Berita Terbaru
Menteri Agama: Warisan Prof. Ibrahim Husein Inspirasi Moderasi dan Pembaruan Hukum Islam
Jakarta, 11 November 2025 – Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. K. H. Nasaruddin Umar, MA, menekankan pentingnya melanjutkan warisan pemikiran almarhum Prof. K. H. Ibrahim Husein dalam sambutannya pada peringatan 24 tahun Memorial Conference almarhum, sekaligus peluncuran buku “Fikih, Fatwa, dan Ijtihad” di Jakarta.
Dalam pidatonya, Menteri Agama menyoroti Prof. Ibrahim Husein sebagai ulama, mujtahid, fakih, ahli fatwa, sekaligus pembaharu pemikiran Islam. Ia menekankan bahwa almarhum menafsirkan syariat secara kontekstual tanpa kehilangan keaslian Islam, sehingga fikih menjadi panduan hidup yang dinamis dan relevan dengan tantangan zaman.
“Pemikiran beliau menegaskan bahwa fikih bukan teks beku, tetapi panduan hidup yang selalu bergerak menjawab tantangan zamannya,” ujar Menteri Agama.
Menteri Agama juga mengapresiasi kontribusi almarhum dalam pembaruan hukum Islam dan mendorong generasi muda untuk melanjutkan ijtihad kreatif dan ilmiah, berbasis nilai Al-Qur’an serta realitas sosial umat. Ia menekankan pentingnya kegiatan akademik seperti memorial conference dan peluncuran buku untuk menginspirasi pemikiran Islam yang moderat dan beradab.
Tokoh yang Hadir
Acara ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting, antara lain:
Rektor Institut Ilmu Al-Qur’an Jakarta: Associate Prof. Dr. Hajah Najamatul Faizah
Ketua Yayasan Ibrahim Husein Institute: Prof. Dr. H. Nadratuzaman Husein, PhD
Narasumber dan Akademisi: Prof. Dr. Abdul Gani Abdullah, Dr. K. H. Lukman Hakim Saifuddin (mantan Menteri Agama), Dr. Jazil Fawaid Hafiz, Ibu Dr. Haj Mursyidah Tahir Asad, Ibu Dr. H. Romlah Hidayati, MA
Alumni, dosen, mahasiswa IIQ Jakarta, serta tokoh masyarakat yang mendukung pengembangan pendidikan Islam.
Hakim Agung dan tokoh pendidikan Islam lainnya juga hadir, memperkuat kesan akademik dan prestisius acara ini.
Kontribusi dan Warisan Prof. Ibrahim Husein
Menteri Agama menekankan beberapa aspek warisan intelektual almarhum:
Pendiri Institut Ilmu Al-Qur’an Jakarta, yang telah melahirkan generasi penerus hebat.
Karya-karyanya menjadi referensi hukum di pengadilan agama dan publikasi MUI.
Menekankan moderasi beragama, pembaruan hukum Islam, dan multikulturalisme di masyarakat.
Menjadi inspirasi generasi muda untuk berijtihad dengan keberanian ilmiah dan mengabdi kepada umat dengan ikhlas.
Acara ini juga menjadi momen edukatif bagi para peserta untuk mendalami pemikiran almarhum, termasuk kumpulan tulisannya dari mimbar ulama, fatwa MUI, dan makalah ilmiah, yang dikompilasi dalam buku terbaru.
Menteri Agama menutup sambutannya dengan harapan agar generasi muda terus menjaga khazanah pemikiran Islam yang moderat, kontekstual, dan beradab, menjadikannya pedoman dalam membangun pendidikan dan praktik Islam di Indonesia.
“Kegiatan ini bukan untuk mengkultuskan almarhum, tetapi sebagai momentum menumbuhkan semangat ijtihad baru yang kreatif, ilmiah, dan relevan dengan zaman,” tegas Menteri Agama.
Acara diakhiri dengan ucapan terima kasih kepada keluarga almarhum, panitia, civitas akademika, alumni, narasumber, dan donatur yang mendukung terselenggaranya memorial conference dan peluncuran buku.
BERITA11/11/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
REFLEKSI 24 TAHUN MEMORIAL CONFERENCE PROF. KH. IBRAHIM HOSEN
Mengenang Warisan Keilmuan Prof. KH. Ibrahim Hosen: Ulama Pembaharu yang Menyatukan Ilmu, Akhlak, dan Moderasi
Jakarta, 10 November 2025, Dengan penuh kekhidmatan dan suasana kekeluargaan yang hangat, Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta menggelar sebuah acara istimewa bertajuk “24 Tahun Memorial Conference – Refleksi Pemikiran Prof. KH. Ibrahim Hosen, LML”, yang disiarkan secara langsung melalui Channel YouTube resmi IIQ Jakarta.
Kegiatan ini bukan sekadar mengenang sosok ulama besar, tetapi juga menjadi forum reflektif dan edukatif yang menghidupkan kembali nilai-nilai keilmuan, akhlak, dan moderasi beragama yang beliau wariskan untuk bangsa dan umat Islam Indonesia.
Hadir dalam acara ini Rektor IIQ Jakarta beserta jajaran, keluarga besar Prof. KH. Ibrahim Hosen, para guru besar, cendekiawan Muslim, serta tokoh nasional yang pernah bersentuhan langsung dengan keilmuan dan keteladanan beliau. Suasana talk show dibuat santai namun sarat makna, menghadirkan dialog yang mengalir antara generasi ulama masa lalu dan penerusnya hari ini.
Dalam sesi pembuka yang dipandu oleh Prof. Dr. Nadirsyah Hosen, Ph.D., suasana hangat langsung terasa. Beliau mengenang sang ayah, Prof. KH. Ibrahim Hosen, bukan hanya sebagai guru besar fikih dan usul fikih, tetapi juga sebagai sosok ayah yang rendah hati, cerdas, humoris, dan penuh kasih sayang.
“Abah itu bukan hanya guru besar dalam ilmu, tetapi juga guru dalam akhlak. Beliau mendidik dengan kasih, membimbing dengan senyum, dan mengajarkan bahwa kebenaran harus disampaikan dengan adab,” tutur Prof. Nadir dengan nada lembut yang menggetarkan hati para hadirin.
Sebagai Ketua Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) selama lebih dari dua dekade, Prof. Ibrahim Hosen dikenal luas sebagai ulama pembaharu yang menembus batas mazhab dan zaman. Beliau tidak hanya menulis dan berfatwa, tetapi juga membuka jalan dialog lintas pemikiran, mempertemukan teks dan konteks, syariat dan kemanusiaan.
Prof. Asrul Niam, Ketua MUI Bidang Fatwa yang kini meneruskan jejak beliau, menegaskan bahwa cara berpikir Prof. Ibrahim Hosen adalah contoh moderasi beragama yang berakar pada keluasan ilmu dan kebijaksanaan hati.
“Apa yang dianggap kontroversial di masa lalu, sejatinya adalah bentuk keluasan ilmu beliau. Beliau mengajarkan bahwa perbedaan adalah rahmat, bukan perpecahan,” ungkap Prof. Asrul Niam di hadapan hadirin dan pemirsa daring.
Salah satu murid sekaligus sahabat beliau, Prof. Dr. Gani Abdullah, yang dikenal sebagai mantan Kepala BPHN dan Hakim Agung, turut berbagi kisah penuh makna. Ia mengingat masa ketika Prof. Ibrahim Hosen menjadi penguji disertasinya tentang Pelaksanaan Syariat Islam di Kerajaan Bima.
“Beliau bukan hanya penguji, tapi pembimbing dalam arti sesungguhnya. Dari beliau saya belajar bahwa hukum Islam bukan sekadar teori, tapi jalan hidup menuju keadilan,” kenang Prof. Gani dengan suara bergetar.
Sementara itu, K.H. Lukman Hakim Saifuddin, mantan Menteri Agama RI, menegaskan pentingnya menjadikan warisan intelektual Prof. Ibrahim Hosen sebagai sumber inspirasi generasi muda Islam.
“Di tengah derasnya arus perbedaan dan polarisasi, kita perlu belajar dari keteladanan beliau — berpikir terbuka, bersikap lembut, dan menebar rahmat, bukan kebencian,” ujar Lukman Hakim Saifuddin yang juga dikenal sebagai pelopor moderasi beragama.
Turut hadir pula Dr. K.H. Jazil Fawaid, tokoh nasional dan alumni PTIQ, yang mengulas sisi lain Prof. Ibrahim Hosen sebagai pengajar fikih siasah — fikih politik yang menekankan moralitas dalam kekuasaan.
“Abah mengajarkan bahwa kekuasaan tanpa akhlak akan kehilangan arah, dan agama tanpa cinta akan kehilangan makna,” ucapnya tegas namun penuh kehangatan.
Acara 24 Tahun Memorial Conference ini tidak hanya menjadi ajang mengenang, tetapi juga menghidupkan kembali semangat keilmuan, integritas, dan cinta damai yang pernah ditanamkan Prof. Ibrahim Hosen kepada murid-muridnya.
Dari kisah dan refleksi yang mengalir malam itu, tergambar jelas bahwa beliau bukan sekadar ulama besar, tetapi pelita yang terus menyinari perjalanan keislaman Indonesia — ulama yang memadukan ilmu, akhlak, dan kasih sayang dalam satu kesatuan keindahan.
“Warisan beliau bukan hanya buku dan fatwa, tetapi nilai. Nilai bahwa agama harus membebaskan, bukan menekan. Bahwa cinta dan ilmu harus berjalan beriringan,” tutup Prof. Nadirsyah Hosen dalam kalimat penutup yang penuh makna.
Semoga semangat dan keteladanan Prof. KH. Ibrahim Hosen, LML, terus hidup di hati umat Islam Indonesia — sebagai cahaya ilmu, akhlak, dan kasih sayang yang menuntun menuju peradaban yang berkeadilan dan penuh rahmat.
Untuk menyimak kisah dan refleksi lengkap para tokoh, tonton tayangan ulangnya di Channel YouTube resmi Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta.
