Berita Terbaru
BAZNAS: Zakat Perusahaan Jadi Investasi Spiritual dan Sosial yang Berdampak
Jakarta – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menegaskan bahwa zakat perusahaan bukan sekadar kewajiban syariat, tetapi juga merupakan investasi spiritual dan sosial yang mampu menciptakan dampak nyata bagi pemberdayaan umat sekaligus mendukung pengentasan kemiskinan di Indonesia.
Penegasan tersebut disampaikan dalam Talkshow Silaturahmi Nasional BAZNAS dan DSN-MUI bertajuk "Anugerah Kepatuhan Zakat yang Berdampak" yang digelar di Jakarta, Selasa (7/7/2026).
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan, Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM, mengatakan, perusahaan yang menunaikan zakat melalui BAZNAS akan memperoleh berbagai manfaat, baik dari sisi spiritual maupun tata kelola perusahaan.
Menurutnya, perusahaan akan mendapatkan dukungan jaringan BAZNAS yang tersebar luas di Indonesia, keberkahan dalam menjalankan usaha, pengurangan penghasilan kena pajak sesuai ketentuan yang berlaku, peningkatan reputasi perusahaan melalui kepatuhan zakat, hingga dampak sosial yang lebih luas bagi masyarakat.
"Menunaikan zakat melalui BAZNAS bukan hanya memenuhi kewajiban agama, tetapi juga menjadi bagian dari investasi sosial yang memberikan manfaat berkelanjutan bagi perusahaan maupun masyarakat," ujar Rizaludin.
Ia menjelaskan, saat ini jaringan BAZNAS bersama Lembaga Amil Zakat (LAZ) telah hadir di hampir 700 kabupaten dan kota di Indonesia. Secara kelembagaan, BAZNAS telah terbentuk di 540 kabupaten/kota dan 30 provinsi, sehingga memiliki kapasitas besar dalam mengelola dan menyalurkan dana zakat secara profesional.
Rizaludin menambahkan, seluruh tata kelola BAZNAS dilaksanakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan dan telah terintegrasi dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), sekaligus mendukung program prioritas nasional atau Asta Cita Presiden.
Untuk menjaga kepercayaan publik, pengelolaan dana zakat di BAZNAS mengedepankan prinsip "3 Aman", yakni Aman Syar'i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI. Selain diawasi oleh Kementerian Agama dan aparat penegak hukum, pengelolaan dana juga diaudit secara berkala oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) independen.
"Berbagai penghargaan yang diterima BAZNAS menjadi bukti bahwa pengelolaan zakat dilakukan secara amanah, transparan, dan profesional," katanya.
Selama lima tahun berturut-turut, lanjut Rizaludin, BAZNAS berhasil meraih predikat Top Brand nomor satu. Selain itu, BAZNAS juga memperoleh predikat Star 5 (Bintang 5) sebagai lembaga mitra Corporate Social Responsibility (CSR) terbaik serta konsisten masuk dalam kategori Customer Service Excellent selama lima tahun terakhir.
Dalam kesempatan tersebut, Rizaludin juga memperkenalkan skema penghimpunan zakat perusahaan yang fleksibel. Salah satunya melalui pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) resmi di lingkungan perusahaan.
Melalui mekanisme ini, perusahaan dapat mengelola kembali hingga 70 persen dana zakat yang berhasil dihimpun untuk disalurkan kepada para mustahik di lingkungan internal maupun wilayah operasional perusahaan sesuai ketentuan BAZNAS.
Sementara bagi perusahaan yang belum memiliki sumber daya manusia untuk membentuk UPZ, BAZNAS menyediakan skema Zakat Muqayyad (zakat terikat). Lewat skema tersebut, perusahaan tetap dapat menentukan program atau sektor yang ingin didukung melalui penyaluran zakat.
"Perusahaan tetap memiliki keleluasaan menentukan sasaran program sehingga manfaat zakat dapat dirasakan secara lebih optimal," jelas Rizaludin.
Sementara itu, Wakil Ketua Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI), Ir. H. Adiwarman A. Karim, S.E., M.B.A., M.A.E.P., mengajak perusahaan, khususnya lembaga keuangan dan pelaku usaha syariah, untuk menyalurkan zakat perusahaan melalui BAZNAS.
Menurutnya, penghimpunan zakat secara kolektif akan menghasilkan efek pengganda (leveraging by pooling of charity funds) sehingga mampu memperbesar manfaat bagi pemberdayaan ekonomi umat.
"Bagi setiap individu yang berinfak, nilainya mungkin terasa kecil. Namun ketika dihimpun bersama, nilainya menjadi sangat besar dan manfaatnya jauh lebih luas," ujar Adiwarman.
Apresiasi terhadap kinerja BAZNAS juga disampaikan Direktur/Kepala UPIS Maybank Asset Management, Anita. Ia menyebut BAZNAS sebagai mitra strategis yang memiliki sistem pengelolaan zakat yang transparan, profesional, dan akuntabel.
Menurut Anita, mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan program, monitoring hingga pelaporan dilakukan secara sistematis sehingga perusahaan dapat memantau perkembangan serta dampak nyata dari setiap program yang dijalankan.
"BAZNAS mampu merancang program yang selaras dengan tujuan sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR). Karena itu, kolaborasi yang terbangun tidak hanya sebatas penyaluran dana, tetapi benar-benar menciptakan dampak sosial yang nyata. Kami merasakan manfaat positif dari kolaborasi tersebut," tuturnya.
Melalui forum ini, BAZNAS berharap semakin banyak perusahaan di Indonesia menjadikan zakat sebagai bagian dari strategi keberlanjutan perusahaan, sehingga manfaat zakat dapat menjangkau lebih banyak mustahik sekaligus memperkuat pembangunan ekonomi umat secara berkelanjutan.
BERITA07/07/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Panen Jagung I Kolaborasi BAZNAS Minahasa dan Pengadilan Agama Tondano Berbuah Berkah, Mushaf Al-Quran Disalurkan untuk Masjid dan Majelis Taklim
MINAHASA – Sinergi antara lembaga peradilan, BAZNAS, pemerintah kelurahan, tokoh agama, dan kelompok tani kembali membuktikan bahwa kolaborasi mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Panen Jagung Lahan I hasil kolaborasi BAZNAS Kabupaten Minahasa bersama Pengadilan Agama Tondano yang dilaksanakan pada Senin (6/7/2026) di lahan pertanian kawasan Tonsea Lama berlangsung penuh semangat dan sarat nilai sosial-keagamaan.
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Pengadilan Agama Tondano, Umi Kalsum Abd. Kadir, S.H.I., M.H., didampingi Sekretaris Pengadilan Agama Tondano, Ramlia Hamzah, S.Ag., Hakim Pengadilan Agama Tondano, Dian Febry Handayani, S.H. serta Kasubag Umum dan Kepegawaian Pengadilan Agama Tondano Noerhayati Agune, SH. Kehadiran jajaran Pengadilan Agama menjadi bukti nyata komitmen dalam mendukung program pemberdayaan ekonomi umat berbasis pertanian.
Turut hadir pula Lurah Kampung Jawa Tondano, Ketua BTM dan Imam Masjid Al-Hikmah Sumalangka, Sekretaris BTM Masjid Agung Al-Falah Kyai Modjo Jawa Tondano, Sekretasi Masjid Nurul Yakin Wawalintoan, Ketua Kelompok Tani Paguyuban Matuari Jaton, serta perwakilan pendamping dari Universitas Hasanuddin (UNHAS) yang selama ini memberikan pendampingan teknis kepada petani.
Panen jagung tersebut merupakan hasil dari kolaborasi yang dibangun antara BAZNAS Minahasa dengan Pengadilan Agama Tondano Dan UNHAS dalam upaya meningkatkan kesejahteraan petani melalui pemanfaatan lahan produktif. Program ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan hasil pertanian, tetapi juga menjadi model pemberdayaan masyarakat yang mengintegrasikan nilai ekonomi, sosial, dan spiritual.
Momentum panen Jagung Lahan Pertama dari 3 Lahan Yang ditanam bibit tetua Milik UNHAS, semakin bermakna dengan dirangkaikannya kegiatan pendistribusian Mushaf Al-Qur'an kepada Lurah Kampung Jawa Tondano, pengurus masjid-masjid, serta majelis taklim. Penyaluran mushaf ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS Minahasa dalam memperkuat syiar Islam sekaligus mendukung masyarakat agar semakin dekat dengan Al-Qur'an.
Ketua Pengadilan Agama Tondano, Umi Kalsum Abd. Kadir, S.H.I., M.H., menyampaikan apresiasi atas terjalinnya kolaborasi yang mampu menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat. Menurutnya, pemberdayaan ekonomi melalui sektor pertanian yang disandingkan dengan penguatan nilai-nilai keagamaan merupakan langkah strategis dalam membangun kesejahteraan umat secara menyeluruh.
Sementara itu, pihak BAZNAS Minahasa menegaskan bahwa program ini menjadi bukti bahwa zakat tidak hanya diwujudkan dalam bentuk bantuan konsumtif, tetapi juga diarahkan menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan. Hasil panen yang diperoleh diharapkan dapat meningkatkan pendapatan petani sekaligus menjadi motivasi bagi kelompok tani lain untuk mengembangkan lahan produktif.
Kehadiran pemerintah kelurahan, pengurus masjid, tokoh agama, akademisi, dan kelompok tani dalam satu kegiatan menunjukkan bahwa pembangunan masyarakat akan semakin kuat apabila dibangun melalui kolaborasi lintas sektor. Dari hamparan ladang jagung di Tonsea Lama, tumbuh sebuah pesan bahwa kebersamaan mampu melahirkan keberkahan, memperkuat ketahanan pangan, serta menghadirkan manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Panen Jagung Kolaborasi BAZNAS Minahasa dan Pengadilan Agama Tondano ini diharapkan menjadi inspirasi bagi berbagai pihak untuk terus memperkuat sinergi dalam membangun kemandirian ekonomi umat, sekaligus menumbuhkan kecintaan kepada Al-Qur'an sebagai pedoman kehidupan.
BERITA06/07/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Minahasa Salurkan 10 Mushaf Al-Quran ke Rumah Tahfidz Raudhatul Quran, Perkuat Syiar Islam dan Pendidikan Tahfiz
MINAHASA 3/7/2026– Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Minahasa kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung syiar Islam melalui penguatan pendidikan Al-Qur'an. Kali ini, BAZNAS Minahasa menyalurkan 10 mushaf Al-Qur'an kepada Rumah Tahfidz Raudhatul Quran di Kelurahan Wawalintouan, Kecamatan Tondano Barat, sebagai bagian dari Program Minahasa Taqwa.
Penyerahan mushaf dilakukan langsung oleh Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Minahasa, Sahlan Kokalo, dan diterima oleh Ust. Nawir S. Iki bersama Ust. Idam Mobilongo, mewakili Pimpinan Rumah Tahfidz Raudhatul Qur'an, Ust. Jabbar Tipu.
Sahlan Kokalo mengatakan, penyaluran mushaf Al-Qur'an merupakan salah satu bentuk pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah dalam mendukung pendidikan Islam serta memperkuat pembinaan generasi Qurani di Kabupaten Minahasa.
"BAZNAS tidak hanya hadir melalui program bantuan sosial dan pemberdayaan ekonomi, tetapi juga berkomitmen mendukung pendidikan Al-Qur'an. Kami berharap mushaf yang disalurkan hari ini dapat dimanfaatkan dengan baik oleh para santri untuk meningkatkan kemampuan membaca, memahami, dan menghafal Al-Qur'an. Semoga setiap ayat yang dibaca menjadi amal jariyah bagi para muzaki yang telah mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya melalui BAZNAS," ujar Sahlan.
Rumah Tahfidz Raudhatul Qur'an saat ini membina sekitar 20 santri yang mengikuti program tahfiz secara rutin. Berkat pembinaan yang berkesinambungan, beberapa santri telah mencapai hafalan hingga 12 juz dan berhasil mengukir berbagai prestasi dalam ajang Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ).
