WhatsApp Icon
Pos Mudik BAZNAS Hadir di Tasikmalaya, Pemudik Bisa Istirahat, Pijat Gratis hingga Dapat Takjil

Tasikmalaya – Arus mudik Lebaran 2026 kian padat. Di tengah perjalanan panjang yang melelahkan, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menghadirkan solusi bagi para pemudik dengan membuka Pos Mudik di Tasikmalaya.

Tak sekadar tempat singgah, Pos Mudik BAZNAS ini menyediakan beragam layanan gratis yang bisa dimanfaatkan pemudik selama periode 16 hingga 27 Maret 2026.

Mulai dari layanan kesehatan, masjid, toilet darurat, ruang laktasi, dapur air, wifi, layanan charger, tempat istirahat, pijat gratis, hingga ruang ramah anak—semuanya tersedia untuk menunjang kenyamanan perjalanan.

Tak hanya itu, program Bank Makanan juga dihadirkan dengan menyediakan takjil hingga makanan berat, khususnya saat sahur dan berbuka puasa.

Deputi II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS RI, Imdadun Rahmat, menegaskan kehadiran Pos Mudik ini merupakan bentuk kepedulian terhadap para pemudik.

“BAZNAS dari tahun ke tahun selalu menghadirkan Pos Mudik. Ini adalah ikhtiar kami untuk memberikan bantuan terbaik bagi para pemudik yang merupakan ibnu sabil,” ujar Imdadun, Kamis (19/3/2026).

Ia menambahkan, seluruh fasilitas tersebut berasal dari dana zakat, infak, dan sedekah para muzaki yang dikelola secara amanah untuk kemaslahatan umat.

“Kami optimalkan pemanfaatannya, termasuk untuk Pos Mudik Gratis ini agar perjalanan masyarakat lebih aman dan nyaman,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur Pendistribusian BAZNAS RI, Ahmad Fikri, menjelaskan Pos Mudik BAZNAS tersebar di 21 titik strategis di seluruh Indonesia.

Menurutnya, Pos Mudik di Tasikmalaya termasuk salah satu pos utama dengan fasilitas paling lengkap.

“Di Tasikmalaya ini cukup besar, ada sekitar 10 hingga 12 layanan. Sementara di titik lain minimal lima layanan utama tetap tersedia,” jelasnya.

Ia juga memastikan setiap pos dilengkapi tenaga medis.

“Dokter dan perawat selalu siaga untuk memberikan layanan kesehatan bagi pemudik,” tambah Fikri.

Kehadiran Pos Mudik BAZNAS ini pun dirasakan langsung manfaatnya oleh para pemudik.

Rais, pemudik asal Tangerang yang menuju Pangandaran dan Yogyakarta, mengaku fasilitas yang tersedia sangat membantu.

“Fasilitasnya lengkap. Ada kasur darurat, pijat gratis, sampai takjil dan makanan berat. Ini sangat membantu kami di perjalanan,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Lendra, pemudik asal Sumedang yang mudik bersama keluarga.

“Kami singgah saat sudah lelah. Di sini anak-anak bisa bermain, kami dapat pijat, takjil, dan layanan kesehatan gratis. Lengkap sekali,” katanya.

BAZNAS berharap, kehadiran Pos Mudik di berbagai titik strategis ini tidak hanya menjadi tempat istirahat, tetapi juga berkontribusi menekan risiko kecelakaan akibat kelelahan selama perjalanan.

Di tengah padatnya arus mudik, Pos Mudik BAZNAS menjadi oase bagi para pemudik—tempat bernaung sejenak, mengisi energi, dan melanjutkan perjalanan dengan lebih aman.

Karena mudik bukan sekadar perjalanan pulang, tapi juga tentang memastikan setiap langkah sampai dengan selamat.

28/03/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Bangun Kelas Darurat di Gaza, Jaga Asa Pendidikan Anak Palestina di Tengah Krisis

Jakarta – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI kembali menunjukkan komitmennya dalam aksi kemanusiaan global. Kali ini, Badan Amil Zakat Nasional membangun tujuh tenda kelas darurat bagi anak-anak di Beit Lahia, Gaza Utara, Palestina.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan anak-anak tetap mendapatkan akses pendidikan meskipun berada di tengah situasi krisis kemanusiaan yang belum mereda.

Tenda-tenda tersebut difungsikan sebagai ruang belajar sementara yang dilengkapi meja dan kursi. Fasilitas ini diharapkan mampu menciptakan suasana belajar yang lebih nyaman dan layak bagi anak-anak Gaza.

Ketua BAZNAS RI, Sodik Mudjahid menegaskan, pendidikan tidak boleh terhenti dalam kondisi apa pun, termasuk saat bencana dan konflik.

“Kami ingin anak-anak di Gaza tetap memiliki ruang belajar yang aman dan layak. Tenda kelas darurat ini diharapkan membantu mereka melanjutkan kegiatan belajar meskipun berada di tengah situasi yang sulit,” ujar Sodik dalam keterangannya, Jumat (20/3/2026).

Menurutnya, pembangunan kelas darurat ini bukan hanya soal pendidikan, tetapi juga bagian dari upaya pemulihan psikososial bagi anak-anak yang terdampak konflik.

Tak lupa, BAZNAS juga menyampaikan apresiasi kepada Prabowo Subianto serta masyarakat Indonesia yang terus memberikan dukungan terhadap berbagai program kemanusiaan untuk Palestina.

“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan yang luar biasa. Ini menjadi bukti bahwa kepedulian bangsa Indonesia untuk Palestina terus hidup,” tambahnya.

Tampung 100 Anak, Belajar Bergantian

Fasilitas kelas darurat ini dirancang mampu menampung hingga 100 anak. Sistem belajar dibagi menjadi dua sesi, dengan masing-masing sesi diikuti sekitar 45 hingga 50 siswa.

Selain tenda yang kokoh, sarana pendukung seperti meja dan kursi juga disediakan untuk menunjang kenyamanan proses belajar.

Kehadiran fasilitas ini membawa kebahagiaan bagi anak-anak. Salah satunya dirasakan oleh Zeina Al Motawaq (8), siswa sekolah dasar di Gaza.

“Kami dulu sangat kesulitan. Kami duduk di lantai saat menulis sampai punggung kami sakit. Sekarang kami sangat bersyukur sudah ada meja dan kursi. Terima kasih masyarakat Indonesia, terima kasih BAZNAS,” ujarnya.

Bantuan Kemanusiaan Terus Bergulir

Selain pembangunan kelas darurat, BAZNAS juga terus menyalurkan berbagai bantuan kemanusiaan bagi masyarakat Palestina. Mulai dari paket pangan, hidangan berbuka puasa, layanan kesehatan, hingga distribusi air bersih, pakaian, dan selimut.

Tak hanya itu, BAZNAS juga membangun berbagai fasilitas darurat lainnya seperti tenda pemukiman, tenda rumah, hingga tenda masjid untuk membantu warga bertahan di tengah kondisi sulit.

Ajak Masyarakat Terus Berkontribusi

BAZNAS mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk terus mengambil bagian dalam aksi kemanusiaan ini melalui program Dompet Solidaritas Palestina.

Kontribusi dapat disalurkan melalui:
BSI 100.426.6893
a.n. Badan Amil Zakat Nasional

Atau melalui laman resmi: baznas.go.id/bantupalestina

21/03/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa
Kisah Rojali Bangkit dari Banjir Aceh Tamiang: Dari Korban Jadi Relawan Dapur Umum BAZNAS

Aceh Tamiang – Banjir bandang yang menerjang Kabupaten Aceh Tamiang pada November lalu menyisakan luka mendalam. Rumah hanyut, harta benda lenyap, dan kehidupan berubah seketika.

Namun di balik duka itu, muncul kisah keteguhan dari seorang penyintas bernama Muhammad Rojali (44).

Melalui program Dapur Umum Hidangan Berkah Ramadan yang diinisiasi Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI, Rojali tak hanya menjadi penerima bantuan. Ia memilih bangkit—menjadi relawan, memasak untuk sesama korban.

“Awalnya saya hanya menerima bantuan makanan, tapi saya tergerak hati untuk ikut membantu memasak. Saya merasa tidak enak kalau hanya menerima saja,” ujar Rojali saat ditemui di tenda pengungsian Desa Lubuk Sidup.

Rumah Rojali hanyut tanpa sisa. Kini, ia tinggal di tenda darurat bersama istri dan tiga anaknya. Di tengah keterbatasan itu, dapur umum menjadi tumpuan utama kebutuhan pangan warga.

Setiap hari, dapur tersebut mengolah sekitar 50 kilogram beras untuk menyediakan hingga 700 porsi makanan bagi para penyintas.

Menariknya, dapur ini tidak dijalankan oleh pihak luar semata, melainkan oleh warga sendiri secara gotong royong—memasak sayur, ikan, hingga menyiapkan takjil berbuka puasa.

“Kalau tidak ada program ini, kami kesulitan. Untuk masak daging saja kami belum mampu. Tapi melalui bantuan BAZNAS, kami bisa makan dengan layak dan bergizi,” tutur Rojali.

Sekretaris Utama BAZNAS RI, Subhan Cholid, menegaskan bahwa dapur umum ini dirancang bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan konsumsi, tetapi juga sebagai bagian dari pemulihan mental masyarakat.

“Filosofi zakat adalah memberdayakan. Lewat dapur umum ini, BAZNAS tidak hanya menyalurkan makanan, tetapi juga menciptakan ekosistem gotong royong,” jelas Subhan.

Menurutnya, pelibatan langsung para penyintas menjadi kunci untuk membangun kembali rasa percaya diri dan kemandirian kolektif di tengah masa sulit.

Bagi Rojali, dapur umum ini bukan sekadar tempat memasak, tetapi ruang untuk bangkit dan menemukan kembali makna kebersamaan.

“Kami sangat berterima kasih kepada BAZNAS dan para donatur. Bantuan ini memberi semangat bagi kami untuk terus kuat,” ucapnya.

BAZNAS sendiri menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi para penyintas hingga tahap rehabilitasi pascabencana.

Kisah Rojali menjadi bukti—bahwa di tengah kehilangan, zakat mampu menggerakkan hati, menumbuhkan solidaritas, dan menghidupkan kembali harapan.

Di antara tenda-tenda pengungsian, api dapur umum itu tak hanya memasak makanan—tetapi juga menyalakan semangat untuk bangkit bersama.

21/03/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa
Asisten I Setdakab Minahasa Sampaikan Ucapan Idul Fitri 1447 H, Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan dan Pelayanan Publik

Minahasa – Momentum Hari Raya Idulfitri 1447 H/2026 M dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten Minahasa untuk memperkuat nilai kebersamaan, toleransi, dan pelayanan kepada masyarakat. Hal ini disampaikan oleh Riviva Maringka selaku Asisten I Setdakab Minahasa dalam ucapan resminya. Jumat, 20/3/2026

Dalam keterangannya, Riviva mengajak seluruh masyarakat menjadikan Idulfitri sebagai titik balik untuk mempererat persatuan serta meningkatkan kualitas kehidupan sosial yang harmonis di Kabupaten Minahasa.

“Selamat Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin. Semoga momentum suci ini menjadi penguat bagi kita semua untuk terus menjaga persaudaraan, toleransi, dan semangat gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat,” ujarnya.

Sebagai Asisten I yang membidangi pemerintahan dan kesejahteraan rakyat, Riviva menegaskan pentingnya menjaga stabilitas sosial, ketertiban umum, serta membangun sinergi antara pemerintah dan masyarakat.

Menurutnya, Idulfitri bukan hanya perayaan keagamaan, tetapi juga ruang refleksi untuk memperbaiki hubungan sosial dan memperkuat nilai-nilai kebangsaan.

