WhatsApp Icon
BAZNAS Minahasa Tuntaskan Penyaluran 100 Mushaf Al-Quran, Sentuh Santri TPQ hingga Majelis Taklim Mualaf

MINAHASA – Komitmen Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Minahasa dalam memperluas syiar Al-Quran terus diwujudkan melalui penyaluran 100 mushaf Al-Quran kepada pondok pesantren, rumah tahfiz, TPQ/TPA, masjid, hingga majelis taklim mualaf di berbagai wilayah Kabupaten Minahasa, Jumat 17/7/2026.

Program tersebut merupakan amanah dari BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara yang mempercayakan BAZNAS Kabupaten Minahasa sebagai mitra pendistribusian mushaf kepada lembaga-lembaga pendidikan Al-Qur'an dan masyarakat yang membutuhkan.

Penyaluran mushaf ini juga menjadi bagian dari manfaat zakat, infak, dan sedekah para muzaki yang disalurkan melalui BAZNAS RI, termasuk dukungan dari para donatur melalui Kitabisa.com dan Gramedia, sehingga manfaatnya dapat dirasakan hingga pelosok daerah.

Titik terakhir penyaluran dilakukan di TPA Al Muhajirin, Desa Kamenti, yang berada di bawah pembinaan Masjid Al Muhajirin.

Sebanyak 10 mushaf Al-Qur'an diserahkan secara langsung kepada Imam Masjid Al Muhajirin, Edy Purwanto, didampingi Wakil Imam Hendy Yusuf.

TPA tersebut saat ini dibimbing oleh satu orang ustaz dengan jumlah 10 santri yang rutin belajar membaca dan memahami Al-Qur'an. yang rutin dilaksanakan tiga kali dalam sepekan di serambi masjid.

Edy Purwanto menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas perhatian BAZNAS kepada anak-anak penghafal dan pembelajar Al-Qur'an.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Minahasa, BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara, serta seluruh muzaki yang telah mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya melalui BAZNAS sehingga kami menerima bantuan mushaf Al-Qur'an ini. Insya Allah mushaf-mushaf ini akan dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh anak-anak TPA dalam belajar Al-Qur'an."

Ia juga turut mendoakan seluruh pihak yang telah berkontribusi.

"Semoga Allah SWT membalas setiap kebaikan para muzaki dengan pahala yang berlipat ganda, melimpahkan rezeki yang halal dan berkah, memudahkan segala urusan, serta menjadikan setiap huruf Al-Qur'an yang dibaca oleh para santri sebagai amal jariyah yang terus mengalir kepada para donatur dan semua pihak yang terlibat. Aamiin."

Usai dari Desa Kamenti, tim BAZNAS Minahasa melanjutkan penyaluran ke Masjid Al Ikhlash, Desa Atep Oki, Kecamatan Lembean Timur.

Di lokasi tersebut, sebanyak 5 mushaf Al-Qur'an diserahkan kepada Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Masjid Al Ikhlash untuk mendukung kegiatan pengajian masyarakat .

Diharapkan bantuan mushaf tersebut semakin meningkatkan semangat jamaah dalam mempelajari, membaca, dan mengamalkan isi kandungan Al-Qur'an.

Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Minahasa, Muhammad Sahlan Kokalo, menyampaikan apresiasi kepada BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara atas kepercayaan yang diberikan kepada BAZNAS Minahasa dalam mendistribusikan 100 mushaf Al-Qur'an di wilayah Kabupaten Minahasa.

"Kami menyampaikan terima kasih kepada BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara atas kepercayaan yang diberikan kepada BAZNAS Kabupaten Minahasa untuk menyalurkan 100 mushaf Al-Qur'an kepada pondok pesantren, rumah tahfiz, TPQ, TPA, masjid, dan majelis taklim mualaf. Amanah ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus menghadirkan manfaat yang nyata bagi umat."

Menurutnya, penyaluran mushaf bukan sekadar menyerahkan kitab suci, tetapi menjadi investasi peradaban yang akan melahirkan generasi Qurani.

"Setiap mushaf yang dibaca, dipelajari, dan diamalkan akan menjadi sumber pahala yang terus mengalir bagi para muzaki dan seluruh pihak yang terlibat. Karena itu, kami berharap ke depan BAZNAS Minahasa dapat menyalurkan lebih banyak lagi mushaf Al-Qur'an serta memperluas program-program kemaslahatan lainnya."

Ia juga berharap semakin banyak masyarakat yang mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya melalui lembaga resmi.

"Kepercayaan masyarakat adalah amanah yang harus dijaga. Kami terus berkomitmen mengelola dana zakat, infak, dan sedekah secara profesional, transparan, dan akuntabel agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh mustahik. Kami mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Minahasa untuk menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS sebagai lembaga resmi yang diamanahkan negara, sehingga semakin banyak saudara-saudara kita yang dapat dibantu melalui program pendidikan, dakwah, kesehatan, kemanusiaan, dan pemberdayaan ekonomi."

Program distribusi mushaf Al-Qur'an menjadi salah satu bentuk nyata hadirnya BAZNAS dalam memperkuat syiar Islam dan meningkatkan kualitas pendidikan Al-Qur'an di tengah masyarakat.

Dengan dukungan para muzaki yang mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya melalui BAZNAS, setiap bantuan yang disalurkan diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan saat ini, tetapi juga menjadi amal jariyah yang terus mengalir, melahirkan generasi yang mencintai Al-Qur'an, serta memperkuat semangat gotong royong dan kepedulian sosial di Kabupaten Minahasa.

Mari tunaikan Zakat, Infak, dan Sedekah melalui BAZNAS Kabupaten Minahasa. Bersama, kita hadirkan lebih banyak manfaat, memperluas keberkahan, dan menebarkan cahaya Al-Qur'an hingga ke pelosok daerah.

17/07/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa
Waka IV BAZNAS Minahasa Ikuti Pra Rakornas BAZNAS 2026, Perkuat Sinergi dan Arah Pengelolaan Dana Umat

Tondano – Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Minahasa, Muhamad Sahlan Kokalo, mengikuti Pra Rapat Koordinasi Nasional (Pra Rakornas) BAZNAS RI Tahun 2026 yang diselenggarakan secara hybrid pada Kamis (16/7/2026). Kegiatan ini menjadi forum strategis dalam menyatukan visi serta memperkuat kelembagaan BAZNAS di seluruh Indonesia.

Pra Rakornas BAZNAS RI 2026 diikuti oleh jajaran Pimpinan BAZNAS RI, BAZNAS Provinsi, hingga BAZNAS Kabupaten/Kota se-Indonesia, baik secara luring di Jakarta maupun melalui platform daring.

Ketua BAZNAS RI, Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., dalam arahannya menegaskan pentingnya kesamaan visi sebagai fondasi membangun lembaga yang solid, profesional, dan mampu menjawab tantangan pengelolaan dana umat di masa depan.

Menurutnya, BAZNAS harus memiliki arah yang jelas agar setiap program dapat berjalan secara terukur, terkoordinasi, dan memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat.

"Kalau kita bekerja tanpa kompas, tentu kerja kita tidak ada arahnya. Kalau kita bekerja tidak dalam lembaga, maka kita tidak solid," tegas Sodik Mudjahid.

Dalam forum tersebut, Ketua BAZNAS RI kembali menegaskan visi besar BAZNAS, yaitu "Menjadi Model Pengelola Dana Umat untuk Kemajuan dan Kesejahteraan." Visi tersebut diharapkan menjadi pedoman seluruh jajaran BAZNAS, mulai dari tingkat pusat hingga kabupaten/kota, untuk menjadi teladan (uswatun hasanah) dalam tata kelola dana umat yang profesional, amanah, transparan, dan akuntabel.

Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Minahasa, Muhamad Sahlan Kokalo, mengatakan keikutsertaan BAZNAS Minahasa dalam Pra Rakornas merupakan bagian dari komitmen memperkuat sinergi dengan BAZNAS RI sekaligus menyelaraskan arah kebijakan kelembagaan.

"Pra Rakornas ini menjadi momentum penting bagi BAZNAS Minahasa untuk menyamakan visi dengan BAZNAS RI, sekaligus memperkuat komitmen dalam meningkatkan kualitas tata kelola zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya agar semakin profesional, akuntabel, serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Kabupaten Minahasa," ujar Sahlan.

Ia menambahkan, berbagai arahan yang disampaikan dalam Pra Rakornas akan menjadi acuan dalam memperkuat program-program BAZNAS Minahasa, baik pada aspek pengumpulan, pendistribusian, pendayagunaan, transformasi digital, maupun penguatan kelembagaan.

Dengan semangat "Zakat Menguatkan Indonesia", BAZNAS Minahasa berkomitmen terus mendukung transformasi pengelolaan zakat yang modern, adaptif, dan berdampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat serta pengentasan kemiskinan di Kabupaten Minahasa.

Pra Rakornas BAZNAS RI 2026 turut dihadiri Wakil Ketua BAZNAS RI Dr. KH. Zainut Tauhid Sa'adi, M.Si., beserta seluruh Pimpinan BAZNAS RI dan ratusan peserta dari BAZNAS Provinsi serta BAZNAS Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia.

17/07/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Minahasa Perkuat Syiar Al-Quran, Salurkan Mushaf ke Pondok Pesantren Al-Khairaat Tahfizul Quran Kampung Jawa Tondano

MINAHASA — Komitmen Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Minahasa dalam mendukung lahirnya generasi Qur'ani terus diwujudkan melalui aksi nyata. Kali ini, BAZNAS Kabupaten Minahasa melaksanakan silaturahmi sekaligus menyerahkan 10 mushaf Al-Quran kepada Pondok Pesantren Al-Khairaat Tahfizul Quran yang berlokasi di Kampung Jawa Tondano, Kabupaten Minahasa, Rabu 15/07/2026.

Penyerahan mushaf dilakukan langsung oleh Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Minahasa, Joko Winjaya, dan diterima oleh pengasuh pondok pesantren bersama para santri yang setiap hari mengisi waktu mereka dengan membaca, menghafal, dan mempelajari Al-Qur'an.

Suasana penuh kehangatan menyelimuti kegiatan tersebut. Bagi para santri, mushaf yang diterima bukan sekadar buku untuk dibaca, melainkan teman setia dalam perjalanan menghafal firman Allah SWT hingga tuntas 30 juz.

Dalam kesempatan itu, Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Minahasa Joko Winjaya menegaskan bahwa perhatian terhadap pesantren merupakan bagian dari komitmen BAZNAS dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia yang berlandaskan nilai-nilai keislaman.

"BAZNAS hadir bukan hanya untuk membantu masyarakat dari aspek ekonomi, tetapi juga mendukung penguatan pendidikan dan dakwah. Pesantren merupakan lembaga yang memiliki peran strategis dalam melahirkan generasi yang berakhlak, berilmu, dan mencintai Al-Qur'an. Karena itu, penyaluran mushaf Al-Qur'an menjadi salah satu bentuk ikhtiar kami dalam memperkuat syiar Islam di Kabupaten Minahasa."

Menurutnya, setiap mushaf yang dibaca, setiap ayat yang dihafalkan, dan setiap ilmu yang diamalkan oleh para santri akan menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir bagi para muzaki yang telah mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya melalui BAZNAS.

"Kami berharap bantuan ini mampu menambah semangat para santri dalam menghafal Al-Qur'an. Semoga dari pesantren ini lahir para hafiz dan hafizah yang kelak menjadi pemimpin umat, pendidik, dai, serta teladan di tengah masyarakat. Inilah investasi terbaik yang manfaatnya tidak hanya dirasakan hari ini, tetapi juga menjadi bekal bagi masa depan umat."

Joko Winjaya juga mengajak masyarakat untuk semakin mempercayakan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS karena dana yang dihimpun tidak hanya disalurkan untuk memenuhi kebutuhan sosial dan kemanusiaan, tetapi juga mendukung keberlangsungan pendidikan Islam, dakwah, serta pembinaan generasi penerus bangsa.

