WhatsApp Icon
Kemdiktisaintek dan BAZNAS Siapkan Kolaborasi Besar! Beasiswa Mahasiswa Indonesia hingga Palestina Jadi Fokus Utama

Jakarta – Komitmen memperluas akses pendidikan tinggi bagi generasi muda Indonesia terus diperkuat. Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) mulai menjajaki kerja sama strategis yang diyakini dapat membuka peluang pendidikan lebih luas, sekaligus memperkuat pemberdayaan masyarakat berbasis zakat.

Langkah besar tersebut dibahas dalam pertemuan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto dengan Ketua Badan Amil Zakat Nasional, Sodik Mudjahid, di Kantor Kemdiktisaintek, Jakarta, Kamis (18/6/2026).

Pertemuan tersebut menjadi sinyal kuat hadirnya sinergi antara pemerintah dan lembaga pengelola zakat nasional dalam membangun sumber daya manusia unggul melalui jalur pendidikan tinggi.

Menteri Brian Yuliarto menegaskan bahwa peningkatan Angka Partisipasi Kasar Perguruan Tinggi (APK PT) menjadi salah satu agenda penting pemerintah sebagaimana arahan Presiden Prabowo Subianto.

Menurutnya, masih banyak lulusan SMA dan sederajat yang memiliki potensi besar, namun terkendala faktor ekonomi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.

"Kami berharap terdapat kolaborasi yang bisa berjalan sinergis dengan arahan Bapak Presiden untuk meningkatkan angka partisipasi mahasiswa Indonesia, serta memajukan pendidikan tinggi Indonesia," ujar Brian.

Ia menilai dukungan pembiayaan pendidikan menjadi salah satu instrumen paling efektif untuk memastikan tidak ada generasi muda yang kehilangan kesempatan mengenyam pendidikan tinggi hanya karena keterbatasan biaya.

Di sisi lain, Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid menegaskan bahwa sektor pendidikan merupakan salah satu prioritas utama pendayagunaan zakat nasional.

Menurutnya, paradigma pengelolaan zakat saat ini terus diarahkan menuju program-program yang bersifat produktif dan berkelanjutan. Karena itu, pendidikan dipandang sebagai investasi jangka panjang yang mampu memutus rantai kemiskinan dan melahirkan generasi unggul.

"Tahun ini, BAZNAS mengarahkan program pendistribusian zakat tidak hanya bersifat bantuan konsumtif, tetapi juga lebih menitikberatkan pada pemberdayaan masyarakat," jelas Sodik.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai program beasiswa, penguatan kapasitas masyarakat, hingga dukungan terhadap riset dan inovasi yang melibatkan perguruan tinggi di Indonesia.

Menariknya, pembahasan kerja sama ini tidak hanya menyasar mahasiswa Indonesia. Kemdiktisaintek dan BAZNAS juga menjajaki peluang pemberian beasiswa magister bagi mahasiswa Palestina untuk melanjutkan studi di Indonesia.

Program ini dipandang sebagai bagian dari kontribusi Indonesia dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia Palestina di tengah berbagai tantangan yang mereka hadapi.

Pimpinan BAZNAS Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, Idy Muzayyad, menjelaskan bahwa program tersebut juga akan memberikan dampak positif bagi perguruan tinggi Indonesia.

"Kami ingin mendorong mahasiswa luar negeri juga untuk berkuliah di Indonesia. Hal ini juga dapat meningkatkan indeks perguruan tinggi di Indonesia. Dengan fokus ke jenjang magister, SDM Palestina juga akan siap untuk membangun kembali," kata Idy.

Kolaborasi Kemdiktisaintek dan BAZNAS menjadi bukti bahwa zakat tidak hanya berperan sebagai instrumen sosial keagamaan, tetapi juga dapat menjadi motor penggerak pembangunan sumber daya manusia yang berkelanjutan.

Jika kerja sama ini terealisasi, ribuan mahasiswa berpotensi memperoleh akses pendidikan yang lebih luas, sementara perguruan tinggi Indonesia akan semakin terbuka sebagai pusat pembelajaran bagi mahasiswa internasional.

Di tengah upaya mewujudkan Indonesia Emas 2045, sinergi antara dunia pendidikan dan pengelolaan zakat nasional diharapkan menjadi langkah konkret dalam mencetak generasi yang cerdas, berdaya saing, dan siap menghadapi tantangan global.

18/06/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa
Prof. Azrai Dorong Petani Binaan BAZNAS Minahasa Naik Kelas Jadi Penangkar Benih Nasional

MINAHASA – Harapan baru bagi kemandirian petani di Kabupaten Minahasa kembali menguat. Rabu (17/6/2026), pakar pemulia jagung nasional dari Universitas Hasanuddin (UNHAS) Makassar, Prof. Dr. Muhammad Azrai, SP., MP, kembali mengunjungi lahan binaan kolaborasi BAZNAS Kabupaten Minahasa bersama mantan Ketua Pengadilan Agama Tondano, Al Gazali Mus, yang kini menjabat sebagai Wakil Ketua Pengadilan Agama Sidrap.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari pendampingan berkelanjutan yang telah dilakukan selama beberapa tahun terakhir kepada Kelompok Tani Paguyuban Matuari Jaton, sebuah kelompok tani yang kini dipersiapkan untuk naik kelas dari petani budidaya jagung konsumsi menjadi penangkar benih jagung sumber (parent seed) grade A.

Dalam arahannya kepada petani, Prof. Azrai menjelaskan bahwa program yang dijalankan saat ini merupakan bagian dari kegiatan Unit Produksi Benih Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin yang bertujuan menghasilkan benih penjenis atau benih sumber berkualitas tinggi.

"Kita ingin kelompok tani ini naik kelas. Kalau sebelumnya petani hanya menjual tongkol atau jagung konsumsi, sekarang kita melatih mereka menghasilkan benih. Nilai ekonominya jauh lebih tinggi. Benih yang lolos seleksi dapat memiliki harga hingga empat kali lipat dibanding harga jagung konsumsi," ujar Prof. Azrai.

Menurutnya, Kelompok Tani Paguyuban Matuari Jaton dipilih secara khusus untuk mendapatkan pendampingan intensif agar mampu menghasilkan benih penjenis berkualitas tinggi yang nantinya dapat didistribusikan kepada perusahaan-perusahaan benih mitra Universitas Hasanuddin.

"Kami tidak langsung memperluas ke kelompok lain. Fokus kami saat ini adalah memastikan kelompok ini benar-benar mampu menghasilkan benih penjenis grade A. Jika berhasil, maka ke depan petani dapat berkembang menjadi produsen benih komersial dan memiliki kontrak produksi dengan mitra-mitra kami," jelasnya.

Prof. Azrai juga menegaskan bahwa tim Universitas Hasanuddin akan terus melakukan pendampingan teknis, pengawasan mutu genetik, serta pengujian berbagai varietas unggul baru di lahan tersebut.

Tidak hanya memberikan arahan teknis, pada kesempatan itu Prof. Azrai juga menyerahkan bantuan alat pemipil jagung kepada kelompok tani. Bantuan tersebut disaksikan langsung oleh jajaran BAZNAS Minahasa dan para petani binaan sebagai bentuk dukungan nyata terhadap peningkatan produktivitas pascapanen.

Dalam kesempatan yang sama, Prof. Azrai memberikan apresiasi terhadap keterlibatan BAZNAS Minahasa yang secara konsisten mendampingi kelompok tani sejak awal program berjalan.

"Kami senang karena ada BAZNAS yang mendampingi kelompok tani. Ini adalah bentuk nyata pemberdayaan umat agar masyarakat mampu memperoleh keuntungan yang lebih baik dan meningkatkan kesejahteraan petani. Dari yang kami lihat, pertumbuhan jagung yang didampingi BAZNAS sangat baik dan memiliki prospek yang menjanjikan untuk produksi benih," ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Minahasa, Sahlan Kokalo, yang turut mendampingi Prof. Azrai selama kunjungan lapangan, menyampaikan apresiasi atas komitmen dan perhatian yang terus diberikan oleh Universitas Hasanuddin kepada petani binaan BAZNAS.

"Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas kunjungan serta pendampingan berkelanjutan yang diberikan Prof. Azrai dan tim Universitas Hasanuddin. Ini bukan sekadar kunjungan, tetapi investasi ilmu pengetahuan yang luar biasa bagi petani kami. Melalui pendampingan ini, petani tidak lagi hanya menjadi produsen jagung konsumsi, tetapi dipersiapkan menjadi penangkar benih yang memiliki nilai ekonomi jauh lebih tinggi," ujar Sahlan.

Menurutnya, program tersebut sejalan dengan misi BAZNAS dalam mengubah pola bantuan konsumtif menjadi pemberdayaan produktif yang berkelanjutan.

"BAZNAS ingin menghadirkan program yang benar-benar mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ketika petani mampu menghasilkan benih berkualitas dan mendapatkan nilai jual yang lebih tinggi, maka mereka tidak hanya bertahan secara ekonomi, tetapi juga berkembang dan menjadi lebih mandiri. Inilah makna pemberdayaan yang sesungguhnya," tambahnya.

Sahlan menegaskan bahwa keberhasilan program tersebut merupakan hasil kolaborasi banyak pihak, mulai dari akademisi, pemerintah, tokoh masyarakat, hingga para petani yang memiliki semangat belajar dan berinovasi.

"Kami percaya kolaborasi adalah kunci. Apa yang dimulai dari lahan sederhana di Minahasa hari ini berpotensi menjadi model pemberdayaan petani berbasis zakat yang dapat direplikasi di daerah lain. Petani kita harus naik kelas, memiliki daya saing, dan menjadi bagian penting dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional," katanya.

Mantan Ketua Pengadilan Agama Tondano yang turut menggagas kolaborasi ini, Al Gazali Mus, mengaku bahagia melihat perkembangan yang dicapai kelompok tani binaan tersebut meskipun kini dirinya telah bertugas di Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan.

"Alhamdulillah, saya merasa sangat senang melihat program ini terus berkembang. Apa yang dulu kita mulai bersama kini menunjukkan hasil yang nyata. Semoga program ini semakin bermanfaat bagi petani dan masyarakat sekitar," ujarnya.

Ia juga menyampaikan dukungan moril kepada para petani agar terus menjaga semangat dan komitmen dalam mengembangkan usaha pertanian mereka.

"Semangat terus untuk para petani. Jangan pernah berhenti belajar dan berusaha. Insyaallah saat panen jagung tetua nanti, saya akan berusaha ikut bergabung kembali untuk melihat hasil perjuangan bersama ini," ungkap Al Gazali.

Kunjungan Prof. Azrai kali ini menjadi penanda penting bahwa Kelompok Tani Paguyuban Matuari Jaton sedang memasuki fase baru dalam pengembangan usaha tani berbasis teknologi dan inovasi.

Dengan dukungan Universitas Hasanuddin, BAZNAS Minahasa, serta para mitra strategis lainnya, kelompok tani tersebut diharapkan tidak hanya menjadi produsen jagung konsumsi, tetapi berkembang menjadi sentra produksi benih unggul yang mampu memasok kebutuhan perusahaan-perusahaan benih nasional.

17/06/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS RI dan Ponpes Al Fath Lepas 18 Dai ke Pulau Buru, Perkuat Pembinaan Mualaf di Wilayah 3T

Sukabumi – Komitmen memperkuat pembinaan umat hingga ke pelosok negeri kembali ditunjukkan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI. Bersama Pondok Pesantren Modern Dzikir Al Fath Sukabumi, BAZNAS RI resmi melepas 18 dai yang akan bertugas di Pulau Buru, Maluku, melalui Program Ustad Garis Depan (UGD) VIII.

Para dai tersebut akan menjalankan misi dakwah, pendidikan, dan pendampingan bagi masyarakat mualaf yang berada di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T), sekaligus menjadi sahabat dan pembimbing bagi masyarakat yang membutuhkan penguatan pemahaman keislaman.

