WhatsApp Icon
BAZNAS Minahasa Tuntaskan Penyaluran 100 Mushaf Al-Quran, Sentuh Santri TPQ hingga Majelis Taklim Mualaf

MINAHASA – Komitmen Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Minahasa dalam memperluas syiar Al-Quran terus diwujudkan melalui penyaluran 100 mushaf Al-Quran kepada pondok pesantren, rumah tahfiz, TPQ/TPA, masjid, hingga majelis taklim mualaf di berbagai wilayah Kabupaten Minahasa, Jumat 17/7/2026.

Program tersebut merupakan amanah dari BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara yang mempercayakan BAZNAS Kabupaten Minahasa sebagai mitra pendistribusian mushaf kepada lembaga-lembaga pendidikan Al-Qur'an dan masyarakat yang membutuhkan.

Penyaluran mushaf ini juga menjadi bagian dari manfaat zakat, infak, dan sedekah para muzaki yang disalurkan melalui BAZNAS RI, termasuk dukungan dari para donatur melalui Kitabisa.com dan Gramedia, sehingga manfaatnya dapat dirasakan hingga pelosok daerah.

Titik terakhir penyaluran dilakukan di TPA Al Muhajirin, Desa Kamenti, yang berada di bawah pembinaan Masjid Al Muhajirin.

Sebanyak 10 mushaf Al-Qur'an diserahkan secara langsung kepada Imam Masjid Al Muhajirin, Edy Purwanto, didampingi Wakil Imam Hendy Yusuf.

TPA tersebut saat ini dibimbing oleh satu orang ustaz dengan jumlah 10 santri yang rutin belajar membaca dan memahami Al-Qur'an. yang rutin dilaksanakan tiga kali dalam sepekan di serambi masjid.

Edy Purwanto menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas perhatian BAZNAS kepada anak-anak penghafal dan pembelajar Al-Qur'an.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Minahasa, BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara, serta seluruh muzaki yang telah mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya melalui BAZNAS sehingga kami menerima bantuan mushaf Al-Qur'an ini. Insya Allah mushaf-mushaf ini akan dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh anak-anak TPA dalam belajar Al-Qur'an."

Ia juga turut mendoakan seluruh pihak yang telah berkontribusi.

"Semoga Allah SWT membalas setiap kebaikan para muzaki dengan pahala yang berlipat ganda, melimpahkan rezeki yang halal dan berkah, memudahkan segala urusan, serta menjadikan setiap huruf Al-Qur'an yang dibaca oleh para santri sebagai amal jariyah yang terus mengalir kepada para donatur dan semua pihak yang terlibat. Aamiin."

Usai dari Desa Kamenti, tim BAZNAS Minahasa melanjutkan penyaluran ke Masjid Al Ikhlash, Desa Atep Oki, Kecamatan Lembean Timur.

Di lokasi tersebut, sebanyak 5 mushaf Al-Qur'an diserahkan kepada Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Masjid Al Ikhlash untuk mendukung kegiatan pengajian masyarakat .

Diharapkan bantuan mushaf tersebut semakin meningkatkan semangat jamaah dalam mempelajari, membaca, dan mengamalkan isi kandungan Al-Qur'an.

Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Minahasa, Muhammad Sahlan Kokalo, menyampaikan apresiasi kepada BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara atas kepercayaan yang diberikan kepada BAZNAS Minahasa dalam mendistribusikan 100 mushaf Al-Qur'an di wilayah Kabupaten Minahasa.

"Kami menyampaikan terima kasih kepada BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara atas kepercayaan yang diberikan kepada BAZNAS Kabupaten Minahasa untuk menyalurkan 100 mushaf Al-Qur'an kepada pondok pesantren, rumah tahfiz, TPQ, TPA, masjid, dan majelis taklim mualaf. Amanah ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus menghadirkan manfaat yang nyata bagi umat."

Menurutnya, penyaluran mushaf bukan sekadar menyerahkan kitab suci, tetapi menjadi investasi peradaban yang akan melahirkan generasi Qurani.

"Setiap mushaf yang dibaca, dipelajari, dan diamalkan akan menjadi sumber pahala yang terus mengalir bagi para muzaki dan seluruh pihak yang terlibat. Karena itu, kami berharap ke depan BAZNAS Minahasa dapat menyalurkan lebih banyak lagi mushaf Al-Qur'an serta memperluas program-program kemaslahatan lainnya."

Ia juga berharap semakin banyak masyarakat yang mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya melalui lembaga resmi.

"Kepercayaan masyarakat adalah amanah yang harus dijaga. Kami terus berkomitmen mengelola dana zakat, infak, dan sedekah secara profesional, transparan, dan akuntabel agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh mustahik. Kami mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Minahasa untuk menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS sebagai lembaga resmi yang diamanahkan negara, sehingga semakin banyak saudara-saudara kita yang dapat dibantu melalui program pendidikan, dakwah, kesehatan, kemanusiaan, dan pemberdayaan ekonomi."

Program distribusi mushaf Al-Qur'an menjadi salah satu bentuk nyata hadirnya BAZNAS dalam memperkuat syiar Islam dan meningkatkan kualitas pendidikan Al-Qur'an di tengah masyarakat.

Dengan dukungan para muzaki yang mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya melalui BAZNAS, setiap bantuan yang disalurkan diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan saat ini, tetapi juga menjadi amal jariyah yang terus mengalir, melahirkan generasi yang mencintai Al-Qur'an, serta memperkuat semangat gotong royong dan kepedulian sosial di Kabupaten Minahasa.

Mari tunaikan Zakat, Infak, dan Sedekah melalui BAZNAS Kabupaten Minahasa. Bersama, kita hadirkan lebih banyak manfaat, memperluas keberkahan, dan menebarkan cahaya Al-Qur'an hingga ke pelosok daerah.

17/07/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa
Waka IV BAZNAS Minahasa Ikuti Pra Rakornas BAZNAS 2026, Perkuat Sinergi dan Arah Pengelolaan Dana Umat

Tondano – Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Minahasa, Muhamad Sahlan Kokalo, mengikuti Pra Rapat Koordinasi Nasional (Pra Rakornas) BAZNAS RI Tahun 2026 yang diselenggarakan secara hybrid pada Kamis (16/7/2026). Kegiatan ini menjadi forum strategis dalam menyatukan visi serta memperkuat kelembagaan BAZNAS di seluruh Indonesia.

Pra Rakornas BAZNAS RI 2026 diikuti oleh jajaran Pimpinan BAZNAS RI, BAZNAS Provinsi, hingga BAZNAS Kabupaten/Kota se-Indonesia, baik secara luring di Jakarta maupun melalui platform daring.

Ketua BAZNAS RI, Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., dalam arahannya menegaskan pentingnya kesamaan visi sebagai fondasi membangun lembaga yang solid, profesional, dan mampu menjawab tantangan pengelolaan dana umat di masa depan.

Menurutnya, BAZNAS harus memiliki arah yang jelas agar setiap program dapat berjalan secara terukur, terkoordinasi, dan memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat.

"Kalau kita bekerja tanpa kompas, tentu kerja kita tidak ada arahnya. Kalau kita bekerja tidak dalam lembaga, maka kita tidak solid," tegas Sodik Mudjahid.

Dalam forum tersebut, Ketua BAZNAS RI kembali menegaskan visi besar BAZNAS, yaitu "Menjadi Model Pengelola Dana Umat untuk Kemajuan dan Kesejahteraan." Visi tersebut diharapkan menjadi pedoman seluruh jajaran BAZNAS, mulai dari tingkat pusat hingga kabupaten/kota, untuk menjadi teladan (uswatun hasanah) dalam tata kelola dana umat yang profesional, amanah, transparan, dan akuntabel.

Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Minahasa, Muhamad Sahlan Kokalo, mengatakan keikutsertaan BAZNAS Minahasa dalam Pra Rakornas merupakan bagian dari komitmen memperkuat sinergi dengan BAZNAS RI sekaligus menyelaraskan arah kebijakan kelembagaan.

"Pra Rakornas ini menjadi momentum penting bagi BAZNAS Minahasa untuk menyamakan visi dengan BAZNAS RI, sekaligus memperkuat komitmen dalam meningkatkan kualitas tata kelola zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya agar semakin profesional, akuntabel, serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Kabupaten Minahasa," ujar Sahlan.

Ia menambahkan, berbagai arahan yang disampaikan dalam Pra Rakornas akan menjadi acuan dalam memperkuat program-program BAZNAS Minahasa, baik pada aspek pengumpulan, pendistribusian, pendayagunaan, transformasi digital, maupun penguatan kelembagaan.

Dengan semangat "Zakat Menguatkan Indonesia", BAZNAS Minahasa berkomitmen terus mendukung transformasi pengelolaan zakat yang modern, adaptif, dan berdampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat serta pengentasan kemiskinan di Kabupaten Minahasa.

Pra Rakornas BAZNAS RI 2026 turut dihadiri Wakil Ketua BAZNAS RI Dr. KH. Zainut Tauhid Sa'adi, M.Si., beserta seluruh Pimpinan BAZNAS RI dan ratusan peserta dari BAZNAS Provinsi serta BAZNAS Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia.

17/07/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Minahasa Perkuat Syiar Al-Quran, Salurkan Mushaf ke Pondok Pesantren Al-Khairaat Tahfizul Quran Kampung Jawa Tondano

MINAHASA — Komitmen Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Minahasa dalam mendukung lahirnya generasi Qur'ani terus diwujudkan melalui aksi nyata. Kali ini, BAZNAS Kabupaten Minahasa melaksanakan silaturahmi sekaligus menyerahkan 10 mushaf Al-Quran kepada Pondok Pesantren Al-Khairaat Tahfizul Quran yang berlokasi di Kampung Jawa Tondano, Kabupaten Minahasa, Rabu 15/07/2026.

Penyerahan mushaf dilakukan langsung oleh Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Minahasa, Joko Winjaya, dan diterima oleh pengasuh pondok pesantren bersama para santri yang setiap hari mengisi waktu mereka dengan membaca, menghafal, dan mempelajari Al-Qur'an.

Suasana penuh kehangatan menyelimuti kegiatan tersebut. Bagi para santri, mushaf yang diterima bukan sekadar buku untuk dibaca, melainkan teman setia dalam perjalanan menghafal firman Allah SWT hingga tuntas 30 juz.

Dalam kesempatan itu, Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Minahasa Joko Winjaya menegaskan bahwa perhatian terhadap pesantren merupakan bagian dari komitmen BAZNAS dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia yang berlandaskan nilai-nilai keislaman.

"BAZNAS hadir bukan hanya untuk membantu masyarakat dari aspek ekonomi, tetapi juga mendukung penguatan pendidikan dan dakwah. Pesantren merupakan lembaga yang memiliki peran strategis dalam melahirkan generasi yang berakhlak, berilmu, dan mencintai Al-Qur'an. Karena itu, penyaluran mushaf Al-Qur'an menjadi salah satu bentuk ikhtiar kami dalam memperkuat syiar Islam di Kabupaten Minahasa."

Menurutnya, setiap mushaf yang dibaca, setiap ayat yang dihafalkan, dan setiap ilmu yang diamalkan oleh para santri akan menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir bagi para muzaki yang telah mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya melalui BAZNAS.

"Kami berharap bantuan ini mampu menambah semangat para santri dalam menghafal Al-Qur'an. Semoga dari pesantren ini lahir para hafiz dan hafizah yang kelak menjadi pemimpin umat, pendidik, dai, serta teladan di tengah masyarakat. Inilah investasi terbaik yang manfaatnya tidak hanya dirasakan hari ini, tetapi juga menjadi bekal bagi masa depan umat."

Joko Winjaya juga mengajak masyarakat untuk semakin mempercayakan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS karena dana yang dihimpun tidak hanya disalurkan untuk memenuhi kebutuhan sosial dan kemanusiaan, tetapi juga mendukung keberlangsungan pendidikan Islam, dakwah, serta pembinaan generasi penerus bangsa.

