WhatsApp Icon
Kemdiktisaintek dan BAZNAS Siapkan Kolaborasi Besar! Beasiswa Mahasiswa Indonesia hingga Palestina Jadi Fokus Utama

Jakarta – Komitmen memperluas akses pendidikan tinggi bagi generasi muda Indonesia terus diperkuat. Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) mulai menjajaki kerja sama strategis yang diyakini dapat membuka peluang pendidikan lebih luas, sekaligus memperkuat pemberdayaan masyarakat berbasis zakat.

Langkah besar tersebut dibahas dalam pertemuan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto dengan Ketua Badan Amil Zakat Nasional, Sodik Mudjahid, di Kantor Kemdiktisaintek, Jakarta, Kamis (18/6/2026).

Pertemuan tersebut menjadi sinyal kuat hadirnya sinergi antara pemerintah dan lembaga pengelola zakat nasional dalam membangun sumber daya manusia unggul melalui jalur pendidikan tinggi.

Menteri Brian Yuliarto menegaskan bahwa peningkatan Angka Partisipasi Kasar Perguruan Tinggi (APK PT) menjadi salah satu agenda penting pemerintah sebagaimana arahan Presiden Prabowo Subianto.

Menurutnya, masih banyak lulusan SMA dan sederajat yang memiliki potensi besar, namun terkendala faktor ekonomi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.

"Kami berharap terdapat kolaborasi yang bisa berjalan sinergis dengan arahan Bapak Presiden untuk meningkatkan angka partisipasi mahasiswa Indonesia, serta memajukan pendidikan tinggi Indonesia," ujar Brian.

Ia menilai dukungan pembiayaan pendidikan menjadi salah satu instrumen paling efektif untuk memastikan tidak ada generasi muda yang kehilangan kesempatan mengenyam pendidikan tinggi hanya karena keterbatasan biaya.

Di sisi lain, Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid menegaskan bahwa sektor pendidikan merupakan salah satu prioritas utama pendayagunaan zakat nasional.

Menurutnya, paradigma pengelolaan zakat saat ini terus diarahkan menuju program-program yang bersifat produktif dan berkelanjutan. Karena itu, pendidikan dipandang sebagai investasi jangka panjang yang mampu memutus rantai kemiskinan dan melahirkan generasi unggul.

"Tahun ini, BAZNAS mengarahkan program pendistribusian zakat tidak hanya bersifat bantuan konsumtif, tetapi juga lebih menitikberatkan pada pemberdayaan masyarakat," jelas Sodik.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai program beasiswa, penguatan kapasitas masyarakat, hingga dukungan terhadap riset dan inovasi yang melibatkan perguruan tinggi di Indonesia.

Menariknya, pembahasan kerja sama ini tidak hanya menyasar mahasiswa Indonesia. Kemdiktisaintek dan BAZNAS juga menjajaki peluang pemberian beasiswa magister bagi mahasiswa Palestina untuk melanjutkan studi di Indonesia.

Program ini dipandang sebagai bagian dari kontribusi Indonesia dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia Palestina di tengah berbagai tantangan yang mereka hadapi.

Pimpinan BAZNAS Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, Idy Muzayyad, menjelaskan bahwa program tersebut juga akan memberikan dampak positif bagi perguruan tinggi Indonesia.

"Kami ingin mendorong mahasiswa luar negeri juga untuk berkuliah di Indonesia. Hal ini juga dapat meningkatkan indeks perguruan tinggi di Indonesia. Dengan fokus ke jenjang magister, SDM Palestina juga akan siap untuk membangun kembali," kata Idy.

Kolaborasi Kemdiktisaintek dan BAZNAS menjadi bukti bahwa zakat tidak hanya berperan sebagai instrumen sosial keagamaan, tetapi juga dapat menjadi motor penggerak pembangunan sumber daya manusia yang berkelanjutan.

Jika kerja sama ini terealisasi, ribuan mahasiswa berpotensi memperoleh akses pendidikan yang lebih luas, sementara perguruan tinggi Indonesia akan semakin terbuka sebagai pusat pembelajaran bagi mahasiswa internasional.

Di tengah upaya mewujudkan Indonesia Emas 2045, sinergi antara dunia pendidikan dan pengelolaan zakat nasional diharapkan menjadi langkah konkret dalam mencetak generasi yang cerdas, berdaya saing, dan siap menghadapi tantangan global.

18/06/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa
Prof. Azrai Dorong Petani Binaan BAZNAS Minahasa Naik Kelas Jadi Penangkar Benih Nasional

MINAHASA – Harapan baru bagi kemandirian petani di Kabupaten Minahasa kembali menguat. Rabu (17/6/2026), pakar pemulia jagung nasional dari Universitas Hasanuddin (UNHAS) Makassar, Prof. Dr. Muhammad Azrai, SP., MP, kembali mengunjungi lahan binaan kolaborasi BAZNAS Kabupaten Minahasa bersama mantan Ketua Pengadilan Agama Tondano, Al Gazali Mus, yang kini menjabat sebagai Wakil Ketua Pengadilan Agama Sidrap.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari pendampingan berkelanjutan yang telah dilakukan selama beberapa tahun terakhir kepada Kelompok Tani Paguyuban Matuari Jaton, sebuah kelompok tani yang kini dipersiapkan untuk naik kelas dari petani budidaya jagung konsumsi menjadi penangkar benih jagung sumber (parent seed) grade A.

Dalam arahannya kepada petani, Prof. Azrai menjelaskan bahwa program yang dijalankan saat ini merupakan bagian dari kegiatan Unit Produksi Benih Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin yang bertujuan menghasilkan benih penjenis atau benih sumber berkualitas tinggi.

"Kita ingin kelompok tani ini naik kelas. Kalau sebelumnya petani hanya menjual tongkol atau jagung konsumsi, sekarang kita melatih mereka menghasilkan benih. Nilai ekonominya jauh lebih tinggi. Benih yang lolos seleksi dapat memiliki harga hingga empat kali lipat dibanding harga jagung konsumsi," ujar Prof. Azrai.

Menurutnya, Kelompok Tani Paguyuban Matuari Jaton dipilih secara khusus untuk mendapatkan pendampingan intensif agar mampu menghasilkan benih penjenis berkualitas tinggi yang nantinya dapat didistribusikan kepada perusahaan-perusahaan benih mitra Universitas Hasanuddin.

"Kami tidak langsung memperluas ke kelompok lain. Fokus kami saat ini adalah memastikan kelompok ini benar-benar mampu menghasilkan benih penjenis grade A. Jika berhasil, maka ke depan petani dapat berkembang menjadi produsen benih komersial dan memiliki kontrak produksi dengan mitra-mitra kami," jelasnya.

Prof. Azrai juga menegaskan bahwa tim Universitas Hasanuddin akan terus melakukan pendampingan teknis, pengawasan mutu genetik, serta pengujian berbagai varietas unggul baru di lahan tersebut.

Tidak hanya memberikan arahan teknis, pada kesempatan itu Prof. Azrai juga menyerahkan bantuan alat pemipil jagung kepada kelompok tani. Bantuan tersebut disaksikan langsung oleh jajaran BAZNAS Minahasa dan para petani binaan sebagai bentuk dukungan nyata terhadap peningkatan produktivitas pascapanen.

Dalam kesempatan yang sama, Prof. Azrai memberikan apresiasi terhadap keterlibatan BAZNAS Minahasa yang secara konsisten mendampingi kelompok tani sejak awal program berjalan.

"Kami senang karena ada BAZNAS yang mendampingi kelompok tani. Ini adalah bentuk nyata pemberdayaan umat agar masyarakat mampu memperoleh keuntungan yang lebih baik dan meningkatkan kesejahteraan petani. Dari yang kami lihat, pertumbuhan jagung yang didampingi BAZNAS sangat baik dan memiliki prospek yang menjanjikan untuk produksi benih," ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Minahasa, Sahlan Kokalo, yang turut mendampingi Prof. Azrai selama kunjungan lapangan, menyampaikan apresiasi atas komitmen dan perhatian yang terus diberikan oleh Universitas Hasanuddin kepada petani binaan BAZNAS.

"Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas kunjungan serta pendampingan berkelanjutan yang diberikan Prof. Azrai dan tim Universitas Hasanuddin. Ini bukan sekadar kunjungan, tetapi investasi ilmu pengetahuan yang luar biasa bagi petani kami. Melalui pendampingan ini, petani tidak lagi hanya menjadi produsen jagung konsumsi, tetapi dipersiapkan menjadi penangkar benih yang memiliki nilai ekonomi jauh lebih tinggi," ujar Sahlan.

Menurutnya, program tersebut sejalan dengan misi BAZNAS dalam mengubah pola bantuan konsumtif menjadi pemberdayaan produktif yang berkelanjutan.

"BAZNAS ingin menghadirkan program yang benar-benar mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ketika petani mampu menghasilkan benih berkualitas dan mendapatkan nilai jual yang lebih tinggi, maka mereka tidak hanya bertahan secara ekonomi, tetapi juga berkembang dan menjadi lebih mandiri. Inilah makna pemberdayaan yang sesungguhnya," tambahnya.

Sahlan menegaskan bahwa keberhasilan program tersebut merupakan hasil kolaborasi banyak pihak, mulai dari akademisi, pemerintah, tokoh masyarakat, hingga para petani yang memiliki semangat belajar dan berinovasi.

"Kami percaya kolaborasi adalah kunci. Apa yang dimulai dari lahan sederhana di Minahasa hari ini berpotensi menjadi model pemberdayaan petani berbasis zakat yang dapat direplikasi di daerah lain. Petani kita harus naik kelas, memiliki daya saing, dan menjadi bagian penting dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional," katanya.

Mantan Ketua Pengadilan Agama Tondano yang turut menggagas kolaborasi ini, Al Gazali Mus, mengaku bahagia melihat perkembangan yang dicapai kelompok tani binaan tersebut meskipun kini dirinya telah bertugas di Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan.

"Alhamdulillah, saya merasa sangat senang melihat program ini terus berkembang. Apa yang dulu kita mulai bersama kini menunjukkan hasil yang nyata. Semoga program ini semakin bermanfaat bagi petani dan masyarakat sekitar," ujarnya.

Ia juga menyampaikan dukungan moril kepada para petani agar terus menjaga semangat dan komitmen dalam mengembangkan usaha pertanian mereka.

"Semangat terus untuk para petani. Jangan pernah berhenti belajar dan berusaha. Insyaallah saat panen jagung tetua nanti, saya akan berusaha ikut bergabung kembali untuk melihat hasil perjuangan bersama ini," ungkap Al Gazali.

Kunjungan Prof. Azrai kali ini menjadi penanda penting bahwa Kelompok Tani Paguyuban Matuari Jaton sedang memasuki fase baru dalam pengembangan usaha tani berbasis teknologi dan inovasi.

Dengan dukungan Universitas Hasanuddin, BAZNAS Minahasa, serta para mitra strategis lainnya, kelompok tani tersebut diharapkan tidak hanya menjadi produsen jagung konsumsi, tetapi berkembang menjadi sentra produksi benih unggul yang mampu memasok kebutuhan perusahaan-perusahaan benih nasional.

