WhatsApp Icon
Pos Mudik BAZNAS Hadir di Tasikmalaya, Pemudik Bisa Istirahat, Pijat Gratis hingga Dapat Takjil

Tasikmalaya – Arus mudik Lebaran 2026 kian padat. Di tengah perjalanan panjang yang melelahkan, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menghadirkan solusi bagi para pemudik dengan membuka Pos Mudik di Tasikmalaya.

Tak sekadar tempat singgah, Pos Mudik BAZNAS ini menyediakan beragam layanan gratis yang bisa dimanfaatkan pemudik selama periode 16 hingga 27 Maret 2026.

Mulai dari layanan kesehatan, masjid, toilet darurat, ruang laktasi, dapur air, wifi, layanan charger, tempat istirahat, pijat gratis, hingga ruang ramah anak—semuanya tersedia untuk menunjang kenyamanan perjalanan.

Tak hanya itu, program Bank Makanan juga dihadirkan dengan menyediakan takjil hingga makanan berat, khususnya saat sahur dan berbuka puasa.

Deputi II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS RI, Imdadun Rahmat, menegaskan kehadiran Pos Mudik ini merupakan bentuk kepedulian terhadap para pemudik.

“BAZNAS dari tahun ke tahun selalu menghadirkan Pos Mudik. Ini adalah ikhtiar kami untuk memberikan bantuan terbaik bagi para pemudik yang merupakan ibnu sabil,” ujar Imdadun, Kamis (19/3/2026).

Ia menambahkan, seluruh fasilitas tersebut berasal dari dana zakat, infak, dan sedekah para muzaki yang dikelola secara amanah untuk kemaslahatan umat.

“Kami optimalkan pemanfaatannya, termasuk untuk Pos Mudik Gratis ini agar perjalanan masyarakat lebih aman dan nyaman,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur Pendistribusian BAZNAS RI, Ahmad Fikri, menjelaskan Pos Mudik BAZNAS tersebar di 21 titik strategis di seluruh Indonesia.

Menurutnya, Pos Mudik di Tasikmalaya termasuk salah satu pos utama dengan fasilitas paling lengkap.

“Di Tasikmalaya ini cukup besar, ada sekitar 10 hingga 12 layanan. Sementara di titik lain minimal lima layanan utama tetap tersedia,” jelasnya.

Ia juga memastikan setiap pos dilengkapi tenaga medis.

“Dokter dan perawat selalu siaga untuk memberikan layanan kesehatan bagi pemudik,” tambah Fikri.

Kehadiran Pos Mudik BAZNAS ini pun dirasakan langsung manfaatnya oleh para pemudik.

Rais, pemudik asal Tangerang yang menuju Pangandaran dan Yogyakarta, mengaku fasilitas yang tersedia sangat membantu.

“Fasilitasnya lengkap. Ada kasur darurat, pijat gratis, sampai takjil dan makanan berat. Ini sangat membantu kami di perjalanan,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Lendra, pemudik asal Sumedang yang mudik bersama keluarga.

“Kami singgah saat sudah lelah. Di sini anak-anak bisa bermain, kami dapat pijat, takjil, dan layanan kesehatan gratis. Lengkap sekali,” katanya.

BAZNAS berharap, kehadiran Pos Mudik di berbagai titik strategis ini tidak hanya menjadi tempat istirahat, tetapi juga berkontribusi menekan risiko kecelakaan akibat kelelahan selama perjalanan.

Di tengah padatnya arus mudik, Pos Mudik BAZNAS menjadi oase bagi para pemudik—tempat bernaung sejenak, mengisi energi, dan melanjutkan perjalanan dengan lebih aman.

Karena mudik bukan sekadar perjalanan pulang, tapi juga tentang memastikan setiap langkah sampai dengan selamat.

28/03/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Bangun Kelas Darurat di Gaza, Jaga Asa Pendidikan Anak Palestina di Tengah Krisis

Jakarta – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI kembali menunjukkan komitmennya dalam aksi kemanusiaan global. Kali ini, Badan Amil Zakat Nasional membangun tujuh tenda kelas darurat bagi anak-anak di Beit Lahia, Gaza Utara, Palestina.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan anak-anak tetap mendapatkan akses pendidikan meskipun berada di tengah situasi krisis kemanusiaan yang belum mereda.

Tenda-tenda tersebut difungsikan sebagai ruang belajar sementara yang dilengkapi meja dan kursi. Fasilitas ini diharapkan mampu menciptakan suasana belajar yang lebih nyaman dan layak bagi anak-anak Gaza.

Ketua BAZNAS RI, Sodik Mudjahid menegaskan, pendidikan tidak boleh terhenti dalam kondisi apa pun, termasuk saat bencana dan konflik.

“Kami ingin anak-anak di Gaza tetap memiliki ruang belajar yang aman dan layak. Tenda kelas darurat ini diharapkan membantu mereka melanjutkan kegiatan belajar meskipun berada di tengah situasi yang sulit,” ujar Sodik dalam keterangannya, Jumat (20/3/2026).

Menurutnya, pembangunan kelas darurat ini bukan hanya soal pendidikan, tetapi juga bagian dari upaya pemulihan psikososial bagi anak-anak yang terdampak konflik.

Tak lupa, BAZNAS juga menyampaikan apresiasi kepada Prabowo Subianto serta masyarakat Indonesia yang terus memberikan dukungan terhadap berbagai program kemanusiaan untuk Palestina.

“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan yang luar biasa. Ini menjadi bukti bahwa kepedulian bangsa Indonesia untuk Palestina terus hidup,” tambahnya.

Tampung 100 Anak, Belajar Bergantian

Fasilitas kelas darurat ini dirancang mampu menampung hingga 100 anak. Sistem belajar dibagi menjadi dua sesi, dengan masing-masing sesi diikuti sekitar 45 hingga 50 siswa.

Selain tenda yang kokoh, sarana pendukung seperti meja dan kursi juga disediakan untuk menunjang kenyamanan proses belajar.

Kehadiran fasilitas ini membawa kebahagiaan bagi anak-anak. Salah satunya dirasakan oleh Zeina Al Motawaq (8), siswa sekolah dasar di Gaza.

“Kami dulu sangat kesulitan. Kami duduk di lantai saat menulis sampai punggung kami sakit. Sekarang kami sangat bersyukur sudah ada meja dan kursi. Terima kasih masyarakat Indonesia, terima kasih BAZNAS,” ujarnya.

Bantuan Kemanusiaan Terus Bergulir

Selain pembangunan kelas darurat, BAZNAS juga terus menyalurkan berbagai bantuan kemanusiaan bagi masyarakat Palestina. Mulai dari paket pangan, hidangan berbuka puasa, layanan kesehatan, hingga distribusi air bersih, pakaian, dan selimut.

Tak hanya itu, BAZNAS juga membangun berbagai fasilitas darurat lainnya seperti tenda pemukiman, tenda rumah, hingga tenda masjid untuk membantu warga bertahan di tengah kondisi sulit.

Ajak Masyarakat Terus Berkontribusi

BAZNAS mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk terus mengambil bagian dalam aksi kemanusiaan ini melalui program Dompet Solidaritas Palestina.

Kontribusi dapat disalurkan melalui:
BSI 100.426.6893
a.n. Badan Amil Zakat Nasional

Atau melalui laman resmi: baznas.go.id/bantupalestina

21/03/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa
Kisah Rojali Bangkit dari Banjir Aceh Tamiang: Dari Korban Jadi Relawan Dapur Umum BAZNAS

Aceh Tamiang – Banjir bandang yang menerjang Kabupaten Aceh Tamiang pada November lalu menyisakan luka mendalam. Rumah hanyut, harta benda lenyap, dan kehidupan berubah seketika.

Namun di balik duka itu, muncul kisah keteguhan dari seorang penyintas bernama Muhammad Rojali (44).

Melalui program Dapur Umum Hidangan Berkah Ramadan yang diinisiasi Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI, Rojali tak hanya menjadi penerima bantuan. Ia memilih bangkit—menjadi relawan, memasak untuk sesama korban.

“Awalnya saya hanya menerima bantuan makanan, tapi saya tergerak hati untuk ikut membantu memasak. Saya merasa tidak enak kalau hanya menerima saja,” ujar Rojali saat ditemui di tenda pengungsian Desa Lubuk Sidup.

Rumah Rojali hanyut tanpa sisa. Kini, ia tinggal di tenda darurat bersama istri dan tiga anaknya. Di tengah keterbatasan itu, dapur umum menjadi tumpuan utama kebutuhan pangan warga.

Setiap hari, dapur tersebut mengolah sekitar 50 kilogram beras untuk menyediakan hingga 700 porsi makanan bagi para penyintas.

Menariknya, dapur ini tidak dijalankan oleh pihak luar semata, melainkan oleh warga sendiri secara gotong royong—memasak sayur, ikan, hingga menyiapkan takjil berbuka puasa.

“Kalau tidak ada program ini, kami kesulitan. Untuk masak daging saja kami belum mampu. Tapi melalui bantuan BAZNAS, kami bisa makan dengan layak dan bergizi,” tutur Rojali.

Sekretaris Utama BAZNAS RI, Subhan Cholid, menegaskan bahwa dapur umum ini dirancang bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan konsumsi, tetapi juga sebagai bagian dari pemulihan mental masyarakat.

“Filosofi zakat adalah memberdayakan. Lewat dapur umum ini, BAZNAS tidak hanya menyalurkan makanan, tetapi juga menciptakan ekosistem gotong royong,” jelas Subhan.

Menurutnya, pelibatan langsung para penyintas menjadi kunci untuk membangun kembali rasa percaya diri dan kemandirian kolektif di tengah masa sulit.

Bagi Rojali, dapur umum ini bukan sekadar tempat memasak, tetapi ruang untuk bangkit dan menemukan kembali makna kebersamaan.

“Kami sangat berterima kasih kepada BAZNAS dan para donatur. Bantuan ini memberi semangat bagi kami untuk terus kuat,” ucapnya.

BAZNAS sendiri menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi para penyintas hingga tahap rehabilitasi pascabencana.

Kisah Rojali menjadi bukti—bahwa di tengah kehilangan, zakat mampu menggerakkan hati, menumbuhkan solidaritas, dan menghidupkan kembali harapan.

Di antara tenda-tenda pengungsian, api dapur umum itu tak hanya memasak makanan—tetapi juga menyalakan semangat untuk bangkit bersama.

21/03/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa
Asisten I Setdakab Minahasa Sampaikan Ucapan Idul Fitri 1447 H, Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan dan Pelayanan Publik

Minahasa – Momentum Hari Raya Idulfitri 1447 H/2026 M dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten Minahasa untuk memperkuat nilai kebersamaan, toleransi, dan pelayanan kepada masyarakat. Hal ini disampaikan oleh Riviva Maringka selaku Asisten I Setdakab Minahasa dalam ucapan resminya. Jumat, 20/3/2026

Dalam keterangannya, Riviva mengajak seluruh masyarakat menjadikan Idulfitri sebagai titik balik untuk mempererat persatuan serta meningkatkan kualitas kehidupan sosial yang harmonis di Kabupaten Minahasa.

“Selamat Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin. Semoga momentum suci ini menjadi penguat bagi kita semua untuk terus menjaga persaudaraan, toleransi, dan semangat gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat,” ujarnya.