Pada MTQ tingkat Kabupaten Minahasa, para santri Rumah Tahfidz Raudhatul Qur'an berhasil meraih Juara I pada cabang Tahfiz 1 Juz, 5 Juz, dan 10 Juz, serta membawa pulang Piala Umum dan Piala Bergilir. Sejumlah santri terbaik juga dipercaya mewakili Kabupaten Minahasa pada MTQ tingkat Provinsi Sulawesi Utara.
Mewakili pimpinan rumah tahfidz, Ust. Nawir S. Iki menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepedulian BAZNAS Minahasa terhadap pengembangan pendidikan Al-Qur'an.
"Alhamdulillah, kami bersyukur atas kunjungan dan perhatian BAZNAS Minahasa kepada Rumah Tahfidz Raudhatul Qur'an. Mushaf Al-Qur'an ini akan sangat membantu proses pembelajaran para santri. Insyaallah menjadi amal jariyah bagi seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam program ini," tuturnya.
Menurutnya, dukungan terhadap rumah tahfidz menjadi motivasi bagi para pembina dan santri untuk terus meningkatkan kualitas hafalan, memperbaiki bacaan sesuai kaidah tajwid, serta melahirkan generasi yang mencintai Al-Qur'an dan mampu mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui Program Minahasa Taqwa, BAZNAS Kabupaten Minahasa terus memperluas jangkauan manfaat zakat, infak, dan sedekah, tidak hanya pada bidang sosial, kemanusiaan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi, tetapi juga pada sektor pendidikan dan dakwah. Sinergi bersama rumah tahfidz, TPQ, pondok pesantren, masjid, dan lembaga pendidikan Islam diharapkan mampu memperkuat pembinaan umat sekaligus mencetak generasi Qurani yang berilmu, berakhlak mulia, dan siap memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, daerah, dan bangsa.
BAZNAS Kabupaten Minahasa mengajak seluruh masyarakat untuk terus menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS. Setiap amanah yang dititipkan akan dikelola secara profesional, transparan, dan akuntabel, sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat, termasuk dalam mendukung lahirnya generasi penghafal Al-Qur'an di Kabupaten Minahasa.
BERITA03/07/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Ketua PERGUNU Sulut Sempatkan Kunjungi Mahasiswi Asal Minahasa yang Lolos Magang di Kementerian Pariwisata
JAKARTA – Di tengah padatnya agenda sebagai Kepala Bidang Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (Pendis) Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Utara, Ketua PW PERGUNU Sulawesi Utara, Ahmad Sholeh, M.Pd. tetap menyempatkan waktu menemui salah satu mahasiswa penerima Beasiswa PERGUNU asal Sulawesi Utara yang tengah berada di Jakarta, Jumat 3/7/2026.
Mahasiswi tersebut adalah Jihan Nabillah Kokalo, mahasiswa Universitas KH. Abdul Chalim Pacet, Mojokerto, yang berhasil lolos Program Magang Kementerian Pariwisata Republik Indonesia Tahun 2026. Jihan ditempatkan pada Asisten Deputi Pengembangan Amenitas dan Aksesibilitas Pariwisata Wilayah II di bawah Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur.
Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Di sela-sela kesibukannya menjalankan tugas kedinasan, Ketua PERGUNU Sulut memberikan motivasi agar Jihan memanfaatkan kesempatan magang sebagai ruang belajar, memperluas wawasan, serta membangun jejaring profesional di lingkungan pemerintahan.
"Kesempatan seperti ini tidak datang dua kali. Belajarlah dengan sungguh-sungguh, jaga nama baik kampus, keluarga, dan Sulawesi Utara. Jadikan masa magang sebagai bekal untuk mengabdi kepada masyarakat ketika kembali ke daerah," pesannya.
Menurutnya, pengalaman belajar di kementerian merupakan nilai tambah yang tidak hanya memperkaya kemampuan akademik, tetapi juga membentuk karakter, etos kerja, serta pemahaman mengenai tata kelola pemerintahan.
Sebagai penerima Beasiswa PERGUNU, Jihan dinilai memiliki tanggung jawab moral untuk terus meningkatkan kapasitas diri sehingga kelak mampu menjadi generasi yang memberi manfaat bagi masyarakat.
Selain aktif menempuh pendidikan di lingkungan pesantren, Jihan juga dikenal sebagai Google Student Ambassador 2026 dan aktif sebagai content creator. Bekal tersebut diharapkan dapat menjadi modal untuk mengembangkan inovasi di bidang promosi pariwisata, komunikasi digital, serta pengembangan destinasi berbasis teknologi.
Ketua PW PERGUNU Sulawesi Utara berharap semakin banyak mahasiswa asal Sulawesi Utara yang berani mengambil peluang magang di kementerian, lembaga negara, maupun institusi nasional lainnya sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia daerah.
"Kami ingin anak-anak Sulawesi Utara tidak hanya berprestasi di bangku kuliah, tetapi juga memperoleh pengalaman langsung di tingkat nasional. Pengalaman itu akan menjadi bekal berharga ketika mereka kembali membangun daerah," ujarnya.
Bagi Jihan, perhatian yang diberikan Ketua PERGUNU Sulawesi Utara menjadi penyemangat tersendiri menjelang dimulainya masa magang. Ia mengaku bersyukur atas kepercayaan yang diberikan Kementerian Pariwisata dan berkomitmen memanfaatkan kesempatan tersebut untuk belajar sebanyak mungkin.
Keberhasilan Jihan lolos dalam Program Magang Kementerian Pariwisata diharapkan menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain, khususnya penerima Beasiswa PERGUNU, untuk terus meningkatkan kompetensi, memperluas pengalaman, dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa melalui bidang yang mereka tekuni.
BERITA03/07/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara Perkuat Sinergi Bersama BAZNAS Minahasa melalui Dukungan 78 Mushaf Al-Quran
MINAHASA – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Minahasa menerima dukungan program berupa 78 mushaf Al-Qur'an Hafalan (Tahfiz) dari BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara sebagai wujud sinergi antarlembaga dalam memperkuat syiar Islam, meningkatkan literasi Al-Qur'an, serta mendukung pembinaan keagamaan di Kabupaten Minahasa, Kamis (2/7/2026).
Dukungan tersebut merupakan bagian dari komitmen BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara dalam memperkuat peran BAZNAS kabupaten/kota melalui program-program yang memberikan manfaat nyata bagi umat. Kolaborasi ini diharapkan semakin memperkokoh pelayanan keagamaan sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap mushaf Al-Qur'an yang berkualitas.
Mushaf yang disalurkan merupakan Al-Qur'an Tahfiz yang dirancang khusus untuk membantu proses belajar membaca, memahami, dan menghafal Al-Qur'an. Selain menggunakan Rasm Utsmani sesuai standar mushaf Indonesia, Al-Qur'an ini juga dilengkapi dengan terjemahan Bahasa Indonesia, transliterasi Latin, kode warna tajwid, pembagian hafalan dalam delapan blok, serta panduan jeda bacaan (tanafus) yang memudahkan pembaca mempelajari bacaan Al-Qur'an secara bertahap dan benar.
Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Minahasa, Sahlan Kokalo, menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara atas dukungan yang diberikan. Menurutnya, sinergi tersebut menjadi motivasi bagi BAZNAS Minahasa untuk terus memperluas pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam bidang dakwah dan pendidikan Al-Qur'an.
"Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara atas dukungan berupa 78 mushaf Al-Qur'an Tahfiz kepada BAZNAS Kabupaten Minahasa. Dukungan ini merupakan amanah yang sangat berarti dalam memperkuat pembinaan umat melalui pendidikan Al-Qur'an. Insyaallah mushaf ini akan kami salurkan kepada masjid, Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ), majelis taklim, para mualaf, pondok pesantren, serta lembaga pendidikan Islam yang membutuhkan. Semoga setiap ayat yang dibaca, dipahami, dan dihafalkan menjadi amal jariyah yang terus mengalir bagi seluruh pihak yang telah berkontribusi," ujar Sahlan.
Ia menambahkan, keberadaan mushaf dengan berbagai fitur pembelajaran tersebut akan sangat membantu masyarakat, khususnya para santri, guru mengaji, mualaf, dan generasi muda dalam memperbaiki bacaan sesuai kaidah tajwid serta mempermudah proses menghafal Al-Qur'an.
Sebagai tindak lanjut, BAZNAS Kabupaten Minahasa akan segera mendistribusikan 78 mushaf Al-Qur'an Tahfiz tersebut kepada berbagai lembaga dan kelompok masyarakat yang membutuhkan. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS untuk menghadirkan manfaat zakat, infak, dan sedekah tidak hanya melalui program sosial, ekonomi, kesehatan, dan kemanusiaan, tetapi juga melalui penguatan pendidikan serta dakwah Islam.
Melalui kolaborasi yang terus terjalin antara BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara dan BAZNAS Kabupaten Minahasa, diharapkan semakin banyak masyarakat yang memiliki akses terhadap Al-Qur'an berkualitas sehingga semangat membaca, memahami, mengamalkan, dan menghafal Al-Qur'an terus tumbuh di tengah kehidupan masyarakat. Sinergi ini menjadi bukti nyata komitmen BAZNAS dalam membangun sumber daya manusia yang religius, berakhlak mulia, dan berlandaskan nilai-nilai Al-Qur'an demi terwujudnya masyarakat yang sejahtera dan penuh keberkahan.
BERITA03/07/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Pengadilan Agama Tondano Beri Piagam Apresiasi untuk BAZNAS Minahasa, Sinergi Zakat dan Pemberdayaan Umat Makin Diperkuat
MINAHASA – Kolaborasi antara Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Minahasa dan Pengadilan Agama Tondano kembali mendapat penguatan. Senin (29/6/2026), kedua lembaga tersebut saling memberikan penghargaan sebagai simbol komitmen untuk terus memperluas manfaat zakat, infak, dan sedekah melalui program-program sosial serta pemberdayaan ekonomi umat di Kabupaten Minahasa.
Bertempat di Ruang Kerja Ketua Pengadilan Agama Tondano, Ketua Pengadilan Agama Tondano YM Umi Kalsum Abd. Kadir, S.H.I., M.H., menyerahkan Piagam Apresiasi kepada BAZNAS Kabupaten Minahasa atas kerja sama dalam penyaluran hewan kurban dan pemberdayaan ekonomi umat selama Tahun 1447 Hijriah.
Piagam tersebut diterima langsung oleh Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Minahasa, Sahlan Kokalo. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Pengadilan Agama Tondano Ramliah Hamzah, S.Ag., serta Nihlawati Ningsih, S.H.I.
Menurut Ketua Pengadilan Agama Tondano, penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi sekaligus harapan agar sinergi yang telah terjalin tidak berhenti sampai di sini.
"Kami berharap kerja sama ini dapat terus berlanjut. Selama ini BAZNAS Kabupaten Minahasa telah menunjukkan komitmen dalam membantu masyarakat melalui berbagai program sosial dan pemberdayaan ekonomi. Semoga kolaborasi ini semakin kuat dan semakin banyak memberikan manfaat bagi umat Islam, khususnya di Kabupaten Minahasa," ujar Umi Kalsum.
Ia menegaskan, Pengadilan Agama Tondano akan terus mendukung penguatan pengelolaan zakat melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) yang telah dibentuk dan memperoleh Surat Keputusan dari BAZNAS Kabupaten Minahasa.
Sebagai tindak lanjut, pihaknya akan membentuk tim internal untuk menyusun langkah strategis dalam mengoptimalkan fungsi UPZ sehingga mampu berkontribusi lebih besar terhadap penghimpunan zakat, infak, dan sedekah di lingkungan Pengadilan Agama.
"Kami akan menindaklanjuti keberadaan UPZ dengan membentuk tim dan melakukan pembahasan lanjutan. Harapan kami, UPZ dapat berjalan optimal dan menjadi bagian dari upaya bersama membantu masyarakat yang membutuhkan," katanya.
Dalam kesempatan yang sama, BAZNAS Kabupaten Minahasa juga menyerahkan Piagam Penghargaan kepada Pengadilan Agama Tondano sebagai bentuk apresiasi atas dukungan dan komitmen lembaga tersebut dalam memperkuat gerakan zakat melalui pembentukan serta pengembangan UPZ.
