WhatsApp Icon
Kemdiktisaintek dan BAZNAS Siapkan Kolaborasi Besar! Beasiswa Mahasiswa Indonesia hingga Palestina Jadi Fokus Utama

Jakarta – Komitmen memperluas akses pendidikan tinggi bagi generasi muda Indonesia terus diperkuat. Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) mulai menjajaki kerja sama strategis yang diyakini dapat membuka peluang pendidikan lebih luas, sekaligus memperkuat pemberdayaan masyarakat berbasis zakat.

Langkah besar tersebut dibahas dalam pertemuan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto dengan Ketua Badan Amil Zakat Nasional, Sodik Mudjahid, di Kantor Kemdiktisaintek, Jakarta, Kamis (18/6/2026).

Pertemuan tersebut menjadi sinyal kuat hadirnya sinergi antara pemerintah dan lembaga pengelola zakat nasional dalam membangun sumber daya manusia unggul melalui jalur pendidikan tinggi.

Menteri Brian Yuliarto menegaskan bahwa peningkatan Angka Partisipasi Kasar Perguruan Tinggi (APK PT) menjadi salah satu agenda penting pemerintah sebagaimana arahan Presiden Prabowo Subianto.

Menurutnya, masih banyak lulusan SMA dan sederajat yang memiliki potensi besar, namun terkendala faktor ekonomi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.

"Kami berharap terdapat kolaborasi yang bisa berjalan sinergis dengan arahan Bapak Presiden untuk meningkatkan angka partisipasi mahasiswa Indonesia, serta memajukan pendidikan tinggi Indonesia," ujar Brian.

Ia menilai dukungan pembiayaan pendidikan menjadi salah satu instrumen paling efektif untuk memastikan tidak ada generasi muda yang kehilangan kesempatan mengenyam pendidikan tinggi hanya karena keterbatasan biaya.

Di sisi lain, Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid menegaskan bahwa sektor pendidikan merupakan salah satu prioritas utama pendayagunaan zakat nasional.

Menurutnya, paradigma pengelolaan zakat saat ini terus diarahkan menuju program-program yang bersifat produktif dan berkelanjutan. Karena itu, pendidikan dipandang sebagai investasi jangka panjang yang mampu memutus rantai kemiskinan dan melahirkan generasi unggul.

"Tahun ini, BAZNAS mengarahkan program pendistribusian zakat tidak hanya bersifat bantuan konsumtif, tetapi juga lebih menitikberatkan pada pemberdayaan masyarakat," jelas Sodik.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai program beasiswa, penguatan kapasitas masyarakat, hingga dukungan terhadap riset dan inovasi yang melibatkan perguruan tinggi di Indonesia.

Menariknya, pembahasan kerja sama ini tidak hanya menyasar mahasiswa Indonesia. Kemdiktisaintek dan BAZNAS juga menjajaki peluang pemberian beasiswa magister bagi mahasiswa Palestina untuk melanjutkan studi di Indonesia.

Program ini dipandang sebagai bagian dari kontribusi Indonesia dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia Palestina di tengah berbagai tantangan yang mereka hadapi.

Pimpinan BAZNAS Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, Idy Muzayyad, menjelaskan bahwa program tersebut juga akan memberikan dampak positif bagi perguruan tinggi Indonesia.

"Kami ingin mendorong mahasiswa luar negeri juga untuk berkuliah di Indonesia. Hal ini juga dapat meningkatkan indeks perguruan tinggi di Indonesia. Dengan fokus ke jenjang magister, SDM Palestina juga akan siap untuk membangun kembali," kata Idy.

Kolaborasi Kemdiktisaintek dan BAZNAS menjadi bukti bahwa zakat tidak hanya berperan sebagai instrumen sosial keagamaan, tetapi juga dapat menjadi motor penggerak pembangunan sumber daya manusia yang berkelanjutan.

Jika kerja sama ini terealisasi, ribuan mahasiswa berpotensi memperoleh akses pendidikan yang lebih luas, sementara perguruan tinggi Indonesia akan semakin terbuka sebagai pusat pembelajaran bagi mahasiswa internasional.

Di tengah upaya mewujudkan Indonesia Emas 2045, sinergi antara dunia pendidikan dan pengelolaan zakat nasional diharapkan menjadi langkah konkret dalam mencetak generasi yang cerdas, berdaya saing, dan siap menghadapi tantangan global.

18/06/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa
Prof. Azrai Dorong Petani Binaan BAZNAS Minahasa Naik Kelas Jadi Penangkar Benih Nasional

MINAHASA – Harapan baru bagi kemandirian petani di Kabupaten Minahasa kembali menguat. Rabu (17/6/2026), pakar pemulia jagung nasional dari Universitas Hasanuddin (UNHAS) Makassar, Prof. Dr. Muhammad Azrai, SP., MP, kembali mengunjungi lahan binaan kolaborasi BAZNAS Kabupaten Minahasa bersama mantan Ketua Pengadilan Agama Tondano, Al Gazali Mus, yang kini menjabat sebagai Wakil Ketua Pengadilan Agama Sidrap.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari pendampingan berkelanjutan yang telah dilakukan selama beberapa tahun terakhir kepada Kelompok Tani Paguyuban Matuari Jaton, sebuah kelompok tani yang kini dipersiapkan untuk naik kelas dari petani budidaya jagung konsumsi menjadi penangkar benih jagung sumber (parent seed) grade A.

Dalam arahannya kepada petani, Prof. Azrai menjelaskan bahwa program yang dijalankan saat ini merupakan bagian dari kegiatan Unit Produksi Benih Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin yang bertujuan menghasilkan benih penjenis atau benih sumber berkualitas tinggi.

"Kita ingin kelompok tani ini naik kelas. Kalau sebelumnya petani hanya menjual tongkol atau jagung konsumsi, sekarang kita melatih mereka menghasilkan benih. Nilai ekonominya jauh lebih tinggi. Benih yang lolos seleksi dapat memiliki harga hingga empat kali lipat dibanding harga jagung konsumsi," ujar Prof. Azrai.

Menurutnya, Kelompok Tani Paguyuban Matuari Jaton dipilih secara khusus untuk mendapatkan pendampingan intensif agar mampu menghasilkan benih penjenis berkualitas tinggi yang nantinya dapat didistribusikan kepada perusahaan-perusahaan benih mitra Universitas Hasanuddin.

"Kami tidak langsung memperluas ke kelompok lain. Fokus kami saat ini adalah memastikan kelompok ini benar-benar mampu menghasilkan benih penjenis grade A. Jika berhasil, maka ke depan petani dapat berkembang menjadi produsen benih komersial dan memiliki kontrak produksi dengan mitra-mitra kami," jelasnya.

Prof. Azrai juga menegaskan bahwa tim Universitas Hasanuddin akan terus melakukan pendampingan teknis, pengawasan mutu genetik, serta pengujian berbagai varietas unggul baru di lahan tersebut.

Tidak hanya memberikan arahan teknis, pada kesempatan itu Prof. Azrai juga menyerahkan bantuan alat pemipil jagung kepada kelompok tani. Bantuan tersebut disaksikan langsung oleh jajaran BAZNAS Minahasa dan para petani binaan sebagai bentuk dukungan nyata terhadap peningkatan produktivitas pascapanen.

Dalam kesempatan yang sama, Prof. Azrai memberikan apresiasi terhadap keterlibatan BAZNAS Minahasa yang secara konsisten mendampingi kelompok tani sejak awal program berjalan.

"Kami senang karena ada BAZNAS yang mendampingi kelompok tani. Ini adalah bentuk nyata pemberdayaan umat agar masyarakat mampu memperoleh keuntungan yang lebih baik dan meningkatkan kesejahteraan petani. Dari yang kami lihat, pertumbuhan jagung yang didampingi BAZNAS sangat baik dan memiliki prospek yang menjanjikan untuk produksi benih," ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Minahasa, Sahlan Kokalo, yang turut mendampingi Prof. Azrai selama kunjungan lapangan, menyampaikan apresiasi atas komitmen dan perhatian yang terus diberikan oleh Universitas Hasanuddin kepada petani binaan BAZNAS.

"Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas kunjungan serta pendampingan berkelanjutan yang diberikan Prof. Azrai dan tim Universitas Hasanuddin. Ini bukan sekadar kunjungan, tetapi investasi ilmu pengetahuan yang luar biasa bagi petani kami. Melalui pendampingan ini, petani tidak lagi hanya menjadi produsen jagung konsumsi, tetapi dipersiapkan menjadi penangkar benih yang memiliki nilai ekonomi jauh lebih tinggi," ujar Sahlan.

Menurutnya, program tersebut sejalan dengan misi BAZNAS dalam mengubah pola bantuan konsumtif menjadi pemberdayaan produktif yang berkelanjutan.

"BAZNAS ingin menghadirkan program yang benar-benar mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ketika petani mampu menghasilkan benih berkualitas dan mendapatkan nilai jual yang lebih tinggi, maka mereka tidak hanya bertahan secara ekonomi, tetapi juga berkembang dan menjadi lebih mandiri. Inilah makna pemberdayaan yang sesungguhnya," tambahnya.

Sahlan menegaskan bahwa keberhasilan program tersebut merupakan hasil kolaborasi banyak pihak, mulai dari akademisi, pemerintah, tokoh masyarakat, hingga para petani yang memiliki semangat belajar dan berinovasi.

"Kami percaya kolaborasi adalah kunci. Apa yang dimulai dari lahan sederhana di Minahasa hari ini berpotensi menjadi model pemberdayaan petani berbasis zakat yang dapat direplikasi di daerah lain. Petani kita harus naik kelas, memiliki daya saing, dan menjadi bagian penting dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional," katanya.

Mantan Ketua Pengadilan Agama Tondano yang turut menggagas kolaborasi ini, Al Gazali Mus, mengaku bahagia melihat perkembangan yang dicapai kelompok tani binaan tersebut meskipun kini dirinya telah bertugas di Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan.

"Alhamdulillah, saya merasa sangat senang melihat program ini terus berkembang. Apa yang dulu kita mulai bersama kini menunjukkan hasil yang nyata. Semoga program ini semakin bermanfaat bagi petani dan masyarakat sekitar," ujarnya.

Ia juga menyampaikan dukungan moril kepada para petani agar terus menjaga semangat dan komitmen dalam mengembangkan usaha pertanian mereka.

"Semangat terus untuk para petani. Jangan pernah berhenti belajar dan berusaha. Insyaallah saat panen jagung tetua nanti, saya akan berusaha ikut bergabung kembali untuk melihat hasil perjuangan bersama ini," ungkap Al Gazali.

Kunjungan Prof. Azrai kali ini menjadi penanda penting bahwa Kelompok Tani Paguyuban Matuari Jaton sedang memasuki fase baru dalam pengembangan usaha tani berbasis teknologi dan inovasi.

Dengan dukungan Universitas Hasanuddin, BAZNAS Minahasa, serta para mitra strategis lainnya, kelompok tani tersebut diharapkan tidak hanya menjadi produsen jagung konsumsi, tetapi berkembang menjadi sentra produksi benih unggul yang mampu memasok kebutuhan perusahaan-perusahaan benih nasional.

17/06/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS RI dan Ponpes Al Fath Lepas 18 Dai ke Pulau Buru, Perkuat Pembinaan Mualaf di Wilayah 3T

Sukabumi – Komitmen memperkuat pembinaan umat hingga ke pelosok negeri kembali ditunjukkan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI. Bersama Pondok Pesantren Modern Dzikir Al Fath Sukabumi, BAZNAS RI resmi melepas 18 dai yang akan bertugas di Pulau Buru, Maluku, melalui Program Ustad Garis Depan (UGD) VIII.

Para dai tersebut akan menjalankan misi dakwah, pendidikan, dan pendampingan bagi masyarakat mualaf yang berada di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T), sekaligus menjadi sahabat dan pembimbing bagi masyarakat yang membutuhkan penguatan pemahaman keislaman.

Prosesi pelepasan berlangsung di Pondok Pesantren Modern Al Fath, Sukabumi, Rabu (17/6/2026), dan dihadiri Wakil Ketua BAZNAS RI Dr. H. Zainut Tauhid Sa'adi, M.Si., Pimpinan Ponpes Al Fath Prof. Dr. KH. M. Fajar Laksana, S.E., CQM., MM., Ph.D., Direktur Penerangan Agama Islam Kementerian Agama RI Dr. Muchlis M. Hanafi, Lc., M.A., serta sejumlah tokoh agama dan pejabat daerah.

