WhatsApp Icon
Wakil Ketua PA Tondano Resmi Dilantik, PTA Manado Targetkan Jadi Role Model Zona Integritas

Tondano – Pengadilan Agama (PA) Tondano resmi memiliki Wakil Ketua baru. Husnul Ma’arif, S.H.I., M.H. dilantik dan diambil sumpah jabatannya oleh Ketua Pengadilan Agama Tondano dalam prosesi khidmat di Ruang Serbaguna Lantai 2 PA Tondano, Rabu (28/1/2026).

Pelantikan ini bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi momentum penguatan kepemimpinan dan integritas lembaga peradilan agama di wilayah tersebut.

Acara penting ini dihadiri langsung oleh Ketua Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Manado Drs. M. Arsyad, S.H., M.H., Wakil Ketua PTA Manado Dr. Drs. Mubarok, M.H., Ketua PA Tutuyan Ahmad Edi Purwanto, S.H.I., serta seluruh hakim dan pegawai PA Tondano.

Ketua PA Tondano  Al Gazali Mus, S.H.I, M.H, menegaskan, pelantikan Wakil Ketua baru diharapkan memperkuat soliditas pimpinan.

“Dengan dilantiknya Bapak Husnul Ma’arif sebagai Wakil Ketua, besar harapan kita untuk bersama-sama, tanggung-menanggung, topang-menopang membangun citra baik Pengadilan Agama Tondano dengan selalu mengedepankan integritas dan kredibilitas sesuai visi dan misi lembaga,” tegasnya.

Menurutnya, kolaborasi pimpinan menjadi kunci dalam menjaga marwah lembaga peradilan serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat pencari keadilan.

Ketua PTA Manado Drs. M. Arsyad, S.H., M.H. menyampaikan ucapan selamat sekaligus pesan strategis.

“Saya menyampaikan selamat dan sukses kepada Bapak Husnul Ma’arif atas pelantikannya sebagai Wakil Ketua Pengadilan Agama Tondano. Semoga ini menjadi semangat baru untuk terus meningkatkan kinerja,” ujarnya.

Sebagai Koordinator Pengawasan sekaligus Ketua Pembangunan Zona Integritas untuk PA Tondano, ia menekankan pentingnya pengawasan berkelanjutan dan komunikasi internal.

“Kami berharap tugas dijalankan sebaik-baiknya, melakukan pengawasan secara berkelanjutan, serta membangun komunikasi dan koordinasi dengan seluruh jajaran,” lanjutnya.

Kunjungan ini juga menjadi momen perdana Ketua PTA Manado ke PA Tondano. Ia menaruh harapan besar agar lembaga tersebut menjadi contoh bagi satuan kerja lain.

“Semoga ke depan Pengadilan Agama Tondano bisa menjadi role model bagi seluruh satuan kerja di wilayah hukum PTA Manado,” tegasnya.

Dengan kepemimpinan yang kini lengkap — Ketua dan Wakil Ketua — PA Tondano ditargetkan semakin solid dalam meningkatkan kinerja dan pelayanan publik.

Sinergi pimpinan, penguatan pengawasan, serta pembangunan Zona Integritas menjadi fokus utama demi mewujudkan peradilan yang bersih, transparan, dan melayani.

Pelantikan ini menandai babak baru bagi PA Tondano untuk tampil sebagai lembaga peradilan agama yang profesional, berintegritas, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat pencari keadilan.

28/01/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa
TPQ Raudhatul Jannah Tondano Ukir Prestasi Tingkat Sulut, Sabet Pengelola Media Sosial Terbaik 1 di Pendis Award

MANADO — Prestasi membanggakan datang dari dunia pendidikan Islam Kabupaten Minahasa. TPQ Raudhatul Jannah Kampung Jawa Tondano berhasil meraih Penghargaan Pengelola Media Sosial Terbaik 1 Tingkat Provinsi Sulawesi Utara dalam ajang bergengsi Pendis Award 2025 yang diserahkan pada kegiatan Rapat Koordinasi Pendidikan Islam se-Sulawesi Utara.

Penghargaan tersebut diberikan dalam acara resmi yang digelar oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Utara di Swiss-Bellhotel Maleosan Manado, Selasa (27/1/2026), yang dihadiri jajaran pejabat dan pengelola lembaga pendidikan Islam se-provinsi.

Capaian ini menempatkan TPQ Raudhatul Jannah sebagai lembaga pendidikan Al-Qur’an yang tidak hanya unggul dalam pembinaan keagamaan, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan teknologi informasi, khususnya dalam pemanfaatan media sosial sebagai sarana edukasi dan dakwah.

Dengan komitmen kuat dalam meningkatkan mutu pendidikan agama, TPQ Raudhatul Jannah konsisten membangun lingkungan belajar yang kondusif bagi generasi muda. Media sosial dimanfaatkan bukan sekadar untuk publikasi, tetapi sebagai ruang edukasi, dokumentasi kegiatan santri, penyebaran nilai-nilai keislaman, hingga penguatan literasi keagamaan di tengah masyarakat.

Penghargaan ini menjadi bukti bahwa pendekatan dakwah dan pendidikan Islam kini mampu bertransformasi mengikuti zaman tanpa meninggalkan nilai dasar pembinaan akhlak.

Ajang Rakor Pendidikan Islam kali ini memang terasa istimewa karena dirangkaikan dengan penyerahan penghargaan kepada lembaga-lembaga berprestasi di Sulawesi Utara. Kegiatan tersebut diikuti oleh Kepala Seksi Pendidikan Islam (Pendis) Kemenag Kabupaten Minahasa, Fadhila Djojosuroto, SE., M.Pd, bersama jajaran Pendis lainnya.

Kabupaten Minahasa tampil menonjol dalam Pendis Award 2025 dengan beberapa lembaga berhasil meraih penghargaan, yaitu:

  1. MA Nurul Hidayah Sea 1

  2. RA Tarbiyah Tondano

  3. TPQ Raudhatul Jannah Tondano

  4. Raihanna Putri Khalifah Jusuf

Kepala Seksi Pendis Kemenag Minahasa menyampaikan rasa syukur atas pencapaian tersebut.

“Penghargaan ini merupakan bukti kerja keras kolektif seluruh elemen pendidikan Islam di Minahasa. Semoga capaian di awal tahun 2026 ini menjadi motivasi bagi lembaga lain untuk terus berinovasi dan meningkatkan mutu pendidikan bagi umat,” ujarnya di sela kegiatan.

Prestasi TPQ Raudhatul Jannah menegaskan bahwa lembaga pendidikan Al-Qur’an di daerah mampu menjadi pelopor dalam transformasi digital pendidikan Islam. Media sosial tidak lagi dipandang sebagai sekadar platform hiburan, melainkan sarana strategis membangun karakter, menyebarkan dakwah, dan menghubungkan lembaga dengan masyarakat luas.

Penghargaan ini bukan hanya trofi, tetapi simbol pengakuan bahwa pendidikan Islam di Minahasa terus bergerak maju, adaptif, dan relevan dengan perkembangan zaman.

27/01/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa
Terjebak Banjir, BAZNAS Evakuasi Ibu Hamil yang Akan Melahirkan di Karawang

Karawang — Di tengah genangan banjir yang masih merendam sejumlah wilayah Kabupaten Karawang, Jawa Barat, tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mengevakuasi seorang ibu hamil yang hendak melahirkan dari rumahnya yang terisolasi air.

Peristiwa itu terjadi di Dusun Tegal Luhur, Desa Sukamakmur, Kecamatan Telukjambe Timur, wilayah yang terdampak banjir cukup parah sehingga akses darat tidak dapat dilalui kendaraan.

Ibu hamil tersebut diketahui bernama Siti Nurjanah (22 tahun). Berdasarkan informasi warga, ia sudah merasakan tanda-tanda persalinan namun tidak dapat keluar rumah karena ketinggian air yang menggenangi permukiman.

Mendapat laporan tersebut, tim BTB segera menuju lokasi menggunakan perahu karet untuk menembus banjir dan mengevakuasi Siti Nurjanah. Setelah berhasil dibawa keluar dari titik banjir, ia langsung dirujuk ke Mandaya Hospital Karawang guna mendapatkan penanganan medis dan proses persalinan.

Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, menegaskan bahwa ibu hamil termasuk kelompok paling rentan dalam situasi bencana.

“Ibu hamil, lansia, dan anak-anak merupakan kelompok yang harus didahulukan saat terjadi bencana seperti banjir. Apalagi ibu hamil yang akan melahirkan, risikonya sangat besar jika tidak segera mendapat pertolongan medis,” ujar Saidah dalam keterangan tertulis, Senin (26/1/2026).

Menurut dia, kecepatan informasi dari warga dan respons lapangan menjadi faktor penting dalam penyelamatan tersebut. Begitu menerima kabar adanya ibu hamil yang terjebak, tim BTB langsung bergerak menuju lokasi.

Situasi banjir bukan hanya menghambat mobilitas, tetapi juga meningkatkan risiko kesehatan bagi ibu hamil, seperti:

  • Keterlambatan mendapatkan pertolongan persalinan

  • Risiko infeksi akibat lingkungan tidak higienis

  • Hipotermia dan kelelahan

  • Stres yang dapat memengaruhi kondisi ibu dan janin

Karena itu, evakuasi cepat dalam kasus ini dinilai krusial untuk mencegah komplikasi.

“Semoga persalinannya lancar, ibu dan bayinya selamat. Kami juga berharap banjir segera surut agar masyarakat Karawang bisa kembali beraktivitas,” kata Saidah.

Kehadiran BAZNAS Tanggap Bencana di lokasi terdampak, menurut Saidah, merupakan bagian dari komitmen BAZNAS dalam respons darurat kemanusiaan.

“BAZNAS hadir untuk memastikan evakuasi berjalan aman dan warga terdampak segera mendapatkan bantuan dasar,” ujarnya.

Selain evakuasi, BTB juga terlibat dalam distribusi logistik, layanan dasar, serta dukungan kemanusiaan lain bagi warga terdampak banjir.

Peristiwa evakuasi ibu hamil ini menunjukkan bahwa dalam situasi bencana, koordinasi cepat antara warga dan tim penyelamat menjadi penentu keselamatan, terutama bagi kelompok paling rentan.

26/01/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa
Kemensetneg Salurkan Rp227 Juta via BAZNAS, Bantu Penyintas Banjir Sumatera Bangun Huntap hingga Pulihkan Ekonomi

Jakarta – Solidaritas kemanusiaan kembali ditunjukkan Keluarga Besar Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) RI. Melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI, bantuan sebesar Rp227.200.000 disalurkan untuk membantu para penyintas banjir di wilayah Sumatera.

Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Sekretaris Kementerian Sekretariat Negara, Setya Utama, kepada jajaran pimpinan BAZNAS RI dalam seremoni yang berlangsung di lingkungan Kemensetneg, Jakarta Pusat, Jumat (23/1/2026).

Hadir dalam kesempatan itu Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, didampingi Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Hj. Saidah Sakwan, MA, serta Wakil Menteri Sekretariat Negara RI Juri Ardiantoro beserta jajaran pejabat.

Ketua BAZNAS RI Kiai Noor Achmad menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan Kemensetneg kepada BAZNAS sebagai lembaga penyalur bantuan.

“Kami mengucapkan banyak terima kasih. Mudah-mudahan apa yang Bapak/Ibu berikan bermanfaat bagi saudara-saudara kita di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh. Bantuan ini akan kami salurkan sesuai peruntukannya, secara amanah, transparan, dan tepat sasaran,” ujar Kiai Noor.

Ia menegaskan, BAZNAS bukan hanya hadir saat bantuan datang, tetapi sudah terjun sejak hari pertama bencana terjadi. Dalam masa tanggap darurat, BAZNAS mengoperasikan 117 pos layanan yang meliputi:

  • Layanan kesehatan gratis

  • Dapur umum

  • Dapur air bersih

“Lebih dari tiga juta porsi makanan telah kami salurkan sejak hari pertama masa tanggap darurat hingga fase itu dinyatakan selesai,” ungkapnya.

Kini, penanganan memasuki fase pemulihan. Bantuan yang masuk melalui BAZNAS akan difokuskan untuk program jangka panjang yang menyentuh kebutuhan dasar sekaligus masa depan para korban.

Beberapa prioritas pemulihan yang disiapkan BAZNAS antara lain:

  • Pembangunan hunian tetap (huntap)

  • Penyediaan alat dan perlengkapan sekolah

  • Pembangunan kembali masjid dan musala

  • Program pemberdayaan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja

“Huntap pertama akan kami bangun di Tapanuli Selatan, yang kami namakan Kampung Cahaya Zakat. Di sana juga akan dibangun masjid dan sekolah,” jelas Kiai Noor.

