WhatsApp Icon
BAZNAS RI Bersama Kemendiktisaintek Buka Beasiswa Cendekia 2026 di 246 Perguruan Tinggi

Jakarta – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) RI resmi membuka program Beasiswa Cendekia BAZNAS 2026 bagi mahasiswa aktif program D4/S1 di 246 perguruan tinggi yang tersebar di 35 provinsi.

Peluncuran Beasiswa Cendekia Dalam Negeri 2026 tersebut berlangsung di Gedung Kemendiktisaintek RI, Jakarta, Rabu (9/9/2026). Kegiatan diresmikan langsung oleh Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., bersama Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI Prof. Brian Yuliarto, S.T., M.Eng., Ph.D.

Dari 246 perguruan tinggi yang menjadi sasaran program, sebanyak 112 kampus berada di bawah Kemendiktisaintek. Sementara 134 perguruan tinggi lainnya berada di bawah Kementerian Agama, termasuk Ma’had Aly.

Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid mengatakan, kolaborasi dengan Kemendiktisaintek menjadi langkah strategis untuk memperluas akses pendidikan tinggi, khususnya bagi mahasiswa berprestasi yang berasal dari keluarga kurang mampu.

"Ini adalah momentum untuk mempertemukan kekuatan zakat dengan pendidikan tinggi dalam membangun masa depan bangsa. Hal tersebut sejalan dengan Asta Cita Presiden nomor 4 untuk memperkuat Sumber Daya Manusia menuju Indonesia Emas 2045," kata Sodik.

Menurut Sodik, pendidikan menjadi salah satu sektor penting dalam upaya pengentasan kemiskinan. Karena itu, BAZNAS memberikan perhatian besar terhadap sektor pendidikan dengan alokasi sekitar 27 persen.

"Untuk pendidikan kami (BAZNAS) alokasi sebesar 27 persen," ujarnya.

Sodik menambahkan, Beasiswa Cendekia BAZNAS tidak hanya berfokus pada pemberian bantuan biaya pendidikan. Program tersebut juga diarahkan untuk memperluas akses pendidikan, meningkatkan kualitas dan kapasitas mahasiswa, serta mendorong keberlanjutan kontribusi para alumni.

"Kami ingin memperkuat tiga hal, yakni memperluas akses, meningkatkan kualitas dan kapasitas mahasiswa, serta memastikan keberlanjutan kontribusi alumni. Karena itu, hari ini kita tidak hanya meluncurkan sebuah program beasiswa. Mari kita meluncurkan sebuah gerakan bersama, gerakan menjadikan zakat sebagai kekuatan pembangunan sumber daya manusia Indonesia," katanya.

Apresiasi Kemendiktisaintek

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI Brian Yuliarto mengapresiasi komitmen BAZNAS dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia Indonesia melalui sektor pendidikan.

Brian menyebut pendidikan merupakan salah satu bentuk investasi terbaik bagi masa depan bangsa. Ia berharap kolaborasi antara pemerintah, BAZNAS, perguruan tinggi, dan lembaga filantropi dapat terus diperkuat.

"Tentu ini adalah sesuatu yang sangat luar biasa. Investasi terbaik sebuah bangsa adalah pada pendidikan. Tidak ada yang lebih baik lagi. Karenanya, kami sangat senang dan sangat mengapresiasi BAZNAS yang berdiri di barisan paling depan," ujar Brian.

Ia juga berharap langkah BAZNAS tersebut dapat mendorong semakin banyak lembaga filantropi untuk berkontribusi dalam memperluas akses pendidikan tinggi.

Menurutnya, dukungan terhadap pendidikan dapat membuka kesempatan bagi anak bangsa untuk memperbaiki kondisi sosial, masa depan, dan kesejahteraan keluarganya.

Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan H. Idy Muzayyad mengatakan, perluasan akses pendidikan merupakan salah satu fokus BAZNAS melalui program beasiswa dan pembinaan mahasiswa.

Idy menyebut, sepanjang 2025, penyaluran zakat, infak, dan sedekah (ZIS) nasional untuk bidang pendidikan mencapai Rp1,56 triliun dengan jumlah penerima manfaat sebanyak 2.870.976 orang.

BAZNAS juga memproyeksikan potensi zakat dari ekosistem perguruan tinggi mencapai sekitar Rp220 miliar per tahun.

Program Beasiswa Cendekia BAZNAS sendiri terus berkembang. Saat ini tercatat sebanyak 8.672 peserta Beasiswa Cendekia BAZNAS Dalam Negeri dan 2.529 peserta Beasiswa Cendekia BAZNAS Ma’had Aly.

"Alhamdulillah, dari program ini kita telah melihat dampak yang nyata. Para alumni Beasiswa Cendekia BAZNAS telah berkiprah di berbagai sektor, baik sektor publik, swasta, maupun sosial. Bahkan, sebagian dari mereka telah bertransformasi menjadi muzaki," ujar Idy.

Beasiswa Cendekia BAZNAS 2026 diperuntukkan bagi mahasiswa aktif mulai semester 5. Program ini memprioritaskan mahasiswa dari bidang Sains, Teknologi, Rekayasa, dan Matematika (STEM) serta Social, Humanities, Arts for People, Religious Studies, dan Education (SHARE).

Selain mahasiswa berprestasi, program ini juga menyasar mahasiswa yang aktif sebagai aktivis serta mahasiswa penyandang disabilitas.

Mahasiswa yang terpilih akan mendapatkan sejumlah dukungan pendidikan. Salah satunya berupa subsidi Uang Kuliah Tunggal (UKT) hingga Rp7 juta per semester untuk perguruan tinggi prioritas dan hingga Rp4 juta per semester untuk perguruan tinggi reguler.

Bantuan UKT tersebut diberikan selama empat semester.

Tak hanya UKT, penerima Beasiswa Cendekia BAZNAS juga berkesempatan mendapatkan bantuan riset tugas akhir sebesar Rp3 juta per mahasiswa, pembinaan dan pengembangan diri, serta bantuan prestasi bagi mahasiswa yang mewakili kampus dalam kompetisi tingkat nasional maupun internasional.

Pendaftaran Dibuka 9-27 September 2026

Bagi mahasiswa yang memenuhi persyaratan, pendaftaran Beasiswa Cendekia BAZNAS Dalam Negeri 2026 dilakukan secara daring melalui laman beasiswa.baznas.go.id.

Berikut jadwal lengkap seleksi Beasiswa Cendekia BAZNAS Dalam Negeri 2026:

  • Pendaftaran: 9–27 September 2026
  • Seleksi administrasi kampus: 28 September–4 Oktober 2026
  • Pengumuman lulus administrasi: 4 Oktober 2026
  • Wawancara tim seleksi kampus: 5–18 Oktober 2026
  • Masa sanggah: 19–25 Oktober 2026
  • Pengumuman akhir: 28 Oktober 2026

Melalui Beasiswa Cendekia BAZNAS 2026, BAZNAS bersama pemerintah terus mendorong agar keterbatasan ekonomi tidak menjadi penghalang bagi mahasiswa berprestasi untuk mengakses pendidikan tinggi.

Program ini sekaligus menjadi bagian dari upaya menjadikan zakat sebagai kekuatan dalam membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.

10/09/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa
Hadiri Pra-Rakornas 2026, BAZNAS Kabupaten Minahasa Siap Perkuat Pengelolaan Muzaki secara Profesional

MINAHASA — BAZNAS Kabupaten Minahasa turut hadir dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan Pra-Rapat Koordinasi Nasional (Pra-RAKORNAS) BAZNAS 2026 yang digelar secara daring pada Selasa (8/9/2026). Kegiatan bertajuk “Target dan Strategi Pengumpulan pada BAZNAS Provinsi dan BAZNAS Kab/Kota” ini dipimpin langsung oleh Ketua BAZNAS RI, Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc.

Melalui kegiatan ini, BAZNAS RI menekankan pentingnya memperkuat pengelolaan muzaki yang profesional sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kepercayaan masyarakat, serta mengoptimalkan penghimpunan Zakat, Infak, Sedekah, dan Dana Sosial Keagamaan Lainnya (ZIS-DSKL).

Pimpinan BAZNAS RI Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan, Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM., menegaskan bahwa muzaki perlu ditempatkan sebagai mitra strategis dalam ekosistem filantropi Islam. Hubungan dengan muzaki harus dibangun secara berkelanjutan.

“Muzaki saat ini tidak hanya membutuhkan kemudahan dalam menunaikan zakat, tetapi juga ingin mengetahui manfaat dari zakat yang mereka salurkan. Mereka ingin dilibatkan dan merasakan dampak nyata program zakat,” ujar Rizaludin.

Dalam kesempatan tersebut, BAZNAS RI juga mendorong penerapan strategi value-driven fundraising yang bertumpu pada empat pilar utama:

  1. Transparansi dan laporan dampak nyata.

  2. Pembinaan relasi yang personal dan inklusif.

  3. Penguatan branding serta reputasi lembaga yang profesional dan taat audit.

  4. Pelibatan aktif muzaki dalam berbagai program kemanusiaan.

Langkah tersebut disempurnakan dengan konsep 5D BAZNAS, yaitu Diingat, Dipercaya, Dijangkau, Dicintai, dan Dibanggakan.

Kehadiran BAZNAS Kabupaten Minahasa dalam Pra-Rakornas ini menjadi bentuk komitmen penuh untuk menyelaraskan target dan strategi pengumpulan di daerah dengan visi BAZNAS Pusat.

Melalui keikutsertaan ini, BAZNAS Minahasa siap melakukan reorientasi pengelolaan muzaki di tingkat daerah. Fokus utama yang akan terus ditingkatkan meliputi peningkatan kualitas pelayanan, penyampaian laporan dampak zakat secara terbuka, serta penyusunan program-program penyaluran yang dampaknya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat yang membutuhkan di Kabupaten Minahasa.

BAZNAS Minahasa juga mengimbau seluruh masyarakat dan para muzaki di Kabupaten Minahasa untuk terus mempercayakan penyaluran zakat, infak, dan sedekahnya melalui lembaga resmi BAZNAS. Pengelolaan yang aman syar'i, aman regulasi, dan aman NKRI akan memastikan setiap zakat yang ditunaikan dapat dirasakan manfaatnya secara berkelanjutan.

08/09/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Tegaskan Dana Zakat Sama Sekali Tak Dipakai untuk Buku 'Islam Ala Prabowo'

Minahasa - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) memberikan klarifikasi tegas merespons isu penggunaan dana umat dalam proyek literasi. BAZNAS memastikan tidak ada sepeser pun dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) yang dialokasikan untuk pembuatan maupun penerbitan buku berjudul Islam Ala Prabowo.

Ketua BAZNAS RI, Sodik Mudjahid, menegaskan bahwa keterlibatan BAZNAS dalam peluncuran buku tersebut pada tahun 2025 lalu murni dalam konteks hubungan kelembagaan serta penguatan literasi dakwah keagamaan. Ia menyebut bahwa menjaga transparansi dan kepercayaan muzaki adalah prioritas utama lembaga.

"Saudara-saudaraku, Bapak dan Ibu para muzaki dan donatur BAZNAS yang kami hormati. Kepercayaan Bapak dan Ibu untuk mempercayakan ZIS melalui BAZNAS adalah kehormatan sekaligus tanggung jawab besar yang senantiasa kami jaga," kata Sodik dalam keterangan resminya, Senin (7/9/2026).

Untuk menghindari kesalahpahaman di tengah masyarakat mengenai posisi lembaga, Sodik merinci tiga poin penting terkait penerbitan buku tersebut:

  1. Bukan Dana Umat: Pembuatan dan penerbitan buku sama sekali tidak menyentuh maupun menggunakan dana ZIS yang dipercayakan masyarakat.

  2. Bukan Produk Internal: Buku tersebut tidak ditulis maupun diterbitkan oleh tim internal BAZNAS.

  3. Sinergi Kelembagaan: Kehadiran BAZNAS dalam peluncuran di Rakornas BAZNAS 2025 merupakan bentuk sinergi bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI), Kementerian Agama, dan MPR RI dalam rangka literasi dakwah, bukan bentuk politik praktis.

Sodik juga mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto memiliki perhatian besar terhadap fungsi BAZNAS, baik sebagai Kepala Negara maupun secara pribadi. Selama ini, Presiden secara rutin mengamanahkan zakat, infak, dan sedekah pribadinya melalui BAZNAS.

"Bersama tim BAZNAS, saat ini kami sedang memilih beberapa program unggulan untuk disampaikan kepada rakyat Indonesia, yang bersumber dari dana infak dan sedekah pribadi Presiden Prabowo Subianto," jelas Sodik.

