WhatsApp Icon
BAZNAS Minahasa Tuntaskan Penyaluran 100 Mushaf Al-Quran, Sentuh Santri TPQ hingga Majelis Taklim Mualaf

MINAHASA – Komitmen Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Minahasa dalam memperluas syiar Al-Quran terus diwujudkan melalui penyaluran 100 mushaf Al-Quran kepada pondok pesantren, rumah tahfiz, TPQ/TPA, masjid, hingga majelis taklim mualaf di berbagai wilayah Kabupaten Minahasa, Jumat 17/7/2026.

Program tersebut merupakan amanah dari BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara yang mempercayakan BAZNAS Kabupaten Minahasa sebagai mitra pendistribusian mushaf kepada lembaga-lembaga pendidikan Al-Qur'an dan masyarakat yang membutuhkan.

Penyaluran mushaf ini juga menjadi bagian dari manfaat zakat, infak, dan sedekah para muzaki yang disalurkan melalui BAZNAS RI, termasuk dukungan dari para donatur melalui Kitabisa.com dan Gramedia, sehingga manfaatnya dapat dirasakan hingga pelosok daerah.

Titik terakhir penyaluran dilakukan di TPA Al Muhajirin, Desa Kamenti, yang berada di bawah pembinaan Masjid Al Muhajirin.

Sebanyak 10 mushaf Al-Qur'an diserahkan secara langsung kepada Imam Masjid Al Muhajirin, Edy Purwanto, didampingi Wakil Imam Hendy Yusuf.

TPA tersebut saat ini dibimbing oleh satu orang ustaz dengan jumlah 10 santri yang rutin belajar membaca dan memahami Al-Qur'an. yang rutin dilaksanakan tiga kali dalam sepekan di serambi masjid.

Edy Purwanto menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas perhatian BAZNAS kepada anak-anak penghafal dan pembelajar Al-Qur'an.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Minahasa, BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara, serta seluruh muzaki yang telah mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya melalui BAZNAS sehingga kami menerima bantuan mushaf Al-Qur'an ini. Insya Allah mushaf-mushaf ini akan dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh anak-anak TPA dalam belajar Al-Qur'an."

Ia juga turut mendoakan seluruh pihak yang telah berkontribusi.

"Semoga Allah SWT membalas setiap kebaikan para muzaki dengan pahala yang berlipat ganda, melimpahkan rezeki yang halal dan berkah, memudahkan segala urusan, serta menjadikan setiap huruf Al-Qur'an yang dibaca oleh para santri sebagai amal jariyah yang terus mengalir kepada para donatur dan semua pihak yang terlibat. Aamiin."

Usai dari Desa Kamenti, tim BAZNAS Minahasa melanjutkan penyaluran ke Masjid Al Ikhlash, Desa Atep Oki, Kecamatan Lembean Timur.

Di lokasi tersebut, sebanyak 5 mushaf Al-Qur'an diserahkan kepada Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Masjid Al Ikhlash untuk mendukung kegiatan pengajian masyarakat .

Diharapkan bantuan mushaf tersebut semakin meningkatkan semangat jamaah dalam mempelajari, membaca, dan mengamalkan isi kandungan Al-Qur'an.

Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Minahasa, Muhammad Sahlan Kokalo, menyampaikan apresiasi kepada BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara atas kepercayaan yang diberikan kepada BAZNAS Minahasa dalam mendistribusikan 100 mushaf Al-Qur'an di wilayah Kabupaten Minahasa.

"Kami menyampaikan terima kasih kepada BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara atas kepercayaan yang diberikan kepada BAZNAS Kabupaten Minahasa untuk menyalurkan 100 mushaf Al-Qur'an kepada pondok pesantren, rumah tahfiz, TPQ, TPA, masjid, dan majelis taklim mualaf. Amanah ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus menghadirkan manfaat yang nyata bagi umat."

Menurutnya, penyaluran mushaf bukan sekadar menyerahkan kitab suci, tetapi menjadi investasi peradaban yang akan melahirkan generasi Qurani.

"Setiap mushaf yang dibaca, dipelajari, dan diamalkan akan menjadi sumber pahala yang terus mengalir bagi para muzaki dan seluruh pihak yang terlibat. Karena itu, kami berharap ke depan BAZNAS Minahasa dapat menyalurkan lebih banyak lagi mushaf Al-Qur'an serta memperluas program-program kemaslahatan lainnya."

Ia juga berharap semakin banyak masyarakat yang mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya melalui lembaga resmi.

"Kepercayaan masyarakat adalah amanah yang harus dijaga. Kami terus berkomitmen mengelola dana zakat, infak, dan sedekah secara profesional, transparan, dan akuntabel agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh mustahik. Kami mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Minahasa untuk menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS sebagai lembaga resmi yang diamanahkan negara, sehingga semakin banyak saudara-saudara kita yang dapat dibantu melalui program pendidikan, dakwah, kesehatan, kemanusiaan, dan pemberdayaan ekonomi."

Program distribusi mushaf Al-Qur'an menjadi salah satu bentuk nyata hadirnya BAZNAS dalam memperkuat syiar Islam dan meningkatkan kualitas pendidikan Al-Qur'an di tengah masyarakat.

Dengan dukungan para muzaki yang mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya melalui BAZNAS, setiap bantuan yang disalurkan diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan saat ini, tetapi juga menjadi amal jariyah yang terus mengalir, melahirkan generasi yang mencintai Al-Qur'an, serta memperkuat semangat gotong royong dan kepedulian sosial di Kabupaten Minahasa.

Mari tunaikan Zakat, Infak, dan Sedekah melalui BAZNAS Kabupaten Minahasa. Bersama, kita hadirkan lebih banyak manfaat, memperluas keberkahan, dan menebarkan cahaya Al-Qur'an hingga ke pelosok daerah.

17/07/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa
Waka IV BAZNAS Minahasa Ikuti Pra Rakornas BAZNAS 2026, Perkuat Sinergi dan Arah Pengelolaan Dana Umat

Tondano – Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Minahasa, Muhamad Sahlan Kokalo, mengikuti Pra Rapat Koordinasi Nasional (Pra Rakornas) BAZNAS RI Tahun 2026 yang diselenggarakan secara hybrid pada Kamis (16/7/2026). Kegiatan ini menjadi forum strategis dalam menyatukan visi serta memperkuat kelembagaan BAZNAS di seluruh Indonesia.

Pra Rakornas BAZNAS RI 2026 diikuti oleh jajaran Pimpinan BAZNAS RI, BAZNAS Provinsi, hingga BAZNAS Kabupaten/Kota se-Indonesia, baik secara luring di Jakarta maupun melalui platform daring.

Ketua BAZNAS RI, Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., dalam arahannya menegaskan pentingnya kesamaan visi sebagai fondasi membangun lembaga yang solid, profesional, dan mampu menjawab tantangan pengelolaan dana umat di masa depan.

Menurutnya, BAZNAS harus memiliki arah yang jelas agar setiap program dapat berjalan secara terukur, terkoordinasi, dan memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat.

"Kalau kita bekerja tanpa kompas, tentu kerja kita tidak ada arahnya. Kalau kita bekerja tidak dalam lembaga, maka kita tidak solid," tegas Sodik Mudjahid.

Dalam forum tersebut, Ketua BAZNAS RI kembali menegaskan visi besar BAZNAS, yaitu "Menjadi Model Pengelola Dana Umat untuk Kemajuan dan Kesejahteraan." Visi tersebut diharapkan menjadi pedoman seluruh jajaran BAZNAS, mulai dari tingkat pusat hingga kabupaten/kota, untuk menjadi teladan (uswatun hasanah) dalam tata kelola dana umat yang profesional, amanah, transparan, dan akuntabel.

Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Minahasa, Muhamad Sahlan Kokalo, mengatakan keikutsertaan BAZNAS Minahasa dalam Pra Rakornas merupakan bagian dari komitmen memperkuat sinergi dengan BAZNAS RI sekaligus menyelaraskan arah kebijakan kelembagaan.

"Pra Rakornas ini menjadi momentum penting bagi BAZNAS Minahasa untuk menyamakan visi dengan BAZNAS RI, sekaligus memperkuat komitmen dalam meningkatkan kualitas tata kelola zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya agar semakin profesional, akuntabel, serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Kabupaten Minahasa," ujar Sahlan.

Ia menambahkan, berbagai arahan yang disampaikan dalam Pra Rakornas akan menjadi acuan dalam memperkuat program-program BAZNAS Minahasa, baik pada aspek pengumpulan, pendistribusian, pendayagunaan, transformasi digital, maupun penguatan kelembagaan.

Dengan semangat "Zakat Menguatkan Indonesia", BAZNAS Minahasa berkomitmen terus mendukung transformasi pengelolaan zakat yang modern, adaptif, dan berdampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat serta pengentasan kemiskinan di Kabupaten Minahasa.

Pra Rakornas BAZNAS RI 2026 turut dihadiri Wakil Ketua BAZNAS RI Dr. KH. Zainut Tauhid Sa'adi, M.Si., beserta seluruh Pimpinan BAZNAS RI dan ratusan peserta dari BAZNAS Provinsi serta BAZNAS Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia.

17/07/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Minahasa Perkuat Syiar Al-Quran, Salurkan Mushaf ke Pondok Pesantren Al-Khairaat Tahfizul Quran Kampung Jawa Tondano

MINAHASA — Komitmen Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Minahasa dalam mendukung lahirnya generasi Qur'ani terus diwujudkan melalui aksi nyata. Kali ini, BAZNAS Kabupaten Minahasa melaksanakan silaturahmi sekaligus menyerahkan 10 mushaf Al-Quran kepada Pondok Pesantren Al-Khairaat Tahfizul Quran yang berlokasi di Kampung Jawa Tondano, Kabupaten Minahasa, Rabu 15/07/2026.

Penyerahan mushaf dilakukan langsung oleh Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Minahasa, Joko Winjaya, dan diterima oleh pengasuh pondok pesantren bersama para santri yang setiap hari mengisi waktu mereka dengan membaca, menghafal, dan mempelajari Al-Qur'an.

Suasana penuh kehangatan menyelimuti kegiatan tersebut. Bagi para santri, mushaf yang diterima bukan sekadar buku untuk dibaca, melainkan teman setia dalam perjalanan menghafal firman Allah SWT hingga tuntas 30 juz.

Dalam kesempatan itu, Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Minahasa Joko Winjaya menegaskan bahwa perhatian terhadap pesantren merupakan bagian dari komitmen BAZNAS dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia yang berlandaskan nilai-nilai keislaman.

"BAZNAS hadir bukan hanya untuk membantu masyarakat dari aspek ekonomi, tetapi juga mendukung penguatan pendidikan dan dakwah. Pesantren merupakan lembaga yang memiliki peran strategis dalam melahirkan generasi yang berakhlak, berilmu, dan mencintai Al-Qur'an. Karena itu, penyaluran mushaf Al-Qur'an menjadi salah satu bentuk ikhtiar kami dalam memperkuat syiar Islam di Kabupaten Minahasa."

Menurutnya, setiap mushaf yang dibaca, setiap ayat yang dihafalkan, dan setiap ilmu yang diamalkan oleh para santri akan menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir bagi para muzaki yang telah mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya melalui BAZNAS.

"Kami berharap bantuan ini mampu menambah semangat para santri dalam menghafal Al-Qur'an. Semoga dari pesantren ini lahir para hafiz dan hafizah yang kelak menjadi pemimpin umat, pendidik, dai, serta teladan di tengah masyarakat. Inilah investasi terbaik yang manfaatnya tidak hanya dirasakan hari ini, tetapi juga menjadi bekal bagi masa depan umat."

