WhatsApp Icon
Kemdiktisaintek dan BAZNAS Siapkan Kolaborasi Besar! Beasiswa Mahasiswa Indonesia hingga Palestina Jadi Fokus Utama

Jakarta – Komitmen memperluas akses pendidikan tinggi bagi generasi muda Indonesia terus diperkuat. Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) mulai menjajaki kerja sama strategis yang diyakini dapat membuka peluang pendidikan lebih luas, sekaligus memperkuat pemberdayaan masyarakat berbasis zakat.

Langkah besar tersebut dibahas dalam pertemuan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto dengan Ketua Badan Amil Zakat Nasional, Sodik Mudjahid, di Kantor Kemdiktisaintek, Jakarta, Kamis (18/6/2026).

Pertemuan tersebut menjadi sinyal kuat hadirnya sinergi antara pemerintah dan lembaga pengelola zakat nasional dalam membangun sumber daya manusia unggul melalui jalur pendidikan tinggi.

Menteri Brian Yuliarto menegaskan bahwa peningkatan Angka Partisipasi Kasar Perguruan Tinggi (APK PT) menjadi salah satu agenda penting pemerintah sebagaimana arahan Presiden Prabowo Subianto.

Menurutnya, masih banyak lulusan SMA dan sederajat yang memiliki potensi besar, namun terkendala faktor ekonomi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.

"Kami berharap terdapat kolaborasi yang bisa berjalan sinergis dengan arahan Bapak Presiden untuk meningkatkan angka partisipasi mahasiswa Indonesia, serta memajukan pendidikan tinggi Indonesia," ujar Brian.

Ia menilai dukungan pembiayaan pendidikan menjadi salah satu instrumen paling efektif untuk memastikan tidak ada generasi muda yang kehilangan kesempatan mengenyam pendidikan tinggi hanya karena keterbatasan biaya.

Di sisi lain, Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid menegaskan bahwa sektor pendidikan merupakan salah satu prioritas utama pendayagunaan zakat nasional.

Menurutnya, paradigma pengelolaan zakat saat ini terus diarahkan menuju program-program yang bersifat produktif dan berkelanjutan. Karena itu, pendidikan dipandang sebagai investasi jangka panjang yang mampu memutus rantai kemiskinan dan melahirkan generasi unggul.

"Tahun ini, BAZNAS mengarahkan program pendistribusian zakat tidak hanya bersifat bantuan konsumtif, tetapi juga lebih menitikberatkan pada pemberdayaan masyarakat," jelas Sodik.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai program beasiswa, penguatan kapasitas masyarakat, hingga dukungan terhadap riset dan inovasi yang melibatkan perguruan tinggi di Indonesia.

Menariknya, pembahasan kerja sama ini tidak hanya menyasar mahasiswa Indonesia. Kemdiktisaintek dan BAZNAS juga menjajaki peluang pemberian beasiswa magister bagi mahasiswa Palestina untuk melanjutkan studi di Indonesia.

Program ini dipandang sebagai bagian dari kontribusi Indonesia dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia Palestina di tengah berbagai tantangan yang mereka hadapi.

Pimpinan BAZNAS Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, Idy Muzayyad, menjelaskan bahwa program tersebut juga akan memberikan dampak positif bagi perguruan tinggi Indonesia.

"Kami ingin mendorong mahasiswa luar negeri juga untuk berkuliah di Indonesia. Hal ini juga dapat meningkatkan indeks perguruan tinggi di Indonesia. Dengan fokus ke jenjang magister, SDM Palestina juga akan siap untuk membangun kembali," kata Idy.

Kolaborasi Kemdiktisaintek dan BAZNAS menjadi bukti bahwa zakat tidak hanya berperan sebagai instrumen sosial keagamaan, tetapi juga dapat menjadi motor penggerak pembangunan sumber daya manusia yang berkelanjutan.

Jika kerja sama ini terealisasi, ribuan mahasiswa berpotensi memperoleh akses pendidikan yang lebih luas, sementara perguruan tinggi Indonesia akan semakin terbuka sebagai pusat pembelajaran bagi mahasiswa internasional.

Di tengah upaya mewujudkan Indonesia Emas 2045, sinergi antara dunia pendidikan dan pengelolaan zakat nasional diharapkan menjadi langkah konkret dalam mencetak generasi yang cerdas, berdaya saing, dan siap menghadapi tantangan global.

18/06/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa
Prof. Azrai Dorong Petani Binaan BAZNAS Minahasa Naik Kelas Jadi Penangkar Benih Nasional

MINAHASA – Harapan baru bagi kemandirian petani di Kabupaten Minahasa kembali menguat. Rabu (17/6/2026), pakar pemulia jagung nasional dari Universitas Hasanuddin (UNHAS) Makassar, Prof. Dr. Muhammad Azrai, SP., MP, kembali mengunjungi lahan binaan kolaborasi BAZNAS Kabupaten Minahasa bersama mantan Ketua Pengadilan Agama Tondano, Al Gazali Mus, yang kini menjabat sebagai Wakil Ketua Pengadilan Agama Sidrap.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari pendampingan berkelanjutan yang telah dilakukan selama beberapa tahun terakhir kepada Kelompok Tani Paguyuban Matuari Jaton, sebuah kelompok tani yang kini dipersiapkan untuk naik kelas dari petani budidaya jagung konsumsi menjadi penangkar benih jagung sumber (parent seed) grade A.

Dalam arahannya kepada petani, Prof. Azrai menjelaskan bahwa program yang dijalankan saat ini merupakan bagian dari kegiatan Unit Produksi Benih Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin yang bertujuan menghasilkan benih penjenis atau benih sumber berkualitas tinggi.

"Kita ingin kelompok tani ini naik kelas. Kalau sebelumnya petani hanya menjual tongkol atau jagung konsumsi, sekarang kita melatih mereka menghasilkan benih. Nilai ekonominya jauh lebih tinggi. Benih yang lolos seleksi dapat memiliki harga hingga empat kali lipat dibanding harga jagung konsumsi," ujar Prof. Azrai.

Menurutnya, Kelompok Tani Paguyuban Matuari Jaton dipilih secara khusus untuk mendapatkan pendampingan intensif agar mampu menghasilkan benih penjenis berkualitas tinggi yang nantinya dapat didistribusikan kepada perusahaan-perusahaan benih mitra Universitas Hasanuddin.

"Kami tidak langsung memperluas ke kelompok lain. Fokus kami saat ini adalah memastikan kelompok ini benar-benar mampu menghasilkan benih penjenis grade A. Jika berhasil, maka ke depan petani dapat berkembang menjadi produsen benih komersial dan memiliki kontrak produksi dengan mitra-mitra kami," jelasnya.

Prof. Azrai juga menegaskan bahwa tim Universitas Hasanuddin akan terus melakukan pendampingan teknis, pengawasan mutu genetik, serta pengujian berbagai varietas unggul baru di lahan tersebut.

Tidak hanya memberikan arahan teknis, pada kesempatan itu Prof. Azrai juga menyerahkan bantuan alat pemipil jagung kepada kelompok tani. Bantuan tersebut disaksikan langsung oleh jajaran BAZNAS Minahasa dan para petani binaan sebagai bentuk dukungan nyata terhadap peningkatan produktivitas pascapanen.

Dalam kesempatan yang sama, Prof. Azrai memberikan apresiasi terhadap keterlibatan BAZNAS Minahasa yang secara konsisten mendampingi kelompok tani sejak awal program berjalan.

"Kami senang karena ada BAZNAS yang mendampingi kelompok tani. Ini adalah bentuk nyata pemberdayaan umat agar masyarakat mampu memperoleh keuntungan yang lebih baik dan meningkatkan kesejahteraan petani. Dari yang kami lihat, pertumbuhan jagung yang didampingi BAZNAS sangat baik dan memiliki prospek yang menjanjikan untuk produksi benih," ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Minahasa, Sahlan Kokalo, yang turut mendampingi Prof. Azrai selama kunjungan lapangan, menyampaikan apresiasi atas komitmen dan perhatian yang terus diberikan oleh Universitas Hasanuddin kepada petani binaan BAZNAS.

"Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas kunjungan serta pendampingan berkelanjutan yang diberikan Prof. Azrai dan tim Universitas Hasanuddin. Ini bukan sekadar kunjungan, tetapi investasi ilmu pengetahuan yang luar biasa bagi petani kami. Melalui pendampingan ini, petani tidak lagi hanya menjadi produsen jagung konsumsi, tetapi dipersiapkan menjadi penangkar benih yang memiliki nilai ekonomi jauh lebih tinggi," ujar Sahlan.

Menurutnya, program tersebut sejalan dengan misi BAZNAS dalam mengubah pola bantuan konsumtif menjadi pemberdayaan produktif yang berkelanjutan.

"BAZNAS ingin menghadirkan program yang benar-benar mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ketika petani mampu menghasilkan benih berkualitas dan mendapatkan nilai jual yang lebih tinggi, maka mereka tidak hanya bertahan secara ekonomi, tetapi juga berkembang dan menjadi lebih mandiri. Inilah makna pemberdayaan yang sesungguhnya," tambahnya.

Sahlan menegaskan bahwa keberhasilan program tersebut merupakan hasil kolaborasi banyak pihak, mulai dari akademisi, pemerintah, tokoh masyarakat, hingga para petani yang memiliki semangat belajar dan berinovasi.

"Kami percaya kolaborasi adalah kunci. Apa yang dimulai dari lahan sederhana di Minahasa hari ini berpotensi menjadi model pemberdayaan petani berbasis zakat yang dapat direplikasi di daerah lain. Petani kita harus naik kelas, memiliki daya saing, dan menjadi bagian penting dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional," katanya.

Mantan Ketua Pengadilan Agama Tondano yang turut menggagas kolaborasi ini, Al Gazali Mus, mengaku bahagia melihat perkembangan yang dicapai kelompok tani binaan tersebut meskipun kini dirinya telah bertugas di Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan.

"Alhamdulillah, saya merasa sangat senang melihat program ini terus berkembang. Apa yang dulu kita mulai bersama kini menunjukkan hasil yang nyata. Semoga program ini semakin bermanfaat bagi petani dan masyarakat sekitar," ujarnya.

Ia juga menyampaikan dukungan moril kepada para petani agar terus menjaga semangat dan komitmen dalam mengembangkan usaha pertanian mereka.

"Semangat terus untuk para petani. Jangan pernah berhenti belajar dan berusaha. Insyaallah saat panen jagung tetua nanti, saya akan berusaha ikut bergabung kembali untuk melihat hasil perjuangan bersama ini," ungkap Al Gazali.