Piagam penghargaan diserahkan langsung oleh Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Minahasa, Sahlan Kokalo, kepada Ketua Pengadilan Agama Tondano.
Sahlan mengatakan, saling memberikan penghargaan tersebut bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi simbol kuat bahwa keberhasilan membangun kesejahteraan umat membutuhkan kolaborasi lintas lembaga.
"Penghargaan ini kami persembahkan sebagai bentuk rasa hormat kepada Pengadilan Agama Tondano yang selama ini terus memberikan dukungan terhadap berbagai program BAZNAS. Kehadiran UPZ menjadi bukti nyata bahwa semangat berzakat dapat dibangun melalui sinergi kelembagaan yang kuat," ujarnya.
Menurut Sahlan, BAZNAS memiliki amanah untuk mengelola dana zakat, infak, dan sedekah secara profesional, transparan, dan akuntabel agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
Ia menjelaskan bahwa dana yang dihimpun melalui BAZNAS tidak hanya disalurkan dalam bentuk bantuan konsumtif, tetapi juga diarahkan untuk program pemberdayaan yang mampu meningkatkan kemandirian mustahik.
"Program pemberdayaan ekonomi, bantuan pendidikan, layanan kesehatan, bantuan kemanusiaan, hingga penguatan sektor pertanian merupakan bagian dari ikhtiar BAZNAS dalam mengubah mustahik menjadi masyarakat yang mandiri. Karena itu, dukungan dari berbagai institusi, termasuk Pengadilan Agama Tondano, menjadi energi penting untuk memperluas manfaat zakat bagi masyarakat," jelasnya.
Ia berharap sinergi yang telah terbangun dapat terus berkembang melalui penguatan UPZ dan berbagai program kolaboratif lainnya.
"Kami optimistis, ketika lembaga pemerintah, lembaga vertikal, dunia usaha, dan masyarakat berjalan bersama, potensi zakat dapat dioptimalkan untuk mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan umat. Semoga kerja sama ini terus berlanjut, semakin erat, dan menjadi contoh bagi instansi lain di Kabupaten Minahasa."
Momentum saling memberikan penghargaan antara Pengadilan Agama Tondano dan BAZNAS Kabupaten Minahasa menjadi pesan bahwa pengelolaan zakat tidak hanya berbicara tentang penghimpunan dana, tetapi juga tentang membangun kepercayaan, memperkuat kolaborasi, serta menghadirkan solusi nyata bagi persoalan sosial dan ekonomi masyarakat.
Melalui sinergi yang terus diperkuat, kedua lembaga optimistis gerakan zakat di Kabupaten Minahasa akan semakin berkembang dan mampu memberikan dampak yang lebih luas dalam mewujudkan kesejahteraan umat.
BERITA29/06/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Di Tengah Kesibukan sebagai Pimpinan Pengadilan, Al Gazali Mus Tetap Dampingi Petani Binaan BAZNAS Minahasa Produksi Benih Jagung Unggul Nasional
Minahasa – Komitmen untuk membangun kemandirian petani tidak hanya diwujudkan melalui bantuan sarana dan prasarana, tetapi juga melalui pendampingan yang berkelanjutan. Hal inilah yang ditunjukkan oleh mantan Ketua Pengadilan Agama Tondano yang kini menjabat sebagai Wakil Ketua Pengadilan Agama Sidrap, Al Gazali Mus, yang tetap memberikan perhatian penuh terhadap petani binaan kolaborasi BAZNAS Kabupaten Minahasa dan Pengadilan Agama Tondano.
Di tengah padatnya tugas dan tanggung jawab sebagai aparatur peradilan, Al Gazali Mus menyempatkan diri turun langsung ke lahan pertanaman jagung yang berada di Kabupaten Minahasa untuk mengikuti kegiatan roging, sebuah tahapan penting dalam proses produksi benih jagung unggul.
Kegiatan tersebut didampingi langsung oleh Benhard, petugas lapangan yang ditugaskan secara khusus oleh pakar pemulia jagung nasional dari Universitas Hasanuddin (UNHAS), Prof. Dr. Muhammad Azrai, untuk memastikan seluruh proses budidaya berjalan sesuai standar produksi benih.
Menurut Benhard, roging merupakan proses seleksi tanaman dengan cara mencabut tanaman yang menunjukkan karakter berbeda atau menyimpang dari varietas yang sedang diperbanyak.
"Roging dilakukan untuk memaksimalkan keseragaman tanaman. Walaupun tanaman terlihat tinggi dan subur, jika tidak sesuai dengan karakter varietas maka harus dicabut. Tujuannya agar seluruh tanaman yang tersisa benar-benar homogen dan menghasilkan benih yang berkualitas," jelasnya saat mendampingi petani di lapangan.
Ia menambahkan bahwa tanaman yang sedang dibudidayakan bukanlah jagung konsumsi biasa, melainkan benih tetua (parent seed) yang nantinya akan digunakan untuk menghasilkan benih jagung hibrida unggul.
"Penanganannya berbeda dengan budidaya jagung pada umumnya. Karena ini merupakan perbanyakan benih tetua yang berasal dari Universitas Hasanuddin Makassar, maka seluruh tahapan harus dilakukan secara ketat. Pendampingan akan terus dilakukan mulai dari penanaman, roging, pemeliharaan, panen hingga prosesing benih," ungkap Benhard.
Dalam kegiatan tersebut, Benhard menjelaskan bahwa roging yang dilakukan merupakan roging kedua. Masih akan ada beberapa tahapan roging berikutnya hingga menjelang pembentukan generasi benih.
Menurutnya, kemurnian genetik merupakan faktor utama dalam produksi benih. Oleh karena itu setiap tanaman yang memiliki perbedaan karakter, baik tinggi tanaman, bentuk daun, umur berbunga maupun sifat lainnya harus segera dieliminasi.
"Ini sudah roging kedua kalinya dan masih ada beberapa kali lagi sampai menjelang generasi berikutnya. Semua dilakukan agar pertanaman benar-benar seragam dan sesuai standar perbenihan," katanya.
Dari hasil pengamatan sementara, kondisi pertanaman dinilai cukup baik dan menunjukkan perkembangan yang menggembirakan.
"Secara umum lahannya sudah cukup bagus. Yang perlu lebih ditingkatkan adalah kebersihan lahan terutama pengendalian gulma. Untuk penanganan ulat grayak sudah cukup baik. Tinggal meningkatkan lagi teknik budidaya jagung hibrida karena ini memang untuk produksi benih, bukan jagung biasa," tambahnya.
Kehadiran Al Gazali Mus di tengah para petani menjadi bukti nyata bahwa kepedulian terhadap pemberdayaan masyarakat tidak berhenti meski dirinya telah berpindah tugas ke Sulawesi Selatan.
Sejak awal program "Marijo Ba Kobong" yang digagas bersama BAZNAS Minahasa, Al Gazali Mus dikenal aktif mendampingi petani mulai dari pembukaan lahan, penanaman, hingga masa pemeliharaan tanaman.
Bahkan ketika proyek kolaborasi ini dipercaya oleh Prof. Muhammad Azrai untuk melakukan perbanyakan benih tetua jagung unggul, dirinya tetap turun langsung memberikan motivasi dan semangat kepada para petani.
Program ini menjadi salah satu model kolaborasi yang mempertemukan lembaga zakat, akademisi, aparat peradilan, dan kelompok tani dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor pertanian.
Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Minahasa, Sahlan Kokalo, menyampaikan bahwa program ini bukan sekadar menanam jagung untuk dipanen, melainkan membangun kapasitas petani agar mampu naik kelas menjadi produsen benih.
"Ini adalah sebuah kepercayaan besar yang diberikan Prof. Muhammad Azrai kepada petani binaan BAZNAS Minahasa. Kami tidak hanya menanam jagung, tetapi sedang belajar dan mempersiapkan petani agar mampu menjadi penangkar benih yang memenuhi standar nasional. Karena itu setiap tahapan, termasuk roging, harus dilakukan dengan disiplin dan pendampingan yang ketat," ujar Sahlan.
Ia menambahkan bahwa kolaborasi ini diharapkan mampu membuka peluang ekonomi baru bagi petani Minahasa sekaligus memperkuat kemandirian pangan daerah.
"Pendampingan dari tim Universitas Hasanuddin merupakan transfer ilmu yang sangat berharga. Harapan kami, petani binaan BAZNAS tidak hanya menjadi petani produksi, tetapi mampu menghasilkan benih unggul yang berkualitas sehingga memberikan nilai tambah yang jauh lebih besar bagi kesejahteraan petani," tambahnya.
Program perbanyakan benih tetua jagung yang saat ini berlangsung di Minahasa menjadi langkah strategis dalam mendukung ketersediaan benih unggul nasional.
Dengan dukungan Prof. Muhammad Azrai, pendamping lapangan Universitas Hasanuddin, BAZNAS Kabupaten Minahasa, serta dedikasi Al Gazali Mus yang terus membersamai petani, optimisme untuk melahirkan petani penangkar benih profesional semakin terbuka lebar.
Dari hamparan lahan jagung di Minahasa, harapan besar sedang ditanam. Bukan sekadar menghasilkan panen, tetapi melahirkan benih-benih unggul yang akan menjadi fondasi ketahanan pangan dan kesejahteraan petani Indonesia di masa depan.
BERITA22/06/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS RI dan PP Persis Perkuat Sinergi, Bangun Kekuatan Zakat untuk Kesejahteraan Umat
Jakarta – Komitmen memperkuat kesejahteraan umat melalui pengelolaan zakat yang profesional, modern, dan berdampak kembali ditegaskan dalam pertemuan antara Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI dan Pengurus Pusat (PP) Persatuan Islam (Persis). Pertemuan yang berlangsung hangat di Kantor BAZNAS RI, Jakarta, Jumat (19/6/2026), menjadi momentum penting untuk memperluas kolaborasi strategis dalam membangun kemandirian umat dan memperkuat ekosistem zakat nasional.
Di tengah berbagai tantangan sosial dan ekonomi yang dihadapi masyarakat, sinergi antara lembaga pengelola zakat dan organisasi kemasyarakatan Islam dinilai menjadi langkah strategis untuk menghadirkan solusi yang berkelanjutan bagi peningkatan kesejahteraan umat.
Ketua BAZNAS RI, Sodik Mudjahid, menyambut positif kunjungan PP Persis dan LAZ Persis sebagai wujud semangat bersama dalam mengoptimalkan potensi zakat sebagai instrumen pemberdayaan masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Sodik memaparkan arah besar pembangunan zakat nasional melalui delapan strategi prioritas BAZNAS periode 2026–2031. Strategi tersebut meliputi penguatan tata kelola dan ekosistem zakat, percepatan transformasi digital, peningkatan kapasitas sumber daya amil, perluasan jejaring kemitraan, serta penguatan pendistribusian, pendayagunaan, dan pemberdayaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) agar semakin tepat sasaran dan berkelanjutan.
Menurutnya, zakat tidak lagi hanya dipandang sebagai instrumen bantuan sosial semata, melainkan sebagai kekuatan ekonomi umat yang mampu menciptakan perubahan nyata dalam kehidupan masyarakat.
“Ke depan, pengelolaan zakat harus mampu menghadirkan dampak yang lebih luas. Bukan hanya membantu memenuhi kebutuhan dasar mustahik, tetapi juga mendorong lahirnya masyarakat yang mandiri, produktif, dan berdaya saing,” ujarnya.
Sodik juga memperkenalkan berbagai program unggulan BAZNAS yang akan menjadi fokus penguatan pada lima tahun mendatang. Program-program tersebut mencakup BAZNAS Siaga Kemiskinan, Beasiswa Cendekia BAZNAS (BCB), Rumah Sehat BAZNAS, Rumah Layak Huni BAZNAS, BAZNAS Permodalan Ekonomi, Rumah Terang BAZNAS, Balai Ternak, Lumbung Pangan BAZNAS, Mualaf Center BAZNAS, Sekolah dan Pesantren Layak Belajar BAZNAS, hingga Program Air Bersih BAZNAS.
Rangkaian program tersebut dirancang untuk menjawab berbagai persoalan masyarakat mulai dari pendidikan, kesehatan, ekonomi, ketahanan pangan, hingga penguatan dakwah dan pemberdayaan kelompok rentan.
