WhatsApp Icon
BAZNAS RI Bersama Kemendiktisaintek Buka Beasiswa Cendekia 2026 di 246 Perguruan Tinggi

Jakarta – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) RI resmi membuka program Beasiswa Cendekia BAZNAS 2026 bagi mahasiswa aktif program D4/S1 di 246 perguruan tinggi yang tersebar di 35 provinsi.

Peluncuran Beasiswa Cendekia Dalam Negeri 2026 tersebut berlangsung di Gedung Kemendiktisaintek RI, Jakarta, Rabu (9/9/2026). Kegiatan diresmikan langsung oleh Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., bersama Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI Prof. Brian Yuliarto, S.T., M.Eng., Ph.D.

Dari 246 perguruan tinggi yang menjadi sasaran program, sebanyak 112 kampus berada di bawah Kemendiktisaintek. Sementara 134 perguruan tinggi lainnya berada di bawah Kementerian Agama, termasuk Ma’had Aly.

Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid mengatakan, kolaborasi dengan Kemendiktisaintek menjadi langkah strategis untuk memperluas akses pendidikan tinggi, khususnya bagi mahasiswa berprestasi yang berasal dari keluarga kurang mampu.

"Ini adalah momentum untuk mempertemukan kekuatan zakat dengan pendidikan tinggi dalam membangun masa depan bangsa. Hal tersebut sejalan dengan Asta Cita Presiden nomor 4 untuk memperkuat Sumber Daya Manusia menuju Indonesia Emas 2045," kata Sodik.

Menurut Sodik, pendidikan menjadi salah satu sektor penting dalam upaya pengentasan kemiskinan. Karena itu, BAZNAS memberikan perhatian besar terhadap sektor pendidikan dengan alokasi sekitar 27 persen.

"Untuk pendidikan kami (BAZNAS) alokasi sebesar 27 persen," ujarnya.

Sodik menambahkan, Beasiswa Cendekia BAZNAS tidak hanya berfokus pada pemberian bantuan biaya pendidikan. Program tersebut juga diarahkan untuk memperluas akses pendidikan, meningkatkan kualitas dan kapasitas mahasiswa, serta mendorong keberlanjutan kontribusi para alumni.

"Kami ingin memperkuat tiga hal, yakni memperluas akses, meningkatkan kualitas dan kapasitas mahasiswa, serta memastikan keberlanjutan kontribusi alumni. Karena itu, hari ini kita tidak hanya meluncurkan sebuah program beasiswa. Mari kita meluncurkan sebuah gerakan bersama, gerakan menjadikan zakat sebagai kekuatan pembangunan sumber daya manusia Indonesia," katanya.

Apresiasi Kemendiktisaintek

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI Brian Yuliarto mengapresiasi komitmen BAZNAS dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia Indonesia melalui sektor pendidikan.

Brian menyebut pendidikan merupakan salah satu bentuk investasi terbaik bagi masa depan bangsa. Ia berharap kolaborasi antara pemerintah, BAZNAS, perguruan tinggi, dan lembaga filantropi dapat terus diperkuat.

"Tentu ini adalah sesuatu yang sangat luar biasa. Investasi terbaik sebuah bangsa adalah pada pendidikan. Tidak ada yang lebih baik lagi. Karenanya, kami sangat senang dan sangat mengapresiasi BAZNAS yang berdiri di barisan paling depan," ujar Brian.

Ia juga berharap langkah BAZNAS tersebut dapat mendorong semakin banyak lembaga filantropi untuk berkontribusi dalam memperluas akses pendidikan tinggi.

Menurutnya, dukungan terhadap pendidikan dapat membuka kesempatan bagi anak bangsa untuk memperbaiki kondisi sosial, masa depan, dan kesejahteraan keluarganya.

Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan H. Idy Muzayyad mengatakan, perluasan akses pendidikan merupakan salah satu fokus BAZNAS melalui program beasiswa dan pembinaan mahasiswa.

Idy menyebut, sepanjang 2025, penyaluran zakat, infak, dan sedekah (ZIS) nasional untuk bidang pendidikan mencapai Rp1,56 triliun dengan jumlah penerima manfaat sebanyak 2.870.976 orang.

BAZNAS juga memproyeksikan potensi zakat dari ekosistem perguruan tinggi mencapai sekitar Rp220 miliar per tahun.

Program Beasiswa Cendekia BAZNAS sendiri terus berkembang. Saat ini tercatat sebanyak 8.672 peserta Beasiswa Cendekia BAZNAS Dalam Negeri dan 2.529 peserta Beasiswa Cendekia BAZNAS Ma’had Aly.

"Alhamdulillah, dari program ini kita telah melihat dampak yang nyata. Para alumni Beasiswa Cendekia BAZNAS telah berkiprah di berbagai sektor, baik sektor publik, swasta, maupun sosial. Bahkan, sebagian dari mereka telah bertransformasi menjadi muzaki," ujar Idy.

Beasiswa Cendekia BAZNAS 2026 diperuntukkan bagi mahasiswa aktif mulai semester 5. Program ini memprioritaskan mahasiswa dari bidang Sains, Teknologi, Rekayasa, dan Matematika (STEM) serta Social, Humanities, Arts for People, Religious Studies, dan Education (SHARE).

Selain mahasiswa berprestasi, program ini juga menyasar mahasiswa yang aktif sebagai aktivis serta mahasiswa penyandang disabilitas.

Mahasiswa yang terpilih akan mendapatkan sejumlah dukungan pendidikan. Salah satunya berupa subsidi Uang Kuliah Tunggal (UKT) hingga Rp7 juta per semester untuk perguruan tinggi prioritas dan hingga Rp4 juta per semester untuk perguruan tinggi reguler.

Bantuan UKT tersebut diberikan selama empat semester.

Tak hanya UKT, penerima Beasiswa Cendekia BAZNAS juga berkesempatan mendapatkan bantuan riset tugas akhir sebesar Rp3 juta per mahasiswa, pembinaan dan pengembangan diri, serta bantuan prestasi bagi mahasiswa yang mewakili kampus dalam kompetisi tingkat nasional maupun internasional.

Pendaftaran Dibuka 9-27 September 2026

Bagi mahasiswa yang memenuhi persyaratan, pendaftaran Beasiswa Cendekia BAZNAS Dalam Negeri 2026 dilakukan secara daring melalui laman beasiswa.baznas.go.id.

Berikut jadwal lengkap seleksi Beasiswa Cendekia BAZNAS Dalam Negeri 2026:

  • Pendaftaran: 9–27 September 2026
  • Seleksi administrasi kampus: 28 September–4 Oktober 2026
  • Pengumuman lulus administrasi: 4 Oktober 2026
  • Wawancara tim seleksi kampus: 5–18 Oktober 2026
  • Masa sanggah: 19–25 Oktober 2026
  • Pengumuman akhir: 28 Oktober 2026

Melalui Beasiswa Cendekia BAZNAS 2026, BAZNAS bersama pemerintah terus mendorong agar keterbatasan ekonomi tidak menjadi penghalang bagi mahasiswa berprestasi untuk mengakses pendidikan tinggi.

Program ini sekaligus menjadi bagian dari upaya menjadikan zakat sebagai kekuatan dalam membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.

10/09/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa
Hadiri Pra-Rakornas 2026, BAZNAS Kabupaten Minahasa Siap Perkuat Pengelolaan Muzaki secara Profesional

MINAHASA — BAZNAS Kabupaten Minahasa turut hadir dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan Pra-Rapat Koordinasi Nasional (Pra-RAKORNAS) BAZNAS 2026 yang digelar secara daring pada Selasa (8/9/2026). Kegiatan bertajuk “Target dan Strategi Pengumpulan pada BAZNAS Provinsi dan BAZNAS Kab/Kota” ini dipimpin langsung oleh Ketua BAZNAS RI, Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc.

Melalui kegiatan ini, BAZNAS RI menekankan pentingnya memperkuat pengelolaan muzaki yang profesional sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kepercayaan masyarakat, serta mengoptimalkan penghimpunan Zakat, Infak, Sedekah, dan Dana Sosial Keagamaan Lainnya (ZIS-DSKL).

Pimpinan BAZNAS RI Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan, Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM., menegaskan bahwa muzaki perlu ditempatkan sebagai mitra strategis dalam ekosistem filantropi Islam. Hubungan dengan muzaki harus dibangun secara berkelanjutan.

“Muzaki saat ini tidak hanya membutuhkan kemudahan dalam menunaikan zakat, tetapi juga ingin mengetahui manfaat dari zakat yang mereka salurkan. Mereka ingin dilibatkan dan merasakan dampak nyata program zakat,” ujar Rizaludin.

Dalam kesempatan tersebut, BAZNAS RI juga mendorong penerapan strategi value-driven fundraising yang bertumpu pada empat pilar utama:

  1. Transparansi dan laporan dampak nyata.

  2. Pembinaan relasi yang personal dan inklusif.

  3. Penguatan branding serta reputasi lembaga yang profesional dan taat audit.

  4. Pelibatan aktif muzaki dalam berbagai program kemanusiaan.

Langkah tersebut disempurnakan dengan konsep 5D BAZNAS, yaitu Diingat, Dipercaya, Dijangkau, Dicintai, dan Dibanggakan.

Kehadiran BAZNAS Kabupaten Minahasa dalam Pra-Rakornas ini menjadi bentuk komitmen penuh untuk menyelaraskan target dan strategi pengumpulan di daerah dengan visi BAZNAS Pusat.

Melalui keikutsertaan ini, BAZNAS Minahasa siap melakukan reorientasi pengelolaan muzaki di tingkat daerah. Fokus utama yang akan terus ditingkatkan meliputi peningkatan kualitas pelayanan, penyampaian laporan dampak zakat secara terbuka, serta penyusunan program-program penyaluran yang dampaknya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat yang membutuhkan di Kabupaten Minahasa.

BAZNAS Minahasa juga mengimbau seluruh masyarakat dan para muzaki di Kabupaten Minahasa untuk terus mempercayakan penyaluran zakat, infak, dan sedekahnya melalui lembaga resmi BAZNAS. Pengelolaan yang aman syar'i, aman regulasi, dan aman NKRI akan memastikan setiap zakat yang ditunaikan dapat dirasakan manfaatnya secara berkelanjutan.

08/09/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Tegaskan Dana Zakat Sama Sekali Tak Dipakai untuk Buku 'Islam Ala Prabowo'

Minahasa - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) memberikan klarifikasi tegas merespons isu penggunaan dana umat dalam proyek literasi. BAZNAS memastikan tidak ada sepeser pun dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) yang dialokasikan untuk pembuatan maupun penerbitan buku berjudul Islam Ala Prabowo.

Ketua BAZNAS RI, Sodik Mudjahid, menegaskan bahwa keterlibatan BAZNAS dalam peluncuran buku tersebut pada tahun 2025 lalu murni dalam konteks hubungan kelembagaan serta penguatan literasi dakwah keagamaan. Ia menyebut bahwa menjaga transparansi dan kepercayaan muzaki adalah prioritas utama lembaga.

"Saudara-saudaraku, Bapak dan Ibu para muzaki dan donatur BAZNAS yang kami hormati. Kepercayaan Bapak dan Ibu untuk mempercayakan ZIS melalui BAZNAS adalah kehormatan sekaligus tanggung jawab besar yang senantiasa kami jaga," kata Sodik dalam keterangan resminya, Senin (7/9/2026).

Untuk menghindari kesalahpahaman di tengah masyarakat mengenai posisi lembaga, Sodik merinci tiga poin penting terkait penerbitan buku tersebut:

  1. Bukan Dana Umat: Pembuatan dan penerbitan buku sama sekali tidak menyentuh maupun menggunakan dana ZIS yang dipercayakan masyarakat.

  2. Bukan Produk Internal: Buku tersebut tidak ditulis maupun diterbitkan oleh tim internal BAZNAS.

  3. Sinergi Kelembagaan: Kehadiran BAZNAS dalam peluncuran di Rakornas BAZNAS 2025 merupakan bentuk sinergi bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI), Kementerian Agama, dan MPR RI dalam rangka literasi dakwah, bukan bentuk politik praktis.

