WhatsApp Icon
BAZNAS RI Bersama Kemendiktisaintek Buka Beasiswa Cendekia 2026 di 246 Perguruan Tinggi

Jakarta – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) RI resmi membuka program Beasiswa Cendekia BAZNAS 2026 bagi mahasiswa aktif program D4/S1 di 246 perguruan tinggi yang tersebar di 35 provinsi.

Peluncuran Beasiswa Cendekia Dalam Negeri 2026 tersebut berlangsung di Gedung Kemendiktisaintek RI, Jakarta, Rabu (9/9/2026). Kegiatan diresmikan langsung oleh Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., bersama Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI Prof. Brian Yuliarto, S.T., M.Eng., Ph.D.

Dari 246 perguruan tinggi yang menjadi sasaran program, sebanyak 112 kampus berada di bawah Kemendiktisaintek. Sementara 134 perguruan tinggi lainnya berada di bawah Kementerian Agama, termasuk Ma’had Aly.

Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid mengatakan, kolaborasi dengan Kemendiktisaintek menjadi langkah strategis untuk memperluas akses pendidikan tinggi, khususnya bagi mahasiswa berprestasi yang berasal dari keluarga kurang mampu.

"Ini adalah momentum untuk mempertemukan kekuatan zakat dengan pendidikan tinggi dalam membangun masa depan bangsa. Hal tersebut sejalan dengan Asta Cita Presiden nomor 4 untuk memperkuat Sumber Daya Manusia menuju Indonesia Emas 2045," kata Sodik.

Menurut Sodik, pendidikan menjadi salah satu sektor penting dalam upaya pengentasan kemiskinan. Karena itu, BAZNAS memberikan perhatian besar terhadap sektor pendidikan dengan alokasi sekitar 27 persen.

"Untuk pendidikan kami (BAZNAS) alokasi sebesar 27 persen," ujarnya.

Sodik menambahkan, Beasiswa Cendekia BAZNAS tidak hanya berfokus pada pemberian bantuan biaya pendidikan. Program tersebut juga diarahkan untuk memperluas akses pendidikan, meningkatkan kualitas dan kapasitas mahasiswa, serta mendorong keberlanjutan kontribusi para alumni.

"Kami ingin memperkuat tiga hal, yakni memperluas akses, meningkatkan kualitas dan kapasitas mahasiswa, serta memastikan keberlanjutan kontribusi alumni. Karena itu, hari ini kita tidak hanya meluncurkan sebuah program beasiswa. Mari kita meluncurkan sebuah gerakan bersama, gerakan menjadikan zakat sebagai kekuatan pembangunan sumber daya manusia Indonesia," katanya.

Apresiasi Kemendiktisaintek

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI Brian Yuliarto mengapresiasi komitmen BAZNAS dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia Indonesia melalui sektor pendidikan.

Brian menyebut pendidikan merupakan salah satu bentuk investasi terbaik bagi masa depan bangsa. Ia berharap kolaborasi antara pemerintah, BAZNAS, perguruan tinggi, dan lembaga filantropi dapat terus diperkuat.

"Tentu ini adalah sesuatu yang sangat luar biasa. Investasi terbaik sebuah bangsa adalah pada pendidikan. Tidak ada yang lebih baik lagi. Karenanya, kami sangat senang dan sangat mengapresiasi BAZNAS yang berdiri di barisan paling depan," ujar Brian.

Ia juga berharap langkah BAZNAS tersebut dapat mendorong semakin banyak lembaga filantropi untuk berkontribusi dalam memperluas akses pendidikan tinggi.

Menurutnya, dukungan terhadap pendidikan dapat membuka kesempatan bagi anak bangsa untuk memperbaiki kondisi sosial, masa depan, dan kesejahteraan keluarganya.

Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan H. Idy Muzayyad mengatakan, perluasan akses pendidikan merupakan salah satu fokus BAZNAS melalui program beasiswa dan pembinaan mahasiswa.

Idy menyebut, sepanjang 2025, penyaluran zakat, infak, dan sedekah (ZIS) nasional untuk bidang pendidikan mencapai Rp1,56 triliun dengan jumlah penerima manfaat sebanyak 2.870.976 orang.

BAZNAS juga memproyeksikan potensi zakat dari ekosistem perguruan tinggi mencapai sekitar Rp220 miliar per tahun.

Program Beasiswa Cendekia BAZNAS sendiri terus berkembang. Saat ini tercatat sebanyak 8.672 peserta Beasiswa Cendekia BAZNAS Dalam Negeri dan 2.529 peserta Beasiswa Cendekia BAZNAS Ma’had Aly.

"Alhamdulillah, dari program ini kita telah melihat dampak yang nyata. Para alumni Beasiswa Cendekia BAZNAS telah berkiprah di berbagai sektor, baik sektor publik, swasta, maupun sosial. Bahkan, sebagian dari mereka telah bertransformasi menjadi muzaki," ujar Idy.

Beasiswa Cendekia BAZNAS 2026 diperuntukkan bagi mahasiswa aktif mulai semester 5. Program ini memprioritaskan mahasiswa dari bidang Sains, Teknologi, Rekayasa, dan Matematika (STEM) serta Social, Humanities, Arts for People, Religious Studies, dan Education (SHARE).

Selain mahasiswa berprestasi, program ini juga menyasar mahasiswa yang aktif sebagai aktivis serta mahasiswa penyandang disabilitas.

Mahasiswa yang terpilih akan mendapatkan sejumlah dukungan pendidikan. Salah satunya berupa subsidi Uang Kuliah Tunggal (UKT) hingga Rp7 juta per semester untuk perguruan tinggi prioritas dan hingga Rp4 juta per semester untuk perguruan tinggi reguler.

Bantuan UKT tersebut diberikan selama empat semester.

Tak hanya UKT, penerima Beasiswa Cendekia BAZNAS juga berkesempatan mendapatkan bantuan riset tugas akhir sebesar Rp3 juta per mahasiswa, pembinaan dan pengembangan diri, serta bantuan prestasi bagi mahasiswa yang mewakili kampus dalam kompetisi tingkat nasional maupun internasional.

Pendaftaran Dibuka 9-27 September 2026

Bagi mahasiswa yang memenuhi persyaratan, pendaftaran Beasiswa Cendekia BAZNAS Dalam Negeri 2026 dilakukan secara daring melalui laman beasiswa.baznas.go.id.

Berikut jadwal lengkap seleksi Beasiswa Cendekia BAZNAS Dalam Negeri 2026:

  • Pendaftaran: 9–27 September 2026
  • Seleksi administrasi kampus: 28 September–4 Oktober 2026
  • Pengumuman lulus administrasi: 4 Oktober 2026
  • Wawancara tim seleksi kampus: 5–18 Oktober 2026
  • Masa sanggah: 19–25 Oktober 2026
  • Pengumuman akhir: 28 Oktober 2026

Melalui Beasiswa Cendekia BAZNAS 2026, BAZNAS bersama pemerintah terus mendorong agar keterbatasan ekonomi tidak menjadi penghalang bagi mahasiswa berprestasi untuk mengakses pendidikan tinggi.

Program ini sekaligus menjadi bagian dari upaya menjadikan zakat sebagai kekuatan dalam membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.

10/09/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa
Hadiri Pra-Rakornas 2026, BAZNAS Kabupaten Minahasa Siap Perkuat Pengelolaan Muzaki secara Profesional

MINAHASA — BAZNAS Kabupaten Minahasa turut hadir dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan Pra-Rapat Koordinasi Nasional (Pra-RAKORNAS) BAZNAS 2026 yang digelar secara daring pada Selasa (8/9/2026). Kegiatan bertajuk “Target dan Strategi Pengumpulan pada BAZNAS Provinsi dan BAZNAS Kab/Kota” ini dipimpin langsung oleh Ketua BAZNAS RI, Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc.

Melalui kegiatan ini, BAZNAS RI menekankan pentingnya memperkuat pengelolaan muzaki yang profesional sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kepercayaan masyarakat, serta mengoptimalkan penghimpunan Zakat, Infak, Sedekah, dan Dana Sosial Keagamaan Lainnya (ZIS-DSKL).

Pimpinan BAZNAS RI Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan, Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM., menegaskan bahwa muzaki perlu ditempatkan sebagai mitra strategis dalam ekosistem filantropi Islam. Hubungan dengan muzaki harus dibangun secara berkelanjutan.

“Muzaki saat ini tidak hanya membutuhkan kemudahan dalam menunaikan zakat, tetapi juga ingin mengetahui manfaat dari zakat yang mereka salurkan. Mereka ingin dilibatkan dan merasakan dampak nyata program zakat,” ujar Rizaludin.

Dalam kesempatan tersebut, BAZNAS RI juga mendorong penerapan strategi value-driven fundraising yang bertumpu pada empat pilar utama:

  1. Transparansi dan laporan dampak nyata.

  2. Pembinaan relasi yang personal dan inklusif.

  3. Penguatan branding serta reputasi lembaga yang profesional dan taat audit.

  4. Pelibatan aktif muzaki dalam berbagai program kemanusiaan.

Langkah tersebut disempurnakan dengan konsep 5D BAZNAS, yaitu Diingat, Dipercaya, Dijangkau, Dicintai, dan Dibanggakan.

Kehadiran BAZNAS Kabupaten Minahasa dalam Pra-Rakornas ini menjadi bentuk komitmen penuh untuk menyelaraskan target dan strategi pengumpulan di daerah dengan visi BAZNAS Pusat.

Melalui keikutsertaan ini, BAZNAS Minahasa siap melakukan reorientasi pengelolaan muzaki di tingkat daerah. Fokus utama yang akan terus ditingkatkan meliputi peningkatan kualitas pelayanan, penyampaian laporan dampak zakat secara terbuka, serta penyusunan program-program penyaluran yang dampaknya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat yang membutuhkan di Kabupaten Minahasa.

BAZNAS Minahasa juga mengimbau seluruh masyarakat dan para muzaki di Kabupaten Minahasa untuk terus mempercayakan penyaluran zakat, infak, dan sedekahnya melalui lembaga resmi BAZNAS. Pengelolaan yang aman syar'i, aman regulasi, dan aman NKRI akan memastikan setiap zakat yang ditunaikan dapat dirasakan manfaatnya secara berkelanjutan.

08/09/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Tegaskan Dana Zakat Sama Sekali Tak Dipakai untuk Buku 'Islam Ala Prabowo'

Minahasa - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) memberikan klarifikasi tegas merespons isu penggunaan dana umat dalam proyek literasi. BAZNAS memastikan tidak ada sepeser pun dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) yang dialokasikan untuk pembuatan maupun penerbitan buku berjudul Islam Ala Prabowo.

Ketua BAZNAS RI, Sodik Mudjahid, menegaskan bahwa keterlibatan BAZNAS dalam peluncuran buku tersebut pada tahun 2025 lalu murni dalam konteks hubungan kelembagaan serta penguatan literasi dakwah keagamaan. Ia menyebut bahwa menjaga transparansi dan kepercayaan muzaki adalah prioritas utama lembaga.

"Saudara-saudaraku, Bapak dan Ibu para muzaki dan donatur BAZNAS yang kami hormati. Kepercayaan Bapak dan Ibu untuk mempercayakan ZIS melalui BAZNAS adalah kehormatan sekaligus tanggung jawab besar yang senantiasa kami jaga," kata Sodik dalam keterangan resminya, Senin (7/9/2026).

Untuk menghindari kesalahpahaman di tengah masyarakat mengenai posisi lembaga, Sodik merinci tiga poin penting terkait penerbitan buku tersebut:

  1. Bukan Dana Umat: Pembuatan dan penerbitan buku sama sekali tidak menyentuh maupun menggunakan dana ZIS yang dipercayakan masyarakat.

  2. Bukan Produk Internal: Buku tersebut tidak ditulis maupun diterbitkan oleh tim internal BAZNAS.

  3. Sinergi Kelembagaan: Kehadiran BAZNAS dalam peluncuran di Rakornas BAZNAS 2025 merupakan bentuk sinergi bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI), Kementerian Agama, dan MPR RI dalam rangka literasi dakwah, bukan bentuk politik praktis.

