WhatsApp Icon
Pos Mudik BAZNAS Hadir di Tasikmalaya, Pemudik Bisa Istirahat, Pijat Gratis hingga Dapat Takjil

Tasikmalaya – Arus mudik Lebaran 2026 kian padat. Di tengah perjalanan panjang yang melelahkan, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menghadirkan solusi bagi para pemudik dengan membuka Pos Mudik di Tasikmalaya.

Tak sekadar tempat singgah, Pos Mudik BAZNAS ini menyediakan beragam layanan gratis yang bisa dimanfaatkan pemudik selama periode 16 hingga 27 Maret 2026.

Mulai dari layanan kesehatan, masjid, toilet darurat, ruang laktasi, dapur air, wifi, layanan charger, tempat istirahat, pijat gratis, hingga ruang ramah anak—semuanya tersedia untuk menunjang kenyamanan perjalanan.

Tak hanya itu, program Bank Makanan juga dihadirkan dengan menyediakan takjil hingga makanan berat, khususnya saat sahur dan berbuka puasa.

Deputi II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS RI, Imdadun Rahmat, menegaskan kehadiran Pos Mudik ini merupakan bentuk kepedulian terhadap para pemudik.

“BAZNAS dari tahun ke tahun selalu menghadirkan Pos Mudik. Ini adalah ikhtiar kami untuk memberikan bantuan terbaik bagi para pemudik yang merupakan ibnu sabil,” ujar Imdadun, Kamis (19/3/2026).

Ia menambahkan, seluruh fasilitas tersebut berasal dari dana zakat, infak, dan sedekah para muzaki yang dikelola secara amanah untuk kemaslahatan umat.

“Kami optimalkan pemanfaatannya, termasuk untuk Pos Mudik Gratis ini agar perjalanan masyarakat lebih aman dan nyaman,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur Pendistribusian BAZNAS RI, Ahmad Fikri, menjelaskan Pos Mudik BAZNAS tersebar di 21 titik strategis di seluruh Indonesia.

Menurutnya, Pos Mudik di Tasikmalaya termasuk salah satu pos utama dengan fasilitas paling lengkap.

“Di Tasikmalaya ini cukup besar, ada sekitar 10 hingga 12 layanan. Sementara di titik lain minimal lima layanan utama tetap tersedia,” jelasnya.

Ia juga memastikan setiap pos dilengkapi tenaga medis.

“Dokter dan perawat selalu siaga untuk memberikan layanan kesehatan bagi pemudik,” tambah Fikri.

Kehadiran Pos Mudik BAZNAS ini pun dirasakan langsung manfaatnya oleh para pemudik.

Rais, pemudik asal Tangerang yang menuju Pangandaran dan Yogyakarta, mengaku fasilitas yang tersedia sangat membantu.

“Fasilitasnya lengkap. Ada kasur darurat, pijat gratis, sampai takjil dan makanan berat. Ini sangat membantu kami di perjalanan,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Lendra, pemudik asal Sumedang yang mudik bersama keluarga.

“Kami singgah saat sudah lelah. Di sini anak-anak bisa bermain, kami dapat pijat, takjil, dan layanan kesehatan gratis. Lengkap sekali,” katanya.

BAZNAS berharap, kehadiran Pos Mudik di berbagai titik strategis ini tidak hanya menjadi tempat istirahat, tetapi juga berkontribusi menekan risiko kecelakaan akibat kelelahan selama perjalanan.

Di tengah padatnya arus mudik, Pos Mudik BAZNAS menjadi oase bagi para pemudik—tempat bernaung sejenak, mengisi energi, dan melanjutkan perjalanan dengan lebih aman.

Karena mudik bukan sekadar perjalanan pulang, tapi juga tentang memastikan setiap langkah sampai dengan selamat.

28/03/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Bangun Kelas Darurat di Gaza, Jaga Asa Pendidikan Anak Palestina di Tengah Krisis

Jakarta – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI kembali menunjukkan komitmennya dalam aksi kemanusiaan global. Kali ini, Badan Amil Zakat Nasional membangun tujuh tenda kelas darurat bagi anak-anak di Beit Lahia, Gaza Utara, Palestina.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan anak-anak tetap mendapatkan akses pendidikan meskipun berada di tengah situasi krisis kemanusiaan yang belum mereda.

Tenda-tenda tersebut difungsikan sebagai ruang belajar sementara yang dilengkapi meja dan kursi. Fasilitas ini diharapkan mampu menciptakan suasana belajar yang lebih nyaman dan layak bagi anak-anak Gaza.

Ketua BAZNAS RI, Sodik Mudjahid menegaskan, pendidikan tidak boleh terhenti dalam kondisi apa pun, termasuk saat bencana dan konflik.

“Kami ingin anak-anak di Gaza tetap memiliki ruang belajar yang aman dan layak. Tenda kelas darurat ini diharapkan membantu mereka melanjutkan kegiatan belajar meskipun berada di tengah situasi yang sulit,” ujar Sodik dalam keterangannya, Jumat (20/3/2026).

Menurutnya, pembangunan kelas darurat ini bukan hanya soal pendidikan, tetapi juga bagian dari upaya pemulihan psikososial bagi anak-anak yang terdampak konflik.

Tak lupa, BAZNAS juga menyampaikan apresiasi kepada Prabowo Subianto serta masyarakat Indonesia yang terus memberikan dukungan terhadap berbagai program kemanusiaan untuk Palestina.

“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan yang luar biasa. Ini menjadi bukti bahwa kepedulian bangsa Indonesia untuk Palestina terus hidup,” tambahnya.

Tampung 100 Anak, Belajar Bergantian

Fasilitas kelas darurat ini dirancang mampu menampung hingga 100 anak. Sistem belajar dibagi menjadi dua sesi, dengan masing-masing sesi diikuti sekitar 45 hingga 50 siswa.

Selain tenda yang kokoh, sarana pendukung seperti meja dan kursi juga disediakan untuk menunjang kenyamanan proses belajar.

Kehadiran fasilitas ini membawa kebahagiaan bagi anak-anak. Salah satunya dirasakan oleh Zeina Al Motawaq (8), siswa sekolah dasar di Gaza.

“Kami dulu sangat kesulitan. Kami duduk di lantai saat menulis sampai punggung kami sakit. Sekarang kami sangat bersyukur sudah ada meja dan kursi. Terima kasih masyarakat Indonesia, terima kasih BAZNAS,” ujarnya.

Bantuan Kemanusiaan Terus Bergulir

Selain pembangunan kelas darurat, BAZNAS juga terus menyalurkan berbagai bantuan kemanusiaan bagi masyarakat Palestina. Mulai dari paket pangan, hidangan berbuka puasa, layanan kesehatan, hingga distribusi air bersih, pakaian, dan selimut.

Tak hanya itu, BAZNAS juga membangun berbagai fasilitas darurat lainnya seperti tenda pemukiman, tenda rumah, hingga tenda masjid untuk membantu warga bertahan di tengah kondisi sulit.

Ajak Masyarakat Terus Berkontribusi

BAZNAS mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk terus mengambil bagian dalam aksi kemanusiaan ini melalui program Dompet Solidaritas Palestina.

Kontribusi dapat disalurkan melalui:
BSI 100.426.6893
a.n. Badan Amil Zakat Nasional

Atau melalui laman resmi: baznas.go.id/bantupalestina

21/03/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa
Kisah Rojali Bangkit dari Banjir Aceh Tamiang: Dari Korban Jadi Relawan Dapur Umum BAZNAS

Aceh Tamiang – Banjir bandang yang menerjang Kabupaten Aceh Tamiang pada November lalu menyisakan luka mendalam. Rumah hanyut, harta benda lenyap, dan kehidupan berubah seketika.

Namun di balik duka itu, muncul kisah keteguhan dari seorang penyintas bernama Muhammad Rojali (44).

Melalui program Dapur Umum Hidangan Berkah Ramadan yang diinisiasi Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI, Rojali tak hanya menjadi penerima bantuan. Ia memilih bangkit—menjadi relawan, memasak untuk sesama korban.

“Awalnya saya hanya menerima bantuan makanan, tapi saya tergerak hati untuk ikut membantu memasak. Saya merasa tidak enak kalau hanya menerima saja,” ujar Rojali saat ditemui di tenda pengungsian Desa Lubuk Sidup.

Rumah Rojali hanyut tanpa sisa. Kini, ia tinggal di tenda darurat bersama istri dan tiga anaknya. Di tengah keterbatasan itu, dapur umum menjadi tumpuan utama kebutuhan pangan warga.

Setiap hari, dapur tersebut mengolah sekitar 50 kilogram beras untuk menyediakan hingga 700 porsi makanan bagi para penyintas.

Menariknya, dapur ini tidak dijalankan oleh pihak luar semata, melainkan oleh warga sendiri secara gotong royong—memasak sayur, ikan, hingga menyiapkan takjil berbuka puasa.

“Kalau tidak ada program ini, kami kesulitan. Untuk masak daging saja kami belum mampu. Tapi melalui bantuan BAZNAS, kami bisa makan dengan layak dan bergizi,” tutur Rojali.

Sekretaris Utama BAZNAS RI, Subhan Cholid, menegaskan bahwa dapur umum ini dirancang bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan konsumsi, tetapi juga sebagai bagian dari pemulihan mental masyarakat.

“Filosofi zakat adalah memberdayakan. Lewat dapur umum ini, BAZNAS tidak hanya menyalurkan makanan, tetapi juga menciptakan ekosistem gotong royong,” jelas Subhan.

Menurutnya, pelibatan langsung para penyintas menjadi kunci untuk membangun kembali rasa percaya diri dan kemandirian kolektif di tengah masa sulit.

Bagi Rojali, dapur umum ini bukan sekadar tempat memasak, tetapi ruang untuk bangkit dan menemukan kembali makna kebersamaan.

“Kami sangat berterima kasih kepada BAZNAS dan para donatur. Bantuan ini memberi semangat bagi kami untuk terus kuat,” ucapnya.

BAZNAS sendiri menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi para penyintas hingga tahap rehabilitasi pascabencana.

Kisah Rojali menjadi bukti—bahwa di tengah kehilangan, zakat mampu menggerakkan hati, menumbuhkan solidaritas, dan menghidupkan kembali harapan.

Di antara tenda-tenda pengungsian, api dapur umum itu tak hanya memasak makanan—tetapi juga menyalakan semangat untuk bangkit bersama.

21/03/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa
Asisten I Setdakab Minahasa Sampaikan Ucapan Idul Fitri 1447 H, Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan dan Pelayanan Publik

Minahasa – Momentum Hari Raya Idulfitri 1447 H/2026 M dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten Minahasa untuk memperkuat nilai kebersamaan, toleransi, dan pelayanan kepada masyarakat. Hal ini disampaikan oleh Riviva Maringka selaku Asisten I Setdakab Minahasa dalam ucapan resminya. Jumat, 20/3/2026

Dalam keterangannya, Riviva mengajak seluruh masyarakat menjadikan Idulfitri sebagai titik balik untuk mempererat persatuan serta meningkatkan kualitas kehidupan sosial yang harmonis di Kabupaten Minahasa.

