WhatsApp Icon
BAZNAS Minahasa Tuntaskan Penyaluran 100 Mushaf Al-Quran, Sentuh Santri TPQ hingga Majelis Taklim Mualaf

MINAHASA – Komitmen Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Minahasa dalam memperluas syiar Al-Quran terus diwujudkan melalui penyaluran 100 mushaf Al-Quran kepada pondok pesantren, rumah tahfiz, TPQ/TPA, masjid, hingga majelis taklim mualaf di berbagai wilayah Kabupaten Minahasa, Jumat 17/7/2026.

Program tersebut merupakan amanah dari BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara yang mempercayakan BAZNAS Kabupaten Minahasa sebagai mitra pendistribusian mushaf kepada lembaga-lembaga pendidikan Al-Qur'an dan masyarakat yang membutuhkan.

Penyaluran mushaf ini juga menjadi bagian dari manfaat zakat, infak, dan sedekah para muzaki yang disalurkan melalui BAZNAS RI, termasuk dukungan dari para donatur melalui Kitabisa.com dan Gramedia, sehingga manfaatnya dapat dirasakan hingga pelosok daerah.

Titik terakhir penyaluran dilakukan di TPA Al Muhajirin, Desa Kamenti, yang berada di bawah pembinaan Masjid Al Muhajirin.

Sebanyak 10 mushaf Al-Qur'an diserahkan secara langsung kepada Imam Masjid Al Muhajirin, Edy Purwanto, didampingi Wakil Imam Hendy Yusuf.

TPA tersebut saat ini dibimbing oleh satu orang ustaz dengan jumlah 10 santri yang rutin belajar membaca dan memahami Al-Qur'an. yang rutin dilaksanakan tiga kali dalam sepekan di serambi masjid.

Edy Purwanto menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas perhatian BAZNAS kepada anak-anak penghafal dan pembelajar Al-Qur'an.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Minahasa, BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara, serta seluruh muzaki yang telah mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya melalui BAZNAS sehingga kami menerima bantuan mushaf Al-Qur'an ini. Insya Allah mushaf-mushaf ini akan dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh anak-anak TPA dalam belajar Al-Qur'an."

Ia juga turut mendoakan seluruh pihak yang telah berkontribusi.

"Semoga Allah SWT membalas setiap kebaikan para muzaki dengan pahala yang berlipat ganda, melimpahkan rezeki yang halal dan berkah, memudahkan segala urusan, serta menjadikan setiap huruf Al-Qur'an yang dibaca oleh para santri sebagai amal jariyah yang terus mengalir kepada para donatur dan semua pihak yang terlibat. Aamiin."

Usai dari Desa Kamenti, tim BAZNAS Minahasa melanjutkan penyaluran ke Masjid Al Ikhlash, Desa Atep Oki, Kecamatan Lembean Timur.

Di lokasi tersebut, sebanyak 5 mushaf Al-Qur'an diserahkan kepada Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Masjid Al Ikhlash untuk mendukung kegiatan pengajian masyarakat .

Diharapkan bantuan mushaf tersebut semakin meningkatkan semangat jamaah dalam mempelajari, membaca, dan mengamalkan isi kandungan Al-Qur'an.

Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Minahasa, Muhammad Sahlan Kokalo, menyampaikan apresiasi kepada BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara atas kepercayaan yang diberikan kepada BAZNAS Minahasa dalam mendistribusikan 100 mushaf Al-Qur'an di wilayah Kabupaten Minahasa.

"Kami menyampaikan terima kasih kepada BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara atas kepercayaan yang diberikan kepada BAZNAS Kabupaten Minahasa untuk menyalurkan 100 mushaf Al-Qur'an kepada pondok pesantren, rumah tahfiz, TPQ, TPA, masjid, dan majelis taklim mualaf. Amanah ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus menghadirkan manfaat yang nyata bagi umat."

Menurutnya, penyaluran mushaf bukan sekadar menyerahkan kitab suci, tetapi menjadi investasi peradaban yang akan melahirkan generasi Qurani.

"Setiap mushaf yang dibaca, dipelajari, dan diamalkan akan menjadi sumber pahala yang terus mengalir bagi para muzaki dan seluruh pihak yang terlibat. Karena itu, kami berharap ke depan BAZNAS Minahasa dapat menyalurkan lebih banyak lagi mushaf Al-Qur'an serta memperluas program-program kemaslahatan lainnya."

Ia juga berharap semakin banyak masyarakat yang mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya melalui lembaga resmi.

"Kepercayaan masyarakat adalah amanah yang harus dijaga. Kami terus berkomitmen mengelola dana zakat, infak, dan sedekah secara profesional, transparan, dan akuntabel agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh mustahik. Kami mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Minahasa untuk menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS sebagai lembaga resmi yang diamanahkan negara, sehingga semakin banyak saudara-saudara kita yang dapat dibantu melalui program pendidikan, dakwah, kesehatan, kemanusiaan, dan pemberdayaan ekonomi."

Program distribusi mushaf Al-Qur'an menjadi salah satu bentuk nyata hadirnya BAZNAS dalam memperkuat syiar Islam dan meningkatkan kualitas pendidikan Al-Qur'an di tengah masyarakat.

Dengan dukungan para muzaki yang mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya melalui BAZNAS, setiap bantuan yang disalurkan diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan saat ini, tetapi juga menjadi amal jariyah yang terus mengalir, melahirkan generasi yang mencintai Al-Qur'an, serta memperkuat semangat gotong royong dan kepedulian sosial di Kabupaten Minahasa.

Mari tunaikan Zakat, Infak, dan Sedekah melalui BAZNAS Kabupaten Minahasa. Bersama, kita hadirkan lebih banyak manfaat, memperluas keberkahan, dan menebarkan cahaya Al-Qur'an hingga ke pelosok daerah.

17/07/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa
Waka IV BAZNAS Minahasa Ikuti Pra Rakornas BAZNAS 2026, Perkuat Sinergi dan Arah Pengelolaan Dana Umat

Tondano – Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Minahasa, Muhamad Sahlan Kokalo, mengikuti Pra Rapat Koordinasi Nasional (Pra Rakornas) BAZNAS RI Tahun 2026 yang diselenggarakan secara hybrid pada Kamis (16/7/2026). Kegiatan ini menjadi forum strategis dalam menyatukan visi serta memperkuat kelembagaan BAZNAS di seluruh Indonesia.

Pra Rakornas BAZNAS RI 2026 diikuti oleh jajaran Pimpinan BAZNAS RI, BAZNAS Provinsi, hingga BAZNAS Kabupaten/Kota se-Indonesia, baik secara luring di Jakarta maupun melalui platform daring.

Ketua BAZNAS RI, Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., dalam arahannya menegaskan pentingnya kesamaan visi sebagai fondasi membangun lembaga yang solid, profesional, dan mampu menjawab tantangan pengelolaan dana umat di masa depan.

Menurutnya, BAZNAS harus memiliki arah yang jelas agar setiap program dapat berjalan secara terukur, terkoordinasi, dan memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat.

"Kalau kita bekerja tanpa kompas, tentu kerja kita tidak ada arahnya. Kalau kita bekerja tidak dalam lembaga, maka kita tidak solid," tegas Sodik Mudjahid.

Dalam forum tersebut, Ketua BAZNAS RI kembali menegaskan visi besar BAZNAS, yaitu "Menjadi Model Pengelola Dana Umat untuk Kemajuan dan Kesejahteraan." Visi tersebut diharapkan menjadi pedoman seluruh jajaran BAZNAS, mulai dari tingkat pusat hingga kabupaten/kota, untuk menjadi teladan (uswatun hasanah) dalam tata kelola dana umat yang profesional, amanah, transparan, dan akuntabel.

Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Minahasa, Muhamad Sahlan Kokalo, mengatakan keikutsertaan BAZNAS Minahasa dalam Pra Rakornas merupakan bagian dari komitmen memperkuat sinergi dengan BAZNAS RI sekaligus menyelaraskan arah kebijakan kelembagaan.

"Pra Rakornas ini menjadi momentum penting bagi BAZNAS Minahasa untuk menyamakan visi dengan BAZNAS RI, sekaligus memperkuat komitmen dalam meningkatkan kualitas tata kelola zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya agar semakin profesional, akuntabel, serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Kabupaten Minahasa," ujar Sahlan.

Ia menambahkan, berbagai arahan yang disampaikan dalam Pra Rakornas akan menjadi acuan dalam memperkuat program-program BAZNAS Minahasa, baik pada aspek pengumpulan, pendistribusian, pendayagunaan, transformasi digital, maupun penguatan kelembagaan.

Dengan semangat "Zakat Menguatkan Indonesia", BAZNAS Minahasa berkomitmen terus mendukung transformasi pengelolaan zakat yang modern, adaptif, dan berdampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat serta pengentasan kemiskinan di Kabupaten Minahasa.

Pra Rakornas BAZNAS RI 2026 turut dihadiri Wakil Ketua BAZNAS RI Dr. KH. Zainut Tauhid Sa'adi, M.Si., beserta seluruh Pimpinan BAZNAS RI dan ratusan peserta dari BAZNAS Provinsi serta BAZNAS Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia.

17/07/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Minahasa Perkuat Syiar Al-Quran, Salurkan Mushaf ke Pondok Pesantren Al-Khairaat Tahfizul Quran Kampung Jawa Tondano

MINAHASA — Komitmen Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Minahasa dalam mendukung lahirnya generasi Qur'ani terus diwujudkan melalui aksi nyata. Kali ini, BAZNAS Kabupaten Minahasa melaksanakan silaturahmi sekaligus menyerahkan 10 mushaf Al-Quran kepada Pondok Pesantren Al-Khairaat Tahfizul Quran yang berlokasi di Kampung Jawa Tondano, Kabupaten Minahasa, Rabu 15/07/2026.

Penyerahan mushaf dilakukan langsung oleh Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Minahasa, Joko Winjaya, dan diterima oleh pengasuh pondok pesantren bersama para santri yang setiap hari mengisi waktu mereka dengan membaca, menghafal, dan mempelajari Al-Qur'an.

Suasana penuh kehangatan menyelimuti kegiatan tersebut. Bagi para santri, mushaf yang diterima bukan sekadar buku untuk dibaca, melainkan teman setia dalam perjalanan menghafal firman Allah SWT hingga tuntas 30 juz.

Dalam kesempatan itu, Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Minahasa Joko Winjaya menegaskan bahwa perhatian terhadap pesantren merupakan bagian dari komitmen BAZNAS dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia yang berlandaskan nilai-nilai keislaman.

"BAZNAS hadir bukan hanya untuk membantu masyarakat dari aspek ekonomi, tetapi juga mendukung penguatan pendidikan dan dakwah. Pesantren merupakan lembaga yang memiliki peran strategis dalam melahirkan generasi yang berakhlak, berilmu, dan mencintai Al-Qur'an. Karena itu, penyaluran mushaf Al-Qur'an menjadi salah satu bentuk ikhtiar kami dalam memperkuat syiar Islam di Kabupaten Minahasa."

Menurutnya, setiap mushaf yang dibaca, setiap ayat yang dihafalkan, dan setiap ilmu yang diamalkan oleh para santri akan menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir bagi para muzaki yang telah mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya melalui BAZNAS.

"Kami berharap bantuan ini mampu menambah semangat para santri dalam menghafal Al-Qur'an. Semoga dari pesantren ini lahir para hafiz dan hafizah yang kelak menjadi pemimpin umat, pendidik, dai, serta teladan di tengah masyarakat. Inilah investasi terbaik yang manfaatnya tidak hanya dirasakan hari ini, tetapi juga menjadi bekal bagi masa depan umat."

Joko Winjaya juga mengajak masyarakat untuk semakin mempercayakan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS karena dana yang dihimpun tidak hanya disalurkan untuk memenuhi kebutuhan sosial dan kemanusiaan, tetapi juga mendukung keberlangsungan pendidikan Islam, dakwah, serta pembinaan generasi penerus bangsa.

