WhatsApp Icon
10 Mahasiswa Pergunu Sulut Melanjutkan Studi ke UAC, Tiba di Surabaya Disambut Ketua FMS Mojokerto

MOJOKERTO — Semangat meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan tinggi terus tumbuh di Sulawesi Utara. Sebanyak 10 mahasiswa penerima Beasiswa Pergunu Sulawesi Utara Tahun 2026 kini bersiap melanjutkan pendidikan jenjang S1 dan S2 di Universitas KH Abdul Chalim (UAC), Mojokerto, Jawa Timur.

Kesepuluh mahasiswa tersebut diberangkatkan setelah secara resmi dilepas oleh Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sulawesi Utara), Dr. Drs. KH. Ulyas Taha, M.Pd., di Kantor PWNU Sulawesi Utara, Manado, Selasa (6/10/2026).

Prosesi pelepasan turut dihadiri jajaran PWNU Sulut, pengurus PW Pergunu Sulut, serta para Ketua PC Pergunu Kabupaten/Kota.

Ketua PW Pergunu Sulawesi Utara, Ahmad Sholeh, mengatakan jumlah penerima beasiswa tahun ini mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

"Jumlahnya tahun ini ada 10 orang. Kalau tahun lalu hanya 4 orang, sekarang naik menjadi 10 orang, artinya ada lonjakan lebih dari 100 persen," ujar Ahmad Sholeh.

Dari 10 penerima beasiswa tersebut, 8 mahasiswa menempuh jenjang S1 dan 2 mahasiswa jenjang S2.

Setelah menempuh perjalanan dari Manado, rombongan mahasiswa tersebut tiba di Surabaya, Jawa Timur, pada hari yang sama.

Kedatangan mereka mendapat sambutan dari Forum Mahasiswa Sulawesi Utara (FMS) Mojokerto. Ketua FMS Mojokerto, Jihan Nabillah Kokalo, turut menjemput langsung para mahasiswa penerima beasiswa tersebut untuk selanjutnya mendampingi perjalanan mereka menuju Mojokerto.

Jihan mengatakan kehadiran mahasiswa asal Sulawesi Utara di Jawa Timur bukan sekadar perjalanan untuk menempuh pendidikan, tetapi juga menjadi bagian dari proses membangun generasi muda yang nantinya diharapkan dapat memberikan manfaat bagi daerah.

"Kami tentu senang bisa menyambut teman-teman dari Sulawesi Utara. Mereka datang membawa harapan besar untuk melanjutkan pendidikan. Kami dari FMS Mojokerto siap membantu mereka beradaptasi dengan lingkungan baru, baik dalam kehidupan kampus maupun selama berada di Mojokerto," ujar Jihan.

Menurutnya, keberadaan mahasiswa Sulawesi Utara di Jawa Timur juga menjadi kesempatan untuk memperkuat silaturahmi antarmahasiswa asal daerah tersebut.

Program beasiswa tersebut juga disertai tanggung jawab akademik. Pergunu Sulut menargetkan mahasiswa penerima beasiswa dapat menyelesaikan pendidikan sesuai masa studi yang telah ditetapkan.

Untuk jenjang S1, mahasiswa ditargetkan menyelesaikan studi dalam waktu empat tahun, sedangkan jenjang S2 ditargetkan selesai dalam dua tahun.

Ahmad Sholeh menegaskan adanya konsekuensi bagi penerima beasiswa yang tidak mampu menyelesaikan studi sesuai target.

"Semoga mereka bisa menyelesaikan studi tepat waktu, 4 tahun untuk S1 dan 2 tahun untuk S2. Tidak boleh lewat. Kalau sampai lewat dari target tersebut, konsekuensinya harus membayar biaya sendiri," tegasnya.

Keberangkatan 10 mahasiswa tersebut menjadi gambaran bahwa akses terhadap pendidikan tinggi terus menjadi salah satu jalan penting dalam menyiapkan generasi muda yang berkualitas.

Bagi Sulawesi Utara, keberadaan mahasiswa yang menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi di luar daerah juga diharapkan dapat memperluas wawasan, pengalaman, jaringan, serta kapasitas mereka sebelum kembali memberikan kontribusi di tengah masyarakat.

BAZNAS Kabupaten Minahasa memandang ikhtiar peningkatan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia sebagai bagian penting dari pembangunan masyarakat. Pendidikan bukan hanya tentang memperoleh gelar akademik, tetapi juga tentang mempersiapkan generasi yang memiliki kompetensi, karakter, kepedulian sosial, dan kemauan untuk kembali memberi manfaat bagi lingkungan.

07/10/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa
Tiga Putranya Gugur di Gaza, Ulama Palestina Datangi BAZNAS: “Saya Tetap Mengucapkan Alhamdulillahi Rabbil ‘Alamin”

JAKARTA, — Suasana haru terasa saat Prof. Dr. Maher Hamed Mohamed Al-Houli, ulama sekaligus akademisi asal Gaza, Palestina, berbicara di hadapan jajaran Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI di Jakarta, Rabu (30/9/2026).

Maher datang bersama pengurus Yayasan Persahabatan dan Studi Peradaban (YPSP). Kedatangannya menjadi kesempatan untuk menyampaikan secara langsung kondisi masyarakat Gaza yang hingga kini masih menghadapi situasi kemanusiaan yang berat, meski telah ada gencatan senjata.

Namun, yang disampaikan Maher bukan hanya cerita tentang kondisi masyarakat Gaza. Ia juga membawa kisah kehilangan dari keluarganya sendiri.

Tiga putranya, cucu, dua saudara laki-laki, serta puluhan kerabatnya disebut telah gugur akibat serangan bom di Gaza.

“Saya hadir di hadapan Anda sekalian sebagai gambaran kecil dari penderitaan rakyat Gaza, di mana tiga putra saya, cucu saya, dua saudara laki-laki, beserta puluhan kerabat telah gugur syahid akibat serangan bom,” kata Maher.

Kehilangan tiga anak tentu menjadi duka yang tidak mudah bagi seorang ayah. Terlebih, Maher menyebut ketiga putranya merupakan pahlawan penghafal Al-Qur'an.

Namun di tengah kesedihan tersebut, Maher berusaha tetap menunjukkan keteguhan hati. Ia mengatakan bahwa dirinya tetap mengucapkan syukur kepada Allah SWT.

“Tiga putra saya, saudara-saudara saya, dan kerabat saya telah syahid, namun demikian di hadapan kondisi ini saya tetap mengucapkan Alhamdulillahi rabbil 'alamin,” ujarnya.

Bagi Maher, kehilangan anggota keluarga merupakan penderitaan yang sangat berat. Tetapi ketika berbicara mengenai kondisi masyarakat Gaza secara keseluruhan, ia mengaku masih sulit menahan air mata.

Menurutnya, persoalan yang dihadapi masyarakat Palestina saat ini sudah berada pada kondisi yang sangat krisis. Tidak hanya persoalan keamanan di Al-Quds dan Masjid Al-Aqsa, warga Gaza juga masih berhadapan dengan kebutuhan dasar yang mendesak.

Salah satunya adalah kebutuhan untuk menangani dan memakamkan jenazah para korban yang terus ditemukan dan dievakuasi.

Maher menyebut masyarakat Gaza bahkan membutuhkan bantuan biaya dan material untuk dapat memakamkan jasad puluhan hingga ratusan syuhada yang dievakuasi setiap harinya.

Kondisi tersebut menjadi salah satu gambaran nyata bahwa persoalan kemanusiaan di Gaza belum selesai meskipun telah ada gencatan senjata.

Ancaman musim dingin juga menjadi perhatian. Masyarakat yang kehilangan rumah dan berbagai fasilitas kehidupan membutuhkan bantuan untuk menghadapi kondisi yang semakin berat.

Karena itu, kedatangan Maher ke BAZNAS RI menjadi kesempatan untuk menyampaikan secara langsung apa yang terjadi di Gaza sekaligus kebutuhan masyarakat di sana.

Ia tidak datang membawa cerita dari jauh. Ia datang sebagai seseorang yang keluarganya sendiri ikut menjadi korban.

Dalam pertemuan itu, Maher juga menyampaikan pesan mengenai keluarga para syuhada di Gaza.

“Sebagaimana disebutkan bahwa ini adalah pertemuan dengan keluarga para syuhada, maka saya juga akan menyampaikan perkataan ini kepada keluarga para syuhada di Gaza, insya Allah Rabbil 'Alamin, bahwa para syuhada selalu hadir di dalam hati Dr. Sodik Mudjahid, hadir di pikirannya, hadir di tengah rekan-rekannya, dan hadir di BAZNAS, insya Allah Rabbil 'Alamin,” tuturnya.

BAZNAS Terima Kesaksian Langsung dari Gaza

Sementara itu, Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc. mengatakan, pihaknya menyambut kedatangan Prof. Dr. Maher Hamed Mohamed Al-Houli untuk mendengarkan secara langsung kondisi masyarakat Gaza.

Menurut Sodik, kesaksian Maher penting untuk memberikan gambaran mengenai keadaan rakyat Gaza saat ini, termasuk kebutuhan yang harus dipersiapkan untuk menghadapi musim dingin dan Ramadan.

“Hari ini kami kedatangan akademisi langsung dari Gaza, Prof. Dr. Maher Hamed Mohamed Al-Houli yang tiga putranya serta kerabatnya telah wafat syahid akibat bom, untuk menceritakan secara langsung keadaan rakyat Gaza saat ini beserta kebutuhan mereka menghadapi masa depan,” kata Sodik.

Pertemuan tersebut sekaligus menjadi ruang bagi BAZNAS untuk mendengarkan langsung kebutuhan masyarakat Palestina dari seseorang yang mengalami sendiri dampak konflik tersebut.

Bagi masyarakat Gaza, persoalan yang dihadapi bukan hanya tentang kehilangan tempat tinggal atau kerusakan fasilitas. Ada keluarga yang kehilangan anak, orang tua yang kehilangan anaknya, dan saudara yang tidak lagi dapat berkumpul seperti sebelumnya.

Kesaksian Prof. Maher menjadi pengingat bahwa di balik berbagai angka mengenai korban dan kerusakan akibat konflik, terdapat manusia dan keluarga yang harus menjalani kehidupan dengan kehilangan yang sangat besar.

Dari Gaza, Maher membawa cerita tentang keluarganya dan masyarakat yang masih bertahan di tengah krisis.

Di Jakarta, cerita itu disampaikan kepada BAZNAS sebagai bagian dari upaya menjaga perhatian dan kepedulian terhadap penderitaan masyarakat Palestina.

Di tengah situasi yang belum sepenuhnya pulih, pesan yang dibawa Maher sederhana tetapi kuat: masyarakat Gaza masih membutuhkan perhatian, bantuan dan solidaritas kemanusiaan.

01/10/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS RI Bahas Kerja Sama Bantuan Kemanusiaan Palestina dengan YPSP

JAKARTA, — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Yayasan Persahabatan dan Studi Peradaban (YPSP) membahas rencana kerja sama untuk memperkuat penyaluran bantuan kemanusiaan bagi masyarakat Palestina, khususnya warga di Gaza.

Pembahasan tersebut berlangsung dalam agenda audiensi di Kantor BAZNAS RI, Jakarta, Rabu (30/9/2026).

Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc. menyambut baik rencana kerja sama tersebut. Menurutnya, YPSP diharapkan dapat menjadi salah satu mitra tambahan BAZNAS dalam memperluas jangkauan penyaluran bantuan ke Palestina.

"Insyaallah kita akan bekerja sama dengan yayasan sebagai tambahan mitra BAZNAS dalam penyaluran bantuan ke Palestina, wabilkhusus untuk Gaza," jelas Sodik Mudjahid.

Kerja sama yang sedang disiapkan itu mencakup beberapa bentuk bantuan, mulai dari pangan, fasilitas air bersih hingga kebutuhan masyarakat untuk menghadapi musim dingin. Selain itu, turut dibahas rencana pengiriman imam-imam asal Palestina ke sejumlah daerah di Indonesia.

