WhatsApp Icon
BAZNAS RI Bersama Kemendiktisaintek Buka Beasiswa Cendekia 2026 di 246 Perguruan Tinggi

Jakarta – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) RI resmi membuka program Beasiswa Cendekia BAZNAS 2026 bagi mahasiswa aktif program D4/S1 di 246 perguruan tinggi yang tersebar di 35 provinsi.

Peluncuran Beasiswa Cendekia Dalam Negeri 2026 tersebut berlangsung di Gedung Kemendiktisaintek RI, Jakarta, Rabu (9/9/2026). Kegiatan diresmikan langsung oleh Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., bersama Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI Prof. Brian Yuliarto, S.T., M.Eng., Ph.D.

Dari 246 perguruan tinggi yang menjadi sasaran program, sebanyak 112 kampus berada di bawah Kemendiktisaintek. Sementara 134 perguruan tinggi lainnya berada di bawah Kementerian Agama, termasuk Ma’had Aly.

Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid mengatakan, kolaborasi dengan Kemendiktisaintek menjadi langkah strategis untuk memperluas akses pendidikan tinggi, khususnya bagi mahasiswa berprestasi yang berasal dari keluarga kurang mampu.

"Ini adalah momentum untuk mempertemukan kekuatan zakat dengan pendidikan tinggi dalam membangun masa depan bangsa. Hal tersebut sejalan dengan Asta Cita Presiden nomor 4 untuk memperkuat Sumber Daya Manusia menuju Indonesia Emas 2045," kata Sodik.

Menurut Sodik, pendidikan menjadi salah satu sektor penting dalam upaya pengentasan kemiskinan. Karena itu, BAZNAS memberikan perhatian besar terhadap sektor pendidikan dengan alokasi sekitar 27 persen.

"Untuk pendidikan kami (BAZNAS) alokasi sebesar 27 persen," ujarnya.

Sodik menambahkan, Beasiswa Cendekia BAZNAS tidak hanya berfokus pada pemberian bantuan biaya pendidikan. Program tersebut juga diarahkan untuk memperluas akses pendidikan, meningkatkan kualitas dan kapasitas mahasiswa, serta mendorong keberlanjutan kontribusi para alumni.

"Kami ingin memperkuat tiga hal, yakni memperluas akses, meningkatkan kualitas dan kapasitas mahasiswa, serta memastikan keberlanjutan kontribusi alumni. Karena itu, hari ini kita tidak hanya meluncurkan sebuah program beasiswa. Mari kita meluncurkan sebuah gerakan bersama, gerakan menjadikan zakat sebagai kekuatan pembangunan sumber daya manusia Indonesia," katanya.

Apresiasi Kemendiktisaintek

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI Brian Yuliarto mengapresiasi komitmen BAZNAS dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia Indonesia melalui sektor pendidikan.

Brian menyebut pendidikan merupakan salah satu bentuk investasi terbaik bagi masa depan bangsa. Ia berharap kolaborasi antara pemerintah, BAZNAS, perguruan tinggi, dan lembaga filantropi dapat terus diperkuat.

"Tentu ini adalah sesuatu yang sangat luar biasa. Investasi terbaik sebuah bangsa adalah pada pendidikan. Tidak ada yang lebih baik lagi. Karenanya, kami sangat senang dan sangat mengapresiasi BAZNAS yang berdiri di barisan paling depan," ujar Brian.

Ia juga berharap langkah BAZNAS tersebut dapat mendorong semakin banyak lembaga filantropi untuk berkontribusi dalam memperluas akses pendidikan tinggi.

Menurutnya, dukungan terhadap pendidikan dapat membuka kesempatan bagi anak bangsa untuk memperbaiki kondisi sosial, masa depan, dan kesejahteraan keluarganya.

Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan H. Idy Muzayyad mengatakan, perluasan akses pendidikan merupakan salah satu fokus BAZNAS melalui program beasiswa dan pembinaan mahasiswa.

Idy menyebut, sepanjang 2025, penyaluran zakat, infak, dan sedekah (ZIS) nasional untuk bidang pendidikan mencapai Rp1,56 triliun dengan jumlah penerima manfaat sebanyak 2.870.976 orang.

BAZNAS juga memproyeksikan potensi zakat dari ekosistem perguruan tinggi mencapai sekitar Rp220 miliar per tahun.

Program Beasiswa Cendekia BAZNAS sendiri terus berkembang. Saat ini tercatat sebanyak 8.672 peserta Beasiswa Cendekia BAZNAS Dalam Negeri dan 2.529 peserta Beasiswa Cendekia BAZNAS Ma’had Aly.

"Alhamdulillah, dari program ini kita telah melihat dampak yang nyata. Para alumni Beasiswa Cendekia BAZNAS telah berkiprah di berbagai sektor, baik sektor publik, swasta, maupun sosial. Bahkan, sebagian dari mereka telah bertransformasi menjadi muzaki," ujar Idy.

Beasiswa Cendekia BAZNAS 2026 diperuntukkan bagi mahasiswa aktif mulai semester 5. Program ini memprioritaskan mahasiswa dari bidang Sains, Teknologi, Rekayasa, dan Matematika (STEM) serta Social, Humanities, Arts for People, Religious Studies, dan Education (SHARE).

Selain mahasiswa berprestasi, program ini juga menyasar mahasiswa yang aktif sebagai aktivis serta mahasiswa penyandang disabilitas.

Mahasiswa yang terpilih akan mendapatkan sejumlah dukungan pendidikan. Salah satunya berupa subsidi Uang Kuliah Tunggal (UKT) hingga Rp7 juta per semester untuk perguruan tinggi prioritas dan hingga Rp4 juta per semester untuk perguruan tinggi reguler.

Bantuan UKT tersebut diberikan selama empat semester.

Tak hanya UKT, penerima Beasiswa Cendekia BAZNAS juga berkesempatan mendapatkan bantuan riset tugas akhir sebesar Rp3 juta per mahasiswa, pembinaan dan pengembangan diri, serta bantuan prestasi bagi mahasiswa yang mewakili kampus dalam kompetisi tingkat nasional maupun internasional.

Pendaftaran Dibuka 9-27 September 2026

Bagi mahasiswa yang memenuhi persyaratan, pendaftaran Beasiswa Cendekia BAZNAS Dalam Negeri 2026 dilakukan secara daring melalui laman beasiswa.baznas.go.id.

Berikut jadwal lengkap seleksi Beasiswa Cendekia BAZNAS Dalam Negeri 2026:

  • Pendaftaran: 9–27 September 2026
  • Seleksi administrasi kampus: 28 September–4 Oktober 2026
  • Pengumuman lulus administrasi: 4 Oktober 2026
  • Wawancara tim seleksi kampus: 5–18 Oktober 2026
  • Masa sanggah: 19–25 Oktober 2026
  • Pengumuman akhir: 28 Oktober 2026

Melalui Beasiswa Cendekia BAZNAS 2026, BAZNAS bersama pemerintah terus mendorong agar keterbatasan ekonomi tidak menjadi penghalang bagi mahasiswa berprestasi untuk mengakses pendidikan tinggi.

Program ini sekaligus menjadi bagian dari upaya menjadikan zakat sebagai kekuatan dalam membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.

10/09/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa
Hadiri Pra-Rakornas 2026, BAZNAS Kabupaten Minahasa Siap Perkuat Pengelolaan Muzaki secara Profesional

MINAHASA — BAZNAS Kabupaten Minahasa turut hadir dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan Pra-Rapat Koordinasi Nasional (Pra-RAKORNAS) BAZNAS 2026 yang digelar secara daring pada Selasa (8/9/2026). Kegiatan bertajuk “Target dan Strategi Pengumpulan pada BAZNAS Provinsi dan BAZNAS Kab/Kota” ini dipimpin langsung oleh Ketua BAZNAS RI, Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc.

Melalui kegiatan ini, BAZNAS RI menekankan pentingnya memperkuat pengelolaan muzaki yang profesional sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kepercayaan masyarakat, serta mengoptimalkan penghimpunan Zakat, Infak, Sedekah, dan Dana Sosial Keagamaan Lainnya (ZIS-DSKL).

Pimpinan BAZNAS RI Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan, Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM., menegaskan bahwa muzaki perlu ditempatkan sebagai mitra strategis dalam ekosistem filantropi Islam. Hubungan dengan muzaki harus dibangun secara berkelanjutan.

“Muzaki saat ini tidak hanya membutuhkan kemudahan dalam menunaikan zakat, tetapi juga ingin mengetahui manfaat dari zakat yang mereka salurkan. Mereka ingin dilibatkan dan merasakan dampak nyata program zakat,” ujar Rizaludin.

Dalam kesempatan tersebut, BAZNAS RI juga mendorong penerapan strategi value-driven fundraising yang bertumpu pada empat pilar utama:

  1. Transparansi dan laporan dampak nyata.

  2. Pembinaan relasi yang personal dan inklusif.

  3. Penguatan branding serta reputasi lembaga yang profesional dan taat audit.

  4. Pelibatan aktif muzaki dalam berbagai program kemanusiaan.

Langkah tersebut disempurnakan dengan konsep 5D BAZNAS, yaitu Diingat, Dipercaya, Dijangkau, Dicintai, dan Dibanggakan.

Kehadiran BAZNAS Kabupaten Minahasa dalam Pra-Rakornas ini menjadi bentuk komitmen penuh untuk menyelaraskan target dan strategi pengumpulan di daerah dengan visi BAZNAS Pusat.

Melalui keikutsertaan ini, BAZNAS Minahasa siap melakukan reorientasi pengelolaan muzaki di tingkat daerah. Fokus utama yang akan terus ditingkatkan meliputi peningkatan kualitas pelayanan, penyampaian laporan dampak zakat secara terbuka, serta penyusunan program-program penyaluran yang dampaknya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat yang membutuhkan di Kabupaten Minahasa.

BAZNAS Minahasa juga mengimbau seluruh masyarakat dan para muzaki di Kabupaten Minahasa untuk terus mempercayakan penyaluran zakat, infak, dan sedekahnya melalui lembaga resmi BAZNAS. Pengelolaan yang aman syar'i, aman regulasi, dan aman NKRI akan memastikan setiap zakat yang ditunaikan dapat dirasakan manfaatnya secara berkelanjutan.

08/09/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Tegaskan Dana Zakat Sama Sekali Tak Dipakai untuk Buku 'Islam Ala Prabowo'

Minahasa - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) memberikan klarifikasi tegas merespons isu penggunaan dana umat dalam proyek literasi. BAZNAS memastikan tidak ada sepeser pun dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) yang dialokasikan untuk pembuatan maupun penerbitan buku berjudul Islam Ala Prabowo.

Ketua BAZNAS RI, Sodik Mudjahid, menegaskan bahwa keterlibatan BAZNAS dalam peluncuran buku tersebut pada tahun 2025 lalu murni dalam konteks hubungan kelembagaan serta penguatan literasi dakwah keagamaan. Ia menyebut bahwa menjaga transparansi dan kepercayaan muzaki adalah prioritas utama lembaga.

"Saudara-saudaraku, Bapak dan Ibu para muzaki dan donatur BAZNAS yang kami hormati. Kepercayaan Bapak dan Ibu untuk mempercayakan ZIS melalui BAZNAS adalah kehormatan sekaligus tanggung jawab besar yang senantiasa kami jaga," kata Sodik dalam keterangan resminya, Senin (7/9/2026).

Untuk menghindari kesalahpahaman di tengah masyarakat mengenai posisi lembaga, Sodik merinci tiga poin penting terkait penerbitan buku tersebut:

  1. Bukan Dana Umat: Pembuatan dan penerbitan buku sama sekali tidak menyentuh maupun menggunakan dana ZIS yang dipercayakan masyarakat.