Sementara itu, pengasuh Pondok Pesantren Al-Khairaat Tahfizul Qur'an menyampaikan apresiasi atas kepedulian BAZNAS Kabupaten Minahasa terhadap lembaga pendidikan Al-Qur'an.

"Alhamdulillah hari ini kami menerima kunjungan dari BAZNAS Kabupaten Minahasa sekaligus menerima bantuan 10 mushaf Al-Qur'an. Bantuan ini sangat berarti bagi para santri kami yang setiap hari belajar dan menghafal Al-Qur'an. Semoga dengan mushaf yang diberikan ini mereka semakin mudah dalam menghafal hingga menyelesaikan hafalan 30 juz."

Ia juga mendoakan seluruh pihak yang telah menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Minahasa beserta seluruh muzaki. Semoga Allah SWT membalas setiap kebaikan dengan pahala yang berlipat ganda, melimpahkan keberkahan dalam rezeki dan kehidupan, serta menjadikan bantuan ini sebagai amal jariyah yang terus mengalir hingga akhirat nanti. Insya Allah."

Kebahagiaan juga terpancar dari wajah para santri. Salah seorang santri mengaku semakin termotivasi untuk memperbanyak hafalan Al-Qur'an setelah menerima mushaf baru.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Minahasa atas bantuan mushaf Al-Qur'an ini. Insya Allah kami akan memanfaatkannya sebaik mungkin untuk belajar dan menghafal Al-Qur'an. Semoga Allah membalas semua kebaikan para donatur dan keluarga besar BAZNAS."

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa zakat tidak hanya berfungsi sebagai instrumen pengentasan kemiskinan, tetapi juga menjadi kekuatan dalam membangun peradaban melalui pendidikan. Di balik setiap mushaf yang disalurkan, tersimpan harapan lahirnya generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kokoh dalam iman, mulia dalam akhlak, dan mampu menghadirkan nilai-nilai Al-Qur'an di tengah kehidupan masyarakat.

Melalui program pendistribusian mushaf Al-Qur'an, BAZNAS Kabupaten Minahasa terus memperluas manfaat dana zakat, infak, dan sedekah agar dapat menjangkau lebih banyak lembaga pendidikan keagamaan. Langkah ini menjadi bagian dari ikhtiar menghadirkan zakat yang produktif, berdampak, dan berkelanjutan, sejalan dengan misi BAZNAS dalam meningkatkan kesejahteraan umat sekaligus memperkuat pembangunan sumber daya manusia yang religius, berkarakter, dan berdaya saing.

Sebab, setiap lembar Al-Qur'an yang dibaca akan melahirkan ilmu. Setiap ilmu yang diamalkan akan melahirkan keberkahan. Dan setiap keberkahan yang tumbuh dari zakat akan menjadi jejak kebaikan yang terus mengalir dari para muzaki kepada generasi penerus bangsa.

16/07/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Minahasa Salurkan Mushaf Al-Qur'an ke TPQ Miftahul Jannah, Perkuat Semangat Belajar Al-Quran Anak-anak

MINAHASA – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Minahasa terus menguatkan syiar Islam melalui program pendistribusian mushaf Al-Quran. Kali ini, Wakil Ketua III BAZNAS Kabupaten Minahasa, Astuti Suratinoyo, melaksanakan silaturahmi sekaligus menyerahkan bantuan mushaf Al-Quran kepada Taman Pengajian Al-Quran (TPQ) Miftahul Jannah pada Kamis (16/7/2026).

Penyerahan mushaf Al-Qur'an disambut hangat oleh pengurus TPQ dan para santri yang mengikuti kegiatan belajar mengaji. Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung proses pembelajaran Al-Qur'an sekaligus menumbuhkan kecintaan anak-anak terhadap kitab suci sejak usia dini.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua III BAZNAS Kabupaten Minahasa, Astuti Suratinoyo, mengatakan bahwa pendidikan Al-Qur'an merupakan fondasi penting dalam membentuk karakter generasi muda.

"BAZNAS Kabupaten Minahasa berkomitmen untuk terus mendukung pendidikan keagamaan melalui pendistribusian mushaf Al-Qur'an. Kami berharap bantuan ini dapat menjadi penyemangat bagi anak-anak untuk semakin rajin membaca, mempelajari, dan mengamalkan isi Al-Qur'an. Semoga dari TPQ Miftahul Jannah lahir generasi Qur'ani yang berakhlak mulia, cerdas, dan membawa manfaat bagi agama, bangsa, dan masyarakat."

Ia menambahkan bahwa setiap mushaf yang dibaca oleh para santri akan menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir bagi para muzaki yang telah mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya melalui BAZNAS.

Sementara itu, pimpinan TPQ Miftahul Jannah menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas perhatian yang diberikan BAZNAS Kabupaten Minahasa.

"Alhamdulillah, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada BAZNAS Kabupaten Minahasa atas bantuan mushaf Al-Qur'an ini. Bantuan ini sangat bermanfaat bagi anak-anak kami dalam belajar mengaji setiap hari. Semoga Allah SWT membalas seluruh kebaikan para muzaki dan keluarga besar BAZNAS dengan pahala yang berlipat ganda serta senantiasa memberikan keberkahan dalam setiap langkahnya."

Melalui program pendistribusian mushaf Al-Qur'an, BAZNAS Kabupaten Minahasa terus menghadirkan manfaat zakat, infak, dan sedekah dalam mendukung pendidikan Islam. Program ini menjadi bagian dari upaya membangun generasi Qur'ani yang tidak hanya mahir membaca Al-Qur'an, tetapi juga menjadikan nilai-nilai Al-Qur'an sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

16/07/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Minahasa Gandeng Sahabat Mualaf Inspiratif, Perkuat Syiar Al-Quran hingga Wilayah Pembinaan Mualaf

MINAHASA – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Minahasa terus memperluas jangkauan syiar Islam melalui pendistribusian mushaf Al-Quran dan penguatan jejaring dakwah. Langkah itu diwujudkan melalui silaturahmi ke Sahabat Mualaf Inspiratif, komunitas binaan Lembaga Dakwah Kampus (LDK) yang berkolaborasi dengan MCN Kawanua, Kamis (16/7/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Minahasa, Joko Kurnia Winjaya, didampingi Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Minahasa, Sahlan Kokalo, menyerahkan 10 mushaf Al-Qur'an kepada Ketua Sahabat Mualaf Inspiratif, Hairunisa Nova Rorora.

Penyerahan mushaf bukan sekadar simbol bantuan, melainkan langkah awal membangun sinergi dalam menghadirkan manfaat zakat bagi para mualaf dan masyarakat yang membutuhkan pembinaan keislaman di berbagai wilayah di Minahasa.

Dalam suasana penuh keakraban, pertemuan tersebut menjadi ruang dialog untuk memperkuat komunikasi dan membuka peluang kolaborasi antara BAZNAS Minahasa dan Sahabat Mualaf Inspiratif.

Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Minahasa, Joko Kurnia Winjaya, menegaskan bahwa zakat memiliki peran strategis dalam mendukung dakwah, pendidikan, dan pemberdayaan umat.

"Kami bersyukur dapat bersilaturahmi dengan Sahabat Mualaf Inspiratif. Semoga penyaluran mushaf Al-Qur'an ini menjadi penyemangat bagi saudara-saudara kita yang sedang memperdalam ajaran Islam. BAZNAS ingin membangun kolaborasi yang berkelanjutan, tidak hanya dalam pendistribusian mushaf, tetapi juga pada berbagai kegiatan sosial, pembinaan keagamaan, dan pemberdayaan masyarakat demi kemaslahatan umat."

Menurutnya, kolaborasi antarlembaga merupakan kunci untuk memperluas manfaat zakat sehingga dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan secara lebih efektif.

"Kami berharap ke depan akan lahir lebih banyak program bersama yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, mulai dari pembinaan mualaf, pendidikan Al-Qur'an, bantuan sosial, hingga pemberdayaan ekonomi umat. Ketika lembaga-lembaga Islam saling menguatkan, manfaatnya akan semakin luas dirasakan masyarakat."

Ketua Sahabat Mualaf Inspiratif, Hairunisa Nova Rorora, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan BAZNAS Kabupaten Minahasa.

Ia mengatakan, mushaf Al-Qur'an yang diterima akan segera disalurkan kepada para mualaf serta masyarakat di wilayah pembinaan yang membutuhkan.

"Alhamdulillah, kami mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Minahasa atas amanah dan kepercayaan yang diberikan kepada Sahabat Mualaf Inspiratif. Mushaf Al-Qur'an ini akan kami salurkan kepada para mualaf dan titik-titik pembinaan yang selama ini kami dampingi, sehingga dapat dimanfaatkan untuk belajar membaca, memahami, dan menghafal Al-Qur'an."

Hairunisa berharap sinergi tersebut terus berkembang menjadi gerakan bersama dalam memperkuat pembinaan umat.

"Insya Allah kami siap berkolaborasi dengan BAZNAS Kabupaten Minahasa dalam berbagai kegiatan sosial, dakwah, dan pembinaan masyarakat. Semoga kerja sama ini menjadi jalan hadirnya lebih banyak manfaat bagi umat, khususnya bagi para mualaf yang sedang menguatkan keislamannya."

Usai bersilaturahmi dengan Sahabat Mualaf Inspiratif, rombongan pimpinan BAZNAS Kabupaten Minahasa melanjutkan kegiatan ke Masjid Al-Hijrah Rinegetan, Tondano.

Di masjid tersebut, BAZNAS Kabupaten Minahasa kembali menyalurkan lima mushaf Al-Qur'an yang diterima langsung oleh jamaah masjid untuk mendukung kegiatan ibadah, tadarus, dan pembelajaran Al-Qur'an.

Penyaluran mushaf ini diharapkan dapat menambah ketersediaan Al-Qur'an di lingkungan masjid sehingga semakin banyak jamaah, terutama anak-anak dan remaja, yang terdorong untuk membaca dan mempelajari kitab suci.

Program pendistribusian mushaf Al-Qur'an merupakan bagian dari komitmen BAZNAS Sulawesi Utara dalam mendukung bidang dakwah dan pendidikan melalui pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah.

Setiap mushaf yang disalurkan diyakini bukan sekadar bantuan fisik, tetapi menjadi investasi peradaban. Dari lembaran-lembaran Al-Qur'an yang dibaca akan lahir ilmu, dari ilmu akan tumbuh akhlak, dan dari akhlak akan lahir masyarakat yang lebih kuat, berdaya, dan penuh kepedulian.

Melalui sinergi bersama komunitas dakwah, lembaga pembinaan mualaf, dan pengurus masjid, BAZNAS Kabupaten Minahasa terus memperluas jangkauan manfaat zakat agar tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan masyarakat, tetapi juga memperkokoh nilai-nilai keislaman dan membangun generasi Qur'ani di Kabupaten Minahasa.

"Zakat yang ditunaikan hari ini bukan hanya menguatkan kehidupan, tetapi juga menghidupkan cahaya Al-Qur'an di tengah masyarakat. Ketika mushaf sampai ke tangan para pembelajar Al-Qur'an, sesungguhnya zakat sedang menanam amal jariyah yang pahalanya terus mengalir tanpa putus."

