WhatsApp Icon
Kemdiktisaintek dan BAZNAS Siapkan Kolaborasi Besar! Beasiswa Mahasiswa Indonesia hingga Palestina Jadi Fokus Utama

Jakarta – Komitmen memperluas akses pendidikan tinggi bagi generasi muda Indonesia terus diperkuat. Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) mulai menjajaki kerja sama strategis yang diyakini dapat membuka peluang pendidikan lebih luas, sekaligus memperkuat pemberdayaan masyarakat berbasis zakat.

Langkah besar tersebut dibahas dalam pertemuan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto dengan Ketua Badan Amil Zakat Nasional, Sodik Mudjahid, di Kantor Kemdiktisaintek, Jakarta, Kamis (18/6/2026).

Pertemuan tersebut menjadi sinyal kuat hadirnya sinergi antara pemerintah dan lembaga pengelola zakat nasional dalam membangun sumber daya manusia unggul melalui jalur pendidikan tinggi.

Menteri Brian Yuliarto menegaskan bahwa peningkatan Angka Partisipasi Kasar Perguruan Tinggi (APK PT) menjadi salah satu agenda penting pemerintah sebagaimana arahan Presiden Prabowo Subianto.

Menurutnya, masih banyak lulusan SMA dan sederajat yang memiliki potensi besar, namun terkendala faktor ekonomi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.

"Kami berharap terdapat kolaborasi yang bisa berjalan sinergis dengan arahan Bapak Presiden untuk meningkatkan angka partisipasi mahasiswa Indonesia, serta memajukan pendidikan tinggi Indonesia," ujar Brian.

Ia menilai dukungan pembiayaan pendidikan menjadi salah satu instrumen paling efektif untuk memastikan tidak ada generasi muda yang kehilangan kesempatan mengenyam pendidikan tinggi hanya karena keterbatasan biaya.

Di sisi lain, Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid menegaskan bahwa sektor pendidikan merupakan salah satu prioritas utama pendayagunaan zakat nasional.

Menurutnya, paradigma pengelolaan zakat saat ini terus diarahkan menuju program-program yang bersifat produktif dan berkelanjutan. Karena itu, pendidikan dipandang sebagai investasi jangka panjang yang mampu memutus rantai kemiskinan dan melahirkan generasi unggul.

"Tahun ini, BAZNAS mengarahkan program pendistribusian zakat tidak hanya bersifat bantuan konsumtif, tetapi juga lebih menitikberatkan pada pemberdayaan masyarakat," jelas Sodik.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai program beasiswa, penguatan kapasitas masyarakat, hingga dukungan terhadap riset dan inovasi yang melibatkan perguruan tinggi di Indonesia.

Menariknya, pembahasan kerja sama ini tidak hanya menyasar mahasiswa Indonesia. Kemdiktisaintek dan BAZNAS juga menjajaki peluang pemberian beasiswa magister bagi mahasiswa Palestina untuk melanjutkan studi di Indonesia.

Program ini dipandang sebagai bagian dari kontribusi Indonesia dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia Palestina di tengah berbagai tantangan yang mereka hadapi.

Pimpinan BAZNAS Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, Idy Muzayyad, menjelaskan bahwa program tersebut juga akan memberikan dampak positif bagi perguruan tinggi Indonesia.

"Kami ingin mendorong mahasiswa luar negeri juga untuk berkuliah di Indonesia. Hal ini juga dapat meningkatkan indeks perguruan tinggi di Indonesia. Dengan fokus ke jenjang magister, SDM Palestina juga akan siap untuk membangun kembali," kata Idy.

Kolaborasi Kemdiktisaintek dan BAZNAS menjadi bukti bahwa zakat tidak hanya berperan sebagai instrumen sosial keagamaan, tetapi juga dapat menjadi motor penggerak pembangunan sumber daya manusia yang berkelanjutan.

Jika kerja sama ini terealisasi, ribuan mahasiswa berpotensi memperoleh akses pendidikan yang lebih luas, sementara perguruan tinggi Indonesia akan semakin terbuka sebagai pusat pembelajaran bagi mahasiswa internasional.

Di tengah upaya mewujudkan Indonesia Emas 2045, sinergi antara dunia pendidikan dan pengelolaan zakat nasional diharapkan menjadi langkah konkret dalam mencetak generasi yang cerdas, berdaya saing, dan siap menghadapi tantangan global.

18/06/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa
Prof. Azrai Dorong Petani Binaan BAZNAS Minahasa Naik Kelas Jadi Penangkar Benih Nasional

MINAHASA – Harapan baru bagi kemandirian petani di Kabupaten Minahasa kembali menguat. Rabu (17/6/2026), pakar pemulia jagung nasional dari Universitas Hasanuddin (UNHAS) Makassar, Prof. Dr. Muhammad Azrai, SP., MP, kembali mengunjungi lahan binaan kolaborasi BAZNAS Kabupaten Minahasa bersama mantan Ketua Pengadilan Agama Tondano, Al Gazali Mus, yang kini menjabat sebagai Wakil Ketua Pengadilan Agama Sidrap.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari pendampingan berkelanjutan yang telah dilakukan selama beberapa tahun terakhir kepada Kelompok Tani Paguyuban Matuari Jaton, sebuah kelompok tani yang kini dipersiapkan untuk naik kelas dari petani budidaya jagung konsumsi menjadi penangkar benih jagung sumber (parent seed) grade A.

Dalam arahannya kepada petani, Prof. Azrai menjelaskan bahwa program yang dijalankan saat ini merupakan bagian dari kegiatan Unit Produksi Benih Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin yang bertujuan menghasilkan benih penjenis atau benih sumber berkualitas tinggi.

"Kita ingin kelompok tani ini naik kelas. Kalau sebelumnya petani hanya menjual tongkol atau jagung konsumsi, sekarang kita melatih mereka menghasilkan benih. Nilai ekonominya jauh lebih tinggi. Benih yang lolos seleksi dapat memiliki harga hingga empat kali lipat dibanding harga jagung konsumsi," ujar Prof. Azrai.

Menurutnya, Kelompok Tani Paguyuban Matuari Jaton dipilih secara khusus untuk mendapatkan pendampingan intensif agar mampu menghasilkan benih penjenis berkualitas tinggi yang nantinya dapat didistribusikan kepada perusahaan-perusahaan benih mitra Universitas Hasanuddin.

"Kami tidak langsung memperluas ke kelompok lain. Fokus kami saat ini adalah memastikan kelompok ini benar-benar mampu menghasilkan benih penjenis grade A. Jika berhasil, maka ke depan petani dapat berkembang menjadi produsen benih komersial dan memiliki kontrak produksi dengan mitra-mitra kami," jelasnya.

Prof. Azrai juga menegaskan bahwa tim Universitas Hasanuddin akan terus melakukan pendampingan teknis, pengawasan mutu genetik, serta pengujian berbagai varietas unggul baru di lahan tersebut.

Tidak hanya memberikan arahan teknis, pada kesempatan itu Prof. Azrai juga menyerahkan bantuan alat pemipil jagung kepada kelompok tani. Bantuan tersebut disaksikan langsung oleh jajaran BAZNAS Minahasa dan para petani binaan sebagai bentuk dukungan nyata terhadap peningkatan produktivitas pascapanen.

Dalam kesempatan yang sama, Prof. Azrai memberikan apresiasi terhadap keterlibatan BAZNAS Minahasa yang secara konsisten mendampingi kelompok tani sejak awal program berjalan.

"Kami senang karena ada BAZNAS yang mendampingi kelompok tani. Ini adalah bentuk nyata pemberdayaan umat agar masyarakat mampu memperoleh keuntungan yang lebih baik dan meningkatkan kesejahteraan petani. Dari yang kami lihat, pertumbuhan jagung yang didampingi BAZNAS sangat baik dan memiliki prospek yang menjanjikan untuk produksi benih," ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Minahasa, Sahlan Kokalo, yang turut mendampingi Prof. Azrai selama kunjungan lapangan, menyampaikan apresiasi atas komitmen dan perhatian yang terus diberikan oleh Universitas Hasanuddin kepada petani binaan BAZNAS.

"Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas kunjungan serta pendampingan berkelanjutan yang diberikan Prof. Azrai dan tim Universitas Hasanuddin. Ini bukan sekadar kunjungan, tetapi investasi ilmu pengetahuan yang luar biasa bagi petani kami. Melalui pendampingan ini, petani tidak lagi hanya menjadi produsen jagung konsumsi, tetapi dipersiapkan menjadi penangkar benih yang memiliki nilai ekonomi jauh lebih tinggi," ujar Sahlan.

Menurutnya, program tersebut sejalan dengan misi BAZNAS dalam mengubah pola bantuan konsumtif menjadi pemberdayaan produktif yang berkelanjutan.

"BAZNAS ingin menghadirkan program yang benar-benar mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ketika petani mampu menghasilkan benih berkualitas dan mendapatkan nilai jual yang lebih tinggi, maka mereka tidak hanya bertahan secara ekonomi, tetapi juga berkembang dan menjadi lebih mandiri. Inilah makna pemberdayaan yang sesungguhnya," tambahnya.

Sahlan menegaskan bahwa keberhasilan program tersebut merupakan hasil kolaborasi banyak pihak, mulai dari akademisi, pemerintah, tokoh masyarakat, hingga para petani yang memiliki semangat belajar dan berinovasi.

"Kami percaya kolaborasi adalah kunci. Apa yang dimulai dari lahan sederhana di Minahasa hari ini berpotensi menjadi model pemberdayaan petani berbasis zakat yang dapat direplikasi di daerah lain. Petani kita harus naik kelas, memiliki daya saing, dan menjadi bagian penting dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional," katanya.

Mantan Ketua Pengadilan Agama Tondano yang turut menggagas kolaborasi ini, Al Gazali Mus, mengaku bahagia melihat perkembangan yang dicapai kelompok tani binaan tersebut meskipun kini dirinya telah bertugas di Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan.

"Alhamdulillah, saya merasa sangat senang melihat program ini terus berkembang. Apa yang dulu kita mulai bersama kini menunjukkan hasil yang nyata. Semoga program ini semakin bermanfaat bagi petani dan masyarakat sekitar," ujarnya.

Ia juga menyampaikan dukungan moril kepada para petani agar terus menjaga semangat dan komitmen dalam mengembangkan usaha pertanian mereka.

"Semangat terus untuk para petani. Jangan pernah berhenti belajar dan berusaha. Insyaallah saat panen jagung tetua nanti, saya akan berusaha ikut bergabung kembali untuk melihat hasil perjuangan bersama ini," ungkap Al Gazali.

Kunjungan Prof. Azrai kali ini menjadi penanda penting bahwa Kelompok Tani Paguyuban Matuari Jaton sedang memasuki fase baru dalam pengembangan usaha tani berbasis teknologi dan inovasi.

Dengan dukungan Universitas Hasanuddin, BAZNAS Minahasa, serta para mitra strategis lainnya, kelompok tani tersebut diharapkan tidak hanya menjadi produsen jagung konsumsi, tetapi berkembang menjadi sentra produksi benih unggul yang mampu memasok kebutuhan perusahaan-perusahaan benih nasional.

17/06/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS RI dan Ponpes Al Fath Lepas 18 Dai ke Pulau Buru, Perkuat Pembinaan Mualaf di Wilayah 3T

Sukabumi – Komitmen memperkuat pembinaan umat hingga ke pelosok negeri kembali ditunjukkan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI. Bersama Pondok Pesantren Modern Dzikir Al Fath Sukabumi, BAZNAS RI resmi melepas 18 dai yang akan bertugas di Pulau Buru, Maluku, melalui Program Ustad Garis Depan (UGD) VIII.

Para dai tersebut akan menjalankan misi dakwah, pendidikan, dan pendampingan bagi masyarakat mualaf yang berada di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T), sekaligus menjadi sahabat dan pembimbing bagi masyarakat yang membutuhkan penguatan pemahaman keislaman.

Prosesi pelepasan berlangsung di Pondok Pesantren Modern Al Fath, Sukabumi, Rabu (17/6/2026), dan dihadiri Wakil Ketua BAZNAS RI Dr. H. Zainut Tauhid Sa'adi, M.Si., Pimpinan Ponpes Al Fath Prof. Dr. KH. M. Fajar Laksana, S.E., CQM., MM., Ph.D., Direktur Penerangan Agama Islam Kementerian Agama RI Dr. Muchlis M. Hanafi, Lc., M.A., serta sejumlah tokoh agama dan pejabat daerah.

Dalam sambutannya, Wakil Ketua BAZNAS RI Zainut Tauhid Sa'adi menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS dalam menghadirkan manfaat zakat yang lebih luas, khususnya bagi kelompok mualaf dan fisabilillah yang membutuhkan pendampingan berkelanjutan.