Sodik juga mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto memiliki perhatian besar terhadap fungsi BAZNAS, baik sebagai Kepala Negara maupun secara pribadi. Selama ini, Presiden secara rutin mengamanahkan zakat, infak, dan sedekah pribadinya melalui BAZNAS.

"Bersama tim BAZNAS, saat ini kami sedang memilih beberapa program unggulan untuk disampaikan kepada rakyat Indonesia, yang bersumber dari dana infak dan sedekah pribadi Presiden Prabowo Subianto," jelas Sodik.

Ia menambahkan, BAZNAS sangat menghormati kritik dan masukan dari publik. Hal tersebut dipandang sebagai bentuk kepedulian masyarakat agar BAZNAS tetap konsisten menjaga prinsip pengelolaan zakat yang aman syar'i, aman regulasi, dan aman NKRI.

Menanggapi arahan dan klarifikasi BAZNAS RI, BAZNAS Kabupaten Minahasa melalui Waka IV BAZNAS Minahasa Sahlan Kokalo turut mengimbau masyarakat dan seluruh muzaki di Kabupaten Minahasa untuk senantiasa kritis dan bijak dalam menerima setiap informasi.

BAZNAS Kabupaten Minahasa berkomitmen penuh menjaga akuntabilitas dan transparansi penyaluran ZIS di tingkat daerah. Setiap rupiah dana zakat, infak, dan sedekah yang ditunaikan melalui BAZNAS Minahasa disalurkan secara tepat sasaran khusus untuk program-program kemanusiaan, pendidikan, kesehatan, serta pemberdayaan ekonomi mustahik di Minahasa.

08/09/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Hadir di Muktamar NU ke-35, Salurkan 15 Ribu ZChicken hingga Siagakan Layanan Kesehatan

JOMBANG – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI turut mendukung pelaksanaan Muktamar NU ke-35 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Jombang, Jawa Timur. Tak hanya memberikan dukungan konsumsi, BAZNAS juga menghadirkan layanan kesehatan serta pengelolaan sampah di tengah perhelatan yang dihadiri ribuan peserta tersebut.

Bersama BAZNAS Provinsi Jawa Timur dan BAZNAS Kabupaten Jombang, BAZNAS RI menghadirkan berbagai layanan yang menyasar kebutuhan peserta Muktamar sekaligus masyarakat di sekitar lokasi kegiatan.

Salah satu layanan yang mendapat perhatian adalah penyediaan makanan melalui Program Bank Makanan. BAZNAS menyiapkan sebanyak 15.000 paket ZChicken yang didistribusikan selama lima hari pelaksanaan Muktamar.

Menariknya, penyediaan makanan tersebut tidak hanya berorientasi pada pemenuhan konsumsi. Proses produksi hingga distribusi turut melibatkan mustahik binaan BAZNAS.

Keterlibatan tersebut menjadi bagian dari upaya BAZNAS menjadikan zakat sebagai instrumen pemberdayaan. Mustahik tidak hanya diposisikan sebagai penerima manfaat, tetapi juga dilibatkan dalam aktivitas produktif yang membuka peluang untuk berkembang dan meningkatkan kemandirian.

Ketua BAZNAS RI, Sodik Mudjahid, mengatakan dukungan BAZNAS dalam Muktamar NU ke-35 merupakan salah satu bentuk kontribusi lembaga dalam menghadirkan kemaslahatan bagi umat.

“Dalam berbagai kegiatan ada kesehatan, ada bantuan ZChicken. Ada 10 titik penyaluran dan totalnya 15 ribu selama lima hari. Ini bagian dari beberapa kontribusi dan dukungan BAZNAS untuk Muktamar, karena ini merupakan amanah syariah, antara lain pos fi sabilillah,” ujar Sodik.

Selain bantuan pangan, BAZNAS juga memperkuat pelayanan kesehatan selama Muktamar berlangsung.

Melalui Rumah Sehat BAZNAS (RSB), disiapkan enam titik layanan kesehatan yang didukung tenaga medis, empat ambulans, serta satu mobil klinik.

Kehadiran layanan kesehatan tersebut menjadi langkah antisipatif mengingat tingginya mobilitas dan jumlah peserta selama kegiatan berlangsung. Peserta yang membutuhkan pemeriksaan maupun pertolongan kesehatan dapat memperoleh layanan secara lebih cepat di sekitar arena Muktamar.

Dukungan BAZNAS terhadap layanan kesehatan juga mendapat apresiasi dari unsur kesehatan NU.

Perwakilan Himpunan Perawat NU Pusat, Rasjisman Ahmad, menyampaikan bahwa kehadiran BAZNAS ikut memperkuat pelayanan kesehatan di arena Muktamar, termasuk dari sisi sarana dan prasarana.

“Kita tahu bahwa BAZNAS juga sudah ikut dalam pelayanan kesehatan tim kesehatan di arena Muktamar. Alhamdulillah BAZNAS sudah ikut bersama-sama, bahkan dari sisi sarana dan prasarananya BAZNAS cukup besar,” katanya.

Tak berhenti pada pangan dan kesehatan, BAZNAS juga memberikan perhatian terhadap kebersihan lingkungan selama Muktamar.

Sebanyak 200 relawan dari unsur masyarakat dan mustahik dilibatkan dalam kegiatan pengelolaan sampah di area Muktamar. Para relawan bertugas memberikan edukasi, memilah, hingga mengumpulkan sampah yang dihasilkan selama kegiatan.

Langkah ini dilakukan untuk menjaga kawasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum tetap bersih, sehat, dan nyaman di tengah aktivitas Muktamar yang berlangsung padat.

Kehadiran BAZNAS di Muktamar NU ke-35 menunjukkan bahwa pengelolaan zakat tidak berhenti pada penyaluran bantuan langsung. Zakat dapat dikembangkan menjadi program yang menyentuh berbagai sektor, mulai dari pangan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, hingga kepedulian terhadap lingkungan.

Melalui dukungan tersebut, BAZNAS berupaya memastikan dana zakat yang dihimpun dari masyarakat dapat memberikan manfaat yang semakin luas.

Zakat bukan sekadar kewajiban yang ditunaikan, tetapi amanah yang ketika dikelola secara tepat dapat menghadirkan manfaat nyata bagi umat dan masyarakat.

BAZNAS hadir, bergerak bersama umat, dan menghadirkan kemaslahatan di tengah masyarakat.

03/09/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa
Dari Dapur Umum BAZNAS, Penyintas Gempa NTT Bangkit dan Menguatkan Sesama

MANGGARAI — Gempa memang meruntuhkan rumah Mashita. Namun, bencana itu tak mampu meruntuhkan semangatnya untuk membantu sesama.

Di tengah duka karena rumah keluarganya terdampak dan sebagian runtuh akibat gempa, Mashita justru memilih berdiri di antara para relawan Dapur Umum Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS).

Setiap pagi, selepas menunaikan salat Subuh, guru di Pondok Pesantren Pancasila Reok itu ikut menyiapkan makanan bagi warga yang terdampak gempa.

Bagi Mashita, membantu sesama menjadi cara untuk tetap kuat.

Mashita merupakan warga Desa Salama, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Gempa yang mengguncang wilayah tersebut meninggalkan luka mendalam bagi keluarganya. Rumah tempat tinggalnya bersama keluarga mengalami kerusakan parah.

Kedua orang tuanya hingga kini masih bertahan di posko pengungsian karena kondisi rumah belum memungkinkan untuk ditempati kembali.

Saat gempa terjadi, Mashita sedang berada di Pondok Pesantren Pancasila Reok, tempat ia mengabdikan diri sebagai guru.

Ketika tanah berguncang hebat, suasana panik pun terjadi. Bersama para santri, Mashita segera berhamburan menuju tempat yang lebih aman.

Namun, di tengah kepanikan itu, ia memilih memastikan para santri terlebih dahulu berada dalam kondisi selamat.

Setelah seluruh santri berkumpul di tempat terbuka, barulah pikirannya tertuju kepada kedua orang tuanya di rumah.

Ia segera menghubungi mereka.

Syukur, kedua orang tuanya selamat.

Bagi Mashita, rumah yang rusak mungkin masih bisa dibangun kembali. Namun keselamatan orang-orang tercinta adalah hal yang jauh lebih berharga.

Ketika BAZNAS membuka dapur umum di Pondok Pesantren Pancasila Reok, ia justru ikut bergabung menjadi relawan.

Bersama relawan lainnya, Mashita membantu menyiapkan sekitar 250 porsi makanan setiap hari.

Makanan tersebut kemudian didistribusikan ke sejumlah kampung dan posko mandiri, khususnya bagi warga yang belum mendapatkan bantuan atau wilayah yang logistiknya belum sepenuhnya masuk.

Bagi Mashita, seporsi makanan yang disiapkan dari dapur umum bukan sekadar bantuan pangan.

Lebih dari itu, makanan tersebut menjadi simbol bahwa para penyintas tidak sedang menghadapi bencana sendirian.

"Alhamdulillah, saya berterima kasih kepada BAZNAS yang sudah menyediakan dapur umum. Ini sangat membantu, baik bagi warga sekitar maupun bagi saya pribadi," ujar Mashita.

Sebagai seseorang yang turut merasakan dampak gempa, Mashita memahami betul bagaimana rasanya kehilangan rasa aman.

Namun pengalaman tersebut justru menguatkan keinginannya untuk membantu warga lain yang mengalami nasib serupa.

"Walaupun rumah saya terdampak dan sebagian runtuh, semangat saya tidak akan pernah runtuh untuk membantu teman-teman yang juga terdampak. Karena sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain," katanya.

Dapur Umum BAZNAS kini bukan hanya menjadi tempat memasak dan menyalurkan makanan.

Di tempat itu, tumbuh semangat saling menguatkan.

Mashita yang datang sebagai penyintas, kini ikut mengambil peran membantu penyintas lainnya.

Ia tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga ikut menyiapkan dan menyalurkan bantuan bagi warga yang membutuhkan.

Rumahnya mungkin belum kembali seperti semula.

Kedua orang tuanya pun masih bertahan di posko pengungsian.

Namun, di tengah keterbatasan, Mashita memilih untuk tetap bergerak.

Dari dapur umum BAZNAS, ia belajar bahwa bangkit tidak selalu berarti telah kembali memiliki rumah yang utuh.

Terkadang, bangkit berarti tetap mampu mengulurkan tangan kepada orang lain, meski diri sendiri sedang berada dalam keterbatasan.

Mashita pun berharap kepedulian para dermawan terus mengalir untuk membantu para penyintas gempa di NTT.

"Harapan saya ke depan ada uluran tangan dari para dermawan yang ikhlas membantu para penyintas gempa. Bantuan tersebut tidak harus sekaligus, tetapi bisa diberikan secara perlahan, bukan hanya untuk saya, tetapi juga untuk teman-teman lain yang rumah dan kehidupannya terdampak gempa," ucapnya.

Kisah Mashita menjadi pengingat bahwa di tengah bencana, harapan dapat lahir dari mana saja.

Bahkan dari mereka yang sedang kehilangan.

Dari sebuah dapur umum, Mashita membuktikan satu hal: gempa boleh meruntuhkan bangunan, tetapi kepedulian dan semangat kemanusiaan tidak boleh ikut runtuh.

BAZNAS melalui berbagai program tanggap bencana terus berupaya hadir untuk membantu masyarakat yang terdampak, mulai dari pemenuhan kebutuhan pangan hingga pendampingan bagi para penyintas. Sebab, zakat bukan sekadar tentang memberi bantuan, tetapi juga tentang menguatkan harapan dan membangkitkan sesama.

