WhatsApp Icon
Pos Mudik BAZNAS Hadir di Tasikmalaya, Pemudik Bisa Istirahat, Pijat Gratis hingga Dapat Takjil

Tasikmalaya – Arus mudik Lebaran 2026 kian padat. Di tengah perjalanan panjang yang melelahkan, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menghadirkan solusi bagi para pemudik dengan membuka Pos Mudik di Tasikmalaya.

Tak sekadar tempat singgah, Pos Mudik BAZNAS ini menyediakan beragam layanan gratis yang bisa dimanfaatkan pemudik selama periode 16 hingga 27 Maret 2026.

Mulai dari layanan kesehatan, masjid, toilet darurat, ruang laktasi, dapur air, wifi, layanan charger, tempat istirahat, pijat gratis, hingga ruang ramah anak—semuanya tersedia untuk menunjang kenyamanan perjalanan.

Tak hanya itu, program Bank Makanan juga dihadirkan dengan menyediakan takjil hingga makanan berat, khususnya saat sahur dan berbuka puasa.

Deputi II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS RI, Imdadun Rahmat, menegaskan kehadiran Pos Mudik ini merupakan bentuk kepedulian terhadap para pemudik.

“BAZNAS dari tahun ke tahun selalu menghadirkan Pos Mudik. Ini adalah ikhtiar kami untuk memberikan bantuan terbaik bagi para pemudik yang merupakan ibnu sabil,” ujar Imdadun, Kamis (19/3/2026).

Ia menambahkan, seluruh fasilitas tersebut berasal dari dana zakat, infak, dan sedekah para muzaki yang dikelola secara amanah untuk kemaslahatan umat.

“Kami optimalkan pemanfaatannya, termasuk untuk Pos Mudik Gratis ini agar perjalanan masyarakat lebih aman dan nyaman,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur Pendistribusian BAZNAS RI, Ahmad Fikri, menjelaskan Pos Mudik BAZNAS tersebar di 21 titik strategis di seluruh Indonesia.

Menurutnya, Pos Mudik di Tasikmalaya termasuk salah satu pos utama dengan fasilitas paling lengkap.

“Di Tasikmalaya ini cukup besar, ada sekitar 10 hingga 12 layanan. Sementara di titik lain minimal lima layanan utama tetap tersedia,” jelasnya.

Ia juga memastikan setiap pos dilengkapi tenaga medis.

“Dokter dan perawat selalu siaga untuk memberikan layanan kesehatan bagi pemudik,” tambah Fikri.

Kehadiran Pos Mudik BAZNAS ini pun dirasakan langsung manfaatnya oleh para pemudik.

Rais, pemudik asal Tangerang yang menuju Pangandaran dan Yogyakarta, mengaku fasilitas yang tersedia sangat membantu.

“Fasilitasnya lengkap. Ada kasur darurat, pijat gratis, sampai takjil dan makanan berat. Ini sangat membantu kami di perjalanan,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Lendra, pemudik asal Sumedang yang mudik bersama keluarga.

“Kami singgah saat sudah lelah. Di sini anak-anak bisa bermain, kami dapat pijat, takjil, dan layanan kesehatan gratis. Lengkap sekali,” katanya.

BAZNAS berharap, kehadiran Pos Mudik di berbagai titik strategis ini tidak hanya menjadi tempat istirahat, tetapi juga berkontribusi menekan risiko kecelakaan akibat kelelahan selama perjalanan.

Di tengah padatnya arus mudik, Pos Mudik BAZNAS menjadi oase bagi para pemudik—tempat bernaung sejenak, mengisi energi, dan melanjutkan perjalanan dengan lebih aman.

Karena mudik bukan sekadar perjalanan pulang, tapi juga tentang memastikan setiap langkah sampai dengan selamat.

28/03/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Bangun Kelas Darurat di Gaza, Jaga Asa Pendidikan Anak Palestina di Tengah Krisis

Jakarta – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI kembali menunjukkan komitmennya dalam aksi kemanusiaan global. Kali ini, Badan Amil Zakat Nasional membangun tujuh tenda kelas darurat bagi anak-anak di Beit Lahia, Gaza Utara, Palestina.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan anak-anak tetap mendapatkan akses pendidikan meskipun berada di tengah situasi krisis kemanusiaan yang belum mereda.

Tenda-tenda tersebut difungsikan sebagai ruang belajar sementara yang dilengkapi meja dan kursi. Fasilitas ini diharapkan mampu menciptakan suasana belajar yang lebih nyaman dan layak bagi anak-anak Gaza.

Ketua BAZNAS RI, Sodik Mudjahid menegaskan, pendidikan tidak boleh terhenti dalam kondisi apa pun, termasuk saat bencana dan konflik.

“Kami ingin anak-anak di Gaza tetap memiliki ruang belajar yang aman dan layak. Tenda kelas darurat ini diharapkan membantu mereka melanjutkan kegiatan belajar meskipun berada di tengah situasi yang sulit,” ujar Sodik dalam keterangannya, Jumat (20/3/2026).

Menurutnya, pembangunan kelas darurat ini bukan hanya soal pendidikan, tetapi juga bagian dari upaya pemulihan psikososial bagi anak-anak yang terdampak konflik.

Tak lupa, BAZNAS juga menyampaikan apresiasi kepada Prabowo Subianto serta masyarakat Indonesia yang terus memberikan dukungan terhadap berbagai program kemanusiaan untuk Palestina.

“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan yang luar biasa. Ini menjadi bukti bahwa kepedulian bangsa Indonesia untuk Palestina terus hidup,” tambahnya.

Tampung 100 Anak, Belajar Bergantian

Fasilitas kelas darurat ini dirancang mampu menampung hingga 100 anak. Sistem belajar dibagi menjadi dua sesi, dengan masing-masing sesi diikuti sekitar 45 hingga 50 siswa.

Selain tenda yang kokoh, sarana pendukung seperti meja dan kursi juga disediakan untuk menunjang kenyamanan proses belajar.

Kehadiran fasilitas ini membawa kebahagiaan bagi anak-anak. Salah satunya dirasakan oleh Zeina Al Motawaq (8), siswa sekolah dasar di Gaza.

“Kami dulu sangat kesulitan. Kami duduk di lantai saat menulis sampai punggung kami sakit. Sekarang kami sangat bersyukur sudah ada meja dan kursi. Terima kasih masyarakat Indonesia, terima kasih BAZNAS,” ujarnya.

Bantuan Kemanusiaan Terus Bergulir

Selain pembangunan kelas darurat, BAZNAS juga terus menyalurkan berbagai bantuan kemanusiaan bagi masyarakat Palestina. Mulai dari paket pangan, hidangan berbuka puasa, layanan kesehatan, hingga distribusi air bersih, pakaian, dan selimut.

Tak hanya itu, BAZNAS juga membangun berbagai fasilitas darurat lainnya seperti tenda pemukiman, tenda rumah, hingga tenda masjid untuk membantu warga bertahan di tengah kondisi sulit.

Ajak Masyarakat Terus Berkontribusi

BAZNAS mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk terus mengambil bagian dalam aksi kemanusiaan ini melalui program Dompet Solidaritas Palestina.

Kontribusi dapat disalurkan melalui:
BSI 100.426.6893
a.n. Badan Amil Zakat Nasional

Atau melalui laman resmi: baznas.go.id/bantupalestina

21/03/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa
Kisah Rojali Bangkit dari Banjir Aceh Tamiang: Dari Korban Jadi Relawan Dapur Umum BAZNAS

Aceh Tamiang – Banjir bandang yang menerjang Kabupaten Aceh Tamiang pada November lalu menyisakan luka mendalam. Rumah hanyut, harta benda lenyap, dan kehidupan berubah seketika.

Namun di balik duka itu, muncul kisah keteguhan dari seorang penyintas bernama Muhammad Rojali (44).

Melalui program Dapur Umum Hidangan Berkah Ramadan yang diinisiasi Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI, Rojali tak hanya menjadi penerima bantuan. Ia memilih bangkit—menjadi relawan, memasak untuk sesama korban.

“Awalnya saya hanya menerima bantuan makanan, tapi saya tergerak hati untuk ikut membantu memasak. Saya merasa tidak enak kalau hanya menerima saja,” ujar Rojali saat ditemui di tenda pengungsian Desa Lubuk Sidup.

Rumah Rojali hanyut tanpa sisa. Kini, ia tinggal di tenda darurat bersama istri dan tiga anaknya. Di tengah keterbatasan itu, dapur umum menjadi tumpuan utama kebutuhan pangan warga.

Setiap hari, dapur tersebut mengolah sekitar 50 kilogram beras untuk menyediakan hingga 700 porsi makanan bagi para penyintas.

Menariknya, dapur ini tidak dijalankan oleh pihak luar semata, melainkan oleh warga sendiri secara gotong royong—memasak sayur, ikan, hingga menyiapkan takjil berbuka puasa.

“Kalau tidak ada program ini, kami kesulitan. Untuk masak daging saja kami belum mampu. Tapi melalui bantuan BAZNAS, kami bisa makan dengan layak dan bergizi,” tutur Rojali.

Sekretaris Utama BAZNAS RI, Subhan Cholid, menegaskan bahwa dapur umum ini dirancang bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan konsumsi, tetapi juga sebagai bagian dari pemulihan mental masyarakat.

“Filosofi zakat adalah memberdayakan. Lewat dapur umum ini, BAZNAS tidak hanya menyalurkan makanan, tetapi juga menciptakan ekosistem gotong royong,” jelas Subhan.

Menurutnya, pelibatan langsung para penyintas menjadi kunci untuk membangun kembali rasa percaya diri dan kemandirian kolektif di tengah masa sulit.

Bagi Rojali, dapur umum ini bukan sekadar tempat memasak, tetapi ruang untuk bangkit dan menemukan kembali makna kebersamaan.

“Kami sangat berterima kasih kepada BAZNAS dan para donatur. Bantuan ini memberi semangat bagi kami untuk terus kuat,” ucapnya.

BAZNAS sendiri menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi para penyintas hingga tahap rehabilitasi pascabencana.

Kisah Rojali menjadi bukti—bahwa di tengah kehilangan, zakat mampu menggerakkan hati, menumbuhkan solidaritas, dan menghidupkan kembali harapan.

Di antara tenda-tenda pengungsian, api dapur umum itu tak hanya memasak makanan—tetapi juga menyalakan semangat untuk bangkit bersama.

21/03/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa
Asisten I Setdakab Minahasa Sampaikan Ucapan Idul Fitri 1447 H, Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan dan Pelayanan Publik

Minahasa – Momentum Hari Raya Idulfitri 1447 H/2026 M dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten Minahasa untuk memperkuat nilai kebersamaan, toleransi, dan pelayanan kepada masyarakat. Hal ini disampaikan oleh Riviva Maringka selaku Asisten I Setdakab Minahasa dalam ucapan resminya. Jumat, 20/3/2026

Dalam keterangannya, Riviva mengajak seluruh masyarakat menjadikan Idulfitri sebagai titik balik untuk mempererat persatuan serta meningkatkan kualitas kehidupan sosial yang harmonis di Kabupaten Minahasa.

