WhatsApp Icon
10 Mahasiswa Pergunu Sulut Melanjutkan Studi ke UAC, Tiba di Surabaya Disambut Ketua FMS Mojokerto

MOJOKERTO — Semangat meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan tinggi terus tumbuh di Sulawesi Utara. Sebanyak 10 mahasiswa penerima Beasiswa Pergunu Sulawesi Utara Tahun 2026 kini bersiap melanjutkan pendidikan jenjang S1 dan S2 di Universitas KH Abdul Chalim (UAC), Mojokerto, Jawa Timur.

Kesepuluh mahasiswa tersebut diberangkatkan setelah secara resmi dilepas oleh Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sulawesi Utara), Dr. Drs. KH. Ulyas Taha, M.Pd., di Kantor PWNU Sulawesi Utara, Manado, Selasa (6/10/2026).

Prosesi pelepasan turut dihadiri jajaran PWNU Sulut, pengurus PW Pergunu Sulut, serta para Ketua PC Pergunu Kabupaten/Kota.

Ketua PW Pergunu Sulawesi Utara, Ahmad Sholeh, mengatakan jumlah penerima beasiswa tahun ini mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

"Jumlahnya tahun ini ada 10 orang. Kalau tahun lalu hanya 4 orang, sekarang naik menjadi 10 orang, artinya ada lonjakan lebih dari 100 persen," ujar Ahmad Sholeh.

Dari 10 penerima beasiswa tersebut, 8 mahasiswa menempuh jenjang S1 dan 2 mahasiswa jenjang S2.

Setelah menempuh perjalanan dari Manado, rombongan mahasiswa tersebut tiba di Surabaya, Jawa Timur, pada hari yang sama.

Kedatangan mereka mendapat sambutan dari Forum Mahasiswa Sulawesi Utara (FMS) Mojokerto. Ketua FMS Mojokerto, Jihan Nabillah Kokalo, turut menjemput langsung para mahasiswa penerima beasiswa tersebut untuk selanjutnya mendampingi perjalanan mereka menuju Mojokerto.

Jihan mengatakan kehadiran mahasiswa asal Sulawesi Utara di Jawa Timur bukan sekadar perjalanan untuk menempuh pendidikan, tetapi juga menjadi bagian dari proses membangun generasi muda yang nantinya diharapkan dapat memberikan manfaat bagi daerah.

"Kami tentu senang bisa menyambut teman-teman dari Sulawesi Utara. Mereka datang membawa harapan besar untuk melanjutkan pendidikan. Kami dari FMS Mojokerto siap membantu mereka beradaptasi dengan lingkungan baru, baik dalam kehidupan kampus maupun selama berada di Mojokerto," ujar Jihan.

Menurutnya, keberadaan mahasiswa Sulawesi Utara di Jawa Timur juga menjadi kesempatan untuk memperkuat silaturahmi antarmahasiswa asal daerah tersebut.

Program beasiswa tersebut juga disertai tanggung jawab akademik. Pergunu Sulut menargetkan mahasiswa penerima beasiswa dapat menyelesaikan pendidikan sesuai masa studi yang telah ditetapkan.

Untuk jenjang S1, mahasiswa ditargetkan menyelesaikan studi dalam waktu empat tahun, sedangkan jenjang S2 ditargetkan selesai dalam dua tahun.

Ahmad Sholeh menegaskan adanya konsekuensi bagi penerima beasiswa yang tidak mampu menyelesaikan studi sesuai target.

"Semoga mereka bisa menyelesaikan studi tepat waktu, 4 tahun untuk S1 dan 2 tahun untuk S2. Tidak boleh lewat. Kalau sampai lewat dari target tersebut, konsekuensinya harus membayar biaya sendiri," tegasnya.

Keberangkatan 10 mahasiswa tersebut menjadi gambaran bahwa akses terhadap pendidikan tinggi terus menjadi salah satu jalan penting dalam menyiapkan generasi muda yang berkualitas.

Bagi Sulawesi Utara, keberadaan mahasiswa yang menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi di luar daerah juga diharapkan dapat memperluas wawasan, pengalaman, jaringan, serta kapasitas mereka sebelum kembali memberikan kontribusi di tengah masyarakat.

BAZNAS Kabupaten Minahasa memandang ikhtiar peningkatan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia sebagai bagian penting dari pembangunan masyarakat. Pendidikan bukan hanya tentang memperoleh gelar akademik, tetapi juga tentang mempersiapkan generasi yang memiliki kompetensi, karakter, kepedulian sosial, dan kemauan untuk kembali memberi manfaat bagi lingkungan.

07/10/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa
Tiga Putranya Gugur di Gaza, Ulama Palestina Datangi BAZNAS: “Saya Tetap Mengucapkan Alhamdulillahi Rabbil ‘Alamin”

JAKARTA, — Suasana haru terasa saat Prof. Dr. Maher Hamed Mohamed Al-Houli, ulama sekaligus akademisi asal Gaza, Palestina, berbicara di hadapan jajaran Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI di Jakarta, Rabu (30/9/2026).

Maher datang bersama pengurus Yayasan Persahabatan dan Studi Peradaban (YPSP). Kedatangannya menjadi kesempatan untuk menyampaikan secara langsung kondisi masyarakat Gaza yang hingga kini masih menghadapi situasi kemanusiaan yang berat, meski telah ada gencatan senjata.

Namun, yang disampaikan Maher bukan hanya cerita tentang kondisi masyarakat Gaza. Ia juga membawa kisah kehilangan dari keluarganya sendiri.

Tiga putranya, cucu, dua saudara laki-laki, serta puluhan kerabatnya disebut telah gugur akibat serangan bom di Gaza.

“Saya hadir di hadapan Anda sekalian sebagai gambaran kecil dari penderitaan rakyat Gaza, di mana tiga putra saya, cucu saya, dua saudara laki-laki, beserta puluhan kerabat telah gugur syahid akibat serangan bom,” kata Maher.

Kehilangan tiga anak tentu menjadi duka yang tidak mudah bagi seorang ayah. Terlebih, Maher menyebut ketiga putranya merupakan pahlawan penghafal Al-Qur'an.

Namun di tengah kesedihan tersebut, Maher berusaha tetap menunjukkan keteguhan hati. Ia mengatakan bahwa dirinya tetap mengucapkan syukur kepada Allah SWT.

“Tiga putra saya, saudara-saudara saya, dan kerabat saya telah syahid, namun demikian di hadapan kondisi ini saya tetap mengucapkan Alhamdulillahi rabbil 'alamin,” ujarnya.

Bagi Maher, kehilangan anggota keluarga merupakan penderitaan yang sangat berat. Tetapi ketika berbicara mengenai kondisi masyarakat Gaza secara keseluruhan, ia mengaku masih sulit menahan air mata.

Menurutnya, persoalan yang dihadapi masyarakat Palestina saat ini sudah berada pada kondisi yang sangat krisis. Tidak hanya persoalan keamanan di Al-Quds dan Masjid Al-Aqsa, warga Gaza juga masih berhadapan dengan kebutuhan dasar yang mendesak.

Salah satunya adalah kebutuhan untuk menangani dan memakamkan jenazah para korban yang terus ditemukan dan dievakuasi.

Maher menyebut masyarakat Gaza bahkan membutuhkan bantuan biaya dan material untuk dapat memakamkan jasad puluhan hingga ratusan syuhada yang dievakuasi setiap harinya.

Kondisi tersebut menjadi salah satu gambaran nyata bahwa persoalan kemanusiaan di Gaza belum selesai meskipun telah ada gencatan senjata.

Ancaman musim dingin juga menjadi perhatian. Masyarakat yang kehilangan rumah dan berbagai fasilitas kehidupan membutuhkan bantuan untuk menghadapi kondisi yang semakin berat.

Karena itu, kedatangan Maher ke BAZNAS RI menjadi kesempatan untuk menyampaikan secara langsung apa yang terjadi di Gaza sekaligus kebutuhan masyarakat di sana.

Ia tidak datang membawa cerita dari jauh. Ia datang sebagai seseorang yang keluarganya sendiri ikut menjadi korban.

Dalam pertemuan itu, Maher juga menyampaikan pesan mengenai keluarga para syuhada di Gaza.

“Sebagaimana disebutkan bahwa ini adalah pertemuan dengan keluarga para syuhada, maka saya juga akan menyampaikan perkataan ini kepada keluarga para syuhada di Gaza, insya Allah Rabbil 'Alamin, bahwa para syuhada selalu hadir di dalam hati Dr. Sodik Mudjahid, hadir di pikirannya, hadir di tengah rekan-rekannya, dan hadir di BAZNAS, insya Allah Rabbil 'Alamin,” tuturnya.

BAZNAS Terima Kesaksian Langsung dari Gaza

Sementara itu, Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc. mengatakan, pihaknya menyambut kedatangan Prof. Dr. Maher Hamed Mohamed Al-Houli untuk mendengarkan secara langsung kondisi masyarakat Gaza.

Menurut Sodik, kesaksian Maher penting untuk memberikan gambaran mengenai keadaan rakyat Gaza saat ini, termasuk kebutuhan yang harus dipersiapkan untuk menghadapi musim dingin dan Ramadan.

“Hari ini kami kedatangan akademisi langsung dari Gaza, Prof. Dr. Maher Hamed Mohamed Al-Houli yang tiga putranya serta kerabatnya telah wafat syahid akibat bom, untuk menceritakan secara langsung keadaan rakyat Gaza saat ini beserta kebutuhan mereka menghadapi masa depan,” kata Sodik.

Pertemuan tersebut sekaligus menjadi ruang bagi BAZNAS untuk mendengarkan langsung kebutuhan masyarakat Palestina dari seseorang yang mengalami sendiri dampak konflik tersebut.

Bagi masyarakat Gaza, persoalan yang dihadapi bukan hanya tentang kehilangan tempat tinggal atau kerusakan fasilitas. Ada keluarga yang kehilangan anak, orang tua yang kehilangan anaknya, dan saudara yang tidak lagi dapat berkumpul seperti sebelumnya.

Kesaksian Prof. Maher menjadi pengingat bahwa di balik berbagai angka mengenai korban dan kerusakan akibat konflik, terdapat manusia dan keluarga yang harus menjalani kehidupan dengan kehilangan yang sangat besar.

Dari Gaza, Maher membawa cerita tentang keluarganya dan masyarakat yang masih bertahan di tengah krisis.

Di Jakarta, cerita itu disampaikan kepada BAZNAS sebagai bagian dari upaya menjaga perhatian dan kepedulian terhadap penderitaan masyarakat Palestina.

Di tengah situasi yang belum sepenuhnya pulih, pesan yang dibawa Maher sederhana tetapi kuat: masyarakat Gaza masih membutuhkan perhatian, bantuan dan solidaritas kemanusiaan.

01/10/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS RI Bahas Kerja Sama Bantuan Kemanusiaan Palestina dengan YPSP

JAKARTA, — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Yayasan Persahabatan dan Studi Peradaban (YPSP) membahas rencana kerja sama untuk memperkuat penyaluran bantuan kemanusiaan bagi masyarakat Palestina, khususnya warga di Gaza.

Pembahasan tersebut berlangsung dalam agenda audiensi di Kantor BAZNAS RI, Jakarta, Rabu (30/9/2026).

Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc. menyambut baik rencana kerja sama tersebut. Menurutnya, YPSP diharapkan dapat menjadi salah satu mitra tambahan BAZNAS dalam memperluas jangkauan penyaluran bantuan ke Palestina.

"Insyaallah kita akan bekerja sama dengan yayasan sebagai tambahan mitra BAZNAS dalam penyaluran bantuan ke Palestina, wabilkhusus untuk Gaza," jelas Sodik Mudjahid.

Kerja sama yang sedang disiapkan itu mencakup beberapa bentuk bantuan, mulai dari pangan, fasilitas air bersih hingga kebutuhan masyarakat untuk menghadapi musim dingin. Selain itu, turut dibahas rencana pengiriman imam-imam asal Palestina ke sejumlah daerah di Indonesia.

Sodik mengatakan, perhatian dan dukungan terhadap masyarakat Palestina tetap diperlukan karena kondisi di Gaza belum sepenuhnya pulih. Ia juga menyoroti adanya penurunan aliran bantuan kemanusiaan belakangan ini.

Menurutnya, salah satu penyebabnya adalah anggapan sebagian masyarakat bahwa kondisi Gaza sudah aman setelah adanya perkembangan terkait gencatan senjata. Padahal, kebutuhan masyarakat di wilayah tersebut masih cukup besar.

