WhatsApp Icon
10 Mahasiswa Pergunu Sulut Melanjutkan Studi ke UAC, Tiba di Surabaya Disambut Ketua FMS Mojokerto

MOJOKERTO — Semangat meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan tinggi terus tumbuh di Sulawesi Utara. Sebanyak 10 mahasiswa penerima Beasiswa Pergunu Sulawesi Utara Tahun 2026 kini bersiap melanjutkan pendidikan jenjang S1 dan S2 di Universitas KH Abdul Chalim (UAC), Mojokerto, Jawa Timur.

Kesepuluh mahasiswa tersebut diberangkatkan setelah secara resmi dilepas oleh Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sulawesi Utara), Dr. Drs. KH. Ulyas Taha, M.Pd., di Kantor PWNU Sulawesi Utara, Manado, Selasa (6/10/2026).

Prosesi pelepasan turut dihadiri jajaran PWNU Sulut, pengurus PW Pergunu Sulut, serta para Ketua PC Pergunu Kabupaten/Kota.

Ketua PW Pergunu Sulawesi Utara, Ahmad Sholeh, mengatakan jumlah penerima beasiswa tahun ini mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

"Jumlahnya tahun ini ada 10 orang. Kalau tahun lalu hanya 4 orang, sekarang naik menjadi 10 orang, artinya ada lonjakan lebih dari 100 persen," ujar Ahmad Sholeh.

Dari 10 penerima beasiswa tersebut, 8 mahasiswa menempuh jenjang S1 dan 2 mahasiswa jenjang S2.

Setelah menempuh perjalanan dari Manado, rombongan mahasiswa tersebut tiba di Surabaya, Jawa Timur, pada hari yang sama.

Kedatangan mereka mendapat sambutan dari Forum Mahasiswa Sulawesi Utara (FMS) Mojokerto. Ketua FMS Mojokerto, Jihan Nabillah Kokalo, turut menjemput langsung para mahasiswa penerima beasiswa tersebut untuk selanjutnya mendampingi perjalanan mereka menuju Mojokerto.

Jihan mengatakan kehadiran mahasiswa asal Sulawesi Utara di Jawa Timur bukan sekadar perjalanan untuk menempuh pendidikan, tetapi juga menjadi bagian dari proses membangun generasi muda yang nantinya diharapkan dapat memberikan manfaat bagi daerah.

"Kami tentu senang bisa menyambut teman-teman dari Sulawesi Utara. Mereka datang membawa harapan besar untuk melanjutkan pendidikan. Kami dari FMS Mojokerto siap membantu mereka beradaptasi dengan lingkungan baru, baik dalam kehidupan kampus maupun selama berada di Mojokerto," ujar Jihan.

Menurutnya, keberadaan mahasiswa Sulawesi Utara di Jawa Timur juga menjadi kesempatan untuk memperkuat silaturahmi antarmahasiswa asal daerah tersebut.

Program beasiswa tersebut juga disertai tanggung jawab akademik. Pergunu Sulut menargetkan mahasiswa penerima beasiswa dapat menyelesaikan pendidikan sesuai masa studi yang telah ditetapkan.

Untuk jenjang S1, mahasiswa ditargetkan menyelesaikan studi dalam waktu empat tahun, sedangkan jenjang S2 ditargetkan selesai dalam dua tahun.

Ahmad Sholeh menegaskan adanya konsekuensi bagi penerima beasiswa yang tidak mampu menyelesaikan studi sesuai target.

"Semoga mereka bisa menyelesaikan studi tepat waktu, 4 tahun untuk S1 dan 2 tahun untuk S2. Tidak boleh lewat. Kalau sampai lewat dari target tersebut, konsekuensinya harus membayar biaya sendiri," tegasnya.

Keberangkatan 10 mahasiswa tersebut menjadi gambaran bahwa akses terhadap pendidikan tinggi terus menjadi salah satu jalan penting dalam menyiapkan generasi muda yang berkualitas.

Bagi Sulawesi Utara, keberadaan mahasiswa yang menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi di luar daerah juga diharapkan dapat memperluas wawasan, pengalaman, jaringan, serta kapasitas mereka sebelum kembali memberikan kontribusi di tengah masyarakat.

BAZNAS Kabupaten Minahasa memandang ikhtiar peningkatan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia sebagai bagian penting dari pembangunan masyarakat. Pendidikan bukan hanya tentang memperoleh gelar akademik, tetapi juga tentang mempersiapkan generasi yang memiliki kompetensi, karakter, kepedulian sosial, dan kemauan untuk kembali memberi manfaat bagi lingkungan.

07/10/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa
Tiga Putranya Gugur di Gaza, Ulama Palestina Datangi BAZNAS: “Saya Tetap Mengucapkan Alhamdulillahi Rabbil ‘Alamin”

JAKARTA, — Suasana haru terasa saat Prof. Dr. Maher Hamed Mohamed Al-Houli, ulama sekaligus akademisi asal Gaza, Palestina, berbicara di hadapan jajaran Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI di Jakarta, Rabu (30/9/2026).

Maher datang bersama pengurus Yayasan Persahabatan dan Studi Peradaban (YPSP). Kedatangannya menjadi kesempatan untuk menyampaikan secara langsung kondisi masyarakat Gaza yang hingga kini masih menghadapi situasi kemanusiaan yang berat, meski telah ada gencatan senjata.

Namun, yang disampaikan Maher bukan hanya cerita tentang kondisi masyarakat Gaza. Ia juga membawa kisah kehilangan dari keluarganya sendiri.

Tiga putranya, cucu, dua saudara laki-laki, serta puluhan kerabatnya disebut telah gugur akibat serangan bom di Gaza.

“Saya hadir di hadapan Anda sekalian sebagai gambaran kecil dari penderitaan rakyat Gaza, di mana tiga putra saya, cucu saya, dua saudara laki-laki, beserta puluhan kerabat telah gugur syahid akibat serangan bom,” kata Maher.

Kehilangan tiga anak tentu menjadi duka yang tidak mudah bagi seorang ayah. Terlebih, Maher menyebut ketiga putranya merupakan pahlawan penghafal Al-Qur'an.

Namun di tengah kesedihan tersebut, Maher berusaha tetap menunjukkan keteguhan hati. Ia mengatakan bahwa dirinya tetap mengucapkan syukur kepada Allah SWT.

“Tiga putra saya, saudara-saudara saya, dan kerabat saya telah syahid, namun demikian di hadapan kondisi ini saya tetap mengucapkan Alhamdulillahi rabbil 'alamin,” ujarnya.

Bagi Maher, kehilangan anggota keluarga merupakan penderitaan yang sangat berat. Tetapi ketika berbicara mengenai kondisi masyarakat Gaza secara keseluruhan, ia mengaku masih sulit menahan air mata.

Menurutnya, persoalan yang dihadapi masyarakat Palestina saat ini sudah berada pada kondisi yang sangat krisis. Tidak hanya persoalan keamanan di Al-Quds dan Masjid Al-Aqsa, warga Gaza juga masih berhadapan dengan kebutuhan dasar yang mendesak.

Salah satunya adalah kebutuhan untuk menangani dan memakamkan jenazah para korban yang terus ditemukan dan dievakuasi.

Maher menyebut masyarakat Gaza bahkan membutuhkan bantuan biaya dan material untuk dapat memakamkan jasad puluhan hingga ratusan syuhada yang dievakuasi setiap harinya.

Kondisi tersebut menjadi salah satu gambaran nyata bahwa persoalan kemanusiaan di Gaza belum selesai meskipun telah ada gencatan senjata.

Ancaman musim dingin juga menjadi perhatian. Masyarakat yang kehilangan rumah dan berbagai fasilitas kehidupan membutuhkan bantuan untuk menghadapi kondisi yang semakin berat.

Karena itu, kedatangan Maher ke BAZNAS RI menjadi kesempatan untuk menyampaikan secara langsung apa yang terjadi di Gaza sekaligus kebutuhan masyarakat di sana.

Ia tidak datang membawa cerita dari jauh. Ia datang sebagai seseorang yang keluarganya sendiri ikut menjadi korban.

Dalam pertemuan itu, Maher juga menyampaikan pesan mengenai keluarga para syuhada di Gaza.

“Sebagaimana disebutkan bahwa ini adalah pertemuan dengan keluarga para syuhada, maka saya juga akan menyampaikan perkataan ini kepada keluarga para syuhada di Gaza, insya Allah Rabbil 'Alamin, bahwa para syuhada selalu hadir di dalam hati Dr. Sodik Mudjahid, hadir di pikirannya, hadir di tengah rekan-rekannya, dan hadir di BAZNAS, insya Allah Rabbil 'Alamin,” tuturnya.

BAZNAS Terima Kesaksian Langsung dari Gaza

Sementara itu, Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc. mengatakan, pihaknya menyambut kedatangan Prof. Dr. Maher Hamed Mohamed Al-Houli untuk mendengarkan secara langsung kondisi masyarakat Gaza.

Menurut Sodik, kesaksian Maher penting untuk memberikan gambaran mengenai keadaan rakyat Gaza saat ini, termasuk kebutuhan yang harus dipersiapkan untuk menghadapi musim dingin dan Ramadan.

“Hari ini kami kedatangan akademisi langsung dari Gaza, Prof. Dr. Maher Hamed Mohamed Al-Houli yang tiga putranya serta kerabatnya telah wafat syahid akibat bom, untuk menceritakan secara langsung keadaan rakyat Gaza saat ini beserta kebutuhan mereka menghadapi masa depan,” kata Sodik.

Pertemuan tersebut sekaligus menjadi ruang bagi BAZNAS untuk mendengarkan langsung kebutuhan masyarakat Palestina dari seseorang yang mengalami sendiri dampak konflik tersebut.

Bagi masyarakat Gaza, persoalan yang dihadapi bukan hanya tentang kehilangan tempat tinggal atau kerusakan fasilitas. Ada keluarga yang kehilangan anak, orang tua yang kehilangan anaknya, dan saudara yang tidak lagi dapat berkumpul seperti sebelumnya.

Kesaksian Prof. Maher menjadi pengingat bahwa di balik berbagai angka mengenai korban dan kerusakan akibat konflik, terdapat manusia dan keluarga yang harus menjalani kehidupan dengan kehilangan yang sangat besar.

