebut sejalan dengan Asta Cita Presiden nomor 4 untuk memperkuat Sumber Daya Manusia menuju Indonesia Emas 2045," kata Sodik.

Menurut Sodik, pendidikan menjadi salah satu sektor penting dalam upaya pengentasan kemiskinan. Karena itu, BAZNAS memberikan perhatian besar terhadap sektor pendidikan dengan alokasi sekitar 27 persen.

"Untuk pendidikan kami (BAZNAS) alokasi sebesar 27 persen," ujarnya.

Sodik menambahkan, Beasiswa Cendekia BAZNAS tidak hanya berfokus pada pemberian bantuan biaya pendidikan. Program tersebut juga diarahkan untuk memperluas akses pendidikan, meningkatkan kualitas dan kapasitas mahasiswa, serta mendorong keberlanjutan kontribusi para alumni.

"Kami ingin memperkuat tiga hal, yakni memperluas akses, meningkatkan kualitas dan kapasitas mahasiswa, serta memastikan keberlanjutan kontribusi alumni. Karena itu, hari ini kita tidak hanya meluncurkan sebuah program beasiswa. Mari kita meluncurkan sebuah gerakan bersama, gerakan menjadikan zakat sebagai kekuatan pembangunan sumber daya manusia Indonesia," katanya.

Apresiasi Kemendiktisaintek

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI Brian Yuliarto mengapresiasi komitmen BAZNAS dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia Indonesia melalui sektor pendidikan.

Brian menyebut pendidikan merupakan salah satu bentuk investasi terbaik bagi masa depan bangsa. Ia berharap kolaborasi antara pemerintah, BAZNAS, perguruan tinggi, dan lembaga filantropi dapat terus diperkuat.

"Tentu ini adalah sesuatu yang sangat luar biasa. Investasi terbaik sebuah bangsa adalah pada pendidikan. Tidak ada yang lebih baik lagi. Karenanya, kami sangat senang dan sangat mengapresiasi BAZNAS yang berdiri di barisan paling depan," ujar Brian.

Ia juga berharap langkah BAZNAS tersebut dapat mendorong semakin banyak lembaga filantropi untuk berkontribusi dalam memperluas akses pendidikan tinggi.

Menurutnya, dukungan terhadap pendidikan dapat membuka kesempatan bagi anak bangsa untuk memperbaiki kondisi sosial, masa depan, dan kesejahteraan keluarganya.

Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan H. Idy Muzayyad mengatakan, perluasan akses pendidikan merupakan salah satu fokus BAZNAS melalui program beasiswa dan pembinaan mahasiswa.

Idy menyebut, sepanjang 2025, penyaluran zakat, infak, dan sedekah (ZIS) nasional untuk bidang pendidikan mencapai Rp1,56 triliun dengan jumlah penerima manfaat sebanyak 2.870.976 orang.

BAZNAS juga memproyeksikan potensi zakat dari ekosistem perguruan tinggi mencapai sekitar Rp220 miliar per tahun.

Program Beasiswa Cendekia BAZNAS sendiri terus berkembang. Saat ini tercatat sebanyak 8.672 peserta Beasiswa Cendekia BAZNAS Dalam Negeri dan 2.529 peserta Beasiswa Cendekia BAZNAS Ma’had Aly.

"Alhamdulillah, dari program ini kita telah melihat dampak yang nyata. Para alumni Beasiswa Cendekia BAZNAS telah berkiprah di berbagai sektor, baik sektor publik, swasta, maupun sosial. Bahkan, sebagian dari mereka telah bertransformasi menjadi muzaki," ujar Idy.

Beasiswa Cendekia BAZNAS 2026 diperuntukkan bagi mahasiswa aktif mulai semester 5. Program ini memprioritaskan mahasiswa dari bidang Sains, Teknologi, Rekayasa, dan Matematika (STEM) serta Social, Humanities, Arts for People, Religious Studies, dan Education (SHARE).

Selain mahasiswa berprestasi, program ini juga menyasar mahasiswa yang aktif sebagai aktivis serta mahasiswa penyandang disabilitas.

Mahasiswa yang terpilih akan mendapatkan sejumlah dukungan pendidikan. Salah satunya berupa subsidi Uang Kuliah Tunggal (UKT) hingga Rp7 juta per semester untuk perguruan tinggi prioritas dan hingga Rp4 juta per semester untuk perguruan tinggi reguler.

Bantuan UKT tersebut diberikan selama empat semester.

Tak hanya UKT, penerima Beasiswa Cendekia BAZNAS juga berkesempatan mendapatkan bantuan riset tugas akhir sebesar Rp3 juta per mahasiswa, pembinaan dan pengembangan diri, serta bantuan prestasi bagi mahasiswa yang mewakili kampus dalam kompetisi tingkat nasional maupun internasional.

Pendaftaran Dibuka 9-27 September 2026

Bagi mahasiswa yang memenuhi persyaratan, pendaftaran Beasiswa Cendekia BAZNAS Dalam Negeri 2026 dilakukan secara daring melalui laman beasiswa.baznas.go.id.

Berikut jadwal lengkap seleksi Beasiswa Cendekia BAZNAS Dalam Negeri 2026:

  • Pendaftaran: 9–27 September 2026
  • Seleksi administrasi kampus: 28 September–4 Oktober 2026
  • Pengumuman lulus administrasi: 4 Oktober 2026
  • Wawancara tim seleksi kampus: 5–18 Oktober 2026
  • Masa sanggah: 19–25 Oktober 2026
  • Pengumuman akhir: 28 Oktober 2026

Melalui Beasiswa Cendekia BAZNAS 2026, BAZNAS bersama pemerintah terus mendorong agar keterbatasan ekonomi tidak menjadi penghalang bagi mahasiswa berprestasi untuk mengakses pendidikan tinggi.

Program ini sekaligus menjadi bagian dari upaya menjadikan zakat sebagai kekuatan dalam membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.

10/09/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa
Hadiri Pra-Rakornas 2026, BAZNAS Kabupaten Minahasa Siap Perkuat Pengelolaan Muzaki secara Profesional

MINAHASA — BAZNAS Kabupaten Minahasa turut hadir dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan Pra-Rapat Koordinasi Nasional (Pra-RAKORNAS) BAZNAS 2026 yang digelar secara daring pada Selasa (8/9/2026). Kegiatan bertajuk “Target dan Strategi Pengumpulan pada BAZNAS Provinsi dan BAZNAS Kab/Kota” ini dipimpin langsung oleh Ketua BAZNAS RI, Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc.

Melalui kegiatan ini, BAZNAS RI menekankan pentingnya memperkuat pengelolaan muzaki yang profesional sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kepercayaan masyarakat, serta mengoptimalkan penghimpunan Zakat, Infak, Sedekah, dan Dana Sosial Keagamaan Lainnya (ZIS-DSKL).

Pimpinan BAZNAS RI Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan, Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM., menegaskan bahwa muzaki perlu ditempatkan sebagai mitra strategis dalam ekosistem filantropi Islam. Hubungan dengan muzaki harus dibangun secara berkelanjutan.

“Muzaki saat ini tidak hanya membutuhkan kemudahan dalam menunaikan zakat, tetapi juga ingin mengetahui manfaat dari zakat yang mereka salurkan. Mereka ingin dilibatkan dan merasakan dampak nyata program zakat,” ujar Rizaludin.

Dalam kesempatan tersebut, BAZNAS RI juga mendorong penerapan strategi value-driven fundraising yang bertumpu pada empat pilar utama:

  1. Transparansi dan laporan dampak nyata.

  2. Pembinaan relasi yang personal dan inklusif.

  3. Penguatan branding serta reputasi lembaga yang profesional dan taat audit.

  4. Pelibatan aktif muzaki dalam berbagai program kemanusiaan.

Langkah tersebut disempurnakan dengan konsep 5D BAZNAS, yaitu Diingat, Dipercaya, Dijangkau, Dicintai, dan Dibanggakan.

Kehadiran BAZNAS Kabupaten Minahasa dalam Pra-Rakornas ini menjadi bentuk komitmen penuh untuk menyelaraskan target dan strategi pengumpulan di daerah dengan visi BAZNAS Pusat.

Melalui keikutsertaan ini, BAZNAS Minahasa siap melakukan reorientasi pengelolaan muzaki di tingkat daerah. Fokus utama yang akan terus ditingkatkan meliputi peningkatan kualitas pelayanan, penyampaian laporan dampak zakat secara terbuka, serta penyusunan program-program penyaluran yang dampaknya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat yang membutuhkan di Kabupaten Minahasa.

BAZNAS Minahasa juga mengimbau seluruh masyarakat dan para muzaki di Kabupaten Minahasa untuk terus mempercayakan penyaluran zakat, infak, dan sedekahnya melalui lembaga resmi BAZNAS. Pengelolaan yang aman syar'i, aman regulasi, dan aman NKRI akan memastikan setiap zakat yang ditunaikan dapat dirasakan manfaatnya secara berkelanjutan.

08/09/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Tegaskan Dana Zakat Sama Sekali Tak Dipakai untuk Buku 'Islam Ala Prabowo'

Minahasa - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) memberikan klarifikasi tegas merespons isu penggunaan dana umat dalam proyek literasi. BAZNAS memastikan tidak ada sepeser pun dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) yang dialokasikan untuk pembuatan maupun penerbitan buku berjudul Islam Ala Prabowo.

Ketua BAZNAS RI, Sodik Mudjahid, menegaskan bahwa keterlibatan BAZNAS dalam peluncuran buku tersebut pada tahun 2025 lalu murni dalam konteks hubungan kelembagaan serta penguatan literasi dakwah keagamaan. Ia menyebut bahwa menjaga transparansi dan kepercayaan muzaki adalah prioritas utama lembaga.

"Saudara-saudaraku, Bapak dan Ibu para muzaki dan donatur BAZNAS yang kami hormati. Kepercayaan Bapak dan Ibu untuk mempercayakan ZIS melalui BAZNAS adalah kehormatan sekaligus tanggung jawab besar yang senantiasa kami jaga," kata Sodik dalam keterangan resminya, Senin (7/9/2026).

Untuk menghindari kesalahpahaman di tengah masyarakat mengenai posisi lembaga, Sodik merinci tiga poin penting terkait penerbitan buku tersebut:

  1. Bukan Dana Umat: Pembuatan dan penerbitan buku sama sekali tidak menyentuh maupun menggunakan dana ZIS yang dipercayakan masyarakat.

  2. Bukan Produk Internal: Buku tersebut tidak ditulis maupun diterbitkan oleh tim internal BAZNAS.

  3. Sinergi Kelembagaan: Kehadiran BAZNAS dalam peluncuran di Rakornas BAZNAS 2025 merupakan bentuk sinergi bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI), Kementerian Agama, dan MPR RI dalam rangka literasi dakwah, bukan bentuk politik praktis.

Sodik juga mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto memiliki perhatian besar terhadap fungsi BAZNAS, baik sebagai Kepala Negara maupun secara pribadi. Selama ini, Presiden secara rutin mengamanahkan zakat, infak, dan sedekah pribadinya melalui BAZNAS.

"Bersama tim BAZNAS, saat ini kami sedang memilih beberapa program unggulan untuk disampaikan kepada rakyat Indonesia, yang bersumber dari dana infak dan sedekah pribadi Presiden Prabowo Subianto," jelas Sodik.

Ia menambahkan, BAZNAS sangat menghormati kritik dan masukan dari publik. Hal tersebut dipandang sebagai bentuk kepedulian masyarakat agar BAZNAS tetap konsisten menjaga prinsip pengelolaan zakat yang aman syar'i, aman regulasi, dan aman NKRI.

Menanggapi arahan dan klarifikasi BAZNAS RI, BAZNAS Kabupaten Minahasa melalui Waka IV BAZNAS Minahasa Sahlan Kokalo turut mengimbau masyarakat dan seluruh muzaki di Kabupaten Minahasa untuk senantiasa kritis dan bijak dalam menerima setiap informasi.

BAZNAS Kabupaten Minahasa berkomitmen penuh menjaga akuntabilitas dan transparansi penyaluran ZIS di tingkat daerah. Setiap rupiah dana zakat, infak, dan sedekah yang ditunaikan melalui BAZNAS Minahasa disalurkan secara tepat sasaran khusus untuk program-program kemanusiaan, pendidikan, kesehatan, serta pemberdayaan ekonomi mustahik di Minahasa.

