Berita Terbaru
Zakat Istana 2026 Pecahkan Rekor: Keteladanan Pemimpin Menguatkan Gerakan Zakat Nasional
Jakarta — Semangat berbagi di bulan suci Ramadhan kembali menghadirkan catatan bersejarah bagi pengelolaan zakat di Indonesia. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mencatat rekor pengumpulan zakat tertinggi sepanjang sejarah pelaksanaan Zakat Istana dalam kegiatan bertajuk “Zakat Menguatkan Indonesia” yang digelar di Istana Negara pada Jumat (13/3/2026).
Melalui layanan Konter Zakat Istana, dana zakat yang berhasil dihimpun tahun ini mencapai lebih dari Rp4,3 miliar dari 111 muzaki, yang terdiri dari pejabat negara, menteri kabinet, hingga unsur pimpinan TNI. Capaian ini menjadi rekor tertinggi dalam 11 kali penyelenggaraan Zakat Istana, sekaligus menunjukkan meningkatnya kesadaran para pemimpin bangsa dalam menunaikan kewajiban zakat melalui lembaga resmi.
Dalam kegiatan tersebut, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka turut menunaikan zakat melalui Badan Amil Zakat Nasional bersama sejumlah menteri kabinet.
Beberapa tokoh yang hadir di antaranya Agus Harimurti Yudhoyono, Yusril Ihza Mahendra, Pratikno, serta utusan khusus presiden Raffi Ahmad. Hadir pula sejumlah pejabat penting lainnya seperti Erick Thohir, Muhaimin Iskandar, Bahlil Lahadalia, Tito Karnavian, serta Panglima TNI Agus Subianto.
Capaian tahun 2026 menunjukkan lonjakan signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Dalam lima tahun terakhir, tren penghimpunan zakat dari jajaran pejabat negara melalui BAZNAS terus mengalami peningkatan:
2022: Rp636.250.000
2023: Rp753.500.000
2024: Rp1.088.500.000
2025: Rp2.040.338.000
2026: Rp4.345.197.056
Peningkatan yang sangat tajam ini menunjukkan bahwa gerakan zakat nasional semakin mendapatkan kepercayaan dan dukungan dari para pemimpin negara.
Ketua Badan Amil Zakat Nasional, Dikdik Sodik Mujahid, menyampaikan apresiasi atas komitmen para pemimpin bangsa yang secara konsisten menunaikan zakat melalui BAZNAS.
Menurutnya, dukungan dari Presiden, Wakil Presiden, dan para menteri bukan hanya berdampak pada peningkatan penghimpunan zakat, tetapi juga memberikan nilai moral yang sangat kuat bagi masyarakat.
“Keteladanan para pemimpin ini sangat efektif dalam menggerakkan masyarakat untuk menunaikan zakat melalui lembaga yang terpercaya dan akuntabel. Bahkan pengaruhnya bisa lebih kuat dibandingkan dengan kampanye yang kami lakukan,” ujarnya.
Zakat Sebagai Kekuatan Sosial
Capaian tertinggi dalam sejarah Zakat Istana ini juga menjadi momentum penting bagi kepengurusan BAZNAS periode 2026–2031 untuk terus memperkuat tata kelola zakat yang profesional, transparan, dan akuntabel.
Potensi zakat nasional di Indonesia sendiri diperkirakan sangat besar dan dapat menjadi instrumen strategis dalam mengentaskan kemiskinan, mengurangi kesenjangan sosial, serta meningkatkan kesejahteraan umat.
Partisipasi para pejabat negara dalam Zakat Istana juga menunjukkan bahwa negara hadir mendukung gerakan zakat nasional sebagai bagian dari pembangunan sosial dan ekonomi masyarakat.
Lebih dari sekadar angka, peristiwa ini membawa pesan kuat bahwa zakat bukan hanya kewajiban individual, tetapi juga gerakan kolektif yang dapat memperkuat solidaritas bangsa.
Di tengah berbagai tantangan ekonomi dan sosial, zakat hadir sebagai energi spiritual sekaligus solusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
Ketika para pemimpin memberi teladan, masyarakat pun terdorong untuk mengikuti. Dari Istana Negara hingga pelosok desa, semangat berbagi melalui zakat diharapkan terus tumbuh—mewujudkan Indonesia yang lebih kuat, lebih peduli, dan lebih sejahtera.
BERITA14/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Bupati–Wabup Bolmong Pimpin Pembayaran ZIS, 100 Mustahik Terima Bantuan Beras dan Sembako
LOLAK – Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Bolmong menunjukkan komitmen nyata dalam memperkuat kepedulian sosial. Bupati Bolmong Yusra Alhabsyi bersama Wakil Bupati Dony Lumenta memimpin langsung pembayaran Zakat Mal, Infak, dan Sedekah (ZIS) yang dirangkaikan dengan penyaluran bantuan kepada 100 mustahik, Jumat (13/3/2026).
Kegiatan religius sekaligus kemanusiaan itu digelar di Pelataran Lantai I Kantor Bupati Bolmong di Lolak. Hadir pula Sekretaris Daerah Abdullah Mokoginta serta Ketua BAZNAS Kabupaten Bolaang Mongondow, Yunita Mohune.
Momentum tersebut menjadi ajakan moral bagi seluruh jajaran pemerintah daerah, Aparatur Sipil Negara (ASN), hingga Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) untuk menunaikan kewajiban zakat secara bersama-sama melalui lembaga resmi.
Langkah ini dinilai sebagai bentuk keteladanan dari pimpinan daerah dalam menguatkan solidaritas sosial dan memperluas manfaat zakat bagi masyarakat.
“Zakat bukan sekadar kewajiban ibadah, tetapi juga instrumen penting untuk membangun kesejahteraan dan keadilan sosial di tengah masyarakat,” ujar Bupati Yusra Alhabsyi dalam kegiatan tersebut.
Tak hanya pembayaran zakat, kegiatan ini juga diwarnai dengan aksi nyata kepedulian sosial. Sebanyak 100 mustahik menerima bantuan berupa beras fitrah dan paket sembako, yang diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, terutama menjelang momentum ibadah dan peningkatan aktivitas keagamaan.
Ketua BAZNAS Bolmong, Yunita Mohune, menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah daerah dan BAZNAS menjadi kunci dalam memaksimalkan pengelolaan zakat agar tepat sasaran.
Menurutnya, zakat yang dikelola secara profesional tidak hanya membantu masyarakat yang membutuhkan, tetapi juga mampu menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi umat.
“Zakat adalah kekuatan sosial yang luar biasa. Ketika dikelola dengan baik dan didukung oleh para pemimpin daerah, maka manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.
Kegiatan ini sekaligus menjadi pesan kuat bahwa zakat tidak hanya berhenti pada ritual ibadah, tetapi juga menghadirkan dampak nyata bagi kehidupan sosial. Melalui kolaborasi pemerintah daerah dan BAZNAS, semangat berbagi diharapkan terus tumbuh dan menginspirasi masyarakat untuk ikut berkontribusi dalam membangun kesejahteraan bersama.
Dengan semangat kebersamaan tersebut, Bolmong menegaskan bahwa zakat, infak, dan sedekah bukan sekadar kewajiban, melainkan gerakan sosial untuk menyalakan harapan bagi mereka yang membutuhkan.
BERITA14/03/2026 | Dokumentasi Pemkab Bolmong
BAZNAS Minahasa Jemput 100 Karung Beras Zakat dari Manado, 28 Paket Langsung Disalurkan di Tiga Titik Awal
MINAHASA – Semangat berbagi di bulan Ramadan kembali digelorakan oleh BAZNAS Kabupaten Minahasa. Sebanyak 100 karung beras zakat fitrah ukuran 5 kilogram dijemput langsung oleh pimpinan BAZNAS Minahasa dari sekretariat BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara di kompleks Masjid Ahmad Yani Manado, Sabtu (14/3/2026).
Penjemputan tersebut dipimpin oleh Wakil Ketua I dan Wakil Ketua IV BAZNAS Minahasa sebagai bagian dari upaya percepatan distribusi zakat fitrah kepada masyarakat yang membutuhkan di wilayah Kabupaten Minahasa.
Setelah proses penjemputan selesai, tim BAZNAS Minahasa langsung bergerak menuju lokasi pertama pendistribusian. Tanpa menunggu lama, paket-paket beras zakat mulai disalurkan kepada masyarakat.
Pada tahap awal ini, sebanyak 28 karung beras zakat berhasil dibagikan kepada warga di tiga titik berbeda sebagai bagian dari distribusi tahap awal program Ramadan.
“Beras zakat yang kami jemput hari ini berjumlah 100 karung dan siap untuk didistribusikan kepada masyarakat yang berhak menerima di berbagai wilayah di Kabupaten Minahasa,” ujar pimpinan BAZNAS Minahasa dalam kegiatan tersebut.