Sebagai Asisten I yang membidangi pemerintahan dan kesejahteraan rakyat, Riviva menegaskan pentingnya menjaga stabilitas sosial, ketertiban umum, serta membangun sinergi antara pemerintah dan masyarakat.

Menurutnya, Idulfitri bukan hanya perayaan keagamaan, tetapi juga ruang refleksi untuk memperbaiki hubungan sosial dan memperkuat nilai-nilai kebangsaan.

“Kita ingin masyarakat Minahasa tetap hidup rukun dalam keberagaman. Nilai saling menghormati harus terus dijaga sebagai fondasi utama dalam pembangunan daerah,” tegasnya.

Lebih lanjut, Riviva juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan publik yang responsif dan humanis, terutama dalam momentum Lebaran yang identik dengan meningkatnya mobilitas masyarakat.

Ia mengingatkan seluruh jajaran pemerintah untuk tetap siaga dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Pelayanan publik harus tetap berjalan optimal. Kehadiran pemerintah harus dirasakan, terutama dalam memastikan keamanan, kenyamanan, dan kebutuhan masyarakat selama Idulfitri,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Riviva juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan kepedulian sosial, terutama terhadap kelompok rentan dan masyarakat yang membutuhkan.

Menurutnya, semangat berbagi dan solidaritas yang tumbuh di bulan Ramadan harus terus dilanjutkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Mari kita jadikan Idulfitri sebagai momentum untuk memperkuat empati sosial. Kepedulian terhadap sesama adalah bagian penting dari pembangunan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Menutup pernyataannya, Riviva berharap Idulfitri tahun ini membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat Minahasa dan menjadi energi baru untuk membangun daerah yang lebih maju, sejahtera, dan berdaya saing.

“Semoga kita semua kembali dalam keadaan fitri, dengan hati yang bersih, serta semangat baru untuk terus berkarya dan mengabdi bagi Minahasa yang lebih baik,” pungkasnya.

Momentum Idulfitri 1447 H pun diharapkan tidak hanya menjadi perayaan, tetapi juga penguat nilai persatuan, pelayanan, dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

21/03/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa
Wabup Minahasa Tekankan Nilai Fitrah dan Kerukunan dalam Momentum Idul Fitri 1447 H/2026

Minahasa – Momentum Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah dimaknai sebagai ruang penguatan nilai spiritual dan sosial di Kabupaten Minahasa. Hal tersebut tercermin dari pernyataan Wakil Bupati Minahasa, Vanda Sarundajang, saat menghadiri kegiatan silaturahmi usai pelaksanaan Salat Id di Masjid Agung Al-Falah  Kyai Modjo, Kampung Jawa Tondano, Sabtu (21/3/2026).

Kehadiran Wakil Bupati dalam kesempatan tersebut merupakan bagian dari representasi Pemerintah Kabupaten Minahasa dalam menjalin kedekatan dengan masyarakat, khususnya umat Muslim yang merayakan Idul Fitri. Dalam kegiatan itu, Wakil Bupati membacakan sambutan Bupati Minahasa, Robby Dondokambey, sebelum pelaksanaan Salat Id dimulai.

Dalam keterangannya, Vanda Sarundajang menegaskan bahwa Idul Fitri memiliki makna yang lebih dari sekadar perayaan keagamaan, melainkan sebagai momentum untuk kembali kepada fitrah serta memperkuat hubungan sosial antarmasyarakat.

“Idul Fitri merupakan hari kemenangan bagi umat Muslim setelah menjalani ibadah puasa. Momentum ini menjadi kesempatan untuk kembali kepada fitrah serta mempererat kebersamaan,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idul Fitri kepada seluruh umat Muslim di Kabupaten Minahasa, seraya mengajak masyarakat untuk menjadikan momen tersebut sebagai sarana memperkuat persaudaraan.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya menjaga harmoni sosial di tengah keberagaman yang menjadi karakteristik masyarakat Minahasa. Menurutnya, nilai-nilai kearifan lokal seperti Sitou Timou Tumou Tou dan semangat Mapalus harus terus dijaga sebagai fondasi kehidupan bersama.

“Kerukunan umat beragama di Minahasa telah terbangun dengan baik dan perlu terus dipelihara. Momentum Idul Fitri ini menjadi salah satu wujud nyata dari harmonisasi tersebut,” katanya.

Usai pelaksanaan Salat Id yang dimulai pukul 07.00 WITA, kegiatan dilanjutkan dengan silaturahmi dan ramah tamah antara jajaran pemerintah daerah dan masyarakat Kampung Jawa Tondano.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten Minahasa, Dr. Lynda Deisye Watania, MM, M.Si , Asisten I Drs. Riviva Maringka, M.Si , serta sejumlah kepala perangkat daerah dan camat Tondano Utara.

Pelaksanaan Salat Id dipimpin oleh Ustad Hardianto Masuara sebagai imam, dengan khutbah yang disampaikan oleh Habib Umar Bin Thoha yang menekankan pentingnya menjaga nilai keimanan dan persaudaraan.

Dengan suasana yang berlangsung tertib dan penuh kekhidmatan, kegiatan tersebut menjadi refleksi nyata bahwa Idul Fitri tidak hanya bermakna secara spiritual, tetapi juga memiliki dimensi sosial yang kuat dalam mempererat kohesi masyarakat di Kabupaten Minahasa.