  2. Bukan Produk Internal: Buku tersebut tidak ditulis maupun diterbitkan oleh tim internal BAZNAS.

  3. Sinergi Kelembagaan: Kehadiran BAZNAS dalam peluncuran di Rakornas BAZNAS 2025 merupakan bentuk sinergi bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI), Kementerian Agama, dan MPR RI dalam rangka literasi dakwah, bukan bentuk politik praktis.

Sodik juga mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto memiliki perhatian besar terhadap fungsi BAZNAS, baik sebagai Kepala Negara maupun secara pribadi. Selama ini, Presiden secara rutin mengamanahkan zakat, infak, dan sedekah pribadinya melalui BAZNAS.

"Bersama tim BAZNAS, saat ini kami sedang memilih beberapa program unggulan untuk disampaikan kepada rakyat Indonesia, yang bersumber dari dana infak dan sedekah pribadi Presiden Prabowo Subianto," jelas Sodik.

Ia menambahkan, BAZNAS sangat menghormati kritik dan masukan dari publik. Hal tersebut dipandang sebagai bentuk kepedulian masyarakat agar BAZNAS tetap konsisten menjaga prinsip pengelolaan zakat yang aman syar'i, aman regulasi, dan aman NKRI.

Menanggapi arahan dan klarifikasi BAZNAS RI, BAZNAS Kabupaten Minahasa melalui Waka IV BAZNAS Minahasa Sahlan Kokalo turut mengimbau masyarakat dan seluruh muzaki di Kabupaten Minahasa untuk senantiasa kritis dan bijak dalam menerima setiap informasi.

BAZNAS Kabupaten Minahasa berkomitmen penuh menjaga akuntabilitas dan transparansi penyaluran ZIS di tingkat daerah. Setiap rupiah dana zakat, infak, dan sedekah yang ditunaikan melalui BAZNAS Minahasa disalurkan secara tepat sasaran khusus untuk program-program kemanusiaan, pendidikan, kesehatan, serta pemberdayaan ekonomi mustahik di Minahasa.

08/09/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Hadir di Muktamar NU ke-35, Salurkan 15 Ribu ZChicken hingga Siagakan Layanan Kesehatan

JOMBANG – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI turut mendukung pelaksanaan Muktamar NU ke-35 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Jombang, Jawa Timur. Tak hanya memberikan dukungan konsumsi, BAZNAS juga menghadirkan layanan kesehatan serta pengelolaan sampah di tengah perhelatan yang dihadiri ribuan peserta tersebut.

Bersama BAZNAS Provinsi Jawa Timur dan BAZNAS Kabupaten Jombang, BAZNAS RI menghadirkan berbagai layanan yang menyasar kebutuhan peserta Muktamar sekaligus masyarakat di sekitar lokasi kegiatan.

Salah satu layanan yang mendapat perhatian adalah penyediaan makanan melalui Program Bank Makanan. BAZNAS menyiapkan sebanyak 15.000 paket ZChicken yang didistribusikan selama lima hari pelaksanaan Muktamar.

Menariknya, penyediaan makanan tersebut tidak hanya berorientasi pada pemenuhan konsumsi. Proses produksi hingga distribusi turut melibatkan mustahik binaan BAZNAS.

Keterlibatan tersebut menjadi bagian dari upaya BAZNAS menjadikan zakat sebagai instrumen pemberdayaan. Mustahik tidak hanya diposisikan sebagai penerima manfaat, tetapi juga dilibatkan dalam aktivitas produktif yang membuka peluang untuk berkembang dan meningkatkan kemandirian.

Ketua BAZNAS RI, Sodik Mudjahid, mengatakan dukungan BAZNAS dalam Muktamar NU ke-35 merupakan salah satu bentuk kontribusi lembaga dalam menghadirkan kemaslahatan bagi umat.

“Dalam berbagai kegiatan ada kesehatan, ada bantuan ZChicken. Ada 10 titik penyaluran dan totalnya 15 ribu selama lima hari. Ini bagian dari beberapa kontribusi dan dukungan BAZNAS untuk Muktamar, karena ini merupakan amanah syariah, antara lain pos fi sabilillah,” ujar Sodik.

Selain bantuan pangan, BAZNAS juga memperkuat pelayanan kesehatan selama Muktamar berlangsung.

Melalui Rumah Sehat BAZNAS (RSB), disiapkan enam titik layanan kesehatan yang didukung tenaga medis, empat ambulans, serta satu mobil klinik.

Kehadiran layanan kesehatan tersebut menjadi langkah antisipatif mengingat tingginya mobilitas dan jumlah peserta selama kegiatan berlangsung. Peserta yang membutuhkan pemeriksaan maupun pertolongan kesehatan dapat memperoleh layanan secara lebih cepat di sekitar arena Muktamar.

Dukungan BAZNAS terhadap layanan kesehatan juga mendapat apresiasi dari unsur kesehatan NU.

Perwakilan Himpunan Perawat NU Pusat, Rasjisman Ahmad, menyampaikan bahwa kehadiran BAZNAS ikut memperkuat pelayanan kesehatan di arena Muktamar, termasuk dari sisi sarana dan prasarana.

“Kita tahu bahwa BAZNAS juga sudah ikut dalam pelayanan kesehatan tim kesehatan di arena Muktamar. Alhamdulillah BAZNAS sudah ikut bersama-sama, bahkan dari sisi sarana dan prasarananya BAZNAS cukup besar,” katanya.

Tak berhenti pada pangan dan kesehatan, BAZNAS juga memberikan perhatian terhadap kebersihan lingkungan selama Muktamar.

Sebanyak 200 relawan dari unsur masyarakat dan mustahik dilibatkan dalam kegiatan pengelolaan sampah di area Muktamar. Para relawan bertugas memberikan edukasi, memilah, hingga mengumpulkan sampah yang dihasilkan selama kegiatan.

Langkah ini dilakukan untuk menjaga kawasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum tetap bersih, sehat, dan nyaman di tengah aktivitas Muktamar yang berlangsung padat.

Kehadiran BAZNAS di Muktamar NU ke-35 menunjukkan bahwa pengelolaan zakat tidak berhenti pada penyaluran bantuan langsung. Zakat dapat dikembangkan menjadi program yang menyentuh berbagai sektor, mulai dari pangan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, hingga kepedulian terhadap lingkungan.

Melalui dukungan tersebut, BAZNAS berupaya memastikan dana zakat yang dihimpun dari masyarakat dapat memberikan manfaat yang semakin luas.

Zakat bukan sekadar kewajiban yang ditunaikan, tetapi amanah yang ketika dikelola secara tepat dapat menghadirkan manfaat nyata bagi umat dan masyarakat.

BAZNAS hadir, bergerak bersama umat, dan menghadirkan kemaslahatan di tengah masyarakat.

03/09/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa
Dari Dapur Umum BAZNAS, Penyintas Gempa NTT Bangkit dan Menguatkan Sesama

MANGGARAI — Gempa memang meruntuhkan rumah Mashita. Namun, bencana itu tak mampu meruntuhkan semangatnya untuk membantu sesama.

Di tengah duka karena rumah keluarganya terdampak dan sebagian runtuh akibat gempa, Mashita justru memilih berdiri di antara para relawan Dapur Umum Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS).

Setiap pagi, selepas menunaikan salat Subuh, guru di Pondok Pesantren Pancasila Reok itu ikut menyiapkan makanan bagi warga yang terdampak gempa.

Bagi Mashita, membantu sesama menjadi cara untuk tetap kuat.

Mashita merupakan warga Desa Salama, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Gempa yang mengguncang wilayah tersebut meninggalkan luka mendalam bagi keluarganya. Rumah tempat tinggalnya bersama keluarga mengalami kerusakan parah.

Kedua orang tuanya hingga kini masih bertahan di posko pengungsian karena kondisi rumah belum memungkinkan untuk ditempati kembali.

Saat gempa terjadi, Mashita sedang berada di Pondok Pesantren Pancasila Reok, tempat ia mengabdikan diri sebagai guru.

Ketika tanah berguncang hebat, suasana panik pun terjadi. Bersama para santri, Mashita segera berhamburan menuju tempat yang lebih aman.

Namun, di tengah kepanikan itu, ia memilih memastikan para santri terlebih dahulu berada dalam kondisi selamat.

Setelah seluruh santri berkumpul di tempat terbuka, barulah pikirannya tertuju kepada kedua orang tuanya di rumah.

Ia segera menghubungi mereka.

Syukur, kedua orang tuanya selamat.

Bagi Mashita, rumah yang rusak mungkin masih bisa dibangun kembali. Namun keselamatan orang-orang tercinta adalah hal yang jauh lebih berharga.

Ketika BAZNAS membuka dapur umum di Pondok Pesantren Pancasila Reok, ia justru ikut bergabung menjadi relawan.

Bersama relawan lainnya, Mashita membantu menyiapkan sekitar 250 porsi makanan setiap hari.

Makanan tersebut kemudian didistribusikan ke sejumlah kampung dan posko mandiri, khususnya bagi warga yang belum mendapatkan bantuan atau wilayah yang logistiknya belum sepenuhnya masuk.

Bagi Mashita, seporsi makanan yang disiapkan dari dapur umum bukan sekadar bantuan pangan.

Lebih dari itu, makanan tersebut menjadi simbol bahwa para penyintas tidak sedang menghadapi bencana sendirian.

"Alhamdulillah, saya berterima kasih kepada BAZNAS yang sudah menyediakan dapur umum. Ini sangat membantu, baik bagi warga sekitar maupun bagi saya pribadi," ujar Mashita.

Sebagai seseorang yang turut merasakan dampak gempa, Mashita memahami betul bagaimana rasanya kehilangan rasa aman.

Namun pengalaman tersebut justru menguatkan keinginannya untuk membantu warga lain yang mengalami nasib serupa.

"Walaupun rumah saya terdampak dan sebagian runtuh, semangat saya tidak akan pernah runtuh untuk membantu teman-teman yang juga terdampak. Karena sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain," katanya.

Dapur Umum BAZNAS kini bukan hanya menjadi tempat memasak dan menyalurkan makanan.

Di tempat itu, tumbuh semangat saling menguatkan.

Mashita yang datang sebagai penyintas, kini ikut mengambil peran membantu penyintas lainnya.

Ia tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga ikut menyiapkan dan menyalurkan bantuan bagi warga yang membutuhkan.

Rumahnya mungkin belum kembali seperti semula.

Kedua orang tuanya pun masih bertahan di posko pengungsian.

Namun, di tengah keterbatasan, Mashita memilih untuk tetap bergerak.

Dari dapur umum BAZNAS, ia belajar bahwa bangkit tidak selalu berarti telah kembali memiliki rumah yang utuh.

Terkadang, bangkit berarti tetap mampu mengulurkan tangan kepada orang lain, meski diri sendiri sedang berada dalam keterbatasan.

Mashita pun berharap kepedulian para dermawan terus mengalir untuk membantu para penyintas gempa di NTT.

"Harapan saya ke depan ada uluran tangan dari para dermawan yang ikhlas membantu para penyintas gempa. Bantuan tersebut tidak harus sekaligus, tetapi bisa diberikan secara perlahan, bukan hanya untuk saya, tetapi juga untuk teman-teman lain yang rumah dan kehidupannya terdampak gempa," ucapnya.

Kisah Mashita menjadi pengingat bahwa di tengah bencana, harapan dapat lahir dari mana saja.

Bahkan dari mereka yang sedang kehilangan.

Dari sebuah dapur umum, Mashita membuktikan satu hal: gempa boleh meruntuhkan bangunan, tetapi kepedulian dan semangat kemanusiaan tidak boleh ikut runtuh.

BAZNAS melalui berbagai program tanggap bencana terus berupaya hadir untuk membantu masyarakat yang terdampak, mulai dari pemenuhan kebutuhan pangan hingga pendampingan bagi para penyintas. Sebab, zakat bukan sekadar tentang memberi bantuan, tetapi juga tentang menguatkan harapan dan membangkitkan sesama.

