WhatsApp Icon
BAZNAS RI Bersama Kemendiktisaintek Buka Beasiswa Cendekia 2026 di 246 Perguruan Tinggi

Jakarta – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) RI resmi membuka program Beasiswa Cendekia BAZNAS 2026 bagi mahasiswa aktif program D4/S1 di 246 perguruan tinggi yang tersebar di 35 provinsi.

Peluncuran Beasiswa Cendekia Dalam Negeri 2026 tersebut berlangsung di Gedung Kemendiktisaintek RI, Jakarta, Rabu (9/9/2026). Kegiatan diresmikan langsung oleh Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., bersama Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI Prof. Brian Yuliarto, S.T., M.Eng., Ph.D.

Dari 246 perguruan tinggi yang menjadi sasaran program, sebanyak 112 kampus berada di bawah Kemendiktisaintek. Sementara 134 perguruan tinggi lainnya berada di bawah Kementerian Agama, termasuk Ma’had Aly.

Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid mengatakan, kolaborasi dengan Kemendiktisaintek menjadi langkah strategis untuk memperluas akses pendidikan tinggi, khususnya bagi mahasiswa berprestasi yang berasal dari keluarga kurang mampu.

"Ini adalah momentum untuk mempertemukan kekuatan zakat dengan pendidikan tinggi dalam membangun masa depan bangsa. Hal tersebut sejalan dengan Asta Cita Presiden nomor 4 untuk memperkuat Sumber Daya Manusia menuju Indonesia Emas 2045," kata Sodik.

Menurut Sodik, pendidikan menjadi salah satu sektor penting dalam upaya pengentasan kemiskinan. Karena itu, BAZNAS memberikan perhatian besar terhadap sektor pendidikan dengan alokasi sekitar 27 persen.

"Untuk pendidikan kami (BAZNAS) alokasi sebesar 27 persen," ujarnya.

Sodik menambahkan, Beasiswa Cendekia BAZNAS tidak hanya berfokus pada pemberian bantuan biaya pendidikan. Program tersebut juga diarahkan untuk memperluas akses pendidikan, meningkatkan kualitas dan kapasitas mahasiswa, serta mendorong keberlanjutan kontribusi para alumni.

"Kami ingin memperkuat tiga hal, yakni memperluas akses, meningkatkan kualitas dan kapasitas mahasiswa, serta memastikan keberlanjutan kontribusi alumni. Karena itu, hari ini kita tidak hanya meluncurkan sebuah program beasiswa. Mari kita meluncurkan sebuah gerakan bersama, gerakan menjadikan zakat sebagai kekuatan pembangunan sumber daya manusia Indonesia," katanya.

Apresiasi Kemendiktisaintek

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI Brian Yuliarto mengapresiasi komitmen BAZNAS dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia Indonesia melalui sektor pendidikan.

Brian menyebut pendidikan merupakan salah satu bentuk investasi terbaik bagi masa depan bangsa. Ia berharap kolaborasi antara pemerintah, BAZNAS, perguruan tinggi, dan lembaga filantropi dapat terus diperkuat.

"Tentu ini adalah sesuatu yang sangat luar biasa. Investasi terbaik sebuah bangsa adalah pada pendidikan. Tidak ada yang lebih baik lagi. Karenanya, kami sangat senang dan sangat mengapresiasi BAZNAS yang berdiri di barisan paling depan," ujar Brian.

Ia juga berharap langkah BAZNAS tersebut dapat mendorong semakin banyak lembaga filantropi untuk berkontribusi dalam memperluas akses pendidikan tinggi.

Menurutnya, dukungan terhadap pendidikan dapat membuka kesempatan bagi anak bangsa untuk memperbaiki kondisi sosial, masa depan, dan kesejahteraan keluarganya.

Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan H. Idy Muzayyad mengatakan, perluasan akses pendidikan merupakan salah satu fokus BAZNAS melalui program beasiswa dan pembinaan mahasiswa.

Idy menyebut, sepanjang 2025, penyaluran zakat, infak, dan sedekah (ZIS) nasional untuk bidang pendidikan mencapai Rp1,56 triliun dengan jumlah penerima manfaat sebanyak 2.870.976 orang.

BAZNAS juga memproyeksikan potensi zakat dari ekosistem perguruan tinggi mencapai sekitar Rp220 miliar per tahun.

Program Beasiswa Cendekia BAZNAS sendiri terus berkembang. Saat ini tercatat sebanyak 8.672 peserta Beasiswa Cendekia BAZNAS Dalam Negeri dan 2.529 peserta Beasiswa Cendekia BAZNAS Ma’had Aly.

"Alhamdulillah, dari program ini kita telah melihat dampak yang nyata. Para alumni Beasiswa Cendekia BAZNAS telah berkiprah di berbagai sektor, baik sektor publik, swasta, maupun sosial. Bahkan, sebagian dari mereka telah bertransformasi menjadi muzaki," ujar Idy.

Beasiswa Cendekia BAZNAS 2026 diperuntukkan bagi mahasiswa aktif mulai semester 5. Program ini memprioritaskan mahasiswa dari bidang Sains, Teknologi, Rekayasa, dan Matematika (STEM) serta Social, Humanities, Arts for People, Religious Studies, dan Education (SHARE).

Selain mahasiswa berprestasi, program ini juga menyasar mahasiswa yang aktif sebagai aktivis serta mahasiswa penyandang disabilitas.

Mahasiswa yang terpilih akan mendapatkan sejumlah dukungan pendidikan. Salah satunya berupa subsidi Uang Kuliah Tunggal (UKT) hingga Rp7 juta per semester untuk perguruan tinggi prioritas dan hingga Rp4 juta per semester untuk perguruan tinggi reguler.

Bantuan UKT tersebut diberikan selama empat semester.

Tak hanya UKT, penerima Beasiswa Cendekia BAZNAS juga berkesempatan mendapatkan bantuan riset tugas akhir sebesar Rp3 juta per mahasiswa, pembinaan dan pengembangan diri, serta bantuan prestasi bagi mahasiswa yang mewakili kampus dalam kompetisi tingkat nasional maupun internasional.

Pendaftaran Dibuka 9-27 September 2026

Bagi mahasiswa yang memenuhi persyaratan, pendaftaran Beasiswa Cendekia BAZNAS Dalam Negeri 2026 dilakukan secara daring melalui laman beasiswa.baznas.go.id.

Berikut jadwal lengkap seleksi Beasiswa Cendekia BAZNAS Dalam Negeri 2026:

  • Pendaftaran: 9–27 September 2026
  • Seleksi administrasi kampus: 28 September–4 Oktober 2026
  • Pengumuman lulus administrasi: 4 Oktober 2026
  • Wawancara tim seleksi kampus: 5–18 Oktober 2026
  • Masa sanggah: 19–25 Oktober 2026
  • Pengumuman akhir: 28 Oktober 2026

Melalui Beasiswa Cendekia BAZNAS 2026, BAZNAS bersama pemerintah terus mendorong agar keterbatasan ekonomi tidak menjadi penghalang bagi mahasiswa berprestasi untuk mengakses pendidikan tinggi.

Program ini sekaligus menjadi bagian dari upaya menjadikan zakat sebagai kekuatan dalam membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.

10/09/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa
Hadiri Pra-Rakornas 2026, BAZNAS Kabupaten Minahasa Siap Perkuat Pengelolaan Muzaki secara Profesional

MINAHASA — BAZNAS Kabupaten Minahasa turut hadir dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan Pra-Rapat Koordinasi Nasional (Pra-RAKORNAS) BAZNAS 2026 yang digelar secara daring pada Selasa (8/9/2026). Kegiatan bertajuk “Target dan Strategi Pengumpulan pada BAZNAS Provinsi dan BAZNAS Kab/Kota” ini dipimpin langsung oleh Ketua BAZNAS RI, Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc.

Melalui kegiatan ini, BAZNAS RI menekankan pentingnya memperkuat pengelolaan muzaki yang profesional sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kepercayaan masyarakat, serta mengoptimalkan penghimpunan Zakat, Infak, Sedekah, dan Dana Sosial Keagamaan Lainnya (ZIS-DSKL).

Pimpinan BAZNAS RI Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan, Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM., menegaskan bahwa muzaki perlu ditempatkan sebagai mitra strategis dalam ekosistem filantropi Islam. Hubungan dengan muzaki harus dibangun secara berkelanjutan.

“Muzaki saat ini tidak hanya membutuhkan kemudahan dalam menunaikan zakat, tetapi juga ingin mengetahui manfaat dari zakat yang mereka salurkan. Mereka ingin dilibatkan dan merasakan dampak nyata program zakat,” ujar Rizaludin.

Dalam kesempatan tersebut, BAZNAS RI juga mendorong penerapan strategi value-driven fundraising yang bertumpu pada empat pilar utama:

  1. Transparansi dan laporan dampak nyata.

  2. Pembinaan relasi yang personal dan inklusif.

  3. Penguatan branding serta reputasi lembaga yang profesional dan taat audit.

  4. Pelibatan aktif muzaki dalam berbagai program kemanusiaan.

Langkah tersebut disempurnakan dengan konsep 5D BAZNAS, yaitu Diingat, Dipercaya, Dijangkau, Dicintai, dan Dibanggakan.

Kehadiran BAZNAS Kabupaten Minahasa dalam Pra-Rakornas ini menjadi bentuk komitmen penuh untuk menyelaraskan target dan strategi pengumpulan di daerah dengan visi BAZNAS Pusat.

Melalui keikutsertaan ini, BAZNAS Minahasa siap melakukan reorientasi pengelolaan muzaki di tingkat daerah. Fokus utama yang akan terus ditingkatkan meliputi peningkatan kualitas pelayanan, penyampaian laporan dampak zakat secara terbuka, serta penyusunan program-program penyaluran yang dampaknya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat yang membutuhkan di Kabupaten Minahasa.

BAZNAS Minahasa juga mengimbau seluruh masyarakat dan para muzaki di Kabupaten Minahasa untuk terus mempercayakan penyaluran zakat, infak, dan sedekahnya melalui lembaga resmi BAZNAS. Pengelolaan yang aman syar'i, aman regulasi, dan aman NKRI akan memastikan setiap zakat yang ditunaikan dapat dirasakan manfaatnya secara berkelanjutan.

08/09/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Tegaskan Dana Zakat Sama Sekali Tak Dipakai untuk Buku 'Islam Ala Prabowo'

Minahasa - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) memberikan klarifikasi tegas merespons isu penggunaan dana umat dalam proyek literasi. BAZNAS memastikan tidak ada sepeser pun dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) yang dialokasikan untuk pembuatan maupun penerbitan buku berjudul Islam Ala Prabowo.

Ketua BAZNAS RI, Sodik Mudjahid, menegaskan bahwa keterlibatan BAZNAS dalam peluncuran buku tersebut pada tahun 2025 lalu murni dalam konteks hubungan kelembagaan serta penguatan literasi dakwah keagamaan. Ia menyebut bahwa menjaga transparansi dan kepercayaan muzaki adalah prioritas utama lembaga.

"Saudara-saudaraku, Bapak dan Ibu para muzaki dan donatur BAZNAS yang kami hormati. Kepercayaan Bapak dan Ibu untuk mempercayakan ZIS melalui BAZNAS adalah kehormatan sekaligus tanggung jawab besar yang senantiasa kami jaga," kata Sodik dalam keterangan resminya, Senin (7/9/2026).

Untuk menghindari kesalahpahaman di tengah masyarakat mengenai posisi lembaga, Sodik merinci tiga poin penting terkait penerbitan buku tersebut:

  1. Bukan Dana Umat: Pembuatan dan penerbitan buku sama sekali tidak menyentuh maupun menggunakan dana ZIS yang dipercayakan masyarakat.

