WhatsApp Icon
BAZNAS Minahasa Tuntaskan Penyaluran 100 Mushaf Al-Quran, Sentuh Santri TPQ hingga Majelis Taklim Mualaf

MINAHASA – Komitmen Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Minahasa dalam memperluas syiar Al-Quran terus diwujudkan melalui penyaluran 100 mushaf Al-Quran kepada pondok pesantren, rumah tahfiz, TPQ/TPA, masjid, hingga majelis taklim mualaf di berbagai wilayah Kabupaten Minahasa, Jumat 17/7/2026.

Program tersebut merupakan amanah dari BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara yang mempercayakan BAZNAS Kabupaten Minahasa sebagai mitra pendistribusian mushaf kepada lembaga-lembaga pendidikan Al-Qur'an dan masyarakat yang membutuhkan.

Penyaluran mushaf ini juga menjadi bagian dari manfaat zakat, infak, dan sedekah para muzaki yang disalurkan melalui BAZNAS RI, termasuk dukungan dari para donatur melalui Kitabisa.com dan Gramedia, sehingga manfaatnya dapat dirasakan hingga pelosok daerah.

Titik terakhir penyaluran dilakukan di TPA Al Muhajirin, Desa Kamenti, yang berada di bawah pembinaan Masjid Al Muhajirin.

Sebanyak 10 mushaf Al-Qur'an diserahkan secara langsung kepada Imam Masjid Al Muhajirin, Edy Purwanto, didampingi Wakil Imam Hendy Yusuf.

TPA tersebut saat ini dibimbing oleh satu orang ustaz dengan jumlah 10 santri yang rutin belajar membaca dan memahami Al-Qur'an. yang rutin dilaksanakan tiga kali dalam sepekan di serambi masjid.

Edy Purwanto menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas perhatian BAZNAS kepada anak-anak penghafal dan pembelajar Al-Qur'an.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Minahasa, BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara, serta seluruh muzaki yang telah mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya melalui BAZNAS sehingga kami menerima bantuan mushaf Al-Qur'an ini. Insya Allah mushaf-mushaf ini akan dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh anak-anak TPA dalam belajar Al-Qur'an."

Ia juga turut mendoakan seluruh pihak yang telah berkontribusi.

"Semoga Allah SWT membalas setiap kebaikan para muzaki dengan pahala yang berlipat ganda, melimpahkan rezeki yang halal dan berkah, memudahkan segala urusan, serta menjadikan setiap huruf Al-Qur'an yang dibaca oleh para santri sebagai amal jariyah yang terus mengalir kepada para donatur dan semua pihak yang terlibat. Aamiin."

Usai dari Desa Kamenti, tim BAZNAS Minahasa melanjutkan penyaluran ke Masjid Al Ikhlash, Desa Atep Oki, Kecamatan Lembean Timur.

Di lokasi tersebut, sebanyak 5 mushaf Al-Qur'an diserahkan kepada Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Masjid Al Ikhlash untuk mendukung kegiatan pengajian masyarakat .

Diharapkan bantuan mushaf tersebut semakin meningkatkan semangat jamaah dalam mempelajari, membaca, dan mengamalkan isi kandungan Al-Qur'an.

Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Minahasa, Muhammad Sahlan Kokalo, menyampaikan apresiasi kepada BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara atas kepercayaan yang diberikan kepada BAZNAS Minahasa dalam mendistribusikan 100 mushaf Al-Qur'an di wilayah Kabupaten Minahasa.

"Kami menyampaikan terima kasih kepada BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara atas kepercayaan yang diberikan kepada BAZNAS Kabupaten Minahasa untuk menyalurkan 100 mushaf Al-Qur'an kepada pondok pesantren, rumah tahfiz, TPQ, TPA, masjid, dan majelis taklim mualaf. Amanah ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus menghadirkan manfaat yang nyata bagi umat."

Menurutnya, penyaluran mushaf bukan sekadar menyerahkan kitab suci, tetapi menjadi investasi peradaban yang akan melahirkan generasi Qurani.

"Setiap mushaf yang dibaca, dipelajari, dan diamalkan akan menjadi sumber pahala yang terus mengalir bagi para muzaki dan seluruh pihak yang terlibat. Karena itu, kami berharap ke depan BAZNAS Minahasa dapat menyalurkan lebih banyak lagi mushaf Al-Qur'an serta memperluas program-program kemaslahatan lainnya."

Ia juga berharap semakin banyak masyarakat yang mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya melalui lembaga resmi.

"Kepercayaan masyarakat adalah amanah yang harus dijaga. Kami terus berkomitmen mengelola dana zakat, infak, dan sedekah secara profesional, transparan, dan akuntabel agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh mustahik. Kami mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Minahasa untuk menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS sebagai lembaga resmi yang diamanahkan negara, sehingga semakin banyak saudara-saudara kita yang dapat dibantu melalui program pendidikan, dakwah, kesehatan, kemanusiaan, dan pemberdayaan ekonomi."

Program distribusi mushaf Al-Qur'an menjadi salah satu bentuk nyata hadirnya BAZNAS dalam memperkuat syiar Islam dan meningkatkan kualitas pendidikan Al-Qur'an di tengah masyarakat.

Dengan dukungan para muzaki yang mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya melalui BAZNAS, setiap bantuan yang disalurkan diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan saat ini, tetapi juga menjadi amal jariyah yang terus mengalir, melahirkan generasi yang mencintai Al-Qur'an, serta memperkuat semangat gotong royong dan kepedulian sosial di Kabupaten Minahasa.

Mari tunaikan Zakat, Infak, dan Sedekah melalui BAZNAS Kabupaten Minahasa. Bersama, kita hadirkan lebih banyak manfaat, memperluas keberkahan, dan menebarkan cahaya Al-Qur'an hingga ke pelosok daerah.

17/07/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa
Waka IV BAZNAS Minahasa Ikuti Pra Rakornas BAZNAS 2026, Perkuat Sinergi dan Arah Pengelolaan Dana Umat

Tondano – Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Minahasa, Muhamad Sahlan Kokalo, mengikuti Pra Rapat Koordinasi Nasional (Pra Rakornas) BAZNAS RI Tahun 2026 yang diselenggarakan secara hybrid pada Kamis (16/7/2026). Kegiatan ini menjadi forum strategis dalam menyatukan visi serta memperkuat kelembagaan BAZNAS di seluruh Indonesia.

Pra Rakornas BAZNAS RI 2026 diikuti oleh jajaran Pimpinan BAZNAS RI, BAZNAS Provinsi, hingga BAZNAS Kabupaten/Kota se-Indonesia, baik secara luring di Jakarta maupun melalui platform daring.

Ketua BAZNAS RI, Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., dalam arahannya menegaskan pentingnya kesamaan visi sebagai fondasi membangun lembaga yang solid, profesional, dan mampu menjawab tantangan pengelolaan dana umat di masa depan.

Menurutnya, BAZNAS harus memiliki arah yang jelas agar setiap program dapat berjalan secara terukur, terkoordinasi, dan memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat.

"Kalau kita bekerja tanpa kompas, tentu kerja kita tidak ada arahnya. Kalau kita bekerja tidak dalam lembaga, maka kita tidak solid," tegas Sodik Mudjahid.

Dalam forum tersebut, Ketua BAZNAS RI kembali menegaskan visi besar BAZNAS, yaitu "Menjadi Model Pengelola Dana Umat untuk Kemajuan dan Kesejahteraan." Visi tersebut diharapkan menjadi pedoman seluruh jajaran BAZNAS, mulai dari tingkat pusat hingga kabupaten/kota, untuk menjadi teladan (uswatun hasanah) dalam tata kelola dana umat yang profesional, amanah, transparan, dan akuntabel.

Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Minahasa, Muhamad Sahlan Kokalo, mengatakan keikutsertaan BAZNAS Minahasa dalam Pra Rakornas merupakan bagian dari komitmen memperkuat sinergi dengan BAZNAS RI sekaligus menyelaraskan arah kebijakan kelembagaan.

"Pra Rakornas ini menjadi momentum penting bagi BAZNAS Minahasa untuk menyamakan visi dengan BAZNAS RI, sekaligus memperkuat komitmen dalam meningkatkan kualitas tata kelola zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya agar semakin profesional, akuntabel, serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Kabupaten Minahasa," ujar Sahlan.

Ia menambahkan, berbagai arahan yang disampaikan dalam Pra Rakornas akan menjadi acuan dalam memperkuat program-program BAZNAS Minahasa, baik pada aspek pengumpulan, pendistribusian, pendayagunaan, transformasi digital, maupun penguatan kelembagaan.

Dengan semangat "Zakat Menguatkan Indonesia", BAZNAS Minahasa berkomitmen terus mendukung transformasi pengelolaan zakat yang modern, adaptif, dan berdampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat serta pengentasan kemiskinan di Kabupaten Minahasa.

Pra Rakornas BAZNAS RI 2026 turut dihadiri Wakil Ketua BAZNAS RI Dr. KH. Zainut Tauhid Sa'adi, M.Si., beserta seluruh Pimpinan BAZNAS RI dan ratusan peserta dari BAZNAS Provinsi serta BAZNAS Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia.

17/07/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Minahasa Perkuat Syiar Al-Quran, Salurkan Mushaf ke Pondok Pesantren Al-Khairaat Tahfizul Quran Kampung Jawa Tondano

MINAHASA — Komitmen Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Minahasa dalam mendukung lahirnya generasi Qur'ani terus diwujudkan melalui aksi nyata. Kali ini, BAZNAS Kabupaten Minahasa melaksanakan silaturahmi sekaligus menyerahkan 10 mushaf Al-Quran kepada Pondok Pesantren Al-Khairaat Tahfizul Quran yang berlokasi di Kampung Jawa Tondano, Kabupaten Minahasa, Rabu 15/07/2026.

Penyerahan mushaf dilakukan langsung oleh Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Minahasa, Joko Winjaya, dan diterima oleh pengasuh pondok pesantren bersama para santri yang setiap hari mengisi waktu mereka dengan membaca, menghafal, dan mempelajari Al-Qur'an.

Suasana penuh kehangatan menyelimuti kegiatan tersebut. Bagi para santri, mushaf yang diterima bukan sekadar buku untuk dibaca, melainkan teman setia dalam perjalanan menghafal firman Allah SWT hingga tuntas 30 juz.

Dalam kesempatan itu, Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Minahasa Joko Winjaya menegaskan bahwa perhatian terhadap pesantren merupakan bagian dari komitmen BAZNAS dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia yang berlandaskan nilai-nilai keislaman.

"BAZNAS hadir bukan hanya untuk membantu masyarakat dari aspek ekonomi, tetapi juga mendukung penguatan pendidikan dan dakwah. Pesantren merupakan lembaga yang memiliki peran strategis dalam melahirkan generasi yang berakhlak, berilmu, dan mencintai Al-Qur'an. Karena itu, penyaluran mushaf Al-Qur'an menjadi salah satu bentuk ikhtiar kami dalam memperkuat syiar Islam di Kabupaten Minahasa."

Menurutnya, setiap mushaf yang dibaca, setiap ayat yang dihafalkan, dan setiap ilmu yang diamalkan oleh para santri akan menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir bagi para muzaki yang telah mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya melalui BAZNAS.

"Kami berharap bantuan ini mampu menambah semangat para santri dalam menghafal Al-Qur'an. Semoga dari pesantren ini lahir para hafiz dan hafizah yang kelak menjadi pemimpin umat, pendidik, dai, serta teladan di tengah masyarakat. Inilah investasi terbaik yang manfaatnya tidak hanya dirasakan hari ini, tetapi juga menjadi bekal bagi masa depan umat."