27/08/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa

Berita Terbaru

Dari Layar Media Sosial ke Panggung Dunia: Semangat Belajar yang Tak Pernah Sia-sia
Dari Layar Media Sosial ke Panggung Dunia: Semangat Belajar yang Tak Pernah Sia-sia
Di tengah derasnya arus digital, media sosial kini tak lagi sekadar ruang hiburan. Ia berubah menjadi panggung belajar global, tempat ide, kreativitas, dan semangat tumbuh tanpa batas. Semangat inilah yang tercermin dalam gerakan edukatif yang digagas platform pembelajaran bahasa Inggris, Episoden. Platform berbasis percakapan video singkat ini membuka kesempatan bagi kreator dan pelajar dari berbagai negara untuk menjadi Duta Episoden. Misinya jelas: mendorong lebih banyak orang berani berbicara bahasa Inggris melalui latihan langsung dengan mitra dari seluruh dunia. Program tersebut menghadirkan tantangan membuat video edukatif tentang Episoden, yang diunggah ke media sosial dalam periode 1 Oktober hingga 31 Januari, dengan penilaian pada aspek isi, konteks, kualitas video, serta jangkauan pemirsa. Hadiah utamanya bukan hanya prestise, tetapi juga perjalanan ke Korea Selatan sebagai bentuk apresiasi global. Di antara ratusan peserta, nama Ahmad Syaid Kokalo, S.Sos, mahasiswa pascasarjana Universitas Abdul Chalim Mojokerto, tampil mencuri perhatian. Ia meraih predikat Top 1 English Speaker dengan penilaian extremely fluent dan masuk jajaran 32 finalis kompetisi tersebut. Meski pengumuman resmi Top 10 Ambassador telah dirilis melalui Instagram Episoden dan namanya belum termasuk di daftar penerima perjalanan ke Korea, Ahmad justru memandang pencapaiannya dari sudut yang lebih luas: proses belajar. “Kompetisi ini mengajarkan saya bahwa keberanian mencoba jauh lebih penting daripada hasil akhir. Ketika kita berani berbicara, berani tampil, di situlah kita bertumbuh. Pengalaman ini menjadi pelajaran berharga dalam hidup saya,” ujar Ahmad. Ia mengaku bangga karena salah satu Design yang dibuatnya sempat diunggah langsung oleh Founder Episoden, Grit (Csight_yang), di Instagram. Bagi Ahmad, momen itu menjadi pengakuan atas usaha dan dedikasi yang ia bangun selama proses belajar. Tak lupa, ia menyampaikan apresiasi kepada sepuluh duta terpilih. “Saya mengucapkan selamat kepada 10 Ambassador yang terpilih ke Korea Selatan. Semoga mereka membawa semangat belajar ini lebih luas lagi,” katanya. Kisah Ahmad menunjukkan bahwa kompetisi pendidikan bukan semata soal podium. Di balik setiap proses, ada peningkatan kepercayaan diri, keterampilan komunikasi, dan jejaring global yang terbentuk. Di era digital, satu unggahan bisa menjadi pintu kesempatan, satu video bisa menginspirasi ribuan orang, dan satu keberanian berbicara dapat mengubah masa depan. Inisiatif seperti yang diusung Episoden menjadi bukti bahwa pembelajaran kini bergerak dinamis—melampaui ruang kelas, menembus batas negara, dan bertumbuh lewat kreativitas anak muda. Karena pada akhirnya, mengikuti kompetisi bukan hanya tentang menang, tetapi tentang pengalaman, pelajaran, dan keberanian untuk terus berkembang. Dan di dunia yang terus berubah, semangat belajar itulah yang menjadi kemenangan sesungguhnya.
BERITA04/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Gandeng APPI dan iLeague, Dana Rp340 Juta Digerakkan untuk Pulihkan Sumatra
BAZNAS Gandeng APPI dan iLeague, Dana Rp340 Juta Digerakkan untuk Pulihkan Sumatra
Jakarta — Solidaritas dunia sepak bola nasional bergerak cepat merespons bencana di Sumatra. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menerima bantuan kemanusiaan sebesar Rp340 juta dari Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) dan PT Liga Indonesia Baru (iLeague) untuk membantu masyarakat terdampak banjir dan longsor di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara. Dana tersebut diserahkan secara simbolis di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Selasa (3/2/2026). Penyerahan dilakukan oleh Presiden Eksekutif Komite APPI Hanif Sjahbandi, CEO APPI M. Hardika Aji, serta General Manager Fans Engagement & Experience PT LIB Budiman Dalimunthe, dan diterima oleh Direktur Penguatan Pendistribusian dan Pendayagunaan Nasional BAZNAS RI Agus Siswanto. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan Rizaludin Kurniawan menilai sinergi lintas sektor seperti ini menjadi kunci agar bantuan kemanusiaan menjangkau korban secara lebih luas dan tepat sasaran. “Kami berterima kasih kepada APPI, iLeague, dan para pemain yang telah menunjukkan kepedulian. Kolaborasi ini diharapkan mendorong lebih banyak pihak terlibat dalam upaya pemulihan Sumatra,” kata Rizaludin. Agus Siswanto menegaskan, bantuan akan segera disalurkan melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah, BAZNAS provinsi, dan BAZNAS kabupaten/kota, dengan prioritas pada wilayah yang belum maksimal tersentuh bantuan. Menurut Agus, penanganan bencana dilakukan bertahap. Tahap awal mencakup respons darurat seperti evakuasi dan distribusi logistik. Saat ini BAZNAS juga memasuki fase recovery, yang justru lebih kompleks. “Kami membangun hunian tetap, sekolah darurat, musala darurat, sanitasi air bersih, hingga sumur bor. Tahap pemulihan ini yang paling menantang,” ujarnya. BAZNAS hingga kini masih mengoperasikan dapur umum, menyalurkan paket logistik keluarga, serta mendukung layanan pendidikan darurat di berbagai titik terdampak. Agus mengungkapkan, saat meninjau langsung wilayah Tamiang, Aceh, ia melihat banyak warga kehilangan rumah akibat hujan ekstrem. “Mereka sangat membutuhkan tenda dan hunian layak. Kami terus memetakan kebutuhan bersama pemerintah daerah agar penyaluran tepat dan bertanggung jawab,” katanya. Hanif Sjahbandi menyebut bantuan ini merupakan hasil gerakan kolektif komunitas sepak bola nasional melalui kegiatan amal bertajuk “Laga Sepak Bola untuk Sumatera.” Dana dihimpun dari: Penjualan tiket pertandingan amal Lelang jersey Donasi masyarakat Sumbangan pemain profesional Liga 1 dan Timnas Indonesia Sejumlah pemain seperti Rizky Ridho dan Jay Idzes turut menyumbangkan sebagian pendapatannya. “Ini gerakan hati nurani seluruh elemen sepak bola. Kami percaya BAZNAS memiliki pengalaman dan pemahaman kondisi lapangan,” kata Hanif. Sementara itu, Budiman Dalimunthe menegaskan aksi ini merefleksikan nilai kemanusiaan dalam olahraga. “Ini bagian dari semangat football for unity dan football for humanity,” ujarnya. BAZNAS menilai dukungan berkelanjutan dari berbagai elemen, termasuk komunitas olahraga, sangat penting karena dampak bencana di Sumatra masih menyisakan kebutuhan besar, terutama hunian dan fasilitas dasar. Kolaborasi antara lembaga zakat, dunia olahraga, pemerintah, dan masyarakat dinilai menjadi model gotong royong modern dalam mempercepat pemulihan pascabencana. Dengan dana Rp340 juta ini, solidaritas dari lapangan hijau kini bergerak menembus garis batas stadion — menuju wilayah-wilayah yang masih berjuang bangkit dari bencana.
BERITA04/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
DPR RI Apresiasi Kinerja BAZNAS, Bantuan Pemulihan Pascabencana di Sumatra Tembus Rp80,5 Miliar
DPR RI Apresiasi Kinerja BAZNAS, Bantuan Pemulihan Pascabencana di Sumatra Tembus Rp80,5 Miliar
Jakarta – Kinerja Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI kembali mendapat sorotan positif dari parlemen. Anggota Komisi VIII DPR RI lintas fraksi memberikan apresiasi atas peran aktif BAZNAS dalam penyaluran zakat, infak, dan sedekah (ZIS), khususnya dalam membantu pemulihan pascabencana di Sumatra. Apresiasi tersebut disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VIII DPR RI bersama BAZNAS RI di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (3/2/2026). Anggota Komisi VIII DPR RI M. Husni, S.E. dari Fraksi Gerindra menilai, penyaluran dana BAZNAS terbukti tepat sasaran dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat. “Kami melihat penyaluran dana BAZNAS, baik untuk fakir miskin maupun daerah bencana, benar-benar dirasakan oleh masyarakat. Karena itu kami tidak heran jika penerimaan BAZNAS terus meningkat. Kerja keras ini mohon dijaga dan dipertahankan. Saya memberikan dua jempol untuk BAZNAS,” ujar Husni. Pujian juga datang dari Anggota Komisi VIII DPR RI Hasan Basri Agus dari Fraksi Golkar. Ia menyoroti capaian BAZNAS yang dinilai semakin kuat, baik dari sisi program maupun peningkatan anggaran. “Tidak bisa dipungkiri, kerja BAZNAS luar biasa. Peningkatan anggarannya juga sangat signifikan. Keberadaan BAZNAS sangat dirasakan, terutama dalam berbagai kerja sama dan program yang telah dijalankan,” kata Hasan. Sementara itu, Maman Imanul Haq dari Fraksi PKB menekankan pentingnya sinergi lintas lembaga dalam menangani persoalan sosial dan kemanusiaan. “Kami mengapresiasi kerja keras semua pihak, mulai dari Kementerian Sosial, BNPB, BPKH, hingga BAZNAS, dalam melayani dan melindungi masyarakat,” ujarnya. Menanggapi berbagai apresiasi tersebut, Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA menegaskan bahwa BAZNAS merupakan amil zakat negara yang memiliki peran strategis dalam pengentasan kemiskinan. “BAZNAS adalah amil zakat negara. Dengan demikian, negara hadir untuk memperkuat zakat, infak, dan sedekah dalam rangka pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan umat,” ujar Kiai Noor. Ia juga mengungkapkan progres bantuan pemulihan pascabencana di Sumatra, khususnya pada bidang sosial keagamaan, yang telah mencapai Rp80,5 miliar. Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI H. Ansory Siregar, Lc. menekankan pentingnya koordinasi dan kolaborasi antarlembaga dalam penanggulangan bencana. Ia mendorong Kementerian Sosial, BNPB, BPKH, dan BAZNAS untuk terus memperkuat sinergi agar penanganan bencana dan persoalan sosial dapat dilakukan secara lebih efektif dan terpadu. RDP tersebut turut dihadiri jajaran pimpinan BAZNAS RI, di antaranya Pimpinan Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Hj. Saidah Sakwan, MA., Pimpinan Bidang Perencanaan, Kajian dan Pengembangan Prof. Dr. H. Zainulbahar Noor, S.E., M.Ec., Pimpinan Bidang Pengumpulan H. Rizaludin Kurniawan, M.Si., serta Pimpinan Bidang Koordinasi Nasional KH. Achmad Sudrajat, Lc., MA., CFRM, bersama jajaran deputi lainnya. Dengan dukungan lintas lembaga dan penguatan tata kelola, BAZNAS dinilai semakin kokoh sebagai instrumen negara dalam menghadirkan solusi nyata bagi kemiskinan dan penanganan kebencanaan di Indonesia.
BERITA04/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Permudah Pelaporan Zakat, BAZNAS RI Optimalkan Aplikasi SiMBA
Permudah Pelaporan Zakat, BAZNAS RI Optimalkan Aplikasi SiMBA
