WhatsApp Icon
10 Mahasiswa Pergunu Sulut Melanjutkan Studi ke UAC, Tiba di Surabaya Disambut Ketua FMS Mojokerto

MOJOKERTO — Semangat meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan tinggi terus tumbuh di Sulawesi Utara. Sebanyak 10 mahasiswa penerima Beasiswa Pergunu Sulawesi Utara Tahun 2026 kini bersiap melanjutkan pendidikan jenjang S1 dan S2 di Universitas KH Abdul Chalim (UAC), Mojokerto, Jawa Timur.

Kesepuluh mahasiswa tersebut diberangkatkan setelah secara resmi dilepas oleh Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sulawesi Utara), Dr. Drs. KH. Ulyas Taha, M.Pd., di Kantor PWNU Sulawesi Utara, Manado, Selasa (6/10/2026).

Prosesi pelepasan turut dihadiri jajaran PWNU Sulut, pengurus PW Pergunu Sulut, serta para Ketua PC Pergunu Kabupaten/Kota.

Ketua PW Pergunu Sulawesi Utara, Ahmad Sholeh, mengatakan jumlah penerima beasiswa tahun ini mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

"Jumlahnya tahun ini ada 10 orang. Kalau tahun lalu hanya 4 orang, sekarang naik menjadi 10 orang, artinya ada lonjakan lebih dari 100 persen," ujar Ahmad Sholeh.

Dari 10 penerima beasiswa tersebut, 8 mahasiswa menempuh jenjang S1 dan 2 mahasiswa jenjang S2.

Setelah menempuh perjalanan dari Manado, rombongan mahasiswa tersebut tiba di Surabaya, Jawa Timur, pada hari yang sama.

Kedatangan mereka mendapat sambutan dari Forum Mahasiswa Sulawesi Utara (FMS) Mojokerto. Ketua FMS Mojokerto, Jihan Nabillah Kokalo, turut menjemput langsung para mahasiswa penerima beasiswa tersebut untuk selanjutnya mendampingi perjalanan mereka menuju Mojokerto.

Jihan mengatakan kehadiran mahasiswa asal Sulawesi Utara di Jawa Timur bukan sekadar perjalanan untuk menempuh pendidikan, tetapi juga menjadi bagian dari proses membangun generasi muda yang nantinya diharapkan dapat memberikan manfaat bagi daerah.

"Kami tentu senang bisa menyambut teman-teman dari Sulawesi Utara. Mereka datang membawa harapan besar untuk melanjutkan pendidikan. Kami dari FMS Mojokerto siap membantu mereka beradaptasi dengan lingkungan baru, baik dalam kehidupan kampus maupun selama berada di Mojokerto," ujar Jihan.

Menurutnya, keberadaan mahasiswa Sulawesi Utara di Jawa Timur juga menjadi kesempatan untuk memperkuat silaturahmi antarmahasiswa asal daerah tersebut.

Program beasiswa tersebut juga disertai tanggung jawab akademik. Pergunu Sulut menargetkan mahasiswa penerima beasiswa dapat menyelesaikan pendidikan sesuai masa studi yang telah ditetapkan.

Untuk jenjang S1, mahasiswa ditargetkan menyelesaikan studi dalam waktu empat tahun, sedangkan jenjang S2 ditargetkan selesai dalam dua tahun.

Ahmad Sholeh menegaskan adanya konsekuensi bagi penerima beasiswa yang tidak mampu menyelesaikan studi sesuai target.

"Semoga mereka bisa menyelesaikan studi tepat waktu, 4 tahun untuk S1 dan 2 tahun untuk S2. Tidak boleh lewat. Kalau sampai lewat dari target tersebut, konsekuensinya harus membayar biaya sendiri," tegasnya.

Keberangkatan 10 mahasiswa tersebut menjadi gambaran bahwa akses terhadap pendidikan tinggi terus menjadi salah satu jalan penting dalam menyiapkan generasi muda yang berkualitas.

Bagi Sulawesi Utara, keberadaan mahasiswa yang menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi di luar daerah juga diharapkan dapat memperluas wawasan, pengalaman, jaringan, serta kapasitas mereka sebelum kembali memberikan kontribusi di tengah masyarakat.

BAZNAS Kabupaten Minahasa memandang ikhtiar peningkatan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia sebagai bagian penting dari pembangunan masyarakat. Pendidikan bukan hanya tentang memperoleh gelar akademik, tetapi juga tentang mempersiapkan generasi yang memiliki kompetensi, karakter, kepedulian sosial, dan kemauan untuk kembali memberi manfaat bagi lingkungan.

07/10/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa
Tiga Putranya Gugur di Gaza, Ulama Palestina Datangi BAZNAS: “Saya Tetap Mengucapkan Alhamdulillahi Rabbil ‘Alamin”

JAKARTA, — Suasana haru terasa saat Prof. Dr. Maher Hamed Mohamed Al-Houli, ulama sekaligus akademisi asal Gaza, Palestina, berbicara di hadapan jajaran Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI di Jakarta, Rabu (30/9/2026).

Maher datang bersama pengurus Yayasan Persahabatan dan Studi Peradaban (YPSP). Kedatangannya menjadi kesempatan untuk menyampaikan secara langsung kondisi masyarakat Gaza yang hingga kini masih menghadapi situasi kemanusiaan yang berat, meski telah ada gencatan senjata.

Namun, yang disampaikan Maher bukan hanya cerita tentang kondisi masyarakat Gaza. Ia juga membawa kisah kehilangan dari keluarganya sendiri.

Tiga putranya, cucu, dua saudara laki-laki, serta puluhan kerabatnya disebut telah gugur akibat serangan bom di Gaza.

“Saya hadir di hadapan Anda sekalian sebagai gambaran kecil dari penderitaan rakyat Gaza, di mana tiga putra saya, cucu saya, dua saudara laki-laki, beserta puluhan kerabat telah gugur syahid akibat serangan bom,” kata Maher.

Kehilangan tiga anak tentu menjadi duka yang tidak mudah bagi seorang ayah. Terlebih, Maher menyebut ketiga putranya merupakan pahlawan penghafal Al-Qur'an.

Namun di tengah kesedihan tersebut, Maher berusaha tetap menunjukkan keteguhan hati. Ia mengatakan bahwa dirinya tetap mengucapkan syukur kepada Allah SWT.

“Tiga putra saya, saudara-saudara saya, dan kerabat saya telah syahid, namun demikian di hadapan kondisi ini saya tetap mengucapkan Alhamdulillahi rabbil 'alamin,” ujarnya.

Bagi Maher, kehilangan anggota keluarga merupakan penderitaan yang sangat berat. Tetapi ketika berbicara mengenai kondisi masyarakat Gaza secara keseluruhan, ia mengaku masih sulit menahan air mata.

Menurutnya, persoalan yang dihadapi masyarakat Palestina saat ini sudah berada pada kondisi yang sangat krisis. Tidak hanya persoalan keamanan di Al-Quds dan Masjid Al-Aqsa, warga Gaza juga masih berhadapan dengan kebutuhan dasar yang mendesak.

Salah satunya adalah kebutuhan untuk menangani dan memakamkan jenazah para korban yang terus ditemukan dan dievakuasi.

Maher menyebut masyarakat Gaza bahkan membutuhkan bantuan biaya dan material untuk dapat memakamkan jasad puluhan hingga ratusan syuhada yang dievakuasi setiap harinya.

Kondisi tersebut menjadi salah satu gambaran nyata bahwa persoalan kemanusiaan di Gaza belum selesai meskipun telah ada gencatan senjata.

Ancaman musim dingin juga menjadi perhatian. Masyarakat yang kehilangan rumah dan berbagai fasilitas kehidupan membutuhkan bantuan untuk menghadapi kondisi yang semakin berat.

Karena itu, kedatangan Maher ke BAZNAS RI menjadi kesempatan untuk menyampaikan secara langsung apa yang terjadi di Gaza sekaligus kebutuhan masyarakat di sana.

Ia tidak datang membawa cerita dari jauh. Ia datang sebagai seseorang yang keluarganya sendiri ikut menjadi korban.

Dalam pertemuan itu, Maher juga menyampaikan pesan mengenai keluarga para syuhada di Gaza.

“Sebagaimana disebutkan bahwa ini adalah pertemuan dengan keluarga para syuhada, maka saya juga akan menyampaikan perkataan ini kepada keluarga para syuhada di Gaza, insya Allah Rabbil 'Alamin, bahwa para syuhada selalu hadir di dalam hati Dr. Sodik Mudjahid, hadir di pikirannya, hadir di tengah rekan-rekannya, dan hadir di BAZNAS, insya Allah Rabbil 'Alamin,” tuturnya.

BAZNAS Terima Kesaksian Langsung dari Gaza

Sementara itu, Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc. mengatakan, pihaknya menyambut kedatangan Prof. Dr. Maher Hamed Mohamed Al-Houli untuk mendengarkan secara langsung kondisi masyarakat Gaza.

Menurut Sodik, kesaksian Maher penting untuk memberikan gambaran mengenai keadaan rakyat Gaza saat ini, termasuk kebutuhan yang harus dipersiapkan untuk menghadapi musim dingin dan Ramadan.

“Hari ini kami kedatangan akademisi langsung dari Gaza, Prof. Dr. Maher Hamed Mohamed Al-Houli yang tiga putranya serta kerabatnya telah wafat syahid akibat bom, untuk menceritakan secara langsung keadaan rakyat Gaza saat ini beserta kebutuhan mereka menghadapi masa depan,” kata Sodik.

Pertemuan tersebut sekaligus menjadi ruang bagi BAZNAS untuk mendengarkan langsung kebutuhan masyarakat Palestina dari seseorang yang mengalami sendiri dampak konflik tersebut.

Bagi masyarakat Gaza, persoalan yang dihadapi bukan hanya tentang kehilangan tempat tinggal atau kerusakan fasilitas. Ada keluarga yang kehilangan anak, orang tua yang kehilangan anaknya, dan saudara yang tidak lagi dapat berkumpul seperti sebelumnya.

Kesaksian Prof. Maher menjadi pengingat bahwa di balik berbagai angka mengenai korban dan kerusakan akibat konflik, terdapat manusia dan keluarga yang harus menjalani kehidupan dengan kehilangan yang sangat besar.

Dari Gaza, Maher membawa cerita tentang keluarganya dan masyarakat yang masih bertahan di tengah krisis.

Di Jakarta, cerita itu disampaikan kepada BAZNAS sebagai bagian dari upaya menjaga perhatian dan kepedulian terhadap penderitaan masyarakat Palestina.

Di tengah situasi yang belum sepenuhnya pulih, pesan yang dibawa Maher sederhana tetapi kuat: masyarakat Gaza masih membutuhkan perhatian, bantuan dan solidaritas kemanusiaan.

01/10/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS RI Bahas Kerja Sama Bantuan Kemanusiaan Palestina dengan YPSP

JAKARTA, — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Yayasan Persahabatan dan Studi Peradaban (YPSP) membahas rencana kerja sama untuk memperkuat penyaluran bantuan kemanusiaan bagi masyarakat Palestina, khususnya warga di Gaza.

Pembahasan tersebut berlangsung dalam agenda audiensi di Kantor BAZNAS RI, Jakarta, Rabu (30/9/2026).

Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc. menyambut baik rencana kerja sama tersebut. Menurutnya, YPSP diharapkan dapat menjadi salah satu mitra tambahan BAZNAS dalam memperluas jangkauan penyaluran bantuan ke Palestina.