Distribusi ini menjadi bagian dari komitmen BAZNAS untuk memastikan zakat dari para muzakki dapat segera sampai kepada mustahik secara tepat sasaran, khususnya di momentum bulan suci Ramadan yang penuh keberkahan.
Rangkaian kegiatan hari itu tidak hanya berfokus pada distribusi bantuan pangan. Tim pimpinan BAZNAS Kabupaten Minahasa juga melakukan silaturahmi ke Masjid Imam Bonjol Lotta yang berada di wilayah Pineleng.
Dalam pertemuan tersebut, pimpinan BAZNAS Minahasa bertemu langsung dengan Imam Masjid serta Sekretaris Badan Takmir Masjid (BTM) untuk melakukan sosialisasi mengenai pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Masjid.
Pembentukan UPZ di tingkat masjid dinilai penting untuk memperkuat pengelolaan zakat di tingkat komunitas, sehingga penghimpunan dan penyaluran zakat dapat dilakukan lebih terorganisir dan menjangkau lebih banyak masyarakat.
Menanggapi hal tersebut, Imam Masjid dan Sekretaris BTM menyambut baik inisiatif tersebut. Mereka menyatakan kesiapan untuk mengkoordinasikan pembentukan UPZ bersama masyarakat dan pengurus masjid.
“InsyaAllah kami siap berkoordinasi dengan masyarakat dan pengurus masjid untuk pembentukan UPZ. Nantinya kami juga akan menyiapkan dan mengusulkan nama-nama pengurus UPZ Masjid,” ujar perwakilan pengurus masjid.
BAZNAS Minahasa berharap keberadaan UPZ di masjid-masjid dapat menjadi motor penggerak penguatan ekosistem zakat di tingkat akar rumput.
Masjid tidak hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga pusat kepedulian sosial umat melalui pengelolaan zakat, infak, dan sedekah secara profesional dan transparan.
Kegiatan hari itu kemudian ditutup dengan suasana kebersamaan melalui silaturahmi, buka puasa bersama, serta salat Magrib berjamaah di Masjid Imam Bonjol Lotta.
Adapun 100 karung beras zakat yang telah dijemput dari BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara akan terus didistribusikan secara bertahap kepada masyarakat yang membutuhkan di berbagai wilayah Kabupaten Minahasa selama bulan Ramadan.
BAZNAS Minahasa memastikan program distribusi zakat ini akan terus berlanjut sebagai bagian dari komitmen menghadirkan manfaat zakat yang lebih luas bagi masyarakat.
BERITA14/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Sodik Mudjahid Resmi Jabat Ketua BAZNAS RI, Siap Lanjutkan Estafet Kebaikan dan Optimalkan Potensi Zakat Nasional
Jakarta – Tongkat estafet kepemimpinan di Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI resmi berpindah tangan. Sodik Mudjahid kini menjabat sebagai Ketua BAZNAS RI menggantikan Noor Achmad untuk masa bakti 2026–2031.
Pergantian kepemimpinan tersebut ditandai melalui acara Serah Terima Jabatan dan Pisah Sambut Pimpinan BAZNAS RI yang digelar di Jakarta, Jumat (13/3/2026). Momentum ini menjadi awal babak baru bagi lembaga pengelola zakat nasional tersebut dalam memperkuat peran zakat sebagai instrumen kesejahteraan umat.
Dalam sambutannya, Sodik menegaskan komitmennya untuk melanjutkan berbagai program kebaikan yang telah dibangun oleh kepemimpinan sebelumnya. Ia menilai kesinambungan program merupakan bagian dari sunnatullah dalam perjalanan sebuah lembaga.
“Kita terus semangat untuk melanjutkan kebaikan-kebaikan yang adalah sunnatullah. Bahwa hari ini harus lebih baik dari kemarin,” ujar Sodik di hadapan jajaran pimpinan BAZNAS RI periode 2026–2031 serta para pimpinan periode sebelumnya.
Menurutnya, upaya peningkatan kinerja lembaga bukan berarti kepemimpinan sebelumnya tidak baik. Sebaliknya, hal tersebut merupakan dinamika alami dalam perjalanan organisasi agar terus berkembang dan memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.
“Kita siap, insyaallah, untuk meneruskan kebajikan-kebajikan yang sudah dilaksanakan,” tegasnya.
Fokus pada Amanah Presiden
Dalam kepemimpinannya, Sodik mengungkapkan terdapat lima amanah besar dari Presiden RI Prabowo Subianto yang menjadi arah strategis BAZNAS ke depan.
Salah satu amanah utama adalah menggali potensi zakat nasional yang diproyeksikan mencapai sekitar Rp327 triliun. Selain itu, BAZNAS juga diminta memperkuat sinergi antarinstansi, meningkatkan integrasi data nasional, serta memperkuat kelembagaan BAZNAS hingga ke tingkat desa dan kecamatan.
“Amanah lainnya adalah tentang memerangi korupsi. Ini adalah amanah yang beliau sampaikan dengan sangat serius kepada kita,” kata Sodik.
Konsolidasi Internal Enam Bulan
Sebagai langkah awal, Sodik menargetkan proses konsolidasi internal BAZNAS dapat diselesaikan dalam waktu relatif singkat. Dengan dukungan sumber daya manusia yang kuat, ia optimistis kebijakan internal dapat dimatangkan dalam kurun waktu maksimal enam bulan.
Ia menambahkan, fokus utama kepemimpinannya adalah memperkuat jaringan dan sinergi agar seluruh program BAZNAS berjalan lebih efektif dan berdampak luas bagi masyarakat.
“Saya akan lebih fokus pada tugas utama bersama pimpinan untuk membangun jaringan guna mendukung proses internal ini,” ujarnya.
Pesan Noor Achmad: Dakwah Zakat Harus Terus Bergema
Sementara itu, Ketua BAZNAS RI periode 2020–2025 Noor Achmad menyampaikan pesan mendalam tentang pentingnya dakwah zakat yang berkelanjutan.
Ia menegaskan bahwa gerakan zakat harus terus diperkuat agar mampu memberikan manfaat nyata bagi umat sekaligus menjadi jalan meraih rida Allah SWT.
“Dakwah zakat harus terus kita dengungkan, harus kita gerakkan, sehingga apa yang kita lakukan benar-benar mendapatkan rida Allah Subhanahu wa Ta’ala,” ujar Noor Achmad.
Ia juga menyampaikan dukungan penuh kepada Sodik Mudjahid sebagai penerus kepemimpinan BAZNAS.
“Kami percaya 100 persen, sahabat saya Pak Sodik ini tahu bagaimana caranya mengembangkan sebuah organisasi,” tambahnya.
Susunan Pimpinan BAZNAS RI 2026–2031
Dengan pengesahan melalui Surat Keputusan Presiden, BAZNAS RI resmi memasuki periode kepemimpinan baru. Berikut susunan pimpinan BAZNAS RI periode 2026–2031:
Ketua:
Sodik Mudjahid
Wakil Ketua:
Zainut Tauhid Sa'adi
Pimpinan:
Rizaludin Kurniawan
Saidah Sakwan
Ending Syarifuddin
Idy Muzayyad
Mokhamad Mahdum
Neyla Saida Anwar
Abu Rokhmad (ex officio)
Agus Fatoni (ex officio)
Mochamad Agus Rofiudin (ex officio)
Dengan kepemimpinan baru ini, BAZNAS diharapkan mampu mengoptimalkan potensi zakat nasional, memperkuat tata kelola yang amanah, serta memperluas dampak pemberdayaan ekonomi umat di seluruh Indonesia.
BERITA13/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Majelis Taklim Almustaqim Pineleng Dua Bagikan 68 Paket Ramadan, Apresiasi Pengabdian Imam dan Pengurus Masjid
Majelis Taklim Almustaqim Pineleng Dua Bagikan 68 Paket Ramadan, Apresiasi Pengabdian Imam dan Pengurus Masjid
Minahasa – Semangat berbagi dan kebersamaan mewarnai kegiatan sosial yang digelar Majelis Taklim Almustaqim di Masjid Almustaqim, Desa Pineleng Dua, Jumat (13/3/2026). Dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadan, para ibu-ibu Majelis Taklim membagikan puluhan paket sembako kepada anggota majelis taklim serta para pengurus masjid.
Sebanyak 68 paket Ramadan yang berisi kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, dan gula disalurkan dalam kegiatan tersebut. Rinciannya, 52 paket diberikan kepada anggota Majelis Taklim, sementara 16 paket lainnya diserahkan kepada Imam Masjid, pegawai syara’, serta pengurus Badan Takmir Masjid (BTM).
Penyerahan paket dilakukan secara simbolis kepada Imam Masjid Almustaqim, Sidiq Hamadi, serta kepada jajaran pengurus BTM yang dipimpin oleh Ketua BTM Yudha Benchary.