Prosesi pelepasan berlangsung di Pondok Pesantren Modern Al Fath, Sukabumi, Rabu (17/6/2026), dan dihadiri Wakil Ketua BAZNAS RI Dr. H. Zainut Tauhid Sa'adi, M.Si., Pimpinan Ponpes Al Fath Prof. Dr. KH. M. Fajar Laksana, S.E., CQM., MM., Ph.D., Direktur Penerangan Agama Islam Kementerian Agama RI Dr. Muchlis M. Hanafi, Lc., M.A., serta sejumlah tokoh agama dan pejabat daerah.

Dalam sambutannya, Wakil Ketua BAZNAS RI Zainut Tauhid Sa'adi menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS dalam menghadirkan manfaat zakat yang lebih luas, khususnya bagi kelompok mualaf dan fisabilillah yang membutuhkan pendampingan berkelanjutan.

"BAZNAS berperan sebagai jembatan yang menghubungkan para muzaki dengan mustahik. Salah satu kelompok yang menjadi perhatian kami adalah mualaf dan fisabilillah. Karena itu, program kemitraan dakwah ini menjadi bagian penting dalam menghadirkan manfaat zakat bagi masyarakat yang membutuhkan pendampingan keagamaan," ujar Zainut.

Menurutnya, kolaborasi antara BAZNAS RI dan Ponpes Al Fath menjadi contoh sinergi yang produktif dalam memperluas jangkauan dakwah Islam di Indonesia. Ia menggambarkan kerja sama tersebut sebagai "gayung bersambut", di mana pesantren menyiapkan sumber daya dai yang kompeten, sementara BAZNAS memberikan dukungan program dan pendanaan agar misi dakwah dapat berjalan optimal.

Lebih lanjut, Zainut mengingatkan para dai yang akan bertugas agar mengedepankan dakwah bil hikmah, yaitu menyampaikan ajaran Islam dengan penuh kebijaksanaan, keteladanan, dan pendekatan yang menyejukkan.

"Dakwah tidak dilakukan dengan cara menghakimi atau menyalahkan. Tugas dai adalah merangkul, membimbing, dan mendampingi masyarakat dengan penuh kearifan agar mereka semakin memahami dan mencintai ajaran Islam," katanya.

Ia menekankan bahwa keberhasilan dakwah tidak hanya diukur dari banyaknya ceramah yang disampaikan, tetapi juga dari kemampuan seorang dai membangun kedekatan dan kepercayaan masyarakat.

Menurutnya, para mualaf dan masyarakat yang masih minim pemahaman keagamaan membutuhkan sentuhan dakwah yang humanis dan penuh empati.

"Jika menghadapi masyarakat yang belum banyak mengenal ajaran Islam, maka yang harus dikedepankan adalah pendekatan yang humanis dan membangun kedekatan. Dai hadir untuk membimbing, bukan menghakimi," tambahnya.

Program Ustad Garis Depan selama ini menjadi salah satu program unggulan dalam memperkuat dakwah di wilayah-wilayah yang masih membutuhkan pembinaan intensif. Selain memberikan penguatan akidah, para dai juga akan terlibat dalam berbagai kegiatan pendidikan, pembinaan keluarga, pelatihan keagamaan, hingga pemberdayaan masyarakat.

Melalui pengiriman 18 dai ke Pulau Buru, BAZNAS RI dan Ponpes Al Fath berharap kualitas pembinaan mualaf dapat semakin meningkat serta melahirkan komunitas muslim yang lebih mandiri, berdaya, dan memiliki pemahaman keislaman yang kuat.

Di tengah tantangan dakwah di daerah terpencil, program ini menjadi bukti nyata bahwa zakat tidak hanya menghadirkan bantuan materi, tetapi juga menjadi instrumen strategis dalam membangun akidah, memperkuat ukhuwah Islamiyah, serta menghadirkan cahaya pendidikan dan pembinaan hingga ke pelosok Nusantara.

17/06/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa
Bantu Palestina, BAZNAS Jabar Salurkan Kurban dan Sedekah Daging Melalui BAZNAS RI

JAKARTA – Solidaritas masyarakat Indonesia untuk rakyat Palestina terus mengalir tanpa henti. Di tengah situasi kemanusiaan yang masih memprihatinkan akibat konflik berkepanjangan, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Barat menyalurkan amanah kurban dan sedekah daging bagi masyarakat Palestina melalui BAZNAS RI.

Penyerahan bantuan tersebut dilakukan secara simbolis di Jakarta, Senin (8/6/2026), sebagai bentuk kepedulian dan dukungan nyata masyarakat Jawa Barat terhadap saudara-saudara di Palestina yang hingga kini masih menghadapi berbagai keterbatasan akibat krisis kemanusiaan.

Total bantuan yang disalurkan meliputi Program Kurban Palestina senilai Rp147.500.000, Program Sedekah Daging Palestina sebesar Rp82.600.000, serta Program Sedekah Daging Kemasan senilai Rp21.000.000.

Wakil Ketua BAZNAS RI, Dr. H. Zainut Tauhid Sa'adi, M.Si., menyampaikan apresiasi atas tingginya kepedulian masyarakat Jawa Barat yang terus menunjukkan empati dan solidaritas terhadap rakyat Palestina.

Menurutnya, bantuan yang dihimpun melalui BAZNAS Jawa Barat menjadi bukti bahwa nilai kemanusiaan dan ukhuwah Islamiyah masih tumbuh kuat di tengah masyarakat Indonesia.

"Kami sangat mengapresiasi kepedulian masyarakat Jawa Barat yang disalurkan melalui BAZNAS Jabar untuk membantu meringankan beban saudara-saudara kita di Palestina yang sedang berjuang di tengah kondisi konflik," ujar Zainut.

Ia menjelaskan, program kurban dan sedekah daging tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan dan gizi masyarakat Palestina yang saat ini menghadapi berbagai tantangan kehidupan akibat dampak konflik yang berkepanjangan.

Lebih dari sekadar bantuan makanan, kata Zainut, program ini juga menjadi simbol harapan dan kasih sayang dari masyarakat Indonesia kepada rakyat Palestina agar mereka tetap merasakan perhatian dan dukungan dari dunia internasional.

"BAZNAS RI berkomitmen penuh untuk memastikan seluruh amanah kurban dan sedekah daging ini disalurkan secara amanah, transparan, dan tepat sasaran agar keberkahan hari raya dapat dirasakan di Palestina," tegasnya.

Komitmen tersebut menjadi bagian dari upaya BAZNAS RI dalam menjaga kepercayaan para muzaki sekaligus memastikan setiap bantuan yang dihimpun dapat memberikan manfaat optimal bagi penerima manfaat di wilayah terdampak konflik.

Bagi masyarakat Palestina, bantuan pangan memiliki arti yang sangat penting. Di tengah keterbatasan akses terhadap kebutuhan pokok, distribusi daging kurban dan sedekah menjadi sumber nutrisi sekaligus penguat semangat bagi keluarga-keluarga yang sedang menghadapi masa sulit.

Momentum Iduladha juga menjadi pengingat bahwa nilai pengorbanan, kepedulian, dan berbagi tidak mengenal batas wilayah maupun kebangsaan. Semangat tersebut tercermin dari partisipasi masyarakat Jawa Barat yang mempercayakan amanah kemanusiaannya melalui BAZNAS.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Deputi I BAZNAS RI Bidang Pengumpulan H. M. Arifin Purwakananta, S.I.Kom., M.I.Kom., CWC, CFRM., Direktur Penguatan Pengumpulan Nasional H. Fitriansyah Agus Setiawan, S.Sos., M.I.Kom., CFRM., Kepala Divisi Penguatan Pengumpulan BAZNAS Adhi Kelvianto Septa Pradana, S.H., S.Hum., serta jajaran BAZNAS Provinsi Jawa Barat yang dipimpin Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan Dr. H. Ijang Faisal, S.Ag., M.Si.

Melalui kolaborasi dan sinergi yang terus diperkuat, BAZNAS berharap semakin banyak masyarakat yang tergerak untuk menyalurkan zakat, infak, sedekah, maupun kurban sebagai wujud kepedulian terhadap sesama, khususnya bagi saudara-saudara yang tengah menghadapi krisis kemanusiaan.

Bantuan yang diberikan hari ini bukan hanya tentang daging kurban yang sampai ke tangan penerima manfaat, melainkan juga tentang pesan persaudaraan, harapan, dan kepedulian yang menembus batas negara. Dari Indonesia untuk Palestina, semangat kemanusiaan terus hidup dan menguatkan mereka yang sedang berjuang untuk bertahan.

08/06/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS RI dan BI Libatkan Kreator Konten, Zakat Siap Menembus Jutaan Layar Digita

PALEMBANG – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Bank Indonesia (BI) terus memperkuat gerakan literasi zakat dan ekonomi syariah melalui pendekatan yang semakin relevan dengan perkembangan zaman. Salah satunya dengan menggandeng para kreator konten sebagai agen edukasi digital yang mampu menjangkau jutaan masyarakat, khususnya generasi muda.

Komitmen tersebut mengemuka dalam kegiatan Training of Trainer (ToT) Kreator Konten yang menjadi bagian dari rangkaian Festival Syariah (FESYar) Regional Sumatera 2026 di Hotel Santika Palembang, Sumatera Selatan.

Kepala Biro Komunikasi Publik dan Publikasi (BKPU) BAZNAS RI, Ndari Rumi Widyawati, menegaskan keterlibatan kreator konten menjadi langkah strategis dalam memperluas pemahaman masyarakat tentang zakat sebagai instrumen penting pembangunan ekonomi umat.

"Kami mengapresiasi inisiatif Bank Indonesia yang melibatkan para kreator konten dalam penguatan literasi zakat. Di era digital saat ini, konten yang edukatif dan inspiratif memiliki daya jangkau yang sangat luas sehingga mampu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya zakat sebagai kekuatan keuangan sosial Islam," ujar Ndari.

FESYar Sumatera 2026 mengusung tema "Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah Regional Berkelanjutan melalui Sinergi dan Transformasi Digital". Kegiatan ini menghadirkan berbagai program penguatan kapasitas, mulai dari ToT Kreator Konten, ToT Dai dan Daiyah, hingga Sertifikasi Nazhir Wakaf yang diikuti sekitar 150 peserta dari berbagai daerah di Pulau Sumatera.

Dalam sesi ToT Kreator Konten, Kabag Humas sekaligus Pemimpin Redaksi Kantor Digital BAZNAS RI, Yudhiarma MK, bersama Koordinator Komunikasi Lembaga (Corcom) Rayhanul Iman (Roy) membagikan strategi publikasi digital melalui konsep Zakat News Network (ZNN).

Yudhiarma menjelaskan, BAZNAS RI telah membangun ekosistem media konvergensi yang mengintegrasikan media konvensional dan digital untuk memperluas dakwah zakat secara masif.

Menurutnya, transformasi digital yang dilakukan BAZNAS dalam lima tahun terakhir menunjukkan hasil signifikan. Saat ini jaringan Kantor Digital BAZNAS telah mengelola sekitar 420 website dengan total pembaca mencapai lebih dari enam juta orang.

Tak hanya itu, jangkauan kanal digital BAZNAS juga mengalami lonjakan drastis. Reach YouTube meningkat dari sekitar 1,1 juta pada 2021 menjadi 24,6 juta pada 2025, sementara platform X (Twitter) tumbuh dari 309 ribu menjadi 1,8 juta jangkauan pada periode yang sama.

"Media digital telah menjadi sarana dakwah yang sangat efektif. Karena itu, para kreator konten memiliki peran penting dalam menyampaikan pesan-pesan zakat dan ekonomi syariah kepada masyarakat secara kreatif, menarik, dan mudah dipahami," kata Yudhiarma.

Menariknya, peserta juga diajak memahami pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI) seperti Gemini, DeepSeek, dan ChatGPT dalam proses produksi konten digital dan karya jurnalistik.

Menurut Yudhiarma, kehadiran AI mampu membantu kreator konten maupun jurnalis bekerja lebih cepat dan efisien dalam menghasilkan berbagai bentuk konten.

"Saat ini AI sangat membantu dalam pembuatan berita, artikel, maupun konten digital lainnya. Namun teknologi ini tetap harus digunakan secara bijak dan bertanggung jawab," ujarnya.