“Kolaborasi dengan LAZ Persis memiliki potensi besar untuk memperluas manfaat program-program tersebut. Kami menyambut baik upaya pengembangan kerja sama yang lebih kuat dan lebih luas demi menghadirkan manfaat yang semakin besar bagi umat,” kata Sodik.
Sementara itu, Ketua Umum PP Persis, Jeje Zaenudin, menyampaikan apresiasi atas dukungan dan kemitraan yang telah terjalin antara BAZNAS RI dan LAZ Persis selama beberapa tahun terakhir.
Menurut Jeje, sinergi yang dibangun sejak tahun 2020 telah memberikan dampak nyata, khususnya melalui Program Umat Pintar yang fokus pada pemberian beasiswa bagi anak yatim dan dhuafa dari berbagai jenjang pendidikan.
Program tersebut tidak hanya membantu membuka akses pendidikan bagi generasi muda dari keluarga kurang mampu, tetapi juga melahirkan berbagai prestasi akademik dan karya intelektual yang membanggakan.
“Kami sangat bersyukur atas dukungan BAZNAS selama ini. Program beasiswa yang diberikan kepada mahasiswa sarjana maupun pascasarjana telah menghasilkan banyak prestasi dan karya yang bermanfaat. Bahkan sebagian hasil pemikiran para penerima manfaat telah diterbitkan dalam bentuk buku,” ungkap Jeje.
Ia menilai keberhasilan program pendidikan tersebut menjadi bukti bahwa zakat mampu menjadi instrumen transformasi sosial yang tidak hanya mengurangi kemiskinan, tetapi juga melahirkan generasi unggul yang siap berkontribusi bagi bangsa.
Lebih lanjut, Jeje berharap kerja sama yang telah terjalin dapat diperluas ke berbagai sektor pemberdayaan lainnya, termasuk penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta penyediaan rumah layak huni bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Kebutuhan masyarakat terhadap pemberdayaan ekonomi dan rumah layak huni masih sangat besar. Karena itu kami berharap sinergi yang sudah terbangun dapat terus berkembang sehingga semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya,” tuturnya.
Audiensi tersebut turut dihadiri Pimpinan BAZNAS RI Bidang Riset, Pengembangan, Perencanaan, dan Inovasi Syarifuddin, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan Rizaludin Kurniawan, Ketua Bidang Maliyah PP Persis Aay M. Furkan, Ketua Bidang Perzakatan PP Persis Latief Awaludin, Direktur LAZ Persis Heri Sholehudin, beserta jajaran kedua lembaga.
Pertemuan ini menegaskan bahwa kolaborasi merupakan kunci dalam memperkuat peran zakat sebagai instrumen pembangunan umat. Ketika lembaga zakat dan organisasi masyarakat Islam berjalan beriringan, maka potensi zakat yang besar dapat dioptimalkan untuk menghadirkan pendidikan yang lebih baik, ekonomi yang lebih kuat, kesehatan yang lebih terjangkau, serta kehidupan yang lebih sejahtera bagi masyarakat.
Dengan semangat kebersamaan tersebut, BAZNAS RI dan PP Persis optimistis dapat memperluas jangkauan manfaat zakat, memperkuat pemberdayaan mustahik, dan menghadirkan perubahan yang lebih besar bagi umat serta bangsa Indonesia di masa depan.
BERITA19/06/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Gandeng Indra Sjafri, Ajak Generasi Muda Jadikan Zakat Gaya Hidup
Jakarta – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI terus memperkuat literasi zakat di berbagai kalangan masyarakat. Kali ini, BAZNAS menggandeng pelatih Tim Nasional Indonesia, Indra Sjafri, untuk mengajak generasi muda menjadikan zakat sebagai bagian dari gaya hidup sekaligus wujud kepedulian sosial terhadap sesama.
Ajakan tersebut mengemuka dalam audiensi antara Ketua BAZNAS RI, Sodik Mudjahid, dan Indra Sjafri di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Jumat (19/6/2026). Pertemuan itu membahas berbagai isu strategis, mulai dari masa depan generasi muda, pembangunan karakter bangsa, hingga penguatan kesadaran berzakat melalui dunia olahraga.
Ketua BAZNAS RI, Sodik Mudjahid, mengatakan BAZNAS memiliki komitmen untuk menghimpun dan menyalurkan dana zakat kepada masyarakat yang membutuhkan dari berbagai latar belakang, termasuk insan olahraga dan atlet.
“BAZNAS memiliki program menghimpun dana zakat kemudian mendistribusikannya kepada masyarakat yang membutuhkan. Penggalangan dana maupun penerima manfaatnya mencakup seluruh lapisan masyarakat, termasuk atlet dan tokoh olahraga,” ujar Sodik.
Menurutnya, kehadiran tokoh nasional seperti Indra Sjafri menjadi energi positif dalam memperluas edukasi zakat kepada masyarakat, terutama kalangan muda yang memiliki peran penting dalam menentukan masa depan bangsa.
“Alhamdulillah hari ini kami menerima kunjungan Coach Indra Sjafri. Kami berdiskusi tentang masa depan bangsa, masa depan generasi muda, masa depan sepak bola Indonesia, pembangunan karakter, serta pentingnya budaya berbagi kepada sesama melalui zakat,” katanya.
Sodik menilai olahraga memiliki pengaruh besar dalam membentuk karakter generasi muda. Karena itu, kolaborasi antara BAZNAS dan tokoh olahraga diharapkan mampu menghadirkan inspirasi sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menunaikan zakat.
Sementara itu, Indra Sjafri mengingatkan bahwa zakat merupakan kewajiban yang telah diatur dalam syariat Islam bagi setiap muslim yang telah memenuhi syarat. Ia mengaku telah merasakan sendiri manfaat dari menunaikan zakat secara konsisten.
“Zakat adalah kewajiban agama yang sudah diatur dengan jelas. Saya juga merupakan bagian dari orang yang menunaikan kewajiban tersebut,” ujar Indra.
Ia menegaskan, banyak orang masih memiliki kekhawatiran bahwa mengeluarkan zakat akan mengurangi harta yang dimiliki. Padahal, menurut pengalamannya, zakat justru menjadi jalan datangnya keberkahan dan tambahan rezeki.
“Jangan berpikir bahwa dengan mengeluarkan zakat harta kita akan berkurang. Dengan izin Allah, apa yang saya rasakan justru zakat menjadi sebab bertambahnya keberkahan rezeki. Karena itu saya mengajak teman-teman, khususnya insan olahraga dan generasi muda, yang mungkin masih lupa atau belum menunaikan kewajiban tersebut, untuk mulai membiasakan diri berzakat,” tuturnya.
Lebih lanjut, Indra menilai dunia olahraga tidak hanya berfungsi mencetak prestasi, tetapi juga menjadi sarana membangun karakter dan nilai-nilai sosial. Melalui pembinaan yang tepat, generasi muda dapat tumbuh menjadi pribadi yang disiplin, peduli, dan memiliki semangat berbagi kepada sesama.
Kolaborasi antara BAZNAS RI dan Indra Sjafri ini diharapkan mampu memperkuat kampanye zakat di kalangan generasi muda. Dengan meningkatnya kesadaran berzakat, masyarakat tidak hanya menjalankan kewajiban agama, tetapi juga berkontribusi nyata dalam mendukung program pemberdayaan ekonomi umat, pengentasan kemiskinan, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
"Zakat bukan sekadar kewajiban, tetapi investasi kebaikan untuk masa depan umat dan bangsa." demikian pesan yang ingin terus digaungkan BAZNAS melalui berbagai kolaborasi dengan tokoh publik dan inspiratif di Indonesia.
BERITA19/06/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Kemdiktisaintek dan BAZNAS Siapkan Kolaborasi Besar! Beasiswa Mahasiswa Indonesia hingga Palestina Jadi Fokus Utama
Jakarta – Komitmen memperluas akses pendidikan tinggi bagi generasi muda Indonesia terus diperkuat. Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) mulai menjajaki kerja sama strategis yang diyakini dapat membuka peluang pendidikan lebih luas, sekaligus memperkuat pemberdayaan masyarakat berbasis zakat.
Langkah besar tersebut dibahas dalam pertemuan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto dengan Ketua Badan Amil Zakat Nasional, Sodik Mudjahid, di Kantor Kemdiktisaintek, Jakarta, Kamis (18/6/2026).
Pertemuan tersebut menjadi sinyal kuat hadirnya sinergi antara pemerintah dan lembaga pengelola zakat nasional dalam membangun sumber daya manusia unggul melalui jalur pendidikan tinggi.
Menteri Brian Yuliarto menegaskan bahwa peningkatan Angka Partisipasi Kasar Perguruan Tinggi (APK PT) menjadi salah satu agenda penting pemerintah sebagaimana arahan Presiden Prabowo Subianto.
Menurutnya, masih banyak lulusan SMA dan sederajat yang memiliki potensi besar, namun terkendala faktor ekonomi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.
"Kami berharap terdapat kolaborasi yang bisa berjalan sinergis dengan arahan Bapak Presiden untuk meningkatkan angka partisipasi mahasiswa Indonesia, serta memajukan pendidikan tinggi Indonesia," ujar Brian.
Ia menilai dukungan pembiayaan pendidikan menjadi salah satu instrumen paling efektif untuk memastikan tidak ada generasi muda yang kehilangan kesempatan mengenyam pendidikan tinggi hanya karena keterbatasan biaya.
Di sisi lain, Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid menegaskan bahwa sektor pendidikan merupakan salah satu prioritas utama pendayagunaan zakat nasional.
Menurutnya, paradigma pengelolaan zakat saat ini terus diarahkan menuju program-program yang bersifat produktif dan berkelanjutan. Karena itu, pendidikan dipandang sebagai investasi jangka panjang yang mampu memutus rantai kemiskinan dan melahirkan generasi unggul.
"Tahun ini, BAZNAS mengarahkan program pendistribusian zakat tidak hanya bersifat bantuan konsumtif, tetapi juga lebih menitikberatkan pada pemberdayaan masyarakat," jelas Sodik.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai program beasiswa, penguatan kapasitas masyarakat, hingga dukungan terhadap riset dan inovasi yang melibatkan perguruan tinggi di Indonesia.
Menariknya, pembahasan kerja sama ini tidak hanya menyasar mahasiswa Indonesia. Kemdiktisaintek dan BAZNAS juga menjajaki peluang pemberian beasiswa magister bagi mahasiswa Palestina untuk melanjutkan studi di Indonesia.
Program ini dipandang sebagai bagian dari kontribusi Indonesia dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia Palestina di tengah berbagai tantangan yang mereka hadapi.
Pimpinan BAZNAS Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, Idy Muzayyad, menjelaskan bahwa program tersebut juga akan memberikan dampak positif bagi perguruan tinggi Indonesia.
"Kami ingin mendorong mahasiswa luar negeri juga untuk berkuliah di Indonesia. Hal ini juga dapat meningkatkan indeks perguruan tinggi di Indonesia. Dengan fokus ke jenjang magister, SDM Palestina juga akan siap untuk membangun kembali," kata Idy.
Kolaborasi Kemdiktisaintek dan BAZNAS menjadi bukti bahwa zakat tidak hanya berperan sebagai instrumen sosial keagamaan, tetapi juga dapat menjadi motor penggerak pembangunan sumber daya manusia yang berkelanjutan.
Jika kerja sama ini terealisasi, ribuan mahasiswa berpotensi memperoleh akses pendidikan yang lebih luas, sementara perguruan tinggi Indonesia akan semakin terbuka sebagai pusat pembelajaran bagi mahasiswa internasional.
Di tengah upaya mewujudkan Indonesia Emas 2045, sinergi antara dunia pendidikan dan pengelolaan zakat nasional diharapkan menjadi langkah konkret dalam mencetak generasi yang cerdas, berdaya saing, dan siap menghadapi tantangan global.
