WhatsApp Icon
Kemdiktisaintek dan BAZNAS Siapkan Kolaborasi Besar! Beasiswa Mahasiswa Indonesia hingga Palestina Jadi Fokus Utama

Jakarta – Komitmen memperluas akses pendidikan tinggi bagi generasi muda Indonesia terus diperkuat. Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) mulai menjajaki kerja sama strategis yang diyakini dapat membuka peluang pendidikan lebih luas, sekaligus memperkuat pemberdayaan masyarakat berbasis zakat.

Langkah besar tersebut dibahas dalam pertemuan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto dengan Ketua Badan Amil Zakat Nasional, Sodik Mudjahid, di Kantor Kemdiktisaintek, Jakarta, Kamis (18/6/2026).

Pertemuan tersebut menjadi sinyal kuat hadirnya sinergi antara pemerintah dan lembaga pengelola zakat nasional dalam membangun sumber daya manusia unggul melalui jalur pendidikan tinggi.

Menteri Brian Yuliarto menegaskan bahwa peningkatan Angka Partisipasi Kasar Perguruan Tinggi (APK PT) menjadi salah satu agenda penting pemerintah sebagaimana arahan Presiden Prabowo Subianto.

Menurutnya, masih banyak lulusan SMA dan sederajat yang memiliki potensi besar, namun terkendala faktor ekonomi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.

"Kami berharap terdapat kolaborasi yang bisa berjalan sinergis dengan arahan Bapak Presiden untuk meningkatkan angka partisipasi mahasiswa Indonesia, serta memajukan pendidikan tinggi Indonesia," ujar Brian.

Ia menilai dukungan pembiayaan pendidikan menjadi salah satu instrumen paling efektif untuk memastikan tidak ada generasi muda yang kehilangan kesempatan mengenyam pendidikan tinggi hanya karena keterbatasan biaya.

Di sisi lain, Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid menegaskan bahwa sektor pendidikan merupakan salah satu prioritas utama pendayagunaan zakat nasional.

Menurutnya, paradigma pengelolaan zakat saat ini terus diarahkan menuju program-program yang bersifat produktif dan berkelanjutan. Karena itu, pendidikan dipandang sebagai investasi jangka panjang yang mampu memutus rantai kemiskinan dan melahirkan generasi unggul.

"Tahun ini, BAZNAS mengarahkan program pendistribusian zakat tidak hanya bersifat bantuan konsumtif, tetapi juga lebih menitikberatkan pada pemberdayaan masyarakat," jelas Sodik.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai program beasiswa, penguatan kapasitas masyarakat, hingga dukungan terhadap riset dan inovasi yang melibatkan perguruan tinggi di Indonesia.

Menariknya, pembahasan kerja sama ini tidak hanya menyasar mahasiswa Indonesia. Kemdiktisaintek dan BAZNAS juga menjajaki peluang pemberian beasiswa magister bagi mahasiswa Palestina untuk melanjutkan studi di Indonesia.

Program ini dipandang sebagai bagian dari kontribusi Indonesia dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia Palestina di tengah berbagai tantangan yang mereka hadapi.

Pimpinan BAZNAS Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, Idy Muzayyad, menjelaskan bahwa program tersebut juga akan memberikan dampak positif bagi perguruan tinggi Indonesia.

"Kami ingin mendorong mahasiswa luar negeri juga untuk berkuliah di Indonesia. Hal ini juga dapat meningkatkan indeks perguruan tinggi di Indonesia. Dengan fokus ke jenjang magister, SDM Palestina juga akan siap untuk membangun kembali," kata Idy.

Kolaborasi Kemdiktisaintek dan BAZNAS menjadi bukti bahwa zakat tidak hanya berperan sebagai instrumen sosial keagamaan, tetapi juga dapat menjadi motor penggerak pembangunan sumber daya manusia yang berkelanjutan.

Jika kerja sama ini terealisasi, ribuan mahasiswa berpotensi memperoleh akses pendidikan yang lebih luas, sementara perguruan tinggi Indonesia akan semakin terbuka sebagai pusat pembelajaran bagi mahasiswa internasional.

Di tengah upaya mewujudkan Indonesia Emas 2045, sinergi antara dunia pendidikan dan pengelolaan zakat nasional diharapkan menjadi langkah konkret dalam mencetak generasi yang cerdas, berdaya saing, dan siap menghadapi tantangan global.

18/06/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa
Prof. Azrai Dorong Petani Binaan BAZNAS Minahasa Naik Kelas Jadi Penangkar Benih Nasional

MINAHASA – Harapan baru bagi kemandirian petani di Kabupaten Minahasa kembali menguat. Rabu (17/6/2026), pakar pemulia jagung nasional dari Universitas Hasanuddin (UNHAS) Makassar, Prof. Dr. Muhammad Azrai, SP., MP, kembali mengunjungi lahan binaan kolaborasi BAZNAS Kabupaten Minahasa bersama mantan Ketua Pengadilan Agama Tondano, Al Gazali Mus, yang kini menjabat sebagai Wakil Ketua Pengadilan Agama Sidrap.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari pendampingan berkelanjutan yang telah dilakukan selama beberapa tahun terakhir kepada Kelompok Tani Paguyuban Matuari Jaton, sebuah kelompok tani yang kini dipersiapkan untuk naik kelas dari petani budidaya jagung konsumsi menjadi penangkar benih jagung sumber (parent seed) grade A.

Dalam arahannya kepada petani, Prof. Azrai menjelaskan bahwa program yang dijalankan saat ini merupakan bagian dari kegiatan Unit Produksi Benih Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin yang bertujuan menghasilkan benih penjenis atau benih sumber berkualitas tinggi.

"Kita ingin kelompok tani ini naik kelas. Kalau sebelumnya petani hanya menjual tongkol atau jagung konsumsi, sekarang kita melatih mereka menghasilkan benih. Nilai ekonominya jauh lebih tinggi. Benih yang lolos seleksi dapat memiliki harga hingga empat kali lipat dibanding harga jagung konsumsi," ujar Prof. Azrai.

Menurutnya, Kelompok Tani Paguyuban Matuari Jaton dipilih secara khusus untuk mendapatkan pendampingan intensif agar mampu menghasilkan benih penjenis berkualitas tinggi yang nantinya dapat didistribusikan kepada perusahaan-perusahaan benih mitra Universitas Hasanuddin.

"Kami tidak langsung memperluas ke kelompok lain. Fokus kami saat ini adalah memastikan kelompok ini benar-benar mampu menghasilkan benih penjenis grade A. Jika berhasil, maka ke depan petani dapat berkembang menjadi produsen benih komersial dan memiliki kontrak produksi dengan mitra-mitra kami," jelasnya.

Prof. Azrai juga menegaskan bahwa tim Universitas Hasanuddin akan terus melakukan pendampingan teknis, pengawasan mutu genetik, serta pengujian berbagai varietas unggul baru di lahan tersebut.

Tidak hanya memberikan arahan teknis, pada kesempatan itu Prof. Azrai juga menyerahkan bantuan alat pemipil jagung kepada kelompok tani. Bantuan tersebut disaksikan langsung oleh jajaran BAZNAS Minahasa dan para petani binaan sebagai bentuk dukungan nyata terhadap peningkatan produktivitas pascapanen.

Dalam kesempatan yang sama, Prof. Azrai memberikan apresiasi terhadap keterlibatan BAZNAS Minahasa yang secara konsisten mendampingi kelompok tani sejak awal program berjalan.

"Kami senang karena ada BAZNAS yang mendampingi kelompok tani. Ini adalah bentuk nyata pemberdayaan umat agar masyarakat mampu memperoleh keuntungan yang lebih baik dan meningkatkan kesejahteraan petani. Dari yang kami lihat, pertumbuhan jagung yang didampingi BAZNAS sangat baik dan memiliki prospek yang menjanjikan untuk produksi benih," ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Minahasa, Sahlan Kokalo, yang turut mendampingi Prof. Azrai selama kunjungan lapangan, menyampaikan apresiasi atas komitmen dan perhatian yang terus diberikan oleh Universitas Hasanuddin kepada petani binaan BAZNAS.

"Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas kunjungan serta pendampingan berkelanjutan yang diberikan Prof. Azrai dan tim Universitas Hasanuddin. Ini bukan sekadar kunjungan, tetapi investasi ilmu pengetahuan yang luar biasa bagi petani kami. Melalui pendampingan ini, petani tidak lagi hanya menjadi produsen jagung konsumsi, tetapi dipersiapkan menjadi penangkar benih yang memiliki nilai ekonomi jauh lebih tinggi," ujar Sahlan.

Menurutnya, program tersebut sejalan dengan misi BAZNAS dalam mengubah pola bantuan konsumtif menjadi pemberdayaan produktif yang berkelanjutan.

"BAZNAS ingin menghadirkan program yang benar-benar mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ketika petani mampu menghasilkan benih berkualitas dan mendapatkan nilai jual yang lebih tinggi, maka mereka tidak hanya bertahan secara ekonomi, tetapi juga berkembang dan menjadi lebih mandiri. Inilah makna pemberdayaan yang sesungguhnya," tambahnya.

Sahlan menegaskan bahwa keberhasilan program tersebut merupakan hasil kolaborasi banyak pihak, mulai dari akademisi, pemerintah, tokoh masyarakat, hingga para petani yang memiliki semangat belajar dan berinovasi.

"Kami percaya kolaborasi adalah kunci. Apa yang dimulai dari lahan sederhana di Minahasa hari ini berpotensi menjadi model pemberdayaan petani berbasis zakat yang dapat direplikasi di daerah lain. Petani kita harus naik kelas, memiliki daya saing, dan menjadi bagian penting dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional," katanya.

Mantan Ketua Pengadilan Agama Tondano yang turut menggagas kolaborasi ini, Al Gazali Mus, mengaku bahagia melihat perkembangan yang dicapai kelompok tani binaan tersebut meskipun kini dirinya telah bertugas di Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan.

"Alhamdulillah, saya merasa sangat senang melihat program ini terus berkembang. Apa yang dulu kita mulai bersama kini menunjukkan hasil yang nyata. Semoga program ini semakin bermanfaat bagi petani dan masyarakat sekitar," ujarnya.

Ia juga menyampaikan dukungan moril kepada para petani agar terus menjaga semangat dan komitmen dalam mengembangkan usaha pertanian mereka.

"Semangat terus untuk para petani. Jangan pernah berhenti belajar dan berusaha. Insyaallah saat panen jagung tetua nanti, saya akan berusaha ikut bergabung kembali untuk melihat hasil perjuangan bersama ini," ungkap Al Gazali.

Kunjungan Prof. Azrai kali ini menjadi penanda penting bahwa Kelompok Tani Paguyuban Matuari Jaton sedang memasuki fase baru dalam pengembangan usaha tani berbasis teknologi dan inovasi.

Dengan dukungan Universitas Hasanuddin, BAZNAS Minahasa, serta para mitra strategis lainnya, kelompok tani tersebut diharapkan tidak hanya menjadi produsen jagung konsumsi, tetapi berkembang menjadi sentra produksi benih unggul yang mampu memasok kebutuhan perusahaan-perusahaan benih nasional.

17/06/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS RI dan Ponpes Al Fath Lepas 18 Dai ke Pulau Buru, Perkuat Pembinaan Mualaf di Wilayah 3T

Sukabumi – Komitmen memperkuat pembinaan umat hingga ke pelosok negeri kembali ditunjukkan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI. Bersama Pondok Pesantren Modern Dzikir Al Fath Sukabumi, BAZNAS RI resmi melepas 18 dai yang akan bertugas di Pulau Buru, Maluku, melalui Program Ustad Garis Depan (UGD) VIII.

Para dai tersebut akan menjalankan misi dakwah, pendidikan, dan pendampingan bagi masyarakat mualaf yang berada di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T), sekaligus menjadi sahabat dan pembimbing bagi masyarakat yang membutuhkan penguatan pemahaman keislaman.