Ia mengingatkan bahwa penggunaan AI dalam dunia jurnalistik tetap harus berpedoman pada Kode Etik Jurnalistik (KEJ) dan regulasi yang telah ditetapkan Dewan Pers.

"Secanggih apa pun AI, tetap saja ia adalah alat bantu. Akurasi, verifikasi, dan tanggung jawab jurnalistik tetap berada di tangan manusia," tegasnya.

Sebagai bentuk adaptasi terhadap perkembangan teknologi, Dewan Pers telah menerbitkan Peraturan Dewan Pers Nomor 1 Tahun 2025 tentang Pedoman Penggunaan Kecerdasan Buatan dalam Karya Jurnalistik, yang menjadi rujukan bagi perusahaan media dalam memanfaatkan AI secara profesional dan bertanggung jawab.

Sementara itu, ToT Kreator Konten mengusung tema "From Scroll to Impact: Mengubah Konten Digital Menjadi Gerakan Ekonomi Syariah". Tema tersebut merefleksikan semangat untuk mengubah aktivitas digital sehari-hari menjadi gerakan edukasi yang berdampak nyata bagi penguatan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia.

Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh pembekalan mengenai ekonomi syariah, pengelolaan zakat dan wakaf, keuangan komersial syariah, hingga teknik produksi konten digital yang kreatif dan efektif.

Di waktu yang sama, Bank Indonesia juga menyelenggarakan ToT Dai dan Daiyah guna memperkuat kapasitas para pendakwah dalam menyampaikan materi ekonomi syariah secara komprehensif kepada masyarakat. Selain itu, Sertifikasi Nazhir Wakaf digelar untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme pengelola wakaf dalam mengoptimalkan pemanfaatan aset wakaf secara produktif dan berkelanjutan.

Dengan melibatkan regulator, akademisi, praktisi, lembaga zakat dan wakaf, serta kreator konten nasional, FESYar Sumatera 2026 diharapkan menjadi katalisator lahirnya generasi penggerak ekonomi syariah yang mampu memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana dakwah, edukasi, dan pemberdayaan umat.