"Insyaallah kita akan bekerja sama dengan yayasan sebagai tambahan mitra BAZNAS dalam penyaluran bantuan ke Palestina, wabilkhusus untuk Gaza," jelas Sodik Mudjahid.

Kerja sama yang sedang disiapkan itu mencakup beberapa bentuk bantuan, mulai dari pangan, fasilitas air bersih hingga kebutuhan masyarakat untuk menghadapi musim dingin. Selain itu, turut dibahas rencana pengiriman imam-imam asal Palestina ke sejumlah daerah di Indonesia.

Sodik mengatakan, perhatian dan dukungan terhadap masyarakat Palestina tetap diperlukan karena kondisi di Gaza belum sepenuhnya pulih. Ia juga menyoroti adanya penurunan aliran bantuan kemanusiaan belakangan ini.

Menurutnya, salah satu penyebabnya adalah anggapan sebagian masyarakat bahwa kondisi Gaza sudah aman setelah adanya perkembangan terkait gencatan senjata. Padahal, kebutuhan masyarakat di wilayah tersebut masih cukup besar.

Dalam kesempatan itu, Sodik juga menjelaskan bahwa dukungan Indonesia terhadap Palestina memiliki landasan yang kuat, baik dari sisi kebangsaan maupun keagamaan.

"Jadi ada dua motivasi, satu motivasi kebangsaan Indonesia sesuai dengan konstitusi dan kebijakan Presiden, dan motivasi kedua adalah amanah Al-Qur'an dan Sunnah dari Allah dan Rasul," tegas Sodik.

Sementara itu, Ketua YPSP Dr. Ahed Abul Atha menyampaikan kesiapan pihaknya untuk mendukung penyaluran bantuan yang nantinya dipercayakan kepada YPSP.

Menurut Ahed, YPSP memiliki tim yang bekerja langsung di sejumlah permukiman di Gaza. Keberadaan tim tersebut diharapkan dapat membantu proses distribusi bantuan agar dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan.

"Alhamdulillah YPSP siap untuk menyalurkan bantuan-bantuan kemanusiaan langsung di Gaza, karena kami memiliki tim yang memang bekerja langsung di permukiman Gaza," katanya.

Kerja sama yang dibahas BAZNAS RI dan YPSP ini menjadi bagian dari upaya memperluas jaringan kemitraan dalam penyaluran bantuan kemanusiaan Palestina. Dengan adanya mitra yang memiliki tim di lapangan, penyaluran bantuan diharapkan dapat dilakukan secara lebih terarah sesuai kebutuhan masyarakat.

Audiensi tersebut turut dihadiri Ketua Bidang Fatwa Asosiasi Ulama Palestina Prof. Dr. Maher Hamed Mohamed Al-Houli, Sekretaris Utama BAZNAS RI Dr. H. Subhan Cholid, Lc., M.A., Deputi II Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS RI Dr. K.H. M. Imdadun Rahmat, M.Si., serta Kepala Divisi Kebencanaan BAZNAS RI Dian Aditya Mandana Putri.

Pembahasan antara BAZNAS RI dan YPSP diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat kolaborasi kemanusiaan, sehingga bantuan dari masyarakat Indonesia dapat terus disalurkan kepada warga Palestina yang masih membutuhkan dukungan.

01/10/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS RI dan ICMI Jajaki Kolaborasi Inovasi Lingkungan hingga Riset Zakat

JAKARTA, BAZNAS MINAHASA — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI dan Ikatan Cendekiawan Muslim Se-Indonesia (ICMI) menjajaki kerja sama strategis dalam berbagai bidang, mulai dari inovasi lingkungan, pemberdayaan ekonomi umat, hingga riset pengelolaan zakat.

Penjajakan kerja sama tersebut dibahas dalam agenda audiensi antara BAZNAS RI dan jajaran pengurus ICMI yang berlangsung di Kantor BAZNAS RI, Jakarta, Selasa (29/9/2026).

Dalam pertemuan tersebut, kedua lembaga membahas sedikitnya 13 program prioritas yang berpotensi dikolaborasikan. Program tersebut mencakup pemanfaatan teknologi penyediaan air bersih dan pengolahan sampah hasil pengembangan para ilmuwan ICMI, pemberdayaan ekonomi umat, riset bersama di bidang zakat, serta berbagai program pemberdayaan masyarakat.

Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc. mengatakan, BAZNAS RI terbuka terhadap berbagai bentuk sinergi yang dapat memberikan dampak langsung bagi masyarakat, khususnya para mustahik.

"Ada 13 program prioritas, mulai dari BAZNAS Siaga Kemiskinan, BAZNAS Tanggap Bencana, Beasiswa Cendikia BAZNAS, Lumbung Pangan BAZNAS, Balai Ternak BAZNAS, hingga Rumah Terang BAZNAS untuk tempat yang belum berlistrik," jelas Sodik.

Menurutnya, berbagai program tersebut memiliki ruang kolaborasi dengan kapasitas keilmuan dan jaringan yang dimiliki ICMI. Sinergi tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat pelaksanaan program, tetapi juga menghadirkan pendekatan berbasis inovasi dan teknologi dalam pemberdayaan masyarakat.

Salah satu peluang kerja sama yang dibahas adalah penerapan teknologi dalam penyediaan air bersih dan pengelolaan sampah. BAZNAS juga membuka peluang kolaborasi dalam memberikan dukungan kepada masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas pengumpulan sampah.

"Kami juga membuka peluang sinergi dalam penggunaan teknologi pengolahan sampah maupun bantuan langsung kepada para pemulung sampah bersama ICMI," ujar Sodik Mudjahid.

Selain bidang lingkungan, pembahasan juga mencakup penguatan ekonomi umat melalui dukungan modal usaha berbasis masjid dan pengembangan program bagi mualaf melalui Mualaf Center yang berada dalam pembinaan ICMI.

Kolaborasi riset mengenai pengelolaan zakat turut menjadi salah satu agenda yang mendapat perhatian. Kerja sama di bidang penelitian diharapkan dapat menghasilkan kajian dan rekomendasi yang mendukung pengembangan tata kelola serta program zakat yang semakin berbasis data dan kebutuhan masyarakat.

Wakil Ketua Umum ICMI Bidang IPTEK, Agromaritim, dan Lingkungan Hidup Mohammad Jafar Hafsah menyambut baik rencana kolaborasi antara ICMI dan BAZNAS RI.

Ia mengatakan, berbagai bidang yang dibahas dalam audiensi tersebut pada dasarnya memiliki keterkaitan dengan program dan kapasitas yang dimiliki ICMI sehingga dapat dikembangkan melalui sinergi antarlembaga.

"Alhamdulillah dengan rencana MoU ini juga berarti hubungan kita dengan BAZNAS dalam bentuk program-program itu akan lebih baik. Dan program-program semuanya yang dikemukakan itu semua ada di ICMI, jadi tinggal kita sinergikan," tuturnya.

Rencana kerja sama tersebut juga diarahkan pada penyusunan nota kesepahaman (MoU) antara BAZNAS RI dan ICMI sebagai landasan pengembangan berbagai program kolaboratif ke depan.

Melalui sinergi tersebut, BAZNAS RI dan ICMI memiliki ruang untuk menghubungkan kekuatan pengelolaan zakat dengan kapasitas keilmuan, teknologi, riset, serta jaringan pemberdayaan masyarakat.

Kerja sama ini sekaligus memperluas peluang agar dana zakat tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan dasar mustahik, tetapi juga dapat diarahkan pada program pemberdayaan yang mendukung kemandirian masyarakat secara berkelanjutan.

Turut hadir dalam agenda tersebut dari BAZNAS RI, Pimpinan Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan BAZNAS RI H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., serta Deputi I Pengumpulan BAZNAS RI H. M. Arifin Purwakananta, S.IKom., M.I.Kom., CWC., CFRM.

Sementara dari jajaran pengurus ICMI hadir Wakil Ketua Umum Bidang Pengembangan Organisasi dan Kerja Sama Antar Lembaga Priyo Budi Santoso, Wakil Ketua Umum Bidang Ekonomi dan Kesejahteraan Umat Teuku Abdullah Sanny, Bendahara Umum Andi Irman, Ketua Panitia Muktamar Ismail Rumadhan, Sekretaris Panitia Muktamar Ina Marlina, serta Bendahara Panitia Muktamar Andi Ida Nursanti.

Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat jejaring kolaborasi antara lembaga zakat nasional dan organisasi cendekiawan Muslim dalam menghadirkan program yang berbasis inovasi, ilmu pengetahuan, pemberdayaan, dan kebutuhan nyata masyarakat.

01/10/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa
Empat Kali Berturut-turut! BAZNAS RI Kembali Raih IHYA 2026

TANGERANG — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional dengan meraih penghargaan Indonesia Halal Industry Awards (IHYA) 2026 kategori Lembaga Pemerintahan yang Memberikan Dukungan Program Halal Terbaik.

Penghargaan yang diberikan oleh Kementerian Perindustrian (Kemenperin) RI tersebut diterima dalam ajang IHYA 2026 yang berlangsung di ICE BSD City, Tangerang, Banten, Kamis (24/9/2026).

Capaian ini sekaligus memperpanjang konsistensi BAZNAS RI dalam ajang IHYA. Sejak 2022, BAZNAS RI tercatat telah empat kali memperoleh penghargaan dalam ajang yang memberikan apresiasi terhadap kontribusi berbagai pihak dalam pengembangan industri halal nasional.

Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., mengatakan penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap komitmen BAZNAS dalam mendukung perkembangan industri halal, khususnya bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

“Alhamdulillah hari ini BAZNAS kembali mendapatkan award untuk lembaga pemerintah yang peduli terhadap industri halal. Berturut-turut bahkan sudah empat kali,” ujar Sodik Mudjahid.

Di balik penghargaan tersebut terdapat program pemberdayaan yang menyasar langsung pelaku UMKM di berbagai daerah.

Sepanjang periode 2022 hingga 2026, BAZNAS RI menyebut telah memfasilitasi lebih dari 7.000 sertifikat halal bagi UMKM melalui kolaborasi dengan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), 10 Lembaga Pemeriksa Halal (LPH), serta 24 Lembaga Pendamping Proses Produk Halal (LP3H).

Dukungan BAZNAS juga diarahkan pada penguatan sumber daya manusia dalam ekosistem halal. Dalam periode tersebut, BAZNAS turut mencetak 750 pendamping halal, 166 juru sembelih halal, dan 89 penyelia halal.

Langkah ini memperlihatkan bahwa penguatan industri halal tidak hanya dilakukan melalui sertifikasi produk, tetapi juga melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia yang mendampingi pelaku usaha.

Rekam Jejak Penghargaan IHYA

Penghargaan IHYA 2026 melanjutkan sejumlah capaian BAZNAS RI pada tahun-tahun sebelumnya.

Pada 2022, BAZNAS RI meraih Best Financial Support. Kemudian pada 2024, BAZNAS kembali memperoleh penghargaan Best Halal Financial Support, disusul penghargaan Instansi Pemerintah Terbaik pada 2025.

Tahun ini, BAZNAS RI kembali mendapatkan penghargaan dalam kategori Lembaga Pemerintahan yang Memberikan Dukungan Program Halal Terbaik.

Menurut Sodik, capaian tersebut tidak terlepas dari kerja para amil dan relawan BAZNAS yang terlibat dalam pembinaan UMKM di berbagai daerah.

“Terima kasih kepada para amil dan relawan yang selalu membina UMKM BAZNAS. Maju terus UMKM halal di bawah binaan BAZNAS,” katanya.

