WhatsApp Icon
Pos Mudik BAZNAS Hadir di Tasikmalaya, Pemudik Bisa Istirahat, Pijat Gratis hingga Dapat Takjil

Tasikmalaya – Arus mudik Lebaran 2026 kian padat. Di tengah perjalanan panjang yang melelahkan, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menghadirkan solusi bagi para pemudik dengan membuka Pos Mudik di Tasikmalaya.

Tak sekadar tempat singgah, Pos Mudik BAZNAS ini menyediakan beragam layanan gratis yang bisa dimanfaatkan pemudik selama periode 16 hingga 27 Maret 2026.

Mulai dari layanan kesehatan, masjid, toilet darurat, ruang laktasi, dapur air, wifi, layanan charger, tempat istirahat, pijat gratis, hingga ruang ramah anak—semuanya tersedia untuk menunjang kenyamanan perjalanan.

Tak hanya itu, program Bank Makanan juga dihadirkan dengan menyediakan takjil hingga makanan berat, khususnya saat sahur dan berbuka puasa.

Deputi II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS RI, Imdadun Rahmat, menegaskan kehadiran Pos Mudik ini merupakan bentuk kepedulian terhadap para pemudik.

“BAZNAS dari tahun ke tahun selalu menghadirkan Pos Mudik. Ini adalah ikhtiar kami untuk memberikan bantuan terbaik bagi para pemudik yang merupakan ibnu sabil,” ujar Imdadun, Kamis (19/3/2026).

Ia menambahkan, seluruh fasilitas tersebut berasal dari dana zakat, infak, dan sedekah para muzaki yang dikelola secara amanah untuk kemaslahatan umat.

“Kami optimalkan pemanfaatannya, termasuk untuk Pos Mudik Gratis ini agar perjalanan masyarakat lebih aman dan nyaman,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur Pendistribusian BAZNAS RI, Ahmad Fikri, menjelaskan Pos Mudik BAZNAS tersebar di 21 titik strategis di seluruh Indonesia.

Menurutnya, Pos Mudik di Tasikmalaya termasuk salah satu pos utama dengan fasilitas paling lengkap.

“Di Tasikmalaya ini cukup besar, ada sekitar 10 hingga 12 layanan. Sementara di titik lain minimal lima layanan utama tetap tersedia,” jelasnya.

Ia juga memastikan setiap pos dilengkapi tenaga medis.

“Dokter dan perawat selalu siaga untuk memberikan layanan kesehatan bagi pemudik,” tambah Fikri.

Kehadiran Pos Mudik BAZNAS ini pun dirasakan langsung manfaatnya oleh para pemudik.

Rais, pemudik asal Tangerang yang menuju Pangandaran dan Yogyakarta, mengaku fasilitas yang tersedia sangat membantu.

“Fasilitasnya lengkap. Ada kasur darurat, pijat gratis, sampai takjil dan makanan berat. Ini sangat membantu kami di perjalanan,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Lendra, pemudik asal Sumedang yang mudik bersama keluarga.

“Kami singgah saat sudah lelah. Di sini anak-anak bisa bermain, kami dapat pijat, takjil, dan layanan kesehatan gratis. Lengkap sekali,” katanya.

BAZNAS berharap, kehadiran Pos Mudik di berbagai titik strategis ini tidak hanya menjadi tempat istirahat, tetapi juga berkontribusi menekan risiko kecelakaan akibat kelelahan selama perjalanan.

Di tengah padatnya arus mudik, Pos Mudik BAZNAS menjadi oase bagi para pemudik—tempat bernaung sejenak, mengisi energi, dan melanjutkan perjalanan dengan lebih aman.

Karena mudik bukan sekadar perjalanan pulang, tapi juga tentang memastikan setiap langkah sampai dengan selamat.

28/03/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Bangun Kelas Darurat di Gaza, Jaga Asa Pendidikan Anak Palestina di Tengah Krisis

Jakarta – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI kembali menunjukkan komitmennya dalam aksi kemanusiaan global. Kali ini, Badan Amil Zakat Nasional membangun tujuh tenda kelas darurat bagi anak-anak di Beit Lahia, Gaza Utara, Palestina.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan anak-anak tetap mendapatkan akses pendidikan meskipun berada di tengah situasi krisis kemanusiaan yang belum mereda.

Tenda-tenda tersebut difungsikan sebagai ruang belajar sementara yang dilengkapi meja dan kursi. Fasilitas ini diharapkan mampu menciptakan suasana belajar yang lebih nyaman dan layak bagi anak-anak Gaza.

Ketua BAZNAS RI, Sodik Mudjahid menegaskan, pendidikan tidak boleh terhenti dalam kondisi apa pun, termasuk saat bencana dan konflik.

“Kami ingin anak-anak di Gaza tetap memiliki ruang belajar yang aman dan layak. Tenda kelas darurat ini diharapkan membantu mereka melanjutkan kegiatan belajar meskipun berada di tengah situasi yang sulit,” ujar Sodik dalam keterangannya, Jumat (20/3/2026).

Menurutnya, pembangunan kelas darurat ini bukan hanya soal pendidikan, tetapi juga bagian dari upaya pemulihan psikososial bagi anak-anak yang terdampak konflik.

Tak lupa, BAZNAS juga menyampaikan apresiasi kepada Prabowo Subianto serta masyarakat Indonesia yang terus memberikan dukungan terhadap berbagai program kemanusiaan untuk Palestina.

“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan yang luar biasa. Ini menjadi bukti bahwa kepedulian bangsa Indonesia untuk Palestina terus hidup,” tambahnya.

Tampung 100 Anak, Belajar Bergantian

Fasilitas kelas darurat ini dirancang mampu menampung hingga 100 anak. Sistem belajar dibagi menjadi dua sesi, dengan masing-masing sesi diikuti sekitar 45 hingga 50 siswa.

Selain tenda yang kokoh, sarana pendukung seperti meja dan kursi juga disediakan untuk menunjang kenyamanan proses belajar.

Kehadiran fasilitas ini membawa kebahagiaan bagi anak-anak. Salah satunya dirasakan oleh Zeina Al Motawaq (8), siswa sekolah dasar di Gaza.

“Kami dulu sangat kesulitan. Kami duduk di lantai saat menulis sampai punggung kami sakit. Sekarang kami sangat bersyukur sudah ada meja dan kursi. Terima kasih masyarakat Indonesia, terima kasih BAZNAS,” ujarnya.

Bantuan Kemanusiaan Terus Bergulir

Selain pembangunan kelas darurat, BAZNAS juga terus menyalurkan berbagai bantuan kemanusiaan bagi masyarakat Palestina. Mulai dari paket pangan, hidangan berbuka puasa, layanan kesehatan, hingga distribusi air bersih, pakaian, dan selimut.

Tak hanya itu, BAZNAS juga membangun berbagai fasilitas darurat lainnya seperti tenda pemukiman, tenda rumah, hingga tenda masjid untuk membantu warga bertahan di tengah kondisi sulit.

Ajak Masyarakat Terus Berkontribusi

BAZNAS mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk terus mengambil bagian dalam aksi kemanusiaan ini melalui program Dompet Solidaritas Palestina.

Kontribusi dapat disalurkan melalui:
BSI 100.426.6893
a.n. Badan Amil Zakat Nasional

Atau melalui laman resmi: baznas.go.id/bantupalestina

21/03/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa
Kisah Rojali Bangkit dari Banjir Aceh Tamiang: Dari Korban Jadi Relawan Dapur Umum BAZNAS

Aceh Tamiang – Banjir bandang yang menerjang Kabupaten Aceh Tamiang pada November lalu menyisakan luka mendalam. Rumah hanyut, harta benda lenyap, dan kehidupan berubah seketika.

Namun di balik duka itu, muncul kisah keteguhan dari seorang penyintas bernama Muhammad Rojali (44).

Melalui program Dapur Umum Hidangan Berkah Ramadan yang diinisiasi Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI, Rojali tak hanya menjadi penerima bantuan. Ia memilih bangkit—menjadi relawan, memasak untuk sesama korban.

“Awalnya saya hanya menerima bantuan makanan, tapi saya tergerak hati untuk ikut membantu memasak. Saya merasa tidak enak kalau hanya menerima saja,” ujar Rojali saat ditemui di tenda pengungsian Desa Lubuk Sidup.

Rumah Rojali hanyut tanpa sisa. Kini, ia tinggal di tenda darurat bersama istri dan tiga anaknya. Di tengah keterbatasan itu, dapur umum menjadi tumpuan utama kebutuhan pangan warga.

Setiap hari, dapur tersebut mengolah sekitar 50 kilogram beras untuk menyediakan hingga 700 porsi makanan bagi para penyintas.

Menariknya, dapur ini tidak dijalankan oleh pihak luar semata, melainkan oleh warga sendiri secara gotong royong—memasak sayur, ikan, hingga menyiapkan takjil berbuka puasa.

“Kalau tidak ada program ini, kami kesulitan. Untuk masak daging saja kami belum mampu. Tapi melalui bantuan BAZNAS, kami bisa makan dengan layak dan bergizi,” tutur Rojali.

Sekretaris Utama BAZNAS RI, Subhan Cholid, menegaskan bahwa dapur umum ini dirancang bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan konsumsi, tetapi juga sebagai bagian dari pemulihan mental masyarakat.

“Filosofi zakat adalah memberdayakan. Lewat dapur umum ini, BAZNAS tidak hanya menyalurkan makanan, tetapi juga menciptakan ekosistem gotong royong,” jelas Subhan.

Menurutnya, pelibatan langsung para penyintas menjadi kunci untuk membangun kembali rasa percaya diri dan kemandirian kolektif di tengah masa sulit.

Bagi Rojali, dapur umum ini bukan sekadar tempat memasak, tetapi ruang untuk bangkit dan menemukan kembali makna kebersamaan.

“Kami sangat berterima kasih kepada BAZNAS dan para donatur. Bantuan ini memberi semangat bagi kami untuk terus kuat,” ucapnya.

BAZNAS sendiri menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi para penyintas hingga tahap rehabilitasi pascabencana.

Kisah Rojali menjadi bukti—bahwa di tengah kehilangan, zakat mampu menggerakkan hati, menumbuhkan solidaritas, dan menghidupkan kembali harapan.

Di antara tenda-tenda pengungsian, api dapur umum itu tak hanya memasak makanan—tetapi juga menyalakan semangat untuk bangkit bersama.

21/03/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa
Asisten I Setdakab Minahasa Sampaikan Ucapan Idul Fitri 1447 H, Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan dan Pelayanan Publik

Minahasa – Momentum Hari Raya Idulfitri 1447 H/2026 M dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten Minahasa untuk memperkuat nilai kebersamaan, toleransi, dan pelayanan kepada masyarakat. Hal ini disampaikan oleh Riviva Maringka selaku Asisten I Setdakab Minahasa dalam ucapan resminya. Jumat, 20/3/2026

Dalam keterangannya, Riviva mengajak seluruh masyarakat menjadikan Idulfitri sebagai titik balik untuk mempererat persatuan serta meningkatkan kualitas kehidupan sosial yang harmonis di Kabupaten Minahasa.