08/09/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Hadir di Muktamar NU ke-35, Salurkan 15 Ribu ZChicken hingga Siagakan Layanan Kesehatan

JOMBANG – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI turut mendukung pelaksanaan Muktamar NU ke-35 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Jombang, Jawa Timur. Tak hanya memberikan dukungan konsumsi, BAZNAS juga menghadirkan layanan kesehatan serta pengelolaan sampah di tengah perhelatan yang dihadiri ribuan peserta tersebut.

Bersama BAZNAS Provinsi Jawa Timur dan BAZNAS Kabupaten Jombang, BAZNAS RI menghadirkan berbagai layanan yang menyasar kebutuhan peserta Muktamar sekaligus masyarakat di sekitar lokasi kegiatan.

Salah satu layanan yang mendapat perhatian adalah penyediaan makanan melalui Program Bank Makanan. BAZNAS menyiapkan sebanyak 15.000 paket ZChicken yang didistribusikan selama lima hari pelaksanaan Muktamar.

Menariknya, penyediaan makanan tersebut tidak hanya berorientasi pada pemenuhan konsumsi. Proses produksi hingga distribusi turut melibatkan mustahik binaan BAZNAS.

Keterlibatan tersebut menjadi bagian dari upaya BAZNAS menjadikan zakat sebagai instrumen pemberdayaan. Mustahik tidak hanya diposisikan sebagai penerima manfaat, tetapi juga dilibatkan dalam aktivitas produktif yang membuka peluang untuk berkembang dan meningkatkan kemandirian.

Ketua BAZNAS RI, Sodik Mudjahid, mengatakan dukungan BAZNAS dalam Muktamar NU ke-35 merupakan salah satu bentuk kontribusi lembaga dalam menghadirkan kemaslahatan bagi umat.

“Dalam berbagai kegiatan ada kesehatan, ada bantuan ZChicken. Ada 10 titik penyaluran dan totalnya 15 ribu selama lima hari. Ini bagian dari beberapa kontribusi dan dukungan BAZNAS untuk Muktamar, karena ini merupakan amanah syariah, antara lain pos fi sabilillah,” ujar Sodik.

Selain bantuan pangan, BAZNAS juga memperkuat pelayanan kesehatan selama Muktamar berlangsung.

Melalui Rumah Sehat BAZNAS (RSB), disiapkan enam titik layanan kesehatan yang didukung tenaga medis, empat ambulans, serta satu mobil klinik.

Kehadiran layanan kesehatan tersebut menjadi langkah antisipatif mengingat tingginya mobilitas dan jumlah peserta selama kegiatan berlangsung. Peserta yang membutuhkan pemeriksaan maupun pertolongan kesehatan dapat memperoleh layanan secara lebih cepat di sekitar arena Muktamar.

Dukungan BAZNAS terhadap layanan kesehatan juga mendapat apresiasi dari unsur kesehatan NU.

Perwakilan Himpunan Perawat NU Pusat, Rasjisman Ahmad, menyampaikan bahwa kehadiran BAZNAS ikut memperkuat pelayanan kesehatan di arena Muktamar, termasuk dari sisi sarana dan prasarana.

“Kita tahu bahwa BAZNAS juga sudah ikut dalam pelayanan kesehatan tim kesehatan di arena Muktamar. Alhamdulillah BAZNAS sudah ikut bersama-sama, bahkan dari sisi sarana dan prasarananya BAZNAS cukup besar,” katanya.

Tak berhenti pada pangan dan kesehatan, BAZNAS juga memberikan perhatian terhadap kebersihan lingkungan selama Muktamar.

Sebanyak 200 relawan dari unsur masyarakat dan mustahik dilibatkan dalam kegiatan pengelolaan sampah di area Muktamar. Para relawan bertugas memberikan edukasi, memilah, hingga mengumpulkan sampah yang dihasilkan selama kegiatan.

Langkah ini dilakukan untuk menjaga kawasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum tetap bersih, sehat, dan nyaman di tengah aktivitas Muktamar yang berlangsung padat.

Kehadiran BAZNAS di Muktamar NU ke-35 menunjukkan bahwa pengelolaan zakat tidak berhenti pada penyaluran bantuan langsung. Zakat dapat dikembangkan menjadi program yang menyentuh berbagai sektor, mulai dari pangan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, hingga kepedulian terhadap lingkungan.

Melalui dukungan tersebut, BAZNAS berupaya memastikan dana zakat yang dihimpun dari masyarakat dapat memberikan manfaat yang semakin luas.

Zakat bukan sekadar kewajiban yang ditunaikan, tetapi amanah yang ketika dikelola secara tepat dapat menghadirkan manfaat nyata bagi umat dan masyarakat.

BAZNAS hadir, bergerak bersama umat, dan menghadirkan kemaslahatan di tengah masyarakat.

03/09/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa
Dari Dapur Umum BAZNAS, Penyintas Gempa NTT Bangkit dan Menguatkan Sesama

MANGGARAI — Gempa memang meruntuhkan rumah Mashita. Namun, bencana itu tak mampu meruntuhkan semangatnya untuk membantu sesama.

Di tengah duka karena rumah keluarganya terdampak dan sebagian runtuh akibat gempa, Mashita justru memilih berdiri di antara para relawan Dapur Umum Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS).

Setiap pagi, selepas menunaikan salat Subuh, guru di Pondok Pesantren Pancasila Reok itu ikut menyiapkan makanan bagi warga yang terdampak gempa.

Bagi Mashita, membantu sesama menjadi cara untuk tetap kuat.

Mashita merupakan warga Desa Salama, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Gempa yang mengguncang wilayah tersebut meninggalkan luka mendalam bagi keluarganya. Rumah tempat tinggalnya bersama keluarga mengalami kerusakan parah.

Kedua orang tuanya hingga kini masih bertahan di posko pengungsian karena kondisi rumah belum memungkinkan untuk ditempati kembali.

Saat gempa terjadi, Mashita sedang berada di Pondok Pesantren Pancasila Reok, tempat ia mengabdikan diri sebagai guru.

Ketika tanah berguncang hebat, suasana panik pun terjadi. Bersama para santri, Mashita segera berhamburan menuju tempat yang lebih aman.

Namun, di tengah kepanikan itu, ia memilih memastikan para santri terlebih dahulu berada dalam kondisi selamat.

Setelah seluruh santri berkumpul di tempat terbuka, barulah pikirannya tertuju kepada kedua orang tuanya di rumah.

Ia segera menghubungi mereka.

Syukur, kedua orang tuanya selamat.

Bagi Mashita, rumah yang rusak mungkin masih bisa dibangun kembali. Namun keselamatan orang-orang tercinta adalah hal yang jauh lebih berharga.

Ketika BAZNAS membuka dapur umum di Pondok Pesantren Pancasila Reok, ia justru ikut bergabung menjadi relawan.

Bersama relawan lainnya, Mashita membantu menyiapkan sekitar 250 porsi makanan setiap hari.

Makanan tersebut kemudian didistribusikan ke sejumlah kampung dan posko mandiri, khususnya bagi warga yang belum mendapatkan bantuan atau wilayah yang logistiknya belum sepenuhnya masuk.

Bagi Mashita, seporsi makanan yang disiapkan dari dapur umum bukan sekadar bantuan pangan.

Lebih dari itu, makanan tersebut menjadi simbol bahwa para penyintas tidak sedang menghadapi bencana sendirian.

"Alhamdulillah, saya berterima kasih kepada BAZNAS yang sudah menyediakan dapur umum. Ini sangat membantu, baik bagi warga sekitar maupun bagi saya pribadi," ujar Mashita.

Sebagai seseorang yang turut merasakan dampak gempa, Mashita memahami betul bagaimana rasanya kehilangan rasa aman.

Namun pengalaman tersebut justru menguatkan keinginannya untuk membantu warga lain yang mengalami nasib serupa.

"Walaupun rumah saya terdampak dan sebagian runtuh, semangat saya tidak akan pernah runtuh untuk membantu teman-teman yang juga terdampak. Karena sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain," katanya.

Dapur Umum BAZNAS kini bukan hanya menjadi tempat memasak dan menyalurkan makanan.

Di tempat itu, tumbuh semangat saling menguatkan.

Mashita yang datang sebagai penyintas, kini ikut mengambil peran membantu penyintas lainnya.

Ia tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga ikut menyiapkan dan menyalurkan bantuan bagi warga yang membutuhkan.

Rumahnya mungkin belum kembali seperti semula.

Kedua orang tuanya pun masih bertahan di posko pengungsian.

Namun, di tengah keterbatasan, Mashita memilih untuk tetap bergerak.

Dari dapur umum BAZNAS, ia belajar bahwa bangkit tidak selalu berarti telah kembali memiliki rumah yang utuh.

Terkadang, bangkit berarti tetap mampu mengulurkan tangan kepada orang lain, meski diri sendiri sedang berada dalam keterbatasan.

Mashita pun berharap kepedulian para dermawan terus mengalir untuk membantu para penyintas gempa di NTT.

"Harapan saya ke depan ada uluran tangan dari para dermawan yang ikhlas membantu para penyintas gempa. Bantuan tersebut tidak harus sekaligus, tetapi bisa diberikan secara perlahan, bukan hanya untuk saya, tetapi juga untuk teman-teman lain yang rumah dan kehidupannya terdampak gempa," ucapnya.

Kisah Mashita menjadi pengingat bahwa di tengah bencana, harapan dapat lahir dari mana saja.

Bahkan dari mereka yang sedang kehilangan.

Dari sebuah dapur umum, Mashita membuktikan satu hal: gempa boleh meruntuhkan bangunan, tetapi kepedulian dan semangat kemanusiaan tidak boleh ikut runtuh.

BAZNAS melalui berbagai program tanggap bencana terus berupaya hadir untuk membantu masyarakat yang terdampak, mulai dari pemenuhan kebutuhan pangan hingga pendampingan bagi para penyintas. Sebab, zakat bukan sekadar tentang memberi bantuan, tetapi juga tentang menguatkan harapan dan membangkitkan sesama.