“Kita ingin masyarakat Minahasa tetap hidup rukun dalam keberagaman. Nilai saling menghormati harus terus dijaga sebagai fondasi utama dalam pembangunan daerah,” tegasnya.

Lebih lanjut, Riviva juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan publik yang responsif dan humanis, terutama dalam momentum Lebaran yang identik dengan meningkatnya mobilitas masyarakat.

Ia mengingatkan seluruh jajaran pemerintah untuk tetap siaga dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Pelayanan publik harus tetap berjalan optimal. Kehadiran pemerintah harus dirasakan, terutama dalam memastikan keamanan, kenyamanan, dan kebutuhan masyarakat selama Idulfitri,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Riviva juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan kepedulian sosial, terutama terhadap kelompok rentan dan masyarakat yang membutuhkan.

Menurutnya, semangat berbagi dan solidaritas yang tumbuh di bulan Ramadan harus terus dilanjutkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Mari kita jadikan Idulfitri sebagai momentum untuk memperkuat empati sosial. Kepedulian terhadap sesama adalah bagian penting dari pembangunan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Menutup pernyataannya, Riviva berharap Idulfitri tahun ini membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat Minahasa dan menjadi energi baru untuk membangun daerah yang lebih maju, sejahtera, dan berdaya saing.

“Semoga kita semua kembali dalam keadaan fitri, dengan hati yang bersih, serta semangat baru untuk terus berkarya dan mengabdi bagi Minahasa yang lebih baik,” pungkasnya.

Momentum Idulfitri 1447 H pun diharapkan tidak hanya menjadi perayaan, tetapi juga penguat nilai persatuan, pelayanan, dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

21/03/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa
Wabup Minahasa Tekankan Nilai Fitrah dan Kerukunan dalam Momentum Idul Fitri 1447 H/2026

Minahasa – Momentum Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah dimaknai sebagai ruang penguatan nilai spiritual dan sosial di Kabupaten Minahasa. Hal tersebut tercermin dari pernyataan Wakil Bupati Minahasa, Vanda Sarundajang, saat menghadiri kegiatan silaturahmi usai pelaksanaan Salat Id di Masjid Agung Al-Falah  Kyai Modjo, Kampung Jawa Tondano, Sabtu (21/3/2026).

Kehadiran Wakil Bupati dalam kesempatan tersebut merupakan bagian dari representasi Pemerintah Kabupaten Minahasa dalam menjalin kedekatan dengan masyarakat, khususnya umat Muslim yang merayakan Idul Fitri. Dalam kegiatan itu, Wakil Bupati membacakan sambutan Bupati Minahasa, Robby Dondokambey, sebelum pelaksanaan Salat Id dimulai.

Dalam keterangannya, Vanda Sarundajang menegaskan bahwa Idul Fitri memiliki makna yang lebih dari sekadar perayaan keagamaan, melainkan sebagai momentum untuk kembali kepada fitrah serta memperkuat hubungan sosial antarmasyarakat.

“Idul Fitri merupakan hari kemenangan bagi umat Muslim setelah menjalani ibadah puasa. Momentum ini menjadi kesempatan untuk kembali kepada fitrah serta mempererat kebersamaan,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idul Fitri kepada seluruh umat Muslim di Kabupaten Minahasa, seraya mengajak masyarakat untuk menjadikan momen tersebut sebagai sarana memperkuat persaudaraan.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya menjaga harmoni sosial di tengah keberagaman yang menjadi karakteristik masyarakat Minahasa. Menurutnya, nilai-nilai kearifan lokal seperti Sitou Timou Tumou Tou dan semangat Mapalus harus terus dijaga sebagai fondasi kehidupan bersama.

“Kerukunan umat beragama di Minahasa telah terbangun dengan baik dan perlu terus dipelihara. Momentum Idul Fitri ini menjadi salah satu wujud nyata dari harmonisasi tersebut,” katanya.

Usai pelaksanaan Salat Id yang dimulai pukul 07.00 WITA, kegiatan dilanjutkan dengan silaturahmi dan ramah tamah antara jajaran pemerintah daerah dan masyarakat Kampung Jawa Tondano.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten Minahasa, Dr. Lynda Deisye Watania, MM, M.Si , Asisten I Drs. Riviva Maringka, M.Si , serta sejumlah kepala perangkat daerah dan camat Tondano Utara.

Pelaksanaan Salat Id dipimpin oleh Ustad Hardianto Masuara sebagai imam, dengan khutbah yang disampaikan oleh Habib Umar Bin Thoha yang menekankan pentingnya menjaga nilai keimanan dan persaudaraan.

Dengan suasana yang berlangsung tertib dan penuh kekhidmatan, kegiatan tersebut menjadi refleksi nyata bahwa Idul Fitri tidak hanya bermakna secara spiritual, tetapi juga memiliki dimensi sosial yang kuat dalam mempererat kohesi masyarakat di Kabupaten Minahasa.