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Ketua Majelis Taklim Almustaqim, Sjerly Lumi, yang didampingi Sekretaris Nurhayati Tumulo serta Bendahara Yuriska Gessoh.
Ketua Majelis Taklim Almustaqim Dr. Sjerly Lumi, M.Pd mengatakan kegiatan berbagi ini merupakan program tahunan yang rutin dilaksanakan setiap Ramadan sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus penghargaan kepada para pengurus masjid yang telah mengabdikan diri dalam pelayanan keagamaan kepada masyarakat.
“Kegiatan berbagi ini merupakan wujud kebersamaan dan kepedulian ibu-ibu Majelis Taklim di bulan suci Ramadan. Kami berharap apa yang diberikan dapat membawa manfaat serta semakin mempererat silaturahmi antara Majelis Taklim, imam, pegawai syara’, dan pengurus BTM. Semoga kebersamaan ini menjadi amal kebaikan dan membawa keberkahan bagi kita semua,” ujar Ketua Majelis Taklim.
Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Para penerima paket menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian yang diberikan oleh para anggota Majelis Taklim.
Melalui kegiatan sederhana namun sarat makna ini, Majelis Taklim Almustaqim berharap semangat berbagi, kepedulian, dan silaturahmi dapat terus tumbuh di tengah masyarakat, sehingga keberkahan Ramadan dapat dirasakan bersama oleh seluruh jamaah.
BERITA13/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Prabowo, Gibran, dan Kabinet Merah Putih Tunaikan Zakat di Istana, Dana Terkumpul Rp3,8 Miliar
Jakarta – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka serta jajaran Kabinet Merah Putih menunaikan zakat melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI dalam kegiatan Zakat Istana 2026 bertajuk “Zakat Menguatkan Indonesia” di Istana Negara, Jumat (13/3/2026).
Momentum penunaian zakat tersebut berlangsung bersamaan dengan rangkaian sidang kabinet paripurna. Sejumlah pejabat negara hadir dalam kegiatan tersebut, mulai dari para menteri, wakil menteri, kepala badan, penasihat khusus presiden, hingga asisten khusus presiden.
Penyerahan zakat Presiden Prabowo diterima langsung oleh Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid. Sebagai bagian dari tugas amil, Sodik juga memanjatkan doa bagi para muzaki yang menunaikan zakatnya.
Dari pelayanan Konter Zakat Istana pada hari tersebut, tercatat dana zakat yang terhimpun mencapai lebih dari Rp3,8 miliar dari 111 muzaki yang berasal dari jajaran pejabat negara.
Presiden Prabowo menegaskan pentingnya peran BAZNAS dalam memperkuat sistem ekonomi umat di Indonesia.
“Kita juga hari ini telah memberi contoh dengan kita memberikan zakat dan ini menunjukkan lagi peran yang sangat penting dari BAZNAS,” ujar Prabowo saat membuka sidang kabinet paripurna, sesaat setelah menunaikan zakat bersama para menteri.
Prabowo juga menyoroti perlunya konsolidasi dan penguatan lembaga zakat serta lembaga ekonomi keagamaan di Indonesia.
“BAZNAS, lembaga keuangan dan ekonomi dari semua organisasi keagamaan di Indonesia harus kita koordinasikan, kita konsolidasikan, dan kita tingkatkan kemampuannya dengan segala teknologi yang sudah ada supaya potensi ekonomi bangsa kita bisa kita kerahkan secara berarti, efisien, dan efektif,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya Zakat Istana yang dinilai menjadi momentum penting untuk memperkuat gerakan zakat nasional.
“Alhamdulillah hari ini, pada hari ke-23 Ramadan, kami seluruh jajaran BAZNAS menerima secara simbolis pembayaran zakat dari Bapak Presiden, Bapak Wakil Presiden, serta seluruh jajaran kabinet. Hal ini memberikan nilai yang sangat luar biasa bagi kami,” ujar Sodik.
Ia menjelaskan, pada Ramadan 2026 BAZNAS RI menargetkan penghimpunan zakat sebesar Rp515 miliar, sebagai bagian dari target tahunan BAZNAS RI yang mencapai Rp1,4 triliun. Sementara secara nasional, target pengelolaan zakat tahun ini diperkirakan mencapai Rp66 triliun.
Menurutnya, selama Ramadan 2026 penghimpunan zakat secara nasional diproyeksikan dapat mencapai Rp6 triliun, yang dihimpun melalui sekitar 760 lembaga pengelola zakat yang terdiri dari BAZNAS dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) di seluruh Indonesia.
Sodik berharap keteladanan Presiden dan Wakil Presiden dalam menunaikan zakat melalui BAZNAS dapat menginspirasi para pejabat negara, pelaku usaha, hingga masyarakat luas untuk semakin aktif menunaikan zakat, infak, dan sedekah.
“Zakat menolong umat, dan zakat juga menjadi penolong kita di akhirat. Kami siap, BAZNAS siap, untuk menerima dan menyalurkan zakat kepada para mustahik sesuai prinsip amanah dan ketentuan syariat,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut turut hadir Wakil Ketua BAZNAS RI Zainut Tauhid Sa'adi bersama jajaran pimpinan BAZNAS RI lainnya, yakni Rizaludin Kurniawan, Saidah Sakwan, Ending Syarifuddin, Idy Muzayyad, Mokhamad Mahdum, Neyla Saida Anwar, Abu Rokhmad, Agus Fatoni, serta Mochamad Agus Rofiudin.
Hadir pula Deputi I BAZNAS RI Bidang Pengumpulan Arifin Purwakananta serta Deputi II BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Imdadun Rahmat.
Bagi BAZNAS di berbagai daerah, termasuk BAZNAS Kabupaten Minahasa, momentum ini menjadi inspirasi untuk terus meningkatkan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menunaikan zakat melalui lembaga resmi agar penyalurannya lebih tepat sasaran dan berdampak luas.
Momentum Zakat Istana ini menjadi simbol kuat bahwa zakat tidak hanya sebagai kewajiban ibadah, tetapi juga sebagai instrumen penting dalam memperkuat solidaritas sosial, mengentaskan kemiskinan, serta membangun kesejahteraan umat di Indonesia
BERITA13/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani Tunaikan Zakat di BAZNAS, Jadi Teladan bagi ASN dan Masyarakat
Surakarta – Di tengah padatnya agenda pemerintahan, Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, menyempatkan diri menunaikan kewajiban zakat melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Surakarta, Jumat (13/3/2026).
Astrid mendatangi langsung Kantor BAZNAS Kota Surakarta yang berlokasi di Jalan Dr. Muwardi No. 52, kawasan Kota Barat. Kehadirannya menjadi momentum penting dalam memperkuat gerakan zakat di Kota Solo, sekaligus memberi contoh nyata bagi masyarakat.
Penunaian zakat ini bertepatan dengan suasana bulan suci Ramadan, di mana umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amal kebaikan, termasuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah.
Sebagai seorang muslimah sekaligus pemimpin daerah, Astrid dinilai telah memberikan keteladanan bagi para muzaki atau pembayar zakat di Surakarta. Sosok yang juga pernah menjabat sebagai rektor di salah satu perguruan tinggi swasta itu menunjukkan bahwa kesibukan sebagai pejabat publik tidak menjadi penghalang untuk menjalankan kewajiban ibadah.
Zakat yang ditunaikan oleh Astrid diterima oleh Ketua BAZNAS Kota Surakarta Mohammad Qoyim melalui Wakil Ketua I Bidang Fundraising Bambang Mintosih.
Penyerahan tersebut turut disaksikan jajaran pimpinan BAZNAS Kota Surakarta lainnya, yakni Wakil Ketua II Anwar Waka, Wakil Ketua III Almunawar, serta Wakil Ketua IV Indriyani Dian.
Pimpinan BAZNAS berharap langkah Wakil Wali Kota Surakarta tersebut dapat menjadi inspirasi bagi berbagai kalangan untuk menunaikan zakat melalui lembaga resmi.
“Keteladanan dari pemimpin daerah ini diharapkan mampu memotivasi para ASN, TNI, Polri, tokoh masyarakat, hingga masyarakat umum untuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Surakarta,” ujar perwakilan BAZNAS dalam kesempatan tersebut.
Sebelumnya, Wali Kota Surakarta juga telah menunaikan zakat melalui BAZNAS. Kehadiran para pemimpin daerah dalam gerakan zakat ini diharapkan dapat memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan zakat yang amanah dan profesional.
Melalui penghimpunan zakat yang optimal, BAZNAS Kota Surakarta terus berupaya menyalurkan bantuan kepada para mustahik serta menjalankan berbagai program pemberdayaan ekonomi umat.