BERITA11/11/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
Dari Ciputat ke Melbourne: Jejak Intelektual Prof. Nadirsyah Hosen, Santri Indonesia yang Mendunia
Melbourne, Australia — Di ruang-ruang kuliah bergengsi Universitas Melbourne, Australia, nama Prof. Dr. Nadirsyah Hosen, Ph.D. begitu dihormati. Ia bukan sekadar dosen, tapi simbol dari keberanian intelektual seorang santri Indonesia menembus dunia akademik internasional.
Perjalanan panjang itu bermula dari lorong-lorong kampus IAIN Syarif Hidayatullah Ciputat—kini UIN Jakarta—tempat di mana Gus Nadir menimba ilmu, berdiskusi, dan menanamkan tradisi berpikir kritis yang kelak membawanya menjadi Profesor Hukum di Melbourne Law School, fakultas hukum terbaik di Australia dan peringkat sepuluh besar dunia.
Melalui wawancara dalam program Podcast Alumni Bicara, yang dipandu oleh Ace Hasan Syadzily, Ketua Umum Ikatan Alumni UIN Jakarta, Gus Nadir membuka kisahnya dengan rendah hati: sebuah perjalanan dari Ciputat yang sederhana hingga menjadi sosok ilmuwan Muslim yang berpengaruh di kancah global.
Gus Nadir tumbuh dalam keluarga yang lekat dengan tradisi ilmu dan agama. Ayahnya, Prof. H. Ibrahim Hosen, MA, adalah ulama besar dan pakar hukum Islam yang dikenal luas. Dari sang ayah, ia belajar kebebasan berpikir, disiplin intelektual, dan keberanian berdialog dengan siapa pun.
“Abah membebaskan saya ikut kelompok studi mana pun, asal bertanggung jawab. Dari situ saya belajar berdialog dengan siapa saja tanpa kehilangan jati diri,” kenang Gus Nadir.
Semasa kuliah di Fakultas Syariah IAIN Jakarta, jurusan Perbandingan Mazhab dan Hukum (PMH), Gus Nadir aktif dalam berbagai forum diskusi ilmiah. Forum-forum seperti MSI (Mahasiswa Studi Islam), Formasi, dan Flamboyan menjadi tempat lahirnya tradisi berpikir terbuka dan progresif di kalangan mahasiswa Ciputat.
“Diskusi kami bisa sampai tengah malam. Kadang topiknya melompat dari fikih ke hermeneutika, dari teologi ke filsafat Barat. Kami menyebutnya ‘The First University’ — tempat kami belajar tidak hanya dari dosen, tapi dari perdebatan dan keberagaman pikiran,” ujarnya tersenyum.
Tradisi intelektual semacam itulah yang menumbuhkan keberanian berpikir lintas batas dalam diri Gus Nadir. Ia tidak ingin berhenti hanya sebagai penghafal teks, tetapi sebagai pencipta makna baru dalam tradisi keilmuan Islam.
Kebanyakan lulusan Fakultas Syariah kala itu melanjutkan studi ke Timur Tengah. Namun Gus Nadir justru mengambil jalur berbeda: ia ingin menjembatani hukum Islam dengan hukum positif. Karena itu, selain kuliah di IAIN, ia juga menempuh kuliah sore di Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ).
“Saya ingin menunjukkan bahwa hukum Islam bisa berdialog dengan hukum modern. Jangan sampai hukum Islam terisolasi di menara gading,” ujarnya.
Dari situlah langkah internasionalnya dimulai. Ia meraih beasiswa untuk melanjutkan studi ke luar negeri — pertama di Australia, lalu di Singapura. Hebatnya, Gus Nadir menulis dua disertasi doktoral di dua negara berbeda: satu tentang hukum Islam, satu lagi tentang hukum tata negara.
“Itu masa yang berat, tapi saya menikmati prosesnya. Saya merasa sedang menjalankan misi: mempertemukan dua dunia hukum dalam satu jembatan keilmuan.”
Kini, Gus Nadir tercatat sebagai dosen pertama asal Indonesia yang mengajar Hukum Konstitusi Australia di universitas setingkat dunia. Ia mengajar mahasiswa internasional dengan sudut pandang khas Indonesia—penuh nilai, tradisi, dan kearifan sosial.
“Pasal yang dibahas bisa sama,” katanya, “tapi cara kita memaknainya berbeda. Pengalaman Indonesia dalam demokrasi dan pluralisme justru menjadi bahan refleksi menarik di kelas.”
Perjalanan Gus Nadir di Australia tidak selalu mudah. Namun justru keunikan latar belakangnya membuat universitas tertarik menerimanya.
“Saya pernah bertanya kepada dekan yang menerima saya di University of Wollongong. Saya bilang, ‘Kenapa saya diterima, padahal saya belum punya pengalaman di sistem hukum Australia?’ Beliau menjawab, ‘Kami butuh perspektifmu. Mahasiswa kami perlu belajar melihat hukum dari cara berpikir dunia Islam.’”
Pengakuan itu membuktikan bahwa ilmu tidak mengenal batas geografis. Ilmuwan yang berani berpikir berbeda justru akan membuka jalan baru dalam dunia pengetahuan.
Karena itu, di Melbourne Law School, Gus Nadir tidak hanya mengajar hukum Australia, tapi juga berhasil memperkenalkan mata kuliah baru berjudul “Islamic Law and Society.” Mata kuliah ini disetujui oleh dekan dan tim akademik, menjadikannya kuliah pertama tentang hukum Islam di universitas hukum terbaik di Australia.
“Saya ingin mahasiswa Barat melihat hukum Islam bukan dari kacamata orientalis, tapi dari sumber aslinya—dari orang Islam sendiri.”
Selain mengajar, Gus Nadir dikenal aktif menulis dan berdialog di ruang publik. Ia menulis banyak artikel dan buku yang membumikan Islam dengan bahasa yang ramah dan ilmiah. Salah satu karyanya yang populer adalah “Kiai Ujang di Negeri Kanguru”, buku yang mengangkat kisah fiksi santri Indonesia di Australia dengan balutan nilai-nilai fikih yang relevan.
“Saya ingin orang belajar fikih tanpa merasa digurui. Buku itu memang membahas hukum Islam yang berat, tapi dikemas dengan cerita ringan dan penuh humor,” katanya.
Buku lainnya seperti “Islam Yes, Khilafah No” menjadi bacaan wajib bagi banyak kalangan karena membongkar sejarah panjang gagasan khilafah dan memaparkan Islam dalam konteks kebangsaan. Buku tersebut bahkan mendapat apresiasi dari berbagai tokoh nasional, termasuk Ibu Megawati Soekarnoputri.
Namun bagi Gus Nadir, karya terbesarnya bukan hanya dalam bentuk buku, melainkan dalam komitmen untuk menjaga ruang publik digital dari misinformasi agama.
“Kalau para ulama dan cendekiawan menjauh dari media sosial, ruang itu akan diisi oleh orang-orang tanpa sanad keilmuan yang jelas. Karena itu, saya hadir di sana—untuk berdialog, bukan berdebat.”
Sebagai ahli hukum, Gus Nadir tetap mencermati kondisi tanah air. Ia menilai bahwa reformasi hukum di Indonesia telah membawa kemajuan secara formal—terlihat dari lahirnya lembaga-lembaga seperti Mahkamah Konstitusi (MK), Komisi Yudisial (KY), dan KPK. Namun, ia juga menyoroti bahwa di tataran substantif, praktik hukum masih perlu perbaikan.
“Kita sudah berhasil mengubah konstitusi, tapi perilaku koruptif dan abuse of power masih bercokol. Seperti kata Prof. Mahfud MD, korupsi sekarang lebih sopistikated, lebih halus, tapi tetap merusak.”
Baginya, perubahan hukum bukan hanya soal lembaga, tetapi juga soal mentalitas dan etika publik. Ia percaya bahwa santri dan akademisi harus turut berperan memperkuat nilai keadilan dalam sistem demokrasi Indonesia.
Di luar kesibukan akademik, Gus Nadir tetap aktif di Nahdlatul Ulama (NU). Ia menjadi salah satu pendiri Pengurus Cabang Istimewa NU (PCI NU) Australia dan Selandia Baru serta menjabat sebagai Rois Syuriah selama 17 tahun.
“Saya ingin menunjukkan bahwa santri juga bisa mendunia tanpa kehilangan akar tradisinya. Nilai-nilai NU seperti tawassuth, tawazun, dan tasamuh justru sangat dibutuhkan di dunia global saat ini.”
Lewat kiprahnya, Gus Nadir membawa wajah Islam Indonesia ke ruang dialog internasional — Islam yang ramah, ilmiah, dan berkemajuan.
Di akhir perbincangan dengan Ace Hasan Syadzily, Gus Nadir menyampaikan pesan mendalam bagi mahasiswa dan santri di seluruh Indonesia.
“Jangan berhenti belajar, jangan takut berbeda, dan tetap hormat pada tradisi. Dari sanalah lahir keberanian untuk berinovasi dan berpikir lintas batas.”
Ace Hasan menutup podcast dengan refleksi bahwa kisah Gus Nadir adalah simbol nyata dari harmoni antara iman, ilmu, dan keterbukaan.
“Dari Ciputat hingga Melbourne, Gus Nadir membuktikan bahwa tradisi pesantren bisa menjadi pondasi kokoh untuk menembus dunia akademik internasional,” ujar Ace.
Kisah Prof. Nadirsyah Hosen bukan sekadar perjalanan karier seorang akademisi. Ini adalah cerita tentang keyakinan bahwa ilmu adalah ibadah, dan berpikir kritis adalah bagian dari dzikir.
Dari ruang kuliah Fakultas Syariah IAIN Jakarta hingga ruang dosen di Melbourne Law School, jejaknya menegaskan satu hal: Bahwa santri Indonesia mampu berdiri sejajar di kancah dunia, tanpa melepaskan akar keislaman dan kebangsaan.
Dan di balik pecinya yang selalu menempel di kepala, tersimpan pesan abadi bagi generasi muda:
“Berpikirlah global, tapi jangan pernah lupa dari mana kamu berasal.”