BERITA18/06/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS RI dan Ponpes Al Fath Lepas 18 Dai ke Pulau Buru, Perkuat Pembinaan Mualaf di Wilayah 3T
Sukabumi – Komitmen memperkuat pembinaan umat hingga ke pelosok negeri kembali ditunjukkan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI. Bersama Pondok Pesantren Modern Dzikir Al Fath Sukabumi, BAZNAS RI resmi melepas 18 dai yang akan bertugas di Pulau Buru, Maluku, melalui Program Ustad Garis Depan (UGD) VIII.
Para dai tersebut akan menjalankan misi dakwah, pendidikan, dan pendampingan bagi masyarakat mualaf yang berada di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T), sekaligus menjadi sahabat dan pembimbing bagi masyarakat yang membutuhkan penguatan pemahaman keislaman.
Prosesi pelepasan berlangsung di Pondok Pesantren Modern Al Fath, Sukabumi, Rabu (17/6/2026), dan dihadiri Wakil Ketua BAZNAS RI Dr. H. Zainut Tauhid Sa'adi, M.Si., Pimpinan Ponpes Al Fath Prof. Dr. KH. M. Fajar Laksana, S.E., CQM., MM., Ph.D., Direktur Penerangan Agama Islam Kementerian Agama RI Dr. Muchlis M. Hanafi, Lc., M.A., serta sejumlah tokoh agama dan pejabat daerah.
Dalam sambutannya, Wakil Ketua BAZNAS RI Zainut Tauhid Sa'adi menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS dalam menghadirkan manfaat zakat yang lebih luas, khususnya bagi kelompok mualaf dan fisabilillah yang membutuhkan pendampingan berkelanjutan.
"BAZNAS berperan sebagai jembatan yang menghubungkan para muzaki dengan mustahik. Salah satu kelompok yang menjadi perhatian kami adalah mualaf dan fisabilillah. Karena itu, program kemitraan dakwah ini menjadi bagian penting dalam menghadirkan manfaat zakat bagi masyarakat yang membutuhkan pendampingan keagamaan," ujar Zainut.
Menurutnya, kolaborasi antara BAZNAS RI dan Ponpes Al Fath menjadi contoh sinergi yang produktif dalam memperluas jangkauan dakwah Islam di Indonesia. Ia menggambarkan kerja sama tersebut sebagai "gayung bersambut", di mana pesantren menyiapkan sumber daya dai yang kompeten, sementara BAZNAS memberikan dukungan program dan pendanaan agar misi dakwah dapat berjalan optimal.
Lebih lanjut, Zainut mengingatkan para dai yang akan bertugas agar mengedepankan dakwah bil hikmah, yaitu menyampaikan ajaran Islam dengan penuh kebijaksanaan, keteladanan, dan pendekatan yang menyejukkan.
"Dakwah tidak dilakukan dengan cara menghakimi atau menyalahkan. Tugas dai adalah merangkul, membimbing, dan mendampingi masyarakat dengan penuh kearifan agar mereka semakin memahami dan mencintai ajaran Islam," katanya.
Ia menekankan bahwa keberhasilan dakwah tidak hanya diukur dari banyaknya ceramah yang disampaikan, tetapi juga dari kemampuan seorang dai membangun kedekatan dan kepercayaan masyarakat.
Menurutnya, para mualaf dan masyarakat yang masih minim pemahaman keagamaan membutuhkan sentuhan dakwah yang humanis dan penuh empati.
"Jika menghadapi masyarakat yang belum banyak mengenal ajaran Islam, maka yang harus dikedepankan adalah pendekatan yang humanis dan membangun kedekatan. Dai hadir untuk membimbing, bukan menghakimi," tambahnya.
Program Ustad Garis Depan selama ini menjadi salah satu program unggulan dalam memperkuat dakwah di wilayah-wilayah yang masih membutuhkan pembinaan intensif. Selain memberikan penguatan akidah, para dai juga akan terlibat dalam berbagai kegiatan pendidikan, pembinaan keluarga, pelatihan keagamaan, hingga pemberdayaan masyarakat.
Melalui pengiriman 18 dai ke Pulau Buru, BAZNAS RI dan Ponpes Al Fath berharap kualitas pembinaan mualaf dapat semakin meningkat serta melahirkan komunitas muslim yang lebih mandiri, berdaya, dan memiliki pemahaman keislaman yang kuat.
Di tengah tantangan dakwah di daerah terpencil, program ini menjadi bukti nyata bahwa zakat tidak hanya menghadirkan bantuan materi, tetapi juga menjadi instrumen strategis dalam membangun akidah, memperkuat ukhuwah Islamiyah, serta menghadirkan cahaya pendidikan dan pembinaan hingga ke pelosok Nusantara.
BERITA17/06/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Prof. Azrai Dorong Petani Binaan BAZNAS Minahasa Naik Kelas Jadi Penangkar Benih Nasional
MINAHASA – Harapan baru bagi kemandirian petani di Kabupaten Minahasa kembali menguat. Rabu (17/6/2026), pakar pemulia jagung nasional dari Universitas Hasanuddin (UNHAS) Makassar, Prof. Dr. Muhammad Azrai, SP., MP, kembali mengunjungi lahan binaan kolaborasi BAZNAS Kabupaten Minahasa bersama mantan Ketua Pengadilan Agama Tondano, Al Gazali Mus, yang kini menjabat sebagai Wakil Ketua Pengadilan Agama Sidrap.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari pendampingan berkelanjutan yang telah dilakukan selama beberapa tahun terakhir kepada Kelompok Tani Paguyuban Matuari Jaton, sebuah kelompok tani yang kini dipersiapkan untuk naik kelas dari petani budidaya jagung konsumsi menjadi penangkar benih jagung sumber (parent seed) grade A.
Dalam arahannya kepada petani, Prof. Azrai menjelaskan bahwa program yang dijalankan saat ini merupakan bagian dari kegiatan Unit Produksi Benih Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin yang bertujuan menghasilkan benih penjenis atau benih sumber berkualitas tinggi.
"Kita ingin kelompok tani ini naik kelas. Kalau sebelumnya petani hanya menjual tongkol atau jagung konsumsi, sekarang kita melatih mereka menghasilkan benih. Nilai ekonominya jauh lebih tinggi. Benih yang lolos seleksi dapat memiliki harga hingga empat kali lipat dibanding harga jagung konsumsi," ujar Prof. Azrai.
Menurutnya, Kelompok Tani Paguyuban Matuari Jaton dipilih secara khusus untuk mendapatkan pendampingan intensif agar mampu menghasilkan benih penjenis berkualitas tinggi yang nantinya dapat didistribusikan kepada perusahaan-perusahaan benih mitra Universitas Hasanuddin.
"Kami tidak langsung memperluas ke kelompok lain. Fokus kami saat ini adalah memastikan kelompok ini benar-benar mampu menghasilkan benih penjenis grade A. Jika berhasil, maka ke depan petani dapat berkembang menjadi produsen benih komersial dan memiliki kontrak produksi dengan mitra-mitra kami," jelasnya.
Prof. Azrai juga menegaskan bahwa tim Universitas Hasanuddin akan terus melakukan pendampingan teknis, pengawasan mutu genetik, serta pengujian berbagai varietas unggul baru di lahan tersebut.
Tidak hanya memberikan arahan teknis, pada kesempatan itu Prof. Azrai juga menyerahkan bantuan alat pemipil jagung kepada kelompok tani. Bantuan tersebut disaksikan langsung oleh jajaran BAZNAS Minahasa dan para petani binaan sebagai bentuk dukungan nyata terhadap peningkatan produktivitas pascapanen.
Dalam kesempatan yang sama, Prof. Azrai memberikan apresiasi terhadap keterlibatan BAZNAS Minahasa yang secara konsisten mendampingi kelompok tani sejak awal program berjalan.
"Kami senang karena ada BAZNAS yang mendampingi kelompok tani. Ini adalah bentuk nyata pemberdayaan umat agar masyarakat mampu memperoleh keuntungan yang lebih baik dan meningkatkan kesejahteraan petani. Dari yang kami lihat, pertumbuhan jagung yang didampingi BAZNAS sangat baik dan memiliki prospek yang menjanjikan untuk produksi benih," ungkapnya.
Sementara itu, Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Minahasa, Sahlan Kokalo, yang turut mendampingi Prof. Azrai selama kunjungan lapangan, menyampaikan apresiasi atas komitmen dan perhatian yang terus diberikan oleh Universitas Hasanuddin kepada petani binaan BAZNAS.
"Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas kunjungan serta pendampingan berkelanjutan yang diberikan Prof. Azrai dan tim Universitas Hasanuddin. Ini bukan sekadar kunjungan, tetapi investasi ilmu pengetahuan yang luar biasa bagi petani kami. Melalui pendampingan ini, petani tidak lagi hanya menjadi produsen jagung konsumsi, tetapi dipersiapkan menjadi penangkar benih yang memiliki nilai ekonomi jauh lebih tinggi," ujar Sahlan.
Menurutnya, program tersebut sejalan dengan misi BAZNAS dalam mengubah pola bantuan konsumtif menjadi pemberdayaan produktif yang berkelanjutan.
"BAZNAS ingin menghadirkan program yang benar-benar mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ketika petani mampu menghasilkan benih berkualitas dan mendapatkan nilai jual yang lebih tinggi, maka mereka tidak hanya bertahan secara ekonomi, tetapi juga berkembang dan menjadi lebih mandiri. Inilah makna pemberdayaan yang sesungguhnya," tambahnya.
Sahlan menegaskan bahwa keberhasilan program tersebut merupakan hasil kolaborasi banyak pihak, mulai dari akademisi, pemerintah, tokoh masyarakat, hingga para petani yang memiliki semangat belajar dan berinovasi.
"Kami percaya kolaborasi adalah kunci. Apa yang dimulai dari lahan sederhana di Minahasa hari ini berpotensi menjadi model pemberdayaan petani berbasis zakat yang dapat direplikasi di daerah lain. Petani kita harus naik kelas, memiliki daya saing, dan menjadi bagian penting dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional," katanya.
Mantan Ketua Pengadilan Agama Tondano yang turut menggagas kolaborasi ini, Al Gazali Mus, mengaku bahagia melihat perkembangan yang dicapai kelompok tani binaan tersebut meskipun kini dirinya telah bertugas di Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan.
"Alhamdulillah, saya merasa sangat senang melihat program ini terus berkembang. Apa yang dulu kita mulai bersama kini menunjukkan hasil yang nyata. Semoga program ini semakin bermanfaat bagi petani dan masyarakat sekitar," ujarnya.
Ia juga menyampaikan dukungan moril kepada para petani agar terus menjaga semangat dan komitmen dalam mengembangkan usaha pertanian mereka.
"Semangat terus untuk para petani. Jangan pernah berhenti belajar dan berusaha. Insyaallah saat panen jagung tetua nanti, saya akan berusaha ikut bergabung kembali untuk melihat hasil perjuangan bersama ini," ungkap Al Gazali.
Kunjungan Prof. Azrai kali ini menjadi penanda penting bahwa Kelompok Tani Paguyuban Matuari Jaton sedang memasuki fase baru dalam pengembangan usaha tani berbasis teknologi dan inovasi.
Dengan dukungan Universitas Hasanuddin, BAZNAS Minahasa, serta para mitra strategis lainnya, kelompok tani tersebut diharapkan tidak hanya menjadi produsen jagung konsumsi, tetapi berkembang menjadi sentra produksi benih unggul yang mampu memasok kebutuhan perusahaan-perusahaan benih nasional.
BERITA17/06/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Bantu Palestina, BAZNAS Jabar Salurkan Kurban dan Sedekah Daging Melalui BAZNAS RI
JAKARTA – Solidaritas masyarakat Indonesia untuk rakyat Palestina terus mengalir tanpa henti. Di tengah situasi kemanusiaan yang masih memprihatinkan akibat konflik berkepanjangan, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Barat menyalurkan amanah kurban dan sedekah daging bagi masyarakat Palestina melalui BAZNAS RI.
Penyerahan bantuan tersebut dilakukan secara simbolis di Jakarta, Senin (8/6/2026), sebagai bentuk kepedulian dan dukungan nyata masyarakat Jawa Barat terhadap saudara-saudara di Palestina yang hingga kini masih menghadapi berbagai keterbatasan akibat krisis kemanusiaan.