Joko Winjaya juga mengajak masyarakat untuk semakin mempercayakan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS karena dana yang dihimpun tidak hanya disalurkan untuk memenuhi kebutuhan sosial dan kemanusiaan, tetapi juga mendukung keberlangsungan pendidikan Islam, dakwah, serta pembinaan generasi penerus bangsa.

Sementara itu, pengasuh Pondok Pesantren Al-Khairaat Tahfizul Qur'an menyampaikan apresiasi atas kepedulian BAZNAS Kabupaten Minahasa terhadap lembaga pendidikan Al-Qur'an.

"Alhamdulillah hari ini kami menerima kunjungan dari BAZNAS Kabupaten Minahasa sekaligus menerima bantuan 10 mushaf Al-Qur'an. Bantuan ini sangat berarti bagi para santri kami yang setiap hari belajar dan menghafal Al-Qur'an. Semoga dengan mushaf yang diberikan ini mereka semakin mudah dalam menghafal hingga menyelesaikan hafalan 30 juz."

Ia juga mendoakan seluruh pihak yang telah menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Minahasa beserta seluruh muzaki. Semoga Allah SWT membalas setiap kebaikan dengan pahala yang berlipat ganda, melimpahkan keberkahan dalam rezeki dan kehidupan, serta menjadikan bantuan ini sebagai amal jariyah yang terus mengalir hingga akhirat nanti. Insya Allah."

Kebahagiaan juga terpancar dari wajah para santri. Salah seorang santri mengaku semakin termotivasi untuk memperbanyak hafalan Al-Qur'an setelah menerima mushaf baru.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Minahasa atas bantuan mushaf Al-Qur'an ini. Insya Allah kami akan memanfaatkannya sebaik mungkin untuk belajar dan menghafal Al-Qur'an. Semoga Allah membalas semua kebaikan para donatur dan keluarga besar BAZNAS."

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa zakat tidak hanya berfungsi sebagai instrumen pengentasan kemiskinan, tetapi juga menjadi kekuatan dalam membangun peradaban melalui pendidikan. Di balik setiap mushaf yang disalurkan, tersimpan harapan lahirnya generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kokoh dalam iman, mulia dalam akhlak, dan mampu menghadirkan nilai-nilai Al-Qur'an di tengah kehidupan masyarakat.

Melalui program pendistribusian mushaf Al-Qur'an, BAZNAS Kabupaten Minahasa terus memperluas manfaat dana zakat, infak, dan sedekah agar dapat menjangkau lebih banyak lembaga pendidikan keagamaan. Langkah ini menjadi bagian dari ikhtiar menghadirkan zakat yang produktif, berdampak, dan berkelanjutan, sejalan dengan misi BAZNAS dalam meningkatkan kesejahteraan umat sekaligus memperkuat pembangunan sumber daya manusia yang religius, berkarakter, dan berdaya saing.

Sebab, setiap lembar Al-Qur'an yang dibaca akan melahirkan ilmu. Setiap ilmu yang diamalkan akan melahirkan keberkahan. Dan setiap keberkahan yang tumbuh dari zakat akan menjadi jejak kebaikan yang terus mengalir dari para muzaki kepada generasi penerus bangsa.

16/07/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Minahasa Salurkan Mushaf Al-Qur'an ke TPQ Miftahul Jannah, Perkuat Semangat Belajar Al-Quran Anak-anak

MINAHASA – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Minahasa terus menguatkan syiar Islam melalui program pendistribusian mushaf Al-Quran. Kali ini, Wakil Ketua III BAZNAS Kabupaten Minahasa, Astuti Suratinoyo, melaksanakan silaturahmi sekaligus menyerahkan bantuan mushaf Al-Quran kepada Taman Pengajian Al-Quran (TPQ) Miftahul Jannah pada Kamis (16/7/2026).

Penyerahan mushaf Al-Qur'an disambut hangat oleh pengurus TPQ dan para santri yang mengikuti kegiatan belajar mengaji. Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung proses pembelajaran Al-Qur'an sekaligus menumbuhkan kecintaan anak-anak terhadap kitab suci sejak usia dini.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua III BAZNAS Kabupaten Minahasa, Astuti Suratinoyo, mengatakan bahwa pendidikan Al-Qur'an merupakan fondasi penting dalam membentuk karakter generasi muda.

"BAZNAS Kabupaten Minahasa berkomitmen untuk terus mendukung pendidikan keagamaan melalui pendistribusian mushaf Al-Qur'an. Kami berharap bantuan ini dapat menjadi penyemangat bagi anak-anak untuk semakin rajin membaca, mempelajari, dan mengamalkan isi Al-Qur'an. Semoga dari TPQ Miftahul Jannah lahir generasi Qur'ani yang berakhlak mulia, cerdas, dan membawa manfaat bagi agama, bangsa, dan masyarakat."

Ia menambahkan bahwa setiap mushaf yang dibaca oleh para santri akan menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir bagi para muzaki yang telah mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya melalui BAZNAS.

Sementara itu, pimpinan TPQ Miftahul Jannah menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas perhatian yang diberikan BAZNAS Kabupaten Minahasa.

"Alhamdulillah, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada BAZNAS Kabupaten Minahasa atas bantuan mushaf Al-Qur'an ini. Bantuan ini sangat bermanfaat bagi anak-anak kami dalam belajar mengaji setiap hari. Semoga Allah SWT membalas seluruh kebaikan para muzaki dan keluarga besar BAZNAS dengan pahala yang berlipat ganda serta senantiasa memberikan keberkahan dalam setiap langkahnya."

Melalui program pendistribusian mushaf Al-Qur'an, BAZNAS Kabupaten Minahasa terus menghadirkan manfaat zakat, infak, dan sedekah dalam mendukung pendidikan Islam. Program ini menjadi bagian dari upaya membangun generasi Qur'ani yang tidak hanya mahir membaca Al-Qur'an, tetapi juga menjadikan nilai-nilai Al-Qur'an sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

16/07/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Minahasa Gandeng Sahabat Mualaf Inspiratif, Perkuat Syiar Al-Quran hingga Wilayah Pembinaan Mualaf

MINAHASA – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Minahasa terus memperluas jangkauan syiar Islam melalui pendistribusian mushaf Al-Quran dan penguatan jejaring dakwah. Langkah itu diwujudkan melalui silaturahmi ke Sahabat Mualaf Inspiratif, komunitas binaan Lembaga Dakwah Kampus (LDK) yang berkolaborasi dengan MCN Kawanua, Kamis (16/7/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Minahasa, Joko Kurnia Winjaya, didampingi Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Minahasa, Sahlan Kokalo, menyerahkan 10 mushaf Al-Qur'an kepada Ketua Sahabat Mualaf Inspiratif, Hairunisa Nova Rorora.

Penyerahan mushaf bukan sekadar simbol bantuan, melainkan langkah awal membangun sinergi dalam menghadirkan manfaat zakat bagi para mualaf dan masyarakat yang membutuhkan pembinaan keislaman di berbagai wilayah di Minahasa.

Dalam suasana penuh keakraban, pertemuan tersebut menjadi ruang dialog untuk memperkuat komunikasi dan membuka peluang kolaborasi antara BAZNAS Minahasa dan Sahabat Mualaf Inspiratif.

Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Minahasa, Joko Kurnia Winjaya, menegaskan bahwa zakat memiliki peran strategis dalam mendukung dakwah, pendidikan, dan pemberdayaan umat.

"Kami bersyukur dapat bersilaturahmi dengan Sahabat Mualaf Inspiratif. Semoga penyaluran mushaf Al-Qur'an ini menjadi penyemangat bagi saudara-saudara kita yang sedang memperdalam ajaran Islam. BAZNAS ingin membangun kolaborasi yang berkelanjutan, tidak hanya dalam pendistribusian mushaf, tetapi juga pada berbagai kegiatan sosial, pembinaan keagamaan, dan pemberdayaan masyarakat demi kemaslahatan umat."

Menurutnya, kolaborasi antarlembaga merupakan kunci untuk memperluas manfaat zakat sehingga dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan secara lebih efektif.

"Kami berharap ke depan akan lahir lebih banyak program bersama yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, mulai dari pembinaan mualaf, pendidikan Al-Qur'an, bantuan sosial, hingga pemberdayaan ekonomi umat. Ketika lembaga-lembaga Islam saling menguatkan, manfaatnya akan semakin luas dirasakan masyarakat."

Ketua Sahabat Mualaf Inspiratif, Hairunisa Nova Rorora, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan BAZNAS Kabupaten Minahasa.

Ia mengatakan, mushaf Al-Qur'an yang diterima akan segera disalurkan kepada para mualaf serta masyarakat di wilayah pembinaan yang membutuhkan.

"Alhamdulillah, kami mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Minahasa atas amanah dan kepercayaan yang diberikan kepada Sahabat Mualaf Inspiratif. Mushaf Al-Qur'an ini akan kami salurkan kepada para mualaf dan titik-titik pembinaan yang selama ini kami dampingi, sehingga dapat dimanfaatkan untuk belajar membaca, memahami, dan menghafal Al-Qur'an."

Hairunisa berharap sinergi tersebut terus berkembang menjadi gerakan bersama dalam memperkuat pembinaan umat.

"Insya Allah kami siap berkolaborasi dengan BAZNAS Kabupaten Minahasa dalam berbagai kegiatan sosial, dakwah, dan pembinaan masyarakat. Semoga kerja sama ini menjadi jalan hadirnya lebih banyak manfaat bagi umat, khususnya bagi para mualaf yang sedang menguatkan keislamannya."

Usai bersilaturahmi dengan Sahabat Mualaf Inspiratif, rombongan pimpinan BAZNAS Kabupaten Minahasa melanjutkan kegiatan ke Masjid Al-Hijrah Rinegetan, Tondano.

Di masjid tersebut, BAZNAS Kabupaten Minahasa kembali menyalurkan lima mushaf Al-Qur'an yang diterima langsung oleh jamaah masjid untuk mendukung kegiatan ibadah, tadarus, dan pembelajaran Al-Qur'an.

Penyaluran mushaf ini diharapkan dapat menambah ketersediaan Al-Qur'an di lingkungan masjid sehingga semakin banyak jamaah, terutama anak-anak dan remaja, yang terdorong untuk membaca dan mempelajari kitab suci.

Program pendistribusian mushaf Al-Qur'an merupakan bagian dari komitmen BAZNAS Sulawesi Utara dalam mendukung bidang dakwah dan pendidikan melalui pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah.

Setiap mushaf yang disalurkan diyakini bukan sekadar bantuan fisik, tetapi menjadi investasi peradaban. Dari lembaran-lembaran Al-Qur'an yang dibaca akan lahir ilmu, dari ilmu akan tumbuh akhlak, dan dari akhlak akan lahir masyarakat yang lebih kuat, berdaya, dan penuh kepedulian.

Melalui sinergi bersama komunitas dakwah, lembaga pembinaan mualaf, dan pengurus masjid, BAZNAS Kabupaten Minahasa terus memperluas jangkauan manfaat zakat agar tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan masyarakat, tetapi juga memperkokoh nilai-nilai keislaman dan membangun generasi Qur'ani di Kabupaten Minahasa.

"Zakat yang ditunaikan hari ini bukan hanya menguatkan kehidupan, tetapi juga menghidupkan cahaya Al-Qur'an di tengah masyarakat. Ketika mushaf sampai ke tangan para pembelajar Al-Qur'an, sesungguhnya zakat sedang menanam amal jariyah yang pahalanya terus mengalir tanpa putus."