Prosesi pelepasan berlangsung di Pondok Pesantren Modern Al Fath, Sukabumi, Rabu (17/6/2026), dan dihadiri Wakil Ketua BAZNAS RI Dr. H. Zainut Tauhid Sa'adi, M.Si., Pimpinan Ponpes Al Fath Prof. Dr. KH. M. Fajar Laksana, S.E., CQM., MM., Ph.D., Direktur Penerangan Agama Islam Kementerian Agama RI Dr. Muchlis M. Hanafi, Lc., M.A., serta sejumlah tokoh agama dan pejabat daerah.

Dalam sambutannya, Wakil Ketua BAZNAS RI Zainut Tauhid Sa'adi menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS dalam menghadirkan manfaat zakat yang lebih luas, khususnya bagi kelompok mualaf dan fisabilillah yang membutuhkan pendampingan berkelanjutan.

"BAZNAS berperan sebagai jembatan yang menghubungkan para muzaki dengan mustahik. Salah satu kelompok yang menjadi perhatian kami adalah mualaf dan fisabilillah. Karena itu, program kemitraan dakwah ini menjadi bagian penting dalam menghadirkan manfaat zakat bagi masyarakat yang membutuhkan pendampingan keagamaan," ujar Zainut.

Menurutnya, kolaborasi antara BAZNAS RI dan Ponpes Al Fath menjadi contoh sinergi yang produktif dalam memperluas jangkauan dakwah Islam di Indonesia. Ia menggambarkan kerja sama tersebut sebagai "gayung bersambut", di mana pesantren menyiapkan sumber daya dai yang kompeten, sementara BAZNAS memberikan dukungan program dan pendanaan agar misi dakwah dapat berjalan optimal.

Lebih lanjut, Zainut mengingatkan para dai yang akan bertugas agar mengedepankan dakwah bil hikmah, yaitu menyampaikan ajaran Islam dengan penuh kebijaksanaan, keteladanan, dan pendekatan yang menyejukkan.

"Dakwah tidak dilakukan dengan cara menghakimi atau menyalahkan. Tugas dai adalah merangkul, membimbing, dan mendampingi masyarakat dengan penuh kearifan agar mereka semakin memahami dan mencintai ajaran Islam," katanya.

Ia menekankan bahwa keberhasilan dakwah tidak hanya diukur dari banyaknya ceramah yang disampaikan, tetapi juga dari kemampuan seorang dai membangun kedekatan dan kepercayaan masyarakat.

Menurutnya, para mualaf dan masyarakat yang masih minim pemahaman keagamaan membutuhkan sentuhan dakwah yang humanis dan penuh empati.

"Jika menghadapi masyarakat yang belum banyak mengenal ajaran Islam, maka yang harus dikedepankan adalah pendekatan yang humanis dan membangun kedekatan. Dai hadir untuk membimbing, bukan menghakimi," tambahnya.

Program Ustad Garis Depan selama ini menjadi salah satu program unggulan dalam memperkuat dakwah di wilayah-wilayah yang masih membutuhkan pembinaan intensif. Selain memberikan penguatan akidah, para dai juga akan terlibat dalam berbagai kegiatan pendidikan, pembinaan keluarga, pelatihan keagamaan, hingga pemberdayaan masyarakat.

Melalui pengiriman 18 dai ke Pulau Buru, BAZNAS RI dan Ponpes Al Fath berharap kualitas pembinaan mualaf dapat semakin meningkat serta melahirkan komunitas muslim yang lebih mandiri, berdaya, dan memiliki pemahaman keislaman yang kuat.

Di tengah tantangan dakwah di daerah terpencil, program ini menjadi bukti nyata bahwa zakat tidak hanya menghadirkan bantuan materi, tetapi juga menjadi instrumen strategis dalam membangun akidah, memperkuat ukhuwah Islamiyah, serta menghadirkan cahaya pendidikan dan pembinaan hingga ke pelosok Nusantara.

17/06/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa
Bantu Palestina, BAZNAS Jabar Salurkan Kurban dan Sedekah Daging Melalui BAZNAS RI

JAKARTA – Solidaritas masyarakat Indonesia untuk rakyat Palestina terus mengalir tanpa henti. Di tengah situasi kemanusiaan yang masih memprihatinkan akibat konflik berkepanjangan, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Barat menyalurkan amanah kurban dan sedekah daging bagi masyarakat Palestina melalui BAZNAS RI.

Penyerahan bantuan tersebut dilakukan secara simbolis di Jakarta, Senin (8/6/2026), sebagai bentuk kepedulian dan dukungan nyata masyarakat Jawa Barat terhadap saudara-saudara di Palestina yang hingga kini masih menghadapi berbagai keterbatasan akibat krisis kemanusiaan.

Total bantuan yang disalurkan meliputi Program Kurban Palestina senilai Rp147.500.000, Program Sedekah Daging Palestina sebesar Rp82.600.000, serta Program Sedekah Daging Kemasan senilai Rp21.000.000.

Wakil Ketua BAZNAS RI, Dr. H. Zainut Tauhid Sa'adi, M.Si., menyampaikan apresiasi atas tingginya kepedulian masyarakat Jawa Barat yang terus menunjukkan empati dan solidaritas terhadap rakyat Palestina.

Menurutnya, bantuan yang dihimpun melalui BAZNAS Jawa Barat menjadi bukti bahwa nilai kemanusiaan dan ukhuwah Islamiyah masih tumbuh kuat di tengah masyarakat Indonesia.

"Kami sangat mengapresiasi kepedulian masyarakat Jawa Barat yang disalurkan melalui BAZNAS Jabar untuk membantu meringankan beban saudara-saudara kita di Palestina yang sedang berjuang di tengah kondisi konflik," ujar Zainut.

Ia menjelaskan, program kurban dan sedekah daging tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan dan gizi masyarakat Palestina yang saat ini menghadapi berbagai tantangan kehidupan akibat dampak konflik yang berkepanjangan.

Lebih dari sekadar bantuan makanan, kata Zainut, program ini juga menjadi simbol harapan dan kasih sayang dari masyarakat Indonesia kepada rakyat Palestina agar mereka tetap merasakan perhatian dan dukungan dari dunia internasional.

"BAZNAS RI berkomitmen penuh untuk memastikan seluruh amanah kurban dan sedekah daging ini disalurkan secara amanah, transparan, dan tepat sasaran agar keberkahan hari raya dapat dirasakan di Palestina," tegasnya.

Komitmen tersebut menjadi bagian dari upaya BAZNAS RI dalam menjaga kepercayaan para muzaki sekaligus memastikan setiap bantuan yang dihimpun dapat memberikan manfaat optimal bagi penerima manfaat di wilayah terdampak konflik.

Bagi masyarakat Palestina, bantuan pangan memiliki arti yang sangat penting. Di tengah keterbatasan akses terhadap kebutuhan pokok, distribusi daging kurban dan sedekah menjadi sumber nutrisi sekaligus penguat semangat bagi keluarga-keluarga yang sedang menghadapi masa sulit.

Momentum Iduladha juga menjadi pengingat bahwa nilai pengorbanan, kepedulian, dan berbagi tidak mengenal batas wilayah maupun kebangsaan. Semangat tersebut tercermin dari partisipasi masyarakat Jawa Barat yang mempercayakan amanah kemanusiaannya melalui BAZNAS.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Deputi I BAZNAS RI Bidang Pengumpulan H. M. Arifin Purwakananta, S.I.Kom., M.I.Kom., CWC, CFRM., Direktur Penguatan Pengumpulan Nasional H. Fitriansyah Agus Setiawan, S.Sos., M.I.Kom., CFRM., Kepala Divisi Penguatan Pengumpulan BAZNAS Adhi Kelvianto Septa Pradana, S.H., S.Hum., serta jajaran BAZNAS Provinsi Jawa Barat yang dipimpin Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan Dr. H. Ijang Faisal, S.Ag., M.Si.

Melalui kolaborasi dan sinergi yang terus diperkuat, BAZNAS berharap semakin banyak masyarakat yang tergerak untuk menyalurkan zakat, infak, sedekah, maupun kurban sebagai wujud kepedulian terhadap sesama, khususnya bagi saudara-saudara yang tengah menghadapi krisis kemanusiaan.

Bantuan yang diberikan hari ini bukan hanya tentang daging kurban yang sampai ke tangan penerima manfaat, melainkan juga tentang pesan persaudaraan, harapan, dan kepedulian yang menembus batas negara. Dari Indonesia untuk Palestina, semangat kemanusiaan terus hidup dan menguatkan mereka yang sedang berjuang untuk bertahan.

08/06/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS RI dan BI Libatkan Kreator Konten, Zakat Siap Menembus Jutaan Layar Digita

PALEMBANG – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Bank Indonesia (BI) terus memperkuat gerakan literasi zakat dan ekonomi syariah melalui pendekatan yang semakin relevan dengan perkembangan zaman. Salah satunya dengan menggandeng para kreator konten sebagai agen edukasi digital yang mampu menjangkau jutaan masyarakat, khususnya generasi muda.

Komitmen tersebut mengemuka dalam kegiatan Training of Trainer (ToT) Kreator Konten yang menjadi bagian dari rangkaian Festival Syariah (FESYar) Regional Sumatera 2026 di Hotel Santika Palembang, Sumatera Selatan.

Kepala Biro Komunikasi Publik dan Publikasi (BKPU) BAZNAS RI, Ndari Rumi Widyawati, menegaskan keterlibatan kreator konten menjadi langkah strategis dalam memperluas pemahaman masyarakat tentang zakat sebagai instrumen penting pembangunan ekonomi umat.

"Kami mengapresiasi inisiatif Bank Indonesia yang melibatkan para kreator konten dalam penguatan literasi zakat. Di era digital saat ini, konten yang edukatif dan inspiratif memiliki daya jangkau yang sangat luas sehingga mampu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya zakat sebagai kekuatan keuangan sosial Islam," ujar Ndari.

FESYar Sumatera 2026 mengusung tema "Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah Regional Berkelanjutan melalui Sinergi dan Transformasi Digital". Kegiatan ini menghadirkan berbagai program penguatan kapasitas, mulai dari ToT Kreator Konten, ToT Dai dan Daiyah, hingga Sertifikasi Nazhir Wakaf yang diikuti sekitar 150 peserta dari berbagai daerah di Pulau Sumatera.

Dalam sesi ToT Kreator Konten, Kabag Humas sekaligus Pemimpin Redaksi Kantor Digital BAZNAS RI, Yudhiarma MK, bersama Koordinator Komunikasi Lembaga (Corcom) Rayhanul Iman (Roy) membagikan strategi publikasi digital melalui konsep Zakat News Network (ZNN).

Yudhiarma menjelaskan, BAZNAS RI telah membangun ekosistem media konvergensi yang mengintegrasikan media konvensional dan digital untuk memperluas dakwah zakat secara masif.

Menurutnya, transformasi digital yang dilakukan BAZNAS dalam lima tahun terakhir menunjukkan hasil signifikan. Saat ini jaringan Kantor Digital BAZNAS telah mengelola sekitar 420 website dengan total pembaca mencapai lebih dari enam juta orang.

Tak hanya itu, jangkauan kanal digital BAZNAS juga mengalami lonjakan drastis. Reach YouTube meningkat dari sekitar 1,1 juta pada 2021 menjadi 24,6 juta pada 2025, sementara platform X (Twitter) tumbuh dari 309 ribu menjadi 1,8 juta jangkauan pada periode yang sama.

"Media digital telah menjadi sarana dakwah yang sangat efektif. Karena itu, para kreator konten memiliki peran penting dalam menyampaikan pesan-pesan zakat dan ekonomi syariah kepada masyarakat secara kreatif, menarik, dan mudah dipahami," kata Yudhiarma.

Menariknya, peserta juga diajak memahami pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI) seperti Gemini, DeepSeek, dan ChatGPT dalam proses produksi konten digital dan karya jurnalistik.