Momentum ini sekaligus menegaskan bahwa zakat bukan hanya ibadah personal, tetapi juga kekuatan sosial yang mampu memperkuat solidaritas dan membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
BERITA13/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Program ‘Jimat Ramadhan’ Dongkrak Zakat ASN Demak, Tembus Rp459 Juta untuk Dhuafa dan Disabilitas
Demak – Momentum Ramadan 1447 H di Demak ditutup dengan catatan manis kepedulian sosial. Melalui program unggulan “Jimat Ramadhan” (Pengajian Jum’at Ramadhan), pengumpulan zakat fitrah dari Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Demak bersama masyarakat umum berhasil mencatat lonjakan signifikan.
Dana zakat yang terhimpun tahun ini mencapai Rp459 juta, sebuah angka yang menunjukkan meningkatnya kesadaran dan kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan zakat melalui Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Demak.
Bupati Demak Eistianah mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya atas semangat solidaritas yang ditunjukkan oleh para ASN serta masyarakat. Ia menilai peningkatan zakat fitrah ini menjadi bukti nyata kepedulian aparatur negara terhadap masyarakat yang membutuhkan.
“Alhamdulillah, melalui semangat Jimat Ramadhan, zakat fitrah ASN Demak tahun ini meningkat tajam hingga mencapai Rp459 juta. Saya sangat mengapresiasi keikhlasan seluruh ASN,” ujar Eistianah, Jumat (13/3/2026).
Menurutnya, dana zakat yang terkumpul bukan sekadar angka, melainkan harapan bagi masyarakat yang berada dalam kondisi rentan agar dapat merasakan kebahagiaan menjelang Hari Raya Idulfitri.
“Dana ini adalah harapan bagi saudara-saudara kita, terutama kaum dhuafa dan penyandang disabilitas, agar mereka dapat merayakan hari raya dengan layak dan penuh kegembiraan,” tambahnya.
Seluruh dana zakat fitrah tersebut dikelola secara profesional oleh BAZNAS Kabupaten Demak untuk disalurkan kepada para mustahik. Ketua BAZNAS Demak Bambang Soesetiarto memastikan pendistribusian dilakukan secara tepat sasaran dan inklusif.
Menurut Bambang, penyaluran zakat tahun ini tidak hanya menyasar kaum dhuafa, tetapi juga memberikan perhatian khusus kepada penyandang disabilitas di wilayah yang dikenal sebagai Kota Wali tersebut.
“Kami di BAZNAS Demak berkomitmen menjaga amanah ini dengan prinsip 3 Aman: Aman Syar’i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI,” tegas Bambang.
Ia memastikan dana zakat sebesar Rp459 juta itu segera disalurkan kepada masyarakat yang berhak sebelum pelaksanaan salat Idulfitri.
“Selain dhuafa, fokus penyaluran kami tahun ini juga menyasar kawan-kawan disabilitas agar manfaat zakat benar-benar dirasakan secara merata,” lanjutnya.
Keberhasilan penghimpunan zakat melalui program Jimat Ramadhan dinilai menjadi contoh kuat sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga pengelola zakat.
Kolaborasi antara Pemkab Demak dan BAZNAS ini diharapkan terus berlanjut untuk mengoptimalkan potensi zakat sebagai instrumen jaring pengaman sosial bagi masyarakat.
Dengan pengelolaan yang transparan dan inovatif, zakat fitrah tidak hanya menjadi kewajiban ibadah, tetapi juga kekuatan sosial yang mampu menghadirkan kesejahteraan serta senyum kebahagiaan bagi masyarakat Demak menjelang Hari Raya Idulfitri.
BERITA13/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
UPZ Kemenag Rokan Hilir Setor Zakat Maal Rp74 Juta ke BAZNAS
Rokan Hilir – Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kementerian Agama Kabupaten Rokan Hilir menyalurkan zakat maal sebesar Rp74.339.050 kepada Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Rokan Hilir untuk periode Maret 2026. Penyerahan dana zakat tersebut dilakukan di Kantor BAZNAS Rokan Hilir di Bagansiapiapi, Selasa, 11 Maret 2026.
Dana zakat diserahkan langsung oleh Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kementerian Agama Rokan Hilir, Adi Candra, dan diterima oleh Ketua BAZNAS Rokan Hilir, Jefrizal.
Adi Candra mengatakan penyaluran zakat melalui lembaga resmi merupakan bagian dari komitmen Kementerian Agama untuk mendukung tata kelola zakat yang profesional dan akuntabel. Menurut dia, pengelolaan zakat yang terorganisasi akan memudahkan distribusi bantuan kepada masyarakat yang berhak menerimanya.
“Penyaluran zakat melalui BAZNAS merupakan bentuk dukungan kami terhadap pengelolaan zakat yang resmi, transparan, dan sesuai dengan prinsip syariat serta regulasi negara,” kata Adi Candra.
Ketua BAZNAS Rokan Hilir, Jefrizal, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan oleh UPZ Kementerian Agama Rokan Hilir. Ia menilai sinergi antara lembaga pemerintah dan BAZNAS merupakan langkah penting untuk memperkuat penghimpunan zakat di daerah.
“BAZNAS Rokan Hilir mengucapkan terima kasih kepada UPZ Kementerian Agama atas kepercayaan yang diberikan. Semoga zakat yang telah disalurkan ini menjadi amal ibadah yang diterima oleh Allah SWT dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat yang membutuhkan,” ujar Jefrizal.
Menurut dia, dana zakat yang dihimpun akan disalurkan kepada para mustahik melalui berbagai program BAZNAS di tingkat daerah. Program tersebut mencakup bantuan sosial, pemberdayaan ekonomi, pendidikan, serta kegiatan keagamaan.
Jefrizal menambahkan bahwa pengelolaan zakat tidak hanya berorientasi pada bantuan konsumtif, tetapi juga diarahkan untuk meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat melalui program pemberdayaan.
BAZNAS Rokan Hilir juga mengajak masyarakat, instansi pemerintah, dan perusahaan di daerah tersebut untuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS. Dengan pengelolaan yang terintegrasi dan transparan, dana zakat diharapkan dapat memberikan dampak yang lebih luas bagi peningkatan kesejahteraan umat.
BERITA11/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Pedagang Desa Pagutan Setor Zakat Rp11,8 Juta ke BAZNAS Lombok Tengah
Lombok Tengah – Para pedagang di Desa Pagutan, Kabupaten Lombok Tengah menunjukkan komitmen menunaikan kewajiban zakat melalui lembaga resmi. Melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Desa Pagutan, mereka menyalurkan zakat sebesar Rp11,8 juta kepada Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lombok Tengah.
Penyerahan dana zakat itu dilakukan oleh perwakilan UPZ Desa Pagutan kepada tim pengumpulan BAZNAS Lombok Tengah yang diwakili oleh Halid Iswadi. Dana tersebut merupakan hasil pengumpulan zakat dari para pedagang kecil di desa setempat.
Perwakilan UPZ Desa Pagutan mengatakan para pedagang sepakat menyalurkan zakat melalui lembaga resmi agar pengelolaannya lebih amanah dan manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat luas.
“Zakat ini merupakan titipan dari para pedagang yang ingin membersihkan harta mereka sekaligus berharap keberkahan. Kami mempercayakan penyalurannya melalui BAZNAS agar manfaatnya dapat menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.
Langkah kolektif para pedagang ini dinilai mencerminkan meningkatnya kesadaran pelaku usaha mikro di tingkat desa terhadap pentingnya pengelolaan zakat secara terorganisasi. Selain sebagai kewajiban keagamaan, zakat juga dipandang sebagai instrumen sosial yang berperan dalam membantu masyarakat kurang mampu.
Pihak Badan Amil Zakat Nasional Lombok Tengah menjelaskan bahwa zakat yang dihimpun akan dikelola secara profesional sesuai dengan prinsip syariat Islam serta ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Lembaga tersebut juga memiliki basis data mustahik sehingga penyaluran bantuan dapat dilakukan secara terarah dan tepat sasaran.
Menurut perwakilan BAZNAS Lombok Tengah, kolaborasi antara pelaku usaha kecil di desa dengan lembaga pengelola zakat merupakan contoh nyata bagaimana sektor ekonomi akar rumput dapat berkontribusi dalam penguatan solidaritas sosial.
“Zakat yang dihimpun dari masyarakat akan kembali kepada masyarakat. Dengan pengelolaan yang terarah, setiap rupiah yang disalurkan diharapkan mampu membantu mereka yang membutuhkan sekaligus mengurangi kesenjangan sosial,” kata perwakilan BAZNAS.
BAZNAS Lombok Tengah juga menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan para pedagang Desa Pagutan. Mereka berharap langkah ini dapat menjadi contoh bagi masyarakat lain untuk menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi.
Melalui pengelolaan yang transparan dan akuntabel, zakat diharapkan tidak hanya menjadi ibadah individual, tetapi juga menjadi instrumen pemberdayaan sosial yang mampu memperkuat kesejahteraan umat.