27/08/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa

Berita Terbaru

BAZNAS RI Terima Rp80 Juta Bantuan Kemanusiaan dari UPZ KPK untuk Penyintas Banjir Sumatra
BAZNAS RI Terima Rp80 Juta Bantuan Kemanusiaan dari UPZ KPK untuk Penyintas Banjir Sumatra
Jakarta – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menerima bantuan kemanusiaan sebesar Rp80 juta dari Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mendukung penanganan bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Nilai bantuan tersebut masih berpotensi bertambah. Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Ketua KPK Setyo Budiyanto dan diterima langsung oleh Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., di Gedung KPK RI, Jakarta, Rabu (7/1/2026). Penyerahan tersebut turut disaksikan Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto, Wakil Ketua KPK Ibnu Basuki Widodo, Ketua Dewan Pengawas KPK Gusrizal, serta jajaran pimpinan KPK lainnya. Ketua BAZNAS RI Kiai Noor Achmad menyampaikan apresiasi atas kepercayaan KPK yang menyalurkan bantuan kemanusiaan melalui BAZNAS. Ia menegaskan, dukungan tersebut sangat berarti mengingat tingginya kebutuhan masyarakat terdampak bencana di wilayah Sumatra. “Kebutuhan di Sumatra saat ini sangat luar biasa. Apa yang diberikan oleh KPK akan sangat membantu saudara-saudara kita yang sedang menghadapi masa sulit,” ujar Kiai Noor. Ia mengungkapkan, sejak awal masa tanggap darurat, BAZNAS telah mendirikan 117 posko kebencanaan di wilayah Sumatra. Dari jumlah tersebut, sebanyak 53 posko aktif melayani dapur umum dan layanan kesehatan. “Hingga hari ini, sejak hari pertama bencana, BAZNAS telah menyalurkan lebih dari tiga juta porsi makanan melalui dapur umum yang kami operasikan,” jelasnya. Memasuki fase pemulihan, BAZNAS kini memfokuskan bantuan pada tiga program utama, yakni Kembali ke Sekolah, Kembali ke Kerja, dan Kembali ke Rumah. Ketiga program ini dirancang untuk memulihkan layanan dasar, menggerakkan kembali aktivitas ekonomi masyarakat, serta menyediakan hunian layak bagi penyintas bencana. Pada program Kembali ke Sekolah, BAZNAS telah menyiapkan sekitar 20 ribu set seragam sekolah lengkap dengan sepatu, tas, dan topi bagi anak-anak terdampak bencana. “Kami ingin memastikan anak-anak dapat segera kembali belajar dengan layak dan tidak kehilangan masa depan akibat bencana,” kata Kiai Noor. Sementara itu, program Kembali ke Kerja difokuskan untuk membantu pelaku UMKM agar dapat kembali menjalankan aktivitas ekonomi. Adapun program Kembali ke Rumah menargetkan pembangunan sekitar 360 unit rumah di tiga provinsi terdampak, dengan nilai bantuan masing-masing unit mencapai Rp75 juta. Kiai Noor menegaskan, langkah BAZNAS dalam membantu masyarakat Sumatra merupakan bagian dari sinergi dengan pemerintah dan berbagai pihak. “Dukungan dari KPK ini sangat berarti dan diharapkan dapat memicu semakin banyak pihak untuk turut membantu. Ini insya Allah menjadi amal jariah. Amal jariah tidak hanya berupa uang, tetapi juga kebijakan dan kepedulian,” ujarnya. Sementara itu, Ketua KPK Setyo Budiyanto menyampaikan duka mendalam atas musibah bencana yang menimpa masyarakat di sejumlah wilayah Sumatra. Ia menegaskan, bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan keikhlasan seluruh pegawai KPK terhadap para penyintas bencana. “Meski nilainya terbatas, kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah,” ujarnya. Setyo juga menegaskan, KPK mempercayakan penyaluran bantuan tersebut kepada BAZNAS karena rekam jejak dan kapasitas kelembagaannya yang dinilai kredibel dan berpengalaman dalam penyaluran dana zakat dan bantuan sosial. “Kami melihat track record BAZNAS yang sangat baik, baik secara kelembagaan maupun dalam praktik penyaluran bantuan yang cepat dan tepat sasaran,” katanya. Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua KPK Ibnu Basuki Widodo menegaskan bahwa KPK tidak hanya menjalankan fungsi penegakan hukum, tetapi juga hadir untuk menumbuhkan kepedulian sosial di tengah masyarakat, terutama dalam situasi kebencanaan. “KPK hadir untuk saling peduli dan saling menyayangi, termasuk melalui bantuan bagi saudara-saudara kita yang terdampak bencana di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara,” tuturnya.
BERITA07/01/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Dampingi Pemulihan Psikososial Siswa Penyintas Bencana di Pidie Jaya
BAZNAS Dampingi Pemulihan Psikososial Siswa Penyintas Bencana di Pidie Jaya
Pidie Jaya — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI memberikan layanan dukungan psikososial kepada siswa-siswa penyintas banjir bandang dan longsor di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh. Pendampingan ini ditujukan untuk membantu pemulihan kondisi mental dan emosional anak-anak yang terdampak bencana. Layanan psikososial dilaksanakan di dua sekolah terdampak, yakni SD Negeri 6 Simpang Tiga Meureudu dan MIN 1 Meureudu Pidie Jaya. Kegiatan tersebut melibatkan fasilitator terlatih yang memberikan pendampingan secara terstruktur, dengan pendekatan ramah anak dan sesuai kebutuhan psikologis siswa. Wakil Ketua BAZNAS RI H. Mokhamad Mahdum, Ph.D., yang didampingi Pimpinan BAZNAS RI Bidang Koordinasi Nasional H. Achmad Sudrajat, Lc., MA., mengatakan bahwa dukungan psikososial merupakan kebutuhan mendesak bagi anak-anak korban bencana. “Anak-anak adalah kelompok paling rentan dalam situasi bencana. Mereka bukan hanya kehilangan rasa aman, tetapi juga berpotensi mengalami guncangan psikologis yang dapat berdampak jangka panjang jika tidak ditangani secara tepat,” kata Mahdum saat meninjau langsung kegiatan pendampingan di Pidie Jaya. Menurut Mahdum, layanan psikososial bertujuan membantu siswa mengenali dan mengelola perasaan takut, cemas, serta trauma yang muncul pascabencana. Pada saat yang sama, pendampingan ini diarahkan untuk menumbuhkan kembali rasa aman, kepercayaan diri, dan semangat belajar anak-anak. Pendekatan yang digunakan bersifat edukatif dan partisipatif. Fasilitator mengajak siswa terlibat dalam berbagai aktivitas, seperti permainan edukatif, diskusi kelompok, serta kegiatan kreatif yang disesuaikan dengan usia dan kondisi psikologis mereka. Mahdum menilai, sekolah memiliki peran strategis sebagai ruang pemulihan bagi anak-anak penyintas bencana. Oleh karena itu, pelaksanaan layanan psikososial di lingkungan sekolah diharapkan dapat membantu siswa kembali menjalani proses belajar-mengajar secara lebih optimal. “Kami berharap sekolah dapat kembali menjadi ruang yang aman dan nyaman, sehingga anak-anak bisa melanjutkan pendidikan tanpa dibayangi trauma akibat bencana,” ujarnya. Ia menambahkan, penanganan dampak bencana tidak cukup hanya dengan pemenuhan kebutuhan logistik dan fisik. Pemulihan mental dan emosional masyarakat terdampak, khususnya anak-anak, menjadi bagian penting dari upaya rehabilitasi pascabencana. “BAZNAS berkomitmen melakukan penanganan bencana secara menyeluruh. Kami akan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak agar pemulihan di Pidie Jaya dapat berjalan secara berkelanjutan dan tepat sasaran,” kata Mahdum. Melalui layanan dukungan psikososial tersebut, BAZNAS berharap anak-anak penyintas bencana di Pidie Jaya dapat bangkit dari trauma, kembali bersemangat belajar, dan melanjutkan pendidikan mereka secara lebih baik.
BERITA07/01/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Sambut Ramadan, BAZNAS Salurkan Peralatan Ibadah untuk Masjid Terdampak Banjir di Sumatra Barat
Sambut Ramadan, BAZNAS Salurkan Peralatan Ibadah untuk Masjid Terdampak Banjir di Sumatra Barat
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menyalurkan bantuan peralatan ibadah bagi masjid dan musala yang terdampak banjir dan longsor di Sumatra Barat, Selasa, 6 Januari 2026. Bantuan tersebut diberikan menjelang masuknya bulan Ramadan agar aktivitas ibadah masyarakat dapat kembali berjalan dengan nyaman. Sejumlah rumah ibadah yang menerima bantuan antara lain Masjid Harakatul Quran, Masjid Syuhada Jorong Laweh, serta Musala Daarul Huffazh MAN 1 Agam. Bantuan diserahkan langsung oleh Pimpinan BAZNAS RI Bidang SDM, Keuangan, dan Umum Kolonel CAJ (Purn.) Drs. Nur Chamdani bersama Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan Dr. H. Rizaludin Kurniawan. Penyerahan bantuan turut disaksikan Wakil Bupati Agam, Muhammad Iqbal. Rizaludin mengatakan, bencana banjir dan longsor yang melanda wilayah Sumatra pada November 2025 lalu tidak hanya merusak permukiman warga, tetapi juga fasilitas umum, termasuk masjid dan musala. “Banyak perlengkapan ibadah seperti karpet, mukena, sajadah, dan Al-Qur’an rusak atau hanyut sehingga tidak bisa lagi digunakan,” kata Rizaludin. Melalui Program Kembali ke Masjid, BAZNAS menyalurkan bantuan berupa 30 ribu sarung dan mukena, 30 ribu mushaf Al-Qur’an, karpet masjid, serta paket sound system. Bantuan tersebut didistribusikan secara bertahap di 500 titik terdampak bencana di Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. “Kami ingin memastikan masyarakat bisa kembali beribadah dengan layak. Ramadan sudah dekat, jadi kebutuhan masjid harus segera dipenuhi,” ujar Rizaludin. Ia menegaskan BAZNAS akan terus memobilisasi bantuan bersama BAZNAS provinsi dan kabupaten/kota, terutama pada masa transisi rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Rizaludin juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Agam atas dukungan dalam penyaluran bantuan tersebut. Wakil Bupati Agam Muhammad Iqbal menyambut baik bantuan yang diberikan BAZNAS RI. Menurut dia, perlengkapan ibadah sangat dibutuhkan masyarakat menjelang Ramadan. “Kami berharap masjid-masjid kembali ramai dan aktivitas ibadah berjalan normal,” katanya. Apresiasi juga disampaikan Pengasuh Pondok Pesantren Harakatul Quran, Syukur Usman. Ia menyebut bantuan tersebut menjadi penyemangat untuk bangkit pascabencana. “Meski bangunan kami runtuh, insya Allah iman tetap teguh. Kami akan terus berjuang mendidik generasi dengan Al-Qur’an,” ujarnya. Hal senada diungkapkan pengurus Masjid Syuhada Jorong Laweh, Sam Sumar Datuk Tan Marajo. Ia berharap bantuan tidak hanya berhenti pada perlengkapan ibadah, tetapi juga berlanjut pada pemulihan bangunan masjid. “Kami mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS atas perhatian dan kepeduliannya,” kata dia.
BERITA06/01/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Kembali ke Sekolah Bersama BAZNAS, Ribuan Perlengkapan Belajar Mengalir ke Empat Titik Terdampak Bencana di Sumbar
Kembali ke Sekolah Bersama BAZNAS, Ribuan Perlengkapan Belajar Mengalir ke Empat Titik Terdampak Bencana di Sumbar
