Berita Terbaru
Jelang Ramadan, BAZNAS Barru Jemput Kotak Infaq di Toserba Diana, Perkuat Transparansi dan Kepercayaan Publik
Barru – Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Barru (BAZNAS Barru) bergerak cepat memperkuat penghimpunan dana umat. Melalui tim pengumpulan, BAZNAS Barru melaksanakan penjemputan kotak infaq di Toserba Diana, Kelurahan Takkalasi, Selasa (18/2/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari agenda rutin yang bertujuan memastikan dana infak masyarakat dihimpun secara aman, transparan, dan tepat waktu—terutama menjelang Ramadan, momentum di mana semangat berbagi dan kepedulian sosial meningkat signifikan.
Kotak infaq yang ditempatkan di pusat-pusat usaha seperti Toserba Diana menjadi salah satu instrumen partisipasi publik dalam mendukung program sosial dan pemberdayaan ekonomi yang dijalankan BAZNAS.
Proses penjemputan dilakukan oleh tim resmi BAZNAS dengan prosedur yang terstandar guna menjaga akuntabilitas. Dana yang terhimpun kemudian dicatat dan dikelola sesuai prinsip tata kelola zakat yang transparan dan profesional.
BAZNAS Barru menyampaikan apresiasi kepada para muzakki dan munfiq, khususnya pengunjung dan pelanggan Toserba Diana, yang telah berpartisipasi melalui kotak infaq tersebut.
“Partisipasi masyarakat ini mencerminkan kepedulian dan semangat kebersamaan dalam membantu sesama, terlebih menjelang Ramadan yang identik dengan peningkatan amal kebaikan,” demikian keterangan BAZNAS Barru.
Dana infak yang terhimpun nantinya akan disalurkan untuk berbagai program prioritas, mulai dari bantuan sosial, pendidikan, kemanusiaan, hingga pemberdayaan ekonomi mustahik di Kabupaten Barru.
Model penghimpunan melalui kotak infaq dinilai efektif karena memberi ruang bagi masyarakat untuk berbagi secara sederhana namun konsisten. Nominalnya mungkin kecil, tetapi jika dilakukan bersama-sama dan berkelanjutan, dampaknya bisa besar.
Menjelang Ramadan, BAZNAS Barru juga mengajak masyarakat untuk terus menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui kanal resmi yang telah disediakan—baik secara langsung maupun melalui kotak infaq yang tersebar di berbagai titik usaha dan fasilitas umum.
Ramadan bukan hanya tentang ibadah personal, tetapi juga momentum memperkuat solidaritas sosial. Melalui pengelolaan dana umat yang profesional dan transparan, BAZNAS Barru berharap kepercayaan masyarakat semakin meningkat sehingga manfaat zakat, infak, dan sedekah dapat dirasakan lebih luas.
Dengan sinergi antara lembaga, pelaku usaha, dan masyarakat, keberkahan Ramadan diharapkan tidak hanya terasa di masjid dan rumah ibadah, tetapi juga hadir nyata dalam kehidupan para mustahik yang membutuhkan uluran tangan.
BERITA18/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Mojokerto Kukuhkan UPZ SDN Penompo 2, Gerakan Zakat Masuk Sekolah dan Bangun Karakter Peduli
Mojokerto - Penguatan tata kelola zakat terus digencarkan BAZNAS Kabupaten Mojokerto. Rabu (18/2/2026) pukul 14.00 WIB, lembaga tersebut resmi menyerahkan Surat Keputusan (SK) Unit Pengumpul Zakat (UPZ) kepada SDN Penompo 2 di Kantor BAZNAS Kabupaten Mojokerto.
SK UPZ diserahkan langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Mojokerto, Zamroni Ahmad, kepada Ketua UPZ SDN Penompo 2, Chumaidi Nur Sarifuddin, S.Pd. Momentum ini bukan sekadar seremoni administratif, melainkan langkah strategis memperkuat budaya zakat di lingkungan pendidikan.
Zamroni menegaskan, pembentukan UPZ di sekolah adalah strategi penting untuk membangun sistem pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang tertib, terarah, sekaligus mendidik.
“UPZ ini bukan sekadar struktur, tapi menjadi pintu kebaikan. Melalui UPZ di sekolah, gerakan zakat bisa lebih dekat dengan lingkungan pendidikan, sekaligus menjadi media pembelajaran karakter peduli bagi guru dan siswa,” tegasnya.
Langkah ini sekaligus memperluas sinergi antara BAZNAS dan lembaga pendidikan di Kabupaten Mojokerto. Sekolah tidak lagi hanya menjadi pusat transfer ilmu, tetapi juga ruang pembentukan nilai empati, solidaritas, dan tanggung jawab sosial sejak dini.
Dalam konteks edukatif, kehadiran UPZ di sekolah dinilai mampu mengenalkan praktik filantropi Islam secara nyata. Siswa tidak hanya memahami zakat sebagai teori dalam pelajaran agama, tetapi juga melihat langsung mekanisme penghimpunan dan penyalurannya yang transparan dan akuntabel.
Ketua UPZ SDN Penompo 2, Chumaidi Nur Sarifuddin, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan. Ia menegaskan komitmennya untuk menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab.
“Dengan adanya SK ini, kami merasa lebih mantap dan terarah dalam menjalankan tugas UPZ. InsyaAllah UPZ SDN Penompo 2 siap bersinergi dengan BAZNAS dan ikut berkontribusi dalam gerakan sosial kemasyarakatan melalui zakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, UPZ akan berupaya memastikan pengelolaan ZIS dilakukan secara transparan dan tepat sasaran, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat yang membutuhkan.
Tak hanya SDN Penompo 2, pada kesempatan yang sama BAZNAS Kabupaten Mojokerto juga menyerahkan SK UPZ kepada sejumlah lembaga lainnya, yakni:
MI Hidayatul Mubtadiin
TK dan MI Mujahidin
Masjid Darussalam
Penambahan UPZ ini menandai semakin luasnya jaringan mitra resmi BAZNAS dalam menghimpun zakat di tingkat lembaga pendidikan dan keagamaan.
BAZNAS berharap, dengan bertambahnya UPZ yang terbentuk, potensi zakat di Kabupaten Mojokerto dapat dihimpun lebih optimal dan dikelola secara profesional. Dampaknya bukan hanya pada peningkatan angka penghimpunan, tetapi juga pada perluasan manfaat bagi mustahik.
Di tengah tantangan ekonomi dan kebutuhan sosial yang terus meningkat, gerakan zakat berbasis kelembagaan seperti ini menjadi bukti bahwa solidaritas bisa dibangun secara sistematis. Dari ruang kelas hingga ruang ibadah, zakat bukan sekadar kewajiban, melainkan gerakan bersama membangun kesejahteraan umat.
BERITA18/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Dari Tanah Suci Makkah, Ketua Pengadilan Agama Tondano Kirim Pesan Menyentuh Sambut Ramadan
Dari Tanah Suci Makkah, Ketua Pengadilan Agama Tondano Kirim Pesan Menyentuh Sambut Ramadan
Makkah 17/2/2026 - Menjelang datangnya Ramadan 1447 Hijriah, sebuah pesan penuh makna mengalir dari Tanah Suci. Ketua Pengadilan Agama Tondano menyampaikan ucapan selamat menunaikan ibadah puasa kepada umat Muslim di Tondano, langsung dari Kota Makkah, Arab Saudi.
Dalam suasana khusyuk dan penuh nuansa spiritual, ia mengajak masyarakat menjadikan Ramadan sebagai momentum memperbaiki diri dan memperkuat nilai-nilai keimanan.
“Dari Tanah Suci Makkah, saya mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa kepada saudara-saudaraku Muslim di Tondano. Semoga kita dipertemukan dengan Ramadan dalam keadaan sehat, penuh iman, dan diberikan kekuatan untuk menjalankan ibadah dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.
Pesan tersebut bukan sekadar ucapan seremonial. Ramadan, kata dia, adalah ruang refleksi yang menghadirkan kesempatan untuk menata kembali niat, memperbanyak doa, serta mempererat silaturahmi antar sesama.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga harmoni dan semangat kebersamaan di tengah masyarakat. Menurutnya, nilai-nilai kesabaran, kejujuran, dan kepedulian sosial yang diasah selama Ramadan harus terus hidup dalam keseharian.
Momentum ini terasa istimewa karena disampaikan dari jantung peradaban Islam. Meski terpisah jarak ribuan kilometer, doa dan harapan untuk masyarakat Tondano tetap mengalir hangat.
Ramadan tinggal menghitung hari. Umat Muslim pun diajak menyambutnya dengan hati yang bersih dan tekad yang kuat. Sebab, bulan suci bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi tentang menguatkan iman, memperluas empati, dan menebar kebaikan.