BERITA11/11/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Minahasa Ucapkan Selamat atas Pelantikan Pengurus PERGUNU Sulut: “Mari Bersinergi Mendidik dan Menyejahterakan Umat”
Manado — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Minahasa menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi atas pelantikan Pengurus Wilayah, Cabang, dan Anak Cabang Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PERGUNU) Sulawesi Utara masa khidmat 2025–2030 yang berlangsung di Hotel The Sentra, Minahasa Utara, Sabtu (8/11/2025).
BAZNAS Kabupaten Minahasa menyampaikan bahwa lahirnya kepengurusan baru PERGUNU Sulut menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara lembaga pendidikan dan lembaga sosial keagamaan dalam membangun kesejahteraan umat.
“BAZNAS Minahasa mengucapkan selamat dan sukses kepada seluruh jajaran pengurus PERGUNU Sulut yang baru dilantik. Kami berharap kolaborasi antara guru-guru NU dan BAZNAS dapat terus diperkuat, baik dalam bidang pendidikan, literasi zakat, maupun pemberdayaan ekonomi umat,” ujar Waka IV BAZNAS Minahasa.
Menurutnya, guru memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran sosial dan kepedulian, sejalan dengan misi BAZNAS untuk menumbuhkan semangat berbagi dan menegakkan keadilan sosial melalui zakat, infak, dan sedekah (ZIS).
“Guru tidak hanya mengajar ilmu, tapi juga menanamkan nilai-nilai kemanusiaan dan kepedulian. Nilai ini sejalan dengan ruh zakat — mengangkat martabat kaum lemah agar mampu mandiri,” lanjutnya.
“Kami ingin PERGUNU dan BAZNAS dapat berjalan beriringan — guru membangun kecerdasan, dan amil membangun kesejahteraan. Keduanya adalah dua sisi dari pengabdian yang sama, untuk kemaslahatan umat dan bangsa,” tandasnya.
Pelantikan PERGUNU Sulut sendiri dilakukan langsung oleh Ketua Umum PP PERGUNU Prof. Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim, MA (Abah Yai) yang menegaskan bahwa guru-guru NU harus tampil di garda depan peningkatan SDM bangsa. Turut hadir Kakanwil Kemenag Sulut H. Ulyas Taha, Rektor IAIN Manado, pejabat Pemprov Sulut, serta jajaran pengurus NU dan badan otonomnya.
BERITA09/11/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
Prof. KH. Asep Saifuddin Chalim: Guru NU Harus Jadi Pejuang yang Melahirkan Generasi Emas Indonesia
Ketua Umum PP Pergunu Lantik Pengurus Sulut: “Guru NU Harus di Garda Depan Majukan SDM Bangsa”
Manado — Dalam suasana penuh haru dan semangat pengabdian, Ketua Umum Pimpinan Pusat Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PP Pergunu), Prof. Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim, MA, melantik pengurus wilayah, cabang, dan anak cabang Pergunu Sulawesi Utara masa khidmat 2025–2030, di The Sentra Hotel, Minahasa Utara, Sabtu (8/11/2025).
Dalam sambutannya, tokoh pendidikan nasional yang akrab disapa Abah Yai itu menegaskan pentingnya peran guru-guru Nahdlatul Ulama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) bangsa.
“Guru-guru NU harus tampil di garda depan peningkatan SDM. Karena dari tangan para guru yang baik akan lahir generasi muda yang handal — generasi yang dapat mewujudkan Indonesia maju, adil, dan makmur,” tegas Abah Yai.
Menurutnya, tugas utama Pergunu di seluruh daerah adalah memotivasi para guru untuk menjadi penggerak perubahan, bukan sekadar pengajar. Ia menyebut perjuangan guru tidak hanya berdampak di dunia, tapi juga menjadi jalan menuju kemuliaan di akhirat.
“Bapak-Ibu sekalian akan mendapatkan dua hal — derajat yang tinggi di sisi Allah dan pahala berlipat di dunia dan akhirat. Allah tidak akan mendiamkan perjuangan orang-orang yang bergerak di jalan ilmu,” ujarnya.
Dalam pidatonya, pendiri Pesantren Amanatul Ummah Mojokerto itu juga memaparkan lima karakter utama guru sejati versi Pergunu:
Menguasai kompetensi dan terus meningkatkan profesionalisme.
Bertanggung jawab menyalurkan ilmu tanpa diskriminasi.
Menjadi teladan moral di sekolah dan kehidupan sehari-hari.
Memandang murid sebagai anak sendiri dengan kasih sayang.
Mendoakan murid agar menjadi pribadi saleh, cerdas, dan berbakti.
“Guru yang baik bukan hanya yang cerdas mengajar, tapi juga sabar membimbing dan tulus mendoakan muridnya. Inilah guru yang berjuang di jalan Allah,” tutur Abah Yai dengan nada lembut namun penuh penekanan.
Abah Yai juga mengingatkan bahwa pendidikan adalah poros utama kemajuan bangsa, dan guru-guru NU harus menanamkan semangat perjuangan dalam dunia pendidikan — bukan sekadar profesi, tetapi pengabdian bernilai ibadah.
“Dari ruang kelas yang kecil, lahirlah masa depan bangsa yang besar,” katanya menutup sambutan.
Pelantikan Pergunu Sulut turut dihadiri Kakanwil Kemenag Sulut H. Ulyas Taha, Rektor IAIN Manado, Kepala Kantor kemenag se-propinsi Sulut, para pimpinan badan otonom NU, serta perwakilan pengurus dari seluruh kabupaten/kota. Acara ini menjadi momentum konsolidasi besar keluarga besar NU di bidang pendidikan, memperkuat sinergi antara pemerintah, pesantren, dan organisasi profesi guru.
Mewakili Gubernur Sulawesi Utara, Kepala Biro Ekonomi Setdaprov Sulut Reza Dotulung menyampaikan apresiasi terhadap kiprah Pergunu.
“Peran Pergunu sangat penting, terutama di Sulawesi Utara, untuk mendukung misi pembangunan manusia yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan,” ucapnya.
BERITA08/11/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
Kakanwil Kemenag Sulut H. Ulyas Taha: Pergunu Tunjukkan NU Punya Sayap Kuat di Dunia Pendidikan
Manado, Sabtu (8/11/2025) — Pelantikan pengurus Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PERGUNU) se-Sulawesi Utara di Hotel The Sentra, Minahasa Utara, berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan. Dalam acara yang dihadiri langsung oleh Ketua Umum PP Pergunu Prof. Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim, MA (Abah Yai) ini, Kakanwil Kemenag Sulut, H. Ulyas Taha, memberikan sambutan yang menegaskan pentingnya sinergi antara Pergunu dan Kementerian Agama dalam memajukan pendidikan berbasis nilai-nilai Nahdlatul Ulama.
“Konsolidasi Pergunu yang begitu luar biasa ini membuat saya merasa bangga dan berterima kasih. Ini menunjukkan bahwa NU Sulawesi Utara memiliki sayap yang kuat untuk melaksanakan kebijakan-kebijakan Hadratussyaikh di bidang pendidikan dan pengajaran,” tegas Ulyas Taha disambut tepuk tangan peserta.
Ia menegaskan bahwa kehadiran para kepala kantor Kemenag kabupaten/kota dalam acara ini merupakan bukti nyata dukungan pemerintah terhadap kiprah Pergunu di daerah. “Ini bentuk dukungan nyata. Kemitraan ini bukan struktural, tapi fungsional — kemitraan yang akan terus berjalan kapan pun dan di mana pun, demi umat, bangsa, dan negara,” ujarnya.
Dalam sambutannya, Ulyas juga menyoroti kiprah besar Ketua Umum Pergunu, Prof. KH. Asep Saifuddin Chalim, yang telah memberi kontribusi luar biasa untuk dunia pendidikan, termasuk di Sulawesi Utara. “Sejak 2015, meskipun Pergunu di Sulut belum sekuat sekarang, Pak Kiai Asep tak pernah berhenti memberikan dukungan. Beliau setiap tahun mendorong pengembangan pendidikan, baik melalui Pergunu maupun jaringan NU,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Ulyas mengungkapkan bahwa hingga kini, sebanyak 66 mahasiswa asal Sulut telah mendapat beasiswa dari Abah Yai, dan sebagian telah berkiprah sebagai kepala madrasah. “Kita doakan, ke depan bukan hanya jadi kepala sekolah atau kepala madrasah, tapi juga kepala dinas pendidikan. Karena kualitas lulusan dari Pondok Pesantren Amanatul Ummah tak diragukan lagi,” katanya.
Ia juga menegaskan pentingnya sinergi antara guru, siswa, dan orang tua dalam membentuk generasi unggul. “Sebagaimana pesan Abah Yai, ada tiga komponen penting agar pendidikan berhasil — guru atau dosen, siswa atau santri, dan orang tua. Ketiganya harus berjalan bersama,” tutur Ulyas.
Acara pelantikan Pergunu Sulut ini menjadi momentum penting bagi dunia pendidikan Nahdliyin di Sulawesi Utara. Selain memperkuat jejaring organisasi guru NU hingga ke tingkat kecamatan, kehadiran tokoh-tokoh besar seperti Abah Yai Asep Saifuddin Chalim dan Kakanwil Kemenag Sulut Ulyas Taha menegaskan komitmen bersama untuk mencetak pendidik berkualitas dan berkarakter.
“NU punya sayap yang kuat, dan Pergunu adalah bukti nyata bahwa pendidikan adalah jalan pengabdian, bukan sekadar profesi,” tutup Ulyas dengan nada optimistis.
BERITA08/11/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
Ketua PW Pergunu Sulut H. Ahmad Sholeh: 10 Tahun Abah Yai Sudah Beri Beasiswa ke 66 Anak Muda, Kini Saatnya Bergerak Lebih Cepat!