  2. Bukan Produk Internal: Buku tersebut tidak ditulis maupun diterbitkan oleh tim internal BAZNAS.

  3. Sinergi Kelembagaan: Kehadiran BAZNAS dalam peluncuran di Rakornas BAZNAS 2025 merupakan bentuk sinergi bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI), Kementerian Agama, dan MPR RI dalam rangka literasi dakwah, bukan bentuk politik praktis.

Sodik juga mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto memiliki perhatian besar terhadap fungsi BAZNAS, baik sebagai Kepala Negara maupun secara pribadi. Selama ini, Presiden secara rutin mengamanahkan zakat, infak, dan sedekah pribadinya melalui BAZNAS.

"Bersama tim BAZNAS, saat ini kami sedang memilih beberapa program unggulan untuk disampaikan kepada rakyat Indonesia, yang bersumber dari dana infak dan sedekah pribadi Presiden Prabowo Subianto," jelas Sodik.

Ia menambahkan, BAZNAS sangat menghormati kritik dan masukan dari publik. Hal tersebut dipandang sebagai bentuk kepedulian masyarakat agar BAZNAS tetap konsisten menjaga prinsip pengelolaan zakat yang aman syar'i, aman regulasi, dan aman NKRI.

Menanggapi arahan dan klarifikasi BAZNAS RI, BAZNAS Kabupaten Minahasa melalui Waka IV BAZNAS Minahasa Sahlan Kokalo turut mengimbau masyarakat dan seluruh muzaki di Kabupaten Minahasa untuk senantiasa kritis dan bijak dalam menerima setiap informasi.

BAZNAS Kabupaten Minahasa berkomitmen penuh menjaga akuntabilitas dan transparansi penyaluran ZIS di tingkat daerah. Setiap rupiah dana zakat, infak, dan sedekah yang ditunaikan melalui BAZNAS Minahasa disalurkan secara tepat sasaran khusus untuk program-program kemanusiaan, pendidikan, kesehatan, serta pemberdayaan ekonomi mustahik di Minahasa.

08/09/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Hadir di Muktamar NU ke-35, Salurkan 15 Ribu ZChicken hingga Siagakan Layanan Kesehatan

JOMBANG – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI turut mendukung pelaksanaan Muktamar NU ke-35 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Jombang, Jawa Timur. Tak hanya memberikan dukungan konsumsi, BAZNAS juga menghadirkan layanan kesehatan serta pengelolaan sampah di tengah perhelatan yang dihadiri ribuan peserta tersebut.

Bersama BAZNAS Provinsi Jawa Timur dan BAZNAS Kabupaten Jombang, BAZNAS RI menghadirkan berbagai layanan yang menyasar kebutuhan peserta Muktamar sekaligus masyarakat di sekitar lokasi kegiatan.

Salah satu layanan yang mendapat perhatian adalah penyediaan makanan melalui Program Bank Makanan. BAZNAS menyiapkan sebanyak 15.000 paket ZChicken yang didistribusikan selama lima hari pelaksanaan Muktamar.

Menariknya, penyediaan makanan tersebut tidak hanya berorientasi pada pemenuhan konsumsi. Proses produksi hingga distribusi turut melibatkan mustahik binaan BAZNAS.

Keterlibatan tersebut menjadi bagian dari upaya BAZNAS menjadikan zakat sebagai instrumen pemberdayaan. Mustahik tidak hanya diposisikan sebagai penerima manfaat, tetapi juga dilibatkan dalam aktivitas produktif yang membuka peluang untuk berkembang dan meningkatkan kemandirian.

Ketua BAZNAS RI, Sodik Mudjahid, mengatakan dukungan BAZNAS dalam Muktamar NU ke-35 merupakan salah satu bentuk kontribusi lembaga dalam menghadirkan kemaslahatan bagi umat.

“Dalam berbagai kegiatan ada kesehatan, ada bantuan ZChicken. Ada 10 titik penyaluran dan totalnya 15 ribu selama lima hari. Ini bagian dari beberapa kontribusi dan dukungan BAZNAS untuk Muktamar, karena ini merupakan amanah syariah, antara lain pos fi sabilillah,” ujar Sodik.

Selain bantuan pangan, BAZNAS juga memperkuat pelayanan kesehatan selama Muktamar berlangsung.

Melalui Rumah Sehat BAZNAS (RSB), disiapkan enam titik layanan kesehatan yang didukung tenaga medis, empat ambulans, serta satu mobil klinik.

Kehadiran layanan kesehatan tersebut menjadi langkah antisipatif mengingat tingginya mobilitas dan jumlah peserta selama kegiatan berlangsung. Peserta yang membutuhkan pemeriksaan maupun pertolongan kesehatan dapat memperoleh layanan secara lebih cepat di sekitar arena Muktamar.

Dukungan BAZNAS terhadap layanan kesehatan juga mendapat apresiasi dari unsur kesehatan NU.

Perwakilan Himpunan Perawat NU Pusat, Rasjisman Ahmad, menyampaikan bahwa kehadiran BAZNAS ikut memperkuat pelayanan kesehatan di arena Muktamar, termasuk dari sisi sarana dan prasarana.

“Kita tahu bahwa BAZNAS juga sudah ikut dalam pelayanan kesehatan tim kesehatan di arena Muktamar. Alhamdulillah BAZNAS sudah ikut bersama-sama, bahkan dari sisi sarana dan prasarananya BAZNAS cukup besar,” katanya.

Tak berhenti pada pangan dan kesehatan, BAZNAS juga memberikan perhatian terhadap kebersihan lingkungan selama Muktamar.

Sebanyak 200 relawan dari unsur masyarakat dan mustahik dilibatkan dalam kegiatan pengelolaan sampah di area Muktamar. Para relawan bertugas memberikan edukasi, memilah, hingga mengumpulkan sampah yang dihasilkan selama kegiatan.

Langkah ini dilakukan untuk menjaga kawasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum tetap bersih, sehat, dan nyaman di tengah aktivitas Muktamar yang berlangsung padat.

Kehadiran BAZNAS di Muktamar NU ke-35 menunjukkan bahwa pengelolaan zakat tidak berhenti pada penyaluran bantuan langsung. Zakat dapat dikembangkan menjadi program yang menyentuh berbagai sektor, mulai dari pangan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, hingga kepedulian terhadap lingkungan.

Melalui dukungan tersebut, BAZNAS berupaya memastikan dana zakat yang dihimpun dari masyarakat dapat memberikan manfaat yang semakin luas.

Zakat bukan sekadar kewajiban yang ditunaikan, tetapi amanah yang ketika dikelola secara tepat dapat menghadirkan manfaat nyata bagi umat dan masyarakat.

BAZNAS hadir, bergerak bersama umat, dan menghadirkan kemaslahatan di tengah masyarakat.

03/09/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa
Dari Dapur Umum BAZNAS, Penyintas Gempa NTT Bangkit dan Menguatkan Sesama

MANGGARAI — Gempa memang meruntuhkan rumah Mashita. Namun, bencana itu tak mampu meruntuhkan semangatnya untuk membantu sesama.

Di tengah duka karena rumah keluarganya terdampak dan sebagian runtuh akibat gempa, Mashita justru memilih berdiri di antara para relawan Dapur Umum Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS).

Setiap pagi, selepas menunaikan salat Subuh, guru di Pondok Pesantren Pancasila Reok itu ikut menyiapkan makanan bagi warga yang terdampak gempa.

Bagi Mashita, membantu sesama menjadi cara untuk tetap kuat.

Mashita merupakan warga Desa Salama, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Gempa yang mengguncang wilayah tersebut meninggalkan luka mendalam bagi keluarganya. Rumah tempat tinggalnya bersama keluarga mengalami kerusakan parah.

Kedua orang tuanya hingga kini masih bertahan di posko pengungsian karena kondisi rumah belum memungkinkan untuk ditempati kembali.

Saat gempa terjadi, Mashita sedang berada di Pondok Pesantren Pancasila Reok, tempat ia mengabdikan diri sebagai guru.

Ketika tanah berguncang hebat, suasana panik pun terjadi. Bersama para santri, Mashita segera berhamburan menuju tempat yang lebih aman.

Namun, di tengah kepanikan itu, ia memilih memastikan para santri terlebih dahulu berada dalam kondisi selamat.

Setelah seluruh santri berkumpul di tempat terbuka, barulah pikirannya tertuju kepada kedua orang tuanya di rumah.

Ia segera menghubungi mereka.

Syukur, kedua orang tuanya selamat.

Bagi Mashita, rumah yang rusak mungkin masih bisa dibangun kembali. Namun keselamatan orang-orang tercinta adalah hal yang jauh lebih berharga.

Ketika BAZNAS membuka dapur umum di Pondok Pesantren Pancasila Reok, ia justru ikut bergabung menjadi relawan.

Bersama relawan lainnya, Mashita membantu menyiapkan sekitar 250 porsi makanan setiap hari.

Makanan tersebut kemudian didistribusikan ke sejumlah kampung dan posko mandiri, khususnya bagi warga yang belum mendapatkan bantuan atau wilayah yang logistiknya belum sepenuhnya masuk.

Bagi Mashita, seporsi makanan yang disiapkan dari dapur umum bukan sekadar bantuan pangan.

Lebih dari itu, makanan tersebut menjadi simbol bahwa para penyintas tidak sedang menghadapi bencana sendirian.

"Alhamdulillah, saya berterima kasih kepada BAZNAS yang sudah menyediakan dapur umum. Ini sangat membantu, baik bagi warga sekitar maupun bagi saya pribadi," ujar Mashita.

Sebagai seseorang yang turut merasakan dampak gempa, Mashita memahami betul bagaimana rasanya kehilangan rasa aman.

Namun pengalaman tersebut justru menguatkan keinginannya untuk membantu warga lain yang mengalami nasib serupa.

"Walaupun rumah saya terdampak dan sebagian runtuh, semangat saya tidak akan pernah runtuh untuk membantu teman-teman yang juga terdampak. Karena sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain," katanya.

Dapur Umum BAZNAS kini bukan hanya menjadi tempat memasak dan menyalurkan makanan.

Di tempat itu, tumbuh semangat saling menguatkan.

Mashita yang datang sebagai penyintas, kini ikut mengambil peran membantu penyintas lainnya.

Ia tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga ikut menyiapkan dan menyalurkan bantuan bagi warga yang membutuhkan.

Rumahnya mungkin belum kembali seperti semula.

Kedua orang tuanya pun masih bertahan di posko pengungsian.

Namun, di tengah keterbatasan, Mashita memilih untuk tetap bergerak.

Dari dapur umum BAZNAS, ia belajar bahwa bangkit tidak selalu berarti telah kembali memiliki rumah yang utuh.

Terkadang, bangkit berarti tetap mampu mengulurkan tangan kepada orang lain, meski diri sendiri sedang berada dalam keterbatasan.

Mashita pun berharap kepedulian para dermawan terus mengalir untuk membantu para penyintas gempa di NTT.

"Harapan saya ke depan ada uluran tangan dari para dermawan yang ikhlas membantu para penyintas gempa. Bantuan tersebut tidak harus sekaligus, tetapi bisa diberikan secara perlahan, bukan hanya untuk saya, tetapi juga untuk teman-teman lain yang rumah dan kehidupannya terdampak gempa," ucapnya.

Kisah Mashita menjadi pengingat bahwa di tengah bencana, harapan dapat lahir dari mana saja.

Bahkan dari mereka yang sedang kehilangan.

