WhatsApp Icon
Pos Mudik BAZNAS Hadir di Tasikmalaya, Pemudik Bisa Istirahat, Pijat Gratis hingga Dapat Takjil

Tasikmalaya – Arus mudik Lebaran 2026 kian padat. Di tengah perjalanan panjang yang melelahkan, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menghadirkan solusi bagi para pemudik dengan membuka Pos Mudik di Tasikmalaya.

Tak sekadar tempat singgah, Pos Mudik BAZNAS ini menyediakan beragam layanan gratis yang bisa dimanfaatkan pemudik selama periode 16 hingga 27 Maret 2026.

Mulai dari layanan kesehatan, masjid, toilet darurat, ruang laktasi, dapur air, wifi, layanan charger, tempat istirahat, pijat gratis, hingga ruang ramah anak—semuanya tersedia untuk menunjang kenyamanan perjalanan.

Tak hanya itu, program Bank Makanan juga dihadirkan dengan menyediakan takjil hingga makanan berat, khususnya saat sahur dan berbuka puasa.

Deputi II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS RI, Imdadun Rahmat, menegaskan kehadiran Pos Mudik ini merupakan bentuk kepedulian terhadap para pemudik.

“BAZNAS dari tahun ke tahun selalu menghadirkan Pos Mudik. Ini adalah ikhtiar kami untuk memberikan bantuan terbaik bagi para pemudik yang merupakan ibnu sabil,” ujar Imdadun, Kamis (19/3/2026).

Ia menambahkan, seluruh fasilitas tersebut berasal dari dana zakat, infak, dan sedekah para muzaki yang dikelola secara amanah untuk kemaslahatan umat.

“Kami optimalkan pemanfaatannya, termasuk untuk Pos Mudik Gratis ini agar perjalanan masyarakat lebih aman dan nyaman,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur Pendistribusian BAZNAS RI, Ahmad Fikri, menjelaskan Pos Mudik BAZNAS tersebar di 21 titik strategis di seluruh Indonesia.

Menurutnya, Pos Mudik di Tasikmalaya termasuk salah satu pos utama dengan fasilitas paling lengkap.

“Di Tasikmalaya ini cukup besar, ada sekitar 10 hingga 12 layanan. Sementara di titik lain minimal lima layanan utama tetap tersedia,” jelasnya.

Ia juga memastikan setiap pos dilengkapi tenaga medis.

“Dokter dan perawat selalu siaga untuk memberikan layanan kesehatan bagi pemudik,” tambah Fikri.

Kehadiran Pos Mudik BAZNAS ini pun dirasakan langsung manfaatnya oleh para pemudik.

Rais, pemudik asal Tangerang yang menuju Pangandaran dan Yogyakarta, mengaku fasilitas yang tersedia sangat membantu.

“Fasilitasnya lengkap. Ada kasur darurat, pijat gratis, sampai takjil dan makanan berat. Ini sangat membantu kami di perjalanan,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Lendra, pemudik asal Sumedang yang mudik bersama keluarga.

“Kami singgah saat sudah lelah. Di sini anak-anak bisa bermain, kami dapat pijat, takjil, dan layanan kesehatan gratis. Lengkap sekali,” katanya.

BAZNAS berharap, kehadiran Pos Mudik di berbagai titik strategis ini tidak hanya menjadi tempat istirahat, tetapi juga berkontribusi menekan risiko kecelakaan akibat kelelahan selama perjalanan.

Di tengah padatnya arus mudik, Pos Mudik BAZNAS menjadi oase bagi para pemudik—tempat bernaung sejenak, mengisi energi, dan melanjutkan perjalanan dengan lebih aman.

Karena mudik bukan sekadar perjalanan pulang, tapi juga tentang memastikan setiap langkah sampai dengan selamat.

28/03/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Bangun Kelas Darurat di Gaza, Jaga Asa Pendidikan Anak Palestina di Tengah Krisis

Jakarta – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI kembali menunjukkan komitmennya dalam aksi kemanusiaan global. Kali ini, Badan Amil Zakat Nasional membangun tujuh tenda kelas darurat bagi anak-anak di Beit Lahia, Gaza Utara, Palestina.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan anak-anak tetap mendapatkan akses pendidikan meskipun berada di tengah situasi krisis kemanusiaan yang belum mereda.

Tenda-tenda tersebut difungsikan sebagai ruang belajar sementara yang dilengkapi meja dan kursi. Fasilitas ini diharapkan mampu menciptakan suasana belajar yang lebih nyaman dan layak bagi anak-anak Gaza.

Ketua BAZNAS RI, Sodik Mudjahid menegaskan, pendidikan tidak boleh terhenti dalam kondisi apa pun, termasuk saat bencana dan konflik.

“Kami ingin anak-anak di Gaza tetap memiliki ruang belajar yang aman dan layak. Tenda kelas darurat ini diharapkan membantu mereka melanjutkan kegiatan belajar meskipun berada di tengah situasi yang sulit,” ujar Sodik dalam keterangannya, Jumat (20/3/2026).

Menurutnya, pembangunan kelas darurat ini bukan hanya soal pendidikan, tetapi juga bagian dari upaya pemulihan psikososial bagi anak-anak yang terdampak konflik.

Tak lupa, BAZNAS juga menyampaikan apresiasi kepada Prabowo Subianto serta masyarakat Indonesia yang terus memberikan dukungan terhadap berbagai program kemanusiaan untuk Palestina.

“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan yang luar biasa. Ini menjadi bukti bahwa kepedulian bangsa Indonesia untuk Palestina terus hidup,” tambahnya.

Tampung 100 Anak, Belajar Bergantian

Fasilitas kelas darurat ini dirancang mampu menampung hingga 100 anak. Sistem belajar dibagi menjadi dua sesi, dengan masing-masing sesi diikuti sekitar 45 hingga 50 siswa.

Selain tenda yang kokoh, sarana pendukung seperti meja dan kursi juga disediakan untuk menunjang kenyamanan proses belajar.

Kehadiran fasilitas ini membawa kebahagiaan bagi anak-anak. Salah satunya dirasakan oleh Zeina Al Motawaq (8), siswa sekolah dasar di Gaza.

“Kami dulu sangat kesulitan. Kami duduk di lantai saat menulis sampai punggung kami sakit. Sekarang kami sangat bersyukur sudah ada meja dan kursi. Terima kasih masyarakat Indonesia, terima kasih BAZNAS,” ujarnya.

Bantuan Kemanusiaan Terus Bergulir

Selain pembangunan kelas darurat, BAZNAS juga terus menyalurkan berbagai bantuan kemanusiaan bagi masyarakat Palestina. Mulai dari paket pangan, hidangan berbuka puasa, layanan kesehatan, hingga distribusi air bersih, pakaian, dan selimut.

Tak hanya itu, BAZNAS juga membangun berbagai fasilitas darurat lainnya seperti tenda pemukiman, tenda rumah, hingga tenda masjid untuk membantu warga bertahan di tengah kondisi sulit.

Ajak Masyarakat Terus Berkontribusi

BAZNAS mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk terus mengambil bagian dalam aksi kemanusiaan ini melalui program Dompet Solidaritas Palestina.

Kontribusi dapat disalurkan melalui:
BSI 100.426.6893
a.n. Badan Amil Zakat Nasional

Atau melalui laman resmi: baznas.go.id/bantupalestina

21/03/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa
Kisah Rojali Bangkit dari Banjir Aceh Tamiang: Dari Korban Jadi Relawan Dapur Umum BAZNAS

Aceh Tamiang – Banjir bandang yang menerjang Kabupaten Aceh Tamiang pada November lalu menyisakan luka mendalam. Rumah hanyut, harta benda lenyap, dan kehidupan berubah seketika.

Namun di balik duka itu, muncul kisah keteguhan dari seorang penyintas bernama Muhammad Rojali (44).

Melalui program Dapur Umum Hidangan Berkah Ramadan yang diinisiasi Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI, Rojali tak hanya menjadi penerima bantuan. Ia memilih bangkit—menjadi relawan, memasak untuk sesama korban.

“Awalnya saya hanya menerima bantuan makanan, tapi saya tergerak hati untuk ikut membantu memasak. Saya merasa tidak enak kalau hanya menerima saja,” ujar Rojali saat ditemui di tenda pengungsian Desa Lubuk Sidup.

Rumah Rojali hanyut tanpa sisa. Kini, ia tinggal di tenda darurat bersama istri dan tiga anaknya. Di tengah keterbatasan itu, dapur umum menjadi tumpuan utama kebutuhan pangan warga.

Setiap hari, dapur tersebut mengolah sekitar 50 kilogram beras untuk menyediakan hingga 700 porsi makanan bagi para penyintas.

Menariknya, dapur ini tidak dijalankan oleh pihak luar semata, melainkan oleh warga sendiri secara gotong royong—memasak sayur, ikan, hingga menyiapkan takjil berbuka puasa.

“Kalau tidak ada program ini, kami kesulitan. Untuk masak daging saja kami belum mampu. Tapi melalui bantuan BAZNAS, kami bisa makan dengan layak dan bergizi,” tutur Rojali.

Sekretaris Utama BAZNAS RI, Subhan Cholid, menegaskan bahwa dapur umum ini dirancang bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan konsumsi, tetapi juga sebagai bagian dari pemulihan mental masyarakat.

“Filosofi zakat adalah memberdayakan. Lewat dapur umum ini, BAZNAS tidak hanya menyalurkan makanan, tetapi juga menciptakan ekosistem gotong royong,” jelas Subhan.

Menurutnya, pelibatan langsung para penyintas menjadi kunci untuk membangun kembali rasa percaya diri dan kemandirian kolektif di tengah masa sulit.

Bagi Rojali, dapur umum ini bukan sekadar tempat memasak, tetapi ruang untuk bangkit dan menemukan kembali makna kebersamaan.

“Kami sangat berterima kasih kepada BAZNAS dan para donatur. Bantuan ini memberi semangat bagi kami untuk terus kuat,” ucapnya.

BAZNAS sendiri menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi para penyintas hingga tahap rehabilitasi pascabencana.

Kisah Rojali menjadi bukti—bahwa di tengah kehilangan, zakat mampu menggerakkan hati, menumbuhkan solidaritas, dan menghidupkan kembali harapan.

Di antara tenda-tenda pengungsian, api dapur umum itu tak hanya memasak makanan—tetapi juga menyalakan semangat untuk bangkit bersama.

21/03/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa
Asisten I Setdakab Minahasa Sampaikan Ucapan Idul Fitri 1447 H, Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan dan Pelayanan Publik

Minahasa – Momentum Hari Raya Idulfitri 1447 H/2026 M dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten Minahasa untuk memperkuat nilai kebersamaan, toleransi, dan pelayanan kepada masyarakat. Hal ini disampaikan oleh Riviva Maringka selaku Asisten I Setdakab Minahasa dalam ucapan resminya. Jumat, 20/3/2026

Dalam keterangannya, Riviva mengajak seluruh masyarakat menjadikan Idulfitri sebagai titik balik untuk mempererat persatuan serta meningkatkan kualitas kehidupan sosial yang harmonis di Kabupaten Minahasa.

“Selamat Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin. Semoga momentum suci ini menjadi penguat bagi kita semua untuk terus menjaga persaudaraan, toleransi, dan semangat gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat,” ujarnya.