Sodik mengatakan, perhatian dan dukungan terhadap masyarakat Palestina tetap diperlukan karena kondisi di Gaza belum sepenuhnya pulih. Ia juga menyoroti adanya penurunan aliran bantuan kemanusiaan belakangan ini.

Menurutnya, salah satu penyebabnya adalah anggapan sebagian masyarakat bahwa kondisi Gaza sudah aman setelah adanya perkembangan terkait gencatan senjata. Padahal, kebutuhan masyarakat di wilayah tersebut masih cukup besar.

Dalam kesempatan itu, Sodik juga menjelaskan bahwa dukungan Indonesia terhadap Palestina memiliki landasan yang kuat, baik dari sisi kebangsaan maupun keagamaan.

"Jadi ada dua motivasi, satu motivasi kebangsaan Indonesia sesuai dengan konstitusi dan kebijakan Presiden, dan motivasi kedua adalah amanah Al-Qur'an dan Sunnah dari Allah dan Rasul," tegas Sodik.

Sementara itu, Ketua YPSP Dr. Ahed Abul Atha menyampaikan kesiapan pihaknya untuk mendukung penyaluran bantuan yang nantinya dipercayakan kepada YPSP.

Menurut Ahed, YPSP memiliki tim yang bekerja langsung di sejumlah permukiman di Gaza. Keberadaan tim tersebut diharapkan dapat membantu proses distribusi bantuan agar dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan.

"Alhamdulillah YPSP siap untuk menyalurkan bantuan-bantuan kemanusiaan langsung di Gaza, karena kami memiliki tim yang memang bekerja langsung di permukiman Gaza," katanya.

Kerja sama yang dibahas BAZNAS RI dan YPSP ini menjadi bagian dari upaya memperluas jaringan kemitraan dalam penyaluran bantuan kemanusiaan Palestina. Dengan adanya mitra yang memiliki tim di lapangan, penyaluran bantuan diharapkan dapat dilakukan secara lebih terarah sesuai kebutuhan masyarakat.

Audiensi tersebut turut dihadiri Ketua Bidang Fatwa Asosiasi Ulama Palestina Prof. Dr. Maher Hamed Mohamed Al-Houli, Sekretaris Utama BAZNAS RI Dr. H. Subhan Cholid, Lc., M.A., Deputi II Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS RI Dr. K.H. M. Imdadun Rahmat, M.Si., serta Kepala Divisi Kebencanaan BAZNAS RI Dian Aditya Mandana Putri.

Pembahasan antara BAZNAS RI dan YPSP diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat kolaborasi kemanusiaan, sehingga bantuan dari masyarakat Indonesia dapat terus disalurkan kepada warga Palestina yang masih membutuhkan dukungan.

01/10/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS RI dan ICMI Jajaki Kolaborasi Inovasi Lingkungan hingga Riset Zakat

JAKARTA, BAZNAS MINAHASA — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI dan Ikatan Cendekiawan Muslim Se-Indonesia (ICMI) menjajaki kerja sama strategis dalam berbagai bidang, mulai dari inovasi lingkungan, pemberdayaan ekonomi umat, hingga riset pengelolaan zakat.

Penjajakan kerja sama tersebut dibahas dalam agenda audiensi antara BAZNAS RI dan jajaran pengurus ICMI yang berlangsung di Kantor BAZNAS RI, Jakarta, Selasa (29/9/2026).

Dalam pertemuan tersebut, kedua lembaga membahas sedikitnya 13 program prioritas yang berpotensi dikolaborasikan. Program tersebut mencakup pemanfaatan teknologi penyediaan air bersih dan pengolahan sampah hasil pengembangan para ilmuwan ICMI, pemberdayaan ekonomi umat, riset bersama di bidang zakat, serta berbagai program pemberdayaan masyarakat.

Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc. mengatakan, BAZNAS RI terbuka terhadap berbagai bentuk sinergi yang dapat memberikan dampak langsung bagi masyarakat, khususnya para mustahik.

"Ada 13 program prioritas, mulai dari BAZNAS Siaga Kemiskinan, BAZNAS Tanggap Bencana, Beasiswa Cendikia BAZNAS, Lumbung Pangan BAZNAS, Balai Ternak BAZNAS, hingga Rumah Terang BAZNAS untuk tempat yang belum berlistrik," jelas Sodik.

Menurutnya, berbagai program tersebut memiliki ruang kolaborasi dengan kapasitas keilmuan dan jaringan yang dimiliki ICMI. Sinergi tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat pelaksanaan program, tetapi juga menghadirkan pendekatan berbasis inovasi dan teknologi dalam pemberdayaan masyarakat.

Salah satu peluang kerja sama yang dibahas adalah penerapan teknologi dalam penyediaan air bersih dan pengelolaan sampah. BAZNAS juga membuka peluang kolaborasi dalam memberikan dukungan kepada masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas pengumpulan sampah.

"Kami juga membuka peluang sinergi dalam penggunaan teknologi pengolahan sampah maupun bantuan langsung kepada para pemulung sampah bersama ICMI," ujar Sodik Mudjahid.

Selain bidang lingkungan, pembahasan juga mencakup penguatan ekonomi umat melalui dukungan modal usaha berbasis masjid dan pengembangan program bagi mualaf melalui Mualaf Center yang berada dalam pembinaan ICMI.

Kolaborasi riset mengenai pengelolaan zakat turut menjadi salah satu agenda yang mendapat perhatian. Kerja sama di bidang penelitian diharapkan dapat menghasilkan kajian dan rekomendasi yang mendukung pengembangan tata kelola serta program zakat yang semakin berbasis data dan kebutuhan masyarakat.

Wakil Ketua Umum ICMI Bidang IPTEK, Agromaritim, dan Lingkungan Hidup Mohammad Jafar Hafsah menyambut baik rencana kolaborasi antara ICMI dan BAZNAS RI.

Ia mengatakan, berbagai bidang yang dibahas dalam audiensi tersebut pada dasarnya memiliki keterkaitan dengan program dan kapasitas yang dimiliki ICMI sehingga dapat dikembangkan melalui sinergi antarlembaga.

"Alhamdulillah dengan rencana MoU ini juga berarti hubungan kita dengan BAZNAS dalam bentuk program-program itu akan lebih baik. Dan program-program semuanya yang dikemukakan itu semua ada di ICMI, jadi tinggal kita sinergikan," tuturnya.

Rencana kerja sama tersebut juga diarahkan pada penyusunan nota kesepahaman (MoU) antara BAZNAS RI dan ICMI sebagai landasan pengembangan berbagai program kolaboratif ke depan.

Melalui sinergi tersebut, BAZNAS RI dan ICMI memiliki ruang untuk menghubungkan kekuatan pengelolaan zakat dengan kapasitas keilmuan, teknologi, riset, serta jaringan pemberdayaan masyarakat.

Kerja sama ini sekaligus memperluas peluang agar dana zakat tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan dasar mustahik, tetapi juga dapat diarahkan pada program pemberdayaan yang mendukung kemandirian masyarakat secara berkelanjutan.

Turut hadir dalam agenda tersebut dari BAZNAS RI, Pimpinan Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan BAZNAS RI H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., serta Deputi I Pengumpulan BAZNAS RI H. M. Arifin Purwakananta, S.IKom., M.I.Kom., CWC., CFRM.

Sementara dari jajaran pengurus ICMI hadir Wakil Ketua Umum Bidang Pengembangan Organisasi dan Kerja Sama Antar Lembaga Priyo Budi Santoso, Wakil Ketua Umum Bidang Ekonomi dan Kesejahteraan Umat Teuku Abdullah Sanny, Bendahara Umum Andi Irman, Ketua Panitia Muktamar Ismail Rumadhan, Sekretaris Panitia Muktamar Ina Marlina, serta Bendahara Panitia Muktamar Andi Ida Nursanti.

Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat jejaring kolaborasi antara lembaga zakat nasional dan organisasi cendekiawan Muslim dalam menghadirkan program yang berbasis inovasi, ilmu pengetahuan, pemberdayaan, dan kebutuhan nyata masyarakat.

01/10/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa
Empat Kali Berturut-turut! BAZNAS RI Kembali Raih IHYA 2026

TANGERANG — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional dengan meraih penghargaan Indonesia Halal Industry Awards (IHYA) 2026 kategori Lembaga Pemerintahan yang Memberikan Dukungan Program Halal Terbaik.

Penghargaan yang diberikan oleh Kementerian Perindustrian (Kemenperin) RI tersebut diterima dalam ajang IHYA 2026 yang berlangsung di ICE BSD City, Tangerang, Banten, Kamis (24/9/2026).

Capaian ini sekaligus memperpanjang konsistensi BAZNAS RI dalam ajang IHYA. Sejak 2022, BAZNAS RI tercatat telah empat kali memperoleh penghargaan dalam ajang yang memberikan apresiasi terhadap kontribusi berbagai pihak dalam pengembangan industri halal nasional.

Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., mengatakan penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap komitmen BAZNAS dalam mendukung perkembangan industri halal, khususnya bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

“Alhamdulillah hari ini BAZNAS kembali mendapatkan award untuk lembaga pemerintah yang peduli terhadap industri halal. Berturut-turut bahkan sudah empat kali,” ujar Sodik Mudjahid.

Di balik penghargaan tersebut terdapat program pemberdayaan yang menyasar langsung pelaku UMKM di berbagai daerah.

Sepanjang periode 2022 hingga 2026, BAZNAS RI menyebut telah memfasilitasi lebih dari 7.000 sertifikat halal bagi UMKM melalui kolaborasi dengan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), 10 Lembaga Pemeriksa Halal (LPH), serta 24 Lembaga Pendamping Proses Produk Halal (LP3H).

Dukungan BAZNAS juga diarahkan pada penguatan sumber daya manusia dalam ekosistem halal. Dalam periode tersebut, BAZNAS turut mencetak 750 pendamping halal, 166 juru sembelih halal, dan 89 penyelia halal.

Langkah ini memperlihatkan bahwa penguatan industri halal tidak hanya dilakukan melalui sertifikasi produk, tetapi juga melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia yang mendampingi pelaku usaha.

Rekam Jejak Penghargaan IHYA

Penghargaan IHYA 2026 melanjutkan sejumlah capaian BAZNAS RI pada tahun-tahun sebelumnya.

Pada 2022, BAZNAS RI meraih Best Financial Support. Kemudian pada 2024, BAZNAS kembali memperoleh penghargaan Best Halal Financial Support, disusul penghargaan Instansi Pemerintah Terbaik pada 2025.

Tahun ini, BAZNAS RI kembali mendapatkan penghargaan dalam kategori Lembaga Pemerintahan yang Memberikan Dukungan Program Halal Terbaik.

Menurut Sodik, capaian tersebut tidak terlepas dari kerja para amil dan relawan BAZNAS yang terlibat dalam pembinaan UMKM di berbagai daerah.

“Terima kasih kepada para amil dan relawan yang selalu membina UMKM BAZNAS. Maju terus UMKM halal di bawah binaan BAZNAS,” katanya.

Penguatan UMKM halal menjadi salah satu bagian dari upaya BAZNAS dalam mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat. Melalui pendampingan dan fasilitasi usaha, mustahik tidak hanya mendapatkan bantuan, tetapi juga didorong untuk memiliki usaha yang lebih kuat dan berkelanjutan.

Bagi BAZNAS Kabupaten Minahasa, capaian tersebut menjadi inspirasi bahwa pengelolaan zakat dapat dikembangkan tidak hanya dalam bentuk bantuan konsumtif, tetapi juga melalui pemberdayaan ekonomi, peningkatan kapasitas usaha, dan penguatan kemandirian masyarakat.