17/06/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS RI dan Ponpes Al Fath Lepas 18 Dai ke Pulau Buru, Perkuat Pembinaan Mualaf di Wilayah 3T

Sukabumi – Komitmen memperkuat pembinaan umat hingga ke pelosok negeri kembali ditunjukkan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI. Bersama Pondok Pesantren Modern Dzikir Al Fath Sukabumi, BAZNAS RI resmi melepas 18 dai yang akan bertugas di Pulau Buru, Maluku, melalui Program Ustad Garis Depan (UGD) VIII.

Para dai tersebut akan menjalankan misi dakwah, pendidikan, dan pendampingan bagi masyarakat mualaf yang berada di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T), sekaligus menjadi sahabat dan pembimbing bagi masyarakat yang membutuhkan penguatan pemahaman keislaman.

Prosesi pelepasan berlangsung di Pondok Pesantren Modern Al Fath, Sukabumi, Rabu (17/6/2026), dan dihadiri Wakil Ketua BAZNAS RI Dr. H. Zainut Tauhid Sa'adi, M.Si., Pimpinan Ponpes Al Fath Prof. Dr. KH. M. Fajar Laksana, S.E., CQM., MM., Ph.D., Direktur Penerangan Agama Islam Kementerian Agama RI Dr. Muchlis M. Hanafi, Lc., M.A., serta sejumlah tokoh agama dan pejabat daerah.

Dalam sambutannya, Wakil Ketua BAZNAS RI Zainut Tauhid Sa'adi menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS dalam menghadirkan manfaat zakat yang lebih luas, khususnya bagi kelompok mualaf dan fisabilillah yang membutuhkan pendampingan berkelanjutan.

"BAZNAS berperan sebagai jembatan yang menghubungkan para muzaki dengan mustahik. Salah satu kelompok yang menjadi perhatian kami adalah mualaf dan fisabilillah. Karena itu, program kemitraan dakwah ini menjadi bagian penting dalam menghadirkan manfaat zakat bagi masyarakat yang membutuhkan pendampingan keagamaan," ujar Zainut.

Menurutnya, kolaborasi antara BAZNAS RI dan Ponpes Al Fath menjadi contoh sinergi yang produktif dalam memperluas jangkauan dakwah Islam di Indonesia. Ia menggambarkan kerja sama tersebut sebagai "gayung bersambut", di mana pesantren menyiapkan sumber daya dai yang kompeten, sementara BAZNAS memberikan dukungan program dan pendanaan agar misi dakwah dapat berjalan optimal.

Lebih lanjut, Zainut mengingatkan para dai yang akan bertugas agar mengedepankan dakwah bil hikmah, yaitu menyampaikan ajaran Islam dengan penuh kebijaksanaan, keteladanan, dan pendekatan yang menyejukkan.

"Dakwah tidak dilakukan dengan cara menghakimi atau menyalahkan. Tugas dai adalah merangkul, membimbing, dan mendampingi masyarakat dengan penuh kearifan agar mereka semakin memahami dan mencintai ajaran Islam," katanya.

Ia menekankan bahwa keberhasilan dakwah tidak hanya diukur dari banyaknya ceramah yang disampaikan, tetapi juga dari kemampuan seorang dai membangun kedekatan dan kepercayaan masyarakat.

Menurutnya, para mualaf dan masyarakat yang masih minim pemahaman keagamaan membutuhkan sentuhan dakwah yang humanis dan penuh empati.

"Jika menghadapi masyarakat yang belum banyak mengenal ajaran Islam, maka yang harus dikedepankan adalah pendekatan yang humanis dan membangun kedekatan. Dai hadir untuk membimbing, bukan menghakimi," tambahnya.

Program Ustad Garis Depan selama ini menjadi salah satu program unggulan dalam memperkuat dakwah di wilayah-wilayah yang masih membutuhkan pembinaan intensif. Selain memberikan penguatan akidah, para dai juga akan terlibat dalam berbagai kegiatan pendidikan, pembinaan keluarga, pelatihan keagamaan, hingga pemberdayaan masyarakat.

Melalui pengiriman 18 dai ke Pulau Buru, BAZNAS RI dan Ponpes Al Fath berharap kualitas pembinaan mualaf dapat semakin meningkat serta melahirkan komunitas muslim yang lebih mandiri, berdaya, dan memiliki pemahaman keislaman yang kuat.

Di tengah tantangan dakwah di daerah terpencil, program ini menjadi bukti nyata bahwa zakat tidak hanya menghadirkan bantuan materi, tetapi juga menjadi instrumen strategis dalam membangun akidah, memperkuat ukhuwah Islamiyah, serta menghadirkan cahaya pendidikan dan pembinaan hingga ke pelosok Nusantara.

17/06/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa
Bantu Palestina, BAZNAS Jabar Salurkan Kurban dan Sedekah Daging Melalui BAZNAS RI

JAKARTA – Solidaritas masyarakat Indonesia untuk rakyat Palestina terus mengalir tanpa henti. Di tengah situasi kemanusiaan yang masih memprihatinkan akibat konflik berkepanjangan, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Barat menyalurkan amanah kurban dan sedekah daging bagi masyarakat Palestina melalui BAZNAS RI.

Penyerahan bantuan tersebut dilakukan secara simbolis di Jakarta, Senin (8/6/2026), sebagai bentuk kepedulian dan dukungan nyata masyarakat Jawa Barat terhadap saudara-saudara di Palestina yang hingga kini masih menghadapi berbagai keterbatasan akibat krisis kemanusiaan.

Total bantuan yang disalurkan meliputi Program Kurban Palestina senilai Rp147.500.000, Program Sedekah Daging Palestina sebesar Rp82.600.000, serta Program Sedekah Daging Kemasan senilai Rp21.000.000.

Wakil Ketua BAZNAS RI, Dr. H. Zainut Tauhid Sa'adi, M.Si., menyampaikan apresiasi atas tingginya kepedulian masyarakat Jawa Barat yang terus menunjukkan empati dan solidaritas terhadap rakyat Palestina.

Menurutnya, bantuan yang dihimpun melalui BAZNAS Jawa Barat menjadi bukti bahwa nilai kemanusiaan dan ukhuwah Islamiyah masih tumbuh kuat di tengah masyarakat Indonesia.

"Kami sangat mengapresiasi kepedulian masyarakat Jawa Barat yang disalurkan melalui BAZNAS Jabar untuk membantu meringankan beban saudara-saudara kita di Palestina yang sedang berjuang di tengah kondisi konflik," ujar Zainut.

Ia menjelaskan, program kurban dan sedekah daging tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan dan gizi masyarakat Palestina yang saat ini menghadapi berbagai tantangan kehidupan akibat dampak konflik yang berkepanjangan.

Lebih dari sekadar bantuan makanan, kata Zainut, program ini juga menjadi simbol harapan dan kasih sayang dari masyarakat Indonesia kepada rakyat Palestina agar mereka tetap merasakan perhatian dan dukungan dari dunia internasional.

"BAZNAS RI berkomitmen penuh untuk memastikan seluruh amanah kurban dan sedekah daging ini disalurkan secara amanah, transparan, dan tepat sasaran agar keberkahan hari raya dapat dirasakan di Palestina," tegasnya.

Komitmen tersebut menjadi bagian dari upaya BAZNAS RI dalam menjaga kepercayaan para muzaki sekaligus memastikan setiap bantuan yang dihimpun dapat memberikan manfaat optimal bagi penerima manfaat di wilayah terdampak konflik.

Bagi masyarakat Palestina, bantuan pangan memiliki arti yang sangat penting. Di tengah keterbatasan akses terhadap kebutuhan pokok, distribusi daging kurban dan sedekah menjadi sumber nutrisi sekaligus penguat semangat bagi keluarga-keluarga yang sedang menghadapi masa sulit.

Momentum Iduladha juga menjadi pengingat bahwa nilai pengorbanan, kepedulian, dan berbagi tidak mengenal batas wilayah maupun kebangsaan. Semangat tersebut tercermin dari partisipasi masyarakat Jawa Barat yang mempercayakan amanah kemanusiaannya melalui BAZNAS.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Deputi I BAZNAS RI Bidang Pengumpulan H. M. Arifin Purwakananta, S.I.Kom., M.I.Kom., CWC, CFRM., Direktur Penguatan Pengumpulan Nasional H. Fitriansyah Agus Setiawan, S.Sos., M.I.Kom., CFRM., Kepala Divisi Penguatan Pengumpulan BAZNAS Adhi Kelvianto Septa Pradana, S.H., S.Hum., serta jajaran BAZNAS Provinsi Jawa Barat yang dipimpin Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan Dr. H. Ijang Faisal, S.Ag., M.Si.

Melalui kolaborasi dan sinergi yang terus diperkuat, BAZNAS berharap semakin banyak masyarakat yang tergerak untuk menyalurkan zakat, infak, sedekah, maupun kurban sebagai wujud kepedulian terhadap sesama, khususnya bagi saudara-saudara yang tengah menghadapi krisis kemanusiaan.

Bantuan yang diberikan hari ini bukan hanya tentang daging kurban yang sampai ke tangan penerima manfaat, melainkan juga tentang pesan persaudaraan, harapan, dan kepedulian yang menembus batas negara. Dari Indonesia untuk Palestina, semangat kemanusiaan terus hidup dan menguatkan mereka yang sedang berjuang untuk bertahan.

08/06/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS RI dan BI Libatkan Kreator Konten, Zakat Siap Menembus Jutaan Layar Digita

PALEMBANG – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Bank Indonesia (BI) terus memperkuat gerakan literasi zakat dan ekonomi syariah melalui pendekatan yang semakin relevan dengan perkembangan zaman. Salah satunya dengan menggandeng para kreator konten sebagai agen edukasi digital yang mampu menjangkau jutaan masyarakat, khususnya generasi muda.

Komitmen tersebut mengemuka dalam kegiatan Training of Trainer (ToT) Kreator Konten yang menjadi bagian dari rangkaian Festival Syariah (FESYar) Regional Sumatera 2026 di Hotel Santika Palembang, Sumatera Selatan.

Kepala Biro Komunikasi Publik dan Publikasi (BKPU) BAZNAS RI, Ndari Rumi Widyawati, menegaskan keterlibatan kreator konten menjadi langkah strategis dalam memperluas pemahaman masyarakat tentang zakat sebagai instrumen penting pembangunan ekonomi umat.

"Kami mengapresiasi inisiatif Bank Indonesia yang melibatkan para kreator konten dalam penguatan literasi zakat. Di era digital saat ini, konten yang edukatif dan inspiratif memiliki daya jangkau yang sangat luas sehingga mampu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya zakat sebagai kekuatan keuangan sosial Islam," ujar Ndari.

FESYar Sumatera 2026 mengusung tema "Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah Regional Berkelanjutan melalui Sinergi dan Transformasi Digital". Kegiatan ini menghadirkan berbagai program penguatan kapasitas, mulai dari ToT Kreator Konten, ToT Dai dan Daiyah, hingga Sertifikasi Nazhir Wakaf yang diikuti sekitar 150 peserta dari berbagai daerah di Pulau Sumatera.

Dalam sesi ToT Kreator Konten, Kabag Humas sekaligus Pemimpin Redaksi Kantor Digital BAZNAS RI, Yudhiarma MK, bersama Koordinator Komunikasi Lembaga (Corcom) Rayhanul Iman (Roy) membagikan strategi publikasi digital melalui konsep Zakat News Network (ZNN).