16/07/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa

Berita Terbaru

BAZNAS Tutup Bootcamp Santripreneur Kuliner 2025, Siapkan Santri Jadi Motor Ekonomi Nasional
BAZNAS Tutup Bootcamp Santripreneur Kuliner 2025, Siapkan Santri Jadi Motor Ekonomi Nasional
Jakarta – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI resmi menutup rangkaian Bootcamp BAZNAS Santripreneur Kompetisi Klaster Kuliner 2025 yang digelar di Yayasan Bina Cendikia, Rabu (24/12/2025). Program ini menjadi bagian dari langkah strategis BAZNAS dalam mendorong santri tampil sebagai pelaku usaha mandiri sekaligus penggerak ekonomi nasional. Penutupan bootcamp menandai berakhirnya tahapan pelatihan intensif bagi santri dan alumni pesantren yang mengikuti kompetisi wirausaha berbasis kuliner. Melalui program ini, BAZNAS menegaskan komitmennya menjadikan zakat sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi umat yang berkelanjutan. Deputi II BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Dr. H. M. Imdadun Rahmat, M.Si., menegaskan bahwa program Santripreneur tidak semata berorientasi pada kompetisi, tetapi pada pembentukan karakter dan keberlanjutan usaha. “BAZNAS Santripreneur bukan sekadar lomba. Ini adalah proses membangun mental wirausaha, meningkatkan kapasitas bisnis, dan memastikan santri mampu mandiri secara ekonomi,” ujar Imdadun. Ia menilai, sektor kuliner menjadi pilihan strategis karena memiliki pasar luas dan dekat dengan kebutuhan masyarakat. Selain itu, nilai-nilai yang dimiliki santri dinilai menjadi keunggulan tersendiri. “Santri memiliki modal kejujuran, kedisiplinan, dan ketekunan. Ini adalah fondasi penting untuk menciptakan pelaku usaha yang tangguh dan berdaya saing,” tambahnya. BAZNAS Santripreneur Kompetisi Klaster Kuliner merupakan program nasional yang dirancang melalui tahapan seleksi ketat, pelatihan intensif (bootcamp), hingga pendampingan usaha. Tujuannya adalah meningkatkan kapasitas manajerial, inovasi produk, serta strategi pemasaran peserta agar mampu bertahan dan berkembang. Hingga 2025, program ini telah memberikan manfaat kepada 1.505 santripreneur yang berasal dari 28 provinsi dan 225 kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Angka ini menunjukkan luasnya jangkauan pemanfaatan dana zakat untuk pemberdayaan ekonomi pesantren. Dari sisi dampak ekonomi, BAZNAS mencatat rata-rata usaha peserta mengalami pertumbuhan sekitar 30 persen setelah mendapatkan pendampingan. Pendapatan santripreneur juga meningkat signifikan, dari rata-rata Rp2,36 juta menjadi Rp3,45 juta, menandakan efektivitas program dalam meningkatkan kesejahteraan mustahik. Antusiasme peserta pada klaster kuliner tahun ini pun terbilang tinggi. Sebanyak 335 pendaftar mengikuti seleksi awal. Dari jumlah tersebut, terpilih 100 peserta terbaik dari 18 provinsi, yang kemudian disaring kembali menjadi 50 santripreneur unggulan dari 42 kabupaten/kota dan 13 provinsi, terdiri dari 28 laki-laki dan 22 perempuan. Selama bootcamp, para peserta mendapatkan pembekalan intensif terkait manajemen usaha, inovasi produk, hingga strategi pemasaran agar mampu bersaing di pasar. Imdadun menegaskan, BAZNAS akan terus memperkuat ekosistem pemberdayaan santri ke depan. “Kami berharap program ini menjadi bukti bahwa santri bukan hanya penjaga nilai, tetapi juga mampu menjadi motor penggerak ekonomi nasional dan berkontribusi nyata dalam pembangunan ekonomi umat,” pungkasnya.
BERITA24/12/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
Bantu Guru Terdampak Bencana di Sumatra-Aceh, JSIT Indonesia Salurkan Donasi Rp1,1 Miliar lewat BAZNAS
Bantu Guru Terdampak Bencana di Sumatra-Aceh, JSIT Indonesia Salurkan Donasi Rp1,1 Miliar lewat BAZNAS
Jakarta – Kepedulian dunia pendidikan terhadap korban bencana kembali ditunjukkan. Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Indonesia menyalurkan donasi kemanusiaan sebesar Rp1,1 miliar melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI untuk membantu para guru, siswa, dan sekolah swasta yang terdampak bencana di wilayah Sumatra dan Aceh. Penyerahan donasi dilakukan secara simbolis di Kantor BAZNAS RI, Jakarta Timur, Rabu (24/12/2025). Bantuan tersebut difokuskan untuk menopang keberlangsungan pendidikan, khususnya para pendidik dan sekolah swasta yang terdampak langsung akibat bencana. Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, M.A. mengapresiasi konsistensi JSIT Indonesia dalam kerja-kerja kemanusiaan, baik untuk isu global seperti Palestina, maupun bencana di dalam negeri. “Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran JSIT Indonesia atas kepercayaan yang diberikan kepada BAZNAS. Donasi ini akan kami kelola dan salurkan secara profesional, amanah, dan sesuai dengan harapan, khususnya untuk membantu para guru di Aceh dan Sumatra,” ujar Kiai Noor. Ia menilai langkah JSIT menjadi contoh nyata bagaimana jaringan sekolah swasta di Indonesia saling menguatkan, terutama saat sekolah-sekolah di daerah bencana kehilangan sumber pendanaan utama. Menurutnya, sekolah swasta sangat bergantung pada SPP orang tua murid, baik untuk operasional gedung maupun kesejahteraan pendidik. Ketika bencana melanda, bangunan rusak, buku dan peralatan belajar hilang, kegiatan belajar mengajar pun terpaksa terhenti. “Dampak bencana tidak hanya merusak rumah, tapi juga memutus mata pencaharian. Banyak warga kehilangan pekerjaan karena sawah dan ladang rusak. Untuk makan mereka terbantu, tapi kebutuhan pekerjaan dan pendidikan masih menjadi tantangan,” jelas Kiai Noor. BAZNAS RI, lanjutnya, juga akan membangun sekolah sementara dan mushola sementara agar aktivitas pendidikan dan ibadah tetap berjalan. “Anak-anak kehilangan sekolah, seragam, buku, bahkan ruang belajar. Ini yang menjadi perhatian kami,” tambahnya. Sementara itu, Ketua Umum JSIT Indonesia Ahmad Fikri, M.Pd. mengatakan, donasi tersebut merupakan hasil penggalangan dana dari seluruh jaringan sekolah JSIT di berbagai daerah di Indonesia. “Alhamdulillah, hari ini JSIT Indonesia bisa menyalurkan donasi kemanusiaan untuk saudara-saudara kami di Sumatra dan Aceh. Kami ingin fokus membantu para guru dan sekolah-sekolah yang terdampak, karena merekalah yang sering kali luput dari perhatian,” ujarnya. Fikri menegaskan, donasi ini merupakan wujud kepedulian bersama dari siswa, guru, dan orang tua yang tergabung dalam JSIT Indonesia untuk meringankan beban korban bencana. Ia berharap, langkah ini dapat menginspirasi sekolah-sekolah lain agar turut berkontribusi membantu pemulihan sektor pendidikan di wilayah terdampak. “Dampak bencana ini sangat besar. Kami percaya BAZNAS mampu menyalurkan amanah ini kepada guru-guru dan sekolah-sekolah yang membutuhkan,” tutupnya. Turut hadir dalam kegiatan tersebut jajaran pimpinan BAZNAS RI dan pengurus JSIT Indonesia, di antaranya Bendahara Umum JSIT Siti Masturoh, Ketua Bidang I Dr. Endah Tri Kusumawati, Ketua Bidang II Masud, Manajer Operasional Arvianto Sadri, serta pengurus JSIT wilayah dan daerah.
BERITA24/12/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Terima Zakat Perusahaan Rp2,55 M dari MBK Ventura Syariah, Perkuat Pemberdayaan Mustahik
BAZNAS Terima Zakat Perusahaan Rp2,55 M dari MBK Ventura Syariah, Perkuat Pemberdayaan Mustahik
Jakarta – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI kembali menerima penunaian zakat perusahaan dari PT Mitra Bisnis Keluarga Ventura (MBK) Unit Usaha Syariah. Penyerahan zakat dilakukan secara seremonial di Kantor Pusat BAZNAS RI, Jakarta, Rabu (24/12/2025). Pada tahun ini, MBK Ventura Unit Usaha Syariah menunaikan Zakat Perusahaan sebesar Rp2.559.763.150 melalui BAZNAS RI. Dana tersebut akan dialokasikan untuk mendukung berbagai program pemberdayaan mustahik serta respons sosial dan kemanusiaan sesuai prinsip syariah. Penunaian zakat ini menjadi yang ketiga kalinya secara berturut-turut MBK Ventura Unit Usaha Syariah mempercayakan pengelolaan zakat perusahaan kepada BAZNAS RI. Hal ini mencerminkan sinergi berkelanjutan antara sektor usaha dan lembaga pengelola zakat negara dalam mendorong kesejahteraan masyarakat. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, M.A., mengapresiasi konsistensi dan kepercayaan yang diberikan MBK Ventura Unit Usaha Syariah. “Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang kembali diberikan. Ini merupakan amanah besar yang insyaallah akan kami kelola secara profesional, transparan, dan tepat sasaran,” ujarnya. Ia menegaskan, zakat perusahaan memiliki peran strategis dalam memperkuat program-program pemberdayaan mustahik di berbagai sektor, mulai dari ekonomi produktif, pendidikan, kesehatan, hingga kemanusiaan. “Zakat perusahaan sangat penting untuk memperluas manfaat zakat sekaligus mempercepat upaya pengentasan kemiskinan,” tambahnya. Sementara itu, Direktur Utama PT Mitra Bisnis Keluarga Ventura, Achmad Ramdani, menyampaikan bahwa penunaian zakat perusahaan merupakan bentuk tanggung jawab moral dan spiritual perusahaan. “Zakat perusahaan adalah komitmen kami terhadap nilai keadilan, keberkahan, dan kepedulian sosial, agar pertumbuhan usaha yang kami capai dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” jelasnya. Ia juga menegaskan alasan pihaknya mempercayakan pengelolaan zakat kepada BAZNAS RI karena kredibilitas dan profesionalisme yang dimiliki lembaga tersebut. “Kami berharap zakat yang disalurkan dapat dikelola secara amanah dan memberikan dampak nyata bagi para mustahik,” katanya. Melalui kolaborasi ini, BAZNAS RI dan MBK Ventura Unit Usaha Syariah berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi jangka panjang. Kerja sama tersebut diharapkan mampu mengoptimalkan peran zakat sebagai instrumen pembangunan sosial yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan.
BERITA24/12/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
Jelang HUT ke-75 SMAN 4 Jakarta, HIMALS4 Salurkan Rp114 Juta untuk Korban Bencana Sumatra lewat BAZNAS
Jelang HUT ke-75 SMAN 4 Jakarta, HIMALS4 Salurkan Rp114 Juta untuk Korban Bencana Sumatra lewat BAZNAS