16/07/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa

Berita Terbaru

Kemenag Minahasa Tetapkan Zakat Fitrah 1447 H, Mulai Rp35.100 per Jiwa
Kemenag Minahasa Tetapkan Zakat Fitrah 1447 H, Mulai Rp35.100 per Jiwa
Tondano, 26/2/2026 – Kementerian Agama Kabupaten Minahasa resmi menetapkan besaran zakat fitrah bagi umat Islam di wilayah tersebut. Penetapan itu tertuang dalam Keputusan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Minahasa Nomor 48 Tahun 2026 tentang Penetapan Besaran Zakat Fitrah Tahun 1447 H/2026 M. Keputusan tersebut ditetapkan di Tondano pada 25 Februari 2026, menyusul rapat koordinasi yang digelar sehari sebelumnya, Selasa, 24 Februari 2026, di Aula Kantor Kemenag Kabupaten Minahasa. Rapat itu melibatkan Ketua dan Sekretaris Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Minahasa, para Kepala KUA se-Kabupaten Minahasa, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Minahasa, Kasie Bimas Islam, Kasie Pendis serta Penyelenggara Zakat dan Wakaf (Zawa) Kemenag Minahasa. Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Minahasa menyatakan, penetapan besaran zakat fitrah ini merujuk pada ketentuan fikih dan regulasi nasional, di antaranya Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat beserta aturan turunannya. “Zakat fitrah wajib ditunaikan sebesar satu sha’ makanan pokok per jiwa. Di Kabupaten Minahasa, ukuran tersebut dikonversikan setara 2,7 kilogram atau 3,5 liter beras,” demikian tertulis dalam keputusan tersebut. Dalam lampiran keputusan dijelaskan, zakat fitrah dapat dibayarkan dalam bentuk makanan pokok yang biasa dikonsumsi sehari-hari atau dalam bentuk uang yang disesuaikan dengan harga beras. Untuk beras kualitas pertama dengan asumsi harga Rp16.500 per kilogram, nilai zakat fitrah sebesar Rp44.550 per jiwa (2,7 kg). Jika menggunakan konversi 3,5 liter dengan harga Rp14.000 per liter, jumlahnya menjadi Rp49.000 per jiwa. Beras kualitas kedua ditetapkan sebesar Rp37.800 per jiwa (Rp14.000 x 2,7 kg) atau Rp45.500 per jiwa jika mengacu pada harga Rp13.000 per liter untuk 3,5 liter. Sementara beras kualitas ketiga sebesar Rp35.100 per jiwa (Rp13.000 x 2,7 kg) atau Rp42.000 per jiwa jika dihitung Rp12.000 untuk 3,5 liter. Dengan demikian, besaran zakat fitrah di Minahasa tahun ini berkisar antara Rp35.100 hingga Rp49.000 per jiwa, bergantung pada kualitas beras yang biasa dikonsumsi muzaki. Penetapan ini menjadi salah satu agenda penting menjelang Idulfitri 1447 Hijriah. Selain memberikan kepastian nominal, keputusan tersebut juga dimaksudkan sebagai panduan resmi bagi panitia zakat di masjid, lembaga amil zakat, serta masyarakat Muslim di Kabupaten Minahasa. Keterlibatan unsur MUI, Baznas, KUA, hingga jajaran Bimas Islam dalam rapat penetapan disebut sebagai upaya menjaga keseragaman dan akuntabilitas pengelolaan zakat di daerah. Memasuki Ramadan, Kemenag Minahasa juga mengimbau masyarakat agar menunaikan zakat fitrah tepat waktu, sebelum pelaksanaan salat Idulfitri. Zakat fitrah bukan sekadar kewajiban individual, melainkan instrumen sosial untuk membersihkan jiwa dan memastikan kaum dhuafa dapat merasakan kegembiraan hari raya. Keputusan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan dan dapat diperbaiki apabila di kemudian hari ditemukan kekeliruan administratif. Dengan adanya ketetapan resmi ini, umat Islam di Minahasa diharapkan dapat menunaikan zakat fitrah secara tertib, sesuai ketentuan syariat dan regulasi negara.
BERITA26/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Ramadhan Bahagia di Pulo Ampel, BAZNAS dan Pemkab Serang Salurkan Bantuan untuk Yatim hingga Beasiswa Santri
Ramadhan Bahagia di Pulo Ampel, BAZNAS dan Pemkab Serang Salurkan Bantuan untuk Yatim hingga Beasiswa Santri
Serang – Komitmen memperkuat kesejahteraan masyarakat kembali ditegaskan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Serang bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Serang melalui program “Ramadhan Bahagia” 2026. Kegiatan yang digelar di Kecamatan Pulo Ampel, Rabu (25/2), menjadi titik kedua dari rangkaian penyaluran bantuan di 29 kecamatan se-Kabupaten Serang. Pada kesempatan tersebut, bantuan diserahkan secara simbolis kepada penerima manfaat dari Kecamatan Pulo Ampel dan Kecamatan Bojonegara. Program ini dibagi dalam 10 titik penyaluran guna memastikan distribusi berjalan efektif dan tepat sasaran. Beragam bantuan disalurkan, mulai dari santunan anak yatim, bantuan bagi marbot masjid, guru ngaji, guru madrasah, jaga kyai, hingga pemandi jenazah. Selain itu, terdapat pula beasiswa untuk santri dan santri tahfiz, beasiswa jenjang SD/MI dan SMP/MTs, serta bantuan untuk masjid, madrasah, majelis taklim, mushalla, dan pondok pesantren. Ketua BAZNAS Kabupaten Serang H. Badrudin menyampaikan bahwa Ramadhan Bahagia merupakan wujud pengelolaan zakat yang amanah dan akuntabel. Menurutnya, Ramadan menjadi momentum strategis untuk memperkuat solidaritas sosial sekaligus memastikan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dihimpun dari para muzaki tersalurkan secara tepat sasaran. “Melalui program ini, kami ingin memastikan manfaat zakat benar-benar dirasakan masyarakat yang membutuhkan. Kami juga mengajak masyarakat Kabupaten Serang untuk menunaikan zakat melalui BAZNAS sebagai lembaga resmi yang profesional dan terpercaya,” ujarnya. Kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah, beserta jajaran pejabat eselon di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Serang. Dalam sambutannya, Bupati mengapresiasi konsistensi BAZNAS dalam mendukung program sosial dan keagamaan di daerah. Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dan BAZNAS merupakan langkah strategis dalam mendukung pengentasan kemiskinan serta peningkatan kualitas sumber daya manusia. “Kolaborasi ini harus terus diperkuat agar upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Serang dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan,” tegasnya. Rangkaian kegiatan Ramadhan Bahagia di Pulo Ampel ditutup dengan buka puasa bersama antara jajaran BAZNAS, pemerintah daerah, dan masyarakat. Suasana kebersamaan yang terjalin mencerminkan semangat gotong royong dan kepedulian sosial yang menjadi esensi Ramadan.
BERITA25/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Dari Serambi Mushollah ke Gerakan Umat: Silaturahmi Hangat BAZNAS Minahasa dan TPQ Roudhotul Jannah
Dari Serambi Mushollah ke Gerakan Umat: Silaturahmi Hangat BAZNAS Minahasa dan TPQ Roudhotul Jannah
Tondano — Malam Ramadan itu berjalan begitu khidmat. Usai sholat Tarawih, jamaah tak segera pulang. Di Serambi Mushollah TPQ Roudhotul Jannah Kampung Jawa Tondano, suasana hangat terasa dalam bincang santai penuh makna. Tiga ceret kopi yang disiapkan salah satu jamaah habis tanpa tersisa. Takjil yang tersaji pun tandas. Waktu nyaris menunjukkan pukul 23.00 WITA, namun semangat diskusi justru semakin hidup. Silaturahmi malam itu mempertemukan pimpinan BAZNAS Kabupaten Minahasa — Wakil Ketua I dan Wakil Ketua IV — dengan pimpinan TPQ dan jamaah. Bukan pertemuan formal penuh jarak, melainkan dialog terbuka di serambi mushollah yang kini masih dalam tahap pembangunan. Dalam suasana penuh keakraban itu, Waka I BAZNAS Minahasa menjelaskan secara informatif pentingnya pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di tingkat mushollah dan TPQ. “UPZ adalah perpanjangan tangan BAZNAS di tengah masyarakat. Dengan adanya UPZ, pengumpulan dan pendistribusian zakat bisa lebih tertata, transparan, dan tepat sasaran. Ini bukan hanya tentang menghimpun dana, tetapi membangun sistem kepercayaan umat,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa pembentukan UPZ dilakukan melalui mekanisme resmi, dengan pengurus yang diusulkan dari internal lembaga, kemudian ditetapkan melalui SK BAZNAS Kabupaten. Sementara itu, Waka IV BAZNAS Minahasa menekankan aspek edukasi dan pemberdayaan. “Kami ingin masjid dan TPQ menjadi pusat edukasi zakat. Di sinilah generasi muda belajar tentang amanah, tanggung jawab, dan kepedulian sosial. Jika zakat dikelola dengan baik, maka ia akan menjadi kekuatan ekonomi umat,” tegasnya. Menurutnya, sinergi antara BAZNAS dan TPQ bukan sekadar program, tetapi gerakan bersama membangun kemandirian umat dari tingkat paling dasar. Turut memberikan pandangan edukatif, Ust. H. Abdul Qadir Pulukadang, SE, Lulusan Program Studi Ekonomi Syariah IAI As-Siddiq Kie Raha Maluku Utara, mengingatkan bahwa zakat adalah sistem ekonomi Islam yang visioner. “Zakat bukan hanya ibadah individual, tetapi mekanisme distribusi kekayaan yang Allah tetapkan untuk menjaga keseimbangan sosial. Jika dikelola melalui UPZ, potensi zakat di tingkat lokal akan lebih terdata dan manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar,” paparnya. Ia juga menegaskan bahwa literasi ekonomi syariah perlu terus diperkuat, termasuk melalui forum-forum santai seperti bincang di serambi mushollah. TPQ Roudhotul Jannah bukan lembaga biasa. Lembaga ini pernah meraih Penghargaan Pengelola Media Sosial Terbaik 1 Tingkat Provinsi Sulawesi Utara, membuktikan keseriusannya dalam berdakwah melalui platform digital. Aktivitasnya di media sosial menjadi inspirasi banyak kalangan, terutama dalam menyebarkan konten edukasi Al-Qur’an dan nilai-nilai keislaman yang menyejukkan. Kini, di tengah semangat dakwah digital itu, mushollah TPQ masih dalam proses pembangunan fisik. Namun keterbatasan tersebut tidak menyurutkan langkah. Bagi masyarakat yang ingin turut berpartisipasi dalam pembangunan, donasi dapat disalurkan melalui: BNI: 1791727946 A.N TPQ ROUDHOTUL JANNAH ia juga menyampaikan rasa syukur atas kunjungan dan arahan dari BAZNAS Minahasa. “Kami sangat bersyukur atas silaturahmi ini. Kehadiran BAZNAS memberikan pencerahan dan wawasan baru bagi kami tentang pentingnya pengelolaan zakat yang amanah. InsyaAllah kami siap mengusulkan pengurus untuk membentuk UPZ di TPQ Roudhotul Jannah,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa pembentukan UPZ bukan sekadar struktur organisasi, melainkan pendidikan karakter. “Kami ingin santri-santri kami belajar bahwa Islam bukan hanya tentang membaca Al-Qur’an, tetapi juga tentang tanggung jawab sosial. Dari mushollah inilah kita membangun kepedulian dan kemandirian umat.” Malam itu menjadi bukti bahwa peradaban tidak selalu lahir dari gedung megah. Ia bisa tumbuh dari serambi mushollah yang sederhana, dari tiga ceret kopi yang habis karena kebersamaan, dari diskusi yang mengalir hingga larut malam.