Dalam kesempatan itu, Sodik juga menjelaskan bahwa dukungan Indonesia terhadap Palestina memiliki landasan yang kuat, baik dari sisi kebangsaan maupun keagamaan.

"Jadi ada dua motivasi, satu motivasi kebangsaan Indonesia sesuai dengan konstitusi dan kebijakan Presiden, dan motivasi kedua adalah amanah Al-Qur'an dan Sunnah dari Allah dan Rasul," tegas Sodik.

Sementara itu, Ketua YPSP Dr. Ahed Abul Atha menyampaikan kesiapan pihaknya untuk mendukung penyaluran bantuan yang nantinya dipercayakan kepada YPSP.

Menurut Ahed, YPSP memiliki tim yang bekerja langsung di sejumlah permukiman di Gaza. Keberadaan tim tersebut diharapkan dapat membantu proses distribusi bantuan agar dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan.

"Alhamdulillah YPSP siap untuk menyalurkan bantuan-bantuan kemanusiaan langsung di Gaza, karena kami memiliki tim yang memang bekerja langsung di permukiman Gaza," katanya.

Kerja sama yang dibahas BAZNAS RI dan YPSP ini menjadi bagian dari upaya memperluas jaringan kemitraan dalam penyaluran bantuan kemanusiaan Palestina. Dengan adanya mitra yang memiliki tim di lapangan, penyaluran bantuan diharapkan dapat dilakukan secara lebih terarah sesuai kebutuhan masyarakat.

Audiensi tersebut turut dihadiri Ketua Bidang Fatwa Asosiasi Ulama Palestina Prof. Dr. Maher Hamed Mohamed Al-Houli, Sekretaris Utama BAZNAS RI Dr. H. Subhan Cholid, Lc., M.A., Deputi II Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS RI Dr. K.H. M. Imdadun Rahmat, M.Si., serta Kepala Divisi Kebencanaan BAZNAS RI Dian Aditya Mandana Putri.

Pembahasan antara BAZNAS RI dan YPSP diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat kolaborasi kemanusiaan, sehingga bantuan dari masyarakat Indonesia dapat terus disalurkan kepada warga Palestina yang masih membutuhkan dukungan.

01/10/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS RI dan ICMI Jajaki Kolaborasi Inovasi Lingkungan hingga Riset Zakat

JAKARTA, BAZNAS MINAHASA — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI dan Ikatan Cendekiawan Muslim Se-Indonesia (ICMI) menjajaki kerja sama strategis dalam berbagai bidang, mulai dari inovasi lingkungan, pemberdayaan ekonomi umat, hingga riset pengelolaan zakat.

Penjajakan kerja sama tersebut dibahas dalam agenda audiensi antara BAZNAS RI dan jajaran pengurus ICMI yang berlangsung di Kantor BAZNAS RI, Jakarta, Selasa (29/9/2026).

Dalam pertemuan tersebut, kedua lembaga membahas sedikitnya 13 program prioritas yang berpotensi dikolaborasikan. Program tersebut mencakup pemanfaatan teknologi penyediaan air bersih dan pengolahan sampah hasil pengembangan para ilmuwan ICMI, pemberdayaan ekonomi umat, riset bersama di bidang zakat, serta berbagai program pemberdayaan masyarakat.

Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc. mengatakan, BAZNAS RI terbuka terhadap berbagai bentuk sinergi yang dapat memberikan dampak langsung bagi masyarakat, khususnya para mustahik.

"Ada 13 program prioritas, mulai dari BAZNAS Siaga Kemiskinan, BAZNAS Tanggap Bencana, Beasiswa Cendikia BAZNAS, Lumbung Pangan BAZNAS, Balai Ternak BAZNAS, hingga Rumah Terang BAZNAS untuk tempat yang belum berlistrik," jelas Sodik.

Menurutnya, berbagai program tersebut memiliki ruang kolaborasi dengan kapasitas keilmuan dan jaringan yang dimiliki ICMI. Sinergi tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat pelaksanaan program, tetapi juga menghadirkan pendekatan berbasis inovasi dan teknologi dalam pemberdayaan masyarakat.

Salah satu peluang kerja sama yang dibahas adalah penerapan teknologi dalam penyediaan air bersih dan pengelolaan sampah. BAZNAS juga membuka peluang kolaborasi dalam memberikan dukungan kepada masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas pengumpulan sampah.

"Kami juga membuka peluang sinergi dalam penggunaan teknologi pengolahan sampah maupun bantuan langsung kepada para pemulung sampah bersama ICMI," ujar Sodik Mudjahid.

Selain bidang lingkungan, pembahasan juga mencakup penguatan ekonomi umat melalui dukungan modal usaha berbasis masjid dan pengembangan program bagi mualaf melalui Mualaf Center yang berada dalam pembinaan ICMI.

Kolaborasi riset mengenai pengelolaan zakat turut menjadi salah satu agenda yang mendapat perhatian. Kerja sama di bidang penelitian diharapkan dapat menghasilkan kajian dan rekomendasi yang mendukung pengembangan tata kelola serta program zakat yang semakin berbasis data dan kebutuhan masyarakat.

Wakil Ketua Umum ICMI Bidang IPTEK, Agromaritim, dan Lingkungan Hidup Mohammad Jafar Hafsah menyambut baik rencana kolaborasi antara ICMI dan BAZNAS RI.

Ia mengatakan, berbagai bidang yang dibahas dalam audiensi tersebut pada dasarnya memiliki keterkaitan dengan program dan kapasitas yang dimiliki ICMI sehingga dapat dikembangkan melalui sinergi antarlembaga.

"Alhamdulillah dengan rencana MoU ini juga berarti hubungan kita dengan BAZNAS dalam bentuk program-program itu akan lebih baik. Dan program-program semuanya yang dikemukakan itu semua ada di ICMI, jadi tinggal kita sinergikan," tuturnya.

Rencana kerja sama tersebut juga diarahkan pada penyusunan nota kesepahaman (MoU) antara BAZNAS RI dan ICMI sebagai landasan pengembangan berbagai program kolaboratif ke depan.

Melalui sinergi tersebut, BAZNAS RI dan ICMI memiliki ruang untuk menghubungkan kekuatan pengelolaan zakat dengan kapasitas keilmuan, teknologi, riset, serta jaringan pemberdayaan masyarakat.

Kerja sama ini sekaligus memperluas peluang agar dana zakat tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan dasar mustahik, tetapi juga dapat diarahkan pada program pemberdayaan yang mendukung kemandirian masyarakat secara berkelanjutan.

Turut hadir dalam agenda tersebut dari BAZNAS RI, Pimpinan Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan BAZNAS RI H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., serta Deputi I Pengumpulan BAZNAS RI H. M. Arifin Purwakananta, S.IKom., M.I.Kom., CWC., CFRM.

Sementara dari jajaran pengurus ICMI hadir Wakil Ketua Umum Bidang Pengembangan Organisasi dan Kerja Sama Antar Lembaga Priyo Budi Santoso, Wakil Ketua Umum Bidang Ekonomi dan Kesejahteraan Umat Teuku Abdullah Sanny, Bendahara Umum Andi Irman, Ketua Panitia Muktamar Ismail Rumadhan, Sekretaris Panitia Muktamar Ina Marlina, serta Bendahara Panitia Muktamar Andi Ida Nursanti.

Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat jejaring kolaborasi antara lembaga zakat nasional dan organisasi cendekiawan Muslim dalam menghadirkan program yang berbasis inovasi, ilmu pengetahuan, pemberdayaan, dan kebutuhan nyata masyarakat.

01/10/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa
Empat Kali Berturut-turut! BAZNAS RI Kembali Raih IHYA 2026

TANGERANG — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional dengan meraih penghargaan Indonesia Halal Industry Awards (IHYA) 2026 kategori Lembaga Pemerintahan yang Memberikan Dukungan Program Halal Terbaik.

Penghargaan yang diberikan oleh Kementerian Perindustrian (Kemenperin) RI tersebut diterima dalam ajang IHYA 2026 yang berlangsung di ICE BSD City, Tangerang, Banten, Kamis (24/9/2026).

Capaian ini sekaligus memperpanjang konsistensi BAZNAS RI dalam ajang IHYA. Sejak 2022, BAZNAS RI tercatat telah empat kali memperoleh penghargaan dalam ajang yang memberikan apresiasi terhadap kontribusi berbagai pihak dalam pengembangan industri halal nasional.

Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., mengatakan penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap komitmen BAZNAS dalam mendukung perkembangan industri halal, khususnya bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

“Alhamdulillah hari ini BAZNAS kembali mendapatkan award untuk lembaga pemerintah yang peduli terhadap industri halal. Berturut-turut bahkan sudah empat kali,” ujar Sodik Mudjahid.

Di balik penghargaan tersebut terdapat program pemberdayaan yang menyasar langsung pelaku UMKM di berbagai daerah.

Sepanjang periode 2022 hingga 2026, BAZNAS RI menyebut telah memfasilitasi lebih dari 7.000 sertifikat halal bagi UMKM melalui kolaborasi dengan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), 10 Lembaga Pemeriksa Halal (LPH), serta 24 Lembaga Pendamping Proses Produk Halal (LP3H).

Dukungan BAZNAS juga diarahkan pada penguatan sumber daya manusia dalam ekosistem halal. Dalam periode tersebut, BAZNAS turut mencetak 750 pendamping halal, 166 juru sembelih halal, dan 89 penyelia halal.

Langkah ini memperlihatkan bahwa penguatan industri halal tidak hanya dilakukan melalui sertifikasi produk, tetapi juga melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia yang mendampingi pelaku usaha.

Rekam Jejak Penghargaan IHYA

Penghargaan IHYA 2026 melanjutkan sejumlah capaian BAZNAS RI pada tahun-tahun sebelumnya.

Pada 2022, BAZNAS RI meraih Best Financial Support. Kemudian pada 2024, BAZNAS kembali memperoleh penghargaan Best Halal Financial Support, disusul penghargaan Instansi Pemerintah Terbaik pada 2025.

Tahun ini, BAZNAS RI kembali mendapatkan penghargaan dalam kategori Lembaga Pemerintahan yang Memberikan Dukungan Program Halal Terbaik.

Menurut Sodik, capaian tersebut tidak terlepas dari kerja para amil dan relawan BAZNAS yang terlibat dalam pembinaan UMKM di berbagai daerah.

“Terima kasih kepada para amil dan relawan yang selalu membina UMKM BAZNAS. Maju terus UMKM halal di bawah binaan BAZNAS,” katanya.

Penguatan UMKM halal menjadi salah satu bagian dari upaya BAZNAS dalam mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat. Melalui pendampingan dan fasilitasi usaha, mustahik tidak hanya mendapatkan bantuan, tetapi juga didorong untuk memiliki usaha yang lebih kuat dan berkelanjutan.

Bagi BAZNAS Kabupaten Minahasa, capaian tersebut menjadi inspirasi bahwa pengelolaan zakat dapat dikembangkan tidak hanya dalam bentuk bantuan konsumtif, tetapi juga melalui pemberdayaan ekonomi, peningkatan kapasitas usaha, dan penguatan kemandirian masyarakat.

Penghargaan IHYA 2026 sekaligus memperkuat pesan bahwa kolaborasi antara lembaga zakat, pemerintah, pelaku usaha, dan ekosistem halal dapat membuka semakin banyak peluang bagi UMKM untuk tumbuh dan naik kelas.

Empat kali meraih penghargaan IHYA bukan sekadar catatan prestasi, tetapi menjadi bagian dari perjalanan BAZNAS RI dalam memperluas manfaat zakat melalui pemberdayaan ekonomi dan penguatan ekosistem halal nasional.

