Berita Terbaru
Prabowo, Gibran, dan Kabinet Merah Putih Tunaikan Zakat di Istana, Dana Terkumpul Rp3,8 Miliar
Jakarta – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka serta jajaran Kabinet Merah Putih menunaikan zakat melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI dalam kegiatan Zakat Istana 2026 bertajuk “Zakat Menguatkan Indonesia” di Istana Negara, Jumat (13/3/2026).
Momentum penunaian zakat tersebut berlangsung bersamaan dengan rangkaian sidang kabinet paripurna. Sejumlah pejabat negara hadir dalam kegiatan tersebut, mulai dari para menteri, wakil menteri, kepala badan, penasihat khusus presiden, hingga asisten khusus presiden.
Penyerahan zakat Presiden Prabowo diterima langsung oleh Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid. Sebagai bagian dari tugas amil, Sodik juga memanjatkan doa bagi para muzaki yang menunaikan zakatnya.
Dari pelayanan Konter Zakat Istana pada hari tersebut, tercatat dana zakat yang terhimpun mencapai lebih dari Rp3,8 miliar dari 111 muzaki yang berasal dari jajaran pejabat negara.
Presiden Prabowo menegaskan pentingnya peran BAZNAS dalam memperkuat sistem ekonomi umat di Indonesia.
“Kita juga hari ini telah memberi contoh dengan kita memberikan zakat dan ini menunjukkan lagi peran yang sangat penting dari BAZNAS,” ujar Prabowo saat membuka sidang kabinet paripurna, sesaat setelah menunaikan zakat bersama para menteri.
Prabowo juga menyoroti perlunya konsolidasi dan penguatan lembaga zakat serta lembaga ekonomi keagamaan di Indonesia.
“BAZNAS, lembaga keuangan dan ekonomi dari semua organisasi keagamaan di Indonesia harus kita koordinasikan, kita konsolidasikan, dan kita tingkatkan kemampuannya dengan segala teknologi yang sudah ada supaya potensi ekonomi bangsa kita bisa kita kerahkan secara berarti, efisien, dan efektif,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya Zakat Istana yang dinilai menjadi momentum penting untuk memperkuat gerakan zakat nasional.
“Alhamdulillah hari ini, pada hari ke-23 Ramadan, kami seluruh jajaran BAZNAS menerima secara simbolis pembayaran zakat dari Bapak Presiden, Bapak Wakil Presiden, serta seluruh jajaran kabinet. Hal ini memberikan nilai yang sangat luar biasa bagi kami,” ujar Sodik.
Ia menjelaskan, pada Ramadan 2026 BAZNAS RI menargetkan penghimpunan zakat sebesar Rp515 miliar, sebagai bagian dari target tahunan BAZNAS RI yang mencapai Rp1,4 triliun. Sementara secara nasional, target pengelolaan zakat tahun ini diperkirakan mencapai Rp66 triliun.
Menurutnya, selama Ramadan 2026 penghimpunan zakat secara nasional diproyeksikan dapat mencapai Rp6 triliun, yang dihimpun melalui sekitar 760 lembaga pengelola zakat yang terdiri dari BAZNAS dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) di seluruh Indonesia.
Sodik berharap keteladanan Presiden dan Wakil Presiden dalam menunaikan zakat melalui BAZNAS dapat menginspirasi para pejabat negara, pelaku usaha, hingga masyarakat luas untuk semakin aktif menunaikan zakat, infak, dan sedekah.
“Zakat menolong umat, dan zakat juga menjadi penolong kita di akhirat. Kami siap, BAZNAS siap, untuk menerima dan menyalurkan zakat kepada para mustahik sesuai prinsip amanah dan ketentuan syariat,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut turut hadir Wakil Ketua BAZNAS RI Zainut Tauhid Sa'adi bersama jajaran pimpinan BAZNAS RI lainnya, yakni Rizaludin Kurniawan, Saidah Sakwan, Ending Syarifuddin, Idy Muzayyad, Mokhamad Mahdum, Neyla Saida Anwar, Abu Rokhmad, Agus Fatoni, serta Mochamad Agus Rofiudin.
Hadir pula Deputi I BAZNAS RI Bidang Pengumpulan Arifin Purwakananta serta Deputi II BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Imdadun Rahmat.
Bagi BAZNAS di berbagai daerah, termasuk BAZNAS Kabupaten Minahasa, momentum ini menjadi inspirasi untuk terus meningkatkan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menunaikan zakat melalui lembaga resmi agar penyalurannya lebih tepat sasaran dan berdampak luas.
Momentum Zakat Istana ini menjadi simbol kuat bahwa zakat tidak hanya sebagai kewajiban ibadah, tetapi juga sebagai instrumen penting dalam memperkuat solidaritas sosial, mengentaskan kemiskinan, serta membangun kesejahteraan umat di Indonesia
BERITA13/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani Tunaikan Zakat di BAZNAS, Jadi Teladan bagi ASN dan Masyarakat
Surakarta – Di tengah padatnya agenda pemerintahan, Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, menyempatkan diri menunaikan kewajiban zakat melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Surakarta, Jumat (13/3/2026).
Astrid mendatangi langsung Kantor BAZNAS Kota Surakarta yang berlokasi di Jalan Dr. Muwardi No. 52, kawasan Kota Barat. Kehadirannya menjadi momentum penting dalam memperkuat gerakan zakat di Kota Solo, sekaligus memberi contoh nyata bagi masyarakat.
Penunaian zakat ini bertepatan dengan suasana bulan suci Ramadan, di mana umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amal kebaikan, termasuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah.
Sebagai seorang muslimah sekaligus pemimpin daerah, Astrid dinilai telah memberikan keteladanan bagi para muzaki atau pembayar zakat di Surakarta. Sosok yang juga pernah menjabat sebagai rektor di salah satu perguruan tinggi swasta itu menunjukkan bahwa kesibukan sebagai pejabat publik tidak menjadi penghalang untuk menjalankan kewajiban ibadah.
Zakat yang ditunaikan oleh Astrid diterima oleh Ketua BAZNAS Kota Surakarta Mohammad Qoyim melalui Wakil Ketua I Bidang Fundraising Bambang Mintosih.
Penyerahan tersebut turut disaksikan jajaran pimpinan BAZNAS Kota Surakarta lainnya, yakni Wakil Ketua II Anwar Waka, Wakil Ketua III Almunawar, serta Wakil Ketua IV Indriyani Dian.
Pimpinan BAZNAS berharap langkah Wakil Wali Kota Surakarta tersebut dapat menjadi inspirasi bagi berbagai kalangan untuk menunaikan zakat melalui lembaga resmi.
“Keteladanan dari pemimpin daerah ini diharapkan mampu memotivasi para ASN, TNI, Polri, tokoh masyarakat, hingga masyarakat umum untuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Surakarta,” ujar perwakilan BAZNAS dalam kesempatan tersebut.
Sebelumnya, Wali Kota Surakarta juga telah menunaikan zakat melalui BAZNAS. Kehadiran para pemimpin daerah dalam gerakan zakat ini diharapkan dapat memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan zakat yang amanah dan profesional.
Melalui penghimpunan zakat yang optimal, BAZNAS Kota Surakarta terus berupaya menyalurkan bantuan kepada para mustahik serta menjalankan berbagai program pemberdayaan ekonomi umat.
Momentum ini sekaligus menegaskan bahwa zakat bukan hanya ibadah personal, tetapi juga kekuatan sosial yang mampu memperkuat solidaritas dan membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
BERITA13/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Program ‘Jimat Ramadhan’ Dongkrak Zakat ASN Demak, Tembus Rp459 Juta untuk Dhuafa dan Disabilitas
Demak – Momentum Ramadan 1447 H di Demak ditutup dengan catatan manis kepedulian sosial. Melalui program unggulan “Jimat Ramadhan” (Pengajian Jum’at Ramadhan), pengumpulan zakat fitrah dari Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Demak bersama masyarakat umum berhasil mencatat lonjakan signifikan.
Dana zakat yang terhimpun tahun ini mencapai Rp459 juta, sebuah angka yang menunjukkan meningkatnya kesadaran dan kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan zakat melalui Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Demak.
Bupati Demak Eistianah mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya atas semangat solidaritas yang ditunjukkan oleh para ASN serta masyarakat. Ia menilai peningkatan zakat fitrah ini menjadi bukti nyata kepedulian aparatur negara terhadap masyarakat yang membutuhkan.