21/03/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa

Berita Terbaru

BAZNAS RI Berdayakan Pedagang Nasi Kuning di Banjarmasin, Omzet Tembus Rp1 Juta per Hari
BAZNAS RI Berdayakan Pedagang Nasi Kuning di Banjarmasin, Omzet Tembus Rp1 Juta per Hari
Jakarta – Ikhtiar pemberdayaan ekonomi berbasis zakat kembali menunjukkan hasil nyata. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI melalui program BAZNAS Microfinance Desa (BMD) Banjarmasin berhasil mengangkat usaha Rabiyatul Adawiyah, pedagang nasi kuning dan lontong di Banjarmasin, hingga mampu meraup omzet Rp1 juta per hari. Capaian tersebut menjadi bukti bahwa pengelolaan zakat secara produktif tidak sekadar bersifat karitatif, melainkan mampu mendorong transformasi ekonomi mustahik secara berkelanjutan. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasinya atas perkembangan usaha binaan tersebut. “Keberhasilan Rabiyatul menunjukkan zakat yang dikelola secara produktif dapat mendorong kemandirian ekonomi. BAZNAS ingin memastikan para mustahik tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga tumbuh dan berkembang melalui usaha yang berkelanjutan,” ujar Saidah dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (19/2/2026). Program BAZNAS Microfinance Desa dirancang tidak hanya memberikan tambahan modal usaha, tetapi juga menghadirkan pendampingan intensif agar pelaku usaha kecil mampu mengelola dan mengembangkan bisnisnya secara profesional. Salah satu keunggulan program ini adalah skema pembiayaan tanpa bunga. Pendekatan tersebut dinilai memberi ruang gerak lebih luas bagi pelaku UMKM untuk berkembang tanpa beban cicilan berbunga. “Bagi kami, pembiayaan bukan sekadar modal. Ini adalah upaya menguatkan ekonomi keluarga dan menghadirkan keberkahan melalui usaha yang halal,” tegas Saidah. Menurutnya, BAZNAS akan terus memperluas jangkauan program BMD agar semakin banyak mustahik yang dapat meningkatkan skala usaha dan pada akhirnya bertransformasi menjadi muzaki. “Dari penerima manfaat zakat bisa menjadi pemberi zakat. Jika itu terwujud, kontribusi terhadap pengentasan kemiskinan akan semakin besar,” tambahnya. Rabiyatul Adawiyah mengaku merasakan langsung dampak program tersebut. Sebelum mendapatkan pembiayaan dari BAZNAS, omzet hariannya berkisar Rp800 ribu. Kini, setelah mendapatkan tambahan modal dan perbaikan fasilitas usaha, pendapatannya meningkat menjadi Rp1 juta per hari. “Dulu sebelum dibantu BAZNAS omzet harian cuma Rp800 ribu, kini alhamdulillah meningkat menjadi Rp1 juta per hari seiring dengan perbaikan fasilitas usaha dan penambahan kapasitas produksi,” ujarnya. Ia menjelaskan, bantuan tahap awal digunakan untuk memperbaiki atap warung yang sudah rusak, sementara sisanya dimanfaatkan untuk menambah stok bahan baku agar produksi lebih maksimal. Rabiyatul menilai skema pembiayaan tanpa bunga sangat membantu pedagang kecil seperti dirinya. “Program BAZNAS ini membantu sekali. Tidak pakai bunga, hanya infak. Dan infak itu juga membuat kita punya ruang untuk bersedekah,” katanya. Keberhasilan Rabiyatul menjadi gambaran bagaimana zakat, jika dikelola secara terstruktur dan produktif, mampu mendorong peningkatan pendapatan keluarga sekaligus memperkuat ekonomi lokal. Model pemberdayaan seperti BMD dinilai relevan dalam menjawab tantangan kemiskinan struktural, terutama bagi pelaku usaha mikro yang kerap terhambat akses permodalan formal. Di tengah dinamika ekonomi, kisah Rabiyatul menjadi representasi bahwa intervensi yang tepat—modal tanpa bunga, pendampingan usaha, serta penguatan nilai spiritual—dapat mengubah usaha kecil menjadi sumber penghidupan yang lebih stabil dan berkelanjutan.
BERITA19/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Ramadan Tiba! BAZNAS RI Terjunkan 78 Santri ke 26 Desa, Siap Cetak Santripreneur Tangguh
Ramadan Tiba! BAZNAS RI Terjunkan 78 Santri ke 26 Desa, Siap Cetak Santripreneur Tangguh
Jakarta – Menyambut Ramadan 1447 Hijriah, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI kembali menghadirkan terobosan. Melalui Direktorat Pendayagunaan dan Layanan UPZ dan CSR, Divisi Program Ekonomi Pedesaan, BAZNAS meluncurkan program bertajuk “Santri Memberdayakan Desa”—sebuah gerakan kolaboratif yang mengawinkan penguatan spiritualitas dengan praktik nyata agribisnis di desa. Program ini bukan sekadar seremoni Ramadan. Sebanyak 78 santri terpilih akan diterjunkan ke 26 desa strategis yang tersebar di delapan provinsi: Sumatera Selatan, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Barat, dan Nusa Tenggara Barat (NTB). Mereka dibagi ke dalam 26 kelompok, masing-masing beranggotakan tiga orang, untuk menjalani misi pemberdayaan selama dua pekan dengan metode live in atau tinggal bersama masyarakat binaan. Peluncuran program dilakukan secara daring pada Kamis (19/2/2026) oleh Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan. “Program Santri Memberdayakan Desa ini kami hadirkan untuk meningkatkan sisi spiritualitas binaan di lokus Balai Ternak, ZCD, dan Lumbung Pangan. Kami ingin para petani dan peternak kita tidak hanya berdaya secara ekonomi, tetapi juga memiliki ketangguhan iman yang amanah dan produktif,” ujar Saidah. BAZNAS menaruh harapan besar pada para santri tingkat akhir maupun alumni pesantren berusia 17–22 tahun ini. Mereka dipilih bukan tanpa alasan. Selain memiliki bekal ilmu agama, para santri dinilai memiliki energi dan idealisme sebagai agen perubahan di desa. Di lapangan, mereka akan berperan ganda. Pertama, sebagai mentor religi yang mengisi pengajian, kultum subuh, hingga literasi keagamaan bagi masyarakat desa. Kedua, sebagai pembelajar aktif yang menyerap ilmu tata kelola agribisnis dan UMKM secara langsung. “Lokasi program dipilih karena unit usaha pertanian, mikro, dan peternakannya sudah berjalan stabil. Ini akan menjadi pusat studi tiru bagi para santri,” jelas Saidah. Sebanyak 26 titik tersebut tersebar di 26 desa, 12 kecamatan, dan 25 kabupaten/kota. Di sana, para santri akan mendampingi petani lumbung pangan, pelaku UMKM, hingga peternak di Balai Ternak BAZNAS. Selama dua pekan Ramadan, para santri tak hanya berdakwah, tetapi juga ikut mengelola usaha: mulai dari manajemen pakan ternak, distribusi hasil panen, pencatatan keuangan sederhana, hingga strategi pemasaran produk desa. Konsep ini menjadikan desa sebagai laboratorium nyata. Santri belajar langsung tentang manajemen usaha berbasis komunitas, sementara mustahik mendapatkan sentuhan pembinaan spiritual yang lebih intens. Hasil akhirnya, BAZNAS menargetkan lahirnya generasi baru santripreneur—santri yang tidak hanya piawai membaca kitab, tetapi juga cakap mengelola lumbung pangan dan usaha ternak secara profesional. Kehadiran santri di tengah masyarakat diharapkan mampu menciptakan suasana Ramadan yang lebih hidup dan bermakna. Ibadah semakin kuat, ekonomi pun semakin berdaya. Dengan pendekatan humanis dan religius, program ini menjadi bukti bahwa zakat bukan hanya soal distribusi bantuan, melainkan investasi jangka panjang untuk kemandirian umat. Ramadan kali ini, desa tak hanya dipenuhi gema tadarus dan takbir. Di baliknya, ada gerak nyata membangun ekonomi—dari sawah, kandang ternak, hingga ruang-ruang pengajian.
BERITA19/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Sholat Tasbih Bergema dari Tondano, Disiarkan Live dan Hidupkan Spirit Ramadan
Sholat Tasbih Bergema dari Tondano, Disiarkan Live dan Hidupkan Spirit Ramadan
Tarawih 1 Juz per Malam di Tondano, Tiga Malam Ramadan Tuntas 3 Juz TONDANO, 20/2/2026 — Semangat Ramadan di Rumah Tahfidz Raudhatul Qur’an Tondano kian membara. Tidak hanya menggelar Sholat Tasbih berjamaah yang disiarkan langsung melalui akun Facebook Rumah Tahfidz Tondano, kini kegiatan Sholat Tarawih pun menjadi magnet spiritual yang menyedot perhatian jamaah. Yang membuatnya istimewa, Tarawih dilaksanakan dengan target 1 juz setiap malam. Memasuki malam ke-3 bulan suci Ramadan, tercatat sudah 3 juz Al-Qur’an yang berhasil diselesaikan secara berjamaah. Program ini dipimpin langsung oleh Imam sekaligus Pengasuh Rumah Tahfidz, Ust. Nawir S. Iki Al Hafidz. Dengan bacaan yang tartil dan hafalan yang kuat, suasana Tarawih terasa khusyuk sekaligus penuh semangat tilawah. Program 1 juz per malam bukan sekadar target kuantitas, tetapi bagian dari pendidikan ruhani yang terstruktur. Jamaah diajak untuk tidak hanya mendengar bacaan Al-Qur’an, tetapi juga memahami maknanya melalui tausiyah singkat yang disampaikan usai sholat. Memasuki malam ke-3 Ramadan dan telah menyelesaikan 3 juz, jamaah merasakan capaian spiritual yang progresif. Tradisi ini diharapkan berlanjut hingga khatam 30 juz di penghujung Ramadan. Pimpinan Rumah Tahfidz Raudhatul Qur’an Tondano, Hj. Jabbar Tipu, menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari visi besar membangun masyarakat Qur’ani. “Kami ingin Ramadan ini benar-benar menjadi momentum kebangkitan ruhani. Dengan 1 juz setiap malam, jamaah bukan hanya melaksanakan Tarawih, tetapi juga hidup bersama Al-Qur’an selama sebulan penuh,” ujarnya. Selain Tarawih, kegiatan Sholat Tasbih yang juga disiarkan secara langsung terus mendapat respons positif dari masyarakat. Ibadah sunnah yang sarat dzikir ini menjadi pelengkap penguatan spiritual di bulan penuh ampunan. Keutamaan Sholat Tasbih terletak pada 300 bacaan tasbih dalam empat rakaat, yang menjadi sarana pembersihan diri dan penguatan koneksi spiritual dengan Allah. Sementara Tarawih dengan bacaan 1 juz per malam melatih ketahanan fisik, konsentrasi, serta kecintaan terhadap Al-Qur’an. Kombinasi keduanya menjadikan Ramadan di Rumah Tahfidz Raudhatul Qur’an Tondano bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan gerakan pembinaan iman yang sistematis dan berkelanjutan. Pimpinan BAZNAS Kabupaten Minahasa turut memberikan apresiasi atas konsistensi program tersebut. Menurutnya, penguatan spiritual melalui tilawah Al-Qur’an dan ibadah sunnah memiliki dampak besar terhadap pembentukan karakter umat. “Ketika masyarakat terbiasa dengan Al-Qur’an setiap malam, maka nilai-nilai kejujuran, disiplin, dan kepedulian sosial akan tumbuh. Ramadan adalah sekolah karakter terbaik bagi umat Islam,” ungkapnya. Ia menambahkan, sinergi antara ibadah dan kepedulian sosial—seperti zakat, infak, dan sedekah—akan melahirkan masyarakat yang kuat secara spiritual dan mandiri secara sosial. Dengan capaian 3 juz di tiga malam pertama, semangat jamaah semakin terpacu untuk menuntaskan 30 juz hingga akhir Ramadan. Siaran langsung di media sosial pun memperluas jangkauan dakwah, memungkinkan masyarakat dari berbagai daerah ikut merasakan suasana ibadah. Dari Tondano, gema ayat-ayat suci Al-Qur’an terus mengalun. Ramadan bukan hanya dijalani, tetapi dihidupkan—ayat demi ayat, juz demi juz—menuju hati yang lebih bersih dan iman yang semakin kokoh.