BERITA11/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Rokan Hilir Santuni 19 Muallaf di Ramadan, Perkuat Pembinaan Keislaman
Rokan Hilir – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Rokan Hilir kembali menunjukkan kepeduliannya kepada para muallaf. Bekerja sama dengan Muallaf Center Bagan Batu, BAZNAS menyalurkan santunan kepada 19 orang muallaf di Kecamatan Bagan Sinembah pada momentum Ramadan 1447 Hijriah.
Penyaluran bantuan tersebut dilakukan di Masjid Raya An-Nur Bagan Batu, Rabu (11/3/2026). Bantuan diserahkan langsung oleh Pembina Muallaf Center Bagan Batu, Usman Simatupang, yang akrab disapa UUS.
UUS menyampaikan apresiasi kepada Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Rokan Hilir yang terus menunjukkan perhatian kepada para muallaf, khususnya di bulan suci Ramadan.
“Terima kasih kepada pimpinan dan pengurus BAZNAS Rokan Hilir atas kepedulian kepada para muallaf. Semoga BAZNAS semakin bermanfaat bagi umat dan penyaluran bantuannya semakin tepat sasaran,” ujar UUS.
Ia menjelaskan, santunan yang disalurkan tahun ini berjumlah Rp19 juta dan diberikan kepada 19 orang muallaf yang berada di wilayah Kecamatan Bagan Sinembah.
Menurut UUS, Muallaf Center Bagan Batu merupakan lembaga binaan Yayasan Darul Amal Ummah Riau yang fokus melakukan pembinaan dan pendampingan terhadap para muallaf. Sejak 2024 hingga 2026, lembaga tersebut telah membina 19 orang yang memeluk agama Islam.
“Sebagian besar muallaf yang dibina adalah perempuan, baik dari kalangan janda maupun gadis,” katanya.
Ia menambahkan, selain bantuan santunan, para muallaf juga mendapatkan pembinaan dan bimbingan keagamaan secara berkelanjutan agar semakin mantap menjalani kehidupan sebagai Muslim.
“Semoga bantuan ini menjadi motivasi bagi para muallaf untuk terus belajar dan memperdalam pemahaman tentang ajaran Islam,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Rokan Hilir, Jefrizal, menegaskan bahwa muallaf merupakan bagian dari umat yang perlu mendapatkan perhatian dan pendampingan agar semakin kuat dalam menjalankan ajaran Islam.
Menurutnya, BAZNAS memiliki komitmen untuk terus hadir membantu masyarakat yang membutuhkan, termasuk para muallaf yang kerap menghadapi berbagai tantangan setelah memeluk Islam.
“Melalui program ini, kami berharap para muallaf merasakan dukungan dari umat Islam. Bantuan ini bukan sekadar santunan, tetapi bentuk kepedulian agar mereka semakin mantap menjalankan ajaran Islam,” kata Jefrizal.
Ia juga mengapresiasi peran Muallaf Center Bagan Batu yang secara konsisten melakukan pembinaan terhadap para muallaf di wilayah tersebut.
“Kami sangat mengapresiasi Muallaf Center Bagan Batu yang terus aktif melakukan pendampingan keagamaan. Semoga sinergi ini terus berlanjut sehingga semakin banyak muallaf yang mendapatkan pembinaan dan perhatian,” ujarnya.
Melalui program ini, BAZNAS Rokan Hilir berharap para muallaf semakin termotivasi untuk memperdalam ilmu agama serta menjalani kehidupan yang lebih baik dalam naungan ajaran Islam.
BERITA11/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Salurkan 4.050 Porsi Hidangan Ramadan untuk Penyintas Bencana Aceh dan Sumut
Jakarta – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bergerak cepat membantu para penyintas bencana di wilayah Aceh dan Sumatra Utara selama bulan suci Ramadan. Melalui program Hidangan Berkah Ramadan, BAZNAS menyalurkan sedikitnya 4.050 porsi makanan siap saji bagi warga terdampak bencana hingga Rabu (11/3/2026).
Program kemanusiaan ini digelar untuk memastikan masyarakat yang tengah menghadapi ujian bencana tetap dapat menjalankan ibadah puasa dengan layak dan penuh ketenangan.
Sekretaris Utama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI, Subhan Cholid, mengatakan bantuan tersebut diprioritaskan untuk wilayah yang mengalami dampak bencana cukup berat, termasuk kawasan hunian tetap bagi warga yang kehilangan tempat tinggal.
“Di momen Ramadan ini kami ingin memastikan saudara-saudara kita di lokasi bencana tidak merasa sendirian. Melalui Hidangan Berkah Ramadan, BAZNAS berupaya menghadirkan kehangatan sekaligus memastikan kebutuhan gizi mereka terpenuhi untuk berbuka dan sahur,” ujar Subhan dalam keterangan tertulis di Jakarta.
Menurutnya, distribusi bantuan di Provinsi Aceh menjangkau beberapa wilayah terdampak, antara lain Kabupaten Pidie Jaya, Aceh Timur, dan Aceh Utara. Ribuan porsi makanan siap saji tersebut dibagikan langsung kepada warga penyintas di titik-titik pengungsian.
Sementara di Provinsi Sumatra Utara, BAZNAS memusatkan penyaluran bantuan di kawasan Hunian Tetap (Huntap) BAZNAS yang berada di Desa Aek Latong, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan.
“Total hingga hari ini sudah mencapai 4.050 porsi yang tersalurkan di dua provinsi tersebut. Penyaluran di Huntap Aek Latong menjadi prioritas karena wilayah ini menampung banyak warga yang kehilangan rumah akibat bencana,” jelas Subhan.
Ia menambahkan, ketersediaan pangan siap saji sangat penting bagi para penyintas, terutama selama Ramadan ketika mereka harus tetap menjalankan ibadah puasa di tengah keterbatasan.
BAZNAS juga memastikan program Hidangan Berkah Ramadan akan terus diperluas seiring perkembangan situasi di berbagai daerah yang terdampak bencana.
Subhan turut mengajak masyarakat dan para muzaki untuk terus mendukung program kemanusiaan ini melalui zakat, infak, dan sedekah yang ditunaikan melalui BAZNAS.
“Zakat Menguatkan Indonesia bukan sekadar slogan. Setiap zakat dan sedekah yang dititipkan melalui BAZNAS mampu menghadirkan harapan bagi para penyintas bencana agar tetap tangguh menjalani Ramadan,” tutupnya.
BERITA11/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Minahasa Sambut Kepemimpinan Baru BAZNAS RI, Optimistis Perkuat Pengelolaan Zakat di Daerah Minoritas
Minahasa – Jajaran pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Minahasa menyampaikan ucapan selamat atas penyerahan Surat Keputusan (SK) Presiden kepada pimpinan BAZNAS RI masa jabatan 2026–2031 yang diserahkan oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar di Jakarta, Selasa (10/3/2026).
Penyerahan SK ini menandai dimulainya kepemimpinan baru BAZNAS RI di bawah Ketua Dikdik Sodik Mujahid bersama jajaran pimpinan lainnya, yakni: Zainut Tauhid Saadi (wakil ketua), Rizaludin Kurniawan, Saidah Sakwan, Syarifuddin, Idy Muzayyad, Mokhamad Mahdum, Neyla Saida Anwar, Abu Rokhmad, Fatoni, dan Mochamad Agus Rofiudin.
Kepemimpinan baru ini diharapkan mampu memperkuat tata kelola zakat nasional sekaligus memperluas dampak program pemberdayaan umat di seluruh Indonesia.
Menanggapi momentum tersebut, BAZNAS Minahasa menyampaikan dukungan dan harapan agar kepemimpinan baru BAZNAS RI terus mendorong penguatan kelembagaan zakat hingga ke daerah dengan karakteristik sosial yang beragam, termasuk wilayah minoritas seperti Kabupaten Minahasa.
Pimpinan BAZNAS Minahasa menegaskan bahwa pengelolaan zakat di daerah minoritas memiliki dinamika tersendiri sehingga diperlukan strategi berkelanjutan melalui edukasi, literasi zakat, dan penguatan kepercayaan masyarakat.
“Kami pimpinan BAZNAS Kabupaten Minahasa mengucapkan selamat dan sukses kepada seluruh pimpinan BAZNAS RI periode 2026–2031. Semoga amanah ini dapat membawa kemajuan besar dalam penguatan pengelolaan zakat nasional dan mempererat sinergi hingga ke daerah seperti Minahasa yang memiliki keragaman sosial dan budaya,” ujarnya.
Saat ini, BAZNAS Minahasa terus menggencarkan publikasi, sosialisasi, dan edukasi zakat melalui berbagai kanal komunikasi, termasuk media resmi BAZNAS Minahasa. Langkah ini dilakukan untuk membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya zakat sebagai instrumen kesejahteraan umat.
“Walaupun saat ini penghimpunan dan pendistribusian masih dalam tahap penguatan, kami tetap optimistis bahwa ke depan potensi zakat di Minahasa dapat berkembang lebih baik,” tambahnya.
