Berita Terbaru
BAZNAS Minahasa Gaspol Transformasi Digital
Upgrade Website Terbaru untuk Tingkatkan Transparansi dan Kepercayaan Publik
Minahasa — Di tengah tantangan penghimpunan zakat dan tuntutan masyarakat atas transparansi layanan publik, BAZNAS Minahasa melangkah berani memperkuat sistem digitalnya. Selasa (28/10/2025), BAZNAS RI menggelar sesi konsultasi online via Google Meet dengan tema optimalisasi Kantor Digital BAZNAS untuk seluruh BAZNAS daerah.
Wakil Ketua IV BAZNAS Minahasa, Sahlan Kokalo, hadir langsung dalam sesi tersebut. Ia menegaskan bahwa digitalisasi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendesak untuk memastikan masyarakat mendapatkan informasi yang akurat dan layanan zakat yang semakin mudah diakses.
“Kita ingin masyarakat Minahasa percaya bahwa zakat mereka dikelola dengan sangat profesional dan berdampak langsung. Teknologi memberi kita jalan ke sana,” tegas Sahlan usai mengikuti Zoom meeting itu.
Website resmi BAZNAS Minahasa akan di-upgrade besar-besaran dari versi 2.2.12 ke 3.11.36 — lompatan signifikan menuju layanan zakat berbasis data yang lebih modern.
- Antarmuka lebih segar, responsif, dan nyaman diakses- Informasi tersaji lebih cepat dan stabil- Keamanan data transaksi lebih terjaga- Integrasi layanan penghimpunan dan penyaluran tepat sasaran- Laporan keuangan & program bisa dipantau real-time- Mesin pencarian lebih mudah menemukan website BAZNAS Minahasa- Mendukung peningkatan kepercayaan publik terhadap pengelolaan ZIS
Transformasi ini diyakini akan membuat website bukan hanya menjadi papan informasi, tetapi pusat kontrol publik terhadap amanah zakat.
BAZNAS Minahasa menegaskan: transparansi bukan hanya kewajiban lembaga zakat — tapi hak masyarakat untuk mengetahui ke mana amanah zakat mereka disalurkan.
Dengan sistem digital:
Setiap dana yang terkumpul tercatat rapi
Setiap bantuan yang disalurkan dapat dipantau
Masyarakat semakin yakin dan terdorong untuk berzakat di BAZNAS
“Di era keterbukaan informasi hari ini, publik tidak cukup diberi tahu. Mereka ingin melihat sendiri bukti dan kinerjanya. Itulah yang sedang kami bangun,” lanjut Sahlan.
BAZNAS Minahasa menyadari tantangan: potensi zakat sangat besar, namun penghimpunan masih belum optimal. Melalui digitalisasi yang kuat dan akuntabel, dukungan masyarakat diharapkan meningkat — baik dari muzaki individu, masjid, instansi pemerintah maupun swasta.
Dengan teknologi ini, umat semakin mudah menebar kebaikan dan BAZNAS semakin siap menyalurkan amanah tepat sasaran:
membantu fakir miskin,
mendorong pemberdayaan ekonomi umat,
mendukung pendidikan anak-anak kurang mampu,
memperkuat layanan sosial dan kemanusiaan di Minahasa.
Upgrade website dan optimalisasi Kantor Digital BAZNAS menjadi bukti bahwa BAZNAS Minahasa tidak tinggal diam.
Transformasi digital ini adalah undangan terbuka bagi seluruh pihak: → Mari proaktif mendukung gerakan zakat profesional → Mari bersama memastikan mustahik merasakan manfaat nyata → Mari jadikan digitalisasi sebagai sarana memperkuat ukhuwah sosial
BAZNAS Minahasa siap bergerak lebih cepat, lebih transparan, dan lebih dekat dengan masyarakat.
#ZakatTerdepan #DigitalUntukUmat #BaznasMinahasaBergerak
BERITA28/10/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
Gerak Cepat! BAZNAS Tanggap Bencana Terjun ke Cisolok, Bantu Warga Terdampak Banjir Bandang Sukabumi
Sukabumi – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, memicu banjir bandang dan longsor yang meluluhlantakkan pemukiman warga. Di tengah kepanikan dan lumpur yang menutup jalan, tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) langsung bergerak cepat menembus lokasi bencana untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan.
Sejak Senin (27/10/2025), relawan BTB bersama warga lokal sudah siaga di lapangan. Mereka mendirikan dapur air, menyiapkan ratusan porsi makanan siap saji setiap hari, hingga menggelar Aksi Resik membersihkan rumah warga dan fasilitas umum dari lumpur.
“Kita tidak hanya fokus pada bantuan logistik, tapi juga memastikan warga mendapat dukungan moral dan pelayanan dasar yang layak,” ujar Deputi II BAZNAS RI, Dr. H. M. Imdadun Rahmat, M.Si, di Jakarta, Kamis (30/10/2025).
Imdadun menyebut, BAZNAS sejak awal telah mengerahkan tim gabungan dari pusat dan daerah agar penanganan darurat bisa lebih cepat dan tepat sasaran. Ia menegaskan, koordinasi dengan pemerintah daerah dan jaringan relawan menjadi kunci agar bantuan tersalur sesuai kebutuhan di lapangan.
“Sinergi ini penting agar setiap langkah penanganan lebih efektif. Kami juga terus melakukan asesmen agar bantuan lanjutan bisa segera disalurkan sesuai kondisi di lokasi,” jelasnya.
Di titik pengungsian, dapur air BAZNAS melayani hingga 200 porsi per hari bagi warga dan relawan. Selain itu, tim juga menyisir wilayah terdampak di Kampung Pamokohan, Desa Sukarame, yang mengalami longsor cukup parah.
“Kami terus memantau perkembangan situasi dan siap menambah dukungan bila masih dibutuhkan. Fokus kami sekarang memastikan para penyintas tetap mendapat pasokan air bersih dan makanan,” ungkap Ade Hilman, relawan BTB yang bertugas di lapangan.
Ade menambahkan, sebagian besar warga kini membutuhkan bantuan logistik, obat-obatan, dan pendampingan psikososial. “Kami mengajak masyarakat untuk terus mendoakan para penyintas dan mendukung program kemanusiaan BAZNAS agar penanganan bencana bisa berkelanjutan,” katanya.
Aksi cepat BAZNAS ini menjadi bukti bahwa zakat tidak hanya membantu di masa tenang, tapi juga menjadi kekuatan besar saat bencana datang. Melalui program BAZNAS Tanggap Bencana, setiap rupiah dari para muzaki disalurkan menjadi energi kepedulian — menyelamatkan, menguatkan, dan memulihkan kehidupan saudara sebangsa.
Di tengah derasnya air dan lumpur yang menutup jalan, relawan BAZNAS tetap berdiri bersama warga. Satu langkah kecil di Cisolok hari ini, adalah bukti bahwa zakat mampu hadir di garis depan kemanusiaan.
BERITA27/10/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
Kunjungan Pakar Jagung UNHAS, BAZNAS Minahasa Dorong Petani Mandiri Benih
Tondano, Minahasa — Upaya BAZNAS Minahasa dalam mendorong kemandirian ekonomi petani terus menunjukkan progres positif. Sabtu (25/10/2025), lahan kolaborasi BAZNAS Minahasa dan Pengadilan Agama Tondano kembali mendapat kehormatan dikunjungi pakar pemuliaan jagung nasional, Prof. Dr. Muhammad Azrai, SP., MP dari Universitas Hasanuddin (UNHAS) Makassar.
Kunjungan ini juga diikuti rombongan akademisi UNHAS dalam Program Kolaborasi “Jagoan PRG”, yang terdiri dari para profesor, dosen, hingga mahasiswa peneliti. Kehadiran mereka untuk melakukan monitoring dan evaluasi produksi benih jagung Hibrida GGUH01, yang tengah dikembangkan oleh kelompok tani binaan BAZNAS Minahasa.
“Kami ingin memastikan kelompok ini dapat naik kelas menjadi kelompok penangkar benih, sehingga nantinya mampu memenuhi kebutuhan benih sendiri bahkan untuk daerah lain,” ujar Prof Azrai dalam keterangannya.