Sementara itu, pengasuh Pondok Pesantren Al-Khairaat Tahfizul Qur'an menyampaikan apresiasi atas kepedulian BAZNAS Kabupaten Minahasa terhadap lembaga pendidikan Al-Qur'an.

"Alhamdulillah hari ini kami menerima kunjungan dari BAZNAS Kabupaten Minahasa sekaligus menerima bantuan 10 mushaf Al-Qur'an. Bantuan ini sangat berarti bagi para santri kami yang setiap hari belajar dan menghafal Al-Qur'an. Semoga dengan mushaf yang diberikan ini mereka semakin mudah dalam menghafal hingga menyelesaikan hafalan 30 juz."

Ia juga mendoakan seluruh pihak yang telah menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Minahasa beserta seluruh muzaki. Semoga Allah SWT membalas setiap kebaikan dengan pahala yang berlipat ganda, melimpahkan keberkahan dalam rezeki dan kehidupan, serta menjadikan bantuan ini sebagai amal jariyah yang terus mengalir hingga akhirat nanti. Insya Allah."

Kebahagiaan juga terpancar dari wajah para santri. Salah seorang santri mengaku semakin termotivasi untuk memperbanyak hafalan Al-Qur'an setelah menerima mushaf baru.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Minahasa atas bantuan mushaf Al-Qur'an ini. Insya Allah kami akan memanfaatkannya sebaik mungkin untuk belajar dan menghafal Al-Qur'an. Semoga Allah membalas semua kebaikan para donatur dan keluarga besar BAZNAS."

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa zakat tidak hanya berfungsi sebagai instrumen pengentasan kemiskinan, tetapi juga menjadi kekuatan dalam membangun peradaban melalui pendidikan. Di balik setiap mushaf yang disalurkan, tersimpan harapan lahirnya generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kokoh dalam iman, mulia dalam akhlak, dan mampu menghadirkan nilai-nilai Al-Qur'an di tengah kehidupan masyarakat.

Melalui program pendistribusian mushaf Al-Qur'an, BAZNAS Kabupaten Minahasa terus memperluas manfaat dana zakat, infak, dan sedekah agar dapat menjangkau lebih banyak lembaga pendidikan keagamaan. Langkah ini menjadi bagian dari ikhtiar menghadirkan zakat yang produktif, berdampak, dan berkelanjutan, sejalan dengan misi BAZNAS dalam meningkatkan kesejahteraan umat sekaligus memperkuat pembangunan sumber daya manusia yang religius, berkarakter, dan berdaya saing.

Sebab, setiap lembar Al-Qur'an yang dibaca akan melahirkan ilmu. Setiap ilmu yang diamalkan akan melahirkan keberkahan. Dan setiap keberkahan yang tumbuh dari zakat akan menjadi jejak kebaikan yang terus mengalir dari para muzaki kepada generasi penerus bangsa.

16/07/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Minahasa Salurkan Mushaf Al-Qur'an ke TPQ Miftahul Jannah, Perkuat Semangat Belajar Al-Quran Anak-anak

MINAHASA – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Minahasa terus menguatkan syiar Islam melalui program pendistribusian mushaf Al-Quran. Kali ini, Wakil Ketua III BAZNAS Kabupaten Minahasa, Astuti Suratinoyo, melaksanakan silaturahmi sekaligus menyerahkan bantuan mushaf Al-Quran kepada Taman Pengajian Al-Quran (TPQ) Miftahul Jannah pada Kamis (16/7/2026).

Penyerahan mushaf Al-Qur'an disambut hangat oleh pengurus TPQ dan para santri yang mengikuti kegiatan belajar mengaji. Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung proses pembelajaran Al-Qur'an sekaligus menumbuhkan kecintaan anak-anak terhadap kitab suci sejak usia dini.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua III BAZNAS Kabupaten Minahasa, Astuti Suratinoyo, mengatakan bahwa pendidikan Al-Qur'an merupakan fondasi penting dalam membentuk karakter generasi muda.

"BAZNAS Kabupaten Minahasa berkomitmen untuk terus mendukung pendidikan keagamaan melalui pendistribusian mushaf Al-Qur'an. Kami berharap bantuan ini dapat menjadi penyemangat bagi anak-anak untuk semakin rajin membaca, mempelajari, dan mengamalkan isi Al-Qur'an. Semoga dari TPQ Miftahul Jannah lahir generasi Qur'ani yang berakhlak mulia, cerdas, dan membawa manfaat bagi agama, bangsa, dan masyarakat."

Ia menambahkan bahwa setiap mushaf yang dibaca oleh para santri akan menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir bagi para muzaki yang telah mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya melalui BAZNAS.

Sementara itu, pimpinan TPQ Miftahul Jannah menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas perhatian yang diberikan BAZNAS Kabupaten Minahasa.

"Alhamdulillah, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada BAZNAS Kabupaten Minahasa atas bantuan mushaf Al-Qur'an ini. Bantuan ini sangat bermanfaat bagi anak-anak kami dalam belajar mengaji setiap hari. Semoga Allah SWT membalas seluruh kebaikan para muzaki dan keluarga besar BAZNAS dengan pahala yang berlipat ganda serta senantiasa memberikan keberkahan dalam setiap langkahnya."

Melalui program pendistribusian mushaf Al-Qur'an, BAZNAS Kabupaten Minahasa terus menghadirkan manfaat zakat, infak, dan sedekah dalam mendukung pendidikan Islam. Program ini menjadi bagian dari upaya membangun generasi Qur'ani yang tidak hanya mahir membaca Al-Qur'an, tetapi juga menjadikan nilai-nilai Al-Qur'an sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

16/07/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Minahasa Gandeng Sahabat Mualaf Inspiratif, Perkuat Syiar Al-Quran hingga Wilayah Pembinaan Mualaf

MINAHASA – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Minahasa terus memperluas jangkauan syiar Islam melalui pendistribusian mushaf Al-Quran dan penguatan jejaring dakwah. Langkah itu diwujudkan melalui silaturahmi ke Sahabat Mualaf Inspiratif, komunitas binaan Lembaga Dakwah Kampus (LDK) yang berkolaborasi dengan MCN Kawanua, Kamis (16/7/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Minahasa, Joko Kurnia Winjaya, didampingi Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Minahasa, Sahlan Kokalo, menyerahkan 10 mushaf Al-Qur'an kepada Ketua Sahabat Mualaf Inspiratif, Hairunisa Nova Rorora.

Penyerahan mushaf bukan sekadar simbol bantuan, melainkan langkah awal membangun sinergi dalam menghadirkan manfaat zakat bagi para mualaf dan masyarakat yang membutuhkan pembinaan keislaman di berbagai wilayah di Minahasa.

Dalam suasana penuh keakraban, pertemuan tersebut menjadi ruang dialog untuk memperkuat komunikasi dan membuka peluang kolaborasi antara BAZNAS Minahasa dan Sahabat Mualaf Inspiratif.

Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Minahasa, Joko Kurnia Winjaya, menegaskan bahwa zakat memiliki peran strategis dalam mendukung dakwah, pendidikan, dan pemberdayaan umat.

"Kami bersyukur dapat bersilaturahmi dengan Sahabat Mualaf Inspiratif. Semoga penyaluran mushaf Al-Qur'an ini menjadi penyemangat bagi saudara-saudara kita yang sedang memperdalam ajaran Islam. BAZNAS ingin membangun kolaborasi yang berkelanjutan, tidak hanya dalam pendistribusian mushaf, tetapi juga pada berbagai kegiatan sosial, pembinaan keagamaan, dan pemberdayaan masyarakat demi kemaslahatan umat."

Menurutnya, kolaborasi antarlembaga merupakan kunci untuk memperluas manfaat zakat sehingga dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan secara lebih efektif.

"Kami berharap ke depan akan lahir lebih banyak program bersama yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, mulai dari pembinaan mualaf, pendidikan Al-Qur'an, bantuan sosial, hingga pemberdayaan ekonomi umat. Ketika lembaga-lembaga Islam saling menguatkan, manfaatnya akan semakin luas dirasakan masyarakat."

Ketua Sahabat Mualaf Inspiratif, Hairunisa Nova Rorora, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan BAZNAS Kabupaten Minahasa.

Ia mengatakan, mushaf Al-Qur'an yang diterima akan segera disalurkan kepada para mualaf serta masyarakat di wilayah pembinaan yang membutuhkan.

"Alhamdulillah, kami mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Minahasa atas amanah dan kepercayaan yang diberikan kepada Sahabat Mualaf Inspiratif. Mushaf Al-Qur'an ini akan kami salurkan kepada para mualaf dan titik-titik pembinaan yang selama ini kami dampingi, sehingga dapat dimanfaatkan untuk belajar membaca, memahami, dan menghafal Al-Qur'an."

Hairunisa berharap sinergi tersebut terus berkembang menjadi gerakan bersama dalam memperkuat pembinaan umat.

"Insya Allah kami siap berkolaborasi dengan BAZNAS Kabupaten Minahasa dalam berbagai kegiatan sosial, dakwah, dan pembinaan masyarakat. Semoga kerja sama ini menjadi jalan hadirnya lebih banyak manfaat bagi umat, khususnya bagi para mualaf yang sedang menguatkan keislamannya."

Usai bersilaturahmi dengan Sahabat Mualaf Inspiratif, rombongan pimpinan BAZNAS Kabupaten Minahasa melanjutkan kegiatan ke Masjid Al-Hijrah Rinegetan, Tondano.

Di masjid tersebut, BAZNAS Kabupaten Minahasa kembali menyalurkan lima mushaf Al-Qur'an yang diterima langsung oleh jamaah masjid untuk mendukung kegiatan ibadah, tadarus, dan pembelajaran Al-Qur'an.

Penyaluran mushaf ini diharapkan dapat menambah ketersediaan Al-Qur'an di lingkungan masjid sehingga semakin banyak jamaah, terutama anak-anak dan remaja, yang terdorong untuk membaca dan mempelajari kitab suci.

Program pendistribusian mushaf Al-Qur'an merupakan bagian dari komitmen BAZNAS Sulawesi Utara dalam mendukung bidang dakwah dan pendidikan melalui pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah.

Setiap mushaf yang disalurkan diyakini bukan sekadar bantuan fisik, tetapi menjadi investasi peradaban. Dari lembaran-lembaran Al-Qur'an yang dibaca akan lahir ilmu, dari ilmu akan tumbuh akhlak, dan dari akhlak akan lahir masyarakat yang lebih kuat, berdaya, dan penuh kepedulian.

Melalui sinergi bersama komunitas dakwah, lembaga pembinaan mualaf, dan pengurus masjid, BAZNAS Kabupaten Minahasa terus memperluas jangkauan manfaat zakat agar tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan masyarakat, tetapi juga memperkokoh nilai-nilai keislaman dan membangun generasi Qur'ani di Kabupaten Minahasa.

"Zakat yang ditunaikan hari ini bukan hanya menguatkan kehidupan, tetapi juga menghidupkan cahaya Al-Qur'an di tengah masyarakat. Ketika mushaf sampai ke tangan para pembelajar Al-Qur'an, sesungguhnya zakat sedang menanam amal jariyah yang pahalanya terus mengalir tanpa putus."