Kunjungan Prof. Azrai kali ini menjadi penanda penting bahwa Kelompok Tani Paguyuban Matuari Jaton sedang memasuki fase baru dalam pengembangan usaha tani berbasis teknologi dan inovasi.

Dengan dukungan Universitas Hasanuddin, BAZNAS Minahasa, serta para mitra strategis lainnya, kelompok tani tersebut diharapkan tidak hanya menjadi produsen jagung konsumsi, tetapi berkembang menjadi sentra produksi benih unggul yang mampu memasok kebutuhan perusahaan-perusahaan benih nasional.

17/06/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS RI dan Ponpes Al Fath Lepas 18 Dai ke Pulau Buru, Perkuat Pembinaan Mualaf di Wilayah 3T

Sukabumi – Komitmen memperkuat pembinaan umat hingga ke pelosok negeri kembali ditunjukkan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI. Bersama Pondok Pesantren Modern Dzikir Al Fath Sukabumi, BAZNAS RI resmi melepas 18 dai yang akan bertugas di Pulau Buru, Maluku, melalui Program Ustad Garis Depan (UGD) VIII.

Para dai tersebut akan menjalankan misi dakwah, pendidikan, dan pendampingan bagi masyarakat mualaf yang berada di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T), sekaligus menjadi sahabat dan pembimbing bagi masyarakat yang membutuhkan penguatan pemahaman keislaman.

Prosesi pelepasan berlangsung di Pondok Pesantren Modern Al Fath, Sukabumi, Rabu (17/6/2026), dan dihadiri Wakil Ketua BAZNAS RI Dr. H. Zainut Tauhid Sa'adi, M.Si., Pimpinan Ponpes Al Fath Prof. Dr. KH. M. Fajar Laksana, S.E., CQM., MM., Ph.D., Direktur Penerangan Agama Islam Kementerian Agama RI Dr. Muchlis M. Hanafi, Lc., M.A., serta sejumlah tokoh agama dan pejabat daerah.

Dalam sambutannya, Wakil Ketua BAZNAS RI Zainut Tauhid Sa'adi menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS dalam menghadirkan manfaat zakat yang lebih luas, khususnya bagi kelompok mualaf dan fisabilillah yang membutuhkan pendampingan berkelanjutan.

"BAZNAS berperan sebagai jembatan yang menghubungkan para muzaki dengan mustahik. Salah satu kelompok yang menjadi perhatian kami adalah mualaf dan fisabilillah. Karena itu, program kemitraan dakwah ini menjadi bagian penting dalam menghadirkan manfaat zakat bagi masyarakat yang membutuhkan pendampingan keagamaan," ujar Zainut.

Menurutnya, kolaborasi antara BAZNAS RI dan Ponpes Al Fath menjadi contoh sinergi yang produktif dalam memperluas jangkauan dakwah Islam di Indonesia. Ia menggambarkan kerja sama tersebut sebagai "gayung bersambut", di mana pesantren menyiapkan sumber daya dai yang kompeten, sementara BAZNAS memberikan dukungan program dan pendanaan agar misi dakwah dapat berjalan optimal.

Lebih lanjut, Zainut mengingatkan para dai yang akan bertugas agar mengedepankan dakwah bil hikmah, yaitu menyampaikan ajaran Islam dengan penuh kebijaksanaan, keteladanan, dan pendekatan yang menyejukkan.

"Dakwah tidak dilakukan dengan cara menghakimi atau menyalahkan. Tugas dai adalah merangkul, membimbing, dan mendampingi masyarakat dengan penuh kearifan agar mereka semakin memahami dan mencintai ajaran Islam," katanya.

Ia menekankan bahwa keberhasilan dakwah tidak hanya diukur dari banyaknya ceramah yang disampaikan, tetapi juga dari kemampuan seorang dai membangun kedekatan dan kepercayaan masyarakat.

Menurutnya, para mualaf dan masyarakat yang masih minim pemahaman keagamaan membutuhkan sentuhan dakwah yang humanis dan penuh empati.

"Jika menghadapi masyarakat yang belum banyak mengenal ajaran Islam, maka yang harus dikedepankan adalah pendekatan yang humanis dan membangun kedekatan. Dai hadir untuk membimbing, bukan menghakimi," tambahnya.

Program Ustad Garis Depan selama ini menjadi salah satu program unggulan dalam memperkuat dakwah di wilayah-wilayah yang masih membutuhkan pembinaan intensif. Selain memberikan penguatan akidah, para dai juga akan terlibat dalam berbagai kegiatan pendidikan, pembinaan keluarga, pelatihan keagamaan, hingga pemberdayaan masyarakat.

Melalui pengiriman 18 dai ke Pulau Buru, BAZNAS RI dan Ponpes Al Fath berharap kualitas pembinaan mualaf dapat semakin meningkat serta melahirkan komunitas muslim yang lebih mandiri, berdaya, dan memiliki pemahaman keislaman yang kuat.

Di tengah tantangan dakwah di daerah terpencil, program ini menjadi bukti nyata bahwa zakat tidak hanya menghadirkan bantuan materi, tetapi juga menjadi instrumen strategis dalam membangun akidah, memperkuat ukhuwah Islamiyah, serta menghadirkan cahaya pendidikan dan pembinaan hingga ke pelosok Nusantara.

17/06/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa
Bantu Palestina, BAZNAS Jabar Salurkan Kurban dan Sedekah Daging Melalui BAZNAS RI

JAKARTA – Solidaritas masyarakat Indonesia untuk rakyat Palestina terus mengalir tanpa henti. Di tengah situasi kemanusiaan yang masih memprihatinkan akibat konflik berkepanjangan, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Barat menyalurkan amanah kurban dan sedekah daging bagi masyarakat Palestina melalui BAZNAS RI.

Penyerahan bantuan tersebut dilakukan secara simbolis di Jakarta, Senin (8/6/2026), sebagai bentuk kepedulian dan dukungan nyata masyarakat Jawa Barat terhadap saudara-saudara di Palestina yang hingga kini masih menghadapi berbagai keterbatasan akibat krisis kemanusiaan.

Total bantuan yang disalurkan meliputi Program Kurban Palestina senilai Rp147.500.000, Program Sedekah Daging Palestina sebesar Rp82.600.000, serta Program Sedekah Daging Kemasan senilai Rp21.000.000.

Wakil Ketua BAZNAS RI, Dr. H. Zainut Tauhid Sa'adi, M.Si., menyampaikan apresiasi atas tingginya kepedulian masyarakat Jawa Barat yang terus menunjukkan empati dan solidaritas terhadap rakyat Palestina.

Menurutnya, bantuan yang dihimpun melalui BAZNAS Jawa Barat menjadi bukti bahwa nilai kemanusiaan dan ukhuwah Islamiyah masih tumbuh kuat di tengah masyarakat Indonesia.

"Kami sangat mengapresiasi kepedulian masyarakat Jawa Barat yang disalurkan melalui BAZNAS Jabar untuk membantu meringankan beban saudara-saudara kita di Palestina yang sedang berjuang di tengah kondisi konflik," ujar Zainut.

Ia menjelaskan, program kurban dan sedekah daging tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan dan gizi masyarakat Palestina yang saat ini menghadapi berbagai tantangan kehidupan akibat dampak konflik yang berkepanjangan.

Lebih dari sekadar bantuan makanan, kata Zainut, program ini juga menjadi simbol harapan dan kasih sayang dari masyarakat Indonesia kepada rakyat Palestina agar mereka tetap merasakan perhatian dan dukungan dari dunia internasional.

"BAZNAS RI berkomitmen penuh untuk memastikan seluruh amanah kurban dan sedekah daging ini disalurkan secara amanah, transparan, dan tepat sasaran agar keberkahan hari raya dapat dirasakan di Palestina," tegasnya.

Komitmen tersebut menjadi bagian dari upaya BAZNAS RI dalam menjaga kepercayaan para muzaki sekaligus memastikan setiap bantuan yang dihimpun dapat memberikan manfaat optimal bagi penerima manfaat di wilayah terdampak konflik.

Bagi masyarakat Palestina, bantuan pangan memiliki arti yang sangat penting. Di tengah keterbatasan akses terhadap kebutuhan pokok, distribusi daging kurban dan sedekah menjadi sumber nutrisi sekaligus penguat semangat bagi keluarga-keluarga yang sedang menghadapi masa sulit.

Momentum Iduladha juga menjadi pengingat bahwa nilai pengorbanan, kepedulian, dan berbagi tidak mengenal batas wilayah maupun kebangsaan. Semangat tersebut tercermin dari partisipasi masyarakat Jawa Barat yang mempercayakan amanah kemanusiaannya melalui BAZNAS.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Deputi I BAZNAS RI Bidang Pengumpulan H. M. Arifin Purwakananta, S.I.Kom., M.I.Kom., CWC, CFRM., Direktur Penguatan Pengumpulan Nasional H. Fitriansyah Agus Setiawan, S.Sos., M.I.Kom., CFRM., Kepala Divisi Penguatan Pengumpulan BAZNAS Adhi Kelvianto Septa Pradana, S.H., S.Hum., serta jajaran BAZNAS Provinsi Jawa Barat yang dipimpin Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan Dr. H. Ijang Faisal, S.Ag., M.Si.

Melalui kolaborasi dan sinergi yang terus diperkuat, BAZNAS berharap semakin banyak masyarakat yang tergerak untuk menyalurkan zakat, infak, sedekah, maupun kurban sebagai wujud kepedulian terhadap sesama, khususnya bagi saudara-saudara yang tengah menghadapi krisis kemanusiaan.

Bantuan yang diberikan hari ini bukan hanya tentang daging kurban yang sampai ke tangan penerima manfaat, melainkan juga tentang pesan persaudaraan, harapan, dan kepedulian yang menembus batas negara. Dari Indonesia untuk Palestina, semangat kemanusiaan terus hidup dan menguatkan mereka yang sedang berjuang untuk bertahan.

08/06/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS RI dan BI Libatkan Kreator Konten, Zakat Siap Menembus Jutaan Layar Digita

PALEMBANG – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Bank Indonesia (BI) terus memperkuat gerakan literasi zakat dan ekonomi syariah melalui pendekatan yang semakin relevan dengan perkembangan zaman. Salah satunya dengan menggandeng para kreator konten sebagai agen edukasi digital yang mampu menjangkau jutaan masyarakat, khususnya generasi muda.

Komitmen tersebut mengemuka dalam kegiatan Training of Trainer (ToT) Kreator Konten yang menjadi bagian dari rangkaian Festival Syariah (FESYar) Regional Sumatera 2026 di Hotel Santika Palembang, Sumatera Selatan.

Kepala Biro Komunikasi Publik dan Publikasi (BKPU) BAZNAS RI, Ndari Rumi Widyawati, menegaskan keterlibatan kreator konten menjadi langkah strategis dalam memperluas pemahaman masyarakat tentang zakat sebagai instrumen penting pembangunan ekonomi umat.