Sebagai Asisten I yang membidangi pemerintahan dan kesejahteraan rakyat, Riviva menegaskan pentingnya menjaga stabilitas sosial, ketertiban umum, serta membangun sinergi antara pemerintah dan masyarakat.

Menurutnya, Idulfitri bukan hanya perayaan keagamaan, tetapi juga ruang refleksi untuk memperbaiki hubungan sosial dan memperkuat nilai-nilai kebangsaan.

“Kita ingin masyarakat Minahasa tetap hidup rukun dalam keberagaman. Nilai saling menghormati harus terus dijaga sebagai fondasi utama dalam pembangunan daerah,” tegasnya.

Lebih lanjut, Riviva juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan publik yang responsif dan humanis, terutama dalam momentum Lebaran yang identik dengan meningkatnya mobilitas masyarakat.

Ia mengingatkan seluruh jajaran pemerintah untuk tetap siaga dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Pelayanan publik harus tetap berjalan optimal. Kehadiran pemerintah harus dirasakan, terutama dalam memastikan keamanan, kenyamanan, dan kebutuhan masyarakat selama Idulfitri,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Riviva juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan kepedulian sosial, terutama terhadap kelompok rentan dan masyarakat yang membutuhkan.

Menurutnya, semangat berbagi dan solidaritas yang tumbuh di bulan Ramadan harus terus dilanjutkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Mari kita jadikan Idulfitri sebagai momentum untuk memperkuat empati sosial. Kepedulian terhadap sesama adalah bagian penting dari pembangunan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Menutup pernyataannya, Riviva berharap Idulfitri tahun ini membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat Minahasa dan menjadi energi baru untuk membangun daerah yang lebih maju, sejahtera, dan berdaya saing.

“Semoga kita semua kembali dalam keadaan fitri, dengan hati yang bersih, serta semangat baru untuk terus berkarya dan mengabdi bagi Minahasa yang lebih baik,” pungkasnya.

Momentum Idulfitri 1447 H pun diharapkan tidak hanya menjadi perayaan, tetapi juga penguat nilai persatuan, pelayanan, dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

21/03/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa
Wabup Minahasa Tekankan Nilai Fitrah dan Kerukunan dalam Momentum Idul Fitri 1447 H/2026

Minahasa – Momentum Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah dimaknai sebagai ruang penguatan nilai spiritual dan sosial di Kabupaten Minahasa. Hal tersebut tercermin dari pernyataan Wakil Bupati Minahasa, Vanda Sarundajang, saat menghadiri kegiatan silaturahmi usai pelaksanaan Salat Id di Masjid Agung Al-Falah  Kyai Modjo, Kampung Jawa Tondano, Sabtu (21/3/2026).

Kehadiran Wakil Bupati dalam kesempatan tersebut merupakan bagian dari representasi Pemerintah Kabupaten Minahasa dalam menjalin kedekatan dengan masyarakat, khususnya umat Muslim yang merayakan Idul Fitri. Dalam kegiatan itu, Wakil Bupati membacakan sambutan Bupati Minahasa, Robby Dondokambey, sebelum pelaksanaan Salat Id dimulai.

Dalam keterangannya, Vanda Sarundajang menegaskan bahwa Idul Fitri memiliki makna yang lebih dari sekadar perayaan keagamaan, melainkan sebagai momentum untuk kembali kepada fitrah serta memperkuat hubungan sosial antarmasyarakat.

“Idul Fitri merupakan hari kemenangan bagi umat Muslim setelah menjalani ibadah puasa. Momentum ini menjadi kesempatan untuk kembali kepada fitrah serta mempererat kebersamaan,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idul Fitri kepada seluruh umat Muslim di Kabupaten Minahasa, seraya mengajak masyarakat untuk menjadikan momen tersebut sebagai sarana memperkuat persaudaraan.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya menjaga harmoni sosial di tengah keberagaman yang menjadi karakteristik masyarakat Minahasa. Menurutnya, nilai-nilai kearifan lokal seperti Sitou Timou Tumou Tou dan semangat Mapalus harus terus dijaga sebagai fondasi kehidupan bersama.

“Kerukunan umat beragama di Minahasa telah terbangun dengan baik dan perlu terus dipelihara. Momentum Idul Fitri ini menjadi salah satu wujud nyata dari harmonisasi tersebut,” katanya.

Usai pelaksanaan Salat Id yang dimulai pukul 07.00 WITA, kegiatan dilanjutkan dengan silaturahmi dan ramah tamah antara jajaran pemerintah daerah dan masyarakat Kampung Jawa Tondano.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten Minahasa, Dr. Lynda Deisye Watania, MM, M.Si , Asisten I Drs. Riviva Maringka, M.Si , serta sejumlah kepala perangkat daerah dan camat Tondano Utara.

Pelaksanaan Salat Id dipimpin oleh Ustad Hardianto Masuara sebagai imam, dengan khutbah yang disampaikan oleh Habib Umar Bin Thoha yang menekankan pentingnya menjaga nilai keimanan dan persaudaraan.

Dengan suasana yang berlangsung tertib dan penuh kekhidmatan, kegiatan tersebut menjadi refleksi nyata bahwa Idul Fitri tidak hanya bermakna secara spiritual, tetapi juga memiliki dimensi sosial yang kuat dalam mempererat kohesi masyarakat di Kabupaten Minahasa.