Padang – Harapan kembali menyala di ruang-ruang kelas Sumatra Barat. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI melalui Program Kembali ke Sekolah Bersama BAZNAS menyalurkan bantuan paket perlengkapan belajar bagi siswa di empat lembaga pendidikan yang terdampak banjir dan longsor. Bantuan pendidikan tersebut disalurkan ke MTs Harakatul Quran Kota Padang, MTs/MA PPMTI Batang Kabung, SMA Muhammadiyah Palembayan, dan MAN 1 Agam. Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh jajaran Pimpinan BAZNAS RI dan dihadiri Wakil Bupati Agam, H. Muhammad Iqbal, SE, M.Com. Pimpinan BAZNAS RI Bidang SDM, Keuangan, dan Umum, Kol. CAJ (Purn.) Drs. Nur Chamdani, menegaskan bantuan ini merupakan amanah langsung dari para muzaki di seluruh Indonesia. “Insya Allah bantuan ini tepat sasaran dan dikelola dengan prinsip 3A: Aman Syar’i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI,” ujar Nur Chamdani saat penyaluran bantuan di Padang, Selasa (6/1/2026). Nur Chamdani mengungkapkan, sejumlah sekolah mengalami kerusakan fisik cukup parah akibat bencana, sehingga dukungan segera diperlukan agar proses belajar-mengajar bisa kembali berjalan normal. “Bantuan yang diberikan berupa tas sekolah, sepatu, hingga seragam. Ke depan, BAZNAS juga menyiapkan program lanjutan berupa revitalisasi sekolah serta insentif bagi para guru,” jelasnya. Sebagai lembaga pemerintah nonstruktural, BAZNAS, lanjut Nur Chamdani, berkomitmen penuh mendukung program pemerintah pusat dan daerah, terutama pada fase transisi kebencanaan hingga rehabilitasi dan rekonstruksi. Tak tanggung-tanggung, BAZNAS telah menyiapkan sekitar 20 ribu paket bantuan pendidikan yang akan disalurkan secara bertahap. “Tahap awal diprioritaskan untuk sekolah swasta, kemudian MAN, dan selanjutnya sekolah negeri lainnya, sesuai hasil asesmen di lapangan,” ungkapnya. Momentum kembalinya aktivitas sekolah yang beriringan dengan menyambut bulan Ramadan diharapkan dapat membangkitkan solidaritas masyarakat terhadap para korban bencana di Sumatra dan Aceh. “Terima kasih kepada seluruh muzaki. BAZNAS akan terus memobilisasi bantuan secara cepat, tepat, dan aman,” tegas Nur Chamdani. Sementara itu, Wakil Bupati Agam H. Muhammad Iqbal menyampaikan apresiasi atas kepedulian BAZNAS terhadap dunia pendidikan pascabencana. “Bantuan ini sangat berarti bagi anak-anak kami yang terdampak langsung dan harus segera kembali belajar,” ujarnya. Apresiasi juga datang dari Kepala SMA Muhammadiyah Palembayan, Puspa Nalfirah, yang menyebut bantuan tersebut sebagai energi kebangkitan bagi sekolah dan siswa. “Sebagian seragam siswa hanyut terbawa banjir bandang. Bantuan ini sangat membantu dan memberi semangat baru bagi anak-anak,” katanya. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua BAZNAS Sumatra Barat Dr. H. Buchari M, M.Ag, Wakil Ketua I Afrianyo Korga, S.Pd.I, M.Pd, Wakil Ketua II Dr. Busral, S.Ag, MA, Wakil Ketua III Ir. H. Firdaus, M.Si, dan Wakil Ketua IV Drs. H. Nurman Agus, beserta jajaran.
BERITA06/01/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Kembali ke Sekolah Bersama BAZNAS, Ribuan Paket Perlengkapan Belajar Disalurkan untuk Siswa Penyintas Banjir di Sumatra
Kembali ke Sekolah Bersama BAZNAS, Ribuan Paket Perlengkapan Belajar Disalurkan untuk Siswa Penyintas Banjir di Sumatra
Jakarta – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menyalurkan bantuan paket perlengkapan belajar bagi siswa penyintas banjir di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara. Bantuan ini merupakan bagian dari program Kembali ke Sekolah Bersama BAZNAS yang bertujuan memastikan anak-anak tetap memperoleh akses pendidikan pascabencana. Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., mengatakan program tersebut menjadi bentuk komitmen BAZNAS dalam menjaga keberlangsungan pendidikan anak-anak di tengah keterbatasan akibat bencana. “BAZNAS berkomitmen memastikan pendidikan anak-anak tetap berjalan. Keterbatasan ekonomi akibat bencana tidak boleh menjadi penghalang bagi mereka untuk terus belajar,” ujar Kiai Noor saat penyaluran bantuan di Aceh, Senin (5/1/2026). Secara keseluruhan, BAZNAS menyalurkan 20.000 paket perlengkapan siswa yang terdiri dari tas sekolah, sepatu, dan seragam. Bantuan tersebut didistribusikan secara bertahap kepada siswa di tiga provinsi terdampak banjir di wilayah Sumatra. Selain bantuan pendidikan, BAZNAS juga menyalurkan perlindungan sosial dan keagamaan melalui distribusi 30.000 sarung dan mukena, 30.000 mushaf Al-Qur’an, serta karpet dan paket sound system masjid yang disalurkan di 500 titik wilayah terdampak bencana. “Wilayah Sumatra masih menjadi perhatian kami karena sejumlah daerah masih merasakan dampak banjir dan longsor yang berimbas langsung pada keberlangsungan pendidikan dan kehidupan sosial masyarakat,” kata Kiai Noor. BAZNAS menegaskan akan terus hadir mendampingi masyarakat terdampak bencana, tidak hanya pada fase tanggap darurat, tetapi juga pada tahap pemulihan jangka menengah dan panjang, termasuk memastikan anak-anak dapat kembali bersekolah. “Semoga ikhtiar ini dapat memberikan manfaat, menguatkan semangat anak-anak untuk terus belajar, serta menjadi keberkahan bagi para muzaki dan seluruh pihak yang terlibat,” harap Kiai Noor. Kegiatan pendistribusian bantuan tersebut turut dihadiri jajaran Pimpinan BAZNAS RI, di antaranya Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan, MA., Pimpinan Bidang Pengumpulan Dr. H. Rizaludin Kurniawan, M.Si., CFRM., Pimpinan Bidang SDM, Keuangan, dan Umum Kol. CAJ (Purn.) Drs. Nur Chamdani, serta pimpinan BAZNAS provinsi dan kabupaten/kota setempat.
BERITA05/01/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Layani Kesehatan Ribuan Penyintas Banjir di Sumatra
BAZNAS Layani Kesehatan Ribuan Penyintas Banjir di Sumatra
Aceh Tamiang – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI terus menegaskan perannya sebagai garda terdepan kemanusiaan dalam penanganan bencana hidrometeorologi di Sumatra. Sejak November 2025 hingga awal Januari 2026, BAZNAS telah memberikan layanan kesehatan kepada lebih dari 4.000 penyintas banjir di Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Jumlah penerima manfaat ini masih terus bertambah seiring berlanjutnya respons darurat di lapangan. Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menegaskan bahwa layanan kesehatan menjadi pilar utama dalam upaya melindungi kelompok rentan pascabencana, terutama anak-anak, lansia, dan warga yang tinggal di lokasi pengungsian. “BAZNAS memastikan masyarakat terdampak tetap memperoleh layanan kesehatan yang layak. Penanganan kesehatan menjadi prioritas karena sangat menentukan proses pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat secara menyeluruh,” ujar Kiai Noor saat meninjau layanan kemanusiaan di Aceh Tamiang, Senin (5/1/2026). Di Provinsi Aceh, BAZNAS telah menyalurkan layanan kesehatan kepada 462 penerima manfaat, meliputi pemeriksaan medis, pemberian obat-obatan, serta dukungan kesehatan di sejumlah kabupaten terdampak banjir. Sementara di Sumatra Utara, layanan kesehatan menjangkau 1.841 penyintas, yang tersebar di kawasan pengungsian maupun permukiman warga terdampak. Adapun di Sumatra Barat, BAZNAS memberikan layanan kesehatan kepada lebih dari 1.736 penerima manfaat, melalui pemeriksaan kesehatan, pengobatan, serta distribusi obat-obatan untuk mencegah meluasnya penyakit pascabencana. “Semoga ikhtiar kemanusiaan ini memberi manfaat nyata bagi masyarakat, mempercepat pemulihan kesehatan para penyintas, serta menjadi keberkahan bagi para muzaki dan seluruh pihak yang telah mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya melalui BAZNAS,” ungkap Kiai Noor. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan, MA., menjelaskan bahwa layanan kesehatan tersebut dijalankan oleh tim medis Rumah Sehat BAZNAS, yang terdiri dari dokter, perawat, apoteker, dan bidan, dengan dukungan jejaring BAZNAS provinsi serta kabupaten/kota. “Layanan kesehatan BAZNAS tidak hanya bersifat kuratif, tetapi juga preventif. Kami melakukan edukasi kesehatan, pencegahan penyakit di lingkungan pengungsian, serta memberikan layanan psikososial bagi anak-anak penyintas agar mereka tetap terlindungi secara fisik dan mental,” kata Saidah. Hingga 4 Januari 2026, BAZNAS tercatat telah menyalurkan berbagai bentuk bantuan kemanusiaan kepada 122.133 penerima manfaat di wilayah Sumatra. Bantuan tersebut mencakup layanan dapur umum, layanan kesehatan, distribusi logistik pangan dan nonpangan, penyediaan air bersih, dukungan psikososial, bantuan pendidikan, serta berbagai layanan pendukung lainnya sebagai bagian dari respons terpadu BAZNAS dalam menghadapi bencana hidrometeorologi.
BERITA05/01/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Salurkan 13.000 Paket Logistik untuk Penyintas Bencana di Sumatra
BAZNAS Salurkan 13.000 Paket Logistik untuk Penyintas Bencana di Sumatra
Jakarta – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI terus memperkuat respons kemanusiaan bagi masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi di wilayah Sumatra. Sejak 26 November 2025 hingga awal Januari 2026, BAZNAS telah menyalurkan sebanyak 13.000 paket logistik keluarga kepada para penyintas di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Dari total bantuan tersebut, 6.488 paket disalurkan di Provinsi Aceh, 4.000 paket di Provinsi Sumatra Utara, dan 3.500 paket di Provinsi Sumatra Barat. Bantuan ini difokuskan untuk memenuhi kebutuhan pokok masyarakat yang terdampak bencana. “Paket logistik keluarga ini disalurkan untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari. BAZNAS berupaya hadir dan mendampingi para penyintas agar tetap memiliki ketahanan di tengah situasi sulit. Jumlah bantuan juga masih akan terus bertambah menyesuaikan kebutuhan di lapangan,” ujar Pimpinan BAZNAS RI, Kiai Noor. Selain logistik keluarga, BAZNAS juga menyalurkan berbagai bantuan kemanusiaan lainnya, seperti layanan dapur umum, layanan kesehatan, distribusi logistik pangan dan nonpangan, penyediaan air bersih, layanan dukungan psikososial, bantuan pendidikan, hingga perlengkapan ibadah. Seluruh bantuan tersebut merupakan bagian dari respons terpadu penanganan bencana di wilayah Sumatra. Memasuki fase pemulihan, BAZNAS mulai menyiapkan program recovery untuk membantu masyarakat bangkit pascabencana. Program ini difokuskan pada pemulihan kehidupan sosial, pendidikan, dan ekonomi, agar aktivitas warga dapat kembali berjalan secara bertahap. “Bantuan recovery menjadi bagian penting dari pendampingan jangka menengah dan panjang BAZNAS. Kami tidak hanya hadir saat darurat, tetapi juga memastikan masyarakat dapat pulih dan kembali mandiri,” jelas Kiai Noor. Kiai Noor turut menyampaikan apresiasi kepada para mitra kemanusiaan, relawan, serta muzaki yang telah mempercayakan penyaluran zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS. “Terima kasih atas kepercayaan dan dukungan seluruh pihak. Semoga kolaborasi dan kepedulian ini membawa keberkahan serta manfaat nyata bagi saudara-saudara kita yang terdampak bencana,” pungkasnya. Hingga 4 Januari 2026, BAZNAS tercatat telah menyalurkan berbagai bentuk bantuan kemanusiaan kepada 122.133 penerima manfaat di wilayah Sumatra.