Ia menambahkan, BAZNAS sangat menghormati kritik dan masukan dari publik. Hal tersebut dipandang sebagai bentuk kepedulian masyarakat agar BAZNAS tetap konsisten menjaga prinsip pengelolaan zakat yang aman syar'i, aman regulasi, dan aman NKRI.

Menanggapi arahan dan klarifikasi BAZNAS RI, BAZNAS Kabupaten Minahasa melalui Waka IV BAZNAS Minahasa Sahlan Kokalo turut mengimbau masyarakat dan seluruh muzaki di Kabupaten Minahasa untuk senantiasa kritis dan bijak dalam menerima setiap informasi.

BAZNAS Kabupaten Minahasa berkomitmen penuh menjaga akuntabilitas dan transparansi penyaluran ZIS di tingkat daerah. Setiap rupiah dana zakat, infak, dan sedekah yang ditunaikan melalui BAZNAS Minahasa disalurkan secara tepat sasaran khusus untuk program-program kemanusiaan, pendidikan, kesehatan, serta pemberdayaan ekonomi mustahik di Minahasa.

08/09/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Hadir di Muktamar NU ke-35, Salurkan 15 Ribu ZChicken hingga Siagakan Layanan Kesehatan

JOMBANG – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI turut mendukung pelaksanaan Muktamar NU ke-35 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Jombang, Jawa Timur. Tak hanya memberikan dukungan konsumsi, BAZNAS juga menghadirkan layanan kesehatan serta pengelolaan sampah di tengah perhelatan yang dihadiri ribuan peserta tersebut.

Bersama BAZNAS Provinsi Jawa Timur dan BAZNAS Kabupaten Jombang, BAZNAS RI menghadirkan berbagai layanan yang menyasar kebutuhan peserta Muktamar sekaligus masyarakat di sekitar lokasi kegiatan.

Salah satu layanan yang mendapat perhatian adalah penyediaan makanan melalui Program Bank Makanan. BAZNAS menyiapkan sebanyak 15.000 paket ZChicken yang didistribusikan selama lima hari pelaksanaan Muktamar.

Menariknya, penyediaan makanan tersebut tidak hanya berorientasi pada pemenuhan konsumsi. Proses produksi hingga distribusi turut melibatkan mustahik binaan BAZNAS.

Keterlibatan tersebut menjadi bagian dari upaya BAZNAS menjadikan zakat sebagai instrumen pemberdayaan. Mustahik tidak hanya diposisikan sebagai penerima manfaat, tetapi juga dilibatkan dalam aktivitas produktif yang membuka peluang untuk berkembang dan meningkatkan kemandirian.

Ketua BAZNAS RI, Sodik Mudjahid, mengatakan dukungan BAZNAS dalam Muktamar NU ke-35 merupakan salah satu bentuk kontribusi lembaga dalam menghadirkan kemaslahatan bagi umat.

“Dalam berbagai kegiatan ada kesehatan, ada bantuan ZChicken. Ada 10 titik penyaluran dan totalnya 15 ribu selama lima hari. Ini bagian dari beberapa kontribusi dan dukungan BAZNAS untuk Muktamar, karena ini merupakan amanah syariah, antara lain pos fi sabilillah,” ujar Sodik.

Selain bantuan pangan, BAZNAS juga memperkuat pelayanan kesehatan selama Muktamar berlangsung.

Melalui Rumah Sehat BAZNAS (RSB), disiapkan enam titik layanan kesehatan yang didukung tenaga medis, empat ambulans, serta satu mobil klinik.

Kehadiran layanan kesehatan tersebut menjadi langkah antisipatif mengingat tingginya mobilitas dan jumlah peserta selama kegiatan berlangsung. Peserta yang membutuhkan pemeriksaan maupun pertolongan kesehatan dapat memperoleh layanan secara lebih cepat di sekitar arena Muktamar.

Dukungan BAZNAS terhadap layanan kesehatan juga mendapat apresiasi dari unsur kesehatan NU.

Perwakilan Himpunan Perawat NU Pusat, Rasjisman Ahmad, menyampaikan bahwa kehadiran BAZNAS ikut memperkuat pelayanan kesehatan di arena Muktamar, termasuk dari sisi sarana dan prasarana.

“Kita tahu bahwa BAZNAS juga sudah ikut dalam pelayanan kesehatan tim kesehatan di arena Muktamar. Alhamdulillah BAZNAS sudah ikut bersama-sama, bahkan dari sisi sarana dan prasarananya BAZNAS cukup besar,” katanya.

Tak berhenti pada pangan dan kesehatan, BAZNAS juga memberikan perhatian terhadap kebersihan lingkungan selama Muktamar.

Sebanyak 200 relawan dari unsur masyarakat dan mustahik dilibatkan dalam kegiatan pengelolaan sampah di area Muktamar. Para relawan bertugas memberikan edukasi, memilah, hingga mengumpulkan sampah yang dihasilkan selama kegiatan.

Langkah ini dilakukan untuk menjaga kawasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum tetap bersih, sehat, dan nyaman di tengah aktivitas Muktamar yang berlangsung padat.

Kehadiran BAZNAS di Muktamar NU ke-35 menunjukkan bahwa pengelolaan zakat tidak berhenti pada penyaluran bantuan langsung. Zakat dapat dikembangkan menjadi program yang menyentuh berbagai sektor, mulai dari pangan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, hingga kepedulian terhadap lingkungan.

Melalui dukungan tersebut, BAZNAS berupaya memastikan dana zakat yang dihimpun dari masyarakat dapat memberikan manfaat yang semakin luas.

Zakat bukan sekadar kewajiban yang ditunaikan, tetapi amanah yang ketika dikelola secara tepat dapat menghadirkan manfaat nyata bagi umat dan masyarakat.

BAZNAS hadir, bergerak bersama umat, dan menghadirkan kemaslahatan di tengah masyarakat.

03/09/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa
Dari Dapur Umum BAZNAS, Penyintas Gempa NTT Bangkit dan Menguatkan Sesama

MANGGARAI — Gempa memang meruntuhkan rumah Mashita. Namun, bencana itu tak mampu meruntuhkan semangatnya untuk membantu sesama.

Di tengah duka karena rumah keluarganya terdampak dan sebagian runtuh akibat gempa, Mashita justru memilih berdiri di antara para relawan Dapur Umum Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS).

Setiap pagi, selepas menunaikan salat Subuh, guru di Pondok Pesantren Pancasila Reok itu ikut menyiapkan makanan bagi warga yang terdampak gempa.

Bagi Mashita, membantu sesama menjadi cara untuk tetap kuat.

Mashita merupakan warga Desa Salama, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Gempa yang mengguncang wilayah tersebut meninggalkan luka mendalam bagi keluarganya. Rumah tempat tinggalnya bersama keluarga mengalami kerusakan parah.

Kedua orang tuanya hingga kini masih bertahan di posko pengungsian karena kondisi rumah belum memungkinkan untuk ditempati kembali.

Saat gempa terjadi, Mashita sedang berada di Pondok Pesantren Pancasila Reok, tempat ia mengabdikan diri sebagai guru.

Ketika tanah berguncang hebat, suasana panik pun terjadi. Bersama para santri, Mashita segera berhamburan menuju tempat yang lebih aman.

Namun, di tengah kepanikan itu, ia memilih memastikan para santri terlebih dahulu berada dalam kondisi selamat.

Setelah seluruh santri berkumpul di tempat terbuka, barulah pikirannya tertuju kepada kedua orang tuanya di rumah.

Ia segera menghubungi mereka.

Syukur, kedua orang tuanya selamat.

Bagi Mashita, rumah yang rusak mungkin masih bisa dibangun kembali. Namun keselamatan orang-orang tercinta adalah hal yang jauh lebih berharga.

Ketika BAZNAS membuka dapur umum di Pondok Pesantren Pancasila Reok, ia justru ikut bergabung menjadi relawan.

Bersama relawan lainnya, Mashita membantu menyiapkan sekitar 250 porsi makanan setiap hari.

Makanan tersebut kemudian didistribusikan ke sejumlah kampung dan posko mandiri, khususnya bagi warga yang belum mendapatkan bantuan atau wilayah yang logistiknya belum sepenuhnya masuk.

Bagi Mashita, seporsi makanan yang disiapkan dari dapur umum bukan sekadar bantuan pangan.

Lebih dari itu, makanan tersebut menjadi simbol bahwa para penyintas tidak sedang menghadapi bencana sendirian.

"Alhamdulillah, saya berterima kasih kepada BAZNAS yang sudah menyediakan dapur umum. Ini sangat membantu, baik bagi warga sekitar maupun bagi saya pribadi," ujar Mashita.

Sebagai seseorang yang turut merasakan dampak gempa, Mashita memahami betul bagaimana rasanya kehilangan rasa aman.

Namun pengalaman tersebut justru menguatkan keinginannya untuk membantu warga lain yang mengalami nasib serupa.

"Walaupun rumah saya terdampak dan sebagian runtuh, semangat saya tidak akan pernah runtuh untuk membantu teman-teman yang juga terdampak. Karena sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain," katanya.

Dapur Umum BAZNAS kini bukan hanya menjadi tempat memasak dan menyalurkan makanan.

Di tempat itu, tumbuh semangat saling menguatkan.

Mashita yang datang sebagai penyintas, kini ikut mengambil peran membantu penyintas lainnya.

Ia tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga ikut menyiapkan dan menyalurkan bantuan bagi warga yang membutuhkan.

Rumahnya mungkin belum kembali seperti semula.

Kedua orang tuanya pun masih bertahan di posko pengungsian.

Namun, di tengah keterbatasan, Mashita memilih untuk tetap bergerak.

Dari dapur umum BAZNAS, ia belajar bahwa bangkit tidak selalu berarti telah kembali memiliki rumah yang utuh.

Terkadang, bangkit berarti tetap mampu mengulurkan tangan kepada orang lain, meski diri sendiri sedang berada dalam keterbatasan.

Mashita pun berharap kepedulian para dermawan terus mengalir untuk membantu para penyintas gempa di NTT.

"Harapan saya ke depan ada uluran tangan dari para dermawan yang ikhlas membantu para penyintas gempa. Bantuan tersebut tidak harus sekaligus, tetapi bisa diberikan secara perlahan, bukan hanya untuk saya, tetapi juga untuk teman-teman lain yang rumah dan kehidupannya terdampak gempa," ucapnya.

Kisah Mashita menjadi pengingat bahwa di tengah bencana, harapan dapat lahir dari mana saja.

Bahkan dari mereka yang sedang kehilangan.

Dari sebuah dapur umum, Mashita membuktikan satu hal: gempa boleh meruntuhkan bangunan, tetapi kepedulian dan semangat kemanusiaan tidak boleh ikut runtuh.

BAZNAS melalui berbagai program tanggap bencana terus berupaya hadir untuk membantu masyarakat yang terdampak, mulai dari pemenuhan kebutuhan pangan hingga pendampingan bagi para penyintas. Sebab, zakat bukan sekadar tentang memberi bantuan, tetapi juga tentang menguatkan harapan dan membangkitkan sesama.