“Selamat Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin. Semoga momentum suci ini menjadi penguat bagi kita semua untuk terus menjaga persaudaraan, toleransi, dan semangat gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat,” ujarnya.

Sebagai Asisten I yang membidangi pemerintahan dan kesejahteraan rakyat, Riviva menegaskan pentingnya menjaga stabilitas sosial, ketertiban umum, serta membangun sinergi antara pemerintah dan masyarakat.

Menurutnya, Idulfitri bukan hanya perayaan keagamaan, tetapi juga ruang refleksi untuk memperbaiki hubungan sosial dan memperkuat nilai-nilai kebangsaan.

“Kita ingin masyarakat Minahasa tetap hidup rukun dalam keberagaman. Nilai saling menghormati harus terus dijaga sebagai fondasi utama dalam pembangunan daerah,” tegasnya.

Lebih lanjut, Riviva juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan publik yang responsif dan humanis, terutama dalam momentum Lebaran yang identik dengan meningkatnya mobilitas masyarakat.

Ia mengingatkan seluruh jajaran pemerintah untuk tetap siaga dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Pelayanan publik harus tetap berjalan optimal. Kehadiran pemerintah harus dirasakan, terutama dalam memastikan keamanan, kenyamanan, dan kebutuhan masyarakat selama Idulfitri,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Riviva juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan kepedulian sosial, terutama terhadap kelompok rentan dan masyarakat yang membutuhkan.

Menurutnya, semangat berbagi dan solidaritas yang tumbuh di bulan Ramadan harus terus dilanjutkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Mari kita jadikan Idulfitri sebagai momentum untuk memperkuat empati sosial. Kepedulian terhadap sesama adalah bagian penting dari pembangunan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Menutup pernyataannya, Riviva berharap Idulfitri tahun ini membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat Minahasa dan menjadi energi baru untuk membangun daerah yang lebih maju, sejahtera, dan berdaya saing.

“Semoga kita semua kembali dalam keadaan fitri, dengan hati yang bersih, serta semangat baru untuk terus berkarya dan mengabdi bagi Minahasa yang lebih baik,” pungkasnya.

Momentum Idulfitri 1447 H pun diharapkan tidak hanya menjadi perayaan, tetapi juga penguat nilai persatuan, pelayanan, dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

21/03/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa
Wabup Minahasa Tekankan Nilai Fitrah dan Kerukunan dalam Momentum Idul Fitri 1447 H/2026

Minahasa – Momentum Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah dimaknai sebagai ruang penguatan nilai spiritual dan sosial di Kabupaten Minahasa. Hal tersebut tercermin dari pernyataan Wakil Bupati Minahasa, Vanda Sarundajang, saat menghadiri kegiatan silaturahmi usai pelaksanaan Salat Id di Masjid Agung Al-Falah  Kyai Modjo, Kampung Jawa Tondano, Sabtu (21/3/2026).

Kehadiran Wakil Bupati dalam kesempatan tersebut merupakan bagian dari representasi Pemerintah Kabupaten Minahasa dalam menjalin kedekatan dengan masyarakat, khususnya umat Muslim yang merayakan Idul Fitri. Dalam kegiatan itu, Wakil Bupati membacakan sambutan Bupati Minahasa, Robby Dondokambey, sebelum pelaksanaan Salat Id dimulai.

Dalam keterangannya, Vanda Sarundajang menegaskan bahwa Idul Fitri memiliki makna yang lebih dari sekadar perayaan keagamaan, melainkan sebagai momentum untuk kembali kepada fitrah serta memperkuat hubungan sosial antarmasyarakat.

“Idul Fitri merupakan hari kemenangan bagi umat Muslim setelah menjalani ibadah puasa. Momentum ini menjadi kesempatan untuk kembali kepada fitrah serta mempererat kebersamaan,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idul Fitri kepada seluruh umat Muslim di Kabupaten Minahasa, seraya mengajak masyarakat untuk menjadikan momen tersebut sebagai sarana memperkuat persaudaraan.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya menjaga harmoni sosial di tengah keberagaman yang menjadi karakteristik masyarakat Minahasa. Menurutnya, nilai-nilai kearifan lokal seperti Sitou Timou Tumou Tou dan semangat Mapalus harus terus dijaga sebagai fondasi kehidupan bersama.

“Kerukunan umat beragama di Minahasa telah terbangun dengan baik dan perlu terus dipelihara. Momentum Idul Fitri ini menjadi salah satu wujud nyata dari harmonisasi tersebut,” katanya.

Usai pelaksanaan Salat Id yang dimulai pukul 07.00 WITA, kegiatan dilanjutkan dengan silaturahmi dan ramah tamah antara jajaran pemerintah daerah dan masyarakat Kampung Jawa Tondano.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten Minahasa, Dr. Lynda Deisye Watania, MM, M.Si , Asisten I Drs. Riviva Maringka, M.Si , serta sejumlah kepala perangkat daerah dan camat Tondano Utara.

Pelaksanaan Salat Id dipimpin oleh Ustad Hardianto Masuara sebagai imam, dengan khutbah yang disampaikan oleh Habib Umar Bin Thoha yang menekankan pentingnya menjaga nilai keimanan dan persaudaraan.

Dengan suasana yang berlangsung tertib dan penuh kekhidmatan, kegiatan tersebut menjadi refleksi nyata bahwa Idul Fitri tidak hanya bermakna secara spiritual, tetapi juga memiliki dimensi sosial yang kuat dalam mempererat kohesi masyarakat di Kabupaten Minahasa.