Sementara itu, pengasuh Pondok Pesantren Al-Khairaat Tahfizul Qur'an menyampaikan apresiasi atas kepedulian BAZNAS Kabupaten Minahasa terhadap lembaga pendidikan Al-Qur'an.

"Alhamdulillah hari ini kami menerima kunjungan dari BAZNAS Kabupaten Minahasa sekaligus menerima bantuan 10 mushaf Al-Qur'an. Bantuan ini sangat berarti bagi para santri kami yang setiap hari belajar dan menghafal Al-Qur'an. Semoga dengan mushaf yang diberikan ini mereka semakin mudah dalam menghafal hingga menyelesaikan hafalan 30 juz."

Ia juga mendoakan seluruh pihak yang telah menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Minahasa beserta seluruh muzaki. Semoga Allah SWT membalas setiap kebaikan dengan pahala yang berlipat ganda, melimpahkan keberkahan dalam rezeki dan kehidupan, serta menjadikan bantuan ini sebagai amal jariyah yang terus mengalir hingga akhirat nanti. Insya Allah."

Kebahagiaan juga terpancar dari wajah para santri. Salah seorang santri mengaku semakin termotivasi untuk memperbanyak hafalan Al-Qur'an setelah menerima mushaf baru.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Minahasa atas bantuan mushaf Al-Qur'an ini. Insya Allah kami akan memanfaatkannya sebaik mungkin untuk belajar dan menghafal Al-Qur'an. Semoga Allah membalas semua kebaikan para donatur dan keluarga besar BAZNAS."

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa zakat tidak hanya berfungsi sebagai instrumen pengentasan kemiskinan, tetapi juga menjadi kekuatan dalam membangun peradaban melalui pendidikan. Di balik setiap mushaf yang disalurkan, tersimpan harapan lahirnya generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kokoh dalam iman, mulia dalam akhlak, dan mampu menghadirkan nilai-nilai Al-Qur'an di tengah kehidupan masyarakat.

Melalui program pendistribusian mushaf Al-Qur'an, BAZNAS Kabupaten Minahasa terus memperluas manfaat dana zakat, infak, dan sedekah agar dapat menjangkau lebih banyak lembaga pendidikan keagamaan. Langkah ini menjadi bagian dari ikhtiar menghadirkan zakat yang produktif, berdampak, dan berkelanjutan, sejalan dengan misi BAZNAS dalam meningkatkan kesejahteraan umat sekaligus memperkuat pembangunan sumber daya manusia yang religius, berkarakter, dan berdaya saing.

Sebab, setiap lembar Al-Qur'an yang dibaca akan melahirkan ilmu. Setiap ilmu yang diamalkan akan melahirkan keberkahan. Dan setiap keberkahan yang tumbuh dari zakat akan menjadi jejak kebaikan yang terus mengalir dari para muzaki kepada generasi penerus bangsa.

16/07/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Minahasa Salurkan Mushaf Al-Qur'an ke TPQ Miftahul Jannah, Perkuat Semangat Belajar Al-Quran Anak-anak

MINAHASA – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Minahasa terus menguatkan syiar Islam melalui program pendistribusian mushaf Al-Quran. Kali ini, Wakil Ketua III BAZNAS Kabupaten Minahasa, Astuti Suratinoyo, melaksanakan silaturahmi sekaligus menyerahkan bantuan mushaf Al-Quran kepada Taman Pengajian Al-Quran (TPQ) Miftahul Jannah pada Kamis (16/7/2026).

Penyerahan mushaf Al-Qur'an disambut hangat oleh pengurus TPQ dan para santri yang mengikuti kegiatan belajar mengaji. Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung proses pembelajaran Al-Qur'an sekaligus menumbuhkan kecintaan anak-anak terhadap kitab suci sejak usia dini.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua III BAZNAS Kabupaten Minahasa, Astuti Suratinoyo, mengatakan bahwa pendidikan Al-Qur'an merupakan fondasi penting dalam membentuk karakter generasi muda.

"BAZNAS Kabupaten Minahasa berkomitmen untuk terus mendukung pendidikan keagamaan melalui pendistribusian mushaf Al-Qur'an. Kami berharap bantuan ini dapat menjadi penyemangat bagi anak-anak untuk semakin rajin membaca, mempelajari, dan mengamalkan isi Al-Qur'an. Semoga dari TPQ Miftahul Jannah lahir generasi Qur'ani yang berakhlak mulia, cerdas, dan membawa manfaat bagi agama, bangsa, dan masyarakat."

Ia menambahkan bahwa setiap mushaf yang dibaca oleh para santri akan menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir bagi para muzaki yang telah mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya melalui BAZNAS.

Sementara itu, pimpinan TPQ Miftahul Jannah menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas perhatian yang diberikan BAZNAS Kabupaten Minahasa.

"Alhamdulillah, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada BAZNAS Kabupaten Minahasa atas bantuan mushaf Al-Qur'an ini. Bantuan ini sangat bermanfaat bagi anak-anak kami dalam belajar mengaji setiap hari. Semoga Allah SWT membalas seluruh kebaikan para muzaki dan keluarga besar BAZNAS dengan pahala yang berlipat ganda serta senantiasa memberikan keberkahan dalam setiap langkahnya."

Melalui program pendistribusian mushaf Al-Qur'an, BAZNAS Kabupaten Minahasa terus menghadirkan manfaat zakat, infak, dan sedekah dalam mendukung pendidikan Islam. Program ini menjadi bagian dari upaya membangun generasi Qur'ani yang tidak hanya mahir membaca Al-Qur'an, tetapi juga menjadikan nilai-nilai Al-Qur'an sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

16/07/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Minahasa Gandeng Sahabat Mualaf Inspiratif, Perkuat Syiar Al-Quran hingga Wilayah Pembinaan Mualaf

MINAHASA – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Minahasa terus memperluas jangkauan syiar Islam melalui pendistribusian mushaf Al-Quran dan penguatan jejaring dakwah. Langkah itu diwujudkan melalui silaturahmi ke Sahabat Mualaf Inspiratif, komunitas binaan Lembaga Dakwah Kampus (LDK) yang berkolaborasi dengan MCN Kawanua, Kamis (16/7/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Minahasa, Joko Kurnia Winjaya, didampingi Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Minahasa, Sahlan Kokalo, menyerahkan 10 mushaf Al-Qur'an kepada Ketua Sahabat Mualaf Inspiratif, Hairunisa Nova Rorora.

Penyerahan mushaf bukan sekadar simbol bantuan, melainkan langkah awal membangun sinergi dalam menghadirkan manfaat zakat bagi para mualaf dan masyarakat yang membutuhkan pembinaan keislaman di berbagai wilayah di Minahasa.

Dalam suasana penuh keakraban, pertemuan tersebut menjadi ruang dialog untuk memperkuat komunikasi dan membuka peluang kolaborasi antara BAZNAS Minahasa dan Sahabat Mualaf Inspiratif.

Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Minahasa, Joko Kurnia Winjaya, menegaskan bahwa zakat memiliki peran strategis dalam mendukung dakwah, pendidikan, dan pemberdayaan umat.

"Kami bersyukur dapat bersilaturahmi dengan Sahabat Mualaf Inspiratif. Semoga penyaluran mushaf Al-Qur'an ini menjadi penyemangat bagi saudara-saudara kita yang sedang memperdalam ajaran Islam. BAZNAS ingin membangun kolaborasi yang berkelanjutan, tidak hanya dalam pendistribusian mushaf, tetapi juga pada berbagai kegiatan sosial, pembinaan keagamaan, dan pemberdayaan masyarakat demi kemaslahatan umat."

Menurutnya, kolaborasi antarlembaga merupakan kunci untuk memperluas manfaat zakat sehingga dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan secara lebih efektif.

"Kami berharap ke depan akan lahir lebih banyak program bersama yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, mulai dari pembinaan mualaf, pendidikan Al-Qur'an, bantuan sosial, hingga pemberdayaan ekonomi umat. Ketika lembaga-lembaga Islam saling menguatkan, manfaatnya akan semakin luas dirasakan masyarakat."

Ketua Sahabat Mualaf Inspiratif, Hairunisa Nova Rorora, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan BAZNAS Kabupaten Minahasa.

Ia mengatakan, mushaf Al-Qur'an yang diterima akan segera disalurkan kepada para mualaf serta masyarakat di wilayah pembinaan yang membutuhkan.

"Alhamdulillah, kami mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Minahasa atas amanah dan kepercayaan yang diberikan kepada Sahabat Mualaf Inspiratif. Mushaf Al-Qur'an ini akan kami salurkan kepada para mualaf dan titik-titik pembinaan yang selama ini kami dampingi, sehingga dapat dimanfaatkan untuk belajar membaca, memahami, dan menghafal Al-Qur'an."

Hairunisa berharap sinergi tersebut terus berkembang menjadi gerakan bersama dalam memperkuat pembinaan umat.

"Insya Allah kami siap berkolaborasi dengan BAZNAS Kabupaten Minahasa dalam berbagai kegiatan sosial, dakwah, dan pembinaan masyarakat. Semoga kerja sama ini menjadi jalan hadirnya lebih banyak manfaat bagi umat, khususnya bagi para mualaf yang sedang menguatkan keislamannya."

Usai bersilaturahmi dengan Sahabat Mualaf Inspiratif, rombongan pimpinan BAZNAS Kabupaten Minahasa melanjutkan kegiatan ke Masjid Al-Hijrah Rinegetan, Tondano.

Di masjid tersebut, BAZNAS Kabupaten Minahasa kembali menyalurkan lima mushaf Al-Qur'an yang diterima langsung oleh jamaah masjid untuk mendukung kegiatan ibadah, tadarus, dan pembelajaran Al-Qur'an.

Penyaluran mushaf ini diharapkan dapat menambah ketersediaan Al-Qur'an di lingkungan masjid sehingga semakin banyak jamaah, terutama anak-anak dan remaja, yang terdorong untuk membaca dan mempelajari kitab suci.

Program pendistribusian mushaf Al-Qur'an merupakan bagian dari komitmen BAZNAS Sulawesi Utara dalam mendukung bidang dakwah dan pendidikan melalui pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah.

Setiap mushaf yang disalurkan diyakini bukan sekadar bantuan fisik, tetapi menjadi investasi peradaban. Dari lembaran-lembaran Al-Qur'an yang dibaca akan lahir ilmu, dari ilmu akan tumbuh akhlak, dan dari akhlak akan lahir masyarakat yang lebih kuat, berdaya, dan penuh kepedulian.

Melalui sinergi bersama komunitas dakwah, lembaga pembinaan mualaf, dan pengurus masjid, BAZNAS Kabupaten Minahasa terus memperluas jangkauan manfaat zakat agar tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan masyarakat, tetapi juga memperkokoh nilai-nilai keislaman dan membangun generasi Qur'ani di Kabupaten Minahasa.

"Zakat yang ditunaikan hari ini bukan hanya menguatkan kehidupan, tetapi juga menghidupkan cahaya Al-Qur'an di tengah masyarakat. Ketika mushaf sampai ke tangan para pembelajar Al-Qur'an, sesungguhnya zakat sedang menanam amal jariyah yang pahalanya terus mengalir tanpa putus."

