WhatsApp Icon
Alumni 94–95 Jaton Gandeng BAZNAS Minahasa, Salurkan Bantuan ke Warga Muslim Atep Oki

Minahasa – Aksi kepedulian ditunjukkan Alumni Angkatan 1994–1995 Kampung Jawa Tondano (Jaton) dengan menggandeng Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Minahasa. Melalui kegiatan silaturahmi ke Jamaah Masjid Al-Ikhlas Atep Oki, Lembean Timur Minahasa Sabtu (2/5/2026), rombongan menyalurkan bantuan berupa pakaian bekas layak pakai dan beras, gula pasir dan Minyak kelapa untuk fakir miskin serta masyarakat muslim setempat.

Rombongan yang terdiri dari Ketua MUI Kabupaten Minahasa, Lurah Kampung Jawa Tondano, serta sebagian anggota Alumni 94–95 itu berangkat menggunakan empat kendaraan. Seluruh bantuan dikumpulkan lebih dulu di Sekretariat Kantor BAZNAS Minahasa sebelum diberangkatkan ke lokasi.

Ketua MUI Kabupaten Minahasa Hi. Sjaogil Ahmad, S.HI, MH dalam sambutannya menegaskan pentingnya bersegera dalam melakukan kebaikan. Ia mengutip pesan Al-Qur’an agar umat tidak menunda untuk meraih ampunan Allah dengan cara berbagi kepada sesama.

“Orang-orang yang bertakwa itu adalah mereka yang gemar bersedekah, baik dalam keadaan lapang maupun sempit. Apa yang dilakukan hari ini adalah bentuk nyata dari nilai tersebut,” ujarnya.

Sementara itu, Lurah Kampung Jawa Tondano Hidayat Nurhamidin yang mewakili alumni menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ajang berkumpul, melainkan wujud nyata kepedulian sosial.

“Jangan dilihat dari besar kecilnya bantuan yang diberikan, tetapi dari ketulusan hati dan kebersamaan yang terbangun. Apa yang dibawa hari ini adalah bentuk kasih dan kepedulian kami untuk masyarakat,” katanya.

Ucapan terima kasih juga datang dari Imam Masjid Al-Ikhlas Atep Oki Hamid Husein mengaku terharu atas kehadiran dan perhatian yang diberikan oleh para alumni.

“Kehadiran ini bukan hanya membawa bantuan, tetapi juga kebahagiaan bagi masyarakat. Silaturahmi seperti ini sangat berarti dan semoga terus terjaga,” ungkapnya.

Pimpinan BAZNAS Minahasa melalui Waka IV Baznas Minahasa  yang turut hadir dalam kegiatan tersebut memberikan apresiasi tinggi terhadap gerakan Alumni 94–95 Jaton. Menurutnya, kolaborasi ini menjadi contoh nyata sinergi dalam kebaikan yang patut diteladani.

“Kami sangat mengapresiasi langkah para alumni yang tidak hanya berkumpul, tetapi juga tergerak untuk melakukan aksi nyata. Ini adalah bentuk kolaborasi kebaikan yang memberi dampak langsung bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, gerakan seperti ini memiliki nilai edukasi dan inspirasi yang kuat bagi masyarakat luas.

“Ini bukan sekadar kegiatan sosial, tetapi juga pesan moral bahwa setiap komunitas memiliki peran dalam membangun kepedulian. Semangat berbagi ini diharapkan bisa menginspirasi banyak pihak untuk ikut bergerak bersama dalam kebaikan,” tambahnya.

03/05/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Minahasa Ucapkan Selamat, Prof Jamaluddin Jompa Kembali Jadi Rektor Unhas

Minahasa – Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Minahasa menyampaikan ucapan selamat atas pelantikan kembali Jamaluddin Jompa sebagai Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas) periode 2026–2030.

Prof Jamaluddin Jompa resmi dilantik pada 27 April 2026 oleh Majelis Wali Amanat (MWA) Unhas. Pelantikan ini menandai masa jabatan keduanya dalam memimpin salah satu perguruan tinggi terkemuka di Indonesia.

BAZNAS Minahasa mengapresiasi peran aktif Universitas Hasanuddin yang selama ini telah berkontribusi dalam pemberdayaan masyarakat, khususnya melalui bantuan bibit jagung kepada petani binaan.

“Selamat dan sukses atas amanah yang kembali dipercayakan. Semoga membawa kemajuan bagi dunia pendidikan serta kebermanfaatan luas bagi masyarakat,” ujar Pimpinan BAZNAS Minahasa dalam keterangannya.

Menurut BAZNAS Minahasa, kolaborasi yang telah terjalin diharapkan dapat terus ditingkatkan, tidak hanya dalam bentuk bantuan, tetapi juga melalui pendampingan, inovasi teknologi, serta penguatan kapasitas petani ke depan.

Pada periode keduanya, Prof Jamaluddin Jompa akan berfokus pada penguatan rencana strategis universitas, adaptasi terhadap perkembangan zaman, serta pengembangan teknologi masa depan seperti Artificial Intelligence (AI) dan robotika.

BAZNAS Minahasa berharap kepemimpinan berkelanjutan ini mampu membawa Universitas Hasanuddin semakin maju dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas.

28/04/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa
Rumah Sehat BAZNAS Bantu Evakuasi Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, 7 Orang Meninggal

Minahasa – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI melalui tim Rumah Sehat BAZNAS bergerak cepat merespons kecelakaan tabrakan kereta api antara KRL Commuter Line dan kereta jarak jauh di Stasiun Bekasi Timur, Senin malam (27/4/2026).

Tim diterjunkan untuk membantu proses evakuasi korban sekaligus memberikan layanan kesehatan darurat di lokasi kejadian. Pada tahap awal, BAZNAS mengirimkan tim medis yang terdiri dari satu dokter serta didukung dua unit ambulans.

Ketua BAZNAS RI, Sodik Mudjahid, mengatakan langkah tersebut merupakan bentuk respons cepat dalam situasi darurat.

Kami menurunkan tim Rumah Sehat BAZNAS lengkap dengan ambulans untuk membantu evakuasi korban dan memastikan mereka segera mendapatkan penanganan medis,” ujarnya.

Menurut Sodik, tim BAZNAS bersama petugas gabungan turut mengevakuasi korban dari rangkaian kereta, sekaligus memberikan pertolongan pertama sebelum korban dirujuk ke rumah sakit terdekat.

Ia juga menyampaikan duka cita mendalam atas jatuhnya korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Semoga para korban yang wafat mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan,” tambahnya.

BAZNAS, lanjutnya, akan terus berkoordinasi dengan otoritas setempat guna memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan optimal.

Berdasarkan data terbaru per Selasa (28/4/2026) pagi, tercatat sebanyak 7 orang meninggal dunia dalam kecelakaan yang melibatkan KRL Commuter Line dan kereta api jarak jauh Argo Bromo Anggrek. Selain itu, 81 orang mengalami luka-luka dan saat ini masih menjalani perawatan di rumah sakit.

Data korban sebelumnya sempat berubah, dari tiga orang, kemudian meningkat menjadi empat, lima, hingga akhirnya dikonfirmasi menjadi tujuh korban meninggal dunia.

28/04/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS RI Santuni 15 Keluarga Korban Kecelakaan Kereta Bekasi, Hadir Sejak Evakuasi hingga Pemakaman

Jakarta – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bergerak cepat merespons tragedi kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi. Tak hanya menerjunkan tim sejak awal kejadian, BAZNAS juga memberikan santunan kepada 15 keluarga korban meninggal dunia sebagai bentuk kepedulian nyata bagi mereka yang ditinggalkan.

Ketua BAZNAS RI, Sodik Mudjahid, menyampaikan duka cita mendalam atas peristiwa tersebut. Ia menegaskan bahwa kehadiran BAZNAS merupakan bagian dari mandat untuk selalu berada di garis depan dalam setiap kondisi darurat.

“Untuk para korban yang wafat berjumlah 15 orang, kami memberikan santunan masing-masing sebesar Rp3 juta kepada keluarga,” ujar Sodik saat menghadiri prosesi pemakaman di TPU Karet Bivak, Selasa (28/4/2026).

Sejak kabar kecelakaan mencuat, tim BAZNAS melalui BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) dan Rumah Sehat BAZNAS (RSB) langsung diterjunkan ke lokasi. Mereka terlibat dalam proses evakuasi korban, memberikan pertolongan medis awal, hingga memastikan korban mendapatkan rujukan ke rumah sakit terdekat.

Tak hanya itu, layanan ambulans, dukungan tenaga medis, hingga distribusi logistik seperti makanan ringan dan air minum turut diberikan kepada para korban terdampak.

Langkah cepat ini menjadi gambaran kesiapsiagaan BAZNAS dalam merespons situasi darurat. Bahkan, menurut Sodik, saat ini BAZNAS telah memperkuat struktur tanggap daruratnya dengan menghadirkan unit baru.

“Selain tim tanggap bencana, kini kami juga memiliki tim tanggap duafa. Begitu peristiwa terjadi, kami secara otomatis mengirimkan berbagai bentuk dukungan,” jelasnya.

BAZNAS menegaskan bahwa bantuan tidak berhenti pada tahap awal. Pendampingan akan terus dilakukan, terutama bagi keluarga korban yang masuk kategori rentan.

Salah satu fokus utama adalah anak-anak yatim yang ditinggalkan korban. BAZNAS membuka peluang bantuan lanjutan, mulai dari pendidikan hingga pemenuhan kebutuhan dasar.

“Jika terdapat korban yang meninggalkan anak yatim atau kondisi rumah tidak layak, maka kami akan berikan bantuan secara menyeluruh,” kata Sodik.

Program-program yang disiapkan meliputi bantuan kesehatan, perbaikan rumah tidak layak huni (rutilahu), bantuan perumahan, pendidikan, hingga pemberdayaan ekonomi keluarga.

Dalam penanganan dampak kecelakaan ini, berbagai pihak turut terlibat. Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menyampaikan bahwa koordinasi lintas instansi dilakukan secara cepat sejak malam kejadian.

“Langsung malam itu saya perintahkan jajaran di Jakarta untuk membantu Bekasi. Termasuk BAZNAS, Damkar, BNPB, hingga PMI. Bantuan yang diberikan juga mencakup hingga proses pemakaman,” ujarnya.