Yudhiarma menjelaskan, BAZNAS RI telah membangun ekosistem media konvergensi yang mengintegrasikan media konvensional dan digital untuk memperluas dakwah zakat secara masif.

Menurutnya, transformasi digital yang dilakukan BAZNAS dalam lima tahun terakhir menunjukkan hasil signifikan. Saat ini jaringan Kantor Digital BAZNAS telah mengelola sekitar 420 website dengan total pembaca mencapai lebih dari enam juta orang.

Tak hanya itu, jangkauan kanal digital BAZNAS juga mengalami lonjakan drastis. Reach YouTube meningkat dari sekitar 1,1 juta pada 2021 menjadi 24,6 juta pada 2025, sementara platform X (Twitter) tumbuh dari 309 ribu menjadi 1,8 juta jangkauan pada periode yang sama.

"Media digital telah menjadi sarana dakwah yang sangat efektif. Karena itu, para kreator konten memiliki peran penting dalam menyampaikan pesan-pesan zakat dan ekonomi syariah kepada masyarakat secara kreatif, menarik, dan mudah dipahami," kata Yudhiarma.

Menariknya, peserta juga diajak memahami pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI) seperti Gemini, DeepSeek, dan ChatGPT dalam proses produksi konten digital dan karya jurnalistik.

Menurut Yudhiarma, kehadiran AI mampu membantu kreator konten maupun jurnalis bekerja lebih cepat dan efisien dalam menghasilkan berbagai bentuk konten.

"Saat ini AI sangat membantu dalam pembuatan berita, artikel, maupun konten digital lainnya. Namun teknologi ini tetap harus digunakan secara bijak dan bertanggung jawab," ujarnya.

Ia mengingatkan bahwa penggunaan AI dalam dunia jurnalistik tetap harus berpedoman pada Kode Etik Jurnalistik (KEJ) dan regulasi yang telah ditetapkan Dewan Pers.

"Secanggih apa pun AI, tetap saja ia adalah alat bantu. Akurasi, verifikasi, dan tanggung jawab jurnalistik tetap berada di tangan manusia," tegasnya.

Sebagai bentuk adaptasi terhadap perkembangan teknologi, Dewan Pers telah menerbitkan Peraturan Dewan Pers Nomor 1 Tahun 2025 tentang Pedoman Penggunaan Kecerdasan Buatan dalam Karya Jurnalistik, yang menjadi rujukan bagi perusahaan media dalam memanfaatkan AI secara profesional dan bertanggung jawab.

Sementara itu, ToT Kreator Konten mengusung tema "From Scroll to Impact: Mengubah Konten Digital Menjadi Gerakan Ekonomi Syariah". Tema tersebut merefleksikan semangat untuk mengubah aktivitas digital sehari-hari menjadi gerakan edukasi yang berdampak nyata bagi penguatan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia.

Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh pembekalan mengenai ekonomi syariah, pengelolaan zakat dan wakaf, keuangan komersial syariah, hingga teknik produksi konten digital yang kreatif dan efektif.

Di waktu yang sama, Bank Indonesia juga menyelenggarakan ToT Dai dan Daiyah guna memperkuat kapasitas para pendakwah dalam menyampaikan materi ekonomi syariah secara komprehensif kepada masyarakat. Selain itu, Sertifikasi Nazhir Wakaf digelar untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme pengelola wakaf dalam mengoptimalkan pemanfaatan aset wakaf secara produktif dan berkelanjutan.

Dengan melibatkan regulator, akademisi, praktisi, lembaga zakat dan wakaf, serta kreator konten nasional, FESYar Sumatera 2026 diharapkan menjadi katalisator lahirnya generasi penggerak ekonomi syariah yang mampu memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana dakwah, edukasi, dan pemberdayaan umat.

