WhatsApp Icon
Kemdiktisaintek dan BAZNAS Siapkan Kolaborasi Besar! Beasiswa Mahasiswa Indonesia hingga Palestina Jadi Fokus Utama

Jakarta – Komitmen memperluas akses pendidikan tinggi bagi generasi muda Indonesia terus diperkuat. Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) mulai menjajaki kerja sama strategis yang diyakini dapat membuka peluang pendidikan lebih luas, sekaligus memperkuat pemberdayaan masyarakat berbasis zakat.

Langkah besar tersebut dibahas dalam pertemuan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto dengan Ketua Badan Amil Zakat Nasional, Sodik Mudjahid, di Kantor Kemdiktisaintek, Jakarta, Kamis (18/6/2026).

Pertemuan tersebut menjadi sinyal kuat hadirnya sinergi antara pemerintah dan lembaga pengelola zakat nasional dalam membangun sumber daya manusia unggul melalui jalur pendidikan tinggi.

Menteri Brian Yuliarto menegaskan bahwa peningkatan Angka Partisipasi Kasar Perguruan Tinggi (APK PT) menjadi salah satu agenda penting pemerintah sebagaimana arahan Presiden Prabowo Subianto.

Menurutnya, masih banyak lulusan SMA dan sederajat yang memiliki potensi besar, namun terkendala faktor ekonomi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.

"Kami berharap terdapat kolaborasi yang bisa berjalan sinergis dengan arahan Bapak Presiden untuk meningkatkan angka partisipasi mahasiswa Indonesia, serta memajukan pendidikan tinggi Indonesia," ujar Brian.

Ia menilai dukungan pembiayaan pendidikan menjadi salah satu instrumen paling efektif untuk memastikan tidak ada generasi muda yang kehilangan kesempatan mengenyam pendidikan tinggi hanya karena keterbatasan biaya.

Di sisi lain, Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid menegaskan bahwa sektor pendidikan merupakan salah satu prioritas utama pendayagunaan zakat nasional.

Menurutnya, paradigma pengelolaan zakat saat ini terus diarahkan menuju program-program yang bersifat produktif dan berkelanjutan. Karena itu, pendidikan dipandang sebagai investasi jangka panjang yang mampu memutus rantai kemiskinan dan melahirkan generasi unggul.

"Tahun ini, BAZNAS mengarahkan program pendistribusian zakat tidak hanya bersifat bantuan konsumtif, tetapi juga lebih menitikberatkan pada pemberdayaan masyarakat," jelas Sodik.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai program beasiswa, penguatan kapasitas masyarakat, hingga dukungan terhadap riset dan inovasi yang melibatkan perguruan tinggi di Indonesia.

Menariknya, pembahasan kerja sama ini tidak hanya menyasar mahasiswa Indonesia. Kemdiktisaintek dan BAZNAS juga menjajaki peluang pemberian beasiswa magister bagi mahasiswa Palestina untuk melanjutkan studi di Indonesia.

Program ini dipandang sebagai bagian dari kontribusi Indonesia dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia Palestina di tengah berbagai tantangan yang mereka hadapi.

Pimpinan BAZNAS Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, Idy Muzayyad, menjelaskan bahwa program tersebut juga akan memberikan dampak positif bagi perguruan tinggi Indonesia.

"Kami ingin mendorong mahasiswa luar negeri juga untuk berkuliah di Indonesia. Hal ini juga dapat meningkatkan indeks perguruan tinggi di Indonesia. Dengan fokus ke jenjang magister, SDM Palestina juga akan siap untuk membangun kembali," kata Idy.

Kolaborasi Kemdiktisaintek dan BAZNAS menjadi bukti bahwa zakat tidak hanya berperan sebagai instrumen sosial keagamaan, tetapi juga dapat menjadi motor penggerak pembangunan sumber daya manusia yang berkelanjutan.

Jika kerja sama ini terealisasi, ribuan mahasiswa berpotensi memperoleh akses pendidikan yang lebih luas, sementara perguruan tinggi Indonesia akan semakin terbuka sebagai pusat pembelajaran bagi mahasiswa internasional.

Di tengah upaya mewujudkan Indonesia Emas 2045, sinergi antara dunia pendidikan dan pengelolaan zakat nasional diharapkan menjadi langkah konkret dalam mencetak generasi yang cerdas, berdaya saing, dan siap menghadapi tantangan global.

18/06/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa
Prof. Azrai Dorong Petani Binaan BAZNAS Minahasa Naik Kelas Jadi Penangkar Benih Nasional

MINAHASA – Harapan baru bagi kemandirian petani di Kabupaten Minahasa kembali menguat. Rabu (17/6/2026), pakar pemulia jagung nasional dari Universitas Hasanuddin (UNHAS) Makassar, Prof. Dr. Muhammad Azrai, SP., MP, kembali mengunjungi lahan binaan kolaborasi BAZNAS Kabupaten Minahasa bersama mantan Ketua Pengadilan Agama Tondano, Al Gazali Mus, yang kini menjabat sebagai Wakil Ketua Pengadilan Agama Sidrap.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari pendampingan berkelanjutan yang telah dilakukan selama beberapa tahun terakhir kepada Kelompok Tani Paguyuban Matuari Jaton, sebuah kelompok tani yang kini dipersiapkan untuk naik kelas dari petani budidaya jagung konsumsi menjadi penangkar benih jagung sumber (parent seed) grade A.

Dalam arahannya kepada petani, Prof. Azrai menjelaskan bahwa program yang dijalankan saat ini merupakan bagian dari kegiatan Unit Produksi Benih Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin yang bertujuan menghasilkan benih penjenis atau benih sumber berkualitas tinggi.

"Kita ingin kelompok tani ini naik kelas. Kalau sebelumnya petani hanya menjual tongkol atau jagung konsumsi, sekarang kita melatih mereka menghasilkan benih. Nilai ekonominya jauh lebih tinggi. Benih yang lolos seleksi dapat memiliki harga hingga empat kali lipat dibanding harga jagung konsumsi," ujar Prof. Azrai.

Menurutnya, Kelompok Tani Paguyuban Matuari Jaton dipilih secara khusus untuk mendapatkan pendampingan intensif agar mampu menghasilkan benih penjenis berkualitas tinggi yang nantinya dapat didistribusikan kepada perusahaan-perusahaan benih mitra Universitas Hasanuddin.

"Kami tidak langsung memperluas ke kelompok lain. Fokus kami saat ini adalah memastikan kelompok ini benar-benar mampu menghasilkan benih penjenis grade A. Jika berhasil, maka ke depan petani dapat berkembang menjadi produsen benih komersial dan memiliki kontrak produksi dengan mitra-mitra kami," jelasnya.

Prof. Azrai juga menegaskan bahwa tim Universitas Hasanuddin akan terus melakukan pendampingan teknis, pengawasan mutu genetik, serta pengujian berbagai varietas unggul baru di lahan tersebut.

Tidak hanya memberikan arahan teknis, pada kesempatan itu Prof. Azrai juga menyerahkan bantuan alat pemipil jagung kepada kelompok tani. Bantuan tersebut disaksikan langsung oleh jajaran BAZNAS Minahasa dan para petani binaan sebagai bentuk dukungan nyata terhadap peningkatan produktivitas pascapanen.

Dalam kesempatan yang sama, Prof. Azrai memberikan apresiasi terhadap keterlibatan BAZNAS Minahasa yang secara konsisten mendampingi kelompok tani sejak awal program berjalan.

"Kami senang karena ada BAZNAS yang mendampingi kelompok tani. Ini adalah bentuk nyata pemberdayaan umat agar masyarakat mampu memperoleh keuntungan yang lebih baik dan meningkatkan kesejahteraan petani. Dari yang kami lihat, pertumbuhan jagung yang didampingi BAZNAS sangat baik dan memiliki prospek yang menjanjikan untuk produksi benih," ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Minahasa, Sahlan Kokalo, yang turut mendampingi Prof. Azrai selama kunjungan lapangan, menyampaikan apresiasi atas komitmen dan perhatian yang terus diberikan oleh Universitas Hasanuddin kepada petani binaan BAZNAS.

"Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas kunjungan serta pendampingan berkelanjutan yang diberikan Prof. Azrai dan tim Universitas Hasanuddin. Ini bukan sekadar kunjungan, tetapi investasi ilmu pengetahuan yang luar biasa bagi petani kami. Melalui pendampingan ini, petani tidak lagi hanya menjadi produsen jagung konsumsi, tetapi dipersiapkan menjadi penangkar benih yang memiliki nilai ekonomi jauh lebih tinggi," ujar Sahlan.

Menurutnya, program tersebut sejalan dengan misi BAZNAS dalam mengubah pola bantuan konsumtif menjadi pemberdayaan produktif yang berkelanjutan.

"BAZNAS ingin menghadirkan program yang benar-benar mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ketika petani mampu menghasilkan benih berkualitas dan mendapatkan nilai jual yang lebih tinggi, maka mereka tidak hanya bertahan secara ekonomi, tetapi juga berkembang dan menjadi lebih mandiri. Inilah makna pemberdayaan yang sesungguhnya," tambahnya.

Sahlan menegaskan bahwa keberhasilan program tersebut merupakan hasil kolaborasi banyak pihak, mulai dari akademisi, pemerintah, tokoh masyarakat, hingga para petani yang memiliki semangat belajar dan berinovasi.

"Kami percaya kolaborasi adalah kunci. Apa yang dimulai dari lahan sederhana di Minahasa hari ini berpotensi menjadi model pemberdayaan petani berbasis zakat yang dapat direplikasi di daerah lain. Petani kita harus naik kelas, memiliki daya saing, dan menjadi bagian penting dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional," katanya.

Mantan Ketua Pengadilan Agama Tondano yang turut menggagas kolaborasi ini, Al Gazali Mus, mengaku bahagia melihat perkembangan yang dicapai kelompok tani binaan tersebut meskipun kini dirinya telah bertugas di Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan.

"Alhamdulillah, saya merasa sangat senang melihat program ini terus berkembang. Apa yang dulu kita mulai bersama kini menunjukkan hasil yang nyata. Semoga program ini semakin bermanfaat bagi petani dan masyarakat sekitar," ujarnya.

Ia juga menyampaikan dukungan moril kepada para petani agar terus menjaga semangat dan komitmen dalam mengembangkan usaha pertanian mereka.

"Semangat terus untuk para petani. Jangan pernah berhenti belajar dan berusaha. Insyaallah saat panen jagung tetua nanti, saya akan berusaha ikut bergabung kembali untuk melihat hasil perjuangan bersama ini," ungkap Al Gazali.

Kunjungan Prof. Azrai kali ini menjadi penanda penting bahwa Kelompok Tani Paguyuban Matuari Jaton sedang memasuki fase baru dalam pengembangan usaha tani berbasis teknologi dan inovasi.

Dengan dukungan Universitas Hasanuddin, BAZNAS Minahasa, serta para mitra strategis lainnya, kelompok tani tersebut diharapkan tidak hanya menjadi produsen jagung konsumsi, tetapi berkembang menjadi sentra produksi benih unggul yang mampu memasok kebutuhan perusahaan-perusahaan benih nasional.

17/06/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS RI dan Ponpes Al Fath Lepas 18 Dai ke Pulau Buru, Perkuat Pembinaan Mualaf di Wilayah 3T

Sukabumi – Komitmen memperkuat pembinaan umat hingga ke pelosok negeri kembali ditunjukkan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI. Bersama Pondok Pesantren Modern Dzikir Al Fath Sukabumi, BAZNAS RI resmi melepas 18 dai yang akan bertugas di Pulau Buru, Maluku, melalui Program Ustad Garis Depan (UGD) VIII.

Para dai tersebut akan menjalankan misi dakwah, pendidikan, dan pendampingan bagi masyarakat mualaf yang berada di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T), sekaligus menjadi sahabat dan pembimbing bagi masyarakat yang membutuhkan penguatan pemahaman keislaman.