BAZNAS Minahasa juga terus mendorong pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di masjid, lembaga pendidikan, serta instansi sebagai bagian dari upaya memperluas jangkauan gerakan zakat di daerah.
Penguatan pendampingan dan pembinaan dari BAZNAS RI menjadi salah satu faktor penting dalam memperkuat tata kelola zakat di daerah. Dukungan ini diharapkan meningkatkan kapasitas kelembagaan, memperluas jangkauan program, dan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan zakat yang profesional dan transparan.
Momentum kepemimpinan baru ini menjadi penguat komitmen BAZNAS Minahasa untuk menghadirkan pengelolaan zakat yang amanah, profesional, dan berdampak. Meski berada di daerah dengan keragaman sosial tinggi, BAZNAS Minahasa optimistis bahwa melalui edukasi konsisten, penguatan kepercayaan masyarakat, dan sinergi dengan berbagai pihak, potensi zakat dapat terus tumbuh dan menjadi kekuatan besar membantu masyarakat yang membutuhkan.
Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial, zakat diharapkan tidak hanya menjadi kewajiban ibadah, tetapi juga menjadi gerakan kebaikan yang memperkuat solidaritas, menumbuhkan harapan, dan membangun kesejahteraan umat secara berkelanjutan.
BERITA10/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Ramadan dan Integritas Bangsa: Ketua PA Tondano Ingatkan ASN Dengarkan Ulama, BAZNAS Ajak Perkuat Kepedulian Zakat
Tondano – Bulan suci Ramadan menjadi momentum penting untuk memperkuat integritas, memperdalam nilai spiritual, serta menumbuhkan kepedulian sosial di tengah kehidupan bermasyarakat. Pesan tersebut mengemuka dalam kegiatan buka puasa bersama keluarga besar Pengadilan Agama Tondano di Mushola Al Mushlih PA Tondano, Selasa (10/3/2026).
Kegiatan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan ini dihadiri oleh seluruh aparatur sipil negara (ASN), PPPK, serta tenaga outsourcing di lingkungan Pengadilan Agama Tondano. Turut hadir pula pimpinan Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Minahasa sebagai bagian dari sinergi kelembagaan dalam memperkuat nilai-nilai keumatan di bulan Ramadan.
Dalam tausiyahnya, Ketua Pengadilan Agama Tondano, Algazali Mus, SH.I, M.H, menekankan pentingnya sikap rendah hati bagi para pemimpin maupun aparatur negara untuk selalu membuka diri terhadap nasihat para alim ulama.
Menurutnya, seorang pemimpin tidak boleh merasa dirinya paling benar, sebab setiap manusia memiliki keterbatasan dalam menilai dirinya sendiri.
“Sering kali kita tidak mengetahui di mana letak kekurangan kita jika tidak ada yang berani menasihati kita. Karena itu, kita perlu banyak mendengarkan nasihat para alim ulama agar kita tetap berada di jalan yang benar,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan sebuah pesan hikmah agar masyarakat tidak menilai kebenaran dari siapa yang menyampaikan, tetapi dari isi pesan yang disampaikan.
“Lihatlah apa yang disampaikan, jangan melihat siapa yang menyampaikannya. Kebenaran tetaplah kebenaran meskipun datang dari siapa pun,” tambahnya.
Algazali Mus juga mengajak seluruh hadirin untuk menjadikan Ramadan sebagai momentum muhasabah, yakni refleksi diri untuk menilai kembali perjalanan hidup serta memikirkan warisan kebaikan yang akan ditinggalkan bagi masyarakat.
“Suatu saat kita semua akan meninggalkan dunia ini. Yang akan dikenang bukan jabatan atau kedudukan kita, tetapi kebaikan yang pernah kita lakukan untuk orang lain,” ungkapnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Pengadilan Agama Tondano, Husnul Ma'Arif, SH.I, MH menegaskan bahwa Ramadan merupakan momentum untuk memperkuat nilai integritas dalam kehidupan pribadi maupun dalam menjalankan amanah sebagai aparatur negara.
Menurutnya, integritas sejatinya merupakan nilai yang telah diajarkan dalam agama dan harus terus dijaga melalui pengendalian diri, kejujuran, serta kesadaran spiritual.
“Integritas sebenarnya sudah ada dalam diri setiap orang. Namun di bulan Ramadan kita diajak untuk kembali menguatkannya melalui pengendalian diri, kejujuran, dan kesadaran bahwa setiap perbuatan kita selalu berada dalam pengawasan Allah SWT,” jelasnya.
Ia juga mengajak seluruh keluarga besar Pengadilan Agama Tondano untuk menjadikan Ramadan sebagai momentum mempererat silaturahmi dan memperkuat kebersamaan dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.
Pada kesempatan yang lain, Pimpinanan Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Minahasa, menyampaikan bahwa Ramadan tidak hanya menjadi momentum peningkatan ibadah spiritual, tetapi juga momentum memperkuat kepedulian sosial melalui zakat, infak, dan sedekah.
Menurutnya, zakat memiliki peran strategis dalam menghadirkan keadilan sosial serta membantu masyarakat yang membutuhkan.
“Ramadan mengajarkan kita bahwa ibadah tidak hanya hubungan dengan Allah SWT, tetapi juga kepedulian terhadap sesama. Melalui zakat, infak, dan sedekah yang dikelola secara amanah oleh BAZNAS, kita dapat membantu menghadirkan keadilan sosial dan meringankan beban saudara-saudara kita yang membutuhkan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa penguatan nilai integritas yang disampaikan dalam tausiyah tersebut sejalan dengan prinsip pengelolaan zakat yang mengedepankan transparansi, amanah, serta kebermanfaatan bagi umat.
“Ketika integritas spiritual bertemu dengan kepedulian sosial, maka zakat akan menjadi kekuatan besar untuk menghadirkan kesejahteraan dan harapan bagi masyarakat,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia mengajak seluruh masyarakat, khususnya para ASN, untuk menjadikan Ramadan sebagai momentum menunaikan zakat melalui lembaga resmi negara agar penyalurannya lebih tepat sasaran dan memberikan dampak sosial yang lebih luas.
Kegiatan kemudian ditutup dengan buka puasa bersama yang berlangsung dalam suasana kekeluargaan, dilanjutkan dengan salat Magrib berjamaah yang dipimpin langsung oleh Ketua Pengadilan Agama Tondano, Algazali Mus.
Momentum kebersamaan ini diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial Ramadan semata, tetapi juga menjadi pengingat bahwa nilai integritas, kejujuran, dan kepedulian sosial harus terus dijaga serta diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari demi kemaslahatan umat dan bangsa.
BERITA10/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Minahasa Terbitkan SK UPZ TPQ Roudhotul Jannah, Perkuat Gerakan Zakat Berbasis Pendidikan
Minahasa – Komitmen memperluas jangkauan pengelolaan zakat yang profesional terus diperkuat oleh BAZNAS Kabupaten Minahasa. Salah satunya melalui penerbitan Surat Keputusan (SK) Unit Pengumpul Zakat (UPZ) bagi Taman Pendidikan Qur’an (TPQ) Roudhotul Jannah, sebagai bagian dari upaya memperluas jaringan penghimpunan zakat di lingkungan pendidikan keagamaan.
Penerbitan SK ini menjadi langkah strategis dalam membangun tata kelola zakat yang lebih terstruktur, transparan, dan akuntabel, sekaligus mendorong partisipasi masyarakat dalam menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi negara.
Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Minahasa, Sahlan Kokalo, menjelaskan bahwa pembentukan UPZ di lingkungan lembaga pendidikan seperti TPQ memiliki peran penting dalam memperluas literasi zakat sekaligus menanamkan nilai kepedulian sosial sejak dini.
“Penerbitan SK UPZ ini bukan sekadar penguatan kelembagaan, tetapi juga bagian dari ikhtiar besar untuk menghadirkan pengelolaan zakat yang lebih tertib, transparan, dan berdampak bagi masyarakat. Melalui UPZ TPQ Roudhotul Jannah, kami berharap kesadaran berzakat dapat tumbuh dari lingkungan pendidikan dan keluarga,” ujar Sahlan.
Menurutnya, UPZ merupakan garda terdepan dalam menghimpun zakat, infak, dan sedekah di tengah masyarakat. Dengan jaringan yang semakin luas hingga ke masjid, instansi, dan lembaga pendidikan, potensi zakat dapat dikelola secara lebih optimal untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.
Lebih lanjut Sahlan menegaskan bahwa setiap UPZ yang telah ditetapkan akan berada dalam pembinaan BAZNAS agar pengelolaan zakat berjalan sesuai prinsip syariah, transparansi, dan akuntabilitas sebagaimana amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat.
“Setiap dana zakat yang dihimpun merupakan amanah umat. Karena itu, pengelolaannya harus dilakukan secara profesional dan dilaporkan secara berkala agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh para mustahik,” tambahnya.