Jakarta – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI terus memperkuat tata kelola zakat nasional melalui digitalisasi. Salah satunya dengan mengoptimalkan penggunaan aplikasi Sistem Manajemen Informasi BAZNAS (SiMBA) guna mempermudah pelaporan keuangan secara transparan, cepat, dan akuntabel. Hal ini disampaikan dalam Kajian Selasa Pagi Pusdiklat BAZNAS RI bertema “Sistem Pelaporan Zakat Nasional melalui SiMBA” yang dipandu Pimpinan BAZNAS RI Bidang Transformasi Digital Nasional, Prof. Ir. H. Muhamad Nadratuzzaman Hosen, MS., M.Ec., Ph.D, Selasa (3/2/2026). Kegiatan tersebut juga dapat disaksikan ulang melalui kanal BAZNAS TV. “Pada pagi hari ini, BAZNAS membahas fitur pelaporan bulanan melalui SiMBA untuk meningkatkan kepatuhan BAZNAS Provinsi, Kabupaten/Kota, serta LAZ terhadap Peraturan BAZNAS Nomor 1 Tahun 2023,” ujar Prof Nadratuzzaman. Menurutnya, SiMBA menghadirkan berbagai kemudahan dalam penyusunan laporan pertanggungjawaban keuangan. Sistem ini mendorong tata kelola berstandar tinggi sekaligus memperkuat kepercayaan muzaki (pemberi zakat). “SiMBA memungkinkan pelaporan keuangan dilakukan secara transparan dan komunikatif. Dengan sistem ini, lembaga tidak perlu lagi menyusun laporan secara manual atau mencari akuntan untuk membuat laporan dari awal,” jelasnya. Ia menambahkan, penggunaan SiMBA secara disiplin akan membuat data keuangan terdokumentasi harian, sehingga laporan akhir tahun dapat disusun dengan lebih mudah dan siap diaudit. Dalam kesempatan itu, Prof Nadratuzzaman juga memberikan apresiasi kepada BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur yang meraih Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Kantor Akuntan Publik (KAP) atas laporan keuangan tahun 2025. Menurutnya, capaian tersebut menjadi bukti nyata bahwa pengelolaan zakat dapat dilakukan secara transparan dan akuntabel bila memanfaatkan sistem digital secara optimal. “BAZNAS Kaltim rutin menginput data ke SiMBA setiap hari. Saat akhir tahun, laporan tinggal dicetak dan siap diperiksa akuntan publik. Ini contoh praktik baik yang patut diikuti,” ujarnya. Sementara itu, Kepala Bagian Pelaporan Nasional BAZNAS RI Sugianto menjelaskan bahwa pelaporan merupakan salah satu fungsi utama pengelolaan zakat yang diatur dalam regulasi nasional. “BAZNAS dan LAZ memiliki empat fungsi utama: perencanaan, pelaksanaan, pengendalian, dan pelaporan. Jadi tidak hanya mengumpulkan dan menyalurkan, tapi juga memastikan semua proses dapat dipertanggungjawabkan,” kata Sugianto. Ia menegaskan, kewajiban pelaporan diatur dalam sejumlah pasal dalam peraturan perundang-undangan, karena BAZNAS bekerja atas dasar kepercayaan masyarakat. “Kepercayaan muzaki dijaga dengan pertanggungjawaban yang jelas. Itulah pentingnya sistem pelaporan yang tertib dan terintegrasi melalui SiMBA,” tambahnya. BAZNAS RI, lanjut Sugianto, terus memperbarui fitur layanan pelaporan dalam aplikasi SiMBA agar semakin mudah digunakan oleh BAZNAS pusat, provinsi, kabupaten/kota, maupun LAZ. “Kami terus melakukan perbaikan, baik dari sisi aplikasi, pendampingan, maupun layanan penyusunan laporan, agar pelaporan semakin mudah dan berkualitas,” tutupnya. Dengan optimalisasi SiMBA, BAZNAS RI menunjukkan bahwa transformasi digital menjadi kunci penguatan akuntabilitas pengelolaan zakat nasional sekaligus fondasi dalam membangun kepercayaan publik.
BERITA03/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Ramadan 2026, BAZNAS Tetapkan Zakat Fitrah Rp50 Ribu per Jiwa
Ramadan 2026, BAZNAS Tetapkan Zakat Fitrah Rp50 Ribu per Jiwa
JAKARTA — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menetapkan besaran zakat fitrah Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi sebesar Rp50.000 per jiwa, atau setara dengan 2,5 kilogram atau 3,5 liter beras premium. Keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan dinamika harga beras di berbagai daerah. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., mengatakan penetapan tersebut merupakan hasil kajian menyeluruh yang dilakukan secara nasional. “Setelah melalui kajian mendalam serta pertimbangan yang cermat, BAZNAS RI menetapkan nilai zakat fitrah menjadi Rp50 ribu per jiwa, serta menetapkan besaran fidyah sebesar Rp65 ribu per jiwa per hari sesuai dengan Keputusan Ketua BAZNAS RI Nomor 14 Tahun 2026,” ujar Kiai Noor dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa. Menurut dia, angka tersebut berlaku bagi masyarakat yang menunaikan zakat melalui jaringan resmi BAZNAS. Ketentuan ini diharapkan menjadi pedoman seragam dalam pengelolaan zakat fitrah selama Ramadan tahun depan. BAZNAS Provinsi, BAZNAS Kabupaten/Kota, serta Lembaga Amil Zakat (LAZ), kata dia, dapat menggunakan nominal tersebut sebagai acuan penerimaan zakat di wilayah masing-masing. Namun, ruang penyesuaian tetap dibuka. “Apabila terdapat perbedaan harga beras yang signifikan di suatu daerah, BAZNAS daerah dan LAZ diperkenankan menetapkan nilai zakat fitrah dan fidyah secara mandiri, sepanjang sesuai syariat Islam dan peraturan perundang-undangan,” kata Kiai Noor. Zakat fitrah, menurut ketentuan, dapat ditunaikan sejak awal Ramadan dan paling lambat sebelum pelaksanaan salat Idulfitri. Adapun penyalurannya kepada mustahik dilakukan sebelum khatib naik mimbar pada salat Id. BAZNAS berharap penetapan ini membuat pengelolaan zakat fitrah dan fidyah pada Ramadan 2026 berjalan lebih tertib dan akuntabel, sekaligus memberi dampak langsung bagi masyarakat penerima manfaat. “Kami memastikan pengelolaan dan penyaluran zakat fitrah dilakukan sesuai prinsip 3A, yakni Aman Syar’i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI, serta disalurkan kepada delapan golongan mustahik sebagaimana ditetapkan dalam syariat Islam,” ujarnya. Seiring berlakunya keputusan ini, Keputusan Ketua BAZNAS Nomor 14 Tahun 2025 tentang Nilai Zakat Fitrah dan Fidyah untuk wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi dinyatakan dicabut dan tidak berlaku
BERITA03/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Z-Talk BAZNAS: Media Didorong Jadi Mitra Strategis Literasi Zakat Nasional
Z-Talk BAZNAS: Media Didorong Jadi Mitra Strategis Literasi Zakat Nasional
Jakarta — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menempatkan media massa sebagai mitra strategis dalam membangun pemahaman publik bahwa zakat adalah bagian dari arsitektur pembangunan nasional, bukan sekadar praktik filantropi. Penegasan itu mengemuka dalam forum Z-Talk: Zakat Menguatkan Indonesia di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Senin (2/2/2026). Forum tersebut mempertemukan jajaran pimpinan BAZNAS dengan pemimpin redaksi media nasional, jurnalis, hingga mahasiswa. Agenda ini dirancang sebagai ruang dialog untuk memperkuat komunikasi, koordinasi, sekaligus produktivitas narasi zakat di ruang publik. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan, Dr. H. Rizaludin Kurniawan, M.Si., CFRM., memaparkan bahwa transformasi pengelolaan zakat menuntut pendekatan komunikasi yang masif dan berkelanjutan. BAZNAS, kata dia, telah memperluas ekosistem penghimpunan melalui lebih dari 120 kanal digital, kemitraan dengan puluhan perbankan, serta pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di komunitas dan institusi pendidikan. “Perbaikan layanan dan komunikasi berdampak langsung pada retensi donatur. Dalam dua tahun terakhir, donatur yang sempat berhenti bisa dijaga kembali hingga sekitar 60 persen,” ujarnya. Namun, peningkatan penghimpunan, menurut Saidah Sakwan, Pimpinan BAZNAS RI, harus berjalan seiring dengan pendistribusian yang presisi. Ia mengingatkan, Indonesia masih menghadapi tantangan kemiskinan yang besar, dengan sekitar 25,4 juta penduduk berada di garis kemiskinan, termasuk kelompok miskin ekstrem. “Tujuan akhirnya bukan sekadar menyalurkan bantuan, tetapi mendorong mustahik keluar dari kemiskinan dan bertransformasi menjadi muzaki,” katanya. Pendekatan ini menempatkan zakat dalam kerangka pembangunan berkelanjutan: dari bantuan konsumtif menuju pemberdayaan produktif. Pemimpin Redaksi Kompas.com, Amir Sodikin, melihat zakat sebagai instrumen distribusi kekayaan yang relevan dengan sistem ekonomi modern. Menurutnya, zakat bekerja sebagai mekanisme langsung untuk mengalirkan likuiditas ke masyarakat bawah tanpa menunggu efek tetesan ke bawah (trickle-down effect). “Zakat sejak awal dirancang untuk mencegah ketimpangan. Ia adalah arsitektur ekonomi berbasis keadilan,” ujarnya. Amir menilai, tugas media bukan hanya melaporkan kegiatan, tetapi membangun pemahaman publik bahwa lembaga seperti BAZNAS adalah bagian dari sistem pembangunan sosial-ekonomi nasional. Senada, Pemimpin Redaksi Republika, Andi Muhyiddin, menekankan bahwa media dan lembaga zakat memiliki kesamaan peran: menjaga kepercayaan publik. Menurut dia, potensi zakat dapat menjadi pilar ketahanan sosial jika dikomunikasikan secara konsisten. “Media tidak cukup hanya meliput, tetapi juga menggerakkan kesadaran publik. Zakat harus diposisikan sebagai solusi nyata persoalan sosial,” ujarnya. Forum Z-Talk menunjukkan pergeseran pendekatan: zakat tidak lagi dipresentasikan sebatas narasi kedermawanan, tetapi sebagai sistem sosial terorganisasi yang terukur dampaknya. Di titik inilah peran media menjadi kunci—menghubungkan data, kebijakan, dan kisah penerima manfaat dalam satu alur informasi yang utuh. Melalui kolaborasi ini, BAZNAS dan insan media berupaya membangun literasi zakat yang lebih dalam—bahwa zakat adalah instrumen keadilan distributif, penguatan ekonomi keluarga, dan jaring pengaman sosial. Di tengah tantangan kemiskinan, ketimpangan, dan kerentanan bencana, narasi zakat yang kuat bukan hanya memperluas partisipasi publik, tetapi juga memperteguh fondasi sosial Indonesia.
BERITA03/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Ramadan 2026, BAZNAS Gaungkan “Zakat Menguatkan Indonesia” untuk Lawan Kemiskinan & Bencana
Ramadan 2026, BAZNAS Gaungkan “Zakat Menguatkan Indonesia” untuk Lawan Kemiskinan & Bencana