Prosesi pelepasan berlangsung di Pondok Pesantren Modern Al Fath, Sukabumi, Rabu (17/6/2026), dan dihadiri Wakil Ketua BAZNAS RI Dr. H. Zainut Tauhid Sa'adi, M.Si., Pimpinan Ponpes Al Fath Prof. Dr. KH. M. Fajar Laksana, S.E., CQM., MM., Ph.D., Direktur Penerangan Agama Islam Kementerian Agama RI Dr. Muchlis M. Hanafi, Lc., M.A., serta sejumlah tokoh agama dan pejabat daerah.

Dalam sambutannya, Wakil Ketua BAZNAS RI Zainut Tauhid Sa'adi menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS dalam menghadirkan manfaat zakat yang lebih luas, khususnya bagi kelompok mualaf dan fisabilillah yang membutuhkan pendampingan berkelanjutan.

"BAZNAS berperan sebagai jembatan yang menghubungkan para muzaki dengan mustahik. Salah satu kelompok yang menjadi perhatian kami adalah mualaf dan fisabilillah. Karena itu, program kemitraan dakwah ini menjadi bagian penting dalam menghadirkan manfaat zakat bagi masyarakat yang membutuhkan pendampingan keagamaan," ujar Zainut.

Menurutnya, kolaborasi antara BAZNAS RI dan Ponpes Al Fath menjadi contoh sinergi yang produktif dalam memperluas jangkauan dakwah Islam di Indonesia. Ia menggambarkan kerja sama tersebut sebagai "gayung bersambut", di mana pesantren menyiapkan sumber daya dai yang kompeten, sementara BAZNAS memberikan dukungan program dan pendanaan agar misi dakwah dapat berjalan optimal.

Lebih lanjut, Zainut mengingatkan para dai yang akan bertugas agar mengedepankan dakwah bil hikmah, yaitu menyampaikan ajaran Islam dengan penuh kebijaksanaan, keteladanan, dan pendekatan yang menyejukkan.

"Dakwah tidak dilakukan dengan cara menghakimi atau menyalahkan. Tugas dai adalah merangkul, membimbing, dan mendampingi masyarakat dengan penuh kearifan agar mereka semakin memahami dan mencintai ajaran Islam," katanya.

Ia menekankan bahwa keberhasilan dakwah tidak hanya diukur dari banyaknya ceramah yang disampaikan, tetapi juga dari kemampuan seorang dai membangun kedekatan dan kepercayaan masyarakat.

Menurutnya, para mualaf dan masyarakat yang masih minim pemahaman keagamaan membutuhkan sentuhan dakwah yang humanis dan penuh empati.

"Jika menghadapi masyarakat yang belum banyak mengenal ajaran Islam, maka yang harus dikedepankan adalah pendekatan yang humanis dan membangun kedekatan. Dai hadir untuk membimbing, bukan menghakimi," tambahnya.

Program Ustad Garis Depan selama ini menjadi salah satu program unggulan dalam memperkuat dakwah di wilayah-wilayah yang masih membutuhkan pembinaan intensif. Selain memberikan penguatan akidah, para dai juga akan terlibat dalam berbagai kegiatan pendidikan, pembinaan keluarga, pelatihan keagamaan, hingga pemberdayaan masyarakat.

Melalui pengiriman 18 dai ke Pulau Buru, BAZNAS RI dan Ponpes Al Fath berharap kualitas pembinaan mualaf dapat semakin meningkat serta melahirkan komunitas muslim yang lebih mandiri, berdaya, dan memiliki pemahaman keislaman yang kuat.

Di tengah tantangan dakwah di daerah terpencil, program ini menjadi bukti nyata bahwa zakat tidak hanya menghadirkan bantuan materi, tetapi juga menjadi instrumen strategis dalam membangun akidah, memperkuat ukhuwah Islamiyah, serta menghadirkan cahaya pendidikan dan pembinaan hingga ke pelosok Nusantara.

17/06/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa
Bantu Palestina, BAZNAS Jabar Salurkan Kurban dan Sedekah Daging Melalui BAZNAS RI

JAKARTA – Solidaritas masyarakat Indonesia untuk rakyat Palestina terus mengalir tanpa henti. Di tengah situasi kemanusiaan yang masih memprihatinkan akibat konflik berkepanjangan, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Barat menyalurkan amanah kurban dan sedekah daging bagi masyarakat Palestina melalui BAZNAS RI.

Penyerahan bantuan tersebut dilakukan secara simbolis di Jakarta, Senin (8/6/2026), sebagai bentuk kepedulian dan dukungan nyata masyarakat Jawa Barat terhadap saudara-saudara di Palestina yang hingga kini masih menghadapi berbagai keterbatasan akibat krisis kemanusiaan.

Total bantuan yang disalurkan meliputi Program Kurban Palestina senilai Rp147.500.000, Program Sedekah Daging Palestina sebesar Rp82.600.000, serta Program Sedekah Daging Kemasan senilai Rp21.000.000.

Wakil Ketua BAZNAS RI, Dr. H. Zainut Tauhid Sa'adi, M.Si., menyampaikan apresiasi atas tingginya kepedulian masyarakat Jawa Barat yang terus menunjukkan empati dan solidaritas terhadap rakyat Palestina.

Menurutnya, bantuan yang dihimpun melalui BAZNAS Jawa Barat menjadi bukti bahwa nilai kemanusiaan dan ukhuwah Islamiyah masih tumbuh kuat di tengah masyarakat Indonesia.

"Kami sangat mengapresiasi kepedulian masyarakat Jawa Barat yang disalurkan melalui BAZNAS Jabar untuk membantu meringankan beban saudara-saudara kita di Palestina yang sedang berjuang di tengah kondisi konflik," ujar Zainut.

Ia menjelaskan, program kurban dan sedekah daging tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan dan gizi masyarakat Palestina yang saat ini menghadapi berbagai tantangan kehidupan akibat dampak konflik yang berkepanjangan.

Lebih dari sekadar bantuan makanan, kata Zainut, program ini juga menjadi simbol harapan dan kasih sayang dari masyarakat Indonesia kepada rakyat Palestina agar mereka tetap merasakan perhatian dan dukungan dari dunia internasional.

"BAZNAS RI berkomitmen penuh untuk memastikan seluruh amanah kurban dan sedekah daging ini disalurkan secara amanah, transparan, dan tepat sasaran agar keberkahan hari raya dapat dirasakan di Palestina," tegasnya.

Komitmen tersebut menjadi bagian dari upaya BAZNAS RI dalam menjaga kepercayaan para muzaki sekaligus memastikan setiap bantuan yang dihimpun dapat memberikan manfaat optimal bagi penerima manfaat di wilayah terdampak konflik.

Bagi masyarakat Palestina, bantuan pangan memiliki arti yang sangat penting. Di tengah keterbatasan akses terhadap kebutuhan pokok, distribusi daging kurban dan sedekah menjadi sumber nutrisi sekaligus penguat semangat bagi keluarga-keluarga yang sedang menghadapi masa sulit.

Momentum Iduladha juga menjadi pengingat bahwa nilai pengorbanan, kepedulian, dan berbagi tidak mengenal batas wilayah maupun kebangsaan. Semangat tersebut tercermin dari partisipasi masyarakat Jawa Barat yang mempercayakan amanah kemanusiaannya melalui BAZNAS.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Deputi I BAZNAS RI Bidang Pengumpulan H. M. Arifin Purwakananta, S.I.Kom., M.I.Kom., CWC, CFRM., Direktur Penguatan Pengumpulan Nasional H. Fitriansyah Agus Setiawan, S.Sos., M.I.Kom., CFRM., Kepala Divisi Penguatan Pengumpulan BAZNAS Adhi Kelvianto Septa Pradana, S.H., S.Hum., serta jajaran BAZNAS Provinsi Jawa Barat yang dipimpin Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan Dr. H. Ijang Faisal, S.Ag., M.Si.

Melalui kolaborasi dan sinergi yang terus diperkuat, BAZNAS berharap semakin banyak masyarakat yang tergerak untuk menyalurkan zakat, infak, sedekah, maupun kurban sebagai wujud kepedulian terhadap sesama, khususnya bagi saudara-saudara yang tengah menghadapi krisis kemanusiaan.

Bantuan yang diberikan hari ini bukan hanya tentang daging kurban yang sampai ke tangan penerima manfaat, melainkan juga tentang pesan persaudaraan, harapan, dan kepedulian yang menembus batas negara. Dari Indonesia untuk Palestina, semangat kemanusiaan terus hidup dan menguatkan mereka yang sedang berjuang untuk bertahan.

08/06/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS RI dan BI Libatkan Kreator Konten, Zakat Siap Menembus Jutaan Layar Digita

PALEMBANG – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Bank Indonesia (BI) terus memperkuat gerakan literasi zakat dan ekonomi syariah melalui pendekatan yang semakin relevan dengan perkembangan zaman. Salah satunya dengan menggandeng para kreator konten sebagai agen edukasi digital yang mampu menjangkau jutaan masyarakat, khususnya generasi muda.

Komitmen tersebut mengemuka dalam kegiatan Training of Trainer (ToT) Kreator Konten yang menjadi bagian dari rangkaian Festival Syariah (FESYar) Regional Sumatera 2026 di Hotel Santika Palembang, Sumatera Selatan.

Kepala Biro Komunikasi Publik dan Publikasi (BKPU) BAZNAS RI, Ndari Rumi Widyawati, menegaskan keterlibatan kreator konten menjadi langkah strategis dalam memperluas pemahaman masyarakat tentang zakat sebagai instrumen penting pembangunan ekonomi umat.

"Kami mengapresiasi inisiatif Bank Indonesia yang melibatkan para kreator konten dalam penguatan literasi zakat. Di era digital saat ini, konten yang edukatif dan inspiratif memiliki daya jangkau yang sangat luas sehingga mampu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya zakat sebagai kekuatan keuangan sosial Islam," ujar Ndari.

FESYar Sumatera 2026 mengusung tema "Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah Regional Berkelanjutan melalui Sinergi dan Transformasi Digital". Kegiatan ini menghadirkan berbagai program penguatan kapasitas, mulai dari ToT Kreator Konten, ToT Dai dan Daiyah, hingga Sertifikasi Nazhir Wakaf yang diikuti sekitar 150 peserta dari berbagai daerah di Pulau Sumatera.

Dalam sesi ToT Kreator Konten, Kabag Humas sekaligus Pemimpin Redaksi Kantor Digital BAZNAS RI, Yudhiarma MK, bersama Koordinator Komunikasi Lembaga (Corcom) Rayhanul Iman (Roy) membagikan strategi publikasi digital melalui konsep Zakat News Network (ZNN).

Yudhiarma menjelaskan, BAZNAS RI telah membangun ekosistem media konvergensi yang mengintegrasikan media konvensional dan digital untuk memperluas dakwah zakat secara masif.

Menurutnya, transformasi digital yang dilakukan BAZNAS dalam lima tahun terakhir menunjukkan hasil signifikan. Saat ini jaringan Kantor Digital BAZNAS telah mengelola sekitar 420 website dengan total pembaca mencapai lebih dari enam juta orang.

Tak hanya itu, jangkauan kanal digital BAZNAS juga mengalami lonjakan drastis. Reach YouTube meningkat dari sekitar 1,1 juta pada 2021 menjadi 24,6 juta pada 2025, sementara platform X (Twitter) tumbuh dari 309 ribu menjadi 1,8 juta jangkauan pada periode yang sama.

"Media digital telah menjadi sarana dakwah yang sangat efektif. Karena itu, para kreator konten memiliki peran penting dalam menyampaikan pesan-pesan zakat dan ekonomi syariah kepada masyarakat secara kreatif, menarik, dan mudah dipahami," kata Yudhiarma.

Menariknya, peserta juga diajak memahami pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI) seperti Gemini, DeepSeek, dan ChatGPT dalam proses produksi konten digital dan karya jurnalistik.