21/03/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa

Berita Terbaru

BAZNAS Dirikan Dapur Umum di Padang Pariaman, 1.500 Nasi Siap Saji Dibagikan untuk Warga Terdampak Banjir
BAZNAS Dirikan Dapur Umum di Padang Pariaman, 1.500 Nasi Siap Saji Dibagikan untuk Warga Terdampak Banjir
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bergerak cepat merespons banjir dan longsor yang melanda Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat. Melalui BAZNAS Tanggap Bencana (BTB), layanan dapur umum resmi didirikan di Kecamatan 2x11 Kayutanam sebagai langkah darurat untuk memenuhi kebutuhan pangan warga yang terdampak bencana. Sejak operasi dimulai, tim gabungan BAZNAS RI dan BAZNAS Kabupaten Padang Pariaman telah menyiapkan dan menyalurkan 1.500 bungkus nasi siap saji bagi para penyintas yang mengungsi maupun warga yang masih bertahan di rumah masing-masing. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, MA, menegaskan bahwa keberadaan dapur umum menjadi bagian penting dari operasi kemanusiaan BAZNAS dalam situasi krisis. “Kami memastikan para penyintas mendapatkan akses makanan yang layak di tengah kondisi yang sangat terbatas. Kebutuhan dasar seperti pangan harus segera dipenuhi agar masyarakat tetap kuat dan aman,” ujar Saidah, Rabu (3/12/2025). Ia menambahkan, tim BTB terus melakukan pemantauan di lapangan untuk menyesuaikan bantuan sesuai kebutuhan terbaru. “Selain mendistribusikan makanan siap saji, tim juga melakukan asesmen lanjutan terkait kebutuhan mendesak lainnya seperti layanan kesehatan, logistik, dan perlindungan kelompok rentan,” jelasnya. Cuaca ekstrem masih menghantui kawasan Padang Pariaman. Hujan deras yang disertai angin kencang membuat proses distribusi bantuan harus dilakukan dengan tingkat kewaspadaan tinggi. Namun, semangat para relawan tidak surut. “Meski hujan dan angin masih kencang, relawan tetap sigap dan terkoordinasi dengan pemerintah daerah serta mitra kemanusiaan lainnya,” kata Saidah. BAZNAS menegaskan komitmennya untuk terus mendukung percepatan pemulihan, termasuk penyediaan layanan makanan, kesehatan, serta kebutuhan logistik bagi warga terdampak. Ayo Bantu Saudara Kita di Padang Pariaman BAZNAS mengajak masyarakat luas untuk mengambil peran dalam membantu para penyintas banjir dan longsor di Padang Pariaman melalui Dompet Bencana dan Kemanusiaan BAZNAS. Transfer donasi melalui: BSI: 900.0055.740 BCA: 686.073.7777 a.n. Badan Amil Zakat Nasional atau melalui: ???? baznas.go.id/sedekahbencana
BERITA03/12/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS RI Siap Gelar ICONZ ke-9, Dorong Inovasi Pengelolaan Zakat di Era Digital
BAZNAS RI Siap Gelar ICONZ ke-9, Dorong Inovasi Pengelolaan Zakat di Era Digital
Jakarta – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI memastikan kesiapan penyelenggaraan The 9th International Conference on Zakat (ICONZ) 2025 yang akan digelar pada 9–11 Desember 2025 di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Agenda tahunan berskala internasional ini kembali menjadi ruang strategis dalam merumuskan arah baru pengelolaan zakat dan filantropi di tengah perkembangan teknologi digital yang kian pesat. Dengan mengusung tema “Zakat & Philanthropy: Beyond Technology – Designing a Global Transform for Humanity and Shared Prosperity”, ICONZ 2025 akan menghadirkan ratusan peserta dari berbagai negara, meliputi otoritas zakat, akademisi, peneliti, pemerintah, hingga organisasi filantropi global. Rangkaian kegiatan meliputi konferensi internasional, presentasi makalah, peluncuran buku, international workshop, serta dialogue sessions bersama para pemimpin zakat dunia. Sejumlah tokoh nasional dan internasional dijadwalkan hadir, antara lain Menteri Agama RI, Ketua Komisi VIII DPR RI, dan Sekretaris Jenderal World Zakat and Waqf Forum (WZWF). Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, menegaskan bahwa ICONZ bukan hanya forum ilmiah, tetapi juga momentum penting untuk memperkuat kontribusi Indonesia dalam percaturan zakat global. “Teknologi memang penting, tapi zakat tidak boleh kehilangan ruh kemanusiaannya. Transformasi digital harus tetap berpihak pada pengentasan kemiskinan dan keadilan sosial,” ujar Kiai Noor dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (2/11/2025). Ia menilai perkembangan kecerdasan buatan (AI), pemanfaatan big data, dan inovasi digital lain memberi peluang besar untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi lembaga zakat. Namun, ia mengingatkan bahwa misi utama zakat—membantu mustahik—harus menjadi fondasi setiap pengembangan teknologi. Kiai Noor menjelaskan, ICONZ 2025 diharapkan menjadi wadah dialog strategis lintas pemangku kepentingan, termasuk lembaga zakat, pemerintah, akademisi, sektor swasta, dan komunitas filantropi internasional. Dialog tersebut dinilai krusial untuk memperkuat kolaborasi global, menyusun kebijakan bersama, serta mengembangkan model tata kelola zakat yang adaptif dan berkelanjutan. “Zakat dan filantropi bukan hanya instrumen keagamaan, tetapi pilar dalam membangun peradaban yang berkeadilan dan sejahtera bagi seluruh umat manusia,” ujarnya. Selain isu inovasi digital, konferensi juga akan membahas perkembangan situasi kemanusiaan, termasuk bencana di sejumlah wilayah Indonesia dan kondisi di Palestina. Menurut Kiai Noor, forum internasional seperti ICONZ dapat menjadi jembatan dalam merumuskan solusi bersama atas beragam tantangan global. Kiai Noor berharap ICONZ 2025 dapat menghasilkan rekomendasi strategis yang bisa diadopsi lembaga zakat di berbagai negara. “Dunia membutuhkan model tata kelola zakat yang lebih kuat, inklusif, dan responsif terhadap persoalan multidimensi. ICONZ menjadi ruang konsensus global untuk mencapai tujuan tersebut,” ujarnya. BAZNAS RI menekankan bahwa resolusi konferensi nantinya diharapkan menjadi rujukan internasional dalam memperkuat peran zakat sebagai instrumen kesejahteraan dunia. Penyelenggaraan ICONZ ke-9 merupakan hasil kolaborasi BAZNAS RI dengan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan Kementerian Agama. Sejumlah lembaga turut memberi dukungan, termasuk INDEF, Universitas Tazkia, Universitas Paramadina, KNEKS, IAEI, serta Indiana University.
BERITA02/12/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS RI Resmikan Pembangunan Rumah Sehat di Palembang, Hadirkan Akses Kesehatan Gratis untuk Warga Miskin
BAZNAS RI Resmikan Pembangunan Rumah Sehat di Palembang, Hadirkan Akses Kesehatan Gratis untuk Warga Miskin
Upaya memperluas layanan kesehatan gratis bagi masyarakat kurang mampu kembali dilakukan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI. Pada Selasa (2/12/2025), BAZNAS resmi melakukan peletakan batu pertama Rumah Sehat BAZNAS (RSB) Kota Palembang — fasilitas kesehatan gratis pertama BAZNAS di Provinsi Sumatera Selatan. RSB yang dibangun di atas lahan seluas 2.378 meter² ini akan menghadirkan berbagai layanan kesehatan utama, mulai dari: Poli umum Poli gigi Poli ibu dan anak (KIA) IGD Laboratorium Farmasi Layanan antar-jemput pasien Dengan kapasitas lahan yang besar, BAZNAS RI bahkan menargetkan hadirnya layanan rawat inap di masa mendatang, terutama untuk memenuhi kebutuhan masyarakat lanjut usia yang semakin tinggi. “Dengan lahan yang luas ini, kami berharap RSB Palembang juga menghadirkan layanan rawat inap. Banyak masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan yang lebih lengkap,” ujar Prof. Dr. Ir. Nadratuzzaman Hosen, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Transformasi Digital Nasional. RSB Palembang menjadi bagian dari 38 Rumah Sehat BAZNAS yang telah beroperasi dan sedang dibangun di seluruh Indonesia. Dua di antaranya bahkan berupa kapal layanan kesehatan yang beroperasi di kepulauan Talaud dan Sangihe, Sulawesi Utara. Selain memberi layanan kesehatan gratis, Prof Nadra menegaskan bahwa tenaga kesehatan di RSB juga akan terlibat aktif dalam edukasi masyarakat, khususnya terkait isu: Pencegahan stunting Gizi seimbang Pencegahan penyakit menular seperti TBC “Kami ingin nakes di sini aktif melakukan penyuluhan. Ini ikhtiar bersama untuk mewujudkan Indonesia Sehat dan Indonesia Emas,” tegas Prof Nadra. Wali Kota Palembang melalui Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra, M. Ichsanul Akmal, menyampaikan apresiasi mendalam atas kontribusi BAZNAS. “Terima kasih kepada BAZNAS. Kami berharap pembangunan RSB ini tidak berhenti di sini saja. Semoga hadir di kecamatan-kecamatan lain agar bisa menjangkau masyarakat yang jauh dari fasilitas kesehatan,” ujar Ichsanul. Ketua BAZNAS Kota Palembang, Kiagus M. Ridwan Nawawi, menegaskan bahwa pembangunan RSB ini merupakan hasil kerja bersama: BAZNAS RI BAZNAS Kota Palembang Pemerintah Kota Palembang Donatur H. Junaidi Sofa yang menghibahkan lahan untuk pembangunan “Ini adalah amanah zakat, infak, dan sedekah dari masyarakat Kota Palembang. Alhamdulillah hari ini kita bisa memulai pembangunan RSB pertama di Sumatera Selatan,” ujar Ridwan. Acara peletakan batu pertama juga dihadiri sejumlah tokoh: Kepala Kemenag Kota Palembang H. Muflikhul Hasan Kepala Dinkes Kota Palembang dr. Fenty Aprina Wakil Ketua BAZNAS Provinsi Sumsel Kiagus Aminudin Fauzie Jajaran Wakil Ketua BAZNAS Kota Palembang Keberadaan RSB Palembang diharapkan menjadi momentum lahirnya lebih banyak fasilitas kesehatan gratis yang menjangkau kaum mustahik di seluruh wilayah Sumatera Selatan.
BERITA02/12/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Salurkan Air Bersih untuk Warga Terdampak Banjir Padang: Menembus Lumpur, Gelap, dan Risiko Penyakit
BAZNAS Salurkan Air Bersih untuk Warga Terdampak Banjir Padang: Menembus Lumpur, Gelap, dan Risiko Penyakit