Ia mengapresiasi perkembangan tanaman yang semakin seragam dan siap memasuki tahap roguing untuk memastikan kemurnian benih. Prof Azrai juga mendorong perluasan lahan agar manfaat ekonomi bagi petani dapat lebih terasa signifikan.
“Kalau lahan bertambah luas, pendapatan petani semakin baik. Dan kami siap memfasilitasi pengembangan berikutnya. Tujuan besar kita adalah jagung hibrida menjadi tuan di negeri sendiri,” tegasnya.
Dukungan atas kolaborasi ini juga disampaikan Dr. Ir. Muh. Riadi Giat, MP, Ketua Prodi S2 Agro Teknologi UNHAS, yang menilai program ini sebagai terobosan di dunia pertanian nasional.
“Kami bangga, karena BAZNAS dan Pengadilan Agama ikut turun langsung membantu petani. Ini kolaborasi yang sangat berharga untuk mendukung ketahanan pangan dan swasembada jagung nasional,” ungkapnya.
Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Minahasa Sahlan Kokalo menyampaikan rasa bahagia dan apresiasi setinggi-tingginya atas kunjungan dan pendampingan jangka panjang ini.
“Kunjungan dan pembinaan Prof. Azrai serta tim UNHAS adalah anugerah besar bagi petani kami di Minahasa. BAZNAS Minahasa berkomitmen terus mendukung, memperluas kolaborasi, dan mendorong program ini menjadi contoh sukses pemberdayaan ekonomi umat,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa BAZNAS Minahasa siap bersinergi dengan lebih banyak pihak, membuka tambahan lahan, dan memperkuat ekosistem penangkaran jagung sebagai sumber penghidupan masyarakat.
“Kami percaya, melalui ikhtiar bersama, hasil dari tanah ini akan meningkatkan pendapatan petani dan meningkatkan martabat mereka. InsyaAllah Minahasa akan menjadi daerah mandiri benih yang memberi manfaat luas bagi bangsa,” tambah Sahlan.
BAZNAS Minahasa menargetkan proyek ini bukan hanya berhasil secara teknis, namun juga menjadi model kemandirian ekonomi berbasis zakat dan pemberdayaan petani. Pembangunan ketahanan pangan, kata BAZNAS, adalah bagian penting dalam upaya pengentasan kemiskinan secara berkelanjutan.
BERITA27/10/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS RI Salurkan 50 Laptop untuk 50 Madrasah di Jepara, Dorong Generasi Muda Melek Teknologi
JEPARA — Komitmen kuat BAZNAS RI dalam memajukan pendidikan berbasis teknologi kembali dibuktikan. Sebanyak 50 unit laptop disalurkan untuk 50 madrasah di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, senilai Rp350 juta, Sabtu (25/10/2025).
Bantuan tersebut diserahkan langsung dalam prosesi resmi yang digelar di Kantor Setda Jepara. Hadir Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., Wakil Bupati Jepara Muhammad Ibnu Hajar, dan Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI H. Abdul Wachid.
Ketua BAZNAS RI, Prof. Noor Achmad, menegaskan bahwa dukungan untuk madrasah bukan sekadar bantuan fasilitas, tetapi bagian dari misi besar mencetak generasi unggul dan berakhlak mulia di tengah arus digitalisasi.
“Kami ingin memastikan siswa madrasah memiliki akses teknologi memadai untuk menunjang proses belajar mereka. Ini adalah bentuk nyata keberpihakan BAZNAS pada peningkatan mutu pendidikan,” tegasnya.
Tak hanya pendidikan, BAZNAS juga menghadirkan berbagai program pemberdayaan di Jepara:
• Balai Ternak BAZNAS • Rumah Sehat BAZNAS • ZMart • ZChicken • ZAuto
Bahkan, ke depan 50 unit Rumah Layak Huni juga akan digulirkan untuk warga yang membutuhkan.
“Kami ingin program ini membawa dampak luas, tidak hanya ekonomi dan kesehatan, tetapi juga karakter dan kecerdasan umat,” ujar Noor Achmad.
Wakil Bupati Jepara, Muhammad Ibnu Hajar, menyampaikan apresiasi tinggi atas kontribusi BAZNAS dalam memperkuat sarana pendidikan daerahnya.
“Ini sinergi luar biasa antara BAZNAS dan Pemerintah Kabupaten Jepara. Semoga laptop ini benar-benar menunjang mutu pembelajaran dan melahirkan generasi yang cerdas dan berakhlak mulia,” ucapnya.
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, H. Abdul Wachid, turut memuji transformasi BAZNAS selama 5 tahun terakhir di bawah kepemimpinan Prof. Noor Achmad.
“BAZNAS meningkat 500 persen! Kini dikenal luas dan selalu hadir dalam setiap musibah dan kebutuhan masyarakat. Digitalisasi pendidikan ini langkah yang tepat,” kata Wachid.
Acara simbolisasi penyerahan bantuan juga dihadiri jajaran pimpinan BAZNAS RI dan daerah, termasuk Saidah Sakwan, MA., Direktur Eka Budhi Sulistyo, Waka II BAZNAS Jawa Tengah Drs. H. M. Zain Yusuf, dan Ketua BAZNAS Jepara Ir. Sholih, MM.
Dengan hadirnya fasilitas teknologi di madrasah, BAZNAS berharap peluang meraih masa depan lebih cerah semakin terbuka bagi anak-anak bangsa, tanpa terkecuali.
BERITA25/10/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
Disambut Adat, Kapal Klinik Ambulans Laut BAZNAS Tiba di Sangihe
Sangihe – Kapal Rumah Sehat Baznas bantuan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI resmi tiba di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Jumat (24/10/2025) dini hari. Kapal Klinik Ambulans laut tersebut berlabuh di Pelabuhan Tahuna Beach Hotel setelah menempuh pelayaran sekitar enam jam dari Marina Bay Manado.
Kedatangan kapal disambut prosesi adat khas Sangihe, termasuk penyampaian kata-kata adat dan pemecahan kelapa muda oleh Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari, sebagai simbol penyucian serta rasa syukur atas hadirnya fasilitas kesehatan baru bagi masyarakat kepulauan.
Wakil Ketua III Bidang Perencanaan dan Pengelolaan Keuangan BAZNAS Kabupaten Sangihe, Andi Marjoen, mengatakan pihaknya bersyukur kapal ini akhirnya tiba dan langsung disambut secara adat. Menurutnya, bantuan tersebut merupakan dukungan penting bagi peningkatan layanan kesehatan masyarakat yang tinggal di pulau-pulau terluar.
“Alhamdulillah, paket sudah tiba sore tadi. Disambut dengan adat kebudayaan Sangihe. Bupati mengapresiasi bantuan ini untuk menunjang kesehatan di Kabupaten Kepulauan Sangihe,” ujar Andi.
Kapal ambulans laut itu sebelumnya diserahkan secara resmi di Pelabuhan Marina Bay Manado, Kamis (23/10/2025). Prosesi penyerahan dilakukan oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus Komaling kepada Pemkab Sangihe.
BAZNAS menyiapkan kapal ini sebagai fasilitas layanan kesehatan bergerak yang dapat melayani kondisi darurat hingga pertolongan persalinan di tengah laut. Pemerintah daerah berharap kehadirannya akan menekan angka kematian ibu hamil serta mempermudah masyarakat di pulau-pulau terpencil mengakses layanan kesehatan.
Bantuan kapal dan dukungan biaya operasional yang diterima Pemkab Sangihe menjadi wujud nyata komitmen pemerintah pusat dan BAZNAS dalam memperkuat layanan kesehatan bagi masyarakat wilayah perbatasan.
BERITA24/10/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
Baznas Serahkan Dua Kapal Rumah Sehat untuk Sangihe dan Talaud, Mendagri Tito: Gotong Royong Dana Umat!
Manado - Dua kapal putih bertuliskan Rumah Sehat Baznas (RSB) tampak berlabuh di Teluk Manado, Kamis (23/10/2025). Kapal ini bukan sekadar armada laut, tapi simbol nyata zakat yang bergerak ke garis terluar Indonesia — melayani masyarakat di Kabupaten Kepulauan Sangihe dan Kabupaten Kepulauan Talaud.