Dalam sambutannya, Wakil Ketua BAZNAS RI Zainut Tauhid Sa'adi menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS dalam menghadirkan manfaat zakat yang lebih luas, khususnya bagi kelompok mualaf dan fisabilillah yang membutuhkan pendampingan berkelanjutan.

"BAZNAS berperan sebagai jembatan yang menghubungkan para muzaki dengan mustahik. Salah satu kelompok yang menjadi perhatian kami adalah mualaf dan fisabilillah. Karena itu, program kemitraan dakwah ini menjadi bagian penting dalam menghadirkan manfaat zakat bagi masyarakat yang membutuhkan pendampingan keagamaan," ujar Zainut.

Menurutnya, kolaborasi antara BAZNAS RI dan Ponpes Al Fath menjadi contoh sinergi yang produktif dalam memperluas jangkauan dakwah Islam di Indonesia. Ia menggambarkan kerja sama tersebut sebagai "gayung bersambut", di mana pesantren menyiapkan sumber daya dai yang kompeten, sementara BAZNAS memberikan dukungan program dan pendanaan agar misi dakwah dapat berjalan optimal.

Lebih lanjut, Zainut mengingatkan para dai yang akan bertugas agar mengedepankan dakwah bil hikmah, yaitu menyampaikan ajaran Islam dengan penuh kebijaksanaan, keteladanan, dan pendekatan yang menyejukkan.

"Dakwah tidak dilakukan dengan cara menghakimi atau menyalahkan. Tugas dai adalah merangkul, membimbing, dan mendampingi masyarakat dengan penuh kearifan agar mereka semakin memahami dan mencintai ajaran Islam," katanya.

Ia menekankan bahwa keberhasilan dakwah tidak hanya diukur dari banyaknya ceramah yang disampaikan, tetapi juga dari kemampuan seorang dai membangun kedekatan dan kepercayaan masyarakat.

Menurutnya, para mualaf dan masyarakat yang masih minim pemahaman keagamaan membutuhkan sentuhan dakwah yang humanis dan penuh empati.

"Jika menghadapi masyarakat yang belum banyak mengenal ajaran Islam, maka yang harus dikedepankan adalah pendekatan yang humanis dan membangun kedekatan. Dai hadir untuk membimbing, bukan menghakimi," tambahnya.

Program Ustad Garis Depan selama ini menjadi salah satu program unggulan dalam memperkuat dakwah di wilayah-wilayah yang masih membutuhkan pembinaan intensif. Selain memberikan penguatan akidah, para dai juga akan terlibat dalam berbagai kegiatan pendidikan, pembinaan keluarga, pelatihan keagamaan, hingga pemberdayaan masyarakat.

Melalui pengiriman 18 dai ke Pulau Buru, BAZNAS RI dan Ponpes Al Fath berharap kualitas pembinaan mualaf dapat semakin meningkat serta melahirkan komunitas muslim yang lebih mandiri, berdaya, dan memiliki pemahaman keislaman yang kuat.

Di tengah tantangan dakwah di daerah terpencil, program ini menjadi bukti nyata bahwa zakat tidak hanya menghadirkan bantuan materi, tetapi juga menjadi instrumen strategis dalam membangun akidah, memperkuat ukhuwah Islamiyah, serta menghadirkan cahaya pendidikan dan pembinaan hingga ke pelosok Nusantara.

17/06/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa
Bantu Palestina, BAZNAS Jabar Salurkan Kurban dan Sedekah Daging Melalui BAZNAS RI

JAKARTA – Solidaritas masyarakat Indonesia untuk rakyat Palestina terus mengalir tanpa henti. Di tengah situasi kemanusiaan yang masih memprihatinkan akibat konflik berkepanjangan, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Barat menyalurkan amanah kurban dan sedekah daging bagi masyarakat Palestina melalui BAZNAS RI.

Penyerahan bantuan tersebut dilakukan secara simbolis di Jakarta, Senin (8/6/2026), sebagai bentuk kepedulian dan dukungan nyata masyarakat Jawa Barat terhadap saudara-saudara di Palestina yang hingga kini masih menghadapi berbagai keterbatasan akibat krisis kemanusiaan.

Total bantuan yang disalurkan meliputi Program Kurban Palestina senilai Rp147.500.000, Program Sedekah Daging Palestina sebesar Rp82.600.000, serta Program Sedekah Daging Kemasan senilai Rp21.000.000.

Wakil Ketua BAZNAS RI, Dr. H. Zainut Tauhid Sa'adi, M.Si., menyampaikan apresiasi atas tingginya kepedulian masyarakat Jawa Barat yang terus menunjukkan empati dan solidaritas terhadap rakyat Palestina.

Menurutnya, bantuan yang dihimpun melalui BAZNAS Jawa Barat menjadi bukti bahwa nilai kemanusiaan dan ukhuwah Islamiyah masih tumbuh kuat di tengah masyarakat Indonesia.

"Kami sangat mengapresiasi kepedulian masyarakat Jawa Barat yang disalurkan melalui BAZNAS Jabar untuk membantu meringankan beban saudara-saudara kita di Palestina yang sedang berjuang di tengah kondisi konflik," ujar Zainut.

Ia menjelaskan, program kurban dan sedekah daging tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan dan gizi masyarakat Palestina yang saat ini menghadapi berbagai tantangan kehidupan akibat dampak konflik yang berkepanjangan.

Lebih dari sekadar bantuan makanan, kata Zainut, program ini juga menjadi simbol harapan dan kasih sayang dari masyarakat Indonesia kepada rakyat Palestina agar mereka tetap merasakan perhatian dan dukungan dari dunia internasional.

"BAZNAS RI berkomitmen penuh untuk memastikan seluruh amanah kurban dan sedekah daging ini disalurkan secara amanah, transparan, dan tepat sasaran agar keberkahan hari raya dapat dirasakan di Palestina," tegasnya.

Komitmen tersebut menjadi bagian dari upaya BAZNAS RI dalam menjaga kepercayaan para muzaki sekaligus memastikan setiap bantuan yang dihimpun dapat memberikan manfaat optimal bagi penerima manfaat di wilayah terdampak konflik.

Bagi masyarakat Palestina, bantuan pangan memiliki arti yang sangat penting. Di tengah keterbatasan akses terhadap kebutuhan pokok, distribusi daging kurban dan sedekah menjadi sumber nutrisi sekaligus penguat semangat bagi keluarga-keluarga yang sedang menghadapi masa sulit.

Momentum Iduladha juga menjadi pengingat bahwa nilai pengorbanan, kepedulian, dan berbagi tidak mengenal batas wilayah maupun kebangsaan. Semangat tersebut tercermin dari partisipasi masyarakat Jawa Barat yang mempercayakan amanah kemanusiaannya melalui BAZNAS.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Deputi I BAZNAS RI Bidang Pengumpulan H. M. Arifin Purwakananta, S.I.Kom., M.I.Kom., CWC, CFRM., Direktur Penguatan Pengumpulan Nasional H. Fitriansyah Agus Setiawan, S.Sos., M.I.Kom., CFRM., Kepala Divisi Penguatan Pengumpulan BAZNAS Adhi Kelvianto Septa Pradana, S.H., S.Hum., serta jajaran BAZNAS Provinsi Jawa Barat yang dipimpin Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan Dr. H. Ijang Faisal, S.Ag., M.Si.

Melalui kolaborasi dan sinergi yang terus diperkuat, BAZNAS berharap semakin banyak masyarakat yang tergerak untuk menyalurkan zakat, infak, sedekah, maupun kurban sebagai wujud kepedulian terhadap sesama, khususnya bagi saudara-saudara yang tengah menghadapi krisis kemanusiaan.

Bantuan yang diberikan hari ini bukan hanya tentang daging kurban yang sampai ke tangan penerima manfaat, melainkan juga tentang pesan persaudaraan, harapan, dan kepedulian yang menembus batas negara. Dari Indonesia untuk Palestina, semangat kemanusiaan terus hidup dan menguatkan mereka yang sedang berjuang untuk bertahan.

08/06/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS RI dan BI Libatkan Kreator Konten, Zakat Siap Menembus Jutaan Layar Digita

PALEMBANG – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Bank Indonesia (BI) terus memperkuat gerakan literasi zakat dan ekonomi syariah melalui pendekatan yang semakin relevan dengan perkembangan zaman. Salah satunya dengan menggandeng para kreator konten sebagai agen edukasi digital yang mampu menjangkau jutaan masyarakat, khususnya generasi muda.

Komitmen tersebut mengemuka dalam kegiatan Training of Trainer (ToT) Kreator Konten yang menjadi bagian dari rangkaian Festival Syariah (FESYar) Regional Sumatera 2026 di Hotel Santika Palembang, Sumatera Selatan.

Kepala Biro Komunikasi Publik dan Publikasi (BKPU) BAZNAS RI, Ndari Rumi Widyawati, menegaskan keterlibatan kreator konten menjadi langkah strategis dalam memperluas pemahaman masyarakat tentang zakat sebagai instrumen penting pembangunan ekonomi umat.

"Kami mengapresiasi inisiatif Bank Indonesia yang melibatkan para kreator konten dalam penguatan literasi zakat. Di era digital saat ini, konten yang edukatif dan inspiratif memiliki daya jangkau yang sangat luas sehingga mampu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya zakat sebagai kekuatan keuangan sosial Islam," ujar Ndari.

FESYar Sumatera 2026 mengusung tema "Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah Regional Berkelanjutan melalui Sinergi dan Transformasi Digital". Kegiatan ini menghadirkan berbagai program penguatan kapasitas, mulai dari ToT Kreator Konten, ToT Dai dan Daiyah, hingga Sertifikasi Nazhir Wakaf yang diikuti sekitar 150 peserta dari berbagai daerah di Pulau Sumatera.

Dalam sesi ToT Kreator Konten, Kabag Humas sekaligus Pemimpin Redaksi Kantor Digital BAZNAS RI, Yudhiarma MK, bersama Koordinator Komunikasi Lembaga (Corcom) Rayhanul Iman (Roy) membagikan strategi publikasi digital melalui konsep Zakat News Network (ZNN).

Yudhiarma menjelaskan, BAZNAS RI telah membangun ekosistem media konvergensi yang mengintegrasikan media konvensional dan digital untuk memperluas dakwah zakat secara masif.

Menurutnya, transformasi digital yang dilakukan BAZNAS dalam lima tahun terakhir menunjukkan hasil signifikan. Saat ini jaringan Kantor Digital BAZNAS telah mengelola sekitar 420 website dengan total pembaca mencapai lebih dari enam juta orang.

Tak hanya itu, jangkauan kanal digital BAZNAS juga mengalami lonjakan drastis. Reach YouTube meningkat dari sekitar 1,1 juta pada 2021 menjadi 24,6 juta pada 2025, sementara platform X (Twitter) tumbuh dari 309 ribu menjadi 1,8 juta jangkauan pada periode yang sama.

"Media digital telah menjadi sarana dakwah yang sangat efektif. Karena itu, para kreator konten memiliki peran penting dalam menyampaikan pesan-pesan zakat dan ekonomi syariah kepada masyarakat secara kreatif, menarik, dan mudah dipahami," kata Yudhiarma.

Menariknya, peserta juga diajak memahami pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI) seperti Gemini, DeepSeek, dan ChatGPT dalam proses produksi konten digital dan karya jurnalistik.

Menurut Yudhiarma, kehadiran AI mampu membantu kreator konten maupun jurnalis bekerja lebih cepat dan efisien dalam menghasilkan berbagai bentuk konten.

"Saat ini AI sangat membantu dalam pembuatan berita, artikel, maupun konten digital lainnya. Namun teknologi ini tetap harus digunakan secara bijak dan bertanggung jawab," ujarnya.

Ia mengingatkan bahwa penggunaan AI dalam dunia jurnalistik tetap harus berpedoman pada Kode Etik Jurnalistik (KEJ) dan regulasi yang telah ditetapkan Dewan Pers.

"Secanggih apa pun AI, tetap saja ia adalah alat bantu. Akurasi, verifikasi, dan tanggung jawab jurnalistik tetap berada di tangan manusia," tegasnya.