BERITA17/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Sambut Ramadan 1447 H, Badan Amil Zakat Nasional Jatim Berbagi Kebahagiaan Bersama 1.305 Bunda Ojol dan Jemaah Pengajian
Surabaya – Menyambut datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Jawa Timur menggelar kegiatan bertajuk “Marhaban ya Ramadan” di kawasan Islamic Center Surabaya, Selasa (17/2/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum syiar Islam sekaligus aksi nyata kepedulian sosial bagi para pejuang ekonomi keluarga, khususnya pengemudi ojek daring wanita atau yang akrab disapa Bunda Ojol.
Sebanyak 1.305 peserta ambil bagian dalam kegiatan tersebut, terdiri atas 850 Bunda Ojol dan 455 jemaah pengajian binaan Masjid Raya Islamic Center. Mereka mengikuti pawai keliling wilayah Dukuh Pakis sebelum menerima bantuan pangan berupa paket sembako.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang SDM, Keuangan, dan Umum sekaligus Pembina dan Supervisi Wilayah Jawa Timur, Kol. CAJ (Purn.) Drs. Nur Chamdani, menegaskan bahwa program ini sejalan dengan filosofi Jawa “Wong Cilik Iso Gumuyu”—rakyat kecil bisa tersenyum.
“Zakat menguatkan Indonesia. Kehadiran kami di seluruh pelosok negeri, dari Sumatra hingga Papua, adalah bentuk pertanggungjawaban kepada muzaki dan mustahik agar dampaknya benar-benar terasa,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan serupa telah digelar di berbagai daerah sebagai upaya menghadirkan kebahagiaan bagi masyarakat kurang mampu menjelang Ramadan.
“Tujuan kegiatan ini adalah memberikan kebahagiaan dan kesejahteraan bagi para Bunda Ojol dan jemaah pengajian dalam menyambut bulan suci Ramadan,” tambahnya.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyampaikan apresiasi kepada para muzaki yang telah mempercayakan zakatnya melalui BAZNAS.
“BAZNAS tidak bisa berjalan tanpa muzaki. Terima kasih kepada para muzaki, dan terima kasih kepada para mustahik karena zakat bisa tersalurkan dengan baik,” ujarnya.
Khofifah berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban masyarakat dan membantu para Bunda Ojol menjalankan ibadah puasa dengan lebih khusyuk.
“Selamat Ramadan 1447 Hijriah. Mudah-mudahan para Bunda Ojol kuat dan bisa melaksanakan puasanya dengan baik,” tuturnya.
Ketua BAZNAS Jawa Timur, Prof. Dr. KH. Ali Maschan Moesa, M.Si., mengungkapkan bahwa program Ramadan tahun ini akan digelar lebih semarak dibandingkan sebelumnya. Salah satu agenda utamanya adalah santunan bagi 18.000 anak yatim di Jawa Timur.
“Ramadan tidak boleh hanya senang yang punya. Fakir miskin, anak yatim, dan janda-janda melarat tidak boleh sampai tidak bisa makan saat hari raya,” tegasnya.
Kegiatan ini disambut antusias oleh para peserta. Ani Winarsih, pengemudi ojol asal Sukolilo, Surabaya, mengaku bangga dapat ikut serta dalam konvoi dan tausiah menjelang Ramadan.
“Kami memperkenalkan bahwa BAZNAS ada acara konvoi menjelang puasa Ramadan. Dengan semangat, kita mengajak untuk meningkatkan rasa takwa kita kepada Tuhan Yang Maha Esa,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan Wiji Handayani dari komunitas Ojol Gaspol Malang Raya. Ia menilai bantuan BAZNAS sangat berarti, terutama bagi para perempuan kepala keluarga dan janda yang menggantungkan nafkah dari pekerjaan sebagai pengemudi ojol.
“Saya sangat berterima kasih. Setiap tahun saya ikut dan sangat membantu. Kebanyakan dari kami adalah janda dan perempuan kepala keluarga. Kehadiran BAZNAS sangat berarti,” katanya.
Melalui program ini, BAZNAS Jawa Timur menegaskan komitmennya menjadikan Ramadan bukan sekadar momentum ibadah personal, tetapi juga penguatan solidaritas sosial. Ramadan 1447 H pun disambut dengan senyum dan harapan baru bagi ribuan Bunda Ojol di Jawa Timur.
BERITA17/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Hilal Dipantau di Manado, Pemerintah Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh 19 Februari 2026
Manado – Langit Manado menjadi salah satu titik penentuan awal Ramadan 1447 Hijriah. Tim Hisab Rukyat Kantor Wilayah Kementerian Agama Republik Indonesia Provinsi Sulawesi Utara memantau hilal dari lantai atas area parkiran MTC Manado, Selasa (17/2/2026).
Pemantauan itu dilakukan serentak bersama 96 titik pengamatan di seluruh Indonesia. Hasilnya, hilal tidak terlihat. Pada malam harinya, pemerintah melalui Sidang Isbat di Jakarta menetapkan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.
Keputusan tersebut diumumkan langsung Menteri Agama Nasaruddin Umar usai memimpin Sidang Isbat di Hotel Borobudur Jakarta.
“Berdasarkan hasil hisab dan tidak adanya laporan rukyat hilal, Sidang Isbat menyepakati bahwa 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada hari Kamis, 19 Februari 2026,” ujar Menag dalam konferensi pers.
Di Manado, Kepala Kanwil Kemenag Sulut H. Ulyas Taha yang didampingi Kabid Bimas Islam H. Samsudin Pulu menegaskan bahwa rukyatul hilal merupakan bentuk tanggung jawab negara dalam memastikan awal bulan Hijriah.
“Rukyatul hilal adalah bentuk pertanggungjawaban negara kepada umat dalam penentuan awal Ramadan,” kata Ulyas.
Berdasarkan hasil pengamatan bersama BMKG Manado, hilal belum dapat terlihat. Selain faktor cuaca yang kurang mendukung, secara astronomis posisi hilal memang belum memenuhi kriteria visibilitas yang ditetapkan MABIMS, yakni tinggi minimal 3 derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat.
Secara hisab, ketinggian hilal di seluruh wilayah Indonesia masih berada di bawah ufuk. Artinya, secara teori maupun observasi lapangan, hilal belum mungkin terlihat.
Penetapan awal Ramadan di Indonesia menggunakan dua pendekatan, yakni hisab (perhitungan astronomi) dan rukyat (pengamatan langsung). Keduanya menjadi dasar pertimbangan dalam Sidang Isbat yang melibatkan ormas Islam, ahli falak, BMKG, BRIN, serta berbagai lembaga terkait.
Jika secara hisab posisi hilal belum memenuhi kriteria dan tidak ada laporan rukyat yang sah, maka bulan Syakban digenapkan menjadi 30 hari. Itulah yang terjadi tahun ini, sehingga 1 Ramadan ditetapkan pada 19 Februari 2026.
Dengan keputusan tersebut, umat Islam di Indonesia diharapkan dapat memulai ibadah puasa secara serentak. Pemerintah juga mengimbau agar perbedaan pandangan dalam menetapkan awal Ramadan tidak menjadi sumber perpecahan.
BERITA17/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Pungguan Jawa Tondano (Zikir Gholibah), Warisan 1830 yang Terus Menggema
Ketua KKJI H. Umar Masloman: Ibadah, Identitas, dan Doa Keselamatan Umat
Minahasa – Menjelang bulan suci Ramadan, suasana religius terasa kental di Kampung Jawa Tondano (Jaton), Kecamatan Tondano Utara, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara. Tradisi Pungguan—ziarah makam leluhur—yang dirangkaikan dengan Dzikir Gholibah, kembali digelar khidmat, Selasa (17/2/2026).
Ratusan peziarah memadati kompleks pemakaman Muslim Jaton di Jalan Wulauan, Kembua, serta Kompleks Makam Kyai Modjo. Doa-doa dipanjatkan, lantunan kalimat thayyibah menggema, menyatu dengan harap akan keselamatan dan keberkahan menjelang Ramadan.
Ketua Kerukunan Keluarga Jaton Indonesia (KKJI) H. Umar Masloman menegaskan, Pungguan bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan warisan iman yang telah hidup sejak 1830.
“Pungguan yang dirangkaikan dengan Dzikir Gholibah ini adalah amalan leluhur kami sejak 1830. Ini bukan hanya budaya, tapi ibadah yang diwariskan para alim ulama untuk menjaga keselamatan masyarakat, khususnya umat Islam di Kampung Jawa dan Minahasa pada umumnya,” ujar Umar Masloman.
Eksistensi Kampung Jawa Tondano tak bisa dilepaskan dari sosok Kyai Modjo. Lahir di Surakarta pada 1792 dengan nama Kyai Muslim Muhammad Khalifah, ia dikenal sebagai ulama besar sekaligus panglima perang kepercayaan Pangeran Diponegoro dalam Perang Jawa (1825–1830).