Joko Winjaya juga mengajak masyarakat untuk semakin mempercayakan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS karena dana yang dihimpun tidak hanya disalurkan untuk memenuhi kebutuhan sosial dan kemanusiaan, tetapi juga mendukung keberlangsungan pendidikan Islam, dakwah, serta pembinaan generasi penerus bangsa.

Sementara itu, pengasuh Pondok Pesantren Al-Khairaat Tahfizul Qur'an menyampaikan apresiasi atas kepedulian BAZNAS Kabupaten Minahasa terhadap lembaga pendidikan Al-Qur'an.

"Alhamdulillah hari ini kami menerima kunjungan dari BAZNAS Kabupaten Minahasa sekaligus menerima bantuan 10 mushaf Al-Qur'an. Bantuan ini sangat berarti bagi para santri kami yang setiap hari belajar dan menghafal Al-Qur'an. Semoga dengan mushaf yang diberikan ini mereka semakin mudah dalam menghafal hingga menyelesaikan hafalan 30 juz."

Ia juga mendoakan seluruh pihak yang telah menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Minahasa beserta seluruh muzaki. Semoga Allah SWT membalas setiap kebaikan dengan pahala yang berlipat ganda, melimpahkan keberkahan dalam rezeki dan kehidupan, serta menjadikan bantuan ini sebagai amal jariyah yang terus mengalir hingga akhirat nanti. Insya Allah."

Kebahagiaan juga terpancar dari wajah para santri. Salah seorang santri mengaku semakin termotivasi untuk memperbanyak hafalan Al-Qur'an setelah menerima mushaf baru.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Minahasa atas bantuan mushaf Al-Qur'an ini. Insya Allah kami akan memanfaatkannya sebaik mungkin untuk belajar dan menghafal Al-Qur'an. Semoga Allah membalas semua kebaikan para donatur dan keluarga besar BAZNAS."

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa zakat tidak hanya berfungsi sebagai instrumen pengentasan kemiskinan, tetapi juga menjadi kekuatan dalam membangun peradaban melalui pendidikan. Di balik setiap mushaf yang disalurkan, tersimpan harapan lahirnya generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kokoh dalam iman, mulia dalam akhlak, dan mampu menghadirkan nilai-nilai Al-Qur'an di tengah kehidupan masyarakat.

Melalui program pendistribusian mushaf Al-Qur'an, BAZNAS Kabupaten Minahasa terus memperluas manfaat dana zakat, infak, dan sedekah agar dapat menjangkau lebih banyak lembaga pendidikan keagamaan. Langkah ini menjadi bagian dari ikhtiar menghadirkan zakat yang produktif, berdampak, dan berkelanjutan, sejalan dengan misi BAZNAS dalam meningkatkan kesejahteraan umat sekaligus memperkuat pembangunan sumber daya manusia yang religius, berkarakter, dan berdaya saing.

Sebab, setiap lembar Al-Qur'an yang dibaca akan melahirkan ilmu. Setiap ilmu yang diamalkan akan melahirkan keberkahan. Dan setiap keberkahan yang tumbuh dari zakat akan menjadi jejak kebaikan yang terus mengalir dari para muzaki kepada generasi penerus bangsa.

16/07/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Minahasa Salurkan Mushaf Al-Qur'an ke TPQ Miftahul Jannah, Perkuat Semangat Belajar Al-Quran Anak-anak

MINAHASA – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Minahasa terus menguatkan syiar Islam melalui program pendistribusian mushaf Al-Quran. Kali ini, Wakil Ketua III BAZNAS Kabupaten Minahasa, Astuti Suratinoyo, melaksanakan silaturahmi sekaligus menyerahkan bantuan mushaf Al-Quran kepada Taman Pengajian Al-Quran (TPQ) Miftahul Jannah pada Kamis (16/7/2026).

Penyerahan mushaf Al-Qur'an disambut hangat oleh pengurus TPQ dan para santri yang mengikuti kegiatan belajar mengaji. Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung proses pembelajaran Al-Qur'an sekaligus menumbuhkan kecintaan anak-anak terhadap kitab suci sejak usia dini.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua III BAZNAS Kabupaten Minahasa, Astuti Suratinoyo, mengatakan bahwa pendidikan Al-Qur'an merupakan fondasi penting dalam membentuk karakter generasi muda.

"BAZNAS Kabupaten Minahasa berkomitmen untuk terus mendukung pendidikan keagamaan melalui pendistribusian mushaf Al-Qur'an. Kami berharap bantuan ini dapat menjadi penyemangat bagi anak-anak untuk semakin rajin membaca, mempelajari, dan mengamalkan isi Al-Qur'an. Semoga dari TPQ Miftahul Jannah lahir generasi Qur'ani yang berakhlak mulia, cerdas, dan membawa manfaat bagi agama, bangsa, dan masyarakat."

Ia menambahkan bahwa setiap mushaf yang dibaca oleh para santri akan menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir bagi para muzaki yang telah mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya melalui BAZNAS.

Sementara itu, pimpinan TPQ Miftahul Jannah menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas perhatian yang diberikan BAZNAS Kabupaten Minahasa.

"Alhamdulillah, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada BAZNAS Kabupaten Minahasa atas bantuan mushaf Al-Qur'an ini. Bantuan ini sangat bermanfaat bagi anak-anak kami dalam belajar mengaji setiap hari. Semoga Allah SWT membalas seluruh kebaikan para muzaki dan keluarga besar BAZNAS dengan pahala yang berlipat ganda serta senantiasa memberikan keberkahan dalam setiap langkahnya."

Melalui program pendistribusian mushaf Al-Qur'an, BAZNAS Kabupaten Minahasa terus menghadirkan manfaat zakat, infak, dan sedekah dalam mendukung pendidikan Islam. Program ini menjadi bagian dari upaya membangun generasi Qur'ani yang tidak hanya mahir membaca Al-Qur'an, tetapi juga menjadikan nilai-nilai Al-Qur'an sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

16/07/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Minahasa Gandeng Sahabat Mualaf Inspiratif, Perkuat Syiar Al-Quran hingga Wilayah Pembinaan Mualaf

MINAHASA – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Minahasa terus memperluas jangkauan syiar Islam melalui pendistribusian mushaf Al-Quran dan penguatan jejaring dakwah. Langkah itu diwujudkan melalui silaturahmi ke Sahabat Mualaf Inspiratif, komunitas binaan Lembaga Dakwah Kampus (LDK) yang berkolaborasi dengan MCN Kawanua, Kamis (16/7/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Minahasa, Joko Kurnia Winjaya, didampingi Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Minahasa, Sahlan Kokalo, menyerahkan 10 mushaf Al-Qur'an kepada Ketua Sahabat Mualaf Inspiratif, Hairunisa Nova Rorora.

Penyerahan mushaf bukan sekadar simbol bantuan, melainkan langkah awal membangun sinergi dalam menghadirkan manfaat zakat bagi para mualaf dan masyarakat yang membutuhkan pembinaan keislaman di berbagai wilayah di Minahasa.

Dalam suasana penuh keakraban, pertemuan tersebut menjadi ruang dialog untuk memperkuat komunikasi dan membuka peluang kolaborasi antara BAZNAS Minahasa dan Sahabat Mualaf Inspiratif.

Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Minahasa, Joko Kurnia Winjaya, menegaskan bahwa zakat memiliki peran strategis dalam mendukung dakwah, pendidikan, dan pemberdayaan umat.

"Kami bersyukur dapat bersilaturahmi dengan Sahabat Mualaf Inspiratif. Semoga penyaluran mushaf Al-Qur'an ini menjadi penyemangat bagi saudara-saudara kita yang sedang memperdalam ajaran Islam. BAZNAS ingin membangun kolaborasi yang berkelanjutan, tidak hanya dalam pendistribusian mushaf, tetapi juga pada berbagai kegiatan sosial, pembinaan keagamaan, dan pemberdayaan masyarakat demi kemaslahatan umat."

Menurutnya, kolaborasi antarlembaga merupakan kunci untuk memperluas manfaat zakat sehingga dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan secara lebih efektif.

"Kami berharap ke depan akan lahir lebih banyak program bersama yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, mulai dari pembinaan mualaf, pendidikan Al-Qur'an, bantuan sosial, hingga pemberdayaan ekonomi umat. Ketika lembaga-lembaga Islam saling menguatkan, manfaatnya akan semakin luas dirasakan masyarakat."

Ketua Sahabat Mualaf Inspiratif, Hairunisa Nova Rorora, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan BAZNAS Kabupaten Minahasa.

Ia mengatakan, mushaf Al-Qur'an yang diterima akan segera disalurkan kepada para mualaf serta masyarakat di wilayah pembinaan yang membutuhkan.

"Alhamdulillah, kami mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Minahasa atas amanah dan kepercayaan yang diberikan kepada Sahabat Mualaf Inspiratif. Mushaf Al-Qur'an ini akan kami salurkan kepada para mualaf dan titik-titik pembinaan yang selama ini kami dampingi, sehingga dapat dimanfaatkan untuk belajar membaca, memahami, dan menghafal Al-Qur'an."

Hairunisa berharap sinergi tersebut terus berkembang menjadi gerakan bersama dalam memperkuat pembinaan umat.

"Insya Allah kami siap berkolaborasi dengan BAZNAS Kabupaten Minahasa dalam berbagai kegiatan sosial, dakwah, dan pembinaan masyarakat. Semoga kerja sama ini menjadi jalan hadirnya lebih banyak manfaat bagi umat, khususnya bagi para mualaf yang sedang menguatkan keislamannya."

Usai bersilaturahmi dengan Sahabat Mualaf Inspiratif, rombongan pimpinan BAZNAS Kabupaten Minahasa melanjutkan kegiatan ke Masjid Al-Hijrah Rinegetan, Tondano.

Di masjid tersebut, BAZNAS Kabupaten Minahasa kembali menyalurkan lima mushaf Al-Qur'an yang diterima langsung oleh jamaah masjid untuk mendukung kegiatan ibadah, tadarus, dan pembelajaran Al-Qur'an.

Penyaluran mushaf ini diharapkan dapat menambah ketersediaan Al-Qur'an di lingkungan masjid sehingga semakin banyak jamaah, terutama anak-anak dan remaja, yang terdorong untuk membaca dan mempelajari kitab suci.

Program pendistribusian mushaf Al-Qur'an merupakan bagian dari komitmen BAZNAS Sulawesi Utara dalam mendukung bidang dakwah dan pendidikan melalui pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah.

Setiap mushaf yang disalurkan diyakini bukan sekadar bantuan fisik, tetapi menjadi investasi peradaban. Dari lembaran-lembaran Al-Qur'an yang dibaca akan lahir ilmu, dari ilmu akan tumbuh akhlak, dan dari akhlak akan lahir masyarakat yang lebih kuat, berdaya, dan penuh kepedulian.

Melalui sinergi bersama komunitas dakwah, lembaga pembinaan mualaf, dan pengurus masjid, BAZNAS Kabupaten Minahasa terus memperluas jangkauan manfaat zakat agar tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan masyarakat, tetapi juga memperkokoh nilai-nilai keislaman dan membangun generasi Qur'ani di Kabupaten Minahasa.

