WhatsApp Icon
10 Mahasiswa Pergunu Sulut Melanjutkan Studi ke UAC, Tiba di Surabaya Disambut Ketua FMS Mojokerto

MOJOKERTO — Semangat meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan tinggi terus tumbuh di Sulawesi Utara. Sebanyak 10 mahasiswa penerima Beasiswa Pergunu Sulawesi Utara Tahun 2026 kini bersiap melanjutkan pendidikan jenjang S1 dan S2 di Universitas KH Abdul Chalim (UAC), Mojokerto, Jawa Timur.

Kesepuluh mahasiswa tersebut diberangkatkan setelah secara resmi dilepas oleh Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sulawesi Utara), Dr. Drs. KH. Ulyas Taha, M.Pd., di Kantor PWNU Sulawesi Utara, Manado, Selasa (6/10/2026).

Prosesi pelepasan turut dihadiri jajaran PWNU Sulut, pengurus PW Pergunu Sulut, serta para Ketua PC Pergunu Kabupaten/Kota.

Ketua PW Pergunu Sulawesi Utara, Ahmad Sholeh, mengatakan jumlah penerima beasiswa tahun ini mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

"Jumlahnya tahun ini ada 10 orang. Kalau tahun lalu hanya 4 orang, sekarang naik menjadi 10 orang, artinya ada lonjakan lebih dari 100 persen," ujar Ahmad Sholeh.

Dari 10 penerima beasiswa tersebut, 8 mahasiswa menempuh jenjang S1 dan 2 mahasiswa jenjang S2.

Setelah menempuh perjalanan dari Manado, rombongan mahasiswa tersebut tiba di Surabaya, Jawa Timur, pada hari yang sama.

Kedatangan mereka mendapat sambutan dari Forum Mahasiswa Sulawesi Utara (FMS) Mojokerto. Ketua FMS Mojokerto, Jihan Nabillah Kokalo, turut menjemput langsung para mahasiswa penerima beasiswa tersebut untuk selanjutnya mendampingi perjalanan mereka menuju Mojokerto.

Jihan mengatakan kehadiran mahasiswa asal Sulawesi Utara di Jawa Timur bukan sekadar perjalanan untuk menempuh pendidikan, tetapi juga menjadi bagian dari proses membangun generasi muda yang nantinya diharapkan dapat memberikan manfaat bagi daerah.

"Kami tentu senang bisa menyambut teman-teman dari Sulawesi Utara. Mereka datang membawa harapan besar untuk melanjutkan pendidikan. Kami dari FMS Mojokerto siap membantu mereka beradaptasi dengan lingkungan baru, baik dalam kehidupan kampus maupun selama berada di Mojokerto," ujar Jihan.

Menurutnya, keberadaan mahasiswa Sulawesi Utara di Jawa Timur juga menjadi kesempatan untuk memperkuat silaturahmi antarmahasiswa asal daerah tersebut.

Program beasiswa tersebut juga disertai tanggung jawab akademik. Pergunu Sulut menargetkan mahasiswa penerima beasiswa dapat menyelesaikan pendidikan sesuai masa studi yang telah ditetapkan.

Untuk jenjang S1, mahasiswa ditargetkan menyelesaikan studi dalam waktu empat tahun, sedangkan jenjang S2 ditargetkan selesai dalam dua tahun.

Ahmad Sholeh menegaskan adanya konsekuensi bagi penerima beasiswa yang tidak mampu menyelesaikan studi sesuai target.

"Semoga mereka bisa menyelesaikan studi tepat waktu, 4 tahun untuk S1 dan 2 tahun untuk S2. Tidak boleh lewat. Kalau sampai lewat dari target tersebut, konsekuensinya harus membayar biaya sendiri," tegasnya.

Keberangkatan 10 mahasiswa tersebut menjadi gambaran bahwa akses terhadap pendidikan tinggi terus menjadi salah satu jalan penting dalam menyiapkan generasi muda yang berkualitas.

Bagi Sulawesi Utara, keberadaan mahasiswa yang menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi di luar daerah juga diharapkan dapat memperluas wawasan, pengalaman, jaringan, serta kapasitas mereka sebelum kembali memberikan kontribusi di tengah masyarakat.

BAZNAS Kabupaten Minahasa memandang ikhtiar peningkatan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia sebagai bagian penting dari pembangunan masyarakat. Pendidikan bukan hanya tentang memperoleh gelar akademik, tetapi juga tentang mempersiapkan generasi yang memiliki kompetensi, karakter, kepedulian sosial, dan kemauan untuk kembali memberi manfaat bagi lingkungan.

07/10/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa
Tiga Putranya Gugur di Gaza, Ulama Palestina Datangi BAZNAS: “Saya Tetap Mengucapkan Alhamdulillahi Rabbil ‘Alamin”

JAKARTA, — Suasana haru terasa saat Prof. Dr. Maher Hamed Mohamed Al-Houli, ulama sekaligus akademisi asal Gaza, Palestina, berbicara di hadapan jajaran Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI di Jakarta, Rabu (30/9/2026).

Maher datang bersama pengurus Yayasan Persahabatan dan Studi Peradaban (YPSP). Kedatangannya menjadi kesempatan untuk menyampaikan secara langsung kondisi masyarakat Gaza yang hingga kini masih menghadapi situasi kemanusiaan yang berat, meski telah ada gencatan senjata.

Namun, yang disampaikan Maher bukan hanya cerita tentang kondisi masyarakat Gaza. Ia juga membawa kisah kehilangan dari keluarganya sendiri.

Tiga putranya, cucu, dua saudara laki-laki, serta puluhan kerabatnya disebut telah gugur akibat serangan bom di Gaza.

“Saya hadir di hadapan Anda sekalian sebagai gambaran kecil dari penderitaan rakyat Gaza, di mana tiga putra saya, cucu saya, dua saudara laki-laki, beserta puluhan kerabat telah gugur syahid akibat serangan bom,” kata Maher.

Kehilangan tiga anak tentu menjadi duka yang tidak mudah bagi seorang ayah. Terlebih, Maher menyebut ketiga putranya merupakan pahlawan penghafal Al-Qur'an.

Namun di tengah kesedihan tersebut, Maher berusaha tetap menunjukkan keteguhan hati. Ia mengatakan bahwa dirinya tetap mengucapkan syukur kepada Allah SWT.

“Tiga putra saya, saudara-saudara saya, dan kerabat saya telah syahid, namun demikian di hadapan kondisi ini saya tetap mengucapkan Alhamdulillahi rabbil 'alamin,” ujarnya.

Bagi Maher, kehilangan anggota keluarga merupakan penderitaan yang sangat berat. Tetapi ketika berbicara mengenai kondisi masyarakat Gaza secara keseluruhan, ia mengaku masih sulit menahan air mata.

Menurutnya, persoalan yang dihadapi masyarakat Palestina saat ini sudah berada pada kondisi yang sangat krisis. Tidak hanya persoalan keamanan di Al-Quds dan Masjid Al-Aqsa, warga Gaza juga masih berhadapan dengan kebutuhan dasar yang mendesak.

Salah satunya adalah kebutuhan untuk menangani dan memakamkan jenazah para korban yang terus ditemukan dan dievakuasi.

Maher menyebut masyarakat Gaza bahkan membutuhkan bantuan biaya dan material untuk dapat memakamkan jasad puluhan hingga ratusan syuhada yang dievakuasi setiap harinya.

Kondisi tersebut menjadi salah satu gambaran nyata bahwa persoalan kemanusiaan di Gaza belum selesai meskipun telah ada gencatan senjata.

Ancaman musim dingin juga menjadi perhatian. Masyarakat yang kehilangan rumah dan berbagai fasilitas kehidupan membutuhkan bantuan untuk menghadapi kondisi yang semakin berat.

Karena itu, kedatangan Maher ke BAZNAS RI menjadi kesempatan untuk menyampaikan secara langsung apa yang terjadi di Gaza sekaligus kebutuhan masyarakat di sana.

Ia tidak datang membawa cerita dari jauh. Ia datang sebagai seseorang yang keluarganya sendiri ikut menjadi korban.

Dalam pertemuan itu, Maher juga menyampaikan pesan mengenai keluarga para syuhada di Gaza.

“Sebagaimana disebutkan bahwa ini adalah pertemuan dengan keluarga para syuhada, maka saya juga akan menyampaikan perkataan ini kepada keluarga para syuhada di Gaza, insya Allah Rabbil 'Alamin, bahwa para syuhada selalu hadir di dalam hati Dr. Sodik Mudjahid, hadir di pikirannya, hadir di tengah rekan-rekannya, dan hadir di BAZNAS, insya Allah Rabbil 'Alamin,” tuturnya.

BAZNAS Terima Kesaksian Langsung dari Gaza

Sementara itu, Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc. mengatakan, pihaknya menyambut kedatangan Prof. Dr. Maher Hamed Mohamed Al-Houli untuk mendengarkan secara langsung kondisi masyarakat Gaza.

Menurut Sodik, kesaksian Maher penting untuk memberikan gambaran mengenai keadaan rakyat Gaza saat ini, termasuk kebutuhan yang harus dipersiapkan untuk menghadapi musim dingin dan Ramadan.

“Hari ini kami kedatangan akademisi langsung dari Gaza, Prof. Dr. Maher Hamed Mohamed Al-Houli yang tiga putranya serta kerabatnya telah wafat syahid akibat bom, untuk menceritakan secara langsung keadaan rakyat Gaza saat ini beserta kebutuhan mereka menghadapi masa depan,” kata Sodik.

Pertemuan tersebut sekaligus menjadi ruang bagi BAZNAS untuk mendengarkan langsung kebutuhan masyarakat Palestina dari seseorang yang mengalami sendiri dampak konflik tersebut.

Bagi masyarakat Gaza, persoalan yang dihadapi bukan hanya tentang kehilangan tempat tinggal atau kerusakan fasilitas. Ada keluarga yang kehilangan anak, orang tua yang kehilangan anaknya, dan saudara yang tidak lagi dapat berkumpul seperti sebelumnya.

Kesaksian Prof. Maher menjadi pengingat bahwa di balik berbagai angka mengenai korban dan kerusakan akibat konflik, terdapat manusia dan keluarga yang harus menjalani kehidupan dengan kehilangan yang sangat besar.

Dari Gaza, Maher membawa cerita tentang keluarganya dan masyarakat yang masih bertahan di tengah krisis.

Di Jakarta, cerita itu disampaikan kepada BAZNAS sebagai bagian dari upaya menjaga perhatian dan kepedulian terhadap penderitaan masyarakat Palestina.

Di tengah situasi yang belum sepenuhnya pulih, pesan yang dibawa Maher sederhana tetapi kuat: masyarakat Gaza masih membutuhkan perhatian, bantuan dan solidaritas kemanusiaan.

01/10/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS RI Bahas Kerja Sama Bantuan Kemanusiaan Palestina dengan YPSP

JAKARTA, — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Yayasan Persahabatan dan Studi Peradaban (YPSP) membahas rencana kerja sama untuk memperkuat penyaluran bantuan kemanusiaan bagi masyarakat Palestina, khususnya warga di Gaza.

Pembahasan tersebut berlangsung dalam agenda audiensi di Kantor BAZNAS RI, Jakarta, Rabu (30/9/2026).

Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc. menyambut baik rencana kerja sama tersebut. Menurutnya, YPSP diharapkan dapat menjadi salah satu mitra tambahan BAZNAS dalam memperluas jangkauan penyaluran bantuan ke Palestina.

"Insyaallah kita akan bekerja sama dengan yayasan sebagai tambahan mitra BAZNAS dalam penyaluran bantuan ke Palestina, wabilkhusus untuk Gaza," jelas Sodik Mudjahid.

Kerja sama yang sedang disiapkan itu mencakup beberapa bentuk bantuan, mulai dari pangan, fasilitas air bersih hingga kebutuhan masyarakat untuk menghadapi musim dingin. Selain itu, turut dibahas rencana pengiriman imam-imam asal Palestina ke sejumlah daerah di Indonesia.

Sodik mengatakan, perhatian dan dukungan terhadap masyarakat Palestina tetap diperlukan karena kondisi di Gaza belum sepenuhnya pulih. Ia juga menyoroti adanya penurunan aliran bantuan kemanusiaan belakangan ini.