“Selamat Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin. Semoga momentum suci ini menjadi penguat bagi kita semua untuk terus menjaga persaudaraan, toleransi, dan semangat gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat,” ujarnya.

Sebagai Asisten I yang membidangi pemerintahan dan kesejahteraan rakyat, Riviva menegaskan pentingnya menjaga stabilitas sosial, ketertiban umum, serta membangun sinergi antara pemerintah dan masyarakat.

Menurutnya, Idulfitri bukan hanya perayaan keagamaan, tetapi juga ruang refleksi untuk memperbaiki hubungan sosial dan memperkuat nilai-nilai kebangsaan.

“Kita ingin masyarakat Minahasa tetap hidup rukun dalam keberagaman. Nilai saling menghormati harus terus dijaga sebagai fondasi utama dalam pembangunan daerah,” tegasnya.

Lebih lanjut, Riviva juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan publik yang responsif dan humanis, terutama dalam momentum Lebaran yang identik dengan meningkatnya mobilitas masyarakat.

Ia mengingatkan seluruh jajaran pemerintah untuk tetap siaga dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Pelayanan publik harus tetap berjalan optimal. Kehadiran pemerintah harus dirasakan, terutama dalam memastikan keamanan, kenyamanan, dan kebutuhan masyarakat selama Idulfitri,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Riviva juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan kepedulian sosial, terutama terhadap kelompok rentan dan masyarakat yang membutuhkan.

Menurutnya, semangat berbagi dan solidaritas yang tumbuh di bulan Ramadan harus terus dilanjutkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Mari kita jadikan Idulfitri sebagai momentum untuk memperkuat empati sosial. Kepedulian terhadap sesama adalah bagian penting dari pembangunan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Menutup pernyataannya, Riviva berharap Idulfitri tahun ini membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat Minahasa dan menjadi energi baru untuk membangun daerah yang lebih maju, sejahtera, dan berdaya saing.

“Semoga kita semua kembali dalam keadaan fitri, dengan hati yang bersih, serta semangat baru untuk terus berkarya dan mengabdi bagi Minahasa yang lebih baik,” pungkasnya.

Momentum Idulfitri 1447 H pun diharapkan tidak hanya menjadi perayaan, tetapi juga penguat nilai persatuan, pelayanan, dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

21/03/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa
Wabup Minahasa Tekankan Nilai Fitrah dan Kerukunan dalam Momentum Idul Fitri 1447 H/2026

Minahasa – Momentum Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah dimaknai sebagai ruang penguatan nilai spiritual dan sosial di Kabupaten Minahasa. Hal tersebut tercermin dari pernyataan Wakil Bupati Minahasa, Vanda Sarundajang, saat menghadiri kegiatan silaturahmi usai pelaksanaan Salat Id di Masjid Agung Al-Falah  Kyai Modjo, Kampung Jawa Tondano, Sabtu (21/3/2026).

Kehadiran Wakil Bupati dalam kesempatan tersebut merupakan bagian dari representasi Pemerintah Kabupaten Minahasa dalam menjalin kedekatan dengan masyarakat, khususnya umat Muslim yang merayakan Idul Fitri. Dalam kegiatan itu, Wakil Bupati membacakan sambutan Bupati Minahasa, Robby Dondokambey, sebelum pelaksanaan Salat Id dimulai.

Dalam keterangannya, Vanda Sarundajang menegaskan bahwa Idul Fitri memiliki makna yang lebih dari sekadar perayaan keagamaan, melainkan sebagai momentum untuk kembali kepada fitrah serta memperkuat hubungan sosial antarmasyarakat.

“Idul Fitri merupakan hari kemenangan bagi umat Muslim setelah menjalani ibadah puasa. Momentum ini menjadi kesempatan untuk kembali kepada fitrah serta mempererat kebersamaan,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idul Fitri kepada seluruh umat Muslim di Kabupaten Minahasa, seraya mengajak masyarakat untuk menjadikan momen tersebut sebagai sarana memperkuat persaudaraan.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya menjaga harmoni sosial di tengah keberagaman yang menjadi karakteristik masyarakat Minahasa. Menurutnya, nilai-nilai kearifan lokal seperti Sitou Timou Tumou Tou dan semangat Mapalus harus terus dijaga sebagai fondasi kehidupan bersama.

“Kerukunan umat beragama di Minahasa telah terbangun dengan baik dan perlu terus dipelihara. Momentum Idul Fitri ini menjadi salah satu wujud nyata dari harmonisasi tersebut,” katanya.

Usai pelaksanaan Salat Id yang dimulai pukul 07.00 WITA, kegiatan dilanjutkan dengan silaturahmi dan ramah tamah antara jajaran pemerintah daerah dan masyarakat Kampung Jawa Tondano.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten Minahasa, Dr. Lynda Deisye Watania, MM, M.Si , Asisten I Drs. Riviva Maringka, M.Si , serta sejumlah kepala perangkat daerah dan camat Tondano Utara.

Pelaksanaan Salat Id dipimpin oleh Ustad Hardianto Masuara sebagai imam, dengan khutbah yang disampaikan oleh Habib Umar Bin Thoha yang menekankan pentingnya menjaga nilai keimanan dan persaudaraan.

Dengan suasana yang berlangsung tertib dan penuh kekhidmatan, kegiatan tersebut menjadi refleksi nyata bahwa Idul Fitri tidak hanya bermakna secara spiritual, tetapi juga memiliki dimensi sosial yang kuat dalam mempererat kohesi masyarakat di Kabupaten Minahasa.

