Berita Terbaru
IAIN Manado Selangkah Lagi Jadi UIN, Rektor: Ini Milik Sulawesi Utara, Bukan Hanya Umat Islam!
Manado - Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado kini berada di titik krusial dalam sejarah perjalanannya. Transformasi menuju Universitas Islam Negeri (UIN) Manado tinggal menunggu pengesahan resmi. Seluruh berkas administrasi telah rampung, dan optimisme pun menguat.
“Harapan saya cuma satu, di tahun 2026 ini mudah-mudahan UIN Manado sah,” ujar Rektor IAIN Manado, Prof. Dr. Ahmad Rajafi, M.HI, dalam Podcast Tribun Manado di Kantor Tribun Manado, Jalan AA Maramis, Mapanget, Sabtu (7/2/2026).
Namun bagi Prof Rajafi, perubahan status dari IAIN menjadi UIN bukan sekadar soal nomenklatur. Lebih dari itu, ini adalah penguatan visi besar kampus dalam membangun moderasi beragama dan kebersamaan lintas iman di Sulawesi Utara.
IAIN Manado selama ini dikenal sebagai kampus Islam yang terbuka. Prof Rajafi menegaskan, mahasiswa non-Muslim telah lama menjadi bagian dari dinamika akademik kampus tersebut.
“Alumni Kristen kita ada, Katolik ada. Mereka tidak dipaksa memahami keislaman secara teologis, tapi memahami model pendidikan Islam,” jelasnya.
Tak sedikit di antara mereka yang melanjutkan studi hingga jenjang magister di Fakultas Syariah. Menurut Rajafi, itu terjadi karena mereka merasakan kualitas pembelajaran yang berbeda.
“Karena merasa mendapatkan nikmat pembelajaran yang tidak didapat di tempat lain,” tambahnya.
Pesan yang ingin ditegaskan jelas: UIN Manado kelak bukan milik satu kelompok, melainkan ruang belajar bersama bagi semua.
Menyambut perubahan status menjadi UIN, pembangunan fisik juga terus digenjot di tiga lokasi strategis.
Kampus 1 (Ring Road Manado): Difokuskan untuk program S1 Keagamaan seperti Syariah, Tarbiyah, Ushuluddin, serta Ekonomi dan Bisnis Islam.
Kampus 2 (Wori, Minahasa Utara): Disiapkan sebagai pusat Pascasarjana (S2 dan S3) lengkap dengan ballroom besar untuk kegiatan akademik dan nasional.
Kampus 3 (Tapaaok, Bolaang Mongondow): Akan menjadi pusat Fakultas Kesehatan dan Kedokteran.
“Sesuai arahan Pak Menteri Agama, kita sedang siapkan Fakultas Kesehatan. InsyaAllah tahun 2027 sudah ada, dan mudah-mudahan Fakultas Kedokterannya juga mulai berjalan,” ungkap Rajafi.
Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa UIN Manado tak hanya akan memperkuat studi keislaman, tetapi juga merambah bidang sains dan kesehatan demi menjawab kebutuhan daerah.
Perubahan besar juga terjadi pada kualitas sumber daya manusia. Saat Prof Rajafi pertama kali menjabat, IAIN Manado hanya memiliki satu Guru Besar, yakni Prof Dr Hj Rukmina Gonibala.
Kini, jumlahnya melonjak menjadi 14 Guru Besar.
“Di Agustus dan September ketambahan dua. Sampai Desember jadi lima orang. Kemudian setiap tahun ada, dan Alhamdulillah sekarang sudah 14. Dan mudah-mudahan ini mau nambah lagi tiga orang,” paparnya.
Tak hanya itu, IAIN Manado juga mencatat sejarah sebagai IAIN pertama di Indonesia yang meraih Akreditasi Unggul.
“Pertama kali IAIN yang terakreditasi unggul di Indonesia itu IAIN Manado,” tegasnya.
Capaian ini menjadi fondasi kuat menuju status UIN yang lebih komprehensif dan kompetitif di tingkat nasional.
Saat ditanya tentang warisan yang ingin ditinggalkan, Prof Rajafi menolak menjadikan transformasi ini sebagai pencapaian pribadi.
“Ahmad Rajafi itu akan mati atau pindah, tapi kebersamaan tidak boleh hilang. Saya mengharamkan kata ‘karena saya’. Kita hebat karena tim yang hebat. Tagline kami jelas: Maju Bersama,” tegasnya.
Ia berharap masyarakat Sulawesi Utara memandang UIN Manado sebagai aset daerah, bukan sekadar institusi keagamaan.
“Saya ingin sekali UIN Manado menjadi jalan kebersamaan yang bukan saja punya orang Islam. Jangan. Ini punya Sulawesi Utara. Dan kalau orang belajar dengan baik, SDM kita baik, yang merasakan nikmatnya nanti Sulawesi Utara,” pungkasnya.
Jika resmi menjadi UIN pada 2026, maka kampus ini bukan hanya naik kelas secara status. Ia sedang menegaskan diri sebagai simbol inklusivitas, penguatan SDM, dan masa depan pendidikan tinggi yang menyatukan, bukan memisahkan.
BERITA08/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Rindu Ikan Bakar di Tanah Studi
Riyadh, Arab Saudi — Jarak ribuan kilometer dari tanah air tak hanya menguji ketahanan fisik, tetapi juga perasaan. Di tengah padatnya aktivitas studi di Riyadh, Arab Saudi, Ketua Pengadilan Agama Tondano mengungkapkan kerinduan yang sederhana namun sarat makna: ikan bakar khas Indonesia.
Pernyataan itu disampaikan secara ringan melalui pesan WhatsApp kepada rekannya di tanah air. “Lama study di Riyadh, jadi kangen ikan bakar,” tulisnya singkat. Kalimat sederhana itu justru memantulkan sisi manusiawi seorang pemimpin lembaga peradilan—bahwa di balik jabatan dan tanggung jawab besar, ada rasa rindu pada cita rasa kampung halaman.
Kerinduan tersebut bukan semata soal makanan. Ikan bakar, bagi banyak orang Indonesia, adalah simbol kebersamaan: duduk melingkar, asap arang yang mengepul, sambal yang diracik seadanya, dan percakapan hangat tanpa sekat. Sesuatu yang tak mudah tergantikan, bahkan oleh hidangan internasional di negeri yang serba modern seperti Arab Saudi.
Di Riyadh, Ketua Pengadilan Agama Tondano tengah menjalani masa studi untuk memperdalam keilmuan hukum dan peradilan. Studi ini menjadi bagian dari ikhtiar meningkatkan kualitas sumber daya manusia peradilan agama Indonesia agar mampu menjawab tantangan zaman, termasuk dalam konteks hukum keluarga dan ekonomi syariah yang terus berkembang.
Kerinduan akan ikan bakar justru mencerminkan keseimbangan yang penting: antara mengejar ilmu setinggi-tingginya dan tetap membumi pada akar budaya sendiri. Pendidikan global tidak lantas menghapus identitas lokal. Sebaliknya, pengalaman lintas negara justru sering menegaskan kembali nilai-nilai sederhana yang membentuk jati diri.
Bagi masyarakat Minahasa dan Tondano, pesan singkat itu menjadi pengingat bahwa pemimpin bukanlah sosok yang berjarak. Ia merasakan hal yang sama dengan rakyatnya: rindu rumah, rindu rasa, rindu kebersamaan. Dan dari kerinduan itulah lahir energi untuk kembali mengabdi dengan perspektif yang lebih luas dan hati yang lebih matang.
Di tengah arus globalisasi, cerita kecil tentang ikan bakar ini memberi pelajaran besar: ilmu boleh dicari sampai ke luar negeri, tetapi rasa dan identitas tetap berpulang ke tanah sendiri.
BERITA08/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS RI Gandeng LAZISNU PBNU, Dorong 200 UMKM Bangkit di Empat Provinsi
Jakarta — Upaya pengentasan kemiskinan melalui pemberdayaan ekonomi umat terus diperkuat. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI resmi menggandeng Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) PBNU dalam program kolaborasi pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di empat provinsi.
Kerja sama strategis ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang digelar di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Jumat (6/2/2026).
Acara tersebut dihadiri Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Perencanaan, Kajian, dan Pengembangan Dr. Zainulbahar Noor, SE, M.Ec., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Koordinasi Nasional H. Achmad Sudrajat, Lc., MA., Direktur Pendistribusian BAZNAS RI Ahmad Fikri, Ketua LAZISNU PBNU Habib Ali Hasan Al Bahar, LC., MA., Sekretaris LAZISNU PBNU H. Moesafa, S.Fil., beserta jajaran.
Kolaborasi ini difokuskan pada penguatan akses permodalan, pengadaan sarana usaha, serta pelatihan dan pendampingan UMKM, khususnya di wilayah kantong kemiskinan, lingkungan pesantren, serta daerah yang dinilai rentan terhadap penyebaran paham radikalisme.
Empat daerah yang menjadi lokasi program meliputi Serang (Banten), Indramayu (Jawa Barat), Jember (Jawa Timur), dan Pringsewu (Lampung), dengan total 200 penerima manfaat.
Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menyampaikan apresiasinya atas terjalinnya sinergi tersebut. Menurutnya, kolaborasi ini dirancang secara matang dan tepat sasaran.
“Terima kasih kepada LAZISNU PBNU yang telah menjadi mitra BAZNAS RI. Program ini cukup unik karena pembahasannya sangat mendalam dan difokuskan pada masyarakat yang benar-benar membutuhkan, termasuk masyarakat miskin di sekitar pesantren,” ujar Kiai Noor.