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI melalui BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) kembali bergerak cepat menjawab kebutuhan mendesak warga terdampak banjir di Kelurahan Lambung Bukit, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Sumatra Barat. Di tengah kondisi akses yang terputus dan sumber air yang tercemar, BAZNAS mendistribusikan air bersih untuk 150 kepala keluarga yang saat ini mengalami keterbatasan air layak konsumsi. Banjir yang menerjang kawasan tersebut menyebabkan sumber air warga tercemar lumpur, limbah, bakteri E.coli, hingga potensi paparan virus penyebab diare dan leptospirosis. Situasi ini membuat kebutuhan air bersih menjadi sangat mendesak—dan menjadi fokus utama respons cepat BAZNAS. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, MA, menegaskan bahwa air bersih adalah pilar dasar pemulihan kesehatan warga pascabencana. “Air bersih merupakan kebutuhan dasar manusia. Dengan kondisi sumber air yang tercemar, warga berisiko terpapar berbagai penyakit serius. Karena itu BAZNAS turun langsung untuk memastikan kebutuhan dasar ini terpenuhi,” ujar Saidah dalam keterangan tertulis, Senin (1/12/2025). Upaya distribusi air bersih oleh tim BTB bukan tanpa hambatan. Jalan utama menuju Lambung Bukit dipenuhi lumpur dan material kayu yang terbawa arus. Minimnya penerangan dan medan yang terjal membuat perjalanan tim kemanusiaan berlangsung penuh kehati-hatian. “Tim harus menempuh perjalanan yang panjang dan menantang. Namun dengan keyakinan kuat, setiap rintangan dapat kami atasi,” kata Saidah. Respons cepat ini menjadi bukti bagaimana BAZNAS hadir tidak hanya sebagai lembaga pengelola zakat, tetapi juga sebagai garda terdepan layanan kemanusiaan dalam situasi darurat. 32 Pos BAZNAS Disiagakan di Aceh, Sumut, dan Sumbar Selain distribusi air bersih, BAZNAS RI menegaskan komitmen untuk terus mendampingi warga terdampak hingga kondisi pulih. Saat ini, telah berdiri 32 titik pos bantuan di wilayah Aceh, Sumut, dan Sumbar yang menjadi pusat layanan logistik, kesehatan, hingga pendampingan bagi penyintas bencana. “Melalui dana zakat, infak, dan sedekah yang dititipkan masyarakat, BAZNAS terus berupaya hadir untuk pemulihan penyintas,” ujar Saidah. Langkah ini menegaskan hadirnya zakat sebagai energi kemanusiaan yang terus bekerja, bahkan ketika akses sulit dan cuaca belum bersahabat. Mari Bantu Saudara-Saudara Kita yang Terdampak Bersedekah melalui Dompet Bencana dan Kemanusiaan BAZNAS: BSI 900.0055.740 BCA 686.073.7777 a.n. Badan Amil Zakat Nasional Atau melalui: baznas.go.id/sedekahbencana Layanan BAZNAS: wa.me/6281188821818
BERITA01/12/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
Dari Sedekah Konsumen Alfamidi, BAZNAS Salurkan 1.900 Paket Logistik untuk Korban Bencana di Sumut
Dari Sedekah Konsumen Alfamidi, BAZNAS Salurkan 1.900 Paket Logistik untuk Korban Bencana di Sumut
Jakarta – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama PT Midi Utama Indonesia Tbk (Alfamidi) menyiapkan 1.900 paket bantuan logistik keluarga bagi masyarakat terdampak banjir bandang dan tanah longsor di sejumlah wilayah Sumatra Utara. Bantuan tersebut berasal dari Program Sedekah Konsumen Alfamidi, yang merupakan hasil donasi masyarakat melalui sisa kembalian belanja. Saat ini, BAZNAS tengah melakukan proses pengemasan untuk memastikan bantuan segera disalurkan pada masa tanggap darurat. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, mengatakan langkah ini merupakan respons cepat BAZNAS terhadap bencana yang melanda wilayah ujung Pulau Sumatra dalam beberapa hari terakhir. “BAZNAS ikut berduka atas bencana yang terjadi di beberapa provinsi di ujung Pulau Sumatra, termasuk di Sumatra Utara. Melalui BAZNAS Tanggap Bencana (BTB), kami sedang melakukan packing paket logistik keluarga untuk segera disalurkan pada masa tanggap bencana ini,” ujar Saidah dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (30/11/2025). Saidah menilai, kontribusi Alfamidi melalui Sedekah Konsumen memperkuat kesiapan BAZNAS dalam menghadirkan bantuan yang berkualitas dan menjangkau wilayah terdampak lebih luas. “Bantuan ini bukan hanya wujud kepedulian, tetapi juga simbol gotong royong nasional. Setiap paket adalah amanah para konsumen Alfamidi yang harus kami kelola secara profesional, transparan, dan berdampak nyata,” tegasnya. Sementara itu, Corporate Communication Manager Alfamidi, Retriantina Marhendra, menyampaikan duka mendalam atas musibah yang menimpa masyarakat Sumatra Utara dan wilayah sekitarnya. “Bantuan logistik ini sepenuhnya berasal dari Sedekah Konsumen. Kami berkomitmen menyalurkan amanah masyarakat bersama BAZNAS agar benar-benar sampai dan meringankan beban warga terdampak,” ujarnya. Terkait distribusi, Saidah menjelaskan penyaluran akan dilakukan secara bertahap menyesuaikan kondisi cuaca dan akses di lapangan. Tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) telah disiagakan di sejumlah titik rawan untuk mempercepat pengiriman. “Kami terus mematangkan teknis distribusi agar bantuan bisa segera dikirim, dengan tetap memperhatikan keselamatan tim dan kebutuhan paling mendesak para penyintas,” kata Saidah. BAZNAS juga memastikan koordinasi ketat dengan pemerintah daerah, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta berbagai pihak terkait agar distribusi berjalan efektif dan tepat sasaran. Lebih lanjut, Saidah menegaskan BAZNAS siap memperluas bantuan apabila kondisi di lapangan membutuhkan dukungan tambahan. “Insya Allah, BAZNAS akan terus hadir membersamai masyarakat hingga kondisi benar-benar pulih. Kami mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus bergandengan tangan memperkuat solidaritas kemanusiaan,” tutupnya. Dengan kesiapan 1.900 paket logistik keluarga, BAZNAS berharap bantuan dari Sedekah Konsumen Alfamidi ini dapat meringankan beban masyarakat Sumatra Utara yang terdampak bencana.
BERITA30/11/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
Banjir Padang Pariaman Meluas, BAZNAS Bergerak Cepat Kirim Bantuan — Tim Susur Lokasi Hingga Medan Sulit
Banjir Padang Pariaman Meluas, BAZNAS Bergerak Cepat Kirim Bantuan — Tim Susur Lokasi Hingga Medan Sulit
Padang Pariaman — Hujan deras yang mengguyur wilayah Padang Pariaman dalam beberapa hari terakhir memicu banjir yang merendam permukiman warga. Di tengah kondisi yang terus memburuk, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) bergerak cepat menyalurkan bantuan darurat bagi masyarakat terdampak. Tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) Provinsi Sumatera Barat bersama BTB Kabupaten Padang Pariaman langsung turun ke lokasi sesaat setelah laporan banjir masuk. Mereka menyalurkan bantuan logistik ke para penyintas, berpacu dengan debit air yang masih tinggi dan kondisi jalan yang terendam. “Hari ini tim terus bergerak dari satu titik ke titik lainnya. Prioritas kami memastikan kebutuhan pokok warga bisa segera dipenuhi,” ujar Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Hj. Saidah Sakwan, MA, dalam keterangan tertulis, Jumat (28/11/2025). Meski hujan belum sepenuhnya berhenti, tim BAZNAS tetap menyisir kawasan terdampak. Medan yang basah, licin, dan sulit dilalui tidak menyurutkan upaya distribusi. Ambulans dan mobil Hilux diturunkan untuk memastikan logistik bisa mencapai lokasi pengungsian dan dapur umum. “Kami ingin memastikan setiap warga terdampak mendapatkan bantuan yang sesuai. Pendataan terus dilakukan agar penyaluran berikutnya lebih tepat sasaran,” kata Saidah. Distribusi bantuan dilakukan di 10 titik lokasi terdampak, di antaranya: Nagari Pulau Aia, Pauh Kambar, Kapalo Koto, Ulakan, Singai Gimba, Tapakis, Surantih, Kasang, Bisati, hingga Galapung. BAZNAS menyalurkan bantuan berupa beras, telur, dan minyak goreng untuk kebutuhan dapur umum. Tim lapangan memastikan logistik mampu bertahan untuk beberapa hari ke depan sambil memantau potensi banjir susulan. Sejumlah kawasan ikut terdampak parah, seperti Kp. Galapung, Ulakan Tapakis, Sungai Buluh Barat, Pauh Kambar, dan Padang Kandang Pulo Air. Luapan sungai mencapai rumah-rumah warga hingga halaman sekolah. Akibatnya, aktivitas belajar mengajar ikut terganggu. Beberapa anak harus belajar di ruang darurat, sementara lainnya terpaksa diliburkan. Saidah menyampaikan belasungkawa dan dukungan moral kepada para penyintas. “BAZNAS turut prihatin atas musibah ini. Kami mengajak masyarakat untuk mendoakan keselamatan saudara-saudara kita di Padang Pariaman, serta terus mendukung program kemanusiaan agar penanganan bencana dapat berlangsung berkelanjutan,” ujarnya. BAZNAS memastikan timnya tetap berada di lokasi hingga kondisi dinyatakan aman. Dengan cuaca yang masih tidak menentu, pemantauan dilakukan secara berkala agar langkah-langkah penanganan dapat segera disesuaikan bila situasi memburuk. BAZNAS juga membuka ruang kolaborasi bagi masyarakat dan mitra untuk memperkuat bantuan bagi korban banjir, memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi dan pemulihan dapat berjalan lebih cepat.
BERITA28/11/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
Hari Guru Nasional, BAZNAS Gelar ToT Pengajar Al-Qur’an Isyarat di Gorontalo: Dorong Pendidikan Inklusif untuk Teman Tuli
Hari Guru Nasional, BAZNAS Gelar ToT Pengajar Al-Qur’an Isyarat di Gorontalo: Dorong Pendidikan Inklusif untuk Teman Tuli
Gorontalo – Bertepatan dengan momentum Hari Guru Nasional, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menggelar Program Pengimbasan Training of Trainer (ToT) Pengajar Al-Qur’an Isyarat 2025 di Provinsi Gorontalo. Kegiatan berlangsung selama dua hari, 25–26 November 2025, dan menjadi langkah penting dalam memperluas akses pendidikan agama bagi penyandang disabilitas tuli. Program ini merupakan hasil kolaborasi BAZNAS dengan Yayasan Putra Mandiri dan dibuka langsung oleh Wakil Gubernur Provinsi Gorontalo, Dra. Hj. Idah Syahidah Rusli Habibie, M.H, di Hotel Mega Zanur Gorontalo. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, MA, mengatakan terdapat 34 peserta yang mengikuti ToT Pengajar Al-Qur’an Isyarat ini. Seluruh peserta dibekali kemampuan khusus untuk mengajarkan bacaan Al-Qur’an menggunakan metode bahasa isyarat yang lebih mudah dipahami teman tuli. “Melalui program ini kami berharap lahir pengajar yang mampu mendampingi dan membimbing teman tuli untuk membaca Al-Qur’an dengan metode yang inklusif,” ujar Saidah, Selasa (25/11/2025). Saidah menekankan bahwa program tersebut merupakan bentuk dukungan BAZNAS dalam memastikan hak pendidikan agama bagi seluruh warga, termasuk mereka yang memiliki keterbatasan pendengaran. “Ini bagian dari pemenuhan hak dasar mereka dalam membaca kitab suci. Tidak boleh ada satu pun yang tertinggal,” tambahnya. Ia juga meminta peserta mengikuti kegiatan secara serius agar teknik pengajaran terserap optimal dan dapat diterapkan di sekolah atau lembaga tempat mereka mengajar. Sementara itu, Wakil Gubernur Gorontalo Hj. Ida Zulfiah Khoirudin, M.Ag., memberikan apresiasi atas program yang dinilai efektif dalam meningkatkan akses pendidikan agama bagi penyandang disabilitas. “Ini sangat penting untuk memastikan mereka juga punya hak yang sama dalam belajar Al-Qur’an. Kami berharap kerja sama ini terus berlanjut, agar semakin banyak masyarakat yang ikut peduli dan terlibat,” ujarnya. Menurutnya, metode pembelajaran Al-Qur’an menggunakan bahasa isyarat menjadi terobosan penting agar penyandang tuli dapat memahami ajaran agama secara mandiri. Program ToT Pengajar Al-Qur’an Isyarat ini menjadi upaya BAZNAS memperkuat pendidikan inklusif di seluruh Indonesia, khususnya di Provinsi Gorontalo. Melalui pelatihan ini, para guru diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam mendampingi anak-anak berkebutuhan khusus agar bisa membaca dan memahami Al-Qur’an sesuai kebutuhan mereka. BAZNAS menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari komitmen besar lembaga dalam memastikan pemerataan akses pendidikan agama dan mendorong hadirnya lingkungan belajar yang ramah bagi semua kalangan. Dengan pelatihan ini, Gorontalo menjadi salah satu provinsi pelopor dalam pengembangan metode pembelajaran Al-Qur’an berbasis isyarat, sekaligus menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk mengembangkan pendidikan inklusif di bidang keagamaan.