21/03/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa

Berita Terbaru

Majelis Taklim Attaqwa Langowan Kunjungi Panti Asuhan, Tebar Semangat Berbagi dan Kepedulian
Majelis Taklim Attaqwa Langowan Kunjungi Panti Asuhan, Tebar Semangat Berbagi dan Kepedulian
Langowan 11/2/2026– Semangat berbagi dan kepedulian sosial kembali ditunjukkan Majelis Taklim Attaqwa Langowan. Melalui program sosial “Peduli Sesama”, para anggota majelis taklim melakukan kunjungan ke salah satu panti asuhan di wilayah Manado, sebagai bentuk nyata implementasi nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan yang berlangsung penuh kehangatan itu diisi dengan silaturahmi, doa bersama, pemberian santunan, serta penyerahan bantuan kebutuhan pokok bagi anak-anak panti asuhan. Suasana haru dan bahagia menyatu ketika rombongan Majelis Taklim Attaqwa disambut anak-anak panti dengan senyum tulus. Bukan sekadar membawa bantuan materi, kehadiran mereka juga menghadirkan perhatian dan kasih sayang. Ketua Majelis Taklim Attaqwa Langowan Hj. Irma Aslah, SE dalam keterangannya menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen majelis taklim untuk menjadikan pengajian tidak hanya sebatas kajian ilmu, tetapi juga gerakan sosial yang berdampak. “Kami ingin majelis taklim ini tidak hanya aktif dalam belajar dan mengaji, tetapi juga hadir langsung membantu sesama. Berbagi dengan anak-anak panti asuhan adalah bentuk syukur kami atas nikmat yang Allah berikan,” ujarnya. Menurutnya, kepedulian sosial adalah salah satu cerminan keimanan. Ia menambahkan bahwa Rasulullah SAW mengajarkan umatnya untuk mencintai dan menyayangi anak yatim serta mereka yang membutuhkan. “Semangat berbagi harus terus ditanamkan, bukan hanya saat Ramadan, tetapi menjadi budaya dalam kehidupan sehari-hari. Insyaallah, sekecil apa pun yang kita berikan, jika dilakukan dengan ikhlas, akan menjadi besar di sisi Allah,” tambahnya. Kegiatan ini juga menjadi edukasi bahwa majelis taklim memiliki peran strategis dalam membangun solidaritas sosial di tengah masyarakat. Majelis taklim bukan hanya ruang penguatan spiritual, tetapi juga: Sarana membangun empati dan kepedulian Penggerak kegiatan sosial berbasis komunitas Jembatan antara donatur dan penerima manfaat Media pendidikan karakter bagi generasi muda Dengan melibatkan para anggota secara langsung, program ini juga mengajarkan nilai gotong royong dan kebersamaan. Dalam kunjungan tersebut, anggota majelis taklim tidak hanya menyerahkan bantuan, tetapi juga berinteraksi, bercengkerama, dan memberikan motivasi kepada anak-anak panti. Pesan moral yang ingin disampaikan sederhana namun kuat: setiap anak berhak mendapatkan perhatian, kasih sayang, dan harapan masa depan. “Kami ingin anak-anak ini merasa bahwa mereka tidak sendiri. Ada banyak orang yang peduli dan mendoakan mereka,” ujar Ketua Majelis Taklim. Program “Peduli Sesama” ini diharapkan menjadi agenda rutin dan inspirasi bagi komunitas lain di Langowan maupun wilayah sekitarnya. Di tengah tantangan sosial dan ekonomi yang tidak mudah, gerakan berbagi seperti ini menjadi oase harapan. Bahwa kepedulian tidak harus menunggu kaya, dan kebaikan tidak harus menunggu waktu tertentu. Kunjungan Majelis Taklim Attaqwa Langowan ke panti asuhan hari itu bukan hanya tentang bantuan sembako atau santunan. Ia adalah tentang menghadirkan senyum, menanamkan empati, dan menghidupkan kembali semangat berbagi sebagai bagian dari identitas umat. Karena sejatinya, kekuatan sebuah komunitas bukan diukur dari seberapa banyak yang dimiliki, tetapi dari seberapa besar kepedulian yang mampu dibagikan.
BERITA13/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Sambut Ramadhan 1447 H, Keluarga Besar Madrasah Gelar Ziarah Tahunan ke Makam Pendiri
Sambut Ramadhan 1447 H, Keluarga Besar Madrasah Gelar Ziarah Tahunan ke Makam Pendiri
Kinali, 13 Februari 2026 – Menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, keluarga besar Madrasah di Kinali menggelar ziarah tahunan ke makam para tokoh pendiri, Jumat pagi (13/2/2026). Kegiatan ini menjadi agenda rutin yang sarat makna edukatif dan spiritual, sekaligus momentum refleksi atas perjuangan para pendahulu dalam membangun fondasi pendidikan Islam. Sejak pagi, para guru dan siswa berkumpul dengan penuh khidmat. Suasana haru dan khusyuk menyelimuti prosesi ziarah yang diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan tahlil dan doa bersama. Kepala Madrasah MTS Negeri 1 Minahasa , Ibu Sumiati Pulukadang, S.Pd, memimpin langsung kegiatan tersebut. Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa ziarah bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan bagian dari pendidikan karakter yang harus ditanamkan sejak dini. “Ziarah ini adalah bentuk birrul walidain kita kepada para pendiri. Kita ingin para siswa tidak hanya cerdas secara akademik, tapi juga memiliki rasa syukur dan tidak melupakan sejarah perjuangan madrasah ini,” ujarnya. Menurutnya, Ramadhan adalah bulan penyucian diri. Maka, sebelum memasuki bulan penuh berkah itu, seluruh warga madrasah diajak untuk membersihkan hati, memperkuat niat, dan meneguhkan kembali nilai perjuangan. Ziarah ke makam pendiri menjadi simbol menjaga sanad perjuangan pendidikan. Para siswa diajak mengenal sejarah madrasah bukan hanya lewat buku, tetapi melalui pengalaman langsung yang menyentuh sisi emosional dan spiritual. Pembina Keagamaan, Bapak Fitrah Tompig, S.Pd, memandu pembacaan tahlil dan doa bersama. Dengan suara tenang dan penuh kekhusyukan, ia mengajak seluruh peserta mendoakan para pendiri agar amal jariyah mereka terus mengalir. “Semoga segala ilmu yang diwariskan menjadi cahaya bagi generasi penerus dan menjadi pemberat amal kebaikan bagi para pendiri,” tuturnya dalam doa. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan aksi bersih-bersih makam secara gotong royong dan penaburan bunga sebagai simbol cinta dan penghormatan. Para siswa terlihat antusias, saling membantu membersihkan area makam dengan penuh tanggung jawab. Tradisi ini dinilai sebagai metode pendidikan yang efektif dalam menanamkan nilai tawadhu, rasa hormat, dan kesadaran sejarah. Di tengah arus modernisasi, madrasah berupaya menjaga keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan kedalaman spiritual. Momentum ziarah juga menjadi pengingat bahwa keberhasilan hari ini tidak lepas dari pengorbanan generasi sebelumnya. Spirit inilah yang ingin diwariskan kepada para siswa agar kelak mereka menjadi generasi Islami yang berilmu, berakhlak, dan berjiwa sosial. Dengan hati yang lebih bersih dan tekad yang diperbarui, keluarga besar madrasah berharap dapat menyongsong Ramadhan 1447 H dengan kesiapan iman dan semangat ibadah yang lebih kuat. Ziarah tahunan ini pun bukan hanya menjadi agenda seremonial, melainkan warisan nilai yang terus hidup — mengajarkan bahwa menghormati sejarah adalah bagian dari membangun masa depan.
BERITA13/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
UPZ Surau Nurul Hidayah Rangkul Muzaki, Perbaiki Jembatan Pemakaman Sambut Ramadhan 1447 H
UPZ Surau Nurul Hidayah Rangkul Muzaki, Perbaiki Jembatan Pemakaman Sambut Ramadhan 1447 H
Kayong Utara – Menyambut datangnya Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah, Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Surau Nurul Hidayah Dusun Rantau Panjang, Desa Harapan Mulia, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, menunjukkan aksi nyata kepedulian sosial. Mereka merangkul para muzaki dan jamaah untuk bergotong royong memperbaiki jembatan akses menuju pemakaman umum. Jembatan tersebut merupakan jalur utama warga saat mengantar maupun menziarahi jenazah. Kondisi yang sebelumnya kurang layak kini diperbaiki melalui penimbunan dan penguatan struktur, agar masyarakat dapat melintas dengan aman, terutama menjelang Ramadhan dan pasca Idul Fitri. Kegiatan ini bukan sekadar kerja bakti biasa. Di baliknya, ada semangat kolaborasi dan penguatan nilai zakat, infak, dan sedekah yang diwujudkan dalam aksi produktif dan berdampak langsung bagi masyarakat. Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Kayong Utara, M. Tharmidzi, menyampaikan apresiasi atas inisiatif UPZ Surau Nurul Hidayah dan partisipasi aktif para muzaki. “Ini adalah contoh nyata bagaimana dana zakat, infak, dan sedekah dapat dikelola secara produktif dan memberi manfaat luas. Tidak hanya membantu individu, tetapi juga membangun fasilitas yang menjadi kebutuhan bersama,” ujarnya. Menurutnya, menyambut Ramadhan bukan hanya soal meningkatkan ibadah personal, tetapi juga memperkuat solidaritas sosial dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Apresiasi juga disampaikan kepada para munfiq yang telah menyalurkan infaknya melalui UPZ Surau Nurul Hidayah yang diketuai oleh Bapak Tarmizan, yang akrab disapa Tok Mizan. Sosok yang juga menjabat sebagai Ketua RT 004 Dusun Rantau Panjang ini dikenal aktif dalam berbagai kegiatan keagamaan dan sosial kemasyarakatan. Selain memimpin UPZ, Tok Mizan juga terlibat dalam Jamaah Subuh Keliling Nurusshobah Kabupaten Kayong Utara. Kiprahnya dinilai mampu menggerakkan masyarakat untuk tidak hanya beribadah secara ritual, tetapi juga menghadirkan manfaat sosial yang nyata. “Ramadhan adalah momentum terbaik untuk memperkuat ukhuwah dan gotong royong. Apa yang dilakukan UPZ Surau Nurul Hidayah patut menjadi inspirasi bagi UPZ-UPZ lainnya,” tambah M. Tharmidzi. Perbaikan jembatan menuju pemakaman ini menjadi simbol bahwa semangat Ramadhan tidak berhenti pada ibadah mahdhah semata, tetapi juga tercermin dalam kepedulian terhadap fasilitas umum dan kebutuhan sosial warga. BAZNAS Kabupaten Kayong Utara berharap gerakan serupa dapat terus tumbuh di berbagai dusun dan desa. Dengan kolaborasi antara UPZ, muzaki, dan masyarakat, zakat dan infak dapat menjadi kekuatan besar dalam membangun peradaban umat yang lebih peduli, mandiri, dan sejahtera. Ramadhan 1447 H pun disambut bukan hanya dengan persiapan spiritual, tetapi juga dengan kerja nyata yang meninggalkan jejak manfaat bagi banyak orang.
BERITA13/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Ramadhan Tak Sekadar Datang dan Pergi, HASANAH TVRI Sulut Ajak Umat Islam Siapkan Hati
Ramadhan Tak Sekadar Datang dan Pergi, HASANAH TVRI Sulut Ajak Umat Islam Siapkan Hati