Menurut Yudhiarma, kehadiran AI mampu membantu kreator konten maupun jurnalis bekerja lebih cepat dan efisien dalam menghasilkan berbagai bentuk konten.

"Saat ini AI sangat membantu dalam pembuatan berita, artikel, maupun konten digital lainnya. Namun teknologi ini tetap harus digunakan secara bijak dan bertanggung jawab," ujarnya.

Ia mengingatkan bahwa penggunaan AI dalam dunia jurnalistik tetap harus berpedoman pada Kode Etik Jurnalistik (KEJ) dan regulasi yang telah ditetapkan Dewan Pers.

"Secanggih apa pun AI, tetap saja ia adalah alat bantu. Akurasi, verifikasi, dan tanggung jawab jurnalistik tetap berada di tangan manusia," tegasnya.

Sebagai bentuk adaptasi terhadap perkembangan teknologi, Dewan Pers telah menerbitkan Peraturan Dewan Pers Nomor 1 Tahun 2025 tentang Pedoman Penggunaan Kecerdasan Buatan dalam Karya Jurnalistik, yang menjadi rujukan bagi perusahaan media dalam memanfaatkan AI secara profesional dan bertanggung jawab.

Sementara itu, ToT Kreator Konten mengusung tema "From Scroll to Impact: Mengubah Konten Digital Menjadi Gerakan Ekonomi Syariah". Tema tersebut merefleksikan semangat untuk mengubah aktivitas digital sehari-hari menjadi gerakan edukasi yang berdampak nyata bagi penguatan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia.

Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh pembekalan mengenai ekonomi syariah, pengelolaan zakat dan wakaf, keuangan komersial syariah, hingga teknik produksi konten digital yang kreatif dan efektif.

Di waktu yang sama, Bank Indonesia juga menyelenggarakan ToT Dai dan Daiyah guna memperkuat kapasitas para pendakwah dalam menyampaikan materi ekonomi syariah secara komprehensif kepada masyarakat. Selain itu, Sertifikasi Nazhir Wakaf digelar untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme pengelola wakaf dalam mengoptimalkan pemanfaatan aset wakaf secara produktif dan berkelanjutan.

Dengan melibatkan regulator, akademisi, praktisi, lembaga zakat dan wakaf, serta kreator konten nasional, FESYar Sumatera 2026 diharapkan menjadi katalisator lahirnya generasi penggerak ekonomi syariah yang mampu memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana dakwah, edukasi, dan pemberdayaan umat.