Kolaborasi ini menjadi bukti bahwa penanganan bencana membutuhkan sinergi berbagai elemen untuk memastikan korban dan keluarga mendapatkan penanganan terbaik.

Di balik angka korban, tersimpan kisah pilu yang menyentuh hati. Salah satu korban, Nuryati (65), diketahui meninggalkan delapan anak dan enam cucu.

Perwakilan keluarga korban, Halimah, menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian yang diberikan BAZNAS.

“Kami sangat berterima kasih, mulai dari bantuan ambulans, santunan, hingga kunjungan dan perhatian kepada keluarga kami,” ujarnya.


Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya keselamatan transportasi sekaligus menunjukkan bahwa solidaritas dan kepedulian sosial masih menjadi kekuatan utama bangsa. Kehadiran BAZNAS di tengah duka menjadi bukti nyata bahwa zakat tidak hanya berdampak dalam kondisi normal, tetapi juga menjadi harapan di saat krisis.

28/04/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa
MPU Aceh Salurkan Infak Rp1 Miliar ke BAZNAS RI untuk Palestina, Bukti Kepedulian Tak Pernah Padam

Jakarta – Kepedulian terhadap rakyat Palestina kembali ditunjukkan masyarakat Aceh. Melalui Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh, infak kemanusiaan sebesar Rp1 miliar disalurkan kepada Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI untuk membantu warga Palestina yang masih dilanda krisis kemanusiaan.

Penyerahan bantuan tahap kedua ini dilakukan langsung oleh Ketua MPU Aceh, Faisal M. Ali, kepada Ketua BAZNAS RI, Sodik Mudjahid, di kantor BAZNAS RI, Jakarta, Selasa (28/4/2026).

Ketua BAZNAS RI, Sodik Mudjahid, menyampaikan apresiasi tinggi atas konsistensi masyarakat Aceh dalam membantu sesama, khususnya rakyat Palestina.

“Dimotivasi oleh semangat agama, kita meyakini bahwa dalam kondisi sesulit apa pun, Allah akan memberikan pertolongan-Nya ketika kita juga peduli kepada saudara-saudara kita,” ujar Sodik.

Ia menegaskan, dana infak kemanusiaan ini akan disalurkan secara aman dan tepat sasaran dengan prinsip 3A: Aman Syar’i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI.

BAZNAS memastikan bantuan tidak hanya bersifat simbolis, tetapi akan diwujudkan dalam bentuk nyata sesuai kebutuhan di lapangan. Penyaluran tahap awal direncanakan dalam bentuk makanan, peralatan, dan kebutuhan dasar lainnya.

Menariknya, BAZNAS juga telah merancang pengiriman bantuan lanjutan yang dijadwalkan pada 17 Agustus 2026, bertepatan dengan momentum kemerdekaan Indonesia.

Selain itu, tahap berikutnya akan difokuskan pada pembangunan fasilitas umum dengan menggandeng pasukan perdamaian internasional.

“Kami ingin bantuan ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Palestina,” tegas Sodik.

Aceh: Pernah Terluka, Kini Menguatkan Dunia

Sementara itu, Ketua MPU Aceh, Faisal M. Ali, menegaskan bahwa bantuan ini berasal dari masyarakat Aceh yang terus menunjukkan solidaritas global, meski daerah mereka sendiri pernah dilanda berbagai bencana.

“Kami di Aceh pernah mengalami ujian besar, mulai dari tsunami hingga banjir. Namun itu tidak menghalangi kami untuk tetap peduli terhadap saudara-saudara di Palestina,” ujarnya.

Menurutnya, kepedulian ini justru menjadi cerminan kekuatan spiritual dan sosial masyarakat Aceh yang tidak pernah surut.

Dalam kesempatan tersebut, MPU Aceh juga mendorong adanya penguatan kerja sama dengan BAZNAS dalam berbagai program kemanusiaan ke depan.

Salah satu usulan yang disampaikan adalah kolaborasi simbolis melalui pencantuman identitas MPU Aceh dalam program-program BAZNAS, sebagai bentuk mempererat ukhuwah dan kebersamaan umat.

“Kami berharap sinergi ini terus terjalin demi menjaga semangat kepedulian masyarakat Aceh dan umat Islam secara luas,” kata Faisal.