Dari sebuah dapur umum, Mashita membuktikan satu hal: gempa boleh meruntuhkan bangunan, tetapi kepedulian dan semangat kemanusiaan tidak boleh ikut runtuh.

BAZNAS melalui berbagai program tanggap bencana terus berupaya hadir untuk membantu masyarakat yang terdampak, mulai dari pemenuhan kebutuhan pangan hingga pendampingan bagi para penyintas. Sebab, zakat bukan sekadar tentang memberi bantuan, tetapi juga tentang menguatkan harapan dan membangkitkan sesama.

27/08/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa

Berita Terbaru

BAZNAS Bolmut Lantik 65 Pengurus UPZ Desa se-Kecamatan Bintauna, Salurkan Zakat Fitrah untuk Mustahik
BAZNAS Bolmut Lantik 65 Pengurus UPZ Desa se-Kecamatan Bintauna, Salurkan Zakat Fitrah untuk Mustahik
Bolaang Mongondow Utara - Penguatan pengelolaan zakat hingga tingkat desa terus dilakukan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS). Kali ini, BAZNAS Kabupaten Bolaang Mongondow Utara melantik dan mengukuhkan pengurus Unit Pengumpul Zakat (UPZ) desa se-Kecamatan Bintauna. Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor Kecamatan Bintauna, Senin (9/3/2026). Sebanyak 65 pengurus UPZ dari 15 desa resmi dilantik. Pelantikan dilakukan oleh Ketua BAZNAS Bolmut Iswan Syaban, sementara prosesi pengukuhan dipimpin oleh Camat Bintauna Sarwo Edi Posangi. Ketua BAZNAS Bolmut Iswan Syaban mengatakan pembentukan dan penguatan UPZ desa merupakan langkah strategis untuk mendekatkan pengelolaan zakat kepada masyarakat. "UPZ desa adalah ujung tombak pengelolaan zakat di masyarakat. Dengan adanya UPZ di setiap desa, kami berharap kesadaran masyarakat untuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah semakin meningkat," ujar Iswan. Menurutnya, pengurus UPZ memiliki peran penting dalam memastikan zakat dapat dikelola secara amanah dan disalurkan kepada masyarakat yang berhak menerima. "Zakat tidak hanya menjadi kewajiban ibadah, tetapi juga instrumen sosial yang mampu membantu masyarakat yang membutuhkan serta memperkuat solidaritas sosial," tambahnya. Dalam kegiatan tersebut, BAZNAS Bolmut juga menyalurkan zakat fitrah berupa 150 kilogram beras kepada 20 mustahik. Selain itu, turut dibagikan 20 paket sembako kepada masyarakat yang membutuhkan. Penyaluran bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya BAZNAS untuk memastikan manfaat zakat dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya menjelang Hari Raya Idulfitri. Turut hadir dalam kegiatan tersebut jajaran pimpinan dan pelaksana BAZNAS Bolmut, di antaranya Wakil Ketua I Abd. Mutholib Saromeng, Sekretaris Irwan Meamogu, serta pelaksana Zainal Mila dan Fikral Bukoting. Dengan dilantiknya pengurus UPZ desa ini, BAZNAS berharap pengumpulan dan penyaluran zakat di tingkat desa dapat berjalan lebih optimal serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
BERITA09/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Ekonomi Syariah Dinilai Mampu Kurangi Ketimpangan, Prof Nadra Soroti Peran ZISWAF
Ekonomi Syariah Dinilai Mampu Kurangi Ketimpangan, Prof Nadra Soroti Peran ZISWAF
Jakarta – Ekonomi syariah dinilai memiliki potensi besar dalam mengurangi ketimpangan sosial dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hal tersebut disampaikan pakar ekonomi Islam M Nadratuzzaman Hosen dalam kajian Syuruq Ramadan yang disiarkan oleh Kalam TV. Menurut Prof Nadra, salah satu perbedaan mendasar antara ekonomi konvensional dan ekonomi syariah terletak pada cara memandang kebutuhan manusia. “Dalam ekonomi konvensional, keinginan manusia dianggap tidak terbatas. Satu gunung emas didapatkan, maka ingin gunung emas yang kedua. Dalam Islam, kebutuhan manusia diatur agar tidak berlebihan,” ujarnya. Ia menjelaskan, Islam tidak menolak keberadaan pasar sebagai mekanisme ekonomi. Namun Islam menolak praktik ekonomi yang menimbulkan eksploitasi, ketidakadilan, dan kesenjangan sosial. Karena itu, ekonomi syariah mendorong sistem kerja sama yang adil seperti bagi hasil (mudharabah), jual beli yang transparan, serta akad sewa menyewa yang sesuai dengan prinsip syariah. Prof Nadra juga menyoroti salah satu persoalan utama ekonomi global saat ini, yaitu ketimpangan distribusi kekayaan. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi yang tinggi tidak selalu diikuti dengan pemerataan kesejahteraan. “Pertumbuhan ekonomi bisa saja tinggi, tetapi kalau distribusinya tidak adil, maka kesenjangan tetap terjadi. Di sinilah ekonomi Islam menawarkan solusi melalui mekanisme distribusi yang lebih berkeadilan,” jelasnya. Salah satu instrumen penting dalam ekonomi Islam adalah ZISWAF yang meliputi zakat, infak, sedekah, dan wakaf. Instrumen ini berfungsi untuk memastikan kekayaan tidak hanya berputar pada kelompok tertentu, tetapi juga dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang membutuhkan. Melalui pengelolaan zakat yang profesional dan amanah, ZISWAF dapat berperan sebagai sarana pemberdayaan ekonomi umat, termasuk membantu masyarakat miskin, meningkatkan kesejahteraan mustahik, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif. Selain instrumen sosial, Prof Nadra juga mencontohkan penerapan prinsip ekonomi syariah di Indonesia melalui penerbitan Sukuk Negara. Instrumen ini merupakan surat berharga syariah yang diterbitkan pemerintah untuk membiayai berbagai proyek pembangunan. “Melalui sukuk, pembiayaan dilakukan berbasis aset sehingga lebih sesuai dengan prinsip syariah,” ujarnya. Ia juga menilai skema Qardhul Hasan atau pinjaman tanpa bunga memiliki potensi besar dalam membantu masyarakat kecil dan pelaku usaha mikro agar dapat mengembangkan usaha mereka tanpa terbebani sistem bunga. Menurut Prof Nadra, perkembangan ekonomi syariah di Indonesia menunjukkan tren yang positif, mulai dari sektor perbankan syariah, lembaga keuangan mikro syariah, hingga penguatan ekosistem ekonomi umat berbasis masjid dan lembaga sosial. Namun demikian, ia menekankan bahwa kemajuan ekonomi syariah juga membutuhkan dukungan aktif dari masyarakat. “Kalau umat Islam tidak mendukung ekonomi syariah, lalu siapa lagi yang akan mendukungnya,” ujarnya. Melalui kajian tersebut, masyarakat juga diajak untuk semakin memahami pentingnya instrumen ZISWAF dalam membangun kesejahteraan bersama serta memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat. Dengan pengelolaan yang baik dan partisipasi masyarakat yang luas, ekonomi syariah diharapkan dapat menjadi salah satu solusi dalam mewujudkan sistem ekonomi yang lebih adil, inklusif, dan berkelanjutan.
BERITA08/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Turun Tangan! 30 Warga Terjebak Banjir di Kembangan Jakarta Barat Berhasil Dievakuasi
BAZNAS Turun Tangan! 30 Warga Terjebak Banjir di Kembangan Jakarta Barat Berhasil Dievakuasi
Jakarta – Banjir yang melanda sejumlah wilayah ibu kota akibat hujan deras sejak Sabtu siang membuat sejumlah warga terjebak di rumah mereka. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI pun bergerak cepat menerjunkan tim tanggap bencana untuk melakukan evakuasi di Kompleks Keuangan RI, Jalan Kembangan, Jakarta Barat, Minggu (8/3/2026). Dalam operasi kemanusiaan tersebut, tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) berhasil mengevakuasi sedikitnya 30 warga yang terjebak banjir menuju lokasi yang lebih aman. Tim yang diterjunkan terdiri dari empat personel terlatih yang dilengkapi satu unit mobil rescue serta peralatan evakuasi air berupa perahu karet LCR dengan motor tempel (mopel). Peralatan tersebut digunakan untuk menjangkau rumah-rumah warga yang terendam air. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, M.A., menegaskan bahwa keselamatan warga menjadi prioritas utama dalam operasi tersebut. “Kami telah menginstruksikan tim BAZNAS Tanggap Bencana untuk bergerak cepat ke titik-titik krusial, terutama di pemukiman padat yang mengalami kenaikan debit air cukup tinggi agar warga segera mendapatkan pertolongan,” kata Saidah dalam keterangannya di Jakarta. Menurutnya, tim difokuskan untuk membantu kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan warga yang tidak mampu menyelamatkan diri ketika banjir datang. “Fokus utama kami hari ini adalah memastikan kelompok rentan seperti lansia dan anak-anak di Kompleks Keuangan ini berhasil dievakuasi ke tempat yang lebih aman. Kami membawa peralatan lengkap untuk memastikan proses evakuasi berjalan efektif,” ujarnya. Saidah juga menegaskan bahwa BAZNAS akan terus menyiagakan personel selama kondisi cuaca ekstrem masih berpotensi memicu banjir di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Menurutnya, kehadiran tim BAZNAS di lokasi bencana merupakan bagian dari komitmen lembaga dalam menjalankan misi kemanusiaan. “BAZNAS tidak hanya mengelola zakat, tetapi juga memastikan dana umat tersebut hadir memberikan manfaat nyata, termasuk dalam situasi darurat seperti bencana,” jelasnya. Langkah cepat ini sekaligus mempertegas peran BAZNAS sebagai lembaga filantropi Islam yang responsif terhadap krisis kemanusiaan, memastikan masyarakat terdampak mendapatkan bantuan dan perlindungan secepat mungkin. Di tengah banjir yang melanda ibu kota, aksi penyelamatan ini menjadi bukti bahwa solidaritas dan kepedulian sosial terus hidup melalui gerakan zakat untuk kemanusiaan.
BERITA08/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Buka Puasa Bersama di Masjid Al Hikmah Sumalangka Pererat Silaturahmi Warga dan Tokoh Lintas Agama
Buka Puasa Bersama di Masjid Al Hikmah Sumalangka Pererat Silaturahmi Warga dan Tokoh Lintas Agama