07/06/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa

Berita Terbaru

Pemkab Bolmong Terbitkan SE Zakat 1447 H, ASN hingga BUMD Diminta Salurkan Lewat Badan Amil Zakat Nasional
Pemkab Bolmong Terbitkan SE Zakat 1447 H, ASN hingga BUMD Diminta Salurkan Lewat Badan Amil Zakat Nasional
Bolaang Mongondow – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor: 400/Setdakab/05/Kesra/34/III/2026 tentang Pengumpulan Zakat Pendapatan dan Jasa, Infaq serta Sedekah 1447 H/2026 M melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bolaang Mongondow. Surat edaran tertanggal 2 Maret 2026 itu ditujukan kepada seluruh Kepala Perangkat Daerah dan Kepala BUMD di lingkungan Pemkab Bolmong. Dalam edaran tersebut, ASN, PPPK, dan karyawan BUMD yang beragama Islam diminta menunaikan zakat pendapatan dan jasa, infaq serta sedekah melalui BAZNAS Kabupaten Bolaang Mongondow. Pengumpulan dilakukan melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di masing-masing OPD dan BUMD. Selanjutnya, dana disetorkan ke rekening resmi BAZNAS atau langsung ke stand BAZNAS di Kantor Bupati Bolmong. Dalam SE tersebut dijelaskan, besaran infaq mengacu pada SK Ketua BAZNAS Kabupaten Bolaang Mongondow Nomor: 01/SK/BAZNAS/BM/II/2026 sebesar Rp35.000 per kepala keluarga. Sementara zakat pendapatan dan jasa ditetapkan sebesar 2,5 persen dari penghasilan yang telah mencapai nisab, yakni setara 85 gram emas (14 karat), sebagaimana merujuk pada Keputusan Ketua BAZNAS RI Nomor 15 Tahun 2026. Nilai nisab tersebut ditetapkan sebesar Rp91.681.728 per tahun atau Rp7.640.144 per bulan. Kepala OPD juga diminta mengawasi proses pengumpulan dan penyetoran, serta melaporkan pelaksanaannya kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah. Ketua Badan Amil Zakat Nasional, Yunita Mohone, mengatakan penerbitan SE ini menjadi langkah penting dalam memperkuat tata kelola zakat yang transparan dan terukur. “Zakat bukan sekadar kewajiban personal, tetapi juga instrumen keadilan sosial. Ketika dikelola melalui lembaga resmi, pendistribusiannya lebih tepat sasaran, terdata, dan berdampak jangka panjang,” ujar Yunita. Menurutnya, pengumpulan melalui sistem UPZ di setiap OPD dan BUMD bertujuan memudahkan muzaki sekaligus memastikan akuntabilitas. “Kami ingin memastikan setiap rupiah yang ditunaikan ASN dan karyawan BUMD benar-benar sampai kepada mustahik yang berhak, baik dalam bentuk bantuan konsumtif maupun program pemberdayaan,” jelasnya. Yunita menambahkan, dana zakat yang terkumpul akan diarahkan untuk program prioritas seperti bantuan pendidikan, kesehatan, penanganan kemiskinan ekstrem, serta penguatan ekonomi produktif berbasis zakat. “Harapannya, Ramadhan 1447 H menjadi momentum kebangkitan solidaritas sosial. Dengan sistem yang tertib dan terorganisir, zakat bisa menjadi kekuatan besar untuk mengurangi kesenjangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bolmong,” tutupnya. Penerbitan SE ini sekaligus mempertegas komitmen Pemkab Bolmong dalam mendukung pengelolaan zakat yang profesional dan sesuai regulasi, sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
BERITA04/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Sultan dan Ketua DPRD DIY Tunaikan Zakat di Bangsal Kepatihan, Tegaskan Zakat Instrumen Sejahterakan Umat
Sultan dan Ketua DPRD DIY Tunaikan Zakat di Bangsal Kepatihan, Tegaskan Zakat Instrumen Sejahterakan Umat
YOGYAKARTA – Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengkubuwono X menunaikan zakat melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) DIY di Bangsal Kepatihan, Selasa, 3 Maret 2026. Di hadapan pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), lembaga, dan jajaran birokrasi, Sultan menegaskan zakat bukan sekadar kewajiban ritual, melainkan fondasi solidaritas sosial. “Zakat bukan sekadar kewajiban ibadah. Zakat menghadirkan keringanan, menumbuhkan kasih, dan menyentosakan hati sesama. Bahwa harta bukan untuk ditimbun, melainkan untuk dihadirkan manfaatnya bagi kesejahteraan sesama,” kata Sultan. Kegiatan bertajuk Zakat Keteladanan Pemimpin Daerah 2026 itu juga diikuti Ketua DPRD DIY Nuryadi. Penunaian zakat oleh dua pucuk pimpinan daerah ini dimaknai sebagai pesan moral yang harus diterjemahkan hingga ke level birokrasi terbawah. Sultan meminta para pimpinan OPD dan lembaga tidak berhenti pada seremoni. Ia menegaskan perlunya instruksi langsung agar aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemda DIY menunaikan zakat penghasilan sebesar 2,5 persen sesuai ketentuan nisab. “Kalau pimpinan hadir tapi tidak memerintahkan stafnya untuk membayar zakat, ya percuma. Kita mulai dari pimpinan OPD dan lembaga agar ada instruksi langsung ke bawah,” ujarnya. Menurut Sultan, optimalisasi zakat ASN bukan hanya perintah syariat, melainkan bagian dari strategi penguatan kesejahteraan sosial di DIY. Momentum tersebut sekaligus menjadi panggung klarifikasi atas isu yang beredar ihwal penggunaan dana zakat untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ketua Baznas DIY Puji Astuti menegaskan kabar itu tidak benar. “Pengelolaan zakat dilaksanakan sesuai prinsip Tiga Aman: Aman Syar’i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI. Pemberitaan dan isu negatif tentang zakat untuk program MBG adalah tidak benar,” kata Puji. Ia memastikan tidak ada irisan kebijakan maupun distribusi antara dana zakat dan program MBG. “Saya jamin tidak untuk MBG. Kami tidak pernah berhubungan atau bersenggolan pun tidak dengan MBG. Itu sangat berbeda karena MBG tidak masuk dalam kriteria delapan asnaf,” ujarnya. Pimpinan Bidang Pengumpulan Baznas RI Rizaludin Kurniawan menambahkan, dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dititipkan masyarakat sepenuhnya dikembalikan kepada umat melalui delapan golongan penerima (asnaf) yang telah ditetapkan syariat. “Tidak digunakan sepersen pun untuk program Makan Bergizi Gratis,” kata Rizaludin. Sepanjang 2025, Baznas DIY menghimpun dana ZIS-DSKL sebesar Rp 12,5 miliar serta donasi kebencanaan Rp 1,4 miliar. Dana tersebut disalurkan melalui lima program strategis yang mencakup pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial kemanusiaan, dan keagamaan. Laporan keuangan Baznas DIY meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) selama sembilan tahun berturut-turut dari Kantor Akuntan Publik. Dalam audit syariah Kementerian Agama RI, lembaga ini juga mendapat predikat Transparan dan Sangat Baik. Capaian itu diperkuat dengan raihan tujuh penghargaan dalam Baznas Award 2025, antara lain Koordinator Kantor Digital Terbaik, Pengguna SimbaLite Terbaik, Perencanaan Terbaik, Penanganan Stunting Terbaik, hingga Pelaporan Terbaik. Penghargaan tersebut menjadi yang terbanyak secara nasional dalam pengelolaan ZIS-DSKL. Memasuki Ramadan 1447 Hijriah, Baznas DIY menyiapkan sejumlah program distribusi, di antaranya 1.500 paket zakat fitrah, 2.750 paket Ramadan Bahagia dan logistik keluarga, 100 paket Syiar Al-Qur’an, 1.111 boks Hidangan Berkah Ramadan dan fidyah, bantuan biaya hidup mahasiswa terdampak bencana tahap kedua, hingga pendirian Posko Mudik Baznas. Rangkaian kegiatan di Bangsal Kepatihan juga diisi dengan penyerahan dana zakat keteladanan oleh Gubernur dan Wakil Gubernur DIY serta pemberian Baznas DIY Award kepada mitra strategis. Di tengah sorotan publik terhadap tata kelola dana sosial, penegasan Sultan menjadi relevan: zakat harus bergerak dari keteladanan menuju sistem. Bukan hanya memperkuat legitimasi moral, tetapi juga memastikan distribusi kesejahteraan berjalan terukur, transparan, dan tepat sasaran. Bagi Pemerintah DIY, zakat bukan semata kewajiban individu, melainkan instrumen kebijakan sosial. Dan dari Bangsal Kepatihan, pesan itu ditegaskan—solidaritas tidak cukup diucapkan, tetapi harus diinstitusikan.
BERITA04/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS-TNI AL Gelar Mudik Gratis Naik Kapal Perang, 1.000 Pemudik Roda Dua Diangkut Sekali Berlayar
BAZNAS-TNI AL Gelar Mudik Gratis Naik Kapal Perang, 1.000 Pemudik Roda Dua Diangkut Sekali Berlayar
Jakarta – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI kembali berkolaborasi dengan TNI Angkatan Laut (AL) menghadirkan program mudik gratis menggunakan Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) menjelang Idul Fitri 1447 H. Sebanyak 1.000 pemudik roda dua akan diberangkatkan dalam satu kali pelayaran untuk mengurai kepadatan arus mudik. Komitmen sinergi itu ditegaskan Ketua BAZNAS RI, Noor Achmad, saat menerima audiensi jajaran TNI AL di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Rabu (4/3/2026). “BAZNAS sangat senang dapat kembali bekerja sama dengan TNI AL dalam melayani umat. Kami akan segera menindaklanjuti dukungan logistik bagi para pemudik serta paket lebaran bagi personel TNI AL yang bertugas. Peluang kebaikan ini juga akan kami tawarkan kepada para muzaki agar manfaatnya semakin luas,” ujar Kiai Noor. Menurutnya, dukungan konsumsi sahur dan berbuka hingga kebutuhan operasional selama perjalanan laut menjadi prioritas. Dengan begitu, para pemudik dapat menjalankan ibadah di akhir Ramadan dengan tenang meski berada di perjalanan. Berangkat 16 Maret, Rute Jakarta-Semarang-Surabaya Dari pihak TNI AL, Asisten Operasional Kepala Staf Angkatan Laut (KASAL) Laksamana Muda Yayan Sopiyan menjelaskan armada KRI disiapkan untuk mengurai lonjakan pemudik, khususnya pengguna sepeda motor. “Kami menyiapkan KRI dengan kapasitas 1.000 penumpang untuk rute Jakarta, Semarang, dan Surabaya. Keberangkatan dijadwalkan pada hari pertama cuti Lebaran, 16 Maret 2026,” kata Laksda Yayan. Ia menambahkan, sebanyak 150 Anak Buah Kapal (ABK) akan disiagakan untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan pelayaran. Program ini diperuntukkan bagi pemudik roda dua yang ingin pulang kampung bersama keluarga tanpa harus menempuh perjalanan darat berisiko tinggi. Cukup dengan menunjukkan STNK atau identitas resmi, pemudik dapat mengikuti program ini. Skema tersebut dinilai efektif menekan angka kecelakaan lalu lintas sekaligus mengurangi beban jalan nasional saat puncak arus mudik. Perjalanan laut yang diperkirakan berlangsung hingga enam hari membuat kebutuhan logistik menjadi perhatian utama. Ribuan penumpang dan kru membutuhkan dukungan konsumsi dan layanan dasar selama di atas kapal. BAZNAS memastikan bantuan akan difokuskan pada paket konsumsi sahur dan berbuka, serta dukungan logistik lainnya. Selain membantu pemudik, BAZNAS juga menyiapkan paket lebaran bagi personel TNI AL yang bertugas mengawal pelayaran. Sinergi ini dinilai sebagai bentuk konkret kolaborasi kemanusiaan antara lembaga negara dan otoritas pertahanan dalam melayani masyarakat. Di tengah tingginya mobilitas Lebaran, kehadiran kapal perang sebagai armada mudik gratis menjadi solusi strategis yang tak hanya aman, tetapi juga berdaya guna sosial. Turut hadir dalam audiensi tersebut Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan, Deputi II BAZNAS RI Imdadun Rahmat, Komandan Satkor Koarmada I Kolonel Laut (P) Awang Bawono, serta jajaran staf teknis TNI AL. Dengan kolaborasi ini, mudik tak sekadar perjalanan pulang, tetapi juga wujud gotong royong nasional—di mana zakat dan kekuatan maritim bersatu untuk melayani umat.
BERITA04/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Kabupaten Bulukumba Terima 1 Unit Ambulance dari BAZNAS RI, Layanan Kesehatan Mustahik Makin Ngebut!
BAZNAS Kabupaten Bulukumba Terima 1 Unit Ambulance dari BAZNAS RI, Layanan Kesehatan Mustahik Makin Ngebut!
