WhatsApp Icon
Pos Mudik BAZNAS Hadir di Tasikmalaya, Pemudik Bisa Istirahat, Pijat Gratis hingga Dapat Takjil

Tasikmalaya – Arus mudik Lebaran 2026 kian padat. Di tengah perjalanan panjang yang melelahkan, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menghadirkan solusi bagi para pemudik dengan membuka Pos Mudik di Tasikmalaya.

Tak sekadar tempat singgah, Pos Mudik BAZNAS ini menyediakan beragam layanan gratis yang bisa dimanfaatkan pemudik selama periode 16 hingga 27 Maret 2026.

Mulai dari layanan kesehatan, masjid, toilet darurat, ruang laktasi, dapur air, wifi, layanan charger, tempat istirahat, pijat gratis, hingga ruang ramah anak—semuanya tersedia untuk menunjang kenyamanan perjalanan.

Tak hanya itu, program Bank Makanan juga dihadirkan dengan menyediakan takjil hingga makanan berat, khususnya saat sahur dan berbuka puasa.

Deputi II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS RI, Imdadun Rahmat, menegaskan kehadiran Pos Mudik ini merupakan bentuk kepedulian terhadap para pemudik.

“BAZNAS dari tahun ke tahun selalu menghadirkan Pos Mudik. Ini adalah ikhtiar kami untuk memberikan bantuan terbaik bagi para pemudik yang merupakan ibnu sabil,” ujar Imdadun, Kamis (19/3/2026).

Ia menambahkan, seluruh fasilitas tersebut berasal dari dana zakat, infak, dan sedekah para muzaki yang dikelola secara amanah untuk kemaslahatan umat.

“Kami optimalkan pemanfaatannya, termasuk untuk Pos Mudik Gratis ini agar perjalanan masyarakat lebih aman dan nyaman,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur Pendistribusian BAZNAS RI, Ahmad Fikri, menjelaskan Pos Mudik BAZNAS tersebar di 21 titik strategis di seluruh Indonesia.

Menurutnya, Pos Mudik di Tasikmalaya termasuk salah satu pos utama dengan fasilitas paling lengkap.

“Di Tasikmalaya ini cukup besar, ada sekitar 10 hingga 12 layanan. Sementara di titik lain minimal lima layanan utama tetap tersedia,” jelasnya.

Ia juga memastikan setiap pos dilengkapi tenaga medis.

“Dokter dan perawat selalu siaga untuk memberikan layanan kesehatan bagi pemudik,” tambah Fikri.

Kehadiran Pos Mudik BAZNAS ini pun dirasakan langsung manfaatnya oleh para pemudik.

Rais, pemudik asal Tangerang yang menuju Pangandaran dan Yogyakarta, mengaku fasilitas yang tersedia sangat membantu.

“Fasilitasnya lengkap. Ada kasur darurat, pijat gratis, sampai takjil dan makanan berat. Ini sangat membantu kami di perjalanan,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Lendra, pemudik asal Sumedang yang mudik bersama keluarga.

“Kami singgah saat sudah lelah. Di sini anak-anak bisa bermain, kami dapat pijat, takjil, dan layanan kesehatan gratis. Lengkap sekali,” katanya.

BAZNAS berharap, kehadiran Pos Mudik di berbagai titik strategis ini tidak hanya menjadi tempat istirahat, tetapi juga berkontribusi menekan risiko kecelakaan akibat kelelahan selama perjalanan.

Di tengah padatnya arus mudik, Pos Mudik BAZNAS menjadi oase bagi para pemudik—tempat bernaung sejenak, mengisi energi, dan melanjutkan perjalanan dengan lebih aman.

Karena mudik bukan sekadar perjalanan pulang, tapi juga tentang memastikan setiap langkah sampai dengan selamat.

28/03/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Bangun Kelas Darurat di Gaza, Jaga Asa Pendidikan Anak Palestina di Tengah Krisis

Jakarta – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI kembali menunjukkan komitmennya dalam aksi kemanusiaan global. Kali ini, Badan Amil Zakat Nasional membangun tujuh tenda kelas darurat bagi anak-anak di Beit Lahia, Gaza Utara, Palestina.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan anak-anak tetap mendapatkan akses pendidikan meskipun berada di tengah situasi krisis kemanusiaan yang belum mereda.

Tenda-tenda tersebut difungsikan sebagai ruang belajar sementara yang dilengkapi meja dan kursi. Fasilitas ini diharapkan mampu menciptakan suasana belajar yang lebih nyaman dan layak bagi anak-anak Gaza.

Ketua BAZNAS RI, Sodik Mudjahid menegaskan, pendidikan tidak boleh terhenti dalam kondisi apa pun, termasuk saat bencana dan konflik.

“Kami ingin anak-anak di Gaza tetap memiliki ruang belajar yang aman dan layak. Tenda kelas darurat ini diharapkan membantu mereka melanjutkan kegiatan belajar meskipun berada di tengah situasi yang sulit,” ujar Sodik dalam keterangannya, Jumat (20/3/2026).

Menurutnya, pembangunan kelas darurat ini bukan hanya soal pendidikan, tetapi juga bagian dari upaya pemulihan psikososial bagi anak-anak yang terdampak konflik.

Tak lupa, BAZNAS juga menyampaikan apresiasi kepada Prabowo Subianto serta masyarakat Indonesia yang terus memberikan dukungan terhadap berbagai program kemanusiaan untuk Palestina.

“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan yang luar biasa. Ini menjadi bukti bahwa kepedulian bangsa Indonesia untuk Palestina terus hidup,” tambahnya.

Tampung 100 Anak, Belajar Bergantian

Fasilitas kelas darurat ini dirancang mampu menampung hingga 100 anak. Sistem belajar dibagi menjadi dua sesi, dengan masing-masing sesi diikuti sekitar 45 hingga 50 siswa.

Selain tenda yang kokoh, sarana pendukung seperti meja dan kursi juga disediakan untuk menunjang kenyamanan proses belajar.

Kehadiran fasilitas ini membawa kebahagiaan bagi anak-anak. Salah satunya dirasakan oleh Zeina Al Motawaq (8), siswa sekolah dasar di Gaza.

“Kami dulu sangat kesulitan. Kami duduk di lantai saat menulis sampai punggung kami sakit. Sekarang kami sangat bersyukur sudah ada meja dan kursi. Terima kasih masyarakat Indonesia, terima kasih BAZNAS,” ujarnya.

Bantuan Kemanusiaan Terus Bergulir

Selain pembangunan kelas darurat, BAZNAS juga terus menyalurkan berbagai bantuan kemanusiaan bagi masyarakat Palestina. Mulai dari paket pangan, hidangan berbuka puasa, layanan kesehatan, hingga distribusi air bersih, pakaian, dan selimut.

Tak hanya itu, BAZNAS juga membangun berbagai fasilitas darurat lainnya seperti tenda pemukiman, tenda rumah, hingga tenda masjid untuk membantu warga bertahan di tengah kondisi sulit.

Ajak Masyarakat Terus Berkontribusi

BAZNAS mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk terus mengambil bagian dalam aksi kemanusiaan ini melalui program Dompet Solidaritas Palestina.

Kontribusi dapat disalurkan melalui:
BSI 100.426.6893
a.n. Badan Amil Zakat Nasional

Atau melalui laman resmi: baznas.go.id/bantupalestina

21/03/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa
Kisah Rojali Bangkit dari Banjir Aceh Tamiang: Dari Korban Jadi Relawan Dapur Umum BAZNAS

Aceh Tamiang – Banjir bandang yang menerjang Kabupaten Aceh Tamiang pada November lalu menyisakan luka mendalam. Rumah hanyut, harta benda lenyap, dan kehidupan berubah seketika.

Namun di balik duka itu, muncul kisah keteguhan dari seorang penyintas bernama Muhammad Rojali (44).

Melalui program Dapur Umum Hidangan Berkah Ramadan yang diinisiasi Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI, Rojali tak hanya menjadi penerima bantuan. Ia memilih bangkit—menjadi relawan, memasak untuk sesama korban.

“Awalnya saya hanya menerima bantuan makanan, tapi saya tergerak hati untuk ikut membantu memasak. Saya merasa tidak enak kalau hanya menerima saja,” ujar Rojali saat ditemui di tenda pengungsian Desa Lubuk Sidup.

Rumah Rojali hanyut tanpa sisa. Kini, ia tinggal di tenda darurat bersama istri dan tiga anaknya. Di tengah keterbatasan itu, dapur umum menjadi tumpuan utama kebutuhan pangan warga.

Setiap hari, dapur tersebut mengolah sekitar 50 kilogram beras untuk menyediakan hingga 700 porsi makanan bagi para penyintas.

Menariknya, dapur ini tidak dijalankan oleh pihak luar semata, melainkan oleh warga sendiri secara gotong royong—memasak sayur, ikan, hingga menyiapkan takjil berbuka puasa.

“Kalau tidak ada program ini, kami kesulitan. Untuk masak daging saja kami belum mampu. Tapi melalui bantuan BAZNAS, kami bisa makan dengan layak dan bergizi,” tutur Rojali.