Sebagai bentuk adaptasi terhadap perkembangan teknologi, Dewan Pers telah menerbitkan Peraturan Dewan Pers Nomor 1 Tahun 2025 tentang Pedoman Penggunaan Kecerdasan Buatan dalam Karya Jurnalistik, yang menjadi rujukan bagi perusahaan media dalam memanfaatkan AI secara profesional dan bertanggung jawab.

Sementara itu, ToT Kreator Konten mengusung tema "From Scroll to Impact: Mengubah Konten Digital Menjadi Gerakan Ekonomi Syariah". Tema tersebut merefleksikan semangat untuk mengubah aktivitas digital sehari-hari menjadi gerakan edukasi yang berdampak nyata bagi penguatan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia.

Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh pembekalan mengenai ekonomi syariah, pengelolaan zakat dan wakaf, keuangan komersial syariah, hingga teknik produksi konten digital yang kreatif dan efektif.

Di waktu yang sama, Bank Indonesia juga menyelenggarakan ToT Dai dan Daiyah guna memperkuat kapasitas para pendakwah dalam menyampaikan materi ekonomi syariah secara komprehensif kepada masyarakat. Selain itu, Sertifikasi Nazhir Wakaf digelar untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme pengelola wakaf dalam mengoptimalkan pemanfaatan aset wakaf secara produktif dan berkelanjutan.

Dengan melibatkan regulator, akademisi, praktisi, lembaga zakat dan wakaf, serta kreator konten nasional, FESYar Sumatera 2026 diharapkan menjadi katalisator lahirnya generasi penggerak ekonomi syariah yang mampu memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana dakwah, edukasi, dan pemberdayaan umat.