Total bantuan yang disalurkan meliputi Program Kurban Palestina senilai Rp147.500.000, Program Sedekah Daging Palestina sebesar Rp82.600.000, serta Program Sedekah Daging Kemasan senilai Rp21.000.000.
Wakil Ketua BAZNAS RI, Dr. H. Zainut Tauhid Sa'adi, M.Si., menyampaikan apresiasi atas tingginya kepedulian masyarakat Jawa Barat yang terus menunjukkan empati dan solidaritas terhadap rakyat Palestina.
Menurutnya, bantuan yang dihimpun melalui BAZNAS Jawa Barat menjadi bukti bahwa nilai kemanusiaan dan ukhuwah Islamiyah masih tumbuh kuat di tengah masyarakat Indonesia.
"Kami sangat mengapresiasi kepedulian masyarakat Jawa Barat yang disalurkan melalui BAZNAS Jabar untuk membantu meringankan beban saudara-saudara kita di Palestina yang sedang berjuang di tengah kondisi konflik," ujar Zainut.
Ia menjelaskan, program kurban dan sedekah daging tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan dan gizi masyarakat Palestina yang saat ini menghadapi berbagai tantangan kehidupan akibat dampak konflik yang berkepanjangan.
Lebih dari sekadar bantuan makanan, kata Zainut, program ini juga menjadi simbol harapan dan kasih sayang dari masyarakat Indonesia kepada rakyat Palestina agar mereka tetap merasakan perhatian dan dukungan dari dunia internasional.
"BAZNAS RI berkomitmen penuh untuk memastikan seluruh amanah kurban dan sedekah daging ini disalurkan secara amanah, transparan, dan tepat sasaran agar keberkahan hari raya dapat dirasakan di Palestina," tegasnya.
Komitmen tersebut menjadi bagian dari upaya BAZNAS RI dalam menjaga kepercayaan para muzaki sekaligus memastikan setiap bantuan yang dihimpun dapat memberikan manfaat optimal bagi penerima manfaat di wilayah terdampak konflik.
Bagi masyarakat Palestina, bantuan pangan memiliki arti yang sangat penting. Di tengah keterbatasan akses terhadap kebutuhan pokok, distribusi daging kurban dan sedekah menjadi sumber nutrisi sekaligus penguat semangat bagi keluarga-keluarga yang sedang menghadapi masa sulit.
Momentum Iduladha juga menjadi pengingat bahwa nilai pengorbanan, kepedulian, dan berbagi tidak mengenal batas wilayah maupun kebangsaan. Semangat tersebut tercermin dari partisipasi masyarakat Jawa Barat yang mempercayakan amanah kemanusiaannya melalui BAZNAS.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Deputi I BAZNAS RI Bidang Pengumpulan H. M. Arifin Purwakananta, S.I.Kom., M.I.Kom., CWC, CFRM., Direktur Penguatan Pengumpulan Nasional H. Fitriansyah Agus Setiawan, S.Sos., M.I.Kom., CFRM., Kepala Divisi Penguatan Pengumpulan BAZNAS Adhi Kelvianto Septa Pradana, S.H., S.Hum., serta jajaran BAZNAS Provinsi Jawa Barat yang dipimpin Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan Dr. H. Ijang Faisal, S.Ag., M.Si.
Melalui kolaborasi dan sinergi yang terus diperkuat, BAZNAS berharap semakin banyak masyarakat yang tergerak untuk menyalurkan zakat, infak, sedekah, maupun kurban sebagai wujud kepedulian terhadap sesama, khususnya bagi saudara-saudara yang tengah menghadapi krisis kemanusiaan.
Bantuan yang diberikan hari ini bukan hanya tentang daging kurban yang sampai ke tangan penerima manfaat, melainkan juga tentang pesan persaudaraan, harapan, dan kepedulian yang menembus batas negara. Dari Indonesia untuk Palestina, semangat kemanusiaan terus hidup dan menguatkan mereka yang sedang berjuang untuk bertahan.
BERITA08/06/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS RI dan BI Libatkan Kreator Konten, Zakat Siap Menembus Jutaan Layar Digita
PALEMBANG – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Bank Indonesia (BI) terus memperkuat gerakan literasi zakat dan ekonomi syariah melalui pendekatan yang semakin relevan dengan perkembangan zaman. Salah satunya dengan menggandeng para kreator konten sebagai agen edukasi digital yang mampu menjangkau jutaan masyarakat, khususnya generasi muda.
Komitmen tersebut mengemuka dalam kegiatan Training of Trainer (ToT) Kreator Konten yang menjadi bagian dari rangkaian Festival Syariah (FESYar) Regional Sumatera 2026 di Hotel Santika Palembang, Sumatera Selatan.
Kepala Biro Komunikasi Publik dan Publikasi (BKPU) BAZNAS RI, Ndari Rumi Widyawati, menegaskan keterlibatan kreator konten menjadi langkah strategis dalam memperluas pemahaman masyarakat tentang zakat sebagai instrumen penting pembangunan ekonomi umat.
"Kami mengapresiasi inisiatif Bank Indonesia yang melibatkan para kreator konten dalam penguatan literasi zakat. Di era digital saat ini, konten yang edukatif dan inspiratif memiliki daya jangkau yang sangat luas sehingga mampu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya zakat sebagai kekuatan keuangan sosial Islam," ujar Ndari.
FESYar Sumatera 2026 mengusung tema "Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah Regional Berkelanjutan melalui Sinergi dan Transformasi Digital". Kegiatan ini menghadirkan berbagai program penguatan kapasitas, mulai dari ToT Kreator Konten, ToT Dai dan Daiyah, hingga Sertifikasi Nazhir Wakaf yang diikuti sekitar 150 peserta dari berbagai daerah di Pulau Sumatera.
Dalam sesi ToT Kreator Konten, Kabag Humas sekaligus Pemimpin Redaksi Kantor Digital BAZNAS RI, Yudhiarma MK, bersama Koordinator Komunikasi Lembaga (Corcom) Rayhanul Iman (Roy) membagikan strategi publikasi digital melalui konsep Zakat News Network (ZNN).
Yudhiarma menjelaskan, BAZNAS RI telah membangun ekosistem media konvergensi yang mengintegrasikan media konvensional dan digital untuk memperluas dakwah zakat secara masif.
Menurutnya, transformasi digital yang dilakukan BAZNAS dalam lima tahun terakhir menunjukkan hasil signifikan. Saat ini jaringan Kantor Digital BAZNAS telah mengelola sekitar 420 website dengan total pembaca mencapai lebih dari enam juta orang.
Tak hanya itu, jangkauan kanal digital BAZNAS juga mengalami lonjakan drastis. Reach YouTube meningkat dari sekitar 1,1 juta pada 2021 menjadi 24,6 juta pada 2025, sementara platform X (Twitter) tumbuh dari 309 ribu menjadi 1,8 juta jangkauan pada periode yang sama.
"Media digital telah menjadi sarana dakwah yang sangat efektif. Karena itu, para kreator konten memiliki peran penting dalam menyampaikan pesan-pesan zakat dan ekonomi syariah kepada masyarakat secara kreatif, menarik, dan mudah dipahami," kata Yudhiarma.
Menariknya, peserta juga diajak memahami pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI) seperti Gemini, DeepSeek, dan ChatGPT dalam proses produksi konten digital dan karya jurnalistik.
Menurut Yudhiarma, kehadiran AI mampu membantu kreator konten maupun jurnalis bekerja lebih cepat dan efisien dalam menghasilkan berbagai bentuk konten.
"Saat ini AI sangat membantu dalam pembuatan berita, artikel, maupun konten digital lainnya. Namun teknologi ini tetap harus digunakan secara bijak dan bertanggung jawab," ujarnya.
Ia mengingatkan bahwa penggunaan AI dalam dunia jurnalistik tetap harus berpedoman pada Kode Etik Jurnalistik (KEJ) dan regulasi yang telah ditetapkan Dewan Pers.
"Secanggih apa pun AI, tetap saja ia adalah alat bantu. Akurasi, verifikasi, dan tanggung jawab jurnalistik tetap berada di tangan manusia," tegasnya.
Sebagai bentuk adaptasi terhadap perkembangan teknologi, Dewan Pers telah menerbitkan Peraturan Dewan Pers Nomor 1 Tahun 2025 tentang Pedoman Penggunaan Kecerdasan Buatan dalam Karya Jurnalistik, yang menjadi rujukan bagi perusahaan media dalam memanfaatkan AI secara profesional dan bertanggung jawab.
Sementara itu, ToT Kreator Konten mengusung tema "From Scroll to Impact: Mengubah Konten Digital Menjadi Gerakan Ekonomi Syariah". Tema tersebut merefleksikan semangat untuk mengubah aktivitas digital sehari-hari menjadi gerakan edukasi yang berdampak nyata bagi penguatan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia.
Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh pembekalan mengenai ekonomi syariah, pengelolaan zakat dan wakaf, keuangan komersial syariah, hingga teknik produksi konten digital yang kreatif dan efektif.
Di waktu yang sama, Bank Indonesia juga menyelenggarakan ToT Dai dan Daiyah guna memperkuat kapasitas para pendakwah dalam menyampaikan materi ekonomi syariah secara komprehensif kepada masyarakat. Selain itu, Sertifikasi Nazhir Wakaf digelar untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme pengelola wakaf dalam mengoptimalkan pemanfaatan aset wakaf secara produktif dan berkelanjutan.
Dengan melibatkan regulator, akademisi, praktisi, lembaga zakat dan wakaf, serta kreator konten nasional, FESYar Sumatera 2026 diharapkan menjadi katalisator lahirnya generasi penggerak ekonomi syariah yang mampu memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana dakwah, edukasi, dan pemberdayaan umat.
BERITA07/06/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS RI Salurkan Daging Kurban untuk 2.500 Pengungsi Palestina di Mesir
Kairo - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menyalurkan paket daging kurban kepada sekitar 2.500 pengungsi Palestina yang berada di Kairo, Mesir, sebagai bagian dari program kemanusiaan internasional pada momentum Iduladha 1447 H.
Ketua BAZNAS RI, Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., mengatakan distribusi daging kurban tersebut merupakan wujud kepedulian masyarakat Indonesia terhadap warga Palestina yang terdampak konflik dan saat ini hidup sebagai pengungsi di Mesir.
"Program distribusi daging kurban ini merupakan bentuk kepedulian masyarakat Indonesia untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi para pengungsi Palestina di Mesir," ujar Sodik dalam keterangannya, Sabtu (6/6/2026).
Menurut Sodik, melalui program kemanusiaan global tersebut, BAZNAS RI terus berupaya memperluas manfaat dana zakat, infak, sedekah, dan kurban agar dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di berbagai negara.
Ia berharap bantuan tersebut mampu meringankan beban para pengungsi Palestina sekaligus memperkuat solidaritas kemanusiaan dan persaudaraan umat Islam lintas negara.
"Kami berharap bantuan ini tidak hanya membawa keberkahan bagi para pengungsi Palestina, tetapi juga menjadi amal jariyah bagi para pekurban di Indonesia," katanya.
Penyaluran paket daging kurban dilaksanakan di Aula Ridwan, Masjid As-Salam, Ahmed El-Zomor, Nasr City, Kairo, pada Senin (1/6/2026). Kegiatan tersebut turut dihadiri Duta Besar Republik Indonesia untuk Mesir, Kuncoro Giri Waseso.
Dalam kesempatan itu, Kuncoro mengapresiasi kepedulian masyarakat Indonesia yang terus memberikan dukungan kemanusiaan bagi rakyat Palestina.
"Kami berharap hewan-hewan kurban ini diterima dan memberikan manfaat yang besar bagi mereka yang membutuhkan," ujarnya.
Apresiasi juga datang dari para penerima manfaat. Salah seorang pengungsi asal Gaza, Asyraf Muhammad, menyampaikan rasa terima kasih kepada masyarakat Indonesia dan BAZNAS RI atas bantuan yang diberikan pada Hari Raya Iduladha.
"Kami berterima kasih kepada BAZNAS atas upaya luar biasa dalam mendukung warga Palestina yang berada di Mesir melalui penyaluran hewan kurban ini," katanya.
