WhatsApp Icon
Kemdiktisaintek dan BAZNAS Siapkan Kolaborasi Besar! Beasiswa Mahasiswa Indonesia hingga Palestina Jadi Fokus Utama

Jakarta – Komitmen memperluas akses pendidikan tinggi bagi generasi muda Indonesia terus diperkuat. Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) mulai menjajaki kerja sama strategis yang diyakini dapat membuka peluang pendidikan lebih luas, sekaligus memperkuat pemberdayaan masyarakat berbasis zakat.

Langkah besar tersebut dibahas dalam pertemuan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto dengan Ketua Badan Amil Zakat Nasional, Sodik Mudjahid, di Kantor Kemdiktisaintek, Jakarta, Kamis (18/6/2026).

Pertemuan tersebut menjadi sinyal kuat hadirnya sinergi antara pemerintah dan lembaga pengelola zakat nasional dalam membangun sumber daya manusia unggul melalui jalur pendidikan tinggi.

Menteri Brian Yuliarto menegaskan bahwa peningkatan Angka Partisipasi Kasar Perguruan Tinggi (APK PT) menjadi salah satu agenda penting pemerintah sebagaimana arahan Presiden Prabowo Subianto.

Menurutnya, masih banyak lulusan SMA dan sederajat yang memiliki potensi besar, namun terkendala faktor ekonomi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.

"Kami berharap terdapat kolaborasi yang bisa berjalan sinergis dengan arahan Bapak Presiden untuk meningkatkan angka partisipasi mahasiswa Indonesia, serta memajukan pendidikan tinggi Indonesia," ujar Brian.

Ia menilai dukungan pembiayaan pendidikan menjadi salah satu instrumen paling efektif untuk memastikan tidak ada generasi muda yang kehilangan kesempatan mengenyam pendidikan tinggi hanya karena keterbatasan biaya.

Di sisi lain, Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid menegaskan bahwa sektor pendidikan merupakan salah satu prioritas utama pendayagunaan zakat nasional.

Menurutnya, paradigma pengelolaan zakat saat ini terus diarahkan menuju program-program yang bersifat produktif dan berkelanjutan. Karena itu, pendidikan dipandang sebagai investasi jangka panjang yang mampu memutus rantai kemiskinan dan melahirkan generasi unggul.

"Tahun ini, BAZNAS mengarahkan program pendistribusian zakat tidak hanya bersifat bantuan konsumtif, tetapi juga lebih menitikberatkan pada pemberdayaan masyarakat," jelas Sodik.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai program beasiswa, penguatan kapasitas masyarakat, hingga dukungan terhadap riset dan inovasi yang melibatkan perguruan tinggi di Indonesia.

Menariknya, pembahasan kerja sama ini tidak hanya menyasar mahasiswa Indonesia. Kemdiktisaintek dan BAZNAS juga menjajaki peluang pemberian beasiswa magister bagi mahasiswa Palestina untuk melanjutkan studi di Indonesia.

Program ini dipandang sebagai bagian dari kontribusi Indonesia dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia Palestina di tengah berbagai tantangan yang mereka hadapi.

Pimpinan BAZNAS Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, Idy Muzayyad, menjelaskan bahwa program tersebut juga akan memberikan dampak positif bagi perguruan tinggi Indonesia.

"Kami ingin mendorong mahasiswa luar negeri juga untuk berkuliah di Indonesia. Hal ini juga dapat meningkatkan indeks perguruan tinggi di Indonesia. Dengan fokus ke jenjang magister, SDM Palestina juga akan siap untuk membangun kembali," kata Idy.

Kolaborasi Kemdiktisaintek dan BAZNAS menjadi bukti bahwa zakat tidak hanya berperan sebagai instrumen sosial keagamaan, tetapi juga dapat menjadi motor penggerak pembangunan sumber daya manusia yang berkelanjutan.

Jika kerja sama ini terealisasi, ribuan mahasiswa berpotensi memperoleh akses pendidikan yang lebih luas, sementara perguruan tinggi Indonesia akan semakin terbuka sebagai pusat pembelajaran bagi mahasiswa internasional.

Di tengah upaya mewujudkan Indonesia Emas 2045, sinergi antara dunia pendidikan dan pengelolaan zakat nasional diharapkan menjadi langkah konkret dalam mencetak generasi yang cerdas, berdaya saing, dan siap menghadapi tantangan global.

18/06/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa
Prof. Azrai Dorong Petani Binaan BAZNAS Minahasa Naik Kelas Jadi Penangkar Benih Nasional

MINAHASA – Harapan baru bagi kemandirian petani di Kabupaten Minahasa kembali menguat. Rabu (17/6/2026), pakar pemulia jagung nasional dari Universitas Hasanuddin (UNHAS) Makassar, Prof. Dr. Muhammad Azrai, SP., MP, kembali mengunjungi lahan binaan kolaborasi BAZNAS Kabupaten Minahasa bersama mantan Ketua Pengadilan Agama Tondano, Al Gazali Mus, yang kini menjabat sebagai Wakil Ketua Pengadilan Agama Sidrap.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari pendampingan berkelanjutan yang telah dilakukan selama beberapa tahun terakhir kepada Kelompok Tani Paguyuban Matuari Jaton, sebuah kelompok tani yang kini dipersiapkan untuk naik kelas dari petani budidaya jagung konsumsi menjadi penangkar benih jagung sumber (parent seed) grade A.

Dalam arahannya kepada petani, Prof. Azrai menjelaskan bahwa program yang dijalankan saat ini merupakan bagian dari kegiatan Unit Produksi Benih Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin yang bertujuan menghasilkan benih penjenis atau benih sumber berkualitas tinggi.

"Kita ingin kelompok tani ini naik kelas. Kalau sebelumnya petani hanya menjual tongkol atau jagung konsumsi, sekarang kita melatih mereka menghasilkan benih. Nilai ekonominya jauh lebih tinggi. Benih yang lolos seleksi dapat memiliki harga hingga empat kali lipat dibanding harga jagung konsumsi," ujar Prof. Azrai.

Menurutnya, Kelompok Tani Paguyuban Matuari Jaton dipilih secara khusus untuk mendapatkan pendampingan intensif agar mampu menghasilkan benih penjenis berkualitas tinggi yang nantinya dapat didistribusikan kepada perusahaan-perusahaan benih mitra Universitas Hasanuddin.

"Kami tidak langsung memperluas ke kelompok lain. Fokus kami saat ini adalah memastikan kelompok ini benar-benar mampu menghasilkan benih penjenis grade A. Jika berhasil, maka ke depan petani dapat berkembang menjadi produsen benih komersial dan memiliki kontrak produksi dengan mitra-mitra kami," jelasnya.

Prof. Azrai juga menegaskan bahwa tim Universitas Hasanuddin akan terus melakukan pendampingan teknis, pengawasan mutu genetik, serta pengujian berbagai varietas unggul baru di lahan tersebut.

Tidak hanya memberikan arahan teknis, pada kesempatan itu Prof. Azrai juga menyerahkan bantuan alat pemipil jagung kepada kelompok tani. Bantuan tersebut disaksikan langsung oleh jajaran BAZNAS Minahasa dan para petani binaan sebagai bentuk dukungan nyata terhadap peningkatan produktivitas pascapanen.

Dalam kesempatan yang sama, Prof. Azrai memberikan apresiasi terhadap keterlibatan BAZNAS Minahasa yang secara konsisten mendampingi kelompok tani sejak awal program berjalan.

"Kami senang karena ada BAZNAS yang mendampingi kelompok tani. Ini adalah bentuk nyata pemberdayaan umat agar masyarakat mampu memperoleh keuntungan yang lebih baik dan meningkatkan kesejahteraan petani. Dari yang kami lihat, pertumbuhan jagung yang didampingi BAZNAS sangat baik dan memiliki prospek yang menjanjikan untuk produksi benih," ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Minahasa, Sahlan Kokalo, yang turut mendampingi Prof. Azrai selama kunjungan lapangan, menyampaikan apresiasi atas komitmen dan perhatian yang terus diberikan oleh Universitas Hasanuddin kepada petani binaan BAZNAS.

"Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas kunjungan serta pendampingan berkelanjutan yang diberikan Prof. Azrai dan tim Universitas Hasanuddin. Ini bukan sekadar kunjungan, tetapi investasi ilmu pengetahuan yang luar biasa bagi petani kami. Melalui pendampingan ini, petani tidak lagi hanya menjadi produsen jagung konsumsi, tetapi dipersiapkan menjadi penangkar benih yang memiliki nilai ekonomi jauh lebih tinggi," ujar Sahlan.

Menurutnya, program tersebut sejalan dengan misi BAZNAS dalam mengubah pola bantuan konsumtif menjadi pemberdayaan produktif yang berkelanjutan.

"BAZNAS ingin menghadirkan program yang benar-benar mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ketika petani mampu menghasilkan benih berkualitas dan mendapatkan nilai jual yang lebih tinggi, maka mereka tidak hanya bertahan secara ekonomi, tetapi juga berkembang dan menjadi lebih mandiri. Inilah makna pemberdayaan yang sesungguhnya," tambahnya.

Sahlan menegaskan bahwa keberhasilan program tersebut merupakan hasil kolaborasi banyak pihak, mulai dari akademisi, pemerintah, tokoh masyarakat, hingga para petani yang memiliki semangat belajar dan berinovasi.

"Kami percaya kolaborasi adalah kunci. Apa yang dimulai dari lahan sederhana di Minahasa hari ini berpotensi menjadi model pemberdayaan petani berbasis zakat yang dapat direplikasi di daerah lain. Petani kita harus naik kelas, memiliki daya saing, dan menjadi bagian penting dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional," katanya.

Mantan Ketua Pengadilan Agama Tondano yang turut menggagas kolaborasi ini, Al Gazali Mus, mengaku bahagia melihat perkembangan yang dicapai kelompok tani binaan tersebut meskipun kini dirinya telah bertugas di Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan.

"Alhamdulillah, saya merasa sangat senang melihat program ini terus berkembang. Apa yang dulu kita mulai bersama kini menunjukkan hasil yang nyata. Semoga program ini semakin bermanfaat bagi petani dan masyarakat sekitar," ujarnya.