"BAZNAS berperan sebagai jembatan yang menghubungkan para muzaki dengan mustahik. Salah satu kelompok yang menjadi perhatian kami adalah mualaf dan fisabilillah. Karena itu, program kemitraan dakwah ini menjadi bagian penting dalam menghadirkan manfaat zakat bagi masyarakat yang membutuhkan pendampingan keagamaan," ujar Zainut.

Menurutnya, kolaborasi antara BAZNAS RI dan Ponpes Al Fath menjadi contoh sinergi yang produktif dalam memperluas jangkauan dakwah Islam di Indonesia. Ia menggambarkan kerja sama tersebut sebagai "gayung bersambut", di mana pesantren menyiapkan sumber daya dai yang kompeten, sementara BAZNAS memberikan dukungan program dan pendanaan agar misi dakwah dapat berjalan optimal.

Lebih lanjut, Zainut mengingatkan para dai yang akan bertugas agar mengedepankan dakwah bil hikmah, yaitu menyampaikan ajaran Islam dengan penuh kebijaksanaan, keteladanan, dan pendekatan yang menyejukkan.

"Dakwah tidak dilakukan dengan cara menghakimi atau menyalahkan. Tugas dai adalah merangkul, membimbing, dan mendampingi masyarakat dengan penuh kearifan agar mereka semakin memahami dan mencintai ajaran Islam," katanya.

Ia menekankan bahwa keberhasilan dakwah tidak hanya diukur dari banyaknya ceramah yang disampaikan, tetapi juga dari kemampuan seorang dai membangun kedekatan dan kepercayaan masyarakat.

Menurutnya, para mualaf dan masyarakat yang masih minim pemahaman keagamaan membutuhkan sentuhan dakwah yang humanis dan penuh empati.

"Jika menghadapi masyarakat yang belum banyak mengenal ajaran Islam, maka yang harus dikedepankan adalah pendekatan yang humanis dan membangun kedekatan. Dai hadir untuk membimbing, bukan menghakimi," tambahnya.

Program Ustad Garis Depan selama ini menjadi salah satu program unggulan dalam memperkuat dakwah di wilayah-wilayah yang masih membutuhkan pembinaan intensif. Selain memberikan penguatan akidah, para dai juga akan terlibat dalam berbagai kegiatan pendidikan, pembinaan keluarga, pelatihan keagamaan, hingga pemberdayaan masyarakat.

Melalui pengiriman 18 dai ke Pulau Buru, BAZNAS RI dan Ponpes Al Fath berharap kualitas pembinaan mualaf dapat semakin meningkat serta melahirkan komunitas muslim yang lebih mandiri, berdaya, dan memiliki pemahaman keislaman yang kuat.

Di tengah tantangan dakwah di daerah terpencil, program ini menjadi bukti nyata bahwa zakat tidak hanya menghadirkan bantuan materi, tetapi juga menjadi instrumen strategis dalam membangun akidah, memperkuat ukhuwah Islamiyah, serta menghadirkan cahaya pendidikan dan pembinaan hingga ke pelosok Nusantara.

17/06/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa
Bantu Palestina, BAZNAS Jabar Salurkan Kurban dan Sedekah Daging Melalui BAZNAS RI

JAKARTA – Solidaritas masyarakat Indonesia untuk rakyat Palestina terus mengalir tanpa henti. Di tengah situasi kemanusiaan yang masih memprihatinkan akibat konflik berkepanjangan, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Barat menyalurkan amanah kurban dan sedekah daging bagi masyarakat Palestina melalui BAZNAS RI.

Penyerahan bantuan tersebut dilakukan secara simbolis di Jakarta, Senin (8/6/2026), sebagai bentuk kepedulian dan dukungan nyata masyarakat Jawa Barat terhadap saudara-saudara di Palestina yang hingga kini masih menghadapi berbagai keterbatasan akibat krisis kemanusiaan.

Total bantuan yang disalurkan meliputi Program Kurban Palestina senilai Rp147.500.000, Program Sedekah Daging Palestina sebesar Rp82.600.000, serta Program Sedekah Daging Kemasan senilai Rp21.000.000.

Wakil Ketua BAZNAS RI, Dr. H. Zainut Tauhid Sa'adi, M.Si., menyampaikan apresiasi atas tingginya kepedulian masyarakat Jawa Barat yang terus menunjukkan empati dan solidaritas terhadap rakyat Palestina.

Menurutnya, bantuan yang dihimpun melalui BAZNAS Jawa Barat menjadi bukti bahwa nilai kemanusiaan dan ukhuwah Islamiyah masih tumbuh kuat di tengah masyarakat Indonesia.

"Kami sangat mengapresiasi kepedulian masyarakat Jawa Barat yang disalurkan melalui BAZNAS Jabar untuk membantu meringankan beban saudara-saudara kita di Palestina yang sedang berjuang di tengah kondisi konflik," ujar Zainut.

Ia menjelaskan, program kurban dan sedekah daging tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan dan gizi masyarakat Palestina yang saat ini menghadapi berbagai tantangan kehidupan akibat dampak konflik yang berkepanjangan.

Lebih dari sekadar bantuan makanan, kata Zainut, program ini juga menjadi simbol harapan dan kasih sayang dari masyarakat Indonesia kepada rakyat Palestina agar mereka tetap merasakan perhatian dan dukungan dari dunia internasional.

"BAZNAS RI berkomitmen penuh untuk memastikan seluruh amanah kurban dan sedekah daging ini disalurkan secara amanah, transparan, dan tepat sasaran agar keberkahan hari raya dapat dirasakan di Palestina," tegasnya.

Komitmen tersebut menjadi bagian dari upaya BAZNAS RI dalam menjaga kepercayaan para muzaki sekaligus memastikan setiap bantuan yang dihimpun dapat memberikan manfaat optimal bagi penerima manfaat di wilayah terdampak konflik.

Bagi masyarakat Palestina, bantuan pangan memiliki arti yang sangat penting. Di tengah keterbatasan akses terhadap kebutuhan pokok, distribusi daging kurban dan sedekah menjadi sumber nutrisi sekaligus penguat semangat bagi keluarga-keluarga yang sedang menghadapi masa sulit.

Momentum Iduladha juga menjadi pengingat bahwa nilai pengorbanan, kepedulian, dan berbagi tidak mengenal batas wilayah maupun kebangsaan. Semangat tersebut tercermin dari partisipasi masyarakat Jawa Barat yang mempercayakan amanah kemanusiaannya melalui BAZNAS.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Deputi I BAZNAS RI Bidang Pengumpulan H. M. Arifin Purwakananta, S.I.Kom., M.I.Kom., CWC, CFRM., Direktur Penguatan Pengumpulan Nasional H. Fitriansyah Agus Setiawan, S.Sos., M.I.Kom., CFRM., Kepala Divisi Penguatan Pengumpulan BAZNAS Adhi Kelvianto Septa Pradana, S.H., S.Hum., serta jajaran BAZNAS Provinsi Jawa Barat yang dipimpin Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan Dr. H. Ijang Faisal, S.Ag., M.Si.

Melalui kolaborasi dan sinergi yang terus diperkuat, BAZNAS berharap semakin banyak masyarakat yang tergerak untuk menyalurkan zakat, infak, sedekah, maupun kurban sebagai wujud kepedulian terhadap sesama, khususnya bagi saudara-saudara yang tengah menghadapi krisis kemanusiaan.

Bantuan yang diberikan hari ini bukan hanya tentang daging kurban yang sampai ke tangan penerima manfaat, melainkan juga tentang pesan persaudaraan, harapan, dan kepedulian yang menembus batas negara. Dari Indonesia untuk Palestina, semangat kemanusiaan terus hidup dan menguatkan mereka yang sedang berjuang untuk bertahan.

08/06/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS RI dan BI Libatkan Kreator Konten, Zakat Siap Menembus Jutaan Layar Digita

PALEMBANG – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Bank Indonesia (BI) terus memperkuat gerakan literasi zakat dan ekonomi syariah melalui pendekatan yang semakin relevan dengan perkembangan zaman. Salah satunya dengan menggandeng para kreator konten sebagai agen edukasi digital yang mampu menjangkau jutaan masyarakat, khususnya generasi muda.

Komitmen tersebut mengemuka dalam kegiatan Training of Trainer (ToT) Kreator Konten yang menjadi bagian dari rangkaian Festival Syariah (FESYar) Regional Sumatera 2026 di Hotel Santika Palembang, Sumatera Selatan.

Kepala Biro Komunikasi Publik dan Publikasi (BKPU) BAZNAS RI, Ndari Rumi Widyawati, menegaskan keterlibatan kreator konten menjadi langkah strategis dalam memperluas pemahaman masyarakat tentang zakat sebagai instrumen penting pembangunan ekonomi umat.

"Kami mengapresiasi inisiatif Bank Indonesia yang melibatkan para kreator konten dalam penguatan literasi zakat. Di era digital saat ini, konten yang edukatif dan inspiratif memiliki daya jangkau yang sangat luas sehingga mampu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya zakat sebagai kekuatan keuangan sosial Islam," ujar Ndari.

FESYar Sumatera 2026 mengusung tema "Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah Regional Berkelanjutan melalui Sinergi dan Transformasi Digital". Kegiatan ini menghadirkan berbagai program penguatan kapasitas, mulai dari ToT Kreator Konten, ToT Dai dan Daiyah, hingga Sertifikasi Nazhir Wakaf yang diikuti sekitar 150 peserta dari berbagai daerah di Pulau Sumatera.

Dalam sesi ToT Kreator Konten, Kabag Humas sekaligus Pemimpin Redaksi Kantor Digital BAZNAS RI, Yudhiarma MK, bersama Koordinator Komunikasi Lembaga (Corcom) Rayhanul Iman (Roy) membagikan strategi publikasi digital melalui konsep Zakat News Network (ZNN).

Yudhiarma menjelaskan, BAZNAS RI telah membangun ekosistem media konvergensi yang mengintegrasikan media konvensional dan digital untuk memperluas dakwah zakat secara masif.

Menurutnya, transformasi digital yang dilakukan BAZNAS dalam lima tahun terakhir menunjukkan hasil signifikan. Saat ini jaringan Kantor Digital BAZNAS telah mengelola sekitar 420 website dengan total pembaca mencapai lebih dari enam juta orang.

Tak hanya itu, jangkauan kanal digital BAZNAS juga mengalami lonjakan drastis. Reach YouTube meningkat dari sekitar 1,1 juta pada 2021 menjadi 24,6 juta pada 2025, sementara platform X (Twitter) tumbuh dari 309 ribu menjadi 1,8 juta jangkauan pada periode yang sama.

"Media digital telah menjadi sarana dakwah yang sangat efektif. Karena itu, para kreator konten memiliki peran penting dalam menyampaikan pesan-pesan zakat dan ekonomi syariah kepada masyarakat secara kreatif, menarik, dan mudah dipahami," kata Yudhiarma.

Menariknya, peserta juga diajak memahami pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI) seperti Gemini, DeepSeek, dan ChatGPT dalam proses produksi konten digital dan karya jurnalistik.

Menurut Yudhiarma, kehadiran AI mampu membantu kreator konten maupun jurnalis bekerja lebih cepat dan efisien dalam menghasilkan berbagai bentuk konten.

"Saat ini AI sangat membantu dalam pembuatan berita, artikel, maupun konten digital lainnya. Namun teknologi ini tetap harus digunakan secara bijak dan bertanggung jawab," ujarnya.

Ia mengingatkan bahwa penggunaan AI dalam dunia jurnalistik tetap harus berpedoman pada Kode Etik Jurnalistik (KEJ) dan regulasi yang telah ditetapkan Dewan Pers.

"Secanggih apa pun AI, tetap saja ia adalah alat bantu. Akurasi, verifikasi, dan tanggung jawab jurnalistik tetap berada di tangan manusia," tegasnya.

Sebagai bentuk adaptasi terhadap perkembangan teknologi, Dewan Pers telah menerbitkan Peraturan Dewan Pers Nomor 1 Tahun 2025 tentang Pedoman Penggunaan Kecerdasan Buatan dalam Karya Jurnalistik, yang menjadi rujukan bagi perusahaan media dalam memanfaatkan AI secara profesional dan bertanggung jawab.

Sementara itu, ToT Kreator Konten mengusung tema "From Scroll to Impact: Mengubah Konten Digital Menjadi Gerakan Ekonomi Syariah". Tema tersebut merefleksikan semangat untuk mengubah aktivitas digital sehari-hari menjadi gerakan edukasi yang berdampak nyata bagi penguatan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia.

Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh pembekalan mengenai ekonomi syariah, pengelolaan zakat dan wakaf, keuangan komersial syariah, hingga teknik produksi konten digital yang kreatif dan efektif.