"Zakat yang ditunaikan hari ini bukan hanya menguatkan kehidupan, tetapi juga menghidupkan cahaya Al-Qur'an di tengah masyarakat. Ketika mushaf sampai ke tangan para pembelajar Al-Qur'an, sesungguhnya zakat sedang menanam amal jariyah yang pahalanya terus mengalir tanpa putus."

16/07/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa

Berita Terbaru

Wakil Ketua PA Tondano Resmi Dilantik, PTA Manado Targetkan Jadi Role Model Zona Integritas
Wakil Ketua PA Tondano Resmi Dilantik, PTA Manado Targetkan Jadi Role Model Zona Integritas
Tondano – Pengadilan Agama (PA) Tondano resmi memiliki Wakil Ketua baru. Husnul Ma’arif, S.H.I., M.H. dilantik dan diambil sumpah jabatannya oleh Ketua Pengadilan Agama Tondano dalam prosesi khidmat di Ruang Serbaguna Lantai 2 PA Tondano, Rabu (28/1/2026). Pelantikan ini bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi momentum penguatan kepemimpinan dan integritas lembaga peradilan agama di wilayah tersebut. Acara penting ini dihadiri langsung oleh Ketua Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Manado Drs. M. Arsyad, S.H., M.H., Wakil Ketua PTA Manado Dr. Drs. Mubarok, M.H., Ketua PA Tutuyan Ahmad Edi Purwanto, S.H.I., serta seluruh hakim dan pegawai PA Tondano. Ketua PA Tondano Al Gazali Mus, S.H.I, M.H, menegaskan, pelantikan Wakil Ketua baru diharapkan memperkuat soliditas pimpinan. “Dengan dilantiknya Bapak Husnul Ma’arif sebagai Wakil Ketua, besar harapan kita untuk bersama-sama, tanggung-menanggung, topang-menopang membangun citra baik Pengadilan Agama Tondano dengan selalu mengedepankan integritas dan kredibilitas sesuai visi dan misi lembaga,” tegasnya. Menurutnya, kolaborasi pimpinan menjadi kunci dalam menjaga marwah lembaga peradilan serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat pencari keadilan. Ketua PTA Manado Drs. M. Arsyad, S.H., M.H. menyampaikan ucapan selamat sekaligus pesan strategis. “Saya menyampaikan selamat dan sukses kepada Bapak Husnul Ma’arif atas pelantikannya sebagai Wakil Ketua Pengadilan Agama Tondano. Semoga ini menjadi semangat baru untuk terus meningkatkan kinerja,” ujarnya. Sebagai Koordinator Pengawasan sekaligus Ketua Pembangunan Zona Integritas untuk PA Tondano, ia menekankan pentingnya pengawasan berkelanjutan dan komunikasi internal. “Kami berharap tugas dijalankan sebaik-baiknya, melakukan pengawasan secara berkelanjutan, serta membangun komunikasi dan koordinasi dengan seluruh jajaran,” lanjutnya. Kunjungan ini juga menjadi momen perdana Ketua PTA Manado ke PA Tondano. Ia menaruh harapan besar agar lembaga tersebut menjadi contoh bagi satuan kerja lain. “Semoga ke depan Pengadilan Agama Tondano bisa menjadi role model bagi seluruh satuan kerja di wilayah hukum PTA Manado,” tegasnya. Dengan kepemimpinan yang kini lengkap — Ketua dan Wakil Ketua — PA Tondano ditargetkan semakin solid dalam meningkatkan kinerja dan pelayanan publik. Sinergi pimpinan, penguatan pengawasan, serta pembangunan Zona Integritas menjadi fokus utama demi mewujudkan peradilan yang bersih, transparan, dan melayani. Pelantikan ini menandai babak baru bagi PA Tondano untuk tampil sebagai lembaga peradilan agama yang profesional, berintegritas, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat pencari keadilan.
BERITA28/01/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
TPQ Raudhatul Jannah Tondano Ukir Prestasi Tingkat Sulut, Sabet Pengelola Media Sosial Terbaik 1 di Pendis Award
TPQ Raudhatul Jannah Tondano Ukir Prestasi Tingkat Sulut, Sabet Pengelola Media Sosial Terbaik 1 di Pendis Award
MANADO — Prestasi membanggakan datang dari dunia pendidikan Islam Kabupaten Minahasa. TPQ Raudhatul Jannah Kampung Jawa Tondano berhasil meraih Penghargaan Pengelola Media Sosial Terbaik 1 Tingkat Provinsi Sulawesi Utara dalam ajang bergengsi Pendis Award 2025 yang diserahkan pada kegiatan Rapat Koordinasi Pendidikan Islam se-Sulawesi Utara. Penghargaan tersebut diberikan dalam acara resmi yang digelar oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Utara di Swiss-Bellhotel Maleosan Manado, Selasa (27/1/2026), yang dihadiri jajaran pejabat dan pengelola lembaga pendidikan Islam se-provinsi. Capaian ini menempatkan TPQ Raudhatul Jannah sebagai lembaga pendidikan Al-Qur’an yang tidak hanya unggul dalam pembinaan keagamaan, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan teknologi informasi, khususnya dalam pemanfaatan media sosial sebagai sarana edukasi dan dakwah. Dengan komitmen kuat dalam meningkatkan mutu pendidikan agama, TPQ Raudhatul Jannah konsisten membangun lingkungan belajar yang kondusif bagi generasi muda. Media sosial dimanfaatkan bukan sekadar untuk publikasi, tetapi sebagai ruang edukasi, dokumentasi kegiatan santri, penyebaran nilai-nilai keislaman, hingga penguatan literasi keagamaan di tengah masyarakat. Penghargaan ini menjadi bukti bahwa pendekatan dakwah dan pendidikan Islam kini mampu bertransformasi mengikuti zaman tanpa meninggalkan nilai dasar pembinaan akhlak. Ajang Rakor Pendidikan Islam kali ini memang terasa istimewa karena dirangkaikan dengan penyerahan penghargaan kepada lembaga-lembaga berprestasi di Sulawesi Utara. Kegiatan tersebut diikuti oleh Kepala Seksi Pendidikan Islam (Pendis) Kemenag Kabupaten Minahasa, Fadhila Djojosuroto, SE., M.Pd, bersama jajaran Pendis lainnya. Kabupaten Minahasa tampil menonjol dalam Pendis Award 2025 dengan beberapa lembaga berhasil meraih penghargaan, yaitu: MA Nurul Hidayah Sea 1 RA Tarbiyah Tondano TPQ Raudhatul Jannah Tondano Raihanna Putri Khalifah Jusuf Kepala Seksi Pendis Kemenag Minahasa menyampaikan rasa syukur atas pencapaian tersebut. “Penghargaan ini merupakan bukti kerja keras kolektif seluruh elemen pendidikan Islam di Minahasa. Semoga capaian di awal tahun 2026 ini menjadi motivasi bagi lembaga lain untuk terus berinovasi dan meningkatkan mutu pendidikan bagi umat,” ujarnya di sela kegiatan. Prestasi TPQ Raudhatul Jannah menegaskan bahwa lembaga pendidikan Al-Qur’an di daerah mampu menjadi pelopor dalam transformasi digital pendidikan Islam. Media sosial tidak lagi dipandang sebagai sekadar platform hiburan, melainkan sarana strategis membangun karakter, menyebarkan dakwah, dan menghubungkan lembaga dengan masyarakat luas. Penghargaan ini bukan hanya trofi, tetapi simbol pengakuan bahwa pendidikan Islam di Minahasa terus bergerak maju, adaptif, dan relevan dengan perkembangan zaman.
BERITA27/01/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Terjebak Banjir, BAZNAS Evakuasi Ibu Hamil yang Akan Melahirkan di Karawang
Terjebak Banjir, BAZNAS Evakuasi Ibu Hamil yang Akan Melahirkan di Karawang
Karawang — Di tengah genangan banjir yang masih merendam sejumlah wilayah Kabupaten Karawang, Jawa Barat, tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mengevakuasi seorang ibu hamil yang hendak melahirkan dari rumahnya yang terisolasi air. Peristiwa itu terjadi di Dusun Tegal Luhur, Desa Sukamakmur, Kecamatan Telukjambe Timur, wilayah yang terdampak banjir cukup parah sehingga akses darat tidak dapat dilalui kendaraan. Ibu hamil tersebut diketahui bernama Siti Nurjanah (22 tahun). Berdasarkan informasi warga, ia sudah merasakan tanda-tanda persalinan namun tidak dapat keluar rumah karena ketinggian air yang menggenangi permukiman. Mendapat laporan tersebut, tim BTB segera menuju lokasi menggunakan perahu karet untuk menembus banjir dan mengevakuasi Siti Nurjanah. Setelah berhasil dibawa keluar dari titik banjir, ia langsung dirujuk ke Mandaya Hospital Karawang guna mendapatkan penanganan medis dan proses persalinan. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, menegaskan bahwa ibu hamil termasuk kelompok paling rentan dalam situasi bencana. “Ibu hamil, lansia, dan anak-anak merupakan kelompok yang harus didahulukan saat terjadi bencana seperti banjir. Apalagi ibu hamil yang akan melahirkan, risikonya sangat besar jika tidak segera mendapat pertolongan medis,” ujar Saidah dalam keterangan tertulis, Senin (26/1/2026). Menurut dia, kecepatan informasi dari warga dan respons lapangan menjadi faktor penting dalam penyelamatan tersebut. Begitu menerima kabar adanya ibu hamil yang terjebak, tim BTB langsung bergerak menuju lokasi. Situasi banjir bukan hanya menghambat mobilitas, tetapi juga meningkatkan risiko kesehatan bagi ibu hamil, seperti: Keterlambatan mendapatkan pertolongan persalinan Risiko infeksi akibat lingkungan tidak higienis Hipotermia dan kelelahan Stres yang dapat memengaruhi kondisi ibu dan janin Karena itu, evakuasi cepat dalam kasus ini dinilai krusial untuk mencegah komplikasi. “Semoga persalinannya lancar, ibu dan bayinya selamat. Kami juga berharap banjir segera surut agar masyarakat Karawang bisa kembali beraktivitas,” kata Saidah. Kehadiran BAZNAS Tanggap Bencana di lokasi terdampak, menurut Saidah, merupakan bagian dari komitmen BAZNAS dalam respons darurat kemanusiaan. “BAZNAS hadir untuk memastikan evakuasi berjalan aman dan warga terdampak segera mendapatkan bantuan dasar,” ujarnya. Selain evakuasi, BTB juga terlibat dalam distribusi logistik, layanan dasar, serta dukungan kemanusiaan lain bagi warga terdampak banjir. Peristiwa evakuasi ibu hamil ini menunjukkan bahwa dalam situasi bencana, koordinasi cepat antara warga dan tim penyelamat menjadi penentu keselamatan, terutama bagi kelompok paling rentan.
BERITA26/01/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Kemensetneg Salurkan Rp227 Juta via BAZNAS, Bantu Penyintas Banjir Sumatera Bangun Huntap hingga Pulihkan Ekonomi
Kemensetneg Salurkan Rp227 Juta via BAZNAS, Bantu Penyintas Banjir Sumatera Bangun Huntap hingga Pulihkan Ekonomi