Dari Gaza, Maher membawa cerita tentang keluarganya dan masyarakat yang masih bertahan di tengah krisis.

Di Jakarta, cerita itu disampaikan kepada BAZNAS sebagai bagian dari upaya menjaga perhatian dan kepedulian terhadap penderitaan masyarakat Palestina.

Di tengah situasi yang belum sepenuhnya pulih, pesan yang dibawa Maher sederhana tetapi kuat: masyarakat Gaza masih membutuhkan perhatian, bantuan dan solidaritas kemanusiaan.

01/10/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS RI Bahas Kerja Sama Bantuan Kemanusiaan Palestina dengan YPSP

JAKARTA, — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Yayasan Persahabatan dan Studi Peradaban (YPSP) membahas rencana kerja sama untuk memperkuat penyaluran bantuan kemanusiaan bagi masyarakat Palestina, khususnya warga di Gaza.

Pembahasan tersebut berlangsung dalam agenda audiensi di Kantor BAZNAS RI, Jakarta, Rabu (30/9/2026).

Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc. menyambut baik rencana kerja sama tersebut. Menurutnya, YPSP diharapkan dapat menjadi salah satu mitra tambahan BAZNAS dalam memperluas jangkauan penyaluran bantuan ke Palestina.

"Insyaallah kita akan bekerja sama dengan yayasan sebagai tambahan mitra BAZNAS dalam penyaluran bantuan ke Palestina, wabilkhusus untuk Gaza," jelas Sodik Mudjahid.

Kerja sama yang sedang disiapkan itu mencakup beberapa bentuk bantuan, mulai dari pangan, fasilitas air bersih hingga kebutuhan masyarakat untuk menghadapi musim dingin. Selain itu, turut dibahas rencana pengiriman imam-imam asal Palestina ke sejumlah daerah di Indonesia.

Sodik mengatakan, perhatian dan dukungan terhadap masyarakat Palestina tetap diperlukan karena kondisi di Gaza belum sepenuhnya pulih. Ia juga menyoroti adanya penurunan aliran bantuan kemanusiaan belakangan ini.

Menurutnya, salah satu penyebabnya adalah anggapan sebagian masyarakat bahwa kondisi Gaza sudah aman setelah adanya perkembangan terkait gencatan senjata. Padahal, kebutuhan masyarakat di wilayah tersebut masih cukup besar.

Dalam kesempatan itu, Sodik juga menjelaskan bahwa dukungan Indonesia terhadap Palestina memiliki landasan yang kuat, baik dari sisi kebangsaan maupun keagamaan.

"Jadi ada dua motivasi, satu motivasi kebangsaan Indonesia sesuai dengan konstitusi dan kebijakan Presiden, dan motivasi kedua adalah amanah Al-Qur'an dan Sunnah dari Allah dan Rasul," tegas Sodik.

Sementara itu, Ketua YPSP Dr. Ahed Abul Atha menyampaikan kesiapan pihaknya untuk mendukung penyaluran bantuan yang nantinya dipercayakan kepada YPSP.

Menurut Ahed, YPSP memiliki tim yang bekerja langsung di sejumlah permukiman di Gaza. Keberadaan tim tersebut diharapkan dapat membantu proses distribusi bantuan agar dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan.

"Alhamdulillah YPSP siap untuk menyalurkan bantuan-bantuan kemanusiaan langsung di Gaza, karena kami memiliki tim yang memang bekerja langsung di permukiman Gaza," katanya.

Kerja sama yang dibahas BAZNAS RI dan YPSP ini menjadi bagian dari upaya memperluas jaringan kemitraan dalam penyaluran bantuan kemanusiaan Palestina. Dengan adanya mitra yang memiliki tim di lapangan, penyaluran bantuan diharapkan dapat dilakukan secara lebih terarah sesuai kebutuhan masyarakat.

Audiensi tersebut turut dihadiri Ketua Bidang Fatwa Asosiasi Ulama Palestina Prof. Dr. Maher Hamed Mohamed Al-Houli, Sekretaris Utama BAZNAS RI Dr. H. Subhan Cholid, Lc., M.A., Deputi II Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS RI Dr. K.H. M. Imdadun Rahmat, M.Si., serta Kepala Divisi Kebencanaan BAZNAS RI Dian Aditya Mandana Putri.

Pembahasan antara BAZNAS RI dan YPSP diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat kolaborasi kemanusiaan, sehingga bantuan dari masyarakat Indonesia dapat terus disalurkan kepada warga Palestina yang masih membutuhkan dukungan.

01/10/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS RI dan ICMI Jajaki Kolaborasi Inovasi Lingkungan hingga Riset Zakat

JAKARTA, BAZNAS MINAHASA — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI dan Ikatan Cendekiawan Muslim Se-Indonesia (ICMI) menjajaki kerja sama strategis dalam berbagai bidang, mulai dari inovasi lingkungan, pemberdayaan ekonomi umat, hingga riset pengelolaan zakat.

Penjajakan kerja sama tersebut dibahas dalam agenda audiensi antara BAZNAS RI dan jajaran pengurus ICMI yang berlangsung di Kantor BAZNAS RI, Jakarta, Selasa (29/9/2026).

Dalam pertemuan tersebut, kedua lembaga membahas sedikitnya 13 program prioritas yang berpotensi dikolaborasikan. Program tersebut mencakup pemanfaatan teknologi penyediaan air bersih dan pengolahan sampah hasil pengembangan para ilmuwan ICMI, pemberdayaan ekonomi umat, riset bersama di bidang zakat, serta berbagai program pemberdayaan masyarakat.

Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc. mengatakan, BAZNAS RI terbuka terhadap berbagai bentuk sinergi yang dapat memberikan dampak langsung bagi masyarakat, khususnya para mustahik.

"Ada 13 program prioritas, mulai dari BAZNAS Siaga Kemiskinan, BAZNAS Tanggap Bencana, Beasiswa Cendikia BAZNAS, Lumbung Pangan BAZNAS, Balai Ternak BAZNAS, hingga Rumah Terang BAZNAS untuk tempat yang belum berlistrik," jelas Sodik.

Menurutnya, berbagai program tersebut memiliki ruang kolaborasi dengan kapasitas keilmuan dan jaringan yang dimiliki ICMI. Sinergi tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat pelaksanaan program, tetapi juga menghadirkan pendekatan berbasis inovasi dan teknologi dalam pemberdayaan masyarakat.

Salah satu peluang kerja sama yang dibahas adalah penerapan teknologi dalam penyediaan air bersih dan pengelolaan sampah. BAZNAS juga membuka peluang kolaborasi dalam memberikan dukungan kepada masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas pengumpulan sampah.

"Kami juga membuka peluang sinergi dalam penggunaan teknologi pengolahan sampah maupun bantuan langsung kepada para pemulung sampah bersama ICMI," ujar Sodik Mudjahid.

Selain bidang lingkungan, pembahasan juga mencakup penguatan ekonomi umat melalui dukungan modal usaha berbasis masjid dan pengembangan program bagi mualaf melalui Mualaf Center yang berada dalam pembinaan ICMI.

Kolaborasi riset mengenai pengelolaan zakat turut menjadi salah satu agenda yang mendapat perhatian. Kerja sama di bidang penelitian diharapkan dapat menghasilkan kajian dan rekomendasi yang mendukung pengembangan tata kelola serta program zakat yang semakin berbasis data dan kebutuhan masyarakat.

Wakil Ketua Umum ICMI Bidang IPTEK, Agromaritim, dan Lingkungan Hidup Mohammad Jafar Hafsah menyambut baik rencana kolaborasi antara ICMI dan BAZNAS RI.

Ia mengatakan, berbagai bidang yang dibahas dalam audiensi tersebut pada dasarnya memiliki keterkaitan dengan program dan kapasitas yang dimiliki ICMI sehingga dapat dikembangkan melalui sinergi antarlembaga.

"Alhamdulillah dengan rencana MoU ini juga berarti hubungan kita dengan BAZNAS dalam bentuk program-program itu akan lebih baik. Dan program-program semuanya yang dikemukakan itu semua ada di ICMI, jadi tinggal kita sinergikan," tuturnya.

Rencana kerja sama tersebut juga diarahkan pada penyusunan nota kesepahaman (MoU) antara BAZNAS RI dan ICMI sebagai landasan pengembangan berbagai program kolaboratif ke depan.

Melalui sinergi tersebut, BAZNAS RI dan ICMI memiliki ruang untuk menghubungkan kekuatan pengelolaan zakat dengan kapasitas keilmuan, teknologi, riset, serta jaringan pemberdayaan masyarakat.

Kerja sama ini sekaligus memperluas peluang agar dana zakat tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan dasar mustahik, tetapi juga dapat diarahkan pada program pemberdayaan yang mendukung kemandirian masyarakat secara berkelanjutan.

Turut hadir dalam agenda tersebut dari BAZNAS RI, Pimpinan Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan BAZNAS RI H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., serta Deputi I Pengumpulan BAZNAS RI H. M. Arifin Purwakananta, S.IKom., M.I.Kom., CWC., CFRM.

Sementara dari jajaran pengurus ICMI hadir Wakil Ketua Umum Bidang Pengembangan Organisasi dan Kerja Sama Antar Lembaga Priyo Budi Santoso, Wakil Ketua Umum Bidang Ekonomi dan Kesejahteraan Umat Teuku Abdullah Sanny, Bendahara Umum Andi Irman, Ketua Panitia Muktamar Ismail Rumadhan, Sekretaris Panitia Muktamar Ina Marlina, serta Bendahara Panitia Muktamar Andi Ida Nursanti.

Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat jejaring kolaborasi antara lembaga zakat nasional dan organisasi cendekiawan Muslim dalam menghadirkan program yang berbasis inovasi, ilmu pengetahuan, pemberdayaan, dan kebutuhan nyata masyarakat.

01/10/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa
Empat Kali Berturut-turut! BAZNAS RI Kembali Raih IHYA 2026

TANGERANG — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional dengan meraih penghargaan Indonesia Halal Industry Awards (IHYA) 2026 kategori Lembaga Pemerintahan yang Memberikan Dukungan Program Halal Terbaik.

Penghargaan yang diberikan oleh Kementerian Perindustrian (Kemenperin) RI tersebut diterima dalam ajang IHYA 2026 yang berlangsung di ICE BSD City, Tangerang, Banten, Kamis (24/9/2026).