Sekretaris Utama BAZNAS RI, Subhan Cholid, menegaskan bahwa dapur umum ini dirancang bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan konsumsi, tetapi juga sebagai bagian dari pemulihan mental masyarakat.

“Filosofi zakat adalah memberdayakan. Lewat dapur umum ini, BAZNAS tidak hanya menyalurkan makanan, tetapi juga menciptakan ekosistem gotong royong,” jelas Subhan.

Menurutnya, pelibatan langsung para penyintas menjadi kunci untuk membangun kembali rasa percaya diri dan kemandirian kolektif di tengah masa sulit.

Bagi Rojali, dapur umum ini bukan sekadar tempat memasak, tetapi ruang untuk bangkit dan menemukan kembali makna kebersamaan.

“Kami sangat berterima kasih kepada BAZNAS dan para donatur. Bantuan ini memberi semangat bagi kami untuk terus kuat,” ucapnya.

BAZNAS sendiri menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi para penyintas hingga tahap rehabilitasi pascabencana.

Kisah Rojali menjadi bukti—bahwa di tengah kehilangan, zakat mampu menggerakkan hati, menumbuhkan solidaritas, dan menghidupkan kembali harapan.

Di antara tenda-tenda pengungsian, api dapur umum itu tak hanya memasak makanan—tetapi juga menyalakan semangat untuk bangkit bersama.

21/03/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa
Asisten I Setdakab Minahasa Sampaikan Ucapan Idul Fitri 1447 H, Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan dan Pelayanan Publik

Minahasa – Momentum Hari Raya Idulfitri 1447 H/2026 M dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten Minahasa untuk memperkuat nilai kebersamaan, toleransi, dan pelayanan kepada masyarakat. Hal ini disampaikan oleh Riviva Maringka selaku Asisten I Setdakab Minahasa dalam ucapan resminya. Jumat, 20/3/2026

Dalam keterangannya, Riviva mengajak seluruh masyarakat menjadikan Idulfitri sebagai titik balik untuk mempererat persatuan serta meningkatkan kualitas kehidupan sosial yang harmonis di Kabupaten Minahasa.

“Selamat Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin. Semoga momentum suci ini menjadi penguat bagi kita semua untuk terus menjaga persaudaraan, toleransi, dan semangat gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat,” ujarnya.

Sebagai Asisten I yang membidangi pemerintahan dan kesejahteraan rakyat, Riviva menegaskan pentingnya menjaga stabilitas sosial, ketertiban umum, serta membangun sinergi antara pemerintah dan masyarakat.

Menurutnya, Idulfitri bukan hanya perayaan keagamaan, tetapi juga ruang refleksi untuk memperbaiki hubungan sosial dan memperkuat nilai-nilai kebangsaan.

“Kita ingin masyarakat Minahasa tetap hidup rukun dalam keberagaman. Nilai saling menghormati harus terus dijaga sebagai fondasi utama dalam pembangunan daerah,” tegasnya.

Lebih lanjut, Riviva juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan publik yang responsif dan humanis, terutama dalam momentum Lebaran yang identik dengan meningkatnya mobilitas masyarakat.

Ia mengingatkan seluruh jajaran pemerintah untuk tetap siaga dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Pelayanan publik harus tetap berjalan optimal. Kehadiran pemerintah harus dirasakan, terutama dalam memastikan keamanan, kenyamanan, dan kebutuhan masyarakat selama Idulfitri,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Riviva juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan kepedulian sosial, terutama terhadap kelompok rentan dan masyarakat yang membutuhkan.

Menurutnya, semangat berbagi dan solidaritas yang tumbuh di bulan Ramadan harus terus dilanjutkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Mari kita jadikan Idulfitri sebagai momentum untuk memperkuat empati sosial. Kepedulian terhadap sesama adalah bagian penting dari pembangunan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Menutup pernyataannya, Riviva berharap Idulfitri tahun ini membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat Minahasa dan menjadi energi baru untuk membangun daerah yang lebih maju, sejahtera, dan berdaya saing.

“Semoga kita semua kembali dalam keadaan fitri, dengan hati yang bersih, serta semangat baru untuk terus berkarya dan mengabdi bagi Minahasa yang lebih baik,” pungkasnya.

Momentum Idulfitri 1447 H pun diharapkan tidak hanya menjadi perayaan, tetapi juga penguat nilai persatuan, pelayanan, dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

21/03/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa
Wabup Minahasa Tekankan Nilai Fitrah dan Kerukunan dalam Momentum Idul Fitri 1447 H/2026

Minahasa – Momentum Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah dimaknai sebagai ruang penguatan nilai spiritual dan sosial di Kabupaten Minahasa. Hal tersebut tercermin dari pernyataan Wakil Bupati Minahasa, Vanda Sarundajang, saat menghadiri kegiatan silaturahmi usai pelaksanaan Salat Id di Masjid Agung Al-Falah  Kyai Modjo, Kampung Jawa Tondano, Sabtu (21/3/2026).

Kehadiran Wakil Bupati dalam kesempatan tersebut merupakan bagian dari representasi Pemerintah Kabupaten Minahasa dalam menjalin kedekatan dengan masyarakat, khususnya umat Muslim yang merayakan Idul Fitri. Dalam kegiatan itu, Wakil Bupati membacakan sambutan Bupati Minahasa, Robby Dondokambey, sebelum pelaksanaan Salat Id dimulai.

Dalam keterangannya, Vanda Sarundajang menegaskan bahwa Idul Fitri memiliki makna yang lebih dari sekadar perayaan keagamaan, melainkan sebagai momentum untuk kembali kepada fitrah serta memperkuat hubungan sosial antarmasyarakat.

“Idul Fitri merupakan hari kemenangan bagi umat Muslim setelah menjalani ibadah puasa. Momentum ini menjadi kesempatan untuk kembali kepada fitrah serta mempererat kebersamaan,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idul Fitri kepada seluruh umat Muslim di Kabupaten Minahasa, seraya mengajak masyarakat untuk menjadikan momen tersebut sebagai sarana memperkuat persaudaraan.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya menjaga harmoni sosial di tengah keberagaman yang menjadi karakteristik masyarakat Minahasa. Menurutnya, nilai-nilai kearifan lokal seperti Sitou Timou Tumou Tou dan semangat Mapalus harus terus dijaga sebagai fondasi kehidupan bersama.

“Kerukunan umat beragama di Minahasa telah terbangun dengan baik dan perlu terus dipelihara. Momentum Idul Fitri ini menjadi salah satu wujud nyata dari harmonisasi tersebut,” katanya.

Usai pelaksanaan Salat Id yang dimulai pukul 07.00 WITA, kegiatan dilanjutkan dengan silaturahmi dan ramah tamah antara jajaran pemerintah daerah dan masyarakat Kampung Jawa Tondano.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten Minahasa, Dr. Lynda Deisye Watania, MM, M.Si , Asisten I Drs. Riviva Maringka, M.Si , serta sejumlah kepala perangkat daerah dan camat Tondano Utara.

Pelaksanaan Salat Id dipimpin oleh Ustad Hardianto Masuara sebagai imam, dengan khutbah yang disampaikan oleh Habib Umar Bin Thoha yang menekankan pentingnya menjaga nilai keimanan dan persaudaraan.

Dengan suasana yang berlangsung tertib dan penuh kekhidmatan, kegiatan tersebut menjadi refleksi nyata bahwa Idul Fitri tidak hanya bermakna secara spiritual, tetapi juga memiliki dimensi sosial yang kuat dalam mempererat kohesi masyarakat di Kabupaten Minahasa.