16/07/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa

Berita Terbaru

Pedagang Desa Pagutan Setor Zakat Rp11,8 Juta ke BAZNAS Lombok Tengah
Pedagang Desa Pagutan Setor Zakat Rp11,8 Juta ke BAZNAS Lombok Tengah
Lombok Tengah – Para pedagang di Desa Pagutan, Kabupaten Lombok Tengah menunjukkan komitmen menunaikan kewajiban zakat melalui lembaga resmi. Melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Desa Pagutan, mereka menyalurkan zakat sebesar Rp11,8 juta kepada Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lombok Tengah. Penyerahan dana zakat itu dilakukan oleh perwakilan UPZ Desa Pagutan kepada tim pengumpulan BAZNAS Lombok Tengah yang diwakili oleh Halid Iswadi. Dana tersebut merupakan hasil pengumpulan zakat dari para pedagang kecil di desa setempat. Perwakilan UPZ Desa Pagutan mengatakan para pedagang sepakat menyalurkan zakat melalui lembaga resmi agar pengelolaannya lebih amanah dan manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat luas. “Zakat ini merupakan titipan dari para pedagang yang ingin membersihkan harta mereka sekaligus berharap keberkahan. Kami mempercayakan penyalurannya melalui BAZNAS agar manfaatnya dapat menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya. Langkah kolektif para pedagang ini dinilai mencerminkan meningkatnya kesadaran pelaku usaha mikro di tingkat desa terhadap pentingnya pengelolaan zakat secara terorganisasi. Selain sebagai kewajiban keagamaan, zakat juga dipandang sebagai instrumen sosial yang berperan dalam membantu masyarakat kurang mampu. Pihak Badan Amil Zakat Nasional Lombok Tengah menjelaskan bahwa zakat yang dihimpun akan dikelola secara profesional sesuai dengan prinsip syariat Islam serta ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Lembaga tersebut juga memiliki basis data mustahik sehingga penyaluran bantuan dapat dilakukan secara terarah dan tepat sasaran. Menurut perwakilan BAZNAS Lombok Tengah, kolaborasi antara pelaku usaha kecil di desa dengan lembaga pengelola zakat merupakan contoh nyata bagaimana sektor ekonomi akar rumput dapat berkontribusi dalam penguatan solidaritas sosial. “Zakat yang dihimpun dari masyarakat akan kembali kepada masyarakat. Dengan pengelolaan yang terarah, setiap rupiah yang disalurkan diharapkan mampu membantu mereka yang membutuhkan sekaligus mengurangi kesenjangan sosial,” kata perwakilan BAZNAS. BAZNAS Lombok Tengah juga menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan para pedagang Desa Pagutan. Mereka berharap langkah ini dapat menjadi contoh bagi masyarakat lain untuk menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi. Melalui pengelolaan yang transparan dan akuntabel, zakat diharapkan tidak hanya menjadi ibadah individual, tetapi juga menjadi instrumen pemberdayaan sosial yang mampu memperkuat kesejahteraan umat.
BERITA11/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Rokan Hilir Santuni 19 Muallaf di Ramadan, Perkuat Pembinaan Keislaman
BAZNAS Rokan Hilir Santuni 19 Muallaf di Ramadan, Perkuat Pembinaan Keislaman
Rokan Hilir – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Rokan Hilir kembali menunjukkan kepeduliannya kepada para muallaf. Bekerja sama dengan Muallaf Center Bagan Batu, BAZNAS menyalurkan santunan kepada 19 orang muallaf di Kecamatan Bagan Sinembah pada momentum Ramadan 1447 Hijriah. Penyaluran bantuan tersebut dilakukan di Masjid Raya An-Nur Bagan Batu, Rabu (11/3/2026). Bantuan diserahkan langsung oleh Pembina Muallaf Center Bagan Batu, Usman Simatupang, yang akrab disapa UUS. UUS menyampaikan apresiasi kepada Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Rokan Hilir yang terus menunjukkan perhatian kepada para muallaf, khususnya di bulan suci Ramadan. “Terima kasih kepada pimpinan dan pengurus BAZNAS Rokan Hilir atas kepedulian kepada para muallaf. Semoga BAZNAS semakin bermanfaat bagi umat dan penyaluran bantuannya semakin tepat sasaran,” ujar UUS. Ia menjelaskan, santunan yang disalurkan tahun ini berjumlah Rp19 juta dan diberikan kepada 19 orang muallaf yang berada di wilayah Kecamatan Bagan Sinembah. Menurut UUS, Muallaf Center Bagan Batu merupakan lembaga binaan Yayasan Darul Amal Ummah Riau yang fokus melakukan pembinaan dan pendampingan terhadap para muallaf. Sejak 2024 hingga 2026, lembaga tersebut telah membina 19 orang yang memeluk agama Islam. “Sebagian besar muallaf yang dibina adalah perempuan, baik dari kalangan janda maupun gadis,” katanya. Ia menambahkan, selain bantuan santunan, para muallaf juga mendapatkan pembinaan dan bimbingan keagamaan secara berkelanjutan agar semakin mantap menjalani kehidupan sebagai Muslim. “Semoga bantuan ini menjadi motivasi bagi para muallaf untuk terus belajar dan memperdalam pemahaman tentang ajaran Islam,” ujarnya. Sementara itu, Ketua Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Rokan Hilir, Jefrizal, menegaskan bahwa muallaf merupakan bagian dari umat yang perlu mendapatkan perhatian dan pendampingan agar semakin kuat dalam menjalankan ajaran Islam. Menurutnya, BAZNAS memiliki komitmen untuk terus hadir membantu masyarakat yang membutuhkan, termasuk para muallaf yang kerap menghadapi berbagai tantangan setelah memeluk Islam. “Melalui program ini, kami berharap para muallaf merasakan dukungan dari umat Islam. Bantuan ini bukan sekadar santunan, tetapi bentuk kepedulian agar mereka semakin mantap menjalankan ajaran Islam,” kata Jefrizal. Ia juga mengapresiasi peran Muallaf Center Bagan Batu yang secara konsisten melakukan pembinaan terhadap para muallaf di wilayah tersebut. “Kami sangat mengapresiasi Muallaf Center Bagan Batu yang terus aktif melakukan pendampingan keagamaan. Semoga sinergi ini terus berlanjut sehingga semakin banyak muallaf yang mendapatkan pembinaan dan perhatian,” ujarnya. Melalui program ini, BAZNAS Rokan Hilir berharap para muallaf semakin termotivasi untuk memperdalam ilmu agama serta menjalani kehidupan yang lebih baik dalam naungan ajaran Islam.
BERITA11/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Salurkan 4.050 Porsi Hidangan Ramadan untuk Penyintas Bencana Aceh dan Sumut
BAZNAS Salurkan 4.050 Porsi Hidangan Ramadan untuk Penyintas Bencana Aceh dan Sumut
Jakarta – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bergerak cepat membantu para penyintas bencana di wilayah Aceh dan Sumatra Utara selama bulan suci Ramadan. Melalui program Hidangan Berkah Ramadan, BAZNAS menyalurkan sedikitnya 4.050 porsi makanan siap saji bagi warga terdampak bencana hingga Rabu (11/3/2026). Program kemanusiaan ini digelar untuk memastikan masyarakat yang tengah menghadapi ujian bencana tetap dapat menjalankan ibadah puasa dengan layak dan penuh ketenangan. Sekretaris Utama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI, Subhan Cholid, mengatakan bantuan tersebut diprioritaskan untuk wilayah yang mengalami dampak bencana cukup berat, termasuk kawasan hunian tetap bagi warga yang kehilangan tempat tinggal. “Di momen Ramadan ini kami ingin memastikan saudara-saudara kita di lokasi bencana tidak merasa sendirian. Melalui Hidangan Berkah Ramadan, BAZNAS berupaya menghadirkan kehangatan sekaligus memastikan kebutuhan gizi mereka terpenuhi untuk berbuka dan sahur,” ujar Subhan dalam keterangan tertulis di Jakarta. Menurutnya, distribusi bantuan di Provinsi Aceh menjangkau beberapa wilayah terdampak, antara lain Kabupaten Pidie Jaya, Aceh Timur, dan Aceh Utara. Ribuan porsi makanan siap saji tersebut dibagikan langsung kepada warga penyintas di titik-titik pengungsian. Sementara di Provinsi Sumatra Utara, BAZNAS memusatkan penyaluran bantuan di kawasan Hunian Tetap (Huntap) BAZNAS yang berada di Desa Aek Latong, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan. “Total hingga hari ini sudah mencapai 4.050 porsi yang tersalurkan di dua provinsi tersebut. Penyaluran di Huntap Aek Latong menjadi prioritas karena wilayah ini menampung banyak warga yang kehilangan rumah akibat bencana,” jelas Subhan. Ia menambahkan, ketersediaan pangan siap saji sangat penting bagi para penyintas, terutama selama Ramadan ketika mereka harus tetap menjalankan ibadah puasa di tengah keterbatasan. BAZNAS juga memastikan program Hidangan Berkah Ramadan akan terus diperluas seiring perkembangan situasi di berbagai daerah yang terdampak bencana. Subhan turut mengajak masyarakat dan para muzaki untuk terus mendukung program kemanusiaan ini melalui zakat, infak, dan sedekah yang ditunaikan melalui BAZNAS. “Zakat Menguatkan Indonesia bukan sekadar slogan. Setiap zakat dan sedekah yang dititipkan melalui BAZNAS mampu menghadirkan harapan bagi para penyintas bencana agar tetap tangguh menjalani Ramadan,” tutupnya.
BERITA11/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Minahasa Sambut Kepemimpinan Baru BAZNAS RI, Optimistis Perkuat Pengelolaan Zakat di Daerah Minoritas
BAZNAS Minahasa Sambut Kepemimpinan Baru BAZNAS RI, Optimistis Perkuat Pengelolaan Zakat di Daerah Minoritas
Minahasa – Jajaran pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Minahasa menyampaikan ucapan selamat atas penyerahan Surat Keputusan (SK) Presiden kepada pimpinan BAZNAS RI masa jabatan 2026–2031 yang diserahkan oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar di Jakarta, Selasa (10/3/2026). Penyerahan SK ini menandai dimulainya kepemimpinan baru BAZNAS RI di bawah Ketua Dikdik Sodik Mujahid bersama jajaran pimpinan lainnya, yakni: Zainut Tauhid Saadi (wakil ketua), Rizaludin Kurniawan, Saidah Sakwan, Syarifuddin, Idy Muzayyad, Mokhamad Mahdum, Neyla Saida Anwar, Abu Rokhmad, Fatoni, dan Mochamad Agus Rofiudin. Kepemimpinan baru ini diharapkan mampu memperkuat tata kelola zakat nasional sekaligus memperluas dampak program pemberdayaan umat di seluruh Indonesia. Menanggapi momentum tersebut, BAZNAS Minahasa menyampaikan dukungan dan harapan agar kepemimpinan baru BAZNAS RI terus mendorong penguatan kelembagaan zakat hingga ke daerah dengan karakteristik sosial yang beragam, termasuk wilayah minoritas seperti Kabupaten Minahasa. Pimpinan BAZNAS Minahasa menegaskan bahwa pengelolaan zakat di daerah minoritas memiliki dinamika tersendiri sehingga diperlukan strategi berkelanjutan melalui edukasi, literasi zakat, dan penguatan kepercayaan masyarakat. “Kami pimpinan BAZNAS Kabupaten Minahasa mengucapkan selamat dan sukses kepada seluruh pimpinan BAZNAS RI periode 2026–2031. Semoga amanah ini dapat membawa kemajuan besar dalam penguatan pengelolaan zakat nasional dan mempererat sinergi hingga ke daerah seperti Minahasa yang memiliki keragaman sosial dan budaya,” ujarnya. Saat ini, BAZNAS Minahasa terus menggencarkan publikasi, sosialisasi, dan edukasi zakat melalui berbagai kanal komunikasi, termasuk media resmi BAZNAS Minahasa. Langkah ini dilakukan untuk membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya zakat sebagai instrumen kesejahteraan umat. “Walaupun saat ini penghimpunan dan pendistribusian masih dalam tahap penguatan, kami tetap optimistis bahwa ke depan potensi zakat di Minahasa dapat berkembang lebih baik,” tambahnya. BAZNAS Minahasa juga terus mendorong pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di masjid, lembaga pendidikan, serta instansi sebagai bagian dari upaya memperluas jangkauan gerakan zakat di daerah. Penguatan pendampingan dan pembinaan dari BAZNAS RI menjadi salah satu faktor penting dalam memperkuat tata kelola zakat di daerah. Dukungan ini diharapkan meningkatkan kapasitas kelembagaan, memperluas jangkauan program, dan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan zakat yang profesional dan transparan. Momentum kepemimpinan baru ini menjadi penguat komitmen BAZNAS Minahasa untuk menghadirkan pengelolaan zakat yang amanah, profesional, dan berdampak. Meski berada di daerah dengan keragaman sosial tinggi, BAZNAS Minahasa optimistis bahwa melalui edukasi konsisten, penguatan kepercayaan masyarakat, dan sinergi dengan berbagai pihak, potensi zakat dapat terus tumbuh dan menjadi kekuatan besar membantu masyarakat yang membutuhkan. Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial, zakat diharapkan tidak hanya menjadi kewajiban ibadah, tetapi juga menjadi gerakan kebaikan yang memperkuat solidaritas, menumbuhkan harapan, dan membangun kesejahteraan umat secara berkelanjutan.