Capaian ini sekaligus memperpanjang konsistensi BAZNAS RI dalam ajang IHYA. Sejak 2022, BAZNAS RI tercatat telah empat kali memperoleh penghargaan dalam ajang yang memberikan apresiasi terhadap kontribusi berbagai pihak dalam pengembangan industri halal nasional.

Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., mengatakan penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap komitmen BAZNAS dalam mendukung perkembangan industri halal, khususnya bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

“Alhamdulillah hari ini BAZNAS kembali mendapatkan award untuk lembaga pemerintah yang peduli terhadap industri halal. Berturut-turut bahkan sudah empat kali,” ujar Sodik Mudjahid.

Di balik penghargaan tersebut terdapat program pemberdayaan yang menyasar langsung pelaku UMKM di berbagai daerah.

Sepanjang periode 2022 hingga 2026, BAZNAS RI menyebut telah memfasilitasi lebih dari 7.000 sertifikat halal bagi UMKM melalui kolaborasi dengan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), 10 Lembaga Pemeriksa Halal (LPH), serta 24 Lembaga Pendamping Proses Produk Halal (LP3H).

Dukungan BAZNAS juga diarahkan pada penguatan sumber daya manusia dalam ekosistem halal. Dalam periode tersebut, BAZNAS turut mencetak 750 pendamping halal, 166 juru sembelih halal, dan 89 penyelia halal.

Langkah ini memperlihatkan bahwa penguatan industri halal tidak hanya dilakukan melalui sertifikasi produk, tetapi juga melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia yang mendampingi pelaku usaha.

Rekam Jejak Penghargaan IHYA

Penghargaan IHYA 2026 melanjutkan sejumlah capaian BAZNAS RI pada tahun-tahun sebelumnya.

Pada 2022, BAZNAS RI meraih Best Financial Support. Kemudian pada 2024, BAZNAS kembali memperoleh penghargaan Best Halal Financial Support, disusul penghargaan Instansi Pemerintah Terbaik pada 2025.

Tahun ini, BAZNAS RI kembali mendapatkan penghargaan dalam kategori Lembaga Pemerintahan yang Memberikan Dukungan Program Halal Terbaik.

Menurut Sodik, capaian tersebut tidak terlepas dari kerja para amil dan relawan BAZNAS yang terlibat dalam pembinaan UMKM di berbagai daerah.

“Terima kasih kepada para amil dan relawan yang selalu membina UMKM BAZNAS. Maju terus UMKM halal di bawah binaan BAZNAS,” katanya.

Penguatan UMKM halal menjadi salah satu bagian dari upaya BAZNAS dalam mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat. Melalui pendampingan dan fasilitasi usaha, mustahik tidak hanya mendapatkan bantuan, tetapi juga didorong untuk memiliki usaha yang lebih kuat dan berkelanjutan.

Bagi BAZNAS Kabupaten Minahasa, capaian tersebut menjadi inspirasi bahwa pengelolaan zakat dapat dikembangkan tidak hanya dalam bentuk bantuan konsumtif, tetapi juga melalui pemberdayaan ekonomi, peningkatan kapasitas usaha, dan penguatan kemandirian masyarakat.

Penghargaan IHYA 2026 sekaligus memperkuat pesan bahwa kolaborasi antara lembaga zakat, pemerintah, pelaku usaha, dan ekosistem halal dapat membuka semakin banyak peluang bagi UMKM untuk tumbuh dan naik kelas.

Empat kali meraih penghargaan IHYA bukan sekadar catatan prestasi, tetapi menjadi bagian dari perjalanan BAZNAS RI dalam memperluas manfaat zakat melalui pemberdayaan ekonomi dan penguatan ekosistem halal nasional.