27/08/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa

Berita Terbaru

BAZNAS Minahasa Dorong Kesadaran Zakat Perdagangan, Dari Edukasi hingga Aksi Nyata Umat
BAZNAS Minahasa Dorong Kesadaran Zakat Perdagangan, Dari Edukasi hingga Aksi Nyata Umat
Minahasa – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Minahasa terus menguatkan perannya sebagai garda terdepan dalam membangun kemandirian umat melalui pengelolaan zakat yang profesional, transparan, dan berdampak luas. Salah satu fokus utama yang kini digencarkan adalah edukasi zakat perdagangan, yang masih kerap disalahpahami oleh sebagian pelaku usaha Muslim. Pimpinan Baznas Minahasa menegaskan bahwa zakat perdagangan bukan sekadar kewajiban formal, melainkan instrumen spiritual dan sosial untuk membersihkan harta sekaligus menggerakkan roda kesejahteraan umat. “Zakat bukan hanya tentang memberi, tetapi tentang menumbuhkan keberkahan. Ketika zakat ditunaikan dengan benar, maka harta menjadi bersih, usaha menjadi berkah, dan masyarakat menjadi kuat,” tegasnya. BAZNAS Minahasa menjelaskan bahwa nisab zakat perdagangan ditetapkan setara 85 gram emas, dengan kadar zakat 2,5 persen. Zakat dapat dikeluarkan setiap tahun atau setiap bulan, menyesuaikan dengan kondisi usaha. Perhitungan zakat perdagangan dilakukan secara transparan dan mudah dipahami, yakni dari: modal yang diputar + keuntungan + simpanan + piutang yang dapat dicairkan, dikurangi utang jatuh tempo dan kerugian, kemudian dikalikan 2,5 persen. Penetapan ini mengacu pada SK Ketua BAZNAS Nomor 13 Tahun 2025, yang menegaskan bahwa zakat pendapatan dan jasa ditujukan untuk menghadirkan keadilan ekonomi serta memperluas manfaat zakat bagi mustahik. Melalui kanal pengumpulan yang resmi dan aman, BAZNAS Minahasa memastikan setiap rupiah zakat yang dititipkan oleh muzaki akan dikelola secara amanah, profesional, dan tepat sasaran. Dana zakat disalurkan dalam berbagai program unggulan, mulai dari bantuan pendidikan, penguatan ekonomi umat, layanan kesehatan, hingga respons kemanusiaan. BAZNAS Minahasa juga mengajak masyarakat untuk menyalurkan zakat melalui rekening resmi serta layanan digital yang telah disiapkan, sekaligus mengirimkan bukti transaksi ke Layanan BAZNAS Minahasa agar tercatat dengan baik dan akuntabel. Upaya edukasi yang terus dilakukan ini menjadi bukti bahwa BAZNAS Minahasa tidak hanya berperan sebagai lembaga pengumpul dana, tetapi juga agen pencerahan umat. Dengan zakat yang ditunaikan secara benar, diharapkan lahir masyarakat yang lebih adil, sejahtera, dan berakhlak mulia. “Zakat adalah energi peradaban. Jika dikelola bersama, ia menjadi kekuatan besar untuk mengubah mustahik menjadi muzaki,” tutup pernyataan BAZNAS Minahasa. Dengan semangat kolaborasi dan kesadaran kolektif, BAZNAS Minahasa mengajak seluruh pelaku usaha Muslim untuk menunaikan zakat tepat waktu, karena dari zakat yang dititipkan, masa depan umat dibangun.
BERITA10/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Optimalkan Potensi ZIS, Marwan Dasopang Dorong Penguatan Regulasi Badan Amil Zakat Nasional
Optimalkan Potensi ZIS, Marwan Dasopang Dorong Penguatan Regulasi Badan Amil Zakat Nasional
Jakarta — Upaya mengoptimalkan potensi zakat, infak, dan sedekah (ZIS) nasional kembali menguat di parlemen. Ketua Komisi VIII DPR RI, Marwan Dasopang, menyatakan komitmennya untuk mendukung penguatan regulasi Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) agar penghimpunan dan pengelolaan dana umat kian efektif serta berdampak luas bagi kesejahteraan masyarakat. Pernyataan itu disampaikan Marwan di Gedung DPR RI, Selasa (10/2/2026). Ia menilai potensi ZIS Indonesia yang besar belum sepenuhnya tergarap optimal. Karena itu, menurut dia, diperlukan payung hukum dan kebijakan yang semakin kokoh untuk menopang kerja-kerja kelembagaan BAZNAS. “Kami siap mendukung penguatan regulasi dan undang-undang jika diperlukan, agar potensi ZIS dapat dihimpun secara optimal dan pengelolaannya semakin efektif,” ujar Marwan. Politikus Partai Kebangkitan Bangsa itu menegaskan, peningkatan penghimpunan zakat menjadi kunci agar distribusinya mampu mendorong perubahan nyata, terutama dalam pengentasan kemiskinan. Ia menyebut zakat bukan sekadar kewajiban ibadah individual, melainkan instrumen sosial-ekonomi yang strategis bila dikelola secara terintegrasi. “Komisi VIII DPR RI siap mendukung jika BAZNAS membutuhkan penguatan regulasi dan undang-undang. Di sisi lain, BAZNAS juga harus mampu meyakinkan masyarakat bahwa zakat yang dikelola benar-benar amanah dan berdampak,” katanya. Marwan membayangkan skema besar pengelolaan zakat yang terkoordinasi secara nasional. Dengan sistem yang kuat dan transparan, zakat dapat menjadi pengungkit mobilitas sosial—mengangkat mustahik menjadi mandiri, bahkan bertransformasi menjadi muzaki. “Kita ingin zakat ini benar-benar mengangkat ekonomi masyarakat. Kalau bisa, dari miskin menjadi tidak miskin, bahkan menjadi muzaki. Dampaknya akan luar biasa jika dikelola dalam satu gerakan yang terkoordinasi,” ujarnya. Dalam kesempatan itu, ia juga mengajak masyarakat menunaikan zakat melalui BAZNAS sebagai lembaga resmi negara yang mengelola dana umat secara profesional dan akuntabel. Menurut dia, pengelolaan dalam satu sistem nasional akan memperbesar daya ungkit program pemberdayaan. “Kami berharap masyarakat menunaikan zakat melalui BAZNAS. Dampaknya akan jauh lebih besar jika dikelola bersama dalam satu sistem yang kuat dan terintegrasi,” ucap Marwan. Dukungan parlemen ini membuka ruang bagi penguatan arsitektur regulasi zakat nasional. Jika terwujud, langkah tersebut berpotensi menjadikan ZIS sebagai salah satu instrumen penting dalam strategi pembangunan sosial dan pengurangan kemiskinan di Indonesia.
BERITA10/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Minahasa Dorong Kesadaran Zakat Terarah, Waka I: Zakat Bukan Sekadar Gugur Kewajiban
BAZNAS Minahasa Dorong Kesadaran Zakat Terarah, Waka I: Zakat Bukan Sekadar Gugur Kewajiban
Minahasa – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Minahasa terus mengintensifkan edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi. Upaya ini dilakukan agar zakat tidak hanya menggugurkan kewajiban, tetapi benar-benar menjadi instrumen sosial yang berdampak luas bagi kesejahteraan umat. Wakil Ketua I BAZNAS Minahasa Bidang Pengumpulan menegaskan, zakat yang disalurkan melalui BAZNAS dikelola secara syar’i, profesional, transparan, dan akuntabel, sesuai amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat. “Zakat bukan sekadar ritual tahunan. Ia adalah sistem ekonomi Islam yang jika dikelola dengan baik, mampu mengangkat mustahik menjadi muzaki. Inilah yang terus kami edukasikan kepada masyarakat,” ujar Waka I BAZNAS Minahasa. Ia menjelaskan, BAZNAS tidak hanya berperan sebagai pengumpul dana zakat, tetapi juga sebagai lembaga yang memberikan edukasi mendasar kepada masyarakat terkait pemahaman zakat, mulai dari zakat fitrah, zakat maal, nisab, haul, hingga tata cara perhitungan yang benar. Menurutnya, masih banyak masyarakat yang memiliki kemampuan finansial namun belum menunaikan zakat secara optimal, bukan karena enggan, melainkan karena minimnya literasi zakat. “Ketika masyarakat memahami ilmunya, maka kesadaran akan tumbuh dengan sendirinya. Zakat yang ditunaikan dengan ilmu akan menghadirkan ketenangan bagi muzaki dan harapan baru bagi mustahik,” jelasnya. BAZNAS Minahasa juga memastikan bahwa setiap dana yang dihimpun disalurkan secara tepat sasaran, baik dalam bentuk bantuan konsumtif maupun program pemberdayaan ekonomi produktif yang berkelanjutan, seperti dukungan bagi petani, pelaku UMKM, pendidikan, hingga layanan kesehatan umat. Untuk memudahkan masyarakat, BAZNAS Minahasa kini menyediakan berbagai kanal pengumpulan zakat, baik secara langsung di kantor layanan maupun melalui sistem pembayaran non-tunai dan digital. “Kami ingin zakat menjadi mudah, aman, dan berdampak. Ketika zakat disalurkan melalui lembaga resmi, maka keberkahannya tidak hanya dirasakan secara personal, tetapi juga menjadi solusi sosial bagi daerah,” tegasnya. Melalui penguatan edukasi dan optimalisasi pengumpulan zakat, BAZNAS Minahasa mengajak seluruh masyarakat Muslim untuk menjadikan zakat, infak, dan sedekah sebagai gerakan kolektif, bukan hanya kewajiban individu. “Zakat adalah cahaya. Jika disalurkan dengan benar, ia mampu menerangi jalan kesejahteraan umat dan memperkuat solidaritas sosial di Minahasa,” pungkas Waka I BAZNAS Minahasa.
BERITA10/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Sinergi Guru Madrasah, Kemenag Minahasa Dorong Mutu Pendidikan MTs/MA
Sinergi Guru Madrasah, Kemenag Minahasa Dorong Mutu Pendidikan MTs/MA
Minahasa – Sinergi dan kolaborasi antar guru madrasah terus diperkuat. MTs Nurul Hidayah Sea dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) MTs/MA se-Kabupaten Minahasa yang berlangsung khidmat dan penuh semangat transformasi pendidikan, Senin(9 Februari 2026). Kegiatan MGMP tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Minahasa, Pdt. Dolie Tangian, S.Th., M.Pd, didampingi Kepala Seksi Pendidikan Islam (Pendis) Kemenag Minahasa, Fadhila Djojosuroto, S.E., M.Pd. Turut hadir jajaran Pengawas Madrasah, Isna Gunibala dan Rahima Hulalata, serta narasumber Nuril Huda, M.Pd, yang memaparkan materi strategis terkait persiapan akreditasi madrasah. Dalam sambutannya, Kepala Kantor Kemenag Minahasa Pdt. Dolie Tangian menegaskan bahwa MGMP merupakan ruang penting bagi guru madrasah untuk bertumbuh bersama, menyamakan persepsi, serta meningkatkan kualitas pembelajaran secara berkelanjutan. “MGMP bukan sekadar forum pertemuan, tetapi menjadi wadah strategis untuk meningkatkan kompetensi guru, memperkuat profesionalisme, dan memastikan mutu pendidikan madrasah terus meningkat. Guru madrasah adalah ujung tombak dalam mencetak generasi yang cerdas, berkarakter, dan berakhlakul karimah,” ujar Dolie Tangian. Ia menambahkan, tantangan pendidikan ke depan menuntut guru madrasah untuk adaptif terhadap perubahan kurikulum, sistem penilaian, serta standar akreditasi yang terus berkembang. “Melalui MGMP ini, kami berharap para guru mampu mempersiapkan madrasah secara administrasi, akademik, dan manajerial agar siap menghadapi akreditasi dengan hasil terbaik,” tegasnya. Senada dengan itu, Kasie Pendis Kemenag Minahasa, Fadhila Djojosuroto, menekankan pentingnya MGMP sebagai sarana peningkatan mutu pembelajaran dan penguatan kolaborasi antar madrasah. “MGMP menjadi ruang berbagi praktik baik, menyusun perangkat pembelajaran bersama, sekaligus memperkuat pemahaman kebijakan pendidikan madrasah. Dengan sinergi yang kuat, mutu pendidikan madrasah di Minahasa akan semakin kompetitif dan berkualitas,” jelas Fadhila. Sementara itu, dalam sesi materi, Nuril Huda, M.Pd memaparkan secara komprehensif strategi persiapan akreditasi madrasah, mulai dari pemenuhan standar, pengelolaan dokumen, hingga penguatan budaya mutu di lingkungan madrasah. Kegiatan MGMP MTs/MA se-Kabupaten Minahasa ini diikuti oleh para Kepala Madrasah dan guru dari berbagai madrasah. Forum ini diharapkan menjadi penggerak utama dalam transformasi pendidikan madrasah, demi melahirkan generasi unggul yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kokoh dalam nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.