21/03/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa

Berita Terbaru

Gerak Cepat! BAZNAS Siak Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Pusako
Gerak Cepat! BAZNAS Siak Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Pusako
Pusako — Aksi sigap ditunjukkan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Siak melalui program BAZNAS Tanggap Bencana (BTB). Tanpa menunggu lama, bantuan langsung disalurkan kepada korban kebakaran di Kampung Benayah, Kecamatan Pusako. Tim BTB BAZNAS Siak turun langsung ke lokasi, menyerahkan bantuan kepada warga terdampak yang tengah menghadapi masa sulit pasca musibah. Kehadiran mereka menjadi simbol nyata kepedulian dan solidaritas di tengah duka yang dirasakan masyarakat. Musibah kebakaran yang melanda Kampung Benayah menyebabkan kerugian besar bagi warga, baik dari sisi materi maupun tempat tinggal. Dalam kondisi darurat seperti ini, bantuan cepat menjadi kebutuhan utama. BAZNAS Siak pun hadir membawa bantuan yang difokuskan untuk memenuhi kebutuhan mendesak para korban, sekaligus memberikan dukungan moril agar mereka tetap kuat menghadapi cobaan. “Kami turut prihatin atas musibah ini. Semoga bantuan yang diberikan dapat membantu meringankan beban dan menjadi penyemangat bagi para korban untuk bangkit kembali,” ujar perwakilan BAZNAS di lokasi. Langkah cepat ini menjadi bukti bahwa zakat, infak, dan sedekah tidak hanya berperan dalam program sosial rutin, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam penanganan bencana. Melalui BAZNAS Tanggap Bencana, bantuan dapat disalurkan secara cepat, terarah, dan tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan dalam kondisi darurat. BAZNAS Kabupaten Siak menegaskan komitmennya untuk terus hadir dalam setiap situasi krisis. Tidak hanya memberikan bantuan, tetapi juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kepedulian sosial dan semangat gotong royong. Di tengah musibah, solidaritas menjadi kekuatan utama untuk bangkit. Dan melalui aksi nyata seperti ini, harapan kembali dinyalakan bagi mereka yang terdampak. Saat musibah datang, kepedulian adalah cahaya. Dan zakat adalah jalannya.
BERITA17/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
H-3 Idulfitri, Distribusi Zakat Fitrah Masjid Al-Hijrah Tuntas Bertahap: Diawasi Langsung, Dikelola Profesional, Berdampak Nyata
H-3 Idulfitri, Distribusi Zakat Fitrah Masjid Al-Hijrah Tuntas Bertahap: Diawasi Langsung, Dikelola Profesional, Berdampak Nyata
Minahasa, 17 Maret 2026 — Pengelolaan zakat fitrah di Masjid Al-Hijrah kembali menunjukkan praktik terbaik yang tidak hanya profesional, tetapi juga sarat nilai spiritual. Hingga H-3 Idulfitri, seluruh zakat jemaah telah terkumpul dan mulai didistribusikan secara bertahap kepada para mustahik dengan sistem yang tertata, cepat, dan tepat sasaran. Sebelum proses pendistribusian dimulai, seluruh pengurus UPZ Masjid Al-Hijrah terlebih dahulu menggelar doa bersama yang dipimpin langsung oleh Imam masjid, sebagai bentuk ikhtiar spiritual agar zakat yang disalurkan membawa keberkahan bagi semua pihak. Imam Masjid Al-Hijrah, Kiki Palamani, memimpin doa dengan penuh khidmat, memohon agar seluruh zakat yang ditunaikan diterima oleh Allah SWT dan menjadi keberkahan bagi para muzakki maupun mustahik. “Ya Allah, terimalah zakat dari para muzakki kami, sucikan harta dan jiwa mereka, lapangkan rezekinya, serta jadikan zakat ini sebagai jalan keberkahan. Dan kepada para mustahik, berikan kecukupan, kekuatan, serta kemudahan agar suatu saat dapat menjadi muzakki,” demikian doa yang dipanjatkan. Suasana haru terasa ketika doa dipanjatkan, menegaskan bahwa zakat bukan sekadar aktivitas distribusi, tetapi juga ibadah yang menyatukan kepedulian sosial dan nilai keimanan. Wakil Ketua IV BAZNAS Minahasa, Sahlan Kokalo, turut hadir menyaksikan langsung jalannya distribusi. “Kami melihat proses ini berjalan sangat baik—terdata, transparan, dan tepat sasaran. Ditambah dengan dimulai dari doa bersama, ini menunjukkan bahwa pengelolaan zakat tidak hanya profesional, tetapi juga menjaga nilai spiritualnya,” ujarnya. Ketua UPZ Masjid Al-Hijrah, Samsul Arif, menjelaskan bahwa penyaluran dilakukan secara bertahap agar berjalan tertib dan maksimal. “Alhamdulillah, pembagian tahap awal telah kami selesaikan setelah salat Magrib. Selanjutnya, pendistribusian zakat fitrah akan kami lanjutkan kembali setelah salat Isya. Kami berupaya semaksimal mungkin agar seluruh penyaluran bisa tuntas malam ini,” ujarnya. Ia juga menyampaikan adanya peningkatan partisipasi jemaah tahun ini. “Pemasukan zakat meningkat sekitar 25 persen dibanding tahun lalu. Sementara jumlah mustahik menurun karena program pemberdayaan sudah mulai berjalan,” tambahnya. Ketua BTM, Ibrahim Hamid, menegaskan bahwa zakat harus dikelola secara berkelanjutan. “Zakat tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan sesaat, tetapi harus mampu mengangkat ekonomi umat. Program zakat produktif yang berjalan mulai menunjukkan hasil nyata,” jelasnya. Rangkaian proses yang dimulai dari doa, dilanjutkan dengan distribusi yang cepat dan terukur, menjadi bukti bahwa pengelolaan zakat di Masjid Al-Hijrah mengedepankan keseimbangan antara profesionalitas dan nilai spiritual. Dengan kolaborasi antara UPZ, BTM, keimaman, serta pengawasan dari BAZNAS, pengelolaan zakat tidak hanya berjalan lancar, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan umat. Model ini menjadi inspirasi bahwa zakat, ketika dikelola dengan baik dan diawali dengan niat yang tulus, mampu menjadi kekuatan besar dalam membangun kemandirian dan keberkahan bersama.
BERITA17/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Malam ke-26 Ramadhan, Kultum Masjid Al-Hijrah Ingatkan Pedagang Muslim: Kesabaran dan Kejujuran Kunci Rezeki
Malam ke-26 Ramadhan, Kultum Masjid Al-Hijrah Ingatkan Pedagang Muslim: Kesabaran dan Kejujuran Kunci Rezeki
Minahasa, 16 Maret 2026 – Malam ke-26 Ramadhan di Masjid Al-Hijrah, Minahasa, menjadi momen penuh hikmah bagi ratusan jamaah yang mayoritas berprofesi sebagai pedagang. Dalam kultum yang disampaikan Bapak Mulyadi, SE, Sekretaris BTM sekaligus Ketua Majelis Taklim, beliau menekankan bahwa kesabaran, amanah, dan tawakkal adalah kunci sukses dalam menjalankan bisnis dan kehidupan sehari-hari. Dalam ceramahnya, Bapak Mulyadi mengingatkan bahwa profesi pedagang maupun petani menuntut kesabaran yang luar biasa. “Seorang petani menunggu panen selama tiga bulan lebih, pedagang menunggu waktu yang tepat untuk bertransaksi. Disinilah nilai tawakkal dan kesabaran diuji,” ujarnya. Bapak Mulyadi juga menekankan prinsip jujur dan amanah, sebagaimana dicontohkan Rasulullah SAW. Mengutip surat Al-Kahf ayat 1-3, beliau mengingatkan pedagang agar tidak mengurangi timbangan atau menipu dalam transaksi. “Cukuplah kita menyeimbangkan, sehingga semua pihak dapat mempertanggungjawabkan,” tegasnya. Kultum ini juga menyinggung keteladanan sahabat Nabi, seperti Ustaz bin Affan, yang harta dan keberhasilannya tidak hanya untuk kepentingan pribadi, tetapi juga dimanfaatkan untuk kesejahteraan umat. Data jamaah yang hadir menunjukkan mayoritas pedagang dan petani, membuat pesan kultum ini terasa sangat relevan. “Kalau kita ingin sukses, kita harus meneladani Rasulullah SAW dalam berdagang. Kejujuran dan amanah adalah kunci rezeki,” tambahnya. Malam ke-26 Ramadhan ini menjadi pengingat penting bagi para pedagang Muslim bahwa rezeki bukan sekadar soal materi, tapi juga tentang akhlak dan keberkahan dalam berbisnis. Kultum Bapak Mulyadi mengajarkan bahwa bisnis yang sukses adalah bisnis yang jujur, sabar, dan bermanfaat bagi masyarakat luas.
BERITA16/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
PT Asuransi Jiwa Syariah AL AMIN Tunaikan Zakat Perusahaan Rp2,3 Miliar Melalui BAZNAS RI
PT Asuransi Jiwa Syariah AL AMIN Tunaikan Zakat Perusahaan Rp2,3 Miliar Melalui BAZNAS RI
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menerima penyaluran zakat perusahaan dari PT Asuransi Jiwa Syariah AL AMIN sebesar Rp2.375.896.492,08,- yang akan dialokasikan untuk mendukung berbagai program kemaslahatan umat guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Penyerahan zakat perusahaan dilakukan secara simbolis oleh Dewan Komisaris PT Asuransi Jiwa Syariah AL AMIN dan diterima langsung oleh Deputi I Bidang Pengumpulan Mohamad Arifin Purwakananta, di Gunawarman Menara BRIPens di Jakarta, Jumat (13/3/2026). Deputi I Bidang Pengumpulan BAZNAS RI Mohamad Arifin Purwakananta menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepercayaan yang kembali diberikan oleh PT Asuransi Jiwa Syariah AL AMIN kepada BAZNAS dalam menyalurkan zakat perusahaan. “Hari ini kami menyambut undangan dari PT Asuransi Jiwa Syariah AL AMIN untuk mensyiarkan pelaksanaan zakat perusahaan juga zakat karyawan yang diberikan kepada BAZNAS RI," ujar Arifin di Jakarta, Jumat (13/3/2026). Arifin berharap penyerahan zakat perusahaan ini dapat menjadi contoh bagi perusahaan-perusahaan lain untuk peduli kepada sesama dan menjalankan syariat zakat. Karena dengan menyerahkan zakat melalui lembaga resmi, perusahaan tidak hanya menjalankan kewajiban syariat, tetapi juga membantu memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi melalui pemberdayaan umat. Lebih lanjut, Arifin menjelaskan, dana zakat yang dihimpun BAZNAS akan disalurkan melalui sejumlah program strategis, mulai dari pemberdayaan ekonomi produktif, pendidikan, layanan kesehatan, hingga bantuan kemanusiaan bagi masyarakat rentan. “BAZNAS berkomitmen menjaga amanah para muzaki dengan memastikan pengelolaan zakat dilakukan secara transparan, akuntabel, dan tepat sasaran sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh para mustahik,” ungkapnya. Sementara itu, Komisaris Independen PT Asuransi Jiwa Syariah AL AMIN Soekotjo Soeparto, S.H., LL.M., CRGP mengatakan, penyaluran zakat perusahaan melalui BAZNAS merupakan komitmen perusahaan dalam menjalankan prinsip syariah sekaligus memperkuat tanggung jawab sosial kepada masyarakat. “Yang pasti bahwa penyerahan zakat ini sudah menjadi agenda tetap oleh PT Asuransi Jiwa Syariah AL AMIN dan kami memilih BAZNAS karena BAZNAS adalah lembaga negara yang sudah teruji, penting teruji terus. BAZNAS juga punya lingkungan kerja yang luar biasa luasnya, ada di setiap kota dan provinsi,” ujar Soekotjo. Soekotjo menambahkan, "Dengan menggandeng BAZNAS, kami percaya zakat perusahaan ini dapat disalurkan secara lebih efektif, transparan, dan tepat sasaran. Untuk pemanfaatannya, kami percayakan keseluruhan pengelolaannya kepada BAZNAS.”
BERITA16/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Gubernur hingga Kepala OPD Ramai-ramai Bayar Zakat, Sekda Sumsel Ajak ASN Salurkan ZIS Lewat BAZNAS
Gubernur hingga Kepala OPD Ramai-ramai Bayar Zakat, Sekda Sumsel Ajak ASN Salurkan ZIS Lewat BAZNAS