Kiai Noor menjelaskan, program pemberdayaan UMKM ini menggunakan skema pembiayaan bersama (sharing cost), dengan total anggaran sebesar Rp2,6 miliar. Dari jumlah tersebut, BAZNAS RI mengalokasikan Rp2 miliar, sementara LAZISNU PBNU berkontribusi Rp600 juta.
Dana tersebut akan digunakan untuk mendukung modal usaha, pengadaan alat produksi, pelatihan keterampilan, hingga pendampingan berkelanjutan bagi para pelaku UMKM.
“Harapannya, kerja sama ini bisa menjadi model kolaborasi antara BAZNAS dan lembaga amil zakat lainnya dalam upaya pengentasan kemiskinan secara berkelanjutan,” kata Kiai Noor.
Sementara itu, Ketua LAZISNU PBNU Habib Ali Hasan Al Bahar, LC., MA., menyebut kerja sama ini sebagai tonggak penting bagi LAZISNU PBNU dalam memperluas dampak program pemberdayaan ekonomi umat.
“Program ini mencakup bantuan modal usaha, pengadaan alat usaha, pelatihan, serta pendampingan. Kerja sama ini akan berlangsung selama dua tahun dan menjangkau 200 penerima manfaat,” ujar Habib Ali.
Ia menambahkan, kolaborasi program UMKM bersama BAZNAS RI merupakan yang pertama bagi LAZISNU PBNU. Menurutnya, momentum ini semakin relevan menjelang bulan Ramadan, yang identik dengan penguatan solidaritas sosial dan kepedulian terhadap sesama.
“Ke depan, kami berharap sinergi antara LAZISNU PBNU dan BAZNAS RI terus berlanjut dan menghadirkan lebih banyak program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, sejalan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat,” tutupnya.
BERITA07/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS RI–ANGKASA Malaysia Perkuat Ekonomi Umat, Salurkan Bantuan di Masjid Al Hurriyyah IPB
Bogor — Kolaborasi lintas negara kembali diwujudkan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Angkatan Koperasi Kebangsaan Malaysia Berhad (ANGKASA). Kali ini, sinergi tersebut diwujudkan melalui penyaluran bantuan dan penguatan ekonomi umat berbasis masjid di Masjid Al Hurriyyah, Kampus IPB Dramaga, Bogor, Sabtu (7/2/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen bersama BAZNAS RI dan ANGKASA Malaysia dalam mendorong masjid tidak hanya sebagai pusat ibadah, tetapi juga sebagai simpul pemberdayaan sosial dan ekonomi umat. Masjid Al Hurriyyah dipilih sebagai lokasi implementasi setelah sebelumnya program serupa digelar di Masjid Jami Annimah, Ciracas, dan Masjid At-Taqwa, Jakarta Timur.
Program tersebut terintegrasi dengan BAZNAS Microfinance Masjid (BMM), sebuah inisiatif BAZNAS yang telah berjalan di berbagai daerah untuk mendukung pelaku usaha mikro di sekitar masjid agar tumbuh mandiri dan berkelanjutan.
Ketua BAZNAS Kabupaten Bogor, Drs. K.H. Lesmana, M.Pd., menegaskan bahwa masjid memiliki peran strategis dalam membangun kemandirian ekonomi umat jika dikelola secara amanah dan profesional.
“Masjid harus diperkuat peran ekonominya. Kepercayaan umat wajib dijaga, dan umat Islam perlu terus didorong agar memiliki kemandirian ekonomi yang kuat,” ujar Lesmana.
Sementara itu, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, M.A., menilai kolaborasi lintas negara ini sebagai langkah strategis dalam memperluas dampak pendayagunaan zakat secara produktif.
“Masjid memiliki posisi yang sangat strategis sebagai simpul sosial umat. Jika dikelola secara terintegrasi dan profesional, masjid mampu menjadi motor penggerak pemberdayaan ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Dari sisi mitra internasional, Presiden ANGKASA Malaysia, Datuk Seri Dr. Abdul Fattah Abdullah, menyampaikan bahwa masjid menyimpan potensi besar sebagai pusat ekonomi umat jika dikembangkan secara kolektif melalui model koperasi.
“Kami ingin menghidupkan kembali peran masjid sebagaimana pada masa Rasulullah SAW, bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga pusat sosial dan ekonomi umat. Masjid Al Hurriyyah diharapkan menjadi pilot project sekaligus mentor bagi masjid-masjid lainnya,” kata Datuk Fattah.
Dalam kesempatan tersebut, ANGKASA Malaysia menyerahkan bantuan sebesar 3.000 dolar AS yang diterima secara simbolis oleh pengurus Masjid Al Hurriyyah IPB. Acara juga ditandai dengan penandatanganan prasasti koperasi masjid oleh Presiden ANGKASA sebagai simbol penguatan kerja sama lintas negara dalam pemberdayaan ekonomi umat.
Ketua Umum Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al Hurriyyah IPB yang diwakili Prof. Dr. Hamim, selaku Kepala Bidang Haji dan Umrah Masjid Al Hurriyyah IPB, menyambut baik kolaborasi tersebut. Menurutnya, sinergi antara BAZNAS RI dan ANGKASA membuka peluang besar bagi masjid kampus untuk berperan lebih luas dalam penguatan ekonomi komunitas.
“Kami ingin mengembangkan peran masjid, tidak hanya sebagai pusat ibadah, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi komunitas melalui kolaborasi yang berkelanjutan,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, BAZNAS RI dan ANGKASA Malaysia berharap sinergi lintas lembaga dan lintas negara dapat terus diperluas, sehingga masjid benar-benar menjadi pusat solusi sosial dan ekonomi umat yang berkelanjutan.
Turut hadir dalam kegiatan ini perwakilan IPB University, antara lain Prof. Dr. Alla Asmara selaku Kepala Unit Wakaf dan Dana Sosial IPB, Dr. Pria Sembada mewakili Lembaga Kepemimpinan dan Pendidikan Eksekutif IPB, jajaran pengurus ANGKASA Malaysia, Koordinator Program BAZNAS Microfinance Masjid M. Sholeh, Kabag Koordinasi dan Kerja Sama BAZNAS dan LAZ M. Basit Karim, Lc., MA, Kabag Humas BAZNAS RI Yudhiarma MK, M.Si, perwakilan BAZNAS Provinsi Jawa Barat, serta jajaran BAZNAS Kabupaten Bogor.
BERITA07/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Gelar Bazar Amal, Kolaborasi BAZNAS RI–Artajasa Sentuh Warga Prasejahtera Kampung Pemulung Tangsel
Tangerang Selatan — Di tengah pesatnya pembangunan kota, denyut kehidupan masyarakat prasejahtera masih menyisakan cerita perjuangan. Menjawab realitas itu, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI berkolaborasi dengan PT Artajasa Pembayaran Elektronis (Artajasa) menggelar BAZMALA (Bazar Amal Artajasa) di Kampung Pemulung, Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan.
Mengusung tema “Dari Kepedulian Tumbuh Keberkahan”, BAZMALA 2026 dirancang sebagai program kolaboratif yang menghadirkan layanan sosial terpadu, mulai dari sektor ekonomi, kesehatan, hingga edukasi. Kegiatan ini menyasar kelompok rentan seperti lansia, yatim, dan dhuafa yang selama ini hidup dengan penghasilan tak menentu.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, M.A., mengatakan, BAZMALA merupakan upaya menghadirkan keadilan sosial dan memperluas akses masyarakat prasejahtera terhadap kebutuhan dasar.
“BAZMALA kami hadirkan agar keluarga prasejahtera tetap bisa memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, sekaligus mendapatkan layanan sosial yang layak,” ujar Saidah dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (7/2/2026).
Saidah menjelaskan, rangkaian kegiatan BAZMALA 2026 meliputi penjualan paket sembako murah, pemeriksaan kesehatan gratis, Babemu (Bazar Barang Bekas Murah) berupa pakaian dan barang layak pakai milik pegawai Artajasa, bantuan perbaikan atau pengadaan infrastruktur warga, hingga Kidz Corner sebagai ruang edukasi anak dan kajian tematik keagamaan.
“Program ini juga diarahkan untuk mendukung penyediaan sarana sosial warga, memakmurkan masjid, serta menumbuhkan semangat menuntut ilmu agama di lingkungan masyarakat,” jelasnya.
Menurut Saidah, Kampung Pemulung Pondok Aren dipilih karena mayoritas warganya menggantungkan hidup sebagai pencari barang bekas dengan penghasilan di bawah standar kelayakan. Kondisi tersebut, kata dia, kontras dengan pesatnya pertumbuhan ekonomi dan pembangunan di wilayah Tangerang Selatan.
“Masih banyak lansia di kawasan ini yang harus terus bekerja sebagai pemulung demi bertahan hidup. Inilah yang mendorong kami hadir, agar ketimpangan sosial tidak semakin melebar,” tegasnya.
BAZNAS RI, lanjut Saidah, membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya dengan dunia usaha, komunitas, dan masyarakat agar program serupa dapat direplikasi di berbagai daerah dan memberi dampak berkelanjutan.
“Kemitraan bersama Artajasa menjadi contoh nyata bagaimana tanggung jawab sosial perusahaan dapat berjalan seiring dengan program zakat yang terarah dan berdampak,” katanya.