BERITA10/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Sulteng dan Rumah Sehat BAZNAS Gelar Khitanan Massal dan Salurkan Sembako di Sirenja
BAZNAS Sulteng dan Rumah Sehat BAZNAS Gelar Khitanan Massal dan Salurkan Sembako di Sirenja
Donggala – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sulawesi Tengah bersama Rumah Sehat BAZNAS (RSB) Palu menggelar khitanan massal dan penyaluran bantuan sembako di SD 1 Sirenja, Kabupaten Donggala, Ahad, 8 Februari 2026. Kegiatan ini melibatkan Bhakti Sosial PP Banaat Alkhairaat Palu serta tim medis dari Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat (FK Unisa) Palu. Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 105 anak mengikuti layanan khitanan massal secara gratis. Selain itu, BAZNAS juga menyalurkan 150 paket sembako kepada warga dhuafa di Kecamatan Sirenja. Ketua BAZNAS Sulawesi Tengah, Hatamuddin Thamrin, mengatakan kolaborasi lintas lembaga menjadi faktor penting dalam memperluas jangkauan layanan kepada masyarakat. “Sinergi ini adalah kunci. Dengan dukungan PP Banaat Alkhairaat serta mahasiswa dan dokter dari FK Unisa, pelayanan bisa menjangkau lebih luas dan menyentuh sisi kemanusiaan secara lebih mendalam,” ujar Hatamuddin. Ia menegaskan, program tersebut merupakan bagian dari komitmen BAZNAS dalam mendistribusikan dana zakat secara tepat sasaran. Menurut dia, khitanan massal tidak hanya membantu pemenuhan kewajiban syariat, tetapi juga meringankan beban ekonomi keluarga kurang mampu. “Kami ingin meringankan beban orang tua dhuafa dalam menjalankan kewajiban syariat. Dana zakat yang dihimpun kami kembalikan kepada masyarakat dalam bentuk layanan kesehatan dan penguatan pangan,” katanya. Wakil Ketua Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Sulteng, Drs. Hasan H. Lasiata, menjelaskan penyaluran 150 paket sembako ditujukan untuk membantu kebutuhan dasar warga di wilayah pelosok. “Selain khitanan, kami memastikan bantuan konsumtif ini dapat dirasakan langsung oleh warga Sirenja. Ini bagian dari upaya pemerataan distribusi program BAZNAS Sulteng,” ujarnya. Camat Sirenja yang hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program terpadu tersebut. Menurutnya, kolaborasi antara BAZNAS, lembaga pendidikan, dan organisasi kemasyarakatan membantu pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Program ini tidak hanya memberikan layanan kesehatan bagi anak-anak, tetapi juga bantuan pangan bagi warga yang membutuhkan. Sinergi seperti ini sangat membantu,” katanya. Pelaksanaan khitanan massal dilakukan dengan menerapkan standar operasional prosedur (SOP) medis guna menjamin keamanan, higienitas, dan kenyamanan peserta. Tim medis dari FK Unisa Palu menangani prosedur secara profesional dengan pengawasan ketat. Secara medis, khitan memiliki manfaat kesehatan, antara lain menurunkan risiko infeksi saluran kemih (ISK) serta mencegah fimosis, yakni kondisi ketika kulit penutup kepala penis tidak dapat ditarik ke belakang. Dari sisi keagamaan, khitan merupakan kewajiban bagi muslim sebagai bagian dari menjaga kebersihan dan kesucian diri (thaharah). Melalui kegiatan ini, BAZNAS Sulawesi Tengah menegaskan komitmennya untuk mengoptimalkan dana zakat dalam bentuk layanan kesehatan dan bantuan sosial yang terintegrasi, terutama bagi masyarakat kurang mampu di wilayah terpencil.
BERITA09/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS RI Gaungkan ‘Zakat Menguatkan Indonesia’ di Jantung Ibu Kota, Tarhib Ramadan 2026 Disambut Antusias Warga
BAZNAS RI Gaungkan ‘Zakat Menguatkan Indonesia’ di Jantung Ibu Kota, Tarhib Ramadan 2026 Disambut Antusias Warga
Jakarta - Suasana Terowongan Kendal, Sudirman, Jakarta, Minggu (8/2/2026), tampak berbeda. Di tengah lalu lalang warga dan hiruk pikuk ibu kota, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menggelar Tarhib Ramadan 1447 H/2026 M bertema “Zakat Menguatkan Indonesia.” Pesan yang digaungkan jelas: Ramadan bukan sekadar ibadah personal, tetapi momentum memperkuat solidaritas sosial bangsa. Tarhib Ramadan ini menjadi pembuka rangkaian program Ramadan BAZNAS 2026. Beragam kegiatan digelar terbuka untuk publik, mulai dari layanan kesehatan gratis, lelang amal, demo kopi ZCoffee, konter layanan zakat, infak, dan sedekah (ZIS), talkshow Program Ramadan BAZNAS, live mural bertema “Zakat Menguatkan Indonesia”, penampilan musisi, tari topeng Jakarta, hingga kolaborasi dengan berbagai komunitas. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan, Dr. H. Rizaludin Kurniawan, M.Si., CFRM., menegaskan, Tarhib Ramadan adalah ajakan kolektif agar masyarakat menyambut bulan suci dengan kesiapan lahir dan batin, sekaligus memperkuat kepedulian sosial. “Ramadan tidak hanya dimaknai sebagai ibadah ritual. Ia adalah momentum untuk menguatkan Indonesia dari berbagai sisi, mulai dari ekonomi, pendidikan, hingga kesehatan,” ujar Rizaludin dalam keterangannya. Menurutnya, pemilihan ruang publik seperti Terowongan Kendal bukan tanpa alasan. Lokasi ini menjadi simpul pertemuan masyarakat urban dan generasi muda. BAZNAS ingin zakat hadir lebih dekat, lebih membumi, dan lebih dipahami sebagai solusi nyata. “Dengan hadir di ruang publik, kami ingin memperluas literasi zakat dan menjadikannya gerakan bersama untuk menguatkan Indonesia,” tegasnya. Direktur Layanan, Promosi, dan Data Optimasi BAZNAS RI sekaligus Ketua Panitia Ramadan BAZNAS RI 2026, H. Rulli Kurniawan, M.M., CMA., CFRM., menjelaskan, tema tahun ini dipilih sebagai respons atas berbagai musibah yang melanda sejumlah daerah, mulai dari Sumatera hingga Jawa Barat. “Terdapat dua pesan utama. Pertama, ajakan menyambut Ramadan dengan penuh kegembiraan dan kesiapan fisik, spiritual, serta kepedulian sosial. Kedua, ajakan menunaikan zakat, infak, dan sedekah sebagai upaya bersama menguatkan Indonesia,” jelas Rulli. Ia mengingatkan, tidak semua orang dapat menyambut Ramadan dalam kondisi bahagia dan berkecukupan. Di sinilah zakat memainkan peran strategis sebagai instrumen pemerataan dan penguatan daya tahan sosial. “Zakat bukan sekadar kewajiban individu, tetapi kekuatan kolektif. Ia mampu menggerakkan ekonomi umat, membantu korban bencana, memperluas akses pendidikan, hingga menghadirkan layanan kesehatan bagi yang membutuhkan,” katanya. Tarhib Ramadan 2026 juga menjadi panggung edukasi. Melalui talkshow, mural, hingga interaksi komunitas, BAZNAS mengajak generasi muda menjadi bagian dari gerakan zakat. “Kita ingin anak-anak muda menjadi sahabat BAZNAS, menyuarakan dan menyebarkan pesan ‘Zakat Menguatkan Indonesia’ secara lebih luas,” ujar Rulli. Kehadiran layanan kesehatan gratis dan demo kewirausahaan seperti ZCoffee juga menjadi bukti bahwa zakat tidak hanya disalurkan dalam bentuk bantuan konsumtif, tetapi juga program pemberdayaan yang berkelanjutan. Melalui Tarhib Ramadan ini, BAZNAS berharap partisipasi masyarakat dalam menunaikan zakat, infak, dan sedekah semakin meningkat selama Ramadan 2026. Dengan optimalisasi pengumpulan dan penyaluran ZIS, manfaatnya diharapkan menjangkau lebih banyak kelompok rentan, termasuk masyarakat terdampak bencana. “Zakat yang ditunaikan melalui BAZNAS bukan hanya mensucikan harta, tetapi menjadi kontribusi nyata untuk menguatkan Indonesia,” tegas Rulli. Di tengah tantangan sosial dan ekonomi yang masih membayangi, pesan dari Terowongan Kendal itu menggema: Ramadan adalah tentang kepedulian. Dan zakat, adalah energi kebersamaan yang menguatkan bangsa.
BERITA09/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
H-9 Ramadhan, BAZNAS Minahasa Ajak Umat Tunaikan Zakat Lewat Lembaga Resmi
H-9 Ramadhan, BAZNAS Minahasa Ajak Umat Tunaikan Zakat Lewat Lembaga Resmi
Minahasa – Hitungan menuju bulan suci Ramadhan semakin dekat. Memasuki H-9 Ramadhan 1447 H, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Minahasa mengajak seluruh umat Islam untuk mempersiapkan diri tidak hanya secara spiritual, tetapi juga sosial melalui penunaian zakat, infak, dan sedekah di lembaga resmi. Ramadhan bukan sekadar bulan ibadah personal. Di dalamnya ada dimensi kepedulian yang kuat—tentang bagaimana harta menjadi jalan keberkahan dan solidaritas sosial semakin diteguhkan. Ketua BAZNAS Kabupaten Minahasa menegaskan bahwa momentum menjelang Ramadhan adalah waktu terbaik untuk menata niat dan menunaikan kewajiban zakat melalui lembaga yang amanah dan terstruktur. “Ramadhan adalah bulan berbagi. Kami mengajak seluruh muzaki di Minahasa untuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS. Insya Allah, dana yang dititipkan akan dikelola secara profesional, transparan, dan tepat sasaran untuk membantu mustahik di daerah kita,” ujarnya. Menurutnya, zakat bukan hanya kewajiban, tetapi juga instrumen penguat ekonomi umat. Dana zakat yang dihimpun BAZNAS Minahasa selama ini disalurkan untuk program bantuan konsumtif, pemberdayaan ekonomi, pendidikan, hingga bantuan kemanusiaan. Menjelang Ramadhan, kebutuhan masyarakat kurang mampu cenderung meningkat. Karena itu, partisipasi para muzaki sangat dibutuhkan agar lebih banyak keluarga yang bisa menyambut bulan suci dengan tenang dan penuh kebahagiaan. BAZNAS Minahasa juga memastikan kemudahan layanan pembayaran zakat. Masyarakat dapat menunaikan zakat maal, zakat penghasilan, maupun infak dan sedekah melalui layanan langsung di kantor BAZNAS maupun melalui transfer rekening resmi yang telah disediakan. “Jangan tunda kebaikan. H-9 Ramadhan ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk membersihkan harta dan menyucikan jiwa. Mari salurkan zakat melalui BAZNAS Minahasa agar manfaatnya benar-benar dirasakan umat,” tambahnya. Ramadhan adalah momentum perubahan. Dari tangan-tangan yang memberi, lahir harapan baru bagi mereka yang membutuhkan. Saatnya menjadikan zakat sebagai gerakan bersama, memperkuat ukhuwah, dan menghadirkan keberkahan bagi Minahasa. BAZNAS Minahasa mengajak seluruh masyarakat: sambut Ramadhan dengan zakat, kuatkan kepedulian, dan tebarkan keberkahan melalui lembaga resmi yang amanah.
BERITA09/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Minahasa: Pers Mitra Strategis Mengawal Amanah Umat di Hari Pers Nasional 2026
BAZNAS Minahasa: Pers Mitra Strategis Mengawal Amanah Umat di Hari Pers Nasional 2026
Minahasa – Momentum Hari Pers Nasional (HPN) yang diperingati setiap 9 Februari menjadi refleksi penting bagi seluruh elemen bangsa, termasuk Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Minahasa. Dalam peringatan Hari Pers Nasional 2026, Pimpinan BAZNAS Minahasa menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh insan pers yang terus konsisten menjaga independensi, objektivitas, serta menjadi pilar demokrasi dan penjaga nurani publik. Menurut Pimpinan BAZNAS Minahasa, pers memiliki peran strategis dalam membangun kepercayaan masyarakat, termasuk dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah. “Pers adalah mitra strategis dalam menyuarakan kebaikan dan mengawal transparansi pengelolaan zakat. Melalui pemberitaan yang objektif dan mencerahkan, pers turut menggerakkan gelombang zakat, infak, dan sedekah di tengah masyarakat,” ujar Pimpinan BAZNAS Minahasa. Ia menegaskan bahwa transparansi dan akuntabilitas menjadi fondasi utama dalam pengelolaan dana umat. Dalam hal ini, peran media sangat penting untuk memastikan informasi tersampaikan secara terbuka dan membangun kepercayaan publik. “Pers yang kuat melahirkan bangsa yang bermartabat. Pers yang jujur menjaga amanah umat,” lanjutnya. BAZNAS Minahasa sendiri terus berkomitmen meningkatkan literasi zakat di tengah masyarakat melalui berbagai program sosial, pemberdayaan ekonomi, bantuan kemanusiaan, hingga kolaborasi dengan berbagai pihak. Dukungan dan publikasi yang konstruktif dari media dinilai turut memperluas dampak manfaat zakat kepada masyarakat yang membutuhkan. Momentum Hari Pers Nasional ini, lanjutnya, menjadi pengingat bahwa pers dan lembaga pengelola zakat memiliki visi yang sejalan: membangun kesejahteraan umat dan memperkuat peradaban. BAZNAS Minahasa berharap sinergi antara insan pers dan gerakan zakat dapat terus diperkuat, sehingga gelombang kebaikan semakin meluas dan memberi dampak nyata bagi masyarakat Minahasa. “Selamat Hari Pers Nasional 2026. Teruslah menjadi pelita informasi dan penjaga integritas bangsa,” tutupnya.