Penguatan UMKM halal menjadi salah satu bagian dari upaya BAZNAS dalam mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat. Melalui pendampingan dan fasilitasi usaha, mustahik tidak hanya mendapatkan bantuan, tetapi juga didorong untuk memiliki usaha yang lebih kuat dan berkelanjutan.

Bagi BAZNAS Kabupaten Minahasa, capaian tersebut menjadi inspirasi bahwa pengelolaan zakat dapat dikembangkan tidak hanya dalam bentuk bantuan konsumtif, tetapi juga melalui pemberdayaan ekonomi, peningkatan kapasitas usaha, dan penguatan kemandirian masyarakat.

Penghargaan IHYA 2026 sekaligus memperkuat pesan bahwa kolaborasi antara lembaga zakat, pemerintah, pelaku usaha, dan ekosistem halal dapat membuka semakin banyak peluang bagi UMKM untuk tumbuh dan naik kelas.

Empat kali meraih penghargaan IHYA bukan sekadar catatan prestasi, tetapi menjadi bagian dari perjalanan BAZNAS RI dalam memperluas manfaat zakat melalui pemberdayaan ekonomi dan penguatan ekosistem halal nasional.

25/09/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa

Berita Terbaru

Sahabat BAZNAS Sulut Jemput ZIS di Dua Masjid Manado, Dorong Kesadaran Zakat di Tengah Jamaah
Sahabat BAZNAS Sulut Jemput ZIS di Dua Masjid Manado, Dorong Kesadaran Zakat di Tengah Jamaah
Manado – Upaya mendekatkan layanan zakat langsung ke tengah masyarakat terus digencarkan BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara. Melalui relawan Sahabat BAZNAS, kegiatan jemput Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) digelar di dua masjid besar Kota Manado, Jumat (30/1/2026). Aksi penghimpunan tersebut dilakukan dengan membuka booth layanan ZIS di Masjid Kyai Modjo Korem 131 Santiago dan Masjid Amirul Bahri Lantamal Manado. Kehadiran Sahabat BAZNAS tak sekadar membuka layanan donasi, tetapi juga membawa misi edukasi kepada jamaah. Di lokasi kegiatan, relawan membagikan flyer edukasi serta amplop ZIS untuk memudahkan masyarakat menunaikan kewajiban zakat maupun berbagi melalui infak dan sedekah. Kegiatan jemput ZIS ini menjadi bagian dari strategi BAZNAS Sulut dalam memperluas jangkauan layanan penghimpunan sekaligus membangun kesadaran umat tentang pentingnya menunaikan zakat melalui lembaga resmi. Pendekatan langsung di masjid dinilai efektif karena bertepatan dengan momentum ibadah, ketika kesadaran spiritual jamaah sedang meningkat. Melalui metode ini, masyarakat tidak hanya dimudahkan secara teknis, tetapi juga diberikan pemahaman tentang fungsi zakat sebagai instrumen sosial untuk membantu fakir miskin, pemberdayaan ekonomi umat, hingga respons kebencanaan. BAZNAS Sulawesi Utara menilai peran Sahabat BAZNAS sangat strategis dalam menjembatani lembaga dengan masyarakat. Edukasi langsung di lapangan diharapkan memperkuat kepercayaan publik untuk menyalurkan ZIS melalui lembaga resmi, yang dikelola secara amanah, transparan, dan terukur. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari penguatan gerakan sosial berbasis masjid, di mana zakat tidak hanya dipandang sebagai kewajiban ibadah, tetapi juga solusi nyata untuk mengurangi kesenjangan sosial. BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara mengapresiasi semangat para relawan Sahabat BAZNAS yang aktif turun ke lapangan mendukung program penghimpunan zakat. Kehadiran mereka di tengah jamaah diharapkan memberi dampak berkelanjutan, tidak hanya pada peningkatan penghimpunan ZIS, tetapi juga pada tumbuhnya budaya berbagi dan kepedulian sosial di tengah masyarakat. Dengan langkah jemput bola seperti ini, zakat tidak lagi terasa jauh, tetapi hadir dekat, mudah, dan menjadi bagian dari gerakan bersama membangun kesejahteraan umat.
BERITA30/01/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Wakil Ketua PA Tondano Resmi Dilantik, PTA Manado Targetkan Jadi Role Model Zona Integritas
Wakil Ketua PA Tondano Resmi Dilantik, PTA Manado Targetkan Jadi Role Model Zona Integritas
Tondano – Pengadilan Agama (PA) Tondano resmi memiliki Wakil Ketua baru. Husnul Ma’arif, S.H.I., M.H. dilantik dan diambil sumpah jabatannya oleh Ketua Pengadilan Agama Tondano dalam prosesi khidmat di Ruang Serbaguna Lantai 2 PA Tondano, Rabu (28/1/2026). Pelantikan ini bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi momentum penguatan kepemimpinan dan integritas lembaga peradilan agama di wilayah tersebut. Acara penting ini dihadiri langsung oleh Ketua Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Manado Drs. M. Arsyad, S.H., M.H., Wakil Ketua PTA Manado Dr. Drs. Mubarok, M.H., Ketua PA Tutuyan Ahmad Edi Purwanto, S.H.I., serta seluruh hakim dan pegawai PA Tondano. Ketua PA Tondano Al Gazali Mus, S.H.I, M.H, menegaskan, pelantikan Wakil Ketua baru diharapkan memperkuat soliditas pimpinan. “Dengan dilantiknya Bapak Husnul Ma’arif sebagai Wakil Ketua, besar harapan kita untuk bersama-sama, tanggung-menanggung, topang-menopang membangun citra baik Pengadilan Agama Tondano dengan selalu mengedepankan integritas dan kredibilitas sesuai visi dan misi lembaga,” tegasnya. Menurutnya, kolaborasi pimpinan menjadi kunci dalam menjaga marwah lembaga peradilan serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat pencari keadilan. Ketua PTA Manado Drs. M. Arsyad, S.H., M.H. menyampaikan ucapan selamat sekaligus pesan strategis. “Saya menyampaikan selamat dan sukses kepada Bapak Husnul Ma’arif atas pelantikannya sebagai Wakil Ketua Pengadilan Agama Tondano. Semoga ini menjadi semangat baru untuk terus meningkatkan kinerja,” ujarnya. Sebagai Koordinator Pengawasan sekaligus Ketua Pembangunan Zona Integritas untuk PA Tondano, ia menekankan pentingnya pengawasan berkelanjutan dan komunikasi internal. “Kami berharap tugas dijalankan sebaik-baiknya, melakukan pengawasan secara berkelanjutan, serta membangun komunikasi dan koordinasi dengan seluruh jajaran,” lanjutnya. Kunjungan ini juga menjadi momen perdana Ketua PTA Manado ke PA Tondano. Ia menaruh harapan besar agar lembaga tersebut menjadi contoh bagi satuan kerja lain. “Semoga ke depan Pengadilan Agama Tondano bisa menjadi role model bagi seluruh satuan kerja di wilayah hukum PTA Manado,” tegasnya. Dengan kepemimpinan yang kini lengkap — Ketua dan Wakil Ketua — PA Tondano ditargetkan semakin solid dalam meningkatkan kinerja dan pelayanan publik. Sinergi pimpinan, penguatan pengawasan, serta pembangunan Zona Integritas menjadi fokus utama demi mewujudkan peradilan yang bersih, transparan, dan melayani. Pelantikan ini menandai babak baru bagi PA Tondano untuk tampil sebagai lembaga peradilan agama yang profesional, berintegritas, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat pencari keadilan.
BERITA28/01/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
TPQ Raudhatul Jannah Tondano Ukir Prestasi Tingkat Sulut, Sabet Pengelola Media Sosial Terbaik 1 di Pendis Award
TPQ Raudhatul Jannah Tondano Ukir Prestasi Tingkat Sulut, Sabet Pengelola Media Sosial Terbaik 1 di Pendis Award
MANADO — Prestasi membanggakan datang dari dunia pendidikan Islam Kabupaten Minahasa. TPQ Raudhatul Jannah Kampung Jawa Tondano berhasil meraih Penghargaan Pengelola Media Sosial Terbaik 1 Tingkat Provinsi Sulawesi Utara dalam ajang bergengsi Pendis Award 2025 yang diserahkan pada kegiatan Rapat Koordinasi Pendidikan Islam se-Sulawesi Utara. Penghargaan tersebut diberikan dalam acara resmi yang digelar oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Utara di Swiss-Bellhotel Maleosan Manado, Selasa (27/1/2026), yang dihadiri jajaran pejabat dan pengelola lembaga pendidikan Islam se-provinsi. Capaian ini menempatkan TPQ Raudhatul Jannah sebagai lembaga pendidikan Al-Qur’an yang tidak hanya unggul dalam pembinaan keagamaan, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan teknologi informasi, khususnya dalam pemanfaatan media sosial sebagai sarana edukasi dan dakwah. Dengan komitmen kuat dalam meningkatkan mutu pendidikan agama, TPQ Raudhatul Jannah konsisten membangun lingkungan belajar yang kondusif bagi generasi muda. Media sosial dimanfaatkan bukan sekadar untuk publikasi, tetapi sebagai ruang edukasi, dokumentasi kegiatan santri, penyebaran nilai-nilai keislaman, hingga penguatan literasi keagamaan di tengah masyarakat. Penghargaan ini menjadi bukti bahwa pendekatan dakwah dan pendidikan Islam kini mampu bertransformasi mengikuti zaman tanpa meninggalkan nilai dasar pembinaan akhlak. Ajang Rakor Pendidikan Islam kali ini memang terasa istimewa karena dirangkaikan dengan penyerahan penghargaan kepada lembaga-lembaga berprestasi di Sulawesi Utara. Kegiatan tersebut diikuti oleh Kepala Seksi Pendidikan Islam (Pendis) Kemenag Kabupaten Minahasa, Fadhila Djojosuroto, SE., M.Pd, bersama jajaran Pendis lainnya. Kabupaten Minahasa tampil menonjol dalam Pendis Award 2025 dengan beberapa lembaga berhasil meraih penghargaan, yaitu: MA Nurul Hidayah Sea 1 RA Tarbiyah Tondano TPQ Raudhatul Jannah Tondano Raihanna Putri Khalifah Jusuf Kepala Seksi Pendis Kemenag Minahasa menyampaikan rasa syukur atas pencapaian tersebut. “Penghargaan ini merupakan bukti kerja keras kolektif seluruh elemen pendidikan Islam di Minahasa. Semoga capaian di awal tahun 2026 ini menjadi motivasi bagi lembaga lain untuk terus berinovasi dan meningkatkan mutu pendidikan bagi umat,” ujarnya di sela kegiatan. Prestasi TPQ Raudhatul Jannah menegaskan bahwa lembaga pendidikan Al-Qur’an di daerah mampu menjadi pelopor dalam transformasi digital pendidikan Islam. Media sosial tidak lagi dipandang sebagai sekadar platform hiburan, melainkan sarana strategis membangun karakter, menyebarkan dakwah, dan menghubungkan lembaga dengan masyarakat luas. Penghargaan ini bukan hanya trofi, tetapi simbol pengakuan bahwa pendidikan Islam di Minahasa terus bergerak maju, adaptif, dan relevan dengan perkembangan zaman.
BERITA27/01/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Terjebak Banjir, BAZNAS Evakuasi Ibu Hamil yang Akan Melahirkan di Karawang
Terjebak Banjir, BAZNAS Evakuasi Ibu Hamil yang Akan Melahirkan di Karawang
