WhatsApp Icon
BAZNAS Minahasa Tuntaskan Penyaluran 100 Mushaf Al-Quran, Sentuh Santri TPQ hingga Majelis Taklim Mualaf

MINAHASA – Komitmen Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Minahasa dalam memperluas syiar Al-Quran terus diwujudkan melalui penyaluran 100 mushaf Al-Quran kepada pondok pesantren, rumah tahfiz, TPQ/TPA, masjid, hingga majelis taklim mualaf di berbagai wilayah Kabupaten Minahasa, Jumat 17/7/2026.

Program tersebut merupakan amanah dari BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara yang mempercayakan BAZNAS Kabupaten Minahasa sebagai mitra pendistribusian mushaf kepada lembaga-lembaga pendidikan Al-Qur'an dan masyarakat yang membutuhkan.

Penyaluran mushaf ini juga menjadi bagian dari manfaat zakat, infak, dan sedekah para muzaki yang disalurkan melalui BAZNAS RI, termasuk dukungan dari para donatur melalui Kitabisa.com dan Gramedia, sehingga manfaatnya dapat dirasakan hingga pelosok daerah.

Titik terakhir penyaluran dilakukan di TPA Al Muhajirin, Desa Kamenti, yang berada di bawah pembinaan Masjid Al Muhajirin.

Sebanyak 10 mushaf Al-Qur'an diserahkan secara langsung kepada Imam Masjid Al Muhajirin, Edy Purwanto, didampingi Wakil Imam Hendy Yusuf.

TPA tersebut saat ini dibimbing oleh satu orang ustaz dengan jumlah 10 santri yang rutin belajar membaca dan memahami Al-Qur'an. yang rutin dilaksanakan tiga kali dalam sepekan di serambi masjid.

Edy Purwanto menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas perhatian BAZNAS kepada anak-anak penghafal dan pembelajar Al-Qur'an.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Minahasa, BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara, serta seluruh muzaki yang telah mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya melalui BAZNAS sehingga kami menerima bantuan mushaf Al-Qur'an ini. Insya Allah mushaf-mushaf ini akan dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh anak-anak TPA dalam belajar Al-Qur'an."

Ia juga turut mendoakan seluruh pihak yang telah berkontribusi.

"Semoga Allah SWT membalas setiap kebaikan para muzaki dengan pahala yang berlipat ganda, melimpahkan rezeki yang halal dan berkah, memudahkan segala urusan, serta menjadikan setiap huruf Al-Qur'an yang dibaca oleh para santri sebagai amal jariyah yang terus mengalir kepada para donatur dan semua pihak yang terlibat. Aamiin."

Usai dari Desa Kamenti, tim BAZNAS Minahasa melanjutkan penyaluran ke Masjid Al Ikhlash, Desa Atep Oki, Kecamatan Lembean Timur.

Di lokasi tersebut, sebanyak 5 mushaf Al-Qur'an diserahkan kepada Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Masjid Al Ikhlash untuk mendukung kegiatan pengajian masyarakat .

Diharapkan bantuan mushaf tersebut semakin meningkatkan semangat jamaah dalam mempelajari, membaca, dan mengamalkan isi kandungan Al-Qur'an.

Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Minahasa, Muhammad Sahlan Kokalo, menyampaikan apresiasi kepada BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara atas kepercayaan yang diberikan kepada BAZNAS Minahasa dalam mendistribusikan 100 mushaf Al-Qur'an di wilayah Kabupaten Minahasa.

"Kami menyampaikan terima kasih kepada BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara atas kepercayaan yang diberikan kepada BAZNAS Kabupaten Minahasa untuk menyalurkan 100 mushaf Al-Qur'an kepada pondok pesantren, rumah tahfiz, TPQ, TPA, masjid, dan majelis taklim mualaf. Amanah ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus menghadirkan manfaat yang nyata bagi umat."

Menurutnya, penyaluran mushaf bukan sekadar menyerahkan kitab suci, tetapi menjadi investasi peradaban yang akan melahirkan generasi Qurani.

"Setiap mushaf yang dibaca, dipelajari, dan diamalkan akan menjadi sumber pahala yang terus mengalir bagi para muzaki dan seluruh pihak yang terlibat. Karena itu, kami berharap ke depan BAZNAS Minahasa dapat menyalurkan lebih banyak lagi mushaf Al-Qur'an serta memperluas program-program kemaslahatan lainnya."

Ia juga berharap semakin banyak masyarakat yang mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya melalui lembaga resmi.

"Kepercayaan masyarakat adalah amanah yang harus dijaga. Kami terus berkomitmen mengelola dana zakat, infak, dan sedekah secara profesional, transparan, dan akuntabel agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh mustahik. Kami mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Minahasa untuk menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS sebagai lembaga resmi yang diamanahkan negara, sehingga semakin banyak saudara-saudara kita yang dapat dibantu melalui program pendidikan, dakwah, kesehatan, kemanusiaan, dan pemberdayaan ekonomi."

Program distribusi mushaf Al-Qur'an menjadi salah satu bentuk nyata hadirnya BAZNAS dalam memperkuat syiar Islam dan meningkatkan kualitas pendidikan Al-Qur'an di tengah masyarakat.

Dengan dukungan para muzaki yang mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya melalui BAZNAS, setiap bantuan yang disalurkan diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan saat ini, tetapi juga menjadi amal jariyah yang terus mengalir, melahirkan generasi yang mencintai Al-Qur'an, serta memperkuat semangat gotong royong dan kepedulian sosial di Kabupaten Minahasa.

Mari tunaikan Zakat, Infak, dan Sedekah melalui BAZNAS Kabupaten Minahasa. Bersama, kita hadirkan lebih banyak manfaat, memperluas keberkahan, dan menebarkan cahaya Al-Qur'an hingga ke pelosok daerah.

17/07/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa
Waka IV BAZNAS Minahasa Ikuti Pra Rakornas BAZNAS 2026, Perkuat Sinergi dan Arah Pengelolaan Dana Umat

Tondano – Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Minahasa, Muhamad Sahlan Kokalo, mengikuti Pra Rapat Koordinasi Nasional (Pra Rakornas) BAZNAS RI Tahun 2026 yang diselenggarakan secara hybrid pada Kamis (16/7/2026). Kegiatan ini menjadi forum strategis dalam menyatukan visi serta memperkuat kelembagaan BAZNAS di seluruh Indonesia.

Pra Rakornas BAZNAS RI 2026 diikuti oleh jajaran Pimpinan BAZNAS RI, BAZNAS Provinsi, hingga BAZNAS Kabupaten/Kota se-Indonesia, baik secara luring di Jakarta maupun melalui platform daring.

Ketua BAZNAS RI, Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., dalam arahannya menegaskan pentingnya kesamaan visi sebagai fondasi membangun lembaga yang solid, profesional, dan mampu menjawab tantangan pengelolaan dana umat di masa depan.

Menurutnya, BAZNAS harus memiliki arah yang jelas agar setiap program dapat berjalan secara terukur, terkoordinasi, dan memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat.

"Kalau kita bekerja tanpa kompas, tentu kerja kita tidak ada arahnya. Kalau kita bekerja tidak dalam lembaga, maka kita tidak solid," tegas Sodik Mudjahid.

Dalam forum tersebut, Ketua BAZNAS RI kembali menegaskan visi besar BAZNAS, yaitu "Menjadi Model Pengelola Dana Umat untuk Kemajuan dan Kesejahteraan." Visi tersebut diharapkan menjadi pedoman seluruh jajaran BAZNAS, mulai dari tingkat pusat hingga kabupaten/kota, untuk menjadi teladan (uswatun hasanah) dalam tata kelola dana umat yang profesional, amanah, transparan, dan akuntabel.

Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Minahasa, Muhamad Sahlan Kokalo, mengatakan keikutsertaan BAZNAS Minahasa dalam Pra Rakornas merupakan bagian dari komitmen memperkuat sinergi dengan BAZNAS RI sekaligus menyelaraskan arah kebijakan kelembagaan.

"Pra Rakornas ini menjadi momentum penting bagi BAZNAS Minahasa untuk menyamakan visi dengan BAZNAS RI, sekaligus memperkuat komitmen dalam meningkatkan kualitas tata kelola zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya agar semakin profesional, akuntabel, serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Kabupaten Minahasa," ujar Sahlan.

Ia menambahkan, berbagai arahan yang disampaikan dalam Pra Rakornas akan menjadi acuan dalam memperkuat program-program BAZNAS Minahasa, baik pada aspek pengumpulan, pendistribusian, pendayagunaan, transformasi digital, maupun penguatan kelembagaan.

Dengan semangat "Zakat Menguatkan Indonesia", BAZNAS Minahasa berkomitmen terus mendukung transformasi pengelolaan zakat yang modern, adaptif, dan berdampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat serta pengentasan kemiskinan di Kabupaten Minahasa.

Pra Rakornas BAZNAS RI 2026 turut dihadiri Wakil Ketua BAZNAS RI Dr. KH. Zainut Tauhid Sa'adi, M.Si., beserta seluruh Pimpinan BAZNAS RI dan ratusan peserta dari BAZNAS Provinsi serta BAZNAS Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia.

17/07/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Minahasa Perkuat Syiar Al-Quran, Salurkan Mushaf ke Pondok Pesantren Al-Khairaat Tahfizul Quran Kampung Jawa Tondano

MINAHASA — Komitmen Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Minahasa dalam mendukung lahirnya generasi Qur'ani terus diwujudkan melalui aksi nyata. Kali ini, BAZNAS Kabupaten Minahasa melaksanakan silaturahmi sekaligus menyerahkan 10 mushaf Al-Quran kepada Pondok Pesantren Al-Khairaat Tahfizul Quran yang berlokasi di Kampung Jawa Tondano, Kabupaten Minahasa, Rabu 15/07/2026.

Penyerahan mushaf dilakukan langsung oleh Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Minahasa, Joko Winjaya, dan diterima oleh pengasuh pondok pesantren bersama para santri yang setiap hari mengisi waktu mereka dengan membaca, menghafal, dan mempelajari Al-Qur'an.

Suasana penuh kehangatan menyelimuti kegiatan tersebut. Bagi para santri, mushaf yang diterima bukan sekadar buku untuk dibaca, melainkan teman setia dalam perjalanan menghafal firman Allah SWT hingga tuntas 30 juz.

Dalam kesempatan itu, Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Minahasa Joko Winjaya menegaskan bahwa perhatian terhadap pesantren merupakan bagian dari komitmen BAZNAS dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia yang berlandaskan nilai-nilai keislaman.

"BAZNAS hadir bukan hanya untuk membantu masyarakat dari aspek ekonomi, tetapi juga mendukung penguatan pendidikan dan dakwah. Pesantren merupakan lembaga yang memiliki peran strategis dalam melahirkan generasi yang berakhlak, berilmu, dan mencintai Al-Qur'an. Karena itu, penyaluran mushaf Al-Qur'an menjadi salah satu bentuk ikhtiar kami dalam memperkuat syiar Islam di Kabupaten Minahasa."

Menurutnya, setiap mushaf yang dibaca, setiap ayat yang dihafalkan, dan setiap ilmu yang diamalkan oleh para santri akan menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir bagi para muzaki yang telah mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya melalui BAZNAS.

"Kami berharap bantuan ini mampu menambah semangat para santri dalam menghafal Al-Qur'an. Semoga dari pesantren ini lahir para hafiz dan hafizah yang kelak menjadi pemimpin umat, pendidik, dai, serta teladan di tengah masyarakat. Inilah investasi terbaik yang manfaatnya tidak hanya dirasakan hari ini, tetapi juga menjadi bekal bagi masa depan umat."

Joko Winjaya juga mengajak masyarakat untuk semakin mempercayakan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS karena dana yang dihimpun tidak hanya disalurkan untuk memenuhi kebutuhan sosial dan kemanusiaan, tetapi juga mendukung keberlangsungan pendidikan Islam, dakwah, serta pembinaan generasi penerus bangsa.

Sementara itu, pengasuh Pondok Pesantren Al-Khairaat Tahfizul Qur'an menyampaikan apresiasi atas kepedulian BAZNAS Kabupaten Minahasa terhadap lembaga pendidikan Al-Qur'an.