Jakarta – Kabar gembira datang untuk masyarakat Bulukumba. BAZNAS Kabupaten Bulukumba resmi menerima 1 unit mobil ambulance dari BAZNAS RI sebagai penguatan layanan kesehatan gratis bagi mustahik. Penyerahan dilakukan secara simbolis di Kantor BAZNAS RI, Jakarta, Selasa (3/3/2026). Bantuan ini menjadi pelengkap program Rumah Sehat BAZNAS (RSB) yang sebelumnya telah lebih dulu hadir di Kabupaten Bulukumba. Ambulance tersebut merupakan bagian dari distribusi 7 unit kendaraan operasional hasil kolaborasi BAZNAS RI dengan sektor swasta, yakni PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Alfamart) dan PT Midi Utama Indonesia Tbk (Alfamidi). Kolaborasi ini menjadi bukti nyata bahwa zakat mampu bersinergi dengan dunia usaha untuk memperkuat layanan sosial dan kemanusiaan. Selain Bulukumba, bantuan kendaraan operasional juga disalurkan kepada BAZNAS Provinsi Jawa Barat, BAZNAS Kabupaten Jepara, BAZNAS Kabupaten Pelalawan, BAZNAS Kabupaten Karanganyar, serta Pengurus Besar Nahdlatul Ulama. Ketua BAZNAS Kabupaten Bulukumba, Kamaruddin, tak menyembunyikan rasa syukurnya. Ia menegaskan, ambulance ini bukan hanya tambahan armada, melainkan amanah besar dari para muzaki yang harus dijaga. “Ambulance ini bukan sekadar kendaraan operasional, tetapi merupakan bentuk kepedulian dan amanah dari para muzaki yang harus kami jaga dan manfaatkan sebaik-baiknya untuk membantu masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya. Dengan tambahan armada ini, layanan Rumah Sehat BAZNAS di Bulukumba diharapkan semakin responsif, cepat, dan mampu menjangkau wilayah-wilayah yang sebelumnya sulit terakses, terutama bagi warga kurang mampu yang membutuhkan pertolongan medis darurat maupun rujukan. Penguatan Layanan Kesehatan Nasional Ketua BAZNAS RI, Noor Achmad, dalam sambutannya menegaskan bahwa bantuan kendaraan operasional ini merupakan bagian dari strategi penguatan layanan kesehatan dan kemanusiaan BAZNAS di berbagai daerah. “Kami ingin memastikan bahwa dana zakat yang dititipkan oleh para muzaki dapat dikelola secara amanah, profesional, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Ambulance ini diharapkan mampu mempercepat respons layanan kesehatan bagi mustahik serta memperluas jangkauan manfaat program Rumah Sehat BAZNAS,” tegasnya. Langkah ini sekaligus memperlihatkan transformasi pengelolaan zakat yang semakin modern dan terintegrasi. Tak hanya fokus pada penyaluran bantuan konsumtif, BAZNAS kini terus memperkuat layanan berbasis kebutuhan dasar masyarakat, salah satunya sektor kesehatan. Dengan hadirnya ambulance baru ini, masyarakat Bulukumba kini punya harapan lebih besar: akses layanan kesehatan gratis yang lebih cepat, lebih dekat, dan lebih manusiawi. Zakat bukan sekadar angka dalam laporan keuangan. Di Bulukumba, ia menjelma menjadi roda yang berputar, sirene yang berbunyi, dan pertolongan yang datang tepat waktu.
BERITA04/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Kabupaten Sintang Berbagi dalam Safari Ramadhan 1447 H, Perkuat Sinergi Bersama Kemenag Kalbar
BAZNAS Kabupaten Sintang Berbagi dalam Safari Ramadhan 1447 H, Perkuat Sinergi Bersama Kemenag Kalbar
Sintang – Bulan suci Ramadhan 1447 H menjadi momentum penguatan kolaborasi dan kepedulian sosial di Kabupaten Sintang. BAZNAS Kabupaten Sintang kembali menunjukkan komitmennya dalam menebar keberkahan melalui rangkaian Safari Ramadhan yang dirangkaikan dengan kunjungan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat di Masjid Al-Amin Sintang. Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Kalimantan Barat, Muhajirin Yanis, yang didampingi para pejabat di lingkungan Kanwil Kemenag Kalbar. Turut hadir Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sintang, Hasib Arista, beserta jajaran staf. Dalam sambutannya, Muhajirin Yanis menyampaikan apresiasi kepada pengurus Masjid Al-Amin Sintang yang telah menjadikan masjid sebagai Masjid Ramah Musafir dan Dhuafa. Menurutnya, Ramadhan bukan sekadar ritual tahunan, melainkan ruang pembentukan karakter dan perbaikan diri. “Perubahan ke arah yang lebih baik merupakan salah satu tanda diterimanya amal ibadah oleh Allah SWT. Ramadhan harus meninggalkan jejak kebaikan dalam perilaku kita,” ujarnya. Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Sintang, Totok Agus Sudono, menegaskan bahwa Safari Ramadhan merupakan program strategis yang dilaksanakan secara berkelanjutan di berbagai wilayah Kabupaten Sintang sebagai bentuk kepedulian terhadap kaum dhuafa. Sepanjang Ramadhan tahun ini, BAZNAS Kabupaten Sintang telah dan akan melaksanakan sejumlah agenda distribusi bantuan sembako kepada masyarakat kurang mampu, antara lain: Safari Ramadhan ke-1, bersama Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan di Masjid Jami’ Sultan Nata Sintang, dengan menyalurkan 20 paket sembako kepada kaum dhuafa. Safari Ramadhan ke-2, bekerja sama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Sintang, DMI, IPHI, MUI, dan Ormas Pusat Paguyuban Warga Jawa (Puspawaja) di Masjid Al-Huda Desa Merarai, Kecamatan Sungai Tebelian, dengan menyalurkan 50 paket sembako. Safari Ramadhan ke-3, bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Sintang, ICM, dan Ormas Puspawaja di Masjid Al-Huda Desa Empaci, Kecamatan Dedai, dengan menyalurkan 50 paket sembako. Safari Ramadhan ke-4, bekerja sama dengan Kementerian Agama Kabupaten Sintang dan Badan Munzalan Indonesia (BMI) serta Ormas Puspawaja di Masjid Al-Muhajirin Desa Terusan, Kecamatan Dedai, dengan menyalurkan 100 paket sembako. Safari Ramadhan ke-5 (direncanakan), bersama Ormas Puspawaja di Masjid Darussalam Desa Dak Jaya, Kecamatan Binjai Hulu, dengan rencana penyaluran 50 paket sembako. Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bukti nyata bahwa pengelolaan zakat tidak berhenti pada penghimpunan, tetapi diwujudkan dalam distribusi yang terukur, kolaboratif, dan tepat sasaran. Totok Agus Sudono berharap sinergi yang telah terbangun bersama pemerintah daerah, Kementerian Agama, dan berbagai organisasi kemasyarakatan dapat terus diperkuat demi memperluas manfaat bagi masyarakat. “Semoga Allah SWT memberikan keberkahan dalam setiap langkah kita, menerima amal ibadah kita, dan menjadikan Ramadhan ini sebagai momentum memperkuat kepedulian sosial serta meningkatkan ketakwaan kepada-Nya,” tuturnya.
BERITA04/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Safari Ramadhan , BAZNAS Kota Mataram Gaspol Salurkan Bantuan Produktif di Sekarbela
Safari Ramadhan , BAZNAS Kota Mataram Gaspol Salurkan Bantuan Produktif di Sekarbela
Safari Ramadhan , BAZNAS Kota Mataram Gaspol Salurkan Bantuan Produktif di Sekarbela Mataram – Semangat Ramadhan bukan hanya terasa di sajadah dan lantunan doa, tapi juga bergerak nyata menyentuh kehidupan warga. Safari Ramadhan Pemerintah Kota Mataram, Selasa (3/3/2026), BAZNAS Kota Mataram kembali mendistribusikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) secara langsung kepada masyarakat yang membutuhkan. Bertempat di Masjid Al-Mujahidin, Lingkungan Barito Perumnas, Kelurahan Tanjung Karang Permai, Kecamatan Sekarbela, bantuan diserahkan usai shalat Ashar dalam suasana penuh khidmat dan kebersamaan. Kegiatan ini menjadi bukti kolaborasi strategis antara BAZNAS Kota Mataram dan Pemerintah Kota Mataram dalam memperkuat kesejahteraan umat. Tak sekadar seremoni, bantuan yang disalurkan menyasar berbagai sektor penting: bantuan untuk masjid, santunan bagi para merbot, dukungan untuk guru ngaji TPQ, bantuan majelis ta’lim, hingga gerobak usaha dan tambahan modal bagi pelaku UMKM. Wali Kota Mataram Mohan Roliskana secara simbolis menyerahkan bantuan tersebut, didampingi Wakil Wali Kota Mujiburrahman, Sekretaris Daerah H. Lalu Alwan Basri, serta Ketua BAZNAS Kota Mataram H. Djaswad. Turut hadir jajaran Forkopimda, para asisten, kepala OPD, hingga staf pelaksana bidang pendistribusian dan pendayagunaan. Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS Kota Mataram menegaskan bahwa Safari Ramadhan bukan sekadar agenda rutin, melainkan ruang pelayanan zakat yang lebih dekat dan responsif. “Kami ingin memastikan dana zakat yang dititipkan para muzakki benar-benar kembali kepada umat dalam bentuk program yang tepat sasaran, transparan, dan berdampak nyata,” tegasnya. Yang menarik, bantuan yang diberikan tidak hanya bersifat konsumtif. Modal usaha dan gerobak dagang yang disalurkan dirancang untuk mendorong kemandirian ekonomi mustahik. Harapannya, para penerima manfaat bisa naik kelas—dari penerima zakat menjadi muzakki di masa depan. Safari Ramadhan kali ini pun menjadi momentum membangun ekosistem sosial yang saling menguatkan antara pemerintah, lembaga zakat, dan masyarakat. Di bulan penuh berkah ini, solidaritas sosial tidak berhenti pada wacana, tetapi menjelma dalam aksi nyata. Ramadhan di Kota Mataram bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga. Ia adalah tentang menghadirkan harapan, memperluas kepedulian, dan memastikan tak ada warga yang berjalan sendiri dalam menghadapi tantangan hidup.
BERITA04/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Bantu Gaza! BAZNAS dan Dubes RI Serahkan 5 Ambulans Donasi Tempo Scan di Kairo
Bantu Gaza! BAZNAS dan Dubes RI Serahkan 5 Ambulans Donasi Tempo Scan di Kairo
KAIRO – Aksi kemanusiaan untuk Palestina kembali dilakukan Indonesia. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Duta Besar Republik Indonesia untuk Mesir menyerahkan lima unit ambulans bantuan dari Tempo Scan Pacific kepada otoritas kesehatan Mesir. Penyerahan bantuan tersebut dilakukan di kantor Egyptian Ambulance Authority di Kairo, Selasa (3/3/2026). Kelima ambulans tersebut rencananya akan segera dioperasikan di wilayah perbatasan Rafah untuk mendukung layanan kesehatan darurat bagi warga Gaza yang saat ini sangat membutuhkan bantuan medis. Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Duta Besar RI untuk Mesir Kuncoro Giri Waseso sebagai perwakilan pemerintah Indonesia. Ketua BAZNAS RI Noor Achmad mengatakan, bantuan ambulans ini merupakan bentuk kolaborasi antara sektor swasta dan lembaga filantropi Islam dalam merespons krisis kemanusiaan di Palestina. “Alhamdulillah, amanah dari Tempo Scan melalui BAZNAS telah sampai di Kairo. Ambulans ini merupakan aksi kepedulian masyarakat Indonesia untuk saudara-saudara kita di Palestina,” kata Kiai Noor dalam keterangan tertulisnya. Ia berharap bantuan tersebut dapat membantu mempercepat akses layanan kesehatan bagi warga Gaza, khususnya di wilayah perbatasan Rafah yang menjadi titik krusial evakuasi korban. “Kami berharap ambulans ini dapat mempercepat layanan medis di perbatasan Rafah, di mana kebutuhan fasilitas evakuasi sangat mendesak,” tambahnya. Duta Besar RI untuk Mesir Kuncoro Giri Waseso menyampaikan rasa bangga atas kolaborasi antara BAZNAS dan Tempo Scan dalam membantu rakyat Palestina. Menurutnya, bantuan ini menjadi wujud nyata solidaritas masyarakat Indonesia terhadap perjuangan dan kondisi kemanusiaan di Palestina. “Saya bangga sekali atas upaya BAZNAS dan Tempo Scan yang berhasil menyumbangkan lima ambulans melalui Egyptian Ambulance Authority. Semoga ambulans ini sangat bermanfaat bagi rakyat Palestina yang sedang membutuhkan,” ujar Kuncoro. Ia menegaskan Indonesia akan terus mendukung berbagai upaya kemanusiaan sebagai bagian dari komitmen terhadap kemerdekaan Palestina. Perwakilan Kementerian Kesehatan Mesir Amrou Rashid menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BAZNAS, Tempo Scan, serta masyarakat Indonesia atas bantuan tersebut. Menurutnya, bantuan ambulans ini mencerminkan kuatnya solidaritas kemanusiaan antarbangsa. Pihak otoritas ambulans Mesir memastikan lima armada tersebut akan segera dimobilisasi untuk memperkuat layanan kesehatan di titik-titik krusial wilayah perbatasan Rafah. Dengan tambahan armada ini, diharapkan proses evakuasi medis bagi warga Gaza dapat berlangsung lebih cepat dan efektif di tengah situasi darurat kemanusiaan yang masih berlangsung.
BERITA04/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
80 Dhuafa Wajo Terima Bantuan Ramadan, BAZNAS Makassar Siapkan Rp1,14 Miliar untuk 15 Kecamatan
80 Dhuafa Wajo Terima Bantuan Ramadan, BAZNAS Makassar Siapkan Rp1,14 Miliar untuk 15 Kecamatan
Makassar – Sebanyak 80 kaum dhuafa di Kecamatan Wajo menerima bantuan berkah Ramadan dari BAZNAS Kota Makassar, Selasa (3/3/2026). Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Ketua BAZNAS Makassar Ashar Tamanggong. Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Ketua I BAZNAS Makassar Ahmad Taslim serta Sekretaris Camat Wajo Zamhir Islami Rahman yang mewakili Camat Wajo. Ashar Tamanggong mengungkapkan, khusus Ramadan 1447 H, BAZNAS Kota Makassar menyiapkan anggaran sebesar Rp1.145.525.000 untuk disalurkan kepada kaum dhuafa di 15 kecamatan di Kota Makassar. “Bantuan ini bukan sekadar angka, tetapi bentuk kepedulian dan amanah yang harus kami salurkan kepada yang berhak,” ujar Ashar di sela kegiatan. Ia menegaskan, nilai bantuan tidak diukur dari besar kecilnya nominal, melainkan dari niat dan keikhlasan dalam berbagi, terlebih di bulan suci Ramadan. Menjawab pertanyaan terkait sumber dana, Ashar menjelaskan bantuan berasal dari zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dihimpun dari ASN Muslim Pemkot Makassar, UPZ masjid se-Kota Makassar, para muzakki, serta donatur perorangan yang mempercayakan penyalurannya melalui BAZNAS. Menurutnya, penyaluran ZIS secara langsung kepada penerima yang membutuhkan menjadi langkah tepat untuk memastikan bantuan sampai kepada sasaran. Sementara itu, Camat Wajo Maharuddin yang diwakili Sekcam Zamhir Islami Rahman menyampaikan apresiasi atas bantuan tersebut. “Mewakili Pak Camat, kami mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS Makassar atas bantuan ini. Kebaikan yang dilakukan tentu membawa kebahagiaan bagi penerima maupun pemberi,” ujar Zamhir. Ia menambahkan, Ramadan menjadi momentum memperkuat kepedulian sosial dan menumbuhkan semangat berbagi di tengah masyarakat. BAZNAS Makassar menargetkan penyaluran bantuan Ramadan ini menjangkau dhuafa di seluruh kecamatan sebagai bagian dari komitmen pengentasan kemiskinan dan penguatan solidaritas sosial di Kota Makassar yang dipimpin Wali Kota Munafri Arifuddin dan Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham. Penyaluran bantuan berlangsung tertib dan disambut antusias warga penerima manfaat. BAZNAS Makassar memastikan distribusi ZIS dilakukan tepat sasaran dan sesuai ketentuan syariah.