“Selamat Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin. Semoga momentum suci ini menjadi penguat bagi kita semua untuk terus menjaga persaudaraan, toleransi, dan semangat gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat,” ujarnya.

Sebagai Asisten I yang membidangi pemerintahan dan kesejahteraan rakyat, Riviva menegaskan pentingnya menjaga stabilitas sosial, ketertiban umum, serta membangun sinergi antara pemerintah dan masyarakat.

Menurutnya, Idulfitri bukan hanya perayaan keagamaan, tetapi juga ruang refleksi untuk memperbaiki hubungan sosial dan memperkuat nilai-nilai kebangsaan.

“Kita ingin masyarakat Minahasa tetap hidup rukun dalam keberagaman. Nilai saling menghormati harus terus dijaga sebagai fondasi utama dalam pembangunan daerah,” tegasnya.

Lebih lanjut, Riviva juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan publik yang responsif dan humanis, terutama dalam momentum Lebaran yang identik dengan meningkatnya mobilitas masyarakat.

Ia mengingatkan seluruh jajaran pemerintah untuk tetap siaga dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Pelayanan publik harus tetap berjalan optimal. Kehadiran pemerintah harus dirasakan, terutama dalam memastikan keamanan, kenyamanan, dan kebutuhan masyarakat selama Idulfitri,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Riviva juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan kepedulian sosial, terutama terhadap kelompok rentan dan masyarakat yang membutuhkan.

Menurutnya, semangat berbagi dan solidaritas yang tumbuh di bulan Ramadan harus terus dilanjutkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Mari kita jadikan Idulfitri sebagai momentum untuk memperkuat empati sosial. Kepedulian terhadap sesama adalah bagian penting dari pembangunan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Menutup pernyataannya, Riviva berharap Idulfitri tahun ini membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat Minahasa dan menjadi energi baru untuk membangun daerah yang lebih maju, sejahtera, dan berdaya saing.

“Semoga kita semua kembali dalam keadaan fitri, dengan hati yang bersih, serta semangat baru untuk terus berkarya dan mengabdi bagi Minahasa yang lebih baik,” pungkasnya.

Momentum Idulfitri 1447 H pun diharapkan tidak hanya menjadi perayaan, tetapi juga penguat nilai persatuan, pelayanan, dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

21/03/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa
Wabup Minahasa Tekankan Nilai Fitrah dan Kerukunan dalam Momentum Idul Fitri 1447 H/2026

Minahasa – Momentum Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah dimaknai sebagai ruang penguatan nilai spiritual dan sosial di Kabupaten Minahasa. Hal tersebut tercermin dari pernyataan Wakil Bupati Minahasa, Vanda Sarundajang, saat menghadiri kegiatan silaturahmi usai pelaksanaan Salat Id di Masjid Agung Al-Falah  Kyai Modjo, Kampung Jawa Tondano, Sabtu (21/3/2026).

Kehadiran Wakil Bupati dalam kesempatan tersebut merupakan bagian dari representasi Pemerintah Kabupaten Minahasa dalam menjalin kedekatan dengan masyarakat, khususnya umat Muslim yang merayakan Idul Fitri. Dalam kegiatan itu, Wakil Bupati membacakan sambutan Bupati Minahasa, Robby Dondokambey, sebelum pelaksanaan Salat Id dimulai.

Dalam keterangannya, Vanda Sarundajang menegaskan bahwa Idul Fitri memiliki makna yang lebih dari sekadar perayaan keagamaan, melainkan sebagai momentum untuk kembali kepada fitrah serta memperkuat hubungan sosial antarmasyarakat.

“Idul Fitri merupakan hari kemenangan bagi umat Muslim setelah menjalani ibadah puasa. Momentum ini menjadi kesempatan untuk kembali kepada fitrah serta mempererat kebersamaan,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idul Fitri kepada seluruh umat Muslim di Kabupaten Minahasa, seraya mengajak masyarakat untuk menjadikan momen tersebut sebagai sarana memperkuat persaudaraan.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya menjaga harmoni sosial di tengah keberagaman yang menjadi karakteristik masyarakat Minahasa. Menurutnya, nilai-nilai kearifan lokal seperti Sitou Timou Tumou Tou dan semangat Mapalus harus terus dijaga sebagai fondasi kehidupan bersama.

“Kerukunan umat beragama di Minahasa telah terbangun dengan baik dan perlu terus dipelihara. Momentum Idul Fitri ini menjadi salah satu wujud nyata dari harmonisasi tersebut,” katanya.

Usai pelaksanaan Salat Id yang dimulai pukul 07.00 WITA, kegiatan dilanjutkan dengan silaturahmi dan ramah tamah antara jajaran pemerintah daerah dan masyarakat Kampung Jawa Tondano.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten Minahasa, Dr. Lynda Deisye Watania, MM, M.Si , Asisten I Drs. Riviva Maringka, M.Si , serta sejumlah kepala perangkat daerah dan camat Tondano Utara.

Pelaksanaan Salat Id dipimpin oleh Ustad Hardianto Masuara sebagai imam, dengan khutbah yang disampaikan oleh Habib Umar Bin Thoha yang menekankan pentingnya menjaga nilai keimanan dan persaudaraan.

Dengan suasana yang berlangsung tertib dan penuh kekhidmatan, kegiatan tersebut menjadi refleksi nyata bahwa Idul Fitri tidak hanya bermakna secara spiritual, tetapi juga memiliki dimensi sosial yang kuat dalam mempererat kohesi masyarakat di Kabupaten Minahasa.