Ia juga menyampaikan dukungan moril kepada para petani agar terus menjaga semangat dan komitmen dalam mengembangkan usaha pertanian mereka.

"Semangat terus untuk para petani. Jangan pernah berhenti belajar dan berusaha. Insyaallah saat panen jagung tetua nanti, saya akan berusaha ikut bergabung kembali untuk melihat hasil perjuangan bersama ini," ungkap Al Gazali.

Kunjungan Prof. Azrai kali ini menjadi penanda penting bahwa Kelompok Tani Paguyuban Matuari Jaton sedang memasuki fase baru dalam pengembangan usaha tani berbasis teknologi dan inovasi.

Dengan dukungan Universitas Hasanuddin, BAZNAS Minahasa, serta para mitra strategis lainnya, kelompok tani tersebut diharapkan tidak hanya menjadi produsen jagung konsumsi, tetapi berkembang menjadi sentra produksi benih unggul yang mampu memasok kebutuhan perusahaan-perusahaan benih nasional.

17/06/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS RI dan Ponpes Al Fath Lepas 18 Dai ke Pulau Buru, Perkuat Pembinaan Mualaf di Wilayah 3T

Sukabumi – Komitmen memperkuat pembinaan umat hingga ke pelosok negeri kembali ditunjukkan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI. Bersama Pondok Pesantren Modern Dzikir Al Fath Sukabumi, BAZNAS RI resmi melepas 18 dai yang akan bertugas di Pulau Buru, Maluku, melalui Program Ustad Garis Depan (UGD) VIII.

Para dai tersebut akan menjalankan misi dakwah, pendidikan, dan pendampingan bagi masyarakat mualaf yang berada di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T), sekaligus menjadi sahabat dan pembimbing bagi masyarakat yang membutuhkan penguatan pemahaman keislaman.

Prosesi pelepasan berlangsung di Pondok Pesantren Modern Al Fath, Sukabumi, Rabu (17/6/2026), dan dihadiri Wakil Ketua BAZNAS RI Dr. H. Zainut Tauhid Sa'adi, M.Si., Pimpinan Ponpes Al Fath Prof. Dr. KH. M. Fajar Laksana, S.E., CQM., MM., Ph.D., Direktur Penerangan Agama Islam Kementerian Agama RI Dr. Muchlis M. Hanafi, Lc., M.A., serta sejumlah tokoh agama dan pejabat daerah.

Dalam sambutannya, Wakil Ketua BAZNAS RI Zainut Tauhid Sa'adi menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS dalam menghadirkan manfaat zakat yang lebih luas, khususnya bagi kelompok mualaf dan fisabilillah yang membutuhkan pendampingan berkelanjutan.

"BAZNAS berperan sebagai jembatan yang menghubungkan para muzaki dengan mustahik. Salah satu kelompok yang menjadi perhatian kami adalah mualaf dan fisabilillah. Karena itu, program kemitraan dakwah ini menjadi bagian penting dalam menghadirkan manfaat zakat bagi masyarakat yang membutuhkan pendampingan keagamaan," ujar Zainut.

Menurutnya, kolaborasi antara BAZNAS RI dan Ponpes Al Fath menjadi contoh sinergi yang produktif dalam memperluas jangkauan dakwah Islam di Indonesia. Ia menggambarkan kerja sama tersebut sebagai "gayung bersambut", di mana pesantren menyiapkan sumber daya dai yang kompeten, sementara BAZNAS memberikan dukungan program dan pendanaan agar misi dakwah dapat berjalan optimal.

Lebih lanjut, Zainut mengingatkan para dai yang akan bertugas agar mengedepankan dakwah bil hikmah, yaitu menyampaikan ajaran Islam dengan penuh kebijaksanaan, keteladanan, dan pendekatan yang menyejukkan.

"Dakwah tidak dilakukan dengan cara menghakimi atau menyalahkan. Tugas dai adalah merangkul, membimbing, dan mendampingi masyarakat dengan penuh kearifan agar mereka semakin memahami dan mencintai ajaran Islam," katanya.

Ia menekankan bahwa keberhasilan dakwah tidak hanya diukur dari banyaknya ceramah yang disampaikan, tetapi juga dari kemampuan seorang dai membangun kedekatan dan kepercayaan masyarakat.

Menurutnya, para mualaf dan masyarakat yang masih minim pemahaman keagamaan membutuhkan sentuhan dakwah yang humanis dan penuh empati.

"Jika menghadapi masyarakat yang belum banyak mengenal ajaran Islam, maka yang harus dikedepankan adalah pendekatan yang humanis dan membangun kedekatan. Dai hadir untuk membimbing, bukan menghakimi," tambahnya.

Program Ustad Garis Depan selama ini menjadi salah satu program unggulan dalam memperkuat dakwah di wilayah-wilayah yang masih membutuhkan pembinaan intensif. Selain memberikan penguatan akidah, para dai juga akan terlibat dalam berbagai kegiatan pendidikan, pembinaan keluarga, pelatihan keagamaan, hingga pemberdayaan masyarakat.

Melalui pengiriman 18 dai ke Pulau Buru, BAZNAS RI dan Ponpes Al Fath berharap kualitas pembinaan mualaf dapat semakin meningkat serta melahirkan komunitas muslim yang lebih mandiri, berdaya, dan memiliki pemahaman keislaman yang kuat.

Di tengah tantangan dakwah di daerah terpencil, program ini menjadi bukti nyata bahwa zakat tidak hanya menghadirkan bantuan materi, tetapi juga menjadi instrumen strategis dalam membangun akidah, memperkuat ukhuwah Islamiyah, serta menghadirkan cahaya pendidikan dan pembinaan hingga ke pelosok Nusantara.

17/06/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa
Bantu Palestina, BAZNAS Jabar Salurkan Kurban dan Sedekah Daging Melalui BAZNAS RI

JAKARTA – Solidaritas masyarakat Indonesia untuk rakyat Palestina terus mengalir tanpa henti. Di tengah situasi kemanusiaan yang masih memprihatinkan akibat konflik berkepanjangan, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Barat menyalurkan amanah kurban dan sedekah daging bagi masyarakat Palestina melalui BAZNAS RI.

Penyerahan bantuan tersebut dilakukan secara simbolis di Jakarta, Senin (8/6/2026), sebagai bentuk kepedulian dan dukungan nyata masyarakat Jawa Barat terhadap saudara-saudara di Palestina yang hingga kini masih menghadapi berbagai keterbatasan akibat krisis kemanusiaan.

Total bantuan yang disalurkan meliputi Program Kurban Palestina senilai Rp147.500.000, Program Sedekah Daging Palestina sebesar Rp82.600.000, serta Program Sedekah Daging Kemasan senilai Rp21.000.000.

Wakil Ketua BAZNAS RI, Dr. H. Zainut Tauhid Sa'adi, M.Si., menyampaikan apresiasi atas tingginya kepedulian masyarakat Jawa Barat yang terus menunjukkan empati dan solidaritas terhadap rakyat Palestina.

Menurutnya, bantuan yang dihimpun melalui BAZNAS Jawa Barat menjadi bukti bahwa nilai kemanusiaan dan ukhuwah Islamiyah masih tumbuh kuat di tengah masyarakat Indonesia.

"Kami sangat mengapresiasi kepedulian masyarakat Jawa Barat yang disalurkan melalui BAZNAS Jabar untuk membantu meringankan beban saudara-saudara kita di Palestina yang sedang berjuang di tengah kondisi konflik," ujar Zainut.

Ia menjelaskan, program kurban dan sedekah daging tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan dan gizi masyarakat Palestina yang saat ini menghadapi berbagai tantangan kehidupan akibat dampak konflik yang berkepanjangan.

Lebih dari sekadar bantuan makanan, kata Zainut, program ini juga menjadi simbol harapan dan kasih sayang dari masyarakat Indonesia kepada rakyat Palestina agar mereka tetap merasakan perhatian dan dukungan dari dunia internasional.

"BAZNAS RI berkomitmen penuh untuk memastikan seluruh amanah kurban dan sedekah daging ini disalurkan secara amanah, transparan, dan tepat sasaran agar keberkahan hari raya dapat dirasakan di Palestina," tegasnya.

Komitmen tersebut menjadi bagian dari upaya BAZNAS RI dalam menjaga kepercayaan para muzaki sekaligus memastikan setiap bantuan yang dihimpun dapat memberikan manfaat optimal bagi penerima manfaat di wilayah terdampak konflik.

Bagi masyarakat Palestina, bantuan pangan memiliki arti yang sangat penting. Di tengah keterbatasan akses terhadap kebutuhan pokok, distribusi daging kurban dan sedekah menjadi sumber nutrisi sekaligus penguat semangat bagi keluarga-keluarga yang sedang menghadapi masa sulit.

Momentum Iduladha juga menjadi pengingat bahwa nilai pengorbanan, kepedulian, dan berbagi tidak mengenal batas wilayah maupun kebangsaan. Semangat tersebut tercermin dari partisipasi masyarakat Jawa Barat yang mempercayakan amanah kemanusiaannya melalui BAZNAS.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Deputi I BAZNAS RI Bidang Pengumpulan H. M. Arifin Purwakananta, S.I.Kom., M.I.Kom., CWC, CFRM., Direktur Penguatan Pengumpulan Nasional H. Fitriansyah Agus Setiawan, S.Sos., M.I.Kom., CFRM., Kepala Divisi Penguatan Pengumpulan BAZNAS Adhi Kelvianto Septa Pradana, S.H., S.Hum., serta jajaran BAZNAS Provinsi Jawa Barat yang dipimpin Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan Dr. H. Ijang Faisal, S.Ag., M.Si.

Melalui kolaborasi dan sinergi yang terus diperkuat, BAZNAS berharap semakin banyak masyarakat yang tergerak untuk menyalurkan zakat, infak, sedekah, maupun kurban sebagai wujud kepedulian terhadap sesama, khususnya bagi saudara-saudara yang tengah menghadapi krisis kemanusiaan.

Bantuan yang diberikan hari ini bukan hanya tentang daging kurban yang sampai ke tangan penerima manfaat, melainkan juga tentang pesan persaudaraan, harapan, dan kepedulian yang menembus batas negara. Dari Indonesia untuk Palestina, semangat kemanusiaan terus hidup dan menguatkan mereka yang sedang berjuang untuk bertahan.