Di waktu yang sama, Bank Indonesia juga menyelenggarakan ToT Dai dan Daiyah guna memperkuat kapasitas para pendakwah dalam menyampaikan materi ekonomi syariah secara komprehensif kepada masyarakat. Selain itu, Sertifikasi Nazhir Wakaf digelar untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme pengelola wakaf dalam mengoptimalkan pemanfaatan aset wakaf secara produktif dan berkelanjutan.

Dengan melibatkan regulator, akademisi, praktisi, lembaga zakat dan wakaf, serta kreator konten nasional, FESYar Sumatera 2026 diharapkan menjadi katalisator lahirnya generasi penggerak ekonomi syariah yang mampu memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana dakwah, edukasi, dan pemberdayaan umat.

07/06/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa

Berita Terbaru

Gubernur Pramono Resmikan Program Bedah Rumah, 26 Warga Jakarta Terima Kunci Hunian Layak
Gubernur Pramono Resmikan Program Bedah Rumah, 26 Warga Jakarta Terima Kunci Hunian Layak
Jakarta – Kabar gembira datang bagi warga kurang mampu di Ibu Kota. Pramono Anung meresmikan program bedah rumah dan menyerahkan secara simbolis kunci hunian kepada sejumlah warga di kawasan Jalan Serdang Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (16/3/2026). Program ini merupakan kolaborasi antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan BAZNAS (BAZIS) Provinsi DKI Jakarta dalam menghadirkan rumah yang lebih layak, aman, dan sehat bagi masyarakat yang membutuhkan. Pada tahap awal ini, sebanyak 26 unit rumah berhasil direnovasi dengan sebaran di berbagai wilayah Jakarta. Rinciannya, 10 unit di Jakarta Pusat, 4 unit di Jakarta Barat, 11 unit di Jakarta Selatan, dan 1 unit di Jakarta Utara. Setiap rumah mendapatkan dukungan anggaran renovasi sekitar Rp50 juta hingga Rp55 juta, dengan waktu pengerjaan rata-rata tiga minggu hingga satu bulan. Selama proses renovasi berlangsung, BAZNAS (BAZIS) Provinsi DKI Jakarta juga menanggung biaya sewa tempat tinggal sementara bagi pemilik rumah agar mereka tetap memiliki tempat tinggal yang layak. Dalam kesempatan tersebut, Pramono menegaskan bahwa program bedah rumah ini akan terus diperluas agar semakin banyak warga yang merasakan manfaatnya. “Tadi saya meminta kepada penyelenggara, terutama BAZNAS (BAZIS), untuk berkolaborasi dengan BUMD dan BUMN agar semua agama diberikan kesempatan mendapatkan program bedah rumah ini,” ujar Pramono Anung. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sendiri menargetkan sekitar 633 rumah akan direnovasi pada tahun 2026, sementara program serupa yang dilaksanakan pada tahun 2025 telah terealisasi sepenuhnya. Sementara itu, Ketua BAZNAS (BAZIS) Provinsi DKI Jakarta, Akhmad H. Abubakar menjelaskan bahwa program bedah rumah merupakan bagian dari pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ia mengungkapkan bahwa sejak tahun 2019 hingga 2025, pihaknya telah berhasil merenovasi sebanyak 3.509 unit rumah yang tersebar di lima wilayah kota administrasi DKI Jakarta serta Kepulauan Seribu. “Kami mengucapkan terima kasih kepada para muzaki yang telah menyalurkan ZIS melalui BAZNAS (BAZIS) Provinsi DKI Jakarta. Dukungan tersebut memungkinkan berbagai program kemaslahatan, termasuk bedah rumah bagi masyarakat yang membutuhkan, dapat terus berjalan dan memberikan manfaat nyata,” kata Akhmad H. Abubakar. Ia menambahkan, keberhasilan program ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, DPRD, hingga mitra strategis dari sektor BUMN, BUMD, dan swasta. “Melalui kolaborasi tersebut, kami berharap semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaat program ini dan memiliki hunian yang lebih layak, aman, dan sehat,” ujarnya. Program bedah rumah ini menjadi bukti nyata bagaimana dana zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun melalui BAZNAS (BAZIS) Provinsi DKI Jakarta mampu menghadirkan perubahan nyata bagi kehidupan masyarakat. Tak sekadar memperbaiki bangunan, program ini juga menghadirkan harapan baru bagi warga, sekaligus menjadi langkah konkret dalam mewujudkan hunian yang layak dan kehidupan yang lebih sejahtera bagi masyarakat Jakarta.
BERITA16/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Mengapa UPZ Wajib Melapor ke BAZNAS? Ini Penjelasan yang Banyak Belum Dipahami Pengurus Masjid
Mengapa UPZ Wajib Melapor ke BAZNAS? Ini Penjelasan yang Banyak Belum Dipahami Pengurus Masjid
Pengelolaan zakat di Indonesia saat ini telah memiliki sistem yang jelas dan terstruktur. Dalam sistem tersebut, keberadaan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) memegang peranan yang sangat penting karena berada paling dekat dengan masyarakat, khususnya di lingkungan masjid, instansi, maupun komunitas. Namun dalam praktiknya, masih ada sebagian pengurus UPZ yang bertanya-tanya: apakah UPZ wajib melaporkan pengelolaan zakat kepada BAZNAS? Pertanyaan ini sering muncul karena belum semua pengurus memahami bagaimana sistem pengelolaan zakat nasional bekerja. Padahal dalam regulasi yang berlaku, UPZ memang memiliki kewajiban untuk melaporkan kegiatan penghimpunan dan penyaluran zakat kepada Badan Amil Zakat Nasional sebagai lembaga resmi negara yang mengoordinasikan pengelolaan zakat di Indonesia. Pengelolaan zakat di Indonesia diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat. Undang-undang ini menegaskan bahwa pengelolaan zakat secara nasional berada di bawah koordinasi Badan Amil Zakat Nasional. Dalam sistem ini, UPZ dibentuk sebagai perpanjangan tangan BAZNAS untuk membantu menghimpun zakat di tingkat yang lebih dekat dengan masyarakat. UPZ dapat dibentuk di berbagai tempat, seperti: masjid dan mushola instansi pemerintah perusahaan sekolah dan perguruan tinggi komunitas masyarakat Dengan adanya UPZ, penghimpunan zakat menjadi lebih mudah, terorganisir, dan menjangkau masyarakat secara luas. Dalam ajaran Islam, pengelolaan zakat merupakan bagian dari sistem sosial yang memiliki aturan yang jelas. Al-Qur’an menyebutkan bahwa salah satu golongan penerima zakat adalah amil zakat, yaitu orang-orang yang mengelola dan mengurus zakat. Hal ini dijelaskan dalam Surah At-Taubah ayat 60, yang menyebutkan delapan golongan penerima zakat (asnaf), salah satunya adalah amil. Artinya, mereka yang diberi amanah untuk mengelola zakat memiliki peran yang sangat penting dalam memastikan zakat sampai kepada yang berhak menerimanya. Mengapa UPZ Harus Melapor? Pelaporan dari UPZ kepada BAZNAS memiliki beberapa tujuan penting. Pertama, menjaga transparansi pengelolaan zakat. Zakat adalah dana umat yang harus dikelola secara terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan. Kedua, membangun sistem data zakat nasional. Melalui laporan dari UPZ, BAZNAS dapat mengetahui potensi zakat dan distribusinya di berbagai wilayah. Ketiga, meningkatkan kepercayaan masyarakat. Masyarakat akan lebih percaya ketika zakat yang mereka tunaikan dikelola secara resmi dan dilaporkan kepada lembaga yang berwenang. Keempat, memperkuat program pemberdayaan umat. Data dari UPZ membantu Badan Amil Zakat Nasional merancang berbagai program sosial, pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat yang membutuhkan. Secara umum, laporan UPZ mencakup beberapa hal penting, antara lain: 1. Laporan penghimpunan zakat zakat fitrah zakat maal infak dan sedekah 2. Laporan penyaluran zakat bantuan kepada fakir dan miskin bantuan pendidikan bantuan sosial keagamaan program pemberdayaan masyarakat 3. Laporan administrasi dan saldo dana Dengan adanya laporan ini, pengelolaan zakat dapat tercatat dengan baik dan mudah dipertanggungjawabkan. Pada praktiknya, laporan UPZ dapat dilakukan secara: bulanan triwulan atau tahunan Banyak UPZ di masjid biasanya menyampaikan laporan setelah Ramadhan, terutama terkait pengelolaan zakat fitrah, serta laporan tahunan pengelolaan zakat. Pelaporan tersebut disampaikan kepada BAZNAS di tingkat kabupaten atau kota sesuai wilayah kerja UPZ. Menjadi pengurus UPZ bukan sekadar tugas administratif, tetapi juga amanah besar dalam mengelola titipan umat. Oleh karena itu, setiap pengurus UPZ perlu menjunjung tinggi prinsip: amanah dalam pengelolaan dana transparansi dalam pelaporan akuntabilitas dalam penggunaan dana profesionalitas dalam pelayanan kepada masyarakat Ketika zakat dikelola dengan baik dan dilaporkan secara tertib kepada Badan Amil Zakat Nasional, maka zakat akan menjadi kekuatan besar dalam membantu masyarakat yang membutuhkan. Unit Pengumpul Zakat merupakan bagian penting dalam sistem pengelolaan zakat di Indonesia. Melalui kerja para pengurus UPZ di masjid, instansi, dan berbagai komunitas, zakat dapat dihimpun secara lebih luas dan disalurkan kepada masyarakat yang berhak menerimanya. Karena itu, pelaporan kepada Badan Amil Zakat Nasional bukan hanya kewajiban administratif, tetapi juga bagian dari upaya menjaga amanah umat. Dengan pengelolaan yang transparan, profesional, dan penuh keikhlasan, zakat akan terus menjadi kekuatan sosial yang mampu menghadirkan harapan, mengurangi kesenjangan, dan membangun kesejahteraan bagi masyarakat luas.
BERITA16/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Hak Amil UPZ: Penjelasan yang Masih Sering Disalahpahami Pengurus Zakat
Hak Amil UPZ: Penjelasan yang Masih Sering Disalahpahami Pengurus Zakat
Dalam sistem pengelolaan zakat di Indonesia, keberadaan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) memiliki peran yang sangat strategis. UPZ menjadi ujung tombak dalam menghimpun zakat dari masyarakat di masjid, instansi, maupun lingkungan komunitas. Melalui kerja para pengurus UPZ, zakat dapat terkumpul secara teratur dan disalurkan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan. UPZ sendiri bekerja di bawah koordinasi Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat. Karena itu, para pengurus UPZ pada hakikatnya menjalankan fungsi sebagai amil zakat, yaitu pihak yang diberi amanah untuk mengelola zakat umat secara profesional dan bertanggung jawab. Namun dalam praktiknya, masih banyak pengurus UPZ yang belum memahami secara utuh mengenai hak amil, sehingga sering muncul keraguan dalam mengelola dana operasional zakat. Dalam ajaran Islam, amil bukan hanya pengelola zakat, tetapi juga termasuk salah satu golongan yang berhak menerima bagian dari zakat. Hal ini ditegaskan dalam Al-Qur'an Surah At-Taubah ayat 60 yang menyebutkan delapan golongan penerima zakat (asnaf), salah satunya adalah amil zakat. Artinya, Islam memberikan penghargaan kepada mereka yang meluangkan waktu, tenaga, dan pikiran untuk mengurus zakat umat. Dalam praktik pengelolaan zakat yang dijalankan oleh Badan Amil Zakat Nasional, hak amil dapat mencapai maksimal 12,5 persen dari dana zakat yang dihimpun. Hak ini bukanlah bentuk keuntungan pribadi, melainkan dukungan agar pengelolaan zakat dapat berjalan dengan baik, tertib, dan profesional. Hak amil biasanya digunakan untuk mendukung berbagai kegiatan pengelolaan zakat, antara lain: operasional kegiatan UPZ administrasi dan pelaporan zakat transportasi kegiatan penghimpunan sosialisasi dan edukasi zakat kepada masyarakat serta dukungan kegiatan pelayanan umat Dengan adanya hak amil, pengurus UPZ dapat menjalankan tugasnya dengan lebih terorganisir, transparan, dan berkelanjutan. Amanah Besar yang Harus Dijaga Meski amil memiliki hak, para pengurus UPZ perlu memahami bahwa pengelolaan zakat adalah amanah besar. Dana zakat merupakan titipan umat yang harus dijaga dengan penuh kejujuran dan tanggung jawab. Karena itu, pengelolaan zakat harus selalu berpegang pada prinsip: Transparansi dalam pencatatan dan pelaporan Akuntabilitas dalam penggunaan dana Profesionalitas dalam pelayanan kepada masyarakat Keikhlasan dalam menjalankan amanah Hak amil bukanlah tujuan utama, melainkan sarana agar pengelolaan zakat dapat berjalan secara efektif dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. UPZ yang aktif, amanah, dan profesional dapat menjadi kekuatan besar dalam membangun kesejahteraan umat. Melalui kerja para pengurus UPZ, zakat tidak hanya menjadi bantuan konsumtif, tetapi juga dapat menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi masyarakat. Karena itu, pemahaman yang benar mengenai hak dan tanggung jawab amil sangat penting bagi setiap pengurus UPZ. Ketika zakat dikelola dengan baik, maka zakat akan menjadi kekuatan sosial yang mampu membantu fakir miskin, mengurangi kesenjangan, dan menghadirkan keberkahan bagi masyarakat. Keberadaan UPZ merupakan bagian penting dalam sistem pengelolaan zakat nasional yang dikoordinasikan oleh Badan Amil Zakat Nasional. Dengan memahami secara benar tentang hak amil, para pengurus UPZ dapat menjalankan amanahnya dengan lebih percaya diri, profesional, dan bertanggung jawab. Lebih dari itu, pengelolaan zakat yang baik akan menghadirkan dampak besar bagi kehidupan umat. Dari tangan para amil yang amanah, zakat akan menjadi kekuatan yang tidak hanya membantu sesama, tetapi juga membangun harapan dan kesejahteraan bagi masyarakat luas.