25/09/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa

Berita Terbaru

Ramadhan Tak Sekadar Datang dan Pergi, HASANAH TVRI Sulut Ajak Umat Islam Siapkan Hati
Ramadhan Tak Sekadar Datang dan Pergi, HASANAH TVRI Sulut Ajak Umat Islam Siapkan Hati
Manado – Ramadhan tak pernah hadir sekadar mengganti tanggal di kalender hijriah. Ia datang mengetuk hati, mengajak setiap insan untuk pulang—pulang kepada fitrah, kepada taubat, kepada Allah SWT. Menyambut bulan suci 1447 H, program HASANAH di TVRI Sulawesi Utara menghadirkan tayangan spesial bertajuk “Bila Ingin Sukses Ramadhannya” yang sarat pesan spiritual dan edukatif. Program ini akan disiarkan pada Kamis, 19 Februari 2026, pukul 16.00 WITA, dengan menghadirkan narasumber istimewa, Dr. Drs. H. Ulyas Taha, M.Pd, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Utara. Acara ini dipandu oleh host inspiratif, Nurhayati Otta, dan secara khusus menyasar audiens Pokjaluh Kota Manado, serta seluruh masyarakat Muslim Sulawesi Utara. Dalam pengantar tema yang diangkat, ditekankan bahwa Ramadhan bukanlah tentang siapa yang paling ramai ibadahnya, melainkan siapa yang paling sungguh memperbaiki dirinya. Menahan lapar dan dahaga hanyalah pintu awal. Kesuksesan Ramadhan terletak pada kemampuan menata niat, membersihkan jiwa, serta menguatkan langkah menuju ridha-Nya. Dr. Ulyas Taha dijadwalkan mengupas secara mendalam bagaimana umat Islam dapat mempersiapkan diri secara spiritual, mental, dan sosial agar Ramadhan tidak sekadar berlalu, tetapi benar-benar menetap sebagai cahaya dalam kehidupan. “Ramadhan adalah madrasah ruhani. Jika ingin sukses, maka yang pertama disiapkan adalah hati,” menjadi benang merah pesan yang akan disampaikan dalam dialog tersebut. Program HASANAH bukan sekadar tayangan religi biasa. Ia hadir sebagai ruang edukasi yang mencerahkan, mengajak umat Islam memahami makna ibadah secara utuh—dari dimensi pribadi hingga sosial. Melalui siaran ini, masyarakat diajak untuk: Meluruskan niat sebelum memasuki bulan suci Menguatkan komitmen ibadah dan akhlak Menjadikan Ramadhan momentum transformasi diri Membangun kepedulian sosial dan ukhuwah Pesan-pesan ini dinilai sangat relevan di tengah tantangan zaman yang kerap membuat esensi Ramadhan tereduksi menjadi rutinitas tahunan tanpa makna mendalam. Informasi terkait program ini juga telah disebarluaskan oleh Penanggung Jawab Program "Hasanah" TVRI Stasiun Manado melalui akun Facebook Mahyudin Banjer, sebagai bentuk komitmen menghadirkan dakwah yang menjangkau lebih luas masyarakat. Langkah ini diharapkan mampu menggerakkan partisipasi publik serta meningkatkan kesadaran umat untuk menyambut Ramadhan dengan persiapan terbaik. Momentum ini menjadi undangan terbuka bagi seluruh masyarakat Muslim di Sulawesi Utara untuk menyimak dan mengambil hikmah dari tayangan tersebut. Ramadhan tak pernah datang sekadar mengganti tanggal. Ia hadir mengetuk hati, mengajak kita pulang. Jangan biarkan ia lewat begitu saja. Siapkan hati, tata niat, dan kuatkan langkah. Saksikan HASANAH TVRI Sulawesi Utara “Bila Ingin Sukses Ramadhannya” Kamis, 19 Februari 2026 Pukul 16.00 WITA Karena Ramadhan yang sukses bukan hanya tentang sebulan penuh ibadah, tetapi tentang cahaya yang terus menetap dalam hidup, bahkan setelah ia pergi.
BERITA13/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
KSrelief–BAZNAS RI Salurkan 75 Paket Pangan Ramadan di Kampung Pemulung Jaktim, Warga: Ini Bukan Sekadar Sembako
KSrelief–BAZNAS RI Salurkan 75 Paket Pangan Ramadan di Kampung Pemulung Jaktim, Warga: Ini Bukan Sekadar Sembako
Jakarta – Senyum haru terpancar dari wajah warga Kampung Pemulung, Jalan Asem Nirbaya, Kelurahan Pinang Ranti, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, Kamis (12/02/2026). Di tengah keterbatasan ekonomi, bantuan paket pangan Ramadan dari Pusat Bantuan Kemanusiaan dan Pertolongan Raja Salman (KSrelief) bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menjadi angin segar menjelang bulan suci. Sebanyak kurang lebih 75 Kepala Keluarga (KK) menerima paket pangan yang diperuntukkan bagi masyarakat prasejahtera. Bantuan ini menjadi bagian dari program penyaluran 7.000 paket pangan Ramadan yang didistribusikan di empat provinsi: Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Tengah. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, M.A., menyampaikan apresiasi atas konsistensi dukungan KSrelief terhadap masyarakat Indonesia, khususnya dalam momentum Ramadan. “Alhamdulillah, bantuan dari KSrelief ini selalu dinantikan masyarakat. Program paket pangan Ramadan ini sangat membantu keluarga prasejahtera dalam memenuhi kebutuhan pokoknya. Kami memastikan bantuan disalurkan kepada mereka yang benar-benar membutuhkan,” ujar Kyai Noor. Ia menegaskan, sinergi antara BAZNAS RI dan KSrelief telah terjalin selama beberapa tahun terakhir dan telah menjangkau puluhan ribu penerima manfaat di berbagai daerah di Indonesia. Menurutnya, kolaborasi kemanusiaan lintas negara ini menjadi bukti bahwa nilai solidaritas tidak mengenal batas geografis. Perwakilan KSrelief, Mr. Abdul Karim Al Yusuf, sebelumnya menyampaikan bahwa lembaganya telah menyalurkan bantuan kemanusiaan ke lebih dari 70 negara di dunia. “Secara khusus untuk Indonesia, pada tahun ini bantuan yang diberikan senilai Rp6.419.378.000,” ujarnya. Ia menegaskan, bantuan tersebut merupakan bentuk komitmen Kerajaan Arab Saudi dalam membantu masyarakat yang membutuhkan, terutama menjelang bulan suci Ramadan—bulan penuh kepedulian dan solidaritas. Bagi warga Kampung Pemulung, bantuan tersebut bukan sekadar paket sembako. Lebih dari itu, ada rasa diperhatikan dan dikuatkan secara moral. Murni (40), salah satu penerima manfaat, mengaku sangat bersyukur atas bantuan yang diterimanya. “Alhamdulillah, saya sangat berterima kasih kepada BAZNAS dan KSrelief atas bantuan ini. Paketnya sangat lengkap dan insya Allah cukup untuk kebutuhan keluarga kami di awal Ramadan. Semoga BAZNAS dan KSrelief semakin maju dan terus membantu masyarakat kecil seperti kami,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca. Warga lainnya pun menyampaikan apresiasi serupa. Di tengah tantangan ekonomi, bantuan ini menjadi penyemangat untuk menyambut Ramadan dengan lebih tenang dan penuh harapan. Program ini menjadi pengingat bahwa Ramadan bukan hanya tentang ibadah personal, tetapi juga tentang kepedulian sosial. Melalui kolaborasi kemanusiaan antara KSrelief dan BAZNAS RI, semangat berbagi terus digelorakan—menyentuh mereka yang sering luput dari perhatian. Di sudut Kampung Pemulung, paket-paket pangan itu mungkin terlihat sederhana. Namun bagi puluhan keluarga, bantuan tersebut adalah simbol harapan: bahwa mereka tidak sendiri dalam menghadapi kehidupan.
BERITA13/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Operasi Senyap Tengah Malam: Kadis Damkar Minahasa Pimpin Evakuasi Sarang Lebah Berbahaya di Tonsea Lama
Operasi Senyap Tengah Malam: Kadis Damkar Minahasa Pimpin Evakuasi Sarang Lebah Berbahaya di Tonsea Lama
TONSEA LAMA ,13/2/2026 – Keheningan malam di lahan kebun kolaborasi Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Minahasa (BAZNAS) Minahasa mendadak berubah menjadi situasi siaga. Sebuah sarang lebah ditemukan menempel tepat di pintu belakang rumah kebun—lokasi yang setiap hari dilalui para petani. Sarang itu memang terlihat kecil. Namun justru di situlah bahayanya. Koloni lebah yang agresif sebelumnya telah memakan korban. Seorang petani tersengat saat melakukan aktivitas dikebun. Insiden itu menjadi alarm keras bagi kelompok tani. Laporan disertai bukti foto segera dikirimkan kepada Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Minahasa. Tanpa menunggu pagi, tanpa menunda waktu, tim rescue langsung bergerak pada malam hari. Dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Minahasa, Drs. Melky Luvy Rumate, M.Si, tim tiba di lokasi dengan perlengkapan lengkap. Helm, sarung tangan, hingga pakaian pelindung dikenakan rapat. Dengungan lebah terdengar jelas di bawah cahaya lampu penerangan seadanya. “Meski sarangnya kecil, jenis lebah seperti ini sangat berbahaya. Apalagi posisinya tepat di akses keluar-masuk rumah kebun. Ini bisa memicu serangan massal,” tegas Melky di lokasi. Bersama anggota timnya, termasuk Lutfi, Kadis bahkan turut langsung dalam proses evakuasi. Dengan teknik khusus dan gerakan terukur, sarang lebah perlahan dijinakkan. Situasi sempat menegang ketika sebagian lebah beterbangan liar, namun ketenangan tim rescue menjadi kunci. Hanya dalam waktu singkat, sarang berhasil dilepaskan dan dimasukkan ke dalam karung pengaman. Tidak ada korban tambahan. Rumah kebun kembali aman. Wakil Ketua IV Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Minahasa yang mendampingi kelompok tani menyaksikan langsung proses tersebut. Ia menyampaikan apresiasi tinggi atas kesigapan Damkar. “Kami sangat berterima kasih. Respons cepat ini bukan hanya menyelamatkan aktivitas kebun, tetapi juga melindungi keselamatan para petani. Ini bukti bahwa negara hadir hingga ke kebun-kebun rakyat,” ujarnya. Ia juga mengingatkan bahwa keselamatan adalah prioritas dalam setiap program pemberdayaan. “Kebun ini adalah simbol kolaborasi dan harapan. Tapi keselamatan jiwa tetap yang utama. Jika ada potensi bahaya, jangan ditangani sendiri. Segera hubungi pihak berwenang,” pesannya secara edukatif. Eko Harjo, Ketua Kelompok tani binaan Baznas Minahasa mengatakan sebelumnya Salah satu Petani menjadi korban sengatan, tak mampu menyembunyikan rasa syukurnya. “Kami takut kalau lebahnya makin banyak. Terima kasih kepada Pak Kadis dan tim yang datang malam-malam. Kami sekarang merasa aman kembali,” katanya. Dalam pernyataan Kadis Damkar Minahasa menegaskan bahwa tugas pemadam kebakaran bukan hanya memadamkan api. “Kami siap 1x24 jam di posko. Penanganan sarang lebah, hewan liar, hingga kondisi darurat lainnya adalah bagian dari tugas penyelamatan. Jangan ambil risiko. Hubungi tim rescue Damkar Kabupaten Minahasa,” tegas Melky. Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mencoba membakar atau menyiram sarang lebah sendiri karena dapat memicu serangan berbahaya.
BERITA13/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Malam Jumat Penuh Keberkahan, UPZ Masjid Al Hijrah Renegetan Salurkan 45 Paket Sembako Jelang Ramadan
Malam Jumat Penuh Keberkahan, UPZ Masjid Al Hijrah Renegetan Salurkan 45 Paket Sembako Jelang Ramadan