BERITA10/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Ramadan dan Integritas Bangsa: Ketua PA Tondano Ingatkan ASN Dengarkan Ulama, BAZNAS Ajak Perkuat Kepedulian Zakat
Ramadan dan Integritas Bangsa: Ketua PA Tondano Ingatkan ASN Dengarkan Ulama, BAZNAS Ajak Perkuat Kepedulian Zakat
Tondano – Bulan suci Ramadan menjadi momentum penting untuk memperkuat integritas, memperdalam nilai spiritual, serta menumbuhkan kepedulian sosial di tengah kehidupan bermasyarakat. Pesan tersebut mengemuka dalam kegiatan buka puasa bersama keluarga besar Pengadilan Agama Tondano di Mushola Al Mushlih PA Tondano, Selasa (10/3/2026). Kegiatan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan ini dihadiri oleh seluruh aparatur sipil negara (ASN), PPPK, serta tenaga outsourcing di lingkungan Pengadilan Agama Tondano. Turut hadir pula pimpinan Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Minahasa sebagai bagian dari sinergi kelembagaan dalam memperkuat nilai-nilai keumatan di bulan Ramadan. Dalam tausiyahnya, Ketua Pengadilan Agama Tondano, Algazali Mus, SH.I, M.H, menekankan pentingnya sikap rendah hati bagi para pemimpin maupun aparatur negara untuk selalu membuka diri terhadap nasihat para alim ulama. Menurutnya, seorang pemimpin tidak boleh merasa dirinya paling benar, sebab setiap manusia memiliki keterbatasan dalam menilai dirinya sendiri. “Sering kali kita tidak mengetahui di mana letak kekurangan kita jika tidak ada yang berani menasihati kita. Karena itu, kita perlu banyak mendengarkan nasihat para alim ulama agar kita tetap berada di jalan yang benar,” ujarnya. Ia juga mengingatkan sebuah pesan hikmah agar masyarakat tidak menilai kebenaran dari siapa yang menyampaikan, tetapi dari isi pesan yang disampaikan. “Lihatlah apa yang disampaikan, jangan melihat siapa yang menyampaikannya. Kebenaran tetaplah kebenaran meskipun datang dari siapa pun,” tambahnya. Algazali Mus juga mengajak seluruh hadirin untuk menjadikan Ramadan sebagai momentum muhasabah, yakni refleksi diri untuk menilai kembali perjalanan hidup serta memikirkan warisan kebaikan yang akan ditinggalkan bagi masyarakat. “Suatu saat kita semua akan meninggalkan dunia ini. Yang akan dikenang bukan jabatan atau kedudukan kita, tetapi kebaikan yang pernah kita lakukan untuk orang lain,” ungkapnya. Sementara itu, Wakil Ketua Pengadilan Agama Tondano, Husnul Ma'Arif, SH.I, MH menegaskan bahwa Ramadan merupakan momentum untuk memperkuat nilai integritas dalam kehidupan pribadi maupun dalam menjalankan amanah sebagai aparatur negara. Menurutnya, integritas sejatinya merupakan nilai yang telah diajarkan dalam agama dan harus terus dijaga melalui pengendalian diri, kejujuran, serta kesadaran spiritual. “Integritas sebenarnya sudah ada dalam diri setiap orang. Namun di bulan Ramadan kita diajak untuk kembali menguatkannya melalui pengendalian diri, kejujuran, dan kesadaran bahwa setiap perbuatan kita selalu berada dalam pengawasan Allah SWT,” jelasnya. Ia juga mengajak seluruh keluarga besar Pengadilan Agama Tondano untuk menjadikan Ramadan sebagai momentum mempererat silaturahmi dan memperkuat kebersamaan dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat. Pada kesempatan yang lain, Pimpinanan Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Minahasa, menyampaikan bahwa Ramadan tidak hanya menjadi momentum peningkatan ibadah spiritual, tetapi juga momentum memperkuat kepedulian sosial melalui zakat, infak, dan sedekah. Menurutnya, zakat memiliki peran strategis dalam menghadirkan keadilan sosial serta membantu masyarakat yang membutuhkan. “Ramadan mengajarkan kita bahwa ibadah tidak hanya hubungan dengan Allah SWT, tetapi juga kepedulian terhadap sesama. Melalui zakat, infak, dan sedekah yang dikelola secara amanah oleh BAZNAS, kita dapat membantu menghadirkan keadilan sosial dan meringankan beban saudara-saudara kita yang membutuhkan,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa penguatan nilai integritas yang disampaikan dalam tausiyah tersebut sejalan dengan prinsip pengelolaan zakat yang mengedepankan transparansi, amanah, serta kebermanfaatan bagi umat. “Ketika integritas spiritual bertemu dengan kepedulian sosial, maka zakat akan menjadi kekuatan besar untuk menghadirkan kesejahteraan dan harapan bagi masyarakat,” tambahnya. Lebih lanjut, ia mengajak seluruh masyarakat, khususnya para ASN, untuk menjadikan Ramadan sebagai momentum menunaikan zakat melalui lembaga resmi negara agar penyalurannya lebih tepat sasaran dan memberikan dampak sosial yang lebih luas. Kegiatan kemudian ditutup dengan buka puasa bersama yang berlangsung dalam suasana kekeluargaan, dilanjutkan dengan salat Magrib berjamaah yang dipimpin langsung oleh Ketua Pengadilan Agama Tondano, Algazali Mus. Momentum kebersamaan ini diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial Ramadan semata, tetapi juga menjadi pengingat bahwa nilai integritas, kejujuran, dan kepedulian sosial harus terus dijaga serta diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari demi kemaslahatan umat dan bangsa.
BERITA10/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Minahasa Terbitkan SK UPZ TPQ Roudhotul Jannah, Perkuat Gerakan Zakat Berbasis Pendidikan
BAZNAS Minahasa Terbitkan SK UPZ TPQ Roudhotul Jannah, Perkuat Gerakan Zakat Berbasis Pendidikan
Minahasa – Komitmen memperluas jangkauan pengelolaan zakat yang profesional terus diperkuat oleh BAZNAS Kabupaten Minahasa. Salah satunya melalui penerbitan Surat Keputusan (SK) Unit Pengumpul Zakat (UPZ) bagi Taman Pendidikan Qur’an (TPQ) Roudhotul Jannah, sebagai bagian dari upaya memperluas jaringan penghimpunan zakat di lingkungan pendidikan keagamaan. Penerbitan SK ini menjadi langkah strategis dalam membangun tata kelola zakat yang lebih terstruktur, transparan, dan akuntabel, sekaligus mendorong partisipasi masyarakat dalam menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi negara. Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Minahasa, Sahlan Kokalo, menjelaskan bahwa pembentukan UPZ di lingkungan lembaga pendidikan seperti TPQ memiliki peran penting dalam memperluas literasi zakat sekaligus menanamkan nilai kepedulian sosial sejak dini. “Penerbitan SK UPZ ini bukan sekadar penguatan kelembagaan, tetapi juga bagian dari ikhtiar besar untuk menghadirkan pengelolaan zakat yang lebih tertib, transparan, dan berdampak bagi masyarakat. Melalui UPZ TPQ Roudhotul Jannah, kami berharap kesadaran berzakat dapat tumbuh dari lingkungan pendidikan dan keluarga,” ujar Sahlan. Menurutnya, UPZ merupakan garda terdepan dalam menghimpun zakat, infak, dan sedekah di tengah masyarakat. Dengan jaringan yang semakin luas hingga ke masjid, instansi, dan lembaga pendidikan, potensi zakat dapat dikelola secara lebih optimal untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. Lebih lanjut Sahlan menegaskan bahwa setiap UPZ yang telah ditetapkan akan berada dalam pembinaan BAZNAS agar pengelolaan zakat berjalan sesuai prinsip syariah, transparansi, dan akuntabilitas sebagaimana amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat. “Setiap dana zakat yang dihimpun merupakan amanah umat. Karena itu, pengelolaannya harus dilakukan secara profesional dan dilaporkan secara berkala agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh para mustahik,” tambahnya. BAZNAS Minahasa juga terus mendorong terbentuknya UPZ di berbagai sektor masyarakat, mulai dari masjid, lembaga pendidikan, hingga instansi pemerintah. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem zakat yang inklusif sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program sosial, pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi. Dengan hadirnya UPZ TPQ Roudhotul Jannah, BAZNAS Minahasa optimistis semangat gotong royong dan kepedulian sosial di tengah masyarakat akan semakin tumbuh, menjadikan zakat sebagai kekuatan nyata dalam menghadirkan keberkahan dan kesejahteraan bagi umat.
BERITA10/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Baznas Ngawi Salurkan Bantuan untuk 56 Guru Honorer dan Santuni Anak Yatim di Kecamatan Pitu
Baznas Ngawi Salurkan Bantuan untuk 56 Guru Honorer dan Santuni Anak Yatim di Kecamatan Pitu