"Kami mengapresiasi inisiatif Bank Indonesia yang melibatkan para kreator konten dalam penguatan literasi zakat. Di era digital saat ini, konten yang edukatif dan inspiratif memiliki daya jangkau yang sangat luas sehingga mampu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya zakat sebagai kekuatan keuangan sosial Islam," ujar Ndari.

FESYar Sumatera 2026 mengusung tema "Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah Regional Berkelanjutan melalui Sinergi dan Transformasi Digital". Kegiatan ini menghadirkan berbagai program penguatan kapasitas, mulai dari ToT Kreator Konten, ToT Dai dan Daiyah, hingga Sertifikasi Nazhir Wakaf yang diikuti sekitar 150 peserta dari berbagai daerah di Pulau Sumatera.

Dalam sesi ToT Kreator Konten, Kabag Humas sekaligus Pemimpin Redaksi Kantor Digital BAZNAS RI, Yudhiarma MK, bersama Koordinator Komunikasi Lembaga (Corcom) Rayhanul Iman (Roy) membagikan strategi publikasi digital melalui konsep Zakat News Network (ZNN).

Yudhiarma menjelaskan, BAZNAS RI telah membangun ekosistem media konvergensi yang mengintegrasikan media konvensional dan digital untuk memperluas dakwah zakat secara masif.

Menurutnya, transformasi digital yang dilakukan BAZNAS dalam lima tahun terakhir menunjukkan hasil signifikan. Saat ini jaringan Kantor Digital BAZNAS telah mengelola sekitar 420 website dengan total pembaca mencapai lebih dari enam juta orang.

Tak hanya itu, jangkauan kanal digital BAZNAS juga mengalami lonjakan drastis. Reach YouTube meningkat dari sekitar 1,1 juta pada 2021 menjadi 24,6 juta pada 2025, sementara platform X (Twitter) tumbuh dari 309 ribu menjadi 1,8 juta jangkauan pada periode yang sama.

"Media digital telah menjadi sarana dakwah yang sangat efektif. Karena itu, para kreator konten memiliki peran penting dalam menyampaikan pesan-pesan zakat dan ekonomi syariah kepada masyarakat secara kreatif, menarik, dan mudah dipahami," kata Yudhiarma.

Menariknya, peserta juga diajak memahami pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI) seperti Gemini, DeepSeek, dan ChatGPT dalam proses produksi konten digital dan karya jurnalistik.

Menurut Yudhiarma, kehadiran AI mampu membantu kreator konten maupun jurnalis bekerja lebih cepat dan efisien dalam menghasilkan berbagai bentuk konten.

"Saat ini AI sangat membantu dalam pembuatan berita, artikel, maupun konten digital lainnya. Namun teknologi ini tetap harus digunakan secara bijak dan bertanggung jawab," ujarnya.

Ia mengingatkan bahwa penggunaan AI dalam dunia jurnalistik tetap harus berpedoman pada Kode Etik Jurnalistik (KEJ) dan regulasi yang telah ditetapkan Dewan Pers.

"Secanggih apa pun AI, tetap saja ia adalah alat bantu. Akurasi, verifikasi, dan tanggung jawab jurnalistik tetap berada di tangan manusia," tegasnya.

Sebagai bentuk adaptasi terhadap perkembangan teknologi, Dewan Pers telah menerbitkan Peraturan Dewan Pers Nomor 1 Tahun 2025 tentang Pedoman Penggunaan Kecerdasan Buatan dalam Karya Jurnalistik, yang menjadi rujukan bagi perusahaan media dalam memanfaatkan AI secara profesional dan bertanggung jawab.

Sementara itu, ToT Kreator Konten mengusung tema "From Scroll to Impact: Mengubah Konten Digital Menjadi Gerakan Ekonomi Syariah". Tema tersebut merefleksikan semangat untuk mengubah aktivitas digital sehari-hari menjadi gerakan edukasi yang berdampak nyata bagi penguatan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia.

Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh pembekalan mengenai ekonomi syariah, pengelolaan zakat dan wakaf, keuangan komersial syariah, hingga teknik produksi konten digital yang kreatif dan efektif.

Di waktu yang sama, Bank Indonesia juga menyelenggarakan ToT Dai dan Daiyah guna memperkuat kapasitas para pendakwah dalam menyampaikan materi ekonomi syariah secara komprehensif kepada masyarakat. Selain itu, Sertifikasi Nazhir Wakaf digelar untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme pengelola wakaf dalam mengoptimalkan pemanfaatan aset wakaf secara produktif dan berkelanjutan.

Dengan melibatkan regulator, akademisi, praktisi, lembaga zakat dan wakaf, serta kreator konten nasional, FESYar Sumatera 2026 diharapkan menjadi katalisator lahirnya generasi penggerak ekonomi syariah yang mampu memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana dakwah, edukasi, dan pemberdayaan umat.