BERITA09/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Minahasa Ajak Seluruh Unsur Umat Bersatu: Jadikan Zakat sebagai Gerakan Bersama
BAZNAS Minahasa Ajak Seluruh Unsur Umat Bersatu: Jadikan Zakat sebagai Gerakan Bersama
Menuju Peringkat 10 Nasional, BAZNAS Minahasa Ajak Seluruh Unsur Umat Bersatu: Jadikan Zakat sebagai Gerakan Bersama Di tengah capaian digital yang terus menanjak, BAZNAS Kabupaten Minahasa dihadapkan pada satu kenyataan yang perlu dijawab dengan kerja kolektif: partisipasi masyarakat Muslim dalam menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi masih perlu ditingkatkan. Padahal, di sisi lain, geliat aktivitas sosial keagamaan di tengah masyarakat sesungguhnya cukup tinggi. Gelombang zakat, infak, dan sedekah terus bergerak—di masjid, majelis taklim, komunitas, organisasi, hingga kelompok-kelompok sosial. Namun, belum semuanya terdokumentasi dan terpublikasi secara terpusat melalui kanal resmi BAZNAS. Kini, BAZNAS Minahasa menatap target baru: menembus peringkat 10 nasional dalam produktivitas berita di link resmi BAZNAS. Target ini bukan sekadar ambisi angka, melainkan strategi besar membangun literasi zakat, memperkuat transparansi, dan menggerakkan partisipasi umat secara lebih luas. Wakil Ketua IV BAZNAS Minahasa menegaskan bahwa target tersebut hanya dapat dicapai jika seluruh unsur umat bergerak bersama. “Kita memiliki banyak aktivitas zakat, infak, dan sedekah di tengah masyarakat. Namun semua itu harus terdokumentasi dan dipublikasikan secara resmi agar menjadi edukasi dan inspirasi bagi umat. Target peringkat 10 bukan tentang gengsi, tetapi tentang membangun kesadaran kolektif,” ujarnya. Menurutnya, website resmi BAZNAS bukan hanya ruang publikasi, melainkan ruang dakwah digital. Setiap kegiatan yang dilaporkan dan dipublikasikan akan menjadi narasi kebaikan yang menyebar luas, membangun kepercayaan, dan menginspirasi partisipasi. “Kalau setiap masjid, setiap UPZ, setiap organisasi Islam, setiap kelompok pengajian aktif melaporkan kegiatannya ke BAZNAS, maka kita bukan hanya membangun berita, tetapi membangun gerakan. BAZNAS harus menjadi corong berita zakat umat,” tegasnya. Ajakan ini ditujukan kepada seluruh pimpinan unsur dan kelompok masyarakat: pengurus masjid, UPZ, ormas Islam, lembaga pendidikan, komunitas pemuda, hingga tokoh-tokoh agama. BAZNAS membuka ruang seluas-luasnya bagi setiap kegiatan zakat, infak, dan sedekah untuk dilaporkan dan dipublikasikan melalui kanal resmi. Setiap laporan akan diolah menjadi berita yang informatif dan edukatif, sehingga dampaknya tidak berhenti di satu lokasi, tetapi menyebar menjadi inspirasi bagi daerah lain. Langkah ini sekaligus memperkuat prinsip transparansi dan akuntabilitas sebagaimana mandat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat. Semakin banyak kegiatan yang terpublikasi, semakin kuat kepercayaan masyarakat. “Keterbukaan informasi membuat kita lebih dipercaya. Ketika masyarakat melihat laporan dan dokumentasi yang jelas, maka keyakinan untuk menyalurkan zakat melalui lembaga resmi akan semakin meningkat,” lanjut Waka IV. Minimnya partisipasi bukan alasan untuk berhenti, tetapi panggilan untuk berbenah. Zakat bukan sekadar kewajiban individual, melainkan instrumen pemberdayaan sosial yang harus dikelola secara sistematis dan profesional. BAZNAS Minahasa mengajak seluruh umat Islam untuk: Menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi BAZNAS. Melaporkan setiap kegiatan sosial keagamaan untuk dipublikasikan. Aktif membagikan berita dan informasi dari link resmi BAZNAS. Menjadikan literasi digital sebagai bagian dari dakwah dan transparansi. “Kita ingin Minahasa dikenal bukan hanya karena angka peringkat, tetapi karena kekompakan umatnya. Ketika zakat dikelola bersama, ketika berita kebaikan disebarkan bersama, maka keberkahan akan dirasakan bersama,” tutup Waka IV dengan penuh optimisme. Target peringkat 10 nasional kini menjadi simbol tekad. Tekad untuk membangun ekosistem zakat yang kuat. Tekad untuk menjadikan BAZNAS sebagai pusat informasi dan gerakan sosial umat. Dan tekad untuk membuktikan bahwa ketika unsur-unsur masyarakat bersatu, zakat bukan hanya kewajiban—ia menjadi kekuatan peradaban. Kini pertanyaannya sederhana namun mendasar: Sudahkah kita ikut menjadi bagian dari gerakan ini?
BERITA09/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Dari Data ke Dakwah Digital: BAZNAS Minahasa Tembus Peringkat 36 Nasional, Saatnya Umat Lebih Peduli dan Melek Teknologi
Dari Data ke Dakwah Digital: BAZNAS Minahasa Tembus Peringkat 36 Nasional, Saatnya Umat Lebih Peduli dan Melek Teknologi
Transformasi digital bukan lagi pilihan, melainkan keniscayaan. Di tengah arus informasi yang bergerak cepat, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) membangun fondasi baru pengelolaan zakat berbasis keterbukaan dan akuntabilitas. Dari 250 BAZNAS daerah yang telah terdaftar di website resmi secara nasional, sebanyak 115 kini telah terpasang Google Analytics—sebuah perangkat analitik yang memungkinkan setiap aktivitas digital terukur secara transparan. Siapa yang berkunjung, program apa yang paling banyak dibaca, hingga sejauh mana jangkauan edukasi zakat tersampaikan kepada publik—semuanya terekam secara sistematis. Di antara ratusan daerah itu, BAZNAS Kabupaten Minahasa mencatat capaian membanggakan. Dengan 218 berita yang telah dipublikasikan, BAZNAS Minahasa kini berada di peringkat 36 nasional dalam produktivitas konten digital. Angka ini bukan sekadar statistik. Ia adalah cermin kerja-kerja sunyi yang konsisten: mendokumentasikan penyaluran zakat, mengedukasi masyarakat tentang kewajiban zakat, serta menghadirkan kisah-kisah mustahik yang bangkit karena sentuhan kepedulian umat. Di era digital, kepercayaan dibangun melalui transparansi. Setiap berita yang tayang, setiap laporan distribusi yang dipublikasikan, adalah bagian dari pertanggungjawaban moral dan hukum sebagaimana diamanatkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat. Keterbukaan informasi membuat kita lebih sadar. Lebih yakin. Dan lebih percaya. BAZNAS Minahasa memahami bahwa zakat bukan hanya ibadah individual, tetapi juga instrumen sosial yang harus dikelola profesional, akuntabel, dan terbuka untuk publik. Melalui kanal digital, masyarakat dapat melihat langsung bagaimana zakat, infak, dan sedekah disalurkan—untuk pendidikan anak dhuafa, bantuan kesehatan, pemberdayaan UMKM mustahik, hingga respon cepat kebencanaan. Digitalisasi menjadi jembatan antara niat baik dan dampak nyata. Sudahkah Anda Berzakat di BAZNAS Minahasa? Pertanyaan itu kini layak kita renungkan bersama. Sudahkah Anda menunaikan zakat melalui lembaga resmi? Sudahkah infak dan sedekah Anda dikelola secara profesional dan tepat sasaran? Menyalurkan zakat melalui lembaga resmi seperti BAZNAS bukan sekadar formalitas administratif. Ia adalah bagian dari ikhtiar menjaga amanah, memastikan distribusi sesuai syariat, serta memperluas dampak kebermanfaatan. BAZNAS Minahasa hadir sebagai lembaga resmi negara yang memiliki tugas dan wewenang menghimpun, mengelola, dan mendistribusikan zakat secara terstruktur dan terukur. Setiap rupiah yang ditunaikan bukan hanya dicatat, tetapi dikelola dalam sistem yang terintegrasi. Inilah saatnya umat Islam Minahasa semakin proaktif. Melek digital. Melek zakat. Dan melek tanggung jawab sosial. Wakil Ketua IV BAZNAS Minahasa menegaskan bahwa capaian peringkat 36 nasional menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan literasi digital zakat. “Digitalisasi adalah bagian dari ikhtiar menjaga amanah. Kami ingin masyarakat melihat bahwa zakat, infak, dan sedekah yang ditunaikan dikelola secara transparan dan profesional. Keterbukaan informasi adalah fondasi kepercayaan. Dan kepercayaan adalah kekuatan gerakan zakat,” ujarnya. Ia pun mengajak seluruh masyarakat Muslim untuk tidak menunda kewajiban dan kebaikan. “Kami mengajak seluruh umat Islam di Minahasa, mari salurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Minahasa sebagai lembaga resmi negara. Dengan berzakat di lembaga resmi, kita bukan hanya menunaikan kewajiban, tetapi juga memperkuat sistem pemberdayaan umat. Dari zakat yang kita tunaikan, ada pendidikan yang terselamatkan, ada usaha kecil yang bangkit, ada keluarga dhuafa yang tersenyum,” tegasnya. Di era ketika satu sentuhan jari dapat mengirim pesan ke seluruh dunia, zakat pun kini dapat ditunaikan dengan lebih mudah dan cepat. Namun kemudahan itu harus diiringi kesadaran. Zakat bukan sekadar transaksi. Ia adalah transformasi. Transformasi harta menjadi keberkahan. Transformasi kepedulian menjadi kekuatan sosial. Transformasi informasi menjadi gerakan kolektif. BAZNAS Minahasa telah membuka ruang digital sebagai ruang dakwah, ruang transparansi, dan ruang partisipasi umat. Kini, panggilan itu kembali kepada kita semua. Sudahkah Anda berzakat hari ini? Sudahkah infak dan sedekah Anda menjadi bagian dari gerakan kebangkitan umat? Mari salurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Minahasa. Karena ketika amanah dikelola dengan profesional dan terbuka, keberkahan akan tumbuh lebih luas—mencerahkan umat, menguatkan daerah, dan menghadirkan keadilan sosial yang nyata.
BERITA09/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
IAIN Manado Selangkah Lagi Jadi UIN, Rektor: Ini Milik Sulawesi Utara, Bukan Hanya Umat Islam!
IAIN Manado Selangkah Lagi Jadi UIN, Rektor: Ini Milik Sulawesi Utara, Bukan Hanya Umat Islam!