BERITA03/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Ramadan Jadi Momentum, BAZNAS Makassar Gelontorkan Rp1,14 Miliar untuk 1.530 Dhuafa
Ramadan Jadi Momentum, BAZNAS Makassar Gelontorkan Rp1,14 Miliar untuk 1.530 Dhuafa
Makassar – Ramadan 1447 H menjadi momentum penguatan kepedulian sosial di Kota Makassar. BAZNAS Kota Makassar menyiapkan anggaran Rp1.145.525.000 untuk disalurkan kepada kaum dhuafa di 15 kecamatan. Tahap pertama, lembaga pemerintah nonstruktural yang berkantor di Jalan Teduh Bersinar No 5, Kecamatan Rappocini itu mulai menyalurkan Rp405.025.000. Rinciannya, Rp382.500.000 dalam bentuk uang tunai untuk 1.530 penerima yang tersebar di 153 kelurahan, serta Rp22.525.000 dalam bentuk paket sembako prasejahtera melalui Safari Ramadan. Wakil Ketua IV Bidang SDM, Administrasi dan Umum BAZNAS Makassar, Jurlan Em Saho'as, mengatakan penyaluran dimulai sejak Senin (2/3), bertepatan dengan hari ke-12 Ramadan. “Penyerahan tahap awal dilakukan di Kecamatan Biringkanaya, Mariso, Ujung Tanah, dan Makassar,” ujarnya di sela kegiatan di Aula Kecamatan Biringkanaya. Menurut Jurlan, penerima bantuan dipastikan masuk dalam delapan golongan (asnaf) sesuai ketentuan syariah, yakni fakir, miskin, riqab, gharim, mualaf, fi sabilillah, ibnu sabil, dan amil. Ia juga menegaskan sumber dana bantuan berasal dari Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) para ASN Muslim Pemkot Makassar, guru SD dan SMP negeri Muslim melalui sistem payroll 2,5 persen, karyawan Perusda dan BUMD, pengusaha, perorangan, hingga Unit Pengumpul Zakat (UPZ) masjid se-Kota Makassar. Kepala Seksi Kesra Kecamatan Biringkanaya, Andi Achiruddin, mengapresiasi konsistensi BAZNAS Makassar yang setiap tahun menyalurkan bantuan kepada warga dhuafa di wilayahnya. “Ini sangat membantu masyarakat kami, khususnya di bulan Ramadan,” ujarnya. Di hari yang sama, Ketua BAZNAS Kota Makassar, Ashar Tamanggong, juga menyerahkan bantuan di Kecamatan Mariso. Menurutnya, kehadiran BAZNAS harus dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat yang benar-benar membutuhkan. “Kami ingin memberi senyum kepada keluarga yang patut menerima bantuan. Meski nilainya tidak besar, tapi insyaallah bermanfaat, terutama di bulan Ramadan,” katanya. Ashar menambahkan, Ramadan menjadi momentum akselerasi redistribusi ekonomi melalui zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun secara kolektif. BAZNAS Makassar menegaskan pengelolaan ZIS dilakukan dengan tiga prinsip utama. Pertama, Aman Syar’i, yakni sesuai Al-Qur’an dan Sunnah. Kedua, Aman Regulasi, taat pada aturan dan perundang-undangan. Ketiga, Aman NKRI, memastikan pengelolaan zakat memperkuat persaudaraan dan mendukung keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dengan skema tersebut, BAZNAS Makassar menargetkan penyaluran ZIS Ramadan tahun ini tepat sasaran dan memberi dampak langsung bagi masyarakat prasejahtera di seluruh penjuru kota.
BERITA03/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS RI Buka Data, Tegaskan Komitmen Transparansi dalam Laporan Keuangan 2024
BAZNAS RI Buka Data, Tegaskan Komitmen Transparansi dalam Laporan Keuangan 2024
Jakarta — Di tengah derasnya arus informasi dan diskusi publik di media sosial, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menegaskan komitmennya terhadap transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan zakat melalui Laporan Keuangan Tahun 2024. Respons ini disampaikan sebagai bentuk keterbukaan kepada masyarakat yang menunjukkan kepedulian tinggi terhadap tata kelola dana umat. BAZNAS memandang kritik dan perhatian publik bukan sebagai tekanan, melainkan sebagai energi kolektif untuk memperkuat kepercayaan dan integritas lembaga. Sebagai lembaga resmi negara yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat, BAZNAS RI menjalankan pengelolaan zakat dengan prinsip Aman Syar’i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI (3A). Seluruh laporan keuangan BAZNAS RI setiap tahun diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) independen untuk memastikan validitas dan kredibilitas data. Selain itu, audit syariah dilakukan oleh auditor yang ditetapkan Kementerian Agama Republik Indonesia guna menjamin kepatuhan terhadap prinsip-prinsip syariah. Pengawasan fungsional juga dilakukan secara berkala oleh Inspektorat Jenderal Kemenag RI. Di tingkat internal, BAZNAS memiliki Direktorat Audit, Kepatuhan dan Manajemen Risiko serta Direktorat Pengendalian dan Evaluasi untuk memastikan setiap proses berjalan sesuai ketentuan. Sebagai bentuk keterbukaan informasi publik, laporan keuangan dapat diakses secara terbuka melalui laman resmi baznas.go.id, sehingga masyarakat dapat melakukan pengawasan sosial secara mandiri. Salah satu isu yang menjadi perhatian publik adalah porsi dana amil. Dalam syariat Islam, amil termasuk salah satu dari delapan asnaf sebagaimana disebutkan dalam QS. at-Taubah ayat 60. Secara regulasi nasional, batas maksimal porsi amil ditetapkan sebesar 12,5 persen (1/8) melalui Keputusan Menteri Agama Nomor 606 Tahun 2020. Dalam Laporan Keuangan 2024, realisasi dana amil tercatat sebesar 12,32 persen — masih berada di bawah batas maksimal yang ditetapkan. Dana tersebut digunakan secara proporsional untuk mendukung operasional pengelolaan zakat, termasuk belanja pegawai, administrasi umum, operasional Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di kementerian, lembaga, dan BUMN, serta pengembangan teknologi informasi guna meningkatkan layanan kepada muzaki dan mustahik. Sepanjang 2024, porsi terbesar penyaluran zakat — 38,4 persen — dialokasikan kepada asnaf miskin. Kelompok ini didefinisikan sebagai mereka yang memiliki penghasilan, namun belum mencukupi kebutuhan dasar hidup sehari-hari. Penyaluran tersebut tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi diarahkan pada pemberdayaan ekonomi berkelanjutan. Di wilayah perkotaan, BAZNAS menjalankan program ekonomi produktif seperti Z-Mart, Z-Chicken, Z-Coffee, dan Z-Auto yang membina mustahik menjadi pelaku usaha mikro. Sementara di wilayah pedesaan, program Balai Ternak, Lumbung Pangan, Zakat Community Development (ZCD), serta pembiayaan mikro syariah hadir untuk memberdayakan petani, peternak, dan nelayan di berbagai daerah. Selain itu, alokasi fi sabilillah difokuskan pada sektor pendidikan melalui Beasiswa Cendekia BAZNAS dalam dan luar negeri, beasiswa santri, program Madrasah Layak Belajar, serta dukungan bagi para dai yang bertugas di wilayah 3T (terdepan, terluar, tertinggal) dan daerah minoritas Muslim. BAZNAS RI menegaskan bahwa zakat bukan sekadar kewajiban ibadah individual, melainkan instrumen strategis untuk percepatan pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan umat. Kepercayaan publik adalah amanah terbesar yang terus dijaga melalui konsistensi, profesionalitas, dan integritas dalam setiap proses pengelolaan. BAZNAS RI mengajak masyarakat untuk merujuk pada sumber informasi resmi dan bersama-sama mengawal tata kelola zakat yang transparan dan berdampak. Dengan semangat kolaborasi dan keterbukaan, BAZNAS optimistis zakat dapat menjadi kekuatan nyata dalam membangun kemandirian umat dan memperkuat solidaritas sosial di Indonesia.
BERITA03/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Ramadan Penuh Berkah: Keluarga Besar MIN 1 Minahasa Berbagi Sedekah untuk Siswa, BAZNAS Apresiasi Semangat Kepedulian
Ramadan Penuh Berkah: Keluarga Besar MIN 1 Minahasa Berbagi Sedekah untuk Siswa, BAZNAS Apresiasi Semangat Kepedulian
Minahasa 2/3/2026 – Suasana Ramadan yang sarat makna kembali menghadirkan kisah inspiratif dari dunia pendidikan. Keluarga Besar Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Minahasa menggelar kegiatan pembagian sedekah kepada para siswa yang berhak menerima, sebagai wujud nyata kepedulian sosial dan semangat berbagi di bulan suci. Bantuan yang disalurkan berupa paket sembako dan uang tunai, yang diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan para siswa dan keluarganya selama menjalani ibadah Ramadan. Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Kepala Madrasah Vatimah P., M.Pd.I, bersama tim Panca Cinta Allah dan Rasul, yang terdiri dari Nurhajati Ibrahim, S.H.I dan Intan Pratiwi Aku, S.Pd. Kegiatan ini menjadi simbol kuatnya nilai kebersamaan dan kepedulian yang tumbuh di lingkungan madrasah. Dalam keterangannya, pihak madrasah menyampaikan bahwa kegiatan berbagi ini bukan sekadar penyaluran bantuan, tetapi juga bagian dari pendidikan karakter bagi siswa untuk menumbuhkan nilai empati, kepedulian sosial, dan kecintaan terhadap ajaran Islam sejak dini. “Ramadan adalah madrasah spiritual yang mengajarkan kita untuk peduli kepada sesama. Melalui kegiatan sedekah ini, kami ingin menanamkan kepada siswa bahwa berbagi adalah bagian dari akhlak mulia seorang muslim,” ungkap pihak madrasah. Selain itu, pihak MIN 1 Minahasa juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh orang tua dan wali siswa yang telah memberikan dukungan terhadap berbagai kegiatan madrasah. Dukungan tersebut dinilai menjadi kekuatan penting dalam membangun lingkungan pendidikan yang penuh cinta, kebersamaan, dan keberkahan. “Sinergi antara madrasah dan orang tua merupakan fondasi utama dalam membentuk generasi yang berilmu, berakhlak, dan memiliki kepedulian sosial,” tambahnya. Sementara itu, kalangan pengelola zakat menilai kegiatan seperti ini memiliki nilai edukasi yang sangat penting bagi masyarakat. Semangat berbagi yang ditanamkan di lingkungan pendidikan sejalan dengan misi penguatan literasi zakat, infak, dan sedekah di tengah umat. Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) berharap kegiatan berbagi yang dilakukan madrasah dapat menjadi inspirasi bagi lembaga pendidikan lainnya untuk menumbuhkan budaya filantropi Islam sejak usia dini. “Gerakan berbagi di lingkungan sekolah dan madrasah adalah langkah strategis untuk menanamkan nilai kepedulian sosial kepada generasi muda. Ketika anak-anak dibiasakan melihat dan merasakan indahnya berbagi, maka akan tumbuh generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berjiwa dermawan,” ujar salah satu pimpinan BAZNAS. Momentum Ramadan, lanjutnya, merupakan waktu terbaik untuk memperkuat nilai solidaritas dan kepedulian kepada sesama, terutama kepada mereka yang membutuhkan. Kegiatan sedekah yang digelar MIN 1 Minahasa ini diharapkan tidak hanya memberi manfaat secara langsung kepada para penerima, tetapi juga menjadi amal jariyah bagi seluruh pihak yang terlibat. Di bulan yang penuh rahmat ini, setiap kebaikan sekecil apa pun diyakini akan dilipatgandakan pahalanya oleh Allah SWT. Semoga semangat berbagi yang tumbuh di lingkungan MIN 1 Minahasa terus menginspirasi, menebarkan keberkahan, serta melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas dalam ilmu, tetapi juga kaya dalam kepedulian dan akhlak mulia.
BERITA03/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
GEMAR Siak Berzakat Digelar di Sabak Auh, Rp32,6 Juta Terkumpul – 48 Mustahik Terima Paket Ramadan
GEMAR Siak Berzakat Digelar di Sabak Auh, Rp32,6 Juta Terkumpul – 48 Mustahik Terima Paket Ramadan