07/06/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa

Berita Terbaru

BAZNAS Buka Beasiswa Cendekia AIU 2026, Kesempatan Emas Mustahik Kuliah ke Luar Negeri!
BAZNAS Buka Beasiswa Cendekia AIU 2026, Kesempatan Emas Mustahik Kuliah ke Luar Negeri!
Jakarta – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI resmi membuka Program Beasiswa Cendekia BAZNAS (BCB) Al-Bukhari International University (AIU) Batch 6 Tahun 2026. Program ini menjadi peluang besar bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera (mustahik) untuk melanjutkan pendidikan tinggi di kampus internasional. Peluncuran beasiswa ini dihadiri jajaran pimpinan BAZNAS RI, perwakilan AIU, hingga unsur diplomatik Indonesia–Malaysia. Program ini menjadi bagian dari strategi BAZNAS dalam mendorong transformasi sosial melalui pendidikan global. Mewakili Ketua BAZNAS RI, Pimpinan BAZNAS RI Idy Muzayyad menegaskan bahwa kerja sama ini bukan sekadar program pendidikan biasa. “Ini bukan hanya beasiswa, tetapi juga bentuk persahabatan antara Indonesia dan Malaysia. Kami berharap program ini melahirkan generasi unggul yang membawa keberkahan,” ujar Idy dalam peluncuran yang disiarkan di BAZNAS TV, Rabu (15/4/2026). Idy juga mengingatkan para penerima beasiswa untuk memanfaatkan kesempatan ini dengan maksimal. “Kalian adalah duta bangsa. Jaga sikap, patuhi aturan, dan gunakan kesempatan ini untuk mengubah masa depan,” tegasnya. Sementara itu, Deputi II BAZNAS RI Imdadun Rahmat menyebut program ini sebagai langkah konkret dalam pengentasan kemiskinan melalui akses pendidikan tinggi. “Program ini sejalan dengan visi BAZNAS untuk meningkatkan kesejahteraan umat dan mengurangi kesenjangan sosial,” jelasnya. Ia mengungkapkan, hingga kini program Beasiswa Cendekia BAZNAS AIU telah menjangkau 153 mahasiswa dari 22 provinsi. Sebanyak 132 alumni bahkan telah sukses berkarier di luar negeri, seperti Malaysia, Thailand, Australia, hingga Taiwan. “Mayoritas alumni kini sudah memiliki penghasilan di atas nisab zakat. Ini bukti nyata zakat bisa mengubah kehidupan,” tambahnya. Di sisi teknis, Kepala Divisi Pendidikan dan Dakwah BAZNAS RI Farid Septian memastikan proses seleksi dilakukan secara transparan dan terbuka. Sosialisasi juga akan diperluas agar lebih banyak masyarakat dapat mengakses program ini. Program ini sekaligus menjadi kontribusi BAZNAS dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia, terutama bagi masyarakat kurang mampu. Dengan dibukanya Beasiswa Cendekia BAZNAS AIU 2026, peluang kuliah ke luar negeri kini semakin terbuka lebar bagi generasi muda Indonesia dari keluarga prasejahtera.
BERITA16/04/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Terima Keppres! Kepengurusan Baru 2026–2031 Siap Gaspol Perkuat Zakat Nasional
BAZNAS Terima Keppres! Kepengurusan Baru 2026–2031 Siap Gaspol Perkuat Zakat Nasional
Jakarta – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI resmi menerima Surat Keputusan Presiden (Keppres) tentang pengangkatan pimpinan untuk periode 2026–2031. Momen ini menjadi titik awal penguatan peran strategis zakat dalam pembangunan nasional. Keppres tersebut diserahkan langsung oleh Dirjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri sekaligus Ex Officio BAZNAS RI A. Fatoni kepada Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid bersama jajaran pimpinan baru di Gedung Kementerian Agama Republik Indonesia, Jakarta, Rabu (15/4/2026). Dalam susunan kepengurusan terbaru, sejumlah nama mengisi posisi strategis, di antaranya Rizaludin Kurniawan, Saidah Sakwan, Ending Syarifuddin, Idy Muzayyad, Mokhamad Mahdum, serta Neyla Saida Anwar. Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid menilai komposisi kepengurusan kali ini merupakan kombinasi solid dari berbagai latar belakang keahlian. “Kami bersyukur memiliki tim yang kuat, dengan kompetensi dari sisi pemerintahan, keuangan hingga digitalisasi. Ini menjadi modal penting untuk meningkatkan kinerja BAZNAS ke depan,” ujar Sodik. Ia menegaskan, kepengurusan baru akan fokus memperkuat peran zakat sebagai instrumen pembangunan ekonomi umat sekaligus mendorong keadilan sosial. “Zakat harus menjadi kekuatan nyata dalam mengurangi kesenjangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya. Tak hanya itu, BAZNAS juga akan menggenjot kolaborasi lintas sektor, baik dengan kementerian, lembaga, hingga swasta untuk mengoptimalkan penghimpunan dan pendayagunaan zakat. “Kami membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya. Dukungan semua pihak sangat dibutuhkan agar zakat benar-benar berdampak,” tambahnya. Sementara itu, A. Fatoni memberikan apresiasi atas kontribusi BAZNAS dalam membantu pemerintah mengatasi persoalan sosial di berbagai daerah. “BAZNAS telah menunjukkan peran nyata. Ke depan, kami berharap lahir terobosan strategis agar program pemberdayaan semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” kata Fatoni. Dengan kepengurusan baru ini, BAZNAS diharapkan semakin agresif, adaptif, dan berdampak dalam mengelola zakat sebagai solusi pembangunan dan kesejahteraan umat di Indonesia
BERITA16/04/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Kolaborasi dengan YouTubers, Pengadilan Agama Tondano Raih Juara 2 di PTA Cup
Kolaborasi dengan YouTubers, Pengadilan Agama Tondano Raih Juara 2 di PTA Cup
Minahasa 15//04/2026 – Pengadilan Agama Tondano menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih Juara 2 Lomba Pembuatan Video dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-42 PTA Manado (PTA Cup). Prestasi ini diraih melalui karya video bertajuk “Di Atas Amanah” yang mengangkat nilai integritas dan tanggung jawab aparatur peradilan. Video tersebut merupakan hasil kolaborasi antara tim kreatif Pengadilan Agama Tondano dengan para YouTubers muda. Karya ini dinilai mampu menyampaikan pesan moral tentang pentingnya menjaga amanah dalam menjalankan tugas, sekaligus dikemas secara visual menarik dan relevan dengan generasi masa kini. Sebagai satuan kerja di bawah pembinaan PTA Manado, capaian ini menjadi bagian dari komitmen Pengadilan Agama Tondano dalam mendukung reformasi birokrasi serta pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK). Upaya ini terus dilakukan untuk menghadirkan pelayanan hukum yang profesional, transparan, dan berorientasi pada kepercayaan publik. Ketua Pengadilan Agama Tondano Al Gazali Mus, S.H.I, MH mengatakan, penghargaan ini bukan sekadar prestasi, tetapi juga pengingat akan tanggung jawab besar yang melekat dalam setiap tugas. “Setiap pekerjaan adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan, tidak hanya kepada masyarakat, tetapi juga kepada Allah SWT. Melalui karya ini, kami ingin menegaskan bahwa integritas adalah fondasi utama dalam menegakkan keadilan,” ujarnya. Ia juga mengapresiasi keterlibatan para konten kreator muda yang dinilai mampu menghadirkan perspektif baru dalam menyampaikan pesan kelembagaan secara lebih kreatif dan inspiratif. Sebagai bentuk apresiasi, Pengadilan Agama Tondano menyerahkan total hadiah sebesar Rp1.800.000 kepada tim konten kreator. Penyerahan dilakukan oleh salah satu hakim dan disaksikan langsung oleh Ketua serta Wakil Ketua Pengadilan Agama Tondano Husnul Ma'arif, S.H.I, M.H. Perwakilan YouTubers yang terlibat dalam produksi video tersebut menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan. “Kami bersyukur bisa terlibat dalam proyek ini. Ini bukan hanya tentang berkarya, tetapi juga belajar memahami nilai amanah dan tanggung jawab. Terima kasih kepada seluruh jajaran Pengadilan Agama Tondano yang telah mendukung proses produksi,” ungkap Jihan Nabillah Sebagai Video Editingnya. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa sinergi antara lembaga dan generasi muda mampu menghasilkan karya yang tidak hanya kreatif, tetapi juga sarat nilai edukasi dan inspirasi bagi masyarakat. Nilai amanah yang diangkat dalam karya ini juga sejalan dengan semangat BAZNAS dalam menjaga kepercayaan umat melalui pengelolaan zakat yang transparan, profesional, dan berdampak bagi kesejahteraan masyarakat. Kolaborasi seperti ini diharapkan dapat terus mendorong lahirnya generasi muda yang kreatif, berintegritas, serta berkontribusi positif dalam pembangunan sosial.
BERITA15/04/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Gerak Cepat! 800 Porsi Makanan Disalurkan untuk Penyintas Gempa Flores Timur
BAZNAS Gerak Cepat! 800 Porsi Makanan Disalurkan untuk Penyintas Gempa Flores Timur
Flores Timur – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bergerak cepat merespons bencana gempa bumi yang mengguncang Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Sebanyak 800 porsi makanan siap saji langsung didistribusikan kepada para penyintas di masa tanggap darurat. Melalui tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB), dapur umum didirikan di titik pengungsian terdampak, tepatnya di Desa Terong dan Desa Hamahala, Kecamatan Adonara Timur. Dari dapur umum ini, bantuan makanan terus diproduksi dan disalurkan setiap hari kepada warga terdampak. Sekretaris Utama BAZNAS RI Subhan Cholid menegaskan, pemenuhan kebutuhan pangan menjadi prioritas utama dalam kondisi darurat seperti saat ini. “Tim BTB terjun langsung ke lokasi untuk memastikan para penyintas aman dan mendapatkan makanan yang layak,” ujar Subhan dalam keterangannya, Selasa (14/4/2026). Tak hanya menyalurkan bantuan makanan, BAZNAS juga melakukan asesmen lapangan untuk memetakan kebutuhan mendesak lainnya. Langkah ini dilakukan agar bantuan yang diberikan tepat sasaran dan benar-benar dibutuhkan oleh para penyintas. Selain itu, tim BTB turut membantu proses evakuasi serta pembersihan puing-puing bangunan yang roboh akibat gempa yang terjadi pada Kamis (9/4/2026). Data sementara mencatat, gempa tersebut menyebabkan 3 fasilitas umum dan 224 rumah warga mengalami kerusakan, mulai dari ringan hingga berat. Sejumlah desa terdampak antara lain Desa Terong, Lamahala Jaya, Motonwutun, Dawataah, dan Karing Lamalouk. Akibat bencana ini, sekitar 1.100 warga terpaksa mengungsi. Sebagian memilih tinggal bersama keluarga yang aman, sementara lainnya bertahan di posko pengungsian. “Semoga bantuan ini bisa meringankan beban para penyintas dan mempercepat proses pemulihan. Kami juga mengajak masyarakat untuk turut mendoakan agar mereka diberi kekuatan,” tambah Subhan. Dalam penanganan bencana ini, BAZNAS juga terus berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Flores Timur serta para relawan di lapangan guna memastikan seluruh penyintas mendapatkan bantuan yang optimal. Respons cepat BAZNAS ini menjadi bukti nyata bahwa zakat tidak hanya berdampak sosial, tetapi juga hadir sebagai solusi tanggap darurat saat bencana melanda.