Sementara itu, Direktur Bisnis Artajasa Heru Perwito menyampaikan, BAZMALA merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjalankan tanggung jawab sosial (CSR) sekaligus menanamkan nilai-nilai kebaikan secara berkelanjutan.
“BAZMALA menjadi agenda rutin dalam Program Rohani Islam (Rohis) Artajasa dan bagian dari upaya kami membantu masyarakat kurang mampu,” ujar Heru.
Heru juga mengapresiasi kolaborasi berkelanjutan dengan BAZNAS RI yang dinilainya sebagai mitra strategis dalam menyalurkan kepedulian sosial pegawai dan manajemen Artajasa secara tepat sasaran.
“BAZNAS menjadi jembatan bagi Artajasa untuk memastikan program kepedulian sosial kami benar-benar dirasakan langsung oleh masyarakat yang membutuhkan,” ungkapnya.
Melalui BAZMALA 2026, Artajasa berharap kebutuhan dasar masyarakat prasejahtera—mulai dari sandang, pangan, hingga papan—dapat terbantu. Artajasa pun menegaskan komitmennya untuk terus mendukung program kolaboratif yang memberi dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
BERITA07/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Salurkan Bantuan, BAZNAS RI–ANGKASA Malaysia Perkuat Koperasi Masjid Raya At-Taqwa
Jakarta — Kolaborasi lintas negara dalam pemberdayaan ekonomi umat kembali ditegaskan. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Angkatan Koperasi Kebangsaan Malaysia Berhad (ANGKASA) menyalurkan bantuan ekonomi berbasis masjid melalui Masjid Raya At-Taqwa, Pisangan Baru Timur, Matraman, Jakarta Timur, Jumat (6/2/2026).
Penyaluran bantuan ini menjadi peluncuran tahap kedua program penguatan ekonomi umat berbasis masjid, setelah sebelumnya dilaksanakan di Masjid Jami Annimah, Ciracas. Masjid Raya At-Taqwa dipilih karena dinilai konsisten dan aktif menjalankan program pemberdayaan ekonomi melalui BAZNAS Microfinance Masjid (BMM) yang telah berjalan secara berkelanjutan.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan, MA., menyampaikan bahwa masjid-masjid yang menjadi lokasi program merupakan contoh nyata masjid yang berperan aktif dalam membangun kemandirian ekonomi umat berbasis keuangan syariah.
“Masjid Raya At-Taqwa adalah mitra BAZNAS dalam Program BAZNAS Microfinance Masjid. Melalui skema pembiayaan tanpa bunga dan tanpa jaminan, program ini membantu pelaku usaha mikro di sekitar masjid agar usahanya tumbuh dan berkelanjutan,” ujar Saidah dalam keterangan tertulisnya.
Ia menjelaskan, sejak BMM dijalankan di Masjid Raya At-Taqwa, jumlah penerima manfaat terus mengalami peningkatan. Program ini bermula dari 35 pelaku usaha mikro, kemudian bertambah menjadi 55 orang, dan kini telah menjangkau 64 penerima manfaat.
“Alhamdulillah, manfaat program ini semakin luas dan dirasakan langsung oleh masyarakat,” katanya.
Menurut Saidah, penguatan ekosistem ekonomi berbasis masjid menjadi solusi strategis untuk melindungi masyarakat dari jeratan pinjaman online ilegal maupun praktik keuangan informal yang merugikan.
“Kami berharap masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga tempat masyarakat mencari solusi saat menghadapi kesulitan ekonomi. Dengan dukungan ANGKASA Malaysia, program ini diharapkan semakin kuat dan berdampak luas,” ucapnya.
Sementara itu, Presiden ANGKASA Datuk Seri Dr. Abdul Fattah Abdullah menegaskan, penguatan ekonomi berbasis masjid sejalan dengan upaya mengembalikan peran masjid sebagaimana pada masa Rasulullah SAW.
“Masjid bukan hanya tempat menunaikan ibadah, tetapi juga pusat sosial dan ekonomi umat. Melalui koperasi dan pembiayaan berbasis masjid, kita ingin masjid kembali menjadi penggerak kesejahteraan masyarakat,” ujar Datuk Fattah.
Dalam kesempatan tersebut, ANGKASA menyerahkan bantuan sebesar 300 dolar AS yang diterima secara simbolis oleh pengurus Masjid Raya At-Taqwa. Kegiatan juga ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Presiden ANGKASA sebagai simbol penguatan kolaborasi pemberdayaan ekonomi umat lintas negara.
Manfaat program BMM turut dirasakan langsung oleh para pelaku usaha mikro. Zainal, salah satu penerima manfaat, mengaku pembiayaan tanpa bunga dan tanpa jaminan sangat membantu pengembangan usahanya.
“Sebelumnya usaha kami berjalan seadanya. Setelah mendapat bantuan dari BAZNAS melalui BMM, alhamdulillah sangat terbantu untuk tambahan modal. Yang paling dirasakan, bantuannya tanpa bunga dan tanpa jaminan,” ungkap Zainal.
Kolaborasi BAZNAS RI dan ANGKASA Malaysia ini diharapkan menjadi model penguatan ekonomi umat berbasis masjid yang dapat direplikasi di berbagai daerah, sekaligus mempertegas peran masjid sebagai pusat ibadah, solidaritas sosial, dan kemandirian ekonomi umat.
BERITA06/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Jamaah Masjid Al-Hikmah Sumalangka dan Majelis Ta’lim Wawalintowan Gelar Yasinan Malam Jumat
Tondano, Sumalangka — Suasana khidmat menyelimuti Masjid Al-Hikmah Sumalangka pada Kamis malam (malam Jumat 5/2/2026). Jamaah bersama Majelis Ta’lim Wawalintowan menggelar kegiatan Yasinan rutin sebagai bagian dari penguatan spiritual dan silaturahmi umat.
Kegiatan ini diikuti oleh jamaah dari berbagai kalangan, mulai dari orang tua hingga generasi muda. Lantunan ayat suci Al-Qur’an menggema di dalam masjid, menciptakan suasana tenang dan penuh kekhusyukan.
Ketua Majelis Ta’lim Wawalintowan menyampaikan bahwa Yasinan malam Jumat bukan sekadar tradisi, tetapi juga sarana pendidikan keagamaan bagi jamaah. “Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan nilai kebersamaan, memperkuat iman, serta membiasakan masyarakat untuk dekat dengan Al-Qur’an,” ujarnya.
Selain pembacaan Surat Yasin, kegiatan juga diisi dengan doa bersama untuk keselamatan umat, keberkahan kampung, serta doa bagi keluarga dan kerabat yang telah mendahului. Momen ini dimanfaatkan jamaah untuk saling mendoakan dan mempererat ukhuwah Islamiyah.
Pengurus Masjid Al-Hikmah Sumalangka menilai kegiatan rutin seperti ini memiliki dampak positif bagi kehidupan sosial masyarakat. “Masjid bukan hanya tempat ibadah, tapi juga pusat pembinaan umat. Kegiatan Yasinan ini menjadi ruang belajar, berbagi, dan memperkuat persaudaraan,” katanya.
Jamaah berharap kegiatan Yasinan malam Jumat ini dapat terus dilaksanakan secara istiqamah dan menjadi inspirasi bagi masjid serta majelis ta’lim lainnya untuk menghidupkan masjid dengan kegiatan keagamaan yang edukatif dan menyejukkan.
BERITA06/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS RI–ANGKASA Malaysia Salurkan Bantuan Koperasi di Masjid Jami Annimah
Jakarta — Kolaborasi lintas negara kembali diperkuat untuk mendorong kemandirian ekonomi umat. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Angkatan Koperasi Kebangsaan Malaysia Berhad (ANGKASA) menyalurkan bantuan koperasi berbasis masjid melalui Masjid Jami Annimah, Ciracas, Jakarta Timur, Rabu (5/2/2026).
Penyaluran bantuan ini menjadi bagian dari sinergi BAZNAS dan ANGKASA dalam menguatkan peran masjid, tidak hanya sebagai pusat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pemberdayaan dan pelayanan ekonomi umat.
Kegiatan tersebut bertepatan dengan penguatan ekonomi umat berbasis masjid yang telah dijalankan BAZNAS melalui Program BAZNAS Microfinance Masjid (BMM) sejak 2023. Masjid Jami Annimah dinilai konsisten mendampingi pelaku usaha mikro di lingkungan sekitar masjid.
Kepala Divisi Bank Zakat BAZNAS RI Nur Aziz mengatakan, bantuan ini diberikan kepada masjid yang mampu mengelola program pemberdayaan secara berkelanjutan dan berdampak nyata bagi masyarakat.
“Sejak dimulai pada 2023, Program BMM di Masjid Jami Annimah telah menjangkau 50 pelaku usaha mikro dengan total pembiayaan Rp150 juta. Saat ini, jumlah penerima manfaat berkembang menjadi sekitar 100 orang,” ujar Nur Aziz.
Menurutnya, peningkatan jumlah penerima manfaat menunjukkan bahwa perputaran usaha mikro di sekitar masjid berjalan dengan baik dan perlu terus diperkuat.
“Program BMM di Masjid Annimah menunjukkan perkembangan yang positif. Inilah alasan kami terus melakukan pendampingan dan penguatan,” katanya.
Nur Aziz menambahkan, kolaborasi dengan ANGKASA Malaysia mempertegas upaya BAZNAS menjadikan masjid sebagai ruang solusi ekonomi umat. Melalui pembiayaan berbasis syariah, masyarakat didorong untuk tidak bergantung pada pinjaman online ilegal maupun praktik keuangan informal yang merugikan.