BERITA05/01/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS RI Gerak Cepat, 116 Ribu Korban Bencana di Sumatra Terima Bantuan Kemanusiaan
BAZNAS RI Gerak Cepat, 116 Ribu Korban Bencana di Sumatra Terima Bantuan Kemanusiaan
Jakarta – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bergerak cepat menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi korban bencana alam di berbagai wilayah Sumatra. Total 116.054 jiwa tercatat menerima manfaat dari respons kemanusiaan yang digelar BAZNAS. Bantuan yang disalurkan mencakup kebutuhan paling mendesak di lokasi bencana, mulai dari dapur umum, makanan siap santap, paket logistik keluarga, layanan kesehatan, air bersih, hygiene kit, hingga dukungan psikososial bagi para penyintas. BAZNAS juga menurunkan personel BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) untuk membantu evakuasi dan pelayanan pengungsi. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, menegaskan kehadiran BAZNAS di tengah korban bencana merupakan amanah kemanusiaan dari pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS). “BAZNAS berkomitmen untuk selalu hadir dan bergerak cepat membantu masyarakat terdampak bencana. Ini adalah bentuk solidaritas para muzaki yang kami salurkan tepat sasaran kepada para penyintas,” kata Saidah dalam keterangan tertulis, Senin (29/12/2025). Menurut Saidah, bantuan tidak hanya difokuskan pada fase darurat, tetapi juga memperhatikan aspek kesehatan, kebersihan, dan pemulihan psikologis korban. “Kami menyesuaikan bantuan dengan kebutuhan di lapangan, mulai dari makanan melalui dapur umum, layanan kesehatan, air bersih, paket kebersihan, hingga dukungan psikososial agar benar-benar dirasakan manfaatnya,” jelasnya. Saidah menambahkan, tim BTB diterjunkan langsung ke lokasi untuk memastikan distribusi bantuan berjalan efektif dan terkoordinasi dengan berbagai pihak. “Tim kami mendukung proses evakuasi, pelayanan pengungsi, serta pendistribusian bantuan. Pemantauan terus dilakukan agar wilayah paling terdampak menjadi prioritas,” ujarnya. Tak berhenti di fase tanggap darurat, BAZNAS juga menyiapkan langkah pemulihan pascabencana agar masyarakat dapat kembali bangkit. “BAZNAS akan melanjutkan program pemulihan dan pendayagunaan, agar para penyintas tidak hanya bertahan, tetapi kembali mandiri secara ekonomi dan sosial,” tuturnya. Di akhir pernyataannya, Saidah menyampaikan apresiasi kepada para muzaki dan donatur yang telah mempercayakan penyaluran ZIS melalui BAZNAS. “Terima kasih atas kepercayaan masyarakat. Dukungan ini menjadi kekuatan utama kami untuk terus membantu saudara-saudara kita yang tertimpa musibah,” pungkasnya.
BERITA29/12/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Salurkan 24.000 Liter Air Bersih untuk Penyintas Banjir dan Longsor di Sibolga
BAZNAS Salurkan 24.000 Liter Air Bersih untuk Penyintas Banjir dan Longsor di Sibolga
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) kembali menegaskan perannya sebagai garda terdepan dalam aksi kemanusiaan. Kali ini, BAZNAS menyalurkan 24.000 liter air bersih bagi masyarakat terdampak banjir dan tanah longsor di Aek Manis, Kecamatan Sibolga Selatan, Kota Sibolga, Sumatra Utara. Bantuan tersebut merupakan bagian dari respons cepat BAZNAS terhadap bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, dengan fokus utama pada pemenuhan kebutuhan dasar para penyintas. Air bersih menjadi kebutuhan paling krusial di masa pascabencana. Banjir dan longsor kerap merusak sumber air warga, mencemari sumur dan saluran air dengan lumpur, limbah, serta bakteri berbahaya. Kondisi ini tidak hanya menyulitkan masyarakat memperoleh air layak konsumsi, tetapi juga meningkatkan risiko berbagai penyakit akibat sanitasi yang buruk. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, MA., menegaskan bahwa pemenuhan kebutuhan dasar merupakan prioritas utama dalam penanganan bencana. “Dalam kondisi darurat, akses terhadap air bersih sering kali terputus. Padahal air adalah kebutuhan paling mendasar untuk menjaga kesehatan dan keberlangsungan hidup para penyintas,” ujarnya. Penyaluran air bersih ini diperuntukkan bagi kebutuhan minum, memasak, serta menjaga kebersihan diri dan lingkungan warga terdampak. Ketersediaan air yang cukup juga berperan penting dalam mencegah penyakit pascabanjir, seperti diare, infeksi kulit, dan gangguan pencernaan, yang kerap mengancam masyarakat di wilayah bencana. Menurut Saidah, kehadiran BAZNAS di tengah masyarakat tidak hanya sebatas memberikan bantuan material, tetapi juga menghadirkan rasa aman dan harapan bagi para penyintas. “Air bersih bukan sekadar bantuan fisik. Ini adalah bentuk kepedulian agar masyarakat tetap bisa bertahan dan menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih layak di tengah keterbatasan,” tuturnya. Proses distribusi dilakukan oleh BAZNAS bersama para relawan di lapangan dengan pendekatan berbasis kebutuhan lokal. Langkah ini dilakukan agar bantuan benar-benar tepat sasaran dan dirasakan langsung oleh warga yang terdampak paling parah. Selain penyaluran air bersih, BAZNAS terus melakukan pemantauan kebutuhan lanjutan masyarakat di wilayah terdampak. Pendampingan ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan BAZNAS, mulai dari masa tanggap darurat hingga tahap pemulihan pascabencana. BAZNAS juga mengajak masyarakat luas untuk turut berpartisipasi dalam membantu pemulihan wilayah terdampak bencana di Sumatra melalui zakat, infak, dan sedekah. Dukungan publik menjadi kekuatan penting agar bantuan kemanusiaan dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak penyintas. “Kami mengajak masyarakat untuk tidak menunda kebaikan. Setiap zakat, infak, dan sedekah yang disalurkan melalui BAZNAS akan segera dimanfaatkan untuk membantu saudara-saudara kita yang terdampak bencana,” pungkas Saidah. Untuk memudahkan masyarakat berdonasi, BAZNAS menyediakan berbagai kanal resmi, mulai dari transfer ke rekening BAZNAS, kanal digital, hingga melalui laman baznas.go.id/sedekahbencana. Melalui sinergi ini, BAZNAS berharap semangat solidaritas dan kepedulian sosial terus tumbuh, sehingga para penyintas dapat bangkit dan menata kembali kehidupan mereka dengan lebih baik.
BERITA24/12/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Tutup Bootcamp Santripreneur Kuliner 2025, Siapkan Santri Jadi Motor Ekonomi Nasional
BAZNAS Tutup Bootcamp Santripreneur Kuliner 2025, Siapkan Santri Jadi Motor Ekonomi Nasional
Jakarta – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI resmi menutup rangkaian Bootcamp BAZNAS Santripreneur Kompetisi Klaster Kuliner 2025 yang digelar di Yayasan Bina Cendikia, Rabu (24/12/2025). Program ini menjadi bagian dari langkah strategis BAZNAS dalam mendorong santri tampil sebagai pelaku usaha mandiri sekaligus penggerak ekonomi nasional. Penutupan bootcamp menandai berakhirnya tahapan pelatihan intensif bagi santri dan alumni pesantren yang mengikuti kompetisi wirausaha berbasis kuliner. Melalui program ini, BAZNAS menegaskan komitmennya menjadikan zakat sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi umat yang berkelanjutan. Deputi II BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Dr. H. M. Imdadun Rahmat, M.Si., menegaskan bahwa program Santripreneur tidak semata berorientasi pada kompetisi, tetapi pada pembentukan karakter dan keberlanjutan usaha. “BAZNAS Santripreneur bukan sekadar lomba. Ini adalah proses membangun mental wirausaha, meningkatkan kapasitas bisnis, dan memastikan santri mampu mandiri secara ekonomi,” ujar Imdadun. Ia menilai, sektor kuliner menjadi pilihan strategis karena memiliki pasar luas dan dekat dengan kebutuhan masyarakat. Selain itu, nilai-nilai yang dimiliki santri dinilai menjadi keunggulan tersendiri. “Santri memiliki modal kejujuran, kedisiplinan, dan ketekunan. Ini adalah fondasi penting untuk menciptakan pelaku usaha yang tangguh dan berdaya saing,” tambahnya. BAZNAS Santripreneur Kompetisi Klaster Kuliner merupakan program nasional yang dirancang melalui tahapan seleksi ketat, pelatihan intensif (bootcamp), hingga pendampingan usaha. Tujuannya adalah meningkatkan kapasitas manajerial, inovasi produk, serta strategi pemasaran peserta agar mampu bertahan dan berkembang. Hingga 2025, program ini telah memberikan manfaat kepada 1.505 santripreneur yang berasal dari 28 provinsi dan 225 kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Angka ini menunjukkan luasnya jangkauan pemanfaatan dana zakat untuk pemberdayaan ekonomi pesantren. Dari sisi dampak ekonomi, BAZNAS mencatat rata-rata usaha peserta mengalami pertumbuhan sekitar 30 persen setelah mendapatkan pendampingan. Pendapatan santripreneur juga meningkat signifikan, dari rata-rata Rp2,36 juta menjadi Rp3,45 juta, menandakan efektivitas program dalam meningkatkan kesejahteraan mustahik. Antusiasme peserta pada klaster kuliner tahun ini pun terbilang tinggi. Sebanyak 335 pendaftar mengikuti seleksi awal. Dari jumlah tersebut, terpilih 100 peserta terbaik dari 18 provinsi, yang kemudian disaring kembali menjadi 50 santripreneur unggulan dari 42 kabupaten/kota dan 13 provinsi, terdiri dari 28 laki-laki dan 22 perempuan. Selama bootcamp, para peserta mendapatkan pembekalan intensif terkait manajemen usaha, inovasi produk, hingga strategi pemasaran agar mampu bersaing di pasar. Imdadun menegaskan, BAZNAS akan terus memperkuat ekosistem pemberdayaan santri ke depan. “Kami berharap program ini menjadi bukti bahwa santri bukan hanya penjaga nilai, tetapi juga mampu menjadi motor penggerak ekonomi nasional dan berkontribusi nyata dalam pembangunan ekonomi umat,” pungkasnya.
BERITA24/12/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
Bantu Guru Terdampak Bencana di Sumatra-Aceh, JSIT Indonesia Salurkan Donasi Rp1,1 Miliar lewat BAZNAS
Bantu Guru Terdampak Bencana di Sumatra-Aceh, JSIT Indonesia Salurkan Donasi Rp1,1 Miliar lewat BAZNAS