21/03/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa

Berita Terbaru

Badan Amil Zakat Nasional Tembus Daerah Terisolasi, Salurkan 1 Ton Beras Zakat Fitrah untuk Warga Terdampak Rob di Bekasi
Badan Amil Zakat Nasional Tembus Daerah Terisolasi, Salurkan 1 Ton Beras Zakat Fitrah untuk Warga Terdampak Rob di Bekasi
Kabupaten Bekasi – Air laut tak kunjung surut. Hampir tiga bulan lamanya, banjir rob mengepung permukiman warga di pesisir Muara Gembong, Kabupaten Bekasi. Rumah terendam, aktivitas lumpuh, bantuan pun nyaris tak masuk. Di tengah kondisi itu, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI datang membawa harapan. Minggu (1/3/2026), BAZNAS menyalurkan 200 paket beras zakat fitrah masing-masing 5 kilogram atau total 1 ton beras kepada warga terdampak. Bantuan difokuskan di dua titik terisolasi: Pondok Dua, Desa Pantai Harapan Jaya dan Muara Beting, Desa Pantai Bahagia, Kecamatan Muara Gembong. Genangan air pasang yang terus masuk ke permukiman membuat warga kesulitan beraktivitas. Tak sedikit yang mengalami gangguan kesehatan akibat terlalu lama terendam air. “Gara-gara banjir rob hampir tiga bulan sampai kaki bonyok kena kutu air. Selama itu bantuan belum ada yang masuk. Alhamdulillah hari ini dapat bantuan beras zakat fitrah dari BAZNAS,” ujar Watiah, warga Desa Pantai Harapan Jaya, dengan mata berkaca-kaca. Menurutnya, di situasi serba sulit seperti sekarang, bantuan beras menjadi kebutuhan paling mendesak. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, M.A., mengatakan penyaluran ini merupakan komitmen BAZNAS memastikan amanah zakat fitrah dari muzaki sampai kepada mustahik, terutama di wilayah sulit dijangkau. “BAZNAS berupaya hadir di tengah masyarakat yang terdampak banjir rob berkepanjangan, apalagi di bulan Ramadan. Kami berharap bantuan ini bisa meringankan beban pangan keluarga sehingga warga dapat beribadah dengan lebih tenang,” kata Saidah dalam keterangannya. Ia menegaskan, zakat tidak boleh berhenti pada penghimpunan, tetapi harus dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat yang paling membutuhkan. Dampak rob tak hanya merendam rumah, tetapi juga melumpuhkan penghasilan warga. Tambrun (65), nelayan bidak di Muara Beting, mengaku penghasilannya tak menentu, hanya sekitar Rp30 ribu hingga Rp50 ribu sekali melaut. Uang itu biasanya langsung habis untuk membeli beras. “Biasanya uang segitu buat beli beras. Alhamdulillah dengan bantuan BAZNAS ini, saya sangat terbantu,” ujarnya. Tambrun tinggal di gubuk kecil bersama istrinya yang tengah sakit tumor otak. Kondisi angin barat yang kerap berbahaya membuat nelayan tak bisa rutin melaut. Hal senada disampaikan Nursan, pegiat Kelompok Bahagia Berkarya (Kebaya). Ia menyebut banjir rob yang berkepanjangan membuat warga harus fokus memperbaiki rumah, sementara penghasilan terhenti. “Kalau tidak melaut, artinya tidak punya penghasilan. Bantuan beras ini setidaknya meringankan beban warga,” jelasnya. Sebanyak 200 paket beras mungkin terlihat sederhana. Namun bagi warga yang hampir tiga bulan terisolasi dan bertahan di tengah genangan air, bantuan itu menjadi simbol bahwa mereka tidak sendiri. Di pesisir Muara Gembong, zakat fitrah bukan sekadar beras. Ia menjelma menjadi harapan—bahwa di tengah rob dan keterbatasan, masih ada tangan-tangan yang peduli.
BERITA02/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Transparansi dan Amanah: UPZ Masjid Al Hijrah Laporkan Pengelolaan ZIS ke BAZNAS, Bangun Kepercayaan Umat
Transparansi dan Amanah: UPZ Masjid Al Hijrah Laporkan Pengelolaan ZIS ke BAZNAS, Bangun Kepercayaan Umat
Tondano – Komitmen terhadap tata kelola zakat yang profesional dan transparan kembali ditegaskan oleh Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Masjid Al Hijrah Rinegetan. UPZ secara resmi melaporkan data pengumpulan, penyaluran, dan pendistribusian zakat, infak, dan sedekah (ZIS) kepada Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Minggu, 1/3/2023 Laporan tersebut memuat rincian dana yang masuk melalui UPZ masjid, termasuk sumber penerimaan, jumlah muzaki, serta distribusi kepada para mustahik sesuai dengan ketentuan syariat dan peraturan perundang-undangan. Langkah ini menjadi bagian dari penguatan akuntabilitas dan upaya membangun kepercayaan publik terhadap pengelolaan zakat berbasis masjid. Ketua UPZ Masjid Al Hijrah Rinegetan Sumarno Kaluku menegaskan bahwa pelaporan rutin bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan bentuk amanah kepada umat. “Zakat, infak, dan sedekah adalah titipan. Kami berkewajiban memastikan setiap rupiah yang dihimpun tercatat, terlapor, dan tersalurkan dengan tepat sasaran. Transparansi adalah kunci menjaga kepercayaan jamaah,” ujarnya. Ia menambahkan, UPZ berkomitmen mengikuti pedoman dan arahan BAZNAS agar tata kelola berjalan sesuai prinsip syariah, profesional, dan modern. Senada dengan itu, Ketua Masjid Al Hijrah Ibrahim Hamid menyampaikan bahwa masjid bukan hanya tempat ibadah mahdhah, tetapi juga pusat pemberdayaan umat. “Ketika pengelolaan ZIS dilakukan secara tertib dan dilaporkan secara terbuka, maka jamaah merasa tenang. Mereka tahu bahwa amanahnya dikelola dengan baik dan manfaatnya kembali kepada masyarakat,” tuturnya. Sementara itu, Imam Masjid Al Hijrah Kiki Palamani mengingatkan bahwa zakat memiliki dimensi spiritual dan sosial sekaligus. Menurutnya, pelaporan yang transparan adalah bagian dari nilai kejujuran yang diajarkan Islam. “Allah memerintahkan kita untuk menunaikan amanah. Pengelolaan zakat yang terbuka adalah wujud ketakwaan dan tanggung jawab moral di hadapan Allah dan manusia,” katanya. Dari pihak BAZNAS Kabupaten, pimpinan menyampaikan apresiasi atas kesadaran UPZ dalam menyampaikan laporan secara berkala. Ia menegaskan bahwa sinergi antara BAZNAS dan UPZ masjid merupakan fondasi penting dalam membangun ekosistem zakat yang kuat dan terpercaya. “BAZNAS hadir untuk memastikan tata kelola zakat berjalan sesuai regulasi dan prinsip syariah. Kami mengajak masyarakat untuk tidak ragu menyalurkan zakat melalui UPZ resmi, karena ada sistem pelaporan, pengawasan, dan pendampingan yang jelas,” tegasnya. Lebih jauh, Waka IV BAZNAS Minahasa berharap langkah ini menjadi edukasi publik bahwa pengelolaan zakat kini semakin profesional, transparan, dan terintegrasi. Kepercayaan umat adalah modal utama dalam memperkuat peran zakat sebagai instrumen pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan ekonomi. Dengan pelaporan yang tertib dan terbuka, UPZ Masjid Al Hijrah menunjukkan bahwa masjid dapat menjadi garda terdepan dalam membangun tata kelola zakat yang amanah. Dari masjid, kepercayaan itu dirawat; dari zakat yang terkelola dengan baik, keberkahan umat diteguhkan.
BERITA01/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Jamaah Doakan Kelancaran Umrah Wakil Ketua Majelis Taklim dan Ketua BTM Baitul Ikhlas
Jamaah Doakan Kelancaran Umrah Wakil Ketua Majelis Taklim dan Ketua BTM Baitul Ikhlas
Tondano – Kabar bahagia datang dari lingkungan jamaah masjid dan majelis taklim. Wakil Ketua Majelis Taklim, Hj. Jumaenah Rakhman, bersama Ketua BTM Masjid Baitul Ikhlas, H. Syafaruddin Maddepungeng, dijadwalkan menunaikan ibadah umrah dalam waktu dekat. Keberangkatan keduanya disambut doa dan harapan dari para jamaah. Imam Masjid Baitul Ikhlas bersama pengurus dan jamaah turut memanjatkan doa agar seluruh rangkaian ibadah umrah yang akan dijalankan diberikan kelancaran, kesehatan, serta kemudahan oleh Allah SWT. Dalam penyampaian doanya, Imam masjid berharap perjalanan suci tersebut menjadi momentum peningkatan ketakwaan dan membawa keberkahan bagi keluarga serta masyarakat. “Semoga Allah SWT memudahkan seluruh proses perjalanan, menerima setiap ibadah yang dilaksanakan, serta mengembalikan beliau dalam keadaan sehat dan menjadi umrah yang mabrurah,” ungkapnya. Jamaah juga berharap sepulang dari Tanah Suci, keduanya dapat membawa semangat baru dalam memakmurkan masjid, memperkuat majelis taklim, serta meningkatkan pelayanan keumatan. Ibadah umrah bukan sekadar perjalanan spiritual personal, melainkan juga menjadi inspirasi kolektif bagi jamaah untuk semakin mencintai masjid dan meningkatkan kualitas ibadah. Doa pun terus mengalir, mengiringi langkah menuju Baitullah dengan penuh harap dan tawakal. “Insya Allah ibadah umrahnya lancar dan penuh keberkahan,” doa jamaah yang diaminkan bersama.
BERITA01/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Ketua BTM Ajak Jamaah Tunaikan Zakat Lewat UPZ, Masjid Al Hijrah Tondano Resmi Kantongi SK dari Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Minahasa
Ketua BTM Ajak Jamaah Tunaikan Zakat Lewat UPZ, Masjid Al Hijrah Tondano Resmi Kantongi SK dari Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Minahasa