“Kami ingin masjid menjadi tempat masyarakat mengadu dan mencari solusi ketika menghadapi kesulitan ekonomi. Bantuan hari ini diharapkan memperkuat kemandirian ekonomi umat di sekitar masjid,” jelasnya.
Sementara itu, Presiden ANGKASA Datuk Seri Dr. Abdul Fattah Abdullah menegaskan, dukungan terhadap masjid merupakan bagian dari komitmen ANGKASA dalam memperkuat ekonomi umat, termasuk di Indonesia.
“Masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga pusat pembangunan umat. Potensi masjid sangat besar jika dikelola dengan baik melalui koperasi dan pembiayaan ekonomi,” ujar Datuk Fattah.
Dalam kegiatan tersebut, ANGKASA menyerahkan bantuan sebesar 3.000 dolar AS yang diterima secara simbolis oleh Ketua DKM Masjid Jami Annimah. Kegiatan juga ditandai dengan penandatanganan prasasti sebagai simbol penguatan kolaborasi BAZNAS dan ANGKASA dalam pemberdayaan ekonomi umat berbasis masjid.
Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Jami Annimah Emo Admawi mengapresiasi sinergi BAZNAS dan ANGKASA yang dinilai membawa dampak langsung bagi masyarakat sekitar.
Selain Program BMM, Masjid Annimah juga mengembangkan Kampung Sedekah sebagai inisiatif sosial yang terintegrasi dengan aktivitas masjid dalam membantu jamaah dan warga sekitar.
“Masjid kami berada di lingkungan perkampungan. Alhamdulillah, bantuan dan pendampingan dari BAZNAS sangat dirasakan manfaatnya. UMKM di sekitar masjid bisa tumbuh, dan masyarakat punya tempat untuk saling menguatkan,” tutur Emo Admawi.
Kolaborasi BAZNAS RI dan ANGKASA Malaysia ini diharapkan menjadi contoh penguatan ekonomi umat berbasis masjid yang dapat direplikasi di berbagai daerah, sekaligus menegaskan masjid sebagai pusat ibadah, solidaritas sosial, dan kemandirian ekonomi umat.
BERITA05/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Wakaf Ambulans untuk Jamaah Muslim Langowan, BAZNAS Minahasa: Zakat dan Wakaf Harus Hadir di Saat Paling Dibutuhkan
Langowan, Minahasa —Satu unit mobil ambulans resmi diwakafkan untuk Jamaah Muslim Langowan. Wakaf tersebut diserahkan langsung oleh pewakaf Bapak Haji Muhammad Nur pada Kamis (5/2/2026) atau bertepatan dengan 17 Sya’ban 1447 Hijriah, bertempat di Masjid At-Taqwa Waleure, Langowan.
Penyerahan ambulans dilakukan kepada tiga imam dan Badan Ta’mir Masjid (BTM) se-Langowan, pengurus mushola, serta disaksikan langsung oleh jamaah Muslim Langowan Raya. Selanjutnya, ambulans tersebut diserahkan kepada Muhammad Arsyad sebagai penanggung jawab dan pengelola operasional.
Pimpinan BAZNAS Kabupaten Minahasa mengapresiasi langkah tersebut dan menilai wakaf ambulans sebagai bentuk nyata kepedulian sosial umat yang menjawab kebutuhan mendesak masyarakat.
“Inilah zakat dan wakaf yang hidup. Ia tidak berhenti di simbol ibadah, tetapi hadir di jalan-jalan umat—menjemput yang sakit, mengantar yang wafat, dan menjaga martabat manusia hingga akhir hayatnya,” tegas Pimpinan BAZNAS Minahasa.
Menurutnya, wakaf produktif seperti ambulans memiliki dampak luas dan berkelanjutan. Setiap layanan yang diberikan ambulans wakaf bukan hanya menyelamatkan secara fisik, tetapi juga menguatkan solidaritas sosial umat.
“Ketika satu ambulans bergerak karena wakaf, di situ ada doa yang berjalan dan pahala yang terus mengalir. Ini adalah amal jariyah yang manfaatnya melampaui usia pewakaf,” lanjutnya.
Sementara itu, Ketua BTM Masjid At-Taqwa Waleure Hendra Mouduto dan Imam Masjid At-Taqwa Taswi bin Siddik menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas wakaf ambulans yang diterima jamaah. Ia menegaskan bahwa ambulans tersebut akan dikelola secara amanah dan dimanfaatkan untuk kepentingan seluruh umat.
“Ambulans ini bukan milik satu kelompok, tetapi milik umat. Kami berkomitmen mengelolanya secara terbuka dan bertanggung jawab agar benar-benar hadir saat jamaah membutuhkan,” ujar Ketua BTM Masjid At-Taqwa.
Ia menambahkan, kehadiran ambulans wakaf menjadi penguat peran masjid sebagai pusat pelayanan sosial dan kemanusiaan, tidak hanya sebagai tempat ibadah ritual.
“Masjid harus menjadi tempat umat merasa ditolong dan dilayani. Wakaf ini adalah bukti bahwa masjid bisa menjadi pusat solusi bagi persoalan kemanusiaan,” tambahnya.
BAZNAS Minahasa menilai, keberadaan ambulans wakaf ini sekaligus menjadi edukasi publik bahwa wakaf tidak hanya terbatas pada tanah dan bangunan, tetapi juga dapat berupa sarana layanan sosial yang manfaatnya langsung dirasakan masyarakat.
Penyerahan wakaf ambulans tersebut turut dihadiri Ust. Hi. Abdurrahman Mahrus, MA dan Ketua MUI Langowan Ust. Sidiq Bahmid para pegawai syara’ dari tiga kemasjidan, majelis taklim se-Langowan Raya, pimpinan organisasi-organisasi Islam, organisasi kepemudaan PRM, serta para jamaah.
Pimpinan BAZNAS Minahasa berharap, langkah mulia ini menjadi inspirasi bagi para muzaki dan dermawan untuk menyalurkan zakat, infak, dan wakaf secara terarah, profesional, dan berdampak nyata.
“Jika hari ini Langowan menerima satu ambulans wakaf, maka dengan zakat dan wakaf yang dikelola bersama, kita bisa menghadirkan lebih banyak harapan dan layanan kemanusiaan di Minahasa,” pungkasnya.
BERITA05/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Ketua PA Tondano Tembus Forum Kehakiman Internasional, Bawa Misi Penguatan Peradilan Ekonomi Syariah
Riyadh, Arab Saudi — Upaya penguatan kualitas peradilan Indonesia kembali mendapat panggung global. Institut Tinggi Kehakiman Universitas Islam Imam Muhammad Ibn Saud, Arab Saudi, resmi menggelar Kursus Kehakiman Khusus bagi Hakim Republik Indonesia yang dimulai Senin, 2 Februari 2026, selama dua pekan.
Sebanyak 32 hakim Indonesia terpilih mengikuti program Pelatihan Hakim Ekonomi Syariah 2026 tersebut. Salah satu yang ikut serta adalah Ketua Pengadilan Agama (PA) Tondano, yang membawa representasi Minahasa ke forum peningkatan kapasitas kehakiman tingkat internasional.
Program ini merupakan kursus ketujuh yang secara khusus diselenggarakan bagi hakim Indonesia. Kehadiran peserta Indonesia secara berkelanjutan mencerminkan hubungan kelembagaan yang solid antara otoritas peradilan Indonesia dan Kerajaan Arab Saudi, sekaligus menandai kepercayaan terhadap kompetensi hakim Indonesia dalam forum global.
Kursus digelar di Aula Bundar Institut Tinggi Kehakiman dan dirancang tidak hanya sebagai pelatihan akademik, tetapi juga sebagai ruang diplomasi hukum. Materi yang diberikan meliputi penguatan profesionalisme hakim, praktik unggulan peradilan Saudi, pengembangan keterampilan teknis kehakiman, hingga pertukaran pengalaman antarotoritas peradilan internasional.
Dekan Institut Tinggi Kehakiman, Prof. Abdullah bin Ahmed Salem Al-Mahmadi, menyatakan program ini bagian dari misi universitas memperluas kerja sama hukum internasional. Ia menegaskan pentingnya pertukaran keilmuan sebagai fondasi penguatan sistem peradilan modern, sejalan dengan Visi Kerajaan 2030 dalam pengembangan sektor hukum dan pendidikan.
Keikutsertaan para hakim ini merupakan langkah strategis Mahkamah Agung RI melalui Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama (Badilag) dalam meningkatkan kapasitas hakim menghadapi perkara ekonomi syariah yang semakin kompleks.
Sebelum keberangkatan, para peserta mendapat pembekalan di Badilag Command Center, Jakarta. Direktur Pembinaan Tenaga Teknis Peradilan Agama, Dr. H. Candra Boy Seroza, menekankan bahwa peserta membawa mandat kelembagaan dan identitas bangsa. Ia mengingatkan pentingnya profesionalisme, etika, dan karakter budaya Indonesia yang santun.
Dari sisi substansi, pembekalan menitikberatkan pada penguasaan hukum ekonomi syariah yang aplikatif, termasuk praktik kepailitan dan niaga syariah, pendekatan komparatif, serta penggalian best practices internasional.
