Berita Terbaru
Operasi Senyap Tengah Malam: Kadis Damkar Minahasa Pimpin Evakuasi Sarang Lebah Berbahaya di Tonsea Lama
TONSEA LAMA ,13/2/2026 – Keheningan malam di lahan kebun kolaborasi Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Minahasa (BAZNAS) Minahasa mendadak berubah menjadi situasi siaga. Sebuah sarang lebah ditemukan menempel tepat di pintu belakang rumah kebun—lokasi yang setiap hari dilalui para petani.
Sarang itu memang terlihat kecil. Namun justru di situlah bahayanya. Koloni lebah yang agresif sebelumnya telah memakan korban. Seorang petani tersengat saat melakukan aktivitas dikebun. Insiden itu menjadi alarm keras bagi kelompok tani.
Laporan disertai bukti foto segera dikirimkan kepada Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Minahasa. Tanpa menunggu pagi, tanpa menunda waktu, tim rescue langsung bergerak pada malam hari.
Dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Minahasa, Drs. Melky Luvy Rumate, M.Si, tim tiba di lokasi dengan perlengkapan lengkap. Helm, sarung tangan, hingga pakaian pelindung dikenakan rapat. Dengungan lebah terdengar jelas di bawah cahaya lampu penerangan seadanya.
“Meski sarangnya kecil, jenis lebah seperti ini sangat berbahaya. Apalagi posisinya tepat di akses keluar-masuk rumah kebun. Ini bisa memicu serangan massal,” tegas Melky di lokasi.
Bersama anggota timnya, termasuk Lutfi, Kadis bahkan turut langsung dalam proses evakuasi. Dengan teknik khusus dan gerakan terukur, sarang lebah perlahan dijinakkan. Situasi sempat menegang ketika sebagian lebah beterbangan liar, namun ketenangan tim rescue menjadi kunci.
Hanya dalam waktu singkat, sarang berhasil dilepaskan dan dimasukkan ke dalam karung pengaman. Tidak ada korban tambahan. Rumah kebun kembali aman.
Wakil Ketua IV Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Minahasa yang mendampingi kelompok tani menyaksikan langsung proses tersebut. Ia menyampaikan apresiasi tinggi atas kesigapan Damkar.
“Kami sangat berterima kasih. Respons cepat ini bukan hanya menyelamatkan aktivitas kebun, tetapi juga melindungi keselamatan para petani. Ini bukti bahwa negara hadir hingga ke kebun-kebun rakyat,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa keselamatan adalah prioritas dalam setiap program pemberdayaan.
“Kebun ini adalah simbol kolaborasi dan harapan. Tapi keselamatan jiwa tetap yang utama. Jika ada potensi bahaya, jangan ditangani sendiri. Segera hubungi pihak berwenang,” pesannya secara edukatif.
Eko Harjo, Ketua Kelompok tani binaan Baznas Minahasa mengatakan sebelumnya Salah satu Petani menjadi korban sengatan, tak mampu menyembunyikan rasa syukurnya.
“Kami takut kalau lebahnya makin banyak. Terima kasih kepada Pak Kadis dan tim yang datang malam-malam. Kami sekarang merasa aman kembali,” katanya.
Dalam pernyataan Kadis Damkar Minahasa menegaskan bahwa tugas pemadam kebakaran bukan hanya memadamkan api.
“Kami siap 1x24 jam di posko. Penanganan sarang lebah, hewan liar, hingga kondisi darurat lainnya adalah bagian dari tugas penyelamatan. Jangan ambil risiko. Hubungi tim rescue Damkar Kabupaten Minahasa,” tegas Melky.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mencoba membakar atau menyiram sarang lebah sendiri karena dapat memicu serangan berbahaya.
BERITA13/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Malam Jumat Penuh Keberkahan, UPZ Masjid Al Hijrah Renegetan Salurkan 45 Paket Sembako Jelang Ramadan
Minahasa, 12/2/2026 – Suasana Masjid Al Hijrah Renegetan pada malam Jumat selepas Magrib terasa lebih khidmat dari biasanya. Lantunan Q.S. Yasin menggema, doa-doa dipanjatkan dengan penuh harap, dan jamaah berkumpul dalam nuansa kebersamaan. Malam itu bukan sekadar rutinitas ibadah, tetapi momentum syiar dan penguatan gerakan zakat berbasis masjid menjelang Ramadan 1447 Hijriah.
Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Masjid Al Hijrah menyalurkan 45 paket sembako kepada para mustahiq di tiga masjid, yakni:
Masjid Al Hijrah: 31 paket
Masjid Nurul Yaqin: 7 paket
Masjid Al Haq: 7 paket
Kegiatan diawali dengan pembacaan Q.S. Yasin, tahlilan, dan doa bersama sebagai ikhtiar spiritual memohon keberkahan atas amanah zakat, infak, dan sedekah yang dititipkan para donatur.
Rangkaian kegiatan dipimpin oleh Ketua BTM Al Hijrah, Bapak Ibrahim Hamid, bersama Imam Masjid Al Hijrah, Bapak Kiki Palamani, sehingga suasana berlangsung penuh kekhusyukan dan rasa kekeluargaan.
Turut hadir Ketua BTM Al Haq dan Wakil Imam Masjid Al Haq, Majelis Taklim dari keimaman Masjid Nurul Yaqin dan Masjid Al Haq, serta Pimpinan Yayasan Nurul Yaqin, Ibu Hj. Maya Naya. Kehadiran lintas jamaah ini memperlihatkan kuatnya ukhuwah dan sinergi antar masjid dalam menghidupkan fungsi sosial keumatan.
Penyaluran bantuan ini menjadi bukti nyata bahwa UPZ bukan sekadar struktur organisasi, melainkan motor penggerak kepedulian umat di tingkat masjid.
Ketua UPZ Masjid Al Hijrah menegaskan bahwa seluruh bantuan yang disalurkan merupakan amanah yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab.
“UPZ hadir sebagai jembatan kepercayaan antara muzakki dan mustahiq. Setiap rupiah zakat, infak, dan sedekah yang dititipkan kepada kami wajib disalurkan secara tepat sasaran dan transparan. Inilah bentuk tanggung jawab kami kepada umat,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa menjelang Ramadan, kebutuhan masyarakat meningkat, sehingga peran UPZ semakin strategis.
“Ramadan adalah momentum kebangkitan zakat. Jika dikelola melalui UPZ berbasis masjid secara amanah dan profesional, dampaknya akan langsung dirasakan oleh masyarakat sekitar,” tambahnya.
Kegiatan malam Jumat ini juga menjadi ruang edukasi bagi jamaah tentang pentingnya menyalurkan zakat melalui lembaga resmi seperti UPZ yang terkoordinasi dengan BAZNAS.
Beberapa keunggulan zakat melalui UPZ antara lain:
Pendataan mustahiq berbasis lingkungan sekitar
Penyaluran lebih cepat dan tepat sasaran
Transparansi yang dapat dipantau jamaah
Terkoordinasi secara sistematis dengan BAZNAS
Waka IV BAZNAS Kabupaten Minahasa Sahlan Kokalo memberikan apresiasi atas konsistensi UPZ Al Hijrah dalam menghidupkan gerakan zakat berbasis masjid.
“Ini adalah contoh nyata masjid yang hidup. UPZ merupakan perpanjangan tangan BAZNAS di tingkat masjid. Ketika UPZ aktif dan amanah, maka kepercayaan umat akan tumbuh dan kekuatan zakat semakin besar,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan seperti ini terus istiqamah dan menjadi inspirasi bagi masjid-masjid lain di Minahasa, terutama menjelang Ramadan.
Ketua BTM Masjid Al Hijrah, Ibrahim Hamid, menyampaikan terima kasih kepada para donatur yang telah mempercayakan penyaluran bantuan melalui UPZ.
“Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para donatur. Semoga setiap harta yang disalurkan menjadi amal jariyah, dilipatgandakan pahalanya oleh Allah SWT, dan membawa keberkahan bagi keluarga serta usaha para donatur,” ujarnya.
Di ambang Ramadan, kegiatan malam Jumat di Masjid Al Hijrah Renegetan ini menegaskan bahwa syiar Islam bukan hanya pada lantunan ayat dan doa, tetapi juga pada aksi nyata membantu sesama.
Karena ketika masjid hidup dengan ibadah dan zakat, maka umat akan kuat dengan kepedulian dan kebersamaan.
BERITA12/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Viral Jadi Kernet Delman Demi Bantu Orang Tua, Habibi Dapat Bantuan Rp5 Juta dari BAZNAS
Bekasi – Kisah Khoirul Ahmad Habibi (11), bocah yang viral karena menjadi kernet delman demi membantu perekonomian keluarga, mengundang perhatian banyak pihak. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bekasi bersama BAZNAS RI pun turun langsung mengunjungi kediamannya di Desa Sriamur, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi.
Kunjungan sosial tersebut diwakili Wakil Ketua III BAZNAS Kabupaten Bekasi, H. Abdul Aziz HN, S.T., bersama staf pelaksana. Mereka datang membawa bantuan sekaligus memberikan dukungan moral agar Habibi tetap semangat mengejar pendidikan.
Habibi tinggal bersama keluarganya di rumah kontrakan sederhana. Sang ayah, Asep Rusliadi, bekerja sebagai buruh serabutan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dalam kondisi ekonomi yang terbatas, Habibi memilih ikut membantu dengan menjadi kernet delman—namun hanya di akhir pekan.