Tondano — Semangat kebangkitan zakat di wilayah keimaman Masjid Al Hijrah Tondano kian terasa. Melalui media sosial resmi Masjid Al Hijrah Tondano di Facebook, Ketua BTM (Badan Takmir Masjid) mengajak seluruh jamaah yang telah memenuhi syarat wajib zakat untuk menunaikan kewajibannya melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Masjid Al Hijrah Sabtu, 28/2/2026. Ajakan ini bukan sekadar pengumuman, melainkan gerakan edukasi dan dakwah yang menyentuh kesadaran umat. Terlebih, UPZ Masjid Al Hijrah kini telah resmi mengantongi Surat Keputusan (SK) dari Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Minahasa, menandakan legalitas dan keabsahan dalam pengelolaan zakat sesuai regulasi. Dalam unggahan tersebut, Ketua BTM Al Hijrah Rinegetan Ibrahim Hamid mengingatkan firman Allah SWT dalam Surah At-Taubah ayat 103: artinya : Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Keseriusan ini tidak berhenti pada imbauan. Panitia UPZ Masjid Al Hijrah Rinegetan telah bergerak cepat dengan menyiapkan dan mencetak amplop resmi UPZ yang akan didistribusikan kepada para muzaki di wilayah keimaman. Langkah ini menjadi simbol kesiapan sistematis dan profesional dalam menghimpun zakat umat. Koordinasi intens dilakukan bersama keimaman masjid serta Ketua UPZ, memastikan setiap proses berjalan tertib, transparan, dan sesuai syariat. Media sosial pun dimanfaatkan sebagai sarana dakwah modern — menghadirkan edukasi zakat secara terbuka, informatif, dan mengajak partisipasi aktif jamaah. Langkah ini menjadi contoh nyata bagaimana masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah ritual, tetapi juga pusat pemberdayaan ekonomi umat. Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Minahasa menyampaikan apresiasi tinggi atas inisiatif yang dilakukan Pengurus UPZ Masjid Al Hijrah di bawah pengawasan Ketua BTM dan koordinasi keimaman masjid. Menurutnya, langkah ini mencerminkan kesadaran kolektif bahwa zakat harus dikelola secara terstruktur, legal, dan amanah. “Ini contoh baik bagi seluruh masjid di Kabupaten Minahasa. Ketika UPZ memiliki SK resmi dan bergerak aktif mengedukasi jamaah, maka potensi zakat akan terhimpun maksimal dan penyalurannya pun tepat sasaran,” ujarnya. BAZNAS berharap seluruh masjid di wilayah Kabupaten Minahasa dapat mempersiapkan kepengurusan UPZ secara tertib. Bagi masjid yang belum memiliki SK resmi, diimbau segera berkoordinasi dan melaporkan ke BAZNAS Minahasa untuk mendapatkan pengesahan, sehingga pengelolaan zakat berjalan sesuai regulasi dan mendapat pembinaan. Gerakan yang dimulai dari Masjid Al Hijrah Tondano ini menjadi inspirasi bahwa transformasi zakat dimulai dari kesadaran. Dari mimbar ke media sosial. Dari ayat suci ke aksi nyata. Zakat yang dihimpun melalui UPZ masjid bukan sekadar angka, melainkan harapan bagi mustahik, penguat ekonomi umat, serta wujud nyata solidaritas sosial Islam. Kini, bola ada di tangan umat. Ketika jamaah yang telah wajib zakat menyalurkannya melalui UPZ resmi, maka masjid benar-benar menjadi pusat keberkahan, pusat pemberdayaan, dan pusat peradaban. Semoga langkah Masjid Al Hijrah Tondano menjadi pemantik gerakan zakat yang lebih masif di seluruh Minahasa — terkelola, terarah, dan menyejahterakan.
BERITA01/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Spektakuler! Pendeta GPIB Paulus Menteng Buka Puasa di Serambi Masjid Jaton, Toleransi Ramadhan Menggema dari Tondano
Spektakuler! Pendeta GPIB Paulus Menteng Buka Puasa di Serambi Masjid Jaton, Toleransi Ramadhan Menggema dari Tondano
Tondano – Ramadhan di Kampung Jawa Tondano, Minahasa, tahun ini menghadirkan pemandangan yang tak biasa. Di serambi masjid TPQ Radhatul Jannah, anak-anak santri duduk bersarung, jamaah memenuhi sisi ruangan. Lalu hadir seorang tamu istimewa: Pdt. Johny Alexander Lontoh, M.Min, M.Th Ketua Majelis Jemaat GPIB Paulus Menteng-Jakarta Pusat, Sabtu, 28/2/2026. Ia datang bukan sendiri. Rombongan gereja menyertainya. Turut hadir tiga Komisioner KPU Minahasa, Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Minahasa, Lurah Kampung Jawa, serta Sekretaris BTM Masjid Agung Al-Falah, . Silaturahmi ini disaksikan jamaah masjid dan para santri yang kemudian berbuka puasa bersama. Momen itu bukan sekadar kunjungan. Ia menjelma menjadi panggung toleransi yang hidup. Di hadapan jamaah dan santri, Pdt. Johny berbicara lugas. Ia menyebut Indonesia sebagai rumah besar keberagaman yang harus dirawat bersama. “Kami hidup di Indonesia dengan berbagai macam keberagaman. Kita harus saling menghargai dan menghormati keyakinan masing-masing. Titik temu kita adalah silaturahmi dan membangun kerukunan,” ujarnya. Rombongan gereja ini memang tengah menjalankan program lintas komunitas. Di Sulawesi Utara, mereka telah mengunjungi sinagoge dan akan melanjutkan ke klenteng. Pesannya jelas: perbedaan bukan alasan untuk berjarak. Yang membuatnya terkesan justru identitas Kampung Jawa Tondano. “Saya datang berpikir Jawa Tondano itu berbahasa Jawa. Ternyata berbahasa Minahasa, bahkan Tondano. Saya sendiri Lontoh, opakundu dari Tataran II, tapi tidak bisa bahasa Tondano sama sekali. Ini luar biasa,” katanya disambut senyum hadirin. Ia menyoroti sejarah komunitas Jaton—para lelaki yang datang dan berladang, sementara para ibu asli daerah setempat, sehingga generasi tumbuh dengan bahasa ibu Minahasa. “Ini kekayaan budaya yang indah. Biarlah menjadi kekhasan yang terus dipertahankan. Kiranya umat di Kampung Jawa hidup makmur dan damai,” tuturnya. Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Minahasa Sahlan Kokalo menyebut peristiwa ini sebagai edukasi sosial yang nyata. “BAZNAS hadir bukan hanya mengelola zakat, tapi membangun jembatan kemanusiaan. Ketika tokoh lintas iman duduk bersama di bulan Ramadhan, itu pesan kuat bagi generasi muda bahwa persatuan adalah fondasi daerah ini,” ujarnya. Menurutnya, silaturahmi seperti ini memperkuat harmoni sosial sekaligus menjadi teladan kepemimpinan yang merangkul. Pimpinan TPQ Radhatul Jannah Jawa Tondano H. Abdul Qadir Pulukadang, SE tak menyembunyikan rasa bangganya. “Kami berterima kasih atas kehadiran Pdt. Johny dan rombongan. Anak-anak kami belajar langsung arti toleransi. Ini bukan teori, ini praktik,” katanya. Menjelang Maghrib, suasana makin hangat. Adzan berkumandang. Semua yang hadir—pendeta, pengurus masjid, komisioner KPU, tokoh BAZNAS, jamaah, hingga santri—menyatu dalam satu hamparan sajian berbuka di serambi masjid. Acara ditutup dengan penyerahan cenderamata dari Pdt. Johny kepada pimpinan TPQ sebagai simbol persahabatan lintas iman. Dari serambi kecil di Kampung Jawa Tondano, pesan besar itu menggema: toleransi bukan sekadar slogan. Ia hidup dalam perjumpaan, tumbuh dalam dialog, dan menguat dalam kebersamaan.
BERITA01/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Menag Minta Maaf, Tegaskan Zakat Tetap Rukun Islam; BAZNAS Minahasa Ajak Umat Perkuat Filantropi Produktif
Menag Minta Maaf, Tegaskan Zakat Tetap Rukun Islam; BAZNAS Minahasa Ajak Umat Perkuat Filantropi Produktif
Tondano – Kementerian Agama Republik Indonesia melalui Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan permohonan maaf atas pernyataannya terkait zakat yang sempat menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat. Penegasan itu disampaikan di Jakarta, Sabtu (28/2/2026). Menag menegaskan, zakat adalah kewajiban individual (fardhu ‘ain) dan merupakan rukun Islam yang tidak berubah kedudukannya. “Saya memohon maaf atas pernyataan saya yang menimbulkan kesalahpahaman. Perlu saya tegaskan, zakat adalah fardhu ‘ain dan rukun Islam yang wajib kita tunaikan,” ujar Nasaruddin Umar. Menurutnya, pernyataan dalam forum Sarasehan 99 Ekonom Syariah sejatinya dimaksudkan sebagai ajakan melakukan reorientasi pengelolaan dana umat. Ia mendorong agar penguatan ekonomi syariah tidak berhenti pada pendekatan zakat semata, melainkan juga mengoptimalkan instrumen filantropi Islam lainnya seperti wakaf, infak, dan sedekah. Menag mencontohkan praktik pengelolaan wakaf yang profesional dan terintegrasi di sejumlah negara seperti Qatar, Kuwait, dan Uni Emirat Arab. Di negara-negara tersebut, wakaf dikelola secara modern sehingga mampu menjadi motor penggerak pembangunan sosial dan ekonomi umat. “Inilah model yang ingin kita pelajari dan adaptasi untuk mempercepat kemajuan umat di Indonesia, tanpa mengurangi kewajiban zakat yang sudah jelas dalam ajaran Islam,” tegasnya. Menanggapi penegasan tersebut, Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Minahasa menyampaikan bahwa pernyataan Menag menjadi momentum edukasi publik agar tidak terjadi bias pemahaman. Waka IV BAZNAS Minahasa Sahlan Kokalo menegaskan, zakat adalah fondasi utama sistem keuangan sosial Islam. Namun, untuk menjawab tantangan kemiskinan struktural dan ketimpangan ekonomi, diperlukan optimalisasi instrumen lain yang bersifat produktif dan berkelanjutan. “Zakat adalah kewajiban yang tidak bisa ditawar. Ia membersihkan harta dan menegakkan keadilan sosial. Tetapi untuk mendorong kemandirian mustahik menjadi muzaki, kita membutuhkan penguatan wakaf produktif, infak strategis, dan sedekah yang terprogram,” ujarnya. Menurutnya, sinergi antara zakat dan wakaf dapat menjadi model transformasi ekonomi umat di daerah. Zakat berfungsi sebagai jaring pengaman sosial (social safety net), sementara wakaf dapat dikembangkan menjadi sumber pembiayaan jangka panjang untuk pendidikan, kesehatan, pertanian, dan pemberdayaan UMKM. “Di Minahasa, kami terus mengedukasi masyarakat bahwa menunaikan zakat melalui lembaga resmi bukan hanya soal kepatuhan syariat, tetapi juga bagian dari gerakan membangun peradaban. Zakat yang terkelola baik akan melahirkan mustahik yang berdaya, bahkan naik kelas menjadi muzaki,” tegasnya. BAZNAS Minahasa juga menilai klarifikasi Menag menjadi peluang untuk memperkuat literasi zakat dan filantropi Islam di tengah masyarakat. Edukasi harus dilakukan secara sistematis agar publik memahami perbedaan fungsi zakat, infak, sedekah, dan wakaf. Zakat bersifat wajib dan memiliki delapan golongan penerima (asnaf). Sementara wakaf bersifat sukarela namun memiliki potensi besar sebagai aset produktif yang manfaatnya dapat dirasakan lintas generasi. “Kesalahpahaman harus dijawab dengan edukasi. Kami mengajak masyarakat Minahasa untuk tetap menunaikan zakat melalui BAZNAS, sekaligus mendukung gerakan wakaf dan sedekah produktif demi memperkuat ekonomi umat secara berkelanjutan,” tambahnya. Dengan penegasan dari Kementerian Agama dan komitmen BAZNAS di daerah, diharapkan pengelolaan dana sosial keagamaan di Indonesia semakin profesional, transparan, dan berdampak nyata. Zakat tetap menjadi rukun Islam yang wajib ditunaikan, sementara pengembangan wakaf dan filantropi Islam menjadi akselerator menuju kemandirian dan kesejahteraan umat.
BERITA01/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
200 Anak Jalanan Ikut ‘Pesantren 1000 Cahaya Ramadan’, Badan Amil Zakat Nasional Sisipkan Pesan Empati untuk Palestina
200 Anak Jalanan Ikut ‘Pesantren 1000 Cahaya Ramadan’, Badan Amil Zakat Nasional Sisipkan Pesan Empati untuk Palestina