Manado - Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado kini berada di titik krusial dalam sejarah perjalanannya. Transformasi menuju Universitas Islam Negeri (UIN) Manado tinggal menunggu pengesahan resmi. Seluruh berkas administrasi telah rampung, dan optimisme pun menguat. “Harapan saya cuma satu, di tahun 2026 ini mudah-mudahan UIN Manado sah,” ujar Rektor IAIN Manado, Prof. Dr. Ahmad Rajafi, M.HI, dalam Podcast Tribun Manado di Kantor Tribun Manado, Jalan AA Maramis, Mapanget, Sabtu (7/2/2026). Namun bagi Prof Rajafi, perubahan status dari IAIN menjadi UIN bukan sekadar soal nomenklatur. Lebih dari itu, ini adalah penguatan visi besar kampus dalam membangun moderasi beragama dan kebersamaan lintas iman di Sulawesi Utara. IAIN Manado selama ini dikenal sebagai kampus Islam yang terbuka. Prof Rajafi menegaskan, mahasiswa non-Muslim telah lama menjadi bagian dari dinamika akademik kampus tersebut. “Alumni Kristen kita ada, Katolik ada. Mereka tidak dipaksa memahami keislaman secara teologis, tapi memahami model pendidikan Islam,” jelasnya. Tak sedikit di antara mereka yang melanjutkan studi hingga jenjang magister di Fakultas Syariah. Menurut Rajafi, itu terjadi karena mereka merasakan kualitas pembelajaran yang berbeda. “Karena merasa mendapatkan nikmat pembelajaran yang tidak didapat di tempat lain,” tambahnya. Pesan yang ingin ditegaskan jelas: UIN Manado kelak bukan milik satu kelompok, melainkan ruang belajar bersama bagi semua. Menyambut perubahan status menjadi UIN, pembangunan fisik juga terus digenjot di tiga lokasi strategis. Kampus 1 (Ring Road Manado): Difokuskan untuk program S1 Keagamaan seperti Syariah, Tarbiyah, Ushuluddin, serta Ekonomi dan Bisnis Islam. Kampus 2 (Wori, Minahasa Utara): Disiapkan sebagai pusat Pascasarjana (S2 dan S3) lengkap dengan ballroom besar untuk kegiatan akademik dan nasional. Kampus 3 (Tapaaok, Bolaang Mongondow): Akan menjadi pusat Fakultas Kesehatan dan Kedokteran. “Sesuai arahan Pak Menteri Agama, kita sedang siapkan Fakultas Kesehatan. InsyaAllah tahun 2027 sudah ada, dan mudah-mudahan Fakultas Kedokterannya juga mulai berjalan,” ungkap Rajafi. Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa UIN Manado tak hanya akan memperkuat studi keislaman, tetapi juga merambah bidang sains dan kesehatan demi menjawab kebutuhan daerah. Perubahan besar juga terjadi pada kualitas sumber daya manusia. Saat Prof Rajafi pertama kali menjabat, IAIN Manado hanya memiliki satu Guru Besar, yakni Prof Dr Hj Rukmina Gonibala. Kini, jumlahnya melonjak menjadi 14 Guru Besar. “Di Agustus dan September ketambahan dua. Sampai Desember jadi lima orang. Kemudian setiap tahun ada, dan Alhamdulillah sekarang sudah 14. Dan mudah-mudahan ini mau nambah lagi tiga orang,” paparnya. Tak hanya itu, IAIN Manado juga mencatat sejarah sebagai IAIN pertama di Indonesia yang meraih Akreditasi Unggul. “Pertama kali IAIN yang terakreditasi unggul di Indonesia itu IAIN Manado,” tegasnya. Capaian ini menjadi fondasi kuat menuju status UIN yang lebih komprehensif dan kompetitif di tingkat nasional. Saat ditanya tentang warisan yang ingin ditinggalkan, Prof Rajafi menolak menjadikan transformasi ini sebagai pencapaian pribadi. “Ahmad Rajafi itu akan mati atau pindah, tapi kebersamaan tidak boleh hilang. Saya mengharamkan kata ‘karena saya’. Kita hebat karena tim yang hebat. Tagline kami jelas: Maju Bersama,” tegasnya. Ia berharap masyarakat Sulawesi Utara memandang UIN Manado sebagai aset daerah, bukan sekadar institusi keagamaan. “Saya ingin sekali UIN Manado menjadi jalan kebersamaan yang bukan saja punya orang Islam. Jangan. Ini punya Sulawesi Utara. Dan kalau orang belajar dengan baik, SDM kita baik, yang merasakan nikmatnya nanti Sulawesi Utara,” pungkasnya. Jika resmi menjadi UIN pada 2026, maka kampus ini bukan hanya naik kelas secara status. Ia sedang menegaskan diri sebagai simbol inklusivitas, penguatan SDM, dan masa depan pendidikan tinggi yang menyatukan, bukan memisahkan.
BERITA08/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Rindu Ikan Bakar di Tanah Studi
Rindu Ikan Bakar di Tanah Studi
Riyadh, Arab Saudi — Jarak ribuan kilometer dari tanah air tak hanya menguji ketahanan fisik, tetapi juga perasaan. Di tengah padatnya aktivitas studi di Riyadh, Arab Saudi, Ketua Pengadilan Agama Tondano mengungkapkan kerinduan yang sederhana namun sarat makna: ikan bakar khas Indonesia. Pernyataan itu disampaikan secara ringan melalui pesan WhatsApp kepada rekannya di tanah air. “Lama study di Riyadh, jadi kangen ikan bakar,” tulisnya singkat. Kalimat sederhana itu justru memantulkan sisi manusiawi seorang pemimpin lembaga peradilan—bahwa di balik jabatan dan tanggung jawab besar, ada rasa rindu pada cita rasa kampung halaman. Kerinduan tersebut bukan semata soal makanan. Ikan bakar, bagi banyak orang Indonesia, adalah simbol kebersamaan: duduk melingkar, asap arang yang mengepul, sambal yang diracik seadanya, dan percakapan hangat tanpa sekat. Sesuatu yang tak mudah tergantikan, bahkan oleh hidangan internasional di negeri yang serba modern seperti Arab Saudi. Di Riyadh, Ketua Pengadilan Agama Tondano tengah menjalani masa studi untuk memperdalam keilmuan hukum dan peradilan. Studi ini menjadi bagian dari ikhtiar meningkatkan kualitas sumber daya manusia peradilan agama Indonesia agar mampu menjawab tantangan zaman, termasuk dalam konteks hukum keluarga dan ekonomi syariah yang terus berkembang. Kerinduan akan ikan bakar justru mencerminkan keseimbangan yang penting: antara mengejar ilmu setinggi-tingginya dan tetap membumi pada akar budaya sendiri. Pendidikan global tidak lantas menghapus identitas lokal. Sebaliknya, pengalaman lintas negara justru sering menegaskan kembali nilai-nilai sederhana yang membentuk jati diri. Bagi masyarakat Minahasa dan Tondano, pesan singkat itu menjadi pengingat bahwa pemimpin bukanlah sosok yang berjarak. Ia merasakan hal yang sama dengan rakyatnya: rindu rumah, rindu rasa, rindu kebersamaan. Dan dari kerinduan itulah lahir energi untuk kembali mengabdi dengan perspektif yang lebih luas dan hati yang lebih matang. Di tengah arus globalisasi, cerita kecil tentang ikan bakar ini memberi pelajaran besar: ilmu boleh dicari sampai ke luar negeri, tetapi rasa dan identitas tetap berpulang ke tanah sendiri.
BERITA08/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS RI Gandeng LAZISNU PBNU, Dorong 200 UMKM Bangkit di Empat Provinsi
BAZNAS RI Gandeng LAZISNU PBNU, Dorong 200 UMKM Bangkit di Empat Provinsi
Jakarta — Upaya pengentasan kemiskinan melalui pemberdayaan ekonomi umat terus diperkuat. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI resmi menggandeng Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) PBNU dalam program kolaborasi pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di empat provinsi. Kerja sama strategis ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang digelar di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Jumat (6/2/2026). Acara tersebut dihadiri Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Perencanaan, Kajian, dan Pengembangan Dr. Zainulbahar Noor, SE, M.Ec., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Koordinasi Nasional H. Achmad Sudrajat, Lc., MA., Direktur Pendistribusian BAZNAS RI Ahmad Fikri, Ketua LAZISNU PBNU Habib Ali Hasan Al Bahar, LC., MA., Sekretaris LAZISNU PBNU H. Moesafa, S.Fil., beserta jajaran. Kolaborasi ini difokuskan pada penguatan akses permodalan, pengadaan sarana usaha, serta pelatihan dan pendampingan UMKM, khususnya di wilayah kantong kemiskinan, lingkungan pesantren, serta daerah yang dinilai rentan terhadap penyebaran paham radikalisme. Empat daerah yang menjadi lokasi program meliputi Serang (Banten), Indramayu (Jawa Barat), Jember (Jawa Timur), dan Pringsewu (Lampung), dengan total 200 penerima manfaat. Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menyampaikan apresiasinya atas terjalinnya sinergi tersebut. Menurutnya, kolaborasi ini dirancang secara matang dan tepat sasaran. “Terima kasih kepada LAZISNU PBNU yang telah menjadi mitra BAZNAS RI. Program ini cukup unik karena pembahasannya sangat mendalam dan difokuskan pada masyarakat yang benar-benar membutuhkan, termasuk masyarakat miskin di sekitar pesantren,” ujar Kiai Noor. Kiai Noor menjelaskan, program pemberdayaan UMKM ini menggunakan skema pembiayaan bersama (sharing cost), dengan total anggaran sebesar Rp2,6 miliar. Dari jumlah tersebut, BAZNAS RI mengalokasikan Rp2 miliar, sementara LAZISNU PBNU berkontribusi Rp600 juta. Dana tersebut akan digunakan untuk mendukung modal usaha, pengadaan alat produksi, pelatihan keterampilan, hingga pendampingan berkelanjutan bagi para pelaku UMKM. “Harapannya, kerja sama ini bisa menjadi model kolaborasi antara BAZNAS dan lembaga amil zakat lainnya dalam upaya pengentasan kemiskinan secara berkelanjutan,” kata Kiai Noor. Sementara itu, Ketua LAZISNU PBNU Habib Ali Hasan Al Bahar, LC., MA., menyebut kerja sama ini sebagai tonggak penting bagi LAZISNU PBNU dalam memperluas dampak program pemberdayaan ekonomi umat. “Program ini mencakup bantuan modal usaha, pengadaan alat usaha, pelatihan, serta pendampingan. Kerja sama ini akan berlangsung selama dua tahun dan menjangkau 200 penerima manfaat,” ujar Habib Ali. Ia menambahkan, kolaborasi program UMKM bersama BAZNAS RI merupakan yang pertama bagi LAZISNU PBNU. Menurutnya, momentum ini semakin relevan menjelang bulan Ramadan, yang identik dengan penguatan solidaritas sosial dan kepedulian terhadap sesama. “Ke depan, kami berharap sinergi antara LAZISNU PBNU dan BAZNAS RI terus berlanjut dan menghadirkan lebih banyak program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, sejalan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat,” tutupnya.
BERITA07/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS RI–ANGKASA Malaysia Perkuat Ekonomi Umat, Salurkan Bantuan di Masjid Al Hurriyyah IPB
BAZNAS RI–ANGKASA Malaysia Perkuat Ekonomi Umat, Salurkan Bantuan di Masjid Al Hurriyyah IPB
Bogor — Kolaborasi lintas negara kembali diwujudkan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Angkatan Koperasi Kebangsaan Malaysia Berhad (ANGKASA). Kali ini, sinergi tersebut diwujudkan melalui penyaluran bantuan dan penguatan ekonomi umat berbasis masjid di Masjid Al Hurriyyah, Kampus IPB Dramaga, Bogor, Sabtu (7/2/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen bersama BAZNAS RI dan ANGKASA Malaysia dalam mendorong masjid tidak hanya sebagai pusat ibadah, tetapi juga sebagai simpul pemberdayaan sosial dan ekonomi umat. Masjid Al Hurriyyah dipilih sebagai lokasi implementasi setelah sebelumnya program serupa digelar di Masjid Jami Annimah, Ciracas, dan Masjid At-Taqwa, Jakarta Timur. Program tersebut terintegrasi dengan BAZNAS Microfinance Masjid (BMM), sebuah inisiatif BAZNAS yang telah berjalan di berbagai daerah untuk mendukung pelaku usaha mikro di sekitar masjid agar tumbuh mandiri dan berkelanjutan. Ketua BAZNAS Kabupaten Bogor, Drs. K.H. Lesmana, M.Pd., menegaskan bahwa masjid memiliki peran strategis dalam membangun kemandirian ekonomi umat jika dikelola secara amanah dan profesional. “Masjid harus diperkuat peran ekonominya. Kepercayaan umat wajib dijaga, dan umat Islam perlu terus didorong agar memiliki kemandirian ekonomi yang kuat,” ujar Lesmana. Sementara itu, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, M.A., menilai kolaborasi lintas negara ini sebagai langkah strategis dalam memperluas dampak pendayagunaan zakat secara produktif. “Masjid memiliki posisi yang sangat strategis sebagai simpul sosial umat. Jika dikelola secara terintegrasi dan profesional, masjid mampu menjadi motor penggerak pemberdayaan ekonomi masyarakat,” ujarnya. Dari sisi mitra internasional, Presiden ANGKASA Malaysia, Datuk Seri Dr. Abdul Fattah Abdullah, menyampaikan bahwa masjid menyimpan potensi besar sebagai pusat ekonomi umat jika dikembangkan secara kolektif melalui model koperasi. “Kami ingin menghidupkan kembali peran masjid sebagaimana pada masa Rasulullah SAW, bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga pusat sosial dan ekonomi umat. Masjid Al Hurriyyah diharapkan menjadi pilot project sekaligus mentor bagi masjid-masjid lainnya,” kata Datuk Fattah. Dalam kesempatan tersebut, ANGKASA Malaysia menyerahkan bantuan sebesar 3.000 dolar AS yang diterima secara simbolis oleh pengurus Masjid Al Hurriyyah IPB. Acara juga ditandai dengan penandatanganan prasasti koperasi masjid oleh Presiden ANGKASA sebagai simbol penguatan kerja sama lintas negara dalam pemberdayaan ekonomi umat. Ketua Umum Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al Hurriyyah IPB yang diwakili Prof. Dr. Hamim, selaku Kepala Bidang Haji dan Umrah Masjid Al Hurriyyah IPB, menyambut baik kolaborasi tersebut. Menurutnya, sinergi antara BAZNAS RI dan ANGKASA membuka peluang besar bagi masjid kampus untuk berperan lebih luas dalam penguatan ekonomi komunitas. “Kami ingin mengembangkan peran masjid, tidak hanya sebagai pusat ibadah, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi komunitas melalui kolaborasi yang berkelanjutan,” ujarnya. Melalui kegiatan ini, BAZNAS RI dan ANGKASA Malaysia berharap sinergi lintas lembaga dan lintas negara dapat terus diperluas, sehingga masjid benar-benar menjadi pusat solusi sosial dan ekonomi umat yang berkelanjutan. Turut hadir dalam kegiatan ini perwakilan IPB University, antara lain Prof. Dr. Alla Asmara selaku Kepala Unit Wakaf dan Dana Sosial IPB, Dr. Pria Sembada mewakili Lembaga Kepemimpinan dan Pendidikan Eksekutif IPB, jajaran pengurus ANGKASA Malaysia, Koordinator Program BAZNAS Microfinance Masjid M. Sholeh, Kabag Koordinasi dan Kerja Sama BAZNAS dan LAZ M. Basit Karim, Lc., MA, Kabag Humas BAZNAS RI Yudhiarma MK, M.Si, perwakilan BAZNAS Provinsi Jawa Barat, serta jajaran BAZNAS Kabupaten Bogor.