Penghargaan IHYA 2026 sekaligus memperkuat pesan bahwa kolaborasi antara lembaga zakat, pemerintah, pelaku usaha, dan ekosistem halal dapat membuka semakin banyak peluang bagi UMKM untuk tumbuh dan naik kelas.

Empat kali meraih penghargaan IHYA bukan sekadar catatan prestasi, tetapi menjadi bagian dari perjalanan BAZNAS RI dalam memperluas manfaat zakat melalui pemberdayaan ekonomi dan penguatan ekosistem halal nasional.

25/09/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa

Berita Terbaru

BAZNAS RI Salurkan 50 Laptop untuk 50 Madrasah di Jepara, Dorong Generasi Muda Melek Teknologi
BAZNAS RI Salurkan 50 Laptop untuk 50 Madrasah di Jepara, Dorong Generasi Muda Melek Teknologi
JEPARA — Komitmen kuat BAZNAS RI dalam memajukan pendidikan berbasis teknologi kembali dibuktikan. Sebanyak 50 unit laptop disalurkan untuk 50 madrasah di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, senilai Rp350 juta, Sabtu (25/10/2025). Bantuan tersebut diserahkan langsung dalam prosesi resmi yang digelar di Kantor Setda Jepara. Hadir Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., Wakil Bupati Jepara Muhammad Ibnu Hajar, dan Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI H. Abdul Wachid. Ketua BAZNAS RI, Prof. Noor Achmad, menegaskan bahwa dukungan untuk madrasah bukan sekadar bantuan fasilitas, tetapi bagian dari misi besar mencetak generasi unggul dan berakhlak mulia di tengah arus digitalisasi. “Kami ingin memastikan siswa madrasah memiliki akses teknologi memadai untuk menunjang proses belajar mereka. Ini adalah bentuk nyata keberpihakan BAZNAS pada peningkatan mutu pendidikan,” tegasnya. Tak hanya pendidikan, BAZNAS juga menghadirkan berbagai program pemberdayaan di Jepara: • Balai Ternak BAZNAS • Rumah Sehat BAZNAS • ZMart • ZChicken • ZAuto Bahkan, ke depan 50 unit Rumah Layak Huni juga akan digulirkan untuk warga yang membutuhkan. “Kami ingin program ini membawa dampak luas, tidak hanya ekonomi dan kesehatan, tetapi juga karakter dan kecerdasan umat,” ujar Noor Achmad. Wakil Bupati Jepara, Muhammad Ibnu Hajar, menyampaikan apresiasi tinggi atas kontribusi BAZNAS dalam memperkuat sarana pendidikan daerahnya. “Ini sinergi luar biasa antara BAZNAS dan Pemerintah Kabupaten Jepara. Semoga laptop ini benar-benar menunjang mutu pembelajaran dan melahirkan generasi yang cerdas dan berakhlak mulia,” ucapnya. Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, H. Abdul Wachid, turut memuji transformasi BAZNAS selama 5 tahun terakhir di bawah kepemimpinan Prof. Noor Achmad. “BAZNAS meningkat 500 persen! Kini dikenal luas dan selalu hadir dalam setiap musibah dan kebutuhan masyarakat. Digitalisasi pendidikan ini langkah yang tepat,” kata Wachid. Acara simbolisasi penyerahan bantuan juga dihadiri jajaran pimpinan BAZNAS RI dan daerah, termasuk Saidah Sakwan, MA., Direktur Eka Budhi Sulistyo, Waka II BAZNAS Jawa Tengah Drs. H. M. Zain Yusuf, dan Ketua BAZNAS Jepara Ir. Sholih, MM. Dengan hadirnya fasilitas teknologi di madrasah, BAZNAS berharap peluang meraih masa depan lebih cerah semakin terbuka bagi anak-anak bangsa, tanpa terkecuali.
BERITA25/10/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
Disambut Adat, Kapal Klinik Ambulans Laut BAZNAS Tiba di Sangihe
Disambut Adat, Kapal Klinik Ambulans Laut BAZNAS Tiba di Sangihe
Sangihe – Kapal Rumah Sehat Baznas bantuan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI resmi tiba di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Jumat (24/10/2025) dini hari. Kapal Klinik Ambulans laut tersebut berlabuh di Pelabuhan Tahuna Beach Hotel setelah menempuh pelayaran sekitar enam jam dari Marina Bay Manado. Kedatangan kapal disambut prosesi adat khas Sangihe, termasuk penyampaian kata-kata adat dan pemecahan kelapa muda oleh Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari, sebagai simbol penyucian serta rasa syukur atas hadirnya fasilitas kesehatan baru bagi masyarakat kepulauan. Wakil Ketua III Bidang Perencanaan dan Pengelolaan Keuangan BAZNAS Kabupaten Sangihe, Andi Marjoen, mengatakan pihaknya bersyukur kapal ini akhirnya tiba dan langsung disambut secara adat. Menurutnya, bantuan tersebut merupakan dukungan penting bagi peningkatan layanan kesehatan masyarakat yang tinggal di pulau-pulau terluar. “Alhamdulillah, paket sudah tiba sore tadi. Disambut dengan adat kebudayaan Sangihe. Bupati mengapresiasi bantuan ini untuk menunjang kesehatan di Kabupaten Kepulauan Sangihe,” ujar Andi. Kapal ambulans laut itu sebelumnya diserahkan secara resmi di Pelabuhan Marina Bay Manado, Kamis (23/10/2025). Prosesi penyerahan dilakukan oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus Komaling kepada Pemkab Sangihe. BAZNAS menyiapkan kapal ini sebagai fasilitas layanan kesehatan bergerak yang dapat melayani kondisi darurat hingga pertolongan persalinan di tengah laut. Pemerintah daerah berharap kehadirannya akan menekan angka kematian ibu hamil serta mempermudah masyarakat di pulau-pulau terpencil mengakses layanan kesehatan. Bantuan kapal dan dukungan biaya operasional yang diterima Pemkab Sangihe menjadi wujud nyata komitmen pemerintah pusat dan BAZNAS dalam memperkuat layanan kesehatan bagi masyarakat wilayah perbatasan.
BERITA24/10/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
Baznas Serahkan Dua Kapal Rumah Sehat untuk Sangihe dan Talaud, Mendagri Tito: Gotong Royong Dana Umat!
Baznas Serahkan Dua Kapal Rumah Sehat untuk Sangihe dan Talaud, Mendagri Tito: Gotong Royong Dana Umat!
Manado - Dua kapal putih bertuliskan Rumah Sehat Baznas (RSB) tampak berlabuh di Teluk Manado, Kamis (23/10/2025). Kapal ini bukan sekadar armada laut, tapi simbol nyata zakat yang bergerak ke garis terluar Indonesia — melayani masyarakat di Kabupaten Kepulauan Sangihe dan Kabupaten Kepulauan Talaud. Penyerahan dua kapal layanan kesehatan bergerak itu dilakukan oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI bersama Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP), Muhammad Tito Karnavian, disaksikan Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE dan sejumlah pejabat daerah. “Baznas memiliki potensi luar biasa. Ini solusi yang tidak bergantung pada APBN, tapi bersumber dari dana umat. Sebuah gotong royong khas Indonesia,” kata Tito dalam sambutannya di Dermaga Manado Bay, Kawasan Megamas, Manado. Dalam acara tersebut, Mendagri Tito dan Ketua Baznas RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, menyerahkan dua unit kapal klinik kepada Bupati Kepulauan Michael Thungari, SE., MM dan Bupati Kepulauan Talaud Welly Titah. “Kapal ini bisa untuk pemeriksaan kesehatan, melayani ibu bersalin, bahkan operasi terbatas. Kita prioritaskan untuk kondisi darurat (SOS),” ujar Tito. Mantan Kapolri itu berharap dua kapal ini dapat dimanfaatkan maksimal untuk pelayanan kesehatan masyarakat kepulauan. “Hari ini kami serahkan. Terima kasih Baznas, semoga kapal ini bermanfaat untuk masyarakat,” katanya. Tito juga mengingatkan agar kapal ini tidak hanya berhenti pada seremoni peresmian. “Pemda, gubernur, dan dua bupati harus ikut pikirkan penganggaran. Jangan sampai kapal ini mangkrak,” tegasnya. Ketua Baznas RI, Prof. Noor Achmad, menjelaskan dua kapal tersebut masing-masing bernilai Rp8 miliar, ditambah Rp1 miliar dana operasional per tahun untuk tiap daerah. Total investasi program mencapai Rp10 miliar, hasil kolaborasi antara Baznas dan BNPP. “Kami berharap keberlanjutan operasional kapal ini dapat dijaga pemerintah daerah agar manfaatnya tidak berhenti di seremoni,” ujar Noor. Menurut Noor, ide kapal layanan kesehatan muncul karena sulitnya akses kesehatan di wilayah kepulauan perbatasan. “Banyak tenaga medis enggan bertugas di wilayah 3T karena keterbatasan fasilitas. Maka, kapal inilah solusi agar masyarakat Sangihe dan Talaud bisa menikmati layanan kesehatan yang layak,” katanya. Kapal Rumah Sehat Baznas ini berjenis SF-12250 AK Speed Boat Fiberglass Catamaran, dengan panjang 12,5 meter dan lebar 3,5 meter. Kapal ini dilengkapi 115 item alat kesehatan, mulai dari alat pemeriksaan umum hingga tindakan bedah minor. Pimpinan Baznas Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Dr. Saidah Sakwan, MA, menyebut kapal bergerak merupakan solusi paling realistis di wilayah perbatasan. “Membangun rumah sakit di pulau kecil sering terkendala SDM medis dan logistik. Maka kapal layanan kesehatan menjadi inovasi yang menyesuaikan dengan geografi kepulauan kita,” jelas Saidah. Dengan tambahan dua kapal baru ini, Baznas kini memiliki 38 titik layanan Rumah Sehat di seluruh Indonesia, termasuk di wilayah perbatasan seperti Sambas, Kalimantan Barat. “Kami ingin memastikan masyarakat di daerah 3T mendapatkan layanan kesehatan yang setara. Ini bukti negara hadir melalui zakat yang dikelola secara profesional,” kata Saidah. Penyerahan kapal di Teluk Manado ini juga menjadi simbol arah baru filantropi Islam di Indonesia. Zakat kini bukan hanya soal bantuan, tapi sudah menjadi instrumen pembangunan nasional. “Apa yang kami kelola adalah amanah masyarakat. Kami bisa menerima dari siapa saja dan memberikan kepada siapa saja selama untuk kemaslahatan. Prinsip kami: aman syar’i, aman regulasi, dan aman NKRI,” tegas Noor. Acara berlangsung khidmat dan dihadiri berbagai pihak, mulai dari unsur Forkopimda Sulut, Baznas Provinsi dan Kabupaten/Kota, hingga perwakilan Kemendagri dan BNPP.
BERITA23/10/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
Setelah Koordinasi dengan Pemprov Sulut, BAZNAS RI Siap Serahkan Kapal Klinik Ambulance untuk Sangihe dan Talaud Besok di Marina Bay Manado
Setelah Koordinasi dengan Pemprov Sulut, BAZNAS RI Siap Serahkan Kapal Klinik Ambulance untuk Sangihe dan Talaud Besok di Marina Bay Manado