BERITA16/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
SK UPZ Masjid Nurut Taqwa Sea Resmi Terbit, BAZNAS Minahasa Perkuat Gerakan Zakat dari Masjid
SK UPZ Masjid Nurut Taqwa Sea Resmi Terbit, BAZNAS Minahasa Perkuat Gerakan Zakat dari Masjid
MINAHASA – Kabar baik datang dari penguatan tata kelola zakat di tingkat masjid. Surat Keputusan (SK) kepengurusan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di Masjid Nurut Taqwa Sea resmi diterbitkan oleh Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Minahasa. Terbitnya SK tersebut menjadi langkah penting dalam menata pengelolaan zakat, infak, dan sedekah agar lebih tertib, profesional, serta terintegrasi dengan sistem pengelolaan zakat nasional melalui BAZNAS. Pembentukan kepengurusan UPZ sebelumnya telah melalui proses musyawarah bersama pengurus masjid serta mendapat persetujuan dari Imam Masjid Nurut Taqwa Sea Ahad Bualo dan pengurus Badan Takmir Masjid (BTM). Dengan terbitnya SK tersebut, kepengurusan UPZ kini memiliki dasar hukum yang kuat untuk menjalankan tugas penghimpunan zakat dari para muzakki di lingkungan jamaah. Ketua BTM Masjid Nurut Taqwa Sea, Nusjri Taroreh, MH, menyampaikan rasa syukur atas terbitnya SK kepengurusan UPZ tersebut. Menurutnya, keberadaan UPZ di masjid akan memperkuat peran masjid tidak hanya sebagai pusat ibadah, tetapi juga pusat gerakan sosial umat. “Alhamdulillah, dengan terbitnya SK UPZ ini kami berharap pengelolaan zakat di lingkungan Masjid Nurut Taqwa Sea dapat berjalan lebih tertib dan terarah. Kami mendukung penuh kehadiran UPZ sebagai wadah resmi untuk menghimpun zakat, infak, dan sedekah dari jamaah agar penyalurannya lebih tepat sasaran dan membawa manfaat yang luas bagi masyarakat,” ujar Nusjri. Sementara itu, Wakil Ketua IV BAZNAS Minahasa, Sahlan Kokalo, menegaskan bahwa UPZ memiliki peran strategis sebagai perpanjangan tangan BAZNAS dalam menghimpun potensi zakat di tengah masyarakat. Menurutnya, keberadaan UPZ di masjid menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran umat untuk menunaikan zakat melalui lembaga resmi yang terpercaya. “Dengan terbitnya SK ini, kami berharap UPZ Masjid Nurut Taqwa Sea dapat menjalankan tugasnya dengan penuh amanah. UPZ bukan hanya menghimpun zakat, tetapi juga menjadi sarana edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya zakat sebagai instrumen kesejahteraan umat,” kata Sahlan. Ia juga berharap kepengurusan UPZ yang baru dapat menjadi motor penggerak gerakan zakat di tingkat masjid dan lingkungan masyarakat sekitar. “Potensi zakat di tingkat masjid sangat besar. Jika dikelola dengan baik, zakat dapat menjadi kekuatan ekonomi umat yang membantu fakir miskin, mendukung pendidikan, serta memperkuat program pemberdayaan masyarakat,” tambahnya. Terbitnya SK UPZ ini sekaligus menjadi momentum bagi jamaah Masjid Nurut Taqwa Sea untuk semakin aktif menunaikan zakat melalui sistem yang terorganisir dan terpercaya. BAZNAS Minahasa berharap langkah ini dapat menjadi contoh bagi masjid-masjid lainnya di wilayah Minahasa dalam membangun tata kelola zakat yang profesional, transparan, dan berdampak luas bagi kesejahteraan umat.
BERITA16/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Salurkan Zakat Fitrah untuk Difabel dan Dhuafa di Rawa Buaya, 80 Warga Terima Beras 5 Kg
BAZNAS Salurkan Zakat Fitrah untuk Difabel dan Dhuafa di Rawa Buaya, 80 Warga Terima Beras 5 Kg
Jakarta — Semangat kepedulian di bulan suci Ramadhan kembali diwujudkan melalui aksi nyata. Badan Amil Zakat Nasional menyalurkan bantuan zakat fitrah berupa paket beras 5 kilogram kepada 80 penerima manfaat yang terdiri dari kelompok difabel dan dhuafa di kawasan Rawa Buaya, Sabtu (14/3/2026). Penyaluran bantuan tersebut berlangsung di Rumah Belajar Winsar, sebuah pusat kegiatan bagi komunitas disabilitas prasejahtera di wilayah itu, yang diselenggarakan bekerja sama dengan MI Daarusshofa. Sekretaris Utama Badan Amil Zakat Nasional, Subhan Cholid, mengatakan penyaluran zakat fitrah ini merupakan bagian dari tanggung jawab BAZNAS dalam memastikan amanah para muzaki benar-benar sampai kepada para mustahik, terutama kelompok rentan. “Penyaluran zakat fitrah ini adalah amanah dari para muzaki yang kami prioritaskan bagi kelompok rentan, termasuk saudara-saudara kita penyandang disabilitas. Kami ingin memastikan bahwa pada hari yang fitri nanti, tidak ada keluarga yang kesulitan memenuhi kebutuhan pokoknya,” ujar Subhan. Kegiatan ini menjadi sangat berarti bagi warga komunitas disabilitas di wilayah tersebut. Banyak dari mereka hidup dalam kondisi ekonomi terbatas, bahkan harus menghadapi dampak banjir yang melanda kawasan tersebut dalam beberapa waktu terakhir. Ketua Yayasan Bina Insani Winsar, Dwi Handayatun, mengaku sangat bersyukur atas kepedulian BAZNAS. Ia mengatakan bantuan tersebut sangat membantu komunitas difabel yang selama ini berjuang dalam keterbatasan. “Saya sangat berterima kasih kepada BAZNAS. Jujur, selama bertahun-tahun saya merasa berjuang sendiri mencari bantuan untuk anak-anak disabilitas di sini. Sejak mengenal BAZNAS, saya merasa dirangkul. BAZNAS benar-benar hadir di tengah komunitas prasejahtera seperti kami,” ujarnya dengan haru. Menurut Dwi, kondisi ekonomi warga di wilayah tersebut masih cukup berat. Sebagian besar masyarakat bekerja sebagai pemulung dan buruh harian, sehingga kebutuhan dasar seperti beras sering kali menjadi beban tersendiri, terlebih setelah wilayah itu terdampak banjir dua kali dalam satu bulan terakhir. “Untuk makan sehari-hari saja kadang sulit, apalagi setelah banjir. Bantuan 80 paket beras ini sangat berarti, dan saya pastikan diterima oleh orang-orang yang benar-benar membutuhkan,” jelasnya. Salah satu penerima bantuan, Winarni, yang memiliki anak dengan disabilitas intelektual, mengaku sangat terbantu dengan bantuan zakat fitrah tersebut. Menurutnya, bagi keluarga prasejahtera seperti dirinya, beras adalah kebutuhan paling utama untuk bertahan hidup sehari-hari. “Kami sangat bersyukur mendapat bantuan ini. Terima kasih banyak kepada BAZNAS. Semoga program seperti ini terus berjalan setiap tahun, karena sangat membantu kehidupan kami,” ujarnya. Penyaluran zakat fitrah ini tidak hanya sekadar bantuan pangan, tetapi juga menjadi simbol kepedulian dan solidaritas sosial di tengah masyarakat. Melalui program ini, Badan Amil Zakat Nasional ingin memastikan bahwa keberkahan Ramadhan dapat dirasakan oleh semua kalangan, termasuk mereka yang sering kali berada di pinggiran perhatian. Di tengah keterbatasan, bantuan sederhana berupa beras 5 kilogram menjadi harapan besar bagi keluarga difabel dan dhuafa—bahwa mereka tidak sendirian. Karena pada hakikatnya, zakat bukan hanya ibadah, tetapi juga jembatan kemanusiaan yang menguatkan persaudaraan dan menghadirkan harapan bagi mereka yang membutuhkan.
BERITA15/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Salurkan 3.774 Baju Lebaran untuk Anak Palestina di Gaza dan Yerusalem
BAZNAS Salurkan 3.774 Baju Lebaran untuk Anak Palestina di Gaza dan Yerusalem
Jakarta – Kebahagiaan Lebaran juga ingin dihadirkan bagi anak-anak Palestina yang hidup di tengah situasi konflik. Badan Amil Zakat Nasional RI menyalurkan 3.774 baju Lebaran untuk anak-anak di wilayah Gaza dan Yerusalem sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas dari masyarakat Indonesia. Program bertajuk “Baju Lebaran untuk Anak-Anak Palestina” ini menjadi salah satu aksi kemanusiaan BAZNAS untuk menghadirkan kebahagiaan sederhana bagi anak-anak yang terdampak konflik berkepanjangan di wilayah tersebut. Distribusi bantuan dilakukan melalui mitra lokal agar pakaian baru dapat langsung diterima oleh anak-anak yang paling membutuhkan. Dengan demikian, mereka tetap dapat merasakan suasana hangat Idulfitri meski berada di tengah kondisi yang serba terbatas. Deputi II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Badan Amil Zakat Nasional, Imdadun Rahmat, menjelaskan bahwa program ini bukan sekadar memberikan bantuan materi, tetapi juga menyampaikan pesan kemanusiaan dari rakyat Indonesia. “Baju Lebaran ini adalah simbol kasih sayang dari masyarakat Indonesia. Kami ingin memastikan anak-anak di Gaza tidak merasa sendirian, dan mereka tetap dapat tersenyum menyambut hari raya,” ujar Imdadun dalam keterangan resminya, Minggu (15/3/2026). Menurut Imdadun, pemilihan wilayah Gaza dan Yerusalem didasarkan pada tingkat urgensi kebutuhan bantuan yang masih tinggi. Banyak keluarga di wilayah tersebut yang mengalami keterbatasan akses terhadap kebutuhan dasar. “Setiap helai pakaian yang diberikan diharapkan dapat menghadirkan kebahagiaan dan semangat baru bagi anak-anak yang menyambut hari kemenangan di tengah keterbatasan,” jelasnya. Program ini juga menjadi bagian dari komitmen Badan Amil Zakat Nasional dalam menyalurkan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) secara transparan dan tepat sasaran. Bantuan yang disalurkan merupakan hasil kepercayaan masyarakat Indonesia yang terus mengalir melalui berbagai kanal resmi BAZNAS. Imdadun mengajak masyarakat untuk terus memperkuat solidaritas kemanusiaan dengan mendukung program bantuan bagi Palestina. “Setiap donasi yang diberikan bukan sekadar bantuan materi, tetapi juga harapan bagi anak-anak Palestina agar tetap memiliki masa depan yang lebih baik,” katanya. Senyum Anak-anak Palestina Bantuan baju Lebaran tersebut disambut penuh antusias oleh anak-anak penerima manfaat. Dengan wajah ceria, mereka mencoba pakaian baru yang dikirimkan dari Indonesia. Ucapan terima kasih pun mereka sampaikan kepada masyarakat Indonesia yang telah peduli terhadap kondisi mereka. Selain program baju Lebaran, selama Ramadan 1447 H, Badan Amil Zakat Nasional juga menyalurkan berbagai bantuan kemanusiaan lainnya untuk warga Palestina, di antaranya: paket makanan (food package) layanan kesehatan penyediaan air bersih tenda permukiman dan tenda rumah selimut dan perlengkapan darurat tenda masjid tenda kelas untuk pendidikan anak-anak Program-program tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat Palestina bertahan di tengah situasi konflik sekaligus menjaga harapan bagi masa depan generasi muda mereka. Ajakan Solidaritas untuk Palestina BAZNAS mengajak masyarakat Indonesia untuk terus memperkuat solidaritas kemanusiaan dengan membantu meringankan beban warga Palestina melalui Dompet Solidaritas Palestina BAZNAS. Donasi dapat disalurkan melalui rekening: BSI 100.426.6893 a.n. Badan Amil Zakat Nasional atau melalui laman resmi: baznas.go.id/bantupalestina Dengan semangat kepedulian dan persaudaraan kemanusiaan, setiap bantuan yang disalurkan diharapkan mampu menghadirkan harapan baru bagi anak-anak Palestina—bahwa di tengah keterbatasan dan konflik, masih ada tangan-tangan kebaikan dari berbagai penjuru dunia yang peduli terhadap masa depan mereka.