Tangerang Selatan – Suasana berbeda tampak di Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Kolong, Ciputat, Jumat (27/2/2026). Tawa riang dan semangat belajar mewarnai kegiatan “Pesantren 1000 Cahaya Ramadan” yang digelar Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI. Sebanyak 200 anak jalanan mengikuti program dakwah dan kemanusiaan tersebut. Kegiatan ini digelar bersama mahasiswa penerima Beasiswa Cendekia BAZNAS (BCB) dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Tak sekadar belajar agama, anak-anak juga diajak menumbuhkan empati lintas negara. Dalam salah satu sesi, mereka menuliskan pesan penyemangat untuk anak-anak Palestina. Pesan-pesan itu ditempelkan di papan khusus sebagai simbol persaudaraan global. Program “Pesantren 1000 Cahaya Ramadan” bukan hanya berlangsung di Ciputat. Kegiatan ini digelar serentak di 233 titik di 30 provinsi di Indonesia dan 10 negara. Sasarannya pun beragam: anak jalanan, anak disabilitas, yatim, korban bencana, hingga anak-anak pengungsi Palestina di kawasan Timur Tengah seperti Mesir, Yordania, dan Suriah. Kepala Divisi Pendidikan dan Dakwah BAZNAS RI, Farid Septian, menyebut mahasiswa BCB menjadi motor penggerak utama program ini. “Pesantren 1000 Cahaya Ramadan dirancang untuk mengajak, menginspirasi, dan memberikan pengajaran keislaman yang kondusif bagi anak-anak jalanan dan kelompok marginal lainnya. Kami ingin memastikan keberkahan Ramadan hadir menjadi ‘cahaya’ bagi mereka yang belum tersentuh pengajaran agama yang memadai. Ini membuktikan bahwa zakat itu inklusif,” ujar Farid. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, M.A., menegaskan program ini merupakan bagian dari komitmen membangun ekosistem pendidikan di akar rumput. “Program ini adalah upaya menjangkau dan merangkul anak-anak yang tidak mampu menikmati berbagai fasilitas yang ada. Kita tidak hanya memberi pendampingan, tapi juga menghidupkan semangat literasi dan spiritualitas,” tutur Saidah dalam keterangan tertulisnya di Jakarta. Apresiasi juga datang dari Wakil Rektor III UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Ali Munhanif, M.A., Ph.D. Ia menilai keterlibatan mahasiswa dalam aksi sosial ini menjadi contoh nyata kepedulian generasi muda. “Mahasiswa harus menjadi teladan. Mereka pintar dan gigih, kini kembali merangkul adik-adik yang kurang beruntung. Kami mendukung penuh agar komunitas sekitar kampus mendapatkan lingkungan belajar yang sehat,” ujarnya. Dampak kegiatan ini dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar. Ambarwati, seorang ibu rumah tangga yang mendampingi anaknya, mengaku bersyukur. “Terima kasih banyak kepada BAZNAS atas kegiatannya yang sangat bermanfaat bagi anak-anak kami di bulan puasa ini. Semoga BAZNAS makin maju dan terus amanah,” ucapnya. Melalui program ini, BAZNAS ingin menegaskan bahwa zakat bukan hanya soal bantuan materi. Lebih dari itu, zakat hadir sebagai cahaya pendidikan, empati, dan harapan—bahkan bagi mereka yang tumbuh di kolong jembatan sekalipun.
BERITA28/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS RI dan BPJPH Teken MoU, Perkuat Pengelolaan Zakat dan Ekosistem Halal
BAZNAS RI dan BPJPH Teken MoU, Perkuat Pengelolaan Zakat dan Ekosistem Halal
Jakarta – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI dan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) resmi menjalin kerja sama strategis. Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) diteken di Kantor BPJPH, Jakarta Timur, Jumat (27/2/2026). Kerja sama ini mencakup sinergi pelaksanaan tugas di bidang pengelolaan zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya (ZIS-DSKL), serta penyelenggaraan jaminan produk halal. Selain itu, disepakati mekanisme pengumpulan zakat bagi pegawai di lingkungan BPJPH melalui pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ). Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, M.A., mengapresiasi langkah BPJPH yang dinilai responsif dalam mengintegrasikan kewajiban keagamaan dengan tata kelola birokrasi. “Kolaborasi ini menjadi tonggak penting dalam mengoptimalkan potensi zakat dari sektor ASN dan karyawan instansi pemerintah. Kami mengapresiasi komitmen BPJPH yang tidak hanya fokus pada ekosistem halal, tetapi juga kepedulian sosial melalui integrasi sistem pengumpulan ZIS bersama BAZNAS,” ujar Noor Achmad. Ia menjelaskan, pembentukan UPZ di kantor BPJPH diharapkan mempermudah pegawai dalam menunaikan kewajiban zakat secara aman secara syariah dan sesuai regulasi. Dana yang terkumpul akan dikelola secara profesional dan transparan untuk menjangkau mustahik di seluruh Indonesia. “Dengan terbentuknya UPZ ini, jangkauan manfaat zakat semakin luas. Sinergi sertifikasi halal dan pengelolaan zakat akan menciptakan keberkahan sekaligus memperkuat keadilan sosial,” tambahnya. Sementara itu, Kepala BPJPH, Dr. H. Ahmad Haikal Hassan, S.T., M.T., menegaskan komitmennya untuk menggerakkan seluruh ekosistem halal agar ikut berkontribusi melalui instrumen filantropi Islam. Menurut Haikal, jaringan BPJPH tersebar luas di seluruh Indonesia, mulai dari auditor halal, penyelia, hingga ratusan ribu Pendamping Proses Produk Halal (P3H). “Ratusan ribu pendamping, puluhan ribu auditor, penyelia, satgas, dan UPT di seluruh Indonesia. Kita akan mengeluarkan zakat untuk menguatkan Indonesia. Bukan cuma zakat, tapi juga sedekah, infak, dan wakaf. Saya akan mempelopori gerakan ini dan menjadi yang pertama mendaftar di UPZ,” tegasnya. Penandatanganan kerja sama ini turut dihadiri jajaran pimpinan BAZNAS RI, di antaranya Pimpinan Bidang Koordinasi Nasional Achmad Sudrajat, Pimpinan Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan, Deputi I BAZNAS RI M. Arifin Purwakananta, serta Direktur Pengumpulan Badan H. Faisal Qosim. Melalui kerja sama ini, BAZNAS dan BPJPH berharap integrasi antara kekuatan ekonomi halal dan pengelolaan zakat dapat berjalan beriringan. Langkah tersebut dinilai strategis untuk memperkuat jaring pengaman sosial sekaligus mendukung pembangunan ekonomi syariah nasional.
BERITA28/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Semarak Hari ke-9 Ramadhan, BKMT Se-Langowan Raya Gelar Tadarus dan Buka Puasa Bersama di Masjid At-Taqwa
Semarak Hari ke-9 Ramadhan, BKMT Se-Langowan Raya Gelar Tadarus dan Buka Puasa Bersama di Masjid At-Taqwa
Langowan – Memasuki hari ke-9 Ramadhan 1447 H, semangat ibadah terus menguat di tengah kaum muslimah. Pada Jumat, 27 Februari 2026, Ibu-Ibu Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) se-Langowan Raya, Kawangkoan, dan Tompaso menggelar Tadarus Al-Qur’an yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama di Masjid At-Taqwa, 27 Februari 2026. Kegiatan tersebut berlangsung khidmat dan penuh kehangatan ukhuwah. Lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an menggema sejak sore hari, menghadirkan suasana syahdu yang menyejukkan hati. Para peserta duduk bersaf-saf, membaca dan menyimak ayat demi ayat dengan penuh kekhusyukan, menandai kuatnya komitmen majelis taklim dalam menghidupkan bulan suci. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Kantor KUA Langowan serta Imam Masjid At-Taqwa yang memberikan apresiasi atas konsistensi BKMT dalam membina tradisi literasi Al-Qur’an di tengah masyarakat. Kehadiran unsur KUA menjadi simbol sinergi antara lembaga keagamaan dan komunitas majelis taklim dalam membangun kehidupan beragama yang moderat dan berkemajuan. Dalam sambutannya, Kepala KUA Langowan menegaskan bahwa Ramadhan adalah madrasah ruhani yang mendidik umat untuk kembali kepada Al-Qur’an. “Tadarus bukan sekadar membaca, tetapi membangun kedekatan dengan kalamullah. Dari sinilah lahir kesalehan pribadi dan sosial,” ujarnya. Sementara itu, Imam Masjid At-Taqwa mengingatkan pentingnya menjaga semangat berjamaah. Menurutnya, kebersamaan dalam tadarus dan buka puasa adalah wujud nyata dari ukhuwah Islamiyah yang menjadi kekuatan umat. Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan buka puasa sederhana yang sarat makna kebersamaan. Hidangan yang tersaji bukan hanya menguatkan fisik setelah seharian berpuasa, tetapi juga mempererat tali silaturahmi antarmajelis taklim di wilayah Langowan Raya.
BERITA28/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Malam ke-10 Ramadhan, Masjid Al-Haq Wawalintowan Gaungkan Gerakan Cinta Al-Qur’an
Malam ke-10 Ramadhan, Masjid Al-Haq Wawalintowan Gaungkan Gerakan Cinta Al-Qur’an
Tondano – Suasana religius terasa kental di Masjid Al-Haq, Kelurahan Wawalintowan, Tondano, Jumat (28/2/2026) malam. Memasuki malam ke-10 Ramadhan 1447 H, jamaah memadati masjid untuk mengikuti kuliah tujuh menit (kultum) yang disampaikan Ust. Yasin Zakaria dengan tema “Pentingnya Meningkatkan Kegiatan Membaca Al-Qur’an pada Bulan Ramadhan.” Dalam ceramahnya, Ust. Yasin menegaskan bahwa Ramadhan merupakan momentum strategis untuk memperkuat relasi umat Islam dengan Al-Qur’an. Ia mengingatkan bahwa Al-Qur’an diturunkan pada bulan suci ini, sehingga Ramadhan semestinya menjadi ruang pembinaan spiritual melalui tilawah, tadabbur, dan pengamalan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. “Ramadhan adalah bulan pendidikan ruhani. Membaca Al-Qur’an bukan sekadar rutinitas, melainkan ikhtiar membangun karakter dan akhlak. Dari sinilah lahir pribadi yang jujur, sabar, dan peduli,” ujarnya di hadapan jamaah. Menurutnya, peningkatan aktivitas membaca Al-Qur’an tidak hanya berorientasi pada target khatam, tetapi juga pada pemahaman dan konsistensi. Ia mendorong jamaah untuk menetapkan target realistis sesuai kemampuan, agar interaksi dengan Al-Qur’an dapat berlanjut pasca-Ramadhan. Kegiatan kultum tersebut menjadi bagian dari rangkaian program Ramadhan yang disusun pengurus masjid untuk menghidupkan suasana ibadah. Jamaah yang hadir tampak antusias, mengikuti tausiyah dengan khidmat sebelum melanjutkan rangkaian ibadah malam. Ketua BTM Masjid Al-Haq Wawalintowan Irwan Saleh, S.Sos mengajak umat Islam untuk menjadikan Ramadhan sebagai momentum memakmurkan masjid. “Masjid harus menjadi pusat aktivitas keagamaan dan sosial umat. Ramadhan adalah waktu terbaik untuk memperkuat kebersamaan, memperbanyak ibadah, dan meningkatkan kepedulian,” katanya. Ia mengimbau masyarakat untuk aktif mengikuti shalat berjamaah, tarawih, tadarus Al-Qur’an, serta kegiatan kajian yang telah dijadwalkan selama bulan suci. Selain itu, ia juga mengajak jamaah meningkatkan infak dan sedekah sebagai bentuk solidaritas sosial. Peringatan malam ke-10 Ramadhan di Masjid Al-Haq diharapkan mampu membangkitkan kesadaran kolektif umat untuk lebih dekat dengan Al-Qur’an dan menjadikan masjid sebagai pusat pembinaan moral serta spiritual masyarakat.