Pada 1829, pemerintah kolonial Belanda mengasingkan Kyai Modjo ke Tondano bersama 62 pengikutnya. Tujuannya jelas: memutus pengaruh spiritualnya di tanah Jawa. Namun di tanah pengasingan itulah sejarah baru lahir. Mereka menetap, menikah dengan perempuan setempat, dan membangun komunitas Muslim yang kini dikenal sebagai masyarakat Jawa Tondano—tetap menjaga tradisi Islam warisan leluhur.
Sejak saat itu, dzikir, kebersamaan, dan ziarah menjelang Ramadan menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas Jaton.
Usai ziarah, masyarakat berkumpul melaksanakan Dzikir Gholibah secara berjamaah. Suasana hening dan sakral menyelimuti lokasi. Bagi warga, dzikir ini bukan sekadar ritual, melainkan ikhtiar spiritual memohon perlindungan Allah SWT.
“Dzikir ini adalah doa bersama. Kami memohon agar masyarakat Jaton dan umat Islam secara umum diberi keselamatan, dijauhkan dari musibah, serta diberikan kekuatan dalam menjalani ibadah puasa,” tegas Umar.
Ia menambahkan, Pungguan juga menjadi momentum silaturahmi warga Jaton yang kini tersebar di berbagai daerah Sulawesi Utara bahkan Indonesia. Banyak perantau sengaja pulang kampung demi mengikuti tradisi ini.
“Selama hampir dua abad, amalan ini menjadi simbol persatuan kami. Di tengah perkembangan zaman, kami tetap menjaga warisan ini sebagai identitas umat Islam Jaton,” tambahnya.
Pungguan dan Dzikir Gholibah menjadi penanda bahwa Ramadan di Kampung Jawa Tondano tidak hanya disambut dengan persiapan fisik, tetapi juga penyucian hati dan penguatan ukhuwah.
BERITA17/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Rahmat Dunggio Pimpin KKIG Bitung 2026–2030, Terpilih Aklamasi di Muscab III
Bitung – Hi. Abdurahman Dunggio, S.H., atau Rahmat Dunggio resmi terpilih sebagai Ketua Kerukunan Keluarga Indonesia Gorontalo (KKIG) Kota Bitung periode 2026–2030. Ia terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Cabang (Muscab) III yang digelar di Gedung SH Sarundajang, Kantor Wali Kota Bitung, Senin (16/2/2026).
Pemilihan berlangsung dalam suasana kekeluargaan. Seluruh peserta musyawarah yang hadir menyatakan dukungan penuh kepada Rahmat untuk memimpin paguyuban masyarakat Gorontalo di Kota Bitung selama empat tahun ke depan.
Dalam sambutan perdananya, Rahmat menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan. Ia menyebut amanah tersebut sebagai tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan komitmen dan kebersamaan.
“Saya mengucapkan terima kasih atas dukungan seluruh keluarga besar KKIG. Dengan kebersamaan dan kerja sama yang solid, kita akan membawa organisasi ini semakin aktif dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya warga Gorontalo di Kota Bitung,” ujarnya.
Rahmat yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Bitung menegaskan pentingnya peran KKIG dalam menjaga persatuan dan mempererat kerukunan di tengah keberagaman.
Menurutnya, KKIG tidak hanya menjadi wadah silaturahmi, tetapi juga harus mampu berkontribusi dalam mendukung program pembangunan pemerintah daerah.
Muscab III juga menjadi forum evaluasi program kerja periode sebelumnya sekaligus penyusunan agenda strategis ke depan. Sejumlah program prioritas yang dibahas antara lain peningkatan kegiatan sosial, penguatan ekonomi anggota, serta pelestarian budaya Gorontalo di perantauan.
Dengan kepemimpinan baru ini, KKIG Kota Bitung diharapkan semakin solid dan berperan aktif sebagai organisasi pemersatu warga Gorontalo sekaligus mitra pemerintah dalam menjaga harmoni dan mendorong pembangunan daerah.
BERITA17/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Gubernur Sulut Minta Maaf atas Miskomunikasi dengan MUI: “Tak Pernah Ada Niat Mengabaikan”
Manado 15/02/2026– Dinamika hubungan antara pemerintah daerah dan ulama di Sulawesi Utara memasuki babak baru. Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn.) Yulius Selvanus, S.E, secara terbuka menyampaikan permohonan maaf atas miskomunikasi yang sempat mencuat dengan jajaran Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulut.
Permintaan maaf itu disampaikan dalam pertemuan bersama unsur pimpinan dan Ketua Dewan Pertimbangan MUI Sulawesi Utara. Gubernur menegaskan, tidak pernah ada niat sedikit pun untuk mengabaikan organisasi keagamaan tersebut.
“Kalau ada miss, saya minta maaf atas nama pribadi. Tidak ada satu pun organisasi maupun masyarakat di Sulawesi Utara yang terlepas dari perhatian Gubernur. Itu komitmen saya,” ujarnya.
Isu kurangnya perhatian terhadap MUI sebelumnya sempat bergulir di ruang publik. Namun, Ketua Dewan Pertimbangan MUI K.H. Abdul Wahab Abdul Gafur, Lc yang hadir dalam pertemuan itu menilai persoalan utamanya terletak pada komunikasi yang terlalu formal dan protokoler.
“Rupanya kita juga salah, terlalu ikut aturan protokoler. Padahal Pak Gubernur ini bukan orang yang protokoler. Harusnya kita bisa langsung berkomunikasi,” ujarnya.
Ia mengakui, selama ini komunikasi terhambat oleh jadwal padat kepala daerah yang tidak hanya berkegiatan di provinsi, tetapi juga di tingkat nasional.
Gubernur pun membenarkan hal tersebut. “Kadang-kadang padatnya agenda, di provinsi, di luar daerah, bahkan di pusat, membuat komunikasi ini terganggu. Begitu komunikasi buruk, muncul persepsi negatif,” katanya.
Dalam suasana dialog terbuka itu yang disyiarkan salah satu media di Sulut, Gubernur bahkan menyampaikan pendekatan yang tak lazim dalam birokrasi formal. Ia meminta agar komunikasi tidak selalu menunggu protokol resmi.
“Jangan menunggu minta waktu. Curi waktunya Gubernur. Jam dua pagi pun kami masih terima tamu,” ujarnya.
Pernyataan ini menjadi penegasan bahwa pintu komunikasi, menurutnya, selalu terbuka. Ia juga mengingatkan bahwa jabatan gubernur bukan milik satu kelompok tertentu.
“Julius ini bukan milik satu organisasi saja. Saya punya tanggung jawab kepada semua,” tegasnya.
Di akhir pertemuan, Gubernur menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah provinsi dan MUI. Menurutnya, kemajuan daerah tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari stabilitas moral dan psikologis masyarakat.
“Provinsi dan MUI wajib berkolaborasi. MUI dari sudut keagamaan, pemerintah dari semua sudut. Kalau ini bersinergi, bukan hanya fisik yang maju, tapi juga moralitas keagamaan,” ujarnya.
Pihak MUI menyatakan akan menyampaikan hasil dialog tersebut kepada seluruh pengurus baru yang belum lama dilantik. Rencana silaturahmi lanjutan pun tengah disiapkan untuk memperkuat komunikasi ke depan.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa dalam tata kelola pemerintahan modern, komunikasi publik memegang peran krusial. Miskomunikasi kecil dapat berkembang menjadi persepsi besar jika tidak segera diluruskan.
Dengan pernyataan terbuka dan permohonan maaf dari Gubernur, ruang dialog kini kembali terbuka. Di tengah keragaman Sulawesi Utara, sinergi pemerintah dan ulama bukan sekadar simbol, melainkan kebutuhan strategis untuk menjaga harmoni sosial dan memperkuat fondasi moral masyarakat.
BERITA15/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS RI Salurkan 10 Sapi untuk Munggahan di Tapsel, Tradisi Sambut Ramadan Kian Bermakna
Tapanuli Selatan – Menjelang datangnya Ramadan 1447 Hijriah, suasana kebersamaan mulai terasa di Kabupaten Tapanuli Selatan. Sebanyak 10 ekor sapi disalurkan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI untuk mendukung pelaksanaan tradisi “Munggahan”, tradisi masyarakat Muslim dalam menyambut bulan suci dengan penuh syukur dan kebersamaan.
Penyerahan bantuan dilakukan oleh Deputi II BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, M. Imdadun Rahmat, dan disaksikan langsung oleh Bupati Tapanuli Selatan, Gus Irawan Pasaribu, Sabtu (14/2/2026).
Munggahan atau punggahan merupakan tradisi masyarakat Muslim Indonesia yang dilaksanakan satu atau dua hari menjelang Ramadan. Biasanya diisi dengan doa bersama, makan bersama, serta mempererat silaturahmi sebagai simbol penyucian diri sebelum memasuki bulan puasa.
Di Tapanuli Selatan, tradisi ini menjadi momentum memperkuat solidaritas, terutama bagi masyarakat yang tengah bangkit dari musibah banjir beberapa waktu lalu.