BERITA07/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Gelar Bazar Amal, Kolaborasi BAZNAS RI–Artajasa Sentuh Warga Prasejahtera Kampung Pemulung Tangsel
Gelar Bazar Amal, Kolaborasi BAZNAS RI–Artajasa Sentuh Warga Prasejahtera Kampung Pemulung Tangsel
Tangerang Selatan — Di tengah pesatnya pembangunan kota, denyut kehidupan masyarakat prasejahtera masih menyisakan cerita perjuangan. Menjawab realitas itu, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI berkolaborasi dengan PT Artajasa Pembayaran Elektronis (Artajasa) menggelar BAZMALA (Bazar Amal Artajasa) di Kampung Pemulung, Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan. Mengusung tema “Dari Kepedulian Tumbuh Keberkahan”, BAZMALA 2026 dirancang sebagai program kolaboratif yang menghadirkan layanan sosial terpadu, mulai dari sektor ekonomi, kesehatan, hingga edukasi. Kegiatan ini menyasar kelompok rentan seperti lansia, yatim, dan dhuafa yang selama ini hidup dengan penghasilan tak menentu. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, M.A., mengatakan, BAZMALA merupakan upaya menghadirkan keadilan sosial dan memperluas akses masyarakat prasejahtera terhadap kebutuhan dasar. “BAZMALA kami hadirkan agar keluarga prasejahtera tetap bisa memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, sekaligus mendapatkan layanan sosial yang layak,” ujar Saidah dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (7/2/2026). Saidah menjelaskan, rangkaian kegiatan BAZMALA 2026 meliputi penjualan paket sembako murah, pemeriksaan kesehatan gratis, Babemu (Bazar Barang Bekas Murah) berupa pakaian dan barang layak pakai milik pegawai Artajasa, bantuan perbaikan atau pengadaan infrastruktur warga, hingga Kidz Corner sebagai ruang edukasi anak dan kajian tematik keagamaan. “Program ini juga diarahkan untuk mendukung penyediaan sarana sosial warga, memakmurkan masjid, serta menumbuhkan semangat menuntut ilmu agama di lingkungan masyarakat,” jelasnya. Menurut Saidah, Kampung Pemulung Pondok Aren dipilih karena mayoritas warganya menggantungkan hidup sebagai pencari barang bekas dengan penghasilan di bawah standar kelayakan. Kondisi tersebut, kata dia, kontras dengan pesatnya pertumbuhan ekonomi dan pembangunan di wilayah Tangerang Selatan. “Masih banyak lansia di kawasan ini yang harus terus bekerja sebagai pemulung demi bertahan hidup. Inilah yang mendorong kami hadir, agar ketimpangan sosial tidak semakin melebar,” tegasnya. BAZNAS RI, lanjut Saidah, membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya dengan dunia usaha, komunitas, dan masyarakat agar program serupa dapat direplikasi di berbagai daerah dan memberi dampak berkelanjutan. “Kemitraan bersama Artajasa menjadi contoh nyata bagaimana tanggung jawab sosial perusahaan dapat berjalan seiring dengan program zakat yang terarah dan berdampak,” katanya. Sementara itu, Direktur Bisnis Artajasa Heru Perwito menyampaikan, BAZMALA merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjalankan tanggung jawab sosial (CSR) sekaligus menanamkan nilai-nilai kebaikan secara berkelanjutan. “BAZMALA menjadi agenda rutin dalam Program Rohani Islam (Rohis) Artajasa dan bagian dari upaya kami membantu masyarakat kurang mampu,” ujar Heru. Heru juga mengapresiasi kolaborasi berkelanjutan dengan BAZNAS RI yang dinilainya sebagai mitra strategis dalam menyalurkan kepedulian sosial pegawai dan manajemen Artajasa secara tepat sasaran. “BAZNAS menjadi jembatan bagi Artajasa untuk memastikan program kepedulian sosial kami benar-benar dirasakan langsung oleh masyarakat yang membutuhkan,” ungkapnya. Melalui BAZMALA 2026, Artajasa berharap kebutuhan dasar masyarakat prasejahtera—mulai dari sandang, pangan, hingga papan—dapat terbantu. Artajasa pun menegaskan komitmennya untuk terus mendukung program kolaboratif yang memberi dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
BERITA07/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Salurkan Bantuan, BAZNAS RI–ANGKASA Malaysia Perkuat Koperasi Masjid Raya At-Taqwa
Salurkan Bantuan, BAZNAS RI–ANGKASA Malaysia Perkuat Koperasi Masjid Raya At-Taqwa
Jakarta — Kolaborasi lintas negara dalam pemberdayaan ekonomi umat kembali ditegaskan. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Angkatan Koperasi Kebangsaan Malaysia Berhad (ANGKASA) menyalurkan bantuan ekonomi berbasis masjid melalui Masjid Raya At-Taqwa, Pisangan Baru Timur, Matraman, Jakarta Timur, Jumat (6/2/2026). Penyaluran bantuan ini menjadi peluncuran tahap kedua program penguatan ekonomi umat berbasis masjid, setelah sebelumnya dilaksanakan di Masjid Jami Annimah, Ciracas. Masjid Raya At-Taqwa dipilih karena dinilai konsisten dan aktif menjalankan program pemberdayaan ekonomi melalui BAZNAS Microfinance Masjid (BMM) yang telah berjalan secara berkelanjutan. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan, MA., menyampaikan bahwa masjid-masjid yang menjadi lokasi program merupakan contoh nyata masjid yang berperan aktif dalam membangun kemandirian ekonomi umat berbasis keuangan syariah. “Masjid Raya At-Taqwa adalah mitra BAZNAS dalam Program BAZNAS Microfinance Masjid. Melalui skema pembiayaan tanpa bunga dan tanpa jaminan, program ini membantu pelaku usaha mikro di sekitar masjid agar usahanya tumbuh dan berkelanjutan,” ujar Saidah dalam keterangan tertulisnya. Ia menjelaskan, sejak BMM dijalankan di Masjid Raya At-Taqwa, jumlah penerima manfaat terus mengalami peningkatan. Program ini bermula dari 35 pelaku usaha mikro, kemudian bertambah menjadi 55 orang, dan kini telah menjangkau 64 penerima manfaat. “Alhamdulillah, manfaat program ini semakin luas dan dirasakan langsung oleh masyarakat,” katanya. Menurut Saidah, penguatan ekosistem ekonomi berbasis masjid menjadi solusi strategis untuk melindungi masyarakat dari jeratan pinjaman online ilegal maupun praktik keuangan informal yang merugikan. “Kami berharap masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga tempat masyarakat mencari solusi saat menghadapi kesulitan ekonomi. Dengan dukungan ANGKASA Malaysia, program ini diharapkan semakin kuat dan berdampak luas,” ucapnya. Sementara itu, Presiden ANGKASA Datuk Seri Dr. Abdul Fattah Abdullah menegaskan, penguatan ekonomi berbasis masjid sejalan dengan upaya mengembalikan peran masjid sebagaimana pada masa Rasulullah SAW. “Masjid bukan hanya tempat menunaikan ibadah, tetapi juga pusat sosial dan ekonomi umat. Melalui koperasi dan pembiayaan berbasis masjid, kita ingin masjid kembali menjadi penggerak kesejahteraan masyarakat,” ujar Datuk Fattah. Dalam kesempatan tersebut, ANGKASA menyerahkan bantuan sebesar 300 dolar AS yang diterima secara simbolis oleh pengurus Masjid Raya At-Taqwa. Kegiatan juga ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Presiden ANGKASA sebagai simbol penguatan kolaborasi pemberdayaan ekonomi umat lintas negara. Manfaat program BMM turut dirasakan langsung oleh para pelaku usaha mikro. Zainal, salah satu penerima manfaat, mengaku pembiayaan tanpa bunga dan tanpa jaminan sangat membantu pengembangan usahanya. “Sebelumnya usaha kami berjalan seadanya. Setelah mendapat bantuan dari BAZNAS melalui BMM, alhamdulillah sangat terbantu untuk tambahan modal. Yang paling dirasakan, bantuannya tanpa bunga dan tanpa jaminan,” ungkap Zainal. Kolaborasi BAZNAS RI dan ANGKASA Malaysia ini diharapkan menjadi model penguatan ekonomi umat berbasis masjid yang dapat direplikasi di berbagai daerah, sekaligus mempertegas peran masjid sebagai pusat ibadah, solidaritas sosial, dan kemandirian ekonomi umat.
BERITA06/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Jamaah Masjid Al-Hikmah Sumalangka dan Majelis Ta’lim Wawalintowan Gelar Yasinan Malam Jumat
Jamaah Masjid Al-Hikmah Sumalangka dan Majelis Ta’lim Wawalintowan Gelar Yasinan Malam Jumat
Tondano, Sumalangka — Suasana khidmat menyelimuti Masjid Al-Hikmah Sumalangka pada Kamis malam (malam Jumat 5/2/2026). Jamaah bersama Majelis Ta’lim Wawalintowan menggelar kegiatan Yasinan rutin sebagai bagian dari penguatan spiritual dan silaturahmi umat. Kegiatan ini diikuti oleh jamaah dari berbagai kalangan, mulai dari orang tua hingga generasi muda. Lantunan ayat suci Al-Qur’an menggema di dalam masjid, menciptakan suasana tenang dan penuh kekhusyukan. Ketua Majelis Ta’lim Wawalintowan menyampaikan bahwa Yasinan malam Jumat bukan sekadar tradisi, tetapi juga sarana pendidikan keagamaan bagi jamaah. “Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan nilai kebersamaan, memperkuat iman, serta membiasakan masyarakat untuk dekat dengan Al-Qur’an,” ujarnya. Selain pembacaan Surat Yasin, kegiatan juga diisi dengan doa bersama untuk keselamatan umat, keberkahan kampung, serta doa bagi keluarga dan kerabat yang telah mendahului. Momen ini dimanfaatkan jamaah untuk saling mendoakan dan mempererat ukhuwah Islamiyah. Pengurus Masjid Al-Hikmah Sumalangka menilai kegiatan rutin seperti ini memiliki dampak positif bagi kehidupan sosial masyarakat. “Masjid bukan hanya tempat ibadah, tapi juga pusat pembinaan umat. Kegiatan Yasinan ini menjadi ruang belajar, berbagi, dan memperkuat persaudaraan,” katanya. Jamaah berharap kegiatan Yasinan malam Jumat ini dapat terus dilaksanakan secara istiqamah dan menjadi inspirasi bagi masjid serta majelis ta’lim lainnya untuk menghidupkan masjid dengan kegiatan keagamaan yang edukatif dan menyejukkan.
BERITA06/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS RI–ANGKASA Malaysia Salurkan Bantuan Koperasi di Masjid Jami Annimah
BAZNAS RI–ANGKASA Malaysia Salurkan Bantuan Koperasi di Masjid Jami Annimah