Jakarta – Kepedulian alumni terhadap isu kemanusiaan kembali ditunjukkan. Himpunan Alumni SMA Negeri 4 Jakarta (HIMALS4) menyalurkan bantuan kemanusiaan sebesar Rp114 juta untuk masyarakat terdampak bencana di Sumatra melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI. Penyaluran bantuan ini menjadi bagian dari agenda kemanusiaan HIMALS4 menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 SMAN 4 Jakarta pada 2026, sekaligus wujud empati bangsa terhadap para penyintas bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Ketua Umum HIMALS4 yang juga Wakil Ketua Komisi Informasi Pusat RI, Arya Sandhiyudha, dan diterima langsung oleh Direktur Pengumpulan BAZNAS RI, Faisal Qosim, di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Selasa (23/12/2025). Turut hadir jajaran pengurus HIMALS4, di antaranya Randy Rachmadi, Tiwi Hapsari, Okky Hartanto, Nilam Sari, dan Dhika. Direktur Pengumpulan BAZNAS RI, Faisal Qosim, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan HIMALS4 dalam menyalurkan bantuan kemanusiaan melalui BAZNAS. “Dukungan ini akan memperkuat upaya BAZNAS dalam penanganan bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Kami berkomitmen menyalurkan bantuan ini secara amanah, profesional, dan tepat sasaran agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat terdampak,” ujar Faisal. Ia menilai, kepedulian yang ditunjukkan HIMALS4 mencerminkan nilai-nilai luhur solidaritas sosial yang telah lama menjadi teladan dalam tradisi kemasyarakatan. “Semangat berbagi seperti ini mengingatkan kita pada keteladanan Suku Quraisy yang menjunjung tinggi kepedulian sosial, khususnya di saat krisis dan bencana,” tambahnya. Faisal juga menegaskan bahwa BAZNAS terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat dalam agenda kebencanaan. “BAZNAS tidak bisa bekerja sendiri. Sinergi dengan mitra seperti HIMALS4 sangat penting agar bantuan kemanusiaan menjangkau penerima manfaat secara luas dan tepat sasaran,” katanya. Secara terpisah, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan, Dr. H. Rizaludin Kurniawan, turut mengapresiasi langkah HIMALS4 yang memaknai kebersamaan alumni melalui aksi sosial yang berdampak langsung. “Keterlibatan komunitas alumni dalam agenda kemanusiaan menjadi contoh positif. Reuni tidak lagi sekadar seremonial, tetapi berubah menjadi aksi nyata yang memberi manfaat bagi masyarakat,” ujarnya. Sementara itu, Ketua Umum HIMALS4, Arya Sandhiyudha, menyampaikan terima kasih kepada BAZNAS RI yang telah memfasilitasi penyaluran bantuan kemanusiaan tersebut. Menurutnya, BAZNAS memiliki peran strategis dalam memastikan dana kemanusiaan tersalurkan secara tepat kepada pihak yang membutuhkan. “Penyaluran donasi ini merupakan wujud empati para alumni. Kami ingin menjadikan HUT ke-75 SMAN 4 Jakarta sebagai momentum kegiatan yang bermakna dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Arya. Ia berharap, bantuan tersebut dapat meringankan beban para penyintas bencana di Sumatra sekaligus memperkuat sinergi antara HIMALS4, BAZNAS, dan jejaring alumni lainnya dalam menghadirkan manfaat sosial yang lebih luas.
BERITA23/12/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
Sambut Ramadhan 1447 H, BAZNAS Perkuat Dakwah Zakat dan Strategi Fundraising Nasional
Sambut Ramadhan 1447 H, BAZNAS Perkuat Dakwah Zakat dan Strategi Fundraising Nasional
Sambut Ramadan 1447 H, BAZNAS Perkuat Dakwah Zakat dan Strategi Fundraising Nasional Jakarta – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mulai memanaskan mesin menyambut Ramadan 1447 Hijriah. Momentum Ramadan dinilai menjadi periode paling krusial dalam pengelolaan zakat nasional, sekaligus penentu capaian penghimpunan zakat sepanjang tahun. Dalam kegiatan berbagi ilmu yang diikuti oleh BAZNAS provinsi, kabupaten, dan kota se-Indonesia, BAZNAS menegaskan pentingnya penguatan dakwah zakat, kesiapan organisasi, serta strategi fundraising yang terencana sejak jauh hari sebelum Ramadan. Pernyataan tersebut disampaikan Pimpinan BAZNAS RI Bidang Transformasi Digital Nasional, Prof. Ir. Nadratuzzaman Hosen, MS., M.Ec., Ph.D., dalam Pengajian Selasa Pagi yang diselenggarakan Pusdiklat BAZNAS RI dan disiarkan langsung melalui kanal YouTube BAZNAS TV, Selasa (23/12/2025). Menurut Prof. Nadratuzzaman, Ramadan merupakan fase paling menentukan dalam siklus pengumpulan zakat. “Pengalaman menunjukkan, sekitar 60 hingga 70 persen pengumpulan zakat tahunan terjadi di bulan Ramadan. Karena itu, seluruh elemen BAZNAS, baik pusat maupun daerah, harus bekerja maksimal,” tegasnya. Ia menekankan bahwa BAZNAS memikul tanggung jawab besar sebagai fasilitator umat, baik bagi muzaki maupun mustahik. Potensi zakat nasional yang diperkirakan mencapai Rp327 triliun, kata dia, hanya dapat diwujudkan melalui kerja bertahap dan konsistensi jangka panjang. “Kita tidak bisa melompat sekaligus. Perlu tahapan, kesabaran, dan kesungguhan dalam melayani umat,” ujarnya. Sementara itu, Deputi I BAZNAS RI, H. M. Arifin Purwakananta, menegaskan bahwa zakat adalah ajaran Islam yang harus terus disyiarkan sebagai solusi kesejahteraan umat. “Zakat adalah syariat yang diamanahkan kepada kita untuk kita sebarkan, kita sampaikan, dan kita hadirkan sebagai solusi nyata bagi umat,” ungkapnya. Arifin mengingatkan bahwa tugas amil zakat tidak berhenti pada aspek teknis penghimpunan dan pendistribusian, tetapi juga menyeru kebaikan dengan penuh keyakinan. Ia mengutip QS. Al-Hajj ayat 27 sebagai inspirasi gerakan zakat. “Allah memerintahkan Nabi Ibrahim untuk menyeru manusia berhaji. Ketika Ibrahim bertanya bagaimana seruannya sampai, Allah menjawab: ‘Serulah, Aku yang akan menyampaikannya’. Ini pelajaran besar bagi kita,” tuturnya. Menurutnya, keterbatasan sumber daya tidak boleh menjadi alasan melemahkan dakwah zakat. “Jika seruan itu dilakukan karena Allah, maka ia akan memantul, menyebar, dan sampai kepada orang-orang yang dituju,” tegas Arifin. Dari sisi operasional, Direktur Layanan, Promosi, dan Data Optimasi BAZNAS RI, H. Rulli Kurniawan, menegaskan bahwa keberhasilan pengumpulan zakat sepanjang tahun sangat ditentukan oleh performa di bulan Ramadan. “Berdasarkan data sepuluh tahun terakhir, lembaga yang menang di Ramadan, insyaallah akan menang sampai akhir tahun,” jelasnya. Rulli menekankan bahwa secara manajerial, Ramadan sejatinya dimulai sejak H-100. “Ramadan bukan baru dimulai saat hilal terlihat. Jika di bulan Rajab dan Sya’ban tensi lembaga masih landai, maka Ramadan akan terasa berat,” ujarnya. Karena itu, ia mendorong seluruh BAZNAS daerah segera membentuk kepanitiaan Ramadan dan meningkatkan intensitas aktivitas sejak dini. Menghadapi Ramadan 1447 H, BAZNAS RI menetapkan target pengumpulan Rp515 miliar, yang disebut sebagai target tertinggi dalam sejarah fundraising Ramadan BAZNAS. “Target ini berat, tetapi harus dihadapi dengan perencanaan yang rasional, terukur, dan berbasis data,” tegas Rulli. Sebagai pesan utama Ramadan tahun ini, BAZNAS mengusung tema “Zakat Menguatkan Indonesia”. Tema tersebut dipilih sebagai respons atas berbagai tantangan dan bencana yang dihadapi bangsa. “Di tengah berbagai ujian, kita ingin menyampaikan pesan kuat bahwa zakat hadir sebagai kekuatan sosial untuk menguatkan Indonesia,” pungkasnya.
BERITA23/12/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
Bangun Kemandirian Ekonomi Umat, BAZNAS Luncurkan ZAuto, Zmart, dan ZCoffee di Banyumas
Bangun Kemandirian Ekonomi Umat, BAZNAS Luncurkan ZAuto, Zmart, dan ZCoffee di Banyumas
Banyumas – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI meluncurkan program ZAuto, Zmart, dan ZCoffee sekaligus menyalurkan bantuan modal usaha kepada 114 mustahik di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Senin (22/12/2025). Total bantuan yang digelontorkan BAZNAS RI dalam program tersebut mencapai Rp1,12 miliar. Peluncuran tiga program ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS RI dalam mendorong kemandirian ekonomi mustahik melalui kewirausahaan berkelanjutan. Program ini juga selaras dengan Asta Cita ke-3 pemerintahan Presiden, yakni penguatan ekonomi rakyat. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, menjelaskan bahwa Zmart, ZAuto, dan ZCoffee memiliki tujuan yang sama, yakni mengentaskan kemiskinan melalui pendekatan pemberdayaan ekonomi jangka panjang. “Program Zmart kami rancang sebagai penguatan usaha ritel mikro untuk meningkatkan kapasitas usaha mustahik, khususnya di wilayah perkotaan,” kata Saidah. Ia menjelaskan, bantuan Zmart tidak hanya berupa modal usaha, tetapi juga meliputi branding, peralatan usaha, serta pendampingan berkelanjutan. Sejak 2018 hingga November 2025, program Zmart telah memberikan manfaat kepada 4.095 mustahik yang tersebar di 34 provinsi dan 96 kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Selain itu, BAZNAS RI juga mengembangkan ZAuto, program pemberdayaan ekonomi di sektor otomotif. Hingga kini, ZAuto telah tersebar di 18 provinsi dan 77 kabupaten/kota, serta memberikan manfaat kepada 577 mustahik. Menurut Saidah, keberhasilan program-program tersebut tidak terlepas dari kolaborasi antara BAZNAS RI, BAZNAS provinsi, BAZNAS kabupaten/kota, pemerintah daerah, serta masyarakat setempat. “Ini menjadi bukti bahwa zakat mampu menggerakkan ekonomi umat secara berkelanjutan dan mendorong mustahik bertransformasi menjadi muzakki,” ujarnya. Di Banyumas, BAZNAS juga meluncurkan ZCoffee, program pemberdayaan usaha kopi yang menghadirkan produk olahan kopi dari mustahik binaan BAZNAS. Produk tersebut telah melalui proses pelatihan dan pendampingan sebelum dipasarkan. “BAZNAS tidak hanya memberikan bantuan modal, tetapi juga membangun ekosistem usaha melalui pelatihan, pendampingan, hingga pengembangan pasar,” jelas Saidah. Dalam pengembangan ZCoffee, BAZNAS menggandeng sejumlah perguruan tinggi sebagai mitra strategis, di antaranya Universitas Nahdlatul Ulama Purwokerto, Universitas Muhammadiyah Purwokerto, STIQ Miftahul Huda Rawalo, dan UIN SAIZU Purwokerto. Peluncuran program ini turut dihadiri Wakil Bupati Banyumas Hj. Dwi Asih Lintarti, Waka II BAZNAS Provinsi Jawa Tengah Drs. H.M. Zain Yusuf, Direktur Pendayagunaan BAZNAS Eka Budhi Sulistyo, jajaran Forkopimda, pimpinan OPD, pimpinan organisasi vertikal, Ketua BAZNAS Kabupaten Banyumas Hj. Khasanatul Mufidah, serta tokoh-tokoh organisasi keagamaan di Kabupaten Banyumas.
BERITA22/12/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
Bangun Budaya Berbagi, BAZNAS Gandeng Masjid Nurul Hidayah Luncurkan Program Sedekah Barang
Bangun Budaya Berbagi, BAZNAS Gandeng Masjid Nurul Hidayah Luncurkan Program Sedekah Barang