Menurutnya, salah satu penyebabnya adalah anggapan sebagian masyarakat bahwa kondisi Gaza sudah aman setelah adanya perkembangan terkait gencatan senjata. Padahal, kebutuhan masyarakat di wilayah tersebut masih cukup besar.

Dalam kesempatan itu, Sodik juga menjelaskan bahwa dukungan Indonesia terhadap Palestina memiliki landasan yang kuat, baik dari sisi kebangsaan maupun keagamaan.

"Jadi ada dua motivasi, satu motivasi kebangsaan Indonesia sesuai dengan konstitusi dan kebijakan Presiden, dan motivasi kedua adalah amanah Al-Qur'an dan Sunnah dari Allah dan Rasul," tegas Sodik.

Sementara itu, Ketua YPSP Dr. Ahed Abul Atha menyampaikan kesiapan pihaknya untuk mendukung penyaluran bantuan yang nantinya dipercayakan kepada YPSP.

Menurut Ahed, YPSP memiliki tim yang bekerja langsung di sejumlah permukiman di Gaza. Keberadaan tim tersebut diharapkan dapat membantu proses distribusi bantuan agar dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan.

"Alhamdulillah YPSP siap untuk menyalurkan bantuan-bantuan kemanusiaan langsung di Gaza, karena kami memiliki tim yang memang bekerja langsung di permukiman Gaza," katanya.

Kerja sama yang dibahas BAZNAS RI dan YPSP ini menjadi bagian dari upaya memperluas jaringan kemitraan dalam penyaluran bantuan kemanusiaan Palestina. Dengan adanya mitra yang memiliki tim di lapangan, penyaluran bantuan diharapkan dapat dilakukan secara lebih terarah sesuai kebutuhan masyarakat.

Audiensi tersebut turut dihadiri Ketua Bidang Fatwa Asosiasi Ulama Palestina Prof. Dr. Maher Hamed Mohamed Al-Houli, Sekretaris Utama BAZNAS RI Dr. H. Subhan Cholid, Lc., M.A., Deputi II Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS RI Dr. K.H. M. Imdadun Rahmat, M.Si., serta Kepala Divisi Kebencanaan BAZNAS RI Dian Aditya Mandana Putri.

Pembahasan antara BAZNAS RI dan YPSP diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat kolaborasi kemanusiaan, sehingga bantuan dari masyarakat Indonesia dapat terus disalurkan kepada warga Palestina yang masih membutuhkan dukungan.

01/10/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS RI dan ICMI Jajaki Kolaborasi Inovasi Lingkungan hingga Riset Zakat

JAKARTA, BAZNAS MINAHASA — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI dan Ikatan Cendekiawan Muslim Se-Indonesia (ICMI) menjajaki kerja sama strategis dalam berbagai bidang, mulai dari inovasi lingkungan, pemberdayaan ekonomi umat, hingga riset pengelolaan zakat.

Penjajakan kerja sama tersebut dibahas dalam agenda audiensi antara BAZNAS RI dan jajaran pengurus ICMI yang berlangsung di Kantor BAZNAS RI, Jakarta, Selasa (29/9/2026).

Dalam pertemuan tersebut, kedua lembaga membahas sedikitnya 13 program prioritas yang berpotensi dikolaborasikan. Program tersebut mencakup pemanfaatan teknologi penyediaan air bersih dan pengolahan sampah hasil pengembangan para ilmuwan ICMI, pemberdayaan ekonomi umat, riset bersama di bidang zakat, serta berbagai program pemberdayaan masyarakat.

Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc. mengatakan, BAZNAS RI terbuka terhadap berbagai bentuk sinergi yang dapat memberikan dampak langsung bagi masyarakat, khususnya para mustahik.

"Ada 13 program prioritas, mulai dari BAZNAS Siaga Kemiskinan, BAZNAS Tanggap Bencana, Beasiswa Cendikia BAZNAS, Lumbung Pangan BAZNAS, Balai Ternak BAZNAS, hingga Rumah Terang BAZNAS untuk tempat yang belum berlistrik," jelas Sodik.

Menurutnya, berbagai program tersebut memiliki ruang kolaborasi dengan kapasitas keilmuan dan jaringan yang dimiliki ICMI. Sinergi tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat pelaksanaan program, tetapi juga menghadirkan pendekatan berbasis inovasi dan teknologi dalam pemberdayaan masyarakat.

Salah satu peluang kerja sama yang dibahas adalah penerapan teknologi dalam penyediaan air bersih dan pengelolaan sampah. BAZNAS juga membuka peluang kolaborasi dalam memberikan dukungan kepada masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas pengumpulan sampah.

"Kami juga membuka peluang sinergi dalam penggunaan teknologi pengolahan sampah maupun bantuan langsung kepada para pemulung sampah bersama ICMI," ujar Sodik Mudjahid.

Selain bidang lingkungan, pembahasan juga mencakup penguatan ekonomi umat melalui dukungan modal usaha berbasis masjid dan pengembangan program bagi mualaf melalui Mualaf Center yang berada dalam pembinaan ICMI.

Kolaborasi riset mengenai pengelolaan zakat turut menjadi salah satu agenda yang mendapat perhatian. Kerja sama di bidang penelitian diharapkan dapat menghasilkan kajian dan rekomendasi yang mendukung pengembangan tata kelola serta program zakat yang semakin berbasis data dan kebutuhan masyarakat.

Wakil Ketua Umum ICMI Bidang IPTEK, Agromaritim, dan Lingkungan Hidup Mohammad Jafar Hafsah menyambut baik rencana kolaborasi antara ICMI dan BAZNAS RI.

Ia mengatakan, berbagai bidang yang dibahas dalam audiensi tersebut pada dasarnya memiliki keterkaitan dengan program dan kapasitas yang dimiliki ICMI sehingga dapat dikembangkan melalui sinergi antarlembaga.

"Alhamdulillah dengan rencana MoU ini juga berarti hubungan kita dengan BAZNAS dalam bentuk program-program itu akan lebih baik. Dan program-program semuanya yang dikemukakan itu semua ada di ICMI, jadi tinggal kita sinergikan," tuturnya.

Rencana kerja sama tersebut juga diarahkan pada penyusunan nota kesepahaman (MoU) antara BAZNAS RI dan ICMI sebagai landasan pengembangan berbagai program kolaboratif ke depan.

Melalui sinergi tersebut, BAZNAS RI dan ICMI memiliki ruang untuk menghubungkan kekuatan pengelolaan zakat dengan kapasitas keilmuan, teknologi, riset, serta jaringan pemberdayaan masyarakat.

Kerja sama ini sekaligus memperluas peluang agar dana zakat tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan dasar mustahik, tetapi juga dapat diarahkan pada program pemberdayaan yang mendukung kemandirian masyarakat secara berkelanjutan.

Turut hadir dalam agenda tersebut dari BAZNAS RI, Pimpinan Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan BAZNAS RI H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., serta Deputi I Pengumpulan BAZNAS RI H. M. Arifin Purwakananta, S.IKom., M.I.Kom., CWC., CFRM.

Sementara dari jajaran pengurus ICMI hadir Wakil Ketua Umum Bidang Pengembangan Organisasi dan Kerja Sama Antar Lembaga Priyo Budi Santoso, Wakil Ketua Umum Bidang Ekonomi dan Kesejahteraan Umat Teuku Abdullah Sanny, Bendahara Umum Andi Irman, Ketua Panitia Muktamar Ismail Rumadhan, Sekretaris Panitia Muktamar Ina Marlina, serta Bendahara Panitia Muktamar Andi Ida Nursanti.

Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat jejaring kolaborasi antara lembaga zakat nasional dan organisasi cendekiawan Muslim dalam menghadirkan program yang berbasis inovasi, ilmu pengetahuan, pemberdayaan, dan kebutuhan nyata masyarakat.

01/10/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa
Empat Kali Berturut-turut! BAZNAS RI Kembali Raih IHYA 2026

TANGERANG — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional dengan meraih penghargaan Indonesia Halal Industry Awards (IHYA) 2026 kategori Lembaga Pemerintahan yang Memberikan Dukungan Program Halal Terbaik.

Penghargaan yang diberikan oleh Kementerian Perindustrian (Kemenperin) RI tersebut diterima dalam ajang IHYA 2026 yang berlangsung di ICE BSD City, Tangerang, Banten, Kamis (24/9/2026).

Capaian ini sekaligus memperpanjang konsistensi BAZNAS RI dalam ajang IHYA. Sejak 2022, BAZNAS RI tercatat telah empat kali memperoleh penghargaan dalam ajang yang memberikan apresiasi terhadap kontribusi berbagai pihak dalam pengembangan industri halal nasional.

Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., mengatakan penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap komitmen BAZNAS dalam mendukung perkembangan industri halal, khususnya bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

“Alhamdulillah hari ini BAZNAS kembali mendapatkan award untuk lembaga pemerintah yang peduli terhadap industri halal. Berturut-turut bahkan sudah empat kali,” ujar Sodik Mudjahid.

Di balik penghargaan tersebut terdapat program pemberdayaan yang menyasar langsung pelaku UMKM di berbagai daerah.

Sepanjang periode 2022 hingga 2026, BAZNAS RI menyebut telah memfasilitasi lebih dari 7.000 sertifikat halal bagi UMKM melalui kolaborasi dengan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), 10 Lembaga Pemeriksa Halal (LPH), serta 24 Lembaga Pendamping Proses Produk Halal (LP3H).

Dukungan BAZNAS juga diarahkan pada penguatan sumber daya manusia dalam ekosistem halal. Dalam periode tersebut, BAZNAS turut mencetak 750 pendamping halal, 166 juru sembelih halal, dan 89 penyelia halal.

Langkah ini memperlihatkan bahwa penguatan industri halal tidak hanya dilakukan melalui sertifikasi produk, tetapi juga melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia yang mendampingi pelaku usaha.

Rekam Jejak Penghargaan IHYA

Penghargaan IHYA 2026 melanjutkan sejumlah capaian BAZNAS RI pada tahun-tahun sebelumnya.

Pada 2022, BAZNAS RI meraih Best Financial Support. Kemudian pada 2024, BAZNAS kembali memperoleh penghargaan Best Halal Financial Support, disusul penghargaan Instansi Pemerintah Terbaik pada 2025.

Tahun ini, BAZNAS RI kembali mendapatkan penghargaan dalam kategori Lembaga Pemerintahan yang Memberikan Dukungan Program Halal Terbaik.

Menurut Sodik, capaian tersebut tidak terlepas dari kerja para amil dan relawan BAZNAS yang terlibat dalam pembinaan UMKM di berbagai daerah.

“Terima kasih kepada para amil dan relawan yang selalu membina UMKM BAZNAS. Maju terus UMKM halal di bawah binaan BAZNAS,” katanya.

Penguatan UMKM halal menjadi salah satu bagian dari upaya BAZNAS dalam mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat. Melalui pendampingan dan fasilitasi usaha, mustahik tidak hanya mendapatkan bantuan, tetapi juga didorong untuk memiliki usaha yang lebih kuat dan berkelanjutan.

Bagi BAZNAS Kabupaten Minahasa, capaian tersebut menjadi inspirasi bahwa pengelolaan zakat dapat dikembangkan tidak hanya dalam bentuk bantuan konsumtif, tetapi juga melalui pemberdayaan ekonomi, peningkatan kapasitas usaha, dan penguatan kemandirian masyarakat.

Penghargaan IHYA 2026 sekaligus memperkuat pesan bahwa kolaborasi antara lembaga zakat, pemerintah, pelaku usaha, dan ekosistem halal dapat membuka semakin banyak peluang bagi UMKM untuk tumbuh dan naik kelas.

Empat kali meraih penghargaan IHYA bukan sekadar catatan prestasi, tetapi menjadi bagian dari perjalanan BAZNAS RI dalam memperluas manfaat zakat melalui pemberdayaan ekonomi dan penguatan ekosistem halal nasional.