“Insya Allah dalam waktu dekat kita akan melakukan Munggahan, biasanya satu atau dua hari menjelang Ramadan,” ujar Gus Irawan.
Imdadun Rahmat menegaskan, bantuan 10 ekor sapi tersebut merupakan bukti nyata keberkahan zakat yang dikelola secara profesional dan tepat sasaran.
“Penyerahan sapi ini menjadi bukti bahwa kami peduli. Zakat hadir untuk memberikan solusi, jalan keluar yang diberikan Allah untuk umat Islam. Zakat membantu yang susah dan menjadi sarana ibadah sosial bagi yang mampu,” ujarnya.
Menurutnya, zakat bukan sekadar ibadah individual, melainkan instrumen sosial yang disyariatkan untuk menjawab persoalan umat—mulai dari kemiskinan hingga pemulihan pascabencana.
Ketua BAZNAS Kabupaten Tapanuli Selatan, Jon Sujani Pasaribu, menyampaikan bahwa sapi tersebut akan disalurkan kepada keluarga terdampak musibah banjir di wilayah Tapsel.
“Mudah-mudahan ini adalah awal kebangkitan bagi masyarakat Tapanuli Selatan. Terima kasih Bupati dan BAZNAS RI,” ujarnya.
Hadir pula dalam kegiatan tersebut Ketua BAZNAS Provinsi Sumatera Utara Mohammad Hatta beserta jajaran pimpinan, Direktur Pendayagunaan dan Layanan UPZ dan CSR BAZNAS RI Eka Budi Sulistyo, Camat Sipirok, Ketua MUI Kecamatan Sipirok, Direktur BNPB Tapanuli Selatan Nelwan Harahap, Sekretaris Daerah Kabupaten Tapanuli Selatan Sofyan Adil, serta para penerima manfaat.
Secara edukatif, momentum Munggahan menjadi pengingat bahwa Ramadan bukan hanya soal menahan lapar dan dahaga, tetapi juga memperkuat empati sosial. Tradisi ini mengajarkan pentingnya berbagi rezeki, mempererat persaudaraan, serta menumbuhkan kepedulian terhadap sesama—terutama mereka yang sedang dalam kesulitan.
Melalui bantuan 10 ekor sapi ini, BAZNAS RI ingin memastikan bahwa masyarakat terdampak tetap dapat merasakan kebahagiaan menyambut Ramadan dengan layak dan penuh kebersamaan.
Di Tapanuli Selatan, gema Munggahan tahun ini bukan sekadar tradisi. Ia menjadi simbol kebangkitan, solidaritas, dan keberkahan zakat yang nyata dirasakan umat.
BERITA15/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Pengungsi Tanah Merah Hutanabolon Sambut Masjid Bantuan BAZNAS Jelang Ramadan, Harapan Kembali Menggema
Tapanuli Tengah – Suara syukur pecah di antara deretan hunian sementara di Hutanabolon, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Provinsi Sumatera Utara. Sebuah masjid darurat semipermanen bantuan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI kini berdiri kokoh, menjadi oase spiritual bagi para pengungsi Tanah Merah yang berbulan-bulan hidup dalam keterbatasan.
Bagi Melur Tambunan (38), bangunan sederhana itu bukan sekadar tempat ibadah. Ia adalah simbol harapan yang kembali tumbuh jelang Ramadan.
“Terima kasih banyak kepada tim BAZNAS karena sudah mendirikan masjid darurat untuk kami. Semoga rezeki Bapak/Ibu dilancarkan dan diberikan kesehatan oleh Allah,” ucap Melur lirih, Minggu (15/2/2026), dengan mata berkaca-kaca.
Sejak banjir bandang menerjang permukiman di Lorong 3 pada November lalu, Melur dan puluhan warga lainnya terpaksa tinggal di tenda darurat. Dalam satu tenda kecil, delapan Kepala Keluarga (30 jiwa) hidup berdesakan.
Kondisi itu tak hanya menyulitkan aktivitas harian, tetapi juga ibadah. Sajadah kerap tak punya ruang untuk dibentangkan. Wudu yang sudah dilakukan pun sering berakhir tanpa salat.
“Kadang sudah wudu, tapi teman lagi tiduran. Tidak enak mengusir. Akhirnya salatnya lewat waktu,” tuturnya.
Realitas tersebut menjadi cerminan pentingnya fasilitas ibadah dalam situasi bencana. Selain kebutuhan pangan dan sandang, ruang spiritual juga menjadi kebutuhan mendasar untuk menjaga ketahanan mental para penyintas.
Melihat Ramadan semakin dekat, warga berkoordinasi dengan BAZNAS agar tersedia tempat ibadah yang layak. Respons datang cepat. Tim BAZNAS membangun masjid darurat berkonsep semipermanen—kokoh, fungsional, dan dapat dibongkar pasang sesuai kebutuhan.
“Alhamdulillah, sekarang langsung jadi. Semua orang di sini mengucap syukur,” kata Melur.
Kehadiran masjid darurat ini tidak hanya memfasilitasi salat lima waktu, tetapi juga menjadi pusat aktivitas keagamaan selama Ramadan, seperti tarawih, tadarus, dan kajian keislaman.
Pembangunan masjid darurat di kawasan huntara menunjukkan bahwa zakat tidak hanya berperan dalam pemenuhan kebutuhan material, tetapi juga pemulihan spiritual dan psikososial masyarakat terdampak bencana.
Dalam konteks kebencanaan, rumah ibadah kerap menjadi titik penguat solidaritas dan kebersamaan. Di tengah kehilangan harta dan tempat tinggal, masjid menjadi ruang menenangkan hati, menguatkan doa, serta mempererat hubungan sosial antarwarga.
Langkah cepat BAZNAS ini menjadi contoh bagaimana dana zakat dikelola secara responsif dan tepat sasaran—menjawab kebutuhan riil masyarakat di lapangan.
Kini, di Hutanabolon, suara azan kembali menggema tanpa harus bersaing dengan hiruk-pikuk tenda pengungsian. Anak-anak, ibu-ibu, hingga para lansia memiliki ruang yang lebih layak untuk bersujud.
Jelang Ramadan, masjid darurat itu bukan sekadar bangunan semipermanen. Ia adalah tanda bahwa di tengah ujian, selalu ada tangan-tangan kebaikan yang menguatkan.
Dan bagi Melur serta para pengungsi lainnya, Ramadan tahun ini akan terasa berbeda—lebih khusyuk, lebih hangat, dan penuh harapan.
BERITA15/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS RI Bangun 120 Hunian Tetap di Tapsel, 28 Hektare Lahan Disiapkan untuk Penyintas Bencana
Tapanuli Selatan – Komitmen menghadirkan solusi jangka panjang bagi penyintas bencana kembali ditegaskan. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan melakukan peletakan batu pertama pembangunan hunian tetap (huntap) bagi warga terdampak bencana hidrometeorologi di Desa Aek Latong, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan, Provinsi Sumatra Utara, Sabtu (14/2/2026).
Pembangunan huntap tersebut berdiri di atas lahan seluas 28 hektare dan akan dilakukan secara bertahap dengan total 120 unit rumah. Program ini menjadi bagian dari skema pemulihan pascabencana akibat bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah Sumatera Utara pada 2025 lalu.
Deputi II BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, M. Imdadun Rahmat, menegaskan pembangunan hunian tetap bukan sekadar proyek fisik, tetapi simbol hadirnya zakat sebagai solusi konkret.
“Ini adalah bukti bahwa zakat hadir sebagai solusi. Zakat bukan hanya ibadah personal, tetapi juga instrumen sosial yang membantu masyarakat keluar dari kesulitan dan bangkit kembali,” ujarnya.
Menurutnya, kolaborasi antara BAZNAS RI, pemerintah daerah, serta berbagai pemangku kepentingan menjadi kunci percepatan pemulihan masyarakat terdampak. Sinergi ini dinilai penting agar bantuan tidak berhenti pada tahap tanggap darurat, tetapi berlanjut hingga fase rehabilitasi dan rekonstruksi.
Sementara itu, Bupati Tapanuli Selatan, Gus Irawan Pasaribu, menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan BAZNAS RI.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS RI yang telah membantu pembangunan hunian tetap bagi masyarakat Tapanuli Selatan. Ini sangat membantu percepatan pemulihan warga yang terdampak bencana,” katanya.
Ia menambahkan, keberadaan hunian tetap akan memberikan kepastian tempat tinggal yang layak dan aman bagi warga yang sebelumnya kehilangan rumah akibat bencana.
Ketua BAZNAS Provinsi Sumatera Utara, Mohammad Hatta, turut menekankan bahwa pembangunan huntap ini merupakan amanah para muzaki yang mempercayakan zakatnya melalui BAZNAS.