28/04/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa

Berita Terbaru

BAZNAS-MUI Gaspol Pulihkan Pendidikan Pascabencana, Rp600 Juta Digelontorkan untuk Aceh hingga Sumut
BAZNAS-MUI Gaspol Pulihkan Pendidikan Pascabencana, Rp600 Juta Digelontorkan untuk Aceh hingga Sumut
Jakarta – Kolaborasi strategis kembali ditunjukkan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI). Keduanya resmi menggulirkan program “Sedekah Pendidikan” untuk membantu pemulihan korban bencana di sejumlah wilayah Sumatra. Sebagai langkah awal, dana sebesar Rp600 juta telah disalurkan MUI kepada BAZNAS untuk difokuskan pada sektor pendidikan di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara. Pimpinan BAZNAS RI, Idy Muzayyad, menegaskan dana tersebut akan dimanfaatkan secara tepat sasaran, terutama untuk membantu biaya pendidikan para penyintas serta pemulihan fasilitas sekolah yang terdampak bencana. “Fokusnya untuk biaya pendidikan korban dan sekolah-sekolah terdampak di tiga provinsi tersebut. Ini bentuk nyata kepedulian kita terhadap masa depan generasi muda,” ujar Idy di Gedung MUI, Jakarta, Selasa (7/4/2026). Ia menambahkan, kolaborasi ini semakin kuat dengan sinergi dua tim kebencanaan yang sudah berpengalaman, yakni BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) dan Muslim Disaster Rescue milik MUI. “Jika dua kekuatan ini disatukan, dampaknya akan luar biasa bagi kemaslahatan umat,” tegasnya. Tak hanya soal bantuan, kerja sama ini juga dinilai mampu memperluas jangkauan dakwah melalui aksi kemanusiaan. Idy berharap sinergi BAZNAS dan MUI dapat terus berlanjut ke berbagai program lainnya di masa depan. Sementara itu, Wakil Sekjen Bidang Bencana MUI, Mabroer, menjelaskan program “Sedekah Pendidikan” secara khusus menyasar anak-anak korban bencana dan lembaga pendidikan swasta yang kerap luput dari perhatian. Mulai dari Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), Madrasah Aliyah (MA), hingga pesantren non-negeri menjadi prioritas utama karena dinilai memiliki keterbatasan dalam proses pemulihan pascabencana. “Sekolah-sekolah swasta di daerah bencana ini seringkali tidak berdaya. Bantuan ini memang belum menyelesaikan semua masalah, tapi menjadi stimulan penting agar mereka bisa bangkit,” jelas Mabroer. Ia pun berharap kolaborasi ini dapat terus diperkuat dengan dukungan masyarakat luas, sehingga manfaatnya bisa segera dirasakan oleh para pelajar di wilayah terdampak. Langkah BAZNAS dan MUI ini menjadi bukti bahwa sinergi lembaga keumatan mampu menghadirkan solusi nyata, terutama dalam menjaga keberlangsungan pendidikan di tengah situasi krisis. Di tengah duka pascabencana, harapan itu masih ada—dan dimulai dari ruang kelas yang kembali hidup.
BERITA08/04/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Hadir di Gaza: 1.161 Warga Palestina Terima Layanan Kesehatan Gratis
BAZNAS Hadir di Gaza: 1.161 Warga Palestina Terima Layanan Kesehatan Gratis
Jakarta – Aksi kemanusiaan kembali ditunjukkan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI. Bersama Al-Salah Medical Complex, BAZNAS menghadirkan layanan kesehatan gratis bagi masyarakat di Gaza, Palestina. Program ini menjangkau sedikitnya 1.161 jiwa selama periode Maret hingga April 2026. Layanan diberikan melalui klinik medis yang beroperasi di kawasan Al-Maghazi, Gaza Tengah, dengan dukungan tenaga medis profesional di tengah keterbatasan fasilitas akibat konflik yang masih berlangsung. Sekretaris Utama BAZNAS RI, Subhan Cholid, mengatakan program ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS dalam membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat Palestina. “Alhamdulillah, layanan kesehatan gratis ini disambut dengan antusias oleh warga. Ini menjadi bukti bahwa kepedulian masyarakat Indonesia benar-benar hadir untuk saudara-saudara kita di Palestina,” ujar Subhan dalam keterangan tertulis, Rabu (8/4/2026). Layanan yang diberikan mencakup pemeriksaan kesehatan dasar seperti pengecekan tekanan darah dan gula darah, pengobatan penyakit umum seperti flu dan penyakit kulit, hingga penanganan luka serta konsultasi medis, baik dasar maupun spesialis. Program ini secara khusus menyasar masyarakat terdampak konflik, termasuk para pengungsi yang memiliki keterbatasan akses terhadap fasilitas kesehatan. Selain pemeriksaan, pasien juga mendapatkan obat-obatan secara gratis guna memastikan proses pemulihan berjalan optimal. Menurut Subhan, inisiatif ini tidak hanya berfokus pada pengobatan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga kondisi kesehatan masyarakat di tengah situasi darurat kemanusiaan. “BAZNAS akan terus berupaya menyalurkan bantuan terbaik untuk mendukung pemulihan masyarakat Palestina. Ini adalah amanah dari masyarakat Indonesia yang harus kami jaga dan salurkan dengan tepat,” tegasnya. Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus berpartisipasi dalam aksi kemanusiaan ini, baik melalui doa maupun dukungan nyata. Melalui program ini, BAZNAS kembali menegaskan perannya sebagai lembaga pengelola zakat yang tidak hanya berdampak di dalam negeri, tetapi juga aktif dalam misi kemanusiaan global. Bagi masyarakat yang ingin berkontribusi, bantuan dapat disalurkan melalui Dompet Solidaritas Palestina BAZNAS sebagai bentuk kepedulian terhadap saudara-saudara di Gaza. BSI 100.426.6893 a.n. Badan Amil Zakat Nasional Atau melalui: baznas.go.id/bantupalestina
BERITA08/04/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Waka IV BAZNAS Minahasa Buka Suara soal Isu Kepercayaan dan Dugaan Keretakan Internal
Waka IV BAZNAS Minahasa Buka Suara soal Isu Kepercayaan dan Dugaan Keretakan Internal
Minahasa – Wakil Ketua IV Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Minahasa angkat bicara terkait isu kurangnya kepercayaan masyarakat serta kabar adanya keretakan internal di tubuh lembaga tersebut. Dalam kegiatan silaturahmi dan edukasi di salah satu masjid di Kecamatan Pineleng, Waka IV menegaskan bahwa BAZNAS tetap berjalan solid dan berkomitmen menjaga profesionalitas dalam pengelolaan zakat. Menurutnya, munculnya berbagai persepsi di tengah masyarakat merupakan hal yang wajar dalam sebuah lembaga publik. Namun, hal tersebut harus dijawab dengan keterbukaan dan kerja nyata. “Kepercayaan itu tidak bisa diminta, tapi harus dibangun. Dan kami di BAZNAS Minahasa terus berupaya memperkuat sistem, transparansi, serta kualitas pelayanan kepada umat,” ujarnya. Ia juga menanggapi isu dugaan keretakan internal yang beredar di masyarakat. Waka IV menegaskan bahwa dinamika dalam organisasi adalah hal biasa, namun tidak mengganggu kinerja lembaga secara keseluruhan. “Dalam setiap lembaga pasti ada dinamika, tetapi itu bukan keretakan. Justru menjadi bagian dari proses untuk memperkuat organisasi agar lebih baik ke depan,” tegasnya. Sebagai Waka IV yang membidangi penguatan sumber daya manusia dan tata kelola kelembagaan, ia memastikan bahwa seluruh proses administrasi, koordinasi, dan sistem kerja di BAZNAS Minahasa tetap berjalan sesuai prinsip akuntabilitas. Lebih lanjut, Waka IV menekankan bahwa fokus utama BAZNAS saat ini adalah meningkatkan literasi zakat di masyarakat, sekaligus memastikan dana yang dihimpun dapat memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan umat. “Kami ingin masyarakat melihat langsung kerja-kerja BAZNAS. Karena kepercayaan itu lahir dari transparansi dan manfaat yang dirasakan,” katanya. “BAZNAS tidak dibangun oleh satu orang, tetapi oleh amanah umat. Karena itu, kami pastikan lembaga ini tetap berdiri kokoh, bekerja profesional, dan terus menjaga kepercayaan masyarakat,” pungkasnya. BAZNAS Minahasa juga membuka ruang komunikasi seluas-luasnya kepada masyarakat untuk mendapatkan informasi yang jelas dan akurat, sekaligus memperkuat sinergi dalam pengelolaan zakat di daerah.
BERITA08/04/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
MR D.I.Y. Indonesia Salurkan Bantuan Rp378 Juta Lewat BAZNAS, Sasar 1.000 Keluarga Rentan
MR D.I.Y. Indonesia Salurkan Bantuan Rp378 Juta Lewat BAZNAS, Sasar 1.000 Keluarga Rentan
Jakarta – Aksi kepedulian kembali ditunjukkan dunia usaha. MR D.I.Y. Indonesia menyalurkan bantuan natura senilai Rp378 juta melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI untuk membantu masyarakat prasejahtera. Bantuan senilai Rp378.540.000 tersebut diserahkan secara simbolis oleh perwakilan MR D.I.Y. Indonesia, Rio Indra Gunawan, kepada Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid di Gedung BAZNAS RI, Jakarta. Ketua BAZNAS RI, Sodik Mudjahid, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan MR D.I.Y. Indonesia dalam menyalurkan bantuan kepada masyarakat melalui lembaganya. “Kolaborasi ini merupakan langkah luar biasa yang akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat yang membutuhkan,” ujar Sodik, Senin (6/4/2026). Ia menegaskan, BAZNAS akan menyalurkan bantuan tersebut secara transparan dan tepat sasaran dengan mengedepankan prinsip 3A: aman syar’i, aman regulasi, dan aman bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia. Menurutnya, bantuan ini sangat relevan di tengah kondisi ekonomi yang menantang, di mana banyak masyarakat rentan—terutama pekerja informal dengan penghasilan tidak menentu—membutuhkan dukungan nyata. “Kami ingin memastikan mereka tidak merasa sendirian menghadapi situasi sulit ini,” tegasnya. Bantuan yang diberikan berupa paket perlengkapan rumah tangga yang akan disalurkan kepada 1.000 penerima manfaat, khususnya keluarga prasejahtera dan pekerja rentan. CFO MR D.I.Y. Indonesia, Rika Juniaty Tanzil, menjelaskan bantuan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung kesejahteraan masyarakat. “Sebanyak 1.000 paket akan didistribusikan kepada pekerja rentan dan keluarga prasejahtera agar dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar mereka,” ujarnya. Ia berharap, kolaborasi antara MR D.I.Y. Indonesia dan BAZNAS RI dapat terus berlanjut dan memberikan dampak yang lebih luas di masa mendatang. “Semoga bantuan ini bisa memberikan manfaat nyata dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya. Kolaborasi ini menjadi bukti bahwa sinergi antara dunia usaha dan lembaga filantropi mampu menghadirkan solusi konkret bagi masyarakat—menguatkan solidaritas sosial di tengah tantangan ekonomi yang kian kompleks.