25/09/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa

Berita Terbaru

BAZNAS RI Dorong Generasi Muda Tembus Masa Depan: Beasiswa Cendekia Jadi Jalan Menuju Indonesia Emas 2045
BAZNAS RI Dorong Generasi Muda Tembus Masa Depan: Beasiswa Cendekia Jadi Jalan Menuju Indonesia Emas 2045
Yogyakarta — Semangat membangun generasi unggul kembali digaungkan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI. Dalam momentum Halal Bihalal IPNU-IPPNU Daerah Istimewa Yogyakarta, ajakan kuat disampaikan kepada kaum muda untuk tidak menyia-nyiakan peluang besar melalui program Beasiswa Cendekia BAZNAS (BCB). Pimpinan BAZNAS RI Bidang Distribusi dan Pemberdayaan, Idy Muzayyad, menegaskan bahwa pendidikan bukan sekadar kebutuhan, tetapi kunci strategis dalam membentuk masa depan bangsa. “Beasiswa Cendekia BAZNAS adalah investasi besar untuk melahirkan sumber daya manusia unggul yang akan membawa Indonesia menuju puncak kejayaan di tahun 2045,” tegasnya dalam pemaparan bertajuk Peran BAZNAS dalam Penguatan Pendidikan untuk Menciptakan Generasi Unggul Masa Depan, Sabtu (18/4/2026). Program BCB hadir bukan hanya sebagai bantuan pendidikan, melainkan sebagai gerakan transformasi sosial berbasis zakat. Fokus utamanya adalah membuka akses seluas-luasnya bagi generasi muda dari keluarga prasejahtera agar mampu menembus batas dan meraih pendidikan tinggi berkualitas. Hingga saat ini, jangkauan program ini telah berkembang pesat. BAZNAS mencatat kerja sama dengan 223 institusi pendidikan, terdiri dari 171 perguruan tinggi dan 52 Ma’had Aly di seluruh Indonesia. Dampaknya nyata—pada tahun 2025 saja, sebanyak 2.904 mahasiswa telah merasakan manfaat program ini. Dukungan kuat juga datang dari dunia akademik. Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Noorhaidi, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap konsistensi BAZNAS dalam memperkuat sektor pendidikan nasional. “Ini bukan sekadar beasiswa. Ini adalah pintu menuju masa depan global. Para kader muda harus berani mengambil peluang—bahkan hingga ke luar negeri,” ujarnya penuh optimisme. Langkah BAZNAS ini sejalan dengan arah pembangunan nasional dalam RPJMN dan visi besar Asta Cita, yang menempatkan pembangunan SDM unggul sebagai fondasi utama menuju Indonesia Emas 2045. Di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, pesan ini menjadi jelas: kesempatan sudah dibuka, jalan sudah disiapkan—tinggal keberanian generasi muda untuk melangkah dan menaklukkan masa depan.
BERITA19/04/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS RI Siapkan Kurban Hingga Palestina dan Wilayah Bencana, 10 Persen Dialokasikan Khusus Sumatra
BAZNAS RI Siapkan Kurban Hingga Palestina dan Wilayah Bencana, 10 Persen Dialokasikan Khusus Sumatra
Jakarta - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI kembali menghadirkan terobosan dalam program kurban tahun 2026. Melalui Program Kurban Berkah Berdayakan Desa, BAZNAS memastikan distribusi hewan kurban tak hanya menjangkau pelosok negeri, tetapi juga wilayah bencana hingga Palestina. Ketua BAZNAS RI, Sodik Mudjahid, mengatakan strategi distribusi tahun ini dirancang lebih merata dan berdampak luas, tidak sekadar memenuhi ibadah spiritual, tetapi juga sebagai instrumen keadilan sosial. “Kami sudah menetapkan persentase pendistribusian, terutama untuk daerah miskin, terpinggirkan, dan wilayah bencana,” ujar Sodik dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (17/4/2026). BAZNAS mengalokasikan 10 persen khusus untuk wilayah bencana, dengan rincian: 3 persen untuk Aceh 5 persen untuk Sumatra Utara 2 persen untuk Sumatra Barat Selain itu, BAZNAS juga membuka peluang bagi masyarakat Indonesia untuk menyalurkan kurban ke Palestina, sebagai bentuk solidaritas kemanusiaan bagi wilayah terdampak konflik dan rawan pangan. “Untuk Palestina, kami bekerja sama dengan mitra luar negeri. Distribusi dilakukan dalam bentuk daging segar maupun olahan, menyesuaikan kondisi wilayah,” jelasnya. Sementara itu, Deputi II BAZNAS RI, Imdadun Rahmat, memastikan skema kurban tahun ini juga dirancang untuk memberdayakan ekonomi peternak lokal. Menurutnya, hewan kurban yang disalurkan diprioritaskan berasal dari peternak binaan BAZNAS dan mitra di berbagai daerah. “Kita ingin kurban ini tidak hanya sampai ke penerima manfaat, tapi juga menggerakkan ekonomi peternak kecil,” ujarnya. Saat ini, BAZNAS memiliki 42 Balai Ternak yang tersebar di seluruh Indonesia, lengkap dengan jaringan peternak rumahan yang menjadi mitra pemberdayaan. Dengan skema ini, program kurban BAZNAS tidak hanya menjangkau masyarakat di daerah terpencil, wilayah minoritas muslim, dan keluarga prasejahtera, tetapi juga menciptakan efek berganda—ibadah tersalurkan, ekonomi rakyat pun ikut tumbuh. Langkah ini mempertegas peran BAZNAS dalam menjadikan kurban sebagai gerakan sosial yang berdampak luas—dari desa terpencil di Indonesia hingga wilayah konflik di dunia.
BERITA17/04/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Terima Keppres! Kepengurusan Baru 2026–2031 Siap Gaspol Perkuat Zakat Nasional
BAZNAS Terima Keppres! Kepengurusan Baru 2026–2031 Siap Gaspol Perkuat Zakat Nasional
Jakarta – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI resmi menerima Surat Keputusan Presiden (Keppres) tentang pengangkatan pimpinan untuk periode 2026–2031. Momen ini menjadi titik awal penguatan peran strategis zakat dalam pembangunan nasional. Keppres tersebut diserahkan langsung oleh Dirjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri sekaligus Ex Officio BAZNAS RI A. Fatoni kepada Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid bersama jajaran pimpinan baru di Gedung Kementerian Agama Republik Indonesia, Jakarta, Rabu (15/4/2026). Dalam susunan kepengurusan terbaru, sejumlah nama mengisi posisi strategis, di antaranya Rizaludin Kurniawan, Saidah Sakwan, Ending Syarifuddin, Idy Muzayyad, Mokhamad Mahdum, serta Neyla Saida Anwar. Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid menilai komposisi kepengurusan kali ini merupakan kombinasi solid dari berbagai latar belakang keahlian. “Kami bersyukur memiliki tim yang kuat, dengan kompetensi dari sisi pemerintahan, keuangan hingga digitalisasi. Ini menjadi modal penting untuk meningkatkan kinerja BAZNAS ke depan,” ujar Sodik. Ia menegaskan, kepengurusan baru akan fokus memperkuat peran zakat sebagai instrumen pembangunan ekonomi umat sekaligus mendorong keadilan sosial. “Zakat harus menjadi kekuatan nyata dalam mengurangi kesenjangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya. Tak hanya itu, BAZNAS juga akan menggenjot kolaborasi lintas sektor, baik dengan kementerian, lembaga, hingga swasta untuk mengoptimalkan penghimpunan dan pendayagunaan zakat. “Kami membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya. Dukungan semua pihak sangat dibutuhkan agar zakat benar-benar berdampak,” tambahnya. Sementara itu, A. Fatoni memberikan apresiasi atas kontribusi BAZNAS dalam membantu pemerintah mengatasi persoalan sosial di berbagai daerah. “BAZNAS telah menunjukkan peran nyata. Ke depan, kami berharap lahir terobosan strategis agar program pemberdayaan semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” kata Fatoni. Dengan kepengurusan baru ini, BAZNAS diharapkan semakin agresif, adaptif, dan berdampak dalam mengelola zakat sebagai solusi pembangunan dan kesejahteraan umat di Indonesia
BERITA16/04/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Buka Beasiswa Cendekia AIU 2026, Kesempatan Emas Mustahik Kuliah ke Luar Negeri!
BAZNAS Buka Beasiswa Cendekia AIU 2026, Kesempatan Emas Mustahik Kuliah ke Luar Negeri!
Jakarta – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI resmi membuka Program Beasiswa Cendekia BAZNAS (BCB) Al-Bukhari International University (AIU) Batch 6 Tahun 2026. Program ini menjadi peluang besar bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera (mustahik) untuk melanjutkan pendidikan tinggi di kampus internasional. Peluncuran beasiswa ini dihadiri jajaran pimpinan BAZNAS RI, perwakilan AIU, hingga unsur diplomatik Indonesia–Malaysia. Program ini menjadi bagian dari strategi BAZNAS dalam mendorong transformasi sosial melalui pendidikan global. Mewakili Ketua BAZNAS RI, Pimpinan BAZNAS RI Idy Muzayyad menegaskan bahwa kerja sama ini bukan sekadar program pendidikan biasa. “Ini bukan hanya beasiswa, tetapi juga bentuk persahabatan antara Indonesia dan Malaysia. Kami berharap program ini melahirkan generasi unggul yang membawa keberkahan,” ujar Idy dalam peluncuran yang disiarkan di BAZNAS TV, Rabu (15/4/2026). Idy juga mengingatkan para penerima beasiswa untuk memanfaatkan kesempatan ini dengan maksimal. “Kalian adalah duta bangsa. Jaga sikap, patuhi aturan, dan gunakan kesempatan ini untuk mengubah masa depan,” tegasnya. Sementara itu, Deputi II BAZNAS RI Imdadun Rahmat menyebut program ini sebagai langkah konkret dalam pengentasan kemiskinan melalui akses pendidikan tinggi. “Program ini sejalan dengan visi BAZNAS untuk meningkatkan kesejahteraan umat dan mengurangi kesenjangan sosial,” jelasnya. Ia mengungkapkan, hingga kini program Beasiswa Cendekia BAZNAS AIU telah menjangkau 153 mahasiswa dari 22 provinsi. Sebanyak 132 alumni bahkan telah sukses berkarier di luar negeri, seperti Malaysia, Thailand, Australia, hingga Taiwan. “Mayoritas alumni kini sudah memiliki penghasilan di atas nisab zakat. Ini bukti nyata zakat bisa mengubah kehidupan,” tambahnya. Di sisi teknis, Kepala Divisi Pendidikan dan Dakwah BAZNAS RI Farid Septian memastikan proses seleksi dilakukan secara transparan dan terbuka. Sosialisasi juga akan diperluas agar lebih banyak masyarakat dapat mengakses program ini. Program ini sekaligus menjadi kontribusi BAZNAS dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia, terutama bagi masyarakat kurang mampu. Dengan dibukanya Beasiswa Cendekia BAZNAS AIU 2026, peluang kuliah ke luar negeri kini semakin terbuka lebar bagi generasi muda Indonesia dari keluarga prasejahtera.
BERITA16/04/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Gerak Cepat! 800 Porsi Makanan Disalurkan untuk Penyintas Gempa Flores Timur
BAZNAS Gerak Cepat! 800 Porsi Makanan Disalurkan untuk Penyintas Gempa Flores Timur