“Alhamdulillah, melalui semangat Jimat Ramadhan, zakat fitrah ASN Demak tahun ini meningkat tajam hingga mencapai Rp459 juta. Saya sangat mengapresiasi keikhlasan seluruh ASN,” ujar Eistianah, Jumat (13/3/2026).
Menurutnya, dana zakat yang terkumpul bukan sekadar angka, melainkan harapan bagi masyarakat yang berada dalam kondisi rentan agar dapat merasakan kebahagiaan menjelang Hari Raya Idulfitri.
“Dana ini adalah harapan bagi saudara-saudara kita, terutama kaum dhuafa dan penyandang disabilitas, agar mereka dapat merayakan hari raya dengan layak dan penuh kegembiraan,” tambahnya.
Seluruh dana zakat fitrah tersebut dikelola secara profesional oleh BAZNAS Kabupaten Demak untuk disalurkan kepada para mustahik. Ketua BAZNAS Demak Bambang Soesetiarto memastikan pendistribusian dilakukan secara tepat sasaran dan inklusif.
Menurut Bambang, penyaluran zakat tahun ini tidak hanya menyasar kaum dhuafa, tetapi juga memberikan perhatian khusus kepada penyandang disabilitas di wilayah yang dikenal sebagai Kota Wali tersebut.
“Kami di BAZNAS Demak berkomitmen menjaga amanah ini dengan prinsip 3 Aman: Aman Syar’i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI,” tegas Bambang.
Ia memastikan dana zakat sebesar Rp459 juta itu segera disalurkan kepada masyarakat yang berhak sebelum pelaksanaan salat Idulfitri.
“Selain dhuafa, fokus penyaluran kami tahun ini juga menyasar kawan-kawan disabilitas agar manfaat zakat benar-benar dirasakan secara merata,” lanjutnya.
Keberhasilan penghimpunan zakat melalui program Jimat Ramadhan dinilai menjadi contoh kuat sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga pengelola zakat.
Kolaborasi antara Pemkab Demak dan BAZNAS ini diharapkan terus berlanjut untuk mengoptimalkan potensi zakat sebagai instrumen jaring pengaman sosial bagi masyarakat.
Dengan pengelolaan yang transparan dan inovatif, zakat fitrah tidak hanya menjadi kewajiban ibadah, tetapi juga kekuatan sosial yang mampu menghadirkan kesejahteraan serta senyum kebahagiaan bagi masyarakat Demak menjelang Hari Raya Idulfitri.
BERITA13/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
UPZ Kemenag Rokan Hilir Setor Zakat Maal Rp74 Juta ke BAZNAS
Rokan Hilir – Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kementerian Agama Kabupaten Rokan Hilir menyalurkan zakat maal sebesar Rp74.339.050 kepada Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Rokan Hilir untuk periode Maret 2026. Penyerahan dana zakat tersebut dilakukan di Kantor BAZNAS Rokan Hilir di Bagansiapiapi, Selasa, 11 Maret 2026.
Dana zakat diserahkan langsung oleh Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kementerian Agama Rokan Hilir, Adi Candra, dan diterima oleh Ketua BAZNAS Rokan Hilir, Jefrizal.
Adi Candra mengatakan penyaluran zakat melalui lembaga resmi merupakan bagian dari komitmen Kementerian Agama untuk mendukung tata kelola zakat yang profesional dan akuntabel. Menurut dia, pengelolaan zakat yang terorganisasi akan memudahkan distribusi bantuan kepada masyarakat yang berhak menerimanya.
“Penyaluran zakat melalui BAZNAS merupakan bentuk dukungan kami terhadap pengelolaan zakat yang resmi, transparan, dan sesuai dengan prinsip syariat serta regulasi negara,” kata Adi Candra.
Ketua BAZNAS Rokan Hilir, Jefrizal, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan oleh UPZ Kementerian Agama Rokan Hilir. Ia menilai sinergi antara lembaga pemerintah dan BAZNAS merupakan langkah penting untuk memperkuat penghimpunan zakat di daerah.
“BAZNAS Rokan Hilir mengucapkan terima kasih kepada UPZ Kementerian Agama atas kepercayaan yang diberikan. Semoga zakat yang telah disalurkan ini menjadi amal ibadah yang diterima oleh Allah SWT dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat yang membutuhkan,” ujar Jefrizal.
Menurut dia, dana zakat yang dihimpun akan disalurkan kepada para mustahik melalui berbagai program BAZNAS di tingkat daerah. Program tersebut mencakup bantuan sosial, pemberdayaan ekonomi, pendidikan, serta kegiatan keagamaan.
Jefrizal menambahkan bahwa pengelolaan zakat tidak hanya berorientasi pada bantuan konsumtif, tetapi juga diarahkan untuk meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat melalui program pemberdayaan.
BAZNAS Rokan Hilir juga mengajak masyarakat, instansi pemerintah, dan perusahaan di daerah tersebut untuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS. Dengan pengelolaan yang terintegrasi dan transparan, dana zakat diharapkan dapat memberikan dampak yang lebih luas bagi peningkatan kesejahteraan umat.
BERITA11/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Pedagang Desa Pagutan Setor Zakat Rp11,8 Juta ke BAZNAS Lombok Tengah
Lombok Tengah – Para pedagang di Desa Pagutan, Kabupaten Lombok Tengah menunjukkan komitmen menunaikan kewajiban zakat melalui lembaga resmi. Melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Desa Pagutan, mereka menyalurkan zakat sebesar Rp11,8 juta kepada Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lombok Tengah.
Penyerahan dana zakat itu dilakukan oleh perwakilan UPZ Desa Pagutan kepada tim pengumpulan BAZNAS Lombok Tengah yang diwakili oleh Halid Iswadi. Dana tersebut merupakan hasil pengumpulan zakat dari para pedagang kecil di desa setempat.
Perwakilan UPZ Desa Pagutan mengatakan para pedagang sepakat menyalurkan zakat melalui lembaga resmi agar pengelolaannya lebih amanah dan manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat luas.
“Zakat ini merupakan titipan dari para pedagang yang ingin membersihkan harta mereka sekaligus berharap keberkahan. Kami mempercayakan penyalurannya melalui BAZNAS agar manfaatnya dapat menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.
Langkah kolektif para pedagang ini dinilai mencerminkan meningkatnya kesadaran pelaku usaha mikro di tingkat desa terhadap pentingnya pengelolaan zakat secara terorganisasi. Selain sebagai kewajiban keagamaan, zakat juga dipandang sebagai instrumen sosial yang berperan dalam membantu masyarakat kurang mampu.
Pihak Badan Amil Zakat Nasional Lombok Tengah menjelaskan bahwa zakat yang dihimpun akan dikelola secara profesional sesuai dengan prinsip syariat Islam serta ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Lembaga tersebut juga memiliki basis data mustahik sehingga penyaluran bantuan dapat dilakukan secara terarah dan tepat sasaran.
Menurut perwakilan BAZNAS Lombok Tengah, kolaborasi antara pelaku usaha kecil di desa dengan lembaga pengelola zakat merupakan contoh nyata bagaimana sektor ekonomi akar rumput dapat berkontribusi dalam penguatan solidaritas sosial.
“Zakat yang dihimpun dari masyarakat akan kembali kepada masyarakat. Dengan pengelolaan yang terarah, setiap rupiah yang disalurkan diharapkan mampu membantu mereka yang membutuhkan sekaligus mengurangi kesenjangan sosial,” kata perwakilan BAZNAS.
BAZNAS Lombok Tengah juga menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan para pedagang Desa Pagutan. Mereka berharap langkah ini dapat menjadi contoh bagi masyarakat lain untuk menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi.
Melalui pengelolaan yang transparan dan akuntabel, zakat diharapkan tidak hanya menjadi ibadah individual, tetapi juga menjadi instrumen pemberdayaan sosial yang mampu memperkuat kesejahteraan umat.
BERITA11/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Rokan Hilir Santuni 19 Muallaf di Ramadan, Perkuat Pembinaan Keislaman
Rokan Hilir – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Rokan Hilir kembali menunjukkan kepeduliannya kepada para muallaf. Bekerja sama dengan Muallaf Center Bagan Batu, BAZNAS menyalurkan santunan kepada 19 orang muallaf di Kecamatan Bagan Sinembah pada momentum Ramadan 1447 Hijriah.
Penyaluran bantuan tersebut dilakukan di Masjid Raya An-Nur Bagan Batu, Rabu (11/3/2026). Bantuan diserahkan langsung oleh Pembina Muallaf Center Bagan Batu, Usman Simatupang, yang akrab disapa UUS.
UUS menyampaikan apresiasi kepada Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Rokan Hilir yang terus menunjukkan perhatian kepada para muallaf, khususnya di bulan suci Ramadan.