BERITA07/04/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
   BCA Syariah Gandeng BAZNAS, Kini Bayar Zakat Bisa Langsung dari Aplikasi BSya
  BCA Syariah Gandeng BAZNAS, Kini Bayar Zakat Bisa Langsung dari Aplikasi BSya
Jakarta – Inovasi digital di sektor keuangan syariah terus berkembang. BCA Syariah resmi menggandeng Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI untuk memperkuat penyaluran zakat sekaligus mempermudah masyarakat dalam berinfak dan bersedekah secara digital. Kolaborasi ini ditandai dengan penyerahan zakat nasabah dan infak perusahaan kepada BAZNAS, serta peluncuran fitur Donasi (Zakat, Infak, Sedekah/ZIS) di aplikasi mobile banking BSya by BCA Syariah. Presiden Direktur BCA Syariah, Yuli Melati Suryaningrum, mengatakan zakat, infak, dan sedekah bukan sekadar ibadah, tetapi juga instrumen penting dalam membangun kekuatan ekonomi umat. “Melalui kolaborasi ini, kami ingin mendekatkan masyarakat pada penghimpunan dana sosial yang memberikan dampak nyata bagi para mustahik,” ujar Yuli, Senin (6/4/2026). Ia menjelaskan, kerja sama BCA Syariah dan BAZNAS telah berjalan konsisten. Hingga 2025, kolaborasi ini tercatat telah menjangkau 82 mustahik pelaku usaha mikro yang mendapatkan dukungan untuk mengembangkan usaha mereka. Kini, melalui fitur Donasi di aplikasi BSya, masyarakat dapat menunaikan zakat, infak, dan sedekah dengan lebih mudah, aman, dan praktis—langsung dari genggaman. Ketua BAZNAS RI, Sodik Mudjahid, menyambut baik inovasi tersebut. Ia menilai digitalisasi menjadi kunci dalam mengoptimalkan penghimpunan zakat nasional. “Ini inovasi layanan yang luar biasa. Masyarakat kini semakin mudah membayar zakat, infak, dan sedekah langsung dari mobile banking,” ujarnya. Menurutnya, kemudahan akses ini diharapkan mampu meningkatkan partisipasi masyarakat dalam berzakat sekaligus mempercepat penyaluran manfaat kepada mustahik. BCA Syariah pun menegaskan komitmennya untuk terus menjadi “sahabat berkah” bagi nasabah, dengan menghadirkan layanan yang tidak hanya memudahkan transaksi, tetapi juga memperluas peluang berbagi kebaikan. Dengan hadirnya fitur ZIS digital ini, potensi zakat di Indonesia diharapkan dapat tergali lebih optimal—menghubungkan teknologi, keimanan, dan kepedulian sosial dalam satu ekosistem yang terintegrasi.
BERITA07/04/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Potensi Zakat RI Tembus Rp327 Triliun, BAZNAS-Bappenas Gaspol Integrasi ke Pembangunan Nasional
Potensi Zakat RI Tembus Rp327 Triliun, BAZNAS-Bappenas Gaspol Integrasi ke Pembangunan Nasional
Jakarta – Potensi zakat Indonesia yang mencapai Rp327 triliun kini tak lagi sekadar angka. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas tancap gas memperkuat sinergi agar zakat menjadi motor penggerak ekonomi nasional. Langkah strategis ini mengemuka dalam audiensi antara BAZNAS dan Bappenas di Jakarta, Selasa (7/4/2026), yang turut dihadiri Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy serta Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti. Ketua BAZNAS RI, Sodik Mudjahid, menegaskan optimalisasi zakat merupakan amanat langsung Presiden yang harus segera diwujudkan. “Potensi zakat kita sangat besar, mencapai Rp327 triliun. Ini harus dioptimalkan melalui integrasi data, penguatan UPZ hingga desa, serta digitalisasi pengelolaan zakat,” tegas Sodik. Ia juga mengungkapkan, zakat kini mulai masuk dalam arus utama (mainstream) ekonomi nasional. Karena itu, diperlukan kolaborasi lintas sektor agar pengelolaannya semakin terarah dan berdampak luas. “Ke depan, akan ada revisi Undang-Undang Zakat untuk memperkuat integrasi kebijakan. Ini momentum penting agar zakat menjadi bagian dari sistem pembangunan nasional,” ujarnya. Sementara itu, Rachmat Pambudy menyatakan dukungan penuh Bappenas terhadap langkah BAZNAS. Ia bahkan menargetkan peningkatan penghimpunan zakat nasional hingga dua kali lipat. “Realisasi saat ini baru sekitar 10 persen. Kalau kita naikkan ke 20 persen saja, itu sudah berarti peningkatan 100 persen. Ini peluang besar,” jelasnya. Menurut Rachmat, zakat memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Namun, pengelolaannya harus dilakukan secara modern dengan pendekatan tata kelola, teknologi, dan kebijakan yang terintegrasi. Ia juga mendorong pemanfaatan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) untuk memetakan mustahik agar penyaluran zakat lebih tepat sasaran. “Program kolaboratif seperti ZISWAF Indonesia Emas akan terus diperkuat, terutama di sektor pendidikan, kesehatan, perumahan, dan perlindungan sosial,” tambahnya. Di sisi lain, Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, menyatakan kesiapan pihaknya dalam memperkuat integrasi data zakat secara nasional. “Kami siap menghitung potensi zakat secara lebih mendalam dan granular, termasuk berdasarkan jumlah penduduk Muslim dan kelompok wajib zakat,” ujarnya. Amalia juga mengungkapkan rencana pembaruan data melalui survei atau sensus pada 2026 guna menghasilkan angka potensi zakat yang lebih akurat dan komprehensif. Dengan sinergi ini, zakat tak lagi dipandang sebagai instrumen sosial semata, tetapi telah naik kelas menjadi pilar penting dalam pembangunan ekonomi nasional. Jika optimal, Rp327 triliun bukan sekadar potensi—melainkan kekuatan besar untuk mengentaskan kemiskinan dan mendorong Indonesia menuju kesejahteraan yang lebih merata.
BERITA07/04/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Gandeng Kemendes, Zakat Disulap Jadi Motor Ekonomi Desa
BAZNAS Gandeng Kemendes, Zakat Disulap Jadi Motor Ekonomi Desa
Jakarta – Terobosan besar dilakukan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT). Keduanya sepakat mengintegrasikan program zakat sebagai penggerak utama kesejahteraan desa di seluruh Indonesia. Kesepakatan ini tercapai dalam audiensi strategis di Jakarta, Senin (6/4/2026), yang menandai langkah konkret kolaborasi lintas sektor dalam membangun ekosistem ekonomi perdesaan berbasis zakat. Ketua BAZNAS RI, Sodik Mudjahid, menyebut pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Desa menjadi kunci utama dalam optimalisasi potensi zakat dari akar rumput. “UPZ Desa adalah strategi paling krusial. Dari sinilah zakat bisa dihimpun secara langsung dari masyarakat dan dikembalikan untuk memberdayakan desa itu sendiri,” tegas Sodik. Tak hanya itu, kolaborasi ini juga menyasar sektor produktif. Program seperti Balai Ternak BAZNAS hingga penguatan ekonomi melalui koperasi desa akan menjadi tulang punggung pemberdayaan masyarakat. Sebagai langkah awal, BAZNAS telah menyiapkan model percontohan “Desa Zakat” di Kabupaten Ciamis yang akan dijadikan role model nasional. Ke depan, konsep ini juga akan dikembangkan di wilayah lain, termasuk Kabupaten Serang. “Ciamis sudah memiliki ekosistem zakat yang kuat. Ini akan menjadi referensi utama sebelum kita replikasi ke daerah lain,” jelas Sodik. BAZNAS juga akan memanfaatkan jaringan data dan infrastruktur Kemendes hingga ke tingkat desa. Sinergi ini diyakini mampu menciptakan sistem ekonomi desa yang mandiri, berkelanjutan, dan berbasis filantropi Islam. Sementara itu, Menteri Desa PDT, Yandri Susanto, menyambut positif kolaborasi tersebut. Ia menilai integrasi program zakat dengan pembangunan desa merupakan langkah strategis yang sejalan dengan visi pemerintah. “Kami melihat ini sebagai peluang besar. Banyak potensi yang bisa dikolaborasikan, dan UPZ Desa menjadi salah satu yang paling strategis untuk memperkuat ekonomi masyarakat,” ujar Yandri. Ia juga menegaskan dukungan penuh dari Kemendes PDT, termasuk dalam hal sosialisasi program agar dapat menjangkau masyarakat secara luas. “Nantinya, kolaborasi ini juga akan dimasifkan melalui media sosial dengan melibatkan influencer agar dampaknya semakin terasa,” tambahnya. Audiensi ini turut dihadiri sejumlah pejabat penting dari kedua institusi, termasuk Rizaludin Kurniawan dari BAZNAS serta Taufik Madjid dan Mulyadin Malik dari Kemendes PDT. Kolaborasi ini menjadi sinyal kuat bahwa zakat tidak lagi sekadar bantuan konsumtif, melainkan telah bertransformasi menjadi instrumen strategis dalam membangun kemandirian ekonomi desa. Jika berjalan optimal, program ini berpotensi mengubah wajah desa di Indonesia—dari yang sebelumnya bergantung, menjadi mandiri dan berdaya
BERITA06/04/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Hangatnya Kepedulian! BCA Sekuritas dan BAZNAS Santuni Anak Yatim di Jakarta
Hangatnya Kepedulian! BCA Sekuritas dan BAZNAS Santuni Anak Yatim di Jakarta