Manado, Sabtu (8/11/2025) – Suasana penuh haru dan semangat kebangkitan mewarnai pelantikan pengurus Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PERGUNU) se-Sulawesi Utara di Hotel The Sentra, Minahasa Utara. Acara ini menjadi momen bersejarah, bukan hanya karena dihadiri langsung oleh Ketua Umum PP Pergunu Prof. Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim, MA (Abah Yai), tetapi juga karena sambutan Ketua PW Pergunu Sulut terpilih, H. Ahmad Sholeh, yang penuh makna dan semangat kolaboratif.
“Ini momen langka dan sangat membahagiakan. Mengundang Abah Yai bukan perkara mudah karena kesibukan beliau. Kami, warga Pergunu Sulawesi Utara, sungguh bangga dan berterima kasih atas kehadiran Abah Yai hari ini,” ujar Ahmad Sholeh membuka sambutannya yang disambut tepuk tangan hadirin.
Dalam pidatonya, Ahmad Sholeh menyinggung kiprah besar Abah Yai selama satu dekade terakhir. “Alhamdulillah, selama 2015 hingga 2025, sudah ada 66 anak muda yang menerima beasiswa dari Abah Yai. Angka ini luar biasa, tapi kami berharap di tahun-tahun mendatang bisa meningkat.” katanya. Menurutnya, dalam 10 tahun terakhir, rata-rata ada 4 hingga 6 mahasiswa per tahun yang menerima beasiswa dari tokoh nasional yang juga dikenal sebagai pengasuh Pesantren Amanatul Ummah, Mojokerto itu.
Tak hanya menyoroti peran pendidikan, Ahmad Sholeh juga mengumumkan kerja sama strategis antara PW Pergunu Sulut dan Universitas Terbuka (UT). “Terima kasih kepada Bapak Henry Pusipuni Bangbang Parasetio, Direktur UT Bunga Manado, yang telah menandatangani kerja sama dengan Pergunu Sulut. Kini kami mendapat akses untuk membantu layanan mahasiswa UT di 15 kabupaten/kota, baik akademik maupun non-akademik,” jelasnya. Ia menekankan agar para ketua PC di seluruh daerah segera menindaklanjuti kerja sama ini agar manfaatnya bisa dirasakan luas.
Laporan organisasi juga menunjukkan progres luar biasa. Dalam dua bulan terakhir, seluruh kabupaten/kota di Sulawesi Utara telah terbentuk kepengurusan cabang Pergunu — 4 terbentuk sebelum Konferwil, dan 11 terbentuk setelahnya. Selain itu, 19 Pimpinan Anak Cabang (PAC) juga telah resmi berdiri di berbagai kecamatan. “Harapan kami, PC-PC yang lain segera membentuk PAC untuk memperluas jejaring dan membuka lebih banyak peluang beasiswa dan pengembangan guru,” tambahnya.
Ahmad Sholeh menutup sambutannya dengan tekad kuat untuk membawa Pergunu Sulut menjadi wadah penggerak kemaslahatan umat. “Lima tahun ke depan, kami akan bekerja dengan hati, sesuai amanat Undang-Undang Guru dan Dosen: meningkatkan kompetensi, kesejahteraan, dan perlindungan profesi guru. Insyaallah Pergunu Sulut akan jadi rumah besar bagi para pendidik Nahdliyin di bumi Nyiur Melambai,” tuturnya.
Pelantikan ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Ketua Umum PP Pergunu Prof. KH. Asep Saifuddin Chalim, Kakanwil kemenag Prov.Sulut Ulyas Taha, Rektor IAIN, perwakilan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, Kakandepag Kabupaten kota Se-Sulawesi Utara serta seluruh pimpinan cabang dan anak cabang Pergunu se-Sulut.
BERITA08/11/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
Majelis Taklim At-Taqwa Langowan Gelar Aksi Sosial: Dari Swadaya Ibu-Ibu, Untuk Masyarakat yang Membutuhkan
Langowan, 7 November 2025 — Di tengah semangat kebersamaan dan kepedulian sosial yang terus tumbuh di Minahasa, Majelis Taklim At-Taqwa Langowan kembali menunjukkan kiprah nyatanya. Melalui program bertajuk “Peduli Sesama”, para ibu-ibu majelis menyalurkan bantuan sembako kepada 60 keluarga dan santunan bagi 14 anak yatim piatu.
Kegiatan yang digelar di halaman Masjid At-Taqwa itu bukan sekadar seremoni, melainkan manifestasi dari keikhlasan dan empati sosial yang tumbuh dari akar masyarakat. Ketua Majelis Taklim At-Taqwa, Hj. Irma Aslah, SE, dalam sambutannya menegaskan bahwa aksi sosial ini merupakan bentuk kepedulian yang lahir dari kesadaran kolektif, bukan dari bantuan eksternal.
“Kegiatan ini adalah wujud nyata kepedulian kita terhadap sesama, terutama bagi mereka yang membutuhkan,” ujar Hj. Irma. “Kegiatan ini kami laksanakan dua kali dalam setahun, dan seluruh pendanaannya bersumber dari swadaya ibu-ibu Majelis Taklim. Semoga menjadi amal jariyah bagi semua peserta dan donatur,” tambahnya.
Di balik kesederhanaan acara, tersimpan semangat gotong royong yang kuat. Ibu-ibu Majelis Taklim At-Taqwa, dengan caranya yang tulus dan mandiri, berhasil menyalurkan energi kebaikan yang menyentuh banyak hati.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Minahasa, Pdt. Dolie Tangian, S.Th, M.Pd, yang turut hadir dalam kesempatan tersebut, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap para penggerak majelis.
“Majelis Taklim At-Taqwa ini luar biasa. SK pengurus baru keluar beberapa waktu lalu, tapi programnya sudah tersusun rapi dan langsung dilaksanakan,” ujarnya. “Ini bukti bahwa pengurus memahami betul tugas dan tanggung jawab dalam organisasi. Majelis Taklim bukan hanya tempat belajar agama, tapi bagian penting dari pelaksanaan program prioritas Kementerian Agama yang selaras dengan arah kebijakan pemerintah,” tambahnya.
Kakandepag juga menilai peran Majelis Taklim sangat strategis dalam memperkuat nilai keagamaan sekaligus membangun solidaritas sosial di masyarakat. Ia menutup sambutannya dengan memberikan penghargaan khusus kepada Ketua Majelis Taklim yang dinilai memimpin dengan ketulusan hati.
“Terima kasih kepada ibu-ibu semua, terutama kepada Ibu Ketua yang luar biasa dengan hati yang ikhlas. Semoga terus menjadi inspirasi bagi majelis taklim lainnya di Minahasa,” tutupnya.
Kegiatan sosial tersebut turut dihadiri oleh pimpinan BAZNAS Kabupaten Minahasa, yang ikut mendokumentasikan jalannya acara. Dalam keterangannya, ia menilai gerakan sosial yang dilakukan Majelis Taklim merupakan potret nyata dari dakwah yang hidup dan membumi.
“Fenomena banyaknya majelis taklim yang aktif berbagi dengan kaum duafa dan anak yatim adalah bukti nyata bahwa semangat kepedulian dan solidaritas umat terus tumbuh,” ujarnya. “BAZNAS Kabupaten Minahasa, memandang gerakan ini sebagai implementasi nilai zakat, infak, dan sedekah dalam bentuk yang sangat membumi.”
Menurutnya, kegiatan seperti ini bukan hanya menghidupkan ukhuwah Islamiyah, tetapi juga memperkuat sinergi antara lembaga keagamaan dan masyarakat dalam mendukung program pemerintah untuk mewujudkan kesejahteraan sosial.
“Majelis taklim memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dakwah bil hal — dakwah melalui tindakan nyata,” lanjutnya. “Dengan aksi sosial seperti ini, majelis taklim telah menjadi agen kebaikan yang menyalurkan keberkahan, sekaligus menumbuhkan kesadaran kolektif untuk peduli sesama.”
Ke depan, BAZNAS Kabupaten Minahasa membuka ruang kolaborasi untuk memperkuat program pemberdayaan dan kemanusiaan bersama majelis taklim di berbagai wilayah.
“Semangat zakat sejatinya bukan sekadar berbagi, tetapi memberdayakan. Bukan hanya memberi, tetapi juga mengangkat harkat dan martabat kehidupan umat,” pungkasnya.
BERITA07/11/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
Cafe Angkringan Wong Ndeso Jadi Titik Awal Gerakan Podcast BAZNAS Minahasa
Minahasa, 6/11/2025 — Suasana hangat dan penuh kekeluargaan terasa di Angkringan Wong Ndeso, yang mulai buka setiap sore pukul 18.00 WITA di depan Toko Tata Batik, Jalan Baru Wewelen. Selain menyajikan aneka menu khas seperti bebek rica-rica, ayam lalapan, mie bakso, mie cakalang, gorengan, hingga sarabak, tempat ini kini memiliki peran baru: menjadi ruang pertemuan dan sosialisasi tentang pentingnya zakat, infak, dan sedekah.
Dalam suasana santai di antara aroma kopi dan hidangan malam, Wakil Ketua IV BAZNAS Minahasa bersama seorang ibu dan anaknya menggelar pertemuan ringan yang ternyata membuahkan hasil besar. Dari diskusi penuh makna itu lahir ide kolaborasi baru untuk memperkuat gerakan edukasi zakat melalui media digital.
Pertemuan di Angkringan Wong Ndeso tersebut menjadi momen bersejarah karena mempertemukan tim BAZNAS Minahasa dengan seorang rekanan yang siap menjadi host untuk program “Podcast BAZNAS Minahasa.” Program ini dirancang sebagai sarana edukasi publik tentang zakat produktif, pemberdayaan umat, dan kisah-kisah inspiratif dari lapangan.
Podcast yang dijadwalkan launching bulan ini akan menampilkan beberapa tokoh pemimpin dan pelaku sosial dari berbagai kalangan. Tujuannya bukan hanya mengabarkan kegiatan BAZNAS, tetapi juga mengajak masyarakat untuk memahami bahwa zakat bukan sekadar kewajiban, melainkan gerakan membangun kemandirian dan keadilan sosial di Minahasa.