07/06/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa

Berita Terbaru

Banjir Padang Pariaman Meluas, BAZNAS Bergerak Cepat Kirim Bantuan — Tim Susur Lokasi Hingga Medan Sulit
Banjir Padang Pariaman Meluas, BAZNAS Bergerak Cepat Kirim Bantuan — Tim Susur Lokasi Hingga Medan Sulit
Padang Pariaman — Hujan deras yang mengguyur wilayah Padang Pariaman dalam beberapa hari terakhir memicu banjir yang merendam permukiman warga. Di tengah kondisi yang terus memburuk, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) bergerak cepat menyalurkan bantuan darurat bagi masyarakat terdampak. Tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) Provinsi Sumatera Barat bersama BTB Kabupaten Padang Pariaman langsung turun ke lokasi sesaat setelah laporan banjir masuk. Mereka menyalurkan bantuan logistik ke para penyintas, berpacu dengan debit air yang masih tinggi dan kondisi jalan yang terendam. “Hari ini tim terus bergerak dari satu titik ke titik lainnya. Prioritas kami memastikan kebutuhan pokok warga bisa segera dipenuhi,” ujar Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Hj. Saidah Sakwan, MA, dalam keterangan tertulis, Jumat (28/11/2025). Meski hujan belum sepenuhnya berhenti, tim BAZNAS tetap menyisir kawasan terdampak. Medan yang basah, licin, dan sulit dilalui tidak menyurutkan upaya distribusi. Ambulans dan mobil Hilux diturunkan untuk memastikan logistik bisa mencapai lokasi pengungsian dan dapur umum. “Kami ingin memastikan setiap warga terdampak mendapatkan bantuan yang sesuai. Pendataan terus dilakukan agar penyaluran berikutnya lebih tepat sasaran,” kata Saidah. Distribusi bantuan dilakukan di 10 titik lokasi terdampak, di antaranya: Nagari Pulau Aia, Pauh Kambar, Kapalo Koto, Ulakan, Singai Gimba, Tapakis, Surantih, Kasang, Bisati, hingga Galapung. BAZNAS menyalurkan bantuan berupa beras, telur, dan minyak goreng untuk kebutuhan dapur umum. Tim lapangan memastikan logistik mampu bertahan untuk beberapa hari ke depan sambil memantau potensi banjir susulan. Sejumlah kawasan ikut terdampak parah, seperti Kp. Galapung, Ulakan Tapakis, Sungai Buluh Barat, Pauh Kambar, dan Padang Kandang Pulo Air. Luapan sungai mencapai rumah-rumah warga hingga halaman sekolah. Akibatnya, aktivitas belajar mengajar ikut terganggu. Beberapa anak harus belajar di ruang darurat, sementara lainnya terpaksa diliburkan. Saidah menyampaikan belasungkawa dan dukungan moral kepada para penyintas. “BAZNAS turut prihatin atas musibah ini. Kami mengajak masyarakat untuk mendoakan keselamatan saudara-saudara kita di Padang Pariaman, serta terus mendukung program kemanusiaan agar penanganan bencana dapat berlangsung berkelanjutan,” ujarnya. BAZNAS memastikan timnya tetap berada di lokasi hingga kondisi dinyatakan aman. Dengan cuaca yang masih tidak menentu, pemantauan dilakukan secara berkala agar langkah-langkah penanganan dapat segera disesuaikan bila situasi memburuk. BAZNAS juga membuka ruang kolaborasi bagi masyarakat dan mitra untuk memperkuat bantuan bagi korban banjir, memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi dan pemulihan dapat berjalan lebih cepat.
BERITA28/11/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
Hari Guru Nasional, BAZNAS Gelar ToT Pengajar Al-Qur’an Isyarat di Gorontalo: Dorong Pendidikan Inklusif untuk Teman Tuli
Hari Guru Nasional, BAZNAS Gelar ToT Pengajar Al-Qur’an Isyarat di Gorontalo: Dorong Pendidikan Inklusif untuk Teman Tuli
Gorontalo – Bertepatan dengan momentum Hari Guru Nasional, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menggelar Program Pengimbasan Training of Trainer (ToT) Pengajar Al-Qur’an Isyarat 2025 di Provinsi Gorontalo. Kegiatan berlangsung selama dua hari, 25–26 November 2025, dan menjadi langkah penting dalam memperluas akses pendidikan agama bagi penyandang disabilitas tuli. Program ini merupakan hasil kolaborasi BAZNAS dengan Yayasan Putra Mandiri dan dibuka langsung oleh Wakil Gubernur Provinsi Gorontalo, Dra. Hj. Idah Syahidah Rusli Habibie, M.H, di Hotel Mega Zanur Gorontalo. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, MA, mengatakan terdapat 34 peserta yang mengikuti ToT Pengajar Al-Qur’an Isyarat ini. Seluruh peserta dibekali kemampuan khusus untuk mengajarkan bacaan Al-Qur’an menggunakan metode bahasa isyarat yang lebih mudah dipahami teman tuli. “Melalui program ini kami berharap lahir pengajar yang mampu mendampingi dan membimbing teman tuli untuk membaca Al-Qur’an dengan metode yang inklusif,” ujar Saidah, Selasa (25/11/2025). Saidah menekankan bahwa program tersebut merupakan bentuk dukungan BAZNAS dalam memastikan hak pendidikan agama bagi seluruh warga, termasuk mereka yang memiliki keterbatasan pendengaran. “Ini bagian dari pemenuhan hak dasar mereka dalam membaca kitab suci. Tidak boleh ada satu pun yang tertinggal,” tambahnya. Ia juga meminta peserta mengikuti kegiatan secara serius agar teknik pengajaran terserap optimal dan dapat diterapkan di sekolah atau lembaga tempat mereka mengajar. Sementara itu, Wakil Gubernur Gorontalo Hj. Ida Zulfiah Khoirudin, M.Ag., memberikan apresiasi atas program yang dinilai efektif dalam meningkatkan akses pendidikan agama bagi penyandang disabilitas. “Ini sangat penting untuk memastikan mereka juga punya hak yang sama dalam belajar Al-Qur’an. Kami berharap kerja sama ini terus berlanjut, agar semakin banyak masyarakat yang ikut peduli dan terlibat,” ujarnya. Menurutnya, metode pembelajaran Al-Qur’an menggunakan bahasa isyarat menjadi terobosan penting agar penyandang tuli dapat memahami ajaran agama secara mandiri. Program ToT Pengajar Al-Qur’an Isyarat ini menjadi upaya BAZNAS memperkuat pendidikan inklusif di seluruh Indonesia, khususnya di Provinsi Gorontalo. Melalui pelatihan ini, para guru diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam mendampingi anak-anak berkebutuhan khusus agar bisa membaca dan memahami Al-Qur’an sesuai kebutuhan mereka. BAZNAS menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari komitmen besar lembaga dalam memastikan pemerataan akses pendidikan agama dan mendorong hadirnya lingkungan belajar yang ramah bagi semua kalangan. Dengan pelatihan ini, Gorontalo menjadi salah satu provinsi pelopor dalam pengembangan metode pembelajaran Al-Qur’an berbasis isyarat, sekaligus menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk mengembangkan pendidikan inklusif di bidang keagamaan.
BERITA27/11/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
Gelar Rakernis IT 2025, BAZNAS RI Gaspol Modernisasi dan Digitalisasi Pengelolaan Zakat Nasional
Gelar Rakernis IT 2025, BAZNAS RI Gaspol Modernisasi dan Digitalisasi Pengelolaan Zakat Nasional
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI tancap gas memperkuat modernisasi dan digitalisasi pengelolaan zakat nasional lewat penguatan sistem manajemen berbasis data yang lebih kokoh dan terukur. Langkah ini menjadi fokus utama dalam Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Transformasi Digital & Zakat Tech Mini Expo 2025 yang digelar di Jakarta, Rabu (26/11/2025). Dengan tema “Pemanfaatan dan Penguatan Digital Fundraising”, Rakernis kali ini mempertemukan BAZNAS daerah, mahasiswa, serta para pelaku inovasi digital dalam satu ruang kolaborasi besar. Tujuannya jelas: memperkuat ekosistem digital zakat di Indonesia sekaligus meningkatkan kapasitas lembaga amil zakat dari pusat hingga daerah. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, menegaskan bahwa digitalisasi bukan lagi pilihan, melainkan kewajiban bagi BAZNAS RI dalam merespons perkembangan teknologi dan semakin tingginya tuntutan publik terhadap layanan zakat yang cepat dan transparan. “InsyaAllah BAZNAS RI akan menjadi yang terbaik dalam keterbukaan informasi publik. Ini komitmen yang sudah dibangun sejak lama, bukan hanya di pusat tapi harus merata sampai ke daerah,” tegas Kiai Noor. Ia menyebut digitalisasi sebagai bagian dari penguatan manajemen modern yang terus berkembang, termasuk pelaporan melalui SIMBA yang kini menjadi standar nasional. “Kita sudah mulai menerapkan pelaporan digital meski belum semua daerah siap. Ke depan, insyaAllah seluruh Indonesia punya transformasi digital yang sama,” ujarnya. Kiai Noor juga menyoroti pentingnya peningkatan kapasitas SDM BAZNAS menghadapi perkembangan teknologi yang semakin cepat, termasuk kecerdasan buatan (AI) yang kini menjadi tantangan sekaligus peluang. “Kita memasuki era digital. Tidak mungkin SDM BAZNAS tidak memahami sistem digital. AI juga tantangan baru, jadi kita harus manfaatkan tapi tetap waspada,” katanya. Ia menambahkan, lima tahun terakhir menunjukkan percepatan luar biasa dalam transformasi digital BAZNAS. Bahkan, jaringan BAZNAS kini telah menjadi rujukan internasional. “BAZNAS sudah jadi rujukan zakat dunia. Melalui Rakernis ini kita pastikan digitalisasi terus berjalan tanpa berhenti,” tambahnya. Sementara itu, Direktur Inovasi dan Teknologi Informasi BAZNAS RI, Achmad Setio Adinugroho, menekankan bahwa penguatan basis data menjadi fondasi utama transformasi digital BAZNAS. “Digitalisasi yang terukur membuat pendataan mustahik lebih akurat dan distribusi zakat bisa jauh lebih cepat,” jelasnya. Ia mengatakan Rakernis ini bertujuan meningkatkan pemahaman peserta tentang pentingnya transformasi digital dalam pengelolaan zakat, meningkatkan literasi digital para amil, serta mengevaluasi program digitalisasi yang sudah berjalan. “Kami juga memperkenalkan aplikasi-aplikasi digital terbaru yang bisa digunakan BAZNAS Daerah, sekaligus memamerkan inovasi di Mini Expo untuk menghasilkan rekomendasi penguatan sistem digital ke depan,” ujarnya. Acara ini turut dihadiri Pimpinan BAZNAS RI Bidang Transformasi Digital Nasional, Prof. Ir. Nadratuzzaman Hosen, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Perencanaan dan Kajian, Amb. Prof. (HC) Dr. Zainulbahar Noor, serta Pimpinan BAZNAS RI Bidang SDM dan Keuangan, Kol. CAJ (Purn.) Drs. Nur Chamdani. Perwakilan BAZNAS provinsi, kabupaten/kota, akademisi, dan praktisi teknologi juga ikut meramaikan forum kolaborasi ini. Dengan Rakernis IT 2025, BAZNAS RI menegaskan langkahnya: modernisasi dan digitalisasi bukan sekadar tren, tapi masa depan pengelolaan zakat nasional. Langkah ini diharapkan memperkuat transparansi, mempercepat layanan, dan meningkatkan dampak pemberdayaan mustahik di seluruh Tanah Air.
BERITA26/11/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Luncurkan SIMBA Versi Terbaru, Dorong Lompatan Besar Digitalisasi Zakat Nasional
BAZNAS Luncurkan SIMBA Versi Terbaru, Dorong Lompatan Besar Digitalisasi Zakat Nasional
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI resmi meluncurkan modernisasi Sistem Informasi Manajemen BAZNAS (SIMBA) dalam gelaran Rakernis Transformasi Digital dan Zakat Tech Mini Expo 2025, Selasa (26/11/2025). Pembaruan ini menjadi tonggak penting dalam upaya mempercepat tata kelola zakat berbasis teknologi di Indonesia sekaligus memperkuat fondasi digitalisasi nasional. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, M.A., menegaskan bahwa seluruh proses pelaporan BAZNAS kini diwajibkan menggunakan SIMBA sebagai standar nasional. Menurutnya, modernisasi digital bukan sekadar pilihan, melainkan kebutuhan strategis. “Dulu banyak daerah masih menggunakan HP dengan sinyal terbatas, tapi alhamdulillah kita terus melangkah. SIMBA ini akan membuat semua daerah bisa tembus dan tersambung ke pusat,” ujarnya. Noor juga mengingatkan perlunya kewaspadaan terhadap perkembangan teknologi, terutama dalam penggunaan AI. Ia menilai teknologi dapat menjadi peluang, namun juga membawa risiko manipulasi bila tidak dikendalikan. “AI ini luar biasa. Tapi jangan sampai manusia kalah atau tertipu. Bisa saja ada suara saya padahal bukan saya. Karena itu manusia tetap harus jadi imamnya AI,” tegasnya. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Transformasi Digital Nasional, Prof. Ir. M. Nadratuzzaman Hosen, menjelaskan bahwa SIMBA kini hadir lebih kuat, lebih cepat, dan lebih aman. Sistem tersebut dibangun ulang dengan standar keamanan sekelas industri perbankan. “Data mustahik sangat sensitif. Kebocoran bisa terjadi di mana saja. Karena itu, SIMBA kita rombak total agar lebih aman dan lincah,” katanya. Prof. Nadra menegaskan bahwa SIMBA bukan sekadar platform pelaporan, melainkan instrumen pengawasan lengkap yang membantu memantau perjalanan mustahik dari fase menerima bantuan hingga menuju kemandirian. Namun, ia mengakui tantangan terbesar ada pada kemampuan SDM di daerah. Banyak lembaga zakat daerah belum memiliki staf IT yang memadai. “Transformasi digital tidak bisa instan. Kita latih pelan-pelan, bertahap. Yang penting siap berubah,” tuturnya. Acara Zakat Tech Mini Expo 2025 menjadi ruang bagi BAZNAS daerah, mahasiswa, perbankan syariah, dan perusahaan teknologi global untuk memamerkan inovasi digital. Pengunjung disuguhi demo aplikasi zakat berbasis AI, layanan cloud, hingga sistem monitoring mustahik yang terintegrasi. Pameran ini menunjukkan bagaimana kolaborasi teknologi dapat memperkuat ekosistem zakat digital nasional dan menjadikan Indonesia sebagai pusat rujukan pengelolaan zakat modern dunia. Dengan peluncuran modernisasi SIMBA, BAZNAS menegaskan komitmennya menghadirkan tata kelola zakat yang lebih transparan, aman, dan terhubung dari pusat hingga pelosok daerah. Modernisasi ini diharapkan menjadi fondasi penting bagi: percepatan digitalisasi pengelolaan zakat, penguatan integritas data nasional, mendorong efektivitas program pemberdayaan mustahik, serta memperkuat posisi Indonesia di kancah global sebagai pelopor zakat berbasis teknologi. Langkah ini tidak hanya mencerminkan pembaruan sistem, tetapi juga transformasi paradigma: dari birokrasi manual menuju ekosistem digital yang adaptif, inklusif, dan berorientasi masa depan—sebuah lompatan yang menandai era baru zakat nasional.