BERITA27/11/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
Gelar Rakernis IT 2025, BAZNAS RI Gaspol Modernisasi dan Digitalisasi Pengelolaan Zakat Nasional
Gelar Rakernis IT 2025, BAZNAS RI Gaspol Modernisasi dan Digitalisasi Pengelolaan Zakat Nasional
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI tancap gas memperkuat modernisasi dan digitalisasi pengelolaan zakat nasional lewat penguatan sistem manajemen berbasis data yang lebih kokoh dan terukur. Langkah ini menjadi fokus utama dalam Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Transformasi Digital & Zakat Tech Mini Expo 2025 yang digelar di Jakarta, Rabu (26/11/2025). Dengan tema “Pemanfaatan dan Penguatan Digital Fundraising”, Rakernis kali ini mempertemukan BAZNAS daerah, mahasiswa, serta para pelaku inovasi digital dalam satu ruang kolaborasi besar. Tujuannya jelas: memperkuat ekosistem digital zakat di Indonesia sekaligus meningkatkan kapasitas lembaga amil zakat dari pusat hingga daerah. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, menegaskan bahwa digitalisasi bukan lagi pilihan, melainkan kewajiban bagi BAZNAS RI dalam merespons perkembangan teknologi dan semakin tingginya tuntutan publik terhadap layanan zakat yang cepat dan transparan. “InsyaAllah BAZNAS RI akan menjadi yang terbaik dalam keterbukaan informasi publik. Ini komitmen yang sudah dibangun sejak lama, bukan hanya di pusat tapi harus merata sampai ke daerah,” tegas Kiai Noor. Ia menyebut digitalisasi sebagai bagian dari penguatan manajemen modern yang terus berkembang, termasuk pelaporan melalui SIMBA yang kini menjadi standar nasional. “Kita sudah mulai menerapkan pelaporan digital meski belum semua daerah siap. Ke depan, insyaAllah seluruh Indonesia punya transformasi digital yang sama,” ujarnya. Kiai Noor juga menyoroti pentingnya peningkatan kapasitas SDM BAZNAS menghadapi perkembangan teknologi yang semakin cepat, termasuk kecerdasan buatan (AI) yang kini menjadi tantangan sekaligus peluang. “Kita memasuki era digital. Tidak mungkin SDM BAZNAS tidak memahami sistem digital. AI juga tantangan baru, jadi kita harus manfaatkan tapi tetap waspada,” katanya. Ia menambahkan, lima tahun terakhir menunjukkan percepatan luar biasa dalam transformasi digital BAZNAS. Bahkan, jaringan BAZNAS kini telah menjadi rujukan internasional. “BAZNAS sudah jadi rujukan zakat dunia. Melalui Rakernis ini kita pastikan digitalisasi terus berjalan tanpa berhenti,” tambahnya. Sementara itu, Direktur Inovasi dan Teknologi Informasi BAZNAS RI, Achmad Setio Adinugroho, menekankan bahwa penguatan basis data menjadi fondasi utama transformasi digital BAZNAS. “Digitalisasi yang terukur membuat pendataan mustahik lebih akurat dan distribusi zakat bisa jauh lebih cepat,” jelasnya. Ia mengatakan Rakernis ini bertujuan meningkatkan pemahaman peserta tentang pentingnya transformasi digital dalam pengelolaan zakat, meningkatkan literasi digital para amil, serta mengevaluasi program digitalisasi yang sudah berjalan. “Kami juga memperkenalkan aplikasi-aplikasi digital terbaru yang bisa digunakan BAZNAS Daerah, sekaligus memamerkan inovasi di Mini Expo untuk menghasilkan rekomendasi penguatan sistem digital ke depan,” ujarnya. Acara ini turut dihadiri Pimpinan BAZNAS RI Bidang Transformasi Digital Nasional, Prof. Ir. Nadratuzzaman Hosen, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Perencanaan dan Kajian, Amb. Prof. (HC) Dr. Zainulbahar Noor, serta Pimpinan BAZNAS RI Bidang SDM dan Keuangan, Kol. CAJ (Purn.) Drs. Nur Chamdani. Perwakilan BAZNAS provinsi, kabupaten/kota, akademisi, dan praktisi teknologi juga ikut meramaikan forum kolaborasi ini. Dengan Rakernis IT 2025, BAZNAS RI menegaskan langkahnya: modernisasi dan digitalisasi bukan sekadar tren, tapi masa depan pengelolaan zakat nasional. Langkah ini diharapkan memperkuat transparansi, mempercepat layanan, dan meningkatkan dampak pemberdayaan mustahik di seluruh Tanah Air.
BERITA26/11/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Luncurkan SIMBA Versi Terbaru, Dorong Lompatan Besar Digitalisasi Zakat Nasional
BAZNAS Luncurkan SIMBA Versi Terbaru, Dorong Lompatan Besar Digitalisasi Zakat Nasional
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI resmi meluncurkan modernisasi Sistem Informasi Manajemen BAZNAS (SIMBA) dalam gelaran Rakernis Transformasi Digital dan Zakat Tech Mini Expo 2025, Selasa (26/11/2025). Pembaruan ini menjadi tonggak penting dalam upaya mempercepat tata kelola zakat berbasis teknologi di Indonesia sekaligus memperkuat fondasi digitalisasi nasional. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, M.A., menegaskan bahwa seluruh proses pelaporan BAZNAS kini diwajibkan menggunakan SIMBA sebagai standar nasional. Menurutnya, modernisasi digital bukan sekadar pilihan, melainkan kebutuhan strategis. “Dulu banyak daerah masih menggunakan HP dengan sinyal terbatas, tapi alhamdulillah kita terus melangkah. SIMBA ini akan membuat semua daerah bisa tembus dan tersambung ke pusat,” ujarnya. Noor juga mengingatkan perlunya kewaspadaan terhadap perkembangan teknologi, terutama dalam penggunaan AI. Ia menilai teknologi dapat menjadi peluang, namun juga membawa risiko manipulasi bila tidak dikendalikan. “AI ini luar biasa. Tapi jangan sampai manusia kalah atau tertipu. Bisa saja ada suara saya padahal bukan saya. Karena itu manusia tetap harus jadi imamnya AI,” tegasnya. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Transformasi Digital Nasional, Prof. Ir. M. Nadratuzzaman Hosen, menjelaskan bahwa SIMBA kini hadir lebih kuat, lebih cepat, dan lebih aman. Sistem tersebut dibangun ulang dengan standar keamanan sekelas industri perbankan. “Data mustahik sangat sensitif. Kebocoran bisa terjadi di mana saja. Karena itu, SIMBA kita rombak total agar lebih aman dan lincah,” katanya. Prof. Nadra menegaskan bahwa SIMBA bukan sekadar platform pelaporan, melainkan instrumen pengawasan lengkap yang membantu memantau perjalanan mustahik dari fase menerima bantuan hingga menuju kemandirian. Namun, ia mengakui tantangan terbesar ada pada kemampuan SDM di daerah. Banyak lembaga zakat daerah belum memiliki staf IT yang memadai. “Transformasi digital tidak bisa instan. Kita latih pelan-pelan, bertahap. Yang penting siap berubah,” tuturnya. Acara Zakat Tech Mini Expo 2025 menjadi ruang bagi BAZNAS daerah, mahasiswa, perbankan syariah, dan perusahaan teknologi global untuk memamerkan inovasi digital. Pengunjung disuguhi demo aplikasi zakat berbasis AI, layanan cloud, hingga sistem monitoring mustahik yang terintegrasi. Pameran ini menunjukkan bagaimana kolaborasi teknologi dapat memperkuat ekosistem zakat digital nasional dan menjadikan Indonesia sebagai pusat rujukan pengelolaan zakat modern dunia. Dengan peluncuran modernisasi SIMBA, BAZNAS menegaskan komitmennya menghadirkan tata kelola zakat yang lebih transparan, aman, dan terhubung dari pusat hingga pelosok daerah. Modernisasi ini diharapkan menjadi fondasi penting bagi: percepatan digitalisasi pengelolaan zakat, penguatan integritas data nasional, mendorong efektivitas program pemberdayaan mustahik, serta memperkuat posisi Indonesia di kancah global sebagai pelopor zakat berbasis teknologi. Langkah ini tidak hanya mencerminkan pembaruan sistem, tetapi juga transformasi paradigma: dari birokrasi manual menuju ekosistem digital yang adaptif, inklusif, dan berorientasi masa depan—sebuah lompatan yang menandai era baru zakat nasional.
BERITA26/11/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS RI Resmikan Rumah Sehat di Bogor, Perluas Akses Layanan Kesehatan Gratis untuk Masyarakat
BAZNAS RI Resmikan Rumah Sehat di Bogor, Perluas Akses Layanan Kesehatan Gratis untuk Masyarakat
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI meresmikan Rumah Sehat BAZNAS (RSB) Kabupaten Bogor pada Selasa, 25 November 2025. Fasilitas kesehatan yang berdiri di Desa Cimandala, Kecamatan Sukaraja, ini menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan gratis bagi masyarakat kurang mampu, sekaligus mengokohkan peran zakat dalam mendukung program kesehatan nasional. Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, M.A., menegaskan bahwa kehadiran RSB menjadi bukti konkret bahwa pengelolaan zakat tidak hanya menyentuh aspek karitas, tetapi telah berkembang menjadi instrumen pelayanan publik yang profesional. “Rumah Sehat BAZNAS ini merupakan wujud nyata bahwa dana zakat dapat kembali kepada masyarakat dalam bentuk layanan kesehatan yang bermartabat, tanpa hambatan biaya. Kami ingin memastikan mustahik mendapatkan hak kesehatan secara layak,” ujar Kiai Noor. RSB Kabupaten Bogor kini menjadi bagian dari 38 Rumah Sehat BAZNAS yang beroperasi di berbagai daerah di Indonesia. Kiai Noor menyebut, BAZNAS RI akan memberikan dukungan penuh pada tahap awal operasional hingga fasilitas tersebut mampu berjalan mandiri dan berkelanjutan. “Kami berharap RSB di Bogor dapat berkembang sebagai model praktik baik pelayanan kesehatan berbasis zakat yang profesional dan terpercaya,” ujarnya. Ketua BAZNAS Kabupaten Bogor, KH. Lesmana, mengungkapkan bahwa lokasi RSB semula merupakan kompleks pendidikan TK, SD, dan SMP yang tidak lagi optimal digunakan. Melalui musyawarah bersama, lahan tersebut akhirnya dialihfungsikan menjadi fasilitas kesehatan. “Kami ingin memastikan aset ini tetap memberi manfaat bagi masyarakat. Pendirian RSB menjadi pilihan terbaik untuk meningkatkan pelayanan publik,” katanya. RSB dibangun di atas lahan seluas 1.360 meter persegi, dengan dukungan pendanaan dari BAZNAS Kabupaten Bogor, BAZNAS Provinsi Jawa Barat, dan BAZNAS RI. Fasilitas ini dilengkapi ambulans, dental unit, USG, laboratorium, dan sistem rekam medis elektronik. Sebanyak 17 tenaga kesehatan kini disiagakan untuk melayani masyarakat secara gratis. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Bogor, Zainal Azhari, S.Sos., M.M., yang hadir mewakili Bupati Bogor, mengapresiasi kontribusi BAZNAS dalam perluasan layanan kesehatan. “Rumah Sehat BAZNAS adalah wujud nyata kepedulian bagi warga yang membutuhkan. Fasilitas ini memperkuat upaya Pemkab Bogor dalam menyediakan layanan kesehatan yang merata dan terjangkau,” ujarnya. Zainal menyebut bahwa Pemerintah Kabupaten Bogor menargetkan capaian Universal Health Coverage (UHC) 100 persen pada 2026, suatu tantangan besar mengingat jumlah penduduk yang mencapai 6 juta jiwa. “Karena itu, sinergi dengan BAZNAS menjadi penting untuk memperluas layanan kesehatan bagi masyarakat,” kata Zainal. BAZNAS RI menegaskan bahwa pendirian RSB merupakan bagian dari strategi nasional pengentasan kemiskinan, melalui pelayanan kesehatan berbasis zakat yang terukur, profesional, dan berkelanjutan. Peresmian RSB ditandai dengan penyerahan ambulans, pemberian izin operasional, serta pemotongan pita sebagai simbol dimulainya layanan kesehatan. Dengan beroperasinya RSB Kabupaten Bogor, BAZNAS berharap fasilitas ini menjadi pusat layanan yang amanah dan dapat diandalkan bagi masyarakat Bogor dan sekitarnya. RSB diharapkan memperkuat ekosistem kesehatan berbasis zakat, membuka akses layanan gratis, dan meningkatkan kualitas hidup mustahik secara menyeluruh.
BERITA25/11/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS RI Soroti Besarnya Potensi Zakat Pertanian Berbasis Desa
BAZNAS RI Soroti Besarnya Potensi Zakat Pertanian Berbasis Desa
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI kembali menegaskan urgensi optimalisasi zakat pertanian sebagai pendorong penguatan penghimpunan zakat nasional. Pesan ini mengemuka dalam Pengajian Selasa Pagi bertema “Implementasi Zakat Pertanian Berbasis Desa”, yang digelar Pusdiklat dan disiarkan langsung melalui kanal BAZNAS TV, Selasa (25/11/2025). Pimpinan BAZNAS RI, Prof. Ir. M. Nadratuzzaman Hosen, M.S., M.Sc., Ph.D., membuka paparan dengan menekankan bahwa sektor pertanian merupakan “lahan emas” yang selama ini belum digarap optimal dalam konteks zakat. “Indonesia adalah negara agraris. Sebagai amil zakat, kita berharap sektor pertanian menjadi sumber utama peningkatan pengumpulan zakat di BAZNAS Provinsi maupun Kabupaten/Kota,” tegas Prof Nadra. Prof Nadra menguraikan bahwa Indonesia telah lama dikenal sebagai negara dengan kekayaan agraria melimpah—sawah yang luas, kebun yang subur, hingga ragam komoditas pangan yang menjanjikan. Namun, dari perspektif zakat, potensi tersebut masih berada jauh dari kata optimal. “Kita punya sumber daya alam yang luas, tetapi pungutan zakat pertanian belum berjalan sebagaimana mestinya,” ujarnya. Tidak hanya pertanian, sektor peternakan pun dinilai memiliki peluang besar sebagai sumber peningkatan zakat. Industri unggas yang terus berkembang, termasuk kebutuhan pasokan telur dan ayam untuk kebutuhan nasional, menjadi alasan kuat mengapa edukasi zakat harus diperluas ke sektor ini. “Ini peluang besar untuk menyadarkan para pelaku usaha, terutama muslim, agar mereka memahami kewajiban dan manfaat zakat bagi keberlanjutan ekonomi umat,” ujar Prof Nadra. Penegasan serupa juga disampaikan Herlin, SE., M.Si., dari Divisi Kajian dan Pengembangan BAZNAS RI. Berdasarkan data pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) menurut Lapangan Usaha Triwulan I Tahun 2025, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan menjadi penyumbang tertinggi bagi perekonomian nasional. “Ini menandakan bahwa sektor pertanian merupakan tulang punggung ekonomi Indonesia. Dengan peran sebesar ini, zakat pertanian berpotensi menjadi pilar baru penguatan kesejahteraan masyarakat desa,” jelasnya. Melalui forum ini, BAZNAS RI menegaskan komitmennya untuk mendorong implementasi zakat pertanian berbasis desa. Pendekatan ini tidak hanya bertujuan meningkatkan penghimpunan zakat, tetapi sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat desa sebagai pusat produksi pangan nasional. Dengan edukasi yang tepat, penguatan literasi zakat, serta sinergi antara pemerintah daerah, tokoh agama, dan pelaku usaha pertanian, zakat dapat menjadi instrumen ekonomi yang mengangkat harkat hidup petani dan peternak. Pelaksanaan zakat pertanian dinilai bukan hanya kewajiban religi, tetapi juga strategi ekonomi: memperkuat sistem pangan, menekan kemiskinan, dan membangun ketahanan desa dari akar rumput.
BERITA25/11/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
Baznas RI Gandeng Indonesia Re Gelar Khitanan Massal Gratis untuk Anak Keluarga Prasejahtera
Baznas RI Gandeng Indonesia Re Gelar Khitanan Massal Gratis untuk Anak Keluarga Prasejahtera
Jakarta — Suasana haru sekaligus penuh keceriaan terlihat di Gedung Indonesia Re, Jakarta, Sabtu (22/11/2025). Sejak pagi, puluhan anak datang bersama orang tua mereka untuk mengikuti khitanan massal gratis yang digelar oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bekerja sama dengan PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero) atau Indonesia Re. Program ini menjadi angin segar bagi keluarga prasejahtera yang selama ini terbatas dalam mengakses layanan khitan berkualitas, aman, dan sesuai syariat. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, M.A., menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar program sosial, tetapi juga bagian dari ikhtiar membantu keluarga prasejahtera memenuhi kebutuhan dasar kesehatan sekaligus menjalankan kewajiban agama. “Khitan merupakan syariat dalam Islam. Melalui layanan medis profesional dari Rumah Sehat BAZNAS, kami ingin memastikan anak-anak dari keluarga yang kurang mampu bisa menjalani khitan dengan aman, nyaman, dan sesuai tuntunan agama,” tutur Saidah dalam keterangan tertulis, Senin (24/11/2025). Ia juga mengapresiasi dukungan Indonesia Re yang berperan sebagai mitra penyelenggara. “Kami sangat berterima kasih atas komitmen Indonesia Re. Semoga kolaborasi ini terus berkembang dan memberi manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” tambahnya. Dari pihak perusahaan, Direktur Manajemen Risiko Kepatuhan, SDM, dan Corporate Secretary Indonesia Re, Robbi Yanuar Walid, menyebut kegiatan ini sebagai wujud komitmen perusahaan terhadap tanggung jawab sosial. Selain itu, program ini juga menjadi bagian dari rangkaian Hari Ulang Tahun ke-40 Indonesia Re. “Kami ingin memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, khususnya keluarga prasejahtera. Khitan bukan hanya ibadah sunnah, tetapi juga langkah penting bagi kesehatan dan higienitas anak,” ujarnya. Robbi berharap kegiatan ini dapat dilakukan secara lebih luas di masa mendatang. “Kerja sama dengan BAZNAS sangat strategis. Ke depan, kami berharap program seperti ini dapat berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak penerima manfaat,” katanya. Pantauan di lokasi menunjukkan para peserta terlihat antusias. Meski sebagian anak tampak tegang sebelum memasuki ruang tindakan, suasana mencair dengan kehadiran pendampingan orang tua, tim medis yang ramah, hingga hiburan yang disiapkan panitia. Banyak orang tua mengaku merasa terbantu, terutama dengan meningkatnya biaya kesehatan yang sulit dijangkau. Program ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara lembaga zakat dan korporasi dapat memberi solusi bagi persoalan sosial masyarakat—bukan sekadar seremoni, tetapi tindakan yang memberikan perubahan langsung. Khitan bukan hanya prosesi medis, tetapi simbol ikhtiar orang tua dalam mendidik anak secara fitrah, sehat, dan sesuai ajaran Islam. Dengan hadirnya dukungan seperti ini, diharapkan semakin banyak masyarakat prasejahtera mendapatkan akses layanan kesehatan yang layak dan bermartabat.
BERITA22/11/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS RI Dorong Generasi Berilmu dan Berakhlak, Ribuan Penerima Beasiswa Ikuti Pembinaan Nasional
BAZNAS RI Dorong Generasi Berilmu dan Berakhlak, Ribuan Penerima Beasiswa Ikuti Pembinaan Nasional
Yogyakarta – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menegaskan komitmennya membangun generasi unggul yang berilmu, berakhlak, dan visioner melalui program Beasiswa Zakat Indonesia. Pesan ini disampaikan langsung oleh Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Hj. Saidah Sakwan, MA, dalam kegiatan Pembinaan Nasional I penerima beasiswa sesi Yogyakarta, Sabtu (22/11/2025). Program ini merupakan kolaborasi antara BAZNAS RI, Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama RI, dan lembaga zakat di seluruh Indonesia. Program ini dirancang sebagai gerakan kolektif untuk menyiapkan SDM unggul dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045. Acara ini turut dihadiri oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI Prof. Dr. Phil. Kamaruddin Amin, MA; Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag RI Prof. Waryono Abdul Ghafur, M.Ag.; Deputi II BAZNAS RI Dr. H. M. Imdadun Rahmat, M.Si.; Kepala Divisi Pendidikan dan Dakwah BAZNAS RI Farid Septian; serta perwakilan pimpinan lembaga pengelola zakat nasional. Dalam arahannya, Saidah menegaskan bahwa para penerima manfaat beasiswa adalah orang-orang terpilih. “Kalian adalah orang-orang terpilih dari ribuan calon dengan mimpi yang sama. Maka bersyukurlah. Saya bangga dengan kalian,” ujarnya. Menurutnya, perjalanan masa depan harus direncanakan sejak hari ini. Ia mewajibkan para penerima beasiswa mulai menyusun curriculum vitae versi masa depan. “Mulai hari ini, buat CV kalian untuk 10 tahun ke depan. Masa depan itu bukan ditunggu—ditulis, direncanakan, lalu dikejar,” tegasnya. Saidah mengingatkan empat elemen penting untuk membangun kualitas diri: PilarMakna Ilmu Pengetahuan Menguasai bidang secara profesional Hard Skill & Soft Skill Memiliki kemampuan teknis dan kepemimpinan Jaringan (Network) Berteman dengan lingkungan produktif dan inspiratif Attitude / Akhlak Menjadi pribadi beretika dan berkarakter “Secerdas apa pun seseorang, kalau akhlaknya buruk, itu bukan nilai tambah—tapi justru penghalang,” tegas Saidah. Ia menambahkan, mahasiswa harus hadir sebagai bagian dari solusi, bukan pembuat masalah. “Jadilah problem solver, jangan menjadi problem,” katanya. Saidah menutup arahannya dengan pesan spiritual yang menyentuh. “Siapa yang menempuh jalan ilmu, Allah memudahkan jalannya menuju surga. Percayalah, masa depan kalian akan lebih baik karena Allah mengangkat derajat orang-orang yang berilmu.” BAZNAS RI menegaskan bahwa Beasiswa Zakat Indonesia bukan sekadar bantuan pendidikan, melainkan investasi masa depan umat. Program ini ditujukan untuk mencetak generasi yang bukan hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan komitmen terhadap kemaslahatan publik. Dengan pelaksanaan pembinaan berkelanjutan, BAZNAS berharap para penerima manfaat dapat menjadi pemimpin masa depan yang cerdas, bermartabat, dan berakhlak mulia.