Ngawi – Suasana Ramadan di Kecamatan Pitu, Kabupaten Ngawi, terasa semakin hangat dan penuh keberkahan. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Ngawi bersama Koordinator Wilayah (Korwil) Pendidikan Kecamatan Pitu menyalurkan bantuan kepada puluhan guru honorer agama Islam (Latker), Selasa (10/3/2026). Sebanyak 56 guru agama Islam menerima honor sekaligus bingkisan Ramadan dalam kegiatan yang dikemas hangat melalui buka puasa bersama, santunan anak yatim, dan lomba tilawatil Qur’an tingkat kecamatan. Kegiatan ini menjadi momentum silaturahmi sekaligus bentuk kepedulian kepada para pendidik yang selama ini mengabdi di sekolah-sekolah wilayah Pitu, termasuk di daerah yang relatif terpencil. Kepala Korwil Pendidikan Kecamatan Pitu, Tri Asmoro, mengatakan bahwa pemberian bingkisan untuk anak yatim dan bantuan bagi guru honorer Latker merupakan program rutin tahunan Korwil Pitu setiap Ramadan. Menurutnya, bantuan tersebut diharapkan dapat membantu para guru honorer yang hingga kini belum diangkat sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). “Program ini merupakan inisiatif kami untuk membantu guru-guru honorer di lingkup Korwil Pitu. Semoga bantuan ini dapat sedikit meringankan beban mereka, apalagi menjelang Hari Raya Idulfitri,” ujar Tri Asmoro. Sementara itu, Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Ngawi, Hamdani, menegaskan bahwa bantuan kepada guru Latker merupakan bagian dari program Ngawi Cerdas, yakni program pendayagunaan zakat yang fokus pada penguatan sektor pendidikan. Menurutnya, zakat yang dihimpun BAZNAS tidak hanya disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan secara ekonomi, tetapi juga diarahkan untuk mendukung dunia pendidikan, khususnya bagi guru honorer dan siswa. “Bantuan untuk guru Latker ini merupakan bagian dari program Ngawi Cerdas yang didistribusikan kepada masyarakat, terutama para siswa dan guru honorer. Kami berharap para pendidik tetap semangat mengajar dan mengabdi, terutama di daerah-daerah yang membutuhkan seperti Kecamatan Pitu,” kata Hamdani. Ia juga mengingatkan bahwa profesi guru memiliki kemuliaan tersendiri karena berperan menebarkan ilmu dan membentuk generasi masa depan. “Guru harus tetap semangat mengajar dan mengabdi. Mengajar itu menyalurkan ilmu. Insya Allah orang yang mengajar akan dicukupi oleh Allah,” ujarnya. Melalui kegiatan ini, BAZNAS Ngawi berharap semangat berbagi di bulan Ramadan tidak hanya menghadirkan kebahagiaan bagi penerima manfaat, tetapi juga menjadi penguat peran zakat dalam mendukung pendidikan, kepedulian sosial, serta kesejahteraan para guru yang selama ini menjadi pilar penting dalam mencerdaskan bangsa.
BERITA10/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Toleransi Lintas Iman di Tondano: Jemaat Advent Serahkan Takjil dan Buka Puasa Bersama di Masjid Al Hikmah
Toleransi Lintas Iman di Tondano: Jemaat Advent Serahkan Takjil dan Buka Puasa Bersama di Masjid Al Hikmah
TONDANO, 9 Maret 2026 — Nilai toleransi dan persaudaraan lintas iman kembali terlihat indah di Kota Tondano, Kabupaten Minahasa. Jemaat dari Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMAHK) Jemaat Pioneer Tondano menyerahkan paket takjil kepada pengurus Masjid Al Hikmah Sumalangka Tondano untuk dibagikan kepada jamaah yang hadir berbuka puasa. Kegiatan yang berlangsung pada Senin (9/3/2026) ini menjadi momentum kebersamaan yang sarat pesan kemanusiaan. Paket takjil tersebut diterima oleh pengurus masjid untuk kemudian dibagikan kepada para jamaah yang hadir menjelang waktu berbuka puasa. Tidak hanya menyerahkan bantuan takjil, jemaat GMAHK Pioneer Tondano juga turut menghadiri dan merasakan suasana kebersamaan dalam buka puasa bersama dengan jamaah masjid. Ketua BTM Masjid Al Hikmah Sumalangka, Aiptu Andi Basri, S.Pd, menyampaikan apresiasi atas kepedulian yang ditunjukkan oleh Jemaat Pioneer Tondano. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi wujud nyata kerukunan antar umat beragama yang selama ini terjaga dengan baik di Tondano. “Kami sangat mengapresiasi kepedulian saudara-saudara dari Jemaat Pioneer Tondano. Paket takjil ini akan dibagikan kepada jamaah yang hadir untuk berbuka puasa. Kebersamaan ini menjadi simbol indah bahwa perbedaan agama tidak menghalangi kita untuk saling menghormati dan berbagi,” ujar Aiptu Andi Basri. Sementara itu, pendeta GMAHK, Nixen Tumarar, M.Th., menyampaikan bahwa kegiatan berbagi tersebut merupakan bagian dari nilai kasih dan kepedulian kepada sesama yang diajarkan dalam kehidupan beragama. “Kami percaya bahwa nilai kemanusiaan adalah jembatan yang menyatukan semua orang. Melalui kegiatan berbagi takjil dan kebersamaan dalam buka puasa ini, kami ingin menunjukkan bahwa persaudaraan lintas iman dapat terus terpelihara dalam kehidupan masyarakat,” ungkap Pdt. Nixen Tumarar. Masyarakat yang hadir pun menyambut baik kegiatan tersebut. Kebersamaan yang tercipta dalam suasana Ramadan ini menunjukkan bahwa kehidupan masyarakat di Minahasa tetap menjunjung tinggi nilai toleransi dan saling menghormati. Kegiatan ini menjadi contoh nyata bahwa kerukunan antar umat beragama dapat terus dirawat melalui tindakan sederhana yang dilandasi semangat persaudaraan dan kepedulian sosial.
BERITA10/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Demak Gulirkan Z-Mart untuk UMKM, Bupati Eisti’anah: Salurkan ZIS Lewat BAZNAS!
BAZNAS Demak Gulirkan Z-Mart untuk UMKM, Bupati Eisti’anah: Salurkan ZIS Lewat BAZNAS!
Demak – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Demak kembali menggerakkan ekonomi umat melalui program pemberdayaan UMKM. Kali ini, BAZNAS menggulirkan bantuan Z-Mart kepada puluhan pelaku usaha kecil di Kecamatan Sayung, Senin (9/3/2026). Program ini sekaligus dirangkaikan dengan sosialisasi optimalisasi penghimpunan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) kepada para kepala desa dan perangkat desa di wilayah tersebut. Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Demak Eisti'anah, jajaran Forkompimcam Sayung, para kepala desa, serta puluhan pelaku UMKM yang menjadi penerima manfaat. Sebanyak 28 pelaku UMKM menerima bantuan program Z-Mart. Camat Sayung Sukarman menyampaikan rasa syukur atas perhatian pemerintah terhadap pelaku usaha kecil di wilayahnya. “Semoga bantuan ini mampu menumbuhkan semangat para pelaku UMKM agar bangkit, berkembang, dan meningkatkan usahanya masing-masing,” kata Sukarman dalam sambutannya. Ia juga menyebutkan, saat ini baru 14 dari 20 desa di Kecamatan Sayung yang terdaftar dalam program tersebut. Namun pihaknya optimistis desa-desa lainnya akan segera menyusul. Ketua Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Demak Bambang Soesetiarto menjelaskan, Z-Mart merupakan program pemberdayaan ekonomi berbasis zakat yang menyasar kios atau toko milik warga di desa. Setiap penerima manfaat mendapatkan bantuan senilai Rp5 juta, terdiri dari Rp3,5 juta modal usaha tunai dan Rp1,5 juta untuk branding toko agar lebih menarik dan profesional. “Program ini merupakan lanjutan dari tahun 2025 dan saat ini sudah menjangkau 11 kecamatan di Demak. Kehadiran Ibu Bupati secara langsung menunjukkan perhatian besar terhadap penguatan UMKM,” ujar Bambang. Ia menambahkan, jika penghimpunan ZIS di Demak semakin optimal, maka jumlah penerima manfaat akan terus ditambah di setiap desa. Dalam kesempatan tersebut Bambang juga menyampaikan pesan inspiratif kepada para peserta kegiatan. “Jadilah orang baik, jangan sekadar menjadi orang yang terlihat baik,” pesannya. Sementara itu, Bupati Eisti'anah menegaskan bahwa Badan Amil Zakat Nasional merupakan mitra strategis pemerintah daerah dalam membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di luar skema APBD. Menurutnya, program Z-Mart menjadi pelengkap berbagai program sosial Pemkab Demak, seperti pasar murah dan subsidi sembako bagi masyarakat. “Instruksi saya jelas kepada ASN dan masyarakat, salurkanlah ZIS melalui BAZNAS Demak. Akuntabilitas dan transparansinya dapat dipertanggungjawabkan, dan peruntukannya sangat jelas untuk masyarakat Demak yang membutuhkan,” tegasnya. Ia juga mengingatkan bahwa zakat bukan sekadar kewajiban spiritual, tetapi juga instrumen sosial untuk membantu sesama. “Di sebagian harta kita, ada hak orang lain yang harus kita tunaikan,” pungkas Bupati. Melalui program Z-Mart ini, BAZNAS Demak berharap semakin banyak pelaku UMKM desa yang naik kelas, mandiri secara ekonomi, sekaligus menjadi contoh bahwa zakat dapat menjadi motor penggerak ekonomi umat dari desa
BERITA09/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Safari Ramadan Rohil: BAZNAS Salurkan Bantuan Renovasi Musholla hingga 200 Sarung untuk Mustahik
Safari Ramadan Rohil: BAZNAS Salurkan Bantuan Renovasi Musholla hingga 200 Sarung untuk Mustahik
Rokan Hilir – Momentum Ramadan dimanfaatkan untuk memperkuat syiar Islam dan kepedulian sosial. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Rokan Hilir menyalurkan bantuan renovasi musholla, rumah suluk, serta 200 helai kain sarung kepada para mustahik dalam kegiatan Safari Ramadan Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir di Kecamatan Rimba Melintang, Senin (9/3/2026). Kegiatan yang dipusatkan di Masjid Darussalam Kepenghuluan Teluk Pulau Hulu itu dihadiri Bupati Rokan Hilir H. Bistamam, jajaran pemerintah daerah, tokoh agama, serta masyarakat setempat. Dalam kesempatan tersebut, BAZNAS Rokan Hilir menyerahkan bantuan untuk sejumlah sarana ibadah, yakni Musholla Al Amin di Jalan Pematang Mas, Musholla Muslimin di Jalan Lintas BAA, Madrasah/Rumah Suluk Syekh M. Daud Muddawar, serta Rumah Suluk Jama’atu Darussalam di Teluk Pulau Hulu. Ketua BAZNAS Kabupaten Rokan Hilir, H. Jefrizal, SHI, MM mengatakan, bantuan ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS dalam menyalurkan zakat secara produktif dan berdampak bagi kehidupan keagamaan masyarakat. “Melalui zakat yang dihimpun dari para muzakki, BAZNAS berupaya menghadirkan program yang langsung dirasakan masyarakat, termasuk renovasi musholla, rumah suluk, serta bantuan sarung bagi para mustahik,” kata Jefrizal. Menurutnya, sarana ibadah yang layak akan menjadi pusat pembinaan spiritual masyarakat, terutama di bulan Ramadan yang penuh keberkahan. Sementara itu, Bupati Rokan Hilir H. Bistamam menyampaikan apresiasi kepada BAZNAS yang terus aktif mendukung program keagamaan dan sosial di tengah masyarakat. Ia menilai kehadiran BAZNAS sangat membantu pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan umat melalui pengelolaan zakat yang profesional, transparan, dan tepat sasaran. “Kami mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS Rokan Hilir yang terus membantu masyarakat. Semoga zakat yang dihimpun memberikan manfaat besar bagi masyarakat serta menjadi amal jariyah bagi para muzakki,” ujar Bistamam. Kegiatan Safari Ramadan ini berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Selain menjadi ajang penyaluran bantuan, kegiatan tersebut juga menjadi momentum mempererat silaturahmi antara pemerintah daerah, tokoh agama, dan masyarakat. Di bulan suci Ramadan, zakat tidak hanya menjadi kewajiban ibadah, tetapi juga kekuatan sosial yang mampu menggerakkan kepedulian, memperbaiki fasilitas ibadah, serta menghadirkan harapan bagi masyarakat yang membutuhkan.
BERITA09/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Hadirkan “Pesantren 1000 Cahaya Ramadan”, Tebarkan Harapan bagi Penyandang Disabilitas
BAZNAS Hadirkan “Pesantren 1000 Cahaya Ramadan”, Tebarkan Harapan bagi Penyandang Disabilitas