07/06/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa

Berita Terbaru

Hangatnya Kepedulian! BCA Sekuritas dan BAZNAS Santuni Anak Yatim di Jakarta
Hangatnya Kepedulian! BCA Sekuritas dan BAZNAS Santuni Anak Yatim di Jakarta
Jakarta – Aksi berbagi tak berhenti meski Ramadan telah berlalu. BCA Sekuritas bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menyalurkan santunan untuk puluhan anak yatim di Panti Asuhan Al Muanah Paskam. Penyaluran bantuan dilakukan secara simbolis di Kantor BAZNAS RI, Jakarta, Kamis (2/4/2026), sebagai bentuk nyata kepedulian sektor swasta terhadap masyarakat yang membutuhkan. Direktur Pendayagunaan dan Layanan UPZ dan CSR BAZNAS RI, Eka Budhi Sulistyo, berharap bantuan tersebut membawa keberkahan bagi semua pihak yang terlibat. “Semoga ini menjadi jalan keberkahan, tidak hanya bagi penerima manfaat, tetapi juga bagi seluruh pihak yang telah berbagi,” ujarnya. Ia menambahkan, sinergi antara lembaga zakat dan dunia usaha menjadi kunci penting dalam memperluas manfaat sosial bagi masyarakat. Sementara itu, Sekretaris Utama BAZNAS RI, Subhan Cholid, menilai kegiatan ini sebagai wujud nyata komitmen BCA Sekuritas dalam menjalankan tanggung jawab sosial perusahaan. “Ini adalah bentuk kasih sayang yang terus berlanjut, mempererat hubungan dan menghadirkan doa dari adik-adik untuk para donatur,” kata Subhan. Dari pihak BCA Sekuritas, Head of Corsec, Corcom & Legal, Fenny Susanti, mengaku bersyukur dapat berbagi langsung dengan anak-anak yatim. “Ini anugerah bagi kami bisa berbagi kasih. Semoga apa yang kami berikan menjadi bagian berarti bagi masa depan adik-adik,” ujarnya. Fenny juga mengapresiasi peran BAZNAS yang telah memfasilitasi penyaluran bantuan sehingga tepat sasaran. Di sisi lain, Pengurus Panti Asuhan Al Muanah Paskam, Umi Rahmawati, menyampaikan rasa haru dan terima kasih atas perhatian yang diberikan. “Kami sangat terharu. Biasanya santunan dilakukan saat Ramadan, tapi ini setelah Ramadan masih ada yang peduli. Ini luar biasa,” ungkapnya. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa kepedulian sosial tidak mengenal waktu. Kolaborasi antara BAZNAS dan BCA Sekuritas menunjukkan bahwa semangat berbagi bisa terus hidup—menghadirkan harapan baru bagi mereka yang membutuhkan.
BERITA03/04/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Fantastis! BSI Salurkan Zakat Rp289 Miliar Lewat BAZNAS, Dorong Ekonomi Umat Makin Kuat
Fantastis! BSI Salurkan Zakat Rp289 Miliar Lewat BAZNAS, Dorong Ekonomi Umat Makin Kuat
Jakarta – Komitmen sektor perbankan syariah dalam mendukung kesejahteraan umat kembali terlihat. Bank Syariah Indonesia (BSI) menyalurkan zakat perusahaan dan karyawan senilai Rp289,3 miliar melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI. Penyerahan zakat dilakukan secara simbolis oleh Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, kepada Ketua BAZNAS RI, Sodik Mudjahid, di Kantor Pusat BSI, Jakarta, Rabu (1/4/2026). Ketua BAZNAS RI, Sodik Mudjahid, mengapresiasi konsistensi BSI dalam menyalurkan zakat melalui lembaganya. Ia menyebut BSI sebagai role model korporasi dalam penguatan ekonomi umat berbasis zakat. “BSI adalah contoh korporasi yang konsisten dalam menunaikan zakat sekaligus memiliki komitmen terhadap ekonomi rakyat. Ini patut dicontoh,” ujarnya. Menurut Sodik, sinergi antara BAZNAS dan BSI merupakan kombinasi strategis dalam mempercepat pemulihan ekonomi umat. Ia menegaskan, ke depan pengelolaan zakat akan semakin diarahkan pada program pemberdayaan agar dampaknya lebih luas dan berkelanjutan. “Proporsi distribusi akan kami geser dari 70:30 menjadi 50:50 antara bantuan dan pemberdayaan. Tujuannya agar mustahik bisa lebih mandiri,” tegasnya. Sementara itu, Anggoro Eko Cahyo mengungkapkan, total zakat yang disalurkan BSI pada 2025 mencapai Rp289 miliar atau tumbuh 7,7 persen secara tahunan seiring meningkatnya kinerja perusahaan. Ia merinci, zakat perusahaan mencapai sekitar Rp250 miliar yang berasal dari 2,5 persen laba, sedangkan zakat karyawan mencapai Rp39,5 miliar. Secara kumulatif, kontribusi BSI kepada BAZNAS sepanjang 2021 hingga 2025 telah menembus Rp1,07 triliun. “Ini menunjukkan bahwa pertumbuhan perusahaan sejalan dengan peningkatan kontribusi zakat yang kami salurkan,” jelas Anggoro. Ia juga menegaskan komitmen BSI untuk terus memperkuat kolaborasi dengan BAZNAS dalam mengoptimalkan potensi zakat nasional. “Kami siap mendukung BAZNAS agar kinerjanya semakin maju dan penghimpunan zakat nasional semakin optimal,” tambahnya. Turut hadir dalam acara tersebut Pimpinan BAZNAS RI Rizaludin Kurniawan, Deputi I BAZNAS RI Arifin Purwakananta, serta Direktur Retail Banking BSI Kemas Erwan Husainy. Penyaluran zakat ratusan miliar ini menjadi bukti nyata bahwa zakat bukan hanya kewajiban ibadah, tetapi juga kekuatan besar dalam membangun ekonomi umat yang berkelanjutan.
BERITA02/04/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS–BSI Perkuat Transformasi Zakat, Dorong Ekonomi Umat Lebih Berkelanjutan
BAZNAS–BSI Perkuat Transformasi Zakat, Dorong Ekonomi Umat Lebih Berkelanjutan
Jakarta – Transformasi pengelolaan zakat terus didorong agar tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi mampu menjadi motor penggerak ekonomi umat. Hal ini mengemuka dalam talkshow bertajuk “Beyond Charity: Transformasi Zakat untuk Ekonomi Umat Berkelanjutan” yang digelar Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Bank Syariah Indonesia (BSI) di Kantor Pusat BSI, Jakarta, Rabu (1/4/2026). Kegiatan ini menjadi forum strategis dalam memperkuat sinergi antara lembaga zakat dan sektor keuangan syariah, sekaligus bagian dari penyerahan zakat perusahaan dan karyawan BSI kepada BAZNAS RI. Pimpinan BAZNAS RI, Rizaludin Kurniawan, menegaskan zakat memiliki dimensi yang jauh melampaui ibadah personal. “Zakat adalah jembatan antara kesalehan individu dan kesalehan sosial. Di dalamnya ada kekuatan untuk membangun kesejahteraan umat secara luas,” ujarnya. Ia menekankan, pengelolaan zakat harus dilakukan secara profesional dengan menjaga keseimbangan antara penghimpunan dan pelayanan kepada muzaki. Transparansi, akuntabilitas, dan dampak nyata menjadi kunci untuk meningkatkan kepercayaan publik. “Tidak cukup hanya menghimpun dana, tetapi juga memastikan zakat memberikan ketenangan bagi muzaki dan membawa perubahan bagi mustahik,” tambahnya. Lebih jauh, Rizaludin mengungkapkan potensi zakat nasional yang mencapai ratusan triliun rupiah. Potensi besar ini dinilai perlu dioptimalkan melalui penguatan ekosistem zakat, termasuk kolaborasi lintas sektor, digitalisasi layanan, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia. Ia juga menegaskan arah baru pengelolaan zakat yang berorientasi pada pemberdayaan ekonomi produktif. “Zakat ke depan harus mampu mendorong mustahik menjadi mandiri, bahkan bertransformasi menjadi muzaki. Ini adalah tujuan besar yang harus kita capai bersama,” tegasnya. Sementara itu, Direktur Retail Banking BSI, Kemas Erwan Husainy, menyatakan komitmen BSI dalam mendukung penguatan ekosistem zakat nasional melalui kolaborasi berkelanjutan dengan BAZNAS. Menurutnya, kerja sama ini tidak hanya berfokus pada penghimpunan, tetapi juga penyaluran zakat yang berdampak langsung bagi masyarakat, mulai dari sektor ekonomi, pendidikan, hingga pemberdayaan mustahik. “Kolaborasi ini adalah bentuk nyata bagaimana zakat bisa dikelola secara profesional dan memberikan dampak luas,” ujarnya. Ia juga menyoroti pentingnya inovasi digital dalam mempermudah masyarakat menunaikan zakat. BSI telah menghadirkan berbagai fitur seperti kalkulator zakat, pembayaran otomatis, hingga integrasi sistem penyaluran yang transparan dan akuntabel. Acara ini turut dihadiri Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid, Deputi I BAZNAS RI Arifin Purwakananta, serta Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo bersama jajaran kedua lembaga. Sinergi antara BAZNAS dan BSI ini menegaskan bahwa zakat bukan sekadar instrumen sosial, melainkan kekuatan ekonomi strategis. Dengan pengelolaan yang tepat dan kolaborasi yang solid, zakat diyakini mampu menjadi pilar penting dalam mewujudkan kesejahteraan umat yang berkelanjutan.
BERITA02/04/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Minahasa Berduka, Sosok Pendidik dan Penggerak Zakat Berpulang
BAZNAS Minahasa Berduka, Sosok Pendidik dan Penggerak Zakat Berpulang
Kabar duka menyelimuti keluarga besar pengelola zakat di Sulawesi Utara. Bolaang Mongondouw Utara, 1/4/2026, Salah satu sosok pendidik dan tokoh penggerak zakat, Kurniawan Suma, S.Pd, telah berpulang. Almarhum wafat di Gorontalo pada Rabu, 1 April 2026 pukul 12.30 WITA. Rencananya, almarhum akan dimakamkan di Gorontalo. Almarhum dikenal luas sebagai guru yang penuh dedikasi saat mengabdi di SMP Negeri 7 Manado. Bagi para alumnus, beliau bukan sekadar pengajar, tetapi sosok pendidik yang menanamkan nilai, ketekunan, dan cara berpikir ilmiah melalui pelajaran fisika—ilmu yang beliau ajarkan dengan penuh kesungguhan untuk membantu siswa memahami bagaimana alam semesta bekerja. Dalam perjalanan pengabdiannya, beliau juga pernah mengemban amanah sebagai kepala sekolah di salah satu SLTA di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara. Kepemimpinannya dikenal bijaksana, sederhana, dan dekat dengan dunia pendidikan. Pengabdian beliau berlanjut di bidang sosial keumatan. Kurniawan Suma, S.Pd ditetapkan sebagai Ketua Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Bolaang Mongondow Utara berdasarkan Keputusan Bupati Nomor 384 Tahun 2017. Penetapan tersebut merupakan bagian dari Pergantian Antar Waktu (PAW) yang ditetapkan melalui musyawarah pada 2 November 2017. Sebelumnya, beliau juga tercatat sebagai bagian dari Pimpinan BAZNAS Kabupaten Bolaang Mongondow Utara periode 2017–2022 berdasarkan Surat Keputusan Bupati tertanggal 16 Maret 2017. Dalam perannya, beliau turut mendorong penguatan pengelolaan zakat sebagai instrumen pemberdayaan umat. Kenangan akan sosok beliau tidak hanya melekat dalam jabatan dan pengabdian, tetapi juga dalam hal-hal sederhana yang membekas di hati para muridnya. Dua kata yang sering beliau tekankan dalam proses belajar—“Mengetahui” dan “Menyelesaikan”—menjadi filosofi hidup yang terus diingat, bahwa setiap persoalan harus dipahami dan diselesaikan dengan penuh tanggung jawab. Kesaksian mendalam datang dari para muridnya yang kini telah mengabdi di berbagai bidang. Salah satunya, Mahyudin Banjer, yang saat ini menjadi penanggung jawab program Islam di TVRI, mengenang almarhum sebagai guru yang tidak hanya mengajar, tetapi membentuk cara berpikir dan karakter. Hal senada juga disampaikan oleh Sahlan Kokalo, yang kini mengemban amanah sebagai Wakil Ketua IV BAZNAS Minahasa. Ia mengisahkan momen berharga saat bertemu kembali dengan sang guru ketika menjalankan tugas liputan bersama Tim TVRI dalam peringatan Hari Santri Nasional tahun 2019 di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara. “Pertemuan itu adalah kenangan terindah bagi saya. Bisa kembali bertemu dengan guru terbaik kami, yang hingga saat ini tetap menjadi panutan dalam kehidupan dan pengabdian,” ungkap Sahlan dengan penuh haru. Pimpinan dan seluruh jajaran BAZNAS Kabupaten Minahasa menyampaikan turut berduka cita yang mendalam atas berpulangnya almarhum. Semoga Allah SWT menerima segala amal ibadahnya, mengampuni segala khilafnya, dan menempatkan beliau di tempat terbaik di sisi-Nya. Kepada keluarga yang ditinggalkan, kiranya diberikan kekuatan, ketabahan, dan penghiburan. “Selamat jalan guru kami… Ilmu dan keteladananmu akan terus hidup dalam setiap langkah kami.”
BERITA01/04/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Bupati Bulukumba Terima Ambulans BAZNAS, Perkuat Layanan Rumah Sehat untuk Warga
Bupati Bulukumba Terima Ambulans BAZNAS, Perkuat Layanan Rumah Sehat untuk Warga