Jakarta – Aksi berbagi tak berhenti meski Ramadan telah berlalu. BCA Sekuritas bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menyalurkan santunan untuk puluhan anak yatim di Panti Asuhan Al Muanah Paskam. Penyaluran bantuan dilakukan secara simbolis di Kantor BAZNAS RI, Jakarta, Kamis (2/4/2026), sebagai bentuk nyata kepedulian sektor swasta terhadap masyarakat yang membutuhkan. Direktur Pendayagunaan dan Layanan UPZ dan CSR BAZNAS RI, Eka Budhi Sulistyo, berharap bantuan tersebut membawa keberkahan bagi semua pihak yang terlibat. “Semoga ini menjadi jalan keberkahan, tidak hanya bagi penerima manfaat, tetapi juga bagi seluruh pihak yang telah berbagi,” ujarnya. Ia menambahkan, sinergi antara lembaga zakat dan dunia usaha menjadi kunci penting dalam memperluas manfaat sosial bagi masyarakat. Sementara itu, Sekretaris Utama BAZNAS RI, Subhan Cholid, menilai kegiatan ini sebagai wujud nyata komitmen BCA Sekuritas dalam menjalankan tanggung jawab sosial perusahaan. “Ini adalah bentuk kasih sayang yang terus berlanjut, mempererat hubungan dan menghadirkan doa dari adik-adik untuk para donatur,” kata Subhan. Dari pihak BCA Sekuritas, Head of Corsec, Corcom & Legal, Fenny Susanti, mengaku bersyukur dapat berbagi langsung dengan anak-anak yatim. “Ini anugerah bagi kami bisa berbagi kasih. Semoga apa yang kami berikan menjadi bagian berarti bagi masa depan adik-adik,” ujarnya. Fenny juga mengapresiasi peran BAZNAS yang telah memfasilitasi penyaluran bantuan sehingga tepat sasaran. Di sisi lain, Pengurus Panti Asuhan Al Muanah Paskam, Umi Rahmawati, menyampaikan rasa haru dan terima kasih atas perhatian yang diberikan. “Kami sangat terharu. Biasanya santunan dilakukan saat Ramadan, tapi ini setelah Ramadan masih ada yang peduli. Ini luar biasa,” ungkapnya. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa kepedulian sosial tidak mengenal waktu. Kolaborasi antara BAZNAS dan BCA Sekuritas menunjukkan bahwa semangat berbagi bisa terus hidup—menghadirkan harapan baru bagi mereka yang membutuhkan.
BERITA03/04/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Fantastis! BSI Salurkan Zakat Rp289 Miliar Lewat BAZNAS, Dorong Ekonomi Umat Makin Kuat
Fantastis! BSI Salurkan Zakat Rp289 Miliar Lewat BAZNAS, Dorong Ekonomi Umat Makin Kuat
Jakarta – Komitmen sektor perbankan syariah dalam mendukung kesejahteraan umat kembali terlihat. Bank Syariah Indonesia (BSI) menyalurkan zakat perusahaan dan karyawan senilai Rp289,3 miliar melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI. Penyerahan zakat dilakukan secara simbolis oleh Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, kepada Ketua BAZNAS RI, Sodik Mudjahid, di Kantor Pusat BSI, Jakarta, Rabu (1/4/2026). Ketua BAZNAS RI, Sodik Mudjahid, mengapresiasi konsistensi BSI dalam menyalurkan zakat melalui lembaganya. Ia menyebut BSI sebagai role model korporasi dalam penguatan ekonomi umat berbasis zakat. “BSI adalah contoh korporasi yang konsisten dalam menunaikan zakat sekaligus memiliki komitmen terhadap ekonomi rakyat. Ini patut dicontoh,” ujarnya. Menurut Sodik, sinergi antara BAZNAS dan BSI merupakan kombinasi strategis dalam mempercepat pemulihan ekonomi umat. Ia menegaskan, ke depan pengelolaan zakat akan semakin diarahkan pada program pemberdayaan agar dampaknya lebih luas dan berkelanjutan. “Proporsi distribusi akan kami geser dari 70:30 menjadi 50:50 antara bantuan dan pemberdayaan. Tujuannya agar mustahik bisa lebih mandiri,” tegasnya. Sementara itu, Anggoro Eko Cahyo mengungkapkan, total zakat yang disalurkan BSI pada 2025 mencapai Rp289 miliar atau tumbuh 7,7 persen secara tahunan seiring meningkatnya kinerja perusahaan. Ia merinci, zakat perusahaan mencapai sekitar Rp250 miliar yang berasal dari 2,5 persen laba, sedangkan zakat karyawan mencapai Rp39,5 miliar. Secara kumulatif, kontribusi BSI kepada BAZNAS sepanjang 2021 hingga 2025 telah menembus Rp1,07 triliun. “Ini menunjukkan bahwa pertumbuhan perusahaan sejalan dengan peningkatan kontribusi zakat yang kami salurkan,” jelas Anggoro. Ia juga menegaskan komitmen BSI untuk terus memperkuat kolaborasi dengan BAZNAS dalam mengoptimalkan potensi zakat nasional. “Kami siap mendukung BAZNAS agar kinerjanya semakin maju dan penghimpunan zakat nasional semakin optimal,” tambahnya. Turut hadir dalam acara tersebut Pimpinan BAZNAS RI Rizaludin Kurniawan, Deputi I BAZNAS RI Arifin Purwakananta, serta Direktur Retail Banking BSI Kemas Erwan Husainy. Penyaluran zakat ratusan miliar ini menjadi bukti nyata bahwa zakat bukan hanya kewajiban ibadah, tetapi juga kekuatan besar dalam membangun ekonomi umat yang berkelanjutan.
BERITA02/04/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS–BSI Perkuat Transformasi Zakat, Dorong Ekonomi Umat Lebih Berkelanjutan
BAZNAS–BSI Perkuat Transformasi Zakat, Dorong Ekonomi Umat Lebih Berkelanjutan
Jakarta – Transformasi pengelolaan zakat terus didorong agar tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi mampu menjadi motor penggerak ekonomi umat. Hal ini mengemuka dalam talkshow bertajuk “Beyond Charity: Transformasi Zakat untuk Ekonomi Umat Berkelanjutan” yang digelar Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Bank Syariah Indonesia (BSI) di Kantor Pusat BSI, Jakarta, Rabu (1/4/2026). Kegiatan ini menjadi forum strategis dalam memperkuat sinergi antara lembaga zakat dan sektor keuangan syariah, sekaligus bagian dari penyerahan zakat perusahaan dan karyawan BSI kepada BAZNAS RI. Pimpinan BAZNAS RI, Rizaludin Kurniawan, menegaskan zakat memiliki dimensi yang jauh melampaui ibadah personal. “Zakat adalah jembatan antara kesalehan individu dan kesalehan sosial. Di dalamnya ada kekuatan untuk membangun kesejahteraan umat secara luas,” ujarnya. Ia menekankan, pengelolaan zakat harus dilakukan secara profesional dengan menjaga keseimbangan antara penghimpunan dan pelayanan kepada muzaki. Transparansi, akuntabilitas, dan dampak nyata menjadi kunci untuk meningkatkan kepercayaan publik. “Tidak cukup hanya menghimpun dana, tetapi juga memastikan zakat memberikan ketenangan bagi muzaki dan membawa perubahan bagi mustahik,” tambahnya. Lebih jauh, Rizaludin mengungkapkan potensi zakat nasional yang mencapai ratusan triliun rupiah. Potensi besar ini dinilai perlu dioptimalkan melalui penguatan ekosistem zakat, termasuk kolaborasi lintas sektor, digitalisasi layanan, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia. Ia juga menegaskan arah baru pengelolaan zakat yang berorientasi pada pemberdayaan ekonomi produktif. “Zakat ke depan harus mampu mendorong mustahik menjadi mandiri, bahkan bertransformasi menjadi muzaki. Ini adalah tujuan besar yang harus kita capai bersama,” tegasnya. Sementara itu, Direktur Retail Banking BSI, Kemas Erwan Husainy, menyatakan komitmen BSI dalam mendukung penguatan ekosistem zakat nasional melalui kolaborasi berkelanjutan dengan BAZNAS. Menurutnya, kerja sama ini tidak hanya berfokus pada penghimpunan, tetapi juga penyaluran zakat yang berdampak langsung bagi masyarakat, mulai dari sektor ekonomi, pendidikan, hingga pemberdayaan mustahik. “Kolaborasi ini adalah bentuk nyata bagaimana zakat bisa dikelola secara profesional dan memberikan dampak luas,” ujarnya. Ia juga menyoroti pentingnya inovasi digital dalam mempermudah masyarakat menunaikan zakat. BSI telah menghadirkan berbagai fitur seperti kalkulator zakat, pembayaran otomatis, hingga integrasi sistem penyaluran yang transparan dan akuntabel. Acara ini turut dihadiri Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid, Deputi I BAZNAS RI Arifin Purwakananta, serta Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo bersama jajaran kedua lembaga. Sinergi antara BAZNAS dan BSI ini menegaskan bahwa zakat bukan sekadar instrumen sosial, melainkan kekuatan ekonomi strategis. Dengan pengelolaan yang tepat dan kolaborasi yang solid, zakat diyakini mampu menjadi pilar penting dalam mewujudkan kesejahteraan umat yang berkelanjutan.
BERITA02/04/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Minahasa Berduka, Sosok Pendidik dan Penggerak Zakat Berpulang
BAZNAS Minahasa Berduka, Sosok Pendidik dan Penggerak Zakat Berpulang
Kabar duka menyelimuti keluarga besar pengelola zakat di Sulawesi Utara. Bolaang Mongondouw Utara, 1/4/2026, Salah satu sosok pendidik dan tokoh penggerak zakat, Kurniawan Suma, S.Pd, telah berpulang. Almarhum wafat di Gorontalo pada Rabu, 1 April 2026 pukul 12.30 WITA. Rencananya, almarhum akan dimakamkan di Gorontalo. Almarhum dikenal luas sebagai guru yang penuh dedikasi saat mengabdi di SMP Negeri 7 Manado. Bagi para alumnus, beliau bukan sekadar pengajar, tetapi sosok pendidik yang menanamkan nilai, ketekunan, dan cara berpikir ilmiah melalui pelajaran fisika—ilmu yang beliau ajarkan dengan penuh kesungguhan untuk membantu siswa memahami bagaimana alam semesta bekerja. Dalam perjalanan pengabdiannya, beliau juga pernah mengemban amanah sebagai kepala sekolah di salah satu SLTA di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara. Kepemimpinannya dikenal bijaksana, sederhana, dan dekat dengan dunia pendidikan. Pengabdian beliau berlanjut di bidang sosial keumatan. Kurniawan Suma, S.Pd ditetapkan sebagai Ketua Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Bolaang Mongondow Utara berdasarkan Keputusan Bupati Nomor 384 Tahun 2017. Penetapan tersebut merupakan bagian dari Pergantian Antar Waktu (PAW) yang ditetapkan melalui musyawarah pada 2 November 2017. Sebelumnya, beliau juga tercatat sebagai bagian dari Pimpinan BAZNAS Kabupaten Bolaang Mongondow Utara periode 2017–2022 berdasarkan Surat Keputusan Bupati tertanggal 16 Maret 2017. Dalam perannya, beliau turut mendorong penguatan pengelolaan zakat sebagai instrumen pemberdayaan umat. Kenangan akan sosok beliau tidak hanya melekat dalam jabatan dan pengabdian, tetapi juga dalam hal-hal sederhana yang membekas di hati para muridnya. Dua kata yang sering beliau tekankan dalam proses belajar—“Mengetahui” dan “Menyelesaikan”—menjadi filosofi hidup yang terus diingat, bahwa setiap persoalan harus dipahami dan diselesaikan dengan penuh tanggung jawab. Kesaksian mendalam datang dari para muridnya yang kini telah mengabdi di berbagai bidang. Salah satunya, Mahyudin Banjer, yang saat ini menjadi penanggung jawab program Islam di TVRI, mengenang almarhum sebagai guru yang tidak hanya mengajar, tetapi membentuk cara berpikir dan karakter. Hal senada juga disampaikan oleh Sahlan Kokalo, yang kini mengemban amanah sebagai Wakil Ketua IV BAZNAS Minahasa. Ia mengisahkan momen berharga saat bertemu kembali dengan sang guru ketika menjalankan tugas liputan bersama Tim TVRI dalam peringatan Hari Santri Nasional tahun 2019 di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara. “Pertemuan itu adalah kenangan terindah bagi saya. Bisa kembali bertemu dengan guru terbaik kami, yang hingga saat ini tetap menjadi panutan dalam kehidupan dan pengabdian,” ungkap Sahlan dengan penuh haru. Pimpinan dan seluruh jajaran BAZNAS Kabupaten Minahasa menyampaikan turut berduka cita yang mendalam atas berpulangnya almarhum. Semoga Allah SWT menerima segala amal ibadahnya, mengampuni segala khilafnya, dan menempatkan beliau di tempat terbaik di sisi-Nya. Kepada keluarga yang ditinggalkan, kiranya diberikan kekuatan, ketabahan, dan penghiburan. “Selamat jalan guru kami… Ilmu dan keteladananmu akan terus hidup dalam setiap langkah kami.”