Tak berhenti pada bantuan fisik, BAZNAS juga menyiapkan program pemulihan ekonomi agar para penyintas bisa kembali mandiri.

Program tersebut akan dijalankan melalui:

  • ZMart (penguatan usaha ritel kecil)

  • ZChicken (usaha kuliner berbasis kemitraan)

“Kami tidak hanya memberikan modal, tetapi juga pendampingan sampai mereka benar-benar mandiri. Ini bagian dari ikhtiar kami membuka kembali lapangan kerja bagi korban terdampak,” tegasnya.

Wakil Menteri Sekretariat Negara, Juri Ardiantoro, mengapresiasi konsistensi BAZNAS yang selalu hadir di garis depan setiap terjadi bencana.

“Terima kasih kepada BAZNAS yang bersedia menyalurkan bantuan ini kepada para korban. Juga kepada keluarga besar Kemensetneg, para pegawai dan pejabat yang telah menyalurkan dana kepeduliannya. Ini wujud nyata solidaritas untuk saudara-saudara kita yang terdampak,” kata Juri.

Ia mengakui nilai bantuan tersebut mungkin belum cukup untuk memulihkan seluruh dampak bencana, namun memiliki makna besar dari sisi kepedulian.

“Untuk memulihkan kondisi seperti sebelum bencana tentu membutuhkan dana sangat besar, mungkin triliunan rupiah. Tetapi dengan niat tulus, kami berharap bantuan ini dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar dan mempercepat pemulihan masyarakat Aceh dan Sumatera,” tutupnya.

Kolaborasi Kemensetneg dan BAZNAS ini juga menjadi contoh edukatif bahwa dana sosial—zakat, infak, dan sedekah—memiliki peran strategis bukan hanya untuk bantuan darurat, tetapi juga: Pemulihan jangka panjang, Pembangunan hunian layak, Akses pendidikan, Kebangkitan ekonomi korban.

26/01/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Terjunkan Tim Evakuasi Banjir di Jakarta-Bekasi, Warga Dievakuasi Pakai Perahu Karet

Jakarta – Banjir yang melanda sejumlah wilayah Jakarta dan Bekasi direspons cepat oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI. Melalui tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB), proses evakuasi warga terdampak dilakukan di berbagai titik genangan, Jumat (23/1/2026).

Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, mengatakan tim langsung diterjunkan begitu laporan banjir masuk dari sejumlah wilayah padat penduduk.

“Tim tanggap bencana segera kami kirim ke lokasi-lokasi banjir sebagai respons cepat BAZNAS untuk membantu mereka yang tengah mengalami kesulitan akibat banjir,” ujar Saidah dalam keterangan tertulis di Jakarta.

BTB BAZNAS melakukan evakuasi di beberapa wilayah yang terdampak cukup parah, yakni:

  • Cipinang Melayu, Jakarta Timur

  • Petogogan, Jakarta Selatan

  • Kedaung Angke, Jakarta Barat

  • Karet Tengsin, Jakarta Pusat

  • Pondok Hijau Permai, Kota Bekasi

Di lokasi-lokasi tersebut, tim menggunakan perahu karet untuk menjangkau warga yang terjebak genangan air dan membawa mereka menuju titik pengungsian yang lebih aman.

Selain fokus pada penyelamatan warga, BTB BAZNAS juga menyalurkan bantuan logistik darurat. Bantuan yang dibagikan meliputi:

  • Makanan siap saji

  • Air minum

  • Kebutuhan pokok lainnya

Langkah ini dilakukan untuk memastikan kebutuhan dasar warga terdampak tetap terpenuhi di tengah situasi darurat.

“BAZNAS berkomitmen untuk terus berupaya memberikan bantuan terbaiknya. Respons ini juga merupakan bentuk kepedulian BAZNAS RI dalam menanggapi isu-isu kebencanaan, termasuk musibah banjir,” kata Saidah.

BAZNAS juga mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu banjir susulan.

Saidah meminta warga terus memantau informasi dari sumber terpercaya serta mengikuti arahan petugas di lapangan demi keselamatan bersama.

“Semoga bantuan ini dapat meringankan beban warga yang terdampak banjir,” tutupnya.