Penyerahan dua kapal layanan kesehatan bergerak itu dilakukan oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI bersama Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP), Muhammad Tito Karnavian, disaksikan Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE dan sejumlah pejabat daerah.
“Baznas memiliki potensi luar biasa. Ini solusi yang tidak bergantung pada APBN, tapi bersumber dari dana umat. Sebuah gotong royong khas Indonesia,” kata Tito dalam sambutannya di Dermaga Manado Bay, Kawasan Megamas, Manado.
Dalam acara tersebut, Mendagri Tito dan Ketua Baznas RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, menyerahkan dua unit kapal klinik kepada Bupati Kepulauan Michael Thungari, SE., MM dan Bupati Kepulauan Talaud Welly Titah.
“Kapal ini bisa untuk pemeriksaan kesehatan, melayani ibu bersalin, bahkan operasi terbatas. Kita prioritaskan untuk kondisi darurat (SOS),” ujar Tito.
Mantan Kapolri itu berharap dua kapal ini dapat dimanfaatkan maksimal untuk pelayanan kesehatan masyarakat kepulauan.
“Hari ini kami serahkan. Terima kasih Baznas, semoga kapal ini bermanfaat untuk masyarakat,” katanya.
Tito juga mengingatkan agar kapal ini tidak hanya berhenti pada seremoni peresmian. “Pemda, gubernur, dan dua bupati harus ikut pikirkan penganggaran. Jangan sampai kapal ini mangkrak,” tegasnya.
Ketua Baznas RI, Prof. Noor Achmad, menjelaskan dua kapal tersebut masing-masing bernilai Rp8 miliar, ditambah Rp1 miliar dana operasional per tahun untuk tiap daerah. Total investasi program mencapai Rp10 miliar, hasil kolaborasi antara Baznas dan BNPP.
“Kami berharap keberlanjutan operasional kapal ini dapat dijaga pemerintah daerah agar manfaatnya tidak berhenti di seremoni,” ujar Noor.
Menurut Noor, ide kapal layanan kesehatan muncul karena sulitnya akses kesehatan di wilayah kepulauan perbatasan.
“Banyak tenaga medis enggan bertugas di wilayah 3T karena keterbatasan fasilitas. Maka, kapal inilah solusi agar masyarakat Sangihe dan Talaud bisa menikmati layanan kesehatan yang layak,” katanya.
Kapal Rumah Sehat Baznas ini berjenis SF-12250 AK Speed Boat Fiberglass Catamaran, dengan panjang 12,5 meter dan lebar 3,5 meter. Kapal ini dilengkapi 115 item alat kesehatan, mulai dari alat pemeriksaan umum hingga tindakan bedah minor.
Pimpinan Baznas Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Dr. Saidah Sakwan, MA, menyebut kapal bergerak merupakan solusi paling realistis di wilayah perbatasan.
“Membangun rumah sakit di pulau kecil sering terkendala SDM medis dan logistik. Maka kapal layanan kesehatan menjadi inovasi yang menyesuaikan dengan geografi kepulauan kita,” jelas Saidah.
Dengan tambahan dua kapal baru ini, Baznas kini memiliki 38 titik layanan Rumah Sehat di seluruh Indonesia, termasuk di wilayah perbatasan seperti Sambas, Kalimantan Barat.
“Kami ingin memastikan masyarakat di daerah 3T mendapatkan layanan kesehatan yang setara. Ini bukti negara hadir melalui zakat yang dikelola secara profesional,” kata Saidah.
Penyerahan kapal di Teluk Manado ini juga menjadi simbol arah baru filantropi Islam di Indonesia. Zakat kini bukan hanya soal bantuan, tapi sudah menjadi instrumen pembangunan nasional.
“Apa yang kami kelola adalah amanah masyarakat. Kami bisa menerima dari siapa saja dan memberikan kepada siapa saja selama untuk kemaslahatan. Prinsip kami: aman syar’i, aman regulasi, dan aman NKRI,” tegas Noor.
Acara berlangsung khidmat dan dihadiri berbagai pihak, mulai dari unsur Forkopimda Sulut, Baznas Provinsi dan Kabupaten/Kota, hingga perwakilan Kemendagri dan BNPP.
BERITA23/10/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
Setelah Koordinasi dengan Pemprov Sulut, BAZNAS RI Siap Serahkan Kapal Klinik Ambulance untuk Sangihe dan Talaud Besok di Marina Bay Manado
Manado, 22 Oktober 2025 — Setelah melalui serangkaian koordinasi intensif dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Republik Indonesia kini siap melaksanakan penyerahan Kapal Klinik Ambulance untuk Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe dan Kabupaten Kepulauan Talaud, yang akan digelar besok, Kamis (23/10/2025) di Marina Bay Manado.
Penyerahan kapal ini menjadi momen bersejarah bagi layanan kemanusiaan berbasis zakat di wilayah kepulauan, menandai langkah besar BAZNAS dalam menghadirkan akses kesehatan yang merata hingga ke pulau-pulau terluar Nusantara.
Kegiatan penyerahan akan dihadiri oleh Direktur Pendistribusian BAZNAS RI, Ahmad Fikri, bersama jajaran pimpinan BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara, serta Pemerintah Provinsi Sulut . Seluruh pimpinan BAZNAS Kabupaten/Kota se-Sulut juga dijadwadkan hadir untuk menyaksikan momentum penting ini.
Sebelumnya, pada Selasa (21/10/2025), Tim BAZNAS RI yang dipimpin oleh Ahmad Fikri telah melaksanakan kunjungan koordinasi resmi ke Kantor Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, yang diterima langsung oleh Dr. Denny Mangala, M.Si selaku Asisten I, mewakili Gubernur.
Pertemuan tersebut membahas secara detail aspek teknis, waktu pelaksanaan, dan kesiapan fasilitas pendukung agar penyerahan kapal klinik dapat berlangsung tertib, tepat sasaran, dan berdampak nyata bagi masyarakat.
Usai pertemuan, tim BAZNAS RI dan BAZNAS Sulut langsung melakukan survey lapangan ke kawasan Manado Bay, lokasi yang akan menjadi titik penyerahan kapal. Pengecekan meliputi kesiapan dermaga, kondisi perairan, dan fasilitas penunjang acara, memastikan seluruh tahapan berjalan profesional dan terukur.
Program Kapal Klinik Ambulance merupakan terobosan BAZNAS dalam memaksimalkan fungsi zakat untuk layanan kesehatan dan kemanusiaan di wilayah kepulauan, khususnya bagi masyarakat di daerah yang sulit dijangkau jalur darat.
Kapal ini dilengkapi dengan ruang pemeriksaan medis, peralatan kesehatan dasar, serta tim tenaga medis yang akan memberikan layanan keliling di perairan Sangihe dan Talaud. Dengan hadirnya kapal klinik ini, masyarakat pesisir kini memiliki akses lebih cepat terhadap layanan kesehatan dasar tanpa harus menyeberang jauh ke kota besar.
Direktur Pendistribusian BAZNAS RI, Ahmad Fikri, menegaskan bahwa program ini adalah bentuk nyata zakat yang bergerak dan memberi manfaat langsung bagi umat.
“Kami ingin memastikan bahwa zakat tidak berhenti di angka, tetapi bergerak menjadi manfaat. Kapal Klinik Ambulance ini adalah bukti bahwa zakat bisa hadir di mana negara membutuhkan, dari daratan hingga lautan,” tegasnya.
Sementara itu, Asisten I Pemprov Sulut, Dr. Denny Mangala, M.Si, menyampaikan apresiasi atas sinergi dan komitmen BAZNAS RI dalam mendukung visi pembangunan daerah.
“Langkah BAZNAS ini sangat luar biasa. Kapal Klinik Ambulance bukan hanya bentuk bantuan, tapi wujud kepedulian dan sinergi kemanusiaan yang nyata untuk rakyat kepulauan,” ujarnya.
Penyerahan Kapal Klinik Ambulance ini menjadi bagian dari komitmen besar BAZNAS dalam memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, khususnya dalam mendukung agenda pemerataan layanan publik di kawasan pesisir dan kepulauan.
