WhatsApp Icon
10 Mahasiswa Pergunu Sulut Melanjutkan Studi ke UAC, Tiba di Surabaya Disambut Ketua FMS Mojokerto

MOJOKERTO — Semangat meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan tinggi terus tumbuh di Sulawesi Utara. Sebanyak 10 mahasiswa penerima Beasiswa Pergunu Sulawesi Utara Tahun 2026 kini bersiap melanjutkan pendidikan jenjang S1 dan S2 di Universitas KH Abdul Chalim (UAC), Mojokerto, Jawa Timur.

Kesepuluh mahasiswa tersebut diberangkatkan setelah secara resmi dilepas oleh Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sulawesi Utara), Dr. Drs. KH. Ulyas Taha, M.Pd., di Kantor PWNU Sulawesi Utara, Manado, Selasa (6/10/2026).

Prosesi pelepasan turut dihadiri jajaran PWNU Sulut, pengurus PW Pergunu Sulut, serta para Ketua PC Pergunu Kabupaten/Kota.

Ketua PW Pergunu Sulawesi Utara, Ahmad Sholeh, mengatakan jumlah penerima beasiswa tahun ini mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

"Jumlahnya tahun ini ada 10 orang. Kalau tahun lalu hanya 4 orang, sekarang naik menjadi 10 orang, artinya ada lonjakan lebih dari 100 persen," ujar Ahmad Sholeh.

Dari 10 penerima beasiswa tersebut, 8 mahasiswa menempuh jenjang S1 dan 2 mahasiswa jenjang S2.

Setelah menempuh perjalanan dari Manado, rombongan mahasiswa tersebut tiba di Surabaya, Jawa Timur, pada hari yang sama.

Kedatangan mereka mendapat sambutan dari Forum Mahasiswa Sulawesi Utara (FMS) Mojokerto. Ketua FMS Mojokerto, Jihan Nabillah Kokalo, turut menjemput langsung para mahasiswa penerima beasiswa tersebut untuk selanjutnya mendampingi perjalanan mereka menuju Mojokerto.

Jihan mengatakan kehadiran mahasiswa asal Sulawesi Utara di Jawa Timur bukan sekadar perjalanan untuk menempuh pendidikan, tetapi juga menjadi bagian dari proses membangun generasi muda yang nantinya diharapkan dapat memberikan manfaat bagi daerah.

"Kami tentu senang bisa menyambut teman-teman dari Sulawesi Utara. Mereka datang membawa harapan besar untuk melanjutkan pendidikan. Kami dari FMS Mojokerto siap membantu mereka beradaptasi dengan lingkungan baru, baik dalam kehidupan kampus maupun selama berada di Mojokerto," ujar Jihan.

Menurutnya, keberadaan mahasiswa Sulawesi Utara di Jawa Timur juga menjadi kesempatan untuk memperkuat silaturahmi antarmahasiswa asal daerah tersebut.

Program beasiswa tersebut juga disertai tanggung jawab akademik. Pergunu Sulut menargetkan mahasiswa penerima beasiswa dapat menyelesaikan pendidikan sesuai masa studi yang telah ditetapkan.

Untuk jenjang S1, mahasiswa ditargetkan menyelesaikan studi dalam waktu empat tahun, sedangkan jenjang S2 ditargetkan selesai dalam dua tahun.

Ahmad Sholeh menegaskan adanya konsekuensi bagi penerima beasiswa yang tidak mampu menyelesaikan studi sesuai target.

"Semoga mereka bisa menyelesaikan studi tepat waktu, 4 tahun untuk S1 dan 2 tahun untuk S2. Tidak boleh lewat. Kalau sampai lewat dari target tersebut, konsekuensinya harus membayar biaya sendiri," tegasnya.

Keberangkatan 10 mahasiswa tersebut menjadi gambaran bahwa akses terhadap pendidikan tinggi terus menjadi salah satu jalan penting dalam menyiapkan generasi muda yang berkualitas.

Bagi Sulawesi Utara, keberadaan mahasiswa yang menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi di luar daerah juga diharapkan dapat memperluas wawasan, pengalaman, jaringan, serta kapasitas mereka sebelum kembali memberikan kontribusi di tengah masyarakat.

BAZNAS Kabupaten Minahasa memandang ikhtiar peningkatan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia sebagai bagian penting dari pembangunan masyarakat. Pendidikan bukan hanya tentang memperoleh gelar akademik, tetapi juga tentang mempersiapkan generasi yang memiliki kompetensi, karakter, kepedulian sosial, dan kemauan untuk kembali memberi manfaat bagi lingkungan.

07/10/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa
Tiga Putranya Gugur di Gaza, Ulama Palestina Datangi BAZNAS: “Saya Tetap Mengucapkan Alhamdulillahi Rabbil ‘Alamin”

JAKARTA, — Suasana haru terasa saat Prof. Dr. Maher Hamed Mohamed Al-Houli, ulama sekaligus akademisi asal Gaza, Palestina, berbicara di hadapan jajaran Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI di Jakarta, Rabu (30/9/2026).

Maher datang bersama pengurus Yayasan Persahabatan dan Studi Peradaban (YPSP). Kedatangannya menjadi kesempatan untuk menyampaikan secara langsung kondisi masyarakat Gaza yang hingga kini masih menghadapi situasi kemanusiaan yang berat, meski telah ada gencatan senjata.

Namun, yang disampaikan Maher bukan hanya cerita tentang kondisi masyarakat Gaza. Ia juga membawa kisah kehilangan dari keluarganya sendiri.

Tiga putranya, cucu, dua saudara laki-laki, serta puluhan kerabatnya disebut telah gugur akibat serangan bom di Gaza.

“Saya hadir di hadapan Anda sekalian sebagai gambaran kecil dari penderitaan rakyat Gaza, di mana tiga putra saya, cucu saya, dua saudara laki-laki, beserta puluhan kerabat telah gugur syahid akibat serangan bom,” kata Maher.

Kehilangan tiga anak tentu menjadi duka yang tidak mudah bagi seorang ayah. Terlebih, Maher menyebut ketiga putranya merupakan pahlawan penghafal Al-Qur'an.

Namun di tengah kesedihan tersebut, Maher berusaha tetap menunjukkan keteguhan hati. Ia mengatakan bahwa dirinya tetap mengucapkan syukur kepada Allah SWT.

“Tiga putra saya, saudara-saudara saya, dan kerabat saya telah syahid, namun demikian di hadapan kondisi ini saya tetap mengucapkan Alhamdulillahi rabbil 'alamin,” ujarnya.

Bagi Maher, kehilangan anggota keluarga merupakan penderitaan yang sangat berat. Tetapi ketika berbicara mengenai kondisi masyarakat Gaza secara keseluruhan, ia mengaku masih sulit menahan air mata.

Menurutnya, persoalan yang dihadapi masyarakat Palestina saat ini sudah berada pada kondisi yang sangat krisis. Tidak hanya persoalan keamanan di Al-Quds dan Masjid Al-Aqsa, warga Gaza juga masih berhadapan dengan kebutuhan dasar yang mendesak.

Salah satunya adalah kebutuhan untuk menangani dan memakamkan jenazah para korban yang terus ditemukan dan dievakuasi.

Maher menyebut masyarakat Gaza bahkan membutuhkan bantuan biaya dan material untuk dapat memakamkan jasad puluhan hingga ratusan syuhada yang dievakuasi setiap harinya.

Kondisi tersebut menjadi salah satu gambaran nyata bahwa persoalan kemanusiaan di Gaza belum selesai meskipun telah ada gencatan senjata.

Ancaman musim dingin juga menjadi perhatian. Masyarakat yang kehilangan rumah dan berbagai fasilitas kehidupan membutuhkan bantuan untuk menghadapi kondisi yang semakin berat.

Karena itu, kedatangan Maher ke BAZNAS RI menjadi kesempatan untuk menyampaikan secara langsung apa yang terjadi di Gaza sekaligus kebutuhan masyarakat di sana.

Ia tidak datang membawa cerita dari jauh. Ia datang sebagai seseorang yang keluarganya sendiri ikut menjadi korban.

Dalam pertemuan itu, Maher juga menyampaikan pesan mengenai keluarga para syuhada di Gaza.

“Sebagaimana disebutkan bahwa ini adalah pertemuan dengan keluarga para syuhada, maka saya juga akan menyampaikan perkataan ini kepada keluarga para syuhada di Gaza, insya Allah Rabbil 'Alamin, bahwa para syuhada selalu hadir di dalam hati Dr. Sodik Mudjahid, hadir di pikirannya, hadir di tengah rekan-rekannya, dan hadir di BAZNAS, insya Allah Rabbil 'Alamin,” tuturnya.

BAZNAS Terima Kesaksian Langsung dari Gaza

Sementara itu, Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc. mengatakan, pihaknya menyambut kedatangan Prof. Dr. Maher Hamed Mohamed Al-Houli untuk mendengarkan secara langsung kondisi masyarakat Gaza.

Menurut Sodik, kesaksian Maher penting untuk memberikan gambaran mengenai keadaan rakyat Gaza saat ini, termasuk kebutuhan yang harus dipersiapkan untuk menghadapi musim dingin dan Ramadan.

“Hari ini kami kedatangan akademisi langsung dari Gaza, Prof. Dr. Maher Hamed Mohamed Al-Houli yang tiga putranya serta kerabatnya telah wafat syahid akibat bom, untuk menceritakan secara langsung keadaan rakyat Gaza saat ini beserta kebutuhan mereka menghadapi masa depan,” kata Sodik.

Pertemuan tersebut sekaligus menjadi ruang bagi BAZNAS untuk mendengarkan langsung kebutuhan masyarakat Palestina dari seseorang yang mengalami sendiri dampak konflik tersebut.

Bagi masyarakat Gaza, persoalan yang dihadapi bukan hanya tentang kehilangan tempat tinggal atau kerusakan fasilitas. Ada keluarga yang kehilangan anak, orang tua yang kehilangan anaknya, dan saudara yang tidak lagi dapat berkumpul seperti sebelumnya.

Kesaksian Prof. Maher menjadi pengingat bahwa di balik berbagai angka mengenai korban dan kerusakan akibat konflik, terdapat manusia dan keluarga yang harus menjalani kehidupan dengan kehilangan yang sangat besar.

Dari Gaza, Maher membawa cerita tentang keluarganya dan masyarakat yang masih bertahan di tengah krisis.

Di Jakarta, cerita itu disampaikan kepada BAZNAS sebagai bagian dari upaya menjaga perhatian dan kepedulian terhadap penderitaan masyarakat Palestina.

Di tengah situasi yang belum sepenuhnya pulih, pesan yang dibawa Maher sederhana tetapi kuat: masyarakat Gaza masih membutuhkan perhatian, bantuan dan solidaritas kemanusiaan.

01/10/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS RI Bahas Kerja Sama Bantuan Kemanusiaan Palestina dengan YPSP

JAKARTA, — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Yayasan Persahabatan dan Studi Peradaban (YPSP) membahas rencana kerja sama untuk memperkuat penyaluran bantuan kemanusiaan bagi masyarakat Palestina, khususnya warga di Gaza.

Pembahasan tersebut berlangsung dalam agenda audiensi di Kantor BAZNAS RI, Jakarta, Rabu (30/9/2026).

Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc. menyambut baik rencana kerja sama tersebut. Menurutnya, YPSP diharapkan dapat menjadi salah satu mitra tambahan BAZNAS dalam memperluas jangkauan penyaluran bantuan ke Palestina.

"Insyaallah kita akan bekerja sama dengan yayasan sebagai tambahan mitra BAZNAS dalam penyaluran bantuan ke Palestina, wabilkhusus untuk Gaza," jelas Sodik Mudjahid.

Kerja sama yang sedang disiapkan itu mencakup beberapa bentuk bantuan, mulai dari pangan, fasilitas air bersih hingga kebutuhan masyarakat untuk menghadapi musim dingin. Selain itu, turut dibahas rencana pengiriman imam-imam asal Palestina ke sejumlah daerah di Indonesia.