"Alhamdulillah hari ini kami menerima kunjungan dari BAZNAS Kabupaten Minahasa sekaligus menerima bantuan 10 mushaf Al-Qur'an. Bantuan ini sangat berarti bagi para santri kami yang setiap hari belajar dan menghafal Al-Qur'an. Semoga dengan mushaf yang diberikan ini mereka semakin mudah dalam menghafal hingga menyelesaikan hafalan 30 juz."

Ia juga mendoakan seluruh pihak yang telah menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Minahasa beserta seluruh muzaki. Semoga Allah SWT membalas setiap kebaikan dengan pahala yang berlipat ganda, melimpahkan keberkahan dalam rezeki dan kehidupan, serta menjadikan bantuan ini sebagai amal jariyah yang terus mengalir hingga akhirat nanti. Insya Allah."

Kebahagiaan juga terpancar dari wajah para santri. Salah seorang santri mengaku semakin termotivasi untuk memperbanyak hafalan Al-Qur'an setelah menerima mushaf baru.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Minahasa atas bantuan mushaf Al-Qur'an ini. Insya Allah kami akan memanfaatkannya sebaik mungkin untuk belajar dan menghafal Al-Qur'an. Semoga Allah membalas semua kebaikan para donatur dan keluarga besar BAZNAS."

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa zakat tidak hanya berfungsi sebagai instrumen pengentasan kemiskinan, tetapi juga menjadi kekuatan dalam membangun peradaban melalui pendidikan. Di balik setiap mushaf yang disalurkan, tersimpan harapan lahirnya generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kokoh dalam iman, mulia dalam akhlak, dan mampu menghadirkan nilai-nilai Al-Qur'an di tengah kehidupan masyarakat.

Melalui program pendistribusian mushaf Al-Qur'an, BAZNAS Kabupaten Minahasa terus memperluas manfaat dana zakat, infak, dan sedekah agar dapat menjangkau lebih banyak lembaga pendidikan keagamaan. Langkah ini menjadi bagian dari ikhtiar menghadirkan zakat yang produktif, berdampak, dan berkelanjutan, sejalan dengan misi BAZNAS dalam meningkatkan kesejahteraan umat sekaligus memperkuat pembangunan sumber daya manusia yang religius, berkarakter, dan berdaya saing.

Sebab, setiap lembar Al-Qur'an yang dibaca akan melahirkan ilmu. Setiap ilmu yang diamalkan akan melahirkan keberkahan. Dan setiap keberkahan yang tumbuh dari zakat akan menjadi jejak kebaikan yang terus mengalir dari para muzaki kepada generasi penerus bangsa.

16/07/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Minahasa Salurkan Mushaf Al-Qur'an ke TPQ Miftahul Jannah, Perkuat Semangat Belajar Al-Quran Anak-anak

MINAHASA – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Minahasa terus menguatkan syiar Islam melalui program pendistribusian mushaf Al-Quran. Kali ini, Wakil Ketua III BAZNAS Kabupaten Minahasa, Astuti Suratinoyo, melaksanakan silaturahmi sekaligus menyerahkan bantuan mushaf Al-Quran kepada Taman Pengajian Al-Quran (TPQ) Miftahul Jannah pada Kamis (16/7/2026).

Penyerahan mushaf Al-Qur'an disambut hangat oleh pengurus TPQ dan para santri yang mengikuti kegiatan belajar mengaji. Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung proses pembelajaran Al-Qur'an sekaligus menumbuhkan kecintaan anak-anak terhadap kitab suci sejak usia dini.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua III BAZNAS Kabupaten Minahasa, Astuti Suratinoyo, mengatakan bahwa pendidikan Al-Qur'an merupakan fondasi penting dalam membentuk karakter generasi muda.

"BAZNAS Kabupaten Minahasa berkomitmen untuk terus mendukung pendidikan keagamaan melalui pendistribusian mushaf Al-Qur'an. Kami berharap bantuan ini dapat menjadi penyemangat bagi anak-anak untuk semakin rajin membaca, mempelajari, dan mengamalkan isi Al-Qur'an. Semoga dari TPQ Miftahul Jannah lahir generasi Qur'ani yang berakhlak mulia, cerdas, dan membawa manfaat bagi agama, bangsa, dan masyarakat."

Ia menambahkan bahwa setiap mushaf yang dibaca oleh para santri akan menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir bagi para muzaki yang telah mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya melalui BAZNAS.

Sementara itu, pimpinan TPQ Miftahul Jannah menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas perhatian yang diberikan BAZNAS Kabupaten Minahasa.

"Alhamdulillah, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada BAZNAS Kabupaten Minahasa atas bantuan mushaf Al-Qur'an ini. Bantuan ini sangat bermanfaat bagi anak-anak kami dalam belajar mengaji setiap hari. Semoga Allah SWT membalas seluruh kebaikan para muzaki dan keluarga besar BAZNAS dengan pahala yang berlipat ganda serta senantiasa memberikan keberkahan dalam setiap langkahnya."

Melalui program pendistribusian mushaf Al-Qur'an, BAZNAS Kabupaten Minahasa terus menghadirkan manfaat zakat, infak, dan sedekah dalam mendukung pendidikan Islam. Program ini menjadi bagian dari upaya membangun generasi Qur'ani yang tidak hanya mahir membaca Al-Qur'an, tetapi juga menjadikan nilai-nilai Al-Qur'an sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

16/07/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Minahasa Gandeng Sahabat Mualaf Inspiratif, Perkuat Syiar Al-Quran hingga Wilayah Pembinaan Mualaf

MINAHASA – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Minahasa terus memperluas jangkauan syiar Islam melalui pendistribusian mushaf Al-Quran dan penguatan jejaring dakwah. Langkah itu diwujudkan melalui silaturahmi ke Sahabat Mualaf Inspiratif, komunitas binaan Lembaga Dakwah Kampus (LDK) yang berkolaborasi dengan MCN Kawanua, Kamis (16/7/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Minahasa, Joko Kurnia Winjaya, didampingi Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Minahasa, Sahlan Kokalo, menyerahkan 10 mushaf Al-Qur'an kepada Ketua Sahabat Mualaf Inspiratif, Hairunisa Nova Rorora.

Penyerahan mushaf bukan sekadar simbol bantuan, melainkan langkah awal membangun sinergi dalam menghadirkan manfaat zakat bagi para mualaf dan masyarakat yang membutuhkan pembinaan keislaman di berbagai wilayah di Minahasa.

Dalam suasana penuh keakraban, pertemuan tersebut menjadi ruang dialog untuk memperkuat komunikasi dan membuka peluang kolaborasi antara BAZNAS Minahasa dan Sahabat Mualaf Inspiratif.

Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Minahasa, Joko Kurnia Winjaya, menegaskan bahwa zakat memiliki peran strategis dalam mendukung dakwah, pendidikan, dan pemberdayaan umat.

"Kami bersyukur dapat bersilaturahmi dengan Sahabat Mualaf Inspiratif. Semoga penyaluran mushaf Al-Qur'an ini menjadi penyemangat bagi saudara-saudara kita yang sedang memperdalam ajaran Islam. BAZNAS ingin membangun kolaborasi yang berkelanjutan, tidak hanya dalam pendistribusian mushaf, tetapi juga pada berbagai kegiatan sosial, pembinaan keagamaan, dan pemberdayaan masyarakat demi kemaslahatan umat."

Menurutnya, kolaborasi antarlembaga merupakan kunci untuk memperluas manfaat zakat sehingga dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan secara lebih efektif.

"Kami berharap ke depan akan lahir lebih banyak program bersama yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, mulai dari pembinaan mualaf, pendidikan Al-Qur'an, bantuan sosial, hingga pemberdayaan ekonomi umat. Ketika lembaga-lembaga Islam saling menguatkan, manfaatnya akan semakin luas dirasakan masyarakat."

Ketua Sahabat Mualaf Inspiratif, Hairunisa Nova Rorora, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan BAZNAS Kabupaten Minahasa.

Ia mengatakan, mushaf Al-Qur'an yang diterima akan segera disalurkan kepada para mualaf serta masyarakat di wilayah pembinaan yang membutuhkan.

"Alhamdulillah, kami mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Minahasa atas amanah dan kepercayaan yang diberikan kepada Sahabat Mualaf Inspiratif. Mushaf Al-Qur'an ini akan kami salurkan kepada para mualaf dan titik-titik pembinaan yang selama ini kami dampingi, sehingga dapat dimanfaatkan untuk belajar membaca, memahami, dan menghafal Al-Qur'an."

Hairunisa berharap sinergi tersebut terus berkembang menjadi gerakan bersama dalam memperkuat pembinaan umat.

"Insya Allah kami siap berkolaborasi dengan BAZNAS Kabupaten Minahasa dalam berbagai kegiatan sosial, dakwah, dan pembinaan masyarakat. Semoga kerja sama ini menjadi jalan hadirnya lebih banyak manfaat bagi umat, khususnya bagi para mualaf yang sedang menguatkan keislamannya."

Usai bersilaturahmi dengan Sahabat Mualaf Inspiratif, rombongan pimpinan BAZNAS Kabupaten Minahasa melanjutkan kegiatan ke Masjid Al-Hijrah Rinegetan, Tondano.

Di masjid tersebut, BAZNAS Kabupaten Minahasa kembali menyalurkan lima mushaf Al-Qur'an yang diterima langsung oleh jamaah masjid untuk mendukung kegiatan ibadah, tadarus, dan pembelajaran Al-Qur'an.

Penyaluran mushaf ini diharapkan dapat menambah ketersediaan Al-Qur'an di lingkungan masjid sehingga semakin banyak jamaah, terutama anak-anak dan remaja, yang terdorong untuk membaca dan mempelajari kitab suci.

Program pendistribusian mushaf Al-Qur'an merupakan bagian dari komitmen BAZNAS Sulawesi Utara dalam mendukung bidang dakwah dan pendidikan melalui pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah.

Setiap mushaf yang disalurkan diyakini bukan sekadar bantuan fisik, tetapi menjadi investasi peradaban. Dari lembaran-lembaran Al-Qur'an yang dibaca akan lahir ilmu, dari ilmu akan tumbuh akhlak, dan dari akhlak akan lahir masyarakat yang lebih kuat, berdaya, dan penuh kepedulian.

Melalui sinergi bersama komunitas dakwah, lembaga pembinaan mualaf, dan pengurus masjid, BAZNAS Kabupaten Minahasa terus memperluas jangkauan manfaat zakat agar tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan masyarakat, tetapi juga memperkokoh nilai-nilai keislaman dan membangun generasi Qur'ani di Kabupaten Minahasa.

"Zakat yang ditunaikan hari ini bukan hanya menguatkan kehidupan, tetapi juga menghidupkan cahaya Al-Qur'an di tengah masyarakat. Ketika mushaf sampai ke tangan para pembelajar Al-Qur'an, sesungguhnya zakat sedang menanam amal jariyah yang pahalanya terus mengalir tanpa putus."