23/01/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa

Berita Terbaru

Baznas Serahkan Dua Kapal Rumah Sehat untuk Sangihe dan Talaud, Mendagri Tito: Gotong Royong Dana Umat!
Baznas Serahkan Dua Kapal Rumah Sehat untuk Sangihe dan Talaud, Mendagri Tito: Gotong Royong Dana Umat!
Manado - Dua kapal putih bertuliskan Rumah Sehat Baznas (RSB) tampak berlabuh di Teluk Manado, Kamis (23/10/2025). Kapal ini bukan sekadar armada laut, tapi simbol nyata zakat yang bergerak ke garis terluar Indonesia — melayani masyarakat di Kabupaten Kepulauan Sangihe dan Kabupaten Kepulauan Talaud. Penyerahan dua kapal layanan kesehatan bergerak itu dilakukan oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI bersama Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP), Muhammad Tito Karnavian, disaksikan Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE dan sejumlah pejabat daerah. “Baznas memiliki potensi luar biasa. Ini solusi yang tidak bergantung pada APBN, tapi bersumber dari dana umat. Sebuah gotong royong khas Indonesia,” kata Tito dalam sambutannya di Dermaga Manado Bay, Kawasan Megamas, Manado. Dalam acara tersebut, Mendagri Tito dan Ketua Baznas RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, menyerahkan dua unit kapal klinik kepada Bupati Kepulauan Michael Thungari, SE., MM dan Bupati Kepulauan Talaud Welly Titah. “Kapal ini bisa untuk pemeriksaan kesehatan, melayani ibu bersalin, bahkan operasi terbatas. Kita prioritaskan untuk kondisi darurat (SOS),” ujar Tito. Mantan Kapolri itu berharap dua kapal ini dapat dimanfaatkan maksimal untuk pelayanan kesehatan masyarakat kepulauan. “Hari ini kami serahkan. Terima kasih Baznas, semoga kapal ini bermanfaat untuk masyarakat,” katanya. Tito juga mengingatkan agar kapal ini tidak hanya berhenti pada seremoni peresmian. “Pemda, gubernur, dan dua bupati harus ikut pikirkan penganggaran. Jangan sampai kapal ini mangkrak,” tegasnya. Ketua Baznas RI, Prof. Noor Achmad, menjelaskan dua kapal tersebut masing-masing bernilai Rp8 miliar, ditambah Rp1 miliar dana operasional per tahun untuk tiap daerah. Total investasi program mencapai Rp10 miliar, hasil kolaborasi antara Baznas dan BNPP. “Kami berharap keberlanjutan operasional kapal ini dapat dijaga pemerintah daerah agar manfaatnya tidak berhenti di seremoni,” ujar Noor. Menurut Noor, ide kapal layanan kesehatan muncul karena sulitnya akses kesehatan di wilayah kepulauan perbatasan. “Banyak tenaga medis enggan bertugas di wilayah 3T karena keterbatasan fasilitas. Maka, kapal inilah solusi agar masyarakat Sangihe dan Talaud bisa menikmati layanan kesehatan yang layak,” katanya. Kapal Rumah Sehat Baznas ini berjenis SF-12250 AK Speed Boat Fiberglass Catamaran, dengan panjang 12,5 meter dan lebar 3,5 meter. Kapal ini dilengkapi 115 item alat kesehatan, mulai dari alat pemeriksaan umum hingga tindakan bedah minor. Pimpinan Baznas Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Dr. Saidah Sakwan, MA, menyebut kapal bergerak merupakan solusi paling realistis di wilayah perbatasan. “Membangun rumah sakit di pulau kecil sering terkendala SDM medis dan logistik. Maka kapal layanan kesehatan menjadi inovasi yang menyesuaikan dengan geografi kepulauan kita,” jelas Saidah. Dengan tambahan dua kapal baru ini, Baznas kini memiliki 38 titik layanan Rumah Sehat di seluruh Indonesia, termasuk di wilayah perbatasan seperti Sambas, Kalimantan Barat. “Kami ingin memastikan masyarakat di daerah 3T mendapatkan layanan kesehatan yang setara. Ini bukti negara hadir melalui zakat yang dikelola secara profesional,” kata Saidah. Penyerahan kapal di Teluk Manado ini juga menjadi simbol arah baru filantropi Islam di Indonesia. Zakat kini bukan hanya soal bantuan, tapi sudah menjadi instrumen pembangunan nasional. “Apa yang kami kelola adalah amanah masyarakat. Kami bisa menerima dari siapa saja dan memberikan kepada siapa saja selama untuk kemaslahatan. Prinsip kami: aman syar’i, aman regulasi, dan aman NKRI,” tegas Noor. Acara berlangsung khidmat dan dihadiri berbagai pihak, mulai dari unsur Forkopimda Sulut, Baznas Provinsi dan Kabupaten/Kota, hingga perwakilan Kemendagri dan BNPP.
BERITA23/10/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
Setelah Koordinasi dengan Pemprov Sulut, BAZNAS RI Siap Serahkan Kapal Klinik Ambulance untuk Sangihe dan Talaud Besok di Marina Bay Manado
Setelah Koordinasi dengan Pemprov Sulut, BAZNAS RI Siap Serahkan Kapal Klinik Ambulance untuk Sangihe dan Talaud Besok di Marina Bay Manado
Manado, 22 Oktober 2025 — Setelah melalui serangkaian koordinasi intensif dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Republik Indonesia kini siap melaksanakan penyerahan Kapal Klinik Ambulance untuk Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe dan Kabupaten Kepulauan Talaud, yang akan digelar besok, Kamis (23/10/2025) di Marina Bay Manado. Penyerahan kapal ini menjadi momen bersejarah bagi layanan kemanusiaan berbasis zakat di wilayah kepulauan, menandai langkah besar BAZNAS dalam menghadirkan akses kesehatan yang merata hingga ke pulau-pulau terluar Nusantara. Kegiatan penyerahan akan dihadiri oleh Direktur Pendistribusian BAZNAS RI, Ahmad Fikri, bersama jajaran pimpinan BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara, serta Pemerintah Provinsi Sulut . Seluruh pimpinan BAZNAS Kabupaten/Kota se-Sulut juga dijadwadkan hadir untuk menyaksikan momentum penting ini. Sebelumnya, pada Selasa (21/10/2025), Tim BAZNAS RI yang dipimpin oleh Ahmad Fikri telah melaksanakan kunjungan koordinasi resmi ke Kantor Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, yang diterima langsung oleh Dr. Denny Mangala, M.Si selaku Asisten I, mewakili Gubernur. Pertemuan tersebut membahas secara detail aspek teknis, waktu pelaksanaan, dan kesiapan fasilitas pendukung agar penyerahan kapal klinik dapat berlangsung tertib, tepat sasaran, dan berdampak nyata bagi masyarakat. Usai pertemuan, tim BAZNAS RI dan BAZNAS Sulut langsung melakukan survey lapangan ke kawasan Manado Bay, lokasi yang akan menjadi titik penyerahan kapal. Pengecekan meliputi kesiapan dermaga, kondisi perairan, dan fasilitas penunjang acara, memastikan seluruh tahapan berjalan profesional dan terukur. Program Kapal Klinik Ambulance merupakan terobosan BAZNAS dalam memaksimalkan fungsi zakat untuk layanan kesehatan dan kemanusiaan di wilayah kepulauan, khususnya bagi masyarakat di daerah yang sulit dijangkau jalur darat. Kapal ini dilengkapi dengan ruang pemeriksaan medis, peralatan kesehatan dasar, serta tim tenaga medis yang akan memberikan layanan keliling di perairan Sangihe dan Talaud. Dengan hadirnya kapal klinik ini, masyarakat pesisir kini memiliki akses lebih cepat terhadap layanan kesehatan dasar tanpa harus menyeberang jauh ke kota besar. Direktur Pendistribusian BAZNAS RI, Ahmad Fikri, menegaskan bahwa program ini adalah bentuk nyata zakat yang bergerak dan memberi manfaat langsung bagi umat. “Kami ingin memastikan bahwa zakat tidak berhenti di angka, tetapi bergerak menjadi manfaat. Kapal Klinik Ambulance ini adalah bukti bahwa zakat bisa hadir di mana negara membutuhkan, dari daratan hingga lautan,” tegasnya. Sementara itu, Asisten I Pemprov Sulut, Dr. Denny Mangala, M.Si, menyampaikan apresiasi atas sinergi dan komitmen BAZNAS RI dalam mendukung visi pembangunan daerah. “Langkah BAZNAS ini sangat luar biasa. Kapal Klinik Ambulance bukan hanya bentuk bantuan, tapi wujud kepedulian dan sinergi kemanusiaan yang nyata untuk rakyat kepulauan,” ujarnya. Penyerahan Kapal Klinik Ambulance ini menjadi bagian dari komitmen besar BAZNAS dalam memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, khususnya dalam mendukung agenda pemerataan layanan publik di kawasan pesisir dan kepulauan. Kapal ini akan segera dioperasikan setelah prosesi penyerahan, dan diharapkan mampu menjadi “ambulans laut” yang berlayar membawa harapan, pelayanan, dan keberkahan bagi masyarakat Sangihe dan Talaud. Melalui program ini, BAZNAS kembali menegaskan perannya sebagai lembaga zakat nasional yang inovatif, responsif, dan berdampak luas, membuktikan bahwa zakat adalah energi perubahan yang nyata — bukan hanya di daratan, tetapi juga di samudra.
BERITA22/10/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
Satu Tahun Pemerintahan, Prabowo Umumkan Penurunan Kemiskinan Terendah Sepanjang Sejarah RI
Satu Tahun Pemerintahan, Prabowo Umumkan Penurunan Kemiskinan Terendah Sepanjang Sejarah RI
JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto menyampaikan capaian signifikan pada Sidang Kabinet Paripurna memperingati satu tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran yang digelar di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/10/2025). Dalam laporan terbuka di hadapan para menteri dan pimpinan lembaga negara, Prabowo mengumumkan bahwa tingkat kemiskinan nasional berhasil ditekan hingga 8,47 persen, menjadikannya yang terendah sepanjang sejarah Indonesia. “Ini prestasi luar biasa mengingat dunia tengah menghadapi 110 konflik bersenjata, ketidakpastian geopolitik, serta gejolak ekonomi global,” tegas Prabowo. Selain penurunan kemiskinan, Prabowo juga melaporkan bahwa pertumbuhan ekonomi nasional mencapai 5 persen, menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan pertumbuhan tertinggi di antara anggota G20. Sementara itu, inflasi berhasil ditekan hingga 2 persen, terendah di antara negara-negara G20. Stabilitas keuangan negara juga terjaga dengan baik. Defisit APBN tetap di bawah 3 persen, sementara Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menembus 8.000 poin, rekor tertinggi sepanjang sejarah pasar modal Indonesia. Di bidang ketenagakerjaan, Prabowo menyebut angka pengangguran terbuka turun menjadi 4,76 persen, menjadikannya yang terendah sejak krisis moneter 1998. Menurut Presiden, ini merupakan hasil dari kombinasi investasi, hilirisasi industri, serta peningkatan serapan tenaga kerja melalui proyek-proyek strategis nasional. Dalam pidatonya, Prabowo juga menyoroti efektivitas program-program unggulan yang diklaim berkontribusi besar terhadap penguatan kesejahteraan rakyat kecil. Di antaranya: Program Makan Bergizi Gratis (MBG): Sudah menyalurkan 1,41 miliar porsi makanan kepada 36,7 juta penerima, meliputi siswa sekolah, balita stunting, hingga ibu hamil. Cek Kesehatan Gratis Tahunan: Telah dimanfaatkan oleh 43 juta warga dari seluruh lapisan masyarakat. Sekolah Rakyat dan SMA Gratis Garuda: Dibangun untuk menjamin akses pendidikan gratis bagi anak dari keluarga tidak mampu sekaligus mencetak siswa unggulan berstandar internasional. Distribusi Interactive Flat Panel (IFP): Perangkat pembelajaran digital telah dibagikan ke lebih dari 50.000 sekolah untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Menutup pidatonya, Prabowo menegaskan bahwa pemerintah memasuki babak baru dengan fokus memperkuat kedaulatan pangan, energi, dan pengelolaan air. “Ini adalah fundamental ekonomi sesungguhnya yang harus kita jaga agar Indonesia kokoh menghadapi masa depan,” ujarnya. Sidang Kabinet Paripurna tersebut ditutup dengan penegasan komitmen seluruh jajaran pemerintah untuk mempertahankan tren positif ini, sekaligus mempercepat pemerataan pembangunan hingga ke desa-desa.
BERITA20/10/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
Warga Gaza Berpelukan sambil Menangis, Bantuan Kemanusiaan BAZNAS RI Akhirnya Tembus Palestina
Warga Gaza Berpelukan sambil Menangis, Bantuan Kemanusiaan BAZNAS RI Akhirnya Tembus Palestina