BAZNAS Minahasa juga terus mendorong terbentuknya UPZ di berbagai sektor masyarakat, mulai dari masjid, lembaga pendidikan, hingga instansi pemerintah. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem zakat yang inklusif sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program sosial, pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi.
Dengan hadirnya UPZ TPQ Roudhotul Jannah, BAZNAS Minahasa optimistis semangat gotong royong dan kepedulian sosial di tengah masyarakat akan semakin tumbuh, menjadikan zakat sebagai kekuatan nyata dalam menghadirkan keberkahan dan kesejahteraan bagi umat.
BERITA10/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Baznas Ngawi Salurkan Bantuan untuk 56 Guru Honorer dan Santuni Anak Yatim di Kecamatan Pitu
Ngawi – Suasana Ramadan di Kecamatan Pitu, Kabupaten Ngawi, terasa semakin hangat dan penuh keberkahan. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Ngawi bersama Koordinator Wilayah (Korwil) Pendidikan Kecamatan Pitu menyalurkan bantuan kepada puluhan guru honorer agama Islam (Latker), Selasa (10/3/2026).
Sebanyak 56 guru agama Islam menerima honor sekaligus bingkisan Ramadan dalam kegiatan yang dikemas hangat melalui buka puasa bersama, santunan anak yatim, dan lomba tilawatil Qur’an tingkat kecamatan.
Kegiatan ini menjadi momentum silaturahmi sekaligus bentuk kepedulian kepada para pendidik yang selama ini mengabdi di sekolah-sekolah wilayah Pitu, termasuk di daerah yang relatif terpencil.
Kepala Korwil Pendidikan Kecamatan Pitu, Tri Asmoro, mengatakan bahwa pemberian bingkisan untuk anak yatim dan bantuan bagi guru honorer Latker merupakan program rutin tahunan Korwil Pitu setiap Ramadan.
Menurutnya, bantuan tersebut diharapkan dapat membantu para guru honorer yang hingga kini belum diangkat sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
“Program ini merupakan inisiatif kami untuk membantu guru-guru honorer di lingkup Korwil Pitu. Semoga bantuan ini dapat sedikit meringankan beban mereka, apalagi menjelang Hari Raya Idulfitri,” ujar Tri Asmoro.
Sementara itu, Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Ngawi, Hamdani, menegaskan bahwa bantuan kepada guru Latker merupakan bagian dari program Ngawi Cerdas, yakni program pendayagunaan zakat yang fokus pada penguatan sektor pendidikan.
Menurutnya, zakat yang dihimpun BAZNAS tidak hanya disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan secara ekonomi, tetapi juga diarahkan untuk mendukung dunia pendidikan, khususnya bagi guru honorer dan siswa.
“Bantuan untuk guru Latker ini merupakan bagian dari program Ngawi Cerdas yang didistribusikan kepada masyarakat, terutama para siswa dan guru honorer. Kami berharap para pendidik tetap semangat mengajar dan mengabdi, terutama di daerah-daerah yang membutuhkan seperti Kecamatan Pitu,” kata Hamdani.
Ia juga mengingatkan bahwa profesi guru memiliki kemuliaan tersendiri karena berperan menebarkan ilmu dan membentuk generasi masa depan.
“Guru harus tetap semangat mengajar dan mengabdi. Mengajar itu menyalurkan ilmu. Insya Allah orang yang mengajar akan dicukupi oleh Allah,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, BAZNAS Ngawi berharap semangat berbagi di bulan Ramadan tidak hanya menghadirkan kebahagiaan bagi penerima manfaat, tetapi juga menjadi penguat peran zakat dalam mendukung pendidikan, kepedulian sosial, serta kesejahteraan para guru yang selama ini menjadi pilar penting dalam mencerdaskan bangsa.
BERITA10/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Toleransi Lintas Iman di Tondano: Jemaat Advent Serahkan Takjil dan Buka Puasa Bersama di Masjid Al Hikmah
TONDANO, 9 Maret 2026 — Nilai toleransi dan persaudaraan lintas iman kembali terlihat indah di Kota Tondano, Kabupaten Minahasa. Jemaat dari Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMAHK) Jemaat Pioneer Tondano menyerahkan paket takjil kepada pengurus Masjid Al Hikmah Sumalangka Tondano untuk dibagikan kepada jamaah yang hadir berbuka puasa.
Kegiatan yang berlangsung pada Senin (9/3/2026) ini menjadi momentum kebersamaan yang sarat pesan kemanusiaan. Paket takjil tersebut diterima oleh pengurus masjid untuk kemudian dibagikan kepada para jamaah yang hadir menjelang waktu berbuka puasa.
Tidak hanya menyerahkan bantuan takjil, jemaat GMAHK Pioneer Tondano juga turut menghadiri dan merasakan suasana kebersamaan dalam buka puasa bersama dengan jamaah masjid.
Ketua BTM Masjid Al Hikmah Sumalangka, Aiptu Andi Basri, S.Pd, menyampaikan apresiasi atas kepedulian yang ditunjukkan oleh Jemaat Pioneer Tondano.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi wujud nyata kerukunan antar umat beragama yang selama ini terjaga dengan baik di Tondano.
“Kami sangat mengapresiasi kepedulian saudara-saudara dari Jemaat Pioneer Tondano. Paket takjil ini akan dibagikan kepada jamaah yang hadir untuk berbuka puasa. Kebersamaan ini menjadi simbol indah bahwa perbedaan agama tidak menghalangi kita untuk saling menghormati dan berbagi,” ujar Aiptu Andi Basri.
Sementara itu, pendeta GMAHK, Nixen Tumarar, M.Th., menyampaikan bahwa kegiatan berbagi tersebut merupakan bagian dari nilai kasih dan kepedulian kepada sesama yang diajarkan dalam kehidupan beragama.
“Kami percaya bahwa nilai kemanusiaan adalah jembatan yang menyatukan semua orang. Melalui kegiatan berbagi takjil dan kebersamaan dalam buka puasa ini, kami ingin menunjukkan bahwa persaudaraan lintas iman dapat terus terpelihara dalam kehidupan masyarakat,” ungkap Pdt. Nixen Tumarar.
Masyarakat yang hadir pun menyambut baik kegiatan tersebut. Kebersamaan yang tercipta dalam suasana Ramadan ini menunjukkan bahwa kehidupan masyarakat di Minahasa tetap menjunjung tinggi nilai toleransi dan saling menghormati.
Kegiatan ini menjadi contoh nyata bahwa kerukunan antar umat beragama dapat terus dirawat melalui tindakan sederhana yang dilandasi semangat persaudaraan dan kepedulian sosial.
BERITA10/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Demak Gulirkan Z-Mart untuk UMKM, Bupati Eisti’anah: Salurkan ZIS Lewat BAZNAS!
Demak – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Demak kembali menggerakkan ekonomi umat melalui program pemberdayaan UMKM. Kali ini, BAZNAS menggulirkan bantuan Z-Mart kepada puluhan pelaku usaha kecil di Kecamatan Sayung, Senin (9/3/2026).
Program ini sekaligus dirangkaikan dengan sosialisasi optimalisasi penghimpunan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) kepada para kepala desa dan perangkat desa di wilayah tersebut.
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Demak Eisti'anah, jajaran Forkompimcam Sayung, para kepala desa, serta puluhan pelaku UMKM yang menjadi penerima manfaat.
Sebanyak 28 pelaku UMKM menerima bantuan program Z-Mart. Camat Sayung Sukarman menyampaikan rasa syukur atas perhatian pemerintah terhadap pelaku usaha kecil di wilayahnya.
“Semoga bantuan ini mampu menumbuhkan semangat para pelaku UMKM agar bangkit, berkembang, dan meningkatkan usahanya masing-masing,” kata Sukarman dalam sambutannya.
Ia juga menyebutkan, saat ini baru 14 dari 20 desa di Kecamatan Sayung yang terdaftar dalam program tersebut. Namun pihaknya optimistis desa-desa lainnya akan segera menyusul.
Ketua Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Demak Bambang Soesetiarto menjelaskan, Z-Mart merupakan program pemberdayaan ekonomi berbasis zakat yang menyasar kios atau toko milik warga di desa.
Setiap penerima manfaat mendapatkan bantuan senilai Rp5 juta, terdiri dari Rp3,5 juta modal usaha tunai dan Rp1,5 juta untuk branding toko agar lebih menarik dan profesional.
“Program ini merupakan lanjutan dari tahun 2025 dan saat ini sudah menjangkau 11 kecamatan di Demak. Kehadiran Ibu Bupati secara langsung menunjukkan perhatian besar terhadap penguatan UMKM,” ujar Bambang.
Ia menambahkan, jika penghimpunan ZIS di Demak semakin optimal, maka jumlah penerima manfaat akan terus ditambah di setiap desa.