16/07/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa

Berita Terbaru

Gubernur hingga Kepala OPD Ramai-ramai Bayar Zakat, Sekda Sumsel Ajak ASN Salurkan ZIS Lewat BAZNAS
Gubernur hingga Kepala OPD Ramai-ramai Bayar Zakat, Sekda Sumsel Ajak ASN Salurkan ZIS Lewat BAZNAS
Palembang – Semangat menunaikan zakat di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan kian menguat. Mulai dari gubernur hingga para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tampak berbondong-bondong menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Provinsi Sumatera Selatan. Gerakan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pengelolaan zakat secara profesional, transparan, dan akuntabel sekaligus memperluas manfaatnya bagi masyarakat yang membutuhkan. Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan, Edward Candra, mengajak seluruh OPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan untuk menyalurkan zakat melalui lembaga resmi negara tersebut. Menurutnya, penyaluran zakat melalui BAZNAS Provinsi Sumatera Selatan merupakan langkah strategis untuk memastikan pengelolaan dana umat berjalan dengan baik dan tepat sasaran. “Melalui BAZNAS, potensi zakat dari ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dapat dihimpun secara optimal sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” ujar Edward Candra. Ia menegaskan bahwa zakat tidak hanya merupakan kewajiban ibadah bagi umat Islam, tetapi juga memiliki peran penting dalam membangun kepedulian sosial serta membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan pengelolaan yang terorganisir, dana zakat yang dihimpun nantinya akan disalurkan melalui berbagai program pemberdayaan yang dijalankan oleh BAZNAS Provinsi Sumatera Selatan. Program-program tersebut antara lain meliputi: bantuan pendidikan bagi pelajar dari keluarga kurang mampu layanan kesehatan bagi masyarakat dhuafa bantuan sosial kemanusiaan program pemberdayaan ekonomi umat Melalui program tersebut, zakat diharapkan tidak hanya menjadi bantuan sesaat, tetapi juga mampu mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. Gerakan zakat yang melibatkan ASN ini juga menjadi contoh nyata bagaimana sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga pengelola zakat dapat memberikan dampak sosial yang luas. Dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah, BAZNAS Provinsi Sumatera Selatan diharapkan mampu mengoptimalkan potensi zakat di Sumatera Selatan sehingga dapat membantu lebih banyak masyarakat yang membutuhkan. Langkah ini sekaligus memperkuat gerakan zakat sebagai salah satu instrumen penting dalam mengurangi kemiskinan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah.
BERITA16/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Gubernur Pramono Resmikan Program Bedah Rumah, 26 Warga Jakarta Terima Kunci Hunian Layak
Gubernur Pramono Resmikan Program Bedah Rumah, 26 Warga Jakarta Terima Kunci Hunian Layak
Jakarta – Kabar gembira datang bagi warga kurang mampu di Ibu Kota. Pramono Anung meresmikan program bedah rumah dan menyerahkan secara simbolis kunci hunian kepada sejumlah warga di kawasan Jalan Serdang Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (16/3/2026). Program ini merupakan kolaborasi antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan BAZNAS (BAZIS) Provinsi DKI Jakarta dalam menghadirkan rumah yang lebih layak, aman, dan sehat bagi masyarakat yang membutuhkan. Pada tahap awal ini, sebanyak 26 unit rumah berhasil direnovasi dengan sebaran di berbagai wilayah Jakarta. Rinciannya, 10 unit di Jakarta Pusat, 4 unit di Jakarta Barat, 11 unit di Jakarta Selatan, dan 1 unit di Jakarta Utara. Setiap rumah mendapatkan dukungan anggaran renovasi sekitar Rp50 juta hingga Rp55 juta, dengan waktu pengerjaan rata-rata tiga minggu hingga satu bulan. Selama proses renovasi berlangsung, BAZNAS (BAZIS) Provinsi DKI Jakarta juga menanggung biaya sewa tempat tinggal sementara bagi pemilik rumah agar mereka tetap memiliki tempat tinggal yang layak. Dalam kesempatan tersebut, Pramono menegaskan bahwa program bedah rumah ini akan terus diperluas agar semakin banyak warga yang merasakan manfaatnya. “Tadi saya meminta kepada penyelenggara, terutama BAZNAS (BAZIS), untuk berkolaborasi dengan BUMD dan BUMN agar semua agama diberikan kesempatan mendapatkan program bedah rumah ini,” ujar Pramono Anung. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sendiri menargetkan sekitar 633 rumah akan direnovasi pada tahun 2026, sementara program serupa yang dilaksanakan pada tahun 2025 telah terealisasi sepenuhnya. Sementara itu, Ketua BAZNAS (BAZIS) Provinsi DKI Jakarta, Akhmad H. Abubakar menjelaskan bahwa program bedah rumah merupakan bagian dari pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ia mengungkapkan bahwa sejak tahun 2019 hingga 2025, pihaknya telah berhasil merenovasi sebanyak 3.509 unit rumah yang tersebar di lima wilayah kota administrasi DKI Jakarta serta Kepulauan Seribu. “Kami mengucapkan terima kasih kepada para muzaki yang telah menyalurkan ZIS melalui BAZNAS (BAZIS) Provinsi DKI Jakarta. Dukungan tersebut memungkinkan berbagai program kemaslahatan, termasuk bedah rumah bagi masyarakat yang membutuhkan, dapat terus berjalan dan memberikan manfaat nyata,” kata Akhmad H. Abubakar. Ia menambahkan, keberhasilan program ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, DPRD, hingga mitra strategis dari sektor BUMN, BUMD, dan swasta. “Melalui kolaborasi tersebut, kami berharap semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaat program ini dan memiliki hunian yang lebih layak, aman, dan sehat,” ujarnya. Program bedah rumah ini menjadi bukti nyata bagaimana dana zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun melalui BAZNAS (BAZIS) Provinsi DKI Jakarta mampu menghadirkan perubahan nyata bagi kehidupan masyarakat. Tak sekadar memperbaiki bangunan, program ini juga menghadirkan harapan baru bagi warga, sekaligus menjadi langkah konkret dalam mewujudkan hunian yang layak dan kehidupan yang lebih sejahtera bagi masyarakat Jakarta.
BERITA16/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Mengapa UPZ Wajib Melapor ke BAZNAS? Ini Penjelasan yang Banyak Belum Dipahami Pengurus Masjid
Mengapa UPZ Wajib Melapor ke BAZNAS? Ini Penjelasan yang Banyak Belum Dipahami Pengurus Masjid
Pengelolaan zakat di Indonesia saat ini telah memiliki sistem yang jelas dan terstruktur. Dalam sistem tersebut, keberadaan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) memegang peranan yang sangat penting karena berada paling dekat dengan masyarakat, khususnya di lingkungan masjid, instansi, maupun komunitas. Namun dalam praktiknya, masih ada sebagian pengurus UPZ yang bertanya-tanya: apakah UPZ wajib melaporkan pengelolaan zakat kepada BAZNAS? Pertanyaan ini sering muncul karena belum semua pengurus memahami bagaimana sistem pengelolaan zakat nasional bekerja. Padahal dalam regulasi yang berlaku, UPZ memang memiliki kewajiban untuk melaporkan kegiatan penghimpunan dan penyaluran zakat kepada Badan Amil Zakat Nasional sebagai lembaga resmi negara yang mengoordinasikan pengelolaan zakat di Indonesia. Pengelolaan zakat di Indonesia diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat. Undang-undang ini menegaskan bahwa pengelolaan zakat secara nasional berada di bawah koordinasi Badan Amil Zakat Nasional. Dalam sistem ini, UPZ dibentuk sebagai perpanjangan tangan BAZNAS untuk membantu menghimpun zakat di tingkat yang lebih dekat dengan masyarakat. UPZ dapat dibentuk di berbagai tempat, seperti: masjid dan mushola instansi pemerintah perusahaan sekolah dan perguruan tinggi komunitas masyarakat Dengan adanya UPZ, penghimpunan zakat menjadi lebih mudah, terorganisir, dan menjangkau masyarakat secara luas. Dalam ajaran Islam, pengelolaan zakat merupakan bagian dari sistem sosial yang memiliki aturan yang jelas. Al-Qur’an menyebutkan bahwa salah satu golongan penerima zakat adalah amil zakat, yaitu orang-orang yang mengelola dan mengurus zakat. Hal ini dijelaskan dalam Surah At-Taubah ayat 60, yang menyebutkan delapan golongan penerima zakat (asnaf), salah satunya adalah amil. Artinya, mereka yang diberi amanah untuk mengelola zakat memiliki peran yang sangat penting dalam memastikan zakat sampai kepada yang berhak menerimanya. Mengapa UPZ Harus Melapor? Pelaporan dari UPZ kepada BAZNAS memiliki beberapa tujuan penting. Pertama, menjaga transparansi pengelolaan zakat. Zakat adalah dana umat yang harus dikelola secara terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan. Kedua, membangun sistem data zakat nasional. Melalui laporan dari UPZ, BAZNAS dapat mengetahui potensi zakat dan distribusinya di berbagai wilayah. Ketiga, meningkatkan kepercayaan masyarakat. Masyarakat akan lebih percaya ketika zakat yang mereka tunaikan dikelola secara resmi dan dilaporkan kepada lembaga yang berwenang. Keempat, memperkuat program pemberdayaan umat. Data dari UPZ membantu Badan Amil Zakat Nasional merancang berbagai program sosial, pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat yang membutuhkan. Secara umum, laporan UPZ mencakup beberapa hal penting, antara lain: 1. Laporan penghimpunan zakat zakat fitrah zakat maal infak dan sedekah 2. Laporan penyaluran zakat bantuan kepada fakir dan miskin bantuan pendidikan bantuan sosial keagamaan program pemberdayaan masyarakat 3. Laporan administrasi dan saldo dana Dengan adanya laporan ini, pengelolaan zakat dapat tercatat dengan baik dan mudah dipertanggungjawabkan. Pada praktiknya, laporan UPZ dapat dilakukan secara: bulanan triwulan atau tahunan Banyak UPZ di masjid biasanya menyampaikan laporan setelah Ramadhan, terutama terkait pengelolaan zakat fitrah, serta laporan tahunan pengelolaan zakat. Pelaporan tersebut disampaikan kepada BAZNAS di tingkat kabupaten atau kota sesuai wilayah kerja UPZ. Menjadi pengurus UPZ bukan sekadar tugas administratif, tetapi juga amanah besar dalam mengelola titipan umat. Oleh karena itu, setiap pengurus UPZ perlu menjunjung tinggi prinsip: amanah dalam pengelolaan dana transparansi dalam pelaporan akuntabilitas dalam penggunaan dana profesionalitas dalam pelayanan kepada masyarakat Ketika zakat dikelola dengan baik dan dilaporkan secara tertib kepada Badan Amil Zakat Nasional, maka zakat akan menjadi kekuatan besar dalam membantu masyarakat yang membutuhkan. Unit Pengumpul Zakat merupakan bagian penting dalam sistem pengelolaan zakat di Indonesia. Melalui kerja para pengurus UPZ di masjid, instansi, dan berbagai komunitas, zakat dapat dihimpun secara lebih luas dan disalurkan kepada masyarakat yang berhak menerimanya. Karena itu, pelaporan kepada Badan Amil Zakat Nasional bukan hanya kewajiban administratif, tetapi juga bagian dari upaya menjaga amanah umat. Dengan pengelolaan yang transparan, profesional, dan penuh keikhlasan, zakat akan terus menjadi kekuatan sosial yang mampu menghadirkan harapan, mengurangi kesenjangan, dan membangun kesejahteraan bagi masyarakat luas.
BERITA16/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Hak Amil UPZ: Penjelasan yang Masih Sering Disalahpahami Pengurus Zakat
Hak Amil UPZ: Penjelasan yang Masih Sering Disalahpahami Pengurus Zakat