BOGOR — Ramadan menjadi momentum menebar cahaya kepedulian bagi semua kalangan, termasuk penyandang disabilitas. Melalui program “Pesantren 1000 Cahaya Ramadan”, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menghadirkan kegiatan dakwah dan pemberdayaan bagi anak-anak disabilitas di Kota Bogor. Program yang dilaksanakan bersama mahasiswa **Beasiswa Cendekia BAZNAS (BCB) dari Institut Pertanian Bogor ini berlangsung di Yayasan Penyandang Disabilitas Kota Bogor pada Sabtu (7/3/2026). Sebanyak 45 anak penyandang disabilitas mengikuti kegiatan tersebut dengan penuh antusias. Berbagai aktivitas edukatif dan spiritual digelar, salah satunya sesi kreatif mewarnai sketsa bendera Palestina yang bertujuan menanamkan nilai solidaritas kemanusiaan sejak dini kepada anak-anak istimewa tersebut. Kepala Divisi Pendidikan dan Dakwah BAZNAS RI, Farid Septian, menjelaskan bahwa program Pesantren 1000 Cahaya Ramadan merupakan gerakan serentak yang digerakkan oleh mahasiswa BCB di berbagai wilayah. Menurutnya, kegiatan tersebut digelar di 233 titik yang tersebar di 30 provinsi di Indonesia serta 10 negara, termasuk menjangkau pengungsi Palestina di kawasan Timur Tengah. “Pesantren 1000 Cahaya Ramadan dirancang untuk menginspirasi dan memberikan pengajaran keislaman bagi kelompok difabel dan marginal yang selama ini mungkin belum tersentuh pendidikan agama yang memadai. Ini bukti nyata bahwa zakat bersifat inklusif dan hadir menjadi cahaya bagi semua kalangan,” ujar Farid. Komitmen yang sama juga ditegaskan Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, yang menilai program ini menjadi bagian dari upaya BAZNAS dalam menghadirkan akses pendidikan dan pembinaan spiritual bagi kelompok rentan. “Melalui program ini, kita tidak hanya memberikan pendampingan materi, tetapi juga menumbuhkan literasi dan spiritualitas bagi mereka yang memiliki keterbatasan akses terhadap fasilitas pendidikan yang layak,” ujar Saidah dalam keterangan tertulisnya. Apresiasi juga datang dari pihak akademisi. Kepala Unit Wakaf dan Dana Sosial IPB University, Alla Asmara, menilai kegiatan tersebut menjadi sarana penting dalam menumbuhkan empati sosial di kalangan mahasiswa. “Kegiatan yang dilakukan mahasiswa BCB menunjukkan empati yang luar biasa. Ini bukan sekadar kegiatan sosial, tetapi juga proses pembelajaran untuk menumbuhkan kepedulian terhadap kelompok yang membutuhkan perhatian lebih,” ujarnya. Sementara itu, Ketua Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Cabang Kota Bogor, Taufik, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas perhatian BAZNAS kepada komunitas disabilitas. Ia mengungkapkan bahwa selama ini komunitas penyandang disabilitas masih menghadapi berbagai keterbatasan, termasuk dalam hal fasilitas dan pembiayaan pelatihan bagi guru berkebutuhan khusus. “Kami berterima kasih kepada BAZNAS atas program ini. Kami masih berjuang secara mandiri untuk operasional dan pelatihan guru. Kami ingin menunjukkan bahwa penyandang disabilitas juga bisa berdaya jika diberi kesempatan yang setara,” ujarnya. Manfaat kegiatan tersebut juga dirasakan langsung oleh para orang tua peserta. Salah satunya Siti Salimah, ibu dari Nabilah, penyandang autisme, yang mengaku sangat terbantu dengan adanya kegiatan tersebut. Menurutnya, anak-anak disabilitas yang telah menyelesaikan pendidikan formal sering kali kekurangan wadah untuk beraktivitas dan mengembangkan potensi. “Alhamdulillah, kami sangat bersyukur BAZNAS hadir di sini. Anak-anak kami merasa diperhatikan dan memiliki ruang untuk belajar serta berkegiatan. Semoga program seperti ini terus berlanjut,” ungkapnya. Melalui program Pesantren 1000 Cahaya Ramadan, BAZNAS berharap zakat tidak hanya menjadi instrumen bantuan sosial, tetapi juga menjadi sarana pemberdayaan yang mampu menghadirkan harapan, semangat, dan masa depan yang lebih inklusif bagi kelompok disabilitas di Indonesia.
BERITA09/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Bolmut Lantik 65 Pengurus UPZ Desa se-Kecamatan Bintauna, Salurkan Zakat Fitrah untuk Mustahik
BAZNAS Bolmut Lantik 65 Pengurus UPZ Desa se-Kecamatan Bintauna, Salurkan Zakat Fitrah untuk Mustahik
Bolaang Mongondow Utara - Penguatan pengelolaan zakat hingga tingkat desa terus dilakukan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS). Kali ini, BAZNAS Kabupaten Bolaang Mongondow Utara melantik dan mengukuhkan pengurus Unit Pengumpul Zakat (UPZ) desa se-Kecamatan Bintauna. Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor Kecamatan Bintauna, Senin (9/3/2026). Sebanyak 65 pengurus UPZ dari 15 desa resmi dilantik. Pelantikan dilakukan oleh Ketua BAZNAS Bolmut Iswan Syaban, sementara prosesi pengukuhan dipimpin oleh Camat Bintauna Sarwo Edi Posangi. Ketua BAZNAS Bolmut Iswan Syaban mengatakan pembentukan dan penguatan UPZ desa merupakan langkah strategis untuk mendekatkan pengelolaan zakat kepada masyarakat. "UPZ desa adalah ujung tombak pengelolaan zakat di masyarakat. Dengan adanya UPZ di setiap desa, kami berharap kesadaran masyarakat untuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah semakin meningkat," ujar Iswan. Menurutnya, pengurus UPZ memiliki peran penting dalam memastikan zakat dapat dikelola secara amanah dan disalurkan kepada masyarakat yang berhak menerima. "Zakat tidak hanya menjadi kewajiban ibadah, tetapi juga instrumen sosial yang mampu membantu masyarakat yang membutuhkan serta memperkuat solidaritas sosial," tambahnya. Dalam kegiatan tersebut, BAZNAS Bolmut juga menyalurkan zakat fitrah berupa 150 kilogram beras kepada 20 mustahik. Selain itu, turut dibagikan 20 paket sembako kepada masyarakat yang membutuhkan. Penyaluran bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya BAZNAS untuk memastikan manfaat zakat dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya menjelang Hari Raya Idulfitri. Turut hadir dalam kegiatan tersebut jajaran pimpinan dan pelaksana BAZNAS Bolmut, di antaranya Wakil Ketua I Abd. Mutholib Saromeng, Sekretaris Irwan Meamogu, serta pelaksana Zainal Mila dan Fikral Bukoting. Dengan dilantiknya pengurus UPZ desa ini, BAZNAS berharap pengumpulan dan penyaluran zakat di tingkat desa dapat berjalan lebih optimal serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
BERITA09/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Ekonomi Syariah Dinilai Mampu Kurangi Ketimpangan, Prof Nadra Soroti Peran ZISWAF
Ekonomi Syariah Dinilai Mampu Kurangi Ketimpangan, Prof Nadra Soroti Peran ZISWAF
Jakarta – Ekonomi syariah dinilai memiliki potensi besar dalam mengurangi ketimpangan sosial dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hal tersebut disampaikan pakar ekonomi Islam M Nadratuzzaman Hosen dalam kajian Syuruq Ramadan yang disiarkan oleh Kalam TV. Menurut Prof Nadra, salah satu perbedaan mendasar antara ekonomi konvensional dan ekonomi syariah terletak pada cara memandang kebutuhan manusia. “Dalam ekonomi konvensional, keinginan manusia dianggap tidak terbatas. Satu gunung emas didapatkan, maka ingin gunung emas yang kedua. Dalam Islam, kebutuhan manusia diatur agar tidak berlebihan,” ujarnya. Ia menjelaskan, Islam tidak menolak keberadaan pasar sebagai mekanisme ekonomi. Namun Islam menolak praktik ekonomi yang menimbulkan eksploitasi, ketidakadilan, dan kesenjangan sosial. Karena itu, ekonomi syariah mendorong sistem kerja sama yang adil seperti bagi hasil (mudharabah), jual beli yang transparan, serta akad sewa menyewa yang sesuai dengan prinsip syariah. Prof Nadra juga menyoroti salah satu persoalan utama ekonomi global saat ini, yaitu ketimpangan distribusi kekayaan. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi yang tinggi tidak selalu diikuti dengan pemerataan kesejahteraan. “Pertumbuhan ekonomi bisa saja tinggi, tetapi kalau distribusinya tidak adil, maka kesenjangan tetap terjadi. Di sinilah ekonomi Islam menawarkan solusi melalui mekanisme distribusi yang lebih berkeadilan,” jelasnya. Salah satu instrumen penting dalam ekonomi Islam adalah ZISWAF yang meliputi zakat, infak, sedekah, dan wakaf. Instrumen ini berfungsi untuk memastikan kekayaan tidak hanya berputar pada kelompok tertentu, tetapi juga dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang membutuhkan. Melalui pengelolaan zakat yang profesional dan amanah, ZISWAF dapat berperan sebagai sarana pemberdayaan ekonomi umat, termasuk membantu masyarakat miskin, meningkatkan kesejahteraan mustahik, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif. Selain instrumen sosial, Prof Nadra juga mencontohkan penerapan prinsip ekonomi syariah di Indonesia melalui penerbitan Sukuk Negara. Instrumen ini merupakan surat berharga syariah yang diterbitkan pemerintah untuk membiayai berbagai proyek pembangunan. “Melalui sukuk, pembiayaan dilakukan berbasis aset sehingga lebih sesuai dengan prinsip syariah,” ujarnya. Ia juga menilai skema Qardhul Hasan atau pinjaman tanpa bunga memiliki potensi besar dalam membantu masyarakat kecil dan pelaku usaha mikro agar dapat mengembangkan usaha mereka tanpa terbebani sistem bunga. Menurut Prof Nadra, perkembangan ekonomi syariah di Indonesia menunjukkan tren yang positif, mulai dari sektor perbankan syariah, lembaga keuangan mikro syariah, hingga penguatan ekosistem ekonomi umat berbasis masjid dan lembaga sosial. Namun demikian, ia menekankan bahwa kemajuan ekonomi syariah juga membutuhkan dukungan aktif dari masyarakat. “Kalau umat Islam tidak mendukung ekonomi syariah, lalu siapa lagi yang akan mendukungnya,” ujarnya. Melalui kajian tersebut, masyarakat juga diajak untuk semakin memahami pentingnya instrumen ZISWAF dalam membangun kesejahteraan bersama serta memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat. Dengan pengelolaan yang baik dan partisipasi masyarakat yang luas, ekonomi syariah diharapkan dapat menjadi salah satu solusi dalam mewujudkan sistem ekonomi yang lebih adil, inklusif, dan berkelanjutan.
BERITA08/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Turun Tangan! 30 Warga Terjebak Banjir di Kembangan Jakarta Barat Berhasil Dievakuasi
BAZNAS Turun Tangan! 30 Warga Terjebak Banjir di Kembangan Jakarta Barat Berhasil Dievakuasi