Jakarta – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Masjid Nurul Hidayah, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, resmi meluncurkan Program Sedekah Barang, Selasa (16/12/2025). Program ini menjadi terobosan baru dalam mendorong budaya berbagi masyarakat melalui sedekah barang yang masih layak pakai dan bernilai ekonomi. Program Sedekah Barang dirancang untuk mempermudah masyarakat bersedekah, tidak hanya dalam bentuk uang, tetapi juga barang-barang yang selama ini tersimpan di rumah dan berpotensi memberi manfaat bagi sesama. Barang yang terkumpul nantinya akan dikonversi menjadi nilai rupiah untuk mendukung program pengentasan kemiskinan BAZNAS. Peluncuran program ini dihadiri oleh Kepala Divisi Penguatan Pengumpulan LAZ BAZNAS RI H. M. Abdul Kahfie, Wakil Ketua DKM Masjid Nurul Hidayah Rifki Isnanda, Dewan Penasehat Masjid Nurul Hidayah Tatang S, Dewan Syariah Masjid Nurul Hidayah KH Syarif, serta Wakil Camat Kebayoran Baru Sulistyo. Abdul Kahfie menyampaikan, Program Sedekah Barang merupakan inovasi pengelolaan filantropi yang menjawab tantangan sosial sekaligus gaya hidup masyarakat perkotaan. “Melalui kerja sama dengan Masjid Nurul Hidayah, barang-barang hasil sedekah akan kami konversi menjadi nilai rupiah. Dana tersebut digunakan untuk mendukung operasional program pengentasan kemiskinan di Indonesia,” ujar Kahfie di Jakarta. Menurut Kahfie, program ini tidak hanya memberi kemudahan bagi masyarakat untuk berbagi, tetapi juga membangun kesadaran bahwa sedekah bisa dilakukan dalam berbagai bentuk. “BAZNAS sangat mengapresiasi DKM Masjid Nurul Hidayah yang telah memfasilitasi program ini. Semoga ini menjadi momentum untuk menumbuhkan semangat kepedulian dan kebiasaan berbagi di tengah masyarakat,” tambahnya. Sebagai bentuk kemudahan, BAZNAS menyediakan drop box Sedekah Barang di lingkungan Masjid Nurul Hidayah. Jamaah dan masyarakat sekitar dapat langsung menyumbangkan barang-barang yang masih bermanfaat tanpa proses yang rumit. “Kehadiran drop box ini memudahkan jamaah. Tinggal datang ke masjid, masukkan barang ke dalam box, dan sedekah pun tersalurkan,” jelas Kahfie. Sementara itu, Wakil Ketua DKM Masjid Nurul Hidayah, Ustaz Rifki Isnanda, menyambut baik kolaborasi dengan BAZNAS. Ia menilai program ini sebagai sarana edukasi untuk membiasakan sedekah dalam kehidupan sehari-hari. “Melalui sedekah barang, kita dilatih untuk tidak menumpuk barang yang sudah tidak terpakai. Bahkan jika masih baru, jauh lebih baik disedekahkan agar bermanfaat bagi orang lain,” kata Rifki. Rifki menegaskan, sedekah merupakan amalan utama yang sangat ditekankan dalam ajaran Islam dan dicontohkan langsung oleh Rasulullah SAW. “Kebiasaan bersedekah ini adalah sunnah Rasul. Setiap ke masjid, kita bisa sambil bersedekah. Di samping masjid juga ada sekolah, jadi ini bisa menjadi pembelajaran sejak dini bagi anak-anak tentang nilai kepedulian,” ujarnya. Ia berharap kerja sama antara Masjid Nurul Hidayah dan BAZNAS RI dapat terus berlanjut dan melahirkan lebih banyak program edukatif bagi masyarakat. “Semoga kolaborasi ini terus berjalan, sehingga masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat edukasi, pembinaan akhlak, dan penguatan kepedulian sosial bersama BAZNAS,” pungkas Rifki.
BERITA16/12/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Resmikan Kampung Zakat dan Balai Ternak di Kuningan, Dorong Mustahik Jadi Muzaki
BAZNAS Resmikan Kampung Zakat dan Balai Ternak di Kuningan, Dorong Mustahik Jadi Muzaki
Kuningan – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI meresmikan Kampung Zakat dan Balai Ternak Zakat Mukti Raharja di Desa Sayana, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, Selasa (16/12/2025). Program ini menjadi langkah konkret BAZNAS dalam memperkuat zakat produktif berbasis pemberdayaan ekonomi masyarakat desa. Peresmian tersebut merupakan hasil kolaborasi BAZNAS RI bersama BAZNAS Provinsi Jawa Barat dan BAZNAS Kabupaten Kuningan, dengan dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Kuningan serta Pemerintah Desa Sayana. Balai Ternak ini dirancang sebagai model pengelolaan zakat produktif yang terintegrasi dan berkelanjutan. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan MA., yang diwakili Direktur Pendayagunaan dan Penyaluran UPZ dan CSR BAZNAS RI, Eka Budhi Sulistyo, menegaskan bahwa program ini merupakan wujud nyata transformasi zakat dari konsumtif ke produktif. “Balai Ternak dan Kampung Zakat ini adalah ikhtiar BAZNAS untuk membangun kemandirian ekonomi mustahik. Targetnya jelas, mustahik hari ini harus mampu menjadi muzaki di masa depan,” kata Eka dalam sambutannya. Menurut Eka, Balai Ternak Zakat Mukti Raharja juga diarahkan menjadi pusat ketahanan pangan desa sekaligus sarana edukasi dan pembinaan peternak. Pengelolaan dilakukan secara profesional agar amanah para muzaki memberikan dampak nyata. “Kami ingin zakat dikelola produktif, berkelanjutan, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegasnya. Balai Ternak Zakat Mukti Raharja berdiri di atas lahan seluas 500 meter persegi, didukung lahan hijauan pakan seluas 1 hektare. Pada tahap awal, balai ternak ini memiliki kapasitas 244 ekor domba, lengkap dengan unit pengelolaan pakan mandiri, area pelatihan peternak, serta sistem pengelolaan ternak berbasis kebersihan dan kesejahteraan hewan. Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rahmat Januar, M.Si., yang hadir bersama Wakil Bupati Kuningan Tuti Andriani, S.H., M.Kn., mengapresiasi langkah BAZNAS dalam menghadirkan program pemberdayaan ekonomi berbasis desa. “Ini bukan sekadar program peternakan, tetapi investasi masa depan bagi masyarakat desa. Ada nilai empati, gotong royong, dan kemandirian di dalamnya,” ujar Bupati Dian. Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Kuningan siap bersinergi dengan BAZNAS untuk mengawal program-program pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan ekonomi umat. Balai Ternak Mukti Raharja diharapkan menjadi role model bagi desa-desa lain di Kuningan. Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Kuningan Drs. HR Yayan Sofyan, MM., menyebut keberhasilan program ini tidak lepas dari kolaborasi lintas lembaga dan dukungan masyarakat setempat. “Kampung Zakat dan Balai Ternak ini adalah hasil kerja bersama BAZNAS RI, BAZNAS Provinsi Jawa Barat, dan BAZNAS Kuningan, yang sejalan dengan visi pembangunan daerah,” katanya. Tak hanya fokus pada peternakan, Balai Ternak Mukti Raharja juga dirancang mendorong usaha turunan, seperti pengolahan pupuk organik dari limbah ternak. Dengan konsep ini, manfaat zakat diharapkan memberi efek ekonomi yang lebih luas bagi warga Desa Sayana. Melalui peresmian Kampung Zakat dan Balai Ternak Zakat Mukti Raharja, BAZNAS kembali menegaskan komitmennya menghadirkan program zakat produktif yang berkelanjutan, berdampak, dan mampu mengangkat kesejahteraan masyarakat perdesaan.
BERITA16/12/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Bangun Rumah Sehat di Bulukumba, Perluas Akses Layanan Kesehatan Gratis
BAZNAS Bangun Rumah Sehat di Bulukumba, Perluas Akses Layanan Kesehatan Gratis
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI memperluas jangkauan layanan kesehatan gratis bagi masyarakat kurang mampu dengan membangun Rumah Sehat BAZNAS (RSB) di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. Pembangunan ditandai dengan peletakan batu pertama yang dilaksanakan pada Minggu (15/12/2025). RSB Bulukumba merupakan hasil kolaborasi BAZNAS RI, BAZNAS Kabupaten Bulukumba, dan Pemerintah Kabupaten Bulukumba yang menghibahkan lahan untuk pembangunan fasilitas kesehatan tersebut. Sinergi lintas lembaga ini diharapkan dapat memperkuat pelayanan kesehatan dasar bagi masyarakat, khususnya kelompok mustahik. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Koordinasi Nasional, KH Achmad Sudrajat, Lc., MA., CFRM., mengatakan, pembangunan RSB Bulukumba merupakan bagian dari komitmen BAZNAS dalam memastikan akses layanan kesehatan yang layak dan terjangkau bagi masyarakat miskin. “Rumah Sehat BAZNAS Bulukumba hadir untuk memberikan layanan kesehatan gratis bagi mustahik, memperluas kepesertaan BPJS, sekaligus memperkuat sistem pelayanan kesehatan di daerah. Ini adalah wujud nyata peran zakat dalam meningkatkan derajat kesehatan umat,” ujarnya. RSB Bulukumba dibangun di atas lahan seluas 10.483 meter persegi dan akan beroperasi dengan standar Klinik Pratama. Fasilitas layanan yang disediakan meliputi poli umum, instalasi gawat darurat (IGD), poli kesehatan ibu dan anak, poli gigi, laboratorium, farmasi, serta layanan antar-jemput pasien. Menurut Achmad Sudrajat, RSB Bulukumba menjadi Rumah Sehat BAZNAS kedua di Provinsi Sulawesi Selatan setelah RSB Makassar. Kehadiran fasilitas ini diharapkan dapat memperluas sebaran layanan kesehatan berbasis zakat di wilayah tersebut. Secara nasional, pembangunan RSB Bulukumba menambah jumlah Rumah Sehat BAZNAS yang telah berdiri dan sedang dalam proses pembangunan di berbagai daerah. Hingga kini, tercatat sebanyak 38 RSB telah beroperasi, termasuk dua layanan kesehatan bergerak berupa kapal yang melayani wilayah kepulauan Talaud dan Sangihe, Sulawesi Utara. “Pada 2024, Rumah Sehat BAZNAS telah melayani lebih dari 655 ribu penerima manfaat. Layanan tersebut mencakup pengobatan, pemberian vitamin, pemenuhan gizi, hingga edukasi dan penyuluhan kesehatan masyarakat,” jelasnya. Achmad Sudrajat menegaskan, pengelolaan RSB Bulukumba akan dilakukan secara profesional dan akuntabel dengan melibatkan tenaga medis yang kompeten, sekaligus memprioritaskan putra daerah sebagai bagian dari dukungan terhadap penciptaan lapangan kerja lokal. Sementara itu, Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf menyampaikan apresiasi atas kontribusi BAZNAS RI dalam mendukung pembangunan sektor kesehatan di daerahnya. Menurutnya, kehadiran RSB Bulukumba akan sangat membantu masyarakat yang selama ini menghadapi keterbatasan akses layanan medis. “Kami menyambut baik pembangunan Rumah Sehat BAZNAS ini. Fasilitas ini akan menjadi solusi nyata bagi masyarakat Bulukumba yang membutuhkan layanan kesehatan,” ujarnya. Kegiatan peletakan batu pertama turut dihadiri Wakil Bupati Bulukumba Andi Edy Manaf, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah Bulukumba, para kepala organisasi perangkat daerah, Ketua BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan, jajaran BAZNAS Kabupaten Bulukumba, Kepala Kantor Kementerian Agama, serta pimpinan Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Bulukumba.
BERITA15/12/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS RI Kembali Raih Predikat Informatif KIP 2025, Skor Naik Jadi 97,70
BAZNAS RI Kembali Raih Predikat Informatif KIP 2025, Skor Naik Jadi 97,70