Dalam sistem pengelolaan zakat di Indonesia, keberadaan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) memiliki peran yang sangat strategis. UPZ menjadi ujung tombak dalam menghimpun zakat dari masyarakat di masjid, instansi, maupun lingkungan komunitas. Melalui kerja para pengurus UPZ, zakat dapat terkumpul secara teratur dan disalurkan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan. UPZ sendiri bekerja di bawah koordinasi Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat. Karena itu, para pengurus UPZ pada hakikatnya menjalankan fungsi sebagai amil zakat, yaitu pihak yang diberi amanah untuk mengelola zakat umat secara profesional dan bertanggung jawab. Namun dalam praktiknya, masih banyak pengurus UPZ yang belum memahami secara utuh mengenai hak amil, sehingga sering muncul keraguan dalam mengelola dana operasional zakat. Dalam ajaran Islam, amil bukan hanya pengelola zakat, tetapi juga termasuk salah satu golongan yang berhak menerima bagian dari zakat. Hal ini ditegaskan dalam Al-Qur'an Surah At-Taubah ayat 60 yang menyebutkan delapan golongan penerima zakat (asnaf), salah satunya adalah amil zakat. Artinya, Islam memberikan penghargaan kepada mereka yang meluangkan waktu, tenaga, dan pikiran untuk mengurus zakat umat. Dalam praktik pengelolaan zakat yang dijalankan oleh Badan Amil Zakat Nasional, hak amil dapat mencapai maksimal 12,5 persen dari dana zakat yang dihimpun. Hak ini bukanlah bentuk keuntungan pribadi, melainkan dukungan agar pengelolaan zakat dapat berjalan dengan baik, tertib, dan profesional. Hak amil biasanya digunakan untuk mendukung berbagai kegiatan pengelolaan zakat, antara lain: operasional kegiatan UPZ administrasi dan pelaporan zakat transportasi kegiatan penghimpunan sosialisasi dan edukasi zakat kepada masyarakat serta dukungan kegiatan pelayanan umat Dengan adanya hak amil, pengurus UPZ dapat menjalankan tugasnya dengan lebih terorganisir, transparan, dan berkelanjutan. Amanah Besar yang Harus Dijaga Meski amil memiliki hak, para pengurus UPZ perlu memahami bahwa pengelolaan zakat adalah amanah besar. Dana zakat merupakan titipan umat yang harus dijaga dengan penuh kejujuran dan tanggung jawab. Karena itu, pengelolaan zakat harus selalu berpegang pada prinsip: Transparansi dalam pencatatan dan pelaporan Akuntabilitas dalam penggunaan dana Profesionalitas dalam pelayanan kepada masyarakat Keikhlasan dalam menjalankan amanah Hak amil bukanlah tujuan utama, melainkan sarana agar pengelolaan zakat dapat berjalan secara efektif dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. UPZ yang aktif, amanah, dan profesional dapat menjadi kekuatan besar dalam membangun kesejahteraan umat. Melalui kerja para pengurus UPZ, zakat tidak hanya menjadi bantuan konsumtif, tetapi juga dapat menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi masyarakat. Karena itu, pemahaman yang benar mengenai hak dan tanggung jawab amil sangat penting bagi setiap pengurus UPZ. Ketika zakat dikelola dengan baik, maka zakat akan menjadi kekuatan sosial yang mampu membantu fakir miskin, mengurangi kesenjangan, dan menghadirkan keberkahan bagi masyarakat. Keberadaan UPZ merupakan bagian penting dalam sistem pengelolaan zakat nasional yang dikoordinasikan oleh Badan Amil Zakat Nasional. Dengan memahami secara benar tentang hak amil, para pengurus UPZ dapat menjalankan amanahnya dengan lebih percaya diri, profesional, dan bertanggung jawab. Lebih dari itu, pengelolaan zakat yang baik akan menghadirkan dampak besar bagi kehidupan umat. Dari tangan para amil yang amanah, zakat akan menjadi kekuatan yang tidak hanya membantu sesama, tetapi juga membangun harapan dan kesejahteraan bagi masyarakat luas.
BERITA16/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
SK UPZ Masjid Nurut Taqwa Sea Resmi Terbit, BAZNAS Minahasa Perkuat Gerakan Zakat dari Masjid
SK UPZ Masjid Nurut Taqwa Sea Resmi Terbit, BAZNAS Minahasa Perkuat Gerakan Zakat dari Masjid
MINAHASA – Kabar baik datang dari penguatan tata kelola zakat di tingkat masjid. Surat Keputusan (SK) kepengurusan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di Masjid Nurut Taqwa Sea resmi diterbitkan oleh Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Minahasa. Terbitnya SK tersebut menjadi langkah penting dalam menata pengelolaan zakat, infak, dan sedekah agar lebih tertib, profesional, serta terintegrasi dengan sistem pengelolaan zakat nasional melalui BAZNAS. Pembentukan kepengurusan UPZ sebelumnya telah melalui proses musyawarah bersama pengurus masjid serta mendapat persetujuan dari Imam Masjid Nurut Taqwa Sea Ahad Bualo dan pengurus Badan Takmir Masjid (BTM). Dengan terbitnya SK tersebut, kepengurusan UPZ kini memiliki dasar hukum yang kuat untuk menjalankan tugas penghimpunan zakat dari para muzakki di lingkungan jamaah. Ketua BTM Masjid Nurut Taqwa Sea, Nusjri Taroreh, MH, menyampaikan rasa syukur atas terbitnya SK kepengurusan UPZ tersebut. Menurutnya, keberadaan UPZ di masjid akan memperkuat peran masjid tidak hanya sebagai pusat ibadah, tetapi juga pusat gerakan sosial umat. “Alhamdulillah, dengan terbitnya SK UPZ ini kami berharap pengelolaan zakat di lingkungan Masjid Nurut Taqwa Sea dapat berjalan lebih tertib dan terarah. Kami mendukung penuh kehadiran UPZ sebagai wadah resmi untuk menghimpun zakat, infak, dan sedekah dari jamaah agar penyalurannya lebih tepat sasaran dan membawa manfaat yang luas bagi masyarakat,” ujar Nusjri. Sementara itu, Wakil Ketua IV BAZNAS Minahasa, Sahlan Kokalo, menegaskan bahwa UPZ memiliki peran strategis sebagai perpanjangan tangan BAZNAS dalam menghimpun potensi zakat di tengah masyarakat. Menurutnya, keberadaan UPZ di masjid menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran umat untuk menunaikan zakat melalui lembaga resmi yang terpercaya. “Dengan terbitnya SK ini, kami berharap UPZ Masjid Nurut Taqwa Sea dapat menjalankan tugasnya dengan penuh amanah. UPZ bukan hanya menghimpun zakat, tetapi juga menjadi sarana edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya zakat sebagai instrumen kesejahteraan umat,” kata Sahlan. Ia juga berharap kepengurusan UPZ yang baru dapat menjadi motor penggerak gerakan zakat di tingkat masjid dan lingkungan masyarakat sekitar. “Potensi zakat di tingkat masjid sangat besar. Jika dikelola dengan baik, zakat dapat menjadi kekuatan ekonomi umat yang membantu fakir miskin, mendukung pendidikan, serta memperkuat program pemberdayaan masyarakat,” tambahnya. Terbitnya SK UPZ ini sekaligus menjadi momentum bagi jamaah Masjid Nurut Taqwa Sea untuk semakin aktif menunaikan zakat melalui sistem yang terorganisir dan terpercaya. BAZNAS Minahasa berharap langkah ini dapat menjadi contoh bagi masjid-masjid lainnya di wilayah Minahasa dalam membangun tata kelola zakat yang profesional, transparan, dan berdampak luas bagi kesejahteraan umat.
BERITA16/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Salurkan Zakat Fitrah untuk Difabel dan Dhuafa di Rawa Buaya, 80 Warga Terima Beras 5 Kg
BAZNAS Salurkan Zakat Fitrah untuk Difabel dan Dhuafa di Rawa Buaya, 80 Warga Terima Beras 5 Kg
Jakarta — Semangat kepedulian di bulan suci Ramadhan kembali diwujudkan melalui aksi nyata. Badan Amil Zakat Nasional menyalurkan bantuan zakat fitrah berupa paket beras 5 kilogram kepada 80 penerima manfaat yang terdiri dari kelompok difabel dan dhuafa di kawasan Rawa Buaya, Sabtu (14/3/2026). Penyaluran bantuan tersebut berlangsung di Rumah Belajar Winsar, sebuah pusat kegiatan bagi komunitas disabilitas prasejahtera di wilayah itu, yang diselenggarakan bekerja sama dengan MI Daarusshofa. Sekretaris Utama Badan Amil Zakat Nasional, Subhan Cholid, mengatakan penyaluran zakat fitrah ini merupakan bagian dari tanggung jawab BAZNAS dalam memastikan amanah para muzaki benar-benar sampai kepada para mustahik, terutama kelompok rentan. “Penyaluran zakat fitrah ini adalah amanah dari para muzaki yang kami prioritaskan bagi kelompok rentan, termasuk saudara-saudara kita penyandang disabilitas. Kami ingin memastikan bahwa pada hari yang fitri nanti, tidak ada keluarga yang kesulitan memenuhi kebutuhan pokoknya,” ujar Subhan. Kegiatan ini menjadi sangat berarti bagi warga komunitas disabilitas di wilayah tersebut. Banyak dari mereka hidup dalam kondisi ekonomi terbatas, bahkan harus menghadapi dampak banjir yang melanda kawasan tersebut dalam beberapa waktu terakhir. Ketua Yayasan Bina Insani Winsar, Dwi Handayatun, mengaku sangat bersyukur atas kepedulian BAZNAS. Ia mengatakan bantuan tersebut sangat membantu komunitas difabel yang selama ini berjuang dalam keterbatasan. “Saya sangat berterima kasih kepada BAZNAS. Jujur, selama bertahun-tahun saya merasa berjuang sendiri mencari bantuan untuk anak-anak disabilitas di sini. Sejak mengenal BAZNAS, saya merasa dirangkul. BAZNAS benar-benar hadir di tengah komunitas prasejahtera seperti kami,” ujarnya dengan haru. Menurut Dwi, kondisi ekonomi warga di wilayah tersebut masih cukup berat. Sebagian besar masyarakat bekerja sebagai pemulung dan buruh harian, sehingga kebutuhan dasar seperti beras sering kali menjadi beban tersendiri, terlebih setelah wilayah itu terdampak banjir dua kali dalam satu bulan terakhir. “Untuk makan sehari-hari saja kadang sulit, apalagi setelah banjir. Bantuan 80 paket beras ini sangat berarti, dan saya pastikan diterima oleh orang-orang yang benar-benar membutuhkan,” jelasnya. Salah satu penerima bantuan, Winarni, yang memiliki anak dengan disabilitas intelektual, mengaku sangat terbantu dengan bantuan zakat fitrah tersebut. Menurutnya, bagi keluarga prasejahtera seperti dirinya, beras adalah kebutuhan paling utama untuk bertahan hidup sehari-hari. “Kami sangat bersyukur mendapat bantuan ini. Terima kasih banyak kepada BAZNAS. Semoga program seperti ini terus berjalan setiap tahun, karena sangat membantu kehidupan kami,” ujarnya. Penyaluran zakat fitrah ini tidak hanya sekadar bantuan pangan, tetapi juga menjadi simbol kepedulian dan solidaritas sosial di tengah masyarakat. Melalui program ini, Badan Amil Zakat Nasional ingin memastikan bahwa keberkahan Ramadhan dapat dirasakan oleh semua kalangan, termasuk mereka yang sering kali berada di pinggiran perhatian. Di tengah keterbatasan, bantuan sederhana berupa beras 5 kilogram menjadi harapan besar bagi keluarga difabel dan dhuafa—bahwa mereka tidak sendirian. Karena pada hakikatnya, zakat bukan hanya ibadah, tetapi juga jembatan kemanusiaan yang menguatkan persaudaraan dan menghadirkan harapan bagi mereka yang membutuhkan.
BERITA15/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Salurkan 3.774 Baju Lebaran untuk Anak Palestina di Gaza dan Yerusalem
BAZNAS Salurkan 3.774 Baju Lebaran untuk Anak Palestina di Gaza dan Yerusalem