16/07/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa

Berita Terbaru

BAZNAS Gandeng Kemendes, Zakat Disulap Jadi Motor Ekonomi Desa
BAZNAS Gandeng Kemendes, Zakat Disulap Jadi Motor Ekonomi Desa
Jakarta – Terobosan besar dilakukan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT). Keduanya sepakat mengintegrasikan program zakat sebagai penggerak utama kesejahteraan desa di seluruh Indonesia. Kesepakatan ini tercapai dalam audiensi strategis di Jakarta, Senin (6/4/2026), yang menandai langkah konkret kolaborasi lintas sektor dalam membangun ekosistem ekonomi perdesaan berbasis zakat. Ketua BAZNAS RI, Sodik Mudjahid, menyebut pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Desa menjadi kunci utama dalam optimalisasi potensi zakat dari akar rumput. “UPZ Desa adalah strategi paling krusial. Dari sinilah zakat bisa dihimpun secara langsung dari masyarakat dan dikembalikan untuk memberdayakan desa itu sendiri,” tegas Sodik. Tak hanya itu, kolaborasi ini juga menyasar sektor produktif. Program seperti Balai Ternak BAZNAS hingga penguatan ekonomi melalui koperasi desa akan menjadi tulang punggung pemberdayaan masyarakat. Sebagai langkah awal, BAZNAS telah menyiapkan model percontohan “Desa Zakat” di Kabupaten Ciamis yang akan dijadikan role model nasional. Ke depan, konsep ini juga akan dikembangkan di wilayah lain, termasuk Kabupaten Serang. “Ciamis sudah memiliki ekosistem zakat yang kuat. Ini akan menjadi referensi utama sebelum kita replikasi ke daerah lain,” jelas Sodik. BAZNAS juga akan memanfaatkan jaringan data dan infrastruktur Kemendes hingga ke tingkat desa. Sinergi ini diyakini mampu menciptakan sistem ekonomi desa yang mandiri, berkelanjutan, dan berbasis filantropi Islam. Sementara itu, Menteri Desa PDT, Yandri Susanto, menyambut positif kolaborasi tersebut. Ia menilai integrasi program zakat dengan pembangunan desa merupakan langkah strategis yang sejalan dengan visi pemerintah. “Kami melihat ini sebagai peluang besar. Banyak potensi yang bisa dikolaborasikan, dan UPZ Desa menjadi salah satu yang paling strategis untuk memperkuat ekonomi masyarakat,” ujar Yandri. Ia juga menegaskan dukungan penuh dari Kemendes PDT, termasuk dalam hal sosialisasi program agar dapat menjangkau masyarakat secara luas. “Nantinya, kolaborasi ini juga akan dimasifkan melalui media sosial dengan melibatkan influencer agar dampaknya semakin terasa,” tambahnya. Audiensi ini turut dihadiri sejumlah pejabat penting dari kedua institusi, termasuk Rizaludin Kurniawan dari BAZNAS serta Taufik Madjid dan Mulyadin Malik dari Kemendes PDT. Kolaborasi ini menjadi sinyal kuat bahwa zakat tidak lagi sekadar bantuan konsumtif, melainkan telah bertransformasi menjadi instrumen strategis dalam membangun kemandirian ekonomi desa. Jika berjalan optimal, program ini berpotensi mengubah wajah desa di Indonesia—dari yang sebelumnya bergantung, menjadi mandiri dan berdaya
BERITA06/04/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Hangatnya Kepedulian! BCA Sekuritas dan BAZNAS Santuni Anak Yatim di Jakarta
Hangatnya Kepedulian! BCA Sekuritas dan BAZNAS Santuni Anak Yatim di Jakarta
Jakarta – Aksi berbagi tak berhenti meski Ramadan telah berlalu. BCA Sekuritas bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menyalurkan santunan untuk puluhan anak yatim di Panti Asuhan Al Muanah Paskam. Penyaluran bantuan dilakukan secara simbolis di Kantor BAZNAS RI, Jakarta, Kamis (2/4/2026), sebagai bentuk nyata kepedulian sektor swasta terhadap masyarakat yang membutuhkan. Direktur Pendayagunaan dan Layanan UPZ dan CSR BAZNAS RI, Eka Budhi Sulistyo, berharap bantuan tersebut membawa keberkahan bagi semua pihak yang terlibat. “Semoga ini menjadi jalan keberkahan, tidak hanya bagi penerima manfaat, tetapi juga bagi seluruh pihak yang telah berbagi,” ujarnya. Ia menambahkan, sinergi antara lembaga zakat dan dunia usaha menjadi kunci penting dalam memperluas manfaat sosial bagi masyarakat. Sementara itu, Sekretaris Utama BAZNAS RI, Subhan Cholid, menilai kegiatan ini sebagai wujud nyata komitmen BCA Sekuritas dalam menjalankan tanggung jawab sosial perusahaan. “Ini adalah bentuk kasih sayang yang terus berlanjut, mempererat hubungan dan menghadirkan doa dari adik-adik untuk para donatur,” kata Subhan. Dari pihak BCA Sekuritas, Head of Corsec, Corcom & Legal, Fenny Susanti, mengaku bersyukur dapat berbagi langsung dengan anak-anak yatim. “Ini anugerah bagi kami bisa berbagi kasih. Semoga apa yang kami berikan menjadi bagian berarti bagi masa depan adik-adik,” ujarnya. Fenny juga mengapresiasi peran BAZNAS yang telah memfasilitasi penyaluran bantuan sehingga tepat sasaran. Di sisi lain, Pengurus Panti Asuhan Al Muanah Paskam, Umi Rahmawati, menyampaikan rasa haru dan terima kasih atas perhatian yang diberikan. “Kami sangat terharu. Biasanya santunan dilakukan saat Ramadan, tapi ini setelah Ramadan masih ada yang peduli. Ini luar biasa,” ungkapnya. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa kepedulian sosial tidak mengenal waktu. Kolaborasi antara BAZNAS dan BCA Sekuritas menunjukkan bahwa semangat berbagi bisa terus hidup—menghadirkan harapan baru bagi mereka yang membutuhkan.
BERITA03/04/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Fantastis! BSI Salurkan Zakat Rp289 Miliar Lewat BAZNAS, Dorong Ekonomi Umat Makin Kuat
Fantastis! BSI Salurkan Zakat Rp289 Miliar Lewat BAZNAS, Dorong Ekonomi Umat Makin Kuat
Jakarta – Komitmen sektor perbankan syariah dalam mendukung kesejahteraan umat kembali terlihat. Bank Syariah Indonesia (BSI) menyalurkan zakat perusahaan dan karyawan senilai Rp289,3 miliar melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI. Penyerahan zakat dilakukan secara simbolis oleh Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, kepada Ketua BAZNAS RI, Sodik Mudjahid, di Kantor Pusat BSI, Jakarta, Rabu (1/4/2026). Ketua BAZNAS RI, Sodik Mudjahid, mengapresiasi konsistensi BSI dalam menyalurkan zakat melalui lembaganya. Ia menyebut BSI sebagai role model korporasi dalam penguatan ekonomi umat berbasis zakat. “BSI adalah contoh korporasi yang konsisten dalam menunaikan zakat sekaligus memiliki komitmen terhadap ekonomi rakyat. Ini patut dicontoh,” ujarnya. Menurut Sodik, sinergi antara BAZNAS dan BSI merupakan kombinasi strategis dalam mempercepat pemulihan ekonomi umat. Ia menegaskan, ke depan pengelolaan zakat akan semakin diarahkan pada program pemberdayaan agar dampaknya lebih luas dan berkelanjutan. “Proporsi distribusi akan kami geser dari 70:30 menjadi 50:50 antara bantuan dan pemberdayaan. Tujuannya agar mustahik bisa lebih mandiri,” tegasnya. Sementara itu, Anggoro Eko Cahyo mengungkapkan, total zakat yang disalurkan BSI pada 2025 mencapai Rp289 miliar atau tumbuh 7,7 persen secara tahunan seiring meningkatnya kinerja perusahaan. Ia merinci, zakat perusahaan mencapai sekitar Rp250 miliar yang berasal dari 2,5 persen laba, sedangkan zakat karyawan mencapai Rp39,5 miliar. Secara kumulatif, kontribusi BSI kepada BAZNAS sepanjang 2021 hingga 2025 telah menembus Rp1,07 triliun. “Ini menunjukkan bahwa pertumbuhan perusahaan sejalan dengan peningkatan kontribusi zakat yang kami salurkan,” jelas Anggoro. Ia juga menegaskan komitmen BSI untuk terus memperkuat kolaborasi dengan BAZNAS dalam mengoptimalkan potensi zakat nasional. “Kami siap mendukung BAZNAS agar kinerjanya semakin maju dan penghimpunan zakat nasional semakin optimal,” tambahnya. Turut hadir dalam acara tersebut Pimpinan BAZNAS RI Rizaludin Kurniawan, Deputi I BAZNAS RI Arifin Purwakananta, serta Direktur Retail Banking BSI Kemas Erwan Husainy. Penyaluran zakat ratusan miliar ini menjadi bukti nyata bahwa zakat bukan hanya kewajiban ibadah, tetapi juga kekuatan besar dalam membangun ekonomi umat yang berkelanjutan.
BERITA02/04/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS–BSI Perkuat Transformasi Zakat, Dorong Ekonomi Umat Lebih Berkelanjutan
BAZNAS–BSI Perkuat Transformasi Zakat, Dorong Ekonomi Umat Lebih Berkelanjutan
Jakarta – Transformasi pengelolaan zakat terus didorong agar tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi mampu menjadi motor penggerak ekonomi umat. Hal ini mengemuka dalam talkshow bertajuk “Beyond Charity: Transformasi Zakat untuk Ekonomi Umat Berkelanjutan” yang digelar Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Bank Syariah Indonesia (BSI) di Kantor Pusat BSI, Jakarta, Rabu (1/4/2026). Kegiatan ini menjadi forum strategis dalam memperkuat sinergi antara lembaga zakat dan sektor keuangan syariah, sekaligus bagian dari penyerahan zakat perusahaan dan karyawan BSI kepada BAZNAS RI. Pimpinan BAZNAS RI, Rizaludin Kurniawan, menegaskan zakat memiliki dimensi yang jauh melampaui ibadah personal. “Zakat adalah jembatan antara kesalehan individu dan kesalehan sosial. Di dalamnya ada kekuatan untuk membangun kesejahteraan umat secara luas,” ujarnya. Ia menekankan, pengelolaan zakat harus dilakukan secara profesional dengan menjaga keseimbangan antara penghimpunan dan pelayanan kepada muzaki. Transparansi, akuntabilitas, dan dampak nyata menjadi kunci untuk meningkatkan kepercayaan publik. “Tidak cukup hanya menghimpun dana, tetapi juga memastikan zakat memberikan ketenangan bagi muzaki dan membawa perubahan bagi mustahik,” tambahnya. Lebih jauh, Rizaludin mengungkapkan potensi zakat nasional yang mencapai ratusan triliun rupiah. Potensi besar ini dinilai perlu dioptimalkan melalui penguatan ekosistem zakat, termasuk kolaborasi lintas sektor, digitalisasi layanan, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia. Ia juga menegaskan arah baru pengelolaan zakat yang berorientasi pada pemberdayaan ekonomi produktif. “Zakat ke depan harus mampu mendorong mustahik menjadi mandiri, bahkan bertransformasi menjadi muzaki. Ini adalah tujuan besar yang harus kita capai bersama,” tegasnya. Sementara itu, Direktur Retail Banking BSI, Kemas Erwan Husainy, menyatakan komitmen BSI dalam mendukung penguatan ekosistem zakat nasional melalui kolaborasi berkelanjutan dengan BAZNAS. Menurutnya, kerja sama ini tidak hanya berfokus pada penghimpunan, tetapi juga penyaluran zakat yang berdampak langsung bagi masyarakat, mulai dari sektor ekonomi, pendidikan, hingga pemberdayaan mustahik. “Kolaborasi ini adalah bentuk nyata bagaimana zakat bisa dikelola secara profesional dan memberikan dampak luas,” ujarnya. Ia juga menyoroti pentingnya inovasi digital dalam mempermudah masyarakat menunaikan zakat. BSI telah menghadirkan berbagai fitur seperti kalkulator zakat, pembayaran otomatis, hingga integrasi sistem penyaluran yang transparan dan akuntabel. Acara ini turut dihadiri Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid, Deputi I BAZNAS RI Arifin Purwakananta, serta Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo bersama jajaran kedua lembaga. Sinergi antara BAZNAS dan BSI ini menegaskan bahwa zakat bukan sekadar instrumen sosial, melainkan kekuatan ekonomi strategis. Dengan pengelolaan yang tepat dan kolaborasi yang solid, zakat diyakini mampu menjadi pilar penting dalam mewujudkan kesejahteraan umat yang berkelanjutan.