Jakarta – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI kembali mencatatkan prestasi dalam keterbukaan informasi publik. BAZNAS dinobatkan sebagai Lembaga Publik Informatif kategori Lembaga Non Struktural (LNS) dengan peringkat kedua dan nilai 97,70 pada Anugerah Keterbukaan Informasi Publik (KIP) 2025. Penghargaan tersebut diselenggarakan oleh Komisi Informasi Pusat (KIP) dan diterima langsung oleh Pimpinan BAZNAS RI Bidang SDM, Keuangan, dan Hukum Kolonel CAJ (Purn) Drs. Nur Chamdani di Jakarta, Senin (15/12/2025). Capaian ini sekaligus memperpanjang tren positif BAZNAS dalam tata kelola informasi publik. Pada 2024, BAZNAS meraih nilai 97,38, sementara pada 2023 memperoleh 94,21. Artinya, kualitas keterbukaan informasi BAZNAS terus menunjukkan peningkatan signifikan dari tahun ke tahun. “Alhamdulillah, ini kali ketiga BAZNAS meraih predikat Informatif dan menjadi peringkat terbaik yang pernah dicapai. Ini buah dari kerja kolektif seluruh amil dan amilat BAZNAS di seluruh Indonesia,” ujar Nur Chamdani. Ia menegaskan, penghargaan ini menjadi bukti komitmen BAZNAS dalam menjalankan amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat. “Transparansi dan akuntabilitas adalah prinsip yang tidak bisa dipisahkan dari pengelolaan zakat, infak, dan sedekah. Dana umat adalah amanah besar yang harus dikelola secara terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya. Menurut Nur Chamdani, capaian ini juga mencerminkan lompatan besar BAZNAS, dari sebelumnya berstatus Menuju Informatif hingga kini konsisten meraih predikat Informatif dalam beberapa tahun terakhir. Ke depan, BAZNAS memastikan komitmen untuk terus memperkuat layanan informasi publik melalui pengembangan sistem digital, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta penyempurnaan standar pelayanan informasi. “Kepercayaan publik adalah kunci. Dengan keterbukaan informasi, pengelolaan ZIS diharapkan semakin optimal dan manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh para mustahik di seluruh Indonesia,” pungkas Nur Chamdani. Sebagai informasi, Anugerah Keterbukaan Informasi Publik merupakan ajang tahunan yang digelar KIP untuk memberikan apresiasi kepada badan publik yang dinilai konsisten menerapkan prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam pelayanan informasi kepada masyarakat.
BERITA15/12/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS RI Gaspol Perkuat Akuntabilitas Zakat Nasional
BAZNAS RI Gaspol Perkuat Akuntabilitas Zakat Nasional
Jakarta — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI kembali tancap gas memperkuat akuntabilitas pengelolaan zakat nasional. Melalui Kelas Hukum Vol.10, BAZNAS RI menegaskan komitmennya menjaga amanah umat dengan tata kelola zakat yang transparan, profesional, dan patuh regulasi, Senin (15/12/2025). Mengusung tema “Peningkatan Akuntabilitas Pengelolaan Zakat Nasional”, kegiatan yang digelar secara daring ini diikuti insan BAZNAS dari berbagai daerah di Indonesia. Forum ini menjadi alarm penting penguatan kesadaran hukum di tengah tuntutan publik terhadap pengelolaan dana umat yang semakin terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan. Pimpinan BAZNAS RI Bidang SDM, Keuangan, dan Hukum, Kol. CAJ (Purn) Drs. Nur Chamdani, menegaskan bahwa akuntabilitas bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan fondasi utama keberlanjutan lembaga zakat. “Pengelolaan zakat adalah amanah besar. Harus dijalankan secara akuntabel, transparan, dan sesuai hukum. Kelas Hukum ini menjadi upaya serius BAZNAS membangun kesadaran hukum insan amil,” tegas Nur Chamdani. Ia menambahkan, penguatan aspek hukum menjadi benteng utama dalam menjaga kredibilitas BAZNAS di mata publik. “Pemahaman hukum yang kuat membantu amil mengambil keputusan tepat, meminimalkan risiko hukum, dan menjaga kepercayaan masyarakat,” lanjutnya. Sorotan tajam juga datang dari Ali Saban, Auditor Ahli Madya Inspektorat Jenderal Kementerian Agama RI. Ia menekankan pentingnya kepatuhan syariah dan akuntabilitas, terutama di era digital. “Kepercayaan publik bertumpu pada transparansi dan kepatuhan syariah. Pengelolaan zakat yang bisa diaudit adalah kunci agar dana umat benar-benar memberi dampak nyata,” ujarnya. Kelas Hukum Vol.10 ini turut dihadiri Kepala Biro Hukum dan Kelembagaan BAZNAS RI Mulya Dwi Harto serta Kepala Pusdiklat BAZNAS RI Sarniti, menegaskan dukungan penuh kelembagaan terhadap penguatan tata kelola zakat nasional. Melalui forum ini, BAZNAS RI menargetkan seluruh insan amil semakin sadar bahwa hukum dan akuntabilitas adalah napas utama dalam setiap proses pengelolaan zakat, infak, dan sedekah. Ke depan, BAZNAS RI memastikan program peningkatan kapasitas berbasis hukum dan tata kelola akan terus digulirkan sebagai bagian dari transformasi zakat nasional yang modern, profesional, dan berorientasi pada kemaslahatan umat.
BERITA15/12/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS RI Kucurkan Rp1,7 Miliar untuk IIQ Jakarta, Perkuat Fasilitas Belajar Penghafal Al-Qur’an
BAZNAS RI Kucurkan Rp1,7 Miliar untuk IIQ Jakarta, Perkuat Fasilitas Belajar Penghafal Al-Qur’an
Jakarta – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menyalurkan bantuan senilai Rp1,79 miliar kepada Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta. Bantuan tersebut digunakan untuk mendukung penyelesaian fasilitas ruang kelas bagi para penghafal Al-Qur’an di lingkungan kampus IIQ. Bantuan sebesar Rp1.790.500.000 itu dialokasikan khusus untuk proses finishing ruang kelas di gedung perkuliahan IIQ setinggi lima setengah lantai, tepatnya pada lantai 1 dan lantai 3. Penyaluran bantuan ini menjadi bagian dari komitmen BAZNAS dalam memperkuat pendidikan Al-Qur’an di Indonesia. Penyerahan bantuan dilakukan dalam Seremonial Serah Terima Gedung Perkuliahan IIQ Jakarta, Jumat (12/12/2025). Kegiatan tersebut dihadiri jajaran pimpinan BAZNAS RI, di antaranya Pimpinan Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Hj. Saidah Sakwan, MA; Pimpinan Bidang Koordinasi Nasional KH. Achmad Sudrajat, Lc., MA., CFRM; Pimpinan Bidang SDM, Keuangan, dan Umum Kol. Caj. (Purn) Nur Chamdani; serta Pimpinan Bidang Transformasi Digital Prof. Ir. H. M. Nadratuzzaman Hosen, M.S., M.Ec., Ph.D. Hadir pula Rektor IIQ Jakarta Assoc. Prof. Dr. Hj. Nadjematul Faizah, S.H., M.Hum., Guru Besar Prof. Dr. KH. Artani Hasbi, M.A., jajaran wakil rektor, anggota Senat IIQ, Ketua Dewan Pengasuh Pesantren IIQ, serta civitas akademika IIQ Jakarta. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk nyata dukungan BAZNAS terhadap lembaga pendidikan Al-Qur’an yang berperan melahirkan para hafizah, ulama, dan pendidik Al-Qur’an di Tanah Air. “Pada hari Jumat yang penuh berkah ini, kami bersyukur bisa bersama-sama mewujudkan ikhtiar besar untuk para penghafal Al-Qur’an. IIQ Jakarta adalah kawah candradimuka para penjaga kalam Ilahi, dan mereka layak mendapatkan fasilitas belajar yang layak dan nyaman,” ujar Kiai Noor dalam sambutannya. Ia menjelaskan, keterbatasan ruang kelas sebelumnya membuat sebagian mahasiswa harus mengikuti perkuliahan secara bergiliran hingga malam hari, bahkan menempuh jarak cukup jauh dari asrama. Kondisi tersebut dinilai dapat memengaruhi kenyamanan dan efektivitas proses pembelajaran. “Bantuan ini adalah bentuk penghormatan kami kepada para Hamalatul Qur’an. Kami ingin memastikan proses belajar mereka berlangsung kondusif agar mampu melahirkan ulama-ulama Al-Qur’an yang mumpuni,” kata Kiai Noor. Menurutnya, rampungnya ruang kelas baru ini diharapkan dapat mengakhiri sistem perkuliahan bergilir yang melelahkan dan meningkatkan kualitas akademik mahasiswa IIQ secara keseluruhan. Ia juga berharap gedung tersebut menjadi amal jariyah bagi para muzaki yang telah menunaikan zakat melalui BAZNAS. Dalam kesempatan tersebut, Kiai Noor turut berpesan kepada mahasiswa IIQ agar memanfaatkan fasilitas yang ada dengan penuh tanggung jawab. Ia menekankan bahwa seluruh fasilitas tersebut dibangun dari amanah dana umat. “Setiap ayat yang kalian hafal dan setiap ilmu yang kalian pelajari di ruangan ini bersumber dari dana zakat umat. Gunakanlah sebaik-baiknya dan balas amanah ini dengan prestasi serta akhlak mulia,” pesannya. Ia juga mendorong para mahasiswa IIQ untuk kelak menjadi duta zakat di tengah masyarakat. “Hari ini kalian belajar dari dana zakat. Suatu saat nanti, jadilah muzaki yang ikut membangun generasi berikutnya,” ujarnya. Dengan dukungan tersebut, BAZNAS RI berharap IIQ Jakarta semakin optimal menjalankan perannya sebagai pusat pendidikan Al-Qur’an yang melahirkan generasi berilmu, berakhlak, dan berdedikasi tinggi bagi umat dan bangsa.
BERITA12/12/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS RI Terima Bantuan Bencana Sumatra Rp400 Juta dari Bank Aladin Syariah
BAZNAS RI Terima Bantuan Bencana Sumatra Rp400 Juta dari Bank Aladin Syariah
Jakarta – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menerima bantuan penanganan bencana banjir bandang dan tanah longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat dari Bank Aladin Syariah. Total bantuan yang disalurkan mencapai Rp400 juta, ditambah donasi karyawan sebesar Rp10.250.000. Penyerahan dilakukan simbolis oleh Presiden Direktur Bank Aladin Syariah, Koko Tjatur Rachmadi, kepada Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan, Dr. Rizaludin Kurniawan, di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Senin (8/12/2025). Acara tersebut turut dihadiri Deputi I BAZNAS RI M. Arifin Purwakananta dan jajaran manajemen Bank Aladin Syariah. Rizaludin menyampaikan apresiasi atas dukungan Bank Aladin Syariah yang ikut bergotong royong membantu warga terdampak bencana. “Alhamdulillah, Bank Aladin Syariah ini menjadi pelopor salah satu mitra BAZNAS. Kita semua prihatin, dan ketika bencana datang kita harus bangkit dan saling menguatkan,” ujarnya. Ia memastikan bantuan tersebut akan langsung memperkuat suplai logistik yang telah dikirimkan sejak hari pertama bencana. “Insyaallah tim kami tetap berada di lokasi dan segera menyalurkan bantuan ini,” ucapnya. Selain bantuan darurat, BAZNAS juga tengah menyiapkan pembangunan hunian sementara bagi warga yang kehilangan rumah. Menurut Rizaludin, kebutuhan dana cukup besar karena penanganan mencakup fase tanggap darurat hingga rekonstruksi jangka panjang. “Banyak warga yang masih tinggal di pengungsian dalam kondisi tidak layak. Karena itu BAZNAS menghimpun dana infak dan sedekah khusus untuk bencana di Sumatra,” jelasnya. Rizaludin menambahkan, BAZNAS menangani bencana berdasarkan prinsip maqasid al-syari‘ah, yang mencakup perlindungan jiwa, harta, pendidikan, dan masa depan warga terdampak. “Bencana sering membuat masyarakat jatuh miskin. Karena itu BAZNAS bekerja untuk mencegah kemiskinan berkepanjangan,” katanya. Presiden Direktur Bank Aladin Syariah, Koko Tjatur Rachmadi, menyampaikan rasa terima kasih kepada BAZNAS yang telah memfasilitasi penyaluran dana kebajikan perusahaan dan donasi karyawan. “Kami menyalurkan dana bantuan kebencanaan sekitar Rp400 juta dari dana kebajikan perusahaan, ditambah Rp10.250.000 dari karyawan. Suatu kehormatan bagi kami bisa ikut meringankan beban saudara-saudara di Aceh, Sumut, dan Sumbar,” ujarnya. Ia mengatakan, banyak nasabah Bank Aladin Syariah berada di wilayah terdampak sehingga dukungan ini menjadi tanggung jawab moral perusahaan. “Kami sangat prihatin dengan kondisi di lapangan dan bersyukur dapat bekerja sama dengan BAZNAS untuk menyalurkan bantuan dengan tepat. Kami akan terus berusaha membantu semaksimal mungkin,” kata Koko.