BERITA19/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS RI Perpanjang Layanan Kesehatan Gratis ‘Selter Ojek Sehat’ Selama Ramadan, Target Naik Jadi 3.000 Penerima Manfaat
BAZNAS RI Perpanjang Layanan Kesehatan Gratis ‘Selter Ojek Sehat’ Selama Ramadan, Target Naik Jadi 3.000 Penerima Manfaat
Jakarta - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI memperpanjang layanan kesehatan gratis “Selter Ojek Sehat” (SOS) selama bulan Ramadan. Program yang digagas melalui Rumah Sehat BAZNAS ini ditujukan bagi pengemudi ojek, sopir angkutan umum, hingga masyarakat umum yang membutuhkan pemeriksaan kesehatan saat berpuasa. Perpanjangan dilakukan karena tingginya kebutuhan layanan serta respons positif dari masyarakat sejak program ini diluncurkan. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, mengatakan awalnya program ini hanya menyasar 1.000 penerima manfaat. Namun selama Ramadan, target ditingkatkan hingga 3.000 orang. “Ini adalah program Ramadan. Awalnya dilaksanakan sebelum Ramadan, lalu kami perpanjang selama bulan Ramadan karena kebutuhannya memang cukup banyak dan antusiasme masyarakat juga tinggi,” ujar Saidah dalam keterangan tertulisnya, Kamis (19/2/2026). BAZNAS juga memperluas jangkauan dengan membuka titik layanan baru di Terminal Kampung Melayu. Lokasi ini dipilih karena dinilai memiliki karakteristik penerima manfaat yang lebih beragam. Menurut Saidah, layanan di terminal menyasar sopir angkot, sopir busway, pengemudi Transjakarta, ojek online, hingga masyarakat umum yang ingin memastikan kondisi tubuh tetap prima selama menjalani ibadah puasa. “Kami berharap dengan adanya layanan ini, kondisi kesehatan selama puasa tetap terjaga. Kalau ada keluhan seperti sakit, pegal, atau kekurangan vitamin, bisa langsung meminta pemeriksaan kepada dokter,” jelasnya. Untuk layanan di Terminal Kampung Melayu, BAZNAS menargetkan 100 penerima manfaat per hari dengan waktu pelayanan pukul 13.00 hingga 17.00 WIB. Meski demikian, petugas tetap melayani warga meski jumlah peserta melampaui target. “Kami tidak menolak siapa pun yang ingin berobat. Selama waktu dan anggaran masih tersedia, layanan akan terus kami lanjutkan,” tegas Saidah. Selain layanan keliling, masyarakat juga dapat memanfaatkan fasilitas kesehatan di Rumah Sehat BAZNAS Indonesia di kawasan Jatinegara yang berstatus Klinik Pratama. Fasilitas ini menyediakan pemeriksaan umum, layanan kesehatan gigi, hingga USG. Harapannya, program ini tak hanya menjadi solusi sesaat selama Ramadan, tetapi juga membuka akses kesehatan yang lebih luas bagi pekerja sektor informal yang rentan terhadap risiko kesehatan akibat aktivitas harian di jalan. Sarjono (68), pengemudi ojek online yang telah lima tahun bekerja di jalanan, mengaku sangat terbantu dengan adanya layanan ini. “Terima kasih BAZNAS. Saya senang sekali ada layanan kesehatan untuk ojek dan sopir. Kalau bisa dirutinkan, misalnya sebulan sekali, karena pekerjaan kami sering di jalan dan cukup berisiko,” katanya. Hal serupa disampaikan Agusman (45), pengemudi mikrobus Jaklingko yang sudah enam tahun bekerja. Ia baru pertama kali memanfaatkan layanan tersebut. “Ini sangat menolong dan gratis. Kalau bisa ditambah lagi layanannya supaya semakin banyak yang merasakan manfaat,” ujarnya. Dengan target penerima manfaat yang meningkat tiga kali lipat selama Ramadan, BAZNAS berharap program Selter Ojek Sehat mampu menjadi ikhtiar nyata menjaga kesehatan masyarakat kecil di tengah aktivitas puasa yang padat dan melelahkan.
BERITA19/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Rumah Korban Kebakaran Mulai Dibangun, BAZNAS Karo Letakkan Batu Pertama di Kuta Buluh Gugung
Rumah Korban Kebakaran Mulai Dibangun, BAZNAS Karo Letakkan Batu Pertama di Kuta Buluh Gugung
Karo – Harapan baru mulai berdiri di atas puing musibah. BAZNAS Kabupaten Karo melaksanakan peletakan batu pertama pembangunan rumah milik Frenta Tarigan, korban kebakaran yang terjadi pada 13 Januari 2026 lalu di Kecamatan Kuta Buluh Gugung, Kamis (18/2/2026). Pagi menjelang siang itu, jajaran pimpinan BAZNAS hadir langsung di lokasi. Ketua BAZNAS Kabupaten Karo Ustadz Amin Gia Bangun, Waka I Ustadz Al Kudri, Waka II Jono Brahmana, jajaran amil pelaksana, Tim BTB BAZNAS Karo, hingga Kepala KUA Kecamatan Kuta Buluh Gugung Bukhori turut menyaksikan momen peletakan batu pertama tersebut. Kebakaran yang melanda rumah Frenta Tarigan pada 13 Januari 2026 menghanguskan tempat tinggalnya. Sejak saat itu, keluarga harus bertahan dalam keterbatasan. Kini, melalui dana zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun BAZNAS, proses pembangunan rumah baru resmi dimulai. Ketua BAZNAS Kabupaten Karo menegaskan, kehadiran lembaganya bukan hanya untuk menyerahkan bantuan materi. “Kehadiran BAZNAS bukan sekadar memberi bantuan fisik, tetapi menghadirkan semangat, harapan, dan kepedulian di tengah masyarakat yang sedang tertimpa ujian,” ujarnya dalam sambutan. Prosesi berlangsung khidmat. Doa bersama dipanjatkan agar pembangunan berjalan lancar dan rumah yang dibangun dapat menjadi tempat tinggal yang aman serta penuh keberkahan bagi keluarga. Program pembangunan rumah ini menjadi bagian dari komitmen BAZNAS Kabupaten Karo dalam menyalurkan amanah umat secara tepat sasaran, khususnya bagi korban musibah. BAZNAS memastikan dana yang dihimpun dari masyarakat disalurkan secara transparan dan akuntabel. Respons cepat terhadap korban kebakaran ini juga menjadi bukti bahwa zakat memiliki peran nyata dalam pemulihan sosial. Dari abu kebakaran, kini fondasi harapan mulai ditegakkan. Peletakan batu pertama bukan sekadar simbol dimulainya pembangunan rumah, tetapi juga tanda kebangkitan dan semangat baru bagi keluarga yang sempat terpuruk akibat musibah.
BERITA19/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Jelang Ramadan, BAZNAS Barru Jemput Kotak Infaq di Toserba Diana, Perkuat Transparansi dan Kepercayaan Publik
Jelang Ramadan, BAZNAS Barru Jemput Kotak Infaq di Toserba Diana, Perkuat Transparansi dan Kepercayaan Publik
Barru – Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Barru (BAZNAS Barru) bergerak cepat memperkuat penghimpunan dana umat. Melalui tim pengumpulan, BAZNAS Barru melaksanakan penjemputan kotak infaq di Toserba Diana, Kelurahan Takkalasi, Selasa (18/2/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari agenda rutin yang bertujuan memastikan dana infak masyarakat dihimpun secara aman, transparan, dan tepat waktu—terutama menjelang Ramadan, momentum di mana semangat berbagi dan kepedulian sosial meningkat signifikan. Kotak infaq yang ditempatkan di pusat-pusat usaha seperti Toserba Diana menjadi salah satu instrumen partisipasi publik dalam mendukung program sosial dan pemberdayaan ekonomi yang dijalankan BAZNAS. Proses penjemputan dilakukan oleh tim resmi BAZNAS dengan prosedur yang terstandar guna menjaga akuntabilitas. Dana yang terhimpun kemudian dicatat dan dikelola sesuai prinsip tata kelola zakat yang transparan dan profesional. BAZNAS Barru menyampaikan apresiasi kepada para muzakki dan munfiq, khususnya pengunjung dan pelanggan Toserba Diana, yang telah berpartisipasi melalui kotak infaq tersebut. “Partisipasi masyarakat ini mencerminkan kepedulian dan semangat kebersamaan dalam membantu sesama, terlebih menjelang Ramadan yang identik dengan peningkatan amal kebaikan,” demikian keterangan BAZNAS Barru. Dana infak yang terhimpun nantinya akan disalurkan untuk berbagai program prioritas, mulai dari bantuan sosial, pendidikan, kemanusiaan, hingga pemberdayaan ekonomi mustahik di Kabupaten Barru. Model penghimpunan melalui kotak infaq dinilai efektif karena memberi ruang bagi masyarakat untuk berbagi secara sederhana namun konsisten. Nominalnya mungkin kecil, tetapi jika dilakukan bersama-sama dan berkelanjutan, dampaknya bisa besar. Menjelang Ramadan, BAZNAS Barru juga mengajak masyarakat untuk terus menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui kanal resmi yang telah disediakan—baik secara langsung maupun melalui kotak infaq yang tersebar di berbagai titik usaha dan fasilitas umum. Ramadan bukan hanya tentang ibadah personal, tetapi juga momentum memperkuat solidaritas sosial. Melalui pengelolaan dana umat yang profesional dan transparan, BAZNAS Barru berharap kepercayaan masyarakat semakin meningkat sehingga manfaat zakat, infak, dan sedekah dapat dirasakan lebih luas. Dengan sinergi antara lembaga, pelaku usaha, dan masyarakat, keberkahan Ramadan diharapkan tidak hanya terasa di masjid dan rumah ibadah, tetapi juga hadir nyata dalam kehidupan para mustahik yang membutuhkan uluran tangan.
BERITA18/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Mojokerto Kukuhkan UPZ SDN Penompo 2, Gerakan Zakat Masuk Sekolah dan Bangun Karakter Peduli
BAZNAS Mojokerto Kukuhkan UPZ SDN Penompo 2, Gerakan Zakat Masuk Sekolah dan Bangun Karakter Peduli
Mojokerto - Penguatan tata kelola zakat terus digencarkan BAZNAS Kabupaten Mojokerto. Rabu (18/2/2026) pukul 14.00 WIB, lembaga tersebut resmi menyerahkan Surat Keputusan (SK) Unit Pengumpul Zakat (UPZ) kepada SDN Penompo 2 di Kantor BAZNAS Kabupaten Mojokerto. SK UPZ diserahkan langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Mojokerto, Zamroni Ahmad, kepada Ketua UPZ SDN Penompo 2, Chumaidi Nur Sarifuddin, S.Pd. Momentum ini bukan sekadar seremoni administratif, melainkan langkah strategis memperkuat budaya zakat di lingkungan pendidikan. Zamroni menegaskan, pembentukan UPZ di sekolah adalah strategi penting untuk membangun sistem pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang tertib, terarah, sekaligus mendidik. “UPZ ini bukan sekadar struktur, tapi menjadi pintu kebaikan. Melalui UPZ di sekolah, gerakan zakat bisa lebih dekat dengan lingkungan pendidikan, sekaligus menjadi media pembelajaran karakter peduli bagi guru dan siswa,” tegasnya. Langkah ini sekaligus memperluas sinergi antara BAZNAS dan lembaga pendidikan di Kabupaten Mojokerto. Sekolah tidak lagi hanya menjadi pusat transfer ilmu, tetapi juga ruang pembentukan nilai empati, solidaritas, dan tanggung jawab sosial sejak dini. Dalam konteks edukatif, kehadiran UPZ di sekolah dinilai mampu mengenalkan praktik filantropi Islam secara nyata. Siswa tidak hanya memahami zakat sebagai teori dalam pelajaran agama, tetapi juga melihat langsung mekanisme penghimpunan dan penyalurannya yang transparan dan akuntabel. Ketua UPZ SDN Penompo 2, Chumaidi Nur Sarifuddin, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan. Ia menegaskan komitmennya untuk menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab. “Dengan adanya SK ini, kami merasa lebih mantap dan terarah dalam menjalankan tugas UPZ. InsyaAllah UPZ SDN Penompo 2 siap bersinergi dengan BAZNAS dan ikut berkontribusi dalam gerakan sosial kemasyarakatan melalui zakat,” ujarnya. Ia menambahkan, UPZ akan berupaya memastikan pengelolaan ZIS dilakukan secara transparan dan tepat sasaran, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat yang membutuhkan. Tak hanya SDN Penompo 2, pada kesempatan yang sama BAZNAS Kabupaten Mojokerto juga menyerahkan SK UPZ kepada sejumlah lembaga lainnya, yakni: MI Hidayatul Mubtadiin TK dan MI Mujahidin Masjid Darussalam Penambahan UPZ ini menandai semakin luasnya jaringan mitra resmi BAZNAS dalam menghimpun zakat di tingkat lembaga pendidikan dan keagamaan. BAZNAS berharap, dengan bertambahnya UPZ yang terbentuk, potensi zakat di Kabupaten Mojokerto dapat dihimpun lebih optimal dan dikelola secara profesional. Dampaknya bukan hanya pada peningkatan angka penghimpunan, tetapi juga pada perluasan manfaat bagi mustahik. Di tengah tantangan ekonomi dan kebutuhan sosial yang terus meningkat, gerakan zakat berbasis kelembagaan seperti ini menjadi bukti bahwa solidaritas bisa dibangun secara sistematis. Dari ruang kelas hingga ruang ibadah, zakat bukan sekadar kewajiban, melainkan gerakan bersama membangun kesejahteraan umat.