27/08/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa

Berita Terbaru

Tegas! BAZNAS Minahasa Larang Pengumpulan Zakat Ilegal, Pelanggar Terancam Pidana
Tegas! BAZNAS Minahasa Larang Pengumpulan Zakat Ilegal, Pelanggar Terancam Pidana
Tondano – Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Minahasa menegaskan larangan keras terhadap praktik penghimpunan zakat tanpa izin resmi. Penegasan ini disampaikan sebagai langkah menjaga dana umat tetap amanah, transparan, dan sesuai ketentuan hukum. Peringatan tersebut disampaikan di Tondano, Kamis (5/3/2026), menyusul meningkatnya aktivitas pengumpulan zakat menjelang dan selama Ramadan 1447 Hijriah. Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan ZIS BAZNAS Minahasa, Joko Kurnia Winjaya, mengimbau masyarakat agar tidak ragu melaporkan jika menemukan praktik penghimpunan zakat oleh perorangan maupun kelompok yang tidak memiliki legalitas resmi. “Kami menghimbau kepada masyarakat agar melaporkan jika ada praktik penghimpunan zakat tanpa izin. Zakat bukan sekadar aktivitas sosial, tetapi juga memiliki dimensi hukum. Pengelolaannya wajib memiliki izin resmi, sistem akuntabilitas, serta mekanisme pengawasan yang jelas,” tegas Joko. Menurutnya, praktik ilegal berpotensi merugikan dua pihak sekaligus: muzakki sebagai pemberi zakat dan mustahik sebagai penerima manfaat. Larangan tersebut merujuk pada Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat. Dalam regulasi itu ditegaskan bahwa hanya lembaga resmi seperti Badan Amil Zakat Nasional dan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) yang telah disahkan pejabat berwenang yang memiliki kewenangan menghimpun dan mengelola dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Artinya, setiap kegiatan pengumpulan, pendistribusian, maupun pendayagunaan zakat wajib berada dalam sistem resmi dan pengawasan yang sah. Dalam sosialisasi kepada masyarakat, BAZNAS Minahasa menyoroti tiga bentuk pelanggaran utama: Pertama, penghimpunan zakat tanpa izin resmi. Pasal 38 UU Nomor 23 Tahun 2011 melarang setiap pihak bertindak sebagai amil zakat tanpa izin dari pejabat berwenang. Kedua, penyalahgunaan dana zakat. Dana ZIS tidak boleh digunakan untuk kepentingan pribadi atau kelompok, tidak boleh dipindahtangankan, digadaikan, maupun diperjualbelikan. Penyalurannya wajib sesuai ketentuan syariah kepada delapan golongan (asnaf). Ketiga, penggunaan nama dan identitas BAZNAS atau UPZ tanpa hak. Tindakan mengatasnamakan lembaga resmi tanpa izin dinilai sebagai pelanggaran hukum dan berpotensi merusak kepercayaan publik terhadap lembaga zakat. Ancaman Pidana Bukan Sekadar Peringatan BAZNAS Minahasa juga mengingatkan bahwa pelanggaran aturan pengelolaan zakat dapat berujung pada sanksi pidana. Berdasarkan Pasal 39 dan 40 UU Nomor 23 Tahun 2011, pelaku dapat dikenakan pidana penjara maksimal satu tahun dan/atau denda hingga ratusan juta rupiah. “Ketentuan ini bukan untuk menakut-nakuti, melainkan bentuk perlindungan negara terhadap dana umat agar dikelola secara profesional dan bertanggung jawab,” ujar Joko. BAZNAS Minahasa mengimbau para muzakki agar memastikan zakat, infak, dan sedekah disalurkan melalui lembaga resmi yang memiliki izin serta dapat dipertanggungjawabkan secara hukum dan syariah. Terlebih di bulan suci Ramadan, ketika potensi zakat meningkat signifikan, pengelolaan yang tertib dan sesuai regulasi menjadi kunci agar manfaat benar-benar tepat sasaran. BAZNAS juga terus menggencarkan edukasi dan sosialisasi kepada masjid, lembaga, dan instansi agar pembentukan UPZ dilakukan sesuai prosedur resmi. Dengan tata kelola yang kuat dan transparan, zakat diharapkan tidak hanya menjadi kewajiban ibadah, tetapi juga instrumen strategis dalam pengentasan kemiskinan dan pembangunan kesejahteraan umat secara berkelanjutan. “Kepercayaan publik adalah modal utama. Jika zakat dikelola sesuai aturan, potensi zakat daerah dapat dimaksimalkan untuk kemaslahatan bersama,” pungkasnya.
BERITA05/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Lintas Iman Berbuka Bersama di Pineleng Dua Indah, Pastor dan Imam Serukan Persaudaraan dalam Kasih
Lintas Iman Berbuka Bersama di Pineleng Dua Indah, Pastor dan Imam Serukan Persaudaraan dalam Kasih
PINELENG DUA Kamis, 5/3/2026– Suasana sore di Masjid Almustaqim Pineleng Dua Indah, Kamis (5/3/2025) pukul 17.15 WITA, terasa berbeda. Derap langkah para ibu dari Wanita Katolik RI Cabang St. Fransiskus Xaverius Pineleng memasuki area masjid disambut hangat jamaah. Tak ada sekat. Tak ada jarak. Senyum dan sapaan persaudaraan menjadi bahasa yang paling fasih sore itu. Kegiatan silaturahmi dan buka puasa bersama ini mempertemukan tokoh-tokoh lintas iman dan masyarakat. Hadir Pastor Paroki St. Fransiskus Xaverius Pineleng, Ketua Wanita Katolik RI Cabang St. Fransiskus Xaverius Pineleng Leyly Makarawung, SE, Imam Masjid Almustaqim Sidiq Hamadi, Ketua BTM Al Mustaqim Yudha Benhard, Imam Masjid Ar-Rahma Pineleng Dua, Ketua Majelis Taklim sekaligus Ketua KWI (Kerukunan Wanita Islam) Minahasa Dr. Sjerly Lumi, M.Pd, serta para jamaah dan ibu-ibu lintas komunitas. Dalam sambutannya, Pastor menegaskan bahwa kehadiran umat Katolik di masjid bukan sekadar memenuhi undangan, melainkan merawat persaudaraan. “Perbedaan iman bukan alasan untuk berjauhan. Justru di situlah kita belajar saling menghargai dan saling menguatkan sebagai sesama anak bangsa,” ujarnya. Ia juga mengajak seluruh yang hadir untuk bersaudara dalam kasih. Menurutnya, momentum ini selaras dengan program gereja yang mendorong kebersamaan dalam keberagaman antarumat. “Kita diajak menepis perbedaan yang memisahkan dan menguatkan tali persaudaraan dalam kasih. Semoga kebersamaan ini menjadi kesaksian bahwa Pineleng Dua adalah rumah bagi semua, tempat toleransi hidup dan bertumbuh,” tambahnya. Sejumlah jamaah terlihat mengangguk, suasana terasa hangat dan penuh penghormatan. Menjelang azan Magrib, Imam Masjid Almustaqim, Sidiq Hamadi, menyampaikan kultum yang singkat namun menggugah. Ia menekankan bahwa Ramadan tidak hanya mengajarkan umat Islam menahan lapar dan haus. “Ramadan mengajarkan kita menahan diri, bukan hanya dari lapar dan haus, tetapi juga dari prasangka dan kebencian,” katanya. Ia menegaskan, Islam adalah rahmatan lil ‘alamin—rahmat bagi seluruh alam. Karena itu, silaturahmi lintas iman merupakan bagian dari akhlak mulia yang dicontohkan Rasulullah SAW. “Jika hari ini kita bisa duduk bersama, berbagi senyum, dan saling menghormati, itulah esensi dari ibadah sosial. Kita membuktikan bahwa keberagaman adalah kekuatan, bukan ancaman,” tegasnya. Kultum tersebut disambut hening penuh perhatian. Ketua KWI Minahasa, Dr. Sjerly Lumi, M.Pd, menilai kegiatan ini memiliki nilai edukatif yang kuat, terutama bagi generasi muda. “Kebersamaan hari ini mengajarkan kita bahwa dalam keberagaman, kita tetap dapat berjalan berdampingan dengan saling menghargai dan penuh kasih,” ujarnya. Menurutnya, perempuan memiliki peran strategis dalam menjaga harmoni, dimulai dari keluarga hingga ruang-ruang sosial yang lebih luas. Sementara itu, Ketua Wanita Katolik RI Cabang St. Fransiskus Xaverius Pineleng, Leyly Makarawung, menegaskan bahwa toleransi harus diwujudkan dalam tindakan nyata. “Kami ingin menunjukkan bahwa cinta kasih itu nyata. Hari ini kita tidak hanya berbuka puasa, tapi juga membuka hati,” katanya. Saat azan Magrib berkumandang, seluruh hadirin hening. Umat Muslim membatalkan puasa, sementara para tamu lintas iman tetap membersamai, menikmati hidangan sederhana dengan suasana akrab. Momen itu bukan sekadar berbagi makanan, tetapi berbagi rasa saling percaya. Di tengah berbagai isu perpecahan yang kerap mencuat di ruang publik, masyarakat Pineleng Dua menunjukkan wajah Indonesia yang teduh. Harmoni tidak lahir dari slogan, melainkan dari perjumpaan, dialog, dan kemauan untuk saling memahami. Silaturahmi sore itu menjadi pelajaran penting: keberagaman bukan untuk dipertentangkan, melainkan dirawat sebagai kekuatan bersama dalam kasih dan persaudaraan.
BERITA05/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
H-15 Ramadhan, Suara Remaja Menggema di Masjid: Kultum Azkia Balqis Menggetarkan Jamaah
H-15 Ramadhan, Suara Remaja Menggema di Masjid: Kultum Azkia Balqis Menggetarkan Jamaah
Tondano – Memasuki H-15 Ramadhan, semangat ibadah di berbagai masjid semakin terasa. Tak hanya diisi ceramah para ustaz, sejumlah masjid di Tondano juga memberi ruang kepada generasi muda untuk tampil menyampaikan kultum. Di Masjid Agung Al-Falah Kyai Modjo, suasana khusyuk menyelimuti jamaah ketika Azkia Balqis Rasfillah Lagapo, siswi kelas VII dari MTs Plus Tarbiyah Tondano, berdiri di mimbar membawakan kultum bertajuk “Jika Ini Ramadhan Terakhir Kita.” Dengan suara yang tenang namun penuh penghayatan, Azkia membuka renungannya: “Teman-teman dan jamaah sekalian, kita tidak pernah tahu apakah Ramadhan tahun depan masih menjadi milik kita. Karena itu, jangan tunggu nanti untuk berubah. Bisa jadi Ramadhan ini adalah kesempatan terakhir kita untuk memperbaiki diri.” Ia melanjutkan dengan pesan yang menyentuh: “Kalau ini Ramadhan terakhir kita, apakah kita sudah meminta maaf kepada orang tua? Sudahkah kita bersungguh-sungguh dalam salat dan membaca Al-Qur’an? Jangan sampai kita menyesal ketika waktu itu benar-benar habis.” Kata-kata sederhana itu membuat jamaah terdiam. Sebagian menunduk, merenungi makna waktu yang sering terabaikan. Kultum tersebut bukan hanya menyentuh secara emosional, tetapi juga edukatif. Azkia mengingatkan pentingnya disiplin ibadah, menjaga lisan, serta memanfaatkan usia muda untuk kebaikan. “Selagi kita masih muda, mari gunakan waktu untuk belajar dan berbuat baik. Jangan sampai masa muda kita habis untuk hal yang sia-sia,” ujarnya. Pesan itu menjadi refleksi kuat, terutama bagi para remaja yang hadir. Usai kultum, Azkia mengaku pengalaman tersebut menjadi penyemangat baginya. “Saya merasa sangat bangga bisa diberi kesempatan menyampaikan kultum di Masjid Agung Al-Falah Kyai Modjo. Ini membuat saya semakin termotivasi untuk terus belajar dan belajar lagi supaya bisa menjadi pribadi yang lebih baik dan bermanfaat,” katanya. Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada guru-guru dan pengurus masjid yang telah membimbingnya. Di barisan jamaah, orang tua Azkia tampak terharu menyaksikan putrinya tampil percaya diri. “Kami sangat bersyukur menyekolahkan anak kami di MTs Plus Tarbiyah Tondano. Pendidikan di sini bukan hanya soal pelajaran, tetapi juga membentuk keberanian dan akhlak. Terima kasih kepada pengurus Masjid Agung Al-Falah Kyai Modjo yang telah memberikan kesempatan kepada anak kami,” ujar sang ibu. Memasuki H-15 Ramadhan, kegiatan kultum siswa ini menjadi bukti bahwa masjid dan madrasah mampu bersinergi membangun generasi yang berani, santun, dan penuh kesadaran spiritual.
BERITA05/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Gulirkan 29 Program Ramadan 1447 H, Saidah Sakwan: Zakat Bukan Sekadar Bantuan, Tapi Energi Kebangkitan!
BAZNAS Gulirkan 29 Program Ramadan 1447 H, Saidah Sakwan: Zakat Bukan Sekadar Bantuan, Tapi Energi Kebangkitan!