21/03/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa

Berita Terbaru

Perkuat Ekonomi Mustahik, BAZNAS RI Luncurkan Zmart di Tegal, Brebes, dan Pemalang
Perkuat Ekonomi Mustahik, BAZNAS RI Luncurkan Zmart di Tegal, Brebes, dan Pemalang
Tegal – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI terus memperluas program pemberdayaan ekonomi berbasis zakat melalui peluncuran Zmart di Kota Tegal, Kabupaten Brebes, dan Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah. Program ini menjadi strategi konkret untuk mendorong penguatan usaha ritel mikro milik mustahik, khususnya ibu-ibu pemilik warung kecil. Peluncuran dilakukan secara simbolis di Pendopo Ki Gede Sebayu, Kompleks Pemerintah Kota Tegal, Rabu (25/2/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Ketua BAZNAS RI Noor Achmad, Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono, Wakil Wali Kota Tegal Tazkiyyatul Muthmainnah, serta Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Tengah Ahmad Darodji bersama jajaran Forkopimda dan pimpinan BAZNAS daerah. Ketua BAZNAS RI Noor Achmad menjelaskan, Zmart merupakan program pemberdayaan ekonomi mustahik yang tidak hanya memberikan tambahan modal, tetapi juga dukungan perlengkapan usaha, penataan tampilan warung, hingga pendampingan manajemen usaha. “Seluruh zakat yang disalurkan para muzaki melalui BAZNAS kami optimalkan untuk kemaslahatan umat. Zmart adalah salah satu instrumen strategis untuk memperkuat ekonomi keluarga mustahik,” ujar Noor Achmad. Ia mengungkapkan, total anggaran Program Zmart di tiga wilayah tersebut mencapai Rp720 juta. Masing-masing daerah—Kota Tegal, Kabupaten Brebes, dan Kabupaten Pemalang—mendapatkan alokasi Rp240 juta dengan jumlah penerima manfaat sebanyak 30 mustahik di setiap wilayah. Secara nasional, sejak diluncurkan pada 2018 hingga Januari 2026, Zmart telah berkembang menjadi 4.805 unit yang tersebar di 115 kabupaten/kota di 34 provinsi. Capaian ini menunjukkan konsistensi BAZNAS dalam membangun ekosistem ekonomi mikro berbasis zakat produktif. Noor Achmad menegaskan, Zmart tidak dimaksudkan untuk bersaing dengan ritel modern maupun koperasi desa. Sebaliknya, program ini dirancang agar tumbuh berdampingan dan saling menguatkan dalam memperluas akses ekonomi masyarakat kecil. Menurutnya, banyak pelaku usaha warung kecil menghadapi persoalan klasik seperti keterbatasan modal, lemahnya manajemen usaha, hingga minimnya akses perbankan. Melalui Zmart, BAZNAS mendorong penerima manfaat menjadi lebih bankable, meningkatkan manajemen logistik melalui integrasi dengan platform Aksesmu, serta memperkuat branding usaha. “Branding kita tata, manajemen kita perkuat, dan logistik kita konsolidasikan. Tujuannya agar ibu-ibu benar-benar menjadi saudagar yang mandiri dan berdaya,” tegasnya. Ia juga berpesan agar keuntungan usaha dialokasikan untuk pendidikan anak. “Minimal satu Zmart melahirkan satu sarjana. Zmart ini hanya sarana, tujuan utamanya peningkatan kualitas keluarga,” ujarnya. Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono menyambut baik peluncuran program tersebut. Ia menilai Zmart dapat meningkatkan pendapatan pedagang kecil sekaligus memperkuat daya saing usaha mikro melalui pemanfaatan zakat sebagai instrumen ekonomi produktif. Dedy berharap penerima manfaat mampu mengelola usaha secara disiplin dan profesional agar terjadi peningkatan omzet sekaligus transformasi sosial dari mustahik menjadi muzaki. “Jaga amanah ini dengan sungguh-sungguh, kelola usaha secara profesional, dan terus belajar meningkatkan kualitas layanan,” kata Dedy. Senada, Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Tengah Ahmad Darodji menegaskan bahwa Zmart bertujuan memperluas pemerataan bantuan ekonomi tanpa mematikan usaha lain. Program ini diharapkan menjadi pengungkit kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. Peluncuran Zmart di Tegal, Brebes, dan Pemalang mempertegas peran zakat sebagai instrumen pembangunan sosial-ekonomi. Melalui pendekatan produktif dan pendampingan terintegrasi, BAZNAS RI mendorong mustahik naik kelas, memperkuat ketahanan keluarga, dan berkontribusi dalam penguatan ekonomi umat di tingkat lokal hingga nasional.
BERITA26/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS RI Hadirkan Layanan Zakat di Kementerian Kehutanan, Perkuat Gerakan Zakat Nasional di Lingkungan ASN
BAZNAS RI Hadirkan Layanan Zakat di Kementerian Kehutanan, Perkuat Gerakan Zakat Nasional di Lingkungan ASN
Jakarta – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI memperluas layanan jemput bola dengan menghadirkan gerai penunaian zakat langsung di lingkungan Kementerian Kehutanan Republik Indonesia. Inisiatif ini menjadikan Kementerian Kehutanan sebagai kementerian pertama yang membuka layanan zakat perkantoran pada Ramadan 1447 H/2026. Layanan tersebut digelar di Kantor Kementerian Kehutanan, Jakarta, Kamis (26/2/2026). Dalam kesempatan itu, Menteri Kehutanan RI, Raja Juli Antoni, menunaikan zakatnya secara langsung melalui layanan BAZNAS yang disediakan di area kementerian. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan, Dr. H. Rizaludin Kurniawan, menilai langkah Kementerian Kehutanan sebagai terobosan strategis yang patut menjadi teladan bagi kementerian dan lembaga negara lainnya. “Kami sangat mengapresiasi dukungan Bapak Menteri Raja Juli Antoni yang memfasilitasi layanan zakat di kantor kementerian. Ini bentuk keteladanan dalam mendekatkan layanan zakat kepada para muzaki di lingkungan ASN,” ujarnya di Jakarta. Menurut Rizaludin, kehadiran layanan zakat di perkantoran merupakan upaya mempermudah pejabat dan pegawai dalam menunaikan kewajiban di tengah padatnya aktivitas dinas. Model layanan langsung ini diharapkan mampu meningkatkan partisipasi zakat profesi di lingkungan pemerintahan. Selain membuka layanan zakat, BAZNAS RI juga menyalurkan Paket Ramadan Bahagia (PRB) kepada para mustahik yang diundang ke lingkungan kementerian. Program tahunan ini berisi paket kebutuhan pokok bagi keluarga prasejahtera, termasuk pejuang agama dan yatim dhuafa, agar dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan lebih layak dan tenang. Rizaludin menegaskan, sepanjang Ramadan tahun ini BAZNAS RI telah menyiapkan sedikitnya 29 program strategis untuk memastikan dana zakat yang terhimpun memberikan dampak luas dan terukur. Program tersebut mencakup sektor ekonomi, sosial, hingga pelayanan publik. Beberapa program unggulan yang diluncurkan antara lain Zakat Fitrah, Gerai Z-Ifthar, Santunan Anak Yatim, Buka Puasa Bersama, Rumah Layak Huni, Zmart, Z-Corner di Kampung Ramadan, serta Mudik Bahagia Bersama BAZNAS. BAZNAS berharap kolaborasi yang dimulai Kementerian Kehutanan dapat menjadi pemantik gerakan zakat nasional yang lebih masif di lingkungan aparatur sipil negara. Lembaga tersebut menyatakan siap menghadirkan layanan serupa di berbagai kantor kementerian dan lembaga guna mengoptimalkan pengumpulan zakat secara profesional dan tepat sasaran. “Zakat yang ditunaikan akan kami salurkan sesuai asnaf dan prinsip akuntabilitas. Kami siap menjemput bola ke kantor-kantor manapun untuk memperkuat gerakan zakat nasional,” tegas Rizaludin. Langkah ini mempertegas peran zakat sebagai instrumen strategis pembangunan sosial. Melalui sinergi pemerintah dan lembaga zakat, potensi zakat nasional diharapkan dapat dioptimalkan untuk mendukung kesejahteraan umat secara berkelanjutan.
BERITA26/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Kota Mataram Salurkan Modal Usaha untuk 100 Bakulan, Perkuat Ekonomi Mustahik
BAZNAS Kota Mataram Salurkan Modal Usaha untuk 100 Bakulan, Perkuat Ekonomi Mustahik
Mataram – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Mataram kembali menguatkan perannya dalam pemberdayaan ekonomi umat. Kamis (26/2), lembaga tersebut menyalurkan Bantuan Tambahan Modal Usaha Bakulan kepada 100 warga pelaku usaha kecil dan mikro di Kota Mataram. Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor BAZNAS Kota Mataram itu menjadi bagian dari strategi pendayagunaan zakat berbasis produktif. Bantuan diserahkan langsung oleh Staf Pelaksana Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Kota Mataram kepada para penerima manfaat. Program ini dirancang untuk memperkuat ketahanan ekonomi mustahik—penerima zakat—agar tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang. Tambahan modal diharapkan mampu meningkatkan kapasitas usaha bakulan, memperluas peluang pendapatan, serta memperkokoh kemandirian ekonomi keluarga. Ketua dan jajaran pengelola BAZNAS Kota Mataram menegaskan bahwa zakat tidak semata berfungsi sebagai bantuan konsumtif jangka pendek. Lebih dari itu, zakat memiliki peran strategis sebagai instrumen pemberdayaan sosial-ekonomi yang berkelanjutan. “Pendayagunaan zakat harus memberi dampak nyata. Melalui bantuan modal usaha ini, kami ingin para mustahik naik kelas, memiliki daya saing, dan perlahan menuju kemandirian,” ujar perwakilan BAZNAS dalam kegiatan tersebut. Pendekatan produktif ini dinilai relevan di tengah tantangan ekonomi yang dihadapi pelaku usaha mikro. Dengan tambahan modal, para bakulan dapat memperbesar stok dagangan, memperbaiki kualitas produk, hingga memperluas jaringan pemasaran. Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh penerima, tetapi juga menggerakkan roda ekonomi di lingkungan sekitar. Program ini sekaligus menegaskan komitmen BAZNAS Kota Mataram dalam menghadirkan skema distribusi zakat yang berdampak langsung. Selain membantu penguatan usaha kecil, bantuan tersebut diharapkan menumbuhkan semangat kerja keras, optimisme, serta budaya kemandirian di kalangan pelaku usaha mikro. BAZNAS Kota Mataram juga mengajak masyarakat untuk terus menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi. Partisipasi publik menjadi kunci agar semakin banyak program pemberdayaan yang dapat dijalankan dan semakin luas manfaat yang dirasakan masyarakat. Dengan dukungan kolektif, zakat diyakini bukan hanya sebagai kewajiban ibadah, tetapi juga sebagai kekuatan sosial yang mampu membangun kesejahteraan umat dan memperkuat solidaritas di Kota Mataram.
BERITA26/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
420 Paket Sembako Dibagikan di Safari Ramadan Perdana Majalengka, Sasar 42 Desa
420 Paket Sembako Dibagikan di Safari Ramadan Perdana Majalengka, Sasar 42 Desa