Jakarta – Kebahagiaan Lebaran juga ingin dihadirkan bagi anak-anak Palestina yang hidup di tengah situasi konflik. Badan Amil Zakat Nasional RI menyalurkan 3.774 baju Lebaran untuk anak-anak di wilayah Gaza dan Yerusalem sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas dari masyarakat Indonesia. Program bertajuk “Baju Lebaran untuk Anak-Anak Palestina” ini menjadi salah satu aksi kemanusiaan BAZNAS untuk menghadirkan kebahagiaan sederhana bagi anak-anak yang terdampak konflik berkepanjangan di wilayah tersebut. Distribusi bantuan dilakukan melalui mitra lokal agar pakaian baru dapat langsung diterima oleh anak-anak yang paling membutuhkan. Dengan demikian, mereka tetap dapat merasakan suasana hangat Idulfitri meski berada di tengah kondisi yang serba terbatas. Deputi II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Badan Amil Zakat Nasional, Imdadun Rahmat, menjelaskan bahwa program ini bukan sekadar memberikan bantuan materi, tetapi juga menyampaikan pesan kemanusiaan dari rakyat Indonesia. “Baju Lebaran ini adalah simbol kasih sayang dari masyarakat Indonesia. Kami ingin memastikan anak-anak di Gaza tidak merasa sendirian, dan mereka tetap dapat tersenyum menyambut hari raya,” ujar Imdadun dalam keterangan resminya, Minggu (15/3/2026). Menurut Imdadun, pemilihan wilayah Gaza dan Yerusalem didasarkan pada tingkat urgensi kebutuhan bantuan yang masih tinggi. Banyak keluarga di wilayah tersebut yang mengalami keterbatasan akses terhadap kebutuhan dasar. “Setiap helai pakaian yang diberikan diharapkan dapat menghadirkan kebahagiaan dan semangat baru bagi anak-anak yang menyambut hari kemenangan di tengah keterbatasan,” jelasnya. Program ini juga menjadi bagian dari komitmen Badan Amil Zakat Nasional dalam menyalurkan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) secara transparan dan tepat sasaran. Bantuan yang disalurkan merupakan hasil kepercayaan masyarakat Indonesia yang terus mengalir melalui berbagai kanal resmi BAZNAS. Imdadun mengajak masyarakat untuk terus memperkuat solidaritas kemanusiaan dengan mendukung program bantuan bagi Palestina. “Setiap donasi yang diberikan bukan sekadar bantuan materi, tetapi juga harapan bagi anak-anak Palestina agar tetap memiliki masa depan yang lebih baik,” katanya. Senyum Anak-anak Palestina Bantuan baju Lebaran tersebut disambut penuh antusias oleh anak-anak penerima manfaat. Dengan wajah ceria, mereka mencoba pakaian baru yang dikirimkan dari Indonesia. Ucapan terima kasih pun mereka sampaikan kepada masyarakat Indonesia yang telah peduli terhadap kondisi mereka. Selain program baju Lebaran, selama Ramadan 1447 H, Badan Amil Zakat Nasional juga menyalurkan berbagai bantuan kemanusiaan lainnya untuk warga Palestina, di antaranya: paket makanan (food package) layanan kesehatan penyediaan air bersih tenda permukiman dan tenda rumah selimut dan perlengkapan darurat tenda masjid tenda kelas untuk pendidikan anak-anak Program-program tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat Palestina bertahan di tengah situasi konflik sekaligus menjaga harapan bagi masa depan generasi muda mereka. Ajakan Solidaritas untuk Palestina BAZNAS mengajak masyarakat Indonesia untuk terus memperkuat solidaritas kemanusiaan dengan membantu meringankan beban warga Palestina melalui Dompet Solidaritas Palestina BAZNAS. Donasi dapat disalurkan melalui rekening: BSI 100.426.6893 a.n. Badan Amil Zakat Nasional atau melalui laman resmi: baznas.go.id/bantupalestina Dengan semangat kepedulian dan persaudaraan kemanusiaan, setiap bantuan yang disalurkan diharapkan mampu menghadirkan harapan baru bagi anak-anak Palestina—bahwa di tengah keterbatasan dan konflik, masih ada tangan-tangan kebaikan dari berbagai penjuru dunia yang peduli terhadap masa depan mereka.
BERITA15/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
“Welcome Back, dr Danu!” RSUD Sam Ratulangi Tondano Perkuat Layanan Poli Interna dengan Dokter Spesialis Penyakit Dalam
“Welcome Back, dr Danu!” RSUD Sam Ratulangi Tondano Perkuat Layanan Poli Interna dengan Dokter Spesialis Penyakit Dalam
Tondano – Kabar baik bagi masyarakat Minahasa. RSUD Sam Ratulangi Tondano resmi memperkuat pelayanan kesehatan dengan bergabungnya dokter spesialis penyakit dalam, Anugrah Perdana Masloman, MARS, Sp.PD, yang akrab disapa dr Danu Masloman. Melalui pengumuman resmi di akun media sosial rumah sakit, manajemen menyampaikan ucapan “Selamat datang dan selamat bergabung kembali di Poli Interna, dr Danu Masloman.” Kembalinya dokter yang dikenal dekat dengan masyarakat ini menjadi tambahan kekuatan dalam meningkatkan pelayanan kesehatan bagi pasien di wilayah Minahasa dan sekitarnya. Sebelum melanjutkan pendidikan dokter spesialis, dr Danu dikenal sebagai dokter yang aktif melayani masyarakat di fasilitas kesehatan tingkat pertama. Setelah menyelesaikan pendidikan Spesialis Penyakit Dalam (Sp.PD), kini ia kembali mengabdikan diri di RSUD Sam Ratulangi Tondano dengan pengalaman dan kompetensi medis yang lebih luas. Kehadirannya di Poli Interna diharapkan semakin memperkuat tim dokter spesialis yang telah ada sebelumnya dalam memberikan pelayanan kesehatan yang profesional dan komprehensif bagi masyarakat. Bagi masyarakat yang membutuhkan layanan konsultasi dan pemeriksaan penyakit dalam, dr Danu dijadwalkan melayani pasien dengan jadwal: Senin : pukul 10.00 WITA – selesai Kamis : pukul 10.00 WITA – selesai Jumat : pukul 10.00 WITA – selesai Poli penyakit dalam melayani berbagai pemeriksaan dan penanganan gangguan kesehatan pada organ dalam, seperti penyakit metabolik, gangguan pencernaan, hipertensi, diabetes, hingga penyakit kronis lainnya yang memerlukan penanganan dokter spesialis. Pengumuman bergabungnya dr Danu mendapat banyak respons positif dari masyarakat, khususnya pasien yang pernah merasakan pelayanan beliau sebelumnya. Salah satu komentar datang dari Marlyn Walalangi, seorang pensiunan perawat yang pernah bertugas di RSUD Sam Ratulangi Tondano. Ia mengenang kebersamaan saat melayani pasien. “Dokter Danu Masloman tersayang. Walaupun saya sudah pensiun, kenangan kebersamaan merawat pasien dengan penuh canda dan tawa masih melekat di hati,” tulisnya. Komentar lain juga datang dari Jeane Memah yang mengaku pernah menjadi pasien dr Danu ketika masih bertugas di puskesmas. “Saya suka cara dokter menjelaskan setiap pemeriksaan, sangat ramah dan mudah dipahami. Sekarang beliau sudah menjadi dokter spesialis penyakit dalam. Sukses terus dokter,” tulisnya. Direktur RSUD Sam Ratulangi Tondano, Nancy Mongdong, SpPD, FINASIM, MHSM, menyampaikan ucapan selamat datang sekaligus harapan agar kehadiran dr Danu semakin memperkuat pelayanan medis bagi masyarakat. Menurutnya, penambahan tenaga dokter spesialis merupakan bagian penting dalam meningkatkan kualitas layanan rumah sakit daerah, sehingga masyarakat dapat memperoleh pelayanan kesehatan yang lebih optimal. “Kami menyampaikan selamat datang dan selamat bergabung. Semoga kehadiran dokter spesialis ini semakin memperkuat pelayanan kesehatan bagi masyarakat,” ujarnya. Bagi masyarakat Tondano dan wilayah Minahasa, kehadiran dokter spesialis baru ini menjadi kabar menggembirakan. Penambahan tenaga medis diharapkan dapat semakin meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap layanan dokter spesialis. Dengan bergabungnya dr Danu di Poli Interna, RSUD Sam Ratulangi Tondano terus menunjukkan komitmennya untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang profesional, humanis, dan semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat. Kehadiran tenaga medis yang profesional dan berdedikasi menjadi bagian dari upaya bersama meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, sejalan dengan semangat kepedulian sosial dan pelayanan kemanusiaan yang juga menjadi nilai penting dalam kehidupan bermasyarakat.
BERITA15/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Santri MTs PKP Manado Aktif Dakwah Ramadhan, Sampaikan Kultum Zakat hingga Nuzulul Quran di Sejumlah Masjid
Santri MTs PKP Manado Aktif Dakwah Ramadhan, Sampaikan Kultum Zakat hingga Nuzulul Quran di Sejumlah Masjid
Tomohon – Semangat dakwah Ramadhan terlihat dari langkah seorang santri muda yang terus menebar pesan kebaikan di berbagai masjid. Ali Ahmadi Maronrong, siswa kelas 7A dari Pesantren PKP Manado, tercatat telah menjalankan beberapa tugas ceramah kultum di sejumlah masjid selama bulan suci Ramadhan 2026. Terbaru, Ali menyampaikan kultum bertema “Keutamaan Zakat dan Sedekah” di Masjid Al Mujahidin Tomohon pada Sabtu malam (14/3/2026). Dalam ceramah singkatnya, ia mengingatkan jamaah bahwa zakat dan sedekah bukan hanya ibadah yang bersifat ritual, tetapi juga menjadi sarana memperkuat kepedulian sosial kepada sesama. “Zakat membersihkan harta dan jiwa kita, sedangkan sedekah membuka pintu rezeki dan keberkahan. Allah tidak akan mengurangi harta orang yang bersedekah, justru akan melipatgandakannya,” ujar Ali di hadapan jamaah. Kultum tersebut merupakan tugas ceramah ketiga yang dijalankan Ali selama Ramadhan tahun ini. Sebelumnya, ia telah lebih dulu menyampaikan kultum bertema keutamaan Nuzulul Quran dan malam Lailatul Qadar di Masjid At-Taqwa Kinilow yang berada di lingkungan Pesantren Hidayatullah Tomohon pada Minggu (8/3/2026). Sementara itu, tugas ceramah pertamanya disampaikan di Masjid Al Inayah Tumumpa II pada Jumat (6/3/2026). Dalam kultum tersebut, Ali juga mengajak jamaah untuk memanfaatkan bulan Ramadhan sebagai momentum memperbanyak ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Meski masih duduk di bangku kelas VII, Ali tampil percaya diri di hadapan jamaah. Keberaniannya menyampaikan ceramah di mimbar masjid menjadi bagian dari pembinaan dakwah yang diberikan oleh pihak pesantren kepada para santri. Orang tua Ali, Fardhu Maronrong, mengaku bersyukur dan bangga melihat putranya mendapat kepercayaan dari pesantren untuk menyampaikan kultum Ramadhan di berbagai masjid. “Alhamdulillah kami sebagai orang tua sangat bersyukur. Anak kami ditugaskan oleh pihak pondok untuk belajar berdakwah melalui kultum. Kami selalu mendampingi dan membantu beliau belajar menyiapkan materi ceramah,” ujar Fardhu. Menurutnya, pendidikan di pesantren tidak hanya membekali anak dengan ilmu agama, tetapi juga membentuk keberanian, karakter, serta kepedulian sosial kepada masyarakat. “Kami merasa berbahagia bisa menyekolahkan anak di pondok pesantren. Di sana anak-anak bukan hanya belajar ilmu agama, tetapi juga dilatih menjadi pribadi yang berani menyampaikan kebaikan kepada orang lain,” tambahnya. Kehadiran santri muda di mimbar masjid selama Ramadhan dinilai menjadi bagian penting dalam membangun generasi dakwah sejak dini. Dari mimbar-mimbar sederhana di masjid kampung, lahir harapan bahwa generasi muda Islam mampu membawa pesan kebaikan, menumbuhkan semangat berbagi melalui zakat dan sedekah, serta menghidupkan nilai-nilai Al-Qur’an di tengah masyarakat.
BERITA15/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Lepas Tim Siaga Pos Mudik 2026, 21 Titik Disiapkan di Jalur Padat Pulau Jawa
BAZNAS Lepas Tim Siaga Pos Mudik 2026, 21 Titik Disiapkan di Jalur Padat Pulau Jawa