Bulukumba – Dukungan terhadap layanan kesehatan berbasis zakat terus diperkuat. BAZNAS Kabupaten Bulukumba mewakili BAZNAS menyerahkan satu unit mobil ambulans untuk mendukung operasional Rumah Sehat BAZNAS (RSB) di Kabupaten Bulukumba. Penyerahan dilakukan dalam apel pagi, Senin (30/3/2026), dan diterima langsung oleh Bupati Bulukumba, Andi Muchtar Ali Yusuf. Bantuan ini merupakan hasil sedekah konsumen PT AlfaMart dan AlfaMidi yang disalurkan melalui BAZNAS. Perwakilan BAZNAS, Kamaruddin, menjelaskan bahwa ambulans tersebut akan menjadi bagian penting dalam operasional Rumah Sehat BAZNAS yang saat ini dalam tahap pembangunan. “Ambulans ini akan difungsikan secara optimal setelah Rumah Sehat BAZNAS selesai. Nantinya digunakan untuk layanan rujukan pasien, antar-jemput layanan kesehatan, hingga penanganan kondisi darurat,” ujarnya. Ia menegaskan, kehadiran ambulans bukan sekadar bantuan fasilitas, tetapi bagian dari sistem layanan kesehatan berbasis zakat yang bertujuan membantu masyarakat, khususnya kalangan kurang mampu. Bupati Bulukumba, Andi Muchtar Ali Yusuf, menyampaikan apresiasi atas kontribusi nyata BAZNAS dalam mendukung peningkatan kualitas layanan kesehatan di daerah. “Kami sangat mengapresiasi bantuan ini. Kehadiran ambulans tentu akan sangat membantu masyarakat, khususnya warga kurang mampu dalam mengakses layanan kesehatan,” ungkapnya. Ia berharap pembangunan Rumah Sehat BAZNAS dapat segera rampung sehingga seluruh fasilitas, termasuk ambulans, bisa segera dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat. Pemerintah Kabupaten Bulukumba juga menegaskan komitmennya untuk terus mendukung program kolaboratif bersama BAZNAS, terutama di bidang kesehatan dan sosial. Program Rumah Sehat BAZNAS sendiri merupakan salah satu bentuk pendayagunaan zakat yang tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga menghadirkan layanan berkelanjutan bagi masyarakat. Langkah ini menjadi bukti bahwa zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun melalui BAZNAS dapat dioptimalkan menjadi layanan nyata yang langsung dirasakan masyarakat. Dari ambulans hingga fasilitas kesehatan, zakat tidak hanya membantu sesaat, tetapi juga membangun sistem pelayanan yang berkelanjutan. Zakat hari ini bukan hanya memberi, tetapi menghadirkan solusi— dari kepedulian, menjadi pelayanan untuk kehidupan.
BERITA30/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS RI Bangun 3 Masjid Darurat di Gaza, Jadi Harapan Ibadah di Tengah Konflik
BAZNAS RI Bangun 3 Masjid Darurat di Gaza, Jadi Harapan Ibadah di Tengah Konflik
Jakarta – Di tengah keterbatasan akibat konflik berkepanjangan, BAZNAS kembali menghadirkan harapan bagi warga Palestina. Tiga masjid darurat dibangun di wilayah Gaza sebagai respons cepat atas kebutuhan mendesak masyarakat akan tempat ibadah yang layak dan aman. Pembangunan masjid darurat tersebut tersebar di tiga titik strategis, yakni Asdaa Region Northwest Khan Younis, Abu Ali Eyad Street, dan Deir Al-Balah. Ketiganya kini telah rampung dan mulai digunakan oleh masyarakat, termasuk saat Ramadan hingga Idulfitri 1447 H. Sekretaris Utama BAZNAS RI, Subhan Cholid, menyampaikan bahwa pembangunan ini merupakan bagian dari komitmen kemanusiaan BAZNAS dalam menjawab kebutuhan riil di lapangan. “Alhamdulillah, tiga masjid darurat telah rampung dan sudah digunakan masyarakat. Masing-masing memiliki luas sekitar 180 meter persegi dan mampu menampung hingga 100 jemaah,” ujar Subhan dalam keterangannya, Senin (30/3/2026). Konflik yang terus berlangsung di Gaza menyebabkan banyak fasilitas umum hancur, termasuk masjid sebagai pusat ibadah dan aktivitas sosial masyarakat. Kondisi ini membuat warga kesulitan menjalankan ibadah secara layak. Melihat situasi tersebut, BAZNAS menghadirkan solusi cepat melalui pembangunan masjid darurat. Tidak hanya sebagai tempat salat, masjid ini juga berfungsi sebagai ruang berkumpul, tempat menguatkan solidaritas, dan sumber ketenangan di tengah situasi yang penuh tekanan. “Ini bukan sekadar bangunan, tetapi simbol kepedulian dan kebersamaan masyarakat Indonesia untuk Palestina,” tegas Subhan. Masjid darurat yang dibangun BAZNAS tidak hanya menjadi fasilitas fisik, tetapi juga membawa pesan kuat tentang solidaritas kemanusiaan lintas negara. Di tengah keterbatasan, kehadiran masjid menjadi ruang spiritual sekaligus sosial bagi warga. Tempat di mana mereka bisa beribadah, berkumpul, dan saling menguatkan. “Kami berharap masjid ini bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya, menjadi tempat ibadah yang khusyuk sekaligus mempererat kebersamaan warga,” tambah Subhan. Pembangunan masjid darurat ini tidak lepas dari peran para muzaki yang telah menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS. Kepercayaan tersebut menjadi kekuatan utama dalam menghadirkan program kemanusiaan di wilayah krisis. “Ini adalah bukti bahwa zakat yang ditunaikan umat mampu menjangkau saudara-saudara kita hingga ke Gaza,” ungkapnya. Tak hanya pembangunan masjid, selama Ramadan 1447 H/2026 M, BAZNAS juga terus menyalurkan berbagai bantuan kemanusiaan bagi warga Palestina. Bantuan tersebut meliputi: Paket makanan (food packages) Makanan siap saji (hot meals) Layanan kesehatan Penyediaan air bersih Pakaian dan selimut Tenda pemukiman keluarga Tenda kelas untuk kegiatan belajar Hingga pembangunan masjid darurat Langkah BAZNAS ini menunjukkan bahwa zakat bukan hanya berdampak lokal, tetapi juga mampu menjangkau krisis kemanusiaan global. Di tengah reruntuhan dan keterbatasan, masjid-masjid darurat itu kini berdiri sebagai simbol harapan—bahwa dari kepedulian, lahir kekuatan. Dari zakat, tumbuh keberkahan yang melintasi batas negara. Dari Indonesia untuk Gaza, zakat bukan sekadar ibadah… tetapi menjadi cahaya bagi mereka yang membutuhkan.
BERITA30/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Halalbihalal BAZNAS RI: Sodik Mudjahid Ajak Amil Tingkatkan Profesionalisme, Target Zakat Nasional Rp160 Triliun
Halalbihalal BAZNAS RI: Sodik Mudjahid Ajak Amil Tingkatkan Profesionalisme, Target Zakat Nasional Rp160 Triliun
JAKARTA — Momentum Halalbihalal dimanfaatkan BAZNAS RI untuk memperkuat komitmen para amil dalam meningkatkan profesionalisme dan kinerja, demi menghadirkan dampak nyata bagi kesejahteraan umat. Dalam kegiatan yang digelar di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Senin (30/3/2026), Ketua BAZNAS RI, Sodik Mudjahid, menegaskan bahwa Ramadan bukan sekadar bulan ibadah, tetapi juga menjadi momentum pembinaan diri yang berdampak langsung pada kualitas kerja sebagai amil zakat. “Ramadan adalah super training untuk mempercepat peningkatan ketakwaan. Setelah itu, kita diharapkan menjadi pribadi yang lebih sabar, tangguh, jujur, disiplin, peduli, dan gemar beristighfar,” ujar Sodik. Menurutnya, nilai-nilai Ramadan harus tercermin dalam pengelolaan zakat, terutama dalam menjaga amanah dan membangun kepercayaan publik. Sodik juga menekankan pentingnya memperkuat posisi BAZNAS sebagai lembaga utama yang diingat masyarakat ketika berbicara tentang zakat. “Kami ingin BAZNAS menjadi top of mind. Ketika orang berpikir tentang zakat, yang diingat adalah BAZNAS sebagai lembaga yang terpercaya (Al-Amin), mudah dijangkau, dan membanggakan,” jelasnya. Ia menambahkan, transformasi digital menjadi salah satu kunci untuk memperluas akses layanan zakat, sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat modern. Dalam arah kebijakan ke depan, Sodik Mudjahid memaparkan target ambisius pengelolaan zakat nasional. “Ada dua target pada 2031. Pertama, pengumpulan zakat nasional sebesar Rp160 triliun. Kedua, pendayagunaan yang adil, merata, berdampak, berdaya guna, dan melembaga,” tegasnya. Untuk mencapai target tersebut, BAZNAS terus mendorong: transformasi digital layanan zakat penguatan kolaborasi lintas sektor peningkatan kapasitas amil Sementara itu, Deputi I BAZNAS RI, Arifin Purwakananta, melaporkan capaian pengumpulan zakat selama Ramadan 2026. “Pengumpulan zakat mencapai Rp480 miliar atau sekitar 94 persen dari target Rp515 miliar,” ungkapnya. Arifin juga menyinggung adanya isu-isu negatif di publik yang sempat berdampak, namun ia menegaskan komitmen BAZNAS dalam menjaga integritas. “Kami meyakini bahwa tidak ada korupsi di BAZNAS, dan penyaluran dilakukan sesuai aturan negara dan syariah. Apa yang kami lakukan adalah untuk kebaikan dan kemaslahatan umat,” tegasnya. Ia pun mengajak masyarakat untuk tidak terpengaruh oleh informasi yang tidak benar serta terus mempercayakan zakat melalui BAZNAS. Acara Halalbihalal ini turut dihadiri jajaran pimpinan BAZNAS RI, di antaranya Zainut Tauhid Sa'adi dan para pimpinan lainnya. Momentum ini menjadi pengingat bahwa tugas sebagai amil bukan sekadar pekerjaan, melainkan amanah besar yang harus dijaga dengan integritas dan profesionalisme. “Mari kita jadikan semangat Ramadan sebagai energi untuk bekerja lebih baik, lebih amanah, dan lebih berdampak bagi umat,” tutup Sodik.
BERITA30/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Dari Masjid untuk Kehidupan: Zakat Jamaah Jadi Nafas Baru UMKM Kecil di Minahasa
Dari Masjid untuk Kehidupan: Zakat Jamaah Jadi Nafas Baru UMKM Kecil di Minahasa
MINAHASA — Suasana hangat menyelimuti Masjid Al Hikmah Sumalangka usai salat Magrib, Senin (30/3/2026). Di tengah kebersamaan jamaah, sebuah momen sederhana namun penuh makna terjadi—penyaluran zakat yang bukan sekadar bantuan, melainkan harapan baru bagi pelaku usaha kecil. Melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Masjid Al Hikmah Sumalangka, dana zakat, infak, dan sedekah jamaah yang telah dihimpun diserahkan kepada BAZNAS Kabupaten Minahasa untuk dikelola dan disalurkan secara amanah. Salah satu penerima manfaat adalah Ahmad Wonopati, seorang penjual nasi kuning yang selama ini berjuang dengan keterbatasan modal usaha. Ia menerima bantuan tunai sebesar Rp500.000 yang menjadi titik awal harapan baru dalam usahanya. “Ini bukan sekadar uang… ini harapan besar bagi saya. Saya merasa diperhatikan dan dikuatkan. InsyaAllah bantuan ini akan saya gunakan sebaik mungkin agar usaha saya bisa berkembang. Saya ingin suatu hari nanti bisa menjadi orang yang memberi,” ungkap Ahmad dengan mata berkaca-kaca. Ketua UPZ Masjid Al Hikmah Sumalangka, Drs. H. Yasin Zakaria, M.Pd, menegaskan bahwa proses penentuan mustahik dilakukan secara selektif dan penuh tanggung jawab. “Pemilihan mustahik kami lakukan dengan melihat langsung kondisi jamaah. Kami mengenal mereka, memahami keadaan mereka, sehingga bantuan ini benar-benar tepat sasaran,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa UPZ tidak berjalan sendiri, melainkan selalu berkoordinasi dengan BAZNAS agar proses penyaluran sesuai aturan dan memiliki dampak yang jelas. “Kami berkoordinasi dengan BAZNAS agar penyalurannya terarah dan amanah. Kami doakan, dengan bantuan ini penerima bisa berkembang, usahanya maju, dan ke depan dapat mandiri bahkan menjadi muzakki,” ujarnya penuh harap. Ketua BTM Masjid Al Hikmah, Aiptu Andi Basri, S.Pd, menegaskan bahwa zakat harus menjadi instrumen pemberdayaan, bukan sekadar bantuan sesaat. “Zakat tidak boleh berhenti pada bantuan konsumtif. Zakat harus mampu mengangkat kehidupan umat. Ketika dikelola melalui UPZ dan BAZNAS, maka zakat menjadi lebih tepat sasaran dan berdampak nyata,” tegasnya. Waka IV BAZNAS Minahasa Sahlan Kokalo menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari gerakan zakat produktif yang terus didorong. “Kami ingin zakat menjadi solusi nyata dalam penguatan ekonomi umat. Dari mustahik yang menerima hari ini, kita dorong menjadi mandiri, bahkan suatu saat menjadi muzakki,” ujarnya. Menurutnya, kepercayaan masyarakat dalam menyalurkan zakat melalui lembaga resmi menjadi kunci utama dalam memperluas dampak program. Kegiatan penyerahan bantuan tersebut dihadiri oleh Ketua UPZ, Ketua BTM, serta pengurus UPZ Masjid Al Hikmah Sumalangka. Suasana penuh kebersamaan itu kemudian ditutup dengan pelaksanaan salat Isya berjamaah yang dipimpin langsung oleh Ketua UPZ. Momen ini menjadi simbol kuat bahwa zakat bukan sekadar kewajiban, tetapi gerakan bersama yang dimulai dari masjid, dikelola dengan amanah, dan kembali kepada umat dalam bentuk pemberdayaan. Melalui momentum ini, masyarakat diajak untuk semakin percaya dan menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui UPZ dan BAZNAS agar: tepat sasaran dikelola secara profesional memberikan dampak berkelanjutan Karena dari setiap zakat yang ditunaikan…lahir harapan baru bagi kehidupan umat.
BERITA30/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
UPZ Masjid Al Hikmah Sumalangka Serahkan Laporan ZIS ke BAZNAS Minahasa, Pengumpulan Meningkat
UPZ Masjid Al Hikmah Sumalangka Serahkan Laporan ZIS ke BAZNAS Minahasa, Pengumpulan Meningkat