Menurut Yudhiarma, kehadiran AI mampu membantu kreator konten maupun jurnalis bekerja lebih cepat dan efisien dalam menghasilkan berbagai bentuk konten.

"Saat ini AI sangat membantu dalam pembuatan berita, artikel, maupun konten digital lainnya. Namun teknologi ini tetap harus digunakan secara bijak dan bertanggung jawab," ujarnya.

Ia mengingatkan bahwa penggunaan AI dalam dunia jurnalistik tetap harus berpedoman pada Kode Etik Jurnalistik (KEJ) dan regulasi yang telah ditetapkan Dewan Pers.

"Secanggih apa pun AI, tetap saja ia adalah alat bantu. Akurasi, verifikasi, dan tanggung jawab jurnalistik tetap berada di tangan manusia," tegasnya.

Sebagai bentuk adaptasi terhadap perkembangan teknologi, Dewan Pers telah menerbitkan Peraturan Dewan Pers Nomor 1 Tahun 2025 tentang Pedoman Penggunaan Kecerdasan Buatan dalam Karya Jurnalistik, yang menjadi rujukan bagi perusahaan media dalam memanfaatkan AI secara profesional dan bertanggung jawab.

Sementara itu, ToT Kreator Konten mengusung tema "From Scroll to Impact: Mengubah Konten Digital Menjadi Gerakan Ekonomi Syariah". Tema tersebut merefleksikan semangat untuk mengubah aktivitas digital sehari-hari menjadi gerakan edukasi yang berdampak nyata bagi penguatan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia.

Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh pembekalan mengenai ekonomi syariah, pengelolaan zakat dan wakaf, keuangan komersial syariah, hingga teknik produksi konten digital yang kreatif dan efektif.

Di waktu yang sama, Bank Indonesia juga menyelenggarakan ToT Dai dan Daiyah guna memperkuat kapasitas para pendakwah dalam menyampaikan materi ekonomi syariah secara komprehensif kepada masyarakat. Selain itu, Sertifikasi Nazhir Wakaf digelar untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme pengelola wakaf dalam mengoptimalkan pemanfaatan aset wakaf secara produktif dan berkelanjutan.

Dengan melibatkan regulator, akademisi, praktisi, lembaga zakat dan wakaf, serta kreator konten nasional, FESYar Sumatera 2026 diharapkan menjadi katalisator lahirnya generasi penggerak ekonomi syariah yang mampu memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana dakwah, edukasi, dan pemberdayaan umat.