Sodik juga mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto memiliki perhatian besar terhadap fungsi BAZNAS, baik sebagai Kepala Negara maupun secara pribadi. Selama ini, Presiden secara rutin mengamanahkan zakat, infak, dan sedekah pribadinya melalui BAZNAS.

"Bersama tim BAZNAS, saat ini kami sedang memilih beberapa program unggulan untuk disampaikan kepada rakyat Indonesia, yang bersumber dari dana infak dan sedekah pribadi Presiden Prabowo Subianto," jelas Sodik.

Ia menambahkan, BAZNAS sangat menghormati kritik dan masukan dari publik. Hal tersebut dipandang sebagai bentuk kepedulian masyarakat agar BAZNAS tetap konsisten menjaga prinsip pengelolaan zakat yang aman syar'i, aman regulasi, dan aman NKRI.

Menanggapi arahan dan klarifikasi BAZNAS RI, BAZNAS Kabupaten Minahasa melalui Waka IV BAZNAS Minahasa Sahlan Kokalo turut mengimbau masyarakat dan seluruh muzaki di Kabupaten Minahasa untuk senantiasa kritis dan bijak dalam menerima setiap informasi.

BAZNAS Kabupaten Minahasa berkomitmen penuh menjaga akuntabilitas dan transparansi penyaluran ZIS di tingkat daerah. Setiap rupiah dana zakat, infak, dan sedekah yang ditunaikan melalui BAZNAS Minahasa disalurkan secara tepat sasaran khusus untuk program-program kemanusiaan, pendidikan, kesehatan, serta pemberdayaan ekonomi mustahik di Minahasa.

08/09/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Hadir di Muktamar NU ke-35, Salurkan 15 Ribu ZChicken hingga Siagakan Layanan Kesehatan

JOMBANG – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI turut mendukung pelaksanaan Muktamar NU ke-35 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Jombang, Jawa Timur. Tak hanya memberikan dukungan konsumsi, BAZNAS juga menghadirkan layanan kesehatan serta pengelolaan sampah di tengah perhelatan yang dihadiri ribuan peserta tersebut.

Bersama BAZNAS Provinsi Jawa Timur dan BAZNAS Kabupaten Jombang, BAZNAS RI menghadirkan berbagai layanan yang menyasar kebutuhan peserta Muktamar sekaligus masyarakat di sekitar lokasi kegiatan.

Salah satu layanan yang mendapat perhatian adalah penyediaan makanan melalui Program Bank Makanan. BAZNAS menyiapkan sebanyak 15.000 paket ZChicken yang didistribusikan selama lima hari pelaksanaan Muktamar.

Menariknya, penyediaan makanan tersebut tidak hanya berorientasi pada pemenuhan konsumsi. Proses produksi hingga distribusi turut melibatkan mustahik binaan BAZNAS.

Keterlibatan tersebut menjadi bagian dari upaya BAZNAS menjadikan zakat sebagai instrumen pemberdayaan. Mustahik tidak hanya diposisikan sebagai penerima manfaat, tetapi juga dilibatkan dalam aktivitas produktif yang membuka peluang untuk berkembang dan meningkatkan kemandirian.

Ketua BAZNAS RI, Sodik Mudjahid, mengatakan dukungan BAZNAS dalam Muktamar NU ke-35 merupakan salah satu bentuk kontribusi lembaga dalam menghadirkan kemaslahatan bagi umat.

“Dalam berbagai kegiatan ada kesehatan, ada bantuan ZChicken. Ada 10 titik penyaluran dan totalnya 15 ribu selama lima hari. Ini bagian dari beberapa kontribusi dan dukungan BAZNAS untuk Muktamar, karena ini merupakan amanah syariah, antara lain pos fi sabilillah,” ujar Sodik.

Selain bantuan pangan, BAZNAS juga memperkuat pelayanan kesehatan selama Muktamar berlangsung.

Melalui Rumah Sehat BAZNAS (RSB), disiapkan enam titik layanan kesehatan yang didukung tenaga medis, empat ambulans, serta satu mobil klinik.

Kehadiran layanan kesehatan tersebut menjadi langkah antisipatif mengingat tingginya mobilitas dan jumlah peserta selama kegiatan berlangsung. Peserta yang membutuhkan pemeriksaan maupun pertolongan kesehatan dapat memperoleh layanan secara lebih cepat di sekitar arena Muktamar.

Dukungan BAZNAS terhadap layanan kesehatan juga mendapat apresiasi dari unsur kesehatan NU.

Perwakilan Himpunan Perawat NU Pusat, Rasjisman Ahmad, menyampaikan bahwa kehadiran BAZNAS ikut memperkuat pelayanan kesehatan di arena Muktamar, termasuk dari sisi sarana dan prasarana.

“Kita tahu bahwa BAZNAS juga sudah ikut dalam pelayanan kesehatan tim kesehatan di arena Muktamar. Alhamdulillah BAZNAS sudah ikut bersama-sama, bahkan dari sisi sarana dan prasarananya BAZNAS cukup besar,” katanya.

Tak berhenti pada pangan dan kesehatan, BAZNAS juga memberikan perhatian terhadap kebersihan lingkungan selama Muktamar.

Sebanyak 200 relawan dari unsur masyarakat dan mustahik dilibatkan dalam kegiatan pengelolaan sampah di area Muktamar. Para relawan bertugas memberikan edukasi, memilah, hingga mengumpulkan sampah yang dihasilkan selama kegiatan.

Langkah ini dilakukan untuk menjaga kawasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum tetap bersih, sehat, dan nyaman di tengah aktivitas Muktamar yang berlangsung padat.

Kehadiran BAZNAS di Muktamar NU ke-35 menunjukkan bahwa pengelolaan zakat tidak berhenti pada penyaluran bantuan langsung. Zakat dapat dikembangkan menjadi program yang menyentuh berbagai sektor, mulai dari pangan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, hingga kepedulian terhadap lingkungan.

Melalui dukungan tersebut, BAZNAS berupaya memastikan dana zakat yang dihimpun dari masyarakat dapat memberikan manfaat yang semakin luas.

Zakat bukan sekadar kewajiban yang ditunaikan, tetapi amanah yang ketika dikelola secara tepat dapat menghadirkan manfaat nyata bagi umat dan masyarakat.

BAZNAS hadir, bergerak bersama umat, dan menghadirkan kemaslahatan di tengah masyarakat.

03/09/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa
Dari Dapur Umum BAZNAS, Penyintas Gempa NTT Bangkit dan Menguatkan Sesama

MANGGARAI — Gempa memang meruntuhkan rumah Mashita. Namun, bencana itu tak mampu meruntuhkan semangatnya untuk membantu sesama.

Di tengah duka karena rumah keluarganya terdampak dan sebagian runtuh akibat gempa, Mashita justru memilih berdiri di antara para relawan Dapur Umum Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS).

Setiap pagi, selepas menunaikan salat Subuh, guru di Pondok Pesantren Pancasila Reok itu ikut menyiapkan makanan bagi warga yang terdampak gempa.

Bagi Mashita, membantu sesama menjadi cara untuk tetap kuat.

Mashita merupakan warga Desa Salama, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Gempa yang mengguncang wilayah tersebut meninggalkan luka mendalam bagi keluarganya. Rumah tempat tinggalnya bersama keluarga mengalami kerusakan parah.

Kedua orang tuanya hingga kini masih bertahan di posko pengungsian karena kondisi rumah belum memungkinkan untuk ditempati kembali.

Saat gempa terjadi, Mashita sedang berada di Pondok Pesantren Pancasila Reok, tempat ia mengabdikan diri sebagai guru.

Ketika tanah berguncang hebat, suasana panik pun terjadi. Bersama para santri, Mashita segera berhamburan menuju tempat yang lebih aman.

Namun, di tengah kepanikan itu, ia memilih memastikan para santri terlebih dahulu berada dalam kondisi selamat.

Setelah seluruh santri berkumpul di tempat terbuka, barulah pikirannya tertuju kepada kedua orang tuanya di rumah.

Ia segera menghubungi mereka.

Syukur, kedua orang tuanya selamat.

Bagi Mashita, rumah yang rusak mungkin masih bisa dibangun kembali. Namun keselamatan orang-orang tercinta adalah hal yang jauh lebih berharga.

Ketika BAZNAS membuka dapur umum di Pondok Pesantren Pancasila Reok, ia justru ikut bergabung menjadi relawan.

Bersama relawan lainnya, Mashita membantu menyiapkan sekitar 250 porsi makanan setiap hari.

Makanan tersebut kemudian didistribusikan ke sejumlah kampung dan posko mandiri, khususnya bagi warga yang belum mendapatkan bantuan atau wilayah yang logistiknya belum sepenuhnya masuk.

Bagi Mashita, seporsi makanan yang disiapkan dari dapur umum bukan sekadar bantuan pangan.

Lebih dari itu, makanan tersebut menjadi simbol bahwa para penyintas tidak sedang menghadapi bencana sendirian.

"Alhamdulillah, saya berterima kasih kepada BAZNAS yang sudah menyediakan dapur umum. Ini sangat membantu, baik bagi warga sekitar maupun bagi saya pribadi," ujar Mashita.

Sebagai seseorang yang turut merasakan dampak gempa, Mashita memahami betul bagaimana rasanya kehilangan rasa aman.

Namun pengalaman tersebut justru menguatkan keinginannya untuk membantu warga lain yang mengalami nasib serupa.

"Walaupun rumah saya terdampak dan sebagian runtuh, semangat saya tidak akan pernah runtuh untuk membantu teman-teman yang juga terdampak. Karena sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain," katanya.

Dapur Umum BAZNAS kini bukan hanya menjadi tempat memasak dan menyalurkan makanan.

Di tempat itu, tumbuh semangat saling menguatkan.

Mashita yang datang sebagai penyintas, kini ikut mengambil peran membantu penyintas lainnya.

Ia tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga ikut menyiapkan dan menyalurkan bantuan bagi warga yang membutuhkan.

Rumahnya mungkin belum kembali seperti semula.

Kedua orang tuanya pun masih bertahan di posko pengungsian.

Namun, di tengah keterbatasan, Mashita memilih untuk tetap bergerak.

Dari dapur umum BAZNAS, ia belajar bahwa bangkit tidak selalu berarti telah kembali memiliki rumah yang utuh.

Terkadang, bangkit berarti tetap mampu mengulurkan tangan kepada orang lain, meski diri sendiri sedang berada dalam keterbatasan.

Mashita pun berharap kepedulian para dermawan terus mengalir untuk membantu para penyintas gempa di NTT.

"Harapan saya ke depan ada uluran tangan dari para dermawan yang ikhlas membantu para penyintas gempa. Bantuan tersebut tidak harus sekaligus, tetapi bisa diberikan secara perlahan, bukan hanya untuk saya, tetapi juga untuk teman-teman lain yang rumah dan kehidupannya terdampak gempa," ucapnya.

Kisah Mashita menjadi pengingat bahwa di tengah bencana, harapan dapat lahir dari mana saja.

Bahkan dari mereka yang sedang kehilangan.

Dari sebuah dapur umum, Mashita membuktikan satu hal: gempa boleh meruntuhkan bangunan, tetapi kepedulian dan semangat kemanusiaan tidak boleh ikut runtuh.

BAZNAS melalui berbagai program tanggap bencana terus berupaya hadir untuk membantu masyarakat yang terdampak, mulai dari pemenuhan kebutuhan pangan hingga pendampingan bagi para penyintas. Sebab, zakat bukan sekadar tentang memberi bantuan, tetapi juga tentang menguatkan harapan dan membangkitkan sesama.