Karawang — Di tengah genangan banjir yang masih merendam sejumlah wilayah Kabupaten Karawang, Jawa Barat, tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mengevakuasi seorang ibu hamil yang hendak melahirkan dari rumahnya yang terisolasi air. Peristiwa itu terjadi di Dusun Tegal Luhur, Desa Sukamakmur, Kecamatan Telukjambe Timur, wilayah yang terdampak banjir cukup parah sehingga akses darat tidak dapat dilalui kendaraan. Ibu hamil tersebut diketahui bernama Siti Nurjanah (22 tahun). Berdasarkan informasi warga, ia sudah merasakan tanda-tanda persalinan namun tidak dapat keluar rumah karena ketinggian air yang menggenangi permukiman. Mendapat laporan tersebut, tim BTB segera menuju lokasi menggunakan perahu karet untuk menembus banjir dan mengevakuasi Siti Nurjanah. Setelah berhasil dibawa keluar dari titik banjir, ia langsung dirujuk ke Mandaya Hospital Karawang guna mendapatkan penanganan medis dan proses persalinan. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, menegaskan bahwa ibu hamil termasuk kelompok paling rentan dalam situasi bencana. “Ibu hamil, lansia, dan anak-anak merupakan kelompok yang harus didahulukan saat terjadi bencana seperti banjir. Apalagi ibu hamil yang akan melahirkan, risikonya sangat besar jika tidak segera mendapat pertolongan medis,” ujar Saidah dalam keterangan tertulis, Senin (26/1/2026). Menurut dia, kecepatan informasi dari warga dan respons lapangan menjadi faktor penting dalam penyelamatan tersebut. Begitu menerima kabar adanya ibu hamil yang terjebak, tim BTB langsung bergerak menuju lokasi. Situasi banjir bukan hanya menghambat mobilitas, tetapi juga meningkatkan risiko kesehatan bagi ibu hamil, seperti: Keterlambatan mendapatkan pertolongan persalinan Risiko infeksi akibat lingkungan tidak higienis Hipotermia dan kelelahan Stres yang dapat memengaruhi kondisi ibu dan janin Karena itu, evakuasi cepat dalam kasus ini dinilai krusial untuk mencegah komplikasi. “Semoga persalinannya lancar, ibu dan bayinya selamat. Kami juga berharap banjir segera surut agar masyarakat Karawang bisa kembali beraktivitas,” kata Saidah. Kehadiran BAZNAS Tanggap Bencana di lokasi terdampak, menurut Saidah, merupakan bagian dari komitmen BAZNAS dalam respons darurat kemanusiaan. “BAZNAS hadir untuk memastikan evakuasi berjalan aman dan warga terdampak segera mendapatkan bantuan dasar,” ujarnya. Selain evakuasi, BTB juga terlibat dalam distribusi logistik, layanan dasar, serta dukungan kemanusiaan lain bagi warga terdampak banjir. Peristiwa evakuasi ibu hamil ini menunjukkan bahwa dalam situasi bencana, koordinasi cepat antara warga dan tim penyelamat menjadi penentu keselamatan, terutama bagi kelompok paling rentan.
BERITA26/01/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Kemensetneg Salurkan Rp227 Juta via BAZNAS, Bantu Penyintas Banjir Sumatera Bangun Huntap hingga Pulihkan Ekonomi
Kemensetneg Salurkan Rp227 Juta via BAZNAS, Bantu Penyintas Banjir Sumatera Bangun Huntap hingga Pulihkan Ekonomi
Jakarta – Solidaritas kemanusiaan kembali ditunjukkan Keluarga Besar Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) RI. Melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI, bantuan sebesar Rp227.200.000 disalurkan untuk membantu para penyintas banjir di wilayah Sumatera. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Sekretaris Kementerian Sekretariat Negara, Setya Utama, kepada jajaran pimpinan BAZNAS RI dalam seremoni yang berlangsung di lingkungan Kemensetneg, Jakarta Pusat, Jumat (23/1/2026). Hadir dalam kesempatan itu Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, didampingi Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Hj. Saidah Sakwan, MA, serta Wakil Menteri Sekretariat Negara RI Juri Ardiantoro beserta jajaran pejabat. Ketua BAZNAS RI Kiai Noor Achmad menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan Kemensetneg kepada BAZNAS sebagai lembaga penyalur bantuan. “Kami mengucapkan banyak terima kasih. Mudah-mudahan apa yang Bapak/Ibu berikan bermanfaat bagi saudara-saudara kita di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh. Bantuan ini akan kami salurkan sesuai peruntukannya, secara amanah, transparan, dan tepat sasaran,” ujar Kiai Noor. Ia menegaskan, BAZNAS bukan hanya hadir saat bantuan datang, tetapi sudah terjun sejak hari pertama bencana terjadi. Dalam masa tanggap darurat, BAZNAS mengoperasikan 117 pos layanan yang meliputi: Layanan kesehatan gratis Dapur umum Dapur air bersih “Lebih dari tiga juta porsi makanan telah kami salurkan sejak hari pertama masa tanggap darurat hingga fase itu dinyatakan selesai,” ungkapnya. Kini, penanganan memasuki fase pemulihan. Bantuan yang masuk melalui BAZNAS akan difokuskan untuk program jangka panjang yang menyentuh kebutuhan dasar sekaligus masa depan para korban. Beberapa prioritas pemulihan yang disiapkan BAZNAS antara lain: Pembangunan hunian tetap (huntap) Penyediaan alat dan perlengkapan sekolah Pembangunan kembali masjid dan musala Program pemberdayaan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja “Huntap pertama akan kami bangun di Tapanuli Selatan, yang kami namakan Kampung Cahaya Zakat. Di sana juga akan dibangun masjid dan sekolah,” jelas Kiai Noor. Tak berhenti pada bantuan fisik, BAZNAS juga menyiapkan program pemulihan ekonomi agar para penyintas bisa kembali mandiri. Program tersebut akan dijalankan melalui: ZMart (penguatan usaha ritel kecil) ZChicken (usaha kuliner berbasis kemitraan) “Kami tidak hanya memberikan modal, tetapi juga pendampingan sampai mereka benar-benar mandiri. Ini bagian dari ikhtiar kami membuka kembali lapangan kerja bagi korban terdampak,” tegasnya. Wakil Menteri Sekretariat Negara, Juri Ardiantoro, mengapresiasi konsistensi BAZNAS yang selalu hadir di garis depan setiap terjadi bencana. “Terima kasih kepada BAZNAS yang bersedia menyalurkan bantuan ini kepada para korban. Juga kepada keluarga besar Kemensetneg, para pegawai dan pejabat yang telah menyalurkan dana kepeduliannya. Ini wujud nyata solidaritas untuk saudara-saudara kita yang terdampak,” kata Juri. Ia mengakui nilai bantuan tersebut mungkin belum cukup untuk memulihkan seluruh dampak bencana, namun memiliki makna besar dari sisi kepedulian. “Untuk memulihkan kondisi seperti sebelum bencana tentu membutuhkan dana sangat besar, mungkin triliunan rupiah. Tetapi dengan niat tulus, kami berharap bantuan ini dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar dan mempercepat pemulihan masyarakat Aceh dan Sumatera,” tutupnya. Kolaborasi Kemensetneg dan BAZNAS ini juga menjadi contoh edukatif bahwa dana sosial—zakat, infak, dan sedekah—memiliki peran strategis bukan hanya untuk bantuan darurat, tetapi juga: Pemulihan jangka panjang, Pembangunan hunian layak, Akses pendidikan, Kebangkitan ekonomi korban.
BERITA26/01/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Terjunkan Tim Evakuasi Banjir di Jakarta-Bekasi, Warga Dievakuasi Pakai Perahu Karet
BAZNAS Terjunkan Tim Evakuasi Banjir di Jakarta-Bekasi, Warga Dievakuasi Pakai Perahu Karet
Jakarta – Banjir yang melanda sejumlah wilayah Jakarta dan Bekasi direspons cepat oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI. Melalui tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB), proses evakuasi warga terdampak dilakukan di berbagai titik genangan, Jumat (23/1/2026). Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, mengatakan tim langsung diterjunkan begitu laporan banjir masuk dari sejumlah wilayah padat penduduk. “Tim tanggap bencana segera kami kirim ke lokasi-lokasi banjir sebagai respons cepat BAZNAS untuk membantu mereka yang tengah mengalami kesulitan akibat banjir,” ujar Saidah dalam keterangan tertulis di Jakarta. BTB BAZNAS melakukan evakuasi di beberapa wilayah yang terdampak cukup parah, yakni: Cipinang Melayu, Jakarta Timur Petogogan, Jakarta Selatan Kedaung Angke, Jakarta Barat Karet Tengsin, Jakarta Pusat Pondok Hijau Permai, Kota Bekasi Di lokasi-lokasi tersebut, tim menggunakan perahu karet untuk menjangkau warga yang terjebak genangan air dan membawa mereka menuju titik pengungsian yang lebih aman. Selain fokus pada penyelamatan warga, BTB BAZNAS juga menyalurkan bantuan logistik darurat. Bantuan yang dibagikan meliputi: Makanan siap saji Air minum Kebutuhan pokok lainnya Langkah ini dilakukan untuk memastikan kebutuhan dasar warga terdampak tetap terpenuhi di tengah situasi darurat. “BAZNAS berkomitmen untuk terus berupaya memberikan bantuan terbaiknya. Respons ini juga merupakan bentuk kepedulian BAZNAS RI dalam menanggapi isu-isu kebencanaan, termasuk musibah banjir,” kata Saidah. BAZNAS juga mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu banjir susulan. Saidah meminta warga terus memantau informasi dari sumber terpercaya serta mengikuti arahan petugas di lapangan demi keselamatan bersama. “Semoga bantuan ini dapat meringankan beban warga yang terdampak banjir,” tutupnya.
BERITA23/01/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Dorong Regulasi BAZNAS Diperkuat, Zakat Diusulkan Jadi Pengurang Pajak
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Dorong Regulasi BAZNAS Diperkuat, Zakat Diusulkan Jadi Pengurang Pajak
Semarang – Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Abdul Wachid mendorong penguatan regulasi Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), termasuk integrasi kebijakan zakat dengan sistem keringanan pajak bagi wajib pajak yang menunaikan zakat melalui BAZNAS. Menurutnya, langkah ini penting agar zakat semakin optimal berperan sebagai instrumen kesejahteraan sosial nasional. “Jika hal tersebut bisa terwujud, tentu nantinya akan ada kerja sama dengan Kementerian Keuangan, misalnya dalam bentuk keringanan pajak. Apabila mereka yang wajib pajak sudah menunaikan pembayaran zakat melalui BAZNAS, maka hal itu bisa ditarik dan diakomodasi. Hal ini nantinya juga akan saya masukkan ke dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas),” ujar Abdul Wachid saat menghadiri kegiatan penyaluran paket bantuan King Salman Humanitarian Aid and Relief Centre di Semarang, Jawa Tengah, Kamis (22/1/2026). Abdul Wachid menilai, penguatan kewenangan BAZNAS akan membuka peluang optimalisasi potensi zakat dari berbagai sumber, mulai dari TNI, Polri, aparatur sipil negara (ASN), anggota DPR, kementerian, hingga sektor korporasi. “Potensi zakat secara nasional bisa mencapai Rp 300 triliun. Untuk Jawa Tengah sendiri, potensinya bisa jauh lebih besar dibandingkan pendapatan yang dihimpun saat ini,” katanya. Ia menegaskan, jika regulasi diperkuat dan terintegrasi dengan sistem fiskal, zakat dapat menjadi kekuatan besar dalam mendukung agenda pengentasan kemiskinan. Dalam kesempatan yang sama, Abdul Wachid juga mengapresiasi kinerja BAZNAS yang dinilainya telah menunjukkan peran strategis dalam pengentasan kemiskinan, penguatan UMKM, hingga penyaluran bantuan kebencanaan. “BAZNAS ini sudah sangat bermanfaat bagi masyarakat, tidak hanya dalam pengentasan kemiskinan dan penguatan UMKM, tetapi juga menyangkut bantuan bencana. Tadi disampaikan kepada saya bahwa bantuan sudah sampai ke Sumatra dan Aceh. Ini sangat luar biasa. Artinya, BAZNAS ini sangat bermanfaat untuk masyarakat,” ucapnya. Menurutnya, pemanfaatan dana zakat melalui program-program BAZNAS mampu menjawab kebutuhan masyarakat, baik dari sisi sosial maupun ekonomi. Secara khusus, Abdul Wachid memberi apresiasi kepada BAZNAS Provinsi Jawa Tengah yang dipimpin Dr. drs. KH. Ahmad Darodji, M.Si. Berdasarkan laporan BAZNAS RI, BAZNAS Jawa Tengah dinilai sebagai salah satu BAZNAS daerah dengan peran dan capaian tertinggi di tingkat nasional. Ia menegaskan, posisi BAZNAS sangat penting sebagai mitra strategis pemerintah dalam membantu kelompok rentan dan masyarakat kecil di luar skema Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). “Dana zakat, infak, dan sedekah serta dana sosial keagamaan lainnya yang dikelola BAZNAS berasal dari masyarakat dan dapat dimanfaatkan untuk pengentasan kemiskinan, pemberdayaan UMKM, perbaikan rumah tidak layak huni, hingga penanganan kebencanaan,” ujar Abdul Wachid. Dengan penguatan regulasi dan dukungan lintas kementerian, ia berharap peran zakat ke depan semakin terstruktur, terintegrasi, dan berdampak luas bagi kesejahteraan rakyat.