Minahasa, 12/2/2026 – Suasana Masjid Al Hijrah Renegetan pada malam Jumat selepas Magrib terasa lebih khidmat dari biasanya. Lantunan Q.S. Yasin menggema, doa-doa dipanjatkan dengan penuh harap, dan jamaah berkumpul dalam nuansa kebersamaan. Malam itu bukan sekadar rutinitas ibadah, tetapi momentum syiar dan penguatan gerakan zakat berbasis masjid menjelang Ramadan 1447 Hijriah. Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Masjid Al Hijrah menyalurkan 45 paket sembako kepada para mustahiq di tiga masjid, yakni: Masjid Al Hijrah: 31 paket Masjid Nurul Yaqin: 7 paket Masjid Al Haq: 7 paket Kegiatan diawali dengan pembacaan Q.S. Yasin, tahlilan, dan doa bersama sebagai ikhtiar spiritual memohon keberkahan atas amanah zakat, infak, dan sedekah yang dititipkan para donatur. Rangkaian kegiatan dipimpin oleh Ketua BTM Al Hijrah, Bapak Ibrahim Hamid, bersama Imam Masjid Al Hijrah, Bapak Kiki Palamani, sehingga suasana berlangsung penuh kekhusyukan dan rasa kekeluargaan. Turut hadir Ketua BTM Al Haq dan Wakil Imam Masjid Al Haq, Majelis Taklim dari keimaman Masjid Nurul Yaqin dan Masjid Al Haq, serta Pimpinan Yayasan Nurul Yaqin, Ibu Hj. Maya Naya. Kehadiran lintas jamaah ini memperlihatkan kuatnya ukhuwah dan sinergi antar masjid dalam menghidupkan fungsi sosial keumatan. Penyaluran bantuan ini menjadi bukti nyata bahwa UPZ bukan sekadar struktur organisasi, melainkan motor penggerak kepedulian umat di tingkat masjid. Ketua UPZ Masjid Al Hijrah menegaskan bahwa seluruh bantuan yang disalurkan merupakan amanah yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab. “UPZ hadir sebagai jembatan kepercayaan antara muzakki dan mustahiq. Setiap rupiah zakat, infak, dan sedekah yang dititipkan kepada kami wajib disalurkan secara tepat sasaran dan transparan. Inilah bentuk tanggung jawab kami kepada umat,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa menjelang Ramadan, kebutuhan masyarakat meningkat, sehingga peran UPZ semakin strategis. “Ramadan adalah momentum kebangkitan zakat. Jika dikelola melalui UPZ berbasis masjid secara amanah dan profesional, dampaknya akan langsung dirasakan oleh masyarakat sekitar,” tambahnya. Kegiatan malam Jumat ini juga menjadi ruang edukasi bagi jamaah tentang pentingnya menyalurkan zakat melalui lembaga resmi seperti UPZ yang terkoordinasi dengan BAZNAS. Beberapa keunggulan zakat melalui UPZ antara lain: Pendataan mustahiq berbasis lingkungan sekitar Penyaluran lebih cepat dan tepat sasaran Transparansi yang dapat dipantau jamaah Terkoordinasi secara sistematis dengan BAZNAS Waka IV BAZNAS Kabupaten Minahasa Sahlan Kokalo memberikan apresiasi atas konsistensi UPZ Al Hijrah dalam menghidupkan gerakan zakat berbasis masjid. “Ini adalah contoh nyata masjid yang hidup. UPZ merupakan perpanjangan tangan BAZNAS di tingkat masjid. Ketika UPZ aktif dan amanah, maka kepercayaan umat akan tumbuh dan kekuatan zakat semakin besar,” ujarnya. Ia berharap kegiatan seperti ini terus istiqamah dan menjadi inspirasi bagi masjid-masjid lain di Minahasa, terutama menjelang Ramadan. Ketua BTM Masjid Al Hijrah, Ibrahim Hamid, menyampaikan terima kasih kepada para donatur yang telah mempercayakan penyaluran bantuan melalui UPZ. “Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para donatur. Semoga setiap harta yang disalurkan menjadi amal jariyah, dilipatgandakan pahalanya oleh Allah SWT, dan membawa keberkahan bagi keluarga serta usaha para donatur,” ujarnya. Di ambang Ramadan, kegiatan malam Jumat di Masjid Al Hijrah Renegetan ini menegaskan bahwa syiar Islam bukan hanya pada lantunan ayat dan doa, tetapi juga pada aksi nyata membantu sesama. Karena ketika masjid hidup dengan ibadah dan zakat, maka umat akan kuat dengan kepedulian dan kebersamaan.
BERITA12/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Viral Jadi Kernet Delman Demi Bantu Orang Tua, Habibi Dapat Bantuan Rp5 Juta dari BAZNAS
Viral Jadi Kernet Delman Demi Bantu Orang Tua, Habibi Dapat Bantuan Rp5 Juta dari BAZNAS
Bekasi – Kisah Khoirul Ahmad Habibi (11), bocah yang viral karena menjadi kernet delman demi membantu perekonomian keluarga, mengundang perhatian banyak pihak. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bekasi bersama BAZNAS RI pun turun langsung mengunjungi kediamannya di Desa Sriamur, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi. Kunjungan sosial tersebut diwakili Wakil Ketua III BAZNAS Kabupaten Bekasi, H. Abdul Aziz HN, S.T., bersama staf pelaksana. Mereka datang membawa bantuan sekaligus memberikan dukungan moral agar Habibi tetap semangat mengejar pendidikan. Habibi tinggal bersama keluarganya di rumah kontrakan sederhana. Sang ayah, Asep Rusliadi, bekerja sebagai buruh serabutan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dalam kondisi ekonomi yang terbatas, Habibi memilih ikut membantu dengan menjadi kernet delman—namun hanya di akhir pekan. “Jadi kernet delmannya cuma di hari Sabtu dan Minggu pas libur sekolah. Cita-cita aku ingin menjadi tentara atau pemain sepak bola,” ujar Habibi polos. Di balik aktivitasnya membantu orang tua, semangat belajar Habibi tak surut. Setiap hari ia berjalan sekitar tiga kilometer menuju SDN Srimukti 02. Menurut gurunya, Habibi dikenal sebagai anak yang rajin dan disiplin. “Ya, Habibi anak yang rajin. Dia sering datang lebih awal, bahkan sudah berada di sekolah sekitar pukul 09.00, sementara jam pelajaran dimulai pukul 11.00,” kata gurunya. Kedisiplinan dan ketekunan Habibi menjadi potret bahwa keterbatasan ekonomi bukan penghalang untuk tetap berprestasi dan bermimpi besar. Dalam kunjungan tersebut, BAZNAS Kabupaten Bekasi menyerahkan bantuan senilai total Rp5 juta. Bantuan itu mencakup biaya pendidikan untuk Habibi dan adiknya, bantuan kesehatan untuk sang adik, biaya hidup untuk membantu pembayaran kontrakan selama tiga bulan, serta paket sembako. Wakil Ketua III BAZNAS Kabupaten Bekasi, H. Abdul Aziz HN, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap anak-anak yang tetap berjuang membantu keluarga tanpa meninggalkan pendidikan. “Alhamdulillah, hari ini kami dari BAZNAS Kabupaten Bekasi bersama BAZNAS RI bersilaturahmi ke kediaman Habibi dan orang tuanya. Di usia yang masih sangat belia, Habibi menunjukkan semangat luar biasa dengan membantu orang tuanya tanpa melupakan sekolah,” ujarnya. Ia berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban keluarga sekaligus menjadi penyemangat bagi Habibi untuk terus menempuh pendidikan. “Kami memberikan bantuan berupa perlengkapan sekolah dan dana sebesar lima juta rupiah yang akan digunakan untuk membayar kontrakan selama tiga bulan, biaya pendidikan, serta kebutuhan lainnya. Semoga bantuan ini memberi manfaat dan menjadi penyemangat bagi Habibi untuk meraih cita-citanya,” tambahnya. Kisah Habibi menjadi pengingat bahwa banyak anak di luar sana yang harus membantu orang tua di tengah keterbatasan ekonomi. Namun, pendidikan tetap menjadi prioritas utama. BAZNAS menegaskan komitmennya untuk hadir membantu keluarga prasejahtera agar anak-anak tetap bisa bersekolah dan memiliki masa depan yang lebih baik. Kunjungan ini bukan sekadar penyaluran bantuan, tetapi juga pesan kuat bahwa kerja keras anak-anak seperti Habibi tidak boleh dibiarkan berjalan sendiri. Dukungan sosial, zakat, dan kepedulian bersama menjadi jembatan agar mimpi-mimpi mereka tetap menyala. Di tengah hiruk pikuk kehidupan kota, kisah Habibi mengajarkan satu hal: semangat dan ketulusan seorang anak bisa menggerakkan banyak hati untuk peduli.
BERITA12/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
KSrelief dan BAZNAS Salurkan 7.000 Paket Pangan Ramadan Senilai Rp6,4 Miliar
KSrelief dan BAZNAS Salurkan 7.000 Paket Pangan Ramadan Senilai Rp6,4 Miliar
Jakarta – Pusat Bantuan Kemanusiaan dan Pertolongan Raja Salman (KSrelief) bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menyalurkan 7.000 paket pangan Ramadan senilai Rp6,4 miliar bagi masyarakat prasejahtera di empat provinsi. Program ini ditujukan untuk membantu pemenuhan kebutuhan pangan keluarga selama bulan suci Ramadan. Penyaluran dilakukan di Provinsi Banten sebanyak 1.125 paket, DKI Jakarta 3.000 paket, Jawa Barat 1.375 paket, dan Jawa Tengah 1.500 paket. Sasaran bantuan meliputi kelompok fisabilillah, fakir miskin, serta korban bencana yang membutuhkan dukungan pangan menjelang dan selama Ramadan. Setiap paket berisi bahan kebutuhan pokok, antara lain beras, minyak goreng, mi instan, sarden, kecap manis, saus, garam, dan gula. Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Kamis (12/2/2026). Bantuan diserahkan oleh Perwakilan KSrelief Abdul Karim Al Yusuf, didampingi Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Faisal Abdullah Al-Amudi, dan diterima langsung oleh Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, M.A. Ketua BAZNAS RI Noor Achmad menyampaikan apresiasi atas konsistensi dukungan KSrelief kepada masyarakat Indonesia melalui BAZNAS. Menurut dia, bantuan pangan Ramadan tersebut selalu dinantikan masyarakat setiap tahun. “Kita untuk kesekian kalinya kembali mendapatkan bantuan dari KSrelief. Alhamdulillah, bantuan ini memang sangat ditunggu oleh masyarakat Indonesia,” kata Noor Achmad. Ia menjelaskan, program paket pangan Ramadan dari KSrelief telah berlangsung sejak 2022 hingga 2026. Bantuan serupa juga disalurkan ke berbagai negara, namun nilai bantuan untuk Indonesia pada tahun ini tergolong besar. Noor menilai, program ini menjadi salah satu bantuan pangan keluarga terbesar yang disalurkan melalui BAZNAS. Ia berharap paket tersebut dapat membantu mencukupi kebutuhan makan keluarga penerima selama Ramadan. “Bantuan ini kami salurkan kepada mereka yang benar-benar membutuhkan—yang kondisi rumahnya belum layak, ekonominya lemah, dan kehidupan keluarganya dalam keadaan kurang baik. Ketika mereka menerima bantuan ini, kebahagiaan yang dirasakan sungguh luar biasa,” ujarnya. Perwakilan KSrelief Abdul Karim Al Yusuf mengatakan lembaganya telah menyalurkan bantuan kemanusiaan ke lebih dari 70 negara di dunia. Khusus untuk Indonesia tahun ini, nilai bantuan mencapai Rp6,4 miliar. “Secara khusus untuk Indonesia, pada tahun ini bantuan yang diberikan senilai Rp6,4 miliar,” ujarnya. Sementara itu, Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Faisal Abdullah Al-Amudi menyampaikan apresiasi kepada KSrelief, BAZNAS, serta seluruh pihak yang memfasilitasi penyaluran bantuan. Ia menegaskan, program tersebut mencerminkan eratnya hubungan antara Pemerintah Kerajaan Arab Saudi dan Pemerintah Republik Indonesia, sekaligus komitmen Arab Saudi dalam menyalurkan bantuan kemanusiaan, terutama menjelang Ramadan. “Kerajaan Arab Saudi senantiasa memberikan perhatian dan terus menyalurkan bantuan kepada mereka yang membutuhkan, khususnya umat Islam. Tradisi ini telah dimulai sejak masa Raja Abdul Aziz hingga Raja Salman bin Abdul Aziz Al Saud,” kata Faisal. Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah pimpinan BAZNAS RI, antara lain Pimpinan Bidang Pengumpulan Rizaludin Kurniawan, Pimpinan Bidang Koordinasi Nasional Achmad Sudrajat, Pimpinan Bidang Perencanaan, Kajian, dan Pengembangan Zainulbahar Noor, Deputi I Bidang Pengumpulan Mohamad Arifin Purwakananta, serta perwakilan Direktorat Timur Tengah Kementerian Luar Negeri RI. Penyaluran 7.000 paket pangan ini menambah daftar kolaborasi kemanusiaan antara Indonesia dan Arab Saudi, sekaligus memperkuat peran lembaga filantropi dalam menjaga ketahanan pangan masyarakat rentan menjelang Ramadan.
BERITA12/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS RI–Dubes RI di Mesir Lepas 5 Mobile Clinic ke Gaza, Bantuan Tempo Scan Siap Layani Warga Palestina di Zona Krisis