Kapal ini akan segera dioperasikan setelah prosesi penyerahan, dan diharapkan mampu menjadi “ambulans laut” yang berlayar membawa harapan, pelayanan, dan keberkahan bagi masyarakat Sangihe dan Talaud.
Melalui program ini, BAZNAS kembali menegaskan perannya sebagai lembaga zakat nasional yang inovatif, responsif, dan berdampak luas, membuktikan bahwa zakat adalah energi perubahan yang nyata — bukan hanya di daratan, tetapi juga di samudra.
BERITA22/10/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
Satu Tahun Pemerintahan, Prabowo Umumkan Penurunan Kemiskinan Terendah Sepanjang Sejarah RI
JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto menyampaikan capaian signifikan pada Sidang Kabinet Paripurna memperingati satu tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran yang digelar di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/10/2025). Dalam laporan terbuka di hadapan para menteri dan pimpinan lembaga negara, Prabowo mengumumkan bahwa tingkat kemiskinan nasional berhasil ditekan hingga 8,47 persen, menjadikannya yang terendah sepanjang sejarah Indonesia.
“Ini prestasi luar biasa mengingat dunia tengah menghadapi 110 konflik bersenjata, ketidakpastian geopolitik, serta gejolak ekonomi global,” tegas Prabowo.
Selain penurunan kemiskinan, Prabowo juga melaporkan bahwa pertumbuhan ekonomi nasional mencapai 5 persen, menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan pertumbuhan tertinggi di antara anggota G20. Sementara itu, inflasi berhasil ditekan hingga 2 persen, terendah di antara negara-negara G20.
Stabilitas keuangan negara juga terjaga dengan baik. Defisit APBN tetap di bawah 3 persen, sementara Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menembus 8.000 poin, rekor tertinggi sepanjang sejarah pasar modal Indonesia.
Di bidang ketenagakerjaan, Prabowo menyebut angka pengangguran terbuka turun menjadi 4,76 persen, menjadikannya yang terendah sejak krisis moneter 1998. Menurut Presiden, ini merupakan hasil dari kombinasi investasi, hilirisasi industri, serta peningkatan serapan tenaga kerja melalui proyek-proyek strategis nasional.
Dalam pidatonya, Prabowo juga menyoroti efektivitas program-program unggulan yang diklaim berkontribusi besar terhadap penguatan kesejahteraan rakyat kecil. Di antaranya:
Program Makan Bergizi Gratis (MBG): Sudah menyalurkan 1,41 miliar porsi makanan kepada 36,7 juta penerima, meliputi siswa sekolah, balita stunting, hingga ibu hamil.
Cek Kesehatan Gratis Tahunan: Telah dimanfaatkan oleh 43 juta warga dari seluruh lapisan masyarakat.
Sekolah Rakyat dan SMA Gratis Garuda: Dibangun untuk menjamin akses pendidikan gratis bagi anak dari keluarga tidak mampu sekaligus mencetak siswa unggulan berstandar internasional.
Distribusi Interactive Flat Panel (IFP): Perangkat pembelajaran digital telah dibagikan ke lebih dari 50.000 sekolah untuk meningkatkan kualitas pendidikan.
Menutup pidatonya, Prabowo menegaskan bahwa pemerintah memasuki babak baru dengan fokus memperkuat kedaulatan pangan, energi, dan pengelolaan air. “Ini adalah fundamental ekonomi sesungguhnya yang harus kita jaga agar Indonesia kokoh menghadapi masa depan,” ujarnya.
Sidang Kabinet Paripurna tersebut ditutup dengan penegasan komitmen seluruh jajaran pemerintah untuk mempertahankan tren positif ini, sekaligus mempercepat pemerataan pembangunan hingga ke desa-desa.
BERITA20/10/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
Warga Gaza Berpelukan sambil Menangis, Bantuan Kemanusiaan BAZNAS RI Akhirnya Tembus Palestina
Gaza/Jakarta — Suasana haru menyelimuti wilayah Gaza. Di tengah jeda gencatan senjata yang langka, truk-truk bantuan bertuliskan BAZNAS – Indonesia memasuki kawasan padat penduduk. Anak-anak berlari menyambut, para ibu menengadahkan tangan seraya berucap “Syukran Indonesia…”
Sebanyak 35.000 paket bantuan kemanusiaan hasil donasi masyarakat Indonesia yang dihimpun oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI resmi didistribusikan kepada warga Gaza. Isinya bukan sekadar sembako — tetapi sumber harapan: beras, tepung, mi instan, keju, ikan tuna, biskuit kurma, energy bar, jus, kurma, kacang, hingga bumbu-bumbu dapur yang selama ini sulit didapat akibat blokade panjang.
Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, tak kuasa menyembunyikan rasa syukurnya.
“Alhamdulillah, bantuan dari masyarakat Indonesia akhirnya benar-benar sampai ke tangan warga Palestina. Ini kabar yang sangat menggembirakan — karena di tengah situasi yang serba sulit, mereka sangat membutuhkan uluran tangan kita,” ujar Kiai Noor dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (18/10/2025).
Menurutnya, jeda gencatan senjata menjadi momen emas untuk menembus akses bantuan yang sebelumnya tertahan akibat kondisi keamanan.
Tak Hanya Kirim Bantuan — BAZNAS Siapkan Program Rekonstruksi Palestina
BAZNAS memastikan distribusi dilakukan melalui mitra terpercaya di lapangan agar tepat sasaran dan bebas dari penyalahgunaan.
Tak berhenti di situ, Kiai Noor mengungkap bahwa BAZNAS tengah menyiapkan program jangka panjang untuk:
Pemulihan infrastruktur,
Penguatan layanan kesehatan,
dan pemberdayaan ekonomi warga Palestina.
Dalam pesannya kepada publik, Kiai Noor menyampaikan apresiasi mendalam:
“Terima kasih kepada seluruh masyarakat Indonesia. Semoga setiap rupiah yang disalurkan menjadi amal jariyah yang tidak pernah putus, dan menjadi bukti bahwa Indonesia selalu hadir untuk Palestina.”
BAZNAS kembali mengajak masyarakat untuk tidak berhenti di tengah jalan. Bantuan masih sangat dibutuhkan, terutama untuk fase pemulihan.
Salurkan Infak Kemanusiaan Palestina melalui:
BSI 100.426.6893 a.n. Badan Amil Zakat Nasional
Online: baznas.go.id/bantupalestina
BERITA18/10/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
Datang Berobat, Pulang Tanpa Ditagih — Rumah Sehat Baznas Resmi Beroperasi di Gorontalo
POHUWATO — Kini warga Pohuwato tak perlu lagi cemas soal biaya saat sakit. Cukup datang berobat, pulang tanpa ditagih sepeser pun. Sebab Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI resmi membuka Rumah Sehat Baznas pertama di Provinsi Gorontalo, Rabu (15/10/2025).
Peresmian berlangsung meriah di eks Puskesmas Marisa, Desa Marisa Selatan, ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pengguntingan pita oleh Ketua Baznas RI KH Ahmad Sudrajat, didampingi Wakil Bupati Pohuwato Iwan S Adam, Anggota DPD RI Syarif Mbuinga, serta disaksikan unsur Forkopimda, tokoh agama, dan masyarakat.
KH Ahmad Sudrajat menegaskan bahwa Rumah Sehat ini adalah bukti bahwa zakat bisa menjadi sistem pelayanan kesehatan permanen, bukan sekadar bantuan sesaat.
“Rumah Sehat ini bukan rumah sakit bisnis. Ini klinik umat. Siapa pun yang tidak mampu, datang saja. Tidak ada loket pembayaran,” tegasnya.
Baznas RI bahkan telah menyiapkan 50 program berbasis desa yang akan memperkuat pelayanan kesehatan, pendidikan, hingga pemberdayaan ekonomi berbasis dana zakat.
Untuk menjaga kepercayaan publik, Baznas bekerja sama dengan Kejaksaan, Kepolisian, dan KPK dalam hal pengawasan dan akuntabilitas dana.
“Kami telah menghimpun Rp41 triliun dana umat secara nasional, dan semuanya harus kembali ke umat,” tambah Ahmad Sudrajat.