Jakarta – Badan Amil Zakat Nasional resmi mengerahkan ratusan personel untuk menyambut arus mudik Lebaran 2026. Dari kantor pusat Badan Amil Zakat Nasional di Jakarta, Sabtu (14/3/2026), program Tim Siaga Pos Mudik BAZNAS 2026 resmi dilepas untuk memberikan pelayanan bagi para pemudik yang melakukan perjalanan jauh. Sebanyak 21 titik pos mudik disiapkan di sepanjang jalur utama Pulau Jawa. Lokasinya tersebar di beberapa provinsi dengan konsentrasi pemudik tertinggi: 2 titik di Banten, 10 titik di Jawa Barat, 6 titik di Jawa Tengah dan DIY, serta 2 titik di Jawa Timur. Pos ini akan beroperasi selama 10 hari, mulai H-5 hingga H+5 Lebaran. Wakil Ketua Badan Amil Zakat Nasional, Zainut Tauhid Sa'adi, menegaskan bahwa kehadiran pos mudik merupakan bagian dari pelayanan sosial bagi masyarakat, khususnya pemudik yang dalam perspektif zakat termasuk asnaf Ibnu Sabil atau orang yang sedang dalam perjalanan. “Pemudik pasti membutuhkan tempat untuk beristirahat dan memulihkan tenaga. Karena itu, BAZNAS hadir memberikan pelayanan yang nyaman agar perjalanan mereka lebih aman dan berkah,” kata Zainut dalam sambutannya. Berbeda dari sekadar pos singgah biasa, Pos Mudik BAZNAS dilengkapi berbagai fasilitas gratis bagi pemudik. Mulai dari snack dan takjil, dapur air, layanan sahur, ruang laktasi bagi ibu menyusui, ruang ramah anak, hingga layanan pijat gratis. Selain itu tersedia pula layanan kesehatan, musala, toilet, pengisian daya ponsel (charger), serta akses WiFi untuk membantu pemudik tetap terhubung selama perjalanan. Menurut Zainut, penempatan pos yang terpusat di Pulau Jawa bukan tanpa alasan. Wilayah tersebut dinilai sebagai jalur dengan kepadatan arus mudik tertinggi di Indonesia. “Ini hasil evaluasi arus mudik setiap tahun. Kami fokus di wilayah dengan konsentrasi pemudik paling padat agar pelayanan lebih optimal. Program ini juga merupakan kerja bersama antara BAZNAS pusat, provinsi, hingga kabupaten/kota,” jelasnya. Untuk memastikan pelayanan berjalan maksimal, sekitar 280 personel dikerahkan dalam program ini. Mereka didukung relawan dari BAZNAS Tanggap Bencana di berbagai daerah. Zainut juga mengingatkan para pemudik untuk tetap memperhatikan kesehatan dan keselamatan selama perjalanan jauh menuju kampung halaman. “Pastikan kendaraan dalam kondisi baik dan jangan memaksakan diri saat lelah. Silakan mampir ke pos BAZNAS untuk beristirahat agar perjalanan tetap aman,” ujarnya. Acara pelepasan tim ditandai dengan penyematan atribut kepada perwakilan relawan yang akan bertugas di lapangan. Sejumlah pimpinan BAZNAS RI turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Saidah Sakwan, Ending Syarifuddin, dan Neyla Saida Anwar. Dengan hadirnya pos-pos mudik ini, BAZNAS berharap perjalanan masyarakat menuju kampung halaman pada musim Lebaran tahun ini dapat berlangsung lebih aman, nyaman, dan penuh keberkahan.
BERITA15/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Keimaman dan BTM Masjid At-Taqwa Terima Kunjungan Jemaat GMAHK Panasen, Pererat Silaturahmi Lintas Iman
Keimaman dan BTM Masjid At-Taqwa Terima Kunjungan Jemaat GMAHK Panasen, Pererat Silaturahmi Lintas Iman
MINAHASA – Keimaman dan Badan Ta’mir Masjid (BTM) Masjid At-Taqwa Langowan menerima kunjungan rombongan Adventist Muslim Relation bersama jemaat Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMAHK) Panasen, Kecamatan Kakas Barat. Kunjungan tersebut berlangsung dalam suasana penuh keakraban sebagai bentuk silaturahmi dan penguatan toleransi antar umat beragama, 14 Maret 2026. Dalam kunjungan tersebut, rombongan jemaat GMAHK Panasen turut menyerahkan bantuan berupa bahan makanan pokok kepada pengurus masjid. Bantuan ini menjadi simbol kepedulian sosial serta wujud nyata persaudaraan lintas iman di tengah kehidupan masyarakat yang majemuk. Pengurus Keimaman dan BTM Masjid At-Taqwa menyambut baik kunjungan tersebut. Pertemuan yang berlangsung sederhana namun penuh makna itu menjadi ruang dialog dan kebersamaan yang mempererat hubungan antar komunitas keagamaan di wilayah tersebut. Silaturahmi ini sekaligus menunjukkan bahwa nilai-nilai kemanusiaan dan kebersamaan dapat terus dijaga di tengah perbedaan keyakinan. Keakraban yang terbangun diharapkan menjadi contoh positif bagi masyarakat dalam merawat kerukunan serta memperkuat semangat toleransi. Pertemuan tersebut ditutup dengan doa dan harapan bersama agar hubungan persaudaraan yang telah terjalin dapat terus berlanjut serta membawa manfaat bagi kehidupan sosial kemasyarakatan.
BERITA14/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Zakat Istana 2026 Pecahkan Rekor: Keteladanan Pemimpin Menguatkan Gerakan Zakat Nasional
Zakat Istana 2026 Pecahkan Rekor: Keteladanan Pemimpin Menguatkan Gerakan Zakat Nasional
Jakarta — Semangat berbagi di bulan suci Ramadhan kembali menghadirkan catatan bersejarah bagi pengelolaan zakat di Indonesia. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mencatat rekor pengumpulan zakat tertinggi sepanjang sejarah pelaksanaan Zakat Istana dalam kegiatan bertajuk “Zakat Menguatkan Indonesia” yang digelar di Istana Negara pada Jumat (13/3/2026). Melalui layanan Konter Zakat Istana, dana zakat yang berhasil dihimpun tahun ini mencapai lebih dari Rp4,3 miliar dari 111 muzaki, yang terdiri dari pejabat negara, menteri kabinet, hingga unsur pimpinan TNI. Capaian ini menjadi rekor tertinggi dalam 11 kali penyelenggaraan Zakat Istana, sekaligus menunjukkan meningkatnya kesadaran para pemimpin bangsa dalam menunaikan kewajiban zakat melalui lembaga resmi. Dalam kegiatan tersebut, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka turut menunaikan zakat melalui Badan Amil Zakat Nasional bersama sejumlah menteri kabinet. Beberapa tokoh yang hadir di antaranya Agus Harimurti Yudhoyono, Yusril Ihza Mahendra, Pratikno, serta utusan khusus presiden Raffi Ahmad. Hadir pula sejumlah pejabat penting lainnya seperti Erick Thohir, Muhaimin Iskandar, Bahlil Lahadalia, Tito Karnavian, serta Panglima TNI Agus Subianto. Capaian tahun 2026 menunjukkan lonjakan signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Dalam lima tahun terakhir, tren penghimpunan zakat dari jajaran pejabat negara melalui BAZNAS terus mengalami peningkatan: 2022: Rp636.250.000 2023: Rp753.500.000 2024: Rp1.088.500.000 2025: Rp2.040.338.000 2026: Rp4.345.197.056 Peningkatan yang sangat tajam ini menunjukkan bahwa gerakan zakat nasional semakin mendapatkan kepercayaan dan dukungan dari para pemimpin negara. Ketua Badan Amil Zakat Nasional, Dikdik Sodik Mujahid, menyampaikan apresiasi atas komitmen para pemimpin bangsa yang secara konsisten menunaikan zakat melalui BAZNAS. Menurutnya, dukungan dari Presiden, Wakil Presiden, dan para menteri bukan hanya berdampak pada peningkatan penghimpunan zakat, tetapi juga memberikan nilai moral yang sangat kuat bagi masyarakat. “Keteladanan para pemimpin ini sangat efektif dalam menggerakkan masyarakat untuk menunaikan zakat melalui lembaga yang terpercaya dan akuntabel. Bahkan pengaruhnya bisa lebih kuat dibandingkan dengan kampanye yang kami lakukan,” ujarnya. Zakat Sebagai Kekuatan Sosial Capaian tertinggi dalam sejarah Zakat Istana ini juga menjadi momentum penting bagi kepengurusan BAZNAS periode 2026–2031 untuk terus memperkuat tata kelola zakat yang profesional, transparan, dan akuntabel. Potensi zakat nasional di Indonesia sendiri diperkirakan sangat besar dan dapat menjadi instrumen strategis dalam mengentaskan kemiskinan, mengurangi kesenjangan sosial, serta meningkatkan kesejahteraan umat. Partisipasi para pejabat negara dalam Zakat Istana juga menunjukkan bahwa negara hadir mendukung gerakan zakat nasional sebagai bagian dari pembangunan sosial dan ekonomi masyarakat. Lebih dari sekadar angka, peristiwa ini membawa pesan kuat bahwa zakat bukan hanya kewajiban individual, tetapi juga gerakan kolektif yang dapat memperkuat solidaritas bangsa. Di tengah berbagai tantangan ekonomi dan sosial, zakat hadir sebagai energi spiritual sekaligus solusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat. Ketika para pemimpin memberi teladan, masyarakat pun terdorong untuk mengikuti. Dari Istana Negara hingga pelosok desa, semangat berbagi melalui zakat diharapkan terus tumbuh—mewujudkan Indonesia yang lebih kuat, lebih peduli, dan lebih sejahtera.
BERITA14/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Bupati–Wabup Bolmong Pimpin Pembayaran ZIS, 100 Mustahik Terima Bantuan Beras dan Sembako
Bupati–Wabup Bolmong Pimpin Pembayaran ZIS, 100 Mustahik Terima Bantuan Beras dan Sembako
LOLAK – Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Bolmong menunjukkan komitmen nyata dalam memperkuat kepedulian sosial. Bupati Bolmong Yusra Alhabsyi bersama Wakil Bupati Dony Lumenta memimpin langsung pembayaran Zakat Mal, Infak, dan Sedekah (ZIS) yang dirangkaikan dengan penyaluran bantuan kepada 100 mustahik, Jumat (13/3/2026). Kegiatan religius sekaligus kemanusiaan itu digelar di Pelataran Lantai I Kantor Bupati Bolmong di Lolak. Hadir pula Sekretaris Daerah Abdullah Mokoginta serta Ketua BAZNAS Kabupaten Bolaang Mongondow, Yunita Mohune. Momentum tersebut menjadi ajakan moral bagi seluruh jajaran pemerintah daerah, Aparatur Sipil Negara (ASN), hingga Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) untuk menunaikan kewajiban zakat secara bersama-sama melalui lembaga resmi. Langkah ini dinilai sebagai bentuk keteladanan dari pimpinan daerah dalam menguatkan solidaritas sosial dan memperluas manfaat zakat bagi masyarakat. “Zakat bukan sekadar kewajiban ibadah, tetapi juga instrumen penting untuk membangun kesejahteraan dan keadilan sosial di tengah masyarakat,” ujar Bupati Yusra Alhabsyi dalam kegiatan tersebut. Tak hanya pembayaran zakat, kegiatan ini juga diwarnai dengan aksi nyata kepedulian sosial. Sebanyak 100 mustahik menerima bantuan berupa beras fitrah dan paket sembako, yang diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, terutama menjelang momentum ibadah dan peningkatan aktivitas keagamaan. Ketua BAZNAS Bolmong, Yunita Mohune, menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah daerah dan BAZNAS menjadi kunci dalam memaksimalkan pengelolaan zakat agar tepat sasaran. Menurutnya, zakat yang dikelola secara profesional tidak hanya membantu masyarakat yang membutuhkan, tetapi juga mampu menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi umat. “Zakat adalah kekuatan sosial yang luar biasa. Ketika dikelola dengan baik dan didukung oleh para pemimpin daerah, maka manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya. Kegiatan ini sekaligus menjadi pesan kuat bahwa zakat tidak hanya berhenti pada ritual ibadah, tetapi juga menghadirkan dampak nyata bagi kehidupan sosial. Melalui kolaborasi pemerintah daerah dan BAZNAS, semangat berbagi diharapkan terus tumbuh dan menginspirasi masyarakat untuk ikut berkontribusi dalam membangun kesejahteraan bersama. Dengan semangat kebersamaan tersebut, Bolmong menegaskan bahwa zakat, infak, dan sedekah bukan sekadar kewajiban, melainkan gerakan sosial untuk menyalakan harapan bagi mereka yang membutuhkan.
BERITA14/03/2026 | Dokumentasi Pemkab Bolmong
BAZNAS Minahasa Jemput 100 Karung Beras Zakat dari Manado, 28 Paket Langsung Disalurkan di Tiga Titik Awal
BAZNAS Minahasa Jemput 100 Karung Beras Zakat dari Manado, 28 Paket Langsung Disalurkan di Tiga Titik Awal