“Jadi kernet delmannya cuma di hari Sabtu dan Minggu pas libur sekolah. Cita-cita aku ingin menjadi tentara atau pemain sepak bola,” ujar Habibi polos.
Di balik aktivitasnya membantu orang tua, semangat belajar Habibi tak surut. Setiap hari ia berjalan sekitar tiga kilometer menuju SDN Srimukti 02.
Menurut gurunya, Habibi dikenal sebagai anak yang rajin dan disiplin.
“Ya, Habibi anak yang rajin. Dia sering datang lebih awal, bahkan sudah berada di sekolah sekitar pukul 09.00, sementara jam pelajaran dimulai pukul 11.00,” kata gurunya.
Kedisiplinan dan ketekunan Habibi menjadi potret bahwa keterbatasan ekonomi bukan penghalang untuk tetap berprestasi dan bermimpi besar.
Dalam kunjungan tersebut, BAZNAS Kabupaten Bekasi menyerahkan bantuan senilai total Rp5 juta. Bantuan itu mencakup biaya pendidikan untuk Habibi dan adiknya, bantuan kesehatan untuk sang adik, biaya hidup untuk membantu pembayaran kontrakan selama tiga bulan, serta paket sembako.
Wakil Ketua III BAZNAS Kabupaten Bekasi, H. Abdul Aziz HN, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap anak-anak yang tetap berjuang membantu keluarga tanpa meninggalkan pendidikan.
“Alhamdulillah, hari ini kami dari BAZNAS Kabupaten Bekasi bersama BAZNAS RI bersilaturahmi ke kediaman Habibi dan orang tuanya. Di usia yang masih sangat belia, Habibi menunjukkan semangat luar biasa dengan membantu orang tuanya tanpa melupakan sekolah,” ujarnya.
Ia berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban keluarga sekaligus menjadi penyemangat bagi Habibi untuk terus menempuh pendidikan.
“Kami memberikan bantuan berupa perlengkapan sekolah dan dana sebesar lima juta rupiah yang akan digunakan untuk membayar kontrakan selama tiga bulan, biaya pendidikan, serta kebutuhan lainnya. Semoga bantuan ini memberi manfaat dan menjadi penyemangat bagi Habibi untuk meraih cita-citanya,” tambahnya.
Kisah Habibi menjadi pengingat bahwa banyak anak di luar sana yang harus membantu orang tua di tengah keterbatasan ekonomi. Namun, pendidikan tetap menjadi prioritas utama.
BAZNAS menegaskan komitmennya untuk hadir membantu keluarga prasejahtera agar anak-anak tetap bisa bersekolah dan memiliki masa depan yang lebih baik.
Kunjungan ini bukan sekadar penyaluran bantuan, tetapi juga pesan kuat bahwa kerja keras anak-anak seperti Habibi tidak boleh dibiarkan berjalan sendiri. Dukungan sosial, zakat, dan kepedulian bersama menjadi jembatan agar mimpi-mimpi mereka tetap menyala.
Di tengah hiruk pikuk kehidupan kota, kisah Habibi mengajarkan satu hal: semangat dan ketulusan seorang anak bisa menggerakkan banyak hati untuk peduli.
BERITA12/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
KSrelief dan BAZNAS Salurkan 7.000 Paket Pangan Ramadan Senilai Rp6,4 Miliar
Jakarta – Pusat Bantuan Kemanusiaan dan Pertolongan Raja Salman (KSrelief) bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menyalurkan 7.000 paket pangan Ramadan senilai Rp6,4 miliar bagi masyarakat prasejahtera di empat provinsi. Program ini ditujukan untuk membantu pemenuhan kebutuhan pangan keluarga selama bulan suci Ramadan.
Penyaluran dilakukan di Provinsi Banten sebanyak 1.125 paket, DKI Jakarta 3.000 paket, Jawa Barat 1.375 paket, dan Jawa Tengah 1.500 paket. Sasaran bantuan meliputi kelompok fisabilillah, fakir miskin, serta korban bencana yang membutuhkan dukungan pangan menjelang dan selama Ramadan.
Setiap paket berisi bahan kebutuhan pokok, antara lain beras, minyak goreng, mi instan, sarden, kecap manis, saus, garam, dan gula.
Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Kamis (12/2/2026). Bantuan diserahkan oleh Perwakilan KSrelief Abdul Karim Al Yusuf, didampingi Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Faisal Abdullah Al-Amudi, dan diterima langsung oleh Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, M.A.
Ketua BAZNAS RI Noor Achmad menyampaikan apresiasi atas konsistensi dukungan KSrelief kepada masyarakat Indonesia melalui BAZNAS. Menurut dia, bantuan pangan Ramadan tersebut selalu dinantikan masyarakat setiap tahun.
“Kita untuk kesekian kalinya kembali mendapatkan bantuan dari KSrelief. Alhamdulillah, bantuan ini memang sangat ditunggu oleh masyarakat Indonesia,” kata Noor Achmad.
Ia menjelaskan, program paket pangan Ramadan dari KSrelief telah berlangsung sejak 2022 hingga 2026. Bantuan serupa juga disalurkan ke berbagai negara, namun nilai bantuan untuk Indonesia pada tahun ini tergolong besar.
Noor menilai, program ini menjadi salah satu bantuan pangan keluarga terbesar yang disalurkan melalui BAZNAS. Ia berharap paket tersebut dapat membantu mencukupi kebutuhan makan keluarga penerima selama Ramadan.
“Bantuan ini kami salurkan kepada mereka yang benar-benar membutuhkan—yang kondisi rumahnya belum layak, ekonominya lemah, dan kehidupan keluarganya dalam keadaan kurang baik. Ketika mereka menerima bantuan ini, kebahagiaan yang dirasakan sungguh luar biasa,” ujarnya.
Perwakilan KSrelief Abdul Karim Al Yusuf mengatakan lembaganya telah menyalurkan bantuan kemanusiaan ke lebih dari 70 negara di dunia. Khusus untuk Indonesia tahun ini, nilai bantuan mencapai Rp6,4 miliar.
“Secara khusus untuk Indonesia, pada tahun ini bantuan yang diberikan senilai Rp6,4 miliar,” ujarnya.
Sementara itu, Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Faisal Abdullah Al-Amudi menyampaikan apresiasi kepada KSrelief, BAZNAS, serta seluruh pihak yang memfasilitasi penyaluran bantuan.
Ia menegaskan, program tersebut mencerminkan eratnya hubungan antara Pemerintah Kerajaan Arab Saudi dan Pemerintah Republik Indonesia, sekaligus komitmen Arab Saudi dalam menyalurkan bantuan kemanusiaan, terutama menjelang Ramadan.
“Kerajaan Arab Saudi senantiasa memberikan perhatian dan terus menyalurkan bantuan kepada mereka yang membutuhkan, khususnya umat Islam. Tradisi ini telah dimulai sejak masa Raja Abdul Aziz hingga Raja Salman bin Abdul Aziz Al Saud,” kata Faisal.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah pimpinan BAZNAS RI, antara lain Pimpinan Bidang Pengumpulan Rizaludin Kurniawan, Pimpinan Bidang Koordinasi Nasional Achmad Sudrajat, Pimpinan Bidang Perencanaan, Kajian, dan Pengembangan Zainulbahar Noor, Deputi I Bidang Pengumpulan Mohamad Arifin Purwakananta, serta perwakilan Direktorat Timur Tengah Kementerian Luar Negeri RI.
Penyaluran 7.000 paket pangan ini menambah daftar kolaborasi kemanusiaan antara Indonesia dan Arab Saudi, sekaligus memperkuat peran lembaga filantropi dalam menjaga ketahanan pangan masyarakat rentan menjelang Ramadan.
BERITA12/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS RI–Dubes RI di Mesir Lepas 5 Mobile Clinic ke Gaza, Bantuan Tempo Scan Siap Layani Warga Palestina di Zona Krisis
Kairo – Komitmen kemanusiaan Indonesia untuk Palestina kembali ditegaskan. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Duta Besar Republik Indonesia untuk Mesir, Kuncoro Giri Waseso, secara resmi menyerahkan lima unit Mobile Clinic bantuan dari Tempo Scan di Kairo, Mesir, Selasa (10/2/2026).
Bantuan ini diproyeksikan menjadi garda depan layanan kesehatan darurat bagi masyarakat Palestina, khususnya di Gaza, yang hingga kini masih menghadapi krisis kemanusiaan berkepanjangan akibat konflik.
Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menegaskan, keberadaan lima unit Mobile Clinic tersebut sangat strategis karena mampu menjangkau wilayah yang sulit diakses fasilitas kesehatan permanen.
“Tempo Scan ini sudah sering memberikan bantuan untuk masyarakat Palestina, baik pangan maupun kemanusiaan lainnya. Alhamdulillah, kali ini kembali menyalurkan lima unit Mobile Clinic. Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang terus diberikan kepada BAZNAS sebagai mitra penyaluran bantuan,” ujar Kiai Noor di Mesir, Rabu (11/2/2026).
Menurut Kiai Noor, kondisi di lapangan menuntut layanan yang cepat, fleksibel, dan mampu bergerak. Mobile Clinic dinilai menjadi solusi efektif karena dapat berpindah lokasi sesuai kebutuhan darurat.
Kelima unit tersebut telah dilengkapi fasilitas pemeriksaan kesehatan dasar, layanan medis awal, serta dukungan logistik kesehatan untuk membantu tenaga medis memberikan penanganan pertama bagi warga terdampak.
Kelompok rentan seperti anak-anak, perempuan, dan lansia menjadi prioritas penerima manfaat. BAZNAS memastikan operasionalnya akan dikoordinasikan bersama mitra kemanusiaan di Mesir dan jaringan internasional yang berpengalaman di wilayah konflik Palestina.