Jakarta – Kepedulian dunia pendidikan terhadap korban bencana kembali ditunjukkan. Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Indonesia menyalurkan donasi kemanusiaan sebesar Rp1,1 miliar melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI untuk membantu para guru, siswa, dan sekolah swasta yang terdampak bencana di wilayah Sumatra dan Aceh. Penyerahan donasi dilakukan secara simbolis di Kantor BAZNAS RI, Jakarta Timur, Rabu (24/12/2025). Bantuan tersebut difokuskan untuk menopang keberlangsungan pendidikan, khususnya para pendidik dan sekolah swasta yang terdampak langsung akibat bencana. Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, M.A. mengapresiasi konsistensi JSIT Indonesia dalam kerja-kerja kemanusiaan, baik untuk isu global seperti Palestina, maupun bencana di dalam negeri. “Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran JSIT Indonesia atas kepercayaan yang diberikan kepada BAZNAS. Donasi ini akan kami kelola dan salurkan secara profesional, amanah, dan sesuai dengan harapan, khususnya untuk membantu para guru di Aceh dan Sumatra,” ujar Kiai Noor. Ia menilai langkah JSIT menjadi contoh nyata bagaimana jaringan sekolah swasta di Indonesia saling menguatkan, terutama saat sekolah-sekolah di daerah bencana kehilangan sumber pendanaan utama. Menurutnya, sekolah swasta sangat bergantung pada SPP orang tua murid, baik untuk operasional gedung maupun kesejahteraan pendidik. Ketika bencana melanda, bangunan rusak, buku dan peralatan belajar hilang, kegiatan belajar mengajar pun terpaksa terhenti. “Dampak bencana tidak hanya merusak rumah, tapi juga memutus mata pencaharian. Banyak warga kehilangan pekerjaan karena sawah dan ladang rusak. Untuk makan mereka terbantu, tapi kebutuhan pekerjaan dan pendidikan masih menjadi tantangan,” jelas Kiai Noor. BAZNAS RI, lanjutnya, juga akan membangun sekolah sementara dan mushola sementara agar aktivitas pendidikan dan ibadah tetap berjalan. “Anak-anak kehilangan sekolah, seragam, buku, bahkan ruang belajar. Ini yang menjadi perhatian kami,” tambahnya. Sementara itu, Ketua Umum JSIT Indonesia Ahmad Fikri, M.Pd. mengatakan, donasi tersebut merupakan hasil penggalangan dana dari seluruh jaringan sekolah JSIT di berbagai daerah di Indonesia. “Alhamdulillah, hari ini JSIT Indonesia bisa menyalurkan donasi kemanusiaan untuk saudara-saudara kami di Sumatra dan Aceh. Kami ingin fokus membantu para guru dan sekolah-sekolah yang terdampak, karena merekalah yang sering kali luput dari perhatian,” ujarnya. Fikri menegaskan, donasi ini merupakan wujud kepedulian bersama dari siswa, guru, dan orang tua yang tergabung dalam JSIT Indonesia untuk meringankan beban korban bencana. Ia berharap, langkah ini dapat menginspirasi sekolah-sekolah lain agar turut berkontribusi membantu pemulihan sektor pendidikan di wilayah terdampak. “Dampak bencana ini sangat besar. Kami percaya BAZNAS mampu menyalurkan amanah ini kepada guru-guru dan sekolah-sekolah yang membutuhkan,” tutupnya. Turut hadir dalam kegiatan tersebut jajaran pimpinan BAZNAS RI dan pengurus JSIT Indonesia, di antaranya Bendahara Umum JSIT Siti Masturoh, Ketua Bidang I Dr. Endah Tri Kusumawati, Ketua Bidang II Masud, Manajer Operasional Arvianto Sadri, serta pengurus JSIT wilayah dan daerah.
BERITA24/12/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Terima Zakat Perusahaan Rp2,55 M dari MBK Ventura Syariah, Perkuat Pemberdayaan Mustahik
BAZNAS Terima Zakat Perusahaan Rp2,55 M dari MBK Ventura Syariah, Perkuat Pemberdayaan Mustahik
Jakarta – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI kembali menerima penunaian zakat perusahaan dari PT Mitra Bisnis Keluarga Ventura (MBK) Unit Usaha Syariah. Penyerahan zakat dilakukan secara seremonial di Kantor Pusat BAZNAS RI, Jakarta, Rabu (24/12/2025). Pada tahun ini, MBK Ventura Unit Usaha Syariah menunaikan Zakat Perusahaan sebesar Rp2.559.763.150 melalui BAZNAS RI. Dana tersebut akan dialokasikan untuk mendukung berbagai program pemberdayaan mustahik serta respons sosial dan kemanusiaan sesuai prinsip syariah. Penunaian zakat ini menjadi yang ketiga kalinya secara berturut-turut MBK Ventura Unit Usaha Syariah mempercayakan pengelolaan zakat perusahaan kepada BAZNAS RI. Hal ini mencerminkan sinergi berkelanjutan antara sektor usaha dan lembaga pengelola zakat negara dalam mendorong kesejahteraan masyarakat. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, M.A., mengapresiasi konsistensi dan kepercayaan yang diberikan MBK Ventura Unit Usaha Syariah. “Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang kembali diberikan. Ini merupakan amanah besar yang insyaallah akan kami kelola secara profesional, transparan, dan tepat sasaran,” ujarnya. Ia menegaskan, zakat perusahaan memiliki peran strategis dalam memperkuat program-program pemberdayaan mustahik di berbagai sektor, mulai dari ekonomi produktif, pendidikan, kesehatan, hingga kemanusiaan. “Zakat perusahaan sangat penting untuk memperluas manfaat zakat sekaligus mempercepat upaya pengentasan kemiskinan,” tambahnya. Sementara itu, Direktur Utama PT Mitra Bisnis Keluarga Ventura, Achmad Ramdani, menyampaikan bahwa penunaian zakat perusahaan merupakan bentuk tanggung jawab moral dan spiritual perusahaan. “Zakat perusahaan adalah komitmen kami terhadap nilai keadilan, keberkahan, dan kepedulian sosial, agar pertumbuhan usaha yang kami capai dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” jelasnya. Ia juga menegaskan alasan pihaknya mempercayakan pengelolaan zakat kepada BAZNAS RI karena kredibilitas dan profesionalisme yang dimiliki lembaga tersebut. “Kami berharap zakat yang disalurkan dapat dikelola secara amanah dan memberikan dampak nyata bagi para mustahik,” katanya. Melalui kolaborasi ini, BAZNAS RI dan MBK Ventura Unit Usaha Syariah berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi jangka panjang. Kerja sama tersebut diharapkan mampu mengoptimalkan peran zakat sebagai instrumen pembangunan sosial yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan.
BERITA24/12/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
Jelang HUT ke-75 SMAN 4 Jakarta, HIMALS4 Salurkan Rp114 Juta untuk Korban Bencana Sumatra lewat BAZNAS
Jelang HUT ke-75 SMAN 4 Jakarta, HIMALS4 Salurkan Rp114 Juta untuk Korban Bencana Sumatra lewat BAZNAS
Jakarta – Kepedulian alumni terhadap isu kemanusiaan kembali ditunjukkan. Himpunan Alumni SMA Negeri 4 Jakarta (HIMALS4) menyalurkan bantuan kemanusiaan sebesar Rp114 juta untuk masyarakat terdampak bencana di Sumatra melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI. Penyaluran bantuan ini menjadi bagian dari agenda kemanusiaan HIMALS4 menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 SMAN 4 Jakarta pada 2026, sekaligus wujud empati bangsa terhadap para penyintas bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Ketua Umum HIMALS4 yang juga Wakil Ketua Komisi Informasi Pusat RI, Arya Sandhiyudha, dan diterima langsung oleh Direktur Pengumpulan BAZNAS RI, Faisal Qosim, di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Selasa (23/12/2025). Turut hadir jajaran pengurus HIMALS4, di antaranya Randy Rachmadi, Tiwi Hapsari, Okky Hartanto, Nilam Sari, dan Dhika. Direktur Pengumpulan BAZNAS RI, Faisal Qosim, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan HIMALS4 dalam menyalurkan bantuan kemanusiaan melalui BAZNAS. “Dukungan ini akan memperkuat upaya BAZNAS dalam penanganan bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Kami berkomitmen menyalurkan bantuan ini secara amanah, profesional, dan tepat sasaran agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat terdampak,” ujar Faisal. Ia menilai, kepedulian yang ditunjukkan HIMALS4 mencerminkan nilai-nilai luhur solidaritas sosial yang telah lama menjadi teladan dalam tradisi kemasyarakatan. “Semangat berbagi seperti ini mengingatkan kita pada keteladanan Suku Quraisy yang menjunjung tinggi kepedulian sosial, khususnya di saat krisis dan bencana,” tambahnya. Faisal juga menegaskan bahwa BAZNAS terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat dalam agenda kebencanaan. “BAZNAS tidak bisa bekerja sendiri. Sinergi dengan mitra seperti HIMALS4 sangat penting agar bantuan kemanusiaan menjangkau penerima manfaat secara luas dan tepat sasaran,” katanya. Secara terpisah, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan, Dr. H. Rizaludin Kurniawan, turut mengapresiasi langkah HIMALS4 yang memaknai kebersamaan alumni melalui aksi sosial yang berdampak langsung. “Keterlibatan komunitas alumni dalam agenda kemanusiaan menjadi contoh positif. Reuni tidak lagi sekadar seremonial, tetapi berubah menjadi aksi nyata yang memberi manfaat bagi masyarakat,” ujarnya. Sementara itu, Ketua Umum HIMALS4, Arya Sandhiyudha, menyampaikan terima kasih kepada BAZNAS RI yang telah memfasilitasi penyaluran bantuan kemanusiaan tersebut. Menurutnya, BAZNAS memiliki peran strategis dalam memastikan dana kemanusiaan tersalurkan secara tepat kepada pihak yang membutuhkan. “Penyaluran donasi ini merupakan wujud empati para alumni. Kami ingin menjadikan HUT ke-75 SMAN 4 Jakarta sebagai momentum kegiatan yang bermakna dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Arya. Ia berharap, bantuan tersebut dapat meringankan beban para penyintas bencana di Sumatra sekaligus memperkuat sinergi antara HIMALS4, BAZNAS, dan jejaring alumni lainnya dalam menghadirkan manfaat sosial yang lebih luas.
BERITA23/12/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
Sambut Ramadhan 1447 H, BAZNAS Perkuat Dakwah Zakat dan Strategi Fundraising Nasional
Sambut Ramadhan 1447 H, BAZNAS Perkuat Dakwah Zakat dan Strategi Fundraising Nasional