08/06/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS RI dan BI Libatkan Kreator Konten, Zakat Siap Menembus Jutaan Layar Digita

PALEMBANG – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Bank Indonesia (BI) terus memperkuat gerakan literasi zakat dan ekonomi syariah melalui pendekatan yang semakin relevan dengan perkembangan zaman. Salah satunya dengan menggandeng para kreator konten sebagai agen edukasi digital yang mampu menjangkau jutaan masyarakat, khususnya generasi muda.

Komitmen tersebut mengemuka dalam kegiatan Training of Trainer (ToT) Kreator Konten yang menjadi bagian dari rangkaian Festival Syariah (FESYar) Regional Sumatera 2026 di Hotel Santika Palembang, Sumatera Selatan.

Kepala Biro Komunikasi Publik dan Publikasi (BKPU) BAZNAS RI, Ndari Rumi Widyawati, menegaskan keterlibatan kreator konten menjadi langkah strategis dalam memperluas pemahaman masyarakat tentang zakat sebagai instrumen penting pembangunan ekonomi umat.

"Kami mengapresiasi inisiatif Bank Indonesia yang melibatkan para kreator konten dalam penguatan literasi zakat. Di era digital saat ini, konten yang edukatif dan inspiratif memiliki daya jangkau yang sangat luas sehingga mampu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya zakat sebagai kekuatan keuangan sosial Islam," ujar Ndari.

FESYar Sumatera 2026 mengusung tema "Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah Regional Berkelanjutan melalui Sinergi dan Transformasi Digital". Kegiatan ini menghadirkan berbagai program penguatan kapasitas, mulai dari ToT Kreator Konten, ToT Dai dan Daiyah, hingga Sertifikasi Nazhir Wakaf yang diikuti sekitar 150 peserta dari berbagai daerah di Pulau Sumatera.

Dalam sesi ToT Kreator Konten, Kabag Humas sekaligus Pemimpin Redaksi Kantor Digital BAZNAS RI, Yudhiarma MK, bersama Koordinator Komunikasi Lembaga (Corcom) Rayhanul Iman (Roy) membagikan strategi publikasi digital melalui konsep Zakat News Network (ZNN).

Yudhiarma menjelaskan, BAZNAS RI telah membangun ekosistem media konvergensi yang mengintegrasikan media konvensional dan digital untuk memperluas dakwah zakat secara masif.

Menurutnya, transformasi digital yang dilakukan BAZNAS dalam lima tahun terakhir menunjukkan hasil signifikan. Saat ini jaringan Kantor Digital BAZNAS telah mengelola sekitar 420 website dengan total pembaca mencapai lebih dari enam juta orang.

Tak hanya itu, jangkauan kanal digital BAZNAS juga mengalami lonjakan drastis. Reach YouTube meningkat dari sekitar 1,1 juta pada 2021 menjadi 24,6 juta pada 2025, sementara platform X (Twitter) tumbuh dari 309 ribu menjadi 1,8 juta jangkauan pada periode yang sama.

"Media digital telah menjadi sarana dakwah yang sangat efektif. Karena itu, para kreator konten memiliki peran penting dalam menyampaikan pesan-pesan zakat dan ekonomi syariah kepada masyarakat secara kreatif, menarik, dan mudah dipahami," kata Yudhiarma.

Menariknya, peserta juga diajak memahami pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI) seperti Gemini, DeepSeek, dan ChatGPT dalam proses produksi konten digital dan karya jurnalistik.

Menurut Yudhiarma, kehadiran AI mampu membantu kreator konten maupun jurnalis bekerja lebih cepat dan efisien dalam menghasilkan berbagai bentuk konten.

"Saat ini AI sangat membantu dalam pembuatan berita, artikel, maupun konten digital lainnya. Namun teknologi ini tetap harus digunakan secara bijak dan bertanggung jawab," ujarnya.

Ia mengingatkan bahwa penggunaan AI dalam dunia jurnalistik tetap harus berpedoman pada Kode Etik Jurnalistik (KEJ) dan regulasi yang telah ditetapkan Dewan Pers.

"Secanggih apa pun AI, tetap saja ia adalah alat bantu. Akurasi, verifikasi, dan tanggung jawab jurnalistik tetap berada di tangan manusia," tegasnya.

Sebagai bentuk adaptasi terhadap perkembangan teknologi, Dewan Pers telah menerbitkan Peraturan Dewan Pers Nomor 1 Tahun 2025 tentang Pedoman Penggunaan Kecerdasan Buatan dalam Karya Jurnalistik, yang menjadi rujukan bagi perusahaan media dalam memanfaatkan AI secara profesional dan bertanggung jawab.

Sementara itu, ToT Kreator Konten mengusung tema "From Scroll to Impact: Mengubah Konten Digital Menjadi Gerakan Ekonomi Syariah". Tema tersebut merefleksikan semangat untuk mengubah aktivitas digital sehari-hari menjadi gerakan edukasi yang berdampak nyata bagi penguatan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia.

Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh pembekalan mengenai ekonomi syariah, pengelolaan zakat dan wakaf, keuangan komersial syariah, hingga teknik produksi konten digital yang kreatif dan efektif.

Di waktu yang sama, Bank Indonesia juga menyelenggarakan ToT Dai dan Daiyah guna memperkuat kapasitas para pendakwah dalam menyampaikan materi ekonomi syariah secara komprehensif kepada masyarakat. Selain itu, Sertifikasi Nazhir Wakaf digelar untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme pengelola wakaf dalam mengoptimalkan pemanfaatan aset wakaf secara produktif dan berkelanjutan.

Dengan melibatkan regulator, akademisi, praktisi, lembaga zakat dan wakaf, serta kreator konten nasional, FESYar Sumatera 2026 diharapkan menjadi katalisator lahirnya generasi penggerak ekonomi syariah yang mampu memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana dakwah, edukasi, dan pemberdayaan umat.