BERITA22/01/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Rohil Jajaki MoU dengan RSUD dr. RM Pratomo, Perkuat Akses Pengobatan bagi Fakir Miskin
BAZNAS Rohil Jajaki MoU dengan RSUD dr. RM Pratomo, Perkuat Akses Pengobatan bagi Fakir Miskin
Bagansiapiapi – Upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu di Kabupaten Rokan Hilir memasuki babak baru. Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Rokan Hilir melakukan silaturahmi strategis ke RSUD dr. RM Pratomo, Rabu (21/1/2026), guna menjajaki kerja sama bantuan biaya pengobatan bagi fakir miskin. Rombongan dipimpin Ketua BAZNAS Rokan Hilir, H. Jefrizal, S.HI, MM, didampingi Wakil Ketua I Junaidi, SE, Wakil Ketua II Ramli, M.Pd.I, Wakil Ketua III & IV Syafi’i Jais, SE, serta Ketua Pelaksana Juhari, S.Sos, SE. Kehadiran mereka disambut Direktur RSUD dr. RM Pratomo beserta jajaran manajemen. Pertemuan tersebut bukan sekadar ajang temu formal, melainkan forum pembahasan rancangan Nota Kesepahaman (MoU) yang dirancang untuk menghadirkan mekanisme bantuan pengobatan yang lebih sistematis dan akuntabel. Ketua BAZNAS Rokan Hilir, Jefrizal, menyatakan kolaborasi ini merupakan langkah konkret agar zakat dapat menjawab kebutuhan riil masyarakat, khususnya dalam sektor kesehatan. “Melalui silaturahmi ini, kami menyusun langkah konkret untuk membantu saudara-saudara kita yang kurang mampu. Dengan adanya MoU nanti, BAZNAS akan hadir memberikan bantuan biaya pengobatan bagi fakir miskin di RSUD Pratomo secara lebih terstruktur dan tepat sasaran,” ujarnya. Ia menegaskan, zakat tidak berhenti pada bantuan konsumtif, melainkan menjadi instrumen perlindungan sosial yang mampu mengurangi beban ekonomi mustahik ketika menghadapi persoalan kesehatan. Dalam diskusi tersebut, kedua belah pihak membahas sejumlah poin krusial sebagai fondasi kerja sama. Pertama, mekanisme verifikasi pasien. Sinkronisasi data dan kriteria fakir miskin menjadi prioritas agar bantuan benar-benar diterima oleh mereka yang berhak. Kedua, alur pelayanan cepat. Koordinasi teknis antara tim pelaksana BAZNAS dan administrasi rumah sakit diharapkan dapat memangkas birokrasi, sehingga pasien dhuafa tidak terhambat prosedur ketika membutuhkan layanan medis segera. Ketiga, transparansi dan akuntabilitas dana zakat. Sistem pelaporan yang rapi menjadi bentuk pertanggungjawaban kepada para muzaki sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap pengelolaan zakat. Sementara itu, Ketua Pelaksana BAZNAS Rohil, Juhari, memastikan tindak lanjut administratif akan segera dilakukan agar MoU dapat difinalisasi dalam waktu dekat. Langkah ini mencerminkan pergeseran pendekatan pengelolaan zakat yang semakin profesional dan terintegrasi dengan institusi pelayanan publik. Jika MoU terealisasi, kerja sama ini berpotensi menjadi model kolaborasi antara lembaga zakat dan fasilitas kesehatan daerah. Di tengah tantangan biaya kesehatan yang kerap memberatkan kelompok rentan, sinergi antara BAZNAS dan RSUD dr. RM Pratomo menjadi ikhtiar menghadirkan keadilan sosial—bahwa sakit bukan alasan bagi fakir miskin untuk kehilangan hak atas layanan medis yang layak.
BERITA21/01/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Terima Dana CSR Mitsui Leasing untuk Perkuat Respons Bencana di Sumatra
BAZNAS Terima Dana CSR Mitsui Leasing untuk Perkuat Respons Bencana di Sumatra
Jakarta — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menerima bantuan dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dari Mitsui Leasing Capital Indonesia untuk mendukung upaya penanggulangan dan pemulihan bencana alam di Indonesia. Bantuan ini difokuskan bagi masyarakat terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan, Rizaludin Kurniawan, mengatakan dukungan dari sektor swasta menjadi bagian penting dalam memperkuat respons kebencanaan nasional. Ia menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Mitsui Leasing kepada BAZNAS. “Terima kasih kepada Mitsui Leasing atas kepedulian dan kepercayaan yang diberikan. Bantuan ini akan BAZNAS manfaatkan secara optimal untuk membantu masyarakat terdampak bencana,” ujar Rizaludin dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa, 20 Januari 2026. Menurut Rizaludin, Indonesia merupakan negara dengan tingkat kerawanan bencana yang tinggi. Kondisi tersebut menuntut kolaborasi lintas sektor agar respons darurat hingga pemulihan pascabencana dapat berjalan cepat, tepat, dan berkelanjutan. Ia menambahkan, sejumlah wilayah di Pulau Sumatra seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat mengalami bencana dalam beberapa bulan terakhir yang berdampak pada kebutuhan dasar masyarakat. “Bantuan dari Mitsui Leasing sangat berarti. BAZNAS RI berkomitmen memastikan setiap amanah dari para mitra memberikan manfaat nyata bagi para penyintas bencana,” katanya. Rizaludin menilai, kemitraan dengan dunia usaha menjadi strategi BAZNAS dalam memperluas jangkauan dan dampak bantuan kemanusiaan, khususnya pada situasi kebencanaan. BAZNAS, kata dia, membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya dengan berbagai pihak. “BAZNAS tidak bisa berdiri sendiri menghadapi berbagai tantangan kebencanaan di Indonesia. Karena itu, kolaborasi menjadi kunci agar upaya penanggulangan bencana dapat berjalan lebih kuat dan berkelanjutan,” ujarnya. Penyaluran dana CSR secara simbolis telah dilakukan di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, pada Kamis, 15 Januari 2026. Corporate Secretary Mitsui Leasing Capital Indonesia, Wasistyo Adi Saras Putro, mengatakan bantuan tersebut merupakan wujud komitmen perusahaan dalam menjalankan tanggung jawab sosial. Menurut dia, keberlanjutan bisnis perlu diiringi kepedulian terhadap kondisi sosial, terutama saat terjadi bencana alam yang berdampak langsung pada masyarakat. “Melalui program tanggung jawab sosial perusahaan, kami berupaya hadir dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat terdampak bencana alam di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Bantuan ini kami arahkan untuk mendukung kebutuhan dasar, terutama makanan dan air bersih,” kata Wasistyo. Ia berharap, penyaluran bantuan melalui BAZNAS dapat mempercepat proses pemulihan pascabencana. “Terima kasih kepada BAZNAS yang telah memfasilitasi penyaluran bantuan ini. Semoga ke depan kolaborasi dapat terus berlanjut dengan jangkauan yang lebih luas,” ujarnya.
BERITA20/01/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Sukses Berdayakan Pedagang Kantin di Bukittinggi, Omzet Tembus Rp40 Juta per Bulan
BAZNAS Sukses Berdayakan Pedagang Kantin di Bukittinggi, Omzet Tembus Rp40 Juta per Bulan
Bukittinggi – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI kembali menunjukkan peran nyata zakat produktif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Melalui program BAZNAS Microfinance Desa (BMD) Bukittinggi, BAZNAS sukses memberdayakan Yulia Tuntina, pedagang makanan di kantin sekolah Kota Bukittinggi, Sumatra Barat, hingga berhasil melipatgandakan omzet usahanya. Dari yang semula hanya meraup omzet Rp20 juta per bulan, kini usaha Yulia menembus angka Rp40 juta per bulan, atau naik 100 persen, dengan penghasilan bersih sekitar Rp6 juta. Capaian ini diraih berkat dukungan modal usaha serta pendampingan intensif dari BAZNAS. “Alhamdulillah, sebelum mendapat bantuan dari BAZNAS, omzet usaha saya sekitar Rp20 juta per bulan dengan penghasilan bersih Rp3 juta. Setelah mendapat bantuan dan pendampingan, omzet naik menjadi Rp40 juta per bulan dan penghasilan bersih sekitar Rp6 juta,” kata Yulia dalam keterangannya di Bukittinggi, Senin (19/1/2026). Yulia mengaku, bantuan BAZNAS membawa perubahan besar, tidak hanya bagi usahanya tetapi juga bagi kondisi ekonomi keluarganya. “Terima kasih BAZNAS dan para muzaki. Berkat bantuan modal dan pendampingan yang diberikan, alhamdulillah usaha saya bisa terus berkembang,” ujarnya. Secara terpisah, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, MA, mengapresiasi capaian Yulia yang dinilai mampu memanfaatkan bantuan secara optimal. Menurut Saidah, Yulia yang merupakan warga Kelurahan Tarok Dipo, Kecamatan Guguk Panjang, Kota Bukittinggi, menjalankan usaha aneka gorengan, menu sarapan, serta minuman di kantin sekolah. Sejak menjadi mustahik binaan BAZNAS, perkembangan usahanya dinilai sangat signifikan. “Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa zakat produktif yang dikelola BAZNAS mampu mendorong UMKM naik kelas dan meningkatkan kesejahteraan mustahik. Keberhasilan mustahik adalah kebahagiaan bagi BAZNAS,” ujar Saidah dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (19/1/2026). Saidah menjelaskan, keberhasilan Yulia tidak lepas dari pendampingan melalui program BAZNAS Microfinance Desa. Dalam program tersebut, para mustahik mendapatkan edukasi kewirausahaan, termasuk pencatatan dan pelaporan keuangan, sehingga usaha dapat berkembang secara terukur dan berkelanjutan. Tak hanya berdampak pada peningkatan pendapatan, Saidah menambahkan, keberhasilan usaha Yulia juga mendorong tumbuhnya kepedulian sosial. Saat ini, Yulia secara rutin berpartisipasi dalam program wakaf Al-Qur’an sebagai wujud rasa syukur dan berbagi kepada sesama. Lebih lanjut, Saidah menegaskan komitmen BAZNAS untuk terus memperluas jangkauan program pemberdayaan ekonomi, termasuk BMD, agar semakin banyak pelaku usaha kecil di berbagai daerah dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraannya. “Apa yang telah dicapai Yulia sangat luar biasa. Kami berharap program-program BAZNAS, seperti BMD, dapat terus memberikan manfaat besar dalam pengentasan kemiskinan di Indonesia. Semakin banyak mustahik yang berkembang dan sejahtera, maka visi BAZNAS untuk menyejahterakan masyarakat Indonesia dapat terwujud secara bertahap,” tutup Saidah.