BERITA02/04/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Minahasa Berduka, Sosok Pendidik dan Penggerak Zakat Berpulang
BAZNAS Minahasa Berduka, Sosok Pendidik dan Penggerak Zakat Berpulang
Kabar duka menyelimuti keluarga besar pengelola zakat di Sulawesi Utara. Bolaang Mongondouw Utara, 1/4/2026, Salah satu sosok pendidik dan tokoh penggerak zakat, Kurniawan Suma, S.Pd, telah berpulang. Almarhum wafat di Gorontalo pada Rabu, 1 April 2026 pukul 12.30 WITA. Rencananya, almarhum akan dimakamkan di Gorontalo. Almarhum dikenal luas sebagai guru yang penuh dedikasi saat mengabdi di SMP Negeri 7 Manado. Bagi para alumnus, beliau bukan sekadar pengajar, tetapi sosok pendidik yang menanamkan nilai, ketekunan, dan cara berpikir ilmiah melalui pelajaran fisika—ilmu yang beliau ajarkan dengan penuh kesungguhan untuk membantu siswa memahami bagaimana alam semesta bekerja. Dalam perjalanan pengabdiannya, beliau juga pernah mengemban amanah sebagai kepala sekolah di salah satu SLTA di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara. Kepemimpinannya dikenal bijaksana, sederhana, dan dekat dengan dunia pendidikan. Pengabdian beliau berlanjut di bidang sosial keumatan. Kurniawan Suma, S.Pd ditetapkan sebagai Ketua Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Bolaang Mongondow Utara berdasarkan Keputusan Bupati Nomor 384 Tahun 2017. Penetapan tersebut merupakan bagian dari Pergantian Antar Waktu (PAW) yang ditetapkan melalui musyawarah pada 2 November 2017. Sebelumnya, beliau juga tercatat sebagai bagian dari Pimpinan BAZNAS Kabupaten Bolaang Mongondow Utara periode 2017–2022 berdasarkan Surat Keputusan Bupati tertanggal 16 Maret 2017. Dalam perannya, beliau turut mendorong penguatan pengelolaan zakat sebagai instrumen pemberdayaan umat. Kenangan akan sosok beliau tidak hanya melekat dalam jabatan dan pengabdian, tetapi juga dalam hal-hal sederhana yang membekas di hati para muridnya. Dua kata yang sering beliau tekankan dalam proses belajar—“Mengetahui” dan “Menyelesaikan”—menjadi filosofi hidup yang terus diingat, bahwa setiap persoalan harus dipahami dan diselesaikan dengan penuh tanggung jawab. Kesaksian mendalam datang dari para muridnya yang kini telah mengabdi di berbagai bidang. Salah satunya, Mahyudin Banjer, yang saat ini menjadi penanggung jawab program Islam di TVRI, mengenang almarhum sebagai guru yang tidak hanya mengajar, tetapi membentuk cara berpikir dan karakter. Hal senada juga disampaikan oleh Sahlan Kokalo, yang kini mengemban amanah sebagai Wakil Ketua IV BAZNAS Minahasa. Ia mengisahkan momen berharga saat bertemu kembali dengan sang guru ketika menjalankan tugas liputan bersama Tim TVRI dalam peringatan Hari Santri Nasional tahun 2019 di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara. “Pertemuan itu adalah kenangan terindah bagi saya. Bisa kembali bertemu dengan guru terbaik kami, yang hingga saat ini tetap menjadi panutan dalam kehidupan dan pengabdian,” ungkap Sahlan dengan penuh haru. Pimpinan dan seluruh jajaran BAZNAS Kabupaten Minahasa menyampaikan turut berduka cita yang mendalam atas berpulangnya almarhum. Semoga Allah SWT menerima segala amal ibadahnya, mengampuni segala khilafnya, dan menempatkan beliau di tempat terbaik di sisi-Nya. Kepada keluarga yang ditinggalkan, kiranya diberikan kekuatan, ketabahan, dan penghiburan. “Selamat jalan guru kami… Ilmu dan keteladananmu akan terus hidup dalam setiap langkah kami.”
BERITA01/04/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Bupati Bulukumba Terima Ambulans BAZNAS, Perkuat Layanan Rumah Sehat untuk Warga
Bupati Bulukumba Terima Ambulans BAZNAS, Perkuat Layanan Rumah Sehat untuk Warga
Bulukumba – Dukungan terhadap layanan kesehatan berbasis zakat terus diperkuat. BAZNAS Kabupaten Bulukumba mewakili BAZNAS menyerahkan satu unit mobil ambulans untuk mendukung operasional Rumah Sehat BAZNAS (RSB) di Kabupaten Bulukumba. Penyerahan dilakukan dalam apel pagi, Senin (30/3/2026), dan diterima langsung oleh Bupati Bulukumba, Andi Muchtar Ali Yusuf. Bantuan ini merupakan hasil sedekah konsumen PT AlfaMart dan AlfaMidi yang disalurkan melalui BAZNAS. Perwakilan BAZNAS, Kamaruddin, menjelaskan bahwa ambulans tersebut akan menjadi bagian penting dalam operasional Rumah Sehat BAZNAS yang saat ini dalam tahap pembangunan. “Ambulans ini akan difungsikan secara optimal setelah Rumah Sehat BAZNAS selesai. Nantinya digunakan untuk layanan rujukan pasien, antar-jemput layanan kesehatan, hingga penanganan kondisi darurat,” ujarnya. Ia menegaskan, kehadiran ambulans bukan sekadar bantuan fasilitas, tetapi bagian dari sistem layanan kesehatan berbasis zakat yang bertujuan membantu masyarakat, khususnya kalangan kurang mampu. Bupati Bulukumba, Andi Muchtar Ali Yusuf, menyampaikan apresiasi atas kontribusi nyata BAZNAS dalam mendukung peningkatan kualitas layanan kesehatan di daerah. “Kami sangat mengapresiasi bantuan ini. Kehadiran ambulans tentu akan sangat membantu masyarakat, khususnya warga kurang mampu dalam mengakses layanan kesehatan,” ungkapnya. Ia berharap pembangunan Rumah Sehat BAZNAS dapat segera rampung sehingga seluruh fasilitas, termasuk ambulans, bisa segera dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat. Pemerintah Kabupaten Bulukumba juga menegaskan komitmennya untuk terus mendukung program kolaboratif bersama BAZNAS, terutama di bidang kesehatan dan sosial. Program Rumah Sehat BAZNAS sendiri merupakan salah satu bentuk pendayagunaan zakat yang tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga menghadirkan layanan berkelanjutan bagi masyarakat. Langkah ini menjadi bukti bahwa zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun melalui BAZNAS dapat dioptimalkan menjadi layanan nyata yang langsung dirasakan masyarakat. Dari ambulans hingga fasilitas kesehatan, zakat tidak hanya membantu sesaat, tetapi juga membangun sistem pelayanan yang berkelanjutan. Zakat hari ini bukan hanya memberi, tetapi menghadirkan solusi— dari kepedulian, menjadi pelayanan untuk kehidupan.
BERITA30/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS RI Bangun 3 Masjid Darurat di Gaza, Jadi Harapan Ibadah di Tengah Konflik
BAZNAS RI Bangun 3 Masjid Darurat di Gaza, Jadi Harapan Ibadah di Tengah Konflik
Jakarta – Di tengah keterbatasan akibat konflik berkepanjangan, BAZNAS kembali menghadirkan harapan bagi warga Palestina. Tiga masjid darurat dibangun di wilayah Gaza sebagai respons cepat atas kebutuhan mendesak masyarakat akan tempat ibadah yang layak dan aman. Pembangunan masjid darurat tersebut tersebar di tiga titik strategis, yakni Asdaa Region Northwest Khan Younis, Abu Ali Eyad Street, dan Deir Al-Balah. Ketiganya kini telah rampung dan mulai digunakan oleh masyarakat, termasuk saat Ramadan hingga Idulfitri 1447 H. Sekretaris Utama BAZNAS RI, Subhan Cholid, menyampaikan bahwa pembangunan ini merupakan bagian dari komitmen kemanusiaan BAZNAS dalam menjawab kebutuhan riil di lapangan. “Alhamdulillah, tiga masjid darurat telah rampung dan sudah digunakan masyarakat. Masing-masing memiliki luas sekitar 180 meter persegi dan mampu menampung hingga 100 jemaah,” ujar Subhan dalam keterangannya, Senin (30/3/2026). Konflik yang terus berlangsung di Gaza menyebabkan banyak fasilitas umum hancur, termasuk masjid sebagai pusat ibadah dan aktivitas sosial masyarakat. Kondisi ini membuat warga kesulitan menjalankan ibadah secara layak. Melihat situasi tersebut, BAZNAS menghadirkan solusi cepat melalui pembangunan masjid darurat. Tidak hanya sebagai tempat salat, masjid ini juga berfungsi sebagai ruang berkumpul, tempat menguatkan solidaritas, dan sumber ketenangan di tengah situasi yang penuh tekanan. “Ini bukan sekadar bangunan, tetapi simbol kepedulian dan kebersamaan masyarakat Indonesia untuk Palestina,” tegas Subhan. Masjid darurat yang dibangun BAZNAS tidak hanya menjadi fasilitas fisik, tetapi juga membawa pesan kuat tentang solidaritas kemanusiaan lintas negara. Di tengah keterbatasan, kehadiran masjid menjadi ruang spiritual sekaligus sosial bagi warga. Tempat di mana mereka bisa beribadah, berkumpul, dan saling menguatkan. “Kami berharap masjid ini bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya, menjadi tempat ibadah yang khusyuk sekaligus mempererat kebersamaan warga,” tambah Subhan. Pembangunan masjid darurat ini tidak lepas dari peran para muzaki yang telah menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS. Kepercayaan tersebut menjadi kekuatan utama dalam menghadirkan program kemanusiaan di wilayah krisis. “Ini adalah bukti bahwa zakat yang ditunaikan umat mampu menjangkau saudara-saudara kita hingga ke Gaza,” ungkapnya. Tak hanya pembangunan masjid, selama Ramadan 1447 H/2026 M, BAZNAS juga terus menyalurkan berbagai bantuan kemanusiaan bagi warga Palestina. Bantuan tersebut meliputi: Paket makanan (food packages) Makanan siap saji (hot meals) Layanan kesehatan Penyediaan air bersih Pakaian dan selimut Tenda pemukiman keluarga Tenda kelas untuk kegiatan belajar Hingga pembangunan masjid darurat Langkah BAZNAS ini menunjukkan bahwa zakat bukan hanya berdampak lokal, tetapi juga mampu menjangkau krisis kemanusiaan global. Di tengah reruntuhan dan keterbatasan, masjid-masjid darurat itu kini berdiri sebagai simbol harapan—bahwa dari kepedulian, lahir kekuatan. Dari zakat, tumbuh keberkahan yang melintasi batas negara. Dari Indonesia untuk Gaza, zakat bukan sekadar ibadah… tetapi menjadi cahaya bagi mereka yang membutuhkan.
BERITA30/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Halalbihalal BAZNAS RI: Sodik Mudjahid Ajak Amil Tingkatkan Profesionalisme, Target Zakat Nasional Rp160 Triliun
Halalbihalal BAZNAS RI: Sodik Mudjahid Ajak Amil Tingkatkan Profesionalisme, Target Zakat Nasional Rp160 Triliun