Sodik mengatakan, perhatian dan dukungan terhadap masyarakat Palestina tetap diperlukan karena kondisi di Gaza belum sepenuhnya pulih. Ia juga menyoroti adanya penurunan aliran bantuan kemanusiaan belakangan ini.

Menurutnya, salah satu penyebabnya adalah anggapan sebagian masyarakat bahwa kondisi Gaza sudah aman setelah adanya perkembangan terkait gencatan senjata. Padahal, kebutuhan masyarakat di wilayah tersebut masih cukup besar.

Dalam kesempatan itu, Sodik juga menjelaskan bahwa dukungan Indonesia terhadap Palestina memiliki landasan yang kuat, baik dari sisi kebangsaan maupun keagamaan.

"Jadi ada dua motivasi, satu motivasi kebangsaan Indonesia sesuai dengan konstitusi dan kebijakan Presiden, dan motivasi kedua adalah amanah Al-Qur'an dan Sunnah dari Allah dan Rasul," tegas Sodik.

Sementara itu, Ketua YPSP Dr. Ahed Abul Atha menyampaikan kesiapan pihaknya untuk mendukung penyaluran bantuan yang nantinya dipercayakan kepada YPSP.

Menurut Ahed, YPSP memiliki tim yang bekerja langsung di sejumlah permukiman di Gaza. Keberadaan tim tersebut diharapkan dapat membantu proses distribusi bantuan agar dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan.

"Alhamdulillah YPSP siap untuk menyalurkan bantuan-bantuan kemanusiaan langsung di Gaza, karena kami memiliki tim yang memang bekerja langsung di permukiman Gaza," katanya.

Kerja sama yang dibahas BAZNAS RI dan YPSP ini menjadi bagian dari upaya memperluas jaringan kemitraan dalam penyaluran bantuan kemanusiaan Palestina. Dengan adanya mitra yang memiliki tim di lapangan, penyaluran bantuan diharapkan dapat dilakukan secara lebih terarah sesuai kebutuhan masyarakat.

Audiensi tersebut turut dihadiri Ketua Bidang Fatwa Asosiasi Ulama Palestina Prof. Dr. Maher Hamed Mohamed Al-Houli, Sekretaris Utama BAZNAS RI Dr. H. Subhan Cholid, Lc., M.A., Deputi II Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS RI Dr. K.H. M. Imdadun Rahmat, M.Si., serta Kepala Divisi Kebencanaan BAZNAS RI Dian Aditya Mandana Putri.

Pembahasan antara BAZNAS RI dan YPSP diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat kolaborasi kemanusiaan, sehingga bantuan dari masyarakat Indonesia dapat terus disalurkan kepada warga Palestina yang masih membutuhkan dukungan.

01/10/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS RI dan ICMI Jajaki Kolaborasi Inovasi Lingkungan hingga Riset Zakat

JAKARTA, BAZNAS MINAHASA — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI dan Ikatan Cendekiawan Muslim Se-Indonesia (ICMI) menjajaki kerja sama strategis dalam berbagai bidang, mulai dari inovasi lingkungan, pemberdayaan ekonomi umat, hingga riset pengelolaan zakat.

Penjajakan kerja sama tersebut dibahas dalam agenda audiensi antara BAZNAS RI dan jajaran pengurus ICMI yang berlangsung di Kantor BAZNAS RI, Jakarta, Selasa (29/9/2026).

Dalam pertemuan tersebut, kedua lembaga membahas sedikitnya 13 program prioritas yang berpotensi dikolaborasikan. Program tersebut mencakup pemanfaatan teknologi penyediaan air bersih dan pengolahan sampah hasil pengembangan para ilmuwan ICMI, pemberdayaan ekonomi umat, riset bersama di bidang zakat, serta berbagai program pemberdayaan masyarakat.

Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc. mengatakan, BAZNAS RI terbuka terhadap berbagai bentuk sinergi yang dapat memberikan dampak langsung bagi masyarakat, khususnya para mustahik.

"Ada 13 program prioritas, mulai dari BAZNAS Siaga Kemiskinan, BAZNAS Tanggap Bencana, Beasiswa Cendikia BAZNAS, Lumbung Pangan BAZNAS, Balai Ternak BAZNAS, hingga Rumah Terang BAZNAS untuk tempat yang belum berlistrik," jelas Sodik.

Menurutnya, berbagai program tersebut memiliki ruang kolaborasi dengan kapasitas keilmuan dan jaringan yang dimiliki ICMI. Sinergi tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat pelaksanaan program, tetapi juga menghadirkan pendekatan berbasis inovasi dan teknologi dalam pemberdayaan masyarakat.

Salah satu peluang kerja sama yang dibahas adalah penerapan teknologi dalam penyediaan air bersih dan pengelolaan sampah. BAZNAS juga membuka peluang kolaborasi dalam memberikan dukungan kepada masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas pengumpulan sampah.

"Kami juga membuka peluang sinergi dalam penggunaan teknologi pengolahan sampah maupun bantuan langsung kepada para pemulung sampah bersama ICMI," ujar Sodik Mudjahid.

Selain bidang lingkungan, pembahasan juga mencakup penguatan ekonomi umat melalui dukungan modal usaha berbasis masjid dan pengembangan program bagi mualaf melalui Mualaf Center yang berada dalam pembinaan ICMI.

Kolaborasi riset mengenai pengelolaan zakat turut menjadi salah satu agenda yang mendapat perhatian. Kerja sama di bidang penelitian diharapkan dapat menghasilkan kajian dan rekomendasi yang mendukung pengembangan tata kelola serta program zakat yang semakin berbasis data dan kebutuhan masyarakat.

Wakil Ketua Umum ICMI Bidang IPTEK, Agromaritim, dan Lingkungan Hidup Mohammad Jafar Hafsah menyambut baik rencana kolaborasi antara ICMI dan BAZNAS RI.

Ia mengatakan, berbagai bidang yang dibahas dalam audiensi tersebut pada dasarnya memiliki keterkaitan dengan program dan kapasitas yang dimiliki ICMI sehingga dapat dikembangkan melalui sinergi antarlembaga.

"Alhamdulillah dengan rencana MoU ini juga berarti hubungan kita dengan BAZNAS dalam bentuk program-program itu akan lebih baik. Dan program-program semuanya yang dikemukakan itu semua ada di ICMI, jadi tinggal kita sinergikan," tuturnya.

Rencana kerja sama tersebut juga diarahkan pada penyusunan nota kesepahaman (MoU) antara BAZNAS RI dan ICMI sebagai landasan pengembangan berbagai program kolaboratif ke depan.

Melalui sinergi tersebut, BAZNAS RI dan ICMI memiliki ruang untuk menghubungkan kekuatan pengelolaan zakat dengan kapasitas keilmuan, teknologi, riset, serta jaringan pemberdayaan masyarakat.

Kerja sama ini sekaligus memperluas peluang agar dana zakat tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan dasar mustahik, tetapi juga dapat diarahkan pada program pemberdayaan yang mendukung kemandirian masyarakat secara berkelanjutan.

Turut hadir dalam agenda tersebut dari BAZNAS RI, Pimpinan Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan BAZNAS RI H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., serta Deputi I Pengumpulan BAZNAS RI H. M. Arifin Purwakananta, S.IKom., M.I.Kom., CWC., CFRM.

Sementara dari jajaran pengurus ICMI hadir Wakil Ketua Umum Bidang Pengembangan Organisasi dan Kerja Sama Antar Lembaga Priyo Budi Santoso, Wakil Ketua Umum Bidang Ekonomi dan Kesejahteraan Umat Teuku Abdullah Sanny, Bendahara Umum Andi Irman, Ketua Panitia Muktamar Ismail Rumadhan, Sekretaris Panitia Muktamar Ina Marlina, serta Bendahara Panitia Muktamar Andi Ida Nursanti.

Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat jejaring kolaborasi antara lembaga zakat nasional dan organisasi cendekiawan Muslim dalam menghadirkan program yang berbasis inovasi, ilmu pengetahuan, pemberdayaan, dan kebutuhan nyata masyarakat.

01/10/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa
Empat Kali Berturut-turut! BAZNAS RI Kembali Raih IHYA 2026

TANGERANG — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional dengan meraih penghargaan Indonesia Halal Industry Awards (IHYA) 2026 kategori Lembaga Pemerintahan yang Memberikan Dukungan Program Halal Terbaik.

Penghargaan yang diberikan oleh Kementerian Perindustrian (Kemenperin) RI tersebut diterima dalam ajang IHYA 2026 yang berlangsung di ICE BSD City, Tangerang, Banten, Kamis (24/9/2026).

Capaian ini sekaligus memperpanjang konsistensi BAZNAS RI dalam ajang IHYA. Sejak 2022, BAZNAS RI tercatat telah empat kali memperoleh penghargaan dalam ajang yang memberikan apresiasi terhadap kontribusi berbagai pihak dalam pengembangan industri halal nasional.

Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., mengatakan penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap komitmen BAZNAS dalam mendukung perkembangan industri halal, khususnya bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

“Alhamdulillah hari ini BAZNAS kembali mendapatkan award untuk lembaga pemerintah yang peduli terhadap industri halal. Berturut-turut bahkan sudah empat kali,” ujar Sodik Mudjahid.

Di balik penghargaan tersebut terdapat program pemberdayaan yang menyasar langsung pelaku UMKM di berbagai daerah.

Sepanjang periode 2022 hingga 2026, BAZNAS RI menyebut telah memfasilitasi lebih dari 7.000 sertifikat halal bagi UMKM melalui kolaborasi dengan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), 10 Lembaga Pemeriksa Halal (LPH), serta 24 Lembaga Pendamping Proses Produk Halal (LP3H).

Dukungan BAZNAS juga diarahkan pada penguatan sumber daya manusia dalam ekosistem halal. Dalam periode tersebut, BAZNAS turut mencetak 750 pendamping halal, 166 juru sembelih halal, dan 89 penyelia halal.

Langkah ini memperlihatkan bahwa penguatan industri halal tidak hanya dilakukan melalui sertifikasi produk, tetapi juga melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia yang mendampingi pelaku usaha.

Rekam Jejak Penghargaan IHYA

Penghargaan IHYA 2026 melanjutkan sejumlah capaian BAZNAS RI pada tahun-tahun sebelumnya.

Pada 2022, BAZNAS RI meraih Best Financial Support. Kemudian pada 2024, BAZNAS kembali memperoleh penghargaan Best Halal Financial Support, disusul penghargaan Instansi Pemerintah Terbaik pada 2025.

Tahun ini, BAZNAS RI kembali mendapatkan penghargaan dalam kategori Lembaga Pemerintahan yang Memberikan Dukungan Program Halal Terbaik.

Menurut Sodik, capaian tersebut tidak terlepas dari kerja para amil dan relawan BAZNAS yang terlibat dalam pembinaan UMKM di berbagai daerah.

“Terima kasih kepada para amil dan relawan yang selalu membina UMKM BAZNAS. Maju terus UMKM halal di bawah binaan BAZNAS,” katanya.

Penguatan UMKM halal menjadi salah satu bagian dari upaya BAZNAS dalam mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat. Melalui pendampingan dan fasilitasi usaha, mustahik tidak hanya mendapatkan bantuan, tetapi juga didorong untuk memiliki usaha yang lebih kuat dan berkelanjutan.

Bagi BAZNAS Kabupaten Minahasa, capaian tersebut menjadi inspirasi bahwa pengelolaan zakat dapat dikembangkan tidak hanya dalam bentuk bantuan konsumtif, tetapi juga melalui pemberdayaan ekonomi, peningkatan kapasitas usaha, dan penguatan kemandirian masyarakat.