21/03/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa

Berita Terbaru

Komeng Ajak Masyarakat Salurkan Zakat Lewat BAZNAS
Komeng Ajak Masyarakat Salurkan Zakat Lewat BAZNAS
JAKARTA – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI kembali menggelar BAZNAS Awards 2025 sebagai bentuk apresiasi kepada individu, lembaga, pemerintah daerah, dan mitra strategis yang dinilai berkontribusi dalam penguatan gerakan zakat di Indonesia. Salah satu penerima penghargaan tahun ini ialah komedian senior Alfiansyah Bustami atau Komeng. Dalam acara yang berlangsung di Jakarta, Kamis (28/8), Komeng menyampaikan ajakan kepada masyarakat untuk menyalurkan zakat melalui BAZNAS. Ia menilai, zakat yang dikelola dengan baik tidak hanya bermanfaat bagi mustahik, tetapi juga mampu memberikan dampak luas bagi pembangunan bangsa. “Jangan lupa berzakat. Banyak program-program BAZNAS yang bermanfaat. Tadi saya baru mendengar ada satu pekerja di luar negeri itu satu sarjana. Wah itu luar biasa. Zakat banyak membantu menyejahterakan dan menjadikan orang biasa menjadi orang,” ungkap Komeng. Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., beserta jajaran pimpinan turut hadir dalam acara yang juga menjadi rangkaian Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS RI 2025. Selain Komeng, sejumlah publik figur lain seperti Harabdu Tohar alias Bedu hingga desainer ternama Ivan Gunawan juga menerima penghargaan dalam ajang tersebut. Kehadiran mereka menjadi simbol dukungan tokoh publik terhadap gerakan zakat nasional. BAZNAS Awards merupakan agenda tahunan yang konsisten digelar untuk memperkuat sinergi zakat, infak, dan sedekah. Melalui penghargaan ini, BAZNAS ingin meneguhkan peran zakat sebagai instrumen penting dalam meningkatkan kesejahteraan umat dan memperkuat fondasi pembangunan nasional.
BERITA29/08/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
Prof. Nandra: Arsitek Digitalisasi Zakat yang Kembali Bertarung di Seleksi Pimpinan BAZNAS
Prof. Nandra: Arsitek Digitalisasi Zakat yang Kembali Bertarung di Seleksi Pimpinan BAZNAS
Jakarta – Nama Prof. Ir. Muhammad Nadratuzzaman Hosen, M.S., M.Sc., Ph.D., atau akrab disapa Prof. Nandra, kembali menyeruak di tengah publik menjelang seleksi pimpinan BAZNAS RI periode 2025–2030. Sosok yang dikenal sebagai arsitek transformasi digital zakat ini menyatakan kesiapannya untuk maju, meski dengan kerendahan hati ia menilai peluangnya hanya “satu persen.” “Salam saya, in syaa Allah, akan ikut seleksi calon pimpinan BAZNAS RI periode 2025–2030, karena banyaknya permintaan teman-teman daerah yang minta saya ikut lagi. Jujurnya peluang saya hanya 1 persen, namun saya tetap ikhtiar dan memohon bantuan doa dari Bapak Ibu pimpinan BAZNAS daerah yang selama ini saya sebagai pembina wilayah. Terima kasih atas dukungan dan doanya, jazakallah khairan katsiran barakallah fiikum,” ujar Prof. Nandra dalam pesannya yang beredar di kalangan internal amil zakat. Namun pernyataan rendah hati itu justru ditangkap publik sebagai kritik halus terhadap mekanisme seleksi pimpinan yang kerap dianggap elitis dan kurang terbuka. Di tengah sorotan soal transparansi dan profesionalisme lembaga zakat, munculnya figur dengan gagasan progresif seperti Prof. Nandra menjadi ujian bagi keberanian BAZNAS untuk berubah. Rekam jejaknya tak terbantahkan. Di tangannya, BAZNAS bertransformasi dari lembaga pengumpul zakat menjadi pusat inovasi sosial. Ia menggagas ratusan Kantor Digital, menginisiasi pelatihan jurnalistik bagi amil, hingga menggerakkan solidaritas global untuk Palestina dengan penghimpunan lebih dari Rp300 miliar. Semua dijalankan dengan prinsip: zakat adalah energi sosial untuk perubahan bangsa dan dunia. Visinya pun melampaui teknis kelembagaan. Prof. Nandra kerap menekankan pentingnya growth mindset, work-life balance, dan humility dalam kepemimpinan modern. Baginya, zakat hanya akan dipercaya publik bila dikelola secara profesional, transparan, dan berbasis data real-time. Dukungan dari daerah terus mengalir. Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Minahasa, Sahlan Kokalo, menyebut Prof. Nandra sebagai sosok dengan gagasan besar. “Kami mendoakan Prof. Nandra agar dimudahkan Allah dalam ikhtiarnya. Beliau punya visi yang bisa membawa BAZNAS lebih dekat dengan masyarakat digital dan memperkuat kepercayaan publik,” ujarnya. Ketua BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara Lutvia Alwi, SH., MH mempertegas dukungan kolektif. “In Shaa Allah Prof, kami dari BAZNAS Provinsi & Kabupaten/Kota se-Sulut men-support dan mendoakan. In Shaa Allah doa kita diijabah dan ikhtiar Prof. untuk maju dimudahkan Allah SWT. Tetap semangat Prof,” ungkapnya penuh optimisme. Kini pertanyaannya bukan lagi soal seberapa besar peluang Prof. Nandra, tetapi apakah BAZNAS RI berani memberi ruang bagi sosok dengan intelektualitas, visi digital, dan keberanian moral yang konsisten. Jika jawaban atas pertanyaan itu ragu-ragu, maka kritik “peluang hanya satu persen” bisa berubah menjadi cermin besar bagi lembaga zakat nasional: apakah siap melompat ke era baru, atau tetap nyaman dengan pola lama yang mengekang perubahan.
BERITA29/08/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
Prof. Nandra dan Buku Saku Zakat: Membangun Literasi, Meneguhkan Transformasi
Prof. Nandra dan Buku Saku Zakat: Membangun Literasi, Meneguhkan Transformasi
Jakarta – Zakat tidak hanya soal kewajiban ibadah, tetapi juga instrumen strategis untuk pembangunan umat. Pesan itu ditegaskan Prof. Ir. Muhammad Nadratuzzaman Hosen, M.S., M.Sc., Ph.D., lewat karyanya Buku Saku Zakat, sebuah panduan ringkas namun sarat makna. Buku ini menekankan bahwa zakat harus dipahami sebagai energi sosial yang mampu menggerakkan pembangunan manusia. Prof. Nandra menawarkan cara pandang baru: zakat tidak berhenti pada ritual, melainkan harus dikelola berbasis data, teknologi informasi, dan didukung oleh kantor digital BAZNAS sebagai ujung tombak pelayanan publik. “Literasi zakat harus dikemas sederhana, namun berdampak besar. Buku saku ini hadir agar umat tidak sekadar tahu kewajiban, tapi juga memahami dampak sosial dan ekonomi zakat,” kata Prof. Nandra. Dampak buku ini pun dirasakan langsung di daerah. Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Minahasa, Sahlan Kokalo, mengaku buku tersebut membuka cara pandang baru. “Setelah membaca Buku Saku Zakat Prof. Nandra, saya melihat bahwa zakat bukan hanya kewajiban individual, tetapi kekuatan besar untuk mengentaskan kemiskinan dan membangun kemandirian umat. Buku ini sederhana, mudah dipahami, namun sangat visioner,” ungkapnya. Menurut Sahlan, pandangan itu sangat relevan untuk konteks daerah. “Kami di BAZNAS Minahasa melihat peluang besar jika pengelolaan zakat didigitalisasi dan dikomunikasikan dengan baik. Buku Prof. Nandra ini memberi peta jalan yang jelas bagi amil di daerah,” tambahnya. Dengan potensi zakat nasional yang diperkirakan mencapai ratusan triliun rupiah per tahun, karya ini hadir tepat waktu. Buku Saku Zakat menjadi jembatan antara teori fikih, praktik pengelolaan modern, dan kebutuhan umat akan literasi zakat yang membumi.
BERITA29/08/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
MK Tolak Gugatan UU Pengelolaan Zakat, BAZNAS Siap Jalankan Arahan
MK Tolak Gugatan UU Pengelolaan Zakat, BAZNAS Siap Jalankan Arahan