Majalengka - Pemerintah Kabupaten Majalengka bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka memulai rangkaian Safari Ramadan 2026 dengan menyalurkan 420 paket sembako kepada warga yang membutuhkan. Kegiatan perdana ini digelar di halaman masjid Desa Kasokandel, Selasa (24/2/2026). Bantuan tersebut merupakan bagian dari agenda rutin Safari Ramadan Pemkab Majalengka yang bertujuan mempererat silaturahmi antara pimpinan daerah dan masyarakat, sekaligus menghadirkan bantuan sosial di bulan suci. Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Bupati Majalengka, Wakil Bupati Majalengka, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Majalengka, serta Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka kepada perwakilan penerima manfaat. Pada tahap pertama, bantuan menyasar 42 desa di wilayah Majalengka bagian utara. Empat kecamatan yang menjadi lokasi distribusi yakni Kecamatan Kasokandel, Kecamatan Kadipaten, Kecamatan Kertajati, dan Kecamatan Dawuan. Setiap desa mendapatkan alokasi 10 paket sembako yang diperuntukkan bagi warga kategori fakir miskin. Penyaluran dilakukan berdasarkan data dari pemerintah desa agar bantuan tepat sasaran. Bupati Majalengka dalam sambutannya mengatakan Safari Ramadan bukan sekadar agenda seremonial tahunan. “Kegiatan ini bukan hanya seremoni. Kami ingin memastikan saudara-saudara kita yang fakir dan miskin mendapat perhatian, terutama di bulan Ramadan,” ujarnya. Sementara itu, Ketua BAZNAS Majalengka menjelaskan bantuan tersebut bersumber dari dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dihimpun dari para muzakki. “Dana yang terkumpul kami salurkan kembali kepada masyarakat dalam bentuk bantuan konsumtif seperti sembako, serta program pemberdayaan ekonomi,” katanya. Pemkab Majalengka memastikan Safari Ramadan akan terus berlanjut ke kecamatan lain hingga akhir Ramadan. Pemerintah berharap kegiatan ini bisa memperkuat kepedulian sosial dan membantu meringankan beban warga kurang mampu.
BERITA26/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Kemenag Minahasa Tetapkan Zakat Fitrah 1447 H, Mulai Rp35.100 per Jiwa
Kemenag Minahasa Tetapkan Zakat Fitrah 1447 H, Mulai Rp35.100 per Jiwa
Tondano, 26/2/2026 – Kementerian Agama Kabupaten Minahasa resmi menetapkan besaran zakat fitrah bagi umat Islam di wilayah tersebut. Penetapan itu tertuang dalam Keputusan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Minahasa Nomor 48 Tahun 2026 tentang Penetapan Besaran Zakat Fitrah Tahun 1447 H/2026 M. Keputusan tersebut ditetapkan di Tondano pada 25 Februari 2026, menyusul rapat koordinasi yang digelar sehari sebelumnya, Selasa, 24 Februari 2026, di Aula Kantor Kemenag Kabupaten Minahasa. Rapat itu melibatkan Ketua dan Sekretaris Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Minahasa, para Kepala KUA se-Kabupaten Minahasa, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Minahasa, Kasie Bimas Islam, Kasie Pendis serta Penyelenggara Zakat dan Wakaf (Zawa) Kemenag Minahasa. Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Minahasa menyatakan, penetapan besaran zakat fitrah ini merujuk pada ketentuan fikih dan regulasi nasional, di antaranya Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat beserta aturan turunannya. “Zakat fitrah wajib ditunaikan sebesar satu sha’ makanan pokok per jiwa. Di Kabupaten Minahasa, ukuran tersebut dikonversikan setara 2,7 kilogram atau 3,5 liter beras,” demikian tertulis dalam keputusan tersebut. Dalam lampiran keputusan dijelaskan, zakat fitrah dapat dibayarkan dalam bentuk makanan pokok yang biasa dikonsumsi sehari-hari atau dalam bentuk uang yang disesuaikan dengan harga beras. Untuk beras kualitas pertama dengan asumsi harga Rp16.500 per kilogram, nilai zakat fitrah sebesar Rp44.550 per jiwa (2,7 kg). Jika menggunakan konversi 3,5 liter dengan harga Rp14.000 per liter, jumlahnya menjadi Rp49.000 per jiwa. Beras kualitas kedua ditetapkan sebesar Rp37.800 per jiwa (Rp14.000 x 2,7 kg) atau Rp45.500 per jiwa jika mengacu pada harga Rp13.000 per liter untuk 3,5 liter. Sementara beras kualitas ketiga sebesar Rp35.100 per jiwa (Rp13.000 x 2,7 kg) atau Rp42.000 per jiwa jika dihitung Rp12.000 untuk 3,5 liter. Dengan demikian, besaran zakat fitrah di Minahasa tahun ini berkisar antara Rp35.100 hingga Rp49.000 per jiwa, bergantung pada kualitas beras yang biasa dikonsumsi muzaki. Penetapan ini menjadi salah satu agenda penting menjelang Idulfitri 1447 Hijriah. Selain memberikan kepastian nominal, keputusan tersebut juga dimaksudkan sebagai panduan resmi bagi panitia zakat di masjid, lembaga amil zakat, serta masyarakat Muslim di Kabupaten Minahasa. Keterlibatan unsur MUI, Baznas, KUA, hingga jajaran Bimas Islam dalam rapat penetapan disebut sebagai upaya menjaga keseragaman dan akuntabilitas pengelolaan zakat di daerah. Memasuki Ramadan, Kemenag Minahasa juga mengimbau masyarakat agar menunaikan zakat fitrah tepat waktu, sebelum pelaksanaan salat Idulfitri. Zakat fitrah bukan sekadar kewajiban individual, melainkan instrumen sosial untuk membersihkan jiwa dan memastikan kaum dhuafa dapat merasakan kegembiraan hari raya. Keputusan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan dan dapat diperbaiki apabila di kemudian hari ditemukan kekeliruan administratif. Dengan adanya ketetapan resmi ini, umat Islam di Minahasa diharapkan dapat menunaikan zakat fitrah secara tertib, sesuai ketentuan syariat dan regulasi negara.
BERITA26/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Ramadhan Bahagia di Pulo Ampel, BAZNAS dan Pemkab Serang Salurkan Bantuan untuk Yatim hingga Beasiswa Santri
Ramadhan Bahagia di Pulo Ampel, BAZNAS dan Pemkab Serang Salurkan Bantuan untuk Yatim hingga Beasiswa Santri
Serang – Komitmen memperkuat kesejahteraan masyarakat kembali ditegaskan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Serang bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Serang melalui program “Ramadhan Bahagia” 2026. Kegiatan yang digelar di Kecamatan Pulo Ampel, Rabu (25/2), menjadi titik kedua dari rangkaian penyaluran bantuan di 29 kecamatan se-Kabupaten Serang. Pada kesempatan tersebut, bantuan diserahkan secara simbolis kepada penerima manfaat dari Kecamatan Pulo Ampel dan Kecamatan Bojonegara. Program ini dibagi dalam 10 titik penyaluran guna memastikan distribusi berjalan efektif dan tepat sasaran. Beragam bantuan disalurkan, mulai dari santunan anak yatim, bantuan bagi marbot masjid, guru ngaji, guru madrasah, jaga kyai, hingga pemandi jenazah. Selain itu, terdapat pula beasiswa untuk santri dan santri tahfiz, beasiswa jenjang SD/MI dan SMP/MTs, serta bantuan untuk masjid, madrasah, majelis taklim, mushalla, dan pondok pesantren. Ketua BAZNAS Kabupaten Serang H. Badrudin menyampaikan bahwa Ramadhan Bahagia merupakan wujud pengelolaan zakat yang amanah dan akuntabel. Menurutnya, Ramadan menjadi momentum strategis untuk memperkuat solidaritas sosial sekaligus memastikan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dihimpun dari para muzaki tersalurkan secara tepat sasaran. “Melalui program ini, kami ingin memastikan manfaat zakat benar-benar dirasakan masyarakat yang membutuhkan. Kami juga mengajak masyarakat Kabupaten Serang untuk menunaikan zakat melalui BAZNAS sebagai lembaga resmi yang profesional dan terpercaya,” ujarnya. Kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah, beserta jajaran pejabat eselon di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Serang. Dalam sambutannya, Bupati mengapresiasi konsistensi BAZNAS dalam mendukung program sosial dan keagamaan di daerah. Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dan BAZNAS merupakan langkah strategis dalam mendukung pengentasan kemiskinan serta peningkatan kualitas sumber daya manusia. “Kolaborasi ini harus terus diperkuat agar upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Serang dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan,” tegasnya. Rangkaian kegiatan Ramadhan Bahagia di Pulo Ampel ditutup dengan buka puasa bersama antara jajaran BAZNAS, pemerintah daerah, dan masyarakat. Suasana kebersamaan yang terjalin mencerminkan semangat gotong royong dan kepedulian sosial yang menjadi esensi Ramadan.
BERITA25/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Dari Serambi Mushollah ke Gerakan Umat: Silaturahmi Hangat BAZNAS Minahasa dan TPQ Roudhotul Jannah
Dari Serambi Mushollah ke Gerakan Umat: Silaturahmi Hangat BAZNAS Minahasa dan TPQ Roudhotul Jannah
Tondano — Malam Ramadan itu berjalan begitu khidmat. Usai sholat Tarawih, jamaah tak segera pulang. Di Serambi Mushollah TPQ Roudhotul Jannah Kampung Jawa Tondano, suasana hangat terasa dalam bincang santai penuh makna. Tiga ceret kopi yang disiapkan salah satu jamaah habis tanpa tersisa. Takjil yang tersaji pun tandas. Waktu nyaris menunjukkan pukul 23.00 WITA, namun semangat diskusi justru semakin hidup. Silaturahmi malam itu mempertemukan pimpinan BAZNAS Kabupaten Minahasa — Wakil Ketua I dan Wakil Ketua IV — dengan pimpinan TPQ dan jamaah. Bukan pertemuan formal penuh jarak, melainkan dialog terbuka di serambi mushollah yang kini masih dalam tahap pembangunan. Dalam suasana penuh keakraban itu, Waka I BAZNAS Minahasa menjelaskan secara informatif pentingnya pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di tingkat mushollah dan TPQ. “UPZ adalah perpanjangan tangan BAZNAS di tengah masyarakat. Dengan adanya UPZ, pengumpulan dan pendistribusian zakat bisa lebih tertata, transparan, dan tepat sasaran. Ini bukan hanya tentang menghimpun dana, tetapi membangun sistem kepercayaan umat,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa pembentukan UPZ dilakukan melalui mekanisme resmi, dengan pengurus yang diusulkan dari internal lembaga, kemudian ditetapkan melalui SK BAZNAS Kabupaten. Sementara itu, Waka IV BAZNAS Minahasa menekankan aspek edukasi dan pemberdayaan. “Kami ingin masjid dan TPQ menjadi pusat edukasi zakat. Di sinilah generasi muda belajar tentang amanah, tanggung jawab, dan kepedulian sosial. Jika zakat dikelola dengan baik, maka ia akan menjadi kekuatan ekonomi umat,” tegasnya. Menurutnya, sinergi antara BAZNAS dan TPQ bukan sekadar program, tetapi gerakan bersama membangun kemandirian umat dari tingkat paling dasar. Turut memberikan pandangan