27/08/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa

Berita Terbaru

Wabup Bulukumba Bayar Zakat Fitrah di BAZNAS, Ajak Warga: Salurkan Lewat Lembaga Resmi!
Wabup Bulukumba Bayar Zakat Fitrah di BAZNAS, Ajak Warga: Salurkan Lewat Lembaga Resmi!
Bulukumba (17/03/2026) — Momentum Ramadhan dimanfaatkan Wakil Bupati Bulukumba, Andi Edy Manaf, untuk menunaikan kewajiban zakat fitrah. Ia langsung datang ke kantor Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bulukumba, Selasa (17/3), sebagai bentuk keteladanan bagi masyarakat. Kedatangan orang nomor dua di Bulukumba itu disambut hangat oleh jajaran pimpinan BAZNAS setempat. Dalam suasana yang khidmat dan penuh makna, Andi Edy Manaf menyerahkan zakat fitrahnya secara langsung. Aksi ini bukan sekadar menunaikan kewajiban pribadi, tetapi juga menjadi pesan kuat kepada publik tentang pentingnya menyalurkan zakat melalui lembaga resmi. “Zakat bukan hanya kewajiban, tetapi juga wujud kepedulian sosial. Saya mengajak seluruh masyarakat Bulukumba untuk menunaikan zakat fitrah melalui BAZNAS agar manfaatnya bisa dirasakan lebih luas,” tegasnya. Ia juga mengajak Aparatur Sipil Negara (ASN), pelaku usaha, hingga masyarakat umum untuk mempercayakan zakatnya kepada BAZNAS agar pengelolaannya lebih terarah, transparan, dan tepat sasaran kepada mustahik. Kenapa Harus Lewat BAZNAS? Penyaluran zakat melalui lembaga resmi seperti BAZNAS memiliki sejumlah keunggulan yang perlu dipahami masyarakat: Tepat Sasaran — Didistribusikan berdasarkan data mustahik yang terverifikasi Transparan & Akuntabel — Dikelola dengan sistem pelaporan yang jelas Dampak Lebih Luas — Tidak hanya konsumtif, tetapi juga produktif Terorganisir — Menjangkau wilayah-wilayah yang sulit dijangkau individu Inilah yang menjadi alasan mengapa peran BAZNAS semakin strategis dalam membangun kesejahteraan umat. Pimpinan BAZNAS Kabupaten Bulukumba mengapresiasi langkah yang dilakukan Wakil Bupati. Menurutnya, keteladanan pimpinan daerah menjadi energi besar untuk meningkatkan kesadaran berzakat di tengah masyarakat. “Ini contoh nyata yang sangat baik. Kami terus berupaya memberikan layanan terbaik, baik melalui konter langsung maupun layanan jemput zakat,” ujarnya. Selama bulan Ramadhan, BAZNAS Bulukumba memang membuka berbagai kanal layanan, mulai dari pembayaran langsung di kantor hingga layanan jemput zakat, guna memudahkan masyarakat menunaikan kewajibannya. Zakat fitrah bukan sekadar ritual tahunan, tetapi memiliki dimensi sosial yang sangat kuat. Melalui pengelolaan yang profesional, zakat mampu menjadi instrumen pemerataan ekonomi dan pengentasan kemiskinan. Dengan sinergi antara pemerintah daerah, BAZNAS, dan masyarakat, diharapkan pengumpulan zakat fitrah tahun ini meningkat signifikan dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan umat di Bulukumba. Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar, tapi juga tentang menghadirkan kepedulian. Dan zakat adalah jembatan menuju keberkahan itu.
BERITA18/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Siaga di Jalur Mudik! Pos Kesehatan Gratis di Demak Jadi Oase Para Pemudik
BAZNAS Siaga di Jalur Mudik! Pos Kesehatan Gratis di Demak Jadi Oase Para Pemudik
Demak (18/03/2026) — Tradisi mudik selalu identik dengan rindu yang menggebu menuju kampung halaman. Namun di balik perjalanan panjang itu, kelelahan kerap menjadi ancaman nyata bagi para pemudik. Menjawab kebutuhan tersebut, BAZNAS Kabupaten Demak hadir dengan layanan kesehatan gratis di jalur utama mudik, memastikan para “pejuang rindu” tetap prima hingga tujuan. Berlokasi di pelataran Masjid Ar-Rahman Kaligondang, sebuah tenda putih berdiri mencolok dengan spanduk bertuliskan “Layanan Kesehatan Gratis Pos Mudik 1447 H / 2026 M”. Di titik ini, para tenaga medis dengan sigap dan ramah menyambut pemudik yang singgah—baik untuk beristirahat sejenak maupun memeriksa kondisi kesehatan. Posko ini bukan hanya tempat berhenti biasa. BAZNAS menghadirkan layanan ini sebagai bagian dari 21 titik pos mudik yang tersebar di jalur utama Pulau Jawa. Fungsinya jelas: menjadi titik aman bagi pemudik yang mulai kelelahan, bahkan berisiko kehilangan fokus saat berkendara. “Kami ingin memastikan perjalanan mudik tahun ini tidak hanya lancar, tetapi juga aman secara medis. Kesehatan adalah kunci agar bisa merayakan Idul Fitri dengan bahagia bersama keluarga,” ujar salah satu petugas di lokasi. Tak sekadar formalitas, posko ini dilengkapi berbagai layanan yang benar-benar dibutuhkan pemudik: Pemeriksaan Kesehatan Dasar Mulai dari cek tekanan darah, suhu tubuh, hingga konsultasi medis ringan. Obat dan Vitamin Gratis Pemudik mendapatkan suplemen dan obat-obatan umum untuk menjaga stamina. Area Istirahat Nyaman Berlokasi di area masjid, pemudik bisa rehat sekaligus menunaikan ibadah dengan tenang. Edukasi Anti Microsleep Tips praktis bagi pengemudi agar tetap fokus dan terhindar dari kecelakaan. Dapur Air Tersedia minuman hangat dan makanan ringan untuk mengembalikan energi selama perjalanan. Layanan ini menjadi bukti nyata bagaimana dana zakat, infak, dan sedekah dikelola secara produktif oleh BAZNAS untuk kemaslahatan umat. Para pemudik, yang dalam Islam termasuk kategori musafir, menjadi salah satu kelompok yang berhak merasakan manfaatnya. Kehadiran posko ini bukan hanya tentang layanan kesehatan, tetapi juga menghadirkan rasa aman, kepedulian, dan sentuhan kemanusiaan di tengah padatnya arus mudik. Bagi Anda yang melintasi kawasan Kaligondang, Demak, dan mulai merasa lelah, jangan ragu untuk menepi sejenak. Di sana, BAZNAS telah menyiapkan ruang untuk beristirahat, memulihkan tenaga, dan melanjutkan perjalanan dengan lebih aman. Mudik bukan sekadar sampai tujuan, tapi juga tentang selamat di perjalanan.
BERITA18/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Punya “Peta Besar” Hadapi Disinformasi Global, Pakar: Tinggal Perkuat Tim!
BAZNAS Punya “Peta Besar” Hadapi Disinformasi Global, Pakar: Tinggal Perkuat Tim!
Jakarta – Di tengah derasnya arus informasi yang kian tak terbendung, ancaman disinformasi dan misinformasi kini menjelma menjadi tantangan global yang serius. Namun di balik situasi itu, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dinilai telah memiliki arah dan strategi yang jelas untuk menghadapinya. Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi Pemerintah RI, Hariqo Wibawa Satria, menegaskan bahwa BAZNAS tidak berjalan tanpa arah. Justru sebaliknya, lembaga ini dinilai sudah memiliki “peta komunikasi” yang kuat dalam merespons dinamika informasi dunia. “Sekarang disinformasi dan misinformasi sudah menjadi ancaman utama dunia berdasarkan Laporan Risiko Global 2025. Berita bohong itu berlari cepat, sementara klarifikasinya tertatih. Tapi BAZNAS sudah punya peta yang jelas. Tinggal bagaimana timnya diperkuat,” ujar Hariqo dalam forum Z-Talk di Jakarta, Senin (16/3/2026). Pernyataan itu disampaikan dalam kegiatan Z-Talk bertema “Zakat Menguatkan Indonesia Melalui Media Massa & Silaturahmi Forum Matraman” yang digelar di Gedung BAZNAS RI, Jakarta Timur. Z-Talk sendiri menjadi ruang strategis yang mempertemukan pimpinan Badan Amil Zakat Nasional dengan para praktisi media. Forum ini tak sekadar ajang diskusi, tapi juga upaya konkret membangun sinergi komunikasi yang lebih transparan, terbuka, dan berdampak luas. Hariqo menilai, langkah BAZNAS yang aktif membangun komunikasi dengan media, membuka ruang kritik, hingga menghadirkan langsung kisah para penerima manfaat (mustahik) adalah strategi yang tepat di era krisis kepercayaan. Menurutnya, publik tidak lagi cukup diyakinkan dengan angka dan laporan. Mereka butuh cerita nyata. “Cerita dari para penerima manfaat itu sangat kuat. Itu bukan sekadar narasi, tapi bukti bahwa zakat benar-benar mengubah kehidupan,” tegasnya. Ia juga mengapresiasi berbagai inovasi BAZNAS dalam meningkatkan literasi zakat, termasuk melalui lomba dan kampanye publik yang mendorong partisipasi masyarakat. Upaya ini dinilai penting untuk menangkal informasi keliru yang kerap beredar, terutama soal pengelolaan dana zakat. Tiga “P” Kunci Komunikasi: Program, Partisipasi, Publikasi Lebih jauh, Hariqo membeberkan formula penting dalam membangun komunikasi publik yang kuat. Ia menyebut ada tiga indikator utama yang harus dijaga, yakni: Program yang berjalan dengan baik dan berdampak Partisipasi masyarakat yang tinggi Publikasi yang luas dan terdokumentasi dengan baik “Tiga hal ini harus berjalan beriringan. Kalau program bagus tapi tidak dipublikasikan, dampaknya tidak terasa. Sebaliknya, publikasi tanpa program yang kuat juga tidak akan bertahan,” jelasnya. Kegiatan ini turut dihadiri jajaran pimpinan BAZNAS RI, di antaranya Sodik Mudjahid, Zainut Tauhid Sa’adi, serta sejumlah pimpinan lainnya. Selain itu, hadir pula tokoh-tokoh penting di bidang komunikasi dan media, seperti Amir Sodikin dan Andi Muhyiddin, yang turut memperkuat diskursus tentang peran media dalam membangun kepercayaan publik. Di tengah derasnya gelombang informasi yang kerap tak terkendali, BAZNAS dinilai tidak hanya bertahan, tetapi juga mulai mengambil posisi strategis sebagai lembaga yang adaptif dan responsif. Dengan peta komunikasi yang sudah terbentuk, penguatan tim, serta konsistensi dalam transparansi dan publikasi, BAZNAS diyakini mampu menjawab tantangan zaman—sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap pengelolaan zakat di Indonesia. Zakat bukan sekadar kewajiban, tapi kekuatan. Dan di era disinformasi, kekuatan itu harus disampaikan dengan cara yang benar.
BERITA18/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Minahasa Salurkan Beras Zakat di Desa Tikela, Hadirkan Kebahagiaan di Wilayah Perkebunan
BAZNAS Minahasa Salurkan Beras Zakat di Desa Tikela, Hadirkan Kebahagiaan di Wilayah Perkebunan