JAKARTA — Momentum Halalbihalal dimanfaatkan BAZNAS RI untuk memperkuat komitmen para amil dalam meningkatkan profesionalisme dan kinerja, demi menghadirkan dampak nyata bagi kesejahteraan umat. Dalam kegiatan yang digelar di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Senin (30/3/2026), Ketua BAZNAS RI, Sodik Mudjahid, menegaskan bahwa Ramadan bukan sekadar bulan ibadah, tetapi juga menjadi momentum pembinaan diri yang berdampak langsung pada kualitas kerja sebagai amil zakat. “Ramadan adalah super training untuk mempercepat peningkatan ketakwaan. Setelah itu, kita diharapkan menjadi pribadi yang lebih sabar, tangguh, jujur, disiplin, peduli, dan gemar beristighfar,” ujar Sodik. Menurutnya, nilai-nilai Ramadan harus tercermin dalam pengelolaan zakat, terutama dalam menjaga amanah dan membangun kepercayaan publik. Sodik juga menekankan pentingnya memperkuat posisi BAZNAS sebagai lembaga utama yang diingat masyarakat ketika berbicara tentang zakat. “Kami ingin BAZNAS menjadi top of mind. Ketika orang berpikir tentang zakat, yang diingat adalah BAZNAS sebagai lembaga yang terpercaya (Al-Amin), mudah dijangkau, dan membanggakan,” jelasnya. Ia menambahkan, transformasi digital menjadi salah satu kunci untuk memperluas akses layanan zakat, sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat modern. Dalam arah kebijakan ke depan, Sodik Mudjahid memaparkan target ambisius pengelolaan zakat nasional. “Ada dua target pada 2031. Pertama, pengumpulan zakat nasional sebesar Rp160 triliun. Kedua, pendayagunaan yang adil, merata, berdampak, berdaya guna, dan melembaga,” tegasnya. Untuk mencapai target tersebut, BAZNAS terus mendorong: transformasi digital layanan zakat penguatan kolaborasi lintas sektor peningkatan kapasitas amil Sementara itu, Deputi I BAZNAS RI, Arifin Purwakananta, melaporkan capaian pengumpulan zakat selama Ramadan 2026. “Pengumpulan zakat mencapai Rp480 miliar atau sekitar 94 persen dari target Rp515 miliar,” ungkapnya. Arifin juga menyinggung adanya isu-isu negatif di publik yang sempat berdampak, namun ia menegaskan komitmen BAZNAS dalam menjaga integritas. “Kami meyakini bahwa tidak ada korupsi di BAZNAS, dan penyaluran dilakukan sesuai aturan negara dan syariah. Apa yang kami lakukan adalah untuk kebaikan dan kemaslahatan umat,” tegasnya. Ia pun mengajak masyarakat untuk tidak terpengaruh oleh informasi yang tidak benar serta terus mempercayakan zakat melalui BAZNAS. Acara Halalbihalal ini turut dihadiri jajaran pimpinan BAZNAS RI, di antaranya Zainut Tauhid Sa'adi dan para pimpinan lainnya. Momentum ini menjadi pengingat bahwa tugas sebagai amil bukan sekadar pekerjaan, melainkan amanah besar yang harus dijaga dengan integritas dan profesionalisme. “Mari kita jadikan semangat Ramadan sebagai energi untuk bekerja lebih baik, lebih amanah, dan lebih berdampak bagi umat,” tutup Sodik.
BERITA30/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Dari Masjid untuk Kehidupan: Zakat Jamaah Jadi Nafas Baru UMKM Kecil di Minahasa
Dari Masjid untuk Kehidupan: Zakat Jamaah Jadi Nafas Baru UMKM Kecil di Minahasa
MINAHASA — Suasana hangat menyelimuti Masjid Al Hikmah Sumalangka usai salat Magrib, Senin (30/3/2026). Di tengah kebersamaan jamaah, sebuah momen sederhana namun penuh makna terjadi—penyaluran zakat yang bukan sekadar bantuan, melainkan harapan baru bagi pelaku usaha kecil. Melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Masjid Al Hikmah Sumalangka, dana zakat, infak, dan sedekah jamaah yang telah dihimpun diserahkan kepada BAZNAS Kabupaten Minahasa untuk dikelola dan disalurkan secara amanah. Salah satu penerima manfaat adalah Ahmad Wonopati, seorang penjual nasi kuning yang selama ini berjuang dengan keterbatasan modal usaha. Ia menerima bantuan tunai sebesar Rp500.000 yang menjadi titik awal harapan baru dalam usahanya. “Ini bukan sekadar uang… ini harapan besar bagi saya. Saya merasa diperhatikan dan dikuatkan. InsyaAllah bantuan ini akan saya gunakan sebaik mungkin agar usaha saya bisa berkembang. Saya ingin suatu hari nanti bisa menjadi orang yang memberi,” ungkap Ahmad dengan mata berkaca-kaca. Ketua UPZ Masjid Al Hikmah Sumalangka, Drs. H. Yasin Zakaria, M.Pd, menegaskan bahwa proses penentuan mustahik dilakukan secara selektif dan penuh tanggung jawab. “Pemilihan mustahik kami lakukan dengan melihat langsung kondisi jamaah. Kami mengenal mereka, memahami keadaan mereka, sehingga bantuan ini benar-benar tepat sasaran,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa UPZ tidak berjalan sendiri, melainkan selalu berkoordinasi dengan BAZNAS agar proses penyaluran sesuai aturan dan memiliki dampak yang jelas. “Kami berkoordinasi dengan BAZNAS agar penyalurannya terarah dan amanah. Kami doakan, dengan bantuan ini penerima bisa berkembang, usahanya maju, dan ke depan dapat mandiri bahkan menjadi muzakki,” ujarnya penuh harap. Ketua BTM Masjid Al Hikmah, Aiptu Andi Basri, S.Pd, menegaskan bahwa zakat harus menjadi instrumen pemberdayaan, bukan sekadar bantuan sesaat. “Zakat tidak boleh berhenti pada bantuan konsumtif. Zakat harus mampu mengangkat kehidupan umat. Ketika dikelola melalui UPZ dan BAZNAS, maka zakat menjadi lebih tepat sasaran dan berdampak nyata,” tegasnya. Waka IV BAZNAS Minahasa Sahlan Kokalo menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari gerakan zakat produktif yang terus didorong. “Kami ingin zakat menjadi solusi nyata dalam penguatan ekonomi umat. Dari mustahik yang menerima hari ini, kita dorong menjadi mandiri, bahkan suatu saat menjadi muzakki,” ujarnya. Menurutnya, kepercayaan masyarakat dalam menyalurkan zakat melalui lembaga resmi menjadi kunci utama dalam memperluas dampak program. Kegiatan penyerahan bantuan tersebut dihadiri oleh Ketua UPZ, Ketua BTM, serta pengurus UPZ Masjid Al Hikmah Sumalangka. Suasana penuh kebersamaan itu kemudian ditutup dengan pelaksanaan salat Isya berjamaah yang dipimpin langsung oleh Ketua UPZ. Momen ini menjadi simbol kuat bahwa zakat bukan sekadar kewajiban, tetapi gerakan bersama yang dimulai dari masjid, dikelola dengan amanah, dan kembali kepada umat dalam bentuk pemberdayaan. Melalui momentum ini, masyarakat diajak untuk semakin percaya dan menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui UPZ dan BAZNAS agar: tepat sasaran dikelola secara profesional memberikan dampak berkelanjutan Karena dari setiap zakat yang ditunaikan…lahir harapan baru bagi kehidupan umat.
BERITA30/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
UPZ Masjid Al Hikmah Sumalangka Serahkan Laporan ZIS ke BAZNAS Minahasa, Pengumpulan Meningkat
UPZ Masjid Al Hikmah Sumalangka Serahkan Laporan ZIS ke BAZNAS Minahasa, Pengumpulan Meningkat
Minahasa – Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Masjid Al Hikmah Sumalangka menyerahkan laporan pengumpulan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) kepada BAZNAS Kabupaten Minahasa sebagai bentuk komitmen terhadap transparansi dan akuntabilitas pengelolaan zakat. Senin 30/3/2026)( Penyerahan laporan dilakukan oleh Bendahara UPZ, Bariskis, mewakili Ketua UPZ Drs. H. Yasin Zakaria, M.Pd, Sekretaris Endro Purnomo. Dalam kesempatan tersebut, turut diserahkan zakat maal sebagai bagian dari koordinasi dan penguatan sistem pengelolaan zakat. Bariskis menyampaikan bahwa pengumpulan ZIS tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. “Alhamdulillah, ada peningkatan dari tahun lalu. Ini menunjukkan kesadaran masyarakat dalam berzakat, infak, dan sedekah semakin baik,” ujarnya. Dalam laporan yang disampaikan, UPZ mencatat penghimpunan zakat fitrah mencapai lebih dari Rp14 juta, disertai pengumpulan beras ratusan liter, serta infak dan sedekah yang turut memperkuat total penghimpunan. Sementara itu, zakat maal yang disetorkan ke BAZNAS tercatat sebesar Rp535.000. Seluruh dana tersebut telah disalurkan kepada para penerima manfaat sesuai ketentuan syariah dan aturan yang berlaku. Sebagai bagian dari sistem yang terintegrasi dengan BAZNAS, laporan yang dipublikasikan bersifat agregat. Identitas muzakki dan mustahik tidak dicantumkan guna menjaga privasi dan martabat, sekaligus tetap menjunjung tinggi prinsip transparansi. Wakil Ketua IV BAZNAS Minahasa, Sahlan Kokalo, mengapresiasi langkah UPZ Masjid Al Hikmah Sumalangka yang telah tertib dalam pelaporan. “Pelaporan adalah bagian penting dari pengelolaan zakat modern. Bukan hanya soal administrasi, tetapi bagaimana membangun kepercayaan publik bahwa zakat dikelola secara amanah dan profesional,” jelasnya. Menurutnya, setiap UPZ yang dibentuk oleh BAZNAS memiliki kewajiban untuk menyampaikan laporan pengumpulan dan penyaluran secara berkala. “Zakat harus tercatat, terukur, dan terlapor. Dengan begitu, pengelolaan zakat tidak hanya bersifat ibadah, tetapi juga menjadi sistem yang mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” tambahnya. Langkah UPZ Masjid Al Hikmah Sumalangka ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi UPZ lainnya di Minahasa untuk semakin tertib dalam pelaporan dan pengelolaan zakat. Dengan pengelolaan yang transparan dan terintegrasi, zakat diyakini dapat menjadi instrumen penting dalam membantu masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan umat.
BERITA30/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Prof Azrai Tinjau Lahan Kolaborasi di Minahasa, Petani Binaan BAZNAS Disiapkan Produksi Benih Nasional
Prof Azrai Tinjau Lahan Kolaborasi di Minahasa, Petani Binaan BAZNAS Disiapkan Produksi Benih Nasional