“Terima kasih kepada pimpinan dan pengurus BAZNAS Rokan Hilir atas kepedulian kepada para muallaf. Semoga BAZNAS semakin bermanfaat bagi umat dan penyaluran bantuannya semakin tepat sasaran,” ujar UUS.
Ia menjelaskan, santunan yang disalurkan tahun ini berjumlah Rp19 juta dan diberikan kepada 19 orang muallaf yang berada di wilayah Kecamatan Bagan Sinembah.
Menurut UUS, Muallaf Center Bagan Batu merupakan lembaga binaan Yayasan Darul Amal Ummah Riau yang fokus melakukan pembinaan dan pendampingan terhadap para muallaf. Sejak 2024 hingga 2026, lembaga tersebut telah membina 19 orang yang memeluk agama Islam.
“Sebagian besar muallaf yang dibina adalah perempuan, baik dari kalangan janda maupun gadis,” katanya.
Ia menambahkan, selain bantuan santunan, para muallaf juga mendapatkan pembinaan dan bimbingan keagamaan secara berkelanjutan agar semakin mantap menjalani kehidupan sebagai Muslim.
“Semoga bantuan ini menjadi motivasi bagi para muallaf untuk terus belajar dan memperdalam pemahaman tentang ajaran Islam,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Rokan Hilir, Jefrizal, menegaskan bahwa muallaf merupakan bagian dari umat yang perlu mendapatkan perhatian dan pendampingan agar semakin kuat dalam menjalankan ajaran Islam.
Menurutnya, BAZNAS memiliki komitmen untuk terus hadir membantu masyarakat yang membutuhkan, termasuk para muallaf yang kerap menghadapi berbagai tantangan setelah memeluk Islam.
“Melalui program ini, kami berharap para muallaf merasakan dukungan dari umat Islam. Bantuan ini bukan sekadar santunan, tetapi bentuk kepedulian agar mereka semakin mantap menjalankan ajaran Islam,” kata Jefrizal.
Ia juga mengapresiasi peran Muallaf Center Bagan Batu yang secara konsisten melakukan pembinaan terhadap para muallaf di wilayah tersebut.
“Kami sangat mengapresiasi Muallaf Center Bagan Batu yang terus aktif melakukan pendampingan keagamaan. Semoga sinergi ini terus berlanjut sehingga semakin banyak muallaf yang mendapatkan pembinaan dan perhatian,” ujarnya.
Melalui program ini, BAZNAS Rokan Hilir berharap para muallaf semakin termotivasi untuk memperdalam ilmu agama serta menjalani kehidupan yang lebih baik dalam naungan ajaran Islam.
BERITA11/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Salurkan 4.050 Porsi Hidangan Ramadan untuk Penyintas Bencana Aceh dan Sumut
Jakarta – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bergerak cepat membantu para penyintas bencana di wilayah Aceh dan Sumatra Utara selama bulan suci Ramadan. Melalui program Hidangan Berkah Ramadan, BAZNAS menyalurkan sedikitnya 4.050 porsi makanan siap saji bagi warga terdampak bencana hingga Rabu (11/3/2026).
Program kemanusiaan ini digelar untuk memastikan masyarakat yang tengah menghadapi ujian bencana tetap dapat menjalankan ibadah puasa dengan layak dan penuh ketenangan.
Sekretaris Utama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI, Subhan Cholid, mengatakan bantuan tersebut diprioritaskan untuk wilayah yang mengalami dampak bencana cukup berat, termasuk kawasan hunian tetap bagi warga yang kehilangan tempat tinggal.
“Di momen Ramadan ini kami ingin memastikan saudara-saudara kita di lokasi bencana tidak merasa sendirian. Melalui Hidangan Berkah Ramadan, BAZNAS berupaya menghadirkan kehangatan sekaligus memastikan kebutuhan gizi mereka terpenuhi untuk berbuka dan sahur,” ujar Subhan dalam keterangan tertulis di Jakarta.
Menurutnya, distribusi bantuan di Provinsi Aceh menjangkau beberapa wilayah terdampak, antara lain Kabupaten Pidie Jaya, Aceh Timur, dan Aceh Utara. Ribuan porsi makanan siap saji tersebut dibagikan langsung kepada warga penyintas di titik-titik pengungsian.
Sementara di Provinsi Sumatra Utara, BAZNAS memusatkan penyaluran bantuan di kawasan Hunian Tetap (Huntap) BAZNAS yang berada di Desa Aek Latong, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan.
“Total hingga hari ini sudah mencapai 4.050 porsi yang tersalurkan di dua provinsi tersebut. Penyaluran di Huntap Aek Latong menjadi prioritas karena wilayah ini menampung banyak warga yang kehilangan rumah akibat bencana,” jelas Subhan.
Ia menambahkan, ketersediaan pangan siap saji sangat penting bagi para penyintas, terutama selama Ramadan ketika mereka harus tetap menjalankan ibadah puasa di tengah keterbatasan.
BAZNAS juga memastikan program Hidangan Berkah Ramadan akan terus diperluas seiring perkembangan situasi di berbagai daerah yang terdampak bencana.
Subhan turut mengajak masyarakat dan para muzaki untuk terus mendukung program kemanusiaan ini melalui zakat, infak, dan sedekah yang ditunaikan melalui BAZNAS.
“Zakat Menguatkan Indonesia bukan sekadar slogan. Setiap zakat dan sedekah yang dititipkan melalui BAZNAS mampu menghadirkan harapan bagi para penyintas bencana agar tetap tangguh menjalani Ramadan,” tutupnya.
BERITA11/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Minahasa Sambut Kepemimpinan Baru BAZNAS RI, Optimistis Perkuat Pengelolaan Zakat di Daerah Minoritas
Minahasa – Jajaran pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Minahasa menyampaikan ucapan selamat atas penyerahan Surat Keputusan (SK) Presiden kepada pimpinan BAZNAS RI masa jabatan 2026–2031 yang diserahkan oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar di Jakarta, Selasa (10/3/2026).
Penyerahan SK ini menandai dimulainya kepemimpinan baru BAZNAS RI di bawah Ketua Dikdik Sodik Mujahid bersama jajaran pimpinan lainnya, yakni: Zainut Tauhid Saadi (wakil ketua), Rizaludin Kurniawan, Saidah Sakwan, Syarifuddin, Idy Muzayyad, Mokhamad Mahdum, Neyla Saida Anwar, Abu Rokhmad, Fatoni, dan Mochamad Agus Rofiudin.
Kepemimpinan baru ini diharapkan mampu memperkuat tata kelola zakat nasional sekaligus memperluas dampak program pemberdayaan umat di seluruh Indonesia.
Menanggapi momentum tersebut, BAZNAS Minahasa menyampaikan dukungan dan harapan agar kepemimpinan baru BAZNAS RI terus mendorong penguatan kelembagaan zakat hingga ke daerah dengan karakteristik sosial yang beragam, termasuk wilayah minoritas seperti Kabupaten Minahasa.
Pimpinan BAZNAS Minahasa menegaskan bahwa pengelolaan zakat di daerah minoritas memiliki dinamika tersendiri sehingga diperlukan strategi berkelanjutan melalui edukasi, literasi zakat, dan penguatan kepercayaan masyarakat.
“Kami pimpinan BAZNAS Kabupaten Minahasa mengucapkan selamat dan sukses kepada seluruh pimpinan BAZNAS RI periode 2026–2031. Semoga amanah ini dapat membawa kemajuan besar dalam penguatan pengelolaan zakat nasional dan mempererat sinergi hingga ke daerah seperti Minahasa yang memiliki keragaman sosial dan budaya,” ujarnya.
Saat ini, BAZNAS Minahasa terus menggencarkan publikasi, sosialisasi, dan edukasi zakat melalui berbagai kanal komunikasi, termasuk media resmi BAZNAS Minahasa. Langkah ini dilakukan untuk membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya zakat sebagai instrumen kesejahteraan umat.
“Walaupun saat ini penghimpunan dan pendistribusian masih dalam tahap penguatan, kami tetap optimistis bahwa ke depan potensi zakat di Minahasa dapat berkembang lebih baik,” tambahnya.
BAZNAS Minahasa juga terus mendorong pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di masjid, lembaga pendidikan, serta instansi sebagai bagian dari upaya memperluas jangkauan gerakan zakat di daerah.
Penguatan pendampingan dan pembinaan dari BAZNAS RI menjadi salah satu faktor penting dalam memperkuat tata kelola zakat di daerah. Dukungan ini diharapkan meningkatkan kapasitas kelembagaan, memperluas jangkauan program, dan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan zakat yang profesional dan transparan.