Dengan latar sederhana di sebuah angkringan rakyat, BAZNAS Minahasa kembali menunjukkan bahwa dakwah sosial bisa tumbuh dari mana saja — bahkan dari secangkir sarabak dan obrolan hangat malam hari.
BERITA06/11/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
Dirgahayu ke-597 Kabupaten Minahasa “Minahasa Daerah Pariwisata, Mandiri, dan Sejahtera”
Tondano, 5 November 2025 —Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Minahasa mengucapkan Selamat Hari Ulang Tahun ke-597 Kabupaten Minahasa. Semoga Minahasa senantiasa diberkahi Tuhan Yang Maha Esa, menjadi daerah yang maju, mandiri, dan sejahtera, dengan masyarakat yang rukun dalam semangat “Torang Samua Ciptaan Tuhan, Torang Samua Basudara.”
Momentum hari jadi ini menjadi saat yang tepat untuk memperkuat tekad bersama membangun Minahasa yang lebih berdaya dan bermartabat. Sejalan dengan tema tahun ini, “Minahasa Daerah Pariwisata, Mandiri dan Sejahtera,” BAZNAS Minahasa menegaskan komitmennya dalam mendukung pembangunan sosial ekonomi masyarakat melalui pengelolaan zakat, infak, dan sedekah yang amanah dan berdampak nyata.
“Dirgahayu Minahasa-ku tercinta! Kami di BAZNAS Minahasa percaya bahwa kesejahteraan daerah berawal dari kepedulian dan kolaborasi. Dengan semangat Asta Cita Presiden Prabowo Subianto — terutama dalam mewujudkan pemerataan ekonomi, kemandirian pangan, dan penguatan ekonomi rakyat — BAZNAS hadir untuk memastikan zakat menjadi kekuatan produktif yang memberdayakan masyarakat Minahasa,” ujar Pimpinan BAZNAS Minahasa.
BAZNAS Minahasa terus menggerakkan program-program yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan, seperti pemberdayaan petani dan nelayan, penguatan ekonomi mikro berbasis masjid, serta dukungan pendidikan dan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu. Langkah-langkah ini sejalan dengan misi besar BAZNAS, yaitu “Menjadi lembaga utama yang menyejahterakan umat melalui pengelolaan zakat yang profesional dan berkeadilan.”
“Kami mengajak seluruh masyarakat Minahasa untuk terus bersinergi membangun daerah melalui gerakan zakat, infak, dan sedekah. Dengan semangat Torang Samua Basudara, mari kita jadikan Minahasa bukan hanya indah dari segi alam dan pariwisata, tetapi juga kuat dalam nilai-nilai kemanusiaan dan solidaritas sosial,” tambahnya.
Melalui peringatan HUT ke-597 ini, BAZNAS Minahasa berharap seluruh elemen masyarakat semakin memperkuat rasa persaudaraan dan tanggung jawab sosial, agar Minahasa menjadi contoh daerah yang religius, produktif, dan sejahtera — sesuai dengan cita-cita bangsa menuju Indonesia Emas 2045.
Dirgahayu Minahasa-ku!Dari Minahasa untuk Indonesia yang lebih kuat, mandiri, dan berkeadilan.
BERITA05/11/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS RI Terapkan Sertifikasi Online, Pemerataan Kualitas Amil Kini Semakin Nyata
Jakarta — Di era digital, profesionalisme amil zakat kini memasuki babak baru. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI melalui Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) BAZNAS RI resmi menghadirkan Sertifikasi Jarak Jauh (SJJ) bagi para amil zakat di seluruh Indonesia. Kebijakan ini membuka jalan bagi pemerataan kualitas dan kompetensi amil, bahkan hingga ke wilayah yang selama ini sulit dijangkau.
Langkah progresif ini disampaikan dalam Pengajian Selasa Pagi bertema “Optimalisasi Perjuangan Amil Dengan Sertifikasi Online”, yang disiarkan langsung melalui kanal YouTube BAZNAS TV, Selasa (4/11/2025). Kegiatan tersebut dihadiri oleh Prof. Ir. Nadratuzzaman Hosen, MS., M.Ec., Ph.D., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Transformasi Digital Nasional, serta Dr. Muhammad Choirin, Lc, M.A., Kepala LSP BAZNAS RI.
Menurut Prof. Nadratuzzaman, kebijakan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) yang memberi izin penyelenggaraan sertifikasi daring menjadi solusi efisien bagi para amil di daerah.
“Ini kabar baik bagi para amil di daerah, karena sertifikasi online memungkinkan mereka ikut uji kompetensi tanpa harus hadir fisik. Standar pengawasannya tetap sesuai BNSP, sehingga kualitasnya tidak berkurang,” ujar Nadratuzzaman.
Ia menilai, penerapan sertifikasi online akan menjadi lompatan strategis menuju profesionalisme amil zakat.
“Profesi amil adalah profesi yang disebut langsung oleh Allah SWT dalam Al-Qur’an. Jangan sampai Allah sudah mengakuinya, tapi manusia belum. Dengan sertifikasi, kita menggabungkan dua pengakuan — ilahiyah dan duniawi,” katanya.
Lebih jauh, Nadratuzzaman menekankan pentingnya integrasi antara LSP BAZNAS RI dan Pusdiklat BAZNAS untuk mengembangkan video pembelajaran dan modul daring pendukung sertifikasi. “Dengan begitu, peserta sudah memahami materi sejak awal, dan saat diskusi bisa lebih fokus serta mendalam,” ujarnya.
Sementara itu, Dr. Muhammad Choirin, Kepala LSP BAZNAS RI, menjelaskan bahwa izin pelaksanaan sertifikasi online diperoleh berdasarkan SK Ketua BNSP No. KEP.2251/BNSP/IX/2025. Meski dilakukan secara daring, seluruh proses tetap mengikuti standar mutu ketat, termasuk penggunaan kamera pengawas selama ujian berlangsung.
“Model sertifikasi ini sempat muncul saat pandemi COVID-19. Setelah sempat dihentikan, kini dibuka kembali untuk menjawab kebutuhan masyarakat terhadap efisiensi dan pemerataan,” kata Choirin.
Ia menambahkan, biaya transportasi dan akomodasi selama ini menjadi hambatan utama bagi peserta dari daerah. Hingga 2025, pelaksanaan sertifikasi baru menjangkau beberapa kota besar seperti Semarang, Makassar, dan Pekanbaru.
“Dengan sistem daring, amil dari wilayah terpencil pun bisa ikut uji kompetensi tanpa harus ke kota besar. Ini membuka peluang pemerataan kualitas di seluruh Indonesia,” tegasnya.
Dalam kurun lima tahun terakhir, LSP BAZNAS telah menerbitkan 3.295 sertifikat profesi amil. Namun, mayoritas penerima masih terpusat di Pulau Jawa. Melalui program Sertifikasi Jarak Jauh, Choirin menargetkan peningkatan signifikan di luar Jawa dengan membuka klaster sertifikasi baru di berbagai provinsi.
Sekitar 15 persen asesor LSP BAZNAS berasal dari kalangan ahli — mulai dari komisioner zakat dan wakaf, profesor ekonomi syariah, hingga praktisi zakat nasional.
“Dengan kredibilitas asesor yang tinggi, kami optimistis SJJ akan tetap menjaga kualitas asesmen,” pungkas Choirin.
Langkah ini menandai transformasi besar dalam dunia perzakatan nasional. Sertifikasi amil bukan lagi sekadar formalitas, melainkan simbol profesionalisme dan pengakuan atas dedikasi mereka sebagai penggerak zakat nasional.
BAZNAS melalui LSP-nya membuktikan, bahwa kemajuan teknologi bukan penghalang bagi amanah — justru menjadi jembatan menuju pemerataan kualitas amil di seluruh nusantara.
BERITA04/11/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS RI dan Rumah Cahaya Habib Ja’far Kolaborasi Layanan Kesehatan Mental Gratis: Zakat Jadi Jalan Pemulihan Jiwa
Jakarta — Isu kesehatan mental kini tak lagi bisa dianggap sepele. Melihat meningkatnya tekanan sosial, ekonomi, dan spiritual di tengah masyarakat, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI siap berkolaborasi dengan pendakwah muda Habib Ja’far Al-Hadar melalui lembaganya Rumah Cahaya, untuk memperluas layanan kesehatan mental gratis bagi masyarakat Indonesia.
Selama empat tahun terakhir, Rumah Cahaya dikenal sebagai wadah yang konsisten bergerak di bidang kesehatan mental. Program-programnya menghadirkan konseling dan edukasi gratis bersama psikolog dan psikiater profesional, terbuka untuk semua kalangan tanpa memandang agama, usia, atau gender — baik secara daring maupun luring.
Habib Ja’far menjelaskan, kerja sama ini lahir dari kepedulian terhadap kondisi masyarakat yang kian rentan secara psikologis.
“Kita ingin mendorong akselerasi layanan kesehatan mental gratis bersama BAZNAS. Pertama, membangun kesadaran pentingnya menjaga kesehatan mental; kedua, memberikan pelayanan profesional bagi masyarakat; dan ketiga, mendorong pengaruh positif agar orang lebih sadar terhadap kondisi mentalnya sejak dini,” ujar Habib Ja’far di Gedung BAZNAS RI, Selasa (4/11/2025).
Ia juga menyoroti pentingnya menghapus stigma negatif terhadap isu kesehatan mental.
“Masih banyak yang menganggap kalau orang ke psikolog berarti gila. Ini harus diubah. Stigma seperti itu justru menjauhkan mereka yang butuh pertolongan dari penanganan profesional,” tegasnya.
Pertemuan perdana antara Habib Ja’far dan pimpinan BAZNAS RI menghasilkan komitmen kuat untuk segera menandatangani Nota Kesepahaman (MoU), sebagai langkah awal menuju kolaborasi nyata.
Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, menyambut baik sinergi tersebut. Ia menegaskan, kesehatan mental adalah bagian penting dari kesejahteraan umat yang selama ini kerap terabaikan.