Sambut Ramadan 1447 H, BAZNAS Perkuat Dakwah Zakat dan Strategi Fundraising Nasional Jakarta – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mulai memanaskan mesin menyambut Ramadan 1447 Hijriah. Momentum Ramadan dinilai menjadi periode paling krusial dalam pengelolaan zakat nasional, sekaligus penentu capaian penghimpunan zakat sepanjang tahun. Dalam kegiatan berbagi ilmu yang diikuti oleh BAZNAS provinsi, kabupaten, dan kota se-Indonesia, BAZNAS menegaskan pentingnya penguatan dakwah zakat, kesiapan organisasi, serta strategi fundraising yang terencana sejak jauh hari sebelum Ramadan. Pernyataan tersebut disampaikan Pimpinan BAZNAS RI Bidang Transformasi Digital Nasional, Prof. Ir. Nadratuzzaman Hosen, MS., M.Ec., Ph.D., dalam Pengajian Selasa Pagi yang diselenggarakan Pusdiklat BAZNAS RI dan disiarkan langsung melalui kanal YouTube BAZNAS TV, Selasa (23/12/2025). Menurut Prof. Nadratuzzaman, Ramadan merupakan fase paling menentukan dalam siklus pengumpulan zakat. “Pengalaman menunjukkan, sekitar 60 hingga 70 persen pengumpulan zakat tahunan terjadi di bulan Ramadan. Karena itu, seluruh elemen BAZNAS, baik pusat maupun daerah, harus bekerja maksimal,” tegasnya. Ia menekankan bahwa BAZNAS memikul tanggung jawab besar sebagai fasilitator umat, baik bagi muzaki maupun mustahik. Potensi zakat nasional yang diperkirakan mencapai Rp327 triliun, kata dia, hanya dapat diwujudkan melalui kerja bertahap dan konsistensi jangka panjang. “Kita tidak bisa melompat sekaligus. Perlu tahapan, kesabaran, dan kesungguhan dalam melayani umat,” ujarnya. Sementara itu, Deputi I BAZNAS RI, H. M. Arifin Purwakananta, menegaskan bahwa zakat adalah ajaran Islam yang harus terus disyiarkan sebagai solusi kesejahteraan umat. “Zakat adalah syariat yang diamanahkan kepada kita untuk kita sebarkan, kita sampaikan, dan kita hadirkan sebagai solusi nyata bagi umat,” ungkapnya. Arifin mengingatkan bahwa tugas amil zakat tidak berhenti pada aspek teknis penghimpunan dan pendistribusian, tetapi juga menyeru kebaikan dengan penuh keyakinan. Ia mengutip QS. Al-Hajj ayat 27 sebagai inspirasi gerakan zakat. “Allah memerintahkan Nabi Ibrahim untuk menyeru manusia berhaji. Ketika Ibrahim bertanya bagaimana seruannya sampai, Allah menjawab: ‘Serulah, Aku yang akan menyampaikannya’. Ini pelajaran besar bagi kita,” tuturnya. Menurutnya, keterbatasan sumber daya tidak boleh menjadi alasan melemahkan dakwah zakat. “Jika seruan itu dilakukan karena Allah, maka ia akan memantul, menyebar, dan sampai kepada orang-orang yang dituju,” tegas Arifin. Dari sisi operasional, Direktur Layanan, Promosi, dan Data Optimasi BAZNAS RI, H. Rulli Kurniawan, menegaskan bahwa keberhasilan pengumpulan zakat sepanjang tahun sangat ditentukan oleh performa di bulan Ramadan. “Berdasarkan data sepuluh tahun terakhir, lembaga yang menang di Ramadan, insyaallah akan menang sampai akhir tahun,” jelasnya. Rulli menekankan bahwa secara manajerial, Ramadan sejatinya dimulai sejak H-100. “Ramadan bukan baru dimulai saat hilal terlihat. Jika di bulan Rajab dan Sya’ban tensi lembaga masih landai, maka Ramadan akan terasa berat,” ujarnya. Karena itu, ia mendorong seluruh BAZNAS daerah segera membentuk kepanitiaan Ramadan dan meningkatkan intensitas aktivitas sejak dini. Menghadapi Ramadan 1447 H, BAZNAS RI menetapkan target pengumpulan Rp515 miliar, yang disebut sebagai target tertinggi dalam sejarah fundraising Ramadan BAZNAS. “Target ini berat, tetapi harus dihadapi dengan perencanaan yang rasional, terukur, dan berbasis data,” tegas Rulli. Sebagai pesan utama Ramadan tahun ini, BAZNAS mengusung tema “Zakat Menguatkan Indonesia”. Tema tersebut dipilih sebagai respons atas berbagai tantangan dan bencana yang dihadapi bangsa. “Di tengah berbagai ujian, kita ingin menyampaikan pesan kuat bahwa zakat hadir sebagai kekuatan sosial untuk menguatkan Indonesia,” pungkasnya.
BERITA23/12/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
Bangun Kemandirian Ekonomi Umat, BAZNAS Luncurkan ZAuto, Zmart, dan ZCoffee di Banyumas
Bangun Kemandirian Ekonomi Umat, BAZNAS Luncurkan ZAuto, Zmart, dan ZCoffee di Banyumas
Banyumas – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI meluncurkan program ZAuto, Zmart, dan ZCoffee sekaligus menyalurkan bantuan modal usaha kepada 114 mustahik di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Senin (22/12/2025). Total bantuan yang digelontorkan BAZNAS RI dalam program tersebut mencapai Rp1,12 miliar. Peluncuran tiga program ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS RI dalam mendorong kemandirian ekonomi mustahik melalui kewirausahaan berkelanjutan. Program ini juga selaras dengan Asta Cita ke-3 pemerintahan Presiden, yakni penguatan ekonomi rakyat. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, menjelaskan bahwa Zmart, ZAuto, dan ZCoffee memiliki tujuan yang sama, yakni mengentaskan kemiskinan melalui pendekatan pemberdayaan ekonomi jangka panjang. “Program Zmart kami rancang sebagai penguatan usaha ritel mikro untuk meningkatkan kapasitas usaha mustahik, khususnya di wilayah perkotaan,” kata Saidah. Ia menjelaskan, bantuan Zmart tidak hanya berupa modal usaha, tetapi juga meliputi branding, peralatan usaha, serta pendampingan berkelanjutan. Sejak 2018 hingga November 2025, program Zmart telah memberikan manfaat kepada 4.095 mustahik yang tersebar di 34 provinsi dan 96 kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Selain itu, BAZNAS RI juga mengembangkan ZAuto, program pemberdayaan ekonomi di sektor otomotif. Hingga kini, ZAuto telah tersebar di 18 provinsi dan 77 kabupaten/kota, serta memberikan manfaat kepada 577 mustahik. Menurut Saidah, keberhasilan program-program tersebut tidak terlepas dari kolaborasi antara BAZNAS RI, BAZNAS provinsi, BAZNAS kabupaten/kota, pemerintah daerah, serta masyarakat setempat. “Ini menjadi bukti bahwa zakat mampu menggerakkan ekonomi umat secara berkelanjutan dan mendorong mustahik bertransformasi menjadi muzakki,” ujarnya. Di Banyumas, BAZNAS juga meluncurkan ZCoffee, program pemberdayaan usaha kopi yang menghadirkan produk olahan kopi dari mustahik binaan BAZNAS. Produk tersebut telah melalui proses pelatihan dan pendampingan sebelum dipasarkan. “BAZNAS tidak hanya memberikan bantuan modal, tetapi juga membangun ekosistem usaha melalui pelatihan, pendampingan, hingga pengembangan pasar,” jelas Saidah. Dalam pengembangan ZCoffee, BAZNAS menggandeng sejumlah perguruan tinggi sebagai mitra strategis, di antaranya Universitas Nahdlatul Ulama Purwokerto, Universitas Muhammadiyah Purwokerto, STIQ Miftahul Huda Rawalo, dan UIN SAIZU Purwokerto. Peluncuran program ini turut dihadiri Wakil Bupati Banyumas Hj. Dwi Asih Lintarti, Waka II BAZNAS Provinsi Jawa Tengah Drs. H.M. Zain Yusuf, Direktur Pendayagunaan BAZNAS Eka Budhi Sulistyo, jajaran Forkopimda, pimpinan OPD, pimpinan organisasi vertikal, Ketua BAZNAS Kabupaten Banyumas Hj. Khasanatul Mufidah, serta tokoh-tokoh organisasi keagamaan di Kabupaten Banyumas.
BERITA22/12/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
Bangun Budaya Berbagi, BAZNAS Gandeng Masjid Nurul Hidayah Luncurkan Program Sedekah Barang
Bangun Budaya Berbagi, BAZNAS Gandeng Masjid Nurul Hidayah Luncurkan Program Sedekah Barang
Jakarta – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Masjid Nurul Hidayah, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, resmi meluncurkan Program Sedekah Barang, Selasa (16/12/2025). Program ini menjadi terobosan baru dalam mendorong budaya berbagi masyarakat melalui sedekah barang yang masih layak pakai dan bernilai ekonomi. Program Sedekah Barang dirancang untuk mempermudah masyarakat bersedekah, tidak hanya dalam bentuk uang, tetapi juga barang-barang yang selama ini tersimpan di rumah dan berpotensi memberi manfaat bagi sesama. Barang yang terkumpul nantinya akan dikonversi menjadi nilai rupiah untuk mendukung program pengentasan kemiskinan BAZNAS. Peluncuran program ini dihadiri oleh Kepala Divisi Penguatan Pengumpulan LAZ BAZNAS RI H. M. Abdul Kahfie, Wakil Ketua DKM Masjid Nurul Hidayah Rifki Isnanda, Dewan Penasehat Masjid Nurul Hidayah Tatang S, Dewan Syariah Masjid Nurul Hidayah KH Syarif, serta Wakil Camat Kebayoran Baru Sulistyo. Abdul Kahfie menyampaikan, Program Sedekah Barang merupakan inovasi pengelolaan filantropi yang menjawab tantangan sosial sekaligus gaya hidup masyarakat perkotaan. “Melalui kerja sama dengan Masjid Nurul Hidayah, barang-barang hasil sedekah akan kami konversi menjadi nilai rupiah. Dana tersebut digunakan untuk mendukung operasional program pengentasan kemiskinan di Indonesia,” ujar Kahfie di Jakarta. Menurut Kahfie, program ini tidak hanya memberi kemudahan bagi masyarakat untuk berbagi, tetapi juga membangun kesadaran bahwa sedekah bisa dilakukan dalam berbagai bentuk. “BAZNAS sangat mengapresiasi DKM Masjid Nurul Hidayah yang telah memfasilitasi program ini. Semoga ini menjadi momentum untuk menumbuhkan semangat kepedulian dan kebiasaan berbagi di tengah masyarakat,” tambahnya. Sebagai bentuk kemudahan, BAZNAS menyediakan drop box Sedekah Barang di lingkungan Masjid Nurul Hidayah. Jamaah dan masyarakat sekitar dapat langsung menyumbangkan barang-barang yang masih bermanfaat tanpa proses yang rumit. “Kehadiran drop box ini memudahkan jamaah. Tinggal datang ke masjid, masukkan barang ke dalam box, dan sedekah pun tersalurkan,” jelas Kahfie. Sementara itu, Wakil Ketua DKM Masjid Nurul Hidayah, Ustaz Rifki Isnanda, menyambut baik kolaborasi dengan BAZNAS. Ia menilai program ini sebagai sarana edukasi untuk membiasakan sedekah dalam kehidupan sehari-hari. “Melalui sedekah barang, kita dilatih untuk tidak menumpuk barang yang sudah tidak terpakai. Bahkan jika masih baru, jauh lebih baik disedekahkan agar bermanfaat bagi orang lain,” kata Rifki. Rifki menegaskan, sedekah merupakan amalan utama yang sangat ditekankan dalam ajaran Islam dan dicontohkan langsung oleh Rasulullah SAW. “Kebiasaan bersedekah ini adalah sunnah Rasul. Setiap ke masjid, kita bisa sambil bersedekah. Di samping masjid juga ada sekolah, jadi ini bisa menjadi pembelajaran sejak dini bagi anak-anak tentang nilai kepedulian,” ujarnya. Ia berharap kerja sama antara Masjid Nurul Hidayah dan BAZNAS RI dapat terus berlanjut dan melahirkan lebih banyak program edukatif bagi masyarakat. “Semoga kolaborasi ini terus berjalan, sehingga masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat edukasi, pembinaan akhlak, dan penguatan kepedulian sosial bersama BAZNAS,” pungkas Rifki.
BERITA16/12/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Resmikan Kampung Zakat dan Balai Ternak di Kuningan, Dorong Mustahik Jadi Muzaki
BAZNAS Resmikan Kampung Zakat dan Balai Ternak di Kuningan, Dorong Mustahik Jadi Muzaki