Flores Timur – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bergerak cepat merespons bencana gempa bumi yang mengguncang Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Sebanyak 800 porsi makanan siap saji langsung didistribusikan kepada para penyintas di masa tanggap darurat. Melalui tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB), dapur umum didirikan di titik pengungsian terdampak, tepatnya di Desa Terong dan Desa Hamahala, Kecamatan Adonara Timur. Dari dapur umum ini, bantuan makanan terus diproduksi dan disalurkan setiap hari kepada warga terdampak. Sekretaris Utama BAZNAS RI Subhan Cholid menegaskan, pemenuhan kebutuhan pangan menjadi prioritas utama dalam kondisi darurat seperti saat ini. “Tim BTB terjun langsung ke lokasi untuk memastikan para penyintas aman dan mendapatkan makanan yang layak,” ujar Subhan dalam keterangannya, Selasa (14/4/2026). Tak hanya menyalurkan bantuan makanan, BAZNAS juga melakukan asesmen lapangan untuk memetakan kebutuhan mendesak lainnya. Langkah ini dilakukan agar bantuan yang diberikan tepat sasaran dan benar-benar dibutuhkan oleh para penyintas. Selain itu, tim BTB turut membantu proses evakuasi serta pembersihan puing-puing bangunan yang roboh akibat gempa yang terjadi pada Kamis (9/4/2026). Data sementara mencatat, gempa tersebut menyebabkan 3 fasilitas umum dan 224 rumah warga mengalami kerusakan, mulai dari ringan hingga berat. Sejumlah desa terdampak antara lain Desa Terong, Lamahala Jaya, Motonwutun, Dawataah, dan Karing Lamalouk. Akibat bencana ini, sekitar 1.100 warga terpaksa mengungsi. Sebagian memilih tinggal bersama keluarga yang aman, sementara lainnya bertahan di posko pengungsian. “Semoga bantuan ini bisa meringankan beban para penyintas dan mempercepat proses pemulihan. Kami juga mengajak masyarakat untuk turut mendoakan agar mereka diberi kekuatan,” tambah Subhan. Dalam penanganan bencana ini, BAZNAS juga terus berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Flores Timur serta para relawan di lapangan guna memastikan seluruh penyintas mendapatkan bantuan yang optimal. Respons cepat BAZNAS ini menjadi bukti nyata bahwa zakat tidak hanya berdampak sosial, tetapi juga hadir sebagai solusi tanggap darurat saat bencana melanda.
BERITA15/04/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Kolaborasi dengan YouTubers, Pengadilan Agama Tondano Raih Juara 2 di PTA Cup
Kolaborasi dengan YouTubers, Pengadilan Agama Tondano Raih Juara 2 di PTA Cup
Minahasa 15//04/2026 – Pengadilan Agama Tondano menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih Juara 2 Lomba Pembuatan Video dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-42 PTA Manado (PTA Cup). Prestasi ini diraih melalui karya video bertajuk “Di Atas Amanah” yang mengangkat nilai integritas dan tanggung jawab aparatur peradilan. Video tersebut merupakan hasil kolaborasi antara tim kreatif Pengadilan Agama Tondano dengan para YouTubers muda. Karya ini dinilai mampu menyampaikan pesan moral tentang pentingnya menjaga amanah dalam menjalankan tugas, sekaligus dikemas secara visual menarik dan relevan dengan generasi masa kini. Sebagai satuan kerja di bawah pembinaan PTA Manado, capaian ini menjadi bagian dari komitmen Pengadilan Agama Tondano dalam mendukung reformasi birokrasi serta pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK). Upaya ini terus dilakukan untuk menghadirkan pelayanan hukum yang profesional, transparan, dan berorientasi pada kepercayaan publik. Ketua Pengadilan Agama Tondano Al Gazali Mus, S.H.I, MH mengatakan, penghargaan ini bukan sekadar prestasi, tetapi juga pengingat akan tanggung jawab besar yang melekat dalam setiap tugas. “Setiap pekerjaan adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan, tidak hanya kepada masyarakat, tetapi juga kepada Allah SWT. Melalui karya ini, kami ingin menegaskan bahwa integritas adalah fondasi utama dalam menegakkan keadilan,” ujarnya. Ia juga mengapresiasi keterlibatan para konten kreator muda yang dinilai mampu menghadirkan perspektif baru dalam menyampaikan pesan kelembagaan secara lebih kreatif dan inspiratif. Sebagai bentuk apresiasi, Pengadilan Agama Tondano menyerahkan total hadiah sebesar Rp1.800.000 kepada tim konten kreator. Penyerahan dilakukan oleh salah satu hakim dan disaksikan langsung oleh Ketua serta Wakil Ketua Pengadilan Agama Tondano Husnul Ma'arif, S.H.I, M.H. Perwakilan YouTubers yang terlibat dalam produksi video tersebut menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan. “Kami bersyukur bisa terlibat dalam proyek ini. Ini bukan hanya tentang berkarya, tetapi juga belajar memahami nilai amanah dan tanggung jawab. Terima kasih kepada seluruh jajaran Pengadilan Agama Tondano yang telah mendukung proses produksi,” ungkap Jihan Nabillah Sebagai Video Editingnya. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa sinergi antara lembaga dan generasi muda mampu menghasilkan karya yang tidak hanya kreatif, tetapi juga sarat nilai edukasi dan inspirasi bagi masyarakat. Nilai amanah yang diangkat dalam karya ini juga sejalan dengan semangat BAZNAS dalam menjaga kepercayaan umat melalui pengelolaan zakat yang transparan, profesional, dan berdampak bagi kesejahteraan masyarakat. Kolaborasi seperti ini diharapkan dapat terus mendorong lahirnya generasi muda yang kreatif, berintegritas, serta berkontribusi positif dalam pembangunan sosial.
BERITA15/04/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Dibina BAZNAS, Usaha Pastry di Jaktim Melejit! Omzet Tembus Rp16 Juta per Bulan
Dibina BAZNAS, Usaha Pastry di Jaktim Melejit! Omzet Tembus Rp16 Juta per Bulan
Jakarta – Kisah inspiratif datang dari Jakarta Timur. Neneng, pelaku UMKM binaan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI, sukses mengembangkan usaha pastry miliknya hingga meraih omzet belasan juta rupiah per bulan. Lewat brand “Dapoer Keitha Aneka Pastry”, usaha rumahan yang berlokasi di kawasan Utan Kayu, Matraman ini kini semakin dikenal dan diminati masyarakat. Berkat bantuan permodalan dan pendampingan melalui program BAZNAS Microfinance Desa (BMD), bisnis Neneng terus berkembang pesat. Sekretaris Utama BAZNAS RI Subhan Cholid menegaskan, program BMD memang dirancang untuk membantu pelaku usaha mikro agar bisa naik kelas. “Melalui BMD, kami ingin memastikan pelaku usaha kecil seperti Neneng mendapatkan akses permodalan sekaligus pendampingan yang tepat,” ujar Subhan, Selasa (14/4/2026). Produk yang ditawarkan Dapoer Keitha pun beragam dan menggugah selera. Mulai dari croissant, smoked beef, cromboloni, hingga double cheese menjadi menu favorit pelanggan. Selain itu, terdapat belasan varian lain yang diproduksi langsung dari dapur rumah Neneng dengan standar kebersihan yang terjaga. Kesuksesan ini bukan datang tiba-tiba. Neneng memulai usahanya dari keterampilan memasak yang ia miliki, dengan tujuan sederhana: membantu perekonomian keluarga. Namun, dengan ketekunan dan dukungan BAZNAS, usahanya kini mampu mencatat omzet sekitar Rp16 juta per bulan. Subhan menilai, capaian tersebut menjadi bukti nyata bahwa pengelolaan zakat produktif mampu memberikan dampak signifikan. “Ini contoh konkret bagaimana zakat tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga produktif dan mampu meningkatkan kesejahteraan mustahik,” jelasnya. Neneng pun mengaku sangat terbantu dengan program BAZNAS, terutama dalam hal pengelolaan usaha. “Saya sangat bersyukur, tidak hanya dibantu modal tapi juga diajarkan cara mengelola usaha dengan lebih baik,” ungkapnya. Kisah Neneng menjadi bukti bahwa dengan dukungan yang tepat, usaha kecil bisa tumbuh besar—bahkan menembus pasar dan menghasilkan omzet yang menjanjikan. Zakat pun terbukti mampu menjadi motor penggerak ekonomi umat.
BERITA14/04/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Minahasa Sampaikan Ucapan Selamat Ulang Tahun ke-42 kepada Rektor IAIN Manado
BAZNAS Minahasa Sampaikan Ucapan Selamat Ulang Tahun ke-42 kepada Rektor IAIN Manado
Minahasa — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Minahasa menyampaikan ucapan selamat ulang tahun ke-42 kepada Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado, Prof. Dr. Ahmad Rajafi, M.H.I, yang diperingati pada 14 April 2026. Ucapan ini merupakan bentuk penghormatan serta apresiasi atas dedikasi dan pengabdian beliau dalam memimpin institusi pendidikan tinggi keagamaan, khususnya dalam upaya pengembangan sumber daya manusia yang berilmu, berakhlak, dan memiliki kepedulian sosial. Dalam kesempatan tersebut, BAZNAS Minahasa turut menyampaikan doa agar senantiasa diberikan kesehatan, umur yang penuh keberkahan, serta kekuatan dalam menjalankan amanah kepemimpinan. “Barakallahu fii umrik. Semoga setiap pertambahan usia membawa keberkahan dan memperkuat pengabdian dalam memajukan pendidikan serta memberikan manfaat yang luas bagi umat.” Sebagai lembaga yang memiliki tugas dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah, BAZNAS Minahasa memandang bahwa peran dunia pendidikan memiliki keterkaitan erat dalam membangun kesadaran sosial serta menumbuhkan nilai-nilai kepedulian di tengah masyarakat. Oleh karena itu, sinergi antara lembaga zakat dan institusi pendidikan menjadi bagian penting dalam mendukung upaya pemberdayaan umat, peningkatan kesejahteraan, serta pembangunan sosial yang berkelanjutan. Momentum ini diharapkan dapat semakin memperkuat semangat kolaborasi dalam menghadirkan manfaat yang lebih luas, serta mendorong lahirnya generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian dan tanggung jawab sosial.
BERITA14/04/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Kemenhaj Dukung Tata Kelola Dam oleh BAZNAS, Jemaah Haji Bisa Bayar di Tanah Air
Kemenhaj Dukung Tata Kelola Dam oleh BAZNAS, Jemaah Haji Bisa Bayar di Tanah Air