07/06/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa

Berita Terbaru

TPQ Raudhatul Jannah Tondano Ukir Prestasi Tingkat Sulut, Sabet Pengelola Media Sosial Terbaik 1 di Pendis Award
TPQ Raudhatul Jannah Tondano Ukir Prestasi Tingkat Sulut, Sabet Pengelola Media Sosial Terbaik 1 di Pendis Award
MANADO — Prestasi membanggakan datang dari dunia pendidikan Islam Kabupaten Minahasa. TPQ Raudhatul Jannah Kampung Jawa Tondano berhasil meraih Penghargaan Pengelola Media Sosial Terbaik 1 Tingkat Provinsi Sulawesi Utara dalam ajang bergengsi Pendis Award 2025 yang diserahkan pada kegiatan Rapat Koordinasi Pendidikan Islam se-Sulawesi Utara. Penghargaan tersebut diberikan dalam acara resmi yang digelar oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Utara di Swiss-Bellhotel Maleosan Manado, Selasa (27/1/2026), yang dihadiri jajaran pejabat dan pengelola lembaga pendidikan Islam se-provinsi. Capaian ini menempatkan TPQ Raudhatul Jannah sebagai lembaga pendidikan Al-Qur’an yang tidak hanya unggul dalam pembinaan keagamaan, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan teknologi informasi, khususnya dalam pemanfaatan media sosial sebagai sarana edukasi dan dakwah. Dengan komitmen kuat dalam meningkatkan mutu pendidikan agama, TPQ Raudhatul Jannah konsisten membangun lingkungan belajar yang kondusif bagi generasi muda. Media sosial dimanfaatkan bukan sekadar untuk publikasi, tetapi sebagai ruang edukasi, dokumentasi kegiatan santri, penyebaran nilai-nilai keislaman, hingga penguatan literasi keagamaan di tengah masyarakat. Penghargaan ini menjadi bukti bahwa pendekatan dakwah dan pendidikan Islam kini mampu bertransformasi mengikuti zaman tanpa meninggalkan nilai dasar pembinaan akhlak. Ajang Rakor Pendidikan Islam kali ini memang terasa istimewa karena dirangkaikan dengan penyerahan penghargaan kepada lembaga-lembaga berprestasi di Sulawesi Utara. Kegiatan tersebut diikuti oleh Kepala Seksi Pendidikan Islam (Pendis) Kemenag Kabupaten Minahasa, Fadhila Djojosuroto, SE., M.Pd, bersama jajaran Pendis lainnya. Kabupaten Minahasa tampil menonjol dalam Pendis Award 2025 dengan beberapa lembaga berhasil meraih penghargaan, yaitu: MA Nurul Hidayah Sea 1 RA Tarbiyah Tondano TPQ Raudhatul Jannah Tondano Raihanna Putri Khalifah Jusuf Kepala Seksi Pendis Kemenag Minahasa menyampaikan rasa syukur atas pencapaian tersebut. “Penghargaan ini merupakan bukti kerja keras kolektif seluruh elemen pendidikan Islam di Minahasa. Semoga capaian di awal tahun 2026 ini menjadi motivasi bagi lembaga lain untuk terus berinovasi dan meningkatkan mutu pendidikan bagi umat,” ujarnya di sela kegiatan. Prestasi TPQ Raudhatul Jannah menegaskan bahwa lembaga pendidikan Al-Qur’an di daerah mampu menjadi pelopor dalam transformasi digital pendidikan Islam. Media sosial tidak lagi dipandang sebagai sekadar platform hiburan, melainkan sarana strategis membangun karakter, menyebarkan dakwah, dan menghubungkan lembaga dengan masyarakat luas. Penghargaan ini bukan hanya trofi, tetapi simbol pengakuan bahwa pendidikan Islam di Minahasa terus bergerak maju, adaptif, dan relevan dengan perkembangan zaman.
BERITA27/01/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Terjebak Banjir, BAZNAS Evakuasi Ibu Hamil yang Akan Melahirkan di Karawang
Terjebak Banjir, BAZNAS Evakuasi Ibu Hamil yang Akan Melahirkan di Karawang
Karawang — Di tengah genangan banjir yang masih merendam sejumlah wilayah Kabupaten Karawang, Jawa Barat, tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mengevakuasi seorang ibu hamil yang hendak melahirkan dari rumahnya yang terisolasi air. Peristiwa itu terjadi di Dusun Tegal Luhur, Desa Sukamakmur, Kecamatan Telukjambe Timur, wilayah yang terdampak banjir cukup parah sehingga akses darat tidak dapat dilalui kendaraan. Ibu hamil tersebut diketahui bernama Siti Nurjanah (22 tahun). Berdasarkan informasi warga, ia sudah merasakan tanda-tanda persalinan namun tidak dapat keluar rumah karena ketinggian air yang menggenangi permukiman. Mendapat laporan tersebut, tim BTB segera menuju lokasi menggunakan perahu karet untuk menembus banjir dan mengevakuasi Siti Nurjanah. Setelah berhasil dibawa keluar dari titik banjir, ia langsung dirujuk ke Mandaya Hospital Karawang guna mendapatkan penanganan medis dan proses persalinan. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, menegaskan bahwa ibu hamil termasuk kelompok paling rentan dalam situasi bencana. “Ibu hamil, lansia, dan anak-anak merupakan kelompok yang harus didahulukan saat terjadi bencana seperti banjir. Apalagi ibu hamil yang akan melahirkan, risikonya sangat besar jika tidak segera mendapat pertolongan medis,” ujar Saidah dalam keterangan tertulis, Senin (26/1/2026). Menurut dia, kecepatan informasi dari warga dan respons lapangan menjadi faktor penting dalam penyelamatan tersebut. Begitu menerima kabar adanya ibu hamil yang terjebak, tim BTB langsung bergerak menuju lokasi. Situasi banjir bukan hanya menghambat mobilitas, tetapi juga meningkatkan risiko kesehatan bagi ibu hamil, seperti: Keterlambatan mendapatkan pertolongan persalinan Risiko infeksi akibat lingkungan tidak higienis Hipotermia dan kelelahan Stres yang dapat memengaruhi kondisi ibu dan janin Karena itu, evakuasi cepat dalam kasus ini dinilai krusial untuk mencegah komplikasi. “Semoga persalinannya lancar, ibu dan bayinya selamat. Kami juga berharap banjir segera surut agar masyarakat Karawang bisa kembali beraktivitas,” kata Saidah. Kehadiran BAZNAS Tanggap Bencana di lokasi terdampak, menurut Saidah, merupakan bagian dari komitmen BAZNAS dalam respons darurat kemanusiaan. “BAZNAS hadir untuk memastikan evakuasi berjalan aman dan warga terdampak segera mendapatkan bantuan dasar,” ujarnya. Selain evakuasi, BTB juga terlibat dalam distribusi logistik, layanan dasar, serta dukungan kemanusiaan lain bagi warga terdampak banjir. Peristiwa evakuasi ibu hamil ini menunjukkan bahwa dalam situasi bencana, koordinasi cepat antara warga dan tim penyelamat menjadi penentu keselamatan, terutama bagi kelompok paling rentan.
BERITA26/01/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Kemensetneg Salurkan Rp227 Juta via BAZNAS, Bantu Penyintas Banjir Sumatera Bangun Huntap hingga Pulihkan Ekonomi
Kemensetneg Salurkan Rp227 Juta via BAZNAS, Bantu Penyintas Banjir Sumatera Bangun Huntap hingga Pulihkan Ekonomi
Jakarta – Solidaritas kemanusiaan kembali ditunjukkan Keluarga Besar Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) RI. Melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI, bantuan sebesar Rp227.200.000 disalurkan untuk membantu para penyintas banjir di wilayah Sumatera. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Sekretaris Kementerian Sekretariat Negara, Setya Utama, kepada jajaran pimpinan BAZNAS RI dalam seremoni yang berlangsung di lingkungan Kemensetneg, Jakarta Pusat, Jumat (23/1/2026). Hadir dalam kesempatan itu Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, didampingi Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Hj. Saidah Sakwan, MA, serta Wakil Menteri Sekretariat Negara RI Juri Ardiantoro beserta jajaran pejabat. Ketua BAZNAS RI Kiai Noor Achmad menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan Kemensetneg kepada BAZNAS sebagai lembaga penyalur bantuan. “Kami mengucapkan banyak terima kasih. Mudah-mudahan apa yang Bapak/Ibu berikan bermanfaat bagi saudara-saudara kita di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh. Bantuan ini akan kami salurkan sesuai peruntukannya, secara amanah, transparan, dan tepat sasaran,” ujar Kiai Noor. Ia menegaskan, BAZNAS bukan hanya hadir saat bantuan datang, tetapi sudah terjun sejak hari pertama bencana terjadi. Dalam masa tanggap darurat, BAZNAS mengoperasikan 117 pos layanan yang meliputi: Layanan kesehatan gratis Dapur umum Dapur air bersih “Lebih dari tiga juta porsi makanan telah kami salurkan sejak hari pertama masa tanggap darurat hingga fase itu dinyatakan selesai,” ungkapnya. Kini, penanganan memasuki fase pemulihan. Bantuan yang masuk melalui BAZNAS akan difokuskan untuk program jangka panjang yang menyentuh kebutuhan dasar sekaligus masa depan para korban. Beberapa prioritas pemulihan yang disiapkan BAZNAS antara lain: Pembangunan hunian tetap (huntap) Penyediaan alat dan perlengkapan sekolah Pembangunan kembali masjid dan musala Program pemberdayaan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja “Huntap pertama akan kami bangun di Tapanuli Selatan, yang kami namakan Kampung Cahaya Zakat. Di sana juga akan dibangun masjid dan sekolah,” jelas Kiai Noor. Tak berhenti pada bantuan fisik, BAZNAS juga menyiapkan program pemulihan ekonomi agar para penyintas bisa kembali mandiri. Program tersebut akan dijalankan melalui: ZMart (penguatan usaha ritel kecil) ZChicken (usaha kuliner berbasis kemitraan) “Kami tidak hanya memberikan modal, tetapi juga pendampingan sampai mereka benar-benar mandiri. Ini bagian dari ikhtiar kami membuka kembali lapangan kerja bagi korban terdampak,” tegasnya. Wakil Menteri Sekretariat Negara, Juri Ardiantoro, mengapresiasi konsistensi BAZNAS yang selalu hadir di garis depan setiap terjadi bencana. “Terima kasih kepada BAZNAS yang bersedia menyalurkan bantuan ini kepada para korban. Juga kepada keluarga besar Kemensetneg, para pegawai dan pejabat yang telah menyalurkan dana kepeduliannya. Ini wujud nyata solidaritas untuk saudara-saudara kita yang terdampak,” kata Juri. Ia mengakui nilai bantuan tersebut mungkin belum cukup untuk memulihkan seluruh dampak bencana, namun memiliki makna besar dari sisi kepedulian. “Untuk memulihkan kondisi seperti sebelum bencana tentu membutuhkan dana sangat besar, mungkin triliunan rupiah. Tetapi dengan niat tulus, kami berharap bantuan ini dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar dan mempercepat pemulihan masyarakat Aceh dan Sumatera,” tutupnya. Kolaborasi Kemensetneg dan BAZNAS ini juga menjadi contoh edukatif bahwa dana sosial—zakat, infak, dan sedekah—memiliki peran strategis bukan hanya untuk bantuan darurat, tetapi juga: Pemulihan jangka panjang, Pembangunan hunian layak, Akses pendidikan, Kebangkitan ekonomi korban.
BERITA26/01/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Terjunkan Tim Evakuasi Banjir di Jakarta-Bekasi, Warga Dievakuasi Pakai Perahu Karet
BAZNAS Terjunkan Tim Evakuasi Banjir di Jakarta-Bekasi, Warga Dievakuasi Pakai Perahu Karet
Jakarta – Banjir yang melanda sejumlah wilayah Jakarta dan Bekasi direspons cepat oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI. Melalui tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB), proses evakuasi warga terdampak dilakukan di berbagai titik genangan, Jumat (23/1/2026). Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, mengatakan tim langsung diterjunkan begitu laporan banjir masuk dari sejumlah wilayah padat penduduk. “Tim tanggap bencana segera kami kirim ke lokasi-lokasi banjir sebagai respons cepat BAZNAS untuk membantu mereka yang tengah mengalami kesulitan akibat banjir,” ujar Saidah dalam keterangan tertulis di Jakarta. BTB BAZNAS melakukan evakuasi di beberapa wilayah yang terdampak cukup parah, yakni: Cipinang Melayu, Jakarta Timur Petogogan, Jakarta Selatan Kedaung Angke, Jakarta Barat Karet Tengsin, Jakarta Pusat Pondok Hijau Permai, Kota Bekasi Di lokasi-lokasi tersebut, tim menggunakan perahu karet untuk menjangkau warga yang terjebak genangan air dan membawa mereka menuju titik pengungsian yang lebih aman. Selain fokus pada penyelamatan warga, BTB BAZNAS juga menyalurkan bantuan logistik darurat. Bantuan yang dibagikan meliputi: Makanan siap saji Air minum Kebutuhan pokok lainnya Langkah ini dilakukan untuk memastikan kebutuhan dasar warga terdampak tetap terpenuhi di tengah situasi darurat. “BAZNAS berkomitmen untuk terus berupaya memberikan bantuan terbaiknya. Respons ini juga merupakan bentuk kepedulian BAZNAS RI dalam menanggapi isu-isu kebencanaan, termasuk musibah banjir,” kata Saidah. BAZNAS juga mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu banjir susulan. Saidah meminta warga terus memantau informasi dari sumber terpercaya serta mengikuti arahan petugas di lapangan demi keselamatan bersama. “Semoga bantuan ini dapat meringankan beban warga yang terdampak banjir,” tutupnya.
BERITA23/01/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Dorong Regulasi BAZNAS Diperkuat, Zakat Diusulkan Jadi Pengurang Pajak
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Dorong Regulasi BAZNAS Diperkuat, Zakat Diusulkan Jadi Pengurang Pajak