BERITA22/11/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Sabet Penghargaan Lembaga Filantropi Terbaik di Ajang MAINSTORY 2025
BAZNAS Sabet Penghargaan Lembaga Filantropi Terbaik di Ajang MAINSTORY 2025
Medan – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) kembali mencatat prestasi membanggakan. Dalam acara Medan Sharia Investor City (MAINSTORY) 2025, BAZNAS berhasil meraih penghargaan sebagai “Lembaga Filantropi Terbaik” berkat kontribusinya dalam mendorong pertumbuhan investor syariah melalui inovasi Zakat dan Sedekah Saham Syariah. Penghargaan tersebut diberikan oleh PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bekerja sama dengan PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). Penghargaan diterima oleh Direktur Pengumpulan Perorangan BAZNAS RI, Fitriansyah Agus Setiawan, mewakili Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan, H. Rizaludin Kurniawan M.Si., CFRM, dalam seremoni di Grand Ballroom JW Marriott Medan, Sumatera Utara, Jumat (21/11/2025). "Alhamdulillah, ini adalah pencapaian yang patut disyukuri. Penghargaan ini menjadi bukti pengakuan publik terhadap kontribusi BAZNAS dalam ekosistem filantropi syariah," kata Fitriansyah. Ia menegaskan penghargaan tersebut bukan hanya simbol prestasi, tetapi juga menjadi dorongan bagi BAZNAS untuk terus meningkatkan profesionalisme dan inovasi dalam pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah. Program Zakat dan Sedekah Saham Syariah dinilai sebagai terobosan yang mampu memperluas literasi sekaligus memberi akses baru bagi masyarakat yang ingin berkontribusi melalui instrumen pasar modal. Program tersebut juga tercatat sebagai yang paling progresif dengan capaian penghimpunan tertinggi dibanding program filantropi serupa dari lembaga lain. Dalam kesempatan yang sama, Fitriansyah juga menyampaikan apresiasi kepada para pihak yang terlibat. "Terima kasih kepada muzaki, donatur, investor syariah, dan seluruh mitra strategis. Tanpa dukungan mereka, capaian ini tidak mungkin terwujud," ujarnya. Acara MAINSTORY 2025 dibuka oleh Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution. Dalam sambutannya, Bobby menegaskan pentingnya sinergi antara industri pasar modal dan sektor riil sebagai bagian dari upaya memperkuat ekonomi syariah nasional. Prestasi ini menambah deretan penghargaan yang sebelumnya diraih BAZNAS sebagai lembaga filantropi terbaik di berbagai ajang nasional. Dengan capaian tersebut, BAZNAS menegaskan komitmennya untuk menghadirkan tata kelola zakat yang amanah, modern, dan berdampak luas bagi mustahik di seluruh Indonesia.
BERITA21/11/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
Bangkit dari Minus, Petani Perantau di Minahasa Ini Dapat Bantuan dari BAZNAS
Bangkit dari Minus, Petani Perantau di Minahasa Ini Dapat Bantuan dari BAZNAS
Minahasa — Kisah perjuangan seorang perantau asal Jember, Jawa Timur bernama Mulyadi, menarik perhatian publik. Setelah mengalami kegagalan usaha pertanian cabai di Bogor dengan kerugian mencapai lebih dari Rp 200 juta, ia memilih memulai hidup baru di Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara. “Waktu itu usaha cabai gagal total. Habis-habisan. Jadi kami memutuskan pindah. Tapi kami datang ke sini bukan dari nol, tapi dari minus,” kata Mulyadi saat ditemui di Kantor BAZNAS Kabupaten Minahasa, Selasa (21/11/2025). Mulyadi bersama istrinya tiba di Desa Kembuan beberapa bulan setelah Lebaran tahun lalu. Ia mengaku mendapat dukungan dari pemerintah desa, mulai dari fasilitas tempat tinggal hingga akses bekerja sebagai pengelola lahan pertanian. Selama belum punya penghasilan, ia menerima uang makan Rp 1,5 juta per bulan melalui sistem kasbon. “Bukan gaji. Hanya untuk makan selama belum panen,” jelasnya. Kini, Mulyadi mulai menangani lahan seluas 1,5 hektare yang ditanami jagung dan berbagai sayuran. Hasil panen dikelola dengan sistem setoran dan pembagian bersama pemerintah desa. Hal yang paling menonjol dari Mulyadi adalah sifatnya yang sangat menjaga amanah. Istrinya ikut menambahkan bahwa bahkan selisih uang kecil tetap dikembalikan ke pihak pengelola. “Seribu rupiah saja kalau bukan hak kami, tetap dikembalikan,” katanya. Kejujuran ini membuat pemerintah desa maupun pihak lain mulai mempercayainya untuk mengelola program pertanian yang lebih besar. Kunjungan Mulyadi ke Kantor BAZNAS Minahasa merupakan bagian dari pendataan calon penerima program pemberdayaan ekonomi umat. Setelah diverifikasi, ia menerima bantuan beras 5 kilogram sebagai bentuk dukungan sementara. Pihak BAZNAS menyampaikan bahwa bantuan ini bukan sekadar kegiatan sosial, tetapi juga bagian dari upaya menyiapkan pendampingan ekonomi berbasis data dan kejujuran mustahik. “Kami ingin memastikan bantuan zakat sampai kepada orang yang tepat, yang mau berubah dan bertanggung jawab,” ujar salah satu perwakilan BAZNAS Minahasa. Saat ditanya bagaimana ia memandang hidup di Minahasa dibanding daerah sebelumnya, Mulyadi menjawab singkat: “Di sini lebih tenang, lebih tentram. Dan kami bisa mulai lagi.” Meski belum seluruhnya pulih, ia mengaku bersyukur karena sedikit demi sedikit kehidupannya mulai membaik. “Cukup atau tidak cukup, yang penting usaha dan amanah. Alhamdulillah,” tutupnya. BAZNAS Minahasa terus memperkuat validasi data mustahik dan transparansi penyaluran zakat, dengan fokus pada: - - Bantuan dasar bagi warga rentan - - Pendampingan ekonomi produktif - - Pendidikan karakter: amanah, kerja keras, dan kemandirian Program ini diharapkan menjadi model pemberdayaan masyarakat yang tidak hanya memberikan bantuan sesaat, tetapi juga membuka jalan menuju kemandirian.
BERITA21/11/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
“Hasan Rifai: Penjaga Kebun, Penjaga Harapan di Tengah Sunyi”
“Hasan Rifai: Penjaga Kebun, Penjaga Harapan di Tengah Sunyi”
BAZNAS Minahasa TV – Liputan Khusus Tim BAZNAS Kabupaten Minahasa kembali melakukan kunjungan lapangan untuk menyalurkan beras amanah para muzaki, munfiq, dan muhsinin. Salah satu penerima manfaat kali ini adalah Hasan Rifai, seorang petani gula aren yang telah puluhan tahun mengabdikan hidupnya di tengah kebun, jauh dari keramaian, namun dekat dengan semangat pantang menyerah. Kunjungan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya BAZNAS dalam mendokumentasikan kisah-kisah inspiratif masyarakat, sebagai edukasi dan motivasi bagi publik melalui program Podcast BAZNAS Minahasa. Di balik hutan aren dan jalan setapak, Hasan Rifai telah 24 tahun tinggal seorang diri. Di rumah sederhana di antara pepohonan tinggi, ia menjalani keseharian yang bagi banyak orang mungkin tampak berat, namun baginya adalah bagian dari perjuangan hidup yang harus dijalani dengan sabar dan ikhlas. “Biar malam, biar gelap, saya sudah biasa lewat sini,” ucap Hasan saat ditemui tim BAZNAS. “Kalau pulang arisan tengah malam pun, saya tetap jalan saja.” Ketenangan pria ini memberi pelajaran penting: keteguhan sering tumbuh dari kebiasaan bertahan, bukan dari keadaan yang mudah. Sebagai petani gula aren, Hasan mengandalkan pohon aren yang ia jaga dan panen setiap hari. Ia menjelaskan bahwa dalam kondisi baik, satu pohon bisa menghasilkan lima batu gula dalam sehari. Selain gula aren, ia juga menanam jagung manis dan rica di lahan yang ia jaga. Ia tidak menerima gaji bulanan, tidak memiliki penghasilan tetap, namun tetap melakoni pekerjaannya dengan penuh amanah. “Yang penting jaga baik-baik kebun ini,” demikian pesan pemilik lahan kepadanya. Dan amanah itu dijalankan Hasan dengan sepenuh hati. Dalam podcast bersama tim BAZNAS, Hasan menceritakan pengalaman ketika pernah didatangi tiga orang mabuk yang mengancam membakar rumahnya jika ia tidak memberikan anjing peliharaannya. Alih-alih lari, Hasan menghadapi mereka dengan tenang. “Takut apa? Yang cabut nyawa bukan manusia. Yang di atas yang tentukan.” Pernyataan singkat itu mengajarkan kembali nilai tauhid, keberanian, dan kepercayaan penuh kepada takdir Allah. Menariknya, keesokan harinya para pelaku justru datang meminta maaf. Meski istrinya sedang berada di Gorontalo selama dua bulan terakhir, Hasan tetap tinggal di kebun tanpa merasa takut atau terasing. “Selama tinggal di sini, tidak ada gangguan. Hantu? Tidak ada. Yang ada hidup yang harus dikerjakan,” ujarnya dengan senyum tipis. Ketenangan ini menjadi pesan bagi kita semua bahwa rasa aman sejati berasal dari hati yang berserah, bukan dari ramainya lingkungan. Pada kunjungan tersebut, BAZNAS Minahasa menyerahkan bantuan beras dan uang seadanya sebagai wujud kepedulian dan amanah dari para donatur. Bantuan ini bukan sekadar bentuk kepedulian sosial, namun juga penghormatan bagi perjuangan sunyi yang dilakukan para petani seperti Hasan Rifai. Waka IV BAZNAS Minahasa melalui tim lapangan menyampaikan bahwa setiap zakat, infak, dan sedekah dari masyarakat akan terus disalurkan kepada mereka yang berhak—termasuk para pekerja sunyi yang menjadi tulang punggung pangan lokal. Kisah Hasan Rifai bukan sekadar cerita tentang seorang petani. Ini adalah cermin kehidupan:bahwa keteguhan, amanah, dan kerja keras diam-diam telah menjaga banyak hal di sekitar kita. BAZNAS Minahasa berharap kisah ini dapat menjadi edukasi bagi masyarakat, bahwa penerima manfaat bukan hanya mereka yang berada di kota atau terlihat di permukaan. Ada banyak sosok di balik layar, yang hidup dengan perjuangan yang tidak pernah disiarkan, tetapi patut dihargai. Karena pada akhirnya, orang hebat tidak selalu berdiri di panggung—kadang mereka sedang menyalakan tungku gula aren di tengah gelap malam.
BERITA21/11/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS RI Lanjutkan Evakuasi dan Buka Dapur Umum untuk Penyintas Longsor Banjarnegara