Buka Puasa Bersama di Masjid Al Hikmah Sumalangka Pererat Silaturahmi Warga dan Tokoh Lintas Agama Sumalangka - Suasana hangat penuh kebersamaan terasa dalam kegiatan buka puasa bersama yang digelar di Masjid Al Hikmah Sumalangka, Kelurahan Sumalangka, Kecamatan Tondano, Kabupaten Minahasa, Sabtu (7/3/2026). Kegiatan yang mempertemukan tokoh agama, tokoh masyarakat, dan unsur pemerintah ini dilaksanakan sebagai upaya mempererat tali silaturahmi antarwarga, khususnya masyarakat Kelurahan Sumalangka, di bulan suci Ramadan. Sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Kepala Kejaksaan Negeri Minahasa, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Minahasa, Lurah Sumalangka, para kepala lingkungan Kelurahan Sumalangka, pendeta dari GMIM Zaitun Sumalangka, para imam masjid serta ketua Badan Takmir Masjid (BTM) se-wilayah Tondano, dan jamaah Masjid Al Hikmah Sumalangka. Menjelang waktu berbuka, tausiah disampaikan oleh Kasi Bimas Islam Kemenag Minahasa Abshori Abdillah. Dalam ceramahnya ia mengajak jamaah menjadikan Ramadan sebagai momentum untuk memperkuat iman dan mempererat ukhuwah. “Ramadan adalah bulan pendidikan spiritual. Di bulan ini kita diajak meningkatkan kualitas ibadah, memperbanyak amal kebaikan, dan memperkuat persaudaraan di tengah kehidupan masyarakat,” ujarnya. Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Minahasa Pdt. Dolie Tangian, S.Th, M.Pd turut memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut yang dinilai mampu memperkuat harmoni sosial di tengah masyarakat. Ia menegaskan bahwa kebersamaan dalam kegiatan keagamaan seperti ini merupakan kekuatan besar dalam menjaga kerukunan dan persaudaraan antarumat beragama di Minahasa. “Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang membangun kepedulian sosial dan memperkuat persaudaraan. Ketika tokoh agama, pemerintah, dan masyarakat duduk bersama dalam kebersamaan seperti ini, di situlah nilai luhur agama benar-benar hidup di tengah masyarakat,” ujarnya. Lurah Sumalangka Sandra Tidjo juga menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai buka puasa bersama ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kebersamaan warga di tengah keberagaman yang ada di Kelurahan Sumalangka. “Kegiatan seperti ini sangat positif karena mampu mempererat hubungan antarwarga, tokoh agama, dan pemerintah. Di Kelurahan Sumalangka, kebersamaan dan kerukunan adalah kekuatan utama yang harus terus kita jaga,” ujar Sandra. Ia berharap kegiatan kebersamaan seperti ini dapat terus dilaksanakan, tidak hanya di bulan Ramadan tetapi juga dalam berbagai momentum lainnya demi memperkuat solidaritas sosial masyarakat. Ketua BTM Masjid Al Hikmah Sumalangka Aiptu Andi Basri, S.Pd mengatakan kegiatan buka puasa bersama ini menjadi wadah penting untuk mempererat hubungan antara masyarakat, pemerintah, dan tokoh agama. “Kegiatan ini bukan hanya sekadar buka puasa bersama, tetapi juga menjadi momentum memperkuat silaturahmi antarwarga dan tokoh masyarakat. Kami berharap kebersamaan seperti ini terus terjaga sehingga tercipta kehidupan masyarakat yang harmonis,” ujarnya. Hal senada juga disampaikan Imam Masjid Al Hikmah SumalangkaRamly kiay demak yang menilai kegiatan tersebut mencerminkan semangat kebersamaan dan toleransi yang telah lama terjalin di wilayah Sumalangka. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan doa bersama dan buka puasa yang diikuti seluruh jamaah dan tamu undangan dalam suasana penuh keakraban. Melalui kegiatan ini, masyarakat berharap semangat kebersamaan yang terbangun di bulan Ramadan dapat terus terjaga dalam kehidupan sehari-hari, sehingga tercipta masyarakat yang rukun, harmonis, dan saling menghargai.
BERITA08/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Perkuat Amanah Umat, BAZNAS Minahasa Ajak Seluruh UPZ Tertib Pelaporan dan Perkuat Sinergi Zakat
Perkuat Amanah Umat, BAZNAS Minahasa Ajak Seluruh UPZ Tertib Pelaporan dan Perkuat Sinergi Zakat
Komitmen untuk menghadirkan pengelolaan zakat yang transparan dan profesional terus diperkuat oleh BAZNAS Kabupaten Minahasa. Melalui penguatan koordinasi dengan seluruh Unit Pengumpul Zakat (UPZ) yang tersebar di berbagai masjid, instansi pemerintah, serta lembaga pendidikan di Kabupaten Minahasa, BAZNAS mendorong peningkatan kepatuhan dalam pelaporan aktivitas sebagai bagian dari tata kelola zakat yang akuntabel dan terpercaya. Langkah ini menjadi bagian penting dari upaya membangun sistem pengelolaan zakat yang semakin profesional, sejalan dengan prinsip-prinsip transparansi dan akuntabilitas yang ditetapkan oleh Badan Amil Zakat Nasional. Wakil Ketua IV BAZNAS Minahasa Sahlan Kokalo menegaskan bahwa pelaporan aktivitas UPZ bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan wujud nyata dari tanggung jawab bersama dalam menjaga amanah umat. “Setiap rupiah zakat yang dihimpun merupakan amanah yang harus dikelola dengan penuh tanggung jawab. Melalui pelaporan yang tertib dan terkoordinasi, kita dapat memastikan bahwa pengelolaan zakat berjalan secara transparan, profesional, dan memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya. UPZ memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam menghimpun zakat, infak, dan sedekah di tengah masyarakat. Dengan jaringan UPZ yang tersebar hingga ke tingkat komunitas, potensi zakat dapat dihimpun secara lebih luas dan dikelola secara terarah untuk membantu para mustahik. Selain memperkuat tata kelola kelembagaan, BAZNAS Minahasa juga terus mengembangkan berbagai program pemberdayaan masyarakat melalui dana zakat, di antaranya program bantuan sosial kemanusiaan, dukungan pendidikan bagi pelajar dari keluarga kurang mampu, layanan kesehatan, serta program pemberdayaan ekonomi produktif bagi masyarakat yang membutuhkan. Program-program tersebut diharapkan mampu menghadirkan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat peran zakat sebagai instrumen pembangunan sosial. BAZNAS Minahasa meyakini bahwa keberhasilan pengelolaan zakat tidak hanya bergantung pada lembaga, tetapi juga pada sinergi dan komitmen seluruh UPZ sebagai mitra strategis dalam melayani umat. “Sinergi yang kuat antara BAZNAS dan seluruh UPZ merupakan kunci dalam membangun pengelolaan zakat yang amanah, profesional, dan berdampak luas bagi masyarakat. Dengan komitmen bersama, zakat akan menjadi kekuatan besar dalam menghadirkan kesejahteraan dan harapan bagi umat,” tutup Wakil Ketua IV BAZNAS Minahasa. Melalui penguatan koordinasi dan peningkatan kepatuhan terhadap mekanisme pelaporan, BAZNAS Minahasa berharap seluruh UPZ dapat terus berperan aktif dalam memperkuat tata kelola zakat di daerah, sehingga kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan zakat semakin meningkat dan manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat yang membutuhkan.
BERITA08/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Nuzulul Qur’an Jadi Momentum Berbagi: BAZNAS Demak Salurkan 75 Paket Sembako, Dorong Tlogopandogan Jadi Desa Sadar Zakat
Nuzulul Qur’an Jadi Momentum Berbagi: BAZNAS Demak Salurkan 75 Paket Sembako, Dorong Tlogopandogan Jadi Desa Sadar Zakat
DEMAK — Momentum malam Nuzulul Qur’an pada 17 Ramadhan 1447 Hijriah dimanfaatkan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Demak untuk memperkuat semangat berbagi sekaligus mendorong kesadaran berzakat di tingkat desa. Dalam kegiatan yang digelar di Masjid Jami’ Al Istiqomah, Dukuh Tlogojati, Desa Tlogopandogan, Kecamatan Gajah, BAZNAS Demak menyalurkan 75 paket sembako Ramadhan Berkah kepada para mustahik, Kamis (6/3/2026). Penyaluran bantuan ini berlangsung hangat dan penuh kebersamaan. Program tersebut merupakan hasil sinergi antara BAZNAS Demak, Pemerintah Desa Tlogopandogan, serta Unit Pengumpul Zakat (UPZ) setempat. Kepala Desa Tlogopandogan menyampaikan apresiasi atas kepedulian BAZNAS kepada masyarakatnya. Ia menilai kehadiran BAZNAS menjadi dorongan penting bagi UPZ desa untuk semakin aktif dalam mengelola zakat, infak, dan sedekah (ZIS). “Dari pihak desa kami berkomitmen terus memberikan fasilitas dan dukungan agar pengelolaan ZIS di Tlogopandogan semakin baik dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya. Ketua BAZNAS Demak, Bambang Soesetiarto, mengungkapkan kesadaran berzakat masyarakat Demak menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir. Ia menyebut, berkat imbauan pemerintah daerah kepada Aparatur Sipil Negara (ASN), penghimpunan dana zakat melalui BAZNAS Demak pada 2025 berhasil mencapai Rp10,5 miliar. “Ini menunjukkan kesadaran berzakat masyarakat semakin tumbuh. Namun pengelolaan dana umat harus dilakukan dengan penuh kehati-hatian dan rasa kasih sayang atau gemati,” kata Bambang. Tlogopandogan Didorong Jadi Desa Sadar Zakat Dalam kesempatan tersebut, Bambang juga mendorong Desa Tlogopandogan meniru keberhasilan desa tetangganya, Jatisono, yang telah dikenal secara nasional sebagai UPZ Desa Sadar Zakat. Ia menceritakan kisah inspiratif dari Jatisono saat peringatan bulan Muharram, ketika warga secara gotong royong mengumpulkan sedekah hingga mampu memberikan santunan Rp7 juta untuk masing-masing dari 14 anak yatim piatu. “Kesadaran zakat pertanian di sana sudah sangat baik. Kalau kesadaran seperti ini tumbuh di banyak desa, insyaallah tidak akan ada lagi masyarakat yang hidup dalam kemiskinan,” ujarnya. BAZNAS, lanjut Bambang, juga memberikan kemudahan bagi pengelolaan zakat di tingkat desa. Dana ZIS yang dihimpun oleh UPZ desa dapat dikelola langsung oleh masyarakat setempat tanpa harus disetorkan seluruhnya ke kantor BAZNAS, selama pelaporannya tetap tertib secara administratif. “Jika Tlogopandogan mampu mengelola ZIS dengan baik, kami siap berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten untuk mengusulkannya sebagai UPZ Desa Sadar Zakat,” jelasnya. Zakat Tak Hanya Konsumtif, Tapi Juga Produktif Suasana kegiatan semakin khidmat dengan tausiah yang disampaikan Wakil Ketua III BAZNAS Demak, Suyono. Dalam ceramahnya, ia mengingatkan bahwa zakat bukan sekadar kewajiban ibadah, tetapi juga instrumen sosial untuk membangun kesejahteraan umat. Ia menegaskan bahwa pengelolaan zakat yang berpedoman pada Al-Qur’an, khususnya Surah At-Taubah ayat 60 dan 103, akan menghadirkan ketenteraman bagi pemberi maupun penerima zakat. “Zakat bukan hanya membantu yang membutuhkan, tetapi juga membawa keberkahan dan menjaga masyarakat dari berbagai kesulitan,” katanya. Ke depan, Suyono berharap dana ZIS yang terkumpul tidak hanya disalurkan dalam bentuk bantuan konsumtif, tetapi juga dikembangkan menjadi program pemberdayaan ekonomi. “Jika dana sudah semakin besar, zakat bisa diarahkan untuk program produktif seperti tambahan modal usaha bagi masyarakat kecil,” pungkasnya. Melalui momentum Ramadhan dan peringatan Nuzulul Qur’an, BAZNAS Demak berharap semakin banyak masyarakat yang tergerak menunaikan zakat, infak, dan sedekah. Sebab, dari tangan-tangan yang peduli, zakat bukan hanya menghadirkan bantuan—tetapi juga membuka jalan menuju desa yang lebih sejahtera dan bebas kemiskinan.
BERITA08/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Igun Ajak Publik Berzakat Lewat BAZNAS di Ramadan 2026
Igun Ajak Publik Berzakat Lewat BAZNAS di Ramadan 2026