Gaza/Jakarta — Suasana haru menyelimuti wilayah Gaza. Di tengah jeda gencatan senjata yang langka, truk-truk bantuan bertuliskan BAZNAS – Indonesia memasuki kawasan padat penduduk. Anak-anak berlari menyambut, para ibu menengadahkan tangan seraya berucap “Syukran Indonesia…” Sebanyak 35.000 paket bantuan kemanusiaan hasil donasi masyarakat Indonesia yang dihimpun oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI resmi didistribusikan kepada warga Gaza. Isinya bukan sekadar sembako — tetapi sumber harapan: beras, tepung, mi instan, keju, ikan tuna, biskuit kurma, energy bar, jus, kurma, kacang, hingga bumbu-bumbu dapur yang selama ini sulit didapat akibat blokade panjang. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, tak kuasa menyembunyikan rasa syukurnya. “Alhamdulillah, bantuan dari masyarakat Indonesia akhirnya benar-benar sampai ke tangan warga Palestina. Ini kabar yang sangat menggembirakan — karena di tengah situasi yang serba sulit, mereka sangat membutuhkan uluran tangan kita,” ujar Kiai Noor dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (18/10/2025). Menurutnya, jeda gencatan senjata menjadi momen emas untuk menembus akses bantuan yang sebelumnya tertahan akibat kondisi keamanan. Tak Hanya Kirim Bantuan — BAZNAS Siapkan Program Rekonstruksi Palestina BAZNAS memastikan distribusi dilakukan melalui mitra terpercaya di lapangan agar tepat sasaran dan bebas dari penyalahgunaan. Tak berhenti di situ, Kiai Noor mengungkap bahwa BAZNAS tengah menyiapkan program jangka panjang untuk: Pemulihan infrastruktur, Penguatan layanan kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi warga Palestina. Dalam pesannya kepada publik, Kiai Noor menyampaikan apresiasi mendalam: “Terima kasih kepada seluruh masyarakat Indonesia. Semoga setiap rupiah yang disalurkan menjadi amal jariyah yang tidak pernah putus, dan menjadi bukti bahwa Indonesia selalu hadir untuk Palestina.” BAZNAS kembali mengajak masyarakat untuk tidak berhenti di tengah jalan. Bantuan masih sangat dibutuhkan, terutama untuk fase pemulihan. Salurkan Infak Kemanusiaan Palestina melalui: BSI 100.426.6893 a.n. Badan Amil Zakat Nasional Online: baznas.go.id/bantupalestina
BERITA18/10/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
Datang Berobat, Pulang Tanpa Ditagih — Rumah Sehat Baznas Resmi Beroperasi di Gorontalo
Datang Berobat, Pulang Tanpa Ditagih — Rumah Sehat Baznas Resmi Beroperasi di Gorontalo
POHUWATO — Kini warga Pohuwato tak perlu lagi cemas soal biaya saat sakit. Cukup datang berobat, pulang tanpa ditagih sepeser pun. Sebab Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI resmi membuka Rumah Sehat Baznas pertama di Provinsi Gorontalo, Rabu (15/10/2025). Peresmian berlangsung meriah di eks Puskesmas Marisa, Desa Marisa Selatan, ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pengguntingan pita oleh Ketua Baznas RI KH Ahmad Sudrajat, didampingi Wakil Bupati Pohuwato Iwan S Adam, Anggota DPD RI Syarif Mbuinga, serta disaksikan unsur Forkopimda, tokoh agama, dan masyarakat. KH Ahmad Sudrajat menegaskan bahwa Rumah Sehat ini adalah bukti bahwa zakat bisa menjadi sistem pelayanan kesehatan permanen, bukan sekadar bantuan sesaat. “Rumah Sehat ini bukan rumah sakit bisnis. Ini klinik umat. Siapa pun yang tidak mampu, datang saja. Tidak ada loket pembayaran,” tegasnya. Baznas RI bahkan telah menyiapkan 50 program berbasis desa yang akan memperkuat pelayanan kesehatan, pendidikan, hingga pemberdayaan ekonomi berbasis dana zakat. Untuk menjaga kepercayaan publik, Baznas bekerja sama dengan Kejaksaan, Kepolisian, dan KPK dalam hal pengawasan dan akuntabilitas dana. “Kami telah menghimpun Rp41 triliun dana umat secara nasional, dan semuanya harus kembali ke umat,” tambah Ahmad Sudrajat. Pemda Pohuwato: “Ini Solusi untuk Warga yang Selama Ini Menahan Sakit karena Tak Punya Biaya” Wakil Bupati Pohuwato, Iwan S Adam, mengapresiasi Baznas atas hadirnya fasilitas kesehatan gratis ini. “Selama ini masih ada warga kami yang menunda berobat karena takut biaya. Sekarang mereka punya tempat untuk datang tanpa malu dan tanpa bayar,” ujarnya. Ia berharap Baznas terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk memperkuat layanan dokter dan tenaga medis. Ketua Baznas Pohuwato, Mohamad Rozali Hunou, memastikan seluruh layanan akan gratis untuk masyarakat kurang mampu, termasuk ambulans Baznas yang sudah lebih dulu beroperasi tanpa pungutan apa pun. Peresmian turut dirangkaikan dengan penyerahan izin operasional dari Dinas Kesehatan, serta pembagian paket sembako kepada warga sekitar. Hadir pula Ketua Baznas Provinsi Gorontalo Hamka Arbi, Ketua DPRD Pohuwato Beni Nento, unsur BNNK, Danposal, perwakilan Pengadilan Agama, BUMN, hingga perbankan.
BERITA16/10/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS & MUI Deklarasi “Koalisi Besar Zakat Nasional”: Saatnya Ulama dan Umara Bersatu Menggerakkan Ekonomi Umat
BAZNAS & MUI Deklarasi “Koalisi Besar Zakat Nasional”: Saatnya Ulama dan Umara Bersatu Menggerakkan Ekonomi Umat
Jakarta — Gerakan zakat nasional bersiap memasuki babak baru. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) resmi menggaungkan tekad memperkuat sinergi dalam membangun ekosistem zakat yang lebih terintegrasi, profesional, dan berdampak nyata bagi kesejahteraan umat. Deklarasi moral itu mencuat dalam Pengajian Selasa Pagi Pusdiklat BAZNAS RI (14/10/2025), yang disiarkan langsung melalui YouTube BAZNAS TV. Hadir Pimpinan BAZNAS RI Bidang Transformasi Digital Prof. Ir. H. Nadratuzzaman Hosen, MS., MEc., Ph.D., Sekretaris Jenderal MUI Pusat Dr. Amirsyah Tambunan, MA., serta perwakilan BAZNAS dari seluruh Indonesia secara daring. Prof. Nadra tidak berbicara basa-basi. Ia menyebut sinergi BAZNAS–MUI harus berubah menjadi gerakan massif yang mendorong lahirnya generasi sadar zakat. “Zakat tidak boleh lagi berjalan sendiri-sendiri. BAZNAS dan MUI harus menjadi lokomotif. Kita harus menggerakkan umat agar menunaikan zakat melalui lembaga resmi, secara tertib, profesional, dan sesuai syariat,” tegasnya. Baik MUI maupun BAZNAS sepakat, era zakat konsumtif harus ditinggalkan. Sekjen MUI, Dr. Amirsyah Tambunan, menggugah audiens dengan satu kalimat tajam: “Zakat bukan sekadar bagi-bagi. Zakat adalah instrumen pemberdayaan ekonomi yang mampu mengubah mustahik menjadi muzakki.” Ia mengingatkan bahwa sudah banyak penerima beasiswa zakat yang kini justru menjadi penyumbang zakat. Bukti bahwa zakat, jika dikelola dengan visi besar, sanggup menciptakan transformasi sosial. Namun Amirsyah juga menegaskan: kepercayaan umat tidak cukup dibangun dengan ceramah dan seremonial. “Kepercayaan harus dibuktikan secara tertulis. Data zakat harus konkret, valid, dan transparan. Tanpa itu, pengelolaan zakat bisa jadi fitnah.” Ia bahkan melontarkan “tantangan moral” bagi seluruh pengelola zakat di Indonesia: “Jika ulama dan umara bersatu, maka kemaslahatan umat akan hadir. Jika keduanya berjalan sendiri-sendiri, umat hanya menjadi penonton pembangunan.”
BERITA14/10/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
Indonesia Jadi Sorotan di World Zakat & Waqf Forum 2025, BAZNAS Dorong Digitalisasi dan Standarisasi Amil Global
Indonesia Jadi Sorotan di World Zakat & Waqf Forum 2025, BAZNAS Dorong Digitalisasi dan Standarisasi Amil Global
KUCHING, MALAYSIA — Indonesia kembali menegaskan posisinya sebagai rising leader dalam tata kelola zakat dunia. Hal ini terlihat dari pernyataan tegas Pimpinan BAZNAS RI Bidang Transformasi Digital, Prof. Ir. H. Nadratuzzaman Hosen, MS., MEc., Ph.D., dalam ajang 14th Annual Meeting and International Conference – World Zakat & Waqf Forum (WZWF) 2025 yang digelar 13–15 Oktober 2025 di Borneo Convention Centre Kuching (BCCK), Sarawak, Malaysia. Di hadapan lebih dari 500 delegasi dari 29 negara — mencakup 100 organisasi zakat, wakaf, keuangan syariah, dan lembaga kemanusiaan dunia — Prof. Nadra memaparkan keberhasilan Indonesia dalam menerapkan transformasi digital zakat serta standarisasi kompetensi amil melalui sistem sertifikasi profesional. Dalam paparannya, Prof. Nadra menyampaikan bahwa 60% penghimpunan zakat nasional kini dilakukan melalui kanal digital, sementara di wilayah daerah telah mencapai 20%. “Transformasi digital di BAZNAS telah memberikan dampak nyata. Kami tidak hanya membicarakan konsep, tetapi membawa hasil konkret yang bisa diadopsi negara lain,” tegasnya. Selain digitalisasi, Indonesia juga menjadi pelopor dalam penerapan Sertifikasi Amil dan Nazhir berbasis Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP BAZNAS) yang kini dapat diakses secara daring oleh amil di seluruh penjuru nusantara. “Profesionalisme amil adalah kunci keberlanjutan zakat dunia. Indonesia siap berbagi sistem untuk diterapkan global,” tambahnya. Forum prestisius ini dihadiri tokoh penting dunia Islam dan filantropi internasional, antara lain: Datuk Patinggi Tan Sri Abang Johari Tun Openg – Premier Sarawak Senator Dato’ Dr. Mohd Na’im Mokhtar – Menteri Agama Malaysia Datuk Abang Mohd Shibli Abang Mohd Nailie – GM Tabung Baitulmal Sarawak Datuk Misnu Taha – Presiden Majlis Islam Sarawak Datuk Kipli Yassin – Mufti Negeri Sarawak Datuk Dr. Mohd Ghazali Md Noor – Sekjen WZWF Selain itu, hadir pula ratusan pemimpin zakat dan wakaf dari: Qatar Charity. Zakat House Kuwait, Islamic Development Bank (IsDB), Tabung Haji Malaysia. Badab Wakaf Indonesia (BWI), Lembaga zakat dari Asia, Afrika, Eropa dan Timur Tengah Salah satu agenda strategis forum ini adalah pembentukan WZWF Global Fund, sebuah pooling fund zakat dan wakaf internasional untuk membantu negara miskin secara terintegrasi dan transparan berbasis digital. BAZNAS Indonesia menyatakan kesiapan untuk menjadi driving force dalam tata kelola dan sistem digital fund global ini. Keikutsertaan aktif BAZNAS dalam forum ini sejalan dengan Misi Ke-9 BAZNAS RI: “Berperan aktif dan menjadi referensi bagi gerakan zakat dunia.” Dengan capaian nyata dalam transformasi digital, sertifikasi amil, dan tata kelola transparan, Indonesia kini tidak hanya menjadi peserta, tetapi pengarah arah kebijakan global zakat masa depan. Digitalisasi bukan hanya teknologi — tapi komitmen untuk memudahkan umat. Standarisasi bukan sekadar sertifikat — tapi jaminan amanah.
BERITA14/10/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
“Terima Kasih Banyak, Baznas Minahasa” — Kisah Ibu Petani di Tondano yang Anaknya Tertelan Jarum Pentul, Kini Jadi Peringatan untuk Semua
“Terima Kasih Banyak, Baznas Minahasa” — Kisah Ibu Petani di Tondano yang Anaknya Tertelan Jarum Pentul, Kini Jadi Peringatan untuk Semua
Minahasa 13/10/2025— Suara lirih penuh haru keluar dari bibir Maini (48), seorang ibu petani sederhana asal Tondano. Ia tak menyangka hari biasa di kebun berubah menjadi momen paling menegangkan dalam hidupnya. Anak perempuannya, siswi MTs Plus Tarbiyah Tondano, mendadak dilarikan ke Rumah Sakit Tondano setelah tak sengaja menelan jarum pentul yang biasa dipakai untuk menjepit jilbab. Kebiasaan menggigit jarum di bibir — dianggap sepele — hampir merenggut nyawa. “Saya panik, tidak tahu harus bagaimana. BPJS kami tidak aktif. Uang tabungan juga tidak ada,” cerita Maini, menahan tangis. Suaminya hanya bekerja serabutan, kadang di kebun, kadang membantu orang jika ada tambahan pekerjaan. Hidup mereka bersandar pada apa yang ada hari itu — hari ini kerja, hari ini makan. Pertolongan Tak Disangka Datang dari Baznas Minahasa Saat kabar ini sampai ke Waka IV Baznas Minahasa, ia langsung turun menemui Maini di kebun, tanpa protokol, tanpa basa-basi. Di tengah tanah basah dan cangkul yang masih tertancap di tanah, bantuan langsung diserahkan untuk biaya tindakan medis dan kebutuhan pemulihan anaknya. “Jangan dinilai dari besar atau kecilnya bantuan. Yang penting ada uluran tangan di saat paling susah,” kata Waka IV Baznas Minahasa. Maini tak bisa menyembunyikan rasa bahagianya. “Terima kasih banyak, banyak, banyak Baznas Minahasa. Amat sangat membantu keluarga saya. Semoga Baznas semakin peduli kepada masyarakat yang kurang mampu,” ujarnya sembari menahan air mata. Kasus seperti ini bukan yang pertama. Banyak pelajar muslimah yang terbiasa menjepit jarum pentul dengan mulut saat memasang jilbab. Padahal risikonya fatal: Jarum bisa tertelen atau terhirup ke saluran napas Bisa melukai tenggorokan, paru-paru, bahkan organ vital Dalam banyak kasus, harus operasi. “Jangan lagi sepelekan jarum pentul. Ingat, satu detik kelalaian bisa jadi seumur hidup penyesalan,” pesan Maini Waka IV Baznas Minahasa berharap masyarakat semakin percaya dan mendukung Baznas, agar lembaga zakat ini bisa berbuat lebih banyak lagi untuk masyarakat kecil yang sering terabaikan. “Semoga ada lebih banyak orang baik yang mau menyalurkan zakatnya lewat Baznas. Dari zakat inilah lahir pertolongan seperti hari ini,” ujarnya.
BERITA13/10/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
Fesbujaton XIX Resmi Ditutup, Kakanwil Kemenag Sulut Tegaskan Jawa Tondano Jadi Ikon Harmoni Nasional
Fesbujaton XIX Resmi Ditutup, Kakanwil Kemenag Sulut Tegaskan Jawa Tondano Jadi Ikon Harmoni Nasional