Minahasa 17/3/2026— Semangat kepedulian dan amanah zakat kembali diwujudkan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Minahasa melalui penyaluran bantuan beras zakat kepada masyarakat di Desa Tikela, Kecamatan Tombulu. Wilayah Desa Tikela yang berada di kawasan perkebunan dan pemukiman, serta berjarak cukup jauh dari pusat pemerintahan kecamatan, menjadi salah satu perhatian dalam distribusi zakat. Kondisi geografis tersebut kerap menjadi tantangan tersendiri dalam menjangkau masyarakat yang membutuhkan. Pendistribusian bantuan ini turut dibantu oleh Imam Masjid Daarus Sa’aada Manado yang berperan aktif dalam memberikan data penerima manfaat. Data tersebut difokuskan kepada warga yang berdomisili dengan KTP asal Kabupaten Minahasa, sehingga penyaluran zakat dapat tepat sasaran dan sesuai dengan prinsip keadilan dalam Islam. Sebanyak 10 penerima manfaat menerima bantuan beras zakat dan menyampaikan rasa syukur yang mendalam. Mereka mengaku, selama ini baru pertama kali mendapatkan bantuan dari BAZNAS Minahasa. “Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dan merasa senang. Bantuan ini sangat berarti bagi kami,” ungkap salah satu penerima dengan penuh haru. BAZNAS Minahasa menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Imam Masjid Daarus Sa’aada Ust. Thomas yang telah membantu dalam proses pendataan sekaligus ikut serta dalam penyaluran bantuan kepada masyarakat. Sinergi ini menjadi contoh nyata kolaborasi dalam kebaikan, sebagaimana ajaran Islam yang mendorong umatnya untuk saling tolong-menolong dalam kebajikan. Penyaluran zakat ini tidak hanya menjadi bentuk bantuan sosial semata, tetapi juga mengandung nilai edukasi tentang pentingnya zakat sebagai instrumen pemerataan kesejahteraan umat. Zakat adalah hak bagi mereka yang membutuhkan, dan kewajiban bagi yang mampu, sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Qur’an tentang pentingnya berbagi kepada sesama. Melalui kegiatan ini, BAZNAS Minahasa berharap kesadaran masyarakat untuk menunaikan zakat semakin meningkat, serta memperkuat semangat solidaritas dan ukhuwah Islamiyah di tengah kehidupan bermasyarakat. “Dari zakat, tumbuh keberkahan. Dari berbagi, lahir kebahagiaan.”
BERITA18/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Gerak Cepat! BAZNAS Siak Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Pusako
Gerak Cepat! BAZNAS Siak Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Pusako
Pusako — Aksi sigap ditunjukkan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Siak melalui program BAZNAS Tanggap Bencana (BTB). Tanpa menunggu lama, bantuan langsung disalurkan kepada korban kebakaran di Kampung Benayah, Kecamatan Pusako. Tim BTB BAZNAS Siak turun langsung ke lokasi, menyerahkan bantuan kepada warga terdampak yang tengah menghadapi masa sulit pasca musibah. Kehadiran mereka menjadi simbol nyata kepedulian dan solidaritas di tengah duka yang dirasakan masyarakat. Musibah kebakaran yang melanda Kampung Benayah menyebabkan kerugian besar bagi warga, baik dari sisi materi maupun tempat tinggal. Dalam kondisi darurat seperti ini, bantuan cepat menjadi kebutuhan utama. BAZNAS Siak pun hadir membawa bantuan yang difokuskan untuk memenuhi kebutuhan mendesak para korban, sekaligus memberikan dukungan moril agar mereka tetap kuat menghadapi cobaan. “Kami turut prihatin atas musibah ini. Semoga bantuan yang diberikan dapat membantu meringankan beban dan menjadi penyemangat bagi para korban untuk bangkit kembali,” ujar perwakilan BAZNAS di lokasi. Langkah cepat ini menjadi bukti bahwa zakat, infak, dan sedekah tidak hanya berperan dalam program sosial rutin, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam penanganan bencana. Melalui BAZNAS Tanggap Bencana, bantuan dapat disalurkan secara cepat, terarah, dan tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan dalam kondisi darurat. BAZNAS Kabupaten Siak menegaskan komitmennya untuk terus hadir dalam setiap situasi krisis. Tidak hanya memberikan bantuan, tetapi juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kepedulian sosial dan semangat gotong royong. Di tengah musibah, solidaritas menjadi kekuatan utama untuk bangkit. Dan melalui aksi nyata seperti ini, harapan kembali dinyalakan bagi mereka yang terdampak. Saat musibah datang, kepedulian adalah cahaya. Dan zakat adalah jalannya.
BERITA17/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Tsamara Amany Ajak Gen Z Salurkan ZIS Lewat BAZNAS: “Anak Muda Punya Daya Besar untuk Ubah Negeri!”
Tsamara Amany Ajak Gen Z Salurkan ZIS Lewat BAZNAS: “Anak Muda Punya Daya Besar untuk Ubah Negeri!”
Jakarta — Semangat filantropi generasi muda kembali disorot. Staf Khusus Menteri Pemuda dan Olahraga Bidang Kebijakan Publik dan Komunikasi, Tsamara Amany, mengajak generasi Z (Gen Z) untuk menyalurkan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI. Ajakan ini disampaikan dalam forum Z-Talk: Zakat Menguatkan Indonesia yang digelar BAZNAS RI di Jakarta, sebuah ruang dialog strategis antara pimpinan BAZNAS dan insan media massa. “Anak muda Indonesia itu sangat dermawan dan ingin berkontribusi. Kalau ada ruangnya, mereka pasti bergerak. BAZNAS punya potensi besar jadi saluran utama aksi sosial anak muda,” ujar Tsamara. Menurut Tsamara, Gen Z bukan sekadar generasi digital, tetapi juga generasi yang memiliki empati tinggi terhadap isu sosial. Namun, ia menilai potensi besar ini belum sepenuhnya terhubung dengan BAZNAS. Salah satu tantangan utamanya adalah soal komunikasi. Ia menekankan pentingnya pendekatan impact narrative dan storytelling agar program-program BAZNAS lebih dekat dengan generasi muda, khususnya di media sosial. “Kalau cerita dampaknya kuat, storytelling-nya menyentuh, insyaallah makin banyak yang tergerak. Anak-anak muda ini sebenarnya hatinya sudah terpanggil,” tegasnya. Tsamara menilai, kisah sukses mustahik yang berhasil mandiri atau aksi kemanusiaan di wilayah konflik harus lebih sering diangkat ke publik. Menurutnya, narasi yang kuat bukan hanya membangun kepercayaan, tapi juga mampu menggerakkan gelombang solidaritas baru. “Orang perlu tahu bahwa ada lembaga yang benar-benar bekerja, yang menghadirkan perubahan nyata. Dari situ, keinginan untuk ikut membantu akan tumbuh,” katanya. Dalam kesempatan tersebut, Tsamara juga mengapresiasi capaian BAZNAS yang dinilai luar biasa. Pada tahun 2023, BAZNAS berhasil membantu sekitar 54.000 orang keluar dari garis kemiskinan. Tak hanya itu, peran BAZNAS dalam aksi kemanusiaan global, khususnya untuk Palestina, juga mendapat sorotan. Dana solidaritas yang terkumpul bahkan mencapai ratusan miliar rupiah. “Ini kerja besar yang harus kita apresiasi dan dorong. Karena dari sinilah kepercayaan publik akan terus tumbuh,” ujarnya. Kegiatan Z-Talk sendiri menjadi salah satu forum strategis untuk memperkuat komunikasi antara BAZNAS dan media massa. Selain Tsamara, acara ini juga dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya: Sodik Mudjahid (Ketua BAZNAS RI) Zainut Tauhid Sa'adi (Wakil Ketua BAZNAS RI) Rizaludin Kurniawan Idy Muzayyad Ending Syarifuddin Neyla Saida Anwar Adita Irawati Amir Sodikin Andi Muhyiddin Melalui forum ini, BAZNAS berharap sinergi dengan media semakin kuat, sehingga pesan-pesan kebaikan dan dampak zakat dapat menjangkau lebih luas masyarakat. Ajakan Tsamara menjadi pengingat bahwa zakat bukan hanya kewajiban, tetapi juga instrumen perubahan sosial yang besar—terutama jika digerakkan oleh generasi muda. Kini, di tangan Gen Z, zakat bukan sekadar ibadah. Tapi juga gerakan untuk menguatkan Indonesia.
BERITA17/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
H-3 Idulfitri, Distribusi Zakat Fitrah Masjid Al-Hijrah Tuntas Bertahap: Diawasi Langsung, Dikelola Profesional, Berdampak Nyata
H-3 Idulfitri, Distribusi Zakat Fitrah Masjid Al-Hijrah Tuntas Bertahap: Diawasi Langsung, Dikelola Profesional, Berdampak Nyata
Minahasa, 17 Maret 2026 — Pengelolaan zakat fitrah di Masjid Al-Hijrah kembali menunjukkan praktik terbaik yang tidak hanya profesional, tetapi juga sarat nilai spiritual. Hingga H-3 Idulfitri, seluruh zakat jemaah telah terkumpul dan mulai didistribusikan secara bertahap kepada para mustahik dengan sistem yang tertata, cepat, dan tepat sasaran. Sebelum proses pendistribusian dimulai, seluruh pengurus UPZ Masjid Al-Hijrah terlebih dahulu menggelar doa bersama yang dipimpin langsung oleh Imam masjid, sebagai bentuk ikhtiar spiritual agar zakat yang disalurkan membawa keberkahan bagi semua pihak. Imam Masjid Al-Hijrah, Kiki Palamani, memimpin doa dengan penuh khidmat, memohon agar seluruh zakat yang ditunaikan diterima oleh Allah SWT dan menjadi keberkahan bagi para muzakki maupun mustahik. “Ya Allah, terimalah zakat dari para muzakki kami, sucikan harta dan jiwa mereka, lapangkan rezekinya, serta jadikan zakat ini sebagai jalan keberkahan. Dan kepada para mustahik, berikan kecukupan, kekuatan, serta kemudahan agar suatu saat dapat menjadi muzakki,” demikian doa yang dipanjatkan. Suasana haru terasa ketika doa dipanjatkan, menegaskan bahwa zakat bukan sekadar aktivitas distribusi, tetapi juga ibadah yang menyatukan kepedulian sosial dan nilai keimanan. Wakil Ketua IV BAZNAS Minahasa, Sahlan Kokalo, turut hadir menyaksikan langsung jalannya distribusi. “Kami melihat proses ini berjalan sangat baik—terdata, transparan, dan tepat sasaran. Ditambah dengan dimulai dari doa bersama, ini menunjukkan bahwa pengelolaan zakat tidak hanya profesional, tetapi juga menjaga nilai spiritualnya,” ujarnya. Ketua UPZ Masjid Al-Hijrah, Samsul Arif, menjelaskan bahwa penyaluran dilakukan secara bertahap agar berjalan tertib dan maksimal. “Alhamdulillah, pembagian tahap awal telah kami selesaikan setelah salat Magrib. Selanjutnya, pendistribusian zakat fitrah akan kami lanjutkan kembali setelah salat Isya. Kami berupaya semaksimal mungkin agar seluruh penyaluran bisa tuntas malam ini,” ujarnya. Ia juga menyampaikan adanya peningkatan partisipasi jemaah tahun ini. “Pemasukan zakat meningkat sekitar 25 persen dibanding tahun lalu. Sementara jumlah mustahik menurun karena program pemberdayaan sudah mulai berjalan,” tambahnya. Ketua BTM, Ibrahim Hamid, menegaskan bahwa zakat harus dikelola secara berkelanjutan. “Zakat tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan sesaat, tetapi harus mampu mengangkat ekonomi umat. Program zakat produktif yang berjalan mulai menunjukkan hasil nyata,” jelasnya. Rangkaian proses yang dimulai dari doa, dilanjutkan dengan distribusi yang cepat dan terukur, menjadi bukti bahwa pengelolaan zakat di Masjid Al-Hijrah mengedepankan keseimbangan antara profesionalitas dan nilai spiritual. Dengan kolaborasi antara UPZ, BTM, keimaman, serta pengawasan dari BAZNAS, pengelolaan zakat tidak hanya berjalan lancar, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan umat. Model ini menjadi inspirasi bahwa zakat, ketika dikelola dengan baik dan diawali dengan niat yang tulus, mampu menjadi kekuatan besar dalam membangun kemandirian dan keberkahan bersama.
BERITA17/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Malam ke-26 Ramadhan, Kultum Masjid Al-Hijrah Ingatkan Pedagang Muslim: Kesabaran dan Kejujuran Kunci Rezeki
Malam ke-26 Ramadhan, Kultum Masjid Al-Hijrah Ingatkan Pedagang Muslim: Kesabaran dan Kejujuran Kunci Rezeki