Manado – Ramadhan tak pernah hadir sekadar mengganti tanggal di kalender hijriah. Ia datang mengetuk hati, mengajak setiap insan untuk pulang—pulang kepada fitrah, kepada taubat, kepada Allah SWT. Menyambut bulan suci 1447 H, program HASANAH di TVRI Sulawesi Utara menghadirkan tayangan spesial bertajuk “Bila Ingin Sukses Ramadhannya” yang sarat pesan spiritual dan edukatif. Program ini akan disiarkan pada Kamis, 19 Februari 2026, pukul 16.00 WITA, dengan menghadirkan narasumber istimewa, Dr. Drs. H. Ulyas Taha, M.Pd, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Utara. Acara ini dipandu oleh host inspiratif, Nurhayati Otta, dan secara khusus menyasar audiens Pokjaluh Kota Manado, serta seluruh masyarakat Muslim Sulawesi Utara. Dalam pengantar tema yang diangkat, ditekankan bahwa Ramadhan bukanlah tentang siapa yang paling ramai ibadahnya, melainkan siapa yang paling sungguh memperbaiki dirinya. Menahan lapar dan dahaga hanyalah pintu awal. Kesuksesan Ramadhan terletak pada kemampuan menata niat, membersihkan jiwa, serta menguatkan langkah menuju ridha-Nya. Dr. Ulyas Taha dijadwalkan mengupas secara mendalam bagaimana umat Islam dapat mempersiapkan diri secara spiritual, mental, dan sosial agar Ramadhan tidak sekadar berlalu, tetapi benar-benar menetap sebagai cahaya dalam kehidupan. “Ramadhan adalah madrasah ruhani. Jika ingin sukses, maka yang pertama disiapkan adalah hati,” menjadi benang merah pesan yang akan disampaikan dalam dialog tersebut. Program HASANAH bukan sekadar tayangan religi biasa. Ia hadir sebagai ruang edukasi yang mencerahkan, mengajak umat Islam memahami makna ibadah secara utuh—dari dimensi pribadi hingga sosial. Melalui siaran ini, masyarakat diajak untuk: Meluruskan niat sebelum memasuki bulan suci Menguatkan komitmen ibadah dan akhlak Menjadikan Ramadhan momentum transformasi diri Membangun kepedulian sosial dan ukhuwah Pesan-pesan ini dinilai sangat relevan di tengah tantangan zaman yang kerap membuat esensi Ramadhan tereduksi menjadi rutinitas tahunan tanpa makna mendalam. Informasi terkait program ini juga telah disebarluaskan oleh Penanggung Jawab Program "Hasanah" TVRI Stasiun Manado melalui akun Facebook Mahyudin Banjer, sebagai bentuk komitmen menghadirkan dakwah yang menjangkau lebih luas masyarakat. Langkah ini diharapkan mampu menggerakkan partisipasi publik serta meningkatkan kesadaran umat untuk menyambut Ramadhan dengan persiapan terbaik. Momentum ini menjadi undangan terbuka bagi seluruh masyarakat Muslim di Sulawesi Utara untuk menyimak dan mengambil hikmah dari tayangan tersebut. Ramadhan tak pernah datang sekadar mengganti tanggal. Ia hadir mengetuk hati, mengajak kita pulang. Jangan biarkan ia lewat begitu saja. Siapkan hati, tata niat, dan kuatkan langkah. Saksikan HASANAH TVRI Sulawesi Utara “Bila Ingin Sukses Ramadhannya” Kamis, 19 Februari 2026 Pukul 16.00 WITA Karena Ramadhan yang sukses bukan hanya tentang sebulan penuh ibadah, tetapi tentang cahaya yang terus menetap dalam hidup, bahkan setelah ia pergi.
BERITA13/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
KSrelief–BAZNAS RI Salurkan 75 Paket Pangan Ramadan di Kampung Pemulung Jaktim, Warga: Ini Bukan Sekadar Sembako
KSrelief–BAZNAS RI Salurkan 75 Paket Pangan Ramadan di Kampung Pemulung Jaktim, Warga: Ini Bukan Sekadar Sembako
Jakarta – Senyum haru terpancar dari wajah warga Kampung Pemulung, Jalan Asem Nirbaya, Kelurahan Pinang Ranti, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, Kamis (12/02/2026). Di tengah keterbatasan ekonomi, bantuan paket pangan Ramadan dari Pusat Bantuan Kemanusiaan dan Pertolongan Raja Salman (KSrelief) bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menjadi angin segar menjelang bulan suci. Sebanyak kurang lebih 75 Kepala Keluarga (KK) menerima paket pangan yang diperuntukkan bagi masyarakat prasejahtera. Bantuan ini menjadi bagian dari program penyaluran 7.000 paket pangan Ramadan yang didistribusikan di empat provinsi: Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Tengah. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, M.A., menyampaikan apresiasi atas konsistensi dukungan KSrelief terhadap masyarakat Indonesia, khususnya dalam momentum Ramadan. “Alhamdulillah, bantuan dari KSrelief ini selalu dinantikan masyarakat. Program paket pangan Ramadan ini sangat membantu keluarga prasejahtera dalam memenuhi kebutuhan pokoknya. Kami memastikan bantuan disalurkan kepada mereka yang benar-benar membutuhkan,” ujar Kyai Noor. Ia menegaskan, sinergi antara BAZNAS RI dan KSrelief telah terjalin selama beberapa tahun terakhir dan telah menjangkau puluhan ribu penerima manfaat di berbagai daerah di Indonesia. Menurutnya, kolaborasi kemanusiaan lintas negara ini menjadi bukti bahwa nilai solidaritas tidak mengenal batas geografis. Perwakilan KSrelief, Mr. Abdul Karim Al Yusuf, sebelumnya menyampaikan bahwa lembaganya telah menyalurkan bantuan kemanusiaan ke lebih dari 70 negara di dunia. “Secara khusus untuk Indonesia, pada tahun ini bantuan yang diberikan senilai Rp6.419.378.000,” ujarnya. Ia menegaskan, bantuan tersebut merupakan bentuk komitmen Kerajaan Arab Saudi dalam membantu masyarakat yang membutuhkan, terutama menjelang bulan suci Ramadan—bulan penuh kepedulian dan solidaritas. Bagi warga Kampung Pemulung, bantuan tersebut bukan sekadar paket sembako. Lebih dari itu, ada rasa diperhatikan dan dikuatkan secara moral. Murni (40), salah satu penerima manfaat, mengaku sangat bersyukur atas bantuan yang diterimanya. “Alhamdulillah, saya sangat berterima kasih kepada BAZNAS dan KSrelief atas bantuan ini. Paketnya sangat lengkap dan insya Allah cukup untuk kebutuhan keluarga kami di awal Ramadan. Semoga BAZNAS dan KSrelief semakin maju dan terus membantu masyarakat kecil seperti kami,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca. Warga lainnya pun menyampaikan apresiasi serupa. Di tengah tantangan ekonomi, bantuan ini menjadi penyemangat untuk menyambut Ramadan dengan lebih tenang dan penuh harapan. Program ini menjadi pengingat bahwa Ramadan bukan hanya tentang ibadah personal, tetapi juga tentang kepedulian sosial. Melalui kolaborasi kemanusiaan antara KSrelief dan BAZNAS RI, semangat berbagi terus digelorakan—menyentuh mereka yang sering luput dari perhatian. Di sudut Kampung Pemulung, paket-paket pangan itu mungkin terlihat sederhana. Namun bagi puluhan keluarga, bantuan tersebut adalah simbol harapan: bahwa mereka tidak sendiri dalam menghadapi kehidupan.
BERITA13/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Operasi Senyap Tengah Malam: Kadis Damkar Minahasa Pimpin Evakuasi Sarang Lebah Berbahaya di Tonsea Lama
Operasi Senyap Tengah Malam: Kadis Damkar Minahasa Pimpin Evakuasi Sarang Lebah Berbahaya di Tonsea Lama
TONSEA LAMA ,13/2/2026 – Keheningan malam di lahan kebun kolaborasi Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Minahasa (BAZNAS) Minahasa mendadak berubah menjadi situasi siaga. Sebuah sarang lebah ditemukan menempel tepat di pintu belakang rumah kebun—lokasi yang setiap hari dilalui para petani. Sarang itu memang terlihat kecil. Namun justru di situlah bahayanya. Koloni lebah yang agresif sebelumnya telah memakan korban. Seorang petani tersengat saat melakukan aktivitas dikebun. Insiden itu menjadi alarm keras bagi kelompok tani. Laporan disertai bukti foto segera dikirimkan kepada Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Minahasa. Tanpa menunggu pagi, tanpa menunda waktu, tim rescue langsung bergerak pada malam hari. Dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Minahasa, Drs. Melky Luvy Rumate, M.Si, tim tiba di lokasi dengan perlengkapan lengkap. Helm, sarung tangan, hingga pakaian pelindung dikenakan rapat. Dengungan lebah terdengar jelas di bawah cahaya lampu penerangan seadanya. “Meski sarangnya kecil, jenis lebah seperti ini sangat berbahaya. Apalagi posisinya tepat di akses keluar-masuk rumah kebun. Ini bisa memicu serangan massal,” tegas Melky di lokasi. Bersama anggota timnya, termasuk Lutfi, Kadis bahkan turut langsung dalam proses evakuasi. Dengan teknik khusus dan gerakan terukur, sarang lebah perlahan dijinakkan. Situasi sempat menegang ketika sebagian lebah beterbangan liar, namun ketenangan tim rescue menjadi kunci. Hanya dalam waktu singkat, sarang berhasil dilepaskan dan dimasukkan ke dalam karung pengaman. Tidak ada korban tambahan. Rumah kebun kembali aman. Wakil Ketua IV Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Minahasa yang mendampingi kelompok tani menyaksikan langsung proses tersebut. Ia menyampaikan apresiasi tinggi atas kesigapan Damkar. “Kami sangat berterima kasih. Respons cepat ini bukan hanya menyelamatkan aktivitas kebun, tetapi juga melindungi keselamatan para petani. Ini bukti bahwa negara hadir hingga ke kebun-kebun rakyat,” ujarnya. Ia juga mengingatkan bahwa keselamatan adalah prioritas dalam setiap program pemberdayaan. “Kebun ini adalah simbol kolaborasi dan harapan. Tapi keselamatan jiwa tetap yang utama. Jika ada potensi bahaya, jangan ditangani sendiri. Segera hubungi pihak berwenang,” pesannya secara edukatif. Eko Harjo, Ketua Kelompok tani binaan Baznas Minahasa mengatakan sebelumnya Salah satu Petani menjadi korban sengatan, tak mampu menyembunyikan rasa syukurnya. “Kami takut kalau lebahnya makin banyak. Terima kasih kepada Pak Kadis dan tim yang datang malam-malam. Kami sekarang merasa aman kembali,” katanya. Dalam pernyataan Kadis Damkar Minahasa menegaskan bahwa tugas pemadam kebakaran bukan hanya memadamkan api. “Kami siap 1x24 jam di posko. Penanganan sarang lebah, hewan liar, hingga kondisi darurat lainnya adalah bagian dari tugas penyelamatan. Jangan ambil risiko. Hubungi tim rescue Damkar Kabupaten Minahasa,” tegas Melky. Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mencoba membakar atau menyiram sarang lebah sendiri karena dapat memicu serangan berbahaya.
BERITA13/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Malam Jumat Penuh Keberkahan, UPZ Masjid Al Hijrah Renegetan Salurkan 45 Paket Sembako Jelang Ramadan
Malam Jumat Penuh Keberkahan, UPZ Masjid Al Hijrah Renegetan Salurkan 45 Paket Sembako Jelang Ramadan
Minahasa, 12/2/2026 – Suasana Masjid Al Hijrah Renegetan pada malam Jumat selepas Magrib terasa lebih khidmat dari biasanya. Lantunan Q.S. Yasin menggema, doa-doa dipanjatkan dengan penuh harap, dan jamaah berkumpul dalam nuansa kebersamaan. Malam itu bukan sekadar rutinitas ibadah, tetapi momentum syiar dan penguatan gerakan zakat berbasis masjid menjelang Ramadan 1447 Hijriah. Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Masjid Al Hijrah menyalurkan 45 paket sembako kepada para mustahiq di tiga masjid, yakni: Masjid Al Hijrah: 31 paket Masjid Nurul Yaqin: 7 paket Masjid Al Haq: 7 paket Kegiatan diawali dengan pembacaan Q.S. Yasin, tahlilan, dan doa bersama sebagai ikhtiar spiritual memohon keberkahan atas amanah zakat, infak, dan sedekah yang dititipkan para donatur. Rangkaian kegiatan dipimpin oleh Ketua BTM Al Hijrah, Bapak Ibrahim Hamid, bersama Imam Masjid Al Hijrah, Bapak Kiki Palamani, sehingga suasana berlangsung penuh kekhusyukan dan rasa kekeluargaan. Turut hadir Ketua BTM Al Haq dan Wakil Imam Masjid Al Haq, Majelis Taklim dari keimaman Masjid Nurul Yaqin dan Masjid Al Haq, serta Pimpinan Yayasan Nurul Yaqin, Ibu Hj. Maya Naya. Kehadiran lintas jamaah ini memperlihatkan kuatnya ukhuwah dan sinergi antar masjid dalam menghidupkan fungsi sosial keumatan. Penyaluran bantuan ini menjadi bukti nyata bahwa UPZ bukan sekadar struktur organisasi, melainkan motor penggerak kepedulian umat di tingkat masjid. Ketua UPZ Masjid Al Hijrah menegaskan bahwa seluruh bantuan yang disalurkan merupakan amanah yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab. “UPZ hadir sebagai jembatan kepercayaan antara muzakki dan mustahiq. Setiap rupiah zakat, infak, dan sedekah yang dititipkan kepada kami wajib disalurkan secara tepat sasaran dan transparan. Inilah bentuk tanggung jawab kami kepada umat,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa menjelang Ramadan, kebutuhan masyarakat meningkat, sehingga peran UPZ semakin strategis. “Ramadan adalah momentum kebangkitan zakat. Jika dikelola melalui UPZ berbasis masjid secara amanah dan profesional, dampaknya akan langsung dirasakan oleh masyarakat sekitar,” tambahnya. Kegiatan malam Jumat ini juga menjadi ruang edukasi bagi jamaah tentang pentingnya menyalurkan zakat melalui lembaga resmi seperti UPZ yang terkoordinasi dengan BAZNAS. Beberapa keunggulan zakat melalui UPZ antara lain: Pendataan mustahiq berbasis lingkungan sekitar Penyaluran lebih cepat dan tepat sasaran Transparansi yang dapat dipantau jamaah Terkoordinasi secara sistematis dengan BAZNAS Waka IV BAZNAS Kabupaten Minahasa Sahlan Kokalo memberikan apresiasi atas konsistensi UPZ Al Hijrah dalam menghidupkan gerakan zakat berbasis masjid. “Ini adalah contoh nyata masjid yang hidup. UPZ merupakan perpanjangan tangan BAZNAS di tingkat masjid. Ketika UPZ aktif dan amanah, maka kepercayaan umat akan tumbuh dan kekuatan zakat semakin besar,” ujarnya. Ia berharap kegiatan seperti ini terus istiqamah dan menjadi inspirasi bagi masjid-masjid lain di Minahasa, terutama menjelang Ramadan. Ketua BTM Masjid Al Hijrah, Ibrahim Hamid, menyampaikan terima kasih kepada para donatur yang telah mempercayakan penyaluran bantuan melalui UPZ. “Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para donatur. Semoga setiap harta yang disalurkan menjadi amal jariyah, dilipatgandakan pahalanya oleh Allah SWT, dan membawa keberkahan bagi keluarga serta usaha para donatur,” ujarnya. Di ambang Ramadan, kegiatan malam Jumat di Masjid Al Hijrah Renegetan ini menegaskan bahwa syiar Islam bukan hanya pada lantunan ayat dan doa, tetapi juga pada aksi nyata membantu sesama. Karena ketika masjid hidup dengan ibadah dan zakat, maka umat akan kuat dengan kepedulian dan kebersamaan.
BERITA12/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Viral Jadi Kernet Delman Demi Bantu Orang Tua, Habibi Dapat Bantuan Rp5 Juta dari BAZNAS
Viral Jadi Kernet Delman Demi Bantu Orang Tua, Habibi Dapat Bantuan Rp5 Juta dari BAZNAS
Bekasi – Kisah Khoirul Ahmad Habibi (11), bocah yang viral karena menjadi kernet delman demi membantu perekonomian keluarga, mengundang perhatian banyak pihak. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bekasi bersama BAZNAS RI pun turun langsung mengunjungi kediamannya di Desa Sriamur, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi. Kunjungan sosial tersebut diwakili Wakil Ketua III BAZNAS Kabupaten Bekasi, H. Abdul Aziz HN, S.T., bersama staf pelaksana. Mereka datang membawa bantuan sekaligus memberikan dukungan moral agar Habibi tetap semangat mengejar pendidikan. Habibi tinggal bersama keluarganya di rumah kontrakan sederhana. Sang ayah, Asep Rusliadi, bekerja sebagai buruh serabutan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dalam kondisi ekonomi yang terbatas, Habibi memilih ikut membantu dengan menjadi kernet delman—namun hanya di akhir pekan. “Jadi kernet delmannya cuma di hari Sabtu dan Minggu pas libur sekolah. Cita-cita aku ingin menjadi tentara atau pemain sepak bola,” ujar Habibi polos. Di balik aktivitasnya membantu orang tua, semangat belajar Habibi tak surut. Setiap hari ia berjalan sekitar tiga kilometer menuju SDN Srimukti 02. Menurut gurunya, Habibi dikenal sebagai anak yang rajin dan disiplin. “Ya, Habibi anak yang rajin. Dia sering datang lebih awal, bahkan sudah berada di sekolah sekitar pukul 09.00, sementara jam pelajaran dimulai pukul 11.00,” kata gurunya. Kedisiplinan dan ketekunan Habibi menjadi potret bahwa keterbatasan ekonomi bukan penghalang untuk tetap berprestasi dan bermimpi besar. Dalam kunjungan tersebut, BAZNAS Kabupaten Bekasi menyerahkan bantuan senilai total Rp5 juta. Bantuan itu mencakup biaya pendidikan untuk Habibi dan adiknya, bantuan kesehatan untuk sang adik, biaya hidup untuk membantu pembayaran kontrakan selama tiga bulan, serta paket sembako. Wakil Ketua III BAZNAS Kabupaten Bekasi, H. Abdul Aziz HN, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap anak-anak yang tetap berjuang membantu keluarga tanpa meninggalkan pendidikan. “Alhamdulillah, hari ini kami dari BAZNAS Kabupaten Bekasi bersama BAZNAS RI bersilaturahmi ke kediaman Habibi dan orang tuanya. Di usia yang masih sangat belia, Habibi menunjukkan semangat luar biasa dengan membantu orang tuanya tanpa melupakan sekolah,” ujarnya. Ia berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban keluarga sekaligus menjadi penyemangat bagi Habibi untuk terus menempuh pendidikan. “Kami memberikan bantuan berupa perlengkapan sekolah dan dana sebesar lima juta rupiah yang akan digunakan untuk membayar kontrakan selama tiga bulan, biaya pendidikan, serta kebutuhan lainnya. Semoga bantuan ini memberi manfaat dan menjadi penyemangat bagi Habibi untuk meraih cita-citanya,” tambahnya. Kisah Habibi menjadi pengingat bahwa banyak anak di luar sana yang harus membantu orang tua di tengah keterbatasan ekonomi. Namun, pendidikan tetap menjadi prioritas utama. BAZNAS menegaskan komitmennya untuk hadir membantu keluarga prasejahtera agar anak-anak tetap bisa bersekolah dan memiliki masa depan yang lebih baik. Kunjungan ini bukan sekadar penyaluran bantuan, tetapi juga pesan kuat bahwa kerja keras anak-anak seperti Habibi tidak boleh dibiarkan berjalan sendiri. Dukungan sosial, zakat, dan kepedulian bersama menjadi jembatan agar mimpi-mimpi mereka tetap menyala. Di tengah hiruk pikuk kehidupan kota, kisah Habibi mengajarkan satu hal: semangat dan ketulusan seorang anak bisa menggerakkan banyak hati untuk peduli.
BERITA12/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
KSrelief dan BAZNAS Salurkan 7.000 Paket Pangan Ramadan Senilai Rp6,4 Miliar
KSrelief dan BAZNAS Salurkan 7.000 Paket Pangan Ramadan Senilai Rp6,4 Miliar
Jakarta – Pusat Bantuan Kemanusiaan dan Pertolongan Raja Salman (KSrelief) bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menyalurkan 7.000 paket pangan Ramadan senilai Rp6,4 miliar bagi masyarakat prasejahtera di empat provinsi. Program ini ditujukan untuk membantu pemenuhan kebutuhan pangan keluarga selama bulan suci Ramadan. Penyaluran dilakukan di Provinsi Banten sebanyak 1.125 paket, DKI Jakarta 3.000 paket, Jawa Barat 1.375 paket, dan Jawa Tengah 1.500 paket. Sasaran bantuan meliputi kelompok fisabilillah, fakir miskin, serta korban bencana yang membutuhkan dukungan pangan menjelang dan selama Ramadan. Setiap paket berisi bahan kebutuhan pokok, antara lain beras, minyak goreng, mi instan, sarden, kecap manis, saus, garam, dan gula. Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Kamis (12/2/2026). Bantuan diserahkan oleh Perwakilan KSrelief Abdul Karim Al Yusuf, didampingi Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Faisal Abdullah Al-Amudi, dan diterima langsung oleh Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, M.A. Ketua BAZNAS RI Noor Achmad menyampaikan apresiasi atas konsistensi dukungan KSrelief kepada masyarakat Indonesia melalui BAZNAS. Menurut dia, bantuan pangan Ramadan tersebut selalu dinantikan masyarakat setiap tahun. “Kita untuk kesekian kalinya kembali mendapatkan bantuan dari KSrelief. Alhamdulillah, bantuan ini memang sangat ditunggu oleh masyarakat Indonesia,” kata Noor Achmad. Ia menjelaskan, program paket pangan Ramadan dari KSrelief telah berlangsung sejak 2022 hingga 2026. Bantuan serupa juga disalurkan ke berbagai negara, namun nilai bantuan untuk Indonesia pada tahun ini tergolong besar. Noor menilai, program ini menjadi salah satu bantuan pangan keluarga terbesar yang disalurkan melalui BAZNAS. Ia berharap paket tersebut dapat membantu mencukupi kebutuhan makan keluarga penerima selama Ramadan. “Bantuan ini kami salurkan kepada mereka yang benar-benar membutuhkan—yang kondisi rumahnya belum layak, ekonominya lemah, dan kehidupan keluarganya dalam keadaan kurang baik. Ketika mereka menerima bantuan ini, kebahagiaan yang dirasakan sungguh luar biasa,” ujarnya. Perwakilan KSrelief Abdul Karim Al Yusuf mengatakan lembaganya telah menyalurkan bantuan kemanusiaan ke lebih dari 70 negara di dunia. Khusus untuk Indonesia tahun ini, nilai bantuan mencapai Rp6,4 miliar. “Secara khusus untuk Indonesia, pada tahun ini bantuan yang diberikan senilai Rp6,4 miliar,” ujarnya. Sementara itu, Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Faisal Abdullah Al-Amudi menyampaikan apresiasi kepada KSrelief, BAZNAS, serta seluruh pihak yang memfasilitasi penyaluran bantuan. Ia menegaskan, program tersebut mencerminkan eratnya hubungan antara Pemerintah Kerajaan Arab Saudi dan Pemerintah Republik Indonesia, sekaligus komitmen Arab Saudi dalam menyalurkan bantuan kemanusiaan, terutama menjelang Ramadan. “Kerajaan Arab Saudi senantiasa memberikan perhatian dan terus menyalurkan bantuan kepada mereka yang membutuhkan, khususnya umat Islam. Tradisi ini telah dimulai sejak masa Raja Abdul Aziz hingga Raja Salman bin Abdul Aziz Al Saud,” kata Faisal. Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah pimpinan BAZNAS RI, antara lain Pimpinan Bidang Pengumpulan Rizaludin Kurniawan, Pimpinan Bidang Koordinasi Nasional Achmad Sudrajat, Pimpinan Bidang Perencanaan, Kajian, dan Pengembangan Zainulbahar Noor, Deputi I Bidang Pengumpulan Mohamad Arifin Purwakananta, serta perwakilan Direktorat Timur Tengah Kementerian Luar Negeri RI. Penyaluran 7.000 paket pangan ini menambah daftar kolaborasi kemanusiaan antara Indonesia dan Arab Saudi, sekaligus memperkuat peran lembaga filantropi dalam menjaga ketahanan pangan masyarakat rentan menjelang Ramadan.
BERITA12/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS RI–Dubes RI di Mesir Lepas 5 Mobile Clinic ke Gaza, Bantuan Tempo Scan Siap Layani Warga Palestina di Zona Krisis
BAZNAS RI–Dubes RI di Mesir Lepas 5 Mobile Clinic ke Gaza, Bantuan Tempo Scan Siap Layani Warga Palestina di Zona Krisis