“Banyak masyarakat yang secara ekonomi terbantu, tapi secara batin masih terluka. BAZNAS memandang kesehatan mental sebagai kebutuhan dasar. Karena itu, kami mendukung penuh langkah Rumah Cahaya untuk membantu pemulihan secara menyeluruh — jasmani, rohani, dan sosial,” ujarnya.
Kiai Noor juga menegaskan bahwa kolaborasi ini menjadi bentuk nyata zakat sebagai energi pemulihan jiwa.
“Insya Allah, dengan kolaborasi ini zakat bisa menjadi jalan pemulihan jiwa. Kita ingin umat tidak hanya sehat secara ekonomi, tapi juga tenang secara mental dan kuat secara spiritual,” imbuhnya.
Langkah ini menjadi babak baru dalam kiprah BAZNAS RI — bukan hanya menyejahterakan secara materi, tetapi juga menyembuhkan secara nurani.Melalui sinergi dengan Rumah Cahaya, BAZNAS menegaskan pesan kuat:Bahwa zakat bukan hanya menolong kehidupan, tapi juga menyembuhkan jiwa manusia.
BERITA04/11/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
Menembus Batas Dunia: Penerima Beasiswa BAZNAS Raih Rekor MURI di Antarktika
Jakarta – Di ujung selatan bumi, di antara hamparan salju abadi dan suhu minus puluhan derajat, langkah seorang anak muda Indonesia menorehkan sejarah baru. Namanya Gerry Utama — penerima Beasiswa Cendekia BAZNAS (BCB) Luar Negeri asal Rusia — yang kini tercatat di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai “Insan Termuda yang Menjelajahi Benua Antarktika.”
Capaian itu bukan sekadar soal rekor, tetapi simbol keberanian dan bukti bahwa dana zakat yang dikelola dengan amanah mampu melahirkan generasi berprestasi yang menembus batas dunia.
Gerry menjadi bagian dari Ekspedisi Antarktika ke-69 yang diselenggarakan oleh Arctic Antarctic Research Institute (AARI) Rusia. Ia juga tercatat sebagai orang Indonesia dan ASEAN pertama yang terlibat dalam penelitian geomorfologi Pulau King George, untuk penyusunan Atlas Geomorfologi Antarktika milik Pemerintah Rusia.
“Prestasi Gerry menunjukkan bahwa zakat bukan sekadar bantuan sosial, melainkan investasi jangka panjang untuk kemajuan peradaban,” ujar Deputi II BAZNAS RI, KH. Imdadun Rahmat, di Jakarta, Jumat (31/10/2025).
Menurut Imdadun, keberhasilan Gerry adalah bukti konkret bahwa pengelolaan zakat yang profesional dan berorientasi pada pemberdayaan bisa menghasilkan sumber daya manusia unggul yang diakui dunia.
“Zakat yang disalurkan masyarakat, ketika dikelola secara tepat, bisa melahirkan ilmuwan, peneliti, dan pemimpin masa depan bangsa. Inilah wujud nyata bagaimana zakat berperan dalam pembangunan manusia Indonesia,” lanjutnya.
Gerry, mahasiswa doktoral di Saint Petersburg State University, tumbuh dengan semangat belajar tinggi dan cita-cita besar untuk mengharumkan nama Indonesia. Perjalanannya menuju Antarktika bukan hal yang mudah — butuh waktu berbulan-bulan persiapan, penelitian, dan adaptasi ekstrem di kapal riset Icebreaker Akademik Tyroshnikov milik Rusia.
Dalam ekspedisi itu, ia turut berkontribusi dalam pengumpulan data geomorfologi dan pemetaan wilayah Antarktika sebagai bahan revisi peta ilmiah global.
“Saya ingin membuktikan bahwa anak muda Indonesia juga bisa berdiri sejajar dengan ilmuwan dunia. Ini bukan hanya prestasi pribadi, tapi bukti bahwa dukungan zakat BAZNAS mampu mengantarkan anak bangsa menembus batas-batas sains,” kata Gerry melalui sambungan daring dari Rusia.
BAZNAS menilai pencapaian Gerry sejalan dengan Asta Cita nomor 4, yakni pengembangan sumber daya manusia unggul melalui pendidikan, kesehatan, dan penguasaan teknologi. Melalui program Beasiswa Cendekia BAZNAS (BCB), lembaga ini berupaya memastikan dana zakat memberi manfaat strategis jangka panjang — dari ruang kelas pesantren hingga laboratorium riset internasional.
“Kita ingin memperluas jangkauan beasiswa agar semakin banyak generasi muda yang bisa menempuh pendidikan tinggi di bidang strategis seperti sains, teknologi, dan riset. Dari zakat, lahirlah pengetahuan; dari pengetahuan, tumbuhlah peradaban,” tutur Imdadun.
Di tengah lanskap es yang membeku ribuan tahun, nama Indonesia kini terukir lewat kiprah seorang santri ilmuwan penerima zakat. Gerry Utama bukan hanya membawa bendera merah putih di Antarktika, tetapi juga semangat zakat yang menyalakan cahaya pengetahuan di belahan bumi yang paling sunyi.
Langkahnya di atas salju abadi menjadi pengingat bahwa zakat bukan hanya menolong yang lemah, tapi juga menguatkan yang berilmu — melahirkan generasi yang menebar manfaat hingga ke ujung dunia.
BERITA31/10/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
Hari Santri Nasional 2025: BAZNAS Dorong Kemandirian Ekonomi Pesantren Lewat Talkshow Inspiratif dan Santripreneur Expo
Jakarta – Dalam semangat memperingati Hari Santri Nasional 2025, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menggelar Talkshow Inspiratif dan Santripreneur Expo bertema “Santri Berdaya, Ekonomi Berdikari”, Kamis (30/10/2025). Kegiatan yang berlangsung di Kantor BAZNAS RI dan disiarkan langsung melalui kanal YouTube BAZNAS TV ini menjadi ruang refleksi dan apresiasi atas peran santri dalam memperkuat fondasi ekonomi umat.
Deputi II BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Dr. M. Imdadun Rahmat, M.S., dalam sambutannya menegaskan bahwa pemberdayaan ekonomi santri bukan hanya soal kemandirian finansial, tetapi juga bagian dari ketahanan dakwah.
“Santri adalah penerus estafet dakwah dan pendidikan Islam. Memberdayakan ekonomi mereka berarti memperkuat kemandirian dakwah. Zakat, infak, dan sedekah yang dikelola BAZNAS merupakan investasi untuk membangun ketahanan ekonomi para pelaku dakwah ini,” ujar Imdadun.
Ia juga menyambut baik pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren di Kementerian Agama, yang dianggap sebagai bentuk pengakuan formal terhadap kontribusi besar pesantren bagi pembangunan bangsa.
“Dengan 1,6 juta santri aktif dan 250 ribu lulusan tiap tahun, pemberdayaan ekonomi pesantren bukan lagi pilihan, melainkan keniscayaan,” tambahnya.
Direktur Pendayagunaan dan Layanan UPZ dan CSR BAZNAS RI, Eka Budhi Sulistyo, dalam laporannya menyampaikan bahwa program Santripreneur yang digagas BAZNAS sejak 2022 telah menumbuhkan gelombang wirausaha muda di lingkungan pesantren.
“Potensi 42.300 pondok pesantren dengan lebih dari 4 juta santri adalah kekuatan ekonomi bangsa yang luar biasa. Melalui Santripreneur, BAZNAS tidak hanya mencetak pelaku usaha, tetapi juga duta zakat yang berintegritas dan berkarakter islami,” tutur Eka.
Hingga kini, program Santripreneur telah melahirkan 1.485 wirausaha santri di 225 kota dengan beragam bidang usaha — mulai dari kuliner, fesyen, industri kreatif, hingga jasa berbasis syariah.
“Keberhasilan mereka menunjukkan bahwa zakat mampu menjadi motor penggerak kemandirian ekonomi umat,” imbuhnya.
Talkshow ini menghadirkan tiga sosok alumni Santripreneur BAZNAS yang kini sukses mengembangkan usaha berbasis pemberdayaan: Tyovan Ari Widagdo, Aisyah Rahman, dan Syarifudin Mustofa.
Tyovan, Ketua Umum Himpunan Pengusaha Nahdliyin, membagikan kisahnya membangun perusahaan teknologi sejak masih duduk di bangku SMA. Ia menekankan pentingnya semangat belajar dan keberanian berinovasi di era digital.
“Santri punya modal besar: akhlak, disiplin, dan daya juang. Jika ditambah literasi digital dan kemampuan bahasa, santri bisa menjadi pelaku ekonomi global. Dunia bisa dijangkau dari pesantren,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya storytelling dalam bisnis. “Produk harus punya cerita. Tas dari pelepah pisang buatan santri itu bukan sekadar tas, tapi simbol perjuangan dan keberdayaan.”
Sementara itu, Aisyah Rahman, pendiri Bon Bon Flora, menuturkan perjalanan usahanya di sektor agribisnis tanaman hias. Dengan pendekatan digital, ia memberdayakan puluhan petani dan ibu rumah tangga di desa.
“Kami mulai dengan membantu petani menjual hasilnya lewat platform digital. Kini, alhamdulillah, kami bisa menembus pasar internasional hingga ke Amerika, Kanada, dan Australia,” ungkapnya.
Berbeda lagi dengan Syarifudin Mustofa, pendiri Mustafa & Co asal Cilacap, yang mengubah limbah pelepah pisang menjadi merchandise ramah lingkungan. Dari keterbatasan, ia kini melibatkan para santri putus sekolah dalam bisnis sosial yang ia dirikan.
“Saya ingin mereka punya keterampilan agar bisa keluar dari kefakiran. Prinsip saya sederhana: bisnis yang gagal hanyalah bisnis yang berhenti. Kalau terus berjuang, insyaallah tidak akan gagal,” katanya.
Talkshow Inspiratif dan Santripreneur Expo ini bukan sekadar ajang pamer karya, tetapi juga ruang dialog tentang masa depan ekonomi pesantren. Melalui kolaborasi strategis antara BAZNAS, pemerintah, pesantren, dan dunia usaha, diharapkan lahir ekosistem ekonomi baru yang berpijak pada spiritualitas, keberlanjutan, dan solidaritas sosial.