Penghargaan IHYA 2026 sekaligus memperkuat pesan bahwa kolaborasi antara lembaga zakat, pemerintah, pelaku usaha, dan ekosistem halal dapat membuka semakin banyak peluang bagi UMKM untuk tumbuh dan naik kelas.

Empat kali meraih penghargaan IHYA bukan sekadar catatan prestasi, tetapi menjadi bagian dari perjalanan BAZNAS RI dalam memperluas manfaat zakat melalui pemberdayaan ekonomi dan penguatan ekosistem halal nasional.

25/09/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa

Berita Terbaru

Ketua BTM Ajak Jamaah Tunaikan Zakat Lewat UPZ, Masjid Al Hijrah Tondano Resmi Kantongi SK dari Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Minahasa
Ketua BTM Ajak Jamaah Tunaikan Zakat Lewat UPZ, Masjid Al Hijrah Tondano Resmi Kantongi SK dari Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Minahasa
Tondano — Semangat kebangkitan zakat di wilayah keimaman Masjid Al Hijrah Tondano kian terasa. Melalui media sosial resmi Masjid Al Hijrah Tondano di Facebook, Ketua BTM (Badan Takmir Masjid) mengajak seluruh jamaah yang telah memenuhi syarat wajib zakat untuk menunaikan kewajibannya melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Masjid Al Hijrah Sabtu, 28/2/2026. Ajakan ini bukan sekadar pengumuman, melainkan gerakan edukasi dan dakwah yang menyentuh kesadaran umat. Terlebih, UPZ Masjid Al Hijrah kini telah resmi mengantongi Surat Keputusan (SK) dari Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Minahasa, menandakan legalitas dan keabsahan dalam pengelolaan zakat sesuai regulasi. Dalam unggahan tersebut, Ketua BTM Al Hijrah Rinegetan Ibrahim Hamid mengingatkan firman Allah SWT dalam Surah At-Taubah ayat 103: artinya : Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Keseriusan ini tidak berhenti pada imbauan. Panitia UPZ Masjid Al Hijrah Rinegetan telah bergerak cepat dengan menyiapkan dan mencetak amplop resmi UPZ yang akan didistribusikan kepada para muzaki di wilayah keimaman. Langkah ini menjadi simbol kesiapan sistematis dan profesional dalam menghimpun zakat umat. Koordinasi intens dilakukan bersama keimaman masjid serta Ketua UPZ, memastikan setiap proses berjalan tertib, transparan, dan sesuai syariat. Media sosial pun dimanfaatkan sebagai sarana dakwah modern — menghadirkan edukasi zakat secara terbuka, informatif, dan mengajak partisipasi aktif jamaah. Langkah ini menjadi contoh nyata bagaimana masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah ritual, tetapi juga pusat pemberdayaan ekonomi umat. Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Minahasa menyampaikan apresiasi tinggi atas inisiatif yang dilakukan Pengurus UPZ Masjid Al Hijrah di bawah pengawasan Ketua BTM dan koordinasi keimaman masjid. Menurutnya, langkah ini mencerminkan kesadaran kolektif bahwa zakat harus dikelola secara terstruktur, legal, dan amanah. “Ini contoh baik bagi seluruh masjid di Kabupaten Minahasa. Ketika UPZ memiliki SK resmi dan bergerak aktif mengedukasi jamaah, maka potensi zakat akan terhimpun maksimal dan penyalurannya pun tepat sasaran,” ujarnya. BAZNAS berharap seluruh masjid di wilayah Kabupaten Minahasa dapat mempersiapkan kepengurusan UPZ secara tertib. Bagi masjid yang belum memiliki SK resmi, diimbau segera berkoordinasi dan melaporkan ke BAZNAS Minahasa untuk mendapatkan pengesahan, sehingga pengelolaan zakat berjalan sesuai regulasi dan mendapat pembinaan. Gerakan yang dimulai dari Masjid Al Hijrah Tondano ini menjadi inspirasi bahwa transformasi zakat dimulai dari kesadaran. Dari mimbar ke media sosial. Dari ayat suci ke aksi nyata. Zakat yang dihimpun melalui UPZ masjid bukan sekadar angka, melainkan harapan bagi mustahik, penguat ekonomi umat, serta wujud nyata solidaritas sosial Islam. Kini, bola ada di tangan umat. Ketika jamaah yang telah wajib zakat menyalurkannya melalui UPZ resmi, maka masjid benar-benar menjadi pusat keberkahan, pusat pemberdayaan, dan pusat peradaban. Semoga langkah Masjid Al Hijrah Tondano menjadi pemantik gerakan zakat yang lebih masif di seluruh Minahasa — terkelola, terarah, dan menyejahterakan.
BERITA01/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Spektakuler! Pendeta GPIB Paulus Menteng Buka Puasa di Serambi Masjid Jaton, Toleransi Ramadhan Menggema dari Tondano
Spektakuler! Pendeta GPIB Paulus Menteng Buka Puasa di Serambi Masjid Jaton, Toleransi Ramadhan Menggema dari Tondano
Tondano – Ramadhan di Kampung Jawa Tondano, Minahasa, tahun ini menghadirkan pemandangan yang tak biasa. Di serambi masjid TPQ Radhatul Jannah, anak-anak santri duduk bersarung, jamaah memenuhi sisi ruangan. Lalu hadir seorang tamu istimewa: Pdt. Johny Alexander Lontoh, M.Min, M.Th Ketua Majelis Jemaat GPIB Paulus Menteng-Jakarta Pusat, Sabtu, 28/2/2026. Ia datang bukan sendiri. Rombongan gereja menyertainya. Turut hadir tiga Komisioner KPU Minahasa, Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Minahasa, Lurah Kampung Jawa, serta Sekretaris BTM Masjid Agung Al-Falah, . Silaturahmi ini disaksikan jamaah masjid dan para santri yang kemudian berbuka puasa bersama. Momen itu bukan sekadar kunjungan. Ia menjelma menjadi panggung toleransi yang hidup. Di hadapan jamaah dan santri, Pdt. Johny berbicara lugas. Ia menyebut Indonesia sebagai rumah besar keberagaman yang harus dirawat bersama. “Kami hidup di Indonesia dengan berbagai macam keberagaman. Kita harus saling menghargai dan menghormati keyakinan masing-masing. Titik temu kita adalah silaturahmi dan membangun kerukunan,” ujarnya. Rombongan gereja ini memang tengah menjalankan program lintas komunitas. Di Sulawesi Utara, mereka telah mengunjungi sinagoge dan akan melanjutkan ke klenteng. Pesannya jelas: perbedaan bukan alasan untuk berjarak. Yang membuatnya terkesan justru identitas Kampung Jawa Tondano. “Saya datang berpikir Jawa Tondano itu berbahasa Jawa. Ternyata berbahasa Minahasa, bahkan Tondano. Saya sendiri Lontoh, opakundu dari Tataran II, tapi tidak bisa bahasa Tondano sama sekali. Ini luar biasa,” katanya disambut senyum hadirin. Ia menyoroti sejarah komunitas Jaton—para lelaki yang datang dan berladang, sementara para ibu asli daerah setempat, sehingga generasi tumbuh dengan bahasa ibu Minahasa. “Ini kekayaan budaya yang indah. Biarlah menjadi kekhasan yang terus dipertahankan. Kiranya umat di Kampung Jawa hidup makmur dan damai,” tuturnya. Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Minahasa Sahlan Kokalo menyebut peristiwa ini sebagai edukasi sosial yang nyata. “BAZNAS hadir bukan hanya mengelola zakat, tapi membangun jembatan kemanusiaan. Ketika tokoh lintas iman duduk bersama di bulan Ramadhan, itu pesan kuat bagi generasi muda bahwa persatuan adalah fondasi daerah ini,” ujarnya. Menurutnya, silaturahmi seperti ini memperkuat harmoni sosial sekaligus menjadi teladan kepemimpinan yang merangkul. Pimpinan TPQ Radhatul Jannah Jawa Tondano H. Abdul Qadir Pulukadang, SE tak menyembunyikan rasa bangganya. “Kami berterima kasih atas kehadiran Pdt. Johny dan rombongan. Anak-anak kami belajar langsung arti toleransi. Ini bukan teori, ini praktik,” katanya. Menjelang Maghrib, suasana makin hangat. Adzan berkumandang. Semua yang hadir—pendeta, pengurus masjid, komisioner KPU, tokoh BAZNAS, jamaah, hingga santri—menyatu dalam satu hamparan sajian berbuka di serambi masjid. Acara ditutup dengan penyerahan cenderamata dari Pdt. Johny kepada pimpinan TPQ sebagai simbol persahabatan lintas iman. Dari serambi kecil di Kampung Jawa Tondano, pesan besar itu menggema: toleransi bukan sekadar slogan. Ia hidup dalam perjumpaan, tumbuh dalam dialog, dan menguat dalam kebersamaan.
BERITA01/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Menag Minta Maaf, Tegaskan Zakat Tetap Rukun Islam; BAZNAS Minahasa Ajak Umat Perkuat Filantropi Produktif
Menag Minta Maaf, Tegaskan Zakat Tetap Rukun Islam; BAZNAS Minahasa Ajak Umat Perkuat Filantropi Produktif
Tondano – Kementerian Agama Republik Indonesia melalui Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan permohonan maaf atas pernyataannya terkait zakat yang sempat menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat. Penegasan itu disampaikan di Jakarta, Sabtu (28/2/2026). Menag menegaskan, zakat adalah kewajiban individual (fardhu ‘ain) dan merupakan rukun Islam yang tidak berubah kedudukannya. “Saya memohon maaf atas pernyataan saya yang menimbulkan kesalahpahaman. Perlu saya tegaskan, zakat adalah fardhu ‘ain dan rukun Islam yang wajib kita tunaikan,” ujar Nasaruddin Umar. Menurutnya, pernyataan dalam forum Sarasehan 99 Ekonom Syariah sejatinya dimaksudkan sebagai ajakan melakukan reorientasi pengelolaan dana umat. Ia mendorong agar penguatan ekonomi syariah tidak berhenti pada pendekatan zakat semata, melainkan juga mengoptimalkan instrumen filantropi Islam lainnya seperti wakaf, infak, dan sedekah. Menag mencontohkan praktik pengelolaan wakaf yang profesional dan terintegrasi di sejumlah negara seperti Qatar, Kuwait, dan Uni Emirat Arab. Di negara-negara tersebut, wakaf dikelola secara modern sehingga mampu menjadi motor penggerak pembangunan sosial dan ekonomi umat. “Inilah model yang ingin kita pelajari dan adaptasi untuk mempercepat kemajuan umat di Indonesia, tanpa mengurangi kewajiban zakat yang sudah jelas dalam ajaran Islam,” tegasnya. Menanggapi penegasan tersebut, Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Minahasa menyampaikan bahwa pernyataan Menag menjadi momentum edukasi publik agar tidak terjadi bias pemahaman. Waka IV BAZNAS Minahasa Sahlan Kokalo menegaskan, zakat adalah fondasi utama sistem keuangan sosial Islam. Namun, untuk menjawab tantangan kemiskinan struktural dan ketimpangan ekonomi, diperlukan optimalisasi instrumen lain yang bersifat produktif dan berkelanjutan. “Zakat adalah kewajiban yang tidak bisa ditawar. Ia membersihkan harta dan menegakkan keadilan sosial. Tetapi untuk mendorong kemandirian mustahik menjadi muzaki, kita membutuhkan penguatan wakaf produktif, infak strategis, dan sedekah yang terprogram,” ujarnya. Menurutnya, sinergi antara zakat dan wakaf dapat menjadi model transformasi ekonomi umat di daerah. Zakat berfungsi sebagai jaring pengaman sosial (social safety net), sementara wakaf dapat dikembangkan menjadi sumber pembiayaan jangka panjang untuk pendidikan, kesehatan, pertanian, dan pemberdayaan UMKM. “Di Minahasa, kami terus mengedukasi masyarakat bahwa menunaikan zakat melalui lembaga resmi bukan hanya soal kepatuhan syariat, tetapi juga bagian dari gerakan membangun peradaban. Zakat yang terkelola baik akan melahirkan mustahik yang berdaya, bahkan naik kelas menjadi muzaki,” tegasnya. BAZNAS Minahasa juga menilai klarifikasi Menag menjadi peluang untuk memperkuat literasi zakat dan filantropi Islam di tengah masyarakat. Edukasi harus dilakukan secara sistematis agar publik memahami perbedaan fungsi zakat, infak, sedekah, dan wakaf. Zakat bersifat wajib dan memiliki delapan golongan penerima (asnaf). Sementara wakaf bersifat sukarela namun memiliki potensi besar sebagai aset produktif yang manfaatnya dapat dirasakan lintas generasi. “Kesalahpahaman harus dijawab dengan edukasi. Kami mengajak masyarakat Minahasa untuk tetap menunaikan zakat melalui BAZNAS, sekaligus mendukung gerakan wakaf dan sedekah produktif demi memperkuat ekonomi umat secara berkelanjutan,” tambahnya. Dengan penegasan dari Kementerian Agama dan komitmen BAZNAS di daerah, diharapkan pengelolaan dana sosial keagamaan di Indonesia semakin profesional, transparan, dan berdampak nyata. Zakat tetap menjadi rukun Islam yang wajib ditunaikan, sementara pengembangan wakaf dan filantropi Islam menjadi akselerator menuju kemandirian dan kesejahteraan umat.