BERITA15/04/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Kemenhaj Dukung Tata Kelola Dam oleh BAZNAS, Jemaah Haji Bisa Bayar di Tanah Air
Kemenhaj Dukung Tata Kelola Dam oleh BAZNAS, Jemaah Haji Bisa Bayar di Tanah Air
Jakarta – Dukungan terhadap penguatan tata kelola dam haji di dalam negeri kian menguat. Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menyatakan dukungannya kepada Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI dalam memfasilitasi pembayaran dan penyaluran dam bagi jemaah haji Indonesia langsung dari Tanah Air. Kebijakan ini dinilai bukan hanya mempermudah jemaah, tetapi juga berpotensi besar menggerakkan roda ekonomi umat di berbagai daerah. Dukungan tersebut mencuat dalam audiensi antara BAZNAS RI dan Kemenhaj di Gedung Kemenhaj, Jakarta, Kamis (9/4/2026). Pertemuan ini dihadiri Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid, Wakil Menteri Haji dan Umrah RI Dahnil Anzar Simanjuntak, Wakil Ketua BAZNAS RI Zainut Tauhid Sa’adi, serta Pimpinan BAZNAS RI Neyla Saida Anwar. Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid menegaskan, pengelolaan dam oleh BAZNAS bukan hal baru. Selama ini, BAZNAS telah memiliki sistem dan standar operasional yang tertib, mulai dari pembayaran hingga distribusi. “Tata kelola dam oleh BAZNAS sudah berjalan dengan prosedur yang jelas. Kami pastikan seluruh proses transparan, mulai dari konfirmasi pembayaran, bukti pemotongan hewan, hingga laporan penyaluran yang bisa diakses jemaah,” ujarnya. Tak hanya itu, BAZNAS juga menerbitkan sertifikat bagi para mudhohi sebagai bentuk akuntabilitas. Lebih jauh, Sodik menekankan bahwa pelaksanaan dam memiliki dimensi sosial ekonomi yang kuat. Hewan dam disuplai dari peternak lokal dan UMKM binaan BAZNAS di berbagai daerah. “Ini bukan sekadar ibadah, tapi juga memberdayakan ekonomi masyarakat. Dampaknya bisa dirasakan hingga pelosok negeri,” jelasnya. Di sisi lain, Kemenhaj memberikan fleksibilitas bagi jemaah untuk menunaikan dam, baik di Tanah Suci maupun di Indonesia. Kebijakan ini membuka ruang kolaborasi yang luas. Selain BAZNAS, lembaga lain seperti LAZ dan KBIH juga diberi kesempatan untuk berkontribusi dalam layanan dam, sehingga pengelolaannya berjalan secara inklusif. Langkah ini dinilai sebagai pendekatan kolaboratif dalam pengelolaan ibadah sosial keagamaan yang semakin modern dan adaptif. Sodik pun mengajak jemaah haji Indonesia untuk mempercayakan pembayaran dam kepada lembaga resmi negara. “Jika ibadah haji dikelola oleh pemerintah, maka pengelolaan dam juga sebaiknya melalui lembaga resmi pemerintah, yakni BAZNAS,” tegasnya. Ia juga membuka peluang kerja sama ke depan yang lebih luas, tidak hanya pada dam, tetapi juga pada pengelolaan zakat, infak, dan sedekah dari para jemaah haji, tentu dengan tetap berpegang pada prinsip syariat dan asas kemanfaatan. Kolaborasi antara Kemenhaj dan BAZNAS ini menjadi sinyal kuat bahwa pengelolaan ibadah tidak lagi sekadar ritual, tetapi juga diarahkan pada dampak nyata bagi masyarakat. Dengan tata kelola yang transparan dan berbasis pemberdayaan, dam haji berpotensi menjadi instrumen strategis dalam meningkatkan kesejahteraan umat—dari jemaah hingga peternak di daerah.
BERITA14/04/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Minahasa Sampaikan Ucapan Selamat Ulang Tahun ke-42 kepada Rektor IAIN Manado
BAZNAS Minahasa Sampaikan Ucapan Selamat Ulang Tahun ke-42 kepada Rektor IAIN Manado
Minahasa — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Minahasa menyampaikan ucapan selamat ulang tahun ke-42 kepada Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado, Prof. Dr. Ahmad Rajafi, M.H.I, yang diperingati pada 14 April 2026. Ucapan ini merupakan bentuk penghormatan serta apresiasi atas dedikasi dan pengabdian beliau dalam memimpin institusi pendidikan tinggi keagamaan, khususnya dalam upaya pengembangan sumber daya manusia yang berilmu, berakhlak, dan memiliki kepedulian sosial. Dalam kesempatan tersebut, BAZNAS Minahasa turut menyampaikan doa agar senantiasa diberikan kesehatan, umur yang penuh keberkahan, serta kekuatan dalam menjalankan amanah kepemimpinan. “Barakallahu fii umrik. Semoga setiap pertambahan usia membawa keberkahan dan memperkuat pengabdian dalam memajukan pendidikan serta memberikan manfaat yang luas bagi umat.” Sebagai lembaga yang memiliki tugas dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah, BAZNAS Minahasa memandang bahwa peran dunia pendidikan memiliki keterkaitan erat dalam membangun kesadaran sosial serta menumbuhkan nilai-nilai kepedulian di tengah masyarakat. Oleh karena itu, sinergi antara lembaga zakat dan institusi pendidikan menjadi bagian penting dalam mendukung upaya pemberdayaan umat, peningkatan kesejahteraan, serta pembangunan sosial yang berkelanjutan. Momentum ini diharapkan dapat semakin memperkuat semangat kolaborasi dalam menghadirkan manfaat yang lebih luas, serta mendorong lahirnya generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian dan tanggung jawab sosial.
BERITA14/04/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Dibina BAZNAS, Usaha Pastry di Jaktim Melejit! Omzet Tembus Rp16 Juta per Bulan
Dibina BAZNAS, Usaha Pastry di Jaktim Melejit! Omzet Tembus Rp16 Juta per Bulan
Jakarta – Kisah inspiratif datang dari Jakarta Timur. Neneng, pelaku UMKM binaan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI, sukses mengembangkan usaha pastry miliknya hingga meraih omzet belasan juta rupiah per bulan. Lewat brand “Dapoer Keitha Aneka Pastry”, usaha rumahan yang berlokasi di kawasan Utan Kayu, Matraman ini kini semakin dikenal dan diminati masyarakat. Berkat bantuan permodalan dan pendampingan melalui program BAZNAS Microfinance Desa (BMD), bisnis Neneng terus berkembang pesat. Sekretaris Utama BAZNAS RI Subhan Cholid menegaskan, program BMD memang dirancang untuk membantu pelaku usaha mikro agar bisa naik kelas. “Melalui BMD, kami ingin memastikan pelaku usaha kecil seperti Neneng mendapatkan akses permodalan sekaligus pendampingan yang tepat,” ujar Subhan, Selasa (14/4/2026). Produk yang ditawarkan Dapoer Keitha pun beragam dan menggugah selera. Mulai dari croissant, smoked beef, cromboloni, hingga double cheese menjadi menu favorit pelanggan. Selain itu, terdapat belasan varian lain yang diproduksi langsung dari dapur rumah Neneng dengan standar kebersihan yang terjaga. Kesuksesan ini bukan datang tiba-tiba. Neneng memulai usahanya dari keterampilan memasak yang ia miliki, dengan tujuan sederhana: membantu perekonomian keluarga. Namun, dengan ketekunan dan dukungan BAZNAS, usahanya kini mampu mencatat omzet sekitar Rp16 juta per bulan. Subhan menilai, capaian tersebut menjadi bukti nyata bahwa pengelolaan zakat produktif mampu memberikan dampak signifikan. “Ini contoh konkret bagaimana zakat tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga produktif dan mampu meningkatkan kesejahteraan mustahik,” jelasnya. Neneng pun mengaku sangat terbantu dengan program BAZNAS, terutama dalam hal pengelolaan usaha. “Saya sangat bersyukur, tidak hanya dibantu modal tapi juga diajarkan cara mengelola usaha dengan lebih baik,” ungkapnya. Kisah Neneng menjadi bukti bahwa dengan dukungan yang tepat, usaha kecil bisa tumbuh besar—bahkan menembus pasar dan menghasilkan omzet yang menjanjikan. Zakat pun terbukti mampu menjadi motor penggerak ekonomi umat.
BERITA14/04/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Pulihkan Sumatra! BAZNAS RI Gandeng Komunitas Padel Gelar Charity Tournament, Olahraga Jadi Aksi Nyata Kemanusiaan
Pulihkan Sumatra! BAZNAS RI Gandeng Komunitas Padel Gelar Charity Tournament, Olahraga Jadi Aksi Nyata Kemanusiaan
Jakarta – Aksi kolaboratif yang memadukan semangat olahraga dan kepedulian sosial ditunjukkan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI. Bersama komunitas padel, BAZNAS menggelar Charity Padel Tournament bertajuk “Pulihkan Negeri Dengan Aksi”, sebagai upaya nyata membantu pemulihan wilayah terdampak bencana di Sumatra dan Aceh. Turnamen yang berlangsung di Smash Padel Jakarta, Sabtu (11/4/2026), ini menjadi magnet bagi berbagai komunitas padel. Kolaborasi ini melibatkan All in One Indonesia, Asosiasi Padel, serta komunitas Smash Padel, menciptakan energi positif yang tidak hanya kompetitif, tetapi juga penuh makna kemanusiaan. Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Ketua BAZNAS RI Zainut Tauhid Sa’adi dan Pimpinan BAZNAS RI Neyla Saida Anwar, yang memberikan dukungan langsung terhadap gerakan ini. Dalam sambutannya, Zainut menegaskan bahwa padel bukan sekadar olahraga, tetapi sarat nilai kebersamaan. “Padel mengajarkan kerja sama tim, komunikasi, dan kegembiraan. Nilai-nilai ini yang kita bawa dalam aksi sosial hari ini. Setiap langkah di lapangan adalah langkah nyata membantu saudara kita,” ujarnya. Ia menekankan, seluruh dana yang terkumpul dari turnamen ini akan disalurkan melalui BAZNAS untuk program kemanusiaan, khususnya bagi korban banjir dan longsor di Sumatra dan Aceh. “Di papan skor mungkin ada yang kalah, tapi dalam kemanusiaan kita semua pemenang,” tegasnya. Turnamen ini menyediakan hadiah Rp5 juta untuk juara pertama dan Rp2,5 juta untuk juara kedua. Namun yang menarik, seluruh hadiah tersebut didonasikan kembali melalui BAZNAS untuk mendukung program sosial. Langkah ini menjadikan kompetisi bukan sekadar ajang adu kemampuan, tetapi juga sarana berbagi yang berdampak langsung. Zainut berharap kegiatan ini bisa menjadi pemicu gerakan serupa di berbagai daerah. “Kami ingin ini menjadi virus kebaikan. Tidak hanya padel, tapi berbagai aktivitas masyarakat bisa menjadi medium berbagi,” katanya. Sementara itu, Neyla Saida Anwar menegaskan komitmen BAZNAS untuk memastikan bantuan tersalurkan secara tepat dan berkelanjutan. “Kami ingin energi olahraga ini bertransformasi menjadi energi sosial. Tidak berhenti di sini, tapi benar-benar berdampak bagi recovery Sumatra,” ungkapnya. Antusiasme juga datang dari peserta. Salah satunya Joe Arifianto dari komunitas EJ-Sporteam yang mengaku yakin berpartisipasi karena reputasi BAZNAS. “BAZNAS itu terpercaya dan tepat sasaran. Jadi kami tidak ragu untuk ikut dan berkontribusi,” katanya. Tak hanya pertandingan, acara ini juga diramaikan oleh kehadiran UMKM binaan BAZNAS yang menampilkan berbagai produk unggulan. Selain itu, tersedia Gerai Zakat yang memudahkan pengunjung menunaikan zakat, infak, dan sedekah secara langsung di lokasi.
BERITA12/04/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Transparan dan Akuntabel, UPZ Masjid Imam Bonjol Lotta Salurkan 528,5 Kg Zakat Fitrah