Di tengah perubahan zaman yang serba cepat, santri tak lagi sekadar penjaga nilai-nilai, melainkan penggerak inovasi ekonomi berbasis moral dan kebermanfaatan.
“Santri berdaya bukan hanya yang mampu berdiri sendiri, tetapi juga yang mampu menegakkan orang lain,” ujar Imdadun menutup sesi diskusi.
Dengan semangat Hari Santri Nasional 2025, BAZNAS menegaskan komitmennya untuk terus membina, mendampingi, dan menginspirasi santri agar menjadi pelaku perubahan — dari pesantren, untuk bangsa.
BERITA30/10/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
Santri Sekolah Cendekia BAZNAS Tembus Fakultas Kedokteran, Bukti Zakat Mampu Lahirkan Generasi Unggul
Jakarta – Dua santri alumni Sekolah Cendekia BAZNAS (SCB) kembali menorehkan prestasi membanggakan. Mereka berhasil diterima di Fakultas Kedokteran Universitas Internasional Batam (UIB) dengan beasiswa penuh 100 persen. Capaian ini menjadi bukti nyata bahwa zakat bisa mengubah masa depan dan mencetak generasi unggul dari kalangan mustahik.
Dua nama yang mengharumkan SCB tersebut adalah Qian Santang dan Muhammad Dzikri. Dari 150 pendaftar, hanya 18 yang diterima, dan tiga di antaranya memperoleh beasiswa penuh — termasuk dua alumni SCB itu.
Deputi II BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, KH. Imdadun Rahmat, mengaku bersyukur dan bangga atas prestasi tersebut.
“Kami sangat bersyukur karena dua santri SCB kembali menunjukkan kualitas luar biasa. Mereka bukan hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, semangat juang, dan komitmen untuk mengabdi kepada masyarakat,” ujar Imdadun di Jakarta, Kamis (30/10/2025).
Menurutnya, keberhasilan Qian dan Dzikri menjadi bukti bahwa pendidikan berbasis zakat mampu melahirkan generasi berdaya saing tinggi.
“Zakat bukan hanya soal bantuan jangka pendek, tapi investasi jangka panjang bagi kemajuan umat. Melalui pendidikan seperti di SCB, kita sedang membangun peradaban dan menyiapkan kader bangsa yang cerdas dan berakhlak,” imbuhnya.
Imdadun juga berharap capaian ini menjadi inspirasi bagi ribuan santri lainnya di lingkungan BAZNAS. Ia menegaskan, pendidikan akan terus menjadi pilar utama program pemberdayaan mustahik.
“Menjadi dokter adalah amanah besar untuk memberi manfaat bagi sesama. Kami yakin Qian dan Dzikri akan menjadi teladan dan motivasi bagi generasi berikutnya,” ujarnya.
Qian Santang dikenal sebagai hafidz 30 juz Al-Qur’an dan aktif di berbagai kegiatan akademik maupun nonakademik. Sebelumnya, ia diterima di Politeknik Negeri Bandung dan UIN Banten, namun memilih melanjutkan pendidikan kedokteran di UIB karena keinginannya untuk mengabdi di bidang kesehatan.
Begitu juga dengan Muhammad Dzikri, yang sebelumnya diterima di UIN Cirebon. Ia mengaku ingin menjadi dokter yang bisa berkontribusi langsung bagi masyarakat, terutama bagi mereka yang kurang mampu.
Sekolah Cendekia BAZNAS merupakan sekolah berasrama dengan sistem beasiswa penuh untuk siswa berprestasi dari keluarga mustahik. Didirikan untuk mewujudkan visi “Membangun Generasi Unggul, Berakhlak, dan Berdaya Saing Global,” SCB menjadi salah satu simbol keberhasilan BAZNAS dalam menyalurkan zakat secara produktif dan berdampak nyata.
Melalui SCB, BAZNAS membuktikan bahwa dana zakat bukan sekadar santunan, tetapi investasi sosial yang mampu memutus rantai kemiskinan dan melahirkan pemimpin masa depan bangsa.
Prestasi Qian dan Dzikri kini menjadi bukti hidup bahwa dari tangan-tangan para muzaki, lahirlah generasi penerus bangsa yang siap mengabdi untuk Indonesia.
BERITA30/10/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Minahasa Gaspol Transformasi Digital
Upgrade Website Terbaru untuk Tingkatkan Transparansi dan Kepercayaan Publik
Minahasa — Di tengah tantangan penghimpunan zakat dan tuntutan masyarakat atas transparansi layanan publik, BAZNAS Minahasa melangkah berani memperkuat sistem digitalnya. Selasa (28/10/2025), BAZNAS RI menggelar sesi konsultasi online via Google Meet dengan tema optimalisasi Kantor Digital BAZNAS untuk seluruh BAZNAS daerah.
Wakil Ketua IV BAZNAS Minahasa, Sahlan Kokalo, hadir langsung dalam sesi tersebut. Ia menegaskan bahwa digitalisasi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendesak untuk memastikan masyarakat mendapatkan informasi yang akurat dan layanan zakat yang semakin mudah diakses.
“Kita ingin masyarakat Minahasa percaya bahwa zakat mereka dikelola dengan sangat profesional dan berdampak langsung. Teknologi memberi kita jalan ke sana,” tegas Sahlan usai mengikuti Zoom meeting itu.
Website resmi BAZNAS Minahasa akan di-upgrade besar-besaran dari versi 2.2.12 ke 3.11.36 — lompatan signifikan menuju layanan zakat berbasis data yang lebih modern.
- Antarmuka lebih segar, responsif, dan nyaman diakses- Informasi tersaji lebih cepat dan stabil- Keamanan data transaksi lebih terjaga- Integrasi layanan penghimpunan dan penyaluran tepat sasaran- Laporan keuangan & program bisa dipantau real-time- Mesin pencarian lebih mudah menemukan website BAZNAS Minahasa- Mendukung peningkatan kepercayaan publik terhadap pengelolaan ZIS
Transformasi ini diyakini akan membuat website bukan hanya menjadi papan informasi, tetapi pusat kontrol publik terhadap amanah zakat.
BAZNAS Minahasa menegaskan: transparansi bukan hanya kewajiban lembaga zakat — tapi hak masyarakat untuk mengetahui ke mana amanah zakat mereka disalurkan.
Dengan sistem digital:
Setiap dana yang terkumpul tercatat rapi
Setiap bantuan yang disalurkan dapat dipantau
Masyarakat semakin yakin dan terdorong untuk berzakat di BAZNAS
“Di era keterbukaan informasi hari ini, publik tidak cukup diberi tahu. Mereka ingin melihat sendiri bukti dan kinerjanya. Itulah yang sedang kami bangun,” lanjut Sahlan.
BAZNAS Minahasa menyadari tantangan: potensi zakat sangat besar, namun penghimpunan masih belum optimal. Melalui digitalisasi yang kuat dan akuntabel, dukungan masyarakat diharapkan meningkat — baik dari muzaki individu, masjid, instansi pemerintah maupun swasta.
Dengan teknologi ini, umat semakin mudah menebar kebaikan dan BAZNAS semakin siap menyalurkan amanah tepat sasaran:
membantu fakir miskin,
mendorong pemberdayaan ekonomi umat,
mendukung pendidikan anak-anak kurang mampu,
memperkuat layanan sosial dan kemanusiaan di Minahasa.
Upgrade website dan optimalisasi Kantor Digital BAZNAS menjadi bukti bahwa BAZNAS Minahasa tidak tinggal diam.
Transformasi digital ini adalah undangan terbuka bagi seluruh pihak: → Mari proaktif mendukung gerakan zakat profesional → Mari bersama memastikan mustahik merasakan manfaat nyata → Mari jadikan digitalisasi sebagai sarana memperkuat ukhuwah sosial
BAZNAS Minahasa siap bergerak lebih cepat, lebih transparan, dan lebih dekat dengan masyarakat.
#ZakatTerdepan #DigitalUntukUmat #BaznasMinahasaBergerak
BERITA28/10/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
Gerak Cepat! BAZNAS Tanggap Bencana Terjun ke Cisolok, Bantu Warga Terdampak Banjir Bandang Sukabumi
Sukabumi – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, memicu banjir bandang dan longsor yang meluluhlantakkan pemukiman warga. Di tengah kepanikan dan lumpur yang menutup jalan, tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) langsung bergerak cepat menembus lokasi bencana untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan.
Sejak Senin (27/10/2025), relawan BTB bersama warga lokal sudah siaga di lapangan. Mereka mendirikan dapur air, menyiapkan ratusan porsi makanan siap saji setiap hari, hingga menggelar Aksi Resik membersihkan rumah warga dan fasilitas umum dari lumpur.
“Kita tidak hanya fokus pada bantuan logistik, tapi juga memastikan warga mendapat dukungan moral dan pelayanan dasar yang layak,” ujar Deputi II BAZNAS RI, Dr. H. M. Imdadun Rahmat, M.Si, di Jakarta, Kamis (30/10/2025).
Imdadun menyebut, BAZNAS sejak awal telah mengerahkan tim gabungan dari pusat dan daerah agar penanganan darurat bisa lebih cepat dan tepat sasaran. Ia menegaskan, koordinasi dengan pemerintah daerah dan jaringan relawan menjadi kunci agar bantuan tersalur sesuai kebutuhan di lapangan.
“Sinergi ini penting agar setiap langkah penanganan lebih efektif. Kami juga terus melakukan asesmen agar bantuan lanjutan bisa segera disalurkan sesuai kondisi di lokasi,” jelasnya.
Di titik pengungsian, dapur air BAZNAS melayani hingga 200 porsi per hari bagi warga dan relawan. Selain itu, tim juga menyisir wilayah terdampak di Kampung Pamokohan, Desa Sukarame, yang mengalami longsor cukup parah.
“Kami terus memantau perkembangan situasi dan siap menambah dukungan bila masih dibutuhkan. Fokus kami sekarang memastikan para penyintas tetap mendapat pasokan air bersih dan makanan,” ungkap Ade Hilman, relawan BTB yang bertugas di lapangan.