Kairo – Komitmen kemanusiaan Indonesia untuk Palestina kembali ditegaskan. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Duta Besar Republik Indonesia untuk Mesir, Kuncoro Giri Waseso, secara resmi menyerahkan lima unit Mobile Clinic bantuan dari Tempo Scan di Kairo, Mesir, Selasa (10/2/2026). Bantuan ini diproyeksikan menjadi garda depan layanan kesehatan darurat bagi masyarakat Palestina, khususnya di Gaza, yang hingga kini masih menghadapi krisis kemanusiaan berkepanjangan akibat konflik. Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menegaskan, keberadaan lima unit Mobile Clinic tersebut sangat strategis karena mampu menjangkau wilayah yang sulit diakses fasilitas kesehatan permanen. “Tempo Scan ini sudah sering memberikan bantuan untuk masyarakat Palestina, baik pangan maupun kemanusiaan lainnya. Alhamdulillah, kali ini kembali menyalurkan lima unit Mobile Clinic. Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang terus diberikan kepada BAZNAS sebagai mitra penyaluran bantuan,” ujar Kiai Noor di Mesir, Rabu (11/2/2026). Menurut Kiai Noor, kondisi di lapangan menuntut layanan yang cepat, fleksibel, dan mampu bergerak. Mobile Clinic dinilai menjadi solusi efektif karena dapat berpindah lokasi sesuai kebutuhan darurat. Kelima unit tersebut telah dilengkapi fasilitas pemeriksaan kesehatan dasar, layanan medis awal, serta dukungan logistik kesehatan untuk membantu tenaga medis memberikan penanganan pertama bagi warga terdampak. Kelompok rentan seperti anak-anak, perempuan, dan lansia menjadi prioritas penerima manfaat. BAZNAS memastikan operasionalnya akan dikoordinasikan bersama mitra kemanusiaan di Mesir dan jaringan internasional yang berpengalaman di wilayah konflik Palestina. “Untuk memastikan bantuan berjalan cepat dan efektif, BAZNAS bekerja sama dengan organisasi kemanusiaan di Mesir serta mitra internasional yang telah lama beroperasi di wilayah konflik,” jelasnya. Duta Besar RI untuk Mesir, Kuncoro Giri Waseso, menyampaikan apresiasi atas sinergi BAZNAS dan Tempo Scan dalam menghadirkan bantuan nyata untuk rakyat Gaza. “Alhamdulillah, hari ini 10 Februari, saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada BAZNAS yang dengan upaya kerasnya menyediakan lima unit ambulans untuk bantuan kemanusiaan di Gaza,” ujar Kuncoro. Ia berharap bantuan tersebut dapat segera dimanfaatkan secara optimal dan memberikan dampak nyata bagi pemulihan kondisi kemanusiaan di Palestina. Tak lupa, Kuncoro juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Indonesia yang selama ini konsisten menyalurkan bantuan finansial maupun material bagi rakyat Palestina. “Terima kasih kepada masyarakat kita, baik yang berada di Kairo maupun di Indonesia, atas bantuan-bantuan kemanusiaan yang terus mengalir. Insya Allah, kita akan terus berupaya membuka jalur dan melancarkan bantuan kemanusiaan ke Gaza,” tegasnya. Kiai Noor menambahkan, kerja sama dengan Tempo Scan menjadi contoh konkret kolaborasi sektor swasta dan lembaga filantropi dalam memperluas dampak bantuan internasional. Menurutnya, dukungan dunia usaha sangat penting dalam merespons krisis global yang membutuhkan intervensi cepat dan berkelanjutan. “Apa yang dilakukan Tempo Scan ini patut diapresiasi. Melalui kerja sama ini, BAZNAS berharap kontribusi masyarakat dan sektor swasta Indonesia terus mengalir dan memberi dampak nyata bagi pemulihan kondisi kemanusiaan di Palestina,” pungkasnya. Penyaluran lima unit Mobile Clinic ini menambah daftar kontribusi kemanusiaan Indonesia untuk Palestina, sekaligus mempertegas peran zakat, infak, dan kolaborasi kemitraan sebagai instrumen solidaritas global yang konkret dan terukur.
BERITA12/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Jelang Ramadan, Masjid Al Hijrah Bergerak: Bersih Masjid, Doa Bersama hingga Salurkan Sembako untuk Mustahik
Jelang Ramadan, Masjid Al Hijrah Bergerak: Bersih Masjid, Doa Bersama hingga Salurkan Sembako untuk Mustahik
Minahasa – Menyambut datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Masjid Al Hijrah Rinegetan menunjukkan semangat kolektif jamaah dalam memakmurkan masjid dan memperkuat kepedulian sosial. Berbagai kegiatan digelar secara gotong royong, mulai dari pembersihan dan penataan masjid, persiapan aktivitas Ramadan, hingga puncaknya doa bersama dan penyaluran sembako kepada mustahik oleh Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Al Hijrah. Sebagai puncak rangkaian kegiatan, UPZ Al Hijrah akan menyalurkan bantuan sembako dari para donatur yang dirangkaikan dengan Pembacaan Q.S. Yasin dan Tahlil Bersama Jamaah, yang akan dilaksanakan pada hari Kamis, 12 Februari 2026, pukul 18.00 WITA, bertempat di Masjid Al Hijrah, Rinegetan. Kegiatan ini melibatkan jamaah dari Masjid Nurul Yaqin, Masjid Al Haq, dan Masjid Al Hijrah. Agenda tersebut diniatkan sebagai doa bersama untuk para ahli kubur, sekaligus mempererat ukhuwah islamiyah antarjamaah menjelang Ramadan. Pimpinan BAZNAS Kabupaten Minahasa mengapresiasi langkah Masjid Al Hijrah yang dinilai menjadi contoh nyata peran masjid dan UPZ dalam menyambut Ramadan secara bermakna. “Ini adalah kegiatan yang betul-betul menjadi teladan. Masjid tidak hanya dipersiapkan secara fisik, tetapi juga dihidupkan dengan doa dan kepedulian sosial. Inilah wajah zakat dan masjid yang dirasakan langsung manfaatnya oleh umat,” ujar Pimpinan BAZNAS Minahasa. Menurutnya, menjelang Ramadan, peran UPZ di setiap masjid perlu terus ditingkatkan agar kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan zakat, infak, dan sedekah semakin kuat. “Ketika zakat dikelola secara amanah dan transparan melalui masjid, masyarakat akan semakin percaya. Dari kepercayaan itulah lahir kekuatan zakat untuk menolong sesama,” tambahnya. Ketua Badan Ta’mir Masjid (BTM) Al Hijrah, Ibrahim Hamid, menuturkan bahwa seluruh rangkaian kegiatan ini merupakan ikhtiar bersama jamaah untuk menyambut Ramadan dengan hati yang bersih dan semangat kebersamaan. “Kami ingin masjid benar-benar menjadi pusat ibadah dan kepedulian. Doa bersama, Yasin dan tahlil, hingga penyaluran sembako adalah satu rangkaian yang saling menguatkan,” ujarnya. Sementara itu, Imam Masjid Al Hijrah, Kiki Palamani, menekankan bahwa persiapan Ramadan bukan hanya soal agenda, tetapi juga pembinaan ruhani jamaah. “Membersihkan masjid adalah bagian dari membersihkan jiwa. Ketika masjid hidup dengan doa dan kebersamaan, insyaallah Ramadan akan dijalani dengan lebih khusyuk,” katanya. Ketua UPZ Al Hijrah, Samsul Arif, menyampaikan bahwa penyaluran sembako merupakan amanah dari para donatur yang harus disampaikan tepat sasaran. “UPZ hadir sebagai jembatan kepercayaan antara jamaah, donatur, dan mustahik. Ketika jamaah melihat manfaat zakat secara langsung, maka kesadaran dan partisipasi akan tumbuh,” ujarnya. Ia berharap, kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi masjid-masjid lain untuk mengaktifkan UPZ sebagai motor penggerak zakat berbasis masjid, khususnya menjelang Ramadan. Melalui kolaborasi doa, gotong royong, dan aksi sosial ini, Masjid Al Hijrah menegaskan bahwa menyambut Ramadan bukan sekadar seremoni, melainkan gerakan bersama—menguatkan iman, menumbuhkan kepedulian, dan menghadirkan manfaat nyata bagi umat.
BERITA11/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Sukseskan Program Ramadan, BAZNAS RI Ajak Masyarakat Tingkatkan Zakat dan Sedekah
Sukseskan Program Ramadan, BAZNAS RI Ajak Masyarakat Tingkatkan Zakat dan Sedekah
Jakarta – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mengajak masyarakat untuk meningkatkan zakat dan sedekah selama bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Ajakan ini disampaikan Pimpinan BAZNAS RI Bidang Transformasi Digital Nasional, Prof. Nadratuzzaman, dalam pengajian Selasa pagi yang digelar Pusdiklat BAZNAS RI. “Zakat dan sedekah adalah salah satu cara untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah SWT,” ujar Prof. Nadratuzzaman, dikutip dari kanal YouTube BAZNAS TV, Selasa (10/2/2026). Dalam kajian tersebut, Prof. Nadratuzzaman memaparkan rangkaian Program Ramadan 2026 yang mengusung tema “Zakat Menguatkan Indonesia”. Program ini dirancang untuk memperkuat kesadaran publik akan peran strategis zakat dan sedekah dalam meningkatkan kesejahteraan umat, khususnya di bulan penuh berkah. Salah satu program unggulan yang disampaikan adalah kerja sama BAZNAS RI dengan Perum Bulog dalam penyaluran zakat fitrah. Kolaborasi ini diharapkan dapat memastikan distribusi zakat berjalan lebih tepat sasaran dan merata. “Kami telah bekerja sama dengan Bulog untuk menyalurkan zakat fitrah kepada masyarakat yang membutuhkan. Ini menjadi contoh konkret bagaimana BAZNAS bisa berkolaborasi dengan berbagai lembaga demi kesejahteraan umat,” jelasnya. Prof. Nadratuzzaman juga mengajak seluruh BAZNAS Provinsi, Kabupaten, dan Kota untuk ikut menyemarakkan Ramadan dengan mengadaptasi dan mengimplementasikan program-program BAZNAS RI sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan daerah masing-masing. “Semoga melalui kajian ini, Bapak-Ibu bisa mencontoh dan menyesuaikan program-program BAZNAS yang relevan dengan kondisi wilayahnya,” ujarnya. Pada kesempatan yang sama, Direktur Pendayagunaan dan Penyaluran UPZ dan CSR BAZNAS RI, Eka Budhi Sulistyo, memaparkan sederet program yang akan dilaksanakan selama Ramadan 2026. Program tersebut antara lain Lomba Cinta Islam, Santri Membiayai Desa, Z-Mart, Z-Corner Kampung Ramadan, Santunan Anak Yatim, Buka Puasa Bersama, Rumah Layak Huni, Musala Berseri, ZAuto, hingga Mudik Bersama BAZNAS. “Program-program ini menjadi sarana untuk mendekatkan BAZNAS dengan para muzaki, sekaligus memastikan bahwa zakat yang dititipkan benar-benar memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” kata Eka. Eka menyebutkan, sebanyak 320.896 jiwa ditargetkan menjadi penerima manfaat dari 29 program Ramadan BAZNAS. Jumlah tersebut berpotensi terus bertambah jika BAZNAS di daerah turut mengimplementasikan program serupa. Sebagai contoh, melalui program Mudik Bersama dan ZAuto, BAZNAS RI menargetkan pelayanan bagi 5.000 pengendara motor selama masa persiapan mudik Lebaran. Jika program ini direplikasi di daerah, manfaat yang dirasakan masyarakat akan jauh lebih luas. “Kami berharap BAZNAS di daerah yang memiliki program ZAuto bisa memperkuatnya dengan berbagai kegiatan syiar zakat, sehingga manfaatnya tidak hanya dirasakan secara ekonomi, tetapi juga secara edukatif dan spiritual,” pungkas Eka. Melalui rangkaian program tersebut, BAZNAS berharap Ramadan 1447 H menjadi momentum kebangkitan zakat dan sedekah sebagai instrumen penguat solidaritas sosial dan kesejahteraan umat di Indonesia.
BERITA11/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Kirim Ambulans dari Karawang untuk Gaza
BAZNAS Kirim Ambulans dari Karawang untuk Gaza
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mengirimkan satu unit ambulans ke Jalur Gaza sebagai bagian dari bantuan kemanusiaan bagi warga Palestina yang terdampak krisis berkepanjangan. Ambulans senilai 47.000 dolar AS atau sekitar Rp790 juta itu merupakan hasil solidaritas Pemerintah Kabupaten Karawang dan masyarakat Karawang. Pengiriman ambulans dilakukan melalui kerja sama BAZNAS RI dengan lembaga kemanusiaan Gazze Destek Dernegi (GDD) yang berbasis di Mesir. Skema ini dipilih untuk memastikan bantuan dapat masuk ke Gaza secara aman dan digunakan tepat sasaran di tengah keterbatasan akses kemanusiaan. Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA. mengatakan, bantuan tersebut mencerminkan kepedulian masyarakat Indonesia, khususnya Karawang, terhadap penderitaan rakyat Palestina. Ambulans itu diserahkan di Mesir dan akan segera diupayakan masuk ke Gaza. “Ini adalah amanah dari Pemerintah Kabupaten Karawang dan masyarakat Karawang untuk masyarakat Gaza. Ambulans akan segera disalurkan melalui GDD Mesir, organisasi kemanusiaan yang memiliki jaringan kuat dan pengalaman panjang di wilayah Palestina,” ujar Noor Achmad di Mesir, Senin (9/2/2026). Menurut Noor Achmad, GDD bekerja sama dengan berbagai lembaga internasional dan dikelola oleh masyarakat asli Gaza, sehingga memahami secara langsung kebutuhan di lapangan. Ambulans yang dikirim juga diproduksi dengan spesifikasi khusus agar mampu beroperasi di wilayah dengan kondisi darurat dan keterbatasan fasilitas kesehatan. Ia menambahkan, kebutuhan bantuan kemanusiaan di Gaza saat ini sangat besar, terutama menjelang bulan Ramadan. Selain layanan medis darurat, warga Gaza juga membutuhkan bantuan pangan dan kebutuhan dasar lainnya. “Kebutuhan di Gaza sangat masif. Menjelang Ramadan, mereka bukan hanya membutuhkan ambulans, tetapi juga makanan dan bantuan kemanusiaan lainnya,” kata Noor Achmad. Dari pihak daerah, Bupati Karawang yang diwakili Sekretaris Daerah Kabupaten Karawang, H. Asep Aang Rahmatullah, menyampaikan bahwa bantuan ambulans tersebut berasal dari kolaborasi pemerintah daerah, masyarakat, dan Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Karawang yang disalurkan melalui BAZNAS. Selain ambulans, Pemerintah Kabupaten Karawang bersama masyarakat dan ASN juga menyalurkan bantuan pangan untuk Gaza senilai Rp236 juta. “Mudah-mudahan bantuan ini dapat bermanfaat bagi saudara-saudara kami di Gaza, terutama menjelang bulan Ramadan,” ujar Asep. Sementara itu, Pimpinan GDD Mesir, Abu Faros, menyampaikan apresiasi atas kepedulian masyarakat Indonesia. Ia menegaskan komitmen organisasinya untuk segera mengupayakan masuknya ambulans ke wilayah Gaza. “Insya Allah, dalam waktu yang tidak lama kami dapat memasuki wilayah Gaza. Kami akan memastikan ambulans ini dapat segera digunakan untuk melayani masyarakat,” kata Abu Faros. Menurut Abu Faros, keberadaan ambulans sangat krusial di tengah keterbatasan fasilitas kesehatan dan meningkatnya kebutuhan layanan medis darurat di Gaza. Ambulans tersebut diharapkan dapat membantu penanganan korban serta mendukung upaya pencegahan penyakit di wilayah yang masih berada dalam situasi darurat kemanusiaan.