Semarang – Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Abdul Wachid mendorong penguatan regulasi Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), termasuk integrasi kebijakan zakat dengan sistem keringanan pajak bagi wajib pajak yang menunaikan zakat melalui BAZNAS. Menurutnya, langkah ini penting agar zakat semakin optimal berperan sebagai instrumen kesejahteraan sosial nasional. “Jika hal tersebut bisa terwujud, tentu nantinya akan ada kerja sama dengan Kementerian Keuangan, misalnya dalam bentuk keringanan pajak. Apabila mereka yang wajib pajak sudah menunaikan pembayaran zakat melalui BAZNAS, maka hal itu bisa ditarik dan diakomodasi. Hal ini nantinya juga akan saya masukkan ke dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas),” ujar Abdul Wachid saat menghadiri kegiatan penyaluran paket bantuan King Salman Humanitarian Aid and Relief Centre di Semarang, Jawa Tengah, Kamis (22/1/2026). Abdul Wachid menilai, penguatan kewenangan BAZNAS akan membuka peluang optimalisasi potensi zakat dari berbagai sumber, mulai dari TNI, Polri, aparatur sipil negara (ASN), anggota DPR, kementerian, hingga sektor korporasi. “Potensi zakat secara nasional bisa mencapai Rp 300 triliun. Untuk Jawa Tengah sendiri, potensinya bisa jauh lebih besar dibandingkan pendapatan yang dihimpun saat ini,” katanya. Ia menegaskan, jika regulasi diperkuat dan terintegrasi dengan sistem fiskal, zakat dapat menjadi kekuatan besar dalam mendukung agenda pengentasan kemiskinan. Dalam kesempatan yang sama, Abdul Wachid juga mengapresiasi kinerja BAZNAS yang dinilainya telah menunjukkan peran strategis dalam pengentasan kemiskinan, penguatan UMKM, hingga penyaluran bantuan kebencanaan. “BAZNAS ini sudah sangat bermanfaat bagi masyarakat, tidak hanya dalam pengentasan kemiskinan dan penguatan UMKM, tetapi juga menyangkut bantuan bencana. Tadi disampaikan kepada saya bahwa bantuan sudah sampai ke Sumatra dan Aceh. Ini sangat luar biasa. Artinya, BAZNAS ini sangat bermanfaat untuk masyarakat,” ucapnya. Menurutnya, pemanfaatan dana zakat melalui program-program BAZNAS mampu menjawab kebutuhan masyarakat, baik dari sisi sosial maupun ekonomi. Secara khusus, Abdul Wachid memberi apresiasi kepada BAZNAS Provinsi Jawa Tengah yang dipimpin Dr. drs. KH. Ahmad Darodji, M.Si. Berdasarkan laporan BAZNAS RI, BAZNAS Jawa Tengah dinilai sebagai salah satu BAZNAS daerah dengan peran dan capaian tertinggi di tingkat nasional. Ia menegaskan, posisi BAZNAS sangat penting sebagai mitra strategis pemerintah dalam membantu kelompok rentan dan masyarakat kecil di luar skema Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). “Dana zakat, infak, dan sedekah serta dana sosial keagamaan lainnya yang dikelola BAZNAS berasal dari masyarakat dan dapat dimanfaatkan untuk pengentasan kemiskinan, pemberdayaan UMKM, perbaikan rumah tidak layak huni, hingga penanganan kebencanaan,” ujar Abdul Wachid. Dengan penguatan regulasi dan dukungan lintas kementerian, ia berharap peran zakat ke depan semakin terstruktur, terintegrasi, dan berdampak luas bagi kesejahteraan rakyat.
BERITA22/01/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Rohil Jajaki MoU dengan RSUD dr. RM Pratomo, Perkuat Akses Pengobatan bagi Fakir Miskin
BAZNAS Rohil Jajaki MoU dengan RSUD dr. RM Pratomo, Perkuat Akses Pengobatan bagi Fakir Miskin
Bagansiapiapi – Upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu di Kabupaten Rokan Hilir memasuki babak baru. Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Rokan Hilir melakukan silaturahmi strategis ke RSUD dr. RM Pratomo, Rabu (21/1/2026), guna menjajaki kerja sama bantuan biaya pengobatan bagi fakir miskin. Rombongan dipimpin Ketua BAZNAS Rokan Hilir, H. Jefrizal, S.HI, MM, didampingi Wakil Ketua I Junaidi, SE, Wakil Ketua II Ramli, M.Pd.I, Wakil Ketua III & IV Syafi’i Jais, SE, serta Ketua Pelaksana Juhari, S.Sos, SE. Kehadiran mereka disambut Direktur RSUD dr. RM Pratomo beserta jajaran manajemen. Pertemuan tersebut bukan sekadar ajang temu formal, melainkan forum pembahasan rancangan Nota Kesepahaman (MoU) yang dirancang untuk menghadirkan mekanisme bantuan pengobatan yang lebih sistematis dan akuntabel. Ketua BAZNAS Rokan Hilir, Jefrizal, menyatakan kolaborasi ini merupakan langkah konkret agar zakat dapat menjawab kebutuhan riil masyarakat, khususnya dalam sektor kesehatan. “Melalui silaturahmi ini, kami menyusun langkah konkret untuk membantu saudara-saudara kita yang kurang mampu. Dengan adanya MoU nanti, BAZNAS akan hadir memberikan bantuan biaya pengobatan bagi fakir miskin di RSUD Pratomo secara lebih terstruktur dan tepat sasaran,” ujarnya. Ia menegaskan, zakat tidak berhenti pada bantuan konsumtif, melainkan menjadi instrumen perlindungan sosial yang mampu mengurangi beban ekonomi mustahik ketika menghadapi persoalan kesehatan. Dalam diskusi tersebut, kedua belah pihak membahas sejumlah poin krusial sebagai fondasi kerja sama. Pertama, mekanisme verifikasi pasien. Sinkronisasi data dan kriteria fakir miskin menjadi prioritas agar bantuan benar-benar diterima oleh mereka yang berhak. Kedua, alur pelayanan cepat. Koordinasi teknis antara tim pelaksana BAZNAS dan administrasi rumah sakit diharapkan dapat memangkas birokrasi, sehingga pasien dhuafa tidak terhambat prosedur ketika membutuhkan layanan medis segera. Ketiga, transparansi dan akuntabilitas dana zakat. Sistem pelaporan yang rapi menjadi bentuk pertanggungjawaban kepada para muzaki sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap pengelolaan zakat. Sementara itu, Ketua Pelaksana BAZNAS Rohil, Juhari, memastikan tindak lanjut administratif akan segera dilakukan agar MoU dapat difinalisasi dalam waktu dekat. Langkah ini mencerminkan pergeseran pendekatan pengelolaan zakat yang semakin profesional dan terintegrasi dengan institusi pelayanan publik. Jika MoU terealisasi, kerja sama ini berpotensi menjadi model kolaborasi antara lembaga zakat dan fasilitas kesehatan daerah. Di tengah tantangan biaya kesehatan yang kerap memberatkan kelompok rentan, sinergi antara BAZNAS dan RSUD dr. RM Pratomo menjadi ikhtiar menghadirkan keadilan sosial—bahwa sakit bukan alasan bagi fakir miskin untuk kehilangan hak atas layanan medis yang layak.
BERITA21/01/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Terima Dana CSR Mitsui Leasing untuk Perkuat Respons Bencana di Sumatra
BAZNAS Terima Dana CSR Mitsui Leasing untuk Perkuat Respons Bencana di Sumatra
Jakarta — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menerima bantuan dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dari Mitsui Leasing Capital Indonesia untuk mendukung upaya penanggulangan dan pemulihan bencana alam di Indonesia. Bantuan ini difokuskan bagi masyarakat terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan, Rizaludin Kurniawan, mengatakan dukungan dari sektor swasta menjadi bagian penting dalam memperkuat respons kebencanaan nasional. Ia menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Mitsui Leasing kepada BAZNAS. “Terima kasih kepada Mitsui Leasing atas kepedulian dan kepercayaan yang diberikan. Bantuan ini akan BAZNAS manfaatkan secara optimal untuk membantu masyarakat terdampak bencana,” ujar Rizaludin dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa, 20 Januari 2026. Menurut Rizaludin, Indonesia merupakan negara dengan tingkat kerawanan bencana yang tinggi. Kondisi tersebut menuntut kolaborasi lintas sektor agar respons darurat hingga pemulihan pascabencana dapat berjalan cepat, tepat, dan berkelanjutan. Ia menambahkan, sejumlah wilayah di Pulau Sumatra seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat mengalami bencana dalam beberapa bulan terakhir yang berdampak pada kebutuhan dasar masyarakat. “Bantuan dari Mitsui Leasing sangat berarti. BAZNAS RI berkomitmen memastikan setiap amanah dari para mitra memberikan manfaat nyata bagi para penyintas bencana,” katanya. Rizaludin menilai, kemitraan dengan dunia usaha menjadi strategi BAZNAS dalam memperluas jangkauan dan dampak bantuan kemanusiaan, khususnya pada situasi kebencanaan. BAZNAS, kata dia, membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya dengan berbagai pihak. “BAZNAS tidak bisa berdiri sendiri menghadapi berbagai tantangan kebencanaan di Indonesia. Karena itu, kolaborasi menjadi kunci agar upaya penanggulangan bencana dapat berjalan lebih kuat dan berkelanjutan,” ujarnya. Penyaluran dana CSR secara simbolis telah dilakukan di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, pada Kamis, 15 Januari 2026. Corporate Secretary Mitsui Leasing Capital Indonesia, Wasistyo Adi Saras Putro, mengatakan bantuan tersebut merupakan wujud komitmen perusahaan dalam menjalankan tanggung jawab sosial. Menurut dia, keberlanjutan bisnis perlu diiringi kepedulian terhadap kondisi sosial, terutama saat terjadi bencana alam yang berdampak langsung pada masyarakat. “Melalui program tanggung jawab sosial perusahaan, kami berupaya hadir dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat terdampak bencana alam di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Bantuan ini kami arahkan untuk mendukung kebutuhan dasar, terutama makanan dan air bersih,” kata Wasistyo. Ia berharap, penyaluran bantuan melalui BAZNAS dapat mempercepat proses pemulihan pascabencana. “Terima kasih kepada BAZNAS yang telah memfasilitasi penyaluran bantuan ini. Semoga ke depan kolaborasi dapat terus berlanjut dengan jangkauan yang lebih luas,” ujarnya.
BERITA20/01/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Sukses Berdayakan Pedagang Kantin di Bukittinggi, Omzet Tembus Rp40 Juta per Bulan
BAZNAS Sukses Berdayakan Pedagang Kantin di Bukittinggi, Omzet Tembus Rp40 Juta per Bulan
Bukittinggi – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI kembali menunjukkan peran nyata zakat produktif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Melalui program BAZNAS Microfinance Desa (BMD) Bukittinggi, BAZNAS sukses memberdayakan Yulia Tuntina, pedagang makanan di kantin sekolah Kota Bukittinggi, Sumatra Barat, hingga berhasil melipatgandakan omzet usahanya. Dari yang semula hanya meraup omzet Rp20 juta per bulan, kini usaha Yulia menembus angka Rp40 juta per bulan, atau naik 100 persen, dengan penghasilan bersih sekitar Rp6 juta. Capaian ini diraih berkat dukungan modal usaha serta pendampingan intensif dari BAZNAS. “Alhamdulillah, sebelum mendapat bantuan dari BAZNAS, omzet usaha saya sekitar Rp20 juta per bulan dengan penghasilan bersih Rp3 juta. Setelah mendapat bantuan dan pendampingan, omzet naik menjadi Rp40 juta per bulan dan penghasilan bersih sekitar Rp6 juta,” kata Yulia dalam keterangannya di Bukittinggi, Senin (19/1/2026). Yulia mengaku, bantuan BAZNAS membawa perubahan besar, tidak hanya bagi usahanya tetapi juga bagi kondisi ekonomi keluarganya. “Terima kasih BAZNAS dan para muzaki. Berkat bantuan modal dan pendampingan yang diberikan, alhamdulillah usaha saya bisa terus berkembang,” ujarnya. Secara terpisah, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, MA, mengapresiasi capaian Yulia yang dinilai mampu memanfaatkan bantuan secara optimal. Menurut Saidah, Yulia yang merupakan warga Kelurahan Tarok Dipo, Kecamatan Guguk Panjang, Kota Bukittinggi, menjalankan usaha aneka gorengan, menu sarapan, serta minuman di kantin sekolah. Sejak menjadi mustahik binaan BAZNAS, perkembangan usahanya dinilai sangat signifikan. “Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa zakat produktif yang dikelola BAZNAS mampu mendorong UMKM naik kelas dan meningkatkan kesejahteraan mustahik. Keberhasilan mustahik adalah kebahagiaan bagi BAZNAS,” ujar Saidah dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (19/1/2026). Saidah menjelaskan, keberhasilan Yulia tidak lepas dari pendampingan melalui program BAZNAS Microfinance Desa. Dalam program tersebut, para mustahik mendapatkan edukasi kewirausahaan, termasuk pencatatan dan pelaporan keuangan, sehingga usaha dapat berkembang secara terukur dan berkelanjutan. Tak hanya berdampak pada peningkatan pendapatan, Saidah menambahkan, keberhasilan usaha Yulia juga mendorong tumbuhnya kepedulian sosial. Saat ini, Yulia secara rutin berpartisipasi dalam program wakaf Al-Qur’an sebagai wujud rasa syukur dan berbagi kepada sesama. Lebih lanjut, Saidah menegaskan komitmen BAZNAS untuk terus memperluas jangkauan program pemberdayaan ekonomi, termasuk BMD, agar semakin banyak pelaku usaha kecil di berbagai daerah dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraannya. “Apa yang telah dicapai Yulia sangat luar biasa. Kami berharap program-program BAZNAS, seperti BMD, dapat terus memberikan manfaat besar dalam pengentasan kemiskinan di Indonesia. Semakin banyak mustahik yang berkembang dan sejahtera, maka visi BAZNAS untuk menyejahterakan masyarakat Indonesia dapat terwujud secara bertahap,” tutup Saidah.