BERITA25/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Aksi Nyata di Bulan Suci! Siswa Kelas 7 MTs Plus Tarbiyah Tondano Turun ke Jalan, Berbagi Takjil Penuh Makna
Aksi Nyata di Bulan Suci! Siswa Kelas 7 MTs Plus Tarbiyah Tondano Turun ke Jalan, Berbagi Takjil Penuh Makna
Tondano – Suasana sore di bulan suci Ramadhan tampak berbeda di sekitar lingkungan madrasah dan jalan utama Tondano. Puluhan siswa kelas 7 MTs Plus Tarbiyah Tondano bersama para guru turun langsung ke lapangan membagikan takjil kepada masyarakat, Selasa (25 Februari 2026). Dengan penuh semangat dan senyum kebahagiaan, para siswa menyapa pengguna jalan, pengendara roda dua dan roda empat, serta warga sekitar yang melintas. Satu per satu paket takjil dibagikan sebagai bentuk kepedulian dan latihan nyata mengamalkan nilai-nilai Islam di bulan Ramadhan. Kegiatan ini bukan sekadar aksi sosial, tetapi bagian dari pembelajaran karakter yang terintegrasi dalam pendidikan madrasah. Para siswa tidak hanya belajar teori di dalam kelas, tetapi juga diajak mempraktikkan langsung nilai kepedulian, kebersamaan, dan keikhlasan. “Kami ingin menanamkan bahwa Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang berbagi dan merasakan kebahagiaan orang lain. Ini bagian dari pendidikan akhlak dan karakter,” ujar salah satu guru pendamping. Menurutnya, kegiatan berbagi takjil menjadi sarana edukatif untuk membangun empati sosial sejak dini. Siswa dilatih untuk peka terhadap lingkungan sekitar dan memahami bahwa sekecil apa pun kebaikan, memiliki nilai besar di sisi Allah SWT. Antusiasme siswa terlihat jelas. Mereka berbaris rapi, membawa paket takjil, lalu membagikannya dengan sopan dan penuh adab. Tak sedikit warga yang mengapresiasi aksi tersebut. Beberapa pengendara bahkan terlihat terharu menerima takjil dari tangan para pelajar. Salah satu siswa mengaku senang bisa terlibat langsung. “Rasanya bahagia sekali. Ternyata berbagi itu menyenangkan. Semoga ini jadi pahala untuk kami dan orang tua,” ujarnya polos. Kepala MTS Plus Tarbiyah Ibu Fitriawati Lababa, M.Pd menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program Ramadhan yang rutin digelar setiap tahun. Selain berbagi takjil, para siswa juga mengikuti pesantren kilat, tadarus Al-Qur’an, dan kajian keislaman. “Madrasah bukan hanya tempat transfer ilmu, tetapi juga tempat membentuk karakter. Kami ingin siswa tumbuh menjadi generasi yang hebat, bermartabat, dan peduli terhadap sesama,” tegasnya.
BERITA25/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Ramadan di Balik Jeruji: Cahaya Taubat dari Masjid At-Taubah Lapas Tondano
Ramadan di Balik Jeruji: Cahaya Taubat dari Masjid At-Taubah Lapas Tondano
Ramadan adalah bulan rahmat, ampunan, dan pembebasan dari api neraka. Keberkahannya tidak mengenal batas ruang dan waktu. Bahkan di balik tembok pembinaan, di lingkungan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Tondano, cahaya itu tetap menyala. Di dalam area lapas berdiri sebuah masjid yang sarat makna: Masjid At-Taubah. Nama “At-Taubah” bukan sekadar identitas, melainkan doa dan harapan—bahwa setiap insan memiliki peluang untuk kembali kepada Allah ? dengan hati yang bersih. Hari ke 6 Ramadhan 24/2/2026, suasana Masjid At-Taubah terasa khusyuk. Warga binaan pemasyarakatan (WBP) muslim berbaris rapi dalam shaf. Turut hadir Kepala Lapas beserta jajaran pegawai yang menunaikan ibadah puasa. Yasin Zakaria mendapatkan amanah menjadi imam Shalat Isya, dilanjutkan Tarawih dan Witir. Usai shalat, ia menyampaikan ceramah Ramadan yang mengingatkan tentang luasnya rahmat Allah dan pintu taubat yang tidak pernah tertutup. Rasulullah ? bersabda: “Setiap anak Adam pasti berbuat salah, dan sebaik-baik orang yang bersalah adalah mereka yang bertaubat.” (HR. Tirmidzi) Hadis ini terasa begitu relevan di tempat tersebut. Bahwa kesalahan bukanlah akhir segalanya. Justru taubat yang tulus adalah awal perubahan. Konsep pemasyarakatan dalam Islam tidak bertumpu pada penghukuman semata, tetapi pada perbaikan (ishlah). Ibadah berjamaah, tilawah Al-Qur’an, serta kajian keislaman selama Ramadan menjadi bagian penting dalam pembinaan mental dan spiritual para warga binaan. Ramadan menghadirkan suasana yang berbeda. Lantunan ayat-ayat suci menggema, doa-doa dipanjatkan dengan penuh harap. Di hadapan Allah ?, tidak ada sekat status. Semua berdiri sejajar sebagai hamba yang membutuhkan ampunan-Nya. Allah ? berfirman dalam Al-Qur'an: “Katakanlah, wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya.” (QS. Az-Zumar: 53) Ayat ini menjadi penguat bahwa harapan selalu ada, selama nafas masih berhembus. Ceramah yang disampaikan Yasin Zakaria menekankan bahwa Ramadan adalah momentum muhasabah dan titik balik kehidupan. Taubat bukan sekadar ucapan, melainkan tekad untuk memperbaiki diri dan tidak mengulangi kesalahan. Warga binaan mendengarkan dengan khusyuk. Sebagian menunduk, sebagian mengangguk pelan. Bagi mereka, ibadah malam itu bukan rutinitas. Ia menjadi ruang muhasabah—menghitung ulang langkah hidup, memohon ampun, dan memupuk tekad untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Pembinaan spiritual seperti ini menjadi bagian penting dari sistem pemasyarakatan modern. Bahwa perbaikan perilaku tak hanya dibentuk oleh aturan, tetapi juga oleh sentuhan nilai agama.Di Masjid At-Taubah, Ramadan bukan hanya rutinitas ibadah. Ia menjadi madrasah jiwa—tempat hati ditempa, air mata penyesalan jatuh, dan doa-doa dipanjatkan agar masa depan lebih baik daripada masa lalu. Semoga Allah menerima amal ibadah seluruh kaum muslimin, termasuk para warga binaan dan petugas yang berkhidmat. Semoga Ramadan ini menjadi saksi perubahan menuju pribadi yang lebih taat dan lebih dekat kepada-Nya.
BERITA25/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Minahasa Beri Apresiasi Istimewa: Ulang Tahun & Gelar Doktor Dr. Drs. Riviva Maringka Jadi Momentum Penguatan Pengabdian
BAZNAS Minahasa Beri Apresiasi Istimewa: Ulang Tahun & Gelar Doktor Dr. Drs. Riviva Maringka Jadi Momentum Penguatan Pengabdian
Minahasa – Suasana penuh rasa syukur dan kebanggaan menyelimuti keluarga besar Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Minahasa. Segenap pimpinan BAZNAS menyampaikan ucapan selamat ulang tahun yang tulus sekaligus apresiasi atas keberhasilan akademik yang membanggakan kepada Dr. Drs. Riviva Maringka, Asisten I Kabupaten Minahasa. Momentum istimewa ini terasa semakin bermakna karena di usia yang kian matang dalam pengabdian, beliau juga sukses menempuh Ujian Tertutup Disertasi Doktor—sebuah capaian akademik yang tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga kebanggaan bagi Pemerintah dan masyarakat Minahasa. Pimpinan BAZNAS Kabupaten Minahasa menyampaikan doa terbaik: semoga senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, serta kebijaksanaan dalam mengemban amanah sebagai Asisten I, dan terus menjadi teladan dalam pelayanan publik yang berintegritas dan humanis. “Capaian akademik ini adalah bukti bahwa pengabdian dan intelektualitas dapat berjalan seiring. Semoga gelar doktor yang diraih semakin memperkuat dedikasi dan kontribusi nyata bagi kemajuan Kabupaten Minahasa,” ungkap salah satu pimpinan BAZNAS. Keberhasilan menempuh ujian doktor bukan sekadar pencapaian akademik, tetapi simbol komitmen terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkup pemerintahan daerah. Di tengah tantangan pembangunan dan dinamika sosial, kepemimpinan yang berlandaskan ilmu pengetahuan menjadi fondasi penting dalam merumuskan kebijakan yang berpihak kepada rakyat. BAZNAS Minahasa memandang sosok Dr. Riviva Maringka sebagai figur yang konsisten mengedepankan nilai pengabdian, sinergi, dan kolaborasi lintas sektor. Semangat belajar yang tak pernah padam menjadi inspirasi bahwa usia dan jabatan bukanlah batas untuk terus bertumbuh. Ucapan “Panjang umur dan selamat atas pencapaian yang membanggakan” pun menjadi doa kolektif yang mengalir dari keluarga besar BAZNAS—sebuah harapan agar setiap langkah pengabdian beliau semakin membawa kemaslahatan bagi masyarakat Minahasa. Di hari istimewa ini, Minahasa tidak hanya merayakan pertambahan usia seorang pemimpin, tetapi juga merayakan lahirnya energi baru intelektual yang siap mendorong kemajuan daerah. Sebuah perayaan yang bukan sekadar seremoni, melainkan penegasan komitmen untuk terus melayani dan membangun dengan ilmu, integritas, dan hati.
BERITA25/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Dari Minsel Menggema di Mimbar Tondano: Al Fikar, Dai Muda SMA yang Siap Harumkan Nama Daerah ke Tingkat Provinsi
Dari Minsel Menggema di Mimbar Tondano: Al Fikar, Dai Muda SMA yang Siap Harumkan Nama Daerah ke Tingkat Provinsi