Siak – Gerakan Masyarakat (GEMAR) Siak Berzakat kembali digelar. Kali ini, Kecamatan Sabak Auh menjadi titik pelaksanaan sekaligus momentum Pendistribusian Zakat Tahap I Tahun 2026 oleh BAZNAS Kabupaten Siak. Dalam kegiatan tersebut, dana zakat yang berhasil dihimpun sementara mencapai Rp32.699.000. Angka ini menunjukkan partisipasi aktif masyarakat dalam menyalurkan zakat melalui lembaga resmi. Acara dihadiri Wakil Ketua III Bidang Keuangan dan Pelaporan H. Moch. Showwam Amin, Wakil Ketua IV Bidang SDM, Administrasi dan Umum Rojikin, Camat Sabak Auh, pengurus UPZ kecamatan dan kampung, para penghulu, lurah, muzaki, serta tamu undangan lainnya. Tak hanya penghimpunan, BAZNAS juga langsung menyalurkan bantuan. Sebanyak 48 mustahik menerima Paket Ramadan Bahagia dengan total nilai Rp36.000.000. Bantuan ini menjadi bagian dari Pendistribusian Zakat Tahap I Tahun 2026 yang difokuskan untuk membantu masyarakat kurang mampu dalam memenuhi kebutuhan dasar, terutama menjelang Ramadan. “Penghimpunan dan pendistribusian zakat harus berjalan beriringan. Transparansi dan akuntabilitas menjadi kunci agar manfaatnya benar-benar dirasakan mustahik,” ujar Wakil Ketua III Bidang Keuangan dan Pelaporan dalam sambutannya. BAZNAS Kabupaten Siak menegaskan, gerakan ini bukan sekadar seremoni. Penguatan sistem pengelolaan zakat dilakukan agar dana yang dihimpun dapat disalurkan tepat sasaran. Sinergi antara BAZNAS, pemerintah kecamatan, UPZ, hingga perangkat kampung menjadi faktor penting dalam memastikan distribusi berjalan efektif. Camat Sabak Auh turut mengapresiasi kolaborasi tersebut. Ia berharap kesadaran berzakat masyarakat terus meningkat sehingga dampaknya makin luas bagi kesejahteraan warga. Kegiatan berlangsung tertib dan penuh semangat kebersamaan. GEMAR Siak Berzakat menjadi simbol komitmen bersama membangun Kabupaten Siak yang religius dan peduli terhadap sesama. Dengan capaian awal puluhan juta rupiah dan puluhan mustahik yang telah menerima manfaat, BAZNAS optimistis gerakan ini akan terus berkembang dan memberi dampak nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.
BERITA02/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Badan Amil Zakat Nasional Salurkan 2.400 Pakaian untuk Pengungsi Gaza, Ramadan Jadi Momentum Solidaritas
Badan Amil Zakat Nasional Salurkan 2.400 Pakaian untuk Pengungsi Gaza, Ramadan Jadi Momentum Solidaritas
Gaza – Ramadan menjadi momentum berbagi lintas batas. Di tengah situasi kemanusiaan yang masih memprihatinkan, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI kembali menyalurkan bantuan bagi warga Palestina terdampak konflik. Kali ini, sebanyak 2.400 paket pakaian baru didistribusikan untuk para pengungsi di Kota Gaza. Bantuan difokuskan di dua titik krusial, yakni Al Zahraa Camp dan Palestine Camp, yang saat ini menjadi tempat berteduh ribuan warga yang kehilangan rumah dan harta benda akibat konflik berkepanjangan. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, M.A., menjelaskan bahwa ribuan pakaian tersebut merupakan akumulasi bantuan masyarakat Indonesia. Distribusi dilakukan melalui kolaborasi bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI), MIRA, LAZ Muhajir, serta sejumlah mitra strategis lainnya. “Kami terus berupaya memastikan bantuan dari para muzaki sampai ke tangan mereka yang paling membutuhkan. Distribusi pakaian di Al Zahraa dan Palestine Camp ini adalah langkah konkret untuk memberikan kenyamanan dan menjaga martabat saudara-saudara kita di Gaza yang telah kehilangan harta bendanya,” ujar Saidah dalam keterangan tertulis, Senin (2/3/2026). Menurutnya, bantuan sandang bukan sekadar pemenuhan kebutuhan dasar, tetapi juga bagian dari upaya menjaga harkat dan martabat para pengungsi, khususnya di bulan suci Ramadan. Distribusi menyasar kelompok rentan seperti lansia dan anak-anak yang tinggal di kamp pengungsian. Dengan menggandeng mitra lokal di Gaza, BAZNAS memastikan penyaluran berjalan kondusif dan tepat sasaran meski di tengah keterbatasan akses dan situasi keamanan yang dinamis. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan BAZNAS dalam mendukung perjuangan kemanusiaan Palestina. Sebelumnya, berbagai bantuan pangan dan layanan kesehatan juga telah digulirkan untuk membantu warga bertahan di tengah krisis. Saidah menegaskan, komitmen BAZNAS untuk Palestina tidak berhenti pada bantuan sandang. Program kemanusiaan akan terus diperluas sesuai kebutuhan di lapangan. “Bantuan ini bukan sekadar angka 2.400 paket pakaian, melainkan pesan solidaritas bahwa Palestina tidak sendirian. BAZNAS akan terus mengawal amanah rakyat Indonesia dalam program kemanusiaan berkelanjutan, baik dalam bentuk pangan, sandang, maupun pelayanan kesehatan,” tegasnya. Ia pun mengajak masyarakat Indonesia untuk terus menguatkan dukungan, baik melalui doa maupun donasi. Masyarakat yang ingin berpartisipasi dapat menyalurkan donasi melalui: Dompet Solidaritas Palestina BAZNAS BSI: 100.426.6893 a.n. Badan Amil Zakat Nasional Atau melalui laman resmi: baznas.go.id/bantupalestina
BERITA02/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Try Sutrisno Wafat 2 Maret 2026 di RSPAD, Bangsa Indonesia Berduka
Try Sutrisno Wafat 2 Maret 2026 di RSPAD, Bangsa Indonesia Berduka
Jakarta – Indonesia kembali kehilangan salah satu putra terbaiknya. Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia, Try Sutrisno, wafat pada Senin, 2 Maret 2026, pukul 06.58 WIB di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, dalam usia 90 tahun. Berdasarkan keterangan keluarga, kondisi kesehatan almarhum telah menurun sejak 16 Februari 2026 sebelum akhirnya menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Setelah berjuang melawan sakit, almarhum mengembuskan napas terakhir dengan tenang di rumah sakit militer tersebut. Kepergian Jenderal TNI (Purn.) Try Sutrisno menjadi duka mendalam bagi bangsa. Sosoknya dikenal sebagai prajurit tangguh dan negarawan yang mengabdikan sebagian besar hidupnya untuk kepentingan negara. Jenazah disemayamkan di rumah duka di Jalan Purwakarta Nomor 6, Menteng, Jakarta Pusat. Salat jenazah dilaksanakan di Masjid Agung Sunda Kelapa selepas Zuhur. Almarhum dimakamkan secara militer di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan. Upacara penghormatan dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai bentuk penghargaan negara atas jasa dan pengabdian almarhum. Sebagai penghormatan nasional, pemerintah menginstruksikan pengibaran bendera setengah tiang selama tiga hari, mulai 2 hingga 4 Maret 2026. Duka cita juga datang dari berbagai daerah, termasuk dari BAZNAS Kabupaten Minahasa. Pimpinan BAZNAS Kabupaten Minahasa menyampaikan belasungkawa mendalam atas wafatnya almarhum. “Kami keluarga besar BAZNAS Kabupaten Minahasa turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya Bapak Jenderal TNI (Purn.) Try Sutrisno. Beliau adalah sosok teladan dalam pengabdian kepada bangsa dan negara,” demikian pernyataan resminya. Pihaknya turut mendoakan agar seluruh amal ibadah dan jasa almarhum diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan. Kepergian Try Sutrisno bukan hanya menandai berakhirnya perjalanan hidup seorang negarawan, tetapi juga meninggalkan jejak panjang pengabdian yang akan terus dikenang dalam sejarah Indonesia.
BERITA02/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Badan Amil Zakat Nasional Pasang Alat Bantu Dengar Gratis untuk Anak Disabilitas di Tebet
Badan Amil Zakat Nasional Pasang Alat Bantu Dengar Gratis untuk Anak Disabilitas di Tebet
Jakarta – Senyum Amirah perlahan merekah saat suara di sekelilingnya terdengar lebih jelas dari biasanya. Untuk pertama kalinya, pelajar SMP itu bisa menangkap percakapan tanpa harus menebak-nebak gerak bibir. Di sebuah rumah kos sederhana di kawasan Tebet Dalam, Jakarta Selatan, harapan baru pun dimulai. Senin (2/3/2026), Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menyalurkan alat bantu dengar gratis kepada Amirah, anak penyandang disabilitas rungu dan wicara dari keluarga prasejahtera. Bantuan ini menjadi bagian dari program pendistribusian zakat untuk kaum rentan yang mengalami keterbatasan akses akibat kondisi ekonomi. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, M.A., mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk nyata keberpihakan kepada penyandang disabilitas dari keluarga kurang mampu. “Ini adalah bentuk kepedulian dan keberpihakan BAZNAS terhadap kaum rentan. Zakat yang para muzaki salurkan kami optimalkan untuk membantu para mustahik, salah satunya melalui penyaluran alat bantu pendengaran,” kata Saidah dalam keterangan tertulisnya. Menurutnya, gangguan pendengaran sering kali menjadi hambatan besar, bukan hanya dalam komunikasi sehari-hari, tetapi juga dalam pendidikan dan kesempatan masa depan. “Kami memahami gangguan pendengaran bisa memperburuk kondisi ekonomi jika tidak segera ditangani,” ujarnya. Amirah tinggal bersama ibunya yang bekerja sebagai penjaga sekaligus pembersih rumah kos. Penghasilannya pas-pasan untuk memenuhi kebutuhan hidup di ibu kota. Harga alat bantu dengar yang relatif mahal membuat keluarga ini belum mampu menyediakan perangkat yang layak. Akibatnya, Amirah kerap kesulitan mengikuti pelajaran di kelas dan berinteraksi dengan teman-temannya. “Ibu Amirah kesehariannya bekerja dengan penghasilan sangat minim dibandingkan beban biaya hidup di kota besar,” jelas Saidah. Kini, setelah alat bantu dengar terpasang, perubahan langsung terasa. “Alhamdulillah, Amirah dapat mendengar lebih jelas. Ia menjadi lebih responsif terhadap suara di sekitarnya dan lebih terbantu saat belajar,” tambahnya. BAZNAS menegaskan akan terus memperluas program bantuan serupa di berbagai daerah. Tidak hanya fokus pada aspek kesehatan, tetapi juga mendorong peningkatan prestasi akademik dan kepercayaan diri anak-anak penyandang disabilitas. “Kami ingin memastikan setiap anak Indonesia, termasuk penyandang disabilitas, memiliki hak yang sama untuk tumbuh, belajar, dan meraih masa depan yang lebih baik,” tegas Saidah.
BERITA02/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Badan Amil Zakat Nasional Tembus Daerah Terisolasi, Salurkan 1 Ton Beras Zakat Fitrah untuk Warga Terdampak Rob di Bekasi
Badan Amil Zakat Nasional Tembus Daerah Terisolasi, Salurkan 1 Ton Beras Zakat Fitrah untuk Warga Terdampak Rob di Bekasi
Kabupaten Bekasi – Air laut tak kunjung surut. Hampir tiga bulan lamanya, banjir rob mengepung permukiman warga di pesisir Muara Gembong, Kabupaten Bekasi. Rumah terendam, aktivitas lumpuh, bantuan pun nyaris tak masuk. Di tengah kondisi itu, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI datang membawa harapan. Minggu (1/3/2026), BAZNAS menyalurkan 200 paket beras zakat fitrah masing-masing 5 kilogram atau total 1 ton beras kepada warga terdampak. Bantuan difokuskan di dua titik terisolasi: Pondok Dua, Desa Pantai Harapan Jaya dan Muara Beting, Desa Pantai Bahagia, Kecamatan Muara Gembong. Genangan air pasang yang terus masuk ke permukiman membuat warga kesulitan beraktivitas. Tak sedikit yang mengalami gangguan kesehatan akibat terlalu lama terendam air. “Gara-gara banjir rob hampir tiga bulan sampai kaki bonyok kena kutu air. Selama itu bantuan belum ada yang masuk. Alhamdulillah hari ini dapat bantuan beras zakat fitrah dari BAZNAS,” ujar Watiah, warga Desa Pantai Harapan Jaya, dengan mata berkaca-kaca. Menurutnya, di situasi serba sulit seperti sekarang, bantuan beras menjadi kebutuhan paling mendesak. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, M.A., mengatakan penyaluran ini merupakan komitmen BAZNAS memastikan amanah zakat fitrah dari muzaki sampai kepada mustahik, terutama di wilayah sulit dijangkau. “BAZNAS berupaya hadir di tengah masyarakat yang terdampak banjir rob berkepanjangan, apalagi di bulan Ramadan. Kami berharap bantuan ini bisa meringankan beban pangan keluarga sehingga warga dapat beribadah dengan lebih tenang,” kata Saidah dalam keterangannya. Ia menegaskan, zakat tidak boleh berhenti pada penghimpunan, tetapi harus dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat yang paling membutuhkan. Dampak rob tak hanya merendam rumah, tetapi juga melumpuhkan penghasilan warga. Tambrun (65), nelayan bidak di Muara Beting, mengaku penghasilannya tak menentu, hanya sekitar Rp30 ribu hingga Rp50 ribu sekali melaut. Uang itu biasanya langsung habis untuk membeli beras. “Biasanya uang segitu buat beli beras. Alhamdulillah dengan bantuan BAZNAS ini, saya sangat terbantu,” ujarnya. Tambrun tinggal di gubuk kecil bersama istrinya yang tengah sakit tumor otak. Kondisi angin barat yang kerap berbahaya membuat nelayan tak bisa rutin melaut. Hal senada disampaikan Nursan, pegiat Kelompok Bahagia Berkarya (Kebaya). Ia menyebut banjir rob yang berkepanjangan membuat warga harus fokus memperbaiki rumah, sementara penghasilan terhenti. “Kalau tidak melaut, artinya tidak punya penghasilan. Bantuan beras ini setidaknya meringankan beban warga,” jelasnya. Sebanyak 200 paket beras mungkin terlihat sederhana. Namun bagi warga yang hampir tiga bulan terisolasi dan bertahan di tengah genangan air, bantuan itu menjadi simbol bahwa mereka tidak sendiri. Di pesisir Muara Gembong, zakat fitrah bukan sekadar beras. Ia menjelma menjadi harapan—bahwa di tengah rob dan keterbatasan, masih ada tangan-tangan yang peduli.