BERITA15/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
“Welcome Back, dr Danu!” RSUD Sam Ratulangi Tondano Perkuat Layanan Poli Interna dengan Dokter Spesialis Penyakit Dalam
“Welcome Back, dr Danu!” RSUD Sam Ratulangi Tondano Perkuat Layanan Poli Interna dengan Dokter Spesialis Penyakit Dalam
Tondano – Kabar baik bagi masyarakat Minahasa. RSUD Sam Ratulangi Tondano resmi memperkuat pelayanan kesehatan dengan bergabungnya dokter spesialis penyakit dalam, Anugrah Perdana Masloman, MARS, Sp.PD, yang akrab disapa dr Danu Masloman. Melalui pengumuman resmi di akun media sosial rumah sakit, manajemen menyampaikan ucapan “Selamat datang dan selamat bergabung kembali di Poli Interna, dr Danu Masloman.” Kembalinya dokter yang dikenal dekat dengan masyarakat ini menjadi tambahan kekuatan dalam meningkatkan pelayanan kesehatan bagi pasien di wilayah Minahasa dan sekitarnya. Sebelum melanjutkan pendidikan dokter spesialis, dr Danu dikenal sebagai dokter yang aktif melayani masyarakat di fasilitas kesehatan tingkat pertama. Setelah menyelesaikan pendidikan Spesialis Penyakit Dalam (Sp.PD), kini ia kembali mengabdikan diri di RSUD Sam Ratulangi Tondano dengan pengalaman dan kompetensi medis yang lebih luas. Kehadirannya di Poli Interna diharapkan semakin memperkuat tim dokter spesialis yang telah ada sebelumnya dalam memberikan pelayanan kesehatan yang profesional dan komprehensif bagi masyarakat. Bagi masyarakat yang membutuhkan layanan konsultasi dan pemeriksaan penyakit dalam, dr Danu dijadwalkan melayani pasien dengan jadwal: Senin : pukul 10.00 WITA – selesai Kamis : pukul 10.00 WITA – selesai Jumat : pukul 10.00 WITA – selesai Poli penyakit dalam melayani berbagai pemeriksaan dan penanganan gangguan kesehatan pada organ dalam, seperti penyakit metabolik, gangguan pencernaan, hipertensi, diabetes, hingga penyakit kronis lainnya yang memerlukan penanganan dokter spesialis. Pengumuman bergabungnya dr Danu mendapat banyak respons positif dari masyarakat, khususnya pasien yang pernah merasakan pelayanan beliau sebelumnya. Salah satu komentar datang dari Marlyn Walalangi, seorang pensiunan perawat yang pernah bertugas di RSUD Sam Ratulangi Tondano. Ia mengenang kebersamaan saat melayani pasien. “Dokter Danu Masloman tersayang. Walaupun saya sudah pensiun, kenangan kebersamaan merawat pasien dengan penuh canda dan tawa masih melekat di hati,” tulisnya. Komentar lain juga datang dari Jeane Memah yang mengaku pernah menjadi pasien dr Danu ketika masih bertugas di puskesmas. “Saya suka cara dokter menjelaskan setiap pemeriksaan, sangat ramah dan mudah dipahami. Sekarang beliau sudah menjadi dokter spesialis penyakit dalam. Sukses terus dokter,” tulisnya. Direktur RSUD Sam Ratulangi Tondano, Nancy Mongdong, SpPD, FINASIM, MHSM, menyampaikan ucapan selamat datang sekaligus harapan agar kehadiran dr Danu semakin memperkuat pelayanan medis bagi masyarakat. Menurutnya, penambahan tenaga dokter spesialis merupakan bagian penting dalam meningkatkan kualitas layanan rumah sakit daerah, sehingga masyarakat dapat memperoleh pelayanan kesehatan yang lebih optimal. “Kami menyampaikan selamat datang dan selamat bergabung. Semoga kehadiran dokter spesialis ini semakin memperkuat pelayanan kesehatan bagi masyarakat,” ujarnya. Bagi masyarakat Tondano dan wilayah Minahasa, kehadiran dokter spesialis baru ini menjadi kabar menggembirakan. Penambahan tenaga medis diharapkan dapat semakin meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap layanan dokter spesialis. Dengan bergabungnya dr Danu di Poli Interna, RSUD Sam Ratulangi Tondano terus menunjukkan komitmennya untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang profesional, humanis, dan semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat. Kehadiran tenaga medis yang profesional dan berdedikasi menjadi bagian dari upaya bersama meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, sejalan dengan semangat kepedulian sosial dan pelayanan kemanusiaan yang juga menjadi nilai penting dalam kehidupan bermasyarakat.
BERITA15/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Santri MTs PKP Manado Aktif Dakwah Ramadhan, Sampaikan Kultum Zakat hingga Nuzulul Quran di Sejumlah Masjid
Santri MTs PKP Manado Aktif Dakwah Ramadhan, Sampaikan Kultum Zakat hingga Nuzulul Quran di Sejumlah Masjid
Tomohon – Semangat dakwah Ramadhan terlihat dari langkah seorang santri muda yang terus menebar pesan kebaikan di berbagai masjid. Ali Ahmadi Maronrong, siswa kelas 7A dari Pesantren PKP Manado, tercatat telah menjalankan beberapa tugas ceramah kultum di sejumlah masjid selama bulan suci Ramadhan 2026. Terbaru, Ali menyampaikan kultum bertema “Keutamaan Zakat dan Sedekah” di Masjid Al Mujahidin Tomohon pada Sabtu malam (14/3/2026). Dalam ceramah singkatnya, ia mengingatkan jamaah bahwa zakat dan sedekah bukan hanya ibadah yang bersifat ritual, tetapi juga menjadi sarana memperkuat kepedulian sosial kepada sesama. “Zakat membersihkan harta dan jiwa kita, sedangkan sedekah membuka pintu rezeki dan keberkahan. Allah tidak akan mengurangi harta orang yang bersedekah, justru akan melipatgandakannya,” ujar Ali di hadapan jamaah. Kultum tersebut merupakan tugas ceramah ketiga yang dijalankan Ali selama Ramadhan tahun ini. Sebelumnya, ia telah lebih dulu menyampaikan kultum bertema keutamaan Nuzulul Quran dan malam Lailatul Qadar di Masjid At-Taqwa Kinilow yang berada di lingkungan Pesantren Hidayatullah Tomohon pada Minggu (8/3/2026). Sementara itu, tugas ceramah pertamanya disampaikan di Masjid Al Inayah Tumumpa II pada Jumat (6/3/2026). Dalam kultum tersebut, Ali juga mengajak jamaah untuk memanfaatkan bulan Ramadhan sebagai momentum memperbanyak ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Meski masih duduk di bangku kelas VII, Ali tampil percaya diri di hadapan jamaah. Keberaniannya menyampaikan ceramah di mimbar masjid menjadi bagian dari pembinaan dakwah yang diberikan oleh pihak pesantren kepada para santri. Orang tua Ali, Fardhu Maronrong, mengaku bersyukur dan bangga melihat putranya mendapat kepercayaan dari pesantren untuk menyampaikan kultum Ramadhan di berbagai masjid. “Alhamdulillah kami sebagai orang tua sangat bersyukur. Anak kami ditugaskan oleh pihak pondok untuk belajar berdakwah melalui kultum. Kami selalu mendampingi dan membantu beliau belajar menyiapkan materi ceramah,” ujar Fardhu. Menurutnya, pendidikan di pesantren tidak hanya membekali anak dengan ilmu agama, tetapi juga membentuk keberanian, karakter, serta kepedulian sosial kepada masyarakat. “Kami merasa berbahagia bisa menyekolahkan anak di pondok pesantren. Di sana anak-anak bukan hanya belajar ilmu agama, tetapi juga dilatih menjadi pribadi yang berani menyampaikan kebaikan kepada orang lain,” tambahnya. Kehadiran santri muda di mimbar masjid selama Ramadhan dinilai menjadi bagian penting dalam membangun generasi dakwah sejak dini. Dari mimbar-mimbar sederhana di masjid kampung, lahir harapan bahwa generasi muda Islam mampu membawa pesan kebaikan, menumbuhkan semangat berbagi melalui zakat dan sedekah, serta menghidupkan nilai-nilai Al-Qur’an di tengah masyarakat.
BERITA15/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Lepas Tim Siaga Pos Mudik 2026, 21 Titik Disiapkan di Jalur Padat Pulau Jawa
BAZNAS Lepas Tim Siaga Pos Mudik 2026, 21 Titik Disiapkan di Jalur Padat Pulau Jawa
Jakarta – Badan Amil Zakat Nasional resmi mengerahkan ratusan personel untuk menyambut arus mudik Lebaran 2026. Dari kantor pusat Badan Amil Zakat Nasional di Jakarta, Sabtu (14/3/2026), program Tim Siaga Pos Mudik BAZNAS 2026 resmi dilepas untuk memberikan pelayanan bagi para pemudik yang melakukan perjalanan jauh. Sebanyak 21 titik pos mudik disiapkan di sepanjang jalur utama Pulau Jawa. Lokasinya tersebar di beberapa provinsi dengan konsentrasi pemudik tertinggi: 2 titik di Banten, 10 titik di Jawa Barat, 6 titik di Jawa Tengah dan DIY, serta 2 titik di Jawa Timur. Pos ini akan beroperasi selama 10 hari, mulai H-5 hingga H+5 Lebaran. Wakil Ketua Badan Amil Zakat Nasional, Zainut Tauhid Sa'adi, menegaskan bahwa kehadiran pos mudik merupakan bagian dari pelayanan sosial bagi masyarakat, khususnya pemudik yang dalam perspektif zakat termasuk asnaf Ibnu Sabil atau orang yang sedang dalam perjalanan. “Pemudik pasti membutuhkan tempat untuk beristirahat dan memulihkan tenaga. Karena itu, BAZNAS hadir memberikan pelayanan yang nyaman agar perjalanan mereka lebih aman dan berkah,” kata Zainut dalam sambutannya. Berbeda dari sekadar pos singgah biasa, Pos Mudik BAZNAS dilengkapi berbagai fasilitas gratis bagi pemudik. Mulai dari snack dan takjil, dapur air, layanan sahur, ruang laktasi bagi ibu menyusui, ruang ramah anak, hingga layanan pijat gratis. Selain itu tersedia pula layanan kesehatan, musala, toilet, pengisian daya ponsel (charger), serta akses WiFi untuk membantu pemudik tetap terhubung selama perjalanan. Menurut Zainut, penempatan pos yang terpusat di Pulau Jawa bukan tanpa alasan. Wilayah tersebut dinilai sebagai jalur dengan kepadatan arus mudik tertinggi di Indonesia. “Ini hasil evaluasi arus mudik setiap tahun. Kami fokus di wilayah dengan konsentrasi pemudik paling padat agar pelayanan lebih optimal. Program ini juga merupakan kerja bersama antara BAZNAS pusat, provinsi, hingga kabupaten/kota,” jelasnya. Untuk memastikan pelayanan berjalan maksimal, sekitar 280 personel dikerahkan dalam program ini. Mereka didukung relawan dari BAZNAS Tanggap Bencana di berbagai daerah. Zainut juga mengingatkan para pemudik untuk tetap memperhatikan kesehatan dan keselamatan selama perjalanan jauh menuju kampung halaman. “Pastikan kendaraan dalam kondisi baik dan jangan memaksakan diri saat lelah. Silakan mampir ke pos BAZNAS untuk beristirahat agar perjalanan tetap aman,” ujarnya. Acara pelepasan tim ditandai dengan penyematan atribut kepada perwakilan relawan yang akan bertugas di lapangan. Sejumlah pimpinan BAZNAS RI turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Saidah Sakwan, Ending Syarifuddin, dan Neyla Saida Anwar. Dengan hadirnya pos-pos mudik ini, BAZNAS berharap perjalanan masyarakat menuju kampung halaman pada musim Lebaran tahun ini dapat berlangsung lebih aman, nyaman, dan penuh keberkahan.
BERITA15/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Keimaman dan BTM Masjid At-Taqwa Terima Kunjungan Jemaat GMAHK Panasen, Pererat Silaturahmi Lintas Iman