Jakarta – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI kembali tancap gas di Ramadan 1447 H. Lewat 29 Program Unggulan bertajuk “Zakat Menguatkan Indonesia”, BAZNAS menegaskan peran zakat bukan hanya sebagai bantuan sosial, melainkan motor penggerak kebangkitan bangsa dari mudik hingga recovery pascabencana. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, menegaskan komitmen itu dalam wawancara bersama Radio Elshinta, Rabu (4/3/2026). “Tahun ini kami dedikasikan secara khusus untuk recovery pascabencana di Sumatera. Zakat harus menjadi energi kebangkitan, bukan hanya bantuan sesaat,” tegas Saidah. Ramadan tahun ini dibuka dengan langkah besar: pemulihan wilayah terdampak bencana di Tapanuli Selatan, Aceh Tamiang, hingga Agam. BAZNAS membangun hunian tetap, memperbaiki masjid dan musala, sekaligus menggerakkan kembali roda ekonomi warga. Sebanyak 500 masjid dan musala direcovery agar masyarakat bisa kembali beribadah dengan nyaman, termasuk pelaksanaan salat tarawih. Tak berhenti di infrastruktur, BAZNAS juga menggulirkan program Kitajaga Usaha (KJU) untuk pelaku UMKM yang kehilangan modal akibat bencana. Bukan sekadar suntikan dana, tapi juga pendampingan intensif agar usaha benar-benar bangkit dan berkelanjutan. “Dampak bencana itu panjang. Kita tidak bisa hadir sekali lalu selesai. Harus dipastikan mereka benar-benar bangkit,” ujar Saidah. Di luar program recovery, hampir 140 ribu Paket Ramadan Bahagia telah didistribusikan ke kelompok rentan seperti lansia, penyandang disabilitas, dan keluarga prasejahtera. Paket sembako tersebut menjadi penopang kebutuhan sahur dan berbuka, disalurkan secara masif di 34 provinsi. Ramadan bukan lagi tentang bertahan hidup, tapi tentang menghadirkan rasa aman dan tenang bagi mustahik. Salah satu program yang paling menyedot perhatian publik adalah Mudik Bahagia. BAZNAS menyiapkan: 5.000 servis motor dan ganti oli gratis 48 titik bengkel binaan Z-Auto di 43 kabupaten Posko mudik di jalur Pantura dan lintas utama Layanan kesehatan dari Rumah Sehat BAZNAS Takjil, minuman hangat, charger station, hingga layanan pijat Program ini menyasar mustahik dan pengemudi ojek online yang hendak mudik. Dengan servis gratis, mereka bisa menghemat hingga Rp200 ribu. “Pemudik dalam perspektif syariat termasuk ibnu sabil, golongan yang berhak menerima zakat. Kita ingin memastikan perjalanan mereka aman dan selamat,” jelas Saidah. Menurutnya, menjaga keselamatan jiwa adalah bagian dari maqashid syariah—tujuan utama syariat Islam. Di sektor ekonomi, BAZNAS menghadirkan Z-IFTOR dan Z-Corner sebagai ruang pemasaran gratis bagi UMKM binaan. Terdapat 33 titik Z-IFTOR dan 20 titik Z-Corner—total hampir 52 lokasi di berbagai daerah. Pelaku usaha kecil mendapat akses pasar tanpa sewa, tanpa pungutan, lengkap dengan dukungan promosi. “Kontainer kami sediakan, promosi kami bantu, mereka tidak membayar apa pun. Ini zakat yang menggerakkan ekonomi,” kata Saidah. Komitmen inklusivitas juga diperkuat lewat program Zakat Inklusif. BAZNAS bekerja sama dengan Kementerian Ketenagakerjaan menargetkan 1.000 penyandang disabilitas mengikuti pelatihan dan sertifikasi kerja. Mereka diarahkan masuk ke perusahaan yang memiliki kewajiban mempekerjakan minimal 2 persen tenaga kerja disabilitas. “Bukan hanya diberi bantuan. Mereka dilatih, disertifikasi, dan dipastikan ada offtaker. Itu prinsip pendayagunaan zakat,” tegas Saidah. Kelompok disabilitas juga bisa mengajukan pelatihan usaha secara kolektif melalui BAZNAS pusat maupun daerah. Saidah menegaskan, zakat bukan sekadar bantuan tunai, tetapi sistem gotong royong nasional yang terstruktur dan sesuai syariat. Jika penerima non-Muslim membutuhkan bantuan, BAZNAS dapat mengalokasikan melalui dana infak atau CSR. “Zakat menguatkan Indonesia bukan slogan. Ini kerja nyata—kolaborasi dari muzakki untuk mustahik, dari mustahik untuk mustahik lainnya,” pungkasnya. Melalui 29 Program Unggulan Ramadan 1447 H, BAZNAS membuktikan zakat bukan hanya tentang memberi, tetapi tentang membangun. Dari recovery pascabencana, penguatan UMKM, hingga menjaga keselamatan pemudik—zakat hadir sebagai energi kebangkitan Indonesia.
BERITA05/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Kabupaten Bulukumba Gaspol! Service & Ganti Oli Gratis untuk Ojol, Kurir, dan Pemudik, 100 Kuota Ludes
BAZNAS Kabupaten Bulukumba Gaspol! Service & Ganti Oli Gratis untuk Ojol, Kurir, dan Pemudik, 100 Kuota Ludes
Bulukumba – Di tengah padatnya aktivitas jelang arus mudik, kabar segar datang untuk para pekerja roda dua. BAZNAS Kabupaten Bulukumba menggelar program Service dan Ganti Oli Gratis bagi ojek online (ojol), kurir, dan pemudik. Total 100 kuota disiapkan dan langsung diserbu peserta. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 4–5 Maret 2026, ini digelar di halaman Kantor BAZNAS Kabupaten Bulukumba. Program tersebut merupakan hasil kolaborasi bersama BAZNAS RI dan sepenuhnya didukung melalui anggaran program pusat. Bukan sekadar kegiatan teknis, program ini menjadi bentuk nyata kepedulian terhadap para pekerja sektor informal yang menggantungkan penghasilan harian dari kendaraan roda dua. Pimpinan BAZNAS Kabupaten Bulukumba, Muh Yusuf Shandy, menegaskan bahwa kegiatan ini adalah wujud pendayagunaan zakat yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat produktif. “Program ini bukan hanya tentang mengganti oli atau melakukan service kendaraan, tetapi tentang menjaga keberlangsungan penghasilan saudara-saudara kita para ojol dan kurir. Motor adalah alat kerja mereka. Jika kendaraannya prima, maka insyaAllah rezekinya juga lancar,” ujarnya. Menurutnya, zakat tidak boleh berhenti pada bantuan konsumtif semata. Ia harus hadir sebagai solusi yang menjaga roda ekonomi tetap berputar, khususnya bagi masyarakat kecil. Menariknya, proses service juga melibatkan mustahik binaan program Z Auto BAZNAS Bulukumba. Salah satunya adalah Efin yang mengaku bangga bisa ikut ambil bagian. “Alhamdulillah, kami sebagai mustahik binaan diberi kepercayaan untuk terlibat. Ini bukan hanya membantu peserta, tapi juga menjadi ruang bagi kami untuk terus berkembang dan meningkatkan keterampilan,” ungkapnya. Skema ini memperlihatkan model pemberdayaan berkelanjutan. Mustahik tak hanya menerima manfaat, tetapi juga dilibatkan sebagai pelaku layanan—sebuah transformasi dari penerima menjadi pemberi manfaat. Salah seorang kurir penerima manfaat mengaku sangat terbantu, terutama menjelang meningkatnya aktivitas pengantaran dan mobilitas masyarakat. “Biasanya biaya service dan ganti oli cukup terasa bagi kami. Dengan adanya program gratis ini, kami sangat bersyukur. Motor jadi lebih enak dipakai, dan kami bisa bekerja dengan lebih tenang,” tuturnya. Selama dua hari pelaksanaan, antusiasme peserta terlihat tinggi. Sejak pagi, deretan motor sudah mengantre rapi menunggu giliran. Senyum lega tampak dari para pengemudi yang kembali mengaspal dengan kendaraan lebih prima. Program ini menjadi bukti bahwa zakat bukan sekadar angka di laporan keuangan. Di Bulukumba, zakat hadir dalam bentuk oli baru, mesin yang kembali halus, dan harapan yang kembali menyala. Lewat langkah konkret seperti ini, BAZNAS Kabupaten Bulukumba menegaskan komitmennya: menjadikan zakat sebagai instrumen produktif yang menjaga denyut ekonomi masyarakat kecil tetap hidup dan bergerak.
BERITA04/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Tegaskan Komitmen Pengelolaan Zakat yang Amanah dan Profesional
BAZNAS Tegaskan Komitmen Pengelolaan Zakat yang Amanah dan Profesional
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menegaskan komitmennya dalam mengelola zakat secara amanah, profesional, guna memperkuat kepercayaan publik. Hal tersebut mengemuka pada Pengajian Berbagi Ilmu Berbagi Pengalaman yang diselenggarakan Pusdiklat BAZNAS RI secara daring melalui kanal Youtube BAZNAS TV, Selasa (3/3/2026). Kegiatan ini menjadi ruang penguatan internal sekaligus refleksi strategis dalam memastikan tata kelola zakat nasional berjalan transparan, akuntabel, dan memberikan dampak nyata bagi muzaki maupun mustahik. Membuka acara tersebut, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Transformasi Digital Nasional, Prof. Ir. M. Nadratuzzaman Hosen, M.S., M.Sc., Ph.D., membenarkan bahwa saat ini muncul berbagai isu negatif yang berpotensi menghambat gerakan zakat. Ia menekankan pentingnya meluruskan informasi yang kurang tepat demi menjaga gerakan zakat nasional. "Kita berharap adanya kesejukan dan kedamaian di antara umat Islam dan kita ingin meluruskan hal-hal yang kurang tepat dan kurang lurus,” jelas Nadratuzzaman. Materi pengajian disampaikan oleh Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan, Dr. H. Rizaludin Kurniawan, M.Si., CFRM. Dalam kesempatan tersebut, beliau membedah topik bertajuk “Diving The Wave: Mengubah Tantangan Persepsi Menjadi Kepercayaan Publik”. Rizaludin mengatakan, strategi "Diving The Wafe" ini dikatakannya berfokus untuk mengubah tantangan persepsi menjadi kepercayaan publik melalui tiga pilar utama, yaitu pengelolaan muzaki, pengelolaan mustahik, dan operasional lembaga. Rizaludin mengatakan, strategi pengelolaan muzaki adalah upaya yang dilakukan BAZNAS agar Muzaki merasa percaya, aman dan punya pengalaman yang baik yang ia sebut merasa sakinah. Upaya ini yang selalu dilakukan BAZNAS kepada donatur. Pengelolaan muzaki yang berfokus pada kenyamanan ini relevan dengan cara BAZNAS menangkal isu negatif seperti narasi untuk 'Tinggalkan Zakat’ dan Narasi 'Stop Zakat Lewat Pemerintah’. Dengan upaya yang dilakukan, Muzaki menjadi percaya bahwa membayar zakat di BAZNAS lebih mudah, aman, dan tercatat. “Pengelolaan muzaki itu bicara trust. Dia punya pengalaman yang baik, dia merasakan pelayanan yang baik, dia mendapatkan pengalaman yang baik dan dia juga merasakan perubahan yang baik. Bukan hanya merasa senang tapi harus senang sekali. Bukan hanya senang sekali tapi dia harus mendapatkan pencerahan dari apa yang sudah dia lakukan dalam upaya zakat ini, sampai jiwanya merasa bertransformasi menjadi orang yang lebih baik,” katanya. Sementara pengelolaan mustahik dikatakan berfokus pada dampak dan perubahan langsung yang dirasakan mustahik. Seperti bukti transformasi para mustahik dari gaya hidup konsumtif menjadi produktif dengan berbagai program BAZNAS melalui program Zmart hingga Zchicken. Langkah ini relevan dengan upaya BAZNAS untuk menangkal isu zakat untuk MBG hingga politisasi. Adapun strategi pengelolaan lembaga adalah untuk menjaga integritas dan menepis isu negatif terkait lembaga. Upaya BAZNAS yang telah dilakukan adalah seperti pemisahan dana secara sistemik yang memisahkan dana Zakat, Infak, Sedekah (ZIS) untuk disalurkan ke 8 golongan yang berhak dengan dana non halal atau non zakat untuk disalurkan ke fasilitas umum. Hal ini penting untuk menampik isu dana syubhat. Pengelolaan lembaga yang baik juga relevan untuk menepis isu bahwa pengelola atau Amil mengambil keuntungan berlebih. Faktanya, kata Rizal, BAZNAS memiliki batasan hak Amil yang dibatasi maksimal 12,5 persen sesuai aturan Fiqh dan regulasi. “Alokasi terbesar sebesar 87,5 persen dana dipastikan langsung sampai ke tangan 7 asnaf lainnya, seperti fakir, miskin dan lainnya. Adapun 12,5 persen dana Amil itu juga digunakan untuk menjamin operasional, sistem audit, dan teknologi agar penyaluran tepat sasaran,” jelasnya.
BERITA04/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Gebrakan Ramadan! Pemkab Kampar–BAZNAS Resmi Luncurkan Gerakan ZIS, Terkumpul Rp100 Juta di Hari Pertama