BERITA01/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
200 Anak Jalanan Ikut ‘Pesantren 1000 Cahaya Ramadan’, Badan Amil Zakat Nasional Sisipkan Pesan Empati untuk Palestina
200 Anak Jalanan Ikut ‘Pesantren 1000 Cahaya Ramadan’, Badan Amil Zakat Nasional Sisipkan Pesan Empati untuk Palestina
Tangerang Selatan – Suasana berbeda tampak di Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Kolong, Ciputat, Jumat (27/2/2026). Tawa riang dan semangat belajar mewarnai kegiatan “Pesantren 1000 Cahaya Ramadan” yang digelar Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI. Sebanyak 200 anak jalanan mengikuti program dakwah dan kemanusiaan tersebut. Kegiatan ini digelar bersama mahasiswa penerima Beasiswa Cendekia BAZNAS (BCB) dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Tak sekadar belajar agama, anak-anak juga diajak menumbuhkan empati lintas negara. Dalam salah satu sesi, mereka menuliskan pesan penyemangat untuk anak-anak Palestina. Pesan-pesan itu ditempelkan di papan khusus sebagai simbol persaudaraan global. Program “Pesantren 1000 Cahaya Ramadan” bukan hanya berlangsung di Ciputat. Kegiatan ini digelar serentak di 233 titik di 30 provinsi di Indonesia dan 10 negara. Sasarannya pun beragam: anak jalanan, anak disabilitas, yatim, korban bencana, hingga anak-anak pengungsi Palestina di kawasan Timur Tengah seperti Mesir, Yordania, dan Suriah. Kepala Divisi Pendidikan dan Dakwah BAZNAS RI, Farid Septian, menyebut mahasiswa BCB menjadi motor penggerak utama program ini. “Pesantren 1000 Cahaya Ramadan dirancang untuk mengajak, menginspirasi, dan memberikan pengajaran keislaman yang kondusif bagi anak-anak jalanan dan kelompok marginal lainnya. Kami ingin memastikan keberkahan Ramadan hadir menjadi ‘cahaya’ bagi mereka yang belum tersentuh pengajaran agama yang memadai. Ini membuktikan bahwa zakat itu inklusif,” ujar Farid. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, M.A., menegaskan program ini merupakan bagian dari komitmen membangun ekosistem pendidikan di akar rumput. “Program ini adalah upaya menjangkau dan merangkul anak-anak yang tidak mampu menikmati berbagai fasilitas yang ada. Kita tidak hanya memberi pendampingan, tapi juga menghidupkan semangat literasi dan spiritualitas,” tutur Saidah dalam keterangan tertulisnya di Jakarta. Apresiasi juga datang dari Wakil Rektor III UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Ali Munhanif, M.A., Ph.D. Ia menilai keterlibatan mahasiswa dalam aksi sosial ini menjadi contoh nyata kepedulian generasi muda. “Mahasiswa harus menjadi teladan. Mereka pintar dan gigih, kini kembali merangkul adik-adik yang kurang beruntung. Kami mendukung penuh agar komunitas sekitar kampus mendapatkan lingkungan belajar yang sehat,” ujarnya. Dampak kegiatan ini dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar. Ambarwati, seorang ibu rumah tangga yang mendampingi anaknya, mengaku bersyukur. “Terima kasih banyak kepada BAZNAS atas kegiatannya yang sangat bermanfaat bagi anak-anak kami di bulan puasa ini. Semoga BAZNAS makin maju dan terus amanah,” ucapnya. Melalui program ini, BAZNAS ingin menegaskan bahwa zakat bukan hanya soal bantuan materi. Lebih dari itu, zakat hadir sebagai cahaya pendidikan, empati, dan harapan—bahkan bagi mereka yang tumbuh di kolong jembatan sekalipun.
BERITA28/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS RI dan BPJPH Teken MoU, Perkuat Pengelolaan Zakat dan Ekosistem Halal
BAZNAS RI dan BPJPH Teken MoU, Perkuat Pengelolaan Zakat dan Ekosistem Halal
Jakarta – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI dan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) resmi menjalin kerja sama strategis. Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) diteken di Kantor BPJPH, Jakarta Timur, Jumat (27/2/2026). Kerja sama ini mencakup sinergi pelaksanaan tugas di bidang pengelolaan zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya (ZIS-DSKL), serta penyelenggaraan jaminan produk halal. Selain itu, disepakati mekanisme pengumpulan zakat bagi pegawai di lingkungan BPJPH melalui pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ). Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, M.A., mengapresiasi langkah BPJPH yang dinilai responsif dalam mengintegrasikan kewajiban keagamaan dengan tata kelola birokrasi. “Kolaborasi ini menjadi tonggak penting dalam mengoptimalkan potensi zakat dari sektor ASN dan karyawan instansi pemerintah. Kami mengapresiasi komitmen BPJPH yang tidak hanya fokus pada ekosistem halal, tetapi juga kepedulian sosial melalui integrasi sistem pengumpulan ZIS bersama BAZNAS,” ujar Noor Achmad. Ia menjelaskan, pembentukan UPZ di kantor BPJPH diharapkan mempermudah pegawai dalam menunaikan kewajiban zakat secara aman secara syariah dan sesuai regulasi. Dana yang terkumpul akan dikelola secara profesional dan transparan untuk menjangkau mustahik di seluruh Indonesia. “Dengan terbentuknya UPZ ini, jangkauan manfaat zakat semakin luas. Sinergi sertifikasi halal dan pengelolaan zakat akan menciptakan keberkahan sekaligus memperkuat keadilan sosial,” tambahnya. Sementara itu, Kepala BPJPH, Dr. H. Ahmad Haikal Hassan, S.T., M.T., menegaskan komitmennya untuk menggerakkan seluruh ekosistem halal agar ikut berkontribusi melalui instrumen filantropi Islam. Menurut Haikal, jaringan BPJPH tersebar luas di seluruh Indonesia, mulai dari auditor halal, penyelia, hingga ratusan ribu Pendamping Proses Produk Halal (P3H). “Ratusan ribu pendamping, puluhan ribu auditor, penyelia, satgas, dan UPT di seluruh Indonesia. Kita akan mengeluarkan zakat untuk menguatkan Indonesia. Bukan cuma zakat, tapi juga sedekah, infak, dan wakaf. Saya akan mempelopori gerakan ini dan menjadi yang pertama mendaftar di UPZ,” tegasnya. Penandatanganan kerja sama ini turut dihadiri jajaran pimpinan BAZNAS RI, di antaranya Pimpinan Bidang Koordinasi Nasional Achmad Sudrajat, Pimpinan Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan, Deputi I BAZNAS RI M. Arifin Purwakananta, serta Direktur Pengumpulan Badan H. Faisal Qosim. Melalui kerja sama ini, BAZNAS dan BPJPH berharap integrasi antara kekuatan ekonomi halal dan pengelolaan zakat dapat berjalan beriringan. Langkah tersebut dinilai strategis untuk memperkuat jaring pengaman sosial sekaligus mendukung pembangunan ekonomi syariah nasional.
BERITA28/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Semarak Hari ke-9 Ramadhan, BKMT Se-Langowan Raya Gelar Tadarus dan Buka Puasa Bersama di Masjid At-Taqwa
Semarak Hari ke-9 Ramadhan, BKMT Se-Langowan Raya Gelar Tadarus dan Buka Puasa Bersama di Masjid At-Taqwa
Langowan – Memasuki hari ke-9 Ramadhan 1447 H, semangat ibadah terus menguat di tengah kaum muslimah. Pada Jumat, 27 Februari 2026, Ibu-Ibu Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) se-Langowan Raya, Kawangkoan, dan Tompaso menggelar Tadarus Al-Qur’an yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama di Masjid At-Taqwa, 27 Februari 2026. Kegiatan tersebut berlangsung khidmat dan penuh kehangatan ukhuwah. Lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an menggema sejak sore hari, menghadirkan suasana syahdu yang menyejukkan hati. Para peserta duduk bersaf-saf, membaca dan menyimak ayat demi ayat dengan penuh kekhusyukan, menandai kuatnya komitmen majelis taklim dalam menghidupkan bulan suci. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Kantor KUA Langowan serta Imam Masjid At-Taqwa yang memberikan apresiasi atas konsistensi BKMT dalam membina tradisi literasi Al-Qur’an di tengah masyarakat. Kehadiran unsur KUA menjadi simbol sinergi antara lembaga keagamaan dan komunitas majelis taklim dalam membangun kehidupan beragama yang moderat dan berkemajuan. Dalam sambutannya, Kepala KUA Langowan menegaskan bahwa Ramadhan adalah madrasah ruhani yang mendidik umat untuk kembali kepada Al-Qur’an. “Tadarus bukan sekadar membaca, tetapi membangun kedekatan dengan kalamullah. Dari sinilah lahir kesalehan pribadi dan sosial,” ujarnya. Sementara itu, Imam Masjid At-Taqwa mengingatkan pentingnya menjaga semangat berjamaah. Menurutnya, kebersamaan dalam tadarus dan buka puasa adalah wujud nyata dari ukhuwah Islamiyah yang menjadi kekuatan umat. Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan buka puasa sederhana yang sarat makna kebersamaan. Hidangan yang tersaji bukan hanya menguatkan fisik setelah seharian berpuasa, tetapi juga mempererat tali silaturahmi antarmajelis taklim di wilayah Langowan Raya.
BERITA28/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Malam ke-10 Ramadhan, Masjid Al-Haq Wawalintowan Gaungkan Gerakan Cinta Al-Qur’an
Malam ke-10 Ramadhan, Masjid Al-Haq Wawalintowan Gaungkan Gerakan Cinta Al-Qur’an