BERITA19/01/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Silaturahmi BPJS Ketenagakerjaan Minahasa ke BAZNAS Minahasa, Dorong Perlindungan Pekerja Mustahik
Silaturahmi BPJS Ketenagakerjaan Minahasa ke BAZNAS Minahasa, Dorong Perlindungan Pekerja Mustahik
Minahasa — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Minahasa menerima kunjungan silaturahmi dari BPJS Ketenagakerjaan Minahasa, Jumat (9/1/2026). Pertemuan ini menjadi langkah konkret menindaklanjuti Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara BAZNAS dan BPJS Ketenagakerjaan dalam upaya memperluas perlindungan jaminan sosial bagi pekerja rentan kategori mustahik. Kunjungan tersebut diterima langsung oleh Wakil Ketua I dan Wakil Ketua IV BAZNAS Minahasa. Sementara dari BPJS Ketenagakerjaan Minahasa hadir Irman Lukwan, selaku Account Representative Perwakilan BPJS Ketenagakerjaan Minahasa. Silaturahmi ini sekaligus menjadi bagian dari penguatan implementasi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 102 Tahun 2025, yang membolehkan pendistribusian zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dalam bentuk pembayaran iuran kepesertaan jaminan ketenagakerjaan bagi pekerja rentan. Waka I BAZNAS Minahasa Joko Kurnia menegaskan, kerja sama ini merupakan terobosan penting dalam optimalisasi zakat agar lebih berdampak dan berkelanjutan. “Zakat tidak hanya untuk bantuan sesaat, tetapi juga sebagai instrumen perlindungan sosial. Melalui program ini, pekerja mustahik mendapatkan jaminan ketika mengalami kecelakaan kerja hingga risiko kematian,” ujarnya. Senada, Waka IV BAZNAS Minahasa Sahlan Kokalo menyampaikan bahwa sinergi ini sejalan dengan misi BAZNAS dalam melindungi kelompok rentan dan meningkatkan kesejahteraan mustahik. “Ini adalah bentuk zakat produktif yang memberi rasa aman bagi pekerja informal seperti petani, buruh harian, guru ngaji, hingga ojek online,” katanya. Sementara itu, Irwan Lukwan menjelaskan bahwa BPJS Ketenagakerjaan berkomitmen memperluas cakupan perlindungan bagi pekerja informal yang selama ini belum mampu membayar iuran secara mandiri. “Melalui kolaborasi dengan BAZNAS, iuran kepesertaan dapat ditopang dari dana ZIS, sesuai dengan fatwa MUI. Ini menjadi solusi nyata bagi jutaan pekerja rentan,” jelasnya. Secara nasional, BPJS Ketenagakerjaan bersama BAZNAS menargetkan perlindungan bagi sekitar 2 juta pekerja rentan pada tahap awal, dari total 27 juta pekerja rentan yang belum memiliki jaminan sosial ketenagakerjaan. Silaturahmi BPJS Ketenagakerjaan Minahasa ke BAZNAS Minahasa ini diharapkan menjadi titik awal percepatan perlindungan pekerja mustahik di daerah, sekaligus mendorong peran zakat sebagai instrumen perlindungan sosial yang inklusif dan berkelanjutan.
BERITA09/01/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Maybank Indonesia Finance Gandeng BAZNAS Salurkan Rp340 Juta untuk Penyediaan Air Bersih
Maybank Indonesia Finance Gandeng BAZNAS Salurkan Rp340 Juta untuk Penyediaan Air Bersih
Jakarta – PT Maybank Indonesia Finance menegaskan komitmennya terhadap tanggung jawab sosial berkelanjutan dengan menyalurkan dana kebajikan perusahaan sebesar Rp340 juta melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI. Dana tersebut diperuntukkan bagi program penyediaan air bersih bagi masyarakat di wilayah rawan kekeringan. Penyerahan dana kebajikan perusahaan itu dilaksanakan di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Rabu (7/1/2026). Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan, Dr. H. Rizaludin Kurniawan, M.Si, menyambut baik kepercayaan yang diberikan PT Maybank Indonesia Finance kepada BAZNAS dalam penyaluran dana kebajikan tersebut. “Ini menjadi salah satu bukti bagaimana amanah dana kebajikan dapat disalurkan secara langsung kepada masyarakat yang mengalami kesulitan akses air bersih. Kami mengucapkan terima kasih kepada PT Maybank Indonesia Finance yang telah mempercayakan infak perusahaannya melalui BAZNAS,” ujar Rizaludin. Rizaludin berharap kolaborasi antara BAZNAS dan Maybank Indonesia Finance dapat terus berlanjut ke depannya, mengingat masih banyak gagasan dan program kemanusiaan yang dapat dikembangkan bersama untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di berbagai daerah. Sementara itu, Presiden Direktur PT Maybank Indonesia Finance, Alexander, mengapresiasi kerja sama yang terjalin dengan BAZNAS dalam pelaksanaan program penyediaan air bersih tersebut. “Saya sangat senang kita bisa melakukan kerja sama ini. Semoga kolaborasi ini dapat terus berlanjut ke depannya, sehingga semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaat dari dana infak perusahaan kami,” kata Alexander. Ia menjelaskan, penyaluran dana kebajikan perusahaan ini merupakan wujud komitmen Maybank Indonesia Finance dalam menjalankan tanggung jawab sosial perusahaan melalui dukungan terhadap program penyediaan air bersih yang dilaksanakan bersama BAZNAS RI. Program tersebut ditujukan untuk membantu masyarakat yang masih menghadapi keterbatasan akses air bersih, khususnya di delapan wilayah rawan kekeringan, yakni Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Lampung, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Selatan. “Air bersih dan sanitasi yang layak merupakan kebutuhan dasar yang berdampak langsung pada kesehatan, produktivitas, dan kualitas hidup masyarakat. Melalui program ini, kami berkontribusi dalam pembangunan sumur bor, tandon air, serta saluran distribusi air agar masyarakat dapat memperoleh akses air bersih secara berkelanjutan, terutama saat musim kemarau,” jelasnya. Program penyediaan air bersih ini juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) nomor 6, yakni memastikan ketersediaan dan pengelolaan air bersih serta sanitasi yang berkelanjutan untuk semua.
BERITA08/01/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS RI Terima Rp80 Juta Bantuan Kemanusiaan dari UPZ KPK untuk Penyintas Banjir Sumatra
BAZNAS RI Terima Rp80 Juta Bantuan Kemanusiaan dari UPZ KPK untuk Penyintas Banjir Sumatra
Jakarta – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menerima bantuan kemanusiaan sebesar Rp80 juta dari Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mendukung penanganan bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Nilai bantuan tersebut masih berpotensi bertambah. Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Ketua KPK Setyo Budiyanto dan diterima langsung oleh Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., di Gedung KPK RI, Jakarta, Rabu (7/1/2026). Penyerahan tersebut turut disaksikan Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto, Wakil Ketua KPK Ibnu Basuki Widodo, Ketua Dewan Pengawas KPK Gusrizal, serta jajaran pimpinan KPK lainnya. Ketua BAZNAS RI Kiai Noor Achmad menyampaikan apresiasi atas kepercayaan KPK yang menyalurkan bantuan kemanusiaan melalui BAZNAS. Ia menegaskan, dukungan tersebut sangat berarti mengingat tingginya kebutuhan masyarakat terdampak bencana di wilayah Sumatra. “Kebutuhan di Sumatra saat ini sangat luar biasa. Apa yang diberikan oleh KPK akan sangat membantu saudara-saudara kita yang sedang menghadapi masa sulit,” ujar Kiai Noor. Ia mengungkapkan, sejak awal masa tanggap darurat, BAZNAS telah mendirikan 117 posko kebencanaan di wilayah Sumatra. Dari jumlah tersebut, sebanyak 53 posko aktif melayani dapur umum dan layanan kesehatan. “Hingga hari ini, sejak hari pertama bencana, BAZNAS telah menyalurkan lebih dari tiga juta porsi makanan melalui dapur umum yang kami operasikan,” jelasnya. Memasuki fase pemulihan, BAZNAS kini memfokuskan bantuan pada tiga program utama, yakni Kembali ke Sekolah, Kembali ke Kerja, dan Kembali ke Rumah. Ketiga program ini dirancang untuk memulihkan layanan dasar, menggerakkan kembali aktivitas ekonomi masyarakat, serta menyediakan hunian layak bagi penyintas bencana. Pada program Kembali ke Sekolah, BAZNAS telah menyiapkan sekitar 20 ribu set seragam sekolah lengkap dengan sepatu, tas, dan topi bagi anak-anak terdampak bencana. “Kami ingin memastikan anak-anak dapat segera kembali belajar dengan layak dan tidak kehilangan masa depan akibat bencana,” kata Kiai Noor. Sementara itu, program Kembali ke Kerja difokuskan untuk membantu pelaku UMKM agar dapat kembali menjalankan aktivitas ekonomi. Adapun program Kembali ke Rumah menargetkan pembangunan sekitar 360 unit rumah di tiga provinsi terdampak, dengan nilai bantuan masing-masing unit mencapai Rp75 juta. Kiai Noor menegaskan, langkah BAZNAS dalam membantu masyarakat Sumatra merupakan bagian dari sinergi dengan pemerintah dan berbagai pihak. “Dukungan dari KPK ini sangat berarti dan diharapkan dapat memicu semakin banyak pihak untuk turut membantu. Ini insya Allah menjadi amal jariah. Amal jariah tidak hanya berupa uang, tetapi juga kebijakan dan kepedulian,” ujarnya. Sementara itu, Ketua KPK Setyo Budiyanto menyampaikan duka mendalam atas musibah bencana yang menimpa masyarakat di sejumlah wilayah Sumatra. Ia menegaskan, bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan keikhlasan seluruh pegawai KPK terhadap para penyintas bencana. “Meski nilainya terbatas, kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah,” ujarnya. Setyo juga menegaskan, KPK mempercayakan penyaluran bantuan tersebut kepada BAZNAS karena rekam jejak dan kapasitas kelembagaannya yang dinilai kredibel dan berpengalaman dalam penyaluran dana zakat dan bantuan sosial. “Kami melihat track record BAZNAS yang sangat baik, baik secara kelembagaan maupun dalam praktik penyaluran bantuan yang cepat dan tepat sasaran,” katanya. Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua KPK Ibnu Basuki Widodo menegaskan bahwa KPK tidak hanya menjalankan fungsi penegakan hukum, tetapi juga hadir untuk menumbuhkan kepedulian sosial di tengah masyarakat, terutama dalam situasi kebencanaan. “KPK hadir untuk saling peduli dan saling menyayangi, termasuk melalui bantuan bagi saudara-saudara kita yang terdampak bencana di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara,” tuturnya.