Palembang – Semangat menunaikan zakat di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan kian menguat. Mulai dari gubernur hingga para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tampak berbondong-bondong menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Provinsi Sumatera Selatan. Gerakan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pengelolaan zakat secara profesional, transparan, dan akuntabel sekaligus memperluas manfaatnya bagi masyarakat yang membutuhkan. Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan, Edward Candra, mengajak seluruh OPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan untuk menyalurkan zakat melalui lembaga resmi negara tersebut. Menurutnya, penyaluran zakat melalui BAZNAS Provinsi Sumatera Selatan merupakan langkah strategis untuk memastikan pengelolaan dana umat berjalan dengan baik dan tepat sasaran. “Melalui BAZNAS, potensi zakat dari ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dapat dihimpun secara optimal sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” ujar Edward Candra. Ia menegaskan bahwa zakat tidak hanya merupakan kewajiban ibadah bagi umat Islam, tetapi juga memiliki peran penting dalam membangun kepedulian sosial serta membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan pengelolaan yang terorganisir, dana zakat yang dihimpun nantinya akan disalurkan melalui berbagai program pemberdayaan yang dijalankan oleh BAZNAS Provinsi Sumatera Selatan. Program-program tersebut antara lain meliputi: bantuan pendidikan bagi pelajar dari keluarga kurang mampu layanan kesehatan bagi masyarakat dhuafa bantuan sosial kemanusiaan program pemberdayaan ekonomi umat Melalui program tersebut, zakat diharapkan tidak hanya menjadi bantuan sesaat, tetapi juga mampu mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. Gerakan zakat yang melibatkan ASN ini juga menjadi contoh nyata bagaimana sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga pengelola zakat dapat memberikan dampak sosial yang luas. Dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah, BAZNAS Provinsi Sumatera Selatan diharapkan mampu mengoptimalkan potensi zakat di Sumatera Selatan sehingga dapat membantu lebih banyak masyarakat yang membutuhkan. Langkah ini sekaligus memperkuat gerakan zakat sebagai salah satu instrumen penting dalam mengurangi kemiskinan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah.
BERITA16/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Gubernur Pramono Resmikan Program Bedah Rumah, 26 Warga Jakarta Terima Kunci Hunian Layak
Gubernur Pramono Resmikan Program Bedah Rumah, 26 Warga Jakarta Terima Kunci Hunian Layak
Jakarta – Kabar gembira datang bagi warga kurang mampu di Ibu Kota. Pramono Anung meresmikan program bedah rumah dan menyerahkan secara simbolis kunci hunian kepada sejumlah warga di kawasan Jalan Serdang Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (16/3/2026). Program ini merupakan kolaborasi antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan BAZNAS (BAZIS) Provinsi DKI Jakarta dalam menghadirkan rumah yang lebih layak, aman, dan sehat bagi masyarakat yang membutuhkan. Pada tahap awal ini, sebanyak 26 unit rumah berhasil direnovasi dengan sebaran di berbagai wilayah Jakarta. Rinciannya, 10 unit di Jakarta Pusat, 4 unit di Jakarta Barat, 11 unit di Jakarta Selatan, dan 1 unit di Jakarta Utara. Setiap rumah mendapatkan dukungan anggaran renovasi sekitar Rp50 juta hingga Rp55 juta, dengan waktu pengerjaan rata-rata tiga minggu hingga satu bulan. Selama proses renovasi berlangsung, BAZNAS (BAZIS) Provinsi DKI Jakarta juga menanggung biaya sewa tempat tinggal sementara bagi pemilik rumah agar mereka tetap memiliki tempat tinggal yang layak. Dalam kesempatan tersebut, Pramono menegaskan bahwa program bedah rumah ini akan terus diperluas agar semakin banyak warga yang merasakan manfaatnya. “Tadi saya meminta kepada penyelenggara, terutama BAZNAS (BAZIS), untuk berkolaborasi dengan BUMD dan BUMN agar semua agama diberikan kesempatan mendapatkan program bedah rumah ini,” ujar Pramono Anung. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sendiri menargetkan sekitar 633 rumah akan direnovasi pada tahun 2026, sementara program serupa yang dilaksanakan pada tahun 2025 telah terealisasi sepenuhnya. Sementara itu, Ketua BAZNAS (BAZIS) Provinsi DKI Jakarta, Akhmad H. Abubakar menjelaskan bahwa program bedah rumah merupakan bagian dari pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ia mengungkapkan bahwa sejak tahun 2019 hingga 2025, pihaknya telah berhasil merenovasi sebanyak 3.509 unit rumah yang tersebar di lima wilayah kota administrasi DKI Jakarta serta Kepulauan Seribu. “Kami mengucapkan terima kasih kepada para muzaki yang telah menyalurkan ZIS melalui BAZNAS (BAZIS) Provinsi DKI Jakarta. Dukungan tersebut memungkinkan berbagai program kemaslahatan, termasuk bedah rumah bagi masyarakat yang membutuhkan, dapat terus berjalan dan memberikan manfaat nyata,” kata Akhmad H. Abubakar. Ia menambahkan, keberhasilan program ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, DPRD, hingga mitra strategis dari sektor BUMN, BUMD, dan swasta. “Melalui kolaborasi tersebut, kami berharap semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaat program ini dan memiliki hunian yang lebih layak, aman, dan sehat,” ujarnya. Program bedah rumah ini menjadi bukti nyata bagaimana dana zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun melalui BAZNAS (BAZIS) Provinsi DKI Jakarta mampu menghadirkan perubahan nyata bagi kehidupan masyarakat. Tak sekadar memperbaiki bangunan, program ini juga menghadirkan harapan baru bagi warga, sekaligus menjadi langkah konkret dalam mewujudkan hunian yang layak dan kehidupan yang lebih sejahtera bagi masyarakat Jakarta.
BERITA16/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Mengapa UPZ Wajib Melapor ke BAZNAS? Ini Penjelasan yang Banyak Belum Dipahami Pengurus Masjid
Mengapa UPZ Wajib Melapor ke BAZNAS? Ini Penjelasan yang Banyak Belum Dipahami Pengurus Masjid
Pengelolaan zakat di Indonesia saat ini telah memiliki sistem yang jelas dan terstruktur. Dalam sistem tersebut, keberadaan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) memegang peranan yang sangat penting karena berada paling dekat dengan masyarakat, khususnya di lingkungan masjid, instansi, maupun komunitas. Namun dalam praktiknya, masih ada sebagian pengurus UPZ yang bertanya-tanya: apakah UPZ wajib melaporkan pengelolaan zakat kepada BAZNAS? Pertanyaan ini sering muncul karena belum semua pengurus memahami bagaimana sistem pengelolaan zakat nasional bekerja. Padahal dalam regulasi yang berlaku, UPZ memang memiliki kewajiban untuk melaporkan kegiatan penghimpunan dan penyaluran zakat kepada Badan Amil Zakat Nasional sebagai lembaga resmi negara yang mengoordinasikan pengelolaan zakat di Indonesia. Pengelolaan zakat di Indonesia diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat. Undang-undang ini menegaskan bahwa pengelolaan zakat secara nasional berada di bawah koordinasi Badan Amil Zakat Nasional. Dalam sistem ini, UPZ dibentuk sebagai perpanjangan tangan BAZNAS untuk membantu menghimpun zakat di tingkat yang lebih dekat dengan masyarakat. UPZ dapat dibentuk di berbagai tempat, seperti: masjid dan mushola instansi pemerintah perusahaan sekolah dan perguruan tinggi komunitas masyarakat Dengan adanya UPZ, penghimpunan zakat menjadi lebih mudah, terorganisir, dan menjangkau masyarakat secara luas. Dalam ajaran Islam, pengelolaan zakat merupakan bagian dari sistem sosial yang memiliki aturan yang jelas. Al-Qur’an menyebutkan bahwa salah satu golongan penerima zakat adalah amil zakat, yaitu orang-orang yang mengelola dan mengurus zakat. Hal ini dijelaskan dalam Surah At-Taubah ayat 60, yang menyebutkan delapan golongan penerima zakat (asnaf), salah satunya adalah amil. Artinya, mereka yang diberi amanah untuk mengelola zakat memiliki peran yang sangat penting dalam memastikan zakat sampai kepada yang berhak menerimanya. Mengapa UPZ Harus Melapor? Pelaporan dari UPZ kepada BAZNAS memiliki beberapa tujuan penting. Pertama, menjaga transparansi pengelolaan zakat. Zakat adalah dana umat yang harus dikelola secara terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan. Kedua, membangun sistem data zakat nasional. Melalui laporan dari UPZ, BAZNAS dapat mengetahui potensi zakat dan distribusinya di berbagai wilayah. Ketiga, meningkatkan kepercayaan masyarakat. Masyarakat akan lebih percaya ketika zakat yang mereka tunaikan dikelola secara resmi dan dilaporkan kepada lembaga yang berwenang. Keempat, memperkuat program pemberdayaan umat. Data dari UPZ membantu Badan Amil Zakat Nasional merancang berbagai program sosial, pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat yang membutuhkan. Secara umum, laporan UPZ mencakup beberapa hal penting, antara lain: 1. Laporan penghimpunan zakat zakat fitrah zakat maal infak dan sedekah 2. Laporan penyaluran zakat bantuan kepada fakir dan miskin bantuan pendidikan bantuan sosial keagamaan program pemberdayaan masyarakat 3. Laporan administrasi dan saldo dana Dengan adanya laporan ini, pengelolaan zakat dapat tercatat dengan baik dan mudah dipertanggungjawabkan. Pada praktiknya, laporan UPZ dapat dilakukan secara: bulanan triwulan atau tahunan Banyak UPZ di masjid biasanya menyampaikan laporan setelah Ramadhan, terutama terkait pengelolaan zakat fitrah, serta laporan tahunan pengelolaan zakat. Pelaporan tersebut disampaikan kepada BAZNAS di tingkat kabupaten atau kota sesuai wilayah kerja UPZ. Menjadi pengurus UPZ bukan sekadar tugas administratif, tetapi juga amanah besar dalam mengelola titipan umat. Oleh karena itu, setiap pengurus UPZ perlu menjunjung tinggi prinsip: amanah dalam pengelolaan dana transparansi dalam pelaporan akuntabilitas dalam penggunaan dana profesionalitas dalam pelayanan kepada masyarakat Ketika zakat dikelola dengan baik dan dilaporkan secara tertib kepada Badan Amil Zakat Nasional, maka zakat akan menjadi kekuatan besar dalam membantu masyarakat yang membutuhkan. Unit Pengumpul Zakat merupakan bagian penting dalam sistem pengelolaan zakat di Indonesia. Melalui kerja para pengurus UPZ di masjid, instansi, dan berbagai komunitas, zakat dapat dihimpun secara lebih luas dan disalurkan kepada masyarakat yang berhak menerimanya. Karena itu, pelaporan kepada Badan Amil Zakat Nasional bukan hanya kewajiban administratif, tetapi juga bagian dari upaya menjaga amanah umat. Dengan pengelolaan yang transparan, profesional, dan penuh keikhlasan, zakat akan terus menjadi kekuatan sosial yang mampu menghadirkan harapan, mengurangi kesenjangan, dan membangun kesejahteraan bagi masyarakat luas.
BERITA16/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Hak Amil UPZ: Penjelasan yang Masih Sering Disalahpahami Pengurus Zakat
Hak Amil UPZ: Penjelasan yang Masih Sering Disalahpahami Pengurus Zakat