Manado 4/10/2025– Festival Seni dan Budaya Jawa Tondano (Fesbujaton) ke-19 resmi ditutup secara spektakuler pada Sabtu malam, 4 Oktober 2025. Penutupan dilakukan oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Utara yang didaulat langsung mewakili panitia pusat, mengguncang suasana lapangan Mega Mas Manado yang sejak 2 Oktober dipadati ribuan peserta. Dalam sambutannya, Kakanwil menegaskan bahwa Jawa Tondano bukan hanya komunitas budaya, tetapi simbol peradaban harmoni dan toleransi yang menjadi kebanggaan nasional. “Masyarakat Jawa Tondano telah membuktikan bahwa hidup sebagai minoritas di tengah mayoritas bisa berlangsung dalam harmoni, toleransi, dan saling menghormati. Ini kontribusi besar kepada bangsa, bukan hanya bagi Sulawesi Utara,” tegasnya di hadapan ribuan peserta. Acara yang diikuti 1.683 peserta dari 28 kontingen ini tidak hanya dihadiri warga Sulawesi Utara, tetapi juga rombongan dari Gorontalo, Ternate, Palu, Makassar, Bitung, Kotamobagu, Tumpaan, dan wilayah lain. Selama tiga hari pelaksanaan (2–4 Oktober), Fesbujaton XIX menampilkan beragam lomba, seni tradisi, musik religi, dan adat budaya yang berpadu dengan kearifan lokal Minahasa. Kakanwil juga menyinggung pentingnya menjaga sejarah penyebaran Islam di Sulut, khususnya keberadaan makam Kyai Mojo di Tondano yang sempat diwacanakan untuk dipindahkan. “Makam Kyai Mojo bukan sekadar situs agama, tetapi simbol budaya, identitas, dan peradaban. Tempat itu menjadi ruang belajar sejarah Islam di Sulawesi Utara. Kalau dipindahkan, hilang satu memori besar bangsa.” Ia mengaku secara pribadi sudah menjadi bagian dari keluarga besar Jawa Tondano karena hubungan kekerabatan. Hal itu membuat keterlibatannya dalam Fesbujaton terasa emosional dan penuh kedekatan. Meski diwarnai kabar duka atas wafatnya salah satu peserta di Asrama Haji saat kegiatan berlangsung, suasana penutupan tetap penuh haru dan penghormatan. Doa bersama dipanjatkan sebelum prosesi penutupan. Dalam kesempatan itu, Kakanwil menyampaikan rasa hormat kepada sesepuh dan tokoh pendiri, termasuk Haji Ali Hardi Kedemak yang kini berusia 84 tahun dan masih setia menggerakkan Fesbujaton. “Ini bukan festival biasa. Ini tiga hari yang mengguncang Kota Manado. Lebih dari seribu orang datang dari berbagai daerah demi menjaga warisan budaya, seni, dan identitas Jawa Tondano.” Menutup sambutannya, ia memimpin secara resmi deklarasi berakhirnya Fesbujaton XIX: “Dengan mengucap Alhamdulillah, Festival Seni Budaya Jawa Tondano yang ke-19 kami nyatakan ditutup secara resmi.” Penutupan disambut takbir dan tepuk tangan panjang, menandai berakhirnya perhelatan budaya terbesar komunitas Jawa Tondano di kawasan timur Indonesia.
BERITA04/10/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Minahasa Perkuat Dakwah Sosial Digital: Ajak Masyarakat, Masjid, dan Netizen Jadi Bagian Gerakan Kebaikan
BAZNAS Minahasa Perkuat Dakwah Sosial Digital: Ajak Masyarakat, Masjid, dan Netizen Jadi Bagian Gerakan Kebaikan
Di tengah berbagai keterbatasan operasional dan tantangan pengelolaan zakat, BAZNAS Kabupaten Minahasa justru bergerak lebih progresif melalui penguatan informasi dan edukasi publik berbasis digital. Langkah ini menjadi bukti bahwa kepercayaan masyarakat terus dijaga, dan akuntabilitas lembaga semakin diperkuat melalui keterbukaan informasi. Saat ini, BAZNAS Minahasa aktif menyampaikan informasi, kegiatan, dan laporan melalui berbagai kanal resmi yang dapat dipantau langsung oleh masyarakat. Masyarakat tidak hanya bisa melihat program, tetapi juga ikut terlibat menyebarkan semangat kepedulian. Berbagai platform yang telah aktif dan rutin digunakan, antara lain: Website Resmi BAZNAS Minahasa Facebook Page & Group YouTube Channel Instagram TikTok Dengan langkah ini, BAZNAS Minahasa membuktikan bahwa amanah dikelola tidak hanya secara langsung di lapangan, tetapi juga secara terbuka dan bisa dipantau publik kapan saja. “GEMPAAR”: Gerakan Media Sosial untuk Zakat dan Kepedulian Saat ini, BAZNAS Minahasa tengah menggencarkan kampanye sosial digital yang dikenal dengan GEMPAAR (Gerakan Media Peduli dan Amanah Rakyat). Tujuan utamanya: Mengedukasi masyarakat tentang zakat, infak, sedekah, dan DSKL Menyebarkan informasi kegiatan pemberdayaan dan penyaluran Menampilkan kisah inspiratif muzaki dan mustahik Mendorong partisipasi umat melalui media sosial Menjaga kepercayaan publik melalui publikasi terbuka dan konten positif BAZNAS Minahasa membuka pintu selebar-lebarnya bagi masjid, takmir, remaja masjid, dan ormas Islam untuk menjadi mitra informasi. Caranya mudah: Setiap masjid bisa mengirimkan dokumentasi kegiatan sosial, keagamaan, pemberdayaan, dan edukasi umat Informasi tersebut akan diolah menjadi berita resmi dan dipublikasikan melalui website dan media sosial BAZNAS Minahasa Dengan ini, masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi pusat pergerakan sosial yang terdokumentasi “Kami ingin setiap masjid tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi menjadi mitra penyebaran kebaikan. Kegiatan sosial masjid bisa menjadi inspirasi bagi umat lain melalui kanal resmi BAZNAS,” ujar pengurus BAZNAS Minahasa. BAZNAS Minahasa mengajak seluruh masyarakat, ASN, tokoh agama, anak muda, komunitas, dan pengguna media sosial untuk ikut bergerak: Mari Bergabung & Ikuti Kanal Resmi BAZNAS Minahasa: - Website resmi - Grup & halaman Facebook- Channel YouTube- Instagram- TikTok Dengan mengikuti kanal resmi, masyarakat bisa: Memantau program secara langsung Mendapat edukasi dan berita terkini Mengetahui laporan kegiatan dan penyaluran Berkontribusi menyebarkan kepedulian Menguatkan kepercayaan publik terhadap lembaga Keterbatasan tidak mematikan langkah BAZNAS Minahasa. Justru kini menjadi batu loncatan untuk membangun kolaborasi yang lebih besar. Dengan media sosial sebagai jembatan, masyarakat bisa ikut menyaksikan, mendukung, dan menguatkan gerakan zakat di Minahasa. “Zakat akan kuat bila umat ikut bergerak. Mari bersinergi, mempercayakan penyaluran zakat kepada lembaga yang amanah, dan bersama menciptakan perubahan yang berdampak.”
BERITA04/10/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
Happy Chuseok: LOTTE Mart Gandeng BAZNAS, Belanja Jadi Ibadah, Donasi Jadi Berkah
Happy Chuseok: LOTTE Mart Gandeng BAZNAS, Belanja Jadi Ibadah, Donasi Jadi Berkah
Perayaan budaya kini tak lagi sekadar pesta, tapi juga pintu menuju kepedulian. Inilah yang ditunjukkan oleh LOTTE Mart Indonesia melalui gelaran Korean Fair “Happy Chuseok” tahun ini. Tidak hanya menghadirkan atmosfer khas Negeri Ginseng lewat sajian kuliner raksasa seperti Dakganjeong (ayam goreng manis gurih) dan Japchae (mi kaca tumis), LOTTE Mart juga membuka ruang berbagi dengan mengajak pelanggan menyalurkan donasi melalui kolaborasi strategis bersama BAZNAS RI. Setiap pelanggan yang membeli hidangan khas Korea di acara ini dapat berdonasi seikhlasnya. Hasil donasi tersebut akan dikelola oleh BAZNAS untuk disalurkan kembali dalam bentuk makanan kepada masyarakat yang membutuhkan. Dengan demikian, setiap transaksi kuliner bukan hanya pengalaman rasa, tapi juga ibadah sosial yang memberi manfaat luas. Kim Tae Hoon, President Director LOTTE Mart Indonesia menegaskan, “Chuseok adalah momen kebersamaan dan syukur. Melalui kerja sama ini, kami ingin pelanggan tidak hanya menikmati budaya Korea, tetapi juga ikut berbagi kasih sayang dan solidaritas.” H. M. Arifin Purwakananta, Deputi Bidang Pengumpulan BAZNAS RI menambahkan, “Kolaborasi dengan LOTTE Mart adalah wujud nyata bahwa zakat dan sedekah bisa hadir dalam ruang-ruang modern, bahkan di pusat perbelanjaan. Inilah cara kita memperluas manfaat: donasi kecil dari pelanggan bisa menjadi energi besar untuk meringankan beban masyarakat yang kesulitan pangan.” Program ini membuktikan bahwa ekonomi ritel modern dapat bersinergi dengan ekonomi zakat, menjadikan setiap belanja memiliki nilai ganda: keuntungan duniawi dan pahala ukhrawi. Selain menikmati hidangan khas Chuseok, pelanggan juga bisa membawa pulang bingkisan istimewa seperti Chuseok Premium Gift Pear, Kimchi Jeon, hingga produk populer seperti Nongshim Shin Ramyun Black dan Yorihada Kimchi. Ditambah promo spesial hingga 8 Oktober 2025, LOTTE Mart menghadirkan pengalaman belanja yang bukan hanya menyenangkan, tetapi juga sarat makna spiritual. Untuk mengetahui lebih banyak informasi dan promosi Korean Fair maupun lainnya, pelanggan dapat mengikuti Instagram @lottemartindo atau website www.lottemart.co.id.
BERITA03/10/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS RI Buka Posko Medis dan Dapur Umum untuk Korban Musala Ambruk di Sidoarjo
BAZNAS RI Buka Posko Medis dan Dapur Umum untuk Korban Musala Ambruk di Sidoarjo
Sidoarjo - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bergerak cepat usai musibah robohnya musala di Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur. Untuk meringankan beban para korban, BAZNAS membuka layanan kesehatan darurat sekaligus mendirikan dapur umum dan dapur air. Tragedi runtuhnya Musala Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, menyisakan duka mendalam. Hari ini ditemukan 3 korban meninggal jadi total korban meninggal akibat Musala ponpes Al Khoziny ambrok di Sidoarjo 8 orang santri meninggal dunia, ratusan lainnya selamat dengan luka dan trauma yang tak kalah berat. Musibah itu terjadi saat lantai atas musala tengah dicor, bertepatan dengan ratusan santri khusyuk melaksanakan salat Ashar berjemaah. Dugaan awal: beban berlebih membuat konstruksi tak kuasa menahan tekanan, hingga bangunan ambruk seketika. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, mengatakan tim tanggap darurat langsung diterjunkan begitu laporan musibah diterima. “Kami menyampaikan duka yang mendalam. BAZNAS hadir di lokasi untuk memastikan korban mendapat layanan kesehatan serta kebutuhan darurat secara cepat dan terkoordinasi,” ujar Saidah di Jakarta, Jumat (3/10/2025). Layanan medis diberikan tenaga kesehatan dari Rumah Sehat BAZNAS Sidoarjo dan Sragen. Tak hanya menangani korban luka, pemeriksaan rutin juga dilakukan agar kondisi para santri tetap terpantau. “Selain penanganan medis, kami memastikan kebutuhan dasar para korban terpenuhi. Karena itu BAZNAS membuka dapur umum dan dapur air untuk menyediakan makanan dan minuman setiap hari,” tambah Saidah. Dalam misi kemanusiaan ini, BAZNAS mengerahkan personel dari berbagai daerah, termasuk BAZNAS Jawa Timur, BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) Jatim, BTB Sidoarjo, BTB Jombang, BTB Madiun, dan BTB Trenggalek.
BERITA03/10/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
Hari Kesaktian Pancasila: BAZNAS Minahasa Ajak Bangsa Bangkit dengan Semangat Persatuan dan Kepedulian
Hari Kesaktian Pancasila: BAZNAS Minahasa Ajak Bangsa Bangkit dengan Semangat Persatuan dan Kepedulian
Minahasa – Peringatan Hari Kesaktian Pancasila, 1 Oktober 2025, bukan sekadar ritual mengenang sejarah, tetapi momentum kebangkitan bangsa untuk memperkokoh persatuan dan kepedulian sosial. Dalam momen bersejarah ini, Pimpinan BAZNAS Kabupaten Minahasa menyerukan pentingnya mengamalkan nilai-nilai Pancasila melalui aksi nyata kepedulian: zakat, infak, dan sedekah (ZIS). “Kesaktian Pancasila terletak pada kekuatan persatuan rakyatnya. Hari ini kita diingatkan bahwa bangsa yang kokoh bukan hanya dibangun dengan kata-kata, tapi dengan aksi peduli dan berbagi. Zakat, infak, dan sedekah adalah jalan kita untuk mewujudkan keadilan sosial dan kemanusiaan yang beradab,” ujar Pimpinan BAZNAS Minahasa. Ia menegaskan, zakat bukan hanya ibadah pribadi, tetapi juga bentuk nyata perjuangan membela bangsa dari kemiskinan dan ketidakadilan. “Jika dulu pahlawan mengangkat senjata untuk mempertahankan ideologi, maka hari ini kita bisa mengangkat semangat berbagi melalui BAZNAS untuk menjaga keutuhan sosial. Dengan zakat, infak, dan sedekah, kita membersihkan harta, memperkuat umat, dan membangun bangsa,” tegasnya. Pancasila dan Zakat: Satu Nafas Perjuangan Sila ke-2: Kemanusiaan yang adil dan beradab → diwujudkan dengan membantu fakir miskin dan mustahik. Sila ke-5: Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia → diwujudkan dengan distribusi zakat yang merata lewat BAZNAS. Gotong Royong: Semangat Pancasila yang hidup kembali dalam gerakan zakat, infak, dan sedekah. BAZNAS Minahasa meneguhkan komitmennya untuk menjadi garda terdepan dalam menyalurkan amanah umat. Dana ZIS yang terkumpul akan diprioritaskan untuk program pemberdayaan ekonomi rakyat, beasiswa pendidikan anak bangsa, serta bantuan kesehatan bagi masyarakat yang membutuhkan. “Marilah kita jadikan Hari Kesaktian Pancasila ini sebagai titik kebangkitan. Bangkit untuk bersatu, bangkit untuk peduli, bangkit untuk berbagi. Jangan biarkan ada satu pun saudara kita tertinggal dalam derap pembangunan bangsa. Salurkan zakat, infak, dan sedekah Anda melalui BAZNAS Minahasa. Karena di sinilah kepedulian kita berubah menjadi kekuatan bangsa,” pungkasnya.