Jakarta – Dukungan terhadap penguatan tata kelola dam haji di dalam negeri kian menguat. Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menyatakan dukungannya kepada Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI dalam memfasilitasi pembayaran dan penyaluran dam bagi jemaah haji Indonesia langsung dari Tanah Air. Kebijakan ini dinilai bukan hanya mempermudah jemaah, tetapi juga berpotensi besar menggerakkan roda ekonomi umat di berbagai daerah. Dukungan tersebut mencuat dalam audiensi antara BAZNAS RI dan Kemenhaj di Gedung Kemenhaj, Jakarta, Kamis (9/4/2026). Pertemuan ini dihadiri Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid, Wakil Menteri Haji dan Umrah RI Dahnil Anzar Simanjuntak, Wakil Ketua BAZNAS RI Zainut Tauhid Sa’adi, serta Pimpinan BAZNAS RI Neyla Saida Anwar. Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid menegaskan, pengelolaan dam oleh BAZNAS bukan hal baru. Selama ini, BAZNAS telah memiliki sistem dan standar operasional yang tertib, mulai dari pembayaran hingga distribusi. “Tata kelola dam oleh BAZNAS sudah berjalan dengan prosedur yang jelas. Kami pastikan seluruh proses transparan, mulai dari konfirmasi pembayaran, bukti pemotongan hewan, hingga laporan penyaluran yang bisa diakses jemaah,” ujarnya. Tak hanya itu, BAZNAS juga menerbitkan sertifikat bagi para mudhohi sebagai bentuk akuntabilitas. Lebih jauh, Sodik menekankan bahwa pelaksanaan dam memiliki dimensi sosial ekonomi yang kuat. Hewan dam disuplai dari peternak lokal dan UMKM binaan BAZNAS di berbagai daerah. “Ini bukan sekadar ibadah, tapi juga memberdayakan ekonomi masyarakat. Dampaknya bisa dirasakan hingga pelosok negeri,” jelasnya. Di sisi lain, Kemenhaj memberikan fleksibilitas bagi jemaah untuk menunaikan dam, baik di Tanah Suci maupun di Indonesia. Kebijakan ini membuka ruang kolaborasi yang luas. Selain BAZNAS, lembaga lain seperti LAZ dan KBIH juga diberi kesempatan untuk berkontribusi dalam layanan dam, sehingga pengelolaannya berjalan secara inklusif. Langkah ini dinilai sebagai pendekatan kolaboratif dalam pengelolaan ibadah sosial keagamaan yang semakin modern dan adaptif. Sodik pun mengajak jemaah haji Indonesia untuk mempercayakan pembayaran dam kepada lembaga resmi negara. “Jika ibadah haji dikelola oleh pemerintah, maka pengelolaan dam juga sebaiknya melalui lembaga resmi pemerintah, yakni BAZNAS,” tegasnya. Ia juga membuka peluang kerja sama ke depan yang lebih luas, tidak hanya pada dam, tetapi juga pada pengelolaan zakat, infak, dan sedekah dari para jemaah haji, tentu dengan tetap berpegang pada prinsip syariat dan asas kemanfaatan. Kolaborasi antara Kemenhaj dan BAZNAS ini menjadi sinyal kuat bahwa pengelolaan ibadah tidak lagi sekadar ritual, tetapi juga diarahkan pada dampak nyata bagi masyarakat. Dengan tata kelola yang transparan dan berbasis pemberdayaan, dam haji berpotensi menjadi instrumen strategis dalam meningkatkan kesejahteraan umat—dari jemaah hingga peternak di daerah.
BERITA14/04/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Pulihkan Sumatra! BAZNAS RI Gandeng Komunitas Padel Gelar Charity Tournament, Olahraga Jadi Aksi Nyata Kemanusiaan
Pulihkan Sumatra! BAZNAS RI Gandeng Komunitas Padel Gelar Charity Tournament, Olahraga Jadi Aksi Nyata Kemanusiaan
Jakarta – Aksi kolaboratif yang memadukan semangat olahraga dan kepedulian sosial ditunjukkan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI. Bersama komunitas padel, BAZNAS menggelar Charity Padel Tournament bertajuk “Pulihkan Negeri Dengan Aksi”, sebagai upaya nyata membantu pemulihan wilayah terdampak bencana di Sumatra dan Aceh. Turnamen yang berlangsung di Smash Padel Jakarta, Sabtu (11/4/2026), ini menjadi magnet bagi berbagai komunitas padel. Kolaborasi ini melibatkan All in One Indonesia, Asosiasi Padel, serta komunitas Smash Padel, menciptakan energi positif yang tidak hanya kompetitif, tetapi juga penuh makna kemanusiaan. Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Ketua BAZNAS RI Zainut Tauhid Sa’adi dan Pimpinan BAZNAS RI Neyla Saida Anwar, yang memberikan dukungan langsung terhadap gerakan ini. Dalam sambutannya, Zainut menegaskan bahwa padel bukan sekadar olahraga, tetapi sarat nilai kebersamaan. “Padel mengajarkan kerja sama tim, komunikasi, dan kegembiraan. Nilai-nilai ini yang kita bawa dalam aksi sosial hari ini. Setiap langkah di lapangan adalah langkah nyata membantu saudara kita,” ujarnya. Ia menekankan, seluruh dana yang terkumpul dari turnamen ini akan disalurkan melalui BAZNAS untuk program kemanusiaan, khususnya bagi korban banjir dan longsor di Sumatra dan Aceh. “Di papan skor mungkin ada yang kalah, tapi dalam kemanusiaan kita semua pemenang,” tegasnya. Turnamen ini menyediakan hadiah Rp5 juta untuk juara pertama dan Rp2,5 juta untuk juara kedua. Namun yang menarik, seluruh hadiah tersebut didonasikan kembali melalui BAZNAS untuk mendukung program sosial. Langkah ini menjadikan kompetisi bukan sekadar ajang adu kemampuan, tetapi juga sarana berbagi yang berdampak langsung. Zainut berharap kegiatan ini bisa menjadi pemicu gerakan serupa di berbagai daerah. “Kami ingin ini menjadi virus kebaikan. Tidak hanya padel, tapi berbagai aktivitas masyarakat bisa menjadi medium berbagi,” katanya. Sementara itu, Neyla Saida Anwar menegaskan komitmen BAZNAS untuk memastikan bantuan tersalurkan secara tepat dan berkelanjutan. “Kami ingin energi olahraga ini bertransformasi menjadi energi sosial. Tidak berhenti di sini, tapi benar-benar berdampak bagi recovery Sumatra,” ungkapnya. Antusiasme juga datang dari peserta. Salah satunya Joe Arifianto dari komunitas EJ-Sporteam yang mengaku yakin berpartisipasi karena reputasi BAZNAS. “BAZNAS itu terpercaya dan tepat sasaran. Jadi kami tidak ragu untuk ikut dan berkontribusi,” katanya. Tak hanya pertandingan, acara ini juga diramaikan oleh kehadiran UMKM binaan BAZNAS yang menampilkan berbagai produk unggulan. Selain itu, tersedia Gerai Zakat yang memudahkan pengunjung menunaikan zakat, infak, dan sedekah secara langsung di lokasi.
BERITA12/04/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Transparan dan Akuntabel, UPZ Masjid Imam Bonjol Lotta Salurkan 528,5 Kg Zakat Fitrah
Transparan dan Akuntabel, UPZ Masjid Imam Bonjol Lotta Salurkan 528,5 Kg Zakat Fitrah
Minahasa – Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Masjid Imam Bonjol Desa Lotta kembali menunjukkan komitmennya dalam pengelolaan zakat yang transparan dan akuntabel pada Ramadan 1447 H/2026. Sebanyak 179 muzakki tercatat menunaikan zakat fitrah, dengan total penerima manfaat (mustahik) mencapai 65 jiwa. Dari penghimpunan tersebut, total zakat fitrah yang berhasil dikumpulkan mencapai 528,5 kilogram beras. Jumlah tersebut berasal dari zakat beras sebesar 242,5 kg serta zakat dalam bentuk uang senilai Rp3.670.000 yang telah dikonversikan menjadi 286 kg beras. Ketua UPZ Masjid Imam Bonjol, Fadl K. Afilien, menyampaikan bahwa seluruh proses pengumpulan hingga penyaluran zakat dilakukan secara amanah dan sesuai syariat. “Alhamdulillah, pengelolaan zakat tahun ini berjalan dengan baik dan lancar. Ini adalah bukti kesadaran masyarakat yang tinggi dalam menunaikan zakat serta kepercayaan kepada UPZ,” ujarnya. Selain zakat fitrah, UPZ juga menghimpun infak dan sedekah sebesar Rp340.000, dengan penggunaan operasional Rp240.000 dan sisa Rp100.000 yang akan dikelola untuk kebutuhan kemaslahatan selanjutnya. Sementara itu, Wakil Ketua IV BAZNAS Minahasa menegaskan bahwa pengelolaan zakat di tingkat UPZ harus terus didorong agar semakin profesional dan berdampak luas. “Ini adalah contoh baik pengelolaan zakat di tingkat masjid. Transparansi seperti ini penting untuk membangun kepercayaan publik dan memastikan zakat benar-benar memberi manfaat bagi mustahik,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa BAZNAS terus mendorong seluruh UPZ untuk menerapkan prinsip pengelolaan zakat berbasis 3A, yaitu aman syar’i, aman regulasi, dan aman bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia. Ke depan, diharapkan pengelolaan zakat di tingkat desa semakin optimal, sehingga zakat tidak hanya menjadi kewajiban ibadah, tetapi juga instrumen strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
BERITA09/04/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Dari Gerobak ke Omzet Rp500 Ribu/Hari, ZChicken BAZNAS Bikin Mustahik Naik Kelas di Jambi
Dari Gerobak ke Omzet Rp500 Ribu/Hari, ZChicken BAZNAS Bikin Mustahik Naik Kelas di Jambi
Jambi – Program pemberdayaan ekonomi kembali membuahkan hasil. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI melalui program ZChicken sukses mengangkat usaha kuliner milik mustahik di Kota Jambi hingga meraih omzet ratusan ribu rupiah per hari. Adalah Jubaidah, penerima manfaat program ZChicken, yang kini mampu menghasilkan sekitar Rp500 ribu per hari dari usaha ayam krispi yang ia jalankan. Tak hanya itu, berkat pendampingan berkelanjutan dari BAZNAS, usahanya kini berkembang pesat. Jubaidah tak lagi hanya menjual ayam krispi, tetapi juga menambah menu seperti bakso, bubur ayam, hingga aneka minuman untuk menarik lebih banyak pelanggan. Sekretaris Utama BAZNAS RI, Subhan Cholid, mengapresiasi capaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan Jubaidah menjadi bukti nyata bahwa zakat yang dikelola secara produktif mampu mengubah kehidupan mustahik. “Ini adalah buah dari kerja keras mustahik, dukungan muzaki, dan pembinaan yang berkelanjutan. Kami sangat bangga,” ujar Subhan dalam keterangannya, Selasa (7/4/2026). Ia menegaskan, program seperti ZChicken bukan sekadar bantuan jangka pendek, tetapi dirancang untuk mendorong kemandirian ekonomi mustahik agar bisa naik kelas, bahkan berpotensi menjadi muzaki di masa depan. “Zakat harus berdampak. Tidak hanya membantu, tetapi memberdayakan hingga mustahik bisa mandiri secara ekonomi,” tegasnya. BAZNAS pun berkomitmen untuk terus memperluas program pemberdayaan UMKM, termasuk ZChicken, agar semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaat dari dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Di sisi lain, Jubaidah mengaku bersyukur atas dukungan yang ia terima. Baginya, omzet Rp500 ribu per hari bukan sekadar angka, melainkan harapan baru bagi keluarganya. “Walaupun masih suasana Lebaran, pembeli tetap ramai. Alhamdulillah, usaha ini bisa terus berjalan dan berkembang,” ungkapnya. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada BAZNAS dan para muzaki yang telah membantu mengembangkan usahanya hingga seperti sekarang. “Bantuan ini sangat berarti. Saya berharap semakin banyak pelaku usaha kecil yang bisa merasakan manfaat seperti saya,” ujarnya. Kisah Jubaidah menjadi bukti bahwa dengan sentuhan program yang tepat, zakat mampu menjadi mesin penggerak ekonomi umat—mengubah usaha kecil menjadi sumber penghidupan yang berkelanjutan.
BERITA09/04/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Dari Mustahik ke CEO: Alumni Beasiswa BAZNAS Ini Sukses Bangun Bisnis Interior
Dari Mustahik ke CEO: Alumni Beasiswa BAZNAS Ini Sukses Bangun Bisnis Interior