Jakarta — Kolaborasi lintas negara kembali diperkuat untuk mendorong kemandirian ekonomi umat. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Angkatan Koperasi Kebangsaan Malaysia Berhad (ANGKASA) menyalurkan bantuan koperasi berbasis masjid melalui Masjid Jami Annimah, Ciracas, Jakarta Timur, Rabu (5/2/2026). Penyaluran bantuan ini menjadi bagian dari sinergi BAZNAS dan ANGKASA dalam menguatkan peran masjid, tidak hanya sebagai pusat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pemberdayaan dan pelayanan ekonomi umat. Kegiatan tersebut bertepatan dengan penguatan ekonomi umat berbasis masjid yang telah dijalankan BAZNAS melalui Program BAZNAS Microfinance Masjid (BMM) sejak 2023. Masjid Jami Annimah dinilai konsisten mendampingi pelaku usaha mikro di lingkungan sekitar masjid. Kepala Divisi Bank Zakat BAZNAS RI Nur Aziz mengatakan, bantuan ini diberikan kepada masjid yang mampu mengelola program pemberdayaan secara berkelanjutan dan berdampak nyata bagi masyarakat. “Sejak dimulai pada 2023, Program BMM di Masjid Jami Annimah telah menjangkau 50 pelaku usaha mikro dengan total pembiayaan Rp150 juta. Saat ini, jumlah penerima manfaat berkembang menjadi sekitar 100 orang,” ujar Nur Aziz. Menurutnya, peningkatan jumlah penerima manfaat menunjukkan bahwa perputaran usaha mikro di sekitar masjid berjalan dengan baik dan perlu terus diperkuat. “Program BMM di Masjid Annimah menunjukkan perkembangan yang positif. Inilah alasan kami terus melakukan pendampingan dan penguatan,” katanya. Nur Aziz menambahkan, kolaborasi dengan ANGKASA Malaysia mempertegas upaya BAZNAS menjadikan masjid sebagai ruang solusi ekonomi umat. Melalui pembiayaan berbasis syariah, masyarakat didorong untuk tidak bergantung pada pinjaman online ilegal maupun praktik keuangan informal yang merugikan. “Kami ingin masjid menjadi tempat masyarakat mengadu dan mencari solusi ketika menghadapi kesulitan ekonomi. Bantuan hari ini diharapkan memperkuat kemandirian ekonomi umat di sekitar masjid,” jelasnya. Sementara itu, Presiden ANGKASA Datuk Seri Dr. Abdul Fattah Abdullah menegaskan, dukungan terhadap masjid merupakan bagian dari komitmen ANGKASA dalam memperkuat ekonomi umat, termasuk di Indonesia. “Masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga pusat pembangunan umat. Potensi masjid sangat besar jika dikelola dengan baik melalui koperasi dan pembiayaan ekonomi,” ujar Datuk Fattah. Dalam kegiatan tersebut, ANGKASA menyerahkan bantuan sebesar 3.000 dolar AS yang diterima secara simbolis oleh Ketua DKM Masjid Jami Annimah. Kegiatan juga ditandai dengan penandatanganan prasasti sebagai simbol penguatan kolaborasi BAZNAS dan ANGKASA dalam pemberdayaan ekonomi umat berbasis masjid. Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Jami Annimah Emo Admawi mengapresiasi sinergi BAZNAS dan ANGKASA yang dinilai membawa dampak langsung bagi masyarakat sekitar. Selain Program BMM, Masjid Annimah juga mengembangkan Kampung Sedekah sebagai inisiatif sosial yang terintegrasi dengan aktivitas masjid dalam membantu jamaah dan warga sekitar. “Masjid kami berada di lingkungan perkampungan. Alhamdulillah, bantuan dan pendampingan dari BAZNAS sangat dirasakan manfaatnya. UMKM di sekitar masjid bisa tumbuh, dan masyarakat punya tempat untuk saling menguatkan,” tutur Emo Admawi. Kolaborasi BAZNAS RI dan ANGKASA Malaysia ini diharapkan menjadi contoh penguatan ekonomi umat berbasis masjid yang dapat direplikasi di berbagai daerah, sekaligus menegaskan masjid sebagai pusat ibadah, solidaritas sosial, dan kemandirian ekonomi umat.
BERITA05/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Wakaf Ambulans untuk Jamaah Muslim Langowan, BAZNAS Minahasa: Zakat dan Wakaf Harus Hadir di Saat Paling Dibutuhkan
Wakaf Ambulans untuk Jamaah Muslim Langowan, BAZNAS Minahasa: Zakat dan Wakaf Harus Hadir di Saat Paling Dibutuhkan
Langowan, Minahasa —Satu unit mobil ambulans resmi diwakafkan untuk Jamaah Muslim Langowan. Wakaf tersebut diserahkan langsung oleh pewakaf Bapak Haji Muhammad Nur pada Kamis (5/2/2026) atau bertepatan dengan 17 Sya’ban 1447 Hijriah, bertempat di Masjid At-Taqwa Waleure, Langowan. Penyerahan ambulans dilakukan kepada tiga imam dan Badan Ta’mir Masjid (BTM) se-Langowan, pengurus mushola, serta disaksikan langsung oleh jamaah Muslim Langowan Raya. Selanjutnya, ambulans tersebut diserahkan kepada Muhammad Arsyad sebagai penanggung jawab dan pengelola operasional. Pimpinan BAZNAS Kabupaten Minahasa mengapresiasi langkah tersebut dan menilai wakaf ambulans sebagai bentuk nyata kepedulian sosial umat yang menjawab kebutuhan mendesak masyarakat. “Inilah zakat dan wakaf yang hidup. Ia tidak berhenti di simbol ibadah, tetapi hadir di jalan-jalan umat—menjemput yang sakit, mengantar yang wafat, dan menjaga martabat manusia hingga akhir hayatnya,” tegas Pimpinan BAZNAS Minahasa. Menurutnya, wakaf produktif seperti ambulans memiliki dampak luas dan berkelanjutan. Setiap layanan yang diberikan ambulans wakaf bukan hanya menyelamatkan secara fisik, tetapi juga menguatkan solidaritas sosial umat. “Ketika satu ambulans bergerak karena wakaf, di situ ada doa yang berjalan dan pahala yang terus mengalir. Ini adalah amal jariyah yang manfaatnya melampaui usia pewakaf,” lanjutnya. Sementara itu, Ketua BTM Masjid At-Taqwa Waleure Hendra Mouduto dan Imam Masjid At-Taqwa Taswi bin Siddik menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas wakaf ambulans yang diterima jamaah. Ia menegaskan bahwa ambulans tersebut akan dikelola secara amanah dan dimanfaatkan untuk kepentingan seluruh umat. “Ambulans ini bukan milik satu kelompok, tetapi milik umat. Kami berkomitmen mengelolanya secara terbuka dan bertanggung jawab agar benar-benar hadir saat jamaah membutuhkan,” ujar Ketua BTM Masjid At-Taqwa. Ia menambahkan, kehadiran ambulans wakaf menjadi penguat peran masjid sebagai pusat pelayanan sosial dan kemanusiaan, tidak hanya sebagai tempat ibadah ritual. “Masjid harus menjadi tempat umat merasa ditolong dan dilayani. Wakaf ini adalah bukti bahwa masjid bisa menjadi pusat solusi bagi persoalan kemanusiaan,” tambahnya. BAZNAS Minahasa menilai, keberadaan ambulans wakaf ini sekaligus menjadi edukasi publik bahwa wakaf tidak hanya terbatas pada tanah dan bangunan, tetapi juga dapat berupa sarana layanan sosial yang manfaatnya langsung dirasakan masyarakat. Penyerahan wakaf ambulans tersebut turut dihadiri Ust. Hi. Abdurrahman Mahrus, MA dan Ketua MUI Langowan Ust. Sidiq Bahmid para pegawai syara’ dari tiga kemasjidan, majelis taklim se-Langowan Raya, pimpinan organisasi-organisasi Islam, organisasi kepemudaan PRM, serta para jamaah. Pimpinan BAZNAS Minahasa berharap, langkah mulia ini menjadi inspirasi bagi para muzaki dan dermawan untuk menyalurkan zakat, infak, dan wakaf secara terarah, profesional, dan berdampak nyata. “Jika hari ini Langowan menerima satu ambulans wakaf, maka dengan zakat dan wakaf yang dikelola bersama, kita bisa menghadirkan lebih banyak harapan dan layanan kemanusiaan di Minahasa,” pungkasnya.
BERITA05/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Ketua PA Tondano Tembus Forum Kehakiman Internasional, Bawa Misi Penguatan Peradilan Ekonomi Syariah
Ketua PA Tondano Tembus Forum Kehakiman Internasional, Bawa Misi Penguatan Peradilan Ekonomi Syariah
Riyadh, Arab Saudi — Upaya penguatan kualitas peradilan Indonesia kembali mendapat panggung global. Institut Tinggi Kehakiman Universitas Islam Imam Muhammad Ibn Saud, Arab Saudi, resmi menggelar Kursus Kehakiman Khusus bagi Hakim Republik Indonesia yang dimulai Senin, 2 Februari 2026, selama dua pekan. Sebanyak 32 hakim Indonesia terpilih mengikuti program Pelatihan Hakim Ekonomi Syariah 2026 tersebut. Salah satu yang ikut serta adalah Ketua Pengadilan Agama (PA) Tondano, yang membawa representasi Minahasa ke forum peningkatan kapasitas kehakiman tingkat internasional. Program ini merupakan kursus ketujuh yang secara khusus diselenggarakan bagi hakim Indonesia. Kehadiran peserta Indonesia secara berkelanjutan mencerminkan hubungan kelembagaan yang solid antara otoritas peradilan Indonesia dan Kerajaan Arab Saudi, sekaligus menandai kepercayaan terhadap kompetensi hakim Indonesia dalam forum global. Kursus digelar di Aula Bundar Institut Tinggi Kehakiman dan dirancang tidak hanya sebagai pelatihan akademik, tetapi juga sebagai ruang diplomasi hukum. Materi yang diberikan meliputi penguatan profesionalisme hakim, praktik unggulan peradilan Saudi, pengembangan keterampilan teknis kehakiman, hingga pertukaran pengalaman antarotoritas peradilan internasional. Dekan Institut Tinggi Kehakiman, Prof. Abdullah bin Ahmed Salem Al-Mahmadi, menyatakan program ini bagian dari misi universitas memperluas kerja sama hukum internasional. Ia menegaskan pentingnya pertukaran keilmuan sebagai fondasi penguatan sistem peradilan modern, sejalan dengan Visi Kerajaan 2030 dalam pengembangan sektor hukum dan pendidikan. Keikutsertaan para hakim ini merupakan langkah strategis Mahkamah Agung RI melalui Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama (Badilag) dalam meningkatkan kapasitas hakim menghadapi perkara ekonomi syariah yang semakin kompleks. Sebelum keberangkatan, para peserta mendapat pembekalan di Badilag Command Center, Jakarta. Direktur Pembinaan Tenaga Teknis Peradilan Agama, Dr. H. Candra Boy Seroza, menekankan bahwa peserta membawa mandat kelembagaan dan identitas bangsa. Ia mengingatkan pentingnya profesionalisme, etika, dan karakter budaya Indonesia yang santun. Dari sisi substansi, pembekalan menitikberatkan pada penguasaan hukum ekonomi syariah yang aplikatif, termasuk praktik kepailitan dan niaga syariah, pendekatan komparatif, serta penggalian best practices internasional. Sekretaris Ditjen Badilag, Drs. Arief Hidayat, menekankan pentingnya niat belajar yang ikhlas serta kecerdasan dalam bermedia sosial. Sementara Direktur Pembinaan Administrasi Peradilan Agama, Sutarno, mengingatkan pentingnya etika dan adaptasi budaya dengan prinsip “di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung”. Ketua PA Tondano, Al Gazali, Mus., S.H.I., M.H., menyebut program ini sebagai amanah besar. “Kami belajar bagaimana sistem peradilan dibangun secara profesional, efisien, dan berorientasi pada keadilan yang berintegritas. Ini bukan sekadar kehormatan pribadi, tetapi tanggung jawab untuk membawa pulang praktik terbaik bagi pelayanan peradilan di Indonesia,” ujarnya. Menurutnya, dinamika hukum yang terus berkembang menuntut hakim membuka cakrawala internasional tanpa meninggalkan nilai dasar keadilan. Dampak Sosial bagi Ekonomi Umat Keikutsertaan Ketua PA Tondano juga mendapat perhatian dari mitra sosial di daerah. Wakil Ketua IV BAZNAS Minahasa menilai peningkatan kompetensi hakim ekonomi syariah akan berdampak langsung pada perlindungan masyarakat kecil. “Ketika hakim memahami ekosistem ekonomi syariah secara utuh, keputusan hukum akan semakin berpihak pada pelaku usaha mikro, petani, dan penerima manfaat zakat produktif. Ini menghubungkan hukum, nilai syariah, dan pemberdayaan ekonomi umat,” katanya. Ia menilai kolaborasi antara lembaga peradilan dan lembaga sosial di daerah menunjukkan bahwa keadilan hukum dan kesejahteraan masyarakat saling terkait. Keikutsertaan Ketua PA Tondano menjadi penanda bahwa penguatan peradilan tidak hanya berlangsung di pusat, tetapi juga tumbuh dari daerah. Pelatihan ini dipandang sebagai investasi sumber daya hakim, dengan harapan ilmu yang diperoleh berkontribusi pada putusan yang lebih adaptif, konsisten, dan responsif terhadap perkembangan ekonomi syariah modern. Bagi Minahasa, kehadiran wakilnya di forum kehakiman internasional bukan hanya kebanggaan simbolik, tetapi bagian dari kontribusi daerah dalam membangun wajah peradilan Indonesia yang semakin profesional dan berkelas dunia.
BERITA04/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Minahasa.

Lihat Daftar Rekening →