Manado, 22 Oktober 2025 — Setelah melalui serangkaian koordinasi intensif dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Republik Indonesia kini siap melaksanakan penyerahan Kapal Klinik Ambulance untuk Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe dan Kabupaten Kepulauan Talaud, yang akan digelar besok, Kamis (23/10/2025) di Marina Bay Manado. Penyerahan kapal ini menjadi momen bersejarah bagi layanan kemanusiaan berbasis zakat di wilayah kepulauan, menandai langkah besar BAZNAS dalam menghadirkan akses kesehatan yang merata hingga ke pulau-pulau terluar Nusantara. Kegiatan penyerahan akan dihadiri oleh Direktur Pendistribusian BAZNAS RI, Ahmad Fikri, bersama jajaran pimpinan BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara, serta Pemerintah Provinsi Sulut . Seluruh pimpinan BAZNAS Kabupaten/Kota se-Sulut juga dijadwadkan hadir untuk menyaksikan momentum penting ini. Sebelumnya, pada Selasa (21/10/2025), Tim BAZNAS RI yang dipimpin oleh Ahmad Fikri telah melaksanakan kunjungan koordinasi resmi ke Kantor Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, yang diterima langsung oleh Dr. Denny Mangala, M.Si selaku Asisten I, mewakili Gubernur. Pertemuan tersebut membahas secara detail aspek teknis, waktu pelaksanaan, dan kesiapan fasilitas pendukung agar penyerahan kapal klinik dapat berlangsung tertib, tepat sasaran, dan berdampak nyata bagi masyarakat. Usai pertemuan, tim BAZNAS RI dan BAZNAS Sulut langsung melakukan survey lapangan ke kawasan Manado Bay, lokasi yang akan menjadi titik penyerahan kapal. Pengecekan meliputi kesiapan dermaga, kondisi perairan, dan fasilitas penunjang acara, memastikan seluruh tahapan berjalan profesional dan terukur. Program Kapal Klinik Ambulance merupakan terobosan BAZNAS dalam memaksimalkan fungsi zakat untuk layanan kesehatan dan kemanusiaan di wilayah kepulauan, khususnya bagi masyarakat di daerah yang sulit dijangkau jalur darat. Kapal ini dilengkapi dengan ruang pemeriksaan medis, peralatan kesehatan dasar, serta tim tenaga medis yang akan memberikan layanan keliling di perairan Sangihe dan Talaud. Dengan hadirnya kapal klinik ini, masyarakat pesisir kini memiliki akses lebih cepat terhadap layanan kesehatan dasar tanpa harus menyeberang jauh ke kota besar. Direktur Pendistribusian BAZNAS RI, Ahmad Fikri, menegaskan bahwa program ini adalah bentuk nyata zakat yang bergerak dan memberi manfaat langsung bagi umat. “Kami ingin memastikan bahwa zakat tidak berhenti di angka, tetapi bergerak menjadi manfaat. Kapal Klinik Ambulance ini adalah bukti bahwa zakat bisa hadir di mana negara membutuhkan, dari daratan hingga lautan,” tegasnya. Sementara itu, Asisten I Pemprov Sulut, Dr. Denny Mangala, M.Si, menyampaikan apresiasi atas sinergi dan komitmen BAZNAS RI dalam mendukung visi pembangunan daerah. “Langkah BAZNAS ini sangat luar biasa. Kapal Klinik Ambulance bukan hanya bentuk bantuan, tapi wujud kepedulian dan sinergi kemanusiaan yang nyata untuk rakyat kepulauan,” ujarnya. Penyerahan Kapal Klinik Ambulance ini menjadi bagian dari komitmen besar BAZNAS dalam memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, khususnya dalam mendukung agenda pemerataan layanan publik di kawasan pesisir dan kepulauan. Kapal ini akan segera dioperasikan setelah prosesi penyerahan, dan diharapkan mampu menjadi “ambulans laut” yang berlayar membawa harapan, pelayanan, dan keberkahan bagi masyarakat Sangihe dan Talaud. Melalui program ini, BAZNAS kembali menegaskan perannya sebagai lembaga zakat nasional yang inovatif, responsif, dan berdampak luas, membuktikan bahwa zakat adalah energi perubahan yang nyata — bukan hanya di daratan, tetapi juga di samudra.
BERITA22/10/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
Satu Tahun Pemerintahan, Prabowo Umumkan Penurunan Kemiskinan Terendah Sepanjang Sejarah RI
Satu Tahun Pemerintahan, Prabowo Umumkan Penurunan Kemiskinan Terendah Sepanjang Sejarah RI
JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto menyampaikan capaian signifikan pada Sidang Kabinet Paripurna memperingati satu tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran yang digelar di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/10/2025). Dalam laporan terbuka di hadapan para menteri dan pimpinan lembaga negara, Prabowo mengumumkan bahwa tingkat kemiskinan nasional berhasil ditekan hingga 8,47 persen, menjadikannya yang terendah sepanjang sejarah Indonesia. “Ini prestasi luar biasa mengingat dunia tengah menghadapi 110 konflik bersenjata, ketidakpastian geopolitik, serta gejolak ekonomi global,” tegas Prabowo. Selain penurunan kemiskinan, Prabowo juga melaporkan bahwa pertumbuhan ekonomi nasional mencapai 5 persen, menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan pertumbuhan tertinggi di antara anggota G20. Sementara itu, inflasi berhasil ditekan hingga 2 persen, terendah di antara negara-negara G20. Stabilitas keuangan negara juga terjaga dengan baik. Defisit APBN tetap di bawah 3 persen, sementara Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menembus 8.000 poin, rekor tertinggi sepanjang sejarah pasar modal Indonesia. Di bidang ketenagakerjaan, Prabowo menyebut angka pengangguran terbuka turun menjadi 4,76 persen, menjadikannya yang terendah sejak krisis moneter 1998. Menurut Presiden, ini merupakan hasil dari kombinasi investasi, hilirisasi industri, serta peningkatan serapan tenaga kerja melalui proyek-proyek strategis nasional. Dalam pidatonya, Prabowo juga menyoroti efektivitas program-program unggulan yang diklaim berkontribusi besar terhadap penguatan kesejahteraan rakyat kecil. Di antaranya: Program Makan Bergizi Gratis (MBG): Sudah menyalurkan 1,41 miliar porsi makanan kepada 36,7 juta penerima, meliputi siswa sekolah, balita stunting, hingga ibu hamil. Cek Kesehatan Gratis Tahunan: Telah dimanfaatkan oleh 43 juta warga dari seluruh lapisan masyarakat. Sekolah Rakyat dan SMA Gratis Garuda: Dibangun untuk menjamin akses pendidikan gratis bagi anak dari keluarga tidak mampu sekaligus mencetak siswa unggulan berstandar internasional. Distribusi Interactive Flat Panel (IFP): Perangkat pembelajaran digital telah dibagikan ke lebih dari 50.000 sekolah untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Menutup pidatonya, Prabowo menegaskan bahwa pemerintah memasuki babak baru dengan fokus memperkuat kedaulatan pangan, energi, dan pengelolaan air. “Ini adalah fundamental ekonomi sesungguhnya yang harus kita jaga agar Indonesia kokoh menghadapi masa depan,” ujarnya. Sidang Kabinet Paripurna tersebut ditutup dengan penegasan komitmen seluruh jajaran pemerintah untuk mempertahankan tren positif ini, sekaligus mempercepat pemerataan pembangunan hingga ke desa-desa.
BERITA20/10/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
Warga Gaza Berpelukan sambil Menangis, Bantuan Kemanusiaan BAZNAS RI Akhirnya Tembus Palestina
Warga Gaza Berpelukan sambil Menangis, Bantuan Kemanusiaan BAZNAS RI Akhirnya Tembus Palestina
Gaza/Jakarta — Suasana haru menyelimuti wilayah Gaza. Di tengah jeda gencatan senjata yang langka, truk-truk bantuan bertuliskan BAZNAS – Indonesia memasuki kawasan padat penduduk. Anak-anak berlari menyambut, para ibu menengadahkan tangan seraya berucap “Syukran Indonesia…” Sebanyak 35.000 paket bantuan kemanusiaan hasil donasi masyarakat Indonesia yang dihimpun oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI resmi didistribusikan kepada warga Gaza. Isinya bukan sekadar sembako — tetapi sumber harapan: beras, tepung, mi instan, keju, ikan tuna, biskuit kurma, energy bar, jus, kurma, kacang, hingga bumbu-bumbu dapur yang selama ini sulit didapat akibat blokade panjang. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, tak kuasa menyembunyikan rasa syukurnya. “Alhamdulillah, bantuan dari masyarakat Indonesia akhirnya benar-benar sampai ke tangan warga Palestina. Ini kabar yang sangat menggembirakan — karena di tengah situasi yang serba sulit, mereka sangat membutuhkan uluran tangan kita,” ujar Kiai Noor dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (18/10/2025). Menurutnya, jeda gencatan senjata menjadi momen emas untuk menembus akses bantuan yang sebelumnya tertahan akibat kondisi keamanan. Tak Hanya Kirim Bantuan — BAZNAS Siapkan Program Rekonstruksi Palestina BAZNAS memastikan distribusi dilakukan melalui mitra terpercaya di lapangan agar tepat sasaran dan bebas dari penyalahgunaan. Tak berhenti di situ, Kiai Noor mengungkap bahwa BAZNAS tengah menyiapkan program jangka panjang untuk: Pemulihan infrastruktur, Penguatan layanan kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi warga Palestina. Dalam pesannya kepada publik, Kiai Noor menyampaikan apresiasi mendalam: “Terima kasih kepada seluruh masyarakat Indonesia. Semoga setiap rupiah yang disalurkan menjadi amal jariyah yang tidak pernah putus, dan menjadi bukti bahwa Indonesia selalu hadir untuk Palestina.” BAZNAS kembali mengajak masyarakat untuk tidak berhenti di tengah jalan. Bantuan masih sangat dibutuhkan, terutama untuk fase pemulihan. Salurkan Infak Kemanusiaan Palestina melalui: BSI 100.426.6893 a.n. Badan Amil Zakat Nasional Online: baznas.go.id/bantupalestina
BERITA18/10/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
Datang Berobat, Pulang Tanpa Ditagih — Rumah Sehat Baznas Resmi Beroperasi di Gorontalo
Datang Berobat, Pulang Tanpa Ditagih — Rumah Sehat Baznas Resmi Beroperasi di Gorontalo
POHUWATO — Kini warga Pohuwato tak perlu lagi cemas soal biaya saat sakit. Cukup datang berobat, pulang tanpa ditagih sepeser pun. Sebab Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI resmi membuka Rumah Sehat Baznas pertama di Provinsi Gorontalo, Rabu (15/10/2025). Peresmian berlangsung meriah di eks Puskesmas Marisa, Desa Marisa Selatan, ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pengguntingan pita oleh Ketua Baznas RI KH Ahmad Sudrajat, didampingi Wakil Bupati Pohuwato Iwan S Adam, Anggota DPD RI Syarif Mbuinga, serta disaksikan unsur Forkopimda, tokoh agama, dan masyarakat. KH Ahmad Sudrajat menegaskan bahwa Rumah Sehat ini adalah bukti bahwa zakat bisa menjadi sistem pelayanan kesehatan permanen, bukan sekadar bantuan sesaat. “Rumah Sehat ini bukan rumah sakit bisnis. Ini klinik umat. Siapa pun yang tidak mampu, datang saja. Tidak ada loket pembayaran,” tegasnya. Baznas RI bahkan telah menyiapkan 50 program berbasis desa yang akan memperkuat pelayanan kesehatan, pendidikan, hingga pemberdayaan ekonomi berbasis dana zakat. Untuk menjaga kepercayaan publik, Baznas bekerja sama dengan Kejaksaan, Kepolisian, dan KPK dalam hal pengawasan dan akuntabilitas dana. “Kami telah menghimpun Rp41 triliun dana umat secara nasional, dan semuanya harus kembali ke umat,” tambah Ahmad Sudrajat. Pemda Pohuwato: “Ini Solusi untuk Warga yang Selama Ini Menahan Sakit karena Tak Punya Biaya” Wakil Bupati Pohuwato, Iwan S Adam, mengapresiasi Baznas atas hadirnya fasilitas kesehatan gratis ini. “Selama ini masih ada warga kami yang menunda berobat karena takut biaya. Sekarang mereka punya tempat untuk datang tanpa malu dan tanpa bayar,” ujarnya. Ia berharap Baznas terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk memperkuat layanan dokter dan tenaga medis. Ketua Baznas Pohuwato, Mohamad Rozali Hunou, memastikan seluruh layanan akan gratis untuk masyarakat kurang mampu, termasuk ambulans Baznas yang sudah lebih dulu beroperasi tanpa pungutan apa pun. Peresmian turut dirangkaikan dengan penyerahan izin operasional dari Dinas Kesehatan, serta pembagian paket sembako kepada warga sekitar. Hadir pula Ketua Baznas Provinsi Gorontalo Hamka Arbi, Ketua DPRD Pohuwato Beni Nento, unsur BNNK, Danposal, perwakilan Pengadilan Agama, BUMN, hingga perbankan.