BEKASI — Desainer sekaligus figur publik Ivan Gunawan mengajak masyarakat memanfaatkan momentum Ramadan 2026 untuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS). Menurutnya, lembaga resmi negara tersebut memiliki sistem penyaluran bantuan yang jelas sehingga dana umat dapat sampai kepada mereka yang berhak secara tepat sasaran. Ajakan itu disampaikan Ivan saat peresmian toko terbaru Mandjha Ivan Gunawan di kawasan Jatiwaringin, Bekasi, Sabtu, 7 Maret 2026. Acara ini juga dihadiri Ketua BAZNAS RI Noor Achmad serta Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan Rizaludin Kurniawan. Di hadapan para tamu undangan, Ivan menilai BAZNAS sebagai lembaga yang memiliki mekanisme penyaluran bantuan yang terpercaya. Karena itu, ia mendorong masyarakat tidak ragu menyalurkan zakat melalui lembaga resmi negara. “Karena BAZNAS punya negara, kita harus percaya supaya penyalurannya juga lebih tepat sasaran,” kata Ivan. Ivan mengatakan, selama ini ia berkomitmen menyisihkan sebagian keuntungan bisnisnya untuk kegiatan sosial. Melalui brand Mandjha, ia rutin menggelar kegiatan amal yang hasilnya disalurkan kepada masyarakat melalui BAZNAS. “Biasanya kami mengadakan event charity di pertengahan tahun. Memang keuntungan dari Mandjha itu saya ingin bisa dikembalikan lagi kepada masyarakat,” ujarnya. Ia menambahkan, bekerja sama dengan BAZNAS membuat proses distribusi bantuan menjadi lebih mudah dan terarah. Menurut dia, menyalurkan bantuan secara mandiri sering kali menghadapi berbagai kendala, terutama dalam menjangkau penerima manfaat secara luas. “Lewat BAZNAS saya mendapatkan kemudahan untuk men-deliver bantuan, bukan hanya untuk yang ada di dalam negeri tetapi juga untuk program kemanusiaan di luar negeri,” kata Ivan. Ia pun mengingatkan bahwa Ramadan merupakan momentum terbaik bagi umat Islam untuk menunaikan kewajiban zakat dan memperbanyak sedekah. “Di bulan Ramadan ini kita punya kewajiban untuk berzakat. Teman-teman bisa berzakat lewat BAZNAS juga,” ujarnya. Ketua BAZNAS RI, Noor Achmad, menyampaikan apresiasi atas komitmen Ivan yang secara konsisten mempercayakan penyaluran bantuan sosialnya melalui lembaga tersebut. Menurut dia, keterlibatan figur publik memiliki peran penting dalam memperluas gerakan zakat di tengah masyarakat. “Alhamdulillah, dengan adanya publik figur dan para influencer, gerakan cinta zakat ini semakin meningkat. Dakwah zakat ini tidak bisa dilakukan BAZNAS sendiri, tetapi perlu dukungan banyak pihak,” kata Noor. Sementara itu, Rizaludin Kurniawan menambahkan, kerja sama antara BAZNAS dan Ivan Gunawan telah berlangsung sejak tahun lalu. Sejumlah program kemanusiaan telah dijalankan bersama, termasuk penyaluran bantuan untuk masyarakat di Indonesia dan dukungan kemanusiaan bagi Palestina. “Mudah-mudahan kolaborasi ini terus berlanjut dan memberi manfaat yang lebih luas bagi umat,” ujar Rizaludin. Di tengah meningkatnya kesadaran filantropi masyarakat selama Ramadan, BAZNAS berharap dukungan dari berbagai kalangan—termasuk figur publik—dapat memperkuat gerakan zakat nasional sebagai instrumen pemberdayaan umat dan pengentasan kemiskinan.
BERITA08/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Zakat: Bukan Pengurang Harta, Tapi Pelipat Ganda Keberkahan
Zakat: Bukan Pengurang Harta, Tapi Pelipat Ganda Keberkahan
Pernahkah terlintas di benak Anda, “Kalau saya keluarkan zakat sekarang, apakah tabungan saya cukup untuk kebutuhan bulan depan?” Kekhawatiran itu wajar. Di tengah dinamika ekonomi, menjaga dapur keluarga, atau mengembangkan usaha, rasa takut kehilangan harta sering muncul. Namun, mari kita ubah sudut pandang: zakat bukan pengurang harta, tapi pelipat ganda keberkahan bagi diri dan masyarakat. 1. Matematika Langit: Mengalirkan Keberkahan Secara hitungan manusia, Rp100.000 dikurangi zakat Rp2.500 hanya menyisakan Rp97.500. Namun perspektif iman mengubah rumus itu: harta yang dikeluarkan untuk zakat tidak berkurang, justru menjadi magnet rezeki. Keberkahan hadir dalam berbagai bentuk: Kesehatan Terjaga: Menghindari biaya rumah sakit tak terduga. Ketenangan Batin: Mengurangi kecemasan soal masa depan. Peluang Baru: Rezeki datang dari arah yang tak disangka-sangka. 2. Menyucikan Harta, Menenangkan Jiwa Sesuai Surah At-Taubah ayat 103, zakat berfungsi sebagai pembersih harta dan jiwa. Setiap rupiah yang kita miliki mengandung hak orang lain yang dititipkan Allah melalui tangan kita. Mengeluarkan zakat berarti menunaikan amanah dan menebar keberkahan. “Harta yang bersih adalah magnet bagi rezeki yang lebih besar dan lebih berkah.” 3. Dampak Nyata Zakat di Majalengka Di BAZNAS Kabupaten Majalengka, setiap rupiah zakat yang Anda tunaikan bertransformasi menjadi kebaikan nyata: Pendidikan: Membuka akses belajar bagi anak-anak kurang mampu. Kesehatan: Memberikan layanan medis bagi masyarakat yang membutuhkan. Pemberdayaan Ekonomi: Menjadi modal usaha bagi UMKM agar mandiri dan berkembang. 4. Zakat Kini Lebih Mudah dan Aman Teknologi memudahkan kita menunaikan zakat dengan aman, cepat, dan terpercaya. BAZNAS memastikan dana dikelola dengan pengawasan berlapis: Pengawasan internal BAZNAS Pengawasan syariah oleh Kementerian Agama Audit dari Kantor Akuntan Publik Sertifikasi audit ISO Mari Beraksi: Zakat Hari Ini, Keberkahan Esok Hari Setiap rupiah zakat bukan sekadar angka, tapi benih kebaikan yang tumbuh menjadi manfaat bagi banyak orang. Dengan menunaikan zakat, Anda tidak hanya membersihkan harta, tapi juga menyejahterakan diri sendiri dan sesama. Zakat hari ini, keberkahan untuk hari esok. Bersama BAZNAS, jadikan zakat sebagai jalan keberkahan yang nyata untuk diri, keluarga, dan bangsa.
BERITA07/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Alhamdulillah! Muhammad Robab Ubaidillah Melaju ke Final Lomba Tahfidz Gernas CintaQu Nasional 2026
Alhamdulillah! Muhammad Robab Ubaidillah Melaju ke Final Lomba Tahfidz Gernas CintaQu Nasional 2026
Alhamdulillah! Muhammad Robab Ubaidillah Melaju ke Final Lomba Tahfidz Gernas CintaQu Nasional 2026 Prestasi gemilang datang dari putra terbaik keluarga Ustad Baroqah Zaenul Alam, Muhammad Robab Ubaidillah — putra kedua yang akrab dipanggil Kaka Ubab — yang berhasil menjadi finalis Lomba Tahfidz dalam ajang Gerakan Nasional Cinta Al Qur’an (Gernas CintaQu) Tingkat Nasional Tahun 2026. Kabar bahagia ini diungkapkan sendiri oleh keluarga melalui unggahan penuh rasa syukur di media sosial, seraya memohon doa dan dukungan agar Ananda dilancarkan serta diberi keberkahan dalam semua tahap kompetisi. Ajang Gernas CintaQu merupakan bagian dari Gerakan Nasional Cinta Al Qur’an, sebuah kegiatan besar yang digelar oleh para pegiat pendidikan Islam dan komunitas Qur’ani di Indonesia untuk meningkatkan kecintaan umat terhadap Al Qur’an melalui beragam lomba seperti Tahfidz, Da’i Cilik, dan kegiatan lain yang bersifat dakwah kreatif. Kompetisi ini dimaksudkan untuk memperkuat interaksi generasi muda dengan Al?Qur’an dan menanamkan rasa cinta pada wahyu Allah SWT sebagai pedoman hidup. Dalam lomba Tahfidz, para peserta diuji kemampuan hafalan serta penghayatan mereka terhadap ayat?ayat Al?Qur’an. Mereka tidak hanya dinilai dari kelancaran hafalan, tetapi juga ketepatan tajwid, adab serta kecintaan mereka kepada Kalamullah sebagai sumber pencerahan dan pedoman hidup. Keluarga “Ustad Baroqah Zaenul Alam S.Q”, yang juga dikenal sebagai tokoh pembina generasi Qur’ani di lingkungan masyarakat, menyampaikan rasa bangga dan harapan besar atas pencapaian ini. Dalam unggahan media sosial, mereka menulis “Alhamdulillah anak Kedua Kami Kaka Ubab (Muhammad Robab Ubaidillah) masuk finalis Lomba Tahfidz Gernas CintaQu Tingkat Nasional 2026… Mohon doanya semoga ananda dilancarkan…” Moment ini bukan hanya kebanggaan keluarga, tetapi juga inspirasi bagi dunia pendidikan Islam di Indonesia. Keberhasilan Kaka Ubab mencerminkan buah dari dedikasi para pendidik dan orang tua yang membimbing generasi muda untuk cinta Al Qur’an, tafahum (pemahaman), dan tarbiyah (pendidikan) yang seimbang. Semoga Muhammad Robab Ubaidillah sukses hingga puncak kompetisi, menjadi contoh nyata bahwa menghafal dan mencintai Al Qur’an adalah amal ibadah yang mulia serta sumber kebahagiaan dunia akhirat.
BERITA07/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS RI Bersama PBPI Hadirkan Padel Charity Tournament 2026, Olahraga untuk Pulihkan Negeri
BAZNAS RI Bersama PBPI Hadirkan Padel Charity Tournament 2026, Olahraga untuk Pulihkan Negeri
Jakarta – Olahraga bertemu kepedulian sosial. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS RI) berkolaborasi dengan Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PBPI), All in One Indonesia, dan Smash Padel menyelenggarakan Padel Charity Tournament 2026, yang akan digelar di lapangan Smash Padel, TB Simatupang, Jakarta, Sabtu, 11 April 2026. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan, Dr. H. Rizaludin Kurniawan, M.Si., CFRM, menegaskan bahwa turnamen ini bukan sekadar kompetisi olahraga. “Kami ingin menekankan bahwa turnamen ini bukan hanya kompetisi olahraga yang sehat, tapi juga memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat yang membutuhkan, khususnya korban bencana di Aceh dan Sumatra,” ujarnya saat konferensi pers di kantor BAZNAS, Jumat (6/3/2026). Rizaludin menyampaikan apresiasi khusus kepada All in One Indonesia, penyedia konsep turnamen; Smash Padel, mitra venue; serta PBPI, yang terus mengembangkan komunitas padel di Indonesia. Ia juga menegaskan bahwa turnamen terbuka bagi pelaku industri, influencer, dan sponsor yang ingin ikut mendukung aksi sosial ini. Menurut Alit Dwinanda dari Management All in One Indonesia, olahraga bukan hanya tentang kompetisi, tetapi juga tentang solidaritas dan kepedulian. “Event ini menghadirkan ruang di mana komunitas olahraga, dunia usaha, dan amal masyarakat dapat bertemu: berolahraga sekaligus berbagi untuk sesama,” kata Alit. Sementara itu, Arsyie dari Management Smash Padel menekankan dampak positif dari kolaborasi ini. “Besar harapan kami, aksi ini tidak hanya memberi manfaat bagi peserta, tetapi juga dirasakan seluruh masyarakat melalui donasi yang disalurkan BAZNAS RI,” ujarnya. Ketua Umum PBPI, Gino Korompis, menyambut inisiatif ini dengan antusias. Ia berharap masyarakat ikut berpartisipasi dan mendukung gerakan charity sport ini. “Di tengah euforia pertumbuhan olahraga, momentum ini menunjukkan bahwa olahraga bisa menjadi medium kontribusi sosial,” ujarnya. Turnamen akan menggunakan sistem grouping stage round diikuti knockout round, dengan dua kategori: Men Bronze dan Mix Bronze. Biaya pendaftaran Rp2,5 juta per tim, sementara masyarakat dapat menyaksikan pertandingan secara langsung tanpa dipungut biaya masuk, mulai pukul 08.00 hingga 17.00 WIB. Padel Charity Tournament 2026 menjadi bukti nyata bahwa olahraga bisa menjadi medium aksi sosial. Setiap pukulan bola, setiap rally di lapangan, bukan hanya untuk kemenangan, tapi juga untuk membantu pulihkan negeri dan meringankan beban saudara-saudara di wilayah bencana.