BERITA07/01/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Dampingi Pemulihan Psikososial Siswa Penyintas Bencana di Pidie Jaya
BAZNAS Dampingi Pemulihan Psikososial Siswa Penyintas Bencana di Pidie Jaya
Pidie Jaya — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI memberikan layanan dukungan psikososial kepada siswa-siswa penyintas banjir bandang dan longsor di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh. Pendampingan ini ditujukan untuk membantu pemulihan kondisi mental dan emosional anak-anak yang terdampak bencana. Layanan psikososial dilaksanakan di dua sekolah terdampak, yakni SD Negeri 6 Simpang Tiga Meureudu dan MIN 1 Meureudu Pidie Jaya. Kegiatan tersebut melibatkan fasilitator terlatih yang memberikan pendampingan secara terstruktur, dengan pendekatan ramah anak dan sesuai kebutuhan psikologis siswa. Wakil Ketua BAZNAS RI H. Mokhamad Mahdum, Ph.D., yang didampingi Pimpinan BAZNAS RI Bidang Koordinasi Nasional H. Achmad Sudrajat, Lc., MA., mengatakan bahwa dukungan psikososial merupakan kebutuhan mendesak bagi anak-anak korban bencana. “Anak-anak adalah kelompok paling rentan dalam situasi bencana. Mereka bukan hanya kehilangan rasa aman, tetapi juga berpotensi mengalami guncangan psikologis yang dapat berdampak jangka panjang jika tidak ditangani secara tepat,” kata Mahdum saat meninjau langsung kegiatan pendampingan di Pidie Jaya. Menurut Mahdum, layanan psikososial bertujuan membantu siswa mengenali dan mengelola perasaan takut, cemas, serta trauma yang muncul pascabencana. Pada saat yang sama, pendampingan ini diarahkan untuk menumbuhkan kembali rasa aman, kepercayaan diri, dan semangat belajar anak-anak. Pendekatan yang digunakan bersifat edukatif dan partisipatif. Fasilitator mengajak siswa terlibat dalam berbagai aktivitas, seperti permainan edukatif, diskusi kelompok, serta kegiatan kreatif yang disesuaikan dengan usia dan kondisi psikologis mereka. Mahdum menilai, sekolah memiliki peran strategis sebagai ruang pemulihan bagi anak-anak penyintas bencana. Oleh karena itu, pelaksanaan layanan psikososial di lingkungan sekolah diharapkan dapat membantu siswa kembali menjalani proses belajar-mengajar secara lebih optimal. “Kami berharap sekolah dapat kembali menjadi ruang yang aman dan nyaman, sehingga anak-anak bisa melanjutkan pendidikan tanpa dibayangi trauma akibat bencana,” ujarnya. Ia menambahkan, penanganan dampak bencana tidak cukup hanya dengan pemenuhan kebutuhan logistik dan fisik. Pemulihan mental dan emosional masyarakat terdampak, khususnya anak-anak, menjadi bagian penting dari upaya rehabilitasi pascabencana. “BAZNAS berkomitmen melakukan penanganan bencana secara menyeluruh. Kami akan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak agar pemulihan di Pidie Jaya dapat berjalan secara berkelanjutan dan tepat sasaran,” kata Mahdum. Melalui layanan dukungan psikososial tersebut, BAZNAS berharap anak-anak penyintas bencana di Pidie Jaya dapat bangkit dari trauma, kembali bersemangat belajar, dan melanjutkan pendidikan mereka secara lebih baik.
BERITA07/01/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Sambut Ramadan, BAZNAS Salurkan Peralatan Ibadah untuk Masjid Terdampak Banjir di Sumatra Barat
Sambut Ramadan, BAZNAS Salurkan Peralatan Ibadah untuk Masjid Terdampak Banjir di Sumatra Barat
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menyalurkan bantuan peralatan ibadah bagi masjid dan musala yang terdampak banjir dan longsor di Sumatra Barat, Selasa, 6 Januari 2026. Bantuan tersebut diberikan menjelang masuknya bulan Ramadan agar aktivitas ibadah masyarakat dapat kembali berjalan dengan nyaman. Sejumlah rumah ibadah yang menerima bantuan antara lain Masjid Harakatul Quran, Masjid Syuhada Jorong Laweh, serta Musala Daarul Huffazh MAN 1 Agam. Bantuan diserahkan langsung oleh Pimpinan BAZNAS RI Bidang SDM, Keuangan, dan Umum Kolonel CAJ (Purn.) Drs. Nur Chamdani bersama Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan Dr. H. Rizaludin Kurniawan. Penyerahan bantuan turut disaksikan Wakil Bupati Agam, Muhammad Iqbal. Rizaludin mengatakan, bencana banjir dan longsor yang melanda wilayah Sumatra pada November 2025 lalu tidak hanya merusak permukiman warga, tetapi juga fasilitas umum, termasuk masjid dan musala. “Banyak perlengkapan ibadah seperti karpet, mukena, sajadah, dan Al-Qur’an rusak atau hanyut sehingga tidak bisa lagi digunakan,” kata Rizaludin. Melalui Program Kembali ke Masjid, BAZNAS menyalurkan bantuan berupa 30 ribu sarung dan mukena, 30 ribu mushaf Al-Qur’an, karpet masjid, serta paket sound system. Bantuan tersebut didistribusikan secara bertahap di 500 titik terdampak bencana di Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. “Kami ingin memastikan masyarakat bisa kembali beribadah dengan layak. Ramadan sudah dekat, jadi kebutuhan masjid harus segera dipenuhi,” ujar Rizaludin. Ia menegaskan BAZNAS akan terus memobilisasi bantuan bersama BAZNAS provinsi dan kabupaten/kota, terutama pada masa transisi rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Rizaludin juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Agam atas dukungan dalam penyaluran bantuan tersebut. Wakil Bupati Agam Muhammad Iqbal menyambut baik bantuan yang diberikan BAZNAS RI. Menurut dia, perlengkapan ibadah sangat dibutuhkan masyarakat menjelang Ramadan. “Kami berharap masjid-masjid kembali ramai dan aktivitas ibadah berjalan normal,” katanya. Apresiasi juga disampaikan Pengasuh Pondok Pesantren Harakatul Quran, Syukur Usman. Ia menyebut bantuan tersebut menjadi penyemangat untuk bangkit pascabencana. “Meski bangunan kami runtuh, insya Allah iman tetap teguh. Kami akan terus berjuang mendidik generasi dengan Al-Qur’an,” ujarnya. Hal senada diungkapkan pengurus Masjid Syuhada Jorong Laweh, Sam Sumar Datuk Tan Marajo. Ia berharap bantuan tidak hanya berhenti pada perlengkapan ibadah, tetapi juga berlanjut pada pemulihan bangunan masjid. “Kami mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS atas perhatian dan kepeduliannya,” kata dia.
BERITA06/01/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Kembali ke Sekolah Bersama BAZNAS, Ribuan Perlengkapan Belajar Mengalir ke Empat Titik Terdampak Bencana di Sumbar
Kembali ke Sekolah Bersama BAZNAS, Ribuan Perlengkapan Belajar Mengalir ke Empat Titik Terdampak Bencana di Sumbar
Padang – Harapan kembali menyala di ruang-ruang kelas Sumatra Barat. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI melalui Program Kembali ke Sekolah Bersama BAZNAS menyalurkan bantuan paket perlengkapan belajar bagi siswa di empat lembaga pendidikan yang terdampak banjir dan longsor. Bantuan pendidikan tersebut disalurkan ke MTs Harakatul Quran Kota Padang, MTs/MA PPMTI Batang Kabung, SMA Muhammadiyah Palembayan, dan MAN 1 Agam. Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh jajaran Pimpinan BAZNAS RI dan dihadiri Wakil Bupati Agam, H. Muhammad Iqbal, SE, M.Com. Pimpinan BAZNAS RI Bidang SDM, Keuangan, dan Umum, Kol. CAJ (Purn.) Drs. Nur Chamdani, menegaskan bantuan ini merupakan amanah langsung dari para muzaki di seluruh Indonesia. “Insya Allah bantuan ini tepat sasaran dan dikelola dengan prinsip 3A: Aman Syar’i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI,” ujar Nur Chamdani saat penyaluran bantuan di Padang, Selasa (6/1/2026). Nur Chamdani mengungkapkan, sejumlah sekolah mengalami kerusakan fisik cukup parah akibat bencana, sehingga dukungan segera diperlukan agar proses belajar-mengajar bisa kembali berjalan normal. “Bantuan yang diberikan berupa tas sekolah, sepatu, hingga seragam. Ke depan, BAZNAS juga menyiapkan program lanjutan berupa revitalisasi sekolah serta insentif bagi para guru,” jelasnya. Sebagai lembaga pemerintah nonstruktural, BAZNAS, lanjut Nur Chamdani, berkomitmen penuh mendukung program pemerintah pusat dan daerah, terutama pada fase transisi kebencanaan hingga rehabilitasi dan rekonstruksi. Tak tanggung-tanggung, BAZNAS telah menyiapkan sekitar 20 ribu paket bantuan pendidikan yang akan disalurkan secara bertahap. “Tahap awal diprioritaskan untuk sekolah swasta, kemudian MAN, dan selanjutnya sekolah negeri lainnya, sesuai hasil asesmen di lapangan,” ungkapnya. Momentum kembalinya aktivitas sekolah yang beriringan dengan menyambut bulan Ramadan diharapkan dapat membangkitkan solidaritas masyarakat terhadap para korban bencana di Sumatra dan Aceh. “Terima kasih kepada seluruh muzaki. BAZNAS akan terus memobilisasi bantuan secara cepat, tepat, dan aman,” tegas Nur Chamdani. Sementara itu, Wakil Bupati Agam H. Muhammad Iqbal menyampaikan apresiasi atas kepedulian BAZNAS terhadap dunia pendidikan pascabencana. “Bantuan ini sangat berarti bagi anak-anak kami yang terdampak langsung dan harus segera kembali belajar,” ujarnya. Apresiasi juga datang dari Kepala SMA Muhammadiyah Palembayan, Puspa Nalfirah, yang menyebut bantuan tersebut sebagai energi kebangkitan bagi sekolah dan siswa. “Sebagian seragam siswa hanyut terbawa banjir bandang. Bantuan ini sangat membantu dan memberi semangat baru bagi anak-anak,” katanya. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua BAZNAS Sumatra Barat Dr. H. Buchari M, M.Ag, Wakil Ketua I Afrianyo Korga, S.Pd.I, M.Pd, Wakil Ketua II Dr. Busral, S.Ag, MA, Wakil Ketua III Ir. H. Firdaus, M.Si, dan Wakil Ketua IV Drs. H. Nurman Agus, beserta jajaran.
BERITA06/01/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Kembali ke Sekolah Bersama BAZNAS, Ribuan Paket Perlengkapan Belajar Disalurkan untuk Siswa Penyintas Banjir di Sumatra
Kembali ke Sekolah Bersama BAZNAS, Ribuan Paket Perlengkapan Belajar Disalurkan untuk Siswa Penyintas Banjir di Sumatra