Transparan dan Akuntabel, UPZ Masjid Imam Bonjol Lotta Salurkan 528,5 Kg Zakat Fitrah
Minahasa – Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Masjid Imam Bonjol Desa Lotta kembali menunjukkan komitmennya dalam pengelolaan zakat yang transparan dan akuntabel pada Ramadan 1447 H/2026. Sebanyak 179 muzakki tercatat menunaikan zakat fitrah, dengan total penerima manfaat (mustahik) mencapai 65 jiwa. Dari penghimpunan tersebut, total zakat fitrah yang berhasil dikumpulkan mencapai 528,5 kilogram beras. Jumlah tersebut berasal dari zakat beras sebesar 242,5 kg serta zakat dalam bentuk uang senilai Rp3.670.000 yang telah dikonversikan menjadi 286 kg beras. Ketua UPZ Masjid Imam Bonjol, Fadl K. Afilien, menyampaikan bahwa seluruh proses pengumpulan hingga penyaluran zakat dilakukan secara amanah dan sesuai syariat. “Alhamdulillah, pengelolaan zakat tahun ini berjalan dengan baik dan lancar. Ini adalah bukti kesadaran masyarakat yang tinggi dalam menunaikan zakat serta kepercayaan kepada UPZ,” ujarnya. Selain zakat fitrah, UPZ juga menghimpun infak dan sedekah sebesar Rp340.000, dengan penggunaan operasional Rp240.000 dan sisa Rp100.000 yang akan dikelola untuk kebutuhan kemaslahatan selanjutnya. Sementara itu, Wakil Ketua IV BAZNAS Minahasa menegaskan bahwa pengelolaan zakat di tingkat UPZ harus terus didorong agar semakin profesional dan berdampak luas. “Ini adalah contoh baik pengelolaan zakat di tingkat masjid. Transparansi seperti ini penting untuk membangun kepercayaan publik dan memastikan zakat benar-benar memberi manfaat bagi mustahik,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa BAZNAS terus mendorong seluruh UPZ untuk menerapkan prinsip pengelolaan zakat berbasis 3A, yaitu aman syar’i, aman regulasi, dan aman bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia. Ke depan, diharapkan pengelolaan zakat di tingkat desa semakin optimal, sehingga zakat tidak hanya menjadi kewajiban ibadah, tetapi juga instrumen strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
BERITA09/04/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Dari Gerobak ke Omzet Rp500 Ribu/Hari, ZChicken BAZNAS Bikin Mustahik Naik Kelas di Jambi
Dari Gerobak ke Omzet Rp500 Ribu/Hari, ZChicken BAZNAS Bikin Mustahik Naik Kelas di Jambi
Jambi – Program pemberdayaan ekonomi kembali membuahkan hasil. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI melalui program ZChicken sukses mengangkat usaha kuliner milik mustahik di Kota Jambi hingga meraih omzet ratusan ribu rupiah per hari. Adalah Jubaidah, penerima manfaat program ZChicken, yang kini mampu menghasilkan sekitar Rp500 ribu per hari dari usaha ayam krispi yang ia jalankan. Tak hanya itu, berkat pendampingan berkelanjutan dari BAZNAS, usahanya kini berkembang pesat. Jubaidah tak lagi hanya menjual ayam krispi, tetapi juga menambah menu seperti bakso, bubur ayam, hingga aneka minuman untuk menarik lebih banyak pelanggan. Sekretaris Utama BAZNAS RI, Subhan Cholid, mengapresiasi capaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan Jubaidah menjadi bukti nyata bahwa zakat yang dikelola secara produktif mampu mengubah kehidupan mustahik. “Ini adalah buah dari kerja keras mustahik, dukungan muzaki, dan pembinaan yang berkelanjutan. Kami sangat bangga,” ujar Subhan dalam keterangannya, Selasa (7/4/2026). Ia menegaskan, program seperti ZChicken bukan sekadar bantuan jangka pendek, tetapi dirancang untuk mendorong kemandirian ekonomi mustahik agar bisa naik kelas, bahkan berpotensi menjadi muzaki di masa depan. “Zakat harus berdampak. Tidak hanya membantu, tetapi memberdayakan hingga mustahik bisa mandiri secara ekonomi,” tegasnya. BAZNAS pun berkomitmen untuk terus memperluas program pemberdayaan UMKM, termasuk ZChicken, agar semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaat dari dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Di sisi lain, Jubaidah mengaku bersyukur atas dukungan yang ia terima. Baginya, omzet Rp500 ribu per hari bukan sekadar angka, melainkan harapan baru bagi keluarganya. “Walaupun masih suasana Lebaran, pembeli tetap ramai. Alhamdulillah, usaha ini bisa terus berjalan dan berkembang,” ungkapnya. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada BAZNAS dan para muzaki yang telah membantu mengembangkan usahanya hingga seperti sekarang. “Bantuan ini sangat berarti. Saya berharap semakin banyak pelaku usaha kecil yang bisa merasakan manfaat seperti saya,” ujarnya. Kisah Jubaidah menjadi bukti bahwa dengan sentuhan program yang tepat, zakat mampu menjadi mesin penggerak ekonomi umat—mengubah usaha kecil menjadi sumber penghidupan yang berkelanjutan.
BERITA09/04/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Dari Mustahik ke CEO: Alumni Beasiswa BAZNAS Ini Sukses Bangun Bisnis Interior
Dari Mustahik ke CEO: Alumni Beasiswa BAZNAS Ini Sukses Bangun Bisnis Interior
Jakarta – Kabar membanggakan datang dari program pendidikan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS). Salah satu alumninya, Dio Khoirul Azhar, sukses menembus dunia bisnis dan kini menjabat sebagai CEO perusahaan interior yang ia rintis sendiri. Dio merupakan penerima Beasiswa Cendekia BAZNAS (BCB) saat menempuh pendidikan di Universitas Brawijaya. Berkat dukungan beasiswa tersebut, ia tak hanya berhasil menyelesaikan studi tepat waktu, tetapi juga mengasah kemampuan hingga akhirnya terjun ke dunia usaha. Kini, Dio dikenal sebagai founder sekaligus CEO Interiola Project, sebuah studio desain interior yang berdiri sejak 2021. Perusahaan ini melayani kebutuhan desain dan pembangunan interior rumah, kantor, hingga apartemen, dengan konsep yang mengutamakan kenyamanan dan fungsi ruang. Sekretaris Utama BAZNAS RI, Subhan Cholid, menyampaikan apresiasinya atas capaian tersebut. Ia menilai keberhasilan Dio menjadi bukti nyata bahwa zakat yang dikelola secara profesional mampu mengubah masa depan penerimanya. “Kami sangat bangga. Ini bukti bahwa zakat tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga produktif dan berdampak jangka panjang,” ujar Subhan dalam keterangan tertulis, Rabu (8/4/2026). Menurutnya, program BCB tidak sekadar memberikan bantuan biaya pendidikan. Lebih dari itu, para penerima manfaat juga dibekali pelatihan pengembangan diri dan keterampilan yang berkelanjutan. “Tujuan kami jelas, bagaimana mustahik bisa bangkit, mandiri, bahkan bertransformasi menjadi muzaki. Dan kisah Dio adalah salah satu bukti nyatanya,” tegasnya. BAZNAS pun berkomitmen memperluas jangkauan program ini agar semakin banyak generasi muda Indonesia mendapatkan akses pendidikan yang layak sekaligus peluang untuk berkembang. Sementara itu, Dio mengaku perjalanan yang ia lalui tidak lepas dari peran besar BAZNAS dalam hidupnya. Ia menyebut beasiswa tersebut menjadi titik balik yang membuka jalan menuju kesuksesan. “Alhamdulillah, saya bisa menyelesaikan studi tanpa beban finansial. Lebih dari itu, pembinaan yang diberikan benar-benar membentuk mindset dan kesiapan saya dalam membangun usaha,” ungkapnya. Kini, melalui Interiola Project, Dio tak hanya membangun bisnis, tetapi juga membuka peluang kerja dan memberi dampak bagi lingkungan sekitarnya. Kisah Dio menjadi bukti bahwa pendidikan, jika didukung dengan sistem yang tepat, mampu melahirkan generasi unggul. Dari penerima zakat, kini ia berdiri sebagai pemberi manfaat. Sebuah transformasi yang tak sekadar inspiratif, tetapi juga nyata.
BERITA09/04/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Keren! 9 Santri Sekolah Cendekia BAZNAS Lolos PTN Lewat SNBP 2026, Tembus UI hingga IPB
Keren! 9 Santri Sekolah Cendekia BAZNAS Lolos PTN Lewat SNBP 2026, Tembus UI hingga IPB
Jakarta – Kabar membanggakan datang dari dunia pendidikan berbasis zakat. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI kembali menorehkan prestasi melalui Sekolah Cendekia BAZNAS (SCB). Sebanyak sembilan santri SCB berhasil lolos ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN) melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026. Mereka diterima di sejumlah kampus ternama seperti IPB University, Universitas Indonesia, Universitas Cendrawasih, hingga Universitas Pendidikan Indonesia. Sekretaris Utama BAZNAS RI, Subhan Cholid, mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya atas capaian tersebut. “Alhamdulillah, ini menjadi awal yang baik bagi angkatan keempat. Kami berharap di jalur seleksi lainnya akan semakin banyak santri SCB yang menyusul lolos ke PTN,” ujarnya, Selasa (7/4/2026). Menurut Subhan, keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa zakat tidak hanya membantu secara sosial, tetapi juga mampu membuka akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dhuafa. “Inilah yang kami perjuangkan, bagaimana zakat bisa menjadi jalan bagi mereka untuk bersaing di tingkat nasional,” tegasnya. Ia menambahkan, SCB dirancang sebagai “kawah candradimuka” untuk mencetak generasi unggul—tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga berakhlak dan berjiwa kepemimpinan. Capaian ini juga melanjutkan tren positif tahun sebelumnya. Pada 2025, sekitar 80 persen santri SCB berhasil lolos ke PTN melalui berbagai jalur seleksi. Adapun sembilan santri yang lolos SNBP 2026 yakni: Hersyathia Safara Zahra (Biologi – IPB University) Cahaya Dewi Bahriati (Teknik dan Manajemen Lingkungan – IPB University) Keyla Bilqis Ashilah (Ilmu Keluarga dan Konsumen – IPB University) Novita Sari (Teknologi Produksi Pengembangan Masyarakat – IPB University) Zaskia Faras (Administrasi Perkantoran – Universitas Indonesia) Nur Azijah (Manajemen – Universitas Cendrawasih) Firda Sari (Akuntansi – Universitas Cendrawasih) Muhammad Fachri Yurisman (Fisika – IPB University) Ghazi Ahmad Rifai (Ilmu Ekonomi dan Keuangan Islam – Universitas Pendidikan Indonesia) Sebagai informasi, Sekolah Cendekia BAZNAS merupakan lembaga pendidikan berbasis beasiswa yang mengintegrasikan pendidikan akademik, adab islami, kewirausahaan, hingga kepemimpinan bagi anak yatim dan dhuafa. Tak hanya itu, SCB juga memiliki program tahfidz serta pendidikan jenjang SMP hingga SMA yang dirancang untuk mencetak generasi mandiri dan berdaya. Prestasi ini menjadi bukti bahwa zakat, jika dikelola dengan tepat, mampu menjadi jembatan emas bagi masa depan anak bangsa—dari keterbatasan menuju kampus impian.
BERITA08/04/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Mahasiswa Ditantang Naik Kelas: Dari Mustahik Jadi Muzaki, Ini Pesan Keras Pimpinan BAZNAS
Mahasiswa Ditantang Naik Kelas: Dari Mustahik Jadi Muzaki, Ini Pesan Keras Pimpinan BAZNAS