BERITA07/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Ramadan Sehat! BAZNAS RI Gelar Pengobatan Gratis untuk 120 Mustahik di Bekasi
Ramadan Sehat! BAZNAS RI Gelar Pengobatan Gratis untuk 120 Mustahik di Bekasi
BEKASI — Semangat berbagi di bulan suci Ramadan kembali diwujudkan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI. Melalui program Rumah Sehat BAZNAS (RSB), lembaga pengelola zakat nasional ini menghadirkan layanan pengobatan gratis bagi para mustahik di sekitar Masjid Raya Al Azhar Jababeka, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Kegiatan sosial bertajuk “Ramadan Sehat” ini diikuti oleh 120 penerima manfaat, yang mendapatkan berbagai layanan kesehatan mulai dari pemeriksaan medis, konsultasi dokter, hingga tindakan pengobatan lengkap dengan obat-obatan sesuai hasil diagnosis. Kehadiran program ini juga mendapat dukungan langsung dari Asep Surya Atmaja, Pelaksana Tugas Bupati Bekasi yang juga berprofesi sebagai dokter. Dalam kesempatan tersebut, ia bahkan turut terlibat langsung membantu pemeriksaan kesehatan masyarakat. Program ini menjadi upaya nyata BAZNAS untuk memastikan masyarakat prasejahtera tetap memiliki akses terhadap layanan kesehatan yang layak, terutama di bulan Ramadan yang penuh berkah. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, menegaskan bahwa layanan kesehatan gratis ini merupakan bagian dari pemanfaatan dana zakat agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat yang membutuhkan. “Zakat yang disalurkan oleh para muzaki kami jaga amanahnya dan kami salurkan kepada delapan golongan penerima zakat yang benar-benar membutuhkan,” ujar Saidah dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (6/3/2026). Menurutnya, BAZNAS ingin memastikan masyarakat, khususnya para mustahik, dapat memperoleh layanan kesehatan yang mudah dijangkau tanpa harus terbebani biaya pengobatan. “Kami ingin memastikan masyarakat bisa mengakses layanan kesehatan yang layak. Melalui program ini, manfaat zakat diharapkan dapat dirasakan langsung oleh mereka yang membutuhkan,” katanya. Saidah menjelaskan, kesehatan merupakan faktor penting dalam menentukan kesejahteraan keluarga. Ketika kesehatan menurun, sering kali beban ekonomi rumah tangga ikut meningkat. “Banyak kasus kemiskinan justru bermula dari masalah kesehatan. Ketika seseorang sakit, biaya pengobatan meningkat sementara penghasilan bisa menurun. Karena itu BAZNAS hadir untuk mencegah hal tersebut,” jelasnya. Melalui program seperti Rumah Sehat BAZNAS, zakat tidak hanya berfungsi sebagai bantuan sosial, tetapi juga menjadi instrumen pemberdayaan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. BAZNAS, kata Saidah, akan terus memperluas berbagai program sosial dan kemanusiaan, termasuk layanan kesehatan, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi. Ia menegaskan bahwa zakat memiliki peran strategis dalam memperkuat pembangunan nasional, baik dari sisi sumber daya alam maupun sumber daya manusia. “Zakat harus mampu menguatkan Indonesia, baik dari sisi sumber daya alam maupun sumber daya manusia. Layanan kesehatan seperti ini sangat relevan untuk mewujudkan hal tersebut,” ujarnya. Melalui program Ramadan Sehat, BAZNAS berharap masyarakat tidak hanya mendapatkan pengobatan, tetapi juga semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan.
BERITA06/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Belanja Sambil Bersedekah, BAZNAS RI dan Amanda Brownies Hadirkan Program Sedekah Al-Qur’an
Belanja Sambil Bersedekah, BAZNAS RI dan Amanda Brownies Hadirkan Program Sedekah Al-Qur’an
Jakarta – Berbelanja kini bisa sekaligus berbagi. BAZNAS RI bekerja sama dengan Amanda Brownies meluncurkan program inovatif “Sedekah Pelanggan” dan “Sedekah Penjualan Produk”, yang memungkinkan masyarakat berbelanja sambil bersedekah untuk penyebaran Al-Qur’an ke seluruh Indonesia. Program ini menghadirkan mekanisme sederhana namun berdampak: setiap pembelian Amanda Brownies Pink Marble, sebesar Rp1.000 per kotak disalurkan melalui BAZNAS untuk program Al-Qur’an. Inisiatif ini digelar di 140 outlet Amanda Brownies di seluruh Indonesia, dan berlangsung sepanjang tahun untuk Sedekah Pelanggan, serta khusus selama Ramadan untuk Sedekah Penjualan Produk. Peluncuran resmi program dilakukan di AEON Mall JGC, Jakarta, Jumat (6/3/2026), oleh Deputi I Bidang Pengumpulan BAZNAS RI, H.M. Arifin Purwakananta, S.I.Kom., M.I.Kom., CWC., CFRM, bersama General Manager Amanda Brownies Endi Yunarso, dan turut dihadiri oleh Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama Prof. Dr. H. Waryono Abdul Ghofur, M.Ag. Menurut Arifin, program ini menjadi contoh konkret bagaimana dunia usaha dapat mengajak masyarakat berbagi secara mudah. “Di satu sisi perusahaan menjalankan bisnisnya, namun di sisi lain turut mengajak masyarakat berbagi melalui mekanisme yang sederhana,” ujarnya. Ia menambahkan, kolaborasi seperti ini diharapkan menjadi teladan bagi brand lain di Indonesia. Melalui program ini, Al-Qur’an yang terkumpul akan disalurkan ke pesantren, masjid, musala, hingga daerah terpencil, termasuk kepada mualaf yang membutuhkan. “Dengan demikian, dakwah Al-Qur’an dapat menjangkau lebih banyak masyarakat,” tegas Arifin. BAZNAS memastikan bahwa seluruh dana yang dihimpun dikelola secara amanah melalui pengawasan berlapis, mulai dari internal, syariah Kementerian Agama, audit Kantor Akuntan Publik, hingga audit ISO. “Apa yang kami lakukan aman secara syar’i, aman secara regulasi, dan aman bagi NKRI,” tambahnya. Prof. Waryono Abdul Ghofur mengapresiasi kolaborasi ini sebagai langkah strategis memperluas dampak sosial bagi masyarakat. “Aktivitas belanja biasanya bersifat konsumtif, tapi melalui program ini terdapat unsur ibadah di dalamnya. Ini juga mendorong pemanfaatan zakat dan sedekah secara produktif,” katanya. Sementara itu, Endi Yunarso menegaskan bahwa program ini mendapat respons positif dari konsumen sejak mulai dijalankan 21 Februari. “Dalam dua hari pertama, nominal donasi sudah cukup signifikan secara nasional. Konsumen tidak sungkan ikut berdonasi,” ujarnya. Endi mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dengan membeli Amanda Brownies Pink Marble di seluruh gerai atau berdonasi melalui QRIS yang tersedia. Ia juga berharap kolaborasi ini berlanjut, mendukung berbagai program kemanusiaan bersama BAZNAS. Program ini membuktikan bahwa aktivitas sehari-hari seperti belanja bisa menjadi sarana berbagi kebaikan, menggabungkan keuntungan bisnis dengan kepedulian sosial yang nyata.
BERITA06/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Peduli Kemanusiaan, BAZNAS RI Gandeng PT Abdi Herba Alami Lewat Program “Sedekah Produk”
Peduli Kemanusiaan, BAZNAS RI Gandeng PT Abdi Herba Alami Lewat Program “Sedekah Produk”
Jakarta – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS RI) resmi menjalin kerja sama dengan PT Abdi Herba Alami dalam program inovatif bertajuk “Sedekah Produk”, Jumat (6/3/2026). Program ini menghadirkan mekanisme unik: setiap penjualan madu AHA Walafiat, sebesar Rp2.500 disisihkan untuk disalurkan melalui BAZNAS, memperkuat pendanaan operasional kegiatan kemanusiaan nasional. Direktur PT Abdi Herba Alami, Abdi Rizal, M.Ag, menyebut kolaborasi ini sebagai wujud nyata tanggung jawab sosial perusahaan. “Alokasi dana dari setiap botol madu diharapkan memperkuat dukungan operasional BAZNAS secara berkelanjutan, demi efektivitas program bantuan nasional,” ujarnya. Sementara itu, Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan, menekankan bahwa inisiatif ini bukan sekadar donasi, tetapi model kolaborasi strategis yang bisa mendorong peradaban zakat di Indonesia. “Dukungan ini luar biasa. Ini bentuk kolaborasi yang perlu kita perkuat untuk kemajuan zakat di tanah air,” kata Rizaludin dalam keterangan resmi. Kolaborasi ini juga dipandang sebagai langkah penting untuk membangun kepercayaan publik terhadap gerakan zakat. H. Fitriansyah Agus Setiawan, S.Sos., M.I.Kom., CFRM, Direktur Pengumpulan Perorangan BAZNAS RI, menekankan bahwa sinergi sektor swasta dan lembaga zakat membentuk fondasi ekosistem sosial yang lebih kuat. “Semoga inisiatif ini menjadi inspirasi kebaikan. Semakin banyak pihak yang terlibat, insyaAllah akan memudahkan BAZNAS meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap zakat,” ujarnya. Direktur PT Abdi Herba Alami, I Gusti Made Ardikabudi, SE, menegaskan prinsip perusahaan: usaha bukan hanya soal keuntungan, tetapi juga kebermanfaatan. “Setiap produk yang terdistribusi insyaAllah tidak hanya membawa manfaat kesehatan, tetapi juga mengandung nilai sedekah yang mengalir kepada saudara-saudara kita yang membutuhkan,” ungkapnya. Program “Sedekah Produk” menjadi bukti bahwa kolaborasi strategis antara lembaga zakat dan dunia usaha bisa menghadirkan manfaat ganda: mendukung kesehatan masyarakat sekaligus memperkuat aksi sosial yang nyata. Dengan model ini, setiap botol madu bukan sekadar minuman kesehatan, tapi juga medium sedekah yang mengalir bagi mereka yang membutuhkan.
BERITA06/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Tangis Haru Presiden Prabowo Apresiasi Baznas, Bantuan Indonesia Tersalurkan ke Palestina
Tangis Haru Presiden Prabowo Apresiasi Baznas, Bantuan Indonesia Tersalurkan ke Palestina