Jakarta – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI resmi mengusung tagline “Zakat Menguatkan Indonesia” pada 2026, termasuk dalam momentum Ramadan tahun ini. Tagline ini menegaskan peran zakat bukan sekadar ibadah personal, tetapi kekuatan sosial nasional dalam menjawab persoalan besar bangsa. Hal itu disampaikan dalam Konferensi Pers Program Ramadan BAZNAS 2026 di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Senin (2/2/2026). Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA menegaskan, zakat harus dilihat sebagai instrumen strategis membangun ketahanan sosial dan ekonomi Indonesia. “Zakat Menguatkan Indonesia mencerminkan semangat gotong royong nasional. Zakat menjadi kekuatan nyata bangsa dalam menghadapi persoalan besar seperti kemiskinan, kebencanaan, dan ketertinggalan,” ujar Kiai Noor. Kiai Noor mencontohkan peran zakat dalam membantu masyarakat terdampak bencana, seperti banjir di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara. Menurutnya, zakat hadir sebagai jaring pengaman sosial yang mempercepat pemulihan warga terdampak. “Dalam kondisi darurat, zakat langsung bergerak membantu masyarakat bangkit. Inilah kekuatan sosial zakat,” katanya. BAZNAS pun menegaskan arah kebijakan 2026 akan fokus pada penguatan respons kebencanaan, mulai dari tanggap darurat hingga rekonstruksi berbasis pemberdayaan. Beberapa program pemulihan yang sudah disiapkan antara lain: Kembali ke Sekolah, Kembali ke Kerja, Kembali ke Rumah, Kembali ke Masjid “Zakat kami dorong menjadi penguat ketahanan masyarakat agar bisa bangkit lebih cepat,” tegas Kiai Noor. BAZNAS melihat tren peningkatan kedermawanan masyarakat selalu terjadi menjelang dan selama Ramadan. Pada momen ini, zakat, infak, dan sedekah menjadi mesin penggerak kesejahteraan umat. Tak hanya kebencanaan, BAZNAS juga memperkuat program:Pemberdayaan ekonomi mustahik, Pendidikan, Kesehatan, Penguatan sosial-keagamaan Semua diarahkan untuk menguatkan Indonesia dari akar rumput. “Ini bukan sekadar slogan. Ini ajakan bersama agar zakat menjadi energi besar menjaga persatuan dan menghadirkan harapan,” ucap Kiai Noor. Konferensi pers turut dihadiri jajaran pimpinan BAZNAS RI, mulai dari Wakil Ketua Mokhamad Mahdum, Pimpinan Bidang Pengumpulan Dr. Rizaludin Kurniawan, Pimpinan Pendistribusian Saidah Sakwan, hingga jajaran bidang SDM, perencanaan, koordinasi nasional, dan transformasi digital. Kehadiran lengkap pimpinan menunjukkan keseriusan BAZNAS menjadikan zakat sebagai kekuatan kolektif nasional. Dengan tagline “Zakat Menguatkan Indonesia”, BAZNAS ingin memastikan zakat tak hanya membersihkan harta, tetapi juga memperkuat daya tahan bangsa menghadapi krisis, kemiskinan, dan bencana.
BERITA02/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Luncurkan 29 Program Ramadan, Targetkan Manfaat Zakat Tembus Seluruh Indonesia
BAZNAS Luncurkan 29 Program Ramadan, Targetkan Manfaat Zakat Tembus Seluruh Indonesia
Jakarta — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menyiapkan 29 program unggulan Ramadan 1447 Hijriah sebagai upaya memperluas dampak kesejahteraan bagi mustahik di seluruh Indonesia. Program tersebut akan menjangkau 34 provinsi, menyasar kebutuhan sosial, ekonomi, hingga layanan kemanusiaan selama bulan suci. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menegaskan bahwa rangkaian program ini merupakan wujud komitmen lembaganya dalam menyalurkan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) secara tepat sasaran dan berdampak luas. “Ini adalah bentuk tanggung jawab kami agar amanah zakat yang dititipkan masyarakat benar-benar hadir sebagai solusi nyata bagi mustahik, terutama di momen Ramadan yang penuh keberkahan,” ujar Noor dalam Konferensi Pers Program Ramadan BAZNAS 2026 di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Senin (2/2/2026). Menurut dia, Ramadan bukan sekadar momentum spiritual, tetapi juga saat yang paling relevan untuk memperkuat solidaritas sosial. BAZNAS, kata Noor, ingin memastikan tidak ada kelompok rentan yang luput dari perhatian, termasuk masyarakat terdampak bencana. Ia juga menaruh harapan besar pada partisipasi muzaki tahun ini. BAZNAS menargetkan pengumpulan zakat Ramadan mencapai Rp515 miliar. “Zakat itu keajaiban sosial. Ia membersihkan harta muzaki sekaligus menghadirkan kebahagiaan dan keberkahan bagi mustahik,” ujarnya. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, M.A., menjelaskan, program Ramadan tahun ini dirancang menyentuh kebutuhan ibadah sekaligus kebutuhan dasar masyarakat. Beberapa program utama antara lain penyaluran zakat fitrah, Gerai Z-Iftar, santunan anak yatim, buka puasa bersama, program rumah layak huni, serta Masjid dan Musala Berseri. “Program Masjid dan Musala Berseri menyiapkan sarana kebersihan agar tempat ibadah nyaman digunakan selama Ramadan,” kata Saidah. Tak hanya itu, BAZNAS juga memberi perhatian pada arus mudik Lebaran. Melalui program Mudik Bahagia Bersama BAZNAS, lembaga ini akan membuka Pos Siaga Mudik di berbagai titik strategis. Di posko tersebut, pemudik dapat beristirahat, mengisi daya ponsel, serta memperoleh layanan kesehatan gratis. BAZNAS juga menghadirkan layanan ZAuto, berupa pemeriksaan kendaraan roda dua, pengisian angin ban, hingga pengecekan oli. “Semua ini kami siapkan agar Ramadan dan Idulfitri bisa dijalani dengan aman, nyaman, dan penuh makna,” ujar Saidah. Peluncuran program Ramadan BAZNAS 2026 juga dihadiri jajaran pimpinan BAZNAS RI dari berbagai bidang, mulai dari pengumpulan, pendayagunaan, perencanaan, hingga transformasi digital. Kehadiran para pimpinan ini menandai pendekatan terintegrasi dalam pengelolaan zakat nasional. Saidah menegaskan, keberhasilan program ini sangat bergantung pada kolaborasi publik. “Kami mengajak seluruh masyarakat untuk menyalurkan zakat melalui BAZNAS agar manfaatnya bisa terukur, luas, dan tepat kepada yang berhak,” katanya. Dengan 29 program yang dirancang menyentuh berbagai lapisan kebutuhan, Ramadan tahun ini menjadi momentum strategis bagi BAZNAS untuk menegaskan peran zakat sebagai instrumen keadilan sosial—bukan hanya ibadah individual, tetapi juga gerakan kolektif membangun kesejahteraan umat.
BERITA02/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Sahabat BAZNAS Sulut Jemput ZIS di Dua Masjid Manado, Dorong Kesadaran Zakat di Tengah Jamaah
Sahabat BAZNAS Sulut Jemput ZIS di Dua Masjid Manado, Dorong Kesadaran Zakat di Tengah Jamaah
Manado – Upaya mendekatkan layanan zakat langsung ke tengah masyarakat terus digencarkan BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara. Melalui relawan Sahabat BAZNAS, kegiatan jemput Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) digelar di dua masjid besar Kota Manado, Jumat (30/1/2026). Aksi penghimpunan tersebut dilakukan dengan membuka booth layanan ZIS di Masjid Kyai Modjo Korem 131 Santiago dan Masjid Amirul Bahri Lantamal Manado. Kehadiran Sahabat BAZNAS tak sekadar membuka layanan donasi, tetapi juga membawa misi edukasi kepada jamaah. Di lokasi kegiatan, relawan membagikan flyer edukasi serta amplop ZIS untuk memudahkan masyarakat menunaikan kewajiban zakat maupun berbagi melalui infak dan sedekah. Kegiatan jemput ZIS ini menjadi bagian dari strategi BAZNAS Sulut dalam memperluas jangkauan layanan penghimpunan sekaligus membangun kesadaran umat tentang pentingnya menunaikan zakat melalui lembaga resmi. Pendekatan langsung di masjid dinilai efektif karena bertepatan dengan momentum ibadah, ketika kesadaran spiritual jamaah sedang meningkat. Melalui metode ini, masyarakat tidak hanya dimudahkan secara teknis, tetapi juga diberikan pemahaman tentang fungsi zakat sebagai instrumen sosial untuk membantu fakir miskin, pemberdayaan ekonomi umat, hingga respons kebencanaan. BAZNAS Sulawesi Utara menilai peran Sahabat BAZNAS sangat strategis dalam menjembatani lembaga dengan masyarakat. Edukasi langsung di lapangan diharapkan memperkuat kepercayaan publik untuk menyalurkan ZIS melalui lembaga resmi, yang dikelola secara amanah, transparan, dan terukur. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari penguatan gerakan sosial berbasis masjid, di mana zakat tidak hanya dipandang sebagai kewajiban ibadah, tetapi juga solusi nyata untuk mengurangi kesenjangan sosial. BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara mengapresiasi semangat para relawan Sahabat BAZNAS yang aktif turun ke lapangan mendukung program penghimpunan zakat. Kehadiran mereka di tengah jamaah diharapkan memberi dampak berkelanjutan, tidak hanya pada peningkatan penghimpunan ZIS, tetapi juga pada tumbuhnya budaya berbagi dan kepedulian sosial di tengah masyarakat. Dengan langkah jemput bola seperti ini, zakat tidak lagi terasa jauh, tetapi hadir dekat, mudah, dan menjadi bagian dari gerakan bersama membangun kesejahteraan umat.
BERITA30/01/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Wakil Ketua PA Tondano Resmi Dilantik, PTA Manado Targetkan Jadi Role Model Zona Integritas
Wakil Ketua PA Tondano Resmi Dilantik, PTA Manado Targetkan Jadi Role Model Zona Integritas
Tondano – Pengadilan Agama (PA) Tondano resmi memiliki Wakil Ketua baru. Husnul Ma’arif, S.H.I., M.H. dilantik dan diambil sumpah jabatannya oleh Ketua Pengadilan Agama Tondano dalam prosesi khidmat di Ruang Serbaguna Lantai 2 PA Tondano, Rabu (28/1/2026). Pelantikan ini bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi momentum penguatan kepemimpinan dan integritas lembaga peradilan agama di wilayah tersebut. Acara penting ini dihadiri langsung oleh Ketua Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Manado Drs. M. Arsyad, S.H., M.H., Wakil Ketua PTA Manado Dr. Drs. Mubarok, M.H., Ketua PA Tutuyan Ahmad Edi Purwanto, S.H.I., serta seluruh hakim dan pegawai PA Tondano. Ketua PA Tondano Al Gazali Mus, S.H.I, M.H, menegaskan, pelantikan Wakil Ketua baru diharapkan memperkuat soliditas pimpinan. “Dengan dilantiknya Bapak Husnul Ma’arif sebagai Wakil Ketua, besar harapan kita untuk bersama-sama, tanggung-menanggung, topang-menopang membangun citra baik Pengadilan Agama Tondano dengan selalu mengedepankan integritas dan kredibilitas sesuai visi dan misi lembaga,” tegasnya. Menurutnya, kolaborasi pimpinan menjadi kunci dalam menjaga marwah lembaga peradilan serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat pencari keadilan. Ketua PTA Manado Drs. M. Arsyad, S.H., M.H. menyampaikan ucapan selamat sekaligus pesan strategis. “Saya menyampaikan selamat dan sukses kepada Bapak Husnul Ma’arif atas pelantikannya sebagai Wakil Ketua Pengadilan Agama Tondano. Semoga ini menjadi semangat baru untuk terus meningkatkan kinerja,” ujarnya. Sebagai Koordinator Pengawasan sekaligus Ketua Pembangunan Zona Integritas untuk PA Tondano, ia menekankan pentingnya pengawasan berkelanjutan dan komunikasi internal. “Kami berharap tugas dijalankan sebaik-baiknya, melakukan pengawasan secara berkelanjutan, serta membangun komunikasi dan koordinasi dengan seluruh jajaran,” lanjutnya. Kunjungan ini juga menjadi momen perdana Ketua PTA Manado ke PA Tondano. Ia menaruh harapan besar agar lembaga tersebut menjadi contoh bagi satuan kerja lain. “Semoga ke depan Pengadilan Agama Tondano bisa menjadi role model bagi seluruh satuan kerja di wilayah hukum PTA Manado,” tegasnya. Dengan kepemimpinan yang kini lengkap — Ketua dan Wakil Ketua — PA Tondano ditargetkan semakin solid dalam meningkatkan kinerja dan pelayanan publik. Sinergi pimpinan, penguatan pengawasan, serta pembangunan Zona Integritas menjadi fokus utama demi mewujudkan peradilan yang bersih, transparan, dan melayani. Pelantikan ini menandai babak baru bagi PA Tondano untuk tampil sebagai lembaga peradilan agama yang profesional, berintegritas, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat pencari keadilan.