Jakarta – Solidaritas kemanusiaan kembali ditunjukkan Keluarga Besar Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) RI. Melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI, bantuan sebesar Rp227.200.000 disalurkan untuk membantu para penyintas banjir di wilayah Sumatera. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Sekretaris Kementerian Sekretariat Negara, Setya Utama, kepada jajaran pimpinan BAZNAS RI dalam seremoni yang berlangsung di lingkungan Kemensetneg, Jakarta Pusat, Jumat (23/1/2026). Hadir dalam kesempatan itu Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, didampingi Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Hj. Saidah Sakwan, MA, serta Wakil Menteri Sekretariat Negara RI Juri Ardiantoro beserta jajaran pejabat. Ketua BAZNAS RI Kiai Noor Achmad menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan Kemensetneg kepada BAZNAS sebagai lembaga penyalur bantuan. “Kami mengucapkan banyak terima kasih. Mudah-mudahan apa yang Bapak/Ibu berikan bermanfaat bagi saudara-saudara kita di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh. Bantuan ini akan kami salurkan sesuai peruntukannya, secara amanah, transparan, dan tepat sasaran,” ujar Kiai Noor. Ia menegaskan, BAZNAS bukan hanya hadir saat bantuan datang, tetapi sudah terjun sejak hari pertama bencana terjadi. Dalam masa tanggap darurat, BAZNAS mengoperasikan 117 pos layanan yang meliputi: Layanan kesehatan gratis Dapur umum Dapur air bersih “Lebih dari tiga juta porsi makanan telah kami salurkan sejak hari pertama masa tanggap darurat hingga fase itu dinyatakan selesai,” ungkapnya. Kini, penanganan memasuki fase pemulihan. Bantuan yang masuk melalui BAZNAS akan difokuskan untuk program jangka panjang yang menyentuh kebutuhan dasar sekaligus masa depan para korban. Beberapa prioritas pemulihan yang disiapkan BAZNAS antara lain: Pembangunan hunian tetap (huntap) Penyediaan alat dan perlengkapan sekolah Pembangunan kembali masjid dan musala Program pemberdayaan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja “Huntap pertama akan kami bangun di Tapanuli Selatan, yang kami namakan Kampung Cahaya Zakat. Di sana juga akan dibangun masjid dan sekolah,” jelas Kiai Noor. Tak berhenti pada bantuan fisik, BAZNAS juga menyiapkan program pemulihan ekonomi agar para penyintas bisa kembali mandiri. Program tersebut akan dijalankan melalui: ZMart (penguatan usaha ritel kecil) ZChicken (usaha kuliner berbasis kemitraan) “Kami tidak hanya memberikan modal, tetapi juga pendampingan sampai mereka benar-benar mandiri. Ini bagian dari ikhtiar kami membuka kembali lapangan kerja bagi korban terdampak,” tegasnya. Wakil Menteri Sekretariat Negara, Juri Ardiantoro, mengapresiasi konsistensi BAZNAS yang selalu hadir di garis depan setiap terjadi bencana. “Terima kasih kepada BAZNAS yang bersedia menyalurkan bantuan ini kepada para korban. Juga kepada keluarga besar Kemensetneg, para pegawai dan pejabat yang telah menyalurkan dana kepeduliannya. Ini wujud nyata solidaritas untuk saudara-saudara kita yang terdampak,” kata Juri. Ia mengakui nilai bantuan tersebut mungkin belum cukup untuk memulihkan seluruh dampak bencana, namun memiliki makna besar dari sisi kepedulian. “Untuk memulihkan kondisi seperti sebelum bencana tentu membutuhkan dana sangat besar, mungkin triliunan rupiah. Tetapi dengan niat tulus, kami berharap bantuan ini dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar dan mempercepat pemulihan masyarakat Aceh dan Sumatera,” tutupnya. Kolaborasi Kemensetneg dan BAZNAS ini juga menjadi contoh edukatif bahwa dana sosial—zakat, infak, dan sedekah—memiliki peran strategis bukan hanya untuk bantuan darurat, tetapi juga: Pemulihan jangka panjang, Pembangunan hunian layak, Akses pendidikan, Kebangkitan ekonomi korban.
BERITA26/01/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Terjunkan Tim Evakuasi Banjir di Jakarta-Bekasi, Warga Dievakuasi Pakai Perahu Karet
BAZNAS Terjunkan Tim Evakuasi Banjir di Jakarta-Bekasi, Warga Dievakuasi Pakai Perahu Karet
Jakarta – Banjir yang melanda sejumlah wilayah Jakarta dan Bekasi direspons cepat oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI. Melalui tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB), proses evakuasi warga terdampak dilakukan di berbagai titik genangan, Jumat (23/1/2026). Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, mengatakan tim langsung diterjunkan begitu laporan banjir masuk dari sejumlah wilayah padat penduduk. “Tim tanggap bencana segera kami kirim ke lokasi-lokasi banjir sebagai respons cepat BAZNAS untuk membantu mereka yang tengah mengalami kesulitan akibat banjir,” ujar Saidah dalam keterangan tertulis di Jakarta. BTB BAZNAS melakukan evakuasi di beberapa wilayah yang terdampak cukup parah, yakni: Cipinang Melayu, Jakarta Timur Petogogan, Jakarta Selatan Kedaung Angke, Jakarta Barat Karet Tengsin, Jakarta Pusat Pondok Hijau Permai, Kota Bekasi Di lokasi-lokasi tersebut, tim menggunakan perahu karet untuk menjangkau warga yang terjebak genangan air dan membawa mereka menuju titik pengungsian yang lebih aman. Selain fokus pada penyelamatan warga, BTB BAZNAS juga menyalurkan bantuan logistik darurat. Bantuan yang dibagikan meliputi: Makanan siap saji Air minum Kebutuhan pokok lainnya Langkah ini dilakukan untuk memastikan kebutuhan dasar warga terdampak tetap terpenuhi di tengah situasi darurat. “BAZNAS berkomitmen untuk terus berupaya memberikan bantuan terbaiknya. Respons ini juga merupakan bentuk kepedulian BAZNAS RI dalam menanggapi isu-isu kebencanaan, termasuk musibah banjir,” kata Saidah. BAZNAS juga mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu banjir susulan. Saidah meminta warga terus memantau informasi dari sumber terpercaya serta mengikuti arahan petugas di lapangan demi keselamatan bersama. “Semoga bantuan ini dapat meringankan beban warga yang terdampak banjir,” tutupnya.
BERITA23/01/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Dorong Regulasi BAZNAS Diperkuat, Zakat Diusulkan Jadi Pengurang Pajak
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Dorong Regulasi BAZNAS Diperkuat, Zakat Diusulkan Jadi Pengurang Pajak
Semarang – Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Abdul Wachid mendorong penguatan regulasi Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), termasuk integrasi kebijakan zakat dengan sistem keringanan pajak bagi wajib pajak yang menunaikan zakat melalui BAZNAS. Menurutnya, langkah ini penting agar zakat semakin optimal berperan sebagai instrumen kesejahteraan sosial nasional. “Jika hal tersebut bisa terwujud, tentu nantinya akan ada kerja sama dengan Kementerian Keuangan, misalnya dalam bentuk keringanan pajak. Apabila mereka yang wajib pajak sudah menunaikan pembayaran zakat melalui BAZNAS, maka hal itu bisa ditarik dan diakomodasi. Hal ini nantinya juga akan saya masukkan ke dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas),” ujar Abdul Wachid saat menghadiri kegiatan penyaluran paket bantuan King Salman Humanitarian Aid and Relief Centre di Semarang, Jawa Tengah, Kamis (22/1/2026). Abdul Wachid menilai, penguatan kewenangan BAZNAS akan membuka peluang optimalisasi potensi zakat dari berbagai sumber, mulai dari TNI, Polri, aparatur sipil negara (ASN), anggota DPR, kementerian, hingga sektor korporasi. “Potensi zakat secara nasional bisa mencapai Rp 300 triliun. Untuk Jawa Tengah sendiri, potensinya bisa jauh lebih besar dibandingkan pendapatan yang dihimpun saat ini,” katanya. Ia menegaskan, jika regulasi diperkuat dan terintegrasi dengan sistem fiskal, zakat dapat menjadi kekuatan besar dalam mendukung agenda pengentasan kemiskinan. Dalam kesempatan yang sama, Abdul Wachid juga mengapresiasi kinerja BAZNAS yang dinilainya telah menunjukkan peran strategis dalam pengentasan kemiskinan, penguatan UMKM, hingga penyaluran bantuan kebencanaan. “BAZNAS ini sudah sangat bermanfaat bagi masyarakat, tidak hanya dalam pengentasan kemiskinan dan penguatan UMKM, tetapi juga menyangkut bantuan bencana. Tadi disampaikan kepada saya bahwa bantuan sudah sampai ke Sumatra dan Aceh. Ini sangat luar biasa. Artinya, BAZNAS ini sangat bermanfaat untuk masyarakat,” ucapnya. Menurutnya, pemanfaatan dana zakat melalui program-program BAZNAS mampu menjawab kebutuhan masyarakat, baik dari sisi sosial maupun ekonomi. Secara khusus, Abdul Wachid memberi apresiasi kepada BAZNAS Provinsi Jawa Tengah yang dipimpin Dr. drs. KH. Ahmad Darodji, M.Si. Berdasarkan laporan BAZNAS RI, BAZNAS Jawa Tengah dinilai sebagai salah satu BAZNAS daerah dengan peran dan capaian tertinggi di tingkat nasional. Ia menegaskan, posisi BAZNAS sangat penting sebagai mitra strategis pemerintah dalam membantu kelompok rentan dan masyarakat kecil di luar skema Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). “Dana zakat, infak, dan sedekah serta dana sosial keagamaan lainnya yang dikelola BAZNAS berasal dari masyarakat dan dapat dimanfaatkan untuk pengentasan kemiskinan, pemberdayaan UMKM, perbaikan rumah tidak layak huni, hingga penanganan kebencanaan,” ujar Abdul Wachid. Dengan penguatan regulasi dan dukungan lintas kementerian, ia berharap peran zakat ke depan semakin terstruktur, terintegrasi, dan berdampak luas bagi kesejahteraan rakyat.
BERITA22/01/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Rohil Jajaki MoU dengan RSUD dr. RM Pratomo, Perkuat Akses Pengobatan bagi Fakir Miskin
BAZNAS Rohil Jajaki MoU dengan RSUD dr. RM Pratomo, Perkuat Akses Pengobatan bagi Fakir Miskin
Bagansiapiapi – Upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu di Kabupaten Rokan Hilir memasuki babak baru. Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Rokan Hilir melakukan silaturahmi strategis ke RSUD dr. RM Pratomo, Rabu (21/1/2026), guna menjajaki kerja sama bantuan biaya pengobatan bagi fakir miskin. Rombongan dipimpin Ketua BAZNAS Rokan Hilir, H. Jefrizal, S.HI, MM, didampingi Wakil Ketua I Junaidi, SE, Wakil Ketua II Ramli, M.Pd.I, Wakil Ketua III & IV Syafi’i Jais, SE, serta Ketua Pelaksana Juhari, S.Sos, SE. Kehadiran mereka disambut Direktur RSUD dr. RM Pratomo beserta jajaran manajemen. Pertemuan tersebut bukan sekadar ajang temu formal, melainkan forum pembahasan rancangan Nota Kesepahaman (MoU) yang dirancang untuk menghadirkan mekanisme bantuan pengobatan yang lebih sistematis dan akuntabel. Ketua BAZNAS Rokan Hilir, Jefrizal, menyatakan kolaborasi ini merupakan langkah konkret agar zakat dapat menjawab kebutuhan riil masyarakat, khususnya dalam sektor kesehatan. “Melalui silaturahmi ini, kami menyusun langkah konkret untuk membantu saudara-saudara kita yang kurang mampu. Dengan adanya MoU nanti, BAZNAS akan hadir memberikan bantuan biaya pengobatan bagi fakir miskin di RSUD Pratomo secara lebih terstruktur dan tepat sasaran,” ujarnya. Ia menegaskan, zakat tidak berhenti pada bantuan konsumtif, melainkan menjadi instrumen perlindungan sosial yang mampu mengurangi beban ekonomi mustahik ketika menghadapi persoalan kesehatan. Dalam diskusi tersebut, kedua belah pihak membahas sejumlah poin krusial sebagai fondasi kerja sama. Pertama, mekanisme verifikasi pasien. Sinkronisasi data dan kriteria fakir miskin menjadi prioritas agar bantuan benar-benar diterima oleh mereka yang berhak. Kedua, alur pelayanan cepat. Koordinasi teknis antara tim pelaksana BAZNAS dan administrasi rumah sakit diharapkan dapat memangkas birokrasi, sehingga pasien dhuafa tidak terhambat prosedur ketika membutuhkan layanan medis segera. Ketiga, transparansi dan akuntabilitas dana zakat. Sistem pelaporan yang rapi menjadi bentuk pertanggungjawaban kepada para muzaki sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap pengelolaan zakat. Sementara itu, Ketua Pelaksana BAZNAS Rohil, Juhari, memastikan tindak lanjut administratif akan segera dilakukan agar MoU dapat difinalisasi dalam waktu dekat. Langkah ini mencerminkan pergeseran pendekatan pengelolaan zakat yang semakin profesional dan terintegrasi dengan institusi pelayanan publik. Jika MoU terealisasi, kerja sama ini berpotensi menjadi model kolaborasi antara lembaga zakat dan fasilitas kesehatan daerah. Di tengah tantangan biaya kesehatan yang kerap memberatkan kelompok rentan, sinergi antara BAZNAS dan RSUD dr. RM Pratomo menjadi ikhtiar menghadirkan keadilan sosial—bahwa sakit bukan alasan bagi fakir miskin untuk kehilangan hak atas layanan medis yang layak.