Tondano – Malam ke 6 Ramadan di Masjid Agung Al Falah Kyai Modjo terasa berbeda. Usai Salat Isya, jamaah tidak langsung beranjak. Mereka bertahan, menyimak kultum tujuh menit yang disampaikan seorang pelajar SMA yang kini mulai dikenal sebagai dai muda penuh potensi: Muhammad Al Fikar. Remaja asal Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) itu saat ini tercatat sebagai siswa di SMA Negeri 1 Amurang. Meski masih duduk di bangku sekolah menengah atas, keberaniannya berdiri di mimbar masjid besar dan menyampaikan pesan keislaman dengan runtut serta penuh penghayatan menuai apresiasi jamaah. Dalam kultumnya, Al Fikar mengangkat tema yang sangat relevan dengan kondisi keluarga masa kini: mendidik anak dengan kasih sayang, bukan dengan amarah. Ia menegaskan pentingnya membedakan antara keras dan tegas dalam mendidik. Mengutip hadis Nabi Muhammad SAW tentang kasih sayang kepada anak dan cucu, ia mengingatkan bahwa kelembutan adalah kunci keberhasilan pendidikan dalam rumah tangga. “Rumah harus menjadi tempat lahirnya cinta, bukan ketakutan. Jangan sampai rumah yang kita tinggali terasa seperti hawa neraka. Jadikan ia jalan menuju surga,” ucapnya dengan suara mantap. Penyampaiannya yang sistematis, disertai dalil dan contoh konkret, membuat jamaah terdiam dan merenung. Di akhir kultumnya, Al Fikar memohon doa kepada jamaah karena ia tengah mempersiapkan diri untuk mewakili daerah dalam ajang dakwah tingkat provinsi. “InsyaAllah tahun ini saya akan melangkah ke tingkat provinsi. Mohon doa dari bapak dan ibu semua agar dimudahkan dan diberikan hasil terbaik,” ujarnya rendah hati. Permintaan doa itu pun disambut dengan aminkan dari jamaah yang hadir. Bagi masyarakat, kehadiran pelajar SMA yang berani tampil membawa pesan dakwah menjadi kebanggaan tersendiri. Ketua BTM Masjid Agung Al Falah Kyai Modjo Zulkifli Pulukadang menilai tampilnya Al Fikar adalah bukti bahwa masjid masih menjadi pusat kaderisasi generasi muda. “Kami ingin masjid menjadi ruang tumbuh bagi anak-anak muda. Ketika pelajar SMA sudah berani berdakwah dengan dalil dan adab yang baik, itu pertanda masa depan umat ada di tangan yang tepat,” ujarnya. Ia berharap Al Fikar tidak hanya membawa nama pribadi, tetapi juga membawa nama Minsel dan Tondano di tingkat provinsi. Di tengah tantangan era digital, kemunculan dai muda seperti Al Fikar menjadi angin segar. Ia membuktikan bahwa usia muda bukan penghalang untuk berdiri di mimbar dan menyampaikan kebaikan. Dari Kabupaten Minahasa Selatan, menimba ilmu di SMA Negeri 1 Amurang, kini suaranya menggema di Masjid Agung Al Falah Kyai Modjo. Ramadan tahun ini bukan sekadar bulan ibadah baginya, tetapi juga momentum pembuktian bahwa generasi muda Sulawesi Utara siap tampil, siap berdakwah, dan siap mengharumkan nama daerah hingga tingkat provinsi.
BERITA24/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Santri Kelas 7 Tampil Perdana di Mimbar Ramadan, Kultum “Hijriah Terbaik” Banjir Apresiasi
Santri Kelas 7 Tampil Perdana di Mimbar Ramadan, Kultum “Hijriah Terbaik” Banjir Apresiasi
Minahasa, 23/2/2026– Suasana Ramadan hari ke-5 di Masjid Al Hijrah Rinegetan terasa berbeda. Usai salat tarawih, jamaah dibuat terdiam dan khusyuk saat seorang santri kelas 7 menyampaikan kultum bertema “Hijriah Terbaik di Bulan Ramadan.” Adalah Adinda Al Fikar Suaiba, santri dari Pondok Pesantren At Tanwir Muhammadiyah Gorontalo, yang tampil penuh percaya diri di hadapan jamaah. Meski masih belia, penyampaiannya tenang, runtut, dan menyentuh. “Hijrah terbaik bukan sekadar berpindah tempat, tapi berpindah dari kebiasaan buruk menuju amal yang dicintai Allah,” ujar Al Fikar dalam kultumnya. Al Fikar diketahui merupakan anak kedua dalam keluarganya. Momentum liburan puasa yang membawanya kembali ke kampung halaman justru menjadi titik awal pengalaman pertamanya berdiri di mimbar masjid. Sang ayah, Hendra Suaiba, tak mampu menyembunyikan rasa bangga. “Perdana tampil kultum Ramadan. Berproseslah nak untuk lebih baik. Saat liburan puasa kembali ke kampung dan dapat kesempatan tampil di masjid, itu satu kebanggaan bagi kami. Terima kasih kepada Ketua BTM dan keimaman Masjid Al Hijrah yang telah memberi ruang untuk ananda belajar,” ungkapnya. Bagi keluarga, ini bukan sekadar tampil ceramah, tetapi bagian dari proses pembentukan karakter dan mental dakwah sejak dini. Ketua BTM Masjid Al Hijrah Rinegetan menyebut, memberi kesempatan kepada anak-anak dan santri untuk berbicara di mimbar adalah bagian dari investasi peradaban. “Ramadan adalah madrasah karakter. Kalau sejak usia SMP mereka sudah berani menyampaikan nilai hijrah dan akhlak, kita sedang menanam calon pemimpin masa depan. Masjid harus menjadi ruang pembinaan generasi,” ujarnya. Menurutnya, keberanian anak muda tampil di depan publik tidak lahir tiba-tiba, melainkan karena diberi kepercayaan dan dukungan lingkungan. Kegiatan tersebut diunggah melalui akun resmi media sosial Masjid Al Hijrah Rinegetan dan langsung mendapat respons positif dari masyarakat. Kolom komentar dipenuhi doa dan apresiasi atas keberanian santri muda tersebut. Sejumlah warganet menilai langkah ini menjadi inspirasi bagi orang tua lain untuk mendorong anak-anak tampil di ruang-ruang kebaikan. Ramadan kali ini menghadirkan pesan kuat: hijrah tidak menunggu dewasa. Hijrah bisa dimulai sejak remaja, dari mimbar kecil di kampung halaman, dengan niat tulus dan keberanian belajar.
BERITA24/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Hari ke-6 Ramadan, Alkayr Community Tuntaskan Khataman Pertama di Masjid Agung Al Falah Kyai Modjo
Hari ke-6 Ramadan, Alkayr Community Tuntaskan Khataman Pertama di Masjid Agung Al Falah Kyai Modjo
Tondano, 24/2/2026 – Suasana malam Ramadan di Kampung Jawa, Tondano, terasa syahdu dan penuh keberkahan. Usai sholat tarawih di Masjid Agung Al Falah Kyai Modjo, puluhan ibu-ibu yang tergabung dalam Alkayr Community kembali merapatkan saf untuk menuntaskan bacaan Al-Qur’an. Dipimpin oleh Imam Rawatib, Ustadz Samsudin Djoyosuroto, khataman berlangsung khusyuk dan tertib. Pada malam ke-6 Ramadan, kelompok yang beranggotakan 30 ibu-ibu tersebut resmi menyelesaikan khataman pertama mereka. Salah satu anggota Alkayr Community mengungkapkan rasa syukur dan komitmen mereka: “Kegiatan ini rutin kami lakukan setiap bulan puasa. Kami beranggotakan 30 ibu-ibu dan setiap Ramadan menargetkan tiga kali khataman Al-Qur’an. Pembacaan dibagi, masing-masing anggota mendapatkan satu juz untuk diselesaikan. Alhamdulillah malam ke-6 ini kami sudah menyelesaikan khataman pertama. Insyaallah akan kami lanjutkan kembali sampai target tiga kali khataman tercapai sebelum Ramadan berakhir.” Menurutnya, kekuatan utama kelompok ini adalah disiplin, kebersamaan, dan saling menyemangati agar tetap istiqamah hingga akhir Ramadan. Kegiatan ini turut dihadiri Lurah Kampung Jawa Tondano, Hidayat Nurhamidin, yang menyampaikan apresiasi atas semangat ibu-ibu pengajian. “Khataman Al-Qur’an ini sudah menjadi tradisi setiap bulan Ramadan di Kampung Jawa. Bukan hanya Alkayr Community, ada beberapa kelompok ibu-ibu pengajian yang juga melaksanakan khataman. Kami bersyukur karena ini menunjukkan semangat Qur’ani yang hidup di tengah masyarakat.” Ia menegaskan bahwa Ramadan adalah momentum pendidikan ruhani. “Ketika ibu-ibu istiqamah membaca Al-Qur’an, itu menjadi teladan nyata bagi anak-anak dan generasi muda. Inilah pendidikan karakter yang sesungguhnya—dimulai dari rumah, dari para ibu, lalu menular ke lingkungan.” Turut menyaksikan momen penuh haru tersebut, Wakil Ketua IV Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Minahasa memberikan apresiasi kepada kelompok ibu-ibu Jaton yang konsisten menjaga tradisi khataman. Dalam pernyataannya, ia menegaskan pentingnya membangun keseimbangan antara ibadah spiritual dan kepedulian sosial. “Kami sangat mengapresiasi semangat ibu-ibu Jaton yang menjadikan Ramadan sebagai momentum menghidupkan Al-Qur’an. Khataman bukan sekadar menyelesaikan bacaan 30 juz, tetapi membangun kedekatan dengan Allah dan memperkuat akhlak.” Ia juga menambahkan bahwa semangat membaca Al-Qur’an harus berdampak pada perilaku sosial. “Ketika Al-Qur’an dibaca dan dipahami, maka akan melahirkan kepedulian. Di sinilah nilai zakat, infak, dan sedekah menemukan ruhnya. Spirit Qur’ani harus berjalan seiring dengan kepedulian terhadap sesama. BAZNAS tentu siap bersinergi dalam membangun masyarakat yang religius sekaligus peduli.” Menurutnya, kekuatan umat terletak pada kolaborasi—antara pemerintah kelurahan, pengurus masjid, kelompok pengajian, dan lembaga zakat—untuk menciptakan Kampung Jawa yang bukan hanya religius secara simbolik, tetapi juga kuat secara sosial dan ekonomi. Malam Ramadan di Kampung Jawa terasa hidup. Cahaya masjid memancar hangat, lantunan ayat suci menggema, dan kebersamaan terasa begitu nyata. Anak-anak bermain di pelataran, orang tua berbincang penuh keakraban, sementara di dalam masjid, Al-Qur’an terus dibaca dengan penuh harap dan cinta. Khataman hari ke-6 ini menjadi awal yang menggembirakan. Dua target khataman berikutnya telah menanti. Dan di setiap huruf yang dilafalkan, tersimpan doa dan harapan: semoga Ramadan tahun ini benar-benar melahirkan generasi Qur’ani—yang tidak hanya rajin membaca, tetapi juga menghadirkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
BERITA24/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Serambi yang Menyala: Ramadan, Kopi, dan Ajakan Lurah Menghidupkan Masjid
Serambi yang Menyala: Ramadan, Kopi, dan Ajakan Lurah Menghidupkan Masjid
Malam itu, usai tarawih dan tadarus, serambi Masjid Agung Al-Falah Kyai Modjo tidak langsung lengang. Mushaf-mushaf perlahan ditutup, doa-doa dipanjatkan, lalu jamaah tetap tinggal. Bukan untuk urusan dunia yang riuh, tetapi untuk merawat suasana hati yang baru saja disentuh ayat-ayat Al-Qur’an. Di sudut serambi, kopi hangat mengepul. Kue-kue takjil tersaji sederhana. Anak-anak duduk berdekatan dengan orang tua. Remaja masjid bercengkerama dengan pengurus. Tidak ada sekat jabatan, tidak ada jarak usia. Yang ada hanyalah kebersamaan—sebuah nikmat yang sering terlupakan di tengah kesibukan kerja, tanggung jawab keluarga, dan tekanan hidup sehari-hari. Ramadan di Kampung Jawa bukan hanya soal menahan lapar. Ia menjadi ruang pertemuan jiwa-jiwa yang ingin kembali dekat—dengan Allah dan dengan sesama. Selesai sholat tarawih dan tadarus, duduk di serambi masjid terasa seperti jeda yang menenangkan. Dari obrolan ringan, lahir nasihat tanpa menggurui. Dari secangkir kopi, tumbuh kehangatan ukhuwah. Dari kue sederhana, muncul rasa syukur yang mendalam. Di sana, para orang tua berbagi pengalaman hidup. Remaja belajar tentang adab sebelum ilmu. Anak-anak menyaksikan langsung bagaimana orang dewasa menjaga silaturahmi di rumah Allah. Masjid tidak hanya menjadi tempat sujud, tetapi juga sekolah akhlak dan pusat peradaban kecil yang hidup. Bukankah Rasulullah ? menjadikan masjid sebagai pusat pembinaan umat? Tempat ibadah, tempat belajar, tempat musyawarah, dan tempat menguatkan persaudaraan. Apa