Minahasa, 16 Maret 2026 – Malam ke-26 Ramadhan di Masjid Al-Hijrah, Minahasa, menjadi momen penuh hikmah bagi ratusan jamaah yang mayoritas berprofesi sebagai pedagang. Dalam kultum yang disampaikan Bapak Mulyadi, SE, Sekretaris BTM sekaligus Ketua Majelis Taklim, beliau menekankan bahwa kesabaran, amanah, dan tawakkal adalah kunci sukses dalam menjalankan bisnis dan kehidupan sehari-hari. Dalam ceramahnya, Bapak Mulyadi mengingatkan bahwa profesi pedagang maupun petani menuntut kesabaran yang luar biasa. “Seorang petani menunggu panen selama tiga bulan lebih, pedagang menunggu waktu yang tepat untuk bertransaksi. Disinilah nilai tawakkal dan kesabaran diuji,” ujarnya. Bapak Mulyadi juga menekankan prinsip jujur dan amanah, sebagaimana dicontohkan Rasulullah SAW. Mengutip surat Al-Kahf ayat 1-3, beliau mengingatkan pedagang agar tidak mengurangi timbangan atau menipu dalam transaksi. “Cukuplah kita menyeimbangkan, sehingga semua pihak dapat mempertanggungjawabkan,” tegasnya. Kultum ini juga menyinggung keteladanan sahabat Nabi, seperti Ustaz bin Affan, yang harta dan keberhasilannya tidak hanya untuk kepentingan pribadi, tetapi juga dimanfaatkan untuk kesejahteraan umat. Data jamaah yang hadir menunjukkan mayoritas pedagang dan petani, membuat pesan kultum ini terasa sangat relevan. “Kalau kita ingin sukses, kita harus meneladani Rasulullah SAW dalam berdagang. Kejujuran dan amanah adalah kunci rezeki,” tambahnya. Malam ke-26 Ramadhan ini menjadi pengingat penting bagi para pedagang Muslim bahwa rezeki bukan sekadar soal materi, tapi juga tentang akhlak dan keberkahan dalam berbisnis. Kultum Bapak Mulyadi mengajarkan bahwa bisnis yang sukses adalah bisnis yang jujur, sabar, dan bermanfaat bagi masyarakat luas.
BERITA16/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
PT Asuransi Jiwa Syariah AL AMIN Tunaikan Zakat Perusahaan Rp2,3 Miliar Melalui BAZNAS RI
PT Asuransi Jiwa Syariah AL AMIN Tunaikan Zakat Perusahaan Rp2,3 Miliar Melalui BAZNAS RI
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menerima penyaluran zakat perusahaan dari PT Asuransi Jiwa Syariah AL AMIN sebesar Rp2.375.896.492,08,- yang akan dialokasikan untuk mendukung berbagai program kemaslahatan umat guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Penyerahan zakat perusahaan dilakukan secara simbolis oleh Dewan Komisaris PT Asuransi Jiwa Syariah AL AMIN dan diterima langsung oleh Deputi I Bidang Pengumpulan Mohamad Arifin Purwakananta, di Gunawarman Menara BRIPens di Jakarta, Jumat (13/3/2026). Deputi I Bidang Pengumpulan BAZNAS RI Mohamad Arifin Purwakananta menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepercayaan yang kembali diberikan oleh PT Asuransi Jiwa Syariah AL AMIN kepada BAZNAS dalam menyalurkan zakat perusahaan. “Hari ini kami menyambut undangan dari PT Asuransi Jiwa Syariah AL AMIN untuk mensyiarkan pelaksanaan zakat perusahaan juga zakat karyawan yang diberikan kepada BAZNAS RI," ujar Arifin di Jakarta, Jumat (13/3/2026). Arifin berharap penyerahan zakat perusahaan ini dapat menjadi contoh bagi perusahaan-perusahaan lain untuk peduli kepada sesama dan menjalankan syariat zakat. Karena dengan menyerahkan zakat melalui lembaga resmi, perusahaan tidak hanya menjalankan kewajiban syariat, tetapi juga membantu memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi melalui pemberdayaan umat. Lebih lanjut, Arifin menjelaskan, dana zakat yang dihimpun BAZNAS akan disalurkan melalui sejumlah program strategis, mulai dari pemberdayaan ekonomi produktif, pendidikan, layanan kesehatan, hingga bantuan kemanusiaan bagi masyarakat rentan. “BAZNAS berkomitmen menjaga amanah para muzaki dengan memastikan pengelolaan zakat dilakukan secara transparan, akuntabel, dan tepat sasaran sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh para mustahik,” ungkapnya. Sementara itu, Komisaris Independen PT Asuransi Jiwa Syariah AL AMIN Soekotjo Soeparto, S.H., LL.M., CRGP mengatakan, penyaluran zakat perusahaan melalui BAZNAS merupakan komitmen perusahaan dalam menjalankan prinsip syariah sekaligus memperkuat tanggung jawab sosial kepada masyarakat. “Yang pasti bahwa penyerahan zakat ini sudah menjadi agenda tetap oleh PT Asuransi Jiwa Syariah AL AMIN dan kami memilih BAZNAS karena BAZNAS adalah lembaga negara yang sudah teruji, penting teruji terus. BAZNAS juga punya lingkungan kerja yang luar biasa luasnya, ada di setiap kota dan provinsi,” ujar Soekotjo. Soekotjo menambahkan, "Dengan menggandeng BAZNAS, kami percaya zakat perusahaan ini dapat disalurkan secara lebih efektif, transparan, dan tepat sasaran. Untuk pemanfaatannya, kami percayakan keseluruhan pengelolaannya kepada BAZNAS.”
BERITA16/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Gubernur hingga Kepala OPD Ramai-ramai Bayar Zakat, Sekda Sumsel Ajak ASN Salurkan ZIS Lewat BAZNAS
Gubernur hingga Kepala OPD Ramai-ramai Bayar Zakat, Sekda Sumsel Ajak ASN Salurkan ZIS Lewat BAZNAS
Palembang – Semangat menunaikan zakat di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan kian menguat. Mulai dari gubernur hingga para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tampak berbondong-bondong menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Provinsi Sumatera Selatan. Gerakan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pengelolaan zakat secara profesional, transparan, dan akuntabel sekaligus memperluas manfaatnya bagi masyarakat yang membutuhkan. Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan, Edward Candra, mengajak seluruh OPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan untuk menyalurkan zakat melalui lembaga resmi negara tersebut. Menurutnya, penyaluran zakat melalui BAZNAS Provinsi Sumatera Selatan merupakan langkah strategis untuk memastikan pengelolaan dana umat berjalan dengan baik dan tepat sasaran. “Melalui BAZNAS, potensi zakat dari ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dapat dihimpun secara optimal sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” ujar Edward Candra. Ia menegaskan bahwa zakat tidak hanya merupakan kewajiban ibadah bagi umat Islam, tetapi juga memiliki peran penting dalam membangun kepedulian sosial serta membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan pengelolaan yang terorganisir, dana zakat yang dihimpun nantinya akan disalurkan melalui berbagai program pemberdayaan yang dijalankan oleh BAZNAS Provinsi Sumatera Selatan. Program-program tersebut antara lain meliputi: bantuan pendidikan bagi pelajar dari keluarga kurang mampu layanan kesehatan bagi masyarakat dhuafa bantuan sosial kemanusiaan program pemberdayaan ekonomi umat Melalui program tersebut, zakat diharapkan tidak hanya menjadi bantuan sesaat, tetapi juga mampu mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. Gerakan zakat yang melibatkan ASN ini juga menjadi contoh nyata bagaimana sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga pengelola zakat dapat memberikan dampak sosial yang luas. Dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah, BAZNAS Provinsi Sumatera Selatan diharapkan mampu mengoptimalkan potensi zakat di Sumatera Selatan sehingga dapat membantu lebih banyak masyarakat yang membutuhkan. Langkah ini sekaligus memperkuat gerakan zakat sebagai salah satu instrumen penting dalam mengurangi kemiskinan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah.
BERITA16/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Gubernur Pramono Resmikan Program Bedah Rumah, 26 Warga Jakarta Terima Kunci Hunian Layak
Gubernur Pramono Resmikan Program Bedah Rumah, 26 Warga Jakarta Terima Kunci Hunian Layak
Jakarta – Kabar gembira datang bagi warga kurang mampu di Ibu Kota. Pramono Anung meresmikan program bedah rumah dan menyerahkan secara simbolis kunci hunian kepada sejumlah warga di kawasan Jalan Serdang Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (16/3/2026). Program ini merupakan kolaborasi antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan BAZNAS (BAZIS) Provinsi DKI Jakarta dalam menghadirkan rumah yang lebih layak, aman, dan sehat bagi masyarakat yang membutuhkan. Pada tahap awal ini, sebanyak 26 unit rumah berhasil direnovasi dengan sebaran di berbagai wilayah Jakarta. Rinciannya, 10 unit di Jakarta Pusat, 4 unit di Jakarta Barat, 11 unit di Jakarta Selatan, dan 1 unit di Jakarta Utara. Setiap rumah mendapatkan dukungan anggaran renovasi sekitar Rp50 juta hingga Rp55 juta, dengan waktu pengerjaan rata-rata tiga minggu hingga satu bulan. Selama proses renovasi berlangsung, BAZNAS (BAZIS) Provinsi DKI Jakarta juga menanggung biaya sewa tempat tinggal sementara bagi pemilik rumah agar mereka tetap memiliki tempat tinggal yang layak. Dalam kesempatan tersebut, Pramono menegaskan bahwa program bedah rumah ini akan terus diperluas agar semakin banyak warga yang merasakan manfaatnya. “Tadi saya meminta kepada penyelenggara, terutama BAZNAS (BAZIS), untuk berkolaborasi dengan BUMD dan BUMN agar semua agama diberikan kesempatan mendapatkan program bedah rumah ini,” ujar Pramono Anung. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sendiri menargetkan sekitar 633 rumah akan direnovasi pada tahun 2026, sementara program serupa yang dilaksanakan pada tahun 2025 telah terealisasi sepenuhnya. Sementara itu, Ketua BAZNAS (BAZIS) Provinsi DKI Jakarta, Akhmad H. Abubakar menjelaskan bahwa program bedah rumah merupakan bagian dari pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ia mengungkapkan bahwa sejak tahun 2019 hingga 2025, pihaknya telah berhasil merenovasi sebanyak 3.509 unit rumah yang tersebar di lima wilayah kota administrasi DKI Jakarta serta Kepulauan Seribu. “Kami mengucapkan terima kasih kepada para muzaki yang telah menyalurkan ZIS melalui BAZNAS (BAZIS) Provinsi DKI Jakarta. Dukungan tersebut memungkinkan berbagai program kemaslahatan, termasuk bedah rumah bagi masyarakat yang membutuhkan, dapat terus berjalan dan memberikan manfaat nyata,” kata Akhmad H. Abubakar. Ia menambahkan, keberhasilan program ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, DPRD, hingga mitra strategis dari sektor BUMN, BUMD, dan swasta. “Melalui kolaborasi tersebut, kami berharap semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaat program ini dan memiliki hunian yang lebih layak, aman, dan sehat,” ujarnya. Program bedah rumah ini menjadi bukti nyata bagaimana dana zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun melalui BAZNAS (BAZIS) Provinsi DKI Jakarta mampu menghadirkan perubahan nyata bagi kehidupan masyarakat. Tak sekadar memperbaiki bangunan, program ini juga menghadirkan harapan baru bagi warga, sekaligus menjadi langkah konkret dalam mewujudkan hunian yang layak dan kehidupan yang lebih sejahtera bagi masyarakat Jakarta.