BERITA16/10/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS & MUI Deklarasi “Koalisi Besar Zakat Nasional”: Saatnya Ulama dan Umara Bersatu Menggerakkan Ekonomi Umat
BAZNAS & MUI Deklarasi “Koalisi Besar Zakat Nasional”: Saatnya Ulama dan Umara Bersatu Menggerakkan Ekonomi Umat
Jakarta — Gerakan zakat nasional bersiap memasuki babak baru. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) resmi menggaungkan tekad memperkuat sinergi dalam membangun ekosistem zakat yang lebih terintegrasi, profesional, dan berdampak nyata bagi kesejahteraan umat. Deklarasi moral itu mencuat dalam Pengajian Selasa Pagi Pusdiklat BAZNAS RI (14/10/2025), yang disiarkan langsung melalui YouTube BAZNAS TV. Hadir Pimpinan BAZNAS RI Bidang Transformasi Digital Prof. Ir. H. Nadratuzzaman Hosen, MS., MEc., Ph.D., Sekretaris Jenderal MUI Pusat Dr. Amirsyah Tambunan, MA., serta perwakilan BAZNAS dari seluruh Indonesia secara daring. Prof. Nadra tidak berbicara basa-basi. Ia menyebut sinergi BAZNAS–MUI harus berubah menjadi gerakan massif yang mendorong lahirnya generasi sadar zakat. “Zakat tidak boleh lagi berjalan sendiri-sendiri. BAZNAS dan MUI harus menjadi lokomotif. Kita harus menggerakkan umat agar menunaikan zakat melalui lembaga resmi, secara tertib, profesional, dan sesuai syariat,” tegasnya. Baik MUI maupun BAZNAS sepakat, era zakat konsumtif harus ditinggalkan. Sekjen MUI, Dr. Amirsyah Tambunan, menggugah audiens dengan satu kalimat tajam: “Zakat bukan sekadar bagi-bagi. Zakat adalah instrumen pemberdayaan ekonomi yang mampu mengubah mustahik menjadi muzakki.” Ia mengingatkan bahwa sudah banyak penerima beasiswa zakat yang kini justru menjadi penyumbang zakat. Bukti bahwa zakat, jika dikelola dengan visi besar, sanggup menciptakan transformasi sosial. Namun Amirsyah juga menegaskan: kepercayaan umat tidak cukup dibangun dengan ceramah dan seremonial. “Kepercayaan harus dibuktikan secara tertulis. Data zakat harus konkret, valid, dan transparan. Tanpa itu, pengelolaan zakat bisa jadi fitnah.” Ia bahkan melontarkan “tantangan moral” bagi seluruh pengelola zakat di Indonesia: “Jika ulama dan umara bersatu, maka kemaslahatan umat akan hadir. Jika keduanya berjalan sendiri-sendiri, umat hanya menjadi penonton pembangunan.”
BERITA14/10/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
Indonesia Jadi Sorotan di World Zakat & Waqf Forum 2025, BAZNAS Dorong Digitalisasi dan Standarisasi Amil Global
Indonesia Jadi Sorotan di World Zakat & Waqf Forum 2025, BAZNAS Dorong Digitalisasi dan Standarisasi Amil Global
KUCHING, MALAYSIA — Indonesia kembali menegaskan posisinya sebagai rising leader dalam tata kelola zakat dunia. Hal ini terlihat dari pernyataan tegas Pimpinan BAZNAS RI Bidang Transformasi Digital, Prof. Ir. H. Nadratuzzaman Hosen, MS., MEc., Ph.D., dalam ajang 14th Annual Meeting and International Conference – World Zakat & Waqf Forum (WZWF) 2025 yang digelar 13–15 Oktober 2025 di Borneo Convention Centre Kuching (BCCK), Sarawak, Malaysia. Di hadapan lebih dari 500 delegasi dari 29 negara — mencakup 100 organisasi zakat, wakaf, keuangan syariah, dan lembaga kemanusiaan dunia — Prof. Nadra memaparkan keberhasilan Indonesia dalam menerapkan transformasi digital zakat serta standarisasi kompetensi amil melalui sistem sertifikasi profesional. Dalam paparannya, Prof. Nadra menyampaikan bahwa 60% penghimpunan zakat nasional kini dilakukan melalui kanal digital, sementara di wilayah daerah telah mencapai 20%. “Transformasi digital di BAZNAS telah memberikan dampak nyata. Kami tidak hanya membicarakan konsep, tetapi membawa hasil konkret yang bisa diadopsi negara lain,” tegasnya. Selain digitalisasi, Indonesia juga menjadi pelopor dalam penerapan Sertifikasi Amil dan Nazhir berbasis Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP BAZNAS) yang kini dapat diakses secara daring oleh amil di seluruh penjuru nusantara. “Profesionalisme amil adalah kunci keberlanjutan zakat dunia. Indonesia siap berbagi sistem untuk diterapkan global,” tambahnya. Forum prestisius ini dihadiri tokoh penting dunia Islam dan filantropi internasional, antara lain: Datuk Patinggi Tan Sri Abang Johari Tun Openg – Premier Sarawak Senator Dato’ Dr. Mohd Na’im Mokhtar – Menteri Agama Malaysia Datuk Abang Mohd Shibli Abang Mohd Nailie – GM Tabung Baitulmal Sarawak Datuk Misnu Taha – Presiden Majlis Islam Sarawak Datuk Kipli Yassin – Mufti Negeri Sarawak Datuk Dr. Mohd Ghazali Md Noor – Sekjen WZWF Selain itu, hadir pula ratusan pemimpin zakat dan wakaf dari: Qatar Charity. Zakat House Kuwait, Islamic Development Bank (IsDB), Tabung Haji Malaysia. Badab Wakaf Indonesia (BWI), Lembaga zakat dari Asia, Afrika, Eropa dan Timur Tengah Salah satu agenda strategis forum ini adalah pembentukan WZWF Global Fund, sebuah pooling fund zakat dan wakaf internasional untuk membantu negara miskin secara terintegrasi dan transparan berbasis digital. BAZNAS Indonesia menyatakan kesiapan untuk menjadi driving force dalam tata kelola dan sistem digital fund global ini. Keikutsertaan aktif BAZNAS dalam forum ini sejalan dengan Misi Ke-9 BAZNAS RI: “Berperan aktif dan menjadi referensi bagi gerakan zakat dunia.” Dengan capaian nyata dalam transformasi digital, sertifikasi amil, dan tata kelola transparan, Indonesia kini tidak hanya menjadi peserta, tetapi pengarah arah kebijakan global zakat masa depan. Digitalisasi bukan hanya teknologi — tapi komitmen untuk memudahkan umat. Standarisasi bukan sekadar sertifikat — tapi jaminan amanah.
BERITA14/10/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
“Terima Kasih Banyak, Baznas Minahasa” — Kisah Ibu Petani di Tondano yang Anaknya Tertelan Jarum Pentul, Kini Jadi Peringatan untuk Semua
“Terima Kasih Banyak, Baznas Minahasa” — Kisah Ibu Petani di Tondano yang Anaknya Tertelan Jarum Pentul, Kini Jadi Peringatan untuk Semua
Minahasa 13/10/2025— Suara lirih penuh haru keluar dari bibir Maini (48), seorang ibu petani sederhana asal Tondano. Ia tak menyangka hari biasa di kebun berubah menjadi momen paling menegangkan dalam hidupnya. Anak perempuannya, siswi MTs Plus Tarbiyah Tondano, mendadak dilarikan ke Rumah Sakit Tondano setelah tak sengaja menelan jarum pentul yang biasa dipakai untuk menjepit jilbab. Kebiasaan menggigit jarum di bibir — dianggap sepele — hampir merenggut nyawa. “Saya panik, tidak tahu harus bagaimana. BPJS kami tidak aktif. Uang tabungan juga tidak ada,” cerita Maini, menahan tangis. Suaminya hanya bekerja serabutan, kadang di kebun, kadang membantu orang jika ada tambahan pekerjaan. Hidup mereka bersandar pada apa yang ada hari itu — hari ini kerja, hari ini makan. Pertolongan Tak Disangka Datang dari Baznas Minahasa Saat kabar ini sampai ke Waka IV Baznas Minahasa, ia langsung turun menemui Maini di kebun, tanpa protokol, tanpa basa-basi. Di tengah tanah basah dan cangkul yang masih tertancap di tanah, bantuan langsung diserahkan untuk biaya tindakan medis dan kebutuhan pemulihan anaknya. “Jangan dinilai dari besar atau kecilnya bantuan. Yang penting ada uluran tangan di saat paling susah,” kata Waka IV Baznas Minahasa. Maini tak bisa menyembunyikan rasa bahagianya. “Terima kasih banyak, banyak, banyak Baznas Minahasa. Amat sangat membantu keluarga saya. Semoga Baznas semakin peduli kepada masyarakat yang kurang mampu,” ujarnya sembari menahan air mata. Kasus seperti ini bukan yang pertama. Banyak pelajar muslimah yang terbiasa menjepit jarum pentul dengan mulut saat memasang jilbab. Padahal risikonya fatal: Jarum bisa tertelen atau terhirup ke saluran napas Bisa melukai tenggorokan, paru-paru, bahkan organ vital Dalam banyak kasus, harus operasi. “Jangan lagi sepelekan jarum pentul. Ingat, satu detik kelalaian bisa jadi seumur hidup penyesalan,” pesan Maini Waka IV Baznas Minahasa berharap masyarakat semakin percaya dan mendukung Baznas, agar lembaga zakat ini bisa berbuat lebih banyak lagi untuk masyarakat kecil yang sering terabaikan. “Semoga ada lebih banyak orang baik yang mau menyalurkan zakatnya lewat Baznas. Dari zakat inilah lahir pertolongan seperti hari ini,” ujarnya.
BERITA13/10/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
Fesbujaton XIX Resmi Ditutup, Kakanwil Kemenag Sulut Tegaskan Jawa Tondano Jadi Ikon Harmoni Nasional
Fesbujaton XIX Resmi Ditutup, Kakanwil Kemenag Sulut Tegaskan Jawa Tondano Jadi Ikon Harmoni Nasional