Keimaman dan BTM Masjid At-Taqwa Terima Kunjungan Jemaat GMAHK Panasen, Pererat Silaturahmi Lintas Iman
MINAHASA – Keimaman dan Badan Ta’mir Masjid (BTM) Masjid At-Taqwa Langowan menerima kunjungan rombongan Adventist Muslim Relation bersama jemaat Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMAHK) Panasen, Kecamatan Kakas Barat. Kunjungan tersebut berlangsung dalam suasana penuh keakraban sebagai bentuk silaturahmi dan penguatan toleransi antar umat beragama, 14 Maret 2026. Dalam kunjungan tersebut, rombongan jemaat GMAHK Panasen turut menyerahkan bantuan berupa bahan makanan pokok kepada pengurus masjid. Bantuan ini menjadi simbol kepedulian sosial serta wujud nyata persaudaraan lintas iman di tengah kehidupan masyarakat yang majemuk. Pengurus Keimaman dan BTM Masjid At-Taqwa menyambut baik kunjungan tersebut. Pertemuan yang berlangsung sederhana namun penuh makna itu menjadi ruang dialog dan kebersamaan yang mempererat hubungan antar komunitas keagamaan di wilayah tersebut. Silaturahmi ini sekaligus menunjukkan bahwa nilai-nilai kemanusiaan dan kebersamaan dapat terus dijaga di tengah perbedaan keyakinan. Keakraban yang terbangun diharapkan menjadi contoh positif bagi masyarakat dalam merawat kerukunan serta memperkuat semangat toleransi. Pertemuan tersebut ditutup dengan doa dan harapan bersama agar hubungan persaudaraan yang telah terjalin dapat terus berlanjut serta membawa manfaat bagi kehidupan sosial kemasyarakatan.
BERITA14/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Zakat Istana 2026 Pecahkan Rekor: Keteladanan Pemimpin Menguatkan Gerakan Zakat Nasional
Zakat Istana 2026 Pecahkan Rekor: Keteladanan Pemimpin Menguatkan Gerakan Zakat Nasional
Jakarta — Semangat berbagi di bulan suci Ramadhan kembali menghadirkan catatan bersejarah bagi pengelolaan zakat di Indonesia. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mencatat rekor pengumpulan zakat tertinggi sepanjang sejarah pelaksanaan Zakat Istana dalam kegiatan bertajuk “Zakat Menguatkan Indonesia” yang digelar di Istana Negara pada Jumat (13/3/2026). Melalui layanan Konter Zakat Istana, dana zakat yang berhasil dihimpun tahun ini mencapai lebih dari Rp4,3 miliar dari 111 muzaki, yang terdiri dari pejabat negara, menteri kabinet, hingga unsur pimpinan TNI. Capaian ini menjadi rekor tertinggi dalam 11 kali penyelenggaraan Zakat Istana, sekaligus menunjukkan meningkatnya kesadaran para pemimpin bangsa dalam menunaikan kewajiban zakat melalui lembaga resmi. Dalam kegiatan tersebut, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka turut menunaikan zakat melalui Badan Amil Zakat Nasional bersama sejumlah menteri kabinet. Beberapa tokoh yang hadir di antaranya Agus Harimurti Yudhoyono, Yusril Ihza Mahendra, Pratikno, serta utusan khusus presiden Raffi Ahmad. Hadir pula sejumlah pejabat penting lainnya seperti Erick Thohir, Muhaimin Iskandar, Bahlil Lahadalia, Tito Karnavian, serta Panglima TNI Agus Subianto. Capaian tahun 2026 menunjukkan lonjakan signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Dalam lima tahun terakhir, tren penghimpunan zakat dari jajaran pejabat negara melalui BAZNAS terus mengalami peningkatan: 2022: Rp636.250.000 2023: Rp753.500.000 2024: Rp1.088.500.000 2025: Rp2.040.338.000 2026: Rp4.345.197.056 Peningkatan yang sangat tajam ini menunjukkan bahwa gerakan zakat nasional semakin mendapatkan kepercayaan dan dukungan dari para pemimpin negara. Ketua Badan Amil Zakat Nasional, Dikdik Sodik Mujahid, menyampaikan apresiasi atas komitmen para pemimpin bangsa yang secara konsisten menunaikan zakat melalui BAZNAS. Menurutnya, dukungan dari Presiden, Wakil Presiden, dan para menteri bukan hanya berdampak pada peningkatan penghimpunan zakat, tetapi juga memberikan nilai moral yang sangat kuat bagi masyarakat. “Keteladanan para pemimpin ini sangat efektif dalam menggerakkan masyarakat untuk menunaikan zakat melalui lembaga yang terpercaya dan akuntabel. Bahkan pengaruhnya bisa lebih kuat dibandingkan dengan kampanye yang kami lakukan,” ujarnya. Zakat Sebagai Kekuatan Sosial Capaian tertinggi dalam sejarah Zakat Istana ini juga menjadi momentum penting bagi kepengurusan BAZNAS periode 2026–2031 untuk terus memperkuat tata kelola zakat yang profesional, transparan, dan akuntabel. Potensi zakat nasional di Indonesia sendiri diperkirakan sangat besar dan dapat menjadi instrumen strategis dalam mengentaskan kemiskinan, mengurangi kesenjangan sosial, serta meningkatkan kesejahteraan umat. Partisipasi para pejabat negara dalam Zakat Istana juga menunjukkan bahwa negara hadir mendukung gerakan zakat nasional sebagai bagian dari pembangunan sosial dan ekonomi masyarakat. Lebih dari sekadar angka, peristiwa ini membawa pesan kuat bahwa zakat bukan hanya kewajiban individual, tetapi juga gerakan kolektif yang dapat memperkuat solidaritas bangsa. Di tengah berbagai tantangan ekonomi dan sosial, zakat hadir sebagai energi spiritual sekaligus solusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat. Ketika para pemimpin memberi teladan, masyarakat pun terdorong untuk mengikuti. Dari Istana Negara hingga pelosok desa, semangat berbagi melalui zakat diharapkan terus tumbuh—mewujudkan Indonesia yang lebih kuat, lebih peduli, dan lebih sejahtera.
BERITA14/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Bupati–Wabup Bolmong Pimpin Pembayaran ZIS, 100 Mustahik Terima Bantuan Beras dan Sembako
Bupati–Wabup Bolmong Pimpin Pembayaran ZIS, 100 Mustahik Terima Bantuan Beras dan Sembako
LOLAK – Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Bolmong menunjukkan komitmen nyata dalam memperkuat kepedulian sosial. Bupati Bolmong Yusra Alhabsyi bersama Wakil Bupati Dony Lumenta memimpin langsung pembayaran Zakat Mal, Infak, dan Sedekah (ZIS) yang dirangkaikan dengan penyaluran bantuan kepada 100 mustahik, Jumat (13/3/2026). Kegiatan religius sekaligus kemanusiaan itu digelar di Pelataran Lantai I Kantor Bupati Bolmong di Lolak. Hadir pula Sekretaris Daerah Abdullah Mokoginta serta Ketua BAZNAS Kabupaten Bolaang Mongondow, Yunita Mohune. Momentum tersebut menjadi ajakan moral bagi seluruh jajaran pemerintah daerah, Aparatur Sipil Negara (ASN), hingga Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) untuk menunaikan kewajiban zakat secara bersama-sama melalui lembaga resmi. Langkah ini dinilai sebagai bentuk keteladanan dari pimpinan daerah dalam menguatkan solidaritas sosial dan memperluas manfaat zakat bagi masyarakat. “Zakat bukan sekadar kewajiban ibadah, tetapi juga instrumen penting untuk membangun kesejahteraan dan keadilan sosial di tengah masyarakat,” ujar Bupati Yusra Alhabsyi dalam kegiatan tersebut. Tak hanya pembayaran zakat, kegiatan ini juga diwarnai dengan aksi nyata kepedulian sosial. Sebanyak 100 mustahik menerima bantuan berupa beras fitrah dan paket sembako, yang diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, terutama menjelang momentum ibadah dan peningkatan aktivitas keagamaan. Ketua BAZNAS Bolmong, Yunita Mohune, menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah daerah dan BAZNAS menjadi kunci dalam memaksimalkan pengelolaan zakat agar tepat sasaran. Menurutnya, zakat yang dikelola secara profesional tidak hanya membantu masyarakat yang membutuhkan, tetapi juga mampu menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi umat. “Zakat adalah kekuatan sosial yang luar biasa. Ketika dikelola dengan baik dan didukung oleh para pemimpin daerah, maka manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya. Kegiatan ini sekaligus menjadi pesan kuat bahwa zakat tidak hanya berhenti pada ritual ibadah, tetapi juga menghadirkan dampak nyata bagi kehidupan sosial. Melalui kolaborasi pemerintah daerah dan BAZNAS, semangat berbagi diharapkan terus tumbuh dan menginspirasi masyarakat untuk ikut berkontribusi dalam membangun kesejahteraan bersama. Dengan semangat kebersamaan tersebut, Bolmong menegaskan bahwa zakat, infak, dan sedekah bukan sekadar kewajiban, melainkan gerakan sosial untuk menyalakan harapan bagi mereka yang membutuhkan.
BERITA14/03/2026 | Dokumentasi Pemkab Bolmong
BAZNAS Minahasa Jemput 100 Karung Beras Zakat dari Manado, 28 Paket Langsung Disalurkan di Tiga Titik Awal
BAZNAS Minahasa Jemput 100 Karung Beras Zakat dari Manado, 28 Paket Langsung Disalurkan di Tiga Titik Awal
MINAHASA – Semangat berbagi di bulan Ramadan kembali digelorakan oleh BAZNAS Kabupaten Minahasa. Sebanyak 100 karung beras zakat fitrah ukuran 5 kilogram dijemput langsung oleh pimpinan BAZNAS Minahasa dari sekretariat BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara di kompleks Masjid Ahmad Yani Manado, Sabtu (14/3/2026). Penjemputan tersebut dipimpin oleh Wakil Ketua I dan Wakil Ketua IV BAZNAS Minahasa sebagai bagian dari upaya percepatan distribusi zakat fitrah kepada masyarakat yang membutuhkan di wilayah Kabupaten Minahasa. Setelah proses penjemputan selesai, tim BAZNAS Minahasa langsung bergerak menuju lokasi pertama pendistribusian. Tanpa menunggu lama, paket-paket beras zakat mulai disalurkan kepada masyarakat. Pada tahap awal ini, sebanyak 28 karung beras zakat berhasil dibagikan kepada warga di tiga titik berbeda sebagai bagian dari distribusi tahap awal program Ramadan. “Beras zakat yang kami jemput hari ini berjumlah 100 karung dan siap untuk didistribusikan kepada masyarakat yang berhak menerima di berbagai wilayah di Kabupaten Minahasa,” ujar pimpinan BAZNAS Minahasa dalam kegiatan tersebut. Distribusi ini menjadi bagian dari komitmen BAZNAS untuk memastikan zakat dari para muzakki dapat segera sampai kepada mustahik secara tepat sasaran, khususnya di momentum bulan suci Ramadan yang penuh keberkahan. Rangkaian kegiatan hari itu tidak hanya berfokus pada distribusi bantuan pangan. Tim pimpinan BAZNAS Kabupaten Minahasa juga melakukan silaturahmi ke Masjid Imam Bonjol Lotta yang berada di wilayah Pineleng. Dalam pertemuan tersebut, pimpinan BAZNAS Minahasa bertemu langsung dengan Imam Masjid serta Sekretaris Badan Takmir Masjid (BTM) untuk melakukan sosialisasi mengenai pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Masjid. Pembentukan UPZ di tingkat masjid dinilai penting untuk memperkuat pengelolaan zakat di tingkat komunitas, sehingga penghimpunan dan penyaluran zakat dapat dilakukan lebih terorganisir dan menjangkau lebih banyak masyarakat. Menanggapi hal tersebut, Imam Masjid dan Sekretaris BTM menyambut baik inisiatif tersebut. Mereka menyatakan kesiapan untuk mengkoordinasikan pembentukan UPZ bersama masyarakat dan pengurus masjid. “InsyaAllah kami siap berkoordinasi dengan masyarakat dan pengurus masjid untuk pembentukan UPZ. Nantinya kami juga akan menyiapkan dan mengusulkan nama-nama pengurus UPZ Masjid,” ujar perwakilan pengurus masjid. BAZNAS Minahasa berharap keberadaan UPZ di masjid-masjid dapat menjadi motor penggerak penguatan ekosistem zakat di tingkat akar rumput. Masjid tidak hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga pusat kepedulian sosial umat melalui pengelolaan zakat, infak, dan sedekah secara profesional dan transparan. Kegiatan hari itu kemudian ditutup dengan suasana kebersamaan melalui silaturahmi, buka puasa bersama, serta salat Magrib berjamaah di Masjid Imam Bonjol Lotta. Adapun 100 karung beras zakat yang telah dijemput dari BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara akan terus didistribusikan secara bertahap kepada masyarakat yang membutuhkan di berbagai wilayah Kabupaten Minahasa selama bulan Ramadan. BAZNAS Minahasa memastikan program distribusi zakat ini akan terus berlanjut sebagai bagian dari komitmen menghadirkan manfaat zakat yang lebih luas bagi masyarakat.