edukatif, Ust. H. Abdul Qadir Pulukadang, SE, Lulusan Program Studi Ekonomi Syariah IAI As-Siddiq Kie Raha Maluku Utara, mengingatkan bahwa zakat adalah sistem ekonomi Islam yang visioner. “Zakat bukan hanya ibadah individual, tetapi mekanisme distribusi kekayaan yang Allah tetapkan untuk menjaga keseimbangan sosial. Jika dikelola melalui UPZ, potensi zakat di tingkat lokal akan lebih terdata dan manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar,” paparnya. Ia juga menegaskan bahwa literasi ekonomi syariah perlu terus diperkuat, termasuk melalui forum-forum santai seperti bincang di serambi mushollah. TPQ Roudhotul Jannah bukan lembaga biasa. Lembaga ini pernah meraih Penghargaan Pengelola Media Sosial Terbaik 1 Tingkat Provinsi Sulawesi Utara, membuktikan keseriusannya dalam berdakwah melalui platform digital. Aktivitasnya di media sosial menjadi inspirasi banyak kalangan, terutama dalam menyebarkan konten edukasi Al-Qur’an dan nilai-nilai keislaman yang menyejukkan. Kini, di tengah semangat dakwah digital itu, mushollah TPQ masih dalam proses pembangunan fisik. Namun keterbatasan tersebut tidak menyurutkan langkah. Bagi masyarakat yang ingin turut berpartisipasi dalam pembangunan, donasi dapat disalurkan melalui: BNI: 1791727946 A.N TPQ ROUDHOTUL JANNAH ia juga menyampaikan rasa syukur atas kunjungan dan arahan dari BAZNAS Minahasa. “Kami sangat bersyukur atas silaturahmi ini. Kehadiran BAZNAS memberikan pencerahan dan wawasan baru bagi kami tentang pentingnya pengelolaan zakat yang amanah. InsyaAllah kami siap mengusulkan pengurus untuk membentuk UPZ di TPQ Roudhotul Jannah,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa pembentukan UPZ bukan sekadar struktur organisasi, melainkan pendidikan karakter. “Kami ingin santri-santri kami belajar bahwa Islam bukan hanya tentang membaca Al-Qur’an, tetapi juga tentang tanggung jawab sosial. Dari mushollah inilah kita membangun kepedulian dan kemandirian umat.” Malam itu menjadi bukti bahwa peradaban tidak selalu lahir dari gedung megah. Ia bisa tumbuh dari serambi mushollah yang sederhana, dari tiga ceret kopi yang habis karena kebersamaan, dari diskusi yang mengalir hingga larut malam.
BERITA25/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Aksi Nyata di Bulan Suci! Siswa Kelas 7 MTs Plus Tarbiyah Tondano Turun ke Jalan, Berbagi Takjil Penuh Makna
Aksi Nyata di Bulan Suci! Siswa Kelas 7 MTs Plus Tarbiyah Tondano Turun ke Jalan, Berbagi Takjil Penuh Makna
Tondano – Suasana sore di bulan suci Ramadhan tampak berbeda di sekitar lingkungan madrasah dan jalan utama Tondano. Puluhan siswa kelas 7 MTs Plus Tarbiyah Tondano bersama para guru turun langsung ke lapangan membagikan takjil kepada masyarakat, Selasa (25 Februari 2026). Dengan penuh semangat dan senyum kebahagiaan, para siswa menyapa pengguna jalan, pengendara roda dua dan roda empat, serta warga sekitar yang melintas. Satu per satu paket takjil dibagikan sebagai bentuk kepedulian dan latihan nyata mengamalkan nilai-nilai Islam di bulan Ramadhan. Kegiatan ini bukan sekadar aksi sosial, tetapi bagian dari pembelajaran karakter yang terintegrasi dalam pendidikan madrasah. Para siswa tidak hanya belajar teori di dalam kelas, tetapi juga diajak mempraktikkan langsung nilai kepedulian, kebersamaan, dan keikhlasan. “Kami ingin menanamkan bahwa Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang berbagi dan merasakan kebahagiaan orang lain. Ini bagian dari pendidikan akhlak dan karakter,” ujar salah satu guru pendamping. Menurutnya, kegiatan berbagi takjil menjadi sarana edukatif untuk membangun empati sosial sejak dini. Siswa dilatih untuk peka terhadap lingkungan sekitar dan memahami bahwa sekecil apa pun kebaikan, memiliki nilai besar di sisi Allah SWT. Antusiasme siswa terlihat jelas. Mereka berbaris rapi, membawa paket takjil, lalu membagikannya dengan sopan dan penuh adab. Tak sedikit warga yang mengapresiasi aksi tersebut. Beberapa pengendara bahkan terlihat terharu menerima takjil dari tangan para pelajar. Salah satu siswa mengaku senang bisa terlibat langsung. “Rasanya bahagia sekali. Ternyata berbagi itu menyenangkan. Semoga ini jadi pahala untuk kami dan orang tua,” ujarnya polos. Kepala MTS Plus Tarbiyah Ibu Fitriawati Lababa, M.Pd menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program Ramadhan yang rutin digelar setiap tahun. Selain berbagi takjil, para siswa juga mengikuti pesantren kilat, tadarus Al-Qur’an, dan kajian keislaman. “Madrasah bukan hanya tempat transfer ilmu, tetapi juga tempat membentuk karakter. Kami ingin siswa tumbuh menjadi generasi yang hebat, bermartabat, dan peduli terhadap sesama,” tegasnya.
BERITA25/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Ramadan di Balik Jeruji: Cahaya Taubat dari Masjid At-Taubah Lapas Tondano
Ramadan di Balik Jeruji: Cahaya Taubat dari Masjid At-Taubah Lapas Tondano
Ramadan adalah bulan rahmat, ampunan, dan pembebasan dari api neraka. Keberkahannya tidak mengenal batas ruang dan waktu. Bahkan di balik tembok pembinaan, di lingkungan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Tondano, cahaya itu tetap menyala. Di dalam area lapas berdiri sebuah masjid yang sarat makna: Masjid At-Taubah. Nama “At-Taubah” bukan sekadar identitas, melainkan doa dan harapan—bahwa setiap insan memiliki peluang untuk kembali kepada Allah ? dengan hati yang bersih. Hari ke 6 Ramadhan 24/2/2026, suasana Masjid At-Taubah terasa khusyuk. Warga binaan pemasyarakatan (WBP) muslim berbaris rapi dalam shaf. Turut hadir Kepala Lapas beserta jajaran pegawai yang menunaikan ibadah puasa. Yasin Zakaria mendapatkan amanah menjadi imam Shalat Isya, dilanjutkan Tarawih dan Witir. Usai shalat, ia menyampaikan ceramah Ramadan yang mengingatkan tentang luasnya rahmat Allah dan pintu taubat yang tidak pernah tertutup. Rasulullah ? bersabda: “Setiap anak Adam pasti berbuat salah, dan sebaik-baik orang yang bersalah adalah mereka yang bertaubat.” (HR. Tirmidzi) Hadis ini terasa begitu relevan di tempat tersebut. Bahwa kesalahan bukanlah akhir segalanya. Justru taubat yang tulus adalah awal perubahan. Konsep pemasyarakatan dalam Islam tidak bertumpu pada penghukuman semata, tetapi pada perbaikan (ishlah). Ibadah berjamaah, tilawah Al-Qur’an, serta kajian keislaman selama Ramadan menjadi bagian penting dalam pembinaan mental dan spiritual para warga binaan. Ramadan menghadirkan suasana yang berbeda. Lantunan ayat-ayat suci menggema, doa-doa dipanjatkan dengan penuh harap. Di hadapan Allah ?, tidak ada sekat status. Semua berdiri sejajar sebagai hamba yang membutuhkan ampunan-Nya. Allah ? berfirman dalam Al-Qur'an: “Katakanlah, wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya.” (QS. Az-Zumar: 53) Ayat ini menjadi penguat bahwa harapan selalu ada, selama nafas masih berhembus. Ceramah yang disampaikan Yasin Zakaria menekankan bahwa Ramadan adalah momentum muhasabah dan titik balik kehidupan. Taubat bukan sekadar ucapan, melainkan tekad untuk memperbaiki diri dan tidak mengulangi kesalahan. Warga binaan mendengarkan dengan khusyuk. Sebagian menunduk, sebagian mengangguk pelan. Bagi mereka, ibadah malam itu bukan rutinitas. Ia menjadi ruang muhasabah—menghitung ulang langkah hidup, memohon ampun, dan memupuk tekad untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Pembinaan spiritual seperti ini menjadi bagian penting dari sistem pemasyarakatan modern. Bahwa perbaikan perilaku tak hanya dibentuk oleh aturan, tetapi juga oleh sentuhan nilai agama.Di Masjid At-Taubah, Ramadan bukan hanya rutinitas ibadah. Ia menjadi madrasah jiwa—tempat hati ditempa, air mata penyesalan jatuh, dan doa-doa dipanjatkan agar masa depan lebih baik daripada masa lalu. Semoga Allah menerima amal ibadah seluruh kaum muslimin, termasuk para warga binaan dan petugas yang berkhidmat. Semoga Ramadan ini menjadi saksi perubahan menuju pribadi yang lebih taat dan lebih dekat kepada-Nya.
BERITA25/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Minahasa Beri Apresiasi Istimewa: Ulang Tahun & Gelar Doktor Dr. Drs. Riviva Maringka Jadi Momentum Penguatan Pengabdian
BAZNAS Minahasa Beri Apresiasi Istimewa: Ulang Tahun & Gelar Doktor Dr. Drs. Riviva Maringka Jadi Momentum Penguatan Pengabdian
Minahasa – Suasana penuh rasa syukur dan kebanggaan menyelimuti keluarga besar Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Minahasa. Segenap pimpinan BAZNAS menyampaikan ucapan selamat ulang tahun yang tulus sekaligus apresiasi atas keberhasilan akademik yang membanggakan kepada Dr. Drs. Riviva Maringka, Asisten I Kabupaten Minahasa. Momentum istimewa ini terasa semakin bermakna karena di usia yang kian matang dalam pengabdian, beliau juga sukses menempuh Ujian Tertutup Disertasi Doktor—sebuah capaian akademik yang tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga kebanggaan bagi Pemerintah dan masyarakat Minahasa. Pimpinan BAZNAS Kabupaten Minahasa menyampaikan doa terbaik: semoga senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, serta kebijaksanaan dalam mengemban amanah sebagai Asisten I, dan terus menjadi teladan dalam pelayanan publik yang berintegritas dan humanis. “Capaian akademik ini adalah bukti bahwa pengabdian dan intelektualitas dapat berjalan seiring. Semoga gelar doktor yang diraih semakin memperkuat dedikasi dan kontribusi nyata bagi kemajuan Kabupaten Minahasa,” ungkap salah satu pimpinan BAZNAS. Keberhasilan menempuh ujian doktor bukan sekadar pencapaian akademik, tetapi simbol komitmen terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkup pemerintahan daerah. Di tengah tantangan pembangunan dan dinamika sosial, kepemimpinan yang berlandaskan ilmu pengetahuan menjadi fondasi penting dalam merumuskan kebijakan yang berpihak kepada rakyat. BAZNAS Minahasa memandang sosok Dr. Riviva Maringka sebagai figur yang konsisten mengedepankan nilai pengabdian, sinergi, dan kolaborasi lintas sektor. Semangat belajar yang tak pernah padam menjadi inspirasi bahwa usia dan jabatan bukanlah batas untuk terus bertumbuh. Ucapan “Panjang umur dan selamat atas pencapaian yang membanggakan” pun menjadi doa kolektif yang mengalir dari keluarga besar BAZNAS—sebuah harapan agar setiap langkah pengabdian beliau semakin membawa kemaslahatan bagi masyarakat Minahasa. Di hari istimewa ini, Minahasa tidak hanya merayakan pertambahan usia seorang pemimpin, tetapi juga merayakan lahirnya energi baru intelektual yang siap mendorong kemajuan daerah. Sebuah perayaan yang bukan sekadar seremoni, melainkan penegasan komitmen untuk terus melayani dan membangun dengan ilmu, integritas, dan hati.