Tondano – Suasana religius terasa kental di Masjid Al-Haq, Kelurahan Wawalintowan, Tondano, Jumat (28/2/2026) malam. Memasuki malam ke-10 Ramadhan 1447 H, jamaah memadati masjid untuk mengikuti kuliah tujuh menit (kultum) yang disampaikan Ust. Yasin Zakaria dengan tema “Pentingnya Meningkatkan Kegiatan Membaca Al-Qur’an pada Bulan Ramadhan.” Dalam ceramahnya, Ust. Yasin menegaskan bahwa Ramadhan merupakan momentum strategis untuk memperkuat relasi umat Islam dengan Al-Qur’an. Ia mengingatkan bahwa Al-Qur’an diturunkan pada bulan suci ini, sehingga Ramadhan semestinya menjadi ruang pembinaan spiritual melalui tilawah, tadabbur, dan pengamalan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. “Ramadhan adalah bulan pendidikan ruhani. Membaca Al-Qur’an bukan sekadar rutinitas, melainkan ikhtiar membangun karakter dan akhlak. Dari sinilah lahir pribadi yang jujur, sabar, dan peduli,” ujarnya di hadapan jamaah. Menurutnya, peningkatan aktivitas membaca Al-Qur’an tidak hanya berorientasi pada target khatam, tetapi juga pada pemahaman dan konsistensi. Ia mendorong jamaah untuk menetapkan target realistis sesuai kemampuan, agar interaksi dengan Al-Qur’an dapat berlanjut pasca-Ramadhan. Kegiatan kultum tersebut menjadi bagian dari rangkaian program Ramadhan yang disusun pengurus masjid untuk menghidupkan suasana ibadah. Jamaah yang hadir tampak antusias, mengikuti tausiyah dengan khidmat sebelum melanjutkan rangkaian ibadah malam. Ketua BTM Masjid Al-Haq Wawalintowan Irwan Saleh, S.Sos mengajak umat Islam untuk menjadikan Ramadhan sebagai momentum memakmurkan masjid. “Masjid harus menjadi pusat aktivitas keagamaan dan sosial umat. Ramadhan adalah waktu terbaik untuk memperkuat kebersamaan, memperbanyak ibadah, dan meningkatkan kepedulian,” katanya. Ia mengimbau masyarakat untuk aktif mengikuti shalat berjamaah, tarawih, tadarus Al-Qur’an, serta kegiatan kajian yang telah dijadwalkan selama bulan suci. Selain itu, ia juga mengajak jamaah meningkatkan infak dan sedekah sebagai bentuk solidaritas sosial. Peringatan malam ke-10 Ramadhan di Masjid Al-Haq diharapkan mampu membangkitkan kesadaran kolektif umat untuk lebih dekat dengan Al-Qur’an dan menjadikan masjid sebagai pusat pembinaan moral serta spiritual masyarakat.
BERITA28/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Badan Amil Zakat Nasional dan Humanitarian Forum Indonesia Perkokoh Mitigasi Bencana Berbasis Rumah Ibadat
Badan Amil Zakat Nasional dan Humanitarian Forum Indonesia Perkokoh Mitigasi Bencana Berbasis Rumah Ibadat
Jakarta – Upaya memperkuat ketahanan bangsa dalam menghadapi bencana kian dipertegas. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Humanitarian Forum Indonesia (HFI) resmi mendeklarasikan Komitmen Bersama Kesiapsiagaan Bencana Berbasis Rumah Ibadat, Kamis (26/2/2026), di Kantor BAZNAS RI, Jakarta. Deklarasi yang berlangsung dalam suasana buka puasa bersama itu menandai babak baru sinergi kemanusiaan lintas iman. Rumah ibadat diposisikan bukan hanya sebagai pusat spiritual, tetapi juga sebagai simpul mitigasi, edukasi, dan respons cepat kebencanaan. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan, Rizaludin Kurniawan, menegaskan inisiatif ini sejalan dengan mandat moral dan sosial pengelolaan zakat. Menurutnya, kebencanaan tidak bisa dilepaskan dari dimensi lingkungan dan tanggung jawab kolektif umat. “Isu kebencanaan kami masukkan dalam kerangka Maqashid Syariah, khususnya Hifzhun Bi’ah atau menjaga lingkungan. Bencana sangat erat kaitannya dengan krisis lingkungan. Karena itu BAZNAS mendorong konsep Green Zakat sebagai penguatan kepedulian terhadap kebencanaan,” ujarnya. Ia memastikan, dana zakat yang dihimpun BAZNAS disalurkan secara transparan kepada delapan golongan penerima (asnaf), termasuk masyarakat terdampak bencana. Namun, pendekatan yang dibangun tidak lagi sebatas responsif, melainkan preventif dan edukatif. “BAZNAS tidak hanya hadir saat bencana terjadi, tetapi juga mendorong kesiapsiagaan dan penguatan kapasitas masyarakat,” tegasnya. Ketua Umum HFI, Romi Ardiansyah, menyebut program “Kesiapsiagaan Bencana Berbasis Rumah Ibadat” sebagai implementasi nyata Rencana Strategis HFI 2026–2030. Inisiatif ini, menurutnya, menjadi ruang kolaborasi konkret lintas agama dalam menjawab tantangan kemanusiaan. “Fokus kami adalah memperkuat keguyuban lintas agama dengan menghadirkan rumah ibadat tangguh bencana. Sebagai bangsa yang memiliki kekuatan iman dan lintas iman, isu kebencanaan harus kita kelola bersama,” ujarnya. Saat ini, HFI bersama pemerintah serta perwakilan lembaga agama Islam, Katolik, Protestan, Hindu, Buddha, dan Konghucu tengah mengawal penyusunan regulasi Rumah Ibadat Tangguh Bencana. Regulasi tersebut diharapkan menjadi payung hukum bagi optimalisasi fungsi rumah ibadat, khususnya di wilayah rawan bencana. HFI sendiri merupakan forum kemanusiaan berbasis agama yang berperan dalam advokasi nilai, norma, dan prinsip kemanusiaan, serta penguatan komunikasi dan kolaborasi antarorganisasi. Saat ini, HFI beranggotakan 20 lembaga, antara lain Muhammadiyah Disaster Management Centre (MDMC), Dompet Dhuafa, Wahana Visi Indonesia, YAKKUM Emergency Unit, Caritas Indonesia (KARINA), Perkumpulan Peningkatan Keberdayaan Masyarakat (PPKM), Human Initiative, Habitat for Humanity Indonesia, PRB-PGI, Rumah Zakat, LPBI NU, BAZNAS Tanggap Bencana, ADRA Indonesia, hingga World Harvest Indonesia. Penandatanganan komitmen bersama dalam forum tersebut menjadi simbol kesiapan rumah ibadat di seluruh Indonesia untuk bertransformasi menjadi pusat perlindungan yang aman dan inklusif saat bencana terjadi. Sinergi ini diharapkan tidak hanya memperkuat respons darurat, tetapi juga membangun budaya sadar risiko di tengah masyarakat. Rumah ibadat pun diharapkan menjadi ruang aman, tempat berlindung sekaligus pusat koordinasi bantuan yang melintasi sekat agama dan identitas. Di tengah meningkatnya frekuensi dan intensitas bencana akibat perubahan iklim dan degradasi lingkungan, kolaborasi ini menjadi pesan kuat: kemanusiaan adalah panggilan bersama, dan rumah ibadat adalah benteng moral sekaligus benteng sosial dalam menjaga keselamatan bangsa.
BERITA27/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Tegaskan: Zakat Bukan untuk MBG, Fokus pada Fakir Miskin dan 8 Asnaf
BAZNAS Tegaskan: Zakat Bukan untuk MBG, Fokus pada Fakir Miskin dan 8 Asnaf
Jakarta — Isu mengenai dugaan penggunaan dana zakat untuk program MBG dijawab tegas oleh pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI. Tiga pimpinan lembaga tersebut secara terbuka menyampaikan klarifikasi: zakat adalah amanah syariat yang peruntukannya sudah jelas dan tidak dapat dialihkan di luar ketentuan agama dan perundang-undangan. Pimpinan BAZNAS RI, Dr. H. Rizaludin Kurniawan, menekankan bahwa zakat bukan sekadar instrumen sosial, melainkan kewajiban agama yang memiliki koridor hukum yang tegas. “Zakat bagi BAZNAS adalah syariat dan amanah yang harus disalurkan untuk fakir miskin. Pemberitaan zakat untuk MBG adalah tidak benar,” ujarnya. Pernyataan itu memperjelas posisi BAZNAS di tengah berkembangnya persepsi publik. Menurut Rizaludin, distribusi zakat berada dalam pengawasan ketat dan berlandaskan prinsip transparansi serta akuntabilitas. Senada dengan itu, Prof. Ir. H. M. Nadratuzzaman Hosen, Pimpinan BAZNAS RI lainnya, menegaskan bahwa zakat yang dikelola BAZNAS tidak dialokasikan untuk program MBG. “Zakat melalui BAZNAS tidak untuk program MBG, tetapi disalurkan untuk fakir miskin dan enam asnaf lainnya sesuai syariat Islam dan peraturan perundang-undangan dengan pengawasan melekat dan ketat,” katanya. Dalam kerangka hukum Islam, asnaf zakat telah ditetapkan secara eksplisit dalam Al-Qur’an, khususnya dalam Surah At-Taubah ayat 60. Kelompok penerima itu mencakup fakir, miskin, amil, mualaf, riqab, gharimin, fisabilillah, dan ibnu sabil. Artinya, ruang penggunaan zakat tidak bersifat elastis, melainkan normatif dan berbasis nash. KH. Achmad Sudrajat, Pimpinan BAZNAS RI lainnya, menambahkan dimensi teologis dalam penegasan tersebut. “Zakat adalah rukun Islam yang menjadi pondasi dalam menolong fakir miskin sesuai dengan Q.S. At-Taubah Ayat 60. Zakat tidak untuk mendanai MBG,” ujarnya. Pernyataan para pimpinan ini menunjukkan satu garis sikap yang konsisten: zakat tidak boleh keluar dari jalur syariat. Dalam sistem pengelolaan nasional, BAZNAS bekerja di bawah payung Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat, yang menegaskan tata kelola profesional, transparan, dan akuntabel. Isu yang berkembang di ruang publik, menurut para pimpinan, perlu disikapi dengan literasi yang benar agar tidak memunculkan kesalahpahaman terhadap lembaga pengelola zakat resmi negara. Di tengah meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap zakat sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi umat, kejelasan peruntukan menjadi fondasi penting. Dengan klarifikasi ini, BAZNAS menegaskan kembali komitmennya: zakat adalah amanah ibadah, bukan dana fleksibel yang dapat dipindahkan untuk kepentingan di luar ketentuan syariat. Fokusnya tetap pada pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan mustahik sesuai delapan asnaf. Di tengah dinamika kebijakan dan program sosial nasional, satu hal dipastikan BAZNAS: zakat tetap berada pada relnya—rel syariat dan regulasi.
BERITA27/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Safari Ramadhan Pemkab Majalengka Pererat Silaturahmi di Argapura
Safari Ramadhan Pemkab Majalengka Pererat Silaturahmi di Argapura
Majalengka — Hujan yang mengguyur wilayah Kecamatan Argapura tidak menyurutkan semangat kebersamaan antara pemerintah daerah dan masyarakat. Bertempat di halaman Desa Sukasari Kaler, Kecamatan Argapura, Bupati Majalengka, Eman Suherman, melaksanakan Safari Ramadhan ke-2 dengan suasana penuh kekhidmatan, Jumat (27/2/2026). Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, Agus Asri Sabana. Kehadiran unsur pimpinan daerah dan lembaga keagamaan ini menjadi simbol sinergi lintas sektoral dalam mendukung pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat. Safari Ramadhan kali ini juga dihadiri Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, Ketua DPRD Kabupaten Majalengka, para kepala organisasi perangkat daerah (OPD), serta camat dan kepala desa dari empat kecamatan, yakni Banjaran, Maja, Argapura, dan Sindang. Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa kehadiran lengkap jajaran pimpinan daerah merupakan bentuk komitmen bersama dalam menjalankan program pembangunan. “Kehadiran seluruh elemen pimpinan ini melambangkan kekompakan kami dalam mendukung penuh setiap program pembangunan demi kesejahteraan masyarakat Majalengka,” ujarnya. Pada kesempatan tersebut, Bupati memaparkan sejumlah rencana pembangunan yang akan difokuskan di wilayah Banjaran, Maja, Argapura, dan Sindang. Ia juga menyampaikan capaian-capaian signifikan selama satu tahun masa pemerintahan yang dikenal dengan semangat “Hade”. Menurutnya, Safari Ramadhan bukan sekadar agenda seremonial, melainkan wadah menyerap aspirasi masyarakat secara langsung agar kebijakan yang dijalankan selaras dengan kebutuhan riil di tingkat desa. Menjelang berbuka puasa, suasana semakin menyejukkan dengan kultum yang disampaikan Ketua MUI setempat, KH Anwar Sulaiman. Meski hujan terus turun, kehangatan terasa ketika momen berbuka tiba. Bupati tampak membaur bersama kepala OPD dan para kepala desa dalam suasana santai namun penuh keakraban. Interaksi tanpa sekat tersebut mencerminkan gaya kepemimpinan yang komunikatif dan merakyat. Diskusi ringan namun substantif pun mengalir usai shalat Maghrib berjamaah, membahas isu-isu strategis di empat kecamatan yang menjadi fokus pembangunan. Rangkaian kegiatan Safari Ramadhan ke-2 ditutup dengan pelaksanaan shalat Isya dan Tarawih berjamaah di Masjid Nurul Huda, Desa Sukasari Kaler. Seluruh rombongan dan warga mengikuti ibadah dengan khusyuk. Safari Ramadhan ini diharapkan menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam mewujudkan Majalengka yang lebih maju dan sejahtera.