BERITA02/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Transparansi dan Amanah: UPZ Masjid Al Hijrah Laporkan Pengelolaan ZIS ke BAZNAS, Bangun Kepercayaan Umat
Transparansi dan Amanah: UPZ Masjid Al Hijrah Laporkan Pengelolaan ZIS ke BAZNAS, Bangun Kepercayaan Umat
Tondano – Komitmen terhadap tata kelola zakat yang profesional dan transparan kembali ditegaskan oleh Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Masjid Al Hijrah Rinegetan. UPZ secara resmi melaporkan data pengumpulan, penyaluran, dan pendistribusian zakat, infak, dan sedekah (ZIS) kepada Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Minggu, 1/3/2023 Laporan tersebut memuat rincian dana yang masuk melalui UPZ masjid, termasuk sumber penerimaan, jumlah muzaki, serta distribusi kepada para mustahik sesuai dengan ketentuan syariat dan peraturan perundang-undangan. Langkah ini menjadi bagian dari penguatan akuntabilitas dan upaya membangun kepercayaan publik terhadap pengelolaan zakat berbasis masjid. Ketua UPZ Masjid Al Hijrah Rinegetan Sumarno Kaluku menegaskan bahwa pelaporan rutin bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan bentuk amanah kepada umat. “Zakat, infak, dan sedekah adalah titipan. Kami berkewajiban memastikan setiap rupiah yang dihimpun tercatat, terlapor, dan tersalurkan dengan tepat sasaran. Transparansi adalah kunci menjaga kepercayaan jamaah,” ujarnya. Ia menambahkan, UPZ berkomitmen mengikuti pedoman dan arahan BAZNAS agar tata kelola berjalan sesuai prinsip syariah, profesional, dan modern. Senada dengan itu, Ketua Masjid Al Hijrah Ibrahim Hamid menyampaikan bahwa masjid bukan hanya tempat ibadah mahdhah, tetapi juga pusat pemberdayaan umat. “Ketika pengelolaan ZIS dilakukan secara tertib dan dilaporkan secara terbuka, maka jamaah merasa tenang. Mereka tahu bahwa amanahnya dikelola dengan baik dan manfaatnya kembali kepada masyarakat,” tuturnya. Sementara itu, Imam Masjid Al Hijrah Kiki Palamani mengingatkan bahwa zakat memiliki dimensi spiritual dan sosial sekaligus. Menurutnya, pelaporan yang transparan adalah bagian dari nilai kejujuran yang diajarkan Islam. “Allah memerintahkan kita untuk menunaikan amanah. Pengelolaan zakat yang terbuka adalah wujud ketakwaan dan tanggung jawab moral di hadapan Allah dan manusia,” katanya. Dari pihak BAZNAS Kabupaten, pimpinan menyampaikan apresiasi atas kesadaran UPZ dalam menyampaikan laporan secara berkala. Ia menegaskan bahwa sinergi antara BAZNAS dan UPZ masjid merupakan fondasi penting dalam membangun ekosistem zakat yang kuat dan terpercaya. “BAZNAS hadir untuk memastikan tata kelola zakat berjalan sesuai regulasi dan prinsip syariah. Kami mengajak masyarakat untuk tidak ragu menyalurkan zakat melalui UPZ resmi, karena ada sistem pelaporan, pengawasan, dan pendampingan yang jelas,” tegasnya. Lebih jauh, Waka IV BAZNAS Minahasa berharap langkah ini menjadi edukasi publik bahwa pengelolaan zakat kini semakin profesional, transparan, dan terintegrasi. Kepercayaan umat adalah modal utama dalam memperkuat peran zakat sebagai instrumen pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan ekonomi. Dengan pelaporan yang tertib dan terbuka, UPZ Masjid Al Hijrah menunjukkan bahwa masjid dapat menjadi garda terdepan dalam membangun tata kelola zakat yang amanah. Dari masjid, kepercayaan itu dirawat; dari zakat yang terkelola dengan baik, keberkahan umat diteguhkan.
BERITA01/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Jamaah Doakan Kelancaran Umrah Wakil Ketua Majelis Taklim dan Ketua BTM Baitul Ikhlas
Jamaah Doakan Kelancaran Umrah Wakil Ketua Majelis Taklim dan Ketua BTM Baitul Ikhlas
Tondano – Kabar bahagia datang dari lingkungan jamaah masjid dan majelis taklim. Wakil Ketua Majelis Taklim, Hj. Jumaenah Rakhman, bersama Ketua BTM Masjid Baitul Ikhlas, H. Syafaruddin Maddepungeng, dijadwalkan menunaikan ibadah umrah dalam waktu dekat. Keberangkatan keduanya disambut doa dan harapan dari para jamaah. Imam Masjid Baitul Ikhlas bersama pengurus dan jamaah turut memanjatkan doa agar seluruh rangkaian ibadah umrah yang akan dijalankan diberikan kelancaran, kesehatan, serta kemudahan oleh Allah SWT. Dalam penyampaian doanya, Imam masjid berharap perjalanan suci tersebut menjadi momentum peningkatan ketakwaan dan membawa keberkahan bagi keluarga serta masyarakat. “Semoga Allah SWT memudahkan seluruh proses perjalanan, menerima setiap ibadah yang dilaksanakan, serta mengembalikan beliau dalam keadaan sehat dan menjadi umrah yang mabrurah,” ungkapnya. Jamaah juga berharap sepulang dari Tanah Suci, keduanya dapat membawa semangat baru dalam memakmurkan masjid, memperkuat majelis taklim, serta meningkatkan pelayanan keumatan. Ibadah umrah bukan sekadar perjalanan spiritual personal, melainkan juga menjadi inspirasi kolektif bagi jamaah untuk semakin mencintai masjid dan meningkatkan kualitas ibadah. Doa pun terus mengalir, mengiringi langkah menuju Baitullah dengan penuh harap dan tawakal. “Insya Allah ibadah umrahnya lancar dan penuh keberkahan,” doa jamaah yang diaminkan bersama.
BERITA01/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Ketua BTM Ajak Jamaah Tunaikan Zakat Lewat UPZ, Masjid Al Hijrah Tondano Resmi Kantongi SK dari Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Minahasa
Ketua BTM Ajak Jamaah Tunaikan Zakat Lewat UPZ, Masjid Al Hijrah Tondano Resmi Kantongi SK dari Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Minahasa
Tondano — Semangat kebangkitan zakat di wilayah keimaman Masjid Al Hijrah Tondano kian terasa. Melalui media sosial resmi Masjid Al Hijrah Tondano di Facebook, Ketua BTM (Badan Takmir Masjid) mengajak seluruh jamaah yang telah memenuhi syarat wajib zakat untuk menunaikan kewajibannya melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Masjid Al Hijrah Sabtu, 28/2/2026. Ajakan ini bukan sekadar pengumuman, melainkan gerakan edukasi dan dakwah yang menyentuh kesadaran umat. Terlebih, UPZ Masjid Al Hijrah kini telah resmi mengantongi Surat Keputusan (SK) dari Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Minahasa, menandakan legalitas dan keabsahan dalam pengelolaan zakat sesuai regulasi. Dalam unggahan tersebut, Ketua BTM Al Hijrah Rinegetan Ibrahim Hamid mengingatkan firman Allah SWT dalam Surah At-Taubah ayat 103: artinya : Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Keseriusan ini tidak berhenti pada imbauan. Panitia UPZ Masjid Al Hijrah Rinegetan telah bergerak cepat dengan menyiapkan dan mencetak amplop resmi UPZ yang akan didistribusikan kepada para muzaki di wilayah keimaman. Langkah ini menjadi simbol kesiapan sistematis dan profesional dalam menghimpun zakat umat. Koordinasi intens dilakukan bersama keimaman masjid serta Ketua UPZ, memastikan setiap proses berjalan tertib, transparan, dan sesuai syariat. Media sosial pun dimanfaatkan sebagai sarana dakwah modern — menghadirkan edukasi zakat secara terbuka, informatif, dan mengajak partisipasi aktif jamaah. Langkah ini menjadi contoh nyata bagaimana masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah ritual, tetapi juga pusat pemberdayaan ekonomi umat. Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Minahasa menyampaikan apresiasi tinggi atas inisiatif yang dilakukan Pengurus UPZ Masjid Al Hijrah di bawah pengawasan Ketua BTM dan koordinasi keimaman masjid. Menurutnya, langkah ini mencerminkan kesadaran kolektif bahwa zakat harus dikelola secara terstruktur, legal, dan amanah. “Ini contoh baik bagi seluruh masjid di Kabupaten Minahasa. Ketika UPZ memiliki SK resmi dan bergerak aktif mengedukasi jamaah, maka potensi zakat akan terhimpun maksimal dan penyalurannya pun tepat sasaran,” ujarnya. BAZNAS berharap seluruh masjid di wilayah Kabupaten Minahasa dapat mempersiapkan kepengurusan UPZ secara tertib. Bagi masjid yang belum memiliki SK resmi, diimbau segera berkoordinasi dan melaporkan ke BAZNAS Minahasa untuk mendapatkan pengesahan, sehingga pengelolaan zakat berjalan sesuai regulasi dan mendapat pembinaan. Gerakan yang dimulai dari Masjid Al Hijrah Tondano ini menjadi inspirasi bahwa transformasi zakat dimulai dari kesadaran. Dari mimbar ke media sosial. Dari ayat suci ke aksi nyata. Zakat yang dihimpun melalui UPZ masjid bukan sekadar angka, melainkan harapan bagi mustahik, penguat ekonomi umat, serta wujud nyata solidaritas sosial Islam. Kini, bola ada di tangan umat. Ketika jamaah yang telah wajib zakat menyalurkannya melalui UPZ resmi, maka masjid benar-benar menjadi pusat keberkahan, pusat pemberdayaan, dan pusat peradaban. Semoga langkah Masjid Al Hijrah Tondano menjadi pemantik gerakan zakat yang lebih masif di seluruh Minahasa — terkelola, terarah, dan menyejahterakan.
BERITA01/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Spektakuler! Pendeta GPIB Paulus Menteng Buka Puasa di Serambi Masjid Jaton, Toleransi Ramadhan Menggema dari Tondano
Spektakuler! Pendeta GPIB Paulus Menteng Buka Puasa di Serambi Masjid Jaton, Toleransi Ramadhan Menggema dari Tondano
Tondano – Ramadhan di Kampung Jawa Tondano, Minahasa, tahun ini menghadirkan pemandangan yang tak biasa. Di serambi masjid TPQ Radhatul Jannah, anak-anak santri duduk bersarung, jamaah memenuhi sisi ruangan. Lalu hadir seorang tamu istimewa: Pdt. Johny Alexander Lontoh, M.Min, M.Th Ketua Majelis Jemaat GPIB Paulus Menteng-Jakarta Pusat, Sabtu, 28/2/2026. Ia datang bukan sendiri. Rombongan gereja menyertainya. Turut hadir tiga Komisioner KPU Minahasa, Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Minahasa, Lurah Kampung Jawa, serta Sekretaris BTM Masjid Agung Al-Falah, . Silaturahmi ini disaksikan jamaah masjid dan para santri yang kemudian berbuka puasa bersama. Momen itu bukan sekadar kunjungan. Ia menjelma menjadi panggung toleransi yang hidup. Di hadapan jamaah dan santri, Pdt. Johny berbicara lugas. Ia menyebut Indonesia sebagai rumah besar keberagaman yang harus dirawat bersama. “Kami hidup di Indonesia dengan berbagai macam keberagaman. Kita harus saling menghargai dan menghormati keyakinan masing-masing. Titik temu kita adalah silaturahmi dan membangun kerukunan,” ujarnya. Rombongan gereja ini memang tengah menjalankan program lintas komunitas. Di Sulawesi Utara, mereka telah mengunjungi sinagoge dan akan melanjutkan ke klenteng. Pesannya jelas: perbedaan bukan alasan untuk berjarak. Yang membuatnya terkesan justru identitas Kampung Jawa Tondano. “Saya datang berpikir Jawa Tondano itu berbahasa Jawa. Ternyata berbahasa Minahasa, bahkan Tondano. Saya sendiri Lontoh, opakundu dari Tataran II, tapi tidak bisa bahasa Tondano sama sekali. Ini luar biasa,” katanya disambut senyum hadirin. Ia menyoroti sejarah komunitas Jaton—para lelaki yang datang dan berladang, sementara para ibu asli daerah setempat, sehingga generasi tumbuh dengan bahasa ibu Minahasa. “Ini kekayaan budaya yang indah. Biarlah menjadi kekhasan yang terus dipertahankan. Kiranya umat di Kampung Jawa hidup makmur dan damai,” tuturnya. Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Minahasa Sahlan Kokalo menyebut peristiwa ini sebagai edukasi sosial yang nyata. “BAZNAS hadir bukan hanya mengelola zakat, tapi membangun jembatan kemanusiaan. Ketika tokoh lintas iman duduk bersama di bulan Ramadhan, itu pesan kuat bagi generasi muda bahwa persatuan adalah fondasi daerah ini,” ujarnya. Menurutnya, silaturahmi seperti ini memperkuat harmoni sosial sekaligus menjadi teladan kepemimpinan yang merangkul. Pimpinan TPQ Radhatul Jannah Jawa Tondano H. Abdul Qadir Pulukadang, SE tak menyembunyikan rasa bangganya. “Kami berterima kasih atas kehadiran Pdt. Johny dan rombongan. Anak-anak kami belajar langsung arti toleransi. Ini bukan teori, ini praktik,” katanya. Menjelang Maghrib, suasana makin hangat. Adzan berkumandang. Semua yang hadir—pendeta, pengurus masjid, komisioner KPU, tokoh BAZNAS, jamaah, hingga santri—menyatu dalam satu hamparan sajian berbuka di serambi masjid. Acara ditutup dengan penyerahan cenderamata dari Pdt. Johny kepada pimpinan TPQ sebagai simbol persahabatan lintas iman. Dari serambi kecil di Kampung Jawa Tondano, pesan besar itu menggema: toleransi bukan sekadar slogan. Ia hidup dalam perjumpaan, tumbuh dalam dialog, dan menguat dalam kebersamaan.
BERITA01/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Minahasa.

Lihat Daftar Rekening →