Jakarta - Mahkamah Konstitusi (MK) menolak gugatan uji materi terhadap Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat. Gugatan ini diajukan oleh Yayasan Dompet Dhuafa Republika, Forum Zakat, Arif Rahmadi Haryono, serta Muhammad Jazir bersama Indonesia Zakat Watch. Dalam sidang pembacaan putusan perkara No. 97/PUU-XXII/2024 dan No. 54/PUU-XXIII/2025 pada Rabu (28/8/2025), MK menilai permohonan para pemohon tidak beralasan menurut hukum. Artinya, aturan dalam UU Pengelolaan Zakat tetap berlaku. MK juga menegaskan bahwa BAZNAS bukan lembaga superbody seperti yang didalilkan para pemohon, melainkan bagian dari sistem pengelolaan zakat nasional yang terintegrasi dengan Lembaga Amil Zakat (LAZ) dan pemerintah. Namun, MK memberi catatan penting: DPR bersama pemerintah diminta untuk merevisi UU Pengelolaan Zakat dalam waktu paling lambat dua tahun. Tujuannya agar tata kelola zakat di Indonesia semakin kuat, transparan, dan sesuai kebutuhan zaman. Menanggapi putusan ini, Ketua BAZNAS RI Noor Achmad menyampaikan apresiasi. “BAZNAS menghormati dan menyambut baik keputusan MK. Putusan ini menegaskan kembali kedudukan UU 23/2011 sebagai landasan hukum yang sah bagi pengelolaan zakat di Indonesia, sekaligus memberi arah untuk perbaikan melalui revisi undang-undang agar lebih adaptif, akuntabel, dan berkeadilan,” ujarnya. Noor menambahkan, arahan MK mengenai unified system dalam pengelolaan zakat akan menjadi acuan penting. Sistem ini memastikan koordinasi nasional yang lebih rapi antara BAZNAS, LAZ, dan pemerintah, sehingga penyaluran zakat bisa lebih transparan, efisien, dan tepat sasaran. Selain itu, MK juga menekankan pentingnya penerapan prinsip good amil governance sebagai pedoman tata kelola zakat, agar seluruh lembaga pengelola zakat tetap profesional, kredibel, dan berorientasi pada kemaslahatan umat. BAZNAS menyebut putusan ini sekaligus momentum memperkuat sinergi antar-lembaga. “Kami siap berkontribusi aktif dalam proses revisi undang-undang dengan tetap berlandaskan prinsip good zakat governance dan semangat kolaborasi demi kesejahteraan masyarakat,” tambah Noor. Lewat putusan ini, BAZNAS juga mengajak masyarakat, muzaki, mustahik, serta seluruh pengelola zakat untuk bersama-sama menjaga kepercayaan publik. “Zakat bukan hanya kewajiban agama, tapi instrumen penting pemberdayaan umat dan pengentasan kemiskinan,” tegasnya.
BERITA28/08/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
Ivan Gunawan Guncang Panggung BAZNAS Awards 2025: Donasi Rp2 Miliar untuk Palestina
Ivan Gunawan Guncang Panggung BAZNAS Awards 2025: Donasi Rp2 Miliar untuk Palestina
Jakarta — Malam penghargaan BAZNAS Awards 2025 mendadak menjadi panggung penuh kejutan. Sorotan bukan hanya pada deretan tokoh penerima penghargaan, melainkan juga pada satu aksi yang mengguncang ruangan: Ivan Gunawan menyerahkan donasi Rp2 miliar untuk Palestina. Desainer sekaligus selebritas yang akrab disapa Igun itu bukan sekadar datang untuk menerima gelar Tokoh Publik Gerakan Cinta Zakat. Ia melengkapinya dengan langkah nyata: menyumbangkan seluruh keuntungan penjualan busana dari acara “Love Go For Humanity” untuk masyarakat Palestina, melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS). “Alhamdulillah, hari ini saya menerima penghargaan dari BAZNAS Awards 2025. Tapi penghargaan ini bukan soal saya. Yang lebih penting adalah bagaimana kebaikan bisa disalurkan lewat jalur yang tepat dan bermanfaat untuk sesama,” ujar Ivan, Kamis (28/8). Donasi Rp2 miliar itu bukan angka kecil. Bagi Ivan, ini adalah simbol bahwa karya seni dan industri mode bisa menjadi jalan kepedulian. Roadshow “Love Go For Humanity” yang ia gelar di Margo City Depok dan sejumlah kota lain memang sejak awal diniatkan sebagai ruang solidaritas. “Insyaallah bersama BAZNAS, dana ini segera sampai untuk sahabat-sahabat kita di Palestina,” katanya. BAZNAS menegaskan, langkah Ivan memberi teladan: bahwa publik figur bukan hanya sumber inspirasi gaya hidup, tapi juga motor gerakan kemanusiaan. Penghargaan yang diterima Igun disebut sebagai pengakuan atas konsistensinya mendorong zakat lifestyle di kalangan masyarakat luas. Langkah Ivan tak berhenti di panggung penghargaan. Ia menyulut percakapan penting: di era gemerlap popularitas, seberapa jauh pengaruh bisa diubah menjadi manfaat nyata? “Ini bukan soal selebritas. Ini tentang keberanian menyalurkan kebaikan melalui lembaga yang amanah,” tambahnya. BAZNAS berharap momentum ini menjadi titik balik, mengajak lebih banyak tokoh publik menyalurkan zakat, infak, dan sedekah lewat lembaga resmi. Sebab di balik apresiasi dan donasi, ada pesan strategis: membumikan zakat bukan hanya sebagai kewajiban agama, tapi juga gerakan kebudayaan, solidaritas, dan peradaban. Dengan Rp2 miliar yang kini diamanahkan untuk Palestina, Ivan Gunawan tak hanya pulang membawa piala. Ia pulang membawa gema: bahwa kemewahan sejati bukan terletak pada busana megah, melainkan pada keberanian berbagi di saat dunia membutuhkan cahaya kemanusiaan.
BERITA28/08/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
Menko PMK: BAZNAS Jadi Mitra Penting Pemerintah Atasi Kemiskinan, Target Nol Miskin Ekstrem 2026
Menko PMK: BAZNAS Jadi Mitra Penting Pemerintah Atasi Kemiskinan, Target Nol Miskin Ekstrem 2026
Jakarta 28/8/2025- Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PMK) Dr. (H.C.) Drs. H.A. Muhaimin Iskandar, M.Si, menegaskan bahwa Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) merupakan mitra strategis pemerintah dalam upaya pengentasan kemiskinan di Indonesia. Hal ini disampaikan dalam pidatonya di Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS 2025, yang digelar di Jakarta. Menko PMK menekankan bahwa pemerintahan baru di bawah Presiden Prabowo Subianto membawa paradigma baru dalam pembangunan nasional. Jika sebelumnya penanggulangan kemiskinan lebih banyak bertumpu pada bantuan sosial bersifat karitatif, kini pemerintah menggeser fokus ke arah pemberdayaan sosial. “Sejak pemerintahan baru, negara tidak lagi meletakkan bantuan sosial sebagai ketergantungan, tetapi mendorong masyarakat miskin untuk bertransformasi menuju pemberdayaan dan kemandirian,” ujarnya. Ia menyebut masih ada sekitar 3 juta masyarakat miskin ekstrem dan 25 juta warga miskin relatif yang harus segera ditangani. Dengan kerja sama erat antara pemerintah, BAZNAS, dan elemen masyarakat, target pengentasan kemiskinan ekstrem ditetapkan pada 2026 harus nol persen. “Kita bahu-membahu bersama BAZNAS agar 3 juta warga miskin ekstrem betul-betul turun ke nol pada 2026. Pemerintah bertekad menggelontorkan berbagai program yang membutuhkan sinergi,” jelasnya. Selain itu, pemerintah juga menargetkan angka kemiskinan nasional bisa ditekan hingga 4 persen pada 2029. Menko PMK menilai peran BAZNAS sangat vital karena selama ini telah lebih dulu mengembangkan program berbasis pemberdayaan masyarakat. Ia menutup pidatonya dengan apresiasi kepada seluruh pejuang zakat di tanah air. “Indonesia adalah bangsa dengan semangat gotong royong tinggi. Dengan kebersamaan, insyaallah kita bisa wujudkan Indonesia yang berdaya, sejahtera, adil, dan makmur,” tutupnya.
BERITA28/08/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Awards 2025 Apresiasi 906 Penggerak Zakat, Jadi Inspirasi Daerah
BAZNAS Awards 2025 Apresiasi 906 Penggerak Zakat, Jadi Inspirasi Daerah
Jakarta – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI memberikan penghargaan kepada 906 penggerak zakat dari berbagai daerah, lembaga, hingga tokoh perorangan. Penghargaan ini menjadi bagian dari rangkaian Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS RI 2025 yang digelar di Jakarta, Kamis (28/8/2025). Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., mengatakan, penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas kontribusi nyata para pejuang zakat di lapangan. “Kontribusi BAZNAS daerah, para mitra, hingga tokoh-tokoh yang menggerakkan zakat ini luar biasa. Inilah bagian penting dari dakwah zakat yang manfaatnya dirasakan luas oleh umat,” ujar Kiai Noor. Ia menegaskan, penghargaan diberikan berdasarkan seleksi ketat. Dari ribuan usulan, hanya 906 yang lolos penilaian berdasarkan dedikasi, kiprah, dan dampak yang diberikan. “Apakah BAZNAS memberikan penghargaan dengan mudah? Sama sekali tidak. Ini wujud penghargaan atas perjuangan yang nyata, bukan simbol semata,” tegasnya. Tak hanya BAZNAS daerah, penghargaan juga diberikan kepada kementerian, lembaga, pemerintah daerah, hingga tokoh perorangan yang konsisten mendukung gerakan zakat. Bahkan, beberapa lembaga amil zakat internasional dari Mesir dan Yordania ikut menerima penghargaan. Bupati Mojokerto, Dr. H. Muhammad Al Barra, Lc., M.Hum yang menjadi salah satu penerima. Ia menyebut penghargaan ini bukanlah capaian pribadi, melainkan hasil kerja bersama. “Alhamdulillah, ini amanah besar. Bukan hanya untuk saya, tapi untuk seluruh masyarakat Mojokerto yang terus menghidupkan semangat zakat. Zakat adalah kekuatan sosial yang nyata jika kita kelola dengan baik,” ujarnya melalui akun resminya sahabat Gus Barra. Kiai Noor menambahkan, peran media juga mendapat perhatian. Sejumlah media massa menerima penghargaan karena dianggap berperan penting menyebarkan dakwah zakat ke masyarakat luas. Kategori penghargaan yang diberikan cukup beragam, mulai dari program terbaik BAZNAS daerah, program LAZ terbaik, media terbaik, special awards, kepala daerah pendukung gerakan zakat, life time achievement zakat Indonesia, hingga mitra terbaik. Penghargaan skala besar ini menjadi dorongan agar semangat zakat makin tumbuh di seluruh daerah. Harapannya, semakin banyak kabupaten/kota yang menjadikan zakat sebagai motor penggerak kesejahteraan masyarakat.