BERITA27/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Khotbah Jumat di Masjid Nurul Yakin: Ust. Rio Agalui Tekankan Keikhlasan, Doa, dan Spirit Ramadhan
Khotbah Jumat di Masjid Nurul Yakin: Ust. Rio Agalui Tekankan Keikhlasan, Doa, dan Spirit Ramadhan
Minahasa — Suasana khusyuk menyelimuti Masjid Nurul Yakin pada pelaksanaan Shalat Jumat, 27 Februari 2026. Dalam khutbahnya, Khatib Jumat, Ust. Rio Agalui, mengangkat tema tentang keutamaan puasa Ramadhan, pentingnya keikhlasan, serta kekuatan doa sebagai senjata orang beriman. Di hadapan jamaah, Ust. Rio mengajak umat Islam meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan menjalankan seluruh perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Menurutnya, Ramadhan adalah momentum terbaik untuk memperbaiki diri dan memaksimalkan sisa usia yang Allah berikan. “Kita berharap ini bukan Ramadhan yang biasa. Bisa jadi ini adalah kesempatan terakhir dalam hidup kita. Maka mohonlah kepada Allah agar diberi kekuatan untuk menjalani kehidupan yang tersisa dengan amal terbaik,” ujarnya. Dalam khutbahnya, Ust. Rio menegaskan bahwa salah satu hikmah terbesar puasa adalah melatih keikhlasan. Puasa merupakan ibadah yang tersembunyi dan hanya Allah yang mengetahui kualitasnya. Ia mengutip hadits qudsi bahwa setiap amal anak Adam adalah untuk dirinya kecuali puasa, karena puasa adalah untuk Allah dan Allah sendiri yang akan membalasnya. “Puasa mendidik kita untuk beramal tanpa pamrih. Ikhlas berarti memurnikan niat hanya untuk Allah, tanpa mencari pujian atau pengakuan manusia,” katanya. Ust. Rio juga mengingatkan fenomena riya di era media sosial. Menurutnya, memamerkan ibadah, sedekah, atau aktivitas keagamaan demi mendapatkan pujian, tanda suka, dan komentar dapat mengurangi nilai keikhlasan. “Riya hari ini bisa hadir dalam bentuk yang halus. Ibadah yang seharusnya mendekatkan diri kepada Allah justru berubah menjadi ajang pencitraan,” tegasnya. Selain keikhlasan, khutbah tersebut juga menyoroti pentingnya doa. Ust. Rio menyampaikan bahwa doa adalah senjata orang beriman dan menjadi kekuatan utama dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan. Mengutip pandangan para ulama, ia menjelaskan bahwa doa bukan sekadar permintaan, melainkan bentuk penghambaan dan pengakuan akan kelemahan diri di hadapan Allah SWT. “Doa mampu mengubah takdir dalam arti takdir yang masih berada dalam ketentuan Allah. Karena itu, jangan pernah lelah berdoa, terlebih di bulan Ramadhan,” ujarnya. Ia menambahkan, Ramadhan adalah bulan di mana pintu-pintu langit dibuka, sehingga doa memiliki peluang besar untuk dikabulkan. Ust. Rio juga mengajak jamaah menjadikan puasa sebagai sarana memperkuat iman dan membentuk akhlak mulia. Puasa, kata dia, tidak hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjaga lisan, pandangan, dan hati dari perbuatan dosa. Menurutnya, keberhasilan Ramadhan bukan diukur dari lamanya menahan haus, tetapi sejauh mana puasa mampu melahirkan pribadi yang lebih sabar, lebih peduli, dan lebih dekat kepada Allah SWT. Di akhir khutbah, Ust. Rio mengajak jamaah memperbanyak doa agar Allah menerima seluruh amal ibadah dan memberikan ampunan serta rahmat-Nya. “Kita tidak hanya meminta ampunan, tetapi juga memohon agar Allah mendekatkan kita kepada-Nya, melindungi kita, dan menutup hidup kita dalam keadaan husnul khatimah,” tutupnya. Khutbah Jumat tersebut menjadi pengingat bagi jamaah bahwa Ramadhan adalah momentum pembinaan iman, penyucian niat, dan penguatan hubungan dengan Allah SWT di tengah dinamika kehidupan modern.
BERITA27/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Salurkan 300 Selimut untuk Warga Gaza, Respons Cuaca Dingin Ekstrem
BAZNAS Salurkan 300 Selimut untuk Warga Gaza, Respons Cuaca Dingin Ekstrem
Jakarta — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI kembali menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi warga Gaza, Palestina, yang terdampak konflik berkepanjangan. Sebanyak 300 selimut didistribusikan untuk membantu warga bertahan di tengah cuaca dingin ekstrem yang melanda wilayah tersebut. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, M.A., mengatakan bantuan selimut menjadi kebutuhan mendesak mengingat banyak tempat tinggal warga mengalami kerusakan berat, sehingga tidak mampu melindungi mereka dari suhu rendah. “Kami menyadari bahwa saat ini warga di Kota Gaza tidak hanya berjuang melawan keterbatasan pangan, tetapi juga cuaca dingin ekstrem. Distribusi selimut ini adalah langkah nyata BAZNAS untuk memberikan kehangatan dan perlindungan bagi mereka, terutama anak-anak dan lansia yang paling rentan terhadap penyakit akibat suhu rendah,” ujar Saidah dalam keterangan tertulis, Jumat (27/2/2026). Bantuan tersebut menyasar warga yang bertahan di kamp-kamp pengungsian maupun bangunan sementara di wilayah Kota Gaza. Di tengah krisis kemanusiaan yang masih berlangsung, selimut menjadi salah satu kebutuhan dasar untuk menjaga kondisi fisik para penyintas. Saidah menegaskan, BAZNAS berkomitmen memastikan setiap bantuan dari masyarakat Indonesia tersalurkan secara tepat sasaran. “BAZNAS tidak akan berhenti mengirimkan bantuan selama rakyat Palestina masih membutuhkan. Selimut-selimut ini membawa pesan cinta dan solidaritas dari masyarakat Indonesia. Kami memastikan amanah ini dikelola secara transparan dan akuntabel, mulai dari pengumpulan hingga implementasi langsung di lapangan seperti yang kita lakukan hari ini di Gaza,” katanya. Lebih lanjut, ia mengajak masyarakat Indonesia untuk terus memperkuat solidaritas kemanusiaan melalui zakat, infak, dan sedekah. Menurutnya, zakat bukan hanya instrumen pengentasan kemiskinan di dalam negeri, tetapi juga menjadi bagian dari kontribusi Indonesia dalam misi kemanusiaan global. “Zakat Anda kami salurkan kepada mustahik yang tepat. Kami yakinkan masyarakat bahwa zakat menguatkan, tidak hanya di Indonesia, tetapi juga menguatkan misi kemanusiaan dunia,” ujar Saidah. BAZNAS membuka partisipasi publik melalui Dompet Solidaritas Palestina BAZNAS. Donasi dapat disalurkan melalui rekening BSI 100.426.6893 atas nama Badan Amil Zakat Nasional atau melalui laman resmi baznas.go.id/bantupalestina. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan BAZNAS dalam merespons krisis kemanusiaan di Gaza, sekaligus menegaskan solidaritas rakyat Indonesia bagi perjuangan dan ketahanan warga Palestina.
BERITA27/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Ramadhan Hari ke-9, Ust. Yasin Zakaria Ajak Jamaah Maksimalkan Ibadah di Masjid Al Hijrah Rinegetan
Ramadhan Hari ke-9, Ust. Yasin Zakaria Ajak Jamaah Maksimalkan Ibadah di Masjid Al Hijrah Rinegetan
Rinegetan — Memasuki Ramadhan hari ke-9, Kamis (8/2/2026), suasana di Masjid Al Hijrah Rinegetan tampak semakin semarak. Jamaah memadati masjid untuk melaksanakan shalat Isya dan Tarawih berjamaah. Menjelang Tarawih, Ust. Yasin Zakaria menyampaikan kultum tentang fadhilah atau keutamaan bulan suci Ramadhan. Dalam tausiyahnya, Ust. Yasin menekankan bahwa Ramadhan merupakan momentum peningkatan kualitas keimanan dan ketakwaan. Puasa, kata dia, bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan sarana pembinaan diri secara spiritual dan sosial. “Ramadhan adalah bulan pengampunan. Siapa yang berpuasa dengan iman dan mengharap ridha Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni,” ujar Ust. Yasin di hadapan jamaah. Ia menjelaskan, pada bulan Ramadhan setiap amal kebaikan dilipatgandakan pahalanya. Karena itu, umat Islam diminta memperbanyak ibadah seperti shalat sunnah, membaca Al-Qur’an, bersedekah, serta memperbanyak doa dan istighfar. Selain aspek spiritual, ia juga menyoroti dimensi sosial puasa. Menurutnya, Ramadhan melatih empati dan kepedulian terhadap sesama, khususnya kepada kaum dhuafa. “Puasa membentuk pribadi yang sabar, menjaga lisan, serta menumbuhkan kepekaan sosial,” katanya. Memasuki pekan kedua Ramadhan, Ust. Yasin mengingatkan agar semangat ibadah tidak menurun. “Jangan sampai semangat hanya di awal. Justru di pertengahan inilah kita harus meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadah,” ujarnya. Sementara itu, Ketua BTM Masjid Al Hijrah Rinegetan, Ibrahim Hamid, menyampaikan apresiasi atas antusiasme jamaah yang terus memakmurkan masjid sejak awal Ramadhan. Ia berharap menjelang minggu kedua pelaksanaan puasa, partisipasi jamaah semakin meningkat, tidak hanya pada shalat Tarawih, tetapi juga pada shalat lima waktu, tadarus Al-Qur’an, serta kegiatan keislaman lainnya. “Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran jamaah. Harapan kami, masjid ini terus dimakmurkan hingga akhir Ramadhan, bahkan setelah Ramadhan usai,” kata Ibrahim. Di akhir kultumnya, Ust. Yasin Zakaria menyampaikan ucapan terima kasih kepada Ketua BTM dan Imam Masjid Al Hijrah Rinegetan, Bapak Kiki Palamani, yang telah memberikan kepercayaan dan undangan untuk mengisi tausiyah. “Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Ketua BTM dan Imam Masjid Al Hijrah, Bapak Kiki Palamani, atas kesempatan dan amanah ini. Semoga Allah membalas kebaikan dan memakmurkan masjid ini dengan jamaah yang istiqamah,” ujarnya.
BERITA27/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Apresiasi Guru Ngaji! BAZNAS Kabupaten Halmahera Tengah Salurkan Insentif untuk 25 Guru TPQ di Weda
Apresiasi Guru Ngaji! BAZNAS Kabupaten Halmahera Tengah Salurkan Insentif untuk 25 Guru TPQ di Weda