BERITA28/01/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
TPQ Raudhatul Jannah Tondano Ukir Prestasi Tingkat Sulut, Sabet Pengelola Media Sosial Terbaik 1 di Pendis Award
TPQ Raudhatul Jannah Tondano Ukir Prestasi Tingkat Sulut, Sabet Pengelola Media Sosial Terbaik 1 di Pendis Award
MANADO — Prestasi membanggakan datang dari dunia pendidikan Islam Kabupaten Minahasa. TPQ Raudhatul Jannah Kampung Jawa Tondano berhasil meraih Penghargaan Pengelola Media Sosial Terbaik 1 Tingkat Provinsi Sulawesi Utara dalam ajang bergengsi Pendis Award 2025 yang diserahkan pada kegiatan Rapat Koordinasi Pendidikan Islam se-Sulawesi Utara. Penghargaan tersebut diberikan dalam acara resmi yang digelar oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Utara di Swiss-Bellhotel Maleosan Manado, Selasa (27/1/2026), yang dihadiri jajaran pejabat dan pengelola lembaga pendidikan Islam se-provinsi. Capaian ini menempatkan TPQ Raudhatul Jannah sebagai lembaga pendidikan Al-Qur’an yang tidak hanya unggul dalam pembinaan keagamaan, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan teknologi informasi, khususnya dalam pemanfaatan media sosial sebagai sarana edukasi dan dakwah. Dengan komitmen kuat dalam meningkatkan mutu pendidikan agama, TPQ Raudhatul Jannah konsisten membangun lingkungan belajar yang kondusif bagi generasi muda. Media sosial dimanfaatkan bukan sekadar untuk publikasi, tetapi sebagai ruang edukasi, dokumentasi kegiatan santri, penyebaran nilai-nilai keislaman, hingga penguatan literasi keagamaan di tengah masyarakat. Penghargaan ini menjadi bukti bahwa pendekatan dakwah dan pendidikan Islam kini mampu bertransformasi mengikuti zaman tanpa meninggalkan nilai dasar pembinaan akhlak. Ajang Rakor Pendidikan Islam kali ini memang terasa istimewa karena dirangkaikan dengan penyerahan penghargaan kepada lembaga-lembaga berprestasi di Sulawesi Utara. Kegiatan tersebut diikuti oleh Kepala Seksi Pendidikan Islam (Pendis) Kemenag Kabupaten Minahasa, Fadhila Djojosuroto, SE., M.Pd, bersama jajaran Pendis lainnya. Kabupaten Minahasa tampil menonjol dalam Pendis Award 2025 dengan beberapa lembaga berhasil meraih penghargaan, yaitu: MA Nurul Hidayah Sea 1 RA Tarbiyah Tondano TPQ Raudhatul Jannah Tondano Raihanna Putri Khalifah Jusuf Kepala Seksi Pendis Kemenag Minahasa menyampaikan rasa syukur atas pencapaian tersebut. “Penghargaan ini merupakan bukti kerja keras kolektif seluruh elemen pendidikan Islam di Minahasa. Semoga capaian di awal tahun 2026 ini menjadi motivasi bagi lembaga lain untuk terus berinovasi dan meningkatkan mutu pendidikan bagi umat,” ujarnya di sela kegiatan. Prestasi TPQ Raudhatul Jannah menegaskan bahwa lembaga pendidikan Al-Qur’an di daerah mampu menjadi pelopor dalam transformasi digital pendidikan Islam. Media sosial tidak lagi dipandang sebagai sekadar platform hiburan, melainkan sarana strategis membangun karakter, menyebarkan dakwah, dan menghubungkan lembaga dengan masyarakat luas. Penghargaan ini bukan hanya trofi, tetapi simbol pengakuan bahwa pendidikan Islam di Minahasa terus bergerak maju, adaptif, dan relevan dengan perkembangan zaman.
BERITA27/01/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Terjebak Banjir, BAZNAS Evakuasi Ibu Hamil yang Akan Melahirkan di Karawang
Terjebak Banjir, BAZNAS Evakuasi Ibu Hamil yang Akan Melahirkan di Karawang
Karawang — Di tengah genangan banjir yang masih merendam sejumlah wilayah Kabupaten Karawang, Jawa Barat, tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mengevakuasi seorang ibu hamil yang hendak melahirkan dari rumahnya yang terisolasi air. Peristiwa itu terjadi di Dusun Tegal Luhur, Desa Sukamakmur, Kecamatan Telukjambe Timur, wilayah yang terdampak banjir cukup parah sehingga akses darat tidak dapat dilalui kendaraan. Ibu hamil tersebut diketahui bernama Siti Nurjanah (22 tahun). Berdasarkan informasi warga, ia sudah merasakan tanda-tanda persalinan namun tidak dapat keluar rumah karena ketinggian air yang menggenangi permukiman. Mendapat laporan tersebut, tim BTB segera menuju lokasi menggunakan perahu karet untuk menembus banjir dan mengevakuasi Siti Nurjanah. Setelah berhasil dibawa keluar dari titik banjir, ia langsung dirujuk ke Mandaya Hospital Karawang guna mendapatkan penanganan medis dan proses persalinan. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, menegaskan bahwa ibu hamil termasuk kelompok paling rentan dalam situasi bencana. “Ibu hamil, lansia, dan anak-anak merupakan kelompok yang harus didahulukan saat terjadi bencana seperti banjir. Apalagi ibu hamil yang akan melahirkan, risikonya sangat besar jika tidak segera mendapat pertolongan medis,” ujar Saidah dalam keterangan tertulis, Senin (26/1/2026). Menurut dia, kecepatan informasi dari warga dan respons lapangan menjadi faktor penting dalam penyelamatan tersebut. Begitu menerima kabar adanya ibu hamil yang terjebak, tim BTB langsung bergerak menuju lokasi. Situasi banjir bukan hanya menghambat mobilitas, tetapi juga meningkatkan risiko kesehatan bagi ibu hamil, seperti: Keterlambatan mendapatkan pertolongan persalinan Risiko infeksi akibat lingkungan tidak higienis Hipotermia dan kelelahan Stres yang dapat memengaruhi kondisi ibu dan janin Karena itu, evakuasi cepat dalam kasus ini dinilai krusial untuk mencegah komplikasi. “Semoga persalinannya lancar, ibu dan bayinya selamat. Kami juga berharap banjir segera surut agar masyarakat Karawang bisa kembali beraktivitas,” kata Saidah. Kehadiran BAZNAS Tanggap Bencana di lokasi terdampak, menurut Saidah, merupakan bagian dari komitmen BAZNAS dalam respons darurat kemanusiaan. “BAZNAS hadir untuk memastikan evakuasi berjalan aman dan warga terdampak segera mendapatkan bantuan dasar,” ujarnya. Selain evakuasi, BTB juga terlibat dalam distribusi logistik, layanan dasar, serta dukungan kemanusiaan lain bagi warga terdampak banjir. Peristiwa evakuasi ibu hamil ini menunjukkan bahwa dalam situasi bencana, koordinasi cepat antara warga dan tim penyelamat menjadi penentu keselamatan, terutama bagi kelompok paling rentan.
BERITA26/01/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Kemensetneg Salurkan Rp227 Juta via BAZNAS, Bantu Penyintas Banjir Sumatera Bangun Huntap hingga Pulihkan Ekonomi
Kemensetneg Salurkan Rp227 Juta via BAZNAS, Bantu Penyintas Banjir Sumatera Bangun Huntap hingga Pulihkan Ekonomi
Jakarta – Solidaritas kemanusiaan kembali ditunjukkan Keluarga Besar Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) RI. Melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI, bantuan sebesar Rp227.200.000 disalurkan untuk membantu para penyintas banjir di wilayah Sumatera. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Sekretaris Kementerian Sekretariat Negara, Setya Utama, kepada jajaran pimpinan BAZNAS RI dalam seremoni yang berlangsung di lingkungan Kemensetneg, Jakarta Pusat, Jumat (23/1/2026). Hadir dalam kesempatan itu Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, didampingi Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Hj. Saidah Sakwan, MA, serta Wakil Menteri Sekretariat Negara RI Juri Ardiantoro beserta jajaran pejabat. Ketua BAZNAS RI Kiai Noor Achmad menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan Kemensetneg kepada BAZNAS sebagai lembaga penyalur bantuan. “Kami mengucapkan banyak terima kasih. Mudah-mudahan apa yang Bapak/Ibu berikan bermanfaat bagi saudara-saudara kita di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh. Bantuan ini akan kami salurkan sesuai peruntukannya, secara amanah, transparan, dan tepat sasaran,” ujar Kiai Noor. Ia menegaskan, BAZNAS bukan hanya hadir saat bantuan datang, tetapi sudah terjun sejak hari pertama bencana terjadi. Dalam masa tanggap darurat, BAZNAS mengoperasikan 117 pos layanan yang meliputi: Layanan kesehatan gratis Dapur umum Dapur air bersih “Lebih dari tiga juta porsi makanan telah kami salurkan sejak hari pertama masa tanggap darurat hingga fase itu dinyatakan selesai,” ungkapnya. Kini, penanganan memasuki fase pemulihan. Bantuan yang masuk melalui BAZNAS akan difokuskan untuk program jangka panjang yang menyentuh kebutuhan dasar sekaligus masa depan para korban. Beberapa prioritas pemulihan yang disiapkan BAZNAS antara lain: Pembangunan hunian tetap (huntap) Penyediaan alat dan perlengkapan sekolah Pembangunan kembali masjid dan musala Program pemberdayaan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja “Huntap pertama akan kami bangun di Tapanuli Selatan, yang kami namakan Kampung Cahaya Zakat. Di sana juga akan dibangun masjid dan sekolah,” jelas Kiai Noor. Tak berhenti pada bantuan fisik, BAZNAS juga menyiapkan program pemulihan ekonomi agar para penyintas bisa kembali mandiri. Program tersebut akan dijalankan melalui: ZMart (penguatan usaha ritel kecil) ZChicken (usaha kuliner berbasis kemitraan) “Kami tidak hanya memberikan modal, tetapi juga pendampingan sampai mereka benar-benar mandiri. Ini bagian dari ikhtiar kami membuka kembali lapangan kerja bagi korban terdampak,” tegasnya. Wakil Menteri Sekretariat Negara, Juri Ardiantoro, mengapresiasi konsistensi BAZNAS yang selalu hadir di garis depan setiap terjadi bencana. “Terima kasih kepada BAZNAS yang bersedia menyalurkan bantuan ini kepada para korban. Juga kepada keluarga besar Kemensetneg, para pegawai dan pejabat yang telah menyalurkan dana kepeduliannya. Ini wujud nyata solidaritas untuk saudara-saudara kita yang terdampak,” kata Juri. Ia mengakui nilai bantuan tersebut mungkin belum cukup untuk memulihkan seluruh dampak bencana, namun memiliki makna besar dari sisi kepedulian. “Untuk memulihkan kondisi seperti sebelum bencana tentu membutuhkan dana sangat besar, mungkin triliunan rupiah. Tetapi dengan niat tulus, kami berharap bantuan ini dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar dan mempercepat pemulihan masyarakat Aceh dan Sumatera,” tutupnya. Kolaborasi Kemensetneg dan BAZNAS ini juga menjadi contoh edukatif bahwa dana sosial—zakat, infak, dan sedekah—memiliki peran strategis bukan hanya untuk bantuan darurat, tetapi juga: Pemulihan jangka panjang, Pembangunan hunian layak, Akses pendidikan, Kebangkitan ekonomi korban.