yang terjadi setiap malam di serambi masjid itu seakan menghidupkan kembali fungsi agung tersebut. Lurah Kampung Jawa Tondano Hidayat Nurhamidin menyampaikan ajakan yang sederhana namun menyentuh. Bukan dalam nada perintah, melainkan sebagai undangan penuh harap. “Ramadan ini mari kita makmurkan masjid bersama. Tidak hanya datang untuk sholat, tetapi juga tinggal sejenak. Duduk bersama, berbincang yang baik, menguatkan satu sama lain. Di tengah kesibukan dan tanggung jawab kita, momen seperti ini adalah anugerah yang tidak ternilai.” Ia menambahkan bahwa kebiasaan berkumpul di masjid setelah tarawih dan tadarus adalah cara lembut membangun ketahanan moral masyarakat. Anak-anak melihat teladan. Remaja merasa memiliki ruang yang positif. Orang tua menemukan ketenangan. “Masjid yang hidup akan melahirkan masyarakat yang kuat,” tuturnya. Ajakan itu bukan sekadar slogan Ramadan. Ia adalah visi membangun kampung dari dalam—dari hati yang bersih, dari ukhuwah yang terjaga. Di tengah hiruk-pikuk dunia modern yang serba cepat, duduk di serambi masjid sambil menikmati kopi dan takjil terasa seperti kemewahan spiritual. Menyenangkan, menenangkan, sekaligus menguatkan. Tidak ada yang mewah dalam hidangan itu. Namun keberkahan terasa nyata. Waktu yang biasanya habis untuk gawai atau kesibukan dunia, kini diisi dengan tadarus, doa, dan kebersamaan. Ramadan seakan berkata: inilah prioritas yang sesungguhnya. Malam-malam seperti ini mungkin hanya datang sebulan dalam setahun. Tetapi nilai yang ditanamkan—cinta kepada masjid, cinta kepada Al-Qur’an, dan cinta kepada sesama—dapat bertahan sepanjang hayat. Dan dari serambi Masjid Agung Al-Falah Kyai Modjo, cahaya itu terus menyala. Bukan hanya menerangi malam Ramadan, tetapi juga menuntun langkah masyarakat menuju kehidupan yang lebih beriman, lebih rukun, dan lebih bermakna.
BERITA24/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Kobar–PT SSMS Tbk. Salurkan 115 Paket Sembako, Sinergi Zakat Ringankan Warga Dua Desa
BAZNAS Kobar–PT SSMS Tbk. Salurkan 115 Paket Sembako, Sinergi Zakat Ringankan Warga Dua Desa
Pangkalan Bun – Komitmen membantu masyarakat terus ditunjukkan Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Kotawaringin Barat. Bersama PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk., lembaga zakat ini menyalurkan 115 paket sembako untuk warga di Desa Tanjung Terantang dan Desa Kumpai Batu Bawah, Senin (23/2/2026). Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis di Kantor BAZNAS Kobar, Pangkalan Bun. Masing-masing desa menerima bantuan berbeda jumlah: 65 paket untuk Tanjung Terantang dan 50 paket untuk Kumpai Batu Bawah. Setiap paket berisi kebutuhan pokok, yakni beras premium 10 kilogram dan minyak goreng 2 liter. Bantuan tersebut selanjutnya akan didistribusikan kepada warga yang berhak menerima (mustahik) oleh pemerintah desa setempat. Ketua BAZNAS Kobar menyampaikan, kolaborasi dengan sektor swasta menjadi langkah strategis untuk memperluas jangkauan manfaat zakat. “Sinergi antara BAZNAS dan sektor swasta seperti PT SSMS Tbk. sangat krusial dalam mempercepat distribusi bantuan bagi masyarakat yang membutuhkan. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan kebutuhan pokok masyarakat,” ujarnya. Menurutnya, zakat bukan sekadar kewajiban ibadah, tetapi juga instrumen sosial yang mampu menggerakkan solidaritas. Dukungan perusahaan melalui program tanggung jawab sosial dinilai menjadi energi tambahan dalam memperkuat peran zakat bagi pembangunan daerah. Perwakilan desa yang hadir menyambut baik bantuan tersebut. Mereka memastikan paket sembako akan disalurkan tepat sasaran kepada warga yang membutuhkan, terutama dalam menghadapi kenaikan kebutuhan pokok. Langkah kolaboratif ini sekaligus mempertegas bahwa pengentasan beban masyarakat tidak bisa dilakukan sendiri. Diperlukan gotong royong antara lembaga zakat, korporasi, dan pemerintah desa. Di Bumi Marunting Batu Aji, sinergi ini menjadi bukti bahwa ketika zakat dikelola secara profesional dan didukung dunia usaha, dampaknya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat. BAZNAS Kobar pun berharap kolaborasi serupa dapat terus berlanjut, sehingga semakin banyak warga yang merasakan manfaat nyata dari zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun.
BERITA23/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Siswi Kelas 3 Tampil Berani di Masjid Diponegoro, Kultum “Superhero Ramadan” Curi Perhatian Jamaah
Siswi Kelas 3 Tampil Berani di Masjid Diponegoro, Kultum “Superhero Ramadan” Curi Perhatian Jamaah
Minahasa — Suasana haru dan bangga menyelimuti jamaah di Masjid Diponegoro Tegal Redjo Tonsea Lama, Minggu (23/2/2026) malam. Usai Salat Isya dan sebelum memasuki Salat Tarawih, seorang siswi kelas 3 dari MIS Alkhairaat Tondano tampil percaya diri membawakan kultum bertajuk “Menjadi Superhero di Bulan Ramadhan.” Adalah Azkani Saelangi, yang malam itu berdiri di hadapan jamaah dengan penuh keberanian. Dengan suara lantang dan penyampaian yang tertata, Azkani mengajak para jamaah — termasuk anak-anak seusianya — memahami bahwa menjadi pahlawan di bulan suci tidak membutuhkan kekuatan luar biasa, melainkan akhlak mulia dan konsistensi dalam berbuat baik. “Superhero itu bukan hanya yang ada di film. Di bulan Ramadhan, kita semua bisa jadi superhero dengan rajin salat, membantu orang tua, menjaga lisan, dan suka berbagi,” kurang lebih demikian pesan yang disampaikan Azkani dalam kultumnya. Penampilan Azkani mendapat perhatian jamaah. Beberapa orang tua tampak tersenyum bangga, sementara anak-anak lain menyimak dengan antusias. Momentum ini menjadi bukti bahwa mimbar masjid juga bisa menjadi ruang pembinaan karakter bagi generasi muda. Informasi kegiatan ini diperoleh dari tautan resmi media sosial MIS Alkhairaat Tondano, yang turut mengapresiasi keberanian siswinya tampil di ruang publik keagamaan. Pihak madrasah menilai, kesempatan seperti ini penting untuk melatih mental, kemampuan berbicara di depan umum, sekaligus menanamkan nilai dakwah sejak dini. Ramadan memang identik dengan peningkatan ibadah. Namun lebih dari itu, bulan suci juga menjadi ajang pembentukan karakter. Memberi ruang kepada anak-anak untuk tampil menyampaikan pesan agama adalah bagian dari pendidikan praktis yang berdampak jangka panjang. Apresiasi juga mengalir kepada orang tua Azkani yang terus mendukung tumbuhnya keberanian dan kecintaan sang anak terhadap ilmu agama. Dukungan keluarga dinilai menjadi fondasi utama dalam membangun rasa percaya diri anak. Penampilan Azkani malam itu menjadi pengingat bahwa dakwah tidak mengenal usia. Dari mimbar masjid di Tonsea Lama, semangat kecil itu menyala — membawa pesan bahwa setiap anak punya potensi menjadi “superhero” kebaikan di bulan Ramadhan.
BERITA23/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Bangkitkan Ekonomi Umat, BAZNAS Palopo Kucurkan Rp22,5 Juta untuk 13 Pelaku Usaha
Bangkitkan Ekonomi Umat, BAZNAS Palopo Kucurkan Rp22,5 Juta untuk 13 Pelaku Usaha
Palopo — Momentum Ramadan dimanfaatkan sebagai titik kebangkitan ekonomi umat. BAZNAS Kota Palopo kembali menunjukkan komitmennya dengan menyalurkan bantuan pengembangan usaha kepada 13 pelaku usaha kecil di Kecamatan Wara Selatan, Senin (23/2/2026). Melalui program pendayagunaan zakat, sebanyak 12 pelaku usaha menerima bantuan modal dengan total anggaran mencapai Rp15.500.000. Nominal bantuan diberikan secara variatif, mulai dari Rp1 juta, Rp1,5 juta, hingga Rp5 juta, disesuaikan dengan kebutuhan dan jenis usaha masing-masing penerima. Tak hanya itu, dalam program unggulan Z Auto—program bantuan untuk penguatan usaha bengkel—satu mustahik terpilih mendapatkan dukungan modal sebesar Rp7.000.000. Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian BAZNAS Palopo, Irsal Hamid, menegaskan bahwa setiap bantuan yang disalurkan melalui proses survei dan asesmen mendalam. Hal ini dilakukan untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan mampu mendorong keberlanjutan usaha penerima. “Kami terus melakukan asesmen untuk memastikan mustahik yang benar-benar layak mendapatkan bantuan. Permohonan yang masuk cukup banyak, namun tidak semuanya bisa direalisasikan karena harus melalui tahapan penilaian sesuai kriteria,” ujarnya. Menurut Irsal, pendekatan ini penting agar dana zakat tidak hanya habis untuk konsumsi sesaat, tetapi mampu menjadi modal produktif yang menggerakkan roda ekonomi keluarga. BAZNAS Palopo menegaskan perannya sebagai jembatan amanah antara masyarakat yang menunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dengan para mustahik penerima manfaat. “Semakin banyak masyarakat yang berzakat melalui BAZNAS, semakin luas pula dampak yang bisa kita hadirkan. Termasuk dalam program pemberdayaan ekonomi seperti ini,” kata Irsal. Ia berharap para penerima bantuan tidak hanya mampu mempertahankan usahanya, tetapi juga berkembang hingga suatu saat dapat bertransformasi dari mustahik menjadi muzaki. Penyaluran bantuan di bulan Ramadan ini menjadi simbol bahwa zakat bukan sekadar bantuan konsumtif, melainkan instrumen strategis untuk pengentasan kemiskinan dan penguatan ekonomi umat. BAZNAS Palopo juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang terus mempercayakan penyaluran ZIS melalui lembaga tersebut. Dukungan publik dinilai menjadi kunci agar program pemberdayaan dapat terus diperluas ke lebih banyak pelaku usaha kecil di Kota Palopo. Dengan semangat kebersamaan, diharapkan bantuan ini menjadi pijakan awal bagi para pelaku usaha untuk bangkit, mandiri, dan menguatkan ekonomi lokal Palopo.
BERITA23/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS RI Tegaskan Dana Zakat Tidak Digunakan untuk Program MBG
BAZNAS RI Tegaskan Dana Zakat Tidak Digunakan untuk Program MBG