BERITA01/10/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS RI Luncurkan Label "Taat Zakat", Perkuat Reputasi & Branding Perusahaan
BAZNAS RI Luncurkan Label "Taat Zakat", Perkuat Reputasi & Branding Perusahaan
Jakarta - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI melalui BAZNAS Fundraising Forum meluncurkan label “Taat Zakat” sebagai bentuk apresiasi untuk perusahaan yang konsisten menunaikan zakat. Label ini diharapkan tak hanya menjadi penguat spiritual, tetapi juga mendongkrak reputasi, branding, hingga kepercayaan publik terhadap perusahaan. Acara yang digelar di Jakarta, Selasa (30/9/2025), dihadiri lebih dari 100 mitra zakat perusahaan, regulator, asosiasi, hingga praktisi zakat. Forum ini fokus membahas regulasi, fikih, dan muamalah zakat perusahaan di era modern. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan, H. Rizaludin Kurniawan, M.Si., CFRM., menegaskan label “Taat Zakat” adalah simbol bersihnya harta perusahaan secara syariah. “Konsepnya mirip label halal. Kalau label halal memastikan produk bersih dan baik, maka label Taat Zakat menunjukkan perusahaan bersih secara syariah karena hartanya sudah ditunaikan zakat. Dampaknya luar biasa: branding naik, reputasi meningkat, publik makin percaya, bahkan ada manfaat perpajakan,” jelas Rizaludin. Label ini berlaku setahun dan diberikan gratis kepada semua perusahaan yang menyalurkan zakat melalui BAZNAS, tanpa memandang besarannya. “Mau Rp10 juta atau ratusan miliar, tetap dapat label yang sama. Karena zakat bukan soal jumlah, tapi soal kepatuhan syariah dan gaya hidup korporasi,” tambahnya. Lebih jauh, zakat perusahaan yang disalurkan melalui BAZNAS bisa diarahkan sesuai preferensi. “Perusahaan bisa memilih, misalnya untuk Papua, NTB, atau daerah lain. BAZNAS punya jaringan 34 provinsi dan 450 kabupaten/kota, jadi zakat tepat sasaran,” ucapnya. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Hj. Saidah Sakwan, MA, menekankan bahwa zakat tak hanya bernilai spiritual, tapi juga memperkuat ekosistem korporasi. “BAZNAS selalu support korporasi dalam menunaikan zakat. Dana zakat akan kembali memperkuat perusahaan. Contoh nyata, zakat Bank Syariah Indonesia (BSI) melalui BAZNAS telah membiayai 5.000 beasiswa calon pemimpin muda. Hasilnya? BSI juga ikut mendapatkan talenta terbaik dari dana zakatnya sendiri,” ungkap Saidah. Ia menegaskan, BAZNAS menjamin zakat perusahaan aman dari sisi syariah, regulasi, hingga keberlanjutan bisnis. “Zakat perusahaan itu aman syar’i, aman regulasi, aman NKRI, dan aman bagi korporasi. Jadi manfaatnya ganda, untuk umat dan untuk perusahaan,” katanya. Forum ini juga menghadirkan Ahli Fikih Zakat dan Muamalah, Ustaz Oni Sahroni, yang memberi panduan teknis. “Pertama, tentukan waktu zakat sesuai periode akuntansi perusahaan. Kedua, hitung total aset dan pisahkan dana non-wajib, misalnya wakaf atau dana dari non-muslim. Kalau nilainya setara 85 gram emas, wajib dizakati 2,5 persen. Baik sektor riil maupun pasar modal, selama aktivitasnya halal, wajib zakat,” tegas Oni. Dengan hadirnya label “Taat Zakat”, BAZNAS ingin menjadikan zakat bukan sekadar kewajiban, tapi prestise korporasi. Karena perusahaan yang taat zakat bukan hanya menguatkan spiritual, tetapi juga memperkokoh reputasi di mata publik dan mitra bisnis.
BERITA30/09/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
Tangis Santri, Derita Musala Ambruk, dan Uluran Tangan BAZNAS RI
Tangis Santri, Derita Musala Ambruk, dan Uluran Tangan BAZNAS RI
Sidoarjo – Suasana haru menyelimuti Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo. Musala yang biasanya menjadi tempat lantunan doa dan sujud syukur, tiba-tiba berubah menjadi puing-puing usai ambruk saat salat Ashar berjemaah, Senin (29/9/2025). Ratusan santri yang tengah khusyuk beribadah seketika panik. Doa bercampur tangis, sujud berganti teriakan, ketika lantai atas musala yang sedang dicor runtuh menimpa jamaah di bawahnya. Di tengah suasana pilu, hadir tangan kepedulian. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bergerak cepat dengan mengerahkan Tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) serta menyalurkan bantuan awal Rp300 juta untuk membantu evakuasi, penanganan korban, hingga rekonstruksi musala. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, yang datang langsung ke lokasi tak mampu menyembunyikan rasa pilunya. Dengan suara bergetar, ia menyampaikan duka mendalam sekaligus tekad kuat untuk mendampingi pesantren hingga pulih. “Peristiwa ini sungguh mengguncang hati, karena terjadi saat para santri sedang beribadah. BAZNAS hadir sebagai bentuk empati dan tanggung jawab. Bantuan awal Rp300 juta kami salurkan hari ini, dan Tim BTB sudah bekerja sejak detik pertama musibah terjadi,” ujar Kiai Noor, Selasa (30/9/2025). Tak berhenti di situ, BAZNAS juga memastikan koordinasi dengan pemerintah daerah, BPBD, tenaga medis, hingga relawan untuk menjamin semua korban mendapat penanganan terbaik. Fokus utama saat ini: menyelamatkan nyawa, mengobati luka, dan menumbuhkan kembali harapan. Kiai Noor juga mengingatkan pentingnya aspek keselamatan dalam pembangunan pesantren. “Keselamatan santri harus jadi prioritas utama. Tapi kita juga memahami, semangat kebersamaan seringkali membuat pembangunan berjalan dengan segala keterbatasan. Maka inilah saatnya kita semua hadir, bahu-membahu, agar musibah ini tidak terulang,” tegasnya. BAZNAS turut menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas wafatnya korban dan mendoakan keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran serta kekuatan iman. Hadir mendampingi, Wakil Ketua BAZNAS RI H. Mo Mahdum, Pimpinan BAZNAS RI Bidang SDM, Keuangan dan Umum Kol. CAJ (Purn.) Drs. Nur Chamdani, serta Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan MA. Kini, musibah ini menjadi panggilan nurani kita bersama. Karena setiap doa yang terhenti di musala yang runtuh adalah doa yang harus kita lanjutkan dengan aksi nyata. Mari bersama BAZNAS, sisihkan rezeki untuk membantu saudara-saudara kita yang sedang diuji. Donasi melalui Dompet Bencana dan Kemanusiaan BAZNAS: BSI 900.005.5740 BCA 686.073.7777 a.n. Badan Amil Zakat Nasional atau melalui: baznas.go.id/sedekahbencana
BERITA30/09/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
Mengubah Arah Pengentasan Kemiskinan: Dari Bansos ke Kolaborasi Zakat, Negara, dan Energi Muda
Mengubah Arah Pengentasan Kemiskinan: Dari Bansos ke Kolaborasi Zakat, Negara, dan Energi Muda
Mencari Jalan Baru Menghapus Kemiskinan: Saat Zakat, Jaminan Sosial, dan Energi Muda Bertemu dalam Satu Panggung Jakarta – Dalam riuh rendah percakapan tentang pembangunan nasional, masih ada satu masalah yang selalu kembali menghantui: kemiskinan. Meski anggaran bantuan sosial negara mencapai ratusan triliun rupiah tiap tahun, jumlah penduduk miskin tetap sulit turun secara signifikan. Pertanyaan itu dijawab dalam forum Indonesia Connect Liputan 6 SCTV, Minggu malam (29/9/2029). Forum ini tak biasa. Ia mempertemukan pejabat pemerintah, ulama, akademisi, penggerak muda, hingga pengelola jaminan sosial dalam satu meja diskusi. Tema besar yang diangkat: “Pendekatan Baru Pengentasan Kemiskinan Menuju Masyarakat Mandiri.” Di balik judulnya yang sederhana, forum ini justru menyingkap arah baru. Dari panggung studio, lahir narasi kolaborasi nasional: bagaimana zakat, jaminan sosial, bantuan negara, dan semangat muda bisa disatukan menjadi mesin penggerak kesejahteraan rakyat. Muhaimin Iskandar: Bansos Harus Jadi Jembatan, Bukan Ketergantungan Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, membuka diskusi dengan nada kritis. Ia menyebut Rp500 triliun anggaran bansos yang digelontorkan setiap tahun berpotensi meninabobokan rakyat jika tidak dikaitkan dengan pemberdayaan. “Bansos itu penting. Tapi jangan sampai menjadikan rakyat bergantung. Bantuan hanyalah jembatan. Yang utama adalah membuka peluang usaha, memberi pelatihan singkat, dan membangun komunitas produktif. Dengan begitu, rakyat bisa berjalan dengan kakinya sendiri,” tegasnya. Muhaimin juga menekankan, pemerintah tidak bisa bekerja sendirian. Kolaborasi dengan masyarakat sipil, komunitas lokal, dan dunia usaha adalah kunci. “Kita tidak boleh hanya sibuk mengobati, tapi harus berani memutus rantai kemiskinan,” ujarnya. Prof. Noor Achmad: Potensi Zakat Rp327 Triliun, Realisasi Baru Rp28 Triliun Nada itu segera disambung oleh Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, Ketua BAZNAS RI. Ia datang membawa data yang mencengangkan. Potensi zakat nasional, menurut kajian Puskas BAZNAS 2028, mencapai Rp327 triliun per tahun. Tapi penghimpunan aktual baru Rp28 triliun atau 8,5% dari potensi. “Kalau potensi ini dikelola serius, kita bisa menggerakkan ekonomi rakyat dari desa hingga kota. Zakat bukan sekadar santunan, tapi modal usaha, microfinance, bahkan investasi sosial,” jelas Noor. Ia memaparkan contoh: di Indramayu, nelayan binaan BAZNAS kini memiliki koperasi modern yang memperkuat daya tawar mereka terhadap tengkulak. Di NTT, kelompok petani jagung yang didanai zakat produktif kini panen dua kali lipat. “Zakat punya roh pemberdayaan. Tapi ia harus dikawinkan dengan pendampingan dan ekosistem usaha. Inilah mesin perubahan yang sedang kita bangun,” tambahnya. Pramudya Iriawan: Jaminan Sosial Mengangkat Generasi Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Pramudya Iriawan Buntoro, memberi sudut pandang lain: jaminan sosial bukan hanya perlindungan, tapi juga pemberdayaan. Ia menyinggung program beasiswa penuh bagi anak-anak pekerja yang meninggal dunia atau cacat total tetap. “Beasiswa ini diberikan full hingga perguruan tinggi, maksimal dua anak per keluarga. Nilainya bisa mencapai Rp174 juta. Sampai sekarang ada 95 ribu anak penerima manfaat,” paparnya. Tak berhenti pada bantuan, BPJS Ketenagakerjaan juga menggandeng universitas bereputasi. “Kami ingin memastikan mereka tidak hanya sekolah, tapi juga mendapat pendidikan berkualitas. Dengan begitu, hilangnya pencari nafkah tidak memutus masa depan keluarga,” ujarnya. Pramudya menegaskan, sinergi antara jaminan sosial dan program pemberdayaan akan memberi dampak berlipat. “Jaminan sosial bukan sekadar santunan, tapi instrumen negara untuk menjaga harkat manusia. Kami ingin perlindungan ini juga menjadi pintu keluar dari kemiskinan,” tandasnya. Billy Boen: Anak Muda Harus Jadi Pencipta Kerja Dari kursi pengusaha muda, Billy Boen, pendiri Young On Top, berbicara lugas. Ia mengingatkan bahwa generasi muda tidak boleh hanya bercita-cita jadi pencari kerja. “Kalau kita ingin menghapus kemiskinan, anak muda harus menciptakan kerja. Teknologi digital memberi peluang besar untuk itu,” katanya. Menurut Billy, Indonesia sedang menghadapi bonus demografi. “Kalau anak muda hanya mencari kerja, kita akan terjebak. Tapi kalau anak muda jadi inovator, pengusaha, kreator, maka bonus demografi berubah jadi bonus ekonomi,” ucapnya. Rizal Taufikurrahman: Data Harus Jadi Basis Kebijakan Suara akademisi hadir lewat Rizal Taufikurrahman dari INDEF. Ia menyoroti bahwa kemiskinan di Indonesia bersifat multidimensi: rendahnya pendidikan, akses kesehatan terbatas, hingga minimnya infrastruktur dasar. “Kebijakan parsial hanya melahirkan ilusi perubahan. Data harus jadi basis. Kalau tidak, kita hanya menambal luka tanpa menyembuhkan,” ujarnya. Ia menegaskan pentingnya integrasi data antara pemerintah, lembaga zakat, dan BPJS. “Kalau data tidak terhubung, program akan tumpang tindih. Padahal, dengan satu basis data terpadu, kita bisa memastikan bantuan tepat sasaran dan pemberdayaan berkelanjutan,” paparnya. Farhan Frisia: Perlu Kisah Nyata yang Viral Di era digital, suara generasi muda diwakili Farhan Frisia, influencer dengan jutaan pengikut. Ia mengingatkan bahwa sekadar bicara data tidak cukup. “Masyarakat cepat lupa angka-angka. Yang membekas adalah kisah nyata,” katanya. Farhan mendorong pemerintah dan lembaga zakat untuk menyebarkan narasi inspiratif. “Kita butuh cerita: seorang anak buruh yang dapat beasiswa lalu sukses jadi insinyur, atau seorang nelayan miskin yang bangkit lewat modal zakat. Cerita-cerita seperti itu bisa viral, dan membuat orang lain percaya diri bahwa perubahan itu nyata,” ujarnya. Investigasi Tempo: Menyingkap Paradigma yang Bergeser Tempo menemukan dalam laporan investigasi 2028 bahwa lebih dari 60% program bansos gagal berlanjut setelah bantuan selesai. Sebab utamanya: tidak ada pendampingan dan pemberdayaan. Kajian Bank Dunia (2027) bahkan menegaskan, setiap Rp1 bansos produktif yang dikaitkan dengan pelatihan dan modal usaha, mampu berkembang menjadi Rp3–Rp4 nilai ekonomi dalam lima tahun. Artinya, jalan keluar bukan menambah bansos, melainkan mengintegrasikan bansos dengan zakat, jaminan sosial, pendidikan, dan ekosistem usaha lokal. Menjahit Semua Suara: Dari Studio ke Desa Nusantara Dari pemerintah, ulama, pengusaha muda, akademisi, hingga influencer, satu pesan mengalir deras: kemiskinan bukan takdir, tapi tantangan yang bisa dikalahkan dengan kolaborasi. Muhaimin bicara soal arah kebijakan, Noor Achmad bicara potensi zakat, Pramudya bicara perlindungan generasi, Billy bicara energi muda, Rizal bicara data, dan Farhan bicara narasi publik. Semua potongan itu, jika dijahit rapi, akan menjadi kain besar gerakan nasional. Dan forum malam itu seolah menjadi laboratorium: bahwa penghapusan kemiskinan hanya mungkin jika negara, masyarakat sipil, dan generasi muda bergerak bersama.