BERITA21/01/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Terima Dana CSR Mitsui Leasing untuk Perkuat Respons Bencana di Sumatra
BAZNAS Terima Dana CSR Mitsui Leasing untuk Perkuat Respons Bencana di Sumatra
Jakarta — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menerima bantuan dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dari Mitsui Leasing Capital Indonesia untuk mendukung upaya penanggulangan dan pemulihan bencana alam di Indonesia. Bantuan ini difokuskan bagi masyarakat terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan, Rizaludin Kurniawan, mengatakan dukungan dari sektor swasta menjadi bagian penting dalam memperkuat respons kebencanaan nasional. Ia menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Mitsui Leasing kepada BAZNAS. “Terima kasih kepada Mitsui Leasing atas kepedulian dan kepercayaan yang diberikan. Bantuan ini akan BAZNAS manfaatkan secara optimal untuk membantu masyarakat terdampak bencana,” ujar Rizaludin dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa, 20 Januari 2026. Menurut Rizaludin, Indonesia merupakan negara dengan tingkat kerawanan bencana yang tinggi. Kondisi tersebut menuntut kolaborasi lintas sektor agar respons darurat hingga pemulihan pascabencana dapat berjalan cepat, tepat, dan berkelanjutan. Ia menambahkan, sejumlah wilayah di Pulau Sumatra seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat mengalami bencana dalam beberapa bulan terakhir yang berdampak pada kebutuhan dasar masyarakat. “Bantuan dari Mitsui Leasing sangat berarti. BAZNAS RI berkomitmen memastikan setiap amanah dari para mitra memberikan manfaat nyata bagi para penyintas bencana,” katanya. Rizaludin menilai, kemitraan dengan dunia usaha menjadi strategi BAZNAS dalam memperluas jangkauan dan dampak bantuan kemanusiaan, khususnya pada situasi kebencanaan. BAZNAS, kata dia, membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya dengan berbagai pihak. “BAZNAS tidak bisa berdiri sendiri menghadapi berbagai tantangan kebencanaan di Indonesia. Karena itu, kolaborasi menjadi kunci agar upaya penanggulangan bencana dapat berjalan lebih kuat dan berkelanjutan,” ujarnya. Penyaluran dana CSR secara simbolis telah dilakukan di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, pada Kamis, 15 Januari 2026. Corporate Secretary Mitsui Leasing Capital Indonesia, Wasistyo Adi Saras Putro, mengatakan bantuan tersebut merupakan wujud komitmen perusahaan dalam menjalankan tanggung jawab sosial. Menurut dia, keberlanjutan bisnis perlu diiringi kepedulian terhadap kondisi sosial, terutama saat terjadi bencana alam yang berdampak langsung pada masyarakat. “Melalui program tanggung jawab sosial perusahaan, kami berupaya hadir dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat terdampak bencana alam di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Bantuan ini kami arahkan untuk mendukung kebutuhan dasar, terutama makanan dan air bersih,” kata Wasistyo. Ia berharap, penyaluran bantuan melalui BAZNAS dapat mempercepat proses pemulihan pascabencana. “Terima kasih kepada BAZNAS yang telah memfasilitasi penyaluran bantuan ini. Semoga ke depan kolaborasi dapat terus berlanjut dengan jangkauan yang lebih luas,” ujarnya.
BERITA20/01/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Sukses Berdayakan Pedagang Kantin di Bukittinggi, Omzet Tembus Rp40 Juta per Bulan
BAZNAS Sukses Berdayakan Pedagang Kantin di Bukittinggi, Omzet Tembus Rp40 Juta per Bulan
Bukittinggi – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI kembali menunjukkan peran nyata zakat produktif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Melalui program BAZNAS Microfinance Desa (BMD) Bukittinggi, BAZNAS sukses memberdayakan Yulia Tuntina, pedagang makanan di kantin sekolah Kota Bukittinggi, Sumatra Barat, hingga berhasil melipatgandakan omzet usahanya. Dari yang semula hanya meraup omzet Rp20 juta per bulan, kini usaha Yulia menembus angka Rp40 juta per bulan, atau naik 100 persen, dengan penghasilan bersih sekitar Rp6 juta. Capaian ini diraih berkat dukungan modal usaha serta pendampingan intensif dari BAZNAS. “Alhamdulillah, sebelum mendapat bantuan dari BAZNAS, omzet usaha saya sekitar Rp20 juta per bulan dengan penghasilan bersih Rp3 juta. Setelah mendapat bantuan dan pendampingan, omzet naik menjadi Rp40 juta per bulan dan penghasilan bersih sekitar Rp6 juta,” kata Yulia dalam keterangannya di Bukittinggi, Senin (19/1/2026). Yulia mengaku, bantuan BAZNAS membawa perubahan besar, tidak hanya bagi usahanya tetapi juga bagi kondisi ekonomi keluarganya. “Terima kasih BAZNAS dan para muzaki. Berkat bantuan modal dan pendampingan yang diberikan, alhamdulillah usaha saya bisa terus berkembang,” ujarnya. Secara terpisah, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, MA, mengapresiasi capaian Yulia yang dinilai mampu memanfaatkan bantuan secara optimal. Menurut Saidah, Yulia yang merupakan warga Kelurahan Tarok Dipo, Kecamatan Guguk Panjang, Kota Bukittinggi, menjalankan usaha aneka gorengan, menu sarapan, serta minuman di kantin sekolah. Sejak menjadi mustahik binaan BAZNAS, perkembangan usahanya dinilai sangat signifikan. “Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa zakat produktif yang dikelola BAZNAS mampu mendorong UMKM naik kelas dan meningkatkan kesejahteraan mustahik. Keberhasilan mustahik adalah kebahagiaan bagi BAZNAS,” ujar Saidah dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (19/1/2026). Saidah menjelaskan, keberhasilan Yulia tidak lepas dari pendampingan melalui program BAZNAS Microfinance Desa. Dalam program tersebut, para mustahik mendapatkan edukasi kewirausahaan, termasuk pencatatan dan pelaporan keuangan, sehingga usaha dapat berkembang secara terukur dan berkelanjutan. Tak hanya berdampak pada peningkatan pendapatan, Saidah menambahkan, keberhasilan usaha Yulia juga mendorong tumbuhnya kepedulian sosial. Saat ini, Yulia secara rutin berpartisipasi dalam program wakaf Al-Qur’an sebagai wujud rasa syukur dan berbagi kepada sesama. Lebih lanjut, Saidah menegaskan komitmen BAZNAS untuk terus memperluas jangkauan program pemberdayaan ekonomi, termasuk BMD, agar semakin banyak pelaku usaha kecil di berbagai daerah dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraannya. “Apa yang telah dicapai Yulia sangat luar biasa. Kami berharap program-program BAZNAS, seperti BMD, dapat terus memberikan manfaat besar dalam pengentasan kemiskinan di Indonesia. Semakin banyak mustahik yang berkembang dan sejahtera, maka visi BAZNAS untuk menyejahterakan masyarakat Indonesia dapat terwujud secara bertahap,” tutup Saidah.
BERITA19/01/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Silaturahmi BPJS Ketenagakerjaan Minahasa ke BAZNAS Minahasa, Dorong Perlindungan Pekerja Mustahik
Silaturahmi BPJS Ketenagakerjaan Minahasa ke BAZNAS Minahasa, Dorong Perlindungan Pekerja Mustahik
Minahasa — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Minahasa menerima kunjungan silaturahmi dari BPJS Ketenagakerjaan Minahasa, Jumat (9/1/2026). Pertemuan ini menjadi langkah konkret menindaklanjuti Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara BAZNAS dan BPJS Ketenagakerjaan dalam upaya memperluas perlindungan jaminan sosial bagi pekerja rentan kategori mustahik. Kunjungan tersebut diterima langsung oleh Wakil Ketua I dan Wakil Ketua IV BAZNAS Minahasa. Sementara dari BPJS Ketenagakerjaan Minahasa hadir Irman Lukwan, selaku Account Representative Perwakilan BPJS Ketenagakerjaan Minahasa. Silaturahmi ini sekaligus menjadi bagian dari penguatan implementasi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 102 Tahun 2025, yang membolehkan pendistribusian zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dalam bentuk pembayaran iuran kepesertaan jaminan ketenagakerjaan bagi pekerja rentan. Waka I BAZNAS Minahasa Joko Kurnia menegaskan, kerja sama ini merupakan terobosan penting dalam optimalisasi zakat agar lebih berdampak dan berkelanjutan. “Zakat tidak hanya untuk bantuan sesaat, tetapi juga sebagai instrumen perlindungan sosial. Melalui program ini, pekerja mustahik mendapatkan jaminan ketika mengalami kecelakaan kerja hingga risiko kematian,” ujarnya. Senada, Waka IV BAZNAS Minahasa Sahlan Kokalo menyampaikan bahwa sinergi ini sejalan dengan misi BAZNAS dalam melindungi kelompok rentan dan meningkatkan kesejahteraan mustahik. “Ini adalah bentuk zakat produktif yang memberi rasa aman bagi pekerja informal seperti petani, buruh harian, guru ngaji, hingga ojek online,” katanya. Sementara itu, Irwan Lukwan menjelaskan bahwa BPJS Ketenagakerjaan berkomitmen memperluas cakupan perlindungan bagi pekerja informal yang selama ini belum mampu membayar iuran secara mandiri. “Melalui kolaborasi dengan BAZNAS, iuran kepesertaan dapat ditopang dari dana ZIS, sesuai dengan fatwa MUI. Ini menjadi solusi nyata bagi jutaan pekerja rentan,” jelasnya. Secara nasional, BPJS Ketenagakerjaan bersama BAZNAS menargetkan perlindungan bagi sekitar 2 juta pekerja rentan pada tahap awal, dari total 27 juta pekerja rentan yang belum memiliki jaminan sosial ketenagakerjaan. Silaturahmi BPJS Ketenagakerjaan Minahasa ke BAZNAS Minahasa ini diharapkan menjadi titik awal percepatan perlindungan pekerja mustahik di daerah, sekaligus mendorong peran zakat sebagai instrumen perlindungan sosial yang inklusif dan berkelanjutan.