BAZNAS RI–Dubes RI di Mesir Lepas 5 Mobile Clinic ke Gaza, Bantuan Tempo Scan Siap Layani Warga Palestina di Zona Krisis
Kairo – Komitmen kemanusiaan Indonesia untuk Palestina kembali ditegaskan. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Duta Besar Republik Indonesia untuk Mesir, Kuncoro Giri Waseso, secara resmi menyerahkan lima unit Mobile Clinic bantuan dari Tempo Scan di Kairo, Mesir, Selasa (10/2/2026). Bantuan ini diproyeksikan menjadi garda depan layanan kesehatan darurat bagi masyarakat Palestina, khususnya di Gaza, yang hingga kini masih menghadapi krisis kemanusiaan berkepanjangan akibat konflik. Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menegaskan, keberadaan lima unit Mobile Clinic tersebut sangat strategis karena mampu menjangkau wilayah yang sulit diakses fasilitas kesehatan permanen. “Tempo Scan ini sudah sering memberikan bantuan untuk masyarakat Palestina, baik pangan maupun kemanusiaan lainnya. Alhamdulillah, kali ini kembali menyalurkan lima unit Mobile Clinic. Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang terus diberikan kepada BAZNAS sebagai mitra penyaluran bantuan,” ujar Kiai Noor di Mesir, Rabu (11/2/2026). Menurut Kiai Noor, kondisi di lapangan menuntut layanan yang cepat, fleksibel, dan mampu bergerak. Mobile Clinic dinilai menjadi solusi efektif karena dapat berpindah lokasi sesuai kebutuhan darurat. Kelima unit tersebut telah dilengkapi fasilitas pemeriksaan kesehatan dasar, layanan medis awal, serta dukungan logistik kesehatan untuk membantu tenaga medis memberikan penanganan pertama bagi warga terdampak. Kelompok rentan seperti anak-anak, perempuan, dan lansia menjadi prioritas penerima manfaat. BAZNAS memastikan operasionalnya akan dikoordinasikan bersama mitra kemanusiaan di Mesir dan jaringan internasional yang berpengalaman di wilayah konflik Palestina. “Untuk memastikan bantuan berjalan cepat dan efektif, BAZNAS bekerja sama dengan organisasi kemanusiaan di Mesir serta mitra internasional yang telah lama beroperasi di wilayah konflik,” jelasnya. Duta Besar RI untuk Mesir, Kuncoro Giri Waseso, menyampaikan apresiasi atas sinergi BAZNAS dan Tempo Scan dalam menghadirkan bantuan nyata untuk rakyat Gaza. “Alhamdulillah, hari ini 10 Februari, saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada BAZNAS yang dengan upaya kerasnya menyediakan lima unit ambulans untuk bantuan kemanusiaan di Gaza,” ujar Kuncoro. Ia berharap bantuan tersebut dapat segera dimanfaatkan secara optimal dan memberikan dampak nyata bagi pemulihan kondisi kemanusiaan di Palestina. Tak lupa, Kuncoro juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Indonesia yang selama ini konsisten menyalurkan bantuan finansial maupun material bagi rakyat Palestina. “Terima kasih kepada masyarakat kita, baik yang berada di Kairo maupun di Indonesia, atas bantuan-bantuan kemanusiaan yang terus mengalir. Insya Allah, kita akan terus berupaya membuka jalur dan melancarkan bantuan kemanusiaan ke Gaza,” tegasnya. Kiai Noor menambahkan, kerja sama dengan Tempo Scan menjadi contoh konkret kolaborasi sektor swasta dan lembaga filantropi dalam memperluas dampak bantuan internasional. Menurutnya, dukungan dunia usaha sangat penting dalam merespons krisis global yang membutuhkan intervensi cepat dan berkelanjutan. “Apa yang dilakukan Tempo Scan ini patut diapresiasi. Melalui kerja sama ini, BAZNAS berharap kontribusi masyarakat dan sektor swasta Indonesia terus mengalir dan memberi dampak nyata bagi pemulihan kondisi kemanusiaan di Palestina,” pungkasnya. Penyaluran lima unit Mobile Clinic ini menambah daftar kontribusi kemanusiaan Indonesia untuk Palestina, sekaligus mempertegas peran zakat, infak, dan kolaborasi kemitraan sebagai instrumen solidaritas global yang konkret dan terukur.
BERITA12/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Jelang Ramadan, Masjid Al Hijrah Bergerak: Bersih Masjid, Doa Bersama hingga Salurkan Sembako untuk Mustahik
Jelang Ramadan, Masjid Al Hijrah Bergerak: Bersih Masjid, Doa Bersama hingga Salurkan Sembako untuk Mustahik
Minahasa – Menyambut datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Masjid Al Hijrah Rinegetan menunjukkan semangat kolektif jamaah dalam memakmurkan masjid dan memperkuat kepedulian sosial. Berbagai kegiatan digelar secara gotong royong, mulai dari pembersihan dan penataan masjid, persiapan aktivitas Ramadan, hingga puncaknya doa bersama dan penyaluran sembako kepada mustahik oleh Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Al Hijrah. Sebagai puncak rangkaian kegiatan, UPZ Al Hijrah akan menyalurkan bantuan sembako dari para donatur yang dirangkaikan dengan Pembacaan Q.S. Yasin dan Tahlil Bersama Jamaah, yang akan dilaksanakan pada hari Kamis, 12 Februari 2026, pukul 18.00 WITA, bertempat di Masjid Al Hijrah, Rinegetan. Kegiatan ini melibatkan jamaah dari Masjid Nurul Yaqin, Masjid Al Haq, dan Masjid Al Hijrah. Agenda tersebut diniatkan sebagai doa bersama untuk para ahli kubur, sekaligus mempererat ukhuwah islamiyah antarjamaah menjelang Ramadan. Pimpinan BAZNAS Kabupaten Minahasa mengapresiasi langkah Masjid Al Hijrah yang dinilai menjadi contoh nyata peran masjid dan UPZ dalam menyambut Ramadan secara bermakna. “Ini adalah kegiatan yang betul-betul menjadi teladan. Masjid tidak hanya dipersiapkan secara fisik, tetapi juga dihidupkan dengan doa dan kepedulian sosial. Inilah wajah zakat dan masjid yang dirasakan langsung manfaatnya oleh umat,” ujar Pimpinan BAZNAS Minahasa. Menurutnya, menjelang Ramadan, peran UPZ di setiap masjid perlu terus ditingkatkan agar kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan zakat, infak, dan sedekah semakin kuat. “Ketika zakat dikelola secara amanah dan transparan melalui masjid, masyarakat akan semakin percaya. Dari kepercayaan itulah lahir kekuatan zakat untuk menolong sesama,” tambahnya. Ketua Badan Ta’mir Masjid (BTM) Al Hijrah, Ibrahim Hamid, menuturkan bahwa seluruh rangkaian kegiatan ini merupakan ikhtiar bersama jamaah untuk menyambut Ramadan dengan hati yang bersih dan semangat kebersamaan. “Kami ingin masjid benar-benar menjadi pusat ibadah dan kepedulian. Doa bersama, Yasin dan tahlil, hingga penyaluran sembako adalah satu rangkaian yang saling menguatkan,” ujarnya. Sementara itu, Imam Masjid Al Hijrah, Kiki Palamani, menekankan bahwa persiapan Ramadan bukan hanya soal agenda, tetapi juga pembinaan ruhani jamaah. “Membersihkan masjid adalah bagian dari membersihkan jiwa. Ketika masjid hidup dengan doa dan kebersamaan, insyaallah Ramadan akan dijalani dengan lebih khusyuk,” katanya. Ketua UPZ Al Hijrah, Samsul Arif, menyampaikan bahwa penyaluran sembako merupakan amanah dari para donatur yang harus disampaikan tepat sasaran. “UPZ hadir sebagai jembatan kepercayaan antara jamaah, donatur, dan mustahik. Ketika jamaah melihat manfaat zakat secara langsung, maka kesadaran dan partisipasi akan tumbuh,” ujarnya. Ia berharap, kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi masjid-masjid lain untuk mengaktifkan UPZ sebagai motor penggerak zakat berbasis masjid, khususnya menjelang Ramadan. Melalui kolaborasi doa, gotong royong, dan aksi sosial ini, Masjid Al Hijrah menegaskan bahwa menyambut Ramadan bukan sekadar seremoni, melainkan gerakan bersama—menguatkan iman, menumbuhkan kepedulian, dan menghadirkan manfaat nyata bagi umat.
BERITA11/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Sukseskan Program Ramadan, BAZNAS RI Ajak Masyarakat Tingkatkan Zakat dan Sedekah
Sukseskan Program Ramadan, BAZNAS RI Ajak Masyarakat Tingkatkan Zakat dan Sedekah
Jakarta – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mengajak masyarakat untuk meningkatkan zakat dan sedekah selama bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Ajakan ini disampaikan Pimpinan BAZNAS RI Bidang Transformasi Digital Nasional, Prof. Nadratuzzaman, dalam pengajian Selasa pagi yang digelar Pusdiklat BAZNAS RI. “Zakat dan sedekah adalah salah satu cara untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah SWT,” ujar Prof. Nadratuzzaman, dikutip dari kanal YouTube BAZNAS TV, Selasa (10/2/2026). Dalam kajian tersebut, Prof. Nadratuzzaman memaparkan rangkaian Program Ramadan 2026 yang mengusung tema “Zakat Menguatkan Indonesia”. Program ini dirancang untuk memperkuat kesadaran publik akan peran strategis zakat dan sedekah dalam meningkatkan kesejahteraan umat, khususnya di bulan penuh berkah. Salah satu program unggulan yang disampaikan adalah kerja sama BAZNAS RI dengan Perum Bulog dalam penyaluran zakat fitrah. Kolaborasi ini diharapkan dapat memastikan distribusi zakat berjalan lebih tepat sasaran dan merata. “Kami telah bekerja sama dengan Bulog untuk menyalurkan zakat fitrah kepada masyarakat yang membutuhkan. Ini menjadi contoh konkret bagaimana BAZNAS bisa berkolaborasi dengan berbagai lembaga demi kesejahteraan umat,” jelasnya. Prof. Nadratuzzaman juga mengajak seluruh BAZNAS Provinsi, Kabupaten, dan Kota untuk ikut menyemarakkan Ramadan dengan mengadaptasi dan mengimplementasikan program-program BAZNAS RI sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan daerah masing-masing. “Semoga melalui kajian ini, Bapak-Ibu bisa mencontoh dan menyesuaikan program-program BAZNAS yang relevan dengan kondisi wilayahnya,” ujarnya. Pada kesempatan yang sama, Direktur Pendayagunaan dan Penyaluran UPZ dan CSR BAZNAS RI, Eka Budhi Sulistyo, memaparkan sederet program yang akan dilaksanakan selama Ramadan 2026. Program tersebut antara lain Lomba Cinta Islam, Santri Membiayai Desa, Z-Mart, Z-Corner Kampung Ramadan, Santunan Anak Yatim, Buka Puasa Bersama, Rumah Layak Huni, Musala Berseri, ZAuto, hingga Mudik Bersama BAZNAS. “Program-program ini menjadi sarana untuk mendekatkan BAZNAS dengan para muzaki, sekaligus memastikan bahwa zakat yang dititipkan benar-benar memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” kata Eka. Eka menyebutkan, sebanyak 320.896 jiwa ditargetkan menjadi penerima manfaat dari 29 program Ramadan BAZNAS. Jumlah tersebut berpotensi terus bertambah jika BAZNAS di daerah turut mengimplementasikan program serupa. Sebagai contoh, melalui program Mudik Bersama dan ZAuto, BAZNAS RI menargetkan pelayanan bagi 5.000 pengendara motor selama masa persiapan mudik Lebaran. Jika program ini direplikasi di daerah, manfaat yang dirasakan masyarakat akan jauh lebih luas. “Kami berharap BAZNAS di daerah yang memiliki program ZAuto bisa memperkuatnya dengan berbagai kegiatan syiar zakat, sehingga manfaatnya tidak hanya dirasakan secara ekonomi, tetapi juga secara edukatif dan spiritual,” pungkas Eka. Melalui rangkaian program tersebut, BAZNAS berharap Ramadan 1447 H menjadi momentum kebangkitan zakat dan sedekah sebagai instrumen penguat solidaritas sosial dan kesejahteraan umat di Indonesia.
BERITA11/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Kirim Ambulans dari Karawang untuk Gaza
BAZNAS Kirim Ambulans dari Karawang untuk Gaza