07/06/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa

Berita Terbaru

Jangkau Pedalaman, BAZNAS Buktikan Zakat Bukan Sekadar Retorika
Jangkau Pedalaman, BAZNAS Buktikan Zakat Bukan Sekadar Retorika
Brebes – Di tengah gegap-gempita pembangunan, masih ada wilayah-wilayah yang sunyi dari sentuhan kesejahteraan. Desa-desa di pelosok Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, menjadi saksi betapa kemiskinan ekstrem dan keterbatasan hidup masih menjerat ribuan keluarga. Namun, BAZNAS RI menunjukkan komitmennya: zakat tidak boleh berhenti di kota, ia harus menembus desa, menembus jalan terjal, dan hadir nyata di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar). Rabu (24/9/2025), BAZNAS RI menyalurkan bantuan biaya hidup tunai dan paket logistik kepada keluarga miskin ekstrem, keluarga dengan anak stunting, serta lansia yang hidup serba kekurangan di empat desa: Limbangan Wetan, Limbangan Kulon, Gandasuli, dan Pasar Batang. Bantuan ini cukup untuk menopang kebutuhan pokok selama 1–3 bulan ke depan. “BAZNAS berkomitmen memastikan zakat, infak, dan sedekah benar-benar sampai kepada mereka yang membutuhkan. Di desa-desa pedalaman seperti Brebes inilah zakat menemukan makna sejatinya: menghadirkan keadilan sosial,” tegas Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, MA. Saidah menambahkan, bantuan yang disalurkan tidak semata untuk mengisi perut atau melunakkan penderitaan sementara. Lebih dari itu, zakat hadir sebagai pesan moral bahwa umat Islam tidak boleh membiarkan sesamanya hidup tanpa kepastian pangan. “Bantuan ini adalah kepedulian sekaligus harapan. Zakat bukan hanya kewajiban, tapi instrumen perubahan, sarana membangun solidaritas, dan jalan pemerataan kesejahteraan,” imbuhnya. Bagi keluarga penerima manfaat, bantuan ini ibarat cahaya di lorong gelap. Mereka mengaku sangat terbantu karena bisa bertahan hidup dengan lebih tenang dalam beberapa bulan mendatang. BAZNAS menegaskan, keberhasilan program ini hanya mungkin terwujud karena kepercayaan masyarakat yang menyalurkan ZIS melalui lembaga resmi. Setiap rupiah yang dititipkan dikelola dengan amanah dan transparan, hingga benar-benar menjangkau mereka yang sering luput dari perhatian negara. “Zakat yang Anda salurkan ke BAZNAS bukan hanya angka di kertas, tapi napas kehidupan bagi saudara-saudara kita di pedalaman. Inilah bukti nyata, zakat mampu menembus batas, dari menara masjid hingga dapur keluarga miskin di pelosok desa,” tutup Saidah. Dengan semangat ini, BAZNAS mengajak seluruh umat Islam untuk tidak ragu menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS, agar semakin banyak keluarga rentan yang bisa dibangkitkan dari lingkaran kemiskinan ekstrem.
BERITA24/09/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
Gus Barra Dorong Masjid Jadi Pusat Ekonomi Umat, Salurkan Bantuan BAZNAS Microfinance Masjid di Jetis
Gus Barra Dorong Masjid Jadi Pusat Ekonomi Umat, Salurkan Bantuan BAZNAS Microfinance Masjid di Jetis
Mojokerto – Masjid tidak lagi sekadar tempat sujud, tetapi kini menjelma menjadi pusat pemberdayaan umat. Hal itu ditegaskan oleh Bupati Mojokerto, Dr. Gus Barra, Lc. M.Hum, saat menyerahkan secara simbolis bantuan BAZNAS Microfinance Masjid di Masjid Nurul Huda, Desa Ngabar, Kecamatan Jetis, Rabu (24/9/2025) sore. Dalam kesempatan tersebut, Gus Barra menyalurkan Rp150 juta kepada 53 jamaah masjid. Dana ini akan dikelola secara bergulir oleh takmir masjid, sehingga manfaatnya bisa dirasakan berulang kali dan menyentuh lebih banyak masyarakat. “Masjid bukan hanya pusat ibadah, tetapi juga pusat kebangkitan ekonomi umat. Melalui program Microfinance Masjid, jamaah memiliki akses modal sehat yang bisa menumbuhkan kemandirian. Kami ingin jamaah bukan sekadar penerima bantuan, tapi menjadi pelaku ekonomi yang berdaya,” tegas Gus Barra disambut tepuk tangan jamaah. Dilansir dari Web Baznas Kabupaten Mojokerto, Program ini bukan yang pertama. Sebelumnya, Wakil Bupati Mojokerto, dr. Rizal Oktavian, juga telah meluncurkan program serupa di Masjid Desa Kedungmaling, Kecamatan Sooko, dengan nilai yang sama. Hingga kini, total bantuan yang sudah disalurkan mencapai Rp300 juta untuk 106 jamaah di dua kecamatan. Langkah ini menjadi bukti nyata bagaimana sinergi pemerintah daerah, BAZNAS, dan takmir masjid bisa mengubah wajah pemberdayaan ekonomi umat di tingkat akar rumput. Ketua BAZNAS Kabupaten Mojokerto, Zamroni Ahmad, menegaskan bahwa Microfinance Masjid dirancang sebagai alternatif pembiayaan tanpa bunga agar jamaah tidak terjerat praktik pinjaman berbunga tinggi. “Pinjaman ini ringan, tanpa bunga, dan dikelola langsung oleh takmir yang paling tahu kondisi jamaahnya. Dengan kolaborasi ini, insyaAllah program bisa berjalan berkelanjutan dan semakin banyak keluarga yang merasakan manfaatnya,” jelas Gus Zamroni. Hadir pula dalam acara ini Pimpinan BAZNAS Kabupaten Mojokerto, Kabag Kesra Setda, Brand Manager BSI Mojokerto, Camat Jetis, serta Kepala Desa Ngabar. Namun sorotan utama tertuju pada sosok Gus Barra yang tampil bukan hanya sebagai kepala daerah, melainkan juga pemimpin umat. Kehadiran Gus Barra meneguhkan keyakinan bahwa pemerintah daerah bersama BAZNAS mampu menghadirkan solusi ekonomi yang adil, amanah, dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. “Bantuan ini bukan sekadar angka rupiah, tetapi simbol semangat baru. Dengan masjid sebagai pusat ekonomi umat, Mojokerto siap melahirkan generasi jamaah yang mandiri, produktif, dan sejahtera,” pungkas Gus Barra seperti dikutip dari Web resmi Baznas Kabupaten Mojokerto. sumber : https://kabmojokerto.baznas.go.id/
BERITA24/09/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
Sinergi Kuat: BAZNAS Barru Perpanjang Kerjasama Strategis dengan BPJSTK dan Pemkab untuk Perlindungan Tenaga Kerja
Sinergi Kuat: BAZNAS Barru Perpanjang Kerjasama Strategis dengan BPJSTK dan Pemkab untuk Perlindungan Tenaga Kerja
Barru – BAZNAS Kabupaten Barru kembali meneguhkan langkah strategis dengan memperpanjang kerjasama bersama BPJSTK (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Tenaga Kerja) dan Pemerintah Kabupaten Barru, Selasa (23/9/2025), di ruang data Pemkab Barru. Kolaborasi ini merupakan perpanjangan kedua yang bertujuan memperkuat perlindungan sosial bagi tenaga kerja di Kabupaten Barru, khususnya pekerja rentan. Hingga saat ini, BAZNAS Barru telah memberikan perlindungan kepada 2.901 tenaga kerja melalui 41 akun aktif, dan berkomitmen memperluas cakupan agar semakin banyak pekerja mendapatkan jaminan sosial. Kerjasama strategis ini bukan hanya agenda lokal, melainkan bagian dari visi besar Presiden RI: Indonesia Maju menuju Indonesia Emas 2045. Visi itu diwujudkan melalui 8 misi utama (Asta Cita), salah satunya menekankan pentingnya pembangunan manusia, peningkatan kesejahteraan, serta perlindungan tenaga kerja. Ketua BAZNAS Barru, Drs. H. La Minu Kalibu, M.Si, menegaskan perlunya sinergi lintas sektor untuk mencapai tujuan tersebut. “Perlindungan pekerja adalah investasi jangka panjang. Kami berharap Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Barru dapat mengurai segmen tenaga kerja, baik formal maupun informal, agar bisa dimasukkan dalam program ini. Dengan begitu, cakupan perlindungan sosial semakin luas, dan visi Indonesia Emas 2045 bisa kita wujudkan bersama,” jelasnya. Dalam pembahasan draft kerjasama, hadir berbagai pihak seperti Dinas Tenaga Kerja, analis hukum, analis kebijakan, hingga bagian pemerintahan. Keterlibatan lintas dinas ini menunjukkan bahwa perlindungan tenaga kerja bukan hanya tugas satu lembaga, melainkan agenda bersama bangsa. BAZNAS Barru melihat zakat bukan semata kewajiban umat Islam, tetapi juga instrumen keadilan sosial yang dapat bersinergi dengan program pemerintah. Dengan integrasi ini, zakat menjadi bagian dari upaya kolektif membangun masyarakat yang lebih adil, sejahtera, dan berdaya saing. “Kerjasama ini adalah bukti bahwa zakat bisa berjalan seiring dengan program jaminan sosial negara. BAZNAS ingin menjadi mitra terpercaya pemerintah dan masyarakat dalam menghadirkan perlindungan tenaga kerja yang adil, transparan, dan berkelanjutan,” pungkas La Minu Kalibu. Sumber : https://kabbarru.baznas.go.id/
BERITA23/09/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
Sulut 61 Tahun: Amanah Baru, Semangat Bersinergi untuk Daerah yang Maju dan Bermartabat
Sulut 61 Tahun: Amanah Baru, Semangat Bersinergi untuk Daerah yang Maju dan Bermartabat