BERITA25/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Dari Minsel Menggema di Mimbar Tondano: Al Fikar, Dai Muda SMA yang Siap Harumkan Nama Daerah ke Tingkat Provinsi
Dari Minsel Menggema di Mimbar Tondano: Al Fikar, Dai Muda SMA yang Siap Harumkan Nama Daerah ke Tingkat Provinsi
Tondano – Malam ke 6 Ramadan di Masjid Agung Al Falah Kyai Modjo terasa berbeda. Usai Salat Isya, jamaah tidak langsung beranjak. Mereka bertahan, menyimak kultum tujuh menit yang disampaikan seorang pelajar SMA yang kini mulai dikenal sebagai dai muda penuh potensi: Muhammad Al Fikar. Remaja asal Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) itu saat ini tercatat sebagai siswa di SMA Negeri 1 Amurang. Meski masih duduk di bangku sekolah menengah atas, keberaniannya berdiri di mimbar masjid besar dan menyampaikan pesan keislaman dengan runtut serta penuh penghayatan menuai apresiasi jamaah. Dalam kultumnya, Al Fikar mengangkat tema yang sangat relevan dengan kondisi keluarga masa kini: mendidik anak dengan kasih sayang, bukan dengan amarah. Ia menegaskan pentingnya membedakan antara keras dan tegas dalam mendidik. Mengutip hadis Nabi Muhammad SAW tentang kasih sayang kepada anak dan cucu, ia mengingatkan bahwa kelembutan adalah kunci keberhasilan pendidikan dalam rumah tangga. “Rumah harus menjadi tempat lahirnya cinta, bukan ketakutan. Jangan sampai rumah yang kita tinggali terasa seperti hawa neraka. Jadikan ia jalan menuju surga,” ucapnya dengan suara mantap. Penyampaiannya yang sistematis, disertai dalil dan contoh konkret, membuat jamaah terdiam dan merenung. Di akhir kultumnya, Al Fikar memohon doa kepada jamaah karena ia tengah mempersiapkan diri untuk mewakili daerah dalam ajang dakwah tingkat provinsi. “InsyaAllah tahun ini saya akan melangkah ke tingkat provinsi. Mohon doa dari bapak dan ibu semua agar dimudahkan dan diberikan hasil terbaik,” ujarnya rendah hati. Permintaan doa itu pun disambut dengan aminkan dari jamaah yang hadir. Bagi masyarakat, kehadiran pelajar SMA yang berani tampil membawa pesan dakwah menjadi kebanggaan tersendiri. Ketua BTM Masjid Agung Al Falah Kyai Modjo Zulkifli Pulukadang menilai tampilnya Al Fikar adalah bukti bahwa masjid masih menjadi pusat kaderisasi generasi muda. “Kami ingin masjid menjadi ruang tumbuh bagi anak-anak muda. Ketika pelajar SMA sudah berani berdakwah dengan dalil dan adab yang baik, itu pertanda masa depan umat ada di tangan yang tepat,” ujarnya. Ia berharap Al Fikar tidak hanya membawa nama pribadi, tetapi juga membawa nama Minsel dan Tondano di tingkat provinsi. Di tengah tantangan era digital, kemunculan dai muda seperti Al Fikar menjadi angin segar. Ia membuktikan bahwa usia muda bukan penghalang untuk berdiri di mimbar dan menyampaikan kebaikan. Dari Kabupaten Minahasa Selatan, menimba ilmu di SMA Negeri 1 Amurang, kini suaranya menggema di Masjid Agung Al Falah Kyai Modjo. Ramadan tahun ini bukan sekadar bulan ibadah baginya, tetapi juga momentum pembuktian bahwa generasi muda Sulawesi Utara siap tampil, siap berdakwah, dan siap mengharumkan nama daerah hingga tingkat provinsi.
BERITA24/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Santri Kelas 7 Tampil Perdana di Mimbar Ramadan, Kultum “Hijriah Terbaik” Banjir Apresiasi
Santri Kelas 7 Tampil Perdana di Mimbar Ramadan, Kultum “Hijriah Terbaik” Banjir Apresiasi
Minahasa, 23/2/2026– Suasana Ramadan hari ke-5 di Masjid Al Hijrah Rinegetan terasa berbeda. Usai salat tarawih, jamaah dibuat terdiam dan khusyuk saat seorang santri kelas 7 menyampaikan kultum bertema “Hijriah Terbaik di Bulan Ramadan.” Adalah Adinda Al Fikar Suaiba, santri dari Pondok Pesantren At Tanwir Muhammadiyah Gorontalo, yang tampil penuh percaya diri di hadapan jamaah. Meski masih belia, penyampaiannya tenang, runtut, dan menyentuh. “Hijrah terbaik bukan sekadar berpindah tempat, tapi berpindah dari kebiasaan buruk menuju amal yang dicintai Allah,” ujar Al Fikar dalam kultumnya. Al Fikar diketahui merupakan anak kedua dalam keluarganya. Momentum liburan puasa yang membawanya kembali ke kampung halaman justru menjadi titik awal pengalaman pertamanya berdiri di mimbar masjid. Sang ayah, Hendra Suaiba, tak mampu menyembunyikan rasa bangga. “Perdana tampil kultum Ramadan. Berproseslah nak untuk lebih baik. Saat liburan puasa kembali ke kampung dan dapat kesempatan tampil di masjid, itu satu kebanggaan bagi kami. Terima kasih kepada Ketua BTM dan keimaman Masjid Al Hijrah yang telah memberi ruang untuk ananda belajar,” ungkapnya. Bagi keluarga, ini bukan sekadar tampil ceramah, tetapi bagian dari proses pembentukan karakter dan mental dakwah sejak dini. Ketua BTM Masjid Al Hijrah Rinegetan menyebut, memberi kesempatan kepada anak-anak dan santri untuk berbicara di mimbar adalah bagian dari investasi peradaban. “Ramadan adalah madrasah karakter. Kalau sejak usia SMP mereka sudah berani menyampaikan nilai hijrah dan akhlak, kita sedang menanam calon pemimpin masa depan. Masjid harus menjadi ruang pembinaan generasi,” ujarnya. Menurutnya, keberanian anak muda tampil di depan publik tidak lahir tiba-tiba, melainkan karena diberi kepercayaan dan dukungan lingkungan. Kegiatan tersebut diunggah melalui akun resmi media sosial Masjid Al Hijrah Rinegetan dan langsung mendapat respons positif dari masyarakat. Kolom komentar dipenuhi doa dan apresiasi atas keberanian santri muda tersebut. Sejumlah warganet menilai langkah ini menjadi inspirasi bagi orang tua lain untuk mendorong anak-anak tampil di ruang-ruang kebaikan. Ramadan kali ini menghadirkan pesan kuat: hijrah tidak menunggu dewasa. Hijrah bisa dimulai sejak remaja, dari mimbar kecil di kampung halaman, dengan niat tulus dan keberanian belajar.
BERITA24/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Hari ke-6 Ramadan, Alkayr Community Tuntaskan Khataman Pertama di Masjid Agung Al Falah Kyai Modjo
Hari ke-6 Ramadan, Alkayr Community Tuntaskan Khataman Pertama di Masjid Agung Al Falah Kyai Modjo
Tondano, 24/2/2026 – Suasana malam Ramadan di Kampung Jawa, Tondano, terasa syahdu dan penuh keberkahan. Usai sholat tarawih di Masjid Agung Al Falah Kyai Modjo, puluhan ibu-ibu yang tergabung dalam Alkayr Community kembali merapatkan saf untuk menuntaskan bacaan Al-Qur’an. Dipimpin oleh Imam Rawatib, Ustadz Samsudin Djoyosuroto, khataman berlangsung khusyuk dan tertib. Pada malam ke-6 Ramadan, kelompok yang beranggotakan 30 ibu-ibu tersebut resmi menyelesaikan khataman pertama mereka. Salah satu anggota Alkayr Community mengungkapkan rasa syukur dan komitmen mereka: “Kegiatan ini rutin kami lakukan setiap bulan puasa. Kami beranggotakan 30 ibu-ibu dan setiap Ramadan menargetkan tiga kali khataman Al-Qur’an. Pembacaan dibagi, masing-masing anggota mendapatkan satu juz untuk diselesaikan. Alhamdulillah malam ke-6 ini kami sudah menyelesaikan khataman pertama. Insyaallah akan kami lanjutkan kembali sampai target tiga kali khataman tercapai sebelum Ramadan berakhir.” Menurutnya, kekuatan utama kelompok ini adalah disiplin, kebersamaan, dan saling menyemangati agar tetap istiqamah hingga akhir Ramadan. Kegiatan ini turut dihadiri Lurah Kampung Jawa Tondano, Hidayat Nurhamidin, yang menyampaikan apresiasi atas semangat ibu-ibu pengajian. “Khataman Al-Qur’an ini sudah menjadi tradisi setiap bulan Ramadan di Kampung Jawa. Bukan hanya Alkayr Community, ada beberapa kelompok ibu-ibu pengajian yang juga melaksanakan khataman. Kami bersyukur karena ini menunjukkan semangat Qur’ani yang hidup di tengah masyarakat.” Ia menegaskan bahwa Ramadan adalah momentum pendidikan ruhani. “Ketika ibu-ibu istiqamah membaca Al-Qur’an, itu menjadi teladan nyata bagi anak-anak dan generasi muda. Inilah pendidikan karakter yang sesungguhnya—dimulai dari rumah, dari para ibu, lalu menular ke lingkungan.” Turut menyaksikan momen penuh haru tersebut, Wakil Ketua IV Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Minahasa memberikan apresiasi kepada kelompok ibu-ibu Jaton yang konsisten menjaga tradisi khataman. Dalam pernyataannya, ia menegaskan pentingnya membangun keseimbangan antara ibadah spiritual dan kepedulian sosial. “Kami sangat mengapresiasi semangat ibu-ibu Jaton yang menjadikan Ramadan sebagai momentum menghidupkan Al-Qur’an. Khataman bukan sekadar menyelesaikan bacaan 30 juz, tetapi membangun kedekatan dengan Allah dan memperkuat akhlak.” Ia juga menambahkan bahwa semangat membaca Al-Qur’an harus berdampak pada perilaku sosial. “Ketika Al-Qur’an dibaca dan dipahami, maka akan melahirkan kepedulian. Di sinilah nilai zakat, infak, dan sedekah menemukan ruhnya. Spirit Qur’ani harus berjalan seiring dengan kepedulian terhadap sesama. BAZNAS tentu siap bersinergi dalam membangun masyarakat yang religius sekaligus peduli.” Menurutnya, kekuatan umat terletak pada kolaborasi—antara pemerintah kelurahan, pengurus masjid, kelompok pengajian, dan lembaga zakat—untuk menciptakan Kampung Jawa yang bukan hanya religius secara simbolik, tetapi juga kuat secara sosial dan ekonomi. Malam Ramadan di Kampung Jawa terasa hidup. Cahaya masjid memancar hangat, lantunan ayat suci menggema, dan kebersamaan terasa begitu nyata. Anak-anak bermain di pelataran, orang tua berbincang penuh keakraban, sementara di dalam masjid, Al-Qur’an terus dibaca dengan penuh harap dan cinta. Khataman hari ke-6 ini menjadi awal yang menggembirakan. Dua target khataman berikutnya telah menanti. Dan di setiap huruf yang dilafalkan, tersimpan doa dan harapan: semoga Ramadan tahun ini benar-benar melahirkan generasi Qur’ani—yang tidak hanya rajin membaca, tetapi juga menghadirkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
BERITA24/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Serambi yang Menyala: Ramadan, Kopi, dan Ajakan Lurah Menghidupkan Masjid
Serambi yang Menyala: Ramadan, Kopi, dan Ajakan Lurah Menghidupkan Masjid