BERITA26/01/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Terjunkan Tim Evakuasi Banjir di Jakarta-Bekasi, Warga Dievakuasi Pakai Perahu Karet
BAZNAS Terjunkan Tim Evakuasi Banjir di Jakarta-Bekasi, Warga Dievakuasi Pakai Perahu Karet
Jakarta – Banjir yang melanda sejumlah wilayah Jakarta dan Bekasi direspons cepat oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI. Melalui tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB), proses evakuasi warga terdampak dilakukan di berbagai titik genangan, Jumat (23/1/2026). Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, mengatakan tim langsung diterjunkan begitu laporan banjir masuk dari sejumlah wilayah padat penduduk. “Tim tanggap bencana segera kami kirim ke lokasi-lokasi banjir sebagai respons cepat BAZNAS untuk membantu mereka yang tengah mengalami kesulitan akibat banjir,” ujar Saidah dalam keterangan tertulis di Jakarta. BTB BAZNAS melakukan evakuasi di beberapa wilayah yang terdampak cukup parah, yakni: Cipinang Melayu, Jakarta Timur Petogogan, Jakarta Selatan Kedaung Angke, Jakarta Barat Karet Tengsin, Jakarta Pusat Pondok Hijau Permai, Kota Bekasi Di lokasi-lokasi tersebut, tim menggunakan perahu karet untuk menjangkau warga yang terjebak genangan air dan membawa mereka menuju titik pengungsian yang lebih aman. Selain fokus pada penyelamatan warga, BTB BAZNAS juga menyalurkan bantuan logistik darurat. Bantuan yang dibagikan meliputi: Makanan siap saji Air minum Kebutuhan pokok lainnya Langkah ini dilakukan untuk memastikan kebutuhan dasar warga terdampak tetap terpenuhi di tengah situasi darurat. “BAZNAS berkomitmen untuk terus berupaya memberikan bantuan terbaiknya. Respons ini juga merupakan bentuk kepedulian BAZNAS RI dalam menanggapi isu-isu kebencanaan, termasuk musibah banjir,” kata Saidah. BAZNAS juga mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu banjir susulan. Saidah meminta warga terus memantau informasi dari sumber terpercaya serta mengikuti arahan petugas di lapangan demi keselamatan bersama. “Semoga bantuan ini dapat meringankan beban warga yang terdampak banjir,” tutupnya.
BERITA23/01/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Dorong Regulasi BAZNAS Diperkuat, Zakat Diusulkan Jadi Pengurang Pajak
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Dorong Regulasi BAZNAS Diperkuat, Zakat Diusulkan Jadi Pengurang Pajak
Semarang – Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Abdul Wachid mendorong penguatan regulasi Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), termasuk integrasi kebijakan zakat dengan sistem keringanan pajak bagi wajib pajak yang menunaikan zakat melalui BAZNAS. Menurutnya, langkah ini penting agar zakat semakin optimal berperan sebagai instrumen kesejahteraan sosial nasional. “Jika hal tersebut bisa terwujud, tentu nantinya akan ada kerja sama dengan Kementerian Keuangan, misalnya dalam bentuk keringanan pajak. Apabila mereka yang wajib pajak sudah menunaikan pembayaran zakat melalui BAZNAS, maka hal itu bisa ditarik dan diakomodasi. Hal ini nantinya juga akan saya masukkan ke dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas),” ujar Abdul Wachid saat menghadiri kegiatan penyaluran paket bantuan King Salman Humanitarian Aid and Relief Centre di Semarang, Jawa Tengah, Kamis (22/1/2026). Abdul Wachid menilai, penguatan kewenangan BAZNAS akan membuka peluang optimalisasi potensi zakat dari berbagai sumber, mulai dari TNI, Polri, aparatur sipil negara (ASN), anggota DPR, kementerian, hingga sektor korporasi. “Potensi zakat secara nasional bisa mencapai Rp 300 triliun. Untuk Jawa Tengah sendiri, potensinya bisa jauh lebih besar dibandingkan pendapatan yang dihimpun saat ini,” katanya. Ia menegaskan, jika regulasi diperkuat dan terintegrasi dengan sistem fiskal, zakat dapat menjadi kekuatan besar dalam mendukung agenda pengentasan kemiskinan. Dalam kesempatan yang sama, Abdul Wachid juga mengapresiasi kinerja BAZNAS yang dinilainya telah menunjukkan peran strategis dalam pengentasan kemiskinan, penguatan UMKM, hingga penyaluran bantuan kebencanaan. “BAZNAS ini sudah sangat bermanfaat bagi masyarakat, tidak hanya dalam pengentasan kemiskinan dan penguatan UMKM, tetapi juga menyangkut bantuan bencana. Tadi disampaikan kepada saya bahwa bantuan sudah sampai ke Sumatra dan Aceh. Ini sangat luar biasa. Artinya, BAZNAS ini sangat bermanfaat untuk masyarakat,” ucapnya. Menurutnya, pemanfaatan dana zakat melalui program-program BAZNAS mampu menjawab kebutuhan masyarakat, baik dari sisi sosial maupun ekonomi. Secara khusus, Abdul Wachid memberi apresiasi kepada BAZNAS Provinsi Jawa Tengah yang dipimpin Dr. drs. KH. Ahmad Darodji, M.Si. Berdasarkan laporan BAZNAS RI, BAZNAS Jawa Tengah dinilai sebagai salah satu BAZNAS daerah dengan peran dan capaian tertinggi di tingkat nasional. Ia menegaskan, posisi BAZNAS sangat penting sebagai mitra strategis pemerintah dalam membantu kelompok rentan dan masyarakat kecil di luar skema Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). “Dana zakat, infak, dan sedekah serta dana sosial keagamaan lainnya yang dikelola BAZNAS berasal dari masyarakat dan dapat dimanfaatkan untuk pengentasan kemiskinan, pemberdayaan UMKM, perbaikan rumah tidak layak huni, hingga penanganan kebencanaan,” ujar Abdul Wachid. Dengan penguatan regulasi dan dukungan lintas kementerian, ia berharap peran zakat ke depan semakin terstruktur, terintegrasi, dan berdampak luas bagi kesejahteraan rakyat.
BERITA22/01/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Rohil Jajaki MoU dengan RSUD dr. RM Pratomo, Perkuat Akses Pengobatan bagi Fakir Miskin
BAZNAS Rohil Jajaki MoU dengan RSUD dr. RM Pratomo, Perkuat Akses Pengobatan bagi Fakir Miskin
Bagansiapiapi – Upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu di Kabupaten Rokan Hilir memasuki babak baru. Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Rokan Hilir melakukan silaturahmi strategis ke RSUD dr. RM Pratomo, Rabu (21/1/2026), guna menjajaki kerja sama bantuan biaya pengobatan bagi fakir miskin. Rombongan dipimpin Ketua BAZNAS Rokan Hilir, H. Jefrizal, S.HI, MM, didampingi Wakil Ketua I Junaidi, SE, Wakil Ketua II Ramli, M.Pd.I, Wakil Ketua III & IV Syafi’i Jais, SE, serta Ketua Pelaksana Juhari, S.Sos, SE. Kehadiran mereka disambut Direktur RSUD dr. RM Pratomo beserta jajaran manajemen. Pertemuan tersebut bukan sekadar ajang temu formal, melainkan forum pembahasan rancangan Nota Kesepahaman (MoU) yang dirancang untuk menghadirkan mekanisme bantuan pengobatan yang lebih sistematis dan akuntabel. Ketua BAZNAS Rokan Hilir, Jefrizal, menyatakan kolaborasi ini merupakan langkah konkret agar zakat dapat menjawab kebutuhan riil masyarakat, khususnya dalam sektor kesehatan. “Melalui silaturahmi ini, kami menyusun langkah konkret untuk membantu saudara-saudara kita yang kurang mampu. Dengan adanya MoU nanti, BAZNAS akan hadir memberikan bantuan biaya pengobatan bagi fakir miskin di RSUD Pratomo secara lebih terstruktur dan tepat sasaran,” ujarnya. Ia menegaskan, zakat tidak berhenti pada bantuan konsumtif, melainkan menjadi instrumen perlindungan sosial yang mampu mengurangi beban ekonomi mustahik ketika menghadapi persoalan kesehatan. Dalam diskusi tersebut, kedua belah pihak membahas sejumlah poin krusial sebagai fondasi kerja sama. Pertama, mekanisme verifikasi pasien. Sinkronisasi data dan kriteria fakir miskin menjadi prioritas agar bantuan benar-benar diterima oleh mereka yang berhak. Kedua, alur pelayanan cepat. Koordinasi teknis antara tim pelaksana BAZNAS dan administrasi rumah sakit diharapkan dapat memangkas birokrasi, sehingga pasien dhuafa tidak terhambat prosedur ketika membutuhkan layanan medis segera. Ketiga, transparansi dan akuntabilitas dana zakat. Sistem pelaporan yang rapi menjadi bentuk pertanggungjawaban kepada para muzaki sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap pengelolaan zakat. Sementara itu, Ketua Pelaksana BAZNAS Rohil, Juhari, memastikan tindak lanjut administratif akan segera dilakukan agar MoU dapat difinalisasi dalam waktu dekat. Langkah ini mencerminkan pergeseran pendekatan pengelolaan zakat yang semakin profesional dan terintegrasi dengan institusi pelayanan publik. Jika MoU terealisasi, kerja sama ini berpotensi menjadi model kolaborasi antara lembaga zakat dan fasilitas kesehatan daerah. Di tengah tantangan biaya kesehatan yang kerap memberatkan kelompok rentan, sinergi antara BAZNAS dan RSUD dr. RM Pratomo menjadi ikhtiar menghadirkan keadilan sosial—bahwa sakit bukan alasan bagi fakir miskin untuk kehilangan hak atas layanan medis yang layak.
BERITA21/01/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Terima Dana CSR Mitsui Leasing untuk Perkuat Respons Bencana di Sumatra
BAZNAS Terima Dana CSR Mitsui Leasing untuk Perkuat Respons Bencana di Sumatra
Jakarta — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menerima bantuan dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dari Mitsui Leasing Capital Indonesia untuk mendukung upaya penanggulangan dan pemulihan bencana alam di Indonesia. Bantuan ini difokuskan bagi masyarakat terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan, Rizaludin Kurniawan, mengatakan dukungan dari sektor swasta menjadi bagian penting dalam memperkuat respons kebencanaan nasional. Ia menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Mitsui Leasing kepada BAZNAS. “Terima kasih kepada Mitsui Leasing atas kepedulian dan kepercayaan yang diberikan. Bantuan ini akan BAZNAS manfaatkan secara optimal untuk membantu masyarakat terdampak bencana,” ujar Rizaludin dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa, 20 Januari 2026. Menurut Rizaludin, Indonesia merupakan negara dengan tingkat kerawanan bencana yang tinggi. Kondisi tersebut menuntut kolaborasi lintas sektor agar respons darurat hingga pemulihan pascabencana dapat berjalan cepat, tepat, dan berkelanjutan. Ia menambahkan, sejumlah wilayah di Pulau Sumatra seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat mengalami bencana dalam beberapa bulan terakhir yang berdampak pada kebutuhan dasar masyarakat. “Bantuan dari Mitsui Leasing sangat berarti. BAZNAS RI berkomitmen memastikan setiap amanah dari para mitra memberikan manfaat nyata bagi para penyintas bencana,” katanya. Rizaludin menilai, kemitraan dengan dunia usaha menjadi strategi BAZNAS dalam memperluas jangkauan dan dampak bantuan kemanusiaan, khususnya pada situasi kebencanaan. BAZNAS, kata dia, membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya dengan berbagai pihak. “BAZNAS tidak bisa berdiri sendiri menghadapi berbagai tantangan kebencanaan di Indonesia. Karena itu, kolaborasi menjadi kunci agar upaya penanggulangan bencana dapat berjalan lebih kuat dan berkelanjutan,” ujarnya. Penyaluran dana CSR secara simbolis telah dilakukan di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, pada Kamis, 15 Januari 2026. Corporate Secretary Mitsui Leasing Capital Indonesia, Wasistyo Adi Saras Putro, mengatakan bantuan tersebut merupakan wujud komitmen perusahaan dalam menjalankan tanggung jawab sosial. Menurut dia, keberlanjutan bisnis perlu diiringi kepedulian terhadap kondisi sosial, terutama saat terjadi bencana alam yang berdampak langsung pada masyarakat. “Melalui program tanggung jawab sosial perusahaan, kami berupaya hadir dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat terdampak bencana alam di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Bantuan ini kami arahkan untuk mendukung kebutuhan dasar, terutama makanan dan air bersih,” kata Wasistyo. Ia berharap, penyaluran bantuan melalui BAZNAS dapat mempercepat proses pemulihan pascabencana. “Terima kasih kepada BAZNAS yang telah memfasilitasi penyaluran bantuan ini. Semoga ke depan kolaborasi dapat terus berlanjut dengan jangkauan yang lebih luas,” ujarnya.