07/06/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa

Berita Terbaru

Pimpinan Wilayah Pergunu Sulawesi Utara Sampaikan Pesan Idul Fitri 1447 H: Momentum Kembali ke Fitrah dan Menguatkan Perjuangan Pendidikan
Pimpinan Wilayah Pergunu Sulawesi Utara Sampaikan Pesan Idul Fitri 1447 H: Momentum Kembali ke Fitrah dan Menguatkan Perjuangan Pendidikan
Sulawesi Utara — Dalam suasana penuh kemenangan dan kehangatan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Pimpinan Wilayah Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PW Pergunu) Sulawesi Utara menyampaikan ucapan selamat sekaligus pesan reflektif kepada seluruh masyarakat, khususnya para guru dan pejuang pendidikan di Bumi Nyiur Melambai. Atas nama pribadi, keluarga, serta dalam kapasitas sebagai Ketua PW Pergunu Sulawesi Utara dan Kepala Bidang Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (Pendis), Ahmad Sholeh menyampaikan: “Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Mohon maaf lahir dan batin.” Ucapan tersebut bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan ajakan mendalam untuk menjadikan Idul Fitri sebagai titik balik spiritual—kembali kepada kesucian hati (fitrah), mempererat silaturahmi, serta memperkuat komitmen dalam pengabdian. Dalam perannya juga sebagai Kepala Bidang Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam) di lingkungan Kementerian Agama Republik Indonesia wilayah Sulawesi Utara, Ahmad Sholeh menegaskan bahwa Idul Fitri adalah momentum strategis untuk membangun harmoni sosial dan spiritual di tengah masyarakat yang majemuk. “Momentum Idul Fitri ini mari kita jadikan sebagai ruang untuk saling memaafkan, menghapus sekat perbedaan, serta kembali ke fitrah sebagai insan yang bersih dan penuh kasih,” ujarnya. Lebih lanjut, ia memberikan perhatian khusus kepada para guru dan tenaga pendidik di Sulawesi Utara. Menurutnya, para pendidik bukan hanya pengajar di ruang kelas, tetapi juga penjaga nilai, pembentuk karakter, dan pelita peradaban. “Kepada seluruh guru dan penjuang pendidikan di Sulawesi Utara, selamat merayakan Idul Fitri bersama keluarga tercinta. Semoga kebersamaan ini menjadi sumber energi baru untuk terus mengabdi, mendidik, dan menginspirasi generasi bangsa,” tambahnya. PW Pergunu Sulawesi Utara berharap, semangat Idul Fitri tahun ini mampu memperkuat solidaritas antarpendidik, meningkatkan kualitas pendidikan berbasis nilai-nilai keislaman yang moderat, serta mendorong terciptanya ekosistem pendidikan yang berkarakter, inklusif, dan berdaya saing. Di tengah dinamika zaman yang terus berubah, pesan Idul Fitri dari PW Pergunu menjadi pengingat bahwa kekuatan bangsa terletak pada kualitas manusianya—dan guru adalah garda terdepan dalam membentuknya.
BERITA20/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Jelang Lebaran, BAZNAS Gandeng The Park Sawangan Santuni Anak Yatim dan Dhuafa
Jelang Lebaran, BAZNAS Gandeng The Park Sawangan Santuni Anak Yatim dan Dhuafa
Depok – Menyambut Hari Raya Idulfitri 1447 H, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI berkolaborasi dengan The Park Sawangan menyalurkan santunan kepada anak-anak yatim dan dhuafa. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan kebahagiaan Ramadan, khususnya bagi mereka yang membutuhkan. Aksi sosial bertajuk “Meraih Keberkahan di Bulan yang Penuh Berkah Bersama Sahabat Yatim dan Dhuafa” ini digelar di kawasan pusat perbelanjaan The Park Sawangan, Depok, Rabu (18/3/2026). Deputi I Bidang Pengumpulan BAZNAS RI, Arifin Purwakananta, mengapresiasi sinergi yang terjalin antara BAZNAS dan pihak pengelola mal dalam menghadirkan program sosial di ruang publik. “Alhamdulillah di bulan yang baik ini BAZNAS masih terus memberikan kebahagiaan untuk anak-anak yatim dan dhuafa. Kolaborasi ini menunjukkan bahwa semangat berbagi bisa tumbuh di mana saja, termasuk di pusat perbelanjaan,” ujar Arifin dalam keterangannya, Kamis (19/3/2026). Ia menegaskan, BAZNAS ingin memastikan keberkahan Ramadan dapat dirasakan secara luas, terutama oleh anak-anak yatim dan dhuafa yang membutuhkan perhatian lebih menjelang Lebaran. Sinergi Zakat, Perluas Jangkauan Manfaat Arifin menilai, kolaborasi dengan berbagai pihak menjadi strategi penting untuk memperluas penghimpunan sekaligus pendistribusian zakat agar semakin tepat sasaran. Tak hanya penyaluran bantuan, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi publik tentang pentingnya berbagi di bulan Ramadan. “Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban dan menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak yatim dan dhuafa di momen Ramadan dan Idulfitri,” tambahnya. Mal Jadi Ruang Berbagi Pihak manajemen The Park Sawangan menyebut kegiatan ini sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), sekaligus bentuk kepedulian terhadap masyarakat sekitar. Sebagai pusat aktivitas publik, mereka merasa memiliki peran untuk menghadirkan manfaat sosial, tidak hanya menjadi ruang transaksi ekonomi, tetapi juga ruang empati. “Kolaborasi dengan BAZNAS ini menjadi langkah nyata kami dalam menghadirkan kebermanfaatan di ruang publik. Dengan sinergi ini, bantuan bisa menjangkau lebih luas dan tepat sasaran,” ujar pihak manajemen. Mereka berharap, kegiatan serupa dapat terus berlanjut dan menginspirasi masyarakat luas untuk ikut berbagi, terutama di bulan suci Ramadan. Hadirkan Senyum Jelang Lebaran Santunan yang diberikan diharapkan mampu menghadirkan senyum dan kebahagiaan bagi anak-anak yatim dan dhuafa di tengah persiapan menyambut Idulfitri. Di tengah hiruk-pikuk pusat perbelanjaan, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa Ramadan bukan sekadar perayaan, tetapi juga momentum memperkuat kepedulian dan solidaritas sosial. Sebab, di balik setiap bantuan yang diberikan, ada harapan yang tumbuh—bahwa kebahagiaan Lebaran adalah milik semua.
BERITA20/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Di Balik Layanan Zakat, Ada Kepedulian Sunyi yang Menguatkan BAZNAS Minahasa
Di Balik Layanan Zakat, Ada Kepedulian Sunyi yang Menguatkan BAZNAS Minahasa
Tondano 19/3/2026— Menjelang penghujung Ramadhan 1447 Hijriah, di saat aktivitas pelayanan kepada umat mencapai puncaknya, sebuah kepedulian sederhana hadir tanpa banyak sorotan. Seorang donatur secara tulus membantu menopang kebutuhan operasional BAZNAS Minahasa, memastikan layanan kepada masyarakat tetap berjalan. Bantuan tersebut digunakan untuk mendukung kebutuhan komunikasi lembaga—sebuah aspek yang kerap tak terlihat, namun menjadi urat nadi dalam menghubungkan muzaki, mustahik, dan pengelola zakat. Di tengah keterbatasan yang dihadapi, bantuan itu menjadi lebih dari sekadar dukungan teknis. Ia menjelma menjadi simbol kepercayaan. “Di balik setiap layanan yang kami berikan, ada proses yang tidak selalu terlihat. Bantuan ini bukan hanya meringankan, tetapi juga menguatkan,” ujar perwakilan BAZNAS Minahasa. Sebagai lembaga resmi pengelola zakat di daerah dengan dinamika sosial yang khas, BAZNAS Minahasa menghadapi tantangan yang tidak ringan. Pola berzakat masyarakat yang masih bersifat langsung, keterbatasan dukungan, serta rendahnya literasi zakat kelembagaan menjadi bagian dari realitas yang dihadapi. Namun demikian, pelayanan tidak berhenti. Di ruang-ruang sederhana, melalui perangkat komunikasi yang terus diupayakan tetap aktif, koordinasi penyaluran zakat, pendataan mustahik, hingga respon kebutuhan darurat masyarakat tetap dijalankan. Dalam konteks itulah, bantuan kecil menjadi signifikan. Ia menjaga agar pelayanan tidak terputus. Wakil Ketua IV BAZNAS Minahasa Sahlan Kokalo menegaskan bahwa kepercayaan publik adalah fondasi utama dalam pengelolaan zakat. “Kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kepedulian ini. Di tengah berbagai keterbatasan, kepercayaan seperti inilah yang menjadi energi bagi kami untuk terus melayani umat,” ujarnya. Ia menambahkan, setiap dukungan—sekecil apa pun—memiliki arti strategis dalam menjaga kesinambungan layanan. “Zakat bukan hanya tentang distribusi bantuan, tetapi tentang menjaga amanah. Dan amanah itu hanya bisa dijalankan jika ada kepercayaan,” katanya. Momentum Ramadhan menjadi pengingat bahwa zakat, infak, dan sedekah akan memiliki dampak lebih luas jika dikelola secara terarah melalui lembaga resmi seperti BAZNAS Minahasa. Dengan sistem yang terus dibenahi menuju transparansi dan akuntabilitas, BAZNAS Minahasa berupaya menjaga kepercayaan sekaligus memperluas manfaat bagi masyarakat. “Kami percaya, dengan kebersamaan, zakat tidak hanya menjadi ibadah, tetapi juga solusi nyata untuk mengurangi kesenjangan sosial,” ujar Waka IV.
BERITA19/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Harmoni Lintas Iman di Tondano: Gereja Advent dan Masjid Al Hijrah Bersatu Tebar Kebaikan di Bulan Suci
Harmoni Lintas Iman di Tondano: Gereja Advent dan Masjid Al Hijrah Bersatu Tebar Kebaikan di Bulan Suci
Tondano, 18 Maret 2026 – Suasana penuh kehangatan dan persaudaraan lintas iman terasa begitu kuat di Masjid Al Hijrah Rinegetan, Tondano, saat berlangsungnya kegiatan silaturahmi, buka puasa bersama, serta penyaluran bantuan sosial kepada kaum dhuafa dan marbot masjid. Kegiatan yang digelar di Sekretariat BTM Masjid Al Hijrah ini menjadi momentum istimewa yang mempertemukan tokoh-tokoh dari Asosiasi Kependetaan Gereja Masehi Advent Hari Ke-Tujuh Daerah Konferens Minahasa dengan jajaran pengurus masjid, serta dihadiri oleh perwakilan BAZNAS Minahasa. Sebanyak 30 paket bantuan sembako disalurkan kepada para dhuafa dan marbot masjid sebagai wujud nyata kepedulian dan solidaritas kemanusiaan. Kehadiran tokoh-tokoh lintas iman dalam satu ruang kebersamaan menjadi bukti bahwa nilai kemanusiaan mampu menyatukan perbedaan dalam harmoni yang indah. Tokoh-Tokoh yang Hadir Dari Gereja Advent: Pdt. Meidy Wakulu Pdt. Nixen Tumarar Pdt. Samuel Lontaan Pdt. Gerry Taebenu Bpk. Yohan Goni Bpk. Andre Mambu Bpk. Jimmy Lolowang Dari Masjid Al Hijrah: Bpk. Ibrahim Hamid (Ketua BTM) Bpk. Kiki Palamani (Imam Masjid) Bpk. Samsul Arif (Ketua UPZ) Bpk. Mulyadi, SE (Ketua Majelis Taklim Imam Masjid Al Hijrah, Bpk. Kiki Palamani, menyampaikan rasa syukur dan haru atas kebersamaan tersebut: “Ini adalah bukti bahwa nilai kasih sayang dan kepedulian tidak dibatasi oleh perbedaan. Di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini, kami merasakan kehadiran saudara-saudara kami sebagai kekuatan yang mempererat persaudaraan kemanusiaan.” Sementara itu, Pdt. Nixen Tumarar menegaskan pentingnya cinta kasih dalam kehidupan sosial: “Kami hadir membawa pesan bahwa cinta kasih adalah jembatan yang menyatukan kita semua. Perbedaan bukanlah penghalang, melainkan kekuatan untuk saling menguatkan dan melayani sesama.” Perwakilan BAZNAS Minahasa yang turut hadir dalam kegiatan tersebut memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif mulia ini. “Kegiatan ini adalah contoh nyata ukhuwah insaniyah—persaudaraan kemanusiaan—yang sangat relevan di tengah kehidupan masyarakat saat ini. BAZNAS Minahasa melihat bahwa kolaborasi seperti ini bukan hanya memperkuat nilai toleransi, tetapi juga memperluas dampak kebaikan bagi masyarakat yang membutuhkan.” Lebih lanjut disampaikan: “Semangat berbagi yang ditunjukkan dalam kegiatan ini sejalan dengan misi BAZNAS dalam menghadirkan kebermanfaatan zakat bagi seluruh lapisan masyarakat. Kami berharap kolaborasi lintas iman seperti ini terus tumbuh dan menjadi inspirasi bagi daerah lain.” Kegiatan dilanjutkan dengan buka puasa bersama dalam suasana penuh kekeluargaan. Doa, kebersamaan, dan kepedulian menyatu dalam satu momen yang sarat makna.