“Untuk memastikan bantuan berjalan cepat dan efektif, BAZNAS bekerja sama dengan organisasi kemanusiaan di Mesir serta mitra internasional yang telah lama beroperasi di wilayah konflik,” jelasnya.
Duta Besar RI untuk Mesir, Kuncoro Giri Waseso, menyampaikan apresiasi atas sinergi BAZNAS dan Tempo Scan dalam menghadirkan bantuan nyata untuk rakyat Gaza.
“Alhamdulillah, hari ini 10 Februari, saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada BAZNAS yang dengan upaya kerasnya menyediakan lima unit ambulans untuk bantuan kemanusiaan di Gaza,” ujar Kuncoro.
Ia berharap bantuan tersebut dapat segera dimanfaatkan secara optimal dan memberikan dampak nyata bagi pemulihan kondisi kemanusiaan di Palestina.
Tak lupa, Kuncoro juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Indonesia yang selama ini konsisten menyalurkan bantuan finansial maupun material bagi rakyat Palestina.
“Terima kasih kepada masyarakat kita, baik yang berada di Kairo maupun di Indonesia, atas bantuan-bantuan kemanusiaan yang terus mengalir. Insya Allah, kita akan terus berupaya membuka jalur dan melancarkan bantuan kemanusiaan ke Gaza,” tegasnya.
Kiai Noor menambahkan, kerja sama dengan Tempo Scan menjadi contoh konkret kolaborasi sektor swasta dan lembaga filantropi dalam memperluas dampak bantuan internasional.
Menurutnya, dukungan dunia usaha sangat penting dalam merespons krisis global yang membutuhkan intervensi cepat dan berkelanjutan.
“Apa yang dilakukan Tempo Scan ini patut diapresiasi. Melalui kerja sama ini, BAZNAS berharap kontribusi masyarakat dan sektor swasta Indonesia terus mengalir dan memberi dampak nyata bagi pemulihan kondisi kemanusiaan di Palestina,” pungkasnya.
Penyaluran lima unit Mobile Clinic ini menambah daftar kontribusi kemanusiaan Indonesia untuk Palestina, sekaligus mempertegas peran zakat, infak, dan kolaborasi kemitraan sebagai instrumen solidaritas global yang konkret dan terukur.
BERITA12/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Jelang Ramadan, Masjid Al Hijrah Bergerak: Bersih Masjid, Doa Bersama hingga Salurkan Sembako untuk Mustahik
Minahasa – Menyambut datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Masjid Al Hijrah Rinegetan menunjukkan semangat kolektif jamaah dalam memakmurkan masjid dan memperkuat kepedulian sosial. Berbagai kegiatan digelar secara gotong royong, mulai dari pembersihan dan penataan masjid, persiapan aktivitas Ramadan, hingga puncaknya doa bersama dan penyaluran sembako kepada mustahik oleh Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Al Hijrah.
Sebagai puncak rangkaian kegiatan, UPZ Al Hijrah akan menyalurkan bantuan sembako dari para donatur yang dirangkaikan dengan Pembacaan Q.S. Yasin dan Tahlil Bersama Jamaah, yang akan dilaksanakan pada hari Kamis, 12 Februari 2026, pukul 18.00 WITA, bertempat di Masjid Al Hijrah, Rinegetan. Kegiatan ini melibatkan jamaah dari Masjid Nurul Yaqin, Masjid Al Haq, dan Masjid Al Hijrah.
Agenda tersebut diniatkan sebagai doa bersama untuk para ahli kubur, sekaligus mempererat ukhuwah islamiyah antarjamaah menjelang Ramadan.
Pimpinan BAZNAS Kabupaten Minahasa mengapresiasi langkah Masjid Al Hijrah yang dinilai menjadi contoh nyata peran masjid dan UPZ dalam menyambut Ramadan secara bermakna.
“Ini adalah kegiatan yang betul-betul menjadi teladan. Masjid tidak hanya dipersiapkan secara fisik, tetapi juga dihidupkan dengan doa dan kepedulian sosial. Inilah wajah zakat dan masjid yang dirasakan langsung manfaatnya oleh umat,” ujar Pimpinan BAZNAS Minahasa.
Menurutnya, menjelang Ramadan, peran UPZ di setiap masjid perlu terus ditingkatkan agar kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan zakat, infak, dan sedekah semakin kuat.
“Ketika zakat dikelola secara amanah dan transparan melalui masjid, masyarakat akan semakin percaya. Dari kepercayaan itulah lahir kekuatan zakat untuk menolong sesama,” tambahnya.
Ketua Badan Ta’mir Masjid (BTM) Al Hijrah, Ibrahim Hamid, menuturkan bahwa seluruh rangkaian kegiatan ini merupakan ikhtiar bersama jamaah untuk menyambut Ramadan dengan hati yang bersih dan semangat kebersamaan.
“Kami ingin masjid benar-benar menjadi pusat ibadah dan kepedulian. Doa bersama, Yasin dan tahlil, hingga penyaluran sembako adalah satu rangkaian yang saling menguatkan,” ujarnya.
Sementara itu, Imam Masjid Al Hijrah, Kiki Palamani, menekankan bahwa persiapan Ramadan bukan hanya soal agenda, tetapi juga pembinaan ruhani jamaah.
“Membersihkan masjid adalah bagian dari membersihkan jiwa. Ketika masjid hidup dengan doa dan kebersamaan, insyaallah Ramadan akan dijalani dengan lebih khusyuk,” katanya.
Ketua UPZ Al Hijrah, Samsul Arif, menyampaikan bahwa penyaluran sembako merupakan amanah dari para donatur yang harus disampaikan tepat sasaran.
“UPZ hadir sebagai jembatan kepercayaan antara jamaah, donatur, dan mustahik. Ketika jamaah melihat manfaat zakat secara langsung, maka kesadaran dan partisipasi akan tumbuh,” ujarnya.
Ia berharap, kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi masjid-masjid lain untuk mengaktifkan UPZ sebagai motor penggerak zakat berbasis masjid, khususnya menjelang Ramadan.
Melalui kolaborasi doa, gotong royong, dan aksi sosial ini, Masjid Al Hijrah menegaskan bahwa menyambut Ramadan bukan sekadar seremoni, melainkan gerakan bersama—menguatkan iman, menumbuhkan kepedulian, dan menghadirkan manfaat nyata bagi umat.
BERITA11/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Sukseskan Program Ramadan, BAZNAS RI Ajak Masyarakat Tingkatkan Zakat dan Sedekah
Jakarta – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mengajak masyarakat untuk meningkatkan zakat dan sedekah selama bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Ajakan ini disampaikan Pimpinan BAZNAS RI Bidang Transformasi Digital Nasional, Prof. Nadratuzzaman, dalam pengajian Selasa pagi yang digelar Pusdiklat BAZNAS RI.
“Zakat dan sedekah adalah salah satu cara untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah SWT,” ujar Prof. Nadratuzzaman, dikutip dari kanal YouTube BAZNAS TV, Selasa (10/2/2026).
Dalam kajian tersebut, Prof. Nadratuzzaman memaparkan rangkaian Program Ramadan 2026 yang mengusung tema “Zakat Menguatkan Indonesia”. Program ini dirancang untuk memperkuat kesadaran publik akan peran strategis zakat dan sedekah dalam meningkatkan kesejahteraan umat, khususnya di bulan penuh berkah.
Salah satu program unggulan yang disampaikan adalah kerja sama BAZNAS RI dengan Perum Bulog dalam penyaluran zakat fitrah. Kolaborasi ini diharapkan dapat memastikan distribusi zakat berjalan lebih tepat sasaran dan merata.
“Kami telah bekerja sama dengan Bulog untuk menyalurkan zakat fitrah kepada masyarakat yang membutuhkan. Ini menjadi contoh konkret bagaimana BAZNAS bisa berkolaborasi dengan berbagai lembaga demi kesejahteraan umat,” jelasnya.
Prof. Nadratuzzaman juga mengajak seluruh BAZNAS Provinsi, Kabupaten, dan Kota untuk ikut menyemarakkan Ramadan dengan mengadaptasi dan mengimplementasikan program-program BAZNAS RI sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan daerah masing-masing.
“Semoga melalui kajian ini, Bapak-Ibu bisa mencontoh dan menyesuaikan program-program BAZNAS yang relevan dengan kondisi wilayahnya,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Pendayagunaan dan Penyaluran UPZ dan CSR BAZNAS RI, Eka Budhi Sulistyo, memaparkan sederet program yang akan dilaksanakan selama Ramadan 2026. Program tersebut antara lain Lomba Cinta Islam, Santri Membiayai Desa, Z-Mart, Z-Corner Kampung Ramadan, Santunan Anak Yatim, Buka Puasa Bersama, Rumah Layak Huni, Musala Berseri, ZAuto, hingga Mudik Bersama BAZNAS.
“Program-program ini menjadi sarana untuk mendekatkan BAZNAS dengan para muzaki, sekaligus memastikan bahwa zakat yang dititipkan benar-benar memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” kata Eka.
Eka menyebutkan, sebanyak 320.896 jiwa ditargetkan menjadi penerima manfaat dari 29 program Ramadan BAZNAS. Jumlah tersebut berpotensi terus bertambah jika BAZNAS di daerah turut mengimplementasikan program serupa.