BERITA10/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Kolaborasi Indonesia–Malaysia, BAZNAS RI dan ANGKASA Suntik Modal Koperasi Masjid di Bandung
Kolaborasi Indonesia–Malaysia, BAZNAS RI dan ANGKASA Suntik Modal Koperasi Masjid di Bandung
Kabupaten Bandung – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Angkatan Koperasi Kebangsaan Malaysia Berhad (ANGKASA) kembali memperkuat peran masjid sebagai pusat pemberdayaan ekonomi umat. Kali ini, bantuan penguatan modal disalurkan kepada Koperasi Konsumen Berkah Bersama Masjid Darul Rihlah, Desa Alam Endah, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung, Senin (9/2/2026). Penyaluran bantuan tersebut merupakan bagian dari program kerja sama internasional BAZNAS dan ANGKASA yang fokus pada penguatan koperasi berbasis masjid di Indonesia. Masjid Darul Rihlah terpilih sebagai salah satu dari lima masjid penerima bantuan nasional, karena dinilai aktif menggerakkan ekonomi masyarakat melalui pendekatan keuangan syariah dan pemberdayaan jamaah. Secara total, bantuan yang disalurkan mencapai Rp252 juta untuk lima masjid di Indonesia. Masing-masing masjid menerima 3.000 dolar AS atau setara Rp50 juta (kurs Rp16.800). Dana tersebut diarahkan untuk memperkuat permodalan koperasi masjid, sekaligus mendorong terciptanya kemandirian ekonomi umat yang berkelanjutan. Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung, KH. Yusuf Ali Tantowi, menyampaikan apresiasi atas sinergi BAZNAS RI dan ANGKASA Malaysia yang telah memberikan kepercayaan kepada Kabupaten Bandung. “Alhamdulillah, Kabupaten Bandung mendapatkan satu paket bantuan untuk Koperasi Konsumen Berkah Bersama Masjid Darul Rihlah. Semoga koperasi masjid ini terus berkembang dan memberi manfaat luas bagi masyarakat. Desa Alam Endah sebelumnya juga telah menerima BAZNAS Award dari BAZNAS Kabupaten Bandung,” ujar Yusuf Ali Tantowi. Sementara itu, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, MA, menegaskan bahwa penguatan koperasi masjid merupakan bagian dari strategi besar BAZNAS dalam memperluas akses pembiayaan ekonomi umat berbasis keuangan syariah. “Masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat solusi ekonomi umat. Melalui koperasi dan pembiayaan mikro berbasis masjid, BAZNAS mendorong pelaku usaha mikro di sekitar masjid agar dapat tumbuh secara berkelanjutan tanpa terbebani bunga dan jaminan,” jelas Saidah dalam keterangan tertulis. Dari pihak mitra internasional, Presiden ANGKASA, Datuk Seri Dr. Abdul Fattah Abdullah, menyampaikan bahwa koperasi berbasis masjid memiliki keunggulan karena dibangun di atas nilai kebersamaan dan tanggung jawab kolektif jamaah. “Koperasi masjid digerakkan oleh komunitas kariah. Dengan koperasi, anggota merasa memiliki, bertanggung jawab, dan terlibat langsung dalam aktivitas ekonomi di lingkungan masjid,” ungkap Datuk Fattah. Tak hanya menyalurkan bantuan modal, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan Pasar Murah Berkah yang digelar oleh BAZNAS Kabupaten Bandung. Program ini diperuntukkan bagi masyarakat dan jamaah Masjid Darul Rihlah sebagai bentuk dukungan langsung terhadap daya beli dan kebutuhan pokok warga sekitar. Kolaborasi lintas negara ini menjadi bukti bahwa masjid dapat bertransformasi menjadi pusat ibadah sekaligus pusat ekonomi umat, memperkuat solidaritas sosial, dan menghadirkan solusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
BERITA10/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Jelang Ramadan 1447 H, KPU Halmahera Tengah Salurkan Donasi ke BAZNAS untuk Warga Dhuafa
Jelang Ramadan 1447 H, KPU Halmahera Tengah Salurkan Donasi ke BAZNAS untuk Warga Dhuafa
Weda – Menyambut datangnya Ramadan 1447 Hijriah, semangat berbagi mulai terasa di Kabupaten Halmahera Tengah. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Halmahera Tengah menyerahkan donasi sosial kepada Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Halmahera Tengah sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat kurang mampu, Selasa (10/2/2026). Penyerahan bantuan dilaksanakan di Weda dan diserahkan langsung oleh Sekretaris KPU Halmahera Tengah, Abdul Hafid, S.E., kepada perwakilan BAZNAS Halmahera Tengah, Riyo Gusti Rahman dan Rizal Bahrudin, dalam suasana penuh kebersamaan. Abdul Hafid menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen KPU untuk tidak hanya berperan dalam bidang kepemiluan, tetapi juga hadir di tengah masyarakat melalui aksi sosial. Menurutnya, Ramadan menjadi momentum tepat untuk memperkuat empati dan kepedulian terhadap sesama, terutama bagi warga yang membutuhkan dukungan menjelang bulan suci. “Ini adalah bentuk kepedulian kami. Ramadan mengajarkan kita untuk berbagi dan memperkuat solidaritas,” ujarnya. Adapun bantuan yang disalurkan berupa kebutuhan pokok, terdiri dari: 7 karung beras @35 kilogram 10 sachet minyak goreng ukuran 1,3 liter 5 kotak teh celup 8 bungkus mi instan 15 bungkus gula pasir @1 kilogram Bantuan ini merupakan hasil kepedulian internal jajaran KPU Halmahera Tengah yang kemudian dikolaborasikan dengan BAZNAS sebagai lembaga resmi pengelola zakat dan bantuan sosial. Perwakilan BAZNAS Halmahera Tengah menyampaikan apresiasi atas kontribusi tersebut. Bantuan akan segera didistribusikan kepada para mustahik yang telah terdata, termasuk fakir miskin dan keluarga kurang mampu di wilayah Halmahera Tengah. “Kami berkomitmen menyalurkan bantuan ini secara tepat sasaran agar benar-benar membantu masyarakat dalam menyambut Ramadan,” ujar perwakilan BAZNAS. Langkah kolaboratif ini menunjukkan bahwa solidaritas sosial dapat dibangun lintas lembaga. Ketika institusi pemerintah dan lembaga zakat berjalan beriringan, dampaknya tidak hanya meringankan beban ekonomi warga, tetapi juga memperkuat rasa kebersamaan. Secara edukatif, kegiatan ini menjadi contoh bahwa berbagi tidak harus menunggu dalam jumlah besar. Kepedulian yang dikumpulkan secara kolektif mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. KPU Halmahera Tengah berharap aksi sosial ini dapat menginspirasi institusi lain untuk turut berkontribusi menjelang Ramadan 1447 H. Sebab, esensi Ramadan bukan hanya ibadah personal, tetapi juga memperluas kebaikan sosial bagi sesama.
BERITA10/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Minahasa Dorong Kesadaran Zakat Perdagangan, Dari Edukasi hingga Aksi Nyata Umat
BAZNAS Minahasa Dorong Kesadaran Zakat Perdagangan, Dari Edukasi hingga Aksi Nyata Umat
Minahasa – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Minahasa terus menguatkan perannya sebagai garda terdepan dalam membangun kemandirian umat melalui pengelolaan zakat yang profesional, transparan, dan berdampak luas. Salah satu fokus utama yang kini digencarkan adalah edukasi zakat perdagangan, yang masih kerap disalahpahami oleh sebagian pelaku usaha Muslim. Pimpinan Baznas Minahasa menegaskan bahwa zakat perdagangan bukan sekadar kewajiban formal, melainkan instrumen spiritual dan sosial untuk membersihkan harta sekaligus menggerakkan roda kesejahteraan umat. “Zakat bukan hanya tentang memberi, tetapi tentang menumbuhkan keberkahan. Ketika zakat ditunaikan dengan benar, maka harta menjadi bersih, usaha menjadi berkah, dan masyarakat menjadi kuat,” tegasnya. BAZNAS Minahasa menjelaskan bahwa nisab zakat perdagangan ditetapkan setara 85 gram emas, dengan kadar zakat 2,5 persen. Zakat dapat dikeluarkan setiap tahun atau setiap bulan, menyesuaikan dengan kondisi usaha. Perhitungan zakat perdagangan dilakukan secara transparan dan mudah dipahami, yakni dari: modal yang diputar + keuntungan + simpanan + piutang yang dapat dicairkan, dikurangi utang jatuh tempo dan kerugian, kemudian dikalikan 2,5 persen. Penetapan ini mengacu pada SK Ketua BAZNAS Nomor 13 Tahun 2025, yang menegaskan bahwa zakat pendapatan dan jasa ditujukan untuk menghadirkan keadilan ekonomi serta memperluas manfaat zakat bagi mustahik. Melalui kanal pengumpulan yang resmi dan aman, BAZNAS Minahasa memastikan setiap rupiah zakat yang dititipkan oleh muzaki akan dikelola secara amanah, profesional, dan tepat sasaran. Dana zakat disalurkan dalam berbagai program unggulan, mulai dari bantuan pendidikan, penguatan ekonomi umat, layanan kesehatan, hingga respons kemanusiaan. BAZNAS Minahasa juga mengajak masyarakat untuk menyalurkan zakat melalui rekening resmi serta layanan digital yang telah disiapkan, sekaligus mengirimkan bukti transaksi ke Layanan BAZNAS Minahasa agar tercatat dengan baik dan akuntabel. Upaya edukasi yang terus dilakukan ini menjadi bukti bahwa BAZNAS Minahasa tidak hanya berperan sebagai lembaga pengumpul dana, tetapi juga agen pencerahan umat. Dengan zakat yang ditunaikan secara benar, diharapkan lahir masyarakat yang lebih adil, sejahtera, dan berakhlak mulia. “Zakat adalah energi peradaban. Jika dikelola bersama, ia menjadi kekuatan besar untuk mengubah mustahik menjadi muzaki,” tutup pernyataan BAZNAS Minahasa. Dengan semangat kolaborasi dan kesadaran kolektif, BAZNAS Minahasa mengajak seluruh pelaku usaha Muslim untuk menunaikan zakat tepat waktu, karena dari zakat yang dititipkan, masa depan umat dibangun.
BERITA10/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Optimalkan Potensi ZIS, Marwan Dasopang Dorong Penguatan Regulasi Badan Amil Zakat Nasional
Optimalkan Potensi ZIS, Marwan Dasopang Dorong Penguatan Regulasi Badan Amil Zakat Nasional