Jakarta – Air mata Presiden Prabowo Subianto mengalir di Istana Merdeka, Kamis (5/3/2026) malam, saat menyampaikan apresiasi mendalam kepada Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) atas keberhasilan menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi rakyat Palestina. Suasana haru menyelimuti pertemuan Presiden dengan 121 kiai dan tokoh ormas Islam dari berbagai daerah. Dalam momen yang terekam di video resmi Badan Komunikasi Kepresidenan, Prabowo tampak tergetar saat menyaksikan dokumentasi bantuan Indonesia yang diterima warga Palestina. “Luar biasa, terima kasih Baznas. Anda mewakili bangsa Indonesia, Anda mewakili umat Islam di Indonesia,” ujarnya sambil menahan emosinya. Presiden menegaskan bahwa bantuan yang dihimpun dan disalurkan Baznas benar-benar dirasakan masyarakat Palestina yang tengah menghadapi krisis kemanusiaan. “Bantuan Anda sangat dirasakan. Saya berterima kasih atas nama pemerintah dan bangsa Indonesia atas bantuan saudara Baznas yang mengorganisirnya. Luar biasa, terima kasih,” kata Prabowo. Tak hanya apresiasi, Prabowo juga menegaskan dukungan pemerintah dalam distribusi bantuan. “Kita siapkan Hercules, kita siapkan payung. Banyak bahan-bahan yang diterjunkan adalah melalui Baznas. Terima kasih,” ujarnya, sebelum mengusap air mata yang mengalir di pipinya dengan handuk kecil di depan podium. Acara silaturahmi ini bukan sekadar pertemuan simbolik. Hadirnya ratusan tokoh Islam dari berbagai daerah menjadikannya momentum refleksi, sekaligus penguatan komitmen kemanusiaan Indonesia terhadap Palestina. Solidaritas yang nyata ini menegaskan bahwa bantuan Indonesia bukan hanya bentuk empati, tetapi juga aksi nyata yang dirasakan langsung oleh mereka yang membutuhkan. Dengan kepedulian yang menyentuh hati, Baznas menjadi simbol nyata kolaborasi antara pemerintah, umat Islam, dan masyarakat dalam menyalurkan bantuan kemanusiaan yang profesional, transparan, dan penuh empati.
BERITA06/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Subang Perkuat Sinergi dengan PGRI, Dorong Optimalisasi Zakat di Kalangan Pendidik
BAZNAS Subang Perkuat Sinergi dengan PGRI, Dorong Optimalisasi Zakat di Kalangan Pendidik
SUBANG – Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Subang melakukan kunjungan silaturahmi sekaligus sosialisasi program kepada Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Subang, Jumat (6/3/2026). Pertemuan tersebut bertujuan memperkuat sinergi kelembagaan serta menjajaki kerja sama dalam optimalisasi penghimpunan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di lingkungan tenaga pendidik. Rombongan BAZNAS Subang dipimpin langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Subang A. Sukandar dan didampingi Wakil Ketua I Bidang Penghimpunan Heru Sugiharto, Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan T. Munandar Hilmi, Wakil Ketua III Bidang Perencanaan, Keuangan dan Pelaporan Wahyudin, serta staf administrasi Ujang Juanda. Kedatangan rombongan BAZNAS diterima langsung oleh Ketua PGRI Kabupaten Subang Aep Saepudin. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat ukhuwah, sekaligus menjadi ruang dialog mengenai penguatan gerakan zakat di kalangan tenaga pendidik. Dalam kesempatan tersebut, Ketua BAZNAS Subang A. Sukandar memaparkan berbagai program pengelolaan zakat yang tengah dijalankan, sekaligus mengajak para guru untuk mengambil peran aktif dalam memperkuat budaya berbagi melalui zakat, infak, dan sedekah. Menurutnya, para pendidik memiliki posisi strategis dalam menumbuhkan kesadaran sosial di tengah masyarakat. Melalui keteladanan para guru, gerakan zakat diharapkan dapat berkembang lebih luas dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan. Pertemuan tersebut juga menjadi momentum awal untuk menjajaki berbagai bentuk kerja sama antara BAZNAS dan PGRI, khususnya dalam mendorong optimalisasi penghimpunan ZIS di lingkungan tenaga pendidik di Kabupaten Subang. Ketua PGRI Kabupaten Subang Aep Saepudin menyambut baik inisiatif tersebut dan berharap kolaborasi antara kedua lembaga dapat terus diperkuat guna mendukung program-program sosial kemasyarakatan. Kedua pihak sepakat bahwa sinergi antara BAZNAS dan PGRI memiliki potensi besar dalam memperluas manfaat zakat bagi masyarakat, sekaligus memperkuat nilai kepedulian sosial di lingkungan pendidikan. Melalui silaturahmi ini, diharapkan penghimpunan zakat, infak, dan sedekah di Kabupaten Subang dapat semakin optimal, sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat yang membutuhkan.
BERITA06/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Kabupaten Bogor Perkuat Tata Kelola Zakat di Kawasan Wisata Taman Safari
BAZNAS Kabupaten Bogor Perkuat Tata Kelola Zakat di Kawasan Wisata Taman Safari
CIBINONG – Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Bogor memperkuat tata kelola zakat di kawasan pariwisata melalui kunjungan sosialisasi ke Masjid Jami Al-Amin yang berada di area Taman Safari Indonesia, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor. Kunjungan tersebut dipimpin Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Bogor Irfan Maulana sebagai bagian dari upaya memperluas jangkauan manfaat zakat sekaligus mengoptimalkan potensi zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di lingkungan destinasi wisata nasional. Dalam kegiatan tersebut, BAZNAS Kabupaten Bogor mensosialisasikan pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di Masjid Jami Al-Amin. Pembentukan UPZ dinilai sebagai langkah strategis untuk memastikan pengelolaan dana umat berjalan secara profesional, transparan, dan akuntabel. Irfan Maulana menjelaskan bahwa keberadaan UPZ di kawasan wisata memiliki potensi besar dalam menghimpun dana zakat dari masyarakat maupun pekerja di sekitar lokasi tersebut. “Kami berharap kehadiran UPZ di Masjid Al-Amin di bawah naungan BAZNAS Kabupaten Bogor tidak hanya mempermudah para muzaki dalam menunaikan kewajiban zakatnya, tetapi juga menjadi motor penggerak kesejahteraan umat serta solusi pengentasan kemiskinan di sekitar kawasan wisata,” ujarnya. Selain sosialisasi legalitas UPZ, Irfan juga memaparkan rencana kerja sama sejumlah program unggulan BAZNAS Kabupaten Bogor yang akan diarahkan untuk masyarakat di wilayah penyangga atau buffer zone Taman Safari Indonesia. Program tersebut meliputi berbagai inisiatif sosial kemanusiaan serta pemberdayaan ekonomi masyarakat, dengan tujuan memperkuat kesejahteraan warga yang tinggal di sekitar kawasan wisata. Menurutnya, sinergi antara lembaga zakat dan pengelola kawasan wisata menjadi langkah penting dalam memperluas manfaat zakat sekaligus mendukung pembangunan sosial di daerah. BAZNAS Kabupaten Bogor berharap kolaborasi ini dapat menjadi model percontohan pengelolaan zakat di sektor pariwisata, sehingga potensi zakat di berbagai destinasi wisata lainnya dapat dioptimalkan secara berkelanjutan. Melalui langkah tersebut, pengelolaan dana umat diharapkan tetap berpegang pada prinsip 3 Aman, yakni Aman Syar’i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI, sehingga mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
BERITA06/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS RI dan LKSA Budi Mulya Gelar Pesantren Marjinal untuk 100 Anak Yatim di Banyuwangi
BAZNAS RI dan LKSA Budi Mulya Gelar Pesantren Marjinal untuk 100 Anak Yatim di Banyuwangi
BANYUWANGI – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama LKSA Budi Mulya menyelenggarakan program Pesantren Marjinal Cahaya Ramadan 1447 H bagi 100 anak yatim di Kabupaten Banyuwangi. Kegiatan ini berlangsung pada 28 Februari hingga 1 Maret 2026 sebagai bagian dari upaya memberikan pembinaan spiritual serta penguatan karakter bagi anak-anak dari kalangan marjinal. Acara pembukaan program dilaksanakan di Aula Panti Asuhan Budi Mulya dan dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Banyuwangi Guntur Priambodo, Ketua BAZNAS Kabupaten Banyuwangi Dwi Yanto, serta jajaran pengurus panti asuhan. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, menyampaikan bahwa program tersebut menjadi salah satu wujud pengelolaan zakat, infak, dan sedekah yang inklusif serta menyentuh kelompok masyarakat yang membutuhkan dukungan. Menurutnya, melalui program Pesantren Marjinal Cahaya Ramadan, BAZNAS ingin memastikan anak-anak yatim tidak hanya memperoleh bantuan material, tetapi juga pembinaan spiritual dan motivasi untuk menatap masa depan. “Pesantren Marjinal Cahaya Ramadan adalah jembatan kasih sayang dari para muzaki kepada anak-anak yang berada di garis marjinal. Kami ingin memastikan bahwa mereka tidak hanya mendapatkan bantuan materi, tetapi juga asupan rohani dan motivasi agar memiliki mentalitas yang kuat dalam menghadapi masa depan,” ujar Saidah dalam keterangannya. Ia menambahkan, melalui tema ‘Jalan Cahaya’, program tersebut diharapkan dapat menjadi sarana pembinaan yang melahirkan generasi muda yang berakhlakul karimah serta memiliki semangat meraih masa depan yang lebih baik. “BAZNAS berkomitmen untuk terus hadir memastikan setiap anak bangsa, apa pun latar belakangnya, memiliki kesempatan yang sama untuk merasakan kemuliaan dan keberkahan bulan suci Ramadan,” tambahnya. Sementara itu, Sekretaris Daerah Banyuwangi Guntur Priambodo menyampaikan apresiasi atas inisiatif yang dilakukan BAZNAS RI bersama LKSA Budi Mulya. Ia menilai program tersebut menjadi bentuk nyata sinergi antara lembaga zakat dan pemerintah daerah dalam memperkuat nilai-nilai keagamaan di masyarakat. “Kami memberikan apresiasi atas inisiatif ini. Sinergi antara BAZNAS RI dan pemerintah daerah sangat penting untuk memperkuat nilai keagamaan sekaligus membangun semangat kebersamaan di tengah masyarakat,” ujarnya. Selama rangkaian kegiatan berlangsung, para peserta mengikuti berbagai aktivitas pembinaan, antara lain kajian keislaman, pembinaan akhlak, motivasi diri, serta pendampingan ibadah Ramadan yang dikemas secara interaktif dan edukatif. Program tersebut ditutup oleh perwakilan BAZNAS RI Bidang Pendidikan dan Dakwah, Muhammad Reno Fathur Rahman. Ia menyampaikan bahwa selama Ramadan tahun ini BAZNAS RI menggulirkan sekitar 30 program di berbagai wilayah Indonesia sebagai bagian dari upaya menyemarakkan bulan suci. “Harapannya, dari pesantren bertema Jalan Cahaya ini akan lahir cahaya-cahaya baru,” ujarnya. Sebagai bentuk dukungan terhadap kesehatan peserta, BAZNAS juga menyalurkan 100 kemasan susu ukuran 1 liter kepada seluruh anak yatim yang mengikuti kegiatan tersebut. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu menjaga kesehatan para peserta selama menjalani kegiatan pembinaan di bulan Ramadan.
BERITA06/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Ramadan Sejuk! BAZNAS–Astra Bersihkan 5.000 AC di 601 Masjid, Ribuan Teknisi Diberdayakan
Ramadan Sejuk! BAZNAS–Astra Bersihkan 5.000 AC di 601 Masjid, Ribuan Teknisi Diberdayakan