Sebagai contoh, melalui program Mudik Bersama dan ZAuto, BAZNAS RI menargetkan pelayanan bagi 5.000 pengendara motor selama masa persiapan mudik Lebaran. Jika program ini direplikasi di daerah, manfaat yang dirasakan masyarakat akan jauh lebih luas.
“Kami berharap BAZNAS di daerah yang memiliki program ZAuto bisa memperkuatnya dengan berbagai kegiatan syiar zakat, sehingga manfaatnya tidak hanya dirasakan secara ekonomi, tetapi juga secara edukatif dan spiritual,” pungkas Eka.
Melalui rangkaian program tersebut, BAZNAS berharap Ramadan 1447 H menjadi momentum kebangkitan zakat dan sedekah sebagai instrumen penguat solidaritas sosial dan kesejahteraan umat di Indonesia.
BERITA11/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Kirim Ambulans dari Karawang untuk Gaza
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mengirimkan satu unit ambulans ke Jalur Gaza sebagai bagian dari bantuan kemanusiaan bagi warga Palestina yang terdampak krisis berkepanjangan. Ambulans senilai 47.000 dolar AS atau sekitar Rp790 juta itu merupakan hasil solidaritas Pemerintah Kabupaten Karawang dan masyarakat Karawang.
Pengiriman ambulans dilakukan melalui kerja sama BAZNAS RI dengan lembaga kemanusiaan Gazze Destek Dernegi (GDD) yang berbasis di Mesir. Skema ini dipilih untuk memastikan bantuan dapat masuk ke Gaza secara aman dan digunakan tepat sasaran di tengah keterbatasan akses kemanusiaan.
Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA. mengatakan, bantuan tersebut mencerminkan kepedulian masyarakat Indonesia, khususnya Karawang, terhadap penderitaan rakyat Palestina. Ambulans itu diserahkan di Mesir dan akan segera diupayakan masuk ke Gaza.
“Ini adalah amanah dari Pemerintah Kabupaten Karawang dan masyarakat Karawang untuk masyarakat Gaza. Ambulans akan segera disalurkan melalui GDD Mesir, organisasi kemanusiaan yang memiliki jaringan kuat dan pengalaman panjang di wilayah Palestina,” ujar Noor Achmad di Mesir, Senin (9/2/2026).
Menurut Noor Achmad, GDD bekerja sama dengan berbagai lembaga internasional dan dikelola oleh masyarakat asli Gaza, sehingga memahami secara langsung kebutuhan di lapangan. Ambulans yang dikirim juga diproduksi dengan spesifikasi khusus agar mampu beroperasi di wilayah dengan kondisi darurat dan keterbatasan fasilitas kesehatan.
Ia menambahkan, kebutuhan bantuan kemanusiaan di Gaza saat ini sangat besar, terutama menjelang bulan Ramadan. Selain layanan medis darurat, warga Gaza juga membutuhkan bantuan pangan dan kebutuhan dasar lainnya.
“Kebutuhan di Gaza sangat masif. Menjelang Ramadan, mereka bukan hanya membutuhkan ambulans, tetapi juga makanan dan bantuan kemanusiaan lainnya,” kata Noor Achmad.
Dari pihak daerah, Bupati Karawang yang diwakili Sekretaris Daerah Kabupaten Karawang, H. Asep Aang Rahmatullah, menyampaikan bahwa bantuan ambulans tersebut berasal dari kolaborasi pemerintah daerah, masyarakat, dan Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Karawang yang disalurkan melalui BAZNAS.
Selain ambulans, Pemerintah Kabupaten Karawang bersama masyarakat dan ASN juga menyalurkan bantuan pangan untuk Gaza senilai Rp236 juta. “Mudah-mudahan bantuan ini dapat bermanfaat bagi saudara-saudara kami di Gaza, terutama menjelang bulan Ramadan,” ujar Asep.
Sementara itu, Pimpinan GDD Mesir, Abu Faros, menyampaikan apresiasi atas kepedulian masyarakat Indonesia. Ia menegaskan komitmen organisasinya untuk segera mengupayakan masuknya ambulans ke wilayah Gaza.
“Insya Allah, dalam waktu yang tidak lama kami dapat memasuki wilayah Gaza. Kami akan memastikan ambulans ini dapat segera digunakan untuk melayani masyarakat,” kata Abu Faros.
Menurut Abu Faros, keberadaan ambulans sangat krusial di tengah keterbatasan fasilitas kesehatan dan meningkatnya kebutuhan layanan medis darurat di Gaza. Ambulans tersebut diharapkan dapat membantu penanganan korban serta mendukung upaya pencegahan penyakit di wilayah yang masih berada dalam situasi darurat kemanusiaan.
BERITA10/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Kolaborasi Indonesia–Malaysia, BAZNAS RI dan ANGKASA Suntik Modal Koperasi Masjid di Bandung
Kabupaten Bandung – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Angkatan Koperasi Kebangsaan Malaysia Berhad (ANGKASA) kembali memperkuat peran masjid sebagai pusat pemberdayaan ekonomi umat. Kali ini, bantuan penguatan modal disalurkan kepada Koperasi Konsumen Berkah Bersama Masjid Darul Rihlah, Desa Alam Endah, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung, Senin (9/2/2026).
Penyaluran bantuan tersebut merupakan bagian dari program kerja sama internasional BAZNAS dan ANGKASA yang fokus pada penguatan koperasi berbasis masjid di Indonesia. Masjid Darul Rihlah terpilih sebagai salah satu dari lima masjid penerima bantuan nasional, karena dinilai aktif menggerakkan ekonomi masyarakat melalui pendekatan keuangan syariah dan pemberdayaan jamaah.
Secara total, bantuan yang disalurkan mencapai Rp252 juta untuk lima masjid di Indonesia. Masing-masing masjid menerima 3.000 dolar AS atau setara Rp50 juta (kurs Rp16.800). Dana tersebut diarahkan untuk memperkuat permodalan koperasi masjid, sekaligus mendorong terciptanya kemandirian ekonomi umat yang berkelanjutan.
Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung, KH. Yusuf Ali Tantowi, menyampaikan apresiasi atas sinergi BAZNAS RI dan ANGKASA Malaysia yang telah memberikan kepercayaan kepada Kabupaten Bandung.
“Alhamdulillah, Kabupaten Bandung mendapatkan satu paket bantuan untuk Koperasi Konsumen Berkah Bersama Masjid Darul Rihlah. Semoga koperasi masjid ini terus berkembang dan memberi manfaat luas bagi masyarakat. Desa Alam Endah sebelumnya juga telah menerima BAZNAS Award dari BAZNAS Kabupaten Bandung,” ujar Yusuf Ali Tantowi.
Sementara itu, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, MA, menegaskan bahwa penguatan koperasi masjid merupakan bagian dari strategi besar BAZNAS dalam memperluas akses pembiayaan ekonomi umat berbasis keuangan syariah.
“Masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat solusi ekonomi umat. Melalui koperasi dan pembiayaan mikro berbasis masjid, BAZNAS mendorong pelaku usaha mikro di sekitar masjid agar dapat tumbuh secara berkelanjutan tanpa terbebani bunga dan jaminan,” jelas Saidah dalam keterangan tertulis.
Dari pihak mitra internasional, Presiden ANGKASA, Datuk Seri Dr. Abdul Fattah Abdullah, menyampaikan bahwa koperasi berbasis masjid memiliki keunggulan karena dibangun di atas nilai kebersamaan dan tanggung jawab kolektif jamaah.
“Koperasi masjid digerakkan oleh komunitas kariah. Dengan koperasi, anggota merasa memiliki, bertanggung jawab, dan terlibat langsung dalam aktivitas ekonomi di lingkungan masjid,” ungkap Datuk Fattah.
Tak hanya menyalurkan bantuan modal, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan Pasar Murah Berkah yang digelar oleh BAZNAS Kabupaten Bandung. Program ini diperuntukkan bagi masyarakat dan jamaah Masjid Darul Rihlah sebagai bentuk dukungan langsung terhadap daya beli dan kebutuhan pokok warga sekitar.
Kolaborasi lintas negara ini menjadi bukti bahwa masjid dapat bertransformasi menjadi pusat ibadah sekaligus pusat ekonomi umat, memperkuat solidaritas sosial, dan menghadirkan solusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
BERITA10/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Jelang Ramadan 1447 H, KPU Halmahera Tengah Salurkan Donasi ke BAZNAS untuk Warga Dhuafa
Weda – Menyambut datangnya Ramadan 1447 Hijriah, semangat berbagi mulai terasa di Kabupaten Halmahera Tengah. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Halmahera Tengah menyerahkan donasi sosial kepada Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Halmahera Tengah sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat kurang mampu, Selasa (10/2/2026).
Penyerahan bantuan dilaksanakan di Weda dan diserahkan langsung oleh Sekretaris KPU Halmahera Tengah, Abdul Hafid, S.E., kepada perwakilan BAZNAS Halmahera Tengah, Riyo Gusti Rahman dan Rizal Bahrudin, dalam suasana penuh kebersamaan.
Abdul Hafid menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen KPU untuk tidak hanya berperan dalam bidang kepemiluan, tetapi juga hadir di tengah masyarakat melalui aksi sosial.
Menurutnya, Ramadan menjadi momentum tepat untuk memperkuat empati dan kepedulian terhadap sesama, terutama bagi warga yang membutuhkan dukungan menjelang bulan suci.
“Ini adalah bentuk kepedulian kami. Ramadan mengajarkan kita untuk berbagi dan memperkuat solidaritas,” ujarnya.