MANADO – Gerimis yang turun di halaman Kantor Gubernur Sulawesi Utara, Selasa (23/9), tak mampu memadamkan semangat ribuan pasang mata yang menyaksikan peringatan Hari Ulang Tahun ke-61 Provinsi Sulawesi Utara. Upacara berlangsung khidmat, dipimpin langsung oleh Gubernur Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus dengan didampingi Wakil Gubernur Victor Mailangkay. Momen kali ini terasa istimewa. Untuk pertama kalinya, peringatan HUT Provinsi Sulawesi Utara digelar di bawah kepemimpinan pasangan Gubernur Yulius dan Wagub Victor. “Saya merasa HUT ke-61 Provinsi Sulawesi Utara sangat spesial. Ini ulang tahun pertama di bawah kepemimpinan kami, sebuah amanah besar yang akan kami jalankan dengan penuh tanggung jawab,” tegas Gubernur Yulius, disambut tepuk tangan hadirin. Ia menegaskan visi pembangunan daerah: Sulawesi Utara Maju, Sejahtera, dan Berkelanjutan. Visi ini diperkuat dengan delapan misi Asta Cita, 17 program unggulan, dan 45 program strategis yang disiapkan dengan arah kebijakan spesifik serta target terukur. “Inilah kompas pembangunan Sulawesi Utara, agar seluruh energi masyarakat bersatu menuju masa depan yang lebih baik,” katanya penuh keyakinan. Tak hanya dari pemerintah, semangat peringatan ini juga mendapat resonansi dari berbagai elemen masyarakat. Pimpinan BAZNAS Kabupaten Minahasa menyampaikan harapan besar agar HUT ke-61 Sulut menjadi momentum mempererat sinergi dan menebar manfaat nyata bagi rakyat. “Atas nama keluarga besar BAZNAS Kabupaten Minahasa, kami mengucapkan selamat Hari Ulang Tahun ke-61 Provinsi Sulawesi Utara. Semoga Sulawesi Utara terus menjadi tanah yang diberkahi, maju dalam pembangunan, sejahtera bagi masyarakatnya, dan tetap menjadi rumah penuh toleransi, kerukunan, serta kedamaian. Kami siap berkontribusi melalui penguatan zakat, infak, dan sedekah untuk pemberdayaan umat serta mendukung terwujudnya Sulawesi Utara yang hebat dan bermartabat,” ungkap pimpinan BAZNAS Minahasa. HUT ke-61 ini bukan sekadar selebrasi seremonial. Ia adalah momentum refleksi dan komitmen: bagaimana seluruh komponen masyarakat—pemerintah, lembaga, organisasi, hingga warga biasa—bersatu menunaikan perannya. Visi besar “Sulut Maju, Sejahtera, dan Berkelanjutan” hanya bisa terwujud jika semua tangan bergandengan dan semua hati bergerak dalam harmoni. Sulut kini memasuki usia matang. Dan pada usia inilah, Sulut ditantang untuk melahirkan karya yang lebih besar, langkah yang lebih kokoh, dan warisan yang lebih berharga bagi generasi mendatang.
BERITA23/09/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
Banyuwangi Jadi Laboratorium Zakat: BAZNAS Luncurkan Balai Ternak, Zmart, dan Ambulance Madani
Banyuwangi Jadi Laboratorium Zakat: BAZNAS Luncurkan Balai Ternak, Zmart, dan Ambulance Madani
Senin (22/09/2025), Kabupaten Banyuwangi menjadi saksi lahirnya tiga inovasi pemberdayaan umat. BAZNAS RI meluncurkan Balai Ternak, Zmart, dan Ambulance Madani—sebuah rangkaian program yang membuktikan bahwa zakat, bila dikelola dengan profesional, dapat menjelma menjadi mesin penggerak ekonomi rakyat sekaligus jaring pengaman sosial. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, menyampaikan pernyataan yang menggema: “Alhamdulillah, hari ini zakat benar-benar hadir untuk negeri. Balai Ternak, Zmart, dan Ambulance Madani bukan sekadar bantuan, tapi ikhtiar besar menjadikan mustahik berdaya, hingga suatu saat mereka berubah menjadi muzaki.” Ucapan itu bukan retorika kosong. Balai Ternak memberi harapan bagi 20 peternak kecil untuk lepas dari jerat kemiskinan melalui pembibitan dan pendampingan intensif. Zmart, yang menyasar 50 warung mikro, melampaui sekadar modal; ia menghadirkan branding, renovasi, hingga digitalisasi rantai pasok—mendorong warung tradisional menjadi pemain baru di era modern. Sementara itu, Ambulance Madani Gratis (AMBUMANIS) menghadirkan napas segar bagi warga pelosok: akses kesehatan darurat tanpa biaya. Bupati Banyuwangi, Hj. Ipuk Fiestiandani Azwar Anas, mengakui tantangan di kabupaten terluas di Jawa Timur ini. “Pelayanan publik di wilayah luas dan kompleks seperti Banyuwangi memang berat. Karena itu, kehadiran program BAZNAS adalah bukti nyata kolaborasi yang mempercepat pengentasan kemiskinan dan mendorong ekonomi kerakyatan,” katanya. Nada optimisme yang sama juga datang dari Kepala Unit Usaha Syariah PT PNM, Tunas Haryanto. “Ini bukan sekadar bantuan, melainkan kolaborasi strategis. Ambulance Madani memperluas akses layanan kesehatan, sementara Zmart menguatkan daya saing warung rakyat di era digital,” ujarnya. Namun, inti dari seluruh gebrakan ini sesungguhnya satu: kepercayaan publik. Banyuwangi menjadi panggung demonstrasi bahwa zakat yang dihimpun masyarakat tidak menguap di meja birokrasi, melainkan turun menjadi sapi, warung, dan ambulans yang benar-benar dirasakan manfaatnya. Di balik seremoni itu, BAZNAS mengirim pesan tegas: zakat bukan hanya ritual individual, melainkan instrumen transformasi sosial. Jika publik menaruh kepercayaan penuh, zakat bisa menjelma menjadi kekuatan besar yang menyentuh akar persoalan kemiskinan. Peluncuran di Banyuwangi ini bukan akhir, melainkan awal. Sebuah laboratorium zakat yang kelak bisa menjadi model nasional: bagaimana dana umat yang dikelola amanah mampu menghadirkan kesejahteraan nyata.
BERITA22/09/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
Tingkatkan Kualitas Pendidikan, BAZNAS Luncurkan Beasiswa Cendekia Rusia 2025
Tingkatkan Kualitas Pendidikan, BAZNAS Luncurkan Beasiswa Cendekia Rusia 2025
Dari Mustahik Menjadi Muzaki, dari Nusantara Menembus Dunia Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI kembali membuat gebrakan. Senin, 22 September 2025, melalui sebuah acara daring yang menghubungkan Jakarta–Moskow, BAZNAS meluncurkan Program Beasiswa Cendekia BAZNAS (BCB) Rusia Tahun 2025. Program ini bukan sekadar distribusi dana pendidikan, melainkan strategi besar: mempersiapkan generasi emas Indonesia yang berdaya saing global, selaras dengan Asta Cita Presiden dan visi Indonesia Emas 2045. Acara yang dihadiri Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Moskow, Prof. Dr. Khoirul Rosyadi, Ph.D., Deputi II BAZNAS, Dr. H.M. Imdadun Rahmat, M.Si., serta Dubes Rusia untuk Indonesia, H.E. Sergei Gennadievich Tolchenov ini sekaligus menjadi panggung inspirasi: zakat kini tidak lagi dipandang semata-mata ritual ibadah, tetapi motor penggerak peradaban. “Apa yang kita lakukan adalah meningkatkan kualitas masyarakat Indonesia yang bertujuan memajukan umat ke depan.” Pernyataan Ketua BAZNAS RI, Kiai Noor, menohok kesadaran publik. Bahwa dana zakat, infak, dan sedekah tak hanya mampu menyelamatkan masyarakat miskin hari ini, tetapi juga bisa mencetak doktor, insinyur, ilmuwan, dan pemimpin dunia esok hari. Kiai Noor menegaskan, BAZNAS tak ingin program ini sekadar seremonial. “Artinya ada keberlanjutan. Anak-anak kita di Rusia ini hebat-hebat semua. Program ini tidak boleh berhenti,” tegasnya. Bahkan, ia mendorong terbentuknya Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di Rusia, agar mahasiswa dan alumninya kelak tidak hanya menerima, tetapi juga memberi. Data Atase Pendidikan KBRI Moskow, Prof. Khoirul Rosyadi, mengungkap fakta yang sering terabaikan. Saat ini ada 500–700 mahasiswa Indonesia di Rusia, dengan 299 mahasiswa baru yang berangkat tahun ini. Sebagian besar memang ditopang beasiswa dari Pusat Kebudayaan Rusia, namun tunjangan itu tak cukup untuk menutup kebutuhan harian di negeri beriklim ekstrem itu. Di titik inilah, Beasiswa BAZNAS tampil sebagai napas segar. “Beasiswa ini betul-betul memberi optimisme. Membantu mahasiswa kita untuk fokus pada studi, bukan hanya bertahan hidup,” ujar Khoirul. Deputi II BAZNAS, Dr. Imdadun Rahmat, menambahkan dimensi strategis yang lebih dalam. Program ini dirancang bukan sekadar memberi, tetapi mengubah status sosial. “Beasiswa ini bertujuan mengeluarkan mustahik dari kemiskinan dan menjadikannya muzaki. Para penerima kami yakini adalah orang istimewa yang akan memiliki high social impact. Setelah lulus, mereka akan membawa kemanfaatan bagi publik,” jelasnya. Dengan kata lain, beasiswa ini adalah investasi sosial jangka panjang. Dari zakat lahir ilmuwan. Dari zakat lahir pemimpin. Dari zakat lahir peradaban. Peluncuran BCB Rusia 2025 membuktikan satu hal penting: zakat adalah energi peradaban. Ia tidak berhenti pada amplop santunan, melainkan bertransformasi menjadi tiket pendidikan, peluang global, dan jembatan menuju kemajuan umat. Jika mahasiswa Indonesia di Rusia saja bisa merasakan manfaat zakat, maka publik di tanah air seharusnya tersadar: setiap rupiah zakat, infak, dan sedekah yang disalurkan melalui BAZNAS bukan hanya meringankan beban, tapi juga mengguncang batas mimpi generasi bangsa. BAZNAS menunjukkan, mustahik bisa berubah menjadi muzaki. Dan bangsa Indonesia bisa melangkah tegap menuju 2045—bukan sekadar berharap, tapi berprestasi di panggung dunia.
BERITA22/09/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
Zawa Funwalk 2025: Dari Jalan Raya ke Pemberdayaan, Zakat BAZNAS Tunjukkan Bukti Nyata
Zawa Funwalk 2025: Dari Jalan Raya ke Pemberdayaan, Zakat BAZNAS Tunjukkan Bukti Nyata
Di tengah riuh langkah ribuan peserta Zawa Funwalk 2025 di kawasan Car Free Day Jakarta, Minggu (21/9/2025), BAZNAS RI tampil bukan sekadar penggembira. Di bawah tema “Berkah Maulid Berdayakan Umat”, lembaga zakat nasional ini menggelar bukti nyata: zakat yang dikelola dengan amanah dapat berubah menjadi kekuatan ekonomi yang menghidupi. Melalui booth ZCoffee, 350 cangkir kopi hangat dibagikan kepada masyarakat, hasil panen petani binaan yang dulu hanya bermimpi masuk pasar kota besar. Sementara itu, 150 paket ZChicken ludes dalam hitungan menit, bukan sekadar santapan gratis, melainkan simbol program pemberdayaan ekonomi mustahik. Bahkan, 100 Paket Logistik Keluarga yang berisi bahan pokok dibagikan kepada mereka yang berhak, menegaskan misi zakat sebagai pengaman sosial. Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA, yang hadir langsung, menohok dengan pernyataan lugas: “Kalau zakat dan wakaf dikelola secara berdaya, tak ada lagi orang miskin di Indonesia.” Bagi beliau, zakat bukan sekadar kewajiban ritual, tetapi strategi ekonomi umat yang bisa meruntuhkan tembok kemiskinan struktural. Senada, Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, menegaskan partisipasi BAZNAS dalam Zawa Funwalk bukan basa-basi. “Kami ingin membuktikan, zakat itu bukan hanya ibadah personal. Ia adalah instrumen sosial-ekonomi yang menggerakkan. Produk yang kami hadirkan di CFD ini adalah hasil panjang pembinaan mustahik.” Pernyataan itu menyiratkan pesan penting: publik bisa percaya, dana zakat yang dititipkan ke BAZNAS tidak berhenti di angka dan laporan, melainkan menjelma menjadi kopi, ayam, dan sembako yang nyata dirasakan masyarakat. Zawa Funwalk 2025 pun bukan hanya parade langkah sehat, melainkan panggung syiar zakat produktif—mengedukasi publik, menumbuhkan kesadaran, sekaligus memperkuat keyakinan bahwa zakat, bila dikelola dengan benar, adalah energi perubahan sosial. Dengan 1.400 peserta yang ikut larut, acara yang diinisiasi Kementerian Agama RI ini menjadi lebih dari sekadar peringatan Maulid Nabi 1447 H/2026 M. Ia adalah laboratorium kepercayaan: semakin kuat publik menitipkan zakat pada lembaga resmi, semakin besar dampaknya pada keadilan sosial.