BERITA01/04/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Bupati Bulukumba Terima Ambulans BAZNAS, Perkuat Layanan Rumah Sehat untuk Warga
Bupati Bulukumba Terima Ambulans BAZNAS, Perkuat Layanan Rumah Sehat untuk Warga
Bulukumba – Dukungan terhadap layanan kesehatan berbasis zakat terus diperkuat. BAZNAS Kabupaten Bulukumba mewakili BAZNAS menyerahkan satu unit mobil ambulans untuk mendukung operasional Rumah Sehat BAZNAS (RSB) di Kabupaten Bulukumba. Penyerahan dilakukan dalam apel pagi, Senin (30/3/2026), dan diterima langsung oleh Bupati Bulukumba, Andi Muchtar Ali Yusuf. Bantuan ini merupakan hasil sedekah konsumen PT AlfaMart dan AlfaMidi yang disalurkan melalui BAZNAS. Perwakilan BAZNAS, Kamaruddin, menjelaskan bahwa ambulans tersebut akan menjadi bagian penting dalam operasional Rumah Sehat BAZNAS yang saat ini dalam tahap pembangunan. “Ambulans ini akan difungsikan secara optimal setelah Rumah Sehat BAZNAS selesai. Nantinya digunakan untuk layanan rujukan pasien, antar-jemput layanan kesehatan, hingga penanganan kondisi darurat,” ujarnya. Ia menegaskan, kehadiran ambulans bukan sekadar bantuan fasilitas, tetapi bagian dari sistem layanan kesehatan berbasis zakat yang bertujuan membantu masyarakat, khususnya kalangan kurang mampu. Bupati Bulukumba, Andi Muchtar Ali Yusuf, menyampaikan apresiasi atas kontribusi nyata BAZNAS dalam mendukung peningkatan kualitas layanan kesehatan di daerah. “Kami sangat mengapresiasi bantuan ini. Kehadiran ambulans tentu akan sangat membantu masyarakat, khususnya warga kurang mampu dalam mengakses layanan kesehatan,” ungkapnya. Ia berharap pembangunan Rumah Sehat BAZNAS dapat segera rampung sehingga seluruh fasilitas, termasuk ambulans, bisa segera dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat. Pemerintah Kabupaten Bulukumba juga menegaskan komitmennya untuk terus mendukung program kolaboratif bersama BAZNAS, terutama di bidang kesehatan dan sosial. Program Rumah Sehat BAZNAS sendiri merupakan salah satu bentuk pendayagunaan zakat yang tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga menghadirkan layanan berkelanjutan bagi masyarakat. Langkah ini menjadi bukti bahwa zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun melalui BAZNAS dapat dioptimalkan menjadi layanan nyata yang langsung dirasakan masyarakat. Dari ambulans hingga fasilitas kesehatan, zakat tidak hanya membantu sesaat, tetapi juga membangun sistem pelayanan yang berkelanjutan. Zakat hari ini bukan hanya memberi, tetapi menghadirkan solusi— dari kepedulian, menjadi pelayanan untuk kehidupan.
BERITA30/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS RI Bangun 3 Masjid Darurat di Gaza, Jadi Harapan Ibadah di Tengah Konflik
BAZNAS RI Bangun 3 Masjid Darurat di Gaza, Jadi Harapan Ibadah di Tengah Konflik
Jakarta – Di tengah keterbatasan akibat konflik berkepanjangan, BAZNAS kembali menghadirkan harapan bagi warga Palestina. Tiga masjid darurat dibangun di wilayah Gaza sebagai respons cepat atas kebutuhan mendesak masyarakat akan tempat ibadah yang layak dan aman. Pembangunan masjid darurat tersebut tersebar di tiga titik strategis, yakni Asdaa Region Northwest Khan Younis, Abu Ali Eyad Street, dan Deir Al-Balah. Ketiganya kini telah rampung dan mulai digunakan oleh masyarakat, termasuk saat Ramadan hingga Idulfitri 1447 H. Sekretaris Utama BAZNAS RI, Subhan Cholid, menyampaikan bahwa pembangunan ini merupakan bagian dari komitmen kemanusiaan BAZNAS dalam menjawab kebutuhan riil di lapangan. “Alhamdulillah, tiga masjid darurat telah rampung dan sudah digunakan masyarakat. Masing-masing memiliki luas sekitar 180 meter persegi dan mampu menampung hingga 100 jemaah,” ujar Subhan dalam keterangannya, Senin (30/3/2026). Konflik yang terus berlangsung di Gaza menyebabkan banyak fasilitas umum hancur, termasuk masjid sebagai pusat ibadah dan aktivitas sosial masyarakat. Kondisi ini membuat warga kesulitan menjalankan ibadah secara layak. Melihat situasi tersebut, BAZNAS menghadirkan solusi cepat melalui pembangunan masjid darurat. Tidak hanya sebagai tempat salat, masjid ini juga berfungsi sebagai ruang berkumpul, tempat menguatkan solidaritas, dan sumber ketenangan di tengah situasi yang penuh tekanan. “Ini bukan sekadar bangunan, tetapi simbol kepedulian dan kebersamaan masyarakat Indonesia untuk Palestina,” tegas Subhan. Masjid darurat yang dibangun BAZNAS tidak hanya menjadi fasilitas fisik, tetapi juga membawa pesan kuat tentang solidaritas kemanusiaan lintas negara. Di tengah keterbatasan, kehadiran masjid menjadi ruang spiritual sekaligus sosial bagi warga. Tempat di mana mereka bisa beribadah, berkumpul, dan saling menguatkan. “Kami berharap masjid ini bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya, menjadi tempat ibadah yang khusyuk sekaligus mempererat kebersamaan warga,” tambah Subhan. Pembangunan masjid darurat ini tidak lepas dari peran para muzaki yang telah menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS. Kepercayaan tersebut menjadi kekuatan utama dalam menghadirkan program kemanusiaan di wilayah krisis. “Ini adalah bukti bahwa zakat yang ditunaikan umat mampu menjangkau saudara-saudara kita hingga ke Gaza,” ungkapnya. Tak hanya pembangunan masjid, selama Ramadan 1447 H/2026 M, BAZNAS juga terus menyalurkan berbagai bantuan kemanusiaan bagi warga Palestina. Bantuan tersebut meliputi: Paket makanan (food packages) Makanan siap saji (hot meals) Layanan kesehatan Penyediaan air bersih Pakaian dan selimut Tenda pemukiman keluarga Tenda kelas untuk kegiatan belajar Hingga pembangunan masjid darurat Langkah BAZNAS ini menunjukkan bahwa zakat bukan hanya berdampak lokal, tetapi juga mampu menjangkau krisis kemanusiaan global. Di tengah reruntuhan dan keterbatasan, masjid-masjid darurat itu kini berdiri sebagai simbol harapan—bahwa dari kepedulian, lahir kekuatan. Dari zakat, tumbuh keberkahan yang melintasi batas negara. Dari Indonesia untuk Gaza, zakat bukan sekadar ibadah… tetapi menjadi cahaya bagi mereka yang membutuhkan.
BERITA30/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Halalbihalal BAZNAS RI: Sodik Mudjahid Ajak Amil Tingkatkan Profesionalisme, Target Zakat Nasional Rp160 Triliun
Halalbihalal BAZNAS RI: Sodik Mudjahid Ajak Amil Tingkatkan Profesionalisme, Target Zakat Nasional Rp160 Triliun
JAKARTA — Momentum Halalbihalal dimanfaatkan BAZNAS RI untuk memperkuat komitmen para amil dalam meningkatkan profesionalisme dan kinerja, demi menghadirkan dampak nyata bagi kesejahteraan umat. Dalam kegiatan yang digelar di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Senin (30/3/2026), Ketua BAZNAS RI, Sodik Mudjahid, menegaskan bahwa Ramadan bukan sekadar bulan ibadah, tetapi juga menjadi momentum pembinaan diri yang berdampak langsung pada kualitas kerja sebagai amil zakat. “Ramadan adalah super training untuk mempercepat peningkatan ketakwaan. Setelah itu, kita diharapkan menjadi pribadi yang lebih sabar, tangguh, jujur, disiplin, peduli, dan gemar beristighfar,” ujar Sodik. Menurutnya, nilai-nilai Ramadan harus tercermin dalam pengelolaan zakat, terutama dalam menjaga amanah dan membangun kepercayaan publik. Sodik juga menekankan pentingnya memperkuat posisi BAZNAS sebagai lembaga utama yang diingat masyarakat ketika berbicara tentang zakat. “Kami ingin BAZNAS menjadi top of mind. Ketika orang berpikir tentang zakat, yang diingat adalah BAZNAS sebagai lembaga yang terpercaya (Al-Amin), mudah dijangkau, dan membanggakan,” jelasnya. Ia menambahkan, transformasi digital menjadi salah satu kunci untuk memperluas akses layanan zakat, sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat modern. Dalam arah kebijakan ke depan, Sodik Mudjahid memaparkan target ambisius pengelolaan zakat nasional. “Ada dua target pada 2031. Pertama, pengumpulan zakat nasional sebesar Rp160 triliun. Kedua, pendayagunaan yang adil, merata, berdampak, berdaya guna, dan melembaga,” tegasnya. Untuk mencapai target tersebut, BAZNAS terus mendorong: transformasi digital layanan zakat penguatan kolaborasi lintas sektor peningkatan kapasitas amil Sementara itu, Deputi I BAZNAS RI, Arifin Purwakananta, melaporkan capaian pengumpulan zakat selama Ramadan 2026. “Pengumpulan zakat mencapai Rp480 miliar atau sekitar 94 persen dari target Rp515 miliar,” ungkapnya. Arifin juga menyinggung adanya isu-isu negatif di publik yang sempat berdampak, namun ia menegaskan komitmen BAZNAS dalam menjaga integritas. “Kami meyakini bahwa tidak ada korupsi di BAZNAS, dan penyaluran dilakukan sesuai aturan negara dan syariah. Apa yang kami lakukan adalah untuk kebaikan dan kemaslahatan umat,” tegasnya. Ia pun mengajak masyarakat untuk tidak terpengaruh oleh informasi yang tidak benar serta terus mempercayakan zakat melalui BAZNAS. Acara Halalbihalal ini turut dihadiri jajaran pimpinan BAZNAS RI, di antaranya Zainut Tauhid Sa'adi dan para pimpinan lainnya. Momentum ini menjadi pengingat bahwa tugas sebagai amil bukan sekadar pekerjaan, melainkan amanah besar yang harus dijaga dengan integritas dan profesionalisme. “Mari kita jadikan semangat Ramadan sebagai energi untuk bekerja lebih baik, lebih amanah, dan lebih berdampak bagi umat,” tutup Sodik.