Adapun bantuan yang disalurkan berupa kebutuhan pokok, terdiri dari:
7 karung beras @35 kilogram
10 sachet minyak goreng ukuran 1,3 liter
5 kotak teh celup
8 bungkus mi instan
15 bungkus gula pasir @1 kilogram
Bantuan ini merupakan hasil kepedulian internal jajaran KPU Halmahera Tengah yang kemudian dikolaborasikan dengan BAZNAS sebagai lembaga resmi pengelola zakat dan bantuan sosial.
Perwakilan BAZNAS Halmahera Tengah menyampaikan apresiasi atas kontribusi tersebut. Bantuan akan segera didistribusikan kepada para mustahik yang telah terdata, termasuk fakir miskin dan keluarga kurang mampu di wilayah Halmahera Tengah.
“Kami berkomitmen menyalurkan bantuan ini secara tepat sasaran agar benar-benar membantu masyarakat dalam menyambut Ramadan,” ujar perwakilan BAZNAS.
Langkah kolaboratif ini menunjukkan bahwa solidaritas sosial dapat dibangun lintas lembaga. Ketika institusi pemerintah dan lembaga zakat berjalan beriringan, dampaknya tidak hanya meringankan beban ekonomi warga, tetapi juga memperkuat rasa kebersamaan.
Secara edukatif, kegiatan ini menjadi contoh bahwa berbagi tidak harus menunggu dalam jumlah besar. Kepedulian yang dikumpulkan secara kolektif mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
KPU Halmahera Tengah berharap aksi sosial ini dapat menginspirasi institusi lain untuk turut berkontribusi menjelang Ramadan 1447 H. Sebab, esensi Ramadan bukan hanya ibadah personal, tetapi juga memperluas kebaikan sosial bagi sesama.
BERITA10/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Minahasa Dorong Kesadaran Zakat Perdagangan, Dari Edukasi hingga Aksi Nyata Umat
Minahasa – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Minahasa terus menguatkan perannya sebagai garda terdepan dalam membangun kemandirian umat melalui pengelolaan zakat yang profesional, transparan, dan berdampak luas. Salah satu fokus utama yang kini digencarkan adalah edukasi zakat perdagangan, yang masih kerap disalahpahami oleh sebagian pelaku usaha Muslim.
Pimpinan Baznas Minahasa menegaskan bahwa zakat perdagangan bukan sekadar kewajiban formal, melainkan instrumen spiritual dan sosial untuk membersihkan harta sekaligus menggerakkan roda kesejahteraan umat.
“Zakat bukan hanya tentang memberi, tetapi tentang menumbuhkan keberkahan. Ketika zakat ditunaikan dengan benar, maka harta menjadi bersih, usaha menjadi berkah, dan masyarakat menjadi kuat,” tegasnya.
BAZNAS Minahasa menjelaskan bahwa nisab zakat perdagangan ditetapkan setara 85 gram emas, dengan kadar zakat 2,5 persen. Zakat dapat dikeluarkan setiap tahun atau setiap bulan, menyesuaikan dengan kondisi usaha.
Perhitungan zakat perdagangan dilakukan secara transparan dan mudah dipahami, yakni dari: modal yang diputar + keuntungan + simpanan + piutang yang dapat dicairkan, dikurangi utang jatuh tempo dan kerugian, kemudian dikalikan 2,5 persen.
Penetapan ini mengacu pada SK Ketua BAZNAS Nomor 13 Tahun 2025, yang menegaskan bahwa zakat pendapatan dan jasa ditujukan untuk menghadirkan keadilan ekonomi serta memperluas manfaat zakat bagi mustahik.
Melalui kanal pengumpulan yang resmi dan aman, BAZNAS Minahasa memastikan setiap rupiah zakat yang dititipkan oleh muzaki akan dikelola secara amanah, profesional, dan tepat sasaran. Dana zakat disalurkan dalam berbagai program unggulan, mulai dari bantuan pendidikan, penguatan ekonomi umat, layanan kesehatan, hingga respons kemanusiaan.
BAZNAS Minahasa juga mengajak masyarakat untuk menyalurkan zakat melalui rekening resmi serta layanan digital yang telah disiapkan, sekaligus mengirimkan bukti transaksi ke Layanan BAZNAS Minahasa agar tercatat dengan baik dan akuntabel.
Upaya edukasi yang terus dilakukan ini menjadi bukti bahwa BAZNAS Minahasa tidak hanya berperan sebagai lembaga pengumpul dana, tetapi juga agen pencerahan umat. Dengan zakat yang ditunaikan secara benar, diharapkan lahir masyarakat yang lebih adil, sejahtera, dan berakhlak mulia.
“Zakat adalah energi peradaban. Jika dikelola bersama, ia menjadi kekuatan besar untuk mengubah mustahik menjadi muzaki,” tutup pernyataan BAZNAS Minahasa.
Dengan semangat kolaborasi dan kesadaran kolektif, BAZNAS Minahasa mengajak seluruh pelaku usaha Muslim untuk menunaikan zakat tepat waktu, karena dari zakat yang dititipkan, masa depan umat dibangun.
BERITA10/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Optimalkan Potensi ZIS, Marwan Dasopang Dorong Penguatan Regulasi Badan Amil Zakat Nasional
Jakarta — Upaya mengoptimalkan potensi zakat, infak, dan sedekah (ZIS) nasional kembali menguat di parlemen. Ketua Komisi VIII DPR RI, Marwan Dasopang, menyatakan komitmennya untuk mendukung penguatan regulasi Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) agar penghimpunan dan pengelolaan dana umat kian efektif serta berdampak luas bagi kesejahteraan masyarakat.
Pernyataan itu disampaikan Marwan di Gedung DPR RI, Selasa (10/2/2026). Ia menilai potensi ZIS Indonesia yang besar belum sepenuhnya tergarap optimal. Karena itu, menurut dia, diperlukan payung hukum dan kebijakan yang semakin kokoh untuk menopang kerja-kerja kelembagaan BAZNAS.
“Kami siap mendukung penguatan regulasi dan undang-undang jika diperlukan, agar potensi ZIS dapat dihimpun secara optimal dan pengelolaannya semakin efektif,” ujar Marwan.
Politikus Partai Kebangkitan Bangsa itu menegaskan, peningkatan penghimpunan zakat menjadi kunci agar distribusinya mampu mendorong perubahan nyata, terutama dalam pengentasan kemiskinan. Ia menyebut zakat bukan sekadar kewajiban ibadah individual, melainkan instrumen sosial-ekonomi yang strategis bila dikelola secara terintegrasi.
“Komisi VIII DPR RI siap mendukung jika BAZNAS membutuhkan penguatan regulasi dan undang-undang. Di sisi lain, BAZNAS juga harus mampu meyakinkan masyarakat bahwa zakat yang dikelola benar-benar amanah dan berdampak,” katanya.
Marwan membayangkan skema besar pengelolaan zakat yang terkoordinasi secara nasional. Dengan sistem yang kuat dan transparan, zakat dapat menjadi pengungkit mobilitas sosial—mengangkat mustahik menjadi mandiri, bahkan bertransformasi menjadi muzaki.
“Kita ingin zakat ini benar-benar mengangkat ekonomi masyarakat. Kalau bisa, dari miskin menjadi tidak miskin, bahkan menjadi muzaki. Dampaknya akan luar biasa jika dikelola dalam satu gerakan yang terkoordinasi,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, ia juga mengajak masyarakat menunaikan zakat melalui BAZNAS sebagai lembaga resmi negara yang mengelola dana umat secara profesional dan akuntabel. Menurut dia, pengelolaan dalam satu sistem nasional akan memperbesar daya ungkit program pemberdayaan.
“Kami berharap masyarakat menunaikan zakat melalui BAZNAS. Dampaknya akan jauh lebih besar jika dikelola bersama dalam satu sistem yang kuat dan terintegrasi,” ucap Marwan.
Dukungan parlemen ini membuka ruang bagi penguatan arsitektur regulasi zakat nasional. Jika terwujud, langkah tersebut berpotensi menjadikan ZIS sebagai salah satu instrumen penting dalam strategi pembangunan sosial dan pengurangan kemiskinan di Indonesia.
BERITA10/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Minahasa Dorong Kesadaran Zakat Terarah, Waka I: Zakat Bukan Sekadar Gugur Kewajiban
Minahasa – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Minahasa terus mengintensifkan edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi. Upaya ini dilakukan agar zakat tidak hanya menggugurkan kewajiban, tetapi benar-benar menjadi instrumen sosial yang berdampak luas bagi kesejahteraan umat.
Wakil Ketua I BAZNAS Minahasa Bidang Pengumpulan menegaskan, zakat yang disalurkan melalui BAZNAS dikelola secara syar’i, profesional, transparan, dan akuntabel, sesuai amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat.
“Zakat bukan sekadar ritual tahunan. Ia adalah sistem ekonomi Islam yang jika dikelola dengan baik, mampu mengangkat mustahik menjadi muzaki. Inilah yang terus kami edukasikan kepada masyarakat,” ujar Waka I BAZNAS Minahasa.
Ia menjelaskan, BAZNAS tidak hanya berperan sebagai pengumpul dana zakat, tetapi juga sebagai lembaga yang memberikan edukasi mendasar kepada masyarakat terkait pemahaman zakat, mulai dari zakat fitrah, zakat maal, nisab, haul, hingga tata cara perhitungan yang benar.
Menurutnya, masih banyak masyarakat yang memiliki kemampuan finansial namun belum menunaikan zakat secara optimal, bukan karena enggan, melainkan karena minimnya literasi zakat.