Manado 4/10/2025– Festival Seni dan Budaya Jawa Tondano (Fesbujaton) ke-19 resmi ditutup secara spektakuler pada Sabtu malam, 4 Oktober 2025. Penutupan dilakukan oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Utara yang didaulat langsung mewakili panitia pusat, mengguncang suasana lapangan Mega Mas Manado yang sejak 2 Oktober dipadati ribuan peserta. Dalam sambutannya, Kakanwil menegaskan bahwa Jawa Tondano bukan hanya komunitas budaya, tetapi simbol peradaban harmoni dan toleransi yang menjadi kebanggaan nasional. “Masyarakat Jawa Tondano telah membuktikan bahwa hidup sebagai minoritas di tengah mayoritas bisa berlangsung dalam harmoni, toleransi, dan saling menghormati. Ini kontribusi besar kepada bangsa, bukan hanya bagi Sulawesi Utara,” tegasnya di hadapan ribuan peserta. Acara yang diikuti 1.683 peserta dari 28 kontingen ini tidak hanya dihadiri warga Sulawesi Utara, tetapi juga rombongan dari Gorontalo, Ternate, Palu, Makassar, Bitung, Kotamobagu, Tumpaan, dan wilayah lain. Selama tiga hari pelaksanaan (2–4 Oktober), Fesbujaton XIX menampilkan beragam lomba, seni tradisi, musik religi, dan adat budaya yang berpadu dengan kearifan lokal Minahasa. Kakanwil juga menyinggung pentingnya menjaga sejarah penyebaran Islam di Sulut, khususnya keberadaan makam Kyai Mojo di Tondano yang sempat diwacanakan untuk dipindahkan. “Makam Kyai Mojo bukan sekadar situs agama, tetapi simbol budaya, identitas, dan peradaban. Tempat itu menjadi ruang belajar sejarah Islam di Sulawesi Utara. Kalau dipindahkan, hilang satu memori besar bangsa.” Ia mengaku secara pribadi sudah menjadi bagian dari keluarga besar Jawa Tondano karena hubungan kekerabatan. Hal itu membuat keterlibatannya dalam Fesbujaton terasa emosional dan penuh kedekatan. Meski diwarnai kabar duka atas wafatnya salah satu peserta di Asrama Haji saat kegiatan berlangsung, suasana penutupan tetap penuh haru dan penghormatan. Doa bersama dipanjatkan sebelum prosesi penutupan. Dalam kesempatan itu, Kakanwil menyampaikan rasa hormat kepada sesepuh dan tokoh pendiri, termasuk Haji Ali Hardi Kedemak yang kini berusia 84 tahun dan masih setia menggerakkan Fesbujaton. “Ini bukan festival biasa. Ini tiga hari yang mengguncang Kota Manado. Lebih dari seribu orang datang dari berbagai daerah demi menjaga warisan budaya, seni, dan identitas Jawa Tondano.” Menutup sambutannya, ia memimpin secara resmi deklarasi berakhirnya Fesbujaton XIX: “Dengan mengucap Alhamdulillah, Festival Seni Budaya Jawa Tondano yang ke-19 kami nyatakan ditutup secara resmi.” Penutupan disambut takbir dan tepuk tangan panjang, menandai berakhirnya perhelatan budaya terbesar komunitas Jawa Tondano di kawasan timur Indonesia.
BERITA04/10/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Minahasa Perkuat Dakwah Sosial Digital: Ajak Masyarakat, Masjid, dan Netizen Jadi Bagian Gerakan Kebaikan
BAZNAS Minahasa Perkuat Dakwah Sosial Digital: Ajak Masyarakat, Masjid, dan Netizen Jadi Bagian Gerakan Kebaikan
Di tengah berbagai keterbatasan operasional dan tantangan pengelolaan zakat, BAZNAS Kabupaten Minahasa justru bergerak lebih progresif melalui penguatan informasi dan edukasi publik berbasis digital. Langkah ini menjadi bukti bahwa kepercayaan masyarakat terus dijaga, dan akuntabilitas lembaga semakin diperkuat melalui keterbukaan informasi. Saat ini, BAZNAS Minahasa aktif menyampaikan informasi, kegiatan, dan laporan melalui berbagai kanal resmi yang dapat dipantau langsung oleh masyarakat. Masyarakat tidak hanya bisa melihat program, tetapi juga ikut terlibat menyebarkan semangat kepedulian. Berbagai platform yang telah aktif dan rutin digunakan, antara lain: Website Resmi BAZNAS Minahasa Facebook Page & Group YouTube Channel Instagram TikTok Dengan langkah ini, BAZNAS Minahasa membuktikan bahwa amanah dikelola tidak hanya secara langsung di lapangan, tetapi juga secara terbuka dan bisa dipantau publik kapan saja. “GEMPAAR”: Gerakan Media Sosial untuk Zakat dan Kepedulian Saat ini, BAZNAS Minahasa tengah menggencarkan kampanye sosial digital yang dikenal dengan GEMPAAR (Gerakan Media Peduli dan Amanah Rakyat). Tujuan utamanya: Mengedukasi masyarakat tentang zakat, infak, sedekah, dan DSKL Menyebarkan informasi kegiatan pemberdayaan dan penyaluran Menampilkan kisah inspiratif muzaki dan mustahik Mendorong partisipasi umat melalui media sosial Menjaga kepercayaan publik melalui publikasi terbuka dan konten positif BAZNAS Minahasa membuka pintu selebar-lebarnya bagi masjid, takmir, remaja masjid, dan ormas Islam untuk menjadi mitra informasi. Caranya mudah: Setiap masjid bisa mengirimkan dokumentasi kegiatan sosial, keagamaan, pemberdayaan, dan edukasi umat Informasi tersebut akan diolah menjadi berita resmi dan dipublikasikan melalui website dan media sosial BAZNAS Minahasa Dengan ini, masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi pusat pergerakan sosial yang terdokumentasi “Kami ingin setiap masjid tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi menjadi mitra penyebaran kebaikan. Kegiatan sosial masjid bisa menjadi inspirasi bagi umat lain melalui kanal resmi BAZNAS,” ujar pengurus BAZNAS Minahasa. BAZNAS Minahasa mengajak seluruh masyarakat, ASN, tokoh agama, anak muda, komunitas, dan pengguna media sosial untuk ikut bergerak: Mari Bergabung & Ikuti Kanal Resmi BAZNAS Minahasa: - Website resmi - Grup & halaman Facebook- Channel YouTube- Instagram- TikTok Dengan mengikuti kanal resmi, masyarakat bisa: Memantau program secara langsung Mendapat edukasi dan berita terkini Mengetahui laporan kegiatan dan penyaluran Berkontribusi menyebarkan kepedulian Menguatkan kepercayaan publik terhadap lembaga Keterbatasan tidak mematikan langkah BAZNAS Minahasa. Justru kini menjadi batu loncatan untuk membangun kolaborasi yang lebih besar. Dengan media sosial sebagai jembatan, masyarakat bisa ikut menyaksikan, mendukung, dan menguatkan gerakan zakat di Minahasa. “Zakat akan kuat bila umat ikut bergerak. Mari bersinergi, mempercayakan penyaluran zakat kepada lembaga yang amanah, dan bersama menciptakan perubahan yang berdampak.”
BERITA04/10/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
Happy Chuseok: LOTTE Mart Gandeng BAZNAS, Belanja Jadi Ibadah, Donasi Jadi Berkah
Happy Chuseok: LOTTE Mart Gandeng BAZNAS, Belanja Jadi Ibadah, Donasi Jadi Berkah
Perayaan budaya kini tak lagi sekadar pesta, tapi juga pintu menuju kepedulian. Inilah yang ditunjukkan oleh LOTTE Mart Indonesia melalui gelaran Korean Fair “Happy Chuseok” tahun ini. Tidak hanya menghadirkan atmosfer khas Negeri Ginseng lewat sajian kuliner raksasa seperti Dakganjeong (ayam goreng manis gurih) dan Japchae (mi kaca tumis), LOTTE Mart juga membuka ruang berbagi dengan mengajak pelanggan menyalurkan donasi melalui kolaborasi strategis bersama BAZNAS RI. Setiap pelanggan yang membeli hidangan khas Korea di acara ini dapat berdonasi seikhlasnya. Hasil donasi tersebut akan dikelola oleh BAZNAS untuk disalurkan kembali dalam bentuk makanan kepada masyarakat yang membutuhkan. Dengan demikian, setiap transaksi kuliner bukan hanya pengalaman rasa, tapi juga ibadah sosial yang memberi manfaat luas. Kim Tae Hoon, President Director LOTTE Mart Indonesia menegaskan, “Chuseok adalah momen kebersamaan dan syukur. Melalui kerja sama ini, kami ingin pelanggan tidak hanya menikmati budaya Korea, tetapi juga ikut berbagi kasih sayang dan solidaritas.” H. M. Arifin Purwakananta, Deputi Bidang Pengumpulan BAZNAS RI menambahkan, “Kolaborasi dengan LOTTE Mart adalah wujud nyata bahwa zakat dan sedekah bisa hadir dalam ruang-ruang modern, bahkan di pusat perbelanjaan. Inilah cara kita memperluas manfaat: donasi kecil dari pelanggan bisa menjadi energi besar untuk meringankan beban masyarakat yang kesulitan pangan.” Program ini membuktikan bahwa ekonomi ritel modern dapat bersinergi dengan ekonomi zakat, menjadikan setiap belanja memiliki nilai ganda: keuntungan duniawi dan pahala ukhrawi. Selain menikmati hidangan khas Chuseok, pelanggan juga bisa membawa pulang bingkisan istimewa seperti Chuseok Premium Gift Pear, Kimchi Jeon, hingga produk populer seperti Nongshim Shin Ramyun Black dan Yorihada Kimchi. Ditambah promo spesial hingga 8 Oktober 2025, LOTTE Mart menghadirkan pengalaman belanja yang bukan hanya menyenangkan, tetapi juga sarat makna spiritual. Untuk mengetahui lebih banyak informasi dan promosi Korean Fair maupun lainnya, pelanggan dapat mengikuti Instagram @lottemartindo atau website www.lottemart.co.id.
BERITA03/10/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS RI Buka Posko Medis dan Dapur Umum untuk Korban Musala Ambruk di Sidoarjo
BAZNAS RI Buka Posko Medis dan Dapur Umum untuk Korban Musala Ambruk di Sidoarjo
Sidoarjo - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bergerak cepat usai musibah robohnya musala di Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur. Untuk meringankan beban para korban, BAZNAS membuka layanan kesehatan darurat sekaligus mendirikan dapur umum dan dapur air. Tragedi runtuhnya Musala Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, menyisakan duka mendalam. Hari ini ditemukan 3 korban meninggal jadi total korban meninggal akibat Musala ponpes Al Khoziny ambrok di Sidoarjo 8 orang santri meninggal dunia, ratusan lainnya selamat dengan luka dan trauma yang tak kalah berat. Musibah itu terjadi saat lantai atas musala tengah dicor, bertepatan dengan ratusan santri khusyuk melaksanakan salat Ashar berjemaah. Dugaan awal: beban berlebih membuat konstruksi tak kuasa menahan tekanan, hingga bangunan ambruk seketika. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, mengatakan tim tanggap darurat langsung diterjunkan begitu laporan musibah diterima. “Kami menyampaikan duka yang mendalam. BAZNAS hadir di lokasi untuk memastikan korban mendapat layanan kesehatan serta kebutuhan darurat secara cepat dan terkoordinasi,” ujar Saidah di Jakarta, Jumat (3/10/2025). Layanan medis diberikan tenaga kesehatan dari Rumah Sehat BAZNAS Sidoarjo dan Sragen. Tak hanya menangani korban luka, pemeriksaan rutin juga dilakukan agar kondisi para santri tetap terpantau. “Selain penanganan medis, kami memastikan kebutuhan dasar para korban terpenuhi. Karena itu BAZNAS membuka dapur umum dan dapur air untuk menyediakan makanan dan minuman setiap hari,” tambah Saidah. Dalam misi kemanusiaan ini, BAZNAS mengerahkan personel dari berbagai daerah, termasuk BAZNAS Jawa Timur, BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) Jatim, BTB Sidoarjo, BTB Jombang, BTB Madiun, dan BTB Trenggalek.
BERITA03/10/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
Hari Kesaktian Pancasila: BAZNAS Minahasa Ajak Bangsa Bangkit dengan Semangat Persatuan dan Kepedulian
Hari Kesaktian Pancasila: BAZNAS Minahasa Ajak Bangsa Bangkit dengan Semangat Persatuan dan Kepedulian