BERITA18/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Dari Tanah Suci Makkah, Ketua Pengadilan Agama Tondano Kirim Pesan Menyentuh Sambut Ramadan
Dari Tanah Suci Makkah, Ketua Pengadilan Agama Tondano Kirim Pesan Menyentuh Sambut Ramadan
Dari Tanah Suci Makkah, Ketua Pengadilan Agama Tondano Kirim Pesan Menyentuh Sambut Ramadan Makkah 17/2/2026 - Menjelang datangnya Ramadan 1447 Hijriah, sebuah pesan penuh makna mengalir dari Tanah Suci. Ketua Pengadilan Agama Tondano menyampaikan ucapan selamat menunaikan ibadah puasa kepada umat Muslim di Tondano, langsung dari Kota Makkah, Arab Saudi. Dalam suasana khusyuk dan penuh nuansa spiritual, ia mengajak masyarakat menjadikan Ramadan sebagai momentum memperbaiki diri dan memperkuat nilai-nilai keimanan. “Dari Tanah Suci Makkah, saya mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa kepada saudara-saudaraku Muslim di Tondano. Semoga kita dipertemukan dengan Ramadan dalam keadaan sehat, penuh iman, dan diberikan kekuatan untuk menjalankan ibadah dengan sebaik-baiknya,” ujarnya. Pesan tersebut bukan sekadar ucapan seremonial. Ramadan, kata dia, adalah ruang refleksi yang menghadirkan kesempatan untuk menata kembali niat, memperbanyak doa, serta mempererat silaturahmi antar sesama. Ia juga menekankan pentingnya menjaga harmoni dan semangat kebersamaan di tengah masyarakat. Menurutnya, nilai-nilai kesabaran, kejujuran, dan kepedulian sosial yang diasah selama Ramadan harus terus hidup dalam keseharian. Momentum ini terasa istimewa karena disampaikan dari jantung peradaban Islam. Meski terpisah jarak ribuan kilometer, doa dan harapan untuk masyarakat Tondano tetap mengalir hangat. Ramadan tinggal menghitung hari. Umat Muslim pun diajak menyambutnya dengan hati yang bersih dan tekad yang kuat. Sebab, bulan suci bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi tentang menguatkan iman, memperluas empati, dan menebar kebaikan.
BERITA17/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Sambut Ramadan 1447 H, Badan Amil Zakat Nasional Jatim Berbagi Kebahagiaan Bersama 1.305 Bunda Ojol dan Jemaah Pengajian
Sambut Ramadan 1447 H, Badan Amil Zakat Nasional Jatim Berbagi Kebahagiaan Bersama 1.305 Bunda Ojol dan Jemaah Pengajian
Surabaya – Menyambut datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Jawa Timur menggelar kegiatan bertajuk “Marhaban ya Ramadan” di kawasan Islamic Center Surabaya, Selasa (17/2/2026). Kegiatan ini menjadi momentum syiar Islam sekaligus aksi nyata kepedulian sosial bagi para pejuang ekonomi keluarga, khususnya pengemudi ojek daring wanita atau yang akrab disapa Bunda Ojol. Sebanyak 1.305 peserta ambil bagian dalam kegiatan tersebut, terdiri atas 850 Bunda Ojol dan 455 jemaah pengajian binaan Masjid Raya Islamic Center. Mereka mengikuti pawai keliling wilayah Dukuh Pakis sebelum menerima bantuan pangan berupa paket sembako. Pimpinan BAZNAS RI Bidang SDM, Keuangan, dan Umum sekaligus Pembina dan Supervisi Wilayah Jawa Timur, Kol. CAJ (Purn.) Drs. Nur Chamdani, menegaskan bahwa program ini sejalan dengan filosofi Jawa “Wong Cilik Iso Gumuyu”—rakyat kecil bisa tersenyum. “Zakat menguatkan Indonesia. Kehadiran kami di seluruh pelosok negeri, dari Sumatra hingga Papua, adalah bentuk pertanggungjawaban kepada muzaki dan mustahik agar dampaknya benar-benar terasa,” ujarnya. Menurutnya, kegiatan serupa telah digelar di berbagai daerah sebagai upaya menghadirkan kebahagiaan bagi masyarakat kurang mampu menjelang Ramadan. “Tujuan kegiatan ini adalah memberikan kebahagiaan dan kesejahteraan bagi para Bunda Ojol dan jemaah pengajian dalam menyambut bulan suci Ramadan,” tambahnya. Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyampaikan apresiasi kepada para muzaki yang telah mempercayakan zakatnya melalui BAZNAS. “BAZNAS tidak bisa berjalan tanpa muzaki. Terima kasih kepada para muzaki, dan terima kasih kepada para mustahik karena zakat bisa tersalurkan dengan baik,” ujarnya. Khofifah berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban masyarakat dan membantu para Bunda Ojol menjalankan ibadah puasa dengan lebih khusyuk. “Selamat Ramadan 1447 Hijriah. Mudah-mudahan para Bunda Ojol kuat dan bisa melaksanakan puasanya dengan baik,” tuturnya. Ketua BAZNAS Jawa Timur, Prof. Dr. KH. Ali Maschan Moesa, M.Si., mengungkapkan bahwa program Ramadan tahun ini akan digelar lebih semarak dibandingkan sebelumnya. Salah satu agenda utamanya adalah santunan bagi 18.000 anak yatim di Jawa Timur. “Ramadan tidak boleh hanya senang yang punya. Fakir miskin, anak yatim, dan janda-janda melarat tidak boleh sampai tidak bisa makan saat hari raya,” tegasnya. Kegiatan ini disambut antusias oleh para peserta. Ani Winarsih, pengemudi ojol asal Sukolilo, Surabaya, mengaku bangga dapat ikut serta dalam konvoi dan tausiah menjelang Ramadan. “Kami memperkenalkan bahwa BAZNAS ada acara konvoi menjelang puasa Ramadan. Dengan semangat, kita mengajak untuk meningkatkan rasa takwa kita kepada Tuhan Yang Maha Esa,” ujarnya. Hal serupa disampaikan Wiji Handayani dari komunitas Ojol Gaspol Malang Raya. Ia menilai bantuan BAZNAS sangat berarti, terutama bagi para perempuan kepala keluarga dan janda yang menggantungkan nafkah dari pekerjaan sebagai pengemudi ojol. “Saya sangat berterima kasih. Setiap tahun saya ikut dan sangat membantu. Kebanyakan dari kami adalah janda dan perempuan kepala keluarga. Kehadiran BAZNAS sangat berarti,” katanya. Melalui program ini, BAZNAS Jawa Timur menegaskan komitmennya menjadikan Ramadan bukan sekadar momentum ibadah personal, tetapi juga penguatan solidaritas sosial. Ramadan 1447 H pun disambut dengan senyum dan harapan baru bagi ribuan Bunda Ojol di Jawa Timur.
BERITA17/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Hilal Dipantau di Manado, Pemerintah Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh 19 Februari 2026
Hilal Dipantau di Manado, Pemerintah Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh 19 Februari 2026
Manado – Langit Manado menjadi salah satu titik penentuan awal Ramadan 1447 Hijriah. Tim Hisab Rukyat Kantor Wilayah Kementerian Agama Republik Indonesia Provinsi Sulawesi Utara memantau hilal dari lantai atas area parkiran MTC Manado, Selasa (17/2/2026). Pemantauan itu dilakukan serentak bersama 96 titik pengamatan di seluruh Indonesia. Hasilnya, hilal tidak terlihat. Pada malam harinya, pemerintah melalui Sidang Isbat di Jakarta menetapkan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Keputusan tersebut diumumkan langsung Menteri Agama Nasaruddin Umar usai memimpin Sidang Isbat di Hotel Borobudur Jakarta. “Berdasarkan hasil hisab dan tidak adanya laporan rukyat hilal, Sidang Isbat menyepakati bahwa 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada hari Kamis, 19 Februari 2026,” ujar Menag dalam konferensi pers. Di Manado, Kepala Kanwil Kemenag Sulut H. Ulyas Taha yang didampingi Kabid Bimas Islam H. Samsudin Pulu menegaskan bahwa rukyatul hilal merupakan bentuk tanggung jawab negara dalam memastikan awal bulan Hijriah. “Rukyatul hilal adalah bentuk pertanggungjawaban negara kepada umat dalam penentuan awal Ramadan,” kata Ulyas. Berdasarkan hasil pengamatan bersama BMKG Manado, hilal belum dapat terlihat. Selain faktor cuaca yang kurang mendukung, secara astronomis posisi hilal memang belum memenuhi kriteria visibilitas yang ditetapkan MABIMS, yakni tinggi minimal 3 derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat. Secara hisab, ketinggian hilal di seluruh wilayah Indonesia masih berada di bawah ufuk. Artinya, secara teori maupun observasi lapangan, hilal belum mungkin terlihat. Penetapan awal Ramadan di Indonesia menggunakan dua pendekatan, yakni hisab (perhitungan astronomi) dan rukyat (pengamatan langsung). Keduanya menjadi dasar pertimbangan dalam Sidang Isbat yang melibatkan ormas Islam, ahli falak, BMKG, BRIN, serta berbagai lembaga terkait. Jika secara hisab posisi hilal belum memenuhi kriteria dan tidak ada laporan rukyat yang sah, maka bulan Syakban digenapkan menjadi 30 hari. Itulah yang terjadi tahun ini, sehingga 1 Ramadan ditetapkan pada 19 Februari 2026. Dengan keputusan tersebut, umat Islam di Indonesia diharapkan dapat memulai ibadah puasa secara serentak. Pemerintah juga mengimbau agar perbedaan pandangan dalam menetapkan awal Ramadan tidak menjadi sumber perpecahan.
BERITA17/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Pungguan Jawa Tondano (Zikir Gholibah), Warisan 1830 yang Terus Menggema
Pungguan Jawa Tondano (Zikir Gholibah), Warisan 1830 yang Terus Menggema