Gebrakan Ramadan! Pemkab Kampar–BAZNAS Resmi Luncurkan Gerakan ZIS, Terkumpul Rp100 Juta di Hari Pertama
Bangkinang Kota – Momentum suci Ramadan 1447 H dimanfaatkan maksimal oleh Pemerintah Kabupaten Kampar. Bersama Baznas Kabupaten Kampar, Pemkab Kampar resmi meluncurkan Gerakan Zakat, Infak dan Shodaqoh (ZIS) di Aula Rumah Dinas Bupati Kampar, Rabu (4/3/2026). Acara launching dibuka langsung oleh Bupati Kampar Ahmad Yuzar, didampingi Wakil Bupati Misharti, serta Pj Sekda Kampar Ardi Mardiansyah. Turut hadir unsur Forkopimda, Kepala OPD, BUMD, para Camat, hingga jajaran pimpinan Baznas Kampar. Yang mengejutkan, di hari pertama launching, donasi yang terkumpul langsung menembus angka Rp100 juta. Dalam arahannya, Bupati Ahmad Yuzar memberikan apresiasi kepada Baznas Kampar atas inisiatif gerakan yang dinilai strategis dalam mengoptimalkan potensi zakat di daerah. “Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Baznas Kabupaten Kampar yang telah melakukan Gerakan Zakat, Infak dan Shodaqoh ini. Dalam rezeki yang kita peroleh, ada hak orang lain yang harus kita serahkan kepada yang berhak,” tegasnya. Ia menilai, potensi ZIS di Kampar sangat besar. Namun, pengelolaan yang optimal dan sistematis menjadi kunci. Karena itu, Bupati mendorong optimalisasi pembayaran ZIS, termasuk melalui sistem digital. “Pembayaran ZIS secara online diyakini mampu meningkatkan raihan zakat, tentu dengan sosialisasi maksimal kepada masyarakat,” tambahnya. Tak hanya itu, ia juga mengimbau seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Kampar untuk menunaikan zakat melalui Baznas maupun Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di tingkat kecamatan dan desa. “Mari kita tunaikan kewajiban zakat melalui Baznas. Semoga apa yang kita lakukan menjadi berkah karena Allah SWT,” tutupnya. Ketua Baznas Kabupaten Kampar, Purwadi, menyebut bahwa gerakan ini merupakan inisiatif langsung dari Bupati Kampar sebagai langkah konkret memaksimalkan potensi ZIS di wilayah tersebut. “Alhamdulillah, dalam launching ini sudah terkumpul Rp100 juta. Ini menjadi awal yang sangat baik,” ujarnya. Menurut Purwadi, gerakan ini tidak sekadar seremonial, tetapi bagian dari strategi memperkuat peran zakat dalam menanggulangi kemiskinan dan membantu masyarakat yang terdampak musibah maupun bencana. “Program Baznas sejalan dengan program pemerintah yang memiliki tugas besar dalam menangani kemiskinan dan persoalan sosial lainnya,” jelasnya. Ia berharap, setelah launching ini, seluruh pengurus UPZ di desa dan kecamatan dapat menjadi motor penggerak sosialisasi di tengah masyarakat. Gerakan ZIS ini bukan hanya soal angka, tetapi tentang membangun sistem distribusi yang tepat sasaran, aman, dan profesional. Baznas sebagai lembaga resmi negara diharapkan menjadi jembatan antara muzakki dan mustahik secara transparan dan terukur. Ramadan menjadi momentum yang tepat. Di bulan penuh keberkahan ini, kesadaran spiritual berpadu dengan kepedulian sosial.
BERITA04/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Sedekah Receh Jadi Ambulans! BAZNAS RI–Alfamart Salurkan 5 Unit dan 13.751 PRB ke 36 Provinsi
Sedekah Receh Jadi Ambulans! BAZNAS RI–Alfamart Salurkan 5 Unit dan 13.751 PRB ke 36 Provinsi
Jakarta – Dari kembalian belanja kurang dari Rp500, lahir gerakan kebaikan berskala nasional. Bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Alfamart) menyalurkan lima unit ambulans dan 13.751 Paket Ramadan Bahagia (PRB) dengan total nilai mencapai Rp10.232.245.768 untuk masyarakat prasejahtera di 36 provinsi. Penyerahan simbolis dilakukan Corporate Affairs Director Alfamart Solihin kepada Ketua BAZNAS RI Noor Achmad di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Selasa (3/3/2026). Hadir pula jajaran pimpinan BAZNAS RI, termasuk Mokhamad Mahdum, Saidah Sakwan, dan Zainulbahar Noor. Bantuan ini merupakan hasil pengumpulan Sedekah Konsumen Alfamart selama empat bulan (Juni–Juli dan November–Desember). Donasi dihimpun dari kembalian belanja di ribuan gerai Alfamart di seluruh Indonesia. Ketua BAZNAS RI, Kiai Noor, menyebut tren sedekah konsumen terus meningkat dari tahun ke tahun. “Alhamdulillah, Alfamart sudah bekerja sama dengan kami beberapa tahun ini dan konsisten. Dari tahun pertama hingga saat ini meningkat terus. Ini menunjukkan konsumen percaya menitipkan sedekahnya melalui Alfamart untuk disalurkan oleh BAZNAS,” ujar Kiai Noor. Menurutnya, kepercayaan publik adalah modal sosial terbesar. Bahkan, donasi receh di bawah Rp500 pun menjadi bukti bahwa masyarakat yakin dana tersebut dikelola amanah dan profesional. “Artinya kolaborasi antara Alfamart dan BAZNAS dipercaya oleh masyarakat,” tegasnya. Sasar 85.398 Jiwa, Ambulans Disebar ke Berbagai Daerah Sebanyak 13.751 PRB diprioritaskan untuk pekerja rentan dan pelaku UMKM, penyandang disabilitas, masyarakat miskin ekstrem dan terlantar, panti asuhan serta yayasan dhuafa, hingga tenaga pendidik dan dai. Sementara itu, lima unit ambulans akan memperkuat layanan kesehatan di sejumlah wilayah, termasuk Rumah Sehat BAZNAS Jawa Barat, Jakarta Timur, serta daerah seperti Bulukumba, Jepara, Pelalawan, Karanganyar, dan Palu. Total target penerima manfaat mencapai 85.398 jiwa. “Kolaborasi ini kami harapkan terus berlanjut dan memberi dampak sosial lebih besar, tidak hanya di Ramadan, tetapi sepanjang tahun,” tambah Kiai Noor. Corporate Affairs Director Alfamart, Solihin, menegaskan program ini adalah wujud nyata amanah konsumen. “Ini kehormatan bagi kami. Dana yang terkumpul kami pastikan disalurkan kepada penerima yang berhak melalui BAZNAS. Hari ini kita menyaksikan bagaimana amanah itu dikelola profesional dan tepat sasaran,” ujarnya. Ia menyebut, keberhasilan program ini bertumpu pada partisipasi konsumen. “Orang Indonesia luar biasa. Ketika berdonasi untuk hal bermakna dan diyakini tepat sasaran, mereka dengan ikhlas memberikan. Terima kasih konsumen setia Alfamart,” katanya. Acara tersebut juga dihadiri jajaran pimpinan BAZNAS RI lainnya seperti Achmad Sudrajat, Rizaludin Kurniawan, Subhan Cholid, serta Imdadun Rahmat bersama para pimpinan BAZNAS daerah. Kolaborasi BAZNAS–Alfamart ini bukan sekadar seremonial Ramadan. Di balik angka miliaran rupiah dan ribuan paket bantuan, tersimpan pesan kuat: sedekah kecil jika dikelola bersama bisa menjadi gerakan besar. Dari receh di kasir, lahir ambulans yang menyelamatkan nyawa. Dari donasi spontan, hadir ribuan paket kebahagiaan. Ramadan kali ini, kebaikan benar-benar bergerak dari gerai ke negeri.
BERITA04/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Bangga! Hafizah Cilik Indonesia Raih Juara 2 di Dubai International Holy Quran Award 2026
Bangga! Hafizah Cilik Indonesia Raih Juara 2 di Dubai International Holy Quran Award 2026
Dubai, Uni Emirat Arab — Kabar membanggakan datang dari putri Indonesia yang kembali mengharumkan nama bangsa di pentas internasional. Aisyah Ar Rumy, hafizah cilik berusia 10 tahun asal Kabupaten Malang, Jawa Timur, berhasil meraih Juara II (peringkat kedua) dalam ajang Dubai International Holy Quran Award (DIHQA) ke-28 tahun 2026 di kategori The Most Beautiful Quran Recitation for 2026 yang diselenggarakan di Dubai, Uni Emirat Arab. Ajang ini merupakan kompetisi tilawah dan hafalan Al-Qur’an bergengsi dengan tingkat persaingan global, diikuti oleh sekitar 5.618 peserta dari 105 negara dan melalui serangkaian seleksi ketat untuk mencapai tahap final. Pada kategori perempuan, Aisyah bersaing dengan dua finalis lainnya: Jana Ehab Ramadan dari Mesir dan Sara Abdul Karim Alhalak dari Suriah. Dari kompetisi yang menampilkan suara-suara tilawah terbaik dunia, Aisyah berhasil menjadi runner-up setelah dewan juri dan penilaian publik menentukan pemenang dalam resepsi resmi yang dihadiri langsung oleh His Highness Sheikh Mohammed bin Rashid Al Maktoum, Wakil Presiden dan Perdana Menteri UEA serta Penguasa Dubai. Kemenangan ini diumumkan pada acara penghormatan para pemenang Most Beautiful Quran Recitation dalam “Reception for Finalists” di Majlis Umm Suqeim, Dubai, Selasa (3/3/2026). Aisyah, yang duduk di kelas IV SD Tahfidz Al-Qur’an Daarul Ukhuwwah, Pakis, Kabupaten Malang, dikenal sebagai hafizah yang giat menghafal dan rutin murajaah hafalannya setiap hari. Sebelum tampil di Dubai, ia dilepas oleh Bupati Malang Drs. H. M. Sanusi, M.M dengan dukungan moral dan bantuan biaya. Prestasi ini semakin membanggakan karena Aisyah bukan hanya mampu masuk ke babak final dari ribuan peserta di seluruh dunia, tetapi juga meraih posisi kedua dalam kompetisi yang menjadi panggung para penghafal dan pembaca Al-Qur’an terbaik dari berbagai negara. Keberhasilan Aisyah tidak hanya menjadi kabar prestasi semata, tetapi juga menjadi sumber inspirasi besar untuk generasi muda Muslim di Indonesia dan dunia. Di usia yang masih belia, Aisyah menunjukkan dedikasi, kesungguhan, dan cinta yang mendalam terhadap Al-Qur’an, menginspirasi generasi lain untuk menjunjung tinggi nilai ilmu Al-Qur’an dan kecintaan kepada kitab suci. Prestasi ini juga menjadi bukti bahwa semangat belajar, disiplin dalam tahfidz, dan doa keluarga serta dukungan masyarakat mampu membawa generasi muda Indonesia bersinar di panggung dunia. Selamat kepada Aisyah Ar Rumy! Semoga prestasi ini menjadi penyemangat generasi Muslim lainnya untuk terus mencintai, mempelajari, dan mengamalkan Al-Qur’an, serta menjadi duta yang membawa syiar Islam yang damai, cinta, dan penuh keberkahan di manapun berada.
BERITA04/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Perkuat Ekonomi Umat, Badan Amil Zakat Nasional RI dan PT Sumber Trijaya Lestari Resmikan Zmart Ramadan 1447 H
Perkuat Ekonomi Umat, Badan Amil Zakat Nasional RI dan PT Sumber Trijaya Lestari Resmikan Zmart Ramadan 1447 H
JAKARTA — Upaya memperkuat fondasi ekonomi umat kembali ditegaskan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI melalui kolaborasi strategis bersama PT Sumber Trijaya Lestari (Aksesmu). Sinergi ini dikukuhkan dalam peresmian Program Zmart Ramadan 1447 H yang digelar di Kantor BAZNAS RI, Selasa (3/3/2026), sebagai langkah nyata memperluas pemberdayaan mustahik di sektor ritel mikro. Acara tersebut dihadiri Ketua BAZNAS RI Noor Achmad, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan Dr. H. Rizaludin Kurniawan, M.Si., CFRM., serta Pimpinan BAZNAS RI Bidang Koordinasi Nasional Achmad Sudrajat, Lc., M.A., beserta jajaran. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, M.A., menegaskan bahwa kolaborasi ini bukan sekadar seremoni, melainkan penguatan sistem manajemen dan rantai pasok (supply chain) bagi pelaku usaha mikro, baik di pedesaan maupun wilayah perkotaan. “Saat ini jumlah Zmart di seluruh Indonesia telah mencapai 4.805 unit. Kerja sama dengan Aksesmu sebagai fasilitator penyaluran barang sangat krusial. Kita berharap ke depannya antara Alfamart, Alfamidi, dan Zmart bisa saling memperkuat, bukan bersaing,” ujar Kiai Noor. Sinergi ini dinilai strategis karena menghadirkan dukungan distribusi barang yang lebih tertata, efisien, dan kompetitif. Dengan sistem pasokan yang terintegrasi, para pemilik warung kecil—yang selama ini kerap terkendala akses barang dan harga—kini memperoleh peluang memperkuat daya saing usahanya. Kiai Noor menegaskan, tujuan utama program Zmart adalah mendorong kemandirian ekonomi penerima manfaat. Melalui manajemen modern, dukungan branding, peralatan usaha, modal bergulir, hingga pendampingan intensif, Zmart diarahkan menjadi kendaraan transformasi sosial-ekonomi. “Kita memperkuat warung-warung kecil di wilayah perkotaan melalui manajemen yang baik. Melalui program Zmart, kami ingin para Saudagar Zmart lebih berdaya hingga nantinya mampu bertransformasi dari penerima zakat (mustahik) menjadi pemberi zakat (muzaki),” tuturnya. Program Zmart sendiri merupakan model pemberdayaan ekonomi berbasis ritel mikro yang dirancang untuk meningkatkan kapasitas usaha sekaligus mengatasi kemiskinan urban. Ramadan 1447 H menjadi momentum strategis mempercepat penguatan jaringan, memperluas akses pasokan, dan mempertegas komitmen zakat sebagai instrumen pembangunan ekonomi umat.