BERITA21/09/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
Menyelamatkan Pekerja Rentan: BAZNAS dan BPJS Ketenagakerjaan Bongkar Formalitas, Perluasan Perlindungan Jadi Keharusan
Menyelamatkan Pekerja Rentan: BAZNAS dan BPJS Ketenagakerjaan Bongkar Formalitas, Perluasan Perlindungan Jadi Keharusan
JAKARTA – Apa artinya pembangunan ekonomi yang digembar-gemborkan, bila jutaan pekerja di jalanan, di pasar, hingga di ladang, tetap hidup tanpa perlindungan? Pertanyaan ini kembali menggema ketika BAZNAS RI bersama BPJS Ketenagakerjaan meluncurkan kembali program perlindungan pekerja rentan, Jumat (19/9), di Aula Achmad Subianto, Gedung BAZNAS RI, Jakarta. Target mereka tak main-main: 2 juta pekerja rentan bakal dijangkau. Angka ini baru 10 persen dari 27 juta pekerja rentan yang selama ini berjalan di pinggir jurang, tanpa jaminan sosial ketika sakit, cedera, atau kehilangan penghasilan. Deputi 1 BAZNAS RI, M. Arifin Purwakananta, mengingatkan betapa getirnya kenyataan. “Kami ingat sejak 2018, program ini lahir dari keprihatinan. Para pekerja yang kalau musim hujan tidak ada penghasilan, atau kalau sakit tidak terlindungi. Alhamdulillah, kerja sama ini berjalan dan memberi manfaat nyata,” katanya. Pandemi Covid-19 seakan menjadi alarm keras. Kelompok pekerja rentanlah yang paling dulu tumbang: kehilangan pekerjaan, jatuh sakit, dan tak punya sandaran. “Saat itu kita bersama Satgas Covid-19 membantu pekerja yang berjibaku siang malam. Kini kita kembali pada masalah utama: jutaan pekerja rentan yang harus dilindungi,” tegas Arifin. Pesan ini tajam: zakat, infak, dan sedekah tak boleh berhenti di masjid atau kotak amal. Ia harus mengalir menjadi jaring perlindungan sosial. Senada, Direktur Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, Eko Nugriyanto, menguak fakta telanjang: dari 144 juta angkatan kerja Indonesia, 60 juta adalah pekerja informal. Mereka inilah yang paling rentan. “Penghasilannya kecil, tak cukup untuk membayar iuran mandiri. Padahal mereka yang paling butuh perlindungan,” jelasnya. Program perlindungan ini bukan jargon kosong. Hingga kini, dari 9,9 juta peserta pekerja bukan penerima upah, manfaat yang telah dicairkan mencapai lebih dari Rp1,3 triliun. Bahkan 1.800 anak pekerja rentan sudah menerima beasiswa agar tetap bisa bersekolah. Tetapi jalan masih panjang. Eko mengingatkan, sinergi BAZNAS-BPJS Ketenagakerjaan hanyalah pintu awal. “Kami berharap semakin banyak pemerintah daerah, lembaga zakat, dan mitra filantropi ikut berkontribusi. Dengan kebersamaan, kita bisa melindungi lebih banyak pekerja rentan di seluruh Indonesia,” katanya.
BERITA19/09/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Gandeng IDEF, Zakat Jadi Mesin Baru Penggerak Ekonomi Syariah
BAZNAS Gandeng IDEF, Zakat Jadi Mesin Baru Penggerak Ekonomi Syariah
Jakarta – Zakat tak lagi hanya sebatas kewajiban ibadah. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI ingin menjadikannya sebagai instrumen ekonomi yang mampu menggerakkan kesejahteraan umat. Langkah ini semakin kokoh lewat kerja sama strategis dengan Yayasan Lembaga Pengembangan Ekonomi dan Keuangan (IDEF). Kesepakatan itu ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pada acara Tasyakuran Milad Satu Tahun Center for Sharia Economic Development (CSED) di Universitas Paramadina, Jakarta Timur, Kamis (18/9/2025). Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA menegaskan kolaborasi ini jadi tonggak baru. “BAZNAS berkomitmen menjadikan zakat bukan hanya sebagai kewajiban ibadah, tetapi juga instrumen ekonomi. Bersama IDEF, langkah strategis ini bisa semakin luas,” kata Kiai Noor. Ia menekankan bahwa penguatan ekonomi syariah tak bisa berjalan sendiri. Sinergi dengan universitas, lembaga keuangan, hingga riset akademik menjadi kunci. “Keterlibatan banyak pihak adalah modal penting menghadapi dinamika global,” tambahnya. Rektor Universitas Paramadina Prof. Didik J. Rachbini menyoroti pentingnya peran kampus sebagai pusat riset. “Universitas bisa mendorong literasi dan inovasi kebijakan. Sinergi dengan BAZNAS dan IDEF akan membuat riset ekonomi syariah lebih berdampak langsung bagi masyarakat,” jelasnya. Hal senada disampaikan Pendiri IDEF, Fadhil Hasan. Ia menekankan agar kerja sama ini tidak berhenti di atas kertas. “Kami ingin memastikan MoU ini memberi manfaat nyata. Fokus kami menghadirkan solusi ekonomi syariah yang benar-benar dirasakan umat,” tegasnya. Data menunjukkan potensi zakat di Indonesia mencapai ratusan triliun rupiah per tahun, namun yang baru tergali masih sebagian kecil. Jika dikelola dengan strategi modern, zakat bisa menjadi mesin baru penggerak ekonomi syariah, mulai dari pemberdayaan UMKM, beasiswa, hingga perlindungan sosial. Kolaborasi BAZNAS–IDEF ini diharapkan memperkuat ekosistem tersebut, dengan melibatkan riset akademik, lembaga keuangan syariah, serta program konkret yang langsung menyentuh masyarakat.
BERITA18/09/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Sulut Cek Kapal Layanan Kesehatan di Dermaga Suzuki, Siap Layani Warga Sangihe-Talaud
BAZNAS Sulut Cek Kapal Layanan Kesehatan di Dermaga Suzuki, Siap Layani Warga Sangihe-Talaud
Manado, Dua unit Kapal Layanan Kesehatan Rumah Sehat BAZNAS resmi diperiksa langsung oleh pimpinan BAZNAS Sulawesi Utara bersama Pelaksana BAZNAS RI dari Divisi Kesehatan dan Divisi Pengendalian & Evaluasi. Pengecekan berlangsung di Dermaga Suzuki, Tombariri, Kabupaten Minahasa, Rabu (16/9/2025). Kapal khusus ini bukan kapal biasa. Didesain sebagai “rumah sakit mini terapung”, kapal layanan kesehatan BAZNAS dilengkapi dengan ruang perawatan dan fasilitas medis dasar. Kehadirannya ditujukan untuk menjangkau masyarakat di Kabupaten Kepulauan Sangihe dan Talaud—dua wilayah perbatasan yang kerap terkendala akses layanan medis. “Ini adalah bentuk nyata ikhtiar BAZNAS untuk memastikan bahwa hak masyarakat atas kesehatan tidak boleh terhalang jarak dan medan,” ungkap salah satu perwakilan dari Divisi Kesehatan BAZNAS RI usai pengecekan. Pengecekan menyasar aspek teknis kapal, mulai dari mesin, ruang perawatan, hingga kesiapan kru medis yang akan mengoperasikan layanan. Hasilnya, kapal dinyatakan siap menjalankan misi kemanusiaan untuk masyarakat pesisir dan pulau-pulau terluar. Langkah ini pun disambut positif. Kapal layanan kesehatan ini diharapkan menjadi jawaban atas persoalan klasik: masyarakat di wilayah kepulauan yang sakit sering harus menempuh perjalanan berjam-jam, bahkan berhari-hari, untuk mencapai layanan medis. Dengan adanya “Rumah Sehat Terapung” ini, pelayanan medis bisa langsung mendatangi warga—bukan sebaliknya. Inilah wujud nyata kontribusi BAZNAS dalam menghadirkan pelayanan kesehatan inklusif, merata, dan berkeadilan, terutama bagi mereka yang tinggal di garis depan NKRI.
BERITA17/09/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
Menanti Kepastian Penyerahan Kapal Sehat BAZNAS: Antara Dermaga Megamas dan Suzuki
Menanti Kepastian Penyerahan Kapal Sehat BAZNAS: Antara Dermaga Megamas dan Suzuki
Manado, 16 September 2025 – BAZNAS Sulawesi Utara bersama Pelaksana BAZNAS RI dari Bidang Kesehatan serta Bidang Pengendalian & Evaluasi menggelar survei lapangan di dua titik strategis: Dermaga Megamas Manado dan Dermaga Suzuki, Tombariri, Minahasa. Survei ini menjadi bagian dari persiapan penyerahan dua unit Kapal Layanan Kesehatan Rumah Sehat BAZNAS untuk Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe dan Talaud. Kapal layanan ini bukan sekadar armada transportasi laut. Di dalamnya tersedia ruang perawatan dan fasilitas medis dasar yang dirancang untuk menjangkau masyarakat di kepulauan dan perbatasan—wilayah yang selama ini kerap tertinggal dalam akses kesehatan. Namun, prosesi penyerahan resmi kapal ini masih menunggu koordinasi lebih lanjut dengan pimpinan BAZNAS RI. “Hari ini kami meninjau lokasi survei. Ada dua titik yang dipertimbangkan. Semuanya strategis, hanya tinggal menunggu keputusan pusat. BAZNAS RI is the best, luar biasa,” ujar Ketua BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara, Hj. Lutfia Alwi, SH., MH, saat meninjau langsung kawasan Megamas. Langkah ini memperlihatkan satu hal penting: BAZNAS tidak sekadar menyalurkan bantuan, tetapi merancang strategi agar setiap program menyentuh kebutuhan riil masyarakat. Dermaga Megamas, dengan letaknya yang representatif di pusat kota Manado, dinilai mampu memberikan sorotan publik yang lebih luas. Sementara Dermaga Suzuki di Minahasa dianggap lebih dekat dengan akses teknis operasional kapal.