25/09/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa

Berita Terbaru

BAZNAS Salurkan 24.000 Liter Air Bersih untuk Penyintas Banjir dan Longsor di Sibolga
BAZNAS Salurkan 24.000 Liter Air Bersih untuk Penyintas Banjir dan Longsor di Sibolga
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) kembali menegaskan perannya sebagai garda terdepan dalam aksi kemanusiaan. Kali ini, BAZNAS menyalurkan 24.000 liter air bersih bagi masyarakat terdampak banjir dan tanah longsor di Aek Manis, Kecamatan Sibolga Selatan, Kota Sibolga, Sumatra Utara. Bantuan tersebut merupakan bagian dari respons cepat BAZNAS terhadap bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, dengan fokus utama pada pemenuhan kebutuhan dasar para penyintas. Air bersih menjadi kebutuhan paling krusial di masa pascabencana. Banjir dan longsor kerap merusak sumber air warga, mencemari sumur dan saluran air dengan lumpur, limbah, serta bakteri berbahaya. Kondisi ini tidak hanya menyulitkan masyarakat memperoleh air layak konsumsi, tetapi juga meningkatkan risiko berbagai penyakit akibat sanitasi yang buruk. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, MA., menegaskan bahwa pemenuhan kebutuhan dasar merupakan prioritas utama dalam penanganan bencana. “Dalam kondisi darurat, akses terhadap air bersih sering kali terputus. Padahal air adalah kebutuhan paling mendasar untuk menjaga kesehatan dan keberlangsungan hidup para penyintas,” ujarnya. Penyaluran air bersih ini diperuntukkan bagi kebutuhan minum, memasak, serta menjaga kebersihan diri dan lingkungan warga terdampak. Ketersediaan air yang cukup juga berperan penting dalam mencegah penyakit pascabanjir, seperti diare, infeksi kulit, dan gangguan pencernaan, yang kerap mengancam masyarakat di wilayah bencana. Menurut Saidah, kehadiran BAZNAS di tengah masyarakat tidak hanya sebatas memberikan bantuan material, tetapi juga menghadirkan rasa aman dan harapan bagi para penyintas. “Air bersih bukan sekadar bantuan fisik. Ini adalah bentuk kepedulian agar masyarakat tetap bisa bertahan dan menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih layak di tengah keterbatasan,” tuturnya. Proses distribusi dilakukan oleh BAZNAS bersama para relawan di lapangan dengan pendekatan berbasis kebutuhan lokal. Langkah ini dilakukan agar bantuan benar-benar tepat sasaran dan dirasakan langsung oleh warga yang terdampak paling parah. Selain penyaluran air bersih, BAZNAS terus melakukan pemantauan kebutuhan lanjutan masyarakat di wilayah terdampak. Pendampingan ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan BAZNAS, mulai dari masa tanggap darurat hingga tahap pemulihan pascabencana. BAZNAS juga mengajak masyarakat luas untuk turut berpartisipasi dalam membantu pemulihan wilayah terdampak bencana di Sumatra melalui zakat, infak, dan sedekah. Dukungan publik menjadi kekuatan penting agar bantuan kemanusiaan dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak penyintas. “Kami mengajak masyarakat untuk tidak menunda kebaikan. Setiap zakat, infak, dan sedekah yang disalurkan melalui BAZNAS akan segera dimanfaatkan untuk membantu saudara-saudara kita yang terdampak bencana,” pungkas Saidah. Untuk memudahkan masyarakat berdonasi, BAZNAS menyediakan berbagai kanal resmi, mulai dari transfer ke rekening BAZNAS, kanal digital, hingga melalui laman baznas.go.id/sedekahbencana. Melalui sinergi ini, BAZNAS berharap semangat solidaritas dan kepedulian sosial terus tumbuh, sehingga para penyintas dapat bangkit dan menata kembali kehidupan mereka dengan lebih baik.
BERITA24/12/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Tutup Bootcamp Santripreneur Kuliner 2025, Siapkan Santri Jadi Motor Ekonomi Nasional
BAZNAS Tutup Bootcamp Santripreneur Kuliner 2025, Siapkan Santri Jadi Motor Ekonomi Nasional
Jakarta – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI resmi menutup rangkaian Bootcamp BAZNAS Santripreneur Kompetisi Klaster Kuliner 2025 yang digelar di Yayasan Bina Cendikia, Rabu (24/12/2025). Program ini menjadi bagian dari langkah strategis BAZNAS dalam mendorong santri tampil sebagai pelaku usaha mandiri sekaligus penggerak ekonomi nasional. Penutupan bootcamp menandai berakhirnya tahapan pelatihan intensif bagi santri dan alumni pesantren yang mengikuti kompetisi wirausaha berbasis kuliner. Melalui program ini, BAZNAS menegaskan komitmennya menjadikan zakat sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi umat yang berkelanjutan. Deputi II BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Dr. H. M. Imdadun Rahmat, M.Si., menegaskan bahwa program Santripreneur tidak semata berorientasi pada kompetisi, tetapi pada pembentukan karakter dan keberlanjutan usaha. “BAZNAS Santripreneur bukan sekadar lomba. Ini adalah proses membangun mental wirausaha, meningkatkan kapasitas bisnis, dan memastikan santri mampu mandiri secara ekonomi,” ujar Imdadun. Ia menilai, sektor kuliner menjadi pilihan strategis karena memiliki pasar luas dan dekat dengan kebutuhan masyarakat. Selain itu, nilai-nilai yang dimiliki santri dinilai menjadi keunggulan tersendiri. “Santri memiliki modal kejujuran, kedisiplinan, dan ketekunan. Ini adalah fondasi penting untuk menciptakan pelaku usaha yang tangguh dan berdaya saing,” tambahnya. BAZNAS Santripreneur Kompetisi Klaster Kuliner merupakan program nasional yang dirancang melalui tahapan seleksi ketat, pelatihan intensif (bootcamp), hingga pendampingan usaha. Tujuannya adalah meningkatkan kapasitas manajerial, inovasi produk, serta strategi pemasaran peserta agar mampu bertahan dan berkembang. Hingga 2025, program ini telah memberikan manfaat kepada 1.505 santripreneur yang berasal dari 28 provinsi dan 225 kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Angka ini menunjukkan luasnya jangkauan pemanfaatan dana zakat untuk pemberdayaan ekonomi pesantren. Dari sisi dampak ekonomi, BAZNAS mencatat rata-rata usaha peserta mengalami pertumbuhan sekitar 30 persen setelah mendapatkan pendampingan. Pendapatan santripreneur juga meningkat signifikan, dari rata-rata Rp2,36 juta menjadi Rp3,45 juta, menandakan efektivitas program dalam meningkatkan kesejahteraan mustahik. Antusiasme peserta pada klaster kuliner tahun ini pun terbilang tinggi. Sebanyak 335 pendaftar mengikuti seleksi awal. Dari jumlah tersebut, terpilih 100 peserta terbaik dari 18 provinsi, yang kemudian disaring kembali menjadi 50 santripreneur unggulan dari 42 kabupaten/kota dan 13 provinsi, terdiri dari 28 laki-laki dan 22 perempuan. Selama bootcamp, para peserta mendapatkan pembekalan intensif terkait manajemen usaha, inovasi produk, hingga strategi pemasaran agar mampu bersaing di pasar. Imdadun menegaskan, BAZNAS akan terus memperkuat ekosistem pemberdayaan santri ke depan. “Kami berharap program ini menjadi bukti bahwa santri bukan hanya penjaga nilai, tetapi juga mampu menjadi motor penggerak ekonomi nasional dan berkontribusi nyata dalam pembangunan ekonomi umat,” pungkasnya.
BERITA24/12/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
Bantu Guru Terdampak Bencana di Sumatra-Aceh, JSIT Indonesia Salurkan Donasi Rp1,1 Miliar lewat BAZNAS
Bantu Guru Terdampak Bencana di Sumatra-Aceh, JSIT Indonesia Salurkan Donasi Rp1,1 Miliar lewat BAZNAS
Jakarta – Kepedulian dunia pendidikan terhadap korban bencana kembali ditunjukkan. Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Indonesia menyalurkan donasi kemanusiaan sebesar Rp1,1 miliar melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI untuk membantu para guru, siswa, dan sekolah swasta yang terdampak bencana di wilayah Sumatra dan Aceh. Penyerahan donasi dilakukan secara simbolis di Kantor BAZNAS RI, Jakarta Timur, Rabu (24/12/2025). Bantuan tersebut difokuskan untuk menopang keberlangsungan pendidikan, khususnya para pendidik dan sekolah swasta yang terdampak langsung akibat bencana. Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, M.A. mengapresiasi konsistensi JSIT Indonesia dalam kerja-kerja kemanusiaan, baik untuk isu global seperti Palestina, maupun bencana di dalam negeri. “Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran JSIT Indonesia atas kepercayaan yang diberikan kepada BAZNAS. Donasi ini akan kami kelola dan salurkan secara profesional, amanah, dan sesuai dengan harapan, khususnya untuk membantu para guru di Aceh dan Sumatra,” ujar Kiai Noor. Ia menilai langkah JSIT menjadi contoh nyata bagaimana jaringan sekolah swasta di Indonesia saling menguatkan, terutama saat sekolah-sekolah di daerah bencana kehilangan sumber pendanaan utama. Menurutnya, sekolah swasta sangat bergantung pada SPP orang tua murid, baik untuk operasional gedung maupun kesejahteraan pendidik. Ketika bencana melanda, bangunan rusak, buku dan peralatan belajar hilang, kegiatan belajar mengajar pun terpaksa terhenti. “Dampak bencana tidak hanya merusak rumah, tapi juga memutus mata pencaharian. Banyak warga kehilangan pekerjaan karena sawah dan ladang rusak. Untuk makan mereka terbantu, tapi kebutuhan pekerjaan dan pendidikan masih menjadi tantangan,” jelas Kiai Noor. BAZNAS RI, lanjutnya, juga akan membangun sekolah sementara dan mushola sementara agar aktivitas pendidikan dan ibadah tetap berjalan. “Anak-anak kehilangan sekolah, seragam, buku, bahkan ruang belajar. Ini yang menjadi perhatian kami,” tambahnya. Sementara itu, Ketua Umum JSIT Indonesia Ahmad Fikri, M.Pd. mengatakan, donasi tersebut merupakan hasil penggalangan dana dari seluruh jaringan sekolah JSIT di berbagai daerah di Indonesia. “Alhamdulillah, hari ini JSIT Indonesia bisa menyalurkan donasi kemanusiaan untuk saudara-saudara kami di Sumatra dan Aceh. Kami ingin fokus membantu para guru dan sekolah-sekolah yang terdampak, karena merekalah yang sering kali luput dari perhatian,” ujarnya. Fikri menegaskan, donasi ini merupakan wujud kepedulian bersama dari siswa, guru, dan orang tua yang tergabung dalam JSIT Indonesia untuk meringankan beban korban bencana. Ia berharap, langkah ini dapat menginspirasi sekolah-sekolah lain agar turut berkontribusi membantu pemulihan sektor pendidikan di wilayah terdampak. “Dampak bencana ini sangat besar. Kami percaya BAZNAS mampu menyalurkan amanah ini kepada guru-guru dan sekolah-sekolah yang membutuhkan,” tutupnya. Turut hadir dalam kegiatan tersebut jajaran pimpinan BAZNAS RI dan pengurus JSIT Indonesia, di antaranya Bendahara Umum JSIT Siti Masturoh, Ketua Bidang I Dr. Endah Tri Kusumawati, Ketua Bidang II Masud, Manajer Operasional Arvianto Sadri, serta pengurus JSIT wilayah dan daerah.
BERITA24/12/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Terima Zakat Perusahaan Rp2,55 M dari MBK Ventura Syariah, Perkuat Pemberdayaan Mustahik
BAZNAS Terima Zakat Perusahaan Rp2,55 M dari MBK Ventura Syariah, Perkuat Pemberdayaan Mustahik