JAKARTA – Suasana Ramadan tahun ini dipastikan lebih sejuk dan nyaman bagi para jemaah. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Yayasan Amaliah Astra resmi meluncurkan program “Ramadan Sejuk, Sehat, dan Bersih AC” yang menargetkan pembersihan 5.000 unit AC di 601 masjid dan musala di seluruh Indonesia. Program yang memasuki tahun kelima ini diluncurkan di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Jumat (6/3/2026), sebagai bagian dari upaya menghadirkan kenyamanan ibadah bagi umat Islam selama bulan suci. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, menyampaikan apresiasi tinggi atas konsistensi kolaborasi dengan Yayasan Amaliah Astra dalam memberdayakan masyarakat sekaligus melayani umat. “Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang luar biasa kepada Pak Gama dan seluruh keluarga besar Yayasan Amaliah Astra. Kolaborasi ini menunjukkan bahwa semangat gotong royong antara lembaga filantropi Islam dan korporasi dapat memberikan dampak yang sangat luas, baik secara spiritual bagi jemaah maupun secara ekonomi bagi para teknisi binaan,” ujar Saidah. Menurut Saidah, program yang dikenal sebagai Master AC ini tidak sekadar membersihkan pendingin ruangan masjid. Program tersebut juga membawa misi pemberdayaan mustahik agar mampu meningkatkan taraf hidupnya. Ia menjelaskan, program ini memiliki dua dimensi besar: horizontal dan vertikal. Secara horizontal, program ini mendorong para teknisi binaan untuk berkembang menjadi pengusaha mandiri, bahkan diharapkan suatu saat dapat naik kelas dari mustahik menjadi muzaki. Sementara secara vertikal, upaya para teknisi menjaga udara masjid tetap sejuk dan bersih menjadi amal jariah yang membantu jemaah beribadah dengan lebih khusyuk. “Salah satu esensi zakat adalah bertumbuh. Kami memiliki harapan besar agar para Master AC ini bisa meningkatkan kualitas keluarganya. Kami titipkan mimpi besar: satu Master AC harus bisa melahirkan satu sarjana di keluarganya. Mensejahterakan Bapak-Ibu semua adalah tujuan utama kami di BAZNAS,” tegas Saidah. Lebih jauh, Saidah juga membuka peluang kolaborasi lanjutan dengan Yayasan Amaliah Astra, khususnya untuk program rekonstruksi pascabencana di wilayah Sumatera, mulai dari Aceh, Tapanuli hingga Sumatera Barat. Sementara itu, Kepala Bidang Layanan Amal Yayasan Amaliah Astra, Gama Yogotomo, menyambut positif sinergi bersama BAZNAS yang dinilai mampu memperluas jangkauan program secara signifikan. Sejak masa pandemi, Astra telah melatih 1.865 teknisi AC yang berasal dari kalangan pemuda putus sekolah dan pengangguran produktif. “Kami sangat berterima kasih kepada BAZNAS RI karena kolaborasi ini menambah jumlah masjid dan penerima manfaat secara signifikan. Jika tahun sebelumnya kami hanya membersihkan 3.000 AC, tahun ini berkat dukungan BAZNAS kami menargetkan 5.000 unit AC. Kami ingin mengubah para peserta dari pencari kerja menjadi pelaku usaha yang berdaya,” jelas Gama. Hingga hari peluncuran program, 370 masjid dengan 2.486 unit AC telah berhasil dibersihkan oleh 377 teknisi yang terlibat dalam program tersebut. Program ini telah menjangkau 15 provinsi dan 53 kabupaten/kota, memberikan dampak nyata baik bagi para teknisi maupun masyarakat luas. Setiap teknisi berpotensi memperoleh tambahan pendapatan sekitar Rp928.381, sementara kenyamanan ibadah dirasakan oleh sedikitnya 131.050 jemaah. Melalui sinergi filantropi dan dunia usaha ini, BAZNAS dan Astra berharap Ramadan tidak hanya menjadi momentum spiritual, tetapi juga ruang pemberdayaan ekonomi umat yang berkelanjutan.
BERITA06/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS RI dan Blibli Ajak Publik Berbagi di Ramadan, Sedekah Rp190 Ribu Jadi Paket Pangan untuk Mustahik
BAZNAS RI dan Blibli Ajak Publik Berbagi di Ramadan, Sedekah Rp190 Ribu Jadi Paket Pangan untuk Mustahik
Jakarta - Momentum Ramadan dimanfaatkan untuk memperkuat semangat berbagi. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Blibli meluncurkan program Berbagi Bersama melalui penyaluran Paket Ramadan Bahagia bagi masyarakat kurang mampu. Program ini digelar selama satu bulan penuh, mulai 19 Februari hingga 19 Maret 2026, dengan tujuan menghadirkan kebahagiaan sekaligus membantu meringankan beban fakir miskin di bulan suci Ramadan. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan Rizaludin Kurniawan mengatakan Ramadan merupakan waktu terbaik untuk meningkatkan kepedulian sosial, terutama di tengah kondisi ekonomi yang membuat sebagian masyarakat masih berjuang memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari. “Ramadan adalah momentum untuk memperbanyak amal dan memperkuat kepedulian terhadap sesama. Kami menyampaikan terima kasih kepada Blibli atas kepercayaannya berkolaborasi bersama BAZNAS untuk menyalurkan Paket Ramadan Bahagia bagi masyarakat yang membutuhkan,” ujar Rizaludin, Kamis (5/3/2026). Menurutnya, melalui program ini setiap sedekah yang disalurkan masyarakat akan dikonversikan menjadi Paket Ramadan Bahagia senilai Rp190.000 yang berisi kebutuhan pokok rumah tangga. “Paket tersebut berisi beras, minyak goreng, gula, wafer, sirup, dan susu. Bantuan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan harian sekaligus menghadirkan rasa tenang bagi keluarga penerima manfaat selama menjalani Ramadan,” jelasnya. Sementara itu, Group Head Digital Product Blibli Lay Ridwan Gautama mengatakan teknologi dapat menjadi jembatan untuk memperluas dampak kebaikan di masyarakat. “Melalui kolaborasi dengan BAZNAS dalam program Berbagi Bersama, kami menghadirkan kemudahan bagi pelanggan untuk berdonasi secara aman, transparan, dan praktis melalui aplikasi Blibli,” ujarnya. Ia berharap inisiatif tersebut dapat mendorong lebih banyak masyarakat untuk ikut berbagi di bulan Ramadan. “Kami berharap semakin banyak orang yang tergerak untuk berdonasi, sehingga mereka yang membutuhkan dapat merasakan dukungan dan kebahagiaan dari semangat saling peduli,” tambahnya. Cara Donasi Paket Ramadan Bahagia Masyarakat yang ingin berdonasi dapat melakukannya langsung melalui aplikasi Blibli dengan langkah berikut: Login ke akun Blibli lalu pilih menu Isi Ulang dan Tagihan dan klik Donasi Pilih program Berbagi Bersama Blibli – Paket Ramadan Bahagia Masukkan jumlah donasi (Rp190.000 setara dengan 1 paket bantuan) Pilih metode pembayaran lalu klik Bayar Sekarang Proses donasi yang praktis ini memungkinkan siapa saja untuk ikut berbagi tanpa hambatan sekaligus memastikan penyaluran bantuan berlangsung secara transparan. Melalui kolaborasi ini, BAZNAS dan Blibli berharap semakin banyak masyarakat yang tergerak untuk menyalurkan sedekah terbaiknya, sehingga kebahagiaan Ramadan dapat dirasakan oleh lebih banyak keluarga yang membutuhkan.
BERITA06/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Gerakan Siak Berzakat Menguat, Bupati dan Wakil Bupati Salurkan Zakat melalui BAZNAS
Gerakan Siak Berzakat Menguat, Bupati dan Wakil Bupati Salurkan Zakat melalui BAZNAS
SIAK — Pemerintah Kabupaten Siak menunjukkan komitmen kuat dalam menggerakkan kesadaran zakat di tengah masyarakat. Melalui program Gerakan Masyarakat (GEMAR) Siak Berzakat 2026, Bupati dan Wakil Bupati Siak secara langsung menunaikan zakat melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Siak sebagai bentuk keteladanan bagi masyarakat. Bupati Siak Afni Z menyerahkan zakat yang diterima oleh amilat BAZNAS Kabupaten Siak didampingi Ketua BAZNAS Kabupaten Siak Samparis bin Tatan. Sementara itu, Wakil Bupati Siak Syamsurizal juga menyerahkan zakat melalui BAZNAS yang diterima langsung oleh Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Siak Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Sukijo. Penyerahan zakat oleh pimpinan daerah ini menjadi simbol dukungan nyata Pemerintah Kabupaten Siak terhadap penguatan gerakan zakat melalui lembaga resmi, sekaligus mengajak masyarakat untuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah secara terorganisasi dan akuntabel. Dalam keterangannya, Bupati Siak Afni Z menegaskan bahwa zakat tidak hanya merupakan kewajiban ibadah bagi umat Islam, tetapi juga memiliki fungsi sosial yang penting dalam membantu masyarakat yang membutuhkan serta mendukung upaya pengentasan kemiskinan. “Melalui Gerakan Masyarakat Siak Berzakat ini, kami mengajak seluruh masyarakat, aparatur pemerintah, maupun pelaku usaha untuk menunaikan zakat melalui BAZNAS Kabupaten Siak agar dapat dikelola secara optimal dan memberikan manfaat yang lebih luas,” ujarnya. Hal senada disampaikan Wakil Bupati Siak Syamsurizal. Ia menilai zakat memiliki peran strategis sebagai instrumen sosial untuk mengurangi kesenjangan ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan umat. “Melalui gerakan ini, kita berharap semakin banyak masyarakat yang menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh para mustahik di berbagai wilayah Kabupaten Siak,” kata Syamsurizal. Ketua BAZNAS Kabupaten Siak Samparis bin Tatan menyampaikan apresiasi atas keteladanan pimpinan daerah yang menunaikan zakat melalui BAZNAS. Menurut dia, langkah tersebut memiliki dampak besar dalam membangun kepercayaan publik sekaligus mendorong partisipasi masyarakat. “Ketika pimpinan daerah memberi contoh, masyarakat akan semakin percaya dan terdorong untuk menyalurkan zakatnya melalui lembaga resmi,” ujarnya. Sementara itu, Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Siak Sukijo menambahkan bahwa dukungan pemerintah daerah sangat penting dalam memperkuat gerakan zakat yang berkelanjutan. Ia menjelaskan, melalui program GEMAR Siak Berzakat, BAZNAS Kabupaten Siak berupaya meningkatkan penghimpunan zakat yang kemudian didistribusikan kepada para mustahik melalui berbagai program sosial dan pemberdayaan ekonomi. Program GEMAR Siak Berzakat sendiri telah menjadi salah satu agenda tahunan yang terus digalakkan, khususnya pada bulan suci Ramadan. Gerakan ini tidak hanya bertujuan meningkatkan penghimpunan zakat, tetapi juga menumbuhkan kesadaran sosial masyarakat untuk saling membantu. Dengan dukungan pemerintah daerah serta partisipasi masyarakat, BAZNAS Kabupaten Siak berharap gerakan zakat di daerah tersebut semakin kuat dan mampu memberikan dampak nyata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mendukung upaya pengentasan kemiskinan.
BERITA06/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Minahasa.

Lihat Daftar Rekening →