MINAHASA – Semangat berbagi di bulan Ramadan kembali digelorakan oleh BAZNAS Kabupaten Minahasa. Sebanyak 100 karung beras zakat fitrah ukuran 5 kilogram dijemput langsung oleh pimpinan BAZNAS Minahasa dari sekretariat BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara di kompleks Masjid Ahmad Yani Manado, Sabtu (14/3/2026). Penjemputan tersebut dipimpin oleh Wakil Ketua I dan Wakil Ketua IV BAZNAS Minahasa sebagai bagian dari upaya percepatan distribusi zakat fitrah kepada masyarakat yang membutuhkan di wilayah Kabupaten Minahasa. Setelah proses penjemputan selesai, tim BAZNAS Minahasa langsung bergerak menuju lokasi pertama pendistribusian. Tanpa menunggu lama, paket-paket beras zakat mulai disalurkan kepada masyarakat. Pada tahap awal ini, sebanyak 28 karung beras zakat berhasil dibagikan kepada warga di tiga titik berbeda sebagai bagian dari distribusi tahap awal program Ramadan. “Beras zakat yang kami jemput hari ini berjumlah 100 karung dan siap untuk didistribusikan kepada masyarakat yang berhak menerima di berbagai wilayah di Kabupaten Minahasa,” ujar pimpinan BAZNAS Minahasa dalam kegiatan tersebut. Distribusi ini menjadi bagian dari komitmen BAZNAS untuk memastikan zakat dari para muzakki dapat segera sampai kepada mustahik secara tepat sasaran, khususnya di momentum bulan suci Ramadan yang penuh keberkahan. Rangkaian kegiatan hari itu tidak hanya berfokus pada distribusi bantuan pangan. Tim pimpinan BAZNAS Kabupaten Minahasa juga melakukan silaturahmi ke Masjid Imam Bonjol Lotta yang berada di wilayah Pineleng. Dalam pertemuan tersebut, pimpinan BAZNAS Minahasa bertemu langsung dengan Imam Masjid serta Sekretaris Badan Takmir Masjid (BTM) untuk melakukan sosialisasi mengenai pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Masjid. Pembentukan UPZ di tingkat masjid dinilai penting untuk memperkuat pengelolaan zakat di tingkat komunitas, sehingga penghimpunan dan penyaluran zakat dapat dilakukan lebih terorganisir dan menjangkau lebih banyak masyarakat. Menanggapi hal tersebut, Imam Masjid dan Sekretaris BTM menyambut baik inisiatif tersebut. Mereka menyatakan kesiapan untuk mengkoordinasikan pembentukan UPZ bersama masyarakat dan pengurus masjid. “InsyaAllah kami siap berkoordinasi dengan masyarakat dan pengurus masjid untuk pembentukan UPZ. Nantinya kami juga akan menyiapkan dan mengusulkan nama-nama pengurus UPZ Masjid,” ujar perwakilan pengurus masjid. BAZNAS Minahasa berharap keberadaan UPZ di masjid-masjid dapat menjadi motor penggerak penguatan ekosistem zakat di tingkat akar rumput. Masjid tidak hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga pusat kepedulian sosial umat melalui pengelolaan zakat, infak, dan sedekah secara profesional dan transparan. Kegiatan hari itu kemudian ditutup dengan suasana kebersamaan melalui silaturahmi, buka puasa bersama, serta salat Magrib berjamaah di Masjid Imam Bonjol Lotta. Adapun 100 karung beras zakat yang telah dijemput dari BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara akan terus didistribusikan secara bertahap kepada masyarakat yang membutuhkan di berbagai wilayah Kabupaten Minahasa selama bulan Ramadan. BAZNAS Minahasa memastikan program distribusi zakat ini akan terus berlanjut sebagai bagian dari komitmen menghadirkan manfaat zakat yang lebih luas bagi masyarakat.
BERITA14/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Sodik Mudjahid Resmi Jabat Ketua BAZNAS RI, Siap Lanjutkan Estafet Kebaikan dan Optimalkan Potensi Zakat Nasional
Sodik Mudjahid Resmi Jabat Ketua BAZNAS RI, Siap Lanjutkan Estafet Kebaikan dan Optimalkan Potensi Zakat Nasional
Jakarta – Tongkat estafet kepemimpinan di Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI resmi berpindah tangan. Sodik Mudjahid kini menjabat sebagai Ketua BAZNAS RI menggantikan Noor Achmad untuk masa bakti 2026–2031. Pergantian kepemimpinan tersebut ditandai melalui acara Serah Terima Jabatan dan Pisah Sambut Pimpinan BAZNAS RI yang digelar di Jakarta, Jumat (13/3/2026). Momentum ini menjadi awal babak baru bagi lembaga pengelola zakat nasional tersebut dalam memperkuat peran zakat sebagai instrumen kesejahteraan umat. Dalam sambutannya, Sodik menegaskan komitmennya untuk melanjutkan berbagai program kebaikan yang telah dibangun oleh kepemimpinan sebelumnya. Ia menilai kesinambungan program merupakan bagian dari sunnatullah dalam perjalanan sebuah lembaga. “Kita terus semangat untuk melanjutkan kebaikan-kebaikan yang adalah sunnatullah. Bahwa hari ini harus lebih baik dari kemarin,” ujar Sodik di hadapan jajaran pimpinan BAZNAS RI periode 2026–2031 serta para pimpinan periode sebelumnya. Menurutnya, upaya peningkatan kinerja lembaga bukan berarti kepemimpinan sebelumnya tidak baik. Sebaliknya, hal tersebut merupakan dinamika alami dalam perjalanan organisasi agar terus berkembang dan memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat. “Kita siap, insyaallah, untuk meneruskan kebajikan-kebajikan yang sudah dilaksanakan,” tegasnya. Fokus pada Amanah Presiden Dalam kepemimpinannya, Sodik mengungkapkan terdapat lima amanah besar dari Presiden RI Prabowo Subianto yang menjadi arah strategis BAZNAS ke depan. Salah satu amanah utama adalah menggali potensi zakat nasional yang diproyeksikan mencapai sekitar Rp327 triliun. Selain itu, BAZNAS juga diminta memperkuat sinergi antarinstansi, meningkatkan integrasi data nasional, serta memperkuat kelembagaan BAZNAS hingga ke tingkat desa dan kecamatan. “Amanah lainnya adalah tentang memerangi korupsi. Ini adalah amanah yang beliau sampaikan dengan sangat serius kepada kita,” kata Sodik. Konsolidasi Internal Enam Bulan Sebagai langkah awal, Sodik menargetkan proses konsolidasi internal BAZNAS dapat diselesaikan dalam waktu relatif singkat. Dengan dukungan sumber daya manusia yang kuat, ia optimistis kebijakan internal dapat dimatangkan dalam kurun waktu maksimal enam bulan. Ia menambahkan, fokus utama kepemimpinannya adalah memperkuat jaringan dan sinergi agar seluruh program BAZNAS berjalan lebih efektif dan berdampak luas bagi masyarakat. “Saya akan lebih fokus pada tugas utama bersama pimpinan untuk membangun jaringan guna mendukung proses internal ini,” ujarnya. Pesan Noor Achmad: Dakwah Zakat Harus Terus Bergema Sementara itu, Ketua BAZNAS RI periode 2020–2025 Noor Achmad menyampaikan pesan mendalam tentang pentingnya dakwah zakat yang berkelanjutan. Ia menegaskan bahwa gerakan zakat harus terus diperkuat agar mampu memberikan manfaat nyata bagi umat sekaligus menjadi jalan meraih rida Allah SWT. “Dakwah zakat harus terus kita dengungkan, harus kita gerakkan, sehingga apa yang kita lakukan benar-benar mendapatkan rida Allah Subhanahu wa Ta’ala,” ujar Noor Achmad. Ia juga menyampaikan dukungan penuh kepada Sodik Mudjahid sebagai penerus kepemimpinan BAZNAS. “Kami percaya 100 persen, sahabat saya Pak Sodik ini tahu bagaimana caranya mengembangkan sebuah organisasi,” tambahnya. Susunan Pimpinan BAZNAS RI 2026–2031 Dengan pengesahan melalui Surat Keputusan Presiden, BAZNAS RI resmi memasuki periode kepemimpinan baru. Berikut susunan pimpinan BAZNAS RI periode 2026–2031: Ketua: Sodik Mudjahid Wakil Ketua: Zainut Tauhid Sa'adi Pimpinan: Rizaludin Kurniawan Saidah Sakwan Ending Syarifuddin Idy Muzayyad Mokhamad Mahdum Neyla Saida Anwar Abu Rokhmad (ex officio) Agus Fatoni (ex officio) Mochamad Agus Rofiudin (ex officio) Dengan kepemimpinan baru ini, BAZNAS diharapkan mampu mengoptimalkan potensi zakat nasional, memperkuat tata kelola yang amanah, serta memperluas dampak pemberdayaan ekonomi umat di seluruh Indonesia.
BERITA13/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Majelis Taklim Almustaqim Pineleng Dua Bagikan 68 Paket Ramadan, Apresiasi Pengabdian Imam dan Pengurus Masjid
Majelis Taklim Almustaqim Pineleng Dua Bagikan 68 Paket Ramadan, Apresiasi Pengabdian Imam dan Pengurus Masjid
Majelis Taklim Almustaqim Pineleng Dua Bagikan 68 Paket Ramadan, Apresiasi Pengabdian Imam dan Pengurus Masjid Minahasa – Semangat berbagi dan kebersamaan mewarnai kegiatan sosial yang digelar Majelis Taklim Almustaqim di Masjid Almustaqim, Desa Pineleng Dua, Jumat (13/3/2026). Dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadan, para ibu-ibu Majelis Taklim membagikan puluhan paket sembako kepada anggota majelis taklim serta para pengurus masjid. Sebanyak 68 paket Ramadan yang berisi kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, dan gula disalurkan dalam kegiatan tersebut. Rinciannya, 52 paket diberikan kepada anggota Majelis Taklim, sementara 16 paket lainnya diserahkan kepada Imam Masjid, pegawai syara’, serta pengurus Badan Takmir Masjid (BTM). Penyerahan paket dilakukan secara simbolis kepada Imam Masjid Almustaqim, Sidiq Hamadi, serta kepada jajaran pengurus BTM yang dipimpin oleh Ketua BTM Yudha Benchary. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Ketua Majelis Taklim Almustaqim, Sjerly Lumi, yang didampingi Sekretaris Nurhayati Tumulo serta Bendahara Yuriska Gessoh. Ketua Majelis Taklim Almustaqim Dr. Sjerly Lumi, M.Pd mengatakan kegiatan berbagi ini merupakan program tahunan yang rutin dilaksanakan setiap Ramadan sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus penghargaan kepada para pengurus masjid yang telah mengabdikan diri dalam pelayanan keagamaan kepada masyarakat. “Kegiatan berbagi ini merupakan wujud kebersamaan dan kepedulian ibu-ibu Majelis Taklim di bulan suci Ramadan. Kami berharap apa yang diberikan dapat membawa manfaat serta semakin mempererat silaturahmi antara Majelis Taklim, imam, pegawai syara’, dan pengurus BTM. Semoga kebersamaan ini menjadi amal kebaikan dan membawa keberkahan bagi kita semua,” ujar Ketua Majelis Taklim. Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Para penerima paket menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian yang diberikan oleh para anggota Majelis Taklim. Melalui kegiatan sederhana namun sarat makna ini, Majelis Taklim Almustaqim berharap semangat berbagi, kepedulian, dan silaturahmi dapat terus tumbuh di tengah masyarakat, sehingga keberkahan Ramadan dapat dirasakan bersama oleh seluruh jamaah.
BERITA13/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Prabowo, Gibran, dan Kabinet Merah Putih Tunaikan Zakat di Istana, Dana Terkumpul Rp3,8 Miliar
Prabowo, Gibran, dan Kabinet Merah Putih Tunaikan Zakat di Istana, Dana Terkumpul Rp3,8 Miliar