BERITA26/11/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS RI Resmikan Rumah Sehat di Bogor, Perluas Akses Layanan Kesehatan Gratis untuk Masyarakat
BAZNAS RI Resmikan Rumah Sehat di Bogor, Perluas Akses Layanan Kesehatan Gratis untuk Masyarakat
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI meresmikan Rumah Sehat BAZNAS (RSB) Kabupaten Bogor pada Selasa, 25 November 2025. Fasilitas kesehatan yang berdiri di Desa Cimandala, Kecamatan Sukaraja, ini menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan gratis bagi masyarakat kurang mampu, sekaligus mengokohkan peran zakat dalam mendukung program kesehatan nasional. Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, M.A., menegaskan bahwa kehadiran RSB menjadi bukti konkret bahwa pengelolaan zakat tidak hanya menyentuh aspek karitas, tetapi telah berkembang menjadi instrumen pelayanan publik yang profesional. “Rumah Sehat BAZNAS ini merupakan wujud nyata bahwa dana zakat dapat kembali kepada masyarakat dalam bentuk layanan kesehatan yang bermartabat, tanpa hambatan biaya. Kami ingin memastikan mustahik mendapatkan hak kesehatan secara layak,” ujar Kiai Noor. RSB Kabupaten Bogor kini menjadi bagian dari 38 Rumah Sehat BAZNAS yang beroperasi di berbagai daerah di Indonesia. Kiai Noor menyebut, BAZNAS RI akan memberikan dukungan penuh pada tahap awal operasional hingga fasilitas tersebut mampu berjalan mandiri dan berkelanjutan. “Kami berharap RSB di Bogor dapat berkembang sebagai model praktik baik pelayanan kesehatan berbasis zakat yang profesional dan terpercaya,” ujarnya. Ketua BAZNAS Kabupaten Bogor, KH. Lesmana, mengungkapkan bahwa lokasi RSB semula merupakan kompleks pendidikan TK, SD, dan SMP yang tidak lagi optimal digunakan. Melalui musyawarah bersama, lahan tersebut akhirnya dialihfungsikan menjadi fasilitas kesehatan. “Kami ingin memastikan aset ini tetap memberi manfaat bagi masyarakat. Pendirian RSB menjadi pilihan terbaik untuk meningkatkan pelayanan publik,” katanya. RSB dibangun di atas lahan seluas 1.360 meter persegi, dengan dukungan pendanaan dari BAZNAS Kabupaten Bogor, BAZNAS Provinsi Jawa Barat, dan BAZNAS RI. Fasilitas ini dilengkapi ambulans, dental unit, USG, laboratorium, dan sistem rekam medis elektronik. Sebanyak 17 tenaga kesehatan kini disiagakan untuk melayani masyarakat secara gratis. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Bogor, Zainal Azhari, S.Sos., M.M., yang hadir mewakili Bupati Bogor, mengapresiasi kontribusi BAZNAS dalam perluasan layanan kesehatan. “Rumah Sehat BAZNAS adalah wujud nyata kepedulian bagi warga yang membutuhkan. Fasilitas ini memperkuat upaya Pemkab Bogor dalam menyediakan layanan kesehatan yang merata dan terjangkau,” ujarnya. Zainal menyebut bahwa Pemerintah Kabupaten Bogor menargetkan capaian Universal Health Coverage (UHC) 100 persen pada 2026, suatu tantangan besar mengingat jumlah penduduk yang mencapai 6 juta jiwa. “Karena itu, sinergi dengan BAZNAS menjadi penting untuk memperluas layanan kesehatan bagi masyarakat,” kata Zainal. BAZNAS RI menegaskan bahwa pendirian RSB merupakan bagian dari strategi nasional pengentasan kemiskinan, melalui pelayanan kesehatan berbasis zakat yang terukur, profesional, dan berkelanjutan. Peresmian RSB ditandai dengan penyerahan ambulans, pemberian izin operasional, serta pemotongan pita sebagai simbol dimulainya layanan kesehatan. Dengan beroperasinya RSB Kabupaten Bogor, BAZNAS berharap fasilitas ini menjadi pusat layanan yang amanah dan dapat diandalkan bagi masyarakat Bogor dan sekitarnya. RSB diharapkan memperkuat ekosistem kesehatan berbasis zakat, membuka akses layanan gratis, dan meningkatkan kualitas hidup mustahik secara menyeluruh.
BERITA25/11/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS RI Soroti Besarnya Potensi Zakat Pertanian Berbasis Desa
BAZNAS RI Soroti Besarnya Potensi Zakat Pertanian Berbasis Desa
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI kembali menegaskan urgensi optimalisasi zakat pertanian sebagai pendorong penguatan penghimpunan zakat nasional. Pesan ini mengemuka dalam Pengajian Selasa Pagi bertema “Implementasi Zakat Pertanian Berbasis Desa”, yang digelar Pusdiklat dan disiarkan langsung melalui kanal BAZNAS TV, Selasa (25/11/2025). Pimpinan BAZNAS RI, Prof. Ir. M. Nadratuzzaman Hosen, M.S., M.Sc., Ph.D., membuka paparan dengan menekankan bahwa sektor pertanian merupakan “lahan emas” yang selama ini belum digarap optimal dalam konteks zakat. “Indonesia adalah negara agraris. Sebagai amil zakat, kita berharap sektor pertanian menjadi sumber utama peningkatan pengumpulan zakat di BAZNAS Provinsi maupun Kabupaten/Kota,” tegas Prof Nadra. Prof Nadra menguraikan bahwa Indonesia telah lama dikenal sebagai negara dengan kekayaan agraria melimpah—sawah yang luas, kebun yang subur, hingga ragam komoditas pangan yang menjanjikan. Namun, dari perspektif zakat, potensi tersebut masih berada jauh dari kata optimal. “Kita punya sumber daya alam yang luas, tetapi pungutan zakat pertanian belum berjalan sebagaimana mestinya,” ujarnya. Tidak hanya pertanian, sektor peternakan pun dinilai memiliki peluang besar sebagai sumber peningkatan zakat. Industri unggas yang terus berkembang, termasuk kebutuhan pasokan telur dan ayam untuk kebutuhan nasional, menjadi alasan kuat mengapa edukasi zakat harus diperluas ke sektor ini. “Ini peluang besar untuk menyadarkan para pelaku usaha, terutama muslim, agar mereka memahami kewajiban dan manfaat zakat bagi keberlanjutan ekonomi umat,” ujar Prof Nadra. Penegasan serupa juga disampaikan Herlin, SE., M.Si., dari Divisi Kajian dan Pengembangan BAZNAS RI. Berdasarkan data pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) menurut Lapangan Usaha Triwulan I Tahun 2025, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan menjadi penyumbang tertinggi bagi perekonomian nasional. “Ini menandakan bahwa sektor pertanian merupakan tulang punggung ekonomi Indonesia. Dengan peran sebesar ini, zakat pertanian berpotensi menjadi pilar baru penguatan kesejahteraan masyarakat desa,” jelasnya. Melalui forum ini, BAZNAS RI menegaskan komitmennya untuk mendorong implementasi zakat pertanian berbasis desa. Pendekatan ini tidak hanya bertujuan meningkatkan penghimpunan zakat, tetapi sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat desa sebagai pusat produksi pangan nasional. Dengan edukasi yang tepat, penguatan literasi zakat, serta sinergi antara pemerintah daerah, tokoh agama, dan pelaku usaha pertanian, zakat dapat menjadi instrumen ekonomi yang mengangkat harkat hidup petani dan peternak. Pelaksanaan zakat pertanian dinilai bukan hanya kewajiban religi, tetapi juga strategi ekonomi: memperkuat sistem pangan, menekan kemiskinan, dan membangun ketahanan desa dari akar rumput.
BERITA25/11/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
Baznas RI Gandeng Indonesia Re Gelar Khitanan Massal Gratis untuk Anak Keluarga Prasejahtera
Baznas RI Gandeng Indonesia Re Gelar Khitanan Massal Gratis untuk Anak Keluarga Prasejahtera
Jakarta — Suasana haru sekaligus penuh keceriaan terlihat di Gedung Indonesia Re, Jakarta, Sabtu (22/11/2025). Sejak pagi, puluhan anak datang bersama orang tua mereka untuk mengikuti khitanan massal gratis yang digelar oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bekerja sama dengan PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero) atau Indonesia Re. Program ini menjadi angin segar bagi keluarga prasejahtera yang selama ini terbatas dalam mengakses layanan khitan berkualitas, aman, dan sesuai syariat. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, M.A., menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar program sosial, tetapi juga bagian dari ikhtiar membantu keluarga prasejahtera memenuhi kebutuhan dasar kesehatan sekaligus menjalankan kewajiban agama. “Khitan merupakan syariat dalam Islam. Melalui layanan medis profesional dari Rumah Sehat BAZNAS, kami ingin memastikan anak-anak dari keluarga yang kurang mampu bisa menjalani khitan dengan aman, nyaman, dan sesuai tuntunan agama,” tutur Saidah dalam keterangan tertulis, Senin (24/11/2025). Ia juga mengapresiasi dukungan Indonesia Re yang berperan sebagai mitra penyelenggara. “Kami sangat berterima kasih atas komitmen Indonesia Re. Semoga kolaborasi ini terus berkembang dan memberi manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” tambahnya. Dari pihak perusahaan, Direktur Manajemen Risiko Kepatuhan, SDM, dan Corporate Secretary Indonesia Re, Robbi Yanuar Walid, menyebut kegiatan ini sebagai wujud komitmen perusahaan terhadap tanggung jawab sosial. Selain itu, program ini juga menjadi bagian dari rangkaian Hari Ulang Tahun ke-40 Indonesia Re. “Kami ingin memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, khususnya keluarga prasejahtera. Khitan bukan hanya ibadah sunnah, tetapi juga langkah penting bagi kesehatan dan higienitas anak,” ujarnya. Robbi berharap kegiatan ini dapat dilakukan secara lebih luas di masa mendatang. “Kerja sama dengan BAZNAS sangat strategis. Ke depan, kami berharap program seperti ini dapat berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak penerima manfaat,” katanya. Pantauan di lokasi menunjukkan para peserta terlihat antusias. Meski sebagian anak tampak tegang sebelum memasuki ruang tindakan, suasana mencair dengan kehadiran pendampingan orang tua, tim medis yang ramah, hingga hiburan yang disiapkan panitia. Banyak orang tua mengaku merasa terbantu, terutama dengan meningkatnya biaya kesehatan yang sulit dijangkau. Program ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara lembaga zakat dan korporasi dapat memberi solusi bagi persoalan sosial masyarakat—bukan sekadar seremoni, tetapi tindakan yang memberikan perubahan langsung. Khitan bukan hanya prosesi medis, tetapi simbol ikhtiar orang tua dalam mendidik anak secara fitrah, sehat, dan sesuai ajaran Islam. Dengan hadirnya dukungan seperti ini, diharapkan semakin banyak masyarakat prasejahtera mendapatkan akses layanan kesehatan yang layak dan bermartabat.
BERITA22/11/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS RI Dorong Generasi Berilmu dan Berakhlak, Ribuan Penerima Beasiswa Ikuti Pembinaan Nasional
BAZNAS RI Dorong Generasi Berilmu dan Berakhlak, Ribuan Penerima Beasiswa Ikuti Pembinaan Nasional