“Ketika masyarakat memahami ilmunya, maka kesadaran akan tumbuh dengan sendirinya. Zakat yang ditunaikan dengan ilmu akan menghadirkan ketenangan bagi muzaki dan harapan baru bagi mustahik,” jelasnya.
BAZNAS Minahasa juga memastikan bahwa setiap dana yang dihimpun disalurkan secara tepat sasaran, baik dalam bentuk bantuan konsumtif maupun program pemberdayaan ekonomi produktif yang berkelanjutan, seperti dukungan bagi petani, pelaku UMKM, pendidikan, hingga layanan kesehatan umat.
Untuk memudahkan masyarakat, BAZNAS Minahasa kini menyediakan berbagai kanal pengumpulan zakat, baik secara langsung di kantor layanan maupun melalui sistem pembayaran non-tunai dan digital.
“Kami ingin zakat menjadi mudah, aman, dan berdampak. Ketika zakat disalurkan melalui lembaga resmi, maka keberkahannya tidak hanya dirasakan secara personal, tetapi juga menjadi solusi sosial bagi daerah,” tegasnya.
Melalui penguatan edukasi dan optimalisasi pengumpulan zakat, BAZNAS Minahasa mengajak seluruh masyarakat Muslim untuk menjadikan zakat, infak, dan sedekah sebagai gerakan kolektif, bukan hanya kewajiban individu.
“Zakat adalah cahaya. Jika disalurkan dengan benar, ia mampu menerangi jalan kesejahteraan umat dan memperkuat solidaritas sosial di Minahasa,” pungkas Waka I BAZNAS Minahasa.
BERITA10/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Sinergi Guru Madrasah, Kemenag Minahasa Dorong Mutu Pendidikan MTs/MA
Minahasa – Sinergi dan kolaborasi antar guru madrasah terus diperkuat. MTs Nurul Hidayah Sea dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) MTs/MA se-Kabupaten Minahasa yang berlangsung khidmat dan penuh semangat transformasi pendidikan, Senin(9 Februari 2026).
Kegiatan MGMP tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Minahasa, Pdt. Dolie Tangian, S.Th., M.Pd, didampingi Kepala Seksi Pendidikan Islam (Pendis) Kemenag Minahasa, Fadhila Djojosuroto, S.E., M.Pd. Turut hadir jajaran Pengawas Madrasah, Isna Gunibala dan Rahima Hulalata, serta narasumber Nuril Huda, M.Pd, yang memaparkan materi strategis terkait persiapan akreditasi madrasah.
Dalam sambutannya, Kepala Kantor Kemenag Minahasa Pdt. Dolie Tangian menegaskan bahwa MGMP merupakan ruang penting bagi guru madrasah untuk bertumbuh bersama, menyamakan persepsi, serta meningkatkan kualitas pembelajaran secara berkelanjutan.
“MGMP bukan sekadar forum pertemuan, tetapi menjadi wadah strategis untuk meningkatkan kompetensi guru, memperkuat profesionalisme, dan memastikan mutu pendidikan madrasah terus meningkat. Guru madrasah adalah ujung tombak dalam mencetak generasi yang cerdas, berkarakter, dan berakhlakul karimah,” ujar Dolie Tangian.
Ia menambahkan, tantangan pendidikan ke depan menuntut guru madrasah untuk adaptif terhadap perubahan kurikulum, sistem penilaian, serta standar akreditasi yang terus berkembang.
“Melalui MGMP ini, kami berharap para guru mampu mempersiapkan madrasah secara administrasi, akademik, dan manajerial agar siap menghadapi akreditasi dengan hasil terbaik,” tegasnya.
Senada dengan itu, Kasie Pendis Kemenag Minahasa, Fadhila Djojosuroto, menekankan pentingnya MGMP sebagai sarana peningkatan mutu pembelajaran dan penguatan kolaborasi antar madrasah.
“MGMP menjadi ruang berbagi praktik baik, menyusun perangkat pembelajaran bersama, sekaligus memperkuat pemahaman kebijakan pendidikan madrasah. Dengan sinergi yang kuat, mutu pendidikan madrasah di Minahasa akan semakin kompetitif dan berkualitas,” jelas Fadhila.
Sementara itu, dalam sesi materi, Nuril Huda, M.Pd memaparkan secara komprehensif strategi persiapan akreditasi madrasah, mulai dari pemenuhan standar, pengelolaan dokumen, hingga penguatan budaya mutu di lingkungan madrasah.
Kegiatan MGMP MTs/MA se-Kabupaten Minahasa ini diikuti oleh para Kepala Madrasah dan guru dari berbagai madrasah. Forum ini diharapkan menjadi penggerak utama dalam transformasi pendidikan madrasah, demi melahirkan generasi unggul yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kokoh dalam nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.
BERITA10/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Sulteng dan Rumah Sehat BAZNAS Gelar Khitanan Massal dan Salurkan Sembako di Sirenja
Donggala – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sulawesi Tengah bersama Rumah Sehat BAZNAS (RSB) Palu menggelar khitanan massal dan penyaluran bantuan sembako di SD 1 Sirenja, Kabupaten Donggala, Ahad, 8 Februari 2026. Kegiatan ini melibatkan Bhakti Sosial PP Banaat Alkhairaat Palu serta tim medis dari Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat (FK Unisa) Palu.
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 105 anak mengikuti layanan khitanan massal secara gratis. Selain itu, BAZNAS juga menyalurkan 150 paket sembako kepada warga dhuafa di Kecamatan Sirenja.
Ketua BAZNAS Sulawesi Tengah, Hatamuddin Thamrin, mengatakan kolaborasi lintas lembaga menjadi faktor penting dalam memperluas jangkauan layanan kepada masyarakat.
“Sinergi ini adalah kunci. Dengan dukungan PP Banaat Alkhairaat serta mahasiswa dan dokter dari FK Unisa, pelayanan bisa menjangkau lebih luas dan menyentuh sisi kemanusiaan secara lebih mendalam,” ujar Hatamuddin.
Ia menegaskan, program tersebut merupakan bagian dari komitmen BAZNAS dalam mendistribusikan dana zakat secara tepat sasaran. Menurut dia, khitanan massal tidak hanya membantu pemenuhan kewajiban syariat, tetapi juga meringankan beban ekonomi keluarga kurang mampu.
“Kami ingin meringankan beban orang tua dhuafa dalam menjalankan kewajiban syariat. Dana zakat yang dihimpun kami kembalikan kepada masyarakat dalam bentuk layanan kesehatan dan penguatan pangan,” katanya.
Wakil Ketua Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Sulteng, Drs. Hasan H. Lasiata, menjelaskan penyaluran 150 paket sembako ditujukan untuk membantu kebutuhan dasar warga di wilayah pelosok.
“Selain khitanan, kami memastikan bantuan konsumtif ini dapat dirasakan langsung oleh warga Sirenja. Ini bagian dari upaya pemerataan distribusi program BAZNAS Sulteng,” ujarnya.
Camat Sirenja yang hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program terpadu tersebut. Menurutnya, kolaborasi antara BAZNAS, lembaga pendidikan, dan organisasi kemasyarakatan membantu pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Program ini tidak hanya memberikan layanan kesehatan bagi anak-anak, tetapi juga bantuan pangan bagi warga yang membutuhkan. Sinergi seperti ini sangat membantu,” katanya.
Pelaksanaan khitanan massal dilakukan dengan menerapkan standar operasional prosedur (SOP) medis guna menjamin keamanan, higienitas, dan kenyamanan peserta. Tim medis dari FK Unisa Palu menangani prosedur secara profesional dengan pengawasan ketat.
Secara medis, khitan memiliki manfaat kesehatan, antara lain menurunkan risiko infeksi saluran kemih (ISK) serta mencegah fimosis, yakni kondisi ketika kulit penutup kepala penis tidak dapat ditarik ke belakang. Dari sisi keagamaan, khitan merupakan kewajiban bagi muslim sebagai bagian dari menjaga kebersihan dan kesucian diri (thaharah).
Melalui kegiatan ini, BAZNAS Sulawesi Tengah menegaskan komitmennya untuk mengoptimalkan dana zakat dalam bentuk layanan kesehatan dan bantuan sosial yang terintegrasi, terutama bagi masyarakat kurang mampu di wilayah terpencil.
BERITA09/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS RI Gaungkan ‘Zakat Menguatkan Indonesia’ di Jantung Ibu Kota, Tarhib Ramadan 2026 Disambut Antusias Warga
Jakarta - Suasana Terowongan Kendal, Sudirman, Jakarta, Minggu (8/2/2026), tampak berbeda. Di tengah lalu lalang warga dan hiruk pikuk ibu kota, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menggelar Tarhib Ramadan 1447 H/2026 M bertema “Zakat Menguatkan Indonesia.” Pesan yang digaungkan jelas: Ramadan bukan sekadar ibadah personal, tetapi momentum memperkuat solidaritas sosial bangsa.
Tarhib Ramadan ini menjadi pembuka rangkaian program Ramadan BAZNAS 2026. Beragam kegiatan digelar terbuka untuk publik, mulai dari layanan kesehatan gratis, lelang amal, demo kopi ZCoffee, konter layanan zakat, infak, dan sedekah (ZIS), talkshow Program Ramadan BAZNAS, live mural bertema “Zakat Menguatkan Indonesia”, penampilan musisi, tari topeng Jakarta, hingga kolaborasi dengan berbagai komunitas.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan, Dr. H. Rizaludin Kurniawan, M.Si., CFRM., menegaskan, Tarhib Ramadan adalah ajakan kolektif agar masyarakat menyambut bulan suci dengan kesiapan lahir dan batin, sekaligus memperkuat kepedulian sosial.