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mengirimkan satu unit ambulans ke Jalur Gaza sebagai bagian dari bantuan kemanusiaan bagi warga Palestina yang terdampak krisis berkepanjangan. Ambulans senilai 47.000 dolar AS atau sekitar Rp790 juta itu merupakan hasil solidaritas Pemerintah Kabupaten Karawang dan masyarakat Karawang. Pengiriman ambulans dilakukan melalui kerja sama BAZNAS RI dengan lembaga kemanusiaan Gazze Destek Dernegi (GDD) yang berbasis di Mesir. Skema ini dipilih untuk memastikan bantuan dapat masuk ke Gaza secara aman dan digunakan tepat sasaran di tengah keterbatasan akses kemanusiaan. Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA. mengatakan, bantuan tersebut mencerminkan kepedulian masyarakat Indonesia, khususnya Karawang, terhadap penderitaan rakyat Palestina. Ambulans itu diserahkan di Mesir dan akan segera diupayakan masuk ke Gaza. “Ini adalah amanah dari Pemerintah Kabupaten Karawang dan masyarakat Karawang untuk masyarakat Gaza. Ambulans akan segera disalurkan melalui GDD Mesir, organisasi kemanusiaan yang memiliki jaringan kuat dan pengalaman panjang di wilayah Palestina,” ujar Noor Achmad di Mesir, Senin (9/2/2026). Menurut Noor Achmad, GDD bekerja sama dengan berbagai lembaga internasional dan dikelola oleh masyarakat asli Gaza, sehingga memahami secara langsung kebutuhan di lapangan. Ambulans yang dikirim juga diproduksi dengan spesifikasi khusus agar mampu beroperasi di wilayah dengan kondisi darurat dan keterbatasan fasilitas kesehatan. Ia menambahkan, kebutuhan bantuan kemanusiaan di Gaza saat ini sangat besar, terutama menjelang bulan Ramadan. Selain layanan medis darurat, warga Gaza juga membutuhkan bantuan pangan dan kebutuhan dasar lainnya. “Kebutuhan di Gaza sangat masif. Menjelang Ramadan, mereka bukan hanya membutuhkan ambulans, tetapi juga makanan dan bantuan kemanusiaan lainnya,” kata Noor Achmad. Dari pihak daerah, Bupati Karawang yang diwakili Sekretaris Daerah Kabupaten Karawang, H. Asep Aang Rahmatullah, menyampaikan bahwa bantuan ambulans tersebut berasal dari kolaborasi pemerintah daerah, masyarakat, dan Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Karawang yang disalurkan melalui BAZNAS. Selain ambulans, Pemerintah Kabupaten Karawang bersama masyarakat dan ASN juga menyalurkan bantuan pangan untuk Gaza senilai Rp236 juta. “Mudah-mudahan bantuan ini dapat bermanfaat bagi saudara-saudara kami di Gaza, terutama menjelang bulan Ramadan,” ujar Asep. Sementara itu, Pimpinan GDD Mesir, Abu Faros, menyampaikan apresiasi atas kepedulian masyarakat Indonesia. Ia menegaskan komitmen organisasinya untuk segera mengupayakan masuknya ambulans ke wilayah Gaza. “Insya Allah, dalam waktu yang tidak lama kami dapat memasuki wilayah Gaza. Kami akan memastikan ambulans ini dapat segera digunakan untuk melayani masyarakat,” kata Abu Faros. Menurut Abu Faros, keberadaan ambulans sangat krusial di tengah keterbatasan fasilitas kesehatan dan meningkatnya kebutuhan layanan medis darurat di Gaza. Ambulans tersebut diharapkan dapat membantu penanganan korban serta mendukung upaya pencegahan penyakit di wilayah yang masih berada dalam situasi darurat kemanusiaan.
BERITA10/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Kolaborasi Indonesia–Malaysia, BAZNAS RI dan ANGKASA Suntik Modal Koperasi Masjid di Bandung
Kolaborasi Indonesia–Malaysia, BAZNAS RI dan ANGKASA Suntik Modal Koperasi Masjid di Bandung
Kabupaten Bandung – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Angkatan Koperasi Kebangsaan Malaysia Berhad (ANGKASA) kembali memperkuat peran masjid sebagai pusat pemberdayaan ekonomi umat. Kali ini, bantuan penguatan modal disalurkan kepada Koperasi Konsumen Berkah Bersama Masjid Darul Rihlah, Desa Alam Endah, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung, Senin (9/2/2026). Penyaluran bantuan tersebut merupakan bagian dari program kerja sama internasional BAZNAS dan ANGKASA yang fokus pada penguatan koperasi berbasis masjid di Indonesia. Masjid Darul Rihlah terpilih sebagai salah satu dari lima masjid penerima bantuan nasional, karena dinilai aktif menggerakkan ekonomi masyarakat melalui pendekatan keuangan syariah dan pemberdayaan jamaah. Secara total, bantuan yang disalurkan mencapai Rp252 juta untuk lima masjid di Indonesia. Masing-masing masjid menerima 3.000 dolar AS atau setara Rp50 juta (kurs Rp16.800). Dana tersebut diarahkan untuk memperkuat permodalan koperasi masjid, sekaligus mendorong terciptanya kemandirian ekonomi umat yang berkelanjutan. Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung, KH. Yusuf Ali Tantowi, menyampaikan apresiasi atas sinergi BAZNAS RI dan ANGKASA Malaysia yang telah memberikan kepercayaan kepada Kabupaten Bandung. “Alhamdulillah, Kabupaten Bandung mendapatkan satu paket bantuan untuk Koperasi Konsumen Berkah Bersama Masjid Darul Rihlah. Semoga koperasi masjid ini terus berkembang dan memberi manfaat luas bagi masyarakat. Desa Alam Endah sebelumnya juga telah menerima BAZNAS Award dari BAZNAS Kabupaten Bandung,” ujar Yusuf Ali Tantowi. Sementara itu, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, MA, menegaskan bahwa penguatan koperasi masjid merupakan bagian dari strategi besar BAZNAS dalam memperluas akses pembiayaan ekonomi umat berbasis keuangan syariah. “Masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat solusi ekonomi umat. Melalui koperasi dan pembiayaan mikro berbasis masjid, BAZNAS mendorong pelaku usaha mikro di sekitar masjid agar dapat tumbuh secara berkelanjutan tanpa terbebani bunga dan jaminan,” jelas Saidah dalam keterangan tertulis. Dari pihak mitra internasional, Presiden ANGKASA, Datuk Seri Dr. Abdul Fattah Abdullah, menyampaikan bahwa koperasi berbasis masjid memiliki keunggulan karena dibangun di atas nilai kebersamaan dan tanggung jawab kolektif jamaah. “Koperasi masjid digerakkan oleh komunitas kariah. Dengan koperasi, anggota merasa memiliki, bertanggung jawab, dan terlibat langsung dalam aktivitas ekonomi di lingkungan masjid,” ungkap Datuk Fattah. Tak hanya menyalurkan bantuan modal, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan Pasar Murah Berkah yang digelar oleh BAZNAS Kabupaten Bandung. Program ini diperuntukkan bagi masyarakat dan jamaah Masjid Darul Rihlah sebagai bentuk dukungan langsung terhadap daya beli dan kebutuhan pokok warga sekitar. Kolaborasi lintas negara ini menjadi bukti bahwa masjid dapat bertransformasi menjadi pusat ibadah sekaligus pusat ekonomi umat, memperkuat solidaritas sosial, dan menghadirkan solusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
BERITA10/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Jelang Ramadan 1447 H, KPU Halmahera Tengah Salurkan Donasi ke BAZNAS untuk Warga Dhuafa
Jelang Ramadan 1447 H, KPU Halmahera Tengah Salurkan Donasi ke BAZNAS untuk Warga Dhuafa
Weda – Menyambut datangnya Ramadan 1447 Hijriah, semangat berbagi mulai terasa di Kabupaten Halmahera Tengah. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Halmahera Tengah menyerahkan donasi sosial kepada Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Halmahera Tengah sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat kurang mampu, Selasa (10/2/2026). Penyerahan bantuan dilaksanakan di Weda dan diserahkan langsung oleh Sekretaris KPU Halmahera Tengah, Abdul Hafid, S.E., kepada perwakilan BAZNAS Halmahera Tengah, Riyo Gusti Rahman dan Rizal Bahrudin, dalam suasana penuh kebersamaan. Abdul Hafid menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen KPU untuk tidak hanya berperan dalam bidang kepemiluan, tetapi juga hadir di tengah masyarakat melalui aksi sosial. Menurutnya, Ramadan menjadi momentum tepat untuk memperkuat empati dan kepedulian terhadap sesama, terutama bagi warga yang membutuhkan dukungan menjelang bulan suci. “Ini adalah bentuk kepedulian kami. Ramadan mengajarkan kita untuk berbagi dan memperkuat solidaritas,” ujarnya. Adapun bantuan yang disalurkan berupa kebutuhan pokok, terdiri dari: 7 karung beras @35 kilogram 10 sachet minyak goreng ukuran 1,3 liter 5 kotak teh celup 8 bungkus mi instan 15 bungkus gula pasir @1 kilogram Bantuan ini merupakan hasil kepedulian internal jajaran KPU Halmahera Tengah yang kemudian dikolaborasikan dengan BAZNAS sebagai lembaga resmi pengelola zakat dan bantuan sosial. Perwakilan BAZNAS Halmahera Tengah menyampaikan apresiasi atas kontribusi tersebut. Bantuan akan segera didistribusikan kepada para mustahik yang telah terdata, termasuk fakir miskin dan keluarga kurang mampu di wilayah Halmahera Tengah. “Kami berkomitmen menyalurkan bantuan ini secara tepat sasaran agar benar-benar membantu masyarakat dalam menyambut Ramadan,” ujar perwakilan BAZNAS. Langkah kolaboratif ini menunjukkan bahwa solidaritas sosial dapat dibangun lintas lembaga. Ketika institusi pemerintah dan lembaga zakat berjalan beriringan, dampaknya tidak hanya meringankan beban ekonomi warga, tetapi juga memperkuat rasa kebersamaan. Secara edukatif, kegiatan ini menjadi contoh bahwa berbagi tidak harus menunggu dalam jumlah besar. Kepedulian yang dikumpulkan secara kolektif mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. KPU Halmahera Tengah berharap aksi sosial ini dapat menginspirasi institusi lain untuk turut berkontribusi menjelang Ramadan 1447 H. Sebab, esensi Ramadan bukan hanya ibadah personal, tetapi juga memperluas kebaikan sosial bagi sesama.
BERITA10/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Minahasa Dorong Kesadaran Zakat Perdagangan, Dari Edukasi hingga Aksi Nyata Umat
BAZNAS Minahasa Dorong Kesadaran Zakat Perdagangan, Dari Edukasi hingga Aksi Nyata Umat
Minahasa – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Minahasa terus menguatkan perannya sebagai garda terdepan dalam membangun kemandirian umat melalui pengelolaan zakat yang profesional, transparan, dan berdampak luas. Salah satu fokus utama yang kini digencarkan adalah edukasi zakat perdagangan, yang masih kerap disalahpahami oleh sebagian pelaku usaha Muslim. Pimpinan Baznas Minahasa menegaskan bahwa zakat perdagangan bukan sekadar kewajiban formal, melainkan instrumen spiritual dan sosial untuk membersihkan harta sekaligus menggerakkan roda kesejahteraan umat. “Zakat bukan hanya tentang memberi, tetapi tentang menumbuhkan keberkahan. Ketika zakat ditunaikan dengan benar, maka harta menjadi bersih, usaha menjadi berkah, dan masyarakat menjadi kuat,” tegasnya. BAZNAS Minahasa menjelaskan bahwa nisab zakat perdagangan ditetapkan setara 85 gram emas, dengan kadar zakat 2,5 persen. Zakat dapat dikeluarkan setiap tahun atau setiap bulan, menyesuaikan dengan kondisi usaha. Perhitungan zakat perdagangan dilakukan secara transparan dan mudah dipahami, yakni dari: modal yang diputar + keuntungan + simpanan + piutang yang dapat dicairkan, dikurangi utang jatuh tempo dan kerugian, kemudian dikalikan 2,5 persen. Penetapan ini mengacu pada SK Ketua BAZNAS Nomor 13 Tahun 2025, yang menegaskan bahwa zakat pendapatan dan jasa ditujukan untuk menghadirkan keadilan ekonomi serta memperluas manfaat zakat bagi mustahik. Melalui kanal pengumpulan yang resmi dan aman, BAZNAS Minahasa memastikan setiap rupiah zakat yang dititipkan oleh muzaki akan dikelola secara amanah, profesional, dan tepat sasaran. Dana zakat disalurkan dalam berbagai program unggulan, mulai dari bantuan pendidikan, penguatan ekonomi umat, layanan kesehatan, hingga respons kemanusiaan. BAZNAS Minahasa juga mengajak masyarakat untuk menyalurkan zakat melalui rekening resmi serta layanan digital yang telah disiapkan, sekaligus mengirimkan bukti transaksi ke Layanan BAZNAS Minahasa agar tercatat dengan baik dan akuntabel. Upaya edukasi yang terus dilakukan ini menjadi bukti bahwa BAZNAS Minahasa tidak hanya berperan sebagai lembaga pengumpul dana, tetapi juga agen pencerahan umat. Dengan zakat yang ditunaikan secara benar, diharapkan lahir masyarakat yang lebih adil, sejahtera, dan berakhlak mulia. “Zakat adalah energi peradaban. Jika dikelola bersama, ia menjadi kekuatan besar untuk mengubah mustahik menjadi muzaki,” tutup pernyataan BAZNAS Minahasa. Dengan semangat kolaborasi dan kesadaran kolektif, BAZNAS Minahasa mengajak seluruh pelaku usaha Muslim untuk menunaikan zakat tepat waktu, karena dari zakat yang dititipkan, masa depan umat dibangun.