“Jika dianalogikan, kita ini seperti satu tubuh. Ketika ada bagian yang terluka, seluruhnya merasakan. Kepada para muzaki dan mustahik, Allah akan memberikan ketenangan kepada keduanya. Inilah semangat zakat yang memperkuat solidaritas umat,” ungkapnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua BAZNAS Kabupaten Tapanuli Selatan Jon Sujani Pasaribu, Direktur Pendayagunaan dan Layanan UPZ dan CSR BAZNAS RI Eka Budi Sulistyo, Camat Sipirok, Ketua MUI Kecamatan Sipirok, Direktur BNPB Tapanuli Selatan Nelwan Harahap, Sekretaris Daerah Kabupaten Tapanuli Selatan Sofyan Adil, serta para penerima manfaat.
Program hunian tetap ini menjadi contoh bagaimana dana zakat tidak hanya bersifat karitatif, tetapi juga transformatif. Dari bantuan darurat hingga pembangunan rumah permanen, zakat didorong menjadi instrumen penguatan ketahanan sosial masyarakat.
Dengan hadirnya 120 unit huntap di atas lahan 28 hektare, para penyintas kini tak hanya mendapatkan rumah, tetapi juga harapan baru untuk membangun kembali kehidupan mereka secara lebih mandiri dan bermartabat.
BERITA15/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Bakti Sosial Lintas Iman di Tondano, Dari Masjid hingga Gereja: Harmoni Sulut Kembali Bersinar
Tondano — Suasana penuh kehangatan dan persaudaraan mewarnai Tondano, Sabtu (14/02/2026), saat kegiatan bakti sosial lintas iman digelar dengan menghadirkan tokoh-tokoh penting dan elemen masyarakat. Momentum ini bukan sekadar penyaluran bantuan, tetapi perayaan nyata harmoni yang telah lama menjadi identitas Sulawesi Utara sebagai laboratorium kerukunan Indonesia.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Republik Indonesia Provinsi Sulawesi Utara, H. Ulyas Taha, hadir dan terlibat langsung dalam kegiatan tersebut. Ia membagikan Alquran di Masjid Diponegoro Tondano serta menyerahkan Alkitab di Gereja Advent Nazareth Tondano. Dua rumah ibadah, dua simbol keyakinan, namun satu semangat: kemanusiaan.
Kegiatan ini merupakan rangkaian kunjungan lintas iman yang dihadiri Staf Khusus Menteri Agama, Dr. Gugun Gumilar, Ketua Wanita Ne Toudano (WNT) Patris R.A Rumbayan (ibunda dari (Seskab) Letkol (inf) Teddy Indra Wijaya), serta Komisaris Utama Hotel Indonesia Natour (HIN) Michael Umbas. Rombongan menyerahkan bantuan berupa sembako, bantuan uang tunai, Alquran, dan Alkitab kepada masyarakat yang membutuhkan.
Dalam sambutannya, Dr. Gugun Gumilar menegaskan bahwa kerukunan bukan sekadar slogan, melainkan energi besar untuk membangun bangsa. Ia mengingatkan pesan Presiden Prabowo Subianto melalui Asta Cita serta arahan Menteri Agama dalam Asta Protas yang menempatkan harmoni sosial dan cinta kemanusiaan sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045.
“Kami berterima kasih atas peran aktif seluruh umat beragama dalam menjaga harmoni sosial. Persatuan adalah kekuatan kita. Dari Sulawesi Utara, kita belajar bahwa perbedaan bukan ancaman, melainkan kekayaan bangsa,” ujarnya.
H. Ulyas Taha menambahkan, bakti sosial lintas iman ini menjadi simbol persaudaraan yang hidup dan bergerak.
“Ini bukan sekadar penyerahan bantuan. Ini adalah pesan moral bahwa kita satu bangsa. Dari rumah ibadah kita belajar saling menghormati, berbagi, dan membangun kedamaian bersama,” tegasnya.
Sementara itu, Patris Kembuan menjelaskan bahwa bantuan sembako yang disalurkan merupakan wujud cinta dan kepedulian WNT kepada kampung halaman.
“Kami datang membawa kerinduan untuk berbagi. Ini adalah bentuk tanggung jawab moral kami sebagai bagian dari komunitas Tondano yang tidak pernah melupakan akar,” tuturnya haru.
Michael Umbas pun menyampaikan harapannya agar bantuan yang diberikan, meski tidak besar, dapat memberi manfaat nyata serta mempererat tali persaudaraan antar sesama anak bangsa.
Mewakili masyarakat, Lurah Kampung Jawa menyampaikan apresiasi mendalam atas perhatian dan kepedulian para tokoh nasional dan daerah tersebut.
“Atas nama masyarakat Kampung Jawa, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas bantuan dan perhatian yang diberikan. Kehadiran para tokoh lintas iman hari ini bukan hanya membawa sembako dan kitab suci, tetapi juga membawa pesan persatuan, toleransi, dan cinta kasih yang sangat dibutuhkan masyarakat,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa Kampung Jawa sebagai bagian dari Tondano akan terus menjaga nilai-nilai toleransi dan kebersamaan yang telah diwariskan para leluhur.
“Kerukunan bukan hanya warisan, tetapi tanggung jawab yang harus dirawat. Kegiatan ini mengedukasi masyarakat bahwa perbedaan keyakinan tidak menghalangi kita untuk saling membantu dan hidup berdampingan secara damai. Inilah modal sosial terbesar dalam membangun generasi yang beradab dan saling menghormati,” tambahnya.
Kegiatan bakti sosial lintas iman di Tondano ini menjadi potret konkret solidaritas sosial yang melampaui sekat-sekat perbedaan. Dari masjid ke gereja, dari bantuan material menuju penguatan moral, Tondano kembali menegaskan dirinya sebagai rumah bersama yang harmonis.
Di tengah dinamika zaman, Sulawesi Utara sekali lagi membuktikan: kerukunan bukan sekadar wacana, melainkan gerakan nyata yang menyentuh hati dan menguatkan bangsa.
BERITA15/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS RI–Maybank Resmikan Sumur Bor di Siak, Air Bersih Kini Mengalir di MI Hidayatullah Lubuk Dalam
Siak – Akses air bersih bukan sekadar fasilitas, melainkan fondasi kesehatan dan kualitas pendidikan. Komitmen itu diwujudkan melalui peresmian sumur bor dan Program Air Bersih hasil kolaborasi Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama BAZNAS Kabupaten Siak dan Maybank di MI Hidayatullah, Kecamatan Lubuk Dalam, Kabupaten Siak.
Program ini menjadi simbol nyata sinergi antara lembaga zakat dan dunia perbankan dalam menghadirkan solusi kebutuhan dasar masyarakat, khususnya di lingkungan pendidikan.
Peresmian dihadiri Staf Ahli Bupati Siak, Ketua BAZNAS Kabupaten Siak H. Samparis Bin Tatan, S.Pd.I, Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan Syukron Wahib, M.Pd, Wakil Ketua III Bidang Keuangan dan Pelaporan H. Moch. Showwam Amin, perwakilan Kementerian Agama Kabupaten Siak, tim BAZNAS RI, Manager Maybank Cabang Pekanbaru, Sekretaris Camat Lubuk Dalam, serta para tamu undangan.
Dalam sambutannya, Staf Ahli Bupati Siak mengapresiasi kolaborasi BAZNAS dan Maybank yang dinilai tepat sasaran.
Menurutnya, ketersediaan air bersih sangat penting untuk mendukung kesehatan siswa, menjaga sanitasi sekolah, serta menciptakan kenyamanan dalam proses belajar mengajar.
“Air bersih adalah kebutuhan mendasar. Ketika fasilitas ini tersedia dengan baik, maka kualitas lingkungan belajar juga meningkat,” ujarnya.
Ketua BAZNAS Kabupaten Siak, H. Samparis Bin Tatan, menegaskan bahwa program sumur bor ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS menghadirkan program tepat guna yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.
Ia berharap fasilitas air bersih tersebut dapat dijaga dan dimanfaatkan secara optimal oleh pihak sekolah, sekaligus menjadi amal jariyah bagi para muzaki dan mitra yang terlibat.
“Ini bukan hanya pembangunan fisik, tetapi investasi keberkahan jangka panjang. Air yang mengalir ini insyaallah menjadi pahala yang terus mengalir,” ungkapnya.
Perwakilan Maybank Cabang Pekanbaru menyampaikan dukungan terhadap program air bersih ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Maybank berharap kolaborasi bersama BAZNAS dapat terus diperkuat melalui program-program sosial yang berdampak luas dan berkelanjutan.
Dengan diresmikannya sumur bor dan fasilitas air bersih ini, siswa dan tenaga pendidik di MI Hidayatullah Lubuk Dalam kini memiliki akses air yang lebih layak, higienis, dan berkelanjutan.
Secara edukatif, program ini juga menanamkan kesadaran pentingnya menjaga kebersihan dan sanitasi sejak dini. Lingkungan sekolah yang sehat bukan hanya meningkatkan konsentrasi belajar, tetapi juga membentuk budaya hidup bersih di kalangan siswa.