BERITA16/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Mengapa UPZ Wajib Melapor ke BAZNAS? Ini Penjelasan yang Banyak Belum Dipahami Pengurus Masjid
Mengapa UPZ Wajib Melapor ke BAZNAS? Ini Penjelasan yang Banyak Belum Dipahami Pengurus Masjid
Pengelolaan zakat di Indonesia saat ini telah memiliki sistem yang jelas dan terstruktur. Dalam sistem tersebut, keberadaan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) memegang peranan yang sangat penting karena berada paling dekat dengan masyarakat, khususnya di lingkungan masjid, instansi, maupun komunitas. Namun dalam praktiknya, masih ada sebagian pengurus UPZ yang bertanya-tanya: apakah UPZ wajib melaporkan pengelolaan zakat kepada BAZNAS? Pertanyaan ini sering muncul karena belum semua pengurus memahami bagaimana sistem pengelolaan zakat nasional bekerja. Padahal dalam regulasi yang berlaku, UPZ memang memiliki kewajiban untuk melaporkan kegiatan penghimpunan dan penyaluran zakat kepada Badan Amil Zakat Nasional sebagai lembaga resmi negara yang mengoordinasikan pengelolaan zakat di Indonesia. Pengelolaan zakat di Indonesia diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat. Undang-undang ini menegaskan bahwa pengelolaan zakat secara nasional berada di bawah koordinasi Badan Amil Zakat Nasional. Dalam sistem ini, UPZ dibentuk sebagai perpanjangan tangan BAZNAS untuk membantu menghimpun zakat di tingkat yang lebih dekat dengan masyarakat. UPZ dapat dibentuk di berbagai tempat, seperti: masjid dan mushola instansi pemerintah perusahaan sekolah dan perguruan tinggi komunitas masyarakat Dengan adanya UPZ, penghimpunan zakat menjadi lebih mudah, terorganisir, dan menjangkau masyarakat secara luas. Dalam ajaran Islam, pengelolaan zakat merupakan bagian dari sistem sosial yang memiliki aturan yang jelas. Al-Qur’an menyebutkan bahwa salah satu golongan penerima zakat adalah amil zakat, yaitu orang-orang yang mengelola dan mengurus zakat. Hal ini dijelaskan dalam Surah At-Taubah ayat 60, yang menyebutkan delapan golongan penerima zakat (asnaf), salah satunya adalah amil. Artinya, mereka yang diberi amanah untuk mengelola zakat memiliki peran yang sangat penting dalam memastikan zakat sampai kepada yang berhak menerimanya. Mengapa UPZ Harus Melapor? Pelaporan dari UPZ kepada BAZNAS memiliki beberapa tujuan penting. Pertama, menjaga transparansi pengelolaan zakat. Zakat adalah dana umat yang harus dikelola secara terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan. Kedua, membangun sistem data zakat nasional. Melalui laporan dari UPZ, BAZNAS dapat mengetahui potensi zakat dan distribusinya di berbagai wilayah. Ketiga, meningkatkan kepercayaan masyarakat. Masyarakat akan lebih percaya ketika zakat yang mereka tunaikan dikelola secara resmi dan dilaporkan kepada lembaga yang berwenang. Keempat, memperkuat program pemberdayaan umat. Data dari UPZ membantu Badan Amil Zakat Nasional merancang berbagai program sosial, pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat yang membutuhkan. Secara umum, laporan UPZ mencakup beberapa hal penting, antara lain: 1. Laporan penghimpunan zakat zakat fitrah zakat maal infak dan sedekah 2. Laporan penyaluran zakat bantuan kepada fakir dan miskin bantuan pendidikan bantuan sosial keagamaan program pemberdayaan masyarakat 3. Laporan administrasi dan saldo dana Dengan adanya laporan ini, pengelolaan zakat dapat tercatat dengan baik dan mudah dipertanggungjawabkan. Pada praktiknya, laporan UPZ dapat dilakukan secara: bulanan triwulan atau tahunan Banyak UPZ di masjid biasanya menyampaikan laporan setelah Ramadhan, terutama terkait pengelolaan zakat fitrah, serta laporan tahunan pengelolaan zakat. Pelaporan tersebut disampaikan kepada BAZNAS di tingkat kabupaten atau kota sesuai wilayah kerja UPZ. Menjadi pengurus UPZ bukan sekadar tugas administratif, tetapi juga amanah besar dalam mengelola titipan umat. Oleh karena itu, setiap pengurus UPZ perlu menjunjung tinggi prinsip: amanah dalam pengelolaan dana transparansi dalam pelaporan akuntabilitas dalam penggunaan dana profesionalitas dalam pelayanan kepada masyarakat Ketika zakat dikelola dengan baik dan dilaporkan secara tertib kepada Badan Amil Zakat Nasional, maka zakat akan menjadi kekuatan besar dalam membantu masyarakat yang membutuhkan. Unit Pengumpul Zakat merupakan bagian penting dalam sistem pengelolaan zakat di Indonesia. Melalui kerja para pengurus UPZ di masjid, instansi, dan berbagai komunitas, zakat dapat dihimpun secara lebih luas dan disalurkan kepada masyarakat yang berhak menerimanya. Karena itu, pelaporan kepada Badan Amil Zakat Nasional bukan hanya kewajiban administratif, tetapi juga bagian dari upaya menjaga amanah umat. Dengan pengelolaan yang transparan, profesional, dan penuh keikhlasan, zakat akan terus menjadi kekuatan sosial yang mampu menghadirkan harapan, mengurangi kesenjangan, dan membangun kesejahteraan bagi masyarakat luas.
BERITA16/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Hak Amil UPZ: Penjelasan yang Masih Sering Disalahpahami Pengurus Zakat
Hak Amil UPZ: Penjelasan yang Masih Sering Disalahpahami Pengurus Zakat
Dalam sistem pengelolaan zakat di Indonesia, keberadaan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) memiliki peran yang sangat strategis. UPZ menjadi ujung tombak dalam menghimpun zakat dari masyarakat di masjid, instansi, maupun lingkungan komunitas. Melalui kerja para pengurus UPZ, zakat dapat terkumpul secara teratur dan disalurkan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan. UPZ sendiri bekerja di bawah koordinasi Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat. Karena itu, para pengurus UPZ pada hakikatnya menjalankan fungsi sebagai amil zakat, yaitu pihak yang diberi amanah untuk mengelola zakat umat secara profesional dan bertanggung jawab. Namun dalam praktiknya, masih banyak pengurus UPZ yang belum memahami secara utuh mengenai hak amil, sehingga sering muncul keraguan dalam mengelola dana operasional zakat. Dalam ajaran Islam, amil bukan hanya pengelola zakat, tetapi juga termasuk salah satu golongan yang berhak menerima bagian dari zakat. Hal ini ditegaskan dalam Al-Qur'an Surah At-Taubah ayat 60 yang menyebutkan delapan golongan penerima zakat (asnaf), salah satunya adalah amil zakat. Artinya, Islam memberikan penghargaan kepada mereka yang meluangkan waktu, tenaga, dan pikiran untuk mengurus zakat umat. Dalam praktik pengelolaan zakat yang dijalankan oleh Badan Amil Zakat Nasional, hak amil dapat mencapai maksimal 12,5 persen dari dana zakat yang dihimpun. Hak ini bukanlah bentuk keuntungan pribadi, melainkan dukungan agar pengelolaan zakat dapat berjalan dengan baik, tertib, dan profesional. Hak amil biasanya digunakan untuk mendukung berbagai kegiatan pengelolaan zakat, antara lain: operasional kegiatan UPZ administrasi dan pelaporan zakat transportasi kegiatan penghimpunan sosialisasi dan edukasi zakat kepada masyarakat serta dukungan kegiatan pelayanan umat Dengan adanya hak amil, pengurus UPZ dapat menjalankan tugasnya dengan lebih terorganisir, transparan, dan berkelanjutan. Amanah Besar yang Harus Dijaga Meski amil memiliki hak, para pengurus UPZ perlu memahami bahwa pengelolaan zakat adalah amanah besar. Dana zakat merupakan titipan umat yang harus dijaga dengan penuh kejujuran dan tanggung jawab. Karena itu, pengelolaan zakat harus selalu berpegang pada prinsip: Transparansi dalam pencatatan dan pelaporan Akuntabilitas dalam penggunaan dana Profesionalitas dalam pelayanan kepada masyarakat Keikhlasan dalam menjalankan amanah Hak amil bukanlah tujuan utama, melainkan sarana agar pengelolaan zakat dapat berjalan secara efektif dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. UPZ yang aktif, amanah, dan profesional dapat menjadi kekuatan besar dalam membangun kesejahteraan umat. Melalui kerja para pengurus UPZ, zakat tidak hanya menjadi bantuan konsumtif, tetapi juga dapat menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi masyarakat. Karena itu, pemahaman yang benar mengenai hak dan tanggung jawab amil sangat penting bagi setiap pengurus UPZ. Ketika zakat dikelola dengan baik, maka zakat akan menjadi kekuatan sosial yang mampu membantu fakir miskin, mengurangi kesenjangan, dan menghadirkan keberkahan bagi masyarakat. Keberadaan UPZ merupakan bagian penting dalam sistem pengelolaan zakat nasional yang dikoordinasikan oleh Badan Amil Zakat Nasional. Dengan memahami secara benar tentang hak amil, para pengurus UPZ dapat menjalankan amanahnya dengan lebih percaya diri, profesional, dan bertanggung jawab. Lebih dari itu, pengelolaan zakat yang baik akan menghadirkan dampak besar bagi kehidupan umat. Dari tangan para amil yang amanah, zakat akan menjadi kekuatan yang tidak hanya membantu sesama, tetapi juga membangun harapan dan kesejahteraan bagi masyarakat luas.
BERITA16/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
SK UPZ Masjid Nurut Taqwa Sea Resmi Terbit, BAZNAS Minahasa Perkuat Gerakan Zakat dari Masjid
SK UPZ Masjid Nurut Taqwa Sea Resmi Terbit, BAZNAS Minahasa Perkuat Gerakan Zakat dari Masjid