BERITA28/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Badan Amil Zakat Nasional dan Humanitarian Forum Indonesia Perkokoh Mitigasi Bencana Berbasis Rumah Ibadat
Badan Amil Zakat Nasional dan Humanitarian Forum Indonesia Perkokoh Mitigasi Bencana Berbasis Rumah Ibadat
Jakarta – Upaya memperkuat ketahanan bangsa dalam menghadapi bencana kian dipertegas. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Humanitarian Forum Indonesia (HFI) resmi mendeklarasikan Komitmen Bersama Kesiapsiagaan Bencana Berbasis Rumah Ibadat, Kamis (26/2/2026), di Kantor BAZNAS RI, Jakarta. Deklarasi yang berlangsung dalam suasana buka puasa bersama itu menandai babak baru sinergi kemanusiaan lintas iman. Rumah ibadat diposisikan bukan hanya sebagai pusat spiritual, tetapi juga sebagai simpul mitigasi, edukasi, dan respons cepat kebencanaan. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan, Rizaludin Kurniawan, menegaskan inisiatif ini sejalan dengan mandat moral dan sosial pengelolaan zakat. Menurutnya, kebencanaan tidak bisa dilepaskan dari dimensi lingkungan dan tanggung jawab kolektif umat. “Isu kebencanaan kami masukkan dalam kerangka Maqashid Syariah, khususnya Hifzhun Bi’ah atau menjaga lingkungan. Bencana sangat erat kaitannya dengan krisis lingkungan. Karena itu BAZNAS mendorong konsep Green Zakat sebagai penguatan kepedulian terhadap kebencanaan,” ujarnya. Ia memastikan, dana zakat yang dihimpun BAZNAS disalurkan secara transparan kepada delapan golongan penerima (asnaf), termasuk masyarakat terdampak bencana. Namun, pendekatan yang dibangun tidak lagi sebatas responsif, melainkan preventif dan edukatif. “BAZNAS tidak hanya hadir saat bencana terjadi, tetapi juga mendorong kesiapsiagaan dan penguatan kapasitas masyarakat,” tegasnya. Ketua Umum HFI, Romi Ardiansyah, menyebut program “Kesiapsiagaan Bencana Berbasis Rumah Ibadat” sebagai implementasi nyata Rencana Strategis HFI 2026–2030. Inisiatif ini, menurutnya, menjadi ruang kolaborasi konkret lintas agama dalam menjawab tantangan kemanusiaan. “Fokus kami adalah memperkuat keguyuban lintas agama dengan menghadirkan rumah ibadat tangguh bencana. Sebagai bangsa yang memiliki kekuatan iman dan lintas iman, isu kebencanaan harus kita kelola bersama,” ujarnya. Saat ini, HFI bersama pemerintah serta perwakilan lembaga agama Islam, Katolik, Protestan, Hindu, Buddha, dan Konghucu tengah mengawal penyusunan regulasi Rumah Ibadat Tangguh Bencana. Regulasi tersebut diharapkan menjadi payung hukum bagi optimalisasi fungsi rumah ibadat, khususnya di wilayah rawan bencana. HFI sendiri merupakan forum kemanusiaan berbasis agama yang berperan dalam advokasi nilai, norma, dan prinsip kemanusiaan, serta penguatan komunikasi dan kolaborasi antarorganisasi. Saat ini, HFI beranggotakan 20 lembaga, antara lain Muhammadiyah Disaster Management Centre (MDMC), Dompet Dhuafa, Wahana Visi Indonesia, YAKKUM Emergency Unit, Caritas Indonesia (KARINA), Perkumpulan Peningkatan Keberdayaan Masyarakat (PPKM), Human Initiative, Habitat for Humanity Indonesia, PRB-PGI, Rumah Zakat, LPBI NU, BAZNAS Tanggap Bencana, ADRA Indonesia, hingga World Harvest Indonesia. Penandatanganan komitmen bersama dalam forum tersebut menjadi simbol kesiapan rumah ibadat di seluruh Indonesia untuk bertransformasi menjadi pusat perlindungan yang aman dan inklusif saat bencana terjadi. Sinergi ini diharapkan tidak hanya memperkuat respons darurat, tetapi juga membangun budaya sadar risiko di tengah masyarakat. Rumah ibadat pun diharapkan menjadi ruang aman, tempat berlindung sekaligus pusat koordinasi bantuan yang melintasi sekat agama dan identitas. Di tengah meningkatnya frekuensi dan intensitas bencana akibat perubahan iklim dan degradasi lingkungan, kolaborasi ini menjadi pesan kuat: kemanusiaan adalah panggilan bersama, dan rumah ibadat adalah benteng moral sekaligus benteng sosial dalam menjaga keselamatan bangsa.
BERITA27/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Tegaskan: Zakat Bukan untuk MBG, Fokus pada Fakir Miskin dan 8 Asnaf
BAZNAS Tegaskan: Zakat Bukan untuk MBG, Fokus pada Fakir Miskin dan 8 Asnaf
Jakarta — Isu mengenai dugaan penggunaan dana zakat untuk program MBG dijawab tegas oleh pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI. Tiga pimpinan lembaga tersebut secara terbuka menyampaikan klarifikasi: zakat adalah amanah syariat yang peruntukannya sudah jelas dan tidak dapat dialihkan di luar ketentuan agama dan perundang-undangan. Pimpinan BAZNAS RI, Dr. H. Rizaludin Kurniawan, menekankan bahwa zakat bukan sekadar instrumen sosial, melainkan kewajiban agama yang memiliki koridor hukum yang tegas. “Zakat bagi BAZNAS adalah syariat dan amanah yang harus disalurkan untuk fakir miskin. Pemberitaan zakat untuk MBG adalah tidak benar,” ujarnya. Pernyataan itu memperjelas posisi BAZNAS di tengah berkembangnya persepsi publik. Menurut Rizaludin, distribusi zakat berada dalam pengawasan ketat dan berlandaskan prinsip transparansi serta akuntabilitas. Senada dengan itu, Prof. Ir. H. M. Nadratuzzaman Hosen, Pimpinan BAZNAS RI lainnya, menegaskan bahwa zakat yang dikelola BAZNAS tidak dialokasikan untuk program MBG. “Zakat melalui BAZNAS tidak untuk program MBG, tetapi disalurkan untuk fakir miskin dan enam asnaf lainnya sesuai syariat Islam dan peraturan perundang-undangan dengan pengawasan melekat dan ketat,” katanya. Dalam kerangka hukum Islam, asnaf zakat telah ditetapkan secara eksplisit dalam Al-Qur’an, khususnya dalam Surah At-Taubah ayat 60. Kelompok penerima itu mencakup fakir, miskin, amil, mualaf, riqab, gharimin, fisabilillah, dan ibnu sabil. Artinya, ruang penggunaan zakat tidak bersifat elastis, melainkan normatif dan berbasis nash. KH. Achmad Sudrajat, Pimpinan BAZNAS RI lainnya, menambahkan dimensi teologis dalam penegasan tersebut. “Zakat adalah rukun Islam yang menjadi pondasi dalam menolong fakir miskin sesuai dengan Q.S. At-Taubah Ayat 60. Zakat tidak untuk mendanai MBG,” ujarnya. Pernyataan para pimpinan ini menunjukkan satu garis sikap yang konsisten: zakat tidak boleh keluar dari jalur syariat. Dalam sistem pengelolaan nasional, BAZNAS bekerja di bawah payung Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat, yang menegaskan tata kelola profesional, transparan, dan akuntabel. Isu yang berkembang di ruang publik, menurut para pimpinan, perlu disikapi dengan literasi yang benar agar tidak memunculkan kesalahpahaman terhadap lembaga pengelola zakat resmi negara. Di tengah meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap zakat sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi umat, kejelasan peruntukan menjadi fondasi penting. Dengan klarifikasi ini, BAZNAS menegaskan kembali komitmennya: zakat adalah amanah ibadah, bukan dana fleksibel yang dapat dipindahkan untuk kepentingan di luar ketentuan syariat. Fokusnya tetap pada pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan mustahik sesuai delapan asnaf. Di tengah dinamika kebijakan dan program sosial nasional, satu hal dipastikan BAZNAS: zakat tetap berada pada relnya—rel syariat dan regulasi.
BERITA27/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Safari Ramadhan Pemkab Majalengka Pererat Silaturahmi di Argapura
Safari Ramadhan Pemkab Majalengka Pererat Silaturahmi di Argapura
Majalengka — Hujan yang mengguyur wilayah Kecamatan Argapura tidak menyurutkan semangat kebersamaan antara pemerintah daerah dan masyarakat. Bertempat di halaman Desa Sukasari Kaler, Kecamatan Argapura, Bupati Majalengka, Eman Suherman, melaksanakan Safari Ramadhan ke-2 dengan suasana penuh kekhidmatan, Jumat (27/2/2026). Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, Agus Asri Sabana. Kehadiran unsur pimpinan daerah dan lembaga keagamaan ini menjadi simbol sinergi lintas sektoral dalam mendukung pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat. Safari Ramadhan kali ini juga dihadiri Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, Ketua DPRD Kabupaten Majalengka, para kepala organisasi perangkat daerah (OPD), serta camat dan kepala desa dari empat kecamatan, yakni Banjaran, Maja, Argapura, dan Sindang. Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa kehadiran lengkap jajaran pimpinan daerah merupakan bentuk komitmen bersama dalam menjalankan program pembangunan. “Kehadiran seluruh elemen pimpinan ini melambangkan kekompakan kami dalam mendukung penuh setiap program pembangunan demi kesejahteraan masyarakat Majalengka,” ujarnya. Pada kesempatan tersebut, Bupati memaparkan sejumlah rencana pembangunan yang akan difokuskan di wilayah Banjaran, Maja, Argapura, dan Sindang. Ia juga menyampaikan capaian-capaian signifikan selama satu tahun masa pemerintahan yang dikenal dengan semangat “Hade”. Menurutnya, Safari Ramadhan bukan sekadar agenda seremonial, melainkan wadah menyerap aspirasi masyarakat secara langsung agar kebijakan yang dijalankan selaras dengan kebutuhan riil di tingkat desa. Menjelang berbuka puasa, suasana semakin menyejukkan dengan kultum yang disampaikan Ketua MUI setempat, KH Anwar Sulaiman. Meski hujan terus turun, kehangatan terasa ketika momen berbuka tiba. Bupati tampak membaur bersama kepala OPD dan para kepala desa dalam suasana santai namun penuh keakraban. Interaksi tanpa sekat tersebut mencerminkan gaya kepemimpinan yang komunikatif dan merakyat. Diskusi ringan namun substantif pun mengalir usai shalat Maghrib berjamaah, membahas isu-isu strategis di empat kecamatan yang menjadi fokus pembangunan. Rangkaian kegiatan Safari Ramadhan ke-2 ditutup dengan pelaksanaan shalat Isya dan Tarawih berjamaah di Masjid Nurul Huda, Desa Sukasari Kaler. Seluruh rombongan dan warga mengikuti ibadah dengan khusyuk. Safari Ramadhan ini diharapkan menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam mewujudkan Majalengka yang lebih maju dan sejahtera.
BERITA27/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Khotbah Jumat di Masjid Nurul Yakin: Ust. Rio Agalui Tekankan Keikhlasan, Doa, dan Spirit Ramadhan
Khotbah Jumat di Masjid Nurul Yakin: Ust. Rio Agalui Tekankan Keikhlasan, Doa, dan Spirit Ramadhan