Weda – Kabar gembira datang untuk para guru Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) di Kecamatan Weda, Kabupaten Halmahera Tengah. BAZNAS Kabupaten Halmahera Tengah menyalurkan bantuan insentif kepada 25 guru ngaji sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam membina generasi Qur’ani. Penyaluran dilakukan langsung oleh Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Haji Mustamin Saman Sanusi, Kamis (26/2/2026). Ia didampingi staf M. Rijal Bahrudin, S.M. Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh kebersamaan. Dalam sambutannya, Haji Mustamin menegaskan bahwa peran guru TPQ sangat strategis dalam membentuk karakter anak sejak usia dini. “Guru TPQ bukan hanya mengajarkan baca tulis Al-Qur’an, tetapi juga membimbing moral dan spiritual generasi penerus,” ujarnya. Menurutnya, keberadaan guru ngaji di tengah masyarakat menjadi fondasi penting dalam membangun akhlak dan nilai-nilai keislaman anak-anak. Sebanyak 25 guru TPQ menerima insentif sebesar Rp500 ribu per orang. Bantuan ini diharapkan menjadi tambahan semangat bagi para pendidik yang selama ini mengabdi dengan penuh keikhlasan. Para penerima insentif tampak bersyukur dan mengapresiasi perhatian yang diberikan. Mereka berharap program serupa dapat terus berlanjut sebagai bentuk dukungan nyata terhadap perjuangan guru ngaji di daerah. BAZNAS Halmahera Tengah menegaskan bahwa insentif ini merupakan bagian dari program pendistribusian dan pendayagunaan zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun dari masyarakat. Dana tersebut disalurkan secara tepat sasaran untuk membantu kelompok yang membutuhkan, termasuk tenaga pendidik keagamaan. Ke depan, BAZNAS Halmahera Tengah berkomitmen memperluas cakupan program sosial berkelanjutan di wilayah Halmahera Tengah. Dukungan terhadap guru TPQ diharapkan mampu memperkuat fondasi pendidikan keagamaan serta melahirkan generasi yang berakhlak mulia dan berlandaskan nilai-nilai Al-Qur’an.
BERITA26/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Krisis Air Pascabencana! BAZNAS Kabupaten Bandung Barat Kembali Salurkan Sedekah Air Bersih untuk Korban Longsor Pasirlangu
Krisis Air Pascabencana! BAZNAS Kabupaten Bandung Barat Kembali Salurkan Sedekah Air Bersih untuk Korban Longsor Pasirlangu
Bandung Barat – Akses air bersih menjadi persoalan serius usai bencana longsor menerjang Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Sejumlah sumber mata air rusak, saluran terganggu, dan warga kesulitan memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari. Merespons kondisi tersebut, BAZNAS Kabupaten Bandung Barat kembali menyalurkan bantuan melalui Program Sedekah Air Bersih, Kamis (26/2/2026). Bantuan ini merupakan distribusi tahap kedua bagi masyarakat terdampak longsor. Penyaluran dipusatkan di Kampung Pasir Kuning RT 01/RW 12, Desa Pasirlangu. Titik ini dipilih sebagai lokasi layanan air bersih agar distribusi lebih efektif dan menjangkau warga secara merata. Longsor yang terjadi sebelumnya berdampak pada rusaknya sejumlah sumber mata air dan fasilitas penunjang air bersih. Akibatnya, warga mengalami kesulitan untuk memasak, mencuci, hingga menjaga sanitasi keluarga. “Kami sangat terbantu dengan adanya air bersih ini. Sejak longsor, air sulit didapat,” ujar salah seorang warga setempat. Bantuan air bersih disalurkan langsung kepada masyarakat yang membutuhkan. Warga tampak antusias mengantre membawa jeriken dan ember untuk mendapatkan pasokan air layak konsumsi. Program Sedekah Air Bersih ini menjadi bentuk respons cepat BAZNAS dalam situasi darurat kebencanaan. Selain memastikan kebutuhan dasar terpenuhi, program ini juga menjadi wujud amanah dari para donatur yang mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya untuk disalurkan kepada masyarakat terdampak. Pihak BAZNAS Kabupaten Bandung Barat menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para donatur yang telah menitipkan donasinya. “Dukungan para donatur menjadi kekuatan bagi kami untuk terus menghadirkan manfaat nyata, khususnya bagi masyarakat yang sedang menghadapi musibah,” demikian pernyataan BAZNAS dalam kegiatan tersebut. BAZNAS Kabupaten Bandung Barat menegaskan komitmennya untuk terus hadir membantu masyarakat, terutama dalam kondisi darurat seperti bencana alam. Mereka juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat solidaritas sosial. Di tengah masa pemulihan pascalongsor, bantuan air bersih menjadi kebutuhan mendesak. Kehadiran program ini bukan hanya soal distribusi air, tetapi juga tentang memastikan warga tetap bertahan dan bangkit bersama. Di Desa Pasirlangu, air kini kembali mengalir. Bersamaan dengan itu, harapan pun perlahan tumbuh kembali.
BERITA26/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Gerakan Ekonomi Umat! Badan Amil Zakat Nasional Hadirkan Gerai ZIfthar Ramadan di 27 Kota
Gerakan Ekonomi Umat! Badan Amil Zakat Nasional Hadirkan Gerai ZIfthar Ramadan di 27 Kota
Jakarta – Gebrakan nyata dilakukan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI dalam menggerakkan ekonomi umat. Memasuki Ramadan 1447 H, BAZNAS resmi meluncurkan program ZIfthar, gerai kuliner Ramadan yang menjadi panggung bagi UMKM binaan agar naik kelas dan memperluas pasar. Peresmian program ini dipusatkan di Kelurahan Kebon Manggis, Kecamatan Matraman, Jakarta Timur, Kamis (26/2/2026). ZIfthar serentak digelar di 30 titik pada 27 kabupaten/kota di 11 provinsi di seluruh Indonesia. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, M.A., menegaskan ZIfthar bukan sekadar bazar Ramadan, melainkan bagian dari strategi besar konsolidasi ekonomi mustahik. “Alhamdulillah, hari ini BAZNAS meluncurkan ZIfthar di 30 titik. Program ini hadir untuk memberikan akses pasar bagi produk UMKM binaan kami. Kita ingin menciptakan sirkulasi ekonomi nyata selama 15 hari ke depan, agar keberkahan Ramadan juga dirasakan secara ekonomi oleh para mustahik,” ujar Saidah di lokasi acara. Tak main-main, seluruh stand di ZIfthar diberikan gratis tanpa biaya sewa. BAZNAS juga memberikan pendampingan sertifikasi halal dan peningkatan kualitas kemasan (packaging) agar produk UMKM mampu bersaing dan berpeluang mendapat repeat order pasca-Ramadan. Langkah ini dinilai strategis karena Ramadan merupakan momentum peningkatan konsumsi masyarakat, terutama sektor kuliner berbuka puasa. “BAZNAS ingin UMKM binaan tak hanya ramai saat Ramadan, tapi juga berkelanjutan setelahnya,” tambah Saidah. Dampak program ini langsung dirasakan pelaku usaha. Sinta, pemilik “Dapur Bunda Sinta”, mengaku penjualannya melonjak signifikan sejak bergabung di ZIfthar. “Alhamdulillah, lewat ZIfthar Ramadan ini usaha saya meningkat dan konsumen bertambah. Tapai ketan dan es kopyor jadi makin dikenal. Sekarang banyak yang pesan lewat WhatsApp,” ujar Sinta sumringah. Harapannya sederhana namun penuh makna: program ini bisa terus digelar setiap tahun. Senada, Rosdiana, UMKM binaan lainnya, menyebut omzetnya mencetak rekor tertinggi selama berjualan. “Dari awal sampai sekarang, omzet saya paling tinggi di sini. Hari ini saya bawa 100 porsi dan hampir habis semua. Selain stand gratis, kami juga dibantu dana operasional,” ungkapnya. Peresmian ZIfthar turut dihadiri sejumlah pejabat dan tokoh, di antaranya Wakil Ketua IV BAZNAS (BAZIS) DKI Jakarta Prof. Dr. H. Bunyamin M.Pd.I., Direktur Pendayagunaan dan Penyaluran UPZ dan CSR Eka Budhi Sulistyo, Kepala Divisi Bank Zakat Mikro Noor Aziz, Sekretaris Kecamatan Matraman Ibnu Fajar, S.T., M.T., serta Sekretaris Kelurahan Kebon Manggis Sigit Priyono, S.Sos. Kehadiran para pejabat ini menjadi sinyal kuat bahwa penguatan ekonomi umat kini bergerak kolaboratif—menghubungkan zakat, UMKM, dan momentum Ramadan dalam satu ekosistem produktif. Dengan konsep gerai terpusat, pendampingan usaha, serta dukungan modal dan promosi, ZIfthar menjadi bukti bahwa zakat tak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga mampu menjadi instrumen transformasi ekonomi. Ramadan bukan sekadar bulan ibadah, tetapi juga momentum kebangkitan ekonomi umat. Dan melalui ZIfthar, BAZNAS menegaskan komitmennya: mustahik hari ini, muzakki di masa depan.
BERITA26/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS RI Siap Bentuk Dewan Pengawas, Noor Achmad: Zakat Harus 3 Aman dan Diawasi Berlapis!
BAZNAS RI Siap Bentuk Dewan Pengawas, Noor Achmad: Zakat Harus 3 Aman dan Diawasi Berlapis!
Jakarta - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menegaskan komitmennya menjaga kepercayaan publik dengan memperkuat sistem pengawasan berlapis yang transparan dan akuntabel. Langkah ini dilakukan sebagai implementasi mandat Undang-Undang agar pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) berjalan sesuai syariat dan regulasi negara. Ketua BAZNAS RI Noor Achmad menegaskan, transparansi adalah fondasi utama lembaga dalam mengelola amanah umat. Ia memastikan, operasional BAZNAS tidak berjalan tanpa kontrol. “BAZNAS berada dalam sistem pengawasan berlapis sesuai Undang-Undang. Ada pengawasan syariah, audit internal, audit eksternal, serta pengawasan dari otoritas resmi,” ujar Noor dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (26/2/2026). Menurut Noor, selama ini BAZNAS telah diawasi oleh DPR, Inspektorat Jenderal Kementerian Agama, Kantor Akuntan Publik (KAP), serta sistem pengawasan internal lembaga. Artinya, setiap dana zakat yang masuk dan keluar berada dalam sistem kontrol yang ketat. Ia juga mengapresiasi pernyataan Menteri Agama yang mendorong penguatan fungsi pengawasan BAZNAS. Hal tersebut dinilai selaras dengan amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat, khususnya Pasal 34 Ayat 1 yang menyebut Menteri melaksanakan pembinaan dan pengawasan terhadap BAZNAS dan LAZ. “Kami mengapresiasi pernyataan Pak Menag. Ini sejalan dengan harapan kami di pusat maupun daerah,” tegasnya. Noor bahkan membuka peluang pembentukan Dewan Pengawas di tubuh BAZNAS, sebagaimana yang ada pada Lembaga Amil Zakat (LAZ). Menurutnya, seiring dengan semakin besarnya peran dan penghimpunan zakat nasional, penguatan struktur kelembagaan menjadi kebutuhan. “Dengan masukan dari Pak Menteri, ke depan BAZNAS bisa semakin kuat. Bisa saja dibentuk Dewan Pengawas agar sistem kontrol lebih komprehensif,” ujarnya. Ia menekankan, penguatan pengawasan merupakan bagian dari prinsip “3 Aman” yang dipegang BAZNAS: Aman Syar’i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI. Artinya, zakat harus sesuai ketentuan syariah, patuh pada peraturan perundang-undangan, serta berkontribusi menjaga keutuhan dan kemaslahatan bangsa. Noor menegaskan, BAZNAS terbuka terhadap segala bentuk penguatan tata kelola demi memastikan dana zakat benar-benar sampai kepada mustahik secara tepat sasaran. “Komitmen kami jelas: menjaga amanah umat. Transparansi dan akuntabilitas adalah prinsip utama,” ujarnya. Di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat dalam menunaikan zakat melalui lembaga resmi, penguatan sistem pengawasan dinilai menjadi kunci menjaga kepercayaan publik. Bagi BAZNAS, zakat bukan sekadar dana sosial. Ia adalah amanah umat yang harus dijaga dengan sistem yang kuat, terbuka, dan dapat dipertanggungjawabkan.