Sekretaris Ditjen Badilag, Drs. Arief Hidayat, menekankan pentingnya niat belajar yang ikhlas serta kecerdasan dalam bermedia sosial. Sementara Direktur Pembinaan Administrasi Peradilan Agama, Sutarno, mengingatkan pentingnya etika dan adaptasi budaya dengan prinsip “di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung”.
Ketua PA Tondano, Al Gazali, Mus., S.H.I., M.H., menyebut program ini sebagai amanah besar.
“Kami belajar bagaimana sistem peradilan dibangun secara profesional, efisien, dan berorientasi pada keadilan yang berintegritas. Ini bukan sekadar kehormatan pribadi, tetapi tanggung jawab untuk membawa pulang praktik terbaik bagi pelayanan peradilan di Indonesia,” ujarnya.
Menurutnya, dinamika hukum yang terus berkembang menuntut hakim membuka cakrawala internasional tanpa meninggalkan nilai dasar keadilan.
Dampak Sosial bagi Ekonomi Umat
Keikutsertaan Ketua PA Tondano juga mendapat perhatian dari mitra sosial di daerah. Wakil Ketua IV BAZNAS Minahasa menilai peningkatan kompetensi hakim ekonomi syariah akan berdampak langsung pada perlindungan masyarakat kecil.
“Ketika hakim memahami ekosistem ekonomi syariah secara utuh, keputusan hukum akan semakin berpihak pada pelaku usaha mikro, petani, dan penerima manfaat zakat produktif. Ini menghubungkan hukum, nilai syariah, dan pemberdayaan ekonomi umat,” katanya.
Ia menilai kolaborasi antara lembaga peradilan dan lembaga sosial di daerah menunjukkan bahwa keadilan hukum dan kesejahteraan masyarakat saling terkait.
Keikutsertaan Ketua PA Tondano menjadi penanda bahwa penguatan peradilan tidak hanya berlangsung di pusat, tetapi juga tumbuh dari daerah. Pelatihan ini dipandang sebagai investasi sumber daya hakim, dengan harapan ilmu yang diperoleh berkontribusi pada putusan yang lebih adaptif, konsisten, dan responsif terhadap perkembangan ekonomi syariah modern.
Bagi Minahasa, kehadiran wakilnya di forum kehakiman internasional bukan hanya kebanggaan simbolik, tetapi bagian dari kontribusi daerah dalam membangun wajah peradilan Indonesia yang semakin profesional dan berkelas dunia.
BERITA04/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Dari Layar Media Sosial ke Panggung Dunia: Semangat Belajar yang Tak Pernah Sia-sia
Di tengah derasnya arus digital, media sosial kini tak lagi sekadar ruang hiburan. Ia berubah menjadi panggung belajar global, tempat ide, kreativitas, dan semangat tumbuh tanpa batas. Semangat inilah yang tercermin dalam gerakan edukatif yang digagas platform pembelajaran bahasa Inggris, Episoden.
Platform berbasis percakapan video singkat ini membuka kesempatan bagi kreator dan pelajar dari berbagai negara untuk menjadi Duta Episoden. Misinya jelas: mendorong lebih banyak orang berani berbicara bahasa Inggris melalui latihan langsung dengan mitra dari seluruh dunia. Program tersebut menghadirkan tantangan membuat video edukatif tentang Episoden, yang diunggah ke media sosial dalam periode 1 Oktober hingga 31 Januari, dengan penilaian pada aspek isi, konteks, kualitas video, serta jangkauan pemirsa. Hadiah utamanya bukan hanya prestise, tetapi juga perjalanan ke Korea Selatan sebagai bentuk apresiasi global.
Di antara ratusan peserta, nama Ahmad Syaid Kokalo, S.Sos, mahasiswa pascasarjana Universitas Abdul Chalim Mojokerto, tampil mencuri perhatian. Ia meraih predikat Top 1 English Speaker dengan penilaian extremely fluent dan masuk jajaran 32 finalis kompetisi tersebut.
Meski pengumuman resmi Top 10 Ambassador telah dirilis melalui Instagram Episoden dan namanya belum termasuk di daftar penerima perjalanan ke Korea, Ahmad justru memandang pencapaiannya dari sudut yang lebih luas: proses belajar.
“Kompetisi ini mengajarkan saya bahwa keberanian mencoba jauh lebih penting daripada hasil akhir. Ketika kita berani berbicara, berani tampil, di situlah kita bertumbuh. Pengalaman ini menjadi pelajaran berharga dalam hidup saya,” ujar Ahmad.
Ia mengaku bangga karena salah satu Design yang dibuatnya sempat diunggah langsung oleh Founder Episoden, Grit (Csight_yang), di Instagram. Bagi Ahmad, momen itu menjadi pengakuan atas usaha dan dedikasi yang ia bangun selama proses belajar.
Tak lupa, ia menyampaikan apresiasi kepada sepuluh duta terpilih. “Saya mengucapkan selamat kepada 10 Ambassador yang terpilih ke Korea Selatan. Semoga mereka membawa semangat belajar ini lebih luas lagi,” katanya.
Kisah Ahmad menunjukkan bahwa kompetisi pendidikan bukan semata soal podium. Di balik setiap proses, ada peningkatan kepercayaan diri, keterampilan komunikasi, dan jejaring global yang terbentuk. Di era digital, satu unggahan bisa menjadi pintu kesempatan, satu video bisa menginspirasi ribuan orang, dan satu keberanian berbicara dapat mengubah masa depan.
Inisiatif seperti yang diusung Episoden menjadi bukti bahwa pembelajaran kini bergerak dinamis—melampaui ruang kelas, menembus batas negara, dan bertumbuh lewat kreativitas anak muda.
Karena pada akhirnya, mengikuti kompetisi bukan hanya tentang menang, tetapi tentang pengalaman, pelajaran, dan keberanian untuk terus berkembang. Dan di dunia yang terus berubah, semangat belajar itulah yang menjadi kemenangan sesungguhnya.
BERITA04/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Gandeng APPI dan iLeague, Dana Rp340 Juta Digerakkan untuk Pulihkan Sumatra
Jakarta — Solidaritas dunia sepak bola nasional bergerak cepat merespons bencana di Sumatra. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menerima bantuan kemanusiaan sebesar Rp340 juta dari Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) dan PT Liga Indonesia Baru (iLeague) untuk membantu masyarakat terdampak banjir dan longsor di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara.
Dana tersebut diserahkan secara simbolis di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Selasa (3/2/2026). Penyerahan dilakukan oleh Presiden Eksekutif Komite APPI Hanif Sjahbandi, CEO APPI M. Hardika Aji, serta General Manager Fans Engagement & Experience PT LIB Budiman Dalimunthe, dan diterima oleh Direktur Penguatan Pendistribusian dan Pendayagunaan Nasional BAZNAS RI Agus Siswanto.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan Rizaludin Kurniawan menilai sinergi lintas sektor seperti ini menjadi kunci agar bantuan kemanusiaan menjangkau korban secara lebih luas dan tepat sasaran.
“Kami berterima kasih kepada APPI, iLeague, dan para pemain yang telah menunjukkan kepedulian. Kolaborasi ini diharapkan mendorong lebih banyak pihak terlibat dalam upaya pemulihan Sumatra,” kata Rizaludin.
Agus Siswanto menegaskan, bantuan akan segera disalurkan melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah, BAZNAS provinsi, dan BAZNAS kabupaten/kota, dengan prioritas pada wilayah yang belum maksimal tersentuh bantuan.
Menurut Agus, penanganan bencana dilakukan bertahap. Tahap awal mencakup respons darurat seperti evakuasi dan distribusi logistik. Saat ini BAZNAS juga memasuki fase recovery, yang justru lebih kompleks.
“Kami membangun hunian tetap, sekolah darurat, musala darurat, sanitasi air bersih, hingga sumur bor. Tahap pemulihan ini yang paling menantang,” ujarnya.
BAZNAS hingga kini masih mengoperasikan dapur umum, menyalurkan paket logistik keluarga, serta mendukung layanan pendidikan darurat di berbagai titik terdampak.
Agus mengungkapkan, saat meninjau langsung wilayah Tamiang, Aceh, ia melihat banyak warga kehilangan rumah akibat hujan ekstrem.
“Mereka sangat membutuhkan tenda dan hunian layak. Kami terus memetakan kebutuhan bersama pemerintah daerah agar penyaluran tepat dan bertanggung jawab,” katanya.
Hanif Sjahbandi menyebut bantuan ini merupakan hasil gerakan kolektif komunitas sepak bola nasional melalui kegiatan amal bertajuk “Laga Sepak Bola untuk Sumatera.”
Dana dihimpun dari:
Penjualan tiket pertandingan amal
Lelang jersey
Donasi masyarakat
Sumbangan pemain profesional Liga 1 dan Timnas Indonesia
Sejumlah pemain seperti Rizky Ridho dan Jay Idzes turut menyumbangkan sebagian pendapatannya.
“Ini gerakan hati nurani seluruh elemen sepak bola. Kami percaya BAZNAS memiliki pengalaman dan pemahaman kondisi lapangan,” kata Hanif.
Sementara itu, Budiman Dalimunthe menegaskan aksi ini merefleksikan nilai kemanusiaan dalam olahraga.
“Ini bagian dari semangat football for unity dan football for humanity,” ujarnya.
BAZNAS menilai dukungan berkelanjutan dari berbagai elemen, termasuk komunitas olahraga, sangat penting karena dampak bencana di Sumatra masih menyisakan kebutuhan besar, terutama hunian dan fasilitas dasar.