Kolaborasi ini menunjukkan bahwa ketika zakat, pemerintah, dan sektor swasta berjalan bersama, kebutuhan dasar masyarakat dapat dijawab secara konkret. Air bersih pun tak lagi menjadi persoalan, melainkan sumber harapan baru bagi generasi penerus bangsa.
BERITA14/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Polsek Tondano–Majelis Taklim Al Hijrah Salurkan Sembako di Serambi Masjid, UPZ: Amanah Ini Kami Jaga dengan Transparan
Tondano 13/2/2026 - Aksi kolaborasi sosial kembali digelar di serambi Masjid Al Hijrah Rinegetan. Polsek Tondano bersama Majelis Taklim Al Hijrah menyalurkan bantuan sembako dan donasi kepada Pengurus UPZ Masjid Al Hijrah Rinegetan.
Kegiatan yang berlangsung sederhana namun penuh makna itu dihadiri Ketua Imam Masjid, Ketua BTM (Badan Takmir Masjid), serta jamaah. Bantuan diserahkan langsung oleh Wakil Kapolsek Tondano, Ipda Yohanes Takaliuang, mewakili Kapolsek Tondano Iptu Dedi P. Kolonio, S.Psi., M.M.
Ipda Yohanes mengatakan penyaluran bantuan ini merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat, sekaligus mempererat hubungan antara aparat kepolisian dan warga.
“Bapak Kapolsek Iptu Dedi P. Kolonio berpesan agar kehadiran Polri tidak hanya dirasakan dalam aspek keamanan, tetapi juga dalam aksi sosial. Kami ingin berbagi dan menguatkan kebersamaan, terutama melalui masjid sebagai pusat aktivitas umat,” ujar Ipda Yohanes saat menyerahkan bantuan.
Ia menambahkan, sinergi dengan pengurus masjid dan UPZ menjadi langkah strategis agar bantuan tepat sasaran dan menyentuh masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Penyerahan sembako dan donasi dilakukan secara simbolis di serambi masjid, disaksikan langsung Ketua BTM dan jamaah. Suasana khidmat terasa ketika paket bantuan diterima oleh Pengurus UPZ Masjid Al Hijrah Rinegetan.
Ketua UPZ Masjid Al Hijrah menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas perhatian yang diberikan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Kapolsek Tondano beserta jajaran, khususnya Wakil Kapolsek yang telah hadir dan menyerahkan langsung bantuan ini. Amanah ini akan kami kelola secara transparan, akuntabel, dan tepat sasaran sesuai prinsip pengelolaan zakat,” tegasnya.
Ia menjelaskan, UPZ Masjid Al Hijrah selama ini berperan sebagai perpanjangan tangan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah di tingkat masjid. Bantuan yang diterima akan segera disalurkan kepada mustahik di wilayah Rinegetan dan sekitarnya.
Menurutnya, kolaborasi lintas sektor seperti ini menjadi contoh edukatif bahwa penguatan sosial harus dibangun bersama.
Dukungan terhadap sinergi tersebut juga datang dari BAZNAS Kabupaten Minahasa. Pimpinan BAZNAS Minahasa menilai langkah Polsek Tondano dan Majelis Taklim Al Hijrah sebagai praktik baik dalam membangun ekosistem zakat berbasis masjid.
“Masjid adalah pusat peradaban umat. Ketika aparat kepolisian, pengurus masjid, dan UPZ bergerak bersama, maka yang lahir bukan hanya bantuan sesaat, tetapi sistem kepedulian yang berkelanjutan. Edukasi tentang zakat dan solidaritas sosial harus terus diperkuat,” ujarnya.
Ia menambahkan, pengelolaan zakat yang profesional dan kolaboratif mampu menjadi solusi nyata dalam mengurangi kesenjangan sosial di daerah.
Kegiatan di serambi Masjid Al Hijrah Rinegetan ini pun menjadi pesan kuat: berbagi bukan hanya soal memberi, tetapi tentang membangun kepercayaan, transparansi, dan sinergi demi kesejahteraan bersama.
BERITA14/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Bupati Majalengka Buka Optimalisasi ZIS Ramadhan 1447 H, Dorong BAZNAS “Langkung Sae” Layani Umat
Majalengka – Memasuki momentum suci Ramadhan 1447 Hijriah, Pemerintah Kabupaten Majalengka bersama BAZNAS Kabupaten Majalengka menggelar kegiatan bertajuk “Optimalisasi Zakat, Infaq, dan Sedekah (ZIS) Ramadhan 1447 H/2026” di Gedung Islamic Center Majalengka, Kamis (12/2) pukul 08.30 WIB.
Kegiatan ini menjadi langkah strategis memperkuat literasi dan penghimpunan ZIS, sekaligus meneguhkan sinergi antara pemerintah daerah dan BAZNAS dalam meningkatkan kesejahteraan umat melalui pengelolaan zakat yang profesional dan akuntabel.
Gedung Islamic Center dipadati sekitar 700 peserta yang berasal dari berbagai jenjang pendidikan di Kabupaten Majalengka, mulai dari PAUD, TK, SD, SMP, MTs hingga Madrasah Aliyah (MA).
Kehadiran lintas generasi ini mencerminkan komitmen kuat menanamkan nilai kepedulian dan semangat berbagi sejak usia dini. Dunia pendidikan dinilai memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya zakat, infaq, dan sedekah sebagai instrumen pemberdayaan sosial.
Bupati Majalengka, Drs. Eman Suherman, M.M., hadir langsung membuka acara. Ia didampingi Kabag Kesra Setda Majalengka, Ketua KKKS, Ketua Himpaudi, Ketua IGTK, serta Ketua IGRA.
Dalam sambutannya, Bupati Eman Suherman memberikan apresiasi terhadap kinerja BAZNAS Majalengka di bawah kepemimpinan Agus Asri Sabana. Ia menekankan pentingnya transformasi kelembagaan agar BAZNAS semakin profesional, responsif, dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.
“Saya berharap BAZNAS Majalengka dapat menjadi lembaga yang langkung sae (lebih baik) dalam pelayanan, serta semakin dirasakan kebermanfaatannya bagi seluruh umat,” ujar Bupati.
Menurutnya, optimalisasi ZIS bukan sekadar meningkatkan angka penghimpunan, tetapi memastikan distribusi dan pendayagunaan berjalan tepat sasaran serta berdampak nyata bagi pengentasan kemiskinan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Sebagai bagian dari penguatan kapasitas dan literasi zakat, kegiatan ini menghadirkan dua narasumber internal BAZNAS Majalengka, yakni:
H. Muhammad Ridwan (Wakil Ketua I)
Embed Humed, M.Pd. (Wakil Ketua III)
Keduanya memaparkan strategi optimalisasi potensi zakat di lingkungan pendidikan, termasuk mekanisme penghimpunan yang sistematis serta tata kelola pendistribusian yang sesuai regulasi dan prinsip syariah.
Dalam paparannya, disampaikan bahwa sektor pendidikan memiliki potensi besar dalam membangun budaya zakat yang berkelanjutan. Melalui pendekatan edukatif, peserta didik tidak hanya memahami kewajiban zakat secara normatif, tetapi juga melihat langsung dampaknya dalam menyelesaikan persoalan sosial.
Optimalisasi ZIS Ramadhan 1447 H ini menjadi momentum strategis memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, BAZNAS, dan satuan pendidikan. Ramadhan dipandang sebagai periode paling efektif untuk meningkatkan kesadaran berzakat dan memperluas jangkauan manfaatnya.
Dengan pengelolaan yang transparan dan akuntabel, zakat diharapkan menjadi instrumen pembangunan sosial yang mampu menekan angka kemiskinan, memperkuat ekonomi mustahik, serta mendorong kemandirian umat.
Melalui kegiatan ini, Majalengka menegaskan komitmennya menjadikan ZIS bukan sekadar ibadah personal, tetapi gerakan kolektif yang terstruktur, terukur, dan berkelanjutan demi kemaslahatan bersama.
BERITA13/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Majelis Taklim Attaqwa Langowan Kunjungi Panti Asuhan, Tebar Semangat Berbagi dan Kepedulian
Langowan 11/2/2026– Semangat berbagi dan kepedulian sosial kembali ditunjukkan Majelis Taklim Attaqwa Langowan. Melalui program sosial “Peduli Sesama”, para anggota majelis taklim melakukan kunjungan ke salah satu panti asuhan di wilayah Manado, sebagai bentuk nyata implementasi nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan yang berlangsung penuh kehangatan itu diisi dengan silaturahmi, doa bersama, pemberian santunan, serta penyerahan bantuan kebutuhan pokok bagi anak-anak panti asuhan.