Jakarta – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI kembali menerima penunaian zakat perusahaan dari PT Mitra Bisnis Keluarga Ventura (MBK) Unit Usaha Syariah. Penyerahan zakat dilakukan secara seremonial di Kantor Pusat BAZNAS RI, Jakarta, Rabu (24/12/2025). Pada tahun ini, MBK Ventura Unit Usaha Syariah menunaikan Zakat Perusahaan sebesar Rp2.559.763.150 melalui BAZNAS RI. Dana tersebut akan dialokasikan untuk mendukung berbagai program pemberdayaan mustahik serta respons sosial dan kemanusiaan sesuai prinsip syariah. Penunaian zakat ini menjadi yang ketiga kalinya secara berturut-turut MBK Ventura Unit Usaha Syariah mempercayakan pengelolaan zakat perusahaan kepada BAZNAS RI. Hal ini mencerminkan sinergi berkelanjutan antara sektor usaha dan lembaga pengelola zakat negara dalam mendorong kesejahteraan masyarakat. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, M.A., mengapresiasi konsistensi dan kepercayaan yang diberikan MBK Ventura Unit Usaha Syariah. “Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang kembali diberikan. Ini merupakan amanah besar yang insyaallah akan kami kelola secara profesional, transparan, dan tepat sasaran,” ujarnya. Ia menegaskan, zakat perusahaan memiliki peran strategis dalam memperkuat program-program pemberdayaan mustahik di berbagai sektor, mulai dari ekonomi produktif, pendidikan, kesehatan, hingga kemanusiaan. “Zakat perusahaan sangat penting untuk memperluas manfaat zakat sekaligus mempercepat upaya pengentasan kemiskinan,” tambahnya. Sementara itu, Direktur Utama PT Mitra Bisnis Keluarga Ventura, Achmad Ramdani, menyampaikan bahwa penunaian zakat perusahaan merupakan bentuk tanggung jawab moral dan spiritual perusahaan. “Zakat perusahaan adalah komitmen kami terhadap nilai keadilan, keberkahan, dan kepedulian sosial, agar pertumbuhan usaha yang kami capai dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” jelasnya. Ia juga menegaskan alasan pihaknya mempercayakan pengelolaan zakat kepada BAZNAS RI karena kredibilitas dan profesionalisme yang dimiliki lembaga tersebut. “Kami berharap zakat yang disalurkan dapat dikelola secara amanah dan memberikan dampak nyata bagi para mustahik,” katanya. Melalui kolaborasi ini, BAZNAS RI dan MBK Ventura Unit Usaha Syariah berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi jangka panjang. Kerja sama tersebut diharapkan mampu mengoptimalkan peran zakat sebagai instrumen pembangunan sosial yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan.
BERITA24/12/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
Jelang HUT ke-75 SMAN 4 Jakarta, HIMALS4 Salurkan Rp114 Juta untuk Korban Bencana Sumatra lewat BAZNAS
Jelang HUT ke-75 SMAN 4 Jakarta, HIMALS4 Salurkan Rp114 Juta untuk Korban Bencana Sumatra lewat BAZNAS
Jakarta – Kepedulian alumni terhadap isu kemanusiaan kembali ditunjukkan. Himpunan Alumni SMA Negeri 4 Jakarta (HIMALS4) menyalurkan bantuan kemanusiaan sebesar Rp114 juta untuk masyarakat terdampak bencana di Sumatra melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI. Penyaluran bantuan ini menjadi bagian dari agenda kemanusiaan HIMALS4 menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 SMAN 4 Jakarta pada 2026, sekaligus wujud empati bangsa terhadap para penyintas bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Ketua Umum HIMALS4 yang juga Wakil Ketua Komisi Informasi Pusat RI, Arya Sandhiyudha, dan diterima langsung oleh Direktur Pengumpulan BAZNAS RI, Faisal Qosim, di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Selasa (23/12/2025). Turut hadir jajaran pengurus HIMALS4, di antaranya Randy Rachmadi, Tiwi Hapsari, Okky Hartanto, Nilam Sari, dan Dhika. Direktur Pengumpulan BAZNAS RI, Faisal Qosim, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan HIMALS4 dalam menyalurkan bantuan kemanusiaan melalui BAZNAS. “Dukungan ini akan memperkuat upaya BAZNAS dalam penanganan bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Kami berkomitmen menyalurkan bantuan ini secara amanah, profesional, dan tepat sasaran agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat terdampak,” ujar Faisal. Ia menilai, kepedulian yang ditunjukkan HIMALS4 mencerminkan nilai-nilai luhur solidaritas sosial yang telah lama menjadi teladan dalam tradisi kemasyarakatan. “Semangat berbagi seperti ini mengingatkan kita pada keteladanan Suku Quraisy yang menjunjung tinggi kepedulian sosial, khususnya di saat krisis dan bencana,” tambahnya. Faisal juga menegaskan bahwa BAZNAS terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat dalam agenda kebencanaan. “BAZNAS tidak bisa bekerja sendiri. Sinergi dengan mitra seperti HIMALS4 sangat penting agar bantuan kemanusiaan menjangkau penerima manfaat secara luas dan tepat sasaran,” katanya. Secara terpisah, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan, Dr. H. Rizaludin Kurniawan, turut mengapresiasi langkah HIMALS4 yang memaknai kebersamaan alumni melalui aksi sosial yang berdampak langsung. “Keterlibatan komunitas alumni dalam agenda kemanusiaan menjadi contoh positif. Reuni tidak lagi sekadar seremonial, tetapi berubah menjadi aksi nyata yang memberi manfaat bagi masyarakat,” ujarnya. Sementara itu, Ketua Umum HIMALS4, Arya Sandhiyudha, menyampaikan terima kasih kepada BAZNAS RI yang telah memfasilitasi penyaluran bantuan kemanusiaan tersebut. Menurutnya, BAZNAS memiliki peran strategis dalam memastikan dana kemanusiaan tersalurkan secara tepat kepada pihak yang membutuhkan. “Penyaluran donasi ini merupakan wujud empati para alumni. Kami ingin menjadikan HUT ke-75 SMAN 4 Jakarta sebagai momentum kegiatan yang bermakna dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Arya. Ia berharap, bantuan tersebut dapat meringankan beban para penyintas bencana di Sumatra sekaligus memperkuat sinergi antara HIMALS4, BAZNAS, dan jejaring alumni lainnya dalam menghadirkan manfaat sosial yang lebih luas.
BERITA23/12/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
Sambut Ramadhan 1447 H, BAZNAS Perkuat Dakwah Zakat dan Strategi Fundraising Nasional
Sambut Ramadhan 1447 H, BAZNAS Perkuat Dakwah Zakat dan Strategi Fundraising Nasional
Sambut Ramadan 1447 H, BAZNAS Perkuat Dakwah Zakat dan Strategi Fundraising Nasional Jakarta – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mulai memanaskan mesin menyambut Ramadan 1447 Hijriah. Momentum Ramadan dinilai menjadi periode paling krusial dalam pengelolaan zakat nasional, sekaligus penentu capaian penghimpunan zakat sepanjang tahun. Dalam kegiatan berbagi ilmu yang diikuti oleh BAZNAS provinsi, kabupaten, dan kota se-Indonesia, BAZNAS menegaskan pentingnya penguatan dakwah zakat, kesiapan organisasi, serta strategi fundraising yang terencana sejak jauh hari sebelum Ramadan. Pernyataan tersebut disampaikan Pimpinan BAZNAS RI Bidang Transformasi Digital Nasional, Prof. Ir. Nadratuzzaman Hosen, MS., M.Ec., Ph.D., dalam Pengajian Selasa Pagi yang diselenggarakan Pusdiklat BAZNAS RI dan disiarkan langsung melalui kanal YouTube BAZNAS TV, Selasa (23/12/2025). Menurut Prof. Nadratuzzaman, Ramadan merupakan fase paling menentukan dalam siklus pengumpulan zakat. “Pengalaman menunjukkan, sekitar 60 hingga 70 persen pengumpulan zakat tahunan terjadi di bulan Ramadan. Karena itu, seluruh elemen BAZNAS, baik pusat maupun daerah, harus bekerja maksimal,” tegasnya. Ia menekankan bahwa BAZNAS memikul tanggung jawab besar sebagai fasilitator umat, baik bagi muzaki maupun mustahik. Potensi zakat nasional yang diperkirakan mencapai Rp327 triliun, kata dia, hanya dapat diwujudkan melalui kerja bertahap dan konsistensi jangka panjang. “Kita tidak bisa melompat sekaligus. Perlu tahapan, kesabaran, dan kesungguhan dalam melayani umat,” ujarnya. Sementara itu, Deputi I BAZNAS RI, H. M. Arifin Purwakananta, menegaskan bahwa zakat adalah ajaran Islam yang harus terus disyiarkan sebagai solusi kesejahteraan umat. “Zakat adalah syariat yang diamanahkan kepada kita untuk kita sebarkan, kita sampaikan, dan kita hadirkan sebagai solusi nyata bagi umat,” ungkapnya. Arifin mengingatkan bahwa tugas amil zakat tidak berhenti pada aspek teknis penghimpunan dan pendistribusian, tetapi juga menyeru kebaikan dengan penuh keyakinan. Ia mengutip QS. Al-Hajj ayat 27 sebagai inspirasi gerakan zakat. “Allah memerintahkan Nabi Ibrahim untuk menyeru manusia berhaji. Ketika Ibrahim bertanya bagaimana seruannya sampai, Allah menjawab: ‘Serulah, Aku yang akan menyampaikannya’. Ini pelajaran besar bagi kita,” tuturnya. Menurutnya, keterbatasan sumber daya tidak boleh menjadi alasan melemahkan dakwah zakat. “Jika seruan itu dilakukan karena Allah, maka ia akan memantul, menyebar, dan sampai kepada orang-orang yang dituju,” tegas Arifin. Dari sisi operasional, Direktur Layanan, Promosi, dan Data Optimasi BAZNAS RI, H. Rulli Kurniawan, menegaskan bahwa keberhasilan pengumpulan zakat sepanjang tahun sangat ditentukan oleh performa di bulan Ramadan. “Berdasarkan data sepuluh tahun terakhir, lembaga yang menang di Ramadan, insyaallah akan menang sampai akhir tahun,” jelasnya. Rulli menekankan bahwa secara manajerial, Ramadan sejatinya dimulai sejak H-100. “Ramadan bukan baru dimulai saat hilal terlihat. Jika di bulan Rajab dan Sya’ban tensi lembaga masih landai, maka Ramadan akan terasa berat,” ujarnya. Karena itu, ia mendorong seluruh BAZNAS daerah segera membentuk kepanitiaan Ramadan dan meningkatkan intensitas aktivitas sejak dini. Menghadapi Ramadan 1447 H, BAZNAS RI menetapkan target pengumpulan Rp515 miliar, yang disebut sebagai target tertinggi dalam sejarah fundraising Ramadan BAZNAS. “Target ini berat, tetapi harus dihadapi dengan perencanaan yang rasional, terukur, dan berbasis data,” tegas Rulli. Sebagai pesan utama Ramadan tahun ini, BAZNAS mengusung tema “Zakat Menguatkan Indonesia”. Tema tersebut dipilih sebagai respons atas berbagai tantangan dan bencana yang dihadapi bangsa. “Di tengah berbagai ujian, kita ingin menyampaikan pesan kuat bahwa zakat hadir sebagai kekuatan sosial untuk menguatkan Indonesia,” pungkasnya.
BERITA23/12/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
Bangun Kemandirian Ekonomi Umat, BAZNAS Luncurkan ZAuto, Zmart, dan ZCoffee di Banyumas
Bangun Kemandirian Ekonomi Umat, BAZNAS Luncurkan ZAuto, Zmart, dan ZCoffee di Banyumas