Program ini menjadi bagian dari komitmen BAZNAS RI dalam memperkuat peran zakat dan kurban sebagai instrumen kemanusiaan global. Selain membantu memenuhi kebutuhan pangan para pengungsi, bantuan tersebut juga menjadi simbol kepedulian dan solidaritas masyarakat Indonesia bagi rakyat Palestina yang tengah menghadapi krisis kemanusiaan.
BERITA06/06/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS RI dan HIPKA Bersinergi, Percepat Pengentasan Kemiskinan Ekstrem Lewat Pemberdayaan Mustahik
JAKARTA – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI dan Himpunan Pengusaha KAHMI (HIPKA) memperkuat kolaborasi untuk mempercepat pengentasan kemiskinan ekstrem melalui optimalisasi program pemberdayaan ekonomi produktif bagi mustahik.
Sinergi tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) tentang optimalisasi pengelolaan zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya (ZIS-DSKL), serta pengembangan program pemberdayaan ekonomi masyarakat. Penandatanganan dilakukan di Menara KADIN Indonesia, Jakarta, Kamis (4/6/2026).
Ketua BAZNAS RI, Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., mengatakan kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat peran zakat sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi dan pengentasan kemiskinan yang berkelanjutan.
Menurut Sodik, BAZNAS saat ini tengah mengubah pola pendistribusian zakat yang sebelumnya lebih dominan berupa bantuan konsumtif menjadi lebih berimbang dengan program pemberdayaan produktif.
"Zakat tidak hanya hadir untuk membantu memenuhi kebutuhan sesaat, tetapi juga harus mampu mengubah mustahik menjadi pribadi yang mandiri dan berdaya secara ekonomi. Karena itu kami membutuhkan dukungan dunia usaha agar program pemberdayaan dapat berjalan lebih optimal," ujarnya.
Sodik menjelaskan, BAZNAS telah mengembangkan berbagai program pemberdayaan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, mulai dari BAZNAS Microfinance, Zmart, ZChicken, Santripreneur, Kampung Zakat, Beasiswa BAZNAS, Rumah Layak Huni, Rumah Sehat BAZNAS, hingga program khusus Pengentasan Kemiskinan Ekstrem dan Pencegahan Stunting.
Menurutnya, kolaborasi dengan HIPKA dan KADIN menjadi peluang besar untuk memperluas dampak program-program tersebut melalui dukungan jejaring dunia usaha yang tersebar di berbagai daerah.
Selain pemberdayaan, kerja sama ini juga diarahkan untuk memperkuat penghimpunan zakat nasional. Sodik mengungkapkan, potensi zakat Indonesia diperkirakan mencapai Rp327 triliun, namun realisasi penghimpunannya masih perlu terus ditingkatkan, terutama dari sektor badan usaha, perusahaan, dan kalangan profesional.
"Potensi zakat Indonesia sangat besar. Jika dapat dioptimalkan secara bersama-sama, zakat akan menjadi kekuatan ekonomi umat yang mampu mendorong kesejahteraan masyarakat secara lebih luas," katanya.
Ia berharap kerja sama yang terjalin antara BAZNAS, HIPKA, dan KADIN menjadi titik awal lahirnya berbagai program kolaboratif yang mampu menciptakan lebih banyak usaha produktif, lapangan kerja, dan kemandirian ekonomi bagi masyarakat kurang mampu.
"Terima kasih kepada KADIN dan seluruh anggota HIPKA yang telah mendukung pengelolaan zakat di Indonesia. Semoga kerja sama ini semakin memperkuat upaya kita dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ucapnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum Bidang Pengembangan Asosiasi/Himpunan/ALB KADIN Indonesia, Benny Soetrisno, menyatakan dukungannya terhadap berbagai program BAZNAS yang berorientasi pada pemberdayaan ekonomi umat dan penguatan ekonomi syariah.
Menurut Benny, semangat yang dibangun BAZNAS sejalan dengan nilai gotong royong dan kebersamaan yang menjadi karakter bangsa Indonesia.
"Gerakan BAZNAS merupakan gerakan yang berlandaskan nilai syariah dan semangat kebersamaan. Ini menjadi ruang kolaborasi yang sangat baik untuk bersama-sama membangun kesejahteraan masyarakat," katanya.
Ia berharap sinergi antara BAZNAS, HIPKA, dan KADIN dapat terus diperkuat sehingga manfaat zakat tidak hanya dirasakan oleh penerima manfaat dalam jangka pendek, tetapi juga mampu menciptakan perubahan ekonomi yang berkelanjutan.
Kolaborasi ini menjadi bukti bahwa pengentasan kemiskinan tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Diperlukan sinergi antara lembaga zakat, dunia usaha, dan masyarakat agar zakat dapat bertransformasi menjadi instrumen pembangunan yang efektif dalam menciptakan kesejahteraan dan mengurangi angka kemiskinan ekstrem di Indonesia.
BERITA05/06/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Bantu Mustahik Mandiri, BAZNAS RI Hadirkan Zmart dan Z-Auto untuk Perkuat Ekonomi Umat di Kota Bogor
BOGOR – Upaya memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat terus dilakukan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI melalui berbagai program zakat produktif. Salah satunya diwujudkan melalui peluncuran program Zmart dan Z-Auto di Kota Bogor yang ditujukan untuk meningkatkan kapasitas usaha mustahik sekaligus mendorong transformasi penerima manfaat menjadi pelaku ekonomi yang mandiri.
Dalam acara seremonial yang digelar di Balai Kota Bogor, Jumat (5/6/2026), BAZNAS RI menyalurkan bantuan senilai Rp500 juta kepada 55 mustahik, yang terdiri atas bantuan modal usaha dan pelatihan bagi pelaku usaha mikro melalui program Zmart serta dukungan pengembangan bengkel motor melalui program Z-Auto.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., menjelaskan bahwa program tersebut merupakan bagian dari strategi zakat produktif yang tidak hanya berfokus pada bantuan konsumtif, tetapi juga mendorong terciptanya kemandirian ekonomi mustahik.
Menurutnya, Zmart merupakan program penguatan usaha warung kelontong berbasis dana zakat yang dirancang untuk meningkatkan kapasitas usaha masyarakat kecil melalui bantuan modal, perbaikan tampilan usaha, serta pendampingan berkelanjutan.
"Zmart adalah salah satu program zakat produktif yang bertujuan membantu para penerima manfaat mengembangkan usaha mereka sehingga diharapkan dapat bertransformasi dari mustahik menjadi muzaki, atau setidaknya menjadi munfik yang mampu berbagi kepada sesama," ujar Idy.
Sementara itu, program Z-Auto difokuskan pada pemberdayaan pelaku usaha bengkel motor melalui dukungan sarana usaha, peningkatan keterampilan, serta penguatan kapasitas bisnis.
Idy menjelaskan, BAZNAS secara khusus memberikan perhatian kepada perempuan dalam pengelolaan usaha ritel Zmart serta mendukung para montir lokal yang memiliki kompetensi dan komitmen dalam mengembangkan usaha bengkel melalui program Z-Auto.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa keberhasilan program pemberdayaan tidak hanya ditentukan oleh bantuan modal, tetapi juga oleh proses pendampingan yang berkelanjutan. Karena itu, BAZNAS melibatkan berbagai mitra strategis, termasuk pemerintah daerah, perangkat kelurahan, dan perguruan tinggi untuk memastikan program berjalan efektif dan memberikan dampak nyata.
"Pada dasarnya, program-program BAZNAS adalah program umat. Dana berasal dari umat, dikelola oleh amil yang juga bagian dari umat, dan manfaatnya kembali kepada umat. Karena itu yang menikmati hasilnya adalah masyarakat itu sendiri," katanya.
Ke depan, BAZNAS juga berencana memperluas program pemberdayaan ekonomi di Kota Bogor melalui pengembangan inovasi baru seperti ZCafe, yang akan dikembangkan melalui kolaborasi dengan sektor perbankan dan berbagai mitra strategis lainnya.
Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, S.H., menyampaikan apresiasinya atas konsistensi BAZNAS dalam mendukung program pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Menurutnya, pendekatan zakat produktif yang dilakukan BAZNAS memiliki nilai strategis karena tidak hanya memberikan bantuan sementara, tetapi juga menciptakan peluang usaha yang berpotensi menyerap tenaga kerja dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.
"Saya mewakili Pemerintah Kota Bogor mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS RI dan BAZNAS Kota Bogor yang terus mendukung program pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan sosial ekonomi masyarakat," ujarnya.
Manfaat program tersebut telah dirasakan langsung oleh para penerima bantuan. Salah satunya adalah Zubaedah, pemilik warung kelontong di Kelurahan Sempur, Kecamatan Bogor Tengah.
Ia mengaku bantuan Zmart yang diterimanya telah membantu meningkatkan kualitas usahanya, baik dari sisi tampilan toko maupun omzet penjualan.
"Alhamdulillah, sejak mendapatkan bantuan Zmart, warung saya menjadi lebih rapi dan menarik. Penjualan juga meningkat sehingga sangat membantu ekonomi keluarga," tuturnya.
Hal serupa dirasakan Andriyansyah, penerima manfaat program Z-Auto di Kelurahan Cimahpar. Ia mengaku program tersebut memberinya kesempatan untuk mengembangkan usaha bengkel yang selama ini dijalankan secara sederhana.
"Program ini sangat membantu karena sekarang saya memiliki fasilitas usaha yang lebih baik. Harapannya kemampuan saya sebagai mekanik terus meningkat dan usaha bengkel ini bisa berkembang lebih besar lagi," katanya.
Secara nasional, program Zmart telah menjangkau 5.677 unit usaha di 34 provinsi sejak tahun 2018. Sementara program Z-Auto telah hadir melalui 564 unit bengkel di 27 provinsi sejak tahun 2021 hingga pertengahan 2026.
Khusus di Jawa Barat, program Zmart telah tersebar di 19 kabupaten/kota dengan total 1.167 unit usaha, sedangkan Z-Auto telah hadir di 12 kabupaten/kota dengan 79 unit bengkel.
Capaian tersebut menunjukkan bahwa zakat tidak hanya berfungsi sebagai instrumen bantuan sosial, tetapi juga menjadi sarana pemberdayaan ekonomi yang mampu menciptakan peluang usaha, meningkatkan pendapatan keluarga, serta memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
BERITA05/06/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS MINAHASA UCAPKAN SELAMAT ATAS PELANTIKAN AL GAZALI MUS SEBAGAI WAKIL KETUA PENGADILAN AGAMA SIDENRENG RAPPANG
MINAHASA – Keluarga Besar Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Minahasa menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada Al Gazali Mus, S.H.I., M.H. atas pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan sebagai Wakil Ketua Pengadilan Agama Sidenreng Rappang Kelas IB, Provinsi Sulawesi Selatan.
Pelantikan yang berlangsung pada Selasa, 2 Juni 2026, di Ruang Sidang Utama Pengadilan Agama Sidenreng Rappang dipimpin langsung oleh Ketua Pengadilan Agama Sidenreng Rappang. Momen tersebut menjadi babak baru perjalanan pengabdian Al Gazali Mus setelah kurang lebih tiga tahun memimpin Pengadilan Agama Tondano Kelas II.
Bagi BAZNAS Minahasa, sosok Al Gazali Mus bukanlah figur yang asing. Selama menjalankan tugas sebagai Ketua Pengadilan Agama Tondano, beliau dikenal sebagai pemimpin yang memiliki komitmen kuat terhadap pelayanan publik, penguatan integritas lembaga, serta membangun kolaborasi lintas sektor untuk kemaslahatan masyarakat.
Berbagai program sosial dan kemanusiaan yang melibatkan sinergi antara Pengadilan Agama Tondano dan BAZNAS Minahasa menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Hubungan kelembagaan yang harmonis tersebut telah melahirkan berbagai kegiatan sosial, edukasi zakat, serta dukungan terhadap program pemberdayaan umat yang selama ini dijalankan BAZNAS Minahasa.
Pimpinan BAZNAS Kabupaten Minahasa bersama seluruh jajaran menyampaikan apresiasi dan penghargaan atas dedikasi yang telah diberikan selama mengabdi di Kabupaten Minahasa.