Pemda Pohuwato: “Ini Solusi untuk Warga yang Selama Ini Menahan Sakit karena Tak Punya Biaya”
Wakil Bupati Pohuwato, Iwan S Adam, mengapresiasi Baznas atas hadirnya fasilitas kesehatan gratis ini.
“Selama ini masih ada warga kami yang menunda berobat karena takut biaya. Sekarang mereka punya tempat untuk datang tanpa malu dan tanpa bayar,” ujarnya.
Ia berharap Baznas terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk memperkuat layanan dokter dan tenaga medis.
Ketua Baznas Pohuwato, Mohamad Rozali Hunou, memastikan seluruh layanan akan gratis untuk masyarakat kurang mampu, termasuk ambulans Baznas yang sudah lebih dulu beroperasi tanpa pungutan apa pun.
Peresmian turut dirangkaikan dengan penyerahan izin operasional dari Dinas Kesehatan, serta pembagian paket sembako kepada warga sekitar.
Hadir pula Ketua Baznas Provinsi Gorontalo Hamka Arbi, Ketua DPRD Pohuwato Beni Nento, unsur BNNK, Danposal, perwakilan Pengadilan Agama, BUMN, hingga perbankan.
BERITA16/10/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS & MUI Deklarasi “Koalisi Besar Zakat Nasional”: Saatnya Ulama dan Umara Bersatu Menggerakkan Ekonomi Umat
Jakarta — Gerakan zakat nasional bersiap memasuki babak baru. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) resmi menggaungkan tekad memperkuat sinergi dalam membangun ekosistem zakat yang lebih terintegrasi, profesional, dan berdampak nyata bagi kesejahteraan umat.
Deklarasi moral itu mencuat dalam Pengajian Selasa Pagi Pusdiklat BAZNAS RI (14/10/2025), yang disiarkan langsung melalui YouTube BAZNAS TV. Hadir Pimpinan BAZNAS RI Bidang Transformasi Digital Prof. Ir. H. Nadratuzzaman Hosen, MS., MEc., Ph.D., Sekretaris Jenderal MUI Pusat Dr. Amirsyah Tambunan, MA., serta perwakilan BAZNAS dari seluruh Indonesia secara daring.
Prof. Nadra tidak berbicara basa-basi. Ia menyebut sinergi BAZNAS–MUI harus berubah menjadi gerakan massif yang mendorong lahirnya generasi sadar zakat.
“Zakat tidak boleh lagi berjalan sendiri-sendiri. BAZNAS dan MUI harus menjadi lokomotif. Kita harus menggerakkan umat agar menunaikan zakat melalui lembaga resmi, secara tertib, profesional, dan sesuai syariat,” tegasnya.
Baik MUI maupun BAZNAS sepakat, era zakat konsumtif harus ditinggalkan. Sekjen MUI, Dr. Amirsyah Tambunan, menggugah audiens dengan satu kalimat tajam:
“Zakat bukan sekadar bagi-bagi. Zakat adalah instrumen pemberdayaan ekonomi yang mampu mengubah mustahik menjadi muzakki.”
Ia mengingatkan bahwa sudah banyak penerima beasiswa zakat yang kini justru menjadi penyumbang zakat. Bukti bahwa zakat, jika dikelola dengan visi besar, sanggup menciptakan transformasi sosial.
Namun Amirsyah juga menegaskan: kepercayaan umat tidak cukup dibangun dengan ceramah dan seremonial.
“Kepercayaan harus dibuktikan secara tertulis. Data zakat harus konkret, valid, dan transparan. Tanpa itu, pengelolaan zakat bisa jadi fitnah.”
Ia bahkan melontarkan “tantangan moral” bagi seluruh pengelola zakat di Indonesia:
“Jika ulama dan umara bersatu, maka kemaslahatan umat akan hadir. Jika keduanya berjalan sendiri-sendiri, umat hanya menjadi penonton pembangunan.”
BERITA14/10/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
Indonesia Jadi Sorotan di World Zakat & Waqf Forum 2025, BAZNAS Dorong Digitalisasi dan Standarisasi Amil Global
KUCHING, MALAYSIA — Indonesia kembali menegaskan posisinya sebagai rising leader dalam tata kelola zakat dunia. Hal ini terlihat dari pernyataan tegas Pimpinan BAZNAS RI Bidang Transformasi Digital, Prof. Ir. H. Nadratuzzaman Hosen, MS., MEc., Ph.D., dalam ajang 14th Annual Meeting and International Conference – World Zakat & Waqf Forum (WZWF) 2025 yang digelar 13–15 Oktober 2025 di Borneo Convention Centre Kuching (BCCK), Sarawak, Malaysia.
Di hadapan lebih dari 500 delegasi dari 29 negara — mencakup 100 organisasi zakat, wakaf, keuangan syariah, dan lembaga kemanusiaan dunia — Prof. Nadra memaparkan keberhasilan Indonesia dalam menerapkan transformasi digital zakat serta standarisasi kompetensi amil melalui sistem sertifikasi profesional.
Dalam paparannya, Prof. Nadra menyampaikan bahwa 60% penghimpunan zakat nasional kini dilakukan melalui kanal digital, sementara di wilayah daerah telah mencapai 20%.
“Transformasi digital di BAZNAS telah memberikan dampak nyata. Kami tidak hanya membicarakan konsep, tetapi membawa hasil konkret yang bisa diadopsi negara lain,” tegasnya.
Selain digitalisasi, Indonesia juga menjadi pelopor dalam penerapan Sertifikasi Amil dan Nazhir berbasis Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP BAZNAS) yang kini dapat diakses secara daring oleh amil di seluruh penjuru nusantara.
“Profesionalisme amil adalah kunci keberlanjutan zakat dunia. Indonesia siap berbagi sistem untuk diterapkan global,” tambahnya.
Forum prestisius ini dihadiri tokoh penting dunia Islam dan filantropi internasional, antara lain:
Datuk Patinggi Tan Sri Abang Johari Tun Openg – Premier Sarawak
Senator Dato’ Dr. Mohd Na’im Mokhtar – Menteri Agama Malaysia
Datuk Abang Mohd Shibli Abang Mohd Nailie – GM Tabung Baitulmal Sarawak
Datuk Misnu Taha – Presiden Majlis Islam Sarawak
Datuk Kipli Yassin – Mufti Negeri Sarawak
Datuk Dr. Mohd Ghazali Md Noor – Sekjen WZWF
Selain itu, hadir pula ratusan pemimpin zakat dan wakaf dari: Qatar Charity. Zakat House Kuwait, Islamic Development Bank (IsDB), Tabung Haji Malaysia. Badab Wakaf Indonesia (BWI), Lembaga zakat dari Asia, Afrika, Eropa dan Timur Tengah
Salah satu agenda strategis forum ini adalah pembentukan WZWF Global Fund, sebuah pooling fund zakat dan wakaf internasional untuk membantu negara miskin secara terintegrasi dan transparan berbasis digital.
BAZNAS Indonesia menyatakan kesiapan untuk menjadi driving force dalam tata kelola dan sistem digital fund global ini.
Keikutsertaan aktif BAZNAS dalam forum ini sejalan dengan Misi Ke-9 BAZNAS RI:
“Berperan aktif dan menjadi referensi bagi gerakan zakat dunia.”
Dengan capaian nyata dalam transformasi digital, sertifikasi amil, dan tata kelola transparan, Indonesia kini tidak hanya menjadi peserta, tetapi pengarah arah kebijakan global zakat masa depan.
Digitalisasi bukan hanya teknologi — tapi komitmen untuk memudahkan umat. Standarisasi bukan sekadar sertifikat — tapi jaminan amanah.
BERITA14/10/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
“Terima Kasih Banyak, Baznas Minahasa” — Kisah Ibu Petani di Tondano yang Anaknya Tertelan Jarum Pentul, Kini Jadi Peringatan untuk Semua
Minahasa 13/10/2025— Suara lirih penuh haru keluar dari bibir Maini (48), seorang ibu petani sederhana asal Tondano. Ia tak menyangka hari biasa di kebun berubah menjadi momen paling menegangkan dalam hidupnya.