BERITA09/01/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Maybank Indonesia Finance Gandeng BAZNAS Salurkan Rp340 Juta untuk Penyediaan Air Bersih
Maybank Indonesia Finance Gandeng BAZNAS Salurkan Rp340 Juta untuk Penyediaan Air Bersih
Jakarta – PT Maybank Indonesia Finance menegaskan komitmennya terhadap tanggung jawab sosial berkelanjutan dengan menyalurkan dana kebajikan perusahaan sebesar Rp340 juta melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI. Dana tersebut diperuntukkan bagi program penyediaan air bersih bagi masyarakat di wilayah rawan kekeringan. Penyerahan dana kebajikan perusahaan itu dilaksanakan di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Rabu (7/1/2026). Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan, Dr. H. Rizaludin Kurniawan, M.Si, menyambut baik kepercayaan yang diberikan PT Maybank Indonesia Finance kepada BAZNAS dalam penyaluran dana kebajikan tersebut. “Ini menjadi salah satu bukti bagaimana amanah dana kebajikan dapat disalurkan secara langsung kepada masyarakat yang mengalami kesulitan akses air bersih. Kami mengucapkan terima kasih kepada PT Maybank Indonesia Finance yang telah mempercayakan infak perusahaannya melalui BAZNAS,” ujar Rizaludin. Rizaludin berharap kolaborasi antara BAZNAS dan Maybank Indonesia Finance dapat terus berlanjut ke depannya, mengingat masih banyak gagasan dan program kemanusiaan yang dapat dikembangkan bersama untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di berbagai daerah. Sementara itu, Presiden Direktur PT Maybank Indonesia Finance, Alexander, mengapresiasi kerja sama yang terjalin dengan BAZNAS dalam pelaksanaan program penyediaan air bersih tersebut. “Saya sangat senang kita bisa melakukan kerja sama ini. Semoga kolaborasi ini dapat terus berlanjut ke depannya, sehingga semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaat dari dana infak perusahaan kami,” kata Alexander. Ia menjelaskan, penyaluran dana kebajikan perusahaan ini merupakan wujud komitmen Maybank Indonesia Finance dalam menjalankan tanggung jawab sosial perusahaan melalui dukungan terhadap program penyediaan air bersih yang dilaksanakan bersama BAZNAS RI. Program tersebut ditujukan untuk membantu masyarakat yang masih menghadapi keterbatasan akses air bersih, khususnya di delapan wilayah rawan kekeringan, yakni Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Lampung, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Selatan. “Air bersih dan sanitasi yang layak merupakan kebutuhan dasar yang berdampak langsung pada kesehatan, produktivitas, dan kualitas hidup masyarakat. Melalui program ini, kami berkontribusi dalam pembangunan sumur bor, tandon air, serta saluran distribusi air agar masyarakat dapat memperoleh akses air bersih secara berkelanjutan, terutama saat musim kemarau,” jelasnya. Program penyediaan air bersih ini juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) nomor 6, yakni memastikan ketersediaan dan pengelolaan air bersih serta sanitasi yang berkelanjutan untuk semua.
BERITA08/01/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS RI Terima Rp80 Juta Bantuan Kemanusiaan dari UPZ KPK untuk Penyintas Banjir Sumatra
BAZNAS RI Terima Rp80 Juta Bantuan Kemanusiaan dari UPZ KPK untuk Penyintas Banjir Sumatra
Jakarta – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menerima bantuan kemanusiaan sebesar Rp80 juta dari Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mendukung penanganan bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Nilai bantuan tersebut masih berpotensi bertambah. Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Ketua KPK Setyo Budiyanto dan diterima langsung oleh Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., di Gedung KPK RI, Jakarta, Rabu (7/1/2026). Penyerahan tersebut turut disaksikan Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto, Wakil Ketua KPK Ibnu Basuki Widodo, Ketua Dewan Pengawas KPK Gusrizal, serta jajaran pimpinan KPK lainnya. Ketua BAZNAS RI Kiai Noor Achmad menyampaikan apresiasi atas kepercayaan KPK yang menyalurkan bantuan kemanusiaan melalui BAZNAS. Ia menegaskan, dukungan tersebut sangat berarti mengingat tingginya kebutuhan masyarakat terdampak bencana di wilayah Sumatra. “Kebutuhan di Sumatra saat ini sangat luar biasa. Apa yang diberikan oleh KPK akan sangat membantu saudara-saudara kita yang sedang menghadapi masa sulit,” ujar Kiai Noor. Ia mengungkapkan, sejak awal masa tanggap darurat, BAZNAS telah mendirikan 117 posko kebencanaan di wilayah Sumatra. Dari jumlah tersebut, sebanyak 53 posko aktif melayani dapur umum dan layanan kesehatan. “Hingga hari ini, sejak hari pertama bencana, BAZNAS telah menyalurkan lebih dari tiga juta porsi makanan melalui dapur umum yang kami operasikan,” jelasnya. Memasuki fase pemulihan, BAZNAS kini memfokuskan bantuan pada tiga program utama, yakni Kembali ke Sekolah, Kembali ke Kerja, dan Kembali ke Rumah. Ketiga program ini dirancang untuk memulihkan layanan dasar, menggerakkan kembali aktivitas ekonomi masyarakat, serta menyediakan hunian layak bagi penyintas bencana. Pada program Kembali ke Sekolah, BAZNAS telah menyiapkan sekitar 20 ribu set seragam sekolah lengkap dengan sepatu, tas, dan topi bagi anak-anak terdampak bencana. “Kami ingin memastikan anak-anak dapat segera kembali belajar dengan layak dan tidak kehilangan masa depan akibat bencana,” kata Kiai Noor. Sementara itu, program Kembali ke Kerja difokuskan untuk membantu pelaku UMKM agar dapat kembali menjalankan aktivitas ekonomi. Adapun program Kembali ke Rumah menargetkan pembangunan sekitar 360 unit rumah di tiga provinsi terdampak, dengan nilai bantuan masing-masing unit mencapai Rp75 juta. Kiai Noor menegaskan, langkah BAZNAS dalam membantu masyarakat Sumatra merupakan bagian dari sinergi dengan pemerintah dan berbagai pihak. “Dukungan dari KPK ini sangat berarti dan diharapkan dapat memicu semakin banyak pihak untuk turut membantu. Ini insya Allah menjadi amal jariah. Amal jariah tidak hanya berupa uang, tetapi juga kebijakan dan kepedulian,” ujarnya. Sementara itu, Ketua KPK Setyo Budiyanto menyampaikan duka mendalam atas musibah bencana yang menimpa masyarakat di sejumlah wilayah Sumatra. Ia menegaskan, bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan keikhlasan seluruh pegawai KPK terhadap para penyintas bencana. “Meski nilainya terbatas, kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah,” ujarnya. Setyo juga menegaskan, KPK mempercayakan penyaluran bantuan tersebut kepada BAZNAS karena rekam jejak dan kapasitas kelembagaannya yang dinilai kredibel dan berpengalaman dalam penyaluran dana zakat dan bantuan sosial. “Kami melihat track record BAZNAS yang sangat baik, baik secara kelembagaan maupun dalam praktik penyaluran bantuan yang cepat dan tepat sasaran,” katanya. Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua KPK Ibnu Basuki Widodo menegaskan bahwa KPK tidak hanya menjalankan fungsi penegakan hukum, tetapi juga hadir untuk menumbuhkan kepedulian sosial di tengah masyarakat, terutama dalam situasi kebencanaan. “KPK hadir untuk saling peduli dan saling menyayangi, termasuk melalui bantuan bagi saudara-saudara kita yang terdampak bencana di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara,” tuturnya.
BERITA07/01/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Dampingi Pemulihan Psikososial Siswa Penyintas Bencana di Pidie Jaya
BAZNAS Dampingi Pemulihan Psikososial Siswa Penyintas Bencana di Pidie Jaya
Pidie Jaya — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI memberikan layanan dukungan psikososial kepada siswa-siswa penyintas banjir bandang dan longsor di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh. Pendampingan ini ditujukan untuk membantu pemulihan kondisi mental dan emosional anak-anak yang terdampak bencana. Layanan psikososial dilaksanakan di dua sekolah terdampak, yakni SD Negeri 6 Simpang Tiga Meureudu dan MIN 1 Meureudu Pidie Jaya. Kegiatan tersebut melibatkan fasilitator terlatih yang memberikan pendampingan secara terstruktur, dengan pendekatan ramah anak dan sesuai kebutuhan psikologis siswa. Wakil Ketua BAZNAS RI H. Mokhamad Mahdum, Ph.D., yang didampingi Pimpinan BAZNAS RI Bidang Koordinasi Nasional H. Achmad Sudrajat, Lc., MA., mengatakan bahwa dukungan psikososial merupakan kebutuhan mendesak bagi anak-anak korban bencana. “Anak-anak adalah kelompok paling rentan dalam situasi bencana. Mereka bukan hanya kehilangan rasa aman, tetapi juga berpotensi mengalami guncangan psikologis yang dapat berdampak jangka panjang jika tidak ditangani secara tepat,” kata Mahdum saat meninjau langsung kegiatan pendampingan di Pidie Jaya. Menurut Mahdum, layanan psikososial bertujuan membantu siswa mengenali dan mengelola perasaan takut, cemas, serta trauma yang muncul pascabencana. Pada saat yang sama, pendampingan ini diarahkan untuk menumbuhkan kembali rasa aman, kepercayaan diri, dan semangat belajar anak-anak. Pendekatan yang digunakan bersifat edukatif dan partisipatif. Fasilitator mengajak siswa terlibat dalam berbagai aktivitas, seperti permainan edukatif, diskusi kelompok, serta kegiatan kreatif yang disesuaikan dengan usia dan kondisi psikologis mereka. Mahdum menilai, sekolah memiliki peran strategis sebagai ruang pemulihan bagi anak-anak penyintas bencana. Oleh karena itu, pelaksanaan layanan psikososial di lingkungan sekolah diharapkan dapat membantu siswa kembali menjalani proses belajar-mengajar secara lebih optimal. “Kami berharap sekolah dapat kembali menjadi ruang yang aman dan nyaman, sehingga anak-anak bisa melanjutkan pendidikan tanpa dibayangi trauma akibat bencana,” ujarnya. Ia menambahkan, penanganan dampak bencana tidak cukup hanya dengan pemenuhan kebutuhan logistik dan fisik. Pemulihan mental dan emosional masyarakat terdampak, khususnya anak-anak, menjadi bagian penting dari upaya rehabilitasi pascabencana. “BAZNAS berkomitmen melakukan penanganan bencana secara menyeluruh. Kami akan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak agar pemulihan di Pidie Jaya dapat berjalan secara berkelanjutan dan tepat sasaran,” kata Mahdum. Melalui layanan dukungan psikososial tersebut, BAZNAS berharap anak-anak penyintas bencana di Pidie Jaya dapat bangkit dari trauma, kembali bersemangat belajar, dan melanjutkan pendidikan mereka secara lebih baik.