"Kami mengucapkan selamat dan sukses kepada Bapak Al Gazali Mus, S.H.I., M.H. atas amanah baru sebagai Wakil Ketua Pengadilan Agama Sidenreng Rappang Kelas IB. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kesehatan, kekuatan, kebijaksanaan, dan keberkahan dalam mengemban tugas mulia menegakkan keadilan dan melayani masyarakat," ungkap pimpinan BAZNAS Minahasa.
Kabupaten Sidenreng Rappang atau yang lebih dikenal dengan sebutan Sidrap merupakan salah satu daerah strategis di Provinsi Sulawesi Selatan dengan ibu kota kabupaten berada di Pangkajene. Daerah ini dikenal sebagai salah satu sentra pertanian dan peternakan terbesar di Sulawesi Selatan serta memiliki masyarakat yang religius dan dinamis.
Penugasan Al Gazali Mus di Pengadilan Agama Sidenreng Rappang Kelas IB diyakini akan menjadi amanah baru yang membawa kontribusi besar bagi peningkatan kualitas pelayanan peradilan agama di wilayah tersebut. Pengalaman kepemimpinan, integritas, serta kemampuan membangun kolaborasi yang telah ditunjukkan selama bertugas di Tondano menjadi modal berharga dalam menjalankan tanggung jawab baru tersebut.
BAZNAS Minahasa juga menyampaikan rasa terima kasih atas kebersamaan, dukungan, serta sinergi yang telah terjalin selama masa pengabdian beliau di Tondano. Jejak pengabdian yang ditinggalkan tidak hanya tercatat dalam tugas kedinasan, tetapi juga dalam hubungan kemanusiaan dan semangat melayani masyarakat yang terus menginspirasi banyak pihak.
Seluruh keluarga besar BAZNAS Kabupaten Minahasa mendoakan agar perjalanan pengabdian Al Gazali Mus di tanah Bugis senantiasa diberikan kemudahan, kesuksesan, dan keberkahan.
"Selamat bertugas di tempat yang baru. Semoga amanah yang diemban menjadi ladang pengabdian, menghadirkan keadilan yang menenteramkan, serta membawa manfaat yang semakin luas bagi umat, bangsa, dan negara."
BERITA02/06/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Pengadilan Agama Tondano dan Baznas Minahasa Kolaborasi Salurkan 120 Bungkus Daging Kurban
Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Minahasa bersama Pengadilan Agama Tondano kembali menunjukkan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial melalui pelaksanaan penyembelihan hewan kurban pada Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah.
Proses penyembelihan hewan kurban dilaksanakan pada Jumat pagi, 29 Mei 2026 sekitar pukul 08.00 WITA di halaman Kantor Pengadilan Agama Tondano. Kegiatan tersebut disaksikan langsung oleh Wakil Ketua Pengadilan Agama Tondano bersama para hakim dan seluruh keluarga besar Pengadilan Agama Tondano.
Tahun ini, Pengadilan Agama Tondano menyembelih dua ekor sapi kurban hasil partisipasi para pegawai dan sahibul kurban di lingkungan Pengadilan Agama Tondano. Dari dua ekor sapi tersebut, berhasil didistribusikan sebanyak 120 bungkus daging kurban kepada masyarakat yang membutuhkan.
Panitia penyembelihan kurban sekaligus Ketua MUI Minahasa, Shaogil Ahmad menjelaskan bahwa pelaksanaan kurban di Pengadilan Agama Tondano telah menjadi agenda rutin sejak tahun 2010 dan terus berjalan setiap tahun.
“Alhamdulillah, semangat berkurban teman-teman di Pengadilan Agama Tondano terus terjaga. Jumlah hewan kurban memang fluktuatif, namun setiap tahun kami selalu berupaya melaksanakan kurban sebagai bentuk ibadah sekaligus kepedulian sosial kepada masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sistem pembagian daging kurban dilakukan dengan menyerahkan langsung kepada masing-masing sahibul kurban untuk kemudian dibagikan kepada masyarakat dan tetangga yang berhak menerima. Menurutnya, cara tersebut menjadi bagian dari edukasi sosial agar nilai silaturahmi dan kepedulian dapat dirasakan secara langsung.
Selain itu, sebagian daging kurban juga disalurkan melalui Baznas Kabupaten Minahasa agar manfaatnya dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas, termasuk para mualaf dan kelompok pengajian.
Wakil Ketua IV Baznas Minahasa, Sahlan Kokalo menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin bersama Pengadilan Agama Tondano dalam penyaluran hewan kurban tahun ini.
“Alhamdulillah, kami bersyukur dapat kembali berkolaborasi bersama Pengadilan Agama Tondano dalam menyalurkan amanah kurban kepada masyarakat. Dari dua ekor sapi kurban yang disembelih, sebanyak 120 bungkus daging telah disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan, termasuk kepada para mualaf dan beberapa kelompok pengajian,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa ibadah kurban bukan sekadar penyembelihan hewan, tetapi juga menjadi sarana membangun kepedulian sosial, memperkuat ukhuwah, dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kurban mengajarkan kita tentang keikhlasan, pengorbanan, dan semangat berbagi. Ketika lembaga dapat berkolaborasi seperti ini, maka manfaatnya akan semakin luas dirasakan masyarakat. Insyaallah sinergi antara Baznas Minahasa dan Pengadilan Agama Tondano akan terus berkesinambungan demi menghadirkan manfaat yang lebih besar untuk umat,” tambahnya.
Sementara itu, Bendahara Pengadilan Agama Tondano, Nuraini Thayeb mengatakan bahwa pelaksanaan kurban tahun ini berjalan penuh kebersamaan dan gotong royong seluruh pegawai.
“Alhamdulillah, pelaksanaan kurban tahun ini berjalan dengan baik dan lancar. Kami bersyukur karena daging kurban dapat disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan, termasuk para mualaf serta taman pengajian. Semoga kegiatan ini menjadi sarana mempererat kebersamaan dan menumbuhkan semangat kepedulian sosial di tengah masyarakat,” tuturnya.
Selain masyarakat umum, sebagian daging kurban juga disalurkan kepada Taman Pengajian Al-Qur’an Raudhatul Jannah yang sebelumnya belum sepenuhnya mendapatkan distribusi daging kurban.
Melalui kegiatan ini, Pengadilan Agama Tondano dan Baznas Minahasa berharap nilai-nilai Idul Adha dapat terus menghadirkan semangat solidaritas, kebersamaan, serta kepedulian terhadap sesama di tengah kehidupan masyarakat.
BERITA29/05/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Wakil Bupati Minahasa Serahkan Hewan Kurban, Baznas Minahasa Hadiri Momentum Penuh Toleransi dan Kepedulian Sosial
Tondano — Semangat kebersamaan, toleransi, dan kepedulian sosial kembali terlihat kuat di Kabupaten Minahasa. Dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Minahasa melaksanakan penyerahan hewan kurban kepada umat Muslim yang digelar di Lapangan Belakang Kantor Bupati Minahasa, Senin (25/5/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Minahasa mewakili Bupati Minahasa, unsur Forkopimda, tokoh agama, jajaran pemerintah daerah, serta Baznas Minahasa yang diwakili Wakil Ketua I Joko Kurnia dan Wakil Ketua IV Baznas Minahasa Sahlan Kokalo.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Minahasa, Kepala Kantor Haji dan Umroh Kabupaten Minahasa, Ketua Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Minahasa, Sekretaris Daerah Kabupaten Minahasa, Asisten I Setdakab Minahasa, para camat, imam masjid penerima bantuan hewan kurban, pimpinan FKUB Kabupaten Minahasa, serta perwakilan dari berbagai instansi dan kantor yang menerima bantuan kemasyarakatan sapi kurban.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Minahasa Vanda Sarundajang menyampaikan salam dari Bupati Minahasa, Dr. Robby Dondokambey, S.Si, MAP, yang pada waktu bersamaan menghadiri kegiatan penyerahan sapi bantuan kemasyarakatan Presiden Republik Indonesia di Masjid Imam Bonjol Pineleng Satu.
“Perayaan Idul Adha merupakan momentum yang sangat mulia dan penuh makna. Hari raya ini mengajarkan nilai keikhlasan, pengorbanan, kepedulian, dan semangat berbagi kepada sesama,” ujar Wakil Bupati.
Ia menegaskan bahwa penyerahan hewan kurban bukan sekadar agenda seremonial, tetapi menjadi simbol nyata hadirnya pemerintah di tengah masyarakat sekaligus bukti kuatnya toleransi antarumat beragama yang terus terjaga di tanah Minahasa.
“Kabupaten Minahasa dikenal sebagai daerah yang menjunjung tinggi nilai kebersamaan, persaudaraan, dan toleransi. Mari terus menjaga kerukunan dan bergandengan tangan membangun Minahasa yang maju dan sejahtera,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Minahasa, Giovani Rorora, ST.h, dalam laporannya menyampaikan bahwa bantuan sapi kurban Presiden Republik Indonesia tahun 2026 memiliki bobot hidup mencapai 1.050 kilogram jenis limusin dan diserahkan di Masjid Imam Bonjol Pineleng Satu, Kecamatan Pineleng.
Ia juga mengungkapkan rasa syukur karena Kabupaten Minahasa kembali menerima bantuan kemasyarakatan Presiden Republik Indonesia untuk ketiga kalinya secara berturut-turut.
“Pada tahun 2024 bantuan Presiden diserahkan di Masjid Agung Al-Falah Kyai Modjo, tahun 2025 di Masjid Baitul Ikhlas Waleure Langowan Timur, dan tahun 2026 ini di Masjid Imam Bonjol Pineleng,” jelasnya.
Menariknya, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Minahasa. Dari 15 kabupaten/kota di Sulawesi Utara, hanya Kabupaten Minahasa yang menganggarkan bantuan sapi kurban pada tahun 2026.
Kehadiran Baznas Minahasa dalam kegiatan tersebut menjadi bentuk dukungan nyata terhadap upaya memperkuat solidaritas sosial, mempererat silaturahmi, serta menjaga nilai-nilai toleransi dan persaudaraan antarumat beragama di Kabupaten Minahasa.
Adapun daftar penerima bantuan kemasyarakatan sapi kurban Tahun 2026 meliputi:
Bantuan Pemerintah Kabupaten Minahasa
Mushola Syabilurrosyad Kejaksaan Negeri Minahasa – Kembuan, Tondano Utara
Mushola Nuur Al-Adli Pengadilan Negeri Tondano – Wewelen, Tondano Barat
Mushola Al-Hidayah Polres Minahasa – Kembuan, Tondano Utara
Mushola Al-Muhajirin Kodim 1302 Minahasa – Sasaran, Tondano Barat
Masjid Al-Ikhlas Atep Oki Lembean Timur – Atep Oki, Lembean Timur
Masjid At’ Taqwa Waleure Langowan Timur – Amongena III, Langowan Timur
Masjid Al-Mukarabim Poopoh Tombariri – Poopoh, Tombariri
Masjid Baitul Makmur Kampung Jawa Tondano Utara – Kampung Jawa, Tondano Utara
Masjid Nurul Huda Sendangan Kawangkoan – Sendangan Tengah, Kawangkoan
Masjid Diponegoro Tonsea Lama – Tonsea Lama, Tondano Utara
Bantuan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara
Masjid Imam Bonjol Lotta – Lotta, Pineleng
Masjid Marhama Kharisma – Koka, Tombulu
Masjid Al Hikmah – Sumalangka, Tondano Utara
Masjid At Taubah (Lapas) – Kendis, Tondano Timur
Masjid Baithurrahman – Amongena III, Langowan Timur
Bantuan Kemasyarakatan Presiden Republik Indonesia
Masjid Imam Bonjol Pineleng Satu – Pineleng Satu, Kecamatan Pineleng
Kegiatan berlangsung penuh kekeluargaan dan kebersamaan. Momentum Idul Adha tahun ini kembali menjadi bukti bahwa semangat gotong royong, toleransi, dan kepedulian sosial terus hidup di Kabupaten Minahasa, menghadirkan harapan dan sukacita bagi masyarakat yang menerima manfaat hewan kurban.
BERITA25/05/2026 | Humas BAZNAS Minahasa

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Minahasa.
Lihat Daftar Rekening →