BERITA08/12/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS RI–Paragon Perkuat Kemandirian Umat lewat Vokasi Operator Garmen
BAZNAS RI–Paragon Perkuat Kemandirian Umat lewat Vokasi Operator Garmen
Investasi Zakat Rp500 Juta, Latih 135 Peserta, Siapkan Akses Kerja Industri Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama PT Paragon Technology and Innovation kembali mempertegas komitmen pemberdayaan ekonomi umat. Melalui Pelatihan Vokasi Operator Garment yang menjadi bagian dari Program Paradaya Movement, kedua lembaga ini menghadirkan model pemberdayaan yang tak hanya mengajarkan keterampilan, tetapi mengubah cara pandang masyarakat terhadap peluang kerja di sektor industri. Pelatihan yang digelar Sabtu, 6 Desember 2025 itu diikuti 135 peserta. Mereka dibagi di dua lokasi: 70 peserta di Semarang dan 65 peserta di Kendal. Program berlangsung 18 hari, dengan pendanaan zakat dari PT Paragon sebesar Rp500 juta—salah satu dukungan korporasi terbesar dalam klaster vokasi sektor garmen tahun ini. Dalam pelatihan, peserta tak hanya menerima modul keterampilan menjahit dan praktik produksi. Mereka juga dibekali disiplin kerja industri, penggunaan mesin, keselamatan kerja, serta pendampingan karier. Di akhir program, peserta disalurkan langsung ke perusahaan garmen yang membutuhkan tenaga terampil—sebuah jembatan penting untuk mengurangi pengangguran usia produktif. Pimpinan BAZNAS RI, Prof. Ir. H. M. Nadratuzzaman Hosen, menegaskan bahwa vokasi adalah jalan strategis memutus rantai kemiskinan. “Ada tiga tugas BAZNAS: meningkatkan kesejahteraan, membuka lapangan kerja, dan memutus rantai kemiskinan,” ujarnya, Minggu, 7 Desember 2025. Menurutnya, kemampuan teknis hanyalah satu sisi. Lebih dari itu, vokasi membangun kepercayaan diri, mindset kerja, dan kepantasan kompetensi yang dibutuhkan industri. “Pelatihan semacam ini bukan hanya mengajarkan cara menjahit, tetapi mempersiapkan lahirnya pekerja terampil yang siap bersaing,” kata Nadratuzzaman. Keterlibatan Paragon—perusahaan yang dikenal lewat Wardah, Emina, dan Make Over—mendorong terciptanya ekosistem yang menyatukan industri, pemberdayaan sosial, dan distribusi manfaat yang tepat sasaran. Nadratuzzaman menekankan bahwa kerja sama lembaga zakat dan sektor industri akan memperluas dampak ekonomi. “Program ini diharapkan mampu mengubah peserta dari penerima manfaat menjadi pemberi manfaat,” ujarnya. Ia juga menyoroti 26 peserta yang belum lulus agar tetap mendapatkan ruang dalam program lanjutan, termasuk magang industri. Langkah ini memastikan modal pelatihan yang telah mereka terima tak berhenti di tengah jalan. Di berbagai kanal media sosial BAZNAS dan Paragon, unggahan tentang pelatihan ini menuai ribuan interaksi. Komentar warganet berputar pada dua hal: Kebanggaan karena dana zakat dikelola untuk membuka peluang kerja. Apresiasi terhadap model pelatihan yang dianggap realistis dan langsung menyentuh kebutuhan lapangan kerja. Video dokumentasi peserta yang sedang mempraktikkan teknik menjahit hingga sesi simulasi produksi mendapat respons tinggi, menandakan tingginya minat publik terhadap vokasi berbasis industri. Hal ini memperlihatkan bahwa pemberdayaan bukan hanya kegiatan, tetapi narasi yang sedang tumbuh dan disaksikan masyarakat secara langsung. Program vokasi BAZNAS–Paragon bukan sekadar pelatihan jangka pendek. Ia adalah investasi sosial yang diarahkan pada perubahan jangka panjang: melahirkan generasi pekerja terampil yang produktif, mandiri, dan siap memasuki pasar kerja yang semakin kompetitif. Jika model seperti ini diperluas dan diperbanyak, bukan tidak mungkin industri garmen Indonesia—yang menyerap lebih dari tiga juta pekerja—akan menjadi salah satu pintu keluar dari problem klasik pengangguran dan kemiskinan struktural.
BERITA07/12/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS RI Sediakan Starlink Bantu Komunikasi Warga dan Relawan Bencana di Sumut
BAZNAS RI Sediakan Starlink Bantu Komunikasi Warga dan Relawan Bencana di Sumut
Tapanuli Tengah – Akses komunikasi di wilayah terdampak banjir dan tanah longsor di Sumatera Utara lumpuh total sejak awal bencana. Untuk mengatasi kondisi itu, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mengerahkan perangkat internet satelit Starlink sebagai solusi komunikasi darurat. Perangkat tersebut langsung dipasang di titik layanan Dapur Umum BAZNAS RI di Desa Sarudik, Tapanuli Tengah. Starlink menjadi jalur komunikasi utama bagi tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB), relawan, dan warga yang kesulitan terhubung dengan keluarga. Komandan Respon Penyelamatan dan Kedaruratan BTB BAZNAS RI, Taufiq Hidayat, mengatakan jaringan seluler di wilayah bencana terganggu akibat putusnya pasokan listrik dan rusaknya infrastruktur. “Sumber listrik terputus, fiber optik dan BTS kena dampak, bahkan data center provider ikut terganggu. Kita butuh solusi yang bisa langsung bekerja,” ujar Taufiq, Kamis (4/12/2025). Perangkat Starlink dibawa langsung dari Jakarta oleh tim Humas dan media BAZNAS RI. Teknologi ini dipilih karena sinyalnya dipancarkan langsung dari satelit dan tak bergantung pada jaringan darat. “Starlink sangat berguna selama tidak ada penghalang fisik di area penerima sinyal,” kata Taufiq. Warga dan relawan dapat memanfaatkan akses internet gratis ini untuk berkabar, mengirim data penanganan, hingga mempercepat koordinasi distribusi bantuan. Meski begitu, penggunaan Starlink tidak lepas dari tantangan. BAZNAS RI harus mengoperasikan genset sebagai sumber daya darurat. Namun distribusi solar di lapangan sulit dilakukan. “Masalahnya ada di solar. Antrian BBM di SPBU sangat panjang. Akses jalan banyak yang terputus. Jadi walau ada genset, distribusi solarnya sangat sulit,” jelas Taufiq. BAZNAS RI menyebut keberadaan Starlink membantu mempercepat proses pendataan korban, memastikan layanan dapur umum tetap berfungsi, sekaligus membantu warga untuk kembali terhubung dengan keluarga. Aini, warga Gang Hutajulu, mengaku tiga hari tidak bisa menghubungi keluarganya yang terdampak banjir. “Terima kasih BAZNAS yang menyediakan internet gratis lewat Starlink. Saya akhirnya bisa kabarkan keluarga di Palembang bahwa kami selamat,” kata Aini. Sementara itu, Anggun, siswi SMA Negeri 1 Sarudik, juga merasakan manfaat Starlink. “Dengan internet Starlink, saya bisa kerjakan PR dan memberi tahu keluarga bahwa desa kami aman dari banjir,” ujarnya. Menurut Anggun, mati listrik dan hilangnya sinyal membuat keluarga di luar daerah cemas. “Alhamdulillah kami bisa berkabar lewat ponsel berkat BAZNAS,” katanya.
BERITA04/12/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Hadirkan Layanan Psikososial untuk Anak Penyintas Banjir Bandang di Padang
BAZNAS Hadirkan Layanan Psikososial untuk Anak Penyintas Banjir Bandang di Padang
PADANG — Di tengah upaya pemulihan pascabencana banjir bandang dan longsor yang melanda Kota Padang, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menghadirkan Layanan Dukungan Psikososial (LDP) bagi anak-anak penyintas. Program ini menjadi salah satu intervensi penting dalam memulihkan kondisi mental kelompok rentan—termasuk anak—yang kerap luput dari perhatian saat bencana melanda. Sebanyak 25 anak mengikuti sesi LDP yang menghadirkan rangkaian aktivitas edukatif, permainan, serta dongeng interaktif. Di akhir kegiatan, anak-anak menerima susu dan makanan ringan sebagai dukungan gizi sekaligus menutup sesi dengan suasana gembira. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, MA, menekankan bahwa pendampingan psikososial adalah komponen utama dalam respon kemanusiaan. “BAZNAS RI memastikan layanan psikososial menjadi bagian dari respon kemanusiaan, agar anak-anak terdampak bencana dapat kembali pulih secara mental dan emosional,” ujar Saidah, Kamis (4/12/2025). Layanan psikososial ini dipandu oleh Awam Prakoso, pendongeng sekaligus Founder Kampung Dongeng Indonesia. Melalui dongeng, tawa, dan permainan, suasana hangat berhasil diciptakan—mendorong anak-anak mengekspresikan diri tanpa tekanan. Menurut Saidah, metode tersebut dirancang untuk menghadirkan safe space bagi anak-anak penyintas. “Kegiatan ini memberi ruang bagi anak-anak untuk melepas ketegangan dan memulihkan diri setelah mengalami situasi traumatis.” Para orang tua pun menyambut baik program ini. Banyak yang mengaku anak mereka kembali terlihat ceria setelah mengikuti sesi pendampingan. “Para orang tua merasa sangat terbantu karena anak-anak mereka dapat bermain, belajar, dan tertawa kembali dalam suasana yang mendukung,” ujarnya. BAZNAS menegaskan komitmennya untuk memperkuat layanan kemanusiaan di wilayah terdampak banjir bandang. Dukungan akan terus diberikan, mulai dari bantuan pangan, layanan kesehatan, hingga pendampingan psikososial lanjutan sesuai kebutuhan masyarakat. “BAZNAS RI berkomitmen untuk terus hadir dalam setiap fase pemulihan,” kata Saidah. BAZNAS mengajak masyarakat untuk memperkuat upaya kemanusiaan melalui sedekah terbaik. Donasi dapat disalurkan melalui: BSI — 900.0055.740 BCA — 686.073.7777 a.n. Badan Amil Zakat Nasional Atau melalui kanal resmi: baznas.go.id/sedekahbencana
BERITA04/12/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Dirikan Dapur Umum di Padang Pariaman, 1.500 Nasi Siap Saji Dibagikan untuk Warga Terdampak Banjir
BAZNAS Dirikan Dapur Umum di Padang Pariaman, 1.500 Nasi Siap Saji Dibagikan untuk Warga Terdampak Banjir
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bergerak cepat merespons banjir dan longsor yang melanda Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat. Melalui BAZNAS Tanggap Bencana (BTB), layanan dapur umum resmi didirikan di Kecamatan 2x11 Kayutanam sebagai langkah darurat untuk memenuhi kebutuhan pangan warga yang terdampak bencana. Sejak operasi dimulai, tim gabungan BAZNAS RI dan BAZNAS Kabupaten Padang Pariaman telah menyiapkan dan menyalurkan 1.500 bungkus nasi siap saji bagi para penyintas yang mengungsi maupun warga yang masih bertahan di rumah masing-masing. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, MA, menegaskan bahwa keberadaan dapur umum menjadi bagian penting dari operasi kemanusiaan BAZNAS dalam situasi krisis. “Kami memastikan para penyintas mendapatkan akses makanan yang layak di tengah kondisi yang sangat terbatas. Kebutuhan dasar seperti pangan harus segera dipenuhi agar masyarakat tetap kuat dan aman,” ujar Saidah, Rabu (3/12/2025). Ia menambahkan, tim BTB terus melakukan pemantauan di lapangan untuk menyesuaikan bantuan sesuai kebutuhan terbaru. “Selain mendistribusikan makanan siap saji, tim juga melakukan asesmen lanjutan terkait kebutuhan mendesak lainnya seperti layanan kesehatan, logistik, dan perlindungan kelompok rentan,” jelasnya. Cuaca ekstrem masih menghantui kawasan Padang Pariaman. Hujan deras yang disertai angin kencang membuat proses distribusi bantuan harus dilakukan dengan tingkat kewaspadaan tinggi. Namun, semangat para relawan tidak surut. “Meski hujan dan angin masih kencang, relawan tetap sigap dan terkoordinasi dengan pemerintah daerah serta mitra kemanusiaan lainnya,” kata Saidah. BAZNAS menegaskan komitmennya untuk terus mendukung percepatan pemulihan, termasuk penyediaan layanan makanan, kesehatan, serta kebutuhan logistik bagi warga terdampak. Ayo Bantu Saudara Kita di Padang Pariaman BAZNAS mengajak masyarakat luas untuk mengambil peran dalam membantu para penyintas banjir dan longsor di Padang Pariaman melalui Dompet Bencana dan Kemanusiaan BAZNAS. Transfer donasi melalui: BSI: 900.0055.740 BCA: 686.073.7777 a.n. Badan Amil Zakat Nasional atau melalui: ???? baznas.go.id/sedekahbencana