Yogyakarta – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menegaskan komitmennya membangun generasi unggul yang berilmu, berakhlak, dan visioner melalui program Beasiswa Zakat Indonesia. Pesan ini disampaikan langsung oleh Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Hj. Saidah Sakwan, MA, dalam kegiatan Pembinaan Nasional I penerima beasiswa sesi Yogyakarta, Sabtu (22/11/2025). Program ini merupakan kolaborasi antara BAZNAS RI, Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama RI, dan lembaga zakat di seluruh Indonesia. Program ini dirancang sebagai gerakan kolektif untuk menyiapkan SDM unggul dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045. Acara ini turut dihadiri oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI Prof. Dr. Phil. Kamaruddin Amin, MA; Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag RI Prof. Waryono Abdul Ghafur, M.Ag.; Deputi II BAZNAS RI Dr. H. M. Imdadun Rahmat, M.Si.; Kepala Divisi Pendidikan dan Dakwah BAZNAS RI Farid Septian; serta perwakilan pimpinan lembaga pengelola zakat nasional. Dalam arahannya, Saidah menegaskan bahwa para penerima manfaat beasiswa adalah orang-orang terpilih. “Kalian adalah orang-orang terpilih dari ribuan calon dengan mimpi yang sama. Maka bersyukurlah. Saya bangga dengan kalian,” ujarnya. Menurutnya, perjalanan masa depan harus direncanakan sejak hari ini. Ia mewajibkan para penerima beasiswa mulai menyusun curriculum vitae versi masa depan. “Mulai hari ini, buat CV kalian untuk 10 tahun ke depan. Masa depan itu bukan ditunggu—ditulis, direncanakan, lalu dikejar,” tegasnya. Saidah mengingatkan empat elemen penting untuk membangun kualitas diri: PilarMakna Ilmu Pengetahuan Menguasai bidang secara profesional Hard Skill & Soft Skill Memiliki kemampuan teknis dan kepemimpinan Jaringan (Network) Berteman dengan lingkungan produktif dan inspiratif Attitude / Akhlak Menjadi pribadi beretika dan berkarakter “Secerdas apa pun seseorang, kalau akhlaknya buruk, itu bukan nilai tambah—tapi justru penghalang,” tegas Saidah. Ia menambahkan, mahasiswa harus hadir sebagai bagian dari solusi, bukan pembuat masalah. “Jadilah problem solver, jangan menjadi problem,” katanya. Saidah menutup arahannya dengan pesan spiritual yang menyentuh. “Siapa yang menempuh jalan ilmu, Allah memudahkan jalannya menuju surga. Percayalah, masa depan kalian akan lebih baik karena Allah mengangkat derajat orang-orang yang berilmu.” BAZNAS RI menegaskan bahwa Beasiswa Zakat Indonesia bukan sekadar bantuan pendidikan, melainkan investasi masa depan umat. Program ini ditujukan untuk mencetak generasi yang bukan hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan komitmen terhadap kemaslahatan publik. Dengan pelaksanaan pembinaan berkelanjutan, BAZNAS berharap para penerima manfaat dapat menjadi pemimpin masa depan yang cerdas, bermartabat, dan berakhlak mulia.
BERITA22/11/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Sabet Penghargaan Lembaga Filantropi Terbaik di Ajang MAINSTORY 2025
BAZNAS Sabet Penghargaan Lembaga Filantropi Terbaik di Ajang MAINSTORY 2025
Medan – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) kembali mencatat prestasi membanggakan. Dalam acara Medan Sharia Investor City (MAINSTORY) 2025, BAZNAS berhasil meraih penghargaan sebagai “Lembaga Filantropi Terbaik” berkat kontribusinya dalam mendorong pertumbuhan investor syariah melalui inovasi Zakat dan Sedekah Saham Syariah. Penghargaan tersebut diberikan oleh PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bekerja sama dengan PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). Penghargaan diterima oleh Direktur Pengumpulan Perorangan BAZNAS RI, Fitriansyah Agus Setiawan, mewakili Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan, H. Rizaludin Kurniawan M.Si., CFRM, dalam seremoni di Grand Ballroom JW Marriott Medan, Sumatera Utara, Jumat (21/11/2025). "Alhamdulillah, ini adalah pencapaian yang patut disyukuri. Penghargaan ini menjadi bukti pengakuan publik terhadap kontribusi BAZNAS dalam ekosistem filantropi syariah," kata Fitriansyah. Ia menegaskan penghargaan tersebut bukan hanya simbol prestasi, tetapi juga menjadi dorongan bagi BAZNAS untuk terus meningkatkan profesionalisme dan inovasi dalam pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah. Program Zakat dan Sedekah Saham Syariah dinilai sebagai terobosan yang mampu memperluas literasi sekaligus memberi akses baru bagi masyarakat yang ingin berkontribusi melalui instrumen pasar modal. Program tersebut juga tercatat sebagai yang paling progresif dengan capaian penghimpunan tertinggi dibanding program filantropi serupa dari lembaga lain. Dalam kesempatan yang sama, Fitriansyah juga menyampaikan apresiasi kepada para pihak yang terlibat. "Terima kasih kepada muzaki, donatur, investor syariah, dan seluruh mitra strategis. Tanpa dukungan mereka, capaian ini tidak mungkin terwujud," ujarnya. Acara MAINSTORY 2025 dibuka oleh Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution. Dalam sambutannya, Bobby menegaskan pentingnya sinergi antara industri pasar modal dan sektor riil sebagai bagian dari upaya memperkuat ekonomi syariah nasional. Prestasi ini menambah deretan penghargaan yang sebelumnya diraih BAZNAS sebagai lembaga filantropi terbaik di berbagai ajang nasional. Dengan capaian tersebut, BAZNAS menegaskan komitmennya untuk menghadirkan tata kelola zakat yang amanah, modern, dan berdampak luas bagi mustahik di seluruh Indonesia.
BERITA21/11/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
Bangkit dari Minus, Petani Perantau di Minahasa Ini Dapat Bantuan dari BAZNAS
Bangkit dari Minus, Petani Perantau di Minahasa Ini Dapat Bantuan dari BAZNAS
Minahasa — Kisah perjuangan seorang perantau asal Jember, Jawa Timur bernama Mulyadi, menarik perhatian publik. Setelah mengalami kegagalan usaha pertanian cabai di Bogor dengan kerugian mencapai lebih dari Rp 200 juta, ia memilih memulai hidup baru di Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara. “Waktu itu usaha cabai gagal total. Habis-habisan. Jadi kami memutuskan pindah. Tapi kami datang ke sini bukan dari nol, tapi dari minus,” kata Mulyadi saat ditemui di Kantor BAZNAS Kabupaten Minahasa, Selasa (21/11/2025). Mulyadi bersama istrinya tiba di Desa Kembuan beberapa bulan setelah Lebaran tahun lalu. Ia mengaku mendapat dukungan dari pemerintah desa, mulai dari fasilitas tempat tinggal hingga akses bekerja sebagai pengelola lahan pertanian. Selama belum punya penghasilan, ia menerima uang makan Rp 1,5 juta per bulan melalui sistem kasbon. “Bukan gaji. Hanya untuk makan selama belum panen,” jelasnya. Kini, Mulyadi mulai menangani lahan seluas 1,5 hektare yang ditanami jagung dan berbagai sayuran. Hasil panen dikelola dengan sistem setoran dan pembagian bersama pemerintah desa. Hal yang paling menonjol dari Mulyadi adalah sifatnya yang sangat menjaga amanah. Istrinya ikut menambahkan bahwa bahkan selisih uang kecil tetap dikembalikan ke pihak pengelola. “Seribu rupiah saja kalau bukan hak kami, tetap dikembalikan,” katanya. Kejujuran ini membuat pemerintah desa maupun pihak lain mulai mempercayainya untuk mengelola program pertanian yang lebih besar. Kunjungan Mulyadi ke Kantor BAZNAS Minahasa merupakan bagian dari pendataan calon penerima program pemberdayaan ekonomi umat. Setelah diverifikasi, ia menerima bantuan beras 5 kilogram sebagai bentuk dukungan sementara. Pihak BAZNAS menyampaikan bahwa bantuan ini bukan sekadar kegiatan sosial, tetapi juga bagian dari upaya menyiapkan pendampingan ekonomi berbasis data dan kejujuran mustahik. “Kami ingin memastikan bantuan zakat sampai kepada orang yang tepat, yang mau berubah dan bertanggung jawab,” ujar salah satu perwakilan BAZNAS Minahasa. Saat ditanya bagaimana ia memandang hidup di Minahasa dibanding daerah sebelumnya, Mulyadi menjawab singkat: “Di sini lebih tenang, lebih tentram. Dan kami bisa mulai lagi.” Meski belum seluruhnya pulih, ia mengaku bersyukur karena sedikit demi sedikit kehidupannya mulai membaik. “Cukup atau tidak cukup, yang penting usaha dan amanah. Alhamdulillah,” tutupnya. BAZNAS Minahasa terus memperkuat validasi data mustahik dan transparansi penyaluran zakat, dengan fokus pada: - - Bantuan dasar bagi warga rentan - - Pendampingan ekonomi produktif - - Pendidikan karakter: amanah, kerja keras, dan kemandirian Program ini diharapkan menjadi model pemberdayaan masyarakat yang tidak hanya memberikan bantuan sesaat, tetapi juga membuka jalan menuju kemandirian.
BERITA21/11/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
“Hasan Rifai: Penjaga Kebun, Penjaga Harapan di Tengah Sunyi”
“Hasan Rifai: Penjaga Kebun, Penjaga Harapan di Tengah Sunyi”
BAZNAS Minahasa TV – Liputan Khusus Tim BAZNAS Kabupaten Minahasa kembali melakukan kunjungan lapangan untuk menyalurkan beras amanah para muzaki, munfiq, dan muhsinin. Salah satu penerima manfaat kali ini adalah Hasan Rifai, seorang petani gula aren yang telah puluhan tahun mengabdikan hidupnya di tengah kebun, jauh dari keramaian, namun dekat dengan semangat pantang menyerah. Kunjungan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya BAZNAS dalam mendokumentasikan kisah-kisah inspiratif masyarakat, sebagai edukasi dan motivasi bagi publik melalui program Podcast BAZNAS Minahasa. Di balik hutan aren dan jalan setapak, Hasan Rifai telah 24 tahun tinggal seorang diri. Di rumah sederhana di antara pepohonan tinggi, ia menjalani keseharian yang bagi banyak orang mungkin tampak berat, namun baginya adalah bagian dari perjuangan hidup yang harus dijalani dengan sabar dan ikhlas. “Biar malam, biar gelap, saya sudah biasa lewat sini,” ucap Hasan saat ditemui tim BAZNAS. “Kalau pulang arisan tengah malam pun, saya tetap jalan saja.” Ketenangan pria ini memberi pelajaran penting: keteguhan sering tumbuh dari kebiasaan bertahan, bukan dari keadaan yang mudah. Sebagai petani gula aren, Hasan mengandalkan pohon aren yang ia jaga dan panen setiap hari. Ia menjelaskan bahwa dalam kondisi baik, satu pohon bisa menghasilkan lima batu gula dalam sehari. Selain gula aren, ia juga menanam jagung manis dan rica di lahan yang ia jaga. Ia tidak menerima gaji bulanan, tidak memiliki penghasilan tetap, namun tetap melakoni pekerjaannya dengan penuh amanah. “Yang penting jaga baik-baik kebun ini,” demikian pesan pemilik lahan kepadanya. Dan amanah itu dijalankan Hasan dengan sepenuh hati. Dalam podcast bersama tim BAZNAS, Hasan menceritakan pengalaman ketika pernah didatangi tiga orang mabuk yang mengancam membakar rumahnya jika ia tidak memberikan anjing peliharaannya. Alih-alih lari, Hasan menghadapi mereka dengan tenang. “Takut apa? Yang cabut nyawa bukan manusia. Yang di atas yang tentukan.” Pernyataan singkat itu mengajarkan kembali nilai tauhid, keberanian, dan kepercayaan penuh kepada takdir Allah. Menariknya, keesokan harinya para pelaku justru datang meminta maaf. Meski istrinya sedang berada di Gorontalo selama dua bulan terakhir, Hasan tetap tinggal di kebun tanpa merasa takut atau terasing. “Selama tinggal di sini, tidak ada gangguan. Hantu? Tidak ada. Yang ada hidup yang harus dikerjakan,” ujarnya dengan senyum tipis. Ketenangan ini menjadi pesan bagi kita semua bahwa rasa aman sejati berasal dari hati yang berserah, bukan dari ramainya lingkungan. Pada kunjungan tersebut, BAZNAS Minahasa menyerahkan bantuan beras dan uang seadanya sebagai wujud kepedulian dan amanah dari para donatur. Bantuan ini bukan sekadar bentuk kepedulian sosial, namun juga penghormatan bagi perjuangan sunyi yang dilakukan para petani seperti Hasan Rifai. Waka IV BAZNAS Minahasa melalui tim lapangan menyampaikan bahwa setiap zakat, infak, dan sedekah dari masyarakat akan terus disalurkan kepada mereka yang berhak—termasuk para pekerja sunyi yang menjadi tulang punggung pangan lokal. Kisah Hasan Rifai bukan sekadar cerita tentang seorang petani. Ini adalah cermin kehidupan:bahwa keteguhan, amanah, dan kerja keras diam-diam telah menjaga banyak hal di sekitar kita. BAZNAS Minahasa berharap kisah ini dapat menjadi edukasi bagi masyarakat, bahwa penerima manfaat bukan hanya mereka yang berada di kota atau terlihat di permukaan. Ada banyak sosok di balik layar, yang hidup dengan perjuangan yang tidak pernah disiarkan, tetapi patut dihargai. Karena pada akhirnya, orang hebat tidak selalu berdiri di panggung—kadang mereka sedang menyalakan tungku gula aren di tengah gelap malam.
BERITA21/11/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS RI Lanjutkan Evakuasi dan Buka Dapur Umum untuk Penyintas Longsor Banjarnegara
BAZNAS RI Lanjutkan Evakuasi dan Buka Dapur Umum untuk Penyintas Longsor Banjarnegara