BERITA04/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Pemkab Bolmong Terbitkan SE Zakat 1447 H, ASN hingga BUMD Diminta Salurkan Lewat Badan Amil Zakat Nasional
Pemkab Bolmong Terbitkan SE Zakat 1447 H, ASN hingga BUMD Diminta Salurkan Lewat Badan Amil Zakat Nasional
Bolaang Mongondow – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor: 400/Setdakab/05/Kesra/34/III/2026 tentang Pengumpulan Zakat Pendapatan dan Jasa, Infaq serta Sedekah 1447 H/2026 M melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bolaang Mongondow. Surat edaran tertanggal 2 Maret 2026 itu ditujukan kepada seluruh Kepala Perangkat Daerah dan Kepala BUMD di lingkungan Pemkab Bolmong. Dalam edaran tersebut, ASN, PPPK, dan karyawan BUMD yang beragama Islam diminta menunaikan zakat pendapatan dan jasa, infaq serta sedekah melalui BAZNAS Kabupaten Bolaang Mongondow. Pengumpulan dilakukan melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di masing-masing OPD dan BUMD. Selanjutnya, dana disetorkan ke rekening resmi BAZNAS atau langsung ke stand BAZNAS di Kantor Bupati Bolmong. Dalam SE tersebut dijelaskan, besaran infaq mengacu pada SK Ketua BAZNAS Kabupaten Bolaang Mongondow Nomor: 01/SK/BAZNAS/BM/II/2026 sebesar Rp35.000 per kepala keluarga. Sementara zakat pendapatan dan jasa ditetapkan sebesar 2,5 persen dari penghasilan yang telah mencapai nisab, yakni setara 85 gram emas (14 karat), sebagaimana merujuk pada Keputusan Ketua BAZNAS RI Nomor 15 Tahun 2026. Nilai nisab tersebut ditetapkan sebesar Rp91.681.728 per tahun atau Rp7.640.144 per bulan. Kepala OPD juga diminta mengawasi proses pengumpulan dan penyetoran, serta melaporkan pelaksanaannya kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah. Ketua Badan Amil Zakat Nasional, Yunita Mohone, mengatakan penerbitan SE ini menjadi langkah penting dalam memperkuat tata kelola zakat yang transparan dan terukur. “Zakat bukan sekadar kewajiban personal, tetapi juga instrumen keadilan sosial. Ketika dikelola melalui lembaga resmi, pendistribusiannya lebih tepat sasaran, terdata, dan berdampak jangka panjang,” ujar Yunita. Menurutnya, pengumpulan melalui sistem UPZ di setiap OPD dan BUMD bertujuan memudahkan muzaki sekaligus memastikan akuntabilitas. “Kami ingin memastikan setiap rupiah yang ditunaikan ASN dan karyawan BUMD benar-benar sampai kepada mustahik yang berhak, baik dalam bentuk bantuan konsumtif maupun program pemberdayaan,” jelasnya. Yunita menambahkan, dana zakat yang terkumpul akan diarahkan untuk program prioritas seperti bantuan pendidikan, kesehatan, penanganan kemiskinan ekstrem, serta penguatan ekonomi produktif berbasis zakat. “Harapannya, Ramadhan 1447 H menjadi momentum kebangkitan solidaritas sosial. Dengan sistem yang tertib dan terorganisir, zakat bisa menjadi kekuatan besar untuk mengurangi kesenjangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bolmong,” tutupnya. Penerbitan SE ini sekaligus mempertegas komitmen Pemkab Bolmong dalam mendukung pengelolaan zakat yang profesional dan sesuai regulasi, sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
BERITA04/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Sultan dan Ketua DPRD DIY Tunaikan Zakat di Bangsal Kepatihan, Tegaskan Zakat Instrumen Sejahterakan Umat
Sultan dan Ketua DPRD DIY Tunaikan Zakat di Bangsal Kepatihan, Tegaskan Zakat Instrumen Sejahterakan Umat
YOGYAKARTA – Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengkubuwono X menunaikan zakat melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) DIY di Bangsal Kepatihan, Selasa, 3 Maret 2026. Di hadapan pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), lembaga, dan jajaran birokrasi, Sultan menegaskan zakat bukan sekadar kewajiban ritual, melainkan fondasi solidaritas sosial. “Zakat bukan sekadar kewajiban ibadah. Zakat menghadirkan keringanan, menumbuhkan kasih, dan menyentosakan hati sesama. Bahwa harta bukan untuk ditimbun, melainkan untuk dihadirkan manfaatnya bagi kesejahteraan sesama,” kata Sultan. Kegiatan bertajuk Zakat Keteladanan Pemimpin Daerah 2026 itu juga diikuti Ketua DPRD DIY Nuryadi. Penunaian zakat oleh dua pucuk pimpinan daerah ini dimaknai sebagai pesan moral yang harus diterjemahkan hingga ke level birokrasi terbawah. Sultan meminta para pimpinan OPD dan lembaga tidak berhenti pada seremoni. Ia menegaskan perlunya instruksi langsung agar aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemda DIY menunaikan zakat penghasilan sebesar 2,5 persen sesuai ketentuan nisab. “Kalau pimpinan hadir tapi tidak memerintahkan stafnya untuk membayar zakat, ya percuma. Kita mulai dari pimpinan OPD dan lembaga agar ada instruksi langsung ke bawah,” ujarnya. Menurut Sultan, optimalisasi zakat ASN bukan hanya perintah syariat, melainkan bagian dari strategi penguatan kesejahteraan sosial di DIY. Momentum tersebut sekaligus menjadi panggung klarifikasi atas isu yang beredar ihwal penggunaan dana zakat untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ketua Baznas DIY Puji Astuti menegaskan kabar itu tidak benar. “Pengelolaan zakat dilaksanakan sesuai prinsip Tiga Aman: Aman Syar’i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI. Pemberitaan dan isu negatif tentang zakat untuk program MBG adalah tidak benar,” kata Puji. Ia memastikan tidak ada irisan kebijakan maupun distribusi antara dana zakat dan program MBG. “Saya jamin tidak untuk MBG. Kami tidak pernah berhubungan atau bersenggolan pun tidak dengan MBG. Itu sangat berbeda karena MBG tidak masuk dalam kriteria delapan asnaf,” ujarnya. Pimpinan Bidang Pengumpulan Baznas RI Rizaludin Kurniawan menambahkan, dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dititipkan masyarakat sepenuhnya dikembalikan kepada umat melalui delapan golongan penerima (asnaf) yang telah ditetapkan syariat. “Tidak digunakan sepersen pun untuk program Makan Bergizi Gratis,” kata Rizaludin. Sepanjang 2025, Baznas DIY menghimpun dana ZIS-DSKL sebesar Rp 12,5 miliar serta donasi kebencanaan Rp 1,4 miliar. Dana tersebut disalurkan melalui lima program strategis yang mencakup pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial kemanusiaan, dan keagamaan. Laporan keuangan Baznas DIY meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) selama sembilan tahun berturut-turut dari Kantor Akuntan Publik. Dalam audit syariah Kementerian Agama RI, lembaga ini juga mendapat predikat Transparan dan Sangat Baik. Capaian itu diperkuat dengan raihan tujuh penghargaan dalam Baznas Award 2025, antara lain Koordinator Kantor Digital Terbaik, Pengguna SimbaLite Terbaik, Perencanaan Terbaik, Penanganan Stunting Terbaik, hingga Pelaporan Terbaik. Penghargaan tersebut menjadi yang terbanyak secara nasional dalam pengelolaan ZIS-DSKL. Memasuki Ramadan 1447 Hijriah, Baznas DIY menyiapkan sejumlah program distribusi, di antaranya 1.500 paket zakat fitrah, 2.750 paket Ramadan Bahagia dan logistik keluarga, 100 paket Syiar Al-Qur’an, 1.111 boks Hidangan Berkah Ramadan dan fidyah, bantuan biaya hidup mahasiswa terdampak bencana tahap kedua, hingga pendirian Posko Mudik Baznas. Rangkaian kegiatan di Bangsal Kepatihan juga diisi dengan penyerahan dana zakat keteladanan oleh Gubernur dan Wakil Gubernur DIY serta pemberian Baznas DIY Award kepada mitra strategis. Di tengah sorotan publik terhadap tata kelola dana sosial, penegasan Sultan menjadi relevan: zakat harus bergerak dari keteladanan menuju sistem. Bukan hanya memperkuat legitimasi moral, tetapi juga memastikan distribusi kesejahteraan berjalan terukur, transparan, dan tepat sasaran. Bagi Pemerintah DIY, zakat bukan semata kewajiban individu, melainkan instrumen kebijakan sosial. Dan dari Bangsal Kepatihan, pesan itu ditegaskan—solidaritas tidak cukup diucapkan, tetapi harus diinstitusikan.
BERITA04/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS-TNI AL Gelar Mudik Gratis Naik Kapal Perang, 1.000 Pemudik Roda Dua Diangkut Sekali Berlayar
BAZNAS-TNI AL Gelar Mudik Gratis Naik Kapal Perang, 1.000 Pemudik Roda Dua Diangkut Sekali Berlayar
Jakarta – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI kembali berkolaborasi dengan TNI Angkatan Laut (AL) menghadirkan program mudik gratis menggunakan Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) menjelang Idul Fitri 1447 H. Sebanyak 1.000 pemudik roda dua akan diberangkatkan dalam satu kali pelayaran untuk mengurai kepadatan arus mudik. Komitmen sinergi itu ditegaskan Ketua BAZNAS RI, Noor Achmad, saat menerima audiensi jajaran TNI AL di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Rabu (4/3/2026). “BAZNAS sangat senang dapat kembali bekerja sama dengan TNI AL dalam melayani umat. Kami akan segera menindaklanjuti dukungan logistik bagi para pemudik serta paket lebaran bagi personel TNI AL yang bertugas. Peluang kebaikan ini juga akan kami tawarkan kepada para muzaki agar manfaatnya semakin luas,” ujar Kiai Noor. Menurutnya, dukungan konsumsi sahur dan berbuka hingga kebutuhan operasional selama perjalanan laut menjadi prioritas. Dengan begitu, para pemudik dapat menjalankan ibadah di akhir Ramadan dengan tenang meski berada di perjalanan. Berangkat 16 Maret, Rute Jakarta-Semarang-Surabaya Dari pihak TNI AL, Asisten Operasional Kepala Staf Angkatan Laut (KASAL) Laksamana Muda Yayan Sopiyan menjelaskan armada KRI disiapkan untuk mengurai lonjakan pemudik, khususnya pengguna sepeda motor. “Kami menyiapkan KRI dengan kapasitas 1.000 penumpang untuk rute Jakarta, Semarang, dan Surabaya. Keberangkatan dijadwalkan pada hari pertama cuti Lebaran, 16 Maret 2026,” kata Laksda Yayan. Ia menambahkan, sebanyak 150 Anak Buah Kapal (ABK) akan disiagakan untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan pelayaran. Program ini diperuntukkan bagi pemudik roda dua yang ingin pulang kampung bersama keluarga tanpa harus menempuh perjalanan darat berisiko tinggi. Cukup dengan menunjukkan STNK atau identitas resmi, pemudik dapat mengikuti program ini. Skema tersebut dinilai efektif menekan angka kecelakaan lalu lintas sekaligus mengurangi beban jalan nasional saat puncak arus mudik. Perjalanan laut yang diperkirakan berlangsung hingga enam hari membuat kebutuhan logistik menjadi perhatian utama. Ribuan penumpang dan kru membutuhkan dukungan konsumsi dan layanan dasar selama di atas kapal. BAZNAS memastikan bantuan akan difokuskan pada paket konsumsi sahur dan berbuka, serta dukungan logistik lainnya. Selain membantu pemudik, BAZNAS juga menyiapkan paket lebaran bagi personel TNI AL yang bertugas mengawal pelayaran. Sinergi ini dinilai sebagai bentuk konkret kolaborasi kemanusiaan antara lembaga negara dan otoritas pertahanan dalam melayani masyarakat. Di tengah tingginya mobilitas Lebaran, kehadiran kapal perang sebagai armada mudik gratis menjadi solusi strategis yang tak hanya aman, tetapi juga berdaya guna sosial. Turut hadir dalam audiensi tersebut Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan, Deputi II BAZNAS RI Imdadun Rahmat, Komandan Satkor Koarmada I Kolonel Laut (P) Awang Bawono, serta jajaran staf teknis TNI AL. Dengan kolaborasi ini, mudik tak sekadar perjalanan pulang, tetapi juga wujud gotong royong nasional—di mana zakat dan kekuatan maritim bersatu untuk melayani umat.