Minahasa — Program pemberdayaan petani berbasis zakat produktif yang digagas BAZNAS Minahasa bersama Pengadilan Agama Tondano mendapat penguatan dari kalangan akademisi. Ahli pemuliaan jagung dari Universitas Hasanuddin, Prof. Dr. Muhammad Azrai, SP., MP., turun langsung meninjau lahan kolaborasi petani di daerah tersebut. Dalam kunjungan lapangan, Prof Azrai melakukan evaluasi teknis terhadap pertumbuhan tanaman jagung sekaligus memberikan arahan kepada petani binaan. Ia menekankan pentingnya pendampingan berkelanjutan, khususnya dalam pengendalian gulma dan teknik pemupukan. “Pendampingan itu kunci. Pemupukan sudah dilakukan, tetapi masih perlu diperbaiki agar penyerapan nutrisi lebih optimal sehingga tanaman bisa tumbuh lebih maksimal,” ujar Prof Azrai. Menurutnya, monitoring dan evaluasi secara langsung di lapangan menjadi langkah penting untuk mengetahui kondisi riil petani sekaligus menentukan perbaikan yang dibutuhkan guna meningkatkan produktivitas. Yang menjadi perhatian dalam program ini adalah penggunaan benih tetua, yakni bahan dasar pembentuk benih hibrida yang memiliki nilai strategis dalam industri perbenihan nasional. “Ini bukan sekadar bibit unggul, tapi di atas unggul. Ini adalah tetua pembentuk hibrida,” tegasnya. Dengan konsep tersebut, hasil panen dari lahan di Minahasa tidak hanya untuk kebutuhan lokal, tetapi diarahkan untuk mendukung distribusi benih ke berbagai wilayah di Indonesia. Selain aspek teknis, program ini juga memberikan kepastian pasar bagi petani. Hasil panen akan diserap dengan harga yang telah disepakati, sehingga petani tidak terdampak fluktuasi harga di pasaran. “Kami pastikan hasilnya tetap dibeli. Petani tidak perlu khawatir dengan harga,” tambah Prof Azrai. Program ini juga membuka peluang kolaborasi yang lebih luas. Petani yang memiliki lahan tambahan dapat bergabung dan akan difasilitasi dengan penyediaan benih tetua, pendampingan teknis, hingga sistem distribusi hasil. Sementara itu, Wakil Ketua IV BAZNAS Minahasa Sahlan Kokalo menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya penguatan zakat produktif yang berorientasi pada kemandirian ekonomi masyarakat. “Kami tidak hanya memberikan bantuan, tetapi memastikan keberlanjutan. Benih kami siapkan bersama mitra akademisi, dan petani didampingi hingga mampu menghasilkan produk berkualitas,” ujarnya. Ia menambahkan, pihaknya membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya bagi petani yang ingin berkembang. “Kami siap memfasilitasi bibit, pendampingan, hingga akses pasar. Harapannya, Minahasa dapat menjadi salah satu sentra pengembangan benih yang memberi kontribusi bagi kebutuhan pertanian nasional,” katanya. Kolaborasi antara BAZNAS Minahasa, Pengadilan Agama Tondano, dan Universitas Hasanuddin ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem pertanian di daerah sekaligus mendukung program ketahanan pangan yang sejalan dengan arah pembangunan pemerintah daerah.
BERITA29/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Pos Mudik BAZNAS Hadir di Tasikmalaya, Pemudik Bisa Istirahat, Pijat Gratis hingga Dapat Takjil
Pos Mudik BAZNAS Hadir di Tasikmalaya, Pemudik Bisa Istirahat, Pijat Gratis hingga Dapat Takjil
Tasikmalaya – Arus mudik Lebaran 2026 kian padat. Di tengah perjalanan panjang yang melelahkan, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menghadirkan solusi bagi para pemudik dengan membuka Pos Mudik di Tasikmalaya. Tak sekadar tempat singgah, Pos Mudik BAZNAS ini menyediakan beragam layanan gratis yang bisa dimanfaatkan pemudik selama periode 16 hingga 27 Maret 2026. Mulai dari layanan kesehatan, masjid, toilet darurat, ruang laktasi, dapur air, wifi, layanan charger, tempat istirahat, pijat gratis, hingga ruang ramah anak—semuanya tersedia untuk menunjang kenyamanan perjalanan. Tak hanya itu, program Bank Makanan juga dihadirkan dengan menyediakan takjil hingga makanan berat, khususnya saat sahur dan berbuka puasa. Deputi II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS RI, Imdadun Rahmat, menegaskan kehadiran Pos Mudik ini merupakan bentuk kepedulian terhadap para pemudik. “BAZNAS dari tahun ke tahun selalu menghadirkan Pos Mudik. Ini adalah ikhtiar kami untuk memberikan bantuan terbaik bagi para pemudik yang merupakan ibnu sabil,” ujar Imdadun, Kamis (19/3/2026). Ia menambahkan, seluruh fasilitas tersebut berasal dari dana zakat, infak, dan sedekah para muzaki yang dikelola secara amanah untuk kemaslahatan umat. “Kami optimalkan pemanfaatannya, termasuk untuk Pos Mudik Gratis ini agar perjalanan masyarakat lebih aman dan nyaman,” tegasnya. Sementara itu, Direktur Pendistribusian BAZNAS RI, Ahmad Fikri, menjelaskan Pos Mudik BAZNAS tersebar di 21 titik strategis di seluruh Indonesia. Menurutnya, Pos Mudik di Tasikmalaya termasuk salah satu pos utama dengan fasilitas paling lengkap. “Di Tasikmalaya ini cukup besar, ada sekitar 10 hingga 12 layanan. Sementara di titik lain minimal lima layanan utama tetap tersedia,” jelasnya. Ia juga memastikan setiap pos dilengkapi tenaga medis. “Dokter dan perawat selalu siaga untuk memberikan layanan kesehatan bagi pemudik,” tambah Fikri. Kehadiran Pos Mudik BAZNAS ini pun dirasakan langsung manfaatnya oleh para pemudik. Rais, pemudik asal Tangerang yang menuju Pangandaran dan Yogyakarta, mengaku fasilitas yang tersedia sangat membantu. “Fasilitasnya lengkap. Ada kasur darurat, pijat gratis, sampai takjil dan makanan berat. Ini sangat membantu kami di perjalanan,” ujarnya. Hal senada disampaikan Lendra, pemudik asal Sumedang yang mudik bersama keluarga. “Kami singgah saat sudah lelah. Di sini anak-anak bisa bermain, kami dapat pijat, takjil, dan layanan kesehatan gratis. Lengkap sekali,” katanya. BAZNAS berharap, kehadiran Pos Mudik di berbagai titik strategis ini tidak hanya menjadi tempat istirahat, tetapi juga berkontribusi menekan risiko kecelakaan akibat kelelahan selama perjalanan. Di tengah padatnya arus mudik, Pos Mudik BAZNAS menjadi oase bagi para pemudik—tempat bernaung sejenak, mengisi energi, dan melanjutkan perjalanan dengan lebih aman. Karena mudik bukan sekadar perjalanan pulang, tapi juga tentang memastikan setiap langkah sampai dengan selamat.
BERITA28/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Minahasa Dorong Zakat Masuk Arus Utama Pembangunan Daerah
BAZNAS Minahasa Dorong Zakat Masuk Arus Utama Pembangunan Daerah
Minahasa – Pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Kabupaten Minahasa kembali menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam merumuskan arah pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan, khususnya dalam menjawab tantangan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dalam konteks tersebut, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Minahasa memandang bahwa potensi zakat, infak, dan sedekah merupakan salah satu kekuatan sosial yang strategis dan relevan untuk dioptimalkan secara lebih terintegrasi dengan kebijakan pembangunan daerah. Selama ini, berbagai program sosial telah berjalan dengan baik melalui dukungan pemerintah daerah. Di sisi lain, pengelolaan zakat juga terus berkembang sebagai instrumen pemberdayaan umat. Ke depan, terdapat ruang yang semakin terbuka untuk memperkuat sinergi tersebut, sehingga potensi zakat tidak hanya berjalan secara mandiri, tetapi dapat selaras dan mendukung prioritas pembangunan yang telah dirumuskan oleh Pemerintah Kabupaten Minahasa. Pendekatan ini diyakini akan memberikan dampak yang lebih terarah, terukur, dan berkelanjutan bagi masyarakat. Sebagai bagian dari upaya tersebut, BAZNAS Minahasa saat ini tengah fokus pada penguatan kelembagaan sebagai fondasi utama. Beberapa langkah yang telah dilakukan antara lain: Sosialisasi zakat di lingkungan instansi dan masyarakat Pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) sebagai penguatan sistem pengumpulan Penyaluran bantuan beras kepada masyarakat sebagai bentuk kehadiran program di lapangan Langkah ini merupakan bagian dari proses membangun sistem pengelolaan zakat yang lebih terstruktur, akuntabel, dan berorientasi pada dampak. Wakil Ketua IV BAZNAS Minahasa, Sahlan Kokalo, menyampaikan bahwa tahapan yang sedang berjalan saat ini menjadi dasar penting untuk memperkuat kontribusi zakat dalam pembangunan daerah. “Kami sedang membangun fondasi kelembagaan yang kuat melalui sosialisasi dan pembentukan UPZ. Ini adalah tahap awal yang sangat penting agar ke depan pengelolaan zakat dapat semakin optimal dan berdampak luas,” ujarnya. Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya penguatan sinergi sejak tahap perencanaan. “Kami melihat Musrenbang sebagai ruang strategis untuk mempertemukan berbagai potensi, termasuk zakat. Dengan keterlibatan yang semakin terbangun sejak tahap perencanaan, diharapkan program-program yang ada dapat saling melengkapi dan memperkuat,” tambahnya. BAZNAS Minahasa menyatakan kesiapan untuk terus menyesuaikan dan menyelaraskan program-programnya dengan arah kebijakan pembangunan daerah. Kolaborasi yang semakin erat diharapkan dapat menghadirkan pendekatan pembangunan yang tidak hanya berbasis anggaran pemerintah, tetapi juga didukung oleh kekuatan partisipasi masyarakat. Dengan demikian, zakat diharapkan dapat berkontribusi sebagai salah satu instrumen pendukung dalam memperluas jangkauan program pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan. Ke depan, BAZNAS Minahasa membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dengan seluruh pemangku kepentingan. Sinergi yang terbangun secara berkelanjutan diyakini akan memperkuat upaya bersama dalam menghadirkan pembangunan yang lebih adil dan merata. Karena pada akhirnya, pembangunan yang kuat adalah pembangunan yang mampu menghadirkan manfaat nyata bagi seluruh lapisan masyarakat—dan zakat memiliki potensi besar untuk menjadi bagian dari upaya tersebut.
BERITA28/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
145 Relawan SPPG di Sangihe Digembleng Pelatihan Halal, Dapur Wajib Kantongi Sertifikat atau Terancam Sanksi
145 Relawan SPPG di Sangihe Digembleng Pelatihan Halal, Dapur Wajib Kantongi Sertifikat atau Terancam Sanksi
Sangihe – Sebanyak 145 relawan dari tiga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mengikuti pelatihan halal yang digelar oleh Lembaga Pemeriksa Halal Hidayatullah Sulawesi Utara. Kegiatan ini berlangsung di Aula SMK Negeri 2 Tahuna, Rabu (25/3/2026), sebagai langkah serius memastikan setiap produk pangan yang dihasilkan benar-benar halal dan aman dikonsumsi. Tiga unit dapur yang ikut dalam pelatihan ini berada di bawah naungan Yayasan Duta Cahaya Indonesia, yakni SPPG Manganitu, SPPG Tapuang, dan SPPG Bungalawang. Ketua Lembaga Pemeriksa Halal Hidayatullah Sulut, Zulkifli Tarimakase, menegaskan pelatihan ini bukan sekadar formalitas, melainkan bagian penting dalam proses pengajuan sertifikat halal yang kini menjadi kewajiban nasional. “Dapur SPPG wajib memiliki sertifikat halal sebagaimana diatur oleh Badan Gizi Nasional. Ini bukan pilihan, tapi keharusan,” tegas Zulkifli saat diwawancarai. Menurutnya, seluruh relawan harus memahami konsep halal secara menyeluruh—mulai dari pemilihan bahan, proses pengolahan, hingga distribusi kepada penerima manfaat. “Tujuannya agar produk yang sampai ke masyarakat benar-benar halal, tidak diragukan, dan sesuai standar yang ditetapkan,” jelasnya. Tak hanya itu, Zulkifli juga mengingatkan adanya sanksi tegas bagi dapur yang melanggar standar. Jika ditemukan makanan yang tidak layak konsumsi atau tidak memenuhi ketentuan halal, maka akan diberlakukan tahapan sanksi. “Mulai dari SP1 hingga pembekuan izin, bahkan pencabutan sertifikat halal,” ujarnya. Ia menekankan bahwa kewajiban sertifikasi halal telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal serta Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2024. “Semua produk yang beredar di Indonesia wajib bersertifikat halal. Ini bagian dari perlindungan konsumen,” tambahnya. Selain sertifikat halal, setiap dapur SPPG juga diwajibkan melengkapi Sertifikat SLHS (Sanitasi Laik Higiene) serta HACCP (Hazard Analysis and Critical Control Points) untuk menjamin keamanan pangan secara menyeluruh. Sementara itu, Ketua Yayasan Duta Cahaya Indonesia, Sandra Solang, menyebut pelatihan ini membawa dampak besar dalam meningkatkan kualitas pengelolaan dapur. “Relawan jadi memahami mana yang halal dan tidak, serta bagaimana menerapkan standar yang benar di dapur,” katanya. Ia memastikan pihak yayasan akan terus mendampingi setiap dapur agar memenuhi standar operasional yang ditetapkan pemerintah. “Kami akan terus melengkapi, mendampingi, dan memastikan semua dapur berjalan sesuai SOP Badan Gizi Nasional,” ujarnya. Kegiatan ini turut dihadiri Satgas Halal Kementerian Agama Kepulauan Sangihe, PIC dapur, SAG, MPD, mitra, serta seluruh relawan yang terlibat. Pelatihan ini menjadi langkah konkret dalam memperkuat ekosistem pangan halal di daerah, sekaligus memastikan program pemenuhan gizi berjalan tidak hanya sehat, tetapi juga sesuai syariat dan regulasi negara.