BERITA28/08/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
Kejari Karo & BAZNAS Gelar Khitanan Massal Gratis, 55 Anak Kurang Mampu Terbantu
Kejari Karo & BAZNAS Gelar Khitanan Massal Gratis, 55 Anak Kurang Mampu Terbantu
Kabanjahe – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-80 Kejaksaan Republik Indonesia, Kejaksaan Negeri (Kejari) Karo bekerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Karo menggelar kegiatan khitanan massal gratis bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Acara yang digelar pada Kamis (28/8/2025) di Kantor Kejaksaan Karo itu diikuti oleh 55 anak. Selain layanan khitan, para peserta juga mendapatkan bingkisan berupa beras, kain sarung, perlengkapan sekolah, serta uang saku. Kepala Kejari Karo, Darwis Burhansyah SH MH, menyebut kegiatan ini menjadi bentuk kepedulian nyata dari lembaganya. “Harapannya, kegiatan ini bisa membantu meringankan beban keluarga yang membutuhkan, sekaligus menjaga kesehatan anak-anak,” kata Darwis. Ketua BAZNAS Kabupaten Karo, Amin Gia Bangun, menilai kegiatan sosial ini sebagai bentuk sinergi baik antara lembaga pemerintah dan keagamaan. “BAZNAS sangat mengapresiasi inisiatif Kejari Karo. Kami berharap kerja sama ini terus berlanjut, sehingga manfaatnya bisa dirasakan lebih banyak masyarakat,” ujar Amin. Sejumlah pejabat turut hadir, di antaranya Plt Kepala Dinas Kesehatan Karo dr Jasura Pinem, Plh Direktur RSU Kabanjahe Imanuel Sinuhaji, serta pimpinan BAZNAS Karo: Muhammad Khudri, Jono S.Sos, dan Jiwa Tarigan SH. Masyarakat pun menyambut positif kegiatan ini. Safrizal, salah seorang orang tua peserta, mengaku terbantu dengan adanya khitan gratis ini. “Alhamdulillah, ini sangat meringankan kami. Semoga Allah SWT membalas kebaikan Kejari Karo dan BAZNAS,” ungkapnya. Program sosial ini tidak hanya menghadirkan manfaat kesehatan, tapi juga menjadi pengingat pentingnya kolaborasi lintas lembaga dalam memberi pelayanan kepada masyarakat.
BERITA28/08/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
Biro Kesra Sulut Kunjungi Masjid Al Hijrah Rinegetan, Tinjau Rencana Dana Hibah
Biro Kesra Sulut Kunjungi Masjid Al Hijrah Rinegetan, Tinjau Rencana Dana Hibah
Minahasa - Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Provinsi Sulawesi Utara melakukan kunjungan ke Masjid Al Hijrah, Rinegetan. Kunjungan ini dilakukan dalam rangka rencana pemberian Dana Hibah Rumah Ibadah dari Pemerintah Provinsi Sulut. Pihak Keimaman dan Badan Takmir Masjid (BTM) Al Hijrah menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah terhadap pengembangan rumah ibadah. “Atas nama Keimaman dan BTM Al Hijrah – Rinegetan, kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn.) Yulius Selvanus, SE, atas dukungan dan perhatiannya,” demikian pernyataan resmi pihak masjid, Senin (26/8/2025) Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada tim Biro Kesra Provinsi Sulut yang hadir langsung melakukan pengecekan dan verifikasi di lokasi. Kehadiran Biro Kesra diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat peran masjid sebagai pusat ibadah sekaligus pemberdayaan umat di Rinegetan dan sekitarnya.
BERITA28/08/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
Rakornas 2025, BPS: BAZNAS Berperan Strategis Turunkan Angka Kemiskinan
Rakornas 2025, BPS: BAZNAS Berperan Strategis Turunkan Angka Kemiskinan
Jakarta, 27 Agustus 2025 – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) RI, Amalia Adininggar Widyasanti, menegaskan pentingnya peran Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dalam upaya menurunkan angka kemiskinan di Indonesia. Menurutnya, kolaborasi antara BPS dan BAZNAS akan memastikan bantuan benar-benar sampai kepada para mustahik yang berhak menerima. “Penduduk Indonesia per 8 Agustus 2025 tercatat sebanyak 286,8 juta jiwa, dengan jumlah masyarakat miskin 23,85 juta orang. Dari jumlah itu, 55 persen atau 13,13 juta orang berada di 5 provinsi, yaitu Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatera Utara, dan Nusa Tenggara Timur,” ujar Amalia saat menjadi pemateri pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS RI, Rabu (27/8/2025). Amalia menjelaskan, mayoritas masyarakat miskin berasal dari keluarga dengan kepala rumah tangga lulusan SD atau putus sekolah. Sebagian besar bekerja di sektor pertanian (45,67 persen) dan sektor informal tanpa jaminan kesehatan. “Pendidikan itu penting untuk menjamin kesejahteraan keluarga. Karena itu Presiden Prabowo mendirikan sekolah rakyat agar anak-anak dari keluarga miskin tidak putus sekolah. Pendidikan diharapkan mampu memutus rantai kemiskinan lintas generasi,” jelasnya. Dalam kesempatan itu, Amalia juga menegaskan komitmen BPS untuk berkolaborasi dengan BAZNAS melalui Data Tunggal Kesejahteraan (DTSEN). Melalui kerja sama ini, data masyarakat miskin dapat dipadukan dengan program zakat, infak, dan sedekah (ZIS) BAZNAS agar penyaluran bantuan semakin tepat sasaran. “Kalau kolaborasi ini terjadi, pemutakhiran DTSEN bisa kita lakukan bersama. BAZNAS bisa memetakan siapa orang miskin itu, di mana mereka berada, dan apakah sudah mendapat bantuan atau belum,” tegas Amalia. Berdasarkan survei BPS, empat komoditas utama yang paling memengaruhi garis kemiskinan adalah beras, telur ayam, daging ayam, dan mie instan. “Kalau mau intervensi untuk meringankan beban orang miskin, berdasarkan survei kami, empat komoditas ini yang paling berkontribusi,” tambahnya. BAZNAS Kabupaten Minahasa menyambut baik arahan ini sebagai peluang untuk memperkuat program zakat yang sedang dijalankan di daerah. Dengan sinergi data BPS dan sistem pendataan mustahik di Minahasa, BAZNAS dapat memastikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) tersalurkan secara lebih tepat sasaran, transparan, dan efektif. Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah program “Marijo ba Kobong”, yaitu gerakan bersama petani dalam mengolah lahan tidur untuk ditanami jagung. Program ini diharapkan tidak hanya meningkatkan produktivitas pertanian, tetapi juga membuka jalan keluar bagi keluarga miskin di sektor pertanian agar lebih mandiri. Selain itu, BAZNAS Minahasa juga terus mendorong penguatan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Desa agar potensi zakat dari masyarakat bisa lebih terhimpun dan dirasakan manfaatnya langsung di tingkat desa. “Informasi dari BPS ini sangat bermanfaat untuk BAZNAS Minahasa dalam memperkuat basis data mustahik. Dengan demikian, zakat yang dihimpun dari masyarakat bisa benar-benar menyentuh mereka yang paling membutuhkan, terutama di sektor pertanian dan keluarga prasejahtera,” ungkap pimpinan BAZNAS Minahasa. Dengan dukungan data nasional, sinergi program zakat, dan pemberdayaan lokal, BAZNAS Minahasa optimistis dapat mengambil bagian penting dalam mengurangi angka kemiskinan, sejalan dengan visi BAZNAS RI sebagai lembaga zakat yang amanah, profesional, dan berdampak nyata bagi umat.
BERITA28/08/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
Integrasi Zakat dalam RPJMN 2025–2029, Bappenas Tegaskan Peran Strategis BAZNAS dalam Pengentasan Kemiskinan
Integrasi Zakat dalam RPJMN 2025–2029, Bappenas Tegaskan Peran Strategis BAZNAS dalam Pengentasan Kemiskinan