Minahasa – Peringatan Hari Kesaktian Pancasila, 1 Oktober 2025, bukan sekadar ritual mengenang sejarah, tetapi momentum kebangkitan bangsa untuk memperkokoh persatuan dan kepedulian sosial. Dalam momen bersejarah ini, Pimpinan BAZNAS Kabupaten Minahasa menyerukan pentingnya mengamalkan nilai-nilai Pancasila melalui aksi nyata kepedulian: zakat, infak, dan sedekah (ZIS). “Kesaktian Pancasila terletak pada kekuatan persatuan rakyatnya. Hari ini kita diingatkan bahwa bangsa yang kokoh bukan hanya dibangun dengan kata-kata, tapi dengan aksi peduli dan berbagi. Zakat, infak, dan sedekah adalah jalan kita untuk mewujudkan keadilan sosial dan kemanusiaan yang beradab,” ujar Pimpinan BAZNAS Minahasa. Ia menegaskan, zakat bukan hanya ibadah pribadi, tetapi juga bentuk nyata perjuangan membela bangsa dari kemiskinan dan ketidakadilan. “Jika dulu pahlawan mengangkat senjata untuk mempertahankan ideologi, maka hari ini kita bisa mengangkat semangat berbagi melalui BAZNAS untuk menjaga keutuhan sosial. Dengan zakat, infak, dan sedekah, kita membersihkan harta, memperkuat umat, dan membangun bangsa,” tegasnya. Pancasila dan Zakat: Satu Nafas Perjuangan Sila ke-2: Kemanusiaan yang adil dan beradab → diwujudkan dengan membantu fakir miskin dan mustahik. Sila ke-5: Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia → diwujudkan dengan distribusi zakat yang merata lewat BAZNAS. Gotong Royong: Semangat Pancasila yang hidup kembali dalam gerakan zakat, infak, dan sedekah. BAZNAS Minahasa meneguhkan komitmennya untuk menjadi garda terdepan dalam menyalurkan amanah umat. Dana ZIS yang terkumpul akan diprioritaskan untuk program pemberdayaan ekonomi rakyat, beasiswa pendidikan anak bangsa, serta bantuan kesehatan bagi masyarakat yang membutuhkan. “Marilah kita jadikan Hari Kesaktian Pancasila ini sebagai titik kebangkitan. Bangkit untuk bersatu, bangkit untuk peduli, bangkit untuk berbagi. Jangan biarkan ada satu pun saudara kita tertinggal dalam derap pembangunan bangsa. Salurkan zakat, infak, dan sedekah Anda melalui BAZNAS Minahasa. Karena di sinilah kepedulian kita berubah menjadi kekuatan bangsa,” pungkasnya.
BERITA01/10/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS RI Luncurkan Label "Taat Zakat", Perkuat Reputasi & Branding Perusahaan
BAZNAS RI Luncurkan Label "Taat Zakat", Perkuat Reputasi & Branding Perusahaan
Jakarta - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI melalui BAZNAS Fundraising Forum meluncurkan label “Taat Zakat” sebagai bentuk apresiasi untuk perusahaan yang konsisten menunaikan zakat. Label ini diharapkan tak hanya menjadi penguat spiritual, tetapi juga mendongkrak reputasi, branding, hingga kepercayaan publik terhadap perusahaan. Acara yang digelar di Jakarta, Selasa (30/9/2025), dihadiri lebih dari 100 mitra zakat perusahaan, regulator, asosiasi, hingga praktisi zakat. Forum ini fokus membahas regulasi, fikih, dan muamalah zakat perusahaan di era modern. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan, H. Rizaludin Kurniawan, M.Si., CFRM., menegaskan label “Taat Zakat” adalah simbol bersihnya harta perusahaan secara syariah. “Konsepnya mirip label halal. Kalau label halal memastikan produk bersih dan baik, maka label Taat Zakat menunjukkan perusahaan bersih secara syariah karena hartanya sudah ditunaikan zakat. Dampaknya luar biasa: branding naik, reputasi meningkat, publik makin percaya, bahkan ada manfaat perpajakan,” jelas Rizaludin. Label ini berlaku setahun dan diberikan gratis kepada semua perusahaan yang menyalurkan zakat melalui BAZNAS, tanpa memandang besarannya. “Mau Rp10 juta atau ratusan miliar, tetap dapat label yang sama. Karena zakat bukan soal jumlah, tapi soal kepatuhan syariah dan gaya hidup korporasi,” tambahnya. Lebih jauh, zakat perusahaan yang disalurkan melalui BAZNAS bisa diarahkan sesuai preferensi. “Perusahaan bisa memilih, misalnya untuk Papua, NTB, atau daerah lain. BAZNAS punya jaringan 34 provinsi dan 450 kabupaten/kota, jadi zakat tepat sasaran,” ucapnya. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Hj. Saidah Sakwan, MA, menekankan bahwa zakat tak hanya bernilai spiritual, tapi juga memperkuat ekosistem korporasi. “BAZNAS selalu support korporasi dalam menunaikan zakat. Dana zakat akan kembali memperkuat perusahaan. Contoh nyata, zakat Bank Syariah Indonesia (BSI) melalui BAZNAS telah membiayai 5.000 beasiswa calon pemimpin muda. Hasilnya? BSI juga ikut mendapatkan talenta terbaik dari dana zakatnya sendiri,” ungkap Saidah. Ia menegaskan, BAZNAS menjamin zakat perusahaan aman dari sisi syariah, regulasi, hingga keberlanjutan bisnis. “Zakat perusahaan itu aman syar’i, aman regulasi, aman NKRI, dan aman bagi korporasi. Jadi manfaatnya ganda, untuk umat dan untuk perusahaan,” katanya. Forum ini juga menghadirkan Ahli Fikih Zakat dan Muamalah, Ustaz Oni Sahroni, yang memberi panduan teknis. “Pertama, tentukan waktu zakat sesuai periode akuntansi perusahaan. Kedua, hitung total aset dan pisahkan dana non-wajib, misalnya wakaf atau dana dari non-muslim. Kalau nilainya setara 85 gram emas, wajib dizakati 2,5 persen. Baik sektor riil maupun pasar modal, selama aktivitasnya halal, wajib zakat,” tegas Oni. Dengan hadirnya label “Taat Zakat”, BAZNAS ingin menjadikan zakat bukan sekadar kewajiban, tapi prestise korporasi. Karena perusahaan yang taat zakat bukan hanya menguatkan spiritual, tetapi juga memperkokoh reputasi di mata publik dan mitra bisnis.
BERITA30/09/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
Tangis Santri, Derita Musala Ambruk, dan Uluran Tangan BAZNAS RI
Tangis Santri, Derita Musala Ambruk, dan Uluran Tangan BAZNAS RI
Sidoarjo – Suasana haru menyelimuti Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo. Musala yang biasanya menjadi tempat lantunan doa dan sujud syukur, tiba-tiba berubah menjadi puing-puing usai ambruk saat salat Ashar berjemaah, Senin (29/9/2025). Ratusan santri yang tengah khusyuk beribadah seketika panik. Doa bercampur tangis, sujud berganti teriakan, ketika lantai atas musala yang sedang dicor runtuh menimpa jamaah di bawahnya. Di tengah suasana pilu, hadir tangan kepedulian. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bergerak cepat dengan mengerahkan Tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) serta menyalurkan bantuan awal Rp300 juta untuk membantu evakuasi, penanganan korban, hingga rekonstruksi musala. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, yang datang langsung ke lokasi tak mampu menyembunyikan rasa pilunya. Dengan suara bergetar, ia menyampaikan duka mendalam sekaligus tekad kuat untuk mendampingi pesantren hingga pulih. “Peristiwa ini sungguh mengguncang hati, karena terjadi saat para santri sedang beribadah. BAZNAS hadir sebagai bentuk empati dan tanggung jawab. Bantuan awal Rp300 juta kami salurkan hari ini, dan Tim BTB sudah bekerja sejak detik pertama musibah terjadi,” ujar Kiai Noor, Selasa (30/9/2025). Tak berhenti di situ, BAZNAS juga memastikan koordinasi dengan pemerintah daerah, BPBD, tenaga medis, hingga relawan untuk menjamin semua korban mendapat penanganan terbaik. Fokus utama saat ini: menyelamatkan nyawa, mengobati luka, dan menumbuhkan kembali harapan. Kiai Noor juga mengingatkan pentingnya aspek keselamatan dalam pembangunan pesantren. “Keselamatan santri harus jadi prioritas utama. Tapi kita juga memahami, semangat kebersamaan seringkali membuat pembangunan berjalan dengan segala keterbatasan. Maka inilah saatnya kita semua hadir, bahu-membahu, agar musibah ini tidak terulang,” tegasnya. BAZNAS turut menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas wafatnya korban dan mendoakan keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran serta kekuatan iman. Hadir mendampingi, Wakil Ketua BAZNAS RI H. Mo Mahdum, Pimpinan BAZNAS RI Bidang SDM, Keuangan dan Umum Kol. CAJ (Purn.) Drs. Nur Chamdani, serta Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan MA. Kini, musibah ini menjadi panggilan nurani kita bersama. Karena setiap doa yang terhenti di musala yang runtuh adalah doa yang harus kita lanjutkan dengan aksi nyata. Mari bersama BAZNAS, sisihkan rezeki untuk membantu saudara-saudara kita yang sedang diuji. Donasi melalui Dompet Bencana dan Kemanusiaan BAZNAS: BSI 900.005.5740 BCA 686.073.7777 a.n. Badan Amil Zakat Nasional atau melalui: baznas.go.id/sedekahbencana
BERITA30/09/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
Mengubah Arah Pengentasan Kemiskinan: Dari Bansos ke Kolaborasi Zakat, Negara, dan Energi Muda
Mengubah Arah Pengentasan Kemiskinan: Dari Bansos ke Kolaborasi Zakat, Negara, dan Energi Muda
Mencari Jalan Baru Menghapus Kemiskinan: Saat Zakat, Jaminan Sosial, dan Energi Muda Bertemu dalam Satu Panggung Jakarta – Dalam riuh rendah percakapan tentang pembangunan nasional, masih ada satu masalah yang selalu kembali menghantui: kemiskinan. Meski anggaran bantuan sosial negara mencapai ratusan triliun rupiah tiap tahun, jumlah penduduk miskin tetap sulit turun secara signifikan. Pertanyaan itu dijawab dalam forum Indonesia Connect Liputan 6 SCTV, Minggu malam (29/9/2029). Forum ini tak biasa. Ia mempertemukan pejabat pemerintah, ulama, akademisi, penggerak muda, hingga pengelola jaminan sosial dalam satu meja diskusi. Tema besar yang diangkat: “Pendekatan Baru Pengentasan Kemiskinan Menuju Masyarakat Mandiri.” Di balik judulnya yang sederhana, forum ini justru menyingkap arah baru. Dari panggung studio, lahir narasi kolaborasi nasional: bagaimana zakat, jaminan sosial, bantuan negara, dan semangat muda bisa disatukan menjadi mesin penggerak kesejahteraan rakyat. Muhaimin Iskandar: Bansos Harus Jadi Jembatan, Bukan Ketergantungan Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, membuka diskusi dengan nada kritis. Ia menyebut Rp500 triliun anggaran bansos yang digelontorkan setiap tahun berpotensi meninabobokan rakyat jika tidak dikaitkan dengan pemberdayaan. “Bansos itu penting. Tapi jangan sampai menjadikan rakyat bergantung. Bantuan hanyalah jembatan. Yang utama adalah membuka peluang usaha, memberi pelatihan singkat, dan membangun komunitas produktif. Dengan begitu, rakyat bisa berjalan dengan kakinya sendiri,” tegasnya. Muhaimin juga menekankan, pemerintah tidak bisa bekerja sendirian. Kolaborasi dengan masyarakat sipil, komunitas lokal, dan dunia usaha adalah kunci. “Kita tidak boleh hanya sibuk mengobati, tapi harus berani memutus rantai kemiskinan,” ujarnya. Prof. Noor Achmad: Potensi Zakat Rp327 Triliun, Realisasi Baru Rp28 Triliun Nada itu segera disambung oleh Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, Ketua BAZNAS RI. Ia datang membawa data yang mencengangkan. Potensi zakat nasional, menurut kajian Puskas BAZNAS 2028, mencapai Rp327 triliun per tahun. Tapi penghimpunan aktual baru Rp28 triliun atau 8,5% dari potensi. “Kalau potensi ini dikelola serius, kita bisa menggerakkan ekonomi rakyat dari