Dalam sistem pengelolaan zakat di Indonesia, keberadaan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) memiliki peran yang sangat strategis. UPZ menjadi ujung tombak dalam menghimpun zakat dari masyarakat di masjid, instansi, maupun lingkungan komunitas. Melalui kerja para pengurus UPZ, zakat dapat terkumpul secara teratur dan disalurkan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan. UPZ sendiri bekerja di bawah koordinasi Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat. Karena itu, para pengurus UPZ pada hakikatnya menjalankan fungsi sebagai amil zakat, yaitu pihak yang diberi amanah untuk mengelola zakat umat secara profesional dan bertanggung jawab. Namun dalam praktiknya, masih banyak pengurus UPZ yang belum memahami secara utuh mengenai hak amil, sehingga sering muncul keraguan dalam mengelola dana operasional zakat. Dalam ajaran Islam, amil bukan hanya pengelola zakat, tetapi juga termasuk salah satu golongan yang berhak menerima bagian dari zakat. Hal ini ditegaskan dalam Al-Qur'an Surah At-Taubah ayat 60 yang menyebutkan delapan golongan penerima zakat (asnaf), salah satunya adalah amil zakat. Artinya, Islam memberikan penghargaan kepada mereka yang meluangkan waktu, tenaga, dan pikiran untuk mengurus zakat umat. Dalam praktik pengelolaan zakat yang dijalankan oleh Badan Amil Zakat Nasional, hak amil dapat mencapai maksimal 12,5 persen dari dana zakat yang dihimpun. Hak ini bukanlah bentuk keuntungan pribadi, melainkan dukungan agar pengelolaan zakat dapat berjalan dengan baik, tertib, dan profesional. Hak amil biasanya digunakan untuk mendukung berbagai kegiatan pengelolaan zakat, antara lain: operasional kegiatan UPZ administrasi dan pelaporan zakat transportasi kegiatan penghimpunan sosialisasi dan edukasi zakat kepada masyarakat serta dukungan kegiatan pelayanan umat Dengan adanya hak amil, pengurus UPZ dapat menjalankan tugasnya dengan lebih terorganisir, transparan, dan berkelanjutan. Amanah Besar yang Harus Dijaga Meski amil memiliki hak, para pengurus UPZ perlu memahami bahwa pengelolaan zakat adalah amanah besar. Dana zakat merupakan titipan umat yang harus dijaga dengan penuh kejujuran dan tanggung jawab. Karena itu, pengelolaan zakat harus selalu berpegang pada prinsip: Transparansi dalam pencatatan dan pelaporan Akuntabilitas dalam penggunaan dana Profesionalitas dalam pelayanan kepada masyarakat Keikhlasan dalam menjalankan amanah Hak amil bukanlah tujuan utama, melainkan sarana agar pengelolaan zakat dapat berjalan secara efektif dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. UPZ yang aktif, amanah, dan profesional dapat menjadi kekuatan besar dalam membangun kesejahteraan umat. Melalui kerja para pengurus UPZ, zakat tidak hanya menjadi bantuan konsumtif, tetapi juga dapat menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi masyarakat. Karena itu, pemahaman yang benar mengenai hak dan tanggung jawab amil sangat penting bagi setiap pengurus UPZ. Ketika zakat dikelola dengan baik, maka zakat akan menjadi kekuatan sosial yang mampu membantu fakir miskin, mengurangi kesenjangan, dan menghadirkan keberkahan bagi masyarakat. Keberadaan UPZ merupakan bagian penting dalam sistem pengelolaan zakat nasional yang dikoordinasikan oleh Badan Amil Zakat Nasional. Dengan memahami secara benar tentang hak amil, para pengurus UPZ dapat menjalankan amanahnya dengan lebih percaya diri, profesional, dan bertanggung jawab. Lebih dari itu, pengelolaan zakat yang baik akan menghadirkan dampak besar bagi kehidupan umat. Dari tangan para amil yang amanah, zakat akan menjadi kekuatan yang tidak hanya membantu sesama, tetapi juga membangun harapan dan kesejahteraan bagi masyarakat luas.
BERITA16/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
SK UPZ Masjid Nurut Taqwa Sea Resmi Terbit, BAZNAS Minahasa Perkuat Gerakan Zakat dari Masjid
SK UPZ Masjid Nurut Taqwa Sea Resmi Terbit, BAZNAS Minahasa Perkuat Gerakan Zakat dari Masjid
MINAHASA – Kabar baik datang dari penguatan tata kelola zakat di tingkat masjid. Surat Keputusan (SK) kepengurusan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di Masjid Nurut Taqwa Sea resmi diterbitkan oleh Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Minahasa. Terbitnya SK tersebut menjadi langkah penting dalam menata pengelolaan zakat, infak, dan sedekah agar lebih tertib, profesional, serta terintegrasi dengan sistem pengelolaan zakat nasional melalui BAZNAS. Pembentukan kepengurusan UPZ sebelumnya telah melalui proses musyawarah bersama pengurus masjid serta mendapat persetujuan dari Imam Masjid Nurut Taqwa Sea Ahad Bualo dan pengurus Badan Takmir Masjid (BTM). Dengan terbitnya SK tersebut, kepengurusan UPZ kini memiliki dasar hukum yang kuat untuk menjalankan tugas penghimpunan zakat dari para muzakki di lingkungan jamaah. Ketua BTM Masjid Nurut Taqwa Sea, Nusjri Taroreh, MH, menyampaikan rasa syukur atas terbitnya SK kepengurusan UPZ tersebut. Menurutnya, keberadaan UPZ di masjid akan memperkuat peran masjid tidak hanya sebagai pusat ibadah, tetapi juga pusat gerakan sosial umat. “Alhamdulillah, dengan terbitnya SK UPZ ini kami berharap pengelolaan zakat di lingkungan Masjid Nurut Taqwa Sea dapat berjalan lebih tertib dan terarah. Kami mendukung penuh kehadiran UPZ sebagai wadah resmi untuk menghimpun zakat, infak, dan sedekah dari jamaah agar penyalurannya lebih tepat sasaran dan membawa manfaat yang luas bagi masyarakat,” ujar Nusjri. Sementara itu, Wakil Ketua IV BAZNAS Minahasa, Sahlan Kokalo, menegaskan bahwa UPZ memiliki peran strategis sebagai perpanjangan tangan BAZNAS dalam menghimpun potensi zakat di tengah masyarakat. Menurutnya, keberadaan UPZ di masjid menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran umat untuk menunaikan zakat melalui lembaga resmi yang terpercaya. “Dengan terbitnya SK ini, kami berharap UPZ Masjid Nurut Taqwa Sea dapat menjalankan tugasnya dengan penuh amanah. UPZ bukan hanya menghimpun zakat, tetapi juga menjadi sarana edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya zakat sebagai instrumen kesejahteraan umat,” kata Sahlan. Ia juga berharap kepengurusan UPZ yang baru dapat menjadi motor penggerak gerakan zakat di tingkat masjid dan lingkungan masyarakat sekitar. “Potensi zakat di tingkat masjid sangat besar. Jika dikelola dengan baik, zakat dapat menjadi kekuatan ekonomi umat yang membantu fakir miskin, mendukung pendidikan, serta memperkuat program pemberdayaan masyarakat,” tambahnya. Terbitnya SK UPZ ini sekaligus menjadi momentum bagi jamaah Masjid Nurut Taqwa Sea untuk semakin aktif menunaikan zakat melalui sistem yang terorganisir dan terpercaya. BAZNAS Minahasa berharap langkah ini dapat menjadi contoh bagi masjid-masjid lainnya di wilayah Minahasa dalam membangun tata kelola zakat yang profesional, transparan, dan berdampak luas bagi kesejahteraan umat.
BERITA16/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Salurkan Zakat Fitrah untuk Difabel dan Dhuafa di Rawa Buaya, 80 Warga Terima Beras 5 Kg
BAZNAS Salurkan Zakat Fitrah untuk Difabel dan Dhuafa di Rawa Buaya, 80 Warga Terima Beras 5 Kg
Jakarta — Semangat kepedulian di bulan suci Ramadhan kembali diwujudkan melalui aksi nyata. Badan Amil Zakat Nasional menyalurkan bantuan zakat fitrah berupa paket beras 5 kilogram kepada 80 penerima manfaat yang terdiri dari kelompok difabel dan dhuafa di kawasan Rawa Buaya, Sabtu (14/3/2026). Penyaluran bantuan tersebut berlangsung di Rumah Belajar Winsar, sebuah pusat kegiatan bagi komunitas disabilitas prasejahtera di wilayah itu, yang diselenggarakan bekerja sama dengan MI Daarusshofa. Sekretaris Utama Badan Amil Zakat Nasional, Subhan Cholid, mengatakan penyaluran zakat fitrah ini merupakan bagian dari tanggung jawab BAZNAS dalam memastikan amanah para muzaki benar-benar sampai kepada para mustahik, terutama kelompok rentan. “Penyaluran zakat fitrah ini adalah amanah dari para muzaki yang kami prioritaskan bagi kelompok rentan, termasuk saudara-saudara kita penyandang disabilitas. Kami ingin memastikan bahwa pada hari yang fitri nanti, tidak ada keluarga yang kesulitan memenuhi kebutuhan pokoknya,” ujar Subhan. Kegiatan ini menjadi sangat berarti bagi warga komunitas disabilitas di wilayah tersebut. Banyak dari mereka hidup dalam kondisi ekonomi terbatas, bahkan harus menghadapi dampak banjir yang melanda kawasan tersebut dalam beberapa waktu terakhir. Ketua Yayasan Bina Insani Winsar, Dwi Handayatun, mengaku sangat bersyukur atas kepedulian BAZNAS. Ia mengatakan bantuan tersebut sangat membantu komunitas difabel yang selama ini berjuang dalam keterbatasan. “Saya sangat berterima kasih kepada BAZNAS. Jujur, selama bertahun-tahun saya merasa berjuang sendiri mencari bantuan untuk anak-anak disabilitas di sini. Sejak mengenal BAZNAS, saya merasa dirangkul. BAZNAS benar-benar hadir di tengah komunitas prasejahtera seperti kami,” ujarnya dengan haru. Menurut Dwi, kondisi ekonomi warga di wilayah tersebut masih cukup berat. Sebagian besar masyarakat bekerja sebagai pemulung dan buruh harian, sehingga kebutuhan dasar seperti beras sering kali menjadi beban tersendiri, terlebih setelah wilayah itu terdampak banjir dua kali dalam satu bulan terakhir. “Untuk makan sehari-hari saja kadang sulit, apalagi setelah banjir. Bantuan 80 paket beras ini sangat berarti, dan saya pastikan diterima oleh orang-orang yang benar-benar membutuhkan,” jelasnya. Salah satu penerima bantuan, Winarni, yang memiliki anak dengan disabilitas intelektual, mengaku sangat terbantu dengan bantuan zakat fitrah tersebut. Menurutnya, bagi keluarga prasejahtera seperti dirinya, beras adalah kebutuhan paling utama untuk bertahan hidup sehari-hari. “Kami sangat bersyukur mendapat bantuan ini. Terima kasih banyak kepada BAZNAS. Semoga program seperti ini terus berjalan setiap tahun, karena sangat membantu kehidupan kami,” ujarnya. Penyaluran zakat fitrah ini tidak hanya sekadar bantuan pangan, tetapi juga menjadi simbol kepedulian dan solidaritas sosial di tengah masyarakat. Melalui program ini, Badan Amil Zakat Nasional ingin memastikan bahwa keberkahan Ramadhan dapat dirasakan oleh semua kalangan, termasuk mereka yang sering kali berada di pinggiran perhatian. Di tengah keterbatasan, bantuan sederhana berupa beras 5 kilogram menjadi harapan besar bagi keluarga difabel dan dhuafa—bahwa mereka tidak sendirian. Karena pada hakikatnya, zakat bukan hanya ibadah, tetapi juga jembatan kemanusiaan yang menguatkan persaudaraan dan menghadirkan harapan bagi mereka yang membutuhkan.
BERITA15/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Salurkan 3.774 Baju Lebaran untuk Anak Palestina di Gaza dan Yerusalem
BAZNAS Salurkan 3.774 Baju Lebaran untuk Anak Palestina di Gaza dan Yerusalem