Jakarta — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menegaskan bahwa dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) yang dihimpun dari para muzaki tidak digunakan untuk mendanai program Makan Bergizi Gratis (MBG). Penegasan ini disampaikan untuk meluruskan informasi yang beredar di tengah masyarakat. Pimpinan Bidang Pengumpulan Badan Amil Zakat Nasional RI, Rizaludin Kurniawan, menyatakan bahwa pemanfaatan dana ZIS memiliki aturan yang jelas dan tidak dapat dialihkan di luar peruntukan yang telah ditetapkan dalam syariat Islam. “Kami tegaskan bahwa Zakat, Infak, dan Sedekah yang dititipkan masyarakat kepada BAZNAS tidak digunakan sepersen pun untuk program Makan Bergizi Gratis. Seluruhnya disalurkan untuk kemaslahatan umat sesuai ketentuan delapan asnaf,” ujar Rizaludin dalam keterangan tertulis, Senin (23/2/2026). Rizaludin menjelaskan, dalam syariat Islam zakat hanya diperuntukkan bagi delapan golongan penerima (asnaf), yakni fakir, miskin, amil, muallaf, riqab (hamba sahaya), gharimin (orang yang terlilit utang untuk kebutuhan dasar), fisabilillah, serta ibnu sabil (musafir yang kehabisan bekal). Ketentuan tersebut menjadi rambu utama dalam tata kelola zakat di BAZNAS. Seluruh proses penghimpunan hingga pendistribusian dana dilakukan dalam koridor syariah dan tidak boleh menyimpang dari aturan yang telah ditetapkan. “Penggunaan dana zakat tidak dapat dialihkan untuk program yang tidak masuk dalam kategori asnaf, termasuk program MBG,” tegasnya. Lebih lanjut, Rizaludin menekankan bahwa secara kelembagaan maupun sumber pendanaan, program MBG dan pengelolaan zakat berada dalam sistem yang berbeda. Program MBG merupakan program pemerintah yang dibiayai melalui anggaran negara, sedangkan dana ZIS berasal dari amanah masyarakat yang pengelolaannya diatur ketat oleh syariat dan regulasi. Dalam menjalankan tugasnya, BAZNAS berpedoman pada prinsip 3A, yakni Aman Syar’i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI. Prinsip ini memastikan pengelolaan zakat tidak hanya sesuai ajaran agama, tetapi juga taat hukum serta mendukung kepentingan bangsa. Program pendistribusian dan pendayagunaan ZIS yang dikelola BAZNAS difokuskan pada pengentasan kemiskinan, peningkatan akses pendidikan, layanan kesehatan, pemberdayaan ekonomi umat, serta bantuan kemanusiaan bagi kelompok rentan yang termasuk dalam delapan asnaf. BAZNAS juga mengimbau masyarakat agar tidak terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan terkait penggunaan dana zakat. “Kami menjalankan tata kelola yang transparan dan akuntabel melalui pelaporan serta audit berkala sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada publik. Laporan dapat diakses melalui situs resmi BAZNAS,” ujar Rizaludin. Penegasan ini diharapkan dapat memperkuat kepercayaan publik bahwa amanah para muzaki tetap terjaga dan disalurkan secara tepat sasaran bagi masyarakat yang berhak menerima.
BERITA23/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
2.310 Porsi Iftar dari Indonesia Tiba di Masjid Al-Aqsa, BAZNAS RI: Palestina Tak Sendiri
2.310 Porsi Iftar dari Indonesia Tiba di Masjid Al-Aqsa, BAZNAS RI: Palestina Tak Sendiri
Jakarta — Solidaritas rakyat Indonesia kembali menembus batas negara. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menyalurkan 2.310 porsi hidangan berbuka puasa bagi warga Palestina di kawasan Masjid Al-Aqsa pada Ramadan 1447 Hijriah. Bantuan tersebut merupakan amanah masyarakat Indonesia yang dihimpun dan disalurkan melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI sebagai bagian dari misi kemanusiaan global. Ketua BAZNAS RI Noor Achmad menyampaikan rasa syukurnya karena bantuan tersebut telah sampai dan dibagikan kepada warga serta jemaah di sekitar kompleks Masjid Al-Aqsa. “Alhamdulillah, amanah masyarakat Indonesia berupa 2.310 porsi hidangan berbuka telah sampai dan dibagikan kepada warga Palestina. Menu yang diberikan juga telah disesuaikan dengan kebutuhan serta kebiasaan konsumsi masyarakat setempat,” ujar Kiai Noor dalam keterangan tertulisnya, Senin (23/2/2026). Menurut Kiai Noor, penyaluran bantuan ini menjadi penting mengingat situasi kemanusiaan di Palestina yang belum stabil. Akses pangan di sejumlah wilayah masih terbatas, sementara kebutuhan konsumsi meningkat selama Ramadan. Momentum berbuka puasa bukan sekadar soal makanan, tetapi juga tentang menjaga harapan dan kebersamaan di tengah tekanan hidup yang berat. “Semoga apa yang kita berikan dapat meringankan beban masyarakat Palestina serta menghadirkan kebahagiaan di bulan Ramadan. Kami ingin mereka merasakan bahwa mereka tidak sendiri,” katanya. Distribusi Transparan dan Tepat Sasaran BAZNAS memastikan distribusi bantuan dilakukan melalui mitra kemanusiaan terpercaya yang berada langsung di lapangan. Langkah ini ditempuh agar proses penyaluran berjalan efektif, transparan, dan akuntabel. Upaya tersebut juga menjadi bagian dari komitmen BAZNAS untuk menjaga kepercayaan publik bahwa setiap rupiah dana umat benar-benar sampai kepada yang membutuhkan. “Zakat menguatkan, bukan hanya di Indonesia, tetapi juga dalam misi kemanusiaan dunia,” tegas Kiai Noor. Bantuan ribuan porsi iftar ini menjadi simbol bahwa solidaritas masyarakat Indonesia tidak mengenal batas geografis. Dari Tanah Air, doa dan dukungan mengalir hingga ke halaman Masjid Al-Aqsa—salah satu situs suci umat Islam yang menjadi saksi sejarah panjang perjuangan rakyat Palestina. BAZNAS mengajak masyarakat untuk terus melanjutkan aksi nyata membantu saudara-saudara di Palestina melalui Dompet Solidaritas Palestina BAZNAS.
BERITA23/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Badan Amil Zakat Nasional dan Dubes Palestina Susun Peta Jalan Bantuan Kemanusiaan untuk Gaza
Badan Amil Zakat Nasional dan Dubes Palestina Susun Peta Jalan Bantuan Kemanusiaan untuk Gaza
Jakarta — Di tengah situasi kemanusiaan yang kian memburuk di Gaza, diplomasi kemanusiaan kembali ditegaskan. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menerima kunjungan Abdalfatah A.K. Alsattari, Duta Besar Palestina untuk Indonesia, di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Senin (23/2/2026). Pertemuan tersebut membahas peta jalan penyaluran bantuan kemanusiaan bagi rakyat Gaza yang dirancang lebih terstruktur, efektif, dan berkelanjutan. Ketua BAZNAS RI, Noor Achmad, menegaskan bahwa dukungan terhadap Palestina bukan sekadar respons sesaat terhadap konflik, melainkan komitmen moral yang melekat dalam kesadaran kemanusiaan bangsa Indonesia. “Komitmen kami untuk membantu Palestina tidak akan pernah surut. Setiap bantuan yang sampai ke tangan mereka adalah amanah kemanusiaan yang kami jaga dengan penuh tanggung jawab,” ujarnya. Dalam audiensi tersebut, kedua pihak membahas mekanisme distribusi bantuan di tengah berbagai tantangan logistik dan blokade yang kerap menghambat akses ke Gaza. BAZNAS dan Kedutaan Besar Palestina sepakat memperkuat koordinasi agar bantuan tidak hanya berhenti pada distribusi logistik pangan dan kebutuhan dasar, tetapi juga menjangkau sektor pendidikan melalui penguatan akses beasiswa bagi pelajar Palestina. Langkah ini dinilai penting agar bantuan kemanusiaan tidak semata bersifat karitatif, melainkan juga berorientasi pada keberlanjutan dan pembangunan sumber daya manusia. “Kami ingin memastikan bantuan tidak terputus. Bahkan di tengah situasi yang sulit, harapan harus tetap dijaga,” kata Noor Achmad. Dalam kesempatan yang sama, Abdalfatah Alsattari menggambarkan kondisi Gaza sebagai krisis yang melampaui batas nalar kemanusiaan. Ia menyebut dampak kehancuran di Gaza lebih buruk dari yang dibayangkan banyak pihak. “Sebanyak 85 persen rumah penduduk telah hancur. Mereka tidak lagi memiliki kamar tidur, dapur, ruang tamu, bahkan kamar mandi,” ujarnya. Ia juga mengungkapkan bahwa sekitar 40 persen korban yang selamat mengalami kehilangan anggota tubuh, dengan mayoritas korban adalah perempuan dan anak-anak. Gambaran tersebut mempertegas bahwa krisis di Gaza bukan hanya soal konflik bersenjata, tetapi tentang hilangnya ruang hidup yang layak bagi warga sipil. Abdalfatah menyampaikan apresiasi atas dukungan Indonesia yang konsisten berdiri di sisi Palestina. Ia mengisahkan pengalaman personalnya saat baru tiba di Indonesia. “Saya bertemu beberapa perempuan di hotel. Ketika mereka tahu saya berasal dari Gaza, mereka menangis. Mereka belum tahu saya Duta Besar, mereka hanya tahu saya dari Gaza,” tuturnya. Cerita itu, bagi Abdalfatah, menjadi cermin bahwa solidaritas rakyat Indonesia bukan sekadar sikap politik, melainkan empati yang lahir dari nurani. Pertemuan ini dihadiri jajaran pimpinan BAZNAS RI, termasuk Wakil Ketua H. Mokhamad Mahdum, Ph.D., serta sejumlah pimpinan bidang lainnya. Kehadiran para pimpinan tersebut menandai bahwa isu Palestina ditempatkan sebagai agenda strategis lembaga. Dalam konteks yang lebih luas, langkah BAZNAS dapat dibaca sebagai bentuk diplomasi zakat—di mana dana umat tidak hanya dikelola untuk kepentingan domestik, tetapi juga diarahkan untuk merespons krisis kemanusiaan global. Peta jalan bantuan yang tengah dirumuskan diharapkan menjadi model kolaborasi yang transparan dan akuntabel, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai bangsa yang konsisten membela nilai-nilai kemanusiaan universal. Di tengah reruntuhan dan kehilangan di Gaza, solidaritas lintas bangsa itu setidaknya menjadi penanda bahwa harapan belum sepenuhnya padam.
BERITA23/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Deru Speedboat Pecah Pagi Ramadhan! Safari Zakat Tembus Kepulauan Karimata-Pulau Maya
Deru Speedboat Pecah Pagi Ramadhan! Safari Zakat Tembus Kepulauan Karimata-Pulau Maya