“Ramadan tidak hanya dimaknai sebagai ibadah ritual. Ia adalah momentum untuk menguatkan Indonesia dari berbagai sisi, mulai dari ekonomi, pendidikan, hingga kesehatan,” ujar Rizaludin dalam keterangannya.
Menurutnya, pemilihan ruang publik seperti Terowongan Kendal bukan tanpa alasan. Lokasi ini menjadi simpul pertemuan masyarakat urban dan generasi muda. BAZNAS ingin zakat hadir lebih dekat, lebih membumi, dan lebih dipahami sebagai solusi nyata.
“Dengan hadir di ruang publik, kami ingin memperluas literasi zakat dan menjadikannya gerakan bersama untuk menguatkan Indonesia,” tegasnya.
Direktur Layanan, Promosi, dan Data Optimasi BAZNAS RI sekaligus Ketua Panitia Ramadan BAZNAS RI 2026, H. Rulli Kurniawan, M.M., CMA., CFRM., menjelaskan, tema tahun ini dipilih sebagai respons atas berbagai musibah yang melanda sejumlah daerah, mulai dari Sumatera hingga Jawa Barat.
“Terdapat dua pesan utama. Pertama, ajakan menyambut Ramadan dengan penuh kegembiraan dan kesiapan fisik, spiritual, serta kepedulian sosial. Kedua, ajakan menunaikan zakat, infak, dan sedekah sebagai upaya bersama menguatkan Indonesia,” jelas Rulli.
Ia mengingatkan, tidak semua orang dapat menyambut Ramadan dalam kondisi bahagia dan berkecukupan. Di sinilah zakat memainkan peran strategis sebagai instrumen pemerataan dan penguatan daya tahan sosial.
“Zakat bukan sekadar kewajiban individu, tetapi kekuatan kolektif. Ia mampu menggerakkan ekonomi umat, membantu korban bencana, memperluas akses pendidikan, hingga menghadirkan layanan kesehatan bagi yang membutuhkan,” katanya.
Tarhib Ramadan 2026 juga menjadi panggung edukasi. Melalui talkshow, mural, hingga interaksi komunitas, BAZNAS mengajak generasi muda menjadi bagian dari gerakan zakat.
“Kita ingin anak-anak muda menjadi sahabat BAZNAS, menyuarakan dan menyebarkan pesan ‘Zakat Menguatkan Indonesia’ secara lebih luas,” ujar Rulli.
Kehadiran layanan kesehatan gratis dan demo kewirausahaan seperti ZCoffee juga menjadi bukti bahwa zakat tidak hanya disalurkan dalam bentuk bantuan konsumtif, tetapi juga program pemberdayaan yang berkelanjutan.
Melalui Tarhib Ramadan ini, BAZNAS berharap partisipasi masyarakat dalam menunaikan zakat, infak, dan sedekah semakin meningkat selama Ramadan 2026. Dengan optimalisasi pengumpulan dan penyaluran ZIS, manfaatnya diharapkan menjangkau lebih banyak kelompok rentan, termasuk masyarakat terdampak bencana.
“Zakat yang ditunaikan melalui BAZNAS bukan hanya mensucikan harta, tetapi menjadi kontribusi nyata untuk menguatkan Indonesia,” tegas Rulli.
Di tengah tantangan sosial dan ekonomi yang masih membayangi, pesan dari Terowongan Kendal itu menggema: Ramadan adalah tentang kepedulian. Dan zakat, adalah energi kebersamaan yang menguatkan bangsa.
BERITA09/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
H-9 Ramadhan, BAZNAS Minahasa Ajak Umat Tunaikan Zakat Lewat Lembaga Resmi
Minahasa – Hitungan menuju bulan suci Ramadhan semakin dekat. Memasuki H-9 Ramadhan 1447 H, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Minahasa mengajak seluruh umat Islam untuk mempersiapkan diri tidak hanya secara spiritual, tetapi juga sosial melalui penunaian zakat, infak, dan sedekah di lembaga resmi.
Ramadhan bukan sekadar bulan ibadah personal. Di dalamnya ada dimensi kepedulian yang kuat—tentang bagaimana harta menjadi jalan keberkahan dan solidaritas sosial semakin diteguhkan.
Ketua BAZNAS Kabupaten Minahasa menegaskan bahwa momentum menjelang Ramadhan adalah waktu terbaik untuk menata niat dan menunaikan kewajiban zakat melalui lembaga yang amanah dan terstruktur.
“Ramadhan adalah bulan berbagi. Kami mengajak seluruh muzaki di Minahasa untuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS. Insya Allah, dana yang dititipkan akan dikelola secara profesional, transparan, dan tepat sasaran untuk membantu mustahik di daerah kita,” ujarnya.
Menurutnya, zakat bukan hanya kewajiban, tetapi juga instrumen penguat ekonomi umat. Dana zakat yang dihimpun BAZNAS Minahasa selama ini disalurkan untuk program bantuan konsumtif, pemberdayaan ekonomi, pendidikan, hingga bantuan kemanusiaan.
Menjelang Ramadhan, kebutuhan masyarakat kurang mampu cenderung meningkat. Karena itu, partisipasi para muzaki sangat dibutuhkan agar lebih banyak keluarga yang bisa menyambut bulan suci dengan tenang dan penuh kebahagiaan.
BAZNAS Minahasa juga memastikan kemudahan layanan pembayaran zakat. Masyarakat dapat menunaikan zakat maal, zakat penghasilan, maupun infak dan sedekah melalui layanan langsung di kantor BAZNAS maupun melalui transfer rekening resmi yang telah disediakan.
“Jangan tunda kebaikan. H-9 Ramadhan ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk membersihkan harta dan menyucikan jiwa. Mari salurkan zakat melalui BAZNAS Minahasa agar manfaatnya benar-benar dirasakan umat,” tambahnya.
Ramadhan adalah momentum perubahan. Dari tangan-tangan yang memberi, lahir harapan baru bagi mereka yang membutuhkan. Saatnya menjadikan zakat sebagai gerakan bersama, memperkuat ukhuwah, dan menghadirkan keberkahan bagi Minahasa.
BAZNAS Minahasa mengajak seluruh masyarakat: sambut Ramadhan dengan zakat, kuatkan kepedulian, dan tebarkan keberkahan melalui lembaga resmi yang amanah.
BERITA09/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Minahasa: Pers Mitra Strategis Mengawal Amanah Umat di Hari Pers Nasional 2026
Minahasa – Momentum Hari Pers Nasional (HPN) yang diperingati setiap 9 Februari menjadi refleksi penting bagi seluruh elemen bangsa, termasuk Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Minahasa.
Dalam peringatan Hari Pers Nasional 2026, Pimpinan BAZNAS Minahasa menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh insan pers yang terus konsisten menjaga independensi, objektivitas, serta menjadi pilar demokrasi dan penjaga nurani publik.
Menurut Pimpinan BAZNAS Minahasa, pers memiliki peran strategis dalam membangun kepercayaan masyarakat, termasuk dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah.
“Pers adalah mitra strategis dalam menyuarakan kebaikan dan mengawal transparansi pengelolaan zakat. Melalui pemberitaan yang objektif dan mencerahkan, pers turut menggerakkan gelombang zakat, infak, dan sedekah di tengah masyarakat,” ujar Pimpinan BAZNAS Minahasa.
Ia menegaskan bahwa transparansi dan akuntabilitas menjadi fondasi utama dalam pengelolaan dana umat. Dalam hal ini, peran media sangat penting untuk memastikan informasi tersampaikan secara terbuka dan membangun kepercayaan publik.
“Pers yang kuat melahirkan bangsa yang bermartabat. Pers yang jujur menjaga amanah umat,” lanjutnya.
BAZNAS Minahasa sendiri terus berkomitmen meningkatkan literasi zakat di tengah masyarakat melalui berbagai program sosial, pemberdayaan ekonomi, bantuan kemanusiaan, hingga kolaborasi dengan berbagai pihak. Dukungan dan publikasi yang konstruktif dari media dinilai turut memperluas dampak manfaat zakat kepada masyarakat yang membutuhkan.
Momentum Hari Pers Nasional ini, lanjutnya, menjadi pengingat bahwa pers dan lembaga pengelola zakat memiliki visi yang sejalan: membangun kesejahteraan umat dan memperkuat peradaban.
BAZNAS Minahasa berharap sinergi antara insan pers dan gerakan zakat dapat terus diperkuat, sehingga gelombang kebaikan semakin meluas dan memberi dampak nyata bagi masyarakat Minahasa.
“Selamat Hari Pers Nasional 2026. Teruslah menjadi pelita informasi dan penjaga integritas bangsa,” tutupnya.
BERITA09/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Minahasa Ajak Seluruh Unsur Umat Bersatu: Jadikan Zakat sebagai Gerakan Bersama
Menuju Peringkat 10 Nasional, BAZNAS Minahasa Ajak Seluruh Unsur Umat Bersatu: Jadikan Zakat sebagai Gerakan Bersama
Di tengah capaian digital yang terus menanjak, BAZNAS Kabupaten Minahasa dihadapkan pada satu kenyataan yang perlu dijawab dengan kerja kolektif: partisipasi masyarakat Muslim dalam menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi masih perlu ditingkatkan.