Jakarta – Banjir yang melanda sejumlah wilayah ibu kota akibat hujan deras sejak Sabtu siang membuat sejumlah warga terjebak di rumah mereka. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI pun bergerak cepat menerjunkan tim tanggap bencana untuk melakukan evakuasi di Kompleks Keuangan RI, Jalan Kembangan, Jakarta Barat, Minggu (8/3/2026). Dalam operasi kemanusiaan tersebut, tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) berhasil mengevakuasi sedikitnya 30 warga yang terjebak banjir menuju lokasi yang lebih aman. Tim yang diterjunkan terdiri dari empat personel terlatih yang dilengkapi satu unit mobil rescue serta peralatan evakuasi air berupa perahu karet LCR dengan motor tempel (mopel). Peralatan tersebut digunakan untuk menjangkau rumah-rumah warga yang terendam air. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, M.A., menegaskan bahwa keselamatan warga menjadi prioritas utama dalam operasi tersebut. “Kami telah menginstruksikan tim BAZNAS Tanggap Bencana untuk bergerak cepat ke titik-titik krusial, terutama di pemukiman padat yang mengalami kenaikan debit air cukup tinggi agar warga segera mendapatkan pertolongan,” kata Saidah dalam keterangannya di Jakarta. Menurutnya, tim difokuskan untuk membantu kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan warga yang tidak mampu menyelamatkan diri ketika banjir datang. “Fokus utama kami hari ini adalah memastikan kelompok rentan seperti lansia dan anak-anak di Kompleks Keuangan ini berhasil dievakuasi ke tempat yang lebih aman. Kami membawa peralatan lengkap untuk memastikan proses evakuasi berjalan efektif,” ujarnya. Saidah juga menegaskan bahwa BAZNAS akan terus menyiagakan personel selama kondisi cuaca ekstrem masih berpotensi memicu banjir di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Menurutnya, kehadiran tim BAZNAS di lokasi bencana merupakan bagian dari komitmen lembaga dalam menjalankan misi kemanusiaan. “BAZNAS tidak hanya mengelola zakat, tetapi juga memastikan dana umat tersebut hadir memberikan manfaat nyata, termasuk dalam situasi darurat seperti bencana,” jelasnya. Langkah cepat ini sekaligus mempertegas peran BAZNAS sebagai lembaga filantropi Islam yang responsif terhadap krisis kemanusiaan, memastikan masyarakat terdampak mendapatkan bantuan dan perlindungan secepat mungkin. Di tengah banjir yang melanda ibu kota, aksi penyelamatan ini menjadi bukti bahwa solidaritas dan kepedulian sosial terus hidup melalui gerakan zakat untuk kemanusiaan.
BERITA08/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Buka Puasa Bersama di Masjid Al Hikmah Sumalangka Pererat Silaturahmi Warga dan Tokoh Lintas Agama
Buka Puasa Bersama di Masjid Al Hikmah Sumalangka Pererat Silaturahmi Warga dan Tokoh Lintas Agama
Buka Puasa Bersama di Masjid Al Hikmah Sumalangka Pererat Silaturahmi Warga dan Tokoh Lintas Agama Sumalangka - Suasana hangat penuh kebersamaan terasa dalam kegiatan buka puasa bersama yang digelar di Masjid Al Hikmah Sumalangka, Kelurahan Sumalangka, Kecamatan Tondano, Kabupaten Minahasa, Sabtu (7/3/2026). Kegiatan yang mempertemukan tokoh agama, tokoh masyarakat, dan unsur pemerintah ini dilaksanakan sebagai upaya mempererat tali silaturahmi antarwarga, khususnya masyarakat Kelurahan Sumalangka, di bulan suci Ramadan. Sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Kepala Kejaksaan Negeri Minahasa, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Minahasa, Lurah Sumalangka, para kepala lingkungan Kelurahan Sumalangka, pendeta dari GMIM Zaitun Sumalangka, para imam masjid serta ketua Badan Takmir Masjid (BTM) se-wilayah Tondano, dan jamaah Masjid Al Hikmah Sumalangka. Menjelang waktu berbuka, tausiah disampaikan oleh Kasi Bimas Islam Kemenag Minahasa Abshori Abdillah. Dalam ceramahnya ia mengajak jamaah menjadikan Ramadan sebagai momentum untuk memperkuat iman dan mempererat ukhuwah. “Ramadan adalah bulan pendidikan spiritual. Di bulan ini kita diajak meningkatkan kualitas ibadah, memperbanyak amal kebaikan, dan memperkuat persaudaraan di tengah kehidupan masyarakat,” ujarnya. Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Minahasa Pdt. Dolie Tangian, S.Th, M.Pd turut memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut yang dinilai mampu memperkuat harmoni sosial di tengah masyarakat. Ia menegaskan bahwa kebersamaan dalam kegiatan keagamaan seperti ini merupakan kekuatan besar dalam menjaga kerukunan dan persaudaraan antarumat beragama di Minahasa. “Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang membangun kepedulian sosial dan memperkuat persaudaraan. Ketika tokoh agama, pemerintah, dan masyarakat duduk bersama dalam kebersamaan seperti ini, di situlah nilai luhur agama benar-benar hidup di tengah masyarakat,” ujarnya. Lurah Sumalangka Sandra Tidjo juga menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai buka puasa bersama ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kebersamaan warga di tengah keberagaman yang ada di Kelurahan Sumalangka. “Kegiatan seperti ini sangat positif karena mampu mempererat hubungan antarwarga, tokoh agama, dan pemerintah. Di Kelurahan Sumalangka, kebersamaan dan kerukunan adalah kekuatan utama yang harus terus kita jaga,” ujar Sandra. Ia berharap kegiatan kebersamaan seperti ini dapat terus dilaksanakan, tidak hanya di bulan Ramadan tetapi juga dalam berbagai momentum lainnya demi memperkuat solidaritas sosial masyarakat. Ketua BTM Masjid Al Hikmah Sumalangka Aiptu Andi Basri, S.Pd mengatakan kegiatan buka puasa bersama ini menjadi wadah penting untuk mempererat hubungan antara masyarakat, pemerintah, dan tokoh agama. “Kegiatan ini bukan hanya sekadar buka puasa bersama, tetapi juga menjadi momentum memperkuat silaturahmi antarwarga dan tokoh masyarakat. Kami berharap kebersamaan seperti ini terus terjaga sehingga tercipta kehidupan masyarakat yang harmonis,” ujarnya. Hal senada juga disampaikan Imam Masjid Al Hikmah SumalangkaRamly kiay demak yang menilai kegiatan tersebut mencerminkan semangat kebersamaan dan toleransi yang telah lama terjalin di wilayah Sumalangka. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan doa bersama dan buka puasa yang diikuti seluruh jamaah dan tamu undangan dalam suasana penuh keakraban. Melalui kegiatan ini, masyarakat berharap semangat kebersamaan yang terbangun di bulan Ramadan dapat terus terjaga dalam kehidupan sehari-hari, sehingga tercipta masyarakat yang rukun, harmonis, dan saling menghargai.
BERITA08/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Perkuat Amanah Umat, BAZNAS Minahasa Ajak Seluruh UPZ Tertib Pelaporan dan Perkuat Sinergi Zakat
Perkuat Amanah Umat, BAZNAS Minahasa Ajak Seluruh UPZ Tertib Pelaporan dan Perkuat Sinergi Zakat
Komitmen untuk menghadirkan pengelolaan zakat yang transparan dan profesional terus diperkuat oleh BAZNAS Kabupaten Minahasa. Melalui penguatan koordinasi dengan seluruh Unit Pengumpul Zakat (UPZ) yang tersebar di berbagai masjid, instansi pemerintah, serta lembaga pendidikan di Kabupaten Minahasa, BAZNAS mendorong peningkatan kepatuhan dalam pelaporan aktivitas sebagai bagian dari tata kelola zakat yang akuntabel dan terpercaya. Langkah ini menjadi bagian penting dari upaya membangun sistem pengelolaan zakat yang semakin profesional, sejalan dengan prinsip-prinsip transparansi dan akuntabilitas yang ditetapkan oleh Badan Amil Zakat Nasional. Wakil Ketua IV BAZNAS Minahasa Sahlan Kokalo menegaskan bahwa pelaporan aktivitas UPZ bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan wujud nyata dari tanggung jawab bersama dalam menjaga amanah umat. “Setiap rupiah zakat yang dihimpun merupakan amanah yang harus dikelola dengan penuh tanggung jawab. Melalui pelaporan yang tertib dan terkoordinasi, kita dapat memastikan bahwa pengelolaan zakat berjalan secara transparan, profesional, dan memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya. UPZ memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam menghimpun zakat, infak, dan sedekah di tengah masyarakat. Dengan jaringan UPZ yang tersebar hingga ke tingkat komunitas, potensi zakat dapat dihimpun secara lebih luas dan dikelola secara terarah untuk membantu para mustahik. Selain memperkuat tata kelola kelembagaan, BAZNAS Minahasa juga terus mengembangkan berbagai program pemberdayaan masyarakat melalui dana zakat, di antaranya program bantuan sosial kemanusiaan, dukungan pendidikan bagi pelajar dari keluarga kurang mampu, layanan kesehatan, serta program pemberdayaan ekonomi produktif bagi masyarakat yang membutuhkan. Program-program tersebut diharapkan mampu menghadirkan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat peran zakat sebagai instrumen pembangunan sosial. BAZNAS Minahasa meyakini bahwa keberhasilan pengelolaan zakat tidak hanya bergantung pada lembaga, tetapi juga pada sinergi dan komitmen seluruh UPZ sebagai mitra strategis dalam melayani umat. “Sinergi yang kuat antara BAZNAS dan seluruh UPZ merupakan kunci dalam membangun pengelolaan zakat yang amanah, profesional, dan berdampak luas bagi masyarakat. Dengan komitmen bersama, zakat akan menjadi kekuatan besar dalam menghadirkan kesejahteraan dan harapan bagi umat,” tutup Wakil Ketua IV BAZNAS Minahasa. Melalui penguatan koordinasi dan peningkatan kepatuhan terhadap mekanisme pelaporan, BAZNAS Minahasa berharap seluruh UPZ dapat terus berperan aktif dalam memperkuat tata kelola zakat di daerah, sehingga kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan zakat semakin meningkat dan manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat yang membutuhkan.
BERITA08/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Nuzulul Qur’an Jadi Momentum Berbagi: BAZNAS Demak Salurkan 75 Paket Sembako, Dorong Tlogopandogan Jadi Desa Sadar Zakat
Nuzulul Qur’an Jadi Momentum Berbagi: BAZNAS Demak Salurkan 75 Paket Sembako, Dorong Tlogopandogan Jadi Desa Sadar Zakat
DEMAK — Momentum malam Nuzulul Qur’an pada 17 Ramadhan 1447 Hijriah dimanfaatkan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Demak untuk memperkuat semangat berbagi sekaligus mendorong kesadaran berzakat di tingkat desa. Dalam kegiatan yang digelar di Masjid Jami’ Al Istiqomah, Dukuh Tlogojati, Desa Tlogopandogan, Kecamatan Gajah, BAZNAS Demak menyalurkan 75 paket sembako Ramadhan Berkah kepada para mustahik, Kamis (6/3/2026). Penyaluran bantuan ini berlangsung hangat dan penuh kebersamaan. Program tersebut merupakan hasil sinergi antara BAZNAS Demak, Pemerintah Desa Tlogopandogan, serta Unit Pengumpul Zakat (UPZ) setempat. Kepala Desa Tlogopandogan menyampaikan apresiasi atas kepedulian BAZNAS kepada masyarakatnya. Ia menilai kehadiran BAZNAS menjadi dorongan penting bagi UPZ desa untuk semakin aktif dalam mengelola zakat, infak, dan sedekah (ZIS). “Dari pihak desa kami berkomitmen terus memberikan fasilitas dan dukungan agar pengelolaan ZIS di Tlogopandogan semakin baik dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya. Ketua BAZNAS Demak, Bambang Soesetiarto, mengungkapkan kesadaran berzakat masyarakat Demak menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir. Ia menyebut, berkat imbauan pemerintah daerah kepada Aparatur Sipil Negara (ASN), penghimpunan dana zakat melalui BAZNAS Demak pada 2025 berhasil mencapai Rp10,5 miliar. “Ini menunjukkan kesadaran berzakat masyarakat semakin tumbuh. Namun pengelolaan dana umat harus dilakukan dengan penuh kehati-hatian dan rasa kasih sayang atau gemati,” kata Bambang. Tlogopandogan Didorong Jadi Desa Sadar Zakat Dalam kesempatan tersebut, Bambang juga mendorong Desa