BERITA19/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Minahasa Kolaborasi dengan UPZ Masjid, Salurkan Beras Zakat di Rinegetan Tondano
BAZNAS Minahasa Kolaborasi dengan UPZ Masjid, Salurkan Beras Zakat di Rinegetan Tondano
Tondano 18/3/2026– Komitmen menghadirkan keberkahan Ramadhan diwujudkan oleh BAZNAS Minahasa melalui kolaborasi bersama Unit Pengumpul Zakat (UPZ) masjid dalam penyaluran beras zakat fitrah kepada masyarakat yang berhak. Kegiatan pendistribusian dilaksanakan di Kelurahan Rinegetan, tepatnya kepada jamaah Masjid Al Hijrah Rinegetan, Tondano. Dalam kegiatan ini, Ketua UPZ Minahasa, Samsul Arif, bersama anggota UPZ turut langsung menyalurkan bantuan kepada para penerima manfaat dari delapan golongan (asnaf). Sebanyak 13 karung beras ukuran 5 kilogram disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan, sebagai bagian dari amanah zakat fitrah yang dipercayakan kepada BAZNAS untuk dikelola dan didistribusikan secara tepat sasaran. Ketua UPZ Minahasa, Samsul Arif, menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan oleh BAZNAS. “Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dipercayakan oleh BAZNAS untuk bersama-sama menyalurkan zakat fitrah ini. Hari ini kami menerima 13 karung beras untuk dibagikan kepada para mustahik,” ujarnya. Ia juga mendoakan para muzaki yang telah menunaikan zakat melalui lembaga resmi. “Semoga para muzaki diberikan umur panjang, kesehatan, dan keberkahan. Kami berharap kerja sama ini terus berlanjut,” tambahnya. Sementara itu, Wakil Ketua IV BAZNAS Minahasa Sahlan Kokalo yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mempercayakan zakatnya melalui BAZNAS. Ia mengungkapkan bahwa saat ini BAZNAS Minahasa mendapat amanah untuk menyalurkan sekitar 500 kilogram beras zakat fitrah yang berasal dari BAZNAS Sulawesi Utara. “Ini adalah bentuk kepercayaan yang harus kami jaga dengan baik. Semoga ke depan BAZNAS Minahasa terus mendapatkan dukungan dari masyarakat, sehingga bisa menjangkau lebih banyak penerima manfaat,” ujarnya. Momentum ini juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat tentang pentingnya menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi seperti BAZNAS. Dengan sistem pengelolaan yang transparan, terstruktur, dan berbasis data, zakat dapat disalurkan secara lebih tepat sasaran kepada delapan golongan penerima (asnaf) sebagaimana diatur dalam syariat Islam. Penyaluran melalui lembaga resmi juga memastikan bahwa zakat tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi program pemberdayaan ekonomi umat. BAZNAS Minahasa mengajak seluruh masyarakat Muslim untuk terus menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi. Dengan dukungan umat, zakat tidak hanya membersihkan harta, tetapi juga menjadi solusi nyata bagi kemiskinan, ketimpangan sosial, dan pembangunan kesejahteraan masyarakat. Ke depan, sinergi antara BAZNAS Minahasa dan UPZ masjid diharapkan semakin kuat, sehingga distribusi zakat dapat menjangkau lebih luas dan memberikan dampak yang lebih besar. “Zakat adalah amanah. Ketika dikelola bersama, dampaknya akan jauh lebih besar. Inilah saatnya umat bersatu dalam kebaikan,” menjadi pesan penutup yang menguatkan semangat kolaborasi tersebut.
BERITA19/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Malam ke-29 Ramadhan, Imam Masjid Al Hijrah Tondano Ingatkan: Zakat Fitrah Bukan Tradisi
Malam ke-29 Ramadhan, Imam Masjid Al Hijrah Tondano Ingatkan: Zakat Fitrah Bukan Tradisi
Tondano – Suasana haru dan penuh kekhusyukan menyelimuti Masjid Al Hijrah Rinegetan, Tondano, Rabu (18/3/2026) malam. Rangkaian ibadah di malam ke-29 Ramadhan berlangsung khidmat, dimulai dari salat Isya hingga tarawih yang dipimpin oleh Ketua BTM Masjid Al Hijrah. Lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an yang dibacakan imam tarawih terdengar syahdu, mengalun lembut dan dalam, menghadirkan suasana yang menenangkan sekaligus menggetarkan hati para jamaah. Kekhusyukan begitu terasa, seolah menjadi pengingat bahwa Ramadhan hampir mencapai penghujungnya. Usai salat, Imam masjid, Kiki Palamani, menyampaikan kultum yang mengajak jamaah untuk menutup Ramadhan dengan amal terbaik. “Bisa jadi ini Ramadhan terakhir kita. Jangan sampai kita melewatkan penutupnya tanpa amal terbaik,” ujarnya. Dalam ceramahnya, Kiki menyoroti masih adanya anggapan di masyarakat yang menganggap zakat fitrah hanya sebagai tradisi tahunan. Ia menegaskan, zakat fitrah merupakan kewajiban yang memiliki fungsi penting dalam menyempurnakan ibadah puasa. Ia mengutip hadis Nabi Muhammad SAW yang menyebut zakat fitrah sebagai pembersih bagi orang yang berpuasa dari perkataan sia-sia dan perbuatan yang tidak baik. “Selama sebulan kita berpuasa, pasti ada kekurangan. Zakat fitrah inilah yang membersihkan itu,” katanya. Kiki menjelaskan bahwa zakat fitrah wajib ditunaikan oleh seluruh umat Islam tanpa terkecuali, baik anak-anak maupun orang dewasa. Ia merujuk pada hadis Nabi yang menyebut zakat fitrah diwajibkan atas setiap muslim, laki-laki dan perempuan, kecil maupun besar. “Ini kewajiban universal, tidak ada yang dikecualikan,” tegasnya. Menurutnya, zakat fitrah tidak hanya bermanfaat bagi mustahik (penerima), tetapi juga menjadi sarana penyucian diri bagi muzaki (pemberi). “Jangan kita pikir zakat hanya untuk mereka. Justru kita yang dibersihkan oleh Allah,” ujarnya. Ia juga mengutip Surah At-Taubah ayat 103 tentang fungsi zakat sebagai penyuci harta dan jiwa. Kiki turut mengingatkan jamaah agar tidak menunda pembayaran zakat fitrah hingga melewati waktu yang dianjurkan. Menurutnya, zakat fitrah harus ditunaikan sebelum pelaksanaan salat Idul Fitri. Jika terlambat, maka nilainya hanya menjadi sedekah biasa. “Jangan sampai kita terlambat, karena ini ada waktunya,” katanya. Selain itu, ia juga menyinggung praktik yang keliru di masyarakat, seperti anggapan puasa setengah hari. Ia menegaskan bahwa puasa wajib harus dilakukan penuh, dari terbit fajar hingga terbenam matahari, sesuai dengan ketentuan dalam Al-Qur’an. Menutup kultumnya, Kiki Palamani mengajak jamaah untuk melakukan introspeksi diri di penghujung Ramadhan. Ia mengingatkan bahwa tidak semua orang memiliki kesempatan bertemu kembali dengan bulan suci di tahun berikutnya. “Mungkin ini Ramadhan terakhir kita. Maka mari kita tutup dengan kebaikan terbaik,” pungkasnya.
BERITA18/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Siak Gandeng PTPN IV, 30 Mustahik di Dayun Terima Paket “Ramadhan Bahagia”
BAZNAS Siak Gandeng PTPN IV, 30 Mustahik di Dayun Terima Paket “Ramadhan Bahagia”
Dayun — Semangat berbagi di bulan suci Ramadhan kembali digaungkan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Siak. Berkolaborasi dengan PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV) Regional III Sei Buatan, BAZNAS menyalurkan Paket Ramadhan Bahagia kepada masyarakat yang membutuhkan. Kegiatan berlangsung di Masjid Ubudiyah, kawasan PTPN IV Regional III Sei Buatan, dengan dihadiri Wakil Ketua I BAZNAS Siak Bidang Pengumpulan Syukron Wahib, Wakil Ketua III Bidang Keuangan dan Pelaporan Moch Showwam Amin, serta manajemen perusahaan. Sebanyak 30 mustahik menerima paket kebutuhan pokok Ramadhan yang diharapkan mampu membantu meringankan beban ekonomi, khususnya dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari selama bulan puasa. Dalam sambutannya, Syukron Wahib menegaskan pentingnya sinergi antara lembaga zakat dan dunia usaha dalam memperluas manfaat bagi masyarakat. “Kolaborasi seperti ini sangat penting. Dengan dukungan mitra, jangkauan manfaat zakat bisa semakin luas dan tepat sasaran,” ujarnya. Ia menambahkan, program ini bukan sekadar bantuan, tetapi juga bentuk kepedulian bersama dalam menghadirkan kebahagiaan di bulan penuh berkah. Pihak manajemen PTPN IV Regional III Sei Buatan juga menyatakan komitmennya untuk terus mendukung program sosial dan kemanusiaan bersama BAZNAS. Sinergi ini dinilai menjadi langkah strategis dalam membangun solidaritas sosial serta memperkuat semangat gotong royong antara dunia usaha dan masyarakat. Program “Paket Ramadhan Bahagia” tidak hanya menghadirkan bantuan materi, tetapi juga membawa pesan kuat tentang pentingnya berbagi dan kepedulian. Di tengah berbagai tantangan ekonomi, kehadiran BAZNAS bersama mitra menjadi bukti bahwa zakat, infak, dan sedekah mampu menjadi solusi nyata bagi masyarakat. Ramadhan bukan hanya tentang menahan diri, tapi juga tentang memperluas kepedulian. Dari kolaborasi, lahir keberkahan untuk semua.
BERITA18/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Bandar Lampung & Wali Kota Salurkan Berkah Ramadhan untuk 800 Petugas Kebersihan
BAZNAS Bandar Lampung & Wali Kota Salurkan Berkah Ramadhan untuk 800 Petugas Kebersihan
Bandar Lampung (17/03/2026) — Menjelang penghujung Ramadhan 1447 H, aksi kepedulian kembali ditunjukkan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Bandar Lampung bersama Pemerintah Kota. Sebanyak 800 pejuang kebersihan menerima bantuan berkah Ramadhan dalam kegiatan yang digelar di Gedung Semergou. Para penerima manfaat merupakan petugas kebersihan dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandar Lampung—mereka yang selama ini menjadi garda terdepan menjaga kebersihan kota. Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, yang akrab disapa Bunda Eva, bersama jajaran BAZNAS Kota Bandar Lampung. Tak hanya santunan, dalam kesempatan tersebut juga disalurkan bantuan beras dan paket sembako untuk para petugas kebersihan. Bantuan ini diharapkan dapat membantu kebutuhan mereka, khususnya menjelang Hari Raya Idulfitri. “Ini adalah bentuk kepedulian Pemerintah Kota Bandar Lampung kepada para mustahik di Dinas Lingkungan Hidup. Bersama BAZNAS, kami terus berkolaborasi agar manfaat zakat bisa dirasakan luas oleh masyarakat,” ujar Bunda Eva. Ia juga menegaskan bahwa dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dihimpun, termasuk dari para ASN di lingkungan Pemkot, menjadi kekuatan besar dalam menghadirkan program-program sosial yang berdampak. Ketua BAZNAS Kota Bandar Lampung, Ismail Saleh, menyampaikan apresiasi kepada para muzaki yang telah mempercayakan zakatnya melalui BAZNAS. “Kami mengucapkan terima kasih kepada para muzaki, termasuk ASN Pemerintah Kota Bandar Lampung, serta dukungan luar biasa dari Bunda Eva. Ini menjadi energi besar bagi kami untuk terus menebar manfaat,” ungkapnya. Ribuan Mustahik Rasakan Berkah Ramadhan Sepanjang Ramadhan tahun ini, BAZNAS Kota Bandar Lampung mencatat capaian besar dalam penyaluran bantuan: 95 ton beras disalurkan kepada 19.000 mustahik Bantuan uang tunai dan paket sembako untuk sekitar 3.000 mustahik Total lebih dari 22.000 penerima manfaat merasakan berkah Ramadhan Angka ini menjadi bukti bahwa zakat yang dikelola secara profesional mampu menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat luas. Zakat Menguatkan, Ramadhan Membahagiakan Kegiatan ini juga dihadiri oleh jajaran pimpinan dan Dewan Pengawas BAZNAS Kota Bandar Lampung, serta para kepala dinas dan pejabat di lingkungan Pemerintah Kota. Momentum ini tidak hanya menjadi ajang berbagi, tetapi juga memperkuat sinergi antara pemerintah dan BAZNAS dalam membangun kesejahteraan umat. “Berkah bagi muzaki, kebahagiaan bagi mustahik.” Di bulan suci ini, zakat kembali membuktikan dirinya sebagai jembatan kebaikan yang menghubungkan kepedulian dengan harapan.