Momentum kepemimpinan baru ini menjadi penguat komitmen BAZNAS Minahasa untuk menghadirkan pengelolaan zakat yang amanah, profesional, dan berdampak. Meski berada di daerah dengan keragaman sosial tinggi, BAZNAS Minahasa optimistis bahwa melalui edukasi konsisten, penguatan kepercayaan masyarakat, dan sinergi dengan berbagai pihak, potensi zakat dapat terus tumbuh dan menjadi kekuatan besar membantu masyarakat yang membutuhkan.
Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial, zakat diharapkan tidak hanya menjadi kewajiban ibadah, tetapi juga menjadi gerakan kebaikan yang memperkuat solidaritas, menumbuhkan harapan, dan membangun kesejahteraan umat secara berkelanjutan.
BERITA10/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Ramadan dan Integritas Bangsa: Ketua PA Tondano Ingatkan ASN Dengarkan Ulama, BAZNAS Ajak Perkuat Kepedulian Zakat
Tondano – Bulan suci Ramadan menjadi momentum penting untuk memperkuat integritas, memperdalam nilai spiritual, serta menumbuhkan kepedulian sosial di tengah kehidupan bermasyarakat. Pesan tersebut mengemuka dalam kegiatan buka puasa bersama keluarga besar Pengadilan Agama Tondano di Mushola Al Mushlih PA Tondano, Selasa (10/3/2026).
Kegiatan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan ini dihadiri oleh seluruh aparatur sipil negara (ASN), PPPK, serta tenaga outsourcing di lingkungan Pengadilan Agama Tondano. Turut hadir pula pimpinan Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Minahasa sebagai bagian dari sinergi kelembagaan dalam memperkuat nilai-nilai keumatan di bulan Ramadan.
Dalam tausiyahnya, Ketua Pengadilan Agama Tondano, Algazali Mus, SH.I, M.H, menekankan pentingnya sikap rendah hati bagi para pemimpin maupun aparatur negara untuk selalu membuka diri terhadap nasihat para alim ulama.
Menurutnya, seorang pemimpin tidak boleh merasa dirinya paling benar, sebab setiap manusia memiliki keterbatasan dalam menilai dirinya sendiri.
“Sering kali kita tidak mengetahui di mana letak kekurangan kita jika tidak ada yang berani menasihati kita. Karena itu, kita perlu banyak mendengarkan nasihat para alim ulama agar kita tetap berada di jalan yang benar,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan sebuah pesan hikmah agar masyarakat tidak menilai kebenaran dari siapa yang menyampaikan, tetapi dari isi pesan yang disampaikan.
“Lihatlah apa yang disampaikan, jangan melihat siapa yang menyampaikannya. Kebenaran tetaplah kebenaran meskipun datang dari siapa pun,” tambahnya.
Algazali Mus juga mengajak seluruh hadirin untuk menjadikan Ramadan sebagai momentum muhasabah, yakni refleksi diri untuk menilai kembali perjalanan hidup serta memikirkan warisan kebaikan yang akan ditinggalkan bagi masyarakat.
“Suatu saat kita semua akan meninggalkan dunia ini. Yang akan dikenang bukan jabatan atau kedudukan kita, tetapi kebaikan yang pernah kita lakukan untuk orang lain,” ungkapnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Pengadilan Agama Tondano, Husnul Ma'Arif, SH.I, MH menegaskan bahwa Ramadan merupakan momentum untuk memperkuat nilai integritas dalam kehidupan pribadi maupun dalam menjalankan amanah sebagai aparatur negara.
Menurutnya, integritas sejatinya merupakan nilai yang telah diajarkan dalam agama dan harus terus dijaga melalui pengendalian diri, kejujuran, serta kesadaran spiritual.
“Integritas sebenarnya sudah ada dalam diri setiap orang. Namun di bulan Ramadan kita diajak untuk kembali menguatkannya melalui pengendalian diri, kejujuran, dan kesadaran bahwa setiap perbuatan kita selalu berada dalam pengawasan Allah SWT,” jelasnya.
Ia juga mengajak seluruh keluarga besar Pengadilan Agama Tondano untuk menjadikan Ramadan sebagai momentum mempererat silaturahmi dan memperkuat kebersamaan dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.
Pada kesempatan yang lain, Pimpinanan Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Minahasa, menyampaikan bahwa Ramadan tidak hanya menjadi momentum peningkatan ibadah spiritual, tetapi juga momentum memperkuat kepedulian sosial melalui zakat, infak, dan sedekah.
Menurutnya, zakat memiliki peran strategis dalam menghadirkan keadilan sosial serta membantu masyarakat yang membutuhkan.
“Ramadan mengajarkan kita bahwa ibadah tidak hanya hubungan dengan Allah SWT, tetapi juga kepedulian terhadap sesama. Melalui zakat, infak, dan sedekah yang dikelola secara amanah oleh BAZNAS, kita dapat membantu menghadirkan keadilan sosial dan meringankan beban saudara-saudara kita yang membutuhkan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa penguatan nilai integritas yang disampaikan dalam tausiyah tersebut sejalan dengan prinsip pengelolaan zakat yang mengedepankan transparansi, amanah, serta kebermanfaatan bagi umat.
“Ketika integritas spiritual bertemu dengan kepedulian sosial, maka zakat akan menjadi kekuatan besar untuk menghadirkan kesejahteraan dan harapan bagi masyarakat,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia mengajak seluruh masyarakat, khususnya para ASN, untuk menjadikan Ramadan sebagai momentum menunaikan zakat melalui lembaga resmi negara agar penyalurannya lebih tepat sasaran dan memberikan dampak sosial yang lebih luas.
Kegiatan kemudian ditutup dengan buka puasa bersama yang berlangsung dalam suasana kekeluargaan, dilanjutkan dengan salat Magrib berjamaah yang dipimpin langsung oleh Ketua Pengadilan Agama Tondano, Algazali Mus.
Momentum kebersamaan ini diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial Ramadan semata, tetapi juga menjadi pengingat bahwa nilai integritas, kejujuran, dan kepedulian sosial harus terus dijaga serta diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari demi kemaslahatan umat dan bangsa.
BERITA10/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Minahasa Terbitkan SK UPZ TPQ Roudhotul Jannah, Perkuat Gerakan Zakat Berbasis Pendidikan
Minahasa – Komitmen memperluas jangkauan pengelolaan zakat yang profesional terus diperkuat oleh BAZNAS Kabupaten Minahasa. Salah satunya melalui penerbitan Surat Keputusan (SK) Unit Pengumpul Zakat (UPZ) bagi Taman Pendidikan Qur’an (TPQ) Roudhotul Jannah, sebagai bagian dari upaya memperluas jaringan penghimpunan zakat di lingkungan pendidikan keagamaan.
Penerbitan SK ini menjadi langkah strategis dalam membangun tata kelola zakat yang lebih terstruktur, transparan, dan akuntabel, sekaligus mendorong partisipasi masyarakat dalam menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi negara.
Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Minahasa, Sahlan Kokalo, menjelaskan bahwa pembentukan UPZ di lingkungan lembaga pendidikan seperti TPQ memiliki peran penting dalam memperluas literasi zakat sekaligus menanamkan nilai kepedulian sosial sejak dini.
“Penerbitan SK UPZ ini bukan sekadar penguatan kelembagaan, tetapi juga bagian dari ikhtiar besar untuk menghadirkan pengelolaan zakat yang lebih tertib, transparan, dan berdampak bagi masyarakat. Melalui UPZ TPQ Roudhotul Jannah, kami berharap kesadaran berzakat dapat tumbuh dari lingkungan pendidikan dan keluarga,” ujar Sahlan.
Menurutnya, UPZ merupakan garda terdepan dalam menghimpun zakat, infak, dan sedekah di tengah masyarakat. Dengan jaringan yang semakin luas hingga ke masjid, instansi, dan lembaga pendidikan, potensi zakat dapat dikelola secara lebih optimal untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.
Lebih lanjut Sahlan menegaskan bahwa setiap UPZ yang telah ditetapkan akan berada dalam pembinaan BAZNAS agar pengelolaan zakat berjalan sesuai prinsip syariah, transparansi, dan akuntabilitas sebagaimana amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat.
“Setiap dana zakat yang dihimpun merupakan amanah umat. Karena itu, pengelolaannya harus dilakukan secara profesional dan dilaporkan secara berkala agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh para mustahik,” tambahnya.