Minahasa – Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Masjid Al Hikmah Sumalangka menyerahkan laporan pengumpulan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) kepada BAZNAS Kabupaten Minahasa sebagai bentuk komitmen terhadap transparansi dan akuntabilitas pengelolaan zakat. Senin 30/3/2026)( Penyerahan laporan dilakukan oleh Bendahara UPZ, Bariskis, mewakili Ketua UPZ Drs. H. Yasin Zakaria, M.Pd, Sekretaris Endro Purnomo. Dalam kesempatan tersebut, turut diserahkan zakat maal sebagai bagian dari koordinasi dan penguatan sistem pengelolaan zakat. Bariskis menyampaikan bahwa pengumpulan ZIS tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. “Alhamdulillah, ada peningkatan dari tahun lalu. Ini menunjukkan kesadaran masyarakat dalam berzakat, infak, dan sedekah semakin baik,” ujarnya. Dalam laporan yang disampaikan, UPZ mencatat penghimpunan zakat fitrah mencapai lebih dari Rp14 juta, disertai pengumpulan beras ratusan liter, serta infak dan sedekah yang turut memperkuat total penghimpunan. Sementara itu, zakat maal yang disetorkan ke BAZNAS tercatat sebesar Rp535.000. Seluruh dana tersebut telah disalurkan kepada para penerima manfaat sesuai ketentuan syariah dan aturan yang berlaku. Sebagai bagian dari sistem yang terintegrasi dengan BAZNAS, laporan yang dipublikasikan bersifat agregat. Identitas muzakki dan mustahik tidak dicantumkan guna menjaga privasi dan martabat, sekaligus tetap menjunjung tinggi prinsip transparansi. Wakil Ketua IV BAZNAS Minahasa, Sahlan Kokalo, mengapresiasi langkah UPZ Masjid Al Hikmah Sumalangka yang telah tertib dalam pelaporan. “Pelaporan adalah bagian penting dari pengelolaan zakat modern. Bukan hanya soal administrasi, tetapi bagaimana membangun kepercayaan publik bahwa zakat dikelola secara amanah dan profesional,” jelasnya. Menurutnya, setiap UPZ yang dibentuk oleh BAZNAS memiliki kewajiban untuk menyampaikan laporan pengumpulan dan penyaluran secara berkala. “Zakat harus tercatat, terukur, dan terlapor. Dengan begitu, pengelolaan zakat tidak hanya bersifat ibadah, tetapi juga menjadi sistem yang mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” tambahnya. Langkah UPZ Masjid Al Hikmah Sumalangka ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi UPZ lainnya di Minahasa untuk semakin tertib dalam pelaporan dan pengelolaan zakat. Dengan pengelolaan yang transparan dan terintegrasi, zakat diyakini dapat menjadi instrumen penting dalam membantu masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan umat.
BERITA30/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Prof Azrai Tinjau Lahan Kolaborasi di Minahasa, Petani Binaan BAZNAS Disiapkan Produksi Benih Nasional
Prof Azrai Tinjau Lahan Kolaborasi di Minahasa, Petani Binaan BAZNAS Disiapkan Produksi Benih Nasional
Minahasa — Program pemberdayaan petani berbasis zakat produktif yang digagas BAZNAS Minahasa bersama Pengadilan Agama Tondano mendapat penguatan dari kalangan akademisi. Ahli pemuliaan jagung dari Universitas Hasanuddin, Prof. Dr. Muhammad Azrai, SP., MP., turun langsung meninjau lahan kolaborasi petani di daerah tersebut. Dalam kunjungan lapangan, Prof Azrai melakukan evaluasi teknis terhadap pertumbuhan tanaman jagung sekaligus memberikan arahan kepada petani binaan. Ia menekankan pentingnya pendampingan berkelanjutan, khususnya dalam pengendalian gulma dan teknik pemupukan. “Pendampingan itu kunci. Pemupukan sudah dilakukan, tetapi masih perlu diperbaiki agar penyerapan nutrisi lebih optimal sehingga tanaman bisa tumbuh lebih maksimal,” ujar Prof Azrai. Menurutnya, monitoring dan evaluasi secara langsung di lapangan menjadi langkah penting untuk mengetahui kondisi riil petani sekaligus menentukan perbaikan yang dibutuhkan guna meningkatkan produktivitas. Yang menjadi perhatian dalam program ini adalah penggunaan benih tetua, yakni bahan dasar pembentuk benih hibrida yang memiliki nilai strategis dalam industri perbenihan nasional. “Ini bukan sekadar bibit unggul, tapi di atas unggul. Ini adalah tetua pembentuk hibrida,” tegasnya. Dengan konsep tersebut, hasil panen dari lahan di Minahasa tidak hanya untuk kebutuhan lokal, tetapi diarahkan untuk mendukung distribusi benih ke berbagai wilayah di Indonesia. Selain aspek teknis, program ini juga memberikan kepastian pasar bagi petani. Hasil panen akan diserap dengan harga yang telah disepakati, sehingga petani tidak terdampak fluktuasi harga di pasaran. “Kami pastikan hasilnya tetap dibeli. Petani tidak perlu khawatir dengan harga,” tambah Prof Azrai. Program ini juga membuka peluang kolaborasi yang lebih luas. Petani yang memiliki lahan tambahan dapat bergabung dan akan difasilitasi dengan penyediaan benih tetua, pendampingan teknis, hingga sistem distribusi hasil. Sementara itu, Wakil Ketua IV BAZNAS Minahasa Sahlan Kokalo menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya penguatan zakat produktif yang berorientasi pada kemandirian ekonomi masyarakat. “Kami tidak hanya memberikan bantuan, tetapi memastikan keberlanjutan. Benih kami siapkan bersama mitra akademisi, dan petani didampingi hingga mampu menghasilkan produk berkualitas,” ujarnya. Ia menambahkan, pihaknya membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya bagi petani yang ingin berkembang. “Kami siap memfasilitasi bibit, pendampingan, hingga akses pasar. Harapannya, Minahasa dapat menjadi salah satu sentra pengembangan benih yang memberi kontribusi bagi kebutuhan pertanian nasional,” katanya. Kolaborasi antara BAZNAS Minahasa, Pengadilan Agama Tondano, dan Universitas Hasanuddin ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem pertanian di daerah sekaligus mendukung program ketahanan pangan yang sejalan dengan arah pembangunan pemerintah daerah.
BERITA29/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Pos Mudik BAZNAS Hadir di Tasikmalaya, Pemudik Bisa Istirahat, Pijat Gratis hingga Dapat Takjil
Pos Mudik BAZNAS Hadir di Tasikmalaya, Pemudik Bisa Istirahat, Pijat Gratis hingga Dapat Takjil
Tasikmalaya – Arus mudik Lebaran 2026 kian padat. Di tengah perjalanan panjang yang melelahkan, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menghadirkan solusi bagi para pemudik dengan membuka Pos Mudik di Tasikmalaya. Tak sekadar tempat singgah, Pos Mudik BAZNAS ini menyediakan beragam layanan gratis yang bisa dimanfaatkan pemudik selama periode 16 hingga 27 Maret 2026. Mulai dari layanan kesehatan, masjid, toilet darurat, ruang laktasi, dapur air, wifi, layanan charger, tempat istirahat, pijat gratis, hingga ruang ramah anak—semuanya tersedia untuk menunjang kenyamanan perjalanan. Tak hanya itu, program Bank Makanan juga dihadirkan dengan menyediakan takjil hingga makanan berat, khususnya saat sahur dan berbuka puasa. Deputi II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS RI, Imdadun Rahmat, menegaskan kehadiran Pos Mudik ini merupakan bentuk kepedulian terhadap para pemudik. “BAZNAS dari tahun ke tahun selalu menghadirkan Pos Mudik. Ini adalah ikhtiar kami untuk memberikan bantuan terbaik bagi para pemudik yang merupakan ibnu sabil,” ujar Imdadun, Kamis (19/3/2026). Ia menambahkan, seluruh fasilitas tersebut berasal dari dana zakat, infak, dan sedekah para muzaki yang dikelola secara amanah untuk kemaslahatan umat. “Kami optimalkan pemanfaatannya, termasuk untuk Pos Mudik Gratis ini agar perjalanan masyarakat lebih aman dan nyaman,” tegasnya. Sementara itu, Direktur Pendistribusian BAZNAS RI, Ahmad Fikri, menjelaskan Pos Mudik BAZNAS tersebar di 21 titik strategis di seluruh Indonesia. Menurutnya, Pos Mudik di Tasikmalaya termasuk salah satu pos utama dengan fasilitas paling lengkap. “Di Tasikmalaya ini cukup besar, ada sekitar 10 hingga 12 layanan. Sementara di titik lain minimal lima layanan utama tetap tersedia,” jelasnya. Ia juga memastikan setiap pos dilengkapi tenaga medis. “Dokter dan perawat selalu siaga untuk memberikan layanan kesehatan bagi pemudik,” tambah Fikri. Kehadiran Pos Mudik BAZNAS ini pun dirasakan langsung manfaatnya oleh para pemudik. Rais, pemudik asal Tangerang yang menuju Pangandaran dan Yogyakarta, mengaku fasilitas yang tersedia sangat membantu. “Fasilitasnya lengkap. Ada kasur darurat, pijat gratis, sampai takjil dan makanan berat. Ini sangat membantu kami di perjalanan,” ujarnya. Hal senada disampaikan Lendra, pemudik asal Sumedang yang mudik bersama keluarga. “Kami singgah saat sudah lelah. Di sini anak-anak bisa bermain, kami dapat pijat, takjil, dan layanan kesehatan gratis. Lengkap sekali,” katanya. BAZNAS berharap, kehadiran Pos Mudik di berbagai titik strategis ini tidak hanya menjadi tempat istirahat, tetapi juga berkontribusi menekan risiko kecelakaan akibat kelelahan selama perjalanan. Di tengah padatnya arus mudik, Pos Mudik BAZNAS menjadi oase bagi para pemudik—tempat bernaung sejenak, mengisi energi, dan melanjutkan perjalanan dengan lebih aman. Karena mudik bukan sekadar perjalanan pulang, tapi juga tentang memastikan setiap langkah sampai dengan selamat.
BERITA28/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Minahasa Dorong Zakat Masuk Arus Utama Pembangunan Daerah
BAZNAS Minahasa Dorong Zakat Masuk Arus Utama Pembangunan Daerah
Minahasa – Pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Kabupaten Minahasa kembali menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam merumuskan arah pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan, khususnya dalam menjawab tantangan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dalam konteks tersebut, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Minahasa memandang bahwa potensi zakat, infak, dan sedekah merupakan salah satu kekuatan sosial yang strategis dan relevan untuk dioptimalkan secara lebih terintegrasi dengan kebijakan pembangunan daerah. Selama ini, berbagai program sosial telah berjalan dengan baik melalui dukungan pemerintah daerah. Di sisi lain, pengelolaan zakat juga terus berkembang sebagai instrumen pemberdayaan umat. Ke depan, terdapat ruang yang semakin terbuka untuk memperkuat sinergi tersebut, sehingga potensi zakat tidak hanya berjalan secara mandiri, tetapi dapat selaras dan mendukung prioritas pembangunan yang telah dirumuskan oleh Pemerintah Kabupaten Minahasa. Pendekatan ini diyakini akan memberikan dampak yang lebih terarah, terukur, dan berkelanjutan bagi masyarakat. Sebagai bagian dari upaya tersebut, BAZNAS Minahasa saat ini tengah fokus pada penguatan kelembagaan sebagai fondasi utama. Beberapa langkah yang telah dilakukan antara lain: Sosialisasi zakat di lingkungan instansi dan masyarakat Pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) sebagai penguatan sistem pengumpulan Penyaluran bantuan beras kepada masyarakat sebagai bentuk kehadiran program di lapangan Langkah ini merupakan bagian dari proses membangun sistem pengelolaan zakat yang lebih terstruktur, akuntabel, dan berorientasi pada dampak. Wakil Ketua IV BAZNAS Minahasa, Sahlan Kokalo, menyampaikan bahwa tahapan yang sedang berjalan saat ini menjadi dasar penting untuk memperkuat kontribusi zakat dalam pembangunan daerah. “Kami sedang membangun fondasi kelembagaan yang kuat melalui sosialisasi dan pembentukan UPZ. Ini adalah tahap awal yang sangat penting agar ke depan pengelolaan zakat dapat semakin optimal dan berdampak luas,” ujarnya. Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya penguatan sinergi sejak tahap perencanaan. “Kami melihat Musrenbang sebagai ruang strategis untuk mempertemukan berbagai potensi, termasuk zakat. Dengan keterlibatan yang semakin terbangun sejak tahap perencanaan, diharapkan program-program yang ada dapat saling melengkapi dan memperkuat,” tambahnya. BAZNAS Minahasa menyatakan kesiapan untuk terus menyesuaikan dan menyelaraskan program-programnya dengan arah kebijakan pembangunan daerah. Kolaborasi yang semakin erat diharapkan dapat menghadirkan pendekatan pembangunan yang tidak hanya berbasis anggaran pemerintah, tetapi juga didukung oleh kekuatan partisipasi masyarakat. Dengan demikian, zakat diharapkan dapat berkontribusi sebagai salah satu instrumen pendukung dalam memperluas jangkauan program pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan. Ke depan, BAZNAS Minahasa membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dengan seluruh pemangku kepentingan. Sinergi yang terbangun secara berkelanjutan diyakini akan memperkuat upaya bersama dalam menghadirkan pembangunan yang lebih adil dan merata. Karena pada akhirnya, pembangunan yang kuat adalah pembangunan yang mampu menghadirkan manfaat nyata bagi seluruh lapisan masyarakat—dan zakat memiliki potensi besar untuk menjadi bagian dari upaya tersebut.
BERITA28/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
145 Relawan SPPG di Sangihe Digembleng Pelatihan Halal, Dapur Wajib Kantongi Sertifikat atau Terancam Sanksi
145 Relawan SPPG di Sangihe Digembleng Pelatihan Halal, Dapur Wajib Kantongi Sertifikat atau Terancam Sanksi