BERITA18/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Siak Salurkan Bantuan Biaya Hidup di Sungai Apit, Ringankan Beban Warga Tanjung Kuras
BAZNAS Siak Salurkan Bantuan Biaya Hidup di Sungai Apit, Ringankan Beban Warga Tanjung Kuras
Sungai Apit — Aksi nyata kepedulian kembali ditunjukkan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Siak. Kali ini, bantuan biaya hidup disalurkan kepada masyarakat membutuhkan di Desa Tanjung Kuras, sebagai upaya meringankan beban ekonomi warga. Penyaluran bantuan dilakukan langsung oleh tim BAZNAS Kabupaten Siak kepada para penerima manfaat. Warga yang menerima bantuan tampak bersyukur, terlebih di tengah kondisi ekonomi yang tidak menentu. Program bantuan biaya hidup ini menjadi salah satu bentuk perhatian BAZNAS terhadap masyarakat yang tengah menghadapi kesulitan, baik karena faktor ekonomi maupun kondisi tertentu lainnya. Perwakilan BAZNAS Kabupaten Siak menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen lembaga dalam menjaga keberlangsungan hidup masyarakat kurang mampu. “Melalui bantuan ini, kami berharap dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat serta memberikan keringanan di tengah kondisi yang dihadapi,” ujarnya. Bantuan yang disalurkan diharapkan dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, mulai dari bahan pangan hingga keperluan mendesak lainnya. Lebih dari itu, program ini juga menjadi bukti bahwa zakat, infak, dan sedekah yang dikelola dengan baik mampu menghadirkan solusi nyata bagi persoalan sosial di tengah masyarakat. BAZNAS Kabupaten Siak terus berupaya memastikan setiap bantuan tersalurkan secara tepat sasaran dan memberikan dampak langsung bagi penerima manfaat. Dengan berbagai program yang dijalankan, BAZNAS ingin hadir bukan hanya sebagai lembaga penyalur, tetapi juga sebagai penguat harapan bagi masyarakat yang sedang berjuang. Diharapkan, bantuan ini tidak hanya meringankan beban sementara, tetapi juga menjadi penyemangat bagi warga untuk bangkit dan menjalani kehidupan dengan lebih baik. Di balik setiap zakat yang ditunaikan, ada harapan yang dihidupkan dan beban yang diringankan.
BERITA18/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Riau Santuni 213 Anak Yatim di Pekanbaru, Buka Puasa Penuh Haru Jelang Lebaran
BAZNAS Riau Santuni 213 Anak Yatim di Pekanbaru, Buka Puasa Penuh Haru Jelang Lebaran
Pekanbaru (17/03/2026) — Suasana haru dan kebahagiaan menyelimuti Kantor Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Riau, Selasa (17/3). Ratusan anak yatim dari berbagai panti asuhan di Kota Pekanbaru berkumpul dalam kegiatan buka puasa bersama yang dirangkaikan dengan penyaluran santunan. Sebanyak 213 anak yatim menerima santunan masing-masing sebesar Rp300.000, sebagai bentuk kepedulian sekaligus upaya menghadirkan senyum bahagia menjelang Hari Raya Idulfitri. Acara ini turut dihadiri Ketua BAZNAS Riau Masriadi Hasan, Wakil Ketua II Jamaluddin, para pendamping panti asuhan, serta anak-anak penerima manfaat. Ketua BAZNAS Riau, Masriadi Hasan, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata amanah dari para muzaki yang telah mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya melalui BAZNAS. “Kami ingin menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak yatim, khususnya di bulan suci Ramadhan dan menjelang Idulfitri. Semoga santunan ini membawa manfaat dan keberkahan,” ujarnya. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para muzaki yang terus mendukung program-program kemanusiaan BAZNAS. “Kami ucapkan terima kasih kepada para muzaki. Semoga setiap kebaikan yang ditunaikan menjadi pahala berlipat,” tambahnya. Kegiatan ini bukan hanya soal bantuan materi, tetapi juga menghadirkan kehangatan dan perhatian bagi anak-anak yatim. Tawa, doa, dan kebersamaan terasa sepanjang acara, menciptakan momen yang tak terlupakan. Buka puasa bersama ini menjadi ruang silaturahmi antara BAZNAS, anak-anak yatim, dan para pengelola panti asuhan—memperkuat ikatan sosial di tengah bulan penuh rahmat. Melalui program ini, BAZNAS Riau kembali menegaskan komitmennya dalam menyalurkan amanah umat secara tepat sasaran dan berdampak luas. Zakat, infak, dan sedekah yang dititipkan tidak hanya menjadi bantuan sesaat, tetapi juga menghadirkan harapan, kebahagiaan, dan keberkahan bagi mereka yang membutuhkan. Di bulan Ramadhan, berbagi bukan sekadar memberi. Tapi tentang menghadirkan senyum di wajah-wajah yang menanti kebahagiaan.
BERITA18/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Wabup Bulukumba Bayar Zakat Fitrah di BAZNAS, Ajak Warga: Salurkan Lewat Lembaga Resmi!
Wabup Bulukumba Bayar Zakat Fitrah di BAZNAS, Ajak Warga: Salurkan Lewat Lembaga Resmi!
Bulukumba (17/03/2026) — Momentum Ramadhan dimanfaatkan Wakil Bupati Bulukumba, Andi Edy Manaf, untuk menunaikan kewajiban zakat fitrah. Ia langsung datang ke kantor Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bulukumba, Selasa (17/3), sebagai bentuk keteladanan bagi masyarakat. Kedatangan orang nomor dua di Bulukumba itu disambut hangat oleh jajaran pimpinan BAZNAS setempat. Dalam suasana yang khidmat dan penuh makna, Andi Edy Manaf menyerahkan zakat fitrahnya secara langsung. Aksi ini bukan sekadar menunaikan kewajiban pribadi, tetapi juga menjadi pesan kuat kepada publik tentang pentingnya menyalurkan zakat melalui lembaga resmi. “Zakat bukan hanya kewajiban, tetapi juga wujud kepedulian sosial. Saya mengajak seluruh masyarakat Bulukumba untuk menunaikan zakat fitrah melalui BAZNAS agar manfaatnya bisa dirasakan lebih luas,” tegasnya. Ia juga mengajak Aparatur Sipil Negara (ASN), pelaku usaha, hingga masyarakat umum untuk mempercayakan zakatnya kepada BAZNAS agar pengelolaannya lebih terarah, transparan, dan tepat sasaran kepada mustahik. Kenapa Harus Lewat BAZNAS? Penyaluran zakat melalui lembaga resmi seperti BAZNAS memiliki sejumlah keunggulan yang perlu dipahami masyarakat: Tepat Sasaran — Didistribusikan berdasarkan data mustahik yang terverifikasi Transparan & Akuntabel — Dikelola dengan sistem pelaporan yang jelas Dampak Lebih Luas — Tidak hanya konsumtif, tetapi juga produktif Terorganisir — Menjangkau wilayah-wilayah yang sulit dijangkau individu Inilah yang menjadi alasan mengapa peran BAZNAS semakin strategis dalam membangun kesejahteraan umat. Pimpinan BAZNAS Kabupaten Bulukumba mengapresiasi langkah yang dilakukan Wakil Bupati. Menurutnya, keteladanan pimpinan daerah menjadi energi besar untuk meningkatkan kesadaran berzakat di tengah masyarakat. “Ini contoh nyata yang sangat baik. Kami terus berupaya memberikan layanan terbaik, baik melalui konter langsung maupun layanan jemput zakat,” ujarnya. Selama bulan Ramadhan, BAZNAS Bulukumba memang membuka berbagai kanal layanan, mulai dari pembayaran langsung di kantor hingga layanan jemput zakat, guna memudahkan masyarakat menunaikan kewajibannya. Zakat fitrah bukan sekadar ritual tahunan, tetapi memiliki dimensi sosial yang sangat kuat. Melalui pengelolaan yang profesional, zakat mampu menjadi instrumen pemerataan ekonomi dan pengentasan kemiskinan. Dengan sinergi antara pemerintah daerah, BAZNAS, dan masyarakat, diharapkan pengumpulan zakat fitrah tahun ini meningkat signifikan dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan umat di Bulukumba. Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar, tapi juga tentang menghadirkan kepedulian. Dan zakat adalah jembatan menuju keberkahan itu.
BERITA18/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Siaga di Jalur Mudik! Pos Kesehatan Gratis di Demak Jadi Oase Para Pemudik
BAZNAS Siaga di Jalur Mudik! Pos Kesehatan Gratis di Demak Jadi Oase Para Pemudik
Demak (18/03/2026) — Tradisi mudik selalu identik dengan rindu yang menggebu menuju kampung halaman. Namun di balik perjalanan panjang itu, kelelahan kerap menjadi ancaman nyata bagi para pemudik. Menjawab kebutuhan tersebut, BAZNAS Kabupaten Demak hadir dengan layanan kesehatan gratis di jalur utama mudik, memastikan para “pejuang rindu” tetap prima hingga tujuan. Berlokasi di pelataran Masjid Ar-Rahman Kaligondang, sebuah tenda putih berdiri mencolok dengan spanduk bertuliskan “Layanan Kesehatan Gratis Pos Mudik 1447 H / 2026 M”. Di titik ini, para tenaga medis dengan sigap dan ramah menyambut pemudik yang singgah—baik untuk beristirahat sejenak maupun memeriksa kondisi kesehatan. Posko ini bukan hanya tempat berhenti biasa. BAZNAS menghadirkan layanan ini sebagai bagian dari 21 titik pos mudik yang tersebar di jalur utama Pulau Jawa. Fungsinya jelas: menjadi titik aman bagi pemudik yang mulai kelelahan, bahkan berisiko kehilangan fokus saat berkendara. “Kami ingin memastikan perjalanan mudik tahun ini tidak hanya lancar, tetapi juga aman secara medis. Kesehatan adalah kunci agar bisa merayakan Idul Fitri dengan bahagia bersama keluarga,” ujar salah satu petugas di lokasi. Tak sekadar formalitas, posko ini dilengkapi berbagai layanan yang benar-benar dibutuhkan pemudik: Pemeriksaan Kesehatan Dasar Mulai dari cek tekanan darah, suhu tubuh, hingga konsultasi medis ringan. Obat dan Vitamin Gratis Pemudik mendapatkan suplemen dan obat-obatan umum untuk menjaga stamina. Area Istirahat Nyaman Berlokasi di area masjid, pemudik bisa rehat sekaligus menunaikan ibadah dengan tenang. Edukasi Anti Microsleep Tips praktis bagi pengemudi agar tetap fokus dan terhindar dari kecelakaan. Dapur Air Tersedia minuman hangat dan makanan ringan untuk mengembalikan energi selama perjalanan. Layanan ini menjadi bukti nyata bagaimana dana zakat, infak, dan sedekah dikelola secara produktif oleh BAZNAS untuk kemaslahatan umat. Para pemudik, yang dalam Islam termasuk kategori musafir, menjadi salah satu kelompok yang berhak merasakan manfaatnya. Kehadiran posko ini bukan hanya tentang layanan kesehatan, tetapi juga menghadirkan rasa aman, kepedulian, dan sentuhan kemanusiaan di tengah padatnya arus mudik. Bagi Anda yang melintasi kawasan Kaligondang, Demak, dan mulai merasa lelah, jangan ragu untuk menepi sejenak. Di sana, BAZNAS telah menyiapkan ruang untuk beristirahat, memulihkan tenaga, dan melanjutkan perjalanan dengan lebih aman. Mudik bukan sekadar sampai tujuan, tapi juga tentang selamat di perjalanan.
BERITA18/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Punya “Peta Besar” Hadapi Disinformasi Global, Pakar: Tinggal Perkuat Tim!
BAZNAS Punya “Peta Besar” Hadapi Disinformasi Global, Pakar: Tinggal Perkuat Tim!