BAZNAS RI Lanjutkan Evakuasi dan Buka Dapur Umum untuk Penyintas Longsor Banjarnegara
Banjarnegara – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI terus melanjutkan operasi evakuasi serta layanan dapur umum untuk penanganan darurat bencana tanah longsor yang terjadi di Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Melalui unit BAZNAS Tanggap Bencana (BTB), sebanyak 750 porsi makanan disiapkan setiap hari di dapur umum Desa Beji, Kecamatan Pandanarum. Layanan ini ditujukan untuk memastikan kebutuhan pangan para penyintas dan relawan di lapangan tetap terpenuhi. Selain itu, dapur air juga disiagakan di Gedung IPHI Pos Pengungsian Pring Amba, dengan penyediaan 150 paket air bersih per hari. Sementara titik layanan lainnya berada di Pos Dusun Temon. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, MA, menyampaikan duka mendalam atas bencana longsor yang kembali menimpa sejumlah wilayah di Jawa Tengah. Ia menegaskan bahwa BAZNAS berkomitmen untuk terus berada di garis depan membantu warga terdampak. “Longsor yang terjadi di beberapa wilayah Jawa Tengah, termasuk Banjarnegara, meninggalkan dampak besar bagi masyarakat. Karena itu, BAZNAS bergerak cepat mendukung pencarian korban dan memastikan kebutuhan dasar para penyintas terpenuhi,” ujar Saidah dalam keterangan tertulis, Kamis (20/11/2025). Saidah menjelaskan, longsor di Pandanarum dipicu hujan lebat beberapa hari terakhir yang menyebabkan tebing runtuh dan menimpa area perkebunan, persawahan, hingga permukiman warga. “Tim BTB sudah berada di lokasi sejak laporan diterima. Operasi SAR dimulai dari Posko Induk Pandanarum dengan fokus pencarian pada sektor paling terdampak. BAZNAS bekerja bersama BNPB, relawan, dan pemerintah daerah,” jelasnya. Dalam situasi darurat seperti ini, akses pangan dan air bersih menjadi tantangan terbesar warga. Saidah mengatakan dapur umum BAZNAS dapat menyiapkan sekitar 750 porsi makanan setiap hari, sementara dua titik dapur air menyediakan 150 paket air bersih untuk konsumsi para penyintas. “Banyak warga kehilangan akses pangan setelah permukiman mereka tertimbun material longsor. Karena itu, layanan dapur umum dan dapur air menjadi bagian penting dari penanganan darurat,” ujarnya. Saidah menegaskan, komitmen BAZNAS tidak berhenti pada fase tanggap darurat. Setelah proses evakuasi dan pencarian selesai, BAZNAS akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk mendukung proses pemulihan warga terdampak. “BAZNAS akan tetap bersama masyarakat. Amanah zakat harus benar-benar menjadi penolong dalam situasi apa pun. Kami akan tetap berada di lapangan selama diperlukan,” tegasnya. Saat ini, tim BTB masih melakukan asesmen, pendistribusian bantuan, serta pemantauan potensi longsor susulan demi keamanan petugas dan penyintas. Di akhir pernyataannya, Saidah mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan mengingat kondisi cuaca yang masih tidak stabil. Ia juga mengajak masyarakat memberikan dukungan bagi penyintas longsor Banjarnegara melalui kanal donasi resmi BAZNAS. “Gotong royong masyarakat Indonesia menjadi kekuatan besar untuk membantu saudara-saudara kita yang sedang menghadapi ujian ini,” ujarnya.
BERITA20/11/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
Rumah Sehat BAZNAS Latih Teman Disabilitas Kuasai Pertolongan Pertama di Bantul
Rumah Sehat BAZNAS Latih Teman Disabilitas Kuasai Pertolongan Pertama di Bantul
Bantul – Rumah Sehat BAZNAS (RSB) Yogyakarta menggandeng Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bantul untuk memberikan edukasi sekaligus praktik pertolongan pertama dasar bagi teman disabilitas di Panti Asuhan Bina Siwi, Bantul. Kegiatan berlangsung pada Rabu (19/11/2025). Program tersebut bertujuan membekali penyandang disabilitas dengan keterampilan dasar dalam menangani kondisi gawat darurat sebelum bantuan medis tiba. Selain pelatihan, BAZNAS juga menyalurkan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) guna mendukung pemenuhan gizi peserta. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, menegaskan pentingnya pelatihan pertolongan pertama yang inklusif bagi kelompok disabilitas. “Pertolongan pertama sangat penting dipahami oleh masyarakat umum, apalagi bagi teman disabilitas. Karena itu pendekatan praktik langsung seperti ini menjadi sangat krusial,” ujar Saidah dalam keterangan tertulisnya, Kamis (20/11/2025). Saidah menilai kelompok disabilitas sering menghadapi berbagai keterbatasan, sehingga keterampilan pertolongan pertama dapat membantu mereka lebih siap dalam kondisi darurat sehari-hari. “Kegiatan ini bukan hanya mengajarkan keterampilan praktis, tetapi juga menumbuhkan rasa percaya diri dan kemandirian bagi anak-anak berkebutuhan khusus,” lanjutnya. Ia menyebut program Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) Inklusif milik RSB Yogyakarta sebagai inisiatif inspiratif yang perlu diperluas cakupannya. “Dengan dukungan BAZNAS RI, kami berharap program ini dapat terus berjalan sehingga lebih banyak penyandang disabilitas yang memiliki kemampuan merespons keadaan darurat—baik untuk diri sendiri maupun orang lain,” ungkap Saidah. Rangkaian kegiatan dimulai dengan pemeriksaan kesehatan, kemudian dilanjutkan sesi edukasi pertolongan pertama dasar oleh tim PMI Bantul. Para peserta disabilitas juga diajak praktik langsung menghadapi beberapa skenario darurat seperti penurunan kesadaran, pendarahan, patah tulang, hingga tersedak. Jika ingin versi lebih pendek, lebih formal, atau lebih dramatis untuk headline media, saya bisa buatkan juga.
BERITA20/11/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
LSP BAZNAS Raih Penghargaan BNSP, Perkuat Profesionalisme Amil Zakat Nasional
LSP BAZNAS Raih Penghargaan BNSP, Perkuat Profesionalisme Amil Zakat Nasional
Jakarta – Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) kembali mencatat pencapaian penting di tingkat nasional. Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) menganugerahkan penghargaan kepada LSP BAZNAS atas konsistensinya menerapkan Sistem Manajemen Mutu, terutama dalam pemeliharaan kompetensi serta pemantauan kinerja asesor kompetensi. Penghargaan ini menegaskan posisi BAZNAS sebagai lembaga yang serius membangun standardisasi profesional amil zakat di Indonesia. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, menyambut penghargaan tersebut sebagai tonggak penting dalam upaya memperkuat kualitas sumber daya manusia pengelola zakat. “Penghargaan ini adalah bukti bahwa BAZNAS terus berupaya meningkatkan kompetensi amil di seluruh Indonesia. SDM yang kompeten merupakan fondasi utama bagi pengelolaan zakat yang amanah, kredibel, dan berdampak,” ujar Kiai Noor dalam keterangan tertulis, Rabu (19/11/2025). Menurut Kiai Noor, sertifikasi kompetensi bukan sekadar proses administratif, melainkan kebutuhan strategis untuk memastikan tata kelola zakat nasional bergerak menuju standar yang setara dan dapat dipertanggungjawabkan. “Kami memastikan setiap amil memiliki standar kompetensi yang sama, terukur, dan diakui secara nasional. Hal ini penting untuk membangun kepercayaan publik terhadap lembaga zakat,” ujarnya. Ke depan, BAZNAS berkomitmen memperluas akses sertifikasi melalui pendekatan digital dan asesmen berbasis teknologi. Langkah ini diharapkan menjadi jembatan bagi amil di daerah terpencil agar memperoleh kesempatan peningkatan kompetensi yang sama. “Dengan inovasi digital, sertifikasi dapat dijangkau oleh lebih banyak amil, termasuk di wilayah yang sulit diakses. Tujuannya agar profesionalisme amil tersebar merata di seluruh Indonesia,” kata Kiai Noor. Dalam beberapa tahun terakhir, BAZNAS intens memperkuat ekosistem kompetensi zakat melalui pelatihan berkelanjutan, standardisasi nasional, serta penerapan sistem mutu yang ketat. Penghargaan dari BNSP disebut menjadi legitimasi sekaligus dorongan bagi BAZNAS untuk mempercepat peningkatan kualitas pengelolaan zakat — mulai dari proses penghimpunan, pendistribusian, hingga pendayagunaan. Dengan semakin profesionalnya amil zakat, BAZNAS berharap tata kelola zakat nasional dapat bergerak lebih efektif, transparan, serta menghasilkan dampak sosial jangka panjang bagi masyarakat.
BERITA19/11/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
Guru dan Siswa MTs Plus Tarbiyah Tondano Sambut Juara OMI dengan Iringan Sholawat Nabi di Masjid Agung Al-Falah
Guru dan Siswa MTs Plus Tarbiyah Tondano Sambut Juara OMI dengan Iringan Sholawat Nabi di Masjid Agung Al-Falah
Minahasa – Suasana haru dan penuh kebanggaan terasa di Masjid Agung Al-Falah Kiay Modjo, Senin (17/11/2025). Guru dan siswa MTs Plus Tarbiyah Tondano menyambut kedatangan Raihana Putri Khalifah Jusuf, pemenang Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) tingkat Nasional, dengan iringan (Ireng) Sholawat Nabi Muhammad sebagai bentuk rasa syukur atas prestasi gemilang yang diraihnya. Kedatangan Raihana disambut langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Minahasa, Pdt. Dolie Tangian, S.Th., M.Pd., bersama jajaran Kemenag Minahasa. Suasana penyambutan berlangsung hangat dengan kehadiran keluarga, guru-guru, serta rekan-rekan madrasah yang turut merayakan keberhasilan tersebut. Dalam sambutannya, Pdt. Dolie Tangian menyampaikan apresiasi mendalam dan kebanggaan atas pencapaian Raihana yang dinilai telah mengharumkan nama madrasah, Kabupaten Minahasa, bahkan Provinsi Sulawesi Utara di kancah nasional. “Prestasi Raihana adalah kebanggaan kita bersama. Ia bukan hanya membawa nama Madrasah, tetapi juga Minahasa dan Sulawesi Utara hingga tingkat Nasional,” ujar Kepala Kantor. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada orang tua Raihana, para guru, dan Kepala Madrasah yang telah memberikan bimbingan, motivasi, dan doa sehingga Raihana mampu mencapai juara di ajang OMI. “Semoga prestasi ini menjadi inspirasi bagi siswa-siswi lain. Kita berharap akan lahir ‘Raihana-Raihana baru’ yang terus berprestasi dan berani bersaing di berbagai kompetisi hingga tingkat Nasional,” lanjutnya. Acara penyambutan ditutup dengan doa dan ungkapan syukur bersama. Jajaran Kemenag Minahasa menegaskan bahwa raihan prestasi Raihana menjadi bukti nyata bahwa kerja keras, bimbingan yang tepat, serta dukungan keluarga dan lingkungan madrasah dapat melahirkan generasi berprestasi yang membanggakan daerah.
BERITA17/11/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Minahasa.

Lihat Daftar Rekening →