Sangihe – Sebanyak 145 relawan dari tiga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mengikuti pelatihan halal yang digelar oleh Lembaga Pemeriksa Halal Hidayatullah Sulawesi Utara. Kegiatan ini berlangsung di Aula SMK Negeri 2 Tahuna, Rabu (25/3/2026), sebagai langkah serius memastikan setiap produk pangan yang dihasilkan benar-benar halal dan aman dikonsumsi. Tiga unit dapur yang ikut dalam pelatihan ini berada di bawah naungan Yayasan Duta Cahaya Indonesia, yakni SPPG Manganitu, SPPG Tapuang, dan SPPG Bungalawang. Ketua Lembaga Pemeriksa Halal Hidayatullah Sulut, Zulkifli Tarimakase, menegaskan pelatihan ini bukan sekadar formalitas, melainkan bagian penting dalam proses pengajuan sertifikat halal yang kini menjadi kewajiban nasional. “Dapur SPPG wajib memiliki sertifikat halal sebagaimana diatur oleh Badan Gizi Nasional. Ini bukan pilihan, tapi keharusan,” tegas Zulkifli saat diwawancarai. Menurutnya, seluruh relawan harus memahami konsep halal secara menyeluruh—mulai dari pemilihan bahan, proses pengolahan, hingga distribusi kepada penerima manfaat. “Tujuannya agar produk yang sampai ke masyarakat benar-benar halal, tidak diragukan, dan sesuai standar yang ditetapkan,” jelasnya. Tak hanya itu, Zulkifli juga mengingatkan adanya sanksi tegas bagi dapur yang melanggar standar. Jika ditemukan makanan yang tidak layak konsumsi atau tidak memenuhi ketentuan halal, maka akan diberlakukan tahapan sanksi. “Mulai dari SP1 hingga pembekuan izin, bahkan pencabutan sertifikat halal,” ujarnya. Ia menekankan bahwa kewajiban sertifikasi halal telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal serta Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2024. “Semua produk yang beredar di Indonesia wajib bersertifikat halal. Ini bagian dari perlindungan konsumen,” tambahnya. Selain sertifikat halal, setiap dapur SPPG juga diwajibkan melengkapi Sertifikat SLHS (Sanitasi Laik Higiene) serta HACCP (Hazard Analysis and Critical Control Points) untuk menjamin keamanan pangan secara menyeluruh. Sementara itu, Ketua Yayasan Duta Cahaya Indonesia, Sandra Solang, menyebut pelatihan ini membawa dampak besar dalam meningkatkan kualitas pengelolaan dapur. “Relawan jadi memahami mana yang halal dan tidak, serta bagaimana menerapkan standar yang benar di dapur,” katanya. Ia memastikan pihak yayasan akan terus mendampingi setiap dapur agar memenuhi standar operasional yang ditetapkan pemerintah. “Kami akan terus melengkapi, mendampingi, dan memastikan semua dapur berjalan sesuai SOP Badan Gizi Nasional,” ujarnya. Kegiatan ini turut dihadiri Satgas Halal Kementerian Agama Kepulauan Sangihe, PIC dapur, SAG, MPD, mitra, serta seluruh relawan yang terlibat. Pelatihan ini menjadi langkah konkret dalam memperkuat ekosistem pangan halal di daerah, sekaligus memastikan program pemenuhan gizi berjalan tidak hanya sehat, tetapi juga sesuai syariat dan regulasi negara.
BERITA26/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Jihan Nabillah: Dari Kampus Dakwah Menuju Panggung Google Student Ambassador 2026
Jihan Nabillah: Dari Kampus Dakwah Menuju Panggung Google Student Ambassador 2026
Di tengah arus percepatan teknologi digital, nama Jihan Nabillah mulai mencuri perhatian sebagai salah satu kandidat Google Student Ambassador 2026 Indonesia. Mahasiswi semester enam dari Universitas KH. Abdul Khalim Mojokerto Fakultas Dakwah dan Ushuluddin, jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam ini tampil bukan sekadar dengan semangat, tetapi dengan gagasan yang terukur dan pendekatan yang segar. Dalam video presentasinya yang diunggah melalui kanal YouTube Jihan Nabillah - Kandidat Google Student Ambassador 2026 Indonesia, Jihan menunjukkan satu hal yang jarang dimiliki kandidat lain: kemampuan menjembatani teknologi dengan komunikasi yang membumi. Menurut Jihan, kekuatan utama Google bukan hanya terletak pada kecanggihan inovasinya, melainkan pada kemampuannya menyederhanakan teknologi agar dapat diakses oleh semua kalangan. Filosofi user-first yang dipegang Google menjadi titik refleksi baginya sebagai mahasiswa komunikasi. “Teknologi bukan hanya soal inovasi, tapi bagaimana itu bisa dipahami dan dimanfaatkan oleh banyak orang,” ujarnya dalam pemaparannya. Pandangan ini bukan sekadar teori. Jihan melihat peran Google Student Ambassador sebagai ruang strategis untuk menghadirkan teknologi dalam bahasa yang lebih dekat dengan mahasiswa—tidak kaku, tidak eksklusif, tetapi komunikatif dan relevan dengan kehidupan sehari-hari. Berbeda dari pendekatan seminar konvensional, Jihan menawarkan konsep Tech & Chill yang dirancang lebih santai namun tetap bermakna. Ia memperkenalkan ide kegiatan interaktif bernama Tech-Tactive Mixer, sebuah permainan berbasis mystery dan networking. Dalam skenario ini, peserta tidak hanya duduk dan mendengar, tetapi terlibat aktif. Mereka harus mengumpulkan potongan cerita, berinteraksi satu sama lain, lalu memanfaatkan teknologi seperti Google Lens dan AI untuk menyelesaikan teka-teki. Pendekatan ini mencerminkan satu hal penting: teknologi tidak diajarkan, tetapi dialami. “Mahasiswa tidak merasa sedang belajar, tapi mereka langsung merasakan bagaimana teknologi membantu berpikir dan berkolaborasi,” jelasnya. Targetnya pun tidak main-main. Jihan menargetkan keterlibatan minimal 100 hingga 150 mahasiswa dalam tahap awal, dengan harapan tercipta efek berantai dalam pemanfaatan teknologi di lingkungan kampus. Pengalaman Jihan dalam berpikir di luar kebiasaan juga menjadi kekuatan tersendiri. Ia pernah berada dalam situasi genting saat mengikuti kompetisi, di mana produk timnya dinilai kurang praktis untuk diterapkan di lapangan. Alih-alih mengubah produk yang membutuhkan waktu, Jihan memilih mengubah strategi. Ia memperkuat narasi, membangun ulang cara penyampaian, dan menyesuaikan pendekatan komunikasi agar lebih relevan. Hasilnya, tim tersebut tidak hanya lolos ke 10 besar, tetapi juga meraih penghargaan sebagai most marketable. Pengalaman ini menegaskan satu prinsip yang ia pegang: solusi tidak selalu teknis, tetapi sering kali terletak pada cara berpikir dan cara menyampaikan. Jika terpilih sebagai Google Student Ambassador 2026, Jihan tidak ingin berhenti pada kegiatan seremonial. Ia menargetkan terbentuknya ekosistem mahasiswa yang aktif memanfaatkan teknologi dalam keseharian mereka. Program seperti Tech & Chill akan menjadi pintu masuk, dilanjutkan dengan workshop dan komunitas berkelanjutan. Fokusnya jelas: menciptakan mahasiswa yang tidak hanya kreatif, tetapi juga marketable—mampu menggabungkan ide, komunikasi, dan teknologi dalam satu kesatuan. “Karena ide yang bagus tidak cukup, kalau tidak bisa dikomunikasikan dengan baik,” tegasnya. Di balik semua gagasan tersebut, Jihan membawa satu pesan yang sederhana namun kuat: teknologi adalah alat, tetapi dampaknya ditentukan oleh manusia yang menggunakannya. Dengan latar belakang komunikasi dan pengalaman membangun narasi, ia menawarkan sesuatu yang berbeda—bukan hanya memahami teknologi, tetapi menghidupkannya dalam interaksi nyata. Dalam peta persaingan Google Student Ambassador 2026, Jihan Nabillah tidak hanya hadir sebagai peserta. Ia tampil sebagai representasi generasi muda yang siap menjadi penghubung antara inovasi dan manusia. Dan dari sana, perubahan kecil bisa mulai bergerak.
BERITA24/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
UPZ TPQ Roudhatol Jannah Salurkan Beras Zakat BAZNAS Minahasa: Gerakan Edukasi Zakat Kian Menguat di Akar Umat
UPZ TPQ Roudhatol Jannah Salurkan Beras Zakat BAZNAS Minahasa: Gerakan Edukasi Zakat Kian Menguat di Akar Umat
Minahasa — Semangat menebar keberkahan terus digaungkan oleh Unit Pengumpul Zakat (UPZ) TPQ Roudhatol Jannah melalui aksi nyata penyaluran beras zakat dari BAZNAS Kabupaten Minahasa kepada para mustahik di lingkungan sekitar. Kegiatan ini tidak sekadar menjadi rutinitas penyaluran bantuan, tetapi juga menjadi bagian dari gerakan edukasi zakat yang terus dibangun secara berkelanjutan di tengah masyarakat. Sejak resmi menerima Surat Keputusan (SK) dari BAZNAS Minahasa, UPZ TPQ Roudhatol Jannah langsung bergerak aktif melakukan sosialisasi kepada jamaah tentang pentingnya menyalurkan zakat melalui lembaga resmi. Ketua UPZ TPQ Roudhatol Jannah, Ust. Qodir Pulukadang, menegaskan bahwa kepercayaan dari BAZNAS menjadi amanah besar yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab. “Alhamdulillah, setelah kami menerima SK dari BAZNAS Minahasa, kami tidak hanya fokus pada pengumpulan dan penyaluran zakat, tetapi juga terus mengedukasi jamaah tentang pentingnya menunaikan zakat melalui lembaga resmi. Ini bukan hanya soal distribusi, tetapi tentang membangun kesadaran umat agar zakat dikelola secara amanah, transparan, dan tepat sasaran.” Ia juga menambahkan bahwa melalui pendekatan persuasif dan sosialisasi yang intens, kesadaran masyarakat mulai tumbuh. “Kami mengajak jamaah untuk memahami bahwa zakat yang disalurkan melalui lembaga resmi seperti BAZNAS memiliki sistem pengelolaan yang jelas, terukur, dan berdampak luas. Dengan demikian, manfaatnya tidak hanya dirasakan secara individu, tetapi juga mampu mengangkat kesejahteraan umat secara kolektif.” Penyaluran beras zakat ini menjadi bukti konkret bahwa sinergi antara BAZNAS dan UPZ mampu menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat yang membutuhkan. Selain membantu memenuhi kebutuhan pokok, kegiatan ini juga memperkuat nilai solidaritas, kepedulian, dan keadilan sosial. Lebih dari itu, UPZ TPQ Roudhatol Jannah menempatkan edukasi sebagai pilar utama dalam gerakannya. Bahwa zakat bukan sekadar kewajiban, melainkan instrumen pemberdayaan umat yang jika dikelola dengan baik, mampu menjadi solusi nyata dalam mengatasi kesenjangan sosial. Dengan langkah yang konsisten dan penuh komitmen, UPZ TPQ Roudhatol Jannah bersama BAZNAS Minahasa optimistis dapat terus menumbuhkan budaya berzakat yang lebih tertib, terarah, dan berdampak luas bagi kesejahteraan masyarakat. Zakat bukan hanya tentang memberi, tetapi tentang membangun peradaban yang lebih peduli, adil, dan berkeadilan sosial.
BERITA24/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Habib Umar Bin Thoha Alhabsyi: “Celakalah yang Bertemu Ramadan Tapi Tak Raih Ampunan”
Habib Umar Bin Thoha Alhabsyi: “Celakalah yang Bertemu Ramadan Tapi Tak Raih Ampunan”
MINAHASA – Suasana haru dan penuh kekhusyukan menyelimuti pelaksanaan Sholat Idul Fitri 1447 H di Masjid Agung Al-Falah Kyai Modjo, Sabtu (21/3/2026). Ratusan jamaah yang memadati halaman dan ruang utama masjid larut dalam lantunan takbir, tahmid, dan tahlil, menandai kemenangan setelah sebulan penuh menjalani ibadah Ramadan. Namun, di balik gema takbir kemenangan, khutbah yang disampaikan oleh Habib Umar Bin Thoha Alhabsyi justru menggugah sisi terdalam hati para jamaah. Dengan suara yang tenang namun penuh penekanan, ia mengingatkan sebuah pesan yang mengguncang kesadaran: “Celakalah orang yang bertemu Ramadan, namun tidak mendapatkan ampunan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.” Kalimat itu seakan menghentikan waktu. Beberapa jamaah terlihat menundukkan kepala, bahkan tak sedikit yang meneteskan air mata, larut dalam perenungan tentang perjalanan iman mereka selama Ramadan. Dalam khutbahnya, Habib Umar menggambarkan Idul Fitri bukan hanya sebagai hari kemenangan, tetapi juga hari perpisahan yang menyayat hati—perpisahan dengan bulan suci yang penuh rahmat, ampunan, dan kasih sayang Allah. Ia mengajak jamaah untuk jujur pada diri sendiri: apakah Ramadan yang telah berlalu benar-benar meninggalkan bekas dalam hati, atau justru berlalu tanpa perubahan berarti. “Orang-orang yang merasakan manisnya kebersamaan dengan Ramadan, pasti akan merasakan pahitnya perpisahan,” ujarnya. Pesan ini menjadi refleksi mendalam bahwa kebahagiaan Idul Fitri sejatinya bukan sekadar pakaian baru atau hidangan melimpah, melainkan sejauh mana seseorang meraih ampunan dan peningkatan kualitas iman. Lebih jauh, khutbah tersebut juga menyoroti gambaran penyesalan di akhirat bagi mereka yang menyia-nyiakan kesempatan emas di bulan Ramadan. Habib Umar mengingatkan, kelak manusia akan berharap untuk kembali ke dunia hanya untuk memperbaiki amal. Namun, penyesalan itu tidak lagi berarti. “Ketika kesempatan itu telah pergi, yang tersisa hanyalah penyesalan,” tegasnya. Pesan ini menjadi peringatan keras namun penuh kasih, agar umat Islam tidak menunda-nunda kebaikan dan tidak meremehkan momentum spiritual yang telah diberikan. Salah satu bagian paling menyentuh dari khutbah tersebut adalah ketika Habib Umar menyinggung tentang bakti kepada orang tua. Ia menegaskan bahwa sebesar apa pun ibadah seseorang, tidak akan sempurna tanpa ridha kedua orang tua. Dengan nada yang semakin dalam, ia mengingatkan bahwa banyak orang mencari kebahagiaan jauh ke luar, padahal “surga itu ada di dalam rumah”—pada sosok ayah dan ibu. “Selagi mereka masih hidup, bahagiakan mereka. Karena ketika mereka telah tiada, yang tersisa hanyalah penyesalan,” ungkapnya. Kalimat ini kembali membuat suasana masjid dipenuhi keheningan. Beberapa jamaah tampak menyeka air mata, teringat akan orang tua yang masih ada maupun yang telah tiada. Pelaksanaan Sholat Idul Fitri di Masjid Al-Falah Kyai Modjo Jaton tahun ini tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga momen kebangkitan kesadaran spiritual. Khutbah yang disampaikan bukan sekadar seruan, melainkan cermin bagi setiap jiwa—tentang: makna Ramadan yang sesungguhnya, pentingnya meraih ampunan, serta tanggung jawab moral kepada orang tua dan sesama. Di tengah gema takbir yang terus berkumandang, satu pesan besar tertinggal di hati para jamaah: Idul Fitri bukan sekadar perayaan, tapi titik awal untuk menjadi manusia yang benar-benar kembali—kembali kepada Allah dengan hati yang bersih, dan kembali kepada sesama dengan kasih yang utuh.