BERITA07/01/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Sambut Ramadan, BAZNAS Salurkan Peralatan Ibadah untuk Masjid Terdampak Banjir di Sumatra Barat
Sambut Ramadan, BAZNAS Salurkan Peralatan Ibadah untuk Masjid Terdampak Banjir di Sumatra Barat
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menyalurkan bantuan peralatan ibadah bagi masjid dan musala yang terdampak banjir dan longsor di Sumatra Barat, Selasa, 6 Januari 2026. Bantuan tersebut diberikan menjelang masuknya bulan Ramadan agar aktivitas ibadah masyarakat dapat kembali berjalan dengan nyaman. Sejumlah rumah ibadah yang menerima bantuan antara lain Masjid Harakatul Quran, Masjid Syuhada Jorong Laweh, serta Musala Daarul Huffazh MAN 1 Agam. Bantuan diserahkan langsung oleh Pimpinan BAZNAS RI Bidang SDM, Keuangan, dan Umum Kolonel CAJ (Purn.) Drs. Nur Chamdani bersama Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan Dr. H. Rizaludin Kurniawan. Penyerahan bantuan turut disaksikan Wakil Bupati Agam, Muhammad Iqbal. Rizaludin mengatakan, bencana banjir dan longsor yang melanda wilayah Sumatra pada November 2025 lalu tidak hanya merusak permukiman warga, tetapi juga fasilitas umum, termasuk masjid dan musala. “Banyak perlengkapan ibadah seperti karpet, mukena, sajadah, dan Al-Qur’an rusak atau hanyut sehingga tidak bisa lagi digunakan,” kata Rizaludin. Melalui Program Kembali ke Masjid, BAZNAS menyalurkan bantuan berupa 30 ribu sarung dan mukena, 30 ribu mushaf Al-Qur’an, karpet masjid, serta paket sound system. Bantuan tersebut didistribusikan secara bertahap di 500 titik terdampak bencana di Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. “Kami ingin memastikan masyarakat bisa kembali beribadah dengan layak. Ramadan sudah dekat, jadi kebutuhan masjid harus segera dipenuhi,” ujar Rizaludin. Ia menegaskan BAZNAS akan terus memobilisasi bantuan bersama BAZNAS provinsi dan kabupaten/kota, terutama pada masa transisi rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Rizaludin juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Agam atas dukungan dalam penyaluran bantuan tersebut. Wakil Bupati Agam Muhammad Iqbal menyambut baik bantuan yang diberikan BAZNAS RI. Menurut dia, perlengkapan ibadah sangat dibutuhkan masyarakat menjelang Ramadan. “Kami berharap masjid-masjid kembali ramai dan aktivitas ibadah berjalan normal,” katanya. Apresiasi juga disampaikan Pengasuh Pondok Pesantren Harakatul Quran, Syukur Usman. Ia menyebut bantuan tersebut menjadi penyemangat untuk bangkit pascabencana. “Meski bangunan kami runtuh, insya Allah iman tetap teguh. Kami akan terus berjuang mendidik generasi dengan Al-Qur’an,” ujarnya. Hal senada diungkapkan pengurus Masjid Syuhada Jorong Laweh, Sam Sumar Datuk Tan Marajo. Ia berharap bantuan tidak hanya berhenti pada perlengkapan ibadah, tetapi juga berlanjut pada pemulihan bangunan masjid. “Kami mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS atas perhatian dan kepeduliannya,” kata dia.
BERITA06/01/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Kembali ke Sekolah Bersama BAZNAS, Ribuan Perlengkapan Belajar Mengalir ke Empat Titik Terdampak Bencana di Sumbar
Kembali ke Sekolah Bersama BAZNAS, Ribuan Perlengkapan Belajar Mengalir ke Empat Titik Terdampak Bencana di Sumbar
Padang – Harapan kembali menyala di ruang-ruang kelas Sumatra Barat. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI melalui Program Kembali ke Sekolah Bersama BAZNAS menyalurkan bantuan paket perlengkapan belajar bagi siswa di empat lembaga pendidikan yang terdampak banjir dan longsor. Bantuan pendidikan tersebut disalurkan ke MTs Harakatul Quran Kota Padang, MTs/MA PPMTI Batang Kabung, SMA Muhammadiyah Palembayan, dan MAN 1 Agam. Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh jajaran Pimpinan BAZNAS RI dan dihadiri Wakil Bupati Agam, H. Muhammad Iqbal, SE, M.Com. Pimpinan BAZNAS RI Bidang SDM, Keuangan, dan Umum, Kol. CAJ (Purn.) Drs. Nur Chamdani, menegaskan bantuan ini merupakan amanah langsung dari para muzaki di seluruh Indonesia. “Insya Allah bantuan ini tepat sasaran dan dikelola dengan prinsip 3A: Aman Syar’i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI,” ujar Nur Chamdani saat penyaluran bantuan di Padang, Selasa (6/1/2026). Nur Chamdani mengungkapkan, sejumlah sekolah mengalami kerusakan fisik cukup parah akibat bencana, sehingga dukungan segera diperlukan agar proses belajar-mengajar bisa kembali berjalan normal. “Bantuan yang diberikan berupa tas sekolah, sepatu, hingga seragam. Ke depan, BAZNAS juga menyiapkan program lanjutan berupa revitalisasi sekolah serta insentif bagi para guru,” jelasnya. Sebagai lembaga pemerintah nonstruktural, BAZNAS, lanjut Nur Chamdani, berkomitmen penuh mendukung program pemerintah pusat dan daerah, terutama pada fase transisi kebencanaan hingga rehabilitasi dan rekonstruksi. Tak tanggung-tanggung, BAZNAS telah menyiapkan sekitar 20 ribu paket bantuan pendidikan yang akan disalurkan secara bertahap. “Tahap awal diprioritaskan untuk sekolah swasta, kemudian MAN, dan selanjutnya sekolah negeri lainnya, sesuai hasil asesmen di lapangan,” ungkapnya. Momentum kembalinya aktivitas sekolah yang beriringan dengan menyambut bulan Ramadan diharapkan dapat membangkitkan solidaritas masyarakat terhadap para korban bencana di Sumatra dan Aceh. “Terima kasih kepada seluruh muzaki. BAZNAS akan terus memobilisasi bantuan secara cepat, tepat, dan aman,” tegas Nur Chamdani. Sementara itu, Wakil Bupati Agam H. Muhammad Iqbal menyampaikan apresiasi atas kepedulian BAZNAS terhadap dunia pendidikan pascabencana. “Bantuan ini sangat berarti bagi anak-anak kami yang terdampak langsung dan harus segera kembali belajar,” ujarnya. Apresiasi juga datang dari Kepala SMA Muhammadiyah Palembayan, Puspa Nalfirah, yang menyebut bantuan tersebut sebagai energi kebangkitan bagi sekolah dan siswa. “Sebagian seragam siswa hanyut terbawa banjir bandang. Bantuan ini sangat membantu dan memberi semangat baru bagi anak-anak,” katanya. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua BAZNAS Sumatra Barat Dr. H. Buchari M, M.Ag, Wakil Ketua I Afrianyo Korga, S.Pd.I, M.Pd, Wakil Ketua II Dr. Busral, S.Ag, MA, Wakil Ketua III Ir. H. Firdaus, M.Si, dan Wakil Ketua IV Drs. H. Nurman Agus, beserta jajaran.
BERITA06/01/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Kembali ke Sekolah Bersama BAZNAS, Ribuan Paket Perlengkapan Belajar Disalurkan untuk Siswa Penyintas Banjir di Sumatra
Kembali ke Sekolah Bersama BAZNAS, Ribuan Paket Perlengkapan Belajar Disalurkan untuk Siswa Penyintas Banjir di Sumatra
Jakarta – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menyalurkan bantuan paket perlengkapan belajar bagi siswa penyintas banjir di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara. Bantuan ini merupakan bagian dari program Kembali ke Sekolah Bersama BAZNAS yang bertujuan memastikan anak-anak tetap memperoleh akses pendidikan pascabencana. Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., mengatakan program tersebut menjadi bentuk komitmen BAZNAS dalam menjaga keberlangsungan pendidikan anak-anak di tengah keterbatasan akibat bencana. “BAZNAS berkomitmen memastikan pendidikan anak-anak tetap berjalan. Keterbatasan ekonomi akibat bencana tidak boleh menjadi penghalang bagi mereka untuk terus belajar,” ujar Kiai Noor saat penyaluran bantuan di Aceh, Senin (5/1/2026). Secara keseluruhan, BAZNAS menyalurkan 20.000 paket perlengkapan siswa yang terdiri dari tas sekolah, sepatu, dan seragam. Bantuan tersebut didistribusikan secara bertahap kepada siswa di tiga provinsi terdampak banjir di wilayah Sumatra. Selain bantuan pendidikan, BAZNAS juga menyalurkan perlindungan sosial dan keagamaan melalui distribusi 30.000 sarung dan mukena, 30.000 mushaf Al-Qur’an, serta karpet dan paket sound system masjid yang disalurkan di 500 titik wilayah terdampak bencana. “Wilayah Sumatra masih menjadi perhatian kami karena sejumlah daerah masih merasakan dampak banjir dan longsor yang berimbas langsung pada keberlangsungan pendidikan dan kehidupan sosial masyarakat,” kata Kiai Noor. BAZNAS menegaskan akan terus hadir mendampingi masyarakat terdampak bencana, tidak hanya pada fase tanggap darurat, tetapi juga pada tahap pemulihan jangka menengah dan panjang, termasuk memastikan anak-anak dapat kembali bersekolah. “Semoga ikhtiar ini dapat memberikan manfaat, menguatkan semangat anak-anak untuk terus belajar, serta menjadi keberkahan bagi para muzaki dan seluruh pihak yang terlibat,” harap Kiai Noor. Kegiatan pendistribusian bantuan tersebut turut dihadiri jajaran Pimpinan BAZNAS RI, di antaranya Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan, MA., Pimpinan Bidang Pengumpulan Dr. H. Rizaludin Kurniawan, M.Si., CFRM., Pimpinan Bidang SDM, Keuangan, dan Umum Kol. CAJ (Purn.) Drs. Nur Chamdani, serta pimpinan BAZNAS provinsi dan kabupaten/kota setempat.
BERITA05/01/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Layani Kesehatan Ribuan Penyintas Banjir di Sumatra
BAZNAS Layani Kesehatan Ribuan Penyintas Banjir di Sumatra