Banyumas – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI meluncurkan program ZAuto, Zmart, dan ZCoffee sekaligus menyalurkan bantuan modal usaha kepada 114 mustahik di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Senin (22/12/2025). Total bantuan yang digelontorkan BAZNAS RI dalam program tersebut mencapai Rp1,12 miliar. Peluncuran tiga program ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS RI dalam mendorong kemandirian ekonomi mustahik melalui kewirausahaan berkelanjutan. Program ini juga selaras dengan Asta Cita ke-3 pemerintahan Presiden, yakni penguatan ekonomi rakyat. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, menjelaskan bahwa Zmart, ZAuto, dan ZCoffee memiliki tujuan yang sama, yakni mengentaskan kemiskinan melalui pendekatan pemberdayaan ekonomi jangka panjang. “Program Zmart kami rancang sebagai penguatan usaha ritel mikro untuk meningkatkan kapasitas usaha mustahik, khususnya di wilayah perkotaan,” kata Saidah. Ia menjelaskan, bantuan Zmart tidak hanya berupa modal usaha, tetapi juga meliputi branding, peralatan usaha, serta pendampingan berkelanjutan. Sejak 2018 hingga November 2025, program Zmart telah memberikan manfaat kepada 4.095 mustahik yang tersebar di 34 provinsi dan 96 kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Selain itu, BAZNAS RI juga mengembangkan ZAuto, program pemberdayaan ekonomi di sektor otomotif. Hingga kini, ZAuto telah tersebar di 18 provinsi dan 77 kabupaten/kota, serta memberikan manfaat kepada 577 mustahik. Menurut Saidah, keberhasilan program-program tersebut tidak terlepas dari kolaborasi antara BAZNAS RI, BAZNAS provinsi, BAZNAS kabupaten/kota, pemerintah daerah, serta masyarakat setempat. “Ini menjadi bukti bahwa zakat mampu menggerakkan ekonomi umat secara berkelanjutan dan mendorong mustahik bertransformasi menjadi muzakki,” ujarnya. Di Banyumas, BAZNAS juga meluncurkan ZCoffee, program pemberdayaan usaha kopi yang menghadirkan produk olahan kopi dari mustahik binaan BAZNAS. Produk tersebut telah melalui proses pelatihan dan pendampingan sebelum dipasarkan. “BAZNAS tidak hanya memberikan bantuan modal, tetapi juga membangun ekosistem usaha melalui pelatihan, pendampingan, hingga pengembangan pasar,” jelas Saidah. Dalam pengembangan ZCoffee, BAZNAS menggandeng sejumlah perguruan tinggi sebagai mitra strategis, di antaranya Universitas Nahdlatul Ulama Purwokerto, Universitas Muhammadiyah Purwokerto, STIQ Miftahul Huda Rawalo, dan UIN SAIZU Purwokerto. Peluncuran program ini turut dihadiri Wakil Bupati Banyumas Hj. Dwi Asih Lintarti, Waka II BAZNAS Provinsi Jawa Tengah Drs. H.M. Zain Yusuf, Direktur Pendayagunaan BAZNAS Eka Budhi Sulistyo, jajaran Forkopimda, pimpinan OPD, pimpinan organisasi vertikal, Ketua BAZNAS Kabupaten Banyumas Hj. Khasanatul Mufidah, serta tokoh-tokoh organisasi keagamaan di Kabupaten Banyumas.
BERITA22/12/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
Bangun Budaya Berbagi, BAZNAS Gandeng Masjid Nurul Hidayah Luncurkan Program Sedekah Barang
Bangun Budaya Berbagi, BAZNAS Gandeng Masjid Nurul Hidayah Luncurkan Program Sedekah Barang
Jakarta – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Masjid Nurul Hidayah, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, resmi meluncurkan Program Sedekah Barang, Selasa (16/12/2025). Program ini menjadi terobosan baru dalam mendorong budaya berbagi masyarakat melalui sedekah barang yang masih layak pakai dan bernilai ekonomi. Program Sedekah Barang dirancang untuk mempermudah masyarakat bersedekah, tidak hanya dalam bentuk uang, tetapi juga barang-barang yang selama ini tersimpan di rumah dan berpotensi memberi manfaat bagi sesama. Barang yang terkumpul nantinya akan dikonversi menjadi nilai rupiah untuk mendukung program pengentasan kemiskinan BAZNAS. Peluncuran program ini dihadiri oleh Kepala Divisi Penguatan Pengumpulan LAZ BAZNAS RI H. M. Abdul Kahfie, Wakil Ketua DKM Masjid Nurul Hidayah Rifki Isnanda, Dewan Penasehat Masjid Nurul Hidayah Tatang S, Dewan Syariah Masjid Nurul Hidayah KH Syarif, serta Wakil Camat Kebayoran Baru Sulistyo. Abdul Kahfie menyampaikan, Program Sedekah Barang merupakan inovasi pengelolaan filantropi yang menjawab tantangan sosial sekaligus gaya hidup masyarakat perkotaan. “Melalui kerja sama dengan Masjid Nurul Hidayah, barang-barang hasil sedekah akan kami konversi menjadi nilai rupiah. Dana tersebut digunakan untuk mendukung operasional program pengentasan kemiskinan di Indonesia,” ujar Kahfie di Jakarta. Menurut Kahfie, program ini tidak hanya memberi kemudahan bagi masyarakat untuk berbagi, tetapi juga membangun kesadaran bahwa sedekah bisa dilakukan dalam berbagai bentuk. “BAZNAS sangat mengapresiasi DKM Masjid Nurul Hidayah yang telah memfasilitasi program ini. Semoga ini menjadi momentum untuk menumbuhkan semangat kepedulian dan kebiasaan berbagi di tengah masyarakat,” tambahnya. Sebagai bentuk kemudahan, BAZNAS menyediakan drop box Sedekah Barang di lingkungan Masjid Nurul Hidayah. Jamaah dan masyarakat sekitar dapat langsung menyumbangkan barang-barang yang masih bermanfaat tanpa proses yang rumit. “Kehadiran drop box ini memudahkan jamaah. Tinggal datang ke masjid, masukkan barang ke dalam box, dan sedekah pun tersalurkan,” jelas Kahfie. Sementara itu, Wakil Ketua DKM Masjid Nurul Hidayah, Ustaz Rifki Isnanda, menyambut baik kolaborasi dengan BAZNAS. Ia menilai program ini sebagai sarana edukasi untuk membiasakan sedekah dalam kehidupan sehari-hari. “Melalui sedekah barang, kita dilatih untuk tidak menumpuk barang yang sudah tidak terpakai. Bahkan jika masih baru, jauh lebih baik disedekahkan agar bermanfaat bagi orang lain,” kata Rifki. Rifki menegaskan, sedekah merupakan amalan utama yang sangat ditekankan dalam ajaran Islam dan dicontohkan langsung oleh Rasulullah SAW. “Kebiasaan bersedekah ini adalah sunnah Rasul. Setiap ke masjid, kita bisa sambil bersedekah. Di samping masjid juga ada sekolah, jadi ini bisa menjadi pembelajaran sejak dini bagi anak-anak tentang nilai kepedulian,” ujarnya. Ia berharap kerja sama antara Masjid Nurul Hidayah dan BAZNAS RI dapat terus berlanjut dan melahirkan lebih banyak program edukatif bagi masyarakat. “Semoga kolaborasi ini terus berjalan, sehingga masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat edukasi, pembinaan akhlak, dan penguatan kepedulian sosial bersama BAZNAS,” pungkas Rifki.
BERITA16/12/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Resmikan Kampung Zakat dan Balai Ternak di Kuningan, Dorong Mustahik Jadi Muzaki
BAZNAS Resmikan Kampung Zakat dan Balai Ternak di Kuningan, Dorong Mustahik Jadi Muzaki
Kuningan – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI meresmikan Kampung Zakat dan Balai Ternak Zakat Mukti Raharja di Desa Sayana, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, Selasa (16/12/2025). Program ini menjadi langkah konkret BAZNAS dalam memperkuat zakat produktif berbasis pemberdayaan ekonomi masyarakat desa. Peresmian tersebut merupakan hasil kolaborasi BAZNAS RI bersama BAZNAS Provinsi Jawa Barat dan BAZNAS Kabupaten Kuningan, dengan dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Kuningan serta Pemerintah Desa Sayana. Balai Ternak ini dirancang sebagai model pengelolaan zakat produktif yang terintegrasi dan berkelanjutan. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan MA., yang diwakili Direktur Pendayagunaan dan Penyaluran UPZ dan CSR BAZNAS RI, Eka Budhi Sulistyo, menegaskan bahwa program ini merupakan wujud nyata transformasi zakat dari konsumtif ke produktif. “Balai Ternak dan Kampung Zakat ini adalah ikhtiar BAZNAS untuk membangun kemandirian ekonomi mustahik. Targetnya jelas, mustahik hari ini harus mampu menjadi muzaki di masa depan,” kata Eka dalam sambutannya. Menurut Eka, Balai Ternak Zakat Mukti Raharja juga diarahkan menjadi pusat ketahanan pangan desa sekaligus sarana edukasi dan pembinaan peternak. Pengelolaan dilakukan secara profesional agar amanah para muzaki memberikan dampak nyata. “Kami ingin zakat dikelola produktif, berkelanjutan, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegasnya. Balai Ternak Zakat Mukti Raharja berdiri di atas lahan seluas 500 meter persegi, didukung lahan hijauan pakan seluas 1 hektare. Pada tahap awal, balai ternak ini memiliki kapasitas 244 ekor domba, lengkap dengan unit pengelolaan pakan mandiri, area pelatihan peternak, serta sistem pengelolaan ternak berbasis kebersihan dan kesejahteraan hewan. Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rahmat Januar, M.Si., yang hadir bersama Wakil Bupati Kuningan Tuti Andriani, S.H., M.Kn., mengapresiasi langkah BAZNAS dalam menghadirkan program pemberdayaan ekonomi berbasis desa. “Ini bukan sekadar program peternakan, tetapi investasi masa depan bagi masyarakat desa. Ada nilai empati, gotong royong, dan kemandirian di dalamnya,” ujar Bupati Dian. Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Kuningan siap bersinergi dengan BAZNAS untuk mengawal program-program pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan ekonomi umat. Balai Ternak Mukti Raharja diharapkan menjadi role model bagi desa-desa lain di Kuningan. Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Kuningan Drs. HR Yayan Sofyan, MM., menyebut keberhasilan program ini tidak lepas dari kolaborasi lintas lembaga dan dukungan masyarakat setempat. “Kampung Zakat dan Balai Ternak ini adalah hasil kerja bersama BAZNAS RI, BAZNAS Provinsi Jawa Barat, dan BAZNAS Kuningan, yang sejalan dengan visi pembangunan daerah,” katanya. Tak hanya fokus pada peternakan, Balai Ternak Mukti Raharja juga dirancang mendorong usaha turunan, seperti pengolahan pupuk organik dari limbah ternak. Dengan konsep ini, manfaat zakat diharapkan memberi efek ekonomi yang lebih luas bagi warga Desa Sayana. Melalui peresmian Kampung Zakat dan Balai Ternak Zakat Mukti Raharja, BAZNAS kembali menegaskan komitmennya menghadirkan program zakat produktif yang berkelanjutan, berdampak, dan mampu mengangkat kesejahteraan masyarakat perdesaan.
BERITA16/12/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Bangun Rumah Sehat di Bulukumba, Perluas Akses Layanan Kesehatan Gratis
BAZNAS Bangun Rumah Sehat di Bulukumba, Perluas Akses Layanan Kesehatan Gratis