Kuningan – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI meresmikan Kampung Zakat dan Balai Ternak Zakat Mukti Raharja di Desa Sayana, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, Selasa (16/12/2025). Program ini menjadi langkah konkret BAZNAS dalam memperkuat zakat produktif berbasis pemberdayaan ekonomi masyarakat desa. Peresmian tersebut merupakan hasil kolaborasi BAZNAS RI bersama BAZNAS Provinsi Jawa Barat dan BAZNAS Kabupaten Kuningan, dengan dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Kuningan serta Pemerintah Desa Sayana. Balai Ternak ini dirancang sebagai model pengelolaan zakat produktif yang terintegrasi dan berkelanjutan. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan MA., yang diwakili Direktur Pendayagunaan dan Penyaluran UPZ dan CSR BAZNAS RI, Eka Budhi Sulistyo, menegaskan bahwa program ini merupakan wujud nyata transformasi zakat dari konsumtif ke produktif. “Balai Ternak dan Kampung Zakat ini adalah ikhtiar BAZNAS untuk membangun kemandirian ekonomi mustahik. Targetnya jelas, mustahik hari ini harus mampu menjadi muzaki di masa depan,” kata Eka dalam sambutannya. Menurut Eka, Balai Ternak Zakat Mukti Raharja juga diarahkan menjadi pusat ketahanan pangan desa sekaligus sarana edukasi dan pembinaan peternak. Pengelolaan dilakukan secara profesional agar amanah para muzaki memberikan dampak nyata. “Kami ingin zakat dikelola produktif, berkelanjutan, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegasnya. Balai Ternak Zakat Mukti Raharja berdiri di atas lahan seluas 500 meter persegi, didukung lahan hijauan pakan seluas 1 hektare. Pada tahap awal, balai ternak ini memiliki kapasitas 244 ekor domba, lengkap dengan unit pengelolaan pakan mandiri, area pelatihan peternak, serta sistem pengelolaan ternak berbasis kebersihan dan kesejahteraan hewan. Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rahmat Januar, M.Si., yang hadir bersama Wakil Bupati Kuningan Tuti Andriani, S.H., M.Kn., mengapresiasi langkah BAZNAS dalam menghadirkan program pemberdayaan ekonomi berbasis desa. “Ini bukan sekadar program peternakan, tetapi investasi masa depan bagi masyarakat desa. Ada nilai empati, gotong royong, dan kemandirian di dalamnya,” ujar Bupati Dian. Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Kuningan siap bersinergi dengan BAZNAS untuk mengawal program-program pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan ekonomi umat. Balai Ternak Mukti Raharja diharapkan menjadi role model bagi desa-desa lain di Kuningan. Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Kuningan Drs. HR Yayan Sofyan, MM., menyebut keberhasilan program ini tidak lepas dari kolaborasi lintas lembaga dan dukungan masyarakat setempat. “Kampung Zakat dan Balai Ternak ini adalah hasil kerja bersama BAZNAS RI, BAZNAS Provinsi Jawa Barat, dan BAZNAS Kuningan, yang sejalan dengan visi pembangunan daerah,” katanya. Tak hanya fokus pada peternakan, Balai Ternak Mukti Raharja juga dirancang mendorong usaha turunan, seperti pengolahan pupuk organik dari limbah ternak. Dengan konsep ini, manfaat zakat diharapkan memberi efek ekonomi yang lebih luas bagi warga Desa Sayana. Melalui peresmian Kampung Zakat dan Balai Ternak Zakat Mukti Raharja, BAZNAS kembali menegaskan komitmennya menghadirkan program zakat produktif yang berkelanjutan, berdampak, dan mampu mengangkat kesejahteraan masyarakat perdesaan.
BERITA16/12/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Bangun Rumah Sehat di Bulukumba, Perluas Akses Layanan Kesehatan Gratis
BAZNAS Bangun Rumah Sehat di Bulukumba, Perluas Akses Layanan Kesehatan Gratis
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI memperluas jangkauan layanan kesehatan gratis bagi masyarakat kurang mampu dengan membangun Rumah Sehat BAZNAS (RSB) di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. Pembangunan ditandai dengan peletakan batu pertama yang dilaksanakan pada Minggu (15/12/2025). RSB Bulukumba merupakan hasil kolaborasi BAZNAS RI, BAZNAS Kabupaten Bulukumba, dan Pemerintah Kabupaten Bulukumba yang menghibahkan lahan untuk pembangunan fasilitas kesehatan tersebut. Sinergi lintas lembaga ini diharapkan dapat memperkuat pelayanan kesehatan dasar bagi masyarakat, khususnya kelompok mustahik. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Koordinasi Nasional, KH Achmad Sudrajat, Lc., MA., CFRM., mengatakan, pembangunan RSB Bulukumba merupakan bagian dari komitmen BAZNAS dalam memastikan akses layanan kesehatan yang layak dan terjangkau bagi masyarakat miskin. “Rumah Sehat BAZNAS Bulukumba hadir untuk memberikan layanan kesehatan gratis bagi mustahik, memperluas kepesertaan BPJS, sekaligus memperkuat sistem pelayanan kesehatan di daerah. Ini adalah wujud nyata peran zakat dalam meningkatkan derajat kesehatan umat,” ujarnya. RSB Bulukumba dibangun di atas lahan seluas 10.483 meter persegi dan akan beroperasi dengan standar Klinik Pratama. Fasilitas layanan yang disediakan meliputi poli umum, instalasi gawat darurat (IGD), poli kesehatan ibu dan anak, poli gigi, laboratorium, farmasi, serta layanan antar-jemput pasien. Menurut Achmad Sudrajat, RSB Bulukumba menjadi Rumah Sehat BAZNAS kedua di Provinsi Sulawesi Selatan setelah RSB Makassar. Kehadiran fasilitas ini diharapkan dapat memperluas sebaran layanan kesehatan berbasis zakat di wilayah tersebut. Secara nasional, pembangunan RSB Bulukumba menambah jumlah Rumah Sehat BAZNAS yang telah berdiri dan sedang dalam proses pembangunan di berbagai daerah. Hingga kini, tercatat sebanyak 38 RSB telah beroperasi, termasuk dua layanan kesehatan bergerak berupa kapal yang melayani wilayah kepulauan Talaud dan Sangihe, Sulawesi Utara. “Pada 2024, Rumah Sehat BAZNAS telah melayani lebih dari 655 ribu penerima manfaat. Layanan tersebut mencakup pengobatan, pemberian vitamin, pemenuhan gizi, hingga edukasi dan penyuluhan kesehatan masyarakat,” jelasnya. Achmad Sudrajat menegaskan, pengelolaan RSB Bulukumba akan dilakukan secara profesional dan akuntabel dengan melibatkan tenaga medis yang kompeten, sekaligus memprioritaskan putra daerah sebagai bagian dari dukungan terhadap penciptaan lapangan kerja lokal. Sementara itu, Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf menyampaikan apresiasi atas kontribusi BAZNAS RI dalam mendukung pembangunan sektor kesehatan di daerahnya. Menurutnya, kehadiran RSB Bulukumba akan sangat membantu masyarakat yang selama ini menghadapi keterbatasan akses layanan medis. “Kami menyambut baik pembangunan Rumah Sehat BAZNAS ini. Fasilitas ini akan menjadi solusi nyata bagi masyarakat Bulukumba yang membutuhkan layanan kesehatan,” ujarnya. Kegiatan peletakan batu pertama turut dihadiri Wakil Bupati Bulukumba Andi Edy Manaf, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah Bulukumba, para kepala organisasi perangkat daerah, Ketua BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan, jajaran BAZNAS Kabupaten Bulukumba, Kepala Kantor Kementerian Agama, serta pimpinan Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Bulukumba.
BERITA15/12/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS RI Kembali Raih Predikat Informatif KIP 2025, Skor Naik Jadi 97,70
BAZNAS RI Kembali Raih Predikat Informatif KIP 2025, Skor Naik Jadi 97,70
Jakarta – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI kembali mencatatkan prestasi dalam keterbukaan informasi publik. BAZNAS dinobatkan sebagai Lembaga Publik Informatif kategori Lembaga Non Struktural (LNS) dengan peringkat kedua dan nilai 97,70 pada Anugerah Keterbukaan Informasi Publik (KIP) 2025. Penghargaan tersebut diselenggarakan oleh Komisi Informasi Pusat (KIP) dan diterima langsung oleh Pimpinan BAZNAS RI Bidang SDM, Keuangan, dan Hukum Kolonel CAJ (Purn) Drs. Nur Chamdani di Jakarta, Senin (15/12/2025). Capaian ini sekaligus memperpanjang tren positif BAZNAS dalam tata kelola informasi publik. Pada 2024, BAZNAS meraih nilai 97,38, sementara pada 2023 memperoleh 94,21. Artinya, kualitas keterbukaan informasi BAZNAS terus menunjukkan peningkatan signifikan dari tahun ke tahun. “Alhamdulillah, ini kali ketiga BAZNAS meraih predikat Informatif dan menjadi peringkat terbaik yang pernah dicapai. Ini buah dari kerja kolektif seluruh amil dan amilat BAZNAS di seluruh Indonesia,” ujar Nur Chamdani. Ia menegaskan, penghargaan ini menjadi bukti komitmen BAZNAS dalam menjalankan amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat. “Transparansi dan akuntabilitas adalah prinsip yang tidak bisa dipisahkan dari pengelolaan zakat, infak, dan sedekah. Dana umat adalah amanah besar yang harus dikelola secara terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya. Menurut Nur Chamdani, capaian ini juga mencerminkan lompatan besar BAZNAS, dari sebelumnya berstatus Menuju Informatif hingga kini konsisten meraih predikat Informatif dalam beberapa tahun terakhir. Ke depan, BAZNAS memastikan komitmen untuk terus memperkuat layanan informasi publik melalui pengembangan sistem digital, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta penyempurnaan standar pelayanan informasi. “Kepercayaan publik adalah kunci. Dengan keterbukaan informasi, pengelolaan ZIS diharapkan semakin optimal dan manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh para mustahik di seluruh Indonesia,” pungkas Nur Chamdani. Sebagai informasi, Anugerah Keterbukaan Informasi Publik merupakan ajang tahunan yang digelar KIP untuk memberikan apresiasi kepada badan publik yang dinilai konsisten menerapkan prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam pelayanan informasi kepada masyarakat.
BERITA15/12/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS RI Gaspol Perkuat Akuntabilitas Zakat Nasional
BAZNAS RI Gaspol Perkuat Akuntabilitas Zakat Nasional
Jakarta — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI kembali tancap gas memperkuat akuntabilitas pengelolaan zakat nasional. Melalui Kelas Hukum Vol.10, BAZNAS RI menegaskan komitmennya menjaga amanah umat dengan tata kelola zakat yang transparan, profesional, dan patuh regulasi, Senin (15/12/2025). Mengusung tema “Peningkatan Akuntabilitas Pengelolaan Zakat Nasional”, kegiatan yang digelar secara daring ini diikuti insan BAZNAS dari berbagai daerah di Indonesia. Forum ini menjadi alarm penting penguatan kesadaran hukum di tengah tuntutan publik terhadap pengelolaan dana umat yang semakin terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan. Pimpinan BAZNAS RI Bidang SDM, Keuangan, dan Hukum, Kol. CAJ (Purn) Drs. Nur Chamdani, menegaskan bahwa akuntabilitas bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan fondasi utama keberlanjutan lembaga zakat. “Pengelolaan zakat adalah amanah besar. Harus dijalankan secara akuntabel, transparan, dan sesuai hukum. Kelas Hukum ini menjadi upaya serius BAZNAS membangun kesadaran hukum insan amil,” tegas Nur Chamdani. Ia menambahkan, penguatan aspek hukum menjadi benteng utama dalam menjaga kredibilitas BAZNAS di mata publik. “Pemahaman hukum yang kuat membantu amil mengambil keputusan tepat, meminimalkan risiko hukum, dan menjaga kepercayaan masyarakat,” lanjutnya. Sorotan tajam juga datang dari Ali Saban, Auditor Ahli Madya Inspektorat Jenderal Kementerian Agama RI. Ia menekankan pentingnya kepatuhan syariah dan akuntabilitas, terutama di era digital. “Kepercayaan publik bertumpu pada transparansi dan kepatuhan syariah. Pengelolaan zakat yang bisa diaudit adalah kunci agar dana umat benar-benar memberi dampak nyata,” ujarnya. Kelas Hukum Vol.10 ini turut dihadiri Kepala Biro Hukum dan Kelembagaan BAZNAS RI Mulya Dwi Harto serta Kepala Pusdiklat BAZNAS RI Sarniti, menegaskan dukungan penuh kelembagaan terhadap penguatan tata kelola zakat nasional. Melalui forum ini, BAZNAS RI menargetkan seluruh insan amil semakin sadar bahwa hukum dan akuntabilitas adalah napas utama dalam setiap proses pengelolaan zakat, infak, dan sedekah. Ke depan, BAZNAS RI memastikan program peningkatan kapasitas berbasis hukum dan tata kelola akan terus digulirkan sebagai bagian dari transformasi zakat nasional yang modern, profesional, dan berorientasi pada kemaslahatan umat.
BERITA15/12/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Minahasa.

Lihat Daftar Rekening →