Ketua KKJI H. Umar Masloman: Ibadah, Identitas, dan Doa Keselamatan Umat Minahasa – Menjelang bulan suci Ramadan, suasana religius terasa kental di Kampung Jawa Tondano (Jaton), Kecamatan Tondano Utara, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara. Tradisi Pungguan—ziarah makam leluhur—yang dirangkaikan dengan Dzikir Gholibah, kembali digelar khidmat, Selasa (17/2/2026). Ratusan peziarah memadati kompleks pemakaman Muslim Jaton di Jalan Wulauan, Kembua, serta Kompleks Makam Kyai Modjo. Doa-doa dipanjatkan, lantunan kalimat thayyibah menggema, menyatu dengan harap akan keselamatan dan keberkahan menjelang Ramadan. Ketua Kerukunan Keluarga Jaton Indonesia (KKJI) H. Umar Masloman menegaskan, Pungguan bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan warisan iman yang telah hidup sejak 1830. “Pungguan yang dirangkaikan dengan Dzikir Gholibah ini adalah amalan leluhur kami sejak 1830. Ini bukan hanya budaya, tapi ibadah yang diwariskan para alim ulama untuk menjaga keselamatan masyarakat, khususnya umat Islam di Kampung Jawa dan Minahasa pada umumnya,” ujar Umar Masloman. Eksistensi Kampung Jawa Tondano tak bisa dilepaskan dari sosok Kyai Modjo. Lahir di Surakarta pada 1792 dengan nama Kyai Muslim Muhammad Khalifah, ia dikenal sebagai ulama besar sekaligus panglima perang kepercayaan Pangeran Diponegoro dalam Perang Jawa (1825–1830). Pada 1829, pemerintah kolonial Belanda mengasingkan Kyai Modjo ke Tondano bersama 62 pengikutnya. Tujuannya jelas: memutus pengaruh spiritualnya di tanah Jawa. Namun di tanah pengasingan itulah sejarah baru lahir. Mereka menetap, menikah dengan perempuan setempat, dan membangun komunitas Muslim yang kini dikenal sebagai masyarakat Jawa Tondano—tetap menjaga tradisi Islam warisan leluhur. Sejak saat itu, dzikir, kebersamaan, dan ziarah menjelang Ramadan menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas Jaton. Usai ziarah, masyarakat berkumpul melaksanakan Dzikir Gholibah secara berjamaah. Suasana hening dan sakral menyelimuti lokasi. Bagi warga, dzikir ini bukan sekadar ritual, melainkan ikhtiar spiritual memohon perlindungan Allah SWT. “Dzikir ini adalah doa bersama. Kami memohon agar masyarakat Jaton dan umat Islam secara umum diberi keselamatan, dijauhkan dari musibah, serta diberikan kekuatan dalam menjalani ibadah puasa,” tegas Umar. Ia menambahkan, Pungguan juga menjadi momentum silaturahmi warga Jaton yang kini tersebar di berbagai daerah Sulawesi Utara bahkan Indonesia. Banyak perantau sengaja pulang kampung demi mengikuti tradisi ini. “Selama hampir dua abad, amalan ini menjadi simbol persatuan kami. Di tengah perkembangan zaman, kami tetap menjaga warisan ini sebagai identitas umat Islam Jaton,” tambahnya. Pungguan dan Dzikir Gholibah menjadi penanda bahwa Ramadan di Kampung Jawa Tondano tidak hanya disambut dengan persiapan fisik, tetapi juga penyucian hati dan penguatan ukhuwah.
BERITA17/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Rahmat Dunggio Pimpin KKIG Bitung 2026–2030, Terpilih Aklamasi di Muscab III
Rahmat Dunggio Pimpin KKIG Bitung 2026–2030, Terpilih Aklamasi di Muscab III
Bitung – Hi. Abdurahman Dunggio, S.H., atau Rahmat Dunggio resmi terpilih sebagai Ketua Kerukunan Keluarga Indonesia Gorontalo (KKIG) Kota Bitung periode 2026–2030. Ia terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Cabang (Muscab) III yang digelar di Gedung SH Sarundajang, Kantor Wali Kota Bitung, Senin (16/2/2026). Pemilihan berlangsung dalam suasana kekeluargaan. Seluruh peserta musyawarah yang hadir menyatakan dukungan penuh kepada Rahmat untuk memimpin paguyuban masyarakat Gorontalo di Kota Bitung selama empat tahun ke depan. Dalam sambutan perdananya, Rahmat menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan. Ia menyebut amanah tersebut sebagai tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan komitmen dan kebersamaan. “Saya mengucapkan terima kasih atas dukungan seluruh keluarga besar KKIG. Dengan kebersamaan dan kerja sama yang solid, kita akan membawa organisasi ini semakin aktif dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya warga Gorontalo di Kota Bitung,” ujarnya. Rahmat yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Bitung menegaskan pentingnya peran KKIG dalam menjaga persatuan dan mempererat kerukunan di tengah keberagaman. Menurutnya, KKIG tidak hanya menjadi wadah silaturahmi, tetapi juga harus mampu berkontribusi dalam mendukung program pembangunan pemerintah daerah. Muscab III juga menjadi forum evaluasi program kerja periode sebelumnya sekaligus penyusunan agenda strategis ke depan. Sejumlah program prioritas yang dibahas antara lain peningkatan kegiatan sosial, penguatan ekonomi anggota, serta pelestarian budaya Gorontalo di perantauan. Dengan kepemimpinan baru ini, KKIG Kota Bitung diharapkan semakin solid dan berperan aktif sebagai organisasi pemersatu warga Gorontalo sekaligus mitra pemerintah dalam menjaga harmoni dan mendorong pembangunan daerah.
BERITA17/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Gubernur Sulut Minta Maaf atas Miskomunikasi dengan MUI: “Tak Pernah Ada Niat Mengabaikan”
Gubernur Sulut Minta Maaf atas Miskomunikasi dengan MUI: “Tak Pernah Ada Niat Mengabaikan”
Manado 15/02/2026– Dinamika hubungan antara pemerintah daerah dan ulama di Sulawesi Utara memasuki babak baru. Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn.) Yulius Selvanus, S.E, secara terbuka menyampaikan permohonan maaf atas miskomunikasi yang sempat mencuat dengan jajaran Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulut. Permintaan maaf itu disampaikan dalam pertemuan bersama unsur pimpinan dan Ketua Dewan Pertimbangan MUI Sulawesi Utara. Gubernur menegaskan, tidak pernah ada niat sedikit pun untuk mengabaikan organisasi keagamaan tersebut. “Kalau ada miss, saya minta maaf atas nama pribadi. Tidak ada satu pun organisasi maupun masyarakat di Sulawesi Utara yang terlepas dari perhatian Gubernur. Itu komitmen saya,” ujarnya. Isu kurangnya perhatian terhadap MUI sebelumnya sempat bergulir di ruang publik. Namun, Ketua Dewan Pertimbangan MUI K.H. Abdul Wahab Abdul Gafur, Lc yang hadir dalam pertemuan itu menilai persoalan utamanya terletak pada komunikasi yang terlalu formal dan protokoler. “Rupanya kita juga salah, terlalu ikut aturan protokoler. Padahal Pak Gubernur ini bukan orang yang protokoler. Harusnya kita bisa langsung berkomunikasi,” ujarnya. Ia mengakui, selama ini komunikasi terhambat oleh jadwal padat kepala daerah yang tidak hanya berkegiatan di provinsi, tetapi juga di tingkat nasional. Gubernur pun membenarkan hal tersebut. “Kadang-kadang padatnya agenda, di provinsi, di luar daerah, bahkan di pusat, membuat komunikasi ini terganggu. Begitu komunikasi buruk, muncul persepsi negatif,” katanya. Dalam suasana dialog terbuka itu yang disyiarkan salah satu media di Sulut, Gubernur bahkan menyampaikan pendekatan yang tak lazim dalam birokrasi formal. Ia meminta agar komunikasi tidak selalu menunggu protokol resmi. “Jangan menunggu minta waktu. Curi waktunya Gubernur. Jam dua pagi pun kami masih terima tamu,” ujarnya. Pernyataan ini menjadi penegasan bahwa pintu komunikasi, menurutnya, selalu terbuka. Ia juga mengingatkan bahwa jabatan gubernur bukan milik satu kelompok tertentu. “Julius ini bukan milik satu organisasi saja. Saya punya tanggung jawab kepada semua,” tegasnya. Di akhir pertemuan, Gubernur menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah provinsi dan MUI. Menurutnya, kemajuan daerah tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari stabilitas moral dan psikologis masyarakat. “Provinsi dan MUI wajib berkolaborasi. MUI dari sudut keagamaan, pemerintah dari semua sudut. Kalau ini bersinergi, bukan hanya fisik yang maju, tapi juga moralitas keagamaan,” ujarnya. Pihak MUI menyatakan akan menyampaikan hasil dialog tersebut kepada seluruh pengurus baru yang belum lama dilantik. Rencana silaturahmi lanjutan pun tengah disiapkan untuk memperkuat komunikasi ke depan. Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa dalam tata kelola pemerintahan modern, komunikasi publik memegang peran krusial. Miskomunikasi kecil dapat berkembang menjadi persepsi besar jika tidak segera diluruskan. Dengan pernyataan terbuka dan permohonan maaf dari Gubernur, ruang dialog kini kembali terbuka. Di tengah keragaman Sulawesi Utara, sinergi pemerintah dan ulama bukan sekadar simbol, melainkan kebutuhan strategis untuk menjaga harmoni sosial dan memperkuat fondasi moral masyarakat.
BERITA15/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS RI Salurkan 10 Sapi untuk Munggahan di Tapsel, Tradisi Sambut Ramadan Kian Bermakna
BAZNAS RI Salurkan 10 Sapi untuk Munggahan di Tapsel, Tradisi Sambut Ramadan Kian Bermakna
Tapanuli Selatan – Menjelang datangnya Ramadan 1447 Hijriah, suasana kebersamaan mulai terasa di Kabupaten Tapanuli Selatan. Sebanyak 10 ekor sapi disalurkan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI untuk mendukung pelaksanaan tradisi “Munggahan”, tradisi masyarakat Muslim dalam menyambut bulan suci dengan penuh syukur dan kebersamaan. Penyerahan bantuan dilakukan oleh Deputi II BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, M. Imdadun Rahmat, dan disaksikan langsung oleh Bupati Tapanuli Selatan, Gus Irawan Pasaribu, Sabtu (14/2/2026). Munggahan atau punggahan merupakan tradisi masyarakat Muslim Indonesia yang dilaksanakan satu atau dua hari menjelang Ramadan. Biasanya diisi dengan doa bersama, makan bersama, serta mempererat silaturahmi sebagai simbol penyucian diri sebelum memasuki bulan puasa. Di Tapanuli Selatan, tradisi ini menjadi momentum memperkuat solidaritas, terutama bagi masyarakat yang tengah bangkit dari musibah banjir beberapa waktu lalu. “Insya Allah dalam waktu dekat kita akan melakukan Munggahan, biasanya satu atau dua hari menjelang Ramadan,” ujar Gus Irawan. Imdadun Rahmat menegaskan, bantuan 10 ekor sapi tersebut merupakan bukti nyata keberkahan zakat yang dikelola secara profesional dan tepat sasaran. “Penyerahan sapi ini menjadi bukti bahwa kami peduli. Zakat hadir untuk memberikan solusi, jalan keluar yang diberikan Allah untuk umat Islam. Zakat membantu yang susah dan menjadi sarana ibadah sosial bagi yang mampu,” ujarnya. Menurutnya, zakat bukan sekadar ibadah individual, melainkan instrumen sosial yang disyariatkan untuk menjawab persoalan umat—mulai dari kemiskinan hingga pemulihan pascabencana. Ketua BAZNAS Kabupaten Tapanuli Selatan, Jon Sujani Pasaribu, menyampaikan bahwa sapi tersebut akan disalurkan kepada keluarga terdampak musibah banjir di wilayah Tapsel. “Mudah-mudahan ini adalah awal kebangkitan bagi masyarakat Tapanuli Selatan. Terima kasih Bupati dan BAZNAS RI,” ujarnya. Hadir pula dalam kegiatan tersebut Ketua BAZNAS Provinsi Sumatera Utara Mohammad Hatta beserta jajaran pimpinan, Direktur Pendayagunaan dan Layanan UPZ dan CSR BAZNAS RI Eka Budi Sulistyo, Camat Sipirok, Ketua MUI Kecamatan Sipirok, Direktur BNPB Tapanuli Selatan Nelwan Harahap, Sekretaris Daerah Kabupaten Tapanuli Selatan Sofyan Adil, serta para penerima manfaat. Secara edukatif, momentum Munggahan menjadi pengingat bahwa Ramadan bukan hanya soal menahan lapar dan dahaga, tetapi juga memperkuat empati sosial. Tradisi ini mengajarkan pentingnya berbagi rezeki, mempererat persaudaraan, serta menumbuhkan kepedulian terhadap sesama—terutama mereka yang sedang dalam kesulitan. Melalui bantuan 10 ekor sapi ini, BAZNAS RI ingin memastikan bahwa masyarakat terdampak tetap dapat merasakan kebahagiaan menyambut Ramadan dengan layak dan penuh kebersamaan. Di Tapanuli Selatan, gema Munggahan tahun ini bukan sekadar tradisi. Ia menjadi simbol kebangkitan, solidaritas, dan keberkahan zakat yang nyata dirasakan umat.