BERITA14/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Sodik Mudjahid Resmi Jabat Ketua BAZNAS RI, Siap Lanjutkan Estafet Kebaikan dan Optimalkan Potensi Zakat Nasional
Sodik Mudjahid Resmi Jabat Ketua BAZNAS RI, Siap Lanjutkan Estafet Kebaikan dan Optimalkan Potensi Zakat Nasional
Jakarta – Tongkat estafet kepemimpinan di Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI resmi berpindah tangan. Sodik Mudjahid kini menjabat sebagai Ketua BAZNAS RI menggantikan Noor Achmad untuk masa bakti 2026–2031. Pergantian kepemimpinan tersebut ditandai melalui acara Serah Terima Jabatan dan Pisah Sambut Pimpinan BAZNAS RI yang digelar di Jakarta, Jumat (13/3/2026). Momentum ini menjadi awal babak baru bagi lembaga pengelola zakat nasional tersebut dalam memperkuat peran zakat sebagai instrumen kesejahteraan umat. Dalam sambutannya, Sodik menegaskan komitmennya untuk melanjutkan berbagai program kebaikan yang telah dibangun oleh kepemimpinan sebelumnya. Ia menilai kesinambungan program merupakan bagian dari sunnatullah dalam perjalanan sebuah lembaga. “Kita terus semangat untuk melanjutkan kebaikan-kebaikan yang adalah sunnatullah. Bahwa hari ini harus lebih baik dari kemarin,” ujar Sodik di hadapan jajaran pimpinan BAZNAS RI periode 2026–2031 serta para pimpinan periode sebelumnya. Menurutnya, upaya peningkatan kinerja lembaga bukan berarti kepemimpinan sebelumnya tidak baik. Sebaliknya, hal tersebut merupakan dinamika alami dalam perjalanan organisasi agar terus berkembang dan memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat. “Kita siap, insyaallah, untuk meneruskan kebajikan-kebajikan yang sudah dilaksanakan,” tegasnya. Fokus pada Amanah Presiden Dalam kepemimpinannya, Sodik mengungkapkan terdapat lima amanah besar dari Presiden RI Prabowo Subianto yang menjadi arah strategis BAZNAS ke depan. Salah satu amanah utama adalah menggali potensi zakat nasional yang diproyeksikan mencapai sekitar Rp327 triliun. Selain itu, BAZNAS juga diminta memperkuat sinergi antarinstansi, meningkatkan integrasi data nasional, serta memperkuat kelembagaan BAZNAS hingga ke tingkat desa dan kecamatan. “Amanah lainnya adalah tentang memerangi korupsi. Ini adalah amanah yang beliau sampaikan dengan sangat serius kepada kita,” kata Sodik. Konsolidasi Internal Enam Bulan Sebagai langkah awal, Sodik menargetkan proses konsolidasi internal BAZNAS dapat diselesaikan dalam waktu relatif singkat. Dengan dukungan sumber daya manusia yang kuat, ia optimistis kebijakan internal dapat dimatangkan dalam kurun waktu maksimal enam bulan. Ia menambahkan, fokus utama kepemimpinannya adalah memperkuat jaringan dan sinergi agar seluruh program BAZNAS berjalan lebih efektif dan berdampak luas bagi masyarakat. “Saya akan lebih fokus pada tugas utama bersama pimpinan untuk membangun jaringan guna mendukung proses internal ini,” ujarnya. Pesan Noor Achmad: Dakwah Zakat Harus Terus Bergema Sementara itu, Ketua BAZNAS RI periode 2020–2025 Noor Achmad menyampaikan pesan mendalam tentang pentingnya dakwah zakat yang berkelanjutan. Ia menegaskan bahwa gerakan zakat harus terus diperkuat agar mampu memberikan manfaat nyata bagi umat sekaligus menjadi jalan meraih rida Allah SWT. “Dakwah zakat harus terus kita dengungkan, harus kita gerakkan, sehingga apa yang kita lakukan benar-benar mendapatkan rida Allah Subhanahu wa Ta’ala,” ujar Noor Achmad. Ia juga menyampaikan dukungan penuh kepada Sodik Mudjahid sebagai penerus kepemimpinan BAZNAS. “Kami percaya 100 persen, sahabat saya Pak Sodik ini tahu bagaimana caranya mengembangkan sebuah organisasi,” tambahnya. Susunan Pimpinan BAZNAS RI 2026–2031 Dengan pengesahan melalui Surat Keputusan Presiden, BAZNAS RI resmi memasuki periode kepemimpinan baru. Berikut susunan pimpinan BAZNAS RI periode 2026–2031: Ketua: Sodik Mudjahid Wakil Ketua: Zainut Tauhid Sa'adi Pimpinan: Rizaludin Kurniawan Saidah Sakwan Ending Syarifuddin Idy Muzayyad Mokhamad Mahdum Neyla Saida Anwar Abu Rokhmad (ex officio) Agus Fatoni (ex officio) Mochamad Agus Rofiudin (ex officio) Dengan kepemimpinan baru ini, BAZNAS diharapkan mampu mengoptimalkan potensi zakat nasional, memperkuat tata kelola yang amanah, serta memperluas dampak pemberdayaan ekonomi umat di seluruh Indonesia.
BERITA13/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Majelis Taklim Almustaqim Pineleng Dua Bagikan 68 Paket Ramadan, Apresiasi Pengabdian Imam dan Pengurus Masjid
Majelis Taklim Almustaqim Pineleng Dua Bagikan 68 Paket Ramadan, Apresiasi Pengabdian Imam dan Pengurus Masjid
Majelis Taklim Almustaqim Pineleng Dua Bagikan 68 Paket Ramadan, Apresiasi Pengabdian Imam dan Pengurus Masjid Minahasa – Semangat berbagi dan kebersamaan mewarnai kegiatan sosial yang digelar Majelis Taklim Almustaqim di Masjid Almustaqim, Desa Pineleng Dua, Jumat (13/3/2026). Dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadan, para ibu-ibu Majelis Taklim membagikan puluhan paket sembako kepada anggota majelis taklim serta para pengurus masjid. Sebanyak 68 paket Ramadan yang berisi kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, dan gula disalurkan dalam kegiatan tersebut. Rinciannya, 52 paket diberikan kepada anggota Majelis Taklim, sementara 16 paket lainnya diserahkan kepada Imam Masjid, pegawai syara’, serta pengurus Badan Takmir Masjid (BTM). Penyerahan paket dilakukan secara simbolis kepada Imam Masjid Almustaqim, Sidiq Hamadi, serta kepada jajaran pengurus BTM yang dipimpin oleh Ketua BTM Yudha Benchary. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Ketua Majelis Taklim Almustaqim, Sjerly Lumi, yang didampingi Sekretaris Nurhayati Tumulo serta Bendahara Yuriska Gessoh. Ketua Majelis Taklim Almustaqim Dr. Sjerly Lumi, M.Pd mengatakan kegiatan berbagi ini merupakan program tahunan yang rutin dilaksanakan setiap Ramadan sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus penghargaan kepada para pengurus masjid yang telah mengabdikan diri dalam pelayanan keagamaan kepada masyarakat. “Kegiatan berbagi ini merupakan wujud kebersamaan dan kepedulian ibu-ibu Majelis Taklim di bulan suci Ramadan. Kami berharap apa yang diberikan dapat membawa manfaat serta semakin mempererat silaturahmi antara Majelis Taklim, imam, pegawai syara’, dan pengurus BTM. Semoga kebersamaan ini menjadi amal kebaikan dan membawa keberkahan bagi kita semua,” ujar Ketua Majelis Taklim. Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Para penerima paket menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian yang diberikan oleh para anggota Majelis Taklim. Melalui kegiatan sederhana namun sarat makna ini, Majelis Taklim Almustaqim berharap semangat berbagi, kepedulian, dan silaturahmi dapat terus tumbuh di tengah masyarakat, sehingga keberkahan Ramadan dapat dirasakan bersama oleh seluruh jamaah.
BERITA13/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Prabowo, Gibran, dan Kabinet Merah Putih Tunaikan Zakat di Istana, Dana Terkumpul Rp3,8 Miliar
Prabowo, Gibran, dan Kabinet Merah Putih Tunaikan Zakat di Istana, Dana Terkumpul Rp3,8 Miliar
Jakarta – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka serta jajaran Kabinet Merah Putih menunaikan zakat melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI dalam kegiatan Zakat Istana 2026 bertajuk “Zakat Menguatkan Indonesia” di Istana Negara, Jumat (13/3/2026). Momentum penunaian zakat tersebut berlangsung bersamaan dengan rangkaian sidang kabinet paripurna. Sejumlah pejabat negara hadir dalam kegiatan tersebut, mulai dari para menteri, wakil menteri, kepala badan, penasihat khusus presiden, hingga asisten khusus presiden. Penyerahan zakat Presiden Prabowo diterima langsung oleh Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid. Sebagai bagian dari tugas amil, Sodik juga memanjatkan doa bagi para muzaki yang menunaikan zakatnya. Dari pelayanan Konter Zakat Istana pada hari tersebut, tercatat dana zakat yang terhimpun mencapai lebih dari Rp3,8 miliar dari 111 muzaki yang berasal dari jajaran pejabat negara. Presiden Prabowo menegaskan pentingnya peran BAZNAS dalam memperkuat sistem ekonomi umat di Indonesia. “Kita juga hari ini telah memberi contoh dengan kita memberikan zakat dan ini menunjukkan lagi peran yang sangat penting dari BAZNAS,” ujar Prabowo saat membuka sidang kabinet paripurna, sesaat setelah menunaikan zakat bersama para menteri. Prabowo juga menyoroti perlunya konsolidasi dan penguatan lembaga zakat serta lembaga ekonomi keagamaan di Indonesia. “BAZNAS, lembaga keuangan dan ekonomi dari semua organisasi keagamaan di Indonesia harus kita koordinasikan, kita konsolidasikan, dan kita tingkatkan kemampuannya dengan segala teknologi yang sudah ada supaya potensi ekonomi bangsa kita bisa kita kerahkan secara berarti, efisien, dan efektif,” tambahnya. Sementara itu, Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya Zakat Istana yang dinilai menjadi momentum penting untuk memperkuat gerakan zakat nasional. “Alhamdulillah hari ini, pada hari ke-23 Ramadan, kami seluruh jajaran BAZNAS menerima secara simbolis pembayaran zakat dari Bapak Presiden, Bapak Wakil Presiden, serta seluruh jajaran kabinet. Hal ini memberikan nilai yang sangat luar biasa bagi kami,” ujar Sodik. Ia menjelaskan, pada Ramadan 2026 BAZNAS RI menargetkan penghimpunan zakat sebesar Rp515 miliar, sebagai bagian dari target tahunan BAZNAS RI yang mencapai Rp1,4 triliun. Sementara secara nasional, target pengelolaan zakat tahun ini diperkirakan mencapai Rp66 triliun. Menurutnya, selama Ramadan 2026 penghimpunan zakat secara nasional diproyeksikan dapat mencapai Rp6 triliun, yang dihimpun melalui sekitar 760 lembaga pengelola zakat yang terdiri dari BAZNAS dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) di seluruh Indonesia. Sodik berharap keteladanan Presiden dan Wakil Presiden dalam menunaikan zakat melalui BAZNAS dapat menginspirasi para pejabat negara, pelaku usaha, hingga masyarakat luas untuk semakin aktif menunaikan zakat, infak, dan sedekah. “Zakat menolong umat, dan zakat juga menjadi penolong kita di akhirat. Kami siap, BAZNAS siap, untuk menerima dan menyalurkan zakat kepada para mustahik sesuai prinsip amanah dan ketentuan syariat,” ujarnya. Dalam kegiatan tersebut turut hadir Wakil Ketua BAZNAS RI Zainut Tauhid Sa'adi bersama jajaran pimpinan BAZNAS RI lainnya, yakni Rizaludin Kurniawan, Saidah Sakwan, Ending Syarifuddin, Idy Muzayyad, Mokhamad Mahdum, Neyla Saida Anwar, Abu Rokhmad, Agus Fatoni, serta Mochamad Agus Rofiudin. Hadir pula Deputi I BAZNAS RI Bidang Pengumpulan Arifin Purwakananta serta Deputi II BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Imdadun Rahmat. Bagi BAZNAS di berbagai daerah, termasuk BAZNAS Kabupaten Minahasa, momentum ini menjadi inspirasi untuk terus meningkatkan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menunaikan zakat melalui lembaga resmi agar penyalurannya lebih tepat sasaran dan berdampak luas. Momentum Zakat Istana ini menjadi simbol kuat bahwa zakat tidak hanya sebagai kewajiban ibadah, tetapi juga sebagai instrumen penting dalam memperkuat solidaritas sosial, mengentaskan kemiskinan, serta membangun kesejahteraan umat di Indonesia