Jakarta – Di tengah derasnya arus informasi yang kian tak terbendung, ancaman disinformasi dan misinformasi kini menjelma menjadi tantangan global yang serius. Namun di balik situasi itu, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dinilai telah memiliki arah dan strategi yang jelas untuk menghadapinya. Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi Pemerintah RI, Hariqo Wibawa Satria, menegaskan bahwa BAZNAS tidak berjalan tanpa arah. Justru sebaliknya, lembaga ini dinilai sudah memiliki “peta komunikasi” yang kuat dalam merespons dinamika informasi dunia. “Sekarang disinformasi dan misinformasi sudah menjadi ancaman utama dunia berdasarkan Laporan Risiko Global 2025. Berita bohong itu berlari cepat, sementara klarifikasinya tertatih. Tapi BAZNAS sudah punya peta yang jelas. Tinggal bagaimana timnya diperkuat,” ujar Hariqo dalam forum Z-Talk di Jakarta, Senin (16/3/2026). Pernyataan itu disampaikan dalam kegiatan Z-Talk bertema “Zakat Menguatkan Indonesia Melalui Media Massa & Silaturahmi Forum Matraman” yang digelar di Gedung BAZNAS RI, Jakarta Timur. Z-Talk sendiri menjadi ruang strategis yang mempertemukan pimpinan Badan Amil Zakat Nasional dengan para praktisi media. Forum ini tak sekadar ajang diskusi, tapi juga upaya konkret membangun sinergi komunikasi yang lebih transparan, terbuka, dan berdampak luas. Hariqo menilai, langkah BAZNAS yang aktif membangun komunikasi dengan media, membuka ruang kritik, hingga menghadirkan langsung kisah para penerima manfaat (mustahik) adalah strategi yang tepat di era krisis kepercayaan. Menurutnya, publik tidak lagi cukup diyakinkan dengan angka dan laporan. Mereka butuh cerita nyata. “Cerita dari para penerima manfaat itu sangat kuat. Itu bukan sekadar narasi, tapi bukti bahwa zakat benar-benar mengubah kehidupan,” tegasnya. Ia juga mengapresiasi berbagai inovasi BAZNAS dalam meningkatkan literasi zakat, termasuk melalui lomba dan kampanye publik yang mendorong partisipasi masyarakat. Upaya ini dinilai penting untuk menangkal informasi keliru yang kerap beredar, terutama soal pengelolaan dana zakat. Tiga “P” Kunci Komunikasi: Program, Partisipasi, Publikasi Lebih jauh, Hariqo membeberkan formula penting dalam membangun komunikasi publik yang kuat. Ia menyebut ada tiga indikator utama yang harus dijaga, yakni: Program yang berjalan dengan baik dan berdampak Partisipasi masyarakat yang tinggi Publikasi yang luas dan terdokumentasi dengan baik “Tiga hal ini harus berjalan beriringan. Kalau program bagus tapi tidak dipublikasikan, dampaknya tidak terasa. Sebaliknya, publikasi tanpa program yang kuat juga tidak akan bertahan,” jelasnya. Kegiatan ini turut dihadiri jajaran pimpinan BAZNAS RI, di antaranya Sodik Mudjahid, Zainut Tauhid Sa’adi, serta sejumlah pimpinan lainnya. Selain itu, hadir pula tokoh-tokoh penting di bidang komunikasi dan media, seperti Amir Sodikin dan Andi Muhyiddin, yang turut memperkuat diskursus tentang peran media dalam membangun kepercayaan publik. Di tengah derasnya gelombang informasi yang kerap tak terkendali, BAZNAS dinilai tidak hanya bertahan, tetapi juga mulai mengambil posisi strategis sebagai lembaga yang adaptif dan responsif. Dengan peta komunikasi yang sudah terbentuk, penguatan tim, serta konsistensi dalam transparansi dan publikasi, BAZNAS diyakini mampu menjawab tantangan zaman—sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap pengelolaan zakat di Indonesia. Zakat bukan sekadar kewajiban, tapi kekuatan. Dan di era disinformasi, kekuatan itu harus disampaikan dengan cara yang benar.
BERITA18/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Minahasa Salurkan Beras Zakat di Desa Tikela, Hadirkan Kebahagiaan di Wilayah Perkebunan
BAZNAS Minahasa Salurkan Beras Zakat di Desa Tikela, Hadirkan Kebahagiaan di Wilayah Perkebunan
Minahasa 17/3/2026— Semangat kepedulian dan amanah zakat kembali diwujudkan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Minahasa melalui penyaluran bantuan beras zakat kepada masyarakat di Desa Tikela, Kecamatan Tombulu. Wilayah Desa Tikela yang berada di kawasan perkebunan dan pemukiman, serta berjarak cukup jauh dari pusat pemerintahan kecamatan, menjadi salah satu perhatian dalam distribusi zakat. Kondisi geografis tersebut kerap menjadi tantangan tersendiri dalam menjangkau masyarakat yang membutuhkan. Pendistribusian bantuan ini turut dibantu oleh Imam Masjid Daarus Sa’aada Manado yang berperan aktif dalam memberikan data penerima manfaat. Data tersebut difokuskan kepada warga yang berdomisili dengan KTP asal Kabupaten Minahasa, sehingga penyaluran zakat dapat tepat sasaran dan sesuai dengan prinsip keadilan dalam Islam. Sebanyak 10 penerima manfaat menerima bantuan beras zakat dan menyampaikan rasa syukur yang mendalam. Mereka mengaku, selama ini baru pertama kali mendapatkan bantuan dari BAZNAS Minahasa. “Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dan merasa senang. Bantuan ini sangat berarti bagi kami,” ungkap salah satu penerima dengan penuh haru. BAZNAS Minahasa menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Imam Masjid Daarus Sa’aada Ust. Thomas yang telah membantu dalam proses pendataan sekaligus ikut serta dalam penyaluran bantuan kepada masyarakat. Sinergi ini menjadi contoh nyata kolaborasi dalam kebaikan, sebagaimana ajaran Islam yang mendorong umatnya untuk saling tolong-menolong dalam kebajikan. Penyaluran zakat ini tidak hanya menjadi bentuk bantuan sosial semata, tetapi juga mengandung nilai edukasi tentang pentingnya zakat sebagai instrumen pemerataan kesejahteraan umat. Zakat adalah hak bagi mereka yang membutuhkan, dan kewajiban bagi yang mampu, sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Qur’an tentang pentingnya berbagi kepada sesama. Melalui kegiatan ini, BAZNAS Minahasa berharap kesadaran masyarakat untuk menunaikan zakat semakin meningkat, serta memperkuat semangat solidaritas dan ukhuwah Islamiyah di tengah kehidupan bermasyarakat. “Dari zakat, tumbuh keberkahan. Dari berbagi, lahir kebahagiaan.”
BERITA18/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Gerak Cepat! BAZNAS Siak Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Pusako
Gerak Cepat! BAZNAS Siak Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Pusako
Pusako — Aksi sigap ditunjukkan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Siak melalui program BAZNAS Tanggap Bencana (BTB). Tanpa menunggu lama, bantuan langsung disalurkan kepada korban kebakaran di Kampung Benayah, Kecamatan Pusako. Tim BTB BAZNAS Siak turun langsung ke lokasi, menyerahkan bantuan kepada warga terdampak yang tengah menghadapi masa sulit pasca musibah. Kehadiran mereka menjadi simbol nyata kepedulian dan solidaritas di tengah duka yang dirasakan masyarakat. Musibah kebakaran yang melanda Kampung Benayah menyebabkan kerugian besar bagi warga, baik dari sisi materi maupun tempat tinggal. Dalam kondisi darurat seperti ini, bantuan cepat menjadi kebutuhan utama. BAZNAS Siak pun hadir membawa bantuan yang difokuskan untuk memenuhi kebutuhan mendesak para korban, sekaligus memberikan dukungan moril agar mereka tetap kuat menghadapi cobaan. “Kami turut prihatin atas musibah ini. Semoga bantuan yang diberikan dapat membantu meringankan beban dan menjadi penyemangat bagi para korban untuk bangkit kembali,” ujar perwakilan BAZNAS di lokasi. Langkah cepat ini menjadi bukti bahwa zakat, infak, dan sedekah tidak hanya berperan dalam program sosial rutin, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam penanganan bencana. Melalui BAZNAS Tanggap Bencana, bantuan dapat disalurkan secara cepat, terarah, dan tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan dalam kondisi darurat. BAZNAS Kabupaten Siak menegaskan komitmennya untuk terus hadir dalam setiap situasi krisis. Tidak hanya memberikan bantuan, tetapi juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kepedulian sosial dan semangat gotong royong. Di tengah musibah, solidaritas menjadi kekuatan utama untuk bangkit. Dan melalui aksi nyata seperti ini, harapan kembali dinyalakan bagi mereka yang terdampak. Saat musibah datang, kepedulian adalah cahaya. Dan zakat adalah jalannya.
BERITA17/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Tsamara Amany Ajak Gen Z Salurkan ZIS Lewat BAZNAS: “Anak Muda Punya Daya Besar untuk Ubah Negeri!”
Tsamara Amany Ajak Gen Z Salurkan ZIS Lewat BAZNAS: “Anak Muda Punya Daya Besar untuk Ubah Negeri!”
Jakarta — Semangat filantropi generasi muda kembali disorot. Staf Khusus Menteri Pemuda dan Olahraga Bidang Kebijakan Publik dan Komunikasi, Tsamara Amany, mengajak generasi Z (Gen Z) untuk menyalurkan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI. Ajakan ini disampaikan dalam forum Z-Talk: Zakat Menguatkan Indonesia yang digelar BAZNAS RI di Jakarta, sebuah ruang dialog strategis antara pimpinan BAZNAS dan insan media massa. “Anak muda Indonesia itu sangat dermawan dan ingin berkontribusi. Kalau ada ruangnya, mereka pasti bergerak. BAZNAS punya potensi besar jadi saluran utama aksi sosial anak muda,” ujar Tsamara. Menurut Tsamara, Gen Z bukan sekadar generasi digital, tetapi juga generasi yang memiliki empati tinggi terhadap isu sosial. Namun, ia menilai potensi besar ini belum sepenuhnya terhubung dengan BAZNAS. Salah satu tantangan utamanya adalah soal komunikasi. Ia menekankan pentingnya pendekatan impact narrative dan storytelling agar program-program BAZNAS lebih dekat dengan generasi muda, khususnya di media sosial. “Kalau cerita dampaknya kuat, storytelling-nya menyentuh, insyaallah makin banyak yang tergerak. Anak-anak muda ini sebenarnya hatinya sudah terpanggil,” tegasnya. Tsamara menilai, kisah sukses mustahik yang berhasil mandiri atau aksi kemanusiaan di wilayah konflik harus lebih sering diangkat ke publik. Menurutnya, narasi yang kuat bukan hanya membangun kepercayaan, tapi juga mampu menggerakkan gelombang solidaritas baru. “Orang perlu tahu bahwa ada lembaga yang benar-benar bekerja, yang menghadirkan perubahan nyata. Dari situ, keinginan untuk ikut membantu akan tumbuh,” katanya. Dalam kesempatan tersebut, Tsamara juga mengapresiasi capaian BAZNAS yang dinilai luar biasa. Pada tahun 2023, BAZNAS berhasil membantu sekitar 54.000 orang keluar dari garis kemiskinan. Tak hanya itu, peran BAZNAS dalam aksi kemanusiaan global, khususnya untuk Palestina, juga mendapat sorotan. Dana solidaritas yang terkumpul bahkan mencapai ratusan miliar rupiah. “Ini kerja besar yang harus kita apresiasi dan dorong. Karena dari sinilah kepercayaan publik akan terus tumbuh,” ujarnya. Kegiatan Z-Talk sendiri menjadi salah satu forum strategis untuk memperkuat komunikasi antara BAZNAS dan media massa. Selain Tsamara, acara ini juga dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya: Sodik Mudjahid (Ketua BAZNAS RI) Zainut Tauhid Sa'adi (Wakil Ketua BAZNAS RI) Rizaludin Kurniawan Idy Muzayyad Ending Syarifuddin Neyla Saida Anwar Adita Irawati Amir Sodikin Andi Muhyiddin Melalui forum ini, BAZNAS berharap sinergi dengan media semakin kuat, sehingga pesan-pesan kebaikan dan dampak zakat dapat menjangkau lebih luas masyarakat. Ajakan Tsamara menjadi pengingat bahwa zakat bukan hanya kewajiban, tetapi juga instrumen perubahan sosial yang besar—terutama jika digerakkan oleh generasi muda. Kini, di tangan Gen Z, zakat bukan sekadar ibadah. Tapi juga gerakan untuk menguatkan Indonesia.