BERITA21/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Wabup Minahasa Tekankan Nilai Fitrah dan Kerukunan dalam Momentum Idul Fitri 1447 H/2026
Wabup Minahasa Tekankan Nilai Fitrah dan Kerukunan dalam Momentum Idul Fitri 1447 H/2026
Minahasa – Momentum Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah dimaknai sebagai ruang penguatan nilai spiritual dan sosial di Kabupaten Minahasa. Hal tersebut tercermin dari pernyataan Wakil Bupati Minahasa, Vanda Sarundajang, saat menghadiri kegiatan silaturahmi usai pelaksanaan Salat Id di Masjid Agung Al-Falah Kyai Modjo, Kampung Jawa Tondano, Sabtu (21/3/2026). Kehadiran Wakil Bupati dalam kesempatan tersebut merupakan bagian dari representasi Pemerintah Kabupaten Minahasa dalam menjalin kedekatan dengan masyarakat, khususnya umat Muslim yang merayakan Idul Fitri. Dalam kegiatan itu, Wakil Bupati membacakan sambutan Bupati Minahasa, Robby Dondokambey, sebelum pelaksanaan Salat Id dimulai. Dalam keterangannya, Vanda Sarundajang menegaskan bahwa Idul Fitri memiliki makna yang lebih dari sekadar perayaan keagamaan, melainkan sebagai momentum untuk kembali kepada fitrah serta memperkuat hubungan sosial antarmasyarakat. “Idul Fitri merupakan hari kemenangan bagi umat Muslim setelah menjalani ibadah puasa. Momentum ini menjadi kesempatan untuk kembali kepada fitrah serta mempererat kebersamaan,” ujarnya. Ia juga menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idul Fitri kepada seluruh umat Muslim di Kabupaten Minahasa, seraya mengajak masyarakat untuk menjadikan momen tersebut sebagai sarana memperkuat persaudaraan. Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya menjaga harmoni sosial di tengah keberagaman yang menjadi karakteristik masyarakat Minahasa. Menurutnya, nilai-nilai kearifan lokal seperti Sitou Timou Tumou Tou dan semangat Mapalus harus terus dijaga sebagai fondasi kehidupan bersama. “Kerukunan umat beragama di Minahasa telah terbangun dengan baik dan perlu terus dipelihara. Momentum Idul Fitri ini menjadi salah satu wujud nyata dari harmonisasi tersebut,” katanya. Usai pelaksanaan Salat Id yang dimulai pukul 07.00 WITA, kegiatan dilanjutkan dengan silaturahmi dan ramah tamah antara jajaran pemerintah daerah dan masyarakat Kampung Jawa Tondano. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten Minahasa, Dr. Lynda Deisye Watania, MM, M.Si , Asisten I Drs. Riviva Maringka, M.Si , serta sejumlah kepala perangkat daerah dan camat Tondano Utara. Pelaksanaan Salat Id dipimpin oleh Ustad Hardianto Masuara sebagai imam, dengan khutbah yang disampaikan oleh Habib Umar Bin Thoha yang menekankan pentingnya menjaga nilai keimanan dan persaudaraan. Dengan suasana yang berlangsung tertib dan penuh kekhidmatan, kegiatan tersebut menjadi refleksi nyata bahwa Idul Fitri tidak hanya bermakna secara spiritual, tetapi juga memiliki dimensi sosial yang kuat dalam mempererat kohesi masyarakat di Kabupaten Minahasa.
BERITA21/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Asisten I Setdakab Minahasa Sampaikan Ucapan Idul Fitri 1447 H, Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan dan Pelayanan Publik
Asisten I Setdakab Minahasa Sampaikan Ucapan Idul Fitri 1447 H, Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan dan Pelayanan Publik
Minahasa – Momentum Hari Raya Idulfitri 1447 H/2026 M dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten Minahasa untuk memperkuat nilai kebersamaan, toleransi, dan pelayanan kepada masyarakat. Hal ini disampaikan oleh Riviva Maringka selaku Asisten I Setdakab Minahasa dalam ucapan resminya. Jumat, 20/3/2026 Dalam keterangannya, Riviva mengajak seluruh masyarakat menjadikan Idulfitri sebagai titik balik untuk mempererat persatuan serta meningkatkan kualitas kehidupan sosial yang harmonis di Kabupaten Minahasa. “Selamat Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin. Semoga momentum suci ini menjadi penguat bagi kita semua untuk terus menjaga persaudaraan, toleransi, dan semangat gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat,” ujarnya. Sebagai Asisten I yang membidangi pemerintahan dan kesejahteraan rakyat, Riviva menegaskan pentingnya menjaga stabilitas sosial, ketertiban umum, serta membangun sinergi antara pemerintah dan masyarakat. Menurutnya, Idulfitri bukan hanya perayaan keagamaan, tetapi juga ruang refleksi untuk memperbaiki hubungan sosial dan memperkuat nilai-nilai kebangsaan. “Kita ingin masyarakat Minahasa tetap hidup rukun dalam keberagaman. Nilai saling menghormati harus terus dijaga sebagai fondasi utama dalam pembangunan daerah,” tegasnya. Lebih lanjut, Riviva juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan publik yang responsif dan humanis, terutama dalam momentum Lebaran yang identik dengan meningkatnya mobilitas masyarakat. Ia mengingatkan seluruh jajaran pemerintah untuk tetap siaga dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. “Pelayanan publik harus tetap berjalan optimal. Kehadiran pemerintah harus dirasakan, terutama dalam memastikan keamanan, kenyamanan, dan kebutuhan masyarakat selama Idulfitri,” katanya. Dalam kesempatan tersebut, Riviva juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan kepedulian sosial, terutama terhadap kelompok rentan dan masyarakat yang membutuhkan. Menurutnya, semangat berbagi dan solidaritas yang tumbuh di bulan Ramadan harus terus dilanjutkan dalam kehidupan sehari-hari. “Mari kita jadikan Idulfitri sebagai momentum untuk memperkuat empati sosial. Kepedulian terhadap sesama adalah bagian penting dari pembangunan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya. Menutup pernyataannya, Riviva berharap Idulfitri tahun ini membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat Minahasa dan menjadi energi baru untuk membangun daerah yang lebih maju, sejahtera, dan berdaya saing. “Semoga kita semua kembali dalam keadaan fitri, dengan hati yang bersih, serta semangat baru untuk terus berkarya dan mengabdi bagi Minahasa yang lebih baik,” pungkasnya. Momentum Idulfitri 1447 H pun diharapkan tidak hanya menjadi perayaan, tetapi juga penguat nilai persatuan, pelayanan, dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
BERITA21/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Kisah Rojali Bangkit dari Banjir Aceh Tamiang: Dari Korban Jadi Relawan Dapur Umum BAZNAS
Kisah Rojali Bangkit dari Banjir Aceh Tamiang: Dari Korban Jadi Relawan Dapur Umum BAZNAS
Aceh Tamiang – Banjir bandang yang menerjang Kabupaten Aceh Tamiang pada November lalu menyisakan luka mendalam. Rumah hanyut, harta benda lenyap, dan kehidupan berubah seketika. Namun di balik duka itu, muncul kisah keteguhan dari seorang penyintas bernama Muhammad Rojali (44). Melalui program Dapur Umum Hidangan Berkah Ramadan yang diinisiasi Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI, Rojali tak hanya menjadi penerima bantuan. Ia memilih bangkit—menjadi relawan, memasak untuk sesama korban. “Awalnya saya hanya menerima bantuan makanan, tapi saya tergerak hati untuk ikut membantu memasak. Saya merasa tidak enak kalau hanya menerima saja,” ujar Rojali saat ditemui di tenda pengungsian Desa Lubuk Sidup. Rumah Rojali hanyut tanpa sisa. Kini, ia tinggal di tenda darurat bersama istri dan tiga anaknya. Di tengah keterbatasan itu, dapur umum menjadi tumpuan utama kebutuhan pangan warga. Setiap hari, dapur tersebut mengolah sekitar 50 kilogram beras untuk menyediakan hingga 700 porsi makanan bagi para penyintas. Menariknya, dapur ini tidak dijalankan oleh pihak luar semata, melainkan oleh warga sendiri secara gotong royong—memasak sayur, ikan, hingga menyiapkan takjil berbuka puasa. “Kalau tidak ada program ini, kami kesulitan. Untuk masak daging saja kami belum mampu. Tapi melalui bantuan BAZNAS, kami bisa makan dengan layak dan bergizi,” tutur Rojali. Sekretaris Utama BAZNAS RI, Subhan Cholid, menegaskan bahwa dapur umum ini dirancang bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan konsumsi, tetapi juga sebagai bagian dari pemulihan mental masyarakat. “Filosofi zakat adalah memberdayakan. Lewat dapur umum ini, BAZNAS tidak hanya menyalurkan makanan, tetapi juga menciptakan ekosistem gotong royong,” jelas Subhan. Menurutnya, pelibatan langsung para penyintas menjadi kunci untuk membangun kembali rasa percaya diri dan kemandirian kolektif di tengah masa sulit. Bagi Rojali, dapur umum ini bukan sekadar tempat memasak, tetapi ruang untuk bangkit dan menemukan kembali makna kebersamaan. “Kami sangat berterima kasih kepada BAZNAS dan para donatur. Bantuan ini memberi semangat bagi kami untuk terus kuat,” ucapnya. BAZNAS sendiri menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi para penyintas hingga tahap rehabilitasi pascabencana. Kisah Rojali menjadi bukti—bahwa di tengah kehilangan, zakat mampu menggerakkan hati, menumbuhkan solidaritas, dan menghidupkan kembali harapan. Di antara tenda-tenda pengungsian, api dapur umum itu tak hanya memasak makanan—tetapi juga menyalakan semangat untuk bangkit bersama.
BERITA21/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Bangun Kelas Darurat di Gaza, Jaga Asa Pendidikan Anak Palestina di Tengah Krisis
BAZNAS Bangun Kelas Darurat di Gaza, Jaga Asa Pendidikan Anak Palestina di Tengah Krisis
Jakarta – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI kembali menunjukkan komitmennya dalam aksi kemanusiaan global. Kali ini, Badan Amil Zakat Nasional membangun tujuh tenda kelas darurat bagi anak-anak di Beit Lahia, Gaza Utara, Palestina. Langkah ini dilakukan untuk memastikan anak-anak tetap mendapatkan akses pendidikan meskipun berada di tengah situasi krisis kemanusiaan yang belum mereda. Tenda-tenda tersebut difungsikan sebagai ruang belajar sementara yang dilengkapi meja dan kursi. Fasilitas ini diharapkan mampu menciptakan suasana belajar yang lebih nyaman dan layak bagi anak-anak Gaza. Ketua BAZNAS RI, Sodik Mudjahid menegaskan, pendidikan tidak boleh terhenti dalam kondisi apa pun, termasuk saat bencana dan konflik. “Kami ingin anak-anak di Gaza tetap memiliki ruang belajar yang aman dan layak. Tenda kelas darurat ini diharapkan membantu mereka melanjutkan kegiatan belajar meskipun berada di tengah situasi yang sulit,” ujar Sodik dalam keterangannya, Jumat (20/3/2026). Menurutnya, pembangunan kelas darurat ini bukan hanya soal pendidikan, tetapi juga bagian dari upaya pemulihan psikososial bagi anak-anak yang terdampak konflik. Tak lupa, BAZNAS juga menyampaikan apresiasi kepada Prabowo Subianto serta masyarakat Indonesia yang terus memberikan dukungan terhadap berbagai program kemanusiaan untuk Palestina. “Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan yang luar biasa. Ini menjadi bukti bahwa kepedulian bangsa Indonesia untuk Palestina terus hidup,” tambahnya. Tampung 100 Anak, Belajar Bergantian Fasilitas kelas darurat ini dirancang mampu menampung hingga 100 anak. Sistem belajar dibagi menjadi dua sesi, dengan masing-masing sesi diikuti sekitar 45 hingga 50 siswa. Selain tenda yang kokoh, sarana pendukung seperti meja dan kursi juga disediakan untuk menunjang kenyamanan proses belajar. Kehadiran fasilitas ini membawa kebahagiaan bagi anak-anak. Salah satunya dirasakan oleh Zeina Al Motawaq (8), siswa sekolah dasar di Gaza. “Kami dulu sangat kesulitan. Kami duduk di lantai saat menulis sampai punggung kami sakit. Sekarang kami sangat bersyukur sudah ada meja dan kursi. Terima kasih masyarakat Indonesia, terima kasih BAZNAS,” ujarnya. Bantuan Kemanusiaan Terus Bergulir Selain pembangunan kelas darurat, BAZNAS juga terus menyalurkan berbagai bantuan kemanusiaan bagi masyarakat Palestina. Mulai dari paket pangan, hidangan berbuka puasa, layanan kesehatan, hingga distribusi air bersih, pakaian, dan selimut. Tak hanya itu, BAZNAS juga membangun berbagai fasilitas darurat lainnya seperti tenda pemukiman, tenda rumah, hingga tenda masjid untuk membantu warga bertahan di tengah kondisi sulit. Ajak Masyarakat Terus Berkontribusi BAZNAS mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk terus mengambil bagian dalam aksi kemanusiaan ini melalui program Dompet Solidaritas Palestina. Kontribusi dapat disalurkan melalui: BSI 100.426.6893 a.n. Badan Amil Zakat Nasional Atau melalui laman resmi: baznas.go.id/bantupalestina
BERITA21/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Minahasa.

Lihat Daftar Rekening →