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI memperluas jangkauan layanan kesehatan gratis bagi masyarakat kurang mampu dengan membangun Rumah Sehat BAZNAS (RSB) di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. Pembangunan ditandai dengan peletakan batu pertama yang dilaksanakan pada Minggu (15/12/2025). RSB Bulukumba merupakan hasil kolaborasi BAZNAS RI, BAZNAS Kabupaten Bulukumba, dan Pemerintah Kabupaten Bulukumba yang menghibahkan lahan untuk pembangunan fasilitas kesehatan tersebut. Sinergi lintas lembaga ini diharapkan dapat memperkuat pelayanan kesehatan dasar bagi masyarakat, khususnya kelompok mustahik. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Koordinasi Nasional, KH Achmad Sudrajat, Lc., MA., CFRM., mengatakan, pembangunan RSB Bulukumba merupakan bagian dari komitmen BAZNAS dalam memastikan akses layanan kesehatan yang layak dan terjangkau bagi masyarakat miskin. “Rumah Sehat BAZNAS Bulukumba hadir untuk memberikan layanan kesehatan gratis bagi mustahik, memperluas kepesertaan BPJS, sekaligus memperkuat sistem pelayanan kesehatan di daerah. Ini adalah wujud nyata peran zakat dalam meningkatkan derajat kesehatan umat,” ujarnya. RSB Bulukumba dibangun di atas lahan seluas 10.483 meter persegi dan akan beroperasi dengan standar Klinik Pratama. Fasilitas layanan yang disediakan meliputi poli umum, instalasi gawat darurat (IGD), poli kesehatan ibu dan anak, poli gigi, laboratorium, farmasi, serta layanan antar-jemput pasien. Menurut Achmad Sudrajat, RSB Bulukumba menjadi Rumah Sehat BAZNAS kedua di Provinsi Sulawesi Selatan setelah RSB Makassar. Kehadiran fasilitas ini diharapkan dapat memperluas sebaran layanan kesehatan berbasis zakat di wilayah tersebut. Secara nasional, pembangunan RSB Bulukumba menambah jumlah Rumah Sehat BAZNAS yang telah berdiri dan sedang dalam proses pembangunan di berbagai daerah. Hingga kini, tercatat sebanyak 38 RSB telah beroperasi, termasuk dua layanan kesehatan bergerak berupa kapal yang melayani wilayah kepulauan Talaud dan Sangihe, Sulawesi Utara. “Pada 2024, Rumah Sehat BAZNAS telah melayani lebih dari 655 ribu penerima manfaat. Layanan tersebut mencakup pengobatan, pemberian vitamin, pemenuhan gizi, hingga edukasi dan penyuluhan kesehatan masyarakat,” jelasnya. Achmad Sudrajat menegaskan, pengelolaan RSB Bulukumba akan dilakukan secara profesional dan akuntabel dengan melibatkan tenaga medis yang kompeten, sekaligus memprioritaskan putra daerah sebagai bagian dari dukungan terhadap penciptaan lapangan kerja lokal. Sementara itu, Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf menyampaikan apresiasi atas kontribusi BAZNAS RI dalam mendukung pembangunan sektor kesehatan di daerahnya. Menurutnya, kehadiran RSB Bulukumba akan sangat membantu masyarakat yang selama ini menghadapi keterbatasan akses layanan medis. “Kami menyambut baik pembangunan Rumah Sehat BAZNAS ini. Fasilitas ini akan menjadi solusi nyata bagi masyarakat Bulukumba yang membutuhkan layanan kesehatan,” ujarnya. Kegiatan peletakan batu pertama turut dihadiri Wakil Bupati Bulukumba Andi Edy Manaf, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah Bulukumba, para kepala organisasi perangkat daerah, Ketua BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan, jajaran BAZNAS Kabupaten Bulukumba, Kepala Kantor Kementerian Agama, serta pimpinan Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Bulukumba.
BERITA15/12/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS RI Kembali Raih Predikat Informatif KIP 2025, Skor Naik Jadi 97,70
BAZNAS RI Kembali Raih Predikat Informatif KIP 2025, Skor Naik Jadi 97,70
Jakarta – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI kembali mencatatkan prestasi dalam keterbukaan informasi publik. BAZNAS dinobatkan sebagai Lembaga Publik Informatif kategori Lembaga Non Struktural (LNS) dengan peringkat kedua dan nilai 97,70 pada Anugerah Keterbukaan Informasi Publik (KIP) 2025. Penghargaan tersebut diselenggarakan oleh Komisi Informasi Pusat (KIP) dan diterima langsung oleh Pimpinan BAZNAS RI Bidang SDM, Keuangan, dan Hukum Kolonel CAJ (Purn) Drs. Nur Chamdani di Jakarta, Senin (15/12/2025). Capaian ini sekaligus memperpanjang tren positif BAZNAS dalam tata kelola informasi publik. Pada 2024, BAZNAS meraih nilai 97,38, sementara pada 2023 memperoleh 94,21. Artinya, kualitas keterbukaan informasi BAZNAS terus menunjukkan peningkatan signifikan dari tahun ke tahun. “Alhamdulillah, ini kali ketiga BAZNAS meraih predikat Informatif dan menjadi peringkat terbaik yang pernah dicapai. Ini buah dari kerja kolektif seluruh amil dan amilat BAZNAS di seluruh Indonesia,” ujar Nur Chamdani. Ia menegaskan, penghargaan ini menjadi bukti komitmen BAZNAS dalam menjalankan amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat. “Transparansi dan akuntabilitas adalah prinsip yang tidak bisa dipisahkan dari pengelolaan zakat, infak, dan sedekah. Dana umat adalah amanah besar yang harus dikelola secara terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya. Menurut Nur Chamdani, capaian ini juga mencerminkan lompatan besar BAZNAS, dari sebelumnya berstatus Menuju Informatif hingga kini konsisten meraih predikat Informatif dalam beberapa tahun terakhir. Ke depan, BAZNAS memastikan komitmen untuk terus memperkuat layanan informasi publik melalui pengembangan sistem digital, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta penyempurnaan standar pelayanan informasi. “Kepercayaan publik adalah kunci. Dengan keterbukaan informasi, pengelolaan ZIS diharapkan semakin optimal dan manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh para mustahik di seluruh Indonesia,” pungkas Nur Chamdani. Sebagai informasi, Anugerah Keterbukaan Informasi Publik merupakan ajang tahunan yang digelar KIP untuk memberikan apresiasi kepada badan publik yang dinilai konsisten menerapkan prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam pelayanan informasi kepada masyarakat.
BERITA15/12/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS RI Gaspol Perkuat Akuntabilitas Zakat Nasional
BAZNAS RI Gaspol Perkuat Akuntabilitas Zakat Nasional
Jakarta — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI kembali tancap gas memperkuat akuntabilitas pengelolaan zakat nasional. Melalui Kelas Hukum Vol.10, BAZNAS RI menegaskan komitmennya menjaga amanah umat dengan tata kelola zakat yang transparan, profesional, dan patuh regulasi, Senin (15/12/2025). Mengusung tema “Peningkatan Akuntabilitas Pengelolaan Zakat Nasional”, kegiatan yang digelar secara daring ini diikuti insan BAZNAS dari berbagai daerah di Indonesia. Forum ini menjadi alarm penting penguatan kesadaran hukum di tengah tuntutan publik terhadap pengelolaan dana umat yang semakin terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan. Pimpinan BAZNAS RI Bidang SDM, Keuangan, dan Hukum, Kol. CAJ (Purn) Drs. Nur Chamdani, menegaskan bahwa akuntabilitas bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan fondasi utama keberlanjutan lembaga zakat. “Pengelolaan zakat adalah amanah besar. Harus dijalankan secara akuntabel, transparan, dan sesuai hukum. Kelas Hukum ini menjadi upaya serius BAZNAS membangun kesadaran hukum insan amil,” tegas Nur Chamdani. Ia menambahkan, penguatan aspek hukum menjadi benteng utama dalam menjaga kredibilitas BAZNAS di mata publik. “Pemahaman hukum yang kuat membantu amil mengambil keputusan tepat, meminimalkan risiko hukum, dan menjaga kepercayaan masyarakat,” lanjutnya. Sorotan tajam juga datang dari Ali Saban, Auditor Ahli Madya Inspektorat Jenderal Kementerian Agama RI. Ia menekankan pentingnya kepatuhan syariah dan akuntabilitas, terutama di era digital. “Kepercayaan publik bertumpu pada transparansi dan kepatuhan syariah. Pengelolaan zakat yang bisa diaudit adalah kunci agar dana umat benar-benar memberi dampak nyata,” ujarnya. Kelas Hukum Vol.10 ini turut dihadiri Kepala Biro Hukum dan Kelembagaan BAZNAS RI Mulya Dwi Harto serta Kepala Pusdiklat BAZNAS RI Sarniti, menegaskan dukungan penuh kelembagaan terhadap penguatan tata kelola zakat nasional. Melalui forum ini, BAZNAS RI menargetkan seluruh insan amil semakin sadar bahwa hukum dan akuntabilitas adalah napas utama dalam setiap proses pengelolaan zakat, infak, dan sedekah. Ke depan, BAZNAS RI memastikan program peningkatan kapasitas berbasis hukum dan tata kelola akan terus digulirkan sebagai bagian dari transformasi zakat nasional yang modern, profesional, dan berorientasi pada kemaslahatan umat.
BERITA15/12/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS RI Kucurkan Rp1,7 Miliar untuk IIQ Jakarta, Perkuat Fasilitas Belajar Penghafal Al-Qur’an
BAZNAS RI Kucurkan Rp1,7 Miliar untuk IIQ Jakarta, Perkuat Fasilitas Belajar Penghafal Al-Qur’an
Jakarta – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menyalurkan bantuan senilai Rp1,79 miliar kepada Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta. Bantuan tersebut digunakan untuk mendukung penyelesaian fasilitas ruang kelas bagi para penghafal Al-Qur’an di lingkungan kampus IIQ. Bantuan sebesar Rp1.790.500.000 itu dialokasikan khusus untuk proses finishing ruang kelas di gedung perkuliahan IIQ setinggi lima setengah lantai, tepatnya pada lantai 1 dan lantai 3. Penyaluran bantuan ini menjadi bagian dari komitmen BAZNAS dalam memperkuat pendidikan Al-Qur’an di Indonesia. Penyerahan bantuan dilakukan dalam Seremonial Serah Terima Gedung Perkuliahan IIQ Jakarta, Jumat (12/12/2025). Kegiatan tersebut dihadiri jajaran pimpinan BAZNAS RI, di antaranya Pimpinan Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Hj. Saidah Sakwan, MA; Pimpinan Bidang Koordinasi Nasional KH. Achmad Sudrajat, Lc., MA., CFRM; Pimpinan Bidang SDM, Keuangan, dan Umum Kol. Caj. (Purn) Nur Chamdani; serta Pimpinan Bidang Transformasi Digital Prof. Ir. H. M. Nadratuzzaman Hosen, M.S., M.Ec., Ph.D. Hadir pula Rektor IIQ Jakarta Assoc. Prof. Dr. Hj. Nadjematul Faizah, S.H., M.Hum., Guru Besar Prof. Dr. KH. Artani Hasbi, M.A., jajaran wakil rektor, anggota Senat IIQ, Ketua Dewan Pengasuh Pesantren IIQ, serta civitas akademika IIQ Jakarta. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk nyata dukungan BAZNAS terhadap lembaga pendidikan Al-Qur’an yang berperan melahirkan para hafizah, ulama, dan pendidik Al-Qur’an di Tanah Air. “Pada hari Jumat yang penuh berkah ini, kami bersyukur bisa bersama-sama mewujudkan ikhtiar besar untuk para penghafal Al-Qur’an. IIQ Jakarta adalah kawah candradimuka para penjaga kalam Ilahi, dan mereka layak mendapatkan fasilitas belajar yang layak dan nyaman,” ujar Kiai Noor dalam sambutannya. Ia menjelaskan, keterbatasan ruang kelas sebelumnya membuat sebagian mahasiswa harus mengikuti perkuliahan secara bergiliran hingga malam hari, bahkan menempuh jarak cukup jauh dari asrama. Kondisi tersebut dinilai dapat memengaruhi kenyamanan dan efektivitas proses pembelajaran. “Bantuan ini adalah bentuk penghormatan kami kepada para Hamalatul Qur’an. Kami ingin memastikan proses belajar mereka berlangsung kondusif agar mampu melahirkan ulama-ulama Al-Qur’an yang mumpuni,” kata Kiai Noor. Menurutnya, rampungnya ruang kelas baru ini diharapkan dapat mengakhiri sistem perkuliahan bergilir yang melelahkan dan meningkatkan kualitas akademik mahasiswa IIQ secara keseluruhan. Ia juga berharap gedung tersebut menjadi amal jariyah bagi para muzaki yang telah menunaikan zakat melalui BAZNAS. Dalam kesempatan tersebut, Kiai Noor turut berpesan kepada mahasiswa IIQ agar memanfaatkan fasilitas yang ada dengan penuh tanggung jawab. Ia menekankan bahwa seluruh fasilitas tersebut dibangun dari amanah dana umat. “Setiap ayat yang kalian hafal dan setiap ilmu yang kalian pelajari di ruangan ini bersumber dari dana zakat umat. Gunakanlah sebaik-baiknya dan balas amanah ini dengan prestasi serta akhlak mulia,” pesannya. Ia juga mendorong para mahasiswa IIQ untuk kelak menjadi duta zakat di tengah masyarakat. “Hari ini kalian belajar dari dana zakat. Suatu saat nanti, jadilah muzaki yang ikut membangun generasi berikutnya,” ujarnya. Dengan dukungan tersebut, BAZNAS RI berharap IIQ Jakarta semakin optimal menjalankan perannya sebagai pusat pendidikan Al-Qur’an yang melahirkan generasi berilmu, berakhlak, dan berdedikasi tinggi bagi umat dan bangsa.