MINAHASA – Kabar baik datang dari penguatan tata kelola zakat di tingkat masjid. Surat Keputusan (SK) kepengurusan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di Masjid Nurut Taqwa Sea resmi diterbitkan oleh Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Minahasa. Terbitnya SK tersebut menjadi langkah penting dalam menata pengelolaan zakat, infak, dan sedekah agar lebih tertib, profesional, serta terintegrasi dengan sistem pengelolaan zakat nasional melalui BAZNAS. Pembentukan kepengurusan UPZ sebelumnya telah melalui proses musyawarah bersama pengurus masjid serta mendapat persetujuan dari Imam Masjid Nurut Taqwa Sea Ahad Bualo dan pengurus Badan Takmir Masjid (BTM). Dengan terbitnya SK tersebut, kepengurusan UPZ kini memiliki dasar hukum yang kuat untuk menjalankan tugas penghimpunan zakat dari para muzakki di lingkungan jamaah. Ketua BTM Masjid Nurut Taqwa Sea, Nusjri Taroreh, MH, menyampaikan rasa syukur atas terbitnya SK kepengurusan UPZ tersebut. Menurutnya, keberadaan UPZ di masjid akan memperkuat peran masjid tidak hanya sebagai pusat ibadah, tetapi juga pusat gerakan sosial umat. “Alhamdulillah, dengan terbitnya SK UPZ ini kami berharap pengelolaan zakat di lingkungan Masjid Nurut Taqwa Sea dapat berjalan lebih tertib dan terarah. Kami mendukung penuh kehadiran UPZ sebagai wadah resmi untuk menghimpun zakat, infak, dan sedekah dari jamaah agar penyalurannya lebih tepat sasaran dan membawa manfaat yang luas bagi masyarakat,” ujar Nusjri. Sementara itu, Wakil Ketua IV BAZNAS Minahasa, Sahlan Kokalo, menegaskan bahwa UPZ memiliki peran strategis sebagai perpanjangan tangan BAZNAS dalam menghimpun potensi zakat di tengah masyarakat. Menurutnya, keberadaan UPZ di masjid menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran umat untuk menunaikan zakat melalui lembaga resmi yang terpercaya. “Dengan terbitnya SK ini, kami berharap UPZ Masjid Nurut Taqwa Sea dapat menjalankan tugasnya dengan penuh amanah. UPZ bukan hanya menghimpun zakat, tetapi juga menjadi sarana edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya zakat sebagai instrumen kesejahteraan umat,” kata Sahlan. Ia juga berharap kepengurusan UPZ yang baru dapat menjadi motor penggerak gerakan zakat di tingkat masjid dan lingkungan masyarakat sekitar. “Potensi zakat di tingkat masjid sangat besar. Jika dikelola dengan baik, zakat dapat menjadi kekuatan ekonomi umat yang membantu fakir miskin, mendukung pendidikan, serta memperkuat program pemberdayaan masyarakat,” tambahnya. Terbitnya SK UPZ ini sekaligus menjadi momentum bagi jamaah Masjid Nurut Taqwa Sea untuk semakin aktif menunaikan zakat melalui sistem yang terorganisir dan terpercaya. BAZNAS Minahasa berharap langkah ini dapat menjadi contoh bagi masjid-masjid lainnya di wilayah Minahasa dalam membangun tata kelola zakat yang profesional, transparan, dan berdampak luas bagi kesejahteraan umat.
BERITA16/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Salurkan Zakat Fitrah untuk Difabel dan Dhuafa di Rawa Buaya, 80 Warga Terima Beras 5 Kg
BAZNAS Salurkan Zakat Fitrah untuk Difabel dan Dhuafa di Rawa Buaya, 80 Warga Terima Beras 5 Kg
Jakarta — Semangat kepedulian di bulan suci Ramadhan kembali diwujudkan melalui aksi nyata. Badan Amil Zakat Nasional menyalurkan bantuan zakat fitrah berupa paket beras 5 kilogram kepada 80 penerima manfaat yang terdiri dari kelompok difabel dan dhuafa di kawasan Rawa Buaya, Sabtu (14/3/2026). Penyaluran bantuan tersebut berlangsung di Rumah Belajar Winsar, sebuah pusat kegiatan bagi komunitas disabilitas prasejahtera di wilayah itu, yang diselenggarakan bekerja sama dengan MI Daarusshofa. Sekretaris Utama Badan Amil Zakat Nasional, Subhan Cholid, mengatakan penyaluran zakat fitrah ini merupakan bagian dari tanggung jawab BAZNAS dalam memastikan amanah para muzaki benar-benar sampai kepada para mustahik, terutama kelompok rentan. “Penyaluran zakat fitrah ini adalah amanah dari para muzaki yang kami prioritaskan bagi kelompok rentan, termasuk saudara-saudara kita penyandang disabilitas. Kami ingin memastikan bahwa pada hari yang fitri nanti, tidak ada keluarga yang kesulitan memenuhi kebutuhan pokoknya,” ujar Subhan. Kegiatan ini menjadi sangat berarti bagi warga komunitas disabilitas di wilayah tersebut. Banyak dari mereka hidup dalam kondisi ekonomi terbatas, bahkan harus menghadapi dampak banjir yang melanda kawasan tersebut dalam beberapa waktu terakhir. Ketua Yayasan Bina Insani Winsar, Dwi Handayatun, mengaku sangat bersyukur atas kepedulian BAZNAS. Ia mengatakan bantuan tersebut sangat membantu komunitas difabel yang selama ini berjuang dalam keterbatasan. “Saya sangat berterima kasih kepada BAZNAS. Jujur, selama bertahun-tahun saya merasa berjuang sendiri mencari bantuan untuk anak-anak disabilitas di sini. Sejak mengenal BAZNAS, saya merasa dirangkul. BAZNAS benar-benar hadir di tengah komunitas prasejahtera seperti kami,” ujarnya dengan haru. Menurut Dwi, kondisi ekonomi warga di wilayah tersebut masih cukup berat. Sebagian besar masyarakat bekerja sebagai pemulung dan buruh harian, sehingga kebutuhan dasar seperti beras sering kali menjadi beban tersendiri, terlebih setelah wilayah itu terdampak banjir dua kali dalam satu bulan terakhir. “Untuk makan sehari-hari saja kadang sulit, apalagi setelah banjir. Bantuan 80 paket beras ini sangat berarti, dan saya pastikan diterima oleh orang-orang yang benar-benar membutuhkan,” jelasnya. Salah satu penerima bantuan, Winarni, yang memiliki anak dengan disabilitas intelektual, mengaku sangat terbantu dengan bantuan zakat fitrah tersebut. Menurutnya, bagi keluarga prasejahtera seperti dirinya, beras adalah kebutuhan paling utama untuk bertahan hidup sehari-hari. “Kami sangat bersyukur mendapat bantuan ini. Terima kasih banyak kepada BAZNAS. Semoga program seperti ini terus berjalan setiap tahun, karena sangat membantu kehidupan kami,” ujarnya. Penyaluran zakat fitrah ini tidak hanya sekadar bantuan pangan, tetapi juga menjadi simbol kepedulian dan solidaritas sosial di tengah masyarakat. Melalui program ini, Badan Amil Zakat Nasional ingin memastikan bahwa keberkahan Ramadhan dapat dirasakan oleh semua kalangan, termasuk mereka yang sering kali berada di pinggiran perhatian. Di tengah keterbatasan, bantuan sederhana berupa beras 5 kilogram menjadi harapan besar bagi keluarga difabel dan dhuafa—bahwa mereka tidak sendirian. Karena pada hakikatnya, zakat bukan hanya ibadah, tetapi juga jembatan kemanusiaan yang menguatkan persaudaraan dan menghadirkan harapan bagi mereka yang membutuhkan.
BERITA15/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Salurkan 3.774 Baju Lebaran untuk Anak Palestina di Gaza dan Yerusalem
BAZNAS Salurkan 3.774 Baju Lebaran untuk Anak Palestina di Gaza dan Yerusalem
Jakarta – Kebahagiaan Lebaran juga ingin dihadirkan bagi anak-anak Palestina yang hidup di tengah situasi konflik. Badan Amil Zakat Nasional RI menyalurkan 3.774 baju Lebaran untuk anak-anak di wilayah Gaza dan Yerusalem sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas dari masyarakat Indonesia. Program bertajuk “Baju Lebaran untuk Anak-Anak Palestina” ini menjadi salah satu aksi kemanusiaan BAZNAS untuk menghadirkan kebahagiaan sederhana bagi anak-anak yang terdampak konflik berkepanjangan di wilayah tersebut. Distribusi bantuan dilakukan melalui mitra lokal agar pakaian baru dapat langsung diterima oleh anak-anak yang paling membutuhkan. Dengan demikian, mereka tetap dapat merasakan suasana hangat Idulfitri meski berada di tengah kondisi yang serba terbatas. Deputi II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Badan Amil Zakat Nasional, Imdadun Rahmat, menjelaskan bahwa program ini bukan sekadar memberikan bantuan materi, tetapi juga menyampaikan pesan kemanusiaan dari rakyat Indonesia. “Baju Lebaran ini adalah simbol kasih sayang dari masyarakat Indonesia. Kami ingin memastikan anak-anak di Gaza tidak merasa sendirian, dan mereka tetap dapat tersenyum menyambut hari raya,” ujar Imdadun dalam keterangan resminya, Minggu (15/3/2026). Menurut Imdadun, pemilihan wilayah Gaza dan Yerusalem didasarkan pada tingkat urgensi kebutuhan bantuan yang masih tinggi. Banyak keluarga di wilayah tersebut yang mengalami keterbatasan akses terhadap kebutuhan dasar. “Setiap helai pakaian yang diberikan diharapkan dapat menghadirkan kebahagiaan dan semangat baru bagi anak-anak yang menyambut hari kemenangan di tengah keterbatasan,” jelasnya. Program ini juga menjadi bagian dari komitmen Badan Amil Zakat Nasional dalam menyalurkan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) secara transparan dan tepat sasaran. Bantuan yang disalurkan merupakan hasil kepercayaan masyarakat Indonesia yang terus mengalir melalui berbagai kanal resmi BAZNAS. Imdadun mengajak masyarakat untuk terus memperkuat solidaritas kemanusiaan dengan mendukung program bantuan bagi Palestina. “Setiap donasi yang diberikan bukan sekadar bantuan materi, tetapi juga harapan bagi anak-anak Palestina agar tetap memiliki masa depan yang lebih baik,” katanya. Senyum Anak-anak Palestina Bantuan baju Lebaran tersebut disambut penuh antusias oleh anak-anak penerima manfaat. Dengan wajah ceria, mereka mencoba pakaian baru yang dikirimkan dari Indonesia. Ucapan terima kasih pun mereka sampaikan kepada masyarakat Indonesia yang telah peduli terhadap kondisi mereka. Selain program baju Lebaran, selama Ramadan 1447 H, Badan Amil Zakat Nasional juga menyalurkan berbagai bantuan kemanusiaan lainnya untuk warga Palestina, di antaranya: paket makanan (food package) layanan kesehatan penyediaan air bersih tenda permukiman dan tenda rumah selimut dan perlengkapan darurat tenda masjid tenda kelas untuk pendidikan anak-anak Program-program tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat Palestina bertahan di tengah situasi konflik sekaligus menjaga harapan bagi masa depan generasi muda mereka. Ajakan Solidaritas untuk Palestina BAZNAS mengajak masyarakat Indonesia untuk terus memperkuat solidaritas kemanusiaan dengan membantu meringankan beban warga Palestina melalui Dompet Solidaritas Palestina BAZNAS. Donasi dapat disalurkan melalui rekening: BSI 100.426.6893 a.n. Badan Amil Zakat Nasional atau melalui laman resmi: baznas.go.id/bantupalestina Dengan semangat kepedulian dan persaudaraan kemanusiaan, setiap bantuan yang disalurkan diharapkan mampu menghadirkan harapan baru bagi anak-anak Palestina—bahwa di tengah keterbatasan dan konflik, masih ada tangan-tangan kebaikan dari berbagai penjuru dunia yang peduli terhadap masa depan mereka.
BERITA15/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
“Welcome Back, dr Danu!” RSUD Sam Ratulangi Tondano Perkuat Layanan Poli Interna dengan Dokter Spesialis Penyakit Dalam
“Welcome Back, dr Danu!” RSUD Sam Ratulangi Tondano Perkuat Layanan Poli Interna dengan Dokter Spesialis Penyakit Dalam