BERITA30/09/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Masuk Sekolah: Ratusan Siswa Sidoarjo Dapat Layanan Kesehatan Gratis
BAZNAS Masuk Sekolah: Ratusan Siswa Sidoarjo Dapat Layanan Kesehatan Gratis
Sidoarjo – Ratusan siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al Ihsan, Desa Damarsih, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, mendapat layanan kesehatan gratis dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI. Program ini digelar melalui Rumah Sehat BAZNAS (RSB) Al Chusnaini, Senin, 29 September 2025. Sebanyak 712 siswa terlibat dalam kegiatan itu, terdiri dari 347 siswa laki-laki dan 365 siswa perempuan. Selain pemeriksaan medis, mereka juga mendapat penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). “BAZNAS berupaya memastikan anak-anak memahami pentingnya pola hidup bersih dan sehat. Kesehatan anak sekolah adalah fondasi membangun generasi mendatang,” kata Saidah Sakwan, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, dalam keterangan tertulisnya. Hasil pemeriksaan menemukan penyakit yang paling banyak diderita siswa adalah ISPA, GERD (asam lambung), dan myalgia (nyeri otot). Untuk memperkuat pesan PHBS, BAZNAS membagikan sabun cuci tangan kepada seluruh siswa. Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh dokter RSB bersama guru MI Al Ihsan. Program Rumah Sehat BAZNAS kini telah hadir di 25 titik di 16 provinsi. Tahun ini, enam RSB baru sedang dibangun di Jambi, Sulawesi Barat, Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Gorontalo. “Kolaborasi dengan sekolah adalah pintu strategis menjangkau anak-anak. Kami berharap semakin banyak institusi pendidikan yang bisa terlibat,” ujar Saidah.
BERITA29/09/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Luncurkan Program Kemitraan Khusus Pendidikan dan Dakwah untuk Disabilitas, 3T, Komunitas Adat, dan Mualaf
BAZNAS Luncurkan Program Kemitraan Khusus Pendidikan dan Dakwah untuk Disabilitas, 3T, Komunitas Adat, dan Mualaf
Jakarta, –Di tengah tantangan ketimpangan akses pendidikan dan dakwah di Indonesia, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI kembali membuat gebrakan. Pada Kamis, 25 September 2025, lembaga ini resmi meluncurkan Program Kemitraan Khusus Pendidikan dan Dakwah bagi Disabilitas, 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar), Komunitas Adat, dan Mualaf. Program ini hadir bukan sekadar inisiatif, tetapi sebuah langkah strategis untuk menjawab realitas bahwa masih banyak kelompok masyarakat yang belum tersentuh pendidikan dan bimbingan keagamaan. Peluncuran di Jakarta ini dihadiri Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama RI Prof. Dr. Waryono Abdul Ghafur, SAG., MAG., Direktur PT Maybank Asset Management Anita Haryani, serta jajaran pimpinan BAZNAS RI. “Program ini memang sengaja kita luncurkan kepada sahabat-sahabat kita yang disabilitas, yang tinggal di daerah 3T, komunitas adat, dan mualaf. Mereka selama ini belum banyak tersentuh,” ujar Noor Achmad dalam pidatonya. Noor menekankan, BAZNAS ingin mengukuhkan peran zakat yang inklusif, zakat yang benar-benar sampai ke tangan mereka yang selama ini terpinggirkan. Baginya, zakat tidak hanya sebatas angka dalam laporan, melainkan energi sosial yang mampu menembus keterbatasan geografis, fisik, maupun budaya. “BAZNAS selalu komitmen untuk menyentuh masyarakat yang sulit disentuh, menjadikan mereka bagian dari keluarga besar BAZNAS Republik Indonesia,” tegasnya. Kementerian Agama menyambut positif langkah ini. Waryono Abdul Ghafur menilai, kehadiran BAZNAS telah memberi warna baru dalam pelayanan umat. “BAZNAS bukan hanya hadir di pusat kota, tapi hingga pelosok Tanah Air. Ia menjadi pelayan umat yang setia, memberi harapan bagi masyarakat yang kesulitan mengakses pendidikan,” kata Waryono. Menurutnya, kontribusi zakat yang dikelola BAZNAS terbukti mampu memperkuat sumber daya manusia, khususnya di wilayah yang jauh dari arus pembangunan. Program Kemitraan Khusus ini akan melibatkan 40 lembaga mitra yang terseleksi secara nasional. Setiap lembaga berhak memperoleh: Bantuan pendanaan maksimal Rp50 juta. Pendampingan kelembagaan. Monitoring program selama satu tahun penuh, mulai November 2025 hingga November 2026. Skema ini bukan sekadar bantuan, tetapi ekosistem pembinaan agar lembaga mitra mampu berdiri kokoh, mandiri, dan memberi dampak jangka panjang bagi masyarakat yang dilayani. Kolaborasi dengan Maybank Program ini juga mendapat dukungan sektor swasta. Direktur PT Maybank Asset Management, Anita Haryani, menegaskan bahwa pendidikan adalah hak universal. “Tidak boleh ada anak bangsa yang tertinggal. Melalui Beasiswa Kemitraan Khusus ini, kami berharap bisa memberi dukungan nyata agar penerima manfaat mampu menembus keterbatasan dan berkontribusi bagi masyarakat,” ujarnya. Peluncuran program ini turut dirangkai dengan peresmian buku “Jejak Inklusivitas Zakat Menuju Indonesia Emas 2045”. Buku tersebut merekam praktik baik, kisah penerima manfaat, dan inspirasi dari berbagai daerah. Publik bisa mengaksesnya secara gratis melalui situs resmi BAZNAS di tautan bazn.as/BukuInklusivZakat. Dengan inisiatif ini, BAZNAS kembali menegaskan dirinya bukan hanya pengelola zakat, tetapi juga pionir inklusivitas sosial. Ia hadir untuk memastikan bahwa disabilitas, masyarakat adat, warga di daerah 3T, maupun para mualaf, tidak lagi berdiri di pinggir jalan sejarah. Mereka kini diundang masuk, diberdayakan, dan disiapkan menjadi bagian dari cita-cita besar: Indonesia Emas 2045.
BERITA25/09/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
Apresiasi Kemenperin, BAZNAS Terbaik di IHYA Award 2025
Apresiasi Kemenperin, BAZNAS Terbaik di IHYA Award 2025
Jakarta, –Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) kembali menorehkan sejarah. Lembaga zakat yang selama ini identik dengan program pemberdayaan umat itu kini meraih Indonesia Halal Industry Award (IHYA) 2025 dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin). BAZNAS dinobatkan sebagai Instansi Pemerintah Terbaik (Lembaga/Kementerian) dalam ajang bergengsi yang digelar di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Kamis, 25 September 2025. Gelar ini meneguhkan kiprah BAZNAS sebagai salah satu motor penggerak industri halal nasional. Capaian tahun ini bukan yang pertama. BAZNAS sudah dua kali mencatatkan namanya dalam panggung IHYA, yakni pada 2022 dan 2024, dengan kategori berbeda. Konsistensi itu memperlihatkan bahwa peran BAZNAS bukan sekadar mengelola dana zakat, tetapi juga membangun fondasi ekonomi halal dari akar rumput. Deputi I BAZNAS RI Bidang Pengumpulan, Mohamad Arifin Purwakananta, hadir menerima langsung penghargaan. “Ini bukti nyata keseriusan BAZNAS dalam mendorong mustahik pelaku UMKM berbasis industri halal agar bisa naik kelas, dari penerima zakat menjadi pemberi zakat atau muzaki,” ujar Arifin. BAZNAS tercatat telah memfasilitasi lebih dari 5.000 sertifikat halal bagi UMKM di berbagai daerah. Angka itu bukan sekadar statistik, melainkan wujud transformasi. Di balik setiap sertifikat, ada harapan pelaku usaha mikro untuk menembus pasar yang lebih luas dan kompetitif. “Ke depan, kami ingin semakin banyak mustahik yang tumbuh menjadi juragan-juragan halal. Mereka akan menjadi bagian penting dalam menguatkan ekonomi Indonesia,” kata Arifin. IHYA Award 2025 tidak diberikan secara serampangan. Proses penjurian menimbang aspek perencanaan, pelaksanaan, pelaporan, hingga evaluasi program. Kampanye publikasi juga menjadi salah satu indikator penting. Dalam semua aspek itu, BAZNAS dianggap menonjol dengan pola kerja yang terukur dan dampak nyata di lapangan. Arifin menegaskan, capaian ini tidak mungkin terjadi tanpa kepercayaan para muzaki. Dana zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya yang dititipkan kepada BAZNAS menjadi bahan bakar utama program pemberdayaan. “Kepercayaan muzaki adalah modal besar kami. Dari dana yang mereka amanahkan, kami bisa membiayai UMKM halal yang kini tumbuh di berbagai pelosok Indonesia,” kata dia. BAZNAS kini mematok agenda yang lebih luas: memperkuat UMKM halal bukan hanya dari sisi sertifikasi, tetapi juga lewat pelatihan, pendampingan, hingga akses permodalan. Semua diarahkan untuk mempercepat transformasi mustahik menjadi muzaki, dan mendorong kemandirian ekonomi nasional. Dengan capaian IHYA Award 2025, BAZNAS tak hanya berdiri sebagai lembaga zakat. Ia tampil sebagai salah satu poros penting industri halal nasional, sejalan dengan ambisi pemerintah menjadikan Indonesia pusat industri halal dunia.
BERITA25/09/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
Mengawal Konstitusi yang Menjaga Dana Umat ”Aman Syar’i-Regulasi-NKRI”
Mengawal Konstitusi yang Menjaga Dana Umat ”Aman Syar’i-Regulasi-NKRI”
Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Dr. Ade Sofyan Mulazid, S.Ag., M.H 24/9/2025 Mahkamah Konstitusi (MK) menolak seluruh permohonan uji materiil terhadap Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat. MK menilai permohonan para pemohon tidak beralasan menurut hukum. Putusan yang dibacakan pada Kamis (28/8/2025) di Ruang Sidang Pleno Gedung I MK itu, menegaskan kedudukan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) sebagai lembaga utama pengelola zakat di Indonesia. Ini menjadi bagian dari upaya mengawal konstitusi yang menjaga dana umat agar ”aman syar’i, aman regulasi, dan aman NKRI”. Pengelolaan dana publik yang etis merupakan salah satu landasan utama dalam tata kelola yang baik, hal ini menjadi sangat penting dalam kerangka ekonomi Islam (Mooneeram-Chadee, 2020; Shalhoob, 2025). Di sini, tanggung jawab tersebut tidak hanya terbatas pada pengelolaan keuangan yang benar, tetapi juga terkait dengan ajaran ilahi yang menekankan keadilan (‘adl), kesejahteraan publik (maslahah), dan perlindungan kekayaan yang suci (hifz al-mal). Sebagai respons terhadap kewajiban ini, mekanisme seperti audit syariah dan transparansi telah muncul sebagai pilar yang sangat penting, yang bertujuan untuk memastikan sistem keuangan beroperasi dalam batasan hukum Islam dan prinsip etika (Khalid & Sarea, 2020). Peranannya bersifat ganda untuk menjamin akurasi keuangan sekaligus memastikan kepatuhan yang ketat terhadap syariah, dengan tujuan melindungi sumber daya dari penyalahgunaan seperti bunga (riba) dan ketidakpastian berlebihan (gharar). Sejumlah penelitian sebelumnya mencoba mengungkap kompleksitas audit syariah, dengan perhatian besar pada standar teknisnya, integrasinya dalam struktur tata kelola perusahaan, serta dasar filosofisnya dalam Maqasid al-Shariah (Algabry, Alhabshi, Soualhi, & Othman, 2020; Aslam & Haron, 2020). Transparansi juga selalu didorong sebagai prasyarat yang tak bisa ditawar untuk membangun kepercayaan dan memastikan akuntabilitas. Namun, meskipun banyak penelitian yang ada, sintesis kritis yang menyeluruh masih sangat kurang. Literatur yang ada cenderung terpecah-pecah, terutama dalam hal membahas lembaga eksternal yang menegakkan prinsip-prinsip ini. Sementara komite audit internal dan regulator nasional sering dianalisis, peran kuat badan pengadilan puncak, khususnya Mahkamah Konstitusi sebagai penjaga utama keuangan publik, masih jarang dibahas (Masud et al., 2023). Kelalaian ini bukanlah hal sepele. Janji teoretis dari audit syariah dan transparansi berisiko hanya menjadi aspirasi semata tanpa ada lembaga yang kuat dan independen yang mampu menegakkan akuntabilitas terhadap aktor negara yang kuat. Mahkamah Konstitusi, yang memiliki kewenangan besar untuk membatalkan peraturan perundang-undangan dan tindakan eksekutif, berada dalam posisi yang unik untuk bertindak sebagai perwujudan modern dari konsep klasik Islam tentang hisbah (akuntabilitas publik). Namun, interaksi dinamis antara proses audit, yang mengungkap bukti kepatuhan atau penyalahgunaan, dan proses pengadilan, yang memberikan keputusan yang mengikat, belum dianalisis secara sistematis dan kritis. Sebagian besar tinjauan literatur sebelumnya telah membahas audit syariah atau transparansi secara terpisah, sering kali dengan fokus yang sempit pada penerapannya dalam sektor perbankan (Almutairi & Quttainah, 2020; Ullah et al., 2016). Adapun yang menarik, tidak ada satupun yang mengintegrasikan dimensi penting pengawasan yudisial konstitusional dalam kerangka analitis yang kohesif. Selain itu, sintesis yang ada belum mampu mengikuti perkembangan pesat di bidang ini, gagal menangkap kekurangan metodologisnya, bias geografis yang nyata, atau potensi gangguan dari teknologi keuangan (FinTech), yang berpotensi mendefinisikan ulang proses audit melalui inovasi seperti blockchain dan kecerdasan buatan (Avci & Erzurumlu, 2023; Bamhdi, 2024). Keunikan tinjauan ini terletak pada pendekatannya yang terintegrasi. Ia melampaui diskusi terpisah untuk mensintesis berbagai aliran literatur melalui lensa baru pengawasan yudisial konstitusional, menyatukan prinsip etika (Maqasid al-Shariah), mekanisme tata kelola (Agency Theory), dan dinamika institusional (Institutional Theory) dalam sebuah kerangka yang kohesif. Penelitian ini memberikan kontribusi: pertama, memberikan peta sistematis yang komprehensif tentang lanskap ilmiah saat ini; kedua, merumuskan Mahkamah Konstitusi sebagai aktor penting namun terabaikan dalam ekosistem tata kelola; dan ketiga, memberikan kajian kritis yang mendalam tentang janji dan potensi masalah dari gangguan teknologi dalam audit syariah. Keutamaan Audit Syariah sebagai Mekanisme Tata Kelola Literatur meninggalkan sedikit keraguan bahwa audit syariah telah melampaui fungsi akuntansi teknisnya untuk menjadi landasan tata kelola etis. Hal ini, secara konsisten dibingkai bukan sebagai latihan daftar periksa pasif, tetapi sebagai sistem proaktif yang digerakkan oleh nilai yang dirancang untuk mencegah penyalahgunaan dana publik dengan menanamkan kepatuhan agama dan etika ke dalam DNA pengawasan keuangan (Saad et al., 2021). Studi empiris, khususnya dari Malaysia dan Indonesia, semakin menunjukkan korelasi yang kuat antara praktik audit syariah yang diterapkan dengan baik dan hasil yang diinginkan seperti berkurangnya kesalahan pelaporan keuangan dan peningkatan kepercayaan investor terhadap lembaga Islam (Kamaruddin & Hanefah, 2022; Sani & Abubakar, 2021). Terpenting adalah lingkup audit bersifat dualistik harus memverifikasi akurasi keuangan sekaligus memastikan semua transaksi dan kontrak yang mendasarinya ('uqud) tidak terlarang (haram) seperti ketidakpastian yang berlebihan (gharar) dan bunga (riba). Perpaduan ketelitian keuangan dan pengawasan etis inilah yang membedakannya dari audit konvensional dan menetapkan nilai uniknya dalam menjaga kepentingan publik (maslahah). Mahkamah Konstitusi sebagai Penjaga Kepentingan Umum Peran Mahkamah Konstitusi tidak lagi dipandang sebagai penengah pasif sengketa hukum, tetapi semakin dikonseptualisasikan sebagai penjaga yang aktif dan kuat dari kepentingan umum. Kekuasaannya untuk membatalkan undang-undang atau tindakan eksekutif yang memungkinkan penyalahgunaan sumber daya publik menciptakan efek jera yang kuat, membentuk perilaku organ negara lainnya (Masud et al., 2023). Dari perspektif ekonomi Islam, fungsi peradilan ini secara elegan ditafsirkan sebagai inkarnasi modern dari konsep Islam klasik hisbah (akuntabilitas) dan siyasah syar'iyyah (kebijakan berorientasi syariah), di mana negara memikul kewajiban agama untuk mencegah penindasan (zulm)) dan ketidakadilan ekonomi. Namun, literatur dengan bijak memperingatkan bahwa efektivitas Pengadilan tidak diberikan, hal itu bergantung pada independensi operasionalnya, kapasitasnya untuk memahami instrumen keuangan yang kompleks, dan keberanian yurisprudensialnya untuk menerapkan prinsip-prinsip Maqasid al-Syariah dalam putusannya (Ibrahim & Amin, 2021). Hal ini, mengungkapkan hubungan simbiosis: proses audit syariah menghasilkan bukti kepatuhan atau kesalahan, sementara Mahkamah Konstitusi memberikan otoritas tertinggi yang dapat ditegakkan. Interaksi Konteks Regional dan Evolusi Regulasi Salah satu wawasan paling penting dari analisis ini adalah bahwa implementasi dan kemanjuran audit syariah sangat dibentuk oleh konteks lokal. Literatur menggambarkan spektrum kematangan peraturan. Kerangka kerja yang canggih dan komprehensif di Malaysia dan GCG sering digambarkan sebagai model tolok ukur, yang ditandai dengan standar yang tepat, sertifikasi auditor profesional, dan struktur pengawasan terintegrasi (Algabry, Alhabshi, Soualhi, & Alaeddin, 2020). Sebaliknya, penelitian tentang Indonesia dan Bangladesh sering berfokus pada proses pengembangan peraturan yang dinamis, terkadang kontroversial, dan tugas kompleks untuk menyelaraskan hukum nasional yang ada dengan prinsip-prinsip syariah yang muncul (Alam et al., 2023; Darmawan & Wandirah, 2025). Kesenjangan regional ini menggarisbawahi tantangan terpentin, tidak adanya kerangka kerja standar global untuk audit syariah menyebabkan inkonsistensi yang signifikan dalam praktik. Kurangnya harmonisasi ini menghadirkan rintangan yang tangguh bagi pertumbuhan keuangan Islam lintas batas dan menghambat perbandingan lembaga. Literatur dengan benar mengidentifikasi fragmentasi ini sebagai hambatan kritis untuk pematangan global industri dan area utama untuk penelitian berorientasi kebijakan di masa depan (Almutairi & Quttainah, 2020). Disrupsi Teknologi dan Masa Depan Audit Tema yang sangat menarik adalah pemeriksaan kritis terhadap potensi teknologi untuk merevolusi audit syariah. Teknologi blockchain disambut dengan optimisme yang cukup besar atas kapasitasnya untuk membuat buku besar yang terdesentralisasi, transparan, dan hampir anti gangguan untuk transaksi keuangan publik. Ini menjanjikan pergeseran paradigma menuju ketertelusuran dana secara real-time, yang berpotensi secara drastis mengurangi peluang korupsi dan penyalahgunaan (Avci & Erzurumlu, 2023). Potensi kontrak pintar untuk mengotomatiskan kepatuhan yang mengeksekusi transaksi hanya setelah memenuhi kondisi syariah yang telah dikodekan sebelumnya adalah bidang lain yang sangat menarik. Selain itu, AI dan analitik big data dipandang sebagai alat yang ampuh untuk meningkatkan manajemen risiko dengan secara proaktif mengidentifikasi pola kompleks yang mengindikasikan aktivitas penipuan atau perilaku yang tidak patuh. Namun, literatur tidak naif tekno-utopis. Hal ini, dengan cermat memperingatkan terhadap determinisme teknologi, menyoroti tantangan signifikan seperti kebutuhan akan kotak pasir peraturan, pengembangan aset digital yang sesuai dengan syariah, dan kebutuhan mendesak untuk menjembatani kesenjangan keterampilan digital dalam profesi audit itu sendiri (Bamhdi, 2024; Hancur, 2025). Tema ini mewakili batas penelitian yang paling dinamis dan berwawasan ke depan, secara langsung menghadapi masalah peningkatan transparansi dalam ekonomi global yang semakin kompleks dan digital. Peran Sentral Audit Syariah dan Sinergi Teoritis Fokus utama pada audit syariah sebagai landasan untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas sejalan dengan prinsip-prinsip inti ekonomi Islam, yang menekankan keadilan (‘adl), kesejahteraan umum (maslahah), dan perlindungan kekayaan (hifz al-mal) (Khalid et al., 2018). Analisis kami menegaskan bahwa audit syariah bukan hanya tugas prosedural atau kepatuhan, tetapi alat komprehensif yang mengawinkan prinsip-prinsip etika dengan praktik audit modern. Tinjauan ini, menambah kedalaman pemahaman ini dengan menunjukkan bagaimana kerangka teoritis yang dominan saling melengkapi. Maqasid al-Syariah memberikan kerangka moral menyeluruh, Teori Agensi menjelaskan bagaimana audit mengurangi asimetri informasi dan mengurangi konflik kepentingan antar pemangku kepentingan (Aslam & Haron, 2020). Secara bersamaan, Teori Kelembagaan menekankan tekanan eksternal baik regulasi, normatif, atau budaya yang membentuk cara audit Syariah diadopsi dan diimplementasikan dalam pengaturan yang berbeda (Algabry, Alhabshi, Soualhi, & Alaeddin, 2020; Hancur, 2025). Menariknya, alih-alih memperlakukan teori-teori ini secara terpisah, sintesis ini menunjukkan bahwa menggunakannya secara bersamaan menawarkan pendekatan analitis yang lebih komprehensif. Efektivitas audit (Teori Agensi) sering bergantung pada kekuatan lembaga pengatur (Teori Kelembagaan) dan keselarasannya dengan tujuan etika yang lebih luas (Maqasid al-Syariah). Interketerkaitan ini mengatasi kesenjangan penting dalam literatur yang ada, di mana kerangka kerja ini sering dipandang terpisah daripada saling memperkuat. Peran MK yang Kritis tetapi Kurang Dieksplorasi Salah satu temuan utama dari tinjauan ini adalah munculnya Mahkamah Konstitusi sebagai perlindungan eksternal yang penting untuk transparansi. Peran badan-badan peradilan ini dalam memantau kepatuhan dan melindungi dana publik melalui putusan penting adalah perpanjangan dari studi sebelumnya yang sebagian besar berfokus pada mekanisme audit internal dan badan pengatur (Masud et al., 2023). Hal ini, menyoroti hubungan penting antara audit dan penegakan peradilan, menunjukkan bahwa kerangka kerja tata kelola syariah yang kuat membutuhkan hubungan yang harmonis antara auditor independen dan peradilan yang kuat dan berpengetahuan syariah Mahkamah Konstitusi, bertindak sebagai mekanisme kelembagaan utama, meminta pertanggungjawaban entitas lain, memastikan bahwa prinsip-prinsip Maqasid al-Syariah secara efektif dioperasionalkan dalam tata kelola publik. Tinjauan ini menawarkan perspektif unik dengan mengintegrasikan dimensi yudisial ke dalam wacana audit syariah. Tidak seperti penelitian sebelumnya yang umumnya menyebutkan badan pengatur, sintesis ini menyelidiki peran Mahkamah Konstitusi yang berbeda, dengan alasan bahwa wewenangnya untuk membatalkan undang-undang yang memfasilitasi penyalahgunaan dana publik merupakan intervensi yang kuat, namun sebagian besar kurang dieksplorasi, dalam tata kelola keuangan Islam. Kesimpulan Tinjauan sistematis ini, menggambarkan bahwa audit syariah dan transparansi adalah bidang yang berkembang, semakin fokus pada pengintegrasian prinsip-prinsip etika, pengawasan yudisial, dan teknologi inovatif. Namun, tantangan tetap ada dalam hal miopia geografis, keterbatasan metodologis, dan keterputusan antara potensi teknologi dan aplikasi praktis. Dengan mensintesis temuan ini dan menekankan peran penting Mahkamah Konstitusi, tinjauan ini memberikan peta jalan yang komprehensif bagi para sarjana dan praktisi. Hal ini, menyerukan penelitian yang lebih ketat secara empiris, beragam secara geografis, dan integratif untuk memastikan pengelolaan dana publik yang transparan, akuntabel, dan etis sesuai dengan prinsip-prinsip ekonomi Islam.
BERITA25/09/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.

BAZNAS

Info Rekening Zakat