Jakarta – Pemerintah melalui Kementerian PPN/Bappenas menegaskan pentingnya integrasi zakat dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029 untuk mempercepat pengentasan kemiskinan dan mengurangi kesenjangan sosial. Plt. Deputi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Bappenas, Pungkas Bahjuri Ali, Ph.D, dalam Rakornas BAZNAS 2025 menyampaikan bahwa angka kemiskinan per Maret 2024 masih berada di level 9,03 persen. Pemerintah menargetkan penurunan signifikan menjadi 4,5–5 persen pada 2029, dan 0,5–0,8 persen pada 2045. “Zakat memiliki peran penting sebagai instrumen filantropi umat yang mampu mendukung perlindungan sosial, sekaligus mempercepat pencapaian target pengentasan kemiskinan,” ujar Pungkas. Indonesia sendiri memiliki potensi zakat yang sangat besar, mencapai Rp327,6 triliun. Realisasi penghimpunan zakat pada 2023 telah mencapai Rp33 triliun, atau sekitar 7 persen dari total anggaran perlindungan sosial. Pencapaian ini terbukti memberikan dampak luas, di mana jumlah mustahik penerima manfaat program zakat meningkat dari 27,7 juta orang pada 2023 menjadi 37,4 juta orang pada 2024. Bappenas bersama BAZNAS menyiapkan berbagai strategi untuk memperkuat peran zakat dalam pembangunan, antara lain integrasi data zakat dengan basis data kemiskinan nasional, digitalisasi layanan, serta peningkatan profesionalisme amil. Melalui Sekretariat Bersama Ziswaf Indonesia Emas 2045, sinergi antara pemerintah, BAZNAS, BWI, lembaga amil zakat, dan mitra pembangunan diharapkan semakin optimal. Peran BAZNAS sebagai lembaga resmi pengelola zakat nasional ditegaskan sangat sentral dalam mendukung pencapaian visi Indonesia Emas 2045. Dengan jaringan BAZNAS di seluruh provinsi dan kabupaten/kota, potensi zakat dapat didayagunakan lebih produktif dan berdampak nyata dalam meningkatkan kesejahteraan umat. “Zakat bukan hanya ibadah, tetapi juga solusi strategis bagi pembangunan bangsa. Kolaborasi pemerintah dan BAZNAS akan menjadi kunci dalam mewujudkan masyarakat yang inklusif, adil, dan sejahtera,” tegas Pungkas.
BERITA27/08/2025 | HUMAS BAZNAS MINAHASA
Sinergi BAZNAS dan Pemda, Kunci Zakat Jadi Instrumen Pembangunan
Sinergi BAZNAS dan Pemda, Kunci Zakat Jadi Instrumen Pembangunan
Wakil Kepala Otorita Pantura menegaskan, tanpa koordinasi, zakat berisiko terjebak dalam tumpang tindih program dan gagal menjawab kebutuhan umat. Jakarta — Dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS 2025, suara lantang Wakil Kepala Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa, Dr. H. Suhajar Diantoro, M.Si, menggema: zakat hanya akan efektif jika dikelola dengan sinergi kuat antara Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dan pemerintah daerah. Mewakili Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Suhajar menekankan bahwa zakat bukan sekadar dana keagamaan, melainkan alat kebijakan sosial-ekonomi yang membutuhkan manajemen modern dan koordinasi lintas sektor. “Kalau BAZNAS sudah berkolaborasi dengan pemerintah daerah, pengelolaannya akan lebih baik dan pemanfaatannya lebih tepat sasaran,” ujarnya di Jakarta, Selasa (26/8). Menghindari Tumpang Tindih, Menjamin Keadilan Selama ini, zakat kerap menghadapi masalah klasik: distribusi yang tidak merata, program yang saling tumpang tindih, hingga data muzaki dan mustahik yang tidak sinkron. Dengan melibatkan pemerintah daerah, kata Suhajar, setiap rupiah zakat dapat diarahkan sesuai kebutuhan lokal. “Pemerintah daerah punya pemahaman mendalam tentang kondisi sosial-ekonomi dan budaya masyarakat setempat. Hal ini memungkinkan pendekatan zakat yang lebih tepat sasaran,” tegasnya. Pendataan muzaki dan mustahik yang akurat, menurut Suhajar, akan menjadi modal penting dalam optimalisasi zakat. Tanpa basis data yang jelas, zakat berisiko jatuh pada pola lama: bantuan seremonial tanpa transformasi nyata. Legitimasi dan Kepercayaan Publik Suhajar juga mengingatkan, pemerintah daerah memiliki legitimasi hukum dan politik untuk mengoordinasikan zakat dengan berbagai pihak—mulai dari lembaga keagamaan, tokoh masyarakat, hingga sektor swasta. “Keterlibatan pemda akan meningkatkan kepercayaan publik terhadap pengelolaan zakat. Kepercayaan itu pada akhirnya mendorong partisipasi muzakki,” ujarnya. Dalam konteks otonomi daerah, peluang lebih terbuka. Setiap daerah bisa merancang kebijakan zakat sesuai karakteristik wilayahnya: daerah pesisir dengan fokus nelayan, pedalaman dengan petani, atau kawasan industri dengan pekerja migran. Zakat sebagai Pilar Pembangunan Daerah Namun Suhajar mengingatkan, penguatan peran pemerintah daerah dalam zakat harus didukung dengan regulasi yang jelas dan kapasitas kelembagaan yang memadai. Tanpa itu, sinergi hanya akan berhenti pada jargon. “Jika regulasi kuat dan kelembagaan solid, zakat akan memberi dampak signifikan bagi pembangunan daerah,” katanya. Rakornas BAZNAS 2025 dengan tema “Menguatkan BAZNAS, Mendukung ASTACITA” seakan menegaskan hal itu: zakat bukan hanya kewajiban syariat, tetapi instrumen keadilan sosial dan pilar pembangunan menuju Indonesia Emas 2045.
BERITA27/08/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Luncurkan UPZ Desa: Menggerakkan Zakat dari Akar Rumput
BAZNAS Luncurkan UPZ Desa: Menggerakkan Zakat dari Akar Rumput
Dari kota ke desa, dari masjid ke masyarakat. Ribuan Unit Pengumpul Zakat siap mengubah zakat menjadi energi peradaban. Jakarta — Di panggung Rakornas dan BAZNAS Award 2025, suasana riuh tepuk tangan terdengar ketika Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH Noor Achmad, MA, mengumumkan langkah baru: peluncuran Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Desa se-Indonesia. Bagi Noor, ini bukan sekadar program. Ini adalah strategi mengubah wajah pengelolaan zakat di negeri mayoritas muslim terbesar di dunia. “UPZ Desa kita hadirkan agar dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) benar-benar dikelola sesuai prinsip Aman Syari, Aman Regulasi, dan Aman NKRI,” kata Noor dengan suara mantap, Selasa (26/8). Zakat Menyapa Desa Selama ini, zakat kerap identik dengan aktivitas perkotaan. Mall, kantor, dan institusi modern menjadi basis utama penghimpunan. Padahal, denyut kehidupan umat tersebar hingga pelosok desa. Dengan lebih dari 83 ribu desa dan kelurahan di Indonesia, zakat sejatinya bisa menjadi motor pembangunan paling dekat dengan rakyat. Data BAZNAS mencatat, hingga kini sudah ada 2.536 UPZ kecamatan, 12.728 UPZ desa/kelurahan, dan 41.504 UPZ masjid. Angka itu tampak besar, namun dibandingkan dengan potensi desa di Indonesia, ini baru langkah awal. “Bayangkan, jika setiap desa punya UPZ aktif, potensi zakat bisa melonjak drastis. Mustahik bisa lebih cepat terlayani, umat lebih mudah menunaikan kewajiban,” kata Noor. Dari Kewajiban Pribadi ke Gerakan Sosial Peluncuran UPZ Desa bukan hanya soal angka dan struktur. Ia menandai pergeseran paradigma. Zakat bukan lagi sekadar kewajiban personal antara muzakki dan Tuhan, tetapi instrumen sosial yang berfungsi nyata: menutup jurang ketimpangan. Selama ini, riset-riset menunjukkan potensi zakat Indonesia mencapai ratusan triliun rupiah per tahun. Namun realisasi masih jauh dari itu. Salah satu sebabnya adalah keterbatasan akses: masyarakat desa sering tak terhubung dengan lembaga resmi pengelola zakat. UPZ Desa hadir untuk menjembatani. Membawa Amanah hingga ke Akar Rumput Dalam forum Rakornas, Noor mengingatkan tiga prinsip yang menjadi ruh gerakan BAZNAS: Aman Syari, Aman Regulasi, dan Aman NKRI. Prinsip ini menegaskan bahwa zakat tak boleh sekadar terkumpul, tetapi harus terkelola dengan akuntabel, sah secara agama, taat hukum, dan berpihak pada persatuan bangsa. “UPZ bukan hanya wadah menghimpun dana. Ia adalah wajah keadilan sosial yang hadir di desa-desa,” ujar Noor. Energi Peradaban dari Desa Tema Rakornas tahun ini, “Menguatkan BAZNAS, Mendukung ASTACITA”, menggarisbawahi ambisi besar: menjadikan zakat sebagai instrumen pembangunan manusia Indonesia. UPZ Desa, dengan jejaringnya yang luas, dipandang sebagai fondasi baru. Bagi umat Islam, zakat sejak lama diakui bukan sekadar ibadah, melainkan instrumen ekonomi. Di era modern, fungsi itu semakin relevan: dari pengentasan kemiskinan, beasiswa pendidikan, hingga pemberdayaan ekonomi umat. Dengan lahirnya UPZ Desa, BAZNAS berharap zakat bisa menjelma energi peradaban. Sebuah gerakan dari bawah, yang berawal dari desa, lalu membentuk aliran besar menuju perubahan sosial nasional. “Zakat harus hadir sebagai cahaya. Ia bukan hanya mengalirkan dana, tapi menyalakan harapan,” pungkas Noor.