desa hingga kota. Zakat bukan sekadar santunan, tapi modal usaha, microfinance, bahkan investasi sosial,” jelas Noor. Ia memaparkan contoh: di Indramayu, nelayan binaan BAZNAS kini memiliki koperasi modern yang memperkuat daya tawar mereka terhadap tengkulak. Di NTT, kelompok petani jagung yang didanai zakat produktif kini panen dua kali lipat. “Zakat punya roh pemberdayaan. Tapi ia harus dikawinkan dengan pendampingan dan ekosistem usaha. Inilah mesin perubahan yang sedang kita bangun,” tambahnya. Pramudya Iriawan: Jaminan Sosial Mengangkat Generasi Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Pramudya Iriawan Buntoro, memberi sudut pandang lain: jaminan sosial bukan hanya perlindungan, tapi juga pemberdayaan. Ia menyinggung program beasiswa penuh bagi anak-anak pekerja yang meninggal dunia atau cacat total tetap. “Beasiswa ini diberikan full hingga perguruan tinggi, maksimal dua anak per keluarga. Nilainya bisa mencapai Rp174 juta. Sampai sekarang ada 95 ribu anak penerima manfaat,” paparnya. Tak berhenti pada bantuan, BPJS Ketenagakerjaan juga menggandeng universitas bereputasi. “Kami ingin memastikan mereka tidak hanya sekolah, tapi juga mendapat pendidikan berkualitas. Dengan begitu, hilangnya pencari nafkah tidak memutus masa depan keluarga,” ujarnya. Pramudya menegaskan, sinergi antara jaminan sosial dan program pemberdayaan akan memberi dampak berlipat. “Jaminan sosial bukan sekadar santunan, tapi instrumen negara untuk menjaga harkat manusia. Kami ingin perlindungan ini juga menjadi pintu keluar dari kemiskinan,” tandasnya. Billy Boen: Anak Muda Harus Jadi Pencipta Kerja Dari kursi pengusaha muda, Billy Boen, pendiri Young On Top, berbicara lugas. Ia mengingatkan bahwa generasi muda tidak boleh hanya bercita-cita jadi pencari kerja. “Kalau kita ingin menghapus kemiskinan, anak muda harus menciptakan kerja. Teknologi digital memberi peluang besar untuk itu,” katanya. Menurut Billy, Indonesia sedang menghadapi bonus demografi. “Kalau anak muda hanya mencari kerja, kita akan terjebak. Tapi kalau anak muda jadi inovator, pengusaha, kreator, maka bonus demografi berubah jadi bonus ekonomi,” ucapnya. Rizal Taufikurrahman: Data Harus Jadi Basis Kebijakan Suara akademisi hadir lewat Rizal Taufikurrahman dari INDEF. Ia menyoroti bahwa kemiskinan di Indonesia bersifat multidimensi: rendahnya pendidikan, akses kesehatan terbatas, hingga minimnya infrastruktur dasar. “Kebijakan parsial hanya melahirkan ilusi perubahan. Data harus jadi basis. Kalau tidak, kita hanya menambal luka tanpa menyembuhkan,” ujarnya. Ia menegaskan pentingnya integrasi data antara pemerintah, lembaga zakat, dan BPJS. “Kalau data tidak terhubung, program akan tumpang tindih. Padahal, dengan satu basis data terpadu, kita bisa memastikan bantuan tepat sasaran dan pemberdayaan berkelanjutan,” paparnya. Farhan Frisia: Perlu Kisah Nyata yang Viral Di era digital, suara generasi muda diwakili Farhan Frisia, influencer dengan jutaan pengikut. Ia mengingatkan bahwa sekadar bicara data tidak cukup. “Masyarakat cepat lupa angka-angka. Yang membekas adalah kisah nyata,” katanya. Farhan mendorong pemerintah dan lembaga zakat untuk menyebarkan narasi inspiratif. “Kita butuh cerita: seorang anak buruh yang dapat beasiswa lalu sukses jadi insinyur, atau seorang nelayan miskin yang bangkit lewat modal zakat. Cerita-cerita seperti itu bisa viral, dan membuat orang lain percaya diri bahwa perubahan itu nyata,” ujarnya. Investigasi Tempo: Menyingkap Paradigma yang Bergeser Tempo menemukan dalam laporan investigasi 2028 bahwa lebih dari 60% program bansos gagal berlanjut setelah bantuan selesai. Sebab utamanya: tidak ada pendampingan dan pemberdayaan. Kajian Bank Dunia (2027) bahkan menegaskan, setiap Rp1 bansos produktif yang dikaitkan dengan pelatihan dan modal usaha, mampu berkembang menjadi Rp3–Rp4 nilai ekonomi dalam lima tahun. Artinya, jalan keluar bukan menambah bansos, melainkan mengintegrasikan bansos dengan zakat, jaminan sosial, pendidikan, dan ekosistem usaha lokal. Menjahit Semua Suara: Dari Studio ke Desa Nusantara Dari pemerintah, ulama, pengusaha muda, akademisi, hingga influencer, satu pesan mengalir deras: kemiskinan bukan takdir, tapi tantangan yang bisa dikalahkan dengan kolaborasi. Muhaimin bicara soal arah kebijakan, Noor Achmad bicara potensi zakat, Pramudya bicara perlindungan generasi, Billy bicara energi muda, Rizal bicara data, dan Farhan bicara narasi publik. Semua potongan itu, jika dijahit rapi, akan menjadi kain besar gerakan nasional. Dan forum malam itu seolah menjadi laboratorium: bahwa penghapusan kemiskinan hanya mungkin jika negara, masyarakat sipil, dan generasi muda bergerak bersama.
BERITA30/09/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Masuk Sekolah: Ratusan Siswa Sidoarjo Dapat Layanan Kesehatan Gratis
BAZNAS Masuk Sekolah: Ratusan Siswa Sidoarjo Dapat Layanan Kesehatan Gratis
Sidoarjo – Ratusan siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al Ihsan, Desa Damarsih, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, mendapat layanan kesehatan gratis dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI. Program ini digelar melalui Rumah Sehat BAZNAS (RSB) Al Chusnaini, Senin, 29 September 2025. Sebanyak 712 siswa terlibat dalam kegiatan itu, terdiri dari 347 siswa laki-laki dan 365 siswa perempuan. Selain pemeriksaan medis, mereka juga mendapat penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). “BAZNAS berupaya memastikan anak-anak memahami pentingnya pola hidup bersih dan sehat. Kesehatan anak sekolah adalah fondasi membangun generasi mendatang,” kata Saidah Sakwan, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, dalam keterangan tertulisnya. Hasil pemeriksaan menemukan penyakit yang paling banyak diderita siswa adalah ISPA, GERD (asam lambung), dan myalgia (nyeri otot). Untuk memperkuat pesan PHBS, BAZNAS membagikan sabun cuci tangan kepada seluruh siswa. Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh dokter RSB bersama guru MI Al Ihsan. Program Rumah Sehat BAZNAS kini telah hadir di 25 titik di 16 provinsi. Tahun ini, enam RSB baru sedang dibangun di Jambi, Sulawesi Barat, Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Gorontalo. “Kolaborasi dengan sekolah adalah pintu strategis menjangkau anak-anak. Kami berharap semakin banyak institusi pendidikan yang bisa terlibat,” ujar Saidah.
BERITA29/09/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Luncurkan Program Kemitraan Khusus Pendidikan dan Dakwah untuk Disabilitas, 3T, Komunitas Adat, dan Mualaf
BAZNAS Luncurkan Program Kemitraan Khusus Pendidikan dan Dakwah untuk Disabilitas, 3T, Komunitas Adat, dan Mualaf
Jakarta, –Di tengah tantangan ketimpangan akses pendidikan dan dakwah di Indonesia, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI kembali membuat gebrakan. Pada Kamis, 25 September 2025, lembaga ini resmi meluncurkan Program Kemitraan Khusus Pendidikan dan Dakwah bagi Disabilitas, 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar), Komunitas Adat, dan Mualaf. Program ini hadir bukan sekadar inisiatif, tetapi sebuah langkah strategis untuk menjawab realitas bahwa masih banyak kelompok masyarakat yang belum tersentuh pendidikan dan bimbingan keagamaan. Peluncuran di Jakarta ini dihadiri Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama RI Prof. Dr. Waryono Abdul Ghafur, SAG., MAG., Direktur PT Maybank Asset Management Anita Haryani, serta jajaran pimpinan BAZNAS RI. “Program ini memang sengaja kita luncurkan kepada sahabat-sahabat kita yang disabilitas, yang tinggal di daerah 3T, komunitas adat, dan mualaf. Mereka selama ini belum banyak tersentuh,” ujar Noor Achmad dalam pidatonya. Noor menekankan, BAZNAS ingin mengukuhkan peran zakat yang inklusif, zakat yang benar-benar sampai ke tangan mereka yang selama ini terpinggirkan. Baginya, zakat tidak hanya sebatas angka dalam laporan, melainkan energi sosial yang mampu menembus keterbatasan geografis, fisik, maupun budaya. “BAZNAS selalu komitmen untuk menyentuh masyarakat yang sulit disentuh, menjadikan mereka bagian dari keluarga besar BAZNAS Republik Indonesia,” tegasnya. Kementerian Agama menyambut positif langkah ini. Waryono Abdul Ghafur menilai, kehadiran BAZNAS telah memberi warna baru dalam pelayanan umat. “BAZNAS bukan hanya hadir di pusat kota, tapi hingga pelosok Tanah Air. Ia menjadi pelayan umat yang setia, memberi harapan bagi masyarakat yang kesulitan mengakses pendidikan,” kata Waryono. Menurutnya, kontribusi zakat yang dikelola BAZNAS terbukti mampu memperkuat sumber daya manusia, khususnya di wilayah yang jauh dari arus pembangunan. Program Kemitraan Khusus ini akan melibatkan 40 lembaga mitra yang terseleksi secara nasional. Setiap lembaga berhak memperoleh: Bantuan pendanaan maksimal Rp50 juta. Pendampingan kelembagaan. Monitoring program selama satu tahun penuh, mulai November 2025 hingga November 2026. Skema ini bukan sekadar bantuan, tetapi ekosistem pembinaan agar lembaga mitra mampu berdiri kokoh, mandiri, dan memberi dampak jangka panjang bagi masyarakat yang dilayani. Kolaborasi dengan Maybank Program ini juga mendapat dukungan sektor swasta. Direktur PT Maybank Asset Management, Anita Haryani, menegaskan bahwa pendidikan adalah hak universal. “Tidak boleh ada anak bangsa yang tertinggal. Melalui Beasiswa Kemitraan Khusus ini, kami berharap bisa memberi dukungan nyata agar penerima manfaat mampu menembus keterbatasan dan berkontribusi bagi masyarakat,” ujarnya. Peluncuran program ini turut dirangkai dengan peresmian buku “Jejak Inklusivitas Zakat Menuju Indonesia Emas 2045”. Buku tersebut merekam praktik baik, kisah penerima manfaat, dan inspirasi dari berbagai daerah. Publik bisa mengaksesnya secara gratis melalui situs resmi BAZNAS di tautan bazn.as/BukuInklusivZakat. Dengan inisiatif ini, BAZNAS kembali menegaskan dirinya bukan hanya pengelola zakat, tetapi juga pionir inklusivitas sosial. Ia hadir untuk memastikan bahwa disabilitas, masyarakat adat, warga di daerah 3T, maupun para mualaf, tidak lagi berdiri di pinggir jalan sejarah. Mereka kini diundang masuk, diberdayakan, dan disiapkan menjadi bagian dari cita-cita besar: Indonesia Emas 2045.
BERITA25/09/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Minahasa.

Lihat Daftar Rekening →