BERITA19/01/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Silaturahmi BPJS Ketenagakerjaan Minahasa ke BAZNAS Minahasa, Dorong Perlindungan Pekerja Mustahik
Silaturahmi BPJS Ketenagakerjaan Minahasa ke BAZNAS Minahasa, Dorong Perlindungan Pekerja Mustahik
Minahasa — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Minahasa menerima kunjungan silaturahmi dari BPJS Ketenagakerjaan Minahasa, Jumat (9/1/2026). Pertemuan ini menjadi langkah konkret menindaklanjuti Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara BAZNAS dan BPJS Ketenagakerjaan dalam upaya memperluas perlindungan jaminan sosial bagi pekerja rentan kategori mustahik. Kunjungan tersebut diterima langsung oleh Wakil Ketua I dan Wakil Ketua IV BAZNAS Minahasa. Sementara dari BPJS Ketenagakerjaan Minahasa hadir Irman Lukwan, selaku Account Representative Perwakilan BPJS Ketenagakerjaan Minahasa. Silaturahmi ini sekaligus menjadi bagian dari penguatan implementasi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 102 Tahun 2025, yang membolehkan pendistribusian zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dalam bentuk pembayaran iuran kepesertaan jaminan ketenagakerjaan bagi pekerja rentan. Waka I BAZNAS Minahasa Joko Kurnia menegaskan, kerja sama ini merupakan terobosan penting dalam optimalisasi zakat agar lebih berdampak dan berkelanjutan. “Zakat tidak hanya untuk bantuan sesaat, tetapi juga sebagai instrumen perlindungan sosial. Melalui program ini, pekerja mustahik mendapatkan jaminan ketika mengalami kecelakaan kerja hingga risiko kematian,” ujarnya. Senada, Waka IV BAZNAS Minahasa Sahlan Kokalo menyampaikan bahwa sinergi ini sejalan dengan misi BAZNAS dalam melindungi kelompok rentan dan meningkatkan kesejahteraan mustahik. “Ini adalah bentuk zakat produktif yang memberi rasa aman bagi pekerja informal seperti petani, buruh harian, guru ngaji, hingga ojek online,” katanya. Sementara itu, Irwan Lukwan menjelaskan bahwa BPJS Ketenagakerjaan berkomitmen memperluas cakupan perlindungan bagi pekerja informal yang selama ini belum mampu membayar iuran secara mandiri. “Melalui kolaborasi dengan BAZNAS, iuran kepesertaan dapat ditopang dari dana ZIS, sesuai dengan fatwa MUI. Ini menjadi solusi nyata bagi jutaan pekerja rentan,” jelasnya. Secara nasional, BPJS Ketenagakerjaan bersama BAZNAS menargetkan perlindungan bagi sekitar 2 juta pekerja rentan pada tahap awal, dari total 27 juta pekerja rentan yang belum memiliki jaminan sosial ketenagakerjaan. Silaturahmi BPJS Ketenagakerjaan Minahasa ke BAZNAS Minahasa ini diharapkan menjadi titik awal percepatan perlindungan pekerja mustahik di daerah, sekaligus mendorong peran zakat sebagai instrumen perlindungan sosial yang inklusif dan berkelanjutan.
BERITA09/01/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Maybank Indonesia Finance Gandeng BAZNAS Salurkan Rp340 Juta untuk Penyediaan Air Bersih
Maybank Indonesia Finance Gandeng BAZNAS Salurkan Rp340 Juta untuk Penyediaan Air Bersih
Jakarta – PT Maybank Indonesia Finance menegaskan komitmennya terhadap tanggung jawab sosial berkelanjutan dengan menyalurkan dana kebajikan perusahaan sebesar Rp340 juta melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI. Dana tersebut diperuntukkan bagi program penyediaan air bersih bagi masyarakat di wilayah rawan kekeringan. Penyerahan dana kebajikan perusahaan itu dilaksanakan di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Rabu (7/1/2026). Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan, Dr. H. Rizaludin Kurniawan, M.Si, menyambut baik kepercayaan yang diberikan PT Maybank Indonesia Finance kepada BAZNAS dalam penyaluran dana kebajikan tersebut. “Ini menjadi salah satu bukti bagaimana amanah dana kebajikan dapat disalurkan secara langsung kepada masyarakat yang mengalami kesulitan akses air bersih. Kami mengucapkan terima kasih kepada PT Maybank Indonesia Finance yang telah mempercayakan infak perusahaannya melalui BAZNAS,” ujar Rizaludin. Rizaludin berharap kolaborasi antara BAZNAS dan Maybank Indonesia Finance dapat terus berlanjut ke depannya, mengingat masih banyak gagasan dan program kemanusiaan yang dapat dikembangkan bersama untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di berbagai daerah. Sementara itu, Presiden Direktur PT Maybank Indonesia Finance, Alexander, mengapresiasi kerja sama yang terjalin dengan BAZNAS dalam pelaksanaan program penyediaan air bersih tersebut. “Saya sangat senang kita bisa melakukan kerja sama ini. Semoga kolaborasi ini dapat terus berlanjut ke depannya, sehingga semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaat dari dana infak perusahaan kami,” kata Alexander. Ia menjelaskan, penyaluran dana kebajikan perusahaan ini merupakan wujud komitmen Maybank Indonesia Finance dalam menjalankan tanggung jawab sosial perusahaan melalui dukungan terhadap program penyediaan air bersih yang dilaksanakan bersama BAZNAS RI. Program tersebut ditujukan untuk membantu masyarakat yang masih menghadapi keterbatasan akses air bersih, khususnya di delapan wilayah rawan kekeringan, yakni Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Lampung, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Selatan. “Air bersih dan sanitasi yang layak merupakan kebutuhan dasar yang berdampak langsung pada kesehatan, produktivitas, dan kualitas hidup masyarakat. Melalui program ini, kami berkontribusi dalam pembangunan sumur bor, tandon air, serta saluran distribusi air agar masyarakat dapat memperoleh akses air bersih secara berkelanjutan, terutama saat musim kemarau,” jelasnya. Program penyediaan air bersih ini juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) nomor 6, yakni memastikan ketersediaan dan pengelolaan air bersih serta sanitasi yang berkelanjutan untuk semua.
BERITA08/01/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS RI Terima Rp80 Juta Bantuan Kemanusiaan dari UPZ KPK untuk Penyintas Banjir Sumatra
BAZNAS RI Terima Rp80 Juta Bantuan Kemanusiaan dari UPZ KPK untuk Penyintas Banjir Sumatra
Jakarta – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menerima bantuan kemanusiaan sebesar Rp80 juta dari Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mendukung penanganan bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Nilai bantuan tersebut masih berpotensi bertambah. Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Ketua KPK Setyo Budiyanto dan diterima langsung oleh Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., di Gedung KPK RI, Jakarta, Rabu (7/1/2026). Penyerahan tersebut turut disaksikan Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto, Wakil Ketua KPK Ibnu Basuki Widodo, Ketua Dewan Pengawas KPK Gusrizal, serta jajaran pimpinan KPK lainnya. Ketua BAZNAS RI Kiai Noor Achmad menyampaikan apresiasi atas kepercayaan KPK yang menyalurkan bantuan kemanusiaan melalui BAZNAS. Ia menegaskan, dukungan tersebut sangat berarti mengingat tingginya kebutuhan masyarakat terdampak bencana di wilayah Sumatra. “Kebutuhan di Sumatra saat ini sangat luar biasa. Apa yang diberikan oleh KPK akan sangat membantu saudara-saudara kita yang sedang menghadapi masa sulit,” ujar Kiai Noor. Ia mengungkapkan, sejak awal masa tanggap darurat, BAZNAS telah mendirikan 117 posko kebencanaan di wilayah Sumatra. Dari jumlah tersebut, sebanyak 53 posko aktif melayani dapur umum dan layanan kesehatan. “Hingga hari ini, sejak hari pertama bencana, BAZNAS telah menyalurkan lebih dari tiga juta porsi makanan melalui dapur umum yang kami operasikan,” jelasnya. Memasuki fase pemulihan, BAZNAS kini memfokuskan bantuan pada tiga program utama, yakni Kembali ke Sekolah, Kembali ke Kerja, dan Kembali ke Rumah. Ketiga program ini dirancang untuk memulihkan layanan dasar, menggerakkan kembali aktivitas ekonomi masyarakat, serta menyediakan hunian layak bagi penyintas bencana. Pada program Kembali ke Sekolah, BAZNAS telah menyiapkan sekitar 20 ribu set seragam sekolah lengkap dengan sepatu, tas, dan topi bagi anak-anak terdampak bencana. “Kami ingin memastikan anak-anak dapat segera kembali belajar dengan layak dan tidak kehilangan masa depan akibat bencana,” kata Kiai Noor. Sementara itu, program Kembali ke Kerja difokuskan untuk membantu pelaku UMKM agar dapat kembali menjalankan aktivitas ekonomi. Adapun program Kembali ke Rumah menargetkan pembangunan sekitar 360 unit rumah di tiga provinsi terdampak, dengan nilai bantuan masing-masing unit mencapai Rp75 juta. Kiai Noor menegaskan, langkah BAZNAS dalam membantu masyarakat Sumatra merupakan bagian dari sinergi dengan pemerintah dan berbagai pihak. “Dukungan dari KPK ini sangat berarti dan diharapkan dapat memicu semakin banyak pihak untuk turut membantu. Ini insya Allah menjadi amal jariah. Amal jariah tidak hanya berupa uang, tetapi juga kebijakan dan kepedulian,” ujarnya. Sementara itu, Ketua KPK Setyo Budiyanto menyampaikan duka mendalam atas musibah bencana yang menimpa masyarakat di sejumlah wilayah Sumatra. Ia menegaskan, bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan keikhlasan seluruh pegawai KPK terhadap para penyintas bencana. “Meski nilainya terbatas, kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah,” ujarnya. Setyo juga menegaskan, KPK mempercayakan penyaluran bantuan tersebut kepada BAZNAS karena rekam jejak dan kapasitas kelembagaannya yang dinilai kredibel dan berpengalaman dalam penyaluran dana zakat dan bantuan sosial. “Kami melihat track record BAZNAS yang sangat baik, baik secara kelembagaan maupun dalam praktik penyaluran bantuan yang cepat dan tepat sasaran,” katanya. Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua KPK Ibnu Basuki Widodo menegaskan bahwa KPK tidak hanya menjalankan fungsi penegakan hukum, tetapi juga hadir untuk menumbuhkan kepedulian sosial di tengah masyarakat, terutama dalam situasi kebencanaan. “KPK hadir untuk saling peduli dan saling menyayangi, termasuk melalui bantuan bagi saudara-saudara kita yang terdampak bencana di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara,” tuturnya.
BERITA07/01/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Dampingi Pemulihan Psikososial Siswa Penyintas Bencana di Pidie Jaya
BAZNAS Dampingi Pemulihan Psikososial Siswa Penyintas Bencana di Pidie Jaya
Pidie Jaya — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI memberikan layanan dukungan psikososial kepada siswa-siswa penyintas banjir bandang dan longsor di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh. Pendampingan ini ditujukan untuk membantu pemulihan kondisi mental dan emosional anak-anak yang terdampak bencana. Layanan psikososial dilaksanakan di dua sekolah terdampak, yakni SD Negeri 6 Simpang Tiga Meureudu dan MIN 1 Meureudu Pidie Jaya. Kegiatan tersebut melibatkan fasilitator terlatih yang memberikan pendampingan secara terstruktur, dengan pendekatan ramah anak dan sesuai kebutuhan psikologis siswa. Wakil Ketua BAZNAS RI H. Mokhamad Mahdum, Ph.D., yang didampingi Pimpinan BAZNAS RI Bidang Koordinasi Nasional H. Achmad Sudrajat, Lc., MA., mengatakan bahwa dukungan psikososial merupakan kebutuhan mendesak bagi anak-anak korban bencana. “Anak-anak adalah kelompok paling rentan dalam situasi bencana. Mereka bukan hanya kehilangan rasa aman, tetapi juga berpotensi mengalami guncangan psikologis yang dapat berdampak jangka panjang jika tidak ditangani secara tepat,” kata Mahdum saat meninjau langsung kegiatan pendampingan di Pidie Jaya. Menurut Mahdum, layanan psikososial bertujuan membantu siswa mengenali dan mengelola perasaan takut, cemas, serta trauma yang muncul pascabencana. Pada saat yang sama, pendampingan ini diarahkan untuk menumbuhkan kembali rasa aman, kepercayaan diri, dan semangat belajar anak-anak. Pendekatan yang digunakan bersifat edukatif dan partisipatif. Fasilitator mengajak siswa terlibat dalam berbagai aktivitas, seperti permainan edukatif, diskusi kelompok, serta kegiatan kreatif yang disesuaikan dengan usia dan kondisi psikologis mereka. Mahdum menilai, sekolah memiliki peran strategis sebagai ruang pemulihan bagi anak-anak penyintas bencana. Oleh karena itu, pelaksanaan layanan psikososial di lingkungan sekolah diharapkan dapat membantu siswa kembali menjalani proses belajar-mengajar secara lebih optimal. “Kami berharap sekolah dapat kembali menjadi ruang yang aman dan nyaman, sehingga anak-anak bisa melanjutkan pendidikan tanpa dibayangi trauma akibat bencana,” ujarnya. Ia menambahkan, penanganan dampak bencana tidak cukup hanya dengan pemenuhan kebutuhan logistik dan fisik. Pemulihan mental dan emosional masyarakat terdampak, khususnya anak-anak, menjadi bagian penting dari upaya rehabilitasi pascabencana. “BAZNAS berkomitmen melakukan penanganan bencana secara menyeluruh. Kami akan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak agar pemulihan di Pidie Jaya dapat berjalan secara berkelanjutan dan tepat sasaran,” kata Mahdum. Melalui layanan dukungan psikososial tersebut, BAZNAS berharap anak-anak penyintas bencana di Pidie Jaya dapat bangkit dari trauma, kembali bersemangat belajar, dan melanjutkan pendidikan mereka secara lebih baik.