Jakarta – Kebahagiaan Lebaran juga ingin dihadirkan bagi anak-anak Palestina yang hidup di tengah situasi konflik. Badan Amil Zakat Nasional RI menyalurkan 3.774 baju Lebaran untuk anak-anak di wilayah Gaza dan Yerusalem sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas dari masyarakat Indonesia. Program bertajuk “Baju Lebaran untuk Anak-Anak Palestina” ini menjadi salah satu aksi kemanusiaan BAZNAS untuk menghadirkan kebahagiaan sederhana bagi anak-anak yang terdampak konflik berkepanjangan di wilayah tersebut. Distribusi bantuan dilakukan melalui mitra lokal agar pakaian baru dapat langsung diterima oleh anak-anak yang paling membutuhkan. Dengan demikian, mereka tetap dapat merasakan suasana hangat Idulfitri meski berada di tengah kondisi yang serba terbatas. Deputi II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Badan Amil Zakat Nasional, Imdadun Rahmat, menjelaskan bahwa program ini bukan sekadar memberikan bantuan materi, tetapi juga menyampaikan pesan kemanusiaan dari rakyat Indonesia. “Baju Lebaran ini adalah simbol kasih sayang dari masyarakat Indonesia. Kami ingin memastikan anak-anak di Gaza tidak merasa sendirian, dan mereka tetap dapat tersenyum menyambut hari raya,” ujar Imdadun dalam keterangan resminya, Minggu (15/3/2026). Menurut Imdadun, pemilihan wilayah Gaza dan Yerusalem didasarkan pada tingkat urgensi kebutuhan bantuan yang masih tinggi. Banyak keluarga di wilayah tersebut yang mengalami keterbatasan akses terhadap kebutuhan dasar. “Setiap helai pakaian yang diberikan diharapkan dapat menghadirkan kebahagiaan dan semangat baru bagi anak-anak yang menyambut hari kemenangan di tengah keterbatasan,” jelasnya. Program ini juga menjadi bagian dari komitmen Badan Amil Zakat Nasional dalam menyalurkan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) secara transparan dan tepat sasaran. Bantuan yang disalurkan merupakan hasil kepercayaan masyarakat Indonesia yang terus mengalir melalui berbagai kanal resmi BAZNAS. Imdadun mengajak masyarakat untuk terus memperkuat solidaritas kemanusiaan dengan mendukung program bantuan bagi Palestina. “Setiap donasi yang diberikan bukan sekadar bantuan materi, tetapi juga harapan bagi anak-anak Palestina agar tetap memiliki masa depan yang lebih baik,” katanya. Senyum Anak-anak Palestina Bantuan baju Lebaran tersebut disambut penuh antusias oleh anak-anak penerima manfaat. Dengan wajah ceria, mereka mencoba pakaian baru yang dikirimkan dari Indonesia. Ucapan terima kasih pun mereka sampaikan kepada masyarakat Indonesia yang telah peduli terhadap kondisi mereka. Selain program baju Lebaran, selama Ramadan 1447 H, Badan Amil Zakat Nasional juga menyalurkan berbagai bantuan kemanusiaan lainnya untuk warga Palestina, di antaranya: paket makanan (food package) layanan kesehatan penyediaan air bersih tenda permukiman dan tenda rumah selimut dan perlengkapan darurat tenda masjid tenda kelas untuk pendidikan anak-anak Program-program tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat Palestina bertahan di tengah situasi konflik sekaligus menjaga harapan bagi masa depan generasi muda mereka. Ajakan Solidaritas untuk Palestina BAZNAS mengajak masyarakat Indonesia untuk terus memperkuat solidaritas kemanusiaan dengan membantu meringankan beban warga Palestina melalui Dompet Solidaritas Palestina BAZNAS. Donasi dapat disalurkan melalui rekening: BSI 100.426.6893 a.n. Badan Amil Zakat Nasional atau melalui laman resmi: baznas.go.id/bantupalestina Dengan semangat kepedulian dan persaudaraan kemanusiaan, setiap bantuan yang disalurkan diharapkan mampu menghadirkan harapan baru bagi anak-anak Palestina—bahwa di tengah keterbatasan dan konflik, masih ada tangan-tangan kebaikan dari berbagai penjuru dunia yang peduli terhadap masa depan mereka.
BERITA15/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
“Welcome Back, dr Danu!” RSUD Sam Ratulangi Tondano Perkuat Layanan Poli Interna dengan Dokter Spesialis Penyakit Dalam
“Welcome Back, dr Danu!” RSUD Sam Ratulangi Tondano Perkuat Layanan Poli Interna dengan Dokter Spesialis Penyakit Dalam
Tondano – Kabar baik bagi masyarakat Minahasa. RSUD Sam Ratulangi Tondano resmi memperkuat pelayanan kesehatan dengan bergabungnya dokter spesialis penyakit dalam, Anugrah Perdana Masloman, MARS, Sp.PD, yang akrab disapa dr Danu Masloman. Melalui pengumuman resmi di akun media sosial rumah sakit, manajemen menyampaikan ucapan “Selamat datang dan selamat bergabung kembali di Poli Interna, dr Danu Masloman.” Kembalinya dokter yang dikenal dekat dengan masyarakat ini menjadi tambahan kekuatan dalam meningkatkan pelayanan kesehatan bagi pasien di wilayah Minahasa dan sekitarnya. Sebelum melanjutkan pendidikan dokter spesialis, dr Danu dikenal sebagai dokter yang aktif melayani masyarakat di fasilitas kesehatan tingkat pertama. Setelah menyelesaikan pendidikan Spesialis Penyakit Dalam (Sp.PD), kini ia kembali mengabdikan diri di RSUD Sam Ratulangi Tondano dengan pengalaman dan kompetensi medis yang lebih luas. Kehadirannya di Poli Interna diharapkan semakin memperkuat tim dokter spesialis yang telah ada sebelumnya dalam memberikan pelayanan kesehatan yang profesional dan komprehensif bagi masyarakat. Bagi masyarakat yang membutuhkan layanan konsultasi dan pemeriksaan penyakit dalam, dr Danu dijadwalkan melayani pasien dengan jadwal: Senin : pukul 10.00 WITA – selesai Kamis : pukul 10.00 WITA – selesai Jumat : pukul 10.00 WITA – selesai Poli penyakit dalam melayani berbagai pemeriksaan dan penanganan gangguan kesehatan pada organ dalam, seperti penyakit metabolik, gangguan pencernaan, hipertensi, diabetes, hingga penyakit kronis lainnya yang memerlukan penanganan dokter spesialis. Pengumuman bergabungnya dr Danu mendapat banyak respons positif dari masyarakat, khususnya pasien yang pernah merasakan pelayanan beliau sebelumnya. Salah satu komentar datang dari Marlyn Walalangi, seorang pensiunan perawat yang pernah bertugas di RSUD Sam Ratulangi Tondano. Ia mengenang kebersamaan saat melayani pasien. “Dokter Danu Masloman tersayang. Walaupun saya sudah pensiun, kenangan kebersamaan merawat pasien dengan penuh canda dan tawa masih melekat di hati,” tulisnya. Komentar lain juga datang dari Jeane Memah yang mengaku pernah menjadi pasien dr Danu ketika masih bertugas di puskesmas. “Saya suka cara dokter menjelaskan setiap pemeriksaan, sangat ramah dan mudah dipahami. Sekarang beliau sudah menjadi dokter spesialis penyakit dalam. Sukses terus dokter,” tulisnya. Direktur RSUD Sam Ratulangi Tondano, Nancy Mongdong, SpPD, FINASIM, MHSM, menyampaikan ucapan selamat datang sekaligus harapan agar kehadiran dr Danu semakin memperkuat pelayanan medis bagi masyarakat. Menurutnya, penambahan tenaga dokter spesialis merupakan bagian penting dalam meningkatkan kualitas layanan rumah sakit daerah, sehingga masyarakat dapat memperoleh pelayanan kesehatan yang lebih optimal. “Kami menyampaikan selamat datang dan selamat bergabung. Semoga kehadiran dokter spesialis ini semakin memperkuat pelayanan kesehatan bagi masyarakat,” ujarnya. Bagi masyarakat Tondano dan wilayah Minahasa, kehadiran dokter spesialis baru ini menjadi kabar menggembirakan. Penambahan tenaga medis diharapkan dapat semakin meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap layanan dokter spesialis. Dengan bergabungnya dr Danu di Poli Interna, RSUD Sam Ratulangi Tondano terus menunjukkan komitmennya untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang profesional, humanis, dan semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat. Kehadiran tenaga medis yang profesional dan berdedikasi menjadi bagian dari upaya bersama meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, sejalan dengan semangat kepedulian sosial dan pelayanan kemanusiaan yang juga menjadi nilai penting dalam kehidupan bermasyarakat.
BERITA15/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Santri MTs PKP Manado Aktif Dakwah Ramadhan, Sampaikan Kultum Zakat hingga Nuzulul Quran di Sejumlah Masjid
Santri MTs PKP Manado Aktif Dakwah Ramadhan, Sampaikan Kultum Zakat hingga Nuzulul Quran di Sejumlah Masjid
Tomohon – Semangat dakwah Ramadhan terlihat dari langkah seorang santri muda yang terus menebar pesan kebaikan di berbagai masjid. Ali Ahmadi Maronrong, siswa kelas 7A dari Pesantren PKP Manado, tercatat telah menjalankan beberapa tugas ceramah kultum di sejumlah masjid selama bulan suci Ramadhan 2026. Terbaru, Ali menyampaikan kultum bertema “Keutamaan Zakat dan Sedekah” di Masjid Al Mujahidin Tomohon pada Sabtu malam (14/3/2026). Dalam ceramah singkatnya, ia mengingatkan jamaah bahwa zakat dan sedekah bukan hanya ibadah yang bersifat ritual, tetapi juga menjadi sarana memperkuat kepedulian sosial kepada sesama. “Zakat membersihkan harta dan jiwa kita, sedangkan sedekah membuka pintu rezeki dan keberkahan. Allah tidak akan mengurangi harta orang yang bersedekah, justru akan melipatgandakannya,” ujar Ali di hadapan jamaah. Kultum tersebut merupakan tugas ceramah ketiga yang dijalankan Ali selama Ramadhan tahun ini. Sebelumnya, ia telah lebih dulu menyampaikan kultum bertema keutamaan Nuzulul Quran dan malam Lailatul Qadar di Masjid At-Taqwa Kinilow yang berada di lingkungan Pesantren Hidayatullah Tomohon pada Minggu (8/3/2026). Sementara itu, tugas ceramah pertamanya disampaikan di Masjid Al Inayah Tumumpa II pada Jumat (6/3/2026). Dalam kultum tersebut, Ali juga mengajak jamaah untuk memanfaatkan bulan Ramadhan sebagai momentum memperbanyak ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Meski masih duduk di bangku kelas VII, Ali tampil percaya diri di hadapan jamaah. Keberaniannya menyampaikan ceramah di mimbar masjid menjadi bagian dari pembinaan dakwah yang diberikan oleh pihak pesantren kepada para santri. Orang tua Ali, Fardhu Maronrong, mengaku bersyukur dan bangga melihat putranya mendapat kepercayaan dari pesantren untuk menyampaikan kultum Ramadhan di berbagai masjid. “Alhamdulillah kami sebagai orang tua sangat bersyukur. Anak kami ditugaskan oleh pihak pondok untuk belajar berdakwah melalui kultum. Kami selalu mendampingi dan membantu beliau belajar menyiapkan materi ceramah,” ujar Fardhu. Menurutnya, pendidikan di pesantren tidak hanya membekali anak dengan ilmu agama, tetapi juga membentuk keberanian, karakter, serta kepedulian sosial kepada masyarakat. “Kami merasa berbahagia bisa menyekolahkan anak di pondok pesantren. Di sana anak-anak bukan hanya belajar ilmu agama, tetapi juga dilatih menjadi pribadi yang berani menyampaikan kebaikan kepada orang lain,” tambahnya. Kehadiran santri muda di mimbar masjid selama Ramadhan dinilai menjadi bagian penting dalam membangun generasi dakwah sejak dini. Dari mimbar-mimbar sederhana di masjid kampung, lahir harapan bahwa generasi muda Islam mampu membawa pesan kebaikan, menumbuhkan semangat berbagi melalui zakat dan sedekah, serta menghidupkan nilai-nilai Al-Qur’an di tengah masyarakat.