BAZNAS Minahasa juga terus mendorong terbentuknya UPZ di berbagai sektor masyarakat, mulai dari masjid, lembaga pendidikan, hingga instansi pemerintah. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem zakat yang inklusif sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program sosial, pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi.
Dengan hadirnya UPZ TPQ Roudhotul Jannah, BAZNAS Minahasa optimistis semangat gotong royong dan kepedulian sosial di tengah masyarakat akan semakin tumbuh, menjadikan zakat sebagai kekuatan nyata dalam menghadirkan keberkahan dan kesejahteraan bagi umat.
BERITA10/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Baznas Ngawi Salurkan Bantuan untuk 56 Guru Honorer dan Santuni Anak Yatim di Kecamatan Pitu
Ngawi – Suasana Ramadan di Kecamatan Pitu, Kabupaten Ngawi, terasa semakin hangat dan penuh keberkahan. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Ngawi bersama Koordinator Wilayah (Korwil) Pendidikan Kecamatan Pitu menyalurkan bantuan kepada puluhan guru honorer agama Islam (Latker), Selasa (10/3/2026).
Sebanyak 56 guru agama Islam menerima honor sekaligus bingkisan Ramadan dalam kegiatan yang dikemas hangat melalui buka puasa bersama, santunan anak yatim, dan lomba tilawatil Qur’an tingkat kecamatan.
Kegiatan ini menjadi momentum silaturahmi sekaligus bentuk kepedulian kepada para pendidik yang selama ini mengabdi di sekolah-sekolah wilayah Pitu, termasuk di daerah yang relatif terpencil.
Kepala Korwil Pendidikan Kecamatan Pitu, Tri Asmoro, mengatakan bahwa pemberian bingkisan untuk anak yatim dan bantuan bagi guru honorer Latker merupakan program rutin tahunan Korwil Pitu setiap Ramadan.
Menurutnya, bantuan tersebut diharapkan dapat membantu para guru honorer yang hingga kini belum diangkat sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
“Program ini merupakan inisiatif kami untuk membantu guru-guru honorer di lingkup Korwil Pitu. Semoga bantuan ini dapat sedikit meringankan beban mereka, apalagi menjelang Hari Raya Idulfitri,” ujar Tri Asmoro.
Sementara itu, Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Ngawi, Hamdani, menegaskan bahwa bantuan kepada guru Latker merupakan bagian dari program Ngawi Cerdas, yakni program pendayagunaan zakat yang fokus pada penguatan sektor pendidikan.
Menurutnya, zakat yang dihimpun BAZNAS tidak hanya disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan secara ekonomi, tetapi juga diarahkan untuk mendukung dunia pendidikan, khususnya bagi guru honorer dan siswa.
“Bantuan untuk guru Latker ini merupakan bagian dari program Ngawi Cerdas yang didistribusikan kepada masyarakat, terutama para siswa dan guru honorer. Kami berharap para pendidik tetap semangat mengajar dan mengabdi, terutama di daerah-daerah yang membutuhkan seperti Kecamatan Pitu,” kata Hamdani.
Ia juga mengingatkan bahwa profesi guru memiliki kemuliaan tersendiri karena berperan menebarkan ilmu dan membentuk generasi masa depan.
“Guru harus tetap semangat mengajar dan mengabdi. Mengajar itu menyalurkan ilmu. Insya Allah orang yang mengajar akan dicukupi oleh Allah,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, BAZNAS Ngawi berharap semangat berbagi di bulan Ramadan tidak hanya menghadirkan kebahagiaan bagi penerima manfaat, tetapi juga menjadi penguat peran zakat dalam mendukung pendidikan, kepedulian sosial, serta kesejahteraan para guru yang selama ini menjadi pilar penting dalam mencerdaskan bangsa.
BERITA10/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Toleransi Lintas Iman di Tondano: Jemaat Advent Serahkan Takjil dan Buka Puasa Bersama di Masjid Al Hikmah
TONDANO, 9 Maret 2026 — Nilai toleransi dan persaudaraan lintas iman kembali terlihat indah di Kota Tondano, Kabupaten Minahasa. Jemaat dari Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMAHK) Jemaat Pioneer Tondano menyerahkan paket takjil kepada pengurus Masjid Al Hikmah Sumalangka Tondano untuk dibagikan kepada jamaah yang hadir berbuka puasa.
Kegiatan yang berlangsung pada Senin (9/3/2026) ini menjadi momentum kebersamaan yang sarat pesan kemanusiaan. Paket takjil tersebut diterima oleh pengurus masjid untuk kemudian dibagikan kepada para jamaah yang hadir menjelang waktu berbuka puasa.
Tidak hanya menyerahkan bantuan takjil, jemaat GMAHK Pioneer Tondano juga turut menghadiri dan merasakan suasana kebersamaan dalam buka puasa bersama dengan jamaah masjid.
Ketua BTM Masjid Al Hikmah Sumalangka, Aiptu Andi Basri, S.Pd, menyampaikan apresiasi atas kepedulian yang ditunjukkan oleh Jemaat Pioneer Tondano.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi wujud nyata kerukunan antar umat beragama yang selama ini terjaga dengan baik di Tondano.
“Kami sangat mengapresiasi kepedulian saudara-saudara dari Jemaat Pioneer Tondano. Paket takjil ini akan dibagikan kepada jamaah yang hadir untuk berbuka puasa. Kebersamaan ini menjadi simbol indah bahwa perbedaan agama tidak menghalangi kita untuk saling menghormati dan berbagi,” ujar Aiptu Andi Basri.
Sementara itu, pendeta GMAHK, Nixen Tumarar, M.Th., menyampaikan bahwa kegiatan berbagi tersebut merupakan bagian dari nilai kasih dan kepedulian kepada sesama yang diajarkan dalam kehidupan beragama.
“Kami percaya bahwa nilai kemanusiaan adalah jembatan yang menyatukan semua orang. Melalui kegiatan berbagi takjil dan kebersamaan dalam buka puasa ini, kami ingin menunjukkan bahwa persaudaraan lintas iman dapat terus terpelihara dalam kehidupan masyarakat,” ungkap Pdt. Nixen Tumarar.
Masyarakat yang hadir pun menyambut baik kegiatan tersebut. Kebersamaan yang tercipta dalam suasana Ramadan ini menunjukkan bahwa kehidupan masyarakat di Minahasa tetap menjunjung tinggi nilai toleransi dan saling menghormati.
Kegiatan ini menjadi contoh nyata bahwa kerukunan antar umat beragama dapat terus dirawat melalui tindakan sederhana yang dilandasi semangat persaudaraan dan kepedulian sosial.
BERITA10/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Demak Gulirkan Z-Mart untuk UMKM, Bupati Eisti’anah: Salurkan ZIS Lewat BAZNAS!
Demak – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Demak kembali menggerakkan ekonomi umat melalui program pemberdayaan UMKM. Kali ini, BAZNAS menggulirkan bantuan Z-Mart kepada puluhan pelaku usaha kecil di Kecamatan Sayung, Senin (9/3/2026).
Program ini sekaligus dirangkaikan dengan sosialisasi optimalisasi penghimpunan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) kepada para kepala desa dan perangkat desa di wilayah tersebut.
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Demak Eisti'anah, jajaran Forkompimcam Sayung, para kepala desa, serta puluhan pelaku UMKM yang menjadi penerima manfaat.
Sebanyak 28 pelaku UMKM menerima bantuan program Z-Mart. Camat Sayung Sukarman menyampaikan rasa syukur atas perhatian pemerintah terhadap pelaku usaha kecil di wilayahnya.
“Semoga bantuan ini mampu menumbuhkan semangat para pelaku UMKM agar bangkit, berkembang, dan meningkatkan usahanya masing-masing,” kata Sukarman dalam sambutannya.
Ia juga menyebutkan, saat ini baru 14 dari 20 desa di Kecamatan Sayung yang terdaftar dalam program tersebut. Namun pihaknya optimistis desa-desa lainnya akan segera menyusul.
Ketua Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Demak Bambang Soesetiarto menjelaskan, Z-Mart merupakan program pemberdayaan ekonomi berbasis zakat yang menyasar kios atau toko milik warga di desa.
Setiap penerima manfaat mendapatkan bantuan senilai Rp5 juta, terdiri dari Rp3,5 juta modal usaha tunai dan Rp1,5 juta untuk branding toko agar lebih menarik dan profesional.
“Program ini merupakan lanjutan dari tahun 2025 dan saat ini sudah menjangkau 11 kecamatan di Demak. Kehadiran Ibu Bupati secara langsung menunjukkan perhatian besar terhadap penguatan UMKM,” ujar Bambang.