Malam itu, usai tarawih dan tadarus, serambi Masjid Agung Al-Falah Kyai Modjo tidak langsung lengang. Mushaf-mushaf perlahan ditutup, doa-doa dipanjatkan, lalu jamaah tetap tinggal. Bukan untuk urusan dunia yang riuh, tetapi untuk merawat suasana hati yang baru saja disentuh ayat-ayat Al-Qur’an. Di sudut serambi, kopi hangat mengepul. Kue-kue takjil tersaji sederhana. Anak-anak duduk berdekatan dengan orang tua. Remaja masjid bercengkerama dengan pengurus. Tidak ada sekat jabatan, tidak ada jarak usia. Yang ada hanyalah kebersamaan—sebuah nikmat yang sering terlupakan di tengah kesibukan kerja, tanggung jawab keluarga, dan tekanan hidup sehari-hari. Ramadan di Kampung Jawa bukan hanya soal menahan lapar. Ia menjadi ruang pertemuan jiwa-jiwa yang ingin kembali dekat—dengan Allah dan dengan sesama. Selesai sholat tarawih dan tadarus, duduk di serambi masjid terasa seperti jeda yang menenangkan. Dari obrolan ringan, lahir nasihat tanpa menggurui. Dari secangkir kopi, tumbuh kehangatan ukhuwah. Dari kue sederhana, muncul rasa syukur yang mendalam. Di sana, para orang tua berbagi pengalaman hidup. Remaja belajar tentang adab sebelum ilmu. Anak-anak menyaksikan langsung bagaimana orang dewasa menjaga silaturahmi di rumah Allah. Masjid tidak hanya menjadi tempat sujud, tetapi juga sekolah akhlak dan pusat peradaban kecil yang hidup. Bukankah Rasulullah ? menjadikan masjid sebagai pusat pembinaan umat? Tempat ibadah, tempat belajar, tempat musyawarah, dan tempat menguatkan persaudaraan. Apa yang terjadi setiap malam di serambi masjid itu seakan menghidupkan kembali fungsi agung tersebut. Lurah Kampung Jawa Tondano Hidayat Nurhamidin menyampaikan ajakan yang sederhana namun menyentuh. Bukan dalam nada perintah, melainkan sebagai undangan penuh harap. “Ramadan ini mari kita makmurkan masjid bersama. Tidak hanya datang untuk sholat, tetapi juga tinggal sejenak. Duduk bersama, berbincang yang baik, menguatkan satu sama lain. Di tengah kesibukan dan tanggung jawab kita, momen seperti ini adalah anugerah yang tidak ternilai.” Ia menambahkan bahwa kebiasaan berkumpul di masjid setelah tarawih dan tadarus adalah cara lembut membangun ketahanan moral masyarakat. Anak-anak melihat teladan. Remaja merasa memiliki ruang yang positif. Orang tua menemukan ketenangan. “Masjid yang hidup akan melahirkan masyarakat yang kuat,” tuturnya. Ajakan itu bukan sekadar slogan Ramadan. Ia adalah visi membangun kampung dari dalam—dari hati yang bersih, dari ukhuwah yang terjaga. Di tengah hiruk-pikuk dunia modern yang serba cepat, duduk di serambi masjid sambil menikmati kopi dan takjil terasa seperti kemewahan spiritual. Menyenangkan, menenangkan, sekaligus menguatkan. Tidak ada yang mewah dalam hidangan itu. Namun keberkahan terasa nyata. Waktu yang biasanya habis untuk gawai atau kesibukan dunia, kini diisi dengan tadarus, doa, dan kebersamaan. Ramadan seakan berkata: inilah prioritas yang sesungguhnya. Malam-malam seperti ini mungkin hanya datang sebulan dalam setahun. Tetapi nilai yang ditanamkan—cinta kepada masjid, cinta kepada Al-Qur’an, dan cinta kepada sesama—dapat bertahan sepanjang hayat. Dan dari serambi Masjid Agung Al-Falah Kyai Modjo, cahaya itu terus menyala. Bukan hanya menerangi malam Ramadan, tetapi juga menuntun langkah masyarakat menuju kehidupan yang lebih beriman, lebih rukun, dan lebih bermakna.
BERITA24/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Kobar–PT SSMS Tbk. Salurkan 115 Paket Sembako, Sinergi Zakat Ringankan Warga Dua Desa
BAZNAS Kobar–PT SSMS Tbk. Salurkan 115 Paket Sembako, Sinergi Zakat Ringankan Warga Dua Desa
Pangkalan Bun – Komitmen membantu masyarakat terus ditunjukkan Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Kotawaringin Barat. Bersama PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk., lembaga zakat ini menyalurkan 115 paket sembako untuk warga di Desa Tanjung Terantang dan Desa Kumpai Batu Bawah, Senin (23/2/2026). Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis di Kantor BAZNAS Kobar, Pangkalan Bun. Masing-masing desa menerima bantuan berbeda jumlah: 65 paket untuk Tanjung Terantang dan 50 paket untuk Kumpai Batu Bawah. Setiap paket berisi kebutuhan pokok, yakni beras premium 10 kilogram dan minyak goreng 2 liter. Bantuan tersebut selanjutnya akan didistribusikan kepada warga yang berhak menerima (mustahik) oleh pemerintah desa setempat. Ketua BAZNAS Kobar menyampaikan, kolaborasi dengan sektor swasta menjadi langkah strategis untuk memperluas jangkauan manfaat zakat. “Sinergi antara BAZNAS dan sektor swasta seperti PT SSMS Tbk. sangat krusial dalam mempercepat distribusi bantuan bagi masyarakat yang membutuhkan. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan kebutuhan pokok masyarakat,” ujarnya. Menurutnya, zakat bukan sekadar kewajiban ibadah, tetapi juga instrumen sosial yang mampu menggerakkan solidaritas. Dukungan perusahaan melalui program tanggung jawab sosial dinilai menjadi energi tambahan dalam memperkuat peran zakat bagi pembangunan daerah. Perwakilan desa yang hadir menyambut baik bantuan tersebut. Mereka memastikan paket sembako akan disalurkan tepat sasaran kepada warga yang membutuhkan, terutama dalam menghadapi kenaikan kebutuhan pokok. Langkah kolaboratif ini sekaligus mempertegas bahwa pengentasan beban masyarakat tidak bisa dilakukan sendiri. Diperlukan gotong royong antara lembaga zakat, korporasi, dan pemerintah desa. Di Bumi Marunting Batu Aji, sinergi ini menjadi bukti bahwa ketika zakat dikelola secara profesional dan didukung dunia usaha, dampaknya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat. BAZNAS Kobar pun berharap kolaborasi serupa dapat terus berlanjut, sehingga semakin banyak warga yang merasakan manfaat nyata dari zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun.
BERITA23/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Siswi Kelas 3 Tampil Berani di Masjid Diponegoro, Kultum “Superhero Ramadan” Curi Perhatian Jamaah
Siswi Kelas 3 Tampil Berani di Masjid Diponegoro, Kultum “Superhero Ramadan” Curi Perhatian Jamaah
Minahasa — Suasana haru dan bangga menyelimuti jamaah di Masjid Diponegoro Tegal Redjo Tonsea Lama, Minggu (23/2/2026) malam. Usai Salat Isya dan sebelum memasuki Salat Tarawih, seorang siswi kelas 3 dari MIS Alkhairaat Tondano tampil percaya diri membawakan kultum bertajuk “Menjadi Superhero di Bulan Ramadhan.” Adalah Azkani Saelangi, yang malam itu berdiri di hadapan jamaah dengan penuh keberanian. Dengan suara lantang dan penyampaian yang tertata, Azkani mengajak para jamaah — termasuk anak-anak seusianya — memahami bahwa menjadi pahlawan di bulan suci tidak membutuhkan kekuatan luar biasa, melainkan akhlak mulia dan konsistensi dalam berbuat baik. “Superhero itu bukan hanya yang ada di film. Di bulan Ramadhan, kita semua bisa jadi superhero dengan rajin salat, membantu orang tua, menjaga lisan, dan suka berbagi,” kurang lebih demikian pesan yang disampaikan Azkani dalam kultumnya. Penampilan Azkani mendapat perhatian jamaah. Beberapa orang tua tampak tersenyum bangga, sementara anak-anak lain menyimak dengan antusias. Momentum ini menjadi bukti bahwa mimbar masjid juga bisa menjadi ruang pembinaan karakter bagi generasi muda. Informasi kegiatan ini diperoleh dari tautan resmi media sosial MIS Alkhairaat Tondano, yang turut mengapresiasi keberanian siswinya tampil di ruang publik keagamaan. Pihak madrasah menilai, kesempatan seperti ini penting untuk melatih mental, kemampuan berbicara di depan umum, sekaligus menanamkan nilai dakwah sejak dini. Ramadan memang identik dengan peningkatan ibadah. Namun lebih dari itu, bulan suci juga menjadi ajang pembentukan karakter. Memberi ruang kepada anak-anak untuk tampil menyampaikan pesan agama adalah bagian dari pendidikan praktis yang berdampak jangka panjang. Apresiasi juga mengalir kepada orang tua Azkani yang terus mendukung tumbuhnya keberanian dan kecintaan sang anak terhadap ilmu agama. Dukungan keluarga dinilai menjadi fondasi utama dalam membangun rasa percaya diri anak. Penampilan Azkani malam itu menjadi pengingat bahwa dakwah tidak mengenal usia. Dari mimbar masjid di Tonsea Lama, semangat kecil itu menyala — membawa pesan bahwa setiap anak punya potensi menjadi “superhero” kebaikan di bulan Ramadhan.
BERITA23/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Bangkitkan Ekonomi Umat, BAZNAS Palopo Kucurkan Rp22,5 Juta untuk 13 Pelaku Usaha
Bangkitkan Ekonomi Umat, BAZNAS Palopo Kucurkan Rp22,5 Juta untuk 13 Pelaku Usaha
Palopo — Momentum Ramadan dimanfaatkan sebagai titik kebangkitan ekonomi umat. BAZNAS Kota Palopo kembali menunjukkan komitmennya dengan menyalurkan bantuan pengembangan usaha kepada 13 pelaku usaha kecil di Kecamatan Wara Selatan, Senin (23/2/2026). Melalui program pendayagunaan zakat, sebanyak 12 pelaku usaha menerima bantuan modal dengan total anggaran mencapai Rp15.500.000. Nominal bantuan diberikan secara variatif, mulai dari Rp1 juta, Rp1,5 juta, hingga Rp5 juta, disesuaikan dengan kebutuhan dan jenis usaha masing-masing penerima. Tak hanya itu, dalam program unggulan Z Auto—program bantuan untuk penguatan usaha bengkel—satu mustahik terpilih mendapatkan dukungan modal sebesar Rp7.000.000. Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian BAZNAS Palopo, Irsal Hamid, menegaskan bahwa setiap bantuan yang disalurkan melalui proses survei dan asesmen mendalam. Hal ini dilakukan untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan mampu mendorong keberlanjutan usaha penerima. “Kami terus melakukan asesmen untuk memastikan mustahik yang benar-benar layak mendapatkan bantuan. Permohonan yang masuk cukup banyak, namun tidak semuanya bisa direalisasikan karena harus melalui tahapan penilaian sesuai kriteria,” ujarnya. Menurut Irsal, pendekatan ini penting agar dana zakat tidak hanya habis untuk konsumsi sesaat, tetapi mampu menjadi modal produktif yang menggerakkan roda ekonomi keluarga. BAZNAS Palopo menegaskan perannya sebagai jembatan amanah antara masyarakat yang menunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dengan para mustahik penerima manfaat. “Semakin banyak masyarakat yang berzakat melalui BAZNAS, semakin luas pula dampak yang bisa kita hadirkan. Termasuk dalam program pemberdayaan ekonomi seperti ini,” kata Irsal. Ia berharap para penerima bantuan tidak hanya mampu mempertahankan usahanya, tetapi juga berkembang hingga suatu saat dapat bertransformasi dari mustahik menjadi muzaki. Penyaluran bantuan di bulan Ramadan ini menjadi simbol bahwa zakat bukan sekadar bantuan konsumtif, melainkan instrumen strategis untuk pengentasan kemiskinan dan penguatan ekonomi umat. BAZNAS Palopo juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang terus mempercayakan penyaluran ZIS melalui lembaga tersebut. Dukungan publik dinilai menjadi kunci agar program pemberdayaan dapat terus diperluas ke lebih banyak pelaku usaha kecil di Kota Palopo. Dengan semangat kebersamaan, diharapkan bantuan ini menjadi pijakan awal bagi para pelaku usaha untuk bangkit, mandiri, dan menguatkan ekonomi lokal Palopo.