BERITA20/01/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Sukses Berdayakan Pedagang Kantin di Bukittinggi, Omzet Tembus Rp40 Juta per Bulan
BAZNAS Sukses Berdayakan Pedagang Kantin di Bukittinggi, Omzet Tembus Rp40 Juta per Bulan
Bukittinggi – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI kembali menunjukkan peran nyata zakat produktif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Melalui program BAZNAS Microfinance Desa (BMD) Bukittinggi, BAZNAS sukses memberdayakan Yulia Tuntina, pedagang makanan di kantin sekolah Kota Bukittinggi, Sumatra Barat, hingga berhasil melipatgandakan omzet usahanya. Dari yang semula hanya meraup omzet Rp20 juta per bulan, kini usaha Yulia menembus angka Rp40 juta per bulan, atau naik 100 persen, dengan penghasilan bersih sekitar Rp6 juta. Capaian ini diraih berkat dukungan modal usaha serta pendampingan intensif dari BAZNAS. “Alhamdulillah, sebelum mendapat bantuan dari BAZNAS, omzet usaha saya sekitar Rp20 juta per bulan dengan penghasilan bersih Rp3 juta. Setelah mendapat bantuan dan pendampingan, omzet naik menjadi Rp40 juta per bulan dan penghasilan bersih sekitar Rp6 juta,” kata Yulia dalam keterangannya di Bukittinggi, Senin (19/1/2026). Yulia mengaku, bantuan BAZNAS membawa perubahan besar, tidak hanya bagi usahanya tetapi juga bagi kondisi ekonomi keluarganya. “Terima kasih BAZNAS dan para muzaki. Berkat bantuan modal dan pendampingan yang diberikan, alhamdulillah usaha saya bisa terus berkembang,” ujarnya. Secara terpisah, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, MA, mengapresiasi capaian Yulia yang dinilai mampu memanfaatkan bantuan secara optimal. Menurut Saidah, Yulia yang merupakan warga Kelurahan Tarok Dipo, Kecamatan Guguk Panjang, Kota Bukittinggi, menjalankan usaha aneka gorengan, menu sarapan, serta minuman di kantin sekolah. Sejak menjadi mustahik binaan BAZNAS, perkembangan usahanya dinilai sangat signifikan. “Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa zakat produktif yang dikelola BAZNAS mampu mendorong UMKM naik kelas dan meningkatkan kesejahteraan mustahik. Keberhasilan mustahik adalah kebahagiaan bagi BAZNAS,” ujar Saidah dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (19/1/2026). Saidah menjelaskan, keberhasilan Yulia tidak lepas dari pendampingan melalui program BAZNAS Microfinance Desa. Dalam program tersebut, para mustahik mendapatkan edukasi kewirausahaan, termasuk pencatatan dan pelaporan keuangan, sehingga usaha dapat berkembang secara terukur dan berkelanjutan. Tak hanya berdampak pada peningkatan pendapatan, Saidah menambahkan, keberhasilan usaha Yulia juga mendorong tumbuhnya kepedulian sosial. Saat ini, Yulia secara rutin berpartisipasi dalam program wakaf Al-Qur’an sebagai wujud rasa syukur dan berbagi kepada sesama. Lebih lanjut, Saidah menegaskan komitmen BAZNAS untuk terus memperluas jangkauan program pemberdayaan ekonomi, termasuk BMD, agar semakin banyak pelaku usaha kecil di berbagai daerah dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraannya. “Apa yang telah dicapai Yulia sangat luar biasa. Kami berharap program-program BAZNAS, seperti BMD, dapat terus memberikan manfaat besar dalam pengentasan kemiskinan di Indonesia. Semakin banyak mustahik yang berkembang dan sejahtera, maka visi BAZNAS untuk menyejahterakan masyarakat Indonesia dapat terwujud secara bertahap,” tutup Saidah.
BERITA19/01/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Silaturahmi BPJS Ketenagakerjaan Minahasa ke BAZNAS Minahasa, Dorong Perlindungan Pekerja Mustahik
Silaturahmi BPJS Ketenagakerjaan Minahasa ke BAZNAS Minahasa, Dorong Perlindungan Pekerja Mustahik
Minahasa — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Minahasa menerima kunjungan silaturahmi dari BPJS Ketenagakerjaan Minahasa, Jumat (9/1/2026). Pertemuan ini menjadi langkah konkret menindaklanjuti Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara BAZNAS dan BPJS Ketenagakerjaan dalam upaya memperluas perlindungan jaminan sosial bagi pekerja rentan kategori mustahik. Kunjungan tersebut diterima langsung oleh Wakil Ketua I dan Wakil Ketua IV BAZNAS Minahasa. Sementara dari BPJS Ketenagakerjaan Minahasa hadir Irman Lukwan, selaku Account Representative Perwakilan BPJS Ketenagakerjaan Minahasa. Silaturahmi ini sekaligus menjadi bagian dari penguatan implementasi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 102 Tahun 2025, yang membolehkan pendistribusian zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dalam bentuk pembayaran iuran kepesertaan jaminan ketenagakerjaan bagi pekerja rentan. Waka I BAZNAS Minahasa Joko Kurnia menegaskan, kerja sama ini merupakan terobosan penting dalam optimalisasi zakat agar lebih berdampak dan berkelanjutan. “Zakat tidak hanya untuk bantuan sesaat, tetapi juga sebagai instrumen perlindungan sosial. Melalui program ini, pekerja mustahik mendapatkan jaminan ketika mengalami kecelakaan kerja hingga risiko kematian,” ujarnya. Senada, Waka IV BAZNAS Minahasa Sahlan Kokalo menyampaikan bahwa sinergi ini sejalan dengan misi BAZNAS dalam melindungi kelompok rentan dan meningkatkan kesejahteraan mustahik. “Ini adalah bentuk zakat produktif yang memberi rasa aman bagi pekerja informal seperti petani, buruh harian, guru ngaji, hingga ojek online,” katanya. Sementara itu, Irwan Lukwan menjelaskan bahwa BPJS Ketenagakerjaan berkomitmen memperluas cakupan perlindungan bagi pekerja informal yang selama ini belum mampu membayar iuran secara mandiri. “Melalui kolaborasi dengan BAZNAS, iuran kepesertaan dapat ditopang dari dana ZIS, sesuai dengan fatwa MUI. Ini menjadi solusi nyata bagi jutaan pekerja rentan,” jelasnya. Secara nasional, BPJS Ketenagakerjaan bersama BAZNAS menargetkan perlindungan bagi sekitar 2 juta pekerja rentan pada tahap awal, dari total 27 juta pekerja rentan yang belum memiliki jaminan sosial ketenagakerjaan. Silaturahmi BPJS Ketenagakerjaan Minahasa ke BAZNAS Minahasa ini diharapkan menjadi titik awal percepatan perlindungan pekerja mustahik di daerah, sekaligus mendorong peran zakat sebagai instrumen perlindungan sosial yang inklusif dan berkelanjutan.
BERITA09/01/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Maybank Indonesia Finance Gandeng BAZNAS Salurkan Rp340 Juta untuk Penyediaan Air Bersih
Maybank Indonesia Finance Gandeng BAZNAS Salurkan Rp340 Juta untuk Penyediaan Air Bersih
Jakarta – PT Maybank Indonesia Finance menegaskan komitmennya terhadap tanggung jawab sosial berkelanjutan dengan menyalurkan dana kebajikan perusahaan sebesar Rp340 juta melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI. Dana tersebut diperuntukkan bagi program penyediaan air bersih bagi masyarakat di wilayah rawan kekeringan. Penyerahan dana kebajikan perusahaan itu dilaksanakan di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Rabu (7/1/2026). Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan, Dr. H. Rizaludin Kurniawan, M.Si, menyambut baik kepercayaan yang diberikan PT Maybank Indonesia Finance kepada BAZNAS dalam penyaluran dana kebajikan tersebut. “Ini menjadi salah satu bukti bagaimana amanah dana kebajikan dapat disalurkan secara langsung kepada masyarakat yang mengalami kesulitan akses air bersih. Kami mengucapkan terima kasih kepada PT Maybank Indonesia Finance yang telah mempercayakan infak perusahaannya melalui BAZNAS,” ujar Rizaludin. Rizaludin berharap kolaborasi antara BAZNAS dan Maybank Indonesia Finance dapat terus berlanjut ke depannya, mengingat masih banyak gagasan dan program kemanusiaan yang dapat dikembangkan bersama untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di berbagai daerah. Sementara itu, Presiden Direktur PT Maybank Indonesia Finance, Alexander, mengapresiasi kerja sama yang terjalin dengan BAZNAS dalam pelaksanaan program penyediaan air bersih tersebut. “Saya sangat senang kita bisa melakukan kerja sama ini. Semoga kolaborasi ini dapat terus berlanjut ke depannya, sehingga semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaat dari dana infak perusahaan kami,” kata Alexander. Ia menjelaskan, penyaluran dana kebajikan perusahaan ini merupakan wujud komitmen Maybank Indonesia Finance dalam menjalankan tanggung jawab sosial perusahaan melalui dukungan terhadap program penyediaan air bersih yang dilaksanakan bersama BAZNAS RI. Program tersebut ditujukan untuk membantu masyarakat yang masih menghadapi keterbatasan akses air bersih, khususnya di delapan wilayah rawan kekeringan, yakni Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Lampung, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Selatan. “Air bersih dan sanitasi yang layak merupakan kebutuhan dasar yang berdampak langsung pada kesehatan, produktivitas, dan kualitas hidup masyarakat. Melalui program ini, kami berkontribusi dalam pembangunan sumur bor, tandon air, serta saluran distribusi air agar masyarakat dapat memperoleh akses air bersih secara berkelanjutan, terutama saat musim kemarau,” jelasnya. Program penyediaan air bersih ini juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) nomor 6, yakni memastikan ketersediaan dan pengelolaan air bersih serta sanitasi yang berkelanjutan untuk semua.
BERITA08/01/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Minahasa.

Lihat Daftar Rekening →