BERITA26/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Jihan Nabillah: Dari Kampus Dakwah Menuju Panggung Google Student Ambassador 2026
Jihan Nabillah: Dari Kampus Dakwah Menuju Panggung Google Student Ambassador 2026
Di tengah arus percepatan teknologi digital, nama Jihan Nabillah mulai mencuri perhatian sebagai salah satu kandidat Google Student Ambassador 2026 Indonesia. Mahasiswi semester enam dari Universitas KH. Abdul Khalim Mojokerto Fakultas Dakwah dan Ushuluddin, jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam ini tampil bukan sekadar dengan semangat, tetapi dengan gagasan yang terukur dan pendekatan yang segar. Dalam video presentasinya yang diunggah melalui kanal YouTube Jihan Nabillah - Kandidat Google Student Ambassador 2026 Indonesia, Jihan menunjukkan satu hal yang jarang dimiliki kandidat lain: kemampuan menjembatani teknologi dengan komunikasi yang membumi. Menurut Jihan, kekuatan utama Google bukan hanya terletak pada kecanggihan inovasinya, melainkan pada kemampuannya menyederhanakan teknologi agar dapat diakses oleh semua kalangan. Filosofi user-first yang dipegang Google menjadi titik refleksi baginya sebagai mahasiswa komunikasi. “Teknologi bukan hanya soal inovasi, tapi bagaimana itu bisa dipahami dan dimanfaatkan oleh banyak orang,” ujarnya dalam pemaparannya. Pandangan ini bukan sekadar teori. Jihan melihat peran Google Student Ambassador sebagai ruang strategis untuk menghadirkan teknologi dalam bahasa yang lebih dekat dengan mahasiswa—tidak kaku, tidak eksklusif, tetapi komunikatif dan relevan dengan kehidupan sehari-hari. Berbeda dari pendekatan seminar konvensional, Jihan menawarkan konsep Tech & Chill yang dirancang lebih santai namun tetap bermakna. Ia memperkenalkan ide kegiatan interaktif bernama Tech-Tactive Mixer, sebuah permainan berbasis mystery dan networking. Dalam skenario ini, peserta tidak hanya duduk dan mendengar, tetapi terlibat aktif. Mereka harus mengumpulkan potongan cerita, berinteraksi satu sama lain, lalu memanfaatkan teknologi seperti Google Lens dan AI untuk menyelesaikan teka-teki. Pendekatan ini mencerminkan satu hal penting: teknologi tidak diajarkan, tetapi dialami. “Mahasiswa tidak merasa sedang belajar, tapi mereka langsung merasakan bagaimana teknologi membantu berpikir dan berkolaborasi,” jelasnya. Targetnya pun tidak main-main. Jihan menargetkan keterlibatan minimal 100 hingga 150 mahasiswa dalam tahap awal, dengan harapan tercipta efek berantai dalam pemanfaatan teknologi di lingkungan kampus. Pengalaman Jihan dalam berpikir di luar kebiasaan juga menjadi kekuatan tersendiri. Ia pernah berada dalam situasi genting saat mengikuti kompetisi, di mana produk timnya dinilai kurang praktis untuk diterapkan di lapangan. Alih-alih mengubah produk yang membutuhkan waktu, Jihan memilih mengubah strategi. Ia memperkuat narasi, membangun ulang cara penyampaian, dan menyesuaikan pendekatan komunikasi agar lebih relevan. Hasilnya, tim tersebut tidak hanya lolos ke 10 besar, tetapi juga meraih penghargaan sebagai most marketable. Pengalaman ini menegaskan satu prinsip yang ia pegang: solusi tidak selalu teknis, tetapi sering kali terletak pada cara berpikir dan cara menyampaikan. Jika terpilih sebagai Google Student Ambassador 2026, Jihan tidak ingin berhenti pada kegiatan seremonial. Ia menargetkan terbentuknya ekosistem mahasiswa yang aktif memanfaatkan teknologi dalam keseharian mereka. Program seperti Tech & Chill akan menjadi pintu masuk, dilanjutkan dengan workshop dan komunitas berkelanjutan. Fokusnya jelas: menciptakan mahasiswa yang tidak hanya kreatif, tetapi juga marketable—mampu menggabungkan ide, komunikasi, dan teknologi dalam satu kesatuan. “Karena ide yang bagus tidak cukup, kalau tidak bisa dikomunikasikan dengan baik,” tegasnya. Di balik semua gagasan tersebut, Jihan membawa satu pesan yang sederhana namun kuat: teknologi adalah alat, tetapi dampaknya ditentukan oleh manusia yang menggunakannya. Dengan latar belakang komunikasi dan pengalaman membangun narasi, ia menawarkan sesuatu yang berbeda—bukan hanya memahami teknologi, tetapi menghidupkannya dalam interaksi nyata. Dalam peta persaingan Google Student Ambassador 2026, Jihan Nabillah tidak hanya hadir sebagai peserta. Ia tampil sebagai representasi generasi muda yang siap menjadi penghubung antara inovasi dan manusia. Dan dari sana, perubahan kecil bisa mulai bergerak.
BERITA24/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
UPZ TPQ Roudhatol Jannah Salurkan Beras Zakat BAZNAS Minahasa: Gerakan Edukasi Zakat Kian Menguat di Akar Umat
UPZ TPQ Roudhatol Jannah Salurkan Beras Zakat BAZNAS Minahasa: Gerakan Edukasi Zakat Kian Menguat di Akar Umat
Minahasa — Semangat menebar keberkahan terus digaungkan oleh Unit Pengumpul Zakat (UPZ) TPQ Roudhatol Jannah melalui aksi nyata penyaluran beras zakat dari BAZNAS Kabupaten Minahasa kepada para mustahik di lingkungan sekitar. Kegiatan ini tidak sekadar menjadi rutinitas penyaluran bantuan, tetapi juga menjadi bagian dari gerakan edukasi zakat yang terus dibangun secara berkelanjutan di tengah masyarakat. Sejak resmi menerima Surat Keputusan (SK) dari BAZNAS Minahasa, UPZ TPQ Roudhatol Jannah langsung bergerak aktif melakukan sosialisasi kepada jamaah tentang pentingnya menyalurkan zakat melalui lembaga resmi. Ketua UPZ TPQ Roudhatol Jannah, Ust. Qodir Pulukadang, menegaskan bahwa kepercayaan dari BAZNAS menjadi amanah besar yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab. “Alhamdulillah, setelah kami menerima SK dari BAZNAS Minahasa, kami tidak hanya fokus pada pengumpulan dan penyaluran zakat, tetapi juga terus mengedukasi jamaah tentang pentingnya menunaikan zakat melalui lembaga resmi. Ini bukan hanya soal distribusi, tetapi tentang membangun kesadaran umat agar zakat dikelola secara amanah, transparan, dan tepat sasaran.” Ia juga menambahkan bahwa melalui pendekatan persuasif dan sosialisasi yang intens, kesadaran masyarakat mulai tumbuh. “Kami mengajak jamaah untuk memahami bahwa zakat yang disalurkan melalui lembaga resmi seperti BAZNAS memiliki sistem pengelolaan yang jelas, terukur, dan berdampak luas. Dengan demikian, manfaatnya tidak hanya dirasakan secara individu, tetapi juga mampu mengangkat kesejahteraan umat secara kolektif.” Penyaluran beras zakat ini menjadi bukti konkret bahwa sinergi antara BAZNAS dan UPZ mampu menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat yang membutuhkan. Selain membantu memenuhi kebutuhan pokok, kegiatan ini juga memperkuat nilai solidaritas, kepedulian, dan keadilan sosial. Lebih dari itu, UPZ TPQ Roudhatol Jannah menempatkan edukasi sebagai pilar utama dalam gerakannya. Bahwa zakat bukan sekadar kewajiban, melainkan instrumen pemberdayaan umat yang jika dikelola dengan baik, mampu menjadi solusi nyata dalam mengatasi kesenjangan sosial. Dengan langkah yang konsisten dan penuh komitmen, UPZ TPQ Roudhatol Jannah bersama BAZNAS Minahasa optimistis dapat terus menumbuhkan budaya berzakat yang lebih tertib, terarah, dan berdampak luas bagi kesejahteraan masyarakat. Zakat bukan hanya tentang memberi, tetapi tentang membangun peradaban yang lebih peduli, adil, dan berkeadilan sosial.
BERITA24/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Habib Umar Bin Thoha Alhabsyi: “Celakalah yang Bertemu Ramadan Tapi Tak Raih Ampunan”
Habib Umar Bin Thoha Alhabsyi: “Celakalah yang Bertemu Ramadan Tapi Tak Raih Ampunan”
MINAHASA – Suasana haru dan penuh kekhusyukan menyelimuti pelaksanaan Sholat Idul Fitri 1447 H di Masjid Agung Al-Falah Kyai Modjo, Sabtu (21/3/2026). Ratusan jamaah yang memadati halaman dan ruang utama masjid larut dalam lantunan takbir, tahmid, dan tahlil, menandai kemenangan setelah sebulan penuh menjalani ibadah Ramadan. Namun, di balik gema takbir kemenangan, khutbah yang disampaikan oleh Habib Umar Bin Thoha Alhabsyi justru menggugah sisi terdalam hati para jamaah. Dengan suara yang tenang namun penuh penekanan, ia mengingatkan sebuah pesan yang mengguncang kesadaran: “Celakalah orang yang bertemu Ramadan, namun tidak mendapatkan ampunan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.” Kalimat itu seakan menghentikan waktu. Beberapa jamaah terlihat menundukkan kepala, bahkan tak sedikit yang meneteskan air mata, larut dalam perenungan tentang perjalanan iman mereka selama Ramadan. Dalam khutbahnya, Habib Umar menggambarkan Idul Fitri bukan hanya sebagai hari kemenangan, tetapi juga hari perpisahan yang menyayat hati—perpisahan dengan bulan suci yang penuh rahmat, ampunan, dan kasih sayang Allah. Ia mengajak jamaah untuk jujur pada diri sendiri: apakah Ramadan yang telah berlalu benar-benar meninggalkan bekas dalam hati, atau justru berlalu tanpa perubahan berarti. “Orang-orang yang merasakan manisnya kebersamaan dengan Ramadan, pasti akan merasakan pahitnya perpisahan,” ujarnya. Pesan ini menjadi refleksi mendalam bahwa kebahagiaan Idul Fitri sejatinya bukan sekadar pakaian baru atau hidangan melimpah, melainkan sejauh mana seseorang meraih ampunan dan peningkatan kualitas iman. Lebih jauh, khutbah tersebut juga menyoroti gambaran penyesalan di akhirat bagi mereka yang menyia-nyiakan kesempatan emas di bulan Ramadan. Habib Umar mengingatkan, kelak manusia akan berharap untuk kembali ke dunia hanya untuk memperbaiki amal. Namun, penyesalan itu tidak lagi berarti. “Ketika kesempatan itu telah pergi, yang tersisa hanyalah penyesalan,” tegasnya. Pesan ini menjadi peringatan keras namun penuh kasih, agar umat Islam tidak menunda-nunda kebaikan dan tidak meremehkan momentum spiritual yang telah diberikan. Salah satu bagian paling menyentuh dari khutbah tersebut adalah ketika Habib Umar menyinggung tentang bakti kepada orang tua. Ia menegaskan bahwa sebesar apa pun ibadah seseorang, tidak akan sempurna tanpa ridha kedua orang tua. Dengan nada yang semakin dalam, ia mengingatkan bahwa banyak orang mencari kebahagiaan jauh ke luar, padahal “surga itu ada di dalam rumah”—pada sosok ayah dan ibu. “Selagi mereka masih hidup, bahagiakan mereka. Karena ketika mereka telah tiada, yang tersisa hanyalah penyesalan,” ungkapnya. Kalimat ini kembali membuat suasana masjid dipenuhi keheningan. Beberapa jamaah tampak menyeka air mata, teringat akan orang tua yang masih ada maupun yang telah tiada. Pelaksanaan Sholat Idul Fitri di Masjid Al-Falah Kyai Modjo Jaton tahun ini tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga momen kebangkitan kesadaran spiritual. Khutbah yang disampaikan bukan sekadar seruan, melainkan cermin bagi setiap jiwa—tentang: makna Ramadan yang sesungguhnya, pentingnya meraih ampunan, serta tanggung jawab moral kepada orang tua dan sesama. Di tengah gema takbir yang terus berkumandang, satu pesan besar tertinggal di hati para jamaah: Idul Fitri bukan sekadar perayaan, tapi titik awal untuk menjadi manusia yang benar-benar kembali—kembali kepada Allah dengan hati yang bersih, dan kembali kepada sesama dengan kasih yang utuh.