Tlogopandogan meniru keberhasilan desa tetangganya, Jatisono, yang telah dikenal secara nasional sebagai UPZ Desa Sadar Zakat. Ia menceritakan kisah inspiratif dari Jatisono saat peringatan bulan Muharram, ketika warga secara gotong royong mengumpulkan sedekah hingga mampu memberikan santunan Rp7 juta untuk masing-masing dari 14 anak yatim piatu. “Kesadaran zakat pertanian di sana sudah sangat baik. Kalau kesadaran seperti ini tumbuh di banyak desa, insyaallah tidak akan ada lagi masyarakat yang hidup dalam kemiskinan,” ujarnya. BAZNAS, lanjut Bambang, juga memberikan kemudahan bagi pengelolaan zakat di tingkat desa. Dana ZIS yang dihimpun oleh UPZ desa dapat dikelola langsung oleh masyarakat setempat tanpa harus disetorkan seluruhnya ke kantor BAZNAS, selama pelaporannya tetap tertib secara administratif. “Jika Tlogopandogan mampu mengelola ZIS dengan baik, kami siap berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten untuk mengusulkannya sebagai UPZ Desa Sadar Zakat,” jelasnya. Zakat Tak Hanya Konsumtif, Tapi Juga Produktif Suasana kegiatan semakin khidmat dengan tausiah yang disampaikan Wakil Ketua III BAZNAS Demak, Suyono. Dalam ceramahnya, ia mengingatkan bahwa zakat bukan sekadar kewajiban ibadah, tetapi juga instrumen sosial untuk membangun kesejahteraan umat. Ia menegaskan bahwa pengelolaan zakat yang berpedoman pada Al-Qur’an, khususnya Surah At-Taubah ayat 60 dan 103, akan menghadirkan ketenteraman bagi pemberi maupun penerima zakat. “Zakat bukan hanya membantu yang membutuhkan, tetapi juga membawa keberkahan dan menjaga masyarakat dari berbagai kesulitan,” katanya. Ke depan, Suyono berharap dana ZIS yang terkumpul tidak hanya disalurkan dalam bentuk bantuan konsumtif, tetapi juga dikembangkan menjadi program pemberdayaan ekonomi. “Jika dana sudah semakin besar, zakat bisa diarahkan untuk program produktif seperti tambahan modal usaha bagi masyarakat kecil,” pungkasnya. Melalui momentum Ramadhan dan peringatan Nuzulul Qur’an, BAZNAS Demak berharap semakin banyak masyarakat yang tergerak menunaikan zakat, infak, dan sedekah. Sebab, dari tangan-tangan yang peduli, zakat bukan hanya menghadirkan bantuan—tetapi juga membuka jalan menuju desa yang lebih sejahtera dan bebas kemiskinan.
BERITA08/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Igun Ajak Publik Berzakat Lewat BAZNAS di Ramadan 2026
Igun Ajak Publik Berzakat Lewat BAZNAS di Ramadan 2026
BEKASI — Desainer sekaligus figur publik Ivan Gunawan mengajak masyarakat memanfaatkan momentum Ramadan 2026 untuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS). Menurutnya, lembaga resmi negara tersebut memiliki sistem penyaluran bantuan yang jelas sehingga dana umat dapat sampai kepada mereka yang berhak secara tepat sasaran. Ajakan itu disampaikan Ivan saat peresmian toko terbaru Mandjha Ivan Gunawan di kawasan Jatiwaringin, Bekasi, Sabtu, 7 Maret 2026. Acara ini juga dihadiri Ketua BAZNAS RI Noor Achmad serta Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan Rizaludin Kurniawan. Di hadapan para tamu undangan, Ivan menilai BAZNAS sebagai lembaga yang memiliki mekanisme penyaluran bantuan yang terpercaya. Karena itu, ia mendorong masyarakat tidak ragu menyalurkan zakat melalui lembaga resmi negara. “Karena BAZNAS punya negara, kita harus percaya supaya penyalurannya juga lebih tepat sasaran,” kata Ivan. Ivan mengatakan, selama ini ia berkomitmen menyisihkan sebagian keuntungan bisnisnya untuk kegiatan sosial. Melalui brand Mandjha, ia rutin menggelar kegiatan amal yang hasilnya disalurkan kepada masyarakat melalui BAZNAS. “Biasanya kami mengadakan event charity di pertengahan tahun. Memang keuntungan dari Mandjha itu saya ingin bisa dikembalikan lagi kepada masyarakat,” ujarnya. Ia menambahkan, bekerja sama dengan BAZNAS membuat proses distribusi bantuan menjadi lebih mudah dan terarah. Menurut dia, menyalurkan bantuan secara mandiri sering kali menghadapi berbagai kendala, terutama dalam menjangkau penerima manfaat secara luas. “Lewat BAZNAS saya mendapatkan kemudahan untuk men-deliver bantuan, bukan hanya untuk yang ada di dalam negeri tetapi juga untuk program kemanusiaan di luar negeri,” kata Ivan. Ia pun mengingatkan bahwa Ramadan merupakan momentum terbaik bagi umat Islam untuk menunaikan kewajiban zakat dan memperbanyak sedekah. “Di bulan Ramadan ini kita punya kewajiban untuk berzakat. Teman-teman bisa berzakat lewat BAZNAS juga,” ujarnya. Ketua BAZNAS RI, Noor Achmad, menyampaikan apresiasi atas komitmen Ivan yang secara konsisten mempercayakan penyaluran bantuan sosialnya melalui lembaga tersebut. Menurut dia, keterlibatan figur publik memiliki peran penting dalam memperluas gerakan zakat di tengah masyarakat. “Alhamdulillah, dengan adanya publik figur dan para influencer, gerakan cinta zakat ini semakin meningkat. Dakwah zakat ini tidak bisa dilakukan BAZNAS sendiri, tetapi perlu dukungan banyak pihak,” kata Noor. Sementara itu, Rizaludin Kurniawan menambahkan, kerja sama antara BAZNAS dan Ivan Gunawan telah berlangsung sejak tahun lalu. Sejumlah program kemanusiaan telah dijalankan bersama, termasuk penyaluran bantuan untuk masyarakat di Indonesia dan dukungan kemanusiaan bagi Palestina. “Mudah-mudahan kolaborasi ini terus berlanjut dan memberi manfaat yang lebih luas bagi umat,” ujar Rizaludin. Di tengah meningkatnya kesadaran filantropi masyarakat selama Ramadan, BAZNAS berharap dukungan dari berbagai kalangan—termasuk figur publik—dapat memperkuat gerakan zakat nasional sebagai instrumen pemberdayaan umat dan pengentasan kemiskinan.
BERITA08/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Zakat: Bukan Pengurang Harta, Tapi Pelipat Ganda Keberkahan
Zakat: Bukan Pengurang Harta, Tapi Pelipat Ganda Keberkahan
Pernahkah terlintas di benak Anda, “Kalau saya keluarkan zakat sekarang, apakah tabungan saya cukup untuk kebutuhan bulan depan?” Kekhawatiran itu wajar. Di tengah dinamika ekonomi, menjaga dapur keluarga, atau mengembangkan usaha, rasa takut kehilangan harta sering muncul. Namun, mari kita ubah sudut pandang: zakat bukan pengurang harta, tapi pelipat ganda keberkahan bagi diri dan masyarakat. 1. Matematika Langit: Mengalirkan Keberkahan Secara hitungan manusia, Rp100.000 dikurangi zakat Rp2.500 hanya menyisakan Rp97.500. Namun perspektif iman mengubah rumus itu: harta yang dikeluarkan untuk zakat tidak berkurang, justru menjadi magnet rezeki. Keberkahan hadir dalam berbagai bentuk: Kesehatan Terjaga: Menghindari biaya rumah sakit tak terduga. Ketenangan Batin: Mengurangi kecemasan soal masa depan. Peluang Baru: Rezeki datang dari arah yang tak disangka-sangka. 2. Menyucikan Harta, Menenangkan Jiwa Sesuai Surah At-Taubah ayat 103, zakat berfungsi sebagai pembersih harta dan jiwa. Setiap rupiah yang kita miliki mengandung hak orang lain yang dititipkan Allah melalui tangan kita. Mengeluarkan zakat berarti menunaikan amanah dan menebar keberkahan. “Harta yang bersih adalah magnet bagi rezeki yang lebih besar dan lebih berkah.” 3. Dampak Nyata Zakat di Majalengka Di BAZNAS Kabupaten Majalengka, setiap rupiah zakat yang Anda tunaikan bertransformasi menjadi kebaikan nyata: Pendidikan: Membuka akses belajar bagi anak-anak kurang mampu. Kesehatan: Memberikan layanan medis bagi masyarakat yang membutuhkan. Pemberdayaan Ekonomi: Menjadi modal usaha bagi UMKM agar mandiri dan berkembang. 4. Zakat Kini Lebih Mudah dan Aman Teknologi memudahkan kita menunaikan zakat dengan aman, cepat, dan terpercaya. BAZNAS memastikan dana dikelola dengan pengawasan berlapis: Pengawasan internal BAZNAS Pengawasan syariah oleh Kementerian Agama Audit dari Kantor Akuntan Publik Sertifikasi audit ISO Mari Beraksi: Zakat Hari Ini, Keberkahan Esok Hari Setiap rupiah zakat bukan sekadar angka, tapi benih kebaikan yang tumbuh menjadi manfaat bagi banyak orang. Dengan menunaikan zakat, Anda tidak hanya membersihkan harta, tapi juga menyejahterakan diri sendiri dan sesama. Zakat hari ini, keberkahan untuk hari esok. Bersama BAZNAS, jadikan zakat sebagai jalan keberkahan yang nyata untuk diri, keluarga, dan bangsa.
BERITA07/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Alhamdulillah! Muhammad Robab Ubaidillah Melaju ke Final Lomba Tahfidz Gernas CintaQu Nasional 2026
Alhamdulillah! Muhammad Robab Ubaidillah Melaju ke Final Lomba Tahfidz Gernas CintaQu Nasional 2026
Alhamdulillah! Muhammad Robab Ubaidillah Melaju ke Final Lomba Tahfidz Gernas CintaQu Nasional 2026 Prestasi gemilang datang dari putra terbaik keluarga Ustad Baroqah Zaenul Alam, Muhammad Robab Ubaidillah — putra kedua yang akrab dipanggil Kaka Ubab — yang berhasil menjadi finalis Lomba Tahfidz dalam ajang Gerakan Nasional Cinta Al Qur’an (Gernas CintaQu) Tingkat Nasional Tahun 2026. Kabar bahagia ini diungkapkan sendiri oleh keluarga melalui unggahan penuh rasa syukur di media sosial, seraya memohon doa dan dukungan agar Ananda dilancarkan serta diberi keberkahan dalam semua tahap kompetisi. Ajang Gernas CintaQu merupakan bagian dari Gerakan Nasional Cinta Al Qur’an, sebuah kegiatan besar yang digelar oleh para pegiat pendidikan Islam dan komunitas Qur’ani di Indonesia untuk meningkatkan kecintaan umat terhadap Al Qur’an melalui beragam lomba seperti Tahfidz, Da’i Cilik, dan kegiatan lain yang bersifat dakwah kreatif. Kompetisi ini dimaksudkan untuk memperkuat interaksi generasi muda dengan Al?Qur’an dan menanamkan rasa cinta pada wahyu Allah SWT sebagai pedoman hidup. Dalam lomba Tahfidz, para peserta diuji kemampuan hafalan serta penghayatan mereka terhadap ayat?ayat Al?Qur’an. Mereka tidak hanya dinilai dari kelancaran hafalan, tetapi juga ketepatan tajwid, adab serta kecintaan mereka kepada Kalamullah sebagai sumber pencerahan dan pedoman hidup. Keluarga “Ustad Baroqah Zaenul Alam S.Q”, yang juga dikenal sebagai tokoh pembina generasi Qur’ani di lingkungan masyarakat, menyampaikan rasa bangga dan harapan besar atas pencapaian ini. Dalam unggahan media sosial, mereka menulis “Alhamdulillah anak Kedua Kami Kaka Ubab (Muhammad Robab Ubaidillah) masuk finalis Lomba Tahfidz Gernas CintaQu Tingkat Nasional 2026… Mohon doanya semoga ananda dilancarkan…” Moment ini bukan hanya kebanggaan keluarga, tetapi juga inspirasi bagi dunia pendidikan Islam di Indonesia. Keberhasilan Kaka Ubab mencerminkan buah dari dedikasi para pendidik dan orang tua yang membimbing generasi muda untuk cinta Al Qur’an, tafahum (pemahaman), dan tarbiyah (pendidikan) yang seimbang. Semoga Muhammad Robab Ubaidillah sukses hingga puncak kompetisi, menjadi contoh nyata bahwa menghafal dan mencintai Al Qur’an adalah amal ibadah yang mulia serta sumber kebahagiaan dunia akhirat.
BERITA07/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Minahasa.

Lihat Daftar Rekening →