Padahal, di sisi lain, geliat aktivitas sosial keagamaan di tengah masyarakat sesungguhnya cukup tinggi. Gelombang zakat, infak, dan sedekah terus bergerak—di masjid, majelis taklim, komunitas, organisasi, hingga kelompok-kelompok sosial. Namun, belum semuanya terdokumentasi dan terpublikasi secara terpusat melalui kanal resmi BAZNAS.
Kini, BAZNAS Minahasa menatap target baru: menembus peringkat 10 nasional dalam produktivitas berita di link resmi BAZNAS. Target ini bukan sekadar ambisi angka, melainkan strategi besar membangun literasi zakat, memperkuat transparansi, dan menggerakkan partisipasi umat secara lebih luas.
Wakil Ketua IV BAZNAS Minahasa menegaskan bahwa target tersebut hanya dapat dicapai jika seluruh unsur umat bergerak bersama.
“Kita memiliki banyak aktivitas zakat, infak, dan sedekah di tengah masyarakat. Namun semua itu harus terdokumentasi dan dipublikasikan secara resmi agar menjadi edukasi dan inspirasi bagi umat. Target peringkat 10 bukan tentang gengsi, tetapi tentang membangun kesadaran kolektif,” ujarnya.
Menurutnya, website resmi BAZNAS bukan hanya ruang publikasi, melainkan ruang dakwah digital. Setiap kegiatan yang dilaporkan dan dipublikasikan akan menjadi narasi kebaikan yang menyebar luas, membangun kepercayaan, dan menginspirasi partisipasi.
“Kalau setiap masjid, setiap UPZ, setiap organisasi Islam, setiap kelompok pengajian aktif melaporkan kegiatannya ke BAZNAS, maka kita bukan hanya membangun berita, tetapi membangun gerakan. BAZNAS harus menjadi corong berita zakat umat,” tegasnya.
Ajakan ini ditujukan kepada seluruh pimpinan unsur dan kelompok masyarakat: pengurus masjid, UPZ, ormas Islam, lembaga pendidikan, komunitas pemuda, hingga tokoh-tokoh agama.
BAZNAS membuka ruang seluas-luasnya bagi setiap kegiatan zakat, infak, dan sedekah untuk dilaporkan dan dipublikasikan melalui kanal resmi. Setiap laporan akan diolah menjadi berita yang informatif dan edukatif, sehingga dampaknya tidak berhenti di satu lokasi, tetapi menyebar menjadi inspirasi bagi daerah lain.
Langkah ini sekaligus memperkuat prinsip transparansi dan akuntabilitas sebagaimana mandat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat. Semakin banyak kegiatan yang terpublikasi, semakin kuat kepercayaan masyarakat.
“Keterbukaan informasi membuat kita lebih dipercaya. Ketika masyarakat melihat laporan dan dokumentasi yang jelas, maka keyakinan untuk menyalurkan zakat melalui lembaga resmi akan semakin meningkat,” lanjut Waka IV.
Minimnya partisipasi bukan alasan untuk berhenti, tetapi panggilan untuk berbenah. Zakat bukan sekadar kewajiban individual, melainkan instrumen pemberdayaan sosial yang harus dikelola secara sistematis dan profesional.
BAZNAS Minahasa mengajak seluruh umat Islam untuk:
Menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi BAZNAS.
Melaporkan setiap kegiatan sosial keagamaan untuk dipublikasikan.
Aktif membagikan berita dan informasi dari link resmi BAZNAS.
Menjadikan literasi digital sebagai bagian dari dakwah dan transparansi.
“Kita ingin Minahasa dikenal bukan hanya karena angka peringkat, tetapi karena kekompakan umatnya. Ketika zakat dikelola bersama, ketika berita kebaikan disebarkan bersama, maka keberkahan akan dirasakan bersama,” tutup Waka IV dengan penuh optimisme.
Target peringkat 10 nasional kini menjadi simbol tekad. Tekad untuk membangun ekosistem zakat yang kuat. Tekad untuk menjadikan BAZNAS sebagai pusat informasi dan gerakan sosial umat. Dan tekad untuk membuktikan bahwa ketika unsur-unsur masyarakat bersatu, zakat bukan hanya kewajiban—ia menjadi kekuatan peradaban.
Kini pertanyaannya sederhana namun mendasar:
Sudahkah kita ikut menjadi bagian dari gerakan ini?
BERITA09/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Dari Data ke Dakwah Digital: BAZNAS Minahasa Tembus Peringkat 36 Nasional, Saatnya Umat Lebih Peduli dan Melek Teknologi
Transformasi digital bukan lagi pilihan, melainkan keniscayaan. Di tengah arus informasi yang bergerak cepat, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) membangun fondasi baru pengelolaan zakat berbasis keterbukaan dan akuntabilitas.
Dari 250 BAZNAS daerah yang telah terdaftar di website resmi secara nasional, sebanyak 115 kini telah terpasang Google Analytics—sebuah perangkat analitik yang memungkinkan setiap aktivitas digital terukur secara transparan. Siapa yang berkunjung, program apa yang paling banyak dibaca, hingga sejauh mana jangkauan edukasi zakat tersampaikan kepada publik—semuanya terekam secara sistematis.
Di antara ratusan daerah itu, BAZNAS Kabupaten Minahasa mencatat capaian membanggakan. Dengan 218 berita yang telah dipublikasikan, BAZNAS Minahasa kini berada di peringkat 36 nasional dalam produktivitas konten digital.
Angka ini bukan sekadar statistik. Ia adalah cermin kerja-kerja sunyi yang konsisten: mendokumentasikan penyaluran zakat, mengedukasi masyarakat tentang kewajiban zakat, serta menghadirkan kisah-kisah mustahik yang bangkit karena sentuhan kepedulian umat.
Di era digital, kepercayaan dibangun melalui transparansi. Setiap berita yang tayang, setiap laporan distribusi yang dipublikasikan, adalah bagian dari pertanggungjawaban moral dan hukum sebagaimana diamanatkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat.
Keterbukaan informasi membuat kita lebih sadar. Lebih yakin. Dan lebih percaya.
BAZNAS Minahasa memahami bahwa zakat bukan hanya ibadah individual, tetapi juga instrumen sosial yang harus dikelola profesional, akuntabel, dan terbuka untuk publik.
Melalui kanal digital, masyarakat dapat melihat langsung bagaimana zakat, infak, dan sedekah disalurkan—untuk pendidikan anak dhuafa, bantuan kesehatan, pemberdayaan UMKM mustahik, hingga respon cepat kebencanaan.
Digitalisasi menjadi jembatan antara niat baik dan dampak nyata.
Sudahkah Anda Berzakat di BAZNAS Minahasa?
Pertanyaan itu kini layak kita renungkan bersama.
Sudahkah Anda menunaikan zakat melalui lembaga resmi? Sudahkah infak dan sedekah Anda dikelola secara profesional dan tepat sasaran?
Menyalurkan zakat melalui lembaga resmi seperti BAZNAS bukan sekadar formalitas administratif. Ia adalah bagian dari ikhtiar menjaga amanah, memastikan distribusi sesuai syariat, serta memperluas dampak kebermanfaatan.
BAZNAS Minahasa hadir sebagai lembaga resmi negara yang memiliki tugas dan wewenang menghimpun, mengelola, dan mendistribusikan zakat secara terstruktur dan terukur. Setiap rupiah yang ditunaikan bukan hanya dicatat, tetapi dikelola dalam sistem yang terintegrasi.
Inilah saatnya umat Islam Minahasa semakin proaktif. Melek digital. Melek zakat. Dan melek tanggung jawab sosial.
Wakil Ketua IV BAZNAS Minahasa menegaskan bahwa capaian peringkat 36 nasional menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan literasi digital zakat.
“Digitalisasi adalah bagian dari ikhtiar menjaga amanah. Kami ingin masyarakat melihat bahwa zakat, infak, dan sedekah yang ditunaikan dikelola secara transparan dan profesional. Keterbukaan informasi adalah fondasi kepercayaan. Dan kepercayaan adalah kekuatan gerakan zakat,” ujarnya.
Ia pun mengajak seluruh masyarakat Muslim untuk tidak menunda kewajiban dan kebaikan.
“Kami mengajak seluruh umat Islam di Minahasa, mari salurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Minahasa sebagai lembaga resmi negara. Dengan berzakat di lembaga resmi, kita bukan hanya menunaikan kewajiban, tetapi juga memperkuat sistem pemberdayaan umat. Dari zakat yang kita tunaikan, ada pendidikan yang terselamatkan, ada usaha kecil yang bangkit, ada keluarga dhuafa yang tersenyum,” tegasnya.
Di era ketika satu sentuhan jari dapat mengirim pesan ke seluruh dunia, zakat pun kini dapat ditunaikan dengan lebih mudah dan cepat. Namun kemudahan itu harus diiringi kesadaran.
Zakat bukan sekadar transaksi. Ia adalah transformasi.
Transformasi harta menjadi keberkahan. Transformasi kepedulian menjadi kekuatan sosial. Transformasi informasi menjadi gerakan kolektif.
BAZNAS Minahasa telah membuka ruang digital sebagai ruang dakwah, ruang transparansi, dan ruang partisipasi umat. Kini, panggilan itu kembali kepada kita semua.
Sudahkah Anda berzakat hari ini? Sudahkah infak dan sedekah Anda menjadi bagian dari gerakan kebangkitan umat?
Mari salurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Minahasa. Karena ketika amanah dikelola dengan profesional dan terbuka, keberkahan akan tumbuh lebih luas—mencerahkan umat, menguatkan daerah, dan menghadirkan keadilan sosial yang nyata.
BERITA09/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Minahasa.
Lihat Daftar Rekening →