BERITA04/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Kabupaten Bulukumba Terima 1 Unit Ambulance dari BAZNAS RI, Layanan Kesehatan Mustahik Makin Ngebut!
BAZNAS Kabupaten Bulukumba Terima 1 Unit Ambulance dari BAZNAS RI, Layanan Kesehatan Mustahik Makin Ngebut!
Jakarta – Kabar gembira datang untuk masyarakat Bulukumba. BAZNAS Kabupaten Bulukumba resmi menerima 1 unit mobil ambulance dari BAZNAS RI sebagai penguatan layanan kesehatan gratis bagi mustahik. Penyerahan dilakukan secara simbolis di Kantor BAZNAS RI, Jakarta, Selasa (3/3/2026). Bantuan ini menjadi pelengkap program Rumah Sehat BAZNAS (RSB) yang sebelumnya telah lebih dulu hadir di Kabupaten Bulukumba. Ambulance tersebut merupakan bagian dari distribusi 7 unit kendaraan operasional hasil kolaborasi BAZNAS RI dengan sektor swasta, yakni PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Alfamart) dan PT Midi Utama Indonesia Tbk (Alfamidi). Kolaborasi ini menjadi bukti nyata bahwa zakat mampu bersinergi dengan dunia usaha untuk memperkuat layanan sosial dan kemanusiaan. Selain Bulukumba, bantuan kendaraan operasional juga disalurkan kepada BAZNAS Provinsi Jawa Barat, BAZNAS Kabupaten Jepara, BAZNAS Kabupaten Pelalawan, BAZNAS Kabupaten Karanganyar, serta Pengurus Besar Nahdlatul Ulama. Ketua BAZNAS Kabupaten Bulukumba, Kamaruddin, tak menyembunyikan rasa syukurnya. Ia menegaskan, ambulance ini bukan hanya tambahan armada, melainkan amanah besar dari para muzaki yang harus dijaga. “Ambulance ini bukan sekadar kendaraan operasional, tetapi merupakan bentuk kepedulian dan amanah dari para muzaki yang harus kami jaga dan manfaatkan sebaik-baiknya untuk membantu masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya. Dengan tambahan armada ini, layanan Rumah Sehat BAZNAS di Bulukumba diharapkan semakin responsif, cepat, dan mampu menjangkau wilayah-wilayah yang sebelumnya sulit terakses, terutama bagi warga kurang mampu yang membutuhkan pertolongan medis darurat maupun rujukan. Penguatan Layanan Kesehatan Nasional Ketua BAZNAS RI, Noor Achmad, dalam sambutannya menegaskan bahwa bantuan kendaraan operasional ini merupakan bagian dari strategi penguatan layanan kesehatan dan kemanusiaan BAZNAS di berbagai daerah. “Kami ingin memastikan bahwa dana zakat yang dititipkan oleh para muzaki dapat dikelola secara amanah, profesional, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Ambulance ini diharapkan mampu mempercepat respons layanan kesehatan bagi mustahik serta memperluas jangkauan manfaat program Rumah Sehat BAZNAS,” tegasnya. Langkah ini sekaligus memperlihatkan transformasi pengelolaan zakat yang semakin modern dan terintegrasi. Tak hanya fokus pada penyaluran bantuan konsumtif, BAZNAS kini terus memperkuat layanan berbasis kebutuhan dasar masyarakat, salah satunya sektor kesehatan. Dengan hadirnya ambulance baru ini, masyarakat Bulukumba kini punya harapan lebih besar: akses layanan kesehatan gratis yang lebih cepat, lebih dekat, dan lebih manusiawi. Zakat bukan sekadar angka dalam laporan keuangan. Di Bulukumba, ia menjelma menjadi roda yang berputar, sirene yang berbunyi, dan pertolongan yang datang tepat waktu.
BERITA04/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Kabupaten Sintang Berbagi dalam Safari Ramadhan 1447 H, Perkuat Sinergi Bersama Kemenag Kalbar
BAZNAS Kabupaten Sintang Berbagi dalam Safari Ramadhan 1447 H, Perkuat Sinergi Bersama Kemenag Kalbar
Sintang – Bulan suci Ramadhan 1447 H menjadi momentum penguatan kolaborasi dan kepedulian sosial di Kabupaten Sintang. BAZNAS Kabupaten Sintang kembali menunjukkan komitmennya dalam menebar keberkahan melalui rangkaian Safari Ramadhan yang dirangkaikan dengan kunjungan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat di Masjid Al-Amin Sintang. Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Kalimantan Barat, Muhajirin Yanis, yang didampingi para pejabat di lingkungan Kanwil Kemenag Kalbar. Turut hadir Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sintang, Hasib Arista, beserta jajaran staf. Dalam sambutannya, Muhajirin Yanis menyampaikan apresiasi kepada pengurus Masjid Al-Amin Sintang yang telah menjadikan masjid sebagai Masjid Ramah Musafir dan Dhuafa. Menurutnya, Ramadhan bukan sekadar ritual tahunan, melainkan ruang pembentukan karakter dan perbaikan diri. “Perubahan ke arah yang lebih baik merupakan salah satu tanda diterimanya amal ibadah oleh Allah SWT. Ramadhan harus meninggalkan jejak kebaikan dalam perilaku kita,” ujarnya. Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Sintang, Totok Agus Sudono, menegaskan bahwa Safari Ramadhan merupakan program strategis yang dilaksanakan secara berkelanjutan di berbagai wilayah Kabupaten Sintang sebagai bentuk kepedulian terhadap kaum dhuafa. Sepanjang Ramadhan tahun ini, BAZNAS Kabupaten Sintang telah dan akan melaksanakan sejumlah agenda distribusi bantuan sembako kepada masyarakat kurang mampu, antara lain: Safari Ramadhan ke-1, bersama Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan di Masjid Jami’ Sultan Nata Sintang, dengan menyalurkan 20 paket sembako kepada kaum dhuafa. Safari Ramadhan ke-2, bekerja sama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Sintang, DMI, IPHI, MUI, dan Ormas Pusat Paguyuban Warga Jawa (Puspawaja) di Masjid Al-Huda Desa Merarai, Kecamatan Sungai Tebelian, dengan menyalurkan 50 paket sembako. Safari Ramadhan ke-3, bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Sintang, ICM, dan Ormas Puspawaja di Masjid Al-Huda Desa Empaci, Kecamatan Dedai, dengan menyalurkan 50 paket sembako. Safari Ramadhan ke-4, bekerja sama dengan Kementerian Agama Kabupaten Sintang dan Badan Munzalan Indonesia (BMI) serta Ormas Puspawaja di Masjid Al-Muhajirin Desa Terusan, Kecamatan Dedai, dengan menyalurkan 100 paket sembako. Safari Ramadhan ke-5 (direncanakan), bersama Ormas Puspawaja di Masjid Darussalam Desa Dak Jaya, Kecamatan Binjai Hulu, dengan rencana penyaluran 50 paket sembako. Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bukti nyata bahwa pengelolaan zakat tidak berhenti pada penghimpunan, tetapi diwujudkan dalam distribusi yang terukur, kolaboratif, dan tepat sasaran. Totok Agus Sudono berharap sinergi yang telah terbangun bersama pemerintah daerah, Kementerian Agama, dan berbagai organisasi kemasyarakatan dapat terus diperkuat demi memperluas manfaat bagi masyarakat. “Semoga Allah SWT memberikan keberkahan dalam setiap langkah kita, menerima amal ibadah kita, dan menjadikan Ramadhan ini sebagai momentum memperkuat kepedulian sosial serta meningkatkan ketakwaan kepada-Nya,” tuturnya.
BERITA04/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Safari Ramadhan , BAZNAS Kota Mataram Gaspol Salurkan Bantuan Produktif di Sekarbela
Safari Ramadhan , BAZNAS Kota Mataram Gaspol Salurkan Bantuan Produktif di Sekarbela
Safari Ramadhan , BAZNAS Kota Mataram Gaspol Salurkan Bantuan Produktif di Sekarbela Mataram – Semangat Ramadhan bukan hanya terasa di sajadah dan lantunan doa, tapi juga bergerak nyata menyentuh kehidupan warga. Safari Ramadhan Pemerintah Kota Mataram, Selasa (3/3/2026), BAZNAS Kota Mataram kembali mendistribusikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) secara langsung kepada masyarakat yang membutuhkan. Bertempat di Masjid Al-Mujahidin, Lingkungan Barito Perumnas, Kelurahan Tanjung Karang Permai, Kecamatan Sekarbela, bantuan diserahkan usai shalat Ashar dalam suasana penuh khidmat dan kebersamaan. Kegiatan ini menjadi bukti kolaborasi strategis antara BAZNAS Kota Mataram dan Pemerintah Kota Mataram dalam memperkuat kesejahteraan umat. Tak sekadar seremoni, bantuan yang disalurkan menyasar berbagai sektor penting: bantuan untuk masjid, santunan bagi para merbot, dukungan untuk guru ngaji TPQ, bantuan majelis ta’lim, hingga gerobak usaha dan tambahan modal bagi pelaku UMKM. Wali Kota Mataram Mohan Roliskana secara simbolis menyerahkan bantuan tersebut, didampingi Wakil Wali Kota Mujiburrahman, Sekretaris Daerah H. Lalu Alwan Basri, serta Ketua BAZNAS Kota Mataram H. Djaswad. Turut hadir jajaran Forkopimda, para asisten, kepala OPD, hingga staf pelaksana bidang pendistribusian dan pendayagunaan. Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS Kota Mataram menegaskan bahwa Safari Ramadhan bukan sekadar agenda rutin, melainkan ruang pelayanan zakat yang lebih dekat dan responsif. “Kami ingin memastikan dana zakat yang dititipkan para muzakki benar-benar kembali kepada umat dalam bentuk program yang tepat sasaran, transparan, dan berdampak nyata,” tegasnya. Yang menarik, bantuan yang diberikan tidak hanya bersifat konsumtif. Modal usaha dan gerobak dagang yang disalurkan dirancang untuk mendorong kemandirian ekonomi mustahik. Harapannya, para penerima manfaat bisa naik kelas—dari penerima zakat menjadi muzakki di masa depan. Safari Ramadhan kali ini pun menjadi momentum membangun ekosistem sosial yang saling menguatkan antara pemerintah, lembaga zakat, dan masyarakat. Di bulan penuh berkah ini, solidaritas sosial tidak berhenti pada wacana, tetapi menjelma dalam aksi nyata. Ramadhan di Kota Mataram bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga. Ia adalah tentang menghadirkan harapan, memperluas kepedulian, dan memastikan tak ada warga yang berjalan sendiri dalam menghadapi tantangan hidup.
BERITA04/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Bantu Gaza! BAZNAS dan Dubes RI Serahkan 5 Ambulans Donasi Tempo Scan di Kairo
Bantu Gaza! BAZNAS dan Dubes RI Serahkan 5 Ambulans Donasi Tempo Scan di Kairo