Anak perempuannya, siswi MTs Plus Tarbiyah Tondano, mendadak dilarikan ke Rumah Sakit Tondano setelah tak sengaja menelan jarum pentul yang biasa dipakai untuk menjepit jilbab. Kebiasaan menggigit jarum di bibir — dianggap sepele — hampir merenggut nyawa.
“Saya panik, tidak tahu harus bagaimana. BPJS kami tidak aktif. Uang tabungan juga tidak ada,” cerita Maini, menahan tangis.
Suaminya hanya bekerja serabutan, kadang di kebun, kadang membantu orang jika ada tambahan pekerjaan. Hidup mereka bersandar pada apa yang ada hari itu — hari ini kerja, hari ini makan.
Pertolongan Tak Disangka Datang dari Baznas Minahasa
Saat kabar ini sampai ke Waka IV Baznas Minahasa, ia langsung turun menemui Maini di kebun, tanpa protokol, tanpa basa-basi. Di tengah tanah basah dan cangkul yang masih tertancap di tanah, bantuan langsung diserahkan untuk biaya tindakan medis dan kebutuhan pemulihan anaknya.
“Jangan dinilai dari besar atau kecilnya bantuan. Yang penting ada uluran tangan di saat paling susah,” kata Waka IV Baznas Minahasa.
Maini tak bisa menyembunyikan rasa bahagianya.
“Terima kasih banyak, banyak, banyak Baznas Minahasa. Amat sangat membantu keluarga saya. Semoga Baznas semakin peduli kepada masyarakat yang kurang mampu,” ujarnya sembari menahan air mata.
Kasus seperti ini bukan yang pertama. Banyak pelajar muslimah yang terbiasa menjepit jarum pentul dengan mulut saat memasang jilbab. Padahal risikonya fatal:
Jarum bisa tertelen atau terhirup ke saluran napas
Bisa melukai tenggorokan, paru-paru, bahkan organ vital
Dalam banyak kasus, harus operasi.
“Jangan lagi sepelekan jarum pentul. Ingat, satu detik kelalaian bisa jadi seumur hidup penyesalan,” pesan Maini
Waka IV Baznas Minahasa berharap masyarakat semakin percaya dan mendukung Baznas, agar lembaga zakat ini bisa berbuat lebih banyak lagi untuk masyarakat kecil yang sering terabaikan.
“Semoga ada lebih banyak orang baik yang mau menyalurkan zakatnya lewat Baznas. Dari zakat inilah lahir pertolongan seperti hari ini,” ujarnya.
BERITA13/10/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
Fesbujaton XIX Resmi Ditutup, Kakanwil Kemenag Sulut Tegaskan Jawa Tondano Jadi Ikon Harmoni Nasional
Manado 4/10/2025– Festival Seni dan Budaya Jawa Tondano (Fesbujaton) ke-19 resmi ditutup secara spektakuler pada Sabtu malam, 4 Oktober 2025. Penutupan dilakukan oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Utara yang didaulat langsung mewakili panitia pusat, mengguncang suasana lapangan Mega Mas Manado yang sejak 2 Oktober dipadati ribuan peserta.
Dalam sambutannya, Kakanwil menegaskan bahwa Jawa Tondano bukan hanya komunitas budaya, tetapi simbol peradaban harmoni dan toleransi yang menjadi kebanggaan nasional.
“Masyarakat Jawa Tondano telah membuktikan bahwa hidup sebagai minoritas di tengah mayoritas bisa berlangsung dalam harmoni, toleransi, dan saling menghormati. Ini kontribusi besar kepada bangsa, bukan hanya bagi Sulawesi Utara,” tegasnya di hadapan ribuan peserta.
Acara yang diikuti 1.683 peserta dari 28 kontingen ini tidak hanya dihadiri warga Sulawesi Utara, tetapi juga rombongan dari Gorontalo, Ternate, Palu, Makassar, Bitung, Kotamobagu, Tumpaan, dan wilayah lain. Selama tiga hari pelaksanaan (2–4 Oktober), Fesbujaton XIX menampilkan beragam lomba, seni tradisi, musik religi, dan adat budaya yang berpadu dengan kearifan lokal Minahasa.
Kakanwil juga menyinggung pentingnya menjaga sejarah penyebaran Islam di Sulut, khususnya keberadaan makam Kyai Mojo di Tondano yang sempat diwacanakan untuk dipindahkan.
“Makam Kyai Mojo bukan sekadar situs agama, tetapi simbol budaya, identitas, dan peradaban. Tempat itu menjadi ruang belajar sejarah Islam di Sulawesi Utara. Kalau dipindahkan, hilang satu memori besar bangsa.”
Ia mengaku secara pribadi sudah menjadi bagian dari keluarga besar Jawa Tondano karena hubungan kekerabatan. Hal itu membuat keterlibatannya dalam Fesbujaton terasa emosional dan penuh kedekatan.
Meski diwarnai kabar duka atas wafatnya salah satu peserta di Asrama Haji saat kegiatan berlangsung, suasana penutupan tetap penuh haru dan penghormatan. Doa bersama dipanjatkan sebelum prosesi penutupan.
Dalam kesempatan itu, Kakanwil menyampaikan rasa hormat kepada sesepuh dan tokoh pendiri, termasuk Haji Ali Hardi Kedemak yang kini berusia 84 tahun dan masih setia menggerakkan Fesbujaton.
“Ini bukan festival biasa. Ini tiga hari yang mengguncang Kota Manado. Lebih dari seribu orang datang dari berbagai daerah demi menjaga warisan budaya, seni, dan identitas Jawa Tondano.”
Menutup sambutannya, ia memimpin secara resmi deklarasi berakhirnya Fesbujaton XIX:
“Dengan mengucap Alhamdulillah, Festival Seni Budaya Jawa Tondano yang ke-19 kami nyatakan ditutup secara resmi.”
Penutupan disambut takbir dan tepuk tangan panjang, menandai berakhirnya perhelatan budaya terbesar komunitas Jawa Tondano di kawasan timur Indonesia.
BERITA04/10/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Minahasa Perkuat Dakwah Sosial Digital: Ajak Masyarakat, Masjid, dan Netizen Jadi Bagian Gerakan Kebaikan
Di tengah berbagai keterbatasan operasional dan tantangan pengelolaan zakat, BAZNAS Kabupaten Minahasa justru bergerak lebih progresif melalui penguatan informasi dan edukasi publik berbasis digital. Langkah ini menjadi bukti bahwa kepercayaan masyarakat terus dijaga, dan akuntabilitas lembaga semakin diperkuat melalui keterbukaan informasi.
Saat ini, BAZNAS Minahasa aktif menyampaikan informasi, kegiatan, dan laporan melalui berbagai kanal resmi yang dapat dipantau langsung oleh masyarakat. Masyarakat tidak hanya bisa melihat program, tetapi juga ikut terlibat menyebarkan semangat kepedulian.
Berbagai platform yang telah aktif dan rutin digunakan, antara lain:
Website Resmi BAZNAS Minahasa
Facebook Page & Group
YouTube Channel
Instagram
TikTok
Dengan langkah ini, BAZNAS Minahasa membuktikan bahwa amanah dikelola tidak hanya secara langsung di lapangan, tetapi juga secara terbuka dan bisa dipantau publik kapan saja.
“GEMPAAR”: Gerakan Media Sosial untuk Zakat dan Kepedulian
Saat ini, BAZNAS Minahasa tengah menggencarkan kampanye sosial digital yang dikenal dengan GEMPAAR (Gerakan Media Peduli dan Amanah Rakyat).
Tujuan utamanya:
Mengedukasi masyarakat tentang zakat, infak, sedekah, dan DSKL
Menyebarkan informasi kegiatan pemberdayaan dan penyaluran
Menampilkan kisah inspiratif muzaki dan mustahik
Mendorong partisipasi umat melalui media sosial
Menjaga kepercayaan publik melalui publikasi terbuka dan konten positif
BAZNAS Minahasa membuka pintu selebar-lebarnya bagi masjid, takmir, remaja masjid, dan ormas Islam untuk menjadi mitra informasi.