Dalam kesempatan tersebut Bambang juga menyampaikan pesan inspiratif kepada para peserta kegiatan.
“Jadilah orang baik, jangan sekadar menjadi orang yang terlihat baik,” pesannya.
Sementara itu, Bupati Eisti'anah menegaskan bahwa Badan Amil Zakat Nasional merupakan mitra strategis pemerintah daerah dalam membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di luar skema APBD.
Menurutnya, program Z-Mart menjadi pelengkap berbagai program sosial Pemkab Demak, seperti pasar murah dan subsidi sembako bagi masyarakat.
“Instruksi saya jelas kepada ASN dan masyarakat, salurkanlah ZIS melalui BAZNAS Demak. Akuntabilitas dan transparansinya dapat dipertanggungjawabkan, dan peruntukannya sangat jelas untuk masyarakat Demak yang membutuhkan,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa zakat bukan sekadar kewajiban spiritual, tetapi juga instrumen sosial untuk membantu sesama.
“Di sebagian harta kita, ada hak orang lain yang harus kita tunaikan,” pungkas Bupati.
Melalui program Z-Mart ini, BAZNAS Demak berharap semakin banyak pelaku UMKM desa yang naik kelas, mandiri secara ekonomi, sekaligus menjadi contoh bahwa zakat dapat menjadi motor penggerak ekonomi umat dari desa
BERITA09/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Safari Ramadan Rohil: BAZNAS Salurkan Bantuan Renovasi Musholla hingga 200 Sarung untuk Mustahik
Rokan Hilir – Momentum Ramadan dimanfaatkan untuk memperkuat syiar Islam dan kepedulian sosial. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Rokan Hilir menyalurkan bantuan renovasi musholla, rumah suluk, serta 200 helai kain sarung kepada para mustahik dalam kegiatan Safari Ramadan Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir di Kecamatan Rimba Melintang, Senin (9/3/2026).
Kegiatan yang dipusatkan di Masjid Darussalam Kepenghuluan Teluk Pulau Hulu itu dihadiri Bupati Rokan Hilir H. Bistamam, jajaran pemerintah daerah, tokoh agama, serta masyarakat setempat.
Dalam kesempatan tersebut, BAZNAS Rokan Hilir menyerahkan bantuan untuk sejumlah sarana ibadah, yakni Musholla Al Amin di Jalan Pematang Mas, Musholla Muslimin di Jalan Lintas BAA, Madrasah/Rumah Suluk Syekh M. Daud Muddawar, serta Rumah Suluk Jama’atu Darussalam di Teluk Pulau Hulu.
Ketua BAZNAS Kabupaten Rokan Hilir, H. Jefrizal, SHI, MM mengatakan, bantuan ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS dalam menyalurkan zakat secara produktif dan berdampak bagi kehidupan keagamaan masyarakat.
“Melalui zakat yang dihimpun dari para muzakki, BAZNAS berupaya menghadirkan program yang langsung dirasakan masyarakat, termasuk renovasi musholla, rumah suluk, serta bantuan sarung bagi para mustahik,” kata Jefrizal.
Menurutnya, sarana ibadah yang layak akan menjadi pusat pembinaan spiritual masyarakat, terutama di bulan Ramadan yang penuh keberkahan.
Sementara itu, Bupati Rokan Hilir H. Bistamam menyampaikan apresiasi kepada BAZNAS yang terus aktif mendukung program keagamaan dan sosial di tengah masyarakat.
Ia menilai kehadiran BAZNAS sangat membantu pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan umat melalui pengelolaan zakat yang profesional, transparan, dan tepat sasaran.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS Rokan Hilir yang terus membantu masyarakat. Semoga zakat yang dihimpun memberikan manfaat besar bagi masyarakat serta menjadi amal jariyah bagi para muzakki,” ujar Bistamam.
Kegiatan Safari Ramadan ini berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Selain menjadi ajang penyaluran bantuan, kegiatan tersebut juga menjadi momentum mempererat silaturahmi antara pemerintah daerah, tokoh agama, dan masyarakat.
Di bulan suci Ramadan, zakat tidak hanya menjadi kewajiban ibadah, tetapi juga kekuatan sosial yang mampu menggerakkan kepedulian, memperbaiki fasilitas ibadah, serta menghadirkan harapan bagi masyarakat yang membutuhkan.
BERITA09/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Hadirkan “Pesantren 1000 Cahaya Ramadan”, Tebarkan Harapan bagi Penyandang Disabilitas
BOGOR — Ramadan menjadi momentum menebar cahaya kepedulian bagi semua kalangan, termasuk penyandang disabilitas. Melalui program “Pesantren 1000 Cahaya Ramadan”, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menghadirkan kegiatan dakwah dan pemberdayaan bagi anak-anak disabilitas di Kota Bogor.
Program yang dilaksanakan bersama mahasiswa **Beasiswa Cendekia BAZNAS (BCB) dari Institut Pertanian Bogor ini berlangsung di Yayasan Penyandang Disabilitas Kota Bogor pada Sabtu (7/3/2026).
Sebanyak 45 anak penyandang disabilitas mengikuti kegiatan tersebut dengan penuh antusias. Berbagai aktivitas edukatif dan spiritual digelar, salah satunya sesi kreatif mewarnai sketsa bendera Palestina yang bertujuan menanamkan nilai solidaritas kemanusiaan sejak dini kepada anak-anak istimewa tersebut.
Kepala Divisi Pendidikan dan Dakwah BAZNAS RI, Farid Septian, menjelaskan bahwa program Pesantren 1000 Cahaya Ramadan merupakan gerakan serentak yang digerakkan oleh mahasiswa BCB di berbagai wilayah.
Menurutnya, kegiatan tersebut digelar di 233 titik yang tersebar di 30 provinsi di Indonesia serta 10 negara, termasuk menjangkau pengungsi Palestina di kawasan Timur Tengah.
“Pesantren 1000 Cahaya Ramadan dirancang untuk menginspirasi dan memberikan pengajaran keislaman bagi kelompok difabel dan marginal yang selama ini mungkin belum tersentuh pendidikan agama yang memadai. Ini bukti nyata bahwa zakat bersifat inklusif dan hadir menjadi cahaya bagi semua kalangan,” ujar Farid.
Komitmen yang sama juga ditegaskan Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, yang menilai program ini menjadi bagian dari upaya BAZNAS dalam menghadirkan akses pendidikan dan pembinaan spiritual bagi kelompok rentan.
“Melalui program ini, kita tidak hanya memberikan pendampingan materi, tetapi juga menumbuhkan literasi dan spiritualitas bagi mereka yang memiliki keterbatasan akses terhadap fasilitas pendidikan yang layak,” ujar Saidah dalam keterangan tertulisnya.
Apresiasi juga datang dari pihak akademisi. Kepala Unit Wakaf dan Dana Sosial IPB University, Alla Asmara, menilai kegiatan tersebut menjadi sarana penting dalam menumbuhkan empati sosial di kalangan mahasiswa.
“Kegiatan yang dilakukan mahasiswa BCB menunjukkan empati yang luar biasa. Ini bukan sekadar kegiatan sosial, tetapi juga proses pembelajaran untuk menumbuhkan kepedulian terhadap kelompok yang membutuhkan perhatian lebih,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Cabang Kota Bogor, Taufik, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas perhatian BAZNAS kepada komunitas disabilitas.
Ia mengungkapkan bahwa selama ini komunitas penyandang disabilitas masih menghadapi berbagai keterbatasan, termasuk dalam hal fasilitas dan pembiayaan pelatihan bagi guru berkebutuhan khusus.
“Kami berterima kasih kepada BAZNAS atas program ini. Kami masih berjuang secara mandiri untuk operasional dan pelatihan guru. Kami ingin menunjukkan bahwa penyandang disabilitas juga bisa berdaya jika diberi kesempatan yang setara,” ujarnya.
Manfaat kegiatan tersebut juga dirasakan langsung oleh para orang tua peserta. Salah satunya Siti Salimah, ibu dari Nabilah, penyandang autisme, yang mengaku sangat terbantu dengan adanya kegiatan tersebut.
Menurutnya, anak-anak disabilitas yang telah menyelesaikan pendidikan formal sering kali kekurangan wadah untuk beraktivitas dan mengembangkan potensi.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur BAZNAS hadir di sini. Anak-anak kami merasa diperhatikan dan memiliki ruang untuk belajar serta berkegiatan. Semoga program seperti ini terus berlanjut,” ungkapnya.
Melalui program Pesantren 1000 Cahaya Ramadan, BAZNAS berharap zakat tidak hanya menjadi instrumen bantuan sosial, tetapi juga menjadi sarana pemberdayaan yang mampu menghadirkan harapan, semangat, dan masa depan yang lebih inklusif bagi kelompok disabilitas di Indonesia.
BERITA09/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Minahasa.
Lihat Daftar Rekening →