Ia menambahkan, jika penghimpunan ZIS di Demak semakin optimal, maka jumlah penerima manfaat akan terus ditambah di setiap desa.
Dalam kesempatan tersebut Bambang juga menyampaikan pesan inspiratif kepada para peserta kegiatan.
“Jadilah orang baik, jangan sekadar menjadi orang yang terlihat baik,” pesannya.
Sementara itu, Bupati Eisti'anah menegaskan bahwa Badan Amil Zakat Nasional merupakan mitra strategis pemerintah daerah dalam membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di luar skema APBD.
Menurutnya, program Z-Mart menjadi pelengkap berbagai program sosial Pemkab Demak, seperti pasar murah dan subsidi sembako bagi masyarakat.
“Instruksi saya jelas kepada ASN dan masyarakat, salurkanlah ZIS melalui BAZNAS Demak. Akuntabilitas dan transparansinya dapat dipertanggungjawabkan, dan peruntukannya sangat jelas untuk masyarakat Demak yang membutuhkan,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa zakat bukan sekadar kewajiban spiritual, tetapi juga instrumen sosial untuk membantu sesama.
“Di sebagian harta kita, ada hak orang lain yang harus kita tunaikan,” pungkas Bupati.
Melalui program Z-Mart ini, BAZNAS Demak berharap semakin banyak pelaku UMKM desa yang naik kelas, mandiri secara ekonomi, sekaligus menjadi contoh bahwa zakat dapat menjadi motor penggerak ekonomi umat dari desa
BERITA09/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Safari Ramadan Rohil: BAZNAS Salurkan Bantuan Renovasi Musholla hingga 200 Sarung untuk Mustahik
Rokan Hilir – Momentum Ramadan dimanfaatkan untuk memperkuat syiar Islam dan kepedulian sosial. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Rokan Hilir menyalurkan bantuan renovasi musholla, rumah suluk, serta 200 helai kain sarung kepada para mustahik dalam kegiatan Safari Ramadan Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir di Kecamatan Rimba Melintang, Senin (9/3/2026).
Kegiatan yang dipusatkan di Masjid Darussalam Kepenghuluan Teluk Pulau Hulu itu dihadiri Bupati Rokan Hilir H. Bistamam, jajaran pemerintah daerah, tokoh agama, serta masyarakat setempat.
Dalam kesempatan tersebut, BAZNAS Rokan Hilir menyerahkan bantuan untuk sejumlah sarana ibadah, yakni Musholla Al Amin di Jalan Pematang Mas, Musholla Muslimin di Jalan Lintas BAA, Madrasah/Rumah Suluk Syekh M. Daud Muddawar, serta Rumah Suluk Jama’atu Darussalam di Teluk Pulau Hulu.
Ketua BAZNAS Kabupaten Rokan Hilir, H. Jefrizal, SHI, MM mengatakan, bantuan ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS dalam menyalurkan zakat secara produktif dan berdampak bagi kehidupan keagamaan masyarakat.
“Melalui zakat yang dihimpun dari para muzakki, BAZNAS berupaya menghadirkan program yang langsung dirasakan masyarakat, termasuk renovasi musholla, rumah suluk, serta bantuan sarung bagi para mustahik,” kata Jefrizal.
Menurutnya, sarana ibadah yang layak akan menjadi pusat pembinaan spiritual masyarakat, terutama di bulan Ramadan yang penuh keberkahan.
Sementara itu, Bupati Rokan Hilir H. Bistamam menyampaikan apresiasi kepada BAZNAS yang terus aktif mendukung program keagamaan dan sosial di tengah masyarakat.
Ia menilai kehadiran BAZNAS sangat membantu pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan umat melalui pengelolaan zakat yang profesional, transparan, dan tepat sasaran.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS Rokan Hilir yang terus membantu masyarakat. Semoga zakat yang dihimpun memberikan manfaat besar bagi masyarakat serta menjadi amal jariyah bagi para muzakki,” ujar Bistamam.
Kegiatan Safari Ramadan ini berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Selain menjadi ajang penyaluran bantuan, kegiatan tersebut juga menjadi momentum mempererat silaturahmi antara pemerintah daerah, tokoh agama, dan masyarakat.
Di bulan suci Ramadan, zakat tidak hanya menjadi kewajiban ibadah, tetapi juga kekuatan sosial yang mampu menggerakkan kepedulian, memperbaiki fasilitas ibadah, serta menghadirkan harapan bagi masyarakat yang membutuhkan.
BERITA09/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Hadirkan “Pesantren 1000 Cahaya Ramadan”, Tebarkan Harapan bagi Penyandang Disabilitas
BOGOR — Ramadan menjadi momentum menebar cahaya kepedulian bagi semua kalangan, termasuk penyandang disabilitas. Melalui program “Pesantren 1000 Cahaya Ramadan”, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menghadirkan kegiatan dakwah dan pemberdayaan bagi anak-anak disabilitas di Kota Bogor.
Program yang dilaksanakan bersama mahasiswa **Beasiswa Cendekia BAZNAS (BCB) dari Institut Pertanian Bogor ini berlangsung di Yayasan Penyandang Disabilitas Kota Bogor pada Sabtu (7/3/2026).
Sebanyak 45 anak penyandang disabilitas mengikuti kegiatan tersebut dengan penuh antusias. Berbagai aktivitas edukatif dan spiritual digelar, salah satunya sesi kreatif mewarnai sketsa bendera Palestina yang bertujuan menanamkan nilai solidaritas kemanusiaan sejak dini kepada anak-anak istimewa tersebut.
Kepala Divisi Pendidikan dan Dakwah BAZNAS RI, Farid Septian, menjelaskan bahwa program Pesantren 1000 Cahaya Ramadan merupakan gerakan serentak yang digerakkan oleh mahasiswa BCB di berbagai wilayah.
Menurutnya, kegiatan tersebut digelar di 233 titik yang tersebar di 30 provinsi di Indonesia serta 10 negara, termasuk menjangkau pengungsi Palestina di kawasan Timur Tengah.
“Pesantren 1000 Cahaya Ramadan dirancang untuk menginspirasi dan memberikan pengajaran keislaman bagi kelompok difabel dan marginal yang selama ini mungkin belum tersentuh pendidikan agama yang memadai. Ini bukti nyata bahwa zakat bersifat inklusif dan hadir menjadi cahaya bagi semua kalangan,” ujar Farid.
Komitmen yang sama juga ditegaskan Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, yang menilai program ini menjadi bagian dari upaya BAZNAS dalam menghadirkan akses pendidikan dan pembinaan spiritual bagi kelompok rentan.
“Melalui program ini, kita tidak hanya memberikan pendampingan materi, tetapi juga menumbuhkan literasi dan spiritualitas bagi mereka yang memiliki keterbatasan akses terhadap fasilitas pendidikan yang layak,” ujar Saidah dalam keterangan tertulisnya.
Apresiasi juga datang dari pihak akademisi. Kepala Unit Wakaf dan Dana Sosial IPB University, Alla Asmara, menilai kegiatan tersebut menjadi sarana penting dalam menumbuhkan empati sosial di kalangan mahasiswa.
“Kegiatan yang dilakukan mahasiswa BCB menunjukkan empati yang luar biasa. Ini bukan sekadar kegiatan sosial, tetapi juga proses pembelajaran untuk menumbuhkan kepedulian terhadap kelompok yang membutuhkan perhatian lebih,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Cabang Kota Bogor, Taufik, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas perhatian BAZNAS kepada komunitas disabilitas.
Ia mengungkapkan bahwa selama ini komunitas penyandang disabilitas masih menghadapi berbagai keterbatasan, termasuk dalam hal fasilitas dan pembiayaan pelatihan bagi guru berkebutuhan khusus.
“Kami berterima kasih kepada BAZNAS atas program ini. Kami masih berjuang secara mandiri untuk operasional dan pelatihan guru. Kami ingin menunjukkan bahwa penyandang disabilitas juga bisa berdaya jika diberi kesempatan yang setara,” ujarnya.
Manfaat kegiatan tersebut juga dirasakan langsung oleh para orang tua peserta. Salah satunya Siti Salimah, ibu dari Nabilah, penyandang autisme, yang mengaku sangat terbantu dengan adanya kegiatan tersebut.
Menurutnya, anak-anak disabilitas yang telah menyelesaikan pendidikan formal sering kali kekurangan wadah untuk beraktivitas dan mengembangkan potensi.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur BAZNAS hadir di sini. Anak-anak kami merasa diperhatikan dan memiliki ruang untuk belajar serta berkegiatan. Semoga program seperti ini terus berlanjut,” ungkapnya.