BERITA26/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Perkuat Ekonomi Mustahik, BAZNAS RI Luncurkan Zmart di Tegal, Brebes, dan Pemalang
Perkuat Ekonomi Mustahik, BAZNAS RI Luncurkan Zmart di Tegal, Brebes, dan Pemalang
Tegal – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI terus memperluas program pemberdayaan ekonomi berbasis zakat melalui peluncuran Zmart di Kota Tegal, Kabupaten Brebes, dan Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah. Program ini menjadi strategi konkret untuk mendorong penguatan usaha ritel mikro milik mustahik, khususnya ibu-ibu pemilik warung kecil. Peluncuran dilakukan secara simbolis di Pendopo Ki Gede Sebayu, Kompleks Pemerintah Kota Tegal, Rabu (25/2/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Ketua BAZNAS RI Noor Achmad, Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono, Wakil Wali Kota Tegal Tazkiyyatul Muthmainnah, serta Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Tengah Ahmad Darodji bersama jajaran Forkopimda dan pimpinan BAZNAS daerah. Ketua BAZNAS RI Noor Achmad menjelaskan, Zmart merupakan program pemberdayaan ekonomi mustahik yang tidak hanya memberikan tambahan modal, tetapi juga dukungan perlengkapan usaha, penataan tampilan warung, hingga pendampingan manajemen usaha. “Seluruh zakat yang disalurkan para muzaki melalui BAZNAS kami optimalkan untuk kemaslahatan umat. Zmart adalah salah satu instrumen strategis untuk memperkuat ekonomi keluarga mustahik,” ujar Noor Achmad. Ia mengungkapkan, total anggaran Program Zmart di tiga wilayah tersebut mencapai Rp720 juta. Masing-masing daerah—Kota Tegal, Kabupaten Brebes, dan Kabupaten Pemalang—mendapatkan alokasi Rp240 juta dengan jumlah penerima manfaat sebanyak 30 mustahik di setiap wilayah. Secara nasional, sejak diluncurkan pada 2018 hingga Januari 2026, Zmart telah berkembang menjadi 4.805 unit yang tersebar di 115 kabupaten/kota di 34 provinsi. Capaian ini menunjukkan konsistensi BAZNAS dalam membangun ekosistem ekonomi mikro berbasis zakat produktif. Noor Achmad menegaskan, Zmart tidak dimaksudkan untuk bersaing dengan ritel modern maupun koperasi desa. Sebaliknya, program ini dirancang agar tumbuh berdampingan dan saling menguatkan dalam memperluas akses ekonomi masyarakat kecil. Menurutnya, banyak pelaku usaha warung kecil menghadapi persoalan klasik seperti keterbatasan modal, lemahnya manajemen usaha, hingga minimnya akses perbankan. Melalui Zmart, BAZNAS mendorong penerima manfaat menjadi lebih bankable, meningkatkan manajemen logistik melalui integrasi dengan platform Aksesmu, serta memperkuat branding usaha. “Branding kita tata, manajemen kita perkuat, dan logistik kita konsolidasikan. Tujuannya agar ibu-ibu benar-benar menjadi saudagar yang mandiri dan berdaya,” tegasnya. Ia juga berpesan agar keuntungan usaha dialokasikan untuk pendidikan anak. “Minimal satu Zmart melahirkan satu sarjana. Zmart ini hanya sarana, tujuan utamanya peningkatan kualitas keluarga,” ujarnya. Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono menyambut baik peluncuran program tersebut. Ia menilai Zmart dapat meningkatkan pendapatan pedagang kecil sekaligus memperkuat daya saing usaha mikro melalui pemanfaatan zakat sebagai instrumen ekonomi produktif. Dedy berharap penerima manfaat mampu mengelola usaha secara disiplin dan profesional agar terjadi peningkatan omzet sekaligus transformasi sosial dari mustahik menjadi muzaki. “Jaga amanah ini dengan sungguh-sungguh, kelola usaha secara profesional, dan terus belajar meningkatkan kualitas layanan,” kata Dedy. Senada, Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Tengah Ahmad Darodji menegaskan bahwa Zmart bertujuan memperluas pemerataan bantuan ekonomi tanpa mematikan usaha lain. Program ini diharapkan menjadi pengungkit kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. Peluncuran Zmart di Tegal, Brebes, dan Pemalang mempertegas peran zakat sebagai instrumen pembangunan sosial-ekonomi. Melalui pendekatan produktif dan pendampingan terintegrasi, BAZNAS RI mendorong mustahik naik kelas, memperkuat ketahanan keluarga, dan berkontribusi dalam penguatan ekonomi umat di tingkat lokal hingga nasional.
BERITA26/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS RI Hadirkan Layanan Zakat di Kementerian Kehutanan, Perkuat Gerakan Zakat Nasional di Lingkungan ASN
BAZNAS RI Hadirkan Layanan Zakat di Kementerian Kehutanan, Perkuat Gerakan Zakat Nasional di Lingkungan ASN
Jakarta – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI memperluas layanan jemput bola dengan menghadirkan gerai penunaian zakat langsung di lingkungan Kementerian Kehutanan Republik Indonesia. Inisiatif ini menjadikan Kementerian Kehutanan sebagai kementerian pertama yang membuka layanan zakat perkantoran pada Ramadan 1447 H/2026. Layanan tersebut digelar di Kantor Kementerian Kehutanan, Jakarta, Kamis (26/2/2026). Dalam kesempatan itu, Menteri Kehutanan RI, Raja Juli Antoni, menunaikan zakatnya secara langsung melalui layanan BAZNAS yang disediakan di area kementerian. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan, Dr. H. Rizaludin Kurniawan, menilai langkah Kementerian Kehutanan sebagai terobosan strategis yang patut menjadi teladan bagi kementerian dan lembaga negara lainnya. “Kami sangat mengapresiasi dukungan Bapak Menteri Raja Juli Antoni yang memfasilitasi layanan zakat di kantor kementerian. Ini bentuk keteladanan dalam mendekatkan layanan zakat kepada para muzaki di lingkungan ASN,” ujarnya di Jakarta. Menurut Rizaludin, kehadiran layanan zakat di perkantoran merupakan upaya mempermudah pejabat dan pegawai dalam menunaikan kewajiban di tengah padatnya aktivitas dinas. Model layanan langsung ini diharapkan mampu meningkatkan partisipasi zakat profesi di lingkungan pemerintahan. Selain membuka layanan zakat, BAZNAS RI juga menyalurkan Paket Ramadan Bahagia (PRB) kepada para mustahik yang diundang ke lingkungan kementerian. Program tahunan ini berisi paket kebutuhan pokok bagi keluarga prasejahtera, termasuk pejuang agama dan yatim dhuafa, agar dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan lebih layak dan tenang. Rizaludin menegaskan, sepanjang Ramadan tahun ini BAZNAS RI telah menyiapkan sedikitnya 29 program strategis untuk memastikan dana zakat yang terhimpun memberikan dampak luas dan terukur. Program tersebut mencakup sektor ekonomi, sosial, hingga pelayanan publik. Beberapa program unggulan yang diluncurkan antara lain Zakat Fitrah, Gerai Z-Ifthar, Santunan Anak Yatim, Buka Puasa Bersama, Rumah Layak Huni, Zmart, Z-Corner di Kampung Ramadan, serta Mudik Bahagia Bersama BAZNAS. BAZNAS berharap kolaborasi yang dimulai Kementerian Kehutanan dapat menjadi pemantik gerakan zakat nasional yang lebih masif di lingkungan aparatur sipil negara. Lembaga tersebut menyatakan siap menghadirkan layanan serupa di berbagai kantor kementerian dan lembaga guna mengoptimalkan pengumpulan zakat secara profesional dan tepat sasaran. “Zakat yang ditunaikan akan kami salurkan sesuai asnaf dan prinsip akuntabilitas. Kami siap menjemput bola ke kantor-kantor manapun untuk memperkuat gerakan zakat nasional,” tegas Rizaludin. Langkah ini mempertegas peran zakat sebagai instrumen strategis pembangunan sosial. Melalui sinergi pemerintah dan lembaga zakat, potensi zakat nasional diharapkan dapat dioptimalkan untuk mendukung kesejahteraan umat secara berkelanjutan.
BERITA26/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Kota Mataram Salurkan Modal Usaha untuk 100 Bakulan, Perkuat Ekonomi Mustahik
BAZNAS Kota Mataram Salurkan Modal Usaha untuk 100 Bakulan, Perkuat Ekonomi Mustahik
Mataram – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Mataram kembali menguatkan perannya dalam pemberdayaan ekonomi umat. Kamis (26/2), lembaga tersebut menyalurkan Bantuan Tambahan Modal Usaha Bakulan kepada 100 warga pelaku usaha kecil dan mikro di Kota Mataram. Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor BAZNAS Kota Mataram itu menjadi bagian dari strategi pendayagunaan zakat berbasis produktif. Bantuan diserahkan langsung oleh Staf Pelaksana Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Kota Mataram kepada para penerima manfaat. Program ini dirancang untuk memperkuat ketahanan ekonomi mustahik—penerima zakat—agar tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang. Tambahan modal diharapkan mampu meningkatkan kapasitas usaha bakulan, memperluas peluang pendapatan, serta memperkokoh kemandirian ekonomi keluarga. Ketua dan jajaran pengelola BAZNAS Kota Mataram menegaskan bahwa zakat tidak semata berfungsi sebagai bantuan konsumtif jangka pendek. Lebih dari itu, zakat memiliki peran strategis sebagai instrumen pemberdayaan sosial-ekonomi yang berkelanjutan. “Pendayagunaan zakat harus memberi dampak nyata. Melalui bantuan modal usaha ini, kami ingin para mustahik naik kelas, memiliki daya saing, dan perlahan menuju kemandirian,” ujar perwakilan BAZNAS dalam kegiatan tersebut. Pendekatan produktif ini dinilai relevan di tengah tantangan ekonomi yang dihadapi pelaku usaha mikro. Dengan tambahan modal, para bakulan dapat memperbesar stok dagangan, memperbaiki kualitas produk, hingga memperluas jaringan pemasaran. Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh penerima, tetapi juga menggerakkan roda ekonomi di lingkungan sekitar. Program ini sekaligus menegaskan komitmen BAZNAS Kota Mataram dalam menghadirkan skema distribusi zakat yang berdampak langsung. Selain membantu penguatan usaha kecil, bantuan tersebut diharapkan menumbuhkan semangat kerja keras, optimisme, serta budaya kemandirian di kalangan pelaku usaha mikro. BAZNAS Kota Mataram juga mengajak masyarakat untuk terus menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi. Partisipasi publik menjadi kunci agar semakin banyak program pemberdayaan yang dapat dijalankan dan semakin luas manfaat yang dirasakan masyarakat. Dengan dukungan kolektif, zakat diyakini bukan hanya sebagai kewajiban ibadah, tetapi juga sebagai kekuatan sosial yang mampu membangun kesejahteraan umat dan memperkuat solidaritas di Kota Mataram.
BERITA26/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Minahasa.

Lihat Daftar Rekening →