Suasana haru dan bahagia menyatu ketika rombongan Majelis Taklim Attaqwa disambut anak-anak panti dengan senyum tulus. Bukan sekadar membawa bantuan materi, kehadiran mereka juga menghadirkan perhatian dan kasih sayang.
Ketua Majelis Taklim Attaqwa Langowan Hj. Irma Aslah, SE dalam keterangannya menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen majelis taklim untuk menjadikan pengajian tidak hanya sebatas kajian ilmu, tetapi juga gerakan sosial yang berdampak.
“Kami ingin majelis taklim ini tidak hanya aktif dalam belajar dan mengaji, tetapi juga hadir langsung membantu sesama. Berbagi dengan anak-anak panti asuhan adalah bentuk syukur kami atas nikmat yang Allah berikan,” ujarnya.
Menurutnya, kepedulian sosial adalah salah satu cerminan keimanan. Ia menambahkan bahwa Rasulullah SAW mengajarkan umatnya untuk mencintai dan menyayangi anak yatim serta mereka yang membutuhkan.
“Semangat berbagi harus terus ditanamkan, bukan hanya saat Ramadan, tetapi menjadi budaya dalam kehidupan sehari-hari. Insyaallah, sekecil apa pun yang kita berikan, jika dilakukan dengan ikhlas, akan menjadi besar di sisi Allah,” tambahnya.
Kegiatan ini juga menjadi edukasi bahwa majelis taklim memiliki peran strategis dalam membangun solidaritas sosial di tengah masyarakat.
Majelis taklim bukan hanya ruang penguatan spiritual, tetapi juga:
Sarana membangun empati dan kepedulian
Penggerak kegiatan sosial berbasis komunitas
Jembatan antara donatur dan penerima manfaat
Media pendidikan karakter bagi generasi muda
Dengan melibatkan para anggota secara langsung, program ini juga mengajarkan nilai gotong royong dan kebersamaan.
Dalam kunjungan tersebut, anggota majelis taklim tidak hanya menyerahkan bantuan, tetapi juga berinteraksi, bercengkerama, dan memberikan motivasi kepada anak-anak panti.
Pesan moral yang ingin disampaikan sederhana namun kuat: setiap anak berhak mendapatkan perhatian, kasih sayang, dan harapan masa depan.
“Kami ingin anak-anak ini merasa bahwa mereka tidak sendiri. Ada banyak orang yang peduli dan mendoakan mereka,” ujar Ketua Majelis Taklim.
Program “Peduli Sesama” ini diharapkan menjadi agenda rutin dan inspirasi bagi komunitas lain di Langowan maupun wilayah sekitarnya.
Di tengah tantangan sosial dan ekonomi yang tidak mudah, gerakan berbagi seperti ini menjadi oase harapan. Bahwa kepedulian tidak harus menunggu kaya, dan kebaikan tidak harus menunggu waktu tertentu.
Kunjungan Majelis Taklim Attaqwa Langowan ke panti asuhan hari itu bukan hanya tentang bantuan sembako atau santunan. Ia adalah tentang menghadirkan senyum, menanamkan empati, dan menghidupkan kembali semangat berbagi sebagai bagian dari identitas umat.
Karena sejatinya, kekuatan sebuah komunitas bukan diukur dari seberapa banyak yang dimiliki, tetapi dari seberapa besar kepedulian yang mampu dibagikan.
BERITA13/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Sambut Ramadhan 1447 H, Keluarga Besar Madrasah Gelar Ziarah Tahunan ke Makam Pendiri
Kinali, 13 Februari 2026 – Menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, keluarga besar Madrasah di Kinali menggelar ziarah tahunan ke makam para tokoh pendiri, Jumat pagi (13/2/2026). Kegiatan ini menjadi agenda rutin yang sarat makna edukatif dan spiritual, sekaligus momentum refleksi atas perjuangan para pendahulu dalam membangun fondasi pendidikan Islam.
Sejak pagi, para guru dan siswa berkumpul dengan penuh khidmat. Suasana haru dan khusyuk menyelimuti prosesi ziarah yang diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan tahlil dan doa bersama.
Kepala Madrasah MTS Negeri 1 Minahasa , Ibu Sumiati Pulukadang, S.Pd, memimpin langsung kegiatan tersebut. Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa ziarah bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan bagian dari pendidikan karakter yang harus ditanamkan sejak dini.
“Ziarah ini adalah bentuk birrul walidain kita kepada para pendiri. Kita ingin para siswa tidak hanya cerdas secara akademik, tapi juga memiliki rasa syukur dan tidak melupakan sejarah perjuangan madrasah ini,” ujarnya.
Menurutnya, Ramadhan adalah bulan penyucian diri. Maka, sebelum memasuki bulan penuh berkah itu, seluruh warga madrasah diajak untuk membersihkan hati, memperkuat niat, dan meneguhkan kembali nilai perjuangan.
Ziarah ke makam pendiri menjadi simbol menjaga sanad perjuangan pendidikan. Para siswa diajak mengenal sejarah madrasah bukan hanya lewat buku, tetapi melalui pengalaman langsung yang menyentuh sisi emosional dan spiritual.
Pembina Keagamaan, Bapak Fitrah Tompig, S.Pd, memandu pembacaan tahlil dan doa bersama. Dengan suara tenang dan penuh kekhusyukan, ia mengajak seluruh peserta mendoakan para pendiri agar amal jariyah mereka terus mengalir.
“Semoga segala ilmu yang diwariskan menjadi cahaya bagi generasi penerus dan menjadi pemberat amal kebaikan bagi para pendiri,” tuturnya dalam doa.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan aksi bersih-bersih makam secara gotong royong dan penaburan bunga sebagai simbol cinta dan penghormatan. Para siswa terlihat antusias, saling membantu membersihkan area makam dengan penuh tanggung jawab.
Tradisi ini dinilai sebagai metode pendidikan yang efektif dalam menanamkan nilai tawadhu, rasa hormat, dan kesadaran sejarah. Di tengah arus modernisasi, madrasah berupaya menjaga keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan kedalaman spiritual.
Momentum ziarah juga menjadi pengingat bahwa keberhasilan hari ini tidak lepas dari pengorbanan generasi sebelumnya. Spirit inilah yang ingin diwariskan kepada para siswa agar kelak mereka menjadi generasi Islami yang berilmu, berakhlak, dan berjiwa sosial.
Dengan hati yang lebih bersih dan tekad yang diperbarui, keluarga besar madrasah berharap dapat menyongsong Ramadhan 1447 H dengan kesiapan iman dan semangat ibadah yang lebih kuat.
Ziarah tahunan ini pun bukan hanya menjadi agenda seremonial, melainkan warisan nilai yang terus hidup — mengajarkan bahwa menghormati sejarah adalah bagian dari membangun masa depan.
BERITA13/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
UPZ Surau Nurul Hidayah Rangkul Muzaki, Perbaiki Jembatan Pemakaman Sambut Ramadhan 1447 H
Kayong Utara – Menyambut datangnya Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah, Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Surau Nurul Hidayah Dusun Rantau Panjang, Desa Harapan Mulia, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, menunjukkan aksi nyata kepedulian sosial. Mereka merangkul para muzaki dan jamaah untuk bergotong royong memperbaiki jembatan akses menuju pemakaman umum.
Jembatan tersebut merupakan jalur utama warga saat mengantar maupun menziarahi jenazah. Kondisi yang sebelumnya kurang layak kini diperbaiki melalui penimbunan dan penguatan struktur, agar masyarakat dapat melintas dengan aman, terutama menjelang Ramadhan dan pasca Idul Fitri.
Kegiatan ini bukan sekadar kerja bakti biasa. Di baliknya, ada semangat kolaborasi dan penguatan nilai zakat, infak, dan sedekah yang diwujudkan dalam aksi produktif dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Kayong Utara, M. Tharmidzi, menyampaikan apresiasi atas inisiatif UPZ Surau Nurul Hidayah dan partisipasi aktif para muzaki.
“Ini adalah contoh nyata bagaimana dana zakat, infak, dan sedekah dapat dikelola secara produktif dan memberi manfaat luas. Tidak hanya membantu individu, tetapi juga membangun fasilitas yang menjadi kebutuhan bersama,” ujarnya.
Menurutnya, menyambut Ramadhan bukan hanya soal meningkatkan ibadah personal, tetapi juga memperkuat solidaritas sosial dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
Apresiasi juga disampaikan kepada para munfiq yang telah menyalurkan infaknya melalui UPZ Surau Nurul Hidayah yang diketuai oleh Bapak Tarmizan, yang akrab disapa Tok Mizan. Sosok yang juga menjabat sebagai Ketua RT 004 Dusun Rantau Panjang ini dikenal aktif dalam berbagai kegiatan keagamaan dan sosial kemasyarakatan.
Selain memimpin UPZ, Tok Mizan juga terlibat dalam Jamaah Subuh Keliling Nurusshobah Kabupaten Kayong Utara. Kiprahnya dinilai mampu menggerakkan masyarakat untuk tidak hanya beribadah secara ritual, tetapi juga menghadirkan manfaat sosial yang nyata.