BERITA27/08/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS dan Negara: Menjembatani Kekakuan Birokrasi
BAZNAS dan Negara: Menjembatani Kekakuan Birokrasi
Rakornas BAZNAS RI 2025 – Jakarta, 26 Agustus 2025 Dalam ruang Rakornas BAZNAS RI, Selasa siang itu, Menko PMK Pratikno menyinggung satu hal yang kerap jadi batu sandungan pembangunan manusia di negeri ini: birokrasi yang lamban merespons kebutuhan rakyat. "Pemda atau birokrasi pada umumnya tidak fleksibel untuk merespons suatu hal," ujarnya. Kalimat itu seperti tamparan yang halus namun tegas. Pratikno lalu mengaitkannya dengan BAZNAS. Menurutnya, lembaga zakat negara ini memiliki satu keunggulan mendasar: fleksibilitas. Di saat mesin birokrasi harus menunggu dokumen, perencanaan, dan alokasi anggaran, BAZNAS bisa langsung hadir, menjangkau ruang-ruang yang luput tersentuh pemerintah. "Mungkin fleksibilitas bisa dilakukan di BAZNAS, sehingga bisa menutup kelemahan pemerintah yang tidak fleksibel," tegasnya. Pernyataan itu menggeser cara pandang: BAZNAS bukan sekadar penyalur zakat, melainkan mitra strategis negara dalam pembangunan manusia. Sebuah entitas yang melengkapi kerja pemerintah, terutama di sektor-sektor vital seperti kesehatan, pendidikan, dan penanganan bencana. "Kalau kesehatan dan bencana itu prioritas utama, karena risiko kerugian publik terlalu besar. Peran BAZNAS di sini sangat fundamental," kata Pratikno. Gagasan ini bukan semata soal kolaborasi, melainkan ajakan membangun koalisi. Tidak berhenti di Jakarta, tapi bergerak sampai ke daerah. Pratikno menginginkan BAZNAS daerah menjadi motor penggerak yang mempertemukan pemerintah lokal, masyarakat, dan lembaga zakat dalam satu meja kerja. "Kami mengharapkan kerja sama ini bisa mendorong munculnya koalisi di daerah dalam mengatasi persoalan pembangunan manusia," ujarnya. Di titik inilah, BAZNAS menemukan posisi strategisnya. Menjadi jembatan antara birokrasi yang kaku dan kebutuhan rakyat yang mendesak. Menjadi penopang ketika negara terlambat hadir. Dan menjadi penanda, bahwa pembangunan manusia tak bisa disandarkan pada satu instrumen saja, melainkan perlu sinergi—antara kekuatan negara dan energi umat.
BERITA27/08/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
Telah Dibuka! BAZNAS Luncurkan Beasiswa Santri 2025, Siapkan Jalan ke PTN Favorit
Telah Dibuka! BAZNAS Luncurkan Beasiswa Santri 2025, Siapkan Jalan ke PTN Favorit
Jakarta - Kabar gembira bagi para santri kelas 12 Madrasah Aliyah/sederajat. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) resmi membuka pendaftaran Beasiswa Santri BAZNAS (BSB) Tahun 2025. Program ini dirancang khusus untuk membantu santri berprestasi, terutama dari keluarga dhuafa, agar bisa melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maupun kampus favorit. Setiap penerima akan mendapat dana beasiswa senilai Rp4 juta plus program pembinaan. Dukungan ini diharapkan menjadi bekal penting bagi santri yang sedang mempersiapkan diri menghadapi seleksi masuk perguruan tinggi. ???? Cara Daftar: Pesantren terlebih dahulu mempelajari buku panduan di laman: bazn.as/panduanBSB2025 Selanjutnya, pendaftaran dilakukan secara online melalui laman: bazn.as/daftarBSB2025 ? Periode pendaftaran: 27 Agustus – 9 September 2025. BAZNAS mengajak pesantren dan masyarakat untuk berkolaborasi mendukung santri berprestasi menuju kampus impian.
BERITA26/08/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
Rakornas BAZNAS 2025: Menjadikan Zakat Motor Perubahan Bangsa
Rakornas BAZNAS 2025: Menjadikan Zakat Motor Perubahan Bangsa
Jakarta – Menteri Agama RI Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA, membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS 2025 di Jakarta, Selasa (26/8). Rakornas tahun ini mengusung tema “Menguatkan BAZNAS, Menyukseskan Asta Cita” sebagai dukungan terhadap agenda pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, menyebut Rakornas menjadi momentum penting untuk menyinergikan program zakat dengan Asta Cita. “Zakat harus menjadi instrumen transformasi sosial yang mempercepat kesejahteraan umat,” kata Noor. Penghimpunan Zakat Naik Signifikan Dalam lima tahun terakhir, penghimpunan zakat nasional melonjak tajam. Dari Rp12,43 triliun pada 2020 menjadi Rp40,53 triliun pada 2024. Di tingkat pusat, pengumpulan zakat juga meningkat dari Rp517 miliar pada 2021 menjadi Rp1,12 triliun pada 2024. Tahun ini, BAZNAS menargetkan Rp1,35 triliun. Jumlah muzaki ikut bertambah. Hingga 2024, tercatat 28,46 juta jiwa menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS. Transformasi dan Kiprah Internasional Noor menyebut, BAZNAS memperkuat tata kelola zakat lewat transformasi digital, peningkatan kualitas SDM amil, dan koordinasi nasional. Bahkan, Indeks Zakat Nasional kini sudah diakui Bappenas sebagai indikator pembangunan daerah. Di kancah internasional, BAZNAS aktif menyalurkan bantuan kemanusiaan. Hingga Juli 2025, BAZNAS telah menghimpun Rp375 miliar untuk Palestina, dengan Rp120 miliar disalurkan kepada lebih dari 670 ribu penerima manfaat di Gaza. “Logo BAZNAS kini dikenal di dunia internasional sebagai simbol kepedulian bangsa Indonesia,” ujar Noor. Apresiasi dan Estafet Kepemimpinan Rakornas juga dirangkaikan dengan BAZNAS Awards yang memberikan hampir 1.000 penghargaan bagi BAZNAS daerah, LAZ, tokoh publik, hingga mitra perusahaan. Rakornas 2025 sekaligus menjadi penanda berakhirnya kepemimpinan BAZNAS periode 2020–2025. Noor berharap estafet kepemimpinan berikutnya bisa melanjutkan inovasi dan memperluas dampak zakat bagi masyarakat. “Kami berharap BAZNAS semakin kokoh, berdaya, dan benar-benar menjadi motor perubahan bangsa,” pungkasnya.
BERITA26/08/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
Rakornas & BAZNAS Awards 2025, Momentum Meneguhkan Peran Zakat untuk Negeri
Rakornas & BAZNAS Awards 2025, Momentum Meneguhkan Peran Zakat untuk Negeri
Jakarta – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI akan menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) dan BAZNAS Awards 2025 pada 26–29 Agustus 2025 di Jakarta. Kegiatan ini tidak sekadar forum tahunan, melainkan momentum penting untuk menyatukan langkah zakat nasional dengan arah pembangunan pemerintah, sekaligus memperkuat peran zakat dalam pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan umat. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad MA, menegaskan bahwa BAZNAS siap mendukung Asta Cita Presiden Prabowo melalui strategi zakat yang terarah dan terukur. “Rakornas dan BAZNAS Awards 2025 akan menjadi tonggak baru kontribusi zakat dalam membangun masyarakat yang adil, makmur, dan sejahtera,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (25/8/2025). Rakornas kali ini akan diikuti sekitar 1.200 peserta dari seluruh Indonesia, dan membahas isu-isu penting seperti penguatan kelembagaan, transformasi digital, integrasi data zakat nasional, serta strategi memperluas partisipasi muzaki. BAZNAS juga akan menghadirkan agenda khusus bertajuk Membasuh Luka Palestina, yang memberikan laporan langsung terkait jalur distribusi bantuan kemanusiaan melalui Mesir. Dalam pembukaan, BAZNAS akan meluncurkan Asosiasi Amil Zakat Republik Indonesia (AAZRI) sebagai wadah sinergi amil zakat, serta peluncuran buku Islam Ala Prabowo Subianto yang diinisiasi Ketua MPR RI Ahmad Muzani dan Ketua MUI KH Anwar Iskandar. Melalui BAZNAS Awards 2025, apresiasi akan diberikan kepada kementerian, kepala daerah, mitra strategis, serta lembaga zakat yang berprestasi. Harapannya, penghargaan ini mampu memacu semangat kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam memaksimalkan potensi zakat. “Sinergi ini sangat penting. Zakat bukan hanya ibadah, tetapi instrumen sosial-ekonomi yang bisa mengurangi kesenjangan dan meningkatkan kesejahteraan umat,” tambah Noor. Dengan Rakornas dan BAZNAS Awards 2025, masyarakat diharapkan semakin memahami bahwa zakat bukan sekadar kewajiban personal, melainkan energi bersama yang bila dikelola dengan baik, mampu memberi dampak nyata bagi bangsa dan kemanusiaan global.