Banjarnegara – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI terus melanjutkan operasi evakuasi serta layanan dapur umum untuk penanganan darurat bencana tanah longsor yang terjadi di Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Melalui unit BAZNAS Tanggap Bencana (BTB), sebanyak 750 porsi makanan disiapkan setiap hari di dapur umum Desa Beji, Kecamatan Pandanarum. Layanan ini ditujukan untuk memastikan kebutuhan pangan para penyintas dan relawan di lapangan tetap terpenuhi. Selain itu, dapur air juga disiagakan di Gedung IPHI Pos Pengungsian Pring Amba, dengan penyediaan 150 paket air bersih per hari. Sementara titik layanan lainnya berada di Pos Dusun Temon. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, MA, menyampaikan duka mendalam atas bencana longsor yang kembali menimpa sejumlah wilayah di Jawa Tengah. Ia menegaskan bahwa BAZNAS berkomitmen untuk terus berada di garis depan membantu warga terdampak. “Longsor yang terjadi di beberapa wilayah Jawa Tengah, termasuk Banjarnegara, meninggalkan dampak besar bagi masyarakat. Karena itu, BAZNAS bergerak cepat mendukung pencarian korban dan memastikan kebutuhan dasar para penyintas terpenuhi,” ujar Saidah dalam keterangan tertulis, Kamis (20/11/2025). Saidah menjelaskan, longsor di Pandanarum dipicu hujan lebat beberapa hari terakhir yang menyebabkan tebing runtuh dan menimpa area perkebunan, persawahan, hingga permukiman warga. “Tim BTB sudah berada di lokasi sejak laporan diterima. Operasi SAR dimulai dari Posko Induk Pandanarum dengan fokus pencarian pada sektor paling terdampak. BAZNAS bekerja bersama BNPB, relawan, dan pemerintah daerah,” jelasnya. Dalam situasi darurat seperti ini, akses pangan dan air bersih menjadi tantangan terbesar warga. Saidah mengatakan dapur umum BAZNAS dapat menyiapkan sekitar 750 porsi makanan setiap hari, sementara dua titik dapur air menyediakan 150 paket air bersih untuk konsumsi para penyintas. “Banyak warga kehilangan akses pangan setelah permukiman mereka tertimbun material longsor. Karena itu, layanan dapur umum dan dapur air menjadi bagian penting dari penanganan darurat,” ujarnya. Saidah menegaskan, komitmen BAZNAS tidak berhenti pada fase tanggap darurat. Setelah proses evakuasi dan pencarian selesai, BAZNAS akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk mendukung proses pemulihan warga terdampak. “BAZNAS akan tetap bersama masyarakat. Amanah zakat harus benar-benar menjadi penolong dalam situasi apa pun. Kami akan tetap berada di lapangan selama diperlukan,” tegasnya. Saat ini, tim BTB masih melakukan asesmen, pendistribusian bantuan, serta pemantauan potensi longsor susulan demi keamanan petugas dan penyintas. Di akhir pernyataannya, Saidah mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan mengingat kondisi cuaca yang masih tidak stabil. Ia juga mengajak masyarakat memberikan dukungan bagi penyintas longsor Banjarnegara melalui kanal donasi resmi BAZNAS. “Gotong royong masyarakat Indonesia menjadi kekuatan besar untuk membantu saudara-saudara kita yang sedang menghadapi ujian ini,” ujarnya.
BERITA20/11/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
Rumah Sehat BAZNAS Latih Teman Disabilitas Kuasai Pertolongan Pertama di Bantul
Rumah Sehat BAZNAS Latih Teman Disabilitas Kuasai Pertolongan Pertama di Bantul
Bantul – Rumah Sehat BAZNAS (RSB) Yogyakarta menggandeng Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bantul untuk memberikan edukasi sekaligus praktik pertolongan pertama dasar bagi teman disabilitas di Panti Asuhan Bina Siwi, Bantul. Kegiatan berlangsung pada Rabu (19/11/2025). Program tersebut bertujuan membekali penyandang disabilitas dengan keterampilan dasar dalam menangani kondisi gawat darurat sebelum bantuan medis tiba. Selain pelatihan, BAZNAS juga menyalurkan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) guna mendukung pemenuhan gizi peserta. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, menegaskan pentingnya pelatihan pertolongan pertama yang inklusif bagi kelompok disabilitas. “Pertolongan pertama sangat penting dipahami oleh masyarakat umum, apalagi bagi teman disabilitas. Karena itu pendekatan praktik langsung seperti ini menjadi sangat krusial,” ujar Saidah dalam keterangan tertulisnya, Kamis (20/11/2025). Saidah menilai kelompok disabilitas sering menghadapi berbagai keterbatasan, sehingga keterampilan pertolongan pertama dapat membantu mereka lebih siap dalam kondisi darurat sehari-hari. “Kegiatan ini bukan hanya mengajarkan keterampilan praktis, tetapi juga menumbuhkan rasa percaya diri dan kemandirian bagi anak-anak berkebutuhan khusus,” lanjutnya. Ia menyebut program Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) Inklusif milik RSB Yogyakarta sebagai inisiatif inspiratif yang perlu diperluas cakupannya. “Dengan dukungan BAZNAS RI, kami berharap program ini dapat terus berjalan sehingga lebih banyak penyandang disabilitas yang memiliki kemampuan merespons keadaan darurat—baik untuk diri sendiri maupun orang lain,” ungkap Saidah. Rangkaian kegiatan dimulai dengan pemeriksaan kesehatan, kemudian dilanjutkan sesi edukasi pertolongan pertama dasar oleh tim PMI Bantul. Para peserta disabilitas juga diajak praktik langsung menghadapi beberapa skenario darurat seperti penurunan kesadaran, pendarahan, patah tulang, hingga tersedak. Jika ingin versi lebih pendek, lebih formal, atau lebih dramatis untuk headline media, saya bisa buatkan juga.
BERITA20/11/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
LSP BAZNAS Raih Penghargaan BNSP, Perkuat Profesionalisme Amil Zakat Nasional
LSP BAZNAS Raih Penghargaan BNSP, Perkuat Profesionalisme Amil Zakat Nasional
Jakarta – Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) kembali mencatat pencapaian penting di tingkat nasional. Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) menganugerahkan penghargaan kepada LSP BAZNAS atas konsistensinya menerapkan Sistem Manajemen Mutu, terutama dalam pemeliharaan kompetensi serta pemantauan kinerja asesor kompetensi. Penghargaan ini menegaskan posisi BAZNAS sebagai lembaga yang serius membangun standardisasi profesional amil zakat di Indonesia. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, menyambut penghargaan tersebut sebagai tonggak penting dalam upaya memperkuat kualitas sumber daya manusia pengelola zakat. “Penghargaan ini adalah bukti bahwa BAZNAS terus berupaya meningkatkan kompetensi amil di seluruh Indonesia. SDM yang kompeten merupakan fondasi utama bagi pengelolaan zakat yang amanah, kredibel, dan berdampak,” ujar Kiai Noor dalam keterangan tertulis, Rabu (19/11/2025). Menurut Kiai Noor, sertifikasi kompetensi bukan sekadar proses administratif, melainkan kebutuhan strategis untuk memastikan tata kelola zakat nasional bergerak menuju standar yang setara dan dapat dipertanggungjawabkan. “Kami memastikan setiap amil memiliki standar kompetensi yang sama, terukur, dan diakui secara nasional. Hal ini penting untuk membangun kepercayaan publik terhadap lembaga zakat,” ujarnya. Ke depan, BAZNAS berkomitmen memperluas akses sertifikasi melalui pendekatan digital dan asesmen berbasis teknologi. Langkah ini diharapkan menjadi jembatan bagi amil di daerah terpencil agar memperoleh kesempatan peningkatan kompetensi yang sama. “Dengan inovasi digital, sertifikasi dapat dijangkau oleh lebih banyak amil, termasuk di wilayah yang sulit diakses. Tujuannya agar profesionalisme amil tersebar merata di seluruh Indonesia,” kata Kiai Noor. Dalam beberapa tahun terakhir, BAZNAS intens memperkuat ekosistem kompetensi zakat melalui pelatihan berkelanjutan, standardisasi nasional, serta penerapan sistem mutu yang ketat. Penghargaan dari BNSP disebut menjadi legitimasi sekaligus dorongan bagi BAZNAS untuk mempercepat peningkatan kualitas pengelolaan zakat — mulai dari proses penghimpunan, pendistribusian, hingga pendayagunaan. Dengan semakin profesionalnya amil zakat, BAZNAS berharap tata kelola zakat nasional dapat bergerak lebih efektif, transparan, serta menghasilkan dampak sosial jangka panjang bagi masyarakat.
BERITA19/11/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
Guru dan Siswa MTs Plus Tarbiyah Tondano Sambut Juara OMI dengan Iringan Sholawat Nabi di Masjid Agung Al-Falah
Guru dan Siswa MTs Plus Tarbiyah Tondano Sambut Juara OMI dengan Iringan Sholawat Nabi di Masjid Agung Al-Falah
Minahasa – Suasana haru dan penuh kebanggaan terasa di Masjid Agung Al-Falah Kiay Modjo, Senin (17/11/2025). Guru dan siswa MTs Plus Tarbiyah Tondano menyambut kedatangan Raihana Putri Khalifah Jusuf, pemenang Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) tingkat Nasional, dengan iringan (Ireng) Sholawat Nabi Muhammad sebagai bentuk rasa syukur atas prestasi gemilang yang diraihnya. Kedatangan Raihana disambut langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Minahasa, Pdt. Dolie Tangian, S.Th., M.Pd., bersama jajaran Kemenag Minahasa. Suasana penyambutan berlangsung hangat dengan kehadiran keluarga, guru-guru, serta rekan-rekan madrasah yang turut merayakan keberhasilan tersebut. Dalam sambutannya, Pdt. Dolie Tangian menyampaikan apresiasi mendalam dan kebanggaan atas pencapaian Raihana yang dinilai telah mengharumkan nama madrasah, Kabupaten Minahasa, bahkan Provinsi Sulawesi Utara di kancah nasional. “Prestasi Raihana adalah kebanggaan kita bersama. Ia bukan hanya membawa nama Madrasah, tetapi juga Minahasa dan Sulawesi Utara hingga tingkat Nasional,” ujar Kepala Kantor. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada orang tua Raihana, para guru, dan Kepala Madrasah yang telah memberikan bimbingan, motivasi, dan doa sehingga Raihana mampu mencapai juara di ajang OMI. “Semoga prestasi ini menjadi inspirasi bagi siswa-siswi lain. Kita berharap akan lahir ‘Raihana-Raihana baru’ yang terus berprestasi dan berani bersaing di berbagai kompetisi hingga tingkat Nasional,” lanjutnya. Acara penyambutan ditutup dengan doa dan ungkapan syukur bersama. Jajaran Kemenag Minahasa menegaskan bahwa raihan prestasi Raihana menjadi bukti nyata bahwa kerja keras, bimbingan yang tepat, serta dukungan keluarga dan lingkungan madrasah dapat melahirkan generasi berprestasi yang membanggakan daerah.
BERITA17/11/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
Cegah Stunting, BAZNAS Gelar Layanan Kesehatan untuk Balita dan Ibu Hamil di Sulteng
Cegah Stunting, BAZNAS Gelar Layanan Kesehatan untuk Balita dan Ibu Hamil di Sulteng
Sulawesi Tengah – Upaya mencegah stunting terus digencarkan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI. Melalui Rumah Sehat BAZNAS (RSB) Parigi Moutong, layanan kesehatan terpadu kembali digelar untuk balita dan ibu hamil di Desa Uevolo, bekerja sama dengan Puskesmas dan pemerintah desa. Kegiatan yang berlangsung rutin setiap bulan ini diawali dengan pendaftaran, penimbangan, pengukuran antropometri, serta pencatatan oleh bidan RSB BAZNAS. Tim Puskesmas juga hadir memberikan penyuluhan kesehatan bagi ibu hamil dan layanan Imunisasi Dasar Lengkap untuk balita. Untuk ibu hamil, dilakukan pemeriksaan ANC, pengukuran LILA, hingga edukasi melalui kelas ibu hamil. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, MA., menegaskan pentingnya layanan kesehatan sebagai bagian dari peran zakat dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “BAZNAS ingin memastikan balita dan ibu hamil mendapatkan akses kesehatan yang baik dan berkelanjutan. Ini merupakan ikhtiar bersama untuk mencegah gizi kurang dan stunting sejak dini,” ujar Saidah dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (15/11/2025). Saidah menyebut, program layanan kesehatan ini memegang peran strategis dalam memutus mata rantai stunting. Menurutnya, kolaborasi antara BAZNAS, tenaga kesehatan, dan masyarakat menjadi kunci lahirnya generasi yang lebih sehat. “Dengan gotong royong antara BAZNAS, tenaga kesehatan, dan masyarakat, insya Allah kita dapat mewujudkan generasi yang lebih sehat dan kuat,” kata Saidah. Ia berharap kegiatan serupa dapat diperluas ke lebih banyak wilayah, terutama daerah dengan risiko stunting yang tinggi. Keberlanjutan program, kata Saidah, menjadi langkah penting dalam memastikan kesehatan ibu dan anak di tingkat desa. “Kegiatan ini diharapkan memberikan dampak nyata bagi kesehatan balita dan ibu hamil di Sulawesi Tengah, sekaligus menjadi kontribusi positif zakat dalam upaya pengentasan stunting,” tutupnya.
BERITA15/11/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