BERITA10/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Optimalkan Potensi ZIS, Marwan Dasopang Dorong Penguatan Regulasi Badan Amil Zakat Nasional
Optimalkan Potensi ZIS, Marwan Dasopang Dorong Penguatan Regulasi Badan Amil Zakat Nasional
Jakarta — Upaya mengoptimalkan potensi zakat, infak, dan sedekah (ZIS) nasional kembali menguat di parlemen. Ketua Komisi VIII DPR RI, Marwan Dasopang, menyatakan komitmennya untuk mendukung penguatan regulasi Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) agar penghimpunan dan pengelolaan dana umat kian efektif serta berdampak luas bagi kesejahteraan masyarakat. Pernyataan itu disampaikan Marwan di Gedung DPR RI, Selasa (10/2/2026). Ia menilai potensi ZIS Indonesia yang besar belum sepenuhnya tergarap optimal. Karena itu, menurut dia, diperlukan payung hukum dan kebijakan yang semakin kokoh untuk menopang kerja-kerja kelembagaan BAZNAS. “Kami siap mendukung penguatan regulasi dan undang-undang jika diperlukan, agar potensi ZIS dapat dihimpun secara optimal dan pengelolaannya semakin efektif,” ujar Marwan. Politikus Partai Kebangkitan Bangsa itu menegaskan, peningkatan penghimpunan zakat menjadi kunci agar distribusinya mampu mendorong perubahan nyata, terutama dalam pengentasan kemiskinan. Ia menyebut zakat bukan sekadar kewajiban ibadah individual, melainkan instrumen sosial-ekonomi yang strategis bila dikelola secara terintegrasi. “Komisi VIII DPR RI siap mendukung jika BAZNAS membutuhkan penguatan regulasi dan undang-undang. Di sisi lain, BAZNAS juga harus mampu meyakinkan masyarakat bahwa zakat yang dikelola benar-benar amanah dan berdampak,” katanya. Marwan membayangkan skema besar pengelolaan zakat yang terkoordinasi secara nasional. Dengan sistem yang kuat dan transparan, zakat dapat menjadi pengungkit mobilitas sosial—mengangkat mustahik menjadi mandiri, bahkan bertransformasi menjadi muzaki. “Kita ingin zakat ini benar-benar mengangkat ekonomi masyarakat. Kalau bisa, dari miskin menjadi tidak miskin, bahkan menjadi muzaki. Dampaknya akan luar biasa jika dikelola dalam satu gerakan yang terkoordinasi,” ujarnya. Dalam kesempatan itu, ia juga mengajak masyarakat menunaikan zakat melalui BAZNAS sebagai lembaga resmi negara yang mengelola dana umat secara profesional dan akuntabel. Menurut dia, pengelolaan dalam satu sistem nasional akan memperbesar daya ungkit program pemberdayaan. “Kami berharap masyarakat menunaikan zakat melalui BAZNAS. Dampaknya akan jauh lebih besar jika dikelola bersama dalam satu sistem yang kuat dan terintegrasi,” ucap Marwan. Dukungan parlemen ini membuka ruang bagi penguatan arsitektur regulasi zakat nasional. Jika terwujud, langkah tersebut berpotensi menjadikan ZIS sebagai salah satu instrumen penting dalam strategi pembangunan sosial dan pengurangan kemiskinan di Indonesia.
BERITA10/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Minahasa Dorong Kesadaran Zakat Terarah, Waka I: Zakat Bukan Sekadar Gugur Kewajiban
BAZNAS Minahasa Dorong Kesadaran Zakat Terarah, Waka I: Zakat Bukan Sekadar Gugur Kewajiban
Minahasa – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Minahasa terus mengintensifkan edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi. Upaya ini dilakukan agar zakat tidak hanya menggugurkan kewajiban, tetapi benar-benar menjadi instrumen sosial yang berdampak luas bagi kesejahteraan umat. Wakil Ketua I BAZNAS Minahasa Bidang Pengumpulan menegaskan, zakat yang disalurkan melalui BAZNAS dikelola secara syar’i, profesional, transparan, dan akuntabel, sesuai amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat. “Zakat bukan sekadar ritual tahunan. Ia adalah sistem ekonomi Islam yang jika dikelola dengan baik, mampu mengangkat mustahik menjadi muzaki. Inilah yang terus kami edukasikan kepada masyarakat,” ujar Waka I BAZNAS Minahasa. Ia menjelaskan, BAZNAS tidak hanya berperan sebagai pengumpul dana zakat, tetapi juga sebagai lembaga yang memberikan edukasi mendasar kepada masyarakat terkait pemahaman zakat, mulai dari zakat fitrah, zakat maal, nisab, haul, hingga tata cara perhitungan yang benar. Menurutnya, masih banyak masyarakat yang memiliki kemampuan finansial namun belum menunaikan zakat secara optimal, bukan karena enggan, melainkan karena minimnya literasi zakat. “Ketika masyarakat memahami ilmunya, maka kesadaran akan tumbuh dengan sendirinya. Zakat yang ditunaikan dengan ilmu akan menghadirkan ketenangan bagi muzaki dan harapan baru bagi mustahik,” jelasnya. BAZNAS Minahasa juga memastikan bahwa setiap dana yang dihimpun disalurkan secara tepat sasaran, baik dalam bentuk bantuan konsumtif maupun program pemberdayaan ekonomi produktif yang berkelanjutan, seperti dukungan bagi petani, pelaku UMKM, pendidikan, hingga layanan kesehatan umat. Untuk memudahkan masyarakat, BAZNAS Minahasa kini menyediakan berbagai kanal pengumpulan zakat, baik secara langsung di kantor layanan maupun melalui sistem pembayaran non-tunai dan digital. “Kami ingin zakat menjadi mudah, aman, dan berdampak. Ketika zakat disalurkan melalui lembaga resmi, maka keberkahannya tidak hanya dirasakan secara personal, tetapi juga menjadi solusi sosial bagi daerah,” tegasnya. Melalui penguatan edukasi dan optimalisasi pengumpulan zakat, BAZNAS Minahasa mengajak seluruh masyarakat Muslim untuk menjadikan zakat, infak, dan sedekah sebagai gerakan kolektif, bukan hanya kewajiban individu. “Zakat adalah cahaya. Jika disalurkan dengan benar, ia mampu menerangi jalan kesejahteraan umat dan memperkuat solidaritas sosial di Minahasa,” pungkas Waka I BAZNAS Minahasa.
BERITA10/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Sinergi Guru Madrasah, Kemenag Minahasa Dorong Mutu Pendidikan MTs/MA
Sinergi Guru Madrasah, Kemenag Minahasa Dorong Mutu Pendidikan MTs/MA
Minahasa – Sinergi dan kolaborasi antar guru madrasah terus diperkuat. MTs Nurul Hidayah Sea dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) MTs/MA se-Kabupaten Minahasa yang berlangsung khidmat dan penuh semangat transformasi pendidikan, Senin(9 Februari 2026). Kegiatan MGMP tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Minahasa, Pdt. Dolie Tangian, S.Th., M.Pd, didampingi Kepala Seksi Pendidikan Islam (Pendis) Kemenag Minahasa, Fadhila Djojosuroto, S.E., M.Pd. Turut hadir jajaran Pengawas Madrasah, Isna Gunibala dan Rahima Hulalata, serta narasumber Nuril Huda, M.Pd, yang memaparkan materi strategis terkait persiapan akreditasi madrasah. Dalam sambutannya, Kepala Kantor Kemenag Minahasa Pdt. Dolie Tangian menegaskan bahwa MGMP merupakan ruang penting bagi guru madrasah untuk bertumbuh bersama, menyamakan persepsi, serta meningkatkan kualitas pembelajaran secara berkelanjutan. “MGMP bukan sekadar forum pertemuan, tetapi menjadi wadah strategis untuk meningkatkan kompetensi guru, memperkuat profesionalisme, dan memastikan mutu pendidikan madrasah terus meningkat. Guru madrasah adalah ujung tombak dalam mencetak generasi yang cerdas, berkarakter, dan berakhlakul karimah,” ujar Dolie Tangian. Ia menambahkan, tantangan pendidikan ke depan menuntut guru madrasah untuk adaptif terhadap perubahan kurikulum, sistem penilaian, serta standar akreditasi yang terus berkembang. “Melalui MGMP ini, kami berharap para guru mampu mempersiapkan madrasah secara administrasi, akademik, dan manajerial agar siap menghadapi akreditasi dengan hasil terbaik,” tegasnya. Senada dengan itu, Kasie Pendis Kemenag Minahasa, Fadhila Djojosuroto, menekankan pentingnya MGMP sebagai sarana peningkatan mutu pembelajaran dan penguatan kolaborasi antar madrasah. “MGMP menjadi ruang berbagi praktik baik, menyusun perangkat pembelajaran bersama, sekaligus memperkuat pemahaman kebijakan pendidikan madrasah. Dengan sinergi yang kuat, mutu pendidikan madrasah di Minahasa akan semakin kompetitif dan berkualitas,” jelas Fadhila. Sementara itu, dalam sesi materi, Nuril Huda, M.Pd memaparkan secara komprehensif strategi persiapan akreditasi madrasah, mulai dari pemenuhan standar, pengelolaan dokumen, hingga penguatan budaya mutu di lingkungan madrasah. Kegiatan MGMP MTs/MA se-Kabupaten Minahasa ini diikuti oleh para Kepala Madrasah dan guru dari berbagai madrasah. Forum ini diharapkan menjadi penggerak utama dalam transformasi pendidikan madrasah, demi melahirkan generasi unggul yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kokoh dalam nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.
BERITA10/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Sulteng dan Rumah Sehat BAZNAS Gelar Khitanan Massal dan Salurkan Sembako di Sirenja
BAZNAS Sulteng dan Rumah Sehat BAZNAS Gelar Khitanan Massal dan Salurkan Sembako di Sirenja