BERITA16/09/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
Maulid Mburi di Masjid Agung Kyai Modjo: Ambeng Jaton, Tradisi Makan Bersama yang Meruntuhkan Sekat
Maulid Mburi di Masjid Agung Kyai Modjo: Ambeng Jaton, Tradisi Makan Bersama yang Meruntuhkan Sekat
Tondano – Ratusan jamaah memadati ruang utama dan serambi Masjid Agung Al-Falah Kyai Modjo, Sabtu (13/9/2025). Mereka datang membawa ambeng—nampan besar berisi nasi, ayam kampung, ikan, telur, urap sayur, dan lauk khas Jawa Tondano. Seusai doa dan shalawat, seluruh ambeng diturunkan, lalu disantap bersama dalam suasana hangat. Inilah Maulid Mburi, tradisi penutup peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Jaton. Lebih dari sekadar ritual, ia adalah panggung kebersamaan. Di ruang masjid, jamaah duduk bersila mengitari ambeng. Kaya-miskin, pejabat-rakyat, tua-muda—semua mengambil dari nampan yang sama. Tidak ada sekat, hanya persaudaraan. “Ambeng itu lambang berbagi. Tradisi ini mengingatkan kita bahwa kebahagiaan justru tumbuh ketika kita duduk bersama dan saling berbagi,” ujar salah satu Pengurus Masjid Masjid Agung Al-Falah. Tradisi ini bukan hanya bagian dari syiar agama, tapi juga warisan budaya Jaton. Ambeng yang tersaji adalah simbol zakat sosial dalam bentuk paling sederhana: makanan yang dikumpulkan, dibagi, dan dinikmati bersama. Dari ambeng ke perut, dari perut ke hati—pesan Islam rahmatan lil ‘alamin terwujud nyata. BAZNAS melihat, apa yang diwariskan Jaton lewat Maulid Mburi selaras dengan misi zakat: mengikis ego, memperkuat ukhuwah, dan meneguhkan solidaritas. Di sinilah nilai keislaman bertemu dengan nilai kemanusiaan.
BERITA13/09/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Apresiasi Satgas Bannusia Lugri Garuda Merah Putih II, Tegaskan Komitmen Bantu Palestina
BAZNAS Apresiasi Satgas Bannusia Lugri Garuda Merah Putih II, Tegaskan Komitmen Bantu Palestina
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menyambut kepulangan Satgas Bannusia Lugri Garuda Merah Putih II di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu (13/9/2025). Misi penyaluran bantuan kemanusiaan ke Palestina melalui airdrop resmi selesai dilaksanakan. Acara penyambutan dipimpin langsung Kasau Marsekal TNI M. Tonny Harjono, turut hadir Pimpinan BAZNAS RI Kol. Caj (Purn.) Drs. Nur Chamdani dan KH. Achmad Sudrajat, Lc, MA., CFRM., Dubes Palestina untuk Indonesia Dr. Zuhair S.M. Al-Shun, perwakilan Kedubes Mesir dan Yordania, serta pejabat terkait. “Alhamdulillah, Satgas Garuda Merah Putih II yang juga melibatkan personel BAZNAS sukses menyalurkan bantuan di Gaza. Ini adalah amanah dari masyarakat Indonesia yang dititipkan kepada BAZNAS. InsyaAllah kami akan terus membuka jalan kebaikan bagi saudara-saudara kita di Palestina,” ujar Nur Chamdani. Sebagai apresiasi, BAZNAS menyerahkan piagam penghargaan kepada sejumlah personel Satgas dan mitra, termasuk Kolonel Pnb Puguh Yulianto, Letkol Cba Supriyanto, S.I.P., M.Si., Letkol Pnb Chandra Danang Jaya, serta media TVOne. Kasau menegaskan total bantuan yang didrop mencapai 91,4 ton atau 520 bakal, hasil kerja sama lintas lembaga: Kemenhan, Kemenlu, BAZNAS, dan TNI. “Ini bukti konsistensi bangsa Indonesia dalam solidaritas kemanusiaan untuk Gaza,” tegasnya. BAZNAS memastikan komitmen tetap berlanjut. Meski airdrop rampung, donasi masyarakat Indonesia akan terus disalurkan melalui jalur darat maupun cara lain yang memungkinkan.
BERITA13/09/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
Meludan Mburi Jaton 2025: Buket Snack Jadi Simbol Syukur, Silaturahmi, dan Sedekah
Meludan Mburi Jaton 2025: Buket Snack Jadi Simbol Syukur, Silaturahmi, dan Sedekah
Tondano – Perayaan Meludan Mburi Jaton 2025 di Masjid Agung Al-Falah Kyai Modjo, Sabtu (3/2/2025), kembali menghadirkan suasana kebersamaan yang penuh makna. Tradisi tahunan ini menjadi wadah masyarakat untuk bersyukur, bersedekah, sekaligus mempererat silaturahmi. Salah satu yang menarik perhatian adalah partisipasi Angkatan 94/95, kumpulan ibu-bapak dengan sekitar 20 anggota. Mereka secara khusus merancang buket snack berbentuk kapal pinisi, dihiasi dengan berbagai macam jajanan, untuk dibawa ke Masjid Agung Al-Falah. Persiapan dilakukan dengan penuh semangat di salah satu rumah anggota. Kebersamaan terasa hangat ketika mereka berkumpul, merangkai, hingga menghias buket dengan penuh kreativitas. Dana untuk membuat buket terkumpul dari sumbangan sukarela anggota, sebagai bentuk sedekah yang diniatkan untuk memuliakan perayaan Meludan Mburi. Saleh Salamung menyampaikan rasa syukurnya, “Kami sangat senang bisa berbagi lewat tradisi ini. Selain itu, kegiatan ini membuat kami bisa bertemu teman seangkatan, mempererat silaturahmi, dan berkumpul sambil merancang buket. Suasananya sangat menyenangkan.” Tidak hanya Angkatan 94/95, berbagai kelompok ibu-ibu lain, pemuda, remaja, hingga taman pengajian juga ikut memeriahkan dengan membawa buket kreasi masing-masing. Ribuan snack yang dirangkai menjadi buket beraneka bentuk dipastikan akan membuat perayaan Meludan Mburi tahun ini lebih semarak dibanding tahun-tahun sebelumnya. Tradisi Meludan Mburi bukan sekadar ajang perayaan, tetapi juga bentuk dakwah sosial yang mengajarkan nilai kepedulian. Ia menumbuhkan kesadaran bahwa kebersamaan harus diiringi dengan semangat berbagi. Sedekah yang terkandung dalam setiap buket menjadi simbol kepedulian terhadap sesama, sekaligus wujud syukur kepada Allah SWT.
BERITA13/09/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
Ivan Gunawan, Hijab, dan Rp2 Miliar untuk Palestina: Dari Catwalk ke Medan Kemanusiaan
Ivan Gunawan, Hijab, dan Rp2 Miliar untuk Palestina: Dari Catwalk ke Medan Kemanusiaan
Kairo – Desainer sekaligus figur publik Ivan Gunawan meninjau langsung bantuan kemanusiaan untuk masyarakat Palestina di Kairo, Mesir, bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI. Ivan menyampaikan rasa syukur bisa ikut serta dan menyaksikan proses distribusi bantuan bagi warga Palestina. “Saya berdiri di sini atas nama kemanusiaan. Gerakan Love, Hope for Humanity lahir dari brand saya, Mandjha Ivan Gunawan. Event ini pertama kali digelar pada akhir Juni lalu dan Alhamdulillah mendapat sambutan luar biasa. Hingga akhir Juli, terkumpul donasi Rp2 miliar yang kemudian disalurkan melalui BAZNAS untuk membantu Palestina,” kata Ivan saat kunjungan di Kairo, Rabu (10/9/2025). Dana tersebut terhimpun berkat partisipasi para wanita Mandjha yang ikut berdonasi, baik secara langsung maupun lewat pembelian koleksi hijab bertema Palestina. Sebagian keuntungan penjualan disumbangkan untuk Palestina. “Saya berterima kasih kepada seluruh wanita Mandjha yang sudah berdonasi untuk Palestina. Ketika saya datang ke Mesir dan melihat kondisi para korban, hati saya benar-benar terenyuh. Lewat karya, saya ingin berbagi dengan saudara-saudara kita di Palestina, semoga bantuan ini sedikit meringankan penderitaan mereka,” ucap Ivan. Dalam kesempatan itu, Ivan juga mengunjungi rumah sakit untuk bertemu pengungsi Palestina, serta melihat gudang penyimpanan bantuan pangan yang akan dikirim ke Gaza. Ia bahkan ikut membantu proses pengemasan paket bantuan. “Ini pengalaman luar biasa. Saya ikut membantu packing dan sangat terharu melihat betapa banyak isi satu kotak bantuan untuk satu keluarga. Saya berharap keluarga di Gaza bisa sedikit terbantu,” ujar Ivan. Ivan juga menyampaikan apresiasi kepada BAZNAS yang memfasilitasi penyaluran bantuan. Ia berencana melanjutkan gerakan kemanusiaan lewat berbagai kegiatan bersama brand Mandjha. “Terima kasih untuk BAZNAS, dan insya Allah dari brand Mandjha akan ada event-event selanjutnya. Event yang lebih seru sehingga customer Mandjha semakin banyak yang bisa ikut berpartisipasi,” kata Ivan. Sementara itu, Direktur Pengumpulan BAZNAS RI, Faisal Qosim, menegaskan kegiatan ini merupakan wujud tanggung jawab BAZNAS menyampaikan amanah masyarakat Indonesia untuk Palestina. “BAZNAS bekerja sama dengan brand Mandjha dari Ivan Gunawan untuk membantu masyarakat Palestina. Hari ini kita bersama-sama hadir langsung di Mesir, di titik-titik pendistribusian, sebagai amanah dari masyarakat Indonesia,” ujar Faisal. Faisal menambahkan, peninjauan lapangan penting agar distribusi bantuan berjalan efektif dan tepat sasaran. Selain gudang logistik, tim juga mengunjungi beberapa titik pengungsian warga Palestina di Mesir. “Kami mohon doanya, semoga semua amanah ini sampai ke saudara-saudara kita di Palestina dengan baik, tepat sasaran, dan membawa keberkahan dari Allah SWT bagi mereka dan kita semua,” pungkas Faisal.
BERITA12/09/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
Setelah Meludan Wengi, Warga Jaton Bersiap Gelar Meludan Mburi
Setelah Meludan Wengi, Warga Jaton Bersiap Gelar Meludan Mburi