BERITA17/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
H-3 Idulfitri, Distribusi Zakat Fitrah Masjid Al-Hijrah Tuntas Bertahap: Diawasi Langsung, Dikelola Profesional, Berdampak Nyata
H-3 Idulfitri, Distribusi Zakat Fitrah Masjid Al-Hijrah Tuntas Bertahap: Diawasi Langsung, Dikelola Profesional, Berdampak Nyata
Minahasa, 17 Maret 2026 — Pengelolaan zakat fitrah di Masjid Al-Hijrah kembali menunjukkan praktik terbaik yang tidak hanya profesional, tetapi juga sarat nilai spiritual. Hingga H-3 Idulfitri, seluruh zakat jemaah telah terkumpul dan mulai didistribusikan secara bertahap kepada para mustahik dengan sistem yang tertata, cepat, dan tepat sasaran. Sebelum proses pendistribusian dimulai, seluruh pengurus UPZ Masjid Al-Hijrah terlebih dahulu menggelar doa bersama yang dipimpin langsung oleh Imam masjid, sebagai bentuk ikhtiar spiritual agar zakat yang disalurkan membawa keberkahan bagi semua pihak. Imam Masjid Al-Hijrah, Kiki Palamani, memimpin doa dengan penuh khidmat, memohon agar seluruh zakat yang ditunaikan diterima oleh Allah SWT dan menjadi keberkahan bagi para muzakki maupun mustahik. “Ya Allah, terimalah zakat dari para muzakki kami, sucikan harta dan jiwa mereka, lapangkan rezekinya, serta jadikan zakat ini sebagai jalan keberkahan. Dan kepada para mustahik, berikan kecukupan, kekuatan, serta kemudahan agar suatu saat dapat menjadi muzakki,” demikian doa yang dipanjatkan. Suasana haru terasa ketika doa dipanjatkan, menegaskan bahwa zakat bukan sekadar aktivitas distribusi, tetapi juga ibadah yang menyatukan kepedulian sosial dan nilai keimanan. Wakil Ketua IV BAZNAS Minahasa, Sahlan Kokalo, turut hadir menyaksikan langsung jalannya distribusi. “Kami melihat proses ini berjalan sangat baik—terdata, transparan, dan tepat sasaran. Ditambah dengan dimulai dari doa bersama, ini menunjukkan bahwa pengelolaan zakat tidak hanya profesional, tetapi juga menjaga nilai spiritualnya,” ujarnya. Ketua UPZ Masjid Al-Hijrah, Samsul Arif, menjelaskan bahwa penyaluran dilakukan secara bertahap agar berjalan tertib dan maksimal. “Alhamdulillah, pembagian tahap awal telah kami selesaikan setelah salat Magrib. Selanjutnya, pendistribusian zakat fitrah akan kami lanjutkan kembali setelah salat Isya. Kami berupaya semaksimal mungkin agar seluruh penyaluran bisa tuntas malam ini,” ujarnya. Ia juga menyampaikan adanya peningkatan partisipasi jemaah tahun ini. “Pemasukan zakat meningkat sekitar 25 persen dibanding tahun lalu. Sementara jumlah mustahik menurun karena program pemberdayaan sudah mulai berjalan,” tambahnya. Ketua BTM, Ibrahim Hamid, menegaskan bahwa zakat harus dikelola secara berkelanjutan. “Zakat tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan sesaat, tetapi harus mampu mengangkat ekonomi umat. Program zakat produktif yang berjalan mulai menunjukkan hasil nyata,” jelasnya. Rangkaian proses yang dimulai dari doa, dilanjutkan dengan distribusi yang cepat dan terukur, menjadi bukti bahwa pengelolaan zakat di Masjid Al-Hijrah mengedepankan keseimbangan antara profesionalitas dan nilai spiritual. Dengan kolaborasi antara UPZ, BTM, keimaman, serta pengawasan dari BAZNAS, pengelolaan zakat tidak hanya berjalan lancar, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan umat. Model ini menjadi inspirasi bahwa zakat, ketika dikelola dengan baik dan diawali dengan niat yang tulus, mampu menjadi kekuatan besar dalam membangun kemandirian dan keberkahan bersama.
BERITA17/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Malam ke-26 Ramadhan, Kultum Masjid Al-Hijrah Ingatkan Pedagang Muslim: Kesabaran dan Kejujuran Kunci Rezeki
Malam ke-26 Ramadhan, Kultum Masjid Al-Hijrah Ingatkan Pedagang Muslim: Kesabaran dan Kejujuran Kunci Rezeki
Minahasa, 16 Maret 2026 – Malam ke-26 Ramadhan di Masjid Al-Hijrah, Minahasa, menjadi momen penuh hikmah bagi ratusan jamaah yang mayoritas berprofesi sebagai pedagang. Dalam kultum yang disampaikan Bapak Mulyadi, SE, Sekretaris BTM sekaligus Ketua Majelis Taklim, beliau menekankan bahwa kesabaran, amanah, dan tawakkal adalah kunci sukses dalam menjalankan bisnis dan kehidupan sehari-hari. Dalam ceramahnya, Bapak Mulyadi mengingatkan bahwa profesi pedagang maupun petani menuntut kesabaran yang luar biasa. “Seorang petani menunggu panen selama tiga bulan lebih, pedagang menunggu waktu yang tepat untuk bertransaksi. Disinilah nilai tawakkal dan kesabaran diuji,” ujarnya. Bapak Mulyadi juga menekankan prinsip jujur dan amanah, sebagaimana dicontohkan Rasulullah SAW. Mengutip surat Al-Kahf ayat 1-3, beliau mengingatkan pedagang agar tidak mengurangi timbangan atau menipu dalam transaksi. “Cukuplah kita menyeimbangkan, sehingga semua pihak dapat mempertanggungjawabkan,” tegasnya. Kultum ini juga menyinggung keteladanan sahabat Nabi, seperti Ustaz bin Affan, yang harta dan keberhasilannya tidak hanya untuk kepentingan pribadi, tetapi juga dimanfaatkan untuk kesejahteraan umat. Data jamaah yang hadir menunjukkan mayoritas pedagang dan petani, membuat pesan kultum ini terasa sangat relevan. “Kalau kita ingin sukses, kita harus meneladani Rasulullah SAW dalam berdagang. Kejujuran dan amanah adalah kunci rezeki,” tambahnya. Malam ke-26 Ramadhan ini menjadi pengingat penting bagi para pedagang Muslim bahwa rezeki bukan sekadar soal materi, tapi juga tentang akhlak dan keberkahan dalam berbisnis. Kultum Bapak Mulyadi mengajarkan bahwa bisnis yang sukses adalah bisnis yang jujur, sabar, dan bermanfaat bagi masyarakat luas.
BERITA16/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
PT Asuransi Jiwa Syariah AL AMIN Tunaikan Zakat Perusahaan Rp2,3 Miliar Melalui BAZNAS RI
PT Asuransi Jiwa Syariah AL AMIN Tunaikan Zakat Perusahaan Rp2,3 Miliar Melalui BAZNAS RI
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menerima penyaluran zakat perusahaan dari PT Asuransi Jiwa Syariah AL AMIN sebesar Rp2.375.896.492,08,- yang akan dialokasikan untuk mendukung berbagai program kemaslahatan umat guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Penyerahan zakat perusahaan dilakukan secara simbolis oleh Dewan Komisaris PT Asuransi Jiwa Syariah AL AMIN dan diterima langsung oleh Deputi I Bidang Pengumpulan Mohamad Arifin Purwakananta, di Gunawarman Menara BRIPens di Jakarta, Jumat (13/3/2026). Deputi I Bidang Pengumpulan BAZNAS RI Mohamad Arifin Purwakananta menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepercayaan yang kembali diberikan oleh PT Asuransi Jiwa Syariah AL AMIN kepada BAZNAS dalam menyalurkan zakat perusahaan. “Hari ini kami menyambut undangan dari PT Asuransi Jiwa Syariah AL AMIN untuk mensyiarkan pelaksanaan zakat perusahaan juga zakat karyawan yang diberikan kepada BAZNAS RI," ujar Arifin di Jakarta, Jumat (13/3/2026). Arifin berharap penyerahan zakat perusahaan ini dapat menjadi contoh bagi perusahaan-perusahaan lain untuk peduli kepada sesama dan menjalankan syariat zakat. Karena dengan menyerahkan zakat melalui lembaga resmi, perusahaan tidak hanya menjalankan kewajiban syariat, tetapi juga membantu memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi melalui pemberdayaan umat. Lebih lanjut, Arifin menjelaskan, dana zakat yang dihimpun BAZNAS akan disalurkan melalui sejumlah program strategis, mulai dari pemberdayaan ekonomi produktif, pendidikan, layanan kesehatan, hingga bantuan kemanusiaan bagi masyarakat rentan. “BAZNAS berkomitmen menjaga amanah para muzaki dengan memastikan pengelolaan zakat dilakukan secara transparan, akuntabel, dan tepat sasaran sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh para mustahik,” ungkapnya. Sementara itu, Komisaris Independen PT Asuransi Jiwa Syariah AL AMIN Soekotjo Soeparto, S.H., LL.M., CRGP mengatakan, penyaluran zakat perusahaan melalui BAZNAS merupakan komitmen perusahaan dalam menjalankan prinsip syariah sekaligus memperkuat tanggung jawab sosial kepada masyarakat. “Yang pasti bahwa penyerahan zakat ini sudah menjadi agenda tetap oleh PT Asuransi Jiwa Syariah AL AMIN dan kami memilih BAZNAS karena BAZNAS adalah lembaga negara yang sudah teruji, penting teruji terus. BAZNAS juga punya lingkungan kerja yang luar biasa luasnya, ada di setiap kota dan provinsi,” ujar Soekotjo. Soekotjo menambahkan, "Dengan menggandeng BAZNAS, kami percaya zakat perusahaan ini dapat disalurkan secara lebih efektif, transparan, dan tepat sasaran. Untuk pemanfaatannya, kami percayakan keseluruhan pengelolaannya kepada BAZNAS.”
BERITA16/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Gubernur hingga Kepala OPD Ramai-ramai Bayar Zakat, Sekda Sumsel Ajak ASN Salurkan ZIS Lewat BAZNAS
Gubernur hingga Kepala OPD Ramai-ramai Bayar Zakat, Sekda Sumsel Ajak ASN Salurkan ZIS Lewat BAZNAS
Palembang – Semangat menunaikan zakat di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan kian menguat. Mulai dari gubernur hingga para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tampak berbondong-bondong menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Provinsi Sumatera Selatan. Gerakan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pengelolaan zakat secara profesional, transparan, dan akuntabel sekaligus memperluas manfaatnya bagi masyarakat yang membutuhkan. Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan, Edward Candra, mengajak seluruh OPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan untuk menyalurkan zakat melalui lembaga resmi negara tersebut. Menurutnya, penyaluran zakat melalui BAZNAS Provinsi Sumatera Selatan merupakan langkah strategis untuk memastikan pengelolaan dana umat berjalan dengan baik dan tepat sasaran. “Melalui BAZNAS, potensi zakat dari ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dapat dihimpun secara optimal sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” ujar Edward Candra. Ia menegaskan bahwa zakat tidak hanya merupakan kewajiban ibadah bagi umat Islam, tetapi juga memiliki peran penting dalam membangun kepedulian sosial serta membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan pengelolaan yang terorganisir, dana zakat yang dihimpun nantinya akan disalurkan melalui berbagai program pemberdayaan yang dijalankan oleh BAZNAS Provinsi Sumatera Selatan. Program-program tersebut antara lain meliputi: bantuan pendidikan bagi pelajar dari keluarga kurang mampu layanan kesehatan bagi masyarakat dhuafa bantuan sosial kemanusiaan program pemberdayaan ekonomi umat Melalui program tersebut, zakat diharapkan tidak hanya menjadi bantuan sesaat, tetapi juga mampu mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. Gerakan zakat yang melibatkan ASN ini juga menjadi contoh nyata bagaimana sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga pengelola zakat dapat memberikan dampak sosial yang luas. Dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah, BAZNAS Provinsi Sumatera Selatan diharapkan mampu mengoptimalkan potensi zakat di Sumatera Selatan sehingga dapat membantu lebih banyak masyarakat yang membutuhkan. Langkah ini sekaligus memperkuat gerakan zakat sebagai salah satu instrumen penting dalam mengurangi kemiskinan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah.
BERITA16/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Minahasa.

Lihat Daftar Rekening →