BERITA23/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS RI Tegaskan Dana Zakat Tidak Digunakan untuk Program MBG
BAZNAS RI Tegaskan Dana Zakat Tidak Digunakan untuk Program MBG
Jakarta — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menegaskan bahwa dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) yang dihimpun dari para muzaki tidak digunakan untuk mendanai program Makan Bergizi Gratis (MBG). Penegasan ini disampaikan untuk meluruskan informasi yang beredar di tengah masyarakat. Pimpinan Bidang Pengumpulan Badan Amil Zakat Nasional RI, Rizaludin Kurniawan, menyatakan bahwa pemanfaatan dana ZIS memiliki aturan yang jelas dan tidak dapat dialihkan di luar peruntukan yang telah ditetapkan dalam syariat Islam. “Kami tegaskan bahwa Zakat, Infak, dan Sedekah yang dititipkan masyarakat kepada BAZNAS tidak digunakan sepersen pun untuk program Makan Bergizi Gratis. Seluruhnya disalurkan untuk kemaslahatan umat sesuai ketentuan delapan asnaf,” ujar Rizaludin dalam keterangan tertulis, Senin (23/2/2026). Rizaludin menjelaskan, dalam syariat Islam zakat hanya diperuntukkan bagi delapan golongan penerima (asnaf), yakni fakir, miskin, amil, muallaf, riqab (hamba sahaya), gharimin (orang yang terlilit utang untuk kebutuhan dasar), fisabilillah, serta ibnu sabil (musafir yang kehabisan bekal). Ketentuan tersebut menjadi rambu utama dalam tata kelola zakat di BAZNAS. Seluruh proses penghimpunan hingga pendistribusian dana dilakukan dalam koridor syariah dan tidak boleh menyimpang dari aturan yang telah ditetapkan. “Penggunaan dana zakat tidak dapat dialihkan untuk program yang tidak masuk dalam kategori asnaf, termasuk program MBG,” tegasnya. Lebih lanjut, Rizaludin menekankan bahwa secara kelembagaan maupun sumber pendanaan, program MBG dan pengelolaan zakat berada dalam sistem yang berbeda. Program MBG merupakan program pemerintah yang dibiayai melalui anggaran negara, sedangkan dana ZIS berasal dari amanah masyarakat yang pengelolaannya diatur ketat oleh syariat dan regulasi. Dalam menjalankan tugasnya, BAZNAS berpedoman pada prinsip 3A, yakni Aman Syar’i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI. Prinsip ini memastikan pengelolaan zakat tidak hanya sesuai ajaran agama, tetapi juga taat hukum serta mendukung kepentingan bangsa. Program pendistribusian dan pendayagunaan ZIS yang dikelola BAZNAS difokuskan pada pengentasan kemiskinan, peningkatan akses pendidikan, layanan kesehatan, pemberdayaan ekonomi umat, serta bantuan kemanusiaan bagi kelompok rentan yang termasuk dalam delapan asnaf. BAZNAS juga mengimbau masyarakat agar tidak terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan terkait penggunaan dana zakat. “Kami menjalankan tata kelola yang transparan dan akuntabel melalui pelaporan serta audit berkala sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada publik. Laporan dapat diakses melalui situs resmi BAZNAS,” ujar Rizaludin. Penegasan ini diharapkan dapat memperkuat kepercayaan publik bahwa amanah para muzaki tetap terjaga dan disalurkan secara tepat sasaran bagi masyarakat yang berhak menerima.
BERITA23/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
2.310 Porsi Iftar dari Indonesia Tiba di Masjid Al-Aqsa, BAZNAS RI: Palestina Tak Sendiri
2.310 Porsi Iftar dari Indonesia Tiba di Masjid Al-Aqsa, BAZNAS RI: Palestina Tak Sendiri
Jakarta — Solidaritas rakyat Indonesia kembali menembus batas negara. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menyalurkan 2.310 porsi hidangan berbuka puasa bagi warga Palestina di kawasan Masjid Al-Aqsa pada Ramadan 1447 Hijriah. Bantuan tersebut merupakan amanah masyarakat Indonesia yang dihimpun dan disalurkan melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI sebagai bagian dari misi kemanusiaan global. Ketua BAZNAS RI Noor Achmad menyampaikan rasa syukurnya karena bantuan tersebut telah sampai dan dibagikan kepada warga serta jemaah di sekitar kompleks Masjid Al-Aqsa. “Alhamdulillah, amanah masyarakat Indonesia berupa 2.310 porsi hidangan berbuka telah sampai dan dibagikan kepada warga Palestina. Menu yang diberikan juga telah disesuaikan dengan kebutuhan serta kebiasaan konsumsi masyarakat setempat,” ujar Kiai Noor dalam keterangan tertulisnya, Senin (23/2/2026). Menurut Kiai Noor, penyaluran bantuan ini menjadi penting mengingat situasi kemanusiaan di Palestina yang belum stabil. Akses pangan di sejumlah wilayah masih terbatas, sementara kebutuhan konsumsi meningkat selama Ramadan. Momentum berbuka puasa bukan sekadar soal makanan, tetapi juga tentang menjaga harapan dan kebersamaan di tengah tekanan hidup yang berat. “Semoga apa yang kita berikan dapat meringankan beban masyarakat Palestina serta menghadirkan kebahagiaan di bulan Ramadan. Kami ingin mereka merasakan bahwa mereka tidak sendiri,” katanya. Distribusi Transparan dan Tepat Sasaran BAZNAS memastikan distribusi bantuan dilakukan melalui mitra kemanusiaan terpercaya yang berada langsung di lapangan. Langkah ini ditempuh agar proses penyaluran berjalan efektif, transparan, dan akuntabel. Upaya tersebut juga menjadi bagian dari komitmen BAZNAS untuk menjaga kepercayaan publik bahwa setiap rupiah dana umat benar-benar sampai kepada yang membutuhkan. “Zakat menguatkan, bukan hanya di Indonesia, tetapi juga dalam misi kemanusiaan dunia,” tegas Kiai Noor. Bantuan ribuan porsi iftar ini menjadi simbol bahwa solidaritas masyarakat Indonesia tidak mengenal batas geografis. Dari Tanah Air, doa dan dukungan mengalir hingga ke halaman Masjid Al-Aqsa—salah satu situs suci umat Islam yang menjadi saksi sejarah panjang perjuangan rakyat Palestina. BAZNAS mengajak masyarakat untuk terus melanjutkan aksi nyata membantu saudara-saudara di Palestina melalui Dompet Solidaritas Palestina BAZNAS.
BERITA23/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Badan Amil Zakat Nasional dan Dubes Palestina Susun Peta Jalan Bantuan Kemanusiaan untuk Gaza
Badan Amil Zakat Nasional dan Dubes Palestina Susun Peta Jalan Bantuan Kemanusiaan untuk Gaza
Jakarta — Di tengah situasi kemanusiaan yang kian memburuk di Gaza, diplomasi kemanusiaan kembali ditegaskan. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menerima kunjungan Abdalfatah A.K. Alsattari, Duta Besar Palestina untuk Indonesia, di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Senin (23/2/2026). Pertemuan tersebut membahas peta jalan penyaluran bantuan kemanusiaan bagi rakyat Gaza yang dirancang lebih terstruktur, efektif, dan berkelanjutan. Ketua BAZNAS RI, Noor Achmad, menegaskan bahwa dukungan terhadap Palestina bukan sekadar respons sesaat terhadap konflik, melainkan komitmen moral yang melekat dalam kesadaran kemanusiaan bangsa Indonesia. “Komitmen kami untuk membantu Palestina tidak akan pernah surut. Setiap bantuan yang sampai ke tangan mereka adalah amanah kemanusiaan yang kami jaga dengan penuh tanggung jawab,” ujarnya. Dalam audiensi tersebut, kedua pihak membahas mekanisme distribusi bantuan di tengah berbagai tantangan logistik dan blokade yang kerap menghambat akses ke Gaza. BAZNAS dan Kedutaan Besar Palestina sepakat memperkuat koordinasi agar bantuan tidak hanya berhenti pada distribusi logistik pangan dan kebutuhan dasar, tetapi juga menjangkau sektor pendidikan melalui penguatan akses beasiswa bagi pelajar Palestina. Langkah ini dinilai penting agar bantuan kemanusiaan tidak semata bersifat karitatif, melainkan juga berorientasi pada keberlanjutan dan pembangunan sumber daya manusia. “Kami ingin memastikan bantuan tidak terputus. Bahkan di tengah situasi yang sulit, harapan harus tetap dijaga,” kata Noor Achmad. Dalam kesempatan yang sama, Abdalfatah Alsattari menggambarkan kondisi Gaza sebagai krisis yang melampaui batas nalar kemanusiaan. Ia menyebut dampak kehancuran di Gaza lebih buruk dari yang dibayangkan banyak pihak. “Sebanyak 85 persen rumah penduduk telah hancur. Mereka tidak lagi memiliki kamar tidur, dapur, ruang tamu, bahkan kamar mandi,” ujarnya. Ia juga mengungkapkan bahwa sekitar 40 persen korban yang selamat mengalami kehilangan anggota tubuh, dengan mayoritas korban adalah perempuan dan anak-anak. Gambaran tersebut mempertegas bahwa krisis di Gaza bukan hanya soal konflik bersenjata, tetapi tentang hilangnya ruang hidup yang layak bagi warga sipil. Abdalfatah menyampaikan apresiasi atas dukungan Indonesia yang konsisten berdiri di sisi Palestina. Ia mengisahkan pengalaman personalnya saat baru tiba di Indonesia. “Saya bertemu beberapa perempuan di hotel. Ketika mereka tahu saya berasal dari Gaza, mereka menangis. Mereka belum tahu saya Duta Besar, mereka hanya tahu saya dari Gaza,” tuturnya. Cerita itu, bagi Abdalfatah, menjadi cermin bahwa solidaritas rakyat Indonesia bukan sekadar sikap politik, melainkan empati yang lahir dari nurani. Pertemuan ini dihadiri jajaran pimpinan BAZNAS RI, termasuk Wakil Ketua H. Mokhamad Mahdum, Ph.D., serta sejumlah pimpinan bidang lainnya. Kehadiran para pimpinan tersebut menandai bahwa isu Palestina ditempatkan sebagai agenda strategis lembaga. Dalam konteks yang lebih luas, langkah BAZNAS dapat dibaca sebagai bentuk diplomasi zakat—di mana dana umat tidak hanya dikelola untuk kepentingan domestik, tetapi juga diarahkan untuk merespons krisis kemanusiaan global. Peta jalan bantuan yang tengah dirumuskan diharapkan menjadi model kolaborasi yang transparan dan akuntabel, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai bangsa yang konsisten membela nilai-nilai kemanusiaan universal. Di tengah reruntuhan dan kehilangan di Gaza, solidaritas lintas bangsa itu setidaknya menjadi penanda bahwa harapan belum sepenuhnya padam.
BERITA23/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Minahasa.

Lihat Daftar Rekening →