KAIRO – Aksi kemanusiaan untuk Palestina kembali dilakukan Indonesia. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Duta Besar Republik Indonesia untuk Mesir menyerahkan lima unit ambulans bantuan dari Tempo Scan Pacific kepada otoritas kesehatan Mesir. Penyerahan bantuan tersebut dilakukan di kantor Egyptian Ambulance Authority di Kairo, Selasa (3/3/2026). Kelima ambulans tersebut rencananya akan segera dioperasikan di wilayah perbatasan Rafah untuk mendukung layanan kesehatan darurat bagi warga Gaza yang saat ini sangat membutuhkan bantuan medis. Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Duta Besar RI untuk Mesir Kuncoro Giri Waseso sebagai perwakilan pemerintah Indonesia. Ketua BAZNAS RI Noor Achmad mengatakan, bantuan ambulans ini merupakan bentuk kolaborasi antara sektor swasta dan lembaga filantropi Islam dalam merespons krisis kemanusiaan di Palestina. “Alhamdulillah, amanah dari Tempo Scan melalui BAZNAS telah sampai di Kairo. Ambulans ini merupakan aksi kepedulian masyarakat Indonesia untuk saudara-saudara kita di Palestina,” kata Kiai Noor dalam keterangan tertulisnya. Ia berharap bantuan tersebut dapat membantu mempercepat akses layanan kesehatan bagi warga Gaza, khususnya di wilayah perbatasan Rafah yang menjadi titik krusial evakuasi korban. “Kami berharap ambulans ini dapat mempercepat layanan medis di perbatasan Rafah, di mana kebutuhan fasilitas evakuasi sangat mendesak,” tambahnya. Duta Besar RI untuk Mesir Kuncoro Giri Waseso menyampaikan rasa bangga atas kolaborasi antara BAZNAS dan Tempo Scan dalam membantu rakyat Palestina. Menurutnya, bantuan ini menjadi wujud nyata solidaritas masyarakat Indonesia terhadap perjuangan dan kondisi kemanusiaan di Palestina. “Saya bangga sekali atas upaya BAZNAS dan Tempo Scan yang berhasil menyumbangkan lima ambulans melalui Egyptian Ambulance Authority. Semoga ambulans ini sangat bermanfaat bagi rakyat Palestina yang sedang membutuhkan,” ujar Kuncoro. Ia menegaskan Indonesia akan terus mendukung berbagai upaya kemanusiaan sebagai bagian dari komitmen terhadap kemerdekaan Palestina. Perwakilan Kementerian Kesehatan Mesir Amrou Rashid menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BAZNAS, Tempo Scan, serta masyarakat Indonesia atas bantuan tersebut. Menurutnya, bantuan ambulans ini mencerminkan kuatnya solidaritas kemanusiaan antarbangsa. Pihak otoritas ambulans Mesir memastikan lima armada tersebut akan segera dimobilisasi untuk memperkuat layanan kesehatan di titik-titik krusial wilayah perbatasan Rafah. Dengan tambahan armada ini, diharapkan proses evakuasi medis bagi warga Gaza dapat berlangsung lebih cepat dan efektif di tengah situasi darurat kemanusiaan yang masih berlangsung.
BERITA04/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
80 Dhuafa Wajo Terima Bantuan Ramadan, BAZNAS Makassar Siapkan Rp1,14 Miliar untuk 15 Kecamatan
80 Dhuafa Wajo Terima Bantuan Ramadan, BAZNAS Makassar Siapkan Rp1,14 Miliar untuk 15 Kecamatan
Makassar – Sebanyak 80 kaum dhuafa di Kecamatan Wajo menerima bantuan berkah Ramadan dari BAZNAS Kota Makassar, Selasa (3/3/2026). Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Ketua BAZNAS Makassar Ashar Tamanggong. Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Ketua I BAZNAS Makassar Ahmad Taslim serta Sekretaris Camat Wajo Zamhir Islami Rahman yang mewakili Camat Wajo. Ashar Tamanggong mengungkapkan, khusus Ramadan 1447 H, BAZNAS Kota Makassar menyiapkan anggaran sebesar Rp1.145.525.000 untuk disalurkan kepada kaum dhuafa di 15 kecamatan di Kota Makassar. “Bantuan ini bukan sekadar angka, tetapi bentuk kepedulian dan amanah yang harus kami salurkan kepada yang berhak,” ujar Ashar di sela kegiatan. Ia menegaskan, nilai bantuan tidak diukur dari besar kecilnya nominal, melainkan dari niat dan keikhlasan dalam berbagi, terlebih di bulan suci Ramadan. Menjawab pertanyaan terkait sumber dana, Ashar menjelaskan bantuan berasal dari zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dihimpun dari ASN Muslim Pemkot Makassar, UPZ masjid se-Kota Makassar, para muzakki, serta donatur perorangan yang mempercayakan penyalurannya melalui BAZNAS. Menurutnya, penyaluran ZIS secara langsung kepada penerima yang membutuhkan menjadi langkah tepat untuk memastikan bantuan sampai kepada sasaran. Sementara itu, Camat Wajo Maharuddin yang diwakili Sekcam Zamhir Islami Rahman menyampaikan apresiasi atas bantuan tersebut. “Mewakili Pak Camat, kami mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS Makassar atas bantuan ini. Kebaikan yang dilakukan tentu membawa kebahagiaan bagi penerima maupun pemberi,” ujar Zamhir. Ia menambahkan, Ramadan menjadi momentum memperkuat kepedulian sosial dan menumbuhkan semangat berbagi di tengah masyarakat. BAZNAS Makassar menargetkan penyaluran bantuan Ramadan ini menjangkau dhuafa di seluruh kecamatan sebagai bagian dari komitmen pengentasan kemiskinan dan penguatan solidaritas sosial di Kota Makassar yang dipimpin Wali Kota Munafri Arifuddin dan Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham. Penyaluran bantuan berlangsung tertib dan disambut antusias warga penerima manfaat. BAZNAS Makassar memastikan distribusi ZIS dilakukan tepat sasaran dan sesuai ketentuan syariah.
BERITA03/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Ramadan Jadi Momentum, BAZNAS Makassar Gelontorkan Rp1,14 Miliar untuk 1.530 Dhuafa
Ramadan Jadi Momentum, BAZNAS Makassar Gelontorkan Rp1,14 Miliar untuk 1.530 Dhuafa
Makassar – Ramadan 1447 H menjadi momentum penguatan kepedulian sosial di Kota Makassar. BAZNAS Kota Makassar menyiapkan anggaran Rp1.145.525.000 untuk disalurkan kepada kaum dhuafa di 15 kecamatan. Tahap pertama, lembaga pemerintah nonstruktural yang berkantor di Jalan Teduh Bersinar No 5, Kecamatan Rappocini itu mulai menyalurkan Rp405.025.000. Rinciannya, Rp382.500.000 dalam bentuk uang tunai untuk 1.530 penerima yang tersebar di 153 kelurahan, serta Rp22.525.000 dalam bentuk paket sembako prasejahtera melalui Safari Ramadan. Wakil Ketua IV Bidang SDM, Administrasi dan Umum BAZNAS Makassar, Jurlan Em Saho'as, mengatakan penyaluran dimulai sejak Senin (2/3), bertepatan dengan hari ke-12 Ramadan. “Penyerahan tahap awal dilakukan di Kecamatan Biringkanaya, Mariso, Ujung Tanah, dan Makassar,” ujarnya di sela kegiatan di Aula Kecamatan Biringkanaya. Menurut Jurlan, penerima bantuan dipastikan masuk dalam delapan golongan (asnaf) sesuai ketentuan syariah, yakni fakir, miskin, riqab, gharim, mualaf, fi sabilillah, ibnu sabil, dan amil. Ia juga menegaskan sumber dana bantuan berasal dari Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) para ASN Muslim Pemkot Makassar, guru SD dan SMP negeri Muslim melalui sistem payroll 2,5 persen, karyawan Perusda dan BUMD, pengusaha, perorangan, hingga Unit Pengumpul Zakat (UPZ) masjid se-Kota Makassar. Kepala Seksi Kesra Kecamatan Biringkanaya, Andi Achiruddin, mengapresiasi konsistensi BAZNAS Makassar yang setiap tahun menyalurkan bantuan kepada warga dhuafa di wilayahnya. “Ini sangat membantu masyarakat kami, khususnya di bulan Ramadan,” ujarnya. Di hari yang sama, Ketua BAZNAS Kota Makassar, Ashar Tamanggong, juga menyerahkan bantuan di Kecamatan Mariso. Menurutnya, kehadiran BAZNAS harus dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat yang benar-benar membutuhkan. “Kami ingin memberi senyum kepada keluarga yang patut menerima bantuan. Meski nilainya tidak besar, tapi insyaallah bermanfaat, terutama di bulan Ramadan,” katanya. Ashar menambahkan, Ramadan menjadi momentum akselerasi redistribusi ekonomi melalui zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun secara kolektif. BAZNAS Makassar menegaskan pengelolaan ZIS dilakukan dengan tiga prinsip utama. Pertama, Aman Syar’i, yakni sesuai Al-Qur’an dan Sunnah. Kedua, Aman Regulasi, taat pada aturan dan perundang-undangan. Ketiga, Aman NKRI, memastikan pengelolaan zakat memperkuat persaudaraan dan mendukung keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dengan skema tersebut, BAZNAS Makassar menargetkan penyaluran ZIS Ramadan tahun ini tepat sasaran dan memberi dampak langsung bagi masyarakat prasejahtera di seluruh penjuru kota.
BERITA03/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS RI Buka Data, Tegaskan Komitmen Transparansi dalam Laporan Keuangan 2024
BAZNAS RI Buka Data, Tegaskan Komitmen Transparansi dalam Laporan Keuangan 2024
Jakarta — Di tengah derasnya arus informasi dan diskusi publik di media sosial, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menegaskan komitmennya terhadap transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan zakat melalui Laporan Keuangan Tahun 2024. Respons ini disampaikan sebagai bentuk keterbukaan kepada masyarakat yang menunjukkan kepedulian tinggi terhadap tata kelola dana umat. BAZNAS memandang kritik dan perhatian publik bukan sebagai tekanan, melainkan sebagai energi kolektif untuk memperkuat kepercayaan dan integritas lembaga. Sebagai lembaga resmi negara yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat, BAZNAS RI menjalankan pengelolaan zakat dengan prinsip Aman Syar’i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI (3A). Seluruh laporan keuangan BAZNAS RI setiap tahun diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) independen untuk memastikan validitas dan kredibilitas data. Selain itu, audit syariah dilakukan oleh auditor yang ditetapkan Kementerian Agama Republik Indonesia guna menjamin kepatuhan terhadap prinsip-prinsip syariah. Pengawasan fungsional juga dilakukan secara berkala oleh Inspektorat Jenderal Kemenag RI. Di tingkat internal, BAZNAS memiliki Direktorat Audit, Kepatuhan dan Manajemen Risiko serta Direktorat Pengendalian dan Evaluasi untuk memastikan setiap proses berjalan sesuai ketentuan. Sebagai bentuk keterbukaan informasi publik, laporan keuangan dapat diakses secara terbuka melalui laman resmi baznas.go.id, sehingga masyarakat dapat melakukan pengawasan sosial secara mandiri. Salah satu isu yang menjadi perhatian publik adalah porsi dana amil. Dalam syariat Islam, amil termasuk salah satu dari delapan asnaf sebagaimana disebutkan dalam QS. at-Taubah ayat 60. Secara regulasi nasional, batas maksimal porsi amil ditetapkan sebesar 12,5 persen (1/8) melalui Keputusan Menteri Agama Nomor 606 Tahun 2020. Dalam Laporan Keuangan 2024, realisasi dana amil tercatat sebesar 12,32 persen — masih berada di bawah batas maksimal yang ditetapkan. Dana tersebut digunakan secara proporsional untuk mendukung operasional pengelolaan zakat, termasuk belanja pegawai, administrasi umum, operasional Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di kementerian, lembaga, dan BUMN, serta pengembangan teknologi informasi guna meningkatkan layanan kepada muzaki dan mustahik. Sepanjang 2024, porsi terbesar penyaluran zakat — 38,4 persen — dialokasikan kepada asnaf miskin. Kelompok ini didefinisikan sebagai mereka yang memiliki penghasilan, namun belum mencukupi kebutuhan dasar hidup sehari-hari. Penyaluran tersebut tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi diarahkan pada pemberdayaan ekonomi berkelanjutan. Di wilayah perkotaan, BAZNAS menjalankan program ekonomi produktif seperti Z-Mart, Z-Chicken, Z-Coffee, dan Z-Auto yang membina mustahik menjadi pelaku usaha mikro. Sementara di wilayah pedesaan, program Balai Ternak, Lumbung Pangan, Zakat Community Development (ZCD), serta pembiayaan mikro syariah hadir untuk memberdayakan petani, peternak, dan nelayan di berbagai daerah. Selain itu, alokasi fi sabilillah difokuskan pada sektor pendidikan melalui Beasiswa Cendekia BAZNAS dalam dan luar negeri, beasiswa santri, program Madrasah Layak Belajar, serta dukungan bagi para dai yang bertugas di wilayah 3T (terdepan, terluar, tertinggal) dan daerah minoritas Muslim. BAZNAS RI menegaskan bahwa zakat bukan sekadar kewajiban ibadah individual, melainkan instrumen strategis untuk percepatan pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan umat. Kepercayaan publik adalah amanah terbesar yang terus dijaga melalui konsistensi, profesionalitas, dan integritas dalam setiap proses pengelolaan. BAZNAS RI mengajak masyarakat untuk merujuk pada sumber informasi resmi dan bersama-sama mengawal tata kelola zakat yang transparan dan berdampak. Dengan semangat kolaborasi dan keterbukaan, BAZNAS optimistis zakat dapat menjadi kekuatan nyata dalam membangun kemandirian umat dan memperkuat solidaritas sosial di Indonesia.
BERITA03/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Minahasa.

Lihat Daftar Rekening →