Minahasa — Suasana khusyuk menyelimuti Masjid Nurul Yakin pada pelaksanaan Shalat Jumat, 27 Februari 2026. Dalam khutbahnya, Khatib Jumat, Ust. Rio Agalui, mengangkat tema tentang keutamaan puasa Ramadhan, pentingnya keikhlasan, serta kekuatan doa sebagai senjata orang beriman. Di hadapan jamaah, Ust. Rio mengajak umat Islam meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan menjalankan seluruh perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Menurutnya, Ramadhan adalah momentum terbaik untuk memperbaiki diri dan memaksimalkan sisa usia yang Allah berikan. “Kita berharap ini bukan Ramadhan yang biasa. Bisa jadi ini adalah kesempatan terakhir dalam hidup kita. Maka mohonlah kepada Allah agar diberi kekuatan untuk menjalani kehidupan yang tersisa dengan amal terbaik,” ujarnya. Dalam khutbahnya, Ust. Rio menegaskan bahwa salah satu hikmah terbesar puasa adalah melatih keikhlasan. Puasa merupakan ibadah yang tersembunyi dan hanya Allah yang mengetahui kualitasnya. Ia mengutip hadits qudsi bahwa setiap amal anak Adam adalah untuk dirinya kecuali puasa, karena puasa adalah untuk Allah dan Allah sendiri yang akan membalasnya. “Puasa mendidik kita untuk beramal tanpa pamrih. Ikhlas berarti memurnikan niat hanya untuk Allah, tanpa mencari pujian atau pengakuan manusia,” katanya. Ust. Rio juga mengingatkan fenomena riya di era media sosial. Menurutnya, memamerkan ibadah, sedekah, atau aktivitas keagamaan demi mendapatkan pujian, tanda suka, dan komentar dapat mengurangi nilai keikhlasan. “Riya hari ini bisa hadir dalam bentuk yang halus. Ibadah yang seharusnya mendekatkan diri kepada Allah justru berubah menjadi ajang pencitraan,” tegasnya. Selain keikhlasan, khutbah tersebut juga menyoroti pentingnya doa. Ust. Rio menyampaikan bahwa doa adalah senjata orang beriman dan menjadi kekuatan utama dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan. Mengutip pandangan para ulama, ia menjelaskan bahwa doa bukan sekadar permintaan, melainkan bentuk penghambaan dan pengakuan akan kelemahan diri di hadapan Allah SWT. “Doa mampu mengubah takdir dalam arti takdir yang masih berada dalam ketentuan Allah. Karena itu, jangan pernah lelah berdoa, terlebih di bulan Ramadhan,” ujarnya. Ia menambahkan, Ramadhan adalah bulan di mana pintu-pintu langit dibuka, sehingga doa memiliki peluang besar untuk dikabulkan. Ust. Rio juga mengajak jamaah menjadikan puasa sebagai sarana memperkuat iman dan membentuk akhlak mulia. Puasa, kata dia, tidak hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjaga lisan, pandangan, dan hati dari perbuatan dosa. Menurutnya, keberhasilan Ramadhan bukan diukur dari lamanya menahan haus, tetapi sejauh mana puasa mampu melahirkan pribadi yang lebih sabar, lebih peduli, dan lebih dekat kepada Allah SWT. Di akhir khutbah, Ust. Rio mengajak jamaah memperbanyak doa agar Allah menerima seluruh amal ibadah dan memberikan ampunan serta rahmat-Nya. “Kita tidak hanya meminta ampunan, tetapi juga memohon agar Allah mendekatkan kita kepada-Nya, melindungi kita, dan menutup hidup kita dalam keadaan husnul khatimah,” tutupnya. Khutbah Jumat tersebut menjadi pengingat bagi jamaah bahwa Ramadhan adalah momentum pembinaan iman, penyucian niat, dan penguatan hubungan dengan Allah SWT di tengah dinamika kehidupan modern.
BERITA27/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Salurkan 300 Selimut untuk Warga Gaza, Respons Cuaca Dingin Ekstrem
BAZNAS Salurkan 300 Selimut untuk Warga Gaza, Respons Cuaca Dingin Ekstrem
Jakarta — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI kembali menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi warga Gaza, Palestina, yang terdampak konflik berkepanjangan. Sebanyak 300 selimut didistribusikan untuk membantu warga bertahan di tengah cuaca dingin ekstrem yang melanda wilayah tersebut. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, M.A., mengatakan bantuan selimut menjadi kebutuhan mendesak mengingat banyak tempat tinggal warga mengalami kerusakan berat, sehingga tidak mampu melindungi mereka dari suhu rendah. “Kami menyadari bahwa saat ini warga di Kota Gaza tidak hanya berjuang melawan keterbatasan pangan, tetapi juga cuaca dingin ekstrem. Distribusi selimut ini adalah langkah nyata BAZNAS untuk memberikan kehangatan dan perlindungan bagi mereka, terutama anak-anak dan lansia yang paling rentan terhadap penyakit akibat suhu rendah,” ujar Saidah dalam keterangan tertulis, Jumat (27/2/2026). Bantuan tersebut menyasar warga yang bertahan di kamp-kamp pengungsian maupun bangunan sementara di wilayah Kota Gaza. Di tengah krisis kemanusiaan yang masih berlangsung, selimut menjadi salah satu kebutuhan dasar untuk menjaga kondisi fisik para penyintas. Saidah menegaskan, BAZNAS berkomitmen memastikan setiap bantuan dari masyarakat Indonesia tersalurkan secara tepat sasaran. “BAZNAS tidak akan berhenti mengirimkan bantuan selama rakyat Palestina masih membutuhkan. Selimut-selimut ini membawa pesan cinta dan solidaritas dari masyarakat Indonesia. Kami memastikan amanah ini dikelola secara transparan dan akuntabel, mulai dari pengumpulan hingga implementasi langsung di lapangan seperti yang kita lakukan hari ini di Gaza,” katanya. Lebih lanjut, ia mengajak masyarakat Indonesia untuk terus memperkuat solidaritas kemanusiaan melalui zakat, infak, dan sedekah. Menurutnya, zakat bukan hanya instrumen pengentasan kemiskinan di dalam negeri, tetapi juga menjadi bagian dari kontribusi Indonesia dalam misi kemanusiaan global. “Zakat Anda kami salurkan kepada mustahik yang tepat. Kami yakinkan masyarakat bahwa zakat menguatkan, tidak hanya di Indonesia, tetapi juga menguatkan misi kemanusiaan dunia,” ujar Saidah. BAZNAS membuka partisipasi publik melalui Dompet Solidaritas Palestina BAZNAS. Donasi dapat disalurkan melalui rekening BSI 100.426.6893 atas nama Badan Amil Zakat Nasional atau melalui laman resmi baznas.go.id/bantupalestina. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan BAZNAS dalam merespons krisis kemanusiaan di Gaza, sekaligus menegaskan solidaritas rakyat Indonesia bagi perjuangan dan ketahanan warga Palestina.
BERITA27/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Ramadhan Hari ke-9, Ust. Yasin Zakaria Ajak Jamaah Maksimalkan Ibadah di Masjid Al Hijrah Rinegetan
Ramadhan Hari ke-9, Ust. Yasin Zakaria Ajak Jamaah Maksimalkan Ibadah di Masjid Al Hijrah Rinegetan
Rinegetan — Memasuki Ramadhan hari ke-9, Kamis (8/2/2026), suasana di Masjid Al Hijrah Rinegetan tampak semakin semarak. Jamaah memadati masjid untuk melaksanakan shalat Isya dan Tarawih berjamaah. Menjelang Tarawih, Ust. Yasin Zakaria menyampaikan kultum tentang fadhilah atau keutamaan bulan suci Ramadhan. Dalam tausiyahnya, Ust. Yasin menekankan bahwa Ramadhan merupakan momentum peningkatan kualitas keimanan dan ketakwaan. Puasa, kata dia, bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan sarana pembinaan diri secara spiritual dan sosial. “Ramadhan adalah bulan pengampunan. Siapa yang berpuasa dengan iman dan mengharap ridha Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni,” ujar Ust. Yasin di hadapan jamaah. Ia menjelaskan, pada bulan Ramadhan setiap amal kebaikan dilipatgandakan pahalanya. Karena itu, umat Islam diminta memperbanyak ibadah seperti shalat sunnah, membaca Al-Qur’an, bersedekah, serta memperbanyak doa dan istighfar. Selain aspek spiritual, ia juga menyoroti dimensi sosial puasa. Menurutnya, Ramadhan melatih empati dan kepedulian terhadap sesama, khususnya kepada kaum dhuafa. “Puasa membentuk pribadi yang sabar, menjaga lisan, serta menumbuhkan kepekaan sosial,” katanya. Memasuki pekan kedua Ramadhan, Ust. Yasin mengingatkan agar semangat ibadah tidak menurun. “Jangan sampai semangat hanya di awal. Justru di pertengahan inilah kita harus meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadah,” ujarnya. Sementara itu, Ketua BTM Masjid Al Hijrah Rinegetan, Ibrahim Hamid, menyampaikan apresiasi atas antusiasme jamaah yang terus memakmurkan masjid sejak awal Ramadhan. Ia berharap menjelang minggu kedua pelaksanaan puasa, partisipasi jamaah semakin meningkat, tidak hanya pada shalat Tarawih, tetapi juga pada shalat lima waktu, tadarus Al-Qur’an, serta kegiatan keislaman lainnya. “Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran jamaah. Harapan kami, masjid ini terus dimakmurkan hingga akhir Ramadhan, bahkan setelah Ramadhan usai,” kata Ibrahim. Di akhir kultumnya, Ust. Yasin Zakaria menyampaikan ucapan terima kasih kepada Ketua BTM dan Imam Masjid Al Hijrah Rinegetan, Bapak Kiki Palamani, yang telah memberikan kepercayaan dan undangan untuk mengisi tausiyah. “Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Ketua BTM dan Imam Masjid Al Hijrah, Bapak Kiki Palamani, atas kesempatan dan amanah ini. Semoga Allah membalas kebaikan dan memakmurkan masjid ini dengan jamaah yang istiqamah,” ujarnya.
BERITA27/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Apresiasi Guru Ngaji! BAZNAS Kabupaten Halmahera Tengah Salurkan Insentif untuk 25 Guru TPQ di Weda
Apresiasi Guru Ngaji! BAZNAS Kabupaten Halmahera Tengah Salurkan Insentif untuk 25 Guru TPQ di Weda
Weda – Kabar gembira datang untuk para guru Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) di Kecamatan Weda, Kabupaten Halmahera Tengah. BAZNAS Kabupaten Halmahera Tengah menyalurkan bantuan insentif kepada 25 guru ngaji sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam membina generasi Qur’ani. Penyaluran dilakukan langsung oleh Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Haji Mustamin Saman Sanusi, Kamis (26/2/2026). Ia didampingi staf M. Rijal Bahrudin, S.M. Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh kebersamaan. Dalam sambutannya, Haji Mustamin menegaskan bahwa peran guru TPQ sangat strategis dalam membentuk karakter anak sejak usia dini. “Guru TPQ bukan hanya mengajarkan baca tulis Al-Qur’an, tetapi juga membimbing moral dan spiritual generasi penerus,” ujarnya. Menurutnya, keberadaan guru ngaji di tengah masyarakat menjadi fondasi penting dalam membangun akhlak dan nilai-nilai keislaman anak-anak. Sebanyak 25 guru TPQ menerima insentif sebesar Rp500 ribu per orang. Bantuan ini diharapkan menjadi tambahan semangat bagi para pendidik yang selama ini mengabdi dengan penuh keikhlasan. Para penerima insentif tampak bersyukur dan mengapresiasi perhatian yang diberikan. Mereka berharap program serupa dapat terus berlanjut sebagai bentuk dukungan nyata terhadap perjuangan guru ngaji di daerah. BAZNAS Halmahera Tengah menegaskan bahwa insentif ini merupakan bagian dari program pendistribusian dan pendayagunaan zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun dari masyarakat. Dana tersebut disalurkan secara tepat sasaran untuk membantu kelompok yang membutuhkan, termasuk tenaga pendidik keagamaan. Ke depan, BAZNAS Halmahera Tengah berkomitmen memperluas cakupan program sosial berkelanjutan di wilayah Halmahera Tengah. Dukungan terhadap guru TPQ diharapkan mampu memperkuat fondasi pendidikan keagamaan serta melahirkan generasi yang berakhlak mulia dan berlandaskan nilai-nilai Al-Qur’an.