Kudus – Generasi muda didorong untuk mengambil peran lebih besar dalam ekosistem zakat nasional. Mokhamad Mahdum, Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI, menegaskan mahasiswa tidak boleh hanya menjadi penerima manfaat, tetapi harus bertransformasi menjadi pemberi zakat (muzaki). Pesan itu disampaikan dalam Seminar Nasional Zakat bertajuk “Peran Generasi Muda dalam Membangun Ekosistem Zakat Berkelanjutan” di UIN Sunan Kudus, Selasa (7/4/2026). “Peran mahasiswa itu cuma dua: mau jadi mustahik atau muzaki? Masa mau jadi mustahik? Hidup itu pilihan,” tegas Mahdum di hadapan peserta seminar. Menurutnya, masa depan ekonomi syariah sangat ditentukan oleh keberanian generasi muda dalam mengambil peran sebagai subjek perubahan, bukan sekadar objek bantuan. Mahdum juga membagikan refleksi spiritual yang menggugah. Ia mengaku mengubah orientasi doanya, dari sekadar target nominal menjadi visi kebermanfaatan yang lebih luas. “Dulu saya berdoa ingin bayar zakat Rp1 miliar. Sekarang saya berdoa jadi pembayar zakat terbesar di Indonesia. Karena ‘kantong Allah’ tidak terbatas,” ujarnya. Tak berhenti di situ, Mahdum menyoroti pentingnya literasi zakat di tengah masyarakat. Ia menilai masih banyak orang yang sebenarnya sudah wajib zakat, namun belum menunaikannya karena kurangnya pemahaman. “Ini tanggung jawab kita bersama. Mahasiswa harus jadi penyambung lidah, menjelaskan apa itu zakat, beda dengan infak dan sedekah,” tegasnya. Ia juga mengungkap tren positif di kalangan anak muda, di mana infak digital kini mencapai Rp9 hingga Rp10 miliar per bulan. Meski motivasinya beragam, mulai dari urusan akademik hingga pekerjaan, Mahdum melihat ini sebagai modal sosial besar untuk membangun ekosistem zakat ke depan. Sementara itu, akademisi dari LAZISNU Jawa Tengah, Aan Zainul Anwar, menekankan pentingnya profesionalisme dalam pengelolaan zakat. Ia mencontohkan keberhasilan Desa Jatisono, Demak, yang menjadi role model nasional dalam pengelolaan zakat pertanian. Di desa tersebut, potensi zakat bisa mencapai Rp300 juta per tahun dari satu entitas, berkat kesadaran kolektif dan sistem yang terorganisir. “Ada kesadaran, kekompakan, dan profesionalisme. Ekosistemnya sudah terbentuk,” jelas Aan. Dampaknya pun nyata. Para guru ngaji di desa tersebut kini mendapatkan insentif rutin dan tunjangan pangan, tidak lagi bergantung pada bantuan musiman seperti saat Ramadan. Pesan besar dari forum ini jelas: mahasiswa bukan sekadar generasi penerus, tetapi motor penggerak. Jika literasi meningkat dan kesadaran tumbuh, maka zakat bukan hanya ibadah—melainkan kekuatan ekonomi yang mampu mengubah wajah kesejahteraan umat.
BERITA08/04/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS-MUI Gaspol Pulihkan Pendidikan Pascabencana, Rp600 Juta Digelontorkan untuk Aceh hingga Sumut
BAZNAS-MUI Gaspol Pulihkan Pendidikan Pascabencana, Rp600 Juta Digelontorkan untuk Aceh hingga Sumut
Jakarta – Kolaborasi strategis kembali ditunjukkan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI). Keduanya resmi menggulirkan program “Sedekah Pendidikan” untuk membantu pemulihan korban bencana di sejumlah wilayah Sumatra. Sebagai langkah awal, dana sebesar Rp600 juta telah disalurkan MUI kepada BAZNAS untuk difokuskan pada sektor pendidikan di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara. Pimpinan BAZNAS RI, Idy Muzayyad, menegaskan dana tersebut akan dimanfaatkan secara tepat sasaran, terutama untuk membantu biaya pendidikan para penyintas serta pemulihan fasilitas sekolah yang terdampak bencana. “Fokusnya untuk biaya pendidikan korban dan sekolah-sekolah terdampak di tiga provinsi tersebut. Ini bentuk nyata kepedulian kita terhadap masa depan generasi muda,” ujar Idy di Gedung MUI, Jakarta, Selasa (7/4/2026). Ia menambahkan, kolaborasi ini semakin kuat dengan sinergi dua tim kebencanaan yang sudah berpengalaman, yakni BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) dan Muslim Disaster Rescue milik MUI. “Jika dua kekuatan ini disatukan, dampaknya akan luar biasa bagi kemaslahatan umat,” tegasnya. Tak hanya soal bantuan, kerja sama ini juga dinilai mampu memperluas jangkauan dakwah melalui aksi kemanusiaan. Idy berharap sinergi BAZNAS dan MUI dapat terus berlanjut ke berbagai program lainnya di masa depan. Sementara itu, Wakil Sekjen Bidang Bencana MUI, Mabroer, menjelaskan program “Sedekah Pendidikan” secara khusus menyasar anak-anak korban bencana dan lembaga pendidikan swasta yang kerap luput dari perhatian. Mulai dari Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), Madrasah Aliyah (MA), hingga pesantren non-negeri menjadi prioritas utama karena dinilai memiliki keterbatasan dalam proses pemulihan pascabencana. “Sekolah-sekolah swasta di daerah bencana ini seringkali tidak berdaya. Bantuan ini memang belum menyelesaikan semua masalah, tapi menjadi stimulan penting agar mereka bisa bangkit,” jelas Mabroer. Ia pun berharap kolaborasi ini dapat terus diperkuat dengan dukungan masyarakat luas, sehingga manfaatnya bisa segera dirasakan oleh para pelajar di wilayah terdampak. Langkah BAZNAS dan MUI ini menjadi bukti bahwa sinergi lembaga keumatan mampu menghadirkan solusi nyata, terutama dalam menjaga keberlangsungan pendidikan di tengah situasi krisis. Di tengah duka pascabencana, harapan itu masih ada—dan dimulai dari ruang kelas yang kembali hidup.
BERITA08/04/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Hadir di Gaza: 1.161 Warga Palestina Terima Layanan Kesehatan Gratis
BAZNAS Hadir di Gaza: 1.161 Warga Palestina Terima Layanan Kesehatan Gratis
Jakarta – Aksi kemanusiaan kembali ditunjukkan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI. Bersama Al-Salah Medical Complex, BAZNAS menghadirkan layanan kesehatan gratis bagi masyarakat di Gaza, Palestina. Program ini menjangkau sedikitnya 1.161 jiwa selama periode Maret hingga April 2026. Layanan diberikan melalui klinik medis yang beroperasi di kawasan Al-Maghazi, Gaza Tengah, dengan dukungan tenaga medis profesional di tengah keterbatasan fasilitas akibat konflik yang masih berlangsung. Sekretaris Utama BAZNAS RI, Subhan Cholid, mengatakan program ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS dalam membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat Palestina. “Alhamdulillah, layanan kesehatan gratis ini disambut dengan antusias oleh warga. Ini menjadi bukti bahwa kepedulian masyarakat Indonesia benar-benar hadir untuk saudara-saudara kita di Palestina,” ujar Subhan dalam keterangan tertulis, Rabu (8/4/2026). Layanan yang diberikan mencakup pemeriksaan kesehatan dasar seperti pengecekan tekanan darah dan gula darah, pengobatan penyakit umum seperti flu dan penyakit kulit, hingga penanganan luka serta konsultasi medis, baik dasar maupun spesialis. Program ini secara khusus menyasar masyarakat terdampak konflik, termasuk para pengungsi yang memiliki keterbatasan akses terhadap fasilitas kesehatan. Selain pemeriksaan, pasien juga mendapatkan obat-obatan secara gratis guna memastikan proses pemulihan berjalan optimal. Menurut Subhan, inisiatif ini tidak hanya berfokus pada pengobatan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga kondisi kesehatan masyarakat di tengah situasi darurat kemanusiaan. “BAZNAS akan terus berupaya menyalurkan bantuan terbaik untuk mendukung pemulihan masyarakat Palestina. Ini adalah amanah dari masyarakat Indonesia yang harus kami jaga dan salurkan dengan tepat,” tegasnya. Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus berpartisipasi dalam aksi kemanusiaan ini, baik melalui doa maupun dukungan nyata. Melalui program ini, BAZNAS kembali menegaskan perannya sebagai lembaga pengelola zakat yang tidak hanya berdampak di dalam negeri, tetapi juga aktif dalam misi kemanusiaan global. Bagi masyarakat yang ingin berkontribusi, bantuan dapat disalurkan melalui Dompet Solidaritas Palestina BAZNAS sebagai bentuk kepedulian terhadap saudara-saudara di Gaza. BSI 100.426.6893 a.n. Badan Amil Zakat Nasional Atau melalui: baznas.go.id/bantupalestina
BERITA08/04/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Waka IV BAZNAS Minahasa Buka Suara soal Isu Kepercayaan dan Dugaan Keretakan Internal
Waka IV BAZNAS Minahasa Buka Suara soal Isu Kepercayaan dan Dugaan Keretakan Internal
Minahasa – Wakil Ketua IV Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Minahasa angkat bicara terkait isu kurangnya kepercayaan masyarakat serta kabar adanya keretakan internal di tubuh lembaga tersebut. Dalam kegiatan silaturahmi dan edukasi di salah satu masjid di Kecamatan Pineleng, Waka IV menegaskan bahwa BAZNAS tetap berjalan solid dan berkomitmen menjaga profesionalitas dalam pengelolaan zakat. Menurutnya, munculnya berbagai persepsi di tengah masyarakat merupakan hal yang wajar dalam sebuah lembaga publik. Namun, hal tersebut harus dijawab dengan keterbukaan dan kerja nyata. “Kepercayaan itu tidak bisa diminta, tapi harus dibangun. Dan kami di BAZNAS Minahasa terus berupaya memperkuat sistem, transparansi, serta kualitas pelayanan kepada umat,” ujarnya. Ia juga menanggapi isu dugaan keretakan internal yang beredar di masyarakat. Waka IV menegaskan bahwa dinamika dalam organisasi adalah hal biasa, namun tidak mengganggu kinerja lembaga secara keseluruhan. “Dalam setiap lembaga pasti ada dinamika, tetapi itu bukan keretakan. Justru menjadi bagian dari proses untuk memperkuat organisasi agar lebih baik ke depan,” tegasnya. Sebagai Waka IV yang membidangi penguatan sumber daya manusia dan tata kelola kelembagaan, ia memastikan bahwa seluruh proses administrasi, koordinasi, dan sistem kerja di BAZNAS Minahasa tetap berjalan sesuai prinsip akuntabilitas. Lebih lanjut, Waka IV menekankan bahwa fokus utama BAZNAS saat ini adalah meningkatkan literasi zakat di masyarakat, sekaligus memastikan dana yang dihimpun dapat memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan umat. “Kami ingin masyarakat melihat langsung kerja-kerja BAZNAS. Karena kepercayaan itu lahir dari transparansi dan manfaat yang dirasakan,” katanya. “BAZNAS tidak dibangun oleh satu orang, tetapi oleh amanah umat. Karena itu, kami pastikan lembaga ini tetap berdiri kokoh, bekerja profesional, dan terus menjaga kepercayaan masyarakat,” pungkasnya. BAZNAS Minahasa juga membuka ruang komunikasi seluas-luasnya kepada masyarakat untuk mendapatkan informasi yang jelas dan akurat, sekaligus memperkuat sinergi dalam pengelolaan zakat di daerah.
BERITA08/04/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
MR D.I.Y. Indonesia Salurkan Bantuan Rp378 Juta Lewat BAZNAS, Sasar 1.000 Keluarga Rentan
MR D.I.Y. Indonesia Salurkan Bantuan Rp378 Juta Lewat BAZNAS, Sasar 1.000 Keluarga Rentan