BERITA03/12/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS RI Siap Gelar ICONZ ke-9, Dorong Inovasi Pengelolaan Zakat di Era Digital
BAZNAS RI Siap Gelar ICONZ ke-9, Dorong Inovasi Pengelolaan Zakat di Era Digital
Jakarta – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI memastikan kesiapan penyelenggaraan The 9th International Conference on Zakat (ICONZ) 2025 yang akan digelar pada 9–11 Desember 2025 di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Agenda tahunan berskala internasional ini kembali menjadi ruang strategis dalam merumuskan arah baru pengelolaan zakat dan filantropi di tengah perkembangan teknologi digital yang kian pesat. Dengan mengusung tema “Zakat & Philanthropy: Beyond Technology – Designing a Global Transform for Humanity and Shared Prosperity”, ICONZ 2025 akan menghadirkan ratusan peserta dari berbagai negara, meliputi otoritas zakat, akademisi, peneliti, pemerintah, hingga organisasi filantropi global. Rangkaian kegiatan meliputi konferensi internasional, presentasi makalah, peluncuran buku, international workshop, serta dialogue sessions bersama para pemimpin zakat dunia. Sejumlah tokoh nasional dan internasional dijadwalkan hadir, antara lain Menteri Agama RI, Ketua Komisi VIII DPR RI, dan Sekretaris Jenderal World Zakat and Waqf Forum (WZWF). Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, menegaskan bahwa ICONZ bukan hanya forum ilmiah, tetapi juga momentum penting untuk memperkuat kontribusi Indonesia dalam percaturan zakat global. “Teknologi memang penting, tapi zakat tidak boleh kehilangan ruh kemanusiaannya. Transformasi digital harus tetap berpihak pada pengentasan kemiskinan dan keadilan sosial,” ujar Kiai Noor dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (2/11/2025). Ia menilai perkembangan kecerdasan buatan (AI), pemanfaatan big data, dan inovasi digital lain memberi peluang besar untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi lembaga zakat. Namun, ia mengingatkan bahwa misi utama zakat—membantu mustahik—harus menjadi fondasi setiap pengembangan teknologi. Kiai Noor menjelaskan, ICONZ 2025 diharapkan menjadi wadah dialog strategis lintas pemangku kepentingan, termasuk lembaga zakat, pemerintah, akademisi, sektor swasta, dan komunitas filantropi internasional. Dialog tersebut dinilai krusial untuk memperkuat kolaborasi global, menyusun kebijakan bersama, serta mengembangkan model tata kelola zakat yang adaptif dan berkelanjutan. “Zakat dan filantropi bukan hanya instrumen keagamaan, tetapi pilar dalam membangun peradaban yang berkeadilan dan sejahtera bagi seluruh umat manusia,” ujarnya. Selain isu inovasi digital, konferensi juga akan membahas perkembangan situasi kemanusiaan, termasuk bencana di sejumlah wilayah Indonesia dan kondisi di Palestina. Menurut Kiai Noor, forum internasional seperti ICONZ dapat menjadi jembatan dalam merumuskan solusi bersama atas beragam tantangan global. Kiai Noor berharap ICONZ 2025 dapat menghasilkan rekomendasi strategis yang bisa diadopsi lembaga zakat di berbagai negara. “Dunia membutuhkan model tata kelola zakat yang lebih kuat, inklusif, dan responsif terhadap persoalan multidimensi. ICONZ menjadi ruang konsensus global untuk mencapai tujuan tersebut,” ujarnya. BAZNAS RI menekankan bahwa resolusi konferensi nantinya diharapkan menjadi rujukan internasional dalam memperkuat peran zakat sebagai instrumen kesejahteraan dunia. Penyelenggaraan ICONZ ke-9 merupakan hasil kolaborasi BAZNAS RI dengan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan Kementerian Agama. Sejumlah lembaga turut memberi dukungan, termasuk INDEF, Universitas Tazkia, Universitas Paramadina, KNEKS, IAEI, serta Indiana University.
BERITA02/12/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS RI Resmikan Pembangunan Rumah Sehat di Palembang, Hadirkan Akses Kesehatan Gratis untuk Warga Miskin
BAZNAS RI Resmikan Pembangunan Rumah Sehat di Palembang, Hadirkan Akses Kesehatan Gratis untuk Warga Miskin
Upaya memperluas layanan kesehatan gratis bagi masyarakat kurang mampu kembali dilakukan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI. Pada Selasa (2/12/2025), BAZNAS resmi melakukan peletakan batu pertama Rumah Sehat BAZNAS (RSB) Kota Palembang — fasilitas kesehatan gratis pertama BAZNAS di Provinsi Sumatera Selatan. RSB yang dibangun di atas lahan seluas 2.378 meter² ini akan menghadirkan berbagai layanan kesehatan utama, mulai dari: Poli umum Poli gigi Poli ibu dan anak (KIA) IGD Laboratorium Farmasi Layanan antar-jemput pasien Dengan kapasitas lahan yang besar, BAZNAS RI bahkan menargetkan hadirnya layanan rawat inap di masa mendatang, terutama untuk memenuhi kebutuhan masyarakat lanjut usia yang semakin tinggi. “Dengan lahan yang luas ini, kami berharap RSB Palembang juga menghadirkan layanan rawat inap. Banyak masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan yang lebih lengkap,” ujar Prof. Dr. Ir. Nadratuzzaman Hosen, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Transformasi Digital Nasional. RSB Palembang menjadi bagian dari 38 Rumah Sehat BAZNAS yang telah beroperasi dan sedang dibangun di seluruh Indonesia. Dua di antaranya bahkan berupa kapal layanan kesehatan yang beroperasi di kepulauan Talaud dan Sangihe, Sulawesi Utara. Selain memberi layanan kesehatan gratis, Prof Nadra menegaskan bahwa tenaga kesehatan di RSB juga akan terlibat aktif dalam edukasi masyarakat, khususnya terkait isu: Pencegahan stunting Gizi seimbang Pencegahan penyakit menular seperti TBC “Kami ingin nakes di sini aktif melakukan penyuluhan. Ini ikhtiar bersama untuk mewujudkan Indonesia Sehat dan Indonesia Emas,” tegas Prof Nadra. Wali Kota Palembang melalui Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra, M. Ichsanul Akmal, menyampaikan apresiasi mendalam atas kontribusi BAZNAS. “Terima kasih kepada BAZNAS. Kami berharap pembangunan RSB ini tidak berhenti di sini saja. Semoga hadir di kecamatan-kecamatan lain agar bisa menjangkau masyarakat yang jauh dari fasilitas kesehatan,” ujar Ichsanul. Ketua BAZNAS Kota Palembang, Kiagus M. Ridwan Nawawi, menegaskan bahwa pembangunan RSB ini merupakan hasil kerja bersama: BAZNAS RI BAZNAS Kota Palembang Pemerintah Kota Palembang Donatur H. Junaidi Sofa yang menghibahkan lahan untuk pembangunan “Ini adalah amanah zakat, infak, dan sedekah dari masyarakat Kota Palembang. Alhamdulillah hari ini kita bisa memulai pembangunan RSB pertama di Sumatera Selatan,” ujar Ridwan. Acara peletakan batu pertama juga dihadiri sejumlah tokoh: Kepala Kemenag Kota Palembang H. Muflikhul Hasan Kepala Dinkes Kota Palembang dr. Fenty Aprina Wakil Ketua BAZNAS Provinsi Sumsel Kiagus Aminudin Fauzie Jajaran Wakil Ketua BAZNAS Kota Palembang Keberadaan RSB Palembang diharapkan menjadi momentum lahirnya lebih banyak fasilitas kesehatan gratis yang menjangkau kaum mustahik di seluruh wilayah Sumatera Selatan.
BERITA02/12/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Salurkan Air Bersih untuk Warga Terdampak Banjir Padang: Menembus Lumpur, Gelap, dan Risiko Penyakit
BAZNAS Salurkan Air Bersih untuk Warga Terdampak Banjir Padang: Menembus Lumpur, Gelap, dan Risiko Penyakit
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI melalui BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) kembali bergerak cepat menjawab kebutuhan mendesak warga terdampak banjir di Kelurahan Lambung Bukit, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Sumatra Barat. Di tengah kondisi akses yang terputus dan sumber air yang tercemar, BAZNAS mendistribusikan air bersih untuk 150 kepala keluarga yang saat ini mengalami keterbatasan air layak konsumsi. Banjir yang menerjang kawasan tersebut menyebabkan sumber air warga tercemar lumpur, limbah, bakteri E.coli, hingga potensi paparan virus penyebab diare dan leptospirosis. Situasi ini membuat kebutuhan air bersih menjadi sangat mendesak—dan menjadi fokus utama respons cepat BAZNAS. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, MA, menegaskan bahwa air bersih adalah pilar dasar pemulihan kesehatan warga pascabencana. “Air bersih merupakan kebutuhan dasar manusia. Dengan kondisi sumber air yang tercemar, warga berisiko terpapar berbagai penyakit serius. Karena itu BAZNAS turun langsung untuk memastikan kebutuhan dasar ini terpenuhi,” ujar Saidah dalam keterangan tertulis, Senin (1/12/2025). Upaya distribusi air bersih oleh tim BTB bukan tanpa hambatan. Jalan utama menuju Lambung Bukit dipenuhi lumpur dan material kayu yang terbawa arus. Minimnya penerangan dan medan yang terjal membuat perjalanan tim kemanusiaan berlangsung penuh kehati-hatian. “Tim harus menempuh perjalanan yang panjang dan menantang. Namun dengan keyakinan kuat, setiap rintangan dapat kami atasi,” kata Saidah. Respons cepat ini menjadi bukti bagaimana BAZNAS hadir tidak hanya sebagai lembaga pengelola zakat, tetapi juga sebagai garda terdepan layanan kemanusiaan dalam situasi darurat. 32 Pos BAZNAS Disiagakan di Aceh, Sumut, dan Sumbar Selain distribusi air bersih, BAZNAS RI menegaskan komitmen untuk terus mendampingi warga terdampak hingga kondisi pulih. Saat ini, telah berdiri 32 titik pos bantuan di wilayah Aceh, Sumut, dan Sumbar yang menjadi pusat layanan logistik, kesehatan, hingga pendampingan bagi penyintas bencana. “Melalui dana zakat, infak, dan sedekah yang dititipkan masyarakat, BAZNAS terus berupaya hadir untuk pemulihan penyintas,” ujar Saidah. Langkah ini menegaskan hadirnya zakat sebagai energi kemanusiaan yang terus bekerja, bahkan ketika akses sulit dan cuaca belum bersahabat. Mari Bantu Saudara-Saudara Kita yang Terdampak Bersedekah melalui Dompet Bencana dan Kemanusiaan BAZNAS: BSI 900.0055.740 BCA 686.073.7777 a.n. Badan Amil Zakat Nasional Atau melalui: baznas.go.id/sedekahbencana Layanan BAZNAS: wa.me/6281188821818
BERITA01/12/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Minahasa.

Lihat Daftar Rekening →