“Ramadhan adalah momentum terbaik untuk memperkuat ukhuwah dan gotong royong. Apa yang dilakukan UPZ Surau Nurul Hidayah patut menjadi inspirasi bagi UPZ-UPZ lainnya,” tambah M. Tharmidzi.
Perbaikan jembatan menuju pemakaman ini menjadi simbol bahwa semangat Ramadhan tidak berhenti pada ibadah mahdhah semata, tetapi juga tercermin dalam kepedulian terhadap fasilitas umum dan kebutuhan sosial warga.
BAZNAS Kabupaten Kayong Utara berharap gerakan serupa dapat terus tumbuh di berbagai dusun dan desa. Dengan kolaborasi antara UPZ, muzaki, dan masyarakat, zakat dan infak dapat menjadi kekuatan besar dalam membangun peradaban umat yang lebih peduli, mandiri, dan sejahtera.
Ramadhan 1447 H pun disambut bukan hanya dengan persiapan spiritual, tetapi juga dengan kerja nyata yang meninggalkan jejak manfaat bagi banyak orang.
BERITA13/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Ramadhan Tak Sekadar Datang dan Pergi, HASANAH TVRI Sulut Ajak Umat Islam Siapkan Hati
Manado – Ramadhan tak pernah hadir sekadar mengganti tanggal di kalender hijriah. Ia datang mengetuk hati, mengajak setiap insan untuk pulang—pulang kepada fitrah, kepada taubat, kepada Allah SWT. Menyambut bulan suci 1447 H, program HASANAH di TVRI Sulawesi Utara menghadirkan tayangan spesial bertajuk “Bila Ingin Sukses Ramadhannya” yang sarat pesan spiritual dan edukatif.
Program ini akan disiarkan pada Kamis, 19 Februari 2026, pukul 16.00 WITA, dengan menghadirkan narasumber istimewa, Dr. Drs. H. Ulyas Taha, M.Pd, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Utara. Acara ini dipandu oleh host inspiratif, Nurhayati Otta, dan secara khusus menyasar audiens Pokjaluh Kota Manado, serta seluruh masyarakat Muslim Sulawesi Utara.
Dalam pengantar tema yang diangkat, ditekankan bahwa Ramadhan bukanlah tentang siapa yang paling ramai ibadahnya, melainkan siapa yang paling sungguh memperbaiki dirinya. Menahan lapar dan dahaga hanyalah pintu awal. Kesuksesan Ramadhan terletak pada kemampuan menata niat, membersihkan jiwa, serta menguatkan langkah menuju ridha-Nya.
Dr. Ulyas Taha dijadwalkan mengupas secara mendalam bagaimana umat Islam dapat mempersiapkan diri secara spiritual, mental, dan sosial agar Ramadhan tidak sekadar berlalu, tetapi benar-benar menetap sebagai cahaya dalam kehidupan.
“Ramadhan adalah madrasah ruhani. Jika ingin sukses, maka yang pertama disiapkan adalah hati,” menjadi benang merah pesan yang akan disampaikan dalam dialog tersebut.
Program HASANAH bukan sekadar tayangan religi biasa. Ia hadir sebagai ruang edukasi yang mencerahkan, mengajak umat Islam memahami makna ibadah secara utuh—dari dimensi pribadi hingga sosial.
Melalui siaran ini, masyarakat diajak untuk:
Meluruskan niat sebelum memasuki bulan suci
Menguatkan komitmen ibadah dan akhlak
Menjadikan Ramadhan momentum transformasi diri
Membangun kepedulian sosial dan ukhuwah
Pesan-pesan ini dinilai sangat relevan di tengah tantangan zaman yang kerap membuat esensi Ramadhan tereduksi menjadi rutinitas tahunan tanpa makna mendalam.
Informasi terkait program ini juga telah disebarluaskan oleh Penanggung Jawab Program "Hasanah" TVRI Stasiun Manado melalui akun Facebook Mahyudin Banjer, sebagai bentuk komitmen menghadirkan dakwah yang menjangkau lebih luas masyarakat.
Langkah ini diharapkan mampu menggerakkan partisipasi publik serta meningkatkan kesadaran umat untuk menyambut Ramadhan dengan persiapan terbaik.
Momentum ini menjadi undangan terbuka bagi seluruh masyarakat Muslim di Sulawesi Utara untuk menyimak dan mengambil hikmah dari tayangan tersebut.
Ramadhan tak pernah datang sekadar mengganti tanggal. Ia hadir mengetuk hati, mengajak kita pulang. Jangan biarkan ia lewat begitu saja. Siapkan hati, tata niat, dan kuatkan langkah.
Saksikan HASANAH TVRI Sulawesi Utara “Bila Ingin Sukses Ramadhannya” Kamis, 19 Februari 2026 Pukul 16.00 WITA
Karena Ramadhan yang sukses bukan hanya tentang sebulan penuh ibadah, tetapi tentang cahaya yang terus menetap dalam hidup, bahkan setelah ia pergi.
BERITA13/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
KSrelief–BAZNAS RI Salurkan 75 Paket Pangan Ramadan di Kampung Pemulung Jaktim, Warga: Ini Bukan Sekadar Sembako
Jakarta – Senyum haru terpancar dari wajah warga Kampung Pemulung, Jalan Asem Nirbaya, Kelurahan Pinang Ranti, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, Kamis (12/02/2026). Di tengah keterbatasan ekonomi, bantuan paket pangan Ramadan dari Pusat Bantuan Kemanusiaan dan Pertolongan Raja Salman (KSrelief) bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menjadi angin segar menjelang bulan suci.
Sebanyak kurang lebih 75 Kepala Keluarga (KK) menerima paket pangan yang diperuntukkan bagi masyarakat prasejahtera. Bantuan ini menjadi bagian dari program penyaluran 7.000 paket pangan Ramadan yang didistribusikan di empat provinsi: Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Tengah.
Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, M.A., menyampaikan apresiasi atas konsistensi dukungan KSrelief terhadap masyarakat Indonesia, khususnya dalam momentum Ramadan.
“Alhamdulillah, bantuan dari KSrelief ini selalu dinantikan masyarakat. Program paket pangan Ramadan ini sangat membantu keluarga prasejahtera dalam memenuhi kebutuhan pokoknya. Kami memastikan bantuan disalurkan kepada mereka yang benar-benar membutuhkan,” ujar Kyai Noor.
Ia menegaskan, sinergi antara BAZNAS RI dan KSrelief telah terjalin selama beberapa tahun terakhir dan telah menjangkau puluhan ribu penerima manfaat di berbagai daerah di Indonesia. Menurutnya, kolaborasi kemanusiaan lintas negara ini menjadi bukti bahwa nilai solidaritas tidak mengenal batas geografis.
Perwakilan KSrelief, Mr. Abdul Karim Al Yusuf, sebelumnya menyampaikan bahwa lembaganya telah menyalurkan bantuan kemanusiaan ke lebih dari 70 negara di dunia.
“Secara khusus untuk Indonesia, pada tahun ini bantuan yang diberikan senilai Rp6.419.378.000,” ujarnya.
Ia menegaskan, bantuan tersebut merupakan bentuk komitmen Kerajaan Arab Saudi dalam membantu masyarakat yang membutuhkan, terutama menjelang bulan suci Ramadan—bulan penuh kepedulian dan solidaritas.
Bagi warga Kampung Pemulung, bantuan tersebut bukan sekadar paket sembako. Lebih dari itu, ada rasa diperhatikan dan dikuatkan secara moral.
Murni (40), salah satu penerima manfaat, mengaku sangat bersyukur atas bantuan yang diterimanya.
“Alhamdulillah, saya sangat berterima kasih kepada BAZNAS dan KSrelief atas bantuan ini. Paketnya sangat lengkap dan insya Allah cukup untuk kebutuhan keluarga kami di awal Ramadan. Semoga BAZNAS dan KSrelief semakin maju dan terus membantu masyarakat kecil seperti kami,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.
Warga lainnya pun menyampaikan apresiasi serupa. Di tengah tantangan ekonomi, bantuan ini menjadi penyemangat untuk menyambut Ramadan dengan lebih tenang dan penuh harapan.
Program ini menjadi pengingat bahwa Ramadan bukan hanya tentang ibadah personal, tetapi juga tentang kepedulian sosial. Melalui kolaborasi kemanusiaan antara KSrelief dan BAZNAS RI, semangat berbagi terus digelorakan—menyentuh mereka yang sering luput dari perhatian.
Di sudut Kampung Pemulung, paket-paket pangan itu mungkin terlihat sederhana. Namun bagi puluhan keluarga, bantuan tersebut adalah simbol harapan: bahwa mereka tidak sendiri dalam menghadapi kehidupan.
BERITA13/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Minahasa.
Lihat Daftar Rekening →