BERITA07/01/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Sambut Ramadan, BAZNAS Salurkan Peralatan Ibadah untuk Masjid Terdampak Banjir di Sumatra Barat
Sambut Ramadan, BAZNAS Salurkan Peralatan Ibadah untuk Masjid Terdampak Banjir di Sumatra Barat
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menyalurkan bantuan peralatan ibadah bagi masjid dan musala yang terdampak banjir dan longsor di Sumatra Barat, Selasa, 6 Januari 2026. Bantuan tersebut diberikan menjelang masuknya bulan Ramadan agar aktivitas ibadah masyarakat dapat kembali berjalan dengan nyaman. Sejumlah rumah ibadah yang menerima bantuan antara lain Masjid Harakatul Quran, Masjid Syuhada Jorong Laweh, serta Musala Daarul Huffazh MAN 1 Agam. Bantuan diserahkan langsung oleh Pimpinan BAZNAS RI Bidang SDM, Keuangan, dan Umum Kolonel CAJ (Purn.) Drs. Nur Chamdani bersama Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan Dr. H. Rizaludin Kurniawan. Penyerahan bantuan turut disaksikan Wakil Bupati Agam, Muhammad Iqbal. Rizaludin mengatakan, bencana banjir dan longsor yang melanda wilayah Sumatra pada November 2025 lalu tidak hanya merusak permukiman warga, tetapi juga fasilitas umum, termasuk masjid dan musala. “Banyak perlengkapan ibadah seperti karpet, mukena, sajadah, dan Al-Qur’an rusak atau hanyut sehingga tidak bisa lagi digunakan,” kata Rizaludin. Melalui Program Kembali ke Masjid, BAZNAS menyalurkan bantuan berupa 30 ribu sarung dan mukena, 30 ribu mushaf Al-Qur’an, karpet masjid, serta paket sound system. Bantuan tersebut didistribusikan secara bertahap di 500 titik terdampak bencana di Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. “Kami ingin memastikan masyarakat bisa kembali beribadah dengan layak. Ramadan sudah dekat, jadi kebutuhan masjid harus segera dipenuhi,” ujar Rizaludin. Ia menegaskan BAZNAS akan terus memobilisasi bantuan bersama BAZNAS provinsi dan kabupaten/kota, terutama pada masa transisi rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Rizaludin juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Agam atas dukungan dalam penyaluran bantuan tersebut. Wakil Bupati Agam Muhammad Iqbal menyambut baik bantuan yang diberikan BAZNAS RI. Menurut dia, perlengkapan ibadah sangat dibutuhkan masyarakat menjelang Ramadan. “Kami berharap masjid-masjid kembali ramai dan aktivitas ibadah berjalan normal,” katanya. Apresiasi juga disampaikan Pengasuh Pondok Pesantren Harakatul Quran, Syukur Usman. Ia menyebut bantuan tersebut menjadi penyemangat untuk bangkit pascabencana. “Meski bangunan kami runtuh, insya Allah iman tetap teguh. Kami akan terus berjuang mendidik generasi dengan Al-Qur’an,” ujarnya. Hal senada diungkapkan pengurus Masjid Syuhada Jorong Laweh, Sam Sumar Datuk Tan Marajo. Ia berharap bantuan tidak hanya berhenti pada perlengkapan ibadah, tetapi juga berlanjut pada pemulihan bangunan masjid. “Kami mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS atas perhatian dan kepeduliannya,” kata dia.
BERITA06/01/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Kembali ke Sekolah Bersama BAZNAS, Ribuan Perlengkapan Belajar Mengalir ke Empat Titik Terdampak Bencana di Sumbar
Kembali ke Sekolah Bersama BAZNAS, Ribuan Perlengkapan Belajar Mengalir ke Empat Titik Terdampak Bencana di Sumbar
Padang – Harapan kembali menyala di ruang-ruang kelas Sumatra Barat. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI melalui Program Kembali ke Sekolah Bersama BAZNAS menyalurkan bantuan paket perlengkapan belajar bagi siswa di empat lembaga pendidikan yang terdampak banjir dan longsor. Bantuan pendidikan tersebut disalurkan ke MTs Harakatul Quran Kota Padang, MTs/MA PPMTI Batang Kabung, SMA Muhammadiyah Palembayan, dan MAN 1 Agam. Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh jajaran Pimpinan BAZNAS RI dan dihadiri Wakil Bupati Agam, H. Muhammad Iqbal, SE, M.Com. Pimpinan BAZNAS RI Bidang SDM, Keuangan, dan Umum, Kol. CAJ (Purn.) Drs. Nur Chamdani, menegaskan bantuan ini merupakan amanah langsung dari para muzaki di seluruh Indonesia. “Insya Allah bantuan ini tepat sasaran dan dikelola dengan prinsip 3A: Aman Syar’i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI,” ujar Nur Chamdani saat penyaluran bantuan di Padang, Selasa (6/1/2026). Nur Chamdani mengungkapkan, sejumlah sekolah mengalami kerusakan fisik cukup parah akibat bencana, sehingga dukungan segera diperlukan agar proses belajar-mengajar bisa kembali berjalan normal. “Bantuan yang diberikan berupa tas sekolah, sepatu, hingga seragam. Ke depan, BAZNAS juga menyiapkan program lanjutan berupa revitalisasi sekolah serta insentif bagi para guru,” jelasnya. Sebagai lembaga pemerintah nonstruktural, BAZNAS, lanjut Nur Chamdani, berkomitmen penuh mendukung program pemerintah pusat dan daerah, terutama pada fase transisi kebencanaan hingga rehabilitasi dan rekonstruksi. Tak tanggung-tanggung, BAZNAS telah menyiapkan sekitar 20 ribu paket bantuan pendidikan yang akan disalurkan secara bertahap. “Tahap awal diprioritaskan untuk sekolah swasta, kemudian MAN, dan selanjutnya sekolah negeri lainnya, sesuai hasil asesmen di lapangan,” ungkapnya. Momentum kembalinya aktivitas sekolah yang beriringan dengan menyambut bulan Ramadan diharapkan dapat membangkitkan solidaritas masyarakat terhadap para korban bencana di Sumatra dan Aceh. “Terima kasih kepada seluruh muzaki. BAZNAS akan terus memobilisasi bantuan secara cepat, tepat, dan aman,” tegas Nur Chamdani. Sementara itu, Wakil Bupati Agam H. Muhammad Iqbal menyampaikan apresiasi atas kepedulian BAZNAS terhadap dunia pendidikan pascabencana. “Bantuan ini sangat berarti bagi anak-anak kami yang terdampak langsung dan harus segera kembali belajar,” ujarnya. Apresiasi juga datang dari Kepala SMA Muhammadiyah Palembayan, Puspa Nalfirah, yang menyebut bantuan tersebut sebagai energi kebangkitan bagi sekolah dan siswa. “Sebagian seragam siswa hanyut terbawa banjir bandang. Bantuan ini sangat membantu dan memberi semangat baru bagi anak-anak,” katanya. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua BAZNAS Sumatra Barat Dr. H. Buchari M, M.Ag, Wakil Ketua I Afrianyo Korga, S.Pd.I, M.Pd, Wakil Ketua II Dr. Busral, S.Ag, MA, Wakil Ketua III Ir. H. Firdaus, M.Si, dan Wakil Ketua IV Drs. H. Nurman Agus, beserta jajaran.
BERITA06/01/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Kembali ke Sekolah Bersama BAZNAS, Ribuan Paket Perlengkapan Belajar Disalurkan untuk Siswa Penyintas Banjir di Sumatra
Kembali ke Sekolah Bersama BAZNAS, Ribuan Paket Perlengkapan Belajar Disalurkan untuk Siswa Penyintas Banjir di Sumatra
Jakarta – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menyalurkan bantuan paket perlengkapan belajar bagi siswa penyintas banjir di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara. Bantuan ini merupakan bagian dari program Kembali ke Sekolah Bersama BAZNAS yang bertujuan memastikan anak-anak tetap memperoleh akses pendidikan pascabencana. Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., mengatakan program tersebut menjadi bentuk komitmen BAZNAS dalam menjaga keberlangsungan pendidikan anak-anak di tengah keterbatasan akibat bencana. “BAZNAS berkomitmen memastikan pendidikan anak-anak tetap berjalan. Keterbatasan ekonomi akibat bencana tidak boleh menjadi penghalang bagi mereka untuk terus belajar,” ujar Kiai Noor saat penyaluran bantuan di Aceh, Senin (5/1/2026). Secara keseluruhan, BAZNAS menyalurkan 20.000 paket perlengkapan siswa yang terdiri dari tas sekolah, sepatu, dan seragam. Bantuan tersebut didistribusikan secara bertahap kepada siswa di tiga provinsi terdampak banjir di wilayah Sumatra. Selain bantuan pendidikan, BAZNAS juga menyalurkan perlindungan sosial dan keagamaan melalui distribusi 30.000 sarung dan mukena, 30.000 mushaf Al-Qur’an, serta karpet dan paket sound system masjid yang disalurkan di 500 titik wilayah terdampak bencana. “Wilayah Sumatra masih menjadi perhatian kami karena sejumlah daerah masih merasakan dampak banjir dan longsor yang berimbas langsung pada keberlangsungan pendidikan dan kehidupan sosial masyarakat,” kata Kiai Noor. BAZNAS menegaskan akan terus hadir mendampingi masyarakat terdampak bencana, tidak hanya pada fase tanggap darurat, tetapi juga pada tahap pemulihan jangka menengah dan panjang, termasuk memastikan anak-anak dapat kembali bersekolah. “Semoga ikhtiar ini dapat memberikan manfaat, menguatkan semangat anak-anak untuk terus belajar, serta menjadi keberkahan bagi para muzaki dan seluruh pihak yang terlibat,” harap Kiai Noor. Kegiatan pendistribusian bantuan tersebut turut dihadiri jajaran Pimpinan BAZNAS RI, di antaranya Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan, MA., Pimpinan Bidang Pengumpulan Dr. H. Rizaludin Kurniawan, M.Si., CFRM., Pimpinan Bidang SDM, Keuangan, dan Umum Kol. CAJ (Purn.) Drs. Nur Chamdani, serta pimpinan BAZNAS provinsi dan kabupaten/kota setempat.
BERITA05/01/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Layani Kesehatan Ribuan Penyintas Banjir di Sumatra
BAZNAS Layani Kesehatan Ribuan Penyintas Banjir di Sumatra
Aceh Tamiang – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI terus menegaskan perannya sebagai garda terdepan kemanusiaan dalam penanganan bencana hidrometeorologi di Sumatra. Sejak November 2025 hingga awal Januari 2026, BAZNAS telah memberikan layanan kesehatan kepada lebih dari 4.000 penyintas banjir di Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Jumlah penerima manfaat ini masih terus bertambah seiring berlanjutnya respons darurat di lapangan. Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menegaskan bahwa layanan kesehatan menjadi pilar utama dalam upaya melindungi kelompok rentan pascabencana, terutama anak-anak, lansia, dan warga yang tinggal di lokasi pengungsian. “BAZNAS memastikan masyarakat terdampak tetap memperoleh layanan kesehatan yang layak. Penanganan kesehatan menjadi prioritas karena sangat menentukan proses pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat secara menyeluruh,” ujar Kiai Noor saat meninjau layanan kemanusiaan di Aceh Tamiang, Senin (5/1/2026). Di Provinsi Aceh, BAZNAS telah menyalurkan layanan kesehatan kepada 462 penerima manfaat, meliputi pemeriksaan medis, pemberian obat-obatan, serta dukungan kesehatan di sejumlah kabupaten terdampak banjir. Sementara di Sumatra Utara, layanan kesehatan menjangkau 1.841 penyintas, yang tersebar di kawasan pengungsian maupun permukiman warga terdampak. Adapun di Sumatra Barat, BAZNAS memberikan layanan kesehatan kepada lebih dari 1.736 penerima manfaat, melalui pemeriksaan kesehatan, pengobatan, serta distribusi obat-obatan untuk mencegah meluasnya penyakit pascabencana. “Semoga ikhtiar kemanusiaan ini memberi manfaat nyata bagi masyarakat, mempercepat pemulihan kesehatan para penyintas, serta menjadi keberkahan bagi para muzaki dan seluruh pihak yang telah mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya melalui BAZNAS,” ungkap Kiai Noor. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan, MA., menjelaskan bahwa layanan kesehatan tersebut dijalankan oleh tim medis Rumah Sehat BAZNAS, yang terdiri dari dokter, perawat, apoteker, dan bidan, dengan dukungan jejaring BAZNAS provinsi serta kabupaten/kota. “Layanan kesehatan BAZNAS tidak hanya bersifat kuratif, tetapi juga preventif. Kami melakukan edukasi kesehatan, pencegahan penyakit di lingkungan pengungsian, serta memberikan layanan psikososial bagi anak-anak penyintas agar mereka tetap terlindungi secara fisik dan mental,” kata Saidah. Hingga 4 Januari 2026, BAZNAS tercatat telah menyalurkan berbagai bentuk bantuan kemanusiaan kepada 122.133 penerima manfaat di wilayah Sumatra. Bantuan tersebut mencakup layanan dapur umum, layanan kesehatan, distribusi logistik pangan dan nonpangan, penyediaan air bersih, dukungan psikososial, bantuan pendidikan, serta berbagai layanan pendukung lainnya sebagai bagian dari respons terpadu BAZNAS dalam menghadapi bencana hidrometeorologi.