Aceh Tamiang – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI terus menegaskan perannya sebagai garda terdepan kemanusiaan dalam penanganan bencana hidrometeorologi di Sumatra. Sejak November 2025 hingga awal Januari 2026, BAZNAS telah memberikan layanan kesehatan kepada lebih dari 4.000 penyintas banjir di Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Jumlah penerima manfaat ini masih terus bertambah seiring berlanjutnya respons darurat di lapangan. Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menegaskan bahwa layanan kesehatan menjadi pilar utama dalam upaya melindungi kelompok rentan pascabencana, terutama anak-anak, lansia, dan warga yang tinggal di lokasi pengungsian. “BAZNAS memastikan masyarakat terdampak tetap memperoleh layanan kesehatan yang layak. Penanganan kesehatan menjadi prioritas karena sangat menentukan proses pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat secara menyeluruh,” ujar Kiai Noor saat meninjau layanan kemanusiaan di Aceh Tamiang, Senin (5/1/2026). Di Provinsi Aceh, BAZNAS telah menyalurkan layanan kesehatan kepada 462 penerima manfaat, meliputi pemeriksaan medis, pemberian obat-obatan, serta dukungan kesehatan di sejumlah kabupaten terdampak banjir. Sementara di Sumatra Utara, layanan kesehatan menjangkau 1.841 penyintas, yang tersebar di kawasan pengungsian maupun permukiman warga terdampak. Adapun di Sumatra Barat, BAZNAS memberikan layanan kesehatan kepada lebih dari 1.736 penerima manfaat, melalui pemeriksaan kesehatan, pengobatan, serta distribusi obat-obatan untuk mencegah meluasnya penyakit pascabencana. “Semoga ikhtiar kemanusiaan ini memberi manfaat nyata bagi masyarakat, mempercepat pemulihan kesehatan para penyintas, serta menjadi keberkahan bagi para muzaki dan seluruh pihak yang telah mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya melalui BAZNAS,” ungkap Kiai Noor. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan, MA., menjelaskan bahwa layanan kesehatan tersebut dijalankan oleh tim medis Rumah Sehat BAZNAS, yang terdiri dari dokter, perawat, apoteker, dan bidan, dengan dukungan jejaring BAZNAS provinsi serta kabupaten/kota. “Layanan kesehatan BAZNAS tidak hanya bersifat kuratif, tetapi juga preventif. Kami melakukan edukasi kesehatan, pencegahan penyakit di lingkungan pengungsian, serta memberikan layanan psikososial bagi anak-anak penyintas agar mereka tetap terlindungi secara fisik dan mental,” kata Saidah. Hingga 4 Januari 2026, BAZNAS tercatat telah menyalurkan berbagai bentuk bantuan kemanusiaan kepada 122.133 penerima manfaat di wilayah Sumatra. Bantuan tersebut mencakup layanan dapur umum, layanan kesehatan, distribusi logistik pangan dan nonpangan, penyediaan air bersih, dukungan psikososial, bantuan pendidikan, serta berbagai layanan pendukung lainnya sebagai bagian dari respons terpadu BAZNAS dalam menghadapi bencana hidrometeorologi.
BERITA05/01/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Salurkan 13.000 Paket Logistik untuk Penyintas Bencana di Sumatra
BAZNAS Salurkan 13.000 Paket Logistik untuk Penyintas Bencana di Sumatra
Jakarta – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI terus memperkuat respons kemanusiaan bagi masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi di wilayah Sumatra. Sejak 26 November 2025 hingga awal Januari 2026, BAZNAS telah menyalurkan sebanyak 13.000 paket logistik keluarga kepada para penyintas di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Dari total bantuan tersebut, 6.488 paket disalurkan di Provinsi Aceh, 4.000 paket di Provinsi Sumatra Utara, dan 3.500 paket di Provinsi Sumatra Barat. Bantuan ini difokuskan untuk memenuhi kebutuhan pokok masyarakat yang terdampak bencana. “Paket logistik keluarga ini disalurkan untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari. BAZNAS berupaya hadir dan mendampingi para penyintas agar tetap memiliki ketahanan di tengah situasi sulit. Jumlah bantuan juga masih akan terus bertambah menyesuaikan kebutuhan di lapangan,” ujar Pimpinan BAZNAS RI, Kiai Noor. Selain logistik keluarga, BAZNAS juga menyalurkan berbagai bantuan kemanusiaan lainnya, seperti layanan dapur umum, layanan kesehatan, distribusi logistik pangan dan nonpangan, penyediaan air bersih, layanan dukungan psikososial, bantuan pendidikan, hingga perlengkapan ibadah. Seluruh bantuan tersebut merupakan bagian dari respons terpadu penanganan bencana di wilayah Sumatra. Memasuki fase pemulihan, BAZNAS mulai menyiapkan program recovery untuk membantu masyarakat bangkit pascabencana. Program ini difokuskan pada pemulihan kehidupan sosial, pendidikan, dan ekonomi, agar aktivitas warga dapat kembali berjalan secara bertahap. “Bantuan recovery menjadi bagian penting dari pendampingan jangka menengah dan panjang BAZNAS. Kami tidak hanya hadir saat darurat, tetapi juga memastikan masyarakat dapat pulih dan kembali mandiri,” jelas Kiai Noor. Kiai Noor turut menyampaikan apresiasi kepada para mitra kemanusiaan, relawan, serta muzaki yang telah mempercayakan penyaluran zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS. “Terima kasih atas kepercayaan dan dukungan seluruh pihak. Semoga kolaborasi dan kepedulian ini membawa keberkahan serta manfaat nyata bagi saudara-saudara kita yang terdampak bencana,” pungkasnya. Hingga 4 Januari 2026, BAZNAS tercatat telah menyalurkan berbagai bentuk bantuan kemanusiaan kepada 122.133 penerima manfaat di wilayah Sumatra.
BERITA05/01/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS RI Gerak Cepat, 116 Ribu Korban Bencana di Sumatra Terima Bantuan Kemanusiaan
BAZNAS RI Gerak Cepat, 116 Ribu Korban Bencana di Sumatra Terima Bantuan Kemanusiaan
Jakarta – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bergerak cepat menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi korban bencana alam di berbagai wilayah Sumatra. Total 116.054 jiwa tercatat menerima manfaat dari respons kemanusiaan yang digelar BAZNAS. Bantuan yang disalurkan mencakup kebutuhan paling mendesak di lokasi bencana, mulai dari dapur umum, makanan siap santap, paket logistik keluarga, layanan kesehatan, air bersih, hygiene kit, hingga dukungan psikososial bagi para penyintas. BAZNAS juga menurunkan personel BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) untuk membantu evakuasi dan pelayanan pengungsi. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, menegaskan kehadiran BAZNAS di tengah korban bencana merupakan amanah kemanusiaan dari pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS). “BAZNAS berkomitmen untuk selalu hadir dan bergerak cepat membantu masyarakat terdampak bencana. Ini adalah bentuk solidaritas para muzaki yang kami salurkan tepat sasaran kepada para penyintas,” kata Saidah dalam keterangan tertulis, Senin (29/12/2025). Menurut Saidah, bantuan tidak hanya difokuskan pada fase darurat, tetapi juga memperhatikan aspek kesehatan, kebersihan, dan pemulihan psikologis korban. “Kami menyesuaikan bantuan dengan kebutuhan di lapangan, mulai dari makanan melalui dapur umum, layanan kesehatan, air bersih, paket kebersihan, hingga dukungan psikososial agar benar-benar dirasakan manfaatnya,” jelasnya. Saidah menambahkan, tim BTB diterjunkan langsung ke lokasi untuk memastikan distribusi bantuan berjalan efektif dan terkoordinasi dengan berbagai pihak. “Tim kami mendukung proses evakuasi, pelayanan pengungsi, serta pendistribusian bantuan. Pemantauan terus dilakukan agar wilayah paling terdampak menjadi prioritas,” ujarnya. Tak berhenti di fase tanggap darurat, BAZNAS juga menyiapkan langkah pemulihan pascabencana agar masyarakat dapat kembali bangkit. “BAZNAS akan melanjutkan program pemulihan dan pendayagunaan, agar para penyintas tidak hanya bertahan, tetapi kembali mandiri secara ekonomi dan sosial,” tuturnya. Di akhir pernyataannya, Saidah menyampaikan apresiasi kepada para muzaki dan donatur yang telah mempercayakan penyaluran ZIS melalui BAZNAS. “Terima kasih atas kepercayaan masyarakat. Dukungan ini menjadi kekuatan utama kami untuk terus membantu saudara-saudara kita yang tertimpa musibah,” pungkasnya.
BERITA29/12/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Salurkan 24.000 Liter Air Bersih untuk Penyintas Banjir dan Longsor di Sibolga
BAZNAS Salurkan 24.000 Liter Air Bersih untuk Penyintas Banjir dan Longsor di Sibolga
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) kembali menegaskan perannya sebagai garda terdepan dalam aksi kemanusiaan. Kali ini, BAZNAS menyalurkan 24.000 liter air bersih bagi masyarakat terdampak banjir dan tanah longsor di Aek Manis, Kecamatan Sibolga Selatan, Kota Sibolga, Sumatra Utara. Bantuan tersebut merupakan bagian dari respons cepat BAZNAS terhadap bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, dengan fokus utama pada pemenuhan kebutuhan dasar para penyintas. Air bersih menjadi kebutuhan paling krusial di masa pascabencana. Banjir dan longsor kerap merusak sumber air warga, mencemari sumur dan saluran air dengan lumpur, limbah, serta bakteri berbahaya. Kondisi ini tidak hanya menyulitkan masyarakat memperoleh air layak konsumsi, tetapi juga meningkatkan risiko berbagai penyakit akibat sanitasi yang buruk. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, MA., menegaskan bahwa pemenuhan kebutuhan dasar merupakan prioritas utama dalam penanganan bencana. “Dalam kondisi darurat, akses terhadap air bersih sering kali terputus. Padahal air adalah kebutuhan paling mendasar untuk menjaga kesehatan dan keberlangsungan hidup para penyintas,” ujarnya. Penyaluran air bersih ini diperuntukkan bagi kebutuhan minum, memasak, serta menjaga kebersihan diri dan lingkungan warga terdampak. Ketersediaan air yang cukup juga berperan penting dalam mencegah penyakit pascabanjir, seperti diare, infeksi kulit, dan gangguan pencernaan, yang kerap mengancam masyarakat di wilayah bencana. Menurut Saidah, kehadiran BAZNAS di tengah masyarakat tidak hanya sebatas memberikan bantuan material, tetapi juga menghadirkan rasa aman dan harapan bagi para penyintas. “Air bersih bukan sekadar bantuan fisik. Ini adalah bentuk kepedulian agar masyarakat tetap bisa bertahan dan menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih layak di tengah keterbatasan,” tuturnya. Proses distribusi dilakukan oleh BAZNAS bersama para relawan di lapangan dengan pendekatan berbasis kebutuhan lokal. Langkah ini dilakukan agar bantuan benar-benar tepat sasaran dan dirasakan langsung oleh warga yang terdampak paling parah. Selain penyaluran air bersih, BAZNAS terus melakukan pemantauan kebutuhan lanjutan masyarakat di wilayah terdampak. Pendampingan ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan BAZNAS, mulai dari masa tanggap darurat hingga tahap pemulihan pascabencana. BAZNAS juga mengajak masyarakat luas untuk turut berpartisipasi dalam membantu pemulihan wilayah terdampak bencana di Sumatra melalui zakat, infak, dan sedekah. Dukungan publik menjadi kekuatan penting agar bantuan kemanusiaan dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak penyintas. “Kami mengajak masyarakat untuk tidak menunda kebaikan. Setiap zakat, infak, dan sedekah yang disalurkan melalui BAZNAS akan segera dimanfaatkan untuk membantu saudara-saudara kita yang terdampak bencana,” pungkas Saidah. Untuk memudahkan masyarakat berdonasi, BAZNAS menyediakan berbagai kanal resmi, mulai dari transfer ke rekening BAZNAS, kanal digital, hingga melalui laman baznas.go.id/sedekahbencana. Melalui sinergi ini, BAZNAS berharap semangat solidaritas dan kepedulian sosial terus tumbuh, sehingga para penyintas dapat bangkit dan menata kembali kehidupan mereka dengan lebih baik.
BERITA24/12/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Minahasa.

Lihat Daftar Rekening →