BERITA15/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Lepas Tim Siaga Pos Mudik 2026, 21 Titik Disiapkan di Jalur Padat Pulau Jawa
BAZNAS Lepas Tim Siaga Pos Mudik 2026, 21 Titik Disiapkan di Jalur Padat Pulau Jawa
Jakarta – Badan Amil Zakat Nasional resmi mengerahkan ratusan personel untuk menyambut arus mudik Lebaran 2026. Dari kantor pusat Badan Amil Zakat Nasional di Jakarta, Sabtu (14/3/2026), program Tim Siaga Pos Mudik BAZNAS 2026 resmi dilepas untuk memberikan pelayanan bagi para pemudik yang melakukan perjalanan jauh. Sebanyak 21 titik pos mudik disiapkan di sepanjang jalur utama Pulau Jawa. Lokasinya tersebar di beberapa provinsi dengan konsentrasi pemudik tertinggi: 2 titik di Banten, 10 titik di Jawa Barat, 6 titik di Jawa Tengah dan DIY, serta 2 titik di Jawa Timur. Pos ini akan beroperasi selama 10 hari, mulai H-5 hingga H+5 Lebaran. Wakil Ketua Badan Amil Zakat Nasional, Zainut Tauhid Sa'adi, menegaskan bahwa kehadiran pos mudik merupakan bagian dari pelayanan sosial bagi masyarakat, khususnya pemudik yang dalam perspektif zakat termasuk asnaf Ibnu Sabil atau orang yang sedang dalam perjalanan. “Pemudik pasti membutuhkan tempat untuk beristirahat dan memulihkan tenaga. Karena itu, BAZNAS hadir memberikan pelayanan yang nyaman agar perjalanan mereka lebih aman dan berkah,” kata Zainut dalam sambutannya. Berbeda dari sekadar pos singgah biasa, Pos Mudik BAZNAS dilengkapi berbagai fasilitas gratis bagi pemudik. Mulai dari snack dan takjil, dapur air, layanan sahur, ruang laktasi bagi ibu menyusui, ruang ramah anak, hingga layanan pijat gratis. Selain itu tersedia pula layanan kesehatan, musala, toilet, pengisian daya ponsel (charger), serta akses WiFi untuk membantu pemudik tetap terhubung selama perjalanan. Menurut Zainut, penempatan pos yang terpusat di Pulau Jawa bukan tanpa alasan. Wilayah tersebut dinilai sebagai jalur dengan kepadatan arus mudik tertinggi di Indonesia. “Ini hasil evaluasi arus mudik setiap tahun. Kami fokus di wilayah dengan konsentrasi pemudik paling padat agar pelayanan lebih optimal. Program ini juga merupakan kerja bersama antara BAZNAS pusat, provinsi, hingga kabupaten/kota,” jelasnya. Untuk memastikan pelayanan berjalan maksimal, sekitar 280 personel dikerahkan dalam program ini. Mereka didukung relawan dari BAZNAS Tanggap Bencana di berbagai daerah. Zainut juga mengingatkan para pemudik untuk tetap memperhatikan kesehatan dan keselamatan selama perjalanan jauh menuju kampung halaman. “Pastikan kendaraan dalam kondisi baik dan jangan memaksakan diri saat lelah. Silakan mampir ke pos BAZNAS untuk beristirahat agar perjalanan tetap aman,” ujarnya. Acara pelepasan tim ditandai dengan penyematan atribut kepada perwakilan relawan yang akan bertugas di lapangan. Sejumlah pimpinan BAZNAS RI turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Saidah Sakwan, Ending Syarifuddin, dan Neyla Saida Anwar. Dengan hadirnya pos-pos mudik ini, BAZNAS berharap perjalanan masyarakat menuju kampung halaman pada musim Lebaran tahun ini dapat berlangsung lebih aman, nyaman, dan penuh keberkahan.
BERITA15/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Keimaman dan BTM Masjid At-Taqwa Terima Kunjungan Jemaat GMAHK Panasen, Pererat Silaturahmi Lintas Iman
Keimaman dan BTM Masjid At-Taqwa Terima Kunjungan Jemaat GMAHK Panasen, Pererat Silaturahmi Lintas Iman
MINAHASA – Keimaman dan Badan Ta’mir Masjid (BTM) Masjid At-Taqwa Langowan menerima kunjungan rombongan Adventist Muslim Relation bersama jemaat Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMAHK) Panasen, Kecamatan Kakas Barat. Kunjungan tersebut berlangsung dalam suasana penuh keakraban sebagai bentuk silaturahmi dan penguatan toleransi antar umat beragama, 14 Maret 2026. Dalam kunjungan tersebut, rombongan jemaat GMAHK Panasen turut menyerahkan bantuan berupa bahan makanan pokok kepada pengurus masjid. Bantuan ini menjadi simbol kepedulian sosial serta wujud nyata persaudaraan lintas iman di tengah kehidupan masyarakat yang majemuk. Pengurus Keimaman dan BTM Masjid At-Taqwa menyambut baik kunjungan tersebut. Pertemuan yang berlangsung sederhana namun penuh makna itu menjadi ruang dialog dan kebersamaan yang mempererat hubungan antar komunitas keagamaan di wilayah tersebut. Silaturahmi ini sekaligus menunjukkan bahwa nilai-nilai kemanusiaan dan kebersamaan dapat terus dijaga di tengah perbedaan keyakinan. Keakraban yang terbangun diharapkan menjadi contoh positif bagi masyarakat dalam merawat kerukunan serta memperkuat semangat toleransi. Pertemuan tersebut ditutup dengan doa dan harapan bersama agar hubungan persaudaraan yang telah terjalin dapat terus berlanjut serta membawa manfaat bagi kehidupan sosial kemasyarakatan.
BERITA14/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Zakat Istana 2026 Pecahkan Rekor: Keteladanan Pemimpin Menguatkan Gerakan Zakat Nasional
Zakat Istana 2026 Pecahkan Rekor: Keteladanan Pemimpin Menguatkan Gerakan Zakat Nasional
Jakarta — Semangat berbagi di bulan suci Ramadhan kembali menghadirkan catatan bersejarah bagi pengelolaan zakat di Indonesia. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mencatat rekor pengumpulan zakat tertinggi sepanjang sejarah pelaksanaan Zakat Istana dalam kegiatan bertajuk “Zakat Menguatkan Indonesia” yang digelar di Istana Negara pada Jumat (13/3/2026). Melalui layanan Konter Zakat Istana, dana zakat yang berhasil dihimpun tahun ini mencapai lebih dari Rp4,3 miliar dari 111 muzaki, yang terdiri dari pejabat negara, menteri kabinet, hingga unsur pimpinan TNI. Capaian ini menjadi rekor tertinggi dalam 11 kali penyelenggaraan Zakat Istana, sekaligus menunjukkan meningkatnya kesadaran para pemimpin bangsa dalam menunaikan kewajiban zakat melalui lembaga resmi. Dalam kegiatan tersebut, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka turut menunaikan zakat melalui Badan Amil Zakat Nasional bersama sejumlah menteri kabinet. Beberapa tokoh yang hadir di antaranya Agus Harimurti Yudhoyono, Yusril Ihza Mahendra, Pratikno, serta utusan khusus presiden Raffi Ahmad. Hadir pula sejumlah pejabat penting lainnya seperti Erick Thohir, Muhaimin Iskandar, Bahlil Lahadalia, Tito Karnavian, serta Panglima TNI Agus Subianto. Capaian tahun 2026 menunjukkan lonjakan signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Dalam lima tahun terakhir, tren penghimpunan zakat dari jajaran pejabat negara melalui BAZNAS terus mengalami peningkatan: 2022: Rp636.250.000 2023: Rp753.500.000 2024: Rp1.088.500.000 2025: Rp2.040.338.000 2026: Rp4.345.197.056 Peningkatan yang sangat tajam ini menunjukkan bahwa gerakan zakat nasional semakin mendapatkan kepercayaan dan dukungan dari para pemimpin negara. Ketua Badan Amil Zakat Nasional, Dikdik Sodik Mujahid, menyampaikan apresiasi atas komitmen para pemimpin bangsa yang secara konsisten menunaikan zakat melalui BAZNAS. Menurutnya, dukungan dari Presiden, Wakil Presiden, dan para menteri bukan hanya berdampak pada peningkatan penghimpunan zakat, tetapi juga memberikan nilai moral yang sangat kuat bagi masyarakat. “Keteladanan para pemimpin ini sangat efektif dalam menggerakkan masyarakat untuk menunaikan zakat melalui lembaga yang terpercaya dan akuntabel. Bahkan pengaruhnya bisa lebih kuat dibandingkan dengan kampanye yang kami lakukan,” ujarnya. Zakat Sebagai Kekuatan Sosial Capaian tertinggi dalam sejarah Zakat Istana ini juga menjadi momentum penting bagi kepengurusan BAZNAS periode 2026–2031 untuk terus memperkuat tata kelola zakat yang profesional, transparan, dan akuntabel. Potensi zakat nasional di Indonesia sendiri diperkirakan sangat besar dan dapat menjadi instrumen strategis dalam mengentaskan kemiskinan, mengurangi kesenjangan sosial, serta meningkatkan kesejahteraan umat. Partisipasi para pejabat negara dalam Zakat Istana juga menunjukkan bahwa negara hadir mendukung gerakan zakat nasional sebagai bagian dari pembangunan sosial dan ekonomi masyarakat. Lebih dari sekadar angka, peristiwa ini membawa pesan kuat bahwa zakat bukan hanya kewajiban individual, tetapi juga gerakan kolektif yang dapat memperkuat solidaritas bangsa. Di tengah berbagai tantangan ekonomi dan sosial, zakat hadir sebagai energi spiritual sekaligus solusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat. Ketika para pemimpin memberi teladan, masyarakat pun terdorong untuk mengikuti. Dari Istana Negara hingga pelosok desa, semangat berbagi melalui zakat diharapkan terus tumbuh—mewujudkan Indonesia yang lebih kuat, lebih peduli, dan lebih sejahtera.
BERITA14/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Bupati–Wabup Bolmong Pimpin Pembayaran ZIS, 100 Mustahik Terima Bantuan Beras dan Sembako
Bupati–Wabup Bolmong Pimpin Pembayaran ZIS, 100 Mustahik Terima Bantuan Beras dan Sembako
LOLAK – Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Bolmong menunjukkan komitmen nyata dalam memperkuat kepedulian sosial. Bupati Bolmong Yusra Alhabsyi bersama Wakil Bupati Dony Lumenta memimpin langsung pembayaran Zakat Mal, Infak, dan Sedekah (ZIS) yang dirangkaikan dengan penyaluran bantuan kepada 100 mustahik, Jumat (13/3/2026). Kegiatan religius sekaligus kemanusiaan itu digelar di Pelataran Lantai I Kantor Bupati Bolmong di Lolak. Hadir pula Sekretaris Daerah Abdullah Mokoginta serta Ketua BAZNAS Kabupaten Bolaang Mongondow, Yunita Mohune. Momentum tersebut menjadi ajakan moral bagi seluruh jajaran pemerintah daerah, Aparatur Sipil Negara (ASN), hingga Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) untuk menunaikan kewajiban zakat secara bersama-sama melalui lembaga resmi. Langkah ini dinilai sebagai bentuk keteladanan dari pimpinan daerah dalam menguatkan solidaritas sosial dan memperluas manfaat zakat bagi masyarakat. “Zakat bukan sekadar kewajiban ibadah, tetapi juga instrumen penting untuk membangun kesejahteraan dan keadilan sosial di tengah masyarakat,” ujar Bupati Yusra Alhabsyi dalam kegiatan tersebut. Tak hanya pembayaran zakat, kegiatan ini juga diwarnai dengan aksi nyata kepedulian sosial. Sebanyak 100 mustahik menerima bantuan berupa beras fitrah dan paket sembako, yang diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, terutama menjelang momentum ibadah dan peningkatan aktivitas keagamaan. Ketua BAZNAS Bolmong, Yunita Mohune, menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah daerah dan BAZNAS menjadi kunci dalam memaksimalkan pengelolaan zakat agar tepat sasaran. Menurutnya, zakat yang dikelola secara profesional tidak hanya membantu masyarakat yang membutuhkan, tetapi juga mampu menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi umat. “Zakat adalah kekuatan sosial yang luar biasa. Ketika dikelola dengan baik dan didukung oleh para pemimpin daerah, maka manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya. Kegiatan ini sekaligus menjadi pesan kuat bahwa zakat tidak hanya berhenti pada ritual ibadah, tetapi juga menghadirkan dampak nyata bagi kehidupan sosial. Melalui kolaborasi pemerintah daerah dan BAZNAS, semangat berbagi diharapkan terus tumbuh dan menginspirasi masyarakat untuk ikut berkontribusi dalam membangun kesejahteraan bersama. Dengan semangat kebersamaan tersebut, Bolmong menegaskan bahwa zakat, infak, dan sedekah bukan sekadar kewajiban, melainkan gerakan sosial untuk menyalakan harapan bagi mereka yang membutuhkan.