BERITA30/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Dari Masjid untuk Kehidupan: Zakat Jamaah Jadi Nafas Baru UMKM Kecil di Minahasa
Dari Masjid untuk Kehidupan: Zakat Jamaah Jadi Nafas Baru UMKM Kecil di Minahasa
MINAHASA — Suasana hangat menyelimuti Masjid Al Hikmah Sumalangka usai salat Magrib, Senin (30/3/2026). Di tengah kebersamaan jamaah, sebuah momen sederhana namun penuh makna terjadi—penyaluran zakat yang bukan sekadar bantuan, melainkan harapan baru bagi pelaku usaha kecil. Melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Masjid Al Hikmah Sumalangka, dana zakat, infak, dan sedekah jamaah yang telah dihimpun diserahkan kepada BAZNAS Kabupaten Minahasa untuk dikelola dan disalurkan secara amanah. Salah satu penerima manfaat adalah Ahmad Wonopati, seorang penjual nasi kuning yang selama ini berjuang dengan keterbatasan modal usaha. Ia menerima bantuan tunai sebesar Rp500.000 yang menjadi titik awal harapan baru dalam usahanya. “Ini bukan sekadar uang… ini harapan besar bagi saya. Saya merasa diperhatikan dan dikuatkan. InsyaAllah bantuan ini akan saya gunakan sebaik mungkin agar usaha saya bisa berkembang. Saya ingin suatu hari nanti bisa menjadi orang yang memberi,” ungkap Ahmad dengan mata berkaca-kaca. Ketua UPZ Masjid Al Hikmah Sumalangka, Drs. H. Yasin Zakaria, M.Pd, menegaskan bahwa proses penentuan mustahik dilakukan secara selektif dan penuh tanggung jawab. “Pemilihan mustahik kami lakukan dengan melihat langsung kondisi jamaah. Kami mengenal mereka, memahami keadaan mereka, sehingga bantuan ini benar-benar tepat sasaran,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa UPZ tidak berjalan sendiri, melainkan selalu berkoordinasi dengan BAZNAS agar proses penyaluran sesuai aturan dan memiliki dampak yang jelas. “Kami berkoordinasi dengan BAZNAS agar penyalurannya terarah dan amanah. Kami doakan, dengan bantuan ini penerima bisa berkembang, usahanya maju, dan ke depan dapat mandiri bahkan menjadi muzakki,” ujarnya penuh harap. Ketua BTM Masjid Al Hikmah, Aiptu Andi Basri, S.Pd, menegaskan bahwa zakat harus menjadi instrumen pemberdayaan, bukan sekadar bantuan sesaat. “Zakat tidak boleh berhenti pada bantuan konsumtif. Zakat harus mampu mengangkat kehidupan umat. Ketika dikelola melalui UPZ dan BAZNAS, maka zakat menjadi lebih tepat sasaran dan berdampak nyata,” tegasnya. Waka IV BAZNAS Minahasa Sahlan Kokalo menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari gerakan zakat produktif yang terus didorong. “Kami ingin zakat menjadi solusi nyata dalam penguatan ekonomi umat. Dari mustahik yang menerima hari ini, kita dorong menjadi mandiri, bahkan suatu saat menjadi muzakki,” ujarnya. Menurutnya, kepercayaan masyarakat dalam menyalurkan zakat melalui lembaga resmi menjadi kunci utama dalam memperluas dampak program. Kegiatan penyerahan bantuan tersebut dihadiri oleh Ketua UPZ, Ketua BTM, serta pengurus UPZ Masjid Al Hikmah Sumalangka. Suasana penuh kebersamaan itu kemudian ditutup dengan pelaksanaan salat Isya berjamaah yang dipimpin langsung oleh Ketua UPZ. Momen ini menjadi simbol kuat bahwa zakat bukan sekadar kewajiban, tetapi gerakan bersama yang dimulai dari masjid, dikelola dengan amanah, dan kembali kepada umat dalam bentuk pemberdayaan. Melalui momentum ini, masyarakat diajak untuk semakin percaya dan menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui UPZ dan BAZNAS agar: tepat sasaran dikelola secara profesional memberikan dampak berkelanjutan Karena dari setiap zakat yang ditunaikan…lahir harapan baru bagi kehidupan umat.
BERITA30/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
UPZ Masjid Al Hikmah Sumalangka Serahkan Laporan ZIS ke BAZNAS Minahasa, Pengumpulan Meningkat
UPZ Masjid Al Hikmah Sumalangka Serahkan Laporan ZIS ke BAZNAS Minahasa, Pengumpulan Meningkat
Minahasa – Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Masjid Al Hikmah Sumalangka menyerahkan laporan pengumpulan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) kepada BAZNAS Kabupaten Minahasa sebagai bentuk komitmen terhadap transparansi dan akuntabilitas pengelolaan zakat. Senin 30/3/2026)( Penyerahan laporan dilakukan oleh Bendahara UPZ, Bariskis, mewakili Ketua UPZ Drs. H. Yasin Zakaria, M.Pd, Sekretaris Endro Purnomo. Dalam kesempatan tersebut, turut diserahkan zakat maal sebagai bagian dari koordinasi dan penguatan sistem pengelolaan zakat. Bariskis menyampaikan bahwa pengumpulan ZIS tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. “Alhamdulillah, ada peningkatan dari tahun lalu. Ini menunjukkan kesadaran masyarakat dalam berzakat, infak, dan sedekah semakin baik,” ujarnya. Dalam laporan yang disampaikan, UPZ mencatat penghimpunan zakat fitrah mencapai lebih dari Rp14 juta, disertai pengumpulan beras ratusan liter, serta infak dan sedekah yang turut memperkuat total penghimpunan. Sementara itu, zakat maal yang disetorkan ke BAZNAS tercatat sebesar Rp535.000. Seluruh dana tersebut telah disalurkan kepada para penerima manfaat sesuai ketentuan syariah dan aturan yang berlaku. Sebagai bagian dari sistem yang terintegrasi dengan BAZNAS, laporan yang dipublikasikan bersifat agregat. Identitas muzakki dan mustahik tidak dicantumkan guna menjaga privasi dan martabat, sekaligus tetap menjunjung tinggi prinsip transparansi. Wakil Ketua IV BAZNAS Minahasa, Sahlan Kokalo, mengapresiasi langkah UPZ Masjid Al Hikmah Sumalangka yang telah tertib dalam pelaporan. “Pelaporan adalah bagian penting dari pengelolaan zakat modern. Bukan hanya soal administrasi, tetapi bagaimana membangun kepercayaan publik bahwa zakat dikelola secara amanah dan profesional,” jelasnya. Menurutnya, setiap UPZ yang dibentuk oleh BAZNAS memiliki kewajiban untuk menyampaikan laporan pengumpulan dan penyaluran secara berkala. “Zakat harus tercatat, terukur, dan terlapor. Dengan begitu, pengelolaan zakat tidak hanya bersifat ibadah, tetapi juga menjadi sistem yang mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” tambahnya. Langkah UPZ Masjid Al Hikmah Sumalangka ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi UPZ lainnya di Minahasa untuk semakin tertib dalam pelaporan dan pengelolaan zakat. Dengan pengelolaan yang transparan dan terintegrasi, zakat diyakini dapat menjadi instrumen penting dalam membantu masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan umat.
BERITA30/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Prof Azrai Tinjau Lahan Kolaborasi di Minahasa, Petani Binaan BAZNAS Disiapkan Produksi Benih Nasional
Prof Azrai Tinjau Lahan Kolaborasi di Minahasa, Petani Binaan BAZNAS Disiapkan Produksi Benih Nasional
Minahasa — Program pemberdayaan petani berbasis zakat produktif yang digagas BAZNAS Minahasa bersama Pengadilan Agama Tondano mendapat penguatan dari kalangan akademisi. Ahli pemuliaan jagung dari Universitas Hasanuddin, Prof. Dr. Muhammad Azrai, SP., MP., turun langsung meninjau lahan kolaborasi petani di daerah tersebut. Dalam kunjungan lapangan, Prof Azrai melakukan evaluasi teknis terhadap pertumbuhan tanaman jagung sekaligus memberikan arahan kepada petani binaan. Ia menekankan pentingnya pendampingan berkelanjutan, khususnya dalam pengendalian gulma dan teknik pemupukan. “Pendampingan itu kunci. Pemupukan sudah dilakukan, tetapi masih perlu diperbaiki agar penyerapan nutrisi lebih optimal sehingga tanaman bisa tumbuh lebih maksimal,” ujar Prof Azrai. Menurutnya, monitoring dan evaluasi secara langsung di lapangan menjadi langkah penting untuk mengetahui kondisi riil petani sekaligus menentukan perbaikan yang dibutuhkan guna meningkatkan produktivitas. Yang menjadi perhatian dalam program ini adalah penggunaan benih tetua, yakni bahan dasar pembentuk benih hibrida yang memiliki nilai strategis dalam industri perbenihan nasional. “Ini bukan sekadar bibit unggul, tapi di atas unggul. Ini adalah tetua pembentuk hibrida,” tegasnya. Dengan konsep tersebut, hasil panen dari lahan di Minahasa tidak hanya untuk kebutuhan lokal, tetapi diarahkan untuk mendukung distribusi benih ke berbagai wilayah di Indonesia. Selain aspek teknis, program ini juga memberikan kepastian pasar bagi petani. Hasil panen akan diserap dengan harga yang telah disepakati, sehingga petani tidak terdampak fluktuasi harga di pasaran. “Kami pastikan hasilnya tetap dibeli. Petani tidak perlu khawatir dengan harga,” tambah Prof Azrai. Program ini juga membuka peluang kolaborasi yang lebih luas. Petani yang memiliki lahan tambahan dapat bergabung dan akan difasilitasi dengan penyediaan benih tetua, pendampingan teknis, hingga sistem distribusi hasil. Sementara itu, Wakil Ketua IV BAZNAS Minahasa Sahlan Kokalo menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya penguatan zakat produktif yang berorientasi pada kemandirian ekonomi masyarakat. “Kami tidak hanya memberikan bantuan, tetapi memastikan keberlanjutan. Benih kami siapkan bersama mitra akademisi, dan petani didampingi hingga mampu menghasilkan produk berkualitas,” ujarnya. Ia menambahkan, pihaknya membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya bagi petani yang ingin berkembang. “Kami siap memfasilitasi bibit, pendampingan, hingga akses pasar. Harapannya, Minahasa dapat menjadi salah satu sentra pengembangan benih yang memberi kontribusi bagi kebutuhan pertanian nasional,” katanya. Kolaborasi antara BAZNAS Minahasa, Pengadilan Agama Tondano, dan Universitas Hasanuddin ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem pertanian di daerah sekaligus mendukung program ketahanan pangan yang sejalan dengan arah pembangunan pemerintah daerah.
BERITA29/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Pos Mudik BAZNAS Hadir di Tasikmalaya, Pemudik Bisa Istirahat, Pijat Gratis hingga Dapat Takjil
Pos Mudik BAZNAS Hadir di Tasikmalaya, Pemudik Bisa Istirahat, Pijat Gratis hingga Dapat Takjil