Tondano – Usai perayaan Mauludan Wengi yang berlangsung penuh khidmat, masyarakat Jawa Tondano (Jaton) kembali akan melanjutkan rangkaian tradisi Maulid Nabi Muhammad SAW dengan pelaksanaan Meludan Mburi. Informasi resmi disampaikan melalui akun media sosial Masjid Agung Al-Falah Tondano. Lurah Kampung Jawa, Hidayat Nurhamidin, yang didampingi Ketua Badan Takmir Masjid (BTM) dan Imam Besar Masjid Agung Al-Falah, menegaskan bahwa Meludan Mburi akan digelar pada Sabtu, 13 September 2025. “Kami berharap seluruh masyarakat dapat hadir dan berpartisipasi dengan membawa ambeng atau buket sebagai bagian dari tradisi kebersamaan ini. Seperti pada meludan awal, mari kita jaga semangat partisipasi agar syiar Maulid ini tetap hidup dan penuh keberkahan, insyaAllah,” ujar Nurhamidn. Berbeda dengan Mauludan Wengi yang diisi dengan sholawat Djowo, doa, dan kenduren malam hari, Meludan Mburi dilaksanakan setelahnya sebagai wujud puncak syukur dan sedekah bersama. Ambeng atau buket—tumpeng dengan lauk pauk khas Jaton—menjadi simbol kegotongroyongan sekaligus pengikat persaudaraan antarwarga. Lebih dari sekadar tradisi, Meludan Mburi adalah ruang sosial-keagamaan yang menyatukan seluruh lapisan masyarakat. Dari anak-anak hingga orang tua, semua dilibatkan agar nilai-nilai keislaman dan budaya leluhur tetap terjaga. Tradisi ini mengajarkan bahwa Maulid Nabi bukan sekadar peringatan seremonial, melainkan momentum memperkuat akhlak, silaturahmi, dan kepedulian. Dengan melestarikan Meludan Mburi, masyarakat Jaton menjaga warisan spiritual sekaligus mempertegas identitas Islam yang ramah, inklusif, dan penuh makna.
BERITA11/09/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
Tiga Siswa MTs Plus Tarbiyah Tondano Ikuti Olimpiade Madrasah Indonesia Tingkat Kabupaten Minahasa
Tiga Siswa MTs Plus Tarbiyah Tondano Ikuti Olimpiade Madrasah Indonesia Tingkat Kabupaten Minahasa
Minahasa – Siswa MTsS Plus Tarbiyah Tondano ambil bagian dalam Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) tingkat Kabupaten Minahasa yang digelar di MIN 1 Minahasa, Kamis (11/9/2025). Dalam ajang kompetisi mata pelajaran IPA tersebut, tiga siswa MTs Plus Tarbiyah Tondano turut berkompetisi, yakni Syafa Shalsabila Kiaydemak, Almighdad Buchari, dan Diandra. Ketiganya hadir bersama Kepala Madrasah, guru pembimbing, dan bendahara sekolah. Kepala Sekolah MTS Fitriawati Lababa, M.Pd melaui Guru pembimbing IPA, Farida Basia, mengatakan bahwa partisipasi siswa dalam OMI merupakan kesempatan berharga untuk mengasah kemampuan sekaligus mengukur kualitas pembelajaran madrasah. “Kami berharap anak-anak bisa mengikuti kegiatan ini dengan lancar dan meraih hasil terbaik. Yang terpenting, mereka berani tampil dan berkompetisi dengan penuh percaya diri,” kata Farida. Ajang OMI sendiri menjadi salah satu program penting Kementerian Agama untuk memacu prestasi akademik siswa madrasah di seluruh Indonesia.
BERITA11/09/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
Pimpinan BAZNAS RI: UPZ Punya Peran Strategis Dukung Visi Indonesia 2045
Pimpinan BAZNAS RI: UPZ Punya Peran Strategis Dukung Visi Indonesia 2045
Bogor - Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, M.A., menegaskan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) memiliki posisi penting dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Zakat kini masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) 2045 dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029 sebagai bagian dari keuangan sosial syariah. “Ini capaian besar. Dulu zakat belum masuk dalam narasi kebijakan nasional, padahal nilainya triliunan rupiah. Sekarang negara mengakuinya,” kata Saidah dalam Rakernas UPZ BAZNAS di Bogor, Selasa (9/9/2025). Menurutnya, pengakuan tersebut menjadi tonggak penting karena dana zakat tetap aman secara syariah, namun memiliki peran strategis dalam pembangunan nasional. BAZNAS pun berkomitmen menyelaraskan program dengan prioritas pemerintah, termasuk ketahanan pangan, program makan bergizi gratis (MBG), pendidikan, kesehatan, serta penguatan desa, koperasi, dan UMKM. Saidah menyebutkan sejumlah contoh praktik baik UPZ di lapangan, seperti UPZ Telkom yang mengelola lumbung pangan dan balai ternak di Mojokerto, serta UPZ BRIN yang mengembangkan ekosistem pangan berbasis riset. Di bidang pendidikan, UPZ juga banyak menyalurkan beasiswa, salah satunya BSI Scholarship yang menjangkau ribuan penerima. “UPZ bisa menjadi penyedia bahan pokok untuk program MBG, misalnya telur, susu, ikan, beras, atau sayuran dari UMKM binaan. Jadi zakat bukan hanya soal gizi anak sekolah, tapi juga membuka pasar bagi mustahik,” jelasnya. Di bidang kesehatan, kontribusi UPZ sudah terlihat melalui layanan ambulans, penanganan stunting, hingga pembangunan fasilitas kesehatan. Bahkan BAZNAS menyiapkan Kapal Klinik untuk melayani masyarakat perbatasan di Sangihe dan Talaud. Saidah juga menekankan peran zakat dalam RPJMN 2025–2029. Zakat ditempatkan sebagai instrumen pengentasan kemiskinan, pengurangan kesenjangan, pembiayaan nonpublik yang inklusif, hingga blended financing untuk mendukung pembangunan berkelanjutan. “Zakat bukan sekadar ibadah personal, tapi instrumen pembangunan sosial-ekonomi bangsa. Kerja keras UPZ adalah harapan para mustahik sekaligus kontribusi nyata bagi Indonesia yang mandiri dan sejahtera,” pungkasnya.
BERITA10/09/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
Pimpinan BAZNAS RI Dorong Optimalisasi SIMBA untuk Transparansi Zakat
Pimpinan BAZNAS RI Dorong Optimalisasi SIMBA untuk Transparansi Zakat
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mendorong Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di seluruh daerah memaksimalkan penggunaan SIMBA (Sistem Informasi Manajemen BAZNAS) sebagai alat pencatatan harian zakat, infak, dan sedekah. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Transformasi Digital Nasional, Prof. Ir. H.M. Nadratuzzaman Hosen, menegaskan SIMBA bukan sekadar aplikasi, melainkan fondasi transparansi dan akuntabilitas. “Dengan SIMBA, laporan lebih cepat, real-time, dan muzaki bisa menelusuri jejak zakatnya. Kepercayaan publik otomatis meningkat,” ujarnya dalam Rapat Kerja Nasional UPZ BAZNAS dan UPZ Award 2025 di Bogor, Selasa (9/9). Prof Nadra juga menekankan pentingnya UPZ memahami cara kerja SIMBA. Ia membuka ruang masukan agar fitur aplikasi terus disempurnakan. “BAZNAS berkomitmen melakukan modernisasi berkelanjutan dengan dukungan tim IT. Aplikasi ini harus nyaman, efisien, dan aman,” katanya. Selain sebagai pencatat transaksi, SIMBA memiliki sejumlah fungsi strategis: pusat data zakat nasional, instrumen pembuatan dan evaluasi RKAT, basis laporan pertanggungjawaban keuangan, integrasi dengan Direktorat Jenderal Pajak untuk bukti setor zakat. “Selama ini bukti setor zakat sering dipertanyakan di kantor pajak. Dengan SIMBA, semua data valid, transparan, dan bisa diverifikasi,” jelasnya. Ia menutup dengan pesan agar UPZ serius mengoptimalkan aplikasi tersebut. “SIMBA harus benar-benar dimanfaatkan, supaya zakat, infak, dan sedekah dikelola lebih profesional, transparan, dan berdampak nyata bagi umat,” tegasnya.
BERITA10/09/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Minahasa Pasang Internet Indihome 50 MB: Transparansi dan Edukasi untuk Umat
BAZNAS Minahasa Pasang Internet Indihome 50 MB: Transparansi dan Edukasi untuk Umat
Tondano, 10/9/2025– Sebuah langkah penting dilakukan oleh BAZNAS Kabupaten Minahasa dengan terpasangnya layanan internet Indihome berkecepatan 50 MB di kantor BAZNAS. Kehadiran fasilitas ini bukan hanya sekadar penunjang kerja, tetapi menjadi pintu gerbang baru bagi keterbukaan, pelayanan modern, dan edukasi umat. Wakil Ketua IV BAZNAS Minahasa Sahlan Kokalo dalam pernyataannya menegaskan: “Alhamdulillah, pemasangan internet ini adalah bentuk komitmen BAZNAS Minahasa untuk semakin transparan, akuntabel, sekaligus dekat dengan masyarakat. Dengan adanya akses internet yang memadai, seluruh aktivitas BAZNAS dapat dipantau langsung oleh umat melalui website resmi https://kabminahasa.baznas.go.id/ maupun media sosial BAZNAS Minahasa seperti Facebook, TikTok, dan YouTube. Kami ingin masyarakat, khususnya umat Muslim di Minahasa, turut serta mengawal, mendukung, dan menyebarluaskan informasi kebaikan dari setiap program zakat, infak, dan sedekah.” Internet ini bukan hanya mempermudah administrasi internal, tetapi juga membuka ruang edukasi digital. Kini masyarakat dapat dengan mudah mengakses informasi kegiatan BAZNAS, mulai dari penyaluran bantuan, pemberdayaan mustahik, hingga agenda-agenda keagamaan sesuai tupoksi BAZNAS. Bahkan, telah dibentuk tim media khusus yang bertugas meliput dan mendokumentasikan setiap aktivitas agar tersaji secara cepat, akurat, dan dapat diakses oleh publik. Langkah ini diharapkan menjadi gerakan bersama. Setiap masyarakat tidak hanya berperan sebagai penerima informasi, tetapi juga dapat menjadi penyampai kabar kebaikan dengan membagikan ulang konten BAZNAS di media sosial. Dengan begitu, dakwah sosial melalui zakat dan program pemberdayaan bisa menjangkau lebih luas, menumbuhkan kesadaran, dan menguatkan semangat kebersamaan. Ucapan terima kasih yang mendalam disampaikan kepada Pimpinan Telkomsel Tondano yang telah memberikan dukungan penuh atas pemasangan internet ini. Fasilitas tersebut merupakan hasil tindak lanjut usulan BAZNAS Minahasa beberapa waktu lalu, yang disampaikan setelah memperoleh dana hibah dari Kementerian Agama RI. “Kami berharap, dengan adanya fasilitas internet ini, BAZNAS Minahasa semakin dipercaya dan dicintai umat. Mari bersama-sama menjadikan BAZNAS bukan hanya lembaga pengelola zakat, tetapi juga pusat gerakan sosial keumatan yang modern, profesional, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” tutup Wakil Ketua IV Baznas Minahasa.
BERITA10/09/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Minahasa.

Lihat Daftar Rekening →