Jakarta – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka serta jajaran Kabinet Merah Putih menunaikan zakat melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI dalam kegiatan Zakat Istana 2026 bertajuk “Zakat Menguatkan Indonesia” di Istana Negara, Jumat (13/3/2026). Momentum penunaian zakat tersebut berlangsung bersamaan dengan rangkaian sidang kabinet paripurna. Sejumlah pejabat negara hadir dalam kegiatan tersebut, mulai dari para menteri, wakil menteri, kepala badan, penasihat khusus presiden, hingga asisten khusus presiden. Penyerahan zakat Presiden Prabowo diterima langsung oleh Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid. Sebagai bagian dari tugas amil, Sodik juga memanjatkan doa bagi para muzaki yang menunaikan zakatnya. Dari pelayanan Konter Zakat Istana pada hari tersebut, tercatat dana zakat yang terhimpun mencapai lebih dari Rp3,8 miliar dari 111 muzaki yang berasal dari jajaran pejabat negara. Presiden Prabowo menegaskan pentingnya peran BAZNAS dalam memperkuat sistem ekonomi umat di Indonesia. “Kita juga hari ini telah memberi contoh dengan kita memberikan zakat dan ini menunjukkan lagi peran yang sangat penting dari BAZNAS,” ujar Prabowo saat membuka sidang kabinet paripurna, sesaat setelah menunaikan zakat bersama para menteri. Prabowo juga menyoroti perlunya konsolidasi dan penguatan lembaga zakat serta lembaga ekonomi keagamaan di Indonesia. “BAZNAS, lembaga keuangan dan ekonomi dari semua organisasi keagamaan di Indonesia harus kita koordinasikan, kita konsolidasikan, dan kita tingkatkan kemampuannya dengan segala teknologi yang sudah ada supaya potensi ekonomi bangsa kita bisa kita kerahkan secara berarti, efisien, dan efektif,” tambahnya. Sementara itu, Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya Zakat Istana yang dinilai menjadi momentum penting untuk memperkuat gerakan zakat nasional. “Alhamdulillah hari ini, pada hari ke-23 Ramadan, kami seluruh jajaran BAZNAS menerima secara simbolis pembayaran zakat dari Bapak Presiden, Bapak Wakil Presiden, serta seluruh jajaran kabinet. Hal ini memberikan nilai yang sangat luar biasa bagi kami,” ujar Sodik. Ia menjelaskan, pada Ramadan 2026 BAZNAS RI menargetkan penghimpunan zakat sebesar Rp515 miliar, sebagai bagian dari target tahunan BAZNAS RI yang mencapai Rp1,4 triliun. Sementara secara nasional, target pengelolaan zakat tahun ini diperkirakan mencapai Rp66 triliun. Menurutnya, selama Ramadan 2026 penghimpunan zakat secara nasional diproyeksikan dapat mencapai Rp6 triliun, yang dihimpun melalui sekitar 760 lembaga pengelola zakat yang terdiri dari BAZNAS dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) di seluruh Indonesia. Sodik berharap keteladanan Presiden dan Wakil Presiden dalam menunaikan zakat melalui BAZNAS dapat menginspirasi para pejabat negara, pelaku usaha, hingga masyarakat luas untuk semakin aktif menunaikan zakat, infak, dan sedekah. “Zakat menolong umat, dan zakat juga menjadi penolong kita di akhirat. Kami siap, BAZNAS siap, untuk menerima dan menyalurkan zakat kepada para mustahik sesuai prinsip amanah dan ketentuan syariat,” ujarnya. Dalam kegiatan tersebut turut hadir Wakil Ketua BAZNAS RI Zainut Tauhid Sa'adi bersama jajaran pimpinan BAZNAS RI lainnya, yakni Rizaludin Kurniawan, Saidah Sakwan, Ending Syarifuddin, Idy Muzayyad, Mokhamad Mahdum, Neyla Saida Anwar, Abu Rokhmad, Agus Fatoni, serta Mochamad Agus Rofiudin. Hadir pula Deputi I BAZNAS RI Bidang Pengumpulan Arifin Purwakananta serta Deputi II BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Imdadun Rahmat. Bagi BAZNAS di berbagai daerah, termasuk BAZNAS Kabupaten Minahasa, momentum ini menjadi inspirasi untuk terus meningkatkan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menunaikan zakat melalui lembaga resmi agar penyalurannya lebih tepat sasaran dan berdampak luas. Momentum Zakat Istana ini menjadi simbol kuat bahwa zakat tidak hanya sebagai kewajiban ibadah, tetapi juga sebagai instrumen penting dalam memperkuat solidaritas sosial, mengentaskan kemiskinan, serta membangun kesejahteraan umat di Indonesia
BERITA13/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani Tunaikan Zakat di BAZNAS, Jadi Teladan bagi ASN dan Masyarakat
Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani Tunaikan Zakat di BAZNAS, Jadi Teladan bagi ASN dan Masyarakat
Surakarta – Di tengah padatnya agenda pemerintahan, Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, menyempatkan diri menunaikan kewajiban zakat melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Surakarta, Jumat (13/3/2026). Astrid mendatangi langsung Kantor BAZNAS Kota Surakarta yang berlokasi di Jalan Dr. Muwardi No. 52, kawasan Kota Barat. Kehadirannya menjadi momentum penting dalam memperkuat gerakan zakat di Kota Solo, sekaligus memberi contoh nyata bagi masyarakat. Penunaian zakat ini bertepatan dengan suasana bulan suci Ramadan, di mana umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amal kebaikan, termasuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah. Sebagai seorang muslimah sekaligus pemimpin daerah, Astrid dinilai telah memberikan keteladanan bagi para muzaki atau pembayar zakat di Surakarta. Sosok yang juga pernah menjabat sebagai rektor di salah satu perguruan tinggi swasta itu menunjukkan bahwa kesibukan sebagai pejabat publik tidak menjadi penghalang untuk menjalankan kewajiban ibadah. Zakat yang ditunaikan oleh Astrid diterima oleh Ketua BAZNAS Kota Surakarta Mohammad Qoyim melalui Wakil Ketua I Bidang Fundraising Bambang Mintosih. Penyerahan tersebut turut disaksikan jajaran pimpinan BAZNAS Kota Surakarta lainnya, yakni Wakil Ketua II Anwar Waka, Wakil Ketua III Almunawar, serta Wakil Ketua IV Indriyani Dian. Pimpinan BAZNAS berharap langkah Wakil Wali Kota Surakarta tersebut dapat menjadi inspirasi bagi berbagai kalangan untuk menunaikan zakat melalui lembaga resmi. “Keteladanan dari pemimpin daerah ini diharapkan mampu memotivasi para ASN, TNI, Polri, tokoh masyarakat, hingga masyarakat umum untuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Surakarta,” ujar perwakilan BAZNAS dalam kesempatan tersebut. Sebelumnya, Wali Kota Surakarta juga telah menunaikan zakat melalui BAZNAS. Kehadiran para pemimpin daerah dalam gerakan zakat ini diharapkan dapat memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan zakat yang amanah dan profesional. Melalui penghimpunan zakat yang optimal, BAZNAS Kota Surakarta terus berupaya menyalurkan bantuan kepada para mustahik serta menjalankan berbagai program pemberdayaan ekonomi umat. Momentum ini sekaligus menegaskan bahwa zakat bukan hanya ibadah personal, tetapi juga kekuatan sosial yang mampu memperkuat solidaritas dan membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
BERITA13/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Program ‘Jimat Ramadhan’ Dongkrak Zakat ASN Demak, Tembus Rp459 Juta untuk Dhuafa dan Disabilitas
Program ‘Jimat Ramadhan’ Dongkrak Zakat ASN Demak, Tembus Rp459 Juta untuk Dhuafa dan Disabilitas
Demak – Momentum Ramadan 1447 H di Demak ditutup dengan catatan manis kepedulian sosial. Melalui program unggulan “Jimat Ramadhan” (Pengajian Jum’at Ramadhan), pengumpulan zakat fitrah dari Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Demak bersama masyarakat umum berhasil mencatat lonjakan signifikan. Dana zakat yang terhimpun tahun ini mencapai Rp459 juta, sebuah angka yang menunjukkan meningkatnya kesadaran dan kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan zakat melalui Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Demak. Bupati Demak Eistianah mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya atas semangat solidaritas yang ditunjukkan oleh para ASN serta masyarakat. Ia menilai peningkatan zakat fitrah ini menjadi bukti nyata kepedulian aparatur negara terhadap masyarakat yang membutuhkan. “Alhamdulillah, melalui semangat Jimat Ramadhan, zakat fitrah ASN Demak tahun ini meningkat tajam hingga mencapai Rp459 juta. Saya sangat mengapresiasi keikhlasan seluruh ASN,” ujar Eistianah, Jumat (13/3/2026). Menurutnya, dana zakat yang terkumpul bukan sekadar angka, melainkan harapan bagi masyarakat yang berada dalam kondisi rentan agar dapat merasakan kebahagiaan menjelang Hari Raya Idulfitri. “Dana ini adalah harapan bagi saudara-saudara kita, terutama kaum dhuafa dan penyandang disabilitas, agar mereka dapat merayakan hari raya dengan layak dan penuh kegembiraan,” tambahnya. Seluruh dana zakat fitrah tersebut dikelola secara profesional oleh BAZNAS Kabupaten Demak untuk disalurkan kepada para mustahik. Ketua BAZNAS Demak Bambang Soesetiarto memastikan pendistribusian dilakukan secara tepat sasaran dan inklusif. Menurut Bambang, penyaluran zakat tahun ini tidak hanya menyasar kaum dhuafa, tetapi juga memberikan perhatian khusus kepada penyandang disabilitas di wilayah yang dikenal sebagai Kota Wali tersebut. “Kami di BAZNAS Demak berkomitmen menjaga amanah ini dengan prinsip 3 Aman: Aman Syar’i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI,” tegas Bambang. Ia memastikan dana zakat sebesar Rp459 juta itu segera disalurkan kepada masyarakat yang berhak sebelum pelaksanaan salat Idulfitri. “Selain dhuafa, fokus penyaluran kami tahun ini juga menyasar kawan-kawan disabilitas agar manfaat zakat benar-benar dirasakan secara merata,” lanjutnya. Keberhasilan penghimpunan zakat melalui program Jimat Ramadhan dinilai menjadi contoh kuat sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga pengelola zakat. Kolaborasi antara Pemkab Demak dan BAZNAS ini diharapkan terus berlanjut untuk mengoptimalkan potensi zakat sebagai instrumen jaring pengaman sosial bagi masyarakat. Dengan pengelolaan yang transparan dan inovatif, zakat fitrah tidak hanya menjadi kewajiban ibadah, tetapi juga kekuatan sosial yang mampu menghadirkan kesejahteraan serta senyum kebahagiaan bagi masyarakat Demak menjelang Hari Raya Idulfitri.
BERITA13/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
UPZ Kemenag Rokan Hilir Setor Zakat Maal Rp74 Juta ke BAZNAS
UPZ Kemenag Rokan Hilir Setor Zakat Maal Rp74 Juta ke BAZNAS
Rokan Hilir – Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kementerian Agama Kabupaten Rokan Hilir menyalurkan zakat maal sebesar Rp74.339.050 kepada Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Rokan Hilir untuk periode Maret 2026. Penyerahan dana zakat tersebut dilakukan di Kantor BAZNAS Rokan Hilir di Bagansiapiapi, Selasa, 11 Maret 2026. Dana zakat diserahkan langsung oleh Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kementerian Agama Rokan Hilir, Adi Candra, dan diterima oleh Ketua BAZNAS Rokan Hilir, Jefrizal. Adi Candra mengatakan penyaluran zakat melalui lembaga resmi merupakan bagian dari komitmen Kementerian Agama untuk mendukung tata kelola zakat yang profesional dan akuntabel. Menurut dia, pengelolaan zakat yang terorganisasi akan memudahkan distribusi bantuan kepada masyarakat yang berhak menerimanya. “Penyaluran zakat melalui BAZNAS merupakan bentuk dukungan kami terhadap pengelolaan zakat yang resmi, transparan, dan sesuai dengan prinsip syariat serta regulasi negara,” kata Adi Candra. Ketua BAZNAS Rokan Hilir, Jefrizal, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan oleh UPZ Kementerian Agama Rokan Hilir. Ia menilai sinergi antara lembaga pemerintah dan BAZNAS merupakan langkah penting untuk memperkuat penghimpunan zakat di daerah. “BAZNAS Rokan Hilir mengucapkan terima kasih kepada UPZ Kementerian Agama atas kepercayaan yang diberikan. Semoga zakat yang telah disalurkan ini menjadi amal ibadah yang diterima oleh Allah SWT dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat yang membutuhkan,” ujar Jefrizal. Menurut dia, dana zakat yang dihimpun akan disalurkan kepada para mustahik melalui berbagai program BAZNAS di tingkat daerah. Program tersebut mencakup bantuan sosial, pemberdayaan ekonomi, pendidikan, serta kegiatan keagamaan. Jefrizal menambahkan bahwa pengelolaan zakat tidak hanya berorientasi pada bantuan konsumtif, tetapi juga diarahkan untuk meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat melalui program pemberdayaan. BAZNAS Rokan Hilir juga mengajak masyarakat, instansi pemerintah, dan perusahaan di daerah tersebut untuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS. Dengan pengelolaan yang terintegrasi dan transparan, dana zakat diharapkan dapat memberikan dampak yang lebih luas bagi peningkatan kesejahteraan umat.
BERITA11/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Minahasa.

Lihat Daftar Rekening →