Jakarta – Kabar membanggakan datang dari program pendidikan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS). Salah satu alumninya, Dio Khoirul Azhar, sukses menembus dunia bisnis dan kini menjabat sebagai CEO perusahaan interior yang ia rintis sendiri. Dio merupakan penerima Beasiswa Cendekia BAZNAS (BCB) saat menempuh pendidikan di Universitas Brawijaya. Berkat dukungan beasiswa tersebut, ia tak hanya berhasil menyelesaikan studi tepat waktu, tetapi juga mengasah kemampuan hingga akhirnya terjun ke dunia usaha. Kini, Dio dikenal sebagai founder sekaligus CEO Interiola Project, sebuah studio desain interior yang berdiri sejak 2021. Perusahaan ini melayani kebutuhan desain dan pembangunan interior rumah, kantor, hingga apartemen, dengan konsep yang mengutamakan kenyamanan dan fungsi ruang. Sekretaris Utama BAZNAS RI, Subhan Cholid, menyampaikan apresiasinya atas capaian tersebut. Ia menilai keberhasilan Dio menjadi bukti nyata bahwa zakat yang dikelola secara profesional mampu mengubah masa depan penerimanya. “Kami sangat bangga. Ini bukti bahwa zakat tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga produktif dan berdampak jangka panjang,” ujar Subhan dalam keterangan tertulis, Rabu (8/4/2026). Menurutnya, program BCB tidak sekadar memberikan bantuan biaya pendidikan. Lebih dari itu, para penerima manfaat juga dibekali pelatihan pengembangan diri dan keterampilan yang berkelanjutan. “Tujuan kami jelas, bagaimana mustahik bisa bangkit, mandiri, bahkan bertransformasi menjadi muzaki. Dan kisah Dio adalah salah satu bukti nyatanya,” tegasnya. BAZNAS pun berkomitmen memperluas jangkauan program ini agar semakin banyak generasi muda Indonesia mendapatkan akses pendidikan yang layak sekaligus peluang untuk berkembang. Sementara itu, Dio mengaku perjalanan yang ia lalui tidak lepas dari peran besar BAZNAS dalam hidupnya. Ia menyebut beasiswa tersebut menjadi titik balik yang membuka jalan menuju kesuksesan. “Alhamdulillah, saya bisa menyelesaikan studi tanpa beban finansial. Lebih dari itu, pembinaan yang diberikan benar-benar membentuk mindset dan kesiapan saya dalam membangun usaha,” ungkapnya. Kini, melalui Interiola Project, Dio tak hanya membangun bisnis, tetapi juga membuka peluang kerja dan memberi dampak bagi lingkungan sekitarnya. Kisah Dio menjadi bukti bahwa pendidikan, jika didukung dengan sistem yang tepat, mampu melahirkan generasi unggul. Dari penerima zakat, kini ia berdiri sebagai pemberi manfaat. Sebuah transformasi yang tak sekadar inspiratif, tetapi juga nyata.
BERITA09/04/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Keren! 9 Santri Sekolah Cendekia BAZNAS Lolos PTN Lewat SNBP 2026, Tembus UI hingga IPB
Keren! 9 Santri Sekolah Cendekia BAZNAS Lolos PTN Lewat SNBP 2026, Tembus UI hingga IPB
Jakarta – Kabar membanggakan datang dari dunia pendidikan berbasis zakat. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI kembali menorehkan prestasi melalui Sekolah Cendekia BAZNAS (SCB). Sebanyak sembilan santri SCB berhasil lolos ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN) melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026. Mereka diterima di sejumlah kampus ternama seperti IPB University, Universitas Indonesia, Universitas Cendrawasih, hingga Universitas Pendidikan Indonesia. Sekretaris Utama BAZNAS RI, Subhan Cholid, mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya atas capaian tersebut. “Alhamdulillah, ini menjadi awal yang baik bagi angkatan keempat. Kami berharap di jalur seleksi lainnya akan semakin banyak santri SCB yang menyusul lolos ke PTN,” ujarnya, Selasa (7/4/2026). Menurut Subhan, keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa zakat tidak hanya membantu secara sosial, tetapi juga mampu membuka akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dhuafa. “Inilah yang kami perjuangkan, bagaimana zakat bisa menjadi jalan bagi mereka untuk bersaing di tingkat nasional,” tegasnya. Ia menambahkan, SCB dirancang sebagai “kawah candradimuka” untuk mencetak generasi unggul—tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga berakhlak dan berjiwa kepemimpinan. Capaian ini juga melanjutkan tren positif tahun sebelumnya. Pada 2025, sekitar 80 persen santri SCB berhasil lolos ke PTN melalui berbagai jalur seleksi. Adapun sembilan santri yang lolos SNBP 2026 yakni: Hersyathia Safara Zahra (Biologi – IPB University) Cahaya Dewi Bahriati (Teknik dan Manajemen Lingkungan – IPB University) Keyla Bilqis Ashilah (Ilmu Keluarga dan Konsumen – IPB University) Novita Sari (Teknologi Produksi Pengembangan Masyarakat – IPB University) Zaskia Faras (Administrasi Perkantoran – Universitas Indonesia) Nur Azijah (Manajemen – Universitas Cendrawasih) Firda Sari (Akuntansi – Universitas Cendrawasih) Muhammad Fachri Yurisman (Fisika – IPB University) Ghazi Ahmad Rifai (Ilmu Ekonomi dan Keuangan Islam – Universitas Pendidikan Indonesia) Sebagai informasi, Sekolah Cendekia BAZNAS merupakan lembaga pendidikan berbasis beasiswa yang mengintegrasikan pendidikan akademik, adab islami, kewirausahaan, hingga kepemimpinan bagi anak yatim dan dhuafa. Tak hanya itu, SCB juga memiliki program tahfidz serta pendidikan jenjang SMP hingga SMA yang dirancang untuk mencetak generasi mandiri dan berdaya. Prestasi ini menjadi bukti bahwa zakat, jika dikelola dengan tepat, mampu menjadi jembatan emas bagi masa depan anak bangsa—dari keterbatasan menuju kampus impian.
BERITA08/04/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Mahasiswa Ditantang Naik Kelas: Dari Mustahik Jadi Muzaki, Ini Pesan Keras Pimpinan BAZNAS
Mahasiswa Ditantang Naik Kelas: Dari Mustahik Jadi Muzaki, Ini Pesan Keras Pimpinan BAZNAS
Kudus – Generasi muda didorong untuk mengambil peran lebih besar dalam ekosistem zakat nasional. Mokhamad Mahdum, Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI, menegaskan mahasiswa tidak boleh hanya menjadi penerima manfaat, tetapi harus bertransformasi menjadi pemberi zakat (muzaki). Pesan itu disampaikan dalam Seminar Nasional Zakat bertajuk “Peran Generasi Muda dalam Membangun Ekosistem Zakat Berkelanjutan” di UIN Sunan Kudus, Selasa (7/4/2026). “Peran mahasiswa itu cuma dua: mau jadi mustahik atau muzaki? Masa mau jadi mustahik? Hidup itu pilihan,” tegas Mahdum di hadapan peserta seminar. Menurutnya, masa depan ekonomi syariah sangat ditentukan oleh keberanian generasi muda dalam mengambil peran sebagai subjek perubahan, bukan sekadar objek bantuan. Mahdum juga membagikan refleksi spiritual yang menggugah. Ia mengaku mengubah orientasi doanya, dari sekadar target nominal menjadi visi kebermanfaatan yang lebih luas. “Dulu saya berdoa ingin bayar zakat Rp1 miliar. Sekarang saya berdoa jadi pembayar zakat terbesar di Indonesia. Karena ‘kantong Allah’ tidak terbatas,” ujarnya. Tak berhenti di situ, Mahdum menyoroti pentingnya literasi zakat di tengah masyarakat. Ia menilai masih banyak orang yang sebenarnya sudah wajib zakat, namun belum menunaikannya karena kurangnya pemahaman. “Ini tanggung jawab kita bersama. Mahasiswa harus jadi penyambung lidah, menjelaskan apa itu zakat, beda dengan infak dan sedekah,” tegasnya. Ia juga mengungkap tren positif di kalangan anak muda, di mana infak digital kini mencapai Rp9 hingga Rp10 miliar per bulan. Meski motivasinya beragam, mulai dari urusan akademik hingga pekerjaan, Mahdum melihat ini sebagai modal sosial besar untuk membangun ekosistem zakat ke depan. Sementara itu, akademisi dari LAZISNU Jawa Tengah, Aan Zainul Anwar, menekankan pentingnya profesionalisme dalam pengelolaan zakat. Ia mencontohkan keberhasilan Desa Jatisono, Demak, yang menjadi role model nasional dalam pengelolaan zakat pertanian. Di desa tersebut, potensi zakat bisa mencapai Rp300 juta per tahun dari satu entitas, berkat kesadaran kolektif dan sistem yang terorganisir. “Ada kesadaran, kekompakan, dan profesionalisme. Ekosistemnya sudah terbentuk,” jelas Aan. Dampaknya pun nyata. Para guru ngaji di desa tersebut kini mendapatkan insentif rutin dan tunjangan pangan, tidak lagi bergantung pada bantuan musiman seperti saat Ramadan. Pesan besar dari forum ini jelas: mahasiswa bukan sekadar generasi penerus, tetapi motor penggerak. Jika literasi meningkat dan kesadaran tumbuh, maka zakat bukan hanya ibadah—melainkan kekuatan ekonomi yang mampu mengubah wajah kesejahteraan umat.
BERITA08/04/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS-MUI Gaspol Pulihkan Pendidikan Pascabencana, Rp600 Juta Digelontorkan untuk Aceh hingga Sumut
BAZNAS-MUI Gaspol Pulihkan Pendidikan Pascabencana, Rp600 Juta Digelontorkan untuk Aceh hingga Sumut
Jakarta – Kolaborasi strategis kembali ditunjukkan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI). Keduanya resmi menggulirkan program “Sedekah Pendidikan” untuk membantu pemulihan korban bencana di sejumlah wilayah Sumatra. Sebagai langkah awal, dana sebesar Rp600 juta telah disalurkan MUI kepada BAZNAS untuk difokuskan pada sektor pendidikan di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara. Pimpinan BAZNAS RI, Idy Muzayyad, menegaskan dana tersebut akan dimanfaatkan secara tepat sasaran, terutama untuk membantu biaya pendidikan para penyintas serta pemulihan fasilitas sekolah yang terdampak bencana. “Fokusnya untuk biaya pendidikan korban dan sekolah-sekolah terdampak di tiga provinsi tersebut. Ini bentuk nyata kepedulian kita terhadap masa depan generasi muda,” ujar Idy di Gedung MUI, Jakarta, Selasa (7/4/2026). Ia menambahkan, kolaborasi ini semakin kuat dengan sinergi dua tim kebencanaan yang sudah berpengalaman, yakni BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) dan Muslim Disaster Rescue milik MUI. “Jika dua kekuatan ini disatukan, dampaknya akan luar biasa bagi kemaslahatan umat,” tegasnya. Tak hanya soal bantuan, kerja sama ini juga dinilai mampu memperluas jangkauan dakwah melalui aksi kemanusiaan. Idy berharap sinergi BAZNAS dan MUI dapat terus berlanjut ke berbagai program lainnya di masa depan. Sementara itu, Wakil Sekjen Bidang Bencana MUI, Mabroer, menjelaskan program “Sedekah Pendidikan” secara khusus menyasar anak-anak korban bencana dan lembaga pendidikan swasta yang kerap luput dari perhatian. Mulai dari Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), Madrasah Aliyah (MA), hingga pesantren non-negeri menjadi prioritas utama karena dinilai memiliki keterbatasan dalam proses pemulihan pascabencana. “Sekolah-sekolah swasta di daerah bencana ini seringkali tidak berdaya. Bantuan ini memang belum menyelesaikan semua masalah, tapi menjadi stimulan penting agar mereka bisa bangkit,” jelas Mabroer. Ia pun berharap kolaborasi ini dapat terus diperkuat dengan dukungan masyarakat luas, sehingga manfaatnya bisa segera dirasakan oleh para pelajar di wilayah terdampak. Langkah BAZNAS dan MUI ini menjadi bukti bahwa sinergi lembaga keumatan mampu menghadirkan solusi nyata, terutama dalam menjaga keberlangsungan pendidikan di tengah situasi krisis. Di tengah duka pascabencana, harapan itu masih ada—dan dimulai dari ruang kelas yang kembali hidup.