Kolaborasi antara lembaga zakat, dunia olahraga, pemerintah, dan masyarakat dinilai menjadi model gotong royong modern dalam mempercepat pemulihan pascabencana.
Dengan dana Rp340 juta ini, solidaritas dari lapangan hijau kini bergerak menembus garis batas stadion — menuju wilayah-wilayah yang masih berjuang bangkit dari bencana.
BERITA04/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
DPR RI Apresiasi Kinerja BAZNAS, Bantuan Pemulihan Pascabencana di Sumatra Tembus Rp80,5 Miliar
Jakarta – Kinerja Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI kembali mendapat sorotan positif dari parlemen. Anggota Komisi VIII DPR RI lintas fraksi memberikan apresiasi atas peran aktif BAZNAS dalam penyaluran zakat, infak, dan sedekah (ZIS), khususnya dalam membantu pemulihan pascabencana di Sumatra.
Apresiasi tersebut disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VIII DPR RI bersama BAZNAS RI di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (3/2/2026).
Anggota Komisi VIII DPR RI M. Husni, S.E. dari Fraksi Gerindra menilai, penyaluran dana BAZNAS terbukti tepat sasaran dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.
“Kami melihat penyaluran dana BAZNAS, baik untuk fakir miskin maupun daerah bencana, benar-benar dirasakan oleh masyarakat. Karena itu kami tidak heran jika penerimaan BAZNAS terus meningkat. Kerja keras ini mohon dijaga dan dipertahankan. Saya memberikan dua jempol untuk BAZNAS,” ujar Husni.
Pujian juga datang dari Anggota Komisi VIII DPR RI Hasan Basri Agus dari Fraksi Golkar. Ia menyoroti capaian BAZNAS yang dinilai semakin kuat, baik dari sisi program maupun peningkatan anggaran.
“Tidak bisa dipungkiri, kerja BAZNAS luar biasa. Peningkatan anggarannya juga sangat signifikan. Keberadaan BAZNAS sangat dirasakan, terutama dalam berbagai kerja sama dan program yang telah dijalankan,” kata Hasan.
Sementara itu, Maman Imanul Haq dari Fraksi PKB menekankan pentingnya sinergi lintas lembaga dalam menangani persoalan sosial dan kemanusiaan.
“Kami mengapresiasi kerja keras semua pihak, mulai dari Kementerian Sosial, BNPB, BPKH, hingga BAZNAS, dalam melayani dan melindungi masyarakat,” ujarnya.
Menanggapi berbagai apresiasi tersebut, Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA menegaskan bahwa BAZNAS merupakan amil zakat negara yang memiliki peran strategis dalam pengentasan kemiskinan.
“BAZNAS adalah amil zakat negara. Dengan demikian, negara hadir untuk memperkuat zakat, infak, dan sedekah dalam rangka pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan umat,” ujar Kiai Noor.
Ia juga mengungkapkan progres bantuan pemulihan pascabencana di Sumatra, khususnya pada bidang sosial keagamaan, yang telah mencapai Rp80,5 miliar.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI H. Ansory Siregar, Lc. menekankan pentingnya koordinasi dan kolaborasi antarlembaga dalam penanggulangan bencana.
Ia mendorong Kementerian Sosial, BNPB, BPKH, dan BAZNAS untuk terus memperkuat sinergi agar penanganan bencana dan persoalan sosial dapat dilakukan secara lebih efektif dan terpadu.
RDP tersebut turut dihadiri jajaran pimpinan BAZNAS RI, di antaranya Pimpinan Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Hj. Saidah Sakwan, MA., Pimpinan Bidang Perencanaan, Kajian dan Pengembangan Prof. Dr. H. Zainulbahar Noor, S.E., M.Ec., Pimpinan Bidang Pengumpulan H. Rizaludin Kurniawan, M.Si., serta Pimpinan Bidang Koordinasi Nasional KH. Achmad Sudrajat, Lc., MA., CFRM, bersama jajaran deputi lainnya.
Dengan dukungan lintas lembaga dan penguatan tata kelola, BAZNAS dinilai semakin kokoh sebagai instrumen negara dalam menghadirkan solusi nyata bagi kemiskinan dan penanganan kebencanaan di Indonesia.
BERITA04/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Permudah Pelaporan Zakat, BAZNAS RI Optimalkan Aplikasi SiMBA
Jakarta – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI terus memperkuat tata kelola zakat nasional melalui digitalisasi. Salah satunya dengan mengoptimalkan penggunaan aplikasi Sistem Manajemen Informasi BAZNAS (SiMBA) guna mempermudah pelaporan keuangan secara transparan, cepat, dan akuntabel.
Hal ini disampaikan dalam Kajian Selasa Pagi Pusdiklat BAZNAS RI bertema “Sistem Pelaporan Zakat Nasional melalui SiMBA” yang dipandu Pimpinan BAZNAS RI Bidang Transformasi Digital Nasional, Prof. Ir. H. Muhamad Nadratuzzaman Hosen, MS., M.Ec., Ph.D, Selasa (3/2/2026). Kegiatan tersebut juga dapat disaksikan ulang melalui kanal BAZNAS TV.
“Pada pagi hari ini, BAZNAS membahas fitur pelaporan bulanan melalui SiMBA untuk meningkatkan kepatuhan BAZNAS Provinsi, Kabupaten/Kota, serta LAZ terhadap Peraturan BAZNAS Nomor 1 Tahun 2023,” ujar Prof Nadratuzzaman.
Menurutnya, SiMBA menghadirkan berbagai kemudahan dalam penyusunan laporan pertanggungjawaban keuangan. Sistem ini mendorong tata kelola berstandar tinggi sekaligus memperkuat kepercayaan muzaki (pemberi zakat).
“SiMBA memungkinkan pelaporan keuangan dilakukan secara transparan dan komunikatif. Dengan sistem ini, lembaga tidak perlu lagi menyusun laporan secara manual atau mencari akuntan untuk membuat laporan dari awal,” jelasnya.
Ia menambahkan, penggunaan SiMBA secara disiplin akan membuat data keuangan terdokumentasi harian, sehingga laporan akhir tahun dapat disusun dengan lebih mudah dan siap diaudit.
Dalam kesempatan itu, Prof Nadratuzzaman juga memberikan apresiasi kepada BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur yang meraih Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Kantor Akuntan Publik (KAP) atas laporan keuangan tahun 2025.
Menurutnya, capaian tersebut menjadi bukti nyata bahwa pengelolaan zakat dapat dilakukan secara transparan dan akuntabel bila memanfaatkan sistem digital secara optimal.
“BAZNAS Kaltim rutin menginput data ke SiMBA setiap hari. Saat akhir tahun, laporan tinggal dicetak dan siap diperiksa akuntan publik. Ini contoh praktik baik yang patut diikuti,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bagian Pelaporan Nasional BAZNAS RI Sugianto menjelaskan bahwa pelaporan merupakan salah satu fungsi utama pengelolaan zakat yang diatur dalam regulasi nasional.
“BAZNAS dan LAZ memiliki empat fungsi utama: perencanaan, pelaksanaan, pengendalian, dan pelaporan. Jadi tidak hanya mengumpulkan dan menyalurkan, tapi juga memastikan semua proses dapat dipertanggungjawabkan,” kata Sugianto.
Ia menegaskan, kewajiban pelaporan diatur dalam sejumlah pasal dalam peraturan perundang-undangan, karena BAZNAS bekerja atas dasar kepercayaan masyarakat.
“Kepercayaan muzaki dijaga dengan pertanggungjawaban yang jelas. Itulah pentingnya sistem pelaporan yang tertib dan terintegrasi melalui SiMBA,” tambahnya.
BAZNAS RI, lanjut Sugianto, terus memperbarui fitur layanan pelaporan dalam aplikasi SiMBA agar semakin mudah digunakan oleh BAZNAS pusat, provinsi, kabupaten/kota, maupun LAZ.
“Kami terus melakukan perbaikan, baik dari sisi aplikasi, pendampingan, maupun layanan penyusunan laporan, agar pelaporan semakin mudah dan berkualitas,” tutupnya.
Dengan optimalisasi SiMBA, BAZNAS RI menunjukkan bahwa transformasi digital menjadi kunci penguatan akuntabilitas pengelolaan zakat nasional sekaligus fondasi dalam membangun kepercayaan publik.
BERITA03/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Ramadan 2026, BAZNAS Tetapkan Zakat Fitrah Rp50 Ribu per Jiwa
JAKARTA — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menetapkan besaran zakat fitrah Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi sebesar Rp50.000 per jiwa, atau setara dengan 2,5 kilogram atau 3,5 liter beras premium. Keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan dinamika harga beras di berbagai daerah.
Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., mengatakan penetapan tersebut merupakan hasil kajian menyeluruh yang dilakukan secara nasional.
“Setelah melalui kajian mendalam serta pertimbangan yang cermat, BAZNAS RI menetapkan nilai zakat fitrah menjadi Rp50 ribu per jiwa, serta menetapkan besaran fidyah sebesar Rp65 ribu per jiwa per hari sesuai dengan Keputusan Ketua BAZNAS RI Nomor 14 Tahun 2026,” ujar Kiai Noor dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa.
Menurut dia, angka tersebut berlaku bagi masyarakat yang menunaikan zakat melalui jaringan resmi BAZNAS. Ketentuan ini diharapkan menjadi pedoman seragam dalam pengelolaan zakat fitrah selama Ramadan tahun depan.