Ade menambahkan, sebagian besar warga kini membutuhkan bantuan logistik, obat-obatan, dan pendampingan psikososial. “Kami mengajak masyarakat untuk terus mendoakan para penyintas dan mendukung program kemanusiaan BAZNAS agar penanganan bencana bisa berkelanjutan,” katanya.
Aksi cepat BAZNAS ini menjadi bukti bahwa zakat tidak hanya membantu di masa tenang, tapi juga menjadi kekuatan besar saat bencana datang. Melalui program BAZNAS Tanggap Bencana, setiap rupiah dari para muzaki disalurkan menjadi energi kepedulian — menyelamatkan, menguatkan, dan memulihkan kehidupan saudara sebangsa.
Di tengah derasnya air dan lumpur yang menutup jalan, relawan BAZNAS tetap berdiri bersama warga. Satu langkah kecil di Cisolok hari ini, adalah bukti bahwa zakat mampu hadir di garis depan kemanusiaan.
BERITA27/10/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
Kunjungan Pakar Jagung UNHAS, BAZNAS Minahasa Dorong Petani Mandiri Benih
Tondano, Minahasa — Upaya BAZNAS Minahasa dalam mendorong kemandirian ekonomi petani terus menunjukkan progres positif. Sabtu (25/10/2025), lahan kolaborasi BAZNAS Minahasa dan Pengadilan Agama Tondano kembali mendapat kehormatan dikunjungi pakar pemuliaan jagung nasional, Prof. Dr. Muhammad Azrai, SP., MP dari Universitas Hasanuddin (UNHAS) Makassar.
Kunjungan ini juga diikuti rombongan akademisi UNHAS dalam Program Kolaborasi “Jagoan PRG”, yang terdiri dari para profesor, dosen, hingga mahasiswa peneliti. Kehadiran mereka untuk melakukan monitoring dan evaluasi produksi benih jagung Hibrida GGUH01, yang tengah dikembangkan oleh kelompok tani binaan BAZNAS Minahasa.
“Kami ingin memastikan kelompok ini dapat naik kelas menjadi kelompok penangkar benih, sehingga nantinya mampu memenuhi kebutuhan benih sendiri bahkan untuk daerah lain,” ujar Prof Azrai dalam keterangannya.
Ia mengapresiasi perkembangan tanaman yang semakin seragam dan siap memasuki tahap roguing untuk memastikan kemurnian benih. Prof Azrai juga mendorong perluasan lahan agar manfaat ekonomi bagi petani dapat lebih terasa signifikan.
“Kalau lahan bertambah luas, pendapatan petani semakin baik. Dan kami siap memfasilitasi pengembangan berikutnya. Tujuan besar kita adalah jagung hibrida menjadi tuan di negeri sendiri,” tegasnya.
Dukungan atas kolaborasi ini juga disampaikan Dr. Ir. Muh. Riadi Giat, MP, Ketua Prodi S2 Agro Teknologi UNHAS, yang menilai program ini sebagai terobosan di dunia pertanian nasional.
“Kami bangga, karena BAZNAS dan Pengadilan Agama ikut turun langsung membantu petani. Ini kolaborasi yang sangat berharga untuk mendukung ketahanan pangan dan swasembada jagung nasional,” ungkapnya.
Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Minahasa Sahlan Kokalo menyampaikan rasa bahagia dan apresiasi setinggi-tingginya atas kunjungan dan pendampingan jangka panjang ini.
“Kunjungan dan pembinaan Prof. Azrai serta tim UNHAS adalah anugerah besar bagi petani kami di Minahasa. BAZNAS Minahasa berkomitmen terus mendukung, memperluas kolaborasi, dan mendorong program ini menjadi contoh sukses pemberdayaan ekonomi umat,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa BAZNAS Minahasa siap bersinergi dengan lebih banyak pihak, membuka tambahan lahan, dan memperkuat ekosistem penangkaran jagung sebagai sumber penghidupan masyarakat.
“Kami percaya, melalui ikhtiar bersama, hasil dari tanah ini akan meningkatkan pendapatan petani dan meningkatkan martabat mereka. InsyaAllah Minahasa akan menjadi daerah mandiri benih yang memberi manfaat luas bagi bangsa,” tambah Sahlan.
BAZNAS Minahasa menargetkan proyek ini bukan hanya berhasil secara teknis, namun juga menjadi model kemandirian ekonomi berbasis zakat dan pemberdayaan petani. Pembangunan ketahanan pangan, kata BAZNAS, adalah bagian penting dalam upaya pengentasan kemiskinan secara berkelanjutan.
BERITA27/10/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS RI Salurkan 50 Laptop untuk 50 Madrasah di Jepara, Dorong Generasi Muda Melek Teknologi
JEPARA — Komitmen kuat BAZNAS RI dalam memajukan pendidikan berbasis teknologi kembali dibuktikan. Sebanyak 50 unit laptop disalurkan untuk 50 madrasah di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, senilai Rp350 juta, Sabtu (25/10/2025).
Bantuan tersebut diserahkan langsung dalam prosesi resmi yang digelar di Kantor Setda Jepara. Hadir Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., Wakil Bupati Jepara Muhammad Ibnu Hajar, dan Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI H. Abdul Wachid.
Ketua BAZNAS RI, Prof. Noor Achmad, menegaskan bahwa dukungan untuk madrasah bukan sekadar bantuan fasilitas, tetapi bagian dari misi besar mencetak generasi unggul dan berakhlak mulia di tengah arus digitalisasi.
“Kami ingin memastikan siswa madrasah memiliki akses teknologi memadai untuk menunjang proses belajar mereka. Ini adalah bentuk nyata keberpihakan BAZNAS pada peningkatan mutu pendidikan,” tegasnya.
Tak hanya pendidikan, BAZNAS juga menghadirkan berbagai program pemberdayaan di Jepara:
• Balai Ternak BAZNAS • Rumah Sehat BAZNAS • ZMart • ZChicken • ZAuto
Bahkan, ke depan 50 unit Rumah Layak Huni juga akan digulirkan untuk warga yang membutuhkan.
“Kami ingin program ini membawa dampak luas, tidak hanya ekonomi dan kesehatan, tetapi juga karakter dan kecerdasan umat,” ujar Noor Achmad.
Wakil Bupati Jepara, Muhammad Ibnu Hajar, menyampaikan apresiasi tinggi atas kontribusi BAZNAS dalam memperkuat sarana pendidikan daerahnya.
“Ini sinergi luar biasa antara BAZNAS dan Pemerintah Kabupaten Jepara. Semoga laptop ini benar-benar menunjang mutu pembelajaran dan melahirkan generasi yang cerdas dan berakhlak mulia,” ucapnya.
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, H. Abdul Wachid, turut memuji transformasi BAZNAS selama 5 tahun terakhir di bawah kepemimpinan Prof. Noor Achmad.
“BAZNAS meningkat 500 persen! Kini dikenal luas dan selalu hadir dalam setiap musibah dan kebutuhan masyarakat. Digitalisasi pendidikan ini langkah yang tepat,” kata Wachid.
Acara simbolisasi penyerahan bantuan juga dihadiri jajaran pimpinan BAZNAS RI dan daerah, termasuk Saidah Sakwan, MA., Direktur Eka Budhi Sulistyo, Waka II BAZNAS Jawa Tengah Drs. H. M. Zain Yusuf, dan Ketua BAZNAS Jepara Ir. Sholih, MM.
Dengan hadirnya fasilitas teknologi di madrasah, BAZNAS berharap peluang meraih masa depan lebih cerah semakin terbuka bagi anak-anak bangsa, tanpa terkecuali.
BERITA25/10/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
Disambut Adat, Kapal Klinik Ambulans Laut BAZNAS Tiba di Sangihe
Sangihe – Kapal Rumah Sehat Baznas bantuan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI resmi tiba di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Jumat (24/10/2025) dini hari. Kapal Klinik Ambulans laut tersebut berlabuh di Pelabuhan Tahuna Beach Hotel setelah menempuh pelayaran sekitar enam jam dari Marina Bay Manado.
Kedatangan kapal disambut prosesi adat khas Sangihe, termasuk penyampaian kata-kata adat dan pemecahan kelapa muda oleh Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari, sebagai simbol penyucian serta rasa syukur atas hadirnya fasilitas kesehatan baru bagi masyarakat kepulauan.
Wakil Ketua III Bidang Perencanaan dan Pengelolaan Keuangan BAZNAS Kabupaten Sangihe, Andi Marjoen, mengatakan pihaknya bersyukur kapal ini akhirnya tiba dan langsung disambut secara adat. Menurutnya, bantuan tersebut merupakan dukungan penting bagi peningkatan layanan kesehatan masyarakat yang tinggal di pulau-pulau terluar.
“Alhamdulillah, paket sudah tiba sore tadi. Disambut dengan adat kebudayaan Sangihe. Bupati mengapresiasi bantuan ini untuk menunjang kesehatan di Kabupaten Kepulauan Sangihe,” ujar Andi.
Kapal ambulans laut itu sebelumnya diserahkan secara resmi di Pelabuhan Marina Bay Manado, Kamis (23/10/2025). Prosesi penyerahan dilakukan oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus Komaling kepada Pemkab Sangihe.
BAZNAS menyiapkan kapal ini sebagai fasilitas layanan kesehatan bergerak yang dapat melayani kondisi darurat hingga pertolongan persalinan di tengah laut. Pemerintah daerah berharap kehadirannya akan menekan angka kematian ibu hamil serta mempermudah masyarakat di pulau-pulau terpencil mengakses layanan kesehatan.
Bantuan kapal dan dukungan biaya operasional yang diterima Pemkab Sangihe menjadi wujud nyata komitmen pemerintah pusat dan BAZNAS dalam memperkuat layanan kesehatan bagi masyarakat wilayah perbatasan.
BERITA24/10/2025 | Humas BAZNAS Minahasa

Info Rekening Zakat
Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.
BAZNAS
Info Rekening Zakat