BERITA08/04/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Hadir di Gaza: 1.161 Warga Palestina Terima Layanan Kesehatan Gratis
BAZNAS Hadir di Gaza: 1.161 Warga Palestina Terima Layanan Kesehatan Gratis
Jakarta – Aksi kemanusiaan kembali ditunjukkan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI. Bersama Al-Salah Medical Complex, BAZNAS menghadirkan layanan kesehatan gratis bagi masyarakat di Gaza, Palestina. Program ini menjangkau sedikitnya 1.161 jiwa selama periode Maret hingga April 2026. Layanan diberikan melalui klinik medis yang beroperasi di kawasan Al-Maghazi, Gaza Tengah, dengan dukungan tenaga medis profesional di tengah keterbatasan fasilitas akibat konflik yang masih berlangsung. Sekretaris Utama BAZNAS RI, Subhan Cholid, mengatakan program ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS dalam membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat Palestina. “Alhamdulillah, layanan kesehatan gratis ini disambut dengan antusias oleh warga. Ini menjadi bukti bahwa kepedulian masyarakat Indonesia benar-benar hadir untuk saudara-saudara kita di Palestina,” ujar Subhan dalam keterangan tertulis, Rabu (8/4/2026). Layanan yang diberikan mencakup pemeriksaan kesehatan dasar seperti pengecekan tekanan darah dan gula darah, pengobatan penyakit umum seperti flu dan penyakit kulit, hingga penanganan luka serta konsultasi medis, baik dasar maupun spesialis. Program ini secara khusus menyasar masyarakat terdampak konflik, termasuk para pengungsi yang memiliki keterbatasan akses terhadap fasilitas kesehatan. Selain pemeriksaan, pasien juga mendapatkan obat-obatan secara gratis guna memastikan proses pemulihan berjalan optimal. Menurut Subhan, inisiatif ini tidak hanya berfokus pada pengobatan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga kondisi kesehatan masyarakat di tengah situasi darurat kemanusiaan. “BAZNAS akan terus berupaya menyalurkan bantuan terbaik untuk mendukung pemulihan masyarakat Palestina. Ini adalah amanah dari masyarakat Indonesia yang harus kami jaga dan salurkan dengan tepat,” tegasnya. Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus berpartisipasi dalam aksi kemanusiaan ini, baik melalui doa maupun dukungan nyata. Melalui program ini, BAZNAS kembali menegaskan perannya sebagai lembaga pengelola zakat yang tidak hanya berdampak di dalam negeri, tetapi juga aktif dalam misi kemanusiaan global. Bagi masyarakat yang ingin berkontribusi, bantuan dapat disalurkan melalui Dompet Solidaritas Palestina BAZNAS sebagai bentuk kepedulian terhadap saudara-saudara di Gaza. BSI 100.426.6893 a.n. Badan Amil Zakat Nasional Atau melalui: baznas.go.id/bantupalestina
BERITA08/04/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Waka IV BAZNAS Minahasa Buka Suara soal Isu Kepercayaan dan Dugaan Keretakan Internal
Waka IV BAZNAS Minahasa Buka Suara soal Isu Kepercayaan dan Dugaan Keretakan Internal
Minahasa – Wakil Ketua IV Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Minahasa angkat bicara terkait isu kurangnya kepercayaan masyarakat serta kabar adanya keretakan internal di tubuh lembaga tersebut. Dalam kegiatan silaturahmi dan edukasi di salah satu masjid di Kecamatan Pineleng, Waka IV menegaskan bahwa BAZNAS tetap berjalan solid dan berkomitmen menjaga profesionalitas dalam pengelolaan zakat. Menurutnya, munculnya berbagai persepsi di tengah masyarakat merupakan hal yang wajar dalam sebuah lembaga publik. Namun, hal tersebut harus dijawab dengan keterbukaan dan kerja nyata. “Kepercayaan itu tidak bisa diminta, tapi harus dibangun. Dan kami di BAZNAS Minahasa terus berupaya memperkuat sistem, transparansi, serta kualitas pelayanan kepada umat,” ujarnya. Ia juga menanggapi isu dugaan keretakan internal yang beredar di masyarakat. Waka IV menegaskan bahwa dinamika dalam organisasi adalah hal biasa, namun tidak mengganggu kinerja lembaga secara keseluruhan. “Dalam setiap lembaga pasti ada dinamika, tetapi itu bukan keretakan. Justru menjadi bagian dari proses untuk memperkuat organisasi agar lebih baik ke depan,” tegasnya. Sebagai Waka IV yang membidangi penguatan sumber daya manusia dan tata kelola kelembagaan, ia memastikan bahwa seluruh proses administrasi, koordinasi, dan sistem kerja di BAZNAS Minahasa tetap berjalan sesuai prinsip akuntabilitas. Lebih lanjut, Waka IV menekankan bahwa fokus utama BAZNAS saat ini adalah meningkatkan literasi zakat di masyarakat, sekaligus memastikan dana yang dihimpun dapat memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan umat. “Kami ingin masyarakat melihat langsung kerja-kerja BAZNAS. Karena kepercayaan itu lahir dari transparansi dan manfaat yang dirasakan,” katanya. “BAZNAS tidak dibangun oleh satu orang, tetapi oleh amanah umat. Karena itu, kami pastikan lembaga ini tetap berdiri kokoh, bekerja profesional, dan terus menjaga kepercayaan masyarakat,” pungkasnya. BAZNAS Minahasa juga membuka ruang komunikasi seluas-luasnya kepada masyarakat untuk mendapatkan informasi yang jelas dan akurat, sekaligus memperkuat sinergi dalam pengelolaan zakat di daerah.
BERITA08/04/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
MR D.I.Y. Indonesia Salurkan Bantuan Rp378 Juta Lewat BAZNAS, Sasar 1.000 Keluarga Rentan
MR D.I.Y. Indonesia Salurkan Bantuan Rp378 Juta Lewat BAZNAS, Sasar 1.000 Keluarga Rentan
Jakarta – Aksi kepedulian kembali ditunjukkan dunia usaha. MR D.I.Y. Indonesia menyalurkan bantuan natura senilai Rp378 juta melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI untuk membantu masyarakat prasejahtera. Bantuan senilai Rp378.540.000 tersebut diserahkan secara simbolis oleh perwakilan MR D.I.Y. Indonesia, Rio Indra Gunawan, kepada Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid di Gedung BAZNAS RI, Jakarta. Ketua BAZNAS RI, Sodik Mudjahid, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan MR D.I.Y. Indonesia dalam menyalurkan bantuan kepada masyarakat melalui lembaganya. “Kolaborasi ini merupakan langkah luar biasa yang akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat yang membutuhkan,” ujar Sodik, Senin (6/4/2026). Ia menegaskan, BAZNAS akan menyalurkan bantuan tersebut secara transparan dan tepat sasaran dengan mengedepankan prinsip 3A: aman syar’i, aman regulasi, dan aman bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia. Menurutnya, bantuan ini sangat relevan di tengah kondisi ekonomi yang menantang, di mana banyak masyarakat rentan—terutama pekerja informal dengan penghasilan tidak menentu—membutuhkan dukungan nyata. “Kami ingin memastikan mereka tidak merasa sendirian menghadapi situasi sulit ini,” tegasnya. Bantuan yang diberikan berupa paket perlengkapan rumah tangga yang akan disalurkan kepada 1.000 penerima manfaat, khususnya keluarga prasejahtera dan pekerja rentan. CFO MR D.I.Y. Indonesia, Rika Juniaty Tanzil, menjelaskan bantuan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung kesejahteraan masyarakat. “Sebanyak 1.000 paket akan didistribusikan kepada pekerja rentan dan keluarga prasejahtera agar dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar mereka,” ujarnya. Ia berharap, kolaborasi antara MR D.I.Y. Indonesia dan BAZNAS RI dapat terus berlanjut dan memberikan dampak yang lebih luas di masa mendatang. “Semoga bantuan ini bisa memberikan manfaat nyata dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya. Kolaborasi ini menjadi bukti bahwa sinergi antara dunia usaha dan lembaga filantropi mampu menghadirkan solusi konkret bagi masyarakat—menguatkan solidaritas sosial di tengah tantangan ekonomi yang kian kompleks.
BERITA07/04/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
   BCA Syariah Gandeng BAZNAS, Kini Bayar Zakat Bisa Langsung dari Aplikasi BSya
  BCA Syariah Gandeng BAZNAS, Kini Bayar Zakat Bisa Langsung dari Aplikasi BSya
Jakarta – Inovasi digital di sektor keuangan syariah terus berkembang. BCA Syariah resmi menggandeng Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI untuk memperkuat penyaluran zakat sekaligus mempermudah masyarakat dalam berinfak dan bersedekah secara digital. Kolaborasi ini ditandai dengan penyerahan zakat nasabah dan infak perusahaan kepada BAZNAS, serta peluncuran fitur Donasi (Zakat, Infak, Sedekah/ZIS) di aplikasi mobile banking BSya by BCA Syariah. Presiden Direktur BCA Syariah, Yuli Melati Suryaningrum, mengatakan zakat, infak, dan sedekah bukan sekadar ibadah, tetapi juga instrumen penting dalam membangun kekuatan ekonomi umat. “Melalui kolaborasi ini, kami ingin mendekatkan masyarakat pada penghimpunan dana sosial yang memberikan dampak nyata bagi para mustahik,” ujar Yuli, Senin (6/4/2026). Ia menjelaskan, kerja sama BCA Syariah dan BAZNAS telah berjalan konsisten. Hingga 2025, kolaborasi ini tercatat telah menjangkau 82 mustahik pelaku usaha mikro yang mendapatkan dukungan untuk mengembangkan usaha mereka. Kini, melalui fitur Donasi di aplikasi BSya, masyarakat dapat menunaikan zakat, infak, dan sedekah dengan lebih mudah, aman, dan praktis—langsung dari genggaman. Ketua BAZNAS RI, Sodik Mudjahid, menyambut baik inovasi tersebut. Ia menilai digitalisasi menjadi kunci dalam mengoptimalkan penghimpunan zakat nasional. “Ini inovasi layanan yang luar biasa. Masyarakat kini semakin mudah membayar zakat, infak, dan sedekah langsung dari mobile banking,” ujarnya. Menurutnya, kemudahan akses ini diharapkan mampu meningkatkan partisipasi masyarakat dalam berzakat sekaligus mempercepat penyaluran manfaat kepada mustahik. BCA Syariah pun menegaskan komitmennya untuk terus menjadi “sahabat berkah” bagi nasabah, dengan menghadirkan layanan yang tidak hanya memudahkan transaksi, tetapi juga memperluas peluang berbagi kebaikan. Dengan hadirnya fitur ZIS digital ini, potensi zakat di Indonesia diharapkan dapat tergali lebih optimal—menghubungkan teknologi, keimanan, dan kepedulian sosial dalam satu ekosistem yang terintegrasi.
BERITA07/04/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Minahasa.

Lihat Daftar Rekening →