BERITA15/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Pengungsi Tanah Merah Hutanabolon Sambut Masjid Bantuan BAZNAS Jelang Ramadan, Harapan Kembali Menggema
Pengungsi Tanah Merah Hutanabolon Sambut Masjid Bantuan BAZNAS Jelang Ramadan, Harapan Kembali Menggema
Tapanuli Tengah – Suara syukur pecah di antara deretan hunian sementara di Hutanabolon, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Provinsi Sumatera Utara. Sebuah masjid darurat semipermanen bantuan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI kini berdiri kokoh, menjadi oase spiritual bagi para pengungsi Tanah Merah yang berbulan-bulan hidup dalam keterbatasan. Bagi Melur Tambunan (38), bangunan sederhana itu bukan sekadar tempat ibadah. Ia adalah simbol harapan yang kembali tumbuh jelang Ramadan. “Terima kasih banyak kepada tim BAZNAS karena sudah mendirikan masjid darurat untuk kami. Semoga rezeki Bapak/Ibu dilancarkan dan diberikan kesehatan oleh Allah,” ucap Melur lirih, Minggu (15/2/2026), dengan mata berkaca-kaca. Sejak banjir bandang menerjang permukiman di Lorong 3 pada November lalu, Melur dan puluhan warga lainnya terpaksa tinggal di tenda darurat. Dalam satu tenda kecil, delapan Kepala Keluarga (30 jiwa) hidup berdesakan. Kondisi itu tak hanya menyulitkan aktivitas harian, tetapi juga ibadah. Sajadah kerap tak punya ruang untuk dibentangkan. Wudu yang sudah dilakukan pun sering berakhir tanpa salat. “Kadang sudah wudu, tapi teman lagi tiduran. Tidak enak mengusir. Akhirnya salatnya lewat waktu,” tuturnya. Realitas tersebut menjadi cerminan pentingnya fasilitas ibadah dalam situasi bencana. Selain kebutuhan pangan dan sandang, ruang spiritual juga menjadi kebutuhan mendasar untuk menjaga ketahanan mental para penyintas. Melihat Ramadan semakin dekat, warga berkoordinasi dengan BAZNAS agar tersedia tempat ibadah yang layak. Respons datang cepat. Tim BAZNAS membangun masjid darurat berkonsep semipermanen—kokoh, fungsional, dan dapat dibongkar pasang sesuai kebutuhan. “Alhamdulillah, sekarang langsung jadi. Semua orang di sini mengucap syukur,” kata Melur. Kehadiran masjid darurat ini tidak hanya memfasilitasi salat lima waktu, tetapi juga menjadi pusat aktivitas keagamaan selama Ramadan, seperti tarawih, tadarus, dan kajian keislaman. Pembangunan masjid darurat di kawasan huntara menunjukkan bahwa zakat tidak hanya berperan dalam pemenuhan kebutuhan material, tetapi juga pemulihan spiritual dan psikososial masyarakat terdampak bencana. Dalam konteks kebencanaan, rumah ibadah kerap menjadi titik penguat solidaritas dan kebersamaan. Di tengah kehilangan harta dan tempat tinggal, masjid menjadi ruang menenangkan hati, menguatkan doa, serta mempererat hubungan sosial antarwarga. Langkah cepat BAZNAS ini menjadi contoh bagaimana dana zakat dikelola secara responsif dan tepat sasaran—menjawab kebutuhan riil masyarakat di lapangan. Kini, di Hutanabolon, suara azan kembali menggema tanpa harus bersaing dengan hiruk-pikuk tenda pengungsian. Anak-anak, ibu-ibu, hingga para lansia memiliki ruang yang lebih layak untuk bersujud. Jelang Ramadan, masjid darurat itu bukan sekadar bangunan semipermanen. Ia adalah tanda bahwa di tengah ujian, selalu ada tangan-tangan kebaikan yang menguatkan. Dan bagi Melur serta para pengungsi lainnya, Ramadan tahun ini akan terasa berbeda—lebih khusyuk, lebih hangat, dan penuh harapan.
BERITA15/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS RI Bangun 120 Hunian Tetap di Tapsel, 28 Hektare Lahan Disiapkan untuk Penyintas Bencana
BAZNAS RI Bangun 120 Hunian Tetap di Tapsel, 28 Hektare Lahan Disiapkan untuk Penyintas Bencana
Tapanuli Selatan – Komitmen menghadirkan solusi jangka panjang bagi penyintas bencana kembali ditegaskan. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan melakukan peletakan batu pertama pembangunan hunian tetap (huntap) bagi warga terdampak bencana hidrometeorologi di Desa Aek Latong, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan, Provinsi Sumatra Utara, Sabtu (14/2/2026). Pembangunan huntap tersebut berdiri di atas lahan seluas 28 hektare dan akan dilakukan secara bertahap dengan total 120 unit rumah. Program ini menjadi bagian dari skema pemulihan pascabencana akibat bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah Sumatera Utara pada 2025 lalu. Deputi II BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, M. Imdadun Rahmat, menegaskan pembangunan hunian tetap bukan sekadar proyek fisik, tetapi simbol hadirnya zakat sebagai solusi konkret. “Ini adalah bukti bahwa zakat hadir sebagai solusi. Zakat bukan hanya ibadah personal, tetapi juga instrumen sosial yang membantu masyarakat keluar dari kesulitan dan bangkit kembali,” ujarnya. Menurutnya, kolaborasi antara BAZNAS RI, pemerintah daerah, serta berbagai pemangku kepentingan menjadi kunci percepatan pemulihan masyarakat terdampak. Sinergi ini dinilai penting agar bantuan tidak berhenti pada tahap tanggap darurat, tetapi berlanjut hingga fase rehabilitasi dan rekonstruksi. Sementara itu, Bupati Tapanuli Selatan, Gus Irawan Pasaribu, menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan BAZNAS RI. “Kami mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS RI yang telah membantu pembangunan hunian tetap bagi masyarakat Tapanuli Selatan. Ini sangat membantu percepatan pemulihan warga yang terdampak bencana,” katanya. Ia menambahkan, keberadaan hunian tetap akan memberikan kepastian tempat tinggal yang layak dan aman bagi warga yang sebelumnya kehilangan rumah akibat bencana. Ketua BAZNAS Provinsi Sumatera Utara, Mohammad Hatta, turut menekankan bahwa pembangunan huntap ini merupakan amanah para muzaki yang mempercayakan zakatnya melalui BAZNAS. “Jika dianalogikan, kita ini seperti satu tubuh. Ketika ada bagian yang terluka, seluruhnya merasakan. Kepada para muzaki dan mustahik, Allah akan memberikan ketenangan kepada keduanya. Inilah semangat zakat yang memperkuat solidaritas umat,” ungkapnya. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua BAZNAS Kabupaten Tapanuli Selatan Jon Sujani Pasaribu, Direktur Pendayagunaan dan Layanan UPZ dan CSR BAZNAS RI Eka Budi Sulistyo, Camat Sipirok, Ketua MUI Kecamatan Sipirok, Direktur BNPB Tapanuli Selatan Nelwan Harahap, Sekretaris Daerah Kabupaten Tapanuli Selatan Sofyan Adil, serta para penerima manfaat. Program hunian tetap ini menjadi contoh bagaimana dana zakat tidak hanya bersifat karitatif, tetapi juga transformatif. Dari bantuan darurat hingga pembangunan rumah permanen, zakat didorong menjadi instrumen penguatan ketahanan sosial masyarakat. Dengan hadirnya 120 unit huntap di atas lahan 28 hektare, para penyintas kini tak hanya mendapatkan rumah, tetapi juga harapan baru untuk membangun kembali kehidupan mereka secara lebih mandiri dan bermartabat.
BERITA15/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Bakti Sosial Lintas Iman di Tondano, Dari Masjid hingga Gereja: Harmoni Sulut Kembali Bersinar
Bakti Sosial Lintas Iman di Tondano, Dari Masjid hingga Gereja: Harmoni Sulut Kembali Bersinar
Tondano — Suasana penuh kehangatan dan persaudaraan mewarnai Tondano, Sabtu (14/02/2026), saat kegiatan bakti sosial lintas iman digelar dengan menghadirkan tokoh-tokoh penting dan elemen masyarakat. Momentum ini bukan sekadar penyaluran bantuan, tetapi perayaan nyata harmoni yang telah lama menjadi identitas Sulawesi Utara sebagai laboratorium kerukunan Indonesia. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Republik Indonesia Provinsi Sulawesi Utara, H. Ulyas Taha, hadir dan terlibat langsung dalam kegiatan tersebut. Ia membagikan Alquran di Masjid Diponegoro Tondano serta menyerahkan Alkitab di Gereja Advent Nazareth Tondano. Dua rumah ibadah, dua simbol keyakinan, namun satu semangat: kemanusiaan. Kegiatan ini merupakan rangkaian kunjungan lintas iman yang dihadiri Staf Khusus Menteri Agama, Dr. Gugun Gumilar, Ketua Wanita Ne Toudano (WNT) Patris R.A Rumbayan (ibunda dari (Seskab) Letkol (inf) Teddy Indra Wijaya), serta Komisaris Utama Hotel Indonesia Natour (HIN) Michael Umbas. Rombongan menyerahkan bantuan berupa sembako, bantuan uang tunai, Alquran, dan Alkitab kepada masyarakat yang membutuhkan. Dalam sambutannya, Dr. Gugun Gumilar menegaskan bahwa kerukunan bukan sekadar slogan, melainkan energi besar untuk membangun bangsa. Ia mengingatkan pesan Presiden Prabowo Subianto melalui Asta Cita serta arahan Menteri Agama dalam Asta Protas yang menempatkan harmoni sosial dan cinta kemanusiaan sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045. “Kami berterima kasih atas peran aktif seluruh umat beragama dalam menjaga harmoni sosial. Persatuan adalah kekuatan kita. Dari Sulawesi Utara, kita belajar bahwa perbedaan bukan ancaman, melainkan kekayaan bangsa,” ujarnya. H. Ulyas Taha menambahkan, bakti sosial lintas iman ini menjadi simbol persaudaraan yang hidup dan bergerak. “Ini bukan sekadar penyerahan bantuan. Ini adalah pesan moral bahwa kita satu bangsa. Dari rumah ibadah kita belajar saling menghormati, berbagi, dan membangun kedamaian bersama,” tegasnya. Sementara itu, Patris Kembuan menjelaskan bahwa bantuan sembako yang disalurkan merupakan wujud cinta dan kepedulian WNT kepada kampung halaman. “Kami datang membawa kerinduan untuk berbagi. Ini adalah bentuk tanggung jawab moral kami sebagai bagian dari komunitas Tondano yang tidak pernah melupakan akar,” tuturnya haru. Michael Umbas pun menyampaikan harapannya agar bantuan yang diberikan, meski tidak besar, dapat memberi manfaat nyata serta mempererat tali persaudaraan antar sesama anak bangsa. Mewakili masyarakat, Lurah Kampung Jawa menyampaikan apresiasi mendalam atas perhatian dan kepedulian para tokoh nasional dan daerah tersebut. “Atas nama masyarakat Kampung Jawa, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas bantuan dan perhatian yang diberikan. Kehadiran para tokoh lintas iman hari ini bukan hanya membawa sembako dan kitab suci, tetapi juga membawa pesan persatuan, toleransi, dan cinta kasih yang sangat dibutuhkan masyarakat,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa Kampung Jawa sebagai bagian dari Tondano akan terus menjaga nilai-nilai toleransi dan kebersamaan yang telah diwariskan para leluhur. “Kerukunan bukan hanya warisan, tetapi tanggung jawab yang harus dirawat. Kegiatan ini mengedukasi masyarakat bahwa perbedaan keyakinan tidak menghalangi kita untuk saling membantu dan hidup berdampingan secara damai. Inilah modal sosial terbesar dalam membangun generasi yang beradab dan saling menghormati,” tambahnya. Kegiatan bakti sosial lintas iman di Tondano ini menjadi potret konkret solidaritas sosial yang melampaui sekat-sekat perbedaan. Dari masjid ke gereja, dari bantuan material menuju penguatan moral, Tondano kembali menegaskan dirinya sebagai rumah bersama yang harmonis. Di tengah dinamika zaman, Sulawesi Utara sekali lagi membuktikan: kerukunan bukan sekadar wacana, melainkan gerakan nyata yang menyentuh hati dan menguatkan bangsa.