Jakarta – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menyalurkan bantuan paket perlengkapan belajar bagi siswa penyintas banjir di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara. Bantuan ini merupakan bagian dari program Kembali ke Sekolah Bersama BAZNAS yang bertujuan memastikan anak-anak tetap memperoleh akses pendidikan pascabencana. Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., mengatakan program tersebut menjadi bentuk komitmen BAZNAS dalam menjaga keberlangsungan pendidikan anak-anak di tengah keterbatasan akibat bencana. “BAZNAS berkomitmen memastikan pendidikan anak-anak tetap berjalan. Keterbatasan ekonomi akibat bencana tidak boleh menjadi penghalang bagi mereka untuk terus belajar,” ujar Kiai Noor saat penyaluran bantuan di Aceh, Senin (5/1/2026). Secara keseluruhan, BAZNAS menyalurkan 20.000 paket perlengkapan siswa yang terdiri dari tas sekolah, sepatu, dan seragam. Bantuan tersebut didistribusikan secara bertahap kepada siswa di tiga provinsi terdampak banjir di wilayah Sumatra. Selain bantuan pendidikan, BAZNAS juga menyalurkan perlindungan sosial dan keagamaan melalui distribusi 30.000 sarung dan mukena, 30.000 mushaf Al-Qur’an, serta karpet dan paket sound system masjid yang disalurkan di 500 titik wilayah terdampak bencana. “Wilayah Sumatra masih menjadi perhatian kami karena sejumlah daerah masih merasakan dampak banjir dan longsor yang berimbas langsung pada keberlangsungan pendidikan dan kehidupan sosial masyarakat,” kata Kiai Noor. BAZNAS menegaskan akan terus hadir mendampingi masyarakat terdampak bencana, tidak hanya pada fase tanggap darurat, tetapi juga pada tahap pemulihan jangka menengah dan panjang, termasuk memastikan anak-anak dapat kembali bersekolah. “Semoga ikhtiar ini dapat memberikan manfaat, menguatkan semangat anak-anak untuk terus belajar, serta menjadi keberkahan bagi para muzaki dan seluruh pihak yang terlibat,” harap Kiai Noor. Kegiatan pendistribusian bantuan tersebut turut dihadiri jajaran Pimpinan BAZNAS RI, di antaranya Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan, MA., Pimpinan Bidang Pengumpulan Dr. H. Rizaludin Kurniawan, M.Si., CFRM., Pimpinan Bidang SDM, Keuangan, dan Umum Kol. CAJ (Purn.) Drs. Nur Chamdani, serta pimpinan BAZNAS provinsi dan kabupaten/kota setempat.
BERITA05/01/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Layani Kesehatan Ribuan Penyintas Banjir di Sumatra
BAZNAS Layani Kesehatan Ribuan Penyintas Banjir di Sumatra
Aceh Tamiang – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI terus menegaskan perannya sebagai garda terdepan kemanusiaan dalam penanganan bencana hidrometeorologi di Sumatra. Sejak November 2025 hingga awal Januari 2026, BAZNAS telah memberikan layanan kesehatan kepada lebih dari 4.000 penyintas banjir di Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Jumlah penerima manfaat ini masih terus bertambah seiring berlanjutnya respons darurat di lapangan. Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menegaskan bahwa layanan kesehatan menjadi pilar utama dalam upaya melindungi kelompok rentan pascabencana, terutama anak-anak, lansia, dan warga yang tinggal di lokasi pengungsian. “BAZNAS memastikan masyarakat terdampak tetap memperoleh layanan kesehatan yang layak. Penanganan kesehatan menjadi prioritas karena sangat menentukan proses pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat secara menyeluruh,” ujar Kiai Noor saat meninjau layanan kemanusiaan di Aceh Tamiang, Senin (5/1/2026). Di Provinsi Aceh, BAZNAS telah menyalurkan layanan kesehatan kepada 462 penerima manfaat, meliputi pemeriksaan medis, pemberian obat-obatan, serta dukungan kesehatan di sejumlah kabupaten terdampak banjir. Sementara di Sumatra Utara, layanan kesehatan menjangkau 1.841 penyintas, yang tersebar di kawasan pengungsian maupun permukiman warga terdampak. Adapun di Sumatra Barat, BAZNAS memberikan layanan kesehatan kepada lebih dari 1.736 penerima manfaat, melalui pemeriksaan kesehatan, pengobatan, serta distribusi obat-obatan untuk mencegah meluasnya penyakit pascabencana. “Semoga ikhtiar kemanusiaan ini memberi manfaat nyata bagi masyarakat, mempercepat pemulihan kesehatan para penyintas, serta menjadi keberkahan bagi para muzaki dan seluruh pihak yang telah mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya melalui BAZNAS,” ungkap Kiai Noor. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan, MA., menjelaskan bahwa layanan kesehatan tersebut dijalankan oleh tim medis Rumah Sehat BAZNAS, yang terdiri dari dokter, perawat, apoteker, dan bidan, dengan dukungan jejaring BAZNAS provinsi serta kabupaten/kota. “Layanan kesehatan BAZNAS tidak hanya bersifat kuratif, tetapi juga preventif. Kami melakukan edukasi kesehatan, pencegahan penyakit di lingkungan pengungsian, serta memberikan layanan psikososial bagi anak-anak penyintas agar mereka tetap terlindungi secara fisik dan mental,” kata Saidah. Hingga 4 Januari 2026, BAZNAS tercatat telah menyalurkan berbagai bentuk bantuan kemanusiaan kepada 122.133 penerima manfaat di wilayah Sumatra. Bantuan tersebut mencakup layanan dapur umum, layanan kesehatan, distribusi logistik pangan dan nonpangan, penyediaan air bersih, dukungan psikososial, bantuan pendidikan, serta berbagai layanan pendukung lainnya sebagai bagian dari respons terpadu BAZNAS dalam menghadapi bencana hidrometeorologi.
BERITA05/01/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Salurkan 13.000 Paket Logistik untuk Penyintas Bencana di Sumatra
BAZNAS Salurkan 13.000 Paket Logistik untuk Penyintas Bencana di Sumatra
Jakarta – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI terus memperkuat respons kemanusiaan bagi masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi di wilayah Sumatra. Sejak 26 November 2025 hingga awal Januari 2026, BAZNAS telah menyalurkan sebanyak 13.000 paket logistik keluarga kepada para penyintas di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Dari total bantuan tersebut, 6.488 paket disalurkan di Provinsi Aceh, 4.000 paket di Provinsi Sumatra Utara, dan 3.500 paket di Provinsi Sumatra Barat. Bantuan ini difokuskan untuk memenuhi kebutuhan pokok masyarakat yang terdampak bencana. “Paket logistik keluarga ini disalurkan untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari. BAZNAS berupaya hadir dan mendampingi para penyintas agar tetap memiliki ketahanan di tengah situasi sulit. Jumlah bantuan juga masih akan terus bertambah menyesuaikan kebutuhan di lapangan,” ujar Pimpinan BAZNAS RI, Kiai Noor. Selain logistik keluarga, BAZNAS juga menyalurkan berbagai bantuan kemanusiaan lainnya, seperti layanan dapur umum, layanan kesehatan, distribusi logistik pangan dan nonpangan, penyediaan air bersih, layanan dukungan psikososial, bantuan pendidikan, hingga perlengkapan ibadah. Seluruh bantuan tersebut merupakan bagian dari respons terpadu penanganan bencana di wilayah Sumatra. Memasuki fase pemulihan, BAZNAS mulai menyiapkan program recovery untuk membantu masyarakat bangkit pascabencana. Program ini difokuskan pada pemulihan kehidupan sosial, pendidikan, dan ekonomi, agar aktivitas warga dapat kembali berjalan secara bertahap. “Bantuan recovery menjadi bagian penting dari pendampingan jangka menengah dan panjang BAZNAS. Kami tidak hanya hadir saat darurat, tetapi juga memastikan masyarakat dapat pulih dan kembali mandiri,” jelas Kiai Noor. Kiai Noor turut menyampaikan apresiasi kepada para mitra kemanusiaan, relawan, serta muzaki yang telah mempercayakan penyaluran zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS. “Terima kasih atas kepercayaan dan dukungan seluruh pihak. Semoga kolaborasi dan kepedulian ini membawa keberkahan serta manfaat nyata bagi saudara-saudara kita yang terdampak bencana,” pungkasnya. Hingga 4 Januari 2026, BAZNAS tercatat telah menyalurkan berbagai bentuk bantuan kemanusiaan kepada 122.133 penerima manfaat di wilayah Sumatra.
BERITA05/01/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS RI Gerak Cepat, 116 Ribu Korban Bencana di Sumatra Terima Bantuan Kemanusiaan
BAZNAS RI Gerak Cepat, 116 Ribu Korban Bencana di Sumatra Terima Bantuan Kemanusiaan
Jakarta – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bergerak cepat menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi korban bencana alam di berbagai wilayah Sumatra. Total 116.054 jiwa tercatat menerima manfaat dari respons kemanusiaan yang digelar BAZNAS. Bantuan yang disalurkan mencakup kebutuhan paling mendesak di lokasi bencana, mulai dari dapur umum, makanan siap santap, paket logistik keluarga, layanan kesehatan, air bersih, hygiene kit, hingga dukungan psikososial bagi para penyintas. BAZNAS juga menurunkan personel BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) untuk membantu evakuasi dan pelayanan pengungsi. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, menegaskan kehadiran BAZNAS di tengah korban bencana merupakan amanah kemanusiaan dari pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS). “BAZNAS berkomitmen untuk selalu hadir dan bergerak cepat membantu masyarakat terdampak bencana. Ini adalah bentuk solidaritas para muzaki yang kami salurkan tepat sasaran kepada para penyintas,” kata Saidah dalam keterangan tertulis, Senin (29/12/2025). Menurut Saidah, bantuan tidak hanya difokuskan pada fase darurat, tetapi juga memperhatikan aspek kesehatan, kebersihan, dan pemulihan psikologis korban. “Kami menyesuaikan bantuan dengan kebutuhan di lapangan, mulai dari makanan melalui dapur umum, layanan kesehatan, air bersih, paket kebersihan, hingga dukungan psikososial agar benar-benar dirasakan manfaatnya,” jelasnya. Saidah menambahkan, tim BTB diterjunkan langsung ke lokasi untuk memastikan distribusi bantuan berjalan efektif dan terkoordinasi dengan berbagai pihak. “Tim kami mendukung proses evakuasi, pelayanan pengungsi, serta pendistribusian bantuan. Pemantauan terus dilakukan agar wilayah paling terdampak menjadi prioritas,” ujarnya. Tak berhenti di fase tanggap darurat, BAZNAS juga menyiapkan langkah pemulihan pascabencana agar masyarakat dapat kembali bangkit. “BAZNAS akan melanjutkan program pemulihan dan pendayagunaan, agar para penyintas tidak hanya bertahan, tetapi kembali mandiri secara ekonomi dan sosial,” tuturnya. Di akhir pernyataannya, Saidah menyampaikan apresiasi kepada para muzaki dan donatur yang telah mempercayakan penyaluran ZIS melalui BAZNAS. “Terima kasih atas kepercayaan masyarakat. Dukungan ini menjadi kekuatan utama kami untuk terus membantu saudara-saudara kita yang tertimpa musibah,” pungkasnya.
BERITA29/12/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Minahasa.

Lihat Daftar Rekening →