Tasikmalaya – Arus mudik Lebaran 2026 kian padat. Di tengah perjalanan panjang yang melelahkan, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menghadirkan solusi bagi para pemudik dengan membuka Pos Mudik di Tasikmalaya. Tak sekadar tempat singgah, Pos Mudik BAZNAS ini menyediakan beragam layanan gratis yang bisa dimanfaatkan pemudik selama periode 16 hingga 27 Maret 2026. Mulai dari layanan kesehatan, masjid, toilet darurat, ruang laktasi, dapur air, wifi, layanan charger, tempat istirahat, pijat gratis, hingga ruang ramah anak—semuanya tersedia untuk menunjang kenyamanan perjalanan. Tak hanya itu, program Bank Makanan juga dihadirkan dengan menyediakan takjil hingga makanan berat, khususnya saat sahur dan berbuka puasa. Deputi II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS RI, Imdadun Rahmat, menegaskan kehadiran Pos Mudik ini merupakan bentuk kepedulian terhadap para pemudik. “BAZNAS dari tahun ke tahun selalu menghadirkan Pos Mudik. Ini adalah ikhtiar kami untuk memberikan bantuan terbaik bagi para pemudik yang merupakan ibnu sabil,” ujar Imdadun, Kamis (19/3/2026). Ia menambahkan, seluruh fasilitas tersebut berasal dari dana zakat, infak, dan sedekah para muzaki yang dikelola secara amanah untuk kemaslahatan umat. “Kami optimalkan pemanfaatannya, termasuk untuk Pos Mudik Gratis ini agar perjalanan masyarakat lebih aman dan nyaman,” tegasnya. Sementara itu, Direktur Pendistribusian BAZNAS RI, Ahmad Fikri, menjelaskan Pos Mudik BAZNAS tersebar di 21 titik strategis di seluruh Indonesia. Menurutnya, Pos Mudik di Tasikmalaya termasuk salah satu pos utama dengan fasilitas paling lengkap. “Di Tasikmalaya ini cukup besar, ada sekitar 10 hingga 12 layanan. Sementara di titik lain minimal lima layanan utama tetap tersedia,” jelasnya. Ia juga memastikan setiap pos dilengkapi tenaga medis. “Dokter dan perawat selalu siaga untuk memberikan layanan kesehatan bagi pemudik,” tambah Fikri. Kehadiran Pos Mudik BAZNAS ini pun dirasakan langsung manfaatnya oleh para pemudik. Rais, pemudik asal Tangerang yang menuju Pangandaran dan Yogyakarta, mengaku fasilitas yang tersedia sangat membantu. “Fasilitasnya lengkap. Ada kasur darurat, pijat gratis, sampai takjil dan makanan berat. Ini sangat membantu kami di perjalanan,” ujarnya. Hal senada disampaikan Lendra, pemudik asal Sumedang yang mudik bersama keluarga. “Kami singgah saat sudah lelah. Di sini anak-anak bisa bermain, kami dapat pijat, takjil, dan layanan kesehatan gratis. Lengkap sekali,” katanya. BAZNAS berharap, kehadiran Pos Mudik di berbagai titik strategis ini tidak hanya menjadi tempat istirahat, tetapi juga berkontribusi menekan risiko kecelakaan akibat kelelahan selama perjalanan. Di tengah padatnya arus mudik, Pos Mudik BAZNAS menjadi oase bagi para pemudik—tempat bernaung sejenak, mengisi energi, dan melanjutkan perjalanan dengan lebih aman. Karena mudik bukan sekadar perjalanan pulang, tapi juga tentang memastikan setiap langkah sampai dengan selamat.
BERITA28/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Minahasa Dorong Zakat Masuk Arus Utama Pembangunan Daerah
BAZNAS Minahasa Dorong Zakat Masuk Arus Utama Pembangunan Daerah
Minahasa – Pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Kabupaten Minahasa kembali menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam merumuskan arah pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan, khususnya dalam menjawab tantangan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dalam konteks tersebut, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Minahasa memandang bahwa potensi zakat, infak, dan sedekah merupakan salah satu kekuatan sosial yang strategis dan relevan untuk dioptimalkan secara lebih terintegrasi dengan kebijakan pembangunan daerah. Selama ini, berbagai program sosial telah berjalan dengan baik melalui dukungan pemerintah daerah. Di sisi lain, pengelolaan zakat juga terus berkembang sebagai instrumen pemberdayaan umat. Ke depan, terdapat ruang yang semakin terbuka untuk memperkuat sinergi tersebut, sehingga potensi zakat tidak hanya berjalan secara mandiri, tetapi dapat selaras dan mendukung prioritas pembangunan yang telah dirumuskan oleh Pemerintah Kabupaten Minahasa. Pendekatan ini diyakini akan memberikan dampak yang lebih terarah, terukur, dan berkelanjutan bagi masyarakat. Sebagai bagian dari upaya tersebut, BAZNAS Minahasa saat ini tengah fokus pada penguatan kelembagaan sebagai fondasi utama. Beberapa langkah yang telah dilakukan antara lain: Sosialisasi zakat di lingkungan instansi dan masyarakat Pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) sebagai penguatan sistem pengumpulan Penyaluran bantuan beras kepada masyarakat sebagai bentuk kehadiran program di lapangan Langkah ini merupakan bagian dari proses membangun sistem pengelolaan zakat yang lebih terstruktur, akuntabel, dan berorientasi pada dampak. Wakil Ketua IV BAZNAS Minahasa, Sahlan Kokalo, menyampaikan bahwa tahapan yang sedang berjalan saat ini menjadi dasar penting untuk memperkuat kontribusi zakat dalam pembangunan daerah. “Kami sedang membangun fondasi kelembagaan yang kuat melalui sosialisasi dan pembentukan UPZ. Ini adalah tahap awal yang sangat penting agar ke depan pengelolaan zakat dapat semakin optimal dan berdampak luas,” ujarnya. Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya penguatan sinergi sejak tahap perencanaan. “Kami melihat Musrenbang sebagai ruang strategis untuk mempertemukan berbagai potensi, termasuk zakat. Dengan keterlibatan yang semakin terbangun sejak tahap perencanaan, diharapkan program-program yang ada dapat saling melengkapi dan memperkuat,” tambahnya. BAZNAS Minahasa menyatakan kesiapan untuk terus menyesuaikan dan menyelaraskan program-programnya dengan arah kebijakan pembangunan daerah. Kolaborasi yang semakin erat diharapkan dapat menghadirkan pendekatan pembangunan yang tidak hanya berbasis anggaran pemerintah, tetapi juga didukung oleh kekuatan partisipasi masyarakat. Dengan demikian, zakat diharapkan dapat berkontribusi sebagai salah satu instrumen pendukung dalam memperluas jangkauan program pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan. Ke depan, BAZNAS Minahasa membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dengan seluruh pemangku kepentingan. Sinergi yang terbangun secara berkelanjutan diyakini akan memperkuat upaya bersama dalam menghadirkan pembangunan yang lebih adil dan merata. Karena pada akhirnya, pembangunan yang kuat adalah pembangunan yang mampu menghadirkan manfaat nyata bagi seluruh lapisan masyarakat—dan zakat memiliki potensi besar untuk menjadi bagian dari upaya tersebut.
BERITA28/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
145 Relawan SPPG di Sangihe Digembleng Pelatihan Halal, Dapur Wajib Kantongi Sertifikat atau Terancam Sanksi
145 Relawan SPPG di Sangihe Digembleng Pelatihan Halal, Dapur Wajib Kantongi Sertifikat atau Terancam Sanksi
Sangihe – Sebanyak 145 relawan dari tiga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mengikuti pelatihan halal yang digelar oleh Lembaga Pemeriksa Halal Hidayatullah Sulawesi Utara. Kegiatan ini berlangsung di Aula SMK Negeri 2 Tahuna, Rabu (25/3/2026), sebagai langkah serius memastikan setiap produk pangan yang dihasilkan benar-benar halal dan aman dikonsumsi. Tiga unit dapur yang ikut dalam pelatihan ini berada di bawah naungan Yayasan Duta Cahaya Indonesia, yakni SPPG Manganitu, SPPG Tapuang, dan SPPG Bungalawang. Ketua Lembaga Pemeriksa Halal Hidayatullah Sulut, Zulkifli Tarimakase, menegaskan pelatihan ini bukan sekadar formalitas, melainkan bagian penting dalam proses pengajuan sertifikat halal yang kini menjadi kewajiban nasional. “Dapur SPPG wajib memiliki sertifikat halal sebagaimana diatur oleh Badan Gizi Nasional. Ini bukan pilihan, tapi keharusan,” tegas Zulkifli saat diwawancarai. Menurutnya, seluruh relawan harus memahami konsep halal secara menyeluruh—mulai dari pemilihan bahan, proses pengolahan, hingga distribusi kepada penerima manfaat. “Tujuannya agar produk yang sampai ke masyarakat benar-benar halal, tidak diragukan, dan sesuai standar yang ditetapkan,” jelasnya. Tak hanya itu, Zulkifli juga mengingatkan adanya sanksi tegas bagi dapur yang melanggar standar. Jika ditemukan makanan yang tidak layak konsumsi atau tidak memenuhi ketentuan halal, maka akan diberlakukan tahapan sanksi. “Mulai dari SP1 hingga pembekuan izin, bahkan pencabutan sertifikat halal,” ujarnya. Ia menekankan bahwa kewajiban sertifikasi halal telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal serta Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2024. “Semua produk yang beredar di Indonesia wajib bersertifikat halal. Ini bagian dari perlindungan konsumen,” tambahnya. Selain sertifikat halal, setiap dapur SPPG juga diwajibkan melengkapi Sertifikat SLHS (Sanitasi Laik Higiene) serta HACCP (Hazard Analysis and Critical Control Points) untuk menjamin keamanan pangan secara menyeluruh. Sementara itu, Ketua Yayasan Duta Cahaya Indonesia, Sandra Solang, menyebut pelatihan ini membawa dampak besar dalam meningkatkan kualitas pengelolaan dapur. “Relawan jadi memahami mana yang halal dan tidak, serta bagaimana menerapkan standar yang benar di dapur,” katanya. Ia memastikan pihak yayasan akan terus mendampingi setiap dapur agar memenuhi standar operasional yang ditetapkan pemerintah. “Kami akan terus melengkapi, mendampingi, dan memastikan semua dapur berjalan sesuai SOP Badan Gizi Nasional,” ujarnya. Kegiatan ini turut dihadiri Satgas Halal Kementerian Agama Kepulauan Sangihe, PIC dapur, SAG, MPD, mitra, serta seluruh relawan yang terlibat. Pelatihan ini menjadi langkah konkret dalam memperkuat ekosistem pangan halal di daerah, sekaligus memastikan program pemenuhan gizi berjalan tidak hanya sehat, tetapi juga sesuai syariat dan regulasi negara.
BERITA26/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Minahasa.

Lihat Daftar Rekening →