Caranya mudah:
Setiap masjid bisa mengirimkan dokumentasi kegiatan sosial, keagamaan, pemberdayaan, dan edukasi umat
Informasi tersebut akan diolah menjadi berita resmi dan dipublikasikan melalui website dan media sosial BAZNAS Minahasa
Dengan ini, masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi pusat pergerakan sosial yang terdokumentasi
“Kami ingin setiap masjid tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi menjadi mitra penyebaran kebaikan. Kegiatan sosial masjid bisa menjadi inspirasi bagi umat lain melalui kanal resmi BAZNAS,” ujar pengurus BAZNAS Minahasa.
BAZNAS Minahasa mengajak seluruh masyarakat, ASN, tokoh agama, anak muda, komunitas, dan pengguna media sosial untuk ikut bergerak:
Mari Bergabung & Ikuti Kanal Resmi BAZNAS Minahasa:
- Website resmi - Grup & halaman Facebook- Channel YouTube- Instagram- TikTok
Dengan mengikuti kanal resmi, masyarakat bisa:
Memantau program secara langsung
Mendapat edukasi dan berita terkini
Mengetahui laporan kegiatan dan penyaluran
Berkontribusi menyebarkan kepedulian
Menguatkan kepercayaan publik terhadap lembaga
Keterbatasan tidak mematikan langkah BAZNAS Minahasa. Justru kini menjadi batu loncatan untuk membangun kolaborasi yang lebih besar. Dengan media sosial sebagai jembatan, masyarakat bisa ikut menyaksikan, mendukung, dan menguatkan gerakan zakat di Minahasa.
“Zakat akan kuat bila umat ikut bergerak. Mari bersinergi, mempercayakan penyaluran zakat kepada lembaga yang amanah, dan bersama menciptakan perubahan yang berdampak.”
BERITA04/10/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
Happy Chuseok: LOTTE Mart Gandeng BAZNAS, Belanja Jadi Ibadah, Donasi Jadi Berkah
Perayaan budaya kini tak lagi sekadar pesta, tapi juga pintu menuju kepedulian. Inilah yang ditunjukkan oleh LOTTE Mart Indonesia melalui gelaran Korean Fair “Happy Chuseok” tahun ini. Tidak hanya menghadirkan atmosfer khas Negeri Ginseng lewat sajian kuliner raksasa seperti Dakganjeong (ayam goreng manis gurih) dan Japchae (mi kaca tumis), LOTTE Mart juga membuka ruang berbagi dengan mengajak pelanggan menyalurkan donasi melalui kolaborasi strategis bersama BAZNAS RI.
Setiap pelanggan yang membeli hidangan khas Korea di acara ini dapat berdonasi seikhlasnya. Hasil donasi tersebut akan dikelola oleh BAZNAS untuk disalurkan kembali dalam bentuk makanan kepada masyarakat yang membutuhkan. Dengan demikian, setiap transaksi kuliner bukan hanya pengalaman rasa, tapi juga ibadah sosial yang memberi manfaat luas.
Kim Tae Hoon, President Director LOTTE Mart Indonesia menegaskan, “Chuseok adalah momen kebersamaan dan syukur. Melalui kerja sama ini, kami ingin pelanggan tidak hanya menikmati budaya Korea, tetapi juga ikut berbagi kasih sayang dan solidaritas.”
H. M. Arifin Purwakananta, Deputi Bidang Pengumpulan BAZNAS RI menambahkan, “Kolaborasi dengan LOTTE Mart adalah wujud nyata bahwa zakat dan sedekah bisa hadir dalam ruang-ruang modern, bahkan di pusat perbelanjaan. Inilah cara kita memperluas manfaat: donasi kecil dari pelanggan bisa menjadi energi besar untuk meringankan beban masyarakat yang kesulitan pangan.”
Program ini membuktikan bahwa ekonomi ritel modern dapat bersinergi dengan ekonomi zakat, menjadikan setiap belanja memiliki nilai ganda: keuntungan duniawi dan pahala ukhrawi.
Selain menikmati hidangan khas Chuseok, pelanggan juga bisa membawa pulang bingkisan istimewa seperti Chuseok Premium Gift Pear, Kimchi Jeon, hingga produk populer seperti Nongshim Shin Ramyun Black dan Yorihada Kimchi. Ditambah promo spesial hingga 8 Oktober 2025, LOTTE Mart menghadirkan pengalaman belanja yang bukan hanya menyenangkan, tetapi juga sarat makna spiritual. Untuk mengetahui lebih banyak informasi dan promosi Korean Fair maupun lainnya, pelanggan dapat mengikuti Instagram @lottemartindo atau website www.lottemart.co.id.
BERITA03/10/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS RI Buka Posko Medis dan Dapur Umum untuk Korban Musala Ambruk di Sidoarjo
Sidoarjo - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bergerak cepat usai musibah robohnya musala di Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur. Untuk meringankan beban para korban, BAZNAS membuka layanan kesehatan darurat sekaligus mendirikan dapur umum dan dapur air.
Tragedi runtuhnya Musala Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, menyisakan duka mendalam. Hari ini ditemukan 3 korban meninggal jadi total korban meninggal akibat Musala ponpes Al Khoziny ambrok di Sidoarjo 8 orang santri meninggal dunia, ratusan lainnya selamat dengan luka dan trauma yang tak kalah berat. Musibah itu terjadi saat lantai atas musala tengah dicor, bertepatan dengan ratusan santri khusyuk melaksanakan salat Ashar berjemaah. Dugaan awal: beban berlebih membuat konstruksi tak kuasa menahan tekanan, hingga bangunan ambruk seketika.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, mengatakan tim tanggap darurat langsung diterjunkan begitu laporan musibah diterima.
“Kami menyampaikan duka yang mendalam. BAZNAS hadir di lokasi untuk memastikan korban mendapat layanan kesehatan serta kebutuhan darurat secara cepat dan terkoordinasi,” ujar Saidah di Jakarta, Jumat (3/10/2025).
Layanan medis diberikan tenaga kesehatan dari Rumah Sehat BAZNAS Sidoarjo dan Sragen. Tak hanya menangani korban luka, pemeriksaan rutin juga dilakukan agar kondisi para santri tetap terpantau.
“Selain penanganan medis, kami memastikan kebutuhan dasar para korban terpenuhi. Karena itu BAZNAS membuka dapur umum dan dapur air untuk menyediakan makanan dan minuman setiap hari,” tambah Saidah.
Dalam misi kemanusiaan ini, BAZNAS mengerahkan personel dari berbagai daerah, termasuk BAZNAS Jawa Timur, BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) Jatim, BTB Sidoarjo, BTB Jombang, BTB Madiun, dan BTB Trenggalek.
BERITA03/10/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
Hari Kesaktian Pancasila: BAZNAS Minahasa Ajak Bangsa Bangkit dengan Semangat Persatuan dan Kepedulian
Minahasa – Peringatan Hari Kesaktian Pancasila, 1 Oktober 2025, bukan sekadar ritual mengenang sejarah, tetapi momentum kebangkitan bangsa untuk memperkokoh persatuan dan kepedulian sosial. Dalam momen bersejarah ini, Pimpinan BAZNAS Kabupaten Minahasa menyerukan pentingnya mengamalkan nilai-nilai Pancasila melalui aksi nyata kepedulian: zakat, infak, dan sedekah (ZIS).
“Kesaktian Pancasila terletak pada kekuatan persatuan rakyatnya. Hari ini kita diingatkan bahwa bangsa yang kokoh bukan hanya dibangun dengan kata-kata, tapi dengan aksi peduli dan berbagi. Zakat, infak, dan sedekah adalah jalan kita untuk mewujudkan keadilan sosial dan kemanusiaan yang beradab,” ujar Pimpinan BAZNAS Minahasa.
Ia menegaskan, zakat bukan hanya ibadah pribadi, tetapi juga bentuk nyata perjuangan membela bangsa dari kemiskinan dan ketidakadilan. “Jika dulu pahlawan mengangkat senjata untuk mempertahankan ideologi, maka hari ini kita bisa mengangkat semangat berbagi melalui BAZNAS untuk menjaga keutuhan sosial. Dengan zakat, infak, dan sedekah, kita membersihkan harta, memperkuat umat, dan membangun bangsa,” tegasnya.