Melalui program Pesantren 1000 Cahaya Ramadan, BAZNAS berharap zakat tidak hanya menjadi instrumen bantuan sosial, tetapi juga menjadi sarana pemberdayaan yang mampu menghadirkan harapan, semangat, dan masa depan yang lebih inklusif bagi kelompok disabilitas di Indonesia.
BERITA09/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Bolmut Lantik 65 Pengurus UPZ Desa se-Kecamatan Bintauna, Salurkan Zakat Fitrah untuk Mustahik
Bolaang Mongondow Utara - Penguatan pengelolaan zakat hingga tingkat desa terus dilakukan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS). Kali ini, BAZNAS Kabupaten Bolaang Mongondow Utara melantik dan mengukuhkan pengurus Unit Pengumpul Zakat (UPZ) desa se-Kecamatan Bintauna.
Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor Kecamatan Bintauna, Senin (9/3/2026). Sebanyak 65 pengurus UPZ dari 15 desa resmi dilantik.
Pelantikan dilakukan oleh Ketua BAZNAS Bolmut Iswan Syaban, sementara prosesi pengukuhan dipimpin oleh Camat Bintauna Sarwo Edi Posangi.
Ketua BAZNAS Bolmut Iswan Syaban mengatakan pembentukan dan penguatan UPZ desa merupakan langkah strategis untuk mendekatkan pengelolaan zakat kepada masyarakat.
"UPZ desa adalah ujung tombak pengelolaan zakat di masyarakat. Dengan adanya UPZ di setiap desa, kami berharap kesadaran masyarakat untuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah semakin meningkat," ujar Iswan.
Menurutnya, pengurus UPZ memiliki peran penting dalam memastikan zakat dapat dikelola secara amanah dan disalurkan kepada masyarakat yang berhak menerima.
"Zakat tidak hanya menjadi kewajiban ibadah, tetapi juga instrumen sosial yang mampu membantu masyarakat yang membutuhkan serta memperkuat solidaritas sosial," tambahnya.
Dalam kegiatan tersebut, BAZNAS Bolmut juga menyalurkan zakat fitrah berupa 150 kilogram beras kepada 20 mustahik. Selain itu, turut dibagikan 20 paket sembako kepada masyarakat yang membutuhkan.
Penyaluran bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya BAZNAS untuk memastikan manfaat zakat dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya menjelang Hari Raya Idulfitri.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut jajaran pimpinan dan pelaksana BAZNAS Bolmut, di antaranya Wakil Ketua I Abd. Mutholib Saromeng, Sekretaris Irwan Meamogu, serta pelaksana Zainal Mila dan Fikral Bukoting.
Dengan dilantiknya pengurus UPZ desa ini, BAZNAS berharap pengumpulan dan penyaluran zakat di tingkat desa dapat berjalan lebih optimal serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
BERITA09/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Ekonomi Syariah Dinilai Mampu Kurangi Ketimpangan, Prof Nadra Soroti Peran ZISWAF
Jakarta – Ekonomi syariah dinilai memiliki potensi besar dalam mengurangi ketimpangan sosial dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hal tersebut disampaikan pakar ekonomi Islam M Nadratuzzaman Hosen dalam kajian Syuruq Ramadan yang disiarkan oleh Kalam TV.
Menurut Prof Nadra, salah satu perbedaan mendasar antara ekonomi konvensional dan ekonomi syariah terletak pada cara memandang kebutuhan manusia.
“Dalam ekonomi konvensional, keinginan manusia dianggap tidak terbatas. Satu gunung emas didapatkan, maka ingin gunung emas yang kedua. Dalam Islam, kebutuhan manusia diatur agar tidak berlebihan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Islam tidak menolak keberadaan pasar sebagai mekanisme ekonomi. Namun Islam menolak praktik ekonomi yang menimbulkan eksploitasi, ketidakadilan, dan kesenjangan sosial.
Karena itu, ekonomi syariah mendorong sistem kerja sama yang adil seperti bagi hasil (mudharabah), jual beli yang transparan, serta akad sewa menyewa yang sesuai dengan prinsip syariah.
Prof Nadra juga menyoroti salah satu persoalan utama ekonomi global saat ini, yaitu ketimpangan distribusi kekayaan. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi yang tinggi tidak selalu diikuti dengan pemerataan kesejahteraan.
“Pertumbuhan ekonomi bisa saja tinggi, tetapi kalau distribusinya tidak adil, maka kesenjangan tetap terjadi. Di sinilah ekonomi Islam menawarkan solusi melalui mekanisme distribusi yang lebih berkeadilan,” jelasnya.
Salah satu instrumen penting dalam ekonomi Islam adalah ZISWAF yang meliputi zakat, infak, sedekah, dan wakaf. Instrumen ini berfungsi untuk memastikan kekayaan tidak hanya berputar pada kelompok tertentu, tetapi juga dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang membutuhkan.
Melalui pengelolaan zakat yang profesional dan amanah, ZISWAF dapat berperan sebagai sarana pemberdayaan ekonomi umat, termasuk membantu masyarakat miskin, meningkatkan kesejahteraan mustahik, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif.
Selain instrumen sosial, Prof Nadra juga mencontohkan penerapan prinsip ekonomi syariah di Indonesia melalui penerbitan Sukuk Negara. Instrumen ini merupakan surat berharga syariah yang diterbitkan pemerintah untuk membiayai berbagai proyek pembangunan.
“Melalui sukuk, pembiayaan dilakukan berbasis aset sehingga lebih sesuai dengan prinsip syariah,” ujarnya.
Ia juga menilai skema Qardhul Hasan atau pinjaman tanpa bunga memiliki potensi besar dalam membantu masyarakat kecil dan pelaku usaha mikro agar dapat mengembangkan usaha mereka tanpa terbebani sistem bunga.
Menurut Prof Nadra, perkembangan ekonomi syariah di Indonesia menunjukkan tren yang positif, mulai dari sektor perbankan syariah, lembaga keuangan mikro syariah, hingga penguatan ekosistem ekonomi umat berbasis masjid dan lembaga sosial.
Namun demikian, ia menekankan bahwa kemajuan ekonomi syariah juga membutuhkan dukungan aktif dari masyarakat.
“Kalau umat Islam tidak mendukung ekonomi syariah, lalu siapa lagi yang akan mendukungnya,” ujarnya.
Melalui kajian tersebut, masyarakat juga diajak untuk semakin memahami pentingnya instrumen ZISWAF dalam membangun kesejahteraan bersama serta memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat.
Dengan pengelolaan yang baik dan partisipasi masyarakat yang luas, ekonomi syariah diharapkan dapat menjadi salah satu solusi dalam mewujudkan sistem ekonomi yang lebih adil, inklusif, dan berkelanjutan.
BERITA08/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Turun Tangan! 30 Warga Terjebak Banjir di Kembangan Jakarta Barat Berhasil Dievakuasi
Jakarta – Banjir yang melanda sejumlah wilayah ibu kota akibat hujan deras sejak Sabtu siang membuat sejumlah warga terjebak di rumah mereka. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI pun bergerak cepat menerjunkan tim tanggap bencana untuk melakukan evakuasi di Kompleks Keuangan RI, Jalan Kembangan, Jakarta Barat, Minggu (8/3/2026).
Dalam operasi kemanusiaan tersebut, tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) berhasil mengevakuasi sedikitnya 30 warga yang terjebak banjir menuju lokasi yang lebih aman.
Tim yang diterjunkan terdiri dari empat personel terlatih yang dilengkapi satu unit mobil rescue serta peralatan evakuasi air berupa perahu karet LCR dengan motor tempel (mopel). Peralatan tersebut digunakan untuk menjangkau rumah-rumah warga yang terendam air.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, M.A., menegaskan bahwa keselamatan warga menjadi prioritas utama dalam operasi tersebut.
“Kami telah menginstruksikan tim BAZNAS Tanggap Bencana untuk bergerak cepat ke titik-titik krusial, terutama di pemukiman padat yang mengalami kenaikan debit air cukup tinggi agar warga segera mendapatkan pertolongan,” kata Saidah dalam keterangannya di Jakarta.
Menurutnya, tim difokuskan untuk membantu kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan warga yang tidak mampu menyelamatkan diri ketika banjir datang.
“Fokus utama kami hari ini adalah memastikan kelompok rentan seperti lansia dan anak-anak di Kompleks Keuangan ini berhasil dievakuasi ke tempat yang lebih aman. Kami membawa peralatan lengkap untuk memastikan proses evakuasi berjalan efektif,” ujarnya.