BERITA12/12/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS RI Terima Bantuan Bencana Sumatra Rp400 Juta dari Bank Aladin Syariah
BAZNAS RI Terima Bantuan Bencana Sumatra Rp400 Juta dari Bank Aladin Syariah
Jakarta – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menerima bantuan penanganan bencana banjir bandang dan tanah longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat dari Bank Aladin Syariah. Total bantuan yang disalurkan mencapai Rp400 juta, ditambah donasi karyawan sebesar Rp10.250.000. Penyerahan dilakukan simbolis oleh Presiden Direktur Bank Aladin Syariah, Koko Tjatur Rachmadi, kepada Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan, Dr. Rizaludin Kurniawan, di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Senin (8/12/2025). Acara tersebut turut dihadiri Deputi I BAZNAS RI M. Arifin Purwakananta dan jajaran manajemen Bank Aladin Syariah. Rizaludin menyampaikan apresiasi atas dukungan Bank Aladin Syariah yang ikut bergotong royong membantu warga terdampak bencana. “Alhamdulillah, Bank Aladin Syariah ini menjadi pelopor salah satu mitra BAZNAS. Kita semua prihatin, dan ketika bencana datang kita harus bangkit dan saling menguatkan,” ujarnya. Ia memastikan bantuan tersebut akan langsung memperkuat suplai logistik yang telah dikirimkan sejak hari pertama bencana. “Insyaallah tim kami tetap berada di lokasi dan segera menyalurkan bantuan ini,” ucapnya. Selain bantuan darurat, BAZNAS juga tengah menyiapkan pembangunan hunian sementara bagi warga yang kehilangan rumah. Menurut Rizaludin, kebutuhan dana cukup besar karena penanganan mencakup fase tanggap darurat hingga rekonstruksi jangka panjang. “Banyak warga yang masih tinggal di pengungsian dalam kondisi tidak layak. Karena itu BAZNAS menghimpun dana infak dan sedekah khusus untuk bencana di Sumatra,” jelasnya. Rizaludin menambahkan, BAZNAS menangani bencana berdasarkan prinsip maqasid al-syari‘ah, yang mencakup perlindungan jiwa, harta, pendidikan, dan masa depan warga terdampak. “Bencana sering membuat masyarakat jatuh miskin. Karena itu BAZNAS bekerja untuk mencegah kemiskinan berkepanjangan,” katanya. Presiden Direktur Bank Aladin Syariah, Koko Tjatur Rachmadi, menyampaikan rasa terima kasih kepada BAZNAS yang telah memfasilitasi penyaluran dana kebajikan perusahaan dan donasi karyawan. “Kami menyalurkan dana bantuan kebencanaan sekitar Rp400 juta dari dana kebajikan perusahaan, ditambah Rp10.250.000 dari karyawan. Suatu kehormatan bagi kami bisa ikut meringankan beban saudara-saudara di Aceh, Sumut, dan Sumbar,” ujarnya. Ia mengatakan, banyak nasabah Bank Aladin Syariah berada di wilayah terdampak sehingga dukungan ini menjadi tanggung jawab moral perusahaan. “Kami sangat prihatin dengan kondisi di lapangan dan bersyukur dapat bekerja sama dengan BAZNAS untuk menyalurkan bantuan dengan tepat. Kami akan terus berusaha membantu semaksimal mungkin,” kata Koko.
BERITA08/12/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS RI–Paragon Perkuat Kemandirian Umat lewat Vokasi Operator Garmen
BAZNAS RI–Paragon Perkuat Kemandirian Umat lewat Vokasi Operator Garmen
Investasi Zakat Rp500 Juta, Latih 135 Peserta, Siapkan Akses Kerja Industri Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama PT Paragon Technology and Innovation kembali mempertegas komitmen pemberdayaan ekonomi umat. Melalui Pelatihan Vokasi Operator Garment yang menjadi bagian dari Program Paradaya Movement, kedua lembaga ini menghadirkan model pemberdayaan yang tak hanya mengajarkan keterampilan, tetapi mengubah cara pandang masyarakat terhadap peluang kerja di sektor industri. Pelatihan yang digelar Sabtu, 6 Desember 2025 itu diikuti 135 peserta. Mereka dibagi di dua lokasi: 70 peserta di Semarang dan 65 peserta di Kendal. Program berlangsung 18 hari, dengan pendanaan zakat dari PT Paragon sebesar Rp500 juta—salah satu dukungan korporasi terbesar dalam klaster vokasi sektor garmen tahun ini. Dalam pelatihan, peserta tak hanya menerima modul keterampilan menjahit dan praktik produksi. Mereka juga dibekali disiplin kerja industri, penggunaan mesin, keselamatan kerja, serta pendampingan karier. Di akhir program, peserta disalurkan langsung ke perusahaan garmen yang membutuhkan tenaga terampil—sebuah jembatan penting untuk mengurangi pengangguran usia produktif. Pimpinan BAZNAS RI, Prof. Ir. H. M. Nadratuzzaman Hosen, menegaskan bahwa vokasi adalah jalan strategis memutus rantai kemiskinan. “Ada tiga tugas BAZNAS: meningkatkan kesejahteraan, membuka lapangan kerja, dan memutus rantai kemiskinan,” ujarnya, Minggu, 7 Desember 2025. Menurutnya, kemampuan teknis hanyalah satu sisi. Lebih dari itu, vokasi membangun kepercayaan diri, mindset kerja, dan kepantasan kompetensi yang dibutuhkan industri. “Pelatihan semacam ini bukan hanya mengajarkan cara menjahit, tetapi mempersiapkan lahirnya pekerja terampil yang siap bersaing,” kata Nadratuzzaman. Keterlibatan Paragon—perusahaan yang dikenal lewat Wardah, Emina, dan Make Over—mendorong terciptanya ekosistem yang menyatukan industri, pemberdayaan sosial, dan distribusi manfaat yang tepat sasaran. Nadratuzzaman menekankan bahwa kerja sama lembaga zakat dan sektor industri akan memperluas dampak ekonomi. “Program ini diharapkan mampu mengubah peserta dari penerima manfaat menjadi pemberi manfaat,” ujarnya. Ia juga menyoroti 26 peserta yang belum lulus agar tetap mendapatkan ruang dalam program lanjutan, termasuk magang industri. Langkah ini memastikan modal pelatihan yang telah mereka terima tak berhenti di tengah jalan. Di berbagai kanal media sosial BAZNAS dan Paragon, unggahan tentang pelatihan ini menuai ribuan interaksi. Komentar warganet berputar pada dua hal: Kebanggaan karena dana zakat dikelola untuk membuka peluang kerja. Apresiasi terhadap model pelatihan yang dianggap realistis dan langsung menyentuh kebutuhan lapangan kerja. Video dokumentasi peserta yang sedang mempraktikkan teknik menjahit hingga sesi simulasi produksi mendapat respons tinggi, menandakan tingginya minat publik terhadap vokasi berbasis industri. Hal ini memperlihatkan bahwa pemberdayaan bukan hanya kegiatan, tetapi narasi yang sedang tumbuh dan disaksikan masyarakat secara langsung. Program vokasi BAZNAS–Paragon bukan sekadar pelatihan jangka pendek. Ia adalah investasi sosial yang diarahkan pada perubahan jangka panjang: melahirkan generasi pekerja terampil yang produktif, mandiri, dan siap memasuki pasar kerja yang semakin kompetitif. Jika model seperti ini diperluas dan diperbanyak, bukan tidak mungkin industri garmen Indonesia—yang menyerap lebih dari tiga juta pekerja—akan menjadi salah satu pintu keluar dari problem klasik pengangguran dan kemiskinan struktural.
BERITA07/12/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS RI Sediakan Starlink Bantu Komunikasi Warga dan Relawan Bencana di Sumut
BAZNAS RI Sediakan Starlink Bantu Komunikasi Warga dan Relawan Bencana di Sumut
Tapanuli Tengah – Akses komunikasi di wilayah terdampak banjir dan tanah longsor di Sumatera Utara lumpuh total sejak awal bencana. Untuk mengatasi kondisi itu, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mengerahkan perangkat internet satelit Starlink sebagai solusi komunikasi darurat. Perangkat tersebut langsung dipasang di titik layanan Dapur Umum BAZNAS RI di Desa Sarudik, Tapanuli Tengah. Starlink menjadi jalur komunikasi utama bagi tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB), relawan, dan warga yang kesulitan terhubung dengan keluarga. Komandan Respon Penyelamatan dan Kedaruratan BTB BAZNAS RI, Taufiq Hidayat, mengatakan jaringan seluler di wilayah bencana terganggu akibat putusnya pasokan listrik dan rusaknya infrastruktur. “Sumber listrik terputus, fiber optik dan BTS kena dampak, bahkan data center provider ikut terganggu. Kita butuh solusi yang bisa langsung bekerja,” ujar Taufiq, Kamis (4/12/2025). Perangkat Starlink dibawa langsung dari Jakarta oleh tim Humas dan media BAZNAS RI. Teknologi ini dipilih karena sinyalnya dipancarkan langsung dari satelit dan tak bergantung pada jaringan darat. “Starlink sangat berguna selama tidak ada penghalang fisik di area penerima sinyal,” kata Taufiq. Warga dan relawan dapat memanfaatkan akses internet gratis ini untuk berkabar, mengirim data penanganan, hingga mempercepat koordinasi distribusi bantuan. Meski begitu, penggunaan Starlink tidak lepas dari tantangan. BAZNAS RI harus mengoperasikan genset sebagai sumber daya darurat. Namun distribusi solar di lapangan sulit dilakukan. “Masalahnya ada di solar. Antrian BBM di SPBU sangat panjang. Akses jalan banyak yang terputus. Jadi walau ada genset, distribusi solarnya sangat sulit,” jelas Taufiq. BAZNAS RI menyebut keberadaan Starlink membantu mempercepat proses pendataan korban, memastikan layanan dapur umum tetap berfungsi, sekaligus membantu warga untuk kembali terhubung dengan keluarga. Aini, warga Gang Hutajulu, mengaku tiga hari tidak bisa menghubungi keluarganya yang terdampak banjir. “Terima kasih BAZNAS yang menyediakan internet gratis lewat Starlink. Saya akhirnya bisa kabarkan keluarga di Palembang bahwa kami selamat,” kata Aini. Sementara itu, Anggun, siswi SMA Negeri 1 Sarudik, juga merasakan manfaat Starlink. “Dengan internet Starlink, saya bisa kerjakan PR dan memberi tahu keluarga bahwa desa kami aman dari banjir,” ujarnya. Menurut Anggun, mati listrik dan hilangnya sinyal membuat keluarga di luar daerah cemas. “Alhamdulillah kami bisa berkabar lewat ponsel berkat BAZNAS,” katanya.
BERITA04/12/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Hadirkan Layanan Psikososial untuk Anak Penyintas Banjir Bandang di Padang
BAZNAS Hadirkan Layanan Psikososial untuk Anak Penyintas Banjir Bandang di Padang