Jakarta — Upaya mengoptimalkan potensi zakat, infak, dan sedekah (ZIS) nasional kembali menguat di parlemen. Ketua Komisi VIII DPR RI, Marwan Dasopang, menyatakan komitmennya untuk mendukung penguatan regulasi Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) agar penghimpunan dan pengelolaan dana umat kian efektif serta berdampak luas bagi kesejahteraan masyarakat. Pernyataan itu disampaikan Marwan di Gedung DPR RI, Selasa (10/2/2026). Ia menilai potensi ZIS Indonesia yang besar belum sepenuhnya tergarap optimal. Karena itu, menurut dia, diperlukan payung hukum dan kebijakan yang semakin kokoh untuk menopang kerja-kerja kelembagaan BAZNAS. “Kami siap mendukung penguatan regulasi dan undang-undang jika diperlukan, agar potensi ZIS dapat dihimpun secara optimal dan pengelolaannya semakin efektif,” ujar Marwan. Politikus Partai Kebangkitan Bangsa itu menegaskan, peningkatan penghimpunan zakat menjadi kunci agar distribusinya mampu mendorong perubahan nyata, terutama dalam pengentasan kemiskinan. Ia menyebut zakat bukan sekadar kewajiban ibadah individual, melainkan instrumen sosial-ekonomi yang strategis bila dikelola secara terintegrasi. “Komisi VIII DPR RI siap mendukung jika BAZNAS membutuhkan penguatan regulasi dan undang-undang. Di sisi lain, BAZNAS juga harus mampu meyakinkan masyarakat bahwa zakat yang dikelola benar-benar amanah dan berdampak,” katanya. Marwan membayangkan skema besar pengelolaan zakat yang terkoordinasi secara nasional. Dengan sistem yang kuat dan transparan, zakat dapat menjadi pengungkit mobilitas sosial—mengangkat mustahik menjadi mandiri, bahkan bertransformasi menjadi muzaki. “Kita ingin zakat ini benar-benar mengangkat ekonomi masyarakat. Kalau bisa, dari miskin menjadi tidak miskin, bahkan menjadi muzaki. Dampaknya akan luar biasa jika dikelola dalam satu gerakan yang terkoordinasi,” ujarnya. Dalam kesempatan itu, ia juga mengajak masyarakat menunaikan zakat melalui BAZNAS sebagai lembaga resmi negara yang mengelola dana umat secara profesional dan akuntabel. Menurut dia, pengelolaan dalam satu sistem nasional akan memperbesar daya ungkit program pemberdayaan. “Kami berharap masyarakat menunaikan zakat melalui BAZNAS. Dampaknya akan jauh lebih besar jika dikelola bersama dalam satu sistem yang kuat dan terintegrasi,” ucap Marwan. Dukungan parlemen ini membuka ruang bagi penguatan arsitektur regulasi zakat nasional. Jika terwujud, langkah tersebut berpotensi menjadikan ZIS sebagai salah satu instrumen penting dalam strategi pembangunan sosial dan pengurangan kemiskinan di Indonesia.
BERITA10/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Minahasa Dorong Kesadaran Zakat Terarah, Waka I: Zakat Bukan Sekadar Gugur Kewajiban
BAZNAS Minahasa Dorong Kesadaran Zakat Terarah, Waka I: Zakat Bukan Sekadar Gugur Kewajiban
Minahasa – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Minahasa terus mengintensifkan edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi. Upaya ini dilakukan agar zakat tidak hanya menggugurkan kewajiban, tetapi benar-benar menjadi instrumen sosial yang berdampak luas bagi kesejahteraan umat. Wakil Ketua I BAZNAS Minahasa Bidang Pengumpulan menegaskan, zakat yang disalurkan melalui BAZNAS dikelola secara syar’i, profesional, transparan, dan akuntabel, sesuai amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat. “Zakat bukan sekadar ritual tahunan. Ia adalah sistem ekonomi Islam yang jika dikelola dengan baik, mampu mengangkat mustahik menjadi muzaki. Inilah yang terus kami edukasikan kepada masyarakat,” ujar Waka I BAZNAS Minahasa. Ia menjelaskan, BAZNAS tidak hanya berperan sebagai pengumpul dana zakat, tetapi juga sebagai lembaga yang memberikan edukasi mendasar kepada masyarakat terkait pemahaman zakat, mulai dari zakat fitrah, zakat maal, nisab, haul, hingga tata cara perhitungan yang benar. Menurutnya, masih banyak masyarakat yang memiliki kemampuan finansial namun belum menunaikan zakat secara optimal, bukan karena enggan, melainkan karena minimnya literasi zakat. “Ketika masyarakat memahami ilmunya, maka kesadaran akan tumbuh dengan sendirinya. Zakat yang ditunaikan dengan ilmu akan menghadirkan ketenangan bagi muzaki dan harapan baru bagi mustahik,” jelasnya. BAZNAS Minahasa juga memastikan bahwa setiap dana yang dihimpun disalurkan secara tepat sasaran, baik dalam bentuk bantuan konsumtif maupun program pemberdayaan ekonomi produktif yang berkelanjutan, seperti dukungan bagi petani, pelaku UMKM, pendidikan, hingga layanan kesehatan umat. Untuk memudahkan masyarakat, BAZNAS Minahasa kini menyediakan berbagai kanal pengumpulan zakat, baik secara langsung di kantor layanan maupun melalui sistem pembayaran non-tunai dan digital. “Kami ingin zakat menjadi mudah, aman, dan berdampak. Ketika zakat disalurkan melalui lembaga resmi, maka keberkahannya tidak hanya dirasakan secara personal, tetapi juga menjadi solusi sosial bagi daerah,” tegasnya. Melalui penguatan edukasi dan optimalisasi pengumpulan zakat, BAZNAS Minahasa mengajak seluruh masyarakat Muslim untuk menjadikan zakat, infak, dan sedekah sebagai gerakan kolektif, bukan hanya kewajiban individu. “Zakat adalah cahaya. Jika disalurkan dengan benar, ia mampu menerangi jalan kesejahteraan umat dan memperkuat solidaritas sosial di Minahasa,” pungkas Waka I BAZNAS Minahasa.
BERITA10/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Sinergi Guru Madrasah, Kemenag Minahasa Dorong Mutu Pendidikan MTs/MA
Sinergi Guru Madrasah, Kemenag Minahasa Dorong Mutu Pendidikan MTs/MA
Minahasa – Sinergi dan kolaborasi antar guru madrasah terus diperkuat. MTs Nurul Hidayah Sea dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) MTs/MA se-Kabupaten Minahasa yang berlangsung khidmat dan penuh semangat transformasi pendidikan, Senin(9 Februari 2026). Kegiatan MGMP tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Minahasa, Pdt. Dolie Tangian, S.Th., M.Pd, didampingi Kepala Seksi Pendidikan Islam (Pendis) Kemenag Minahasa, Fadhila Djojosuroto, S.E., M.Pd. Turut hadir jajaran Pengawas Madrasah, Isna Gunibala dan Rahima Hulalata, serta narasumber Nuril Huda, M.Pd, yang memaparkan materi strategis terkait persiapan akreditasi madrasah. Dalam sambutannya, Kepala Kantor Kemenag Minahasa Pdt. Dolie Tangian menegaskan bahwa MGMP merupakan ruang penting bagi guru madrasah untuk bertumbuh bersama, menyamakan persepsi, serta meningkatkan kualitas pembelajaran secara berkelanjutan. “MGMP bukan sekadar forum pertemuan, tetapi menjadi wadah strategis untuk meningkatkan kompetensi guru, memperkuat profesionalisme, dan memastikan mutu pendidikan madrasah terus meningkat. Guru madrasah adalah ujung tombak dalam mencetak generasi yang cerdas, berkarakter, dan berakhlakul karimah,” ujar Dolie Tangian. Ia menambahkan, tantangan pendidikan ke depan menuntut guru madrasah untuk adaptif terhadap perubahan kurikulum, sistem penilaian, serta standar akreditasi yang terus berkembang. “Melalui MGMP ini, kami berharap para guru mampu mempersiapkan madrasah secara administrasi, akademik, dan manajerial agar siap menghadapi akreditasi dengan hasil terbaik,” tegasnya. Senada dengan itu, Kasie Pendis Kemenag Minahasa, Fadhila Djojosuroto, menekankan pentingnya MGMP sebagai sarana peningkatan mutu pembelajaran dan penguatan kolaborasi antar madrasah. “MGMP menjadi ruang berbagi praktik baik, menyusun perangkat pembelajaran bersama, sekaligus memperkuat pemahaman kebijakan pendidikan madrasah. Dengan sinergi yang kuat, mutu pendidikan madrasah di Minahasa akan semakin kompetitif dan berkualitas,” jelas Fadhila. Sementara itu, dalam sesi materi, Nuril Huda, M.Pd memaparkan secara komprehensif strategi persiapan akreditasi madrasah, mulai dari pemenuhan standar, pengelolaan dokumen, hingga penguatan budaya mutu di lingkungan madrasah. Kegiatan MGMP MTs/MA se-Kabupaten Minahasa ini diikuti oleh para Kepala Madrasah dan guru dari berbagai madrasah. Forum ini diharapkan menjadi penggerak utama dalam transformasi pendidikan madrasah, demi melahirkan generasi unggul yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kokoh dalam nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.
BERITA10/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Sulteng dan Rumah Sehat BAZNAS Gelar Khitanan Massal dan Salurkan Sembako di Sirenja
BAZNAS Sulteng dan Rumah Sehat BAZNAS Gelar Khitanan Massal dan Salurkan Sembako di Sirenja
Donggala – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sulawesi Tengah bersama Rumah Sehat BAZNAS (RSB) Palu menggelar khitanan massal dan penyaluran bantuan sembako di SD 1 Sirenja, Kabupaten Donggala, Ahad, 8 Februari 2026. Kegiatan ini melibatkan Bhakti Sosial PP Banaat Alkhairaat Palu serta tim medis dari Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat (FK Unisa) Palu. Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 105 anak mengikuti layanan khitanan massal secara gratis. Selain itu, BAZNAS juga menyalurkan 150 paket sembako kepada warga dhuafa di Kecamatan Sirenja. Ketua BAZNAS Sulawesi Tengah, Hatamuddin Thamrin, mengatakan kolaborasi lintas lembaga menjadi faktor penting dalam memperluas jangkauan layanan kepada masyarakat. “Sinergi ini adalah kunci. Dengan dukungan PP Banaat Alkhairaat serta mahasiswa dan dokter dari FK Unisa, pelayanan bisa menjangkau lebih luas dan menyentuh sisi kemanusiaan secara lebih mendalam,” ujar Hatamuddin. Ia menegaskan, program tersebut merupakan bagian dari komitmen BAZNAS dalam mendistribusikan dana zakat secara tepat sasaran. Menurut dia, khitanan massal tidak hanya membantu pemenuhan kewajiban syariat, tetapi juga meringankan beban ekonomi keluarga kurang mampu. “Kami ingin meringankan beban orang tua dhuafa dalam menjalankan kewajiban syariat. Dana zakat yang dihimpun kami kembalikan kepada masyarakat dalam bentuk layanan kesehatan dan penguatan pangan,” katanya. Wakil Ketua Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Sulteng, Drs. Hasan H. Lasiata, menjelaskan penyaluran 150 paket sembako ditujukan untuk membantu kebutuhan dasar warga di wilayah pelosok. “Selain khitanan, kami memastikan bantuan konsumtif ini dapat dirasakan langsung oleh warga Sirenja. Ini bagian dari upaya pemerataan distribusi program BAZNAS Sulteng,” ujarnya. Camat Sirenja yang hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program terpadu tersebut. Menurutnya, kolaborasi antara BAZNAS, lembaga pendidikan, dan organisasi kemasyarakatan membantu pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Program ini tidak hanya memberikan layanan kesehatan bagi anak-anak, tetapi juga bantuan pangan bagi warga yang membutuhkan. Sinergi seperti ini sangat membantu,” katanya. Pelaksanaan khitanan massal dilakukan dengan menerapkan standar operasional prosedur (SOP) medis guna menjamin keamanan, higienitas, dan kenyamanan peserta. Tim medis dari FK Unisa Palu menangani prosedur secara profesional dengan pengawasan ketat. Secara medis, khitan memiliki manfaat kesehatan, antara lain menurunkan risiko infeksi saluran kemih (ISK) serta mencegah fimosis, yakni kondisi ketika kulit penutup kepala penis tidak dapat ditarik ke belakang. Dari sisi keagamaan, khitan merupakan kewajiban bagi muslim sebagai bagian dari menjaga kebersihan dan kesucian diri (thaharah). Melalui kegiatan ini, BAZNAS Sulawesi Tengah menegaskan komitmennya untuk mengoptimalkan dana zakat dalam bentuk layanan kesehatan dan bantuan sosial yang terintegrasi, terutama bagi masyarakat kurang mampu di wilayah terpencil.
BERITA09/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Minahasa.

Lihat Daftar Rekening →