BERITA15/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS RI–Maybank Resmikan Sumur Bor di Siak, Air Bersih Kini Mengalir di MI Hidayatullah Lubuk Dalam
BAZNAS RI–Maybank Resmikan Sumur Bor di Siak, Air Bersih Kini Mengalir di MI Hidayatullah Lubuk Dalam
Siak – Akses air bersih bukan sekadar fasilitas, melainkan fondasi kesehatan dan kualitas pendidikan. Komitmen itu diwujudkan melalui peresmian sumur bor dan Program Air Bersih hasil kolaborasi Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama BAZNAS Kabupaten Siak dan Maybank di MI Hidayatullah, Kecamatan Lubuk Dalam, Kabupaten Siak. Program ini menjadi simbol nyata sinergi antara lembaga zakat dan dunia perbankan dalam menghadirkan solusi kebutuhan dasar masyarakat, khususnya di lingkungan pendidikan. Peresmian dihadiri Staf Ahli Bupati Siak, Ketua BAZNAS Kabupaten Siak H. Samparis Bin Tatan, S.Pd.I, Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan Syukron Wahib, M.Pd, Wakil Ketua III Bidang Keuangan dan Pelaporan H. Moch. Showwam Amin, perwakilan Kementerian Agama Kabupaten Siak, tim BAZNAS RI, Manager Maybank Cabang Pekanbaru, Sekretaris Camat Lubuk Dalam, serta para tamu undangan. Dalam sambutannya, Staf Ahli Bupati Siak mengapresiasi kolaborasi BAZNAS dan Maybank yang dinilai tepat sasaran. Menurutnya, ketersediaan air bersih sangat penting untuk mendukung kesehatan siswa, menjaga sanitasi sekolah, serta menciptakan kenyamanan dalam proses belajar mengajar. “Air bersih adalah kebutuhan mendasar. Ketika fasilitas ini tersedia dengan baik, maka kualitas lingkungan belajar juga meningkat,” ujarnya. Ketua BAZNAS Kabupaten Siak, H. Samparis Bin Tatan, menegaskan bahwa program sumur bor ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS menghadirkan program tepat guna yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat. Ia berharap fasilitas air bersih tersebut dapat dijaga dan dimanfaatkan secara optimal oleh pihak sekolah, sekaligus menjadi amal jariyah bagi para muzaki dan mitra yang terlibat. “Ini bukan hanya pembangunan fisik, tetapi investasi keberkahan jangka panjang. Air yang mengalir ini insyaallah menjadi pahala yang terus mengalir,” ungkapnya. Perwakilan Maybank Cabang Pekanbaru menyampaikan dukungan terhadap program air bersih ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Maybank berharap kolaborasi bersama BAZNAS dapat terus diperkuat melalui program-program sosial yang berdampak luas dan berkelanjutan. Dengan diresmikannya sumur bor dan fasilitas air bersih ini, siswa dan tenaga pendidik di MI Hidayatullah Lubuk Dalam kini memiliki akses air yang lebih layak, higienis, dan berkelanjutan. Secara edukatif, program ini juga menanamkan kesadaran pentingnya menjaga kebersihan dan sanitasi sejak dini. Lingkungan sekolah yang sehat bukan hanya meningkatkan konsentrasi belajar, tetapi juga membentuk budaya hidup bersih di kalangan siswa. Kolaborasi ini menunjukkan bahwa ketika zakat, pemerintah, dan sektor swasta berjalan bersama, kebutuhan dasar masyarakat dapat dijawab secara konkret. Air bersih pun tak lagi menjadi persoalan, melainkan sumber harapan baru bagi generasi penerus bangsa.
BERITA14/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Polsek Tondano–Majelis Taklim Al Hijrah Salurkan Sembako di Serambi Masjid, UPZ: Amanah Ini Kami Jaga dengan Transparan
Polsek Tondano–Majelis Taklim Al Hijrah Salurkan Sembako di Serambi Masjid, UPZ: Amanah Ini Kami Jaga dengan Transparan
Tondano 13/2/2026 - Aksi kolaborasi sosial kembali digelar di serambi Masjid Al Hijrah Rinegetan. Polsek Tondano bersama Majelis Taklim Al Hijrah menyalurkan bantuan sembako dan donasi kepada Pengurus UPZ Masjid Al Hijrah Rinegetan. Kegiatan yang berlangsung sederhana namun penuh makna itu dihadiri Ketua Imam Masjid, Ketua BTM (Badan Takmir Masjid), serta jamaah. Bantuan diserahkan langsung oleh Wakil Kapolsek Tondano, Ipda Yohanes Takaliuang, mewakili Kapolsek Tondano Iptu Dedi P. Kolonio, S.Psi., M.M. Ipda Yohanes mengatakan penyaluran bantuan ini merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat, sekaligus mempererat hubungan antara aparat kepolisian dan warga. “Bapak Kapolsek Iptu Dedi P. Kolonio berpesan agar kehadiran Polri tidak hanya dirasakan dalam aspek keamanan, tetapi juga dalam aksi sosial. Kami ingin berbagi dan menguatkan kebersamaan, terutama melalui masjid sebagai pusat aktivitas umat,” ujar Ipda Yohanes saat menyerahkan bantuan. Ia menambahkan, sinergi dengan pengurus masjid dan UPZ menjadi langkah strategis agar bantuan tepat sasaran dan menyentuh masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Penyerahan sembako dan donasi dilakukan secara simbolis di serambi masjid, disaksikan langsung Ketua BTM dan jamaah. Suasana khidmat terasa ketika paket bantuan diterima oleh Pengurus UPZ Masjid Al Hijrah Rinegetan. Ketua UPZ Masjid Al Hijrah menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas perhatian yang diberikan. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Kapolsek Tondano beserta jajaran, khususnya Wakil Kapolsek yang telah hadir dan menyerahkan langsung bantuan ini. Amanah ini akan kami kelola secara transparan, akuntabel, dan tepat sasaran sesuai prinsip pengelolaan zakat,” tegasnya. Ia menjelaskan, UPZ Masjid Al Hijrah selama ini berperan sebagai perpanjangan tangan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah di tingkat masjid. Bantuan yang diterima akan segera disalurkan kepada mustahik di wilayah Rinegetan dan sekitarnya. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor seperti ini menjadi contoh edukatif bahwa penguatan sosial harus dibangun bersama. Dukungan terhadap sinergi tersebut juga datang dari BAZNAS Kabupaten Minahasa. Pimpinan BAZNAS Minahasa menilai langkah Polsek Tondano dan Majelis Taklim Al Hijrah sebagai praktik baik dalam membangun ekosistem zakat berbasis masjid. “Masjid adalah pusat peradaban umat. Ketika aparat kepolisian, pengurus masjid, dan UPZ bergerak bersama, maka yang lahir bukan hanya bantuan sesaat, tetapi sistem kepedulian yang berkelanjutan. Edukasi tentang zakat dan solidaritas sosial harus terus diperkuat,” ujarnya. Ia menambahkan, pengelolaan zakat yang profesional dan kolaboratif mampu menjadi solusi nyata dalam mengurangi kesenjangan sosial di daerah. Kegiatan di serambi Masjid Al Hijrah Rinegetan ini pun menjadi pesan kuat: berbagi bukan hanya soal memberi, tetapi tentang membangun kepercayaan, transparansi, dan sinergi demi kesejahteraan bersama.
BERITA14/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Bupati Majalengka Buka Optimalisasi ZIS Ramadhan 1447 H, Dorong BAZNAS “Langkung Sae” Layani Umat
Bupati Majalengka Buka Optimalisasi ZIS Ramadhan 1447 H, Dorong BAZNAS “Langkung Sae” Layani Umat
Majalengka – Memasuki momentum suci Ramadhan 1447 Hijriah, Pemerintah Kabupaten Majalengka bersama BAZNAS Kabupaten Majalengka menggelar kegiatan bertajuk “Optimalisasi Zakat, Infaq, dan Sedekah (ZIS) Ramadhan 1447 H/2026” di Gedung Islamic Center Majalengka, Kamis (12/2) pukul 08.30 WIB. Kegiatan ini menjadi langkah strategis memperkuat literasi dan penghimpunan ZIS, sekaligus meneguhkan sinergi antara pemerintah daerah dan BAZNAS dalam meningkatkan kesejahteraan umat melalui pengelolaan zakat yang profesional dan akuntabel. Gedung Islamic Center dipadati sekitar 700 peserta yang berasal dari berbagai jenjang pendidikan di Kabupaten Majalengka, mulai dari PAUD, TK, SD, SMP, MTs hingga Madrasah Aliyah (MA). Kehadiran lintas generasi ini mencerminkan komitmen kuat menanamkan nilai kepedulian dan semangat berbagi sejak usia dini. Dunia pendidikan dinilai memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya zakat, infaq, dan sedekah sebagai instrumen pemberdayaan sosial. Bupati Majalengka, Drs. Eman Suherman, M.M., hadir langsung membuka acara. Ia didampingi Kabag Kesra Setda Majalengka, Ketua KKKS, Ketua Himpaudi, Ketua IGTK, serta Ketua IGRA. Dalam sambutannya, Bupati Eman Suherman memberikan apresiasi terhadap kinerja BAZNAS Majalengka di bawah kepemimpinan Agus Asri Sabana. Ia menekankan pentingnya transformasi kelembagaan agar BAZNAS semakin profesional, responsif, dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat. “Saya berharap BAZNAS Majalengka dapat menjadi lembaga yang langkung sae (lebih baik) dalam pelayanan, serta semakin dirasakan kebermanfaatannya bagi seluruh umat,” ujar Bupati. Menurutnya, optimalisasi ZIS bukan sekadar meningkatkan angka penghimpunan, tetapi memastikan distribusi dan pendayagunaan berjalan tepat sasaran serta berdampak nyata bagi pengentasan kemiskinan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat. Sebagai bagian dari penguatan kapasitas dan literasi zakat, kegiatan ini menghadirkan dua narasumber internal BAZNAS Majalengka, yakni: H. Muhammad Ridwan (Wakil Ketua I) Embed Humed, M.Pd. (Wakil Ketua III) Keduanya memaparkan strategi optimalisasi potensi zakat di lingkungan pendidikan, termasuk mekanisme penghimpunan yang sistematis serta tata kelola pendistribusian yang sesuai regulasi dan prinsip syariah. Dalam paparannya, disampaikan bahwa sektor pendidikan memiliki potensi besar dalam membangun budaya zakat yang berkelanjutan. Melalui pendekatan edukatif, peserta didik tidak hanya memahami kewajiban zakat secara normatif, tetapi juga melihat langsung dampaknya dalam menyelesaikan persoalan sosial. Optimalisasi ZIS Ramadhan 1447 H ini menjadi momentum strategis memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, BAZNAS, dan satuan pendidikan. Ramadhan dipandang sebagai periode paling efektif untuk meningkatkan kesadaran berzakat dan memperluas jangkauan manfaatnya. Dengan pengelolaan yang transparan dan akuntabel, zakat diharapkan menjadi instrumen pembangunan sosial yang mampu menekan angka kemiskinan, memperkuat ekonomi mustahik, serta mendorong kemandirian umat. Melalui kegiatan ini, Majalengka menegaskan komitmennya menjadikan ZIS bukan sekadar ibadah personal, tetapi gerakan kolektif yang terstruktur, terukur, dan berkelanjutan demi kemaslahatan bersama.
BERITA13/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Minahasa.

Lihat Daftar Rekening →