Jakarta – Aksi kepedulian kembali ditunjukkan dunia usaha. MR D.I.Y. Indonesia menyalurkan bantuan natura senilai Rp378 juta melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI untuk membantu masyarakat prasejahtera. Bantuan senilai Rp378.540.000 tersebut diserahkan secara simbolis oleh perwakilan MR D.I.Y. Indonesia, Rio Indra Gunawan, kepada Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid di Gedung BAZNAS RI, Jakarta. Ketua BAZNAS RI, Sodik Mudjahid, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan MR D.I.Y. Indonesia dalam menyalurkan bantuan kepada masyarakat melalui lembaganya. “Kolaborasi ini merupakan langkah luar biasa yang akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat yang membutuhkan,” ujar Sodik, Senin (6/4/2026). Ia menegaskan, BAZNAS akan menyalurkan bantuan tersebut secara transparan dan tepat sasaran dengan mengedepankan prinsip 3A: aman syar’i, aman regulasi, dan aman bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia. Menurutnya, bantuan ini sangat relevan di tengah kondisi ekonomi yang menantang, di mana banyak masyarakat rentan—terutama pekerja informal dengan penghasilan tidak menentu—membutuhkan dukungan nyata. “Kami ingin memastikan mereka tidak merasa sendirian menghadapi situasi sulit ini,” tegasnya. Bantuan yang diberikan berupa paket perlengkapan rumah tangga yang akan disalurkan kepada 1.000 penerima manfaat, khususnya keluarga prasejahtera dan pekerja rentan. CFO MR D.I.Y. Indonesia, Rika Juniaty Tanzil, menjelaskan bantuan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung kesejahteraan masyarakat. “Sebanyak 1.000 paket akan didistribusikan kepada pekerja rentan dan keluarga prasejahtera agar dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar mereka,” ujarnya. Ia berharap, kolaborasi antara MR D.I.Y. Indonesia dan BAZNAS RI dapat terus berlanjut dan memberikan dampak yang lebih luas di masa mendatang. “Semoga bantuan ini bisa memberikan manfaat nyata dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya. Kolaborasi ini menjadi bukti bahwa sinergi antara dunia usaha dan lembaga filantropi mampu menghadirkan solusi konkret bagi masyarakat—menguatkan solidaritas sosial di tengah tantangan ekonomi yang kian kompleks.
BERITA07/04/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
   BCA Syariah Gandeng BAZNAS, Kini Bayar Zakat Bisa Langsung dari Aplikasi BSya
  BCA Syariah Gandeng BAZNAS, Kini Bayar Zakat Bisa Langsung dari Aplikasi BSya
Jakarta – Inovasi digital di sektor keuangan syariah terus berkembang. BCA Syariah resmi menggandeng Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI untuk memperkuat penyaluran zakat sekaligus mempermudah masyarakat dalam berinfak dan bersedekah secara digital. Kolaborasi ini ditandai dengan penyerahan zakat nasabah dan infak perusahaan kepada BAZNAS, serta peluncuran fitur Donasi (Zakat, Infak, Sedekah/ZIS) di aplikasi mobile banking BSya by BCA Syariah. Presiden Direktur BCA Syariah, Yuli Melati Suryaningrum, mengatakan zakat, infak, dan sedekah bukan sekadar ibadah, tetapi juga instrumen penting dalam membangun kekuatan ekonomi umat. “Melalui kolaborasi ini, kami ingin mendekatkan masyarakat pada penghimpunan dana sosial yang memberikan dampak nyata bagi para mustahik,” ujar Yuli, Senin (6/4/2026). Ia menjelaskan, kerja sama BCA Syariah dan BAZNAS telah berjalan konsisten. Hingga 2025, kolaborasi ini tercatat telah menjangkau 82 mustahik pelaku usaha mikro yang mendapatkan dukungan untuk mengembangkan usaha mereka. Kini, melalui fitur Donasi di aplikasi BSya, masyarakat dapat menunaikan zakat, infak, dan sedekah dengan lebih mudah, aman, dan praktis—langsung dari genggaman. Ketua BAZNAS RI, Sodik Mudjahid, menyambut baik inovasi tersebut. Ia menilai digitalisasi menjadi kunci dalam mengoptimalkan penghimpunan zakat nasional. “Ini inovasi layanan yang luar biasa. Masyarakat kini semakin mudah membayar zakat, infak, dan sedekah langsung dari mobile banking,” ujarnya. Menurutnya, kemudahan akses ini diharapkan mampu meningkatkan partisipasi masyarakat dalam berzakat sekaligus mempercepat penyaluran manfaat kepada mustahik. BCA Syariah pun menegaskan komitmennya untuk terus menjadi “sahabat berkah” bagi nasabah, dengan menghadirkan layanan yang tidak hanya memudahkan transaksi, tetapi juga memperluas peluang berbagi kebaikan. Dengan hadirnya fitur ZIS digital ini, potensi zakat di Indonesia diharapkan dapat tergali lebih optimal—menghubungkan teknologi, keimanan, dan kepedulian sosial dalam satu ekosistem yang terintegrasi.
BERITA07/04/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Potensi Zakat RI Tembus Rp327 Triliun, BAZNAS-Bappenas Gaspol Integrasi ke Pembangunan Nasional
Potensi Zakat RI Tembus Rp327 Triliun, BAZNAS-Bappenas Gaspol Integrasi ke Pembangunan Nasional
Jakarta – Potensi zakat Indonesia yang mencapai Rp327 triliun kini tak lagi sekadar angka. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas tancap gas memperkuat sinergi agar zakat menjadi motor penggerak ekonomi nasional. Langkah strategis ini mengemuka dalam audiensi antara BAZNAS dan Bappenas di Jakarta, Selasa (7/4/2026), yang turut dihadiri Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy serta Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti. Ketua BAZNAS RI, Sodik Mudjahid, menegaskan optimalisasi zakat merupakan amanat langsung Presiden yang harus segera diwujudkan. “Potensi zakat kita sangat besar, mencapai Rp327 triliun. Ini harus dioptimalkan melalui integrasi data, penguatan UPZ hingga desa, serta digitalisasi pengelolaan zakat,” tegas Sodik. Ia juga mengungkapkan, zakat kini mulai masuk dalam arus utama (mainstream) ekonomi nasional. Karena itu, diperlukan kolaborasi lintas sektor agar pengelolaannya semakin terarah dan berdampak luas. “Ke depan, akan ada revisi Undang-Undang Zakat untuk memperkuat integrasi kebijakan. Ini momentum penting agar zakat menjadi bagian dari sistem pembangunan nasional,” ujarnya. Sementara itu, Rachmat Pambudy menyatakan dukungan penuh Bappenas terhadap langkah BAZNAS. Ia bahkan menargetkan peningkatan penghimpunan zakat nasional hingga dua kali lipat. “Realisasi saat ini baru sekitar 10 persen. Kalau kita naikkan ke 20 persen saja, itu sudah berarti peningkatan 100 persen. Ini peluang besar,” jelasnya. Menurut Rachmat, zakat memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Namun, pengelolaannya harus dilakukan secara modern dengan pendekatan tata kelola, teknologi, dan kebijakan yang terintegrasi. Ia juga mendorong pemanfaatan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) untuk memetakan mustahik agar penyaluran zakat lebih tepat sasaran. “Program kolaboratif seperti ZISWAF Indonesia Emas akan terus diperkuat, terutama di sektor pendidikan, kesehatan, perumahan, dan perlindungan sosial,” tambahnya. Di sisi lain, Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, menyatakan kesiapan pihaknya dalam memperkuat integrasi data zakat secara nasional. “Kami siap menghitung potensi zakat secara lebih mendalam dan granular, termasuk berdasarkan jumlah penduduk Muslim dan kelompok wajib zakat,” ujarnya. Amalia juga mengungkapkan rencana pembaruan data melalui survei atau sensus pada 2026 guna menghasilkan angka potensi zakat yang lebih akurat dan komprehensif. Dengan sinergi ini, zakat tak lagi dipandang sebagai instrumen sosial semata, tetapi telah naik kelas menjadi pilar penting dalam pembangunan ekonomi nasional. Jika optimal, Rp327 triliun bukan sekadar potensi—melainkan kekuatan besar untuk mengentaskan kemiskinan dan mendorong Indonesia menuju kesejahteraan yang lebih merata.
BERITA07/04/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Gandeng Kemendes, Zakat Disulap Jadi Motor Ekonomi Desa
BAZNAS Gandeng Kemendes, Zakat Disulap Jadi Motor Ekonomi Desa
Jakarta – Terobosan besar dilakukan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT). Keduanya sepakat mengintegrasikan program zakat sebagai penggerak utama kesejahteraan desa di seluruh Indonesia. Kesepakatan ini tercapai dalam audiensi strategis di Jakarta, Senin (6/4/2026), yang menandai langkah konkret kolaborasi lintas sektor dalam membangun ekosistem ekonomi perdesaan berbasis zakat. Ketua BAZNAS RI, Sodik Mudjahid, menyebut pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Desa menjadi kunci utama dalam optimalisasi potensi zakat dari akar rumput. “UPZ Desa adalah strategi paling krusial. Dari sinilah zakat bisa dihimpun secara langsung dari masyarakat dan dikembalikan untuk memberdayakan desa itu sendiri,” tegas Sodik. Tak hanya itu, kolaborasi ini juga menyasar sektor produktif. Program seperti Balai Ternak BAZNAS hingga penguatan ekonomi melalui koperasi desa akan menjadi tulang punggung pemberdayaan masyarakat. Sebagai langkah awal, BAZNAS telah menyiapkan model percontohan “Desa Zakat” di Kabupaten Ciamis yang akan dijadikan role model nasional. Ke depan, konsep ini juga akan dikembangkan di wilayah lain, termasuk Kabupaten Serang. “Ciamis sudah memiliki ekosistem zakat yang kuat. Ini akan menjadi referensi utama sebelum kita replikasi ke daerah lain,” jelas Sodik. BAZNAS juga akan memanfaatkan jaringan data dan infrastruktur Kemendes hingga ke tingkat desa. Sinergi ini diyakini mampu menciptakan sistem ekonomi desa yang mandiri, berkelanjutan, dan berbasis filantropi Islam. Sementara itu, Menteri Desa PDT, Yandri Susanto, menyambut positif kolaborasi tersebut. Ia menilai integrasi program zakat dengan pembangunan desa merupakan langkah strategis yang sejalan dengan visi pemerintah. “Kami melihat ini sebagai peluang besar. Banyak potensi yang bisa dikolaborasikan, dan UPZ Desa menjadi salah satu yang paling strategis untuk memperkuat ekonomi masyarakat,” ujar Yandri. Ia juga menegaskan dukungan penuh dari Kemendes PDT, termasuk dalam hal sosialisasi program agar dapat menjangkau masyarakat secara luas. “Nantinya, kolaborasi ini juga akan dimasifkan melalui media sosial dengan melibatkan influencer agar dampaknya semakin terasa,” tambahnya. Audiensi ini turut dihadiri sejumlah pejabat penting dari kedua institusi, termasuk Rizaludin Kurniawan dari BAZNAS serta Taufik Madjid dan Mulyadin Malik dari Kemendes PDT. Kolaborasi ini menjadi sinyal kuat bahwa zakat tidak lagi sekadar bantuan konsumtif, melainkan telah bertransformasi menjadi instrumen strategis dalam membangun kemandirian ekonomi desa. Jika berjalan optimal, program ini berpotensi mengubah wajah desa di Indonesia—dari yang sebelumnya bergantung, menjadi mandiri dan berdaya
BERITA06/04/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Minahasa.

Lihat Daftar Rekening →