Penerima Beasiswa BAZNAS Fazhaliani Tembus Program YSEALI dan Sabet Penghargaan di Amerika
Penerima Beasiswa BAZNAS Fazhaliani Tembus Program YSEALI dan Sabet Penghargaan di Amerika
Jakarta – Prestasi membanggakan kembali diraih penerima Beasiswa Cendekia BAZNAS RI. Fazhaliani Shariffatul’ Muna, mahasiswi Albukhary International University (AIU), terpilih mengikuti Young Southeast Asian Leaders Initiative (YSEALI) Academic Fellowship 2025 di Amerika Serikat. Tak hanya itu, ia juga berhasil meraih penghargaan citizenship honorary dari Omaha City Council. YSEALI dikenal sebagai salah satu program kepemimpinan paling bergengsi di Asia Tenggara, dengan tingkat penerimaan superketat hanya 1–2 persen dari seluruh pelamar. Fazha menjadi salah satu wakil Indonesia yang lolos seleksi tahun ini. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, MA., menyampaikan rasa bangga atas pencapaian tersebut. Menurutnya, prestasi Fazha menunjukkan kualitas mahasiswa penerima Beasiswa Cendekia BAZNAS yang unggul tidak hanya secara akademik, tetapi juga dalam komitmen sosial. “Kami sangat bangga. Ini bukti bahwa zakat yang ditunaikan masyarakat berbuah luas melalui generasi muda yang membawa dampak nyata bagi komunitas,” ujar Saidah di Jakarta, Jumat (14/11/2025). Saidah menambahkan, BAZNAS terus mendorong para penerima beasiswa untuk mengembangkan kapasitas kepemimpinan, kepekaan sosial, serta kontribusi berkelanjutan bagi masyarakat. “Fazhaliani menjadi contoh bahwa anak muda Indonesia mampu tampil di panggung global dengan membawa nilai kebermanfaatan,” katanya. Fazha mengikuti program YSEALI selama lima minggu pada September–Oktober 2025 di University of Nebraska at Omaha, dengan fokus Civic Engagement. Selama program ia mempelajari strategi partisipasi masyarakat, kepemimpinan sosial, hingga pembangunan komunitas berkelanjutan lewat kelas intensif dan proyek lapangan. Dalam salah satu sesi, Fazha mendapat kesempatan menyampaikan pidato singkat di hadapan masyarakat dan pejabat lokal Omaha. Dedikasinya dalam isu sosial membuatnya dianugerahi citizenship honorary oleh Omaha City Council. Fazhaliani bercerita bahwa kiprahnya berawal pada 2021 saat ia membangun komunitas literasi anak di Indonesia yang fokus pada pendidikan inklusif dan pemberdayaan anak jalanan. Saat melanjutkan studi di Malaysia, ia kembali menemukan persoalan serupa pada anak-anak imigran yang tidak dapat mengakses pendidikan formal. “Saya merasa bertanggung jawab untuk terlibat. Akses belajar adalah hak setiap anak,” ujarnya. Kini Fazha dan timnya mengembangkan program pemberdayaan keluarga lewat pengasuhan positif, bertujuan meningkatkan kesadaran orang tua mengenai pentingnya komunikasi sehat dan peran keluarga dalam pembentukan karakter anak. Prestasi ini menjadi bukti bahwa penerima beasiswa zakat mampu melangkah ke level global, membawa nilai kebaikan yang berdampak luas bagi masyarakat.
BERITA14/11/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
Rakorda BAZNAS Sulut–Gorontalo 12–14 November: RKAT BAZNAS Minahasa Akhirnya Disahkan Usai Proses Panjang dan Penuh Tantangan
Rakorda BAZNAS Sulut–Gorontalo 12–14 November: RKAT BAZNAS Minahasa Akhirnya Disahkan Usai Proses Panjang dan Penuh Tantangan
Minahasa – Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara dan Gorontalo yang digelar pada 12–14 November 2025 menjadi momentum penting bagi penguatan tata kelola zakat di dua provinsi ini. Salah satu sorotan utamanya datang dari BAZNAS Kabupaten Minahasa yang akhirnya berhasil menuntaskan dan mengesahkan RKAT (Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan) 2026, meski menghadapi berbagai keterbatasan. BAZNAS Minahasa diketahui ikut dalam Rakorda dengan kondisi dana yang sangat terbatas. Namun, melalui kerja keras, pendampingan teknis, dan dukungan banyak pihak, penyusunan RKAT 2026 berhasil diselesaikan tepat waktu. Wakil Ketua IV BAZNAS Minahasa Sahlan Kokalo mengungkapkan bahwa capaian ini bukan hanya soal administrasi, tetapi perjalanan spiritual dan perjuangan moral lembaga dalam melayani umat. “Ini adalah doa para mustahik. Dengan doa merekalah segala kesulitan dipermudah. Alhamdulillah, RKAT 2026 akhirnya tuntas dan disahkan,” ujarnya. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pimpinan BAZNAS Provinsi Sulut yang telah memfasilitasi kehadiran BAZNAS Minahasa dalam Rakorda sehingga bisa mendapatkan ilmu, pendampingan, dan penguatan kapasitas amil. “Terima kasih kepada para narasumber dan Tim IT BAZNAS RI yang sudah membimbing kami dari awal sampai RKAT selesai. Ini pengalaman dan pelajaran berharga,” lanjutnya. RKAT merupakan dokumen strategis yang menentukan arah pengumpulan, pendistribusian, dan pendayagunaan zakat dalam satu tahun penuh. Penyusunannya membutuhkan ketelitian, data yang akurat, serta pemahaman standar nasional pengelolaan zakat dan PSAK 109. Dalam Rakorda kali ini, integrasi antara BAZNAS Sulut dan Gorontalo menambah ruang diskusi dan memperkaya pengetahuan amil untuk meningkatkan kualitas layanan zakat. BAZNAS Minahasa menjadi salah satu yang merasakan langsung manfaatnya, karena pendampingan intensif dari tim pusat membantu mempercepat proses finalisasi RKAT. Waka IV BAZNAS Minahasa berharap pemerintah kabupaten dapat hadir mendukung berbagai program yang telah dirumuskan dalam RKAT 2026. Ia juga menekankan pentingnya peran Kementerian Agama Kabupaten Minahasa sebagai pembina dan pengawas agar BAZNAS bisa bekerja sesuai tupoksi. “Kami berharap Pemkab Minahasa terus membersamai. BAZNAS bekerja untuk kemaslahatan umat, dan dukungan pemerintah sangat menentukan. Kemenag pun kami harapkan terus membimbing agar kerja kami sesuai regulasi,” tegasnya. BAZNAS Minahasa mengajak masyarakat untuk terus memberikan dukungan, terutama melalui doa agar seluruh program yang direncanakan dapat berjalan dan membawa manfaat seluas-luasnya. “Semoga apa yang diharapkan masyarakat Muslim Minahasa dapat terwujud menjadi kerja bersama demi kemaslahatan umat,” pungkasnya. Rakorda BAZNAS Sulut–Gorontalo tahun ini menegaskan kembali pentingnya sinergi, pembinaan, dan peningkatan kapasitas amil. Dengan disahkannya RKAT 2026, BAZNAS Minahasa kini memasuki fase baru yang lebih terarah, profesional, dan siap memperluas dampak layanan zakat bagi masyarakat yang membutuhkan.
BERITA14/11/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
Kakanwil Kemenag Sulut Tegaskan: BAZNAS Adalah Mitra Strategis Pengentasan Kemiskinan Daerah
Kakanwil Kemenag Sulut Tegaskan: BAZNAS Adalah Mitra Strategis Pengentasan Kemiskinan Daerah
Manado, 12 November 2025 — Suasana hangat dan penuh semangat mewarnai pembukaan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara dan Gorontalo yang berlangsung di Hotel Quality Manado. Dalam momentum penting itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil) Provinsi Sulawesi Utara, Dr. Drs. Ulyas Taha, M.Pd, hadir langsung dan menyampaikan pesan tegas yang menggugah: “BAZNAS adalah mitra strategis pemerintah daerah dalam upaya pengentasan kemiskinan. Sudah saatnya sinergi ini diperkuat, bukan sekadar di tataran seremonial, tetapi dalam program nyata yang menyentuh masyarakat,” ujarnya penuh semangat di hadapan pimpinan BAZNAS RI dan seluruh peserta Rakorda. Kehadiran Kakanwil Kemenag Sulut menambah bobot forum koordinasi dua provinsi ini yang mengusung tema “Menguatkan BAZNAS, Mendukung Asta Cita.” Beliau menegaskan bahwa potensi zakat di Indonesia sangat besar bila dikelola secara profesional dan kolaboratif bersama pemerintah daerah. “Kita ini menghimpun dana umat dan menyalurkannya kepada yang berhak. Tapi sering kali, pemerintah belum sepenuhnya melihat BAZNAS sebagai lembaga strategis untuk mendukung pembangunan sosial dan pengentasan kemiskinan. Padahal, BAZNAS adalah jembatan yang paling nyata antara umat dan kesejahteraan,” tambahnya. Kakanwil juga menyoroti pentingnya peran ASN dalam memberi contoh. Ia menyebutkan bahwa di lingkungan Kementerian Agama, pemotongan zakat 2,5% bagi pegawai adalah wujud nyata dari komitmen menunaikan kewajiban sekaligus memperkuat kemandirian umat. “Saya wajibkan seluruh pegawai Kemenag untuk menyalurkan 2,5 persen gajinya melalui BAZNAS. Ini bukan sekadar aturan, tapi bentuk kesadaran kolektif — karena zakat itu bukan kehilangan, tapi keberkahan,” tegasnya. Dalam forum tersebut, Kakanwil Kemenag Sulut juga mengajak seluruh peserta Rakorda untuk menyusun narasi yang mampu meyakinkan pemerintah daerah bahwa BAZNAS bukan hanya lembaga penyalur dana sosial, melainkan pilar ekonomi umat yang berperan langsung dalam program pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat. “Kita perlu mengemas pesan dan bukti nyata bahwa BAZNAS adalah mitra sejajar pemerintah daerah. Mari kita buat sinergi ini menjadi gerakan bersama yang membawa berkah dan keadilan sosial,” pungkasnya disambut tepuk tangan peserta Rakorda. Rakorda yang digelar sejak 12 hingga 14 November 2025 ini dihadiri oleh Pimpinan BAZNAS Republik Indonesia, Prof. Dr. Ir. H. Muhammad Nadratuzzaman Hosen, Ph.D. selaku Koordinator Wilayah Sulut, serta H. Ahmad Sudrajat, Lc., M.A. sebagai Koordinator Wilayah Gorontalo, bersama seluruh pimpinan BAZNAS provinsi dan kabupaten/kota se-Sulut dan Gorontalo.
BERITA13/11/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
Baznas Minahasa Hadiri Rakorda Baznas Sulut-Gorontalo: Wujud Sinergi dan Penguatan Program Zakat Menuju Asta Cita Nasional
Baznas Minahasa Hadiri Rakorda Baznas Sulut-Gorontalo: Wujud Sinergi dan Penguatan Program Zakat Menuju Asta Cita Nasional
Manado, 12 November 2025 — Suasana penuh semangat mewarnai pembukaan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sulawesi Utara dan Provinsi Gorontalo yang resmi dibuka hari ini di Hotel Quality Manado. Kegiatan ini akan berlangsung hingga 14 November 2025 dengan mengusung tema “Menguatkan BAZNAS, Mendukung Asta Cita.” Rakorda ini menjadi ajang penting bagi seluruh jajaran BAZNAS di dua provinsi tersebut untuk memperkuat kelembagaan zakat, mempererat sinergi antar-BAZNAS provinsi dan kabupaten/kota, serta menyusun arah kebijakan dan program kerja tahun 2026 yang sejalan dengan arahan BAZNAS RI. Acara pembukaan dihadiri oleh Pimpinan BAZNAS Republik Indonesia sekaligus Koordinator Wilayah Sulawesi Utara, Prof. Dr. Ir. H. M. Nadratuzzaman Hosen, serta H. Achmad Sudrajat, Lc., MA selaku Koordinator Wilayah Gorontalo. Keduanya menegaskan pentingnya keselarasan gerak seluruh tingkatan BAZNAS agar visi nasional dalam pengentasan kemiskinan berbasis zakat dapat terwujud secara nyata di daerah. Selain jajaran BAZNAS RI, hadir pula Pimpinan BAZNAS Provinsi Sulut dan Gorontalo, serta perwakilan BAZNAS Kabupaten/Kota se-Sulut dan Gorontalo, termasuk Baznas Kabupaten Minahasa yang turut aktif dalam forum strategis tersebut. “Rakorda ini bukan sekadar forum koordinasi, tetapi momentum untuk menyatukan visi dan memperkuat komitmen kita dalam menunaikan amanah umat secara profesional, transparan, dan berdaya guna,” ujar Ketua BAZNAS Propinsi Sulut Hj. Lutvia Alwi, SH. MH dalam sambutannya. Rangkaian Rakorda akan berlanjut dengan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) 2026, yang diharapkan menjadi pedoman kerja bersama seluruh BAZNAS di wilayah Sulut dan Gorontalo. Sementara itu, Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Minahasa Sahlan Kokalo, dalam kesempatan terpisah, menyampaikan pandangan yang menggugah semangat dan menekankan pentingnya Rakorda sebagai wujud nyata transformasi zakat di daerah: “Rakorda ini adalah ruang strategis bagi kita semua untuk menyelaraskan langkah dengan arah kebijakan nasional. BAZNAS Minahasa memaknainya sebagai upaya memperkuat sinergi, meningkatkan kapasitas pengelolaan zakat, dan memastikan setiap program benar-benar menyentuh mustahik. Kita ingin zakat tidak hanya selesai di penyaluran, tetapi menjadi gerakan pemberdayaan yang menumbuhkan kemandirian umat,” ujar Waka IV dengan penuh optimisme. Dengan semangat “Menguatkan BAZNAS, Mendukung Asta Cita”, Rakorda kali ini diharapkan melahirkan langkah konkret dalam penguatan tata kelola, peningkatan literasi zakat, dan kolaborasi antarwilayah — demi mewujudkan Indonesia yang lebih berdaya dan sejahtera melalui potensi zakat yang terkelola secara optimal.
BERITA12/11/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Minahasa.

Lihat Daftar Rekening →