BERITA13/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani Tunaikan Zakat di BAZNAS, Jadi Teladan bagi ASN dan Masyarakat
Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani Tunaikan Zakat di BAZNAS, Jadi Teladan bagi ASN dan Masyarakat
Surakarta – Di tengah padatnya agenda pemerintahan, Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, menyempatkan diri menunaikan kewajiban zakat melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Surakarta, Jumat (13/3/2026). Astrid mendatangi langsung Kantor BAZNAS Kota Surakarta yang berlokasi di Jalan Dr. Muwardi No. 52, kawasan Kota Barat. Kehadirannya menjadi momentum penting dalam memperkuat gerakan zakat di Kota Solo, sekaligus memberi contoh nyata bagi masyarakat. Penunaian zakat ini bertepatan dengan suasana bulan suci Ramadan, di mana umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amal kebaikan, termasuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah. Sebagai seorang muslimah sekaligus pemimpin daerah, Astrid dinilai telah memberikan keteladanan bagi para muzaki atau pembayar zakat di Surakarta. Sosok yang juga pernah menjabat sebagai rektor di salah satu perguruan tinggi swasta itu menunjukkan bahwa kesibukan sebagai pejabat publik tidak menjadi penghalang untuk menjalankan kewajiban ibadah. Zakat yang ditunaikan oleh Astrid diterima oleh Ketua BAZNAS Kota Surakarta Mohammad Qoyim melalui Wakil Ketua I Bidang Fundraising Bambang Mintosih. Penyerahan tersebut turut disaksikan jajaran pimpinan BAZNAS Kota Surakarta lainnya, yakni Wakil Ketua II Anwar Waka, Wakil Ketua III Almunawar, serta Wakil Ketua IV Indriyani Dian. Pimpinan BAZNAS berharap langkah Wakil Wali Kota Surakarta tersebut dapat menjadi inspirasi bagi berbagai kalangan untuk menunaikan zakat melalui lembaga resmi. “Keteladanan dari pemimpin daerah ini diharapkan mampu memotivasi para ASN, TNI, Polri, tokoh masyarakat, hingga masyarakat umum untuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Surakarta,” ujar perwakilan BAZNAS dalam kesempatan tersebut. Sebelumnya, Wali Kota Surakarta juga telah menunaikan zakat melalui BAZNAS. Kehadiran para pemimpin daerah dalam gerakan zakat ini diharapkan dapat memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan zakat yang amanah dan profesional. Melalui penghimpunan zakat yang optimal, BAZNAS Kota Surakarta terus berupaya menyalurkan bantuan kepada para mustahik serta menjalankan berbagai program pemberdayaan ekonomi umat. Momentum ini sekaligus menegaskan bahwa zakat bukan hanya ibadah personal, tetapi juga kekuatan sosial yang mampu memperkuat solidaritas dan membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
BERITA13/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Program ‘Jimat Ramadhan’ Dongkrak Zakat ASN Demak, Tembus Rp459 Juta untuk Dhuafa dan Disabilitas
Program ‘Jimat Ramadhan’ Dongkrak Zakat ASN Demak, Tembus Rp459 Juta untuk Dhuafa dan Disabilitas
Demak – Momentum Ramadan 1447 H di Demak ditutup dengan catatan manis kepedulian sosial. Melalui program unggulan “Jimat Ramadhan” (Pengajian Jum’at Ramadhan), pengumpulan zakat fitrah dari Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Demak bersama masyarakat umum berhasil mencatat lonjakan signifikan. Dana zakat yang terhimpun tahun ini mencapai Rp459 juta, sebuah angka yang menunjukkan meningkatnya kesadaran dan kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan zakat melalui Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Demak. Bupati Demak Eistianah mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya atas semangat solidaritas yang ditunjukkan oleh para ASN serta masyarakat. Ia menilai peningkatan zakat fitrah ini menjadi bukti nyata kepedulian aparatur negara terhadap masyarakat yang membutuhkan. “Alhamdulillah, melalui semangat Jimat Ramadhan, zakat fitrah ASN Demak tahun ini meningkat tajam hingga mencapai Rp459 juta. Saya sangat mengapresiasi keikhlasan seluruh ASN,” ujar Eistianah, Jumat (13/3/2026). Menurutnya, dana zakat yang terkumpul bukan sekadar angka, melainkan harapan bagi masyarakat yang berada dalam kondisi rentan agar dapat merasakan kebahagiaan menjelang Hari Raya Idulfitri. “Dana ini adalah harapan bagi saudara-saudara kita, terutama kaum dhuafa dan penyandang disabilitas, agar mereka dapat merayakan hari raya dengan layak dan penuh kegembiraan,” tambahnya. Seluruh dana zakat fitrah tersebut dikelola secara profesional oleh BAZNAS Kabupaten Demak untuk disalurkan kepada para mustahik. Ketua BAZNAS Demak Bambang Soesetiarto memastikan pendistribusian dilakukan secara tepat sasaran dan inklusif. Menurut Bambang, penyaluran zakat tahun ini tidak hanya menyasar kaum dhuafa, tetapi juga memberikan perhatian khusus kepada penyandang disabilitas di wilayah yang dikenal sebagai Kota Wali tersebut. “Kami di BAZNAS Demak berkomitmen menjaga amanah ini dengan prinsip 3 Aman: Aman Syar’i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI,” tegas Bambang. Ia memastikan dana zakat sebesar Rp459 juta itu segera disalurkan kepada masyarakat yang berhak sebelum pelaksanaan salat Idulfitri. “Selain dhuafa, fokus penyaluran kami tahun ini juga menyasar kawan-kawan disabilitas agar manfaat zakat benar-benar dirasakan secara merata,” lanjutnya. Keberhasilan penghimpunan zakat melalui program Jimat Ramadhan dinilai menjadi contoh kuat sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga pengelola zakat. Kolaborasi antara Pemkab Demak dan BAZNAS ini diharapkan terus berlanjut untuk mengoptimalkan potensi zakat sebagai instrumen jaring pengaman sosial bagi masyarakat. Dengan pengelolaan yang transparan dan inovatif, zakat fitrah tidak hanya menjadi kewajiban ibadah, tetapi juga kekuatan sosial yang mampu menghadirkan kesejahteraan serta senyum kebahagiaan bagi masyarakat Demak menjelang Hari Raya Idulfitri.
BERITA13/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
UPZ Kemenag Rokan Hilir Setor Zakat Maal Rp74 Juta ke BAZNAS
UPZ Kemenag Rokan Hilir Setor Zakat Maal Rp74 Juta ke BAZNAS
Rokan Hilir – Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kementerian Agama Kabupaten Rokan Hilir menyalurkan zakat maal sebesar Rp74.339.050 kepada Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Rokan Hilir untuk periode Maret 2026. Penyerahan dana zakat tersebut dilakukan di Kantor BAZNAS Rokan Hilir di Bagansiapiapi, Selasa, 11 Maret 2026. Dana zakat diserahkan langsung oleh Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kementerian Agama Rokan Hilir, Adi Candra, dan diterima oleh Ketua BAZNAS Rokan Hilir, Jefrizal. Adi Candra mengatakan penyaluran zakat melalui lembaga resmi merupakan bagian dari komitmen Kementerian Agama untuk mendukung tata kelola zakat yang profesional dan akuntabel. Menurut dia, pengelolaan zakat yang terorganisasi akan memudahkan distribusi bantuan kepada masyarakat yang berhak menerimanya. “Penyaluran zakat melalui BAZNAS merupakan bentuk dukungan kami terhadap pengelolaan zakat yang resmi, transparan, dan sesuai dengan prinsip syariat serta regulasi negara,” kata Adi Candra. Ketua BAZNAS Rokan Hilir, Jefrizal, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan oleh UPZ Kementerian Agama Rokan Hilir. Ia menilai sinergi antara lembaga pemerintah dan BAZNAS merupakan langkah penting untuk memperkuat penghimpunan zakat di daerah. “BAZNAS Rokan Hilir mengucapkan terima kasih kepada UPZ Kementerian Agama atas kepercayaan yang diberikan. Semoga zakat yang telah disalurkan ini menjadi amal ibadah yang diterima oleh Allah SWT dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat yang membutuhkan,” ujar Jefrizal. Menurut dia, dana zakat yang dihimpun akan disalurkan kepada para mustahik melalui berbagai program BAZNAS di tingkat daerah. Program tersebut mencakup bantuan sosial, pemberdayaan ekonomi, pendidikan, serta kegiatan keagamaan. Jefrizal menambahkan bahwa pengelolaan zakat tidak hanya berorientasi pada bantuan konsumtif, tetapi juga diarahkan untuk meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat melalui program pemberdayaan. BAZNAS Rokan Hilir juga mengajak masyarakat, instansi pemerintah, dan perusahaan di daerah tersebut untuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS. Dengan pengelolaan yang terintegrasi dan transparan, dana zakat diharapkan dapat memberikan dampak yang lebih luas bagi peningkatan kesejahteraan umat.
BERITA11/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Pedagang Desa Pagutan Setor Zakat Rp11,8 Juta ke BAZNAS Lombok Tengah
Pedagang Desa Pagutan Setor Zakat Rp11,8 Juta ke BAZNAS Lombok Tengah
Lombok Tengah – Para pedagang di Desa Pagutan, Kabupaten Lombok Tengah menunjukkan komitmen menunaikan kewajiban zakat melalui lembaga resmi. Melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Desa Pagutan, mereka menyalurkan zakat sebesar Rp11,8 juta kepada Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lombok Tengah. Penyerahan dana zakat itu dilakukan oleh perwakilan UPZ Desa Pagutan kepada tim pengumpulan BAZNAS Lombok Tengah yang diwakili oleh Halid Iswadi. Dana tersebut merupakan hasil pengumpulan zakat dari para pedagang kecil di desa setempat. Perwakilan UPZ Desa Pagutan mengatakan para pedagang sepakat menyalurkan zakat melalui lembaga resmi agar pengelolaannya lebih amanah dan manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat luas. “Zakat ini merupakan titipan dari para pedagang yang ingin membersihkan harta mereka sekaligus berharap keberkahan. Kami mempercayakan penyalurannya melalui BAZNAS agar manfaatnya dapat menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya. Langkah kolektif para pedagang ini dinilai mencerminkan meningkatnya kesadaran pelaku usaha mikro di tingkat desa terhadap pentingnya pengelolaan zakat secara terorganisasi. Selain sebagai kewajiban keagamaan, zakat juga dipandang sebagai instrumen sosial yang berperan dalam membantu masyarakat kurang mampu. Pihak Badan Amil Zakat Nasional Lombok Tengah menjelaskan bahwa zakat yang dihimpun akan dikelola secara profesional sesuai dengan prinsip syariat Islam serta ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Lembaga tersebut juga memiliki basis data mustahik sehingga penyaluran bantuan dapat dilakukan secara terarah dan tepat sasaran. Menurut perwakilan BAZNAS Lombok Tengah, kolaborasi antara pelaku usaha kecil di desa dengan lembaga pengelola zakat merupakan contoh nyata bagaimana sektor ekonomi akar rumput dapat berkontribusi dalam penguatan solidaritas sosial. “Zakat yang dihimpun dari masyarakat akan kembali kepada masyarakat. Dengan pengelolaan yang terarah, setiap rupiah yang disalurkan diharapkan mampu membantu mereka yang membutuhkan sekaligus mengurangi kesenjangan sosial,” kata perwakilan BAZNAS. BAZNAS Lombok Tengah juga menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan para pedagang Desa Pagutan. Mereka berharap langkah ini dapat menjadi contoh bagi masyarakat lain untuk menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi. Melalui pengelolaan yang transparan dan akuntabel, zakat diharapkan tidak hanya menjadi ibadah individual, tetapi juga menjadi instrumen pemberdayaan sosial yang mampu memperkuat kesejahteraan umat.
BERITA11/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Minahasa.

Lihat Daftar Rekening →