BAZNAS Provinsi, BAZNAS Kabupaten/Kota, serta Lembaga Amil Zakat (LAZ), kata dia, dapat menggunakan nominal tersebut sebagai acuan penerimaan zakat di wilayah masing-masing. Namun, ruang penyesuaian tetap dibuka.
“Apabila terdapat perbedaan harga beras yang signifikan di suatu daerah, BAZNAS daerah dan LAZ diperkenankan menetapkan nilai zakat fitrah dan fidyah secara mandiri, sepanjang sesuai syariat Islam dan peraturan perundang-undangan,” kata Kiai Noor.
Zakat fitrah, menurut ketentuan, dapat ditunaikan sejak awal Ramadan dan paling lambat sebelum pelaksanaan salat Idulfitri. Adapun penyalurannya kepada mustahik dilakukan sebelum khatib naik mimbar pada salat Id.
BAZNAS berharap penetapan ini membuat pengelolaan zakat fitrah dan fidyah pada Ramadan 2026 berjalan lebih tertib dan akuntabel, sekaligus memberi dampak langsung bagi masyarakat penerima manfaat.
“Kami memastikan pengelolaan dan penyaluran zakat fitrah dilakukan sesuai prinsip 3A, yakni Aman Syar’i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI, serta disalurkan kepada delapan golongan mustahik sebagaimana ditetapkan dalam syariat Islam,” ujarnya.
Seiring berlakunya keputusan ini, Keputusan Ketua BAZNAS Nomor 14 Tahun 2025 tentang Nilai Zakat Fitrah dan Fidyah untuk wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi dinyatakan dicabut dan tidak berlaku
BERITA03/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Z-Talk BAZNAS: Media Didorong Jadi Mitra Strategis Literasi Zakat Nasional
Jakarta — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menempatkan media massa sebagai mitra strategis dalam membangun pemahaman publik bahwa zakat adalah bagian dari arsitektur pembangunan nasional, bukan sekadar praktik filantropi. Penegasan itu mengemuka dalam forum Z-Talk: Zakat Menguatkan Indonesia di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Senin (2/2/2026).
Forum tersebut mempertemukan jajaran pimpinan BAZNAS dengan pemimpin redaksi media nasional, jurnalis, hingga mahasiswa. Agenda ini dirancang sebagai ruang dialog untuk memperkuat komunikasi, koordinasi, sekaligus produktivitas narasi zakat di ruang publik.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan, Dr. H. Rizaludin Kurniawan, M.Si., CFRM., memaparkan bahwa transformasi pengelolaan zakat menuntut pendekatan komunikasi yang masif dan berkelanjutan. BAZNAS, kata dia, telah memperluas ekosistem penghimpunan melalui lebih dari 120 kanal digital, kemitraan dengan puluhan perbankan, serta pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di komunitas dan institusi pendidikan.
“Perbaikan layanan dan komunikasi berdampak langsung pada retensi donatur. Dalam dua tahun terakhir, donatur yang sempat berhenti bisa dijaga kembali hingga sekitar 60 persen,” ujarnya.
Namun, peningkatan penghimpunan, menurut Saidah Sakwan, Pimpinan BAZNAS RI, harus berjalan seiring dengan pendistribusian yang presisi. Ia mengingatkan, Indonesia masih menghadapi tantangan kemiskinan yang besar, dengan sekitar 25,4 juta penduduk berada di garis kemiskinan, termasuk kelompok miskin ekstrem.
“Tujuan akhirnya bukan sekadar menyalurkan bantuan, tetapi mendorong mustahik keluar dari kemiskinan dan bertransformasi menjadi muzaki,” katanya.
Pendekatan ini menempatkan zakat dalam kerangka pembangunan berkelanjutan: dari bantuan konsumtif menuju pemberdayaan produktif.
Pemimpin Redaksi Kompas.com, Amir Sodikin, melihat zakat sebagai instrumen distribusi kekayaan yang relevan dengan sistem ekonomi modern. Menurutnya, zakat bekerja sebagai mekanisme langsung untuk mengalirkan likuiditas ke masyarakat bawah tanpa menunggu efek tetesan ke bawah (trickle-down effect).
“Zakat sejak awal dirancang untuk mencegah ketimpangan. Ia adalah arsitektur ekonomi berbasis keadilan,” ujarnya.
Amir menilai, tugas media bukan hanya melaporkan kegiatan, tetapi membangun pemahaman publik bahwa lembaga seperti BAZNAS adalah bagian dari sistem pembangunan sosial-ekonomi nasional.
Senada, Pemimpin Redaksi Republika, Andi Muhyiddin, menekankan bahwa media dan lembaga zakat memiliki kesamaan peran: menjaga kepercayaan publik. Menurut dia, potensi zakat dapat menjadi pilar ketahanan sosial jika dikomunikasikan secara konsisten.
“Media tidak cukup hanya meliput, tetapi juga menggerakkan kesadaran publik. Zakat harus diposisikan sebagai solusi nyata persoalan sosial,” ujarnya.
Forum Z-Talk menunjukkan pergeseran pendekatan: zakat tidak lagi dipresentasikan sebatas narasi kedermawanan, tetapi sebagai sistem sosial terorganisasi yang terukur dampaknya. Di titik inilah peran media menjadi kunci—menghubungkan data, kebijakan, dan kisah penerima manfaat dalam satu alur informasi yang utuh.
Melalui kolaborasi ini, BAZNAS dan insan media berupaya membangun literasi zakat yang lebih dalam—bahwa zakat adalah instrumen keadilan distributif, penguatan ekonomi keluarga, dan jaring pengaman sosial.
Di tengah tantangan kemiskinan, ketimpangan, dan kerentanan bencana, narasi zakat yang kuat bukan hanya memperluas partisipasi publik, tetapi juga memperteguh fondasi sosial Indonesia.
BERITA03/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Ramadan 2026, BAZNAS Gaungkan “Zakat Menguatkan Indonesia” untuk Lawan Kemiskinan & Bencana
Jakarta – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI resmi mengusung tagline “Zakat Menguatkan Indonesia” pada 2026, termasuk dalam momentum Ramadan tahun ini. Tagline ini menegaskan peran zakat bukan sekadar ibadah personal, tetapi kekuatan sosial nasional dalam menjawab persoalan besar bangsa.
Hal itu disampaikan dalam Konferensi Pers Program Ramadan BAZNAS 2026 di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Senin (2/2/2026).
Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA menegaskan, zakat harus dilihat sebagai instrumen strategis membangun ketahanan sosial dan ekonomi Indonesia.
“Zakat Menguatkan Indonesia mencerminkan semangat gotong royong nasional. Zakat menjadi kekuatan nyata bangsa dalam menghadapi persoalan besar seperti kemiskinan, kebencanaan, dan ketertinggalan,” ujar Kiai Noor.
Kiai Noor mencontohkan peran zakat dalam membantu masyarakat terdampak bencana, seperti banjir di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara.
Menurutnya, zakat hadir sebagai jaring pengaman sosial yang mempercepat pemulihan warga terdampak.
“Dalam kondisi darurat, zakat langsung bergerak membantu masyarakat bangkit. Inilah kekuatan sosial zakat,” katanya.
BAZNAS pun menegaskan arah kebijakan 2026 akan fokus pada penguatan respons kebencanaan, mulai dari tanggap darurat hingga rekonstruksi berbasis pemberdayaan.
Beberapa program pemulihan yang sudah disiapkan antara lain: Kembali ke Sekolah, Kembali ke Kerja, Kembali ke Rumah, Kembali ke Masjid
“Zakat kami dorong menjadi penguat ketahanan masyarakat agar bisa bangkit lebih cepat,” tegas Kiai Noor.
BAZNAS melihat tren peningkatan kedermawanan masyarakat selalu terjadi menjelang dan selama Ramadan. Pada momen ini, zakat, infak, dan sedekah menjadi mesin penggerak kesejahteraan umat.
Tak hanya kebencanaan, BAZNAS juga memperkuat program:Pemberdayaan ekonomi mustahik, Pendidikan, Kesehatan, Penguatan sosial-keagamaan
Semua diarahkan untuk menguatkan Indonesia dari akar rumput.
“Ini bukan sekadar slogan. Ini ajakan bersama agar zakat menjadi energi besar menjaga persatuan dan menghadirkan harapan,” ucap Kiai Noor.
Konferensi pers turut dihadiri jajaran pimpinan BAZNAS RI, mulai dari Wakil Ketua Mokhamad Mahdum, Pimpinan Bidang Pengumpulan Dr. Rizaludin Kurniawan, Pimpinan Pendistribusian Saidah Sakwan, hingga jajaran bidang SDM, perencanaan, koordinasi nasional, dan transformasi digital.
Kehadiran lengkap pimpinan menunjukkan keseriusan BAZNAS menjadikan zakat sebagai kekuatan kolektif nasional.
Dengan tagline “Zakat Menguatkan Indonesia”, BAZNAS ingin memastikan zakat tak hanya membersihkan harta, tetapi juga memperkuat daya tahan bangsa menghadapi krisis, kemiskinan, dan bencana.
BERITA02/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Luncurkan 29 Program Ramadan, Targetkan Manfaat Zakat Tembus Seluruh Indonesia
Jakarta — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menyiapkan 29 program unggulan Ramadan 1447 Hijriah sebagai upaya memperluas dampak kesejahteraan bagi mustahik di seluruh Indonesia. Program tersebut akan menjangkau 34 provinsi, menyasar kebutuhan sosial, ekonomi, hingga layanan kemanusiaan selama bulan suci.
Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menegaskan bahwa rangkaian program ini merupakan wujud komitmen lembaganya dalam menyalurkan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) secara tepat sasaran dan berdampak luas.
“Ini adalah bentuk tanggung jawab kami agar amanah zakat yang dititipkan masyarakat benar-benar hadir sebagai solusi nyata bagi mustahik, terutama di momen Ramadan yang penuh keberkahan,” ujar Noor dalam Konferensi Pers Program Ramadan BAZNAS 2026 di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Senin (2/2/2026).
Menurut dia, Ramadan bukan sekadar momentum spiritual, tetapi juga saat yang paling relevan untuk memperkuat solidaritas sosial. BAZNAS, kata Noor, ingin memastikan tidak ada kelompok rentan yang luput dari perhatian, termasuk masyarakat terdampak bencana.
Ia juga menaruh harapan besar pada partisipasi muzaki tahun ini. BAZNAS menargetkan pengumpulan zakat Ramadan mencapai Rp515 miliar.
“Zakat itu keajaiban sosial. Ia membersihkan harta muzaki sekaligus menghadirkan kebahagiaan dan keberkahan bagi mustahik,” ujarnya.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, M.A., menjelaskan, program Ramadan tahun ini dirancang menyentuh kebutuhan ibadah sekaligus kebutuhan dasar masyarakat.
Beberapa program utama antara lain penyaluran zakat fitrah, Gerai Z-Iftar, santunan anak yatim, buka puasa bersama, program rumah layak huni, serta Masjid dan Musala Berseri.
“Program Masjid dan Musala Berseri menyiapkan sarana kebersihan agar tempat ibadah nyaman digunakan selama Ramadan,” kata Saidah.
Tak hanya itu, BAZNAS juga memberi perhatian pada arus mudik Lebaran. Melalui program Mudik Bahagia Bersama BAZNAS, lembaga ini akan membuka Pos Siaga Mudik di berbagai titik strategis.
Di posko tersebut, pemudik dapat beristirahat, mengisi daya ponsel, serta memperoleh layanan kesehatan gratis. BAZNAS juga menghadirkan layanan ZAuto, berupa pemeriksaan kendaraan roda dua, pengisian angin ban, hingga pengecekan oli.
“Semua ini kami siapkan agar Ramadan dan Idulfitri bisa dijalani dengan aman, nyaman, dan penuh makna,” ujar Saidah.
Peluncuran program Ramadan BAZNAS 2026 juga dihadiri jajaran pimpinan BAZNAS RI dari berbagai bidang, mulai dari pengumpulan, pendayagunaan, perencanaan, hingga transformasi digital. Kehadiran para pimpinan ini menandai pendekatan terintegrasi dalam pengelolaan zakat nasional.
Saidah menegaskan, keberhasilan program ini sangat bergantung pada kolaborasi publik.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk menyalurkan zakat melalui BAZNAS agar manfaatnya bisa terukur, luas, dan tepat kepada yang berhak,” katanya.
Dengan 29 program yang dirancang menyentuh berbagai lapisan kebutuhan, Ramadan tahun ini menjadi momentum strategis bagi BAZNAS untuk menegaskan peran zakat sebagai instrumen keadilan sosial—bukan hanya ibadah individual, tetapi juga gerakan kolektif membangun kesejahteraan umat.
BERITA02/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Sahabat BAZNAS Sulut Jemput ZIS di Dua Masjid Manado, Dorong Kesadaran Zakat di Tengah Jamaah
Manado – Upaya mendekatkan layanan zakat langsung ke tengah masyarakat terus digencarkan BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara. Melalui relawan Sahabat BAZNAS, kegiatan jemput Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) digelar di dua masjid besar Kota Manado, Jumat (30/1/2026).
Aksi penghimpunan tersebut dilakukan dengan membuka booth layanan ZIS di Masjid Kyai Modjo Korem 131 Santiago dan Masjid Amirul Bahri Lantamal Manado. Kehadiran Sahabat BAZNAS tak sekadar membuka layanan donasi, tetapi juga membawa misi edukasi kepada jamaah.
Di lokasi kegiatan, relawan membagikan flyer edukasi serta amplop ZIS untuk memudahkan masyarakat menunaikan kewajiban zakat maupun berbagi melalui infak dan sedekah.
Kegiatan jemput ZIS ini menjadi bagian dari strategi BAZNAS Sulut dalam memperluas jangkauan layanan penghimpunan sekaligus membangun kesadaran umat tentang pentingnya menunaikan zakat melalui lembaga resmi.
Pendekatan langsung di masjid dinilai efektif karena bertepatan dengan momentum ibadah, ketika kesadaran spiritual jamaah sedang meningkat.
Melalui metode ini, masyarakat tidak hanya dimudahkan secara teknis, tetapi juga diberikan pemahaman tentang fungsi zakat sebagai instrumen sosial untuk membantu fakir miskin, pemberdayaan ekonomi umat, hingga respons kebencanaan.
BAZNAS Sulawesi Utara menilai peran Sahabat BAZNAS sangat strategis dalam menjembatani lembaga dengan masyarakat. Edukasi langsung di lapangan diharapkan memperkuat kepercayaan publik untuk menyalurkan ZIS melalui lembaga resmi, yang dikelola secara amanah, transparan, dan terukur.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari penguatan gerakan sosial berbasis masjid, di mana zakat tidak hanya dipandang sebagai kewajiban ibadah, tetapi juga solusi nyata untuk mengurangi kesenjangan sosial.
BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara mengapresiasi semangat para relawan Sahabat BAZNAS yang aktif turun ke lapangan mendukung program penghimpunan zakat.
Kehadiran mereka di tengah jamaah diharapkan memberi dampak berkelanjutan, tidak hanya pada peningkatan penghimpunan ZIS, tetapi juga pada tumbuhnya budaya berbagi dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Dengan langkah jemput bola seperti ini, zakat tidak lagi terasa jauh, tetapi hadir dekat, mudah, dan menjadi bagian dari gerakan bersama membangun kesejahteraan umat.
BERITA30/01/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Wakil Ketua PA Tondano Resmi Dilantik, PTA Manado Targetkan Jadi Role Model Zona Integritas
Tondano – Pengadilan Agama (PA) Tondano resmi memiliki Wakil Ketua baru. Husnul Ma’arif, S.H.I., M.H. dilantik dan diambil sumpah jabatannya oleh Ketua Pengadilan Agama Tondano dalam prosesi khidmat di Ruang Serbaguna Lantai 2 PA Tondano, Rabu (28/1/2026).
Pelantikan ini bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi momentum penguatan kepemimpinan dan integritas lembaga peradilan agama di wilayah tersebut.
Acara penting ini dihadiri langsung oleh Ketua Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Manado Drs. M. Arsyad, S.H., M.H., Wakil Ketua PTA Manado Dr. Drs. Mubarok, M.H., Ketua PA Tutuyan Ahmad Edi Purwanto, S.H.I., serta seluruh hakim dan pegawai PA Tondano.
Ketua PA Tondano Al Gazali Mus, S.H.I, M.H, menegaskan, pelantikan Wakil Ketua baru diharapkan memperkuat soliditas pimpinan.
“Dengan dilantiknya Bapak Husnul Ma’arif sebagai Wakil Ketua, besar harapan kita untuk bersama-sama, tanggung-menanggung, topang-menopang membangun citra baik Pengadilan Agama Tondano dengan selalu mengedepankan integritas dan kredibilitas sesuai visi dan misi lembaga,” tegasnya.
Menurutnya, kolaborasi pimpinan menjadi kunci dalam menjaga marwah lembaga peradilan serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat pencari keadilan.
Ketua PTA Manado Drs. M. Arsyad, S.H., M.H. menyampaikan ucapan selamat sekaligus pesan strategis.
“Saya menyampaikan selamat dan sukses kepada Bapak Husnul Ma’arif atas pelantikannya sebagai Wakil Ketua Pengadilan Agama Tondano. Semoga ini menjadi semangat baru untuk terus meningkatkan kinerja,” ujarnya.
Sebagai Koordinator Pengawasan sekaligus Ketua Pembangunan Zona Integritas untuk PA Tondano, ia menekankan pentingnya pengawasan berkelanjutan dan komunikasi internal.
“Kami berharap tugas dijalankan sebaik-baiknya, melakukan pengawasan secara berkelanjutan, serta membangun komunikasi dan koordinasi dengan seluruh jajaran,” lanjutnya.
Kunjungan ini juga menjadi momen perdana Ketua PTA Manado ke PA Tondano. Ia menaruh harapan besar agar lembaga tersebut menjadi contoh bagi satuan kerja lain.
“Semoga ke depan Pengadilan Agama Tondano bisa menjadi role model bagi seluruh satuan kerja di wilayah hukum PTA Manado,” tegasnya.
Dengan kepemimpinan yang kini lengkap — Ketua dan Wakil Ketua — PA Tondano ditargetkan semakin solid dalam meningkatkan kinerja dan pelayanan publik.
Sinergi pimpinan, penguatan pengawasan, serta pembangunan Zona Integritas menjadi fokus utama demi mewujudkan peradilan yang bersih, transparan, dan melayani.
Pelantikan ini menandai babak baru bagi PA Tondano untuk tampil sebagai lembaga peradilan agama yang profesional, berintegritas, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat pencari keadilan.
BERITA28/01/2026 | Humas BAZNAS Minahasa

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Minahasa.
Lihat Daftar Rekening →