Donggala – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sulawesi Tengah bersama Rumah Sehat BAZNAS (RSB) Palu menggelar khitanan massal dan penyaluran bantuan sembako di SD 1 Sirenja, Kabupaten Donggala, Ahad, 8 Februari 2026. Kegiatan ini melibatkan Bhakti Sosial PP Banaat Alkhairaat Palu serta tim medis dari Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat (FK Unisa) Palu. Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 105 anak mengikuti layanan khitanan massal secara gratis. Selain itu, BAZNAS juga menyalurkan 150 paket sembako kepada warga dhuafa di Kecamatan Sirenja. Ketua BAZNAS Sulawesi Tengah, Hatamuddin Thamrin, mengatakan kolaborasi lintas lembaga menjadi faktor penting dalam memperluas jangkauan layanan kepada masyarakat. “Sinergi ini adalah kunci. Dengan dukungan PP Banaat Alkhairaat serta mahasiswa dan dokter dari FK Unisa, pelayanan bisa menjangkau lebih luas dan menyentuh sisi kemanusiaan secara lebih mendalam,” ujar Hatamuddin. Ia menegaskan, program tersebut merupakan bagian dari komitmen BAZNAS dalam mendistribusikan dana zakat secara tepat sasaran. Menurut dia, khitanan massal tidak hanya membantu pemenuhan kewajiban syariat, tetapi juga meringankan beban ekonomi keluarga kurang mampu. “Kami ingin meringankan beban orang tua dhuafa dalam menjalankan kewajiban syariat. Dana zakat yang dihimpun kami kembalikan kepada masyarakat dalam bentuk layanan kesehatan dan penguatan pangan,” katanya. Wakil Ketua Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Sulteng, Drs. Hasan H. Lasiata, menjelaskan penyaluran 150 paket sembako ditujukan untuk membantu kebutuhan dasar warga di wilayah pelosok. “Selain khitanan, kami memastikan bantuan konsumtif ini dapat dirasakan langsung oleh warga Sirenja. Ini bagian dari upaya pemerataan distribusi program BAZNAS Sulteng,” ujarnya. Camat Sirenja yang hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program terpadu tersebut. Menurutnya, kolaborasi antara BAZNAS, lembaga pendidikan, dan organisasi kemasyarakatan membantu pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Program ini tidak hanya memberikan layanan kesehatan bagi anak-anak, tetapi juga bantuan pangan bagi warga yang membutuhkan. Sinergi seperti ini sangat membantu,” katanya. Pelaksanaan khitanan massal dilakukan dengan menerapkan standar operasional prosedur (SOP) medis guna menjamin keamanan, higienitas, dan kenyamanan peserta. Tim medis dari FK Unisa Palu menangani prosedur secara profesional dengan pengawasan ketat. Secara medis, khitan memiliki manfaat kesehatan, antara lain menurunkan risiko infeksi saluran kemih (ISK) serta mencegah fimosis, yakni kondisi ketika kulit penutup kepala penis tidak dapat ditarik ke belakang. Dari sisi keagamaan, khitan merupakan kewajiban bagi muslim sebagai bagian dari menjaga kebersihan dan kesucian diri (thaharah). Melalui kegiatan ini, BAZNAS Sulawesi Tengah menegaskan komitmennya untuk mengoptimalkan dana zakat dalam bentuk layanan kesehatan dan bantuan sosial yang terintegrasi, terutama bagi masyarakat kurang mampu di wilayah terpencil.
BERITA09/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS RI Gaungkan ‘Zakat Menguatkan Indonesia’ di Jantung Ibu Kota, Tarhib Ramadan 2026 Disambut Antusias Warga
BAZNAS RI Gaungkan ‘Zakat Menguatkan Indonesia’ di Jantung Ibu Kota, Tarhib Ramadan 2026 Disambut Antusias Warga
Jakarta - Suasana Terowongan Kendal, Sudirman, Jakarta, Minggu (8/2/2026), tampak berbeda. Di tengah lalu lalang warga dan hiruk pikuk ibu kota, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menggelar Tarhib Ramadan 1447 H/2026 M bertema “Zakat Menguatkan Indonesia.” Pesan yang digaungkan jelas: Ramadan bukan sekadar ibadah personal, tetapi momentum memperkuat solidaritas sosial bangsa. Tarhib Ramadan ini menjadi pembuka rangkaian program Ramadan BAZNAS 2026. Beragam kegiatan digelar terbuka untuk publik, mulai dari layanan kesehatan gratis, lelang amal, demo kopi ZCoffee, konter layanan zakat, infak, dan sedekah (ZIS), talkshow Program Ramadan BAZNAS, live mural bertema “Zakat Menguatkan Indonesia”, penampilan musisi, tari topeng Jakarta, hingga kolaborasi dengan berbagai komunitas. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan, Dr. H. Rizaludin Kurniawan, M.Si., CFRM., menegaskan, Tarhib Ramadan adalah ajakan kolektif agar masyarakat menyambut bulan suci dengan kesiapan lahir dan batin, sekaligus memperkuat kepedulian sosial. “Ramadan tidak hanya dimaknai sebagai ibadah ritual. Ia adalah momentum untuk menguatkan Indonesia dari berbagai sisi, mulai dari ekonomi, pendidikan, hingga kesehatan,” ujar Rizaludin dalam keterangannya. Menurutnya, pemilihan ruang publik seperti Terowongan Kendal bukan tanpa alasan. Lokasi ini menjadi simpul pertemuan masyarakat urban dan generasi muda. BAZNAS ingin zakat hadir lebih dekat, lebih membumi, dan lebih dipahami sebagai solusi nyata. “Dengan hadir di ruang publik, kami ingin memperluas literasi zakat dan menjadikannya gerakan bersama untuk menguatkan Indonesia,” tegasnya. Direktur Layanan, Promosi, dan Data Optimasi BAZNAS RI sekaligus Ketua Panitia Ramadan BAZNAS RI 2026, H. Rulli Kurniawan, M.M., CMA., CFRM., menjelaskan, tema tahun ini dipilih sebagai respons atas berbagai musibah yang melanda sejumlah daerah, mulai dari Sumatera hingga Jawa Barat. “Terdapat dua pesan utama. Pertama, ajakan menyambut Ramadan dengan penuh kegembiraan dan kesiapan fisik, spiritual, serta kepedulian sosial. Kedua, ajakan menunaikan zakat, infak, dan sedekah sebagai upaya bersama menguatkan Indonesia,” jelas Rulli. Ia mengingatkan, tidak semua orang dapat menyambut Ramadan dalam kondisi bahagia dan berkecukupan. Di sinilah zakat memainkan peran strategis sebagai instrumen pemerataan dan penguatan daya tahan sosial. “Zakat bukan sekadar kewajiban individu, tetapi kekuatan kolektif. Ia mampu menggerakkan ekonomi umat, membantu korban bencana, memperluas akses pendidikan, hingga menghadirkan layanan kesehatan bagi yang membutuhkan,” katanya. Tarhib Ramadan 2026 juga menjadi panggung edukasi. Melalui talkshow, mural, hingga interaksi komunitas, BAZNAS mengajak generasi muda menjadi bagian dari gerakan zakat. “Kita ingin anak-anak muda menjadi sahabat BAZNAS, menyuarakan dan menyebarkan pesan ‘Zakat Menguatkan Indonesia’ secara lebih luas,” ujar Rulli. Kehadiran layanan kesehatan gratis dan demo kewirausahaan seperti ZCoffee juga menjadi bukti bahwa zakat tidak hanya disalurkan dalam bentuk bantuan konsumtif, tetapi juga program pemberdayaan yang berkelanjutan. Melalui Tarhib Ramadan ini, BAZNAS berharap partisipasi masyarakat dalam menunaikan zakat, infak, dan sedekah semakin meningkat selama Ramadan 2026. Dengan optimalisasi pengumpulan dan penyaluran ZIS, manfaatnya diharapkan menjangkau lebih banyak kelompok rentan, termasuk masyarakat terdampak bencana. “Zakat yang ditunaikan melalui BAZNAS bukan hanya mensucikan harta, tetapi menjadi kontribusi nyata untuk menguatkan Indonesia,” tegas Rulli. Di tengah tantangan sosial dan ekonomi yang masih membayangi, pesan dari Terowongan Kendal itu menggema: Ramadan adalah tentang kepedulian. Dan zakat, adalah energi kebersamaan yang menguatkan bangsa.
BERITA09/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
H-9 Ramadhan, BAZNAS Minahasa Ajak Umat Tunaikan Zakat Lewat Lembaga Resmi
H-9 Ramadhan, BAZNAS Minahasa Ajak Umat Tunaikan Zakat Lewat Lembaga Resmi
Minahasa – Hitungan menuju bulan suci Ramadhan semakin dekat. Memasuki H-9 Ramadhan 1447 H, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Minahasa mengajak seluruh umat Islam untuk mempersiapkan diri tidak hanya secara spiritual, tetapi juga sosial melalui penunaian zakat, infak, dan sedekah di lembaga resmi. Ramadhan bukan sekadar bulan ibadah personal. Di dalamnya ada dimensi kepedulian yang kuat—tentang bagaimana harta menjadi jalan keberkahan dan solidaritas sosial semakin diteguhkan. Ketua BAZNAS Kabupaten Minahasa menegaskan bahwa momentum menjelang Ramadhan adalah waktu terbaik untuk menata niat dan menunaikan kewajiban zakat melalui lembaga yang amanah dan terstruktur. “Ramadhan adalah bulan berbagi. Kami mengajak seluruh muzaki di Minahasa untuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS. Insya Allah, dana yang dititipkan akan dikelola secara profesional, transparan, dan tepat sasaran untuk membantu mustahik di daerah kita,” ujarnya. Menurutnya, zakat bukan hanya kewajiban, tetapi juga instrumen penguat ekonomi umat. Dana zakat yang dihimpun BAZNAS Minahasa selama ini disalurkan untuk program bantuan konsumtif, pemberdayaan ekonomi, pendidikan, hingga bantuan kemanusiaan. Menjelang Ramadhan, kebutuhan masyarakat kurang mampu cenderung meningkat. Karena itu, partisipasi para muzaki sangat dibutuhkan agar lebih banyak keluarga yang bisa menyambut bulan suci dengan tenang dan penuh kebahagiaan. BAZNAS Minahasa juga memastikan kemudahan layanan pembayaran zakat. Masyarakat dapat menunaikan zakat maal, zakat penghasilan, maupun infak dan sedekah melalui layanan langsung di kantor BAZNAS maupun melalui transfer rekening resmi yang telah disediakan. “Jangan tunda kebaikan. H-9 Ramadhan ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk membersihkan harta dan menyucikan jiwa. Mari salurkan zakat melalui BAZNAS Minahasa agar manfaatnya benar-benar dirasakan umat,” tambahnya. Ramadhan adalah momentum perubahan. Dari tangan-tangan yang memberi, lahir harapan baru bagi mereka yang membutuhkan. Saatnya menjadikan zakat sebagai gerakan bersama, memperkuat ukhuwah, dan menghadirkan keberkahan bagi Minahasa. BAZNAS Minahasa mengajak seluruh masyarakat: sambut Ramadhan dengan zakat, kuatkan kepedulian, dan tebarkan keberkahan melalui lembaga resmi yang amanah.
BERITA09/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Minahasa: Pers Mitra Strategis Mengawal Amanah Umat di Hari Pers Nasional 2026
BAZNAS Minahasa: Pers Mitra Strategis Mengawal Amanah Umat di Hari Pers Nasional 2026
Minahasa – Momentum Hari Pers Nasional (HPN) yang diperingati setiap 9 Februari menjadi refleksi penting bagi seluruh elemen bangsa, termasuk Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Minahasa. Dalam peringatan Hari Pers Nasional 2026, Pimpinan BAZNAS Minahasa menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh insan pers yang terus konsisten menjaga independensi, objektivitas, serta menjadi pilar demokrasi dan penjaga nurani publik. Menurut Pimpinan BAZNAS Minahasa, pers memiliki peran strategis dalam membangun kepercayaan masyarakat, termasuk dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah. “Pers adalah mitra strategis dalam menyuarakan kebaikan dan mengawal transparansi pengelolaan zakat. Melalui pemberitaan yang objektif dan mencerahkan, pers turut menggerakkan gelombang zakat, infak, dan sedekah di tengah masyarakat,” ujar Pimpinan BAZNAS Minahasa. Ia menegaskan bahwa transparansi dan akuntabilitas menjadi fondasi utama dalam pengelolaan dana umat. Dalam hal ini, peran media sangat penting untuk memastikan informasi tersampaikan secara terbuka dan membangun kepercayaan publik. “Pers yang kuat melahirkan bangsa yang bermartabat. Pers yang jujur menjaga amanah umat,” lanjutnya. BAZNAS Minahasa sendiri terus berkomitmen meningkatkan literasi zakat di tengah masyarakat melalui berbagai program sosial, pemberdayaan ekonomi, bantuan kemanusiaan, hingga kolaborasi dengan berbagai pihak. Dukungan dan publikasi yang konstruktif dari media dinilai turut memperluas dampak manfaat zakat kepada masyarakat yang membutuhkan. Momentum Hari Pers Nasional ini, lanjutnya, menjadi pengingat bahwa pers dan lembaga pengelola zakat memiliki visi yang sejalan: membangun kesejahteraan umat dan memperkuat peradaban. BAZNAS Minahasa berharap sinergi antara insan pers dan gerakan zakat dapat terus diperkuat, sehingga gelombang kebaikan semakin meluas dan memberi dampak nyata bagi masyarakat Minahasa. “Selamat Hari Pers Nasional 2026. Teruslah menjadi pelita informasi dan penjaga integritas bangsa,” tutupnya.
BERITA09/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Minahasa.

Lihat Daftar Rekening →