BERITA05/01/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Salurkan 13.000 Paket Logistik untuk Penyintas Bencana di Sumatra
BAZNAS Salurkan 13.000 Paket Logistik untuk Penyintas Bencana di Sumatra
Jakarta – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI terus memperkuat respons kemanusiaan bagi masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi di wilayah Sumatra. Sejak 26 November 2025 hingga awal Januari 2026, BAZNAS telah menyalurkan sebanyak 13.000 paket logistik keluarga kepada para penyintas di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Dari total bantuan tersebut, 6.488 paket disalurkan di Provinsi Aceh, 4.000 paket di Provinsi Sumatra Utara, dan 3.500 paket di Provinsi Sumatra Barat. Bantuan ini difokuskan untuk memenuhi kebutuhan pokok masyarakat yang terdampak bencana. “Paket logistik keluarga ini disalurkan untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari. BAZNAS berupaya hadir dan mendampingi para penyintas agar tetap memiliki ketahanan di tengah situasi sulit. Jumlah bantuan juga masih akan terus bertambah menyesuaikan kebutuhan di lapangan,” ujar Pimpinan BAZNAS RI, Kiai Noor. Selain logistik keluarga, BAZNAS juga menyalurkan berbagai bantuan kemanusiaan lainnya, seperti layanan dapur umum, layanan kesehatan, distribusi logistik pangan dan nonpangan, penyediaan air bersih, layanan dukungan psikososial, bantuan pendidikan, hingga perlengkapan ibadah. Seluruh bantuan tersebut merupakan bagian dari respons terpadu penanganan bencana di wilayah Sumatra. Memasuki fase pemulihan, BAZNAS mulai menyiapkan program recovery untuk membantu masyarakat bangkit pascabencana. Program ini difokuskan pada pemulihan kehidupan sosial, pendidikan, dan ekonomi, agar aktivitas warga dapat kembali berjalan secara bertahap. “Bantuan recovery menjadi bagian penting dari pendampingan jangka menengah dan panjang BAZNAS. Kami tidak hanya hadir saat darurat, tetapi juga memastikan masyarakat dapat pulih dan kembali mandiri,” jelas Kiai Noor. Kiai Noor turut menyampaikan apresiasi kepada para mitra kemanusiaan, relawan, serta muzaki yang telah mempercayakan penyaluran zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS. “Terima kasih atas kepercayaan dan dukungan seluruh pihak. Semoga kolaborasi dan kepedulian ini membawa keberkahan serta manfaat nyata bagi saudara-saudara kita yang terdampak bencana,” pungkasnya. Hingga 4 Januari 2026, BAZNAS tercatat telah menyalurkan berbagai bentuk bantuan kemanusiaan kepada 122.133 penerima manfaat di wilayah Sumatra.
BERITA05/01/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS RI Gerak Cepat, 116 Ribu Korban Bencana di Sumatra Terima Bantuan Kemanusiaan
BAZNAS RI Gerak Cepat, 116 Ribu Korban Bencana di Sumatra Terima Bantuan Kemanusiaan
Jakarta – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bergerak cepat menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi korban bencana alam di berbagai wilayah Sumatra. Total 116.054 jiwa tercatat menerima manfaat dari respons kemanusiaan yang digelar BAZNAS. Bantuan yang disalurkan mencakup kebutuhan paling mendesak di lokasi bencana, mulai dari dapur umum, makanan siap santap, paket logistik keluarga, layanan kesehatan, air bersih, hygiene kit, hingga dukungan psikososial bagi para penyintas. BAZNAS juga menurunkan personel BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) untuk membantu evakuasi dan pelayanan pengungsi. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, menegaskan kehadiran BAZNAS di tengah korban bencana merupakan amanah kemanusiaan dari pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS). “BAZNAS berkomitmen untuk selalu hadir dan bergerak cepat membantu masyarakat terdampak bencana. Ini adalah bentuk solidaritas para muzaki yang kami salurkan tepat sasaran kepada para penyintas,” kata Saidah dalam keterangan tertulis, Senin (29/12/2025). Menurut Saidah, bantuan tidak hanya difokuskan pada fase darurat, tetapi juga memperhatikan aspek kesehatan, kebersihan, dan pemulihan psikologis korban. “Kami menyesuaikan bantuan dengan kebutuhan di lapangan, mulai dari makanan melalui dapur umum, layanan kesehatan, air bersih, paket kebersihan, hingga dukungan psikososial agar benar-benar dirasakan manfaatnya,” jelasnya. Saidah menambahkan, tim BTB diterjunkan langsung ke lokasi untuk memastikan distribusi bantuan berjalan efektif dan terkoordinasi dengan berbagai pihak. “Tim kami mendukung proses evakuasi, pelayanan pengungsi, serta pendistribusian bantuan. Pemantauan terus dilakukan agar wilayah paling terdampak menjadi prioritas,” ujarnya. Tak berhenti di fase tanggap darurat, BAZNAS juga menyiapkan langkah pemulihan pascabencana agar masyarakat dapat kembali bangkit. “BAZNAS akan melanjutkan program pemulihan dan pendayagunaan, agar para penyintas tidak hanya bertahan, tetapi kembali mandiri secara ekonomi dan sosial,” tuturnya. Di akhir pernyataannya, Saidah menyampaikan apresiasi kepada para muzaki dan donatur yang telah mempercayakan penyaluran ZIS melalui BAZNAS. “Terima kasih atas kepercayaan masyarakat. Dukungan ini menjadi kekuatan utama kami untuk terus membantu saudara-saudara kita yang tertimpa musibah,” pungkasnya.
BERITA29/12/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Salurkan 24.000 Liter Air Bersih untuk Penyintas Banjir dan Longsor di Sibolga
BAZNAS Salurkan 24.000 Liter Air Bersih untuk Penyintas Banjir dan Longsor di Sibolga
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) kembali menegaskan perannya sebagai garda terdepan dalam aksi kemanusiaan. Kali ini, BAZNAS menyalurkan 24.000 liter air bersih bagi masyarakat terdampak banjir dan tanah longsor di Aek Manis, Kecamatan Sibolga Selatan, Kota Sibolga, Sumatra Utara. Bantuan tersebut merupakan bagian dari respons cepat BAZNAS terhadap bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, dengan fokus utama pada pemenuhan kebutuhan dasar para penyintas. Air bersih menjadi kebutuhan paling krusial di masa pascabencana. Banjir dan longsor kerap merusak sumber air warga, mencemari sumur dan saluran air dengan lumpur, limbah, serta bakteri berbahaya. Kondisi ini tidak hanya menyulitkan masyarakat memperoleh air layak konsumsi, tetapi juga meningkatkan risiko berbagai penyakit akibat sanitasi yang buruk. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, MA., menegaskan bahwa pemenuhan kebutuhan dasar merupakan prioritas utama dalam penanganan bencana. “Dalam kondisi darurat, akses terhadap air bersih sering kali terputus. Padahal air adalah kebutuhan paling mendasar untuk menjaga kesehatan dan keberlangsungan hidup para penyintas,” ujarnya. Penyaluran air bersih ini diperuntukkan bagi kebutuhan minum, memasak, serta menjaga kebersihan diri dan lingkungan warga terdampak. Ketersediaan air yang cukup juga berperan penting dalam mencegah penyakit pascabanjir, seperti diare, infeksi kulit, dan gangguan pencernaan, yang kerap mengancam masyarakat di wilayah bencana. Menurut Saidah, kehadiran BAZNAS di tengah masyarakat tidak hanya sebatas memberikan bantuan material, tetapi juga menghadirkan rasa aman dan harapan bagi para penyintas. “Air bersih bukan sekadar bantuan fisik. Ini adalah bentuk kepedulian agar masyarakat tetap bisa bertahan dan menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih layak di tengah keterbatasan,” tuturnya. Proses distribusi dilakukan oleh BAZNAS bersama para relawan di lapangan dengan pendekatan berbasis kebutuhan lokal. Langkah ini dilakukan agar bantuan benar-benar tepat sasaran dan dirasakan langsung oleh warga yang terdampak paling parah. Selain penyaluran air bersih, BAZNAS terus melakukan pemantauan kebutuhan lanjutan masyarakat di wilayah terdampak. Pendampingan ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan BAZNAS, mulai dari masa tanggap darurat hingga tahap pemulihan pascabencana. BAZNAS juga mengajak masyarakat luas untuk turut berpartisipasi dalam membantu pemulihan wilayah terdampak bencana di Sumatra melalui zakat, infak, dan sedekah. Dukungan publik menjadi kekuatan penting agar bantuan kemanusiaan dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak penyintas. “Kami mengajak masyarakat untuk tidak menunda kebaikan. Setiap zakat, infak, dan sedekah yang disalurkan melalui BAZNAS akan segera dimanfaatkan untuk membantu saudara-saudara kita yang terdampak bencana,” pungkas Saidah. Untuk memudahkan masyarakat berdonasi, BAZNAS menyediakan berbagai kanal resmi, mulai dari transfer ke rekening BAZNAS, kanal digital, hingga melalui laman baznas.go.id/sedekahbencana. Melalui sinergi ini, BAZNAS berharap semangat solidaritas dan kepedulian sosial terus tumbuh, sehingga para penyintas dapat bangkit dan menata kembali kehidupan mereka dengan lebih baik.
BERITA24/12/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Tutup Bootcamp Santripreneur Kuliner 2025, Siapkan Santri Jadi Motor Ekonomi Nasional
BAZNAS Tutup Bootcamp Santripreneur Kuliner 2025, Siapkan Santri Jadi Motor Ekonomi Nasional
Jakarta – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI resmi menutup rangkaian Bootcamp BAZNAS Santripreneur Kompetisi Klaster Kuliner 2025 yang digelar di Yayasan Bina Cendikia, Rabu (24/12/2025). Program ini menjadi bagian dari langkah strategis BAZNAS dalam mendorong santri tampil sebagai pelaku usaha mandiri sekaligus penggerak ekonomi nasional. Penutupan bootcamp menandai berakhirnya tahapan pelatihan intensif bagi santri dan alumni pesantren yang mengikuti kompetisi wirausaha berbasis kuliner. Melalui program ini, BAZNAS menegaskan komitmennya menjadikan zakat sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi umat yang berkelanjutan. Deputi II BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Dr. H. M. Imdadun Rahmat, M.Si., menegaskan bahwa program Santripreneur tidak semata berorientasi pada kompetisi, tetapi pada pembentukan karakter dan keberlanjutan usaha. “BAZNAS Santripreneur bukan sekadar lomba. Ini adalah proses membangun mental wirausaha, meningkatkan kapasitas bisnis, dan memastikan santri mampu mandiri secara ekonomi,” ujar Imdadun. Ia menilai, sektor kuliner menjadi pilihan strategis karena memiliki pasar luas dan dekat dengan kebutuhan masyarakat. Selain itu, nilai-nilai yang dimiliki santri dinilai menjadi keunggulan tersendiri. “Santri memiliki modal kejujuran, kedisiplinan, dan ketekunan. Ini adalah fondasi penting untuk menciptakan pelaku usaha yang tangguh dan berdaya saing,” tambahnya. BAZNAS Santripreneur Kompetisi Klaster Kuliner merupakan program nasional yang dirancang melalui tahapan seleksi ketat, pelatihan intensif (bootcamp), hingga pendampingan usaha. Tujuannya adalah meningkatkan kapasitas manajerial, inovasi produk, serta strategi pemasaran peserta agar mampu bertahan dan berkembang. Hingga 2025, program ini telah memberikan manfaat kepada 1.505 santripreneur yang berasal dari 28 provinsi dan 225 kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Angka ini menunjukkan luasnya jangkauan pemanfaatan dana zakat untuk pemberdayaan ekonomi pesantren. Dari sisi dampak ekonomi, BAZNAS mencatat rata-rata usaha peserta mengalami pertumbuhan sekitar 30 persen setelah mendapatkan pendampingan. Pendapatan santripreneur juga meningkat signifikan, dari rata-rata Rp2,36 juta menjadi Rp3,45 juta, menandakan efektivitas program dalam meningkatkan kesejahteraan mustahik. Antusiasme peserta pada klaster kuliner tahun ini pun terbilang tinggi. Sebanyak 335 pendaftar mengikuti seleksi awal. Dari jumlah tersebut, terpilih 100 peserta terbaik dari 18 provinsi, yang kemudian disaring kembali menjadi 50 santripreneur unggulan dari 42 kabupaten/kota dan 13 provinsi, terdiri dari 28 laki-laki dan 22 perempuan. Selama bootcamp, para peserta mendapatkan pembekalan intensif terkait manajemen usaha, inovasi produk, hingga strategi pemasaran agar mampu bersaing di pasar. Imdadun menegaskan, BAZNAS akan terus memperkuat ekosistem pemberdayaan santri ke depan. “Kami berharap program ini menjadi bukti bahwa santri bukan hanya penjaga nilai, tetapi juga mampu menjadi motor penggerak ekonomi nasional dan berkontribusi nyata dalam pembangunan ekonomi umat,” pungkasnya.
BERITA24/12/2025 | Humas BAZNAS Minahasa
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Minahasa.

Lihat Daftar Rekening →