Saidah juga menegaskan bahwa BAZNAS akan terus menyiagakan personel selama kondisi cuaca ekstrem masih berpotensi memicu banjir di wilayah Jakarta dan sekitarnya.
Menurutnya, kehadiran tim BAZNAS di lokasi bencana merupakan bagian dari komitmen lembaga dalam menjalankan misi kemanusiaan.
“BAZNAS tidak hanya mengelola zakat, tetapi juga memastikan dana umat tersebut hadir memberikan manfaat nyata, termasuk dalam situasi darurat seperti bencana,” jelasnya.
Langkah cepat ini sekaligus mempertegas peran BAZNAS sebagai lembaga filantropi Islam yang responsif terhadap krisis kemanusiaan, memastikan masyarakat terdampak mendapatkan bantuan dan perlindungan secepat mungkin.
Di tengah banjir yang melanda ibu kota, aksi penyelamatan ini menjadi bukti bahwa solidaritas dan kepedulian sosial terus hidup melalui gerakan zakat untuk kemanusiaan.
BERITA08/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Buka Puasa Bersama di Masjid Al Hikmah Sumalangka Pererat Silaturahmi Warga dan Tokoh Lintas Agama
Buka Puasa Bersama di Masjid Al Hikmah Sumalangka Pererat Silaturahmi Warga dan Tokoh Lintas Agama
Sumalangka - Suasana hangat penuh kebersamaan terasa dalam kegiatan buka puasa bersama yang digelar di Masjid Al Hikmah Sumalangka, Kelurahan Sumalangka, Kecamatan Tondano, Kabupaten Minahasa, Sabtu (7/3/2026).
Kegiatan yang mempertemukan tokoh agama, tokoh masyarakat, dan unsur pemerintah ini dilaksanakan sebagai upaya mempererat tali silaturahmi antarwarga, khususnya masyarakat Kelurahan Sumalangka, di bulan suci Ramadan.
Sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Kepala Kejaksaan Negeri Minahasa, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Minahasa, Lurah Sumalangka, para kepala lingkungan Kelurahan Sumalangka, pendeta dari GMIM Zaitun Sumalangka, para imam masjid serta ketua Badan Takmir Masjid (BTM) se-wilayah Tondano, dan jamaah Masjid Al Hikmah Sumalangka.
Menjelang waktu berbuka, tausiah disampaikan oleh Kasi Bimas Islam Kemenag Minahasa Abshori Abdillah. Dalam ceramahnya ia mengajak jamaah menjadikan Ramadan sebagai momentum untuk memperkuat iman dan mempererat ukhuwah.
“Ramadan adalah bulan pendidikan spiritual. Di bulan ini kita diajak meningkatkan kualitas ibadah, memperbanyak amal kebaikan, dan memperkuat persaudaraan di tengah kehidupan masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Minahasa Pdt. Dolie Tangian, S.Th, M.Pd turut memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut yang dinilai mampu memperkuat harmoni sosial di tengah masyarakat.
Ia menegaskan bahwa kebersamaan dalam kegiatan keagamaan seperti ini merupakan kekuatan besar dalam menjaga kerukunan dan persaudaraan antarumat beragama di Minahasa.
“Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang membangun kepedulian sosial dan memperkuat persaudaraan. Ketika tokoh agama, pemerintah, dan masyarakat duduk bersama dalam kebersamaan seperti ini, di situlah nilai luhur agama benar-benar hidup di tengah masyarakat,” ujarnya.
Lurah Sumalangka Sandra Tidjo juga menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai buka puasa bersama ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kebersamaan warga di tengah keberagaman yang ada di Kelurahan Sumalangka.
“Kegiatan seperti ini sangat positif karena mampu mempererat hubungan antarwarga, tokoh agama, dan pemerintah. Di Kelurahan Sumalangka, kebersamaan dan kerukunan adalah kekuatan utama yang harus terus kita jaga,” ujar Sandra.
Ia berharap kegiatan kebersamaan seperti ini dapat terus dilaksanakan, tidak hanya di bulan Ramadan tetapi juga dalam berbagai momentum lainnya demi memperkuat solidaritas sosial masyarakat.
Ketua BTM Masjid Al Hikmah Sumalangka Aiptu Andi Basri, S.Pd mengatakan kegiatan buka puasa bersama ini menjadi wadah penting untuk mempererat hubungan antara masyarakat, pemerintah, dan tokoh agama.
“Kegiatan ini bukan hanya sekadar buka puasa bersama, tetapi juga menjadi momentum memperkuat silaturahmi antarwarga dan tokoh masyarakat. Kami berharap kebersamaan seperti ini terus terjaga sehingga tercipta kehidupan masyarakat yang harmonis,” ujarnya.
Hal senada juga disampaikan Imam Masjid Al Hikmah SumalangkaRamly kiay demak yang menilai kegiatan tersebut mencerminkan semangat kebersamaan dan toleransi yang telah lama terjalin di wilayah Sumalangka.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan doa bersama dan buka puasa yang diikuti seluruh jamaah dan tamu undangan dalam suasana penuh keakraban.
Melalui kegiatan ini, masyarakat berharap semangat kebersamaan yang terbangun di bulan Ramadan dapat terus terjaga dalam kehidupan sehari-hari, sehingga tercipta masyarakat yang rukun, harmonis, dan saling menghargai.
BERITA08/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Perkuat Amanah Umat, BAZNAS Minahasa Ajak Seluruh UPZ Tertib Pelaporan dan Perkuat Sinergi Zakat
Komitmen untuk menghadirkan pengelolaan zakat yang transparan dan profesional terus diperkuat oleh BAZNAS Kabupaten Minahasa. Melalui penguatan koordinasi dengan seluruh Unit Pengumpul Zakat (UPZ) yang tersebar di berbagai masjid, instansi pemerintah, serta lembaga pendidikan di Kabupaten Minahasa, BAZNAS mendorong peningkatan kepatuhan dalam pelaporan aktivitas sebagai bagian dari tata kelola zakat yang akuntabel dan terpercaya.
Langkah ini menjadi bagian penting dari upaya membangun sistem pengelolaan zakat yang semakin profesional, sejalan dengan prinsip-prinsip transparansi dan akuntabilitas yang ditetapkan oleh Badan Amil Zakat Nasional.
Wakil Ketua IV BAZNAS Minahasa Sahlan Kokalo menegaskan bahwa pelaporan aktivitas UPZ bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan wujud nyata dari tanggung jawab bersama dalam menjaga amanah umat.
“Setiap rupiah zakat yang dihimpun merupakan amanah yang harus dikelola dengan penuh tanggung jawab. Melalui pelaporan yang tertib dan terkoordinasi, kita dapat memastikan bahwa pengelolaan zakat berjalan secara transparan, profesional, dan memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.
UPZ memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam menghimpun zakat, infak, dan sedekah di tengah masyarakat. Dengan jaringan UPZ yang tersebar hingga ke tingkat komunitas, potensi zakat dapat dihimpun secara lebih luas dan dikelola secara terarah untuk membantu para mustahik.
Selain memperkuat tata kelola kelembagaan, BAZNAS Minahasa juga terus mengembangkan berbagai program pemberdayaan masyarakat melalui dana zakat, di antaranya program bantuan sosial kemanusiaan, dukungan pendidikan bagi pelajar dari keluarga kurang mampu, layanan kesehatan, serta program pemberdayaan ekonomi produktif bagi masyarakat yang membutuhkan.
Program-program tersebut diharapkan mampu menghadirkan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat peran zakat sebagai instrumen pembangunan sosial.
BAZNAS Minahasa meyakini bahwa keberhasilan pengelolaan zakat tidak hanya bergantung pada lembaga, tetapi juga pada sinergi dan komitmen seluruh UPZ sebagai mitra strategis dalam melayani umat.
“Sinergi yang kuat antara BAZNAS dan seluruh UPZ merupakan kunci dalam membangun pengelolaan zakat yang amanah, profesional, dan berdampak luas bagi masyarakat. Dengan komitmen bersama, zakat akan menjadi kekuatan besar dalam menghadirkan kesejahteraan dan harapan bagi umat,” tutup Wakil Ketua IV BAZNAS Minahasa.
Melalui penguatan koordinasi dan peningkatan kepatuhan terhadap mekanisme pelaporan, BAZNAS Minahasa berharap seluruh UPZ dapat terus berperan aktif dalam memperkuat tata kelola zakat di daerah, sehingga kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan zakat semakin meningkat dan manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat yang membutuhkan.
BERITA08/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Minahasa.
Lihat Daftar Rekening →