BERITA26/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Krisis Air Pascabencana! BAZNAS Kabupaten Bandung Barat Kembali Salurkan Sedekah Air Bersih untuk Korban Longsor Pasirlangu
Krisis Air Pascabencana! BAZNAS Kabupaten Bandung Barat Kembali Salurkan Sedekah Air Bersih untuk Korban Longsor Pasirlangu
Bandung Barat – Akses air bersih menjadi persoalan serius usai bencana longsor menerjang Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Sejumlah sumber mata air rusak, saluran terganggu, dan warga kesulitan memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari. Merespons kondisi tersebut, BAZNAS Kabupaten Bandung Barat kembali menyalurkan bantuan melalui Program Sedekah Air Bersih, Kamis (26/2/2026). Bantuan ini merupakan distribusi tahap kedua bagi masyarakat terdampak longsor. Penyaluran dipusatkan di Kampung Pasir Kuning RT 01/RW 12, Desa Pasirlangu. Titik ini dipilih sebagai lokasi layanan air bersih agar distribusi lebih efektif dan menjangkau warga secara merata. Longsor yang terjadi sebelumnya berdampak pada rusaknya sejumlah sumber mata air dan fasilitas penunjang air bersih. Akibatnya, warga mengalami kesulitan untuk memasak, mencuci, hingga menjaga sanitasi keluarga. “Kami sangat terbantu dengan adanya air bersih ini. Sejak longsor, air sulit didapat,” ujar salah seorang warga setempat. Bantuan air bersih disalurkan langsung kepada masyarakat yang membutuhkan. Warga tampak antusias mengantre membawa jeriken dan ember untuk mendapatkan pasokan air layak konsumsi. Program Sedekah Air Bersih ini menjadi bentuk respons cepat BAZNAS dalam situasi darurat kebencanaan. Selain memastikan kebutuhan dasar terpenuhi, program ini juga menjadi wujud amanah dari para donatur yang mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya untuk disalurkan kepada masyarakat terdampak. Pihak BAZNAS Kabupaten Bandung Barat menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para donatur yang telah menitipkan donasinya. “Dukungan para donatur menjadi kekuatan bagi kami untuk terus menghadirkan manfaat nyata, khususnya bagi masyarakat yang sedang menghadapi musibah,” demikian pernyataan BAZNAS dalam kegiatan tersebut. BAZNAS Kabupaten Bandung Barat menegaskan komitmennya untuk terus hadir membantu masyarakat, terutama dalam kondisi darurat seperti bencana alam. Mereka juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat solidaritas sosial. Di tengah masa pemulihan pascalongsor, bantuan air bersih menjadi kebutuhan mendesak. Kehadiran program ini bukan hanya soal distribusi air, tetapi juga tentang memastikan warga tetap bertahan dan bangkit bersama. Di Desa Pasirlangu, air kini kembali mengalir. Bersamaan dengan itu, harapan pun perlahan tumbuh kembali.
BERITA26/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Gerakan Ekonomi Umat! Badan Amil Zakat Nasional Hadirkan Gerai ZIfthar Ramadan di 27 Kota
Gerakan Ekonomi Umat! Badan Amil Zakat Nasional Hadirkan Gerai ZIfthar Ramadan di 27 Kota
Jakarta – Gebrakan nyata dilakukan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI dalam menggerakkan ekonomi umat. Memasuki Ramadan 1447 H, BAZNAS resmi meluncurkan program ZIfthar, gerai kuliner Ramadan yang menjadi panggung bagi UMKM binaan agar naik kelas dan memperluas pasar. Peresmian program ini dipusatkan di Kelurahan Kebon Manggis, Kecamatan Matraman, Jakarta Timur, Kamis (26/2/2026). ZIfthar serentak digelar di 30 titik pada 27 kabupaten/kota di 11 provinsi di seluruh Indonesia. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, M.A., menegaskan ZIfthar bukan sekadar bazar Ramadan, melainkan bagian dari strategi besar konsolidasi ekonomi mustahik. “Alhamdulillah, hari ini BAZNAS meluncurkan ZIfthar di 30 titik. Program ini hadir untuk memberikan akses pasar bagi produk UMKM binaan kami. Kita ingin menciptakan sirkulasi ekonomi nyata selama 15 hari ke depan, agar keberkahan Ramadan juga dirasakan secara ekonomi oleh para mustahik,” ujar Saidah di lokasi acara. Tak main-main, seluruh stand di ZIfthar diberikan gratis tanpa biaya sewa. BAZNAS juga memberikan pendampingan sertifikasi halal dan peningkatan kualitas kemasan (packaging) agar produk UMKM mampu bersaing dan berpeluang mendapat repeat order pasca-Ramadan. Langkah ini dinilai strategis karena Ramadan merupakan momentum peningkatan konsumsi masyarakat, terutama sektor kuliner berbuka puasa. “BAZNAS ingin UMKM binaan tak hanya ramai saat Ramadan, tapi juga berkelanjutan setelahnya,” tambah Saidah. Dampak program ini langsung dirasakan pelaku usaha. Sinta, pemilik “Dapur Bunda Sinta”, mengaku penjualannya melonjak signifikan sejak bergabung di ZIfthar. “Alhamdulillah, lewat ZIfthar Ramadan ini usaha saya meningkat dan konsumen bertambah. Tapai ketan dan es kopyor jadi makin dikenal. Sekarang banyak yang pesan lewat WhatsApp,” ujar Sinta sumringah. Harapannya sederhana namun penuh makna: program ini bisa terus digelar setiap tahun. Senada, Rosdiana, UMKM binaan lainnya, menyebut omzetnya mencetak rekor tertinggi selama berjualan. “Dari awal sampai sekarang, omzet saya paling tinggi di sini. Hari ini saya bawa 100 porsi dan hampir habis semua. Selain stand gratis, kami juga dibantu dana operasional,” ungkapnya. Peresmian ZIfthar turut dihadiri sejumlah pejabat dan tokoh, di antaranya Wakil Ketua IV BAZNAS (BAZIS) DKI Jakarta Prof. Dr. H. Bunyamin M.Pd.I., Direktur Pendayagunaan dan Penyaluran UPZ dan CSR Eka Budhi Sulistyo, Kepala Divisi Bank Zakat Mikro Noor Aziz, Sekretaris Kecamatan Matraman Ibnu Fajar, S.T., M.T., serta Sekretaris Kelurahan Kebon Manggis Sigit Priyono, S.Sos. Kehadiran para pejabat ini menjadi sinyal kuat bahwa penguatan ekonomi umat kini bergerak kolaboratif—menghubungkan zakat, UMKM, dan momentum Ramadan dalam satu ekosistem produktif. Dengan konsep gerai terpusat, pendampingan usaha, serta dukungan modal dan promosi, ZIfthar menjadi bukti bahwa zakat tak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga mampu menjadi instrumen transformasi ekonomi. Ramadan bukan sekadar bulan ibadah, tetapi juga momentum kebangkitan ekonomi umat. Dan melalui ZIfthar, BAZNAS menegaskan komitmennya: mustahik hari ini, muzakki di masa depan.
BERITA26/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS RI Siap Bentuk Dewan Pengawas, Noor Achmad: Zakat Harus 3 Aman dan Diawasi Berlapis!
BAZNAS RI Siap Bentuk Dewan Pengawas, Noor Achmad: Zakat Harus 3 Aman dan Diawasi Berlapis!
Jakarta - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menegaskan komitmennya menjaga kepercayaan publik dengan memperkuat sistem pengawasan berlapis yang transparan dan akuntabel. Langkah ini dilakukan sebagai implementasi mandat Undang-Undang agar pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) berjalan sesuai syariat dan regulasi negara. Ketua BAZNAS RI Noor Achmad menegaskan, transparansi adalah fondasi utama lembaga dalam mengelola amanah umat. Ia memastikan, operasional BAZNAS tidak berjalan tanpa kontrol. “BAZNAS berada dalam sistem pengawasan berlapis sesuai Undang-Undang. Ada pengawasan syariah, audit internal, audit eksternal, serta pengawasan dari otoritas resmi,” ujar Noor dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (26/2/2026). Menurut Noor, selama ini BAZNAS telah diawasi oleh DPR, Inspektorat Jenderal Kementerian Agama, Kantor Akuntan Publik (KAP), serta sistem pengawasan internal lembaga. Artinya, setiap dana zakat yang masuk dan keluar berada dalam sistem kontrol yang ketat. Ia juga mengapresiasi pernyataan Menteri Agama yang mendorong penguatan fungsi pengawasan BAZNAS. Hal tersebut dinilai selaras dengan amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat, khususnya Pasal 34 Ayat 1 yang menyebut Menteri melaksanakan pembinaan dan pengawasan terhadap BAZNAS dan LAZ. “Kami mengapresiasi pernyataan Pak Menag. Ini sejalan dengan harapan kami di pusat maupun daerah,” tegasnya. Noor bahkan membuka peluang pembentukan Dewan Pengawas di tubuh BAZNAS, sebagaimana yang ada pada Lembaga Amil Zakat (LAZ). Menurutnya, seiring dengan semakin besarnya peran dan penghimpunan zakat nasional, penguatan struktur kelembagaan menjadi kebutuhan. “Dengan masukan dari Pak Menteri, ke depan BAZNAS bisa semakin kuat. Bisa saja dibentuk Dewan Pengawas agar sistem kontrol lebih komprehensif,” ujarnya. Ia menekankan, penguatan pengawasan merupakan bagian dari prinsip “3 Aman” yang dipegang BAZNAS: Aman Syar’i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI. Artinya, zakat harus sesuai ketentuan syariah, patuh pada peraturan perundang-undangan, serta berkontribusi menjaga keutuhan dan kemaslahatan bangsa. Noor menegaskan, BAZNAS terbuka terhadap segala bentuk penguatan tata kelola demi memastikan dana zakat benar-benar sampai kepada mustahik secara tepat sasaran. “Komitmen kami jelas: menjaga amanah umat. Transparansi dan akuntabilitas adalah prinsip utama,” ujarnya. Di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat dalam menunaikan zakat melalui lembaga resmi, penguatan sistem pengawasan dinilai menjadi kunci menjaga kepercayaan publik. Bagi BAZNAS, zakat bukan sekadar dana sosial. Ia adalah amanah umat yang harus dijaga dengan sistem yang kuat, terbuka, dan dapat dipertanggungjawabkan.
BERITA26/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Minahasa.

Lihat Daftar Rekening →