BERITA21/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Wabup Minahasa Tekankan Nilai Fitrah dan Kerukunan dalam Momentum Idul Fitri 1447 H/2026
Wabup Minahasa Tekankan Nilai Fitrah dan Kerukunan dalam Momentum Idul Fitri 1447 H/2026
Minahasa – Momentum Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah dimaknai sebagai ruang penguatan nilai spiritual dan sosial di Kabupaten Minahasa. Hal tersebut tercermin dari pernyataan Wakil Bupati Minahasa, Vanda Sarundajang, saat menghadiri kegiatan silaturahmi usai pelaksanaan Salat Id di Masjid Agung Al-Falah Kyai Modjo, Kampung Jawa Tondano, Sabtu (21/3/2026). Kehadiran Wakil Bupati dalam kesempatan tersebut merupakan bagian dari representasi Pemerintah Kabupaten Minahasa dalam menjalin kedekatan dengan masyarakat, khususnya umat Muslim yang merayakan Idul Fitri. Dalam kegiatan itu, Wakil Bupati membacakan sambutan Bupati Minahasa, Robby Dondokambey, sebelum pelaksanaan Salat Id dimulai. Dalam keterangannya, Vanda Sarundajang menegaskan bahwa Idul Fitri memiliki makna yang lebih dari sekadar perayaan keagamaan, melainkan sebagai momentum untuk kembali kepada fitrah serta memperkuat hubungan sosial antarmasyarakat. “Idul Fitri merupakan hari kemenangan bagi umat Muslim setelah menjalani ibadah puasa. Momentum ini menjadi kesempatan untuk kembali kepada fitrah serta mempererat kebersamaan,” ujarnya. Ia juga menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idul Fitri kepada seluruh umat Muslim di Kabupaten Minahasa, seraya mengajak masyarakat untuk menjadikan momen tersebut sebagai sarana memperkuat persaudaraan. Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya menjaga harmoni sosial di tengah keberagaman yang menjadi karakteristik masyarakat Minahasa. Menurutnya, nilai-nilai kearifan lokal seperti Sitou Timou Tumou Tou dan semangat Mapalus harus terus dijaga sebagai fondasi kehidupan bersama. “Kerukunan umat beragama di Minahasa telah terbangun dengan baik dan perlu terus dipelihara. Momentum Idul Fitri ini menjadi salah satu wujud nyata dari harmonisasi tersebut,” katanya. Usai pelaksanaan Salat Id yang dimulai pukul 07.00 WITA, kegiatan dilanjutkan dengan silaturahmi dan ramah tamah antara jajaran pemerintah daerah dan masyarakat Kampung Jawa Tondano. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten Minahasa, Dr. Lynda Deisye Watania, MM, M.Si , Asisten I Drs. Riviva Maringka, M.Si , serta sejumlah kepala perangkat daerah dan camat Tondano Utara. Pelaksanaan Salat Id dipimpin oleh Ustad Hardianto Masuara sebagai imam, dengan khutbah yang disampaikan oleh Habib Umar Bin Thoha yang menekankan pentingnya menjaga nilai keimanan dan persaudaraan. Dengan suasana yang berlangsung tertib dan penuh kekhidmatan, kegiatan tersebut menjadi refleksi nyata bahwa Idul Fitri tidak hanya bermakna secara spiritual, tetapi juga memiliki dimensi sosial yang kuat dalam mempererat kohesi masyarakat di Kabupaten Minahasa.
BERITA21/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Asisten I Setdakab Minahasa Sampaikan Ucapan Idul Fitri 1447 H, Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan dan Pelayanan Publik
Asisten I Setdakab Minahasa Sampaikan Ucapan Idul Fitri 1447 H, Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan dan Pelayanan Publik
Minahasa – Momentum Hari Raya Idulfitri 1447 H/2026 M dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten Minahasa untuk memperkuat nilai kebersamaan, toleransi, dan pelayanan kepada masyarakat. Hal ini disampaikan oleh Riviva Maringka selaku Asisten I Setdakab Minahasa dalam ucapan resminya. Jumat, 20/3/2026 Dalam keterangannya, Riviva mengajak seluruh masyarakat menjadikan Idulfitri sebagai titik balik untuk mempererat persatuan serta meningkatkan kualitas kehidupan sosial yang harmonis di Kabupaten Minahasa. “Selamat Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin. Semoga momentum suci ini menjadi penguat bagi kita semua untuk terus menjaga persaudaraan, toleransi, dan semangat gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat,” ujarnya. Sebagai Asisten I yang membidangi pemerintahan dan kesejahteraan rakyat, Riviva menegaskan pentingnya menjaga stabilitas sosial, ketertiban umum, serta membangun sinergi antara pemerintah dan masyarakat. Menurutnya, Idulfitri bukan hanya perayaan keagamaan, tetapi juga ruang refleksi untuk memperbaiki hubungan sosial dan memperkuat nilai-nilai kebangsaan. “Kita ingin masyarakat Minahasa tetap hidup rukun dalam keberagaman. Nilai saling menghormati harus terus dijaga sebagai fondasi utama dalam pembangunan daerah,” tegasnya. Lebih lanjut, Riviva juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan publik yang responsif dan humanis, terutama dalam momentum Lebaran yang identik dengan meningkatnya mobilitas masyarakat. Ia mengingatkan seluruh jajaran pemerintah untuk tetap siaga dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. “Pelayanan publik harus tetap berjalan optimal. Kehadiran pemerintah harus dirasakan, terutama dalam memastikan keamanan, kenyamanan, dan kebutuhan masyarakat selama Idulfitri,” katanya. Dalam kesempatan tersebut, Riviva juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan kepedulian sosial, terutama terhadap kelompok rentan dan masyarakat yang membutuhkan. Menurutnya, semangat berbagi dan solidaritas yang tumbuh di bulan Ramadan harus terus dilanjutkan dalam kehidupan sehari-hari. “Mari kita jadikan Idulfitri sebagai momentum untuk memperkuat empati sosial. Kepedulian terhadap sesama adalah bagian penting dari pembangunan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya. Menutup pernyataannya, Riviva berharap Idulfitri tahun ini membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat Minahasa dan menjadi energi baru untuk membangun daerah yang lebih maju, sejahtera, dan berdaya saing. “Semoga kita semua kembali dalam keadaan fitri, dengan hati yang bersih, serta semangat baru untuk terus berkarya dan mengabdi bagi Minahasa yang lebih baik,” pungkasnya. Momentum Idulfitri 1447 H pun diharapkan tidak hanya menjadi perayaan, tetapi juga penguat nilai persatuan, pelayanan, dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
BERITA21/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Kisah Rojali Bangkit dari Banjir Aceh Tamiang: Dari Korban Jadi Relawan Dapur Umum BAZNAS
Kisah Rojali Bangkit dari Banjir Aceh Tamiang: Dari Korban Jadi Relawan Dapur Umum BAZNAS
Aceh Tamiang – Banjir bandang yang menerjang Kabupaten Aceh Tamiang pada November lalu menyisakan luka mendalam. Rumah hanyut, harta benda lenyap, dan kehidupan berubah seketika. Namun di balik duka itu, muncul kisah keteguhan dari seorang penyintas bernama Muhammad Rojali (44). Melalui program Dapur Umum Hidangan Berkah Ramadan yang diinisiasi Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI, Rojali tak hanya menjadi penerima bantuan. Ia memilih bangkit—menjadi relawan, memasak untuk sesama korban. “Awalnya saya hanya menerima bantuan makanan, tapi saya tergerak hati untuk ikut membantu memasak. Saya merasa tidak enak kalau hanya menerima saja,” ujar Rojali saat ditemui di tenda pengungsian Desa Lubuk Sidup. Rumah Rojali hanyut tanpa sisa. Kini, ia tinggal di tenda darurat bersama istri dan tiga anaknya. Di tengah keterbatasan itu, dapur umum menjadi tumpuan utama kebutuhan pangan warga. Setiap hari, dapur tersebut mengolah sekitar 50 kilogram beras untuk menyediakan hingga 700 porsi makanan bagi para penyintas. Menariknya, dapur ini tidak dijalankan oleh pihak luar semata, melainkan oleh warga sendiri secara gotong royong—memasak sayur, ikan, hingga menyiapkan takjil berbuka puasa. “Kalau tidak ada program ini, kami kesulitan. Untuk masak daging saja kami belum mampu. Tapi melalui bantuan BAZNAS, kami bisa makan dengan layak dan bergizi,” tutur Rojali. Sekretaris Utama BAZNAS RI, Subhan Cholid, menegaskan bahwa dapur umum ini dirancang bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan konsumsi, tetapi juga sebagai bagian dari pemulihan mental masyarakat. “Filosofi zakat adalah memberdayakan. Lewat dapur umum ini, BAZNAS tidak hanya menyalurkan makanan, tetapi juga menciptakan ekosistem gotong royong,” jelas Subhan. Menurutnya, pelibatan langsung para penyintas menjadi kunci untuk membangun kembali rasa percaya diri dan kemandirian kolektif di tengah masa sulit. Bagi Rojali, dapur umum ini bukan sekadar tempat memasak, tetapi ruang untuk bangkit dan menemukan kembali makna kebersamaan. “Kami sangat berterima kasih kepada BAZNAS dan para donatur. Bantuan ini memberi semangat bagi kami untuk terus kuat,” ucapnya. BAZNAS sendiri menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi para penyintas hingga tahap rehabilitasi pascabencana. Kisah Rojali menjadi bukti—bahwa di tengah kehilangan, zakat mampu menggerakkan hati, menumbuhkan solidaritas, dan menghidupkan kembali harapan. Di antara tenda-tenda pengungsian, api dapur umum itu tak hanya memasak makanan—tetapi juga menyalakan semangat untuk bangkit bersama.
BERITA21/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Minahasa.

Lihat Daftar Rekening →