BERITA25/08/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
Ribuan Masjid Online, Minahasa Baru 7 Masjid
Ribuan Masjid Online, Minahasa Baru 7 Masjid
Minahasa – Di tengah derasnya arus digitalisasi, dari 34 masjid yang ada di Kabupaten Minahasa, baru tujuh yang sudah memiliki web resmi dan terhubung dengan Menara Masjid BAZNAS. Padahal, secara nasional, BAZNAS RI mencatat sudah ada 11.248 rumah ibadah—terdiri atas 9.591 masjid dan 1.657 musholla—yang masuk dalam sistem digital tersebut. Program Menara Masjid adalah terobosan BAZNAS untuk mengembalikan masjid ke fungsi sejatinya: pusat dakwah, pendidikan, sosial, hingga pemberdayaan ekonomi umat. Menara yang dulu hanya berfungsi sebagai corong adzan, kini ditransformasi menjadi “corong digital”—menggaungkan seruan zakat, infak, sedekah, dan informasi kegiatan umat yang bisa diakses siapa saja, kapan saja. Namun kenyataan di Minahasa berbicara lain. Mayoritas masjid masih gagap digital. Informasi kegiatan tak tercatat, laporan zakat tidak terdokumentasi, dan peran masjid sebagai pusat peradaban hanya berjalan setengah hati. Wakil Ketua BAZNAS Minahasa Muhamad Sahlan Kokalo mengatakan, “Masjid adalah pusat peradaban umat. Dengan program Menara Masjid, kita ingin menyalakan kembali fungsi masjid agar tidak hanya berdiri sebagai bangunan, tetapi hidup di ruang digital. Dari menara inilah seruan kebaikan harus bergema, mengajak masyarakat menunaikan zakat dan saling membantu.” Salah satu yang sudah merasakan manfaat program ini adalah Masjid Al-Hijrah, Rinegetan Tondano. Ketua BTM Masjid, Ibrahim Hamid, menyampaikan rasa syukur atas fasilitas yang diberikan. “Kami bersyukur dan berterima kasih, saat ini masjid kami sudah mempunyai web yang difasilitasi oleh BAZNAS Minahasa. Dengan memasukkan data yang diminta, kami bisa menggunakan Menara Masjid ini untuk menyampaikan informasi, dakwah, sekaligus laporan kegiatan kami kepada jamaah dan masyarakat,” ungkapnya. Pernyataan ini menunjukkan, digitalisasi masjid bukan mimpi. Dengan komitmen dan kesediaan pengurus, fasilitas ini bisa langsung dirasakan manfaatnya—membuka ruang komunikasi yang lebih luas, transparan, dan akuntabel. BAZNAS Minahasa berharap ke depan, tidak ada lagi masjid yang hanya berdiri megah namun “bisu” di dunia digital. Web resmi bukan sekadar etalase, tapi instrumen dakwah, laporan zakat, hingga kanal pemberdayaan sosial. Kini, bola ada di tangan para pengurus masjid. Apakah akan terus berjalan di tempat, atau mengambil langkah maju dengan memanfaatkan fasilitas Menara Masjid BAZNAS? Jangan biarkan masjid hanya menjadi bangunan fisik yang sepi makna. Saatnya para takmir dan UPZ segera menginput data masjidnya, mengaktifkan web resmi, dan menjadikan menara masjid bukan hanya menara adzan, tetapi menara peradaban digital umat.
BERITA23/08/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS dan LAZISNU PBNU Satukan Arah, Digitalisasi Zakat Jadi Taruhan
BAZNAS dan LAZISNU PBNU Satukan Arah, Digitalisasi Zakat Jadi Taruhan
Jakarta – Pertemuan antara Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI dengan Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) PBNU di Jakarta, Jumat, 22 Agustus 2025, bukan sekadar agenda silaturahmi. Audiensi yang berlangsung di Ruang Rapat LAZISNU, Lantai 2, itu menjadi panggung penting untuk membicarakan arah baru pengelolaan zakat nasional. BAZNAS RI diwakili oleh Pimpinan Bidang Transformasi Digital, Prof. Ir. KH. Muhammad Nadratuzzaman Hosen, MS., MEc., PhD, didampingi Kepala Divisi Penguatan Pengumpulan LAZ H. M. Abdul Kahfi, serta Kepala Divisi Penguatan Pendistribusian dan Pendayagunaan LAZ, Tatiek. Dari LAZISNU PBNU hadir Ketua Habib Ali Hasan Al Bahar, Lc, MA, Direktur Eksekutif Riri Khariroh, dan Sekretaris Moesafa. Dalam forum itu, Prof. Nadratuzzaman menegaskan bahwa taruhan besar zakat ke depan adalah digitalisasi. Menurutnya, tanpa pemanfaatan teknologi, mustahil zakat bisa dikelola secara transparan, akuntabel, dan terintegrasi dalam skala nasional. “Digitalisasi bukan hanya soal aplikasi, tapi ekosistem. Zakat harus dikelola dengan sistem yang bisa dipercaya publik, sehingga muzakki yakin, mustahik terlindungi, dan lembaga semakin kuat,” kata Nadratuzzaman. Isu digitalisasi zakat memang menjadi pekerjaan rumah bersama. Publik kerap menyoroti tumpang tindih program antar-lembaga, minimnya keterhubungan data, dan keraguan atas transparansi distribusi dana. Di sinilah sinergi antara BAZNAS dan LAZISNU PBNU diuji: apakah mampu menjawab kegelisahan umat, atau sekadar menambah panjang daftar nota kesepahaman. Pertemuan ditutup dengan komitmen memperkuat koordinasi, meningkatkan integrasi data, serta membuka ruang kolaborasi lebih luas di bidang pengumpulan dan pendayagunaan zakat. Semua pihak sepakat, transformasi digital bukan lagi pilihan, melainkan keharusan.
BERITA23/08/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
Audiensi dengan Mendagri, BAZNAS RI Ingatkan: Potensi Zakat Bisa Jadi Solusi Kemiskinan Daerah
Audiensi dengan Mendagri, BAZNAS RI Ingatkan: Potensi Zakat Bisa Jadi Solusi Kemiskinan Daerah
Audiensi BAZNAS RI dengan Mendagri: Alarm Serius untuk Pemda yang Masih Abai Jakarta - Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, melakukan audiensi dengan Menteri Dalam Negeri, Jenderal Polisi (Purn) Prof. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian, MA, Ph.D. Pertemuan berlangsung di Ruang Kerja Menteri A lantai 2, Jakarta, Jumat (22/8/2025). Pertemuan itu dihadiri jajaran pimpinan BAZNAS RI. Hadir antara lain Pimpinan Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Hj. Saidah Sakwan, MA; Pimpinan Bidang Transformasi Digital Prof. Ir. KH. Muhammad Nadratuzzaman Hosen, MS., MEc., Ph.D; Pimpinan Bidang SDM Keuangan dan Umum Kolonel CAJ (Purn) Drs. Nur Chamdani; Deputi II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Dr. KH. M. Imdadun Rahmat, M.Si; Direktur Pendayagunaan dan Layanan CSR Eka Budhi Sulistyo; serta Kepala Divisi Kesehatan Siti Masturoh. Dari Kemendagri, tampak hadir Dirjen Administrasi Kewilayahan Dr. Syafrizal ZA; Sekretaris BNPP Komjen Pol Makhruzi Rahman, SIK, MH; Kelompok Ahli BNPP Dr. Nurcholis; dan Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setjen Kemendagri Dr. Drs. Andi Ony Prihartono, M.Si. Kritik Halus untuk Pemda Audiensi ini bukan hanya membahas penguatan sinergi pusat dan daerah, tapi juga menjadi sinyal kritik bagi pemerintah kabupaten/kota. Masih banyak BAZNAS di daerah yang berjalan sendiri dengan minim dukungan dari pemerintah setempat. “Zakat adalah instrumen sosial-ekonomi yang bisa langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Tanpa dukungan kepala daerah, peran ini tidak akan maksimal,” tegas Noor Achmad. Ironinya, di saat pemerintah pusat menargetkan penghapusan kemiskinan ekstrem, sejumlah pemerintah daerah justru belum menjadikan BAZNAS sebagai mitra strategis. Potensi zakat yang besar sering terhambat karena kurangnya dukungan regulasi, kolaborasi, hingga fasilitasi. Pesan Mendagri Tito Menteri Tito menegaskan pentingnya sinergi pemda dengan BAZNAS. Menurutnya, zakat yang dikelola dengan baik bisa langsung menyasar kebutuhan masyarakat miskin. “Kepala daerah harus bersinergi dengan BAZNAS dalam penanggulangan kemiskinan,” kata Tito. Audiensi ini menjadi alarm serius. Jika pemerintah daerah terus abai, kesempatan besar untuk menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat miskin bisa hilang. Saatnya kepala daerah turun tangan, bukan hanya memberi dukungan formal, tapi benar-benar melibatkan BAZNAS sebagai mitra pembangunan sosial di wilayah masing-masing.
BERITA23/08/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Minahasa.

Lihat Daftar Rekening →