Pancasila dan Zakat: Satu Nafas Perjuangan
Sila ke-2: Kemanusiaan yang adil dan beradab → diwujudkan dengan membantu fakir miskin dan mustahik.
Sila ke-5: Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia → diwujudkan dengan distribusi zakat yang merata lewat BAZNAS.
Gotong Royong: Semangat Pancasila yang hidup kembali dalam gerakan zakat, infak, dan sedekah.
BAZNAS Minahasa meneguhkan komitmennya untuk menjadi garda terdepan dalam menyalurkan amanah umat. Dana ZIS yang terkumpul akan diprioritaskan untuk program pemberdayaan ekonomi rakyat, beasiswa pendidikan anak bangsa, serta bantuan kesehatan bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Marilah kita jadikan Hari Kesaktian Pancasila ini sebagai titik kebangkitan. Bangkit untuk bersatu, bangkit untuk peduli, bangkit untuk berbagi. Jangan biarkan ada satu pun saudara kita tertinggal dalam derap pembangunan bangsa. Salurkan zakat, infak, dan sedekah Anda melalui BAZNAS Minahasa. Karena di sinilah kepedulian kita berubah menjadi kekuatan bangsa,” pungkasnya.
BERITA01/10/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS RI Luncurkan Label "Taat Zakat", Perkuat Reputasi & Branding Perusahaan
Jakarta - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI melalui BAZNAS Fundraising Forum meluncurkan label “Taat Zakat” sebagai bentuk apresiasi untuk perusahaan yang konsisten menunaikan zakat. Label ini diharapkan tak hanya menjadi penguat spiritual, tetapi juga mendongkrak reputasi, branding, hingga kepercayaan publik terhadap perusahaan.
Acara yang digelar di Jakarta, Selasa (30/9/2025), dihadiri lebih dari 100 mitra zakat perusahaan, regulator, asosiasi, hingga praktisi zakat. Forum ini fokus membahas regulasi, fikih, dan muamalah zakat perusahaan di era modern.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan, H. Rizaludin Kurniawan, M.Si., CFRM., menegaskan label “Taat Zakat” adalah simbol bersihnya harta perusahaan secara syariah.
“Konsepnya mirip label halal. Kalau label halal memastikan produk bersih dan baik, maka label Taat Zakat menunjukkan perusahaan bersih secara syariah karena hartanya sudah ditunaikan zakat. Dampaknya luar biasa: branding naik, reputasi meningkat, publik makin percaya, bahkan ada manfaat perpajakan,” jelas Rizaludin.
Label ini berlaku setahun dan diberikan gratis kepada semua perusahaan yang menyalurkan zakat melalui BAZNAS, tanpa memandang besarannya. “Mau Rp10 juta atau ratusan miliar, tetap dapat label yang sama. Karena zakat bukan soal jumlah, tapi soal kepatuhan syariah dan gaya hidup korporasi,” tambahnya.
Lebih jauh, zakat perusahaan yang disalurkan melalui BAZNAS bisa diarahkan sesuai preferensi. “Perusahaan bisa memilih, misalnya untuk Papua, NTB, atau daerah lain. BAZNAS punya jaringan 34 provinsi dan 450 kabupaten/kota, jadi zakat tepat sasaran,” ucapnya.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Hj. Saidah Sakwan, MA, menekankan bahwa zakat tak hanya bernilai spiritual, tapi juga memperkuat ekosistem korporasi.
“BAZNAS selalu support korporasi dalam menunaikan zakat. Dana zakat akan kembali memperkuat perusahaan. Contoh nyata, zakat Bank Syariah Indonesia (BSI) melalui BAZNAS telah membiayai 5.000 beasiswa calon pemimpin muda. Hasilnya? BSI juga ikut mendapatkan talenta terbaik dari dana zakatnya sendiri,” ungkap Saidah.
Ia menegaskan, BAZNAS menjamin zakat perusahaan aman dari sisi syariah, regulasi, hingga keberlanjutan bisnis. “Zakat perusahaan itu aman syar’i, aman regulasi, aman NKRI, dan aman bagi korporasi. Jadi manfaatnya ganda, untuk umat dan untuk perusahaan,” katanya.
Forum ini juga menghadirkan Ahli Fikih Zakat dan Muamalah, Ustaz Oni Sahroni, yang memberi panduan teknis.
“Pertama, tentukan waktu zakat sesuai periode akuntansi perusahaan. Kedua, hitung total aset dan pisahkan dana non-wajib, misalnya wakaf atau dana dari non-muslim. Kalau nilainya setara 85 gram emas, wajib dizakati 2,5 persen. Baik sektor riil maupun pasar modal, selama aktivitasnya halal, wajib zakat,” tegas Oni.
Dengan hadirnya label “Taat Zakat”, BAZNAS ingin menjadikan zakat bukan sekadar kewajiban, tapi prestise korporasi. Karena perusahaan yang taat zakat bukan hanya menguatkan spiritual, tetapi juga memperkokoh reputasi di mata publik dan mitra bisnis.
BERITA30/09/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
Tangis Santri, Derita Musala Ambruk, dan Uluran Tangan BAZNAS RI
Sidoarjo – Suasana haru menyelimuti Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo. Musala yang biasanya menjadi tempat lantunan doa dan sujud syukur, tiba-tiba berubah menjadi puing-puing usai ambruk saat salat Ashar berjemaah, Senin (29/9/2025). Ratusan santri yang tengah khusyuk beribadah seketika panik. Doa bercampur tangis, sujud berganti teriakan, ketika lantai atas musala yang sedang dicor runtuh menimpa jamaah di bawahnya.
Di tengah suasana pilu, hadir tangan kepedulian. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bergerak cepat dengan mengerahkan Tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) serta menyalurkan bantuan awal Rp300 juta untuk membantu evakuasi, penanganan korban, hingga rekonstruksi musala.
Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, yang datang langsung ke lokasi tak mampu menyembunyikan rasa pilunya. Dengan suara bergetar, ia menyampaikan duka mendalam sekaligus tekad kuat untuk mendampingi pesantren hingga pulih.
“Peristiwa ini sungguh mengguncang hati, karena terjadi saat para santri sedang beribadah. BAZNAS hadir sebagai bentuk empati dan tanggung jawab. Bantuan awal Rp300 juta kami salurkan hari ini, dan Tim BTB sudah bekerja sejak detik pertama musibah terjadi,” ujar Kiai Noor, Selasa (30/9/2025).
Tak berhenti di situ, BAZNAS juga memastikan koordinasi dengan pemerintah daerah, BPBD, tenaga medis, hingga relawan untuk menjamin semua korban mendapat penanganan terbaik. Fokus utama saat ini: menyelamatkan nyawa, mengobati luka, dan menumbuhkan kembali harapan.
Kiai Noor juga mengingatkan pentingnya aspek keselamatan dalam pembangunan pesantren. “Keselamatan santri harus jadi prioritas utama. Tapi kita juga memahami, semangat kebersamaan seringkali membuat pembangunan berjalan dengan segala keterbatasan. Maka inilah saatnya kita semua hadir, bahu-membahu, agar musibah ini tidak terulang,” tegasnya.
BAZNAS turut menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas wafatnya korban dan mendoakan keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran serta kekuatan iman.
Hadir mendampingi, Wakil Ketua BAZNAS RI H. Mo Mahdum, Pimpinan BAZNAS RI Bidang SDM, Keuangan dan Umum Kol. CAJ (Purn.) Drs. Nur Chamdani, serta Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan MA.
Kini, musibah ini menjadi panggilan nurani kita bersama. Karena setiap doa yang terhenti di musala yang runtuh adalah doa yang harus kita lanjutkan dengan aksi nyata. Mari bersama BAZNAS, sisihkan rezeki untuk membantu saudara-saudara kita yang sedang diuji.
Donasi melalui Dompet Bencana dan Kemanusiaan BAZNAS:
BSI 900.005.5740
BCA 686.073.7777 a.n. Badan Amil Zakat Nasional atau melalui: baznas.go.id/sedekahbencana
BERITA30/09/2025 | Humas BAZNAS Minahasa

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Minahasa.
Lihat Daftar Rekening →