BERITA14/03/2026 | Dokumentasi Pemkab Bolmong
BAZNAS Minahasa Jemput 100 Karung Beras Zakat dari Manado, 28 Paket Langsung Disalurkan di Tiga Titik Awal
BAZNAS Minahasa Jemput 100 Karung Beras Zakat dari Manado, 28 Paket Langsung Disalurkan di Tiga Titik Awal
MINAHASA – Semangat berbagi di bulan Ramadan kembali digelorakan oleh BAZNAS Kabupaten Minahasa. Sebanyak 100 karung beras zakat fitrah ukuran 5 kilogram dijemput langsung oleh pimpinan BAZNAS Minahasa dari sekretariat BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara di kompleks Masjid Ahmad Yani Manado, Sabtu (14/3/2026). Penjemputan tersebut dipimpin oleh Wakil Ketua I dan Wakil Ketua IV BAZNAS Minahasa sebagai bagian dari upaya percepatan distribusi zakat fitrah kepada masyarakat yang membutuhkan di wilayah Kabupaten Minahasa. Setelah proses penjemputan selesai, tim BAZNAS Minahasa langsung bergerak menuju lokasi pertama pendistribusian. Tanpa menunggu lama, paket-paket beras zakat mulai disalurkan kepada masyarakat. Pada tahap awal ini, sebanyak 28 karung beras zakat berhasil dibagikan kepada warga di tiga titik berbeda sebagai bagian dari distribusi tahap awal program Ramadan. “Beras zakat yang kami jemput hari ini berjumlah 100 karung dan siap untuk didistribusikan kepada masyarakat yang berhak menerima di berbagai wilayah di Kabupaten Minahasa,” ujar pimpinan BAZNAS Minahasa dalam kegiatan tersebut. Distribusi ini menjadi bagian dari komitmen BAZNAS untuk memastikan zakat dari para muzakki dapat segera sampai kepada mustahik secara tepat sasaran, khususnya di momentum bulan suci Ramadan yang penuh keberkahan. Rangkaian kegiatan hari itu tidak hanya berfokus pada distribusi bantuan pangan. Tim pimpinan BAZNAS Kabupaten Minahasa juga melakukan silaturahmi ke Masjid Imam Bonjol Lotta yang berada di wilayah Pineleng. Dalam pertemuan tersebut, pimpinan BAZNAS Minahasa bertemu langsung dengan Imam Masjid serta Sekretaris Badan Takmir Masjid (BTM) untuk melakukan sosialisasi mengenai pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Masjid. Pembentukan UPZ di tingkat masjid dinilai penting untuk memperkuat pengelolaan zakat di tingkat komunitas, sehingga penghimpunan dan penyaluran zakat dapat dilakukan lebih terorganisir dan menjangkau lebih banyak masyarakat. Menanggapi hal tersebut, Imam Masjid dan Sekretaris BTM menyambut baik inisiatif tersebut. Mereka menyatakan kesiapan untuk mengkoordinasikan pembentukan UPZ bersama masyarakat dan pengurus masjid. “InsyaAllah kami siap berkoordinasi dengan masyarakat dan pengurus masjid untuk pembentukan UPZ. Nantinya kami juga akan menyiapkan dan mengusulkan nama-nama pengurus UPZ Masjid,” ujar perwakilan pengurus masjid. BAZNAS Minahasa berharap keberadaan UPZ di masjid-masjid dapat menjadi motor penggerak penguatan ekosistem zakat di tingkat akar rumput. Masjid tidak hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga pusat kepedulian sosial umat melalui pengelolaan zakat, infak, dan sedekah secara profesional dan transparan. Kegiatan hari itu kemudian ditutup dengan suasana kebersamaan melalui silaturahmi, buka puasa bersama, serta salat Magrib berjamaah di Masjid Imam Bonjol Lotta. Adapun 100 karung beras zakat yang telah dijemput dari BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara akan terus didistribusikan secara bertahap kepada masyarakat yang membutuhkan di berbagai wilayah Kabupaten Minahasa selama bulan Ramadan. BAZNAS Minahasa memastikan program distribusi zakat ini akan terus berlanjut sebagai bagian dari komitmen menghadirkan manfaat zakat yang lebih luas bagi masyarakat.
BERITA14/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Sodik Mudjahid Resmi Jabat Ketua BAZNAS RI, Siap Lanjutkan Estafet Kebaikan dan Optimalkan Potensi Zakat Nasional
Sodik Mudjahid Resmi Jabat Ketua BAZNAS RI, Siap Lanjutkan Estafet Kebaikan dan Optimalkan Potensi Zakat Nasional
Jakarta – Tongkat estafet kepemimpinan di Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI resmi berpindah tangan. Sodik Mudjahid kini menjabat sebagai Ketua BAZNAS RI menggantikan Noor Achmad untuk masa bakti 2026–2031. Pergantian kepemimpinan tersebut ditandai melalui acara Serah Terima Jabatan dan Pisah Sambut Pimpinan BAZNAS RI yang digelar di Jakarta, Jumat (13/3/2026). Momentum ini menjadi awal babak baru bagi lembaga pengelola zakat nasional tersebut dalam memperkuat peran zakat sebagai instrumen kesejahteraan umat. Dalam sambutannya, Sodik menegaskan komitmennya untuk melanjutkan berbagai program kebaikan yang telah dibangun oleh kepemimpinan sebelumnya. Ia menilai kesinambungan program merupakan bagian dari sunnatullah dalam perjalanan sebuah lembaga. “Kita terus semangat untuk melanjutkan kebaikan-kebaikan yang adalah sunnatullah. Bahwa hari ini harus lebih baik dari kemarin,” ujar Sodik di hadapan jajaran pimpinan BAZNAS RI periode 2026–2031 serta para pimpinan periode sebelumnya. Menurutnya, upaya peningkatan kinerja lembaga bukan berarti kepemimpinan sebelumnya tidak baik. Sebaliknya, hal tersebut merupakan dinamika alami dalam perjalanan organisasi agar terus berkembang dan memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat. “Kita siap, insyaallah, untuk meneruskan kebajikan-kebajikan yang sudah dilaksanakan,” tegasnya. Fokus pada Amanah Presiden Dalam kepemimpinannya, Sodik mengungkapkan terdapat lima amanah besar dari Presiden RI Prabowo Subianto yang menjadi arah strategis BAZNAS ke depan. Salah satu amanah utama adalah menggali potensi zakat nasional yang diproyeksikan mencapai sekitar Rp327 triliun. Selain itu, BAZNAS juga diminta memperkuat sinergi antarinstansi, meningkatkan integrasi data nasional, serta memperkuat kelembagaan BAZNAS hingga ke tingkat desa dan kecamatan. “Amanah lainnya adalah tentang memerangi korupsi. Ini adalah amanah yang beliau sampaikan dengan sangat serius kepada kita,” kata Sodik. Konsolidasi Internal Enam Bulan Sebagai langkah awal, Sodik menargetkan proses konsolidasi internal BAZNAS dapat diselesaikan dalam waktu relatif singkat. Dengan dukungan sumber daya manusia yang kuat, ia optimistis kebijakan internal dapat dimatangkan dalam kurun waktu maksimal enam bulan. Ia menambahkan, fokus utama kepemimpinannya adalah memperkuat jaringan dan sinergi agar seluruh program BAZNAS berjalan lebih efektif dan berdampak luas bagi masyarakat. “Saya akan lebih fokus pada tugas utama bersama pimpinan untuk membangun jaringan guna mendukung proses internal ini,” ujarnya. Pesan Noor Achmad: Dakwah Zakat Harus Terus Bergema Sementara itu, Ketua BAZNAS RI periode 2020–2025 Noor Achmad menyampaikan pesan mendalam tentang pentingnya dakwah zakat yang berkelanjutan. Ia menegaskan bahwa gerakan zakat harus terus diperkuat agar mampu memberikan manfaat nyata bagi umat sekaligus menjadi jalan meraih rida Allah SWT. “Dakwah zakat harus terus kita dengungkan, harus kita gerakkan, sehingga apa yang kita lakukan benar-benar mendapatkan rida Allah Subhanahu wa Ta’ala,” ujar Noor Achmad. Ia juga menyampaikan dukungan penuh kepada Sodik Mudjahid sebagai penerus kepemimpinan BAZNAS. “Kami percaya 100 persen, sahabat saya Pak Sodik ini tahu bagaimana caranya mengembangkan sebuah organisasi,” tambahnya. Susunan Pimpinan BAZNAS RI 2026–2031 Dengan pengesahan melalui Surat Keputusan Presiden, BAZNAS RI resmi memasuki periode kepemimpinan baru. Berikut susunan pimpinan BAZNAS RI periode 2026–2031: Ketua: Sodik Mudjahid Wakil Ketua: Zainut Tauhid Sa'adi Pimpinan: Rizaludin Kurniawan Saidah Sakwan Ending Syarifuddin Idy Muzayyad Mokhamad Mahdum Neyla Saida Anwar Abu Rokhmad (ex officio) Agus Fatoni (ex officio) Mochamad Agus Rofiudin (ex officio) Dengan kepemimpinan baru ini, BAZNAS diharapkan mampu mengoptimalkan potensi zakat nasional, memperkuat tata kelola yang amanah, serta memperluas dampak pemberdayaan ekonomi umat di seluruh Indonesia.
BERITA13/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Majelis Taklim Almustaqim Pineleng Dua Bagikan 68 Paket Ramadan, Apresiasi Pengabdian Imam dan Pengurus Masjid
Majelis Taklim Almustaqim Pineleng Dua Bagikan 68 Paket Ramadan, Apresiasi Pengabdian Imam dan Pengurus Masjid
Majelis Taklim Almustaqim Pineleng Dua Bagikan 68 Paket Ramadan, Apresiasi Pengabdian Imam dan Pengurus Masjid Minahasa – Semangat berbagi dan kebersamaan mewarnai kegiatan sosial yang digelar Majelis Taklim Almustaqim di Masjid Almustaqim, Desa Pineleng Dua, Jumat (13/3/2026). Dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadan, para ibu-ibu Majelis Taklim membagikan puluhan paket sembako kepada anggota majelis taklim serta para pengurus masjid. Sebanyak 68 paket Ramadan yang berisi kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, dan gula disalurkan dalam kegiatan tersebut. Rinciannya, 52 paket diberikan kepada anggota Majelis Taklim, sementara 16 paket lainnya diserahkan kepada Imam Masjid, pegawai syara’, serta pengurus Badan Takmir Masjid (BTM). Penyerahan paket dilakukan secara simbolis kepada Imam Masjid Almustaqim, Sidiq Hamadi, serta kepada jajaran pengurus BTM yang dipimpin oleh Ketua BTM Yudha Benchary. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Ketua Majelis Taklim Almustaqim, Sjerly Lumi, yang didampingi Sekretaris Nurhayati Tumulo serta Bendahara Yuriska Gessoh. Ketua Majelis Taklim Almustaqim Dr. Sjerly Lumi, M.Pd mengatakan kegiatan berbagi ini merupakan program tahunan yang rutin dilaksanakan setiap Ramadan sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus penghargaan kepada para pengurus masjid yang telah mengabdikan diri dalam pelayanan keagamaan kepada masyarakat. “Kegiatan berbagi ini merupakan wujud kebersamaan dan kepedulian ibu-ibu Majelis Taklim di bulan suci Ramadan. Kami berharap apa yang diberikan dapat membawa manfaat serta semakin mempererat silaturahmi antara Majelis Taklim, imam, pegawai syara’, dan pengurus BTM. Semoga kebersamaan ini menjadi amal kebaikan dan membawa keberkahan bagi kita semua,” ujar Ketua Majelis Taklim. Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Para penerima paket menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian yang diberikan oleh para anggota Majelis Taklim. Melalui kegiatan sederhana namun sarat makna ini, Majelis Taklim Almustaqim berharap semangat berbagi, kepedulian, dan silaturahmi dapat terus tumbuh di tengah masyarakat, sehingga keberkahan Ramadan dapat dirasakan bersama oleh seluruh jamaah.
BERITA13/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Minahasa.

Lihat Daftar Rekening →