Tondano – Kabar baik bagi masyarakat Minahasa. RSUD Sam Ratulangi Tondano resmi memperkuat pelayanan kesehatan dengan bergabungnya dokter spesialis penyakit dalam, Anugrah Perdana Masloman, MARS, Sp.PD, yang akrab disapa dr Danu Masloman. Melalui pengumuman resmi di akun media sosial rumah sakit, manajemen menyampaikan ucapan “Selamat datang dan selamat bergabung kembali di Poli Interna, dr Danu Masloman.” Kembalinya dokter yang dikenal dekat dengan masyarakat ini menjadi tambahan kekuatan dalam meningkatkan pelayanan kesehatan bagi pasien di wilayah Minahasa dan sekitarnya. Sebelum melanjutkan pendidikan dokter spesialis, dr Danu dikenal sebagai dokter yang aktif melayani masyarakat di fasilitas kesehatan tingkat pertama. Setelah menyelesaikan pendidikan Spesialis Penyakit Dalam (Sp.PD), kini ia kembali mengabdikan diri di RSUD Sam Ratulangi Tondano dengan pengalaman dan kompetensi medis yang lebih luas. Kehadirannya di Poli Interna diharapkan semakin memperkuat tim dokter spesialis yang telah ada sebelumnya dalam memberikan pelayanan kesehatan yang profesional dan komprehensif bagi masyarakat. Bagi masyarakat yang membutuhkan layanan konsultasi dan pemeriksaan penyakit dalam, dr Danu dijadwalkan melayani pasien dengan jadwal: Senin : pukul 10.00 WITA – selesai Kamis : pukul 10.00 WITA – selesai Jumat : pukul 10.00 WITA – selesai Poli penyakit dalam melayani berbagai pemeriksaan dan penanganan gangguan kesehatan pada organ dalam, seperti penyakit metabolik, gangguan pencernaan, hipertensi, diabetes, hingga penyakit kronis lainnya yang memerlukan penanganan dokter spesialis. Pengumuman bergabungnya dr Danu mendapat banyak respons positif dari masyarakat, khususnya pasien yang pernah merasakan pelayanan beliau sebelumnya. Salah satu komentar datang dari Marlyn Walalangi, seorang pensiunan perawat yang pernah bertugas di RSUD Sam Ratulangi Tondano. Ia mengenang kebersamaan saat melayani pasien. “Dokter Danu Masloman tersayang. Walaupun saya sudah pensiun, kenangan kebersamaan merawat pasien dengan penuh canda dan tawa masih melekat di hati,” tulisnya. Komentar lain juga datang dari Jeane Memah yang mengaku pernah menjadi pasien dr Danu ketika masih bertugas di puskesmas. “Saya suka cara dokter menjelaskan setiap pemeriksaan, sangat ramah dan mudah dipahami. Sekarang beliau sudah menjadi dokter spesialis penyakit dalam. Sukses terus dokter,” tulisnya. Direktur RSUD Sam Ratulangi Tondano, Nancy Mongdong, SpPD, FINASIM, MHSM, menyampaikan ucapan selamat datang sekaligus harapan agar kehadiran dr Danu semakin memperkuat pelayanan medis bagi masyarakat. Menurutnya, penambahan tenaga dokter spesialis merupakan bagian penting dalam meningkatkan kualitas layanan rumah sakit daerah, sehingga masyarakat dapat memperoleh pelayanan kesehatan yang lebih optimal. “Kami menyampaikan selamat datang dan selamat bergabung. Semoga kehadiran dokter spesialis ini semakin memperkuat pelayanan kesehatan bagi masyarakat,” ujarnya. Bagi masyarakat Tondano dan wilayah Minahasa, kehadiran dokter spesialis baru ini menjadi kabar menggembirakan. Penambahan tenaga medis diharapkan dapat semakin meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap layanan dokter spesialis. Dengan bergabungnya dr Danu di Poli Interna, RSUD Sam Ratulangi Tondano terus menunjukkan komitmennya untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang profesional, humanis, dan semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat. Kehadiran tenaga medis yang profesional dan berdedikasi menjadi bagian dari upaya bersama meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, sejalan dengan semangat kepedulian sosial dan pelayanan kemanusiaan yang juga menjadi nilai penting dalam kehidupan bermasyarakat.
BERITA15/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Santri MTs PKP Manado Aktif Dakwah Ramadhan, Sampaikan Kultum Zakat hingga Nuzulul Quran di Sejumlah Masjid
Santri MTs PKP Manado Aktif Dakwah Ramadhan, Sampaikan Kultum Zakat hingga Nuzulul Quran di Sejumlah Masjid
Tomohon – Semangat dakwah Ramadhan terlihat dari langkah seorang santri muda yang terus menebar pesan kebaikan di berbagai masjid. Ali Ahmadi Maronrong, siswa kelas 7A dari Pesantren PKP Manado, tercatat telah menjalankan beberapa tugas ceramah kultum di sejumlah masjid selama bulan suci Ramadhan 2026. Terbaru, Ali menyampaikan kultum bertema “Keutamaan Zakat dan Sedekah” di Masjid Al Mujahidin Tomohon pada Sabtu malam (14/3/2026). Dalam ceramah singkatnya, ia mengingatkan jamaah bahwa zakat dan sedekah bukan hanya ibadah yang bersifat ritual, tetapi juga menjadi sarana memperkuat kepedulian sosial kepada sesama. “Zakat membersihkan harta dan jiwa kita, sedangkan sedekah membuka pintu rezeki dan keberkahan. Allah tidak akan mengurangi harta orang yang bersedekah, justru akan melipatgandakannya,” ujar Ali di hadapan jamaah. Kultum tersebut merupakan tugas ceramah ketiga yang dijalankan Ali selama Ramadhan tahun ini. Sebelumnya, ia telah lebih dulu menyampaikan kultum bertema keutamaan Nuzulul Quran dan malam Lailatul Qadar di Masjid At-Taqwa Kinilow yang berada di lingkungan Pesantren Hidayatullah Tomohon pada Minggu (8/3/2026). Sementara itu, tugas ceramah pertamanya disampaikan di Masjid Al Inayah Tumumpa II pada Jumat (6/3/2026). Dalam kultum tersebut, Ali juga mengajak jamaah untuk memanfaatkan bulan Ramadhan sebagai momentum memperbanyak ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Meski masih duduk di bangku kelas VII, Ali tampil percaya diri di hadapan jamaah. Keberaniannya menyampaikan ceramah di mimbar masjid menjadi bagian dari pembinaan dakwah yang diberikan oleh pihak pesantren kepada para santri. Orang tua Ali, Fardhu Maronrong, mengaku bersyukur dan bangga melihat putranya mendapat kepercayaan dari pesantren untuk menyampaikan kultum Ramadhan di berbagai masjid. “Alhamdulillah kami sebagai orang tua sangat bersyukur. Anak kami ditugaskan oleh pihak pondok untuk belajar berdakwah melalui kultum. Kami selalu mendampingi dan membantu beliau belajar menyiapkan materi ceramah,” ujar Fardhu. Menurutnya, pendidikan di pesantren tidak hanya membekali anak dengan ilmu agama, tetapi juga membentuk keberanian, karakter, serta kepedulian sosial kepada masyarakat. “Kami merasa berbahagia bisa menyekolahkan anak di pondok pesantren. Di sana anak-anak bukan hanya belajar ilmu agama, tetapi juga dilatih menjadi pribadi yang berani menyampaikan kebaikan kepada orang lain,” tambahnya. Kehadiran santri muda di mimbar masjid selama Ramadhan dinilai menjadi bagian penting dalam membangun generasi dakwah sejak dini. Dari mimbar-mimbar sederhana di masjid kampung, lahir harapan bahwa generasi muda Islam mampu membawa pesan kebaikan, menumbuhkan semangat berbagi melalui zakat dan sedekah, serta menghidupkan nilai-nilai Al-Qur’an di tengah masyarakat.
BERITA15/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Lepas Tim Siaga Pos Mudik 2026, 21 Titik Disiapkan di Jalur Padat Pulau Jawa
BAZNAS Lepas Tim Siaga Pos Mudik 2026, 21 Titik Disiapkan di Jalur Padat Pulau Jawa
Jakarta – Badan Amil Zakat Nasional resmi mengerahkan ratusan personel untuk menyambut arus mudik Lebaran 2026. Dari kantor pusat Badan Amil Zakat Nasional di Jakarta, Sabtu (14/3/2026), program Tim Siaga Pos Mudik BAZNAS 2026 resmi dilepas untuk memberikan pelayanan bagi para pemudik yang melakukan perjalanan jauh. Sebanyak 21 titik pos mudik disiapkan di sepanjang jalur utama Pulau Jawa. Lokasinya tersebar di beberapa provinsi dengan konsentrasi pemudik tertinggi: 2 titik di Banten, 10 titik di Jawa Barat, 6 titik di Jawa Tengah dan DIY, serta 2 titik di Jawa Timur. Pos ini akan beroperasi selama 10 hari, mulai H-5 hingga H+5 Lebaran. Wakil Ketua Badan Amil Zakat Nasional, Zainut Tauhid Sa'adi, menegaskan bahwa kehadiran pos mudik merupakan bagian dari pelayanan sosial bagi masyarakat, khususnya pemudik yang dalam perspektif zakat termasuk asnaf Ibnu Sabil atau orang yang sedang dalam perjalanan. “Pemudik pasti membutuhkan tempat untuk beristirahat dan memulihkan tenaga. Karena itu, BAZNAS hadir memberikan pelayanan yang nyaman agar perjalanan mereka lebih aman dan berkah,” kata Zainut dalam sambutannya. Berbeda dari sekadar pos singgah biasa, Pos Mudik BAZNAS dilengkapi berbagai fasilitas gratis bagi pemudik. Mulai dari snack dan takjil, dapur air, layanan sahur, ruang laktasi bagi ibu menyusui, ruang ramah anak, hingga layanan pijat gratis. Selain itu tersedia pula layanan kesehatan, musala, toilet, pengisian daya ponsel (charger), serta akses WiFi untuk membantu pemudik tetap terhubung selama perjalanan. Menurut Zainut, penempatan pos yang terpusat di Pulau Jawa bukan tanpa alasan. Wilayah tersebut dinilai sebagai jalur dengan kepadatan arus mudik tertinggi di Indonesia. “Ini hasil evaluasi arus mudik setiap tahun. Kami fokus di wilayah dengan konsentrasi pemudik paling padat agar pelayanan lebih optimal. Program ini juga merupakan kerja bersama antara BAZNAS pusat, provinsi, hingga kabupaten/kota,” jelasnya. Untuk memastikan pelayanan berjalan maksimal, sekitar 280 personel dikerahkan dalam program ini. Mereka didukung relawan dari BAZNAS Tanggap Bencana di berbagai daerah. Zainut juga mengingatkan para pemudik untuk tetap memperhatikan kesehatan dan keselamatan selama perjalanan jauh menuju kampung halaman. “Pastikan kendaraan dalam kondisi baik dan jangan memaksakan diri saat lelah. Silakan mampir ke pos BAZNAS untuk beristirahat agar perjalanan tetap aman,” ujarnya. Acara pelepasan tim ditandai dengan penyematan atribut kepada perwakilan relawan yang akan bertugas di lapangan. Sejumlah pimpinan BAZNAS RI turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Saidah Sakwan, Ending Syarifuddin, dan Neyla Saida Anwar. Dengan hadirnya pos-pos mudik ini, BAZNAS berharap perjalanan masyarakat menuju kampung halaman pada musim Lebaran tahun ini dapat berlangsung lebih aman, nyaman, dan penuh keberkahan.
BERITA15/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Keimaman dan BTM Masjid At-Taqwa Terima Kunjungan Jemaat GMAHK Panasen, Pererat Silaturahmi Lintas Iman
Keimaman dan BTM Masjid At-Taqwa Terima Kunjungan Jemaat GMAHK Panasen, Pererat Silaturahmi Lintas Iman
MINAHASA – Keimaman dan Badan Ta’mir Masjid (BTM) Masjid At-Taqwa Langowan menerima kunjungan rombongan Adventist Muslim Relation bersama jemaat Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMAHK) Panasen, Kecamatan Kakas Barat. Kunjungan tersebut berlangsung dalam suasana penuh keakraban sebagai bentuk silaturahmi dan penguatan toleransi antar umat beragama, 14 Maret 2026. Dalam kunjungan tersebut, rombongan jemaat GMAHK Panasen turut menyerahkan bantuan berupa bahan makanan pokok kepada pengurus masjid. Bantuan ini menjadi simbol kepedulian sosial serta wujud nyata persaudaraan lintas iman di tengah kehidupan masyarakat yang majemuk. Pengurus Keimaman dan BTM Masjid At-Taqwa menyambut baik kunjungan tersebut. Pertemuan yang berlangsung sederhana namun penuh makna itu menjadi ruang dialog dan kebersamaan yang mempererat hubungan antar komunitas keagamaan di wilayah tersebut. Silaturahmi ini sekaligus menunjukkan bahwa nilai-nilai kemanusiaan dan kebersamaan dapat terus dijaga di tengah perbedaan keyakinan. Keakraban yang terbangun diharapkan menjadi contoh positif bagi masyarakat dalam merawat kerukunan serta memperkuat semangat toleransi. Pertemuan tersebut ditutup dengan doa dan harapan bersama agar hubungan persaudaraan yang telah terjalin dapat terus berlanjut serta membawa manfaat bagi kehidupan sosial kemasyarakatan.
BERITA14/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Minahasa.

Lihat Daftar Rekening →