Kayong Utara – Angin laut masih menggigit ketika speedboat bertolak dari Pelabuhan Sukadana, Senin (23/2/2026) pukul 07.30 WIB. Hari itu Ramadhan memasuki hari ke-5. Namun hawa dingin tak menyurutkan langkah rombongan Safari Ramadhan yang membawa misi kemanusiaan: mengantar amanah muzaki kepada mustahik di wilayah kepulauan. Di atas perahu, hadir pimpinan BAZNAS Kabupaten Kayong Utara bersama jajaran pemerintah daerah. Tujuan mereka jelas: menembus lautan menuju Kecamatan Kepulauan Karimata dan Kecamatan Pulau Maya. Desa demi desa disambangi: Betok, Padang, Pelapis, Dusun Kecil, Dusun Besar, hingga Tanjung Satai. Setiap kali rombongan merapat, masjid desa langsung dipenuhi warga. Suasana makin hidup saat Wakil Bupati Kayong Utara, Amru Chanwari, naik ke podium. Dengan gaya khasnya, ia membuka sambutan lewat pantun jenaka yang langsung disambut tawa warga. Namun di balik canda, terselip pesan serius: kebersamaan dan gotong royong harus terus dijaga, terutama di bulan suci. Tausiyah kemudian disampaikan Ustadz Muhammad Asy’ari, SH.I. Ia mengingatkan pentingnya memperkuat ibadah Ramadhan—mulai dari shalat berjamaah, zakat fitrah, zakat mal, hingga amal sosial sebagai wujud kepedulian. Puncak acara selalu sama: penyerahan bantuan. Bantuan tersebut merupakan kolaborasi Pemerintah Daerah Kayong Utara, Bank Kalbar, dan BAZNAS Kabupaten Kayong Utara. Saat paket bantuan berpindah tangan, suasana mendadak hening. Beberapa warga tampak berkaca-kaca. Bagi masyarakat di ujung pulau, bantuan ini bukan sekadar materi, tapi simbol bahwa mereka tak sendiri. “Terima kasih sudah datang jauh-jauh ke pulau kami,” ujar salah seorang warga. Safari Ramadhan kali ini bukan cuma soal pembagian zakat. Wakil Bupati bersama jajaran OPD—termasuk Dinas PUPR, BKPSDM, NAKERTRANS, Bagian Hukum, dan Kesra—ikut meninjau fasilitas pendidikan dan kesehatan. Mereka memastikan layanan dasar masyarakat tetap berjalan. Bahkan, pembinaan khusus diberikan kepada para ASN yang bertugas di wilayah kepulauan agar tetap semangat melayani di daerah terluar. Perjalanan berlabuh di Desa Tanjung Satai, Kecamatan Pulau Maya. Setelah seluruh agenda rampung, rombongan dijamu makan malam sederhana di rumah dinas camat. Malam kian larut saat speedboat kembali meninggalkan Dermaga Tanjung Satai. Lampu-lampu desa perlahan mengecil di kejauhan. Namun satu hal yang tak ikut menjauh: harapan. Safari Ramadhan ini menjadi bukti, sejauh apa pun lautan memisahkan, kepedulian tetap bisa menyeberang. Amanah muzaki telah sampai, dan senyum para mustahik menjadi jawabannya.
BERITA23/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Berkah Ramadan Mengalir di Masjid Nurul Huda Kawangkoan, Jamaah dan Musafir Kian Membludak Saat Berbuka
Berkah Ramadan Mengalir di Masjid Nurul Huda Kawangkoan, Jamaah dan Musafir Kian Membludak Saat Berbuka
Kawangkoan – Ramadan tahun ini menghadirkan pemandangan yang menggetarkan hati di Masjid Nurul Huda, Kawangkoan. Setiap senja menjelang Magrib, saf demi saf jamaah dan musafir terus bertambah. Tak hanya warga sekitar, para pelintas jalan, pekerja, hingga musafir dari luar daerah ikut merapat, menyatu dalam satu hidangan: buka puasa penuh keberkahan. Suasana haru terasa saat adzan Magrib berkumandang. Ratusan paket takjil dan nasi berbuka tersaji rapi. Senyum para relawan menyambut setiap yang datang, tanpa memandang latar belakang. Ramadan benar-benar menjelma menjadi bulan berbagi, bulan yang mempertemukan hati dalam satu tujuan: mencari ridha Allah. Semangat memberi makan orang berpuasa bukan sekadar tradisi sosial, tetapi berakar kuat pada tuntunan Rasulullah ?. Dari Zaid bin Khalid Al-Juhani radhiyallahu ‘anhu, Nabi ? bersabda: “Barangsiapa yang memberi buka orang puasa, maka baginya pahala semisalnya tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa sedikitpun.” (HR. Tirmidzi no. 807, Ibnu Majah no. 1746; dishahihkan Ibnu Hibban dan Al-Albani). Betapa agung janji ini. Memberi makan orang berpuasa berarti meraih pahala seperti orang yang berpuasa itu sendiri—tanpa mengurangi sedikit pun pahala mereka. Bahkan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah menjelaskan bahwa makna “memberi buka” adalah sampai mengenyangkan. Artinya, bukan sekadar simbolis, tetapi benar-benar menghadirkan kecukupan bagi saudara kita yang berpuasa. Menanggapi meningkatnya jumlah jamaah dan musafir yang berbuka di Masjid Nurul Huda, Kepala Seksi Bimas Islam Kementerian Agama Kabupaten Minahasa Abshori Abdillah Saleh, S.Ag menyampaikan apresiasi dan pesan mendalam. Menurutnya, fenomena ini menunjukkan tumbuhnya kesadaran kolektif umat untuk memakmurkan masjid sekaligus menghidupkan sunnah berbagi. “Ramadan adalah bulan solidaritas. Memberi makan orang berpuasa bukan hanya amal sosial, tetapi ibadah yang memiliki ganjaran luar biasa. Ini momentum membangun kepedulian dan memperkuat ukhuwah Islamiyah,” ujarnya. Ia juga mengingatkan bahwa masjid bukan hanya tempat shalat, tetapi pusat peradaban umat. Ketika masjid hidup dengan kegiatan berbagi dan ibadah, maka di situlah cahaya keberkahan memancar ke masyarakat sekitar. Di balik hidangan sederhana itu, ada gotong royong yang luar biasa. Para ibu menyiapkan makanan sejak siang hari. Remaja masjid membagikan takjil dengan penuh semangat. Donatur berdatangan tanpa ingin disebutkan namanya. Semua menyatu dalam satu keyakinan: setiap suapan yang masuk ke mulut orang berpuasa adalah investasi akhirat. Masjid Nurul Huda kini bukan hanya tempat berbuka, tetapi menjadi rumah singgah ruhani bagi musafir dan jamaah. Di sana, rasa lapar dipertemukan dengan kasih sayang. Di sana pula, pahala berlipat ganda dijanjikan. Ramadan masih berjalan. Dan setiap senja, peluang pahala itu kembali terbuka. Siapa pun yang tergerak untuk memberi, sejatinya sedang menanam kebaikan yang buahnya akan dipetik di hari yang tak lagi ada transaksi—kecuali amal saleh.
BERITA21/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
RAMADHAN SPECIAL EVENT! PRM Al-Hijrah & BTM Al-Hijrah Tondano Gelar Festival Qasidah, Gaungkan Harmoni dan Ukhuwah Umat
RAMADHAN SPECIAL EVENT! PRM Al-Hijrah & BTM Al-Hijrah Tondano Gelar Festival Qasidah, Gaungkan Harmoni dan Ukhuwah Umat
Tondano – Semarak Ramadhan tahun ini dipastikan semakin menggema. Melalui akun resmi Facebook PRM Al-Hijrah, publik diajak menjadi bagian dari perhelatan istimewa bertajuk Festival Qasidah, sebuah ajang syiar Islami yang mengangkat semangat kebersamaan dan persaudaraan umat. Kegiatan yang digagas oleh PRM Al-Hijrah bersama BTM Al-Hijrah Tondano ini mendapat dukungan penuh dari Keimaman Masjid Al-Hijrah. Festival tersebut bukan sekadar perlombaan seni suara, melainkan momentum dakwah kultural yang menghidupkan nilai ukhuwah dalam balutan lantunan qasidah penuh makna. Mengusung tema “Merajut Kebersamaan dan Persaudaraan Umat dalam Harmoni Lantunan Qasidah yang Penuh Makna”, festival ini diharapkan menjadi ruang ekspresi sekaligus syiar yang menyentuh hati masyarakat. Qasidah bukan hanya irama dan nada, tetapi pesan keimanan yang menggetarkan jiwa. Panitia membuka kesempatan seluas-luasnya bagi masyarakat umum untuk berpartisipasi. Setiap tim terdiri dari maksimal 15 orang, termasuk pengiring, dengan durasi penampilan 15 menit. Lagu yang dibawakan bebas, dan peserta diharapkan membawa alat musik sendiri. Biaya pendaftaran ditetapkan sebesar Rp100.000. Adapun jadwal pelaksanaan meliputi pendaftaran pada 21–27 Februari 2026, technical meeting pada 28 Februari 2026, dan pelaksanaan lomba pada 1 Maret 2026, bertempat di Masjid Jami’ Al-Hijrah Era Baru Tondano. Panitia menegaskan, kegiatan ini adalah bagian dari syiar Ramadhan yang menyatukan seni, dakwah, dan kebersamaan dalam satu panggung harmoni. Total hadiah jutaan rupiah telah disiapkan sebagai bentuk apresiasi bagi tim terbaik yang mampu menghadirkan penampilan penuh pesan dan inspirasi. “Ini bukan sekadar lomba, tetapi tentang bagaimana kita merajut ukhuwah, memperkuat dakwah, dan menghadirkan semangat Islam yang damai melalui seni,” demikian semangat yang digaungkan panitia melalui media sosial. Festival Qasidah Ramadhan ini diharapkan menjadi magnet kebaikan—menghidupkan malam-malam Ramadhan dengan gema shalawat dan pujian kepada Allah SWT, sekaligus mempererat tali persaudaraan umat di Tondano dan sekitarnya.
BERITA21/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Kaur Salurkan Bedah Rumah dan Program ALADIN, Safari Ramadhan Jadi Momentum Penguatan Kepedulian Sosial
BAZNAS Kaur Salurkan Bedah Rumah dan Program ALADIN, Safari Ramadhan Jadi Momentum Penguatan Kepedulian Sosial
Kaur Selatan – Komitmen menghadirkan zakat yang berdampak nyata kembali ditunjukkan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Kaur. Dalam rangkaian Safari Ramadhan Gubernur Bengkulu yang turut dihadiri Bupati Kaur, lembaga tersebut menyalurkan bantuan sosial di Masjid As-Syakirin Jami’, Desa Air Dingin, Kecamatan Kaur Selatan. Pada kegiatan yang berlangsung khidmat itu, BAZNAS Kaur menyerahkan bantuan Program Bedah Rumah senilai Rp20 juta kepada mustahik yang rumahnya dinilai tidak layak huni dan membutuhkan perbaikan menyeluruh. Selain itu, bantuan Program ALADIN (Atap, Lantai, Dinding) senilai Rp10 juta turut disalurkan guna memperbaiki bagian rumah agar lebih aman, sehat, dan layak ditempati. Penyaluran bantuan tersebut menjadi salah satu rangkaian penting dalam Safari Ramadhan yang dihadiri Gubernur Bengkulu dan Bupati Kaur. Momentum bulan suci dimanfaatkan untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga zakat dalam menghadirkan solusi sosial yang konkret dan tepat sasaran. Ketua BAZNAS Kabupaten Kaur menegaskan, dana yang disalurkan merupakan amanah para muzaki, khususnya aparatur sipil negara (ASN), guru, serta masyarakat Kabupaten Kaur yang secara konsisten menunaikan zakat melalui BAZNAS. “Kami berkomitmen memastikan zakat yang dititipkan oleh para muzaki benar-benar sampai kepada yang berhak dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas hidup mustahik,” ujarnya. Kehadiran kepala daerah dalam kegiatan itu dinilai memperkuat dukungan terhadap optimalisasi pengelolaan zakat di daerah. Tidak sekadar memperbaiki kondisi fisik rumah, bantuan Bedah Rumah dan ALADIN diharapkan menghadirkan rasa aman, kenyamanan, serta semangat baru bagi penerima manfaat dalam menjalani kehidupan, terlebih di bulan suci Ramadhan. Safari Ramadhan kali ini pun menjadi cerminan bahwa zakat bukan hanya kewajiban ibadah, tetapi juga instrumen pemberdayaan sosial. Melalui tata kelola yang akuntabel dan kolaboratif, zakat mampu menjelma menjadi jembatan kepedulian—menghadirkan harapan, memperkuat solidaritas, dan mendorong terwujudnya Kabupaten Kaur yang lebih sejahtera dan berkeadilan.
BERITA21/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Minahasa.

Lihat Daftar Rekening →