PADANG — Di tengah upaya pemulihan pascabencana banjir bandang dan longsor yang melanda Kota Padang, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menghadirkan Layanan Dukungan Psikososial (LDP) bagi anak-anak penyintas. Program ini menjadi salah satu intervensi penting dalam memulihkan kondisi mental kelompok rentan—termasuk anak—yang kerap luput dari perhatian saat bencana melanda. Sebanyak 25 anak mengikuti sesi LDP yang menghadirkan rangkaian aktivitas edukatif, permainan, serta dongeng interaktif. Di akhir kegiatan, anak-anak menerima susu dan makanan ringan sebagai dukungan gizi sekaligus menutup sesi dengan suasana gembira. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, MA, menekankan bahwa pendampingan psikososial adalah komponen utama dalam respon kemanusiaan. “BAZNAS RI memastikan layanan psikososial menjadi bagian dari respon kemanusiaan, agar anak-anak terdampak bencana dapat kembali pulih secara mental dan emosional,” ujar Saidah, Kamis (4/12/2025). Layanan psikososial ini dipandu oleh Awam Prakoso, pendongeng sekaligus Founder Kampung Dongeng Indonesia. Melalui dongeng, tawa, dan permainan, suasana hangat berhasil diciptakan—mendorong anak-anak mengekspresikan diri tanpa tekanan. Menurut Saidah, metode tersebut dirancang untuk menghadirkan safe space bagi anak-anak penyintas. “Kegiatan ini memberi ruang bagi anak-anak untuk melepas ketegangan dan memulihkan diri setelah mengalami situasi traumatis.” Para orang tua pun menyambut baik program ini. Banyak yang mengaku anak mereka kembali terlihat ceria setelah mengikuti sesi pendampingan. “Para orang tua merasa sangat terbantu karena anak-anak mereka dapat bermain, belajar, dan tertawa kembali dalam suasana yang mendukung,” ujarnya. BAZNAS menegaskan komitmennya untuk memperkuat layanan kemanusiaan di wilayah terdampak banjir bandang. Dukungan akan terus diberikan, mulai dari bantuan pangan, layanan kesehatan, hingga pendampingan psikososial lanjutan sesuai kebutuhan masyarakat. “BAZNAS RI berkomitmen untuk terus hadir dalam setiap fase pemulihan,” kata Saidah. BAZNAS mengajak masyarakat untuk memperkuat upaya kemanusiaan melalui sedekah terbaik. Donasi dapat disalurkan melalui: BSI — 900.0055.740 BCA — 686.073.7777 a.n. Badan Amil Zakat Nasional Atau melalui kanal resmi: baznas.go.id/sedekahbencana
BERITA04/12/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Dirikan Dapur Umum di Padang Pariaman, 1.500 Nasi Siap Saji Dibagikan untuk Warga Terdampak Banjir
BAZNAS Dirikan Dapur Umum di Padang Pariaman, 1.500 Nasi Siap Saji Dibagikan untuk Warga Terdampak Banjir
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bergerak cepat merespons banjir dan longsor yang melanda Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat. Melalui BAZNAS Tanggap Bencana (BTB), layanan dapur umum resmi didirikan di Kecamatan 2x11 Kayutanam sebagai langkah darurat untuk memenuhi kebutuhan pangan warga yang terdampak bencana. Sejak operasi dimulai, tim gabungan BAZNAS RI dan BAZNAS Kabupaten Padang Pariaman telah menyiapkan dan menyalurkan 1.500 bungkus nasi siap saji bagi para penyintas yang mengungsi maupun warga yang masih bertahan di rumah masing-masing. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, MA, menegaskan bahwa keberadaan dapur umum menjadi bagian penting dari operasi kemanusiaan BAZNAS dalam situasi krisis. “Kami memastikan para penyintas mendapatkan akses makanan yang layak di tengah kondisi yang sangat terbatas. Kebutuhan dasar seperti pangan harus segera dipenuhi agar masyarakat tetap kuat dan aman,” ujar Saidah, Rabu (3/12/2025). Ia menambahkan, tim BTB terus melakukan pemantauan di lapangan untuk menyesuaikan bantuan sesuai kebutuhan terbaru. “Selain mendistribusikan makanan siap saji, tim juga melakukan asesmen lanjutan terkait kebutuhan mendesak lainnya seperti layanan kesehatan, logistik, dan perlindungan kelompok rentan,” jelasnya. Cuaca ekstrem masih menghantui kawasan Padang Pariaman. Hujan deras yang disertai angin kencang membuat proses distribusi bantuan harus dilakukan dengan tingkat kewaspadaan tinggi. Namun, semangat para relawan tidak surut. “Meski hujan dan angin masih kencang, relawan tetap sigap dan terkoordinasi dengan pemerintah daerah serta mitra kemanusiaan lainnya,” kata Saidah. BAZNAS menegaskan komitmennya untuk terus mendukung percepatan pemulihan, termasuk penyediaan layanan makanan, kesehatan, serta kebutuhan logistik bagi warga terdampak. Ayo Bantu Saudara Kita di Padang Pariaman BAZNAS mengajak masyarakat luas untuk mengambil peran dalam membantu para penyintas banjir dan longsor di Padang Pariaman melalui Dompet Bencana dan Kemanusiaan BAZNAS. Transfer donasi melalui: BSI: 900.0055.740 BCA: 686.073.7777 a.n. Badan Amil Zakat Nasional atau melalui: ???? baznas.go.id/sedekahbencana
BERITA03/12/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS RI Siap Gelar ICONZ ke-9, Dorong Inovasi Pengelolaan Zakat di Era Digital
BAZNAS RI Siap Gelar ICONZ ke-9, Dorong Inovasi Pengelolaan Zakat di Era Digital
Jakarta – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI memastikan kesiapan penyelenggaraan The 9th International Conference on Zakat (ICONZ) 2025 yang akan digelar pada 9–11 Desember 2025 di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Agenda tahunan berskala internasional ini kembali menjadi ruang strategis dalam merumuskan arah baru pengelolaan zakat dan filantropi di tengah perkembangan teknologi digital yang kian pesat. Dengan mengusung tema “Zakat & Philanthropy: Beyond Technology – Designing a Global Transform for Humanity and Shared Prosperity”, ICONZ 2025 akan menghadirkan ratusan peserta dari berbagai negara, meliputi otoritas zakat, akademisi, peneliti, pemerintah, hingga organisasi filantropi global. Rangkaian kegiatan meliputi konferensi internasional, presentasi makalah, peluncuran buku, international workshop, serta dialogue sessions bersama para pemimpin zakat dunia. Sejumlah tokoh nasional dan internasional dijadwalkan hadir, antara lain Menteri Agama RI, Ketua Komisi VIII DPR RI, dan Sekretaris Jenderal World Zakat and Waqf Forum (WZWF). Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, menegaskan bahwa ICONZ bukan hanya forum ilmiah, tetapi juga momentum penting untuk memperkuat kontribusi Indonesia dalam percaturan zakat global. “Teknologi memang penting, tapi zakat tidak boleh kehilangan ruh kemanusiaannya. Transformasi digital harus tetap berpihak pada pengentasan kemiskinan dan keadilan sosial,” ujar Kiai Noor dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (2/11/2025). Ia menilai perkembangan kecerdasan buatan (AI), pemanfaatan big data, dan inovasi digital lain memberi peluang besar untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi lembaga zakat. Namun, ia mengingatkan bahwa misi utama zakat—membantu mustahik—harus menjadi fondasi setiap pengembangan teknologi. Kiai Noor menjelaskan, ICONZ 2025 diharapkan menjadi wadah dialog strategis lintas pemangku kepentingan, termasuk lembaga zakat, pemerintah, akademisi, sektor swasta, dan komunitas filantropi internasional. Dialog tersebut dinilai krusial untuk memperkuat kolaborasi global, menyusun kebijakan bersama, serta mengembangkan model tata kelola zakat yang adaptif dan berkelanjutan. “Zakat dan filantropi bukan hanya instrumen keagamaan, tetapi pilar dalam membangun peradaban yang berkeadilan dan sejahtera bagi seluruh umat manusia,” ujarnya. Selain isu inovasi digital, konferensi juga akan membahas perkembangan situasi kemanusiaan, termasuk bencana di sejumlah wilayah Indonesia dan kondisi di Palestina. Menurut Kiai Noor, forum internasional seperti ICONZ dapat menjadi jembatan dalam merumuskan solusi bersama atas beragam tantangan global. Kiai Noor berharap ICONZ 2025 dapat menghasilkan rekomendasi strategis yang bisa diadopsi lembaga zakat di berbagai negara. “Dunia membutuhkan model tata kelola zakat yang lebih kuat, inklusif, dan responsif terhadap persoalan multidimensi. ICONZ menjadi ruang konsensus global untuk mencapai tujuan tersebut,” ujarnya. BAZNAS RI menekankan bahwa resolusi konferensi nantinya diharapkan menjadi rujukan internasional dalam memperkuat peran zakat sebagai instrumen kesejahteraan dunia. Penyelenggaraan ICONZ ke-9 merupakan hasil kolaborasi BAZNAS RI dengan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan Kementerian Agama. Sejumlah lembaga turut memberi dukungan, termasuk INDEF, Universitas Tazkia, Universitas Paramadina, KNEKS, IAEI, serta Indiana University.
BERITA02/12/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS RI Resmikan Pembangunan Rumah Sehat di Palembang, Hadirkan Akses Kesehatan Gratis untuk Warga Miskin
BAZNAS RI Resmikan Pembangunan Rumah Sehat di Palembang, Hadirkan Akses Kesehatan Gratis untuk Warga Miskin
Upaya memperluas layanan kesehatan gratis bagi masyarakat kurang mampu kembali dilakukan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI. Pada Selasa (2/12/2025), BAZNAS resmi melakukan peletakan batu pertama Rumah Sehat BAZNAS (RSB) Kota Palembang — fasilitas kesehatan gratis pertama BAZNAS di Provinsi Sumatera Selatan. RSB yang dibangun di atas lahan seluas 2.378 meter² ini akan menghadirkan berbagai layanan kesehatan utama, mulai dari: Poli umum Poli gigi Poli ibu dan anak (KIA) IGD Laboratorium Farmasi Layanan antar-jemput pasien Dengan kapasitas lahan yang besar, BAZNAS RI bahkan menargetkan hadirnya layanan rawat inap di masa mendatang, terutama untuk memenuhi kebutuhan masyarakat lanjut usia yang semakin tinggi. “Dengan lahan yang luas ini, kami berharap RSB Palembang juga menghadirkan layanan rawat inap. Banyak masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan yang lebih lengkap,” ujar Prof. Dr. Ir. Nadratuzzaman Hosen, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Transformasi Digital Nasional. RSB Palembang menjadi bagian dari 38 Rumah Sehat BAZNAS yang telah beroperasi dan sedang dibangun di seluruh Indonesia. Dua di antaranya bahkan berupa kapal layanan kesehatan yang beroperasi di kepulauan Talaud dan Sangihe, Sulawesi Utara. Selain memberi layanan kesehatan gratis, Prof Nadra menegaskan bahwa tenaga kesehatan di RSB juga akan terlibat aktif dalam edukasi masyarakat, khususnya terkait isu: Pencegahan stunting Gizi seimbang Pencegahan penyakit menular seperti TBC “Kami ingin nakes di sini aktif melakukan penyuluhan. Ini ikhtiar bersama untuk mewujudkan Indonesia Sehat dan Indonesia Emas,” tegas Prof Nadra. Wali Kota Palembang melalui Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra, M. Ichsanul Akmal, menyampaikan apresiasi mendalam atas kontribusi BAZNAS. “Terima kasih kepada BAZNAS. Kami berharap pembangunan RSB ini tidak berhenti di sini saja. Semoga hadir di kecamatan-kecamatan lain agar bisa menjangkau masyarakat yang jauh dari fasilitas kesehatan,” ujar Ichsanul. Ketua BAZNAS Kota Palembang, Kiagus M. Ridwan Nawawi, menegaskan bahwa pembangunan RSB ini merupakan hasil kerja bersama: BAZNAS RI BAZNAS Kota Palembang Pemerintah Kota Palembang Donatur H. Junaidi Sofa yang menghibahkan lahan untuk pembangunan “Ini adalah amanah zakat, infak, dan sedekah dari masyarakat Kota Palembang. Alhamdulillah hari ini kita bisa memulai pembangunan RSB pertama di Sumatera Selatan,” ujar Ridwan. Acara peletakan batu pertama juga dihadiri sejumlah tokoh: Kepala Kemenag Kota Palembang H. Muflikhul Hasan Kepala Dinkes Kota Palembang dr. Fenty Aprina Wakil Ketua BAZNAS Provinsi Sumsel Kiagus Aminudin Fauzie Jajaran Wakil Ketua BAZNAS Kota Palembang Keberadaan RSB Palembang diharapkan menjadi momentum lahirnya lebih banyak fasilitas kesehatan gratis yang menjangkau kaum mustahik di seluruh wilayah Sumatera Selatan.
BERITA02/12/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Minahasa.

Lihat Daftar Rekening →